III. A. Pendahuluan 1.

Latar Belakang

DINAMIKA FLUIDA

Fluida adalah zat yang dapat mengalami perubahan bentuk secara kontinu bila terkena tegangan geser walaupun relatif kecil. Fluida merupakan zat yang dapat mengalir yang mempunyai partikel yang mudah bergerak dan berubah bentuk tanpa pemisahan massa. Ketahanan fluida terhadap perubahan bentuk sangat kecil sehingga fluida dapat dengan mudah mengikuti bentuk ruang. Fluida adalah benda yang dapat mengalami perubahan bentuk secara terus menerus karena gaya gesek yang bekerja terhadapnya. Dinamika fluida adalah subdisiplin dari mekanika fluida yang mempelajari fluida bergerak. Fluida terutama cairan dan gas. Penyelsaian dari masalah dinamika fluida biasanya melibatkan perhitungan banyak properti dari fluida, seperti kecepatan, tekanan, kepadatan, dan suhu, sebagai fungsi ruang dan waktu. Dalam kehidupan sehari-hari fluida juga bermanfaat. Oleh karena itu manusia mencoba menggunakan ataupun memanfaatkan fluida. Dalam bidang pertanian fluida bermafaat untuk irigasi tanaman. Dalam percobaan acara III Dinamika Fluida, fluida yang digunakan adalah air, karena dalam dunia pertanian air memegang peranan yang cukup penting. Untuk memperkirakan jumlah air yang harus dialirkan dapat dilakukan pengukuran debit air. Debit dapat diukur dengan mengalikan kecepatan aliran suatu saluran dengan luas penampang saluran. Bila debit sebenarnya diketahui maka dimunculkan suatu bilangan konstan yang dikenal dengan debit terukur yang diperoleh.

2.

Tujuan Praktikum Tujuan dari praktikum Acara III Dinamika Fluida adalah :

a. Mengetahui besar debit saluran dengan pendekatan laju aliran dan luas penampang
b. Mengetahui besarnya faktor koreksi/correction factor (Cf) dari system

pengukuran yang digunakan 3. Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum Acara III Dinamika Fluida dilaksanakan pada 26 Oktober 2010 pada pukul 13.00-15.00 bertempat di Laboratorium Rekayasa Proses Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, Surakarta. B. Tinjauan Pustaka Fluida merupakan zat yang tidak mempunyai bentuk dan volume yang permanen, melainkan mengambil bentuk tempat sesuai yang ditempatinya serta memiliki kemampuan untuk mengalir. Dua zat yang umumnya disebut fluida adalah zat cair dan gas. Dinamika fluida adalah cabang ilmu yang mempelajari fluida dalam keadaan bergerak. Ini merupakan salah satu cabang yang penting dalam mekanika fluida. Dalam dinamika fluida dibedakan dua macam aliran yaitu aliran fluida yang relatif sederhana yang disebut aliran laminer dan aliran yang komplek yang disebut sebagai aliran turbulen (Anonim1, 2009) Suatu zat yang mempunyai kemampuan mengalir dinamakan fluida. Cairan adalah salah satu jenis fluida yang mempunyai kerapatan mendekati zat padat.

Gas juga merupakan fluida yang interaksi antar partikelnya sangat lemah sehingga diabaikan. Alat. Fluida adalah zat yang dapat mengalir. 2002) Suatu fluida diuraikan dengan mempunyai volume tertentu tetapi bukan bentuk tertentu. Set pompa beserta selangnya . Karena itu. Dengan demikian kerapatannya akan lebih kecil. Bahan dan Cara Kerja 1. kita gunakan istilah fluida untuk cairan dan gas (Young. 2009) Fluida memegang peranan penting dalam setiap aspek kehidupan. fluida dapat ditinjau sebagai sistem partikel dan kita dapat menelaah sifatnya dengan menggunakan konsep mekanika partikel. Fluida mempunyai volume tertentu yang dipertahankan meskipun berubah dalam bentuk. 1992) Zat cair dan zat gas (yang merupakan suatu jenis fluida) umumnya mempunyai bentuk yang ditetapkan oleh wadahnya masing-masing (di mana wadah tersebut biasanya terbuat dari zat padat) dan bila dilihat dari struktur molekulnya. Molekul-molekul suatu fluida hampir sedekat dalam padatan tetap merekat. tidak mempunyai posisi tetap (Keenan dan Kleinfelter. Alat a. fluida memiliki jarak antarmolekul yang lebih besar serta gaya kohesi antar-molekul yang lebih rapat dibandingkan zat padat sehingga fluida mudah berubah bentuk tergantung dari wadah atau tempatnya (Mulyadi. 2009) C. Fluida bersikulasi dalam tubuh kita dan mengatur keadaan cuaca kita. Apabila fluida mengalami gaya geser maka akan siap untuk mengalir (Anonim2. Fluida mengalir untuk menyesuaikan pada bentuk wadah dia tempatkan.Letak partikelnya lebih merenggang karena gaya interaksi antar partikelnya lemah.

f. e. Cara Kerja a.b. Menyusun peralatan dan bahan sesuai dengan susunan percobaan (pastikan bahwa unit percobaan siap dan dapat dioperasikan) S PA P Gambar 3. volume. d. c. Bahan Air 3. Model saluran (yang telah dimodifikasi) Penampung Pelampung Alat ukur : panjang.1 Susunan Alat Percobaan Dinamika Fluida Keterangan : PA S P : Pompa air : Saluran model : Penampung . waktu Beban 2.

Mengukur debit terukur (Qu) penampang aliran dalam air lalu mencatat waktu yang digunakan untuk menempuh jarak Mengulangi percobaan sebanyak tiga kali sehingga Mengulangi percobaan dengan hambatan 0. Hasil dan Analisis Hasil Percobaan 1. kemudian menentukan luas Menyiapkan hambatan awal untuk percobaan pertama Menyiapkan pelampung tanpa beban dan memasukannya ke c.75 dm. D. memperoleh waktu rata-rata 0.b. 0. Mengukur besarnya debit aktual (Qa) 1) 2) 3) Menyusun peralatan dan bahan sesuai dengan susunan Menghidupkan mesin pompa dan memastikan pompa dapat Setelah siap digunakan. dengan jarak dan hambatan yang sama dengan di atas.05 dm. dan 1.65 dm. mengukur debit output saluran dengan percobaan dioperasikan dengan baik menampung air dari pompa ke dalam penampung sampai volumenya mencapai 8 liter dan catat waktunya 4) 1) 2) 3) 4) 5 dm 5) 6) Mengulang percobaan sebanyak tiga kali Menyusun peralatan sesuai dengan percobaan debit aktual Mengukur kedalaman airnya.1 Hasil Pengamatan Debit Terukur . 7) Mengulangi percobaan dengan pelampung memakai beban. Hasil Percobaan Tabel 4.85 dm.

19 1.320 0.47 1.380 0.61 16.91 0.13 12.409 0.278 A (dm2) 0.377 1 = 0.97 16.85 0. 1 2 3 Volume (dm3) 8 8 8 Waktu (dt) 42.331 3 = 0.351 0.95 17.65 0.2 Hasil Pengukuran Debit Saluran No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Pelampung h (dm) 0.295 0.348 0.47 .451 0.38 41.460 0.305 0.75 0.499 0.65 0.07 15.90 11.336 2 = 0.05 Waktu (s) 12.85 0.91 Q u Qu (dm3/s) 0.344 0.85 1. 4.353 0.346 0.65 0.96 v (dm/s) 0.189 0.05 Q u 1.192 Q = 0.75 0.05 1.47 1.307 0.278 0.191 a Sumber : Laporan Sementara Tabel.91 0.313 0.05 1.74 Qa(dm3/dt) 0.78 41.19 1.328 0.75 0.19 Q u 1.28 15.329 0.No.191 0.05 1.05 1.363 0.414 0.388 0.96 15.41 16.409 Tanpa Beban 1.25 15.313 0.95 17.

590 5 0.348 0.307 0. t1 = 42.Q 4 u 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 0.19 1.268 0.253 0.85 0.05 1.91 0.05 1.75 0.579 0. Pengukuran Debit Pompa Rumus : Qa=  V  t    1).57 18.318 0.191 Qu (dm3/s) 0.255 0.38 s .78 18.292 7 = 0.622 0.330 0.301 0.362 0.19 1.3 Hasil Perhitungan Cf No 1 2 3 4 Pelampung Tanpa Beban Qa (dm3/dt) 0.11 20.191 0.191 0.329 0.191 8 0.380 0.191 Beban 7 0.91 0.47 1.274 0.34 20.85 1.19 Q u 1.281 0.326 0.27 19.05 Q u 1.336 0.26 19.75 0.05 12.328 0.191 0.75 0.440 0.85 0.503 0.91 Q u Dengan Beban 1.307 0.440 0.242 0.82 15.330 0.434 0.67 23.202 0.365 0.324 Cf 0.47 Q u = 0.191 Dengan 6 0.356 0.191 Sumber : Laporan Sementara 2.65 0.680 0.16 24.05 1.549 0.568 0.324 Sumber : Laporan Sementara Tabel 4.288 0.36 18.246 0.76 0.65 0.297 5 = 0.297 8 = 0.216 0.05 1.47 1. Analisa Data a.46 13.288 6 = 0.401 0.276 0.281 0.274 0.65 0.

07 s .13 =0.189 dm3/s Qa2 = 41. t2 = 41.90 s v1 b) = 12 .191 +0. t3 = 41.192 3 = 0.191 dm3/s b.449 dm / s t3 = 12.189 +0.13 s v2 c) = 111 .Qa1 = 42.78 = 0.65 dm a) t1 5 = 12.192 dm3/s Qa 1 + Qa 2 + Qa 3 3 = 0.38 2).90 =0. Saat tinggi sekat = 0.74 8 8 Qa3 = 41.78 8 = 0. Pengukuran Debit Saluran (Qu) 1) Analisis v v= S t v pada percobaan pelampung tanpa beban Diket : S = 5 dm dm 1.74 Q = a = 0.191 dm3/s 3).388 dm / s t2 5 = 11.

295 dm / s = 17.305 dm / s = 16.41 =0.25 =0.28 s = 16 .61 s = 15 .313 dm / s = 15.96 s = 15 .95 =0.75 dm a) t1 = 15.25 s = 15 .95 s = 16 .97 =0.307 dm / s = 15.28 =0.61 =0.96 =0.97 s = 17 .95 s 5 v1 b) t2 .05 dm a) t1 = 16.85 dm a) t1 =16.278 dm / s 5 5 5 v1 b) t2 v2 c) t3 v3 4.414 dm / s 5 2. Saat tinggi sekat = 0. Saat tinggi sekat = 1.328 dm / s = 15.07 =0.41 s = 16 . Saat tinggi sekat = 0.v3 = 12 .320 dm / s 5 5 5 v1 b) t2 v2 c) t3 v3 3.

75 dm = 18.274 dm / s = 19.255 dm / s = 18.v2 c) t3 = 15 .278 dm / s 5 5 v3 v pada pelampung dengan beban 1.65 dm = 12.82 =0.36 =0.26 =0.274 dm / s Saat tinggi sekat = 0. a) t1 Saat tinggi sekat = 0.326 dm / s Saat tinggi sekat = 0.46 s = 12 . a) t1 v1 b) t2 v2 c) t3 v3 4.85 dm 5 5 5 5 5 5 v1 b) t2 v2 c) t3 v3 3.401 dm / s = 13.46 =0.96 =0.36 s = 15 .27 =0.27 s = 18 .313 dm / s = 17.57 s = 19 . .26 s = 18 .57 =0.362 dm / s = 15.96 s = 17 .82 s = 113 .95 =0.

4 dm 1.65 dm = 1.34 =0.76 =0.216 dm / s = 24.4 x 0. h A1 = 0.11 =0.101 dm / s 5 5 5 5 5 5 v1 b) t2 v2 c) t3 v3 5.65 = 0. a) t1 v1 b) t2 v2 c) t3 v3 2) Analisis A Rumus mencari A : A=l×h A pada percobaan pelampung tanpa beban dan dengan beban Diket : l = 1.67 s = 20 .276 dm / s = 20.78 s = 19 .253 dm / s = 18.16 =0.05 dm = 20.242 dm / s = 23.910 dm2 .11 s = 18 .76 s = 24 .67 =0.246 dm / s Saat tinggi sekat = 1.78 =0.16 s = 23 .34 s = 20 .a) t1 =19.

h A2 = 0.353 +0.388 m/s Qu1 = 0.75 dm = 1.376 dm 3 / s Qu = Qu 1 +Qu 2 +Qu 3 3 0.4 x 0.414 m/s Qu3 = 0.05 dm = 1. v3 = 0.380 dm / s 2.91 dm3 a.4 x 1.376 = 3 3 =0.85 dm = 1. h A3 4.353 dm 3 / s b.414 ×0.209 +0.4 x 0.388 ×0.409 dm 3 / s c.470 dm2 3.75 dm .050 dm2 = 0.85 = 1.75 = 1.91 =0.91 =0.449 m/s Qu2 = 0. v1 = 0. Saat tinggi sekat 0.2. Saat tinggi sekat 0.190 dm2 = 1.449 ×0. h A4 3) Rumus Analisis Qu : Qu = v × A Qu pada percobaan pelampung tanpa beban : 1. v2 = 0.91 =0.65 dm Diket : A = 0.05 = 1.

05 =0.331 dm 3 / s .Diket a.320 m/s 1 Qu3 = 0.329 dm 3 / s b.344 +0.328 × .295 × .05 =0.19 =0.19 dm3 v1 = 0.320 × .305 × . v3 = 0.329 +0. v3 = 0. : A = 1.351 dm 3 / s c.295 m/s 1 Qu2 = 0.313 × .336 dm 3 / s Qu = Qu 1 +Qu 2 +Qu 3 3 0.305 m/s 1 Qu1 = 0. v2 = 0.05 dm3 v1 = 0.336 = 3 3 = 0.19 =0. Diket a.85 dm : A = 1.328 m/s 1 Qu2 = 0.313 m/s 1 Qu1 = 0.363 dm 3 / s b. v2 = 0.336 dm / s 3.278 m/s 1 Qu3 = 0.05 =0.19 =0.278 × . Saat tinggi sekat 0.344 dm 3 / s c.

362 m/s Qu2 = 0.329 dm 3 / s .47 =0.47 =0. v2 = 0.47 =0.460 +0.307 × . v3 = 0.05 dm : A = 1.313 m/s 1 Qu2 = 0.47 dm3 v1 = 0.401 ×0.401 m/s Saat tinggi sekat 0.365 dm 3 / s b.307 m/s 1 Qu1 = 0.Qu = Qu 1 +Qu 2 +Qu 3 3 0.313 × .348 dm 3 / s 4.351 +0.451 dm 3 / s b.278 m/s Qu3 = 0.91 =0.409 dm 3 / s Qu = Qu 1 +Qu 2 +Qu 3 3 0. Diket a.451 +0.409 = 3 3 = 0.440 dm / s Qu pada percobaan pelampung dengan beban : 1.65 dm a. v1 Qu1 = 0.278 x 1.460 dm 3 / s c.331 = 3 =0. v2 = 0.91 =0.91 dm3 = 0. Saat tinggi sekat 1.362 ×0. Diket : A = 0.363 +0.

329 +0. Saat tinggi sekat 0.3253 × . v3 = 0.288 dm 3 / s Qu = Qu 1 +Qu 2 +Qu 3 3 0.281 dm / s 3.326 m/s Qu3 = 0.288 dm 3 / s b.85 dm : A = 1.274 × .05 =0.19 =0. v2 = 0.274 m/s 1 Qu1 = 0. v3 = 0.288 = 3 3 = 0.326 ×0.274 × .91 =0.05 =0.05 =0.274 m/s 1 Qu3 = 0.05 dm3 v1 = 0.19 dm3 v1 = 0.75 dm : A = 1.288 +0. Diket a. Diket a.268 dm 3 / s c. Saat tinggi sekat 0.365 +0.297 = 3 3 = 0.301 dm 3 / s .255 m/s 1 Qu2 = 0.297 dm 3 / s Qu = Qu 1 +Qu 2 +Qu 3 3 0.330 dm / s 2.255 × .253 m/s 1 Qu1 = 0.c.268 +0.

318 dm 3 / s c.202 × .356 +0.242 × . Diket a.202 m/s 1 Qu3 = 0. v3 = 0.301 +0.356 dm 3 / s b.b.297 = 3 3 = 0.216 m/s 1 Qu2 = 0.19 =0.246 × .307 dm / s 4.276 m/s 1 Qu2 = 0. v3 = 0.324 dm / s c.216 × .242 m/s 1 Qu1 = 0.47 =0.393 = 3 3 =0.328 dm 3 / s c.393 dm 3 / s Qu = Qu 1 +Qu 2 +Qu 3 3 0.05 dm : A = 1. Saat tinggi sekat 1.47 dm3 v1 = 0.47 =0.276 × . Pengukuran Faktor Koreksi Rumus : Cf = Q a Q u .19 =0.318 +0.297 dm 3 / s Qu = Qu 1 +Qu 2 +Qu 3 3 0. v2 = 0.47 =0.328 +0. v2 = 0.246 m/s 1 Qu3 = 0.

Qu4 = 0.434 0.440 = 0.434 0.191 dm3/s Qu1 = 0.191dm3/s = 0.336 = 0.281 = 0.191 Cf1 = 0.440 dm³/dt Cf4 = 0.191 Cf2 = 0. Qu2 = 0.380 dm³/dt Cf1 = 0.330 dm³/dt 0.579 2).568 0. Qu2 = 0.191 4). Qu3 = 0.380 = 0.281 dm³/dt 0.Pengukuran faktor koreksi tanpa beban : Diket 1).348 = 0.680 3). : Qa = 0.503 0. Qu1 : Qa = 0.307 dm³/dt .336 dm³/dt Cf2 = 0.348 dm³/dt Cf3 = 0.330 = 0. Qu3 = 0.191 2).191 Pengukuran faktor koreksi dengan beban : Diket 1).191 3).

2 Grafik Hubungan Antara Cf dan Ulangan Gambar 3. Qu4 = 0.324 dm³/dt Cf4 = 0.307 = 0.622 4).3 0.2 0.7 0.3 Pelampung Tanpa Beban .05 Ula a (n) ng n tanpa beban dengan beban Gambar 3.1 0 0.6 0.191 0.5 0.65 0.75 0.Cf3 = 0.590 0.324 = 0.85 1.191 f C 0.4 0.8 0.

348 Q 7 u = 440 dm3/s.568 .4 Pelampung Dengan Beban 1.85 dm 1.Gambar 3. Besarnya faktor koreksi (Cf) dapat dihitung dengan membagi debit aktual (Qa) dengan debit terukur (Qu).4 dm 1. Dari hasil percobaan ini. Cf dapat digunakan untuk mengetahui seberapa besar kesalahan yang telah dilakukan dalam pengukuran debit saluran. Sedangkan Cf dengan menggunakan beban adalah 0. Q 4 u Q 1 u = 0.5 Penampung dengan Berbagai Ketinggian E.434.380 dm3/s.680 .4 dm 1. 0. Debit saluran (Qu) adalah debit terukur yang diperoleh dari hasil kali antara luas penampang selokan dan kecepatan aliran.549 .622 .191.590.503 .579 . = 0.323 dm3/s. 0. didapatkan nilai dm3/s. 0. = 307 dm3/s. Dari hasil percobaan didapatkan nilai rata-rata debit air (Qa) adalah 0.75 dm 0. Q 5 u Q 2 u = 0.4 dm Gambar 3.65 dm 1. 0. dan = 0. Pembahasan Debit air (Qa) adalah besarnya air yang mengalir ke dalam penampung.4 dm 0. 0. Q 8 u = 330 dm3/s. .336 dm3/s. Dari hasil perhitungan didapatkan Cf tanpa beban 0.281 dm3/s.05 dm 0. 0. Cf memiliki nilai ideal 1 tetapi pada percobaan diperoleh nilai kurang dari satu. Q 6 u Q 3 u = 0. Debit air merupakan jumlah air yang mengalir dalam saluran dihitung dengan ukuran liter per detik.

307 dm3/s 1.75 dm = 0. Debit pompa ( Qu ) dengan beban pada ketinggian : 0.Selain itu nilai Cf juga bersosiasi tergantung pada pelampung (jenis. F.330 dm3/s 0.85 dm = 0.440 dm3/s 3. bentuk ukuran. 2. Penyimpangan ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor. penampang (bentuk dan ukuran) kedalaman saluran dan jenis saluran. dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1.191 dm3/s. yaitu kurangnya ketelitian membaca alat ukur. Grafik yang dihasilkan dari hubungan antara Cf dan ulangan (n) adalah grafik fluktuasi. dimana garis Corection Faktor (Cf) untuk pelampung dengan beban berada di atas garis Corection Faktor (Cf) untuk pelampung tanpa beban.65 dm = 0. Kurang tepatnya memperoleh nilai debit pompa dan debit saluran berakibat kurang akuratnya nilai faktor koreksi (Cf).324 dm3/s .05 dm = 0. dan berat).348 dm3/s 1. Kesimpulan Dari percobaan yang telah dilaksanakan. Debit terukur rata – rata ( Qa ) diperoleh sebesar 0.336 dm3/s 0.281 dm3/s 0. Debit pompa ( Qu ) tanpa beban pada ketinggian : 0. yaitu stopwatch dan adanya faktor alam berupa angin karena praktikum ini dilakukan di luar ruangan.05 dm = 0.85 dm = 0.380 dm3/s 0.75 dm = 0.65 dm = 0.

Faktor koreksi ( Cf ) dengan beban diperoleh hasil 0. http://sidikpurnomo. 2002.2.434. Jakarta: Erlangga. 1979. Faktor koreksi ( Cf ) tanpa beban diperoleh hasil 0. kedalaman saluran. 7.579. Jakarta: Erlangga.00 WIB.4. Hugh. Kimia Fisik Untuk Universitas. Diakses pada tanggal 9 November 2010 Pukul 21. Mulyadi.503. DAFTAR PUSTAKA Anonim1. 0. dan ketinggian.org/mw/DINAMIKA_FLUIDA_11.html. Young. Analisis Aerodinamika Pada Sayap Pesawat Terbang Dengan Menggunakan Software Berbasis Computional Fluida Dinamics (CFD). Diakses pada tanggal 9 November 2010 Pukul 21. 8. 0. 2009.568. dan jenis aliran.30 WIB. 0.crayonpedia.622. Faktor koreksi (Cf) dipengaruhi oleh luas penampang. http://www. kecepatan aliran. 0.net/fluida-statis.590. Muhamad. 5. Fisika Universitas. Keenan dan Kleinfelter. Debit aktual ( Qa ) dipengaruh oleh massa pelampung. . jenis pelampung. 0. 2009. Anonim2.680.549. 0. 2009.