PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN GUDANG INDUK FARMASI

(Studi Kasus di RSUD BUDHI ASIH Cawang-Jakarta)

'Agus Hamdi, 2 Siti Saidah

Fakultas I1mu Komputer & Teknologi Informasi, Universitas Gunadarma 'agushamdkgjyahoo.co.id, 2sitisaidah@staff.gunadarma.ac.id

ABSTRAK

RSUD Budhi Asih adalah institusi pemerintah yang bergerak di bidang jasa pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Untuk mempercepat pelayanan informasi kepada pasien maka dibutuhkan suatu media pendukung yang berbasis komputer, media pendukung yang telah dimiliki adalah komputer dan jaringan Local Area Network (LAN), akan tetapi jaringan LAN yang ada belum digunakan oleh bagian persediaan obat RSUD Budhi Asih secara optimal. Penelitian tru bertujuan mengembangkan sistem persediaan obat pada RSUD Budhi Asih dengan memanfaatkan Jaringan LAN yang sudah ada. Pengembangan ini dirasakan perlu karena sistem yang sedang berjalan masih menggunakan komputer stand alone dan proses validasi jumlah obat (stok), validasi pemilihan pemasok dan validasi pelaporan yang masih dilakukan secara manual. Dengan adanya sistem ini maka proses pengolahan data persediaan obat di bagian gudang induk dan gudang satelit, akses permintaan obat dari apotek menjadi lebih mudah dan cepat.

Kata Kunci: Gudang Induk, Sistem, Obat, Kategori : Kti.Management of Computing and Information Systems I Kti.lProject and People Management I System Analysis and Design

ABSTRACT

RSUD Budhi Asih is a government owned hospital. Their daily activities are to provide medical services. In order to provide fast information services to the patients, computer support that is connected to a networks is

Hamdi, Saidah, Pengembangan Sistem ...

required. However, the computer networks have not been used for medicine's inventory system. Hence, in this research, the development of medicine's inventory system is developed. The present system of medicine's inventory relies on stand alone PC so that validati on of the quantity, validation of vendor selection and report validation are still taken care manually. With the availability of the new system, data processing for medicine information in the warehouse and satellite warehouse as well as request for medicine from the pharmacy will be fast and easy.

Keywordis) warehouse

System, Medicine, Main

Subject Description : K.6.Management of Computing and Information Systems I K6.1.Project and People Management I System Analysis and Design

PENDAHULUAN

Salah satu instansi pemerintah yang telah menggunakan teknologi komputer adalah Rurnah Sakit UI1111111 Daerah Budhi Asih merupakan salah satu instansi pemerintah yang telah menggunakan teknologi informasi dalam pengolahan data, khususnya data persediaan obat, Selama ini proses persediaan obat pada Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih dilakukan oleh bagian gudang induk, bagian gudang satelit dan apotek, Adapun alat bantu pengolahan data antar bagian gudang satelit, gudang induk dan apotek menggunakan komputer tanpa jaringan (PC- stand alone) yang diolah dengan program aplikasi clipper versi 5.0 Masalah yang timbul seperti data jumlah obat yang tidak akurat, butuh waktu yang lama untuk pengecekan obat, pemesanan

1

obat sering terlambat, dan isi laporan yang tidak tepat. Terdapat pula kegiatan yang tumpang tindih antara gudang induk dengan gudang satelit karena masing-masing gudang dapat melakukan pemesanan langsung ke pemasok dan juga penumpukan jumlah obat. Dampak lain yang juga timbul adalah produktivitas kerja yang rendah pada pegawai gudang, tanggung jawab menjadi tidak jeJas, demikian pula dengan waktu kerja yang berlebihan pada sebagian pegawai gudang. Untuk mengatasi hal terse but diperlukan suatu sistem kornputerisasi persediaan obat di Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih yang tepat, cepat dan akurat,

Pada saat ini, proses persediaan obat yang sedang berjalan di RSUD Budhi Asih dilakukan dengan komputer yang tidak terhubung dalam suatu jaringan. Hal ini seringkali menyebabkan ketidaksesuaian data jumlah persediaan obat antara gudang induk farmasi dan gudang induk satelit, selain itu belum adanya fasilitas untuk proses validasi jumlah obat (stok), validasi pemilihan pemasok dan pelaporan.

Adanya perbedaan obat yang dipesan ke pemasok, terkadang disebabkan karena bag ian gudang satelit dapat memesan Iangsung ke pemasok. Di samping itu pembuatan laporan pengembalian obat yang lambat dan data yang tidak akurat, karena obat yang dikirim dapat tiba secara bersamaan antara pemasok satu dengan lainnya, sehingga mempengaruhi hasil pemeriksaan obat, Arus masuk dan arus keluar obat yang tidak menggunakan metode "FIFO (First In First Out)" mengakibatkan adanya obat rusak dalam penyimpanan. Proses pendataan obat yang dibutuhkan menjadi berbeda, karena apotek dan bagian gudang satelit mencatat obat tidak secara lengkap, misalnya tidak mencantumkan jenis obat seperti sirup atau tablet, volume obat, dosis obat dan lain-lain.

Untuk mengatasi permasalahan di atas, perlu dirancang sistem informasi manajemen persediaan Gudang Induk Farmasi secara terhubung dengan bagian yang terkait dengan memanfaatkan Jaringan LAN yang sudah ada serta membuat validasi jumlah stok obat,

2

validasi pemilihan pemasok dan pelaporan. Tujuan dari perancangan sistem informasi ini menghasilkan sistem informasi yang dapat mempermudah pengolahan data persediaan obat di bagian gudang induk dan gudang satelit, akses pennintaan obat dari apotek menjadi jelas dan memperpendek alur permintaan obat.

METODE PENELITIAN

Pengembangan sistem dengan pendekatan

sistem merupakan suatu metodologi

pemecahan masalah dengan

mengidentifikasikan kebutuhan untuk

memperoieh suatu sistem operasi yang efisien. Pendekatan sistem terstruktur adalah pendekatan pengembangan sistem yang dilengkapi dengan alat-alat dan teknik-teknik yang dibutuhkan untuk pengembangan sistem sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan mendapatkan suatu sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas [2].

Pengembangan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti disebabkan oleh adanya permasalahan yang timbul pada sistem yang lama [2,4].

Sistem yang baik adalah sistem yang selalu dapat menyesuaikan dengan perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. [2,4] Atau, pengembangan sistem tidak hams membuat sistem yang baru, tetapi apabiJa sistem yang lama masih dapat digunakan dapat dilakukan perbaikan terhadap sistem yang lama tersebut, Beberapa alasanmengapa sebuah sistem harus dikembangkan adalah adanya suatu masalah baik karena kesalahan sistem atau kelemahan sistem, karena pertumbuhan organisasi yang makin besar, sehingga permasalahannya pun makin kompleks, dan adanya pembaharuan sistem.

Penelitian ini berlokasi di Rumah Saki! Umum Daerah Budhi Asih yang beralamat di JI. Dewi Sartika Cawang III No.200 Jakarta. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data serta melakukan wawancara kepada bagian gudang

Jurnal Informatika Komputer No.1, Volume 13, April 2008

dan bagian yang berhubungan dengan sistem persediaan di Rumah Sakit. Penelitian ini dilakukan mulai bulan November 2007 sampai dengan dengan Mei 2008.

Tahapan penelitian yang dilakukan untuk merancang sistem informasi ini adalah sebagai berikut : [5]

1. Tahap Analisis Sistem

Melakukan pengamatan terhadap sistem yang sedang berjalan. Langkah im bertujuan untuk mernahami kebutuhan bagian gudang dan mengidentifikasikan masalah. Adapun

langkah-langkah untuk

mengidentifikasi masalah dan

kebutuhan adalah dengan melakukan survey lapangan dan wawancara dengan bagian terkait, mengumpulkan dan menganalisa data-data operasional. Alat bantu yang digunakan untuk menspesifikasikan kebutuhan digunakan (DFD). DFD merupalcan model untuk menggambarkan sistem sebagai suatu janngan proses fungsional yang dihubungkan satu sarna lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi.

2. Tahap Perancangan Sistem

Pada tahap ini dilakukan perancangan untuk database maupun proses untuk sistem inforrnasi sesuai dengan hasil anal isis pada sistem yang sedang berjalan. Alat bantu yang digunakan adalah Entity Relationship Diagram

(ERD) dan kamus data. ERD

merupalcan model data untuk

menyajikan data secara keseluruhan. [1,3,6]

3. Tahap Pengembangan Sistem

Tahap ini mengembangkan hasil rancangan sistem informasi menggunakan PLlSQL dan Oracle 9i.

4. Tahap Implementasi Sistem

Database maupun aplikasi dari sistem informasi mt diterapkan dalam aktivitas bagian gudang sehari-hari .

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasil transformasi ERD diperoleh database yang terdiri atas Tabel Obat, Supplier, Retur, Stock-Opname, Pes an, Pemusnahan, Penerimaan dan Pengeluaran.

Tabell.

TabelObat

Nama Field Tipe Panjang Keterangan
Kode Material Char 10 Primery key
Nama Material Varchar 30
Kode Item Char 6
Kode Generik Char 10
Nama Generik Varchar 35
Pabrik Varchar 40
Kegunaan Varchar 50
SatuanPakai Varchar 15
lsi Satuan Numeric 5
HargaSat Numeric 10
Satuan Varchar 10
Lokasi Varchar 10
Persediaan Numeric 6
Kelp.Biaya Char 5 Tabel menggambarkan identitas obat, dilengkapi dengan field generik obat, kegunaan, harga satuan, lokasi penyimpanan,

Hamdi, Saidah, Pengembangan Sistem ...

jumlah stok dan kelompok biaya dan lainnya. Dengan kunci utama adalah : Kode Material

3

a e unpner
Nama Field Tipe Panjang Keterangan
No. Rekanan Char 4 Primary key
Nama Rekanan Varchar 40
Alamat Rekanan Varchar 50
Telepon Varchar 15
Kontact Person Varchar 25
Klasifikasi Varchar 5
PPn Boolean I Tabel2.

T b IS r

Pada Tabel 2 mencatat identitas pemasok, dilengkapi dengan field kontak person, klasifikasi pemasok, dan PPn. Dengan kunci utama adalah : No. Rekanan.

Tabel 3 mencatat transaksi pengembalian obat yang rusak pada saat penerimaan, dilengkapi dengan kunci utama adalah : No. Retur dan kunci tamu Kode Material dan No. Rekanan.

Nama Field Tipe Panjang Keterangan
No. Retur Char 10 Primary key
Tgl. Retur Date 8
KIMAP Char 10
Uraian Varchar 50
Sisa Numeric 8
QtyRetur Numeric 4
HargaRetur Numeric 12
Kode Material Char 10 Foreign key
No. Rekanan Char 10 Foreign key Tabe13.

Tabel Retur

a e DC rpname
Nama Field Tipe Panjang Keterangan
Tgl. Opname Date 8 Primary key
Kelompok Varchar 15
Gudang Varchar 10
QtySistem Numeric 6
HargaOP Numeric 8
Nilai Fisik Numeric 6
BulanOP Varchar 10
TahunOl' Numeric 4
QtyOP Numeric 6
Kode Material Char 10 Foreign key Tabel4.

T b [St k 0

Pada Tabel 4 dicatat transaksi perhitungan jumlah obat, dilengkapi dengan kunci utama adalah Tanggal Opname dan kunci tamu Kode Material.

Tabel 5 mencatat transaksi pemesanan obat ke pemasok dan hanya boleh dilakukan oleh Bagian Gudang Induk Farmasi, tanggal konfirrnasi digunakan sebagai validasi terhadap obat yang diterima. Tabel ini

4

Jurnal Informatika Komputer No.1, Volume f 3, April 2008

dilengkapi dengan kunci utama adalah No. MR dan kunci tarnu Kode Material dan No. Rekanan.

Tabel 6 mencatat transaksi pemusnahan obat. Tabel ini dilengkapi dengan kunci utama adalah No. BA ( nomor berita acara).

Tabel5.

Tabel Pesan

Nama Field Tipe Panjang Keterangan
No.MR Char 14 Primary key
Tgl. MR Date 8
Tgl. Konfirmasi Date 8
Bagian Varchar 20
CITO Boolean 1
HNA Numeric 12
Disc Numeric 6
Jumlah Numeric 12
Kode Material Char 10 Foreign key
No. Rekanan Char 10 Foreign key Tabel6.

Tabel Pernusnahan

Nama Field Tipe Panjang Keterangan
No.BA Char 10 Primary key
Tgll'emusnahan Date 8
Jmll'emusnahan Numeric 8
Kode Material Char 10 Foreign key Tabel7.

Tabel Penerimaan

Nama Field Tipe Panjang Keterangan
No. PO Char 10 Primary key
No.MR Char 12 Foreign key
NO. MRS Char 10
NO. DO Char 10
Tgl. Terima Date 8
Jml Pesan Numeric 4
Jml Terima Numeric 10
Saldo Numeric 4
lsi Numeric 4
Qty Terima Numeric 4
Disc Terirna Numeric 4
Kode Material Char 10 Candidate Key
No. Rekanan Char 10 Candidete Key Tabel 7 mencatat transaksi obat yang diterima dari pemasok Validasi yang dilakukan adalah dengan mengecek No. MRS, No. DO, jumlah pesan. Tabel ini dilengkapi dengan kunci

utama adalah No. PO dan kunci tamu No. MR. Sedangkan field Kode Material dan No. Rekanan dapat berfungsi sebagai kunci alternatif,

Hamdi, Saidah, Pengembangan Sistem ...

5

a e enge uaran
Nama Field Tipe Panjang Keterangan
No.MIV Char 12 Primary key
No. Bon Char 10
Od.User Varchar 40
Unit Kerja Varchar 30
Lapangan Varchar 25
Tgl. Pengeluaran Date 8
Jml Minta Numeric 4
Jml Bed Numeric 4
Jml Awal Numeric 4
Jml Akhir Numeric 4
KetPekerjaan Varchar 30
Kode Material Char 10 Foreign Key Tabel8.

T b IP I

Tabel 8 mencatat transaksi obat yang keluar. Validasi yang dilakukan adalah dengan mengecek No. Bon, jumlah yang diminta dan jumlah yang diberi untuk kasus jumlah obat yang masih kurang. Tabel ini dilengkapi dengan kunci utama adalah No. MIV dan kunci tamu Kode Material,

Tarnpilan Hasil Rancangan

Berikut ini ditampilkan hasil rancangan untuk menu utama pada sistem informasi manajemen persedian obat. Pada Gambar 1, diperlihatkan fasilitas untuk mengakses Gudang Induk Farmasi, Oudang Satelit dan logistik.

Gambar 1. Menu Utama

6

Jurnal lrformatika Komputer No.1, Volume 13, April 2008

t:~~$'" ";.n~rIo;. .,....." p~~do:

GLid~r.;I Le.I",~ :Syi;(;~ .. p~J3hat

Garnbar 2. Menu Master Gudang Induk Farmasi

Gambar 2 memperlihatkan proses validasi yang hanya dapat dilakukan oleh bagian logistik melalui menu Transaksi, dimana tujuannya adalah untuk mengontroi serta mengendalikan pemasukan obat dan pengeluaran obat yang terjadi pada Gudang lnduk Fannasi. Apabila suatu transaksi

pemasukkan obat atau pengeluaran obat telah dilakukan pengecekan dan disetujui oleh bagian logistik maka pada tampilan menu program akan tampil kalimat "TELAH DIKONFIRMASI". Sedangkan Gambar 3 memperlihatkan master obat serta fasilitas untuk memasukkan obat baru,

Gambar 3. Menu Input Master Obat Gudang Induk Farmasi

Pada Gambar 4, diperlihatkan fasilitas untuk mengontrol pemesanan obat yang dilakukan oleh Gudang Induk ke Pedagang Besar

Hamdi, Saidah, Pengembangan Sistem ...

Farmasi (PBF), sedangkan Gambar 5 memperlihatkan Laporan Penerimaan Obat pada Gudang Induk Farmasi.

7

Gambar 4. Menu Input Pemesanan Obat Gudang Induk Farmasi yang telah divalidasi

t., w~·Jt{b·

~'2.;~; "ll!l)C. i!$t "t; ;,;; IE;_;] ]p"9"li"- '?

:=r:*UJXP-:t) "'-Q . );~~

~.E£~ ~'U~,

~:~:

'" Try

LAPORAN PENERIMAAl~ OBAT GUDAtlG ItIDUK FARMASI

~""(,;;·~.:l:I'IID ')J.:t-.:.'::d,J':U".:l\j~'R~ ... TQ1 (,;r;;:~ : 1;'-'11-::0:~ Ilt2iJ

h .. { 'I} :[.}

".

utr..\ ~- ~JlJr l-(¥;'st ;Jr.;W~tU: F 0 ,..

~, $U=..wi";:' ~~ ~IA.. ~:'.fF:S\'~ ~on"<'VL,~~::;~ _. f"jV$t~ ~~~:I(;I ~tlt,.i.3}:li !t;.'(~,J4

fs;:~'t!l 9c;Wc'IF.C!Q ffi:l"4OC~;!l!;!Ii.

~iL9A ~o)ta.m~ n'l~""L~1Cm:';~f~'I~;i,IUi, r~;q ,!?:,,~.I~ ;r..u.'S~IJ"~.""I.i~l'·i:S;~

:.n~ -:r.~w1d ~e-ilj:~,'i:~

J.::.r.tl ~~~iI..!-01:o. eewt-~ us lCt..~f'IH£(..i"C( H'i"t:>:fl

~."."'~ ~~ n~~rn,·".H#'JUi1

.... ~ Vo,*,:i;.~. fLtr~::;:·U1·?I.:"SWt'~."'·

~i.i_JfJ.~h .. 't:.~tl.L. ~·1W:oi<;iUOa\""''''H.ttl ,~.:i»t. ~Wf.l!l.t.:r;::w..~;O~ f'f.f.f1'C,#;X<-;~"'i":..-!tI_'.f'~~'-"'.Jt_-L

t:;'lI' :oo.t "';4,.,.

I~j:'j;:- X-E; er,

L!'1-f. ro.; '.',.q_ r3ll fI).I t,,',Q I:"ill n' 91'':' I:~r ~ 11t ..

t:I:~ ft{:~· ~ f'tt

W4 ~

!:;:ar »t> ~

~, lU,U..t. "1'1 s::

~ ~~":, YTr.

m:'U ~\·If.

~i'I .( T r

(r~: '1(,~ '('1 r O.j.'

~ ~tT' ',< i r W.IL.:n •. 1..lJ.I"I 'f

mh'i LLI.-LI.L "f I r: -C6J.n:¥J..~ 't

>T~I l,.U.tr.L ,. 1 r: ':~l't~AM

OW1 ~U«iJ ',' T r. <~"H~

I')il-l' ~?~ "( T r: a;A,~U"" .,~

;:;,..,i.,ji..!AN '-"'ll-L<.N ""'.1)11>1 Ai:r....'FJ..XEJ1:11)~

~$\JU"'!I)Z~~~ 1...Is.?: ::x_¢!iIT... Qic'l

;:f.'.)~lJU.Jll'~J.Jo>~nH.F«Y~,;XI :m m, ~ Q'l.Q1

\"'I7-;:,r.n:;u:::'VF'tO~;..1"'(;lJ.T, ill 1"l11 ~ i.Jit:!'. lH,Jl

'.i:'?.'dL.!..6.:tM:: !.=v.' ~ BY;;.. Wf:i..i

i,·u.ffir:.iCc."',O:·~)'~ am f,t).I aT~ Cj~

1:7Al.t..I'ti.:!-'f !:::oo m 1)"1'", f:j";/j."}

~*'I:.A,..,.~ "1'C':"'iU--e"'~ ~""..AAt!t~!t.WJ..·}"H: n;rr ~ ffl"., Q':'O:;

m·J.uo:m]'W~l'.:.aa :;;:.r>l..~H,m:-<:£':rf ... ':.trfMoI;":E lC,,",) W4 t)l.!:. 0"',..,'l1

~.(J.';!'(q~-:Oi"'~ ~~v ~G.'OX"'(L--:~U.:;:(t':I,<:~!~ 'W'(i ~ ,'J.i+ 1;n"1}

~.fi)'rl{.lL~~ 1~1d~t:.F" :;z>{t",,~,.n~¥--.f'iltx.\.. I~ :;r~ ~~ !,)"tW .

9.JiiS:.i\,.r-t:n~" ?~,.8.~;:oi~)t.l,(~,t'O.... ~i1~ :Q!:: r".:IB O""N"I

~:9,:.m~'~UtLJI~tlo't_ n!~.,i!>Ial!"lID:i'...t~ M~ ~ DT.... ~tt

l/.j'1~l;"';u;Jj·~~·i !I;.f'l;C4!i;::: .... Ht:l" :!4~~ ~~ tL~ QrG1 t'_\.."i~ Of f e c~t~

!'£fIr,;.. ~~~I~ :ea,iT3$16W>J,ocnTA.rA~:;,' • 5¥:S-W''/''TS..:\1·a~i¥'!''t;.5,..L.· n!r) * rJI:.; .:r;c;n t:,";a~ ,. 1 [ "::~H.-..:L~

.,;1$11$ ~~ nv:t:l1..i;;,,'l';~L'Ilpc.lii ~:...I.l"H,,;::':.: 1$10) rh-f W:.. A~» Y T r O: .. .ii..::"~

:SiiXttU ..y~:? -:::~ii..~~.e;-i£,"t'.:ifF !".;W~:N..v:W.dB::~i.:i?Y~:'!:oii... I~ ~ 1."J;t.. O"~Y;' H....~..(O·f T r ...::aAl[..u..~

~.v: ¥*l~.1$1 ~m~«.. ii~n!L ;:RCP«\'t..~VC-':.'l 1~-Y.I ~)1 \',!i;l.. ~ tA;F\"to ,. '1'; j~lD.-'J...I-<Y

nD{1 :2I!{A.~ ;:T:t:"l"'.jU,.r;·~VM_~",,~Q :tl'i-,c..t..Q:'")\!«'" 1.:'.:';""1. ~I tn;~ q~ HA"Ii!Q, v r l" <;:(iJ..l PI>l,"'" j

=~ ,ot_'._WI_MIIoi~~_'_'_h_~_. _' ._~'._'_' '_-_-_ .. _. _'_. _.;._-' ::::::::.,,_----~ ~~-~--'~~,=O":"'M .. '.~.~ · .. ,,~~~,~:~~_.,,~:2 ::

~~ !r~4ll) "~JX.E"'f. ~~XI

~~~=

~"j7~'i« ·OI'Z~ $$l00T>«>

Oll.=..~v..\,,~Zl;K»J...qt ·s..lU7(Xfl;~ :r,~rr ~liC(uJbUi!:.S1" 'lil' .. ro .... _~"'"-""'.I~ "'AA\E·~:Jl,,!._'w

V T • 'r r r

~~. '( T r 'O£ilolD1J.~""

~ vir 'I

JJi'tm '( T f ",,"J.:!.'lN.lIW 1

'i~i-'f. '( try

J7.~ v ~ T r

~T(;(tro '/1 t ~lt441

~;O~~. '{ 1 T

t;O-irT~· '( 1 r 0a..~t..!..Wt

~~~% '( T r QB.:;1 NLtM

Garnbar 5. Tampilan Laporan Penerimaan Obat Gudang Induk Farmasi

KESIMPULAN DAN SARAN

di RSUD Budhi Asih, dapat diketahui bahwa segala kegiatan yang berhubungan dengan tindakan kepada bagian terkait dapat dikontrol oleh unit gudang induk farmasi, sehingga peJaporan kegiatan lebih terjamin dan

Berdasarkan hasil uji coba dad rancangan yang penulis buat pada Sistem Informasi Manajemen Persediaan Gudang Induk Farmasi

8

Jurnal lnformatika Komputer No.1, Volume 13, April 2008

diketahui oleh unit yang terkait serta semua proses validasi dapat dilakukan dengan melalui komputer.

Untuk menjalankan Sistem lnformasi Manajemen Persediaan Gudang Induk Farmasi agar berjalan dengan baik, maka diperlukan dukungan dari pihak manajemen, pengguna, perangkat komputer yang sesuai dengan spesifikasi, perangkat lunak dan sistem jaringan, yang sampai saat ini masih dalam proses pemenuhan kebutuhan terutama perangkat keras dan sumberdaya yang sedang mengalami proses reorganisasi.

Untuk tahap pengembangan yang lebih lanjut pada Sistem Informasi Manajemen Persediaan Gudang Induk Farmasi Rumah Sakit ini, perlu adanya tambahan menu untuk perencanaan dan pengendalian internal seperti sistem audit, sistem kesalahan entri dan sistem manajernen mutu.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Elmasri R, 1989, Fundamental Of Database Systems, Benjamin /Cumming Pubishing Company inc, California.

Hamdi, Saidah, Pengembangan Sistem ...

[2] Jogiyanto HM, 1993, Analisis dan Design Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi, Andi Offset, Yogyakarta.

[3] . Kadir A., 1999, Konsep dan

Praktis Basis Data,

Offset, Y ogyakarta.

[4] McLeod, R and. George S.1r, 2001, Management Information System, eight edition Prentice-Hall, Inc, New Jersey.

Tuntunan Andi

[5] Pressman R, 1997, Software Engineering : A Practitioner's Approach, Mc-Graw Hill

[6] Sulistyabudi, 1985, Inventory Control dengan Sistem Komputer, Andi Offset, Yogyakarta

[7] Suryadi DHS dan Bunawan, 1996,

Pengantar Perancangan Sistem

Informasi, Gunadarma, Jakarta.

[8] Tutang, 2005, Membangun Jaringan Sendiri LAN Bagi Pemula, Datakom Lintas Buana, Jakarta.

9

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful