BAB 3 TATA NAMA SENYAWA DAN PERSAMAAN REAKSI KIMIA

A. RUMUS KIMIA DAN BILANGAN OKSIDASI B. TATA NAMA SENYAWA C. PERSAMAAN REAKSI

Atom adalah istilah satu partikel materi dari suatu unsur. Molekul adalah istilah satu partikel materi dari suatu senyawa . Partikel materi adalah bagian terkecil suatu materi yang masih memiliki sifat materi tersebut.PARTIKEL MATERI Materi dibangun oleh partikel-partikel partikelmateri.

Setiap atom dilambangkan dengan satu huruf besar. 2. lambangnya dibedakan dengan menambahkan satu huruf lain kecil. Nama unsur (Indonesia) Karbon Kalsium Klorin Tembaga Nama Latin Carbonium Calsium Chlorine Cuprum Lambang C Ca Cl Cu .LAMBANG UNSUR Cara pemberian lambang atom (Jöns Jakob Berzelius) 1. Unsur yang memiliki huruf awal yang sama. yaitu huruf awal dari nama Latin unsur.

2 = bi. 3 = tri. yaitu: 0 = nil. 6 = heks. Contoh: Ununhekssium Unsur nomor atom 116 = Ununhekssium . Nama didasarkan pada nomor atom unsur. 5 = pent. baik unsur logam maupun nonlogam.Khusus untuk unsur bernomor atom di atas 100 digunakan aturan penamaan dan pemberian lambang menurut IUPAC. 8 = okt. 9 = enn. Nama unsur berakhir dengan ±ium. 4 = quad. 1 = un. sebagai berikut: 1. 7 = sept. 2.

Mg = magnesium. Contoh: Al = Aluminium. Rumus Kimia zat menyatakan jenis dan jumlah atom sebenarnya yang menyusun zat tersebut dengan komposisi tertentu. . Rumus kimia unsur = terdiri atas satu atom (monoatomik) sama dengan lambang unsur tersebut. dinyatakan oleh angka indeks.RUMUS KIMIA 1. C = Karbon.

H2. Contoh: O2. I2. O3. CO2. Cl2. N2. Contoh: H2O. C2H6. Rumus molekul = rumus yang menyatakan jenis dan jumlah atom yang membentuk molekul senyawa. . F2. S8.RUMUS KIMIA Rumus molekul unsur = rumus yang menyatakan golongan atom-atom yang atomsama yang membentuk molekul. CO. H2SO4. P3.

Rumus Molekul Senyawa Menyatakan jumlah dan jenis atom yang berbeda yang membentuk molekul. Senyawa Karbondioksida Air Amonia Rumus Jumlah atom molekul CO2 3 atom (1 atom C dan 2 atom O) H2 O 3 atom (2 atom H dan 1 atom O) NH3 4 atom (1 atom N dan 3 atom H) .

Rumus Empiris Rumus yang menyatakan perbandingan paling sederhana dari jumlah atom penyusun suatu molekul Contoh rumus empiris glukosa (C6H12O6) adalah CH2O .

. positif jika nilai keelektronegatifan atom tersebut lebih kecil.Bilangan Oksidasi Banyaknya elektron yang dilepas atau diterima dalam pembentukan suatu molekul atau ion Bilangan oksidasi antara dua atom yang berikatan yang satu positif dan yang lain negatif.

b. H2. Unsur bebas biloksnya nol. Contoh: Be. dan S8. Biloks H umumnya +1. Cl2.biloksnya -1 atau pada H2 biloksnya 0 .Penetapan Bilangan Oksidasi (bo) a. c. kecuali ion hidrida H. Logam biloks positif dengan harga sesuai dengan nomor golongannya kecuali untuk golongan logam transisi yang memiliki lebih dari satu bilangan oksidasi. P4. C.

Biloks O umumnya -2. Contoh: H2O = (2 x biloks H) + (1 x biloks O) = (2 x (+1)) + (1 x (-2)) = 2 ± 2 = 0 (- . Contoh: Fe3+ biloksnya +3. Jumlah biloks unsur-sunsur oembentuk unsursenyawa netral sama dengan nol. e.Penetapan Bilangan Oksidasi (bo) d. f. Biloks ion sesuai dengan muatannya. kecuali pada OF2 biloksnya +2 dan pada KO2 biloksnya -1/2.

TATA NAMA SENYAWA Biner Poliatom Asam dan Basa .

di. penta. . dst). nitrogen(II) oksida. tri. diberi nama dengan menggabungkan nama logam dan nonlogam yang ditambah ida. tetra. dengan cara menggabungkan nama nonlogam biloks posistif dan nama nonlogam biloks negatif ditambah akhiran ida yang masing-masing diawali masingbilangan (dalam bahasa latin: mono.Tata Nama Senyawa Biner Senyawa garam ( logam dan nonlogam). Contoh NO. Senyawa kovalen (NL dan NL). Contoh NaCl (natrium klorida).

Contoh: kalium sulfat (K2SO4) .Tata Nama Senyawa Poliatom Senyawa garam diberi nama dengan menggabungkan nama kation dan anionnya.

meliputi lambang dan rumus.PERSAMAAN REAKSI Persamaan yang menggambarkan terjadinya suatu reaksi kimia. p = koefisien reaksi zat A. C dan D sebagai hasil reaksi. dan s = koefisien reaksi zat D. serta tanda panah yang menunjukkan terjadinya reaksi. . r = koefisien reaksi zat C. ZatZat-zat yang bereaksi (reaktan) terletak di sebalah kiri tanda panah ZatZat-zat hasil reaksi (produk) terletak disebelah kanan tanda panah pA + qB rC + sD Keterangan: A dan B sebagai pereaksi. q = koefisien reaksi zat B.

‡ Jumlah atom pereaksi sama dengan jumlah atom hasil reaksi. ‡ Dasar penyetaraan reaksi adalah hukum kekekalan massa (jumlah massa sebelum reaksi sama dengan jumlah massa sesudah reaksi). ‡ Contoh: Cl2(g) + KOH(aq) KCl(q) + KClO2(aq) + H2O(l) Disetarakan menjadi 2Cl2(g) + 4KOH(aq) 3KCl(aq) + KClO2(aq) + 2H2O(l) .Penyetaraan Pen Persamaan Reaksi Kimia ‡ Penyetaraan persamaan reaksi kimia dilakukan dengan menyetarakan koefisien reaksi setiap zat.

PETA KONSEP .