PRAKTIKUM I PENGENALAN ALAT DAN BAHAN

TANGGAL PRAKTIKUM : SENIN, 19 APRIL 2010 PEMBIMBING : IBU TITA SUSANTI

Kultur jaringan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk membuat bagian tanaman (akar, tunas, jaringan tumbuh tanaman) tumbuh menjadi tanaman utuh (sempurna) dikondisi invitro (di dalam gelas/botol). Keuntungan dati kultur jaringan lebih hemat tempat, hemat waktu, dan tanaman yang diperbanyak dengan kultur jaringan mempunyai sifat sama atau seragam dengan induknya. Contoh tanaman yang sudah lazim diperbanyak secara kultur jaringan adalah tanaman anggrek. Pada pelaksanaan kultur jaringan, terdapat banyak bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan. Setiap tahapan proses kultur jaringan memerlukan peralatan dan bahan yang berbeda. Peralatan ini akan digunakan dalam pembuatan media, persiapan eksplan (inisiasi), penanaman (inokulasi), inkubasi dan aklimatisasi.

I.

PERALATAN DAN BAHAN A. Peralatan yang dibutuhkan untuk melaksanakan kultur jaringan :

1. Alat Pembuatan Media 2. Alat Persiapan Eksplan (Inisiasi) 3. Alat Penanaman (Inokulasi) 4. Alat Inkubasi 5.Alat Aklimatisasi

Masing-masing peralatan mempunyai fungsi tersendiri. Adapun fungsi masing-masing peralatan yang digunakan : 1. Alat Pembuatan Media NO 1. ALAT Gelas becker/piala FUNGSI Untuk menuangkan atau mempersiapkan bahan

2000ml. Plastik dan karet tahan panas 2. ALAT Botol kultur Scalpel Gunting FUNGSI Tempat untuk mengkulturkan atau menanam eksplan. 100ml. Untuk mensterilkan semua peralatan dan media 9. Untuk penutup pada botol kultur dan sebagai pengikat plastik dengan botol kultur. Untuk menimbang bahan kimia yang diperlukan dalam pembuatan media kultur. Tempat memasak media. Alat Penyiapan Eksplan (Inisiasi) NO 1. Ukuran gelas piala bervariasi. 2. Untuk pemanas saat memasak media.kimia dan air aquades dalam pembuatan media. Autoklaf kultur yang dipakai dalam kegiatan kultur jaringan. Untuk mengaduk media saat persiapan dan saat pemanasan. Pipet Timbangan Untuk mengambil cairan. Untuk mengambil bahan kimia yang diperlukan dalam pembuatan media kultur. 2. Botol kultur Tempat untuk mengkulturkan atau menanam eksplan. Spatula 5. 3. 3. 300ml. Untuk mengukur pH media ketika membuat media. 7. Indicator pH/ lakmus 6. Sendok kaca Panci Kompor 11. 10. 1000ml. Untuk pemotongan eksplan Untuk memotong eksplan . 4. 8.

3. 4. 5. Pinset Spatula Untuk mengambil eksplan. Petridish penanaman sehingga peralatan tersebut tetap steril. Air conditioner (AC) Untuk menjaga suhu ruangan agar tetap stabil sesuai dengan kondisi suhu untuk kultur jaringan. Untuk mengetahui suhu ruangan 3. Alat Penanaman (Inokulasi) NO ALAT FUNGSI Untuk menanam eksplan ke dalam botol dalam 1. Timer listrik Termometer suhu ruangan . Untuk memberikan penerangan dan cahaya bagi pertumbuhan tanaman. Bunsen seperti alat-alat diseksi ketika melakukan mengambil eksplan berupa biji/plb 4. Untuk menggarang/membakar alat-alat kultur. Alat Inkubasi NO ALAT FUNGSI Tempat untuk menyimpan botol-botol berisi 1. 5. Lampu 4. Untuk anggrek. Rak kultur eksplan hasil inokulasi dan mengoptimalkan pemanfaatan ruangan yang ada. 2. Untuk mengatur waktu penyinaran pada tanaman kultur. Laminar air flow/enkas kondisi steril atau melakukan sub kultur yang dilengkapi dengan blower dan lampu UV. Tempat untuk memotong-motong eksplan yang akan di tanam dalam botol kultur.3. 2.

Bahan penanaman (Inokulasi) 4. B. 6. Untuk mengaduk larutan fungisida dan 2. Bahan persiapan dan sterilisasi Eksplan 3. Gelas becker/piala Pinset Timbangan Pengaduk kaca Pot try Kertas koran bakterisida. Untuk mengeluarkan plantlet dari botol kultur. Bahan yang digunakan dalam praktek kultur jaringan antara lain: Bahan yang digunakan dalam proses kultur jaringan berbeda satu sama lain tergantung dari proses yang akan dilakuakan. diantaranya : 1. Bahan aklimatisasi Gambar peralatan dan bahan kultur jaringan . Alas untuk mengeringkan tanaman yang sudah di rendam.5. Tempat perendaman plantlet dengan fungisida dan bakterisida. 7. Untuk menimbang fungisida dan bakterisida. Tempat menanam plantlet. Alat Aklimatisasi NO 1. Bahan untuk membuat media MS praktis 2. 5. 3. Setiap tahap tersebut membutuhkan bahan tersendiri. 4. Ember ALAT FUNGSI Untuk tempat plantlet yang telah dikeluarkan dari botol yang akan dicuci.

Alat-alat kultur jaringan yang perlu disterilisasi sebelum penanaman adalah.Adapun bahan yang digunakan dalam pelaksanaan praktek kultur jaringan. Kertas saring. Oleh karena itu untuk bladenya dianjurkan cara sterilisasi dengan pencelupan dalam alkohol atau larutan kaporit. antara lain : NO media ms Persiapan eksplan 1 2 Media MS jadi Eksplan Alcohol Aquadest Tanaman Air JENIS BAHAN dan sterilisasi inokulasi aklimatisasi bahan kimia untuk Air pembuatan media 3 4 5 hyponex Gula Agar Fungisida Bakterisida HgCl2 Betadin eksplan - Fungisida Bakterisida Media arang) (pakis. Alatalat logam dan gelas dapat disterilkan dalam autoklaf. Dengan autoklaf sederhana ini . gagangnya dapat disterilkan dengan pemanasan namun pisaunya dapat menjadi tumpul bila dipanaskan dalam temperatur tinggi. Autoklaf yang sederhana menggunakan sumber uap dari pemanasan air yang ditambahkan kedalam autoklaf. Petridish. 6 7 air - Pemutih pakaian alkohol - - II. Alat tanam seperti: pinset dan gunting dapat juga disterilkan dengan pembakaran atau dengan pemanasan dalam bacticinerator khusus untuk scapel. STERILISASI ALAT DAN BAHAN Alat-alat yang dipakai dalam penanaman dalam kultur jaringan harus dalam keadaan steril. Pinset. Pemanasan air dapat menggunakan kompor atau api bunsen. Pipet Autoklaf Autoklaf yang dapat digunakan ada bermacam-macam mulai dari yang sederhana sampai yang Programable. Gagang scapel. Gunting. Jarum. Botol-botol kosong.

Untuk bahan-bahan kultur jaringan (kuljar) yang heat-labile Untuk bahan-bahan kultur jaringan (kuljar) yang heat-labile. Ca-panthothenate dan antibiotik: carbenocillin. sterilisasi dilakukan dengan menyaring larutan melalui filter yang mempunyai ukuran pori 0. Volume yang lebih besar membutuhkan tekanan yang lebih tinggi dengan waktu yang lebih lama. Untuk media kultur Untuk media kultur jaringan (kuljar) yang tidak mengandung bahan-bahan yang Heat-labile. Tetapi autoklaf ini mempunyai keuntungan: sederhana. Bahan yang heat labile seperti: GA3. Media dan Aquades Media dan aquadest yang akan digunakan dalam kultur jaringan (kuljar)juga disterilisasikan dalam autoklaf. sterilisasi C. harga relatif murah. setelah waktu sterilisasi yang diinginkan sudah tercapai.tekanan dan temperatur diatur dengan jumlah panas dari api. autoklaf tidak boleh diturunkan tekanannya secara mendadak. .5rdilakukan dengan autoklaf pada temperatur 121 psi dengan waktu antara 20-25 menit tergantung dari volume wadah dan volume media. dalam bentuk larutan. Bila tekanan diturunkan mendadak. serta lebih cepat dari autoklaf listrik yang seukuran dan setaraf. Dalam sterilisasi aquadest dan media. Untuk volume larutan 10 ml. Waktu sterilisasi sama dengan waktu untuk sterilisasi alat-alat yaitu 1 jam pada tekanan 17.20-0.22 dm. cairan didalamnya mendidih dan meluap (Bubbled up). sterilisasi dilakukan tekanan 15 psi dengan waktu 20 menit. Kelemahan autoklaf ini adalah bahwa perlu penjagaan dan pengaturan panas selama masa sterilisasi dilakukan secara manual. tekanan antara 15-17. tidak tergantung dari aliran listrik yang sering merupakan problema untuk negara-negara yang sedang berkembang. dipergunakan filter yang dipasang di ujung jarum suntik. Thiamin-HCI.5 psi. Untuk aquadest sebaiknya dimasukkan dalam wadah kecil misalnya Erlenmeyer 250 ml dengan isi maksimum 100 ml. Untuk 15 ml media dalam tabung reaksi atau botol kecil berukuran 75ml. agar sterilisasi lebih efektif. Diameter filter bermacam-macam tergantung dari volume larutan yang ingin disterilkan.

Enkas Sebelum digunakan enkas kultur jaringan harus disterilisasi dengan menggunakan hand sprayer berisi spirtus atau campuran formalin 10% dan alkohol 70% dengan perbandingan 1:1.rtemperatur 160 Setelah disterilisasi dapat langsung digunakan. karena uap formalin dapat terhembus kearah dada sipenabur sehingga berbahaya bagi kesehatannya. . permukaan tempat kerja dari laminar air flow cabinet dilap dengan kapas yang telah dicelup dalam 70% alkohol atau dalam larutan kaporit. Setelah enkas tersebut disemprot kemudian dibiarkan terlebih dahulu kurang lebih lebih 10 menit. " Sebelum mulai bekerja. Sebab.Botol-botol/tabung reaksi/erlenmeyer Botol-botol/tabung reaksi/erlenmeyer yang dipergunakan sebagai wadah kultur jaringan biasanya disterilisasi dalam oven. Ada juga tipe laminar air flow cabinet yang dilengkapi dengan lampu ultra violet. lampu ultra violet dinyalakan selama beberapa waktu antara 1-2 jam untuk mematikan kontaminan dipermukaan tempat kerja. "penggunaan formalin tidak dibenarkan sama sekali. bila enkas yang baru disemprot tersebut langsung digunakan. Botol-botol yang sudah dicuci bersih dimasukkan dalam oven dan dipanaskan selama 4 jam pada C. Maka formalin yang belum kering bila terkena api spirtus dapat meledak sehingga memecahkan enkas. baru kemudian boleh digunakan. Laminar air flow cabinet harus dijaga sebersih mungkin. mulut botol harus ditutup dengan aluminium foil. Setelah bekerja. Laminar Penggunaaan formalin dalam laminar air flow dalam kultur jaringan. Bila botol akan disimpan untuk beberapa lama maka sewaktu sterilisasi. permukaan tempat kerja dibersihkan dengan alkohol 70% atau dengan lampu ultra violet selama 1-2 jam. Strerilisasi pada laminar air flow yang dibenarkan adalah dengan spirtus atau alkohol 70%. Sebelum kerja.

pengeceran. . Adapun penjelasan dari masing-masing ruangan yaitu sebagai berikut: a. Selain ketiga ruangan tersebut. Sebagaitempat pencucian : kotoran bahan dari lapangan. sterilisasi.III. ruang pentimpanan (inkubasi). ber AC dan punya pintu penghubung antara ruangan yang satu dengan yang lainnya. Ruang transfer Ruang transfer dimana pekerjaan aseptic dimulai y y y Dalam ruangan ini dilakukan kegiatan isolasi bagian tanaman. dan penanaman eksplan dalam media. Ruangan ini sedapat mungkin bebas debu dan serangga dan ruangan ini tersekat. RUANGAN YANG ADA DALAM KULTUR JARINGAN Ruangan yang dibutuhkan dalam proses kultur jaringan pada dasarnya di bagi 3 kelompok. yaitu ruang persiapan (preparasi). ruang penanaman (inikulasi). Gambar dalam ruang persiapan b. y Tempat penyimpanan alat-alat kultur jaringan. penuangan kedalam wadah kultur dan sterilisasi. pembuangan dan pemotongan bagian yang tidak diperlukan dan sebagai perlakuan awal untuk menghindari kontaminasi. Pintu penghubung harus selalu tertutup. ada beberapa rungan yang biasanya ada di laboratorium kultur jaringan tergantung dari kebutuhan. Ruang persiapan y y Untuk mempersiapkan media kultur dan bahan tanaman : penimbangan.

Termometer suhu ruangan Untuk mengetahui suhu ruangan d. Lampu Untuk memberikan penerangan dan cahaya bagi pertumbuhan tanaman. Timer listrik Untuk mengatur waktu penyinaran pada tanaman kultur jaringan. Gambar ruang inkubasi Alat Rak kultur Tempat berisi untuk eksplan Fungsi menyimpan hasil botol-botol dan inokulasi mengoptimalkan yang ada.c. Ruang kultur atau inkubasi Ruangan ini merupakan ruangan penyimpanan hasil inisiasi eksplan. Air conditioner (AC) pemanfaatan ruangan Untuk menjaga suhu ruangan agar tetap stabil sesuai dengan kondisi suhu untuk kultur jaringan. Ruang penyimpanan bahan kimia .

Ruangan ini digunakan untuk menyipan bahan-bahan kimia yang akan digunakan untuk kultur jaringan. Ruang penyimpanan bahan kimia .