DARI BERBAGAI SUMBER DI INTERNET

SUNAN GRESIK (MAULANA MALIK IBRAHIM) Biografi Agama Islam menyebar di bumi nusantara dikabarkan dilakukan oleh para ulama yang kemudian dianugrahi gelar Wali Songo. Dan Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim adalah sosok ulama pertama yang diberi gelar sebagai Wali Songo. Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim (w. 1419 M/882 H) adalah nama salah seorang Walisongo, yang dianggap yang pertama kali menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Ia dimakamkan di desa Gapura, kota Gresik, Jawa Timur. Tidak terdapat bukti sejarah yang meyakinkan mengenai asal keturunan Maulana Malik Ibrahim, meskipun pada umumnya disepakati bahwa ia bukanlah orang Jawa asli. Sebutan Syekh Maghribi yang diberikan masyarakat kepadanya, kemungkinan menisbatkan asal keturunannya dari Maghrib, atau Maroko di Afrika Utara. Babad Tanah Jawi versi J.J. Meinsma menyebutnya dengan nama Makhdum Ibrahim as-Samarqandy, yang mengikuti pengucapan lidah Jawa menjadi Syekh Ibrahim Asmarakandi. Ia memperkirakan bahwa Maulana Malik Ibrahim lahir di Samarkand, Asia Tengah, pada paruh awal abad 14. Dalam keterangannya pada buku The History of Java mengenai asal mula dan perkembangan kota Gresik, Raffles menyatakan bahwa menurut penuturan para penulis lokal, “Mulana Ibrahim, seorang Pandita terkenal berasal dari Arabia, keturunan dari Jenal Abidin, dan sepupu Raja Chermen (sebuah negara Sabrang), telah menetap bersama para Mahomedans lainnya di Desa Leran di Jang’gala”. Namun demikian, kemungkinan pendapat yang terkuat adalah berdasarkan pembacaan J.P. Moquette atas baris kelima tulisan pada prasasti makamnya di desa Gapura Wetan, Gresik; yang mengindikasikan bahwa ia berasal dari Kashan, suatu tempat di Iran sekarang. Terdapat beberapa versi mengenai silsilah Maulana Malik Ibrahim. Ia pada umumnya dianggap merupakan keturunan Rasulullah SAW; melalui jalur keturunan Husain bin Ali, Ali Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, Ja’far ash-Shadiq, Ali al-Uraidhi, Muhammad al-Naqib, Isa ar-Rumi, Ahmad al-Muhajir, Ubaidullah, Alwi Awwal, Muhammad Sahibus Saumiah, Alwi ats-Tsani, Ali Khali’ Qasam, Muhammad Shahib Mirbath, Alwi Ammi alFaqih, Abdul Malik (Ahmad Khan), Abdullah (al-Azhamat) Khan, Ahmad Syah Jalal, Jamaluddin Akbar al-Husain (Maulana Akbar), dan Maulana Malik Ibrahim.

Penyebaran Agama Maulana Malik Ibrahim dianggap termasuk salah seorang yang pertama-tama menyebarkan agama Islam di tanah Jawa, dan merupakan wali senior diantara para Walisongo lainnya. Beberapa versi babad menyatakan bahwa kedatangannya disertai beberapa orang. Daerah yang ditujunya pertama kali ialah desa Sembalo, sekarang adalah daerah Leran, Kecamatan Manyar, yaitu 9 kilometer ke arah utara kota Gresik. Ia lalu mulai menyiarkan agama Islam di tanah Jawa bagian timur, dengan mendirikan mesjid pertama di desa Pasucinan, Manyar. Pertama-tama yang dilakukannya ialah mendekati masyarakat melalui pergaulan. Budi bahasa yang ramahtamah senantiasa diperlihatkannya di dalam pergaulan sehari-hari. Ia tidak menentang secara tajam agama dan kepercayaan hidup dari penduduk asli, melainkan hanya memperlihatkan keindahan dan kabaikan yang dibawa oleh agama Islam. Berkat keramah-tamahannya, banyak masyarakat yang tertarik masuk ke dalam agama Islam. Sebagaimana yang dilakukan para wali awal lainnya, aktivitas pertama yang dilakukan Maulana Malik Ibrahim ialah berdagang. Ia berdagang di tempat pelabuhan terbuka, yang sekarang dinamakan desa Roomo, Manyar.

Perdagangan membuatnya dapat berinteraksi dengan masyarakat banyak, selain itu raja dan para bangsawan dapat pula turut serta dalam kegiatan perdagangan tersebut sebagai pelaku jual-beli, pemilik kapal atau pemodal. Setelah cukup mapan di masyarakat, Maulana Malik Ibrahim kemudian melakukan kunjungan ke ibukota Majapahit di Trowulan. Raja Majapahit meskipun tidak masuk Islam tetapi menerimanya dengan baik, bahkan memberikannya sebidang tanah di pinggiran kota Gresik. Wilayah itulah yang sekarang dikenal dengan nama desa Gapura. Cerita rakyat tersebut diduga mengandung unsur-unsur kebenaran; mengingat menurut Groeneveldt pada saat Maulana Malik Ibrahim hidup, di ibukota Majapahit telah banyak orang asing termasuk dari Asia Barat. Demikianlah, dalam rangka mempersiapkan kader untuk melanjutkan perjuangan menegakkan ajaran-ajaran Islam, Maulana Malik Ibrahim membuka pesantren-pesantren yang merupakan tempat mendidik pemuka agama Islam di masa selanjutnya. Hingga saat ini makamnya masih diziarahi orang-orang yang menghargai usahanya menyebarkan agama Islam berabad-abad yang silam. Setiap malam Jumat Legi, masyarakat setempat ramai berkunjung untuk berziarah.

Ritual ziarah tahunan atau haul juga diadakan setiap tanggal 12 Rabi’ul Awwal, sesuai tanggal wafat pada prasasi makamnya. Pada acara haul biasa dilakukan khataman Al-Quran, mauludan (pembacaan riwayat Nabi Muhammad), dan dihidangkan makanan khas bubur harisah. Legenda Rakyat Menurut legenda rakyat, dikatakan bahwa Maulana Malik Ibrahim berasal dari Persia. Maulana Malik Ibrahim Ibrahim dan Maulana Ishaq disebutkan sebagai anak dari Maulana Jumadil Kubro, atau Syekh Jumadil Qubro. Maulana Ishaq disebutkan menjadi ulama terkenal di Samudera Pasai, sekaligus ayah dari Raden Paku atau Sunan Giri. Syekh Jumadil Qubro dan kedua anaknya bersama-sama datang ke pulau Jawa. Setelah itu mereka berpisah; Syekh Jumadil Qubro tetap di pulau Jawa, Maulana Malik Ibrahim ke Champa, Vietnam Selatan; dan adiknya Maulana Ishak mengislamkan Samudera Pasai. Maulana Malik Ibrahim disebutkan bermukim di Champa (dalam legenda disebut sebagai negeri Chermain atau Cermin) selama tiga belas tahun. Ia menikahi putri raja yang memberinya dua putra; yaitu Raden Rahmat atau Sunan Ampel dan Sayid Ali Murtadha atau Raden Santri. Setelah cukup menjalankan misi dakwah di negeri itu, ia hijrah ke pulau Jawa dan meninggalkan keluarganya. Setelah dewasa, kedua anaknya mengikuti jejaknya menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Maulana Malik Ibrahim dalam cerita rakyat terkadang juga disebut dengan nama Kakek Bantal. Ia mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam. Ia merangkul masyarakat bawah, dan berhasil dalam misinya mencari tempat di hati masyarakat sekitar yang ketika itu tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Selain itu, ia juga sering mengobati masyarakat sekitar tanpa biaya. Sebagai tabib, diceritakan bahwa ia pernah diundang untuk mengobati istri raja yang berasal dari Champa. Besar kemungkinan permaisuri tersebut masih kerabat istrinya.

Wafat Setelah selesai membangun dan menata pondokan tempat belajar agama di Leran, tahun 1419 Maulana Malik Ibrahim wafat. Makamnya kini terdapat di desa Gapura Wetan, Gresik, Jawa Timur. Saat ini, jalan yang menuju ke makam tersebut diberi nama Jalan Malik Ibrahim. Legenda Lain tentang Sunan Gresik Matahari baru saja tenggelam di Desa Tanggulangin, Gresik, Jawa Timur. Rembulan dan bintang giliran menyapa dengan sinarnya yang elok. Penduduk desa tampak ceria menyambut cuaca malam itu. Sebagian mereka berbincang santai di beranda, duduk lesehan di atas tikar. Mendadak terdengar suara gemuruh. Makin lama makin riuh. Sejurus kemudian, dari balik pepohonan di perbatasan desa terlihat gerombolan pasukan berkuda --berjumlah sekitar 20 orang. Warga Tanggulangin berebut menyelamatkan diri --bergegas masuk ke rumahnya masing-masing. Kawanan tak diundang itu dipimpin oleh Tekuk Penjalin. Ia berperawakan tinggi, kekar, dengan wajah bercambang bauk. ''Serahkan harta kalian,'' sergah Penjalin, jawara yang tak asing di kawasan itu. ''Kalau menolak, akan kubakar desa ini.'' Tak satu pun penduduk yang sanggup menghadapi. Mereka memilih menyelamatkan diri, daripada ''ditekuk-tekuk'' oleh Penjalin. Merasa tak digubris, kawanan itu siap menghanguskan Tanggulangin. Obor-obor hendak dilemparkan ke atap rumahrumah penduduk. Tetapi, mendadak niat itu terhenti. Sekelompok manusia lain, berpakaian putih-putih, tibatiba muncul entah dari mana. Rombongan ini dipimpin Syekh Maulana Malik Ibrahim, ulama terkenal yang mulai meluaskan pengaruhnya di wilayah Gresik dan sekitarnya. Ghafur, seorang murid Syekh, maju ke depan. Dengan sopan ia mengingatkan kelakuan tak terpuji Penjalin. Penjalin tentu tak terima. Apalagi, orang yang mengingatkannya sama sekali tak dikenal di rimba persilatan Gresik. Dalam waktu singkat, terjadilah pertarungan seru. Penduduk Tanggulangin, yang melihat pertempuran itu, rame-rame keluar, lalu membantu Ghafur. Akhirnya, Penjalin dan pasukannya kocar-kacir. Tapi, Penjalin tak mau menuruti perintah Ghafur agar membubarkan anak buahnya. Ghafur tak punya pilihan lain, ia harus membunuh Penjalin. Baru saja tiba pada keputusan itu, tiba-tiba wajahnya diludahi Penjalin. Ghafur marah sekali. Aneh, di puncak kemarahan itu, ia malah melangkah surut. Penjalin terperangah. ''Mengapa tak jadi membunuh aku?'' ia bertanya. Ghafur menjawab, ''Karena kamu telah membuatku marah, dan aku tak boleh menghukum orang dalam keadaan marah.'' Mendengar ''dakwah'' ini, disusul oleh perbincangan singkat, Penjalin dan gerombolannya menyatakan tertarik memeluk agama Islam. Petikan di atas merupakan satu dari dua kisah populer tentang perjalanan dakwah Syekh Maulana Malik Ibrahim, yang juga dikenal sebagai Sunan Gresik. Satu cerita lagi yang kerap ditulis pengarang buku-buku Maulana Malik Ibrahim adalah pertemuannya dengan sekawanan kafir di tengah padang pasir. Ketika itu, mereka hendak menjadikan seorang gadis sebagai tumbal meminta hujan kepada dewa. Pedang sudah dihunus. Sunan Gresik mendinginkan mereka dengan pembicaraan yang lembut, kemudian memimpin salat Istisqa' -untuk memohon hujan. Tak lama kemudian langit mencurahkan butir-butir air, Kawanan kafir itu memeluk agama Islam. Di kalangan Wali Songo, Maulana Malik Ibrahim disebut-sebut sebagai wali paling senior, alias wali pertama. Ada sejumlah versi tentang asal usul Syekh Magribi, sebutan lain Sunan Gresik itu. Ada yang mengatakan ia berasal dari Turki, Arab Saudi, dan Gujarat (India). Sumber lain menyebutkan ia lahir di Campa (Kamboja). Setelah cukup dewasa, Maulana Malik Ibrahim diminta ayahnya, Barebat Zainul Alam, agar merantau, berdakwah ke negeri selatan. Maka, bersama 40 anggota rombongan yang menyertainya, Malik mengarungi samudra berhari-hari. Mereka kemudian berlabuh di Sedayu, Gresik, pada 1380 M. Mengenai tahun ''pendaratan'' ini pun terdapat beberapa versi. Buku pegangan juru kunci makam Maulana Malik Ibrahim, misalnya, mencantumkan tahun 1392. Beberapa naskah lain bahkan menyebut tahun 1404. Rombongan Malik kemudian menetap di Desa Leran, sekitar sembilan kilometer di barat kota Gresik. Ketika itu, Gresik berada di bawah Kerajaan Majapahit.

Raja Cermain dan sebagian kecil pengawalnya akhirnya bisa pulang ke negeri mereka. dia adalah pengganti Mertawijaya. dengan gaya menjauhi konfrontasi.Dari sinilah Malik mulai meluncurkan dakwahnya. Ia terus melanjutkan dakwahnya hingga wafat. Mereka disertai puluhan pengawal. yang jelas penguasa Majapahit itu akhirnya bersedia menemui rombongan Raja Cermain. alias Wikramawardhana. alias Kedah. tiba-tiba merajalelalah wabah penyakit. Sayang. menyebut Cermain tak lain adalah Kerajaan Gedah. Dalam waktu singkat. Malik merasa belum puas sebelum berhasil mengislamkan Raja Majapahit. Ia juga merasa perlu membangun bilikbilik tempat menimba ilmu bersama. yang memerintah pada 1389-1427. pada 1419. yang menjadi raja di Cermain. mereka menetap di rumah Sunan Gresik. Repotnya. tetapi menolak masuk Islam. Kalau ia langsung berdakwah ke raja. menurut catatan sejarah. Sunan Gresik mendirikan masjid. Karena itu ia meminta bantuan sahabatnya. kemungkinan besar raja yang dimaksud adalah Hyang Wisesa. Wolbers. menurut Umar Hasyim dalam bukunya. Tetapi. Sang raja cuma mau menerima Dewi Sari. Tetapi menurut Wolbers. Sambil menunggu perbaikan kapal. . Terlepas dari siapa sang raja sebenarnya. Sunan Gresik pun seakan menjelma menjadi ''dewa penolong''. Tetapi Malik tahu diri. Di situ disebutkan. warungnya ramai dikunjungi orang. Rakyat akan selalu merujuk dan berteladan pada perilaku raja. Apalagi. Dari sini. Melihat tahunnya. Sebelum pulang ke negerinya. Ada yang menyebut raja itu Prabu Brawijaya V. Karena itu. Sunan Gresik cepat dikenal. rombongan Cermain singgah di Leran. Cuma. jumlah pengikutnya terus bertambah. Periode ini jadi ''bentrokan'' dengan masa hidup Maulana Malik Ibrahim. bercabang-cabanglah cerita mengenai ''Raja Majapahit'' itu. ''Bargaining'' seperti ini tentu diotolak rombongan Cermain. Sunan Gresik sendiri tak patah hati dengan kegagalan ''misi'' itu. Model belajar seperti inilah yang kemudian dikenal dengan nama pesantren. ia tak pernah mau dibayar. raja tersebut adalah Angkawijaya. nama Angkawijaya tidak dikenal. Termasuk Dewi Sari. bahkan meninggal. Ia menjual rupa-rupa makanan dengan harga murah. Banyak anggota rombongan Cermain yang tertular. Dewi yang berwajah elok itu akan dipersembahkan kepada Raja Majapahit.. alias Damarwulan --suami Kencana Wungu. Sebagian besar masyarakat setempat ketika itu menganut Hindu. ia terbukti mampu menyembuhkan penyakit. pasti tak akan digubris. Riwayat Maulana Malik Ibrahim. Setelah jumlah mereka makin banyak. Malik melangkah ke tahap berikutnya: membuka praktek sebagai tabib. Tetapi J. Dewi Sari. Ia paham betul. Berangsur-angsur. Malang tak bisa ditolak. mengislamkan raja merupakan pekerjaan yang sangat strategis. Prabu Brawijaya VII memerintah pada 1498-1518. baik dalam Babad Tanah Jawi maupun Pararaton. Konon. usaha mereka gagal total. di Malasyia. kalau dicocokkan dengan Babad Tanah Jawi. Di tengah komunitas Hindu di kawasan itu. Sunan melalukan sesuatu yang sangat sederhana: membuka warung. raja Majapahit yang mempunyai selir Ni Raseksi adalah Prabu Brawijaya VII. Dalam mengajarkan ilmunya. Karena itu ia kemudian dijuluki ''Kakek Bantal''. dalam bukunya Geschiedenis van Java. Dengan doa-doa yang diambil dari Al-Quran. Malik punya kebiasaan khas: meletakkan Al-Quran atau kitab hadis di atas bantal. tradisi Jawa sarat dengan kultur ''patron-client''. Nama Angkawijaya tercantum dalam Serat Kanda. karena ia sanggup menerobos sekatsekat kasta. ''agama resmi'' Kerajaan Majapahit. Kendati pengikutnya terus bertambah. Kerajaan Cermain itu ada di Persia. Raja Cermain akhirnya datang bersama putrinya. karena posisinya lebih rendah. Angkawijaya mempunyai selir bernama Ni Raseksi. Ia memperlakukan semua orang sama sederajat.

beliau mempunyai seorang putra bernama Ibrahim. Bukhara ini terletak di Samarqand. Nama asli Sunan Ampel adalah Raden Rahmat. Dewi Karimah. Sedangkan sebutan sunan merupakan gelar kewaliannya. suka menolong dan mempunyai keprihatinan sosial yang tinggi terhadap masalah-masalah sosial. Di Samarqand ini ada seorang ulama besar bernama Syekh jamalluddin Jumadil Kubra. Dengan Istri keduanya. Raden Maulana Makdum. yaitu: Siti Syare’at. Ibunya bernama Dewi Chandrawulan. sesuai Enscyclopaedia Van Nederlandsch Indie. Negeri Cempa ini menurut sebagian ahli sejarah terletak di Muangthai. Istri Sunan Ampel ada dua yaitu: Dewi Karimah dan Dewi Chandrawati. dan nama Ampel atau Ampel Denta itu dinisbatkan kepada tempat tinggalnya. Sekilas Sejarah Sunan Ampel Di Rusia selatan ada sebuah daerah yang disebut Bukhara. Syekh Ibrahim Asmarakandi ini diperintah oleh ayahnya yaitu Syekh Jamalluddin Jumadil Kubra untuk berda’wah ke negara-negara Asia. Dengan istri pertamanya. Sedangkan adik Dewi Candrawulan yang bernama Dewi Dwarawati diperistri oleh Prabu Brawijaya Majapahit. Perintah ini dilaksanakan. Dari perkawinannya dengan Dewi Candrawulan maka Ibrahim Asmarakandi mendapat dua orang putra yaitu Raden Rahmat atau Sayyid Ali Rahmatullah dan raden Santri atau Sayyid Alim Murtolo. dijodohkan dengan putri raja Cempa yang bernama Dewi Candrawulan. Sejak dahulu daerah yang disebut Bukhara. sebab belum ada pernyataan tertulis maupun prasasti yang menunjukkan Champa di Malaka atau kerajaan Jawa. Hamka (1981) berpendapat sama. kalau benar bahwa Champa itu bukan yang di Annam Indo Cina. Ia dilahirkan tahun 1401 Masehi di Champa. Orang jawa sangat sukar mengucapkan Samarqandi maka mereka hanya menyebutkan sebagai Syekh Ibrahim Asmarakandi. Siti Sofiah. ibu Raden Fatah. Siti Mutmainah. tetapi di Aceh. Sunan Ampel memperoleh lima orang anak. Ibrahim atau Sunan Bonang. Bukhara ini terletak di Samarqand. sangat terpelajar dan mendapat pendidikan yang mendalam tentang agama Islam.Para ahli kesulitan untuk menentukan Champa disini. Sunan Ampel juga dikenal mempunyai akhlak yang mulia. saudara kandung Putri Dwarawati Murdiningrum. Sejak dahulu daerah Samarqand dikenal sebagai daerah Islam yang menelorkan ulama-ulama besar seperti sarjana hadist terkenal yaitu Imam Bukhari yang mashur sebagai perawi hadits sahih. seorang Ahlussunnah bermahzab Syafi’i. dan beliau kemudian diambil menantu oleh raja Cempa. serta Syarifuddin atau Raden Kosim yang kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Drajat atau kadang-kadang disebut Sunan Sedayu. Saifuddin Zuhri (1979) berkeyakinan bahwa Champa adalah sebutan lain dari Jeumpa dalam bahasa Aceh. oleh karena itu Champa berada dalam wilayah kerejaan Aceh. Dewi Chandrawati.SUNAN AMPEL (RADEN RAHMAT) Sunan Ampel merupakan salah seorang anggota Walisanga yang sangat besar jasanya dalam perkembangan Islam di Pulau Jawa. istri raja Majapahit Prabu Brawijaya V. Sunan Ampel dikenal sebagai orang yang berilmu tinggi dan alim.Dari tangannya lahir para pendakwah Islam kelas satu di bumi tanah jawa. dikaruniai dua orang anak yaitu: Dewi Murtasih yang menjadi istri Raden Fatah (sultan pertama kerajaan Islam Demak Bintoro) dan Dewi Murtasimah yang menjadi permaisuri Raden Paku atau Sunan Giri. Sunan Ampel adalah bapak para wali. Karena berasal dari Samarqand maka Ibrahim kemudian mendapat tambahan Samarqandi. yang kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Gresik. Dengan demikian Raden Rahmat itu keponakan Ratu Majapahit dan tergolong putra bangsawan atau pangeran . Ayah Sunan Ampel atau Raden Rahmat bernama Maulana Malik Ibrahim atau Maulana Maghribi. sebuah tempat dekat Surabaya1.

foya-foya. Salah satu contoh adalah istri yang bernama Dewi Kian. Ketika Dewi Kian di ceraikan dan diberikan kepada Ario Damar saat itu sedang hamil tiga bulan. Diduga mereka tidak langsung ke Majapahit. Ario Damar tidak diperkenankan menggauli putri Cina itu sampai si jabang bayi terlahir ke dunia. Syekh Maulana Ibrahim Asmarakandi jatuh sakit dan meninggal dunia. melainkan mendarat di Tuban. Sehingga istri-istri lainnya diceraikan. Ia ditemani oleh ayah dan kakaknya. salah seorang murid Sunan Ampel yang menjadi raja di Demak Bintoro. Kedatangan utusan Majapahit disambut gembira oleh raja Cempa.” “Saya mempunyai seorang keponakan yang ahli mendidik dalam hal mengatasi kemerosotan budi pekerti. “Lalu apa tindakan Kanda Prabu ?” “Aku masih bingung. pesta pora. beliau dimakamkan didesa tersebut yang masih termasuk ke camatan Palang kabupaten Tuban. agaknya para ponggawa dan rakyat Majapahit sudah tidak takut lagi kepada Sang Hyang Widhi. Hal ini membuat sang Prabu bersedih hati. “Sudah kuusahakan menambah bikhu dan brahmana untuk mendidik dan memperingatkan mereka tapi kelakuan mereka masih tetap seperti semula. Lebih sering dinikmati oleh para adipati itu sendiri. Bayi dari rahim Dewi Kian itulah yang nantinya bernama Raden Hasan atau lebih terkenal dengan nama Raden Patah. yaitu istri Prabu Brawijaya mengetahui kerisauan hati suaminya. Sebagaimana disebutkan di atas. Sayyid Murtadho kemudian meneruskan perjalanan. Ratu Dwarawati.kerajaan.” “Tentu saja aku akan merasa senang bila Rama Prabu di Cempa bersedia mengirimkan Sayyid Ali Rahmatullah ke Majapahit ini. “Kanda Prabu. Raja Majapahit sangat senang mendapat istri dari negeri Cempa yang wajahnya tidak kalah menarik dengan Dewi Sari.” Kata Raja Brawijaya. Kerajaan Majapahit sesudah ditinggal mahapatih Gajah Mada dan Prabu Hayam Wuruk mengalami kemunduran drastis. namanya Sayyid Ali Rahmatullah. dan raja Cempa tidak keberatan melepas cucunya ke Majapahit untuk meluaskan pengalaman. mabuk dan judi sudah menjadi kebiasaan mereka bahkan para pangeran dan kaum bangsawan sudah mulai ikut-ikutan. beliau berda’wah keliling ke daerah Nusa Tenggara.” kata ratu Dwarawati. Bila kanda berkenan saya akan meminta Ramanda Prabu di Cempa untuk mendatangkan Ali Rahmatullah ke Majapahit ini. tepatnya di desa Gesikharjo. Tetapi di Tuban. Maka pada suatu hari diberangkatkanlah utusan dari Majapahit ke negeri Cempa untuk meminta Sayyid Ali Rahmatullah datang ke Majapahit. Sungguh berbahaya bila hal ini dibiarkan berlarut-larut. Mereka tidak segan dan tidak merasa malu melakukan tindakan yang tidak terpuji. Prabu Brawijaya sadar betul bila kebiasaan semacam itu diteruskan negara akan menjadi lemah dan jika negara sudah kehilangan kekuatan betapa mudahnya bagi musuh untuk menghancurkan Majapahit Raya. “Ya. Kerajaan terpecah belah karena terjadinya perang saudara. . dan akhirnya berda’wah di Gresik mendapat sebutan Raden Santri. dan para adipati banyak yang tak loyal lagi kepada Prabu Hayam Wuruk yaitu Prabu Brawijaya Kertabhumi. “Betulkah ?” tanya sang Prabu. Disana beliau mendapat sambutan raja Pandita Bima. banyak yang diberikan kepada para adipatinya yang tersebar di seluruh Nusantara. hal itulah yang membuatku risau selama ini. beliau wafat dan dimakamkan di Gresik. putra dari kanda Dewi Candrawulan di Negeri Cempa. ayah Sayyid Ali Rahmat adalah Syekh Maulana Ibrahim Asmarakandi dan kakaknya bernama Sayyid Ali Murtadho.” sahut Prabu Brawijaya.” “Ya. Sayyid Ali Rahmatullah meneruskan perjalanan ke Majapahit menghadap Prabu Brawijaya sesuai permintaan Ratu Dwarawati. Dengan memberanikan diri ia mengajukan pendapat kepada suaminya. Madura dan sampai ke Bima. Lebih-lebih lagi dengan adanya kebiasaan buruk kaum bangsawan dan para pangeran yang suka berpesta pora dan main judi serta mabuk-mabukan. Negara bisa rusak karenanya.” kata sang Prabu. seorang putri Cina yang diberikan kepada Adipati Ario Damar di Palembang. Keberangkatan Sayyid Ali Rahmat ke Tanah Jawa tidak sendirian. bahkan guru-guru agama Hindu dan Budha itu dianggap sepele. Pajak dan upeti kerajaan tak banyak yang sampai ke istana Majapahit.

Dengan sikapnya yang sopan tutur kata halus Sayyid Ali Rahmatullah menjawab. bersediakah engkau memberikan pelajaran atau mendidik kaum bangsawan dan rakyat Majapahit agar mempunyai budi pekerti mulia ?” tanya sang Prabu. mencuri. Sunan Kalijaga. Dengan demikian Sayyid Ali Rahmatullah adalah salah seorang Pangeran Majapahit. menjadi penguasa daerah tersebut maka kemudian beliau dikenal sebagai Sunan Ampel.“Nanda Rahmatullah. pada hari yang telah ditentukan berangkatlah rombongan Sayyid Ali Rahmatullah ke sebuah daerah di Surabaya yang disebut sebagai Ampeldenta. karena dia adalah menantu raja Majapahit. sebagai Mufti atau pemimpin agama Islam se Tanah Jawa. Salah satu diantara empat tiang utama masjid Demak hingga sekarang masih diberi nama sesuai dengan yang membuatnya yaitu Sunan Ampel.” “Terima kasih saya haturkan Gusti Prabu. Prabu Brawijaya sangat senang atas hasil didikan Raden Rahmat. dengan catatan bahwa rakyat tidak boleh dipaksa. Raja menganggap agama Islam itu adalah ajaran budi pekerti yang mulia. Sunan Bonang. Semenjak Sayyid Ali Rahmatullah diambil menantu Raja Brawijaya maka beliau adalah anggota keluarga kerajaan Majapahit atau salah seorang pangeran.” “Bagus !” sahut sang Prabu. madat atau menghisap madu dan madon atau main perempuan yang bukan isterinya. Hasil didikan beliau yang terkenal adalah falsafah Mo Limo atau tidak mau melakukan lima hal tercela yaitu: main judi. Langkah pertama yang dilakukan Raden Rachmat di Ampeldenta adalah membangun masjid sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi sewaktu hijrah ke Madinah. “Bila demikian kau akan kuberi hadiah sebidang tanah berikut bangunannya di Surabaya. Selanjutnya. Dan sepanjang perjalanan itu beliau juga melakukan da’wah sehingga bertambahlah anggota rombongan yang mengikuti perjalanannya ke Ampeldenta. minum arak atau bermabuk-mabukkan. Raden Rahmatpun memberi penjelasan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama. maka ketika Raden Rahmat kemudian mengumumkan ajarannya adalah agama Islam maka Prabu Brawijaya tidak menjadi marah. maka Sunan Ampel diangkat sebagai sesepuh Wali Songo. Diantaranya adalah pertemuan Sayyid Ali Rahmatullah dengan seorang gadis bernama Siti Karimah yang kemudian menjadi isterinya. Raden Rahmat diperbolehkan menyiarkan agama Islam di wilayah Surabaya bahkan diseluruh Majapahit. murid dan menantunya sendiri. mereka adalah Sunan Giri. hal ini didukung oleh Sunan Giri dan Sunan Drajad. “Dengan senang hati Gusti Prabu. saya akan berusaha sekuat-kuatnya untuk mencurahkan kemampuan saya mendidik mereka. Disebutkan dalam literatur bahwa selanjutnya Sayyid Ali Rahmatullah menetap beberapa hari di istana Majapahit dan dijodohkan dengan salah satu putri Majapahit yang bernama Dewi Candrawati. Beberapa murid dan putra Sunan Ampel sendiri juga menjadi anggota Wali Songo. Sikap Sunan Ampel terhadap adapt istiadat lama sangat hati-hati. . Jasa beliau yang besar adalah pencetus dan perencana lahirnya kerajaan Islam dengan rajanya yang pertama yaitu Raden Patah.” jawab Sayyid Ali Rahmatullah. Selanjutnya beliau lebih dikenal dengan sebutan Raden Rahmat. Sunan artinya yang di junjung tinggi atau panutan masyarakat setempat. Sunan Drajad. Selanjutnya beliau mendirikan pesantren tempat mendidik putra bangsawan dan pangeran Majapahit serta siapa saja yang mau datang berguru kapada beliau. para pangeran pada jaman dulu di tandai dengan nama depan Raden. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah putra Sunan Ampel sendiri. Di sanalah kau akan mendidik para bangsawan dan pangeran Majapahit agar berbudi pekerti mulia. Beliau juga turut membantu mendirikan Masjid Agung Demak yang didirikan pada tahun 1477 M. Seperti yang pernah tersebut dalam permusyawaratan para Wali di masjid Agung Demak. hanya saja ketika dia diajak untuk memeluk agama Islam ia tidak mau. Selama dalam perjalanan banyak hal-hal aneh di jumpai rombongan itu. Dan karena beliau menetap di desa Ampeldenta. Setelah Syekh Maulana Malik Ibrahim wafat.

Siti Alwiyah 6. Bahkan Sunan Kalijaga yang terkenal sebagai pelopor penjaga aliran lama itu menjadi menantu Sunan Ampel. . drajad para auliya muqorrobin dan meridhai segala amal beliau. 2. Dewi Murtasia yang diperistri Sunan Giri. dikarenakan dua Wali tersebut pandai mengawinkan adat istiadat lama yang dapat ditolelir Islam maka penduduk Jawa banyak yang berbondong-bondong masuk agama Islam. Pendapat Sunan Kalijaga dan Sunan Kudus ada benarnya yaitu agar agama Islam cepat diterima oleh orang Jawa.Pada waktu itu Sunan Kalijaga mengusulkan agar adat istiadat Jawa seperti selamatan. kita bisa memberinya warna Islam sesuai dengan selera masyarakat. Dari perkawinannya dengan Dewi Candrawati atau Nyai Ageng Manila Sunan Ampel mendapat beberapa putra di antaranya : 1. kesenian wayang dan gamelan dimasuki rasa keislaman. Pada prinsipnya mereka mau menerima Islam lebih dahulu dan sedikit demi sedikit kemudian mereka akan diberi pengertian akan kebersihan tauhid dalam iman mereka. Semoga Allah manaikkan beliau ke derajat yang tinggi. Sunan Ampel wafat pada tahun 1478 M. “Saya setuju dengan pendapat Sunan Kalijaga. Maulana Akhmad atau Sunan Lamongan. bahwa adat istiadat lama yang masih bisa diarahkan kepada agama Tauhid maka kita akan memberinya warna Islami. Mendengar pendapat Sunan Kalijaga tersebut bertanyalah Sunan Ampel : “Apakah tidak mengkwatirkan di kemudian hari bahwa adat istiadat dan upacara lama itu nanti dianggap sebagai ajaran yang berasal dari agama Islam ? Jika hal ini dibiarkan nantinya akan menjadi bid’ah ?” Dalam musyawarah itu Sunan Kudus menjawab pertanyaan Sunan Ampel. Siti Mutmainah 5. 2.” Adanya dua pendapat yang seakan bertentangan tersebut sebenarnya mengandung hikmah. sebagai bukti adalah kesiapan mereka dalam menerima adanya perbedaan pendapat. Saling menghargai medan perjuangan masing-masing anggotanya. Dalam hal adat istiadat rakyat Jawa sudah jelas Sunan Ampel berbeda pendapat dengan Sunan Kudus. Sunan Drajad atau Raden Qosim yang juga putra Sunan Ampel pada akhirnya juga memanfaatkan gamelan sebagai media dakwah yang ampuh untuk mendekati rakyat Jawa agar mau menerima Islam. Sedang adat dan kepercayaan lama yang jelas-jelas menjurus kearah kemusyrikan kita tinggal sama sekali. Dewi Mursimah yang diperistri Sunan Kalijaga. beliau dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel. Setiap hari banyak orang yang berziarah ke makam beliau bahkan pada malam harinya juga. Sebaliknya. Raden Qosim atau Sunan Drajad. sehingga membuat ummat semakin berhati-hati menjalankan syariat agama secara benar dan bersih dari segala macam bid’ah. Tetapi mereka tetap bisa hidup rukun damai tanpa terjadi percekcokan yang menjurus pada pertikaian. Siti Asikah yang diperistri Raden Patah. 3. 4. adanya pendapat Sunan Ampel yang menginginkan Islam harus disiarkan dengan murni dan konsekwen juga mengandung hikmah kebenaran yang hakiki. dan ini terbukti. Sunan Kalijaga dan Sunan Gunung Jati. bersaji. Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. Adapun tentang kekuatiran Kanjeng Sunan Ampel. Itulah jiwa besar yang dimiliki para Wali. Putra Sunan Ampel sendiri yaitu Sunan Bonang adalah pendukung pendapat Sunan Kalijaga. saya mempunyai keyakinan bahwa di belakang hari akan ada orang yang menyempurnakannya. Kehebatan para Wali tersebut memang mengagumkan. Sebagai misal. gamelan dan wayang kulit. Adapun dari perkawinannya dengan Nyai Karimah putri Ki Wiryosaroyo beliau dikaruniai dua orang putri yaitu : 1.

Gresik. Ali al-Uraidhi. Peti besi berisi bayi itu terombang-ambing ombak laut terbawa hinga ke tengah laut. Kelahiran Sunan Giri disambut Prabu Menak Sembuyu dengan membuatkan peti terbuat dari besi untuk tempat bayi dan memerintahkan kepada para pengawal kerajaan untuk menghanyutkannya ke laut. Awak kapal itu kemudian menghampiri. Saat mulai remaja diusianya yang 12 tahun. Joko Samudra dibawa ibunya ke Surabaya untuk berguru ilmu agama kepada Raden Rahmat (Sunan Ampel) atas permintaannya sendiri. Sultan Abdul Faqih. Perbukitan itulah yang kemudian ditempati untuk mendirikan sebuah pesantren Giri di sebuah perbukitan di desa Sidomukti. Sunan Giri juga merupakan keturunan Rasulullah SAW. Maka didatangilah bukit itu dan di lihat kesamaanya dan ternyata memang benar-benar sama dengan tanah yang diberikan oleh ayahnya. Kebomas. seorang mubaligh Islam dari Asia Tengah. Ubaidullah. Ia lahir di Blambangan (Banyuwangi) pada tahun Saka Candra Sengkala “Jalmo orek werdaning ratu” (1365 Saka). maka petunjuk itupun datang dengan adanya bukit yang bercahaya. Alwi ats-Tsani. Pesantren ini merupakan pondok pesantren pertama yang ada di kota Gresik. ia dikenal masyarakat dengan sebutan Sunan Giri. Ja’far Ash-Shadiq. Dalam bahasa Jawa. Awak kapal terkejut setelah tahu bahwa isi dari peti itu adalah bayi laki-laki yang molek dan bercahaya. Tak ayal cahaya itu terlihat oleh sekelompok awak kapal (pelaut) yang hendak berdagang ke pulau Bali. Jawa Timur.SUNAN GIRI Biografi Sunan Giri atau yang mempunyai nama lain Raden Paku. Setelah tiga tahun berguru kepada ayahnya. Alwi Ammi al-Faqih. . Sunan Ampel mengetahui identitas sebenarnya dari murid kesayangannya itu. Berita itupun tak lama terdengar oleh Dewi Sekardaru. Ahmad Syah Jalal (Jalaluddin Khan). Muhammad al-Naqib. Abdul Malik (Ahmad Khan). mengambil dan membukanya peti yang bersinar itu. putri Prabu Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir Majapahit. yaitu melalui jalur keturunan Husain bin Ali. Alwi Awwal. Sunan Giri merupakan buah pernikahan dari Maulana Ishaq. dan catatan nasab Sa'adah BaAlawi Hadramaut. dengan Dewi Sekardadu. Gresik pada tahun Saka nuju tahun Jawi Sinong milir (1403 Saka). Siang dan malam menyusuri pantai dengan tidak memikirkan lagi akan nasib dirinya. Raden ‘Ainul Yaqin berkelana untuk mencari dimana letak tanah yang sama dengan tanah yang diberikan oleh ayahanya. Abdullah (al-Azhamat) Khan. Muhammad Al-Baqir. Dewi Sekardadupun meninggal dalam pencariannya. Ahmad AlMuhajir. Awak kapalpun memutar haluan kembali pulang ke Gresik untuk memberikan temuannya itu kepada Nyai Gede Pinatih seorang saudagar perempuan di Gresik sebagai pemilik kapal. Raden 'Ainul Yaqin dan Joko Samudra adalah nama salah seorang Wali Songo yang berkedudukan di desa Giri. Peti itu bercahaya berkilauan laksana kapal kecil di tengah laut. dan wafat pada tahun Saka Candra Sengkala “Sayu Sirno Sucining Sukmo” (1428 Saka) di desa Giri. Umumnya pendapat tersebut adalah berdasarkan riwayat pesantren-pesantren Jawa Timur. Raden Paku atau lebih dikenal dengan Raden 'Ainul Yaqin diperintahkan gurunya yang tak lain adalah ayahnya sendiri itu untuk kembali ke Jawa untuk mengembangkan ajaran islam di tanah Jawa. Kebomas. Sunan Ampel mengirimnya beserta Makdhum Ibrahim (Sunan Bonang). Sejak itulah. Muhammad Sahibus Saumiah. Jamaluddin Akbar al-Husaini (Maulana Akbar). giri berarti gunung. untuk mendalami ajaran Islam di Pasai sebelum menunaikan keinginannya untuk melaksanakan ibadah Haji. Mereka diterima oleh Maulana Ishaq yang tak lain adalah ayahnya sendiri. Prabu Satmata. Di sinilah. Muhammad Shahib Mirbath. Gresik. Ali Zainal Abidin. Ali Khali' Qasam. Joko Samudra mengetahui cerita mengenai jalan hidup masa kecilnya. Tak berapa lama setelah mengajarnya. Dewi Sekardadu berlari mengejar bayi yang barusaja dilahirkannya. Dengan berbekal segumpal tanah yang diberikan oleh ayahandanya sebagai contoh tempat yang diinginkannya. Nyai Gede Pinatih keheranan dan sangat menyukai bayi itu dan mengangkanya sebagai anak dengan memberikan nama Joko Samudra. Isa ar-Rummi. Kebomas. Dengan bertafakkur dan meminta pertolongan serta petunjuk dari Allah SWT. dan 'Ainul Yaqin (Sunan Giri). Namun kelahiran Sunan Giri ini dianggap rakyat Blambangan sebagai pembawa kutukan berupa wabah penyakit di kerajaan Blambangan. Maulana Ishaq.

sekitar satu kilometer dari makam Sunan Giri. bahkan sampai ke Madura. Menurut Babad Tanah Jawi. Diriwayatkan. Ketika Sunan Ampel. ''ketua'' para wali. dakwah hendaklah pula menggunakan pendekatan kebudayaan. Sumba. Pesantren Giri terkenal ke seluruh penjuru Jawa. Sunan Kudus. karena gambar wayang itu berbentuk manusia. Tapi. di antaranya adalah permainan-permainan anak seperti Jelungan. Raden Paku bertafakur di sebuah gua. tak ada peninggalan yang menunjukkan kebesaran Pesantren Giri --yang berkembang menjadi Kerajaan Giri Kedaton. Kalimantan. Gula-gantiLir-ilir dan Cublak Suweng. meminta petunjuk Allah SWT. dan Sunan Gunung Jati. bila tiba masanya. Tapi. Pesantren Giri merupakan pusat ajaran tauhid dan fikih. Syekh Maulana Ishak. Namun. Ia pernah menyusun peraturan ketataprajaan dan pedoman tata cara di keraton. aliran yang didukung Sunan Ampel dan Sunan Drajat. Perjalanan Sunan Giri SELAMA 40 hari. Arab. Pandangan politiknya pun dijadikan rujukan. Sekretaris Yayasan Makam Sunan Giri. Jawa yang sering dianggap berhubungkan dengan Sunan Giri. . ia diminta mencari tanah yang sama persis dengan tanah dalam sebuah bungkusan ini. ''Memang banyak orang yang tidak tahu situs ini. Tapi. Dalam bahasa Sansekerta. sebetulnya. Sulawesi. Akhirnya. Di situs itu berdiri sebuah langgar berukuran 6 x 5 meter. Sunan Kalijaga menganggap cara berdakwah Sunan Giri kaku. Ada juga bekas tempat wudu berupa kolam berukuran 1 x 1 meter. wafat pada 1478. serta beberapa gending (lagu instrumental Jawa) seperti Asmaradana dan Pucung. sempat berdiri sebuah masjid. Ia mengusulkan bentuk wayang diubah: menjadi tipis dan tidak menyerupai manusia. Sumbawa. Kerajaan Giri Kedaton menguasai daerah Gresik dan sekitarnya selama beberapa generasi sampai akhirnya ditumbangkan oleh Sultan Agung. ''Aliran Tuban'' --Sunan Kalijaga cs-. ingin mendirikan pesantren. Lombok. Sulawesi dan Maluku. bahkan pengaruhnya sampai ke Madura. Pengaruh pesantren Giri terus berkembang sampai menjadi kerajaan yang disebut Giri. Sunan Giri juga dikenal sebagai ahli politik dan ketatanegaraan. Atas usulan Sunan Kalijaga. Di sebuah perbukitan di Desa Sidomukti.Pesantren Giri kemudian menjadi terkenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa. Tempat ini tampak lengang pengunjung. Kini. Ia tidak mau berkompromi dengan adat istiadat. kembali terngiang: ''Kelak. Sunan Muria. Ia bersimpuh. di daerah perbukitan itu hanya terlihat situs Kedaton. Jor.'' kata Muhammad Hasan. Paham ini mendapat sokongan dari Sunan Bonang.ingin meramaikan peresmian itu dengan wayang. Karena pengaruhnya yang luas saat itu Raden Paku mendapat julukan sebagai Raja dari Bukit Giri. Perdebatan para wali ini sempat memuncak pada peresmian Masjid Demak. yang dianggapnya merusak kemurnian Islam. Di sanalah. karena Sunan Giri meletakkan ajaran Islam di atas AlQuran dan sunah Rasul. pesan ayahnya. menonton wayang tetap haram. Kalimantan. Sejak itulah wayang beber berubah menjadi wayang kulit. dirikanlah pesantren di Gresik. Tak ada juga bekas-bekas istana. Karena itu.'' Pesan yang tak terlalu sulit. Raden Paku berangkat mengembara. Ternate. Mesir. Terdapat beberapa karya seni tradisonal. ia kemudian mendirikan Pesantren Giri. Sunan Giri dianggap sebagai pemimpin kaum ''putihan''. Syahdan. tempat Sunan Giri mengajarkan agama Islam. Di tengah hening malam. Selesai bertafakur. Flores. Sunan Kalijaga mencari jalan tengah. Menurut Sunan Kalijaga. murid Sunan Giri juga bertebaran sampai ke Cina. dan Maluku. dan Eropa. Sejak itu pula Raden Paku dikenal sebagai Sunan Giri. ''giri'' berarti gunung. yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Gresik. Lombok. konon. kepada GATRA. menurut Sunan Giri. Di kalangan Wali nan Sembilan. Misalnya dengan wayang. Sunan Giri diangkat menjadi penggantinya. ia diberi gelar Prabu Satmata. Kebomas. pemberian gelar itu jatuh pada 9 Maret 1487.

untuk menemui Syekh Maulana Ishak. sesudah pulang dari . diutus Sunan Ampel untuk menimba ilmu di Mekkah. bayi laki-laki yang kemudian dinamai Joko Samudro itu diasuh dan dibesarkannya. Selama 40 hari. seperti Makassar. Di tengah keputusasaan. H. Merasa jiwanya terancam. Alkisah. Pengaruhnya. Prabu Menak Sembuyu melampiaskan kebenciannya kepada anak Maulana Ishak dengan membuangnya ke laut dalam sebuah peti. Pajang. seperti Demak. atau khalifah bagi umat Islam. jejak dakwah Sunan Giri masih membekas. untuk belajar agama Islam. Akhirnya raja mengumumkan sayembara: siapa yang berhasil mengobati sang Dewi. seorang ulama dari Gujarat yang menetap di Pasai. juga tidak jelas batas wilayahnya. Menurut Dr. Tapi. Sunan Ampel ingin mempertemukan Raden Paku dengan ayah kandungnya. Sunan Giri memangku jabatan tersebut. masyarakat Blambangan sedang tertimpa wabah penyakit. Rupanya.J. syarat Maulana Ishak pun dipenuhi. kedudukan Sunan Giri disamakan dengan Paus bagi umat Katolik Roma. Joko Samudro dititipkan di padepokan Sunan Ampel.Menurut Dr. peti tersebut ditemukan oleh awak kapal dagang dari Gresik. pemerintahan Giri lebih dikenal sebagai pemerintahan ulama dan pusat penyebaran Islam. dan Mataram. melintas sampai ke luar Pulau Jawa. Dalam pencarian itu. yang sedang menuju Pulau Bali. kini Aceh. Menginjak usia tujuh tahun. seorang raja barulah sah kerajaannya kalau sudah direstui Sunan Giri. peran Sunan Giri tercatat. Sunan Giri lebih memilih jejak langkah ayahnya. dan Ternate. Peranan Sunan Giri Dalam Perjuangan Wali Sanga Dimuka telah disebutkan bahwa hanya dalam tempo waktu tiga tahun Sunan Giri berhasil mengelola Pesantrennya hingga namanya terkenal ke seluruh Nusantara. lalu memintanya mendirikan pesantren di sebuah tempat yang warna dan bau tanahnya sama dengan yang diberikannya. Tapi. Dalam Babad Demak pun. Tapi. patih sempat bertemu dengan seorang pertapa sakti. Bahkan putri Raja Blambangan. Kerajaan Demak Bintoro berdiri dan dianggap sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa. putra Raja Majapahit. Maulana Ishak mau mengobati Dewi Sekardadu. Konon. De Graaf. ia hanya berpesan kepada Dewi Sekardadu --yang sedang mengandung tujuh bulan-. Maulana Ishak akhirnya meninggalkan Blambangan. Resi inilah yang memberi ''referensi'' tentang Syekh Maulana Ishak. sang prabu mengutus Patih Bajul Sengara mencari pertapa sakti. bila perempuan dijadikan saudara angkat sang dewi. Dalam naskah tersebut. Kini. Rupanya. Tampaknya. Sebagai kerajaan. Ketika itu. Dewi Sekardadu. Sunan Giri dinobatkan menjadi raja peralihan. ia disarankan berdakwah di daerah Blambangan. jejak bangunan Pesantren Giri hampir tiada. ia menyerahkannya kepada Raden Patah. Padahal. Bayi itu lalu diserahkan kepada Nyai Ageng Pinatih. Joko Samudro dan putranya. H. Dewa Sekardadu dinikahkan dengan Maulana Ishak. karena ingin menyebarkan agama Islam. Seluruh keluarga raja memeluk agama Islam. putri Raja Hindu Blambangan bernama Prabu Menak Sembuyu. Hitu. Setelah bertemu dengan Sunan Ampel. Setelah Dewi Sekardadu sembuh. Brawijaya Kertabhumi. Ketika Kerajaan Majapahit runtuh karena diserang Raja Girindrawardhana dari Kaling Kediri. tak ada seorang pun yang sanggup memenangkan sayembara itu. Raden Maulana Makhdum Ibrahim. yang masih sepupunya. Pengaruh Sunan Giri ini tercatat dalam naskah sejarah Through Account of Ambon. Ia malah iri menyaksikan Maulana Ishak berhasil mengislamkan sebagian besar rakyatnya. De Graaf. Keteguhannya memurnikan agama Islam juga diikuti para penerusnya. anak itu diberi gelar ''Maulana `Ainul Yaqin''. Prabu Menak Sembuyu tidak sepenuh hati menjadi seorang muslim. serta berita orang Portugis dan Belanda di Kepulauan Maluku. Syekh Maulana Ishak. Sejak itu. Sunan Giri sudah menjadi raja di Giri Kedaton sejak 1470. Ia berusaha menghalangi syiar Islam. Setelah itu. pada 1478. bila laki-laki akan dijodohkan dengannya. Setelah belajar selama tujuh tahun di Pasai. Setelah bayi laki-laki itu lahir. bahkan mengutus orang kepercayaannya untuk membunuh Maulana Ishak.agar anaknya diberi nama Raden Paku. Resi Kandayana namanya. Sejak itulah. dan kembali ke Pasai. Sebelum berangkat. Semua tabib tersohor tidak berhasil mengobatinya. Kisah Sunan Giri bermula ketika Maulana Ishak tertarik mengunjungi Jawa Timur. mereka kembali ke Jawa. tidak lepas dari peranan Sunan Giri. sebenarnya. pemilik kapal tersebut. mereka harus singgah dulu di Pasai. lahirnya berbagai kerajaan Islam. Tapi. Setelah itu.J. kata sejarawan Jawa itu. kalau Prabu Menak Sembuyu dan keluarganya bersedia masuk Islam. Pada saat itulah Maulana Ishak membekali Raden Paku dengan segenggam tanah. Sayangnya. ikut terjangkit. Setelah bertahun-tahun belajar. Karena kecerdasannya. Ibunya Dewi Sekardadu.

Tujuan utama kaum Abangan adalah merebut simpati rakyat sehingga rakyat mau diajak berkumpul. Tetapi dengan adanya Sunan Giri masalah air itu dapat diatasi. Semua itu adalah pengembara kebesaran nama Sunan Giri sebagai ulama besar yang sangat dihormati orang pada jamannya. 3. tapi pada waktu itu tidak sampai terjadi ketegangan kedua pihak masih samasama berfaham Ahlussunah waljamaah dan bermahZab Syafi’i. karena itu mereka berpendapat : 1. Islam Putihan ini artinya adalah dalam beragama mengikuti jalan lurus. Perlu diketahui walaupun ada perbedaan dalam cara menyiarkan Islam. Sunan Giri sangat berhati-hati. Di atas gunung tersebut seharusnya ada istana karena dikalangan rakyat dibicarakan adanya Giri Kedaton ( Kerajaan Giri ) .pengembaraannya atau berguru ke Negeri Pasai. Ibadah menurut beliau haruslah sesuai dengan ajaran Nabi. Demikian menurut De Graaf. Cina dan lain-lain. Madura. Disekitar bukit tersebut sebenarnya dahulu jarang dihuni oleh penduduk dikarenakan sulitnya mendapatkan air. 2. Hitu dan Ternate. ia memperkenalkan diri kepada dunia. hanya beliau seorang yang mampu melakukannya. Pelaksanaan syariat Islam di bidang agama ibadah haruslah sesuai dengan ajaran aslinya yang termasuk di dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. putih bersih seperti ajaran aslinya. Cara Sunan Giri membuat sumur atau sumber air itu sangat aneh dan gaib. Disamping pesantrennya yang besar ia juga membangun masjid sebagai pusat ibadah dan pembentukan iman ummatnya. Sunan Gunung Jati dan Sunan Muria. Maksudnya ialah mengambil ikannya tanpa mengeruhkan airnya 5. Membiarkan dahulu adat istiadat yang sukar diubah. Lombok. Makasar. Itu sebabnya beliau sangat berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Hadits Nabi yang sahih. Itulah pendapat kaum Abangan yang dipimpin oleh Sunan Kalijaga. seperti Maluku. anak Islam Abangan ini adalah para pengikut Sunan Kalijaga yang didukung oleh Sunan Bonang. Menghindarkan terjadinya konfrontasi secara langsung atau terjadinya kekerasan dalam menyiarkan agama Islam. Kedua pihak sama-sama menyadari pentingnya pos mereka. 4. Untuk para santri yang datang dari jauh beliau juga membangun asrama yang luas. Sebagai Pemimpin Kaum Putihan Dalam menentukan hokum agama yang pada saat itu memang sedang menghadapi ujian adanya masalahmasalah ummat yang pelik. Murid-murid Sunan Giri berdatangan dari segala penjuru. Agar semua rakyat dapat menerima agama Islam. dan ia menjadi orang pertama yang paling terkenal dari Sunan-sunan Giri yang ada. mendekat dan bersedia mendengarkan keterangan apa sih ajaran agama Islam itu ? Jadi tidak dibenarkan menghalau rakyat dari kalangan ummat Islam. kemudian berkedudukan di atas bukit di Gresik. beliau kuatir terjerumus pada jurang kemusyrikan. sehingga tidak terjadi usaha kekerasan dalam menyebarkan Islam. Mesir. Mengikuti dari belakang terhadap kelakuan dan adat rakyat tetapi diusahakan untuk mempengaruhi sedikit demi sedikit agar mereka menerima Islam yang benar. Adat istiadat lama yang tidak sesuai dengan ajaran Islam harus dilenyapkan supaya tidak menyesatkan ummat dibelakang hari. Menurut Babat Tanah Jawa murid-murid Sunan Giri itu justru bertebaran hampir di seluruh penjuru benua besar. Tujuan Aliran Islam Abangan ini adalah agar Islam cepat tersiar keseluruh penduduk Tanah Jawa. Arab. Kepercayaan Hindu-Budha atau animesme dan dinamisme harus dikikis habis. Sunan Kudus. Pihak Putihan menjaga kemurnian agama Islam agar tidak bercampur dengan faham yang berbau . Bagian adat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam tetapi mudah dihilangkan maka ditiadakan. tidak boleh dicampuri dengan berbagai kepercayaan lama yang justru bertentangan dengan agama Islam. Pemimpin kaum putihan adalah Sunan Giri yang didukung oleh Sunan Ampel dan Sunan Drajad. Di bidang tauhid beliau juga tak kenal kompromi dengan adat istiadat lama dan kepercayaan lama. Karena mahirnya beliau di bidang ilmu fiqih maka beliau mendapat sebutan Sultan Abdul Fakih. Untuk itu tidak ada salahnya penggunaan kesenian rakyat seperti gending dan wayang kulit sebagai media dakwah untuk mengumpulkan mereka. Karena sikapnya ini maka Sunan Giri dan pengikutnya disebut kaum Putihan atau Islam Putih. Kalau ada Islam Putihan tentunya ada Islam Abangan. atau tidak merubah adat yang berat ditiadakan. seperti Eropa ( Rum ). melainkan berusaha menyenangkan hati mereka supaya mau mendekat kepada para ulama atau para Wali.

Kita tak usah ikut-ikutan merebut tahta Majapahit yang hanya mencemarkan keagungan agama yang kita anut.” Ramalan Sunan Ampel memang benar. karena itu. Lagi pula Prabu Brawijaya Kertabumi itu masih ayah kandung Raden Patah selaku Pangeran Demak Bintoro. Sunan Ampel berkuasa di Surabaya dan Sunan Giri berkuasa di Giri Gresik. Pemimpin para dewa dalam pewayangan oleh Sunan Kalijaga dinamakan Sang Hyang Girinata. Sunan Kalijaga mengusulkan agar dibuka dengan pertunjukan wayang kulit yang pada waktu itu bentuknya masih wayang beber yaitu gambar manusia yang dibeber pada sebuah kulit binatang. Sunan Kalijaga memberi tanda khusus pada momentum penting itu. Jasa beliau sungguh besar bagi perjuangan Wali Songo. Sedang Sunan Giri dianggap sesepuh yang sering dimintai pertimbangan di bidang politik kenegaraan. Sunan Ampel dan Sunan Giri yang masih terhitung keluarga kerajaan Majapahit memang dianggap Prabu Brawijaya sebagai pembesar atau para Pangeran Majapahit yang berkuasa didaerah masing-masing. Sedangkan pihak Abangan adalah mengajak masyarakat atau rakyat secepatnya menjadi pemeluk agama Islam.syirik. Peresmian itu akan diawali dengan shalat Jum’at. maka Sunan Girilah yang diangkat sebagai sesepuh Wali Songo atau Mufti ( pemimpin agama se Tanah Jawa ).” Kata Sunan Ampel. Prabu Satmata Dan Giri Kedaton Semakin hari pengaruh Sunan Giri semakin besar. Kekuatan spiritualnya juga semakin luas. Sebab Raden Patah adalah pewaris utama kerajaan Majapahit. Perubahan bentuk wayang kulit itu adalah dikarenakan sanggahan Sunan Giri. Beliaulah yang paling tidak setuju atas beberapa usul agar Raden Patah segera menyerang Majapahit agar Demak dapat berdiri sebagai kerajaan Islam merdeka tanpa harus tunduk kepada Majapahit. Peresmian Masjid Demak Dalam peresmian Masjid Demak. Setelah Sunan Ampel wafat. Maka perdebatan tentang peresmian Masjid Demak bisa diatasi. “Apa kata orang nanti bila seorang anak durhaka menyerang dan merebut tahta ayahnya sendiri ? Saya kira Kerajaan Majapahit akan sirna dengan sendirinya. Dengan demikian Sunan Ampel adalah orang yang paling tahu situasi kerajaan Majapahit. “Tanpa diserbupun Kerajaan Majapahit sudah keropos dari dalam. Sunan Ampel menyatakan ketidak setujuannya. kemudian diadakan dakwah dan rakyat berkumpul boleh masuk setelah mengucapkan syahadat. Sunan Ampel wafat pada tahun 1478. Lebih mirip karikatur seperti bentuk wayang yang ada sekarang ini. Jika Sunan Kalijaga mengusulkan peresmian Masjid Demak itu dengan membuka pegelaran wayang kulit. penasehat bagian politik Demak digantikan oleh Sunan Kalijaga. yaitu menyebarkan agama Islam tanpa kekerasan. yang arti sebenarnya adalah Sunan Giri yang menata. Karena tak bisa disebut sebagai gambar manusia maka akhirnya Sunan Giri menyetujui wayang kulit itu digunakan sebagai media dakwah. Para Wali mengadakan sidang sesudah jatuhnya Majapahit oleh serangan menyerang Prabu Girindrawardhana yang berkuasa di Majapahit. beberapa adipati yang masih beragama Hindu sudah banyak yang ingin merebut kekuasaan. Adipati Keling atau Kediri bernama Girindrawardhana menyerbu kerajaan Majapahit. Usul Sunan Kalijaga ditolak oleh Sunan Giri. kemudian diteruskan dengan pertunjukan wayang kulit yang dinamakan oleh Ki Dalang Sunan Kalijaga. karena wayang yang bergambar manusia itu haram hukumnya dalam ajaran Islam. Sunan Kalijaga membawa wayang kreasinya itu dihadapan sidang para Wali. Ketika beberapa wali mengusulkan untuk menyerbu Majapait. Bila sudah menjadi pemeluk Islam tinggal menyempurnakan iman mereka saja. Sunan Ampel adalah Penasehat bagian politik Demak. Dan Sunan Giri sebagai raja pertama bergelar Prabu Satmata. Tidak lama setelah beliau meninggal dunia. demikian menurut Sunan Giri. Sunan Kalijaga yang berjiwa besar kemudian mengadakan kompromi dengan Sunan Giri. Sebelumnya Sunan Kalijaga telah merubah bentuk wayang kulit sehingga gambarannya tidak bisa disebut sebagai gambar manusia lagi. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa pesantren Giri kemudian berubah menjadi kerajaan Giri yang sering disebut Giri Kedaton. Dengan demikian . Ada yang menyebutkan bahwa Prabu Kertabumi atau Ayah Raden Patah itu tewas dalam serangan mendadak yang dilakukan Prabu Girindrawardhana dari Kediri. maka Sunan Giri mengusulkan agar Masjid Demak diresmikan pada saat hari jum’at sembari melaksanakan shalat jamaah Jum’at.

Ternyata angsa itu lenyap sebagai gantinya adalah sepasang naga yang meliuk-liuk hendak menerkamnya. Pada waktu Prabu Girindrawardhana ini berkuasa di Majapahit pernah berusaha menggempur Giri Kedaton. Disana ada sepasang naga dari ukiran batu yang mirip dengan angsa. karena beliaulah yang pertama kali menciptakan tembang dan tembang dolanan anak-anak yang bernafas Islam antara lain : Jamuran. Islam yang disiarkannya adalah Islam sesuai ajaran Nabi. Mereka akan selamat dari kejaran pemburu bila telah berpegang pada tonggak atau batang pohon yang telah ditentukan lebih dulu. kemudian menyebarkan agama Islam di Gunung Lawu. karena Sunan Giri dianggap salah satu kerabat Prabu Kertabumi. Begawan Mintasemeru menciptakan sepasang angsa jantan dan betina. Begawan itu tertawa terbahak-bahak sembari memperolok-olok kebodohan Sunan Giri. Sembari melakukan permainan yang disebut jelungan itu biasanya anak-anak akan menyanyikan lagu Padhang Bulan : “Padhang-padhang bulan. Kebesaran nama Sunan Giri yang bergelar Prabu Satmata itu juga terdengar oleh seorang Begawan dari Lereng Lawu. “Apakah yang baru saya tanam di puncak gunung Patukangan itu. dan yang lainnya menjadi obyek buruan. baik dilakukannya sendiri sewaktu masih muda sambil berdagang ataupun dilakukannya sendiri sewaktu masih muda sambil berdagang ataupun melalui murid-muridnya yang ditugaskan keluar pulau. Pada akhirnya Begawan Mintasemeru menyerah kalah. yang paling terkenal adalah adu tebakan.” kata Sunan Giri. nundhung begog hangetikar. Di bidang kesenian beliau juga berjasa besar. Namanya Begawan Mintasemeru. melainkan justru merebut tahta Majapahit dari tangan musuh Prabu Kertabumi. Jasa-Jasa Sunan Giri Jasanya yang terbesar tentu saja perjuangannya dalam menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa bahkan ke Nusantara. Inilah permainan yang disebut Jelungan. Tetapi serangan itu dapat dipatahkan oleh Sunan Giri. Dengan demikian Sunan Giri ikut menghambat tersebarnya aliran yang bertentangan dengan faham Ahlussunnah wal jama’ah. Jithungan dan Delikan. Sesudah itu dia kembali menemui Sunan Giri. Cublak-ublak Suweng. ayo gage dha dolanan. Diantara permainan anak-anak yang dicintanya ialah sebagai berikut : Diantara anak-anak yang bermain ada yang menjadi pemburu. Diantara adu kesaktian beragam jenisnya itu. demikian tanya Begawan Mintasemeru menguji Sunan Giri. tapi semuanya dapat dikalahkan oleh Sunan Giri. Beliau pernah menjadi hakim dalam perkara pengadilan Syekh Siti Jenar. Sang Begawan menurut.” . Dia bongkar kuburan sepasang angsa ciptaannya.ketika Demak menyerbu Majapahit bukanlah menyerang Prabu Kertabumi yang menjadi ayah Raden Patah. hewan apakah yang Tuan tanam di puncak gunung itu. ngalap padhang gilar-gilar. Legenda tentang adu tebak kewaskitaan itu diabadikan dalam monumen patung sepasang naga di tangga masuk ke makam Sunan Giri yaitu tangga yang sebelah selatan. Brahmana ini sengaja datang ke Giri Kedaton untuk menentang Sunan Giri adu kesaktian. dolanane na ing latar. Arti permainan tersebut adalah seseorang yang sudah berpegang teguh kepada agama Islam Tauhid maka ia akan selamat dari ajakan setan atau iblis yang dilambangkan sebagai pemburu. “Jika Tuan Begawan tidak percaya boleh anda lihat lagi. tanpa di campuri kepercayaan atau adapt istiadat lama. “Yang Tuan tanam adalah sepasang naga jantan dan betina!” jawab Sunan Giri dengan tenangnya. Selanjutnya dikatakan bahwa Begawan Mintasemeru masih mendemonstrasikan beberapa kesaktiannya yang menakjubkan. kemudian dikubur hidup-hidup diatas gunung Patukangan. Tentu saja sang Begawan merasa teramat malu. seorang Wali yang dianggap murtad karena menyebarkan faham Pantheisme dan meremehkan syariat Islam yang disebarkan para Wali lainnya. tunduk dan masuk Islam. Keteguhannya dalam menyiarkan agama Islam secara murni dan konsekwen berdampak positif bagi generasi Islam berikutnya.

Sunan Kawis Guwa 5. mereka mengaku mendapat wangsit dari Tuhan dan karenanya bebas berbuat apa saja. untuk mengambil manfaat dari agama Islam. marilah lekas bermain. Beliau pernah meramalkan bahwa pada masa yang akan datang akan banyak orang yang mengaku mendapat wahyu Tuhan tetapi sebetulnya mereka sangat jauh dari agama. Bahkan sama sekali tak mengerti ilmu agama. Sunan Sedomargi 3. Dimasa yang akan datang juga akan muncul guru-guru ilmu yang merasa ilmunya sudah tinggi. Pangeran Singosari Pangeran Singosari ini berjuang gigih mempertahankan diri dari sebuah Sunan Amangkurat II yang dibantu oleh VOC dan Kapten Jonker. Mereka dipuja-puja ummat padahal menjadi benalu atau pemeras ummat. Mulai tahun 1487 hingga tahun 1506. habislah kekuasaan Giri Kedaton. mengambil di halaman. Pengaruh Sunan Giri sangat besar terhadap kerajaan-kerajaan Islam di Jawa maupun di luar Jawa. Mereka tidak lagi menghiraukan syariat agama. Sudah berapa kalikah masyarakat dibodohi guru-guru semacam itu. sudah sempurna. Guru semacam ini justru dipuja-puja para pengikutnya sampai-sampai masyarakat rela mengorbankan harta. Giri Kedaton atau Kerajaan Giri berlangsung selama hampir 200 tahun. Panembahan Mas Witana Sideng Rana 7. Para Pengganti Sunan Giri Sunan Giri atau Raden Paku lahir pada tahun 1442. Panembahan Ageng Giri 6. Serbuan ke Giri itu adalah dalam rangka penumpasan pemberontakan yang dilakukan oleh Trunojoyo seorang murid dari Pesantren Giri yang pernah menyungkir balikkan Surakarta dan bahkan pernah menjadi Raja di Kediri. Dalam kenyataannya ramalan Sunan Giri itu memang sudah sering terbukti. mulai dari dukun cabul hingga orang-orang yang mengaku dirinya Wali ternyata adalah bajingan.” Maksud lagu dolanan tersebut ialah : Agama Islam telah datang. Yang tinggal hanyalah makam-makam dan peninggalan Sunan Giri. bahkan menginjak-nginjak syariat tersebut dengan mendakwakan dirinya sudah tidak perlu melakukan shalat. Sunan Dalem 2. Mereka sesat dan menyesatkan ummat pengikutnya. tidak perlu berpuasa dan berzakat karena dirinya sudah baik. Sewaktu memerintah Giri Kedaton beliau bergelar Prabu Satmata. Sunan Giri Prapen 4. di muka bumi ini. Pemberontakan Trunojoyo itu dilakukan karena tindakan sewenang-wenang dari Sunan Amangkurat I yang pernah menumpas dan membunuh 6000 ulama’ Ahlusunnah yang dituduh menyebarkan isu ketidakpuasan rakyat terhadap raja. faham yang diajarkan oleh Syekh Siti Jenar yang ditentang Wali Sanga. memerintahkan kerajaan Giri selama kurang lebih dua puluh tahun. sudah sempurna. bermain di halaman. Sunan Giri jauh-jauh sudah memperingatkan umat agar berhati-hati terhadap perubahan jaman. mengambil manfaat benderangnya rembulan. agar hilang lenyaplah kebodohan dan kesesatan. maka marilah kita segera menuntut penghidupan. Itulah orang yang tergelincir ilmunya. Sebagai bukti adalah adanya kebiasaan bahwa apabila seorang hendak dinobatkan menjadi raja haruslah memerlukan pengesahan dari Sunan Giri. harga diri dan jiwanya demi kesenangan sang guru. mereka adalah para pengikut faham Manunggaling Kawula Gusti.Artinya adalah sebagai berikut : “Malam terang bulan. Sesudah Pangeran Singosari wafat pada tahun 1679. mengusir gelap yang lari terbirit-birit. Padahal itu hanya fitnah dari orang-orang yang menjadi kaki tangan Sunan Amangkurat I. Sesudah Sunan Giri yang pertama meninggal dunia beliau digantikan anak keturunannya yaitu : 1. Yang dirawat oleh juru kunci makam Sunan Giri . Pangeran Singonegoro ( bukan keturunan Sunan Giri ) 8.

juga belajar kepada para ulama besar yang banyak menetap di Negeri Pasai . . mendirikan pesantren di Giri sehingga terkenal sebagai Sunan Giri . Begitulah siasat Raden Makdum Ibrahim yang dijalankan penuh kesabaran. Keempat harus sering berprihatin ( berpuasa ). Sedang Raden Makdum Ibrahim diperintahkan Sunan Ampel untuk berdakwah diTuban. Kaping pindho shalat sunah lakonona.Sehingga tanpa terasa penduduk sudah mempelajari agama Islam dengan senang hati. Insya Allah Gusti Allah nyemba dani. Dalam berdakwa Raden Makdum Ibrahim ini sering mempergunakan kesenian rakyat untuk menarik simpati mereka. Sopo wongé bisa ngelakoni. Mesir . Keduanya menambah pengetahuan kepada Syekh Awwalul Islam atau ayah kandung dari Sunan Giri.Seperti ulama ahli tasawuf yang berasal dari Bagdad. yaitu berupa seperangkat gamelan yang disebut Bonang. Disebutkan dari berbagai literature bahwa Raden Makdum Ibrahim dan Raden Paku sewaktu masih remaja meneruskan pelajaran agama Islam hingga ke Tanah seberang . Kaping papat kudu wetheng ingkang luwe. Siapa saja mampu mengerjakannya. Sebagai seorang Wali yang disegani dan dianggap Mufti atau pemimpin agama se Tanah Jawa . Kelima sering berdzikir mengingat Allah di waktu malam. Diantara tembang yang terkenal ialah : “Tamba ati iku sak warnane. Pertama membaca Al-Qur’an dengan artinya. Kaping telu wong kang saleh kancanana. Lebih –lebih bila Raden Makdum Ibrahim sendiri yang membunyikan alat musik itu. Ketiga sering bersahabat dengan orang saleh ( berilmu ). beliau adalah seorang Wali yang mempunyai cita rasa seni yang tinggi.tentu saja Sunan Ampel mempunyai ilmu yang sangat tinggi. Raden Makdum Ibrahim sudah diberi pelajaran agama Islam secara tekun dan disiplin .yaitu Negeri Pasai . Bila benjolan itu dipukul dengan kayu lunak maka timbullah suaranya yang merdu ditelinga penduduk setempat . pasti banyak penduduk yang datang ingin mendengarkannya . Setiap Raden Makdum Ibrahim membunyikan Bonang. Insya Allah Tuhan Allah mengabulkan. Artinya : Obat sakit jiwa ( hati ) itu ada lima jenisnya.SUNAN BONANG Dari berbagai sumber disebutkan bahwa Sunan Bonang itu nama aslinya adalah Syekh Maulana Makhdum Ibrahim. Kedua mengerjakan shalat malam ( sunnah Tahajjud ). Arab dan Persi atau Iran. Sesudah belajar di Negeri Pasai. sehingga beliau bunyikan pengaruhnya sangat hebat bagi para pendengarnya . Sudah bukan rahasia lagi bahwa latihan atau riadha para Wali itu lebih berat dari pada orang awam. Kaping lima dzikir wengi ingkang suwe. Putra Sunan Ampel dan Dewi Condrowati yang sering disebut Nyai Ageng Manila.Setelah rakyat berhasil direbut simpatinya tinggal mengisikan saja ajaran Islam kepada mereka. Raden Paku kembali ke Gresik. bukan dengan paksaan. Raden Makdum Ibrahim adalah calon Wali yang besar . Dan tidak sedikit dari mereka yang ingin belajar membunyikan Bonang sekaligus melagukan tembang – tembang ciptaan Raden Makdum Ibrahim. Sejak kecil. Raden Makdum Ibrahim dan Raden Paku pulang keJawa. Tembang-tembang yang diajarkan Raden Makdum Ibrahim adalah tembang yang berisikan ajaran agama Islam. Ada yang mengatakan Dewi Condrowati itu adalah putri Prabu Kertabumi ada pula yang berkata bahwa Dewi Condrowati adalah putri angkat Adipati Tuban yang sudah beragama Islam yaitu Ario Tejo. Maca Qur’an angen-angen sak maknane. maka Sunan Ampel sejak dini juga mempersiapkan sebaik mungkin . Bonang adalah sejenis kuningan yang ditonjolkan dibagian tengahnya .

“Gending yang kami bunyikan sebenarnya tidak berpengaruh buruk terhadap kalian jika saja hati kalian tidak buruk dan jahat. Sunan Drajat. serakah. sidang itu dilakukan di Masjid Agung Kasepuhan. teruskan ucapanmu !” ujar Sunan Bonang. Dialah yang memutuskan pengangkatan Sunan Ngudung sebagai panglima tentara Islam Demak. Sunan Bonang termasuk penyokong kerajaan Islam Demak. tidak mudah putus asa. bersikap rendah hati. Di situ disebutkan pula bahwa ajaran Sunan Bonang berasal dari ajaran Syekh Jumadil Kubro. dan Sunan Muria. Misalnya dalam kisah pengadilan atas diri Syekh Siti Jenar. Sunan Kalijaga. ia dikenal sebagai pemimpin bala tentara Demak. Jepara maupun Madura. Cirebon. “Kenapa Kebondanu. dan Al-Anthaki dari Dawud al-Anthaki.” “Ya. versi lain menyebutkan. orang harus menjauhi sikap dengki. penuh keindahan dan makna kehidupan beragama. baik yang berada di Tuban.” . ayahanda Maulana Malik Ibrahim. Belanda . “Allah adalah Tuhan Yang Maha Pengampun dan Penerima tobat.” “Pintu tobat selalu terbuka bagi siapa saja. dan membayar zakat. “ Kebondanu ragu meneruskan ucapannya. salat. Sunan Bonang. manusia harus menjauhi tiga musuh utama: dunia. Untuk menghindari ketiga ''musuh'' itu. “Mungkinkah Tuhan mengampuni dosa-dosa kami yang sudah tak terhitung lagi banyaknya. Selain itu. Juga tulisan Abu Yzid AlBusthami dan Syekh Abdul Qadir Jaelani. Sunan Bonang dipandang adil dalam membuat keputusan yang memuaskan banyak orang. Sunan Bonang mengandalkan sejumlah kitab. Para penganut Islam harus menjalankan. tak begitu lengkap. ussuludin. hentikanlah bunyi gamelan itu. Pulau Bawean. yang menurunkan ajaran kepada Sunan Ampel. “Ampun ………. dan ikut membantu mendirikan Masjid Agung Demak. dan setan. menurut disertasi JGH Gunning dan disertasi BJO Schrieke. Ketika Sunan Ngudung gugur.Hingga sekarang karya sastra Sunan Bonang itu dianggap sebagai karya yang sangat hebat. Karena beliau sering mempergunakan Bonang dalam berdakwah maka masyarakat memberinya gelar Sunan Bonang. sombong.” kata Sunan Bonang. melalui sidang-sidang ''pengadilan'' yang dipimpinnya.” kata Kebondanu dengan ragu. naskah ajaran Sunan Bonang merupakan naskah Wali Songo yang relatif lebih lengkap. Ajaran tasawuf. seluruh persendian mereka seperti dilolosi dari tempatnya. Sunan Bonang pula yang mengangkat Sunan Kudus sebagai panglima perang. Oleh masyarakat Demak ketika itu. membunuh dan melakukan tindak kejahatan lainnya. Ajaran Sunang Bonang. kami tidak kuat !” Demikian rintih Kebondanu dan anak buahnya. tapi ………. alias Syekh Lemah Abang. Murid-murid Raden Makdum Ibrahim ini sangat banyak. (Nederland ) Pada masa hidupnya. menurut versi Sunan Bonang menjadi penting karena menunjukkan bagaimana orang Islam menjalani kehidupan dengan kesungguhan dan kecintaannya kepada Allah. Ajaran wali yang lain tak ditemukan naskahnya. dan bersyukur atas nikmat Allah. hawa nafsu. antara lain Ihya Ulumuddin dari al-Ghazali. Sehingga gagallah mereka melaksanakan niat jahatnya. Suluk Sunan Bonang disimpan rapi di Perpustakaan Universitas Leiden. Lokasi ''pengadilan'' itu sendiri punya dua versi. serta gila pangkat dan kehormatan. Dalam menyiarkan ajaran Islam. Sunan Bonang juga berperan dalam pengangkatan Raden Patah. kami tobat !Kami tidak akan melakukan perbuatan jahat lagi. misalnya. Nasihat yang berharga diberikan pula pada Sunan Kudus tentang strategi perang menghadapi Majapahit. Dikisahkan beliau pernah menaklukkan seorang pemimpin perampok dan anak buahnya hanya mempergunakan tambang dan gending. baik di pedesaan maupun dipesantren. manusia dianjurkan jangan banyak bicara. dan kalaupun ada. Dharma dan irama Mocopa. “Kami sudah sering merampok. Tapi.Hingga sekarang lagi ini sering dilantunkan para santri ketika hendak shalat jama’ah. misalnya. Menurut Gunning dan Schrieke. memuat tiga tiang agama: tasawuf. Sebaliknya. dan fikih. Satu versi mengatakan.t Begitu gending ditabuh Kebondanu dan anak buahnya tidak mampu bergerak. Selain itu. sidang itu diselenggarakan di Masjid Agung Demak. berpuasa. kami menyerah. Beliau juga menciptakan karya sastra yang disebut Suluk .

mendadak tersemburlah air dari lubang tongkat itu. Saat akan dimakamkan. “Akan saya ajak berdebat tentang masalah keagamaan . karena sang Sunan sempat berdakwah di pulau utara Jawa itu. Sang Brahmana dan pengikutnya memeriksa kitab-kitab itu. dan satunya lagi di sebelah barat Masjid Agung Tuban. Ternyata benar miliknya sendiri. Lelaki berjubah putih itu menghentikan langkah dan menancapkan tongkatnya ke pasir. sampai sekarang.Tetapi kapal yang digunakan mengangkut jenazahnya tidak bisa bergerak sehingga terpaksa jenazahnya Sunan Bonang dimakamkan di Tuban yaitu disebelah barat Masjid Jami ’Tuban. . Sewaktu beliau wafat. makam Sunan Bonang ada di dua tempat. ''mencuri'' jenazah sang Sunan. warga Tuban tidak mau terima.Sang Brahmana tidak jadi melaksanakan niatnya menantang Sunan Bonang untuk adu kesaktian dan mendebat masalah keagamaan. jenasahnya hendak dibawa ke Surabaya untuk dimakamkan disamping Sunan Ampel yaitu ayahandanya . Siapalagi orang sakti berilmu tinggi yang berada dikota Tuban selain Sunan Bonang .Serta merta Brahmana dan para pengikutnya menjatuhkan diri berlutut dihadapan lelaki itu . walau dosamu setinggi gunung dan sebanyak pasir dilaut. Setiap halaman dibatasi tembok berpintu gerbang. jenazah Sunan Bonang tetap ada. sejumlah murid dari Bonang mengendap ke Bawean. Pada suatu ketika juga ada seorang Brahmana sakti dari India yang berlayar ke Tuban. pada 1525. Pada malam setelah kematiannya. “Itukah kitab-kitab Tuan yang tenggelam kedasar laut?”Tanya lelaki itu. “Saya datang dari India hendak mencari seorang ulama besar bernama Sunan Bonang. “Untuk apa Tuan mencari Sunan Bonang?” tanya lelaki itu . baik di Bonang maupun di Bawean! Karena itu.Mereka sudah dapat mendiga pastilah lelaki berjubah putih itu adalah Sunan Bonang sendiri. Demikian pula anak buahnya. “Ya. Kini kuburan itu dikitari tembok dengan tiga lapis halaman.” Tanpa banyak bicara lelaki itu mencabut tongkatnya yang menancap dipasir . Di tepi pantai mereka melihat seorang lelaki berjubah putih sedang berjalan sembari membawa tongkat. Sunan Bonang wafat di Pulau Bawean. Satu di Pulau Bawean. Anehnya. Desa Kutareja. Tujuannya hendak mengadu kesaktian dan berdebat tentang masalah keagamaan dengan Sunan Bonang. ada perebutan antara warga Bawean dan warga Bonang. malah kemudian ia berguru kepada Sunan Bonang dan menjadi pengikut Sunan Bonang yang setia.”kata sang Brahmana.”Tapi sayang kitab –kitab yang saya bawa telah tenggelam kedasar laut . Walaupun ia dan para pengikutnya berhasil menyelamatkan diri kitab-kitab referensi yang hendak dipergunakan untuk berdebat dengan Sunan Bonang telah tenggelam ke dasar laut.“Walau dosa kami setinggi gunung ?” Tanya Kebondanu. Namun ketika ia berlayar menuju Tuban.kata sang Brahmana . perahunya terbalik dihantam badai. membawa keluar semua kitab yang dibawa sang Brahmana. “Apakah nama daerah tempat saya terdampar ini?”tanya sang Brahmana “Tuan berada dipantai Tuban !”jawab lelaki itu .” Akhirnya Kebondanu benar-benar bertobat dan menjadi murid Sunan Bonang yang setia. Berdebarlah hati sang Brahmana sembari menduga-duga siapa sebenarnya lelaki berjubah putih itu. Adalagi legenda aneh tentang Sunan Bonang . Mereka menghentikan lelaki itu dan menyapanya. Warga Bawean ingin Sunan Bonang dimakamkan di pulau mereka. dilakukanlah pemakaman. Tuban. Tetapi. Esoknya. Tuban.

Menehono mangan marang wong kang luwe. Raden Imam. Wewarah pengentasan kemiskinan Sunan Drajat kini terabadikan dalam sap tangga ke tujuh dari tataran komplek Makam Sunan Drajat. dan Masaikh Munat. Menehono busono marang wong kang wudo. Menehono mangan marang wong kan luwe 3. Masih banyak nama lain yang disandangnya di berbagai naskah kuno. namun bila lewat Lamongan dapat ditempuh 30 menit dengan kendaran pribadi Dia adalah putra Sunan Ampel dari perkawinan dengan Nyi Ageng Manila. Mulyo guno Panca Waktu (suatu kebahagiaan lahir bathin hanya bisa kita capai dengan sholat lima waktu) 7.Panarukan ).Hening . Maulana Hasyim. Qosim. Laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning lampah (dalam perjalanan untuk mencapai cita cita luhur kita tidak peduli dengan segala bentuk rintangan) 4. Dia adalah putra dari Sunan Ampel. Pangeran Kadrajat. Menehono busono marang kang mudo . serta beri perlindungan orang yang menderita). Empat putra Sunan Ampel lainnya adalah Sunan Bonang. Sunan Muryapada. Jroning suko kudu eling Ian waspodo (didalam suasana riang kita harus tetap ingat dan waspada) 3. atawa Kasim. Tempat ini diberikan oleh kerajaan Demak. Menehono teken marang wong wuto 2. Semasa muda ia dikenal sebagai Raden Qasim. Akan halnya Sunan Drajat sendiri. Nama kecilnya adalah Raden Qasim. Pangeran Syarifuddin.Heneng . 6. alias Dewi Condrowati. Sejahterakanlah kehidupan masyarakat yang miskin. Nyi Ageng Maloka. Dalam setiap dakwahnya beliau menyampaikan empat pokok ajarannya yang sangat terkenal di masyarakat. Ajarilah kesusilaan pada orang yang tidak punya malu. Ia diberi gelar Sunan Mayang Madu oleh Raden Patah pada tahun saka 1442/1520 masehi Makam Sunan Drajat dapat ditempuh dari surabaya maupun Tuban lewat Jalan Dandeles ( Anyer . dan seorang putri yang disunting Sunan Kalijaga. Sunan Drajat yang mempunyai nama kecil Syarifudin atau raden Qosim putra Sunan Ampel dan terkenal dengan kecerdasannya.cita luhur). Secara lengkap makna filosofis ke tujuh sap tangga tersebut sebagai berikut : 1. Empat pokok ajaran dari Sunan Drajad adalah : 1. kemudian mendapat gelar Raden Syarifudin. yang diperistri Raden Patah. tak banyak naskah yang mengungkapkan jejaknya. Setelah menguasai pelajaran islam beliau menyebarkan agama islam di desa Drajad sebagai tanah perdikan dikecamatan Paciran. Memangun resep teyasing Sasomo (kita selalu membuat senang hati orang lain) 2. Menehono ngiyup marang wongkang kodanan (Berilah ilmu agar orang menjadi pandai. Empat pokok ajaran inilah yang menjadi substansi dakwah dari Sunan Drajad. Misalnya Sunan Mahmud. dan bersaudara dengan Sunan Bonang Diantara para wali.Henung (dalam keadaan diam kita akan memperoleh keheningan dan dalam keadaan hening itulah kita akan mencapai cita .nafsu) 5. Sunan Mayang Madu. Empat pokok ajaran dari Sunan Drajad Satu hal yang sangat menarik perhatian saya adalah materi dakwah yang disampaikan oleh Sunan Drajad. Menehono teken marang wong kang wuto. mungkin Sunan Drajat yang punya nama paling banyak. Meper Hardaning Pancadriya (kita harus selalu menekan gelora nafsu . Siti Muntosiyah. Syekh Masakeh. yang dinikahi Sunan Giri.SUNAN DRAJAT Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470.

Sunan Ampel. Di tengah perjalanan. Untuk itu perlu adanya penanganan yang sangat serius dalam pembelajaran budi pekerti di dalam masyarakat. Jika 4 pokok ajaran tersebut benar-benar dilaksanakan oleh segenap lapisan masyarakat pada bangsa ini. kecelakaan pesawat. siapapun dapat mengamalkannya sesuai dengan kemampuan masing-masing. lumpur lapindo. apalagi saat ini bangsa kita sedang di landa berbagai macam musibah. berlayarlah Raden Qasim dari Surabaya. Namun kalau kita kaji lebih dalam lagi ternyata ada makna tersirat yang terkandung dalam 4 pokok ajaran tersebut. yang miskin makin miskin” Ajarkanlah budi pekerti (akhlak) kepada orang yang tidak punya malu atau belum beradab. Setelah dewasa. bukan hanya menjadi slogan yang tak kunjung ada eksistensinya Ada diceritakan. sebelah barat Gresik. perahunya terseret badai. Dengan pendidikan yang berkualitas akan semakin banyak mencetak generasi penerus yang siap hidup dan bersaing di era globalisasi ini Sejahterakanlah kehidupan orang yang miskin (kurang makan) Program pengentasan kemiskinan harus dijadikan prioritas utama oleh pemegang kekuasaan bangsa ini. maka tunggu saja saat kehancurannya. Surabaya. Banjarwati. ia ditolong ikan cucut dan ikan talang – ada juga yang menyebut ikan cakalang. baik gempa bumi. Penanggulangan bencana tentunya bukan hanya pada aspek fisik saja. Bahkan 4 pokok ajaran tersebut tampaknya masih sangat relevan untuk diamalkan dalam kondisi kekinian. Dan ternyata 4 pokok ajaran ini sangat supel dan luwes. Berbagai upaya harus senantiasakan dilakukan demi terciptanya pemerataan hidup. Sehingga tidak akan terdengar lagi slogan “yang kaya makin kaya. jika dekadensi moral menjadi wabah yang menjalar pada bangsa tersebut. Perjalanan ke Gresik ini merangkumkan sebuah cerita. Di sana. untuk berdakwah di pesisir barat Gresik. Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan dari budi pekerti bangsa itu. banjir. yang kelak berkembang menjadi legenda Syahdan. Tentu peran pemerintah sangat dominan untuk merealiasasikan hal ini. . Raden Qasim selamat dengan berpegangan pada dayung perahu. dengan menumpang biduk nelayan. longsor. tapi yang lebih penting tentu pada aspek psikis dan rohani. karena pendidikan memegang peranan yang sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa. Raden Qasim berhasil mendarat di sebuah tempat yang kemudian dikenal sebagai Kampung Jelak. Berilah perlindungan kepada orang-orang yang menderita atau ditimpa bencana Dalam konteks kekinian perwujudan ajaran ini sangat dibutuhkan. Dalam konteks kekinian tentu saja dapat pula dimaknai bahwa kualitas pendidikan harus terus ditingkatkan. Kemudian. dan pecah dihantam ombak di daerah Lamongan. ia diperintahkan ayahnya. insya Allah tujuan negeri ini menciptakan masyakat yang adil makmur akan benar-benar terwujud. Menehono ngiyup marang wong kang kudanan Kurang lebih demikian artinya : Berilah tongkat kepada orang yang buta Berilah makan kepada orang yang kelaparan Berilah pakaian kepada orang yang telanjang Berilah tempat berteduh kepada orang yang kehujanan Sekilas kalau kita perhatikan dari 4 pokok ajaran yang disampaikan Sunan Drajad tersebut nampaknya tidak ada yang istimewa.4. persitiwa ini terjadi pada sekitar 1485 Masehi. Makna tersirat dari 4 pokok ajaran tersebut adalah : Berilah petunjuk kepada orang yang bodoh. kebakaran dan lain-lain. Raden Qasim menghabiskan masa kanak dan remajanya di kampung halamannya di Ampeldenta. Menurut tarikh. Dengan menunggang kedua ikan itu.

yang mulai dipanggil Sunan Drajat oleh para pengikutnya. lambat laun berkembang menjadi kampung besar yang ramai. Dalam menyampaikan ajarannya. yang kini menjadi kompleks pemakaman. untuk membuka lahan baru di daerah perbukitan di selatan. Sunan lantas diberi izin oleh Sultan Demak. tanpa memaksa. Atas petunjuk Sunan Giri. Pertama. melalui kesenian tradisional. Sunan menghabiskan sisa hidupnya di Ndalem Duwur. Di tempat itu kini dibangun sebuah museum tempat menyimpan barang-barang peninggalan Sunan Drajat –termasuk dayung perahu yang dulu pernah menyelamatkannya. dan dikeramatkan. Masjid itulah yang menjadi tempat berdakwah menyampaikan ajaran Islam kepada penduduk. Mereka meneror penduduk pada malam hari. Cara keempat. konon. masih menganggap tempat itu belum strategis sebagai pusat dakwah Islam. merajalela selama dan setelah pembukaan hutan.” demikian petuahnya. Namun. yang semula cuma dusun kecil dan terpencil. paring payung kang kodanan. Sunan Drajat sangat memperhatikan masyarakatnya. Artinya: berikan tongkat kepada orang buta. Raden Qasim pindah ke selatan. Sunan Drajat kerap berdakwah lewat tembang pangkur dengan iringan gending. ”Bapang den simpangi. dan akhirnya menjadi pesantren tempat mengaji ratusan penduduk. Sunan Drajat menempati sisi perbukitan selatan. Sunan juga berkeliling kampung sambil berzikir. sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Sunan Drajat mampu mengatasi. Raden Qasim kemudian menetap di Jelak. kedua tokoh itu sudah diislamkan oleh pendakwah asal Surabaya. . Namun. dengan cara-cara bijak. sekitar satu kilometer dari Jelak. dan dinamai Ndalem Duwur. Kedua. Sedangkan lahan bekas tempat tinggal Sunan kini dibiarkan kosong. paring sandang marang kang kawudan. dan menikah dengan Kemuning. Penduduk merasa aman dan terlindungi dari gangguan makhluk halus yang. hingga wafat pada 1522. Usai salat asar. berkat kesaktiannya. Jelak. Namanya berubah menjadi Banjaranyar. putri Mbah Mayang Madu. baik melalui perkataan maupun perbuatan. paring pangan marang kang kaliren. Sunan memperkenalkan Islam melalui konsep dakwah bil-hikmah. Raden Qasim. Empat pokok ajaran Sunan Drajat adalah: Paring teken marang kang kalunyon lan wuta. dan menyebarkan penyakit. penguasa Lamongan kala itu. Sunan Drajat bersama para pengikutnya membangun permukiman baru. Sunan menempuh lima cara. Maksudnya: jangan mendengarkan pembicaraan yang menjelek-jelekkan orang lain. Ia menurunkan kepada para pengikutnya kaidah tak saling menyakiti.Raden Qasim disambut baik oleh tetua kampung bernama Mbah Mayang Madu dan Mbah Banjar. apalagi melakukan perbuatan itu. yang juga terdampar di sana beberapa tahun sebelumnya. Setelah pembukaan lahan rampung. Raden Qasim mendirikan sebuah surau. mengingatkan penduduk untuk melaksanakan salat magrib. Sunan Drajat terkenal akan kearifan dan kedermawanannya. ana catur mungkur. seluas sekitar sembilan hektare. Ia kerap berjalan mengitari perkampungan pada malam hari. berikan makan kepada yang kelaparan. Konon. lewat pengajian secara langsung di masjid atau langgar. lewat mimpi. berikan pakaian kepada yang telanjang. melalui penyelenggaraan pendidikan di pesantren. Di Jelak. Selang tiga tahun. Menurut sahibul kisah. Tempat itu dinamai Desa Drajat. ia juga menyampaikan ajaran agama melalui ritual adat tradisional. dan berikan payung kepada yang kehujanan. Terakhir. Sunan mendirikan masjid agak jauh di barat tempat tinggalnya. Lahan berupa hutan belantara itu dikenal penduduk sebagai daerah angker. ke tempat yang lebih tinggi dan terbebas dari banjir pada musim hujan. Selanjutnya. banyak makhluk halus yang marah akibat pembukaan lahan itu. memberi fatwa atau petuah dalam menyelesaikan suatu masalah.

Maka. Sunan Drajat terkenal dengan kesaktiannya. Ia selalu menelateni warga yang sakit. memang ada tradisi ”saling memuridkan”. istri pertama Sunan Drajat adalah Dewi Sufiyah. sejenis umbi hutan. di mana keluarganya ketika perahu nelayan itu pecah? Para ahli sejarah masih mengais-ngais naskah kuno untuk menjawabnya . Naskah Badu Wanar dan Naskah Drajat mengisahkan bahwa dari pernikahannya dengan Dewi Sufiyah. lengkap dengan cungkup makam petilasan. Raden Qasim sempat dikirim ayahnya berguru mengaji kepada Sunan Gunung Jati. putri Adipati Kediri. ketika menetap di Desa Drajat. Raden Qasim konon berangkat ke Gresik sekeluarga. Anak tertua bernama Pangeran Rekyana. Di sana dibangun sebuah masjid besar yang diberi nama Masjid Nur Drajat. Alkisah. setelah menikahi Dewi Sufiyah. Sumur Lengsanga di kawasan Sumenggah. Setelah menikah dengan Kemuning. putri Sunan Gunung Jati. Jika benar. dari sembilan lubang bekas umbi itu memancar air bening –yang kemudian menjadi sumur abadi. Ketika Sunan kehausan. Dalam Babad Tjerbon diceritakan. Sunan Drajat dikaruniai tiga putra. Namun. Syarif Hidayatullah itu bekas murid Sunan Ampel. tanpa meninggalkan jejak yang meyakinkan. Ada pula kisah yang menyebutkan bahwa Sunan Drajat pernah menikah dengan Nyai Manten di Cirebon. dan doa. Kedua Pangeran Sandi.” Sewaktu diperintah Sunan Ampel. Menurut Babad Tjerbon. dengan mengobatinya menggunakan ramuan tradisional. Padahal. dan dikaruniai empat putra. Bekas padepokan Pangeran Drajat kini menjadi kompleks perkuburan.”Berhentilah bekerja. terletak di Kelurahan Drajat. jangan lupa salat. sebelum sampai di Lamongan. Raden Qasim tinggal di Kadrajat. kitab Wali Sanga babadipun Para Wali mencatat: ”Duk samana anglaksanani. Di kalangan ulama di Pulau Jawa. apakah Sunan Drajat datang di Jelak setelah berkeluarga atau belum. diciptakan Sunan ketika ia merasa kelelahan dalam suatu perjalanan.” katanya dengan nada membujuk. ia berdoa. Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada 1465 Masehi. Ada juga yang menyebutnya Syekh Syarifuddin. Sebagaimana para wali yang lain. Sunan meminta pengikutnya mencabut wilus. Sunan Drajat disebut-sebut menikahi tiga perempuan. Tak jelas. misalnya. Raden Suryadilaga. Kecamatan Kesambi. atau Pangeran Tranggana. Ia pun biasa dipanggil dengan sebutan Pangeran Kadrajat. Namun. mangkat sakulawarga…. kisah ini agak kabur. atau Pangeran Drajat. Dalam beberapa naskah. bahkan hingga kini. Ketika itu. dan anak ketiga Dewi Wuryan. Sunan mengawini Retnayu Condrosekar.

seorang guru yang mengajarkan hidup model sufi. Gaya berdakwahnya banyak mengambil cara ayahnya. dan diberi nama Ja'far Shodiq. Ja'far Shodiq berniat membunuhnya. Kalau dipukul. Misalnya. Pasangan ini merupakan pengikut Syekh Siti Jenar. Dalam sebuah pertarungan. antara lain putri Sunan Bonang. tikus itu bukannya mati. Tugas utamanya ialah menaklukkan wilayah Kerajaan Majapahit untuk memperluas kekuasaan Demak. Kebo Kenanga tewas. Ja'far Shodiq menggantikan posisi ayahnya. Banyak prajurit Majapahit yang tewas disengat tawon. melainkan menjadi penghulu masjid di Demak. Yang pasti. yang kemudian menghasilkan delapan anak. Ja'far Shodiq memiliki murid. Ia dikenal sebagai pribadi yang mampu memecahkan berbagai masalah betapapun rumitnya masalah itu. Sunan Kalijaga. Dia datang dari Jipang Panolan (ada yang mengatakan disebelah utara Blora). sambil mengajarkan keterampilan-keterampilan bercocok tanam. melalui tangan Arya Penangsang. Dia juga punya sebuah peti. Dia mendapat tugas lanjutan untuk mengalahkan Adipati Handayaningrat. menjelang kepindahannya ke Kudus. Sunan Muria berdakwah dari Jepara. Dari badong sakti itu kemudian keluarlah jutaan tikus. yang berniat makar terhadap Kerajaan Demak. Sultan Undung terkenal sebagai panglima perang yang tangguh. Juana hingga sekitar Kudus dan Pati. Dalam Serat Kandha disebutkan. yang menghasilkan satu anak. Tayu. berdagang dan melaut adalah kesukaannya. Raden Patah memerintahkan Ja'far Shodiq ''meredam'' Kebo Kenanga. Nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya di lereng Gunung Muria. Terdapat beberapa versi tentang kepergian Ja'far Shodiq dari Demak. malah makin mengamuk sejadi-jadinya. Sunan Muria lebih suka tinggal di daerah sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan agama Islam.dan sekitarnya. Maka. Setelah itu. 18 kilometer ke utara kota Kudus. yang bisa mengeluarkan jutaan tawon. Pangeran Prawata. Sunan Undung tewas dalam peperangan antara Demak dan Majapahit. Bahkan. Ja'far Shodiq berhasil mengembangkan wilayah Kerajaan Demak. dengan Sunan Kalijaga. Belakangan. Ja'far Shodiq tidak lagi menjadi panglima perang. Surat panggilan yang dibuat Raden Patah ditelantarkan hingga tiga tahun oleh Kebo Kenanga. Pangeran Prawata justru mengakui Sunan Kalijaga sebagai guru baru. Nama kecilnya adalah Raden Prawoto. Selama hidupnya. Salah satu hasil dakwahnya lewat seni adalah lagu Sinom dan Kinanti. Sampai suatu waktu. Adipati Bintara. Badong itu dibawa berkeliling arena perang. Namun berbeda dengan sang ayah. Ja'far Shodiq diberi badong --semacam rompi-. Kebo Kenanga dan Tingkir digambarkan sebagai saudara seperjuangan. Adipati Handayaningrat merupakan gelar yang disandang Kebo Kenanga. Ada kemungkinan. Jawa Tengah. yang saling menyayangi bagaikan saudara kandung. tak kalah dengan kepiawaian ayahnya. berjarak 25 kilometer ke arah barat kota Kudus. dan ke arah barat hingga Cirebon. Bergaul dengan rakyat jelata. ia bukanlah asli Kudus. Kenyataannya. yang juga ternyata sakti. Pangeran Prawata durhaka karena mengakui dua guru sekaligus. Di sanalah ia dilahirkan. penguasa daerah Pengging --wilayah Boyolali-. Adipati Terung. Ja'far Shodiq menikahi putri Adipati Terung. menyerah kepada pasukan Ja'far Shodiq.oleh Sunan Gunung Jati. Raden Patah memutuskan untuk mematahkan pembangkangan Kebo Kenanga itu. cucu Sunan Ampel. Kebo Kenanga berniat mendirikan negara sendiri bersama Ki Ageng Tingkir. Ja'far Shodiq berselisih paham dengan Raja Demak. Ia adalah anak dari hasil perkawinan Sunan Undung atau Sunan Ngudung (Raden Usman Haji) dengan Syarifah.SUNAN KUDUS Ia putra Dewi Saroh --adik kandung Sunan Giri sekaligus anak Syekh Maulana Ishak. Semasa jayanya. Sukses mengalahkan Majapahit membuat posisi Ja'far Shodiq makin kokoh. Sukses ini kemudian memunculkan berbagai cerita kesaktian Ja'far Shodiq. Bagi Ja'far Shodiq. Sunan Muria seringkali dijadikan pula sebagai penengah dalam konflik internal di Kesultanan Demak (1518-1530). sebelum perang. pemimpin pasukan Majapahit. Kemungkinan lain. Usai perang. Ja'far Shodiq berselisih paham dengan Sunan Kalijaga. atau yang lebih dikenal dengan sebutan Raden Patah. . kehebatan Ja'far Shodiq sebagai panglima perang lama-kelamaan surut. Ketika Pangeran Prawata menjadi Raja Demak. ke timur mencapai Madura. Ja'far Shodiq terbukti hebat di medan perang. Tanda-tanda pembangkangan Kebo Kenanga makin kentara ketika ia menolak menghadap Raja Demak. Ja'far Shodiq sendiri juga punya istri lain. Solusi pemecahannya pun selalu dapat diterima oleh semua pihak yang berseteru. yang tiada lain dari pada adik kandung Prawata. Meski namanya Sunan Kudus. Pasukan Majapahit ketakutan lari tunggang langgang. Namun.

. Pada akhirnya. Pada suatu masa. Oleh karena itu. Ketika itu. Itu merupakan bagian dari penghormatan Sunan Kudus kepada para pengikut Hindu. maka dia pun menyuruh orang lain lagi. Menurut penuturan warga setempat.H. Cerita ini menunjukkan bahwa kota itu sudah berkembang sebelum kedatangan Ja'far Shodiq. sama dengan 1549 Masehi. Nama Ja'far Shodiq tercatat dalam inskripsi masjid tersebut. pada saat hari raya Idul Qurban. De Graaf dan T.Agaknya. Di Tajug. Sunan Kudus tidak melakukan perlawanan frontal. Telah mendirikan masjid Aqsa ini di negeri Quds. yang bernama Rangkud. Dalam inskripsi terdapat kalimat berbahasa Arab yang artinya. with really meant the temple (of solomon).. Kedua peneliti itu menyatakan. tanpa diduga. maka sebagai peringatan kepada kota dimana Ja'far Sodiq hidup serta bertempat tinggal. bahwa dahulu Sunan Kudus pernah pergi naik haji sambil menuntut ilmu di tanah Arab. Misalnya. melainkan mengarahkan masyarakat sedikit demi sedikit. Pangeran Prawata akhirnya tewas bersama istrinya. sering dibacakan Sunan Kudus untuk lebih memikat pendengar. para pengikutnya itu merupakan warga setempat yang dipekerjakan Ja'far Shodiq untuk menggarap tanah ladang. Jenazah Prawata bersandar ke badan istrinya. Batu tersebut katanya berasal dari kota Baitul Makdis. Mereka sekaligus para tentara yang ikut bersama-sama Ja'far Shodiq memerangi Majapahit. Sunan Kudus justru menyembelih kerbau." . Arya Penangsang tidak tega. Telingsing merupakan panggilan sederhana kepada The Ling Sing. Mengenai asal-usulnya nama Kudus menurut dongeng (legenda) yang hidup dikalangan masyarakat setempat ialah. Sunan Kudus pun berusaha memadukan kebiasaan mereka ke dalam syariat Islam secara halus. Ada yang menyebut. Maka. Menurut catatan di situ. masjid ini didirikan pada 956 Hijriah. Prawata sempat melempar keris Kiai Bethok ke tubuh Rangkud. masyarakat Kudus masih didominasi penganut Hindu.'' Sangat jelas bahwa Ja'far Shodiq menamakan masjid itu dengan sebutan Aqsa. Versi lain menyebutkan. Beberapa cerita tutur mempercayai bahwa Ja'far Shodiq merupakan penghulu Demak yang menyingkir dari kerajaan. Artinya. Oleh karena di halaman masjid tersebut terdapat sebuah menara kuno yang indah. setelah ditikam Rangkud.. Diantara bekas peninggalan beliau adalah Masjid Raya di-Kudus. Mengenai nama Kudus atau Al Kudus ini di dalam buku Encyclopedia Islam antara lain disebutkan : "Al kuds the usual arabic nama for Jeruzalem in later times. Sunan Kudus mengikuti gaya Sunan Kalijaga. Ja'far Shodiq kemudian membangun masjid sebagai tempat ibadah dan pusat penyebaran agama. yang kini masih berdiri. Ja'far Shodiq sendiri lebih terkenal dengan sebutan Sunan Kudus. setara dengan Masjidil Aqsa di Yerusalem. di tanah arab konon berjangkit suatu wabah penyakit yang membahayakan. karena keduanya tertembus pedang. the olders writers call it commonly bait al makdis ( according to some : mukaddas ). Pembangunan Masjid Kudus sendiri tidak meninggalkan unsur arsitektur Hindu. yang dalam bahasa Arab artinya sapi. Bahkan menara yang terdapat di depan masjid itupun juga menjadi terkenal dengan sebutan Menara Kudus. orang Cina beragama Islam. Cara yang simpatik itu membuat para penganut agama lain bersedia mendengarkan ceramah agama Islam dari Sunan Kudus. H. kemudian diberikan nama Kudus. yang kemudian berubah menjadi Kudus. Versi lain menyebutkan. Surat Al-Baqarah. Tempat ibadah yang diyakini dibangun oleh Ja'far Shodiq adalah Masjid Menara Kudus. Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Ja'far Shodiq mula-mula hidup di tengah-tengah jamaah dalam kelompok kecil. ''.. yakni menggunakan model ''tutwuri handayani''. but it because applied to the whole town. Sebab. mencoba mengumpulkan beberapa catatan tentang aktivitas Ja'far Shodiq di sana. Ja'far Shodiq meninggalkan Demak karena alasan pribadi semata. yang kemudian dikenal dengan sebutan Masjid Menara Kudus. Ia ingin hidup merdeka dan membaktikan seluruh hidupnya untuk kepentingan agama Islam. sebelum mengembuskan napas penghabisan.J. Dalam menyebarkan agamanya. ketika Ja'far Shodiq menginjakkan kaki di Kudus. Pigeaud dalam bukunya. a translation of the hebrew bethamikdath. kota itu masih bernama Tajug. Ada yang menafsirkan. jamaah Ja'far Shodiq itu merupakan para santri yang dibawanya dari Demak. atau Jeruzalem. Belum jelas kapan persisnya Ja'far Shodiq tiba di Kudus. Setelah jamaahnya makin banyak. Rangkud juga mati. Kota Tajug juga mendapat nama baru. hanya kenangkenangan sebuah batu yang beliau minta. yakni Quds. bukan sapi. Akan tetapi beliau menolak. seorang amir disana berkenan untuk memberikan suatu hadiah kepada beliau. Ini bisa ditafsirkan bahwa Ja'far Shodiq mula-mula hidup dari penghasilan menggarap lahan pertanian. yang mula-mula mengembangkan kota Tajug adalah Kiai Telingsing. kemudian beliau juga mengajar di sana. penyakit itu menjadi reda berkat jasa Sunan Kudus. Bentuk menaranya tetap menyisakan arsitektur gaya Hindu.

sedangkan masjidnya dinamakan Masjid Nganguk Wali. Sunan Kudus menabuh beduk bertalu-talu. sehingga oleh kawan . Jawa : ingak . Akan tetapi Sunan Kudus menolak pemberian hadiah berupa apapun juga. malahan ada yang mengatakan bahwa masjid itu tiba . tiba . Untuk mengundang para jamaah ke masjid. datang seorang tamu bernama Ki Ageng Kedu yang hendak menghadap Sunan Kudus. dan masjidpun segera dibinanya di dalam waktu yang amat singkat.kenangan yang akan dipakai sebagai peringatan bagi pendirian masjid di Kudus. masing masing di bawa oleh beliau dengan di bungkus sapu tangandari tanah Arab. bahwa tamu Ki Ageng Kedu ini menyombongkan kesaktianya. dibuanglah oleh Sunan Kudus ke dalam sebuah sumur. maka ikan yang tinggal tulang dan kepala itupun hidup kembali. Entah kenapa timbullah malapetaka yang menimpa negeri Arab dengan berjangkitnya wabah penyakit. Legenda daerah Jember Sekali peristiwa. Selanjutnya juga di sebutkan bahwa Sunan Kudus lah yang membunuh Syekh Siti Jenar dan Kebo Kenanga. bahwa jauh sebelum Sunan Kudus memegang tampuk pimpinan di Kudus. beliau pernah memimpin tentara Demak melawan Majapahit. . berkat kesaktian Sunan Kudus. bahwa pada zaman dahulu pernah Sunan Kudus pergi haji serta bermukim disana. Legenda Kota Kudus Nama Sunan Kudus di kalangan masyarakat setempat. Tetapi. sesampainya di Kudus Ki Ageng Kedu tidak lah langsung menghadap Sunan Kudus. karena beliau sudah lanjut usia maka ia ingin mencari penggantinya. acara dandangan masih berlangsung.putar diangkasa. Setelah jamaah berkumpul di masjid.inguk).kawan beliau. tamu tersebut mengendarai sebuah tampah. Sesudah di sabda oleh beliau. Jawa : Majid tiban). Sunan Kudus dikatanya sebagai wali yang sakti. Amir dari negeri Arab itupun berkenan memberi hadiah kepada beliau sebagai pembalasan jasa. Atas jasa beliau. maka beliau murka sambil mengatakan. dimitoskan sebagai seorang tokoh yang terkenal dengan seribu satu tentang kesaktianya. Segala daya upaya telah dilakukan untuk mengatasi bahaya tersebut. Jawa : ngecember). antara lain dikatakan. Jika orang memandang Menara Masjid Kudus yang lain sangat aneh dan artistik tersebut pasti akan segera teringat pada pendirinya yaitu Sunan Kudus. tampah yang ditumpangi Ki Ageng Kedu itupun meluncur ke bawah hingga jatuh ke tanah yang becek (bhs. Dalam dongeng yang masih hidup di kalangan masyarakat. berupa kegiatan menunggu datangnya bulan Ramadhan. bahwa baik Menara Kudus maupun lawang kembar. berhubungan dengan itu desa tersebut kemudian di beri nama : Nganguk. Seketika dilihatnya oleh Sunan Kudus. telah ada seorang tokoh terkemuka disana ialah Kyai Telingsing. mereka bukan hendak mendengarkan pengumuman awal puasa. Pada suatu hari Kyai Telingsing berdiri sambil menengok ke kanan dan ke kiri seperti ada yang dicarinya (bhs.jasa baiknya. bahwa nama kecil Sunan Kudus ialah Raden Undung. hanya untuk membeli berbagai juadah yang dijajakan para pedagang musiman. Dan beliau hanya meminta sebuah batu sebagai kenang . Menjelang Ramadhan. Beliau wafat dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Jami Kudus. Sekarang ini. kemudian setelah tinggal tulang dan kepalanya. Lebih jauh dalam dongeng itupun disebutkan. Di dalam "Babad Tanah Jawi" serta kepustakaan Jawa lainya dikatakan. karena keduanya mengajarkan ilmu yang di pandang sangat membahayakan masyarakat yang baru saja memeluk agama Islam. Kemudian beliau menderita penyakit kudis ( bhs.tiba Sunan Kudus pun muncul dari arah selatan.Kebiasaan unik lain Sunan Kudus dalam berdakwah adalah acara bedug dandang. sehingga tempat tersebut kemudian dinamakan Jember Selain itu di dalam dongeng di sebutkan bahwa pada suatu hari Sunan Kudus memakan ikan lele. banyak orang datang ke areal masjid. melainkan memamerkan kesaktianya dengan mengendarai tampah serta berputar . tapi sudah jauh dari aslinya. Sunan Kudus dihina. Jauh sebelum masjid kuno itu didirikan beliau konon kabarnya masjid yang terletak di desa Nganguk di Kudus itu adalah masjid Sunan Kudus yang pertama kali. Jawa : gudigen ). namun kiranya usaha itu sia . Akhirnya di mintalah bantuan beliau untuk memberikan jasa .tiba muncul denga sendirinya (bhs. yang dapat diperbuat sesuatu di luar kesanggupan otak dan tenaga manusia biasa. Dalam dongeng di ceritakan.sia belaka. sedangkan lawang kembar. Sunan Kudus mengumumkan kapan persisnya hari pertama puasa. Bahaya itupun karena kesaktian beliau menjadi reda kembali. katanya di pindahkan beliau dari Majapahit.

termasuk Raden Jakfar Sodiq itu sendiri. Didalam legenda dikisahkan bahwa Raden Jakfar Sodiq itu suka mengembara. Raden Jakfar Sodiq juga berguru kepada Sunan Ampel di Surabaya selama beberapa tahun. Tapi mereka tak pernah berhasil mengusir wabah penyakit ini. Hal ini berpengaruh besar bagi kehidupan dakwah Raden Jakfar Sodiq di masa yang akan datang yaitu takkala menghadapi masyarakat yang kebanyakan masih beragama Hindu dan Budha. . siapa yang berhasil melenyapkan wabah penyakit itu akan diberi hadiah harta benda yang cukup besar jumlahnya.” jawab Jakfar Sodiq singkat. melainkan juga mengajarkan kepada para penduduk seni ukir yang indah. Dalam pertempuran yang sengit dan saling mengeluarkan aji kesaktian itu Sunan Ngudung gugur sebagai pahlawan sahid. Dan kenetulan di sana ada wabah penyakit yang sukar di atasi. Selanjutnya. Kebijakan Sunan Kudus Dalam Menyebarkan Agama Islam Di samping belajar agama kepada ayahnya sendiri. dan bantuan pusaka dari Raden Patah yang dibawa dari Palembang kedudukan Demak dan Majapahit akhirnya berimbang. Raden Jakfar Sodiq juga belajar kepada beberapa ulama terkenal. “Kalau hanya do’a kami sudah puluhan kali melakukannya. Banyak yang datang berguru seni ukir kepada Kiai Telingsing. memang Tanah Arab ini gudangnya para ulama. namun berkat siasat Sunan Kalijaga. Penguasa negeri Arab mengadakan sayembara. 2.Cerita dari sumber lain Asal – Usul Menurut salah satu sumber. Sudah banyak orang mencoba tapi tak pernah berhasil. Disana beliau bukan hanya mengajarkan agama Islam. Didalam Babad Tanah Jawa. peperangan itu dapat dihentikan. Nama asli Kiai Telingsing ini adalah The Ling Sing. Sunan Ngudung selaku senopati Demak berhadapan dengan Raden Timbal atau Adipati Terung dari Majapahit. Diantaranya kepada Kiai Telingsing. Ada yang mengatakan letak Jipang Panolan ini di sebelah utara kota Blora. Di Tanah Arab ini banyak para ulama dan SyekhSyekh ternama. Kini keadaan berbalik. Adipati Terung dan pengikutnya bergabung dengan tentara Demak dan menggempur tentara Majapahit hingga ke belah timur.” kata Jakfar Sodiq. Tapi jangan lupa ada saja kekurangannya sehingga do’a mereka tidak terkabulkan. “Dengan apa Tuan akan melenyapkan wabah penyakit itu ?” tanya sang Amir. disebutkan bahwa Sunan Ngudung pernah memimpin pasukan Demak Bintoro yang berperang melawan pasukan Majapahit.” “Saya mengerti. Pada akhirnya perang itu dimenangkan oleh pasukan Demak. Sebagaimana disebutkan dalam sejarah Jenderal Cheng Hoo yang beragama Islam itu datang ke Pulau Jawa mengadakan tali persahabatan dan menyebarkan agama Islam melalui perdagangan. beliau tinggal di sebuah daerah subur yang terletak diantara sungai Tangulangin dan Sungai Juwana sebelah Timur. Dengan belajar kepada ulama yang berasal dari Cina itu. The Ling Sing cukup dipanggil dengan sebutan Telingsing. Sewaktu berada di Mekkah beliau menunaikan ibadah haji. baik ke Tanah Hindustan maupun ke Tanah Suci Mekkah. Adipati Terung yang memimpin lasykar Majapahit diajak damai dan bergabung dengan Raden Patah yang ternyata adalah kakaknya sendiri. beliau adalah seorang ulama dari negeri Cina yang datang ke Pulau Jawa bersama Laksamana Jenderal Cheng Hoo. Sunan Kudus adalah Raden Usman haji yang bergelar Sunan Ngudung dari Jipang Panolan. “Dengan do’a. Selanjutnya melalui jalan diplomasi Patih Wanasalam dan Sunan Kalijaga. Pada suatu hari Sunan Kudus atau Jakfar Sodiq menghadap penguasa negeri itu tapi kedatangannya disambut dengan sinis. Di Jawa. Jakfar Sodio mewarisi bagian dari sifat positif masyarakat Cina yaitu ketekunan dan kedisiplinan dalam mengejar atau mencapai cita-cita. Kedudukannya sebagai senopati Demak kemudian digantikan oleh Sunan Kudus yaitu putranya sendiri bernama asli Ja’far Sodiq. Pasukan Demak hampir saja menderita kekalahan.

dibawa para pedagang asing dengan kapal besar.“Hem. jumlahnya tidak sedikit. Itu berarti Sunan Kudus akan melukai hati rakyatnya sendiri. dia hanya minta sebuah batu yang berasal dari Baitul Maqdis. Lalu apa yang akan dilakukan Sunan Kudus ? Apakah Sunan Kudus hendak menyembelih sapi di hadapan rakyat yang kebanyakan justru memujanya dan menganggap binatang keramat. Para Wali mengadakan sidang untuk menentukan siapakah yang pantas berdakwah di kota itu. Sunan Kudus keluar dari dalam rumahnya. segenap sanak kadang yang saya cintai. Mereka menyangka Raden Jakfar Sodiq itu adalah titisan Dewa Wisnu. 3. Dalam tempo singkat wabah penyakit mengganas di negeri Arab telah menyingkir. melainkan diarahkan sedikit demi sedikit menuju ajaran Islami. sungguh berani Tuan berkata demilian. Mereka berdo’a hanya karena mengharap hadiah. Menyembelih sapi adalah perbuatan dosa yang dikutuk para Dewa. Bukan main senangnya hati sang Amir.” Sunan Kudus membuka suara.” Sang Amirpun terbungkam atas jawaban itu. Sebab di waktu saya masih kecil dulu hampir mati kehausan lalu seekor sapi datang menyusui saya. Sang Amir mengijinkannya. “Saya melarang saudara-saudara menyakiti apalagi menyembelih sapi. Masyarakat makin tertarik. ingin tahu apa yang akan dilakukan Sunan Kudus terhadap sapi itu. “Sedulur-sedulur yang saya hormati. Untuk mengajak mereka masuk Islam tentu bukannya pekerjaan mudah. mereka jadi ingin tahu lebih banyak dan untuk itulah mereka harus sering-sering datang mendengarkan keterangan Sunan Kudus. “Anda telah menjanjikan hadiah yang menggelapkan mata hati mereka sehingga do’a mereka tidak ikhlas. di pasang di pengimaman masjid yang didirikannya sekembali dari Tanah Suci. baik yang beragama Islam maupun Budha dan Hindu.” kata Sunan Kudus. Cara Berdakwah Yang Luwes Di Kudus pada waktu penduduknya masih banyak yang beragama Hindu dan Budha. Pada akhirnya Jakfar Sodiq yang bertugas di daerah itu. Jakfar Sodiq adalah pengikut jejak Sunan Kalijaga. Didalam masyarakat seperti itulah Jakfar Sodiq harus berjuang menegakkan agama. Rakyat kota Kudus pada waktu itu masih banyak yang beragama Hindu dan Budha. maka mereka bersedia mendengarkan ceramahnya. Juga mereka yang masih memeluk kepercayaan lama dan memegang teguh adat-istiadat lama. Batu itupun dibawa ke Tanah Jawa.” kata Amir itu dengan nada berang. Sapi dalam pandangan agama Hindu adalah hewan suci yang menjadi kendaraan para Dewa. Tapi Jakfar Sodiq menolaknya. Jakfar Sodiq lalu dipersilahkan melaksanakan niatnya.” Mendengar cerita tersebut para pemeluk agama Hindu terkagum-kagum. dalam berdakwah menggunakan cara halus atau Tutwuri Handayani. “Salah satu diantara surat-surat Al-Qur’an yaitu surat yang kedua juga dinamakan Surat Sapi atau dalam bahasa Arabnya Al-Baqarah. Sapi itu ditambatkan di halaman rumah Sunan Kudus. Sapi tersebut berasal dari Hindia. . Kesempatan itu tak disiasiakan. Secara khusu Jakfar Sodiq berdo’a dan membaca beberapa amalan. “Apa kekurangan mereka ?” “Anda sendiri yang menyebabkannya. Karena masjid yang dibangunnya dinamakan Kudus maka Raden Jakfar Sodiq pada akhirnya disebut Sunan Kudus. Rasa kagum mulai menjalari hatinya.” kata Jakfar Sodiq dengan tenangnya. Hadiah yang dijanjikannya bermaksud diberikannya kepada Jakfar Sodiq. Pada suatu hari Sunan Kusus atau Jakfar Sodiq membeli seekor sapi (dalam riwayat lain disebut Kebo Gumarang). Adat istiadat rakyat tidak ditentang secara frontal. Dalam tempo singkat halaman rumah Sunan Kudus dibanjiri rakyat. Setelah jumlah penduduk yang datang bertambah banyak. Kok ada sapi di dalam Al-Qur’an. Rakyat Kudus yang kebanyakan beragama Hindu itu tergerak hatinya. Bahkan beberapa orang yang menderita sakit keras mendadak saja sembuh.

Contohnya. Masyarakat berbondong-bondong memenuhi undangannya. 6. Apa sebabnya ? Karena iman mereka atau tauhid mereka belum terbina. Maka pada kesempatan lain. banyak ummat Budha yang penasaran. Beliau hanya bermaksud mengenalnya syariat berwudhu kepada masyarakat tapi akibatnya masyarakat malah menjauh. Berbeda dengan cara lama. Bentuk masjid yang dibuat Sunan Kuduspun juga tak jauh bedanya dengan candi-candi milik agama Hindu. Hidup dengan cara yang benar. Lihatlah Menara Kudus yang antik itu. Untuk itu sang ayah dan ibu harus sering-sering membaca Surat Yusuf dan Surat Mariam dalam Al-Qur’an. Beribadah dengan benar. Setelah masuk masjid. Sunan Kudus mengundang masyarakat lagi. 3. Masing-masing pancuran diberi arca diatasnya. 7. dan berusaha sebaik-baiknya untuk merubah atau mengarahkannya dalam bentuk Islami. Sunan Kudus membuat padasan atau tempat berwudhu dengan pancuran yang berjumlah delapan. Harus memiliki pengetahuan yang benar. yang kadangkala bertentangan dengan ajaran Islam. 4. sesudah simpati itu berhasil didapatkan akan lapanglah jalan untuk mengajak masyarakat berduyun-duyun masuk agama Islam. Didalam cerita tutur disebutkan bahwa Sunan Kudus itu pada suatu ketika gagal mengumpulkan rakyat yang masih berpegang teguh pada adat istiadat lama. rakyat harus membasuh kakinya dan tangannya di kolam yang sudah disediakan. Sesudah masjid berdiri. Inilah kesalahan Sunan Kudus. yaitu beliau mengundang seluruh masyarakat. binatang yang dikeramatkan ummat Hindu. yang hingga sekarang dikagumi orang di seluruh dunia karena keanehannya. Sunan Kudus pernah gagal. bila seorang istri orang Jawa hamil tiga bulan maka akan dilakukanlah acara selamatan yang disebut yang mitoni sembari minta kepada Dewa bahwa bila anaknya lahir supaya tampan seperti Arjuna. Melainkan di arahkan dalam bentuk Islami.Demikianlah. Dalam undangan disebutkan hajat Sunan Kudus yang hendak mitoni dan bersedekah atas hamilnya sang istri selama tiga bulan. Adat tersebut tidak ditentang secara keras oleh Sunan Kudus. dan bila perempuan seperti Siti Mariam ibunda Nabi Isa. Bekerja dengan benar. baik yang Islam maupun yang Hindu dan Budha ke dalam Masjid. Ketika pertama kali melaksanakan gagasannya. Sunan Kudus sangat memperhatikan upacara-upacara ritual itu. Kini Sunan Kudus bermaksud menyaring ummat Budha. Dikarenakan harus membasuh tangan dan kaki inilah banyak rakyat yang tidak mau. untuk apa Sunan Kudus memasang lambang wasiat Budha itu di padasan atau tempat berwudhu. Berkata yang benar. selamatan mitoni. jika anaknya perempuan supaya cantik seperti Dewi Ratih. 2. Kali ini masyarakat tidak usah membasuh tangan dan kakinya waktu masuk masjid. yaitu menghormati sapi. Acara selamatan boleh terus dilakukan tapi niatnya bukan sekedar kirim sesaji kepada para Dewa. Usahanya itupun membuahkan hasil. Di saat itulah Sunan Kudus menyisipkan bab . Hal ini dilakukan juga oleh Sunan Kalijaga dan Sunan Muria. Sedang permintaannya langsung kepada Allah dengan harapan anaknya lahir laki-laki akan berwajah tampan seperti Nabi Yusuf. kemudian di ikrar hajatkan di ikrarkan oleh sang dukun atau tetua masyarakat dan setelah upacara sakral itu dilakukan sesajinya tidak boleh dimakan melainkan diletakkan di candi. melainkan bersedekah kepada penduduk setempat dan boleh di bawa pulang. “Jalan berlipat delapan” atau Asta Sanghika Marga” yaitu 1. harus kreatif dan tidak bersifat memaksa. terutama dari kalangan Budha dan Hindu. misalnya berkirim sesaji di kuburan. pihak tuan rumah membuat sesaji dari berbagai jenis makanan. Dan Menghayati agama dengan benar. hasilnya sungguh luar biasa. Hal ini disesuaikan dengan ajaran Budha. di kuburan atau ditempat-tempat sunyi di lingkungan rumah tuan rumah. 5. Sesudah berhasil menarik ummat Hindu ke dalam agama Islam hanya karena sikap toleransinya yang tinggi. Seperti diketahui bersama Rakyat Jawabanyak yang melakukan adat-adat yang aneh. Caranya? memang tidak mudah. Mengambil keputusan yang benar. neloni dan lain-lain.

. Dan pada kesempatan lain mereka datang lagi ke masjid. yang lama-lama menjadi kebiasaan untuk berwudhu.keimanan dalam agama Islam secara halus dan menyenangkan rakyat. Rakyat tetap menaruh simpati dan menghormatinya. Orang-orang yang melihatnya merasa kagum dan heran. malam itu tak dapat tidur. Caranya menyampaikan materi cukup cerdik. rakyat jadi ingin tahu kelanjutan ceramahnya. segala kesaktian Ki Ageng Kedu lenyap seketika. Sewaktu berada di daerah Kudus ia tidak langsung turun dari tampahnya. Penduduk desa Pengging yang terletak di tepi hutan. 5. hingga sekarang tempat Ki Ageng Kedu itu jatuh disebut Jember. Orang itu bernama Ki Ageng Kedu. tak bisa terbang lagi seperti dulu. Pada bagian ini akan diceritakan secara singkat tugas Sunan Kudus di saat haus berhadapan dengan seorang murid Syekh Siti Jenar yang masih punya darah keturunan dari Raja Majapahit. Ki Ageng Kedu lewat begitu saja dengan cepatnya di atas rumah-rumah penduduk. karena rasa ingin tahu itu demikian besar mereka tak perduli lagi pada syarat yang diajukan Sunan Kudus yaitu membasuh kaki dan tangannya lebih dulu. Di dalam tembang-tembang tersebut beliau sisipkan ajaran-ajaran agama Islam. Orang itu tak lain adalah Sunan Kudus dan tujuh prajurit Demakyang menyamar sebagai santri biasa. Dia juga tak merasa heran saat keluar dari masjid melihat Ki Ageng Kedu berteriak-teriak memanggil namanya. Seperti biasa. Baik secara langsung melalui ceramah agama maupun adu kesaktian dan melalui kesenian. “Aku di sini Ki Ageng Kedu !” Seketika tersirap darah Ki Ageng Kedu. beliau yang pertama kali menciptakan tembang Mijil dan Maskumambang. apakah benar di dalam hutan itu ada harimaunya. tapi disitulah letak segi positifnya. dia mengambil tampah kemudian terbang ke daerah Kudus. bahkan seperti dihempaskan oleh tenaga gaib yang tak tampak oleh mata. Setelah roboh ke tanah yang becek dan kotor. ketika rakyat tengah memusatkan perhatiannya pada keterangan Sunan Kudus tetapi karena waktu sudah terlalu lama. Para penduduk penasaran. Juga Senopati Waliullah artinya beliau itu menjadi Senopatinya para Wali. Tantangan Ki Ageng Kedu Bahwa Sunan Kudus itu seorang Wali berilmu tinggi dan sakti sudah dimaklumi masyarakat. Tubuh Ki Ageng Kedu terlempar ke tanah yang becek. tapi saat itu Sunan Kudus belum keluar dari Masjid. Cara tersebut kadang mengecewakan. Pada suatu hari Ki Ageng Kedu yang penasaran atas kesaktian Sunan Kudus ingin mencoba adu kesaktian. Seorang sakti hanya memiliki ilmu peringan tubuh sedemikian rupa sehingga hanya dengan melemparkan tampah ke udara kemudian dia meloncat hinggap di atas tampah itu diapun dapat terbang menurut keinginannya. baik dengan undangan maupun tidak. tapi ada seorang yang merasa lebih sakti daripada Sunan Kudus. kalau-kalau malam itu harimau yang mengaum itu akan masuk ke dalam desa. Tampah yang dikendarainya mendadak oleng kesana-kemari. Di tengah hutan. seorang Wali yang meremehkan syariat sehingga dianggap sesat. mala tertawa ngakak berkeliling kota Kudus. “Hai Sunan Kudus ayo keluarlah! Hadapilah aku Ki Ageng Kedu yang hendak menantangmu adu kesaktian !” Tiba-tiba Sunan Kudus menundingkan tangannya ke arah Ki Ageng Kedu sembari berkata. tubuhnya yang ringan mendadak berubah menjadi berat dan segera tersedot oleh gaya tarik bumi. Dengan demikian Sunan Kudus berhasil menebus kesalahannya di masa lalu. yang dalam bahasa Jawanya disebut Jember. 4. Para penduduk berjaga-jaga. Cara-cara yang ditempuh untuk mengislamkan masyarakat cukup banyak. Sedangkan sebagai Senopati para Wali beliau pernah ditugaskan untuk mengeksekusi Syekh Siti Jenar. sebabnya malam itu terdengar auman harimau secara terus menerus. beliau masih membaca dzikir seusai shalat. Mereka beramai-ramai masuk ke dalam hutan untuk memeriksa. Sebagai Senopati Kerajaan Demak beliau pernah memimpin peperangan melawan Majapahit yang pada waktu itu dipimpin oleh Adipati Terung. Muridmurid Sunan Kudus sudah penasaran melihat kepongahannya. Tapi sampai pagi tidak ada seekor harimau tampak masuk kampung. dan dikuatirkan mereka jenuh maka Sunan Kudus mengakhiri ceramahnya. melainkan tujuh orang santri dan seorang berjubah putih yang tampak agung berwibawa. Tak terkendalikan lagi. bukan harimau yang mereka dapatkan. Sunan Kudus Sebagai Seorang Senopati Sunan Kudus di dalam Babad Tanah Jawa disebut sebagai Senopati atau Panglima Perang Kerajaan Demak Bintoro. Dia telah berubah menjadi manusia biasa.

“Wahai Ki Ageng. Tinggallah di ruang tamu itu Ki Ageng Pengging dan Sunan Kudus.” kata Ki Ageng Pengging. Langkahnya mantap. “Kalau begitu namakanlah tempat ini desa Sima. tiga tahun yang lalu dia juga diberi pertanyaan serupa oleh Ki Wanasalam. saya diperintahnya oleh Sultan Demak Bintoro. Bila bende itu dipukul bunyinya seperti harimau maka tandanya akan berhasil. cucu Raja Majapahit itu malah tenggelam dalam dunia kebatinan yang diajarkan oleh Syekh Siti Jenar. Patih Wanasalam orang kepercayaan Raden Patah. mereka menyembunyikan di balik baju petani. Ki Ageng Pengging menghela nafas.” Pelayan itu masuk ke dalam rumah menyampaikan pesan Sunan Kudus yang dianggapnya aneh. Walau tampaknya Ki Kebo Kenanga atau Ki Ageng Pengging itu tak mengurus pemerintahan Kadipaten. Pendapa atau istana Kadipaten tidak kelihatan.” Kata pelayan itu. Tetua desa itu menurut. tapi sesungguhnya para prajurit masih setia kepadanya. Ki Ageng Pengging tidak pernah menghadap ke Demak. diawal tampak pemerintahan Raden Patah. “Atas-bawah. Kasarnya memberontak ! .” Kata Sunan Kudus. di pusat bekas pemerintahan Adipati Handayaningrat itu kini hanya ada sebuah rumah yang tak seberapa besar. Kini tiga tahun telah berlalu. Ingin menjadi rakyat atau bawahan Demak Bintoro sekaligus ingin menjadi penguasa Demak Bintoro. memberi batas waktu tiga tahun untuk berfikir dan menentukan pilihan. “Maaf Tuan. Kebo Kenanga. Sunan Kudus memerintahkan tujuh orang pengikutnya menunggu di ujung desa. “Aku bukan tamu biasa.” Kata Sunan Kudus. Aku tak bisa memilihnya. Bahkan Kadipaten Pengging yang dulu pernah mengalami kejayaan di jaman ayahnya yaitu Adipati Handayaningrat tidak diurus lagi. Raden Patah kemudian memerintahkan Sunan Kudus untuk mengadili pembangkangan Ki Ageng Pengging ini. beliau tidak bisa menemui tamu. Di depan pintu rumah Ki Ageng Pengging ada seorang pelayan wanita setengah baya.” Guman tetua desa. Di luar atau di dalam? Di atas atau di bawah ?” Tanya Sunan Kudus. Istri Ki Ageng Pengging membuatkan minuman untuk menghormat tamu khusus itu. Berarti Ki Ageng Pengging punya maksud ganda. Ingin bertemu dengan Ki Ageng Pengging. “Katakan aku adalah utusan Tuhan yang datang dari Kudus. Dia sendiri berjalan menuju rumah Ki Ageng Pengging. yaitu pusaka warisan dari mertuanya yang disembunyikan di dalam hutan saat dia kemalaman. hingga sekarang tempat Sunan Kudus bermalam itu dinamakan desa Sima. Sunan Kudus memberi salam kemudian mengutarakan maksud kedatangannya untuk menemui Ki Ageng Pengging. Patih Demak Bintoro.“Apakah tuan melihat harimau di sekitar hutan ini ?” Tanya tetua desa. Ini pembangkangan namanya. Jawaban itu bagi Sunan Kudus sudah sangat jelas. sudah beberapa hari Ki Ageng mengurung diri di dalam kamarnya. bentuknya seperti rumah penduduk lainnya. Karena kau mendengar suara Sima (harimau) padahal tak ada Sima. Seperti sudah dilambangkan oleh Bende Kyai Sima. Sunan Kudus dipersilahkan masuk ke dalam rumahnya. semalam kami tak dapat tidur karena auman suara harimau yang terus menerus. Patih Wanasalam telah diutus untuk menemui Ki Ageng Pengging. “Semalam kami tidur di hutan ini tapi tidak melihat seekor harimau. Dia yakin tugasnya kali ini akan membawa hasil. “Tidak. luar-dalam adalah milikku. Tiga tahun yang lalu.” jawab Sunan Kudus. “Jawabanku tetap sama dengan tiga tahun yang lalu. Sunan Kudus kemudian meneruskan perjalanannya ke Pengging untuk menemui Adipati Kebo Kenanga atau lebih dikenal sebagai Ki Ageng Pengging. Hal ini di sadari oleh pemerintah pusat Demak Bintoro. Tujuannya adalah untuk meminta ketegasan Ki Ageng Pengging. Ternyata Ki Ageng bersedia menerima tamunya. Manakah yang kau pilih. apakah Ki Ageng Pengging bersedia mengakui Raden Patah selaku Raja Demak Bintoro dan penerus dinasti Majapahit atau sebaliknya Ki Ageng Pengging ingin menjadi Raja Demak ? Pertanyaan itu tidak pernah dijawab dengan tegas oleh Ki Ageng Pengging. Pagi itu penduduk banyak yang pergi ke sawah dan ladang masing-masing. bila tidak mengeluarkan auman harimau berarti dia akan menemui kegagalan. Suasana Kadipaten Pengging benar-benar lenggang.” “Aneh. Jelasnya dia tidak mau mengakui Raden Patah sebagai raja Demak. Tapi sewaktu-waktu mereka bisa di gerakkan di saat diperlukan oleh Ki Ageng Pengging.

“Jangan turut campur urusan besar ini. Ki Ageng Pengging sudah diperingatkan selama tiga tahun. Sunan Kuduspun melakukannya. sehingga Syekh Siti Jenar dihukum mati. Setelah tahu pemimpinnya dibunuh mereka memanggil penduduk lainnya dan bersama-sama mengejar Sunan Kudus. kalian rakyat kecil. “Kau anggap apa saya aku ini maka aku akan menurut apa yang kau sangka. Beliau wafat dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Jami Kudus. tak mempan senjata apapun juga. Siku Ki Ageng ditusuk dengan ujung keris.” “Memang begitu !” Jawab Ki Ageng Pengging. Faham itu adalah bertentangan dengan Islam yang disiarkan para Wali. akhirnya mereka dibuat sadar kembali. Itu berarti dia sengaja hendak memberontak! nah. Saya ingin melihat buktinya ?” “Jadi itukah yang dikehendaki Sultan Demak” Baiklah. Kau anggap aku santri memang aku santri. “Saya pernah mendengar bahwa Ki Ageng bisa hidup di dalam mati dan mati di dalam hidup. Tidak berapa lama kemudian ribuan prajurit itu lenyap. Mereka tak akan mampu menghadapinya. Pulanglah !” Suara Sunan Kudus terdengar berat dan mengandung perbawa kuat. padahal Sunan Kudus dan pengikutnya berada di sebelah utara. seketika matilah Ki Ageng Pengging. Sunan Kudus kemudian keluar rumah Ki Ageng Pengging dengan langkah tenang. Sunan Kudus berhenti. 200 orang bekas prajurit dan perwira dipimpin oleh bekas Senopati Kadipaten Pengging mencabut senjata dan berteriak-berteriak memanggil Sunan Kudus dari kejauhan. Tapi dia tetap tak mau menghadap ke Demak. Tiba-tiba muncul ribuan prajurit Demak yang berlarian ke arah timur. kau anggap aku ini raja. maka kau harus membuat sebab kematianku. “Tusuklah siku lenganku ini ……! Ujar Ki Ageng membuka titik kelemahannya. “Ada tugas yang lebih penting daripada berbuat kesia-siaan ini. Baik oleh Raja Pajang yaitu Sultan Handiwijaya maupun Raja Jipang yaitu Ario Penangsang. Mereka berjalan menuju Demak Bintoro. . Cukup aku saja yang mati. Penduduk sekitar berdatangan ke rumahnya. dan kau anggap aku ini Allah aku memang Allah !” Klop sudah! Ki Ageng Pengging adalah pengikut Syekh Siti Jenar yang berfaham Wihdatul Wujud atau berfilsafat serba Tuhan.Bahwa Ki Ageng Pengging itu murid Syekh Siti Jenar.” Kata Sunan Kudus. “Segeralah kalian urus jenazah Ki Ageng. tak ada hubungannya dengan urusan ini. kadangkala mereka kebal. “Benarkah apa yang saya dengar itu ? Saya ingin melihat buktinya. tak tahu harus berbuat apa.” Orang-orang Pengging itu tak menemukan pilihan lain. Sunan Kudus juga cerdik. Itulah penghormatan kalian yang terakhir kepada pemimpin kalian. Sementara itu istri Ki Ageng Pengging yang hendak menghidangkan jamuan makan menjerit keras manakala melihat suaminya mati di ruang tamu.” Sunan Kudus menyanggupi permintaan Ki Ageng. gurunya itu sudah dihukum mati karena kesesatannya. Jika orang memandang Menara Masjid Kudus yang lain sangat aneh dan artistik tersebut pasti akan segera teringat pada pendirinya yaitu Sunan Kudus. Akhirnya mereka kembali ke rumah Ki Ageng untuk menguburkan jenazah pemimpin mereka. Maka Sunan Kudus bermaksud menggorek kelemahan Ki Ageng Pengging dengan jalan diplomasi. Orang Pengging kebingungan. Disambut oleh tujuh pengikutnya di ujung desa. Sunan Kudus ingin mengetahui apakah Ki Ageng Pengging masih meyakini ilmu dari Syekh Siti Jenar itu atau sudah meninggalkan sama sekali. tidak ada orang mati tanpa sebab.” Kata Sunan Kudus. Dibunyikannya Bende Kyai Sima. memang aku keturunan raja. Akal mereka seperti hilang. Penduduk Pengging itu seperti baru sadar dan mengerti bahwa yang mereka hadapi adalah seorang Senopati Demak Bintoro yang kondang mempunyai seribu satu macam kesaktian. Sunan Kudus sangat dihormat para penguasa pada jamannya. Tapi jangan melibatkan orang lain. kau anggap aku ini rakyat memang aku rakyat. dia tahu murid-murid Syekh Siti Jenar itu mempunyai ilmuilmu yang aneh. Sunan Kudus kasihan melihat keadaan mereka. “Seperti pengakuan Ki Ageng bahwa Ki Ageng dapat mati didalam hidup. Orang-orang Pengging mengejar kearah timur.

Versi lain memaparkan. Juana hingga sekitar Kudus dan Pati. yang berisi sejarah dan silsilah wali dan raja-raja Jawa. yang tak lain adalah Sunan Muria. Tanpa tedeng aling-aling. ke padepokannya dalam semalam. Akibatnya. jaraknya mencapai sekitar 350 kilometer. Prof. dialah yang berhak. Semarang. Slamet Muljana menyebutkan ayah Sunan Muria. kalaupun Kebo Anabrang berhasil. berdagang dan melaut adalah kesukaannya. sambil mengajarkan keterampilan-keterampilan bercocok tanam. Tayu. Sunan Muria disebut ”tak pandai berbahasa Tionghoa karena berbaur dengan suku Jawa”. Ia pun melanjutkan perjalanan. pertanda pagi menjelang. Sunan Muria adalah putra Sunan Kalijaga. Solusi pemecahannya pun selalu dapat diterima oleh semua pihak yang berseteru. Dr. Raden Bambang Kebo Anabrang. karya Slamet itu masuk dalam daftar buku yang dilarang Kejaksaan Agung pada 1971.SUNAN MURIA Ia putra Dewi Saroh –adik kandung Sunan Giri sekaligus anak Syekh Maulana Ishak. Raden Umar terkejut mendengarnya. Berkat kesaktian Kebo Anabrang. Tapi. Ia dikenal sebagai pribadi yang mampu memecahkan berbagai masalah betapapun rumitnya masalah itu. Kecamatan Dawe. Ia segera membantah dan mengusir Kebo Anabrang. Dalam bukunya. Padepokannya di Colo terletak di lereng Gunung Muria. ”Siapa yang sanggup mengangkat pintu gerbang. Namun berbeda dengan sang ayah. Padahal. Terjadilah pertarungan sengit. hanya Kebo Anabrang yang sanggup mengangkatnya. Pustoko Darah Agung. Ternyata. Salah satu hasil dakwahnya lewat seni adalah lagu Sinom dan Kinanti. Slamet mengacu pada naskah kuno yang ditemukan di Klenteng Sam Po Kong. Sunan Muria adalah putra Raden Usman Haji alias Sunan Ngudung. pernikahan Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh binti Maulana Is-haq memperoleh tiga anak. Karya R. Karena terus didesak. Sunan Kalijaga. Dewi Rukayah. Sunan Muria lebih suka tinggal di daerah sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan agama Islam. ketika seorang pemuda datang berkunjung. Maklum. Ahli sejarah A. terdengar kokok ayam bersahutan. Pemerintahan Orde Baru ketika itu khawatir penemuan Slamet ini mengundang heboh. Itulah satu cuplikan cerita rakyat tentang Raden Umar Said. Noertjahjo (1974) dan Solihin Salam (1964. Tetapi. Bahkan ada juga yang menyebutnya keturunan Tionghoa. Bergaul dengan rakyat jelata. Kebo Anabrang dihadang Raden Ronggo dari Kadipaten Pasatenan Pati. tak lain seorang kapitan Tionghoa bernama Gan Sie Cang. Nama kecilnya adalah Raden Prawoto. Toh. putri Kiai Ageng Ngerang. Begitu melangkahkan kaki. 1974) yakin dengan versi ini. pemuda itu. dengan Sunan Kalijaga. Satu versi menyebutkan. tak mau meninggalkan padepokan sebelum Raden Umar mengaku sebagai ayahnya. Sunan Muria seringkali dijadikan pula sebagai penengah dalam konflik internal di Kesultanan Demak (15181530). yakni Sunan Muria. Tetapi. mengaku sebagai putra Raden Umar. Mojokerto. Masing-masing mengeluarkan kesaktiannya. . Raden Umar Said sedang asyik berceramah di padepokannya di Desa Colo. Runtuhnya Kerajaan Hindhu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara (1968). yang bejarak lima kilometer dari kota Pati. apa lacur. Desa Muktiharjo. menyebutkan Sunan Muria sebagai putra Raden Usman Haji. Siapa saja yang sanggup membawa gerbang Majapahit itu ke Juana berhak melamar Roro Pujiwati. sampai kini pintu gerbang itu masih berdiri dan dikeramatkan penduduk setempat. Konon. dan Dewi Sofiah. pada 1928. Sunan Muria berdakwah dari Jepara. pintu gerbang itu enteng saja dipikulnya. sekitar 800 meter di atas permukaan laut. ia akan sulit menuliskan silsilahnya. dalam perjalanan. sampai kini belum ada telaah yang jelas mengenai asal-usul Sunan Muria. Raden Ronggo juga memerlukan gerbang itu untuk mempersunting Roro Pujiwati. Kudus. Nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya di lereng Gunung Muria. Sayang sekali. Kebo Anabrang tetap bersikeras.M. ia baru mencapai Dusun Rondole. Tapi dengan satu syarat: Kebo Anabrang harus memindahkan salah satu pintu gerbang Kerajaan Majapahit di Trowulan. 18 kilometer ke utara kota Kudus Gaya berdakwahnya banyak mengambil cara ayahnya. Darmowasito. Berdasarkan penelusuran mereka. Raden Umar terpaksa turun langsung melerai pertengkaran itu.” kata Raden Umar. Sunan Kalijaga. belum ada telaah mendalam mengenai berbagai versi itu. Padahal. Raden Umar akhirnya mengalah.

mengikuti Sunan Kalijaga. Sunan Muria juga berdakwah lewat berbagai kesenian Jawa. Yakni dengan ”menghanyutkan diri” dalam masyarakat. lagu Jawa. Umar cenderung pada versi Sunan Muria sebagai putra Sunan Kalijaga. sampai pesisir utara. Juana. Hasilnya.Sejauh ini. Sampai kini. Toh. Maka daerah dakwahnya cukup luas dan tersebar. Sunan Muria: Antara Fakta dan Legenda (1983). Lewat tembang-tembang itulah ia mengajak umatnya mengamalkan ajaran Islam. . karena telah bercampur dengan dongeng rakyat. keabsahan naskah kuno tadi meragukan. Ternyata. Kudus. Karena itulah. pelosok Pati. Sunan Muria lebih senang berdakwah pada rakyat jelata ketimbang kaum bangsawan. Ketua Yayasan Masjid dan Makam Sunan Muria. tak pernah sepi dari penziarah. Umar mengumpulkan sejumlah pendapat ahli sejarah. seperti nelung dino sampai nyewu. Gayanya ”moderat”.” tutur Muhammad Shohib. ”Kurang lebih ada sekitar 15. Hanya. menyelusup lewat berbagai tradisi kebudayaan Jawa.000 penziarah tiap hari. bolehlah digolongkan penelitian awal yang mencoba menelusuri silsilah Sunan Muria secara lebih ilmiah. dari berbagai versi itu. misalnya mencipta macapat. Lagu sinom dan kinanti dipercayai sebagai karya Sunan Muria. Umar mengaku kadang-kadang terpaksa mengandalkan penafsirannya dalam menelusuri jejak Sunan Muria. Misalnya adat kenduri pada hari-hari tertentu setelah kematian anggota keluarga. yang terletak di Desa Colo. karya Umar Hasyim. kompleks makam Sunan Muria. Cara dakwah inilah yang menyebabkan Sunan Muria dikenal sebagai sunan yang suka berdakwah topo ngeli. tradisi berbau klenik seperti membakar kemenyan atau menyuguhkan sesaji diganti dengan doa atau salawat. yang sampai sekarang masih lestari. Misalnya tentang Sunan Muria sebagai keturunan Tionghoa. tak ada yang meragukan reputasi Sunan Muria dalam berdakwah. Mulai lereng-lereng Gunung Muria. Ia berusaha membedakan cerita rakyat dengan fakta. Walau begitu. yang tak diharamkannya.

Ulama besar itu bernama Syekh Kahfi. Al-Kisah. Mereka mengutarakan maksudnya kepada Prabu Siliwangi untuk berguru kepada Syekh Datuk Kahfi.Mimpi itu terulang hingga tiga kali yaitu bertemu dengan Nabi Muhammad yang mengajarkan agama Islam. banyak pula pedagang asing yang menjadi penduduk tersebut. Dari perkawinan itu lahirlah Syarif Hidayatullah dan Syarif Nurullah.Maka Legal Alang-alang disebut Caruban. Wajah Nabi Muhammad yang agung dan caranya menerangkan Islam demikian mempersona membuat kedua anak muda itu merasa rindu. bergelar Sultan Maulana Muhamad. Daerah itu dijadikan pendukuhan yang makin hari banyak orang berdatangan menetap dan menjadi pengikut Pangeran Walangsungsang. mereka ingin memperdalam agama Islam seperti ajaran Nabi Muhammad SAW. Maka dilangsungkanlah pernikahan dengan cara Mazhab Syafi’i. dinobatkan menjadi Raja Cerbon dengan gelar Maulana Jati pada tahun 1479 1.SUNAN GUNUNG JATI Syech Syarief Hidayatulloh dilahirkan Tahun 1448 Masehi. Seperti orang kehausan. Setelah daerah itu ramai Pangeran Walangsungsang diangkat sebagai kepala Dukuh dengan gelar Cakrabuana. Syech Syarief Hidayatullah berkelana untuk belajar Agama Islam dan sampai di Cirebon pada tahun 1470 Masehi. Ulama inilah yang lebih dahulu menyiarkan agama Islam di sekitar daerah Cirebon. kedua kakak beradik itu tinggal di rumah seorang ulama besar bernama Syekh Bayanillah sambil menambah pengetahuan agama. Sesudah ibadah haji diselesaikan Raja Mesir itu melamar Rarasantang pada Syekh Bayanillah. Pangeran Walangsungsang dan adiknya nekad. seorang dari Mesir keturunan ke 17 Rosulullah SAW. Tapi keinginan mereka ditolak oleh Prabu Siliwangi. Sewaktu mengerjakan tawaf mengelilingi Ka’bah kedua kakak beradik itu bertemu dengan seorang Raja Mesir bernama Sultan Syarif Abdullah yang sama-sama menjalani Ibadah haji. . Cai Rebon. Rarasantang dan Pangeran Cakrabuana tidak keberatan.Tapi mimpi itu hanya terjadi tiga kali. ASAL USUL Sebelum era Sunan Gunung Jati berdakwah di Jawa Barat. Pangeran Cakrabuana dan Rarasantang di perintah Datuk Kahfi untuk melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci. air yang akan menyejukkan jiwanya itu agama Islam. Daerahnya dinamakan Tegal Alang-alang. Ayahanda Syech Syarief Hidayatulloh adalah Syarief Abdullah. Daerah Carubanpun kemudian lebih dikenal sebagai Cirebon hingga sekarang ini. Raja Mesir itu tertarik pada wajah Rarasantang yang mirip mendiang istrinya. Dalam bahasa Sunda Petis dari air udang itu. sehingga terjadilah pembauran dari berbagai ras dan pencampuran itu dalam bahasa Sunda disebut Caruban. keduanya melarikan diri dari istana dan pergi berguru kepada Syekh Datuk Kahfi di Gunung Jati. Ibunda Syech Syarief Hidayatullah adalah Nyai Rara Santang dan setelah masuk Islam berganti nama menjadi Syarifah Muda’im adalah Putri Prabu Siliwangi dari kerajaan Padjajaran. Syech Syarief Hidayatullah dengan didukung uwanya. Sebagian besar rakyat Caruban mata pencariannya adalah mencari udang kemudian dibuatnya menjadi petis yang terkenal. Pangeran Walangsungsang diperintahkan oleh Syekh Datuk Kahfi untuk membuka hutan di bagian selatan Gunung Jati. Kebetulan mereka telah mendengar adanya Syekh Dzatul Kahfi atau lebih muda disebut Syekh Datuk Kahfi yang membuka perguruan Islam di Cirebon. Setelah dianggap memenuhi syarat. Ada seorang ulama besar dari Bagdad telah datang di daerah Cirebon bersama duapuluh dua orang muridnya. Tumenggung Cerbon Sri Manggana Cakrabuana alias Pangeran Walangsungsang dan didukung Kerajaan Demak. tugas itu diselesaikannya hanya dalam beberapa hari. Di Kota Suci Mekkah. Pangeran Walangsungsang adalah seorang pemuda sakti. Orang yang menetap di Tegal Alang-alang terdiri dari berbagai rasa atau keturunan. Setelah berguru beberapa lama di Gunung Jati. Nama Rarasantang kemudian diganti dengan Syarifah Mudaim. kedua anak muda itu mereguk air lebih banyak lagi. putra Prabu Siliwangi dari Pajajaran bernama Pangeran Walangsungsang dan adiknya Rara Santang pada suatu malam mendapat mimpi yangsama .

Syekh Datuk Kahfi sudah wafat. dia tidak menghalangi cucunya menyiarkan agama Islam di wilayah Pajajaran. Mesti Prabu Siliwangi tidak mau masuk Islam. Pangeran Cakrabuana menikahkan anaknya yaitu Nyi Pakungwati dengan Syarif Hidayatullah. tapi anak muda yang masih berusia dua puluh tahun itu tidak mau. Sang Prabu diajak masuk Islam kembali tapi tidak mau. Kedudukan ayahnya itu kemudian diberikan kepada adiknya yaitu Syarif Nurullah. Istana negeri itu dinamakan sesuai dengan putri Pangeran Cakrabuana yaitu Pakungwati. maka sang Raja tidak keberatan walau hatinya kurang berkenan. Dalam waktu singkat Negeri Caruban Larang telah terkenal ke seluruh Tanah Jawa. Sehingga kemudian dari Syarif Hidayatullah lebih dikenal dengan sebutan Sunan Gunungjati. pola pemerintahannya menggunakan azas Islami. ia tidak merasa kesulitan melakukan dakwah 2. Sementara itu dalam usia muda Syarif Hidayatullah ditinggal mati oleh ayahnya. Syarif Hidayatullah kemudian melanjutkan perjalanan ke Serang. tetapi yang benar adalah dua orang. Negeri Caruban Larang adalah perluasan dari daerah Caruban atau Cirebon. Disebutkan. Syarif Hidayatullah cucu Raja Pajajaran adalah seorang penyebar agama Islam di Jawa Barat yang kemudian disebut Sunan Gunungjati. Kedua orang itu disambut gembira oleh Pangeran Cakrabuana dan keluarganya. Setelah mengetahui negeri baru tersebut dipimpin putranya sendiri. Selanjutnya yaitu pada tahun 1479. guru Pangeran Cakrabuana dan Syarifah Muda’im itu dimakamkan di Pasambangan. Dengan alasan agar selalu dekat dengan makam gurunya.Pangeran Cakrabuana sempat tinggal di Mesir selama tiga tahun. Orang menganggap Fatahillah dan Syarif Hidayatullah adalah satu. Sang Prabu akhirnya juga merestui tampuk pemerintahan putranya. Syarif Hidayatullah berguru kepada beberapa ulama besar didaratan Timur Tengah. Tibalah saat yang ditentukan. Dalam usia muda itu ilmunya sudah sangat banyak. Sedang Fatahillah adalah seorang pemuda Pasai yang dikirim Sultan Trenggana membantu Sunan Gunungjati berperang melawan penjajah Portugis. Ia ditunjuk untuk menggantikan kedudukannya sebagai Raja Mesir. karena usianya sudah lanjut Pangeran Cakrabuana menyerahkan kekuasaan Negeri Caruban kepada Syarif Hidayatullah dengan gelar Susuhunan artinya orang yang dijunjung tinggi. Penduduk Serang sudah ada yang masuk Islam dikarenakan banyaknya saudagar dari Arab dan Gujarat yang sering singgah ke tempat itu. Syarifah Muda’im minta agar diijinkan tinggal di Pasambangan atau Gunungjati. Syarifah Muda’im dan putranya yaitu Syarif Hidayatullah meneruskan usaha Syekh Datuk Kahfi membuka Pesantren Gunungjati. Syarif Hidayatullah dan ibunya Syarifah Muda’im datang di negeri Caruban Larang Jawa Barat pada tahun 1475 sesudah mampir dahulu di Gujarat dan Pasai untuk menambah pengalaman. Sewaktu berada di negeri Mesir. Dia dan ibunya bermaksud pulang ke tanah Jawa berdakwah di Jawa Barat. terdengar pula oleh Prabu Siliwangi selaku penguasa daerah Jawa Barat. Bukti bahwa Fatahillah bukan Sunan Gunungjati adalah makam dekat Sultan Gunungjati yang ada tulisan Tubagus Pasai Fathullah atau Fatahillah atau Faletehan menurut lidah orang Portugis. pada tahun pertama pemerintahannya Syarif Hidayatullah berkunjung ke Pajajaran untuk mengunjungi kakeknya yaitu Prabu Siliwangi. maka ketika pulang ke tanah leluhurnya yaitu Jawa. Kemudian pulang ke Jawa dan mendirikan Negeri Caruban Larang. . bahkan sang Prabu memberinya gelar Sri Manggana. PERJUANGAN SUNAN GUNUNG JATI Sering kali terjadi kerancuan antara nama Fatahillah dengan Syarif Hidayatullah yang bergelar Sunan Gunung Jati.

Oleh karena itu Raden Patah mengirim . Dari pergaulannya dengan Sultan Demak dan para Wali lainnya ini akhirnya Syarif Hidayatullah mendirikan Kesultanan Pakungwati dan ia memproklamirkan diri sebagai Raja yang pertama dengan gelar Sultan. Dengan bergabungnya prajurit dan perwira pilihan ke Cirebon maka makin bertambah besarlah pengaruh Kesultanan Pakungwati. Tapi usaha ini tidak berhasil. hal ini ternyata menguntungkan bangsa Cina untuk dimanfaatkan dalam dunia perdagangan. Istana dan Masjid Cirebon kemudian dihiasi dan diperluas lagi dengan motif-motif hiasan dinding dari negeri Cina. Prabu Siliwangi hanya bisa menahan diri atas perkembangan wilayah Cirebon yang semakin luas itu. diserukan dengan membangun jalan-jalan raya yang menghubungkan Cirebon dengan daerah-daerah Kadipaten lainnya untuk memperluas pengembangan Islam di seluruh Tanah Pasundan. Selanjutnya mereka ingin meluaskan kekuasaan ke Pulau Jawa. Raja Pajajaran tak peduli siapa yang berdiri di balik Kesultanan Cirebon itu maka dikirimkannya pasukan prajurit pilihan yang dipimpin oleh Ki Jagabaya. Sesudah kawin dengan Sunan Gunungjati. Masjid Agung Sang Ciptarasa dibangun pada tahun 1480 atas prakarsa Nyi Ratu Pakungwati atau istri Sunan Gunungjati. Telaga dan lain-lain menyatakan diri menjadi wilayah Kasultanan Cirebon. Selesai membangun masjid. Dari pembangunan masjid itu melibatkan banyak pihak. Bahkan Syarif Hidayatullah dijodohkan dengan putri Adipati Banten yang bernama Nyi Kawungten. diantaranya Wali Songo dan sejumlah tenaga ahli yang dikirim oleh Raden Patah. makin bertambah besarlah pengaruh Kasultanan Cirebon. Pada tahun 1511 Malaka diduduki oleh bangsa Portugis. Banyak pedagang besar dari negeri asing datang menjalin persahabatan. Salah seorang keluarga istana Cirebon kawin dengan Pembesar dari negeri Cina yang berkunjung ke Cirebon yaitu Ma Huan. Bahkan wilayah Pajajaran sendiri sudah semakin terhimpit. Dengan perkawinan itu sang Kaisar ingin menjalin erat hubungan baik antara Cirebon dan negeri Cina. Bahkan disebutkan beliau juga membantu berdrinya Masjid Demak. Dengan berdirinya Kesultanan tersebut Cirebon tidak lagi mengirim upeti kepada Pajajaran yang biasanya disalurkan lewat Kadipaten Galuh. Tugas mereka adalah menangkap Syarif Hidayatullah yang dianggap lancang mengangkat diri sebagai raja tandingan Pajajaran.Kedatangan Syarif Hidayatullah disambut baik oleh adipati Banten. Lebih-lebih dengan diperluasnya Pelabuhan Muara Jati. Diantaranya dari negeri Tiongkok. Dalam pembangunan itu Sunan Kalijaga mendapat penghormatan untuk mendirikan Soko Tatal sebagai lambang persatuan ummat. Tindakan ini dianggap sebagai pembangkangan oleh Raja Pajajaran. Putri Ong Tien di ganti namanya menjadi Nyi Ratu Rara Semanding. Dari perkawinan inilah kemudian Syarif Hidayatullah di karuniai dua orang putra yaitu Nyi Ratu Winaon dan Pangeran Sebakingking. Japura. Pelabuhan Sunda Kelapa yang jadi incaran mereka untuk menancapkan kuku penjajahan. sebagian besar barang-barang peninggalan putri Ong Tien yang dibawa dari negeri Cina itu sampai sekarang masih ada dan tersimpan di tempat yang aman. mereka masuk Islam dan menjadi pengikut Syarif Hidayayullah. Wana Giri. Kaisar ayah Putri Ong Tien ini membekali putranya dengan harta benda yang tidak sedikit. Maka jalinan antara Cirebon dan negeri Cina makin erat. Kaisar Cina yang pada saat itu dari dinasti Ming juga beragama Islam. Demak Bintoro tahu bahaya besar yang mengancam kepulauan Nusantara. Bahkan Sunan Gunungjati pernah diundang ke negeri Cina dan kawin dengan putri Kaisar Cina yang bernama Putri Ong Tien. Dalam menyebarkan agama islam di Tanah Jawa. Daerah-daerah lain seperti : Surantaka. beliau sering ikut bermusyawarah dengan anggota wali lainnya di Masjid Demak. Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunungjati tidak bekerja sendirian. Ki Jagabaya dan anak buahnya malah tidak kembali ke Pajajaran.

berkedudukannya digantikan oleh Adipati Unus atau Pangeran Sabrang Lor. Bersama ibunya. seorang pejuang dari Pasai (Malaka) bernama Fatahillah ikut berlayar ke Pulau Jawa. Adapun nama aslinya Adipati Carbon adalah Aria Kamuning. Adpati Carbon I ini adalah menantu Fatahillah yang diangkat sebagai Sultan Cirebon oleh Sunan Gunung Jati. Di kemudian hari Pangeran Sebakingking ini menjadi penguasa Banten dengan gelar Pangeran Hasanuddin. tahulah Fatahillah titik-titik lemah tentara dan siasat Portugis. Sementara kedudukan Fatahillah selaku Adipati Jayakarta kemudian diserahkan kepada Ki Bagus Angke. gugur sebagai pejuang sahid. Akhirnya Sunan Gunungjati memanggil ulama dari Pasai itu ke Cirebon. karena Sunan Gunungjati selaku Sultan Cirebon telah memanggilnya untuk meluaskan daerah Cirebon agar Islam lebih merata di Jawa Barat. Kemudian kerajaan Galuh yang hendak meneruskan kebesaran Pajajaran lama. Dua tahun kemudian wafat pula Kyai Bagus Pasai. Mengapa Pasukan gabungan Demak-Cirebon itu tidak dipimpin oleh Sunan Gunungjati ? Karena Sunan Gunungjati tahu dia harus berperang melawan kakeknya sendiri. dari pengalamannya bertempur di Malaka. Di dalam pemerintahan Sultan Trenggana inilah Fatahillah diangkat sebagai Panglima Perang yang akan ditugaskan mengusir Portugis di Sunda Kelapa. Dari Demak mula-mula pasukan yang dipimpinnya menuju Cirebon. Sunan Gunungjati menjodohkan Fatahillah dengan Ratu Wulung Ayu. Usaha ini tidak menemui kesulitan karena Fatahillah dibantu putra Sunan Gunungjati yang bernama Pangeran Sebakingking. Akhirnya Portugis dan Pajajaran kalah. Ketika Adipati Unus kembali ke Jawa. Pasukan gabungan Demak Cirebon itu kemudian menuju Sunda Kelapa yang sudah dijarah Portugis atas bantuan Pajajaran. Berturut-turut Fatahillah dapat menaklukkan daerah TALAGA sebuah negara kecil yang dikuasai raja Budha bernama Prabu Pacukuman. Itu sebabnya dia dapat memberi komando dengan tepat dan setiap serangan Demak-Cirebon selalu membawa hasil gemilang. Tapi usaha itu tak membuahkan hasil. Pasai sudah tidak aman lagi bagi mubaligh seperti Fatahillah karena itu beliau ingin menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa. Fatahillah yang di Cirebon sering disebut Tubagus atau Kyai Bagus Pasai diangkat menjadi penasehat sang Sultan. Selanjutnya Fatahillah ditugaskan mengamankan Banten dari gangguan para pemberontak yaitu sisa-sisa pasukan Pajajaran. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Tapi Galuh tak dapat membendung kekuatan Cirebon. maka diperintahkannya Fatahillah memimpin serbuan itu. Fatahillah yang pernah berpengalaman melawan Portugis di Malaka sekarang harus mengangkat senjata lagi. persenjataan Portugis terlalu lengkap. dengan kedudukannya di Banten. Raden Patah wafat pada tahun 1518. tanpa diperantarai apapun juga. Dan merubah nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta. dalam usia 120 tahun.Adipati Unus atau Pangeran Sabrang Lor untuk menyerang Portugis di Malaka. Mengapa Pajajaran membantu Portugis ? Karena Pajajaran merasa iri dan dendam pada perkembangan wilayah Cirebon yang semakin luas. Pada tahun 1521 Sultan Demak di pegang oleh Raden Trenggana putra Raden Patah yang ketiga. sedangkan Pajajaran cerai berai tak menentu arahnya. Fatahillah dimakamkan ditempat yang sama. makam kedua tokoh itu berdampingan. dan pangeran Carkrabuasa beliau dimakamkan di gunung Sembung. didalam usaha memadamkan pemberontakan itu Pangeran Sabrang Lor meninggal dunia. ketika Portugis menjanjikan bersedia membantu merebut wilayah Pajajaran yang dikuasai Cirebon maka Raja Pajajaran menyetujuinya. . beliau mengangkat putranya yaitu Pangeran Muhammad Arifin sebagai Sultan Cirebon ke dua dengan gelar Pangeran Pasara Pasarean. Fatahillah kemudian diangkat segenap Adipati di Sunda Kelapa. akhirnya raja dan senopatinya tewas dalam peperangan itu. Sunan Gunung Jati lebih memusatkan diri pada penyiaran dakwah Islam di Gunungjati atau Pesantren Pasambangan. baru saja beliau dinobatkan muncullah pemberontakan pemberontakan dari daerah pedalaman. Kedudukan Sultan kemudian diberikan kepada Pangeran Sebakingking yang bergelar sultan Maulana Hasanuddin. Demikianlah riwayat perjuangan Sunan Gunungjati.Yaitu Adipati Carbon I. Namun lima tahun sejak pengangkatannya mendadak Pangeran Muhammad Arifin meninggal dunia mendahului ayahandanya. dan mereka terlanjur mendirikan benteng yang kuat di Malaka. Sunan Gunungjati wafat pada tahun 1568. Kemenangan demi kemenangan berhasil diraih Fatahillah.Raja Galuh ini bernama Prabu Cakraningrat dengan senopatinya yang terkenal yaitu Aria Kiban. Ketika usia Sunan Gunungjati sudah semakin tua. Portugis kembali ke Malaka. Sedang Cirebon walaupun masih tetap digunakan sebagai kesultanan tapi Sultannya hanya bergelar Adipati.

melainkan juga merampok orang-orang kaya dan kaum bangsawan yang hidupnya berkecukupan. Syahid diminta duduk diam bersila di pinggir sungai. setelah “dilantik” menjadi wali. perbuatan mulia namun tidak lazim itu diketahui oleh sang ayah dan sang ayah tanpa ampun mengusir Raden Syahid karena dianggap mencoreng moreng kehormatan keluarga adipati. Untuk menghidupkan kesadaran guru sejati (ruh) yang sekian lama terkubur dan tertimbun nafsu dan ego ini. WANGI TANPA GANDA. Sunan Bonang hanya meminta agar sang murid untuk patuh. “BADANKU BADAN ROKHANI. HENING. atau Dzat Yang Adikodrati yang menguasai alam semesta.SUNAN KALIJAGA CARA RADEN SYAHID MENCARI GURU SEJATI Di antara para wali yang lain. rakyat hidup semakin sengsara hingga suatu hari Raden Syahid bertanya ke ayahnya: “Bapa. Awalnya. kenapa rakyat kadipaten Tuban semakin sengsara ini dibuat lebih menderita oleh Majapahit?”. SUMELEH. Budaya arab tidak cocok diterapkan di Jawa karena manusia Jawa sudah hidup sekian ratus tahun dengan budayanya yang sudah mendarah daging. keturunan Ario Tejo III. Cukup diam atau meneng di tempat. menjadi perjuangan dalam bentuk batin (metafisik). Syahid saat itu telah bertekad untuk mengubah orientasi hidupnya secara total seratus delapan puluh derajat. perintahnya hanya diminta untuk diam tok. energi keinginan duniawinya lepas landas dan lenyap. diam. Namun syarat yang diajarkan Sunan Bonang cuma satu: duduk. Tidak. Dia sadar. Tidak hanya mencuri. Suatu ketika. Pengusiran tidak hanya dilakukan sekali namun beberapa kali. Suatu ketika. menjadi “Maling Cluring”. Arti Tejo I adalah putra Ario Adikoro atau Ronggolawe.” . Bahkan. Kanjeng Sunan Kalijaga bisa dikatakan satu-satunya wali yang menggunakan pendekatan yang pas yaitu budaya Jawa. MENENG. Bonang menguji tekad Raden Syahid dengan menyuruhnya untuk diam di pinggir kali. “Syahid anakku. Sang ayah tentu saja diam sambil membenarkan pertanyaan anaknya yang kritis ini. dia bertemu lelaki tua yang kemudian memperkenalkan dirinya sebagai Sunan Bonang. Tuban dilanda kemarau panjang. Raden Syahid yang melihat nasib rakyatnya merana. tidak mungkin menggunakan budaya lain untuk menyampaikan ajaran sangkan paraning dumadi secara tepat. WONG SALEKSA PADA WUTA. WONG SAKETI PADA MATI. PINANGERAN YITNA KABEH…. kini sudah waktunya kamu memilih. dia mengganti jubahnya dengan pakaian Jawa memakai blangkon atau udeng. LUNGO NEMBAH. Raden Syahid sebenarnya adalah anak turun pendiri kerajaan Majapahit. Raden Syahir mengalami suwung total. terpanggil untuk berjuang dengan caranya sendiri. Dia tidak diminta memikirkan tentang Tuhan. yaitu DIAM. Posisi duduk diam meneng ini di kalangan para yogi dikenal dengan posisi meditasi. KUMEBUL TANPA GENI. meneng. Dia telah meninggalkan syariat masuk ke ruang hakekat untuk mereguk nikmatnya makrifat. Namun sekian waktu diam di tempat. PASRAH. Syahid tahu dia saat itu harus benar-benar pergi dari wilayah Tuban dan akhirnya. pajak dan upeti dari masing-masing kadipaten yang harus disetor ke Kerajaan Majapahit sangat besar sehingga membuat miskin rakyat jelata. dia pun dengan hati gundah pergi tanpa arah tujuan yang jelas. fana total karena telah hilang sang diri/ego. SUMARAH. Raden Syahid lahir di Tuban saat Majapahit mengalami kemunduran karena kebijakan yang salah kaprah. Kadpiaten Tuban sebagaimana Kadipaten yang lain harus tunduk di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. WONG SEWU PADA TURU. mengalahkan diri/ego dan patuh pada sang guru sejati (kesadaran ruh). Nama lain Tumenggung Wilatikta adalah Ario Tejo IV. Syahid yang ingin merampok Sunan Bonang akhirnya harus bertekuk lutut dan Syahid akhirnya berguru pada Sunan Bonang. Jadi bila ditarik dari silsilah ini. Cara yang khas anak muda yang penuh semangat juang namun belum diakui eksistensinya. salah seorang pendiri Kerajaan Majapahit. Ya. AMONG AKU ORA TURU. AKU SAJATINE ROH SAKALIR. Nama mudanya Raden Syahid. akal dan keinginannya akhirnya melemas dan akhirnya benar-benar tidak memiliki daya lagi untuk berpikir. KANG SIFAT LANGGENG WASESA. tidak diminta untuk dzikir atau ritual apapun. dekat Tuban. Sunan Bonang adalah putra dan murid Sunan Ampel yang berkedudukan di Bonang. Oleh Bonang yang saat itu sudah jadi guru spiritual ini. TEKA NEMBAH. yaitu pencuri yang baik karena hasil curiannya dibagi-bagikan kepada orang-orang miskin yang menderita. Saat diusir Raden Syahid kembali melakukan perampokan namun sialnya dia tertangkap pengawal kadipaten hingga sang ayah kehabisan akal sehat. orang diam pikirannya kemana-mana. Suatu hari dalam perjalanannya di hutan Jati Wangi. II dan I. KANG SUKSMA PURBA WASESA. Yang awalnya dia berjuang dalam bentuk fisik. putra adipati Tuban yaitu Tumenggung Wilatikta dan Dewi Nawangrum. kau yang suka merampok itu pergi dari wilayah Tuban atau kau harus tewas di tangan anak buahku”.

MESJID ING MEKAH TULYA NGIDERI. HANYA DIA YANG ADA. DUDU SREPI DUDU DINAR. (Berbakti yang utama tidak mengenal waktu. INGARAN TATA KRAMA. Itulah niat sejati. Pujian yang tidak pernah berakhir) Jadi hakikat yang disebut Sholat Daim nafas kehidupan yang telah manunggaling kawulo lan gusti. Salah satu ajaran Sunan Kalijaga yang didapat dari guru spiritualnya. maka itu hanya hiasan dari SALAT DAIM.) Ajaran makrifat lain Sunan Kalijaga adalah IBADAH HAJI. eling dan waspada bahwa apapun yang kita pikirkan. NORA LAN WAKTU SASOLAHIRA. yaitu bersatunya semua indera dan tubuh kita untuk selalu memuji-Nya dengan kalimat penyaksian bahwa yang suci di dunia ini hanya Tuhan: HU-ALLAH. Sebab tanpa berhasil mematikan diri. Sunan dinasehati agar tidak pergi sebelum tahu hakikat ibadah haji agar tidak tersesat dan tidak mendapatkan apa-apa selain capek. IKU INGKANG NIYAT KANG SEJATI. KABATOLLAH PINIKANENG TENGAH. Salat yang sesungguhnya bukanlah mengerjakan salat Isya atau maghrib. (Jadi sholat daim itu tanpa menggunakan syariat wudhu untuk menghilangkan hadats atau kotoran. MANGAN TURU SAHWAT NGISING. GURU SEJATI YANG SELALU MENYUARAKAN KESADARAN HOLISTIK BAHWA DIRI KITA INI ADALAH DIRI-NYA. Di tengah perjalanan dia dihentikan oleh Nabi Khidir. Malaya berasal dari kata ma-laya yang artinya mematikan diri. bicara. MANG TEKAENG PRANE YEN ANA SANGUNIPUN. Salat daim boleh dilakukan saat apapun. DIA ALLAH. TEKENG WULUNIPUN. SANGUNIPUN KANG SURA LEGAWENG PATI. dunia kulit. (Unggulnya diri itu mengetahui HAKIKAT SALAT. berak dan kencing pun juga kegiatan menyembah. BUMI ANENG LUHUR. SASOLAHE RAGANIREKI. PUJI TAN PAPEGETAN. TINON KULON KATON WETAN. misalnya makan. Dalam suluk wujil disebutkan sebagai berikut: NORANA WERUH ING MEKAH IKI. JATINING SALAT IKU. Jadi orang yang telah mengalami “mati sajroning urip” atau orang yang telah berhasil mematikan diri/ego hingga mampu menghidupkan diri-sejati yang merupakan guru sejati-NYA. . Wudhu. TINJA TURAS DADI SEMBAH. sembah dan pujian. Hu saat menarik nafas dan Allah saat mengeluarkan nafas. Di sini. SEMBAH ARANEKA. Setelah dianggap selesai mengalami penyucian diri dengan bangunnya kesadaran ruh. SABAR LILA ING DUNYA. DINULU SAKING NGANDHAP. SEMBAH LAWAN PUJINE. KITA TIDAK ADA. TAN SIMPANG DADI SEMBAH. dan menyelam di lautan hakikat dan sampai di palung makrifatullah. dunia apus-apus. Dianjurkan juga oleh Bonang agar Raden Syahid berguru ke para wali yang sepuh yaitu Sunan Ampel di Surabaya dan Sunan Giri di Gresik. bersenggama maupun saat membuang kotoran. apapun yang kita lakukan ini adalah bentuk yang dintuntun oleh AKU SEJATI. Sebab kotoran yang sebenarnya tidak hanya kotoran badan melainkan kotoran batin. ANGRAWUHANA JATINING SALAT. Salat sejati adalah SALAT DAIM. Semua tingkah lakunya itulah menyembah. apapun yang kita kehendaki. Mekah yang ada di Saudi Arabia itu hanya simbol dan MEKAH YANG SEJATI ADA DI DALAM DIRI. kita tahu bahwa salat sejati adalah tidak hanya mengerjakan sembah raga atau tataran syariat mengerjakan sholat lima waktu. Selalu awas. ALIT MILA TEKA ING AWAYAH. TEKENG MEKAH TUR DADI WALI. dan semua gerakan tubuh merupakan kegiatan menyembah. WENANGE PUNIKU.Demikian gambaran kesadaran ruh Raden Syahid kala itu. adalah ajaran hakikat shalat sebagaimana yang ada di dalam SULUK WUJIL: UTAMANING SARIRA PUNIKI. Sebagaimana yang ada di dalam Suluk Wujil: PANGABEKTINE INGKANG UTAMI. Sunan Bonang menggembleng muridnya dengan kawruh ilmu-ilmu agama. SALAT BATIN SEBENERE. Berapa lama Raden Syahid diam di pinggir sungai? Tidak ada catatan sejarah yang pasti. DUDU NGISA TUWIN MAGERIB. Apabila disebut salat. Tertera dalam Suluk Linglung suatu ketika Sunan Kalijaga bertekad pergi ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji. LANGIT KATON ING NGANDHAP IKI. Raden Syahid yang kemudian disebut Sunan Kalijaga ini menggantikan Syekh Subakir gigih berdakwah hingga Semenanjung Malaya hingga Thailand sehingga dia juga diberi gelar Syekh Malaya. PAN MINANGKA KEKEMBANGING SALAM DAIM. Itu namanya sembahyang. tidur. yang manifestasinya adalah semua tingkah laku dan perilaku manusia yang diniatkan untuk menyembah-Nya. Sunan Bonang. manusia hanya hidup di dunia fatamorgana. ADA KITA INI ADALAH ADA-NYA. GUMANTUNG TAN PACACANTHEL. TINON WETAN KATON KULON IKU SINGGIH TINGALNYA AWELASAN. LAMUN ARANANA SALAT. MET TOYA WULU KADASI. hanya tata krama). Namun dalam salah satu hikayat dipaparkan bahwa sang sunan bertapa hingga rerumputan menutupi tubuhnya selama lima tahu. PUNIKA MANGKA SEMBAHE MENENG MUNI PUNIKU. DAHAT DENING EWUH. Sholat daim ini juga disebut dalam SULUK LING LUNG karya Sunan Kalijaga: SALAT DAIM TAN KALAWAN. Dia tidak mampu untuk masuk ke dunia isi. Diam. SANGUNIPUN ALARANG. DINULU SAKING LUHUR.

SESABARAN DAN KERELAAN HIDUP DI DUNIA. Bergantung tanpa pengait. Ibadah yang sejati adalah pergi ke KIBLAT YANG ADA DI DALAM DIRI SEJATI. Pajang yang terletak di pedalaman cocok untuk memahami Islam secara lebih mendalam dengan jalur Tasawuf. Jasa lain Sunan Kalijaga adalah mendorong Jaka Tingkir (Pajang) agar memenuhi janjinya memberikan tanah Mataram kepada Pemanahan serta menasehati anak Pemanahan. dan mematikan seluruh ego/aku dan berkeliling ke kiblat AKU SEJATI. Yang tidak bisa terlaksana dengan bekal harta. Padahal. Itu pengelihatan yang terbalik). Namun lebih mendalam dari penghayatan yang seperti itu. maka dilihat dari atas tampak langit di bawah. bahwa ibadah haji yang hakiki adalah bukanlah pergi ke Mekah saja. tahta apapun juga. Sebab apa yang selama ini kita anggap sebagai KEBENARAN DAN KEBAIKAN MASIHLAH PEMAHAMAN YANG DANGKAL. Tujuan haji terakhir adalah untuk mencapai INSAN KAMIL. yaitu Panembahan Senopati agar tidak hanya mengandalkan kekuatan batin melalui tapa brata. Di bidang politik. Inilah Mekah yang metafisik dan batiniah. benda. Pajang dan Mataram. Memang pemahaman ini seperti terbalik. Sunan Kalijaga karena dilahirkan dari kerabat bangsawan maka dia berjuang di dekat wilayah kekuasaan. Saat ada orang yang membawa bekal sampai di Mekah dan menjadi wali.(Tidak tahu Mekah yang sesugguhnya. Apa bekal agar sukses menempuh ibadah haji makrifat untuk menziarahi diri sejati? Bekalnya adalah kesabaran dan keikhlasan. Berbeda dengan Syekh Siti Jenar yang berjuang di tengah rakyat jelata. Bahkan Sunan Kalijaga juga mewariskan pada Panembahan Senopati baju rompi Antakusuma atau Kyai Gondhil yang bila dipakai akan kebal senjata apapun . diam. Maksudnya. Sunan Kalijaga juga mendukung Jaka Tingkir menjadi Adipati Pajang dan menyarankan agar ibukota dipindah dari Demak ke Pajang (karena Demak dianggap telah kehilangan kultur Jawa. bekal sesungguhnya bukan uang melainkan KESABARAN DAN KESANGGUPAN UNTUK MATI. jasanya terlihat saat akan mendirikan kerajaan Demak. Melihat yang barat terlihat timur dan sebalinya. APA YANG KITA ANGGAP TERBAIK. berkeliling bahkan masuk ke AKU SEJATI dengan kondisi yang paling suci dan bersimpuh di KAKI-NYA YANG MULIA. tapi juga menggalang kekuatan fisik dengan membangun tembok istana dan menggalang dukungan dari wilayah sekeliling. Sejak muda hingga tua. maka sungguh mahal bekalnya dan sulit dicapai. yaitu manusia sempurna yang merupakan kaca benggala kesempurnaan-Nya. JAGAD WALIKAN. Berkeliling ke RUMAH TUHAN. seseorang tidak akan mencapai tujuannya. Sunan Kalijaga berperan menasehati Raden Patah (penguasa Demak) agar tidak menyerang Brawijaya V (ayahnya) karena beliau tidak pernah berlawanan dengan ajaran akidah. Sementara kota pelabuhan jalurnya syariat. TERTINGGI SEPERTI LANGIT DAN PALING BERHARGA DI DUNIA TERNYATA TIDAK ADA APA-APANYA DAN SANGAT RENDAH NILAINYA. Sabar berjuang dan memiliki iman yang teguh dalam memilih jalan yang barangkali dianggap orang lain sebagai jalan yang sesat. Namun sebaliknya. Sunan Kalijaga adalah manusia yang telah mencapai tahap perjalanan spiritual tertinggi yang juga telah didaki oleh Syekh Siti Jenar. Ibadah haji metafisik ini akan mengajarkan kepada kita bahwa episentrum atau pusat spiritual manusia adalah BERTAWAF. Masjid di Mekah itu melingkar dengan Kabah berada di tengahnya. kedudukan. harus meletakkan semua itu untuk kemudian meneng. dilihat dari bawah tampak bumi di atas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful