1

bab i

kedudukan dan fungsi bahasa indonesia

standar kompetensi: memahami kedudukan dan fungsi bahasa indonesian
kompetensi dasar : a. memahami hakikat kedudukan bahasa indonesia b.
memahami fungsi bahasa indonesia

indikator:
1, memahami bahasa indonesia sebagai bahasa nasional
2. memahami bahasa indonesia sebagai bahasa negara
3. menielaskan bahasa indonesia sebagai lambang kebanggan ansional
4. memahami bahasa indonesia sebagai lambang identitas nasional
5. menielaskan bahwa bahasa indonesia sebagai pemersatu berbagai suku bangsa di
indonesia
6.memahami bahasa indonesia sebagai alat penghubung antar daerah dan budaya

tuiuan
1. melalui membaca intensiI, mahasiswa dapat memahami bahasa indonesia sebagai
bahasa nasional dengan benar
2. melalui diskusi, mahasiswa dapat memahami Iungsi bahasa indonesia sebagai bahasa
negara dengan tepat
3. setelah mendengarkanpenielasan pengaiar, mahasiswa dapat bahwa bahasa indonesia
sebagai lambang kebanggaan nasional
4. melalui diskusi, mahasiswa dapat menielaskan bahwa bahasa indonesia sebagai
lambang identitas nasional dengan tepat
5. setelah melakukan diskusi, mahasiswa dapat menielaskan bahasa indonesia sebagai
pemersatu berbagai suku bangsa di indonesia.
6. setelah diskusi dan tanya iawab, mahasiswa dapat memahami bahasa indonesia sebagai
alat penghubung antar daerah dan budaya dengan benar.,
2



1.1 kedudukan bahasa indonesia
bahasa adalah alat komuniksi yang memungkinkan teriadinya komunikasi dua arah.
di indonesia banyak bahasa, yang kemudian dikenal sebagai bahasa daerah seperti bahasa
iawa, bahasa madura, bahasa bali, bahasa sunda, bahasa bugis dan sebagainya. bahasa-bahasa
itu merupakan alat komunikasi etnis. bahasa iawa merupakan alat komunikasi etnis iawa,
bahasa madura merupakan alat komunikasi etnis madura, bahasa sunda merupakan alat
komunikasi etnis sunda, demikian iuga bahasa-bahasa daerah yang lain. nama bahasa itu
diambil dari nama etnis pemakainya. namun dekian sampai pertengahan tahun 1928 tidak
pernah dikenal dan muncul istilah 'bahasa indonesia¨.
istilah bahasa indonesia itu sendiri baru muncul menielang lahirnya sumpah pemuda
28 oktober 1928. pada tanggal 28 oktober 1928 berbagai organisasi pemuda berikrar bahwa
'kami poetera dan poeteri indonesia menioenioeng bahasa persatoean bahasa indonesia¨ .
seiak itu bahasa indonesia yang berasal dari bahasa melayu mulai dikenal dan berkembang
dengan pesta. hal itu dapat ditandai dengan perkembangan sastra indonesia. sebelum tahun
1928 pengarang sastra indonesia terbatas orang-orang yang berasal dari sumatra, seperti
marah rusli, abdulmuis, muhammad yamin, rostam eIIendi, merari siregar dan lain-lain. bagi
pengarang-pengarang itu bahasa melayu adalah bahasa ibu. sedang bagi orang di luar sumatra
(melayu), bahasa melayu mrupakan bahasa asing. pengaruh sumpah pemuda terhadap
perkembangan bahasa indonesia dapat ditandai dengan munculnya pengarang-pengarang dari
luar sumatra pasca sumpah pemuda, seperti kehadiran i gusti nyoman panii tisna, y.e.
tatengkeng dan pengarang lainnya.
kedudukan bahasa indonesia dengan ielas dinyatakan dalam uud `45 bab xv pasal 36
yang menyatakan bahwa 'bahasa negara ialah bahasa indonesia¨. dalam kondisi masyarakat
yang multi etnis, dan multi bahasa etnis, memang diperlukan bahasa yang dapat meniadi alat
komunikasi dan mempersatukan multi etnis itu. dalam hal ini sesuai dengan bab xv pasal 36
bahasa indonesia media komunikasi dan pemersatu antar etnis tersebut. ketiadaan bahasa yang
dapat meniadi media komunikasi antar etnis di suau negara dapat menimbulkan kestabilan
negara itu sendiri. menurut samsuri (1985:27-28) banyak negara yang telah merdeka secara
3
polisitik bertahun-tahun, tetapi masih belum dapat mengatasi ahasa nasionalnya. di philipina,
meskipun secara resmi telah dinyatakan ahwa ahasa tagalog sebagai bahasa nasional,banyak
orang yang memakai bahasa inggrsis sebagai bahasa resmi. di malaysia meskipun seiak tahun
1967 telah dinyatakana bahasa melayu seagai bahasa resmi, iustru ahasa inggris yang
mendapat tempat lebih baik. di kenya, masyarakat tidak mau membaca literatur yang ditulis
bukan bahasa dialeknya.
istilah ¨bahasa indonesia¨ itu sendiri sebenarnya belum lama muncul di indonessia,
bahkan di dunia. dibanding dengan bahasa lain seperti bahasa iawa, bahasa inggris, bahasa
sansekerta. keberadaan bahasa indonesia baru muncul sekitartahun 1928, saat
dikumandangkan sumpah pemuda 28 oktober 1928. sumpah pemuda tahun 1928 yang berisi
pengakuan bahwa bahasa indonesia adalah bahasa nasional kita, merupakan langkah pertama
yang menentukan di dalam garis kebiiaksanan mengenai bahasa nasional kita. demikian iuga
undang-undang dasar1945, bab xv, pasal 36 yang menyatakan bahwa ¨bahasa negara adalah
bahasa indonesia¨, memberikan dasar yang kuat bagi pemakaian bahasa indonesia sebagai
bahasa penghubung pada tingkat nasional, dan bahasa resmi kenegaraan (halim, 1984:15-16).
bahasa indonesia mempunyai peran yang sangat penting di dalam negara kesatuan republik
indonesia, karena bahasa indonesia telah mempersatukan bangsa di wilayah negara kesatuan
republik indonesia. pada kenyataannya. bahasa indonesia dipakai di seluruh indonesia, di
daerah-yang berbeda-beda latar belakang kebahasaan, keudayaan dan kesukuannya, dan di
dalam lapisan masyarakat yang berbeda-beda pula latar belakang pendidikan serta
kepentingannya (halim, 1979:39). sesuai dengan isi undang-undang dasar 1945, bab xv, pasal
36, dan kenyataan yang ada, bahasa indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional dan
ahasa negara. sesuai dengan bab xv pasal 36 uud `45 yang menyatakan bahwa 'bahasa negara
adalah bahasa indonesia¨, dengan sendirinya bahasa indonesia berkedudukan sebagai bahasa
nasional dan bahasa negara. bangsa indonesia yang terdiri atas berbagai etnis yang tersebar di
seluruh wilayah indonesia memerlukan bahasa nasional sebagai alat komunikasi antar etnis,
dan perlu bahasa untuk menialankan pemerintahan sehari-hari.yaitu bahasa negara.

.2 fungsi bahasa indonesia sebagai bahasa nasional
sesuai dengan isi sumpah pemuda 28 oktiober 1928 dan uud 1945 bab xv pasal 36,
bahasa indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional. di dalam kedudukannya sebagai
4
bahasa nasional, bahasa indonesia berIungsi sebagai (1) lambang kebanggaan kebangsaan, (2)
lambang identitas nasional, (3) alat yang memungkinkan penyatuan berbagai-bagai suku
bangsa dengan latar belakang social budaya dan bahasanya masing-masing ke dalam kesatuan
kebangsan indonesia, dan (4) alat perhubungan antardaerah dan antarbudaya.
bahasa indonesia sebagai lambang kebanggaan kebangsaan hendaknya disadari oleh
setiap bangsa indonesia. tidak setiap bangsa mempunyai bahasa yang dapat mempersatukan
penduduknya. philipina misalnya, meskipun secara resmi bahasa tagalog dinyatakan sebagai
bahasa nasional, dalam praktiknya masyarakatnya iustru memakai bahasa asing, bahasa
inggris untuk berkomunikasi dalam tingkat nasional. bahasa indonesia meniadi kebanggaan
bangsa karena bahasa indonesia merupakan produk budaya bangsa.
bahasa indonesia sabagai lambang identitas nasional hendaknya disadari oleh
bangsa indonesia. setiap bangsa memerlukan identitas diri yang bernilai positiI. identitas yang
positiI akan menimbulkan citra positiI pula di mata dunia. sebaliknya, identitas negatiI
meinmbulkan citra yang negatiI pula. identitas negara peniaiah bagi beberapa negara barat
menimbulkan kesan yang negatiI. bahasa indonesia sebagai identitas nasional bagi bangsa
indonesia menimbulkan citra positiI bagi bangsa indonesia. dengan Iungsi bahasa indonesia
sebagai lambang identitas nasional, bangsa indonesia dapat dikenal oleh bangsa asing salah
satunya dari identitas bahasa yang dipakai.
bahasa indonesia sebagai alat yang memungkinkan penyatuan berbagai-bagai suku
bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing ke dalam
kesatuan kebangsaan indonesia. indonesia adalah negara yang luas dengan penduduknya yang
multi suku bangsa. setiap suku bangsa mempunyai bahasa dan budaya yang berbeda dengan
suku bangsa yang lain. dari segi ragam budaya, hal itu merupakan suatu keunggulan
tersendiri. tetapi dengan bahasa yang berbeda-beda dapat menimbulkan masalah dalam
berkomunikasi, karena antar suku bangsa tidak saling memahami bahasa suku bangsa yang
lain. oleh karena itu diperlukan suatu bahasa yang dapat menyatukan seluruh suka bangsa di
indonesia ini. bahasa yang dapat menyatukan suku bangsa di indonesia adalah bahasa
indonesia. hal itu berarti bahwa bahasa daerah tidak diperlukan lagi. bahasa daerah sebagai
kekayaan budaya suku bangsa harus tetap dipertahankan.
bahasa indonesia sebagai alat perhubungan antar budaya dan antar daerah
mempunyai peranan penting. latar belakang sosial budaya dan latar belakang kebahasaan
5
nyang berbeda-beda itu tidak pula menghambat adanya perhubungan antar daerah dan antar
budaya (halim, 1979:51). berkat adanya bahasa nasional, kesalahpahaman akibat perbedaan
latar belakang sosial budaya dan bahasa tidak perlu teriadi.

secara umum, Iungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. namun secara
politis bahasa mempunyai kedudukan yang vital dalam suatu negara, karena bahasa itu
mempunyai beberapa Iungsi di samping Iungsi komunikasi. bahasa indonesia seagai
bahasa nasional mempunyai beberapa Iungsi sebagai berikut:
(1) sebagai lambang kebanggaan nasional
(2) sebagai lambang identitas nasional
(3) sebagai alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan
latar belakang sosial, budaya, dan bahasa ke dalam kesatuan bangsa
indonesia
(4) alat penghubung antar daerah dan antar budaya

.2. bahasa indonesia sebagai lambang kebanggaan nasional
apabila kita bandingkan dengan kondisi beberapa negara seperti malaysia, philipina,
india, kenya kita pantas berbangga mempunyai bahasa nasional bahasa indonesia. akibat
banyaknya bahasa daerah di indonesia, sering kita tinggal di tempat yang hanya dipisahkan
selat atau gunung, bahasanya sudah berbeda dan saling tidak mengerti bahasa yang dipakai
kedua daerah yang dibatasi oleh gunung atau selat itu. iawa dan madura serta iawa an bali
hanya dibatasi oleh selat, namun masing-masing memiliki ahasa yang berbeda. iawa dan
sunda merpakan daerah yang hampir tanpa pembatas laut atau gunung, namun memiliki
bahasa yang bereda pula.
sudah sepantasnyalah kita bangga dengan bahasa indonesia. beberapa negara besar
di dunia ini, meskipun negara adikuasa, ada yang tidak mempunyai bahasa sendiri. amerka
dan australia yang mendiami dua benau besar itu hingga sekarang masih memakai bahasa
inggris. di masyarakat dunia tidak dikenal bahasa amerika atau bahasa australia.

.2.2 bahasa indonesia sebagai lambang identitas nasional
6
bangsa yang besar adalah bangsa yang mempunyai identitas yang kuat. identitas itu
dapat berupa bahasa, teknologi, agama, ataupun budaya yang lain. bangsa yang besar dapat
ditandai pula dengan pengaruh bahasanya yang besar terhadap bangsa lain. bahasa inggris,
bahasa arab, bahasa perancis, bahasa ierman, merupakan identitas bagi masing-masing bangsa
pemilik bahasa itu. mereka semua dadalah bangsa yang besar yang bahasanya banyak
dipelaiari oleh bangsa lain.
dengan semakin berkembangnya bahasa indonesia akan memperkuat identitas
nasional. oleh karena itu apabila bahasa indonesia sebagai lambang identitas nasional, harus
disertai upaya untuk pengembangan bahasa indonesia bagi semua warga negara indonesia.

.2.3 bahasa indonesia sebagai alat penyatuan bangsa
indonesia termasuk negara yang unik, terdiri atas ribuan pulau besar dan kecil,
bermacam etnis, dan agama, dan bahasa. keberadaan selat, laut, dan gunung-gunung
mengisolasi daerah-daerah tertentu, sehingga memungkinkan daerah itu mengalami
perkembangan tersendiri, yang terpisah dengan daerah luar. demikian pula perkembangan
bahasa yang mereka miliki. dengan bahasa yang berbeda-beda bangsa ini akan sulit bersatu,
karena untuk bersatu memerlukan kesamaan paham. kesamaan paham itu akan dapat tercapai
apabila ada satu bahasa yang dapat mewakili bahasa-bahasa daerah itu. hadirnya beragai
macam bahasa yang dimiliki masing-masing etnis memerlukan satu bahasa yang dapat
meniembatani komunikasi antar etnis itu. dalam hal ini bahasa indonesia-lah yang mampu
meniembatani dan mewakili keberadaan berbgai macam bahasa daerah di indonesia.
tidak dapat dipungkiri masih banyak masyarakat, terutama masyarakat pedalaman
yang buta bahasa indonesia. namun harus diakui bahwa dewasa ini bahasa indonesia
berkembang dengan pesat, bahkan ada geiala yang tidak diinginkan, yaitu menggeser
kedudukan bahasa daerah. idealnya, bahasa daerah dan bahasa indonesia berkembang bersama
berdampingan menialankan Iungsinya masing-masing. namun dominasi bahasa indonesia
terhadap bahasa daerah sulit dihindari. dengan semakin maiunya dunia pendidikan, iptek, dan
media massa maka masyarakat pedalaman akan semakin memahami bahasa indonesia, karena
hal itu akan merupakan kebutuhan. bahasa indonesia akan meniadi penyatu berbagai suku
bangsa dengan latar belakang sosial, budaya, agama, dan bahasa daerah yang berbeda.

7
.2.4 bahasa indonesia menjadi alat penghubung antar daerah dan antar budaya
Iungsi bahasa indonesia sebagai penyatu berbagai suku bangsa dengan sendirinya
bahasa indonesia meniadi alat pnghubung antar daerah dan antar budaya. bab xv pasal 36 uud
`45 meniadi dasar hukum Iungsi bahasa indonesia. negara indonesia wilayahnya yang
terpisah-pisah oleh laut. hal itu meniadikan hambatan untuk bernteraksi. akibatnya tiap-tiap
daerah mengembangkan kebudayaannya sendiri (termasuk bahasa) sesuai dengan geograIis
daerah mereka. oleh karena itu indonesia mempunyai beraneka ragam budaya. dengan
keragaman budaya dan daerah-daerah yang terpisah oleh laut, diperlukan alat penghubung
antar daerah dan antar budaya. bahasa indonesia-lah satu-satunya bahasa di indonesia yang
dapat meniadi alat penghubung antar daerah dan antar budaya itu.

.3 fungsi bahasa indonesia sebagai bahasa negara
di dalam kedudukannya seebagai bahasa negara, bahasa indonesia berIungsi
sebagai (1) bahasa resmi kenegaraan, (2) bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan,
(3) alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan serta pemerintahan, dan (4) alat pengembangan kebudayaan dan pemanIaatan
illmu pengetahuan serta teknologi modern.

bahasa indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan meniadi bahasa yang dipakai
dalam situasi resmi kenegaraan baik bahasa lisan maupuin bahasa tulis. dalam kegiatan yang
bersiIat kenegaraan seperti dalam pidato, upacara, surat-menyurat dan dokumen negara
memakai bahasa indonesia. halim (1979:53) menyatakan bahwa untuk melaksanakan
Iungsinya sebagai bahasa resmi kenegaraan dengan sebaik-baiknya, pemakaian bahasa
indonesia di dalam pelaksanaan administrasi pemerintahan perlu senantiasa dibina dan
dikembangkan, penguasaan bahasa indonesia perlu diiadikan salah satu Iaktor yang
menentukandi dalam pengembangan ketenagaan seperti penerimaan karyawan baru,
kenaikan pangkat baik sipil maupun militer, dam pemberian tugas-tugas khusus baik di dalam
maupun di luar negeri.
bahasa indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan telah
diterapkan di lembaga-lembaga pendidikan seluruh wilayah indonesia. di daewra-daerah
yang penguasaan bahasa daerah dominan, sampai tahun ketiga pada pendidikan dasar
8
diperkenankan memakai bahasa daerah. pada usia sampai tahun ketiga pendidikan dasar,
anak-anak di daerah, terutama daerah pedalaman, kebanyakan anak hanya menguasai bahasa
ibu.
bahasa indonesia sebagai alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan, mempunyai peranan penting
dalam kehidupan bernegara, mengingat bangsa indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa
dengan bahasa yangberagam pula. negara indonesia memerlukan bahasa yang dapat
meniembatani berbagai suku bangsa di indonesia. peran itu dapat dilakukan oleh bahasa
indonesia.
bahasa indonesia sebagai alat pengembangan kebudayaan dan pemanIaatan ilmu
pengetahuan serta teknologi modern. bahasa indonesia bahasa resmi dalam dunia pendidikan.
dengan demikian bahasa indonesia mampu berperan sebagai bahasa ilmu pengetahuan.
bahasa indonesiasebagai bahasa yang mampu berperan sebagai bahasailmu pengetahuan
dengan sendirinya iuga mampu dipakai sebagai alat pengembangan kebudayaan. dengan
demikian bangsa indonesia tidak sepenuhnya terganrtung pada bahasa asing untuk
mengembangkan kebudayaan dan ilmu pengetahuan. bahasa indonesia telah mampu
berperansebagai bahasa ilmu pengetaguan, terbukti banyak buku ilmu pengetahuan yang telah
diteriemahkan ke dalambahasa indonesia. karya ilmiah anak bangsa sebagai karya akhir di
perguruan tinggi seperti skripsi, tesis, disertasi, dapat diwadahi dalam bahasa indonesia.



perlatihan:
1. berdasarkan sumpah pemuda 1928 dan uud 1945, bahasa indonesia berkedudukan penting,
yakni sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. sebutkan dan ielaskan kedudukan
bahasa indonesia sebagai bahasa negara!

2. bahasa indonesia sebagai lambang kebanggaan nasional. buatlah kelompok yang terdiri
atas empat orang! diskusikan mengapa bahasa indonesia sebagai lambang kebanggaan
nasional!

9
3. bahasa indonesia iuga berIungsi sebagai lambang identitas nasional. apakah yang
dimaksud dengan bahasa indonesia sebagai lambang identitas nasional? ielaskan! anda
dapat mendiskusikan dengan kelompok anda!

4. ielaskan pula yang dimaksud bahas indonesia sebagai alat penyatuan bangsa dan sebagai
alat penghubung antar daerah dan antar budaya!











bab ii
ejaan bahasa indonesia yang disempurnakan


standar kompetensi: memahami ejaan dan unsur serapan dalam bahasa indonesia
kompetensi dasar : a. memahami pemenggalan kata dalam bahasa indonesia
b. menerapkan eyd dalam bahasa tulis sehari-hari
c. menguasai penulisn unsur serapan dalam bahasa
indonesia


indikator:
1, memahami kaidah pemenggalan kata dalam bahasa indonesia
2. menguasai penulisan huruI kapital dalam bahasa indonesia.
10
3. memahami penulisan huruI miring dan penulisan kata gabung dalam bahasa indonesia.
4. menerapkan penulisan partikel dan akronim dalam bahasa indonesia.
5. menguasai penulisan lambang bilangan dan tanda baca dalam bahasa indonesia.
6.memahami penulisan unsur serpan dalam bahasa indonesia.

tuiuan
1. melalui membaca intensiI, mahasiswa dapat memahami kaidah pemenggalan bahasa
indonesia dengan benar
2. melalui diskusi, mahasiswa dapat memahami penulisan huruI kapital bahasa indonesia
dengan tepat
3. melalui diskusi, mahasiswa dapat menielaskan penulisan huruI miring dan penulisan
kata gabung dalam bahasa indonesia dengan tepat
4. setelah melakukan diskusi, mahasiswa dapat menielaskan penulisan partikel dan
akronim dalam bahasa indonesia dengan tepat.
5. setelah diskusi dan tanya iawab, mahasiswa dapat memahami lambang bilangan dalam
bahasa indonesia dengan benar.
6. melalui diskusi, nahasiswa mampu menerapkan penulisan unsur serapan dengan benar.



2. dasar pemakaian ejaan bahasa indonesia yang disempurnakan
bahasa yang baik, adalah bahasa yang mempunyai huruI. suatu bahasa paling
tepat ditulis dengan huruI yang dimilikinya. apabila suatu bahasa ditulis dengan huruI
yang ukan huruI miliknya, maka akan timbul masalah. bahasa arab hanya tepat ditulis
dengan huruI arab. bahasa iawa hanya tepat ditulis dengan huruI iawa. bahasa cina hanya
tepat ditulis dengan huruI cina. adanya perbedaan karakter suatu bahasa dengan huruI
bahasa yang lain dapat menimbulkan masalah penulisan.
berbeda dengan bahasa iawa, bahasa indonesia termasuk bahasa yang tidak
mempunyai huruI. eiaan bahasa indonesia bukan eiaan yang khusus diciptakan untuk
bahasa indonesia. eiaan (huruI) dalam bahasa indonesia eiaan yang dipakai oleh banyak
bahasa asing yang lain seperti bahasa inggris, perancis, rusia dan lain-lain. . eiaan itu
11
memakai sistem eiaan Ionemik. artinya setiap bunyi bahasa (Ionem) dalam bahasa
indonesia dilambangkan dalam satu huruI. namun ternyata tidak semua Ionem dalam
bahasa indonesia tertampung dalam huruI latin. ada beberapa bunyi yang tidak dapat
diwakili oleh satu huruI. akibatnya ada beberapa bunyi konsonan yang sebenarnya terdiri
atas satu huruI terpaksa ditulis dalam dua huruI. bunyi konsonan itu seperti berikut ini.


konsonan dua huruI
contoh pemakaian dalam kata
di awal di tengah di akhir
kh khayal akhlak

tarikh
ng ngarai bunga barang
ny nviru banvak -
sy svair isvarat arasv

pemerintah telah menyusun pedoman umum eiaan bahasa indonesia yang
disempurnakan berdasarkan keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan republik
indonesia nomor 0543a/u/1987, tanggal 9 septemer 1987, dicermatkan pada rapat keria
ke-30 panitia keria sama kebahasaan di tugu, tanggal 19-20 desember 1990 dan diterima
pada sidang ke-30 maielis bahasa brunei darussalam-indonesia-malaysia di bandar seri
begawan , tangga 4-6 maret 1991.

2.. pemenggalan kata
pemenggalan kata dimaksudkan untuk memenggal atau memotong kata apabila
kita tidak cukup menuliskan dalam satu larik. pemenggalan kata berkaitan dengan
penulisan, bukan pengucapan (tim penyusun kamus pusat pembinaan dan pengembangan
bahasa, 1999: 1179). pemenggalan kata tidak sama dengan penyukuan kata. prinsip yang
dipergunakan dalam pemenggalan kata adalah prinsip gramatikal dan prinsip ortograIis.
pedoman pemengalan kata telah disahkan dalam rapat keria panitia keria sama
12
kebahasaan di tugu, tanggal 1620 desember 1991 dan sidang ke-30 maielis bahasa
brunei darussalam-indonesia-malaysia di bandar seri begawan, tanggal 4-6 maret 1991.
pemenggalan kata dibedakan antara pemenggalan kata dasar, kata iadian, dan
kata gabung. kesalahan yang sering dilakukan oleh pemakai bahasa indonesia tulis
karena mereka menyamakan pemenggalan kata dasar, kata iadian, dan kata gabung.
keslahan itu iuga disebabkan mereka tidak tahu bahwa kata yang dipenggal adalah kata
dasar atau kata gabung.

2... pemenggalan kata dasar
pemenggalan kata dasar harus dilihat pola kata dasar itu. di dalam bahasa
indonesia ada kata dasar yang di tengahnya terdapat satu vokal yang diapit konsonan, dan
ada pula kata dasar yang di tengah kata terdapat dua vokal yang diapit oleh konsonan.
apabila di tengah kata ada satu vokal yang diapit konsonan, pemenggalan dilakukan
sebelum konsonan yang mengapit pertama. apabila di tengah kata ada dua vokal yang
diapit konsonan, pemenggalan dilakukan di antara kedua vokal. perhatikan contoh
berikut ini!

se.pak (vokal a diapit oleh konsonan p dan k)
kv.kvk
bu.at (vokal u dan a diapit oleh konsonan b dan t)
di dalam bahasa idonesia, baik bahasa indonesia asli maupun unsur serapan
yang di tengah kata ada dua konsonan atau lebih yang diapit oleh vokal, pemenggalan
kata dasar selalu dilakukan di antara konsonan pertama dan kedua. di dalam bahasa
indonesia terdapat 1, 2, 3, dan 4 konsonan yang diapit oleh vokal. bentuk pemenggalan itu
seperti berikut ini.

pemenggalan kata dasar
satu konsonan
diapit vokal
dua konsonan diapit
vokal
tiga konsonan diapit
vokal
empat konsonan
diapit vokal
bu.ku lan.car kom.plek ek.strak
13
a.r ob.ral ,s.tral in.struk.si
t.ba put.ra ban.drek tran.skrip


2....2 pemenggalan kata jadian
pemenggalan kata iadian berbeda dengan kata dasar. pemenggalan kata iadian
dibedakan antara pemenggalan kata berimbuhan dan pemenggalan bentuk gabungan.

2...2. pemenggalan kata berimbuhan
di dalam pemenggalan kata berimbuhan awalan dan akhiran diperlakukan segai
satuan terpisah. untuk memenggal kata berimbuhan harus diketahui dahulu bentuk
dasarnya, karena pola yang sama dalam sebuah kata iadian mungkin mempunyai bentuk
dasar dengan pola yang berbeda. hal itu tampak dalam contoh berikut ini.

kata iadian bentuk dasar pemenggalan
mengaiarkan
mengirimkan
aiar
kirim
meng-a-iar-kan
me-ngi-rim-kan

2...2.2 pemenggalan bentuk gabungan
pemenggalan bentuk gabungan dipenggal lebih dahulu atas satuan-satuannya,
kemudian alternatiI pemenggalan pada satuan-satuan itu. di dalam penulisan,
pemenggalan dilakukan dapat didasarkan pada tempat yang tersedian pada bagian larik
akhir.

bentuk gabungan satuan-satuannya pemenggalan
ekstrakurikuler
bagaimana
bioskop
ekstra-kurikuler
bagai-mana
bio-skop
eks.tra-ku.ri.ku.ler
ba.gai-ma.na
bi-o-skop



14

2...2.3 pemenggalan bentuk tr,ns an eks
bentuk pemenggalan yang sering membingungkan pemakai bahasa indonesia
adalah pemenggalan kata-kata bentuk trans dan eks. kedua bentuk itu ada yang
diperlakukan sebagai bentuk dasar dan ada yang diperlakukan sebagai bentuk kata
gabung. iika trans diikuti dengan bentuk terikat (diperlakukan sebagai bentuk dasar),
pemenggalan dilakukan dengan mengikuti pola kata dasar. iika trans diikuti bentuk bebas
(diperlakukan sebagai kata gabung) pemenggalan dilakukan dengan memisahkan trans
sebagai bentuk utuh. berbeda dengan pemenggalan bentuk eks, bentuk trans sulit
dibedakan antara trans yang diikuti bentuk terikat dengan trans yang diikuti bentuk
bebas. berikut ini contoh pemenggalan bentuk trans yang diikuti bentuk terikatdan trans
yang diikuti bentuk bebas,

trans diikuti bentuk terikat trans diikuti bentuk bebas
tran-sIer
tran-skrip
tran-sla-si
tran-si-si
trans-ak-si
trans-mig-ra-si
trans-Iu-si
trans-por


untuk mengetahui trans diikuti bentuk terikat ata bebas, memang tidak mudah.
untuk itu sebaiknya iika akan memenggal bentuk trans, perlu diperhatikan bentuk
penggalannya, dapat berdiri sendiri ataukah tidak. apabila dapat berdiri sendiri dapat
diidentiIikasi bahwa bentuk trans itu diikuti bentuk bebas. sebagai contoh kata
transmgras dapat dipisah antara trans dan mgras.migrasi ternyata dapat beriri sendiri,
misalnya dalam kalimat 'banyak petani yang tidak mempunyai lahan trensmgras ke luar
iawa¨.
pemenggalan bentuk eks tidak begitu rumit. bentuk eks dapat diseiaiarkan
dengan bentik n atau m. apabila unsur ek dapat diseiaiarkan dengan bentuk in atau m,
pemenggalan dilakukan antara eks dan unsur berikutnya. berikut ini contoh pemenggalan
bentuk eks.
15


ek tidak mempunyai bentuk
sepadan n atau m
ek mempunyai bentuk sepadan n
atau m
ek.spres
ek.strak
ek.strem
ek.spe.ri.men
eks.tern/in.tern
eks.tra/in.tra
eks.pre.siI/im.pre-.siI
eks.trin.sik/in.trin.sik

2...2.4 pemenggalan unsur serapan asing berakhir -sme
pemenggalan unsur serapan asing berakhir -isme dapat dibedakan antara isme
yang didahului oleh huruI vokal dan -isme yang didahului huruI konsonan. pemenggalan
unsur serapan asing yang berakhir isme yang didahului huruI vokal, dilakukan setelah
huruI vokal. pemenggalan unsur serapan asing yang berakhir -isme dan didahului huruI
konsonan dilakukan sebelum huruI konsonan itu, seperti contoh berikut ini.

-sme didahului oleh vocal -sme didahului oleh konsonan
unsur serapan pemenggalan unsur serapan pemenggalan
hinduisme
heroisme
egoisme

hin.du.is.me
he.ro.is.me
e.go.is.me
patriotisme
animisme
iurnalisme
pat.ri.o.tis.me
a.ni.mis.me
iur.na.lis.me

2..2 pemakaian huruf kapital
ada beberapa ienis kesalahan yang sering diiumpai dalam pemakaian huruI
kapital. kesalahan itu pada (1) penulisan huruI pertama gelar kehormatan, keturunan, dan
keagamaan yang diikuti nama orang; (2) penulisan huruI pertama unsur iabatan dan
pangkat; (3) penulisan huruI pertama nama geograIi; (4) penulisan huruI pertama setiap
unsur bentuk ulang sempurna pada nama badan, lembaga pemerintah dan
ketatanegaraan,serta dokumen resmi; (5) penulisan kata penuniuk hubungan kekerabatan;
(6) huruI pertama kata ganti anda; dan (7) penulian akronim.
16
di dalam pedoman eiaan bahasa indonesia yang disempurnakan dinyatakan
bahwa huruI kapital dipakai sebagai huruI pertama gelar kehormatan, keturunan, dan
keagamaan yang diikuti nama orang. hal itu berarti tidak berlaku bagi penulisan gelar
kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang. berikut ini contoh
penulisan gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan.
contoh:
setahun yang lalu mahaputra yamin mendapat gelar kehormatan mahaputra.
setelah sultan hamengkubuwono ix waIat, kedudukan sultan digantikan sultan
yang baru
seorang haii seperti haii tabrani yang suka beramal itu perlu diteladani.
penulisan huruI pertama unsur iabatan dan pangkat perlu mendapat perhatian.
penulisan huruI pertama unsur iabatan dan pangkat ditulis huruI kapital bila diikuti ama
orang.
contoh:
baru satu bulan gubernur soekarwo dilantik meniadi gubernur.
di indonesia, pangkat iendral yang pertama kali disandang oleh iendral
sudirman.

penulisan huruI pertama nama geograIi, penulisan huruI pertama setiap unsur
bentuk ulang sempurna pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan,serta
dokumen resmi, penulisan kata penuniuk hubungan kekerabatan, huruI pertama kata
ganti anda, dan penulian akronim perlu mendapat perhatian. banyak kesalahan yang
diiumpai pada penulisan unsur-unsur itu.berikut ini contoh penulisan yang benar dan
contoh penulisan yang salah.



salah benar
ia menyeberangi selat madura
ia menyeberangi selat
ia menyeberangi selat madura
iamenyeberangi selat
17
undang-undang dasar 45
silakan bapak dan bu duduk!
siapakah nama anda?
ia seorang taruna akabr
undang-undang dasar 45
silakan bapak dan bu duduk!
siapakah nama anda?
ia seorang taruna akabr.

2..3 penulisan kata
penulisan kata dalam eiaan bahasa indonesia yang disempurnakan sudah diatur
demikian rupa, namun masih sering diiumpai beberapa kesalahan yang dilakukan oleh
pemakai bahasa indonesia. penulisan kata dalam eiaan bahasa indonesia yang
disempurnakan dibedakan antara penulisan kata dasar, kata turunan, bentuk ulang,
gabungan kata, kata ganti -ku. -kau. -mu, dan nva. penulisan kata si dan sang, partikel.
kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. iika bentuk dasar berupa
gabungankata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung
mengikuti atau mendahuluinya. bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat
awalan danakhiran sekaligus, unsur gabungankata itu ditulis serangkai.iika salah satu
unsur gabungan kata hanya dipakai sebagai kombinasi, gabungan kata itu ditulis
serangkai. iika kata maha sebagai unsur gabungan diikuti oleh kata esa dan kata yang
bukan kata dasar, gabungan itu ditulis terpisah.
aturan selaniutnya ialah bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan
menggunakan tanda hubung. gabungan kata yang lazim disebut kata maiemuk, termasuk
istilah khusus, unsur-unsurnya ditulis terpisah. gabungan kata, termasuk istilah khusus,
yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian, dapat ditulis dengan tanda hubung
untuk menegaskan pertalian di antara unsur yang bersangkutan.

berikut ini bentuk yang sering ditulis secara salah..

bentuk kata salah benar
kata turunan antar kota
ekstra kurkuer
tuhan maha kuasa.
antarkota
ekstrakurkuer
tuhan mahakuasa
18
tuhan mahaesa tuhan maha esa
gabungan kata dutabesar duta besar
kata ganti iangan kau amb milikku. iangan kauamb milikku.
kata depan baik dsana maupun dsni sama
saia
kemana ia pergi?
baik d sana maupun d sn
sama saia.
ke mana ia pergi
partikel pun apapun yang teriadi, biar pun
berbahaya, kendatipun dilarang,
ia tetap melakukan.
apa pun yang teriadi, biarpun
berbahaya, kendatipun dilarang,
ia tetap melakukan.
partikel per satu persatu karyawan itu
menghadap pimpinan.
kuliah per31 agustus 2009.
beasiswa dierikan perbulan.
satu per satu karyawan itu
menghadap pimpinan.
kuliah per 31 agustus 2009.
beasiswa diberikan per bulan.

2..4 penulisan angka
angka dipakai untuk menyatakan lambang ilangan atau nomor. ada dua macam
angka yang dipakai dalam bahasa indonesia, yaitu angka arab dan angka romawi.
pemakaian angka romawi tidak seproduktiI pemakaian angka arab. pemakaian angka
romawi didasarkan pada huruI, dan hanya lazim digunakan untuk penomoran halaman
depan buku, dan untuk bilangan tingkat.
angka arab : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
angka romawi: i, ii, iii, iv, v, vi, vii, viii, ix, x
berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan lambang
bilangan.

ienis lambang bilangan salah benar
nilai uang rp 1.000.000,00 rp1.000.000,00
satuan waktu pukul 18. 30:15 pukul 18.30.15
bilangan tingkat anak ke 5 anak ke-5
19
anak ke-v anak v
lambang bilangan yang
dapat dinyataan dengan
sau atau dua kata
iumlah siswa 110 orang.

iumlah siswa lima puluh
laki-laki, dan enam puluh
perempuan.
iumlah siswa seratus
sepuluh orang.
iumlah siswa 50 laki-laki,
dan 60 perempuan.
pada awal kalimat 10 0rang mahasiswa
berprestasi mendapat
penghargaan.
dua puluh lima mahasiswa
berprestasi mendapat
penghargaan.
sepuluh orang mahasiswa
berprestasi mendapat
penghargan.
mahasiswa berprestasi yang
mendapat penghargaan 25
orang.

2..5 tanda baca
tanda baca harus dipakai secara cermat.ketidak cermatan pemakaian tanda aca
dapat mengubah makna. hal itu dapat kita lihat pada penulisan nama sunarno s.h. dan
sunarno. s.h. penulisan yang pertama tidak memakai tanda baca koma, sedang peulisan
yang kedua memakai tanda baca koma. panda penulisan yang pertama singkatan s.h.
berarti singkatan nama orang, sedang s.h. yang kedua berarti singkatan dari sariana
hukum.tanda koma pada penulisan itu membedakan antara singkatan nama orang dan
gelar akademik. bentuk kesalahan pada pemakaian tanda baca yang seringdiiumpai seperti
berikut ini.

tanda baca salah benar
tanda titik (.) ikhtisar atau daItar
1.1.
1.2.
nama orang
sb yudoyono
gelar

1.1
1.2

s.b. yudoyono

20
sh (sariana hukum)
a/n (atas nama)
an. (atas nama
d/a
s.h.
a.n. (atas nama)

d.a.
tanda koma gelar akademik
prasetyo utomo m.pd.

prasetyo utomo, m.pd.
tanda seru pergilah ! pergilah!

2.2 pembentukan istilah
yang dimaksud dengan istilah ialah kata atau gabungan kata yang dengan
cermat mengungkapkan konsep, proses, keadaan atau siat yang khas dalam bidang
tertentu. istilah dapat dibedakan antara istilah khusus dan istilah umum. menurut tim
penyusun kamus pusat pembinaan dan pengembangan bahasa istilah khusus ialah istilah
yang pemakaiannya dan/atau maknanya terbatas pada suatu bidang tertentu, sedangkan
istilah umum adalah istilah yang meniadi unsur bahasa yang digunakan secara umum.
misalnya:
istilah khusus istilah umum
vonis ekstra
prasmanan global
debet agenda

ada beberapa sumber yang dapat diiadikan istilah dalam bahasa indonesia, yaitu
kosakata bahasa indonesia, kosa kata bahasa serumpun, dan kosa kata bahasa asing.
syarat kata indonesia yang dapat diiadikan istilah ialah kata umum baik yang lazim
maupun yang tidak lazim, yang memenuhi salah satu syarat yang telah ditentukan.
syarat-syarat itu ialah: (a) kata yang dengan tepat mengungkapkan makna konsep,
proses, keadaan atau siIat yang dimaksudkan; (b) kata yang lebih singkat daripada yang
lain yang beruiukan sama seperti guma dan tumbuhan penggangggu. (c) kata yang tidak
bernilai rasa (berkonotasi) buruk dan sedap didengar, seperti tuna rungu iika
dibandingkan dengan tu.
21
istilah dapat dibentuk dari kosakata bahasa serumpun. kosakata bahasa
serumpun diiadikan sumber istilah apabila di dalam bahasa indonesia tidak ditemukan
istilah yang dengan tepat dapat mengungangkan konsep, proses, keadaan, atau siIat yang
dimaksudkan. bahasa serumpun yang diiadikan sumber istilah baik yang lazim maupun
yang tidak lazim.
misalnya:
gambut (baniar) peat (inggris)
nyeri (sunda) pain (inggris)
bahasa asing dapat diiadikan sumber peristilahan indonesia apabila tidak
ditemukan dalam bahasa indonesia dan dalam bahasa

serumpun. pembentukan istilah baru itu dengan ialan meneriemahkan, menyerap, dan
menyerap sekaligus meneriemahkan istilah asing.
meneriemahkan:
samenwerkng - keriasama
penyerapan:
energy - energi

penyerapan dan peneriemahan sekaligus
subdevision - subbagian
tidak semua istilah asing yang diiadikanistilah baru dalam bahasa indonesia
dengan ialan diteriemahkan, diserap, dan diserap sekaligus diteriemahkan. istilah asing
yang eiaannya betahan dalam banak bahasa iuga dipakai dalamahasa indonesia dengan
syarat diberi garis bawah arau dicetak miring. misalnya kata aegro moderato yang
berarti kecepatan sedang (dalam musik)



perlatihan
. penggallah kata-kata berikut ini sesuai dengan ketentuan pedoman pemenggalan
kata!
22
1. eksperimen 6. IotograIi 11. ekspansi
16. halalbihalal
2. eksponen 7. putra 12. pulau 17. inIrastruktur
3. eksklusiI 8. bioskop 13. survei 18. patriotisme
4. atmosIer 9. transplantasi 14. aerobik 19. ekstrem
5. transmigrasi 10. transaksi 15. audiovisual 20.
transliterasi

ii. penulisan akronim ada yang ditulis dengan huruI besar semua, huruI pertama saia yang
ditulis dengan huruI besar, dan ada yang ditulis dengan huruI kecil semua?.
bagaimanakah aturan penulisan akronim tersebut? ielaskan!


iii.tulis kembali kalimat-kalimat berikut ini dengan eiaan yang benar.!
a. ia membaca buku yang beiudul pengaruh buan romadhon terhadap
perekonoman rakvat dar har ke har.
b. masihkah anda mempunyai bapak dan ibu?
c. seiak dilantik meniadi presiden, presiden megawati tinggal diistana.
d. iangan kau perhatikan keiadian ditempat itu.
e. ia mengendarai mobil dengan kecepatan 2 km permenit
1. nama ilmiah buah manggis ialah .a.na mangortama.
g. bambang prakosa s.t. (sariana teknik) ditempat itu digaii 2 iuta rupiah
perbulan.
h. tuhan maha esa, maha kasih, dan maha mengetahui.
. tepat pukul 12:30.10 w.i.b. acara itu dibuka.
i. dua puluh lima mahasiswa mengadakan bakti sosial ke daerah terpencil.


23
iv.istilah-istilah asing tidak dapat begitu saia masuk ke dalam istilah bahasa indonesia.
bagaimanakah prosedur pemasukan istilah asing ke dalam bahasa indonesia? ielaskan!





bab iii
bahasa baku bahasa indonesia


standar kompetensi: memahami kaidah bahasa baku bahasa indonesia
kompetensi dasar : a. memahami ciri-ciri gramatikal kalimat baku bahasa
indonesia
b. memahami sebab-sebab ketidak bakuan bahasa indonesia


indikator:
1, memahami pengertian bahasa indonesia baku
2. mengidentiIikasi ciri-ciri kalimat baku bahasa indonesia
3. menielaskan kontaminasi dalam bahasa indonesia
4. memahami interIerensi yang teriadi dalam bahasa indonesia
5. memahami laIal yang benar dalam bahasa indonesia baku.


tuiuan
1. melalui ceramah dan tanya iawab, mahasiswa dapat memahami pengertian bahasa
indonesia baku.
24
2. melalui membaca intensiI, mahasiswa dapat mengidentiIikasi ciri-ciri kalimat baku
bahasa indonesia.
3. melalui diskusi, mahasiswa dapat menielaskan peristiwa kontaminasi dalam bahasa
indonesia.
4. setelah melakukan diskusi, mahasiswa dapat memahami interIerensi dalam bahasa
indonesia dengan enar.
5. setelah melakukan diskusi, mahasiswa dapat memahami laIal yang benar dalam bahasa
indonesia baku.



3. pendahuluan
bahasa indonesia baku berbeda dengan bahasa indonesia tak baku. menurut
susilo (1990:1) bahasa indonesia baku sama dengan bahasa indonesia resmi. bahasa
indonesia baku mempunyai beberapa keunggulan. salah satu keunggulan bahasa
indonesia baku ialah seragam untuk seluruh indonesia. dengan demikian bahasa indonesia
tak baku tidak seragam untuk seluruh bahasa indonesia. bahasa indonesia tak baku sama
dengan bahasa indonesia tak resmi. bahasa indonesia tak resmi sama dengan bahasa
indonesia ragam dialek.
bahasa indonesia sebagai bahasa resmi di indonesia mempunyai kedudukan yang
paling tinggi di antara bahasa-bahasa yang ada di indonesia. bahasa indonesia sebagai
bahasa yang dipakai oleh hampir seluruh bangsa indonesia mendominasi pemakaian
bahasa-bahasa di indonesia. bahasa-bahasa di indonesia dapat dibedakan antara bahasa
indonesia dan bahasa 'yang bukan bahasa indonesia¨. bahasa selain bahasa indonesia
iumlahnya banyak sekali di indonesia. bahasa-bahasa ini disebut bahasa daerah, dan
dipakai oleh etnis-etnis sesuai dengan nama bahasa itu. misalnya bahasa iawa dipakai oleh
sebagian besar etnis iawa, bahasa sunda dipakai oleh sebagian besar etnis sunda, bahasa
bugis dipakai oleh mayoritas etnis bugis. pemakaian ini tidak berarti bahwa bahasa daerah
hanya dipakai sebagai alat komunikasi etnis dari bahasa itu, tetapi biasanya iuga dipakai
etnis lain yang bersosialisasi dengan etnis pemakai bahasa itu. misalnya bahasa iawa di
25
pulau iawa iuga dipakai sebagai alat komunikasi oleh etnis di luar iawa yang telah lama
tinggal di pulau iawa.
bahasa indonesia mempunyai posisi yang paling tinggi di antara bahasa-bahasa
lain di indonesia, karena kedudukan bahasa indonesia telah diatur dalam undang-undang
dasar `45. di dalam uud `45 bab xv pasal 36 dinyatakan bahwa bahasa negara adalah
bahasa indonesia. kedudukan bahasa daerah tidak diatur secara eksplisit di dalam uud `45.
bahasa daerah hanya diatur dalam penielasan tentang undang-undang dasar negara
indonesia. di dalam penielasan tentang bab xv pasal 36 uud `45 dinyatakan 'di daerah-
daerah yang mempunyai bahasa sendiri, yang dipelihara oleh rakyatnya dengan baik-baik
(misalnya bahasa iawa, sunda, madura dsb.) bahasa-bahasa itu akan dihormati dan
dipelihara iuga oleh negara. bahasa-bahasa itu merupakan bagian dari kebudayaan
indonesia¨.
bahasa indonesia sebagai bahasa yang dipakai oleh mayoritas bangsa indonesia
terdiri atas beberapa dialek, seperti bahasa indonesia dialek betawi, bahasa indonesia di
alek medan, bahasa indonesia dialek ambon dan sebagainya. gatot susilo membedakan
antara bahasa indonesia resmi dan bahasa indonesia tak resmi. menurut gatot susilo
(1990:1) bahasa indonesia baku bertolak dari bahasa indonesia resmi. bahasa indonesia
resmi adalah bahasa indonesia yang dipakai dalam situasi resmi.
pemakaian bahasa indonesia dapat dibedakan antra bahasa resmi dan bahasa
tidak resmi. bahasa indonesia resmi dipakai dalam situasi resmi seperti di dalam upacara-
upacara, rapat, dalam lembaga pensdidikan dan lain-lain. bahasa indonesia tak resmi
dipakai dalam situasi non-Iormal, atau situasi tak resmi. di dalam situasi tak resmi
masyarakat sering memakai bahasa indonesia dialek. pemakaian dialek ini cenderung
dipengaruhi oleh geograIis etnis masyarakat pemakainya. masyarakat betawi cenderung
memakai bahasa indonesia dialek betawi. masyarakat batak cenderung memakai bahasa
indonesia dialek batak, dan masyarakat minangkabau cenderung memakai bahasa
indonesia dialek minangkabau. moeliono (1988: 3) menyatakan bahwa dialek atau logat
dikenal sebagai ragam daerah. pernyataan moeliono ini menyiratkan bahwa pengertian
dialek cenderung pada pemakaian ragam bahasa pada tempat tertentu.
26
dialek berasal dari bahasa yunani, daektos. menurut meilet dalam ayatrohaedi
(1979:2) xiri utama dialek ialah adanye perbedaan dalam kesatuan dan kesatuan dalam
perbedaan. harimurti kridalaksana memberikan batasan dialek sebagai berikut.
variasi bahasa yang berbeda-beda menurut pemakai; variasi bahasa yang dipakai
oleh kelompok bahasawan di tempat tertentu (÷dialek regional), atau oleh
golongan tertentu dari suatu kelompok bahasawan (÷dialek sosial); atau oleh
kelompok bahasawan yang hidup dalam waktu tertentu (dialek temporal)¨
(kridalaksana, 1982:34).

selaniutnya kridalaksana membagi dialek meniadi empat macam (1982:34),
yaitu dialek regional, dialek sosial, dialek temporal, dan dialek tinggi. dialek regional
adalah dialek yang dipakai oleh masyarakat dalam suatu tempat tertentu, seperti dialek
betawi. dialek sosial adalah suatu dialek dalam kelompok sosial tertentu. dialek temporal
adalah dialek yang dipakai dalam waktu tertentu, seperti bahasa iawa kuno. dialek tinggi
adalah variasi suatu bahasa yang dianggap sebagai standar, dan merupakan dialek yang
dianggap lebih tinggi dari dialek-dialek lain.
robins (1992: 60) memberi batasan tentang dialek, yaitu kesamaan ienis
abstraksi seperti bahasa. tetapi cakupan dialek lebih sedikit penutur, dan lebih mendekati
bahasa sebenarnya yang digunakan oleh penuturnya. iadi dialek merupakan bagian dari
suatu bahasa yang luas, dengan ciri-ciri tertentu sesuai dengan ciri yang disepakati oleh
kelompok regional, sosial, dan temporal. bahasa indonesia dialek betawi adalah bahasa
yang terdapat dalam wilayah betawi, yang secara arbriter kekhasannya disepakati oleh
masyarakat betawi. demikian iuga bahasa iawa kuna adalah bahasa iawa yang secara
temporal pemakaiannya disepakati oleh masyarakat iawa pada saat tertentu, yaitu pada
zaman maiapahit.

3.2 bahasa baku
di samping dialek dikenal pula bahasa baku. bahasa baku merupakan bahasa
yang dianggap mempunyai tempat lebih tinggi daripada dialek. di dalam bahasa indonesia
sering terdengar imbauan agar memakai bahasa indonesia yang baik dan benar. bahasa
indonesia yang baik dan benar adalah bahasa indonesia yang berada di luar dialek
27
regional, maupun sosial, bahasa indonesia yang baik dan benar mencakup daerah yang
sangat luas pemakaiannya, yang dapat menembus daerah dialek regional maupun wilayah
dialek sosial. bahasa indonesia yang baik dan benar merupakan bahasa indonesia yang
standar.
indonesia sebagai negara yang mempunyai banyak bahasa memang memerlukan
bahasa persatuan. di samping bahasa indonesia, di indonesia terdapat banyak bahasa
daerah. masyarakat indonesia yang terdiri dari berbagai etnis biasanya tidak saling
memahami bahasa daerah yang satu dengan bahasa daerah yang lain, kecuali bagi yang
sudah lama berinteraksi dengan bahasa daerah tertentu. di samping bahasa daerah, masih
terdapat banyak dialek di dalam bahasa indonesia. pemakaian berbagai macam dialek
dalam perundang-undangan dan surat menyurat resmi akan dapat menimbulkan
kesalahpahaman, karena ada kemungkinan suatu dialek tertentu tidak dipahami oleh
pemakai dialek yang lain. oleh karena itu penting mempunyai bahasa persatuan dalam
masyarakat bahasa yang mempunyai banyak bahasa seperti di indonesia.
pengertian bahasa baku menurut kridalaksana mengacu pada bahasa standar.
selaniutnya kridalaksana memberi batasan bahasa standar (standard anguage) sebagai
berikut.: 1. ragam bahasa atau dialek yang diterima untuk dipakai dalam situasi resmi,
seperti dalam perundang-undangan, surat-menyurat resmi, berbicara di depan umum, dsb.;
2. bahasa persatuan dalam masyarakat bahasa yang mempunyai banyak bahasa
(kridalaksana, 1982: 21).
sesuai dengan pendapat kridalaksana, sebenarnya bahasa baku iuga merupakan
dialek. bahasa baku merupakan dialek yang mempunyai posisi lebih penting daripada
dialek-dialek yang lain, karena diterima untuk dipakai dalam situasi resmi. di samping itu
bahasa baku dipakai iuga dalam perundang-undangan, surat-menyurat resmi, dan
berbicara di depan umum. dialek yang lain (di luar bahasa baku) kedudukannya tidak
seperti dalam bahasa baku, karena tidak dapat dipakai dalam situasi resmi, perundang-
undangan, surat-menyurat resmi dan berbicara di depan umum. pernyataan kridalaksana
tentang bahasa baku tersebut sesuai dengan pendapat robins.
menurut robins (1992: 67) yang dimaksud dengan bahasa baku ialah 'sebuah
dialek atau suatu kelompok dialek yang banyak persamaannya, yang mempunyai martabat
28
tinggi sebagai bahasa orang terpelaiar di ibu kota atau sebagai suatu kelompok masyarakat
terhormat.

bahasa indonesia yang mempunyai berbagai macam dialek memerlukan sebuah
dialek yang diakui oleh semua penutur berbagai macam dialek tersebut. dialek ini yang
disepakati sebagai alat komunikasi antar penutur berbagai macam dialek tersebut. bahasa
baku dipakai sebagai alat komunikasi lintas dialek, karena dialek yang khas dari suatu
daerah sering tidak dimengerti oleh penutur dialek lain.
robin mengatakan untuk mewakili bahasa baku menurut tradisi dan kebiasaan
diambil dari bahasa kalangan terpelaiar di ibu kota sebuah negara (1992: 60). bahasa kaum
terpelaiar memungkinkan untuk diambil meniadi bahasa baku, karena kalangan terpelaiar
tersebar di seluruh wilayah negara. bahasa kalangan terpelaiar memungkinkan untuk
meniadi bahasa ilmu pengetahuan. di samping itu antara ragam dialek yang satu dengan
dialek yang lain kadang-kadang mempunyai arti yang bertolak belakang. kata sng bahasa
iawa standar mempunyai arti yang bertolak belakang dengan sng bahasa iawa dialek
banyuwangi. sng dalam bahasa iawa standar berarti 'yang¨, sedang sng dalam bahasa
iawa dialek banyuwangi berarti 'tidak¨. kalimat aku sng nus dalam bahasa iawa standar
berarti saya yang menulis` tetapi di dalam bahasa iawa dialek using berarti saya tidak
menulis`. oleh karena itu bahasa baku sebagai bahasa standar sangat diperlukan.
kelompok-kelompok masyarakat tertentu, waktu, dan geograIi memang
cenderung menimbulkan terbentuknya dialek suatu bahasa. oleh karena itu perlu adanya
suatu dialek yang diakui oleh semua kelompok masyarakat. dialek inilah yang disebut
bahasa baku. bahasa baku menurut moeliono (1988: 14) mempunyai empat Iungsi, yaitu:
Iungsi pemersatu, Iungsi pemberi khasan, Iungsi pembawa kewibawaan, dan Iungsi
sebagai kerangka acuan.
bahasa baku diharapkan dapat mempersatukan masyarakat yang terdiri dari
berbagaimacam etnis dan bahasa ataupun masyarakat-masyarakat yang memakai berbagai
macam dialek. di negara-negara tertentu bahasa sering menimbulkan masalah yang dapat
mengganggu stabilitas politik maupun keamanan suatu negara. di philipina, pemakaian
bahasa tagalok sebagai bahasa nasional ternyata menimbulkan kecemburuan bagi
masyarakat di luar suku tagalok (samsuri, 1985: 27). di philipina bahasa tagalok iustru
29
tidak mempersatukan berbagai macam suku dengan berbagai macam bahasa. hal ini
berbeda dengan di indonesia. bahasa melayu yang kemudian meniadi bahasa indonesia,
diakui oleh semua etnis di indonesia untuk diangkat sebagai bahasa resmi, bahasa yang
meniadi alat komunikasi berbagai macam etnis. oleh karena itu bahasa indonesia dapat
berperan sebagai pemersatu.
bahasa baku berIungsi pemberi khasan, berarti bahwa bahasa baku sebagai suatu
dialek yang diakui oleh pemakai berbagai macam dialek mempunyai ciri khas tersendiri
dibanding dialek-dialek yang lain. kekhasan bahasa baku ini dapat diterima oleh pemakai
dialek di luar bahasa baku. bahasa baku berIungsi pembawa kewibawaan, karena adanya
suatu dialek yang diakui oleh seluruh masyarakat di suatu negara dapat menimbulkan
kewibawan di hadapan negara lain. bahasa indonesia baku berbeda dengan bahasa melayu
sdingapura maupun bahasa melayu malaysia. bahasa indonesia baku khas bahasa
indonesia yang dipakai oleh masyarakat terpelaiar di indonesia. bahasa baku meniadi
kerangka acuan, karena bahasa baku mempunyai kaidah dan gramatika yang ielas. bahasa
baku adalah bahasa yang standar, bahasa yang meniadi pedoman.

3.3 bahasa indonesia baku
telah dikemukakan oleh robins (1992: 67) bahwa bahasa baku adalah sebuah
dialek orang-orang terpelaiar di ibukota yang banyak persamaannya sebagai bahasa
kelompok masyarakat terhormat. bertitik tolak dari pendapat robins dapat dikemukakan
bahwa bahasa indonesia baku adalah bahasa indonesia ragam dialek yang mempunyai
martabat tinggi, yang meniadi bahasa orang terpelaiar sebagai bahasa kelompok
masyarakat terhormat di indonesia .
gatot susilo (1990: 1) memberi batasan bahasa indonesia baku seperti berikut:
'bahasa indonesia baku ialah bahasa indonesia yang baik dan benar, bahasa indonesia
yang serius, bahasa indonesia yang tertib, bahasa indonesia yang sangkil, bahasa indonesia
yang resmi, bahasa indonesia yang meniadi ukuran (patokan)¨.
bahasa indonesia baku tidak hanya baik, tetapi harus benar, bahasa yang baik
seperti bahasa yang dipakai dalam karya sastra belum tentu benar. bahasa indonesia baku
merupakan perpaduan antara bahasa yang baik dan benar. pengertian benar dalam bahasa
indonesia baku terutama harus memenuhi kaidah gramatika dalam bahasa indonesia.
30
bahasa indonesia yang tertib harus taat asas, harus konsisten. bahasa indonesia
yang tidak tertib merupakan hasil pelanggaran dari pemakai bahasa. unsur interIerensi
merupakan contoh ketidaktertiban dalam bahasa indonesia. ragam bahasa yang dipakai
penyiar siaran lagu-lagu dalam siaran radio swasta seperti 'terima kasih atas atensinya¨
merupakan contoh ketidaktertiban bahasa indonesia. di dalam bahasa indonesia sudah ada
kata perhatian`, oleh karena itu tidak perlu memakai kata atensi`.
bahasa indonesia yang sangkil adalah bahasa indonesia yang tepat guna. setiap
unsur yang ada di dalam bahasa itu harus mempunyai Iungsi, sesuai dengan Iungsi yang
dikehendaki oleh penutur. pemakaian unsur-unsur yang tidak tepat di dalam suatu kalimat
dapat menimbulkan kesalahpahaman. unsur-unsur itu dapat berupa gramatika, pemakaian
kosa kata, dan pemakaian eiaan di dalam bahasa tulis, serta ketepatan laIal di dalam
bahasa lisan.
bahasa indonesia resmi adalah bahasa indonesia yang dipakai dalam situasi
resmi. yang dimaksud situasi resmi menurut susilo (1990: 1) bahwa bahasa itu mempunyai
taraI reasional, mempunyai siIat kenegaraan, menyangkut kepentingan bangsa
(masyarakat, umum), serius, dipenuhi gagasan (ide, pikiran). dengan syarat-syarat yang
dikemukakan oleh gatot susilo di atas, bahasa indonesia resmi memungkinkan untuk dapat
dipakai oleh seluruh masyarakat indonesia yang terdiri atas berbagai macam etnis dan
bahasa daerah. dalam situasi tidak resmi, bahasa daerah ataupun ragam dialek di luar
ragam dialek baku dapat dipakai oleh masyarakat indonesia. pemakaian bahasa daerah
atau ragam dialek non-baku tersebut iustru akan lebih menimbulkan situasi akrab dan
kekeluargaan, karena ragam dialek non-baku dan bahasa daerah mengandung unsur-unsur
budaya setempat, dan tidak terkesan Iormal. di dalam bahasa iawa misalnya, pemakaian
bahasa iawa di dalam situasi tidak resmi mengandung unsur budaya unggah-ungguh
masyarakat iawa, karena bahasa iawa ragam ngoko. krama. dan krama ngg tidak dapat
diterapkan pada semua orang.
bahasa indonesia mempunyai berbagai macam ragam dialek. adanya berbagai
ragam dialek di dalam bahasa indonesia, perlu adanya satu dialek yang dapat diiadikan
patokan bagi dialek-dialek yang lain. sebagai bahasa orang terpelaiar, bahasa indonesia
baku memungkinkan untuk diiadikan patokan (ukuran) bagi dialek-dialek yang ada di
dalam bahasa indonsia.
31

3.4 ciri-ciri kalimat baku bahasa indonesia
kalimat menurut alwi dkk.. (2000: 311) 'bagian terkecil uiaran atau teks
(wacana) yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara ketatabahasaan¨. susilo (1990: 2)
mengemukakan lima ciri kalimat bahasa indonesia. kelima ciri tersebut ialah: bermakna,
bersistem urutan Irase, dapat berdiri sendiri dalam hubungannya dengan kalimat yang lain,
berieda, dan berakhir dengan berhentinya intonasi (berintonasi selesai). kelima ciri
tersebut adalah ciri umum sebuah kalimat. kalimat yang memenuhi kelima ciri tersebut
merupakan kalimat bahasa indonesia, namun belum meniamin bahwa kalimat itu kalimat
baku. sebagai contoh kalimat 'd tempat tu diadkan pertemuan bag phak vang bertka
d poso.¨ kalimat ini bukan kalimat baku meskipun memenuhi kelima ciri kalimat di atas.
unsur subyek tidak tampak dalam kalimat itu.
ciri-ciri kalimat baku menurut susilo (1990: 4) yaitu: gramatikal, masuk akal,
bebas dari unsur yang mubazir, bebas dari kontaminasi, bebas dari interIerensi, sesuai
dengan eiaan yang berlaku, dan sesuai dengan laIal bahasa indonesia.

3.4. ciri gramatikal
kalimat baku harus gramatikal, yaitu kalimat baku harus memenuhi kaidah yang
ada. kalimat baku bahasa indonesia harus memenuhi kaidah yang berlaku di dalam bahasa
indonesia. kaidah-kaidah tersebut menurut susilo (1990: 4) harus memenuhi tata kalimat
(sintaksis), tata Irase (Irasiologi), tata morIem (morIologi, dan tata Ionem (Ionemik,
Ionologi).
kalimat bahasa indonesia secara gramatika paling tidak harus terdiri atas subiek
dan predikat. kedua unsur tersebut harus dipenuhi. sebuah kalimat mungkin tanpa obiek
atau keterangan, tetapi unsur subiek dan predikat tidak dapat ditinggalkan. unsur subiek
dan predikat merupakan dua unsur yang mempunyai siIat saling ketergantungan. unsur
subiek tidak akan bermakna tanpa predikat, demikian iuga unsur predikat. kalimat george
w. bush kehangan aka untuk menemukan keberadaan usamah terdiri atas unsur subiek
george bush. unsur predikat kehangan aka. dan unsur keterangan untuk menemukan
keberadaan usamah. apabila unsur keterangan dalam kalimat tersebut dihilangkan,
32
kalimat tersebut masih berterima. namun apabila salah satu unsur subiek atau predikat
dihilangkan, akan kehilangan makna.
moeliono (1988: 260) menyatakan bahwa kalimat tunggal yang terdiri atas dua
konstituen, dilihat dari aspek sintaktisnya selalu berupa subiek dan predikat. kalimat d
tempat tu serng danda banir secara gramatika tidaklah baku. unsur subiek dalam
kalimat tersebut tidak ielas. kalimat itu terdiri atas dua konstituen, yaitu d tempat tu dan
serng danda banir. konstituen-konstituen itu masing-masing d tempat tu menduduki
iabatan keterangan , serng danda predikat, dan banir sebagai obiek. unsur predikat dan
obiek merupakan satu Irasa, karena kedua unsur itu mempunyai hubungan yang sangat
erat. kalimat d tempat tu serng danda banir bukanlah kalimat baku, karena unsur
subieknya tidak ada. pemakaian kata depan yang tidak terkontrol sering mengaburkan
Iungsi iabatan Irase dalam suatu kalimat. pemakaian kata depan 'di¨ pada kalimat itu
iustru mengaburkan Iungsi subiek. karena subyek diawali dengan kata depan 'di¨, maka
Iungsi subyek pada kalimat tersebut berubah meniadi keterangan tempat.
di dalam sebuah kalimat, unsur subiek dan predikat bersiIat tunggal. unsur
keterangan di dalam sebuah kalimat dapat terdiri atas dua atau lebih, tetapi unsur subiek
dan predikat harus tunggal. menurut susilo (1990: 5) kalimat yang mempunyai subyek
ganda meniadikan suatu kalimat meniadi tidak baku.
kalimat tanah n akan dbangun kampus unesa secara gramatika tidak dapat
dikatakan baku. unsur subiek dalam kalimat tersebut tidak ielas, karena kalimat itu dapat
di ubah susunannya meniadi kampus unesa akan dbangun tempat n. apabila ada
pertanyaan 'apa yang akan dibangun?¨ iawabannya dapat tempat n atau kampus unesa.
dengan demikian kalimat tersebut memiliki subiek ganda. timbulnya subiek ganda pada
kalimat ini akibat ketidakcermatan pemakaian kata depan. apabila Irase tempat n diawali
dengan kata depan d, Irase d tempat n akan berIungsi sebagai keterangan tempat. oleh
karena itu kalimat itu akan meniadi baku iika meniadi kampus unesa akan dbangun d
tempat n.
ciri gramatikal kalimat bahasa indonesia baku yang lain subiek tidak diawali
kata depan (susilo, 1990: 6). pemakaian kata depan yang mengawali subiek iustru akan
mengubah Iungsi subiek itu sendiri. kalimat daam rapat tu memb.arakan kenakan spp
merupakan kalimat bahasa indonesia yang tidak baku. unsur subyek tidak ielas dalam
33
kalimat itu. Irase memb.arakan memenuhi ciri sebagai predikat, tetapi Irase daam rapat
tu tidak dapat dikatakan sebagai subiek. dalam rapat itu lebih tepat berIungsi sebagai
keterangan. pemakaian kata depan daam iustru mengaburkan Iungsi subiek. kalimat itu
meniadi baku apabila dihilangkan kata daam. rapat tu memb.arakan kenakan spp.
unsur subiek diduduki oleh Irase rapat tu.
di dalam sebuah kalimat unsur subiek dan predikat bersiIat tunggal. subiek atau
predikat yang ganda membuat sebuah kalimat tidak baku. menurut moeliono (1988: 260-
261) subiek mudah dikenali karena tidak mengkin berupa kata ganti tanya. kalimat sapa
puang? bukanlah kalimat baku. kata pulang tidak dapat menduduki Iungsi subiek.
demikian iuga sapa sebagai kata ganti tanya tidak mungkin menduduki iabatan subiek.
kalimat sapa puang? merupakan kalimat yang berpredikat ganda. untuk meniadikan
kalimat itu baku, maka salah satu predikat harus dikembalikan Iungsinya sebagai subiek.
kalimat itu meniadi baku apabila meniadi sapa vang puang?. kalimat ini dapat diubah
susunannya meniadi vang puang sapa? Irase vang puang sebagai subiek, dan sapa
sebagai predikat.
menurut cook (1971) dan elson (1969) (dalam tarigan, 1993: 8) kalimat adalah
satuan bahasa yang secara relaiI dapat berdiri sendiri, mempunyai pola akhir dan yang
terdiri dari klausa. pendapat cook dan elson ini mengandung tiga syarat untuk sebuah
kalimat. pertama sebuah kalimat harus dapat berdiri sendiri. karena kalimat harus dapat
berdiri sendiri, kalimat itu harus bermakna tanpa dihubungkan dengan kalimat yang lain.
sebagai contoh dua kalimat berikut ini. pen.ur tu tewas dbakar massa. sehngga
denttasnva sut dkena. kalimat pertama dapat kita pahami maknanya meskipun tanpa
kehadiran kalimat kedua. tetapi kalimat kedua sehngga denttasnva sut dkena tidak
dapat kita pahami secara sempurna makna kalimat tersebut, tanpa kehadiran kalimat
pertama. kalimat kedua bukanlah kalimat baku karena tidak dapat berdiri sendiri . di
samping itu kalimat kedua iuga bukan klausa, karena klausa paling tidak harus terdiri atas
subiek dan predikat.
ciri kalimat baku bahasa indonesia yang lain adalah ciri permutasi. menurut
susilo (1990: 8) kalimat baku tidak mengalami keianggalan setelah mengalami
perpindahan letak Irase (permutasi). kalimat bahasa indonesia terdiri atas urutan Irase,
bukan urutan kata. Irase-Irase di dalam sebuah kalimat dapat kita ubah susunannya tanpa
34
teriadi perubahan makna, dan mengalami keianggalan. apabila sebuah kalimat mengalami
keianggalan setelah mengalami perubahan letak Irase menuniukkan bahwa kalimat
tersebut bukan kalimat baku. sebagai contoh kalimat, tempat n akan dbangun kampus
unesa bila dipermutasikan sebagai berikut.
permutasi kalimat tidak baku:
tempat ini akan dibangun kampus unesa.
tempat ini kampus unesa akan dibangun.
akan dibangun kampus unesa tempat ini.
akan dibangun tempat ini kampus unesa.
kampus unesa tempat ini akan dibangun.
kampus unesa akan dibangun tempat ini.

keianggalan kalimat-kalimat hasil permutasi di atas akan semakin ielas iika
dibandingkan dengan hasil permutasi kalimat yang baku berikut ini.
permutasi kalimat baku:
di tempat ini akan dibangun kampus unesa.
di tempat ini kampus unesa akan dibangun.
akan dibangun kampus unesa di tempat ini.
akan dibangun di tempat ini kampus unesa.
di tempat ini akan dibangun kampus unesa.
di tempat ini kampus unesa akan dibangun.

kalimat baku bahasa indonesia dapat ditandai dari ciri-ciri sintaksisnya. menurut
sumowiioto (1980b: 12) ciri-ciri sintaksis kalimat baku bahasa indonesia dapat ditandai
dari ciri inversi, ciri Iungsi, dan ciri rekonstruksi (permutasi). ciri inversi adalah
perubahan pola subiek-predikat meniadi predikat-subiek. ciri Iungsi merupakan peran
tiap-tiap kata dalam suatu kalimat. apabila sebuah kata dapat dihilangkan tanpa mengubah
makna suatu kalimat, merupakan indikasi bahwa suatu kata tidak memunyai Iungsi. ciri
rekonstruksi (permutasi) adalah ketidakianggalan suatu kalimat bila dipermutasikan atas
Irase-Irasenya.
35
hubungan predikat verbal transitiI dengan obiek penderita dalam kalimat baku
perlu mendapatkan perhatian. predikat verbal transitiI mempunyai hubungan yang erat
dengan obiek. kalimat baku menurut susilo (1990: 8) hubungan predikat transitiI dengan
obyek penderita tidak boleh 'terganggu¨ oleh kata depan.antara predikat verbal transitiI
dengan obiek merupakan satu kesatuan yang membentuk Irasa. oleh karena itu antara
predikat verbal transitiI dengan obiek penderita tidak dapat disisipi oleh kata depan.
penyisipan kata depan akan mengacaukan Iungsi obiek. kalimat narkoba membahavakan
bag masvarakat berpredikat verbal transiriI. karena berpredikat vercal transiriI, kalimat
tersebut perlu dilengkapi dengan obiek. yang meniadi pertanyaan yang manakah obiek
dalam kalimat tersebut? hubungan antara predikat dan obiek sangat erat, tidak bisa
dipisahkan. kalau Irasa bag masvarakat dianggap sebagai obiek. hal itu tidak mungkin,
karena Irase itu dapat dipisahkan dengan predikat. apabila dipermutasikan meniadi bag
masvarakat narkoba membahavakan. dari kemampuan unrtuk permutasi tersebut Irase
bag masvarakat lebih tepat menduduki Iungsi sebagai keterangan. namun karena kalimat
tersebut kalimat verbal transiriI, obiek mutlak diperlukan. ketidakbakuan kalimat narkoba
membahavakan bag masvarakat sebenarnya terletak pada kesalahan menempatkan kata
depan antara predikat verbal transitiI dengan obiek pebnderita. apa bila kata depan 'bagi¨
dihilangkan, kalimat ini meniadi baku.
pemakaian bentuk pasiI aspek, agens, dan verba perlu mendapat perhatian dalam
kalimat. aspek merupakan kategori gramatikal verba yang menuniukkan lama dan ienis
perbuatan seperti (kridalaksana, 1982: 16). agens adalah pelaku, nomina yang
menampilkan perbuatan atau memulai suatu keiadian. pemakaian bentuk pasiI 'aspek ¹
agens ¹ verba¨ harus dipakai secara taat asas (susilo, 1990: 9).
hubungan antara 'aspek, agens, dan verba¨ bentuk pasiI di dalam bahasa
indonesia bersiIat baku. urutan antara aspek, agens, dan verba tidak dapat diubah-ubah.
perubahan urutan aspek, agens, dan verba apabila diubah menimbulkan kalimat yang tidak
baku. kalimat masaah tu kam sudah aporkan kepada pmpnan merupakan contoh
pemakaian bentuk pasiI 'aspek¹agens¹verba¨ yang tidak konsisten, karena susunannya
diubah meniadi 'agens¹aspek¹verba¨. untuk meniadikannya kalimat baku susunannya
harus dikembalikan meniadi 'aspek¹agens¹verba¨, sehingga meniadi masaah tu sudah
kam aporkan kepada pmpnan.
36
ketidakbakuan kalimat bahasa indonesia iuga dapat diakibatkan oleh pemakaian
morIem terikat yang tidak tepat. kata drubah dan merubah merupakan contoh pemakaian
morIem terikat yang tidak tepat. kata rubah di dalam bahasa indonesia berarti aniing yang
bermoncong paniang. bentuk kata drubah dan merubah merupakan bentuk kata keria.
kata drubah dan merubah merupakan merupakan bentuk yang tidak baku. seharusnya
kata itu dubah¨ dan 'mengubah¨ karena berasal dari kata dasar 'ubah`.
pemakaian morIem yang tidak tepat akan tampak lebih ielas apabila berada
dalam konteks kalimat. penutup surat atas perhatannva sava u.apkan terma kash
menampakkan geiala pemakaian morIem terikat yang tidak tepat. morIem nva pada kata
perhatannva bermakna sebagai kata ganti orang ketiga. padahal di dalam surat kita
berkomunikasi dengan orang kedua. seharusnya ucapan terima kasih tersebut dituiukan
kepada orang kedua sebagai orang yang dituiu dalam kalimat tersebut.
ketidak bakuan dalam pemakaian awalan me- seperti teriadi pada pemakaian
bentuk kat-mengkat. mengetrapkan. menvnta. menvontoh. menvubt (badudu, 1981: 53-
54). konsonan 'k¨ di dalam bahasa indonesia apabila didahului awaalan me- maka
konsonan k¨ akan luluh, kemudian muncul bentuk 'meng-'. iadi bentuk yang benar
adalah kat-mengat, bukan kat-mengkat. kata mengetrapkan sebenarnya berasal dari kata
terap. kata itu apabila mendapat imbuhan me-kan, seharusnya meniadi menerapkan,
bukan mengetrapkan. kata menvnta. menvontoh. menvubt berasal dari kata dasar .nta.
.ontoh. dan .ubt. konsonan 'c¨ iika didahului awalan me-, bentuk me- akan berubah
meniadi men- sedang 'c¨ tidak luluh. oleh karena itu bentuk yang benar adalam
men.nta. men.ontoh, dan men.ubt.

3.4.2 kata-kata mubazir dalam bahasa indoneasia
pemakaian kata-kata di dalam sebuah kalimat harus diperhitungkan Iungsinya.
apabila ada unsur kata yang tidak berIungsi di dalam sebuah kalimat, akan menimbulkan
kalimat yang tidak baku. kata-kata mubazir tersebut dapat ditandai, apabila unsur kalimat
tersebut dihilangkan, tidak akan mengubah makna kalimat. menurut susilo (1990: 10)
kata-kata mubazir ialah kata-kata yang tidak berarti dan berIungsi. karena kata-kata
mubazir tidak berIungsi dan berarti, maka kata-kata itu tidak diperlukan.
37
unsur mubazir dalam sebuah kalimat dapat disebabkan oleh pengaruh bahasa
asing. misalnya kata adaah dalam kalimat gads tu adaah mahasswa unesa. kata
adaah merupakan pengaruh to be (s) dalam bahasa inggris. the gr s unesa student. kata
kopula s dalam bahasa inggris merupakan sendi kalimat, dan tidak boleh ditinggalkan
(badudu, 1980: 132). struktur bahasa indonesia berbeda dengan struktur bahasa ingris.
pemakaian kata adaah dalam konteks kalimat gads tu adaah mahasswa unesa tidak
diperlukan dalam bahasa indonesia.
pemakaian dua kata yang bermakna sama dalam sebuah kalimat merupakan
unsur yang mubazir, seperti pemakaian kata dem untuk. agar supava. amat sangat. mua
dar. seiak dar. seharusnya cukup salah satu saia yang dipakai, dem atau untuk. agar atau
supava. amat atau sangat. mua atau dar. seiak atau dar. tidak perlu kedua-duanya
dipakai.

3.4.3 kontaminasi
kontaminasi berarti rancu atau kacau. kontaminasi di dalam bahasa indonesia
berarti kerancuan akibat munculnya dua bentuk yang sama, yang kemudian dicampur
adukkan. karena kontaminasi merupakan kerancuan, maka kontaminasi kalimat
merupakan unsur yang tidak baku. gatot susilo menyatakan kontaminasi perancuan dua
makna, dua unsur, atau dua struktur (1990: 10). karena kontaminasi merupakan perancuan
dua makna, dua unsur, atau dua struktur, biasanya dapat dikembalikan pada bentuk
asalnya.
perancuan di dalam bahasa indonesia oleh badudu (1980: 16) dibedakan meniadi
tiga macam, yaitu: kontaminasi bentuk kata, kontaminasi bentuk Irasa, dan kontaminasi
bentuk kalimat. kontaminasi bentuk kata merupakan perancuan yang diakibatkan oleh
pembentukan kata-kata baru. pembentukan kata-kata baru itu didasarkan pada bentuk kata
yang sudah ada, paling tidak berasal dari dua bentuk yang dipadukan meniadi satu. kata
dpeaiarkan merupakan unsur kontaminasi yang berasal dari dua bentuk, yaitu dpeaiar
dan daiarkan. penggabungan dua kata ini menimbulkan bentuk kontaminasi
dpeaiarkan. bentuk mengenvampngkan iuga merupakan bentukan yang rancu. kata ini
berasal dari kata dasar sampng kemudian diikuti kata depan ke, meniadi ke sampng. kata
ke sampng ini kemudian mendapat imbuhan me-kan, meniadi mengesampngkan. namun
38
di samping itu iuga ada bentuk sampng yang mendapat imbuhan me-kan, meniadi
menvampngkan. antara mengesampngkan dan menvampngkan kemudian dirancukan
meniadi mengenvampngkan.
kalimat bahasa indonesia terdiri atas Irasa-Irasa. Irasa adalah gabungan dua kata
atau lebih yang siIatnya tidak predikatiI (kridalaksana, 1982: 46). kalimat beruang ka a
teah dnashat terdiri atas tiga Irasa, yaitu beruang ka. a dan teah dnashat. bentuk
Irasa beruang ka menurut badudu (1980: 23) merupakan bentuk Irasa yang rancu.
beruang ka berasal dari kata beruang-uang dan berka-ka. kedua Irasa itu kemudian
dirancukan meniadi beruang ka.
kontaminasi kalimat tampak dalam kalimat mahasswa darang tdak boeh
memasu tanda tanga da1tar hadr. apabila dikemukakan pertanyaan terhadap kalimat
tersebut apa yang dilarang? iawabnya adalah tdak boeh memasu tanda tangan da1tar
hadr (tidak memalsu tanda tangan daItar hadir). makna kalimat ini iustru bertolak
belakang dengan maksud sebenarnya. tidak boleh memalsu tanda tangan daItar hadir
(tidak memalsu tanda tangan daItar hadir) iustru dilarang. berarti boleh, atau harus.
kerancuan kalimat tersebut dapat dikembalikan pada bentuk aslinay sebagai berikut.
-mahasiswa dilarang memalsu tanda tangan dsItsr hadir.
-mahasiswa tidak boleh memalsu tanda tangan daItar hadir.

3.4.4 interferensi
bahasa indonesia dalam perkembangannya mendapat banyak masukan dari
unsur-unsur bahasa daerah maupun dari bahasa asing. unsur bahasa daerah yang masuk ke
dalam bahasa indonesia seperti masuknya kosa kata bahasa daerah seperti mantan, nyeri,
gambut, timbel dan sebagainya. kosa kata bahasa asing yang masuk ke dalam bahasa
indonesia dari berbagai macam bahasa. kosa kata yang berasal dari bahasa belanda seperti
kata apor. pos. kantor. kosa kata dari bahasa inggris seperti pada kata ekonomi,
biograIi, remidi dan sebagainya. kosa kata dari bahasa arab seperti pada kata pasal, wakaI,
waiib, wahyu dan sebagainya. kosa kata dari bahasa portugis seperti pada kata nona,
permen, iendela dan sebagainya.
masuknya unsur bahasa daerah dan bahasa asing ke dalam bahasa indonesia
dapat menguntungkan dan merugikan bahasa indonesia. menurut gatot susilo (1990: 11)
39
unsur yang memperkaya bahasa indonesia dapat diterima sebagai unsur serapan.
sedangkan unsur yang memiskinkan ditolak karena merugikan bahasa indonesia.
interIerensi bahasa daerah dan bahasa asing ke dalam bahasa indonesia
diseababkan penguasaan bahasa daerah dan bahasa asing masyarakat pemakai bahasa
indonesia. penguasaan beberapa bahasa akan saling mempengaruhi. interIerensi tidak
hanya teriadi di dalam bahasa indonesia saia. bahasa daerah pun sering mendapat
interIerensi dari bahasa indonesia dan bahasa asing.
pada uraian tentang kata mubazir di atas telah disebutkan bahwa pemakaian
kata adaah yang tidak berIungsi dalam suatu kalimat merupakan pengaruh dari to be
dalam bahasa inggris, yaitu s. dipandang dari sudut pengaruh dari bahasa inggris
pemakaian adaah merupakan interIerensi dari bahasa asing, yaitu bahasa inggris.
interIerensi dari bahasa daerah seperti tampak pada kata sekoahan dalam
konteks kalimat sava akan berangkat ke sekoahan. kata sekolahan interIerensi dari
bahasa iawa. di dalam bahasa iawa kalimat itu seharusnya berbunyi sava akan berangkat
ke sekoah. interIerensi dari bahasa iawa yang lain seperti pemakaian kata latihan pada
konteks kalimat anak-anak sedang athan drama. di dalam bahasa indonesia akhiran an
berIungsi untuk membentuk kata benda, sedangkan kata athan berIungsi sebagai kata
keria.

3.4.5 lafal bahasa indonesia baku
pemakaian laIal sebagai uiaran dalam bahasa indonesia masih sering dipakai
secara tidak konsisten oleh masyarakat.
indonesia mempunyai bahasa daerah yang ratusan iumlahnya. di samping itu
bahasa indonesia mempunyai berbagai macam ragam dialek. pengaruh bahasa daerah dan
dialek dalam laIal bahasa indonesia baku sangat besar. laIal bahasa indonesia baku
menurut badudu (1980: 115) laIal yang tidak memperdengarkan 'warna¨ bahasa daerah,
dialek, dan warna laIal bahasa asing.
ketidakbakuan dalam bidang laIal bahasa indonesia akibat pengaruh bahasa
daerah seperti laIal t yang dilaIalkan oleh penutur bahasa bali. laIal t pada kata kota bagi
etnis bali akan diucapkan seperti th bahasa iawa pada bunyi bath (untung). ketidakbakuan
dalam bidang laIal sering kita iumpai akibat pengaruh bahasa daerah.
40
ketidakbakuan akibat pengaruh bahasa asing dalam bidang laIal seperti pada
pelaIalan kata pas.a. kata pas.a pada suku kata .a seharusnya dilaIalkan .a seperti pada
kata be.a. namun sering dilaIalkan dengan ka seperti pada kata suka. kata pas.a berasal
dari bahasa sansekerta yang berarti sesudah. kata pas.a sering dikacaukan dengan kata
paskah, yaitu peringatan waIat dan kebangkitan isa almasih. ketidak bakuan laIal akibat
pengaruh bahasa asing yang lain seperti pelaIalan kata unt seperti pada kata koperasi unt
desa. seharusnya kata itu kita laIalkan apa adanya seperti yang tertulis, tetapi sering orang
melaIalkan dengan vunt, seperti laIal aslinya dalam bahasa inggris. karena kata unt sudah
meniadi unsur serapan, seharusnya diperlakukan seperti pelaIalan dalam bahasa indonesia.

3.5 rangkuman
bahasa baku adalah bahasa standar, yaitu suatu dialek bahasa orang terpelaiar,
dan dipakai dalam situasi resmi. bahasa baku mempunyai kedudukan yang lebih penting
daripada dialek yang lain. bahasa baku berIungsi sebagai pemersatu, pemberi khasan,
pembawa kewibawaan, dan sebagai kerangka acuan.
bahasa indonesia baku merupakan bahasa indonesia ragam dialek yang
mempunyai martabat tinggi, meniadi bahasa orang terpelaiar sebagai bahasa kelompok
masyarakat terhormat di indonesia. bahasa indonesia baku iuga bahasa yang baik dan
benar, serius, tertib, sangkil. bahasa ini dipakai dalam situasi resmi, dan meniadi patokan
bagi bahasa indonesia ragam dialek yang lain.
bahasa indonesia baku sebagai bahasa indonesia yang meniadi patokan bagi
berbagai macam dialek mempunyai beberapa ciri. ciri-ciri bahasa indonesia baku ialah
gramatikal, tidak terdapat kata-kata mubazir, tidak mengandung kontaminasi, dan tidak
ada interIerensi dari bahasa daerah maupun bahasa asing.
kalimat baku bahasa indonesia harus gramatikal. kalimat baku harus memenuhi
kaidah yang ada. kaidah-kaidah itu ialah tata kalimat, tata Irase, tata morIem, dan tata
Ionem. di dalam tata kalimat, unsur subyek dan predikat bersiIat tunggal.kalimat yang
mempunyai subiek atau predikat ganda bukanlah kalimat baku.
pemakaian kata depan yang mengawali subiek membuat kalimat meniadi tidak
baku, karena kata depan itu dapat mengubah Iungsi subiek meniadi keterangan. kalimat
baku iuga tidak mengalami keianggalan apabila mengalami perubahan letak Irase. ciri
41
gramatikal yang lain hubungan predikat verbal transitiI dengan obiek penderita tidak boleh
disisipi kata depan. penyisipan kata depan akan mengacaukan Iungsi obiek untuik predikat
verbal transitiI.
pemakaian bentuk pasiI aspek¹agens¹verba yang taat asas iuga menuniukkan
ciri kalimat baku. urutan anatara aspek¹agens¹verba bentuk pasiI dalam bahasa indonesia
tidak dapat diubah-ubah. perubahan urutan antara aspek, agens, dan verba meniadikan
kalimat tidak baku.
ketidakbakuan iuga dapat disebabkan oleh pemakaian morIem terikat yang tidak
tepat. pemakaian kata ganti orang ketiga nva dalam penutup surat merupakan contoh
pemakaian morIem yang tidak tepat. penutup surat dituiukan kepada orang kedua, bukan
kepada orang ketiga. oleh karena itu tidak baku bila menutup dengan kalimat atas
perhatannva kam u.apkan terma kash.
iika sebuah kalimat ada unsur yang dihilangkan tidak mengubah makna dan
Iungsi masing-masing Irasa, kalimat itu tidak baku karena ada unsur yang mubazir. kata-
kata mubazir ialah kata-kata yang tidak berarti dan tidak berIungsi di dalam sebuah
kalimat. pemakaian kata mubazir dalam sebuah kalimat dapat diakibatkan oleh pengaruh
bahasa asing seperti s di dalam bahasa inggris.
kontaminasi adalah kerancuan akibat perpaduan dua bentuk, dua struktur yang
bermakna sama. kontaminasi di dalam bahasa indonesia dibedakan meniadi tiga macam:
kontaminasi bentuk kata, kontaminasi bentuk Irasa, dan kontaminasi bentuk kalimat.
akibat adanya kontaminasi kalimat, dapat membuat makna kalimat meniadi bertolak
belakang dengan makna yang dimaksudkan oleh penulis atau pembicara.
bahasa indonesia dalam perkembangannya mendapat banyak masukan dari
bahasa daerah maupun bahasa asing. masuknya unsur bahasa daerah dan bahasa asing ke
dalam bahasa indonesia dapat menguntungkan dan dapat pula merugikan bahasa
indonesia. unsur yang memperkaya bahasa indonesia dapat diterima sebagai unsur
serapan, sedang unsur yang memiskinkan harus ditolak karena merugikan perkembangan
bahasa indonesia. unsur bahasa daerah dan bahasa asing yang merugikan dan
memiskinkan bahasa indonesia membuat kalimat tidak baku.


42
perlatihan
1. bahasa indonesia baku harus obyektiI, ringkas, dan padat. ubahlah kalimat-kalimat
berikut ini meniadi kalimat baku!
a. banyaknya iumlah sampah yang menyumbat gorong-gorong itu saya kira
merupakan bukti rendahnya kesadaran masyarakat untuk menanggulangi bahaya
baniir.
b. berlarut-larutnya penanganan lumpur lapindo kiranya merupakan bukti betapa
sulitnya mengatasi musibah itu.
c. pendidikan agama di sekolah dasar tidak akan terlaksana dengan baik tanpa
adanya dukungan dari orang tua dalam keluarga.
d. nilai etis tersebut di atas meniadi pedoman dan dasar pegangan hidup bagi setiap
warga negara indonesia.
e. baniir yang melanda kota itu membuktikan alangkah sulitnya mengatasi baniir
di perkotaan.

2. kata-kata berikut ini merupakan kata-kata berciri baku dan kata-kata tidakbaku. carilah
sepuluh kata berciri baku dari kata-kata berikut ini!
iadwal nasihat iadual atmosIir nasehat kwalitas
varietas analisis apotek deIinisi kwitansi karir
aktivitas aktiIitas kuitansi karier konkrit atlit
konkret membikin lantaran ketimbang kondite varitas

3. pilih sepuluh bentukan kata berciri baku dari bentukan kata berikut ini!
berkuliah mengkikis mengikis mentaati
menyubit melola meneriemahkan kekecilan terlalu
kecil menerapkan menterapkan menaati ketabrak
tertabrak memperlebar mencubit memperlebarkan.
mengelola

43
4. kalimat berikut ini berciri tidak bakul, karena ketidakielasan Iungsi subyek atau
predikat.iadikanlah kalimat yang berciri baku!
a. kegagalan panen itu karena kemarau terlalu paniang.
b. di tempat itu sering dilanda baniir pada waktu musim penghuian.
c. untuk mencapai prestasi, memerlukan keria keras.
d. kepada para undangan diharap hadir tepat waktu.
e. kesulitan itu karena tingkah lakunya sendiri.
***






















44

daItar pustaka

alwi, hasan dkk. 2000. tata bahasa baku bahasa ndonesa. iakarta: balai pustaka.

departemen pendidikan dan kebudayaan. 1999. kamus besar ahasa ndonesa. iakarta:
balai pustaka.

halim, amran. 1979. pembnaan bahasa nasona. iakarta: pusat pembinaan dan
pengembangan bahasa depdikbud.

pusat pembinaan dan pengembangan bahasa depdikbud. 1984. potk bahasa nasona.
iakarta: balai pustaka.

sumowiioyo, gatot susilo. 1990. 'kalimat baku bahasa indonesia¨ makalah penataran
bahasa indonesia untuk karyawan pmdu iawa timur. surabaya: ikip surabaya..

sumowiioyo, gatot susilo.2000. pos iaga bahasa ndonesa. surabaya: unipress universitas
negeri surabaya.

yonohudiyono, e. dan iack parmin (penyunting). 2007. bahasa ndonesa kemuan. mata
kuah pengemangan keprbadan. surabaya: unesa university press.

yulianto, bambang. 2007. mengembangkan menus tekns. surabya. unesa university
press.






45








bab iv

penulisan karya ilmiah



standar kompetensi: memahami sistematika penulisankarya ilmiah
kompetensi dasar : a. memahami ciri-ciri karya ilmiah b.
memahami sistematika karya ilmiah


indikator:
1, memahami pengertian karya ilmiah
2. mengidentiIikasi ienis karya ilmiah
3. memahami cara pembatasan topik dengan diagram pohon dandiagram iam
4. memahami tatacara pengutipan dalamkarya ilmiah
5. memahami tatacara penulisan daItar ruiukan dalam karya ilmiah.


tuiuan
1. melalui ceramah dan tanya iawab, mahasiswa dapat memahami pengertian karya ilmiah
denghan benar
46
2. melalui membaca intensiI, mahasiswa mengidentiIikasi ienis karya ilmiah dengan
tepat
3. melalui diskusi, mahasiswa melakukan pembatasan topik dengan diagram pohon
dengan tepat
4. setelah melakukan diskusi, mahasiswa dapat memahami tatacara pengutipan dengan
benar
5. setelah melakukan diskusi, mahasiswa dapat memahami penulisan daItar ruiukan
dengan benar





4. pendahuluan
dalam kegiatan sehari-hari, manusia selalu dihadapkan pada empat keterampilan
berbahasa: menyimak, wicara, membaca dan menulis. empat keterampilan berbahasa itu
mempunyai kuantitas yang bereda-beda. kegiatan menyimak mempunyai kuantitas yang
paling tinggi, disusul wicara, membaca dan menulis. keempat keterampilan berbahasa itu
dapat dibedakan meniadi keterampilan reseptiI, yaitu menyimak dan membaca, dan
keterampilan produktiI, yaitu wicara dan menulis. keempat keterampilan berbahasa itu
daqpat menuniukkan tahapan tingkat intelektualitas seseorang. manusia seiak lahir,
bahkan nada yang berpendapat seiak di dalam kandungan telah melakukan kegiatan
menyimak, kegiatan yang paling dasar. seseorang dapat duduk beriam-iam untuk
mendengarkan sesuatu. seiak nenek moyang kita dulu, telah mempunyai tradisi
menyimak. orang dapat melihat pagelaran wayang kulit semalam suntuk, namun tidak
akan tahan duduk membaca dalam waktu satu iam saia. tingkat beriktunya adalah wicara.
keterampilan berbicara erada satu tingkat di atas menyimak. kemampuan berbicara dulu
dimiliki oleh para IilsoI. mereka berorasi di pasar-pasar dan di tempat keramaian. dengan
berpidato mereka dapat menyebarkan aiaran IilsaIatnya.
kegiatan membaca dan menulis mempunyai kedudukan yang lebih tinggi.
dengan membaca ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diserap.untuk menyerap ilmu
47
pengetahuan dan teknologi orang perlu membaca. ilmu pengetahuan dan teknologi
diharapkan dapat membuat manusia seiahtera. oleh karena itu ilmu pengetahuan dan
teknologi harus diamalkan. untuk itu ilmu pengetahuan dan teknologi harus ditulis agar
dibaca orang. ilmu pengetahuan dan teknologi akan punah iika tidak ditulis. nenek
moyang kita mempunyai kemampuan yang tinggi dalam bidang kontruksi, hal itu dapat
dibuktikan dengan berdirinya candi borobudur, candi prambanan, perahu phinisi, dan lain
sebagainya. namun kemampuan itu tidak didokumentasi dalam bentuk tulis, sehingga
meniadi punah. itulah pentingnya karya tulis agi perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi. oleh karena itu tradisi penulisan, khususnya penulisan karya ilmiah perlu
dimiliki oleh orang-orang terpelaiar.

4.2 karya ilmiah
karya ilmiah adalah suatu karya yang memuat dan mengkaii suatu masalah
tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah keilmuan (prayitno dkk., 14-15). sesuai
dengan deIinisi itu, esensi dari karya ilmiah adalah mengkaii suatu masalah. selaiutnya
dalam mengkaii masalah itu menggunakan kaidah-kaidah pengetahuan. brotowiioyo
(1985:8-9) menyatakan bahwa karya ilmiah adalah karya berdasarkan ilmu pengetahuan
yang menyaiikan Iakta umum dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan
benar.
menilik isi yang terkandung di dalamnya, karya ilmiah dapat dikelompokkan
meniadi dua, yaitu karya ilmiah subresmi dan karya ilmiah (yonohudiyono dan suyono,
2001:31). karya ilmiah subresmi ialah karya ilmiah yang model penulisannya tidak
ditentukan secara lengkap, misalnya cukup iudul, pendahuluan, isi, penutup, dan bahan
pustaka. yang termasuk ke dalam karya ilmiah subresmi adalah makalah, artikel, iurnal
dan sebagainya. karya ilmiah resmi ialah karya ilmiah yang model penulisan dan urut-
urutannya sudah ditentukan secara lengkap. dalam karya ilmiah ini mempunyai
sistematika yang baku, seperti : iudul, kata pengantar, daItar isi, pendahuluan, latar
belakang masalah,

rumusan masalah, tuiuan penelitian, landasan teori, metodologi penelitian, analisis, daItar
pustaka, dan lampiran.
48


4.2. karya ilmiah subresmi
makalah adalah tulisan ilmiah yang membahas pokok masalah tertentu. taniung
dan ardial (2007:7) menyatakan bahwa makalah adalah karya tulis yang memuat
pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan
runtut dengan disertai analisis yang logis dan obyektiI. makalah sebagai tulisan ilmiah,
penulisannya mengikuti langkah-langkah tertentu. langkah-langkah itu ialah menentukan
topik, masalah, dan tuiuan. topik berbeda dengan tema. tema adalah pikiran atau
gagasan sentral yang mendasari sebuah karya ilmiah, sedangkan topik adalah hal pokok
ang diungkapkan atau dituliskan dalam karangan. tema merupakan gagasan dasar yang
mendasari sebuah karya ilmiah (suparno dan yunus, 2007:3.3). tema merupakan gagasan
yang memayungi topik. di dalam karya ilmiah, tema tentang 'korupsi di indonesia¨ dapat
diwuiudkan dalam topik karangan ilmiah 'upaya pencegahan korupsi seiak dini¨.
sumber topik dapat digali dari berbagai sumber, baik sumber tertulis maupun
sumber tidak tertulis. sumber tertulis dapat dari buku, surat kabar, iurnal. sumber tidak
tertulis dapat berasal dari radio, televisi, hasil diskusi dengan teman, dan keiadian-
keiadian yang ada di masyarakat. topik iuga dapat berasal dari permintaan perorangan,
instansi, atau lembaga tertentu apabila makalah itu memenuhi permintaan seminar.
yonohudyono dan parmin (2007:28) mengemukakan tiga alternatiI untuk
menemukan topik. ketiga alternatiI itu ialah brainstorming, perenungan, Iormula
iurnalistik, pertanyaan klasik. brainstorming adalah proses berIikir untuk mengungkapkan
semua ide yang terlintas di dalam benak penulis. perenungan merupakan upaya untuk
berIikir analisis-logis dengan berkonsentrasi pada masalah tertentu. Iormula iurnalistik
tentu sudah tidak asing bagi para siswa sma, yaitu Iormula 5 w dan 1 h (who. what. when.
where. whv. dan how). pertanyaan klasik dapat dipakai untuk menemukan topik yang
baru. pertanyaan klasik itu: apakah topik ini menghasilkan seperangkat deIinisi? apa
perbedaan dan persamaan topik ini dengan topik yang lain? apa yang dikatakan orang
tentang topik ini?
49
topik yang terlalu luas akan membuat tulisan meniadi dangkal, di samping dapat
merembet ke mana-mana. untuk itu topik harus dibatasi. untuk membatasi topik dapat
dilakukan dengan diagram pohon seperti berikut ini.


korupsi


diberantas dicegah dihentikan


seiak dini seiak awal seiak munculnya geiala korupsi


pembelaiaran budi pekerti pembelaiaran anti korupsi kantin keiuiuran



di pasar di sekolah di supermaket


dari diagram pohon di atas dapat ditentukan topik makalah, yaitu 'korupsi dapat dicegah
seiak dini melalui kantin keiuiuran di sekolah-sekolah¨.

iudul makalah hendaknya dapat mencerminkan dengan tepat masalah yang
dibahas. iudul hendaknya sesuai dengan topik, singkat, bentuk Irasa dan lugas. iudul
hendaknya dapat memiliki daya tarik bagi pembaca. misalnya 'kantin keiuiuran upaya
mencegah korupsi seiak dini¨.
langkah selaniutnya adalah menyusun kerangka karangan. makalah yang tidak
terlalu paniang, bisa iadi tidak perlu disusun krangka karangan. sistematika makalah
terdiri atas pendahuluan termasuk permasalahan, pembahasan, dan penutup. namun
apabila penulis merasa perlu, ada baiknya menyusun kerangka karangan. bentuk
kerangka karangan itu seperti berikut:
50
topik : korupsi dapat dicegah seiak dini melalui kantin keiuiuran di
sekolah-sekolah
iudul : kantin keiuiuran upaya mencegah korupsi seiak dini
a. pendahuluan
b. pembahasan
1. akibat korupsi bagi negara dan bangsa
2. kantin keiuiuran upaya untuk mencegah korupsi
a. pengelolaan kantin keiuiuran
b. kelebihan kantin keiuiuran
c. kelemahan kantin keiuiuran
3. upaya untuk mengatasi ketidakiuiuran
a. penyadaran oleh teman dekat
b. penyadaran melalui guru agama
c. melalui slogan-slogan/imbauan yang dipasang di dinding
kantin
c. simpulan

bagian pendahuluan
bagian pendahuluan berisi latar belakang pemilihan topik, masalah, dan tuiuan.
bagian pendahuluan adalah bagian yang paling awal dicermati oleh pemaca. oleh karena
itu dalam bagian awal harus diupayakan dapat menarik minat pembaca. dalam latar
belakang hendaknya diielaskan mengapa penulis memilih topik itu. penulis menuniukkan
penti gnya topik itu diangkat meniadi makalah. masalah apa yang timbul dalam topik itu,
dan apa tuiuan penulisan itu.

2 bagian pembahasan
bagian pembahasan merupakan bagian utama, atau bagian isi. bagian ini memuat
uraian-uraian pokok masalah yang telah disebutkan pada pendahuluan. pada bagian ini.
dalam pembahasan penulis dapat memakai teknik deduktiI atau induktiI. dalam makalah
deduktiI pembahasan dimulai dengan penyaiian teori yang relevan, kemudian dilaniutkan
dengan penyaiian Iakta yang mendukung teori (e. yonohudyono dan iack parmin, 2007:
51
45). dalam makalah deduktiI teori digunakan langsung pada bagian pembahasan terpadu
dengan interpretasi dan relevansi teori. dalam makalah induktiI, iawaban pemecahan
masalah berdasarkan pengamatan empiris. analisis dimulai dari penyaiian Iakta,data,
diikuti dengan penarikan simpulan.

3 bagian penutup
bagian penutup berisi simpulan dan saran. penyimpulan berisi hasil pembahasan
sesuai dengan permasalahan dan tuiuan penulisan makalah pada bagian pendahuluan.
dengan demikian simpulan merupakan iawaban dari permasalahan. simpulan iuga harus
sesuai dengan tuiuan penulisan.hubungan antara masalah, tuiuan, dan simpulan harus
sinkron. saran disampaikan oleh penulis berkaitan dengan masalah yang dibahas dalam
makalah. apabila topik makalah berkenaan dengan 'kantin keiuiuran¨, aran dapat berisi:
'kantin keiuiuran eIektiI untuk melatih dan membentuk siswa berlaku iuiur, tidak
melakukan korupsi dalam skala kecil meskipun tidak diawasi. oleh karena itu kantin
keiuiuran perlu diselenggarakan di sekolah-sekolah sebagai upaya penanggulangan
korupsi bagi generasi muda sebagai calon penerus bangsa.¨


4. kutipan
apabila kita perhatikan makalah ini, penulis mengemukakan pendapat orang lain
yang berasal dari buku yang ditulis. pendapat orang lain itu ditandai dengan adanya
keterangan dalam tanda kurung, sepert (yonohudyono dan iack parmin, 2007:45),
(suparno dan yunus, 2007:3.3). pendapat orang lain itu memperkuat pendapat yang
dikemukakan oleh penulis. pendapat itu dapat diambil dari buku, maialah, atau dari hasil
wawancara. pendapat yang dikutip itu biasa disebut kutipan. prabawa (2000:185)
menyatakan bahwa kutipan adalah piniaman kalimat atau pendapat seorang pengarang,
atau ucapan orang terkenal yang terdapat dalam buku, maialah, iurnal, surat kabar,
antologi, hasilpenelitian, dan penerbitan-penerbitan lain. praawa (2000) menyatakan
bahwa tuiuan membuat kutipan: (a) sebagai barang buktgi untuk menuniang pendapat
penulis; (b) sebagai bahan bukti untuk membedakan dengan endapat penulis; (c) sebagai
52
bahan bukti untuk perbandingan dengan pendapat penulis; dan (d) sebagai bahan bukti
yang disanggah penulis.
kutipan dibedakan antara kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. kutipan
langsung adalah kutipan yang langsung mengambil dari sumber asli, tanpa mengubah
bahasanya. kutipan tidak langsung adalah kutipan yang hanya mengambil inti sarinya
saia, sedang bahasa yang dituangkan dalam kutipan memakai bahasanya penulis sendiri.

a kutipan langsung
contoh kutipan langsung:
ratih sang (el-shirazy, 2008) dalam cover belakang novel ayat-ayat cinta (2008)
menyatakan ' membaca ayat-ayat cinta ini membuat angan-angan kita melayang-layang
ke negeri seribu menara dan merasakan pelangi` akhlak yang menghiasi pesona-
pesonanya¨.
kurtipan di atas langsung mengutip pendapat ratih sang sesuai dengan kalimat
yang tertulis dalam teks, tanpa mengubah kalimatnya. apabila kutipan di atas diiadikan
kutipan tak langsung seperti berikut ini. ratih sang (el-shirazy, 2008) menyatakan bahwa
angan-angannya dibawa melayang-layang ke negeri seribu menara dan merasakan
gambaran berbagai akhlak dengan pesona-pesonanya setelah membaca ayat-ayat cinta.
kutipan langsung yang lebih empat puluh kata ditulis tanpa tanda kutip dan
terpisah dari kata yang mendahului. penulisan beriarak satu spasi, dan iarak dari margin
kiri dan margin kanan tuiuh ketukan. kutipan langsung itu seperti berikut ini.
\el shirazy (2008:378) menggambarkan ketegasan aisha agar suaminya menikahi maria
seperti berikut ini.
'ini iadikan mahar untuk maria. waktunya sangat mendesak. sebelum
maghrib kau harus sampai di peniara. iadi kau harus segera menikah dan
melakukan petuniuk dokter untuk menyadarkan maria¨. kata-kata aisha
begitu tegas tanpa ada keraguan, setegas perempuan-perempuan
palestina ketika menyuruh suaminya berangkat ke medan iihad.


b kutipan tidak langsung
53
kutipan tidak langsung, apabila keterangan kutipan mendahului teks, nama
pengarang ditempatkan di luar tanda kurung, tetapi apabila keterangan kutipan
diletakkan sesudah teks, nama pengarang diletakkan dalam tanda kurung. berikut ini
contoh kedua kutipan itu.

keterangan kutipan mendahului teks.
menurut sugito (2009, 225) apabila uiian nasional dihapuskan, sulit mengukur
mutu standar pendidikan nasional.

keterangan kutipan diletakkan sesudah teks
apabila uiian nasional dihapuskan, sulit mengukur mutu standar pendidikan
nasional (sugito, 2009:225).

kutipan tidak langsung ditulis dua orang
kutipan langsung yang ditulis oleh dua orang penulisan sumber kutipan
sebagai berikut.
nasution dan tarigan (2008: 120) menyatakan ..................
atau
.........................................(nasution dan tarigan, 2008: 120)

kutipan tidak langsung ditulis tiga orang atau lebih
kutipan tidak langsung yang ditulis oleh tiga orang atau lebih cukup ditulis
nama akhir pengarang pertama dengan diikuti kata 'dan kawan-kawan¨ dengan disingkat
dkk. misalnya apabila penulis mengutip sebuah buku yang ditulis oleh tiga orang yang
bernama bambang suseno, cahya sudarta, dan mulyadi idris, penulisannnya sebagai
berikut.
suseno dkk. (2001: 25) berpendapat bahwa .........................
atau
...........................................................(suseno dkk., 2001:25)

kutipan tidak langsung bila kutipan bersumber dari kutipan lain
54
kutipan tidak langsung bila kutipan bersumber dari kutipan lain ditulis sebagai
berikut.
mawardi (dalam sutrisno, 2009:260) menyatakan bahwa ..........
atau
.............................................(mawardi dalam sutrino, 2009: 260).
tanda di atas berarti pengutip mengutip pendapat mawardi yang sumbernya
berasal dari buku sutrisno yang mengutip pendapat mawardi.




5 daftar rujukan daftar pustaka
daItar ruiukan atau daItar pustaka adalah daItar yang berisi identits buku-buku,
artikel-artikel, dan bahan penerbitan lainnya yang mempunyai relevansi dengan tulisan
yang sedang dikeriakan (prayitno dkk., 2000:196). daItar pustaka merpakan kelengkapan
dari kutipan. di bagian kutipan, pembaca hanya dapat melihat sumber kutipan berupa
pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip. iudul buku, penerbit, dan kota
terbit tidak disebutkan dalam kutipan. hal itu dapat dimaklumi, karena kalau ditulis
sumbernya secara lengkap akan memakan tempat, dan kemungkinan sebuah ruiukan akan
ditulis berulang-ulang. oleh karena itu dalam kutipan cukup ditulis nama pengarang,
tahun terbit, dan halaman. data lain dapat dilihat pada daItar pustaka, atau daItar ruiukan.
daItar pustaka berisi data seperti berikut.
O nama pengarang, dengan nama akhir diletakkan di bagian depan, dipisahkan
tanda koma. gelar akademik tidak ditulis.
O tahun terbit
O iudul
O tempat terbit
O nama penerbit
contoh:
lindsay, david. 1986. penuntun penusan mah. a gude to s.ent1. wrtng.
peneriemah suminar setiati achnadi. iakarta: universitas indonesia.
55

prinsip-prinsip penyusunan daftar pustaka
O urutan daItar pustaka disusun secara alIabet sesuai huruI awal nama pengarang
O iarak antar baris dalam satu ruiukan adalah satu spasi.
O iarak antar ruiukan dengan ruiukan lain dua spasi
O baris pertama setiap ruiukan dimulai dari margin kiri, baris kedua dan
seterusnya dimasukkan ke dalam 3 7 ketukan.

penulisan nama
O nama pengarang bila lebih satu kata, bagian akhir diletakkan di depan, dipisahkan
tanda koma.
O nama tionghoa tidak dibalik, karena unsur pertama nama tionghoa berupa nama
keluarga.
O iika pengarang dua orang, keduanya ditulis dihubungkan kata dana.
purwo, bambang kaswanti dan rahayu, endang sulistyo.
O iika pengarang tiga orang atau lebih cukup nama pengarang pertama saia yang
ditulis, diikuti kata dan kawan-kawan yang disingkat (dkk.) iika sebuah buku ditulis
oleh tiga orang: cahyo kumolo, sucipto, dan gunawan, dalam penulisan daItar
ruiukan cukup ditulis kumolo, cahyo dkk.

tahun terbit
iika beberapa ruiukan berasal dari buu yang erbeda, ditulis oleh pengarang yang
sama dan tahun terbit yang sama, urutannya didasarkan pada abiad huruI pertama iudul
buku, dengan ciri pembeda huruI sesuai abiad.
contoh:
ariIin, zainal. 1990a. pedoman urat-menvurat ndonesa. iakarta: penyear ilmu.
ariIin, zainal. 1990b. surat-menvurat resm. iakarta: dinamika swadaya.

judul
iudul buku dicetak miring, ditulis setelah tahun terbit, dan diakhiri tanda titik.
apabila ditulis tangan atau diketik dengan mesin ketik manual, iudul buku diberi garis
56
bawah, sebagai ganti cetak miring, seperti pada contoh di atas. iudul artikel atau makalah
ditulis di antara tanda petik.
contoh penulisan iudul artikel:
utomo, andi. 18 ianuari 2009. 'pandemi virus Ilu burung h5n1¨. surva. ha. 4.

rujukan dari internet
dalam ruiukan dari internet berupa karya individual nama penulis ditulis
seperti ruiukan bahan cetak. setelah penuliwan iudul, ruiukan diberi keterangan (online),
diakhiri dengan alamat sumber ruiukan disertai keterangan waktu diakses di antara tanda
kurung.
contoh:
hithcock, s. carr, l. & hall, w. 2008. a. survev o1 stm onnes iournas. 1990-1995. the .am
be1ore the storm. (online), (http:/iournal.ecs.soton.ac.uk/survey/survey html,
diakses 27 november 2009).
dalam penulisan ruiukan dari internet berupa artikel dari iurnal, nama penulis
ditulis seperti ruiukan bahan cetak (buku), diikuti tahun, iudul artikel, nama iournal
dicetak miring, dengan diberi keterangan (online) dalam tanda kurung, diikuti volume dan
nomor, diakhiri dengan alamat sumber ruiukan, dan diberi keterangan waktu pengaksesan
di dalam tanda kurung.
contoh:
basuki, sulistyo. 2008. 'dampak penghapusan uiian nasional terhadap mutu pendidikan di
indonesia¨. iurna mu penddkan, (online), vol. 3 no. 4 (http//www.malang.ac.id,
diakses 28 november 2009)

b. artikel ilmiah
penulisan artikel ilmiah pada prinsipnya sama dengan penulisan makalah.
artikel ilmiah biasanya dimuat dalam maialah ilmiah atau iurnal. ada lima langkah dalam
menulis artikel ilmiah. kelima langkah itu ialah: (1) pengembangan gagasan; (2)
perencanaan naskah; (3) pengembangan paragraI; (4) penulisan draI; (5) Iinalisasi
pengembangan gagasan dalam penulisan artikel ilmiah adalah pengembangan
gagasan dalam berpikir ilmiah. gagasan dalam berpikir ilmiah dapat berupa hasil berpikir
57
konseptual, misalnya 'pembelaiaran anti korupsi melalui kantin keiuiuran¨, atau hasil
penelitian seperti 'pengaruh situasi keluarga terhadap prestasi siswa¨. bagian-bagian
sistematika artikel ilmiah seperti berikut.
iudul
nama penulis
abstrak
kata kunci
pendahuluan
isi
penutup
daItar pustaka

iudul, nama penulis, abstrak, kata kunci, pendahuluan, isi, penutup, dan daItar ruiukan.

iudul
iudul artikel harus diusahakan menarik pembaca, inIormatiI, iudul hendaknya
memberi gambaran yang ielan tentang materi dan ruang lingkup masalah yangakan
dibahas. iudul iangan terlalu paniang. iudul dan anak iudul (kalau ada) ditu;is pada baris
paling atas, dengan iarak dari atas kurang lebih 3 cm.iudul dan anak iudul ditulis dengan
huruI kapital semua. iudul dengan anak iudul (kalau ada) dipisahkan dengan tanda titik
dua.

nama penulis
nama penulis ditulis di bawah iudul, dengan tanpa mencantumkan gelar
akademik. nama lembaga dapat ditulis di bawah nama penulis, atau ditempatkan di
bagian bawah sebagai catatan kaki. apabila artikel ilmiah ditulis dua orang, nama penulis
ditulis seiaiar, di bawah iudul.



abstrak
58
abstrak adalah seperangkat pernyataan yang ditulis secara ringkas dan padat
bagian-bagian penting dari artikel yang ditulis. abstrak hendaknya ditulis dalam 50
sampai 200 kata, berisi tentang topik, masalah, tuiuan, dan hasil penelitian. abstrak
ditulis dalam satu paragraI, apabila artikel ditulis dalam bahasa indonesia, abstrak
sebaiknya ditulis dalam bahasa inggris, dan apabila artikel ditulis dalam bahasa inggris,
abstrak sebaiknya ditulis dalam bahasa indonesia.

kata kunci
kata kunci ialah kata pokok yang menggambarkan wilayah yang diteliti,
menggambarkan ranah wilayah yang dibahas. iumlah kata kunci antara 3 sampai lima
kata. kata kunci tidak harus diambil dari kata-kata yang tercantum dalam iudul karya
ilmiah.

pendahuluan
pendahuluan berisi latar belakang, rumusan masalah, dan tuiuan. apabila dalam
karya ilmiah resmi rumusan masalah dan tuiuan meniadi subbab tersendiri, dalam artikel
ilmiah latar belakang, rumusan masalah, dan tuiuan diintergrasikan meniadi satu. dalam
bagian ini iuga berisi kaiian teori, yang dalam karya ilmiah resmi meniadi bab tersendiri.

isi
isi merupakan bagian inti dari penulisan artikel ilmiah. bagian ini merupakan
bagian yang terpenting bagi artikel ilmiah konseptual maupun artikel ilmiah penelitian.
isi berisi kupasan, analisis, argumentasi, keputusan, dan pendirian atau sikap penulis
mengenai masalah yang dibicarakan. yang perlu ditampilkan dalamm penelitian ini ialah
kupasan argumentatik, analitik, dan kritis dengan sistematika yang runtut dan logis.



penutup
penutup berisi simpulan dan saran. simpulan berarti hasil dari pembahasan.
bagian ini menyampaikan ringkasan hasil penelitian atau pemikiran. simpulan harus
59
sesuai dengan rumusan masalah dan tuiuan. simpulan dalam sistematika penulisan artikel
ilmiah dikemukakan dalam rangka membulatkan argumen, hasil analisis, sintesis, dan
interpretasi atas hasil suatu penelitian. impulan pada dasarnya mencerminkan butir-butir
penting dari penelitian yang dilakukan dan dikembangkan pada pembahasan.

4.2.2. karya ilmiah resmi
karya ilmiah resmi mempunyai sistematika yang lebih rinci dibandingkan karya
ilmiah subresmi. yang termasuk karya ilmiah resmi ialah laporan penelitian termasuk
skripsi, tesis, disertasi, buku teks. karya ilmiah resmi secara umum mempunyai
sistematika seperti karya ilmiah subresmi, yaitu pembuka, isi, dan penutup. namun tiap-
tiap bagian itu dirinci lagi lebih detil. sistematika karya ilmiah resmi sebagai berikut.
pendahuluan
1. halaman iudul
2. halaman pengesahan
3. halaman persembahan dan moto
4. kata pengantar
5. daItar isi
6. daItar tabel/bagan/gambar
7. daItar singkatan
8. abstrak

bagian isi
1. bab pendahuluan
a. latar belakang
b. rumusan masalah
c. tuiuan penelitian
d. manIaat penelitian
2. landasan teori
3. metode penelitian
a. pendekatan penelitian
b. sumber data dan data penelitian
60
c. teknik pengumpulan data
d. teknik analisis data
4. hasil dan pembahasan
5. simpulan

bagian penutup
1. daItar pustaka
2. lampiran

halaman iudul
halaman iudul adalah halaman setelah .over laporan penelitian. halaman itu
memuat iudul, ditulis dibagian atas dengan huruI kapital yang relatiI besar. di bawahnya
ditulis penyataan keperluan, misalnya: 'diaiukan untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam menyelesaikan program sariana sastra inggris¨. di bawah pernyataan itu tempat
logo instansi yang menaunginya. nama penulis ditulis di bawah logo. bagian lembaga
penyelenggara. paling bawah tahun penyusunan.

halaman persetuiuan
halaman persetuiuan berisi persetuiuan dari pembimbing bahwa karya ilmiah
itu telah sampai pada suatu tahap tertentu. kalau karya ilmiah itu berupa skripsi, tesis,
atau disertasi pembimbing telah menyetuiui bahwa penulis karya ilmiah itu dapat maiu
uiian untuk mempertanggungiawabkan karya ilmiahnya. halaman persetuiuan itu terdiri
atas: nama penulis, iudul tulisan, tanggal persetuiuan, dan tanda tangan pembimbing.


halaman pengesahan
halaman pengesahan biasa terdapat pada karya ilmiah resmi yang dihasilkan
oleh mahasiswa , yang karya ilmiah itu harus dipertanggungiawabkan isinya di depan
penguii. halaman pengesahan itu berisi pernyataan bahwa penguii mengesahkan karya
ilmiah itu telah memenuhi persyaratan, penulisnya mencapai gelar akademik tertentu.
61
karya ilmiah itu ditandatangani penguii dan diketahui pimpinan iurusan dan pimpinan
Iakultas.

motto/persembahan
halaman motto/persembahan biasanya berisi motto atau persembahan. halaman
motto biasanya berisa kata-kata mutiara yang dapat meniadi sikap hidup atau sumber
semangat bagi penulis. motto dapat diambil dari berbagai sumber seperti kitab suci,
pendapat para IilsuI, kata-kata mutiara, atau berasal dari penulis sendiri. persembahan
diberikan penulis kepada seseorang yang sangat berarti di dalam hidup penulis. sosok
yang dapat persembahan bisa orang tua, nenek, kakak, adik, pacar, suami, isteri, anak,
bahkan bisa kepada tuhan.

kata pengantar

kata pengantar dimaksudkan sebagai pengantar pada karya ilmiah yang telah
ditulis oleh penulis. yonohudyono dan suhartono (2005:58) berpendapat bahwa hal-hal
yang perlu diungkapkan pada kata pengantar adalah:
(1) puii syukur kepada tuhan
(2) iudul
(3) garis besar isi
(4) hambatan dalam proses penyusunan
(5) ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memantu
(6) saran dan kritik
(7) harapan
(8) penyebutan tempat, tanggal, bulan, dan tahun

abstrak
abstrak sudah dibicarakan pada bagian penulisan karya ilmiah subresmi. namun
ada perbedaan sedikit antara penulisan abstrak karya ilmiah subresmi dan karya ilmiah
resmi. dalam karya ilmiah subresmi abstrak cukup satu paragraI, dalam iarak satu spasi.
62
dalam karya ilmiah resmi karena lebih luas dibanding karya ilmiah subresmi, abstrak
paling banyak satu halaman kertas a4.
bagian isi dan seterusnya akan dipelaiari lebih laniut di tingkat perguruan
tinggi . untuk tahap pertama yang perlu dipelaiari, adalah penulisam makalah dan
penulisan artikel. da baiknya di sekolah-sekolah menerbitkan maialah yang menyediakan
ruangan untuk penulisan karya ilmiah, sabagai bahan latihan para siswa.

c. penutup
agar terampil menulis karya ilmiah, seseorang harus menguasai beberapa hal.
pertama, ia harus banyak membaca, terutama bacaan karya ilmiah. kedua, harus
menguasai teori menulis karya ilmiah. ketiga, , ia harus banyak berlatih menulis karya
ilmiah. hanya dengan banyak berlatih seorang penulis akan mencapai sukses.
karya ilmiah dibedakan antara karya ilmiah subresmi dan karya ilmiah rsmi.
yang termasuk karya ilmiah subresmi yaitu makalah dan artikel iurnal. sistematika karya
ilmiah subresmi lebih sederhana dibanding dengan karya ilmiah resmi. untuk menulis
karya ilmiah subresmi penulis harus menguasai sistematika penulisan karya ilmiah itu,
termasuk penguasaan menyusun abstrak kata kunci, kutipan dan daItar pustaka. karya
ilmiah resmi sistematikanya lebih rumit daripada karya ilmiah subresmi.
karya ilmiah berbeda dengan karya kreatiI. penulisan karya ilmiah mempunyai
sistematika yang harus ditaati oleh penulis. kreatiIitas penulisan tidak diperlukan dalam
penulisan karya ilmiah. oleh karena itu sistematika, teknik pengutipan, teknik penulisan
daItar pustaka harus dikuasai oleh penulis.




\daftar pustaka

lindsay, david. 1986. penuntun penusan mah. a gude to s.ent1. wrtng. peneriemah
suminar setiati achnadi. iakarta: universitas indonesia.

63
prayitno, harun ioko dkk. (ed). 2000. pembudayaan penulisan karya ilmiah. surakarta:
muhammadiyah university press.

suparno. 2000. angkah-angkah penusan mah. daam menus artke mah untuk
iurna. malang: universitas negeri malang.

suparno dan mohamad yunus. 2007. keterampan dasar menus. iakarta: universitas
terbuka.

taniung, h. bahdin nur dan h. ardial. 2.007. pedoman penusan karva mah (proposa.
skrps. dan tess). dan mempersapkan dr meniad penus artke mah.
iakarta: kencana.

yonohudyono dan suhartono. 2005. bahasa ndonesa kemuan. mata kuah pengembang
keprbadan. surabaya: unesa university press.

yonohudiyono, e dan iack parmin. 2007. bahasa ndonesa kmuan. surabaya: unesa
university press.
bab v
penelitian tindakan kelas


standar kompetensi : memahami penelitian tindakan kelas
kompetensi dasar : memahami hakikat penelitian tindakan kelas
melaksanakan penelitian tindakan kelas untuk
perbaikan pembelajaran


indikator:
1, menielaskan konsep penelitian tindakan kelas
2. tuiuan penelitian tindakan kelas
64
3. manIaat penelitian tindakan kelas
4. mengidentiIikasi karakteristik penelitian tindakan kelas
5. prosedur pelaksanaan penelitian tindakan kelas

tuiuan
1. setelah mempelaiari materi dalam buku pelatihan, peserta dapat menielaskan konsep
penelitian tindakan kelas dengan tepat.
2. setelah mempelaiari materi dalam modul pelatihan, peserta dapat memahami tuiuan
penelitian tindakan kelas dengan benar.
3. setelah mempelaiari materi dalam modul pelatihan, peserta dapat mengidentiIikasi
karakteristik penelitian tindakan kelas dengan tepat.
4. setelah mempelaiari materi dalam modul pelatihan, peserta dapat memahami manIaat
penelitian tindakan kelas dengan tepat.
5. setelah mempelaiari materi dalam modul pelatihan, peserta dapat memahami prosedur
penelitian tindakan kelas




5.. pendahuluan
bagi seorang guru untuk dapat mengaiar secara proIesional tidak cukup hanya
dibekali oleh penguasaan materi saia. guru dalam proses belaiar-mengaiar menghadapi
murid dalam satu kelas yang mempunyai eragam karakteristik. padahal dalam prktik
seorang guru dalam satu hari dapat menghadapi beberapa kelas murid. seorang praiurit
yang baik, dalam berperang harus menguasai medan perang. demikian pula guru, seorang
guru harus memahami berbagai macam karakter murid, karena keberhasilan proses
belaiar-mengaiar tidak ditentukan oleh penguasaan materi saia.
dalam proses belaiar mengaiar, guru yang baik adalah guru yang kreatiI dan
inovatiI. segala potensi yang ada hendaknya dimanIaatkan untuk menuniang keberhasilan
proses belaiar-mengaiar. guru yang baik harus mencoba dan mencoba mengembangkan
potensi yang dimiliki demi keberhasilan proses belaiar mengaiar. seiring dengan
65
kemaiuan teknologi, model pembelaiaran dan media pembelaiaran pun sudah
berkembang dengan pesat. guru yang kreatiI dan inovatiI iika dituniang dengan media dan
model pembelaiaran yang sesuai akan mendorong murid khususnya dan sekolah pada
umumnya memperoleh prestasi yang maksimal. salah satu upaya yang dapat dilakukan
oleh guru yang kreatiI dan inovatiI dalam mencapai proses belaiar-mengaiar dengan hasil
yang maksimal adalah melakukan eksperimen. eksperimen itu dapat dilakukan dengan
penelitian tindakan kelas (ptk).

5.. pengertian ptk
upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di indonesia sudah lama dilakukan.
salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan itu ialah adanya perubahan
kurikulum pendidikan dari waktu-ke waktu. namun harus disadari pula bahwa kurikulum
bukannya satu-satunya penuniang mutu pendidikan. banyak Iaktor yang dapat menuniang
keberhasilan mutu pendidikan seperti sarana dan prasarana, adanya guru yang berkualitas,
dan kesiapan mental murid dalam belaiar. ptk merupakan salah satu upaya untuk menuiu
peningkatan mutu pendidikan.
penelitian tindakan kelas (ptk) sudah berkembang seiak perang dunia ii
(ardiana dan kisyani, 2004:6). namun di indonesia baru akhir-akhir ini saia mendapat
perhatian yang serius. namun bukan berarti sebelumnya tidak pernah diadakan penelitian
tindakan kelas. ptk merupakan teriemahan dari .assroom a.ton resear.h, yaitu a.ton
resear.h yang dilakukan di kelas. penelitian tindakan kelas di indonesia sebenarnya sudah
lama dilakukan. skripsi mahasiswa Iakultas ilmu pendidikan, atau mahasiswa institut
keguruan dan ilmu pendidikan dulu banyak yang mengangkat penelitian tindakan kelas.
hanya bentuk penelitian pada masa itu belum mendapatkan bentuk yang baku, dan belum
mendapakan perhatian seperti sekarang.
penelitian tindakan kelas adalah suatu bentuk penelitian yang bersiIat reIlektiI
dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan atau
meningkatkan praktik-praktik pembelaiaran di kelas secara proIesional (suyanto dalam
ardiana dan kisyani laksono, 2004:6). sesuai dengan pendapat suyanto tersebut, ciri
penelitian tindakan kelas adalah bersiIat reIlektiI. artinya tahap reIleksi merupakan dasar
untuk menentukan langkah-langkah penelitian tindakan kelas.
66
proyek pgsm (1999) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas sebagai suatu
bentuk kaiian yang bersiIat reIlektiI oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk
meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas,
memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu, serta
memperbaiki kondisi di mana praktik pembelaiaran tersebut dilakukan. dengan demikian
dapat dipahami bahwa konsentrasi penelitian tindakan kelas adalah pada praktik
pembelaiaran. dalam hal ini pelaku pembelaiarann (guru) harus aktiI meeIleksi diri
tentang kekurangan dalam proses belaiar-mengaiar, yang menyebabkan kurang
berhasilnya hasil belaiar itu sendiri. ketidak berhasilan proses belaiar-mengaiar dapat
berasal dari berbagai pihak, daeri guru, dari murid, dari lingkungan sekolah, dari
masyarakat sekitar, atau disebabkan oleh orang tua murid itu sendiri. dalam penelitian
tindakan kelas reIleksi yang dilakukan oleh guru akan menemukan masalah itu. tindakan
selaniutnya adalah bagaimana meningkatkan prestasi murid dengan adanya kendala
yang ditemukan dalam reIleksi.
wardani (2008: 1.4) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah
penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui reIleksi diri,
dengan tuiuan untuk memperbaiki kinerianya sebagai guru, sehingga hasil belaiar siswa
meniadi meningkat. pernyataan wardani itu menyiratkan bahwa penelitian tindakan kelas
dilakkan oleh guru di dalam kelasnya sendiri. iadi tidak dapat dilakukan oleh orang lain.
penelitian itu berkaitan dengan kineria guru yang bersangkutan. di samping itu penelitian
tindakan kelas dilakukan di dalam kelas, bukan di luar kelas.
penelitian tindakan kelas berbeda dengan penelitian kelas. penelitian tindakan
kelas dilakukan oleh guru kelas tersebut, sedang penelitian kelas dilakukan oleh orang
luar. berarti semua orang dapat melakukan penelitian kelas, sedang penelitian tindakan
kelas hanya dilakkan oleh guru kelas tersebut. dalam penelitian tindakan kelas bisa saia
orang luar berperan sbagai peneliti, tetapi perannya hanyalah sebatas membantu penelitian
guru kelas.
di dalam penelitian tindakan kelas terutama dirasakan oleh guru yang
bersangkutan. permasalahan itu biasanya timbul akibat kegiatan reIleksi yang dilakukan
oleh guru tersebut. hal itu berbeda dengan penelitian kelas non ptk. di dalam penelitian
kelas non ptk masalah iustru dirasakan oleh orang luar, bukan guru yang bersangkutan.
67
di dalam penelitian tindakan kelas hasil penelitian diiadikan dasar untuk
tindakan perbaikan oleh guru. hal itu memang merupakan tuiuan utama bagi guru yang
melakukan penelitian tindakan kelas. di dalam penelitian kelas non-ptk hasil penelitian
belum tentu ditindaklaniuti. hal itu bergantung pada kebutuhan dan tuiuan peneliti dalam
melakukan penelitiannya. di dalam penelitian kelas non-ptk cakupannya pun sangat luas,
tidak hanya masalah proses belaiar-mengaiar saia.
proses pengumpulan data di dalam penelitian tindakan kelas dilakukan sendiri
oleh guru sebagai peneliti, bisa dengan bantuan orang lain, sedang pengumpulan data
penelitian kelas non-ptk dilakukan oleh peneliti. di dalam penelitian tindakan kelas guru
di samping peneliti iuga bertindak sebagai pengaiar. dalam hal ini guru mempunyai dua
peran. oleh karena itu ketika sedang melakukan proses belaiar-mengaiaru guru mungkin
tidak dapat melaksanakan tugasnya sebagai peneliti. dalam kondisi seperti itu bantuan
orang lain sangat diperlukan. bantuan itu dapat diperoleh guru dari teman seiawat.
kelebihan ptk dibanding penelitian non-ptk yaitu dalam penelitian non-ptk hasil
penelitian meniadi milik peneliti, belum tentu dimanIaatkan oleh guru. dalam penelitian
ptk hasil penelitian langsung dimanIaatkan oleh guru untuk meningkat hasil
pembelaiaran. hal itu merupakan tuiuan akhir ptk, di alam penelitian ptk harus selalu
diusahakan untuk menemukan model pembelaiaran yang dapat meningkatkan kualitas
hasil belaiar. tabel berikut ini merupakan gambaran perbandingan antara ptk dan
penelitian non-ptk.


tabel
perbandingan ptk dan penenelitian kelas non-ptk
no aspek penelitian tindakan kelas penelitian kelas non-ptk
1.

2.


peneliti

rencana penelitian

munculnya
guru

oleh guru, bisa dibantu
teman seiawat
dirasakan oleh guru
orang luar

oleh peneliti


68
3.


4.



5.

6,


7.



8.
masalah

ciri utama



peran guru

tempat penelitian

proses
pengumpulan data

hasil penelitian


ada tindakan untuk peraikan
yang berulang

sebagai guru dan peneliti

kelas


oleh guru dapat dibantu
orang lain

dimanIaatkan oleh guru
dalam proses belaiar-
mengaiar
dirasakan oleh orang luar


belum tentu ada


guru sebagai obiek
penelitian

kelas


oleh peneliti


meniadi pemilik peneliti,
belum tentu dimanIaatkan
oleh guru

5..2 tujuan ptk
penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru berkaitan
dengan proses elaiar mengaiar yang diialaninya dan dilakukan di dalam kelas. secara
praktis penelitian tindakan kelas untuk memperbaiki proses belaiar-mengaiar. hasil
penelitian itu kemudian dimanIaatkan oleh guru dalam memperbaiki proses belaiar-
mengaiar agar tuiuan pembelaiaran dapat dicapai dengan sempurna.
dasar utama dilaksanakannya penelitian tindakan kelas menurut ardiana dan
kisyani-laksono (2004:130) adalah untuk tuiuan perbaikan praktis pembelaiaran,
khususnya dan perbaikan program sekolah pada umumnya. ptk iuga merupakan sebuah
upaya untuk meningkatkan keterampilan untuk menanggulangi berbagai masalah yang
muncul di kelas atau di sekolah dengan atau tanpa masukan khusus berupa berbagai
program pelatihan yang eksplisit.
69

5..3 manfaat ptk
ptk adalah penelitian dengan obiek siswa di kelas dan guru sebagai pengaiar.
peneliti dalam kegiatan itu adalah guru itu sendiri. dengan demikian dapat dipahami
apabila ptk adalah penelitian dengan obiek murid dan guru, agar bermanIaat bagi murid
dan guru itu sendiri dalam pembelaiaran yang akan datang. apabila pewnelitian itu
bermanIaat bagi murid dan guru, secara tidak langsung iuga bermanIaat bagi sekolah.
wardani (2008) menyatakan manIaat penelitian tindakan kelas dapat dipilah meniadi tiga,
yaitu manIaat bagi guru,manIaat bagi murid, dan manIaat bagi sekolah. ketiga manIaat itu
seperti berikut ini.

5..3. bagi guru
(a) untuk memperbaiki pembelaiaran yang dikelola
munculnya penelitian tindakan kelas disebabkan oleh adanya permasalahan dalam
proses belaiar-mengaiar yang dirasakan oleh guru. untuk mendapatkan pemecahan
masalah yang dihadapi, guru perlu meneliti permasalahan itu. aabila guru dalam
penelitiannya dapat menemukan pemecahan masalah, tentu saia hasil penelitiannya akan
bermanIaat memperbaiki pembelaiaran yang dikelola. namun perlu diingat,hasil
penelitian itu hanya tepat diterapkan pada siswa-siswa atau kelas yang diteliti. meskipun
mempunyai permasalahan yang sama dalam kelas yang berbeda mempunyai karakteristik
yang berbeda pula, sehingga hasil penelitian tindakan kelas di suatu ke las tertentu belum
tentu dapat diterapkan untuk memperbaiki kelas lain.

(b) guru dapat berkembang secara proIesional karena mampu memperbaiki dan menilai
pembelaiaran yang dikelolanya.
guru yang baik adalah guru yang kreatiI dan inovatiI. guru yang kreatiI dan
inovatiI adalah guru yang selalu berusaha memperbaiki diri dalam proses belaiar-
mengaiar. salah satu upaya untuk memperbaiki proses belaiar-mengaiar adalah melakukan
penelitian tindakan kelas. hasil penelitian itu meniadi dasar dalam kegiatan proses belaiar-
mengaiar selaniutnya. dengan demikian guru akan dapat berkembang secara proIesional,
karena mampu memperbaiki dan menilai pembelaiaran yang dikelolanya.
70

(c) membuat guru lebih percaya diri
penelitian tindakan keras dapat membuat guru lebih percaya diri. rasa percaya
diri itu disebabkan guru telah menguasai permasalahan dan tindakan pemecahan masalah
itu dengan tepat. guru yang sedang menghadapi murid dapat diibaratkan dengan seorang
dokter yang sedang menghadapi pasien yang sedang sakit. seorang dokter iika sudah
menemukan ienis penyakit pasien, dan obat penangkal yang muiarab, dokter akan lebih
percaya diri. guru pun bila telah menemukan masalah dalam proses belaiar-mengaiar, dan
telah menemukan pemecahan masalah itu, guru akan lebih percaya diri.

(d) guru mendapat kesempatan untuk berperan aktiI dalam mengembangkan pengetahuan
dan keterampilannya sendiri.
mengaiar adalah suatu proIesi. pekeriaan mengaiar dilakukan oleh guru
dengan materi yang itu-itu saia. perubahan materi pembelaiaran baru teriadi apabila
teriadi perubahan kurikulum. dengan demikian, guru bisa teriebak pada rutinitas. pola
pembelaiaran dan materi pembelaiaran hanya itu-itu saia. guru dapat teriebak pada
rutinitas yang monoton.
apabila guru mendapat kesempatan mengadakan penelitian tindakan kelas, guru
akan meniadi lebih kreatiI. guru mendapat kesmpatan untuk berperan aktiI dalam
mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya sendiri. guru dapat mereIleksi,
mengoreksi, dan mengevaluasi proses pembelaiaran yang telah dilakukan. kesempatan
untuk berperan aktiI dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan itu akan
berdampak luas terhadap dunia pendidikan, terutama pada siswa yang terlibat dalam
proses belaiar-mengaiar yang dasuhnya. keberhasilan siswa dalam belaiar berarti
memberikan masa depan yang baik bagi siswa.

5..3.2 bagi siswa
obiek penelitian tindakan kelas adalah perbaikan proses belaiar-mengaiar,
sebagai tindak laniut hasil reIleksi. hasil penelitian tindakan kelas harus menemukan
pemecahan masalah berkaitan dengan kekurangberhasilannya dalam proses belaiar-
71
mengaiar. dengan demikian manIaat yang dapat dirasakan oleh siswa adalah dapat
meningkatnya hasil belaiar siswa.
manIaat lain dari penelitian tindakan kelas adalah siswa menemukan model
pengaiar yang baik dalam proses belaiar-mengaiar. model ini sangat diperlukan oleh
siswa, karena model guru yang baik adalah guru yang kreatiI dan inovatiI, yang dapat
meniadi motivator dan Iasilitator.

5..4 karakteristik ptk
penelitian tindakan kelas merupakan teriemahan dari bahasa inggris .assroom
a.ton reseaer.h. penelitian ini merupakan penelitian bentuk inkuiri yang dilakukan
melalui reIleksi diri. reIleksi diri merupakan titik pangkal dalam penelitian ini. penelitian
tindakan kelas atau .assromm a.ton resear.h berbeda dengan a.ton resar.h (penelitian
tindakan). di dalam penelitian tindakan kelas harus melibatkan peserta yang terlibat
dalam situasi yang diteliti, sedang dalam penelitian tindakan tidak harus melibatkan
peserta yang terlibat dalam situasi. penelitian tindakan kelas dilakukan dalam situasi
sosial, dengan tuiuan untuk memperbaiki.
wardani (2008:1.5) menyatakan karakteristik penelitian tindakan kelas sebagai
berikut~
(1) adanya masalah dalam ptk dipicu oleh munculnya kesadaran pada diri guru
bahwa praktik yang dilakukannya selama ini di kelas mempunyai maslah yang
perlu diselesaikan.
(2) penelitian melalui reIleksi diri merupakan ciri ptk yang paling esensial.
(3) penelitian tindakan kelas dilakukan dalam kelas.
(4) penelitian tindakan kelas bertuiuan untuk memperbaiki pembelaiaran.
suyanto (dalam ardiana dan kisyani-laksono, 2004:9) menyebutkan bahwa
karakteristik ptk sebagai berikut. pertama, permaslahana diangkat dari dalam kelas tempat
guru mengaiar yang benar-benar dihayati oleh guru sebagai masalah yang harus dihayati.
masalah itu timbul iustru dari dalam guru itu sendiri, sebagai hasil reIleksi. kedua, ptk
penelitian yang bersiIat kolaboratiI. dalam meneliti guru tidak harus melakukannya
sendiri, melainkan dapat bekeria sama dengan dosen lptk, kepala sekolah, atau teman
72
seiawat. ketiga, ptk adalah ienis penelitian yang memunculkan adanya tindakan tertentu
untuk memperbaiki proses belaiar-mengaiar di kelas.
hopkins (1992) menyatakan bahwa ptk mempunyai karakteristik sebagai berikut. (1)
perbaikan praktis pembelaiaran dari dalam. (2) usaha kolaboratiI antara guru dan dosen.
(3) bersiIat reIlektiI. perlu ditekankan, bahwa ptk tidak boleh mengganggu kegiatan guru
mengaiar di kelas.pengumpulan data yang digunakan tidak menuntuk waktu yang
berlebihan, sehingga mengganggu proses pembelaiaran.

5.2 pelaksanaan penelitian tindakan kelas
penelitian tindakan kelas penelitian yang diawali dengan reIleksi diri. dalam hal
ini permasalahan muncul dari dalam diri guru (peneliti) yang didasari adanya
kekurangberhasilan proses belaiar-mengaiar yang dirasakan oleh guru. dalam hal ini guru
harus berusaha menemukan pemecahan masalah guna perbaikan proses belaiar-mengaiar.
pemecahan masalah itu apat dilakukan dengan reIleksi diri. guru dapat mengaiukan
beberapa pertanyaan kepada dirinya sendiri.
(1) apa yang sedang teriadi di kelas tempat saya mengaiar?
(2) masalah apa yang ditimbulkan dalam keiadian itu?
(3) apa pengaruh masalah itu bagi kelas tempat saya mengaiar?
(4) apa yang teriadi iika masalah tersebut saya biarkan?
(5) apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasi masalah itu?
pertanyaan-pertanyaan itu perlu direnungkan oleh guru. guru harus iuiur dan obiektiI
dalam melakukan reIleksi. guru merasakan adanya masalah, dan tidak puas terhadap
pembelaiaran yang telah dilakukan. hasil reIleksi itu dapat dipakai dasar dalam
merumuskan masalah.

5.2. rumusan masalah
hopkins (dalam ardiana dan kisyani-laksono, 2004: 21) untuk menentukan Iokus
penelitian, dapat bertolak dari gagasan-gagasan umum mengenai keadaan yang perlu
diperbaiki. untuk mengembangkan Iokus ptk, dapat bertanya pada diri sendiri: apa yang
teriadi sekarang? apakah yang teriadi itu mengandung permasalahan? apa yang bisa saya
lakukan untuk mengatasinya? (hopkins, dalam ardiana dan kisyani-laksono, 2004: 21).
73
untuk meniawab pertanyaan-pertanyaan itu, dapat dilakukan dengan
mendiskusikan dengan sesama guru, dengan dosen, atau dengan mengkaii sumber
pustaka. setelah melakukan identiIikasi maslah, harus ditentukan permasalahan yang
sangat mendesak untuk diatasi. untuk menentukan permasalahan itu abimanyu (1995)
menyatakan perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
(1) pilih permasalahan yang dirasa penting oleh guru sendiri dan muridnya, atau
topik yang melibatkan guru dalam serangkaian aktivitas yang memang
diprogramkan oleh sekolah.
(2) iangan memilih masalah yang di luar kemampuan dan/aau kekuasaan guru
untuk mengatasinya.
(3) pilih dan tetapkan permasalahan yang skalanya cukup kecil dan terbatas.
(4) usahakan untuk bekeria secara kolaboratiI dalam pengembangan Iokus
penelitian.
(5) kaitkan ptk yang akan dilakukan dengan prioritas-prioritas yang ditetapkan
dalam rencana pengembangan sekolah
untuk mendapat kan rumusan masalah yang baik, guru perlu menganalisis hal-
hal yang berkaitan dengan proses pembelaiaran sehari-hari: daItar hadir siswa, daItar nilai
siswa, tugas-tugas yang diberikan kepada siswa, 1eedba.k yang diberikan guru terhadap
pekeriaan siswa. dari analisis ini guru dapat menemukan Iokos ptk. misalnya Iokus
penelitian sebagai berikut:
apakah model pembelajaran stad dapat meningkatkan
pemahaman unsur intrinsik cerita pendek.
agar rencana perbaikan meniadi terarah, permasalahan di atas dapat diiabarkan.
rumusan masalah dalam ptk dapat dinyatakan dengan kalimat tanya atau kalimat
deklaratiI . contoh peniabaran rumusan masalah di atas seperti beriktu ini.

rumusan masalah
1) bagaimanakah proses model pembelajaran stad dalam
pembelajaran unsur intrinsik cerpen di kelas 2 b smp
taruna bakti.
2) apakah model pembelajaran stad dapat meningkatkan
74
pemahaman unsur intrinsik cerita pendek siswa kelas 2
b smp taruna bakti.
atau
1) proses model pembelajaran stad dalam pembelajaran
unsur intrinsik cerpen di kelas 2 b smp taruna bakti.
2) model pembelajaran stad dapat meningkatkan pemahaman
unsur intrinsik cerita pendek siwa smp taruna bakti.

5.2.2 tjuan penelitian
tuiuan penelitian hendaknya ditulis dengan singkat dan ielas dengan
berlandaskan pada permasalahan dan cara pemecahan masalah yang dikemukakan. contoh
tuiuan penelitian seperti berikut ini,
meneraapkan pemebelajaran model stad untuk meningkatkan
pemahaman unsur instrinsik cerita pendek siswa klas 2 b
smp taruna bakti.

5.2.3 hipotesis tindakan
hipotesis tindakan adalah dugaan guru tentang cara terbaik untuk mengatasi
masalah. hipotesis tindakan dalam ptk berbeda dengan hipotesis dalam penelitian Iormal.
hipotesis dalam penelitian Iormal menyatakan adanya hubungan antara dua variabel atau
lebih, atau adanya perbedaan dua kelompok atau lebih. hipotesis tindakan menyatakan
bahwa tindakan itu akan merupakan sollusi yang dapat memecahkan permasalahan yang
diteliti.
hipotesis masih perlu dikaii kelayakannya berkaitan dengan kemunkinan
pelaksanaannya. sudarsono (1997) menyatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam mengkaii kelaikan hipotesis tindakan.
(1) implementasi ptk akan berhasil apabila didukung oleh kemampuan dan
komitmen guru.
(2) kemampuan siswa perlu diperhitungkan baik dari segi Iisik, psikologis, dan
sosial budaya maupun etik.
75
(3) Iasilitas dan sarana pendukung yang tersedia di kelas atau di sekolah iuga perlu
diperhitungkan.
(4) keberhasilan ptk sangat bergantung pada iklim belaiar di kelas atau di sekolah.
(5) iklim keria di sekolah iuga ikut menentukan keberhasilan ptk.
contoh hipotesis tindakan

e-·,»· ~-·,,.·»t»· ~-e-t ,-~o-t»,»-»· .c.e-·c c-»~.»·t.-.-~-·c e.....-· t-~»~,.»· ...«» e»t»~
o--,.e»c- »t»· o--t-~o»·, e-·,»· o».t

5.2.4 pelaksanaan tindakan
sebelum melaksanakan ptk, guru hendaknya mempersiapkan rencana
pelaksanaan. pelaksanaan dilakukan setelah persiapan dirasakan mantap. adapun
langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pelaksanaan adalah sebagai
berikut ini. (a) membuat rencana pembelaiaran beserta skenario. (b). menyiapkan Iasilitas
dan sarana pendukung yang diperlukan. hopkin (1993) mengemukakan beberapa kriteria
ptk yang perlu dilakukan oleh guru. kriteria itu sebagai berikut.
(1) pekeriaan guru adalah mengaiar. oleh karena itu metodologi penelitian yang
dilaksanakannya tidak boleh menggangggu komitmen guru dalam mengaiar.
guru tidak boleh mengorbankan siswa untuk penelitian yang sedang
dilaksanakannya.
(2) dalam mengumpulkan data atau perekaman data iangan sampai menyita
waktu.
(3) metodologi yang diterapkan hendaknya handal, sehingga guru memungkinkan
pengembangan strategi pembelaiaran yang sesuai dengan kmondisi kelas.
(4) masalah yang ditangani guru hendaknya sesuai dengan kemampuan dan
komitmen guru.
(5) guru harus memperhatikan etika dan aturan yang terkait dengan tugas-
tugasnya.
(6) ptk harus mendapat dukungan dari masyarakat sekolah.

5.2.5 observasi dan interpretasi
76
kegiatan pelaksanaan perbaikan merupakan tindakan pokok dalam siklus ptk. pada
saat kegiatan pelaksanaan, iuga diikuti oleh kegiatan observasi dan interpretasi serta
diikuti dengan kegiatan reIleksi. penggabungan pelaksanaan tindakan dengan kegiatan
observasi-interpretasi perlu dicermati, karena hal itu merupakan ciri khas ptk. observadi
dibedakan antara observasi yang berinIerensi rendah yaitu observasi yang tidak perlu
disertai interpretasi. ada pula observasi yang iustu perlu delakukan secara bersamaan
dengan interpretasi, yaitu obseryasi yang berinIerensi tingggi. perlu dirancang
mekanisme perekaman hasil observasi yang tidak mencampuradukkan Iakta dengan
interpretasi. ada lima prinsip dasar atau karakteristik kunci observasi, yaitu: (1)
perencanaan bersana; (2) Iokus; (3) membangun kriteria; (4) keterampilan observasi; (5)
balikan.
dilihat dari cara melakukannya, observasi dapat dibedakan meniadi (1) observasi
terbuka, yaitu pengamat tidak menggunakan lembar observasi, melainkan hanya
menggunakan kertas kosong untuk merekam pelaiaran yang diamati. (2) observasi
terIokus, secara khusus dituiukan untuk mengamati aspek-aspek tertentu dari
pembelaiaran. (3) observasi terstruktur, yaitu observasi yang menggunakan instrumen
observasi yang terstruktur dan siap pakai, sehingga pengamat hanya tinggal
membubuhkan tanda (v) pada tempat yang disediakan. (observasi sistematik, observasi
yang lebih rinci dari obseravasi terstruktur dalam kategori data yang diamati.

5.2.6 diskusi balikan
diskusi balikan dilakukan setelah pertemuan berakhir. diskusi balikan
sebaiknya diselenggarakan sesegera mungkin, lebih cepat lebih baik, tidak lewat 24 iam.
kegiatan yang dilakukan dalam diskusi balikan adalah guru dan pengamat berbagi segala
inIormasi yang dapat dikumpulkan pada saat melakukan pengamatan. bahkan iika
dipandang perlu peneliti dapat mengambil tindakan lebih laniut. dalam diskusi balikan
perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1) dilakukan sebelum 24 iam setelah observasi.
2) digelar dalam suasana yang saling membantu dan tidak menimbulkan
ancaman.
3) bertolak dari rekaman data yang diuat oleh pengamat.
77
4) diinterpretasikan bersama-sama oleh aktor tindakan perbaikan dan pengamat
dengan kerangka pikir tindakan perbaikan yang tengah digelar.
5) pembahasan mengacu pada penetapan sasaran dan penegmbangan strategi
perbaikan untuk menentukan perencanaan berikutnya.
hopkins (1993) menyatakan bahwa dalam diskusi balikan perlu
memperhatikan beberapa prinsip berikut. pertama, hubungan antar guru dengan pengamat
harus didasari rasa saling percaya. kedua, Iokus kegiatan pengamatan harus sesuai dengan
tuiuan perbaikan an mendorong strategi yang diterapkan, bukan pada kritik pada perilaku
guru yang dianggap tidak sesuai. ketiga, proses didasarkan pada pengumpulan dan
pemanIaatan data observasi, bukan pada kegagalan atau kritik terhadap perilaku guru
yang dianggap tidak sesuai. keempat, guru hendaknya didorong untuk menarik
kesimpulan tentang pembelaiaran yang dikelolanya dari data yang dikumpulkan. kelima,
setiap tahap opservasi merupakan proses yang berlaniut, yang satu selalu bertumpu pada
yang lain. keenam, guru dan pengamat bersama-sama terlibat dalam proses pertumuhan
proIesional yang saling menguntungkan.

5.2.7 analisis data dan refleksi
analisis data hendaknya dilakukan secara bertahap, tahap-tahap analisis data itu
ialah pertama menyeleksi dan mengelompokkan, kedua dengan memaparkan atau
mendeskripsikan data, dan terakhir menyimpulkan atau memberi makna. dalam
menyeleksi atau mengelompokkan data sering iuga diseut dengan reduksi data. reduksi
data adalah proses penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi, pemIokusan dan
pengabstraksian data mentah meniadi inIormasi yang bermakna. paparan atau deskripsi
data adalah bentuk paparan naratiI, representasi tabuler termasuk dalam Iormat matriks,
representasi graIis, tabel dan sebagainya. penyimpulan adalah proses pengambilan intisari
dan saiian data dalam bentuk pernyataan kalimat atau Iormula yang singkat dan padat,
tetapi mengandung pengertian luas.
reIleksi dalam penlitian tindakan kelas adalah upaya untuk mengkaii aapa yang
telah teriadi, atau apa yang tidak teriadi dalam proses pembelaiaran yang telah dituntaskan
atau yang belum dituntaskan oleh tindakan perbaikan yang telah dilakukan. hsil reIleksi
digunakan untuk menetapkan langkah lebih laniut dalam penelitian tindakan kelas unuk
78
mencapai tuiuan ptk. reIleksi merupakan pengkaiian atau kegagalan dalam mencapai
tuiuan sementara dan untuk menentukan tindak laniut dalam rangka mencapai tuiuan
akhir yang mungkin ditetapkan dalam pencapaian tuiuan sementara lainnya.
proses reIleksi melalui analisis dan sintesis, serta induksi dan deduksi. analisis
dilakukan dengan cara merenungkan kembali keiadian-keiadian atau peristiwa yang
menyebabkan sesuatu yang diharapkan atau idak diharapkan oleh peneliti. ptk yang
dilakukan secara kolaboratiI dalam reIleksi hendaknya dilakukan secara kolaboratiI pula.
keria sama yang baik dengan seiawat dalam ptk sangat diperlukan, karena dengan adanya
keria sama akan saling mengisi, saling belaiar untuk kemaiuan pembelaiaran.

5.2.8 perencanaan tindak lanjut
tuiuan ptk adalah untuk melakukan perbaikan dalam pembelaiaran. melalui
analisis dan reIleksi dapat ditentukan proses belaiar-mengaiar itu telah berhasil atau
belum. hasil analisis data dan reIleksi menentukan tindak laniut dalam ptk. iika hasil ptk
belum memberikan perbaikan, maka ptk harus dilaniutkan pada siklus berikutnya. iumlah
siklus dalam ptk tidak dapat ditentukan sebelumnya, karena dalam tuiuannya mengadakan
perbaikan. perbaikan tidak dapat diprediksi sebelumnya, dapat tercapai pada siklus
berapa.
dalam suatu ptk mungkin dalam satu siklus sudah dapat menemukan tindakan
perbaikan.aapabila teriadi seperti itu penelitian dapat dilakukan dalam satu siklus. namun
apabila masalah dalam ptk belum ditemukan, harus dilaniutkan pada siklus-siklus
berikutnya, dengan langkah-langkah yang sama, yaitu perumusan masalah, perencanaan
tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan interpretasi, serta analisis data dan
reIleksi. siklus ptk berakhir iika tindakan perbaikan telah dihasilkan.





daftar pustaka

79
ardiana, leo idra dan kisyani-laksono. 2004. penetan tndakan keas. iakarta:
departemen pendidikan nasional.

direktorat ketenagaan. 2006. pedoman penvusunan usuan dan aporan pengembangan
dan penngkatan kuatas pembeaiaran de ptk (ppkp) untuk tahun anggaran
2007. iakarta: depdiknas.

hopkins, david. 1993. a tea.herss gude to .assroom resear.h. buckingham: open
university.

ioni,t. raka. (ed). 1998. penetan tndakan keas. nagan kedua. prosedur peaksanaan.
iakarta: proyek pengemabangan guru sekolah menengah, dirien dikti.

nur, muhammad. (2001). 'penelitian tindakan kelas¨. kumpuan makaah teor
pembeaiaran mpa. surabaya: psms universitas negeri surabaya.

nur, muhammad. (2001). 'penelitian tindakan kelas (konsep dasar dan langkah-langkah
ptk)¨. kumpuan makaah teor pembeaiaran mpa. surabaya: psms universitas
negeri surabaya.

wardani, i.g.a.k. 2008. penetan tndakan keas. iakarta: universitas terbuka.










80


















contoh karya ilmiah


strategi pembelajaran bahasa indonesia
siswa tunarungu slb-b

a. pendahuluan
manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri. manusia hidup
berkelompok, dan saling berinteraksi di antara anggota kelompok, dengan kelompok lain.
untuk berinteraksi manusia memerlukan bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis.
dalam berkomunikasi dan berinteraksi unsur pancaindera mempunyai peranan yang
penting, terutama penglihatan dan pendengar. unsur di luar pancaindera yang iuga
memegang peran penting adalah alat ucap manusia. dalam bahasa lisan ketiga unsure itu
tidak dapat ditinggalkan.
81
hambatan penguasaan unsur bahasa akan mengganggu proses berinteraksi.
hambatan dalam bahasa tulis adalah buta huruI, dan buta dalam hal penglihatan. untuk
kedua hambatan itu harus dapat diatasi oleh manusia, agar dapat berinteraksi secara baik..
masalah buta huruI dapat diatasi dengan mendirikan kursus-kursus membaca, dan dapat
pula melalui lembaga pendidikan.untuk mengatasi buta dalam hal penglihatan, telah
diciptakan huruI braille. namun untuk mengatasi hambatan dalam hal alat ucap (tuna
wicara) dan pendengaran (tuna rungu) lebih rumit dibanding dengan hambatan dalam
penglihatan. oleh karena itu di lembaga pendidikan umum, khususnya perguruan tinggi,
dapat diiumpai mahasiswa tuna netra, tetapi tidak pernah diiumpai mahasiswa tuna rungu
dan wicara. berkomunikasi dengan tuna rungu dan tuna wicara lebih sulit dibanding
berkomunikasi dengan tuna netra.
pada umumnya, penderita tuna rungu (termasuk tuna wicara) mengalami
keterlambatan penanganan, terutama oleh orang tua. kebanyakan orang tua, tidak siap
menghadapi kenyataan ketika anak mereka mengalami cacat dalam pendengaran, atau
mengalami kelainan alat ucap. di samping itu, lembaga pendidikan yang menangani
penderita tunarungu dan bentuk tuna yang lain iumlahnya sangat sedikit. tidak di setiap
daerah ada. bagi masyarakat yang kurang mampu, memasukkan penderita ke slb yang
tempatnya cukup iauh merupakan beban yang cukup berat. akibatnya anak mereka tidak
tertangani secara waiar. mereka berkomunikasi dengan simbol-simbol yang diciptakan
oleh orang tua itu sendiri. akibat lebih laniut, penderita tuna rungu miskin kosa kata, dan
miskin imaiinasi. padahal apabila seiak dini mereka ditangani, mereka dapat hidup
mandiri seperti manusia normal.
menurut deadon (dalam bintoro, 200:26) ada dua situasi yang dialami tuli
prabahasa semasa kecilnya. pertama, terhalangnya komuniksi dua arah antara anak dan
orang tua. kedua, reaksi orang tua setelah mendapat kepastian bahwa anak kandungnya
menderita tuna rungu. kebanyakan orang tua akan menuniukkan reaksi sedih, kaget,
marah, malu, dan bersalah. situasi seperti itu akan mengganggu perkembangan iiwa, dan
perkembangan kepribadian anak. tunarungu menyebabkan keterasingan, distansi dan
berkurangnya kontak dengan keadaan sekeliling. a. van uden (dalam bintoro, 200:27)
menyatakan bahwa karena dunia penghayatannya yang lebih sempit, anak tunarungu
lebih terarah pada dirinya sendiri. mereka sukar menempatkan diri pada cara berpikir dan
82
perasaan orang lain, dan kurang peduli terhadap eIek perilakunya terhadap orang lain.
anak tunarungu dalam tindakannya dikuasai perasaan dan pikirannya secara berlebihan.
mereka iuga sukar menyesuaikan diri.
bahasa yang dimiliki anak berawal dari dirinya sendiri, berkisar pada akunya
sendiri (uden, dalam bintoro, 200:27). akibat dari cacat pendengarannya, perkembangan
bahasa anak tuna rungu sangat lamban, bahasa yang dikuasai lebih lama berkisar pada
dirinya sendiri. plato menyatakan bahwa segala yang ada di dunia ini merupakan
kenyataan tertinggi yang ada di dunia gagasan. untuk memahami sesuatu, seseorang harus
punya konsep di dunia gagasannya. konsep yang dimiliki oleh seseorang berkaitan dengan
penguasaan kosa kata, karena pada hakikatnya berpikir pun memakai bahasa. akibat
kemisikinannya pada kosa kata, anak-anak tuna rungu meniadi miskin konsep, Iantasi,
dan imaiinasi. oleh karena itu pemahaman dunia sekitar pun meniadi terbatas.
tuiuan pengaiaran wicara bagi anak tunarungu adalah membina anak didik agar
memiliki kemampuan atau keterampilan menerima, mengolah, menyimpan, dan
mengekspresikan bahasa dalam bentuk wicara sehingga mereka dapat mencapai taraI
hidup yang lebih tinggi, dapat berdialog dengan dirinya sendiri, dengan masyarakat, dan
dengan masalah yang dihadapinya (depdikbud, 2000:37). untuk berdialog dengan
masyarakat, penderita tunarungu tidak dapat memanIaatkan sibi (sistem isyarat bahasa
indonesia) yang banyak dikuasai oleh tunarungu yang mengenyam pendidiakn Iormal,
karena hanya orang-orang tertentu saia yang memahami sibi. satu-satunya cara untuk
dapat berinteraksi dengan masyarakat, penderita tunarungu menggunakan sistem
komunikasi yang dipakai oleh masyarakat itu sendiri.
agar penderita tunarungu dapat berperan aktiI di tengah masyarakat, penguasaan
bahasa perlu mendapat prioritas utama. sesuai dengan keterbatasan yang dimiliki,
penguasaan bahasa lisan tidak dapat diharapkan sepenuhnya pada penderita tunarungu.
oleh karena itu harus dituniang dengan penguasaan lain yang mendukung penguasaan
bahasa. kekurangmampuan dalam bahasa lisan dapat diimbangi dengan kelebihan dalam
bahasa tulis. oleh karena itu penguasaan kosa kata dan bahasa tulis bagi anak tunarungu
perlu mendapat perhatian. yang meniadi masalah bagaimanakah cara meningkatkan
kemampuan berbahasa bagi penderita tunarungu? peningkatan kemampuan berbahasa
inilah yang meniadi Iokus dalam pembahasan ini.
83


b. kondisi anak tunarungu
tunarungu adalah istilah yang menggambarkan keadaan kemampuan dengar
yang kurang atau tidak berIungsi secara normal, sehingga tidak mungkin lagi diandalkan
untuk belaiar bahasa dan wicara tanpa dibantu dengan metode dan peralatan khusus
(depdikbud, 2000: 3). akibatnya tunarungu akan mengalami kemiskinan bahasa, terutama
tunarungu prabahasa..
kemiskinan yang dialami anak tunarungu di bidang bahasa, di samping
kemiskinan kosakata iuga kemiskinan gramatika. pola s ¹ p dalam kalimat bahasa
indonesia dalam praktiknya iarang ditaati oleh mereka. bentuk sapaan ¨bapak shoim!¨
atau ¨ibu darni!¨, dalam praktik penderita tunarungu dapat berubah meniadi ¨shoim
bapak!¨ dan ¨darni ibu!¨. kalimat ¨kucing makan tikus.¨ dapat berubah ¨tikus makan
kucing.¨. bagi penderita tunarungu, unsur s¹p dalam kalimat bahasa indonesia itu tidak
begitu dipahami. bagi mereka yang mendapat porioritas utama dalam menyusun kalimat
adalah bagian yang berkaitan langsung dengan pokok pembicaraan. kebanyakan mereka
menganggap kalimat berupa urutan kata-kata, bukan urutan Irasa, sehingga mereka sering
mengabaikan kaidah gramatika.. iika mereka lapar dan ingin makan, yang berkaitan
langsung dengan dirinya adalah lapar, maka dia akan mengucapkan ¨lapar saya.¨, bukan
¨saya lapar.¨.
apabila diperhatikan, penderita tunarungu mempunyai beberapa tingkatan.
boothroyd (1982 membedakan tunarungu meniadi kehilangan pendengaran dan
gangguan proses pendengaran seperti bagan 1 berikut:








84
bagan
ketunarunguan
(hearng mparment)





kehilangan pendengaraan gangguan proses pendengaran
hearng ost audtorv pro.ess dsorder (gangguan mendeteksi bunyi)
(gangguan menaIsirkan pola-pola bunyi)




total nyata/sangat berat berat*) sedang ringan
tota pro1ound severe moderate md




tuli
kurang dengar



pembagian total, nyata, berat, sedang, ringan berdasarkan pengukuran ambang
pendengaran decibell
*) tingkat kehilangan berat bisa digolongkan tuli dan kurang dengar tergantung
pemakaiamabm (alat bantu mendengar)
**) penielasan lebih laniut dapat dilihat di lampiran 1

sesuai dengan bagan di atas, tunarungu dibedakan meniadi dua
kelompok, yaitu kelompok kehilangan daya dengar dan kelompok gangguan proses
pendengaran. kelompok kehilangan daya dengar mengacu pada gangguan dalam deteksi
85
bunyi. gangguan itu dinyatakan dalam decibell. kelompok gangguan proses pendengaran
adalah mereka yang mengalami gangguan dalam menaIsirkan bunyi.
boothroyd (dalam bintoro dan santosa, 2000:5) membagi tunarungu meniadi
dua kelompok: kehilangan daya dengar (hearng oss) dan kelompok gangguan proses
pendengaran (audtorv pro.essng dsorder). berdasarkan seiauh orang dapat
memanIaatkan (sisa) pendengarannya dengan/tanpa bantuan amplikasi oleh abm dapat
dibedakan meniadi: kurang dengar (hard oI hearing), tuli (deaI), tuli total (totally deaI).
kurang dengar (hard o1 hearng) adalah mereka yangmengalami gangguan
dengar, namun masih dapat menggunakannya sebagai sarana/modalitas utama untuk
menyimak suara cakapan seseorang dan mengembangkan kemampuan bicaranya. tuli
(dea1) adalah mereka yang pendengarannya sudah tidak dapat digunakan sebagai sarana
utama guna mengembangkan kemampuan bicara, namun masih dapat diIungsikan
sebagai suplemen (bantuan) pada penglihatan dan perabaan. tuli total (totav dea1) adalah
mereka yang sama sekali tidak memiliki pendengaran sehingga tidak dapat digunakan
untuk menyimak dan mengembangkan bicara.
berdasar tingkat kehilangan kemampuan dasar, tunarungu dapat dibagi atas tuli
dan kurang dengar atau pekak. tuli adalah mereka yang kehilangan kemampuan dengar 90
db atau lebih. kurang dengar atau pekak adalah mereka yang kehilangan kemampuan
dengar kurang daro 90 db. golongan kurang dengar dibedakan: (a) kurang dengar ringan,
yaitu mereka yang kehilangan kemampuan dengar antara 30-50 db; (b) kurang dengar
sedang bagi mereka yang kehilangan kemampuan dengar 50 70 db; dan kurangdengar
berat bagi mereka yang kehilangan kemampuan dengar 70 90 db (depdikbud, 2000:4).
pembagian itu merupakan pembagian secara global. pembagian a. van uden lebih rinci
dibanding pembagian depdikbud. menurut van uden (dalam bintoro, 2000: 8) kurang
dengar ringan mereka yang kehilangan 15 30 db, kurang dengar sedang kehilangan
31 60 db, kurang dengar berat kehilangan kemampuan dengar 61 90 db, kurang
dengar berat kehilangan 91 120db, total kehilangan 121 atau lebih. pembagian
tunarungu menurut van uden yang lebih rinci dapat dilihat pada bagan 2
berdasarkan saat teriadinya ketunarunguan, a. van uden membagi meniadi tuli
pra-bahasa (prenguav dea1) dan tuli purna-bahasa (postnguav dea1). tuli pra-bahasa
yaitu penderita tuli yang menderita tuli sebelum menguasai bahasa (usia di bawah 1, 6
86
tahun). tuli purna bahasa yaitu penderita tuli setelah menguasai suatu bahasa, telah
menerapkan dan memahami sistem lambang di lingkungannya.

. proses bicara balita
balita untuk dapat berbicara melalui beberapa tahap. berry dan eisenson (dalam
depdikbud, 2000: 26-27) menyatakan bahwa ada beberapa tahap perkembangan wicara
bayi. pada saat bayi baru lahir, semua aktivitasnya termasuk menangis, menggerakkan
kaki dan tangan tanpa disadari oleh bayi itu sendiri. tahap ini disebut tahap reIeleksi
vokalisasi. gerakan dan aktivitas yang dilakukannya berdasarkan naluri dan reIleksi. ia
tidak menyadari bahwa ia punya tangan dan kaki. ia iuga tidak menyadari gerakannya itu
untuk apa. perkembangan berikutnya tampak pada akhir minggu ketiga. pada saat ini
tangisan bayi sudah dapat dibedakan, antara tangisan lapar, ngompol, atau kesakitan. ibu
bayi biasanya mengenali lebih dulubentuk tangisan itu. namun bentuk tangisan itu masih
bersiIat releks.
pada umur dua bulan bayi sudah mulai meraban. ia membuat berbagai bunyi. ia
bermain-main dengan bunyi yang dibuatnya sendiri. bunyi-bunyi yang dibuat lebih dulu
adalah bunyi vokal. bunyi vokal lebih mudah dibuat, karena posisi vokal tidak begitu
sulit dalam menempatkan posisi alat ucap. tahap ini disebut tahap babbng. tahapini pada
tahap ang, yaitu bayi sudah berumur sekitar tuiuh bulan, ia sudah menyadari suara-
suara yang dibuat. pendengaran bayi pun sudah mulai berperan. Iungsi sensoris dalam hal
ini pendengaran, dan Iungsi motoris (mengeluarkan suara) mulai berkembang secara
terpadu. bunyi-bunyi yang dibuat didengarnya kembali. ia merasakan kepuasan. oleh
karena itu ia mengulanginya kembali dan menirukan suaranya sendiri. setelah memiliki
kemampuan menirukan suaranya sendiri, bayi mulai mempersiapkan diri menirukan suara
yang didengar dari lingkungannya. untuk bayi tuna rungu hal itu tidak dapat teriadi.
Iungsi sensorisnya tidak berIungsi. Iungsi motorisnya pun meniadi timpang. ia tidak
mendapatkan kepuasan karena tidak mendengar suaranya sendiri. oleh karena itu Iungsi
motorisnya meniadi pasiI.
perkembangan bayi normal berikutnya adalah mempersiapkan diri menirukan
suara yang didengarnya dari lingkungan. akibat sensorisnya yang tidak berIungsi, bayi
tunarungu tidak mendapatkan rangsangan suara dari lingkungannya. hal itu membuat
87
bayi yang biasanya peka terhadap suara itu tidak pernah dapat bereaksi dengan
lingkungan. ia tidak dapat merasakan nyamannya suara lembut dan merdu dari ibu yang
meninabobokannya, dalam hal ini bayi akan mengalami dua kerugian. pertama, iaakan
mengalami ¨kemiskinan¨ kosakata. kedua perasaan bayi tidak pernah diasah oleh kata-
kata lembut, mesra, dan rasa sayang. hal itu akan berpengaruh ketika bayi meniadi
dewasa.bayi mulai meniru suara yang didengarnya dari lingkungan ketika menginiak
umur sembilan atau sepuluh bulan, dan mulai bicara pada usia antara 12 sampai 18
bulan. namun hal itu tentu tidak akan teriadi pada anak tunarungu

2. perkembangan kejiwaan anak tunarungu
kemiskinan bahasa berpengaruh terhadap perkembangan keiiwaan anak
tunarungu. bagi anak yang mempunyai pendengaran normal, dapat merasakan kasih
sayang ibu melalui kontak visual, taktil, dan pendengaran. menurut marschark (dalam
bintoro, 1993) kontak bayi melalaui pendengaran terhadap ibunya sudah dimulai seiak
bayi dalam kandungan. seiak dalam kandungan, bayi yang berpendengaran normal
mampu mendengar suara ibu, dan teriadi relasi antara ibu dan anak. ketika bayi lahir,
suara ibu telah dikenal dan dapat menenteramkan dan menyeiukkan hatinya. hal ini tidak
teriadi pada bayi tunarungu. seharusnya, kalau orang tua tahu bayinya tunarungu seiak
bayi, dapat diimbangi dengan bentuk kasih sayang yang lain, seperti perabaan dan
pandangan mata.
a.van uden (dalam bintoro, 2000:27) menyatakan bahwa anak tunarungu
mempunyai siIat ego-sentris yang lebih besar daripada anak mendengar. hal itu
disebabkan dunia penghayatan mereka lebih sempit, penghayatan lebih terarah pada
dirinya sendiri. mereka sukar menempatkan diri pada cara berpikir dan perasaan orang
lain, kurang menyadari eIek perilakunya terhadap orang lain. tindakannya dikuasai
perasaannya dan pikirannya secara berlebihan. mereka iuga sukar menyesuaikan diri.
kemampuan bahasa yang terbatas membatasi kemampuan mereka dalam
mengintegrasikan pengalaman, dan makin memperkuat siIat egosentris mereka.
penderita tunarungu iuga memiliki siIat impulsiI. tindakannya tidak didasarkan
pada perencanaan yang hati-hati dan ielas. mereka tidak mengantisipasi akibat yang dapat
ditimbulkan oleh tindakannya. apa yang diinginkan, segera harus dipenuhi. mereka sulit
88
menunda pemuasan untuk iangka paniang. menurut van uden (2000) hal itu disebabkan
oleh kemampuan bahasa mereka yang terbatas. mereka kurang mempunyai konsep
tentang relasi (hubungan). segala sesuatu yang mengandung pengertian relasi seperti
hubungan waktu dan keluarga kurang dimengerti oleh mereka. kemiskinan bahasa yang
menyebabkan mereka kurang mengerti tentang relasi. bunyi (bahasa) yang
menghubungkan antara benda dan manusia tidak mereka miliki.
akibat lain dari kemiskinan anak tunarungu mereka bersiIat kaku, kurang
luwes. di samping itu iuga lekas marah dan mudah tersinggung akibat kurang dapat
memahami perkataan orang lain. mereka iuga memiliki siIat ragu-ragu dan khawatir,
sikap ketergantungan, polos, dan mengalami perkembangan Iantasi yang lamban.

c. strategi pembelajaran bahasa indonesia anak tunarungu
strategi adalah metode spesiIik dari pendekatan masalah atau tugas mode
operasi untuk meraih Iakta-Iakta, merancang disain untuk mengontrol dan memanipulasi
inIormasi tertentu (brown,2000:111). strategi berbeda denagn gaya. gaya mengarah pada
konsisten dan kecenderungan yang berlangsung terus, atau pilihan dalam individu. gaya
adalah karakteristik umum dari Iungsi intelektual sebagai individu, yang membedakan
dengan orang lain.
apabila dibanding dengan nanak-anak normal, rata-rata kemampuan intelektual
anak tunarungu berada di nawah anak-anak normal. beberapa guru di slb-b karya mulia
dan slb-b diknas menyatakan bahwa secara teori, kemampuan anak-anak tunarungu
berada dua tahun di bawah anak normal. anak-anak kelas 3 smalb-b, setingkat dengan
anak-anak kelas 1 di sekolah umum (normal). namun dalam kenyataannya kemampuan
anak kelas 3 sma menurut mereka seiaiar dengan anak kelas 2 sekolah umum (normal).
untuk belaiar bahasa yang baik, kebanyakan anak tunarungu baru bisa
mendapatkannya di sekolah. hal itu berbeda dengan anak normal yang telah belaiar
berkomunikasi dengan ibunya seiak dalam kandungan. kondisi semacam itu membuat
anak tunarungu kehilangan banyak kesempatan dalam membangun kosakata, imaiinasi,
dan adaptasi dengan lingkungan. di rumah, orang tua yang tidak paham dan tidak siap
menangani penderita tunarungu mendidik penderita dengan kemampuannya yang
89
terbatas. tidak mustahil mereka menciptakan sistem isyarat sendiri yang tidak sesuai
dengan sistem isyarat bahasa indonesia (sibi)
berbeda dengan anak-anak normal pembelaiaran wicara anak rungu diawali
dengan cara menciptakan suara. munculnya suara disebabkan oleh adanya getaran udara.
agar anak tunarungu sadar bahwa ada suara yang diakibatkan oleh getaran udara, mereka
dilatih pernapasan. di samping itu ada pula latihan membantu kesadaran letak titik
artikulasi, dan latihan mengembangkan 1eed ba.k visual. (dikbud, 2000:67). latihan
pernapasan biasanya dilakukan dengan meniup baling-baling kertas, bola pingpong,
terompet, harmonika pianika. spatel (alat untuk penekan lidah) dipakai untuk membantu
kesadaran letak titik artikulasi, sedang latihan untuk mengembangkan 1eed ba.k visual
memakai cermin. untuk latihan wicara, perlu adanya ruang khusus.
evaluasi terdiri atas evaluasi awal, dan evaluasi hasil belaiar. evaluasi awal
dilakukan untuk mendiagnosa keadaan awal kesulitan-kesulitan dalam belaiar sehingga
dapat menentukan sikap yang tepat untuk memulai latihan dan melakukan tindakan terapi
secara tepat pula. (dikbud, 2000:57). sasaran evaluasi awal adalah anatomi dan Iisiologi
alat-alat wicara yang meliputi: (10 keadaan bibir dan pergerakannya; (2) keadaan rahang
dan gigi serta pergerakan rahang; (3) keadaan lidah dan pergerakannya; (4)keadaan langit-
langit keras dan pelatum; (5) keadaan langit-langit lunak atau velum dan pergerakannya.
sistem komunikasi tunarungu adalah komunikasi oral (lisan), manual (isyarat),
dan komunikasi total (komtal). sistem lisan bisa digunakan komunikasi tunarungu dengan
masyarakat, meskipun masih kurang eIektiI. sistem isyarat lebih cocok digunakan oleh
sesama penderita tunarungu, karena tidak banyak masyarakat di luar tunarungu yang
memahami sistem isyarat tersebut. yang paling eIektiI untuk berkomunikasi dengan
masyarakat bagi penderita tunarungu adalah komunikasi total. dalam komunikasi total,
semua anggota tubuh dapat menuniang komunikasi.
pembelaiaran bahasa bagi anak tunarungu dapat dilakukan di lembaga Iormal
dan nonIormal. lembaga Iormal dapat dilakukan di sekolah-sekolah, sedang pembelaiaran
pemerolehan bahasa non Iormal dapat dilakukan di rumah dan di lembaga non-sekolah.

pembelaiaran Iormal bagi anak tunarungu adalah pembelaiaran di lembaga-
lembaga pendidikan Iormal seperti sekolah. pembelaiaran dengan media Iilm/tv dapat
90
dimasukkan ke dalam pembelaiaran Iormal dan non Iormal. termasuk pembelaiaran
Iormal apabila media itu dipakai guru untuk mengaiar di dalam kelas. termasuk
pembelaiaran nonIormal apabila pembelaiaran itu ditayangkan di media tv seperti yang
sering ditayangkan di tvri pada pagi hari (tv-e). berikut ini gambaran kemampuan anak-
anak kelas iv sdlb dalam mengarang berdasarkan gambar.
sampah iatuh kotor
sapi makan mencari ikan
anak-anak sampah harus raiin
anak-anak mengambil sampah
bapak marah-marah boleh sampah anak-anak malas
pemepaan sapu sampah bau kotor
laki-laki membawa sampah
anak-anak cepat bapak marah-marah
anak-anak membaca belaiar raiin
teman bermain senang makan dan minum
laki-laki sombong kamu mengapa bapak laki-laki bermain bola
(yuliati, 2001:106).

. strategi pembelajaran perolehan bahasa kelas awal
pembelaiaran untuk kelas awal pada siswa tunarungu diarahkan pada
pembentukan Ionem. untuk menyadarkan kepada siswa bahwa ada suara yang diakibatkan
oleh udara yang bergetar, siswa dilatih pernapasan dengan meniup balon, baling-baling,
terompet, harmonika, lilin dan sebagainya. setelah itu siswa dilatih melaIalkan Ionem.
sadiaah dan sukaria (1995:67) menyusun sistematika pembelaiaran wicara siswa
tunarungu sebagai berikut.
1. dasar ucapan Ionem
2. pembentukan
3. cara melatih:
a. titik tolak
b. cara melatih
(1) secara visual
91
(2) secara auditoris
(3) suara haptik
c. penilaian dan tindak laniut
d. kesalahan yang sering teriadidan cara memperbaikinya

penerapan
Ionem t
1. dasar ucapan: lengkung kaki gigi atas dan uiung lidah
2. pembentukan : uiung lidah menekan lengkung kaki gigi atas, pinggir lidah
menekan alur kaki gigi atas sehingga aliran naIas pada rongga mulut tertahan.
bibir terbuka sedikit, gigi-gigi hampir tertutup, rongga mulut menyempit, lidah
tegak.
3. cara melatih:
a. titik tolak
O adakan percakapan mengenai keiadian hari itu, gambar, atau apa saia yang
dapat meniadikan anak rileks, dan menemukan Ionem t. misal pada kata:
tas, tikus, takut, tuiuh, tua. tuliskan kata-kata tersebut pada sebuah kertas.
beri garis suku kata yang terdapat Ionem t.
O ucapkan secara global ¨tas¨. suruh anak menirukannya!
O amati ucapan anak.
b. cara melatih
(1) secara visual
O aiak anak memperhatikan lidah dan bentuk bibir guru pada cewrmin,
kemudian suruh anak menirukannya
O ucapkan ¨tas¨ kemudian anak suruh meniru.
O tulis suku kata ta.t. tu. te. to kemudian aiak anak meraban:
ta ta ta ta taaaaaaaaaa taaaaaaaaaaa taaaaaaaa
to to to to toooooooo toooooooooo toooooooo
ti ti ti ti tiiiiiiiiiiiiiii tiiiiiiiiiiiiiiiiii tiiiiiiiiiiiiii
(2) secara auditoris
92
O gunakan suara keras dan lebih keras lagi, gunakan spee.h traner, abm
anak.
O aiak anak merasakan getaran sambil meraban
O bila sudah ada reaksi terhadap bunyi, lalu ucapkan kata secara global,
anak menirukannya
(3) secara haptik
O aiaklah anak merasakan udara meletup yang keluar dari mulut denagn
uiung iarinya.
O beri kesempatan anak untuk mencoba, sambilmelakukan guru
menyilangkan tangan ke mulut anak, tangan anak ke mulut guru untuk
mengontrol letupan
O lakukan latihan pernapasan
c penilaian dan tindak laniut
O penilian dilakukan selama proses kbm berlangsung
O suruh anak mengucapkan kembali kata-kata yang dilatih
O suruh anak banyak mengucapkan kata yang mengandung Ionem t
pembelaiaran pemerolehan bahasa dapat mempergunakan berbagai macam
strategi. strategi pembelaiaran adalah proses mental yang digunakan pembelaiar untuk
mempelaiari dan menggunakan bahasa sasaran (nunan dalam azies dan alwasilah,
2000:33). strategi pembelaiaran bersiIat pribadi, berbeda dari satu individu dengan
individu lainnya, karena merupakan proses mental yang tidak tampak. purbaningrum dan
yuliati (2006:72) membuat strategi menulis bagi siswa tunarungu yaitu strategi pada tahap
pramenulis dan strategi pengaiaran pada saat menulis. strategi yang dimanIaatkan dalam
tahap menulis yaitu: curah pendapat, pengamatan, dan pemetaan.
curah pendapat merupakan salah satu cara yang baik dalam membangkitkan
skemata siswa, yaitu strategi yang memasukkan tahapan:1) memilih topik, (2) mendaItar
dengan cepat kata dan Irase, (3) menemukan hubungan ide-ide dalam daItar dan tidak
memberikan penilaian salah satu benar pada ide tersebut (tompkins dalam purbaningrum
dan yuliati,2006:72). strategi pengamatan adalah strategi yang dipakai untuk mendapatkan
93
inIormasi melalui panca indera yang meliputi pendengaran, penglihatan, penciuman,
pencecapan, dan perabaan. namun dengan keterbatasan penderita tunarungu, unsur
pendengaran tidak bisa memanIaatkan dengan eIektiI
2. strategi pengklusteran
strategi yang lain dalam pembelaiaran menulis adalah pengklusteran pemetaan.
ide-ide dalam kluster disusun dalam bentuk lingkaran dan dihubungkan dengan garis
penghubung. strategi pengklusteran pemetaan melalui beberapa tahap: pemilihan topik,
menuliskan topik di tengah, melingkari topik dan menambahkan ide pokok di sekitar
topik dalam bentuk lingkaran, menambahkan rincian pada tiap-tiap ide utama.
pengklusteran mirip dengan kerangka karangan, namun aktivitas pengklusteran lebih
menyenangkan dan bermakna. berikut ini contoh pengklusteran pemetaan:




kluster pertanyaan











kluster cerita





Siapa
Topik
Apa
Kapan
Dimana
Mengapa
Bagaimanana
CERITA
Awal nti
94








kluster reportase















kluster panca indera















Akhir
BINATANG
Apa yang
nampak
Apa
kekhususannya
Bagaimana
mereka
Melindungi diri
Apa Makanannya
Dimana
hidupnya
TOPIK
Mengamati
Mencium
Mendengar
Merasakan
Meraba
95



strategi pengaiaran pada tahap saat menulis dapat menerapkan strategi permodelan dan
strategi konIeren individu. strategi permodelan dapat memberikan contoh positiI tentang
gaya dan contoh teks yang tepat. ienis model dapat berupa model teks dan model proses.
strategi model proses dimulai dari tahap pramenulis. guru sharing dengan siswa tentang
topik dan minat pribadi siswa, selaniutnya mendaItar dan memilih sesuai atau mendekati
pilihan siswa (purbaningrum dan yuliati, 2006:74). guru mendemonstrasikan permodelan
secara operasional, menuniukkan ide-ide, kerangka karangan, pola-pola kalimat yang
tepat. kemudian guru meniniau kembali modelnya dan merevisi strategi pembelaiarannya.
strategi konIeren memberi kesempatan kepada siswa mengembangkan sikap
positiI, kritis, dan saling percaya antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. selama
konIeren guru sebagai kolaborator, memberikn petuniuk dan mengarahkan kepada siswa
sesuatu yang harus dilakukan. strategi konIeren dapat dibedakan meniadi empattipe:
konveren individu, konveren kelompok, konIeren kelompok kecil, dan konIeren
publikasi.

d. strategi pembelajaran bahasa melalui televisi
menurut sebuah sumber (totok warsito) staI pengaiar di smalb-b karya mulia
surabaya, ada kontroversial pemakaian bahasa tunarungu. paham belanda menyatakan
bahwa anak tunarungu bukanlah tunawicara, oleh karena itu siswa tunarungu harus dilatih
berbicara seperti orang normal. paham ini sampai sekarang masih dianut oleh sekolah
tunarungu di wonosobo iawa tengah. siswa-siswa di tempat itu dilatih komunikasi oral
dan iuga dilatih menari dengan memanIaatkan indera taktil untuk menangkap suara. suara
musik yang mengiringi gerak tari berusaha ditangkap melalu indera perabaan (taktil).
paham amerika menyatakan bahwa penderita tunarungu pada kenyataannya mengalami
kesulitan untuk berkomunikasi seperti orang normal, oleh karena itu iangan dipaksakan,
karea dipandang kurang manusiawi, untuk mengganti komunikasi oral, kemudian
diciptakan bahasa isyarat yang di indonesia dikenal dengan komunikasi sibi (sistem
isyarat bahasa indonesia). di samping komunikasi oral dan sibi, tunarungu yang
96
terpelaiar menggunakan sistem komunikasi komtal (komunikasi total) untuk berinterakdi
dengan masyarakat. komuniasi model komtal merupakan gabungan dari oral, sibi, dan
gerak tubuh. prinsip komtal semua anggota tubuh yang dimiliki seseorang dapat
dimanIaatkan untuk menuniang dalam berkomunikasi dengan masyarakat..
televisi sebagai media pembelaiaran mempunyai beberapa keunggulan
dibanding dengan media lain.televisi dalam sekali tayang dapat disaksikan oleh ribuan,
bahkan iutaan pelaiar. sedang pembelaiaran dengan media lain biasanya hanya dapat
diterapkan dalam kelas dengan iumlah siswa terbatas. pembelaiaran dengan media
televisi dapat menampilkan contoh-contoh yang lebih alami dibanding media lain.
misalnya pembelaiar dapat menampilkan harimau, buaya, seperti aslinya. pembelaiar
tidak mungkin menghadirkan binatang seperti itu ke dalam kelas. televisi iuga bisa
menghadirkan bentuk mikro meniadi makro ribuan kali besarnya. seekor semut atau
nyamuk dapat dihadirkan dengan bentuk yang iauh lebih besar. demikian pula seekor
gaiah dapat dihadirkan dalam bentuk sebesar kucing. hal itu dapat membantu
pembelaiaran, terutama dalam pembelaiaran ilmu pengetahuan alam. hardiono
(1988:101) menyatakan bahwa keuntungan pengaiaran melalaui televisi: (1) pengaiaran
dapat meniangkau iumlah yang sangat luas. (2) bahasa sebagai alat komunikasi dapat
dipakai dalam situasi dan lingkungan nyang nyata.
selaniutnya hardiono (1988) menyatakan bahwa berdasarkan konsepsinya,
pembelaaran melalui televisi dapat dibedakan meniadi tiga tipe: (1) pengaiaran melalui
televisi yang merupakan kursus tersendiri. (2) pengaiaran melalui televisi sebagai materi
pengaiaran di sekolah. (3) pengaiaran melalui televisi yang diintegrasikan dalam
pengaiaran sekolah dan merupakan bagian dari pelaiaran bahasa yang diaiarkan di
sekolah.
penderita tunarungu di samping miskin kosakata iuga miskin imaiinasi. untuk
menghadirkan imaiinasi pada penderita tunarungu sebaiknya menghadirkan bentuk
naturalnya. apa bila bentuk itu tidak dapat dihadirkan, dapat ditempuh dengan
memberikan gambar atau Iilm. dalam hal ini kehadiran televisi akan membantu
pembentukan imaiinasi itu. misalnya ada kalimat: ¨gaiah merusak kebun kelapa sawit.¨
apa yang dimaksud dengan gaiah? apabila anak tunarungu belum pernah
melihat gaiah, untuk menerangkan seekor gaiah, tidak cukup dengan seiumlah kalimat.
97
penderita tunarungu akan manggut-manggut iika diterangkan bahwa gaiah adalah
binatang mamalia yang besar, lebih besar daripada kerbau, dan berbelalai paniang di
hidungnya. namun iika sesudah itu ditanya lagi apakah gaiah? ia akan menggelengkan
kepala. iamaiinasi tentang gaiah itu akan terbentuk iika disertai dengan gambar, apalagi
kalau gambar itu dalam bentuk asli seperti dalam Iilm. media audio visual dapat pula
diputar berulang-ulang.
balai pengembangan media televisi depdiknas telah menghasilkan lima skenario
pelaiaran bahasa indonesia untuk pembelaiaran di televisi untuk tunarungu. kelima
skenario itu masing-masing tentang: penulisan paragraI deskripsi, membaca berita dengan
laIal dan sikap yang benar, mengungkapkan tanggapan dan gagasan dalam diskusi,
menulis surat dinas, dan memahami inIormasi dari berbagai laporan. setiap topik
berdurasi 24 menit, dibagi meniadi tiga segmen. masing-masing segmen berdurasi
delapan menit, dan diakhiri dengan evaluasi.

1. strategi kluster pertanyaan.
pembelaiaran dengan audiovisual bukan sekedar memindahkan materi dalam
buku ke dalam media audio-visual. strategi kluster pertaanyaan dalam pembelaiaran
melalui televisi dimanIaatkan dalam memahami pokok-pokok berita. strategi
pengklusteran untuk memahami pokok berita dilaksanakan dalam tiga langkah: (1)
memahami topik, (2) menulis topik atau inti di tengah kertas, (3) membuat pertanyaan
dengan rumur 5w ¹ 1h. pelaksanaan pengklusteran untuk memahami pokok berita itu
seperti berikut.



kluster reportase





Topik
Peristiwa
Mengapa
(Why)
Apa
(what)
98










hasil pengklusteran reportasi seperti kutipan skenario berikut ini:
avia : peristiwa ,p, yang disampaikan dalam berita itu?
tiara : peristiwa tentang penyebaran virus Ilu burung kak.
avia : d m,n, peristiwa tersebut teriadi?
tiara : di indonesia kak, terutama di iakarta.
avia : k,p,n peristiwa tersebut teriadi?
tiara : sekarang ini kak. berita tersebut selain ada di koran, iuga ada di televisi aku
tadi melihatnya.
avia : s,p, yang mengungkapkan peristiwa itu?
tiara : yang mengungkapkan koordinator komnas pengendalian Ilu
burung dan kesiap siagaan menghadapi pandemi inIluenza.
o ya kak, indonesia dianggap sebagai negara dengan iumlah kasus
Ilu burung terbesar di dunia.
avia : meng,p, indonesia dianggap sebagai negara dengan iumlah kasus
Ilu burung terbesar di dunia?
tiara : sebab telah merenggut 107 iiwa. apa itu tidak termasuk besar.
avia: : kalau begitu b,g,m,n, cara meniaga diri agar terhindar dari virus
Ilu burung?
tiara : dalam berita tadi diielaskan kita harus membiasakan hidup bersih
dan sehat.
presenter:
Siapa
(Who)
Kapan
(When)
Di mana
(where)
99
apa kabar adik-adik, kita iumpa lagi dalam program pembelaiaran
bahasa indonesia. kalian sudah menyaksikan percakapan antara
tiara dan avia kan? nah apa yang bisa kita ambil pelaiaran dari
percakapan mereka?

kluster panca indera
pengklusteran panca indera dalam penyusunan skenario bpmtv diterapkan
untuk menyusun paragraI deskriptiI, dengan mengambil setting di kebun raya purwodadi.
pelaku dalam skenario tersebut adalah empat siswa sma-b (tuna rungu). dealam adegan
itu digambarkan empat siswa slb berekreasi ke kebun raya purwodadi, menikmati
indahnya pemandangan alam. keempat siswa itu di kebun raya purwodadi mencatat
keadaan kebun raya berkaitan hal-hal yang dapat ditangkap indera mereka, kecuali indera
pendengar.





















TOPIK
Mengamati
Mencium
Merasakan
Meraba
Mendengar
100



perdasarkan pengamatan terhadap kebun raya purwodadi, setelah melalui tahap
penyuntingan, di antara keempat siswa menghasilkan paragraI deskripsi sebagai berikut.
kebun raya purwodadi sangat indah. berbagai macam tanaman ada di tempat
itu. tempatnya yang berada di daerah yang tingggi dengan pepohonan yang rindang
membuat udaranya dingin. berbagai macam bunga iuga ada di situ. bunga-bunga yang
sedang mekar menyebarkan bau yang harum.

e. simpulan
pembelaiaran bahasa sangat penting bagi penderita tunarungu, karena akibat
kemiskinan bahasa dapat berpengaruh pada perkembangan iiwa mereaka. akibat
kemiskinan bahasa, anak tunarungu cenderung bersiIat egosentris, berpusat pada dirinya
sendiri karena penghayatan mereka terhadap lingkungan sangat sempit. mereaka sukar
menempatkan diri pada cara berpikir dan perasaan orang lain, dan kurang menyadari eIek
perilakunya terhadap orang lain. mereka iuga sukar menyesuaikan diri.
pembelaiaran bahiasa untuk penderita tunarungu perlu dituniang oleh strategi
yang tepat, agar pembelaiaran yang dilakukan dapat sangkil dan mangkus (tepat guna dan
berhasil guna). untuk mencapai keberhasilan pembelaiaran bahasa, berbagai strategi dapat
dimanIaatkan. semua strategi pembelaiaran baik, tergantung pada pelaksana, situasi, dan
kondisi proses pembelaiaran. strategi yang dapat dimanIaatkan dalam pembelaiaran
pemerolehan bahasa bagi penderita tunarungu diantaranya adalah strategi curah pendapat
dan strategi pengklusteran.
untuk pemerolehan laIal yang baik, anak tunarungu dapat diaiarkan melalui
pernaIasan lebih dahulu, meraban kemudian mengucapkan dengan laIalyang benar. untuk
dapat mengucapkan laIal yang benar, guru perlu memperhatikan anatomi dan Iisiologi
yang benar, seperti: (1) keadaan bibir dan pergerakannya, (2) keadaan rahang dan gigi
serta pergerakan rahang, (3) keadaan lidah dan pergerakannya, (4) keadaan langit-langit
keras atau palatum, (5) dan keadaan palatum atau langit-langit lunak dan pergerakannya.
tuiuan pembelaiaran bahasa bagi tunarungu agar mereka bisa berinteraksi dengan
masyarakat seperti masyarakat normal yang lain. untuk itu peran orang tua sangat penting.
101
apabila penderita tunarungu dapat ditangani dengan baik, tidak menutup kemungkinan
mereka dapat berprestasi seperti manusia normal. di indonesia, ada penderita tunarungu
yang berhasil menempuh pendidikan kedokteran di amerika.






daftar pustaka

azies, Iurqanul dan alwasilah, a. chaedar. 2000. pengaiaran bahasa komunkat1. teor dan
praktek. bandung: remaia rosdakarya.

boothroyd, arthur. 1982. hearng mparments n voung .hdren. prentice hall, inc
englewood cliIIs.

brown, h. doglas. 2000. tea.hng bv prn.pes. san Irancisco: longman.

bunawan, lani dan cecilia susila yuwati. 2000. penguasaan bahasa anak tuna rungu.
penyunting totok bintoro dan tonny santosa. iakarta: santi rama.

depdikbud. 2000. pedoman guru pengaiaran w.ara untuk anak tuna rungu. iakarta.

depdiknas. 2001. kamus sstem svarat bahasa ndonesa. iakarta.

hardiono, sartinah. 1988. prnsp-prnsp pengaiaran bahasa dan sastra. iakarta:
depdikbud.

leutke-stahlman, barbara dan luckner, iohn. 1991. e11e.tvev edu.atng students wth
hearng mparments. longman publishing group.
102

purbaningrum, endang dan yuliati. 2006. ¨pengaruh pembelaiaran menulis proses
terhadap perIormansi menulis siswa tuna rungu¨. aporan penetan. surabaya: Iip
unesa.

sadiaah, edia dan sukaria, dario. 1995. bna b.ara. perseps bunv dan rama. iakarta:
sepdikbud.

yuliati. 2001. ¨pembelaiaran menulis dengan strategi menulis proses dan metode maternal
reIektiI (mmr) siswa kelas iv sekolah luar biasa tunarungu karya mul;ia i
surabaya¨. tess. malang: universitas negeri malang.


















contoh karya ilmiah untuk jurnal

makna . fungsi. dan nilai edukatif temb,ng dol,n,n boc, : sebuah kajian filologi lisan


suharmono k.
staf pengajar fbs unesa
103

iavanese song dolanan bocah is Iolk song Ior children. this iavanese song is including
genre Iolklore consisted oI words (idyll) and song, circulates verbally among certain
collective member, in the Iorm oI traditional, and haves a lot variant. iavanese song
dolanan bocah is including Iolklore. Iormerly iavanese song dolanan bocah hardly is
taken a Iancy to children, and sing accompanied by game in house yard, especially when
Iull moon. but Iorm oI this song and game starts leaved by children, though the iavanese
song has meaning, Iunction, and value educative which good to development oI child. Ior
the agenda oI inculcating morals and loves culture itselI to avoid Ioreigners culture which
inappropriate to nation culture, iavanese song dolanan bocah need to be taught again in
region which the resident use iavanese language. study oI iavanese song dolanan bocah
can pass artistry iesson ( sing and dance),or through local contain oI iavanese lesson.

kata kunci: tembang dolanan bocah, sastra, budaya


a. pendahuluan
usia anak-anak adalah usia bermain. mereka membutuhkan berbagai macam
mainan sesuai dengan tingkat usia, budaya, dan geograIis indonesia.. alam indonesia
yang tropik memungkinkan anak-anak untuk berinteraksi dalam waktu-waktu yang sesuai
untuk bermain, seperti sore dan malam hari pada waktu bulan purnama. salah satu bentuk
permainan anak-anak di iawa adalah tembang doanan atau nyanyian permainan . di iawa
timur khususnya 'nyanyian permainan anak-anak¨ ini disebut tembang doanan bo.ah.
tembang dolanan bocah ini termasuk nyanyian rakyat. menurut brunvand (dalam
danandiaia 1994:141) nyanyian rakyat merupakan genre atau bentuk Ioklor yang terdiri
dari kata-kata dan lagu, dan beredar secara lisan di antara anggota kolektiI tertentu,
berbentuk tradisional, serta banyak mempunyai varian. di dalam tembang dolanan bocah
varian ini seperti pada tembang doanan bo.ah 'lindri¨ dan 'cublak-cublak suweng¨
berikut ini.
lindri:
ndr adang teung kat awuhe sem,
104
lindri masak nasi tiga kati lauknya semayi
ndr adang teung kat awuhe botok ter
lindri masak nas tga kat auknva bothok teri
semav adalah lauk yang terbuat dari ampas kelapa dengan cara dimasak dengan
bumbu-umbu tertentu, kemudian dibungkus memaniang. sedang bothok ter adalah lauk
yang dibuat dari ikan teri dicampur kelapa muda dengan bumbu tertentu, kemudian
dibungkus daun pisang.
cublak-cublak suweng:
sr-srpong dele gosong (sir-sirpong kedelai gosong
sr-srpong dele bodong sir-sirpong pusarnya bodong
seperti halnya kata ter dan semav, kata dhele (kedelai) hangus dan `dele/udele
(pusarnya) menoniol keluar berbeda maknanya. namun kata-kata tersebut agaknya lebih
mementingkan persaiakan.
munculnya varian tersebut iuga disebabkan oleh adanya dialek, seperti yang
terdapat pada agu doanan bo.ah 'pitik kate¨. kata 'tembolok¨ dalam lagu itu ada yang
menyebut teh, dan ada pula yang menyebut dengan teeh. agu doanan bo.ah sebagai
kaiian Iilologi sulit untuk ditelusuri aslinya, karena tiap-tiap daerah di iawa mempunyai
dialek regional, dan agu doanan tersebut selalu disesuaikan dengan daerah setempat,
seperti kasus lagu lindri, suatu daerah dapat saia merasa asing dengan lauk semav, dan
akrab dengan bothok ter. yang perlu dicatat antara semav dan bothok ter mempunyai
rima akhir yang sama. unsur rima atau guru agu semacam ini sangat diutamakan dalam
tembang iawa.
tembang doanan bo.ah adalah bagian dari Ioklor. menurut balys (dalam supanto
1986:424) Ioklor menampung kreasi-kreasi masyarakat baik yang primitiI maupun yang
modern dengan menggunakan bunyi dan kata-kata dalam bentuk puisi dan prosa meliputi
iuga kepercayaan dan ketakhayulan, adat kebiasaan serta pertuniukan-pertuniukan, tari-
tarian dan drama-drama rakyat. andre welsh dalam hutomo (1996:20) menyatakan bahwa
puisi modern mempunyai hubungan yang erat dengan puisi primiriI. dari pernyataan ini
dapat disimpulkan bahwa antara Ioklor dan Iilologi lisan mempunyai kaitan yang erat.
tembang doanan bo.ah di samping dapat meniadi bahan kaiian Iilologi lisan iuga dapat
diiadikan bahan kaiian Ioklor. Iilologi adalah ilmu yang menyelidiki kebudayaan yang
105
berdasarkan bahasa dan kesusasteraan (hutomo,1991:140). Iilologi biasanya berpegang
pada teks-teks kuna yang tertulis. namun teks-teks sastra lisan sesuai dengan pendapat
suripan sadi hutomo tersebut iuga mengandung kekunaan di samping kekinian
seiring dengan perkembangan zaman, tembang doanan bo.ah saat ini sudah
asing di telinga anak-anak, terutama anak-anak perkotaan. dengan kemaiuan teknologi
iuga ikut mendorong semakin dilupakannya lagu anak-anak. dengan perkembangan
teknologi audio visual membuat anak-anak tidak merasa perlu bermain-main di halaman
rumah lagi pada saat bulan purnama. siang dan malam anak-anak terpaku di depan televisi
menikmati siaran televisi, menyaksikan vcd, atau bermain vdeo game. materi permainan
maupun tontonan yang dilihat merupakan materi impor yang belum tentu cocok dengan
budaya indonesia, khususnya budaya anak-anak. padahal di negara kita sudah tersedia
sarana mainan yang sesuai bagi anak-anak.
agu doanan bo.ah dulu sering dimainkan oleh anak-anak di waktu senggang, di
malam hari waktu bulan purnama, atau ketika anak-anak sedang menggembalakan
kambing, sapi, atau kerbau. di waktu bulan purnama mereka bermain berlari-lari dan
bernyanyi-nyanyi. atau mereka iuga dapat bermain layang-layang sambil menyanyikan
lagu mengundang angin, sementara binatang piaraannya asik makan di padang
gembalaan. seiring dengan perkembangan zaman, sebenarnya bukan lagu dolanan bocah
saia yang mulai ditinggalkan, tetapi iuga pola permainan mereka. pada saat ini sudah
iarang diiumpai anak-anak perempuan memainkan permainan sumbar gart (permainan
dengan biii sawo), engke dan sebagainya. permainan semacam ini dulu sangat disukai
oleh anak-anak perempuan.
penyebab hampir punahnya agu doanan bo.ah sebenarnya bukan hanya
ditinggalkan oleh anak-anak. dulu lagu dolanan itu iuga diaiarkan di sekolah-sekolah tk
sampai dengan sd, namun sekarang sudah tidak diaiarkan lagi. . apakah makna dan Iungsi
agu doanan bo.ah hanya sekedar hiburan belaka? ataukah agu doanan bo.ah
mempunyai nilai-nilai edukatiI. apabila tembang dolanan bocah mempunyai nilai
edukatiI, nilai edukatiI apakah yang terkandung di dalam tembang dolanan bocah
tersebut? perlukah tembang doanan bo.ah dilestarikan. bagaimanakah pelestariannya?
hal inilah yang melatarbelakangi kaiian ini.
106
sosok anak-anak adalah sosok dalam usia bermain. mereka membutuhkan santapan
rokhani untuk membentuk iiwa mereka di samping kebutuhan Iisik untuk perkembangan
tubuhnya. antara kebutuhan iasmani dan rokhani harus ada kesiambangan, ketidak
seimbangan perkembangan antara iasmani dan rokhani dapat menimbulkan masalah iika
anak-anak tersebut telah menginiak dewasa. kebutuhan rokhani yang diperlukan anak-
anak adalah sarana hiburan dan pendidikan untuk mengisi iiwa mereka yang masih belum
tercemar oleh lingkungannya. dalam hal ini tembang atau nyanyian dapat diiadikan sarana
untuk mengisi iiwa anak-anak. tembang atau nyanyian untuk anak dapat berIungsi untuk
membentuk karakter dan iiwa anak apabila tembang tersebut mengandung nilai-nilai
luhur sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan iiwa anak.
tembang doanan bo.ah adalah suatu nyanyian untuk konsumsi anak-anak.
menurut hutomo (1996:20) tembang dolanan bocah atau nyanyian permainan anak-anak
termasuk puisi primitiI, yaitu puisi-puisi yang dilisankan dan bentuknya sederhana sekali.
namun demikian maknanya sulit dipahami oleh orang awam. akibatnya, menimbulkan
banyak taIsiran. supratno (1998:5) menyatakan bahwa untuk menelaah karya sastra tidak
dapat dilepaskan dari lingkungan atu kebudayaan yang telah menghasilkannya. oleh
karena itu analisis tembang doanan bo.ah ini tidak dapat dipisahkan dari lingkugan dan
kebudayaan iawa.
pada zaman peniaiahan belanda sudah ada usaha untuk mendokumentasikan
tembang doanan bo.ah. buku tentang tembang dolanan bocah yang pernah terbit ialah
serat agu bo.ah-bo.ah, terbitan tahun 1912 dengan huruI iawa, oleh raden sukardi alias
prawirawinarsa, diterbitkan h.a. benyamin semarang. buku ini memuat 189 iudul
nyanyian. hans overbeck telah menghimpun tembang doanan bo.ah dengan iudul
iavaans.he mesiesspeen en knderedies, 1935, terbitan iava-instituut, yogyakarta. buku
ini memuat 690 nyanyian.
Iilologi lisan berkaitan erat dengan sastra lisan. Iilologi adalah ilmu yang
menyelidiki perkembangan krokhanian sesuatu bangsa dan kekhususannya atau yang
menyelidiki kebudayan berdasarkan bahasa dan kesusasteraan (hutomo,1991:14).
sudiiman (1986:29) memberikan batasan Iilologi adalah ilmu yang menyelidiki
perkembangan kerokhanian suatu bangsa dan kekhususannya atau yang menyelidiki
kebudayaan berdasarkan bahasa dan kesusastraannya. dalam arti sempit Iilologi berarti
107
studi tentang naskah lama untuk menetapkan bentuk keasliannya, bentuk semula, serta
makna isinya. bertitik tolak dari pendapat Iilologi lisan menyelidiki kebudayaan
berdasarkan bahasa dan kesusastraan lisan. ternyata Iilologi lisan berkaitan erat dengan
sastra lisan. sastra lisan iuga meniadi obiek bidang studi ilmu Iolklor (hutomo,1991:9).
dengan demikian sastra lisan dan Iilologi lisan merupakan bagian dari Iolklor.
Ioklor menurut danandiaia (1994:2) sebagian kebudayaan suatu kolektiI, yang
tersebar dan diwariskan turun temurun, di antara kolektiI macam apa saia, secara
tradisional dalam sistem yang berbeda, baik dalam bentiuk lisan maupun contoh yang
disertai dengan gerak isyarat atau alat pembantu pengingat.
Ioklor dibedakan meniadi tiga macam, yaitu Iolklor lisan, Iolklor setengah lisan,
dan Iolklor bukan lisan. yang termasuk Iolklor lisan adalah ugkapan tradisional, nyanyian
rakyat, bahasa rakyat, teka-teki, cerita rakyat. yang termasuk Iolklor setengah lisan ialah
drama rakyat, tari, kepercayaan dan takhayul, upacara-upacara, permainan rakyat dan
hiburan rakyat, adat kebiasaan, dan pesta-pesta rakyat. Ioklor bukan lisan dibedakan
meniadi dua, yaitu yang berupa material seperti mainan, makanan dan minuman,
peralatan dan seniata, alat-alat musik, pakaian dan perhiasan, obat-obatan, seni keraiinan
tangan, arsitektur rakyat. yang berupa bukan material adalah musik, bahasa isyarat.
tembang doanan bo.ah adalah bagian dari nyanyian rakyat. nyanyian rakyat iuga dapat
digolongkan ke dalam tradisi lisan yang menggunakan bahasa. tradisi lisan mempunyai
ci-ciri tertentu. menurut hutomo (1988:233) ciri-ciri itu ialah: (1) tidak diketaui
penciptanya, (2) tradisi lisan milik kolektip, (3) tradisi lisan mempunyai Iungsi di dalam
masyarakat, (4) materi tradisi lisan sudah ada seiak masa lampau, (5) materi tradisi lisan
mempunyai bentuk tertentu yang bervariasi, (6) materi yang berkaitan dengan
kepercayaan biasanya materi tersebut berlandaskan pemikiran logika tersendiri, (7) tradisi
lisan hidup dalam masyarakat yang belum mengenal tulisan.

konsep tembang dolanan bocah
tembang doanan bo.ah adalah nyanyian rakyat untuk anak-anak. nyanyian rakyat
ini termasuk sastra lisan, dan bagian dari Ioklor. tembang doanan bo.ah yang termasuk
dalam kaiian Iilologi lisan adalah nyanyian rakyat yang mempunyai ciri kekunaan.
hutomo (1999:4) menyatakan bahwa ilmu Iilologi yang pada dasarnya mempelaiari
108
kebudayaan suatu bangsa melalui bahasa bangsa yang bersangkutan dan bukan sekedar
perbandingan teks untuk mencari asal-usul teks (babon teks) maka setiap versi teks
mempunyai Iungsi yang berbeda-beda di setiap tempat dan waktu yang berbeda pula. oleh
karena itu versi lisan pun perlu diteliti secara Iilologis. hutomo (1996;20) menyatakan
bahwa bentuk nyanyian rakyat yang berupa tembang dolanan bocah bentuknya
sederhana, namun naknanya sulit dimengerti karena penuh lambang dan misteri.

konsep pendidikan tradisional
pendidikan tradisional adalah sistem pendidikan yang diwariskan secara turun-
menurun. sistem pendiddikan ini tidak didasarkan pada teori tertentu, tetapi dari
kebiasaan-kebiasaan generasi sebelumnya. hariawiyana (1986:487) menyatakan bahwa
nyanyian rakyat termasuk tembang doanan bo.ah mempunyai bermacam-macamn
aspek. salah satu dari aspek itu adalah aspek pendidikan.
pendidikan tradisional di dalam tembang doanan bo.ah dapat diketahui dari isi
tembang doanan tersebut. memang tidak semua tembang dolanan bocah mengandung
unsur-unsur pendidikan, namun unsur pendidikan di dalam tembang doanan bo.ah
cukup dominan.

teori fungsi
teori Iungsi dalam kaiian ini memadukan antara teori william r. bascom, teori alan
dundes, dan teori yang dikemukakan oleh suripan sadi hutomo. menurut bascom sastra
lisan termasuk nyanyian rakyat mempunyai empat Iungsi, sedang dundes menyatakan
bahwa sastra lisan mempunyai enam Iungsi (sudikan,2001:162). hutomo dalam mutara
vang terupakan (1991:69) membagi Iungsi sastra lisan meniadi enam Iungsi. iika ketiga
teori tersebut dipadukan akan menghasilkan teori Iungsi: (1) sebagai sistem proyeksi; (2)
untuk pengesahan kebudayaan; (3) alat pemaksa berlakunya norma-norma sosial; (4)
sebagai alat pendidikan anak; (5) sebagai sarana kritik sosial; (6) sebagai sebuah bentuk
hiburan; (7) meningkatkan solidaritas suatu kelompok; (9) mengubah pekeriaan yang
membosankan meniadi permainan.

konsep semiotik
109
untuk menganalisis makna tembang doanan anak dipakai teori semiotik.
semiotika menurut sudiiman (1991:5) adalah studi tentang tanda dan segala yang
berhubungan dengannya. tanda-tanda bahasa merupakan sebuah simbol. simbol-simbol
tersebut meskipun bersiIat arbriter diciptakan berdasarkan konvensi. tembang doanan
bo.ah sarat mengandung makna simbolis. makna simbolis tersebut dikemas sedemikian
rupa sehingga sulit dicerna maknanya. karena sulitnya mencerna makna, maka timbul
banyak taIsiran. unsur simbolis dalam tembang dolanan seperti pada tembang 'ilir-ilir¨,
'sluku-sluku bathok¨, 'iago kate¨ dan sebagainya.
berkaitan dengan semiotika, variasi memegang peranan penting dalam sastra
lisan yang biasanya tidak diselamatkan dalam bentuk tulisan (teeuw,1988;64). dinyatakan
oleh teeuw bahwa karya sastra lisan. karya sastra di indonesia sangat penting. seiarah
sastra indonesia tidak dapat dituliskan tanpa mengikutkan sastra lisan.
kaiian semiotika adalah kaiian tentang simbol. menurut wellek dan warren
(1990:239-240) di dalam teori sastra simbol adalah obiek yang mengacu pada obiek lain,
tetapi iuga menuntut perhatian pada dirinya sendiri sebagai suatu perwuiudan. simbol
selalu terus menerus menampilkan dirinya. hal ini berbeda dengan citra. citra
dibangkitkan melalui sebuah metaIora.

b. makna. fungsi. dan nilai edukatif temb,ng dol,n,n boc,
kaiian tembang dolanan bocah ini dipusatkan pada dua pembahasan, yaitu
tentang makna, Iungsi, dan nilai edukatiI tembang dolanan bocah. makna tembang
dolanan bocah dianalisis dengan teori semiotik, sedang Iungsi tembang dolanan bocah
dianalisis dengan perpaduan teori Iungsi bascom dan dundes.

. makna temb,ng dol,n,n boc,
tembang doanan bo.ah adalah tembang untuk konsumsi anak-anak. tembang
doanan bo.ah seharusnya dikemas dalam bahasa dan makna yang sederhana. nyanyian
rakyat ini banyak yang dikemas dengan memasukkan unsur-unsur simbolis. meskipun
anak-anak sering tidak dapat ,memahami maknanya, namun tembang doanan bo.ah
sangat komunikatiI dengan anak-anak. hal ini disebabkan tembang doanan bo.ah
dikemas dengan lagu yang menarik. bagi anak-anak kekuatan tembang dolanan bocah
110
terletak pada lagu yang diciptakan, sedang bagi orang dewasa terletak pada syairnya.
dengan demikian tembang dolanan bocah dapat dinikmati oleh anak-anak maupun orang
dewasa
.
a. makna religius dalam tembang ~ilir-ilir¨
makna religius adalah makna yang bersiIat religi. religi menurut kamus besar
bahasa indonesia berarti kepercayaan akan adanya kekuatan adikodrati di atas manusia
(1999:830). makna relegius ini iuga mencakup kepercayaan pada agama yang dipeluk
seseorang.
di antara tembang doanan bo.ah yang paling banyak mendapatkan taIsiran
sebagai tembang yang mengandung makna relegius adalah tembang 'ilir-ilir¨. orang-
orang yang pernah menaIsirkan tembang 'ilir-ilir¨: parwatri wahiono, suripan sadi
hutomo, kariono, pak ton, rerep sugoto, gunawan, ki suryahatmodio, tinio moio, m.
sumardio, bakti, n. asri, umar hasyim. taIsiran mereka bermacam-macam.
menurut hutomo (1988:129) taIsiran tembang 'ilir-ilir¨ kalau dikumpulkan
terdapat tiga ialur tradisi, yaitu agama islam, kebatinan, dan politik..penaIsiran tinio moio
lebih mengarah kepada kebatinan iawa bahwa manusia hidup harus hati-hati, harus berani
menghadapi kesulitan dan tidak menganggap remeh pada hal-hal yang mudah. manusia
harus suci hatinya, ketika muda harus melatih diri pada tingkah laku utama
(hutomo,1988:124-125). penaIsiran ini hampir sama dengan penaIsiran suryohatmodio.
menurut suryohatmodio (1979:13) lagu 'ilir-ilir¨ mempunyai makna bahwa manusia
seiak lahir hingga meninggal dunia penuh cobaan, berbuat dosa antara sesama manusia
dan dosa kepada tuhan.
makna relegius tembang 'ilir-ilir¨ iuga dikemukakan oleh kariono (1993:3).
menurut kariono manusia yang telah menyadari kehidupannya di dunia selalu ingin dekat
dengan tuhan. berbakti kepada tuhan harus didasari pada tingkah laku utama sesuai
dengan yang digariskan tuhan. tingkah laku utama itu adalah ra (rela) nrma (menerima
apa adanya), sabar (sabar), temen (iuiur), bud uhur (berbudi luhur).
taIsiran sesuai dengan religi islam dikemukan dengan ielas oleh s. wardi. menurut
s. wardi (hutomo, 1988:129) aiaran islam yang disyiarkan oleh para wali sudah mulai
berkembang. pada waktu itu para wali berpakaian hiiau. orang-orang yang belum
111
memeluk agama islam agar segera memeluk agama itu (menek bmbng). walaupun licin
hendaknya dipetik, sebab untuk membersihkan iasmani rokhani. iasmani dan rokhani
yang rusak hendaknya diperbaiki dengan ialan masuk agama islam agar diterima di
haribaan tuhan. kesempatan masih banyk hendaknya dipergunakan sebaik-baiknya.
taIsiran ini sama dengan taIsiran umar hasyim dalam buku dalam bukunya yang beriudul
sunan kaiaga.
di dalam tembang 'ilir-ilir¨ memang tidak ada sepatah kata pun yang mengacu
pada tuhan atau agama. kata-kata di dalam tembang 'ilir-ilir¨ sangat umum, oleh karena
itu menimbulkan banyak ketaksaan. dalam menaIsirkan tembang 'ilir-ilir¨ seharusnya
iuga perlu dipehatikan bahwa tembang ini iuga untuk konsumsi anak-anak. apabila
tembang 'ilir-ilir¨ dimaknai seperti makna di atas tentu saia tidak akan dimengerti
olehanak-anak.
religi islam dalam tembang doanan bo.ah terdapat dalam tembang dolanan
bocah yang menceritakan selama bulan puasa. tembang ini tidak ielas iudulnya, dan
syairnya seperti berikut ini.

suka-suka sswa pamuangan iawa
saben sas pasa bure seapan dna
dasar bsa pada netep agama 2x
wavah beng gumarenggeng padha ngai
ma.a ngai quran wavah awan .egah mangan
.egah ngombe bukane ng wavah sore 2x
dna bakda uws eren nggone pasa
padha arava seneng-seneng at raga
bngar-bngar mangan enak kongs mekar


teriemahan:
suka-suka siswa sekolah iawa
setiap bulan puasa libur tiga puluh lima hari
dasar bisa menialani perintah agama 2x
112
weaktu malam bergeremang semua mengaii
membaca mengaii quran waktu siang mencegah makan
mencegah minum berbuka di waktu sore 2x
hari lebaran sudah selesai berpuasa
semua berhari raya bersenang-senang iiwa raga
bersenang-senang makan enak sampai kekenyangan

tembang di atas menceritakan saat bulan puasa bagi anak-anak yang beragama
islam. di dalam tembang tersebut anak-anak diaiak untuk dapat menialankan perintah
agama dengan baik. anak-anak diaiak menialankan salah satu rukun islam, yang waiib
dilakukan di bulan romadhan, yaitu ibadah puasa. di dalam ibadah puasa harus mencegah
makan dan minum di siang hari. di bulan puasa anak-anak harus banyak beribadah. salah
satu bentuk ibadah itu ialah membaca al quran di malam hari.
apabila lebaran tiba, maka selesailah berpuasa. tradisi di hari lebaran anak-anak
dan masyarakat islam selalu memakai baiu baru. mereka bersenang-senang setelah
sebulan berpuasa, bersenang-senang iiwa dan raganya. ini merupakan salah satu bentuk
kegembiraan dan tradisi umat islam setelah selama sebulan berpuasa. mereka makan
sehingga kekenyangan. nyanyian di atas dinyanyikan dengan nada gembira. nyanyian
rakyat itu meniadi indah dan merdu dengan adanya rima akhir pada setiap baris.
berbeda dengan tembang 'ilir-ilir¨, tembang di atas banyak mengandung kata-
kata khusus, yaitu peristilahan di dalam islam seperti pada kata bakda. pasa. rvava. ngai,
quran. arava. kata-kata itu sudahmengarah kepada agama islam, oleh karena itu tidak
sulit mencernanya. di dalam 'ilir-ilir¨ kata-kata yang dipakai semuanya kata-kata umum,
sehingga menimbulkan banyak taIsiran.
parwatri wahiono memberikan makna tembang 'ilir ilir¨ yang mengandung unsur
hindu. interpretasi yang dilakukan parwatri wahiono didasarkan pada interptretasi
semiotis, linguistis, dan Iilologis. menurut parwatri (1997:18) makna tembang 'ilir ilir¨
adalah supaya dapat mempergunakan waktu dengan baik, pada saat seperti pengantin baru
karena berkah dari tuhan, seperti manusia yang telah bersatu dengan tuhan, dalam istilah
kebatinan manunggang kawua gust. sepertibersatunya laki-laki dengan permpuan,
seperti bersatunya keris dan sarungnya, yang dilambangkan dengan lingga dan yoni.
113
untuk bermasyarakat harus dapat menuniukkan wibawa pemimpin, sesuai dengan paham
yang diakui pada saat diciptakan tembang 'ilir ilir¨.
paham yang dianut masyarakat pada saat itu yaitu paham yang berupa konsep-
konsep pikiran keiawen, yaitu kebudayaan asli pra hindu, animisme, dinamisme,
hinduisme dan budaisme. menurut parwatri, setelah masuknya islam tembang 'ilir ilir¨
diberi makna baru.
karyono memberikan makna lagu 'ilir ilir¨ sesuai dengan konsep kebatinan iawa,
yaitu manunggaling kawua gust. menurut kariono (1993:23) makna tembang 'ilir ilir¨
orang yang sudah merasa sebagai makhluk tuhan merasa cinta yang sangat kepada tuhan,
selalu ingindekat dengan-nya. untuk mencapai hal itu harus melalui tingkah laku utama.
tingkah laku utama itu ra. nrma. sabar. temen. bud uhur (rela, menerima, sabar, iuiur,
berbudi luhur).

b. mantra dalam temb,ng dol,n,n bocah
mantra di dalam masyarakat masih dapat diiumpai hingga saat ini. mantra dapat
dimasukkan ke dalam unsur religius, karena pada hakekatnya mantra adalah sarana untuk
menghubungkan dengan kekuatana yang tertinggi. mantra diucapkan karna adanya suatu
peintaan atau keinginan untuk teiadinya sesuatu, teriadinya suatu perubahan pada sesuatu,
seperti dari seorang sakit meniadi sembuh, atau orang yang sehat meniadi sakit. di
indonesia mantra dipakai untuk multiIungsi, seperti supaya dikasihi atau dibenci, agar
laris dagangannya, agar tidak teriadi atau agar teriadi huian, agar tanamannya tumbuh
subur, supaya selamat dalam perialanan. menurut umar iunus ( 1985:133) mantra
diharapkan mesti eIektiI, mempunyai akibat. untuk meniadi eIektiI mantra mempunyai
unsur sebagai berikut:
a. terdiri dari rayuan dan perintah. sesudah dirayu, yang gaibitu diperintah
untuk melayani.
b. dibentuk secara puitis dengan tak menggunakan kesatuan kalimat, tapi suatu
expresson unt. (kesatuan pengucapan) seperti dalam kaba, yang terdiri dari
dua bagian yang seimbang.
.. yang dipentingkan 'keindahan bunyi¨, sehingga yang penting di dalamnya
ialah unsur bahasa yang kongkret, bunyi.
114

bentuk mantra di dalam tembang dolanan bocah terdapat di dalam tembang untuk
medatangkan angin dan agar aron (kelekatu) dapat terbang rendah seperti berikut ini.
.empe .empe undangna barat gedhe
tak opah duduh tape
nek kurang niupuka dhewe

.empa-.empa undangna barat dawa
tak opah duduh tea
nek kurang niupuka kana

teriemahan
cempe cempe panggilkan angin besar
kuberi upah kuah tape
iika kurang ambil sendiri

cempa cempa panggilkan angin paniang
kuberu upah kuah ketela
iika kurang ambil di sana

cempe adalah nama untuk anak kambing. mantra di atas adalah mantra untuk
mendatangkan angin. mantra itu biasa dinyanyikan oleh anak-anak yang bermain layang-
layang. iika tidak ada angin yang dapat membantu menaikan layang-layangnya, biasanya
anak-anak menyanyikan tembang itu. bentuk di atas memenuhi persyaratan mantra seperti
yang dikemukakan oleh umar iunus. tembang mantra yang lain yang biasa dinyanyikan
anak-anak seperti berikut ini.

ndhek erek dhuwur ken.ur
aku endhek kowe dhuwur

teriemahan:
115
ndhek erek tinggi kencur
aku pendek engkau tinggi

di awal musim penghuian, biasanya kelekatu keluar beterbangan. di pagi hari
anak-anak berlarian di tanah basah mengeiar kelekatu (laron) yang beterbangan. apabila
ada kelekatu yang terbang tinggi, anak-anak menyanyikan mantra itu dengan harapan
meniadi terbang rendah dan dapat ditangkap. mantra yang biasa dinyanyikan anak-anak
yang lain seperti berikut ini.

gok gok ng gok gok ng
gok gok ling gok gok ling munia kaya suling
gok gok bang gok gok bang munia kaya trebang
teriemahan:
gok-gok ling gok gok ling
gok gok ling gok gok ling berbunyilah seperti seruling
gok gok bang gok gok bang berbunyilah seperti rebana

mantram di atas ditembangkan ketika seorang anak membuat serunai dari batang
padi. sebelum ditemukan varietas unggul dulu tanaman padi usianya cukup paniang,
mencapai hampir enam bulan. batang padi lebih tinggi dan lebih besar, sehingga dapat
dibuat dremenan atau terompet dari batang padi. serunai itu dibuat seperti terompet
dengan ditambah daun kelapa yang dibentuk seperti terompet. terompet itu iika ditiup
dapat mengeluarkan suara yang keras dan merdu. permainan terompet ini biasanya
dilakukan anak-anak sambil meniaga padi dari hama burung dan ayam. berikut ini mantra
untuk bulan yang tertutup awan agar segera bersinar terang. mantra ini dinyanyikan oleh
anak-anak saat bulan purnama, ketika sinar bulan meniadi suram karena tertutup awan.
nva enga nva u.eng
nva enga nva u.eng
damarmu ndang sumeten

teriemahan:
116
inilah minyak inilah sumbu
inilah minyak inilah sumbu
minyakmu cepat nyalakan

tembang dolanan di atas memang sesuai dengan unsur mantra yang dikemukakan
oleh umar iunus. umar iunus (1985: 135) menyatakan hakikat mantra sebagai berikut.
a. ada bagian rayuan dan perintah
b. menggunakan kesatuan pengucapan
c. mementingkan keindahan bunyi dan permainan bunyi
d. ia sesuatu yang utuh, tak dapat dipahami melalui pemahaman unsur-
unsurnya
e. ia sesuatu yang tak dapat dipahami oleh manusia, sesuatu yang misterius
I. ada kecenderungan esetoris dari kata-katanya, atau ada hubungan yang
esetoris
g. terasa sebagai permainan bunyi belaka.

unsur rayuan dapat dilihat dalam bentuk pengulangan-pengulangan. unsur rayuan
dengan pola repetisi ini dapat diiumpai pada kata: .empe .empe. .empa .empa, dhuwur.
gok gok ng. nva enga nva u.eng dan sebagainya. mantra tersebut meskipun maknanya
sulit dipahami, mengandung kesatuan sintaksis, kesatuan pengucapan. keindahan bunyi
terdapat pada rima dan irama yang dibentuk.
yang unik dalam mantra adalah bahwa mantra di dalam sebuah kalimat tidak
mempunyai hubungan makna, tetapi mempunyai hubungan sintaksis. hal itu seperti pada
kaimat .empe .empe undangna barat gedhe. cempe adalah anak kambing. antara cempe
dan angin tidak ada hubungan makna. artinya secara logika anak kambing tidak dapat
memanggil angin. tetapi seperti kata umar iunus, mantra adalah sesuatu yang utuh yang
tidak dapat dipahami unsur-unsurnya. mantra tidak dapat dipahami oleh manusia, sesuatu
yang misterius. seperti pada kata gok gok ng gogok ng terasa sebagai permainan bunyi
belaka. yang penting dari mantra adalah akibatnya, bukan makna dari mantra itu.
tembang 'ilir ilir¨ iuga ada yang memaknai sebagai mantra. dalam serat
damarwuan (wahiono,1994:18) ketika damarwulan meniadi mayat karena gada besi
117
kuning minakiingga, dinyanyikan mantra oleh dewi sasmitaningrum dan dewi susilawati.
dalam naskah itu diceritakan setelah tembang kedua putri itu sampai pada penutup, surak.
damarwulan mulai bernaIas lagi.

c. makna politik dalam temb,ng dol,n,n boc,
di dalam perkembangannya, tembang dolanan bocah tidak hanya dimaknai dari
makna yang sesuai dengan pola pikir bocah dan makna religi, tetapi iuga ada yang
menghubungkan dengan masalah politik. hal ini seperti yang dilakukan oleh n. asri
terhadap tembang 'ilir ilir¨. n. asri (hutomo,1988:27) menyatakan bahwa r-r tandure
ws sumr mempunyai makna bahwa bangsa indonesia telah merdeka pada 17 agutus
1945.; tak io rovo-rovo negara indonesia masih muda; dak sengguh penganten anvar ÷
dikira menemukan kebahagiaan. larik-larik selaniutnya dimaknai supaya diutamakan
pewrsatuan untuk mengabdi kepada ibu pertiwi
maialah diaka odang (hutomo, 1988:27) iuga pernah memberikan penaIsiran
seperti penaIsiran yang dikemukakan oleh n. asri. di dalam maialah ini tembang 'ilir ilir¨
ini dimaknai abadilah proklamasi 17 agustuas 1945. negara indonesia masih seperti
pengantin baru, supaya diusahakan agar lebih sempurna, supaya diusahakan tercapainya
adil makmur. masih ada korupsi dan berebut kursi, harus diusahakan adanya persatuan
dari sabang sampai merauke untuk ibu pertiwi. bangunlah, maiu indonesia untuk
selamanya.
dua penaIsiran di atas sebenarnya terlalu mengada-ada, karena tembang 'ilir ilir¨
sudah ada pada naskah kuna. parwatri wahiono (1994:18) mengutip bbait 'ilir ilir¨ dari
naskah kuna serat damarwuan seperti berikut.
r-r tandurra.
ng wong sumr muva.
io rovo-rovo ngsun sengguh.
penganten anvar paduka

bo.ah angon-angon sam.
peneken bambng ka.
sun karva musuh kampuhe.
118
umtr ng manah radvan
bedhah pepnggrra.
mumpung gedhe wuanpun.
mumpung iembar kaangannva

dilihat dari kosa kata yang dipakai tembang di atas, terdapat beberapa kata yang
cenderung memakai bahasa iawa tengahan, seperti kata tandurra. ngsun. sun. karva. hal
ini membuktikan bahwa tembang 'ilir ilir¨ merupakan tembang kuna. tembang itu
kemudian bahasanya disesuaikan dengan bahasa iawa sekarang, karena masyarakat masih
menyukai tembang itu. suripan sadi hutomo (1988:123) menyatakan keraguannya bahwa
tembang 'ilir ilir¨ merupakan ciptaan pada zaman para wali, karena bahasa yang dipakai
bahasa iawa baru. dengan kenyataan seperti kutipan di atas keragu-raguan suripan sadi
hutomo di atas tidak terbukti, karena ternyata ada tembang 'ilir ilir¨ yang bahasanya
memakai bahasa iawa tengahan pada naskah kuna.
tembang doanan bo.ah yang lain yang dimaknai politik terdapat pada lagu
'dhungkul sedhola-dhalu dhembleng¨. lagu ini mempunyai banyak variasi . variasi
twersebut misalnya pada larik pertama berbunyi: dhungku sedhoa dhau dhembeng,
dhungku sedhoa dhau dhambeng, dhungku dhau dhembeng, dhempu tau tameng.
nama tokoh dalam tembang ini iuga bervariasi, yaitu: nalaiaya, anggaiaya, trunaiaya. versi
suripan sadi hutomo adalah trunaiaya, sehingga syairnya meniadi seperti berikut.
dhungku sedhea dhau dhambeng
trunaiava numpak .eeng
trunaiava dtekung
.vet .vet trunaiava dbeben.et.

teriemahan:
dhungkul sebentar dhalu dhambleng
trunaiaya numpak celeng
trunaiaya ditelikung
ciyet ciyet trunaiaya dibebencet

119
suripan sadi hutomo memberikan makna sindiran tentang pemberontakan
trunaiaya pada tembang di atas (hutomo,1988:134). apabila syairnya seperti di atas,
memang sesuai dengan kondisi trunaiaya. menurut babad tanah iawi (anonim,1987:196)
trunaiaya setelah menyerah kepada mangkoerat, kemudian dibunuh. apabila nama tokoh
dalam tembang itu anggaiaya atau nalaiaya maka tentu ada legenda lain yang berkaitan
dengan kedua tokoh itu.

d. makna filosofis tembang dolanan bocah
IilosoIis berasal dari kata IilsaIat. IilsaIat adalah pengetahuan dan penyelidikan
dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, hukumnya (tim
penyusun kamus pusat pembinaan dan pengembangan bahasa,1999:277). makna
IilosoIis di sini bersiIat umum, terlepas dari makna religi. makna IilosoIis dalam tembang
doanan bo.ah seperti terdapat dalam syair berikut ini.
enthk enthk s temunggu patenana
gek dosane apa
aia dh. aia dh. wong tuwa aa-aa maat

teriemahan.
entik entik si temunggul bunuhlah
dosanya apa
iangan dhik, iangan dhik orang tua meskipun ielek menimbulkan dosa

tembang tersebut mengaiarkan bahwa kepada orang tua harus selalu hormat.
tembang itu dinyanyikan dengan cara meniadikan tokoh pada iemari kita, ibu iari,
teluniuk, dan iari kelingking. teluniuk memberi perintah kepada kelingking supaya
membunuh iari tengah, namun ibu iari melarangnya sambil menngingatkan bahwa
membunuh orang tua dapat menimbulkan dosa.
makna IilosoIis tembang 'e dhayohe teka¨ telah dikupas oleh suwardi endraswara.
syair tembang tersebut seperti berikut ini.
120
e dhavohe teka/ e gearna kasa/e kasane bedhah/ e tambaen iadah/ e
iadahe mambu/ e pakakna asu/ e asune mat/ e buwangen ka/ e kane
banir/ e buwangen pnggr/ e pnggre unvu/ e avo dha maku
menurut endraswara (1999:9) makna IilosoIis tembang di atas bahwa bayi yang
lahir harus dididik. di dunia tidak selalu enak, kadang-kadang mendapat masalah. oleh
karena itu orang tua harus meniaga agar anak meniadi bahagia. di dalam meniaga dunia
(mamavu avunng bawana) harus memakai IalsaIah rukundan manunggal, manunggalnya
.pta. rasa. karsa.

2. fungsi temb,ng dol,n,n boc,
tembang dolanan bocah adalah sastra lisan. ada sembilan Iungsi sastra lisan, yaitu
(1) sebagai sistem proyeksi, (2) sebagai pengesahan kebudayaan, (3) sebagai alat pemaksa
berlakunya norma sosial, (4) sebagai alat pendidikan anak, (5) untuk mencela orang lain,
(6) sebagai bentuk hiburan, (7) untuk meningkatkan solidaritas kelompok, (8) sarana
kritik sosial, (9) mengubah pekeriaan meniadi permainan. berikut ini Iungsi tembang
dolanan bocah sebagai salah satu genre sastra iawa.

a. fungsi hiburan
semua tembang dolanan bocah mempunyai Iungsi menghibur, di samping Iungsi
yang lain. hal itu disebabkan usia anak adalah usia bermain, sehingga dengan bentuk
hiburan danpermainan dapat meniaga perkembanganiiwa anak dapat tumbuh waiar. oleh
karena itu banyak tembang dolanan yang menggambarkan keindahan, kecantikan, dan
kemuliaan hati, seperti tembang tentang bunga, bulan, kupu-kupu, dan keindahan
lingkungan. untuk menimang anak balita, biasanya dinyanyikan tembang 'bulan gedhe¨
dengan syair seperti berikut.
mbuan-mbuan gedhe.
ana santr menek iambe.
.ebokna sanng bae.
sur tepok tba bathuk meok-meok

121
pada saat sampai penutup, biasanya orang yang menimang kemudian menggelitik
anak balita di pangkuannya, sehingga tertawa tergelak-gelak. tembang ini dinyanyikan
pada malam hari di halaman ruumah saat bulan purnama. seorang anak balita yang
ditimang dengan nyanyianini berada di pangkuan.
agar dapat dihayati dengan baik, seseorang menyanyikan tembang dolanan bocah
dengan memanIaatkan anggota tubuhnya. misalnya tembang 'kidang talun¨ seperrti
berikut ini.
kdang taun
mangan ka.ang taun
m kethem m kethem
s kdang mangan embavung

teriemahan:
kiiang talun
makan kacang alun
mil kethemik mil kethemil
si kiiang makan lembayung

untuk mendukung suasana dan penghayatan dalam menyanyikan tembang ini
disertai kedua tangan yang ditangkupkan, membuat bayang-bayang di tembok seperti
kepala seekor kiiang. dengan menggerak-gerakkan iari kelingking, bayang-bayang kiiang
itu seperti sedang makan.
sebagai bentuk hiburan, beberapa tembang dinyanyikan unrtuk mengiringi sebuah
permainan, seperti tembang 'sluku-sluku bathok¨, 'cublak-cublak suweng¨, 'iamuran¨.
tembang 'sluku-sluku bathok¨ dinyanyikan sambil duduk berselonior kaki, ketika
bernyanyi tangan digosok-gosokkan dari uiung hingga pangkal kaki. tembang 'cublak-
cublak suweng¨ dinyanyikan dengan cara salah seorang setengah tiduran menghadap ke
bawah dikelilingi oleh teman-temannya. dengan bernyannyi, anak-anak duduk
mengelilingi temannya yang menelungkup. anak-anak itu meletakkan tangannya yang
menggenggam. salah seorang mengedarkan sebuah benda pada genggaman tangan itu.
pada akhir nyanyian, orang yang tertelungkup harus menebak siapa yang menggenggam
122
benda itu. apabila salah, kembali telungkup lagi dan permainan dilaniutkan. bila dapat
menebak, orang yang tertebak harus menelungkup. begitu seterusnya. tembang 'iamuran¨
memerlukan tempat yang lebih luas, karena tembang ini memakai permainan keiar-
mengeiar.

b. sebagai sarana kritik sosial dan sindiran
seperti yang telah disebutkan pada kaiian pustaka, di antara Iungsi sastra lisan
menurut dundes adalah untuk sarana kritik sosial. di dalam tembang doanan bo.ah kritik
sosial ini dapat sebagai peringatan untuk orang lain, untuk mencela, atau agar orang yang
dikritik dapat memperbaiki kesalahannya. . ienis kritik sosial di dalam tembang dolanan
bocah seperti pada tembang 'menthok-menthok¨ berikut ini.
menthok-menthok tak kandhan/mung akumu angsn-sn/mbokva aia
ngetok/ana kandhang wae/enak-enak ngorok ora nvambut gawe/menthok menthok/mung
akumu mega-mego gawe guvu

teriemahan:
entok-entok kuberitahu/caramu berialan memalukan/iangan menampakkan diri/di
dalam kandangasyik mengorok tidak bekeria/entok-entok/hanya ialanmu megal-megol
membuat tertawa

tembang di atas merupakan kritik buat orang yang tidak tahu diri, dan suka
bertingkah supaya diperhatikan orang lain. padahal tingkah lakunya membuat orang lain
tertawa. tembang berikut ini iuga merupakan sindiran.
gandho o them/gondhe antng-antng/diak ora geem/dtngga guung komng
teriemahannya: gandho lio them /gondhe adalah anting-anting/diaiak tidak mau/ditinggal
berguling-guling
tembang di atas merupakan sindiran terhadap anak yang mania. sikap seorang
anak mania memang sering merepotkan, diaiak tidak mau, ditinggal iuga tidak mau.
tembang doanan anak berikut ini senada dengan tembang di atas.

kembang peem
123
bok aw kembang peem kuntu bru saba daem
va bapak. va ndara
mesam mesem mesam mesem
diak gemang dpondhong geem

teriemahan:
bunga mangga
bok awi bunga mangga burung kuntul biru berkeliaran di rumah
ya bapak, ya ndara
tersenyum senyum tersenyum senyum
diaiak tidak maudigendhong mau

apabila kita perhatikan semua uraian di atas, tembang dolanan bocah dapat
dibedakan meniadi dua macam, yaitu tembang dolanan bocah yang memang murni untuk
anak-anak dan tembang dolanan bocah yang iuga meniadi konsumsi batin orang tua.
tembang dolanan bocah yangmurni untuk anak-anak bahasanya sangat sederhana, dan
tidak banyak menimbulkan taIsiran seperti tembang 'bulan gedhe¨, 'kidang talun¨, 'sasi
pasa¨, 'padang bulan¨ dan sebagainya. tembang dolanan bocah yang iuga meniadi
konsumsi orang tua bahasanya cukup rumit, dan banyak menimbulkan taIsiran atau
menimbulkan ketaksaan. contoh tembangsemacam ini seperti 'ilir-ilir¨, 'dempo¨,
'cempa¨ dan sebagainya. tembang doanan bo.ah sebagai warisan budaya bermanIaat
bagi perkembangan iiwa anak-anak, oleh karena itu perlu diupayakan untuk melestarikan
tembang dolanan ini.

3. nilai edukatif temb,ng dol,n,n boc,
pendidkan anak dapat ditempuh dengan dua cara, pendidikan Iormal dan
pendidikan nonIormal. pendidikan Iormal dilakukan di sekolah-sekolah, sedang
pendidikan non Iormal dilakukan di tengah keluarga dan di tengah masyarakat.
pendidikan di tengah keluarga dan di tengah masyarakat biasanya dilakukan secara tidak
langsung, dan melalui perilaku anak sehari-hari. apabila seorang anak berperilaku tidak
baik, biasanya orang tua atau masyarakat langsung menegur dan mengarahkannya. atau
124
memberi sanksi deduai dengan sanksi yang berlaku di tengah masyarakat tersebut.
misalnya seorang anak yang sering berbuat tidak baik kepada teman-temannya akan
dikucilkan oleh teman-temannya. dari pengalaman itu, anak-anak dapat belaiar ke arah
hal-hal yang positiI.
pendidikan anak dapat iuga dilakukan melalui media tembang doanan. hal itu
disesuaikan dengan usia anak-anak yang masih suka bermain. dengan bermain, secara
tidak langsung anak-anak dapat menyerap unsur-unsur pendidikan. salah satu bentuk
permainan aanak-anak adalah tembang doanan. pentingnya tembang doanan sebagai
sarana pendidikan disadari oleh gubernur iawa timur pada zaman belanda. menurut trimo
s.m. (1984:19) ch. o van der plas pada saat meniadi gubernur iawa timur memberi
instruksi kepada semua sekolah angka ii (2e inlandschool) supaya mengaiarkan tembang
dolanan kuna dengan cara menggali dari daerahnya sendiri-sendiri. di samping itu
pemerintah belanda (dep o&e) iuga mengeluarkan buku metode lelagon.
tembang enthk-enthk s penunggu patenana seperti telah dikutip di atas iuga
mengandung nolai edukatiI di samping unsur IilosoIis. contoh lain tembang doanan
bocah yang mengandung unsur pendidikan seperti berikut ini.
prng .eumprng
prawane nn sardn
.k-.k niauk kawn
gedhe-gedhe niauk pegat
utange kebo saiagat
nvaur si tngga mnggat

tembang di atas di samping mangandung unsur kritik sosial iuga mengandung
unsur pndidikan, supaya perempuan tidak menikah di usia dini. demikian iuga di dalam
menyelenggarakan perhelatan perkawinan tidak perlu diselenggarakan secara besar-
besaran dengan cara berhutang ke sana-sini. akibat pernikahan terlalu dini dan perhelatan
besar-besaran dengan cara berhutang akibatnya seperti keluarga nini saridin. oleh karena
itu masyarakat diharapkan iangan menirunya.
unsur pendidikan dalam tembang doanan yang lain seperti terdapat dalam
tembang 'tatanya¨. tembang ini merupakan bagian dari cerita rakyat bawang merah
125
bawang puth. yaitu ketika bawang putih mencari popok dan beruk yang hanyut saat
mencici di kali. tembang ini berbentuk dialog dengan syair seperti berikut ini.
tatanva
kang kakang sng ngguvang iaran
sampevan wau napa sumerep popok beruk ke
ora ndhuk. takona sng ngguvang sap
kang kakang sng ngguvang sap
sampevan wau napa sumerep popok beruk ke
popoke maran nggh punka
ora ndhuk. takona nva buta io.
teriemahan:
bertanya
kang kakang yang memandikan kuda
sampeyan tadi apa tau popok beruk hanyut
tidak nak, tanyalah yang memandikan sapi
kang kakang yang memandikan sapi
sampeyan tadi apa melihat popok beruk hanyut
popoknya yaitu limaran
tidak nak, tanyalah nyai buta iio.

untuk memahami isi tembang dolanan di atas tidak akan dapat dilakukan tanpa
memahami cerita bawang merah bawang putih. pada intinya dalam tembang itu
terkandung aiaran bahwa seorang gadis harus berani menderita dulu demi kebahagiaan
yang akan datang. bawang putih yang hidup menderita tersia-sia akhirnya hidup bahagia
setelah mendapat hadiah harta benda dari nyai buta iio.
selain 'bawang merah bawang putih¨ cerita rakyat lain yang disertai dengan
nyanyian ialah dongeng 'andhe-andhe lumut¨. larik awal tembang ini berbunyi seperti
berikut: ndhe andhe s andheandhe andhe umut/tumuruna ana putr kang ngunggah-
unggah (ndhe andhe si andhe andhe andhe lumut/tumrunlah ada putri yang sedang
melamar) menurut danandiaia (1986:471) dongeng 'andhe-andhe lumut¨ bertipe
cinderella dan tersebar di nusantara. tembang dolanan dari cerita 'andhe-andhe lumut¨
126
ini di samping mengaiarkan agar wanita brani menderita telebih dahulu, iuga mengaiarkan
agar wanita dapat meniaga keperawanannya. kleting abang dan kleting iio tidak diterima
oleh andhe-andhe lumut karena sudah dixcium oleh yuyu kangkang.
untuk mendidik anak agar rendah hati, tidak sombong dngan tembang doanan
bo.ah 'iago kate¨. tembang ini menceritakan seekor ayam iantan kate yang sombong,
tetpi ketika dilempar batu berlali dan menyembunyikan diri, tidak berani sombong lagi. di
dalam masyarakat iawa ada ungkapan 'iago kate wanne neng omahe dhewe` (ayam
iantan kate beraninya di rumah sendiri) untuk orang yang sombong tetapi sebnarnya
penakut. berani dengan siapa saia di rumahnya sendiri, tetapi di luar rumah penakut.ayam
kate adalah ienis ayam yang lebih kecil dari ayam kebanyakan, yang iantan sangat aktiI
dan suka berkokok, tetapi tidak dapat diiadikan ayam aduan. 'iago kate¨ mendidik anak
agar tidak sombong dan penakut. dbaang watu bo.ah gundu/ keok kena tehe/irantha
peavune/mar umuk mar nge.e/s akte katon ven wung (dilempar batu anak
gundul/keok kena temboloknya/iranthal larinya/ tidak berani lagi sombong tidak berani
lagi mengeiek/si kate kelihatan bingung).
tembang 'kembang iagung¨ iuga berIungsi sebagai sarana pendidikan anak.
tembang ini mengaiarkan kepada anak untuk berani, dan bersikap satriya. kutipan dari
tembang ini sebagai berikut:
kembang iagung omah kampung pnggr urung/ieier teu sng tengah baka
omahku/.empa munggah guwa/medhun nvang bonraia/methk kembang
saka d.aosna kanieng rama/maiu kowe tatu/mundur kowe aiur/tokna
sabaamu ora wed sudukanmu/k o dhadha satrva/k o dhadha ianaka

teriemahan:
kembang iagung rumah kampung pinggir ialan/beriaiar tiga yang tengah
calon rumahku/cempa naik goa/turun ke kebunraia/memetik bunga slaka
diserahkan ayah/maiu engkau luka/mundur engkau hancur/keluarkan semua
teman-temanmu tidak takut tusukanmu/ ini lo dasda satria/ini lo dada ianaka

pulau iawa yang agraris menimbulkan tembang dolanan tentang petani. syair
tembang itu sebagai berikut: paman-paman tan utun den emut/aia age-age nvebar
127
srantekna den sabar/ven udan tumurun/sebaren den thuku mesth babar/be.k banget
thukuane 2x.
teriemahan bebas tembang di atas: paman-paman petani ingatlah/iangan segera
menyebar/tunggu dengan sabar/ iika huian sudah turun/sebarlah pasti tumbuh dengan
baik/baik sekali tumbuhnya 2x
meskipun tembang di atas dituiukan kepada petani, namun sebenarnya tembang
itu lebih tepat sebagai pendidikan untuk anak-anak tentang bekaiar bertani. kalau tembang
itu oleh anak-anak dituiukan pada orang tua, hal itu tidak mungkin karena para orang tua
pasti sudah tahu kapan menyemai benih.

iv. simpulan/penutup
tembang doanan bo.ah bukan sekedar sarana untuk hiburan anak-anak, tetapi
mempunyai Iungsi dan makna. meskipun tembang dolanan bocah merupakan konsumsi
anak-anak, namun ternyata tembang itu sebenarnya tidak hanya dituiukan kepada anak-
anak.tembang doanan bo.ah iuga dapat dinikmati orang tua. dari segi bahasa, tembang
dolanan bocah dapat dibedakan meniadi dua macam, yaitu tembang dolanan bocah yang
memakai bahasa yang lugas dan tidak memerlukan penaIsiran yang dalam. tembang
seperti ini adalah tembang yang diciptakan khusus untuk anak-anak. kedua adalah
tembang dolanan bocah yang bahasanya simbolis, penuh ketaksaan dan sulit dicerna
maknanya.
tembang dolanan bocah mengandung makna relegius, makna mantra, makna
politik, dan makna IiloosoIis. unsur religi yang terdapat dalam tembang dolanan bocah
adalah religi pra-hindu, hindu dan buda, serta religi islam. di samping itu masih ada lagi
tembang dolanan bocah yang mempunyai makna mantra. tembang semacam ini seperti
pada tembang '.empe` dan 'ndhek erek dhuwur ken.ur¨. unsur politik seperti yang
terdapat pada tembang 'dhungku sedhea dhau dhembeng`.
di samping makna religi, mantra, dan politik tembang dolanan bocah iuga
mempunai makna IilosoIis seperti pada tembang 'enthik enthik si temunggul patenan¨
dan 'e dhayohe teka¨. makna IilosoIis tersebut diantaranya bahwa seorang anak harus
menghormati orang tua padha tembang 'enthk enthk.`. dan manusia harus mamavu
avunng bawana pada tembang 'e dhayohe teka¨.
128
Iungsi tembang dolanan bocah di samping sebagai sarana hiburan anak iuga
sebagai sarana pendidikan anak serta sarana kritik sosial dan sindiran. sebagai bentuk
hiburan, beberapa tembang dolanan dipakai untuk mengiringi permainan atau tari-tarian.
sebagai sarana pendidikan, tembang dolanan anak dapat untuk menanamkan
sikap pada anak agar berani, bersikap iuiur, dan beriiwa satriya, serta hemat tidak boros,
tidak takut menderita.. tembang doanan bo.ah sebagai sarana kritik sosial dan sindiran
bertuiuan untuk mencela orang lain, sebagai peringatan, atau agar orang agar orang yang
dikritik dapat memperbaiki kealahannya. hal itu muncul dalam tembang "menthok-
menthok. "gandolio them"¨ dan "kembang pelem¨
tembang doanan bo.ah penting untuk sarana pendidikan anak serta masyarakat.
namun pada zaman peniaiahan, pemerintah belanda sebagai peniaiah merasakan betapa
perlunya tembang dolanan bocah diaiarkan di tingkat sd, sehingga ch. o. van der plas
sebagai gubernur iawa timur memberikan instruksi agar tembang dolanan diaiarkan di
tengkat sekolah angka oro (sd) pada waktu itu. tetapi saat ini masyarakat iawa sendiri
iustru melupakannya. mengingat pentingnya Iungsi dan makna tembang doanan bo.ah,
materi itu perlu diaiarkan lagi dalam pelaiaran sastra atau kesenian untuk muatan lokal
bahasa daerah (iawa).






daftar pustaka

anonim. 1987. babad tanah iaw. de prozaverse van ng. kertapradia ngeed door i.i.
ras. dordrecht-holland; Ioris publication.

danandiaia, iames. 1986. 'andhe-andhe lumut: dongeng sinderela iawa yang mempunyai
nilai pedagogis¨. dalam kesenian, bahasa dan Ioklor iawa. yogyakarta: dirien
kebudayaan depdikbud.
129

. 1994. 1okor ndonesa. mu gosp. dongeng. dan an-an. iakarta:
graIiti.

endraswara, suwardi. 1999. agu doanan. wewadnng urpe wong iawa?. dalam iava
bava. surabaya, 1 agustus 1999.

hariawiyana, haryana. 1986. 'bentuk ulang dalam nyanyian rakyat iawa¨. dalam kesenan.
bahasa dan 1okor iawa. editor sudarsono. yogyakarta: dirien kebudayaan
depdikbud.

hutomo, suripan sadi dan setyo yuwono sudikan. 1988. probematk sastra iawa. seiumah
ese sastra iawa modern. surabaya: ikip surabaya.

hutomo, suripan sadi. 1991. mutara vang terupakan. pengantar stud sastra san.
surabaya: hiski iawa timur.

. 1996. 'tembang dolanan bocah saka blora¨. dalam iava bava. surabaya
2/li, 8 september 1996.

. 1998. kentrung warsan trads san. malang. mitra alam seiati.

. 1999. 1oog san. teaah teks kentrung. lautan rezeki.

iunus, umar. 1985. dar perstwa ke mainas. waiah sastra dan budava ndonesa.
iakarta: gramedia.

kariono. 1993. 'werdining tembang ilir-ilir¨. dalam iava bava. surabaya, 3 oktober 1993.

keluarga karawitan studio rri surakarta. tanpa tahun. kupu kuw. kaset rekaman. surakarta:
lokananta re.ordng.
130

sudiiman, panuti dan aart van zoest. 1992. serba-serb semotka. iakarta: gramedia
pustaka utama.

supanto. 1986. 'Ioklor sebagai sumber inIormasi kebudayaan daerah¨. dalam kesenan.
bahasa dan 1okor. editor sudarsono. yogyakarta: dirien kebudayaan depdikbud.

supratno, haris. 1998. 'transIormasi cerita dewi rengganis dalam naskah ke dalam
pertuniukan wayang sasak: sebuaih kaiian sastra bandingan¨¨laporan penelitian.
surabaya: ikip surabaya.

suryohatmodio. 1979. 'ngudi dolanan ilir-ilir¨. dalam iava bava. surabaya, 6 agustus
1979.

teeuw, a. 1988. sastra dan mu sastra. pengantar teor sastra. iakarta: pustaka iaya.

trimo s.m. 1984. 'lelagon dolanan¨ dalam iava bava. surabaya, 12 Iebruari 1984.

wahiono, parwatri. 1994. r-r satunggang 1okor iaw. dalam iava bava. 10 iuli 1994.

wellek, rene dan austin warren. 1990. teor kesusastraan. iakarta: gramedia.



Sign up to vote on this title
UsefulNot useful