1

POTENSI AZOLLA SEBAGAI PEMBERSIH LOGAM BERAT PADA TANAH SAWAH OLEH BENNY HIDAYAT 108104007 PROGRAM DOKTOR FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 14/FEB 2011

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Padi merupakan komoditas strategis yang tetap akan mendapat prioritas penanganan dalam pembangunan pertanian, karena merupakan konsumsi utama mayoritas masyarakat

Indonesia. Intensifikasi pertanian telah dilakukan dalam memacu peningkatan produksi salah satunya dengan pemanfaatan pupuk dan telah menunjukkan hasil nyata dengan tercapainya swasembada beras sejak tahun1984 yang lalu (Hidayat, 2005). Penggunaan pupuk an organik (Buatan) pada awalnya mengembirakan karena terjadi peningkatan produksi secara significan, sehingga memicu penggunaan pupuk buatan secara besar- besaran tetapi akhirnya tanaman tidak respon lagi dengan pemupukan, Berdasarkan hasil penelitian Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat menunjukkan bahwa sebagian besar lahan sawah intensifikasi di Jawa, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Pulau Lombok sudah tidak respon terhadap pempukan P dan K (Setyorini dkk., 1995). Hanson dalam

1

2

Benny hidayat, 2005, menyatakan bahwa tidak responnya pemupukan tersebut disebabkan pola pemupukan yang statis dan tidak berimbang dan juga bahan ikutan pupuk yaitu beberapa kandungan logam berat yang terakumulasi pada lapisan jerap, selain itu juga bila logam terserap oleh tanaman akan menimbulkan efek yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Logam berat adalah unsur dengan berat molukul tinggi, dalam kadar rendah umumnya sudah beracun bagi tumbuhan, hewan dan manusia. Termasuk logam berat adalah Hg, Cr, Cd, As dan Hg (A.m. Geol.Inst.1976 dalam Noto, 2006).

Logam berat memiliki berat jenis yang lebih dari 5 gram/cm3 dan logam berat bersifat tahan urai. Sifat tahan urai inilah yang menyebabkan logam berat semakin terakumulasi di dalam perairan. Logam berat yang berada di dalam air dapat masuk ke dalam tubuh manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Logam berat di dalam air dapat masuk secara langsung ke dalam tubuh manusia apabila air yang mengandung logam berat diminum, sedangkan secara tidak langsung apabila memakan bahan makanan yang berasal dari air tersebut. Di dalam tubuh manusia, logam berat juga dapat terakumulasi dan menimbulkan berbagai bahaya terhadap kesehatan. Logam berat masuk dalam lingkungan produksi pertanian melalui pemupukan, pupuk anorganik (buatan) maupun organik, yang diberikan ternyata mempunyai bahan ikutan sejumlah logam berat, dan logam berat yang terlarut diserap oleh tanaman.. Beberapa logam berat tersebut seperti arsenic (As), lead (Pb), mercury (Hg), kadnium (Cd), dan chromium (Cr). Timbal (Pb) yang juga sering disebut timah hitam (lead) merupakan salah satu logam berat yang cukup berbahaya bagi kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Masuknya Pb ke dalam tubuh manusia melalui air minum, makanan atau udara dapat menyebabkan gangguan pada organ
2

Kehadiran tumbuhan ini awalnya di anggab sebagai gulma air karena populasinya yang begitu cepat. Kangkung. yaitu menggunakan agent hayati sebagai pembersih logam berat. sistem hemopoitik serta sistem syaraf pusat (otak) terutama pada anak yang dapat menurunkan tingkat kecerdasan. teratai. kiambang. enceng gondok. Azolla merupakan tumbuahan air yang telah lama dikenal dengan simbiosisnya dengan bakteri penambat N (Anabaena azollae) sebagai pensuplay hara Nitrogen bebas dari udara pada padi sawah.3 seperti gangguan neurologi (syaraf).W. Alam adalah ciptaan Allah S. seperti azolla.T. Tujuan Penulisan 3 . telah mengatur kesimbangan alam dan telah menciptakan tumbuhan air yang mempunyai kemampuan dalam menyerap logam berat (Hiperakumulator) sehingga dapat mengurangi efek buruk dari terakumulasinya logam berat pada tubuh manusia. Untuk itu diperlukan sebuah uraian lengkap tentang potensi azolla yang merupakan hasil dari kumpulan penelitian tentang potensi azolla yang akan bermanfaat sebagai bahan penelitian selanjutnya dan merupakan tugas dari mata kuliah bioremediasi B. semangi. sistem reproduksi. Hidrilla merupakan tumbuhan air yang sekarang telah menjadi bahan penelitian untuk dikembangkan sebagai agent fitoremediasi air. Besarnya bahaya dan kerusakan yang akan terjadi dengan terbukanya siklus logam beras maka telah dilakukan bermacam usaha diantaranya dengan teknik Bioremediasi. ginjal. dan ternyata beberapa jenis tumbuhan air mampu bekerja sebagai agens fitoremediasi. ternyata memiliki kempuan ganda selain sebagai pensuplai hara N juga sebagai agent fitoremediasi.

Mengetahui Potensi pengembangan Azolla sebagai Hiperakumulator 3.4 1. Kandungan logam dalam tanah sangat berpengaruh terhadap kandungan logam pada tanaman yang tumbuh diatasnya. jenis logam.05 ± 0.03 Kisaran Non Populasi 5 ± 3000 1 ± 40 2 ± 300 2 ± 200 10 ± 300 0.01 ± 0. Kandungan logam berat dalam tanah secara alamiah ( g/g) Logam As Co Cu Pb Zn Cd Hg Kandungan (Rata-rata) 100 8 20 10 50 0. Untuk mengetahui Peranan Azolla sebagai hiperakumulator 2. Tabel 1. tetapi juga tergantung pada unsur kimia tanah.7 0. SUMBER LOGAM BERAT PADA PADI SAWAH Kandungan logam berat didalam tanah secara alamiah sangat rendah. pH tanah. Akumulasi logam dalam tanaman tidak hanya tergantung pada kandungan logam dalam tanah.06 0. dan spesies tanaman (Darmono 1995). kecuali tanah tersebut sudah tercemar (Tabel 1).3 Sumber: Peterson & Alloway (1979) dalam Darmono (1995) 4 . kecuali terjadi interaksi diantara logam itu sehingga terjadi hambatan penyerapan logam tersebut oleh tanaman. Sebagai bahan untuk penelitian selanjutnya II.

pupuk organik.07 0. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 907/ MENKES/ SK/VII/2002. Pupuk yang digunakan dalam kegiatan pertanian juga merupakan pemasok logam berat dalam tanah.22 ppm berat).005 0. Cr pada batuan beku ultrafanik (2. bahan bakar minyak. Penyerapan Logam Berat oleh Tumbuhan 5 . Selain itu sumber logam berat dalam tanah berasal dari bahan induk pembentuk tanah itu sendiri. 980 ppm berat).01 III. Hg pada bauan sedimen pasir (0. 3.3 0.05 2 0. buangan limbah rumah tangga.5 0. Pb pada batuan granit (24 ppm berat) (Alloway 1990).7 0. industri.003 0. asap kendaraan bemotor. 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Parameter Antimon Air Raksa Arsenic Barium Boron Kadmium Kadmium (Valensi 6) Tembaga Sianida Flourida Timbal Molydenum Nikel Nitrat Nitrit Selenium Satuan mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L Kadar Maksimum 0.07 1.001 0. 2.5 Pemasok logam berat dalam tanah pertanian antara lain bahan agrokimia (pupuk dan pestisida).29 ppm berat). 4.01 0. Persyaratan Kimia air No 1. seperti Cd banyak terdapat pada batuan sedimen schales (0. persyaratan kimia air adalah sebagai berikut: Tabel 3. dan pertambangan.02 50 3 0.01 0.

translokasi logam dari akar ke bagian 6 . dapat dikatakan hiperakumulator Mn. Mekanisme penyerapan logam oleh tumbuhan Penyerapan dan akumulasi logam berat oleh tumbuhan dapat dibagi menjadi tiga proses yang sinambung. di mana "nilai bioakumulasi" dihitung dari konsentrasi unsur tersebut di pucuk (shoot concentration) di bagi konsentrasi unsur di dalam tanah (defined as shoot concentration/total soil concentration) (Budi dan Joko. Tumbuhan hiperakumulator logam Ada beberapa kriteria agar tanaman dapat disebut sebagai suatu hiperakumulator.6 A. Cr. dan harus lebih dari 100 ppm untuk Cd. karena tidak adanya kemampuan tanaman ini mentranslokasikan serapan unsur ke pucuk tanaman (Aiyen. lebih dari 1. misalnya tanaman yang mampu mentranslokasikan unsur (baik tunggal ataupun berbagai macam unsur) ke pucuk tanaman lebih tinggi dari translokasi yang terjadi di akar. yaitu penyerapan logam oleh akar. 2009). Tanaman juga dikriteriakan sebagai hiperakumulator jika nilai bioakumulasi unsur tersebut adalah lebih besar dari nilai 1.000 ppm unsurunsur tersebut. Ni jika mampu menyerap lebih dari 10. sehingga tanaman yang hanya dapat beradaptasi baik pada tanah-tanah tercemar tidak tergolong tanaman hiperakumulator. B. dan Co. misalnya. Pb.2005) Tanaman hiperakumulator harus mampu mentranslokasikan unsur-unsur tertentu tersebut dengan konsentrasi sangat tinggi ke pucuk dan tanpa membuat tanaman tumbuh dengan tidak normal dalam arti kata tidak kerdil dan tidak mengalami fitotoksisitas.Tanaman.000 ppm untuk Cu dan Se. Zn.

. Phytosiderophores yang disentesis dari nicotinamide. Mekanisme penyerapan besi lewat pembentukan suatu zat khelat yang disebut fitosiderofor telah diketahui secara mendalam pada jenis rumput-rumputan (Marschner dan Romheld. masuknya ion logam di dalam tempat penyimpanan. 1994. baik melalui symplast (antar sel) atau apoplast (Ekstraselular). dan lokalisasi logam pada bagian sel tertentu untuk menjaga agar tidak menghambat metabolisme tumbuhan tersebut. Ekskresi zat khelat. Penyerapan oleh akar. Tanaman juga dapat melarutkan besi dan logam lain dengan mengeluarkan proton dari akar untuk mengasamkan rhizosfer (Garam et al. tanaman dapat rilis larut Fe (II) untuk penyerapan oleh akar (Garam et al. Chelation dari phytosiderophores dapat membantu dalam transportasi ion logam di membran plasma sebagai kompleks logam-siderophore melalui pengangkut khusus. 1994). tergantung pada jenis logam dan jenis tanaman. Apoplastic jalur relatif tidak diatur.). karena air dan zat terlarut dapat mengalir dan berdifusi tanpa memotong membran. apoplast The kontinum dari epidermis akar dan korteks siap permeable untuk zat terlarut. Telah diketahui. Setelah logam adalah Ketersediaan hayati ke tempat penyimpanan. Oleh karena itu mungkin untuk meningkatkan bioavailabilitas polutan logam oleh memanipulasi proses root.. bahwa agar tumbuhan dapat menyerap logam maka logam harus dibawa ke dalam larutan di sekitar akar (rizosfer) dengan beberapa cara bergantung pada spesies tumbuhannya Terdiri dari 2 proses : 1. Dinding sel dari lapisan endodermal bertindak sebagai penghalang untuk difusi apoplastic ke dalam sistem 7 .. 1999). a. Dengan mengurangi chelated Fe (III) dengan reduktase chelate besi akar.7 tumbuhan lain. 1994). yang terdiri dari tiga methionines digabungkan melalui obligasi non-peptide (Higuchi et al.

1996). Et all.8 vaskular (Ghosh & Singh. dalam setiap 8 . Observasi ini telah dipahami untuk menunjukkan peran PC dalam homeostasis ion logam metabolisme penting (Rauser. Fitokhelatin (PC) dapat dideteksi dalam jaringan tanaman dan budaya terkena sel hanya untuk melacak tingkat logam esensial dan tingkat diamati pada kultur sel berhubungan dengan menipisnya ion logam dari medium. masing-masing (Thumann et al. ion logam bergerak melintasi membran plasma. Dalam transportasi symplastic. Cutler dan Hujan (1974) menemukan bahwa besar fraksi Cd diambil oleh jaringan jelai melalui penyerapan pertukaran. 1996) suatu senyawa peptida khusus. 2005). Selain itu. Potensial membran ini memberikan elektrokimia kuat gradien untuk gerakan batin dari ion logam (Ghosh & Singh. 1999.. dalam percobaan in vitro menunjukkan bahwa PC-Cu dan kompleks PC-Zn dapat mengaktifkan kembali bentuk apo dari para oksidase tembagatergantung diamino enzim dan anhydrase Zn-dependent karbonat enzim. misalnya histidin yang meningkatkan penyerapan nikel pada Alyssum sp.). 1991). tanpa serapan aktif bersamaan metabolic (Jabeen. yang biasanya memiliki potensi yang besar negatif istirahat sekitar 170 mV (negatif dalam membran). 2005). 2009) Sekarang diketahui. bahwa berbagai molekul lain berfungsi serupa. Meskipun percobaan ini menunjukkan bahwa PC-logam kompleks mampu menyumbangkan ion logam dengan logam-membutuhkan enzim.. 1997). dan melalui difusi igabungkan dengan karantina. transportasi Apoplastic dibatasi oleh kapasitas pertukaran kation tinggi dinding sel (Raskin et al. 1991. 1992) dan logam lain seperti timbal. fitokhelatin. Zenk... 1995. (Kramer et al. yang mengikat selenium pada Brassica juncea (Speiser et al. kadmium dan tembaga (Gwozdz et al. 1997). Kebanyakan logam ion masukkan sel tanaman oleh proses energi tergantung melalui tertentu atau generik-ion logam pembawa atau saluran (Bubb & Lester.

saat ini belum ada bukti langsung bahwa PC memiliki fungsi lain daripada di detoksifikasi logam (Cobbett. Pembentukan reduktase spesifik logam. logam diikat oleh molekul khelat. Di dalam meningkatkan penyerapan besi. selanjutnya logam harus diangkut melalui jaringan pengangkut. yaitu xilem dan floem. 1998]). 1994). tumbuhan mempunyai mekanisme detoksifikasi. 1999). peran untuk PC di Fe atau metabolisme sulfur juga telah diusulkan (Zenk. c. Untuk meningkatkan efisiensi pengangkutan.. Reduktase ini berfungsi mereduksi logam yang selanjutnya diangkut melalui kanal khusus di dalam membran akar. Selain itu. 1995]). misalnya dengan menimbun logam di dalam organ tertentu seperti akar (untuk Cd pada Silene dioica [Grant et al. Translokasi di dalam tubuh tumbuhan. Untuk mencegah peracunan logam terhadap sel. Namun. 2010) 2. ke bagian tumbuhan lain. tumbuhan membentuk suatu molekul reduktase di membran akarnya (Marschner dan Romheld.. Setelah logam dibawa masuk ke dalam sel akar. 1996) dan fitokhelatin-glutation yang terikat pada Cd (Zhu et al. misalnya histidin yang terikat pada Ni (Kramer et al. Berbagai molekul khelat yang berfungsi mengikat logam dihasilkan oleh tumbuhan.. 1999). sanitasi di Toppi dan Gabbrielli. trikhoma (untuk Cd [Salt et al. dan lateks (untuk Ni pada Serbetia acuminata [Collins. 9 .. 1996.9 kasus Cu atau Zn kompleks tidak lebih efektif daripada garam sulfat logam bebas. 1999]). Lokalisasi logam pada jaringan. b.

(Lumpkin dan Plucknett.4 ± 1.5 6. 1998) 10 .06 ± 0. Pemanfatan azolla sebagai pupuk pengganti urea telah banyak dilaporkan oleh karena dapat mengikat nitrogen yang cukup besar.1 0.5 ± 0. Azolla pada daerah persawahan akan mengambang diatas permukaan air dan bila air surut akan menempel pada tanah yang lembab. dan mempunyai enam spesies.0 ± 4. Sangat mudah berkembang terkadang dianggap petani sebagai gulma atau limbah pertanian di daerah Sumatera umumnya disebut kiambang.55 Kandungan Unsur Kandungan (Sumber : Maffuchah. famili Azollaceae. POTENSI AZOLLA DALAM MENYERAP LOGAM BERAT Azolla adalah asal kata dari bahasa latin yaitu azollaceae.16 0.6 0.0 9. yang merupakan tumbuhan paku air yang termasuk ordo Salviniales. Berikut susunan hara dan asam amino yang terkandung didalam azolla.0 ± 3.26 3. dan biasa tumbuh bersama-sama padi di sawah. 1982). Kandungan Nutrisi Azolla.5 ± 0.11 ± 0.5 0.34 ± 0.30 24 ± 30 4. Spesies yang banyak terdapat di Indonesia terutama di pulau Jawa adalah Azolla.50 3. Susunan hara azolla (%) berdasarkan berat kering Abu Lemak Kasar Protein Kasar Nitrogen Fosfor Kalium Pati 10.54 Magnesium Mangan Zat Besi Gula Terlarut Kalsium Serat Kasar Klorofil 0.10 IV.5 0.9 2.pinnata.

bagian dari baterai dan peluru. yaitu racun yang menyerang saraf (Yoma. Padahal. karena dianggap gulma. Merupakan salah satu unsur logam stabil yang memiliki nomor atom paling tinggi. 2010) 11 . bila dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman padi di sawah. Lead memiliki sifat fisik. Pamanfaatn Azolla selain sebagai sumber pupuk juga di kembangkan sebagai agen fitoremediasi yang teleh dikembang di berbagai Negara. Lead akan berwarna putih jika langsung di potong namun akan tidak berwarna sampai ke abu-abuan jika terkena udara. Ditumpuk dan dibuang begitu saja. Unsur ini juga bersifat neurotoxin.11 Meski sudah diperkenalkan dan dipopulerkan sejak awal tahun 1990-an. Di Bali. azolla juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak dan ikan. Padahal manfaat tanaman air yang satu ini cukup banyak. Unsur besi ini biasa digunakan untuk membangun bangunan. azolla ini bisa menekan penggunaan pupuk urea sampai 65 Kg/ ha. azolla biasa dan sering dijumpai terapung di perairan sawah dan kolam ikan. unsur logam ini memiliki simbol Pb yang berasal dari bahasa latin Plumbum. Azolla mampu menyerap dan menstabilkan unsurunsur berikut : A. Selain biasa untuk pupuk dan media tanaman biasa. ternyata belum banyak petani yang memanfaatkan tanaman azolla ( Azolla pinnata) untuk usaha taninya. Plumbum ( Pb) Plumbum (Lead) merupakan salah satu unsur kimia yang terdapat dalam unsur periodik. lembut dan mudah di bentuk namun juga berat dan beracun. para petani lantas menyingkirkannya. Dalam bahasa Indonesia Lead biasa disebut dengan Timbal.

Melaporkan bahwa pertumbuhan azolla Filiculoides.B.5 í12.42 1.G.12 Azolla memilki adaptasi yang tinggi pada konsentrasi Pb. bahwa Pertumbuhan azolla pada kosentrasi Pb 50 ppm lebih baik dibandingkan pada Pb 0 ppm.1 _(g. dimana azolla menyerap Pb pada Daun 5.).2 í5.C.4 í34. 2003. Azolla yang di biakan pada air tailing justru mampu menyerap Pb pada daun hingga 94 ppm (Juhaeti dian Syarif. Rakhshaee dkk. 8/16 T=10 C pH 2 pH 8 Final mass (g)a 51.3 ( Rakhshaee dkk.8 í20. Kromium merupakan logam tahan korosi (tahan karat) dan dapat dipoles menjadi mengkilat.35 2. Hal ini di laporkan oleh Juhaeti dan Sayrif.6 í14. Chromium(Cr) Kromium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cr dan nomor atom 24. 2005. kromium (krom) banyak digunakan sebagai pelapis pada ornamen-ornamen bangunan maupun pada 12 . (%)b Final conc. (mg/l) _ (Re.G.C.5 41.9 33.5 ppm dan pada akar 18. 2005) B.r.7 í31.11 1.8 1.4 31.8 í16.7 mg/liter pada pH 8 Tabel 4.2 ppm.Cont.r. Pertumbuahan Azolla dan pengurangan konsentrasi Pb dalam masa 10 hari Azolla growth final conditions Control B. Dengan sifat ini. (%)c í22.21 1.0 í38.3 39.00 0.6 í19. yang cukup tinggi. atau Cr3+) diperlukan dalam jumlah kecil dalam metabolisme gula pada manusia.97 +2.8 44.5 í3.d Ca(NO3)2 KNO3 Phot. 2003) dan pada air PAM hanya 22ppm.8 +6.6 42. Kekurangan kromium trivalen dapat menyebabkan penyakit yang disebut penyakit kekurangan kromium (chromium deficiency).75 1. pada pemberian 5 mg/liter Pb dengan medium pertumbuhan dapat mengurangi konsentrasi hingga 0. Kromium trivalen (Cr(III).).5 35.

096 1.026 1.073 -54.5. 2006) Cr level in medium lg ml)1 Fresh wt.041 0. tingkat tertinggi yang ditemukan dalam larutan yang mengandung Cr (III) (Rai.723±0. microphylla A. dan 3.28 -67. (g) A.53±0.51 -53.034 0. Banyaknya penggunaan kromium ini menyebabkan terjadinya kontaminasi kromium di berbagai daerah Industri. BR (Azollaceae) diamati untuk memurnikan air tercemar oleh Cr dalam kondisi mikrokosmos.020 0.020 0.Gupta. Azolla pinnata endemik ke India adalah potensi hiperakumulator logam berat.05 0. Effect of Chromium on the growth of Azolla spp. (Arora. Table 5.15 -65. konsentrasi 1. konsentrasi beberapa bentuk ion Cr dalam penyelidikan berkisar 415-1095 mg kg -1 massa kering (dm).996±0. hal ini dilaporkan oleh Arora.16±0.filiculoides Control 1 ppm 5 ppm 10 ppm 15 ppm 20 ppm 2.78 -60.045 0.5% penghambatan + dari pertumbuhan Azolla pinnata dibandingkan dengan kontrol.025 0.61 -71. Dalam jaringan Azolla pinnata.015 0.566±0. isi logam dalam larutan menurun hingga 70% (CrO 4 2-3. Di India tingkat Kromium (Cr) polusi di daerah industri Singrauli sudah sangat tinggi maka di gunakan azolla pinnata R.045 0.2001) Azolla masih menunjukkan toleransi pertumbuhan hingga pada level 20 ppm.73±0.065 Percent change against control A. 2006.011 1. Kehadiran ion ini dapat menyebabkan 3. microphylla A.58±0.05 -41. .813±0.all.450±0.61 -83. pinnata 2.39±0.21 -28.62 13 . filiculoides 1.030 0.02 -59. Dengan memberikan beberapa level Cromium pada medium pertumbuhan air dengan tiga jenis azolla.et.0 mg L -1 pengobatan) menjadi 88% (CrO 4 2 - 0.870±0.7 × 103 logam mg / kg berat kering biomassa (V.0 -31. Setelah 13 hari percobaan.433±0..653±0.Azola juga memiliki kemampuan menyerap Cromium (Cr(IV) maksimum Cr (VI) adalah sekitar 14.07 -70.061 A.526±0.430±0. masing-masing 0.049 0.753±0. Selama 13 hari percobaan pakis ditumbuhkan dalam medium air yang mengandung Cr 3+ dan CrO 4 2- ion.42 -78.13 komponen kendaraan seperti knalpot pada sepeda motor.5 mg L -1 ).pinnata A.93 -79.53 -83. 2010).0 mg L -1.0.K.03±0.028 0.1 -37.543±0.

1 2977 4122±476. filiculoides Table 6. 2003) 14 .3±1663.7±320. juga melaporkan bahwa Azolla caroliniana. after 7 days incubation. dapat menyerap Cr (III) 0.09% dari kontrol dengan konsentrasi dalam biomassa tertinggi 964 mg/kg dm.9±26.3±154.5 ppm pertumbuhan meningkat 3. filiculoides Cr in dry mass (lg g)1) BCF 21.6 4617. A. pada konsentrasi 0. Gambar 1.2 Bennicelli.7±2006.5±1043 12874.( Arora.2 A.6±899.14 Arora.7±235.A.3 A.3 2977. yaitu A.8 2434.7±379.7±538.1 ppm hingga 0 ppm. microphylla Cr in dry mass (lg g)1) BCF 34. pinnata . 2006) Concentration of Cr in the medium (lg ml)1) Control 1 5 10 15 20 A.3 824 6567±537 657 9994.1 5507.5 9125.1 1554. Juga melaporkan peningkatan konsentrasi akumulasi Cr dengan peningkatan konsentrasi Cr dalam larutan medum pertumbuhan pada tiga jenis azolla. pinnata Cr in dry mass (lg g)1) BCF 36.3±1. Bioconcentration of Chromium by Azolla spp.2 6156.9±2. Penurunan Konsentrasi Hg dan Cr pada beberapa konsentrasi dalam masa 11 hari (Bennicelli.1±24. 2006.9 14931.6±1.1 9213.1 528. 2003.3±901.6±2025 619 4617 1231 921 858 746 528 311 243 367 456.1 666 12383. microphylla.

8 Increase of biomass with reference to control (%) Conc. Arsenik dan senyawa arsenik digunakan sebagai pestisida.0 -22. (g) mgdm_3) 57. Kehadiran ion ini menyebabkan inhibisi 20-31% dari pertumbuhan caroliniana A.m.9 -31. 2009) Tabel 7.5 dan 1.5 1. tingkat tertinggi yang ditemukan untuk Cr (III) yang mengandung larutan hara (Bennicelli et al. Ini adalah bahan metaloid yang terkenal beracun dan memiliki tiga bentuk alotropik. atau arsenikum adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol As dan nomor atom 33. Dalam jaringan caroliniana A. konsentrasi 0.02 0. Pertumbuhan biomasa caroliniana dan konsentrasi logam Berat 12 hari setelah perlakuan Treatment Conc. arsenik.0 mg dm-3 perlakuan) dan 100% (CrO42-0. Setelah 12 hari percobaan. dan dalam berbagai aloy. 15       Control Hg(II) .0 mg dm-3 perlakuan. konsentrasi logam berat dalam penyelidikan berkisar 71-964 mg kg-1 dm. 2003) 5.1 0.1 mg dm-3 perlakuan).07 70. dan abu-abu.8 306 578 (Bennicelli. in solution (mgdm_3) Conc. herbisida.15 4.1 0. in biomass (mg kg_1 dm) 0. insektisida. masing-masing. Penelitian telah dilakukan selama 12 hari percobaan dengan pakis ditumbuhkan pada larutan nutrisi yang mengandung Hg2 +.0 -28.04 0. Arsenic Arsen. (f. carolininia. Mercury (Hg) Banyak tanaman mampu mengakumulasi logam berat (disebut hyperaccumulators ) dan salah satunya adalah air pakis A.25 mg dm-3. dan penurunan ini terdiri antara 74 (Cr3 + 1.5 dan 1.9 39.5 0.0 43. dibandingkan dengan kontrol. kuning.. tertinggi di hadapan Hg (II) ion. Pakis mengambil kuantitas lebih rendah dari logam dari 0.0 mg dm-3. Cr3 + dan CrO42-ion. hitam.1 mg dm-3 perlakuan dibandingkan dengan 0. kandungan logam solusi menurun menjadi 0-0.3 40.

Di Banglades terjadi epidemik keracunan masal disebabkan oleh arsenik.. Studi mengenai peranan Azolla dalam menyerap arsenic dilakukan oleh Xin Zhang dkk. Diperkirakan sekitar 57 juta orang meminum air tanah yang terkontaminasi arsen berlebih.16 Beberapa tempat di bumi mengandung arsen yang cukup tinggi sehingga dapat merembes ke air tanah. Jenis Azolla yang memiliki akumulasi tertinggi adalah jenis Azolla carolininia. filiculoides A. artinya azolla mempunyai kemampuan dalam menyerap arsenic. Arsenate dan arsenit adalah spesies yang dominan Seperti di kedua strain Azolla. Arsenik dalam air tanah bersifat alami. Air tanah ini mulai dipergunakan setelah sejumlah LSM dari barat meneliti program air sumur besar-besaran pada akhir abad ke-20. 16 . 2008. Azolla carolininia mempunyai akumulasi dua lipat dari Azolla filiculoides karena kecepatan arus yang lebih tinggi untuk arsenate. dan dilepaskan dari sedimen ke dalam air tanah karena tidak adanya oksigen pada lapisan di bawah permukaan tanah. WHO menetapkan ambang aman tertinggi arsen di air tanah sebesar 50 ppb (bagian per milyar). lebih tahan terhadap arsenate eksternal karena penyerapan yang lebih rendah. Bahwa Azolla memiliki toleransi yang tinggi terhadap arsenic. Kebanyakan wilayah dengan kandungan arsen tertinggi adalah daerah aluvial yang merupakan endapan lumpur sungai dan tanah dengan kaya bahan organik. dan jumlah Sebagai penghabisan adalah sebanding dengan jumlah akumulasi As. sehingga berpotensi meracun. dengan methlyated Sebagai spesies akuntansi untuk <5% dari total As. Azolla filiculoides. Kedua strain effluxed arsenate lebih dari arsenit. Kedua strain menunjukkan tingkat yang sama toleransi untuk internal As. namun gagal menemukan keberadaan arsenik dalam air tanah. Lima puluh strain Azolla di uji dan menunjukkan variasi yang besar di Sebagai akumulasi. Diperkirakan sebagai keracunan masal terburuk dalam sejarah dan mungkin musibah lingkungan terparah dalam sejarah. memiliki proporsi yang lebih tinggi dari arsenit dari carolininia A. filiculoides A.

emphysema dan renal turbular disease yang kronis. konsumsi per minggu yang ditoleransikan bagi manusia adalah 400-500 g per orang atau 7 g per kg berat badan. Logam berat ini bergabung bersama timbal dan merkuri sebagai the big three heavy metal yang memiliki tingkat bahaya tertinggi pada kesehatan manusia. 2006. tetapi angka tertinggi (1. 17 . Penelitian peranan Azolla dalam meremediasi Kadmium masih sangat sedikit. Cadmium Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang berbahaya karena elemen ini beresiko tinggi terhadap pembuluh darah. Jumlah normal kadmium di tanah berada di bawah 1 ppm. salah satunya adalah dilakukan oleh Ngadiman.17 6. Kadmium berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khususnya hati dan ginjal. Menurut badan dunia FAO/WHO.700 ppm) dijumpai pada permukaan sample tanah yang diambil di dekat pertambangan biji seng (Zn). Beliau mengatakan Azolla dapat meyerap dan menstabilkan Cd. Kadmium lebih mudah diakumulasi oleh tanaman dibandingkan dengan ion logam berat lainnya seperti timbal. Secara prinsipil pada konsentrasi rendah berefek terhadap gangguan pada paru-paru.

18 KESIMPULAN 1.Plumbum. Azolla dapat sebagai hiperakumulator logam berbahaya seperti. umumnya Azolla dimanfaatkan sebagai pupuk hijau atau pupuk biologis pensuplai N. Penelitian tentang Azolla sebagai Tumbuhan hiperakumulator masih sangat sedikit. Cromium. 18 . Pemanfaatan Azolla pada tumbuhan mempunyai Nilai Ganda yaitu sebagai pensuplai N dengan kemampuan fiksasi N nya dan ternyata azolla berkemampuan sebagai hiperakumulator beberapa logam berat 3.Sianida dan Kadmium 4. Pencemaran Logam berat banyak terjadi diperairan dan sangat berbahaya karena umumnya logam berat tersebut dalam keadaan tersedia dan merupakan radikal bebas yang membentuk metalchelating. 2. Arsenik. Merkuri.

html (21 April 1999..[Laporan Teknik]. 2 No.ac. Phytoremediation: An Environmentally Sound Technology for Pollution Prevention. Departement of Genetic. Sudhir Saxena. The ability of Azolla caroliniana to remove heavy metals (Hg(II). Bogor: Proyek Pengkajian dan Pemanfaatan Sumberdaya Hayati. N.epfl. Educational Research and Review . Issue 1. lmu Remediasi untuk Atasi Pencemaran Tanah di Aceh dan Sumatera Utara Peneliti Fitoremediasi Dosen pada Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. 2007.. Chemosphere. Australia. URL: http://lbewww.M. 2008.bppt.. Fitoremediasi Fosfat dengan Pemanfaatan Enceng Gondok Eichornia Crassipes) (Studi Kasus Pada Limbah Cair Industri Kecil Laundry). Collins. Control and Remediation in Developing Countries. LIPI. C. Potensi Hipertoleransi dan Serapan Logam Beberapa Jenis Tumbuhan terhadap Limbah Pengolahan Emas. Logam Dalam Sistem Biologi Mahluk Hidup. Pages 141-146 Cobbett Christopher S. http://blog. Dalam Priyanto dan Prayitno. Volume 55. Hardyanti N. Metal hyperaccumulator plants: a biological resource for exploitation in the phytoextraction of metal-polluted soils. 2003. 2005.19 DAFTAR PUSTAKA Aiyen. (http://ltl. ISSN 1907-187X Hidayati. (diakses. 2003.tripod. Kemampuan Tanaman Enceng Gondok sebagai agens Fitoremediasi Air Tercemar Timbal (Pb). Tolerance ang Phytoaccumulation of Chromium by Three Azolla Species. A. Cr(III). St.J. diakses 4 Oktober 2010). Jurnal PRESIPITASI Vol. 2 (7). Victoria 3052. Pusat Penelitian Biologi.D. dan Saefudin. April 2004. Di akses tanggal 20 Oktober 2010 Erakhrumen & Agbontalor.id/userfiles/Fitoremediasi%20ECENG%20GONDOK. BanachK. Word Journal of Microbiologi & Biotecnology 22: 97-100 Baker. 19 . 1995.Diakses dari . Ostrowski.ugm. Vol.1 Maret 2007.com/sublab/lflora1. Trends Plant Sci.. Bennicelli. Agr. A.http://pkrlt.pniewska. Darmono. Palu. University of Melbourne Parkville. 2007.htm. 2009. Phytochelatins and Their Roles in Heavy Detoxification. . Cr(VI)) from municipal waste water. 1999. 28 Oktober 2010). 2005. Z. (Online).ac. Dr.ch/COST837/ WG2_abstracts. diakses Mei 2000). Strategies for minimizing environmental contaminants.unsri. A. and Dinesh Kumar Sharma. UI Press Jakarta Eddy S. 2000. Sc.Szajnocha dan J. Rahayu SS.id (Diakses 20 Oktober 2010) Arora Anju.rtf. 1999.. 4:45.

2009. T.Fitoremediasi Sebagai Sebuah Teknologi Pemulihan Pencemaran. J. caroliniana.tripod. 2009. Ai-Jun Lin. 2004.M.2006. 63.1. Arsenic accumulation by the aquatic fern Azolla: Comparison of arsenate uptake.. No. USA Xin Zhang. Volume 156. Journal of Hazardous Material B124 p. Issue 3. Azolla.F. (http://ltl..20 Henry. Evaluasi Tingkat Pencemaran Tanah Oleh Beberapa Logam Berat di Desa Tanjung Merawa-B Kecamatan Tanjung Merawa Kabupaten Deli Serdang.120129.. Starif.Inventarisasi Tumbuhan Tumbuhan Potensia Untuk Fitoremediasi.hal 310-33 Priyanto..T. Bioremediasi Merkuri (Hg) Dengan Tumbuhan Air Sebagai Salah Satu lternatif Penanggulangan Limbah Tambang Emas Rakyat. Fang-Jie Zhao. Yong-Guan Zhu . Y. Khususnya Logam berat. Bogor: Proyek Pengkajian dan Pemanfaatan Sumberdaya Hayati.com/sublab/lflora1. 2005. December2008.R. Masoud Ganji. USEPA.Jurnal Biodiversitas.Morteza Khosravi. Kinetic modeling and Thermodynamic study to remove Pb(II). speciation and efflux by A.J Wagner G. Rakhshaee Roohan. 2003. Cd (II) and Zn (II) from aqueous Solution using dead and Living Azolla filiculoides.N. B. Juhaeti. An Overview of the phytoremediation of Lead and mercury.Environmental Pollution.. Gui-Lan Duan.. Juhaeti. Vol.. 2000. Washington. D. [Laporan Teknik]. The Botanical Review.bppt.1 The new York Botanical Garden.P. 2006.htm.6 No. Syarif. Guo-Zhong Xu. Simangunsong. (Online). LIPI.M...Pages1149-1155 20 . Bogor . J.C. dan F. diakses 4 Oktober 2010). Studi Potensi Beberapa Jenis Tumbuhan Air untuk Fitoremediasi.Vol. & Prayitno. Hidayati. Pusat Penelitian Biologi. 1997. Departemen Ilmu Tanah Universitas Sumatera Utara Tomy.

21 21 .

Related Interests