LAPORAN KASUS

SKABIES

Disusun Oleh : Kharisma Prasetya Adhyatma (070100083) Benny Harmoko (070100097) Marintan Astrina Sitio (070100165) Vitri Alya ( 070100143 ) Ivan Christian Pasaribu (070100367)

Pembimbing : dr. Riyadh Ikhsan,Sp.Kk

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER DEPARTEMEN KULIT DAN KELAMIN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke Allah SWT karena atas berkat dan rahmatNya kami dapat menyelesaikan laporan kasus tentang Skabies. Kami menghargai segala masukan yang diberi oleh teman-teman sepanjang proses persiapan laporan kasus ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pembimbing kami. Pertama-tama perkenankanlah kami pada hari yang sangat berbahagia ini mengucapkan Alhamdulillah yang sedalam dalamnya kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan karunia-Nya khususnya kepada kami dan keluarga dibarengi salawat dan salam, saya sampaikan keharibaan yang mulia junjungan Nabi Besar Muhammad SAW semoga nantinya kita akan mendapat syafaat darinya di kemudian hari, Amin. Bersama ini juga kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepaniteraan Klinik Senior Departemen Kulit dan Kelamin atas bimbingan sehingga kami dapat menyiapkan makalah ini.

Salam dan Hormat.

i

................................................. i Daftar isi.......................................................................................................................6 Pemeriksaan Penunjang......................................................................... 7 2....................................................................5 Gejala Klinis...........................................................19 DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................................................................8 Penatalaksanaan................................ 3 2......... 3 2...........................2 Epidemiologi........................................................................ 3 2.. ii BAB 1 PENDAHULUAN.......................................................... 1 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA............................................ 3 2..................................................................................................1 Definisi......................................20 ii .............................4 Patogenesis...................................................................... 7 2...............DAFTAR ISI Kata Pengantar................................................. 6 2................................7 Diagnosis.................................................. 10 BAB 4 KESIMPULAN...............................................................................3 Etiologi.................................................................................................................................................................... 5 2.............................................................................................................9 Prognosis. 8 BAB 3 LAPORAN KASUS..................................................... 4 2...........................................................

parasit hewani dan lain-lain. Disamping itu skabies dapat berkembang pada kebersihan perorangan yang jelek. 2005). insiden sama antara pria dan wanita (Harahap. memelihara suhu tubuh dan mengeluarkan kotoran-kotoran tertentu. maupun pengaruh buruk dari luar. Salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit adalah Skabies ( Juanda. yang penularannya terjadi secara kontak langsung dan tidak langsung. Kulit berfungsi untuk melindungi permukaan tubuh. 2000). Skabies dalam bahasa Indonesia sering disebut kudis. demografi status perilaku individu (Siregar. pinggang. Kulit juga penting bagi produksi vitamin D oleh tubuh yang berasal dari sinar ultraviolet. secara langsung misalnya bersentuhan dengan penderita atau tidak langsung misalnya melalui handuk dan pakaian. Penyakit kulit dapat disebabkan oleh jamur. maka kulit perlu dijaga kesehatannya. virus. sedangkan orang sunda menyebutnya budug. maka kulit yang pertama kali menerima rangsangan seperti rangsangan sentuhan. lingkungan yang kurang bersih. terutama pada malam hari. Penyakit ini banyak di jumpai pada anakanak dan orang dewasa tetapi penyakit ini dapat mengenai semua umur walaupun akhirakhir ini juga sering didapatkan pada orang berusia lanjut. kuman. di bawah ketiak. Orang jawa menyebutnya gudig. 2000). biasanya di lingkungan rumah jompo. 1 .BAB 1 PENDAHULUAN Kulit merupakan organ terluar penyusun tubuh manusia yang terletak paling luar dan menutupi seluruh permukaan tubuh. Selain itu kulit juga mempunyai nilai estetika (Wijayakusuma. Gejalanya ialah penderita selalu mengeluh gatal. gatal yang terjadi terutama di bagian sela-sela jari tangan. 2004). Gudik merupakan penyakit menular akibat mikroorganisme parasit yaitu sarcoptes scabei varian hominis. rasa sakit. Karena letaknya paling luar. Mengingat pentingnya kulit sebagai pelindung organ-organ tubuh didalammnya.

alat kelamin. Oleh karena itu salah satu syarat dalam pengobatan scabies ialah seluruh anggota keluarga harus diobati (termasuk penderita yang hiposensitisasi). Penyakit ini menyerang manusia secara kelompok. sekeliling siku. misalnya dalam sebuah keluarga biasanya seluruh anggota keluarga terkena infeksi. 2 . areola (area sekeliling puting susu) dan permukaan depan pergelangan.

dan perkembangan dermografik serta ekologik.S. 2. Kontak langsung (kontak kulit dengan kulit).1 2.hominis. Selain itu terdapat Sarcoptes Scabiei yang lain misalnya pada kambing dan babi.3 1. animalis yang kadang-kadang menulari manusia. ordo Ackarima.1 3 . (Penyakit Akibat Hubungan Seksual). antara lain: sosial elonomi yang rendah. terutama pada mereka yang banyak memelihara binatang peliharaan misalnya anjing. hubungan seksual yang sifatnya promiskuitas.1 Definisi Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes Scabiei var.2 Epidemiologi Banyak faktor yang menunjang perkembangan penyakit ini. tangan. sprei. dan lain-lain. kesalahan diagnosis. super famili Sarcoptes. hygiene yang buruk. misalnya pakaian. tidur bersama dan hubungan seksual. hominis dan produknya (DERBER 1971).3 Etiologi Sarcoptes Scabiei termasuk filum Arthropoda. kelas Arachnida. bantal. handuk.BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. 1 Cara penularan (transmisi):2. Penyakit ini dapat dimasukkan dalam P. misalnya berjabat Kontak tak langsung (melalui benda). 2.H. Penularan biasanya oleh Sarcoptes Scabiei betina yang sudah dibuahi atau kadang-kadang oleh bentuk larva. Dikenal juga Sarcoptes Scabiei var. Pada manusia disebut Sarcoptes Scabiei var.

2 pasang kaki didepan sebagai alat untuk melekat dan 2 pasang kaki kedua pada betina berakhir dengan rambut. Ukurannya yang betina berkisar antara 330 – 450 mikron x 250 – 350 mikron. Skibala (feses) dihasilkan seiring perjalanan mereka pada epidermis. larva ini dapat tinggal dalam terowongan tetapi dapat juga keluar. Bentuk betina yang dibuahi ini dapat hidup sebulan lamanya. dan tidak bermata. sedangkan pada yang jantan pasangan kaki ketiga berakhir dengan rambut dan keempat berakhir dengan alat perekat. dengan 4 pasang kaki. sedangkan yang jantan lebih kecil. jantan dan betina. Telur akan menetas biasanya dalam waktu 3-5 hari dan menjadi larva yang memiliki 3 pasang kaki. Siklus hidup tungau ini ialah setelah kopulasi (perkawinan) yang terjadi di atas kulit. Seluruh siklus hidupnya mulai dari telur sampai bentuk dewasa memerlukan waktu antara 8-12 hari. Mereka memakan hasil degradasi jaringan tersebut. Tungau ini translusen.Secara morfologi merupakan tungau kecil berbentuk oval.4 Patogenesis Tungau bergerak menembus permukaan kulit dengan cara mensekresikan protease yang mendegradasi stratum korneum. kadang-kadang masih dapat hidup beberapa hari dalam terowongan yang digali oleh yang betina.1 2. Hasil keseluruhan perjalanan ini menghasilkan suatu lesi yang berbentuk terowongan yang dikenal sebagai burrow. yang jantan akan mati. Bentuk dewasa mempunyai 4 pasang kaki. dengan kecepatan 2-3 milimeter sehari dan sambil meletakkan telurnya 2 atau 4 butir sehari sampai mencapai jumlah 40 atau 50. Tungau betina yang telah dibuahi menggali terowongan dalam stratum korneum. Setelah 2-3 hari larva akan menjadi nimfa yang mempunyai 2 bentuk. yakni 200 – 240 mikron x 150 – 200 mikron. punggunggnya cembung dan bagian perutnya rata. berwarna putih kotor. 4 .

siku bagian luar. Lesi berbau. sistem imun yang lemah gagal untuk mengkontrol penyakit ini sehingga akan timbul suatu hiperinfestasi fulminan yang dikenal sebagai Skabies Norwegia (skabies berkrusta). pergelangan tangan bagian velar. Rasa gatal ringan ataupun tidak ada sama sekali. lesi akan menyebar cepat dan melibatkan seluruh integumen. Tempat predileksinya biasanya merupakan tempat dengan strartum korneum yang tipis. diskolorasi. reaksi hipersensitivitas tipe lambat (tipe IV) terhadap tungau. lipat ketiak bagian 5 . Pada individu yang sebelumnya telah tersensitisasi. Onset gejala bergantung pada apakah infestasi merupakan paparan pertama atau relaps/reinfestasi. Sisike tebal menjadi lebih verukosa dan akan muncul krusta.3 2. atau skibala akan memunculkan gejala klinis setelah 4-6 minggu. Kuku biasanya menebal. dan distrofi. Pada infestasi inisial. Reaksi hipersensitivitas bertanggung jawab terhadap munculnya rasa gatal yang hebat yang merupakan tanda kardinal penyakit ini.2 Skabies Berkrusta (Skabies Norwegia) Skabies berkrusta dimulai dengan munculnya bercak eritematosa yang berbatas tidak tegas yang cepat berkembang menjadi sisik tebal yang prominen. Terowongan jarang ditemukan atau tertutup oleh ekskoriasi ataupun infeksi sekunder. gejala klinis dapat muncul hanya dalam hitungan jam saja.Pada individu yang terinfeksi biasanya akan terdapat kurang dari 100 tungau pada tubuhnya. Pada hospes yang immunocompromised. yaitu : sela-sela jari tangan. Jika tidak diobati. Seluruh area dapat terlibat namun kulit kepala. tangan dan kaki merupakan area paling rentan. telur.5 Gejala Klinis Lesi berupa papul eritematosa kecil dan biasanya terekskoriasi dan tertutup oleh krusta darah.

3 1.3 Ada 4 tanda kardinal : 1. Dapat ditemukan satu atau lebih stadium hidup tungau ini. Diagnosis dapat dibuat dengan menemukan 2 dari 4 tanda kardinal tersebut. kemudian pada ujung yang terlihat papul atau vesikel dicogkel dengan jarum dan diletakkan diatas sebuah kaca objek. Jika timbul infeksi sekunder ruam kulitnya menjadi polimorf (pustule. lalu ditutup dengan kaca penutup dan dilihat dengan mikroskop cahaya. ekskoriasi.depan. 6 . tetapi tidak memberikan gejala. dan perut bagian bawah. Pada bayi dapat menyerang telapak tangan dan kaki. Penyakit ini menyerang manusia secara kelompok. Pruritus Nokturna. sebagian besar tetangga yang berdekatan akan diserang oleh tungau tersebut. Penderita ini disebut sebagai pembawa (carrier). berbentuk garis lurus atau berkelok. 2. pada ujung terowongan itu ditemukan papul atau vesikel. dan lain-lain). yang seluruh anggota keluarganya terkena. Dikenal keadaan Hiposensitisasi.6 Pemeriksaan Penunjang Cara menemukan tungau : 1. Carilah mula-mula terowongan. rata-rata panjang 1 cm. Adanya terowongan (kunikulus). 3. Menemukan tungau. areola mame (wanita). artinya gatal pada malam hari yang disebabkan karena aktivitas tungau ini lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas. Begitu pula dalam sebuah perkampungan yang padat penduduknya. bokong. misalnya dalam sebuah keluarga biasanya seluruh anggota keluarga terkena infeksi. Walaupun mengalami infestasi tungau. pada tempat-tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan. umbilicus. genitalia eksterna (pria). merupakan hal yang paling diagnostik. 2.

dermatitis atopik. 30 gram biasanya cukup untuk dosis dewasa. dermatitis seboroik. tinea. dan anak dengan berat kurang dari 15 kg. - CDC merekomendasikan Ivermectin oral (200 mcg/kgBB dosis tunggal dan dapat diulang 2 minggu kemudian) sebagai terapi yang ekuivalen dengan permetrin topikal. Dengan membuat biopsi irisan. Permetrin 5% aman digunakan pada bayi usia kurang dari 1 bulan yang terinfeksi oleh neonatal skabies.2. Krim harus dibersihkan dengan cara mandi setelah 8-14 jam. Ivermectin jangan digunakan pada wanita hamil ataupun menyusui. namun dapat diulangi seminggu kemudian jika belum sembuh. - Permetrin 5% dalam krim digunakan secara menyeluruh mulai dari leher hingga telapak kaki. dll.4 2.4 2. Dengan cara menyikat dengan sikat dan ditampung diatas selembar kertas puith dan dilihat dengan kaca pembesar.E.7 Diagnosis Banding Sebagai diagnosis banding ialah : prurigo. pedikulosis korporis.6 Agen-agen lain yang dapat digunakan sebagai alternatif adalah: 7 . 3.5. Biasanya sekali pemakaian sudah cukup. 4. 3. Caranya : lesi dijepit dengan 2 jari kemudian dibuat irisan tipis dengan pisau dan diperiksa dengan miksroskop cahaya.3.2. Dengan biopsi eksisional dan diperiksa dengan pewarnaan H.3. krim permetrin 5% topikal dan ivermectin oral merupakan terapi lini pertama.1.8 Penatalaksanaan Mempertimbangkan toksisitas dan efikasi dari berbagai terapi.

- Krotamiton 10 % dalam krim atau losio juga merupakan obat pilihan. Kekurangannya yang lain ialah berbau dan mengotori pakaian dan kadang-kadang menimbulkan iritasi.1. seluruh individu yang memiliki riwayat kontak atau tinggal dengan penderita harus diobati secara bersamaan. efektif terhadap semua stadium. Dioleskan di seluruh tubuh dan dibersihkan setiap setelah 24 jam. harus dijauhkan dari mata. diberikan setiap malam selama 3 hari.9 Prognosis Dengan memperhatikan pemilihan dan cara pemakain obat. - Emulsi benzyl-benzoas (20-25%). mulut. Preparat ini karena tidak efektif terhadap stadium telur. dan jarang member iritasi. termasuk obat pilihan karena efektif terhadap semua stadium. serta syarat pengobatan dan menghilangkan faktor predisposisi (antara 8 .- Belerang endap (sulfur presipitatum) dengan kadar 4-20% dalm bentuk salep atau krim. dan kadang-kadang makin gatal setelah dipakai.1. Pakaian-pakaian harus dicuci bersih dan handuk dan peralatan tidur dijemur dibawah sinar matahari selama minimal 3 kali seminggu.4 2. Obat ini tidak dianjurkan pada anak dibawah 5 tahun dan wanita hamil. kerna toksis terhadap susunan saraf pusat. sering meberi iritasi. - Gamma benzene heksa klorida (gameksan = gammexane) kadarnya 1 % dalam krim atau losio. daapat dipakai pada bayi berumur kurang daro 2 tahun. Pemberiannya cukup sekali. mudah digunakan. Obat ini sulit diperoleh. kecuali jika masih ada gejala diulangi seminggu kemudian. maka penggunaannya tidak boleh kurang dari 3 hari.5.6 Untuk memutuskan rantai penularan. dan uretra. mempunyai dua efek sebagai antiskabies dan antigatal.

lain hygiene). 1 9 . maka penyakit ini dapat diberantas dan memberi prognosis yang baik.

10 . dan siku sejak 3 bulan lalu. IDENTIFIKASI: Nama Umur Status Agama Pekerjaan Kegemaran Alamat II. : Abdurrahman.H :14 Tahun :Belum Menikah :Islam :Pelajar :Sepak Bola :Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Medan Jenis Kelamin :Laki-laki Bangsa/Suku :Nias Riwayat Perjalanan Penyakit: • Sejak 3 bulan yang lalu timbul bintil-bintil di kedua tangan sangat gatal terutama di malam hari. Keluhan Tambahan : Tidak dijumpai.ADAM MALIK MEDAN STATUS PENDERITA PENYAKIT KULIT I. oleh pasien digaruk sehingga lecet dan luka.BAB 3 LAPORAN KASUS BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN FAKULTAS KEDOKTERAN USU / RS H. lengan bawah. ANAMNESIS: Keluhan Utama :Timbul Bintil-bintil berisi nanah dan keropeng yang sangat gatal terutama pada malam hari pada kedua tangan.

Darah -Pernafasan Keadaan Spesifik -Kepala -Leher -Thoraks -Abdomen -Genitalia -Ekstrimitas :Tidak ada kelainan :Tidak ada kelainan :Tidak ada kelainan :Tidak ada kelainan :Tidak ada kelainan :Pustul.• • Oleh pasien pernah diberi salep scabimate namun tidak Pasien tinggal di asrama dan teman-temannya ada perubahan. bula.PEMERIKSAAN: Status Generalisata : Keadaan Umum -Kesadaran -Gizi -Nadi -Tek. erosi. Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak dijumpai Riwayat Penyakit Terdahulu : Tidak dijumpai III. ekskoriasi. menderita hal yang sama. skuama :Compos Mentis :Baik :74 kali/menit :100/65mmHg :21kali/menit -Suhu Badan :Normal Status Dermatologikus Lokalisasi: 11 . papul.

• Regio Manus dekstra et sinistra 12 .

13 .

• Regio Brachialis dekstra et sinistra 14 .

• Regio Olecrani dekstra et sinistra 15 .

lentikuler. desiminata. PEMERIKSAAN LABORATORIK: 16 . diskret -Papul. diskret Ruam Sekunder: -Skuama -Erosi -Ekskoriasi -Krusta IV. milier. desiminata. diskret -Pustul. multiple. desiminata. TES-TES YANG DILAKUKAN: Mencari terowongan dengan kaca pembesar (tidak dilakukan) V. multiple.Ruam Primer: -Vesikel. milier. multiple.

Teman-teman pasien juga ada yang menderita penyakit yang sama. DIAGNOSIS BANDING: 1. lengan bawah. Prurigo 3. pasien pernah memberi salep scabimate namun tidak ada perubahan. Skabies 2. VII. Menghindari kontak langsung dengan penderita scabies Mencuci baju dan menyeterika dengan suhu panas 17 . DIAGNOSIS SEMENTARA: Skabies IX. Dermatitis kontak VIII. PENATALAKSANAAN: Umum: • • • • Meningkatkan kebersihan pribadi Menghindari pemakaian alat-alat secara bersamaan dengan teman satu asrama. dan siku. RINGKASAN: : : Seorang anak laki-laki 13 tahun datang ke poliklinik RSHAM Medan dengan keluhan timbul bintil-bintil yang berisi nanah dan keropeng yang sangat gatal terutama pada malam hari di kedua tangan.Rutin Khusus VI. Pasien tinggal di pesantren yang berasrama. Oleh pasien digaruk sehingga lecet dan menimbulkan luka.

• Menjemur handuk dan peralatan tidur lansung dibawah sinar matahari minimal 3 kali seminggu selama kurang lebih 30 menit. PROGNOSIS: Ed Vitam : Bonam Ed Functionam : Bonam Ed Sanactionam : Bonam 18 . PEMERIKSAAN ANJURAN: XI. Khusus: • • Oral-Loratadin 10 mg 1x1 hari Topikal-Primetrin 5 % X.

BAB 4 KESIMPULAN Skabies merupakan infestasi pada kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Gejala klinis skabies adalah rasa gatal yang hebat. sprei. Pasien dengan skabies direkomendasikan untuk diobati dengan permetrin 5% dalam krim ataupun dengan ivermectin oral (200 mcg/kgBB) dosis tunggal. Penyakit ini ditransmisikan melalui kontak langsung dengan penderita ataupun secara tidak langsung melalui penggunaan peralatan sehari-hari secara bersama-sama seperti handuk. seluruh individu yang memiliki riwayat kontak atau tinggal dengan penderita harus diobati secara bersamaan. terutama pada malam hari. Pasien dengan skabies harus diterapi secara kausatif dan pemutusan rantai penularan. Pakaian-pakaian harus dicuci bersih dan handuk dan peralatan tidur dijemur dibawah sinar matahari selama minimal 3 kali seminggu. maka penyakit ini dapat diberantas dan memberi prognosis yang baik. Dengan memperhatikan pemilihan dan cara pemakain obat. Untuk memutuskan rantai penularan. dan pakaian. Kombinasi erupsi pruritik dengan predileksi sesuai dan adanya gejala yang sama pada keluarga ataupun individu yang tinggal dengan penderita sudah cukup untuk menegakkan diagnosis. 19 . dan papul eritematosa dengan batas tidak tegas. serta syarat pengobatan dan menghilangkan faktor predisposisi (antara lain hygiene).

Ronny P. N Engl J Med 2010.DAFTAR PUSTAKA 1.com/article/1109204treatment. Dr. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 362:717-25 6. 4. and JS McCarthy. 354: 1718-27 5. and AO Goldstein. Dermatologic Manifestation of Scabies. Chosidow. KM. UpToDate literature review version 17. Diunduh dari: http://emedicine.medscape. Cordoro. Robert PD and Moise LL. Hal 122-125. N Engl J Med 2006. Handoko. (Diakses tanggal 19 Februari 2011). BJ. Permethrin and Ivermectin for Scabies. O. Jakarta: FK UI. Adhi Juanda. dr. 2. Currie. Scabies. 3. 2008.3. Prof. KM.com/article/1109204-overview. Scabies. BG.medscape. Diunduh dari: http://emedicine. Cordoro. 20 . Goldstein. (Diakses tanggal 19 Februari 2011). Skabies. Dermatologic Manifestation of Scabies: Treatment and Medication.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful