( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.

net

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kerja Praktek Dalam melaksanakan pembangunan di bidang kelistrikan diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan berkualitas. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi , Institut Teknologi Medan (ITM) berusaha memberikan sumbangan dalam usaha untuk mempersiapkan mahasiswanya agar memiliki SDM yang siap untuk menghadapi tantangan dalam era globalisasi. Di dalam lembaga pendidikan yang merupakan tempat untuk menempah SDM, pada umumnya pendidikan yang diberikan lebih memfokuskan kepada pengetahuan yang bersifat teoritis. Pendidikan dan pengetahuan yang bersifat teoritis dirasakan sangat kurang sekali. Karena itu harus ada wadah yang cukup memadai bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan teori yang dimiliki secara nyata. Untuk itu diperlukan kerja sama antara lembaga pendidikan dengan dunia industri agar dapat memberikan kesempatan kerja kepada mahasiswa untuk melakukan kerja praktek di industri yang bersangkutan.

1.2 Tujuan Kerja Praktek Tujuan kerja praktek lapangan merupakan salah satu upaya efektif yang menjembatani antara dunia kampus yang teoritis dengan dunia industri yang bersifat praktis serta untuk menjalin hubungan antara perguruan tinggi dan industri. Dengan kerja praktek ini diharapkan dapat membina kemampuan dan keterampilan mahasiswa

1

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net secara optimal. Kerja praktek ini merupakan bagian yang paling relevan dengan bidang studi mahasiswa, maka diharapkan mahasiswa dapat lebih mencurahkan perhatian serta pikirannya pada bidang ini dengan sungguh-sungguh membuat perbandingan relevansi maupun aplikasi dari pelajaran yang telah didapatkan di bangku kuliah sehingga dapat memiliki pemahaman yang baik dan tidak canggung menghadapi teknologi yang ada di dunia industri serta diharapkan mampu

mengembangkannya meskipun tahap pengembangan ini dalam bentuk studi. Di samping itu mahasiswa diharapkan mampu mengevaluasi dan membenahi kemampuan praktikalnya yang kelak dapat diterapkan setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, yang akan memberikan peluang kepada mereka untuk menjadi sumber daya manusia yang dapat diandalkan bagi pembangunan nasional. Dengan demikian setelah mahasiswa menyelesaikan studi kuliahnya dapat menjadi sarjana yang siap pakai seperti yang diharapkan, terutama dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM ) yang berpotensi.

1.3 Waktu dan Tempat Kerja Praktek Kerja praktek ini penulis laksanakan mulai tanggal 18 Mei 2009 sampai 05 Juni 2009 di PT. PLN ( PERSERO) PEMBANGKITAN SUMATERA BAGIAN UTARA SEKTOR PEMBANGKITAN BELAWAN.

1.4 Ruang Lingkup Kerja Praktek Mengingat bahwa tidak semua bidang dapat dipelajari serta keterbatasan waktu dan kemampuan, maka kerja praktek ini memfokuskan pada unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)

2

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net Sicanang Belawan serta jenis cara kerja peralatan listrik di PLTU.

1.5 Manfaat Kerja Praktek 1. Bagi Mahasiswa a. Dapat memahami berbagai sistem kerja yang ada di berbagai perusahaan atau industri. b. Dapat menerapkan serta dapat mengembangkan ilmu yang diperoleh selama kuliah dengan kerja lapangan. c. Memperoleh kesempatan berlatih pada dunia industri. d. Menambah wawasan dan pengetahuan untuk mempersiapkan diri baik secara teoritis maupun secara praktis. 2. Bagi Perguruan Tinggi Mempererat kerja sama dan sosialisasi antara perusahaan dan 3. Bagi Perusahaan Memudahkan dalam mencari Sumber Daya Manusia yang profesional. universitas.

1.6 Metode Pelaksanaan Kerja Praktek Kerja Praktek ini dilaksanakan di PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Belawan. Kerja Praktek ini dilaksanakan dalam tiga metode yang lazim digunakan, yaitu : 1. Metode Diskusi

3

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net Metode ini dilaksanakan dengan diskusi yang dipimpin oleh : 1. Supervisor Pemeliharaan Listrik PLTU, yaitu Bapak H. Adnan Harun. 2. Pembimbing Lapangan adalah Bapak Aminullah, Andi Setiawan, Syafaruddin, Syafi’i M. Syarif dan Idrus. 3. Melakukan diskusi antara mahasiswa dalam satu grup kerja praktek yang dilaksanakan dalam bentuk tanya jawab, penjelasan secara garis besar tentang sistem kelistrikan dan peralatan yang digunakan. 2. Metode Praktik Lapangan Metode ini merupakan pengamatan secara langsung di lapangan tentang cara kerja generator, pemeliharaan peralatan listrik, dan proteksi generator. 3. Metode Studi Literatur Metode ini merupakan metode yang umum dan sangat mudah dilakukan karena metode ini lebih banyak dikerjakan di perpustakaan dengan membaca buku dan instruksi manual (manual instruction).

1.7 Sistematika Penulisan Untuk memudahkan penulisan laporan Kerja Praktek ini penulis membuat sistematika penulisan sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Bab ini membahas tentang latar belakang penulisan, tujuan kerja praktek, waktu dan tempat kerja praktek, ruang lingkup kerja praktek, manfaat kerja praktek, metode yang digunakan dalam pelaksanaan dan penulisan laporan kerja praktek, serta sistematika 4

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net penulisan laporan kerja praktek. BAB II : TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN Bab ini akan membicarakan tentang sejarah berdirinya PT. PLN (PERSERO) Sektor Pembangkitan Bekawan, lokasi perusahaan, jenis-jenis pembangkit yang ada di Sumatera Utara, bidang operasi perusahaan serta struktur organisasi perusahaan.

BAB III : GAMBARAN UMUM PLTU Bab ini akan membahas gambaran secara teknis Pembangkit Listrik Tenaga bagian–bagian pembangkit serta peralatan pembantu pada pembangkit. BAB IV : GENERATOR Bab ini akan membahas gambaran umum generator PLTU. BAB V : TRANSFORMATOR Bab ini akan membahas tentang transfor , bagian bagian dari transformator, jenis-jenis proteksi yang digunakan pada transformator. BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisikan kesimpulan yang diperoleh penulis dari hasil Kerja Praktek dan saran-saran yang diajukan penulis. Uap,

5

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
1 Sejarah Singkat Perusahaan PT. PLN Sektor Belawan adalah salah satu unit Pembangkit di PT. PLN (Persero) Kitlur Sumbagut yang didirikan sesuai dengan SK Direksi PLN No.125/DIR/83 pada tanggal 24 Juli 1983 dengan tugas pokok mengoperasikan dan memelihara mesin pembangkit. Pada tahun 1973 dilakukan studi kelayakan oleh pemerintah Jepang (OCTA) yang dilanjutkan pada tahun 1974 oleh tim Survey Direktorat Bina Program. Pada tanggal 31 Oktober 1974 diusulkan lokasi sebagai berikut : 1. Kampung Belawan II 2. Kampung Belawan III 3. Muara Sungai Dua 4. Pulau Naga Putri 6

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net PLN bersama-sama dengan Energoinvest Yugoslavia melakukan survey menentukan lokasi yang diusulkan pembangunan PLTU unit 1 dan 2 pada lokasi yang diusulkan tersebut, yang akhirnya ditentukan lokasi Pulau Naga Putri. Pada tanggal 2 April 1977 ditandatangani kontrak pembangunan PLTU Unit 1 dan 2 dengan kapasitas 2 x 65 MW antara PLN dengan Energoinvest dengan nomor kontrak PJ.005/PST/1977. Pada tanggal 30 Mei 1984 PLTU Unit 2 paralel dengan sistem Medan kemudian disusul dengan PLTU Unit 1 paralel pada tanggal 14 November 1984. Seiring dengan pertumbuhan beban di sistem Sumatera Utara maka untuk memenuhi kebutuhan listrik Sumatera Utara maka diperlukan pembangkit yang lebih banyak lagi. Adapun mesin-mesin pembangkit tersebut beroperasi sejak : PLTU Unit 1 (65 MW) PLTU Unit 2 (65 MW) 4. PLTU Unit 3 (65 MW) 4. PLTU Unit 4 (65 MW) : 03 Juli 1989 : 08 September 1989 : 06 Juli 1988 : 25 Nopember 1992 : 05 Nopember 1993 : 11 Oktober 1994 : 08 Desember 1994 : 08 Agustus 1995 : 30 Mei 1984 : 14 Nopember 1984

PLTG Unit 1.1 (117,5 MW) PLTG Unit 1.2 (128,8 MW) PLTU Unit 1.0 (149,0 MW) PLTG unit 2.1 (130,0 MW) PLTG unit 2.2 (130,0 MW) PLTU Unit 2.0 (165,58 MW)

PLN Sektor Belawan saat ini mengoperasikan dan memelihara unit-unit pembangkit dengan

7

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net kapasitas terpasang sebesar 1.226 MW. PLN Sektor Belawan merupakan pemasok utama kebutuhan listrik di Sumatera Utara dan sebagian besar wilayah Aceh.

2.2 Lokasi Perusahaan PT. PLN (Persero) Sektor Belawan berada 24 KM sebelah Utara kota Medan, tepatnya berada di Pulau Naga Putri dimana semua unit pembangkit, kantor, bengkel, pengolah pemurnian air, switch yard, dan peralatan bantu lainnya ada di Pulau Naga Putri yang luasnya ± 47 Ha.

8

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net Gamb ar 2.1 Lay out PLTU Sicana ng

2 . 3 Pemba ng k it Listrik Sumat e r a Utara PT. PLN (Persero) Sumatera Bagian Utara dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan energi listrik memiliki beberapa pembangkit yang tersebar di beberapa wilayah Sumatera Bagian Utara. Adapun pembangkit-pembangkit tersebut dikelompokkan atas beberapa jenis, yaitu :

9

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net 2.3.1 PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) PLTU yang ada di Sumatera Utara adalah PLTU Sicanang (4 unit) dengan kapasitas 260 MW. PLTU adalah suatu pusat pembangkit tenaga listrik yang menggunakan turbin uap sebagai penggerak mulanya. Prinsip kerja pembangkit ini adalah pertama-tama air dipompa ke boiler untuk menghasilkan uap, kemudian uap digunakan untuk memutar turbin dimana turbin dikopel dengan generator untuk menghasilkan tenaga listrik. Kemudian uap sisa dari turbin didinginkan di kondensor untuk mengubah uap sisa menjadi air untuk dipompakan kembali ke boiler.

2.3.2 PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS (PLTG) PLTG yang ada di Sumatera Utara adalah PLTG Paya Pasir (5 unit) dengan kapasitas 90,482 MW dan PLTG Glugur (2 unit) dengan kapasitas 32,650 MW. PLTG adalah suatu pusat pembangkit tenaga listrik yang menggunakan turbin gas sebagai penggerak mula. Prinsip kerja pembangkit ini adalah mula-mula udara ditekan dikompresor hingga mencapai tekanan tertentu, kemudian dimasukkan ke ruang pembakaran hingga mencapai suhu tertentu. Gas yang telah mencapai tekanan dan suhu tertentu tersebut digunakan untuk memutar turbin yang telah dikopel dengan generator sehingga menghasilkan energi listrik.

2.3.3 PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS UAP (PLTGU) PLTGU merupakan pembangkit tenaga listrik siklus gabungan, yaitu gabungan antara siklus gas dan siklus uap. Prinsip kerjanya adalah gas buang dari turbin gas digunakan untuk memanaskan HRSG (Heat Recovery Steam Generator) sehingga diperoleh uap yang dapat memutar turbin uap, turbin

10

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net dikopel dengan generator sehingga menghasilkan energi listrik. PLTGU yang ada di Sumatera Utara adalah PLTGU Sicanang (2 unit) dengan kapasitas 314,58 MW.

2.3.4 PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) PLTA adalah suatu pusat pembangkit tenaga listrik yang menggunakan turbin air sebagai penggerak mula. Prinsip kerja pembangkit ini adalah memanfaatkan energi potensial dari air akibat perbedaan tinggi permukaan bumi. Energi potensial tersebut digunakan untuk memutar turbin yang telah dikopel dengan generator sehingga menghasilkan tenaga listrik. PLTA yang menggunakan pompa untuk memperoleh energi potensial air disebut Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM). PLTM yang ada di Sumatera Utara adalah PLTM Tonduhan dengan kapasitas 750 KW, PLTM Batang Gadis dengan kapasitas 750 kW, PLTM A. Raisan dengan kapasitas 1,5 MW, PLTM A. Sibundong dengan kapasitas 750 kW, PLTM A. Silang dengan kapasitas 750 kW, PLTM Boho dengan kapasitas 200 kW dan PLTM Kombih dengan kapasitas 1,5 MW.

2.3.5 PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL (PLTD) PLTD yang ada di Sumatera Utara adalah PLTD Titi Kuning (6 unit) dengan kapasitas 24,849 MW. PLTD adalah suatu pusat pembangkit tenaga listrik yang menggunakan motor diesel sebagai penggerak mula. Bahan bakar yang dipakai pada umunya adalah solar. Prinsip kerjanya yaitu minyak solar dicampur dengan udara, kemudian dibakar dan diperoleh gas dengan suhu tinggi yang mengembang dan menggerakkan sebuah piston, kemudian gerakan piston ini dirubah menjadi suatu kopel putar. Mesin diesel ini dikopel dengan generator untuk menghasilkan energi listrik.

11

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net

Dengan demikian bila jenis-jenis pembangkit tersebut dibuat dalam tabel adalah sebagai berikut :

Tabel-1. Tabel daftar pembangkit di PLN Sumatra Bagian Utara No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 PLTU Sicanang PLTG Paya Pasir PLTG Gelugur PLTGU Sicanang PLTD Titi Kuning PLTM Tonduhan PLTM Batang Gadis PLTM A. Raisan I dan II PLTM A.Sibundong PLTM A. Silang PLTM Boho PLTM Kombih I dan II Jenis Pembangkit Kapasitas 260 MW 90,482 MW 32,65 MW 314,56 MW 24,849 MW 750 KW 750 KW 2 x 750 KW 750 KW 750 KW 200 KW 2 x 750 KW

2.3.6 SISTEM TRANSMISI Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan energi listrik PT. PLN (PERSERO) PEMBANGKITAN SUMBAGUT menyalurkan energi melalui saluran transmisi menuju ke pusat beban yang menggunakan tegangan transmisi 150 KV. Penghantar yang digunakan adalah ACSR 240 mm2 dan ACSR 300 mm2.

12

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net Untuk menurunkan tegangan 150 KV menjadi tegangan distribusi 20 KV dilakukan menggunakan transformator yang ada di gardu induk. Adapun gardu-gardu induk yang ada di wilayah Sumatera Bagian Utara adalah sebagai berikut :

Tabel-2. Tabel daftar Gardu Induk di Sumatra Bagian Utara No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Gardu Induk GI Labuhan GI Lamhotma GI Tanjung Morawa GI Perbaungan GI Kisaran GI Kuala Tanjung GI Tebing Tinggi GI Sei. Rotan GI KIM GI Mabar GI Paya Pasir GI Paya Geli GI Namorambe GI Titi Kuning GI Glugur GI Binjai GI Pangkalan Brandan GI Langsa GI Tualang Cut GI Idi Kapasitas 20 MVA 60 MVA 60 MVA 31,1 MVA 51,5 MVA 30 MVA 40 MVA 121,5 MVA 120 MVA 207,5 MVA 90 MVA 121,5 MVA 30 MVA 120 MVA 120 MVA 90 MVA 40 MVA 30 MVA 20 MVA 10 MVA 13

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. GI Brastagi GI Sidikalang GI G. Pura GI Pematang Siantar GI Porsea GI Tarutung GI Sibolga GI Padang Sidempuan GI Rantau Parapat GI Tele 20 MVA 10 MVA 10 MVA 61,5 MVA 20 MVA 10 MVA 20 MVA 40 MVA 51,5 MVA 10 MVA

Gardu-gardu induk yang belum beroperasi adalah sebagai berikut : Tabel-3. Tabel daftar Gardu Induk PLN yang belum beroperasi No. 1. GI Bahorok 2. GI Galang 3. GI D. Sanggul 4. GI Louksmawe 5. GI Bireuen 6. GI Sigli 7. GI Banda Aceh 8. GI Panyabungan Gardu Induk Kapasitas 120 MVA 60 MVA 30 MVA 10 MVA 20 MVA 20 MVA 10 MVA

14

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net 2.4 Bidang Operasi Perusahaan PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Belawan beroperasi dalam bidang kelistrikan yaitu untuk memenuhi kebutuhan energi listrik Sumatera Utara dan sekitarnya. Dalam operasinya unit-unit pembangkit membutuhkan bahan bakar gas alam, minyak HSD, minyak residu (cruid oil).

2.5 Struktur Organisasi Perusahaan Untuk melaksanakan kegiatan operasi perusahaan dibutuhkan suatu struktur organisasi. Sampai pertengahan tahun 2008, jumlah karyawan PT. PLN(Persero) Sektor Unit Bisnis Pembangkit dan Penyaluran Sumatera Bagian Utara Sektor Belawan mencapai 200 orang. Dipimpin oleh seorang Manajer Sektor dan dibantu 4 orang Asisten Manajer, dan selebihnya adalah Asisten Supervisor, staf dan pelaksana.

15

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net

Bagan Struktur Organisasi PT. PLN (PERSERO) KITLUR Sumatera Utara Sektor Belawan

16

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net

17

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net Gambar 2.2 Struktur Organisasi PT. PLN (PERSERO) KITLUR SUMATERA UTARA SEKTOR BELAWAN

18

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net

BAB III GAMBARAN UMUM PLTU

1

Siklus Termodinamika PLTU 1 Transformasi Energi

Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi bersifat kekal dalam arti tidak dapat diciptakan dan tidak pula dapat dilenyapkan. Hal yang dapat dilakukan hanyalah mengubah bentuk energi dari satu bentuk ke bentuk energi yang lain. PLTU merupakan salah satu sistem yang mengaplikasikan hukum tersebut di atas. Hasil keluaran dari PLTU adalah energi listrik. Fungsi sebenarnya dari sebuah PLTU adalah melakukan beberapa transformasi energi hingga akhirnya menjadi energi listrik. Karena itu, agar dapat berfungsi maka PLTU membutuhkan unsur masukan berupa suatu bentuk energi sebagai sumber agar dapat diubah menjadi energi listrik. Input dari PLTU berupa bahan bakar dimana dalam bahan bakar tersebut tersebut terkandung energi kimia. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa fungsi dari sebuah PLTU adalah untuk mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Dalam prosesnya, perubahan energi kimia menjadi energi listrik tidak dapat dilakukan secara langsung melainkan melalui beberapa tahap perubahan. Adapun tahapan lengkap proses transformasi energi dari energi kimia menjadi energi listrik adalah sebagai berikut:

19

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net

Gambar 3.1 Diagram Blok Transformasi Energi 2 Diagram Rankine Sederhana

Di dalam sebuah PLTU, agar proses perubahan energi mulai dari energi kimia hingga menjadi energi mekanik, dibutuhkan media perantara yang lazim disebut fluida kerja. Di dalam ketel, fluida kerja berfungi untuk menyimpan energi panas yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar dalam ruang ketel. Dari ketel fluida kerja selanjutnya membawa energi panas ini untuk dialirkan ke turbin agar dapat diubah menjadi energi mekanik. Setelah sampai di turbin fluida kerja kembali ke ketel untuk mengulang hal yang sama. Singkatnya fluida kerja mengalir melintasi berbagai komponen dalam suatu lintasan tertutup yang disebut siklus fluida kerja. Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah :

Gambar 3.2 Siklus Fluida Kerja Dari gambar di atas, komponen-komponen yang dilalui fluida kerja adalah ketel, turbin,

20

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net kondensor dan pompa. Dalam ketel fluida kerja akan menyerap dan menyimpan energi panas hasil proses pembakaran bahan bakar. Akibat penyerapan energi panas ini, maka fluida kerja mengalami perubahan fase dari air menjadi uap. Uap yang keluar dari ketel (titik 2) akan mengalir ke turbin. Di dalam turbin, energi panas dalam uap diubah menjadi energi mekanik atau uap bekas dari turbin (titik 3) lalu dialirkan ke dalam kondensor untuk dikondensasikan melalui proses pendinginan dengan cara mengalirkan air pendingin ke dalam kondensor. Air kondensasi yang keluar dari kondensor (titik 4) kemudian dialirkan lagi ke dalam ketel dengan menggunakan pompa. Pada setiap komponen dalam siklus di atas fluida kerja mengalami 4 macam proses. Dalam konteks termodinamika keempat macam proses tersebut adalah : 1. Pada ketel terjadi proses penguapan secara isobar 2. Pada turbin terjadi proses ekspansi isentropis 3. Pada kondensor terjadi proses kondensasi secara isobar 4. Pada pompa terjadi kompresi secara isotropis Untuk kepentingan analisis, biasanya siklus tersebut harus ditampilkan dalam suatu diagram yang disebut diagram Temperatur Entropi ( diagram T.S). Dalam diagram ini, sumbu vertikal merepresentasikan besaran temperatur sedangkan sumbu horizontal menyatakan besaran entropi.

21

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net

Gambar 3.3 Siklus Rankine Sederhana Dari gambar di atas terlihat bahwa Proses 1 – 2 adalah proses di ketel Proses 2 – 3 adalah proses di turbin Proses 3 – 4 adalah proses di kondensor Proses 4 – 1 adalah proses di pompa Selanjutnya efisiensi dapat dihitung dengan rumus : 22

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net

ηs = =
Dimana : ηs = Efisiensi Input = luas daerah 1-2-3-B-A-4-1 = Entalpi titik 2 – Entalpi titik 4 Output = Entalpi titik 2 – Entalpi titik 3 Losses = T1 (Entropi titik B – Entropi titik A)

2

Komponen-komponen Utama PLTU Komponen-komponen utama dari sebuah PLTU tergantung dari jenis bahan bakar yang dipakai

yaitu batubara dan atau minyak. Pada umumnya komponen-komponen pada keduanya hampir sama, hanya ada beberapa perbedaan saja. Baik PLTU berbahan bakar minyak maupun batubara selalu dilengkapi dengan sistem bahan bakar minyak. Fungsi sistem ini adalah untuk menyediakan pasokan bahan bakar minyak bagi kebutuhan ketel. Pada tulisan ini kami hanya membahas

komponen-komponen utama PLTU berbahan bakar minyak karena bahan bakar minyak yang dipakai pada PLTU di Belawan. Minyak yang banyak dipakai di PLTU adalah jenis Heavy Fuel Oil (HFO) grade 6 yang juga dikenal sebagai minyak bungker C. Selain itu juga digunakan minyak yang lebih ringan (Lighter Oil) seperti grade 2 atau minyak diesel (Inland Diesel Oil) yang umumnya dipakai untuk penyalaan awal ketel.

23

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net

24

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net

Gambar 3.4 Diagram Uap dan Air pada PLTU Belawan

25

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net Siklus-siklus yang terdapat di PLTU : 1 Sistem Bahan Bakar Minyak Komponen-komponen sistem bahan bakar minyak diantaranya adalah : Tangki Penyimpanan Berfungsi sebagai sarana penampung bahan bakar minyak. Terdiri dari tangki penampung utama (Main Storage Tank) dan tangki harian (Daily Tank). Biasanya dilengkapi dengan pemanas (heater) minyak yang berfungsi untuk memanaskan minyak untuk menurunkan kekentalan agar lebih mudah dipompakan. Pompa Minyak Transfer pump, supply pump maupun booster pump memiliki fungsi yang sama yaitu untuk mengalirkan minyak. Transfer pump maupun supply pump umumnya berupa pompa ulir yang digerakkan oleh motor listrik pada putaran konstan dengan kapasitas untuk setiap pompa melebihi kebutuhan. Booster pump menggunakan pompa centrifugal. Fuel Oil Heater Fungsi utamanya untuk memanaskan minyak hingga mencapai temperatur yang cukup tinggi sehingga viskositas minyak memenuhi kriteria untuk kebutuhan atomisasi (Atomizing Range). Saringan Minyak (Strainer) Fungsinya untuk menahan partikel-partikel padat atau semipadat dari minyak agar tidak menimbulkan masalah pada komponen-komponen lain seperti pompa, oil heater dan sebagainya.

26

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net

Gambar3.5 Sistem Bahan Bakar Minyak

2 1

Sistem Air Pendingin Sistem Air Pendingin Utama Sistem air pendingin utama merupakan sistem yang menyediakan dan memasok air pendingin yang diperlukan untuk mengkondensasikan uap bekas di dalam kondensor. Air pendingin utama menyerap panas laten uap bekas dari turbin yang mengalir ke dalam kondensor. Terdiri dari 2 macam : Sistem air pendingin utama siklus terbuka Bar screen / Trash Rack Saringan putar Pompa penyemprot saringan putar Pompa pendingin utama

27

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net Kondensor Taproge Sistem air pendingin utama siklus tertutup Peralatan sistem air pendingin utama siklus terbuka sama dengan sistem air pendingin utama siklus tertutup, hanya saja ada tambahan yaitu menara pendingin (Coolong Tower) yang berfungsi mendinginkan air pendingin utama dengan menggunakan udara sebagai media pendingin.

2

Sistem Air Pendingin Bantu Sistem air pendingin bantu merupakan pemasok kebutuhan air pendingin untuk alat-alat bantu PLTU seperti : Hydrogen Cooler (untuk generator berpendingin hidrogen) Turbine Lube Oil Cooler Instrument & Service Air Compressor Pompa Air Pengisi (BFP) Air Heater Lube Oil Cooler GRF Lube Oil Cooler FDF & IDF Lube Oil Cooler Dan lain sebagainya

3

Sistem Air Pengisi Sistem air pengisi merupakan sistem penyedia pasokan utama air untuk kebutuhan ketel. Sistem air pengisi dibagi menjadi dua bagian yaitu sistem air pengisi tekanan rendah (air kondensat) dan sistem air pengisi tekanan tinggi (air pengisi ketel).

3

Sistem Air Kondensat Merupakan sumber pasokan utama untuk sistem air pengisi ketel. Selama berada dalam rentang sistem air kondensat, air mengalami 3 proses utama yaitu pemanasan, pemurnian, dan deaerasi. Komponen-komponen yang terdapat pada sistem air kondensat antara lain ; 28

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net Hotwell Pompa Kondensat Gland Steam Kondensat Steam Air Ejector Condensor Pemanas Awal Air Tekanan Rendah Deaerator 4 Sistem Air Pengisi Merupakan kelanjutan dari sistem air kondensat. Terminal akhir dari sistem air kondensat adalah deaerator yang merupakan pemasok air ke sisi hisap pompa air pengisi. Perbedaan mencolok antara air kondensat dengan air pengisi terletak pada tekanannya. Tekanan air pada sistem air pengisi naik hingga lebih tinggi dari tekanan ketel. Komponen-komponen sistem air pengisi antara lain ; Pompa Air Pengisi (BFP) Pemanas Awal Air Pengisi

4

Sistem Uap Sistem uap merupakan bagian dari siklus dimana fluida kerja berada dalam wujud uap dan dapat dikelompokkan menjadi :

5

Sistem Uap Utama (Main Steam System) Merupakan rangkaian pipa saluran untuk mengalirkan uap yang keluar dari ketel ke turbin.

6

Sistem Uap Panas Ulang (Reheat Steam System) Sistem ini hanya terdapat pada PLTU dengan turbin reheat.

7

Sistem Uap Ekstraksi (Extraction/Bled Steam System) Selama melintasi turbin hingga keluar ke kondensor, uap diekstrak di beberapa titik dan pada umumnya uap ini dialirkan ke pemanas awal air pengisi untuk memanaskan air pengisi.

5 8

Sistem Udara dan Gas Sistem Udara Pembakaran 29

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net Fungsinya adalah menyediakan udara yang cukup untuk kebutuhan proses pembakaran bahan bakar di dalam ruang bakar ketel. Dalam sistem udara pembakaran, dikenal istilah draft (draught) yang menyatakan tekanan statis dalam ruang bakar ketel. Ada empat macam draft yang dikenal yaitu : Natural Draft, Forced Draft, Induced Draft dan Balanced Draft. Forced Draft dan Balanced Draft merupakan draft yang paling banyak dipakai pada PLTU.

9

Sistem Gas Bekas Gas bekas (flue gas) merupakan gas-gas hasil dari proses pembakaran di ruang bakar ketel. Di dalam ruang bakar gas bekas mengalir ke arah atas sambil menyerahkan kandungan panasnya ke air yang berada di dalam pipa-pipa dinding ruang bakar. Dari ruang bakar, gas bekas selanjutnya mengalir memanaskan uap.

3

Ketel Uap dan Alat Bantunya Ketel uap merupakan suatu perangkat yang berfungsi untuk mengubah energi kimia dalam

bahan bakar menjadi energi panas yang disimpan dalam uap. Karena itu di dalam ketel terjadi perubahan fasa dari fluida kerja yaitu dari air menjadi uap. 6 Sistem Sirkulasi Air Dalam Ketel Pada prinsipnya, sistem sirkulasi air dalam ketel ada 2 macam yaitu sirkulasi alam (Natural Circulation) dan sirkulasi paksa (Forced Circulation) 7 Komponen Sistem Air dan Uap Economizer Merupakan elemen pemanas berbentuk jajaran pipa-pipa yang berfungsi untuk memanaskan air pengisi yang akan masuk ke drum dengan cara memanfaatkan sisa panas yang masih terkandung dalam gas sisa pembakaran. Boiler Drum Berfungsi untuk memisahkan air dari uap secara fisik sehingga diharapkan bahwa uap yang keluar dari drum sudah bebas dari butiran-butiran air.

30

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net Superheater Merupakan sekumpulan pipa-pipa yang berfungsi untuk menaikkan temperatur uap yang keluar dari drum sehingga menjadi uap panas lanjut (Superheated Steam) Attemperator Berfungsi menyemprotkan air ke dalam uap di superheater guna mengatur temperature uap. Umumnya ditempatkan antara superheater primer dan superheater sekunder 8 Sistem Draught/Draft Draft adalah istilah yang dipakai untuk menyatakan tekanan statis (static pressure) di dalam laluan udara (air duct), ruang bakar (furnace) dan laluan gas (gas duct). 9 Komponen-komponen pada Sistem Draft FDF/IDF FDF berfungsi untuk mengalirkan udara yang diperlukan bagi proses pembakaran di dalam ruang bakar ketel. sedangkan IDF berfungsi untuk menghisap gas bekas sisa pembakaran dari dalam ruang bakar ketel. Air Heater Berfungsi untuk memanaskan udara pembakaran dengan gas bekas sebagai media pemanas. Electrostatic Preciptator Berfungsi untuk menangkap abu dalam gas bekas sehingga gas yang keluar ke cerobong tidak lagi mengandung polutan berupa abu. 10 Alat Bantu Ketel Gelas Duga (Gauge Glass) : berfungsi sebagai sarana untuk melihat level air di dalam drum. Soot Blower : berfungsi untuk menghembus jelaga dengan media penghembus berupa uap atau air. Katup Pengaman (Safety Valves) : berfungsi untuk mengamankan ketel terhadap kemungkinan bahaya akibat kenaikan tekanan yang berlebihan. Furnace Probe : berfungsi untuk mendeteksi temperatur ruang bakar dalam tahapan start ketel khususnya saat belum terjadi aliran uap.

31

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net 4 Turbin Uap dan Alat Bantunya Turbin uap merupakan mesin rotasi yang berfungsi untuk mengubah energi panas yang terkandung dalam uap menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran poros.

11

Bagian-bagian Utama Turbin Uap Turbin uap terdiri dari beberapa bagian utama seperti : rumah turbin (casing), bagian yang

berputar (rotor), sudu-sudu yang dipasang pada rotor maupun casing, bantalan yang menyangga rotor. 10 Casing Merupakan rumah turbin yang membentuk ruangan (chamber) di sekeliling rotor sehingga memungkinkan uap mengalir melintasi sudu-sudu. Pedestal yang berfungsi untuk menempatkan bantalan sebagai penyangga rotor juga dipasangkan pada casing. Casing turbin dibedakan menjadi 3 kategori yaitu : “Single Casing”, “Double Casing”, dan “Tripple Casing”. Hampir semua turbin uap masa kini menerapkan rancangan Double Casing atau Tripple Casing karena periode startnya lebih cepat, masalah diferensial expansion lebih kecil dan pemeliharaanya relatif lebih mudah. 11 Rotor Rotor turbin terdiri dari poros beserta cincin-cincin yang terbentuk dari rangkaian sudu-sudu yang dipasangkan sejajar sepanjang poros. Rotor adalah bagian dari turbin yang mengubah energi yang terkandung dalam uap menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran poros. Secara umum ada 2 macam tipe rotor turbin yaitu rotor tipe piringan (disk) dan rotor tipe

32

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net drum. 12 Sudu Sudu adalah bagian dari turbin dimana konversi energi terjadi sudu sendiri terdiri dari bagian akar sudu, badan sudu dan ujung sudu. 13 Bantalan Sebagai bagian yang berputar, rotor memiliki kecendrungan untuk bergerak baik dalam arah radial maupun dalam arah aksial. Karena itu rotor harus ditumpu secara baik agar tidak terjadi pergeseran radial maupun aksial yang berlebihan. Komponen yang dipakai untuk keperluan ini disebut bantalan (bearing). Turbin uap umumnya dilengkapi oleh bantalan jurnal (journal bearing) dan bantalan aksial untuk menyangga rotor maupun membatasi pergeseran rotor. 12 14 Alat-alat Bantu Turbin Steam Chest Merupakan titik pertemuan antara pipa uap utama dengan saluran uap masuk turbin. Fungsi utama Steam Chest adalah sebagai wadah untuk menempatkan katup-katup governor sebagai pengatur aliran uap yang akan masuk ke turbin. 15 Katup Penutup Cepat (Stop Valve) Stop valve adalah katup penutup cepat yang berfungsi untuk memblokir aliran uap dari ketel ke turbin. Katup ini dirancang hanya untuk menutup penuh atau membuka penuh. Pada sebagian turbin, pembukaan katup ini juga dapat diatur (throtling) selama periode start turbin untuk mengatur aliran uap hingga putaran turbin tertentu. 16 Katup Pengatur (Governor Valve)

33

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net Berfungsi untuk mengatur aliran uap dari steam chest yang akan masuk ke turbin. Jadi tugas utamanya adalah mengatur putaran atau beban yang dihasilkan oleh turbin. 17 Reheat Stop Valve dan Intercept Valve 1. Reheat Stop Valve adalah komponen yang merupakan bagian dari rancangan turbin heat. Fungsi reheat stop valve hampir sama dengan main stop valve, tetapi katup ini dipasang pada saluran reheat. 2. Intercept Valve adalah katup terakhir yang dilalui uap sebelum masuk ke turbin tekanan menengah. 18 Katup Ekstraksi Satu Arah (Extraction Check Valve/EVC) Berfungsi untuk mencegah turbin terhadap kemungkinan overspeed akibat aliran balik uap ekstraksi dari pemanas awal ke turbin. 19 Turning Gear Merupakan suatu perangkat yang berfungsi untuk memutar rotor turbin generator pada putaran rendah (5-10 rpm) untuk menjamin pemanasan/pendingin rotor yang merata sehingga mengurangi kemungkinan bengkoknya rotor. Selain itu berfungsi untuk memberikan gerak awal dari rotor ketika turbin akan start sehingga gesekan statis pada bantalan dapat dikurangi. 13 Sistem Pelumas Turbin Sistem pelumas merupakan sistem yang cukup vital untuk turbin. Fungsinya bukan hanya terbatas untuk pelumasan kerja saja, tetapi juga untuk memindahkan panas dan memindahkan

34

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net kotoran. Di samping itu, pada sebagian besar turbin saat ini, sistem pelumasan juga memasok kebutuhan minyak hidrolik baik sebagai penggerak aktuator hidrolik (Power Oil) maupun sebagai minyak kendali (control oil) pada sistem pengaturan governor. Untuk turbin-turbin yang menggerakkan generator berpendingin hidrogen, sistem pelumas juga merupakan pasokan cadangan (back up oil) bagi sistem perapat poros generator (seal oil system).

Komponen-komponen utama dalam sistem pelumasan antara lain : Tangki pelumas Pompa pelumas Pendingin minyak pelumas Saringan-saringan Regulator Pemurni minyak (Purifier)

5

Perangkat Penukar Panas Perangkat penukar panas merupakan perangkat yang cukup penting dan banyak

diimplementasikan dalam sebuah PLTU. Dari berbagai jenis perangkat penukar panas yang diaplikasikan, kami hanya akan membahas mengenai penukar panas jenis “Tube and Shell”. 14 Konstruksi Penukar Panas “Tube and Shell” Penukar panas “Tube and Shell” terdiri dari beberapa bagian diantaranya : 20 Tube

35

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net Merupakan sekumpulan pipa-pipa yang disebut “Tube Bundle” berkaitan dengan adanya variasi temperatur, maka “Tube Bundle” dirancang untuk dapat mengantisipasi pemuaian (expansion) maupun penyusutan (extraction). Konfigurasi “Tube Bundle” di dalam shell ada berbagai macam diantaranya : Konfigurasi Tube Lurus Konfigurasi U Tube Konfigurasi Coil Tube Konfigurasi Bowed Tube 21 Shell Shell merupakan wadah dimana “Tube Bundle” ditempatkan. Dari posisinya shell ada yang horizontal dan ada pula yang vertikal. Bila ditinjau dari sisi aliran fluida, shell dapat dibedakan menjadi : Single pass tube, single pass shell Tubwo pass tube, single pass shell Two pass tube, two pass shell Four pass tube, two pass shell 22 Baffle Bila diamati lebih seksama, fluida yang mengalir diluar tube (shell side) akan cenderung mencari lintasan yang paling pendek (lintasan dengan hambatan yang terkecil) mulai dari sisi masuk hingga sisi keluar penukar panas. Hal ini menimbulkan konsekuensi bahwa tidak seluruh luas permukaan perpindahan panas

36

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net menjadi efektif. Untuk meningkatkan efektivitas luas permukaan perpindahan panas, maka di bagian luar tube (shell side) dipasang plat pengarah (Baffle) guna mengarahkan aliran fluida sehingga fluida di bagian luar tube dapat melintasi seluruh bagian dari penukar panas. 6 Pompa, Fan dan Kompresor 3.6.1 Pompa Pompa adalah suatu perangkat yang berfungsi untuk mengalirkan fluida cair. Secara umum, pompa dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu : Pompa Kinetic dan Pompa Positif Displacemment. 23 Pompa Kinetic Pompa Kinetic antara lain terdiri dari : Pompa Centrifugal Pompa centrifugal merupakan pompa yang paling banyak dipakai. Pada prinsipnya, pompa centrifugal menerapkan efek gaya centrifugal untuk menggerakkan fluida dimana fluida akan bergerak dalam lintasan melingkar untuk kemudian merubah kecepatan fluida menjadi tekanan. Secara garis besar, pompa centrifugal dibedakan menjadi dua tipe : Pompa Aliran Radial Pompa ini menerapkan efek gaya centrifugal untuk membangkitkan energi kinetik fluida. Umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan head dan kapasitas aliran yang cukup besar. Pompa Aliran Aksial Pompa ini menerapkan efek dari aksi menyendok (scooping) untuk mengalirkan

37

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net fluida. Umumnya digunakan dalam sistem yang membutuhkan kapasitas aliran besar namun hanya membutuhkan tekanan/head yang relatif kecil. 24 Pompa Positive Displacement Prinsip kerja pompa ini adalah berdasarkan kepada hukum yang menyatakan bahwa tidak mungkin ada dua macam benda yang secara substansial menempati tempat yang sama dalam waktu bersamaan. Contonya adalah pompa piston. Pompa ini terdiri dari pompa bolak-balik dan pompa rotary. 15 Kompresor dan Fan Kompresor dan fan merupakan perangkat untuk mengalirkan fluida gas. 25 Kompresor Kompresor digunakan untuk memampatkan dan mengalirkan gas sampai pada tekanan yang cukup tinggi. Berdasarkan cara kerjanya, kompresor diklasifikasikan menjadi kompresor positive displacement dan kompresor dynamic. Kompresor Positive Displacement Kompresor positif displacement masih dibedakan lagi menjadi 2 yaitu : Kompresor rotary Terdiri dari jenis kompresor ulir, kompresor sudu luncur (sliding vane) dsb. Tetapi kompresor ini jarang digunakan pada PLTU. Kompresor Torak Kompresor torak dapat mengompresikan gas sampai tekanan yang cukup tinggi. Kompresor ini dapat terdiri dari 1 tingkat (single stage) maupun banyak tingkat (multy

38

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net stage). Kompresor Dinamik Kompresor dinamik dibedakan atas : Kompresor centrifugal Pada prinsipnya sama dengan pompa centrifugal. Kompresor centrifugal juga dapat terdiri dari satu tingkat (single stage) ataupun banyak tingkat (multy stage). Prinsipnya adalah menciptakan efek centrifugal pada fluida gas melalui putaran impeller untuk selanjutnya dikonversikan menjadi kecepatan fluida dan akhirnya menjadi tekanan. Kompresor Aksial Jenis kompresor ini terdiri dari jajaran sudu-sudu dengan diameter yang makin mengecil ke arah sisi tekan kompresor. Diameter sudu yang semakin mengecil itu mengakibatkan penampang saluran fluida di antara sudu-sudu tersebut menjadi semakin mengecil pula. Ini mengakibatkan kecepatan fluida juga meningkat. Selain itu, kecepatan juga dipengaruhi oleh efek lift dari gerakan dan bentuk sudu-sudu. 26 Fan Fan dan kompresor adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk mengalirkan atau memampatkan fluida gas. Sebenarnya fan dan kompresor hampir sama, tetapi fan lebih banyak dipakai untuk mengalirkan fluida gas pada tekanan yang relatif rendah sedangkan kompresor digunakan untuk mengalirkan fluida gas pada tekanan yang relatif tinggi. Fan disebut juga kipas. Menurut alian gas, fan dibedakan menjadi 2 yaitu : fan aksial dan fan

39

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net sentrifugal. Fan Aksial Disebut juga Propeler atau Blower. Dapat mengalirkan gas akibat aksi lift dari gerakan. Fan Centrifugal Dapat mengalirkan gas akibat gaya centrifugal. Prinsipnya hampir sama dengan pompa sentrifugal dimana gaya sentrifugal ditimbulkan oleh putaran sudu-sudu (impeler). Berdasarkan bentuk sudu, fan centrifugal dapat dibedakan menjadi : Fan dengan bentuk sudu lurus Fan dengan bentuk sudu melengkung ke depan Fan dengan bentuk sudu melengkung ke belakang

40

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net

41

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net Table 3.1

BAB IV GENERATOR

4.1 Umum Generator adalah suatu perangkat yang berfungsi untuk mengubah energi mekanik dalam bentuk putaran poros menjadi energi listrik. Medan magnet dan rotor yang berputar mengakibatkan timbulnya GGL bolak-balik pada kumparan stator. Karena pada kumparan stator dipasang 3 buah kumparan yang masing-masing sumbu kumparan berjarak 120o, maka timbul GGL bolak-balik 3 fasa. Medan magnet pada rotor ditimbulkan dengan cara mengalirkan arus searah (DC) pada kumparan rotor. Pada PLTU Unit 3 dan 4 PLN Sektor Belawan, generator yang dipakai adalah jenis BBC tipe WX 18L-061 LLT buatan Swiss. Generator ini dapat dipakai untuk beban nominalnya ataupun pada kondisi puncak operasi. Untuk memulai dan menghentikan kerja generator ini dapat dilakukan dengan mudah. Generator ini dirancang secara sederhana agar mudah dalam pemakaiannya dan perawatannya.

42

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net

BAB V TRANSFORMATOR 5.1. Umum
Transformator atau lebih dikenal dengan trafo adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan energi listrik dari suatu induksi magnet dan berdasar prinsip electromagnet. Penggunaan trafo dalam sistem tenaga listrik memungkinkan terpilihnya tegangan yang sesuai untuk tiap keperluan misalnya untuk kebutuhan akan tegangan tinggi dalam pengiriman daya listrik jarak jauh. Trafo utama di PLTU Sicanang Belawan berfungsi untuk menaikkan tegangan dari generator 11 kv menjadi tegangan 150 kv pada sisi sekunder terminal trafo. Melalui trafo penaik tegangan ( step up transformer ) energi listrik ini kemudian dikirim melalui saluran transmisi udara tegangan tinggi menuju ke pusat-pusat beban. Dengan menggunakan saluran transmisi tegangan tinggi akan membawa arus yang relatif rendah yang berarti mengurangi rugi panas ( head loss ) yang menyertainya sampai di pusat-pusat beban, tegangan tinggi tersebut diturunkan menjadi tegangan menengah dan selanjutnya diturunkan lagi menjadi tegangan rendah untuk kemudian di distribusikan ke pemakai.

5.2.
5.2.1.

Transformator Daya
Inti transformator

Terdiri dari lapisan plat-plat baja silicon yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk batangan dengan ketebalan tertentu. Setiap lapisan-lapisan lempengan diisolasi dengan isolator yang sangat tipis dan pada umumnya dibuat dari bahan kertas. Pelapisan setiap lempengan bertujuan untuk memperkecil rugi-rugi histeristis. 43

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net Bentuk inti trafo ada dua macam yaitu tipe core dan tipe shell. Jenis shell tipe digunakan untuk trafo dengan daya kecil, lilitan dan lilitan sekunder terletak pada satu kaki inti, atau lilitan dilingkupi oleh kaki-kaki trafo. Keuntungan trafo bentuk ini adalah pembuatannya mudah dan fluks bocor dapat diperkecil. Kekurangannya adalah pemakaian inti yang kurang ekonomis. Tipe core digunakan untuk trafo yang dengan besar. Lilitan primer dan sekunder dililitkan pada kaki-kaki inti atau lilitan melingkupi inti. Keuntungan jenis ini adalah dapat menggunakan kawat dengan oisolasi yang lebih rendah, ekonomis dalam pemakaian inti. Kerugiannya yaitu kebocoran fluksi lebih besar dari jenis tipe sheel. Untuk trafo yang lebih besar pada jarak tertentu diberi celah udara untuk pendinginan.

5.2.2.

Lilitan transformator

Trafo mempunyai lilitan yaitu lilitan primer dan lilitan sekunder. Lilitan primer terhubung dengan sumber, sedangkan lilitan sekunder dihubungkan dengan beban. Liliitan dibuat dari bahan tembaga yang dilapisi dari dengan bahan isolasi. Untuk trafo dengan daya besar lilitan dimasukkan dalam minyak trafo untuk keperluan pendinginan. Banyaknya lilitan akan menentukan besar tegangan dan arus yang ada pada sisi sekunder.

5.2.3.

Bushing

Bushing adalah peralatan yang berfungsi untuk menghubungkan ujung-ujung kawat lilitan trafo dengan kawat dari penghantar luar. Selai itu juga sebagia pengaman hubung singkat antara kawat yang bertegangan dengan tangki trafo. Bushing terdiri dari penghantar yang ditempatkan didalam isolator yang terbuat dari bahan porselin dengan kwalitas yang baik. Isolator bushing berbentuk lekuk-lekuk dengan permukaan yang halus dan licin, agar kotoran tidak mudah melekat pada permukaan isolator. Untuk pemakaian tegangan tinggi antara isolator dengan penghantar terdapat ruangan yang diisi dengan minyak untuk pendingin 44

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net penghantar. Pengukuran level minyak terdapat di bagian atas bushing. Sisi luar bushing dilindungi dengan cat yang halus dan licin. Bushing untuk trafo daya dilengkapi dengan archinghorn yang berfungsi untuk melindungi isolator dari tegangan lebih yang timbul pada ujung-ujung bushing dari sambaran petir. Trafo daya PLTU Sicanang menggunakan bushing buatan ASEA dari Swedia dengan tipe sebagai berikut : a. Tipe 60B 650 Dipasang pada sisi tegangan tinggi trafo pada ketiga fasanya. Spesifikasi bushing tipe ini adalah sebagai berikut : · · · · Nominal voltage L – Earth voltage Dry lighting impuls Insulator length = 170 kv ( rms ) = 145 kv (rms ) = 650 kv ( peak t peak ) = 1250 mm

b.

Tipe COB 250 Dipasang pada sisi tegangan tinggi trafo pada titik netralnya. Spesifikasi bushing tipe ini adalah

sebagai berikut : · · · · Nominal voltage L – Earth voltage Dry lighting impuls Insulator length = 52 kv ( rms ) = 40 kv (rms ) = 250 kv ( peak t peak ) = 780 mm

45

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net

c.

Tipe DIN 20N Dipasang pada sisi tegangan rendah trafo pada ketiga titik fasanya. Spesifikasi bushing tipe ini

adalah sebagai berikut : · · Rated voltage = 24 kv Rated current = 3150 A.

5.2.4.

Conservator

Conservator berupa tangki tambahan berbentuk silinder yang ditempatkan diatas tangki trafo. Fungsi alat ini adalah untuk tempat luapan minyak trafo pada saat memuai akibat temperatur yang tinggi pada lilitan.

5.2.5.

Dehydrating breather

Pada saat minyak naik suhunya, akan terjadi perubahan volume minyak yang berakibat terdorongnya udara dalam kantong udara pernafasan menuju keluar sedangkan pada saat minyak dingin terjadi penyusutan volume minyak yang menyebabkan udara luar tersebut masuk ke dalam tangki trafo. Selama proses tersebut akan terjadi singgungan antara minyak dengan udara luar. Jika udara tersebut lembab, maka uap air akan terserap oleh minyak trafo yang berakibat turunnya tegangan tembus. Untuk mengatasi hal tersebut diatas, pada ventilasi udara dipasang alat pernafasan berupa saringan silikagel yang akan menyerap uap air. Bila silikagel yang berwarna biru sudah jenuh oleh uap air maka akan terjadi perubahan warna menjadi merah muda, untuk itu harus diaktifkan dengan cara pemanasan pada temperatur 150° - 200°C sehingga warnanya berubah menjadi biru. Selain silikagel, 46

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net pemeliharaan juga dilakukan pada piringan-piringan berpori dan oil seal yang brfungsi sebagai filter debu ataupun serangga yang terbawa bersama-sama udara.

5.2.6.

Tap changer

Tap changer adalah alat yang berfungsi untuk merubah kedudukan tap (sadapan) dengan maksud mendapatkan tegangan keluaran yang stabil walaupun beban berubah-ubah. Tap changer selalu diletakkan pada posisi tegangan tinggi dari trafo pada trafo utama. Tap changer diletakkan pada sisi tegangan 150 kv sedangkan pada trafo pemakaian sendiri diisi tegangan 13,8 kv. Terdapat dua macam tap changer yang dibedakan berdasarkan kondisi kerjanya yaitu : a. Off load tap changer Adalah tap changer yang dioperasikan dalam keadaan tak berbeban. Tap changer ini dipasang pada trafo utama dan dioperasikan secara manual dengan memutar engkol sebelum mengoperasikannya, trafo harus dibebaskan dari sumber tegangan ( off).

b.

On load tap changer Tap changer yang selama pindah tap, trafo tetap terhubung dengan sumber tegangan. Alat ini

dipasang pada trafo pemakaian sendiri. Cara pengoperasian alat ini bisa dilakukan secara manual maupun otomatis.

5.2.7.

Indikasi temperatur

Indikasi temperatur trafo terdiri dari indikasi suhu minyak trafo dan indikasi suhu lilitan trafo. Batas suhu maksimum minyak trafo 70° C dan batas suhu lilitan trafo 89° C. Kerja dari indikasi ini berhubungan dengan kerja rele suhu ( temperatur relay ).

47

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net

5.2.8.

Pendingin transformator

Rugi-rugi pada lilitan primer, sekunder dan inti trafo berubah menjadi energi lain, sebagian besar berubah menjadi panas. Karena itu trafo perlu di dinginkan. Ada beberapa macam metode pendinginan trafo sebagai berikut : a. Pendingin udara Pendingin udara trafo dengan peralatan kipas yang digerakkan oleh motor listrik, tiga buah ditempatkan disamping tangki trafo untuk menghembuskan udara ke dalam tangki trafo yangsedang bekerja. Untuk menyaring udara yang masuk digunakan filter pada lubang masuknya.

b.

Pendingin minyak Pemakaian minyak untuk pendinginan mempunyai tujuan agar minyak mempunyai kemampuan

isolasi yang lebih baik dari pada udara dan agar minyak dapat menghantarkan panas dengan baik. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh minyak untukpendinginan trafo adalah kekuatan dielektriknya tinggi, bebas asam organic, maupun alkali dan belerang, viskositasnya rendah, pada waktu operasi normal tidak terbentuk Lumpur dan titik nyala tinggi atau tidak mudah terbakar.

c.

Pendingin elemen Pendinginan elemen tersusun dari lembaran-lembaran metal yang berbentuk berliku-liku. Setiap

pasang bentuk liku-liku disatukan dan didalamnya diisi dengan minyak trafo. Dengan demikian terdapat celah udara diantara kedua pasang lekukan. Celah udara ini dimaksudkan untuk mendinginkan minyak trafo. Di PLTU Sicanang trafo utama 11 kv / 150 kv didinginkan secara paksa. Dimana minyak trafo 48

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net sebagai media pendingin hanya disirkulasikan dengan bantuan pompa tekanan tinggi, kemudian minyak didinginkan dengan kipas angin ( fan ) sebanyak tiga buah. Kipas angin diharapkanberurutan dimana jika sebuah kipas belum memungkinkan untuk mendinginkan maka kipas ke dua dan ke tiga akan hidup secara otomatis. Sistem pendinginan semacam ini disebut dengan istilah OFAF ( Oil Forced Air Forced ) Peralatan yang termasuk dalam system pendinginan ini antara lain adalah conservator dan radiator. Radiator berfungsi sebagai tempat penyaluran panas dari media minyak ke udara.

5.2.9.

Proteksi transformator

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan operasi pembangkit, maka trafo daya perlu dilindungi dengan berbagai rele proteksi. Rele digunakan untuk mendeteksi terjadinya gangguan dan rele ini akan

mengirimkan sinyal untuk memutus rangkaian atau membunyikan alarm. Kecepatan gerak rele dalam mengirim sinyal tergantung nilai seting yang telah ditentukan. Macam – macam rele proteksi yang digunakan untuk trafo adalah : a. Rele suhu Rele ini adalah rele mekanis yang berfungsi mendeteksi suhu minyak dan kumparan secara langsungyang akan membunyikan alarm serta mengaktifkan PMT. b. Rele beban lebih Rele ini berfungsi untuk mengamankan trafo terhadap beban yang berlebihan yang menggunakan sirkit simulator untuk mendteksi lilitan trafo yang pada tahap pertama membunyikan alarm dan tahap berikutnya menjatuhkan PMT.

49

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net c. Rele bucholz Rele ini berfungsi untuk mendeteksi adanya gas yang ditimbulkan oleh loncatan bunga api dan pemanasan setempat dalam minyak trafo. d. Rele tekanan lebih ( sudden pressure relay) Rele ini berfungsi untuk mengamankan trafo terhadap tegangan lebih dan dipasang pada semua trafo.

e.

Rele arus lebih Rele ini berfungsi untuk mengamankan trafo terhadap gangguan hubunga singkat antar fasa didalam

maupun diluar daerah pengaman trafo, juga diharapkan rele ini mempunyai sifat komplementer dengan rele beban lebih. Rele ini juga berfungsi sebagai cadangan bagi pengaman instalasi lainnya. f. Rele gangguan tanah Rele ini berfungsi untuk mengamankan trafo terhadap gangguan hubungan singkat ke tanah di dalam maupun diluar pengaman. g. Rele tangki tanah Rele ini berfungsi untuk mengamankan trafo terhadap hubung singkat antara kumparan fasa dengan tangki trafo yang dititik netralkan ke tanah. h. Rele differential Rele ini berfungsi untuk mengamankan trafo terhadap gangguan hubung singkat yang terjadi didalam daerah pengaman trafo.

50

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net

i.

Rele gangguan tanah terbatas Rele ini berfungsi untuk mengamankan trafo terhadap gangguan tanah didalam daerah pengaman

trafo khususnya untuk gangguan di dekat titik netral yang tidak dapat dirasakan oleh rele diferential. j. Rele fluksi lebih Rele ini berfungsi untuk mengamankan trafo. Rele ini mendeteksi besaran fluksi atau perbandingan tegangan dan frekwensi.

5.3.

Operasi Transformator

Pada saat generator pembangkit beroperasi, trafo daya ini berfungsi sebagai trafo penaik tegangan ( step up transformer ) 11 kv / 150 kv. Tegangan 150 kv ini akan disalurkan ke Gardu Induk melalui jaringan transmisi udara tegangan tinggi 150 kv. Namun jika generator tidak beroperasi, trafo daya ini berfungsi sebagai trafo penurun tegangan ( step down transformer ) 150 kv / 11 kv untuk memenuhi kebutuhan listrik unit pembangkit seperti penerangan, AC, alat komunikasi, dan alat-alat kontrol.

5.4.

Pemeliharaan Transformator

Pemeliharaan trafo daya di PLTU SICANANG telah dilakukan beberapa kali dalam periode waktu tertentu yaitu. pemeliharaan rutin 6 bulanan dan predictive maintenance. Pemeliharaan trafo antara lain meliputi melakukan megger pada bagian belitan trafo, pemeriksaan sistim pendingin, membersihkan isolator dan konektor, pengencangan baut-baut, pengujian rele proteksi dan alat –alat kontrol. Penggantian komponen – komponen trafo juga dimungkinkan apabila dalam

51

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net pemeriksaan rutin terjadi kerusakan.

5.5.

Data-data Transformator Utama

Electrical data Function Nr of the transformer Type Standarts Power H.V ( MVA ) Power L.V ( MVA ) : gas – turbine-transformer : HST 15094/I/I :TPV 81250 : IEC : 81.25 : 81.25

Hight Voltage Tension (V) Current ( A ) Connection : 150.000 ± 2 x 3 ‘750 : 298…329 : wye

Low voltage Tension ( V ) Current ( A ) Connection : 11’000 : 4’265 : Delta

Vector group Impedance voltage ( % ) Frequency ( c/s ) or ( Hz )

: YN d ii :12 ± 10 % : 50

Mechanichal Data Tank For vacuum 52

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net Traditional with “ Waves “ reinforcing Botton equipped with wheels ( rail gange 1435 / 2435 mm ) Not bell – type Cover and tank screwed

Cover For vacuum 100 % Flat type ( active part is regidely fixed to the cover )

Oil conservator Not for vacuum Traditional With flexible rubber separator Internal size in mm Total capacity in dm³ : 1’465 : 2’730

Perntage of the oil capacity in the tank in % : 10.62 0 of the Δ t in ˚C Fixed on the tank It is not permitted to lift the conservator failed with oil,by mean of its eyelets. : -20

Other data’s Oil Mineral oil Type of oil Not in habited oil : Nynas 10 B

Maximum calculated Δ t Δ t in degrees 0

: for the adjust ment of the thermometer : 56

53

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net Ambient temperatures Minimum Maximum ( to be given )

Altitude in service H in M : ≤ 1000

Installation Out door

Painting Type According to Instruction sheet : ST 38 - 13 : 2 compenents

( Can be ob tation on request at BBC- secheron ) Colour of the final coat : RAL 70 36

5.6.

Transformator Pemakaian Sendiri

Trafo pemakaian sendiri adalah trafo daya yang berkapasitas kecil yang digunakan untuk mencatu kebutuhan daya sendiri. Unit pembangkit sisi primer dari trafo pemakaian sendiri dihubungkan ke sisi tegangan rendah dari trafo utama. 1. Konstruksi trafo pemakaian sendiri Pada dasarnya konstruksi dari trafo pemakaian sendiri adalah sama dengan konstruksi trafo

54

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net utama. Hanya saja ada perbedaan antara ukuran fisik dan system pendinginan. 2. Pendinginan transformator pemakaian sendiri Pendinginan trafo pemakaian sendiri adalah menggunakan system ONAN ( Oil Natural Air Natural ) yaitu inti trafo dan lilitan trafo didinginkan oleh minyak secara alami ( minyak tidak di pompa ) sedangkan minyak itu sendiri didinginkan oleh udara secara alami ( udara bersikulasi secara alami tanpa dihembuskan oleh fan ). Minyak pendingin didinginkan oleh udara melalui pendingin elemen. Pendingin elemen ini tersusun dari lembaran-lembaran logam.

3.

Proteksi transformator pemakaian sendiri Sistem proteksi pada trafo pemakaian seniri adalah sama halnya dengan system proteksi pada trafo

utama dan telah diuraikan secara jelas pada bagian sebelumnya.

4.

Operasi transformator pemakaian sendiri. Trafo pemakaian sendir bekerja secara terus-menerus setiap hari, walaupun generator unit sedang

tidak beroperasi. Trafo pemakaian sendiri pada sisi primer dihubungkan ke sisi tegangan rendah trafo utama untuk memperoleh penurunan tegangan 13,8 kv ke 220 v. Tegangan 220 v ini digunakan untuk mencatu kebutuhan sendiri seperti motor listrik, penerangan, peralatan proteksi, peralatan kontrol, AC, dan system komunikasi.

5.

Pemeliharaan Untuk menjaga keandalan dan kesiapan, trafo pemakain sendiri juga dilakukan pemeliharaan 55

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net secara periodik seperti trafo utama.

6.

Data-data transformator pemakaian sendiri

Data Trafo pada PLTU unit 3 dan unit 4 Trafo BBC

Low voltage
No-Load Voltage Current Connection Vector group Impedance Voltage Freguency : 733 A : Delta : Yndll : 8± 10 % : 50 c/s : 6300 V

Mechanical data Tank For vacum 100 % Traditional with waves reinforcing Bottom eqipted with wheels (rail gauge 1435/1435 mm) Not bell type Cover and tank screwed

Cover (s)
For vacum 100 % Flat type avtiv part rigidely fixed to the cover.

56

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net

Oil Conservator (s) Oil Conservator for the transformator Not for vacum Traditional With flexible rubber separator Internal size Total capacity Approx oil capacity at 20 0 of : - 20 : 1000 mm : 1463 : 1462

Trafo BAT TECHNICAL CHARACTERISTIC

Transformator serial Nr 16’606.1,1 and 2 Type Erection Rated Power Cooling : TP 6300 : outside : 6300 KVA : ONAN

H.V Side No-load Voltage Current Connection

: 11000±2 x 275 V : 315…331…348 A :Y

Vector Group

: Yyo 57

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net Impedance Voltage Freguency :7 % : 50 Hz

Insulating and cooling liguid oil Nynaas 10 Weight of transformer With out oil Oil With oil Untanking weight : 9’900 kg : 2540 kg : 12.440 kg : 6’480 kg

Max temperatur rise Winding Oil : 65 : 60

58

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan Dari hasil kerja praktek yang telah dilaksanakan selama 2 bulan di PT. PLN (persero) Sektor Pembangkitan Belawan dapat disimpulkan antara lain : 1. PLN Sektor Belawan merupakan pemasok utama kebutuhan listrik di Sumatera Utara dan sebagian besar wilayah Aceh. 2. Pada kondisi saat ini kapasitas terpasang hampir sama dengan kapasitas beban puncak sehingga apabila terjadi gangguan ataupun perawatan salah satu unit pembangkit maka sebagian tempat (konsumen) tidak bisa terlayani atau terjadi pemadaman secara bergantian. 3. PLN Sektor Belawan menggunakan jenis pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), dan pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU), dimana PLTGU bisa bekerja sebagai PLTG saja pada keadaan tertentu misalnya perawatan komponen PLTU. 4. Semua peralatan-peralatan yang ada di PLN Sicanang Belawan dilengkapi dengan alat proteksi yang tujuannya melindungi peralatan tersebut dari berbagai macam gangguan dan untuk menjamin keandalan sistem. 5. Sekarang ini generator di PLTU hanya dapat menghasilkan daya sebesar 50 MW dari 65 MW. 6. Untuk alat-alat proteksi generator dilakukan pemeriksaan secara rutin setiap sebulan sekali dan pada saat perbaikan.

59

( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.Word-to-PDF-Converter.net

6.2 SARAN 1. Untuk menjamin penyaluran energi listrik yang kontiniu pada saat sekarang ini, PLN sebaiknya mengusahakan sumber energi listrik yang baru (tambahan dari sumber yang ada) karena kapasitas terpasang hampir sama dengan beban puncak. Dengan demikian apabila terjadi gangguan maka semua tempat masih bisa dilayani. 2. Hendaknya hubungan yang baik antara mahasiswa, perguruan tinggi dan perusahaan lebih ditingkatkan dengan cara pemberian fasilitas yang mendukung dalam pelaksanaan kerja praktek. 3. Perlu diadakan peningkatan sosialisasi antara PLN dengan masyarakat sehingga timbul kesadaran masyarakat untuk ikut berperan dalam usaha mengatasi masalah beban puncak dengan cara melakukan penghematan energi listrik.

60

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful