BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Di dalam era modern ini, suatu negara tidak bisa lepas dari negara lain. Suatu negara harus menjalin hubungan dengan negara lain baik itu di bidang ekonomi, politik atau budaya agar tetap hidup dan tidak dikucilkan oleh negara lain. Keadaan tersebut sering dikatakan sebagai era globalisasi. Era globalisasi sendiri ditandai dengan adanya keterbukaan, keterkaitan atau ketergantungan dan persaingan yang semakin ketat, khususnya bidang ekonomi (Hamdy Hady, 2001 :11) Global mempunyai makna universal. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang

memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Sedangkan perekonomian global merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, di mana negara- negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.

Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produkproduk global ke dalam pasar domestik. Dengan kata lain, globalisasi bisa dikatakan sebagai adanya suatu era baru di dalam perdagangan internasional. Dengan adanya perdagangna internasional, maka akan berpengaruh terhadap komponen- komponen dalam neraca pembayaran. Neraca perbayaran merupakan suatu neraca yang menunjukkan berbagai jenis transaksi (mutasi) keuangan yang dilakukan diantara satu negera dengan negara lain dalam satu tahun tertentu (Sadono Sukirno, 2002 : 370). Dua neraca penting dalam neraca pembayaran adalah neraca perdagangan dan neraca keseluruhan. Neraca perdagangan menunjukkan perimbangan antara ekspor dan impor. Sedangkan neraca keseluruhan menunjukkan perimbangan antara keseluruhan aliran pembayaran ke luar negeri. Defisit dalam neraca pembayaran berarti antara pembayaran ke luar negeri lebih besar dari pada penerimaan dalam negeri. Salah satu faktor penentu ini adalah ekspor lebih besar dari impor. Pengaliran modal ke luar negeri merupakan faktor lain yang menimbulkan defisit neraca tersebut. Neraca Pembayaran Indonesia dapat dilihat seperti tabel 1.1 berikut :

Tabel 1.1 Neraca Pembayaran Ringkasan (Balance of Payment : Summary) (Juta USD/ million of USD)
2008 Items Neraca Berjalan Barang Bersih Q.2 -1.013 5,443 Q.3 -967 5,771 Q.4 -637 4,166 Q.1 2.508 8,884 Q.2 -2480 8,365 Q.3 2.157 8,488 Q.4 3.502 11,395 35,899 2009

Eksport fob 37,345 38,081 Importfob Jasa- jasa bersih Pendapatan bersih

29,765 24,179 28,139 31,272

31,902 32,309 25,603 17,295 19,765 22,784 24,504 -3,387 -3,312 -3,227 -2,743 -3,310 -3,309 -4,506 -4,425 -4,756 1,311 -2,881 1,305 -2,742 1,109 -3,776 1,201 -4,072 1,248 -4,501 1,303

Transaksi berjalan 1,366 bersih

Sumber : Statistik Ekonomi dan K Indonesia, BI 2010 Penyusunan neraca pembayaran Indonesia didasarkan pada Balance of Payments Manual yang diterbitan oleh IMF. Neraca pembayaran Indonesia memuat statistik mengenai transaksi ekonomi yang dilakukan penduduk Indonesia dengan bukan penduduk dalam suatu periode tertentu. Transaksi ekonomi adalah pertukaran nilai ekonomi dari satu unit ekonomi kepada unit ekonomi lainnya yang meliputi pertukaran barang dan jasa dengan financial items, barter, pertukaran antar financial items dan pemberian atau penerimaan barang dan jasa atau financial items tanpa imbalan. Sedangkan transaksi ekspor dan impor barang dalam neraca perdagangan didasarkan atas dokumen kepabeanan dari Ditjen Bea dan Cukai (BI : Statistik Keuangan dan Ekonomi Indonesia, 2009: 87). Defisit neraca pembayaran akan berakibat sistemik terhadap

perekonomian dalam suatu negara. Defisit sebagai akibat impor lebih kecil dari ekspor maka bisa berakibat pada menurunnya kegiatan ekonomi dalam negeri karena konsumen membeli barang bukan buatan dalam negeri, melainkan barang impor. Harga valuta asing yang naik akan menyebabkan harga barang impor mahal. Hal ini akan berdampak pada kegiatan ekonomi dalam negeri akan terhambat karena kegairahan pengusaha untuk

menanamkan modal ke dalam negeri akan menurun. Dengan demikian, sama halnya dengan masalah pengangguran dan inflasi, masalah difisit dalam neraca pembayaran juga memiliki efek yang buruk bagi perekonomian baik jangka pendek ataupun jangka panjang. Oleh karena itu setiap negara harus menghindari adanya defisit dalam neraca pembayaran. (Sadono Sukirno, 2002 : 17-18). Salah satu faktor yang sudah dijelaskan di atas adalah defisit dalam neraca pembayaran. Hal ini berarti antara impor lebih besar dari pada ekspor. Komponen dari neraca pardagangan adalah ekspor dan impor. Pencatatan dalam neraca ini bisa defisit atau surplus. Defisit berarti impor lebih besar dari ekspor. Surplus berarti impor lebih kecil dari ekspor. Sedangkan jika antara impor dan ekspor sama, keadaan ini dinamakan balance trade (Dumairy, 1996: 91) Neraca perdagangan internasional akan terus mengalami perubahan yang dikarenakan faktor- faktor : Selera konsumen terhadap produksi dlam negeri Harga barang Dalam negeri dan luar negeri

-

Kurs menentukan dan mata uang domestic yang dibutuhkan untuk membeli mata uang asing

-

Pendapatan konsumen baik di dalam negeri ataupun di luar negeri Ongkos angkutan barang antar negara Kebijakan pemerintah mengenai perdagangan internasional.

Dengan variabel- variabel tersebut dari waktu ke waktu, maka akan berubah pula jumlah perdagangan internasional. (Mankiw, 2003:210). Tabel 1.2 Jenis Impor Menurut Penggunaannya di Indonesia Tahun 1994 – 2008 Juta US$ Tahun Barang Konsumsi Bahan Baku Bahan modal 1994 2806 30470 9653 1995 2166 30230 9284 1996 1918 19612 5807 1997 2469 18475 3060 1998 2685 26073 4777 1999 2251 23880 4831 2000 2651 24228 4411 2001 2792 25652 3946 2002 2980 26770 4509 2003 3299 26904 5906 2004 3659 28960 7118 2005 3405 27006 7854 2006 3711 27560 6004 2007 4097 28772 6533 2008 4340 29065 7008 Sumber : Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia beberapa edisi, data diolah Dari tabel di atas, Impor Indonesia didominasi oleh impor untuk konsumsi, bahan baku dan bahan modal. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar, maka tingkat konsumsi Indonesia sangat besar pula sehingga akan meningkatkan impor Indonesia karena sebagian besar industri dalam

negeri tidak mampu mencukupi daya tawar konsumsi. Di lain sisi, impor yang besar juga terjadi dari bahan baku yang nantinya digunakan untuk memproduksi barang untuk konsumsi dalam negeri dan sebagian lagi diproduksi untuk diekspor. Dari tabel di 2.3 di bawah ini dapat kita lihat bahwa permintaan impor Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat hampir dari semua kawasan perdagangan. Pada beberapa tahun terakhir, perkembangan impor Indonesia menurut negara asal di kawasan ASEAN memiliki volume yang tertinggi dibandingkan dengan negara- negara di kawasan lain. Hal ini disebabkan karena pada beberapa tahun terakhir, negara- negara ASEAN mulai menerapkan CAFTA (China Asia Free Trade Area) yang mengakibatkan meningkatnya volume impor dari wilayah ASEAN. Benua Eropa

mendominasi di urutan kedua. Sedangkan kawasan Amerika memiliki volume impor ke Indonesia terbesar ketiga. Meski demikian, salah satu negara di benua Amerika khususnya Amerika Utara yang memiliki volume impor menurut negara asal dengan perkembangan yang tinggi adalah Amerika Serikat. Tabel di bawah ini menjelaskan perkembangan import Indonesia menurut negara asal pada tahun 2004-2008.

5 0.Tabel 1.5 284.8 251.0 1 484.9 1 456.4 303.6 544.9 0.8 2 340.6 2 983.3 773.7 126.9 17.1 706.2 3 004.9 646.7 329.8 380.6 1 484.5 1 606.0 503.8 2007 23 792.3 5 842.1 134.7 3 068.0 2006 18 970.7 2.9 3 196.9 30.5 666.2008 (Nilai CIF : juta US$) Negara Asal A.0 1 443.0 1 0676 602.9 2 869.6 1 374.2 73.5 2 494.9 654.8 281.8 74.0 703.2 102.9 5 515.1 295.2 717.2 6 920.6 992.7 3 244.5 26.9 1 579.6 0.4 206.9 994.9 4 056.7 1 197.1 1 871.5 6 906.7 53.4 210.2 4 287.7 553. ASEAN Thailand Singapura Filipina Malaysia Myanmar Kamboja Brunai Darusalam Laos Vietnam Asia Lainnya/ Rest of Asia Jepang Cina Korea Selatan Lainnya B.4 1 40. AMERIKA Amerika Kanada Meksiko Lainnya E.1 568.1 9 839.1 1 111.6 148.6 10 560.8 17.6 80.2 1 255.3 Volume Impor Menurut Negara Asal Utama Tahun2004.4 1.5 61 065.1 372.0 2 416.0 504.9 148.6 6 688.5 1 29 197.6 10. AFRIKA C.6 1 780.4 1.9 6 411.9 2 875.3 338.0 2 314.8 6 334.2 0.7 322.2 3 806.6 1 681.7 8 557.5 755.2 326.4 999.6 3 193.7 29.0 7 880.1 7 777.9 3 447.1 17 734.1 1 606.2 1 194.3 1 942.8 5 252.1 3 878.7 1 689.0 101.9 223.0 7 679.2 0.0 1 111.9 170. BPS Surakarta 2009 .1 5 826.9 305.0 73.5 14.4 949.1 2 241.9 9 283.7 6 081. EROPA Inggris Belanda Perancis Jerman Austria Belgia Denmark Swedia finlandia Irlandia Italia Spanyol Uni Eropa Lainnya Eropa Lainnya Jumlah/ Total 2004 11 494.2 4 782.5 5 910.5 10 034.0 473.7 2.7 2 214.2 1 056.3 333.2 474.0 81.3 29.4 101.8 645.1 263.2 6 023.6 4 101.1 551.6 2 494.9 214.9 698.0 359.3 182.5 706.3 1 864.1 439.2 846.8 264.0 620.8 6 636.6 2 986.0 4 623.7 3 225.3 21 789.5 57 700.8 2005 17 039.7 1 982.3 499.4 551.2 74 473.2 1 743.9 9 901.7 1.9 107.4 2 771.5 80.9 3 997.0 9 470.3 19.6 1 031.6 2 567.0 15 247.8 1 031.3 Sumber : Indonesia Dalam Angka.3 369.0 415.9 667.2 2 148.6 6 082.0 515.4 15 128.1 1 189.5 1 194. AUSTRALIA Australia Selandia Baru Oseania lainnya D.6 4 787.9 74.8 359.7 9 898.2 2008 40 967.8 46 524.8 228.5 286.0 27.9 25.5 6 526.5 8 922.3 316.

akan tetapi perkembangan impor dari Ameika Serikat tergolong tinnggi. Krisis yang dialami Amerika Serikat bermula dari bangkrutnya perusahaan keuangan di Amerika yang kemudian berimbas ke berbagai belahan dunia. Hampir semua negara di dunia takut dengan Amerika Serikat. Dari tabel di atas. . Misalnya antara tahun 2007. Salah satu negara di benua Amerika yang memiliki daya tawar untuk mengimpor barang dan jasa ke Indonesia adalah Amerika Serikat (USA).Dari tabel di atas dapat kita lihat bahwa permintaan impor Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat hampir dari semua kawasan perdagangan. meskipun impor dari Amerika Serikat bukan yang terbesar.2008 yang meningkat 3093 juta US$. Kuatnya perekonomian Amerika Serikat dapat kita lihat dari adanya krisis financial global pada tahun 2008. Amerika Serikat adalah salah satu negara yang memiliki perekonomian kuat di dunia. Dari adanya krisis finansial global yang terjadi pada tahun 2008 yang lalu. Tidak salah jika menamai Amerika Serikat dengan negara adidaya. Krisis ini di mulai timbul sekitar tahun 2007 yaitu dengan adanya peristiwa gagal bayar kredit perumahan di Amerika Serikat ( sub prime mortgage ). menggambarkan bahwa perekonomian Amerika Serikat sangat kuat. Krisis keuangan ini menyebabkan beberapa perusahaan keuangan multi nasional hancur yang kemudian berdampak ke pasar dunia. baik dari segi perekonomian atau dari segi pertahanannya. Amerika Serikat sendiri merupakan salah satu negara pengimpor Indonesia.

US$ merupakan salah satu mata uang yang digunakan dalam ekonomi internasional. Setengah dari perdagangan internasional dilakukan dengan menggunkan dollar AS. Sedangkan Amerika Serikat sendiri mendapatkan keuntungan yang berupa seignorage atau keuntungan yang didapat karena menerbitkan uang dan dari seignorage tersebut PDB Amerika Serikat bertambah sebesar 0. Dari beberapa aspek tersebut. Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas. dapat diambil beberapa rumusan masalah yang bersangkutan dengan permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat: 1. Bagaimana pengaruh kurs rupiah terhadap dolar USD terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat? . 99:89) Berdasarkan latar belakang dan kondisi di atas.5%. 45. mata uang tunggal Amerika Serikat. maka secara tidak langsung baik buruknya perekonomian Amerika Serikat akan berpengaruh terhadap perekonomian dunia. Lebih dari setengah valuta asing melibatkan dollar AS serta 62. maka ingin diteliti mengenai keadaan tersebut dengan judul “FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Permintaan Impor Indonesia Dari Amerika Serikat Tahun 1985.2009” B. Hampir 50% simpanan di bank dunia menggunakan dollar AS.6 % obligasi internasional didominasi oleh dollar AS.7% dari cadangan non emas dunia disimpan menggunakan dollar AS.Selain itu. (Jeffery Edmund Curry.

Bagaimana pengaruh tingkat inflasi terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat? 4. Tujuan Penelitian Dengan adanya rumusan masalah yang sudah dipaparkan di atas. 2. 4. Bagaimana pengaruh PDB riil terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat? 3.2. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh kurs rupiah terhadap US$ terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat. 3. maka tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui pengaruh PDB terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat. Bagaimana pengaruh cadangan devisa terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat? C. Untuk mengetahui pengaruh cadangan devisa terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat. Untuk mengetahui pengaruh tingkat inflasi terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat. .

2. 3.pihak terkait diantaranya : 1. Bagi peneliti dapat berguna untuk menambah pengetahuan dalam bidang perdagangan internasional. Sebagai bahan referensi bagi peneliti selanjutnya mengenai masalah faktor. Dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya mengenai ekonomi internasional dan pengaruhnya terhadap perekonomian secara makro dan mikro.D.faktor yang mempengaruhi impor Indonesia khususnya dari Amerika Serikat. Manfaat Penelitian Dengan melaksanakan penelitian ini. diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak. .

Mobilitas faktor seperti tenaga kerja dan modal relative lebih sukar Sistem keuangan. b. Hubungan ekonomi internasional dapat berupa perdagangan. kebudayaan dan politik yang berbeda. 1995. pemerintah maupun organisasi internasional. Hubungan khusus tersebut yaitu : a. 1992 :6) Nopirin dalam Ekonomi Internasional. mengemukakan bahwa hubungan ekonomi internasional itu mempunyai cirri. Hubungan Ekonomi Internasional Hubungan ekonomi internasional adalah hubungan ekonomi antara satu negara dengan negara lain yang dapat mempengaruhi alokasi sumber daya baik antara dua negara tersebut maupun antar beberapa negara.cirri yang khusus dibanding dengan hubungan interregional. pinjaman.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. sehingga memerlukan peralatan analisis yang sediit berbeda dan menganggap ekonomi internasional sebagai bagian yang berbeda dari ilmu ekonomi (Salvatore. bahasa. perbankan. Hubungan ekonomi internasional berbeda dengan hubungan antar regional (yaitu hubungan diantara berbagai wilayah negara yang sama). Pengertian dan Teori Internasional 1. Para pelaku yang mengadakan hubungan ekonomi internasional meliputi swasta. bantuan serta kerjasama internasional. . investasi.

c. 2001:1) Sebagai konsekuensi dari ciri atau karakteristik globalisasi ekonomi dunia maka ekonomi internasional tidak atau bukan lagi merupakan bagian kecil dari ekonomi nasional suatu negara. terutama . Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya krisis moneter yang dialami oleh beberapa negara di Asia Tenggara. Sebaliknya. Sedangkan masalah pokok yang dihadapi dalam ekonomi internasional juga sama dengan ilmu ekonomi. Ukuran kasar terhadap hubungan ekonomi di antara berbagai negara atau dikatakan sebagai tingkat saling ketergantungan diberikan oleh resiko antara ekspor dan impor mereka akan barang atau jasa terhadap produk domestic bruto atau Gross Domestic Product (GDP). Faktor produksi yang dimiliki berbeda sehingga menimbulkan perbedaan harga barang yang diberikan. Dalam hal ini yang diartikan dengan produk adalah barang dan jasa serta ide yang dibutuhkan dan dihasilkan atau diolah oleh manusia. justru ekonomi nasional suatu negara merupakan bagian kecil dari ekonomi internasional. Masalah kelangkaan dan pilihan atas produk (barang. yaitu kelangkaan (scarcity) dan produk dan masalah pilihan (choice) produk. jasa dan ide) tersebut muncul karena adanya permintaan atau demand akan kebutuhan dan keinginan (needs and wants) manusia yang tidak terbatas (rising demand) dan penawaran (supply) dari sumber daya (resource) yang sifatnya terbatas (Hamdy Hady.

biaya bahan mentah. biaya produksi terdiri dari upah. perdagangan internasional juga timbul karena adanaya perbedaan jumlah biaya produksi yang dikeluarkan oleh suatu negara untuk memproduksi barang kebutuhan pokok. modal. tenaga kerja. Arti Perdagangan Internasional Perdagangan internasional dapat didefinisikan sebagai kegiatankegiatan perniagaan dari suatu negara asal (country of origin) yang melintasi perbatasan menuju suatu negara tujuan (country of destination) yang dilakukan perusahaan multinasional untuk melakukan perpindahan barang dan jasa.yang dialami Indonesia sejak Juli 1997 sebagai dampak dari globalisasi ekonomi dunia. 2. 1995:392). Teori Perdagangan Internasional Perdagangan internasional sangatlah penting bagi pertumbuhan ekonomi mengingat kemampuannya memperluas kemungkinan konsumsi suatu negara (Samuelsen. modal. Perdagangan merupakan suatu usaha . serta efisiensi dalam proses produksi. 1995 :2). sewa tanah. Perbedaan inilah yang menjadi pangkal dari timbulnya perdagangan internasional (Nopirin. Perdagangan internasional timbul karena adanya beberapa faktor. 3. Untuk menghasilkan suatu barang produksi negara satu belum tentu sama ongkos biayanya dengan negara lain. diantaranya adalah negara tersebut tidak bisa memproduksi semua barang kebutuhanan yang dibutuhkan oleh negara tersebut sendiri. teknologi dan perpindahan merek dagang.

Dengan melakukan spesialisasi di bidang tertentu yang tingkat produktivitasnya tinggi. Kemudian penjual dan pembeli yang lazim disebut sebagai eksportir dan importer. letak geografis. (Amir. melakukan pembayaran dengan valuta asing.faktor produksi lebih baik dari negara lainnya. atau karena suatu negara mempunyai kombinasi faktor. Adakala produksi dari suatu negara belum dapat dikonsumsi seluruhnya di dalam negeri. Perdagangan luar negeri merupakan kegiatan pertukaran barang dan jasa yang dulakukan antara penduduk suatu negara dengan negara lain. Perdagangan internasional ekspor dan impor adalah kegiatan yang dijalankan eksportir maupun produsen eksportir dalam transaksi jual beli suatu komoditi dengan negara asing. sehingga negara itu dapat menghasilkan barang yang lebih dapat bersaing. iklim. MS. oleh karena hal itu semenjak . yang menghubungkan produsen komoditas tertentu kepada konsumennya. keadaan struktur ekonomi dan sosialnya.jasa perantara. Oleh karena hal tersebut. tenaga kerja. maka memungkinkan terjadinya perdagangan antar negara yang satu dengan negara lain. 200:1). keahlian. Karena setiap negara berbeda dengan negara lainnya ditinjau dari sudut sumber alam. penduduk. tingkat harga. setiap negara dapat mengkonsumsi lebih banyak barang maupun jasa daripada memproduksi segala sesuatu sendiri. hal tersebut dapat terjadi karena ada barangbarang kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan hidup suatu negara yang hanya dapat diproduksi di daerah dan iklim tertentu.

Dapat disimpulkan bahwa pentingnya perdagangan luar negeri kita bagi perekonomian negara pada umumnya. Taste and income distribution dianggap sebagai sesuatu yang given dan tidak berubah. menyebutkan bahwa perdagangan internasional akan senantiasa menggunakan beberapa asumsi dasar yaitu: a. f. Adanya full employment faktor produksi dan tidak terjadi exess supplies atau shortage of commodities. dalam arti uang tidak berpengaruh atas harga relative. Tidak terdapat hambatan perdagangan (trade barrier) dalam bentuk biaya transport. g.abad yang lalu telah mendorong orang untuk memperdagangkan hasil produksi itu ke negara lainnya di luar batas negaranya (Amir. informasi dan komunikasi. c. MS.berabad. Faktor produksi dari tiap negara tidak dapat berpindah (international immobility of factors). . d. Teknologi yang tidak sama e. Hamdy Hady dalam Ekonomi Internasional. Jumlah faktor produksi dari setiap negara. b. Neurtrality of Money. 200:1) Perdagangan luar negeri ini dilakukan karena dianggap sangat menguntungkan dan dipandang dapat memberikan manfaat terntentu. baik dalam bidang ekspor maupun impor.

Pada waktu itu logam mulia igunakan sebagai alat pembayaran (uang) sehingga negara atau raja memiliki logam mulia yang banyak akan kaya atau makmur. . Adapun penjelasan dari masing. Surplus yang diperoleh dari selisih ekspor dan impor atau ekspor neto tersebut diselesaikan dengan pemasukkan logam mulia (LM). teori klasik. Teori klasik yang dikenal dengan teori keunggulan absolute oleh Adam Smith (1766) dan teori biaya relative oleh David Ricardo (1817).masing teori tersebut adalah sebagai berikut : a. Teori Praklasik Merkantilisme Merkantilisme adalah suatu aliran atau filsafat yang tumbuh dan berkembang dengna pesat pada abad XVI sampai XVII di Eropa Barat. Sedangkan teori faktor proporsi yang diperkenalkan oleh Hocker dan Ohlin desebut sebagai teori modern yang didalamnya terdapat faktorfaktor proporsi. terutama emas dan perak dari luar negeri. semakin besar ekspor neto maka akin banyak logam mulia yang dimiliki atau diperoleh dari luar negeri. dan teori modern. Dengan demikian. Adapun ide.Sedangkan teori internasional dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu teori praklasik merkantilisme.ide pokok dari ajaran ini adalah : Suatu negara atau raja akan kaya atau makmur dan kuat bila ekspor lebih besar dari impor (X>M). permintaan dan penawaran/ teori parsial (Nopirin 1995:7).

Untuk melaksanakan kebijakan tersebut merkantilisme melaksanan kebijakan perdagangan (trade policy) sebagai berikut : 1) Mendorong ekspor sebesar.merkantilisme yaitu kebijakan proteksi untuk melindungi dan mendorong ekonomi industri nasional dengan menggunakan tariff atai tariff Barrier (TB) dan kebijakan nontariff Brairer (NTB). perturan kesehatan atau karantina dan lain. 2) Melarang atau membatasi impor dengan ketat kecuali logam mulia. harga patokan custom value. ketentuan teknis. (Hamdy Hady.besarnya. Teori Klasik 1) Teori Keunggulan Absolute Absolute Advantage .- LM yang banyak tersebut digunakan untuk membiayai armada perang guna memperluas perdagangan luar negeri dan penyeberan agama. Kebijakan tersebut di atas pada saat ini masih dijalankan oleh banyak negara dalam bentuk neo. - Penggunaan kekuatan armada perang untuk memperluas perdagangan luar negeri ini diikuti dengan kolonialisasi di Amerika Latin. 2001 : 25) Dalam hal ini kebijakan yang lebih banyak digunakan adalah dalam bentuk non tariff brairer (NTB) seperti larangan. b. Afrika dan Asia dari abad XVI sampai XVII. Biasanya Tariff Brairerr dilaksanakan dengan menggunakan countervailing duty. system kuota. kecuali logam mulia.lain.bea anti dumping dan shurcharge.

teori absolute advantage dari ini dapat diilustrasikan dengan data hipotesis sebagai berikut : Tabel 2. 2001 : 31) Adam Smith percaya bahwa seluruh negara dapat memperoleh keuntungan dari perdagangan dan dengan tegas menyarankan untuk menjalankan kebijakan yang dinamakan laissez-faire.Adam Smith berpendapat bahwa setiap negara akan memperoleh manfaat perdagangan internasional (gain from trade) karena melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang jika negara tersebut memiliki keunggulan mutlak (absolute advantage). Melalui perdagangan. Secara matematis. yaitu suatu kebijakan yang menyarankan untuk meminimalkan campur tangan pemerintahan dalam perekonomian suatu negara. 2001 : 33 . sumber daya dunia dapat didayagunakan secara efisien dan dapat memaksimalkan kesejahteraan dunia. serta mengimpor barang jika negara tersebut mmiliki ketidak unggulan mutlak (Absolute disanvantage) (Hamdy Hady.1 Data Hipotesis Teori Keunggulan Mutlak Produk Per satuan Tenga kerja/ hari Indonesia Cina Teh 12 kg 4 kg Sutra 3m 8m DTDN (Dasar Tukar Dalam Negeri) 4 kg = 1 m 1 kg = ¼ m ½ kg = 1 m 1 kg = 2 m Sumber : Hamdy Hady.

Di Indonesia : 1 kg teh dinilai sama dengan ¼ m sutra 1m sutra dinilai sama dengan 4 kg teh Di Cina 1 kg teh dinilai sama dengan 2m sutra 1m sutra dinilai sama dengan ½ kg teh Dari DTDN di atas dapat dilihat sebagai berikut : Harga 1kg teh di Indonesia lebih murah (hanya ¼ sutra) dibanding Zdengan di Cina yang lebih mahal (yaitu 2 m sutra). d) Biaya transport diabaikan. sedangkan Cina memiliki keunggulan absolute dalam produksi sutra (8m). . Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa tenaga kerja Indonesia memiliki keunggulan absolute dalam produksi teh (12 kg). Jika Indonesia dan Cina melakukan perdagangan luar negeri (ekspor dan impor) maka berdasarkan DTDN (Dasar Tukar Dalam Negeri) antara produsen teh dan sutra kedua negara itu akan menjadi seperti berikut.Teori keunggulan mutlak ini didasarkan kepada beberapa asumsi pokok antara lain sebagai berikut : a) Faktor yang digunakan hanya tenaga kerja b) Kualitas barang yang diproduksi kedua negara sama c) Pertukaran dilakukan secara barter tanpa uang.

Sebaliknua Cina akan melakukan impor teh dari Indonesia. Indonesia akan mendapatkan 2 m sutra. maka dapat disimpulkan sebagai berikut a) Indonesia memilki keunggulan absolute pada produksi teh sehingga akan melakukan spesialisasi produksi dan ekspor teh ke Cina. sedangkan di . sehingga akan melakukan spesialisasi dan ekspor sutra ke Indonesia. sedangka di dalam negeri hanya dinilai atau dapat ditukar dengan ¼ m sutra.¼ m = 1 1/3 meter sutra.- Sebaliknya harga 1m sutra di Cina lebih murah (hanya ½ kg teh) dibandingkan dengan di Indonesia yang lebih mahal (yaitu 4 kg teh) Berdasarkan perbandingan DTDN pada kedua negara di atas. Sebaliknya Indonesia akan mengimpor stra dari Cina. b) Sebailknya dengan melakukan spesialisasi dan mengespor 1 m sutra ke Indonesia Cina akan mendapat 4 kg teh. Dengan demikian melalui spesialisasi Indonesia produksi akan dan perdagangan internasional mendapat keuntungan (gain from trade) sebesar 2m. Sedangkan manfaat dari adanya spesialisasi produk adalah sebagai berikut : a) Dengan spesialisasi dan mengekspor 1 kg teh ke Cina. b) Cina memiliki keunggulan mutlak pada produksi sutra.

mendapatkan keuntungan (gain from trade) sebesar 4 kg – ½ kg = 3 ½ kg teh. maka tidak akan terjadi perdagangan internasional yang menguntungkan.dalam negeri hanya dinilai atau dapat ditukar dengan ½ kg teh. Perdagangan internasional terjadi dan menguntungkan kedua negara bila masingmasing negara memiliki keunggulan mutlak yang berbeda. Akan tetapi teori absolute advantage dari Adam Smith ini memiliki kelemahan. Analisa manfaat perdagangan internasional (gain from trade) ini juga dapat dilihat dari terjadinya peningkatan produksi dunia untuk teh dan sutra setelah keua negara melakukan spesialisasi (24 kg the dan 16 m sutra) dibandingkan dengan sebelum melaukan spesialisasi (16 kg teh dan 11m sutra). 2) Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage) oleh Richardo Teori keunggulan mutlak yang dikemukakan oleh Adam Smith tenyata memiliki kelemahan karena negara yang melakukan perdagangan internasional tersebut harus memiliki keunggulan absolut. Dengan demikian melalui spesialisasi Cina akan produksi dan perdagangan internasional. David Ricardo dengan teori keunggulan David . Dengan demikian jika hanya satu negara yang memiliki keunggulan mutlak. Hal inilah yang menjadi kelemahan dari teori ini. Maka dari itu.

suatu teori cost comparative advantage manfaat (labor dari negara akan memperoleh perdagangan internasional jika melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang di mana negara tersebut berpdoruksi relativ lebih efisien serta mengimpor barang di mana negara tersebut berproduksi relative kurang atau tidak efisien. 2001: 38 .negara tersebut memiliki cost comparative atau labour efficiency. Menurut rfficiency). Teori David Ricardo didasarkan pada nilai tenaga kerja atau theory of labor value yang menyatakan bahwa nilai atau harga suatu produk ditentukan oleh jumlah waktu atau jam kerja yang diperlukan untuk memproduksinya.komparatif menyempurnakan teori yang sebelumnya dikemukakan oleh Adam Smith tersebut.2 Data perhitungan cost comparative (labour efficiency) Perhitungan cost comparative advantage (labor efficiency) Perbandingan cost Indonesia/ Cina Cina/ Indonesia 1 kg gula 3/6 HK 6/3 HK 1m kain 4/5 HK Sumber : Hamdy Hady. perdagangan internasional akan bisa dilakukan yang menguntungkan kedua negara melalui spesialisasi jika negara. Berdasarkan contoh hipotesa di bawah ini maka dapat dijelaskan meskipun suatu negara tidak memiliki keunggulan absolute dibanding dengan negara lain. Tabel 2.

Seballiknya tenaga kerja Cina ternyata lebih efisien di bandingkan dengan tenaga kerja Indonesia dalam produksi 1 meter kain (5/4 hari kerja) daripada produksi 1 kg gula (6/3 atau 2/1 hari kerja). dapat disusun perbandingan kemampuan produksi setiap tenaga kerja per hari kerja pada masing. 2001: 38 4/3 kg = 1 m 1 kg = 6/5 m Dasar Tukar Dalam Negeri (DTDN) 1 kg = ¾ m . Hal ini akan mendorong Indonesia malakukan spesialisasi produksi dan ekspor gula. dapat dilihat bahwa tenaga kerja Indonesia lebih efisien di bandingkan tenaga kerja Cina dalam produksi 1 kg gula (3/6 atau ½ hari kerja) daripada produksi 1 meter kain (4/5 hari kerja).Berdasarkan perbandingan cost comparative advantage atau labor efficiency di atas.3 Data hipotesis Gain from trade Teori Comparative Advantage dari David Ricardo Perbandingan Produksi / TK / HK negara Indonesia Gula 1/3 kg Kain ¼m 4 kg Cina 1/6 kg 1/5 m 5 kg 5/6 kg = 1 Sumber : Hamdy Hady. Hal ini mendorong Cina melakukan spesialisasi produksi dan ekspor kain.masing negara sebagai berikut : Tabel 2. Sedangkan manfaat yang didapat dari adanya perdagangan internasional (gain from trade) berdasarkan matrik di atas.

maka akan memperoleh 6/5 m kain.Berdasarkan tabel 2. c) Keuntungan dari kedua negara jika melakukan perdagangan internasional ini merupakan gain from trade atau manfaat perdagangan internasional karena adanya perbedaaan labor efficiency 3) Teori Modern Salah satu teori modern ini dekemukakan oleh H-O (HeckscherOhlin) seringkali disebut pula sebagai teori kepemilikan faktor (factor endowment theory) atau teoeri proporsi faktor (factor proportion theory). maka aka diperoleh 4/3 kg gula. sedangkan berdasarkan DTDN hanya memperoleh ¾ m kain. Jika dengan spesialsisasi produksi dan ekspor kain.¾ m ) = 9/20 m. Teori ini membedakan opportunity cost suatu produk antara satu negara dengan negara lain dapat terjadi karena adanya perbedaan jumlah atau proporsi . Cina akan memperoleh keuntungan sebesar (4/3 kg -5/6 kg) = 9/18 kg. b) Sebaliknya bila Cina melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor 1 m kain ke Indonesia.3 tersebut dapat dilihat sebagai berikut : a) Bila Indonesia melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor 1 kg gula ke Cina. Jadi dengan spesialsisasi akan memperoleh kauntungan sebesar (6/5 m. sedangkan berdasarkan DTDN hanya memperoleh 5/6 kg gula.

negara yang memiliki faktor produksi lebih banyak atau murah dalam memproduksinya akan melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barangnya.faktor produksi yang dimiliki (endowment factors) masing. Hanya saja sebagian dari asumsinya terlalu sederhana atau bahkan sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. (Hamdy Hady. . teori H-O menggunakan dua kurva. (Salvatore. Dalam teori ekonomi mikro kurva isocost akan menyinggung kurva isoquant pada suatu titik optimal. Yang kedua adalah kurva isoquant yaitu kurva yang menggambarkan total kuantitas produk yang sama. Perbedaan opportunity cost tersebut dapat menyebabkan adanya perdaganan internasional.masing negara akan mengimpor barang tertentu jika negara tersebut memiliki faktor produksi yang relative langka atau mahal dalam produksinya. 1997 : 158). atau dengan kata lain biaya/cost minimal akan diperoleh sejumlah produk tertentu. Teori H-O didasarkan pada serangkaian asumsi sederhana guna memudahkan dan melancarkan pembahasan. Jadi dengan biaya (cost) tertentu akan diperoleh sejumlah produk yang maksimal. 2001 : 39) Dalam analsisisnya. negara. Pertama adalah kurva isocost yaitu kurva yang menggambarkan total biaya produksi yang sama. Sebaliknya masing.masing negara.

d) Skala hasil yang konstan e) Spesialisasi produksi yang terjadi di masing. j) Seluruh sumber daya produksi yang ada di masing. dua komoditi dan dua faktor produksi. sedangkan yang lain bersifat padat tenaga kerja.masing negara setelah perdagangan internasional berlangsung tidak lengkap atau tuntas. b) Kedua negara itu memiliki dan menggunakan tingkat teknonogi produksi yang sama c) Salah satu dari kedua komoditi tersebut bersifat padat modal. f) Persamaan selera di kedua negara g) Adanya kompetitif sempurna di pasar komoditi maupun di pasar faktor produksi. namun menyisihkan kemungkinan terjadinya mobilitas atau perpindahan faktor produksi antar negara. dan halini berlaku di kedua negara. i) Tidak ada biaya transportasi.masing negara terkerahkan secara penuh (full employment). .Asumsi tersebut adalah : a) Dunia ini hanya terdiri dari dua negara. h) Pentingnya mobilitas internal. tarif maupun berbagai bentuk hambatan lainnya yang mengganggu berlangsungnya pardagangna internasional secara bebas.

Teori Permintaan Jumlah suatu komoditi yang bersedia dibeli individu selama periode waktu tertentu merupakan fungsi dari atau tergantung pada herga komoditi itu. (Doominick Salvatore 1994 :17) . sementara pendapatan nominal individu citarasa dan harga komoditi lain diangap konstat (asumsi ceteris paribus) kita peroleh skedul permintaan individu untuk komoditi itu.harga komoditi (X dan Y) di antara kedua negara sebelum berlangsungnya perdagangan. Perbedaan dalam harga-harga faktor dan harga.Teori H-O telah melangkah lebih jauh dengan menemukan pernyataan secara tegas bahwa perbedaan dalam kelimpahan faktor harga.harga komoditi secara relatif itu selanjutnya diterjemahkan sebagai perbedaan dalam harga faktor produksi secara absolute (bilangan nilainya) dan harga komoditi di antara kedua negara tadi. Atas dasar harga komoditi yang tertentu tadi. pendapatan nominal individu. Selisih harga absolute atas berbagai komoditi di antara kedua negara itulah yang merupakan penyebab langsung terjadinya perdagangnan. dan citarasa individu. 4. harga komoditi l ain. Teori penyamaan harga faktor produksi (sebagai implikasi yang wajar dari teori H-O) menganggap bahwa perdagangan internasional akan menghapuskan atau mengurangi perbedaan harga absolute maupun harga relative produksi sebelum perdagangan setiap negara.

Jumlah penduduk g.faktor tersebut yang mempengaruhi permintaan seseorang akan barang atau jasa yang diminta adalah (Sukirno.hari adalah sangat berguna untuk mengetahui sampai sejauh mana responsifnya permintaan terhadap perubahan harga. 2004 :10) . Sedangkan yang dimaksud dengan elastisitas penawaran adalah uktudan kuantitas sebagai akibat perubahan harga terhadap perubahan jumlah barang yang ditawarkan (Sukirno.Sedangkan permintaan seseorang atau masyarakat akan suatu barang ditentukan oleh banyak faktor. Corak disrtibusi pendapatan masyarakat e. Dalam analisis ekonomi. Cita rasa masyarakat f.rata masyarakat d. Diantara faktor. Yang dimaksud dengan elastisitas permintaan adalah besarnya pengaruh perubahan harga terhadap perubahan permintaan. 1994:76) : a. Perndapatan rumah tangga atau pendapatan rata. Ramalan mengenai keadaan di masa yang akan datang. Harga barang itu sendiri b. Harga barang lain yang mempunyai kaitan dengan barang tersebut c. Oleh sebab itu perlu dilakukan suatu pengukuran terhadap kuantitatif yang menunjukkan sampai di mana besarnya pengaruh perubahan harga terhadap perubahan permintaan. secara teori maupun dalam praktek sehari.

Ongkos produksi. penawaran menunjukkan seberapa banyak produsen suatu barang mau dan mampu menawarkan per periode pada berbagai kemungkinan tingkat harga. diantaranya adalah: a. c.5. 1994: 22). Sampai di mana para penjual menawarkan barangnya pada berbagai tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor. d. Teori Penawaran Penawaran adalah jumlah komoditi yang bersedia ditawarkan oleh produsen tunggal selama periode waktu tertentu adalah fungsi dari atau tergantung pada harga komoditi itu dan biaya produksi untuk produsen tersebut (Dominick Salvatore. hal lain diasumsikan konstan. pada jumlah produsen dalam pasar (Dominick Slavatore. yaitu biaya untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan mentah. . Tingkat teknologi yang digunakan. Harga barang itu sendiri. Harga barang-barang lain. Penawaran pasar atau penawaran agregat suatu komoditi memberikan jumlah alternative dari penawaran komoditi dalam periode waktu tertentu pada berbagai altermatif oleh semua produsen dan pasar. Penawaran adalah hubungan antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan. 1994 :20). Secara lebih spesifik. b. Penawaran pasar komoditi itu tergantung pada semua faktor yang menentukan penawaran produsen secara individu dan seterusnya.

barang yang ke luar dari costum area suatu negara dikenakan pajak. jika ditinjau dari aspek asal komoditi. Jadi untuk barang.barnag yagn melalui suatu wilayah suatu negara dengan ketentuan bahwa barang tersebut sebagai tujuan akhirnya adalah negara lain. tariff digolongkan menjadi : 1) Bea Ekspor (Eksport Duties) Bea ekspor adalah pajak atau bea yang dikenakan terhadap barang yang diangkut menuju ke negara lain. Custom area adalah daerah di mana barang. Bentuk.6. . 2) Bea Transito (Transit Dutie) Bea transito adalah pajak atau bea yang dikenakan terhadap barang. Tarif Tarif adalah pembebanan pajak atau custom duties terhadpa barangbarang yang melewati batas suatu negara.barang bebas bergerak dengan tidak dikenai biaya pabean. arah serta bentuk dari perdagangan internasional. Kebijakan Perdagangan Internasional Kebijakan perdagangan internasional adalah tindakan atau kebijakan pemerintah yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi komposisi.bentuk hambatan atau retriksi dalam melakukan perdagangan internasionla adalah sebagai berikut : (Nopirin. 1995:51) a. Batas Custom area biasanya sama dengan batas wilayah suatu negeara.

Kuota semacam ini sering menimbulkan balasan dari negara lain.3) Bea Impor (Import Duties) Bea impor adalah bea atau pajak yang dikenakan kepada suatu barang. Sedangkan kuota impor yang didefinisikan oleh Npirin adalah pembatasan jumlah volume terhadap barang yang masuk ke dalam negeri. Jenis kuota impor adalah (Nopirin . b. 1995:65-66) : a) Absolute atau unilateral kuota. Non tarif Kuota adalah pembatasan secara langsung terhadap jumlah fisik terhadap brang yang masuk (kuota impor) dan keluar (kuota ekspor). .barang yang masuk ke dalam custom area dengan ketentuan sebagai tujuan akhir. Kuota adalah pembatasan secara langsung terhadap jumlah impor dan ekspor . Kuota bisa berupa pembatasan kuantitas pasokan. adalah kuota yang besar kecilnya ditentukan sendiri oleh suatu negara tanpa persetujuan dengan negara lain. Adapun penjelasan lebih lanjut tentang kuota ekspor adalah sebagai berikut : 1) Kuota impor Kuota (jumlah atau pembatasan kuantitas) adalah merupakan bentuk hambatan pperdagangan internasional non tariff yang paling penting.

adalah kuota yang besar kecilnya ditentukan berdasarkan perjanjian antara 2 negara atau lebih. tambahan impor asih diijinkan tetapi dikenakan tariff yagn lebih tinggi. yakni membatasi penggunaan bahan mentah yagn diimpor dalam proporsi tertentu dalam produksi barang akhir. adalah gabungan antara tariff dan kuota.barang yang penting jatuh atau berada di tangan musuh . Pembatasan barang yang diimpor menyebabkan berkurangnya barang impor tersebut di pasar dalam negeri. d) Mixing kuota. c) Tariff kuota. 1995:68) : a) Untuk mencegah barang. Pembatasan ini untuk mendorong berkembangnnya industri di dalam negeri. 2) Kuota ekspor Seperti halnya impor. Unutk sejumlah tertentu barang yang diijinkan masuk (impor) dengan tariff tertentu. sedangkan permintaan relative tetap. Sehingga menimbulkan adanya monopoli profit (keuntungan karena monopoli). Keadaan ini akan mengakibatkan harga impor di pasar dalam negeri lebih tinggi daripada di pasar dunia. maka ekspor dapat dibatasi jumlahnya.b) Negotiated atau bilateral kuota. Pembahasan jumlah ekspor ini bertujuan antara lain (Nopirin.

Biasanya dalam proses penyusunan anggaran belanja cenderung untuk mempertahankan tarif bukannya . sehingga dapat meningkatkan ekspor dalam negeri atau mengurangi impor dalam negeri. Beberapa catatan berkenaan dengan subsudi antara lain bila pemrintah bertujuan untuk menaikkan produksi dalam negeri atau menurunkan impor. 3) Subsidi Subsidi adalah bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada produsen guna meningkatkan hasil produksi dalam negeri. oleh karena itu manfaatnya harus ditinjau setiap tahun sejalan dengan perkembangan atau perubahan keadaan sosial ekonomi.b) Untuk menjamin tersedianya barang dalam negeri dalam proporsi yang cukup c) Untuk mengadaan pengawasan produksi serta pengendalian harga mencapai stabilitas harga. maka dengan subsidi lebih baik daripada dengan tarif. Subsidi secara periodik harus dianggarkan dalam anggaran belanja. Sedangkan tarif sangat jarang untuk ditinjau kembali dan dapat menaikkan penerimaan pemerintah. Kuota ekspor biasanya dikenakan terhadap bahan mentah yang merupakan barang perdagangan penting dan di bawah suatu pengawasan badan inernasional. Konsumen dapat menikmati harga yang lebih rendah serta tidak kehilangan surplus konsumen.

7. Hal ini dapat ditunjukkan seperti gambar 2. Makin besar pendapatan nasional.untuk menghapus kebijakan tarif. Dengan anggapan bahwa harga dan tingkat bunga tetap. 1995 : 239) Ekspor bersih (X-M) adalah jembatan yang menghubungkan antara pendapatan nasional dengan transaksi internasional. Sedangkan impor merupakan kebocoran dari pendapatan. (Nopirin. ada dua variabel yang ditambahkan yaitu ekspor dan impor barang dan jasa. sehingga fungsi dari pendapatan nasi onal menjadi Y = C +I +G + (X-M). Dengan alasan kurangya peninjauan kembali manfaat serta usaha untuk selalu mempertahankannya. karena menimbulkan aliran modal ke luar negeri. Model Ekonomi Terbuka Di dalam perekonomian terbuka. maka makin tinggi impornya. Ekspor bersih merupakan salah satu komponen permintaan agregat. maka para ekonom cenderung menyukai subsidi daipada tarif.1 berikut ini : . maka impor seperti halnya tabungan (secara positif) pada perndapatan. maka ekspor merupakan injeksi ke dalam aliran pendapatan seperti halnya investasi. Karena ekspor berasal dari produksi dalam negeri dijual/ dipakai oleh penduduk luar negeri.

maka impor cenderung naik dan kurva impor . APM adalah proporsi pendapatan yang digunakan utuk membeli barang impor = M/Y. impor (M) atau ditabung (S). Pergeseran faktor ini akan menggeser fungsi impor. Impor tidak selalu dipengaruhi ole pendapatan.1 Fungsi Impor Sumber : Nopirin (1997:241) Dua konsep penting yang berhubungan dengan fungsi impor adalah average propensity to impor (APM) dan marginal propensityto impor (MPM). Karena funfsi impor erupakan garis lurus.Gambar 2. Dalam konsumsi terbuka pendapatan digunakan untuk konsumsi barang dalam negeri (c). Secara grafis MPM ditunjukkan dengan sudut arah dari fungsi impor.faktor lain yang mempengaruhi impor. maka ΔM/ΔY konstan. maka : MPC +MPS +MPM = 1. Karena setiap tambahan pendapatan juga digunakan untuk menambah C. Seperti misalnya inflasi terjadi di dalam negeri sehingga daya saing menurun. Ada faktor. sedangkan MPM adalah proporsi dari kenaikan (penurunan) pendapatan yang digunakan untuk menambah (mengurangi) impor = ΔM/ΔY. konsekuensinya : APC + APS + APM = 1 . S atau M.

undang dan peraturan bea cukai yang berbeda antara satu dengan negara lain. B. Selain itu ekspor suatu negara adalah impor negara lain. ( Nopirin. Dengan harga dianggap tetap. Impor Impor dapat diartikan sebagai pembelian barang dan jasadari luar negeri ke dalam negeri dengan perjanjian kerjasama antara 2 negara atau lebih. Sedangkan dalam keputusan menteri perindustrian dan perdagangan nomor 850/MPP/ Kep/10/1999 pada ketentuan umum disebutkan yang dimaksud dengan impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean Indonesia.teori yang ada. dapat dijelaskan pengaruh antara variabel independent terhadap variabel denendent tersebut sebagai berikut: 1. ekspor tergantung dari pendapatan luar negeri. 1997: 241).Veriabel Pendukung Berdasarkan teori.negara eksporrter dan negara importer masing. Antara negara. Pengertian Variabel. 1996 : 403). Impor juga bisa dikatakan sebagai perdagangan dengan cara memasukkan barang dari luar negeri ke wilayah pabeanan Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku (Hutabarat.bergeser ke atas. Hal tersebut terjadi akibat semakin besarnya . bukan pendapatan nasionalnegara tersebut.masing memiliki undang. 2. Nilai Tukar atau kurs Kompleksitas sistem pembayaran dalam perdagangan internasional semakin bertambah tinggi dalam kondisi perekonomian global seperti yang berkembang akhir-akhir ini.

Pendekatan moneter menekankan bahwa kurs valuta asing sebagai harga relatif dari dua jenis mata uang. Konsep penentuan kurs diawali dengan konsep Purchasing Power Parity (PPP). Penentuan kurs valuta asing menjadi pertimbangan penting bagi negara yang terlibat dalam perdagangan internasional karena kurs valuta asing berpengaruh besar terhadap biaya dan manfaat dalam perdagangan internasional atau ekspor dan impor. Sejak saat itu kurs valuta asing dibiarkan berfluktuasi sesuai dengan fluktuasi variabel-variabel yang mempengaruhinya. Posisi penting kurs valuta asing dalam perdagangan internasional mengakibatkan berbagai konsep yang berkaitan dengan kurs valuta asing mengalami perkembangan dalam upaya mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kurs valuta asing. kemudian berkembang konsep dengan pendekatan neraca pembayaran ( balance of payment theory ). Oleh karena itu upaya untuk meraih manfaat dari globalisasi ekonomi harus didahului upaya untuk menentukan kurs valuta asing pada tingkat yang menguntungkan. ditentukan oleh keseimbangan permintaan dan penawaran uang. Pendekatan moneter mempunyai dua anggapan pokok .volume dan keanekaragaman barang dan jasa yang akan diperdagangkan di negara lain. Perkembangan konsep penentuan kurs valuta asing selanjutnya adalah pendekatan moneter (monetary approach) . yaitu berlakunya teori paritas daya beli . Konsep-konsep yang berkaitan dengan penentuan kurs valuta asing mulai mendapat perhatian besar dari ahli ekonomi terutama sejak kelahiran kurs mengambang pada tahun 1973.

Apresiasi adalah suatu peningkatan nilai tukar mata uang yang dihitung oleh jumlah mata uang yang dihitung oleh asing yang dibelinya. Jika nilai tukar yen terhadapa rupiah adalah 1 yen = Rp 80 berarti kurs rupiah terhadap yen adalah Rp 1 = 1/80 yen (0. (Sri Isnowati dalam jurnal bisnis dan ekonomi. Sedangkan depresiasi adalah suatu penurunan nilai mata uang asing yang dihitung oleh jumlah mata uang asing yang dapat dibelinya. Sedangkan nilai tukar riil (real exchange raet) adalah nilai di mana seseorang dapat memperdagangkan barang dan jasa dari suatu negara dengan barang dan jasa dari negara lain. Sedangkan (Mankiw. Nilai tukar nominal (nominal exchange rate) adalah nilai di mana seseorang dapat memperdagangkan mata uang dari suatu negara ke negara lain. Jika nilai tukar . Maret : 2002) Nilai tukar atau kurs didefinisikan sebagai harga mata uang domestik (Salvatore. Perubahan nilai tukar dibedakan menjadi apresiasi dan depresiasi.0125) tapi dalam perhitungan yang biasa digunakan nilai tukar yen terhadap rupiah menggunakan 100 yen dalam satuan rupiah. 2003:221-222) membedakan nilai tukar menjadi dua yaitu nilai tukar nominal dan nilai tukar riil.1997:49). Nilai tukar dapat dinyatakan dalam dua cara. Hal tersebut berarti model pendekatan moneter terhadap kurs valuta asingdapat ditentukan dengan mengembangkan model permintaan uang dan model paritas daya beli.dan adanya teori permintaan uang yang stabil dari sejumlah variabel ekonomi agregate..

berubah sehingga 1 yen dapat membeli lebih banyak mata uang . tetapi tidak mempengaruhi transaksi swasta. Menurut Menkiw nilai tukar riil tergantung pada nilai tukar nominal dan harga. perubahan ini disebut apresiasi yen. Sehingga kita dapat mengiktisarkan perhitungan nilai tukar dengan rumus : Nilai tukar riil (e x p )/ p* Di mana : (mankiw 2003:22-223) e = Nilai tukar nominal (yen terhadap rupiah) p = indek harga untuk harga. Apabila transaksi jual beli valuta asing dapat dilakukan secara bebas di pasar.harga barang dari kedua negara yang diukur dalam mata uang lokal.harga di dalam negeri (Cina) p* = indek harga untuk harga. maka kurs valas akan berubah. Demikian pula ketika suatu mata uang mengalami depresiasi dikatakan bahwa mata uang tersebut melemah (Mankiw. Apabila pemerintah menjalankan kebijakan stabilitas kurs. Jika nilai tukar berubah sedemikian rupa sehingga 1 yen hanya bisa membeli lebih sedikit mata uang mengalami apresiasi. 2003: 220-221).ubah sesuai dengan perubahan permintaan dan penawaran. dikatakan bahwa mata uang itu menguat karena dapat membeli labih banyak uang asing. maka kurs ini hanya akan .harga di luar negeri (Indonesia) Sifat kurs valuta asing sangat tergantung dari sifat pasar.

Faktor valuta asing merupakan debit dalam neraca pembayaran internasional. Inflasi akan menyebabkan kurs valas naik. Macam.ubah Dalam pasar bebas.batas ini dapat di ubah dari waktu ke waktu.berubah. hadga dan tingkat bunga juga akan berpengaruh terhadap valuta asing. kenaikan tingkat bunga dalam negeri cenderung menarik modal masuk dalam negeri. tingkat bunga dan harga akan mempengaruhi penawaran dan permintaan kurs valas. Sistem kurs yang berubah. meskipun batas.macam kurs sendiri dibedakan menjadi (Nopirin. Di samping faktr ekonomi yang dapat menpengarui perubahan kurs valas aka naik.1997: 147) a. Semua kegiatan ekonomi dan pemerintah (fiscal dan moneter) yang mempengaruhi pendapatan.ubah di dalam batas yang kecil. Kebijakan permerintah (kenaikan pengeluaran misalnya) akan menaikkan pendapatan dan harga. . Akibatnya kurs valuta asing akan naik (terdepresiasi mata uang sendiri). Kurs valas akan cenderung naik (harga mata uang sendiri turun). Faktorfaktor yang berasal baik dalam atau luar negeri termasuk pendapatan impor periode lalu. Faktor psikologi juga dapat mempengaruhi pergeseran permintaan dan penawaran. perubahan kurs terganutng pada beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran dan permintaan. Kurs valas akan turun (harga mata uang sendiri naik). kenaikan pendapatan dan harga ini akan menyebabkan impor naik dan berarti akan meningkatkan permintaan valuta asing.

terutama dalam hal negara tersebut menghadapi keterbatasan cadangan valuta asing dibanding dengan permintannya.b.tujuan sesuai dengan program pemerintah. Pada dasarnya kurs yang stabil bisa timbul kaena pemerintah menyediakan dana untuk stabilisasi kurs (stabilization funds) dan suatu negara menggunakan system standar emas. Pengawasan devisa (Exchange Control) Dalam system ini pemerintah memonopoli seluruh system transaksi valuta asing tujuannya adalah untuk mencegah adanya aliran modal keluar dan melindungi pengaruh depresiasi dari negara lain. Untuk itu pemerintah perlu mengalokasikan di dalam penggunannya. c. yaitu digunakan untuk tujuan. Sejak 15 November 1978 sistem nilai tukar diubah menjadi mengambang terkendali ( managed floating exchange rate) dimana nilai rupiah tidak lagi . Alokasi biasanya digunakan dengan lisensi impor Di Indonesia . ada tiga sistem yang digunakan dalam kebijakan nilai tukar rupiah sejak tahun 1971 hingga sekarang. Sistem Kurs Stabil System kurs bebas sering menimbulkan adanya tindakan spekulasi sebagai akibat dari ketridaktentuan di dalam kurs baluta asing karena itu banyak negara yang kemudian menjalankan politik untuk menstabilan kurs. Antara tahun 1971 hingga 1978 dianut sistem tukar tetap ( fixed exchange rate) dimana nilai rupiah secara langsung dikaitkan dengan dollar Amerika Serikat ( USD).

dimana jika sebelumnya Bank Indonesia menggunakan band sebagai guidance atas pergerakan nilai tukar maka sejak saat itu tidak ada lagi band sebagai acuan nilai tukar. Dengan mengamati segala dampak dari sistem free floating serta dikaitkan dengan kondisi/struktur perekonomian Indonesia selama ini nampaknya purely free floating sulit untuk dilakukan. namun terhadap sekeranjang valuta partner dagang utama. . Jumlah suatu mata uang asing yang diminta untuk membayar impor mempunyai hubungan yang berbalikan dengan tingkat kurs. dan pada timing yang tepat. Maksud dari sistem nilai tukar tersebut adalah bahwa meskipun diarahkan ke sistem nilai tukar mengambang namun tetap menitikberatkan unsur pengendalian.semata-mata dikaitkan dengan USD. Harga/ kurs keseimbangan adalah kurs di mana jumlah yang diminta sama dengan yang ditawarkan. Kurva penawaran valuta asing dapat diperoleh dengan menunjukkan masingmasing barang ekspor. selektif . jumlah yang ditawarkan dalam negeri serta jumlah yang diminta dan ditawarkan di dalam negeri serta kelebihan penawaran. Kemudian terjadi perubahan mendasar dalam kebijakan mengambang terkendali terjadi pada tanggal 14 Agustus 1997. Namun demikian cukup sulit menjawab apakah nilai tukar rupiah sepenuhnya dilepas ke pasar ( free floating) atau masih akan dilakukan intervensi oleh Bank Indonesia. Kemungkinannya adalah Bank Indonesia akan tetap mempertahankan managed floating dengan melakukan intervensi secara berkala.

Apresiasi akan menyebabkan dampak yang sebaliknya. 92 : 44). 1997 : 147-148) Nilai tukar riil sangat penting dalam perdagangan internasional karena nilai tukar riil adalah penentuan utama dari beberapa banyak suatu negara mengekspor dan mengimpor (Mankiw. 2003:7). PDB berbeda dengan PNB karena memasukkan variabel produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. 3. Kurs valuta asing cenderung naik (harga mata uang sendiri turun) demikian juga inflasi. impor menjadi murah (Krugman dan Obsfeld. PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional. Sehingga PDB hanya menghitung total . Produk Domestik Bruto Produk Domestik Bruto (gross domestic product/ GDP) adalah nilai dari semua barang dan jasa yang di produksi di suatu negara selama kurun waktu tertentu (Mankiw.Makin tinggi tingkat pertumbuhan pendapatan (relative terhadap negara lain) makin besar kemungkinan untuk impor yang berarti makin besar pula permintaan akan valuta asing. maka ekspor akan menjadi murah dan impor menjari mahal. PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya pertahun). harga produk negara itu bagi pihak lain menjadi mahal. Mata uang suatu negara depresiasi. Kenaikan tingkat bunga dalam negeri cenderugn menarik modal masuk dari luar negeri (Nopirin. 2003: 223). akan menyebabkan impor naik dan ekspor turun yang akan menyebabkan kurs valuta asing naik.

Para ekonom dan pembuat kebijakan senantiasa memantau deflaktor GDP dan indeks harga konsumen untuk mengukur seberapa cepat harga. GDP deflaktor adalah ukuran tingkat harga yang dihitung sebagai rasio GDP nominal terhadap GDP riil di kali dengan 100. Biasanya gambaran yang dikemukakan oleh kedua ukuran statistic tersebut kurang lebih sama. Unit. (4) listrik. (3) industri pengolahan. gas . Namun ada perbedaan penting yang menyebabkan angka kedua ukuran ini seringkali berbeda. Menurut Mankiw (2003:39) untuk menghitung keseluruhan tingkat harga kita dapat menggunakan deflaktor GDP dan indek harga konsumne (consumer price/CPI). (2) pertambangan dan penggalian. PDB adalah jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu satu tahun.harga mengalami kenaikan. PDB merupakan output produksi dalam suatu perekonomian dengan tidak memperhitungkan faktor produksi dan hanya menghitung total produksi dalam perekonomian saja . Deflaktor GDP merupakan salah satu ukuran pokok yang dipakai para ekonom untuk memantau tingkat harga rata.unit tersebut dikelompokkan menjadi sebelas sektor atau lapangan usaha yaitu (1) pertanian. Pendekatan produksi.pendapatan dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam atau luar negeri. 1996: 38) a.rata dalam suatu perekonomian. PDB sendiri dapat dihitung atau diukur dengan menggunakan 3 pendekatan yaitu : (Dumairy.

PDB adalah jumlah seluruh kopmponen permintaan akhir yang meliputi pengeluaran konsumsi rumah tangga dan swasta. Atau pendekatan ini dapt dirumuskan : PDB = C + I + G + (X-M) Ada dua macam perhitungan dalam menganalisa besaran PDB yaitu : a. (6) perdagangan. (10) pemerintahan. (8) bank dan lembaga keuangan lainnya.jasa. Berdasarkan perkembangannya. baik ditinjau dari sisi produksi (industrialisasi). PDB ini menggambarkan nilai tambah barang atau jasa dengan menggunakan harga pasar yang berlaku pada periode tersebut. Pendekatan pengeluaran. pengeluaran pemerintah serta perdagangan internasional. PDB atas harga berlaku (PDB nominal) PDB atas dasar harga berlaku merujuk pada nilai PDB tanpa memperhitungkan pengaruh harga. (7) pengangkutan dan komunikasi. (5) bangunan. dan ekspor neto. PDB adalah jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor. (11) jasa. PDB harga berlaku ini proses transformasi structural. b. pengeluaran konsumsi rumah tangga.dna air minum. . pengeluaran pemerintah. pengeluaran investasi. Pendekatan pendapatan. Pendekatan pendapatan ini dapat dirumuskan sebagai berikut : PDB = sewa + upah + bunga modal + laba c. (9) sewa rumah.faktor produksi yang turut serta dalam proses produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu satu tahun.

Metode Revaluasi. Hal ini dikarenakan nilai produk orang asing di Indonesia lebih besar dri nilai produk orang Indonesia di luar negeri.barang dari luar negeri. yaitu dengan membagi PDB harga berlaku dengan indeks harga relative yang sesuai (indeks harga x 1/100). Besarnya impor yang dilakukan suatu negara dengan negara lain ditentukan oleh sampai di mana kesanggupan barang. PDB senantiasa lebih besar dari PNB. Metode ekstrapolasi.masing tahun dengan menggunakan harga tahun tertentu yang dijadikan tahun dasar.barang domestic mampu bersaing dengan barang. Sedangkan metode untuk mengubah PDB harga berlaku menjadi PDB harga konstan dapat menggunakan 3 perhitungan yaitu : (Dumairy 1996 : 39) a.b. 1983. yaitu dengan cara menilai produksi masing. Apabila barang . Tahun dasar digunakan peretama kali tahun1960 kemudian diubah menjadai 1973. Dalam negara berkembang. 1993 dan yang sekarang yang digunakan adalah tahun dasar 2000. PDB harga constant PDB ini mengoreksi PDB harga berlaku dengan memasukkan pengaruh harga. PDB ini menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga berlaku pada tahun dasar. c. b. Metode deflasi. yaitu dengan cara memperbarui nilai tahun dasar sesuai dengan indeks produksi atau tingkat pertumbuhan riil dari tahun sebelumnya.

Parameter ketergantungan impor terhadap pendapatan adalah kecenderungan marginal mengimpor (Marginal propensity to import) yang merupakan nisbah perubahan nilai impor terhadap pendapatan nasional riil (dengan harga constant) yang menyebabkan perubahan terhadap impor (Lindert dan Kindenberger 1995: 465. mutu yang lebih baik daripada barang dalam negeri.barang luar negeri untuk bersaing dalam dengan produksi dalam negeri. bahwa besarnya impor lebih dipengaruhi oleh besarnya pendapatan nasional daripada oleh kemampuan barang. upah. Gambar 2.dari luar negeri memiliki harga yang lebih rendah. 2002: 384 PDB dengan perhitungan pendekatan pendapatan.faktor produksi (sewa. . bunga. maka akan terdapat kecenderungan suatu negara tersebut untuk mengimpor. Ini berarti. yaitu dengan menjumlahkan balas jasa yang diterima oleh faktor.466).2 Hubungan antara impor dan pendapatan nasional Sumber : Sadono Sukirno. Akan tetapi kecenderungan itu masih tergantung kesanggupan penduduk negara tersebut untuk membayar impor. dan modal) menegaskan bahwa variabel PDB adalah variabel yang mempengaruhi permintaan impor.

Bukan saja negara tersebut akan kesulitan mengimpor barang-barang yang dibutuhkannya dari luar negeri. Cadangan devisa juga bisa diarrtikan sebagai sejumlah valuta asing yang dicadangkan dan dikuasai oleh Bank Central yang di Indonesia dipegang oleh Bank Indonesia sebagai otoritas moneter. Cadangan Devisa Cadangan Devisa (Foreign Reserve Currencies ) yaitu stok emas dan mata uang asing yang dimiliki yang sewaktu-waku digunakan untuk transaksi atau pembayaran internasiona. Makin menipisnya cadangan devisa juga merupakan salah satu penyebab tingginya tingkat kerentanan ekonomi Indonesia yaitu makin memperburuk kondisi perekonomian nasional. sering terjadi pemerintah negara yang bersangkutan akhirnya terpaksa melakukan devaluasi (Dumairy.4. Tipisnya persediaan valuta asing suatu negara dapat menimbulkan kesulitan ekonomi bagi negara yang bersangkutan. Tahun 1998 cadangan devisa Indonesia mencapai 23. Dana ini untuk membiayai impor dan kewajiban lain pada pihak asing seperti hutang luar negeri. Posisi cadangan devisa dikatakan aman apabila mencukupi kebutuhan impor dalam jangka waktu minimal 3 bulan.90 triliun rupiah. Kurs mata uangnya di pasar valuta asing akan mengalami depresiasi. 1996: 107). akan tetapi akibat krisis . Apabila posisi cadangan devisa itu terus menipis dan semakin menipis. Apabila telah demikian keadaannya. maka dapat terjadi rush terhadap valuta asing di dalam negeri. tetapi juga memerosotkan kredibilitas mata uangnya.

Posisi cadangan devisa suatu negara biasanya dinyatakan aman jika mencukupi kebutuhan impor dalam jangka waktu setidaknya 3 bulan. Cadangan devisa berasal dari 2 sumber yaitu ekspor bersih atau neraca modal. Sedangkan country foreign exchange rate adalah cadangan devisa yang dimiliki oleh badan. lembaga terutama lembaga keuangan nasional.13 tahun 1968.masing memiliki cakupan yang berbeda. 1997 : 107).01 milyar dollar AS (Tulus T. Tambunan. maka dikatakan rawan (Dumairy.H.2000:152-153). Dari kedua sumber itu yang paling diandalkan adalah pendapatan dari kegiatan ekspor. cadangan devisa digolongkan menjadi dua yaitu Official exchange rate dan Countri foreign exchange rate yang masing. hingga bulan September 1999 berkisar 16. Jika devisa yang dimiliki tidak cukup untuk kebutuhan 3 bulan impor. Inflasi Inflasi adalah kenaikan harga terus menerus dalam tingkat harga suatu perekonomian akibat kenaikan permintaan agregat atau penurunan .Undang No. Yang pertama adalah official exchange rate merupakan cadangan devisa yang dimiliki oleh suatu negara yang dikelola oleh BI sesuai tugas Undang.ekonomi jumlah tersebut merosot. Selain itu devisa juga digunakan untuk membayar hutang (Paul R. Dalam perkembangannya. perorangan. Besar kecilnya cadangan devisa tergantung pada neraca pembayaran.beda. Krugman & Maurice Obstfeld 1992 :44) 5.

misalnya. . atau yang terjadi sekali saja (dan tidak memiliki pengaruh lanjutan) tidak disebut inflasi.harga untuk menaik secara umum dan terus menerus. 2002 : 303) a. 200: 133). Kenaikan harga. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak disebut inflasi. Syarat adanya kecenderungan menaik yang terus menerus juga diingat. inflasi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu : (Sadono Sukirno. Berdasarkan fktor yang menimbulkannya. Masalah kekurangan barang akan berlaku dan ini akan mendorong kepada kenaikan harga-harga. kecuali bila kenaikan tersebut meluas kepada (atau mengakibatkan kenaikan) sebagian besar dari harga barang.permintaan agregat (Mc Eachern.hari besar. Sedangkan menurut Sadono Sukirno ( 2002 : 360) inflasi adalah kecenderungan dari harga. Inflasi tarikan permintaan biasanya berlaku pada ketika perekonomian mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi berjalan dengan pesat. Inflasi tarikan permintaan Inflasi tarikan permintaan terjadi karena sector perusahaan tidak mampu dengan cepat malayani permintaan masyarakat yang wujud dalam pasaran. Keniakan harga semacam ini tidak dianggap sebagai masalah atau penyakit ekonomi dan tidak memerlukan kebijaksanaan untuk mengulanginya. menjelang hari. musiman.barang lain.harga karena.

Inflasi akan terus bertambah cepat apabila tidak diatasi. Selai itu prospek pembangunan jangka panjang merupakan bagian penting dari kegiatan ekonpmi suatu negara. mengurangi ekspor dan mengurangi impor. Kecenderungan ini akan memperlambat pertumbuhan perekonomian (Sadono Sukirno.harga dalam perekonomian karena adanya kenaikan biaya produksi. Inflasi yang tinggi juga dapat mengakibatkan menurunnya investasi yang produktif.harga barang yang diimpor.b. Berlakunya keadaan inflasi di suatu negara dapat menurunkan nilai mata uang. Di lain pihak kenaikan harga. Di lain pihak ekspor negara itu akan bertambah mahal dan ini akan mengurangi permintaan dan selanjutnya akan menurunkan valuta asing (Sadono Sukirno.harga tersebut akan menyebabkan penduduk negara itu akan mengimpor dari negara lain. 2002 : 16) . mengurangi ekspor dan menaikkan impor. (Pery Wijaya. Inflasi yang bertambah serius akan mengurangi investasi yang produktif. Inflasi Desakan Biaya Inflasi desakan biaya adalah inflasi karena masalah kenaikan harga. 2004:34). 2002:363). Inflasi juga dapat terjadi sebagai akibat dari kenaikan harga. Pertambahan biaya produksi akan mendorog perusahaanperusahaan menikkan harga walaupun mereka akan menanggung resiko akan menghadapi pengurangan dalam permintaan barangbarang yang diproduksinya.

2002 : 308) C. nilai kurs rupiah. Sedangkan cadangan devisa memiliki pengeruh yang positif terhadap permintaan impor dalam jangka pendek dan jangka panjang. terhadap permintaan impor Indonesia dalam jangka pendek dan jangka panjang. dalam jangka pendek. Penelitian Sigit Yuniyanto (2003) yang menganalisis pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB). Alat analisis yagn digunakan adalah OLS. Maka pada umumnya inflasi akan menyebabkan impor berkembang lebih cepat dibandingkan dengan ekspor (sadono Sukirno. Selain itu PMA dan PMDN juga memiliki pengaruh yang positif terhadap permintaan impor Indonesia. Hasil Penelitian Terdahulu 1.PAM Double log. Penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan cadangan devisa terhadap permintaan impor jangka pendek dan jangka panjang. 2. Penelitian Handayani (2003) yang meneliti pengaruh kurs yen. Kurs rupiah memiliki pengaruh yang negative terhadap permintaan impor Indonesia. . PDB riil. rasio indek harga konsumen terhadap impor Indonesia dari Jepang dengan model regresi OLS linear berganda. Hasil yang didapat dari penelitian tersebut adalah ada pengaruh positif antara PDB. penanaman modal asing (PMA).Inflasi juga menyebabkan harga barang impor menjadi lebih murah daripada barang yang dihasilkan dalam negeri.

Sedangkan PDB riil berpengaruh positif dan signifikan dalam taraf signifikan 5% terhadap permintaan impor Indonesia dari Jepang. sedangkan impor periode sebelumnya dan kurs berpengaruh signifikan terhadap impor barang konsumsi di Indonesia.2003.Hasil estimasi tersebut menunjukkan bahwa nilai kurs yen berpengaruh terhadap permintaan impor dari Jepang. D.1. Penelitian Cessilia Dupi Sarawati tahun 2007 yaitu mengenai faktorfaktor yang mempengaruhi impor non migas Indonesia dari Jepang. nilai tukar rupiah terhadap dolar dan cadangan devisa berpengaruh dignifikant terhadap impor non migas Indonesia dari Jepang. Penelitian ini menggunakan regresi linear berganda dengan metode ECM dengan menggunakan uji MWD dan OLS dengan hasil dari penelitian ini bahwa faktor PDB riil. 4. . Penelitian Dani Rustyaningsih tahun 2003 yaitu mengenai Analisa FaktorFaktor yang mempengeruhi permintaan impor barang konsumsi di Indonesia tahun 1990. Dari rasio indeks harga berpengaruh negative dan signifikan terhadap permintaan impor Indonesia dari Jepang.4 Hasil dari penelitian tersebut adalah bahwa PDB tidak signifikan. Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran digunakan untuk menunjukkan arah penyusunan penelitian dan mempermudah dalam menganalisa masalah yang dihadapi. 3.

Dalam memenuhi pencapaian tujuan dari perdagangan internasional. Kurs biasanya diukur dengan perbandingan terhadap mata uang asing. dan cadangan devisa. PDB harga konstan merupakan hasil produksi yang didapat dari semua faktor produksi baik dari faktor dalam negeri atau dari faktor luar negeri dalam satu tahun. Inflasi merupakan kenaikkan harga. inflasi. Maka secara sistematis kerangka pemikiran dapat digambrkan sebagai berikut : Gambar 2. US$ merupakan salah satu mata uang yang digunakan dalam perdagangan internasional.harga secara terus menerus. PDB. Sedangkan cadangan devisa suatu negara dikatakan aman apabila mencukupi kebutuhan impor suatu negara dalam jangka waktu minimal 3 bulan.3. harus memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi perdagangan diantaranya yaitu kurs.maka diperlukan suatu kerangka pemikiran yang akan memberikan gambaran tahap-tahap penelitian untuk mencapai suatu kesimpulan. PDB sebagian besar dialokasikan untuk belanja barang modal dan bahan baku industri yang sebagian besar digunakan untuk belanja barang impor. Skema Kerangka Pemikiran . Inflasi menyebabkan naiknya harga impor menjadi lebih murah dibandingkan dengan harga barang domestik.

Diduga nilai kurs US$ terhadap Rupiah berpengaruh signifikant terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat.barang impor yang berasal dari Amerika Serikat. Diduga besarnya cadangan devisa berpengaruh signifikan terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat. Diduga bahwa PDB Indonesia berpengaruh signifikan terhadap permintaan barang. Hipotesa Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap pertanyaan yang diajukan.E. 4. 3. Dari permasalahan di atas dapat dikemukakan hipotesis sebagai berikut : 1. Diduga tingkat inflasi berpengaruh signifikan terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat.. . 2.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta dan data. Sumber Data Sumber data berasal dari Bank Indonesia. B. . Jenis Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data time series dari tahun 1985 sampai 2009. Dalam penelitian ini ruang lingkup penelitian adalah permintaan barangbarang impor yang berasal dari Amerika Serikat. Impor sebagai variabel dependent Impor adalah pengiriman barang dagangan dari luar negeri ke pelabuhan di suatu wilayah Republik Indonesia kecuali wilayah bebas .data pendukung dari buku ataupun yang berasal dari internet. PDB riil. Ruang Lingkup Untuk membatasi meluasnya ruang lingkup yang dijadikan objek penalitian. 2. Variabel Penelitian 1. mengenai jumlah impor Indonesia dari Amerika. tingkat inflasi dan cadangan devisa. C.BAB III Metode Penelitian A. kurs Rupiah Terhadap USD. maka perlu diadakan penyempitan ruang lingkup penelitian. Jenis Dan Sumber Data 1.

b. Variabel Independent meliputi : a. Antara negara. Sedangkan nilai tukar riil (real exchange raet) adalah nilai di mana seseorang dapat memperdagangkan barang dan jasa dari suatu negara dengan barang dan jasa dari negara lain. Parameter ketergantungan impor terhadap pendapatan adalah kecenderungan manajerial marginal mengimpor (Marginal propensity to import) yang .undang dan peraturan bea cukai yang berbeda antara satu dengan negara lain.yang dianggap luar negeri. Dalam keputusan menteri perindustrian dan perdagangan nomor 850/MPP/ Kep/10/1999 pada ketentuan umum disebutkan yang dimaksud dengan impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean Indonesia. Nilai Tukar atau Kurs Nilai tukar atau kurs didefinisikan sebagai harga mata uang domestik (Salvatore.. Nilai tukar nominal (nominal exchange rate) adalah nilai di mana seseorang dapat memperdagangkan mata uang dari suatu negara ke negara lai. 2003:221-222) membedakan nilai tukar menjadi dua yaitu nilai tukar nominal dan nilai tukar riil. 2003:7). yang bersifat komersial maupunyang bukan komersial.1994:49).masing memiliki undang. PDB harga Konstant Produk Domestik Bruto (gross domestic product/ GDP) adalah nilai dari semua barang dan jasa yang di produksi di suatu negara selama kurun waktu tertentu (Mankiw. 2. Sedangkan (Mankiw.negara eksportir dan negara importer masing.

Cadangan Devisa Cadangan devisa adalah sejumlah valuta asing yang dicadangkan dan dikuasai oleh Bank Sentral yang di Indonesia dipegang oleh Bank Indonesia sebagai otoritas moneter. musiman.hari besar.barang lain. Kenaikan harga. Syarat adanya kecenderungan menaik yang terus menerus juga diingat. menjelang hari. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak disebut inflasi. kecuali bila kenaikan tersebut meluas kepada (atau mengakibatkan kenaikan) sebagian besar dari harga barang. Keniakan harga semacam ini tidak dianggap sebagai masalah atau penyakit ekonomi dan tidak memerlukan kebijaksanaan untuk mengulanginya.harga karena. c.harga untuk menaik secara umum dan terus menerus. atau yang terjadi sekali saja (dan tidak memiliki pengaruh lanjutan) tidak disebut inflasi. Posisi cadangan devisa dikatakan aman apabila mencukupi kebutuhan impor dalam jangka waktu minimal 3 bulan (Dumairy.merupakan nisbah perubahan nilai impor terhadap pendapatan nasional riil (dengan harga constant) yang menyebabkan perubahan terhadap import. . d. Dana ini untuk membiayai impor dan kewajiban lain pada pihak asing seperti hutang luar negeri. misalnya. 1997 : 67). Inflasi Inflasi adalah kecenderungan dari harga.

Pengolahan data dengen menggunakan Eviews 4.0. Bentuk dari analisis regresi linear berganda dalam persamaan ini ditulis dengan rumus : Y = β0 + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + ei Dimana : Y = Permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat β0 = Konstanta X1 = Kurs Rupiah terhadap USD X2 = PDB harga konstant X3 = Inflasi X4 = Cadangan Devisa ei = Varibel Pengganggu Metode yang digunakan untuk mengestimasi parameter-parameter dalam fungsi regresi linier berganda di atas adalah metode kuadrat terkecil . yaitu suatu model yang menyatakan suatu hubungan antara variabel independen dan variabel dependen dalam persamaan matematik (Insukindro. inflasi berpengaruh dan cadangan devisa terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel-variabel tersebut. Dalam penelitian ekonomi terdapat dua model analisis yaitu model linier berganda. PDB harga konstant. Metode Analisa Data Teknis analisis dasar dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda .D. 2003 : 42) Analisis ini berfungsi untuk mengetahui apakah faktor-faktor kurs rupiah terhadap USD.

4. Estimasi parameter yang diperloeh dengan menggunakan OLS mempunyai beberapa cirri optimal. Sedangkan cirri. yaitu besaran sampel. hasil yang diperoleh dengan OLS adalah BLUE (Best Linier Unbiased Estimator) atau lebih jelasnya adalah (Gujarati. 3. artinya semakin besar sampel yang diambil maka penaksir parameter semakin mendekati nilai parameter yang sebenarnya. Prosedur perhitungan dari OLS sangat sederhana dibandingkan dengan metode ekometrika yang lainnya serta kebutuhan data tidak berlebihan. Penaksiran dinyatakan semata. 2. OLS merupakan komponen vital bagi banyak teknik ekonometrika. OLS dapat digunakan dalam range hubungan ekonomi yang luas dengan tingkat ketepatan yang memuaskan.(Ordinary Least Square) atau biasa disebut juga dengan Clasic Least Square (CLS).ciri penaksiran OLS adalah : 1.mata dalam besaran yang bisa diamati. Mekanisme perhitungan OLS secara sederhana dapat dimengerti. Parameter-parameternya mempunyai varian yang minimum Beberapa alasan yang mendasari mengapa digunakan OLS adalah (Siti Aisyah. Parametr-parameternya adalah tidak bias. Bila asumsi-asumsi linier klasik dipenuhi. . 3. artinya semua parameter dalam fungsi regresi adalah linier 2. 5. 2003: 47): 1. 2007: 47) : 1. Linier.

ei = 0 d. Nilai residual ei tidak berkorelasi dengan nilai estimasi Yi . Penaksiran merupakan penaksiran titik yaitu dengan sampel tertentu tiap penaksiran akan memberikan satu nilai (titik) tunggal parameter populasi yang relevan. e. Nilai rata. Garis regresi tadi melalui rata.rata Y yang diestimasi Y = Y adalah sama dengan nilai rata- rata Y yang sebenarnya karena Y = Y .rata sampel Y dan X yang dibuktikan oleh y = b0 . 3.2. Garis regresi yang diperoleh mempunyai sifat. Uji t (Uji secara individu) Parameter yang diperoleh dalam estimasi OLS. Nilai residual ei tidak berkorelasi dengan X1.rata residual. Adapun uji statistik sebagai berikut a. . Sekali estimasi kuadrat terkecil diperoleh dari data yang dimiliki. Nilai rata. masih perlu dipertanyakan apakah bersifat signifikan atau tidak. yaitu 1. Uji Statistik Uji statistik berguna untuk menguji hipotesis yang diujikan dalam penelitian yaitu dapat diterima atau ditolak berdasarkan dari analisis.Y .X) = 0 c. di mana dalam kenyataannya dilai å(X i . maka garis regresi sampel dapat dengan mudah diperoleh.b1 X ˆ b. Uji signifikansi åe X i i = 0.sifat sebagai berikut : a.

yang berarti variabel independent tersebut secara nyata mempengeruhi variabel dependent. Cara lain untuk menguji signifikan tidaknya koefisien regresi adalah dengan melihat probabilitasnya. 2) Jika t hitung < t table maka Ho diterima dan Ha ditolak. jika nilai probabilitasnya: . yang berarti variabel independent tidak secara nyata mempengaruhi variabel dependen.dimaksudkan untuk mengverifikasi kebenaran atau kesalahan hipotesis nol yang dibuat (Gujarati. 2003 : 129) Pengujian yang dilakukan untuk menguji signifikansi masingmasing variabel independen terhadap variabel dependen (uji sendirisendiri semua koefisien regresi). Langkah-langkah yang dilakukan antara lain: H0 : β1= 0 H0 : β1 ≠ 0 T hitung = Di mana : T hitung = b se(b2 ) b se(b2 ) β1= koefisien regresi SE = Standart error koefisien regresi Dengan kriteria pengujian : 1) Jika t hitung > t table maka Ho ditolak dan Ha diterima.

pengalaman usaha dan tingkat pendidikan terhadap pendapatan pengusaha mebel. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa semua koefisien regresi secara bersama-sama tidak signifikan pada tingkat a=5%. b. k = jumlah variabel bebas. 3) Tingkat Signifikan F tabel = F (a.05 maka koefisien regresi itu signifikan pada tingkat 5%. Uji F (Uji secara bersama-sama) Digunakan untuk menguji signifikansi variabel independen secara bersama-sama. .(a) < 0. 2) Ha : β1 ¹ β2 ¹ β3 ¹ β4 ¹ 0 à ada pengaruh yang signifikan antara besarnya modal. Dengan krieteria pengujian: F hitung < F tabel. tenaga kerja. (n-k). (b) < 0. tenaga kerja. Ho diterima. maka Ha ditolak. Langkah-langkah yang dilakukan dengan ketentuan antara lain: 1) Ho : β1 = β2 = β3 = β4 = 0 à tidak ada pengaruh yang signifikan antara besarnya modal.(k-1)) di mana a = derajat signifikansi (5%). (c) 0. n = jumlah sampel (observasi).10 maka koefisien regresi itu signifikan pada tingkat 10%.15 maka koefisien regresi itu signifikan pada tingkat 15%. pengalaman usaha dan tingkat pendidikan terhadap pendapatan pengusaha mebel.

Hal ini dapat dilakukan dengan melihat koefisien R2 dengan kriteria pengujian 0 ≤ R2 ≤ 1 dimana nilai R2 antara 0 dan 1 . dan R2 akan selalu positif. Pengujian koefisien determinasi ( R2 ) Pengujian ini digunakan untuk mengetahui berapa % variasi variabel dependen dapat dijelaskan oleh variasi variabel independent. Langkah. 2. Uji Asumsi Klasik a. Jika dalam model terdapat multikolinearitas maka model tersebut memiliki kesalahan standar yang besar sehingga koefisien tidak dapat ditaksir dengan ketepatan tinggi . Ha diterima. jika nilainya sebesar 0 berarti tidak ada hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen.F hitung > F tabel. maka Ho itolak. Hal ini dapat dikatakan bahwa koefisien regresi secara bersama-sama signifikan pada tingkat a.0. c. Jika nilai R2 sebesar 1 berarti hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen bersifat sempurna. dengan bantuan program Eviews 4. Salah satu cara untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas adalah dengan menggunakan pendekatan korelasi parsial. Uji Multikolinearitas Ada hubungan antara beberapa atau semua variabel yang menjelaskan dalam model regresi.langkah untuk menetapkan metode ini adalah : .

Dalam program E-Views.1) Lakukan estimasi regresi awal. b. maka dalam model empirik tidak terdapat adanya multikolinearitas dan sebaliknya. Salah satu cara untuk mendeteksi masalah heteroskedastisitas adalah dengan uji White. 2) Lakukan regresi antar veriabel bebas.langkah dalam pengujian White adalah : 1) Lakukan estimasi model awal QUICK ESTIMATE EQUATION EQUATION SPECIFICATION Y C X1 X2 X3 X4 OK 2) Dari tampilan equation . Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas terjadi jika gangguan muncul dalam fungsi regresi yang mempunyai varian yang tidak sama sehingga penaksir OLS tidak efisien baik dalam sempel kecil maupun besar ( tapi masih tetap tidak bias dan konsisten). 3) Pedoman yang digunakan jika nilai R2 lebih tinggi dari R2 pada regresi antar variabel bebas. Langkah. ada dua versi uji White yaitu White Hetereoscedasticity (no cross term) dan White Heterroscedacity. R2 yang dihasilkan adalah R2a (R2 regresi asal). Hasil estimasi regresi parsial dengan besaran R2.

VIEW RESIRUAL TEST WHITE HETEROSCEDACITY 3) Bandingkan nilai OBS*R2 dengan X2 tebel dengan df dan α = 5%. maka : d < dl d > . Ho adalah dua ujungnya tidak ada serial autokorelasi baik positif maupun negatif.dl = menolak Ho = menolak Ho . é1 .å ei ei2-1 ù d = 2ê ú 2 ê å e1 ú ë û Gambar 3. Jika nilai OBS*R2 < X2 maka tidak signifikant secara statistik. Berarti hipotesa yang menyatakan bahwa model empirik tidak terdapat masalah heteroskedastisitas tidak ditolak. Salah satu cara untuk menguji autokorelasi adalah dengan percobaan d (Durbin-Watson). c. Uji Autokolerasi Adalah adanya korelasi antara variabel gangguan sehingga penaksir tidak lagi efisien baik dalam sampel kecil maupun dalam sampel besar. 1 Durbin-Watson Test Hipotesis.

Breusch dan L.G Godfrey tahun 1978 mengembangkan pengujian autokorelasi lebih umum.d< d < 4 – du dl ≤ d ≤ du atau 4 – du ≤ d ≤4 – dl = menerima Ho = pengujian tidak menyakinkan. . VIEW RESIDUAL TEST SERIAL CORRELATION LM TEST 2 OK Kemudian akan muncul hasilnya.0 : dari equation. dengan langkah pengujian melalui Eviews 4. bandingkan nilai probabilitas (pada kotak dialog isi jumlah lag residual) residualnya dengan 5%. jika nilai probabilitas residual lebih besar dari 5 % maka dapat dinyatakan bahwa model ini lolos dari masalah autokorelasi.

Gejolak ekonomi tersebut membuat perekonomian Indonesia menjadi tidak stabil. Di akhir tahun 1980-an pertumbuhan Indonesia kembali membaik dan tumbuh di kisaran angka 6-7%. Inflasi naik sangat tajam dari 11. Sejak saat itu. Gambaran Umum 1.05 % pada tahun . dan tetap dipertahankan hingga 1982 ketika melemahnya harga minyak dunia yang menyebabkan perekonomian turun drastis. yaitu mencapai pertumbuhan 2 digit untuk pertama kalinya pada tahun 1968..BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. (Hal Hill. Krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 telah membawa perekonomian Indonesia pada kondisi yang sangat sulit karena beberapa indicator ekonomi mengalami gejolak yang tajam. 1994 :17) Sewaktu Indonesia merilis jalan untuk terus berkembang. sejalan dengan datangnya investasi minyak bumi dan gas dalam jumlah yang besar. pertumbuhan ekonomi menjadi sangat cepat paling sedikit 5% per tahun. Pertumbuhan yang lambat ini terus berlangsung hingga tahun 1984. Perekonomian Indonesia Perekonomian Indonesia secara mengejutkan berhasil pulih degnan cepat dari kekacauan yang terjadi pada paruh pertama decade 1960-an. gejolak ekonomi kembali muncul pada tahun 1997-1998 dengan adanya krisis moneter.

86 11.52 1.4 9419 2514670. BPS Surakarta Setelah mengalami kontraksi yang besar pada tahun 1998. Tabel 4.83 1655 39008.53 1901 174215.95 5.64 8.4 9290 2027219.94 2062 196510. sejak tahun 1999 perekonomian Indonesia mengalami peningkatan tiap tahun.56 5.1 9830 2217828.48 7.36 10. Sedangkan pendapatan nasional yang didasarkan dengan PDB riil Indonesia juga mengalami penurunan dari 343409.63 9.6 9020 2259434.91 9.63 8025 567819.93 6.16 2.64 2308 262599.35 9595 601568.48 5.00 menjadi Rp 8.24 2220 242802.33 2.31 1131 38674.05 4650 316666.11 6.03 77.1 8465 720224.97 1795 50617.650.992 184888. Kurs Rupiah Terhadap US$ dan PDB Riil Tahun 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Inflasi (% per Kurs Rupiah PDB Riil (Milyar tahun) Terhadap US$ Rupiah) 4.55 10400 625972.5482 9.77 2110 208187.1997 menjadi 77.8 9400 4923616.6 17.53 %.79%.02 9. tahun 2000 sekitar .79 12.4.09 Sumber : Statistik Indonesia berbagai edisi.47 2383 286483.07 8.5 8.4 Milyar Rupiah menjadi 343409.00 di akhir tahun 1998. Belum lagi ilai tukar rupiah terhadap US$ yang melemah dari Rp 4.67 11. Pada tahun 1999 ekonomi bertumbuh sekitar 0.47 1729 44930.01 7100 542728.03 8940 694534.04 6. 025.15 9.1 Inflasi.4 10950 4352490.63 % pada akhir tahun 1998 atau naik 602.80 4.90 1650 43352.

maka secara keseluruan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2008 masih mencapai 6. Sepanjang tahun 2008. tahun 2001 3. walaupun pertumbuhan masih di bawah target yang diinginkan yaitu sebesar 4%.1 %. gejolak ekonomi kembali menghampiri Indonesia pada tahun 2008.4%.2% Pada awalnya krisis finansial global mulai merebak. terutama sampai triwulan ke III. dan 2002 sebesar 3. Hal ini memperlihatkan pemulihan perekonomian telah berjalan ke arah yang lebih baik.4. sektor keuangan di Indonesia belum terkena dampak yang berarti. ketika BI menurunkan BI rate . Setelah terjadinya krisis ekonomi Indonesia tahun 1998. Peningkatan pertumbuhan ini memberikan harapan bagi bangsa Indonesia untuk segera keluar dari krisis ekonomi. masyarakat masih bisa menikmati bunga rendah. karena tidak ada perbankan Indonesia yang secara langsung terkena dampak dari krisis subprime mortgages di Amerika Serikat yang telah merugikan banyak lembaga keuangan raksasa di dunia. sehingga ketika pada tiga bulan terakhir tahun 2008 pertumbuhan ekonomi mulai melambat. Keadaan ini lebih baik dibandingkan negara tetangga seperti Singapura yang diperkirakan hanya tumbuh 2. ekonomi Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan yang baik.92%. Perekonomian global mengalami krisis financial yang disebabkan oleh krisis yang dialami Amerika Serikat yang secara tidak langsung juga berdampak kepada perekonomian Indonesia.66%. Selama tahun 2008.

Sedangkan pada tahun 2009 sendiri. pertumbuhan ekonomi masih posotif dan tingkat inflasi sebesar 2. Selama tahun 2008 ekonomi Indonesia relatif baik apabila melihat berbagai indikator ekonomi. Ketakutan masyarakat dunia akan terjadinya resesi telah menyebabkan menurunya permintaan terhadap berbagai produk tersebut sehingga harga terus menurun. Indonesia meningkat sejalan dengan peningkatan negeri pengembangan kapasitas produksi dalam memerlukan impor barang-barang modal yang belum dapat diproduksi di . Perkembangan Impor Indonesia Dari Amerika Serikat Impor pembangunan. Akibatnya Indonesia yang semula mengandalkan ekspor sebagai ujung tombak pertumbuhan ekonomi mulai memasuki masa sulit. ketika harga berbagai komoditas ekspor menurun menyusul anjloknya harga minyak dunia. Hal ini dikarenakan deflasi dalam dua bulan terakhir di kuartal akhir 2008.sampai 8%. Berbagai industri manufaktur terutama yang berorientasi ekspor seperti tekstil. dan sektor konsumsi mulai melambat pertumbuhannya. Memasuki tahun 2009.4 %. sepatu dan elektronik. Baru setelah harga minyak bumi terus melesat BI rate naik. 2. mulai mengurangi kegiatannya termasuk mengurangi tenaga kerja karena permintaan pasar ekspor yang menurun.8 % atau terendah selama 10 tahun terkhir. Pertumbuhan ekonomi mengalami titik balik. Pertumbuhan ekonomi tahun 2008 mecapai 6. inflasi bisa ditekan menjadi 11.1%. ekonomi Indonesia akan menghadapi tantangan yang berat.

Amerika Serikat. dan Taiwan. Jerman. Secara ratarata ada delapan negara asal impor yang memilliki kontribusi (rata-rata) impor yang paling besar yaitu Jepang. Akibatnya urutan contributor terbesar menjadi berubah di tahun 2003 yaitu Jepang. (Eko Atmaji dalam jurnal Analisa Impor Indonesia. Australia. Di samping itu pembangunan proyek-proyek prasarana yang di perlukan untuk mendukung kapasitas produksi dalam negeri yang semakin berkembang juga memerlukan impor. Singapura. Singapura. Namun demikian. Perubahan paling radikal adalah kontribusi Cina yang berubah drastis sejak 1998 yaitu dari 7.91 di tahun 2003. barang konsumsi. Cina. dan bahan baku/penolong. Impor yang khususnya . Jerman. Perubahan lainnya adalah kontribusi negara Singapura dari 20.17% di tahun 1998 menjadi 44. Namun. Telah terjadi perubahan struktur yang cukup signifikan sejak lima tahun terakhir. Amerika Serikat. Taiwan. Sebelum krisis. setelah krisis peningkatan impor total cenderung melemah.19% menjadi 28. Impor Indonesia sejak 1988 berasal dari 55 negara di seluruh dunia. Impor Indonesia yang selalu meningkat memiliki pola yang berbeda antara sebelum krisis ekonomi 1998 dengan setelah krisis ekonomi. Impor berdasarkan golongan barang terdiri dari barang modal. Cina. Korea Selatan. 2004). Australia. nilai impor total yaitu impor barang dan jasa menunjukkan pola yang logaritmis. Korea Selatan.98% di tahun 2003.dalam negeri perlu diimpor. kontribusi mereka tidaklah stabil.

1 1 111.0 1 111.bahan modal. Perkembangan impor mencerminkan struktur produksi dalam negeri yang berkembang pesat.5 666.0 7 880. Beberapa produk ekspor masih memiliki kandungan impor yang cukup tinggi.1 2006 4 782.7 29.1 3 878.9 4 056.5 1 194. Bahkan impor dari Amerika Serikat rata- . Pertumbuhan impor pada Tw. Amerika Serikat memiliki daya tawar impor yang bagus terhadap pangsa pasar di Indonesia.7 3 225.4 551. barang konsumsi. Kenaikan impor tertinggi terutama berasal dari Cina (73.0 2008 9 901. Sedangkan untuk Impor yang berasal dari Benua Amerika.9 698.5%).2 1 194.1 1 871.6 4 787.6 1 484.6 2 494. BPS Surakarta Dari tabel di atas terlihat bahwa Amerika Serikat merupakan negara yang memiliki daya impor ke Indonesia terbesar di kawasan Amerika.6%) terkait dengan pertumbuhan ekonomi domestik yang masih cukup tinggi dan meningkatnya permintaan impor bahan baku untuk kebutuhan ekspor. Perkembangan impor dari Amerika Serikat dari tahun ke tahun terus mengalami pertumbuhan. dan bahan baku akan mendorong peningkatan ekspor non migas Indonesia. Tabel 4.8 2005 4 623.6%) sehingga menempatkan Cina sebagai negara asal impor utama di Indonesia (pangsa 16.6 992.2 2007 5 910.2 1 056.5 2 494.6 Sumber : Statistik Indonesia.2 Total Perkembangan Impor Indonesia Dari Kawasan Amerika Tahun Total Impor dari Amerika Amerika Serikat Kanada Meksiko Lainnya 2004 3 806.0 1 484. menggeser Jepang dengan pangsa 13%.III-2008 yang masih tinggi (44.

9 1998 3517.2 2008 7880.811 -19.4 1987 1415.385 -0.68 3. Naik dan turun tidak menunjukkan angka yang significant kecuali pada tahun 1998 yang turun sebesar -19.3 1999 2839 2000 3390.1 1988 1735.022 8.255 -5.8 2004 3225.822 3.306 6.828 -5.5 1994 3587.513 -1.24 -6.9 2003 2694.737 Perkembangan impor Indonesia dari Amerika Serikat tahun 1985 sampai 2009 rata.8 1997 5440.333 11.673 3.9 1992 3822.307 30.93 -5.5 2002 2639.039 3.1 1991 3396. BPS Surakarta Tahun -2.rata relative stabil.3 2001 3207.549 5.679 3.8 1995 4755.9 1990 2520.9 1996 5059.206 4.5 2007 4787. Hal ini karena pada tahun 1998 perekonomian .4 Sumber : Statistik Indonesia berbagai edisi.4 1993 3254.9 1986 1482.676 0.4 2005 3878.3 Perkembangan Impor Indonesia Dari Amerika Serikat Tahun 19852009 CIF (juta US$) Import Pertumbuhan 1985 1720.535 1.776 7.768 4.rata mencapai 80% dari total jumlah impor dari Indonesia yang berasal dari kawasan Amerika.7 1989 2217. Tabel 4.783 5.1 2009 7306.9 2006 4056.24 % dari tahun 1997.

Peningkatan impor peralatan telekomunikasi ini sejalan dengan kenaikan kebutuhan investasi dalam rangka pengembangan jaringan telekomunikasi.78%.go. Pada tahun 1999 perkembangan impor Indonesia dari Amerika Serikat juga masih turun dari tahun sebelumnya yaitu sebesar -6.barang impor dari Amerika Serikat. Indonesia mendatangkan lima jenis barang utama yaitu serat kapas. diantaranya adalah program pembangunan 1000 tower (BTS). Untuk barang.Indoneseia sedang dilanda krisis ekonomi yang sangat besar. Selain itu.id Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa Amerika Serikat merupakan negera pengimpor kapas terbesar ke Indonesia dan disusul oleh Cina.bi. instalasi pembangkit listrik dan Sumber : Laporan Neraca Perdagangan Indonesia dalam www.4 Nilai Impor Kapas dari Beberapa Negara Asal Utama (Juta US$) Negara Asal Amerika Serikat Cina Afrika Lainnya Total 2007 121 66 51 194 432 2008 129 65 54 207 455 dan kontruksi. impor dari Amerika Serikat sedikit menurun sebesar -5. Impor alat-alat telekomunikasi (SITC 764) pada triwulan III 2008 tumbuh sebesar 97.73 yang dikarenakan semakin pesatnya barang. pesawat telekomunikasi perlengkapannya. pesatnya .0% mencapai US$2.barang subsitusi yang berasal dari Cina.2miliar. Sedangkan pada tahun 2009. Tabel 4.

perkembangan industri telekomunikasi turut menyumbang tingginya permintaan alat-alat tersebut. dan Amerika Serikat. Keadaan tersebut berbeda dengan keberadaan faktor ekonomi. Faktor non ekonomi lebih sering dianggap sebagai penyebab gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar. Singapura dan Hongkong. Sebagian besar peralatan ini diimpor dari Cina. 3. sambungan telepon & peralatan terkait. peralatan lainnya untuk Digital Line System. bahkan mengukur seberapa besar pengaruh non ekonomi tersebut akan sangat sulit dilakukan. Untuk membuktikan. Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika menjadi sangat besar pada awal penerapan sistem tersebut. yang dituduh menjadi penyebab dari bergejolaknya nilai tukar tersebut. . Peralatan telekomunikasi yang diimpor antara lain berupa peralatan transmisi. Banyak faktor baik yang bersifat non ekonomi maupun ekonomi. peralatan penerima. kabel komunikasi dan peralatan telekomunikasi lainnya. Hal ini membuat meningkatnya derajat ketidakpastian pada aktivitas bisnis dan ekonomi di Indonesia. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap US$ Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika setelah diterapkannya kebijakan sistem nilai tukar mengambang bebas di Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1998 telah membawa dampak dalam perkembangan perekonomian nasional baik dalam sektor moneter maupun sektor riil.

nilai tukar rupiah terhadap US$ megalami kenaikan atau terdepresiasi .67 5.05 -13. tingkat suku bunga.992 2062 2110 2220 2308 2383 4650 8025 7100 9595 10400 8940 8465 9290 9830 9020 9419 10950 9400 Pertumbuhan 31. perkembangan kurs rupiah terhadap US$ relative stabil dari tahun 1985 sampai tahun 1996.885 5.95 3. dan posisi neraca pembayaran internasional.yang antara lain seperti inflasi. Akan tetapi pada tahun 1997.27 4.02 26 7.23 13. pendapatan nasional.5 Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap US$ Tahun 1985 sampai 2009 (Rupiah) Tahun 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Kurs 1131 1655 1650 1729 1795 1901 1. Data Diolah Dari tebel di atas.74 -16.48 Sumber : Statistik Indonesia Berbagai Edisi. Tabel 4.66 -0.56 3. yang umumnya relatif dapat lebih terukur.49 -8.98 4.3 4.39 2.14 48.33 -5.56 3. jumlah uang beredar.75 42.57 4.81 3.61 8.98 -16.

sejak minggu ketiga bulan Mei. Nilai tukar suatu negara menunjukkan harga uang negara tersebut terhadap mata negara lain.500. Nilai tukar rupiah cenderung di atas Rp10. Perkembangan kurs suatu negara tidak terlepas Nilai tukar yang stabil diperlukan untuk terciptanya iklim yang kondusif bagi peningkatan kegiatan dunia usaha.. nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berkisar antara Rp 8.dan selanjutnya menurun menjadi sekitar Rp8000. Perkembangan kurs suatu negara tidak terlepas dari kebijakan yang diambil pemerintah dan juga kondisi ekonomi baik dalam negeri maupun luar negeri. Nilai tukar yang sering disebut kurs. Setelah tahun 1998.000. mempunyai peran penting dalam rangka tercapainya stabilitas moneter dan dalam mendukung kegiatan ekonomi.dalam bulan April hingga pertengahan Mei. .dikarenakan perekonomian Indonesia pada masa itu mengalami krisis ekonomi.00. nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berfluktuasi. Selama triwulan pertama. Selama lima bulan pertama tahun 1998. Kecenderungan meningkatnya nilai tukar rupiah sejak bulan Mei 1998 terkait dengan kondisi sosial politik yang bergejolak.500.. Nilai tukar yang stabil sangat diperlukan untuk tercapainya suatu keadaan yang kondusif bagi peningkatan kegiatan usaha..00 sampai Rp 10. nilai tukar rupiah ratarata mencapai sekitar Rp9200. Nilai tukar mata uang suatu negara mengalami apresiasi ketika nilai uangnya meningkat relatif terhadap nilai mata uang negara lain.

Pada tahun 2008. PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan. Sebaliknya. PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. PDB tertinggi masih dihasilkan oleh sektor industri pengolahan yaitu sebesar . Perkembangan PDB Riil Indonesia PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). Sedangkan PDB riil (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Konstan) mengoreksi angka PDB nominal dengan memasukkan pengaruh dari harga. pada kenyataannya pendapatan nasional Indonesia masih cukup stabil bahkan pertumbuhannya masih tinggi.4. Sedangkan salah satu cara untuk mengubah PDB harga berlaku ke PDB harga konstan adalah dengan teori deflasi yaitu membagi antara PDB harga berlaku tahun tertentu dibagi indeks harga lalu dikali dengan 100. meskipun ekonomi dunia dilanda krisis financial global. PDB Nominal (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Berlaku) merujuk kepada nilai PDB tanpa memperhatikan pengaruh harga. Hal ini karena tingkat konsumsi masyarakat juga sangat besar sehingga mendorong PDB untuk terus naik.

82% dari total PDB (www.79 625972.61 14.2 11.15 184.02 208187.63 242802.6 2217828.54 8. dan air bersih yaitu hanya sebesar 0.1 42.9 5.3 7.80 196510.16 4923616. Tabel 4.5482 174.48 720224.87 3.86 316666.86 10 3.9 9.215.93 286483.95 50617.11 2027219.6 Sumber : BPS.5 8.5 262599.07 39008.53 44.62 9. gas.91 5.56 44930.go.77 5. Sedangkan PDB terendah dihasilkan oleh sektor listrik.2 -4.84 10.27.id).91 601568.04 2259434.87% dari total PDB tahun 2008.03 567819.bps.48 2514670. Data Diolah Dari tebel di atas dapat dilihat bahwa pertumbuhan ekonomi dilihat dari besarnya PDB riil dari tahun ke tahun relative menunjukkan angka yang memuaskan.34 9.78 3.59 1.2 70.6 Perkembangan PDB Riil Indonesia Tahun 1985 Sampai 2009 (Milyar Rupiah) Tahun 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Total PDB 38674.09 Pertumbuhan 0.36 694534.64 43352.57 64.51 11.33 542728.67 4352490. Hanya pertumbuhan yang mengalami negative hanya .888.

78%. perjuangan serikat buruh yang berhasil menuntut kenaikan upah dan lain-lain. Di Indonesia inflasi yang timbul dikarena kenaikan biaya produksi.harga secara terus menerus. Kenaikan biaya produksi dapat berasal dari kenaikan bahan baku industri. Perkembangan Tingkat Inflasi Dalam ekonomi. Inflasi tertinggi terjadi pada tahun 1998 karena pada masa itu perekonomian Indonesia sedang mengalami goncangan ekonomi dengan adanya krisis ekonomi. Inflasi tahun 1998 mencapai 77.pada tahun 1999. Hal ini terjadi karena pada tahun1999. Tingkat inflasi diukur dengan perubahan dalam indeks harga konsumen. Kenaikan biaya produksi akan menyebabkan produksi turun dan penawaran total (aggregate supply) berkurang yang pada akhirnya akan menyebabkan kenaikan harga. Inflasi di Indonesia sendiri juga mengalami fluktuasi. inflasi adalah meningkatnya harga. maka tingkat inflasi mulai turun dan pertumbuhan inflasi dapat dikendalikan. Akan tetapi pada tahun 2000 pendapatan nasional kembali membaik dengan tumbuh sebesar 9.63 %. 5. Seiring dengan membaiknya kinerja ekonomi nasional. . Kenaikan biaya produksi pada gilirannya akan menaikkan harga dan turunnya produksi. perekonomian Indonesa sedang megnalami masa transisi setelah dilanda krisis ekonomi yang dahsyat.

1 6.78 -62.7 Perkembangan Inflasi Indonesia Tahun 1985 Sampai 2009 Tahun 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Sumber : BPS.97 9.66 20.4 2.47 5.6 di atas dapat kita lihat bahwa setelah adanya krisis ekonomi tahun 1998.8 51.19% dari 77.57 -159. Data Diolah Inflasi Perumbuhan (%) 4.31 62.24 8.14 Dari tabel 4. Pada tahun 1999 pertumbuhan inflasi bahkan mencapai – 3762.1 6. .90 5.53 9.18 0.31 8.35 -0.4 17.52 4.4% ke 17. Tingkat inflasi pada tahun.01 %.11 -92.76 -3762.37 37.7 8.55 10.05 77.94 9.19 78. tingkat inflasi perlahan mulai menurun.83 8.4 11.12 -96.47 11.6 7.63% ke 2.tahun selajtnya relative stabil.2% pada tahun 2005.43 -5.51 -25.63 2.35 12.94 -33.53 41.81 35.08 -307.5 25.Tabel 4.44 85.09 10.71 49.64 6.03 5.73 -6.77 9. Hanya pada tahun 2005 inflasi kembali naik dari 6.01 9.

Dana ini untuk membiayai impor dan kewajiban lain pada pihak asing seperti hutang luar negeri.barang secara umum. 6. Posisi cadangan devisa dikatakan aman apabila mencukupi kebutuhan impor dalam jangka waktu minimal 3 bulan. Pada tahun 2009. Perkembangan Cadangan Devisa Indonesia Cadangan devisa adalah sejumlah valuta asing yang dicadangkan dan dikuasai oleh Bank Central yang di Indonesia dipegang oleh Bank Indonesia sebagai otoritas moneter.7 cadangan devisa Indonesia pada tahun 1985 sampai 2009 rata. Ini mengakibatkan terjadi penurunan harga komoditas di pasaran internasional. Inflasi ini dikarenakan adanya krisis finansial global yang berdampak kepada perekonomian Indonesia yang menyebabkan permintaan dunia menurun.14% dari tahun sebelumnya. . Selain itu faktor lainnya karena pemerintah tidak membuat kebijakan yang menyebabkan pricing shock seperti menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) atau Bahan Bakar Minyak (BBM) sepanjang tahun 2009. Inflasi pada tahun 2009 sebesar 2. Hanya pada beberapa tahun tertentu mengalami pertumbuhan yang negative seperti tahun 1997. inflasi kembali turun dan bahkan inflasi pada tahun 2009 ini merupakan inflasi terendah selama 10 tahun terakhir.rata mengalami surplus.Kenaikan inflasi ini dikarenakan naiknya harga minyak mentah dunia yang berdampak ke naiknya harga barang. Dari tabel 4.8% atau turun -307.

73 -18.18 -10.92 12.80 2002 32037.71 2004 36320.59 18.73 0.3 1988 6196.96 -4.23 12.00 1989 6561.70 1992 11610.90 1990 8661.22 25.07 -4. data diolah -10.11 9.69 2006 42586.31 -8.58 -5.90 1993 18823 1994 17416 1995 18787 1996 25296 1997 21418 1998 23762 1999 27054 2000 29394 2001 28015.01 38.13 2008 51639.29 25. pertumbuhan devisa mengalami penurunan sebesar -18.11% dari tahun 1996 yaitu dari 25296 juta US$ ke 21418 juta US$.00 Sumber : Statistik Ekonomi dan Keuangan BI.16 7.48 2005 34723.86 12. Jumlah ini tidak sebanding dengan cadangan devisa .11 5.76 Pada tahun 1997.2 1987 6512.8 Cadangan Devisa Indonesia Tahun 1985 sampai 2009 (Juta US$) Tahun Cadangan Devisa Pertumbuhan (%) 1985 5846.Tabal 4.58 24.juta US$.23 15.25 18.33 2007 56920.30 1991 9867.55 11.46 25..00 2009 69562.2 1986 5302.07 7. Defisit cadangan devisa ini disebabkan hutang swasta Indonesia yang jatuh tempo sampai dengan akhir 1997 mencapai rekor tertinggi sebesar 34.04 2003 36295.

Perkembangan Perekonomian Amerika Serkat Ekonomi Amerika Serikat adalah suatu sisitem pasar yang dinamis. ada kalanya tumpang tindih. Hal yang sama mengakibatkan menguat IDR terhadap mata uang lainnya. Ini memaksa pemerintah mengeluarkan tambahan dana untuk mengimpor minyak mentah dengan masih pemberian subsidi ke masyarakat. produsen. investor dan pemberi suara dalam pemilihan umum. meskipun sebagian besar sumber . Pada tahun 2005 harga minyak mentah dunia naik secara drastic. Selain itu intervensi Bank Indonesia pada pasar valuta asing mengakibatkan nilai IDR yang relatif stabil terhadap US$. dengan kata lain. sebagai konsumen. 7. cadangan devisa kembali menunjukkan pertumbuhan yang negative karena pada tahun ini terjadi krisis financial global yang melanda perekonomian internasional. Setelah itu pertumbuhan cadangan devisa mengalami pertumbuhan yang positif. Hal ini menyebabkan pengurangan cadangan devisa. terus menerus berkembang dari berbagai pilihan dan kepuasan oleh jutaan warganya yang yang memainkan peran ganda. Sedangkan pada tahun 2008. Amerika Serikat umumnya digambarkan sebagai suatu ekonomi campuran.BI pada tahun 1997 dan jumlah devisa yang dihemat karena ditundanya proyek2 besar (AS$ 4 milyar untuk tahun 1997). Berdasarkan pengalaman pada tahun 2005 dan 2008 hal tersebut mengakibatkan turunnya cadangan devisa dan pelemahan IDR yang drastis terhadap US$. Pada tahun 2005 dan 2008 pertumbuhan devisa Indonesia kembali negative.

akan tetapi tetap dengan berbagai persoalan.negara lain memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan dengan Amerika Serikat. Dengan kurang dari 5% penduduk dunia. produktivitas dan standar hidup Amerika Serikat masih yang tertinggi di kalangan negara industry maju dunia meskipun negara.tahun. pada awal tahun 1990-an menghasilkan sekitar 25% produk dunia. Amerika Serikat telah mencapai sukses yang sangat besar selama hampir 250 tahun. (Dinas Penerangan Amerika Serikat. Ekonomi Amerika Serikat 2 kali lipat ekonomi terbesar beriktnya. 1996 : 10) Perkawinan antara ekonomi amerika serikat dan system perdagangan bebas merupakan suatu sukses besar. Jepang. menghindari penyelewenan yang kasar. bebarapa masalah tertentu tetap hadir sejak berdirinya negara ini. Suatu ekonomi yang berdasarkan usaha bebas umumnya bercirikan kepemilikan swasta. Akan tetapi pada akhirnya campur tangan pemerintah diperlukan untuk membuat peluang ekonomi di amerika Serikat ini menjadi adil dan terbuka bagi rakyat. Permasalahan yang menonjol adalah .daya produktif adalah milik swasta dan pemerintah memainkan penting di pasar. Satu diantaranya adalah perdebatan terus menerus mengenai peran pemerintah dalam ekonomi pasar. Menurut ukuran konvensional. Meskipun ekonomi Amerika Serikat sudah mengembangkan selama bertahun. membendung inflasi dan mendorong pertumbuhan. dengan relative ketiadaan intervensi dari pemerintah.

bagaimana peran pemerintah dalam mengatur perekonomian. Arah perdagangan luar negeri dan kebijakan global Amerika Serikat telah berubah secara drastis sejak hari. umumnya melalui sistem harga.alat produksi. konsumen. Amerika Serikat memiliki jumlah penduduk yang besar. Sedangkan unsur. Sumber daya alam Amerika Serikat.juta orang. Amerika Serikat memiliki sumber mineral dan tanah pertanian subur dengan iklim sedang. 1996 : 13) a. bukan sekelompok pemilik modal saja.hari pertama negara ini terbentuk. Dalam system ekonomi di Amerika Serikat. Amerika Serikat merupakan negara dengan system kapitalis yang diciptakan oleh Karl Mark dengan teori pemusatan penguasaan atas bagian terpenting dari ekonomi oleh sekelompok pemilik modal. Sedangkan Amerika Serikat beranggapan bahwa kapitalisme berarti free enterprise (usaha bebas). ketika Amerika Serikat terutama mengupayakan pembangunan . Jumlah tenaga kerja. b. produsen. suatu ekonomi yang memberikan manfaat kepada berjuta.unsur ekonomi Amerika Serikat adalah : (Kedutaan Besar Amerika Serikat. dengan demikian kebutuhan akan tenaga kerja dapat diatasi. dan pemerintah membuat keputusan setiap hari. Sistem ekonomi amerika serikat pada dasarnya adalah kepemilikan pribadi. System ini berbeda dengan system social yang sangat berganting pada perencanaan pemerintah dan pemiikan masyarakat atas alat.

Di penghujung 2007. tidak perduli terhadap apa yang terjadi di luar dari negara mereka. produksi AS ditaksir sekitar 28 persen GDP dunia. resesi dunia. . ekspor negara lain lebih besar dari Amerika Serikat.ekonominya sendiri. dan naik turunnya nilai tukar US$ mengganggu neraca perdagangan Amerika Serikat serta mengurangi dukungan negeri terhadap liberalisasi perdagangan pada tahu 1980-an. Bank-bank dan lembaga-lembaga keuangan raksasa di AS hampir hancur. . Guncangan harga minyak pada 1970-an.. harga saham merosot tajam. Krisis di Amerika Serikat ini merupakan krisis terberat sejak depresi besar (great depression) tahun 1929.2008 akibat gagalnya kredit macet (sub prime morgages). Akan tetapi selama 1979-an dan 1980an. kesenjangan antara daya saing ekspor Amerika Serikat dengan negara lain menyempit. Amerika serikat menguasai banyak pasar ekspor di dunia setelah perang dunia II karena memiliki mesein industri yang tidak tersentuh oleh kerusakan pada periode tersebut. Dengan jumlah penduduk sekitar 300 juta jiwa. sektor kredit dan perumahan jatuh. Amerika Serikat memasuki siklus resesi. Perekonomian Amerika Serikat saat ini sedang mengalami masa transisi setelah dilanda krisis financial global tahun 2007. resesi ekonomi memburuk dan terjadi krisis di tahun 2008. Tahun 2007 yang dipicu jatuhnya harga obligasi kredit perumahan atau subprime mortgate.

Amerika sebagai pusat dari informasi dan kemajuan teknologi dihampir semua bidang dan juga sebagai an engine of growth di Asia Pasifik menjadi pendorong bagi siapapun. termasuk Indonesia untuk menjaga kemitraan dengan Amerika Serikat. Saat Indonesia mengalami krisis ekonomi.Amerika Serikat di bidang lainnya. Indonesia merupakan negara kepulauan yang amat kaya dengan sumbersumber daya alam yang tidak semua negara memiliki. peran IMF dibutuhkan dalam menopang perekonomian Indonesia yang hancur. Meskipun Indonesia tergolong negara sedang berkembang. Akan tetapi peran Amerika Serikat yang menonjol tidak mengurangi makna dari hubungan Indonesia. Peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dengan Amerika Serikat tetap menjadi prioritas utama yang selalu diupayakan Indonesia dalam hubungannya dengan pihak luar negeri. maka tidak bisa lepas dari peran menonjol Amerika Serikat dalam Dana Moneter internasional (IMF). Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat di bidang perdagangan internasional dan investasi menjadi hal yang mendasar dan terpenting sebagai salah satu upaya membina hubungan erat dengaan Amerika Serikat. Selain itu Indonesia . Hal ini karena Amerika Serikat menjadi negara anggota terbesar di dalam mendukung dan mendanai program IMF.8. Hubungan Indonesia Dengan Amerika Serikat Ketika menyebut hubungan Indonesia Amerika Serikat.

Amerika Serikat adalah salah satu negara yang diharapakan dapat menambah devisa negara dengan cara meningkatkan ekspor ke Amerika Serikat. di mana Kalimantan Timur merupakan pintu gerbang terbesar di dalam suplai ekspornya dan diikuti Kalimantan Selatan. pesawat telekomunikasi dan bagiannya. Jika dilihat dari kemampuan impor dan ekspor.sisa kertas. akan tetapi Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang mempunyai hubungan perdagangan yang relative tinggi dengan Indonesia baik di bidang ekspor ataupun impor. Hal ini yang mampu membawa nama Indonesia ke dunia internasional sebagai salah satu daya teriknya.1998. pulp dan sisa.juga terkendal dengan Sumber Daya Manusia yang murah dan jumlah penduduk yang besar. Komoditi utama ekspor utama Indonesia yang ditujukan ke Amerika Serikat antara lain kayu olahan dan hasil ikutannya. Untuk barang. mesin bangunan dan kontruksi. Pada waktu Indonesia mengalami krisis ekonomi 1997.barang impor dari Amerika Serikat Indonesia mendatangkan serat kapas. dapat dilihat bahwa Amerika Serikat sebagai negara maju lebih siap di dalam pengadaan barangbarang berteknologi tinggi dibandingkan dengan Indonesia. Hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat salah satunya adalah hubungan di bidang perdagangan. Meskipun tak sebesar Jepang dan China. instalasi pembangkit listrik dan perlengkapannya. neraca perdagangan Indonesia dengan 4 mitra dagang utama .

Tabel 4. kedudukan AS masih meningkat dari urutan ketiga sebesar 107. perekonomian sedang mengalami gejolak yang sangat berat bagi Indonesia.bps.0 1140.8 105.7 9137.go.3 Perubahan (%) 13.38 -8. data yang digunakan adalah time series yang menggunakan data skunder.82 27.7 juta US$ tahun 1998.1998 (Juta US$) Negara Jepang Singapura Korea Selatan Amerika Serikat Total Sumber : www.6 3175. Data tersebut diperoleh dari Statistik .96% 54.2 12552.7 2057.4 1707.id 1997 4232.21 Diantara keempat mitra dagan utama Indonesia. Diskripsi Data Dalam penelitian ini.8 Tahun 1998 4823.2 jua US$ menjadi 3513. Analisis Data dan Pembahasan 1.menunjukkan nilai surplus. B.513. Padahal pada tahun 1998.0 3513.7 juta US$. Akan tetapi kerja sama di bidang perdagangan dengan Amerika justru mengalami peningkatan.5 1040. Meskipun surplus itu sebagai hasil dari mnurunnya volume atau kemampuan impor Indonesia karena melonjaknya nilai US$ yang harus dibayarkan oleh importer Indonesia dan juga karena adanya dorongan serta kemampuan ekspor yang semakin kuat karena keuntungan besar dari perolehan devisa dolar yang menguat.9 Nilai Surplus Perdagangan Indonesia Dengan Empat Negara Utama Selama 1997. Neraca perdagangan dengan Amerika Serikat selama tahun 1998 bernilai 3.

Impor adalah perdagangan dengan cara memasukkan barang dari luar negeri ke wilayah pabeanan Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku. Dalam penelitian ini yang digunakan adalah nilai kurs rupiah terhadap US$ dalam ribu Rupiah pada akhir periode. d. Adapun variabel yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Nilai tukar adalah perbandingan nilai antara mata uang domestic terhadap mata uang asing. c. Analisis data yang akan dikeluarkan merupakan hasil analisis secara statistic dan ekonomi. Tingkat Inflasi adalah kecenderungan dari harga. Dalam penelitian ini nilai impor yang digunakan adalah keseluruhan nilai impor Indonesia dari Amerika Serikat tahun 19892009 dengan satuan juta US$. Data analisis dalam bentuk data tahunan periode 1985 sampai 2009. Seluruh data yang digunakan akan diolah dan dianalisis menggunakan program E-Views 4.harga untuk menaik secara umum dan terus menerus. b. serta Indonesia Dalam Angka.Ekonomi dan Keuangan Indonesia.0. . Dalam penelitian ini konsep pendapatan nasional yang digunakan adalah Produk Domestik Bruto (PDB) / Growth Domestic Product (GDP) yang dinyatakan dalam harga constant pertahun dalam milyar rupiah. Laporan Keuangan Bank Indonesia. Dalam penelitian ini inflasi dinyatakan dalam % pertahun. Pendapatan Nasional adalah nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam jangka waktu tertentu.

67 7.1 36295.01 27054 601568.4 1987 1415.9 174215.9 1996 5059.1 1988 1735.03 32037.4 36320.2 39008. Variabel dependent dalam variabel ini adalah impor Indonesia dari Amerika Serikat.31 5846.9 1998 3517.79 9.83 5302.9 2003 2694.93 8.10 Impor Indonesia Dari Amerika Serikat.5 2002 2639.64 18787 286483.e. Sedangkan variabel independen meliputi kurs nilai tukar rupiah terhadap US$.6 6.9 1986 1482.4 56920.5 2007 4787.3 44930.53 8661.77 18823 242802.4 2005 3878.47 6196 50617.48 6.47 25296 316666. Kurs Rupiah Terhadap US$.86 6.8 69562 Sumber : Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia BI dan Statistik Indonesia BPS.36 12.8 9. Inflasi.09 2.64 8.33 77.95 5.9 208187.9 2006 4056.48 10.63 9.4 51639 4923616.5 9.3 2001 3207.992 2062 2110 2220 2308 2383 4650 8025 7100 9595 10400 8940 8465 9290 9830 9020 9419 10950 9400 PDB Inflasi Cadangan Harga (% Devisa Konstant pertahun) (Juta US$) (Milyar Rupiah) 38674.05 21418 567819.3 1999 2839 2000 3390.8 1997 5440.03 11.6 42586.11 5. PDB riil.71 2027219.2 43352.90 6512. Cadangan Devisa Tahun Impor Indonesia dari AS (juta US$) 1985 1720.4 1993 3254.3 184888.07 4.7 1989 2217.97 6561.8 694534.04 720224.55 28015.1 34723.91 2.52 9867.2 2008 7880. tingkat inflasi dan cadangan devisa Tabel 4.15 9.1 1991 3396.16 11.56 8.04 17.24 17416 262599.94 11610. PDB Harga Constant.69 2259434.02 4.48 2217828.4 Kurs Rupiah Terhadap US$ (Rupiah) 1131 1655 1650 1729 1795 1901 1.7 196510.8 2004 3225.5 1994 3587.33 2514670. Cadangan devisa adalah aset finansial yang berada di bawah control otoritas moneter da tersedia untuk keperluan neraca pembayaran yang dinyatakan dalam juta US$.63 23762 542728.9 1990 2520.1 2009 7306.13 4352490.9 1992 3822.54 5.35 29394 625972. berbagai edisi .8 1995 4755.

tingkat inflasi. karena variabel inflasi sudah dalam bentuk persen. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat terkecil/ Ordinary Least Square (OLS) atau biasa disebut dengan Clasic Least Square (CLS) dan pengolahan data menggunakan E-Views 4. 2. Dengan kata lain model time series mencoba melihat apa yang terjadi pada suatu kurun waktu tertentu dan menggunakan data time series masa lalu untuk memprediksi. PDB riil dan cadangan devisa apakah berpengaruh terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat. Model OLS Untuk mengetahui pengaruh variabel independen yang berupa kurs rupiah terhadap US$. Sehingga persamaan regresinya adalah : LIMPORit = b 0 + b1 LKURSit + b 2 LPDBit + b 3 INFLASIit + b 4 LCADDEVit + ei . Setelah melakukan uji MWD. Hasil dan Analisa Data a. maka dalam penelitian ini regresi yang digunakan adalah regresi semi log. maka digunakan regresi linear berganda.0.Model time series memiliki asumsi bahwa apa yang terjadi di masa depan merupakan fungsi yang terjadi di masa lalu.

736367 0.119882 0. 0.D.229454 t-Statistic 5.557151 logKurs + 0. maka di lakukan uji statistik dan uji ekonometrika sebagai berikut: b.000002 Mean dependent var S. Error 0.0400 8. of regression Sum squared resid Log likelihood Durbin-Watson stat Coefficient 4.503919 logCaddev +ei Setelah diperoleh nilai dari persamaan regresi tersebut. Uji Statistik Setelah melakukan estimasi model menggunakan metode OLS.093657 0.503919 0.934276 2.853489 0. dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion F-statistic Prob(F-statistic) Sumber : Hasil Pengolahan data menggunakan E.245889 0.058478 0.040267 4.0000 0.444178 0.003448 0.0042867 Inflasi + 0.666773 Std.269021 1.E.004286 0.302253 17.Views 4.557151 0. Hasil .242890 2. maka diperoleh persamaan regresi linear sebagai berikut : Logimpor = 4.0536 0. maka selanjutnya akan dilakukan analisa statistic yang meliputi : 1) Uji t Uji t adalah uji secara individual semua koefisien regresi yang bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari masingmasing variabel independen terhadap variabel dependen.2283 0.051096 1.141615 0.11 di atas.0008 0.196168 Prob.245889 logPDB + 0.228064 1.551694 – 0.75891 0.333043 -3.11 Hasil Regresi Linear Double Log Dependent Variable: LIMPOR Method: Least Squares Date: 10/05/10 Time: 21:37 Sample: 1985 2009 Included observations: 25 Variable C LKURS LPDB INFLASI LCADDEV R-squared Adjusted R-squared S.780306 0.Hasil estimasi dari persamaan dalam penelitian ini adalah : Tabel 4.0 Berdasarkan tabel 4.551694 -0.

05): Tabel 4. maka akan diperoleh uji t dengan α = 5% sebagai berikut : Berikut ini adalah hasil pengujian parameter individual dengan tingkat signifikasi ( = 0.pengujian terhadap koefisien regresi masing-masing variabel bebas dengan = 5 % akan diperoleh sebagai berikut: a) Jika |thitung| < |ttabel| pada tingkat signifikasi 5% maka Ho diterima dan Ha ditolak. Kedua variabel tersebut adalah variabel kurs dan cadangan devisa yang memiliki nilai probabilitas masing-masing sebesar 0. Dari pengujian yang telah dilakukan.242890 0.12 terlihat bahwa dari keempat variabel independen tersebut hanya dua variabel yang berpengaruh secara individu terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat. b) Jika |thitung| > |ttabel| pada tingkat signifikasi 5% maka Ho ditolak dan Ha diterima.12 Ringkasan Hasil Analisis Koefisien Regresi (t-hitung) T hitung Probabilitas Lkurs -3.0400. Sehingga H0 ditolak .196168 0.934276 0. artinya variable independen mempengaruhi variabel dependen secara signifikan.051096 0.0 Variabel Kesimpulan Signifikan Tidak signifikan Tidak signifikan signifikan Dari hasil analisis regresi linier berganda pada tabel 4.0008 LPDB 2.0400 Sumber : Hasil Olah Data dengan E-Views 4.0008 dan 0.0536 LInflasi 1. artinya variable independen tidak mempengaruhi variabel dependen secara signifikan.2283 LCadangan devisa 2.

3) Koefisien Determinasi (R2) Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui berapa persen perubahan variasi variabel independen dapat menjelaskan perubahan variabel dependennya.12 di atas dapat dilihat nilai probabilitas untuk F statistik adalah 0.2283.dan Ha diterima. Sehingga H0 diterima dan Ha ditolak 2) Uji F Uji F adalah uji untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara bersamasama.780306. ini menunjukan bahwa variasi variabel dependen secara bersama-sama dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen. Hal ini .05 yaitu sebesar 0. Ha diterima. mendekati angka 1. sehingga dapat dikatakan bahwa hasil pengujian yang dilakukan memberikan hasil yang cukup baik.0536 dan 0. Hal ini dapat dikatakan bahwa koefisien regresi secara bersama-sama signifikan pada tingkat a = 5%. Dari pengujian yang telah dilakukan menghasilkan nilai sebesar 0. Sebaliknya jika nilai mendekati angka 0. maka variasi dari variabel dependen tidak dapat dijelaskan oleh variabel independen. Berdasarkan hasil analisis regresi pada tabel 4.000002. Sedangkan variabel independen PDB dan inflasi masing-masing mempunyai nilai probabilitas kurang dari 0. Sehingga Ho ditolak. Nilai Apabila berkisar antara 0 sampai 1.

780306 0.menunjukan bahwa sebesar 78.97% dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Uji multikolinearitas dilakukan dengan pendekatan Kautsoyiannis yang dikembangkan oleh Kautsoyiannis (1977).0 Dari data diatas terlihat bahwa R2 pada regresi antara variabel bebas.03% variasi variabel dependen dalam hal ini impor dari Amerika Serikat dapat dijelaskan oleh variabel independen yang terdiri dari kurs. namun tidak ada satupun dari koefisin regresi yang signifikan secara statistik melalui uji t. Sedangkan sisanya sebesar 21. PDB riil. Uji Ekonometrika (Uji Asumsi Klasik) 1) Uji Multikolinearitas Multikolinearitas adalah suatu keadaan dimana terdapat hubungan linier sempurna atau pasti diantara variabel-variabel bebas dalam suatu regresi untuk mengetahui ada tidaknya hubungan linier yang pas diantara variabel yang menjelaskan dalam model regresi ini dapat dilakukan beberapa pengujian.599899 Tanda < < < < R2 (awal) 0. Tabel 4.13 Uji Multikolinearitas Variabel dependen Log kurs Log PDB Inflasi Log Caddev R2 0. dengan menempatkan masing-masing variabel . Gejala multikolinier adalah pada saat R2 sangat tinggi.289379 0.780306 0.780306 Kessimpulan Tidak ada multikolinearitas Tidak ada multikolinearitas Tidak ada Multikolinearitas Tidak ada multikolinearitas Sumber : Hasil olah data dengan E-Views 4.780306 0. 6.003930 0. inflasi dan cadangan devisa.597260 0.

maka tidak signifikan.761989 6.507. 2) Uji Heteroskedasitas Heteroskedastisitas muncul dalam fungsi regresi dengan varian yang tidak sama. berarti dalam model penelitian ini tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. yaitu kurs.897101 Probability Probability 0. Adanya korelasi antara .640012 0. Pengujian terhadap ada tidaknya heteroskedastisitas dalam model empirik di lakukan dengan uji LM ARC. sehingga penaksir OLS tidak efisien baik dalam sampel kecil maupun besar (tapi masih tidak bias dan konsisten).547774 Sumber : E-views. sehingga tidak ada multikolinearitas. 3) Uji Autokorelasi Autokorelasi adalah korelasi yang terjadi diantara anggota-anggota dari serangkaian pengamatan yang tersusun dalam rangkaian waktu (seperti pada data time series) atau yang tersusun dalam rangkaian ruang (Gujarati. Tabel 4. PDB.14 Uji Heteroskedastisitas White Heteroskedasticity Test: F-statistic Obs*R-squared 0. inflasi da cadangan devisa diperoleh nilai R2 lebih kecil dari R2a (regresi awal). berarti bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. 1995). Kriteria pengujian adalah dengan membandingkan nilai Obs*R squared < x2 tabel. data diolah Dari tabel tersebut terlihat bahwa Obs*R squared dengan nilai 8.897101< x2 tabel 15.bebas sebagai variabel dependen.

338606 (tidak signifikan) berarti model terhindar dari masalah autokorelasi. jika probabilitas > model terhindar dari masalah autokorelasi.915700 Probability Probability 0.915700 < 15. Disamping itu juga dapat kita lihat dari probabilitasnya.338606 . Ini berarti setiap kurs naik sebesar 1 rupiah.405944 0. berarti bahwa tidak terjadi masalah autokorelasi.variabel gangguan sehingga penaksir tidak lagi efisien baik dalam sampel kecil maupun sampel besar. Tabel 4. maka impor Indonesia dari Amerika . Intepretasi Ekonomi a. Pengujian dilakukan dengan metode Breusch-Godfrey Test. 3. berarti dalam model penelitian ini tidak terjadi masalah autokorelasi. Pengaruh Kurs Terhadap Impor Dari Amerika Serikat Kurs berpengaruh signifikan terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat pada tingkat sigifikasi 5% dengan probabilitas 0. maka tidak signifikan. data diolah Dari hasil autokorelasi diketahui bahwa (n-p)ObsR squared (R2) dengan nilai 0. dengan kriteria pengujian sebagai berikut: jika BG(n-p)*R2 < x2 tabel.507.05 yaitu sebesar 0.0557151. maka Sumber : E-views.0008 dan koefisien sebesar -0.722392 0. 15 Uji Autokorelasi Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test: F-statistic Obs*R-squared 0. Dilihat dari probabilitasnya juga lebih besar dari 0.

Hal ini sesuai penelitian dari Dani Rustyaningrum tahun 2004 yang menyatakan bahwa variabel PDB tidak berpengaruh secara sigifikan . 1997 :147) Semakin tinggi nilai kurs (nilai mata uang sendiri turun relatif terhadap valuta asing) maka menyebabkan harga produk ekspor menjadi semakin murah di mata buyer luar negeri (importir).0536 dan koefisien sebesar 0. Dari sisi eksportir.245889. naiknya nilai kurs (nilai mata sendiri turun relatif terhadap valuta asing) akan meningkatkan produksi akibat keuntungan yang semakin meningkat karena rupiah yang diperoleh lebih besar sehingga mendorong peningkatan ekspor. Hal ini karena impor Indonesia dari Amerika Serikat merupakan impor bahan penyangga konsumsi (buffer stock) dan sebagian besar merupakan impor barang konsumsi rumah tangga. Hal ini sesuai hipotesa bahwa kurs dan impor memiliki hubungan yang berbalikan (Nopirin. Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa PDB riil berpengaruh secara positif terhadap permintaan impor.. Pengaruh PDB terhadap impor PDB riil memiliki pengaruh yang tidak signifikan pada tingkat signifikansi 5% yaitu sebesar 0.05594. b. Intinya depresiasi menyebabkan ekspor naik dan impor akan turun dan sebaliknya.Serikat akan turun sebesar 0. Sehingga impor barang konsumsi akan tetap dilakukan meskipun PDB yang mencerminkan pendapatan nasional mangalami kenaikkan atau penurunan.

yaitu dengan probabilitas sebesar 0,3592. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dani Rustyaningrum tersebut, PDB tidak berpengaruh signifikan karena pada uji asumsi klasik, terjadi masalah

heteroskedastisitas. Selain itu penelitian dari Sigit Yunianto (2003) juga menunjukkan bahwa variabel PDB juga tidak berpengaruh signifikan terhadap impor dalam jangka panjang. Dalam penelitian tersebut, ditemukan besarnya probabilitas untuk variabel PDB adalah sebesar 0,092 yang berarti tidak signifikan pada tingkat α = 5%. c. Pengaruh inflasi terhadap impor Inflasi memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat dengan probabilitas 0,2283 pada tingkat signifikasi 5%. Temuan empirik yang menunjukkan

bahwa inflasi dalam negeri tidak berpengaruh terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat karena impor dari Amerika Serikat sebagian masih memiliki kadungan ekspor yang berasal dari Indonesia sendiri. Selain itu, impor dari Amerika Serikat sebagian besar adalah bahan penyangga konsumsi dan faktor produksi yang industry dalam negeri tidak mampu menyediakan barang- barang tersebut. Sehingga pada saat inflasi tinggi permintaan impor dari Amerika Serikat masih cukup tinggi.

d. Pengaruh cadangan devisa terhadap impor Cadangan devisa memiliki pengaruh yang signifikan terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat pada tingkat signifikansi 5% yaitu sebesar 0.0400 dengan koefisien sebesar 0.503919. ini berarti setiap kenaikan cadangan devisa 1 juta US$, maka permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat akan meningkat sebesar 0,530535. Hal ini berarti sesuai dengan hipotesa yang menyatakan bahwa cadangan devisa berpengaruh signifikan terhadap impor.

BAB V PENUTUP

Dari hasil pengujian secara empiris pada penelitian ini yaitu pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, sebagai penutup akan disajikan kesimpulan dan memberikan beberapa saran sebagai berikut : A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan pada bab- bab sebelumnya mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat tahun 1985- 2009, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Variabel independen kurs mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat dengan probabilitas 0,0008 pada tingkat signifikansi 5 persen. Hal ini menunjukkan bahwa variabel kurs berpengaruh secara nyata terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat periode 1985 sampai 2009. 2. Variabel independen PDB riil menunjukkan probabilitas yang tidak signifikan pada tingkat signifikansi 5 persen yaitu sebesar 0.0536. Ini menunjukkan bahwa variabel PDB riil tidak berpengaruh secara nyata terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat pada tahun 1985 sampai 2009. 3. Variabel independen inflasi mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat pada tingkat

B.saran sebegai berikut : 1. Saran Berdasarkan penelitian di atas.barang penyangga konsumsi. Salah satu impor yang terbesar dari Amerika Serikat adalah kapas. Impor Indonesia dari Amerika Serikat rata. Pemerintah seharusnya bisa mengatasi hal ini karena Indonesia adalah negara dengan luas lahan pertanian dan perkebunan yang luas.rata terus meningkat meskipun peningkatan tidak terlalu besar. Dengan penduduk yang besar dan juga keterbatasan industry dalam negeri untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Impor Indonesia dari Amerika Serikat dari tahun 1985 sampai 2009 rata. Seharusnya pemerintah dapat menjadikan ini sebagai modal berharga .signifikansi 5 persen yaitu sebesar 0. Hal ini menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh secara nyata terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat pada tahun 1985 sampai 2009.rata merupakan barang. maka impor di Indonesia menjadi sesuatu yang sangat penting. dapat dikemukakan saran.04000 Hal ini menunjukkan bahwa variabel cadangan devisa berpengaruh secara nyata terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat pada tahun 1985 sampai 2009. Variabel independen cadangan devisa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perintaan impor Indonrsia dari Amerika Serikat pada tingkat signifikansi 5% sebesar 0. mesin industry. 4.2283. Impor Indonesia dari Amerika Serikat dipengaruhi oleh impor periode selanjutnya.

Indonesia menerapkan sistem nilai tukar mengambang bebas pada periode 1997 hingga sekarang yang artinya pemerintah tidak mencampuri tingkat nilai tukar sama sekali sehingga nilai tukar diserahkan pada permintaan dan penawaran valuta asing. Penerapan sistem ini dimaksudkan untuk mencapai penyesuaian yang lebih berkesinambungan pada posisi keseimbangan eksternal. akan tetapi pemerintah harus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sehingga dapat memperlancar perdagangan internasional khususnya. Variabel kurs atau nilai tukar yang berpengaruh signifikan pada tingkat signifikansi 5 persen. Oleh karena itu pemerintah harus mengambil kebijakan fiscal kombinasi atau exchange rate (Nopirin.. Jadi meskipun kurs kita adalah mengambang bebas. 1997:197).untuk menghasilkan kapas sehingga mengurangi impor kapas ini dari Amerika Serikat.2009. Untuk itu pemerintah harus mencapai keseimbangan internal dan eksternal dengan cara mengkombinasikan antara kebijakan moneter dan kebijakan fiscal. 3. Cadangan devisa diperlukan dalam menjaga kestabilan ekonomi nasional. Cadangan devisa dikatakan aman apabila mencukupi kebutuhan impor dalam negeri setidaknya dalam jangka 3 bulan Dalam Penelitian ini. Dalam penelitian ini berarti kurs berpengaruh secara nyata terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat tahun 1985. cadangan devisa berpengaruh posotif dan nyata terhadap impor Indonesia Indonesia pada umumnya dan impor . 2.

Akan tetapi perlu digaris bawahi bahwa untuk meningkatkan cadangan devisa tidak perlu kembali berhutang sepeti yang telah dilakukan pemerintah di akhir periode 2009 yang lalu yaitu dengan pinjaman dari IMF sebesar US$ 2. . Jepang dan Korea. Untuk itu.2009. pemerintah harus tetap menjaga kestabilan cadangan devisa diantaranya melalui peningkatan nilai Bilateral Swap Arrangement (BSA) dalam kerangka kerjasama ASEAN dan Cina.7 miliar karena bagaimanapun hutang dibayar. Lebih baik pemerintah lebih focus untuk meningkatkan komoditas.komoditas utama untuk meningkatkanekspor yang nantinya akan berdampak ke neraca pembayaran dan akhirnya akan meningkatkan cadangan devisa.dari Amerika Serikat tahun 1985.

2004. Handayani. BPS Kota Surakarta. Dinas Penerangna Amerika Serikat.Jakarta : Salemba Empat. Garis Besar Ekonomi Amerika Serikat. Jurnal : Fe. Teknik Perdagangan Luar Negeri. McEachern. Nota Keuangan Bank Indonesia.Faktor Yang Mempengaruhi Impor Non Migas Indonesia Dari Jepang Periode 1995.1 – 2005. 1996. Teori Makro Ekonomi. Dumairy. Insukindro. Jakarta : PT Rajagrafindo Indonesia. Jakarta : PPM _____________. Transaksi Ekspor Impor. 2001. Edmund Curry. . FE UNS : Skripsi. 2002. 1994. Jakarta : Erlangga. Skripsi : FE UNS.DAFTAR PUSTAKA Amir M. BI. 2007. 1997.1.Memahami Ekonomi Internasional. Hutabarat.Jakarta : Ghalia Indonesia. Jakarta : Erlangga. Jakarta : Erlangga.2003. Gregory. Cessilia Dupi Saraswati. Jefferey. N. Analisa Impor Indonesia. Jakarta : United States Information Service. Damodar Gujarati.Faktor Yang Mempengaruhi Impor Indonesia Dari Jepang. Perekonomian Indonesia. Jakarta : Erlangga.UII. Jakarta : PPM. S. R. Ekonometrika Dasar. 2003. 2003. Eko Atmaji. Yogyakarta : BPFE UGM. Faktor. 2003. Ekonomi Makro. 2004.Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Impor Barang Konsumsi di Indonesia Tahun 1990. BPS : Indonesia. Korespondensi Memasuki Pasar Impor. Hamdy Hady. Hall Hill. Skripsi : FE UNS. 2000. 2004. Ekonomi Indonesia. 2009. Menkiw.4. Faktor. Ekonomi Internasional. Dani Rustyaningsih.4. Jakarta : PPM. BI : Indonesia. Statistik Indonesia. Analisa Faktor. 2003. Ekonometrika Dasar. berbagai edisi. 1997.

BI (Bank Sentral Republik Indonesia). 1995. Ekonomi Internasional. Jakarta : PAU FE UI dan Harapan Collins Publisher. 2002. www. Jakarta : Bank Indonesia. Sigit Yunianto. Tulus Tambunan. 2001. Teori Mikro Ekonomi. Jakarta : Pt Graha Grafindo. Situs resmi Bank Indonesia www.bi. Sri Isnowati. Skripsi : FE UNS. Krugman.go.id. Jakarta : Erlangga. Makro Ekonomi.kadin-indonesia. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Amerika: Pendekatan Moneter 1987. Klinderberger. Dominick. Jurnal Ekonomi Bisnis : STIE Sitkubang Semarang. Statistik Keuaangan dan Ekonomi Indonesia berbagai edisi. Sadono Sukirno. Paul dan Maurice Obstfeld.or. Samuelsen. 2007.com . Salvatore. Perekonomian Indonesia. 2002. Surakarta: Fakulata Ekonomi UNS. 1995. Charles P. Nilai Kurs Rupiah. Ekonomi Internasional. Jakarta : Penerbit Aksara Baru. Jakarta :Indonesia.1999.bps. Jakarta : Pusat Pelatihan dan Studi Kebanksentralan BI. Jakarta : Erlangga. Jakarta : Ghalia Indonesia.2 .id. Ekonomi Internasional kebijakan dan Teori. Siti Aisyah Tri Rahayu. Modul Laboratorium Ekonometrika.kompas. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Dan Cadangan Devisa Terhadap Permintaan Impor Indonesia Jangka Pendek dan Jangka Panjang. Pery Wijaya. R. Penanaman Modal Asing (PMA). 1994. Laporan Keuangan BI berbagai edisi. Analisa Pengaruh Produk Domestik Bruto. 2004.go.id www. Yogyakarta : BPFE.Nopirin. Situs resmi Badan Pusat Statistik www. Pengantar Teori Makro Ekonomi.1. Paul A dan Nordhaus D William. 2003.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful