P. 1
Penyakit Meniere

Penyakit Meniere

|Views: 507|Likes:

More info:

Published by: Arindul Putriheryanti on Mar 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2013

pdf

text

original

Penyakit Ménière Oleh Arini Putriheryanti, 0806320471 Penyakit Ménière adalah gangguan telinga dalam yang menyebabkan pusing

yang parah (vertigo), telinga berdenging (tinnitus), kehilangan pendengaran, dan merasa penuh atau tersumbat pada telinga.1 Terdapat trias atau sindrom Ménière yaitu vertigo, tinitus, dan tuli sensorineural terutama nada rendah. 2 Penyakit ini umumnya hanya menyerang satu telinga.1,3 Penyakit Ménière bisa berkembang pada usia berapapun, namun paling sering terjadi pada individu usia 40-60 tahun. 1 Serangan pusing bisa datang tiba-tiba atau setelah kejadian singkat tinnitus atau meredamnya pendengaran. Beberapa penderita penyakit Ménière memiliki vertigo yang sangat ekstrim sehingga kehilangan keseimbangan dan jatuh, kejadian ini disebut drop attack.1 Serangan pertama sangat berat, yaitu vertigo disertai muntah. Setiap kali berusaha untuk berdiri, penderita merasa berputar, mual, dan muntah lagi. Hal ini berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu, meskipun keadaannya berangsur baik. Pada serangan kedua kalinya dan selanjutnya dirasakan lebih ringan, tidak seperti serangan yang pertama kali. Vertigo pada penyakit Ménière bersifat periodik, yang makin mereda pada serangan-serangan berikutnya. Pada setiap serangan biasanya disertai dengan gangguan pendengaran dan dalam keadaan tidak ada serangan, pendengaran dirasakan baik kembali. 2 Etiologi Gejala penyakit Ménière disebabkan oleh penumpukan cairan (hidrops) pada kompartemen telinga dalam, yaitu labirin. Labirin mengandung organ keseimbangan (kanalis semisirkularis dan organ otolitik) dan organ pendengaran (koklea). Ada dua bagian labirin, labirin tulang dan labirin membranosa. Labirin membranosa terisi oleh cairan yang disebut endolimfe, yang menstimulasi reseptor seiring tubuh bergerak. Reseptor kemudian mengirim sinyal ke otak mengenai posisi dan gerakan tubuh. Pada koklea, cairan ditekan sebagai respon terhadap getaran suara, yang menstimulasi sel-sel sensori yang mengirim sinyal ke otak. Pada penyakit Ménière, penumpukan endolimfe pada labirin mempengaruhi sinyal keseimbangan dan pendengaran normal antara telinga dalam dan otak.1 Aliran endolimfatik dijelaskan sebagai model ³danau-sungai-kolam´. Endolimfe mengalir dari ruang cairan endolimfatik (danau) melalui akuaduktus vestibular (sungai) ke sakus endolimfatikus (kolam). Jika ada obstruksi, hidrops endolimfatikus akan terjadi.4

Hidrops endolimfatik pada labirin membranosa (kanan). misalnya pada fraktur tulang temporal)5 Tabel 1. Pelebaran skala media dimulai dari daerah apeks koklea. deposisi kompleks imun yang menghasilkan inflamasi sehingga mempengaruhi kemampuan penyaring pada sakus5) atau reaksi autoimun3 .5 Gambar 1. Banyak teori mengenai penyebab penyakit Ménière : 3 . Terdapat penonjolan ke dalam skala vestibuli.Gambar 2.variasi genetik yang menyebabkan abnormalitas volume atau regulasi cairan endolimfe3 (sepertiga penderita penyakit Ménière memiliki kerabat first-degree dengan penyakit Ménière5 ). kemudian dapat meluas hingga bagian tengah dan basal koklea.trauma (menyebabkan perubahan hidrodinamik pada telinga dalam.berkurangnya tekanan osmotik di dalam kapiler .meningkatnya tekanan osmotik ruang ekstrakapiler . Labirin membranosa normal (kiri).tersumbatnya jalan keluar sakus endolimfatikus Ditemukan pelebaran dan perubahan morfologi pada membran Reissner. Hal ini menjelaskan terjadinya tuli saraf nada rendah pada penyakit Ménière. Penyebab Penyakit Ménière3 .konsekuensi infeksi virus3 (misalnya HSV5). .3 Hal yang diduga menjadi penyebab penumpukan cairan mendadak dan hilang timbul :2 . alergi3(sakus endolimfatikus sebagai target mediator. terutama di daerah helikotrema. Sakulus juga mengalami pelebaran yang dapat menekan utrikulus.meningkatnya tekanan hidrostatik pada ujung arteri . Diagram malabsorpsi endolimfatik.

Diagnosis Kriteria diagnosis penyakit Ménière : vertigo hilang timbul. Beberapa orang menyatakan bahwa rokok. dan alkohol memperburuk gejala.2 Beberapa hal yang disarankan1 : . Penyakit ini akan sembuh total bila tidak disertai dengan komplikasi. makin lama makin menghilang. . Hidrops bisa dibuktikan dengan tes gliserin.Obat. tidak berlangsung lama Bila dalam anamnesis terdapat riwayat fluktuasi pendengaran. Biasanya penyakit ini timbul setelah menderita influenza. cokelat.Perubahan kebiasaan. mula-mula lemah dan makin lama makin kuat . .pada tumor nervus VIII : vertigo periodik.Pembatasan garam dan pemakaian diuretik. Gejala yang paling melumpuhkan pada serangan penyakit Ménière adalah pusing. fluktuasi gangguan pendengaran berupa tuli saraf. .pada neuritis vestibuler : vertigo tidak periodik. Vertigo hanya didapatkan pada permulaan penyakit. meklizin. sebab tidak ada penyakit lain yang bisa menyebabkan perbaikan dalam tuli sensorineural. Pemeriksaan fisik diperlukan hanya untuk menguatkan diagnosis. Bila terdapat hidrops. kadang disertai rasa mual sampai muntah. yang bisa mengurangi volume cairan dan tekanan pada telinga dalam. menyingkirkan kemungkinan penyebab dari sentral (misalnya tumor nervus VIII).pada sklerosis multipel : vertigo periodik.pada VPPJ (vertigo posisi paroksismal jinak) : keluhan vertigo datang tiba-tiba terutama pada perubahan posisi kepala dan keluhan vertigonya terasa sangat berat. glikopirolat.4 Tatalaksana Penyakit ini bisa sembuh sama sekali tanpa obat dan gejala penyakit bisa hilang sama sekali. Penyakit ini diduga disebabkan virus. maka sudah dapat didiagnosis sebagai penyakit Ménière. Membantu mengatur pusing dengan mengurangi jumlah cairan tubuh. dan lorazepam bisa meringankan pusing dan mempersingkat serangan. Tes gliserin juga menentukan prognosis tindakan operatif pada pembuatan shunt. Obat seperti diazepam.2 Tidak ada tes laboratorium yang spesifik untuk penyakit Ménière. maka operasi diduga akan berhasil dengan baik. tetapi intensitas serangan sama pada tiap serangan . .2 Vertigo pada beberapa penyakit lain selain Ménière : 2 . dan pada pemeriksaan terdapat tuli sensorineural. kafein. Pemeriksaan radiologi umumnya tidak dibutuhkan.

Hain TC. Restuti RD. 3. Accessed on March 5 2011. Accessed on March 5 2011. Iskandar N.nidcd. Injeksi antibiotik gentamisin ke telinga tengah membantu mengontrol vertigo. 6th ed. 2007. Available at http://www.nih. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 4. . Wilkerson RG. National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. Hubungan dengan Pemicu Gejala yang dialami Pak Amat (telinga kiri tiba-tiba tidak mendengar. yang menunjukkan Pak Amat mengalami tuli sensorineural. yang mengurangi pusing dan tidak berisiko menghilangkan pendengaran. Ménière's Disease. 5. Diperlukan anamnesis mengenai keluhan berjalan agak goyang pada Pak Amat. Ménière's Disease. Daftar Pustaka 1. Merupakan jenis terapi bicara.google. membantu orang untuk fokus terhadap bagaimana mereka memamahami dan bereaksi pada pengalaman hidup. 2.. mengurangi kecemasan akan serangan yang mungkin terjadi. tetapi secara signifikan meningkatkan risiko kehilangan pendengaran. Accessed on March 5 2011. Available at http://emedicine. Accessed on March 5 2011.com/disorders/Ménières/men_eti. telinga kiri terus berbunyi. Hasil otoskopi tidak spesifik pada penyakit Meniere.id/books?id=M1tyxfMr4z4C&printsec=frontcover&dq=Ménière's+disease&hl=e n&ei=r5xTc37LoXLrQe08dHRCg&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=1&ved=0CDAQ6AEwAA#v= onepage&q&f=false. Soepardi EA. Hasil tes Weber (lateralisasi ke kanan) dan tes Rinne (+/+) juga bisa didapatkan pada penyakit Ménière.Harris JP.dizziness-andbalance. Available at http://www. Kugler Publications.html. Beberapa dokter memilih menginjeksi kortikosteroid.Injeksi. Direkomendasikan jika pengobatan lain gagal menyembuhkan pusing.medscape. . Available at http://books. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala & Leher. Beberapa prosedur bedah dilakukan dengan mengurangi tekanan pada sakus endolimfatik. Bashiruddin J.co.Pembedahan.com/article/792902overview.Terapi kognitif. berjalan agak goyang/gangguan keseimbangan) bisa merupakan gejala penyakit Ménière. . Meniere Disease.gov/health/balance/Ménière.html. Ménière's Disease. 1999.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->