Lembar Tugas Mandiri Modul Sel dan Genetika Oleh Nusaibah Nadia Juliafina, 1006684900 Apoptosis Dalam siklus

hidupnya, katak melalui sebuah proses perubahan struktur dan fungsi tubuh yang disebut metamorfosis. Dalam proses metamorfosisnya katak berawal dari telur dan kemudian menetas menjadi kecebong yang memiliki ekor. Seiring waktu ekor tersebut akan menyusut dan tumbuh empat kaki di sisi tubuhnya sampai ia tumbuh sempurna menjadi katak. Dalam proses penyusutan ekornya ini terjadi kematian sel yang terprogram (programmed cell death/PCD) atau yang lebih umum dikenal dengan apoptosis. Apoptosis pada katak dipicu oleh meningkatnya hormon tiroid dalam darah. Apoptosis berfungsi sebagai pengontrol jumlah sel bagi organisme multiseluler. Kontrol jumlah sel dilakukan dengan cara mengontrol jumlah pembelahan sel serta jumlah kematian sel1. Apoptosis berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti µberjatuhan¶ seperti daun yang berjatuhan dari pohon2. Kata ini pertama kali diperkenalkan oleh John Kerr pada tahun 1972, namun fenomena ini telah ditemukan jauh sebelumnya oleh Carl Vogt pada tahun 18422. Apoptosis adalah sebuah proses yang terprogram untuk mematikan sel tanpa membahayakan selsel disekitarnya. Apoptosis yang berlangsung 20 kali lebih cepat dari mitosis2 sangat penting untuk mengeliminasi sel yang tua, tidak sehat, ataupun tidak dibutuhkan lagi. Apabila apoptosis tidak terjadi, sel-sel yang seharusnya mati akan tetap hidup dan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker dan leukimia, namun apabila apoptosis terjadi berlebihan akan merusak jaringan seperti yang terjadi pada beberapa penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer, Huntington, dan Parkinson3. Sebenarnya apoptosis tidak dapat sepenuhnya disamakan dengan kematian sel yang terprogram, karena apoptosis merupakan istilah yang menggambarkan morfologi spesifik dari kematian sel dan dapat diinduksi, sedangkan PCD meskipun terjadi melalui apoptosis merupakan kematian sel yang terprogram menurut waktu dan posisi dalam perkembangan suatu organisme2. Selain pada penyusutan ekor kecebong, apoptosis juga terjadi pada pembentukan jari-jari tangan dan kaki mamalia. Pada awalnya bentuk tangan dan kaki hanya seperti sekop kemudian

Berikut adalah tabel yang menggambarkan perbedaan kematian sel karena apoptosis dan nekrosis4. Baik jalur internal maupun eksternal sama-sama dimediasi oleh sebuah enzim proteolitik yang disebut caspase yang dapat memicu kematian sel dengan melepaskan protein spesifik ke sitoplasma dan nukleus. membran nukleus hancur. Gambaran Penyebab Keterlibatan Proses biokimia Keutuhan sel membran Morfologi Proses peradangan Proses kematian sel Apoptosis Fisiologi dan Patologi Satu sel Energi oleh DNA Diperbaiki Sel mengkerut dan pecah Tidak ada Diserap atau fagositosis tetangganya Nekrosis Patologi Sekelompok sel Homeostasis Lisis Hilang Sering sel Diserap oleh neutrofil PMN dan makrofag Induksi apoptosis dapat terjadi secara internal dan eksternal. Apoptosis jalur ekstrinsik misalnya. dan terjadi fragmentasi DNA nukleus. sitoskeletonnya hancur. Caspase disintesis di dalam sel sebagai prekursor inaktif yang disebut procaspase dan dapat diaktifkan oleh pembelahan caspase lainnya. Kemudian terjadi perubahan permukaan sel yang memberikan sinyal agar sel tersebut di fagositosis oleh sel lain di sekitarnya ataupun oleh makrofag sehingga isi sel tidak bocor keluar dan dapat di daur ulang dan tidak menimbulkan efek merusak pada sel di sekitarnya1. sedangkan jalur intrinsik diaktivasi oleh tekanan intra dan ekstra seluler seperti tekanan oksidatif dan obat-obatan sitotoksik. Reseptor jalur ekstrinsik terdapat pada membran plasma dan diaktivasi oleh extracellular ligands.sel-sel di antara jari mati dan terbentuklah jari-jari. dapat terjadi jika limfosit melepaskan sebuah protein yang disebut Fas ligand yang dapat menempel di reseptor membran dan bergabung dengan protein adaptor dan bersama-sama mengaktifkan procaspase-8 yang kemudian . Sel yang mengalami apoptosis akan mengempis dan memadat (condenses). Apoptosis juga terjadi pada sel ketika sel tersebut sudah tidak dibutuhkan lagi dan untuk mengontrol jumlah sel. Jalur ekstrinsik dipengaruhi oleh reseptor-reseptor sedangkan jalur intrinsik diatur oleh mitokondria. Kematian sel yang terjadi melalui apoptosis tidak akan merusak ataupun menimbulkan bengkak seperti kematian sel karena nekrosis. Pengaktifan caspase tersebut akan megaktifkan procaspases lainnya sehingga terjadi reaksi berantai yang disebut caspase cascade.

membelah menjadi caspase-8 dan mengaktifkan procaspases lainnya sesuai caspase cascade. Dalam jalur intrinsik. Namun beberapa anggota Bcl-2 family merupakan promotor terjadinya apoptosis yaitu Bad yang dapat berikatan dengan inhibitor apoptosis dan menginaktivasikannya atau Bak dan Bax yang bekerja dengan menstimulasi pelepasan sitokrom c dari mitokondria. Gen Bcl-2 dan keluarganya (Bcl-2 family). Proses pengaktifan apoptosis ini dapat dilihat dalam diagram berikut2: Pengaktifan caspase ini diatur oleh gen Bcl-2 dan IAP (inhibitor of apoptosis) protein1. seperti Bcl-XL. Peran Bak dan Bax dalam induksi apoptosis sangatlah penting sehingga apabila gen yang mengkode kedua protein ini diinaktifkan maka sel akan menjadi resisten terhadap stimulus-stimulus yang memicu apoptosis. Sitokrom c ini dapat berikatan dan mengaktifkan protein adaptor bernama Apaf-1 dan kemudian mengaktifkan caspase cascade2. menghambat terjadinya apoptosis dengan cara menghambat dilepaskannya sitokrom c dari mitokondria. IAP adalah jenis protein lain yang juga berfungsi sebagai inhibitor . Bak dan Bax ini diaktifkan oleh anggota Bcl-2 family lainnya yang merupakan promotor apoptosis yaitu Bid. mitokondria melepaskan sebuah protein pembawa elektron yang disebut sitokrom c ke sitosol. Oleh karena itu.

4th edition.asp?articlekey=11287. Untuk mengatasinya. In : Underwood JCE. Protein ini banyak ditemukan pada virus serangga yang melepaskan IAP untuk mencegah sel inangnya membunuh diri sendiri sebelum ia berhasil bereplikasi. et al.medterms. IAP bekerja dengan dua cara. Churchill Livingstone. BioEssays 2003. kematian sel yang terprogram ini juga diatur oleh sinyal-sinyal ekstraselular yang dapat mengaktifkan ataupun menghambat apoptosis dengan cara mengatur aktivitas Bcl-2 dan IAP1. [cited on February 14 2011]. Molecular Biology of the Cell. NewYork-London-Madrid. ia juga melepaskan sejenis protein yang dapat menghambat aktivitas IAP sehingga program kematian sel dapat tetap berlangsung. Johnson A. Goepel JR. Referensi 1 Alberts B. Selain itu. 1996: 117-119. Definitions of Apoptosis. Apoptosis ± An Introduction. 2002. New York: Garland Science. yakni dengan berikatan dengan procaspase dan menghambat aktivasinya atau dengan berikatan dengan caspase dan menghambat aktivitasnya. Inc. Responses to Celluler Injury. Webster¶s New World Medical Dictionary. saat mitokondria melepaskan sitokrom c untuk mengaktifasi Apaf-1.com/script/main/art. 2 3 Lawen A. 4 .apoptosis. 2003. 25: 888-96. General and Systematic nd Pathology. Lewis J. Available from: http://www. 2 ed. Wiley Periodicals.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful