Penggunaan teknik jarimatika untuk meningkatkan kemampuan berhitung perkalian pada siswa kelas ii sdn Manisharjo 01 bendosari sukoharjo

tahun ajaran 2009/ 2010 Penulis: Esti Rejeki (X7108669) Dosen Pembimbing: 1. Prof. Dr. Retno Winarni, M.Pd 2. Drs. Sukarno, M.Pd

ABSTRACT

Esti Rejeki. TECHNIQUES FOR INCREASING THE USE JARIMATIKA NUMERACY MULTIPLICATION STUDENT IN CLASS II SD MANISHARJO 01 BENDOSARI SUKOHARJO STATE ACADEMIC YEAR 2009 / 2010, Skripsy. Surakarta: Faculty of Education and Pedagogy in March Eleven University of Surakarta, June 2010. The research objectives to improve in student numeracy multiplication second grade elementary school Manisharjo 01 Bendosari Sukoharjo in Academic Year 2009/2010 with the use jarimatika techniques. The research form of class action consisting of two cycles, each cycle consisting of four stages, ie planning, implementation, observation and reflection. As a research subject is a second year student elementary school in Academic Year 2009/2010 Manisharjo 2001. Data collection technique used observation and tests. Data analysis technique using an interactive model analysis technique which consists of three components of the analysis are data reduction, data, and drawing conclusions or verification. The results of this study were there is increase the average value obtained from previous students on initial tests on the first cycle, 50.67 then 67.33 to 81.67 in the second cycle. There is an increasing percentage of mastery learning students at the beginning of the test is only 33.33%, and at the first cycle of tests 60.00%; then on the second cycle to 100%. Beside that, students are more enthusiastic and active in participating in the learning process, cooperation has increased, more attention in learning, have the ability to count with jarimatika, and have a positive competitive attitude is higher. Based on this results it can be concluded that: through the use of techniques capable of improving numeracy jarimatika multiplication in second grade elementary school students Manisharjo 01 Bendosari Sukoharjo in Academic Year 2009/2010.

sehingga siswa tidak mengalami kesulitan nantinya.A. . akan tetapi antara perkalian dan penjumlahan terdapat hubungan yaitu perkalian dapat dicari hasilnya dengan penjumlahan berulang. pengurangan. Namun. 1981). Oleh karena guru harus berusaha keras dalam mengajarkan konsep dasar perkalian tersebut. Pelajaran matematika kelas II khususnya pada operasi hitung perkalian memang masih taraf pengenalan namun pelaksanaannya harus benar – benar dapat membuat siswa tahu dan mengenal konsep perkalian. Pada hakikatnya perkalian adalah penjumlahan berulang. kenyataanya banyak sebagian siswa terkadang masih bingung dan mengalami kesulitan. Perkalian berlainan dengan penjumlahan. dan bagi (Bismo : 1999). perkalian dan pembagian. kurang. Dan pada penelitian ini akan dibahas tentang kemampuan berhitung perkalian. Kenyataannya banyak siswa-siswi yang kurang terampil. salah satu penyebabnya karena sebagian besar siswa masih menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit bila dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain. karena matematika merupakan subjek yang tersusun secara hirarkis. Kemampuan berhitung adalah kemampuan seseorang yang digunakan untuk memformulasikan persoalan matematik sehingga dapat dipecahkan dengan operasi perhitungan atau aritmatika biasa yaitu tambah. PENDAHULUAN 1. kali. Latar Belakang Komponen dasar ilmu pengetahuan dan teknologi tidak terlepas dengan ilmu berhitung atau matematika. sehingga bila siswa tidak mampu memahami perhitungan dasar akan sulit untuk belajar pada tingkat yang lebih kompleks pada tingkat kelas yang lebih tinggi (Loughin dan Lewis. Kemampuan berhitung pada pelajaran Matematika meliputi penjumlahan. sehingga hasil yang diperoleh siswa juga belum memuaskan. Pelajaran matematika merupakan salah satu ilmu dasar (basic science) pendukung ilmu pengetahuan dan teknologi serta merupakan bidang studi strategis yang mengajarkan kemampuan berhitung di dalam pemecahan masalah. Sebab hal ini nanti akan menajadi dasar pemahaman siswa pada konsep perkalian yang lebih lanjut. dalam bidang studi matematika.

0 dan sisanya masih rendah di bawah 7.2010). sehingga menyebabkan siswa malas ketika ada pelajaran tersebut. dan kemampuan guru untuk mengajar secara bervariatif kurang. dari hasil rapot kenaikan kelas. Seperti pemikiran Agus Lithanta (2003: 5) pada penelitian tentang perkalian model matrik sebagai media pembelajaran matematika yang menyenangkan yaitu “Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang paling tidak disukai oleh anak-anak.Di tengah prestasi yang dicapai oleh sejumlah siswa dalam mata pelajaran Matematika serta kualitas yang dicapai terutama di SD Negeri Manisharjo 01 belum menggembirakan. Masih rendahnya hasil ulangan matematika tentang operasi hitung perkalian tersebut menjadi petunjuk adanya kelemahan dan kesulitan belajar tentang matematika. mengganti suasana dan menerapkan berbagai metode/ . Dalam operasi perkalian siswa masih bingung membedakan bilangan terkali dan dikali serta lamban dalam menghitungnya. metode pengajaran guru yang kurang variatif. nilai matematika dari tahun ke tahun mengalami penurunan batas minimal antara lain siswa takut pada pelajaran matematika bahkan menganggap pelajaran paling sulit. Matematika merupakan mata pelajaran yang menjadi momok. Setidaknya hal tersebut tercermin dari hasil ulangan Matematika kelas II SD Negeri Manisharjo 01 tentang operasi hitung perkalian masih rendah. keterbatasan media. Masalah lainnya juga karena mayoritas siswa pasif dalam pembelajaran Matematika. Fakta yang terjadi pada hasil tes ulangan. Mengenai masalah yang terjadi guru kelas 2 dan Kepala Sekolah mengidentifikasi penyebab kelemahan dan kesulitan belajar siswa yaitu sebagian besar siswa kurang mampu menguasai operasi hitung perkalian.0 (daftar nilai. terlihat dari 17 siswa yang dites. siswa tidak mau mengajukan pertanyaan dan enggan mengerjakan ke depan.” Banyak hal yang mempengaruhi rendahnya kualitas siswa : Kondisi bahan pengajaran yang kurang memadai. guru mencoba meningkatkan kemampuan berhitung siswa terutama pada perkalian dengan menggunakan media. Selain itu. 4 siswa mendapatkan nilai 8. kurangnya kegiatan praktis dalam membina dan meningkatkan prestasi belajar matematika. Berdasarkan dari berbagai pemasalahan di atas.

dan cara berhitungnya menyenangkan. Kurang) dengan menggunakan jari dan ruas jari-jari tangan (Septi Peni Wulandari : 2008).Tambah. sanggup) . Manfaat utama belajar jarimatika diantaranya. Dalam pelaksanaanya nanti siswa akan menghitung perkalian dengan menggunakan jari – jari tangannya masing – masing. tidak akan tertinggal atau disita saat ujian. tidak memberatkan memori otak. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut: “Apakah penggunaan teknik Jarimatika dapat meningkatkan kemampuan berhitung perkalian pada siswa kelas II SD Negeri Manisharjo 01 Bendosari Sukoharjo Tahun Ajaran 2009/2010?” 3. Salah satunya dengan menerapkan teknik Jarimatika dalam pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berhitung perkalian siswa. 4.teknik yang lebih variatif dan menarik. maka penulis mengadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang memfokuskan pada upaya guru untuk meningkatkan kemampuan berhitung perkalian matematika terutama pada sub pokok bahasan perkalian dan pembagian kelas II SD dengan judul : “Penggunaan Teknik Jarimatika untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Perkalian pada Siswa Kelas II SD Negeri Manisharjo 01 Bendosari Sukoharjo Tahun Ajaran 2009/2010”. Teknik jarimatika adalah suatu cara berhitung (operasi KaBaTaKu/ Kali. alatnya senantiasa tersedia. Dari latar belakang permasalahan di atas. 2. Bagi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mampu artinya kuasa (biasa. Di sisi lain jarimatika terdengar akrab bagi orang Indonesia akan lebih mudah menangkap maksud bahwa jarimatika adalah menggunakan jari untuk matematika. Ringkasan Kajian Pustaka a. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : “Meningkatkan kemampuan berhitung perkalian menggunakan teknik Jarimatika pada siswa kelas II SD Negeri Manisharjo 01 Bendosari Sukoharjo Tahun Ajaran 2009/2010”. berhitung dengan mudah. Pengertian Kemampuan Berhitung Perkalian Kemampuan berasal dari kata dasar mampu yang mendapat akhiran an.

Naga yang dikutip oleh Mulyono Abdurrahman (1999 : 253) mengungkapkan aritmetika atau berhitung adalah cabang matematika yang berkenaan dengan sifat hubungan-hubungan bilangan-bilangan nyata dengan perhitungan mereka terutama menyangkut penjumlahan. Berdasarkan dari pengertian di atas. b. bertanya berantai. Dali S. pengurangan.melakukan sesuatu. maka a x b adalah penjumlahan berulang yang mempunyai a suku dan tiap suku sama dengan b”. Gerlach dan Ely dikutip oleh Hamzah B Uno (2007 : 2) mengemukakan “teknik adalah jalan. dapat disimpulkan bahwa kemampuan berhitung perkalian adalah kecakapan dalam mengerjakan hitungan untuk memperoleh hasil kali. perkalian. dan pembagian. Hamzah B Uno (2007 : 2) menjelaskan bahwa metode pembelajaran didefinisikan sebagai cara yang digunakan guru. kecakapan dan kekuatan untuk melakukan sesuatu (2005 : 546-547). alat. Teknik pembelajaran seringkali disamakan artinya dengan metode pembelajaran. atau keterampilan guru. Oleh karena itu. Pengertian Teknik Jarimatika Teknik adalah cara kongkret yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung. Contoh teknik mengajar: bertanya klasikal. ia dapat melakukannya dengan penjumlahan. sedangkan berhitung adalah mengerjakan hitungan. peserta didik. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sedangkan kemampuan diartikan kesanggupan. yang dalam . atau media yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan kegiatan peserta didik ke arah tujuan yang ingin dicapai. Secara singkat aritmetika atau berhitung adalah pengetahuan tentang bilangan. berhitung berasal dari kata dasar hitung yang artinya perihal membilang. Mulyono Abdurrahman (1999 : 278) berpendapat bahwa perkalian pada hakikatnya merupakan cara singkat dari penjumlahan. Teknik merupakan cara mengajar yang bersifat khusus sesuai dengan karakter materi pelajaran. ST Negoro dan B Harahap dalam Ensiklopedia Matematika (2003) mengungkapkan bahwa perkalian juga dapat didefinisikan sebagai berikut “jika a dan b bilangan-bilangan cacah. dapat. jika siswa tidak dapat melakukan operasi perkalian.

sedangkan teknik adalah cara yang digunakan ysng bersifat implementatif. dan aritmatika adalah keterampilan berhitung. Kurang)dengan menggunakan jari dan ruas jari-jari tangan.Tambah. Rumus Formasi Jarimatika 7 x 8 = (T1 + T2) + (B1 x B2) = (20 + 30 + (3 x 2) = 50 + 6 = 56 . Sedangkan Dwi Sunar Prasetyono (2008 : 28) menyatakan bahwa teknik jarimatika adalah suatu cara menghitung matematika dengan menggunakan alat bantu jari. Bagi. Jadi jarimatika adalah teknik berhitung dengan menggunakan jari-jari-tangan. Jari adalah jari-jari tangan kita. Menurut Septi Peni Wulandari (2008) jarimatika adalah suatu cara berhitung (operasi KaBaTaKu/ Kali. Disisi lain jarimatika terdengar akrab bagi orang Indonesia akan lebih mudah menangkap maksud bahwa jarimatika adalah menggunakan jari untuk matematika. metode yang dipilih oleh masing-masing guru adalah sama.menjalankan fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran lebih bersifat prosedural. Dengan perkataan lain. tetapi mereka menggunakan teknik yang berbeda. Bertolak dari pengertian di atas teknik jarimatika adalah suatu alat/cara yang digunakan dengan jari tangan untuk menghitung matematika.5. yaitu berisi tahapan tertentu. Jarimatika merupakan singkatan dari jari dan aritmatika. Formasi jarimatika perkalian Gambar 2.

Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas II SDN Manisharjo 01 Bendosari. Observasi langsung (direct observation) adalah observasi yang dilakukan tanpa perantara (secara langsung) terhadap objek yang diteliti. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data di atas meliputi observasi. Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas II SDN Manisharjo 01 Bendosari. Penelitian ini dilakukan dari bulan Februari 2010 sampai bulan Juni 2010. Penelitian ini meneliti penggunaan teknik Jarimatika untuk meningkatkan kemampuan berhitung perkalian. dan tes yang masing-masing diuraikan berikut ini : (1) Observasi yang dilakukan adalah observasi langsung. Sumber data yang digunakan merupakan sumber data primer karena peneliti memperoleh data langsung dari subyek penelitian. Sukoharjo. Sejalan dengan masalah dan tujuan penelitian sehingga penelitian ini mengunakan Penelitian Tindakan Kelas. Dokumen tersebut antara lain Kurikulum. Observasi dilakukan pada SDN Manisharjo 01 Bendosari.Rumus: (T1 + T2) + (B1 x B2) Keterangan: T1 T2 B1 B2 = jari tangan kanan yang ditutup (puluhan) = jari tangan kiri yang ditutup (puluhan) = jari tangan kanan yang dibuka (satuan) = jari tangan kiri yang dibuka (satuan) B. Variabel. Teknik Pengumpulan Data. Teknik Analisis Data. . 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Penelitian ini dilakukan di SDN Manisharjo 01 Bendosari. Sukoharjo. dokumen/perekman foto. Sukoharjo untuk mengetahui minat dan perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan teknik jarimatika. Sukoharjo. METODE PENELITIAN 1. (2) Kajian dilakukan pula pada arsip atau dokumen yang ada.

dan foto kegiatan belajar menggunakan teknik Jarimatika. (3) Pemberian tes dimaksudkan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan yang diperoleh siswa setelah kegiatan pembelajaran tindakan. . dan trianggulasi peneliti.hasil nilai ulangan siswa. Sukoharjo dalam menghitung perkalian serta minat siswa terhadap pembelajaran Matematika dalam perkalian bilangan. Teknik triangulasi ada 4 yaitu. RPP. Tes yang diberikan kepada siswa kelas II SDN Manisharjo 01 Bendosari. dan daftar nilai yang diberikan kepada siswa serta melalui perekaman saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan teknik jarimatika. trianggulasi data.(4) Perekaman dengan kamera foto sehingga memperjelas berbagai diskripsi berbagai situasi dan perilaku subyek yang diteliti. Adapun teknik yang digunakan dalam memeriksa validitas data dalam penelitian ini adalah dengan triangulasi data dan triangulasi teori. Trianggulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. yakni tes tertulis (soal-soal perkalian). (3) silabus. Informasi yang telah dikumpulkan oleh peneliti dan dijadikan data dalam penelitian harus diperiksa validitasnya sehingga data tersebut dapat dipertanggungjawabkan. (2) tes unjuk kerja siswa. trianggulasi teori. Selain itu data tersebut dapat dijadikan dasar yang kuat dalam menarik kesimpulan. Selain itu peneliti juga melakukan penilaian non tes yaitu dengan cara mengamati proses pembelajaran penjumlahan dan pengurangan yang berlangsung dengan menggunakan lembar observasi dan dihitung dari jumlah siswa yang menampakkan kesungguhan dalam mengikuti pelajaran. Validitas data merupakan kebenaran dari proses penelitian. Sedangkan trianggulasi teori yaitu dengan mengecek balik teknik dengan teori yang telah ada. Sukoharjo. Validitas data dipertanggungjawabkan dan dapat dijadikan sebagai dasar yang kuat dalam menarik kesimpulan. trianggulasi metode. (5) Analisis Dokumen dilakukan untuk mengetahui profil kemampuan siswa kelas II SDN Manisharjo 01 Bendosari. Trianggulasi data atau sumber yaitu dengan membandingkann dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang telah diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda yaitu: (1) pengamatan dari proses pembelajaran.

Hal ini tentunya mengakibatkan siswa belum sepenuhnya mampu menghitung perkalian dengan baik.33 % dari 15 siswa. yaitu nilai ratarata kelas mencapai 67.67 dan siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 sebanyak 5 siswa atau 33. Dari daftar nilai yang ada di lampiran dapat diketahui bahwa nilai siswa dalam Kemampuan Berhitung Perkalian pada pertemuan ke-1: Nilai evaluasi pertemuan ke 1 siklus I rata-rata rata-rata kelas mencapai 59. Dari daftar nilai dapat diketahui bahwa nilai Kemampuan Berhitung Perkalian pada pertemuan ke-1: .67 % dari 15 siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. karena siswa lebih becanda dan ramai. Kemampuan berhitung perkalian berjalan lebih baik apabila dibandingkan dengan pertemuan ke 1. siswa sudah menunjukkan antusias mengikuti pembelajaran. Siswa masih belum menguasai jarimatika secara maksimal. Data Nilai Kemampuan Berhitung Perkalian Siswa Kelas II Siklus I. a. Data Nilai Kemampuan Berhitung Perkalian Siswa Kelas II sebelum tindakan Berdasarkan hasil pengamatan selama proses pembelajaran. guru aktif dalam memberikan pengarahan kepada siswa. Selain itu. ada juga yang tidak serius mengikuti pembelajaran. Pada pertemuan ke 2 hasil yang diperoleh sudah menunjukkan perubahan yang cukup berarti.33 dan siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 sebanyak 7 siswa atau 46.C. Siswa juga aktif memperhatikan demonstrasi guru dan menjawab pertanyaan ketika guru melontarkan pertanyaan.67 % dari 15 siswa. sehingga nilai yang diperoleh siswa masih rendah. Proses pembelajaran belum menunjukkan kemampuan berhitung perkalian meningkat. Dari daftar nilai yang ada di lampiran dapat diketahui bahwa nilai Kemampuan Berhitung Perkalian pada pertemuan ke-2 : Bertolak dari pengamatan selama proses pembelajaran. b. karena nilai tes awal rata-rata kelas mencapai 50. 2.33 dan siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 sebanyak 9 siswa atau 66. Walaupun masih ada siswa yang menunjukkan sikap kurang semangat dalam mengikuti proses pembelajaran karena belum menguasai jarimatika. Daftar Nilai Kemampuan Berhitung Perkalian Siswa Kelas II Siklus II a.

Hasil yang diperoleh siswa sudah menunjukkan adanya peningkatan yang cukup berarti apabila dibandingkan dengan hasil yang diperoleh pada pertemuanpertemuan sebelumnya. Secara lebih rinci perkembangan kemampuan berhitung perkalian siswa kelas II SD Negeri Manisharjo 01 Bendosari. guru aktif dalam memberikan pengarahan kepada siswa.33 % 60. yaitu nilai rata-rata kelas mencapai 81. Dari daftar nilai dapat diketahui bahwa nilai Kemampuan Berhitung Perkalian pada pertemuan ke-2: Bertolak dari pengamatan selama proses pembelajaran.67 Ada peningkatan 33.00 % 100 % Ada peningkatan 5 siswa 9 siswa 15 siswa Prasiklus Siklus I Siklus II Keterangan Ada peningkatan Atau dapat digambarkan dalam bentuk grafik 4 sebagai berikut : .67 dan siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 sebanyak 15 siswa atau 100% dari 15 siswa. Sukoharjo dalam penelitian ini dapat disajikan pada tabel 11. Pada pertemuan ke 2 hasil yang diperoleh sudah menunjukkan perubahan yang cukup berarti. Tabel 11 Rekap Peningkatan Kemampuan berhitung perkalian Kelas V No Kriteria Jumlah siswa yang 1 mendapat nilai ≥ 70 Prosentase perkembangan 2 siswa yang mendapat nilai ≥ 70 3 Nilai rata-rata kelas 50. b.33 81. Siswa aktif memperhatikan presentasi guru dan menjawab pertanyaan ketika guru melontarkan pertanyaan. Walaupun masih ada siswa yang belum sepenuhnya bisa menggunakan jarimatika dalam berhitung. Yaitu dengan hasil rata-rata kelas mencapai 77. Kemampuan berhitung perkalian berjalan lebih baik apabila dibandingkan dengan pertemuan ke 1.33 dan siswa yang memperoleh nilai ≥70 sebanyak 9 siswa atau 77.33 % dari 15 siswa.67 67. siswa sudah menunjukkan kemampuan berhitung dengan jarimatika secara baik dan lancar.

33 dan mencapai optimal pada siklus ke II sebesar 81. pada tes awal yang baru mencapai 33.67. Dengan demikian dapat diambil simpulan bahwa penggunaan teknik Jarimatika dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang akhirnya mampu meningkatkan kemampuan berhitung siswa kelas II SD Negeri Manisharjo 01 Kecamatan Bendosari Kabupaten SukoharjoTahun Ajaran 2009/2010.00%. dan pada siklus II menjadi 100%. Dari tabel tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran dengan penggunaan teknik Jarimatika pada Siklus I dan Siklus II pada materi berhitung perkalian sudah memperlihatkan adanya peningkatan Kemampuan Berhitung Perkalian siswa kelas II SD Negeri Manisharjo 01 Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo Tahun Ajaran 2009/2010. SIMPULAN DAN SARAN 1. D. Sedangkan untuk ketuntasan belajar siswa menurut standar KKM yaitu 70. . Perkembangan Kemampuan Siswa secara umum. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam dua siklus dengan menerapkan penggunaan teknik jarimatika pada siswa kelas II SD Negeri Manisharjo 01.33% dapat meningkat pada siklus I menjadi 60. siklus I meningkat menjadi 67.Grafik Perkembangan Siswa Kelas II 250 200 150 100 50 0 prasiklus siklus I siklus II jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 prosentase perkembangan nilai rata rata Gambar 4.67. karena secara umum nilai rata-rata kelas maupun prosentase siswa yang mendapat nilai ≥7 sudah tercapai. dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Kemampuan berhitung perkalian pada siswa kelas II SD Negeri Manisharjo 01 meningkat yaitu terlihat dengan adanya peningkatan nilai rata-rata kelas yang pada tes awal dilakukan sebesar 50.

4. siswa lebih antusias dan aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. 2. Secara teori. Oleh karena itu. Karena peningkatan kualitas proses yang baik tentu akan diikuti oleh peningkatan pada kualitas hasil pembelajaran itu sendiri. Sesuai dengan observasi yang dilakukan. diketahui bahwa kemampuan menghitung perkalian siswa secara umum baik. Berpijak dari hasil penelitian ini. dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang dirumuskan telah terbukti kebenarannya. Teknik jarimatika dalam pembelajaran Matematika dapat menyebabkan proses pembelajaran menjadi lebih hidup. perlu adanya pengembangan dalam penelitian yang lain.Selain itu proses pembelajaran dengan penggunaan teknik jarimatika dapat menarik dan menyenangkan. 2. Teknik jarimatika dalam pembelajaran Matematika dapat meningkatkan keaktifan dan kreativitas siswa dalam menghitung soal perkalian. sehingga dapat meningkatkan kemampuan berhitung siswa. Teknik jarimatika dalam pembelajaran Matematika memudahkan siswa dalam memahami konsep perkalian dalam pelajaran Matematika. Bertolak dari uraian di atas. Dengan demikian pembelajaran Matematika materi perkalian menggunakan teknik jarimatika dapat meningkatkan kemampuan berhitung perkalian pada siswa kelas II SD Negeri Manisharjo 01 Bendosari. Pentingnya guru dalam menggunakan berbagai macam metode/ teknik pembelajaran dalam upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. . hal ini terbukti dengan adanya peningkatan hasil belajar yang tercermin pada setiap siklusnya. sehingga ditemukan metode atau teknik pembelajaran lain yang dapat meningkatkan proses dan hasil dalam pembelajaran dengan lebih baik. mempunyai kemampuan berhitung dengan jarimatika.Implikasi Berdasarkan hasil penelitian ini terbukti bahwa penerapan teknik jarimatika dapat meningkatkan kemampuan berhitung perkalian pada siswa kelas II SD Negeri Manisharjo 01. dan menyenangkan yang berakibat antusiasme siswa menjadi meningkat pula. proses pembelajaran sangat berpengaruh terhadap hasil yang dicapai oleh siswa. lebih perhatian dalam pembelajaran. Sukoharjo Tahun Ajaran 2009/2010. mempunyai kerja sama yang meningkat. 3. dan mempunyai sikap kompetitif positif yang lebih tinggi. Sehubungan dengan penelitian ini maka dikemukakan implikasi hasil penelitian sebagai berikut : 1.

maka dapat disampaikan saran-saran sebagai berikut: 1.3. siswa dapat memperoleh hasil belajar yang optimal. siswa tidak merasa bosan dalam proses pembelajaran yang pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa. 2. efektif dan menyenangkan. Dalam belajar. Siswa hendaknya dapat berperan aktif dalam proses pembelajaran. Sekolah senantiasa menyarankan kepada guru untuk menggunakan berbagai macam metode/ teknik pembelajaran yang tepat sesuai materi yang diajarkan. Bagi Sekolah Sekolah hendaknya bekerjasama dengan pihak lain (komite sekolah) untuk mengupayakan pengadaan media pembelajaran matematika. Sehingga. janganlah hanya menghafalkan tetapi cobalah untuk berlatih mengerjakannya. Bagi Guru Dalam melaksanakan pembelajaran matematika guru hendaknya dapat memanfaatkan dan memilih metode/ teknik pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan materi pembelajaran agar proses pembelajaran menjadi aktif. Sehingga dapat menunjang penanaman konsep-konsep matematika. Dengan demikian. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa khususnya dalam mata pelajaran Matematika. Selain itu dapat meningkatkan kemampuan berhitung siswa dan aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran. Bagi Siswa Siswa hendaknya dapat memanfaatkan media pembelajaran dan lingkungan sekitar yang ada untuk mempermudah dalam menyelesaikan permasalahan matematika yang dialami dalam kehidupan sehari-hari.Saran Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas tersebut. sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar sehingga memperoleh hasil belajar yang optimal. . 3.

Jakarta : Depdiknas Depdiknas. Surakarta : UNS FKIP Hamzah B Uno. DAFTAR PUSTAKA Darhim. 2008. Darmilah.wordpress.psb-psma.org/content/blog/pengertian-pendekatan-strategi-metode-tekniktaktik-dan-model-pembelajaran diakses 23 Maret 2010 http://smacepiring. Hal ini dimaksudkan agar peneliti lain mengkaji teori-teori yang berkaitan dengan penerapan metode/ teknik pembelajaran jarimatika sebagai salah satu alternatif meningkatkan kemampuan belajar siswa yang belum terdapat dalam penelitian ini. Yogyakarta : Bumi Aksara H. perlu diupayakan adanya penelitian lain. Yogyakarta : Diva Press _________. 2003. Pintar Jarimatika. 1992. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Memahami Jarimatika untuk Pemula.proz. 2005.4.id/viewer. Yogyakarta : Diva Press Erna Nurmaningsih. 2009. 2009. E.x. Jakarta : Balai Pustaka Dwi Sunar Prasetyono. Pendidikan Matematika 2. Undang – undang Sisdiknas Nomor 20. Untuk Peneliti Lanjut Sebagai tindak lanjut dari kegiatan penelitian ini. Surakarta : UNS Press http://www.ac.html#8346176 diakses 19 April 2010 . Peningkatan Kemampuan Menghitung Perkalian dan Pembagian melalui Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas II SD N I Bendo Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali Tahun Ajaran 2009/2010. diakses 19 April 2010 http://www. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Berhitung Matematika dengan Menggunakan Metode Jarimatika pada Siswa Kelas Dasar I SLB-A Dria Adi Semarang Tahun Ajaran 2008/2009. Surakarta : Universitas Terbuka.com/kudoz/english_to_indonesian/education_pedagogy/3692863numeracy. Model Pembelajaran.com/2008/03/10/beda-strategi-model-pendekatan-metodedan-teknik-pembelajaran/ diakses 23 Maret 2010 http://digilib. terutama pelajaran Matematika.petra. Surakarta : UNS FKIP Depdiknas.phb?submit. B. 2008. Sutopo. dkk.

org/wiki/Numeracy. ST Negoro & B.wikipedia. Ensiklopedia Matematika : Ghalia Indonesia. Surakarta : UNS FKIP . 2007.http://rumahlaili. Memahami Penelitian Kualitatif. 2003. diakses 7 Mei 2010 http://www.blogspot.com/topic/multiplication. Efektifitass Metode Jarimatika terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Kelas II SD Negeri Bulakrejo I Sukoharjo Tahun Ajaran 2008/2009. 2008. Jakarta : Rineka Cipta ________ & Cepi Safruddin Abdul Jabar. Jakarta : PT Rineka Cipta. 2008. Surakarta : FKIP UNS Suharsimi Arikunto.com/ability. 1999. 2009. Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Matrix dalam Jarimatika terhadap Kemampuan Berhitung Anak Berkesulitan Belajar Matematika Siswa Kelas II SD Negeri Kunden I Karanganom Klaten Tahun Ajaran 2008/2009. Surakarta: UNS FKIP Sarwiji Suwandi. 2008.aspx. Jakarta. Jakarta : Kawan Pustaka. Nindi Nurdita Hapsari. diakses 7 Mei 2010 Iskandar. dkk.thefreedictionary. Jarimatika.com/2009_12_01_archive.wikipedia.wikipedia. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Harahap. Psikologi Pendidikan.org/wiki/Multiplication. Surakarta : FKIP UNS Septi Peni Wulandani. Model – Model Pembelajaran Inovatif. Penelitian Tindakan Kelas dan Penulisan Karya Ilmiah.html diakses 23 Maret 2010 http://en. 2008. 2009. diakses 7 Mei 2010 http://id. Bandung : CV Alfabeta Sugiyanto.org/wiki/perkalian. Jakarta : Gaung Persada Mohammad Syaifudin. 2006. Evaluasi Program Pendidikan. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Sugiyono. 2008. Jakarta : Bumi Aksara Upik Tri Mulyani. diakses 19 April 2010 http://simple.encyclopedia. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. diakses7 Mei 2010 http://www. Mulyono Abdurrahman. Manajemen Berbasis Sekolah.