III. METODE PENELITIAN 3.

1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang meneliti hubungan sebab akibat dengan memanipulasi satu atau lebih variabel pada satu atau lebih kelompok eksperimental. Hasil yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan kelompok kontrol (yang tidak dimanipulasi). Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) karena tidak semua variabel yang muncul dalam kondisi eksperimen dapat diatur dan dikontrol secara ketat. 3.2 Populasi dan Sampel Populasi adalah semua anggota kelompok manusia, binatang, peristiwa, atau benda yang tinggal bersama dalam satu tempat dan secara terencana menjadi target kesimpulan dari hasil akhir suatu penelitian (Sukardi, 2004). Penelitian ini akan dilakukan di SMP Negeri 3 Gianyar. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh kelas VII SMP Negeri 3 Gianyar yang terdiri dari 7 kelas. Sampel diambil dengan cara random group sampling. Teknik ini digunakan sebagai teknik pengambilan sampel karena individu-individu pada populasi telah terdistribusi ke dalam kelas-kelas sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan pengacakan terhadap individu-individu dalam populasi. Berdasarkan populasi yang ada diambil dua kelas pararel sebagai sampel dengan cara undian. Kemudian dari dua kelas yang terpilih akan dirandom lagi dengan pengundian untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol, sehingga akan didapatkan 1 kelas sebagai kelas kontrol yang mendapat perlakuan model pembelajaran konvensional dan 1 kelas sebagai kelas eksperimen yang mendapat perlakuan model Siklus Belajar dengan metode role play

3.3 Rancangan Penelitian Model rancangan penelitian ini adalah quasi experimental (eksperimen semu), mengingat tidak semua variabel (gejala yang muncul) dapat diatur dan dikontrol secara ketat. Dalam rancangan penelitian ini menggunakan prosedur eksperimen ³non equivalen pre-test post-test control group design´. Sebelum diberikan perlakuan eksperimen kedua kelompok diberikan pretest dan setelah perlakuan diberikan posttest (Ardhana, 1987). Pengambilan sampel dalam rancangan ini dilakukan dengan memilih kelas yang akan dijadikan sampel

Berdasarkan gambar 3.1 Rancangan Penelitian non equivalen pre-test post-test control group design KELOMPOK Kelompok Siklus Belajar dengan Role Play (Eksperimen) Kelompok DI/Konvensional (Kontrol) Keterangan: T1 = Pre Test T2 = Post test X1 = Model Siklus Belajar X2 = Model pembelajaran Konvensional T1 X2 T2 T1 X1 T2 PRE-TEST PERLAKUAN POST-TEST Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan kelompok kontrol yang non equivalen. Variabel lainnya yang merupakan pengendali atau kovariat adalah pengetahuan awal siswa tentang sains. sedangkan kelompok kontrol (X2 ) melanjutkan model yang sudah ada pada sekolah yang akan diteliti. Variabel perlakuan adalah model pembelajaran. T2 adalah pengamatan akhir kelompok eksperimen dan kontrol dengan post-test. model tersebut yang selanjutnya disebut dengan model konvensional. Perlakuan yang diberikan berupa X1 merupakan pembelajaran dengan model Siklus Belajar. Tabel 3. Variabel . 3. Rancangan ini dipilh karena selama eksperimen tidak memungkinkan mengubah kelas yang ada. Rancangan penelitian dapat ditunjukan oleh tabel berikut. Dalam rancangan kelompok kontrol yang non equivalen terdapat dua kelompok yang dipilih sebagai kelas eskperimen dan kelas kontrol.1 dapat dijelaskan bahwa T1 adalah pengamatan awal siswa dengan pre-test pada kelompok eksperimen dan kontrol sebelum diberikan perlakuan.secara acak.4 Variabel Penelitian Pada penelitian ini diselidiki pengaruh dua variabel independent terhadap satu variabel dependent. Variabel model pembelajaran yaitu: (1) model Siklus Belajar. (2) model pembelajaran konvensional (DI). Variabel bebas tersebut adalah variabel nonmetrik sebagai variabel perlakuan dan variabel metrik sebagai variabel kovariat.

melalui konsultasi dengan dosen pembimbing. dan tingkat kesukaran.dependent yang diteliti pada penelitian ini adalah pemahaman konsep siswa. Persiapan Pada tahap ini dilakukan perencanaan terkait penelitian yang akan dilakukan. Setelah sampel penelitian ditentukan langkah selanjutnya adalah menyusun instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran yang berupa LKS. Selanjutnya adalah melakukan uji coba instrumen yang akan digunakan dalam penelitian serta dilanjutkan dengan uji validitas isi. RPP. Terakhir melakukan revisi dan penyempurnaan instrumen yang telah diujikan. Setelah melalui revisi dan penyempurnaan butir soal ini. Kegiatan yang dilakukan yaitu menentukan sekolah sebagai tempat penelitian termasuk penjajakan dan memohon ijin kepada kepala sekolah. daya beda. Kegiatan berikutnya yaitu memberikan perlakuan di mana untuk kelas kontrol diberikan model pembelajaran konvensional sedangkan kelas eksperimen diberikan model Siklus Belajar. Hasil ini kemudian digunakan sebagai kontrol statistik.5. maka akan dihasilkan beberapa butir soal yang benar-benar layak untuk digunakan sebagai tes pengetahuan umum tentang sains dan tes pemahaman konsep. konsistensi internal butir. Pelaksanaan Setelah kegiatan persiapan selesai akan dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan. Pemahaman konsep adalah skor yang diperoleh siswa setelah menjawab tes pemahaman konsep. Selanjutnya mengumpulkan data pemahaman konsep awal siswa dengan memberikan pre-test kepada kelas kontrol maupun kelas eksperimen.5 Prosedur Penelitian 3.1 Tahapan-Tahapan Penelitian Prosedur penelitian yang dilakukan terdiri atas beberapa tahap. 3. dan daya beda tes. Setelah pemberian perlakuan dilanjutkan dengan pemberian post-test dengan menggunakan tes pemahaman konsep. yaitu: 1. tes pengetahuan umum tentang sains dan tes pemahaman konsep. 2. Adapun kegiatan awal yang dilakukan pada tahap ini yaitu mengumpulkan data tentang pengetahuan umum siswa tentang sains. Setelah itu dilakukan sampling secara random group sampling terhadap populasi penelitian yang sudah ditentukan sehingga diperoleh sampel penelitian yang terdiri dari 1 kelas kontrol dan 1 kelas eksperimen. . konsistensi internal tes.

Tindak Lanjut Tahapan terakhir dari penelitian ini yaitu tindak lanjut. konsistensi internal butir. Kegiatan yang dilakukan yaitu menganalisis data hasil penelitian dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan. konsistensi internal tes. daya beda. RPP. PERSIAPAN 1) Penentuan sekolah tempat penelitian 2) Sampling 3) Penyusunan instrumen dan perangkat pembelajaran (LKS. tes pengetahuan umum tentang sains dan tes pemahaman konsep) 4) Uji coba instrumen (uji validitas isi. dan daya beda tes.3. Pada tahap ini dilakukan tindak lanjut terhadap kegiatan penelitian.3.3 Tahapan-Tahapan Penelitian . dan tingkat kesukaran. Tahapan-tahapan tersebut dapat digambarkan seperti Gambar 3. TINDAK LANJUT 8) Analisa data 9) Uji hipotesis PELAKSANAAN 5) Pemberian tes pengetahuan umum tentang sains 6) Pemberian pre-test 7) Perlakuan model pembelajaran 8) Pemberian post-test Gambar 3.

6 Perangkat Pembelajaran Pada penelitian ini dikembangkan dua perangkat pembelajaran yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar kerja Siswa (LKS) yang masing-masing untuk kelas eksperimen (model Siklus Belajar) dan untuk kelas kontrol (model pembelajaran konvensional). (3) menetapkan kompetensi dasar. Komparasi langkah-langkah model SIKLUS BELAJAR dengan pedoman penyusunan RPP menurut Permendiknas RI nomor 41 tahun 2007 sebagai berikut. Kegiatan Inti a. (2) menetapkan standar kompetensi.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dikembangkan dalam penelitian ini merupakan perwujudan dari model SIKLUS BELAJAR dan model pembelajaran konvensional.6.3. yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang memerlukan waktu. 1. pengarahan. Rencana pelaksanaan pembelajaran yang dikembangkan mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk mata pelajaran IPA . (6) merancang kegiatan pembelajaran. Secara umum langkah-langkah dalam mengembangkan RPP adalah: (1) menganalisis materi pelajaran. dan (7) menyusun evaluasi pembelajaran untuk mengukur pencapaian indikator pembelajaran yang ditetapkan. dan pemusatan perhatian siswa melalui penyampaian indokator dan tujuan pembelajaran. Kegiatan Pendahuluan Model SIKLUS BELAJAR mengadopsi pedoman penyusunan RPP yaitu kegiatan motivasi. Eksplorasi: mengarahkan siswa untuk membentuk tim. (4) menetapkan indikator pembelajaran. urutan. Masing-masing kelas memperoleh perlakuan yang berbeda. (5) menetapkan materi pelajaran.5.2 Perlakuan Penelitian Eksperimen ini menggunakan dua kelompok belajar. 2. Kelas eksperimen mempergunakan model Siklus Belajar sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. 3. selanjutnya mengajukan permasalahan dan memfasilitasi siswa untuk memprediksikan serta membuat ide-ide yang berhubungan dengan permasalahan yang nantinya siswa bersama tim diberikan . 3. dan porsi materi pembelajaran yang sama.

Setelah eksperimen dilanjutkan dengan analisis data dan presentasi hasil eksperimen. . isyarat. 3.2 Lembar Kerja Siswa 3. memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan.2. memfasilitasi siswa untuk melakukan persentasi hasil diskusi timnya. Eksperimen dirancang dan dilaksanakan secara mandiri oleh siswa. kekurangan. maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik.1 LKS Model Siklus Belajar dengan Role Play LKS model siklus belajar adalah LKS yang penyajiannya dimulai dari penyajian masalah untuk menggali pengetahuan awal yang dimiliki siswa melalui kegiatan pengamatan terhadap model model mind maps. Kegiatan ini dilakukan dengan memberi peragaan Role Play kepada siswa dalam mendiskusikan masalah yang diberikan guru dan mempresentasikan hasil diskusi timnya. c. Hasil analisis data kemudian digunakan untuk menggeneralisasikan sebuah teori dalam benruk mid maps. dan kesulitan yang dialami selama pembelajaran serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkolaborasikan pemahamannya dalam tim. sehingga proses belajar akan lebih bermakna. 3. Di akhir LKS siswa diminta untuk mengaplikasikan konsep yang telah ditemukan ke dalam situasi baru berupa pertanyaan-pertanyaan kontekstual untuk menerapkan teori yang telah diperoleh dari genaralisasi terhadap model yang diamati.6. Kegiatan Penutup Model siklus belajar mengadopsi pedoman penyusunan RPP yaitu kegiatan meyimpulkan temuan-temuan selama pembelajaran dan pemberian home work (pekerjaan rumah) dengan acuan pemahan dari role play.kesempatan untuk mengajukan hipotesisnya. b. Pengenalan Konsep: memberi kesempatan kepada siswa berdiskusi bersama timnya untuk mencari sumber-sumber yang berhubungan dengan masalah-masalah yang diberikan yang nantinya akan dicari penyelesainnya. Kegiatan ini sesuai dengan tahap eksplorasi dengan menugaskan siswa menggambarkan mind map dari permasal han a yang diberikan guru. Aplikasi: mengajak siswa mencermati kembali dan mengevaluasi kesalahan. Siswa kemudian mengidentifikasi variabel-variabel yang terkait dengan model yang diamati. tulisan. Selanjutnya siswa dibimbing melalui pertanyaanpertanyaan penuntun berkelanjutan dalam LKS untuk merencanakan prosedur percobaan. memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan.6.

uji reliabilitas.3. 2005). instrumen penelitian yang digunakan harus diujicobakan terlebih dahulu. Kriteria penilaian tes kompetensi kognitif untuk tipe essai dapat ditunjukkan dalam Tabel 3. 3. tetapi 4 Memuaskan Memberikan suatu penyelesaian lengkap dan benar 5 Pengetahuan umum tentang sains. banyak cacat. tetapi 3 hampir memuaskan Memberikan suatu penyelesaian yang benar. dianggap cukup .8. tetapi salah total 1 Memberikan suatu penyelesaian yang ada unsur benarnya. Tabel 3. uji daya beda. sumber data. tetapi 2 tidak memadai Memberikan suatu penyelesaian yang benar. pemahaman konsep awal dan pemahaman konsep diambil dengan tes pemahaman konsep tipe essai. Uji coba instrumen yang dilakukan meliputi uji validitas isi. uji kesukaran butir soal.2. Jenis data yang akan dikumpulkan.2 Rubrik penilaian tes pengetahuan umum biologi dan tes pemahaman konsep tipe essai Nilai Kriteria Tidak mencoba memberikan penyelesaian sama sekali 0 Mencoba memberikan suatu penyelesaian. konsistensi internal butir. Sebelum digunakan. Sedangkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan harus divalidasi dengan uji validitas isi perangkat pembelajaran. Instrumen yang akan digunakan dalam penelitian harus melewati uji ini agar instrumen benar-benar layak untuk digunakan. Instrumen yang digunakan adalah tes pengetahuan umum tentang sains dan tes pemahaman konsep berupa tes essai (Santyasa.1 Validasi Perangkat Pembelajaran Kegiatan validasi perangkat pembelajaran dilaksanakan dengan meminta pertimbangan kepada para ahli yang dalam hal ini adalah dua orang dosen dan seorang guru. tes terlebih dahulu divalidasi dengan uji validitas. instrumen yang akan digunakan untuk 3.7 Instrumen Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data Instrumen penelitian adalah alat-alat yang dipergunakan untuk memperoleh atau mengumpulkan data dalam rangka memecahkan masalah penelitian atau mencapai tujuan penelitian. dan uji tingkat kesukaran tes. uji daya beda. Melalui pertimbangan oleh kedua dosen dan guru tersebut.8 Uji Coba Instrumen dan Validasi Perangkat Pembelajaran Sebelum digunakan. Perangkat pembelajaran yang akan divalidasi meliputi RPP beserta LKS yang akan digunakan. dan reliabilitas tes. sedikit cacat.

2005) validitas isi suatu test menyatakan derajat pengukuran yang mencerminkan domain isi yang diharapkan.8.8.2 Validitas Isi (Content Validity) Instrumen Menurut Gay (dalam Santyasa.representatif sebagai dasar untuk memutuskan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi syarat validitas isi. Validitas isi penting untuk tes pemahaman konsep (concept understanding test).3 Konsistensi Internal Butir Konsistensi internal butir merupakan derajat konsistensi pengukuran yang ditampilkan oleh butir terhadap apa yang ingin diukur. 3. Validitas isi tidak diuji secara matematis. Menurut Riduwan (2006) korelasi skor butir dengan skor total pada tes pemahaman konsep dapat dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi product moment dengan persamaan sebagai berikut. rxy ! N _§ X N § XY  . 3. Prosedur yang ditempuh dalam menguji validitas isi RPP dan LKS yang dikembangkan adalah dengan mempertimbangkan dengan ahli isi dan ahli desain yaitu dua orang dosen pembimbing dan seorang guru sains.

X .

Y § § 2  .

X N §Y 2  .

Y § § 2 a _ 2 a Keterangan: rxy N X Y = kofesien korelasi = jumlah sampel = skor butir = skor total Kriteria estimasi yang digunakan adalah indeks korelasi butir-total di atas 0.10-0. 2004). Normalitas sebaran data menggunakan statistik Kolmogrov test dan Shapiro-Wilks test (Candiasa. sedangkan indeks korelasi yang berada pada rentangan 0.30 disebut sebagai butir yang memiliki derajat konsistensi internal butir yang tinggi. 2005). dalam Santyasa. Uji Normalitas Uji normalitas sebaran data dilakukan untuk meyakinkan bahwa data yang dihasilkan dalam penelitian benar-benar berdistribusi normal. Data memiliki sebaran .30 direkomendasikan untuk direvisi (Long et al.

Uji homogenitas varian antar kelompok juga digunakan untuk meyakinkan bahwa perbedaan yang terjadi pada uji hipotesis benar-benar terjadi sebagai akibat perbedaan dalam kelompok. H0 (1) : ?Q M 1Y A! ?Q M 2 Y A.05 dan dalam hal lain sebaran tidak berdistribusi normal. yaitu terdapat perbedaan pemahaman konsep kelompok siswa yang belajar dengan difasilitasi model siklus belajar dengan kelonpok siswa yang belajar difasilitasi model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran IPA. .9.3 Uji Hipotesis Penelitian Uji hipotesis dilakukan untuk menguji hipotesis yang digunakan dalam penelitian. 2004).9. 3. 2004). 2005). Pengujian H0 melawan H1 pengaruh utama menurut kelompok model pembelajaran (M) diformulasikan sebagai berikut.1 Uji Homogenitas Varians Uji homogenitas varian antar kelompok digunakan untuk mengukur apakah sebuah kelompok data memiliki varian yang sama di antara anggota kelompok tersebut. Kovariat dalam penelitian ini adalah konsep awal siswa. melawan H1(1) : ?Q 1Y A { ?Q 2Y A Keterangan:     Q M1Y = skor rata-rata pemahaman konsep siswa yang mengikuti kelompok model pembelajaran CTL Q M2Y = rata-rata pemahaman konsep siswa yang mengikuti kelompok model pembelajaran konvensional Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah menggunakan teknik analisis kovarian (ANAKOVA) satu arah. 3. Kriteria pengujian yang digunakan yaitu data memiliki varians yang sama jika angka signifikansi yang diperoleh lebih besar dari 0.05 dan dalam hal lainnya varians data tidak homogen (Candiasa. Pengujian hipotesis-hipotesis tersebut dijabarkan menjadi hipotesis nol (H0) melawan hipotesis alternatif (H1). Homogenitas diuji dengan menggunakan Levine¶s Test of Equality of Error Variance (Candiasa. ANAKOVA adalah metode statistik yang memberikan pengendalian terhadap sebagian variabel-variabel pengiring (kovariat) yang dapat mengacaukan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat (Arikunto.distribusi normal jika angka signifikansi yang diperoleh lebih besar dari 0.

05 berarti H0 ditolak (Candiasa.Uji kovarian atau pengujian antar subjek dilakukan terhadap angka signifikansi nilai statistik F varians. Artinya terdapat perbedaan variabel dependent antar kelompok menurut sumber. . Untuk mengetahui yang lebih baik dari dua kelompok yakni antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol maka dicari rata-rata (mean) masing-masing kelompok. Untuk analisis ini akan digunakan bantuan program SPSS 15. Nilai rata-rata (mean) yang terbesar merupakan kelompok yang lebih baik. Semua pengujian hipotesis nol dilakukan pada taraf signifikansi 5%. 2004).0 for windows. Angka signifikansi lebih kecil dari 0.