PERANAN PERS DALAM MASYARAKAT DEMOKRASI

A. Pengertian, Fungsi dan Peran serta Perkembangan Pers di Indonesia 1. Pengertian Kemerdekaan Pers, Pers, Perusahaan Pers, Wartawan, Organisasi Pers, Pers Nasional dan Pers Asing a. Kemerdekaan pers Kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis, hal ini sesuai dengan pasal 28 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyebutkan “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul,

mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang”, dan pasal 28 E ayat (3) yang berbunyi: “Setiap orang berhak atas kebebaran berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.” Selanjutnya pasal 28F berbunyi “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi, dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. “Berdasarkan pertimbangan di atas, maka Undang - undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers ditetapkan.

1

memiliki. dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan. e. dan kantor berita. media elektronik. Wartawan dan organisasi pers Wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik. d. Sedangkan pers asing adalah pers yang diselenggarakan oleh perusahaan asing 2 . gambar. suara dan gambar. Sedangkan organisasi pers adalah organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers. menyiarkan atau menyalurkan informasi. media elekrronik. dan segala jenis saluran yang tersedia c. suara. mengolah. memperoleh.b. Pengertian pers Ketentuan umum pasal 1 dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menyebutkan: “Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari. Perusahaan pers Perusahaan pers adalah badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers meliputi perusahaan media cetak. Pers nasional dan pers asing Pers nasional adalah pers yang diselenggarakan oleh perusahaan pers Indonesia. serta perusahaan media Iainnya yang secara khusus rnenyelenggarakan. menyimpan. serta data grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak.

mendorong terwujudnya supremasi hukum. 3) Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat.2. dan Hak Asasi Manusia. Peran Pers Pers nasional melaksanakan peranan sebagai berikut. serta menghormati kebhinekaan. 1) Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui. Oleh karena itu melalui pemberitaan pers diharapkan adanya kontrol sosial terhadap penyelenggara negara. 3 . sekaligus sebagai sarana pengaduan masyarakat tentang penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan program pembangunan. b. akurat dan benar. Fungsi pers Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi. 2) Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi. 5) Memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Di samping itu pers nasional dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi. bersama-sama komponen lainnya misalnya LSM. koreksi. pendidikan. 4) Melakukan pengawasan. Pers memegang peran penting yaitu menanamkan pengertian kepada rakyat. Fungsi dan Peran Pers a. hiburan dan kontrol sosial. kritik. dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.

Belanda sudah memperkenalkan penerbitan surat kabar di Indonesia. dan orang-orang Eropa umumnya.3. Tujuan penerbitan surat kabar pada masa itu yaitu untuk sarana pendidikan terutama kepada orang Belanda sendiri. Masa Penjajahan Belanda Sejak pertengahan abad ke-1 8. dengan nama Bataviasche Nouvellesjd. terutama di dalam perusahaan penerbitan itu sendiri. DAFTAR NAMA SURAT KABAR EDISI BAHASA INDONESIA MASA PENJAJAHAN BELANDA 4 . Perkembangan Pers di Indonesia a. Surat kabar yang pertama kali terbit di Indonesia yaitu pada bulan Agustus 1744. dan untuk orang-orang Indonesia sebagai latihan memperoleh pekerjaan.

Di samping itu perjuangan melawan Belanda dilakukan juga melalui pers. Banyak pejuang yang bergerak secara ilegal termasuk dunia pers. di bawah pimpinan Adam Malik. menggalang semangat perjuangan kebangsaan dan kemerdekaan. yaitu. Di kantor Domei. berita-berita. Namun. Masa kemerdekaan Berita proklamasi Republik Indonesia pertama kali disiarkan oleh para wartawan Indonesia melalui kantor berita jepang. dan karangan harus melalui sensor di bawah petugas Jepang dan kantor berita Jepang yang disebut Domei. ada tiga tugas utama yang tidak boleh dilupakan. Salman teks proklamasi setelah dibacakan lalu diserahkan kepada Asa Bafagih seorang wartawan mudaAntara. bahkan bersifat internasional. selanjutnya Lubis menyiarkan teks 5 . Pengaruhnya pejuangan melalui pers sangat besar. diganti dengan perjuangan melalui organisasi yang bersifat modern. dan memantapkan pengalaman dan keterampilan di bidang jurnalistik dan penerbitan pers untuk kepentingan hari depan.b. agar tidak diketahui oleh bala tentara Jepang. Masa pergerakan nasional Pada masa pergerakan nasional bangsa Indonesia mengalami kemajuan. menyumbang bagi pengembangan bahasa persatuan Indonesia. Semua surat kabar. d. terutama di negeri Belanda dan Eropa. dibandingkan Belanda Hal itu dilakukan baik kepada para pejuang maupun kepada dunia pers. c. Domei. untuk diteruskan kepada Pangulu Lubis. Masa penjajahan Jepang Sikap pemerintah Jepang lebih keras lagi. Perjuangan fisik.

menunjukkan warna pro-Belanda. antara lain. Kadarusman. sebab pada tanggal 17 Agustus 1950 6 . serta Oetoesan Soematra. I Maladi.proklamasi tanpa sepengetahuan petugas senior Jepang. dan Obor Rakjat yang terbit di Palembang. bahkan tentara Inggris menghancurkan alat-alat cetaknya. Namun umurnya hanya delapan bulan saja. Inggris memberedel harian Sinar Deli dan Pewarta Deli yang terbit di Medan. Berita tentang proklamasi juga disiarkan melalui radio-radio yang waktu itu masih dikuasai tentara Jepang. Merdeka. Sakti Alamsjah. Tindakan serupa dilakukan terhadap Soeloeh Merdekd dan Mimbar Oemoem yang terbit di Medan. cara Belanda menindas pers republik pada saat-saat mereka melancarkan agresi militernya yaitu dengan menahan para wartawannya. Masa Pemerintahan RIS Perjanjian KMB mengubah bentuk negara kesatuan men jadi RIS. seperti Poh An Tui di Medan. Wartawan maupun koran-koran tetap setia kepada negara proklamasi. Misalnya yan terjadi di Sumatra. Pada umumnya koran-koran Cina tersebut mencerminkan sikap hati-hati untuk menghindar bentrokan dengan Belanda dan gerakan-gerakan separatis dengan pemerintah republik. sehingga ketika itu mendapat tindakan kekerasan dan tentara Sekutu. dan di Surabaya ada Java Post. pengusaha-pengusaha pers golongan Cina. Sejak Proklamasi. YusufRonodipuro. dan Suryodipury. Tokoh-tokoh pergerakan yang bekerja di stasiun-stasiun radio. Tetapi kelompok kelompok Cina tertentu. Di Medan muncul kembali harian-harian seperti Sin Po dan KengPo. juga kembali menerbitkan koran-korannya. Di Semarang terbit Sin Mm. A. e.

kembali lagi menjadi Negara Kesatuan RI.gambar. 4) memperkuat keyakinan rakyat Indonesia terhadap prinsip-prinsip dasar. gambar. dan lukisan-lukisan yang bersifat sensasi dan bertentangan dengan perasaan susila. Berdasarkan Peraturan Peperti No. program. liberalisme. federalisme. 5) menyokong setiap langkah untuk menciptakan ketertiban umum. antara lain : 1) mendukung dan membela Manipol dan program pemerintah. keamanan. memuat sambutan Presiden Soekarno yang berjudul “Bersatulah Kembali”. 3569/HKII 960 Tanggal 12 Oktober 1960. dan separatisme. 7 . 2) menjadi alat penyebarluasan Manipol dengan tujuan menghapus imperialisme dan kolonhlisme. 3) membela politik luar negeri bebas dan aktif serta mendukung pelaksanaannya. Masa demokrasi terpimpin Dunia pers dibentuk menjadi pers manipol untuk menuju pers sosialis melalui Peraturan Peperti No. edisi 16 Agustus 1950. tidak mendukung peran dingin antara dua blok asing serta tidak menjadi alat perang kedua blok tersebut. umpamanva mencegah tulisan-tulisan. 10/1960. f. 6) meningkatkan kesadaran terhadap kepribadian Indonesia. danr kepemimpinan revolusi. maupun ketenangan situasi politik. 10 Tahun 1960 dan dilengkapi Surat Presiden Nomor. yang isinya untuk membangkitkan jiwa persatuan . Mingguan Pesat terbitan Yogyakarta. orientasi. sejumlah persyaratan harus dipenuhi sebelum izin terbit dikeluarkan.

2) Kebebasan pers Indonesia adalah kebebasan untuk menyatakan serta menegakkan kebenaran dan keadilan. c) Kami wartawan Indonesia memegang teguh kepribadian Indonesia. kepentingan rakyat dan keselamatan negara. berwatak ksatria. d) Kami wartawan Indonesia mengutamakan persanlan din kesatuan bangsa. pengawa1 serta pembela ideologi negara dan Undang-Undang Dasar 1945 yang bertanggungjawab dan konsekuen. kelangsungan dan penyelesaian revolusi hingga terwujudnya tiga kerangka tujuan revolusi. di dalam melaksanakan tugas dan fungsi senantiasa menjunjung tinggi kode etik jurnalistik serta memelihara kesatuan dan persatuan wartawan Indonesia sebagai profesi. Pasir Putih 14 Oktober 1966 Konferensi Kerja PWI se-Indonesia 8 . Masa Orde Baru Pembersihan terhadap dunia pers dilakukan terhadap surat-surar kabar dan pemecatan wartawan yang terlibat G-30-S/PKI. serta kepnibadian bangsa. 1) Kebebasan pers berhubungan erat dengan keharusan adanya pertanggungjawaban kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. berjiwa patriot dalam membela kebenaran dan keadilan dengan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Isi dan Tap MPRS Nomor XXXIII MPRI 1966 sebagai berikut.7) memberikan kritik-kritik yang konstrt1ktif terhadap keadaan dan pelaksanaan kebijakan pemerintah dengan selalu berpedoman pada Manipoli g. e) Kami wartawan Indonesia. moral dan tata rertib. Di Jakarta jumlah wartawan yang dipecat mencapai 165 orang dan di kota lainnya mencapai 208 orang. kepentingan rakyat dan negara. dan bukan kebebasan dalam pengertian liberaIisme DEKLARASI WARTAWAN INDONESIA Dengan nama Tuhan Yang Maha Esa a) Kami wartawan Indonesia adalah warga negara kesatuan Republik Indonesia yang bersendikan Pancasila dan berlandaskan Undang-Undang Dasar 1945. b) Kami wartawan Indonesia adalah pendukung.

dan peranannya dengan sebaik-baiknya. Masa reformasi Pada era reformasi tersebut.h. 1) Kemerdekaan pers merupakan kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untu menciptakan kehidupan bermasyarakat. hak.berdasarkan kemerdekaan pers yang profesional. Latar belakang dan pertimbangan dikeluarkannya Undang-undang Republik Indonesia nomor 40 tahun 1999 tentang pers adalah. hal ini ditandai dengan ditetapkannya Undang-undang RI No. penyebar informasi. perdamaian abadi. berbangsa dan bernegara yang demokratis. fungsi. 40 Tahun 1999 pada tanggal 23 September 1999. dan keadilan sosial. sehingga harus mendapat jaminan perlindungan hukum. berbangsa dan bernegara Yang demokratis. 4) Pers nasional berperan ikut menjaga ketertiban dunia. serta bebas dan campur tangan dan paksaan dan manapun. 2) Dalam kehidupan bermasyarakat. 3) Pers nasional sebagaI wahana komunikasi massa. kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat sesuai dengan hati nurani dan memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia yang sangat hakiki. 9 . dan pembentuk opini harus dapat melaksanakan azas. kehidupan pers mendapatkan angin segar. kewajiban.

Pasal-pasal yang mengatur tentang kebebasan pers antara lain. d. Pers yang Bebas dan Bertanggungjawab sesuai Kode Etik Jurnalistik dalam Masyarakat Demokrasi di Indonesia 1.B. KWRI dan AJI. dan supremasi hukum. Kemerdekaan pers Pasal 2 Undang-undang nomor 40 tahun 1999 menyebutkan: “Kemerdekaan pers adalah salah. e. Pers yang Bebas dan Bertanggung Jawab Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers mengatur tentang pers yang bebas dan bertanggung jawab. antara lain PWI. Adapun organisasi wartawan tersebut. b. a. dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum. Perlindungan hukum Sesuai pasal 8 dalam undang-undang tentang pers. Kebebasan memilih organisasi wartawan Wartawan bebas memilih organisasi wartawan Hal ini sesuai pasal 7 Undangundang Nomor 40 tahun 1999 tentang pers. Hak pendirian perusahaan pers Setiap warga negara Indonesia dan negara berhak mendirikan perusahaan pers. c. Hal ini diatur pula dalam pasal 9. satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsp-prinsip demokrasi. Ancaman pidana bagi yang menghambat tugas pers Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat I atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 10 . keadilan.

2. memajukan kesejahteraan umum. Pertanggungjawaban pers lebih lanjut ditegaskan dalam Kode Etik Jurnalistik Pasal 2 berbunyi : Wartawan Indonesia dengan penuh rasa tanggung jawab dan bijaksana mempertimbangkan patut tidaknya menyiarkan berita. bersifat fitnah. atau gambar yang menyesatkan. mencerdaskan kehidupan bangsa.. Beberapa contoh kode etik jurnalistik sebagai berikut: 11 . mematuhi norma . atau gambar yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan negara. .norma profesi kewartawanan. memutarbalikkan fakta.Ayat (2) dan Ayat (3). dipidana dengan pidana penjara palipg lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500. perdamaian abadi.000.00 (lima ratus juta rupiah) f. tulisan. dan keadilan sosial berdasarkan Pancasila. Pertanggungjawaban pets Pertanggungjawaban pers yaitu pertanggungjawaban konstitusional sebagaimana tercantum pada alinea kedua kalimat kedua Pembukaan kode etik jurnalistik Wartawan Indonesia yang menyebutkan “ . Pasal 3 berbunyi : Wartawan Indonesia tidak menyiarkan berita. sadis. serta memperjuangkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan.seluruh wartawan menjunjung tinggi konstitusi dan menegakkan kemerdekaan pers yang bertanggung jawab. dan sensasi berlebihan. tulisan. cabul. Kode Etik Jurnalistik dalam Masyarakat Demokrasi di Indonesia Kode etik jurnalistik disebutkan dalam Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers pasal 7 ayat (2) : yang berbunyi “Wartawan memiliki dan mentaati kode etik jurnalistik..000.

bersifat fitnah. memutarbalikkan fakta. cabul. Pasal 2 . Kode Etik Jurnalistik Wartawan Indonesia (PWI) Pasal 1 Wartawan Indonesia beriman dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa. mengabdi kepada kepentingan bangsa dan negara. tulisan. Pasal 3 Wartawan Indonesia tidak menyiarkan berita. atau gambar yang dapat menguntungkan atau merugikan seseorang atau sesuatu pihak. menjunjung perasaan agama. menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia dan lingkungannya. bersifat ksatria. atau gambar yang menyesatkan. Pasal 5 12 . dan sensasi berlebihan. atau gambar yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan negara. Wartawan Indonesia dengan penuh rasa tanggungjawab dan bijaksana mempertimbangkan patut tidaknya berita. tulisan. atau keyakinan suatu golongan yang dilindungi oleh UU. kepercavaan. Pasal 4 Wartawan Indonesia tidak menerima imbalan untuk menyiarkan atau tidak menyiarkan berita. persatuan dan kesatuan bangsa. berjiwa Pancasila.a. serta terpercaya dalam mengemban profesinya. tulisan. sadis. taat kepada UUD negara.

Pasal 11 Wartawan Indonesia dengan kesadaran sendiri secepatnya mencabut atau meralat setiap pemberitaan yang kemudian ternyata tidak akurat dan memberi kesempatan hak jawab secara proporsional kepada sumber dan atau objek berita. kecuali menyangkut kepentingan umum. Pasal 7 Wartawan Indonesia dalam memberitakan peristiwa yang diduga menyangkut pelanggaran hukum dan atau proses peradilan harus menghormati asas praduga tak bersalah. atau gambar yang merugikan nama baik atau perasaan susila seseorang. gambar. Penyebutan nama dan identitas pelaku kejahatan yang masih di bawah umur. 13 . Pasal 8 Wartawan Indonesia memberitakan kejahatan susila dengan tidak menyebut nama dan identitas korban. jujur.Wartawan Indonesia menyajikan data secara berimbang dan adil. tulisan. mengutamakan kecermatan dan kecepatan. dan selalu menyatakan identitasnya kepada sumber berita. Pasal 10 Wartawan Indonesia menempuh cara yang sopan dan terhormat untuk memperoleh bahan berita. dan penyajian yang berimbang. atau tulisan. prinsip adil. dilarang. Pasal 9 Wartawan Indonesia menulis judul yang mencerminkan isi berita. Pasal 6 Wartawan Indonesia menghormati dan menjunjung tinggi kehidupan pribadi dengan tidak menyiarkan berita. serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri.

segala tanggung jawab ada pada wartawan yang bersangkutan. kecuali atas permintaan yang bersangkutan untuk tidak disebut nama dan identitasnya sepanjang menyangkut fakta dan data.Pasal 12 Wartawan Indonesia meneliti kebenaran bahan berita dan memerhatikan kredibilitas dan kompetensi sumber berita. serta atas kesepakatan dengan sumber berita tidak m’enyiarkan keterangan off the record. atau gambar tanpa menyebut sumbernya. Pasal l6 Wartawan Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa penataan Kode Etik Jurnalistik ini terutama berada pada hati nurani masing-masing. Pasal 15 Wartawan Indonesia menghadapi ketentuan embargo. Pasal 14 Wartawan Indonesia harus menyebut sumber berita. Pasal 13 Wartawan Indonesia tidak melakukan tindakan plagiat. Apabila nama dan identitas sumber berita tidak disebutkan. bahan latar belakang. bukan opini. tulisan. Pasal 17 Wartawan Indonesia mengakui bahwa pengawasan dan penaraan sanksi pelanggaran KEJ ini adalah sepenuhnya hak organisasi dan PWI dan dilaksanakan oleh Dewan 14 . dan tidak menyiarkan informasi yang oleh sumber berita tidak dimaksudkan sebagai bahan berita. tidak mengutip berita.

politik. dan embargo. 10) Jurnalis menghindari kebencian. prasangka. Tidak satu pihak pusat di luar PWI yang dapat mengambil tindakan terhadap Wartawan Indonesia dan atau medianya berdasarkan pasal-pasal dalam KEJ ini. ras.Kehormatan PWI. off the record. foto dan dokumen. 3) Jurnalis memberi tempat bagi pihak yang kurang memiliki daya kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya. 8) Jurnalis segera meralat setiap pemberitaan yang diketahuinya tidak akurat. dan pelaku tindak pidana di bawah umur. b. sikap merendahkan. 9) Jurnalis menjaga kerahasiaan sumber informasi konfidensial identitas korban kejahatan seksual. 4) Jurnalis melaporkan fakta dan pendapat yang jelas sumbernnya 5) Jurnalis tidak menyembunyikan informasi penting yang perlu diketahui masyarakat. cacar/sakit jasmani. 2) Jurnalis senantiasa mempertahankan prinsip-prinsip kebehasan dan keberimbangan dalam peliputan dan pemberitaan serta kritik dan komentar. Kode Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) 1) Jurnalis menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar. cacar/sakit mental atau latar belakang sosial lainnya. 15 . 7) Jurnalis menghormati hak narasumber untuk memberi informasi latar belakang. 6) Jurnalis menggunakan cara-cara yang etis untuk memperoleh berita. dalam masalah suku. bangsa. diskriminasi.

berbangsa. Evaluasi Kebebasan Pers Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia memberikan sambutan pada Kongres Komite Wartawan Reformasi Indonesia yang dilaksanakan di Monumen Pers Surakarta 23 Agustus 2006. Isi sambutan tersebut merupakan evaluasi tentang kebebasan pers dan dampak kebebasan media massa. Dampak Penyalahgunaan Kebebasan Media Massa 16 . Seiring dengan itu. Dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa semangat perubahan yang terjadi nampaknya lebih bersifat emosional daripada pertimbangan-pertimbangan rasionalitas. Evaluasi Kebebasan Pers dan Dampak Penyalahgunaan Kebebasan Media Massa 1. Di sana sini masih banyak ditemui hambatan dan rantangan yang menunjukkan bahwa bangsa kita belum sepenuhnya siap untuk melakukan perubahan dan ke arah mana perubahan ini akan dibawa.C. Reformasi yang bergulir di tahun 1998 menjadi harapan seluruh bangsa Indonesia untuk memasuki suatu kehidupan yang lebih baik yaitu era pembaharuan dalam kehidupan bermasyarakat. bangsa Indonesia mulai menata sistem penyelenggaraan negara dan memantapkan jalannya pelaksanaan demokrasi yang ditopang dengan kebebasan pers melalui Undangundang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. 2. dan bernegara. Dalam perjalanannya perubahan itu ternyata belum sepenuhnya mampu menjawab harapan.

mempunyai dampak positif membawa kemajuan dan kesejahteraan suatu bangsa. faksimile. dan tidak bertanggung jawab akan menimbulkan fitnah. misalnya narkotika. kritik yang tidak sesuai fakta. Untuk itu. adensi moral. antara lain: a.Era globalisasi dengan kemajuan alat komunikasi. tape recorder. radio. hendaknya media massa pandai-pandai menggunakan kebebasan yang telah dimiliki. c. 17 . Dampak penyalahgunaan kebebasan media massa. sensasional. terutama kemajuan di bidang media elektronika misalnya internet. kekerasan. menimbulkan keguncangan dalam masyarakat. handphone. sangat kuat hal ini karena cepatnya alur informasi yang sampai ada masyarakat. b. maka dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. Jika tidak segera ditanggulangi. televisi. dan memecah keutuhan bangsa dan negara. menimbulkan bahaya bagi keselamatan bangsa dan negara. Pengaruh media massa kepada masyarakat. selain juga dapat berdampak negatif membawa ke dunia kemaksiatan.

Related Interests