REMAJA DESA BONGKOK PEDULI NARKOBA DAN HIV AIDS PENDAHULUAN angguan penggunaan zat adiktif ini sangat

berkaitan dan merupakan dampak dari pembangunan serta teknologi dari suatu negara yang semakin maju. Hal terpenting yang mendukung merebaknya NAPZA di negara kita adalah perangkat hukum yang lemah bahkan terkadang oknum aparat hukum seringkali menjadi beking, ditambah dengan keragu-raguan penentuan hukuman bagi pengedar dan pemakai sehingga dampaknya SDM Indonesia kalah dengan Malaysia yang lebih bertindak tegas terhadap pemakai NAPZA. Kondisi ini akan semakin meningkat untuk masa yang akan datang khususnya dalam era globalisasi. Dalam era globalisasi tersebut terdapat gerakan yang sangat besar yang disebut dengan istilah “Gerakan Kafirisasi”. Bila beberapa dekade yang lalu kita mengenal istilah zionoisme maka saat ini sejalan dengan globalisasi kita berhadapan dengan ideologi kafirisasi yang disebut dengan Neozionisme sebuah ideologi yang ingin menciptakan tatanan dunia global yang sekuler dan terlepas sama sekali dari ajaran agama yang mereka anggap sebagai kepalsuan, racun, dan dogmatis fundamentalis. Dimana-mana mereka akan membuat keguncangan, keresahan dan rasa bimbang di hati umat beragama melalui gerakan yang diistilahkan Toto Tasmara (1999), dengan nama : 10 F , yaitu menghancurkan kekuatan financial (Financial) khusunya umat Islam, merusak pola makan (Food), menebarkan candu dan zat adiktif lainnya (flight), menciptakan perpecahan dan adu domba dikalangan umat beragama (friction), menyebarkan cara berfikir bebas di luar bingkai agama (Free thought), menebarkan ideologi yang membebaskan manusia dari tata cara pemikiran agamis (Freedom of religion), menguasai opini publik, media masa , surat kabar, TV swasta, film (Film), menumbuhkan dan menggoda masyarakat agar berbudaya dan bersikap mengikuti millah mereka (fashion/life style), membuat beberapa aliran mistik untuk menghancurkan beberapa agama (faith, sect ocultism), menumbuhkan rasa kecewa dan frustasi di kalangan umat dan generasi mudanya (Frsutrasion). Gerakan konspirasi mereka telah membuat carut marut dan tercabiknya wajah kaum beragama, utamanya umat Islam mereka menuduh umat Islam sebagai fundamentalis, ekstrimis dan tiran. Bahkan Huntington Misionaris Yahudi pernah mengatakan : “Musuh barat terbesar setelah Rusia hancur adalah Islam”. Salah satu program mereka adalah menghancurkan Islam melalui penghancuran generasi mudanya. dengan cara menebarkan narkotik dan zat adiktif lainnya (NAPZA). Masa muda adalah masa yang paling indah, saat berjuta harapan tumbuh dan semangat idealisme sedang memuncak, dalam diri pemuda terkumpul segenap potensi diri yang ditunjang dengan metabolisme tubuh yang sangat opitimal. Timbunan energi yang sangat tinggi terjadi pada masa muda dimana nilai metabolisme basal tubuh (Metabolic Basal Rate) secara fisiologis sedang meningkat, aktivitas enzim dan hormon sedang optimal. Sekarang para imperalis dan konspirasi yahudi telah memanfaatkan energi yang tersimpan dalam generasi negeri ini (1, 3 juta orang pemuda) yang berusia 15-25 tahun melalui NAPZA (Narkotik dan Zat adiktif lainnya) dan telah membunuh 30 orang per bulannya. Kita semua Khususnya tim kesehatan harus merasa terpanggil menyelamatkan generasi penerus bangsa dari cengkraman NAPZA (Narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya). Perawat merupakan komponen terbesar dari seluruh tim kesehatan maka upaya-upaya pencegahan dan penatalaksanaan keperawatan menjadi hal yang sangat penting karena perawat senantiasa berada di sisi klien dalam rentang waktu yang lama di banding tim kesehatan lainnya. Melalui forum presentasi orientasi keperawatan jiwa kami berusaha mendiskusikan suatu topik dengan thema Asuhan keperawatan pada pengguna NAPZA. I. RENTANG RESPON GANGGUAN PENGGUNAAN ZAT Rentang respon gangguan penggunaan NAPZA ini berfluktuasi dari kondisi yang ringan sampai yang berat, indikator rentang respon ini berdasarkan perilaku yang ditampakan oleh remaja dengan ganggua penggunaan zat adiktif sebagai berikut : Respon maladaptif Rekreasional Situasional Penyalahgunaan ketergantungan

Respon adaptif Eksperimental

minyak hassish 3. sehingga menimbulkan kumpulan gejala sesuai dengan macam zat yang digunakan. Misalnya individu menggunakan zat pada saat sedang konflik stress dan frustasi. akan ditemukan bebrapa istilah seperti : Zat adiktif Zat psikoaktif Narkotika Sebenarnya apakah perbedaan ketiga istilah di atas ? : 1. 5. Nipam.Eksperimental : Kondisi pengguna taraf awal. Golongan Kanabis : Ganja (Mariyuana). Opioida. Situasional : Mempunyai tujuan secara individual. Gologan Solven dan inhalansia : Aica Aibon (Glue) Saceton. Apa yang terjadi bila seseorang menggunakan zat adiktif ? : II. Golongan MDMA (Methylene dioxy meth Ampetahamine) : Extacy 8. Dumolid. candu. bir. dexedrine 7. Whisky. Penyalahgunaan : Penggunaan zat yang sudah cukup patologis. Narkotika : Istilah ini menurut Undang-Undang narkotika No. Ketergantungan : Penggunaan zat yang sudah cukup berat. ia biasanya ingin mencari pengalaman yang baru atau sering pula dikatakan taraf coba-coba. . Nikotine : tembakau 11. pada dosis tertentu menurunkan jumlah zat yang digunakan atau berhenti memakai. obat anti depresi 3. persepsi. Suatu kondisi dimana individu yang yang biasa menggunakan zat adiktif secara rutin. telah terjadi ketergantungan fisik dan psikologis. Sedangkan Toleransi . Zat psikoaktif : Golongan zat yang bekerja secara selektif. Mushrom. Rohypnol. acara ulang tahun. Penggunaan ini mempunyai tujuan rekreasi bersama teman-temannya. Ketergantungan fisik ditandai dengan adanya Toleransi dan Syndroma putus zat . Sesuai kebutuhan pada masa tumbuh kembangnya. bersipat adiksi b. Golongan MDA (Methylene Dioxy Ampethamine) : Ampetamine benzedrine. Meskaloin. misalnya pada waktu pertemuan malam mingguan. Petidin 2. PENGENALAN ZAT ADIKTIF Apakah zat adiktif itu ? Bila kita berbicara mengenai gangguan penggunaan zat adiktif atau penyalahgunaan zat adiktif . kesadaran seseorang. dan yang sering disalah gunakan adalah jenis zat psikoaktif yang bersipat adiksi : 1. Golongan lainnya. Brem. yang disebabkan rasa ingin tahu dari remaja. kognitif. Golongan halusinogen : LSD. Magadon. Anggur ortu (AO). Golongan Alkohol : Semua minuman yang mengandung Ethyl alkohol : Brandy. Wine. bersipat non adiksi : Obat neuroleptika untuk kasus gangguan jiwa psikotik. tuak. Kokain Zat psikoaktif ada beberapa macam. Codein. sudah mulai digunakan secara rutin. 9 tahun 1976 adalah . minimal selama 1 bulan. emosi. Madrax 6. Cognac. Golongan Opioida : Morfin. Thiner. Ada 2 jenis psikoaktif a. Rekreasional : Penggunaan zat adiktif pada waktu berkumpul dengan dengan teman sebaya. Seringkali penggunaan ini merupakan cara untuk melarikan diri atau mengatasi masalah yang dihadapi. sudah terjadi penyimpangan perilaku mengganggu fungsi dalam peran di lingkungan sosial : pendidikan dan pekerjaan. sudah merupakan kebutuhan bagi dirinya sendiri. N2O 10. Zat adiktif : Suatu bahan atau zat yang apabila digunakan dapat menimbulkan kecanduan atau ketergantungan 2. terutama pada otak sehingga dapat menimbulkan perubahan pada : perilaku. dsb. Kafein: Kopi dan teh 12. suatu kondisi dari individu yang mengalami peningkatan dosis (jumlah zat). Golongan Kokain : Serbuk kokain dan daun koka 4. Ganja. Kecubung 9. untuk mencapai tujuan yang biasa diinginkannya. Golongan Sedatif Hipnotik : BK. Heroin (Putaw).

alam perasaan. kognitif. Pada pemakaian yang terus-menerus maka individu akan sampai pada tahap toleransi yang cukup tinggi. dimana zat adiktif tersebut bekerja dalam susunan syaraf pusat (teler) yang menyebabkan perubahan memori. si pengguna zat adiktif ini bila ia menghentikan atau tidak menggunakan zat adiktif akan menimbulkan gejala-gejala yang dinamakan klien dalam kondisi with drawl atau syndroma putus zat. Gejala atau syndroma putus zat berbeda untuk tiap jenis zat adikif pada kondisi intoksikasi gejala akan berbeda sesuai dengan jenis zat yang disalah gunakan. Kondisi tesebut adalah peningkatan jumlah penggunkaan zat adiktif untuk mencapai tujuan dari pemakai. Apabila seseorang menggunakan berulang kali atau sering secara berkesinambungan akan tercapai suatu kondisi yang dinamakan toleransi. . kesadaran. Perilaku.Bila seseorang menggunkan zat adiktif akan dijumpai gejala atau kondisi yang dinamakan Intoksikasi. Kondisi toleransi ini akan terus berlangsung sampai mencapai dosis yang optimal (over dosis).

Gerakan lambat. Nistagmus. Agitatif Murung. Denyut jantung cepat. Halusinasi. Konjungtiva merah. Cemas. Mulut kering. Cemas. Ataksia. Gerakan tidak terkoordinir. Agresif bingung. Agresif. Ilusi. Mulut kering. Lakrimasi. Gerakan lambat. Panik. Gangguan proses kognitif. Insomnia. Mual muntah. Denyut jantung cepat. Bicara cadel. Jalan sempoyongan. Muntah mual. Dipersonalisasi. halusinasi. Kejag perut Rasa tak enak Mual munah Nyero oto sendi dan tulang. Gangguan perhatian. koma Daya nilai terganggu. tegang. Termor di tangan. Gangguan mengingat. Depresi berat. Apatis. Sakit kepala lemah. paranoid (curiga) Denyut jantung cepat. Insomnia Nafsu makan bertambah. berkeringat. ECTASY Perilaku diulang. INTOKSIKASI Dilatasi pupil. Mual muntah Kejang otot Cemas. Waham Sopor. .daya nilai terganggu. Tindakan bunuh diri.GEJALA YANG TIMBUL DARI PEMAKAIAN ZAT ADIKTIF ALKOHOL GANJA Bicara cadel. Menguap. Distonia. Eufhoria. Miosis. Takut gila. tinitus Delirium. terkoordinir. Gangguan persefsi. merasa menjadi pusat perhatian. Kesadaran menurun. Gerakan tidak Nafsu makan bertambah. Sinestesi. Hipotensi orthostatik. Mengantuk. Tahan tidak tidur Lelah. Depresi. Banyak keringat. BB menurun. Tekanan darah naik. Demam. Euphoria. Kecemasan. Vertigo. Mengantuk. Dipersonalisasi. Somnolen. Mimpi buruk. Diarhoea. HALUSINOGEN Pusing. Derealisasi. Hipotensi orthostatik OPIOIDA Pupil menyempit. Cemas. Tingkat kesadaran menurun. insomnia. Marah-marah. gelisah PUTUS ZAT Gelisah. Eufhoria. Konstipasi. Menggigil. Relaksasi mengantuk. Pupil melebar. Kejang Diskinesia. Apatis.Illusi. Rhinorhoes Pupil melebar Berkeringat. Iritabilitas.

teman sebaya banyak mengedarkan dan menggunakan zat adiktif Persefsi dan penerimaan masyarakat terhadap penggunaan zat adiktif Remaja yang lari dari rumah Penyimpangan seksual pada usia dini Perilaku tindak kriminal pada usia dini. Faktor psikologis : Tipe kepribadian (dependen. ketergantunga fisik ditandai dengan toleransi dan sindroma poutus zat. relaks agar lebih menimati hubungan interpersonal. Seseorang yang menggunakan zat bersipat patologis. ? Kedua terminologi ini sangat penting untuk diketahui terutama untuk tindakan terapi dan perawatan pasein dengan penyalah gunaan zat adiktif. anti social) Harga diri yang rendah : depresi terutama karena kondisi sosial ekonomi. misalnya ensefhalitis. orang tua dengan gangguan penggunaan zat adiktif. sekolah . keluarga yang tidak mampu memberikan pendidikan yang sehat pada anggota . STRESSOR PENCETUS GANGGUAN PENGGUNAAN ZAT Stressor dalam kehidupan merupakan kondisi pencetus terjadinya gangguan penggunaan zat adiktif bagi seseorang atau remaja. menggunakan halusinogen. pemakaian telah berlangsung lebih kurang 1 bulan. BEBERAPA FAKTOR PENDUKUNG TERJADINYA GANGUAN PENGGUNAAN NAPZA 1. depresi. krisis identitas. penyakit menahun lainnya 2. pada penyalah gunaan alkohol. Faktor Biologis Genetik (tendensi keturunan) Metabolik : Etil alkohol bila dimetabolisme lebih lama lebih efisien untuk mengurangi individu menjadi ketergantungan Infeksi pada organ otak : intelegensi menjadi rendah (retardasi mental. menggunakan zat merupakan cara untuk mengatasi stress yang dialami dalam kehidupannya . merampok dalam komunitas Kehidupan beragama yang kurang IV. Individu berupaya untuk menghindari rasa sakit dan mencari kesenangan. perceraian. III. role model (ketauladanan) yang negatif. telah terjadi ketergantungan fisik dan psikologis . 3. Beberapa stressor pencetus adalah : Pernyataan dan tuntutan untuk mandiri dan membutuhkan teman sebaya sebagai pengakuan Reaksi sebagai cara untuk mencari kesenangan. alkohol untuk upacara adat dan keagamaan Lingkungan tempat tinggal . nikotine. Ketergantungan zat adiktif adalah : kondisi penyalahgunaan yang lebih berat . sedatif hipnotik yang mencapai ingkat ketergantungan diikuti rasa bersalah Disfungsi keluarga : kondisi keluarga yang tidak stabil . misalnya mencuri. Faktor Sosial Kultural masyarakat yang ambivalensi tentang penggunaan zat seperti : tembakau. pada suku bangsa tertentu . tidak terbina saling percaya antar anggota keluarga. pendidikan. meningitis) Penyakit khronis : kanker. Sehingga terjadi penyimpangan perilaku dan menggangu fungsi sosial. ansietas. ganja dan alkohol norma kebudayaan . pekerjaan. Rasa bermusuhan dengan keluarga atau dengan orang tua. Individu yang mempunyai perasaan tidak aman Cara pemecahan masalah individu yang menyimpang Individu yang mengalami krisis identitas dan kecederungan untuk mempraktekan homoseksual. . Asthma bronchiale. relatif digunakan lebih sering dari biasanya walaupun klien menderita cukup serius akibat penggunaannya tetapi tidak mampu untuk menghentikan.Kapan seseorang dikatakan menyalahgunakan dan ketergantungan .

menurunnya selera makan. amuk. dibujuk. Diasingkan oleh lingkungan. Emosional Persaan gelisah (takut kalau diketahui). Gangguan persefsi . pacar. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN GANGGUAN PENGGUNAAN ZAT PSIKOAKTIF I. daya ingat. proses pikiran (waham). curiga dan tidak berdaya. infeksi pada parus-paru . pekerjaan. akibat intoksikasi Gangguan keseimbanagan cairan dan elektrolit akibat dellirium tremens Kecemasan yang berat sampai panik Potensial mencedarai diri. sekolah. drop out dari sekolah. sehingga tidak mempunyai teman Kompleksitas dan ketegangan dari kehidupan modern Tersedianya zat adiktif di lingkungan dimana seseorang berada khususnya pada individu yang mengalami pengalaman kecanduan zat adiktif Pengaruh dan tekanan teman sebaya (diajak. rumah. diarhe. diancam) Kemudahan mendapatkan zat adiktif dan harganya terjangkau Pengaruh film dan iklan tentang zat adiktif seperti : alkohol. PENGKAJIAN a. kejang. nyeri sendi. nikotine Pesan dari masyarakat bahwa penggunaan zart adiktif dapat menyelesaikan masalah V. . halusinasi Gangguan pola tidur dan istirahat Gangguan sistem muskuloskeletal. gangguan pola tidur. daya nilai. vomitus Gangguan sistem neurologis. gangguan konsentrasi Gangguan pencernaan nausea. pre coma. perilaku sek melanggar norma.Kehilangan orang atau sesuatu yang berarati . merusak diri dan lingkungan Perilaku agresif Depresi pusat pengatur komunikasi verbal Gangguan kognitif . orang tua. tidak percaya diri. hati dsb. bacteroal endicarditis HIV infeksi Hepatitis B atau C Erosi dan iritasi pada hidung Chirosis hepatis Bronchitis Gastritis Penyakit kulit kelamin MASALAH KESEHATAN DAN KEPERAWATAN SECARA UMUM YANG TIMBUL AKIBAT PENGGUNAAN ZAT ADIKTIF Depresi sistem pernafasan Depresi pusat pengatur kesadaran . kelompok teman sebaya. Phlebitis Septicemia. sedangkan sasaran yang inigin dicapai adalah agar klien mampu untuk teratur dalam pola hidupnya. Fisik : Data fisik yang mungkin ditemukan pada klien dengan penggunaaan NAPZA pada saat pengkajian adalah sebagai berikut : Nyeri. potensial komplikasi . PENYAKIT FISIK AKIBAT PENGGUNAAN ZAT ADIKTIF Cellulitis. Sasaran yang ingin dicapai adalah agar klien mampu untuk mengontrol dan mengendalikan diri sendiri. otot dan tulang Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan Gangguan ADL Gangguan konsep diri harga diri rendah akibat pemecahan masalah yng tidak efektif VI. sauadara. konstipasi. b. jantung. coma. kemunduran dalam kebersihan diri.

pekerjaan terhenti. malu pada masyarakat. Intelektual Pikiran yang selalu ingin menggunakan zat adikitif. e. POHON MASALAH Potensial Komplikasi Resiko mencederai diri Koping individu tidak efektif : Tidak mampu mengatasi keinginan menggunakan zat INTERNAL • Berhubungan dengan gejala putus zat • Kurang aktivitas • Distress spiritual • Perubahan pemeliharaan kesehatan EKSTERNAL • Kerusakan interaksi sosial (maladaptif) • Koping keluarga tidak efektif • Penatalaksanaan yang tidak efektif 3. Spiritual Kegiatan keagamaan tidak ada.c. penghamburan dan pengurasan secara ekonomi oleh klien. komunikasi dan pola asuh tidak efektif. Keluarga ketakutan akan perilaku klien. mencuri. perasaan ragu untuk berhenti. dukungan moril terhadap klien tidak terpenuhi. Sasaran yang ingin dicapai adalah mampu meningkatkan ibadah . anggota keluarga lain pengguna zat lingkungan sekolah atau kampus yang digunakan oleh para pengedar. mengancam dan lain-lain). aktivitas sekolah atau kuliah menurun sampai berhenti. pelaksanaan nilai-nilai kebaikan. DIAGNOSA PERAWATAN . Sasaran yang hendak dicapai adalah keluarga mampu merawat klien yang pada akhirnya mencapai tujuan utama yaitu mengantisipasi terjadinya kekambuhan (relaps) 2. nilai-nilai kebaikan ditinggalkan karena perubahan perilaku (tidak jujur. Sosial Lingkungan sosial yang biasa akrab dengan klien biasanya adalah teman pengguna zat. d. Sasaran yang ingin dicapai adalah agar klien mampu untuk konsentrasi dan meningkatkan daya pikir ke hal-hal yang posistif. f.

Gangguan gastrointestinal .Diagnosa Keperawatan menurut NANDA (The American Nursing Diagnosis Association) : 1. denial agar tetap menggunakan obat 8. Potensial memburuknya kesadaran . manipulatif sehubungan dengan kondisi putus zat adiktif 5. Ganguan pemusatan perhatian sehubungan dengan dampak penggunaan zat adiktif 10. mual . Partisipasi keluarga yang kurang dalam pengobatan klien sehubungan dengan kurangnya pengeahuan 12. Gangguan persefsi sensori visual pada penggunaan alkohol sehubungan dengan hilangnya pekerjaan dan ditolak keluarga 4. Potensial gangguan kardiovaskuler . Psikologis : Bersama klien mengevaluasi pengalaman yang lalu dan mengidentifikasi aspek positifnya untuk diapakai mengatasi kegagalan. sehubungan dengan kondisi pemutusan zat adiktif 18. Gangguan hubungan sosial . Sosial : Konseling keluarga : Keluarga sering frustasi menghadapi klien dan tidak mengerti sipat dan proses adiksi sehingga seringkali melakukan hal yang tidak terapeutik terhadap klien. harga diri yang rendah sehubungan dengan ketidakmampuan mengatasi masalahanya 7. diarhe. Gangguan konsep diri . Setelah detoksifikasi tercapai. mempertahankan kondisi bebas dari zat adiktif . Gangguan persefsi sensori pada penggunaan halusinogen sehubungan denga tekanan teman sebaya. koma sehubungan dengan overdosis penggunaan sedatif hipnotik 16. Potesial mengancam keamanan diri sehubungan dengan kondisi kondisi pemutusan zat sedatif hipnotik 15. Mekanisme koping destruktif . Gangguan proses berfikir pada penggunaan alkohol sehubungan dengan tekanan dari hukum dan tutntutan dari keluarga dimanifestasikan dengan bingung dan kurang sadar 3. Prinsip Biopsikososiospiritual (Stuart Sundeen) : Biologis : Tindakan biologis dikenal dengan detoksifikasi yang bertujuan untuk : Memberikan asuhan yang aman dalam “withdrawl” (proses penghentian) bagi klien pengguna NAPZA Memberikan asuhan yang humanistik dan memelihara martabat klien Memberikan terapi yang sesuai. PRINSIP PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN a. Potensial untuk melarikan diri sehubungan dengan ketergantungan psikologis terhadap zat adiktif 14. Gangguan konsep diri harga diri rendah sehubungan dengan tidak mampu mengenal kualitas yang positif dari diri sendiri 9. Tidak efektifnya koping individu sehubungan dengan terus-menerus menggunakan zat adiktif 6. dimana terapi farmakologis harus diunjang oleh terapi yang lainnya. dimanifestasikan dengan berteriak dan menutup telinga bila ditinggal sendiri di kamar 2. Menolak mengikuti aktivitas program sehubungan dengan kurangnya motivasi untuk sembuh 13. mengamuk sehubungan dengan perasaan ditolak keluaraga 4. Gangguan konsep diri sehubungan dengan menggunakan mekanisme pertahanan diri . muntah. Keluaraga sering melindungi klien . postural hipotensi sehubungan dengan intoksikasi sedatif hipnotik 17. Gangguan aktifitas pemenuhan kebutuhan sehari-hari sehubungan dengan dampak penggunaan zat adiktif 11.

gejala putus zar. kegiatan yang dilakukan adalah tiap anggota bebas menyampaikan riwayat sampai terjadinya adiksi. Self help group : Selp help group adalah kelompok yang anggotanya terdiri dari klien yag berkeinginan bebas dari zat adiktif . Prinsip Prestasi ( Yosep) : P Prayer Pemberian ceramah agama (religious) Menyediakan bacaan-bacaan buku agama yang memotivasi hidup Kolaborasi dalam Psychoreligius terapy Menjelaskan prinsip-prinsip kesuksesan hidup menurut konsep agama yang diyakini Menjelaskan tanggung jawab yag harus dipikul apabila melanggar norma agama Menjelaskan kisah-kisah orang saleh yang diridloi Tuhan sebagai suri tauladan Diskusi keagamaan. pengajian. sehingga mampu menyesuaikan dengan kehidupan di masyarakat. Prinsip Community Therapeutik (Ana Keliat) Pada tempat ini klien dilatih untuk merubah perilaku kearah yang positif. Masalah yang dihadapi klien menimbulkan dampak bagi keluaraga seperti rasa tidak aman. tindakan keperawatan. meminta anggota keluarga lain untuk memaafkan klien.dari dampak adiksi. takut. rasa bersalah. Oleh karena itu perawat perlu mendorong keluarga untuk mengikuti pendidikan kesehatan tentang proses penggunaan dan ketergantungan. upaya yang dilakukan untuk berhenti memakai zat . 2. dan merasa diisolasi. lingkungan terapeutik. malu. Hal ini dapat dilakukan bila klien diberi kesempatan mengungkapkan masalah pribadi dan lingkungan. dan semua hal yang terkait dengan pencegahan relapse di rumah Terapi Kelompok : Terdiri dari 7-10 orang yang difasilitasi oleh terapist. seminar keagamaan dsb. R Reconciliation Diskusi dengan keluarga of Family Mengajarkan komunikasi assertif pada keluarga Melibatkan anggota keluarga dalam terapi Penyuluhan tentang proses. menghindari konfrontasi yang semuanya menyebabkan klien meneruskan pemakaian zat adiktif. Beberapa metoda yang dilakukan : Slogan yang berisi norma atau nilaii ke arah positif Pertemuan pagi (Moorning Meeting) yang diikuti oleh seluruh staf dan klien untuk membahas masalah individu . dampak dan penatalaksanaan adiksi Motivasi keluarga untuk membantu klien mampu jujur bila sugestinya datang Diskusikan upaya keluarga membantu klien mengurangi sugesti Bantu suasana mendukung keakraban di rumah Idetifikasi penerimaan keluarga terhadap masalah Bantu menerima masalah Identifikasi harapan untuk sembuh total Diskusikan arti kesembuhan . gejala relapse. Menyalahkan diri sendiri. dukungan antar anggota akan memebri kekuatan dan motivasi untuk bebas dari zat adiktif . interaksi antar klien dan kelompok “Talking to”: metoda yang digunakan untuk saling memperingatkan dengan cara yang ramah sampai yang keras Learning experience yaitu pemberian tugas yang bersipat membangun untuk merubah perilaku negatif Pertemuan kelompok Pertemuan umum (general meeting) 4. masalah keuangan. terapist dan naggota kelompok memberikan umpan balik dengan jujur dan dapat menambah pengalaman masingmasing.kesulitan yang dihadapi dalam melakukan program perawatan. Community terapeutik melakukan intervensi untuk mengatasinya.

mengidentifikasi tokoh idola yang dikagumi klien Mempelajari riwayat hidup orang-orang sukses Latihan menggunakan kata-kata “ ingin hidup sehat:. Dsb.. Menghindari orang yang adiksi Menjauhi tempat-tempat yang berkaitan dengan adiksi Mencari lingkungan pergaulan baru Mencari teman dekat dengan kemampuan prestasi yang tinggi Hijrah menuju tempat tinggal yang lebih kondusif untuk maju Bergaul dengan orang-orang yang berprestasi Bantu mengidentifikasi teman bukan pengguna zat Beri dukungan akan harapan bergaul lebih banyak dengan dengan bukan penggua zat Dsb. serta dibahas bersama klien lain Mengikutsertakan dan membuat jadwal pada jam-jam tertentu Mengikutsertakan klien pada seminar dengan topik-topik tertentu seperti AIDS.E Environment Condusif S Say No ! (don’t try) T Time Management A Activity of Dynamic S Subject for Future Idetifikasai pola asuh dalam keluaraga Bantu keluarga latihan mengucapkan kata-kata yang mengharagai dan mendukung klien utnuk berhenti Bantu menyembunyikan klien dari pengguna zat Bantu memutuskan hubungan dengan pengguna zat Diskusikan untuk menghargai usaha klien tidak berhubungan lagi dengan pengguna zat dsb. dampak zat adiktif. Membuat jadwal kegiatan harian Mencatat kegiatan harian Melakukan evaluasi kegaiatan harian setiap menjelang tidur Memberikan kegiatan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan pasien Memberikan reinforcement prestasi yang dicapai pasien Mengikutsertakan klien dalam kegiatan pertemuan kelompok setiap pagi . diberi tugas membaca berita yang aktual. Tidak pernah mencoba (bagi yang belum terkena) Belajar mengucapkan kata-kata tidak Belajar berfikir positif dan bersikap optimis Bantu klien menilai faktor negatif bila kontak dengan sesama pengguna zat Bantu klien mengakhiri hubungan dengan teman pengedar Bantu klien menghindari pengguna zat lain Dsb. cara hidup sehat. Membuat perencanaan tahunan Mencari. masa depan . Membuat target prestasi harian Meniru orang-orang sukses dalam menghabiskan waktu setiap hari Menjelaskan kiat-kiat mengusir kemalasan Diskusikan cara mengalihkan pikiran dari sugesti ingin menggunakan zat dengan menciptakan sugesti yang lebih positif Identifikasi potensi /hobi/aktivitas yang menyenangkan Diskusikan manfaat aktivitas Bantu merencanakan aktivitas (susun jadwal) Motivasi untuk melakukan aktivitas secra teratur Motivasi untuk mengatasai masalah dengan memulai segera Motivasi untuk mengatasi bosan dengan selingan istirahat saat beraktivitas Dsb.

“ masih ada harapan Bantu klien untuk mengekspresikan perasannya Kelompok : Diskusikan pengalaman mengucapkan kata-kata yang mengandung semangat menghindari zat Keluarga : Motivasi keluarga untuk membantu klien mampu jujur bila sugestinya datang Diskusikan upaya keluarga membantu klien mengurangi sugesti Bantu suasana mendukung keakraban di rumah Tujuan : Intoleransi aktivitas (kurang aktivitas) sehubungan Klien mampu meningkatkan aktivitas terutama mengisi waktu dengan kurangnya motivasi luang Klien : untuk sembuh Data : Identifikasi potensi /hobi/aktivitas yang menyenangkan Bosan Diskusikan manfaat aktivitas Tidak bekerja dan tidak Bantu merencanakan aktivitas (susun jadwal) sekolah Motivasi untuk melakukan akativitas secara teratur Motivasi untuk mengatasai malas dengan memulai segera Tidak terlibat pekerjaan di rumah Motivasi untuk mengatasi bosan dengan selingan istirahat saat beraktivitas Kompensasikan dengan membaca Kelompok . kekayaan. 5. tak Latihan menggunakan kata-kata “ ingin hidup sehat:. Lakukan olah raga / permaianan/ aktivitas bersama Keluarga : Dusikusikan menyediakan fasilitas bagi klien Identifikasi cara keluarga memotivasi klien beraktifitas Lakukan aktifitas bersama-sama .penting. “ masih ada harapan” Dsb. kebahagian dengan perilaku masa lalu Menjelaskan bahwa banyak prestasi yang dicapai orang lain yang tidak menggunakan NAPZA Dsb. masa berdaya. Koping individu tidak efektif sehubungan dengan tidak Klien mampu untuk mengatasi keinginan menggunakan zat mampu mengatasi keinginan adiktif Individu : menggunaan zat Data : Indentifikasi situasi yang menyebabakan timbulnya sugesti Identifikasi perilaku ketika sugesti datang Klien sakau Memaksa petugas untuk Diskusikan cara mengalihkan pikiran dari sugesti ingin pemakaian zat menggunakan zat dengan menciptakan sugesti yang lebih positif Nyeri. I Information of Impact drug abuse Menunjukan angka-angka statistik korban NAPZA Menunjukan hasil-hasil penelitian pengaruh NAPZA terhadap timbulnya penyakit kronis Menjelaskan hubungan antara prestasi. kedudukan. gangguan pola tidur . IMPLEMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN MASALAH KEPERAWATAN IMPLEMENTASI Tujuan.sugestinya kuat depan penting. gelisah.

Teman pergaualan cenederung pengguna zat Dikucilkan dari masyarakat. Merasa kosong spiritual perilaku berbohong Perilaku mencuri Perubahan pemeliharaan kesehatan dan ADL Data . Malam begadang Tidur tidak teratur Mandi jarang Tidak rapi Suka berkelahi Perialaku seks bebas Penyalahagunaan zat. mandi. tidur secara teratur Kelompok . Diskusikan gaya hidup sehat dan manfaatnya Keluarga : Identifikasi gaya hidup keluarga Diskusikan keluarga sebagai model dan tempat berlatih untuk hidup sehat. Identifikasi pengaruh teman terhadap sugesti Bantu klien menilai faktor negatif bila kontak dengan sesama pengguna zat Bantu klien mengakhiri hubungan Bantu klien menghindari pengguna zat lain Bantu mengidentifikasi eman bukan pengguna zat Beri dukungan akan harapan kebaikan bila bergaul lebih banyak dengan bukan pengguna zat Kelompok : Latihan dalam 10 detik mampu mengatakan tidak bila ditawari menggunakan zat Diskusikan cara menghindar bila bertemu pengguna zat /pengedar Keluarga . mengancam Ragu terhadap keyakinan. perokok berat . Identifikasi gaya hidup selama menggunakan zat Diskusikan kerugian gaya hidup pengguna zat Bantu kebiasaan mengontrol penggunaan zat /merokok Bantu latihan gaya hidup sehat : makan. Diskusikan mengidentifikasi pengguna zat Bantu menyembunyikan klien dari pengguna zat Bantu memutuskan hubungan dengan pengguna zat Duskusikan untuk menghargai usaha klien tidak berhubungan lagi dengan pengguna zat Tujuan : Klie meningkatakan kegiatan spiritual Klien : Bantu mengidentifikasi kebutuhan spiritual Identifikasi arti keyakinan keagamaan Motivasi menjalanakan agama Bantu menguatakan dengan prtolongan Tuhan Bantu mengatur kegiatan keagamaan Kelompok : Diskusikan nilai-nilai kebaikan Lakukan kegiatan ibadah bersama Keluaraga . Disteress spiritual sehubungan dengan kurangnya pengetahuan Data .Kerusakan interaksi sosial (maladaptif0 Data . Tidak melakauakan ibadah yang biasa dilakuakan. Diskusikan pentingnya kegiatan keagamaan Bantu menyiapkan kegiatan keagamaan di rumah Motivasi orang tua sebagai contoh untuk kegiaan keagamaan (do’a bersama) Tujuan : Klien mampu mengambil keputusan merubah dan memperbaiki gaya hidupnya Klien . potensi hobi tidak aktif Tujuan . Klien mengambil keputusan untuk bergaul dengan teman bukan pengguna zat Klien .

memanggil nama klien . Keluarga . sosial dan emosional klien Tujuan : Klien mampu memusatkan perhatiannya Klien : Mengkaji dan mengevaluasi dengan melakukan psikotest tingkat intelegensi pasien Mengkaji sosial ekonomi dan tingkat pendidikan pasien Memberikan kegiatan secara bertahap sesuai kebutuhan pasien Memberikan reinforcement prestasi yang dicapai pasien Mengikutsertakan dan membuat jadwal pada jam-jam tertentu Kelompok : Mengikutsertakan klien dalam kegiatan pertemuan kelompok setiap pagi . reaksi pasien dan lama pemberian Memberikan rangsangan fisik secra terus menerus misalnya menepuk-nepuk bahu. Kehilangan barang. 30 menit pada 3 jam kedua dan setiap 1 jam pada 24 jam berikutnya Bekerja sama denga dokter dalam pemberian terapi medis perhatikan dosis. Sering dibohongi Gangguan kesadaran somnolent sehubungan dengan intoksikasi obat sedatif hipnotik Gangguan pemusatan perhatian sehubungan dengan dampak penggunaan zat adiktif Tujuan .. Idetifikasi penerimaan keluarga terhadap masalah Bantu menerima masalah Identifikasi harapan untuk sembuh total Diskusikan arti kesembuhan Idetifikasai pola asuh dalam keluaraga Identifikasai kata atau perilaku yang meingkatkan sugesti klien Bantu respon keluarga bila klien menggunakan zat Bantu keluarga latihan mengucapkan kata-kata yang mengharagai dan mendukung klien utnuk berhenti Kelompok : Beri kesempatan untuk mengeskspresikan perasan Diskusikan cara mngahadapi perilaku klien dan rencana sebelum pulang Bantu mencapai kesepakatan tindak lanjut perawatan rehabilitasi mental Tujuan : Klien mampu melakukan interaksi dan memebrikan respon terhadap stimulus secara optimal Klien : Observasi tanda-tanda vital terutama kesadaran. serta dibahas bersama klien lain Mengikutsertakan klien pada seminar dan diskusi kelompok dengan topik-topik tertentu seperti AIDS. diberi tugas memebaca berita yang aktual. . Malu terhadap masyarakat Komunikasi dengan klien sering konflik. dampak zat adiktif. Tidak percaya curiga dan menuduh terhadap klien. Keluarga mampu memberikan kenyamanan pada klien sehingga mampu berhenti menggunakan zat Keluaraga . Berikan penjelasan tentang pengaruh zat adiktif terhadap kondisi fisik. gejala kejang terutama 25 menit pada jam 3 pertama. Memberikan rasa nyaman dan aman dengan pengaturan posisi Observasi keseimbangan cairan Menjaga keselamatan diri klien selama kesadaran terganggu Bila gelisah sulit diatasi pertimbangkan untuk fiksasi.Koping keluarga tidak efektif sehubungan dengan pola asuh yang salah Data .

Kus. Tedi. Philadelphia: W. Jakarta. Philadelphia: Lippincott Stuart Sundeen (1998) Principles and Practice of Psychiatric Nursing . hdup yang lebih berharga dan keyakinan tidak akan lagi menggunakan zat.B. Evaluasi apakah hubungan klein dengan keluarga sudah terbina saling percaya dan kesempatan untuk saling mendukung melakukan komunikasai yang lebih efektif untuk sama-sama mengatasi keinginan menggunakan zat lagi oleh klien. (1999) Bahaya NAPZA Bagi Pelajar . Keluarga : Ajarkan pada keluarga tentang prinsif-prinsif komunikasi terapeutik . Dajal dan Symbol Syetan. (1991). EVALUASI Evaluasi kemamapuan klien dalam mengatasi keinginan menggunakan zat misalnya dalam pikiran klien sudah tergambar masa depan yang lebih baik (tanpa zat). CM. serta masalah yang timbul akibat penggunaan zat . Saunders Company The Indonesian Florence Nightingale Foundation.5. St Louis: Mosby Year Book Smith. (1999). Referensi : Allen K. (1996) Nursing Care of the Addicted Client.. Kiat Penanggulangan dan Penyalahgunaan Ketergantungan NAPZA. Theory and Practice . Bina rupa aksara Toto Tasmara. kelompok. Upaya untuk membantu adalah dengan meningkatkan kemampuan untuk berhenti. Masalah utama dalam merawat klien yang menggunakan NAPZA adalah kekambuhan. (1999). Segi PraktisPsikiatri. Jakarta Tom. masyarakat serta lingkungan yang kondusif mencegah kambuh sehigga klien dapat memperpanjang jarak waktu pakai zat lagi atau sampai dapat berhenti total. 6.. Perilaku klien untuk mengatakan tidak terhadap tawaran penggunaan zat dan menyuruh pergi. KESIMPULAN Asuhan keperawatan pada klien dengan pemakaian NAPZA harus dilakukan secara holistic (Biopsikososiospiritual) serta melibatkan seluruh tim kesehatan yang harus ditunjang dengan sistem dan perangkat hukum yang memadai. Jakarta.M. Mizan hidup sehat. Bandung :Yayasan Al-Ghifari Morgan. kontrol diri dan perlu dikembangakan bantuan dari keluaraga. (1995) Community Health Nursing.