2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM

HEMOPOIESIS

STEP 1
1. HEMOPOIESIS
Suatu proses kompleks yg saling berkaitan dlm proses pembentukan
sel2 darah.
Proses produksi dan proses perkembangan sel darah.
Terjadi proses proliferasi(proses penggandaan),
maturasi(pematangan), diferensiasi(proses perubahan bentuk,
sifat/fungsi).

2. DONOR DARAH
Proses penyumbangan darah secara sukarela dan sesuai syarat dan
ketentuannya.

3. FISIOLOGI DARAH
Ilmu yg mempelajari ttg struktur dan fungsi darah di dlm tubuh secara
normal

STEP 2
HEMOPOIESIS (proses pembentukan darah)

STEP 3
1. Pengertian darah?
Cairan yg mengalir dan ada di dlm pembuluh darah yg terdiri dr
plasma dan sel darah, mngandung elektrolit

2. Bahan pembentuk darah?
Asam folat & vit B12
Besi(Fe)
Vit C, B
Mg, Cu, Co
Asam amino

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM

(. afrina)

3. Fungsi darah?
a. Sbg transportasi utk mengedarkan makanan, O2, C02 dr jaringan
ke paru2
b. Imunologi
c. Mngatur keseimbangan asam basa dlm tubuh
d. Mngatur suhu tbuh
e. Mngangkut hormone dan air
4. Kelainan darah?
1. Anemia
2. Hemofili
3. Thalasemia
4. Polisitemia
5. Leukimia
6. Leukopeni
7. Leukositosis

(eritrosit, leukosit, trombosit)

5. Sebutkan dan jelaskan macam2 sel darah beserta gambarnya?
a. Eritrosit : sel darah merah, tdk pnya inti dan mengandung Hb
b. Trombosit : keping darah
c. Leukosit : sel darah putih

6. Bgmna proses pmbntukan darah?
Fase : embrio, lahir - dewasa
*embrio : - 3-4 bln di kantong kuning telur(yolk sac)
- 5-10 bln berkembang di organ(hepar, limpa), sum2
tulang, semua tulang
*lahir - dewasa : brkembang di sum2 tulng (inti sum2 tlng)
-> Ploripoten : - sel induk myeloid (Basofil, Eosinofil, Eritrosit,
Neutrofil, Monosit, Megakariosit-> trombosit)
- Sel induk lymphoid (Lim T, Lim B)
Smua sel2 yg sudah usang akan di rombak di hati -> bilirubin

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM

7. Dimana proses pmbentukan darah?
Eritrosit : di sum2 merah di tulang pipih, hati / limpa
Leukosit : di sum2 tulang
Trombosit : di sum2 tulang

8. Apa saja komponen penyusun darah?
a. Plasma darah cairang brwarna kuning, 55% dari darah
b. Sel darah 45% dari darah
c. Stroma
d. Faktor pertumbuhan hematopoietin

9. Jumlah / kadar normal darah?
Eritrosit: Laki2(4,2-5,5 juta / mm3)
Prmpuan (3,2-5,2 juta / mm3)
Leukosit : 4000-11000 / mm3
Trombosit : 150ribu -400 ribu / mm3
10. Karakteristik darah secara umum?
a. Vol darah 7-8 % dr seluruh berat badan
b. Trdapat di pmbuluh darah
c. pH 7,35 - 7,45
eritrosit : wrnanya merah, bntuk bikonkav, 99% dr jmlh sel darah,
lama hidup 120 hr, dg Hb utk mengangkut O2 dan CO2
leukosit : tdk brwrna, 0,4 % dr jmlh sel darah, 4-5 hr, ada 2 mcam
(granulosit < Basofil, Eosinofil, Neutrofil = 50-60%> dan agranulosit
<Monosit, Limfosit>),
trombosit : 0,6% dr jmlh sel darah, 7-10 hr, berperan dlm pembekuan
darah

11. Factor yg mempengaruhi pmbentukan darah?
a. Suhu tubuh (trgantung pada suhu tubuh kita), pd suhu tubuh yg
rendah maka vol darah akan brtambah
b. Ketersediaan O2


2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
STEP 4
Maping















STEP 5
Learning Issues
1. Pengertian darah?
2. Bahan pembentuk darah?
3. Fungsi darah?
4. Kelainan darah?
5. Sebutkan dan jelaskan macam2 sel darah beserta gambarnya?
6. Bgmna proses pmbntukan darah?
7. Dimana proses pmbentukan darah?
8. Apa saja komponen penyusun darah?
nLMCÞCIL5I5
Sel uarah
1empat 1er[ad|
Þerkembangan
Þembentukan
LrlLroslL LeukoslL 1romboslL
AaranuloslL CranuloslL
Loslnofll 8asofll neuLrofll LlmfoslL
?olk sac
Peparţ llen
sumsum
Lulana
Iaktor yang
Mempengaruh|
kelalnan
merupakan
MonoslL
1erdlrl aLas

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
9. Jumlah / kadar normal darah?
10. Karakteristik darah secara umum?
11. Factor yg mempengaruhi pmbentukan darah?

STEP 6
Independent Learning


STEP 7
1. Pengertian darah?
Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas dua bagian yaitu plasma
darah dan sel darah. Sel darah terdiri dari tiga jenis yaitu trombosit,
leukosit dan eritrosit. (Evelyn C. Pearce, 2006)
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/107/jtptunimus-gdl-fajarmardh-
5335-1-bab1.pdf
Darah merupakan gabungan dari cairan, sel-sel dan partikel yang
menyerupai sel, yang mengalir dalam arteri, kapiler dan vena; yang
mengirimkan oksigen dan zat-zat gizi ke Jaringan dan membawa
karbondioksida serta hasil limbah lainnya.
http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&catid=15:pe
mrosesan-sinyal&id=84:sel-darah&option=com_content&Itemid=15

2. Bahan pembentuk darah?
a. Plasma
Plasma dibentuk dari:
Air (91 %),
Protein (8%):
O albumin: 4,5 gr, untuk menjaga tekanan osmotik kolloid.
O Globulin, proLeln vana membenLuk aammaalobulln: 2,5 gr,
dibedakan menjadi: d (50-300 mg), ß (sedikit), y (1-1,5 mg)
semua antibodi yang melindungi tubuh adalah globulin.
O Fibrinogen: 0,3 gr, untuk koagulasi darah
Fungsi protein plasma:
menjaga tekanan osmotik koloid,

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
air dengan protein (terutama albumin) albumin akan
menarik air air akan diikat oleh albumin sehingga air
tidak dapat merembes keluar pembuluh darah tidak
kolaps (air punya tekanan hidrostatik, sehingga
cenderung keluar dari pembuluh darah)
buffer,
mengandung faktor-faktor koagulasi untuk proses
hemostatis, terdapat immune globulin yang penting
didalam proses immune mechanism.
Regulasi (cara semua organ dan sitem tubuh bekerja sama
secara efisian)
Produksi protein plasma tergantung jumlah asam amino
dalam darah. Harus ada asam amino karena asam amino
merupakan bahan dasar pembentukan protein plasma (asam
amino yang diabsorbsi dari saluran cerna akan dibawa ke
hepar untuk sintesis atau pembentukan protein plasma).
Bila asam amino menurun jumlahnya, padahal kebutuhan
untuk protein jaringan meningkat, maka protein plasma akan
dipecah menjadi asam amino melalui mekanisme imbisi
intoto pada RES sehingga kebutuhan jaringan akan
terpenuhi. Dapat dikatakan bahwa protein plasma merupakan
tempat penyimpanan protein yang labil dan merupakan
sumber asam amino yang cepat tersedia.
Bila asam amino dalam darah banyak, produksi protein
plasma tidak meningkat. Kelebihan asam amino akan
disimpan oleh hepar dalam bentuk glikogen (asam amino
mengalami glukoneogenesis menjadi glikogen)
Konsentrasi normal asam amino dalam darah: 35-65 mg/dl
mineral, 0,9 % (Anorganik: Na, K, Ca, Mg, Cl, SO
4,
PO
4,
Fe, Co,
Cu, Zn, I)
sisanya diisi oleh sejumlah bahan organik:
glukosa, laktat, piruvat
lipid: lemak, lesitin, kolesterol (beda?)
NPN: asam amino, urea, asam urat, kreatin, kreatinin,
garam, amonia

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
Enzim, vitamin, hormon, pigmen, antigen.
Gas: oksigen dan karbon dioksida
b. Sel darah:
1) Eritrosit:
Air, 62-72 %
Bahan padat:
95 % Hemoglobulin
5 % Protein, Lipid (Fosfolipid, kolesterol), vitamin,
glukosa, enzim (cholin esterase, phosphatase, carbonic
anhidrase, peptidase), mineral (Na, K, Mg, Cl, S
,
PO
4
)
2) Leukosit

3) Trombosit

Sumber:
Fisiologi darah, dr. Tjitra Wardani, FK Unair, 2003.
Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Evelyn C. Pearce, 2009,
Gramedia.

3. Fungsi darah?
a. Bekerja sebagai sistem transport dari tubuh, mengantarkan semua
bahan kimia, oksigen, dan zat makanan yang diperlukan untuk
tubuh supaya fungsi normalnya dapat dijalankan, dan
menyingkirkan karbon dioksida dan hasil buangan lain (sel darah
merah).
Gas pernapasan: O
2
dan CO
2

Nutrisi, hormon, elektrolit.
metabolit
b. proteksi
kelompok leukosit, complement, antibodi
penghasilan antibodi yaitu sel limfosit bertindak melalui
beberapa cara yaitu menyelaput bakteria dan memudahkan
fagosit menelannya, melarutkan lapisan luar, bakteria dan
menetralkan toksin yang dihasilkan oleh bakteria.

clotting (koagulasi)
platelet dan fibrinogen dalam darah akan membeku.

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
Untuk menghasilkan penggumpalan, maka diperlukan 4 faktor:
1) Garam kalsium yang dalam keadaan normal ada dalam darah,
2) Sel yang terluka yang membebaskan trombokinase
3) Trombin yang terbentuk dari protrombin bila ada
trombokinase, dan
4) Fibrin yang terbentuk dari fibrinogen disamping trombin.
Rumus:
Protrombin + Kalsium + trombokinase = trombin
Trombin + fibrinogen = fibrin
Fibrin + sel darah = koagulan
proses fagositosis
sel darah putih menyediakan banyak bahan pelindung dan
karena gerakan fagositosis (penelanan dan pencernaan bakteria
oleh benda asing oleh sel darah putih seperti neutrofil dan
monosit) dari beberapa sel maka melindungi tubuh terhadap
bakteri.
Sebagai hasil kerja fagositik dari sel darah putih, peradangan
dapat dihentikan sama sekali. Bila kegiatannya tidak dapat
berhasil dengan sempurna, maka dapat terbentuk nanah. Nanah
berisi "jenazah¨ dari kawan dan lawan fagosit yang terbunuh
dalam perjuangannya melawan kuman yang menyerbu masuk
(sel nanah). Sambil pertempuran berlangsung, kalau sel darah
putih dapat mengalahkan organisme penyerbu, maka semua
bekas kerusakan, bakteri-bakteri baik yang hidup maupun yang
mati, sel nanah dan jaringan yang meleleh, akan disingkirkan
oleh granulosit yang sehat yang bekerja sebagai fagosit.

c. Plasma membagi protein yang diperlukan untuk pembentukan
jaringan, menyegarkan cairan jaringan karena melalui cairan ini
semua sel tubuh menerima makanannya. Dan merupakan
kendaraan untuk mengangkut bahan buangan ke berbagai organ
exkrotik untuk dibuang.
d. homeostatis
keseimbangan asam basa
pengatur suhu

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
Semua jaringan memerlukan persediaan darah yang memadai, yang
tergantung kepada tekanan darah arteri normal yang dipertahankan.
Dalam sikap rebahan, tekanan darah dalam tubuh adalah merata.
Tetapi dalam sikap duduk dan berdiri, darah yang ke otak harus
dipompa ke atas.
Khususnya otak, memerlukan persediaan darah yang mencukupi dan
teratur. Bila otak tidak menerima darah selama lebih dari 3 sampai 4
menit, maka akan terjadi perubahan-perubahan yang tidak dapat pulih
kembali, dan beberapa sel otak akan mati. Demikianlah pada waktu
jantung berhenti karena sesuatu sebab, perlu diberikan pertolongan
yang segera agar jantung bergerak kembali.

Fisiologi darah, dr. Tjitra Wardani, FK Unair, 2003.
Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Evelyn C. Pearce, 2009,
Gramedia.
http://www.slideshare.net/adzmierz/darah-manusia

4. Kelainan darah?
1. Anemia / Penyakit Kurang Darah
Anemia adalah suatu kondisi di mana tubuh kita kekurangan darah
akibat kurangnya kandungan hemoglobin dalam darah. Akibatnya
tubuh akan kekurangan oksigen dan berasa lemas karena
hemoglobin bertugas mengikat oksigen untuk disebarkan ke seluruh
badan.
2. Hemofili / Hemofilia / Penyakit Darah Sulit Beku
Hemofilia adalah suatu penyakit atau kelainan pada darah yang
sukar membeku jika terjadi luka. Hemofili merupakan penyakit
turunan.
Hipertensi / Penyakit Darah Tinggi
Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang diakibatkan oleh
adanya penyempitan pembuluh darah dengan sistolis sekitar 140-

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
200 mmHg serta tekanan diastolisis kurang lebih antara 90-110
mmHg.
4. Hipotensi / Penyakit Darah Rendah
Hipotensi adalah tekanan darah rendah dengan tekanan sistolis di
bawah 100 mmHg (milimeter Hydrargyrum / mili meter air
raksa)(Hydrargyrum = air raksa).
5. Varises / Penyakit Otot Nimbul
Varises adalah pelebaran pada pembuluh vena yang membuat
pembuluh dasar membesar dan terlihat secara kasat mata yang
umumnya terdapat pada bagian lipatan betis.
6. Penyakit Kuning Bayi
Penyakit kuning pada anak bayi adalah kelainan akibat adanya
gangguan kerusakan sel-sel darah oleh aglutinin sang ibu.
7. Sklerosis
Sklerosis adalah penyakit kelainan pada pembuluh nadi sistem
transportasi yang menjadi keras.
8. Miokarditis
Miokarditis adalah suatu kelainan akibat terjadinya radang pada otot
jantung.
9. Trombus / Embolus
Trombus adalah kelainan yang terdapat pada jantung yang
disebabkan oleh adanya gumpalan di dalam nadi tajuk.
10. Leukimia / Penyakit Kanker Darah
Leukimia adalah penyakit yang mengakibatkan produksi sel darah
putih tidak terkontrol pada sistem transportasi.

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
http://organisasi.org/jenis-macam-kelainan-penyakit-sistem-
transportasi-darah-pada-tubuh-manusia

Beberapa contoh gangguan atau kelainan darah yang diakibatkan
faktor turunan atau pola hidup salah oleh banyak orang dalam
kehidupan sehari-hari, antara lain anemia (kurang darah), hipertensi,
hipotensi (darah rendah), varises (otot timbul), sklerosis (kelainan
pembuluh nadi), serta masih banyak lagi.

Beragam penyakit akibat kelainan darah antara lain thalassemia,
hemophilia, leukimia, dan idiopatik trombositopenia purpura (ITP).
http://www.pdpersi.co.id/?show=detailnews&kode=4902&tbl=cakrawa
la

Kelainan Pada Eritrosit
Anemia Karena Kelainan Pada Sel Darah Merah
DEFINISI

Penghancuran sel darah merah bisa terjadi karena:
- sel darah merah memiliki kelainan bentuk
- sel darah merah memiliki selaput yang lemah dan mudah robek
- kekurangan enzim yang diperlukan supaya bisa berfungsi
sebagaimana mestinya dan enzim yang menjaga kelenturan sehingga
memungkinkan sel darah merah mengalir melalui pembuluh darah
yang sempit.
Kelainan sel darah merah tersebut terjadi pada penyakit keturunan tertentu.
Anemia Megaloblastik
Adalah anemia dimana sel eritrosit muda di dalam sumsum tulang
memperlihatkan abnormalitas yang khas yaitu pematangan inti terlambat
dibandingkan pematangan sitoplasma.
Anemia ini terjadi sebagai akibat berkurangnya atau tidak adanya faktor
intrinsik di dalam lambung.
Faktor intrinsik yang dimaksud adalah faktor yang diperlukan untuk
penyerapan faktor vit B12 dalam usus akibatnya terajid defisiensi vit B12
dan menimbulkan gangguan dari traktus gastrointestinal lalu timbul kelainan
hematologis.

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
Sebab terjadinya Anemia Megaloblastik:
- Defisiensi vit B12
- Defisiensi folat
- Abnormalitas metabolisme vit B12 atau folat
- Cacat lain dari sintesis DNA contohnya definisi enzim kongenital

Anemia Aplastik
Anemia Aplastik adalah suatu keadaan dimana jaringan sumsum tulang
diganti oleh jaringan lemak. Akibarnya terjadilah pansitopenia atau turunnya
jumlah semua jenis sel-sel darah (anemia, lekopenia dan trombopenia).
sediaan sumsum tulang; jaringan aktif pembentuk sel darah digantikan
dengan jaringan lemak yang tidak terwarnai.
Anemia Hemolitik
Definisi : Anemia yang disebabkan karena meningkatnya kecepatan
destruksi eritrosit.
Umur Eritrosit : Umur eritrosit rata-rata 120 hari. Pada anemia hemolitik
eritrosit hanya bertahan untuk beberapa hari.
Penyebab : Anemia hemolitik dapat disebabkan oleh 2 faktor yang berbeda
yaitu faktor intrinsik & faktor ekstrinsik.
Faktor Intrinsik :
Yaitu kelainan yang terjadi pada sel eritrosit. Kelainan karena faktor ini
dibagi menjadi tiga macam yaitu:
1. Karena kekurangan bahan baku pembuat eritrosit
2. Karena kelainan eritrosit yang bersifat kongenital contohnya thalasemia &
sferosis kongenital
3. Abnormalitas dari enzim dalam eritrosit
Faktor Ekstrinsik :
Yaitu kelainan yang terjadi karena hal-hal diluar eritrosit.
1. Akibat reaksi non imumitas : karena bahan kimia / obat
2. Akibat reaksi imunitas : karena eritrosit yang dibunuh oleh antibodi yang
dibentuk oleh tubuh sendiri.
Tanda-tanda proses hemolisis : Penghancuran eritrosit yang berlebihan
akan menunjukan tanda-tanda yang khas yaitu:

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
1. Perubahan metabolisme bilirubin dan urobilin yang merupakan hasil
pemecahan eritrosit. Peningkatan zat tersebut akan dapat terlihat pada hasil
ekskresi yaitu urin dan feses.
2. Hemoglobinemia : adanya hemoglobin dalam plasma yang seharusnya
tidak ada karena hemoglobin terikat pada eritrosit.
Pemecahan eritrosit yang berlebihan akan membuat hemoglobin dilepaskan
kedalam plasma. Jumlah hemoglobin yang tidak dapat diakomodasi
seluruhnya oleh sistem keseimbangan darah akan menyebabkan
hemoglobinemia.
3. Masa hidup eritrosit memendek karena penghancuran yang berlebih.
4. Retikulositosis : produksi eritrosit yang meningkat sebagai kompensasi
banyaknya eritrosit yang hancur sehingga sel muda seperti retikulosit
banyak ditemukan.

SFEROSITOSIS HEREDITER.

Sferositosis Herediter adalah penyakit keturunan dimana sel darah
merah berbentuk bulat.

Sel darah merah yang bentuknya berubah dan kaku terperangkap dan
dihancurkan dalam limpa, menyebabkan anemia dan pembesaran
limpa.
Anemia biasanya ringan, tetapi bisa semakin berat jika terjadi infeksi.

Sferositosis

Jika penyakit ini berat, bisa terjadi:
- sakit kuning (jaundice)
- anemia
- pembesaran hati
- pembentukan batu empedu.

Pada dewasa muda, penyakit ini sering dikelirukan sebagai hepatitis.

Bisa terjadi kelainan bentuk tulang, seperti tulang tengkorak yang
berbentuk seperti menara dan kelebihan jari tangan dan kaki.

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM

Biasanya tidak diperlukan pengobatan, tetapi anemia yang berat
mungkin memerlukan tindakan pengangkatan limpa.
Tindakan ini tidak memperbaiki bentuk sel darah merah, tetapi
mengurangi jumlah sel yang dihancurkan dan karena itu memperbaiki
anemia.


ELIPTOSITOSIS HEREDITER.

Eliptositosis Herediter adalah penyakit yang jarang terjadi, dimana sel
darah merah berbentuk oval atau elips.

Sel darah merah berbentuk elips

Penyaki ini kadang menyebabkan anemia ringan, tetapi tidak
memerlukan pengobatan.
Pada anemia yang berat mungkin perlu dilakukan pengangkatan limpa.


KEKURANGN G6PD

Kekurangan G6PD adalah suatu penyakit dimana enzim G6PD (glukosa
6 fosfat dehidrogenase) hilang dari selaput sel darah merah.

Enzim G6PD membantu mengolah glukosa (gula sederhana yang
merupakan sumber energi utama untuk sel darah merah) dan
membantu menghasilkan glutation (mencegah pecahnya sel).
Penyakit keturunan ini hampir selalu menyerang pria.

Beberapa penderita yang mengalami kekurangan enzim G6PD tidak
pernah menderita anemia.

Hal-hal yang bisa memicu penghancuran sel darah merah, yaitu:
- demam
- infeksi virus atau bakteri
- krisis diabetes

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
- bahan tertentu (misalnya aspirin, vitamin K dan kacang merah)
bisa menyebabkan anemia.
Anemia bisa dicegah dengan menghindari hal-hal tersebut.
sumber : Apotik online dan media informasi obat - penyakit :: m e d i c a s t
o r e . c o m

Thalassemia adalah penyakit keturunan kelainan darah yang serimg
terjadi terutama di daerah Sumatera Selatan
Frequensi 10-12 %( Artinya bila ada 100 orang maka sekitar 10-12
orang di Sumatera Selatan adalah pembawa sifat
Thalassemia beta), sedangkan untuk Indonesia adalah sekitar 3%.
l 1.Thalassemia d : Kekurangan atau tidak adanya sintesa Globin d.
l 2.Thalassemia ß: Kekurangan atau tidak adanya sintesa globin ß.
l Pada Orang Normal maka Jumlah Globin d dan Globin ß adalah
Sama, sehingga kombinasi stoichiometrik membentuk tetramer
hemoglobin yang benar.
http://www.gamatluxor.com/download/thalassemia.pdf,
(By: Dr. Liniyanti D. Oswari, MSc., KADnetP)

Kelainan pada leukosit:
a. Leukositosis: penambahan jumlah keseluruhan leukosit dalam darah,
yaitu kalau penambahannnya melampaui 10.000 butir per milimeter
kubik.
b. Leukopenia: berkurangnya sel darah putih sampai 5.000 atau kurang.
c. Limfositisosis: penambahan jumlah limfosit
d. Agranulositosis: penurunan jumlah granulosit atau sel
polimorfonuklear secara menyolok.
Hemoglobinuria
Hemogloninuria adalah keadaan dimana hemoglobin diekskresi ke dalam
urin.
Hemoglobinuria terjadi karena proses hemolisis intravaskuler (pemecahan
eritrosit di dalam pembuluh darah). Hemolisis tersebut menyebabkan
pembebasan Hb kedalam plasma, menyebabkan hemoglobinuria dan
membuat warna yang abnormal pada urine dari merah, coklat sampai
kehitaman.

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
Pada hemolisis kronis biasanya tidak terjadi hemoglobinuria karena
hemoglobin yang dibebaskan segera ditangkap oleh sistem
retikuloendotelial.

Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Evelyn C. Pearce, 2009,
Gramedia.
ANUAN ERITROSIT
Anemia: jumlah kurang dari normal
Polisitemia: jumlah eritrosit yang terlalu banyak
Anemia bukan diagnosa, tetapi cerminan perubahan patofisiologik
Gejala anemia: pucat, tachikardi, bising jantung, angina, iskemia miokard,
dispnea, kelelahan

MACAM ANEMIA (KLASIFIKASI MORFOLOIK)
Anemia normokromik normositik ÷ warna normal (Hb), bentuk normal
Causa: kehilangan darah akut, hemolisis, penyakit kronis (infeksi, gangguan
endokrin, gangguan ginjal, kegagalan sumsum tulang, metastase pd
sumsum tulang)
Anemia normokromik makrositik ÷ warna normal (Hb), bentuk besar
Penyebab : defisiensi vit B12, asam folat, kemoterapi kanker
Anemia hipokromik mikrositik: warna kurang (Hb), bentuk kecil
Causa: defisiensi besi, sideroblastik (siderosit: eritosit muda pada sumsum
tulang), kehilangan darah banyak, thalasemia (gangguan sintesa globin)
Peningkatan hilangnya eritrosit
Perdarahan ÷ trauma, ulkus, polip, keganasan, hemoroid, menstruasi
Penghancuran eritrosit (hemolisis) ÷ anemia sel sabit, thalasemia
(gangguan sintesis globin), sferositosis (gangguan membran eritrosit),
defisiensi enzim (G6PD, piruvatkinase), transfusi, malaria, hipersplenisme,
luka bakar, katup jantung buatan

angguan produksi eritrosit (diseritropoiesis)
Keganasan: metatastik, leukemia, limfoma, meiloma multiple, reaksi obat,
zat kimia toksik, radiasi
Penyakit kronis: ginjal, hati, infeksi, defisiensi endokrin, defisiensi vit B12,
asam folat, vit C, besi

ANEMIA APLASTIK
Anemia aplastik ÷ gangguan pada sel induk di sumsum tulang, produksi sel-
nya tidak mencukupi
Mengancam jiwa
Causa: kongenital, idiopatik, virus
Pansitopenia

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
Eritrosit normokromik normositik
Gejala:
Anemia: lelah, lemah, nafas pendek
Trombositopenia: ekimosis dan petekie (perdarahan dibawah kulit),
epistaksis (mimisan), perdarahan saluran cerna, kemih dan kelamin, sistem
saraf
Lekopenia: kerentanan dan keparahan infeksi (bakteri, virus dan jamur)
Pengobatan:
Transplantasi sumsum tulang

ANEMIA DEFISIENSI BESI
Morfologis: mikrositik hipokromik
Causa: menstruasi, hamil, asupan besi kurang, vegetarian, gangguan
absorbsi (gastrektomi), perdarahan (polip, neoplasma, gastritis, varises
esofagus, hemoroid)
Gejala: anemi, rambut halus dan rapuh, kuku tipis, rata, mudah patah dan
berbentuk seperti sendok (koilonikia), atropi papila lidah, stomatitis
Pengobatan: asupan besi, menghilangkan causa

ANEMIA MEALOBLASTIK
Morfologis: makrositik normokromik
Causa: defisiensi vitamin B12, asam folat, malnutrisi, malabsorbsi, infeksi
parasit (cacing), penyakit usus, keganasan
Sumber asam folat: daging, hati, sayuran hijau
Gejala: anemia, glositis (lidah meradang dan nyeri), diare, anoreksia
Pengobatan: asupan asam folat

ANEMIA SEL SABIT
Causa: hemoglobinopati (kelainan struktur) ÷ penyakit genetik autosom
resesif
Anemia hemolitik kongenital
Gejala: anemia, infark (penyumbatan),daktilitis (radang tangan, kaki),
takikardi, bising, kardiomegali, dekom kordis, stroke, icterus, kolelitiasis
Pengobatan: pencegahan dan simtomatis

POLISITEMIA
Polisitemia ÷ kelebihan eritrosit
Polisitemia primer atau vera adalah gangguan meiloproliferatif ÷ yaitu sel
induk pluripoten abnormal
Polisitemia skunder terjadi jika volume plasma di dalam sirkulasi berkurang
(mengalami hemokonsentrasi) tetapi volume total eritrosit didalam sirkulasi
normal.

REFERENSI

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
O PrIce, WIIson (zoo=), PuLoIIsIoIogI, Konsep KIInIs Proses-Proses PenvukIL,
JukurLu: EGC, edIsI 6


5. Sebutkan dan jelaskan macam2 sel darah beserta gambarnya?


















a. Eritrosit
1, Sel darah merah (eritrosit).

Merupakan sel yang paling banyak dibandingkan dengan 2 sel
lainnya, dalam keadaan normal mencapai hampir separuh dari
volume darah. Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
memungkinkan sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru
dan mengantarkannya ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen dipakai
untuk membentuk energi bagi sel-sel, dengan bahan limbah berupa
karbon dioksida, yang akan diangkut oleh sel darah merah dari
jaringan dan kembali ke paru-paru.

b. Leukosit

















Jumlahnya lebih sedikit, dengan perbandingan sekitar 1 sel darah
putih untuk setiap 660 sel darah merah. Terdapat 5 jenis utama dari

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
sel darah putih yang bekerja sama untuk membangun mekanisme
utama tubuh dalam melawan infeksi, termasuk menghasilkan antibodi.
- eutrofil, juga disebut granulosit karena berisi enzim yang
mengandung granul-granul, jumlahnya paling banyak. Neutrofil
membantu melindungi tubuh melawan infeksi bakteri dan jamur dan
mencerna benda asing sisa-sisa peradangan. Ada 2 jenis neutrofil,
yaitu neutrofil berbentuk pita (imatur, belum matang) dan neutrofil
bersegmen (matur, matang).
- Limfosit memiliki 2 jenis utama, yaitu limfosit T (memberikan
perlindungan terhadap infeksi virus dan bisa menemukan dan merusak
beberapa sel kanker) dan limfosit B (membentuk sel-sel yang
menghasilkan antibodi atau sel plasma).
- Monosit mencerna sel-sel yang mati atau yang rusak dan
memberikan perlawanan imunologis terhadap berbagai organisme
penyebab infeksi.
- Eosinofil membunuh parasit, merusak sel-sel kanker dan berperan
dalam respon alergi.
- Basofil juga berperan dalam respon alergi.

c. Trombosit













Merupakan paritikel yang menyerupai sel, dengan ukuran lebih kecil
daripada sel darah merah atau sel darah putih. Sebagai bagian dari
mekanisme perlindungan darah untuk menghentikan perdarahan,
trombosit berkumpul dapa daerah yang mengalami perdarahan dan
mengalami pengaktivan. Setelah mengalami pengaktivan, trombosit

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
akan melekat satu sama lain dan menggumpal untuk membentuk
sumbatan yang membantu menutup pembuluh darah dan
menghentikan perdarahan. Pada saat yang sama, trombosit
melepaskan bahan yang membantu mempermudah pembekuan.
6. Bgmna proses pmbntukan darah?























Hematopoiesis pada manusia terdiri atas beberapa periode :
1. Mesoblastik
Dari embrio umur 2 - 10 minggu. Terjadi di dalam yolk sac. Yang dihasilkan
adalah HbG1, HbG2, dan Hb Portland.
2. Hepatik

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
Dimulai sejak embrio umur 6 minggu terjadi di hati Sedangkan pada limpa
terjadi pada umur 12 minggu dengan produksi yang lebih sedikit dari hati.
Disini menghasilkan Hb.
3. Mieloid
Dimulai pada usia kehamilan 20 minggu terjadi di dalam sumsum tulang,
kelenjar limfonodi, dan timus. Di sumsum tulang, hematopoiesis
berlangsung seumur hidup terutama menghasilkan HbA, granulosit, dan
trombosit. Pada kelenjar limfonodi terutama sel-sel limfosit, sedangkan pada
timus yaitu limfosit, terutama limfosit T.
Beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembentukan sel darah di
antaranya adalah asam amino, vitamin, mineral, hormone, ketersediaan
oksigen, transfusi darah, dan faktor- faktor perangsang hematopoietik.

Fisiologi darah, dr. Tjitra Wardani, FK Unair, 2003.

Konsep Hematopoiesis
emopoiesis adalah proses pembuatan darah. Sebagaimana diketahui,
darah terbagi atas :
O Bagian yang terbentuk (formed elements). Terdiri atas sel-sel darah
merah (eritrosit), sel-sel darah putih (leukosit), dan keping-keping
darah (trombosit) yang bentuknya dapat dilihat dengan mikroskop.
O Bagian yang tidak terbentuk. Plasma yang terdiri atas molekul-molekul
air, protein-protein, lemak, karbohidrat, vitamin-vitamin, enzim-enzim
dan sebagainya, yang larut dalam plasma.
%iga komponen yang berperan penting pada hemopoiesis, yaitu:
O ompartemen sel-sel darah merah terdiri atas:
Sel Induk Pluripoten (SIP)
Menurut teori unitarian, sel-sel darah berasal dari satu sel induk pluripoten.
Sel-sel ini jumlahnya sedikit, namun mempunyai kemampuan besar
berfloriferasi berkali-kali sesuai kebutuhan.
Pengenalan SIP ini diplopori oleh Till dan Mc Culloch pada tahun 1960-an
dengan penelitiannya yang menggunsksn teknologi pembiakan in-vivo pada
tikus. Merreka menamankan SIP itu sebagai CFU-S (ollony Forming Unit
Spelen). Selanjutnya Dexter pada dekade berikutnya mengembangjkan
suatu media pembiakan yang baik untuk pembiakan in-vitro dari SIP ini.
Media ini mengaitkan juga pentingnya LMH sedemikian sehingga CFU-S inin

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
dapat hidup lebih lama dan dinamakan Long Term Culture Initiatibng Cells
(LTC-IC). Dalam media Dexter terdapat sel-sel lingkungan mikro yang
menghasilkan stimulator-stimulator pertumbuhan homepoiesis yang
disebut emopoetic Growth Factors(HGF) atau juga olony Stimulating
factors (CSF) yang dapat menstimulasi koloni-koloni sel-sel bakal darah
untuk terus berploriferasi dan berdiferensiasi sesuai jalur turunnya
(lineage)nya. Dengan majunya ilmu imunologi ditemukan teknologi
hibridoma yang memungkinkan kita membuat antibodi monoklonal
(Monoclonal Antibody) (MoAb) dalam jumlah banyak; kemudian
dikembangkan penemuan-penemuan petanda-petanda imunologis di
permukaan sel-sel darah yang dinamai menurut sistem CD (luster of
Differentiation). Petanda-petanda ini dapat dideteksi dengan MoAb dan
dengan teknik imunohistokimia atau flow cytometry.
Sel Bakal %erkait %ugas (SB%%) atau Comitted progenitor
Hemopoetic Cells
Dengan stimulasi faktor pertumbuhan yang berasal dari LMH yang
dinamakan faktor sel induk (Stem ell Factor = SCF), SIP dapat
berdeferensiasi menjadi sel-sel bakal darah yang terkait tugas (SBTT) yang
terkait pada tugas menurunkan turunan-turunan sel-sel darah merah, yaitu
jalur-jalur turunan mieloid dan makrofag disebut colony forming unit
granulocyte, erythrocyte, magakaryocute, monocyte (CFU-GEMM) dan jalur
turunan limfosit. CFU-GEMM ini distimulasi oleh GEMM-CSF untuk
berdiferensiasi menjadi CFU-G, CFU-M, CFU-Meg dan CFU-E. Seterusnya
CFU-G distimulasi G-CSF; GM-CSF dapat menstimulasi CFU-G dan CFU-MK
menjadi sel-sel yang lebih tua (matur).
Sel-sel Darah Dewasa
Subkompartemen ini terdiri atas golongan granulosit (eosinofil, basofil,
neutrofil), golongan-golongan monosit/makrofag, trombosit, eritrosit, dan
limfosit B dan T.
O ompartemen lingkungan mikro hemopoetik
Di sumsum tulang sel-sel darah berada berbaur dengan jaringan lain yang
terdiri atas kumpulan macam-macam sel dan matriks yang disebut stroma
dari sumsum tulang. Stroma terdiri atas bermacam subkompartemen yaitu
fibroblas, adiposit, matriks ekstraseluler, monosit, makrofag dan sel-sel
darah yang lain. CSF yang merangsang pertumbuhan granulocyte disebut G-
CSF, sedangkan yang monosit dan makrofag disebut M-CSF. Stroma yang
terdiri atas fibroblas, monosit, makrofag, endotel, dsb disebut juga sebagai
lingkunagn mikro hemopoetik (LMH). Jadi jaringan LMH ini seakan-akan
merupakan tanah yang menhidupi sel-sel induk dan sel-sel bakal yang
dianggap sebagai benih di persemaian. Kalau stroma atau LMH ini rusak
atau defisien maka pertumbuhan sel-sel darah akan terganggu (hipoplastik

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
sampai aplastik). Awalnya sel-sel bakal darah melekat pada LMH melalui
suatu molekul adhesi yang diproduksi oleh stroma, kemudian melalui
interaksi antar sel matriks sel bakal dirangsang untuk berdiferensiasi dan
berfungsi seperti yang sudah direncanakan.
O ompartemen FPH (factor pertumbuhan hemopoetik) disebut
juga HGF (hemopoetik growth factor)
FPH adalah senyawa-senyawa yang dapat menstimulasi proliferasi,
diferensiasi dan aktifasi fungsional dari sel-sel bakal darah. FPH diproduksi
oleh stroma. Normalnya FPH hanya didapatkan dalam keadaan yang sedikit
di dalam darah. Awalnya orang membuat FPH dari sel-sel stroma yang
dibiakkan. Senyawa-senyawa FPH mempunyai tiga sifat biologis, yaitu :
Pleiotrofi artinya satu FPH dapat menstimulasi beberapa sel-sel bakal;
misalnya; IL-3 dapat menstimulasi CFU-G maupun CFU-E dan CFU-Meg
meskipun dalam derajat yang berbeda.
Redundansi artinya satu sel bakal dapat distimulasi oleh dua FPH,
misalnya; CFU-E dapat distimulasi oleh IL-3 maupun oleh E-CSF meskipun
dalam derajat yang berbeda.
Transmodulasi reseptor artinya reseptor sel bakal A dapat pula berfungsi
sebagai reseptor sel bakal B.
%eori hematopoiesis:
O onophyletic %heory (umum), bahwa seluruh sel - sel darah
dihasilkan dari satu sel induk (hemocytoblast).
Secara umum perkembangan sel darah dapat diklasifikasikan menjadi tiga
kategori:
1. Pluripontial stem cell.
Atas dasar pemeriksaan kariotipe yang canggih (kromosom), semua sel
darah berasal dari satu sel induk pluripotensial dengan kemampuan
bermitosis. Sel induk berdiferensiasi menjadi sel induk limfoid dan sel induk
myeloid yang menjadi sel progenitor. Diferensiasi terjadi pada keadaan
terdapat factor perangsang koloni, seperti eritropoietin untuk pembentukkan
eritrosit dan G-CSF untuk pembentukkan leukosit. Sel progenitor
mengadakan diferensiasi melalui satu jalan. Melalui serangkaian pembelahan
dan pematangan, sel-sel ini menjadi sel dewasa tertentu yang beredar
dalam darah. Sel induk sumsum dalam keadaan normal terus mengganti sel
yang mati dan member respons terhadap perubahan akut seperti
perdarahan atau infeksi dengan berdiferensiasi mejadi sel tertentu yang
dibutuhkan.

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
Pembentukan Sel Darah
Pada sumsum tulang terdapat sel-sel yang disebut sel stem hemopoietik
pluripoten, yang merupakan asal dari seluruh sel-sel dalam sirkulasi darah.
Karena sel-sel darah ini diproduksi terus-menerus sepanjang hidup
seseorang, maka ada bagian dari sel-sel ini masih tepat seperti sel-sel
pluripoten asalnya dan disimpan dalam sumsum tulang guna
mempertahankan suplainya, walaupun jumlahnya berkurnag sesuai dengan
usia. Namun sebagian besar dari sel-sel stem yang direproduksi akan
berdiferensiasi untuk membentuk sel-sel lain. Asal sel yang paling mula
tidak dapat dikenali sebagai suatu sel yang berbeda dari sel stem pluripoten,
walaupun sel-sel ini telah membentuk suatu jalur sel khusus yang disebut
sel-stem committed.
Berbagai sel-stem committed bila ditumbuhkan dalam biakkan, akan
menghasilkan koloni tipe sel darah yang spesifik. Suatu sel-stem committed
yang menghasilkan eritrosit disebut unit pembentuk koloni eritrosit, dan
singkatan CFU-E digunakan untuk menandai jenis sel stem ini. Dmeikian
pula uni yang membentuk koloni granulosit dan monosit disingkat dengan
CFU-GM, dan seterusnya.
Pertumbuhan dan reproduksiberbagai sel stem diatur oleh bermacam-
macam protein yang disebut penginduksi pertumbuhan. Penginduksi
pertumbuhan akan memicu pertumbuhan tetapi tidak membedakan sel-sel.
Membedakan sel-sel adalah fungsi dari rangkaian protein yang lain, yang
disebut penginduksi diferensiasi. Masing-masing dari protein ini akan
menghasilkan satu tipe sel stem untuk berdiferensiasi sebanyak satu
langkah atau lebih menuju tipe akhir pada sel darah dewasa.
Pembentukkan penginduksi pertumbuhan dan penginduksi diferensiasi itu
sendiri dikendalikan oleh factor-faktor di luar sumsum tulang. Sebagai
contoh, pada sel darah merah, kontak tubuh dengan oksigen yang rendah
selama waktu yang lama akan mengakibatkan induksi pertumbuhan,
diferensiasi, dan prodksi eritrosit dalam jumlah yang sangat meningkat.
Pada sel draah putih, penyakit infeksi akan menyebabkan pertumbuhan,
diferensiasi, dan akhirnya pembentukkan sel darah putih tipe spesifik yang
diperlukan untuk memberantas infeksi.
%ahap-tahap Diferensiasi Sel darah erah
Sel pertama yang dapat dikenali sebagai bagian dari rangkaian sel darah
merah adalah proeritroblas dengan rangsangan yang sesuai, maka dari sel-
sel stem CFU-E dapat dibentuk banyak sekali sel ini. Sekali proeritroblas
terbentuk maka ia akan membelah beberapa kali sampai akhirnya terbentuk

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
banyak sel darah merah yang matur. Sel-sel generasi pertama ini disebut
basofir eritroblas sebab dapat dipulas dengan zat warna basa; pada saat ini
sel mengumpulkan sedikit sekali hemoglobin. Pada generasi berikutnya sel
sudah dipenuhi oleh hemoglobin dengan konsenstrasi sekitar 34%, maka
nucleus memadat menjadi kecil dan sisa akhirnya terdorong dari sel. Pada
saat yang sama RE diabsorbsi. Pada tahap ini sel disebut retikulosit karena
masih mengandung sedikit bahan basofilik yaitu terdiri dari sisa-sisa
aparautus golgi, mitokondria, dan sedikit organel sitoplamik lainnya. Selama
tahap retikulosit sel-sel berjalan dari sumsum tulang masuk ke dalam kapiler
darah dengan cara diapedesis (terperas melalui pori-pori membrane
kapiler). Bahan basofilik yang tersisa dalam retikulosit normalnya akan
menghilang dalam waktu 1-2 hari dan sel kemudian menjadi eritrosit matur.
Karena waktu hidup eritrosit ini pendek maka konsentrasinya di antara
seluruh sel darah merah dalam keadaan normal kurang dari 1%.
Definisi Hematopoiesis. Komponen-Komponen Darah. Konsep Hematopoiesis
Setiap proses penyembuhan luka akan teriadi melalui 3 tahapan yang dinamis, saling terkait dan
berkesinambungan serta tergantung pada tipe/ienis dan deraiat luka. Sehubungan dengan adanya
perubahan morIologik, tahapan penyembuhan luka terdiri dari:
1. ase inIlamasi. Eksudasi; menghentikan perdahan dan mempersiapkan tempat luka
meniadi bersih dari benda asing atau kuman sebelum dimulai proses penyembuhan.
2. ase proliIerasi/granulasi; pembentukan iaringan granulasi untuk menutup deIek atau
cedera pada iaringan yang luka.
3. ase maturasi/deIerensiasi; memoles iaringan penyembuhan yang telah terbentuk
meniadi lebih matang dan Iungsional.

Hematopoiesis merupakan proses pembentukan komponen sel darah,
dimana terjadi proliferasi, maturasi dan diferensiasi sel yang terjadi secara
serentak.
Proliferasi sel menyebabkan peningkatan atau pelipatgandaan jumlah sel,
dari satu sel hematopoietik pluripotent menghasilkan sejumlah sel darah.
Maturasi merupakan proses pematangan sel darah, sedangkan diferensiasi
menyebabkan beberapa sel darah yang terbentuk memiliki sifat khusus yang
berbeda-beda.

HEMOPOIESIS PRENATAL
1. Stadium Mesoblastik.
Tampak kelompok2 pada "yolk sac¨ dan jaringan mesenkim embrional smpai minggu ke

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
10 kehamilan.
Bagian dalam mengalami hematogen, eritrosit yang awal sekali (eritrosit primitif)
Bagian luar mengalami maturasi (pematangan sel-sel eritrosit) ± minggu ke 3-10
2. Stadium Hepatik. Merupakan kelanjutan dari ibu hamil ±1,5 bulan.


Keterangan :
· Minggu ke 6 : Mesenkim >>> parenkim kasar, dst sampai bayi lahir.
· Pada bulan ke 4, lien, hepar, kelenjar limfe & sumsum tulang sudah memproduksi
darah
· Ketika sudah dilahirkan, yang berperan dalam pembentukan darah : kelenjar limfe,
sumsum tulang.



HEMATOPOIESIS POSTNATAL
Hematopoiesis moduler, dimulai dari kelahiran normal sumsum tulang aktif
membentuk sel.
Organ yang Berperan:
1. Sumsum Tulang (Born Marrow)
a. Sumsum merah, aktif hematopoiesis
b. Kuning = aktif (Sel endotel, retikulum, lemak)
Sel endotel Eritrosit

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
#etikulum Granulosit

2. Kelenjar Getah Bening (Nodulus Limfaticus) Jarinagn Limfa Limfosit

3. Lien, fungsi :
a. Proliferasi Limfosit
b. Destruksi limfosit yag tak terpakai

4. Gaster / Lambung
Menyediakan faktor-faktor intrinsik (Vit. B12)
membantu pematangan sel darah
Asam lambung mempermudah absorbsi Fe di dalam darah.

5. Hepar
· Perombakan pigmen empedu
· Depo Vit. B12
· Detosifikasi
· Proses Pembentukan Darah

6. Enteropoietin
Hormon yang terdapat di dalam ginjal sehingga segala penyakit ginjal terlebih
yang berat akan berpengaruh terhadap hormon enteropoietin. Bila hormon ini
berkurang, eritrosit juga berkurang meskipun di temapt-tempat produksi yang lain
masih baik, tapi karena hormon tersebut diproduksi di ginjal jadi tetap akan
berkurang.

7. Kelenjar Endokrin
Mampu mempengaruhi perkembangan & pertumb. Eritrosit
· Menstimulasi eritropoiesis : tipoid
· Hormon Esterogen : bersifat menghambat makin bayak makin berkurang
proses pembentukan eritrosit

8. Nutrisi
makanan (KH, protein, lemak, vitamin, mineral, molekul, as. folat, dll)Untuk
maturasi/pematangan sel

9. #ES (#etikulo Endotelia System)

Þroses pembenLukan darah dlmulal oleh sel plurlpoLenslalţ sel lnl kemudlan membelah
men[adl 3 selţ dlmana sel perLama akan berkembana men[adl sel lnduk plurlpoLenslalţ

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
sel kedua berkembana men[adl sel llmfoslLţ sedanakan sel vana keLlaa membelah laalţ
ada vana men[adl sel erlLroslLţ Lrombosllţ neuLrofllţ monoslLţ euslnofllţ dan
basofllŦ8anvak fakLor vana mempenaaruhl pembenLukan selŴsel darahţ seperLl zaL beslţ
vlLamln 8ţ asam folaLţ dll
Baxter C: %he normal healing process. In. New Directions in Wound Healing. Wound care
manual; ebruary 1990. Princeton, NJ: E.R. Squlbb & Sons, Inc; 1990.

4rris P1 and alt RA. eds: ford %etbook of Surgerv. Sec. 1 Wound healing. New York-
OxIord-Tokyo OxIord University Press: 1995.

$ab4 Z. et al.. eds: Surgical %echnologv-International III. Universal Medical Press Inc.

7. Dimana proses pmbentukan darah?
a. Eritrosit:
Prenatal:
Trimester I: yolk sac
Trimester II: hepar dan lien
Trimester III: semua sumsum tulang
Setelah lahir hingga usia 5 tahun: pada semua sumsum tulang
> 5 tahun: sumsum tulang panjang mulai tidak produksi, tetapi
sumsum tulang pipih tetap berproduksi
> 20 tahun: sumsum tulang panjang sudah tidak berproduksi
(kecuali pada bagian atas humerus dan femus), sumsum tulang
pipih (costa, sternum, dan vertebra) tetap berproduksi.
Tempat produksi eritropoietin:
Ginjal, 80-90%: glomerulus dan tubulus

Hepar, 10-20%

Eritosit dibentukl setiap hari, jari eritropoietin juga harus ada
dalam sirkulasi setiap hari.
Pada orang yang tinggal di daerah pegunungan, jumlah eritrosit
dalam darah sangat tinggi, karena pada daerah ketinggian
atmosfernya rendah oksigen, sehingga jumlah eritrosit yang

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
beredar harus ditingkatkan supaya kebutuhan jaringan
terpenuhi.
b. Leukosit
Terbentuk dalam sumsum tulang merah.
c. Trombosit
Berasal dari megakaryocyte dalam sumsum tulang.

Tempat hemopoiesis:
Janin:
0-2 bulan: yolk sac
2-7 bulan: hepar, lien.
5-9 bulan: sumsum tulang
Setelah lahir:
Bayi: semua sumsum tulang
Dewasa: vertebra, tulang iga, sternum, tulang tengkorak, sakrum,
pelvis, dan ujung proksimal teratur.

Fisiologi darah, dr. Tjitra Wardani, FK Unair, 2003.
apita Selekta Hematologi A.V. Hoffbrand Edisi 4
Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Evelyn C. Pearce, 2009,
Gramedia.


8. Apa saja komponen penyusun darah?
- Plasma darah : 91-92 % air, sisanya zat padat
(protein yang terdiri dari albumin, globulin, dan fibrinogen; enzim;
lemak; kalsium; kolesterol; dan glukosa)
- Sel sel darah :
Eritrosit
- Membran sel terdiri dari: protein 65%, lipid (lemak) 32 % dan
karbohidrat 3 %
- Protein : stromatin
- Lipid: sefalin, lesitin & kholesterol
- Karbohidrat: glukosa
tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak dianggap
sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung hemoglobin dan
mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
penentuan golongan darah. Orang yang kekurangan eritrosit
menderita penyakit anemia.
Leukosit
Bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk
memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh
tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak
memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit menderita
penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit
menderita penyakit leukopenia.
Trombosit
bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah.
SUBER : At Glance Hematologi Victor Hoffbrand dan Atul
ehta Edisi kedua

9. Jumlah / kadar normal darah?
Pria: 5,2 juta/mm
3
+/_ 300.000/ mm
3

Perempuan: 4,7 juta/ mm
3
+/_ 300.000/ mm
3

Fisiologi darah, dr. Tjitra Wardani, FK Unair, 2003.

Nilai normalnya :
Eritrosit : 4.5-6.3 juta/ml (pria dewasa)
4.2-5.5 juta/ml (wanita dewasa)
Trombosit : Jumlah 150000 - 400000 sel/dL

SUBER : Ellyzar I, Darah dan Sirkulasi, Universitas
Indonesia

10. Karakteristik darah secara umum?
Darah merupakan 8% BB total, terdiri dari 5% dalam bentuk cairan
(plasma) pada ekstraseluler, dan 3% padatan (sel-sel darah) pada
intraseluler. pH = 7,35-7,4
a. Plasma: bagian darah yang tidak mengandung sel, warnanya kuning
muda transparan (dipengaruhi oleh makanan, kuning muda karena
pigmen bilirubin, dan caroteen (pada beberapa hewan))

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
b. Eritrosit: cakram kecil bikonkaf, cekung pada kedua sisinya,
sehingga dilihat dari samping nampak seperti dua buah bulan sabit
yang saling bertolak belakang. Kalau dilihat satu persatu warnanya
kuning tua pucat, tetapi dalam jumlah besar keliahatan merah dan
memberi warna pada darah, strukturnya terdiri atas pembungkus
luar (stroma), berisi massa hemoglobin, diameter 7,8 mikrometer.
Bentuk sel darah merah dapat berubah-ubah ketika sel melewati
kapiler, jumlah: 99% dari sel darah, umur: 120 hari.
c. Leukosit: bening dan tidak berwarna, bentuknya lebih besar
daripada eritrosit, jumlah: 0,4 dari sel darah, masa hidup setelah
dilepaskan dari sumsum tulang: normalnya 4-8 jam dalam darah
sirkulasi, dan 4-5 hari berikutnya dalam jaringan. Masa hidupnya
tergantung kepada jenis sel yang dibentuk karena terdapat sel yang
hanya bertahan selama 2-3 hari, dan yang paling lama adalah 4-10
tahun. Inti leukosit = eritrosit.
d. Trombosit: sel kecil, kira-kira sepertiga ukuran sel darah merah,
bulat/oval, tidak mengandung inti, diameter 2-4 mikron, masa
hidup 8-12 hari. Terdapat 300.000 trombosit dalam setiap
milimeter kubik darah.

Eritrosit :
Bentuk bulat atau bikonkaf (bg tepi lbh tebal dari bg tengah), tanpa
inti, diameter 7,5 mikron, luas 120 mikron2, volume 85
mikron3
Leukosit :
1. amoeboid à dapat merubah bentuk
2. fagositosit à dapat memakan terutama bakteri, virus, parasit lainnya
3. diapedesis à dapat keluar masuk jaringan dan pembuluh darah
Berdasarkan ada/tidak adanya granul/partikel
- Granulosit: NEUTROPHIL, EOSINOPHIL (ASIDOPHIL), BASOPHIL
- Agranulosit: LIMPHOSIT, MONOSIT
Berdasarkan banyaknya inti
- Polinukleus/Polimorphi: NEUTROPHIL, EOSINOPHIL (ASIDOPHIL),
BASOPHIL, MONOSIT
- Mononuleus/monomorphi: LIMPHOSIT
Trombosit :

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
Berkoloni setiap keluar dari pembuluh darah atau ada luka
span>SUBER : Ellyzar I, Darah dan Sirkulasi, Universitas
Indonesiaspan>

Fisiologi darah, dr. Tjitra Wardani, FK Unair, 2003.
Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Evelyn C. Pearce, 2009,
Gramedia.


% 5e| Darah Merah (Lr|tros|t%
LrlLroslL berbenLuk bulaL blkonkaf berukuran 7ţ3 m Ŷ 7ţ7 m dan Lldak
memlllkl lnLlŦ LrlLroslL memlllkl plamen resplrasl vana dlnamakan hemoaloblnŦ
Pemoalobln berperan menalkaL okslaen (C2) sehlnaaa membenLuk
okslhemoalobln (PbC2)Ŧ lkaLan okslhemoalobln menvebabkan warna merah
pada darahŦ Pemoalobln memlllkl unsur le2+Ŧ Pb memlllkl dava aflnlLas
Lerhadap CC leblh Llnaal darlpada Lerhadap C2Ŧ Cleh sebab lLuţ penalkaLan C2
oleh Pb dapaL bersalna denaan penalkaLan CC oleh Pbţ padahal CC sanaaL
berbahava baal LubuhŦ
LrlLroslL dlbenLuk dl dalam sumsum Lulana merahŦ Þada anak Ŷ anakţ
erlLroslL dlbenLuk pada Lulana plpa aLau Lulana pan[anaŦ Selama
perkembanaannvaţ erlLroslL dalam sumsum Lulana memlllkl ukuran sel dan lnLl
sel vana besarŦ 1eLapl Lldak menaanduna hemoaloblnŦ uarl sumsum Lulanaţ
erlLroslL kemudlan masuk ke dalam peredaran darahŦ lnLl sel darl sel darah
merah kemudlan menahllana dan menaanduna hemoaloblnŦ
ualam Lubuhţ [umlah erlLroslL dlperklrakan 3 x 1013 aLau 3 [uLa seLlap
mm3 pada lakl Ŷ laklţ aLau 4ţ3 [uLa seLlap mm3 pada wanlLaŦ umur erlLroslL
dalam slsLem peredaran darah seklLar 120 harl Ŷ 126 harlţ kemudlan erlLroslL
dlanakuL ke dalam haLl unLuk dlhancurkanŦ Sebaaal aanLlnvaţ pada wakLu
bersamaan darl sumsum Lulana dlkeluarkan erlLroslL mudaŦ Pal lnl berLu[uan
aaar darah vana beredar dalam Lubuh ber[umlah LeLapŦ

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM

% 5e| Darah Þut|h (Leukos|t%
Sel darah puLlh Lldak berwarnaţ mempunval lnLlţ dan Lldak menaanduna
hemoaloblnŦ karakLerlsLlk lalnvaţ sel darah puLlh mempunval benLuk vana Lldak
LeLap (amoebold)Ŧ
8erdasarkan aranula (buLlran proLeln) pada slLoplasmanvaţ sel darah
puLlh dapaL dlbedakan men[adl sel darah puLlh vana beraranula (aranuloslL) dan
sel darah puLlh vana Lldak beraranula (aaranuloslL)Ŧ LeukoslL vana pada
slLoplasmanva menaanduna aranula proLeln adalah eoslnofll (1ƷŴ4Ʒ)ţ basofll
(0ƷŴ1Ʒ)ţ dan neuLrofll (40ƷŴ70Ʒ)Ŧ LeukoslL vana Lldak menaanduna aranula
proLeln adalah monoslL (4ƷŴ8Ʒ) dan llmfoslL (20ƷŴ43Ʒ)Ŧ
ÞersenLase aLau [umlah perbandlnaan Lerhadap seLlap [enls sel darah
puLlh lnl dldapaLkan darl perbandlnaan [umlah LoLal sel darah puLlhŦ ualam
Lubuhţ [umlah leukoslL seklLar 3000Ŵ10000 seLlap mL darahŦ LeukoslL dlbenLuk
dalam sumsum Lulana verLebraţ kelen[a llmfaţ dan llmpaŦ umur leukoslL dalam
slsLem peredaran darah berklsar 12 harl Ŷ 13 harlŦ LeukoslL mampu keluar darl
pembuluh kapller [lka dl luar pembuluh ada benda aslnaŦ ÞerlsLlwa lnl dlnamakan
dlapedeslsŦ
!umlah leukoslL dl dalam Lubuh dapaL menlnakaL [umlahnva [lka Ler[adl
lnfekslŦ !umlah leukoslL dapaL mencapal 20000Ŵ30000 seLlap mL darahŦ !lka
[umlah leukoslL meleblhl [umlah normal dlnamakan leukopenlţ sedanakan [lka
[umlahnva dl bawah [umlah normal dlnamakan leukoslLoslsŦ Leukemla aLau
kanker darah Ler[adl karena [umlah leukoslL vana sanaaL banvak sehlnaaa
menaaklbaLkan erlLroslL dlmakan oleh leukoslLŦ Pal lnl Ler[adl karena leukoslL
memlllkl slfaL memanasa (faaoslLosls)Ŧ LeukoslL berfunasl membanLu perLahanan
Lubuh Lerhadap benda aslna vana masuk ke dalam LubuhŦ


2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
% ep|ng Ŷ ep|ng Darah (1rombos|t%
1romboslL memlllkl benLuk vana Lldak beraLuranţ Lldak memlllkl lnLlţ dan
memlllkl ukuran vana leblh kecll darlpada erlLroslLŦ !umlah LromboslL adalah
230Ŧ000Ŵ400Ŧ000 per mlllllLer darahŦ 1romboslL berumur hanva 8 harl aLau 10
harlŦ
1romboslL memlllkl peran vana sanaaL penLlna dalam proses pembekuan
darahŦ Þroses pembekuan darah dapaL dluralkan sebaaal berlkuLŦ
a) kullL dan pembuluh darah vana Lerluka dapaL menvebabkan banvak keplna
darah (LromboslL) vana pecah dan menaeluarkan enzlm LromboplasLln aLau
LromboklnaseŦ
b) 1romboplasLln berLemu denaan proLrombln dan lon Ca2+ sehlnaaa LerbebLuk
LromblnŦ
c) 1rombln berLemu denaan flbrlnoaen membenLuk flbrln vana berupa benana
Ŷ benana halus unLuk menahalanal darah keluarŦ
ebiologi.com/FileMateri/sistemperedaran-darah.doc

11. Factor yg mempengaruhi pmbentukan darah?
a. Sex (jenis kelamin): laki-laki > perempuan
b. Umur: bayi > dewasa
c. Tempat tinggal/ketinggian

Fisiologi darah, dr. Tjitra Wardani, FK Unair, 2003.

Beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembentukan sel darah
di antaranya adalah asam amino, vitamin, mineral, hormone,
ketersediaan oksigen, transfusi darah, dan faktor- faktor perangsang
hematopoietik.

3.1 Dalam Ilmu Cizi
Salah satu bidang dalam ilmu kesehatan masyarakat adalah ilmu gizi, dalam hubungannya
dengan sistem darah dan cairan tubuh maka dapat dilihat penerapannya pada contoh-contoh
berikut:

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
.1.1 Nutrisi Zat Besi

Zat besi adalah salah satu Iaktor yang sangat penting peranannya dalam pembentukan sel darah
merah, dengan berkurangnya masukan zat besi maka seseorang akan cinderung menderita
anemia. Zat besi bisa diperoleh dari asupan sayur-sayuran hiiau seperti bayam dan brokoli.
.1.2 Vitamin K
Vitamin K adalah salah satu Iaktor yang berperan dalam proses pembekuan darah, maka dari itu,
pemberian vitamin K pada anak terutama pada anak yang baru aktiI bergerak sangat penting
untuk mempercepat penyembuhan. Vitamin K dapat diperoleh pada kacang-kacangan.
3.2 Dalam Kesehatan Kerja

Pengetahuan akan kesehatan keria dalah hal sistem darah dan cairan tubuh sangat penting untuk
meniega kesehatan karyawan. Karyawan yang kondisi Iisiknya sehat tentu saia kinerianya akan
meniadi lebih baik.
.2.1 Anemia

Anemia adalah salah satu penyakit kurangnya kadar hemoglobin dalam darah. Kadar hemoglobin
yang rendah menyebabkan sel-sel tubuh kekurangan oksigen, hal itu menyebabkan tubuh
meniadi cepat lelah. Bagi karyawan yang menderita penyakit anemia, sebaiknya diberi asupan
zat besi yang tinggi, dan istirahat yang cukup.
.2.2 enstruasi

Menstruasi merupakan siklus alamiah yang dialami oleh wanita. Wanita yang mengalami
menstruasi akan kehilangan banyak darah. seperti halnya anemia, wanita yang mengalami
menstruasi cinderung cepat lelah dan tidak bersemangat, maka dari itu alangkah baiknya iika
para keryawan wanita diberikan izin keria setidaknya 2 hari dalam sebulan agar memperoleh
hasil yang maksimal.
.2. Ruangan Ber-AC

Salah satu kelemahan dari AC adalah berkurangnya kelembapan udara pada ruangan yang
berdampak pada cepatnya kulit tubuh meniadi kering. Untuk mengatasi hal tersebut tubuh akan
menyalurkan cairan tubuh ke kulit agar tetap lembab, hal tersebut membuat tubuh meniadi cepat
dehidrasi, dank arena udara dingin AC membuat seseorang malas minum maka dehidrasi teriadi
tanpa disadari yang dikenal dengan istilah invisible water lost. Maka dari itu orang yang bekeria
di tempat ber-AC disarankan untuk banyak minum air.
.2.4 Tes D45ing

Dalam dunia olahraga, banyak atlet yang berusaha memperoleh prestasi yang baik melalui cara-
cara yang tidak iuiur seperti doping. Walaupun telah ada tes urine yang mampu mendeteksi atleh
yang telah menkonsumsi stimultan sebelum bertanding, namun hasil tes tersebut akan diperoleh
selama 2-3 hari sehingga terkadang diskualiIikasi dilakukan setelah pengumuman keiuaraan.
Salah satu metode tes doping terbaru adalah tes darah, dengan tes darah maka hasil dapat
diperoleh dalam waktu kurang dari 24 iam, sehingga atlet yang melakukan kecurangan dapat
didiskualiIikasi, bahkan sebelum ia bertanding.
3.3 Kesehatan Lingkungan


2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
Aspek kesehatan lingkungan iuga bisa meniadi obiek dalam penerapan sistem darah dan cairan
tubuh, antara lain:
3.3.1 Gas Karbonmonoksida

Gas karbonmonoksida (CO) merupakan gas hasil dari pembakaran yang tidak sempurna. Gas ini
biasanya berasal dari pembakaran mesin-mesin berbahan bakar minyak, seperti genset, mobil,
dan peralatan berat. Gas ini akan sangat beracun iika sampai terhirup oleh manusia. Hal ini
teriadi karena hemoglobin cinderung lebih stabil iika berikatan dengan CO daripada dengan
oksigen (O2) Penanganan akan bahaya gas CO harus segera ditangani, karena gas ini tidak
berbau, berwarna, dan orang yang menghirupnya dapat dengan cepat meninggal tanpa
menuniukkan ciri kesakitan.
3.3.2 Penanganan Mayat

Cairan tubuh merupakan tempat yang sangat baik untuk perkembangan bakteri-bakteri pathogen
serta virus-virus yang berbahaya. Sebagian besar penyakit yang menular dapat ditularkan melalui
cairan tubuh. Maka dari itu pengetahuan akan penanganan mayat sangat penting artinya, karena
bakteri maupun virus masih dapat menular dari mayat ke seseorang. Sangat tidak disarankan
membuang atau menguburkan mayat ke tempat-tempat yang dekat dengan sumber air.
3.4 Penvakit dan Epidemiologi

Berbagai upaya dapat dilakukan dalam menangani penyakit yang ada hubungannya dengan
sistem darah dan cairan tubuh.
3.4.1 Diare

Penyakit diare pada seseorang dapat menyebabkan orang tersebut mengalami dehidrasi. Untuk
menangani masalah tersebut dilakukan dengan memberikan cairan yang mudah diserap tubuh
yaitu cairan dengan kadar elektrolit (kation dan anion) yang mirip cairan tubuh. Cairan tersebut
dapat dibuat dengan mencampurkan air gula dan garam yang dikenal dengan larutan oralit.
3.4.2 Perlukaan
Dalam menangani kasus perlukaan maka harus dipahami proses pembekuan darah. darah hanya
akan membeku iika trombosit pecah akibat bertumbukan dengan bidang kasar, semakin kasar
suatu bidang maka darah akan semakin cepat membeku. Untuk itu dalam menangani perlukaan
diperlukan pembalut berupa kain yang memiliki tekstur kasar seperti kain kasa, sehingga darah
lebih cepat membeku dan luka lebih cepat sembuh.
\ http://www.scribd.com/doc/16404768/Darah-Dan-Cairan-Tubuh, Program Studi
Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana
(kapita selekta hematologi)

Fisiologi darah, dr. Tjitra Wardani, FK Unair, 2003.



lcr¦cdaan lcn,u·un )ar:nqan lara¦

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
( /-·o·oo /o¬·.o /-o·o« /-¬o.· /-¬/-o·o«.o .··.· /oo-··
ŵ LrlLroslL 4ţ3 Ŷ 3 [uLa
per mm
3

8ulaL
8lkonkaf
(Lanpa lnLl)
uewasa ť Sumsum
1ulana Merah
8avl ť PaLl dan Llmpa
MenaanakuL okslaen
Menaanduna karbonlk anhldrase
Ŷ neuLrofll

60Ʒ Ŵ 70Ʒ darl
leukoslL
Cranula
benlnaţ lnLl
sel Leranakal
Sumsum merahţ
llmpaţ kelen[ar llmpa
(aeLah benlna)
laaoslL Merespon adanva lnfeksl
Menelan paLhoaen selama faaoslLlsl
ÞerLahanan darl mlkrooraanlsme (ba
ŷ Loslnofll 2Ʒ Ŵ 4Ʒ darl
leukoslL
Cranula
merahţ
sama da
neuLrofll
Sumsum merahţ
llmpaţ kelen[ar llmpa
(aeLah benlna)
laaoslL Memeranal bakLerl
MenaaLur pelepasan zaL klmla saaL
perLempuran
Membuana slsaŴslsa sel vana rusakŦ
Ÿ 8asofll

1Ʒ darl
leukoslL
8erbenLuk
uţ berblnLlk
keblruanţ
benLuk lnLl
LeraLur
Sumsum merahţ
llmpaţ kelen[ar llmpa
(aeLah benlna)
laaoslL Memberl reaksl aleral dan anLlaen de
menaeluarkan hlsLamln klmla vana
menvebabkan peradanaanŦ
Menaanduna heparln vana menceaa
pembekuan darah
Ź LlmfoslL

20Ʒ Ŵ 30Ʒ darl
leukoslL
Llnakaran Sumsum merahţ
llmpaţ kelen[ar llmpa
(aeLah benlna)
Amubold Memprodusl anLlbodv (LlmfoslL 8)
Menahancurkan sel vana berslfaL an
(LlmfoslL 1)
ź MonoslL

3Ʒ Ŵ 8Ʒ darl
leukoslL
8erlnLl
lon[ona
Sumsum merahţ
llmpaţ kelen[ar llmpa
(aeLah benlna)
laaoslL Þerllndunaan Lubuh Lerhadap mlkroo
(proLozoa dan vlrus)
Memakan sel vana Lua
Ż 1romboslL 130Ŵ300 rlbu
per mm
3

8enLuk Lldak
LeraLurţ
berukuran
kecllţ Lldak
berwarna
dan Lldak
berlnLl
Sumsum merahţ
llmpaţ kelen[ar llmpa
(aeLah benlna)
Mudah
pecah
blla
LersenLuh
benda
kasarŦ
MembanLu proses pembekuan darah
hLLpť//wwwŦscrlbdŦcom/doc/43491669/ÞerbedaanŴÞenvusunŴ!arlnaanŴuarah


Pertanyaan Penasaran

1. Partikel yang menyerupai sel dalam darah????
2. Bagaimana morfologi sel darah?
#G¡ SE DA#AH
O AnIsosILosIs ÷ menvuLukun vurIusI ukurun seI vung ubnormuI

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
O PoIkIIosILosIs ÷ vurIusI benLuk seI vung ubnormuI
O PoIIkromusIu ÷ erILrosIL vung memIIIkI dIsLrIbusI wurnu vung berbedu
O ormokromIu ÷ wurnu normuI, mencermInkun kudur Hb vung normuI duIum
erILrosIL
O HIpokromIu ÷ wurnu pucuL, unemIu
PrIce, WIIson (zoo=), PuLoIIsIoIogI, Konsep KIInIs Proses-Proses PenvukIL,
JukurLu: EGC, edIsI 6

3. Siapa yang menyuruh menjadi eritrosit, leukosit, trombo?
HEATP¡ES¡S
O HemuLopoIesIs: proses pembenLukun dun pemuLungun seI duruI
O ¡nduk seI duruI: seI pIurIpoLen
O ProerILrobIus ÷ cuIon erILosIL
O egukurIobIusL ÷ cuIon LrombosIL
O onobIus ÷ cuIon monosIL
O eIIobIus ÷ cuIon IekosIL bergrunuIu (neuLroIII, busoIII, eosInoIII)
O ImIobIus ÷ cuIon IeukosIL B dun T
O SeI pIurIpoLen ÷ proerILrobIus ÷ normobIus busoIIIIk ÷ normobIus
poIIkromuLoIIIIk ÷ normobIus orLokromuLIk ÷ reLIkuIosIL ÷erILrosIL
O SeI pIurIpoLen ÷ megukurIobIus ÷ promegukurIosIL ÷megukurIosIL ÷ LrombosIL
O SeI pIurIpoLen ÷ promonosIL ÷ monosIL
O SeI pIurIpoLen ÷ meIobIus ÷ promeIIosIL ÷ pecuI judI ¤ mucum seI
O PromeIIosIL ÷ meIIosIL eosInoIIIIk ÷ eosInoIII
O PromeIIosIL ÷ meIIosIL neuLroIIIIk ÷ meLumeIIosIL neuLroIIIIk ÷neuLroIII buLung
÷ neuLroIII segmen
O PromeIIosIL ÷ meIIosIL busoIIIIk ÷ busoIII
O SeI pIurIpoLen ÷ IImIobIus ÷ proIImIosIL ÷ pecuI judI z mucum seI
O ProIImIosIL ÷ bursu ekuIvuIen ÷ IImIosIL B ÷ seI pIusmu
O ProIImIosIL ÷ LImus ÷ IImIosIL T
PrIce, WIIson (zoo=), PuLoIIsIoIogI, Konsep KIInIs Proses-Proses PenvukIL,
JukurLu: EGC, edIsI 6

4. Bagaimana jika umur erit, leu, trombo kurang dan/ lebih dari umur
normalnya?
Pada penderita anemia penyakit kronik, umur eritrosit memendek,
biasanya 60-90 hari.
5. Mengapa ukuran leu>erit>trombo?
6. Mengapa jumlah erit>trombo>leu?

2010 SCu 14 L8M 1 MCuuL 6 AnnlSA 8APlM
7. Mengapa leukosit berdiferensiasi menjadi ebanelimo?
8. Apakah darah bisa habis? Mengapa?
9. Apakah darah bisa pulih kembali? Mengapa? Bisa, karena ada tahapan
proliferase.
10. Bagaimana kriteria pendonor darah?
11. Apa yang harus dilakukan sebelum dan sesudah mendonorkan
darah?
12. Apa yang terjadi jika darah yang didonorkan salah?
13. Bagaimana mekanisme darah pendonor tercampur dengan darah
res?
14. Hubungan apoptosis dengan keganasan?
15. Mengapa Hb laki2 lebih banyak daripada Hb wanita?

Tutor: Pak dr. Joko Wahyu.




Belajar lebih giat lagi!!! Jangan cepat puas dengan jawaban yang kamu
dapatkan! Telaah kembali, berpikirlah secara kritis!!! SEMANGAT!!!

*Siapa yang sudah dapat jawaban pertanyaan penasaran diatas, tolong
jawabannya kirim ke email saya: ch4i3m@rocketmail.com
Mari berbagi ilmu. ^_^

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful