PERSPEK1II OEOORAII PERSPEK1II OEOORAII PERSPEK1II OEOORAII PERSPEK1II OEOORAII

0
0R. 0Ew| L|E8N00R 8ETY0wAT|. H.8|. 0R. 0Ew| L|E8N00R 8ETY0wAT|. H.8|.
0R. HU6h AH|N | 0R. EVA ßAN0wAT| 0R. HU6h AH|N | 0R. EVA ßAN0wAT|
0
0R. 0Ew| L|E8N00R 8ETY0wAT|. H.8|. 0R. 0Ew| L|E8N00R 8ETY0wAT|. H.8|.
0R. HU6h AH|N | 0R. EVA ßAN0wAT| 0R. HU6h AH|N | 0R. EVA ßAN0wAT|
PR0CRAH PA86A8ARJANA PR0CRAH PA86A8ARJANA
UN|VER8|TA8 NECER| 8EHARANC UN|VER8|TA8 NECER| 8EHARANC
2011 2011
PR0CRAH PA86A8ARJANA PR0CRAH PA86A8ARJANA
UN|VER8|TA8 NECER| 8EHARANC UN|VER8|TA8 NECER| 8EHARANC
2011 2011
LINGKUP KAJIAN IPS dan GEOGRAFI
PENGETAHUAN
SOSIAL
KESOSIOLOGIAN,
KEGEOGRAFIAN,
KEEKONOMIAN,
KESEJARAHAN,
KEWARGANEGARAAN,
Geografi
Mempelajari fenomena
nyata di permukaan bumi
KAJIAN GEOGRAFI FISIK DAN
GEOGRAFI MANUSIA
MeIaIui
PETA, ATLAS, CITRA, SIG
MELAKUKAN IDENTIFIKASI,
INTERAKSI, INTERPRETASI,
ANALISIS, DAN PREDIKSI
RUANG LINGKUP GEOGRAFI RUANG LINGKUP GEOGRAFI
RRuang lingkup ilmu geografi tidak hanya mempelajari uang lingkup ilmu geografi tidak hanya mempelajari
tempat tempat saja, tetapi mencakup: saja, tetapi mencakup:
tempat beserta segala isinya, meliputi fenomena tempat beserta segala isinya, meliputi fenomena
fisik dan manusia fisik dan manusia
interaksi antara fenomena fisik dan fenomena interaksi antara fenomena fisik dan fenomena
manusia manusia
mendiskripsi perubahan pola tempat mendiskripsi perubahan pola tempat- -tempat dan tempat dan
bagaimana pola tersebut terbentuk bagaimana pola tersebut terbentuk
mempunyai manfaat untuk menata dan mengelola mempunyai manfaat untuk menata dan mengelola
wilayah. wilayah.
Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan
dan perbedaan fenomena dan perbedaan fenomena geo.ter geo.ter dengan sudut dengan sudut
pandang pandang /etivg/vvgav /etivg/vvgav atau atau /eritayabav /eritayabav dalam konteks dalam konteks
/ervavgav /ervavgav (Semlok, J988). (Semlok, J988).
Menurut Sutanto (J988) konsep pokok dalam Menurut Sutanto (J988) konsep pokok dalam
geografi adalah geografi adalah /ervavgav atav .pa.iat /ervavgav atav .pa.iat. Konsep spasial . Konsep spasial
menjadi penciri dalam geografi. Bidang ilmu lain menjadi penciri dalam geografi. Bidang ilmu lain
mempunyai konsep yang berbeda, misalnya waktu mempunyai konsep yang berbeda, misalnya waktu
menjadi konsep sejarah, dan kelangkaan menjadi menjadi konsep sejarah, dan kelangkaan menjadi
konsep ekonomi . konsep ekonomi .
GEOGRAF GEOGRAF GEOGRAF GEOGRAF
Obyek kajian geografi Obyek kajian geografi
FENONENA CEOSFER FENONENA CEOSFER
Geosíer terdiri dari Geosíer terdiri dari atmosfer atmosfer litosfer litosfer pedosíer, pedosíer,
hidrosfer hidrosfer biosfer biosfer dan dan antroposfer antroposfer. .
alau kita amati sepintas masing alau kita amati sepintas masing--masing lapisan masing lapisan
.tera .tera, tersebut saling terpisah tetapi bila , tersebut saling terpisah tetapi bila
diperhatikan lebih saksama ternvata lapisan diperhatikan lebih saksama ternvata lapisan--
lapisan tersebut lapisan tersebut saling terkait, saling saling terkait, saling
berinteraksi dan membentuk satu sistem berinteraksi dan membentuk satu sistem. .
enomena di permukaan bumi secara enomena di permukaan bumi secara spasial spasial
dan dan temporal temporal akan terus menerus berubah. akan terus menerus berubah.
Atmosfer
Hidrosfer Litosfer
Biosfer
3974548107
Hubungan antar Sfera Bumi (StrahIer and StrahIer, 1996)
BAGAIMANA OBYEK MATERIAL DAN OBYEK FORMAL DALAM
GEOGRAFI??
OBYEK MATERIAL FENOMENA GEOSFER
OBYEK FORMAL SUDUT PANDANG
Pertanyaan kunci untuk mempeIajari geografi adaIah 5 W + 1 H
apa (what), dimana (where), kapan (when), mengapa (why), siapa
(who), dan bagaimana (how).
LIMA LANGKAH SLORANG GLOGRAI
BLRPLRAN DALAM MLWUJUDKAN
MILLLNNIUM DLVLLOPMLN1 GOALS
(MDGs) 1AHUN 20J5
J. MLNCIP1AKAN INDONLSIA SLBAGAI INDONLSIA
HIJAU, BIRU, DAN BLRSIH
2. GLRAKAN GRLLN SCHOOL DI INDONLSIA
3. GLRAKAN MULOK LINGKUNGAN(PLNDIDIKAN
LINGKUNGAN HIDUP) PADA SLMUA SLKOLAH
4. GLRAKAN GLOGRAII PLDULI LINGKUNGAN DAN
BLNCANA DI INDONLSIA
5. PLNGUA1AN SUMBLRDAYA GLOGRAII
Deklarasi Nilenium
(September 2000)
Sasaran Pembangunan Nilenium
(NDCs ) tahun 201S
1. Pengentasan kemiskinan dan keIaparan yang ekstrim
2. Pemerataan pendidikan dasar
3. Mendukung persaman jender dan pemberdayaan perempuan
4. Mengurangi tingkat kematian anak
5. Meningkatkan kesehatan ibu
6. PerIawanan terhadap HIV/AIDS, maIaria, dan penyakit Iainnya
7. Menjamin daya dukung Iingkungan hidup
8. Mengembangkan kemitraan gIobaI untuk pembangunan
NDCs Telah Nenjadi Referensi Penting Pembangunan di !ndonesia
. .
0EOSFEP: 0EOSFEP:
-- ATMOSFEP ATMOSFEP
-- HIDPOSFEP HIDPOSFEP
-- LITOSFEP/PEDOSFEP LITOSFEP/PEDOSFEP
-- 8IOSFEP 8IOSFEP//AMTPOPOSFEP AMTPOPOSFEP
O8YEI IAJIAM O8YEI IAJIAM
0EO0PAFI 0EO0PAFI
kIPRAH OßYEk DAN ANALISIS SEOSRAFI kIPRAH OßYEk DAN ANALISIS SEOSRAFI
DALAM PELAkSANAAN MDSs PILAR kE 7: DALAM PELAkSANAAN MDSs PILAR kE 7:
MEWUJUDkAN kELESTARIAN LINSkUNSAN HIDUP MEWUJUDkAN kELESTARIAN LINSkUNSAN HIDUP
PEMDEIATAM/ PEMDEIATAM/
AMALISIS AMALISIS
IEPUAM0AM IEPUAM0AM
IELIM0IUM0AM IELIM0IUM0AM
IEWILAYAHAM IEWILAYAHAM
!#% T1².
SECARA KERUANGAN OBYEK GEOGRAFI DIKAJI DAN DIAMATI
MELALUI PETA DAN CITRA SERTA DIANALISIS DENGAN SIG
Obyek geografi di permukaan bumi seperti gunung, sungai, laut,
hutan, permukiman, persawahan, tambak, perkebunan, dan lain-
lain dapat digambar ke dalam peta.
Ienopo doIom korfu undonqon serinq diIompirkon Ienopo doIom korfu undonqon serinq diIompirkon
denoh Iokosi (pefo sederhono) 7 denoh Iokosi (pefo sederhono) 7
Ienopo podo soof menun¡ukkon suofu Iokosi kifo Ienopo podo soof menun¡ukkon suofu Iokosi kifo
serinq menqqomborkon denqon corefon serinq menqqomborkon denqon corefon--corefon corefon
qombor, podo popon fuIis, kerfos ofoupun munqkin di qombor, podo popon fuIis, kerfos ofoupun munqkin di
permukoon fonoh permukoon fonoh
SECARA UMUM, KOMUNIKASI MELALUI BAHASA
GAMBAR/VISUAL AKAN LEBIH MUDAH DIPAHAMI
"UESTION:
RUMAH
RS
BNI
CRAHE0|A
Dari rumah lurus ke utara mengikuti
jalan ini melewati perempatan, terus
melewati jembatan sungai, sampai di
perempatan berikutnya belok ke kanan
sekitar 200 meter di sebelah timur
Bank BN atau persis di depan RS
PETA K0CN|T|F atau PETA |HAJ|NER atau HENTAL HAP8
LEwAT HANAKAh ß|LA 8AYA AKAN
PERC| KE T0K0 CRAHE0|A?
Leb|h mudah mana?
PETA adalah Gambaran Permukaan Bumi
Yang diproyeksikan ke bidang
datar dengan skala tertentu
Sungai
JaIan
Permukiman
Hutan
ReIief
Apa yang dimaksud dengan permukaan bumi ?
Lahan pertanian
KLGUNAAN / MANIAA1 PL1A KLGUNAAN / MANIAA1 PL1A
Mengetahui perubahan Mengetahui perubahan- -perubahan yang terjadi perubahan yang terjadi
Meningkatan kesadaran akan Iingkungan hidup Meningkatan kesadaran akan Iingkungan hidup
Mengetahui potensi sumberdaya aIam Mengetahui potensi sumberdaya aIam
Perencanaan wiIayah Perencanaan wiIayah
Prediksi terjadinya bencana Prediksi terjadinya bencana
PertoIongan keceIakaan PertoIongan keceIakaan
Mempermudah atau petunjuk arah perjaIanan. Mempermudah atau petunjuk arah perjaIanan.
Dapat memperkirakan arah dan jarak tempuh Dapat memperkirakan arah dan jarak tempuh
Peringatan dini daerah rawan bencana aIam Peringatan dini daerah rawan bencana aIam
Sebagai aIat peraga daIam kegiatan beIajar Sebagai aIat peraga daIam kegiatan beIajar
mengajar di keIas mengajar di keIas
PLNGLR1IAN PL1A PLNGLR1IAN PL1A
. Peta merupakan sesuatu yang menampilkan gambar
geografik lingkungan.
2. Peta merupakan gambaran permukaan bumi yang diperkecil,
dituangkan dalam selembar kertas atau media lain dalam
bentuk dua dimensional.
3. Peta adalah suatu representasi atau gambaran unsur-unsur
atau kenampakan-kenampakan abstrak, yang dipilih dari
permukaan bumi atau yang ada kaitannya dengan permukaan
bumi atau benda-benda angkasa, dan umumnya digambarkan
pada suatu bidang datar dan diperkecil atau diskalakan
A, 3).
- - Peta Peta merupakan merupakan gambaran gambaran sebagian sebagian atau atau seluruh seluruh wilayah wilayah
permukaan permukaan bumi bumi dengan dengan berbagai berbagai kenampakannya kenampakannya pada pada
suatu suatu bidang bidang datar datar yang yang diperkecil diperkecil menggunakan menggunakan skala skala
tertentu tertentu Gunawan Gunawan 2003 2003) )..
- - Peta Peta diartikan sebagai suatu representasi/gambaran unsur diartikan sebagai suatu representasi/gambaran unsur- -
unsur atau kenampakan unsur atau kenampakan- -kenampakan abstrak, yang kenampakan abstrak, yang dipilih dipilih
dari permukaan bumi atau yang ada kaitannya dengan dari permukaan bumi atau yang ada kaitannya dengan
permukaan bumi atau benda permukaan bumi atau benda- -benda angkasa, dan benda angkasa, dan
umumnya digambarkan pada suatu umumnya digambarkan pada suatu bidang datar bidang datar dan dan
diperkecil diperkecil/diskalakan /diskalakan InternationaI Cartographic InternationaI Cartographic
Assosiation (ICA) Assosiation (ICA)..
Terdapat tiga kata kunci dari definisi PETA (ICA), yaitu Terdapat tiga kata kunci dari definisi PETA (ICA), yaitu
1) dipiIih, 1) dipiIih,
2) bidang datar, 2) bidang datar,
3) diperkeciI 3) diperkeciI
IUNGSI PL1A IUNGSI PL1A
MENUNJUKKAN LOKAS SUATU TEMPAT, MENUNJUKKAN LOKAS SUATU TEMPAT, KETNGGAN KETNGGAN
MEMBERKAN GAMBARAN MENGENA LUAS & BENTUK MEMBERKAN GAMBARAN MENGENA LUAS & BENTUK
KENAMPAKAN PERMUKAAN BUM, KENAMPAKAN PERMUKAAN BUM,
MENENTUKAN ARAH DAN JARAK BERBAGA TEMPAT, MENENTUKAN ARAH DAN JARAK BERBAGA TEMPAT,
MSALNYA JAKARTA TERLETAK D SEBELAH BARAT LAUT MSALNYA JAKARTA TERLETAK D SEBELAH BARAT LAUT
BANDUNG DENGAN JARAK KURANG LEBH 0 KM; BANDUNG DENGAN JARAK KURANG LEBH 0 KM;
MENYAJKAN PERSEBARAN GEJALA SOSAL D PERMUKAAN MENYAJKAN PERSEBARAN GEJALA SOSAL D PERMUKAAN
BUM, MSALNYA PERSEBARAN NDUSTR TEKSTL D JAWA BUM, MSALNYA PERSEBARAN NDUSTR TEKSTL D JAWA
TENGAH TENGAH,, PERSEBARAN PERMUKMAN D KOTA PADANG; PERSEBARAN PERMUKMAN D KOTA PADANG;
UNTUK PERENANAAN WLAYAH, MEMBERKAN NFORMAS UNTUK PERENANAAN WLAYAH, MEMBERKAN NFORMAS
KERUANGAN, SEBAGA ALAT MENGANALSS, MENJELASKAN KERUANGAN, SEBAGA ALAT MENGANALSS, MENJELASKAN
PENEMUAN PENELTAN & RENANA YANG DAJUKAN; PENEMUAN PENELTAN & RENANA YANG DAJUKAN;
UNTUK KEGATAN PENELTAN, SEBAGA ALAT BANTU UNTUK KEGATAN PENELTAN, SEBAGA ALAT BANTU
MELAKUKAN SURVE, MENEMUKAN DATA, DAN LAPORAN MELAKUKAN SURVE, MENEMUKAN DATA, DAN LAPORAN
PENELTAN PENELTAN;;
SEBAGA ALAT PERAGA & MEDA BELAJAR MENGAJAR D SEBAGA ALAT PERAGA & MEDA BELAJAR MENGAJAR D
KELAS. KELAS.
JLNIS-JLNIS PL1A
1. PETA UMUM
2. PETA KHUSUS/ PETA TEMATIK
PLNGGOLONGAN PL1A BLRDASAR SKALA PL1A
W PL1A KADAS1LR (skala sampai J : 5.000),
W PL1A SKALA BLSAR, (skala antara J : 5.000 - J : 250.000),
W PL1A SKALA MLNLNGAH (skala J : 250.000 - J : 500.000),
W PL1A SKALA KLCIL (J : 500.000 - J : J.000.000),
W PL1A GLOGRAII (skala lebih dari J : J.000.000).
KOMPONLN PL1A
KOMPONLN YANG HARUS 1LRDAPA1 PADA PL1A:
J. JUDUL PL1A
2. SKALA PL1A
- SKALA ANGKA, J : 500.000
- SKALA GARIS.
0 J 2 3 4 km
0 J 2 3 4 5 6 7 8 cm
3. 1ANDA ORILN1ASI (ARAH PL1A)
4. LLGLNDA
5. INSL1 PL1A
6. SUMBLR PL1A DAN 1AHUN PLMBUA1AN PL1A
7. KOORDINA1 PL1A
8. GARIS 1LPI PL1A
Jalan digambarkan dengan garis
Bangunan kecil digambarkan
dengan titik
Hutan Bakau digambarkan
dengan luasan/area
BENTUK SIMBOL OBYEK
PENGENALAN OBYEK
Hutan Rawa
Tambak
Sungai
Pemukiman
JaIan
Danau
Tanah Kosong
T1²1²..² ²1T15²TJ5
$ $
Survey Penentuan Posisi 1itik Survey Penentuan Posisi 1itik
Kontrol Horizontal (Global Kontrol Horizontal (Global
Positioning System : GPS, Positioning System : GPS,
Llectronic 1otal Station : L1S) Llectronic 1otal Station : L1S)
Survey Penentuan Posisi 1itik Survey Penentuan Posisi 1itik
Kontrol Vertikal (Sipat Datar Kontrol Vertikal (Sipat Datar
1eliti, Satellite Altimetry, 1eliti, Satellite Altimetry,
Airborne Laser Profiling) Airborne Laser Profiling)
Survey Penentuan Posisi Nilai Survey Penentuan Posisi Nilai
Gaya Berat (Gravity, Satellite Gaya Berat (Gravity, Satellite
Altimetry) Altimetry)
Survey Kelautan (Bathymetry, Survey Kelautan (Bathymetry,
Pasang Surut Muka Air Laut) Pasang Surut Muka Air Laut)
PEMETAAN DENSAN CARA
PENSUkURAN TERITRIS
PEMETAAN DENSAN CARA
PENSUkURAN TERITRIS
PETA HANUAL 6ETAKAN PETA HANUAL 6ETAKAN - - PETA RUPAßUH| PETA RUPAßUH|
²² T1².
PETA A0H|N|8TRA8| JAwA TENCAh PETA A0H|N|8TRA8| JAwA TENCAh
PETA Z0NA KERENTANAN CERAKAN TANAh PETA Z0NA KERENTANAN CERAKAN TANAh
PETA PERkIRAAN CURAH HUJAN PETA PERkIRAAN CURAH HUJAN
PL1A RAWAN BLNCANA PL1A RAWAN BLNCANA
PETA JUHLAh PEN0U0UK PETA JUHLAh PEN0U0UK
PL1A PLNGGUNAAN LAHAN PL1A PLNGGUNAAN LAHAN
PETA T|N0AK KEKERA8AN PETA T|N0AK KEKERA8AN
PETA RAwAN ßEN6ANA T|N0AK KEKERA8AN PETA RAwAN ßEN6ANA T|N0AK KEKERA8AN
PETA 6A0ANCAN ßATUßARA |N00NE8|A PETA 6A0ANCAN ßATUßARA |N00NE8|A
KALIMANTAN
55.1
9.3
12.2
5.0
10.6
ADANCAN (%)
Proven = 6,3 miliar ton
Neasured = 12,4 miliar ton
Total = 13,3 miliar ton
JAVA
SUNBER DAYA = S7,8 miliar ton
SOIL MAP SOIL MAP
SLOPL MAP SLOPL MAP
RAINIALL MAP RAINIALL MAP
Spatial Arrangement Ior Land Use Spatial Arrangement Ior Land Use
T1²1²..² J1²G.²
J²T. - ²² 'J.T.
TEkNOLOSI PENSINDERAAN JAUH
WAHANA YANG DIGUNAKAN DALAM WAHANA YANG DIGUNAKAN DALAM
PENGINDERAAN JAUH PENGINDERAAN JAUH
PR08E8 PEH0TRETAN F0T0 U0ARA PR08E8 PEH0TRETAN F0T0 U0ARA
PR08E8 |NTERPRETA8| 6|TRA 0|C|TAL PR08E8 |NTERPRETA8| 6|TRA 0|C|TAL
ambang Rivadi ambang Rivadi -- akosurtanal akosurtanal
!EMOTRETAN UDARA !EMOTRETAN UDARA !EMOTRETAN UDARA !EMOTRETAN UDARA
ACUAN ACUAN DASAR DASAR TEKNOLOGI TEKNOLOGI PEMETAAN PEMETAAN FOTOGRAMETRI FOTOGRAMETRI
Masih merupakan teknoIogi terbaik yang operasionaI; Masih merupakan teknoIogi terbaik yang operasionaI;
peraIatannya banyak didaIam negeri; SDMnya sangat peraIatannya banyak didaIam negeri; SDMnya sangat
memadai; dan Indonesia sudah berpengaIaman memadai; dan Indonesia sudah berpengaIaman..
Masih termasuk paIing mahaI, Masih termasuk paIing mahaI,
dibandingkan dengan teknoIogi Iain dibandingkan dengan teknoIogi Iain
yang Iebih maju InSAR, atau SateIit yang Iebih maju InSAR, atau SateIit
sifatnya sifatnya -ack -ox & padat va:ta asing -ack -ox & padat va:ta asing
serta menghasiIkan kuaIitas yang Iebih serta menghasiIkan kuaIitas yang Iebih
rendah dibandingkan dengan cara rendah dibandingkan dengan cara
fotogrametri fotogrametri..
PHOTO UDARA MANUAL
HITAM PUTIH
HASIL LAYOUT
Z.25-621 A-1
Z.25-621 A-2
Z.25-621 A-3
Z.25-621 A-4
Z.25-621 A-5
Z.25-621 A-6
4del Stere48k4pi8 4del Stere48k4pi8
!:8at !r4ek8i F4t4 2 !:8at !r4ek8i F4t4 2
!:8at !r4ek8i F4t4 1 !:8at !r4ek8i F4t4 1
PROSES KOMPILASI PHOTOGRAMETRY
LANDSAT SUMATERA BAGIAN SELATAN
!TRA ASTER
DELTA BERAU
KALT!N
RESOLUS! 1S N
ITRA ASTER
ITRA SPOT 5 - RESOLUSI 10 M
SUNCA!
]ALAN
A!R STR!P
C!TRA !KONOS RESOLUS! 1 N TANP!LAN SKALA 1:2S.000
ITRA IKONOS RESOLUSI 1 M
Citra Quickbird Citra Quickbird - - Resolusi 0,6 m Resolusi 0,6 m
%# ´%% %# ´%%
NOAA (NA1IONAL OCLANIC & NOAA (NA1IONAL OCLANIC &
A1MOSPHLRIC ADMINIS1RA1ION) A1MOSPHLRIC ADMINIS1RA1ION)
SA1LLI1 CUACA SA1LLI1 CUACA
5 BANDS 5 BANDS
RLSOLUSI J.JKm 2700 Km swath RLSOLUSI J.JKm 2700 Km swath
MONI1ORING SLCARA MONI1ORING SLCARA
GLOBAL/KON1INLN GLOBAL/KON1INLN
1LRAPAN 1LRAPAN
PL1A DAN CI1RA PL1A DAN CI1RA
PADA BLRBAGAI BIDANG KAJIAN PADA BLRBAGAI BIDANG KAJIAN
Peta dan Citra Untuk Berbagai 1erapan
BIDANG TERAPAN
DATA YANG
DIPERLUKAN
KETERSEDIAAN DATA DARI PETA
RUPABUMI DAN CITRA
SURVAI BENCANA ALAM
Penentuan zona kerentanan
Bencana banjir
. Kerja lapangan
menentukan titik
lokasi bencana.
2. Periode ulang
bencana.
3. urah hujan.
.Pola, tekstur, kerapatan, bentuk DAS.
2.Penggunaan lahan, nama geografi
3.Bentuklahan, batuan, struktur geologi.
4.Beda tinggi, kelerengan, bentuk lereng, jarak atau
panjang obyek.
5.Luas obyek, perhitungan volume.
6.Kesan topografi dan bentuk lembah, bukit,
dataran, gunung dll).
Gerakan tanah
Kekeringan
Letusan gunungapi
Gempabumi
Tsunami
Peramalan bencana
BIDANG GEOLOGI
Berbagai bidang ekspIorasi sumberdaya aIam
Pemetaan geologi
. Kerja lapangan
menentukan titik
lokasi obyek kajian.
2. Pengambilan
contoh.
.Pola, tekstur, kerapatan, bentuk daerah aliran
sungai.
2.Penggunaan lahan, nama geografi
3.Bentuklahan, batuan, struktur geo-logi.
4.Beda tinggi, kelerengan, bentuk lereng, jarak atau
panjang obyek.
5.Luas obyek, perhitungan volume.
6.Kesan topografi dan bentuk lembah, bukit,
dataran, gunung dll).
Eksplorasi endapan
mineral
Eksplorasi minyakbumi
Eksplorasi panasbumi
Eksplorasi air tanah
BIDANG KEREKAYASAAN
Berbagai bidang konstruksi fisik
Survai material konstruksi
. Kerja lapangan menentukan
lokasi/jalur obyek kajian.
2. Pemercontohan untuk uji
fisik di laboratorium.
. Pola, tekstur, kerapatan, bentuk DA
2. Penggunaan lahan, nama geografi
3. Bentuklahan, batuan, struktur
geologi.
4. Beda tinggi, kelerengan, bentuk
lereng, jarak atau panjang obyek.
5. Luas obyek, perhitungan volume.
6. Kesan topografi dan bentuk
lembah, bukit, dataran, gunung dll).
Jalur transpor-tasi jalanraya,
kereta api, jembatan, terowongan,
landasan pesawat, pelabuhan).
Lokasi waduk/ bendungan
BIDANG KEHUTANAN DAN PERTANIAN
Dikaitkan dengan aspek keruangan dan kondisi fisik kehutanan dan pertanian
nventarisasi dan pemetaan
wilayah hutan, luas, potensi, jenis,
cara pengelolaan, upaya
perlindungan hutan, moni toring
dan pengawasan hutan.
. Kerja lapangan menentukan
lokasi/jalur obyek kajian.
2. Tingkat pelapukan batuan,
erosi dan gerakan massa
batuan.
3. Kekuatan batuan, kemiringan
lapisan batuan.
4. Tanah jenis, daya dukung,
permeabilitas, tebal regolit,
kembangkerut, drainase
tanah.
5. Jarak antar sungai, banjir/
genangan, airtanah.
. Pola, tekstur, kerapatan, bentuk
daerah aliran sungai dan jarak antar
sungai.
2. Penggunaan lahan dan nama
geografi.
3. Bentuklahan, batuan, struktur
geologi.
4. Beda tinggi, kelerengan, bentuk
lereng, panjang lereng.
5. Jarak atau panjang obyek, luas
obyek dan perhitungan volume.
6. Kesan topografi dan bentuk
lembah, bukit, dataran,
punggungan, gunung dll).
Mengetahui luas areal pertanian,
umur relatif tanaman, penentuan
lokasi saluran pengairan,
identifikasi tanah, tipe permukaan,
pemetaan kelembaban tanah.
Pengamatan tanah pertanian yang
rusak akibat bencana.
BIDANG HIDROLOGI
Dikaitkan dengan kondisi geoIogi
Pola pengaliran
. urah hujan dan iklim.
2. Potensi airtanah dida-
sarkan atas nilai perme
abilitas. Nilai permeabi-
litas ditentukan oleh je-
nis batuan. Jadi peta
geologi mendasari pe-
nyusunan peta hidro-
geologi
. Pola, tekstur, kerapatan, bentuk daerah aliran sungai.
2. Penggunaan lahan, nama geografi
3. Bentuklahan, batuan, struktur geo-logi.
4. Beda tinggi, kelerengan, bentuk lereng, jarak atau
panjang obyek.
5. Luas obyek, perhitungan volume.
6. Kesan topografi dan bentuk lem-bah, bukit, dataran,
gunung dll).
Daerah tangkapan hujan
rainage den8it
Tafsiran ri8e8ink h4le / karst
Penggunaan lahan
Pariwisata
Keterlintasan jalan
BIDANG LINGKUNGAN
Berkaitan dengan sumberdaya Iahan, keruangan dan monitoring
Pemetaan jenis, sumber &
ruang dampak
Kerja lapangan menen-
tukan titik lokasi obyek/
sasaran dan hubungan se-
kitarnya.
. Pola, bentuk daerah aliran sungai dan jarak antar
sungai.
2. Penggunaan lahan dan nama geografi.
3. Bentuklahan pantai.
4. Beda tinggi, kelerengan, bentuk lereng, jarak, panjang,
luas obyek.
5. Kesan topografi dan bentuk lem-bah, bukit, dataran,
punggung, gunung dll).
Pemetaan zona pantai
Lingkungan & situs sejarah
Polusi air, minyak di laut,
deteksi kapal dan ikan
BIDANG MILITER
Berkaitan dengan sasaran atau pertahanan miIiter
Daerah pendaratan pantai
dan lokasi penerjunan.
Kerja lapangan intelejen)
menentukan titik lokasi ob-
yek/sasaran
. Pola, bentuk DAS dan jarak antar sungai.
2. Penggunaan lahan, nama geografi
3. Bentuklahan pantai.
4. Beda tinggi, kelerengan,, jarak, panjang, luas obyek.
5. Kesan bentuk topografi lembah, bukit, dataran, gunung
Medan daerah pertahanan
lawan.
PEMBANGUNAN WILAYAH
Tidak terpisahkan dengan Iahan, karena itu perIu menentukan batasan wiIayah
Pembuatan peta
tanah hak milik.
· Faktor atau fenomena alam
geologi, bentuk lahan, tata air
hidrologi), tanah, iklim, panorama
kawah gunungapi, air terjun,
lembah sungai, gua-gua
gunungapi/karst), pantai, fauna-
flora, sumber air panas dan mineral.
· Fenomena budi daya manusia/
sosial kepadatan penduduk,
penggunaan lahan, kerapatan ba-
ngunan, jaringan jalan, fasilitas
listrik, kota, harga dasar tanah,
mata pencaharian sosio-ekonomi),
pemerintahan adat istiadat), benda
bersejarah candi, monumen,
kraton, makam pahlawan/ raja).
. Pola, tekstur, kerapatan, bentuk daerah
aliran sungai.
2. Penggunaan lahan, nama geografi
3. Bentuklahan, batuan, struktur geologi.
4. Beda tinggi, kelerengan, bentuk lereng,
jarak atau panjang obyek.
5. Luas obyek dan perhitungan volume.
6. Kesan topografi dan bentuk lembah,
bukit, dataran, punggung, gunung dll.
BIDANG SOSIAL-EKONOMI
Berkaitan dengan aspek keruangan dan sosiaI-ekonomi
Menentukan potensi
wilayah, kesesuaian
lahan, kepa datan dan
ke-kayaan penduduk.
· Pengukuran luas setiap tipe
penggunaan lahan yg dikaitkan
peta-peta tematik peta geologi,
peta geomor fologi, peta tanah, peta
hidrologi, peta penduduk dll)
· Membandingkan peta penggunaan
lahan lama, baru dan akan datang
. Pola, bentuk daerah aliran sungai dan
jarak antar sungai.
2. Penggunaan lahan, nama geografi
3. Bentuklahan pantai.
4. Beda tinggi, kelerengan, bentuk lereng,
jarak, panjang, luas obyek.
5. Kesan topografi dan bentuk lembah,
bukit, dataran, punggung, gunung dll.
Arahan RTRW berasek
sosial-ekonomi,
penarikan pajak.
1lKIM. K.SII 1lKIM. K.SII
JeIaskan apIikasi dari peta atau citra
SESUA DENGAN BDANG KAJAN SAUDARA,
analisisnya berdasarkan informasi kualitatif dan
kuantitatif.
Misal aplikasi peta atau citra untuk penentuan situs andi
Prambanan, perencanaan wilayah, penataan lahan
pertanian dan nilai ekonomi, budaya masyarakat berdasar
pola permukiman, rencana pembangunan
jalan/jembatan/waduk, eksplorasi bahan galian,
eksplorasi minyakbumi, aspek lingkungan, penentuan
jumlah penduduk atau potensi wilayah, dll.
BAHAN KAJIAN DISKUSI