ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KONVEKSI (Studi Kasus di Pasar Godean, Sleman, Yogyakarta

)

SKRIPSI

Ditulis dan diajukan untuk memenuhi syarat ujian akhir guna memperoleh gelar sarjana jenjang Strata-1 Program Studi Ekonomi Pembangunan pada Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia

ditulis oleh Nama Nomor Mahasiswa Program Studi : Galih Suryananto : 01313102 : Ekonomi Pembangunan

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FAKULTAS EKONOMI YOGYAKARTA 2005

i

PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME

"Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa skripsi ini telah ditulis dengan sungguh-sungguh dan tidak ada bagian yang merupakan jiplakan karya orang lain seperti dimaksud dalam pedoman penyusunan skripsi Program Studi Ekonomi Pembangunan FE UII. Apabila dikemudian hari terbukti bahwa pernyataan ini tidak benar, saya sanggup menerima hukuman / sanksi apapun sesuai peraturan yang berlaku."

Yogyakarta,

Desember 2005

Penulis,

Galih Suryananto

ii

PENGESAHAN

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Konveksi (Studi Kasus di Pasar Godean, Sleman, Yogyakarta)

Nama Nomor Mahasiswa Program Studi

: Galih Suryananto : 01313102 : Ekonomi Pembangunan

Yogyakarta, Desember 2005 telah disetujui dan disahkan oleh Dosen Pembimbing,

Dra. Indah Susantun, M.Si.

iii

PENGESAHAN UJIAN

Telah dipertahankan/diujikan dan disahkan untuk memenuhi syarat guna memperoleh gelar Sarjana jenjang Strata 1 pada Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia

Nama Nomor Mahasiswa Program Studi

: Galih Suryananto : 01313102 : Ekonomi Pembangunan

Yogyakarta, Desember 2005 Disahkan oleh,

Pembimbing Skripsi Penguji I Penguji II

: Dra. Indah Susantun, M.Si. : :

Mengetahui, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia

Drs. Suwarsono, MA.

iv

MOTTO “ Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapatkan kemenangan “ ( QS. Alam Nasyrah : 6 ) v . An Nabaa’ : 31 ) “ Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan “ ( QS.

Mas Cahyo dan Mbak Nita. Mbak Naning. Mas Danto yang aku sayangi vi .HALAMAN PERSEMBAHAN Karya Tulis ini kupersembahkan untuk : Ibu Maryuti dan Bapak Sumarlam Suryahadi tercinta.

Yogyakarta. Indah Susantun. Yogyakarta. selaku dosen pembimbing skripsi yang telah memberikan nasehat.KATA PENGANTAR Dengan mengucap puji syukur Alhamdullillah. Selaku Dekan Fakultas Ekonomi. yang telah memberikan ijin penelitian. Bapak Kepala Dinas Pasar Godean beserta Staf yang telah membantu dan memberikan informasi dan kesempatan kepada penulis. 4. penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Konveksi”. bimbingan dan pengarahan dalam penyelesaian sripsi ini. Ketua BAPPEDA Dati II Kabupaten Sleman. Penulisan ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi guna memperoleh gelar sarjana Ekonomi di Universitas Islam Indonesia. MA. tenaga dan pikiran demi tersusunnya skripsi ini. Suwarsono. Universitas Islam Indonesia. vii . Di dalam penulisan ini. penulis banyak mendapatkan bantuan dan dukungan dari pihak yang telah rela meluangkan waktu.Si. 2. atas berkah dan rahmat Allah SWT. M. Ibu Dra. Oleh karena itu pada kesempatan ini. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bapak Drs. penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. 3.

Ajeng. Sahabatku Rizka.5.. Accord Maestro dan NSR Kencono yang selalu menemaniku dan memberikan aku kenyamanan dalam menikmati hidup dan masa muda. Great Corolla. Oecil. Sponsor resmi Surya Batik Jogja dan untuk seluruh keluarga besarku yang tidak dapat kusebut satupersatu yang telah memberikan kasih sayang dan dukungan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini... Isa (Arab). Mas Cahyo. Ika jawa. Seluruh keluargaku tercinta.. Om Bambang. Kakak-kakakku tersayang (Mbak Naning. Mas Danto). Serta membiayai kuliah sampai tamat. Iwan dan semua rekan-rekanku Ekonomi Pembangunan angkatan ’01 dan semua pihak yang tidak dapat disebut namanya satu per satu. Kang Wafak yang membantuku dalam tercapainya penulisan ini.??? Thanks for mbak-mbak and mas-mas Dj. 10. Satria. Asep... yang membuat hidupku menjadi lebih hidup. Irma.. viii . Maturnuwun nggih. Tita. 9. Ibu tercinta (i lope you) yang tidak bosanbosannya senantiasa memanjatkan doa untuk keselamatanku didunia ini dan diakhirat kelak.Dita.. Meti.. Reva. Anang. 8.. Dian Sastrowardoyo yang kupandangi setiap saat. Ayahku yang selalu mendorongku baik lahir dan batin. Lisa. 7. Ella. Dian.. Best for my inspiration.. Bayu. Hisam.Amin. 6. Pokoke don’t Worry be Happy. (Teamlosi). Iko. Dinal. Pedagang Konveksi Pasar Godean yang telah banyak membantu dalam memberikan informasi dalam pengumpulan data. Mbak Nita. Pak Sus. Mbak Asni.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna karena kesempurnaan hanyalah milik Allah semata. Semua pihak yang telah turut mendoakan dan membantu penulis dalam menyelesaikan Skrpsi ini.11. Segala kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan skripsi ini. Desember 2005 Galih Suryananto ix . Yogyakarta. Akhirnya penulis berharap. semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan dapat memberikan pengembangan pengetahuannya.

.................4 Manfaat Penelitian ............... Halaman Daftar Tabel .......1 Letak Wilayah ............................................. 9 9 9 11 x .............................. 1... Halaman Pengesahan Ujian………………………………………………........................................DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul .... Halaman Motto…………………………………………………………… Halaman Persembahan ................................................................................................................................... 2........................................................................................................................................................................................................................................................................... 1.......................................................................................................................................................................................... Halaman Pengesahan ................................................................. Halaman Kata Pengantar .................. Halaman Daftar Isi ...... 2...................... 1 1 5 6 7 7 BAB II GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN ........................................... 1....................................... 2.............................................................2 Rumusan Masalah Penelitian . Halaman Daftar Gambar ................ 1........3 Tujuan dan Manfaat Penelitian ................1 Latar Belakang Masalah ............. Halaman Pernyataan Bebas Plagiarisme .........................................................3 Pedagang ........ 1...............2 Luas Wilayah .5 Sistematika Penulisan .................................. i ii iii iv v vi vii x xiv xv BAB I PENDAHULUAN ................................................................

.....2 Permintaan Dalam Pasar Persaingan Sempurna ......3 Macam Ongkos dan Penerimaan.......4 Sektor Informal ................................................8 Faktor-faktor yang mempengaruhi Pendapatan Pedagang Konveksi 33 4..........................................................4 Keuntungan Maksimum ........................................................................................2 4. 2...................1 Pengertian Pendapatan ............... Kesempatan Kerja ......................................... 4...................... 4................ Penerimaan (Revenue) ......... Tenaga Kerja ............3............ 34 34 35 36 xi ..................... 4...................... 4.................... 4..........6 Keseimbangan Pasar ..........................2 2...........1 4.............. 4.......3 4.....................2 Macam Ongkos ............... 4...1 2....... 18 18 22 25 25 26 27 27 30 33 4.................... Komposisi Pedagang Menurut Pendidikan ..3 2...................3..5 Kurva Konsumsi Pendapatan dan Kurva Engelica .......................... BAB III KAJIAN PUSTAKA ...4 Komposisi Pedagang Menurut Jenis Barang Dagangan 11 Komposisi Pedagang Menurut Umur dan Jenis Kelamin 12 Komposisi Pedagang Menurut Agama.....................8................... 13 14 14 15 2.8.....2.......3............7 Usaha-usaha Meningkatkan Pendapatan..... 16 BAB IV LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS ...................... 4.....1 4.....8...8.............................................. Modal ...................................................3.....5 Struktur Organisasi .............3..3.......................................................................4 Perkembangan Pasar Godean..............

................... xii ............... 6....................1 Uji T-test .............................................................................................3 Uji Autokorelasi............................................4 Devinisi Variabel .............. 5..7.....1 Lokasi Penelitian .....................................2 Cara Pemilihan Sampel ..............3 Pengujian Hipotesis............ 5....................................... 5.........................1........9 Hipotesis Penelitian..7.......6 Koefisien Determinasi............1 Uji Asumsi Klasik.........4......................1 Uji Multikolinieritas.... 5............................................1 Uji Hipotesis Pertama ....... 39 39 39 40 40 41 43 44 44 45 46 47 BAB VI ANALISIS DAN PEMBAHASAN ..............1 6..... 5..................... 5........2................ 6......................................................................................................................................................................................... 5........... 6..................2 6..................... 5......2 Uji Heterokedastisitas ....1.................7.1............. 5...................... 6........................................................1 Profil Responden.... Uji Heteroskedastisitas...........................3 Uji Autokorelasi .........................3...................................................................3.......................................2 Uji Asumsi Klasik ............... 6...........7.....................2..7 Pengujian Hipotesis.........1.............5 Metode Analisi Data ......3 Sumber data...... 5......................................... 37 BAB V METODE PENELITIAN ................................................2............................ Uji Multikolinieritas........................................ 49 49 51 52 52 53 54 55 55 6...... 5..

.......3.....3.............................1.3 6........ 65 LAMPIRAN……………………………………………………………… xiii ......................... 55 56 57 58 58 60 62 62 63 6............3..4 Uji F-Test .......... DAFTAR PUSTAKA .......................................1................... Persamaan Regresi .............................................................3 Uji Hipotesis Ketiga............. BAB VII KESIMPULAN DAN IMPLIKASI ................................1 Kesimpulan ................................................................................ 7....................2 Implikasi Kebijakan dan Saran .. Koefisien Determinasi (R2) ...........................4 Pembahasan .3...................... 7.......................6................................ 6................................. 6.......3......2 Uji Hipotesi Kedua...............................2 6............

.......................................................................................... Modal........8 Hasil Uji F-Test............................................... Pengalaman Dagang ............5 Komposisi Pedagang Menurut Tingkat Pendidikan........ 54 6.....................4 Komposisi Pedagang Menurut Agama......3 Komposisi Pedagang Menurut Umur dan Jenis Kelamin .................... 53 6.............2 Distribusi Frekwensi Tingkat Pendidikan.................................... 57 6............ 52 6.......7 Hasil Pengujian Regresi ..................................................1 Jenis dan Jumlah Bangunan Pasar Godean .................. 58 6............................................... 51 6................. 54 6......... Jam dagang................................ 13 2................................ 59 xiv ........ 5 2.. 12 2............. 14 6.........1 Pengelompokan Los Menurut Jenis Barang Dagangan Tahun 2004 .......1 Profil Responden................................. 4 1....6 Hasil Pengujian Heteroskedastisitas ........... 11 2........10 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda.... 49 6........ 50 6....................................................4 Hasil Uji Autokorelasi ..5 Hasil Uji Multikolinieritas ...............................3 Diskripsi Pendapatan......DAFTAR TABEL Tabel Teks Halaman 1...............2 Komposisi Dagangan Menurut Jenis Dagangannya Tahun 2004 ...............2 Komposisi Pedagang Menurut Jenis Barang Dagangannya ................................. 10 2.............9 Hasil Koefisien Determinasi ..................

............................................1 Permintaan Harga Sewa Tanah ................................................................... 20 4.............................. 31 xv ............. 24 4.....................6 Kurva Engel ..................................................................DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 4............ 21 4.........7 Kurva keseimbangan Pasar ....4 Kurva Permintaan dalam Pasar Persaingan Sempurna ... 28 4......................................................3 Permintaan Tenaga Kerja..5 Kurva Konsumsi Pendapatan .................. 29 4.......2 Permintaan Harga Barang Modal................. 19 4.........................................................................

banyak terjadi PHK pada sektor formal ini. Adanya pembangunan selain memberikan dampak positif juga memberi dampak negatif terutama dutunjukkan oleh berbagai masalah tenaga kerja dan kesempatan kerja. Namun akibat adanya krisis ekonomi yang melanda Indonesia. sedangkan permintaan tenaga kerja dipasar tenga kerja sangat terbatas.1 BAB I PENDAHULUAN 1. Selama ini pembangunan selalu diprioritaskan pada sektor ekonomi. pada kenyataannya sektor informal bisa menjadi penyelamat bagi masalah ketenagakerjaan yang kita hadapi. Hal ini menjadi masalah yang sangat serius bagi bangsa Indonesia. bahwa kelihatannya setor informal tidak mampu menampung tenaga kerja seperti harapan kita. mengingat jumlah penduduk yang pada gilirannya merupakan penawaran tenaga kerja yang berlebihan. Pembangunan merupakan salah satu cara untuk mencapai keadaan tersebut. Hal ini akan menambah angka penggangguran serta akan menimbulkan keresahan sosial.1 Latar Belakang Masalah Tujuan Pembangunan Nasional adalah mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Lapangan kerja pada sektor formal menjadi prioritas bagai para tenaga kerja. Banyak bidang informal yang berpotensi untuk diangkat dan digali menjadi salah satu bidang usaha yang menghasilkan keuntungan dan income . Untuk itu perlu dikembangkan lapangan kerja pada sektor informal . sedang sektor lain hanya bersifat menunjang dan melengkapi sektor ekonomi.

Pendapatan pedagang konveksi dapat menjadi tumpuan pendapatan keluarga. Untuk itu pemerintah menghimbau pada masyarakat agar menciptakan lapangan kerja sendiri seperti berdagang masalnya. Dengan jumlah penduduk yang relatif tinggi di daerah pedesaan. hal ini dilatar belakangi oleh : a. Usaha berdagang merupakan salah satu alternatif lapangan kerja informal. Ini disebabkan karena pendapatan mereka hanya dari sektor pertanian saja. . Tidak cukupnya pendapatan di sektor pertanian b. Sedangkan lahan pertanian semakin berkurang karena telah banyak digunakan untuk pemukiman. yang ternyata banyak menyerap tenaga kerja. Pada umumnya pedagang konveksi di Pasar Godean mendapatkan barang dagangannya dari produsen tetapi ada juga pedagang yang memproduksi sendiri. Pekerjaan dan pendapatan di usaha tani bersifat musiman. Pada umunya para pedagang mempunyai tujuan utama mendapatkan laba tertentu (mungkin maksimal) dan mempertahankan atau semakin berusaha meningkatkannya. seperti pedagang Konveksi di pasar Godean.Bagi masyarakat godean khususnya aktivitas diluar sektor pertanian bukan merupakan hal yang baru. kehidupan mereka masih miskin dan tertinggal. tidak memungkinkan sektor pertanian untuk menampung jumlah tenaga kerja yang semakin berlipat ganda di masa yang akan datang.2 keluarga sekaligus dapat menyerap tenga kerja. padahal dengan semakin banyaknya jumlah penduduk. sehingga diperlukan waktu untuk menunggu.

Disamping letaknya yang strategis yang berada dipusat keramaian atau kota kecamatan. Los pasar. tas. Usaha tani mengandung resiko dan ketidak pastian Sebagaimana yang telah dihimbau olaeh pemerintah. Masyarakat di Kecamatan Godean. Pasar Godean secara keseluruhan mencakup wilayah seluas 8000 m². Bango serta fasilitas umum. Kios atau toko dibedakan dalam berapa kelas dari kelas I sampai III tergantung dari strategis tidaknya letak kios tersebut.3 c. . dan lain-lain. Kabupaten Sleman melakukan kegiatan berdagang. Pasar Godean sebagai pusat jual beli masyarakat Kecamatan Godean pada khususnya karena merupakan pasar terlengkap yang ada di Kecamatan Godean. Barang yang diperdagangkan berbeda-beda seperti sepatu. Luas ini terdiri dari bangunan permanen (kios). pakaian. dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarga agar menciptakan usaha diluar sektor pertanian. sembako.

1 Pengelompokan Los Menurut Jenis Barang Dagangan Tahun 2004 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jumlah Sumber : Kantor Dinas Pasar Jenis Dagangan Kelontong Pakaian Sayur mayur Sepatu Pisang Daging Buah Roti (Makanan) Bolo Pecah Alat Pertanian Abak Beras Rumah Makan 59 Jumlah Los 28 14 3 1 2 1 1 2 1 2 1 1 2 Jumlah pedagang yang berada dipasar Godean menurut data dari dinas pasar berjumlah 1166 orang. Ini diketahui dari pedagang yang pernah mendaftar untuk menempati kios. . los pasar.4 Secara rinci dapat digambarkan dalam tabel dibawah ini : Tabel 1. bango maupun tempat lain.

maka perlu diketahui faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan pedagang dan berapa besar pengaruh faktor – faktor tersebut terhadap pedagang konveksi di pasar Godean.2 Komposisi Pedagang Menurut Jenis Barang Dagangan Tahun 2004 No Jenis Dagangan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kelontong Pakaian Sayur-mayur Sepatu Pisang Daging Buah Roti (makanan) Bolo Pecah Alat Pertanian Abak Beras Rumah Makan Lain-lain Jumlah Sumber : Kantor Dinas Pasar Jumlah 546 224 48 56 32 19 16 32 16 32 16 16 12 101 1166 1. maka dapat diketahui penelitian ini : .2 Rumusan masalah Setelah melihat latar belakang masalah. Dengan melihat latar belakang masalah diatas.5 Tabel 1.

6 1. 4. pengalaman berdagang terhadap pendapatan pedagang konveksi. Berapa besar pengaruh jam berdagang terhadap pendapatan pedagang konveksi 2. Berapa besar pengaruh jam berdagang. Berapa besar pengaruh pengalaman berdagang terhadap pendapatan pedagang konveksi 4. Untuk menganalisis berapa besar pengaruh jam berdagang. Untuk menganalisis berapa besar pengaruh pengalaman berdagang terhadap pendapatan pedagang konveksi. modal dagang.3 Tujuan Penelitian 1. Untuk menganalisis berapa besar pengaruh jam berdagang terhadap pendapatan pedagang konveksi 2. pengalaman berdagang terhadap pendapatan pedagang konveksi. Berapa besar pengaruh modal dagang terhadap pendapatan pedagang konveksi 3. 1. . Untuk menganalisis berapa besar pengaruh modal dagang terhadap pendapatan pedagang konveksi 3. modal dagang.

2. metode analisis dan metode penelitian. Sebagai persyaratan akademik dalam rangka memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Ekonomi Pembangunan di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. .4 Manfaat Penelitian 1.7 1. BAB II : Gambaran Umum Obyek Penelitian Bab ini berisi data umum yaitu gambaran mengenai pedagang dan data khusus yaitu data-data yang akan digunakan dalam perhitungan. Diharapkan Pemerintah Daerah dapat membina dan mengarahkan pedagang konveksi guna peningkatan pendapatan pedagang. 3. BAB III : Kajian Pustaka Bab ini berisi mengenai penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Diharapkan dapat bermanfaat bagi pedagang konveksi untuk meningkatkan pendapatan mereka. rumusan masalah. tujuan dan manfaat penelitian. 1.5 Sistematika Penulisan Penulisan ini akan dibagi dalam beberapa bab meliputi : BAB I : Pendahuluan Pada bab ini berisi latar belakang masalah.

. BAB V : Metode Penelitian Dalam bab ini menguraikan tentang metode analisis yang digunakan dalam penelitian dan data-data yang digunakan beserta sumber data. pengertian pedagang Konveksi. serta berisi teori pendukung hipotesa.8 BAB IV : Landasan Teori dan Hipotesis Penelitian Pada bab ini berisi landasan teori yang meliputi pembahasan mengenai pengertian pendapatan. BAB VII : Kesimpulan dan Implikasi Kebijakan Pada bab ini berisi kesimpulan dan saran dari hasil penelitian. BAB VI : Analisis dan pembahasan Pada bab ini berisi pembahasan atau analisa data yang dilakukan sehubungan dengan masalah yang diteliti. modal. tenaga kerja.

9

BAB II
GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

2.1 Letak Wilayah Pasar Godean terletak di kota kecamatan yaitu di kecamatan Godean, kabupaten Sleman, Yogyakarta. Pasar Godean ini dibangun oleh Dinas Pendapatan Daerah (DIPENDA) kabupaten Sleman dan merupakan cabang pasar. Pembangunan dilakukan pada tahun 1994-1995 dan diresmikan pada tahun 1995. Namun sebelum pasar ini dibangun di tempat ini sudah berfungsi sebagai pasar, walaupun hanya pasar tradisional yang ramai pada waktu pasaran pon saja, dan itu berlangsung hingga sekarang. Pada saat hari pasaran pon tiba maka, pasar Godean ini sangat ramai karena banyak pedagang yang datang dari luar kecamatan Godean ini. Pasar Godean dibatasi oleh: - Sebelah Utara dibatasi oleh jalan Lingkar Utara Pasar - Sebelah Selatan dibatasi oleh Jalan Raya Godean – Yogyakarta - Sebelah Barat dibatasi oleh Jalan Raya Godean – Seyegan - Sebeleh Timur dibatasi oleh Jalan Lingkar Timur Pasar

2.2 Luas Wilayah Pasar Godean secara keseluruhan mencakup wilayah seluas 8000 m2. Luas ini terdiri dari bangunan permanen (kios), los pasar, bango, serta fasilitas umum. Kios / toko dibedakan dalam beberapa kelas dari kelas I – III tergantung dari

10

strategis tidaknya letak kios tersebut. Pada kios kelas I (satu) berarti letaknya paling strategis dan baru diikuti oleh kelas-kelas yang ada dibawahnya. Secara rinci dapat digambarkan dalam tabel dibawah ini:

Tabel 2.1 Jenis dan jumlah bangunan pasar Godean Jenis Bangunan Kios Jumlah 182 Keterangan Setiap toko mempunyai luas 3m × 2,5m ; 3m × 4m ; 5m × 3,5m Setiasp los ditempati oleh 16 pedagang Setiap bango ditempati oleh 5 – 10 pedagang tergangtung luas bango Diadakan di kantor dinas pasar pada hari-hari tertentu

Los Bango

59 4

Kantor dinas pasar Bank Pasar MCK Sumur Mushola Pos Layanan Kesehatan

1 1 2 1 1 1

Sumber : Kantor Dinas Pasar

11

2.3 Pedagang Jumlah pedagang yang berada di pasar Godean menurut data dinas pasar berjumlah 1166 orang. Ini diketahui dari pedagang yang pernah mendaftar untuk menempati kios, los pasar, bango maupun tempat lain

2.3.1 Komposisi Pedagang Menurut Jenis Barang Dagangan Dari data dibawah ini dapat dilihat komposisi pedagang menurut jenis dagangannya. Tabel 2.2 Komposisi Pedagang Menurut Jenis Barang Dagangan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Jenis Dagangan Kelontong Pakaian Sayur Mayur Sepatu Pisang Daging Buah Roti (makanan) Bolo Pecah Alat Pertanian Abak Beras Rumah Makan Lain-lain Jumlah Sumber : Dinas Pasar Jumlah 546 224 48 56 32 19 16 32 16 32 16 16 12 101 1166 Prosentase ( % ) 46,83 19,22 4,12 4,8 2,74 1,63 1,37 2,74 1,37 2,74 1,37 1,37 1,03 8,67 100,00

12

Dari tabel dapat diketahui bahwa paling banyak adalah pedagang dengan jenis barang dagangan kelontong yaitu 546 pedagang atau 46,83 % dan yang kedua adalah pedagang pakaian yaitu 224 pedagang atau 19,22 % dan yang lain (jenis dagangan yang tidak ada dalam pengelompokan jenis dagangan) yaitu sebanyak 101 pedagang atau 8,67 % dari keseluruhan pedagang yang ada dipasar Godean.

2.3.2 Komposisi Pedagang Menurut Umur dan Jenis Kelamin Komposisi Pedagang menurut umur dan jenis kelamin penting untuk mengetahui jumlah golongan usia. Pada tabel diketahui bahwa pedagang perempuan lebih banyak dibanding dengan laki-laki.

Tabel 2.3 Komposisi Pedagang Menurut Umur dan Jenis Kelamin Umur 15 – 20 tahun 21 – 30 tahun 31 – 40 tahun 41 – 50 tahun 51 – 60 tahun 61 tahun keatas Jumlah Laki-laki 3 28 40 51 53 10 182 Perempuan 25 79 243 352 173 112 984 Jumlah 28 107 280 403 226 122 1166

Sumber : Dinas Pasar

66 %.66 - Sumber : Dinas Pasar Dari tabel dapat diketahui bahwa agama Islam menduduki peringkat tertinggi yaitu sebanyak 1088 pedagang atau 93.3.03 % dan kemudian agama Kristen 31 pedagang atau 2.03 2.13 Dari data didalam tabel dapat diketahui bahwa paling banyak adalah pedagang Perempuan dengan usia antara 41 – 50 tahun dan urutan kedua adalah pedagang dengan usia 31 – 40 tahun. 2.31 %. tingkat selanjutnya adalah agama Khatolik sebanyak 47 pedagang atau 4. .4 Komposisi Pedagang Menurut Agama No 1 2 3 4 5 Agama Islam Khatolik Kristen Budha Hindu Jumlah 1088 47 31 Prosentase (%) 93.31 4.3 Komposisi Pedagang Menurut Agama Tabel 2. Sedangkan pedagang laki-laki jumlahnya hanya 182 orang jauh dibawah pedagang perempuan.

4 Komposisi Pedagang Menurut Pendidikan Tabel 2.00 2.4 Perkembangan Pasar Godean Seiring dengan perkembangan jaman dan pemerintahan maka perolehan pasar Godean diambil alih oleh Dinas Pendapatan Daerah (DPD) yang sekarang menjadi Badan Pengelola Keuangan Kekayaan Daerah (BPKKD).33 100. . Jumlah 2 6 287 336 193 342 1166 Prosentase (%) 0.82 16.33 % ini terjadi karena memang banyak pedagang dipasar Godean yang berusia lanjut sehingga mereka tidak sempat memperoleh pendidikan.5 Komposisi Pedagang Menurut Tingkat Pendidikan No 1 2 3 4 5 6 Pendidikan Tamat PT Tamat Akademi Tamat SLTA Tamat SLTP Tamat SD Belum Sekolah Jumlah Sumber : Dinas Pasar Dari tabel diatas diketahui bahwa tingkat pendidikan pedagang dipasar Godean paling banyak adalah yang tidak sekolah yaitu 342 pedagang atau 29.52 24.61 28.3.17 0. Sejalan dengan perkembangan dan peningkatan kegiatan perekonomian. Pasar Godean serta untuk tuntutan kehidupan manusia sudah sewajarnya bila pasar dikelola lebih baik dari sebelumnya.14 2.55 29.

5 Struktur Organisasi Pasar Godean adalah salah satu pasar yang berada dibawah pengelolaan Badan Pengelola Keuangan Kekayaan Daerah yang merupakan unsur pelaksana Pemda dibidang urusan pasar. Melaksanakan urusan rumah tangga dibidang urusan pasar 2. Dinas pasar mempunyai tugas Pokok : 1. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan untuk BPKKD Untuk kelancaran tugas pokok dan fungsi dinas pasar maka dilakukan struktur organisasi.15 2. . Melakukan tugas pembantu yang diserahkan untuk BPKKD 3. Dinas pasar yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada BPKKD Kabupaten Sleman.KHD/2001. Penjabaran tugas pokok pengelola keuangan dan kekayaan daerah didasarkan keputusan Bupati Sleman Nomor : 06/kep.

12794.12794. 2.16 BAB III KAJIAN PUSTAKA Dalam penelitian ini penulis menjadikan beberapa penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya menjadi acuan pustaka diantaranya : 3.6611164 b. 154. . artinya jika curahan jam kerja naik satu jam maka akan meningkatkan jumlah pendapatan keramik sebesar Rp. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara besarnya modal sendiri terhadap tingkat pendapatan pengusaha keramik. Terdapat hubungan yang signifikan antara besarnya curahan jam kerja terhadap tingkat pendapatan pengusaha keramik. besarnya pengaruh tersebut dapat dilihat dari nilai koefisien regresi sebesar 154. artinya jika modal sendiri naik sebesar satu rupiah maka akan meningkatkan jumlah pendapatan pengusaha keramik sebesar Rp.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : a. besarnya pengaruh tersebut dapat dilihat dari nilai koefisien regresi sebesar 2. menulis skripsi di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia tahun 1999 dengan judul “FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pengusaha Keramik” yang menggunakan analisis linier berganda.1 Penelitian yang dilakukan oleh Endang Puspasari.6611164.

Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat nilai F hitung > F tabel yaitu 603.2 Penelitian yang dilakukan oleh Hendri tahun 2001 dengan judul “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pengusaha Jasa Telkom” Dengan uji asumsi Klasik.0727 > 3.15 maka kita menolak Ho yang berarti menerima Ha.17 3.Hasil penelitian ini menunjukkan : a. jam operasional dan jarak antar pesaing secara bersamasama ada hubungan yang signifikan antara variabel independen dengan variabel dependen. hal ini ditunjukkan oleh variabel independen yaitu jarak antar pesaing yang mempunyai nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel pada α = 0. Dari uji klasik untuk heteroskedastisitas pada analisis penelitian ini tidak terpenuhi. Dari hasil pengujian secara serempak dapat diketahui bahwa variabel jumlah satuan sambungan. .05 dengan uji dua sisi ( -3. b.880942281>-2.000) yang berarti jarak antar pesaing berpengaruh secara signifikan sehingga tidak memenuhi asumsi homokedastisitas.

Harga-harga ini ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan dipasar faktor produksi. baik berupa uang kontan maupun natura. antara penawaran dan permintaan.18 BAB IV LANDASAN TEORI 4. Pengertian Pendapatan Pendapatan adalah penerimaan bersih seseorang. Jumlah faktor-faktor produksi yang ia miliki yang bersumber pada . Harga per unit dari masing-masing faktor produksi. Harga faktor produksi dipasar faktor produksi ( seperti halnya juga untuk barang-barang dipasar barang ) ditentukan oleh tarik menarik. Secara singkat income seorang warga masyarakat ditentukan oleh : a. • • Hasil-hasil tabungannya di tahun-tahun yang lalu Warisan atau pemberian b. Penawaran dan permintaan dari masing – masing produksi ditentukan oleh faktor – faktor yang berbeda : a. Dan sektor produksi ini”membeli” faktor-faktor produksi tersebut untuk digunakan sebagai input proses produksi dengan harga yang berlaku dipasar faktor produksi. Pendapatan atau juga disebut juga income dari seorang warga masyarakat adalah hasil “penjualan”nya dari faktor-faktor produksi yang dimilikinya pada sektor produksi. Tanah ( termasuk didalamnya kekayaan-kekayaan yang terkandung didalam tanah. mineral.1. air dan sebagainya ) mempunya penawaran yang .

1 Harga Tanah (Sewa) S P3 P2 P3 D3 D2 D Faktor Produksi Tanah b. Modal ( sumber-sumber ekonomi ciptaan manusia ) mempunyai penawaran yang lebih elastis karena dari waktu ke waktu warga masyarakat menyisihkan sebagian dari penghasilannya untuk ditabung (saving) dan kemudian sektor produksi akan menggunakan dana tabungan ini untuk pabrik-pabrik baru. Sedangkan permintaan ( demand ) akan tanah biasanya menaik dari waktu ke waktu karena : (A) naiknya harga barang-barang pertanian. Dengan demikian harga dari tanah akan menaik dengan cepat dari waktu ke waktu. (b) naiknya harga barang-barang lainnya (mineral.19 dianggap tidak akan bertambah lagi. membeli mesin – mesin ( yaitu investasi). barang-barang industri yang menggunakan bahan-bahan mentah dari tanah). Gambar 4. maka penawaran dri barang-barang . Karean adanya saving dan investasi. (c) bertambahnya penduduk (yang membutuhkan tempat tinggal).

mesin jahit juga akan naik. perumahan dan sebagainya). Gambar 4.2 Harga barang modal S1 S2 S3 P1 P2 P3 D1 0 D2 D3 Modal c. • Pertumbuhan pendapatan penduduk ( yang dicerminkan oleh kenaikan pendapatan nasional atau ( GNP ) perkapita).mesin tenun. Permintan akan baranngbarang jad. Tenaga Kerja mempunyai penawaran yang terus menerus menaik sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Sedangkan permintaan akan tenaga kerja tergantung pada kenaikan permintaan akan barang jadi (seperti halnya dengan permintaan akan barang-barang modal. Disamping itu permintaan . Bila harga pakaian naik.20 modal dari waktu ke waktu bisa bertambah sedangkan permintaan akan barang-barnag modal terutama sekali dipengruhi oleh gerak permintaan akan barang-barang jadi. maka permintaan akan mesin. pada gilirannya depengaruhi oleh dua faktor utama : • Pertumbuhan penduduk ( yang membutuhkan tambahan baju.

misalnya: faktorfaktor motivasi lain dan sebagainya).21 akan tenaga kerja dipengaruhi pula oleh kemajuan teknologi ini.Permintaan akan tenaga kerja tidak tumbuh secepat penawaran tenaga kerja (atau pertumbuhan penduduk) maka ada kecenderungan bagi upah (harga faktor produksi tenaga kerja) untuk semakin menurun. Inilah sebabnya penghasilan untuk pengusaha yang sukses juga cukup besar di negara tersebut. Kepengusahaan (entrepreunership) merupakan faktor produksi yang paling sulit untuk dianalisa. dengan tujuan mengurangi . Gambar 4. karena faktor-faktor yang menentukan penawaran pun permintaannya sangat beraneka ragam (dan sering faktor-faktor ini diluar kemampuan ilmu ekonomi untuk menganalisa. Cara yang banyak dilakukan adalah dengan tetap mempertahankan hak milik perseorangan. Pada umumnya penawaran pada negara berkembang orang yang berjiwa “enterpreuner” masih sangat kecil.3 Harga Tenaga Kerja (upah) S1 S2 S3 P1 P2 P3 D1 0 D2 D3 Q d.

22 ketidakmerataan distribusi pendapatan. karena dianggap sistem pasar yang akan menjamin terwujud kegiatan memproduksi barang dan jasa yang efisien. perumahan ) • Penyediaan jasa-jasa yang berguna untuk umum oleh negara (misalnya rumah sakit. yaitu ciri-cirinya. klinik ) • • • Memperkecil pengangguran Pendidikan yang murah dan merata Berbagai kebijaksanaan yang menghilangkan hambatan-hambatan bagi mobilitas (baik vertikal maupun horizontal ).2. Interaksi produsen dan seluruh pembelian di pasar yang akan menentukan harga pasar dan seorang produsen hanya menerima harga yang sudah ditentukan tersebut. Dalam analisis ekonomi sering dimisalkan bahwa perekonomian pasar persaingan sempurna. 4. Ini berarti berapapun barang yang sudah diproduksi dan dijual untuk . pakaian. Akan tetapi dalam prakteknya tidak untuk menentukan jenis industri yang struktur organisasinya dapat digolongkan kepada persaingan sempurna yang murni. yaitu struktur pasar dari berbagai kegiatan atau di pasar sektor pertanian. Permintaan dalam Pasar Persaingan Sempurna Pasar Persaingan Sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal.cara-cara yang bisa dilakukan oleh negara antara lain adalah : • • Pajak progesif atas kekayaan atau penghasilan Penyediaan kebutuhan hidup dasar (misalnya makanan pokok.

Apabila harga barang yang diproduksi adalah 200. dengan demikian kurva ini adalah kurva hasil penjualan rata-rata pada harga barang 200 dan dinyatakan sebagai Aro. sedangkan garis TR 1 adalah kurva penjualan total apabila harga 400. Do adalah kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan. Garis Tro adalah hasil penjualan total apabila harga 200. kurva D1 = AR adalah kurva permintaan dan juga kurva hasil penjualan rata-rata pada harga 400. a). Untuk produsen dalam pasar persaingan sempurna hasil penjualan rata-rata (AR ) adalah seperti yang ditunjukkan gambar (b). Kurva permintaan pada dasarnya digambarkan dengan tujuan menjelaskan tentang jumlah permintaan atas suatu barang pada berbagai barang harga. karena jumlah tersebut hanya sebagaian kecil dari jumlah yang diperjualbelikan di pasar. Ini menyebabkan kurva penjualan total berbentuk garis lurus yang bermula dari titik nol (Gb. Jika harga barang yang dijual perusahaan adalah 400. Titik-titik pada TRo dan TR1 menggambarkan hasil penjualan total pada berbagai jumlah barang yang dijual.23 produk ini akan dapat merubah harga yang ditentukan di pasar. . Dalam pasar persaingan sempurna harga tidak akan berubah walau bagaimanapun banyaknya jumlah barang yang dijual perusahaan. Disamping itu dengan menganalisa kegiatan perusahaan menunjuk hasil jual ratarata yang diterima produsen di berbagai tingkat produksi.

Adapun pengertian Ar (average Revenue) atau penjualan marginal adalah tambahan hasil penjualan yang diperoleh produsen dari menjual 1 unit barang bagi hasil penjualan. Harga dalam persaingan sempurna.4 P TR1 TRo Q Gambar (a) Hasil Penjualan dalam Persaingan AR. . MR 400 D1 = AR1 = MR1 = Rp. 400. P.24 Gambar 4.- 200 D1 = AR0 = MR0 = Rp. sedangkan seluruh jumlah pendapatan yang diterima perusahaan dari menjual barang yang diproduksi dinamakan hasil penjualan total (TR). 200. Rata-rata.- Kuantitas Gambar (b) Hasil Penjualan marginal.

TC = TFC + TVC. (Misalnya : penyusutan. upah.25 4.3. Macam Ongkos Kurva ongkos adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah ongkos produksi yang dikeluarkan produsen (pada sumbu vertikal) dan tingkat output (pada sumbu horizontal). ongkos produksi bisa dibagi menjadi : a) Total Fixed Cost (TFC) atau ongkos tetap total. b) Total Variable Cost (TVC) atau ongkos variabel total.3. Macam Ongkos dan Penerimaan 4. ongkos angkut dan sebagainya). AFC = TFC Q (dimana Q = tingkat output) . c) Total Cost (TC) atau ongkos total adalah penjumlahan dari baik ongkos tetap maupun ongkos variabel. Dari segi sifat ongkos dalam hubungannya dengan tingkat output.1. adalah jumlah ongkosongkos yang tetap dobayar perusahaan (produsen) berapapun tingkat outputnya. Jumlah TFC adalah tetap utuk setiap tingkat output. sewa gedung dan sebagainya). d) Average Fixed Cost (AFC) atau ongkos tetap rata-rata adalah ongkos tetap yang dibebankan pada setiap unit output. adalah jumlah onkos-ongkos yang berubah menurut tinggi rendahnya output yang diproduksikan. (Misalnya : ongkos untuk bahan mentah.

TR = Q.adalah kenaikan dari Total Cost yang diakibatkan oleh diproduksinya tambahan satu unit output. AVC = TFC Q f) Average Variable Cost (ATC) atau onkos total rata-rata. Penerimaan (Revenue) Revenue yang dimksudkan adalah penerimaan produsen dari hasil penjualan outputnya.Total Revenue adalah output kali harga output. MC = ∆TVC ∆TC = ∆Q ∆Q 4. a) Total Revenue (TR) Yaitu penerimaan total produsen dari hasil penjualan outputnya.3. adalah ongkos produksi dari setiap unit output yang dihasilkan. ATC = TC Q g) Margiinal Cost (MC) atau ongkos marginal. yang dibebankan pada setiap unit output. Ada beberapa konsep Revenue yang penting untuk analisa perilaku produsen.PQ .2. sedangkan TC = TFC + TVC maka kenaikan TC ini sama dengan kenaikan TVC yang diakibatkan oleh produksi 1 unit output tambahan. Dan karena produksi 1 unit ouput tidak menambah (atau mengurangi) Tfc. selain AFC.26 e) Average Variable Cost (AVC) atau ongkos variabel rata-rata adalah semua ongkos-ongkos lain.

Bila ia telah mencapai posisi ini dikatakan ia telah berada pada posisi equilibrium. MR = ∆TR ∆Q 4. Disebut posisi equilibrium karena pada posisi ini tidak ada kecenderungan baginya untuk kmengubah output( dan harga output) nya. Dengan lgika yang sama kita jua dapat . Seperti diketahui salah satu faktor penting yang mempengaruhi permintaan akan suatu barang adalah harga barang itu sendiri. Kurva Konsumsi Pendapatan Dan Kurva Engelica Salah satu faktor (variabel) bukan harga yang mempengaruhi permintaan adalah pendapatan konsumen pembeli. 4.4.Kurva permintaan adalah kurva yang mnunjukkan hubungan antara harga dengan jumlah yang diminta.27 b) Average Revenue (AR) Yaitu penerimaan produsen perunit output yang ia jual. c) Marginal Revenue (MR) Yaitu kenaikan dari TR yang disebabkan oleh tambahan penjualan 1 unit output. Keuntungan Maksimum Produsen dianggap akan selalu memilih tingkat output (Q) dimana ia bisa memperoleh keuntungan total yang dimaksimum. AR = TR Q. maka keuntungan totalnya justru menurun.5.PQ = PQ = Q Q Jadi Ar tidak lain adalah harga (jual) output perunit (=PQ).

Hubungan ini dapat diterangkan dengan menggunakan kurva indiferensi. Pada kasus barang normal.5 Kurva Konsumsi Pendapatan Kuantitas barang Y E1 E0 I1 I0 X0 X1 KA0 KA1 Kuantitas barang X .28 menggambarkan kurva Engel yaitu kurva yang menunjukkan hubungan antara pendapatan dan kuantitas yang diminta.kura ini berlereng menanjak karena kenaikan pendapatan akan menambah kemampuan konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi lebih banyak barang barang dan jasa-jasa. Gambar 4.

Para konsumen merupakan subyek rasional dimana ia membelanjakan semua kepuasan (daya guna) total maksimum.29 Gambar 4. Keduanya didasarkan pada upaya pilihan barang-barang konsumsi oleh konsumen individual untuk memaksimumkan kepuasan (daya guna) total dengan batasan pendapatan yang jumlahnya tertentu. Pendekatan daya guna marginal menggunakan anggapananggapan sebagai berikut. Daya guna marginal mengalami penurunan bila semakin banyak suatu barang dikonsumsi. Mereka mempunyai preferensi yang jelas akan barang-barang dan jasa-jasa yang daya .6 Kurva Engel Kuantitas barang Y B N1 A N0 X0 X1 Kuantitas barang X Pendekatan Teori Permintaan Konsumen Individual Dua pendekatanmencoba menjelaskan hukum permintaan yaitu teori daya guna marginal dan pendekatan kurva indiferensi.

hingga dapat diperoleh posisi keseimbangan baru dengan pendekatan kurva indiferensi.6.Bila posisi keseimbangan pada harga berbeda dihubungkan pada analisis pendekatan kurva indiferensi. dengan merubah harga. Cara yang sama. Kurva permintaan konsumen individual akan suatu barang dapat diperoleh dengan mengubah harga barang bersangkutan. Selanjutnyaq bila kuantitas keseimbangan serta tingkat pendapatan yang bersangkutan digambarkan maka diperoleh kurva Engel berlereng menanjak naik pada barang normal.dengan pendekatan ini.dihubungkan maka diperoleh kurva pendapatan konsumsi.Dengan demikian harga suatu barang dan jumlah yang diperjual belikan ditentukan dengan melihat keseimbangan suatu pasar . Keseimbangan Pasar Istilah keseimbangan atau equilibrium artinya suatu keadaan dimana tidak terdapat suatu kekuatan yang dapat menyebabkan terjadi perubahan keadaan dipasar dapat dikatakan dalam keseimbangan apabila jumlah yang disupplay para penjual pada suatu tingkat harga tertentu adalah sama dengan jumlah yang diminta para pembeli pada harga tersebut. Keseimbangan konsumen atau posisi kepuasan maksimal sedemikian rupa hingga daya guna marginal perrupiah dari pendapatan yang dibelanjakan sama untuk setiap baramng yang dikonsumsi.maka diperoleh kurva harga komsumsi. Jika dilihat secara grafik keadaan keseimbangan pasar tercapai pada .30 guna marginal srta totalnya. Bila posisi titik keseimbangan pada tingkat pendapatan berbeda.juga dapat digunkan untuk memperoleh kurva permintaan konsumen individual dengan pendekatan daya guna marginal. 4. Harga barang konsumsi sudah tertentu dan tetap tak berubah berapapun yang dibeli.

untuk satu buah kaos.31 perpotongan kurva demand dan supply. Dalam keadaan ini dikatakan pasar kaos sudah dibersihkan (cleared). 250.7 Harga S 25. Gambar 4.itu tidak ada kaos di pasar. Dalam kenyataannya supplay dan demand tidak selalu berada dalam keadaan keseimbangan. bahkan beberapa pasar mungkin tidak akan mencapai keseimbangan apabila kondisi berubah tiba-tiba.000.000.. Pada keadaan keseimbangan ini tidak ada tekanan terhadap harga dan jumlah berubah lagi.000. Namun kecenderungan pasar biasanya menuju kearah keseimbangan. Dengan demikian harga yang tetap berada diatas keseimbangan maka . 25.pembeli bersedia membeli 100 satuan dan penjual bersedia menjual 100 satuan juga.000 D 0 100 Kuantitas Gambar Kurva Keseimbangan Pasar Pada gambar diatas. Untuk memehami mengapa pasar cenderung mengarah ke kondisi keseimbangan misalnya penjualan meminta harga Rp. jika dimisalkan harga kaos sebesar Rp. 35. Jadi pada harga Rp.

Gaji dan Upah Imbalan yang diperoleh setelah orang tersebut melakukan pekerjaan untuk orang lain yang diberikan dalam waktu satu hari. Pada harga itu pembeli hanya bersedia membeli 20 satuan. satu minggu maupun satu bulan. Akibatnya ada kelebihan penawaran (excess of supply) sebanyak 30 satuan.000 untuk sebuah kaos sedang pembeli menginginkan 110 satuan. Dalam keadaan ini terjadilah kelebihan perminyaan tersebut. dan ini biasanya merupakan pendapatan sampingan antara lain: milik sendiri dan semua biaya ini biasanya tidak . yaitu Rp. 25. 15. b. tetapi penjualan melepas 50 buah kaos. nilai sewa kapital diperhitungkan. penjual menganjurkan agar pembeli bersedia membayar kaos itu dengan harga yang lebih mahal. Pendapatan Dari Usaha Lain Pendapatan yang diperoleh tanpa mencurahkan tenaga kerja. sedangkan penjual mengharapkan dapat menjual 50 satuan.000. c. Secara garis besar pendapatan digolongkan menjadi tiga golongan yaitu: a. Jika pembeli hanya bisa membayar Rp.32 prodiksi akan berusaha menghasilkan dan menjual lebih dari jumlah yang akan dibeli konsumen. Pendapatan dari Usaha Sendiri Merupakan nilai total dari hasil produksi yang dikurang dengan biayabiaya yang dibayar dan usaha ini merupakan usaha milik sendiri atau keluarga dan tenaga kerja berasal dari anggota keluarga sendiri.

Usaha-usaha meningkatkan Pendapatan Pada umumnya manusia merasakan bahwa penghasilan / pendapatan yang diterima saat ini masih kurang dan menjadi masalah yang tidak akan pernah terselesaikan. b.7.33 a. Bunga dari uang c. ternak dan barang lain. Pendapatan dari pensiun e. 2. Secara umum dapat diterangkan bahwa usaha untuk dapat meningkatkan penghasilan dapat digunakan beberapa cara antara lain: 1. Sumbangan dari pihak lain d. Pemanfaatan waktu luang Individu mampu memanfaatkan waktu luang yang tersisa dari pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya menjadi kesempatan yang baru untuk menambah penghasilan. Pendapatan dari hasil menyewakan aset yang dimiliki seperti rumah. . Melakukan kreatifitas dan inovasi Individu harus mampu berfikir kreatif dan inovatif menciptakan terobosan-terobosan yang berarti untuk dapat mencapai kebutuhan yang dirasakan masih kurang. Dan lain-lain 4.

sulitnya penentuan pilihan antara konsumsi saat ini dan investasi di masa yang akan dating. Pertama. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan adalah: pengaruh jam berdagang.8. Kesempatan Kerja Secara umum golongan tenaga kerja menyangkut bagian penduduk yang menyangkut tingkat usia 15 th – 64 th. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Konveksi Pada usaha berdagang konveksi ada beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan produksi konveksi yang peda akhirnya akan mempengaruhi tingkat pendapatan yang akan diterima oleh pedagang konveksi. tetapi juga semakin membuat kendala bagi tabungan dan sumber daya manusia. 4. Sektor Informal Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi tidak hanya berdampak buruk rerhadap supply bahan pangan. Kedua. Pertumbuhan penduduk yang cepat biasanya banyak dijumpai di negara yang sedang berkembang. modal dagang dan pengalaman berdagang.8. Ada tiga alasan mengapa pertumbuhan penduduk menghambat pembangunan (Mudrajad Kuncoro. 4. angkatan kerja yang ada produktifitasnya cenderung rendah. 1997 : 169).1. Dalam pengertian angkatan kerja harus . yang berdampak pada rendahnya pendapatan.8.34 4. pertumbuhan penduduk yang cepat semakin mempersulit perubahan yang akan dilakukan untuk meningkatkan perubahan ekonomi dan social. Ketiga.2.

Berkaitan dengan itu maka jumlah tenaga kerja sebagai salah satu faktor produksi mempunyai pengaruh dalam peningkatan produksi. yang dimaksud tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu hubungan kerja guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Adapun pengertian tenaga kerja yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu orang atau pekerja bayaran baik dalam proses produksi maupun non produksi.8. 14 tahun 1969. Bertambahnya angkatan kerja mempengaruhi tingkat upah nyata maupun pembagian pendapatan masyarakat. 4. Sedangkan menurut UU Pokok Ketenagakerjaan no.Tenaga Kerja Salah satu faktor produksi yang dipakai dalam proses produksi untuk menghasilkan barang atau jasa adalah tenaga kerja.35 diperhitungkan tingkat partisipasi dalam kegiatan ekonomi di antara jumlah tenaga kerja untuk setiap kelompok umur dan jenis kelamin.3. Dalam teori produksi yang demikian menggambarkan keterkaitan antara tingkat produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut. Salah satu sebab rendahnya tingkat hidup di negara sedang berkembang adalah kurangnya penggunaan tenaga kerja yang tidak efisien di bandingkan negara-negara maju. Pengertian tenaga karja menurut Muh Yasin adalah jumlah seluruh penduduk suatu negara yang dapat memproduksi barang dan jasa jika ada permintaan tenaga mereka dan jika mereka mau berpartisipasi dalam aktivitas tersebut. .

Suparmoko..4 Modal Salah satu faktor produksi yang tidak kalah pentingnya adalah modal. maka dalam hal ini jumlah tenaga kerja sebagai variabel bebas yang juga mempengaruhi tingkat pendapatan pedagang Konveksi di pasar Godean. 2. (M. Modal Lancar : Adalah modal memberikan jasa hanya sekali dalam proses produksi.36 Dari segi jumlahnya semakin banyak tenaga kerja yang digunakan dalam proses kegiata tersebut. Beberapa pengertian modal dibawah ini akan .8. dimana modal mengandung pengertian sebagai “hasil produksi yang digunakan untuk memproduksi lebih lanjut”. sebab didalam suatu usaha masalah modal mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan berhasil tidaknya suatu usaha yang telah didirikan. Hal ini selaras dengan sifat-sifat fungsi produksi dari neo klasik. Dapat dikemukakan pengertian secara klasik. bisa dalam bentuk bahan-bahan baku dan kebutuhan lain sebagai penunjang usaha tersebut. Modal Tetap : Adalah modal yang memberikan jasa untuk proses produksi dalam jangka waktu yang relatif lama dan tidak terpengaruh oleh besar kecilnya jumlah produksi. 4.1990:178). Yogyakarta. bahwa semakin banyak input yang digunakan semakin banyak output yang dihasilkan. Sleman. Modal dapat dibagi sebagai berikut : 1.

modal merupakan input (faktor produksi) yang sangat penting dalam menentukan tinggi rendahnya pendapatan. Menurut Suparmoko. Diduga jam berdagang berpengaruh positif secara signifikan terhadap pendapatan pedagang Konveksi. (Bambang Riyanto. (Irawan dan M. maupun dalam bentuk barang atau (Sachkapital). Sehingga dalam hal ini modal usaha bagi pedagang konveksi juga merupakan salah satu faktor produksi yang mempengaruhi tingkat pendapatan pedagang Konveksi di pasar Godean. Hipotesis Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian maka hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah: 1.9. Diduga modal dagang berpengaruh positif secara signifikan terhadap pendapatan pedagang Konveksi. . modal yaitu barang atau uang yang bersama-sama faktor-faktor produksi tanah dan tenaga kerja menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa baru. Suparmoko. Tetapi bukan berarti merupakan faktor satu-satunya yang dapat meningkatkan pendapatan. antara lain : pendapat Schwiedland memberikan pengertian modal dalam artian yang lebih luas.1988:93). 2. yaitu modal meliputi baik modal dalam bentuk uang (Geldkapital). Dalam pengertian ekonomi.1984:9) Modal adalah semua bentuk kekayaan yang dapat digunakan langsung maupun tidak langsung dalam proses produksi untuk menambah output. misalnya mesin barang-barang dagangan dan lain sebagainya.37 memberikan pengertian yang lebih baik. 4.

4. . modal dagang.38 3. Diduga pengalaman berdagang berpengaruh positif secara signifikan terhadap pendapatan pedagang Konveksi. Diduga pengalaman berdagang. jam berdagang berpengaruh positif terhadap pendapatan pedagang konveksi.

Pemilihan sampel dilakukan dengan pengundian.2. Cara pemilihan Sampel Dalam menentukan sampel. Purposive sampling adalah metode pengambilan sampel yang dilakukan dengan mengambil orang-orang yang terpilih betul oleh peneliti menurut ciri-ciri khusus yang dimiliki oleh sampel itu.39 BAB V METODE PENELITIAN 5. 5. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan metode porpusive sampling. Artinya bahwa setiap anggota dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dimasukkan sebagai sampel.1. penulis menggunakan pemilihan secara acak (random). . dimana setiap unsur dalam populasi mempunyai probabilitas yang sama untuk dapat terpilih dalam sampel. dan jumlah yang diambil sebanyak 50 responden dan dianggap sudah mewakili bagi responden pedagang pasar. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada pedagang di pasar yang berada di Pasar Godean. Metode atau teknik untuk memperoleh sampel yang acak dimana suatu sampel yang bersifat mewakili dapat diperoleh adalah melalui suatu proses yang disebut penarikan sampel secara acak.

Pendapatan adalah penerimaan kotor seorang pedagang yang diperoleh dari hasil penjualan konveksi. b. Para pedagang mendapatkan modalnya ada yang berasal dari modal sendiri dan ada yang berasal dari modal pinjaman. belum dikurangi biaya operasional dan tenaga kerja serta harga barang konveksi yang terjual. Jam Berdagang Yang dimaksud jam berdagang adalah lamanya pedagang konveksi berada dipasar untuk menjual barang dagangannya di pasar. Pendapatan Pendapatan disini dimaksutkan sebagai pendapatan rumah tangga. 5. Data Sekunder. Data Primer. seperti Kantor Pasar Godean. sedangkan pendapatan rumah tangga merupakan pendapatan yang berasal dari setiap anggota keluarga yang telah mampu menghasilkan pendapatan dari kegiatan produksi. Modal sendiri disini .3. c. Modal Dagang Dalam rangka meningkatkan usaha para pedagang konveksi yang ada dipasar memerlukan modal yang tidak kecil sebagai modal awalnya.4. adalah data yang diperoleh dengan melakukan wawancara kepada pedagang yang terpilih sebagai sampel didasarkan pada kuisioner yang telah disiapkan. Definisi Variabel a. adalah data yang diperoleh dari instansi atau lembaga yang berkaitan dengan penelitian ini.40 5. Modal Dagang adalah modal awal seorang pedagang konveksi pada saat memulai usaha berdagang konveksi. Sumber Data a. b.

Sedangkan modal pinjaman disini dapat diartikan sebagai modal yang dipinjam dari pihak lain. Metode Analisis Data Untuk membuktikan kebenaran dari hipotesis maka. berupa variabel atau faktor lain yang tidak diamati oleh model. Pengalaman Berdagang Adalah lamanya seorang pedagang menggeluti pekerjaannya yaitu berdagang konveksi 5.5. misalnya Bank. 1993 : 263 ) Keterangan: Y = Pendapatan pedagang Konveksi (rupiah) a = Konstanta b = Koefisien regresi X1 = Modal dagang (rupiah) X2 = Jam berdagang (jam) X3 = Pengalaman berdagang (tahun) ei = Kesalahan pengganggu. Modal sendiri merupakan modal keluarga yang telah dikumpulkan kemudian digunakan untuk berdagang dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang lebih.41 diartikan sebagai modal yang berasal dari perorangan yang berdagang di pasar. Untuk mengetahui pengaruh dari satu Variabel bebas terhadap variable tak bebas dapat dibuat formulasi sebagai berikut: Y = a + β1X1 + β2X2 + β3X3 + ei (Damodar Gujarati. perorangan dan lain sebagainya. d. diperlukan analisis data. .

artinya variabel independen tidak mempengaruhi variabel dependen Ha : bi ≠ b2 ≠ b3 ≠ bn ≠ 0. maka Ho ditolak dan Ha diterima. artinya variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen .bn = 0. artinya variabel independen tidak mempengarihi variabel dependen. artinya variabel independen mempengaruhi variabel depanden secara positif t – hitung = b1 SDb1 Dimana : b1 = adalah penaksir koefisien bi SD = Standar Deviasi dengan derajat keyakinan tertentu.. artinya secara individu terdapat pengaruh yang berarti antara variabel independen terhadap variabel dependen. artinya secara individu tidak ada pengaruh yang berarti antara variabel independen terhadap variabel dependen. t-hitung > t tabel. maka Ho diterima dan Ha ditolak.42 Untuk menguji tingkat significant dari masing-masing koefisien regresi digunakan uji t-test yaitu : . . Untuk menguji semua koefisien penaksir regresi secara serentak maka pengujian tersebut dilakukan dengan uji F-test yaitu : Ho : bi : b2 : b3….Ho : bi = 0. maka jika : t-hitung < t tabel.Ha : bi > 0.

jika F-hitung > F tabel.n = Banyaknya sampel Maka dengan derajat keyakinan tertentu : jika F-hitung < F tabel.6. Kemudian untuk pengujian terakhir yaitu mengukur keeratan hubungan antara variabel bebas dan tidak bebas terhadap sesuatu himpunan data hasil pengamatan. Menurut Sumodiningrat (2002). maka Ho ditolakb yang berarti secara bersamasama variabel independen secara signifikan mempengaruhi variabel dependen. Bertambahnya jumlah . Koefisien Determinasi R /(k − 1) (1 − R) /(n − k ) Koefisien determinasi menunjukkan besarnya pengaruh variabel bebas secara serentak terhadap variabel terikat. R2 adalah sebuah fungsi yang tidak pernah menurun (nondecreasing) dari jumlah variabel bebas yang terdapat dalam model regresi.43 Rumus F-hitung sebagai berikut : F-hitung = Dimana : . yang serius disebut dengan koefisien determinasi (R) sehingga semakin tinggi R maka semakin erat hubungan antara variabel bebas dan variabel tidak bebasnya.k = Banyaknya variabel bebas . 5.R = Koefisisen determinasi . . maka Ho diterima yang bererti secara bersamasama variabel independen secara signifikan tidak dipengaruhi variabel dependen.

maka R2 akan meningkat dan tidak pernah menurun.1. (Adjusted R2).1 ⎞ ⎛ RSS ⎞ ⎟⎜ ⎟ ⎝ n . khususnya dalam model regresi linier berganda.44 variabel bebas. dilakukan dengan melihat harga koefisien β. 2002) R2 = 1 – ⎜ ⎛ n .7. maka akan semakin besar pengaruhnya terhadap variabel terikat. Pengujian Hipotesis 5. untuk menginterpretasikan koefisien determinasi dengan memasukkan pertimbangan banyaknya variabel independen dan sampel yang digunakan dalam penelitian. Menurut Algifari (1997). 5. Uji Asumsi Klasik Untuk mendapatkan penaksir-penaksir yang bersifat BLUE (best liniar unbiased estimator) dari penaksir liniar kuadrat terkecil (ordinary least square) maka harus memenuhi seluruh asumsi-asumsi klasik.7. . Adapun rumus Adjusted R2. menggunakan koefisien determinasi yang telah disesuaikan (Adjusted R2). Semakin besar koefisien β suatu variabel bebas. adalah sebagai berikut : (Sumodinigrat.k ⎠ ⎝ TSS ⎠ Dimana : R 2 = Adjusted R 2 RSS = Residual Sum Square (Jumlah Kuadrat Sisa) RSS = Total Sum Square (Jumlah Kuadrat Total) Adapun untuk mengetahui variabel bebas yang berpengaruh paling dominan terhadap variabel terikat.

maka seluruh variabel akan cenderung berubah dalam satu arah. Besaran-besaran ekonomi dipengaruhi oleh faktor-faktor yang sama. penggunaan nilai lag (lagged values) dari variabel-variabel bebas tertentu dalam model regresi.7. X2……. bisa juga tidak sempurna. Multikolinieritas berarti adanya hubungan linier yang “sempurna” atau pasti.1. Xj ≤ R2 Y. di antara beberapa atau semua variabel yang menjelaskan dari model regresi (Gujarati.1. 2002 : 281) . 1995 : 157).( Sumodiningrat. Pertama sifat-sifat yang terkandung dalam kebanyakan variabel ekonomi berubah bersamasama sepanjang waktu. Masalah multikolinieritas bisa timbul karena berbagai sebab. jika derajat kolinearitasnya rendah maka tidak menjadi masalah yang berarti. sekali faktor-faktor yang mempengaruhi itu menjadi operatif. Kedua.. Dengan metode Klein derajat multikolinearitas dapat dilihat melalui koefisien determinasi parsial dari regresi antara variabel dependen yang digunakan dalam model penelitian. Satu asumsi model regresi klasik adalah bahwa tidak terdapat multikolinieritas diantara variabel yang menjelaskan termasuk dalam model. X1.45 5. Multikolinearitas Merupakan suatu keadaan dimana satu / lebih variabel independen dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier dari variabel lainnya. Multikolinearitas dapat dideteksi dengan melihat R2 yang tinggi. Oleh karena itu. Hubungan yang terjadi bisa sempurna. Jika r2 Xi. Multikolinearitas menjadi masalah juka derajat kolininearitasnya tinggi.Xk maka tingkat multikolinearitas yang akan terjadi cukup rendah dan tidak menjadi masalah.

sebagai berikut : Asumsikan Yi = βo + β1X1 + ei . Dalam pengertian sederhana setiap variabel bebas menjadikan variabel terikat dan diregres terhadap variabel bebas lainnya.7.1.46 Metode yang digunakan untuk mendeteksi kolinieritas adalah dengan melihat nilai tolerance dan lawannya serta Variance Inflation Factor (VIF). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel bebas manakah yang dijelaskan oleh variabel bebas lainnya.2. 2002 : 57). sebagai berikut : ⎡ ∑ di 2 ⎤ Rs = 1 − 6⎢ ⎥ 2 ⎢ N N −1 ⎥ ⎣ ⎦ ( ) Dimana : di adalah perbedaan dalam rank N adalah banyaknya individu yang dirank Koefisien rank korelasi dapat digunakan untuk mendeteksi heterokedastisitas. Nilai cut-off yang umum dipakai adalah nilai tolerance 0. Tolerance mengukur variabilitas variabel bebas yang terpilih yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas digunakan untuk menguji apakah faktor-faktor pengganggu mempunyai variasi yang sama atau tidak seluruh observasi. Untuk manguji heterokedastisitas dapat dicari dengan metode koefisien Rank Spearman.10 atau sama dengan nilai VIF di atas 10 (Ghozali. 5. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi (karena VIF = 1/tolerance) dan menunjukkan adanya kolonieritas yang tinggi.

baik dalam sampel kecil maupun sampel besar. Pengujian heteroskedastisitas dalam penelitian dilakukan dengan uji Glejser. walaupun penaksir yang diperoleh menggambarkan populasinya (tidak bias) dan bertambahnya sampel yang digunakan akan mendekati nilai sebenarnya (konsisten). Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : (Gujarati. 2000 : 85). 5. Ini disebabkan oleh varians-nya yang tidak minimum (tidak efisien) (Algifari. langkah langkahnya sebagai berikut : a.1.3. Konsekuensinya adanya heteroskedastisitas dalam model regresi adalah penaksir (estimator) yang diperoleh tidak efisien. Autokorelasi Autokorelasi adalah keadaan dimana kesalahan salah satu penguji dalam periode tertentu berkorelasi dengan kesalahan pengganggu periode lainnya. 1995 : 187) |ei| = α + β1 X1 + v Suatu model dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas apabila didapatkan pengujian yang tidak signifikan. Mencari variabel pengganggu e= et − et −1 et2 . Untuk mengetahui ada tidaknya gejala autukorelasi dilakukan dengan uji statistik Dubin Watson.7.47 Heteroskedastisitas berarti varians variabel dalam model tidak sama (konstan).

.48 b. Menentukan nilai statistik Durbin Watson t=N t=2 ∑e t − et −1 2 t d= t=N t =1 ∑e Membandingkan nilai Durbin Watson atbel dimana ∂ k = n – k – 1 dengan nilai Durbin Watson hitung.

00 94. Profil Responden Profil responden yang diteliti meliputi umur.00 Jumlah Sumber : Data Primer diolah.00 3 47 50 6.00 100. jenis kelamin. Profil Responden No.00 6. 1. Profil Jumlah % 2.1.00 100.00 30.00 86.00 18. Berdasarkan data penelitian.00 100.00 12 23 15 50 24.49 BAB VI ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 6. 3.00 7 43 50 14. - Usia ≤ 25 tahun 26 – 35 tahun 36 – 45 tahun 46 – 55 tahun > 55 tahun Jumlah Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Status Belum Menikah Sudah Menikah Jumlah Jumlah tanggungan 1 – 3 orang 4 – 6 orang > 6 orang 1 14 23 9 3 50 2.00 28. maka dapat dideskripsikan profil responden dalam tabel berikut : Tabel 6. 2005 . 4.00 100.1.00 46. status pernikahan dan jumlah tanggungan keluarga.00 46.

. yaitu 23 responden (46. 2005 Tabel 6. diketahui bahwa profil responden berdasarkan pada beberapa macam yaitu berdasarkan Usia.2.00%). berdasarkan status pernikahan profil responden paling banyak berstatus sudah menikah yitu 47 responden (94.1.50 Berdasarkan tabel 6. Jenis kelamin.00 56. Status Pernikahan dan Jumlah Tanggungan Keluarga. Distribusi Frekuensi Tingkat Pendidikan Pendidikan Frekuensi % SD/sederajat SLTP/sederajat SLTA/sederajat Jumlah 10 12 28 50 20.2. berdasarkan jenis kelamin diketahui profil responden paling banyak adalah perempuan yaitu 43 responden (86.00 Sumber : Data primer.00 100.00 24. yaitu 28 responden (56. menunjukkan bahwa tingkat pendidikan responden paling banyak adalah SLTA/sederajat.00%). usia responden paling banyak berumur 36 – 45 tahun yaitu 23 responden (46.00%).00%). dari tabel tersebut menunjukkan untuk profil respoden berdasarkan usia. Tabel 6.00%). sedangkan berdasarkan jumlah tanggungan keluarga paling banyak 4 – 6 orang.

Jam berdagang. Jam berdagang minimum 150 jam perbulan dan maksimum 300 jam perbulan dengan rata-rata 230.000 dan maksimum sebesar Rp. 2.4 jam perbulan. yang ditunjukkan dari selisih nilai maksimum dan minimum dan nilai standar deviasi yang cukup besar.000. terlihat bahwa data penelitian mempunyai nilai yang bervariasi. 1 2 3 4 Variabel Pendapatan Modal Dagang Jam Berdagang Pengalaman Berdagang Minimum 300000 1500000 150 3 Maksimum 5000000 20000000 300 27 Mean 2303000 9006000 230. Deviasi 1426513. . Modal. 300. 6. 5.303. 9. Jam Berdagang.87 Berdasarkan tabel 6.56 43. 1. dan Pengalaman Berdagang No.000.500. 20.3.3.000 per bulan dengan rata-rata pendapatan pedagang sebesar Rp. Deskripsi Pendapatan.000 dan maksimum sebesar Rp. Uji Asumsi Klasik Persamaan regresi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu modal dagang.38 5.51 Tabel 6.000 dengan rata-rata Rp.06 tahun.06 Std.000.006. dan pengalaman berdagang terhadap pendapatan. Pendapatan pedagang minimum Rp. Modal dagang minimum sebesar Rp. Pengalaman berdagang minimum 3 tahun dan maksimum 27 tahun dengan rata-rata 11.000 per bulan.4 11.16 5141196.2.

Hasil pengujian autokorelasi dapat dirangkumkan dalam tabel sebagai berikut : Tabel 6. Hasil Pengujian Autokorelasi R Model R Square Adjusted R Square Durbin-Watson . Jika nilai tolerance value > 0.2.2.4.1 dan VIF < 10 maka tidak terjadi multikolinieritas.674 < 1. Modal Dagang.2.52 6.674. Dalam penelitian dilakukan dengan melihat besranya tolerance value dan besarnya Varian Inflation Factor (VIF). sehingga disimpulkan dalam model persamaan tidak terdapat autokorelasi. Uji Autokorelasi Dalam penelitian ini Pengujian autokorelasi dilakukan dengan menggunakan uji Durbin-Watson.1.437 .401 1. Berdasarkan nilai d yang terletak di antara dU sampai 4 – dU (1. Hasil pengujian didapatkan harga d sebesar 1. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hasil perhitungan nilai tolerance tidak ada variabel yang memiliki nilai tolerance kurang dari 0.661 . Harga dU untuk k = 3 dan N = 50 sebesar 1.883. Hasil perhitungan nilai VIF menunujikkan tidak ada satu variabel .883 a Predictors: (Constant).883 < 2. jam berdagang b Dependent Variable: Pendapatan 6. Pengalaman Berdagang.1.326). Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas.

hasilnya bahwa titik – titik dalam grafik tidak ada pola yang jelas. sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada miltikolinieritas antar variabel bebas dalam model regresi.5.878 Pengalaman Berdagang .3. Hasil Pengujian Multikoliniaritas Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constant) Modal Dagang .2.944 a Dependent Variable: Pendapatan 1.059 6. Uji Heteroskedastisitas Pengujian heteroskedastisitas dilakukan dengan melihat grafik scatterplot antara nilai terikat dengan residualnya. Tabel 6.089 1. Seperti terlihat dalam table di bawah ini .918 jam berdagang .139 1.53 bebas yang memiliki nilai VIF lebih dari 10.

206 27640.306 -0.823 74370.437 Adjusted R2 = 0.697 2. Hasil Pengujian Heteroskedastisitas Scatterplot Dependent Variable: Pendapatan 6000000 5000000 4000000 3000000 Pendapatan 2000000 1000000 0 -2 -1 0 1 2 Regression Standardized Predicted Value 6.7.118 859569.661 R2 = 0.032 3882.000 0.920 -436049 0.483 0.082 0.000 . SE β t Sig.3. Hasil pengujian regresi linier berganda dapat ditabulasikan sebagai berikut : Tabel 6.507 4.6.614 0.401 F = 11.691 0.010 Variabel Dependen : Pendapatan 0.144 2705.150 0. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Tabulasi Hasil Pengujian Regresi Model Koef.517 0.9 0. Reg.489 0.54 Tabel 6. Konstan Modal Dagang Jam Berdagang Pengalaman R = 0.

680.3.483 > t-tabel 1.680.55 6. maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga disimpulkan modal dagang berpengaruh positif terhadap pendapatan pedagang konveksi. Ha : βi > 0 artinya Modal ada pengaruh yang signifikan positif antara modal dagang (X1) terhadap pendapatan pedagang (Y).3.697.697 < . Berdasarkan nilai t-hitung 0.483.1. Hasil pengujian didapatkan nilai t-hitung sebesar 4. 6. Nilai t-tabel pada α = 5 % derajat kebebasan (dk) = 46 pada pengujian satu sisi. Ha : βi > 0 artinya Jam berdagang ada pengaruh yang signifikan antara jam berdagang (X2) terhadap pendapatan pedagang (Y).3.1.680.1.1. Dalam penelitian ini pengujian hipotesis dilakukan dengan uji satu sisi. Uji Hipotesis Kedua Ho : βi = 0 artinya Jam berdagang tidak ada pengaruh yang signifikan antara jam berdagang (X2) terhadap pendapatan pedagang (Y). Uji T-test 6. Dalam penelitian ini pengujian hipotesis dilakukan dengan uji satu sisi. diperoleh t tabel sebesar 1. Hasil pengujian didapatkan nilai t-hitung sebesar 0.2. Nilai t-tabel pada derajat kebebasan (dk) = 46 pada pengujian satu sisi. Uji hipotesis pertama Ho : βi = 0 artinya Modal tidak ada pengaruh yang signifikan antara modal dagang (X1) terhadap pendapatan pedagang (Y). didapatkan sebesar 1. Berdasarkan nilai t-hitung 4.

Uji Hipotesis Ketiga Ho : βi = 0 artinya Pengalaman berdagang tidak ada pengaruh yang signifikan antara pengalaman berdagang (X3) terhadap pendapatan pedagang (Y).3. maka Ho diterima dan Ha ditolak sehingga disimpulkan jam berdagang tidak berpengaruh terhadap pendapatan pedagang konveksi.1. Berdasarkan nilai t-hitung 2. Nilai t-tabel pada derajat kebebasan (dk) = 46 pada pengujian satu sisi.680. maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga disimpulkan pengalaman berdagang berpengaruh positif terhadap pendapatan pedagang konveksi. Ha : βi > 0 artinya Pengalaman berdagang ada pengaruh yang signifikan positif antara pengalaman berdagang (X3) terhadap pendapatan pedagang (Y). 6. didapatkan sebesar 1.680. Hasil pengujian didapatkan nilai t-hitung sebesar 2. Dalam penelitian ini pengujian hipotesis dilakukan dengan uji satu sisi karena hipotesis alternatif (Ha) merupakan hipotesis yang berarah. .3.680.56 t-tabel 1.691.691 > ttabel 1.

jam berdagang (X2). Hasil pengujian didapatkan nilai F-hitung sebesar 11. Squares 1 Regression 436126558750 3 14537551958359.740 Residual 560993941249 46 1219552046193.920.8 Hasil Uji F-test Sum of df Mean Square F Sig. jam dagang (X2).berpengaruh terhadap pendapatan (Y). artinya variabel modal dagang (X1).300 Total 997120500000 49 00. Tabel 6. Hipotesis nihil (Ho) yang diuji dalam uji hipotesis keempat adalah modal dagang. Uji F-test Uji statistik f pada dasarnya mrnunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersamasama terhadap variabel terikat / independen.2.920 . dan pengalaman berdagang (X3).3.Secara serentak atau bersama-sama.250 11. dan pengalaman berdagang secara serentak tidak berpengaruh terhadap pendapatan pedagang konveksi.000 a Predictors: (Constant). artinya variabel modal dagang (X1). dan pengalaman berdagang (X3) tidak mempengaruhi pendapatan (Y).57 6. Modal Dagang. jam berdagang b Dependent Variable: Pendapatan Model Ho : bi = b2 = b3 = 0. Ha : bi ≠ b2 ≠ b3 ≠ 0. Pengalaman Berdagang. Jam berdagang.963 22. Dalam penelitian ini pengujian hipotesis dilakukan dengan uji satu sisi karena hipotesis alternatif . Secara serentak atau bersama-sama.000 77.

661 .3 % dipengaruhi oleh variabel lainnya diluar model penelitian ini. dan pengalaman berdagang secara serentak berpengaruh positif terhadap pendapatan pedagang konveksi. Berdasarkan nilai F-hitung 11. Pengalaman Berdagang.437 . Persamaan Regresi ` Model regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel modal dagang. 6. Modal Dagang. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini dapat menjelaskan variasi pendapatan pedagang konveksi di Pasar Godean sebesar 43.4.437.3.3.7 % sedangkan sisanya 56. Koefisien Determinasi (R2) Hasil pengujian diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebagai berikut: Tabel 6. Nilai F-tabel pada derajat kebebasan (dk) pembilang 3 dan dk penyebut 46 pada pengujian satu sisi sebesar 2.81. jam berdagang.58 (Ha) merupakan hipotesis yang berarah.9 Hasil Perhitungan Koefisien Determinasi R R Square Adjusted R Square Model 1 . Jam berdagang.401 a Predictors: (Constant).81. jam berdagang b Dependent Variable: Pendapatan Nilai koefisien determinasi yang diperoleh dari hasil analisis regresi sebesar 0.3. pengalaman berdagang diformulasikan sebagi berikut: Y = a + β1X1 + β2X2 + β3X3 + ei . 6.920 > F-tabel 2. maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga disimpulkan modal dagang.

59 Hasil perhitungan regresi berganda disajikan pada tebel berikut: Tabel 6.395 . Nilai konstanta (a) = -436049.4 rupiah per hari. Error 859569.032 3882.823 dapat diartikan jika jam berdagang bertambah 1 jam maka pendapatan padagang konveksi di Pasar Godean naik sebesar 2705.118 X3 Hasil koefisien regresi dapat diinterpretasikan sebagai berikut: a.144 X1 + 2705.150 Berdasarkan hasil pada tabel…maka dapat disusun persamaan regresi sebagai berikut: Y = -436049.4 + 0.dengan asumsi variabel yang lain tetap.895 .10 Hasil Analisi Regresi Linier berganda Unstandardized Coefficients B -436049.144 dapat diartikan jika modal dagang bertambah 1 rupiah maka pendapatan pedagang konveksi akan bertambah sebesar 0. jam dagang dan pengalaman berdagang maka pendapatan pedagang konveksi di Pasar Godean akan turun sebesar 436049.206 27640. c.4 dapat diartikan apabila modal dagang. dengan asumsi variabel independennya tetap. b.823 74370.118 (Constant) Modal Dagang jam berdagang Pengalaman Berdagang a Dependent Variable: Pendapatan Model 1 Std.823 rupiah.144 2705. Nilai koefisien (β2) = 2705.823 X2 + 74370. Nilai koefisien (β1) = 0.144 rupiah.Jam berdagang tidak signifikan karena jam berdagang yang satu dengan yang .

Nilai koefisien (β3) = 74370. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal kerja berpengaruh positif terhadap pendapatan pedagang konveksi. 6. mungkin pedagang yang satu buka dagang pada waktu ramai dan yang lain pada waktu sepi. dengan asumsi variabel yang lain tetap. Hal ini disebabkan dengan modal yang besar maka pedagang lebih terjamin dalam pengadaan barang.pedagang yang satu menjual dagangannya pada waktu .118 dapat diartikan jika pengalaman berdagang bertambah 1 tahun maka pendapatan pedagang konveksi bertambah sebesar 74370.Mungkin pedagang dalam membuka dagangannya antara pedagang yang satu dengan yang lain berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jam berdagang tidak berpengaruh terhadap pendapatan pedagang konveksi. d. maka terdapat jam-jam ramai dan jamjam sepi. seperti misalnya pada saat jam kantor maka merupakan jam-jam sepi dan pada hari minggu pagi dan sore hari merupakan jam-jam ramai. Dengan kontinuitas yang terjamin maka segala kegiatan jual beli menjadi lancar dan tidak terganggu karena barang yang tidak tersedia. Adapun variasi dan jenis barang yang diperdagangkan akan memberikan alternatif kepada konsumen untuk memilih. Hal tersebut disebabkan karena dalam berdagang konveksi di pasar.118 rupiah. baik dalam hal kontinuitasnya maupun dalam hal variasi dan jenisnya. sehingga konsumen relatif lebih tertarik untuk melakukan pembelian barang di tempat tersebut.4.60 lain mungkin berbeda. Hal ini akan dapat meningkatkan pendapatan pedagang konveksi.

maka jam berdagang tidak berpengaruh terhadap pendapatan pedagang konveksi.61 ramai dan yang satu pada waktu sepi pengunjung. Hal tersebut yang tidak bisa dipelajari hanya lewat teori tapi lebih penting ke prakteknya di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman berdagang berpengaruh terhadap pendapatan pedagang konveksi. Tingkat pendidikan dalam penelitian ini tidak diteliti kerena dalam suatu pasar umum (konveksi) Tingkat Pendidikan tidak mempengaruhi sukses atau tidaknya seseorang dalam berdagang . sehingga dengan mensiasati waktu berdagang. maka dia akan lebih mengetahui karakter dan perilaku konsumen yang dihadapinya sehingga relatif lebih baik dalam menerapkan strategi dalam menawarkan barang agar konsumen mau membeli barang dagangannya. .Seseorang dengan pendidikan rendah tapi dengan pengalaman yang lama dalam berdagang. Kondisi tersebut telah diketahui dengan baik oleh para pedagang konveksi. Strategi yang baik dalam pemasaran atau menawarkan barang akan semakin meningkatkan pendapatan pedagang konveksi. Dan semakin lama pedagang membuka dagangannya maka akan semakin banyak pendapatan yang akan diperoleh.

Pengalaman berdagang berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang konveksi.1. Juga semakin lama pedagang membuka dagangannya maka semakin mungkin banyak pendapatan yang akan diperoleh. 3. Modal dagang berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang konveksi. Hal ini disebabkan karena didalam pasar seorang pedagang satu dengan yang lain berbeda dalam membuka dagangannya mungkin ada yang membuka pada waktu pengunjung ramai dan ada juga yang mungkin pedagang pada waktu membuka dagangnnya pada waktu sepi. sehingga relatif lebih baik dalam .62 BAB VII KESIMPULAN DAN IMPLIKASI 7. 2. Hal ini disebabkan dengan pengalaman berdagang yang semakin lama maka pedagang akan semakin mengetahui karakter dan perilaku konsumen. Jam berdagang tidak berpengaruh atau signifikan terhadap pendapatan pedagang konveksi. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. maka jam berdagang tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang. Karena modal adalah faktor yang sangat penting bagi pedagang konveksi semakin banyak modal yang digunakan maka dagangan akan semakin bermacam dan semakin banyak pula pendapatan yang akan diperoleh. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan.

linier. Secara bersama modal dagang. 5. sehingga diharapkan pendapatan dapat meningkat. Hendaknya para pedagang dapat melihat situasai pasar dalam menjual dagangannya mungkin dengan membuka dagangannya pada khususnya hari-hari libur atau jam-jam ramai pengunjung agar dalam menjajakan dagangannya dalam keadaaan ramai pengunjung yang akan meningkatkan pendapatannya. jam berdagang dan pengalaman berdagang sangat mempengaruhi pendapatan pedagang konveksi atau secara serentak berpengaruh positif terhadap pendapatan pedagang konveksi.63 menawarkan barang dagangannnya dan akan meningkatkan pandapatan bagi pedagang.multikolinieritas berdasarkan pengujian-pengujian yang lazim. Uji validasi asumsi klasik yang telah dilakukan dalam rangka memenuhi kriteria model. Saran 1. Hendaknya dapat menyisihkan sebagian dari laba yang diperoleh untuk menambah modal dagang karena modal sangat betpengaruh terhadap pendapatan atau mungkin dapat mengajukan pinjaman kepada Bank-bank perkreditan masyarakat guna memajukan usaha dalam berdagang konveksi. 7. 2. 4.sehingga kontinuitas barang terjamin dan variasi barang dagangan dapat lebih banyak. BLUE (best. . unbiased and estimated) dapat disimpulkan bahwa model ini telah dan terhindar autokorelasi dari gejala heteroskedastisitas .2.

Bagi peneliti selanjutnya hendaknya dapat mencari variabelvariabel lain yang mungkin dapat mempengaruhi pendapatan pedagang konveksi. seperti pelayanan terhadap konsumen yang baik. . 5. Membantu menyediakan dana atau modal bagi yang ingin mengembangkan usahanya dengan bunga yang rendah dengan jangka waktu pengembalian yang sesuai dengan kemampuan pedagang. pembukuan dan lain sebagainya. Hendaknya para pedagang bisa lebih pintar dalam menawarkan barang dagangannya dan dalam koleksi barang dagangannya lebih banyak pilihan atau bervariasi agar dapat lebih bisa meningkatkan pendapatan. 4. Bagi pemerintah daerah agar dapat memberikan pengertian kepada pedagang tentang segala sesuatu yang ada kaitannya dengan pekerjaan mereka.64 3.

Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Statistika. Jakarta. Ekonometrika Dasar. BPFE. Sukirno. Pengantar Ekonomi Makro. Yogyakarta. Sadono (1994). Suratno dan Mubyarta (1986). UPP AMP YKPN. BPFE. (2005). Metode Penelitian. Mudrajad (1994). (1990). Spiegel. Erlangga. PT Gramedia Pustaka Utama. (1998). Statistik Induktif untuk Ekonomi dan Bisnis. Kuncoro. Ekonomi dan Pembangunan. . Yogyakarta. Metode Penelitian. BPFE. M. PT Raja Grafindo Persada. Pengantar Ekonometrika. Yogyakarta. Sumodiningrat. Ekonomi Pembangunan Teori Masalah dan Kebijakan. (1985). Jakarta Imam Ghozali. Pengantar Mikro Ekonomi. Yogyakarta. Umar.65 DAFTAR PUSTAKA Algifari. M. Gujarati. Jakarta. Yogyakarta Azwar. BPFE. Pustaka Pelajar. UPP AMP YKPN. R. Libarty. Gunawan (1994). Yogyakarta. Saifudin (2003). Djarwanto dan Subagya Pangestu. Suparmoko. Jakarta. Suparmoko. Yogyakarta. Statistik Induktif. Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi. Damodar (1995). Semarang. Murray. dan Irawan (1986). (1997). Husein (2000). Jakarta. BP UNDIP. Erlangga.

:…………………………………………………………. Lain-lain . c.66 KUESIONER Nama Responden Umur Pendidikan Alamat Jenis Kelamin Status :…………………………………………………………. Berapa potong pakaian yang Anda Beli dalam satu bulan ?………… 3. 4... Berapa hasil penjualan pakaian dalam satu bulan ?………. :…………………………………………………………... Petunjuk : Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan keadaan usaha berdagang konveksi Anda yang sebenarnya ! Pendapatan 1. Apakah Anda dibantu olaeh tenaga kerja lain. Di toko (bangunan permanen) b. :…………………………………………………………. :…………………………………………………………. Di pinggir-pinggir jalan.. Jumlah Tanggungan Keluarga :…………………………………………………. Berapa biaya yang Anda keluarkan untuk upah tenaga kerja selama 1 bulan ?…………. Dimana Anda menggelar dagangan Anda ? a. 2..Bila Ya Berapa orang jumlah tenaga kerja yang Anda miliki ?…………. 6. Darimana Anda memperoleh pakaian/ konveksi ini ? ………….. :…………………………………………………………. 5.

67 Jika Anda dalam berdagang menyewa tempat : 7. Dari siapa Anda mengenal usaha ini ?……………….Jika tidak apakah pekerjaan pokok Anda ?……. Berapa lama Anda menggeluti usaha ini ?……………tahun 15.. Apakah usaha ini merupakan pekerjaan pokok Anda. 17. Lama berjualan pakaian atau konveksi dalam 1 hari………. Berapa jumlah modal yang digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana lain (alat-alat yang digunakan untuk berdagang)? Rp…….. Apakah lama berjualan dalam sehari tersebut dilakukan pada jam-jam tertentu saja ?……… 13. Sebelum menjadi pedagang pakaian pekerjaan apa yang Anda lakukan?………. Berapa jam keseluruhan Anda berjualan dalam 1 bulan ?…………. Berapa jumlah modal awal yang digunakan untuk penyediaan barang dagangan ? Rp……. Modal 8.jam/hari 11. 9.jam Pengalaman Kerja 14. Jam Berdagang 10. Berapa biaya sewa toko (pajak tempat) yang anda keluarkan dalam satu bulan ?………. Apakah Anda bejualan secara rutin / setiap hari ?………… 12. . 16.

68 .

LAMPIRAN .

:…………………………………………………………. 4.KUESIONER Nama Responden Umur Pendidikan Alamat Jenis Kelamin Status :…………………………………………………………. Di pinggir-pinggir jalan.. 5. :…………………………………………………………. :…………………………………………………………. Apakah Anda dibantu oleh tenaga kerja lain. Petunjuk : Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan keadaan usaha berdagang konveksi Anda yang sebenarnya ! Pendapatan 1. Berapa hasil penjualan pakaian dalam satu bulan ?……….. Berapa biaya yang Anda keluarkan untuk upah tenaga kerja selama 1 bulan ?…………. 2. Berapa potong pakaian yang Anda Beli dalam satu bulan ?………… 3.. Dimana Anda menggelar dagangan Anda ? a. :………………………………………………………….. Di toko (bangunan permanen) b.. 6. Lain-lain .Bila Ya Berapa orang jumlah tenaga kerja yang Anda miliki ?…………. Darimana Anda memperoleh pakaian/ konveksi ini ? ………….. Jumlah Tanggungan Keluarga :…………………………………………………. c.. :………………………………………………………….

Berapa jam keseluruhan Anda berjualan dalam 1 bulan ?…………. 16.Jika Anda dalam berdagang menyewa tempat : 7.. Apakah usaha ini merupakan pekerjaan pokok Anda.Jika tidak apakah pekerjaan pokok Anda ?……. Berapa jumlah modal yang digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana lain (alat-alat yang digunakan untuk berdagang)? Rp……. Berapa lama Anda menggeluti usaha ini ?……………tahun 15. Jam Berdagang 10. Modal 8. Sebelum menjadi pedagang pakaian pekerjaan apa yang Anda lakukan?………. Berapa biaya sewa toko (pajak tempat) yang anda keluarkan dalam satu bulan ?……….jam Pengalaman Kerja 14.. Apakah lama berjualan dalam sehari tersebut dilakukan pada jam-jam tertentu saja ?……… 13. Lama berjualan pakaian atau konveksi dalam 1 hari………. . 9. 17. Dari siapa Anda mengenal usaha ini ?……………….jam/hari 11. Berapa jumlah modal awal yang digunakan untuk penyediaan barang dagangan ? Rp……. Apakah Anda bejualan secara rutin / setiap hari ?………… 12.

.

000 20.000.000.000 2.000.000.000 3.500.000.000 2.000.000 1.000.000 4.000 9.000 4.000.000.000.000 700.000.500.000.500.000.000 18.000.700.000 15.000.900.600.000 13.000 9.000 Modal Dagang (Rp) 10.000.000 6.000 7.500.000 700.000 3.650.000 500.000 2.200.000 7.500.000 3.000.000 1.500.500.000 3.000 Lama Berdagang per Bulan 240 200 150 150 240 160 200 240 150 250 300 210 250 250 240 240 210 240 300 210 210 300 240 300 250 170 240 270 180 180 150 240 300 180 180 240 200 300 250 270 240 240 210 240 300 210 250 Tingkat Pendidikan SD SD SD SMEA SMA SMK SMP SMP SD SD SD SMP SMP SMA SMA SLTA SMA SLTA SLTA SMP SD SMA SMP SMA SMA SLTA SD SD SMA SD SMP SLTP SLTP SLTA SMP SLTA SMEA SMA SMEA SMP SMA SLTA SMA SLTA SLTA SMP SMA Pengalaman Berdagang (th) 10 10 8 8 20 4 20 7 4 12 4 25 12 8 5 8 8 10 5 12 4 12 15 20 11 3 15 20 10 13 8 7 20 12 3 11 15 7 11 27 11 15 20 15 15 12 8 .000 4.000.000.000 8.500.000 4.250.000 7.500.000.000 9.000.TABULASI DATA PENELITIAN Resp.500. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 Pendapatan (Rp) 1.000 1.500.000 12.000 4.700.000.500.500.000 1.000 1.000 3.000.000 4.000 2.000.000 4.500.000.500.000 4.200.500.000 4.000 2.500.000.000 550.000 7.000 400.000 3.000.000 650.000.000 10.000.000.000.500.750.000 8.000 8.000.000 1.000 4.000 600.000 16.500.000 11.000 10.000 17.500.000 7.000 1.000.000 20.000 13.000.000.000 3.500.000 1.000 18.000 1.000.000 4.000 1.000.000.000 12.000 3.000 4.000 3.000.000 4.000.000 18.500.000 3.500.000.000 5.000 4.000 2.650.500.500.000.500.000 1.500.500.000 4.500.000 10.000 4.000.000 1.000 7.000 500.000 3.000 1.000 3.000.000 2.000 300.000 10.000 5.000 450.000 500.000 12.

000 270 240 240 SMA SLTA SLTA 5 3 5 .48 49 50 3.000 4.000.000.000 10.000 16.000 500.000.000.000.000 4.