Potensi Penghematan Energi Industri Pulp & Paper Indonesia

CGI Jakarta Selatan [Type the phone number] [Type the fax number]

2010
Analisa singkat sector industry pulp & paper dengan gambaran singkat proses produksinya dan potensi penghematan energy yang bisa dilakukan

Catoer

sedangkan industry bubur kertas bertahan di kisaran 2. Walaupun ada peningkatan penggunaan kertas daur ulang sebesar 5. Indonesia sebagai penghasil bubur kertas memasok 2.40 5. namun industry .1% pada tahun 2008. Kendala utama dalam sector industry ini adalah pasokan bahan baku.4 juta ton per tahun untuk ekspor. Dengan kesadaran lingkungan yang semakin tinggi. Kapasitas produksi local terjadi peningkatan cukup besar. 2010). Kapasitas produksi kertas juga meningkat dari 10 juta ton per tahun menjadi 10. Di bidang bubur kertas terjadi peningkatan kapasitas produksi dari 5. Depdiknas. Peningkatan prestasi ini dianalisa karena adanya peningkatan kinerja industry sehingga mereka lebih kompetitif dibanding produk dari Amerika atau Eropa.4% pangsa pasar dunia atau di peringkat 9 penghasil bubur kertas internasional.61 6.2 juta ton per tahun di tahun 2004 menjadi 6. Peningkatan terjadi lebih banyak di industry kertas dimana terdapat peningkatan ekspor sebesar 5. Pemerintah menginginkan industry bubur kertas dan kertas untuk juga membudayakan hutan tanaman industry. Menurut catatan salah satu lembaga studi strategis (Mediadatariset. Sebagai penghasil kertas Indonesia memasok 2.2% pangsa pasar dunia atau di peringkat 12.9 juta ton per tahun pada periode yang sama. mereka juga mamanfaatkan daur ulang kertas. kemasan dan lain-lain. Konsumsi dalam negeri dan juga pangsa pasar internasional memaksa pemerintah untuk membatasi penggunaan hasil hutan sebagai bahan baku bubur kertas maupun kertas. Konsumsi kertas di dalam negeri naik dari tahun ke tahun seperti terlihat dalam table berikut ini: tahun 2003 2004 2005 2009 sumber: Pusgrafin. April 2010 Konsumsi kertas (juta ton) 5. industry kertas dan bubur kertas saat ini tidak secara total 100% menggunakan bahan baku dari hasil hutan. Dalam kelompok industry ini juga dimasukkan semua jenis industry yang menggunakan bahan baku kertas seperti percetakan. prestasi industry bubur kertas dan kertas Indonesia untuk pangsa eksport cukup baik.9 juta ton per tahun di tahun 2009.31 5.45 Di dunia.1 Profil Industri Kertas dan Bubur Kertas Industri Kertas dan Bubur Kertas termasuk di dalam kelompok industry hasil hutan dan perkebunan.5% per tahun. Terdapat peningkatan jumlah ekspor selama krisis ekonomi pada tahun 2008-2009.

Pada umumnya semua jenis kertas bisa diproduksi di dalam negeri. 2 Proses Produksi Tipikal Proses produksi kertas bisa terintegrasi dari pembuatan bubur kertas hingga produk kertas atau terpisah. Sistem terintegrasi bisa memiliki rantai proses seperti berikut ini: sumber: PT. Secara mekanis .bubur kertas dan kertas masih tergantung kepada bahan baku alami dari hutan. Perkembangan ekonomi Indonesia yang positif mendorong adanya konsumsi kertas yang meningkat dan saat ini industry juga berkembang serta masih ada peluang adanya investasi baru di bidang ini. maka produksi bubur kertas memiliki beberapa pilihan proses yaitu: 1.Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2.1 Proses Pembuatan Bubur Kertas Lepas dari produksi kayunya. Impor yang dilakukan lebih cenderung kepada jenis-jenis kertas tertentu. Walaupun hanya pada jenis tertentu namun volume impor meningkat dengan berjalannya waktu. Pasar domestic yang besar serta pangsa ekspor yang cukup besar mendorong industry bubur kertas dan kertas untuk tetap bertahan walaupun harga energy semakin tinggi. Hutan tanaman industry yang didorong pemerintah belum cukup berhasil untuk menghasilkan bahan baku bubur kertas atau kertas.

Proses pemanasan dilakukan pada serpihan kayu yang kemudian diperlakukan secara mekanis baik dengan digerus maupun ditumbuk. Berikut adalah diagram alir proses termo mekanis. Proses ini pada dasarnya adalah pengembangan cara mekanis di atas. Jika dilakukan penguapan maka konsumsi energy total bisa lebih rendah dan terhindar dari kerusakan serat. Proses kimiawi mencoba melarutkan lignin yang mengikat serat kayu sehingga serat kayu benar lepas dan bisa dimanfaatkan secara fleksibel. Pembuburan kertas bekas. Proses paling mendasar adalah proses mekanis dan pengembangan dari proses ini adalah proses lainnya selain proses kimiawi dan proses pembuburan kertas bekas yang lebih banyak menggunakan proses kimia di dalamnya. Penggunaan bahan kimia dilakukan untuk melunakkan serpihan kayu sehingga memudahkan pemisahan serat dip roses-proses selanjutnya. bahan kimianya tidak banyak serta tingkat keasaman juga tidak terlalu tinggi. Proses lain yang juga merupakan modifikasi proses mekanis adalah proses kimia termo mekanis. Secara termo mekanis 3. Secara kimiawi dan 5. Pembuburan cara mekanis ini biasanya dilakukan untuk memproduksi kertas yang tidak perlu kekuatan. Secara mekanis berarti kayu (dalam bentuk serpihan yang seragam atau disebut wood chips) digerus dengan menggunakan penggerus metal untuk memisahkan serat kayu. Proses ini menghasilkan serat yang relative tinggi (sekitar 95%) dari kayu dan sifat dari seratnya adalah keras dan kaku karena lignin pengikat serat masih belum terpisahkan. Proses kimiawi dalam prosedur ini tidak seberat di proses pembuburan kimiawi murni sehingga waktunya tidak lama. Secara kimia termo mekanis 4.2. Secara termo mekanis berarti serpihan kayu mendapat perlakuan panas dan mekanik. Proses kimiawi yang menjadi trend saat ini adalah proses kraft selain itu terdapat proses lain dengan menggunakan .

Proses ini banyak menggunakan motor dan juga tekanan. kandungan air dari calon kertas masih relative tinggi. Proses ini selama ini menjadi perhatian utama karena pengaruh terhadap lingkungan dengan dipakainya bahan pemutih yang berbahaya. Proses ini merupakan proses penghilangan kadar air secara mekanis. Proses pembuatan kertas dengan mesin ini mengalami empat proses utama yaitu: 1. 3. Penggunaan tenaga motor listrik dan juga penyedot atau pompa vakum relative banyak di sini. proses pembuatan bubur kertas juga meliputi proses pemutihan kertas atau bleaching. Bubur kertas dari kertas daur ulang dihasilkan dengan proses kimiawi untuk menghilangkan tinta dan bahan pengotor lain. Kandungan air pada lembaran calon kertas diserap pada roller dan system penyedot vakum akan menyedot kandungan air pada roller tersebut sehingga tidak mengganggu proses pengeringan selanjutnya. Setelah melalui proses ini bubur kertas disebut stock.sulfit dan soda. Saat ini sudah banyak dipakai bahan lain untuk memutihkan kertas seperti oxygen dan ozone yang tingkat pencemarannya relative kecil dibanding klor pada proses bleaching biasa. Bubur kertas hasil dari proses ini biasanya akan dicampur dengan bubur kertas dari proses lain untuk menghasilkan karakteristik kertas tertentu. Proses Pengepresan (pressing) Proses ini pada dasarnya menerima bahan dari proses wet end. Proses Pengeringan . 2. Selain pembuburan. Stock kemudian melalui proses pembentukan lembaran pada konveyor yang dilengkapi kisi-kisi halus. Proses dasar tersebut menggunakan mesin fourdrinier untuk mengolah bubur kertas sampai menjadi kertas. Bubur kertas dari proses ini biasanya dicampurkan dengan bubur kertas murni untuk jenis kertas tertentu. Kertas seperti kertas tissue bisa menggunakan bubur kertas jenis ini untuk produksi. Proses Wet End Pada proses ini sesuai dengan namanya. 2. Setelah dimurnikan maka bubur akan dicampuri bahan tambahan yang memberi sifat tertentu pada kertas. Proses selanjutnya adalah pengurangan kandungan air dengan tekanan vakum.2 Proses Pembuatan Kertas Proses pembuatan kertas saat ini merupakan pengembangan proses dasar pembuatan kertas. Bubur kertas dalam bentuk bubur maupun semi kering yang dicampur air akan mengalami proses refinery atau pemurnian.

Penggunaan Peralatan Effisien Efisiensi penggunaan energy bisa dilakukan dengan peralatan yang memang hemat energy. Proses kalender ini pada umumnya memiliki tiga tahap yang menentukan karakteristik kertas. Proses ini disebut plater finish. Proses pertama disebut machine finish yang memberikan penampakan kertas seperti kertas kuno sampai yang licin halus. Proses ketiga dilakukan untuk kertas tipe tertentu jika proses satu atau dua telah dilewati.1 Perubahan Dalam Proses Pada intinya penghematan energy pada suatu industry. termasuk di dalamnya adalah misalnya penggunaan teknologi kogenerasi untuk daya dan panas. Lebih dari itu perencanaan proses produksi yang baik serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya juga merupakan solusi penting dalam strategi pengelolaan input ini 2. bisa dikategorikan dalam tiga buah pendekatan yaitu: 1. Proses menggunakan tekanan untuk memberikan karakteristik tertentu pada kertas hasil akhir. Pada proses ini calon kertas bisa ditambahkan bahan lain agar lebih kuat misalnya dan memiliki karakteristik tertentu. Pengelolaan Input Pengelolaan input di sini bisa dilakukan dengan cara penggantian bahan bakar dengan yang memiliki nilai kalori lebih tinggi. Dengan input energy yang sama dihasilkan daya listrik dan daya panas untuk proses industry.Proses selanjutnya adalah proses pengeringan dengan menggunakan roller yang dipanaskan dengan uap. Proses kedua adalah supercalendered finish yang memiliki kualitas penampakan kertas yang jauh lebih baik. Setelah proses kalender selesai kertas digulung dalam roll dan disimpan untuk dipotong atau dikirim. Pada strategi ini hal penting yang perlu juga ditekankan adalah pengelolaan energy secara baik dalam arti pencatatan konsumsi energy. 3 Potensi Penghematan Energi 3. 4. Pada proses ini terdapat proses panas yang terlibat. khususnya industry kertas dan bubur kertas. Dalam industry bubur kertas dan kertas peralatan yang hemat energy bisa bervariasi dari penggunaan pompa yang hemat energy serta . perbaikan dan perawatan secara rutin dan perlakuan pencegahan rugi-rugi lain. Proses Kalender Proses ini melewatkan calon kertas pada roller yang dipasang sedemikan rupa sehingga membuat bakal kertas memiliki permukaan yang lebih halus serta ketebalan yang lebih seragam.

heat exchanger yang lebih efisien. Distribusi daya yang diperbaiki sehingga mengurangi kehilangan daya e. Distribusi panas atau uap panas yang diperbaiki sehingga mengurangi kehilangan daya f. yang menggunakan tenaga listrik. digestor yang hemat energy. Dll. kipas-kipas. Pemanfaatan System Energy yang Efisien Proses pembuatan bubur kertas dan kertas selain banyak menggunakan proses mekanikal. Selain itu good housekeeping juga menunjukkan adanya perhatian pada adanya ketidakberesan sistem 2. Sistem energy yang efisien jika diterapkan akan melakukan antara lain: a. Penggunaan pompa dan kompresor yang berukuran tepat serta menghilangkan hambatan-hambatan yang menyebabkan adanya kehilangan tekanan dan kebocoran . boiler yang lebih efisien dan lain-lain. Perbaikan proses dan integrasi yang lebih baik sehingga terjadi efisiensi baik energy maupun tempat d.memiliki kapasitas kerja yang pas. Yang jelas peralatan hemat energy tidak akan memberikan dampak maksimal tanpa pengelolaan energy yang baik dimana di dalamnya termasuk pencegahan kebocoran atau kehilangan daya/panas/tekanan 3. Pemanfaatan panas buangan misalnya untuk pemanasan serpihan kayu sebelum proses pulping atau pembuatan bubur b. Pada kasus tipikal hal-hal berikut ini bisa diperhatikan dalam usaha penghematan energy: 1. kompresor yang hemat serta kapasitas kerja yang pas. Penggunaan motor listrik dengan ukuran yang tepat serta pemanfaatan pengatur kecepatan variable 3. Melakukan usaha kogenerasi seperti ditulis pada poin di atas untuk membangkitkan panas dan juga daya listrik c. juga banyak menggunakan pompa serta system bertekanan dan system pembangkit panas dan distribusi panas. Good housekeeping untuk memastikan semua yang tidak terpakai dimatikan sehingga tidak terjadi pemborosan energy.

3 kWh/ton. Penggantian teknologi pressing juga bisa memperbaiki kinerja energy seperti misalnya penggantian mesin press dengan model shoe press 7. Di India diharapkan dengan adanya program efisiensi energy. Hal ini lebih rendah dari India (table di bawah). Berikut adalah contoh dari India dibandingkan dengan best practice di luar negeri (Amerika) Konsumsi energy spesifik. Umumnya pabrik bubur kertas atau kertas yang memanfaatkan kertas bekas atau kertas daur ulang memiliki konsumsi energy yang relative lebih rendah dibanding pabrik yang memanfaatkan kayu murni.2 Besar Potensi Penghematan Mengambil contoh dari India. khususnya listrik. Pengurangan kehilangan tekanan pada system uap agar tidak terjadi kehilangan panas dan tekanan. untuk industry kertas di Indonesia saat ini mencapai 420. Konsumsi listrik dan uap panas relative rendah pada pabrik yang memanfaatkan kertas bekas. 3. Perbaikan pencahayaan baik dengan mengganti lampu atau memanfaatkan cahaya alami jelas akan memperbaiki performa energy 5. . besar penghematan akan sangat bervariasi dan bisa tergantung kepada jenis asupan pabrik.4. Perbaikan efisiensi pembakaran boiler dengan memberikan insulasi serta perbaikan system pembakaran juga akan memperbaiki performa energy 6. konsumsi energy tipikal akan menurun seperti dalam table berikut ini.

Diperkirakan dengan semakin kompetitifnya industry kertas Indonesia maka kemampuan untuk penghematan energy di sector ini bisa lebih baik daripada India. DSCL Energy Services. 2009 . Berikut ini adalah contoh dari India dimana dilakukan usaha efisiensi energy untuk pabrik kertas.Di Indonesia pun diharapkan perbaikan bisa mencapai angka yang ditargetkan untuk India atau lebih baik. Sumber: Dr. India. Dengan investasi rendah penghematan yang terjadi sudah demikian signifikan sehingga upaya untuk peningkatan efisiensi di sector industry kertas dan bubur kertas sangatlah bisa dilakukan. Datta Roy.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.