P. 1
pengering rumput laut

pengering rumput laut

|Views: 1,372|Likes:
Published by aiwstar

More info:

Published by: aiwstar on Mar 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2013

pdf

text

original

c./-fHf

).00\

00)--1'

RANCANGAN AWAL ALAT PENGERING ENERGI MATAHARI
(SOLAR DRYER) UNTUK PENGERINGAN RUMPUT LAUT

Oleh:
IWAN SOPYAN

C03495045

SKRIPSI
Sebagai Salah Satu Syarat
untuk Memperoleh Gelar Sarjana
pada Fakultas Perikanan dan IImu Kelautan
Institut Pertanian Bogar

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN
FAKUL TAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
INSTITUT PERTANIAN BOGaR

2001

"Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta
segenap orang-orang yang beriman pada yaumul hisab nanti. "
(Q.S. Ibrahim: 41)
YaRabbi...
"Bentuklah putraku menjadi manusia yang eukup kuat untuk
mengetahui dirinya manakala dia lemah clan cukup berani
menghadapi dirinya manakala dia takut, manusia yang teguh di
dalam kekalahan, jujur renclah hati dan halus bucli dalam
kemenangan" (Doaseorang ayah/Douglas MeAthur)

"Dan rendahkanlah dirimu
dengan penuh kesayangan
kasihanilah kedua orang
mendidik aku dengan penuh
(Q.S. Al-Isra : 24)

terhadap mereka berdua (orang tua)
dan ucapkanlah "Oh Tuhanku
tuaku, sebagaimana mereka telah
kasih sayang semenjak waktu kecil"

Saat ini ...
Kuhanya bisa berkarya lewat karya kecil ini ~
.,.kupersembahkan tuk keluargaku tercinta :
Bapak, 'M:i..h,Abah, 'Malt, Kakakku (Ence, Sedi) I
Adikku(Asep,Roni,Dewi, Dede, Hari, Dian, Yuli}
serta orang-orang yang menyayangi ku...

Judul Skripsi

Nama Mahasiswa
Nomor Pokck
Program Studi

SKRIPSI

Rancangan Awal Alat Pengering Energi Matahari
(Solar Dryen untuk Pengeringan Rumput Laut
Iwan Sopyan
C03495045
Teknologi Hasil Perikanan

Menyetuj ui,
I. Komisi Pembimbing

Ir. Ruddy Suwandi, MS. MPhii
Ketua

Bamb

II. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB

h. Ruddy Suwandi, MS. MPhil
Ketua Program Studi

Indra Java, MSc
ibantu Dekan I

Tanggal Iulus : 16 Desember 2000

RlNGKASAN

IWAN SOPYAN (C03495045). Rancangan Awal Alat Pengering Encrgi
Matahari (Solar Dryer) untuk Pengeringan Rumput Laut. (Dibawah Bimbingan
RUDDY SUWANDI dan BAMBANG RIYANTO).

Rumput Iaut, khususnya jenis Eucheuma cottonii, merupakan salah satu
kornoditi perikanan dengan tingkat ekspor yang makin meningkat sepanjang tahun.
Rumput laut jenis ini sudah merupakan hasil budidaya di perairan laut dan
diperjualbelikan dalambentuk rumput laut kering. Petani rumput laut dalam proses
pengeringannya menggunakan penjemuran langsung di bawah sinar matahari yang
ditempatkan diatas para-para. Jenis rumput laut yang dihasilkan adalah rumput laut
kering tawar dankering asin.

Namun, pengeringan rumput laut dengan menjemur langsung di bawah terik
matahari akan menyebabkan terjadinya suatu kontaminasi, yaitu adanya serangga,
pasir, debu, dan juga benda-benda lainnya, sehingga kebersihannya menjadi kurang
terjamin dan akhirnya menurunkan mutu dari rumput laut kering yang dihasilkan.
Bahkan jika terkena air hujan, maka akan terjadinya kerusakan dan rumput laut
kembali menjadi basah sehingga menjadi tidak efisien. Dengan permasalahan
tersebut, maka penelitian ini menjadi perlu dilakukan untuk bisa menghasilkan suatu
alat yang Iebih efisien, yang dapat menghasilkan mutu lebih baik dan waktu
pengeringan yanglebihsingkat tanpa biayayangmahal.
Adapun tujuandari penelitian ini yaituuntuk mengetahuikemampuan kerja
alat pengering dengan sumber energi surya untuk mengeringkan rumput laut (sistern
efek rumah kaca) dan melihat tingkat efektifitas dari alat pengering tersebut dalam
menurunkan kadar air rumput laut dan mutu yang dihasilkannya. Sedangkan
pelaksanaan penelitian dilakukan dua tahap, yaitu tahap pertama berupa pembuatan
alat pengering dan kedua berupa pengujian alat terhadap pengeringan rumput taut.
Dalam penelitian ini dilakukan dua kali percobaan dengan menggunakan jumlah
rumput laut yang berbeda (5 kg/rak dan 3,5 kg/rak yang tersusun 3 rak), perlakuan

tanpa pencucian (P-l) dan perlakuan pencucian (P-2) dalarn waktu yang sarna yaitu
selama 5 hari.

Hasil pengujian alat dengan parameter suhu, rnenghasilkan suhu yang Iebih
tinggi jika dibandingkan dengan suhu lingkungan. Suhu tertinggi terjadi pada pukul
12.00 yaitu sebesar 74°C pada pelat kolektor panas dan 34°C di Iingkungan,
sedangkan pada ruang pengering suhu mampu mencapai 48,5°C (Rak-I), 41,4°C
(Rak-2) dan39°C (Rak-3).

Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan jumlah bahan sangat
mempengaruhi hasil akhir dari pengeringan, dimana bahan dengan berat 5 kg/rak laju
pengeringannya IebihIambat dibandingkan dengan yang 3,5 kg/rak, Ini terlihat dari
kemampuan alat dalam menguapkan air dari bahan selama pengeringan, dimana
dalam percobaan ke-l dengan berat bahan 5.000 gr/rak (kadar air 87,5116 % =
4.375,58 gr) dihasilkan kehilangan air yaitu sebesar 4.267,2548 gr (97,5243 %),
4.026,2358 gr (92,0161 %) dan4.037,279 gr (92,2684 %) sedangkan pada percobaan
kedua dengan berat bahan 3.500 gr/rak (kadar air 81,89 % =2.866,15 gr) kehilangan
airnya adalah 2.819,4895 gr (98,372 %), 2.819,3534 gr (98,3673 %), 2.820,3715 gr
(98,4028 %).

Pada pengujian organoleptik, untuk percobaan pertama (tanpa pencucian) nilai
penampakan dan bau berbeda nyata terhadap kontroI dan tidak berbeda nyata pada
organoleptik tekstur. Sedangkan pada percobaan kedua (dengan pencucian) penilaian
organoleptik penampakan menunjukan perbedaan yang nyata, kecuali pada Rak-I
yangtidakberbeda nyata dengan kontrol, Uji organoleptik bau tidak berbeda nyata
danberbeda nyatapadaorganoleptik tekstur (tekstur lebihbaikdari kontroI).
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa alat pengering solar dryer
mampu memodifikasi suhu lingkungan dalam alat dengan rnenghasilkan suhu yang
lebih tinggi, sehingga bennanfaat untuk mengeringkan bahan serta dapat terhindar
dari kontaminasi dan meningkatkan efisiensi produksi. Juga dengan mernperhatikan
jumlah bahan serta perlakuan pencucian, akan menghasiIkan laju pengeringan yang
cepat danmutuyanglebihbaik.

Untuk lebih meningkatkan performansi alat, perlu dilakukan penelitian
lanjutan dengan memodifikasi alat agar suhu yang dihasilkan lebih tinggi lagi dan
proses pengeringannya merata.

RlWAYATHIDUP

Penulis dilahirkan di Jakarta pada tanggal 17 Juli 1977, anak ke
tiga dari sepuluh bersaudara, dari ayah bernama Sapawi dan Ibu
Nenih Supriatin,
Pada tahun 1989 penulis lulus dari Sekolah Dasar Negri 1

Cilirnus-Kuningan, tahun 1992 lulus dari Madrasah Tsanawiyah

PUI Cilimus-Kuningan dan tahun 1995 lulus dari Sekolah
Menengah AtasNegri 1Beber, Cirebon.
Pada tahun 1995 penulis lulus Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negri
(UMPTN) dan terdaftar sebagai mahasiswa Institut Pertanian Boger pada Program
Studi Teknologi Hasil Perikanan. Dalam menyelesaikan pendidikan di Institut
Pertanian Bogor, penulis aktif dibidang olah raga, organisasi dan kepanitiaan
kegiatan.

Penulis pernah meraih prestasi yaitu diantaranya pada Kornpetisi Sepak Bola
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dengan meraih Juara ] (Tahun 1998),
Juara II(Tahun 1999) dan Juara I (Tahun 2000). Penulis juga pernah mengikuti
Lomba Riset Kelautan Tingkat NasionaI yang diseIenggarakan oIeh Himpunan
Mahasiswa IImudanTeknoIogi Kelautan (Himiteka-IPB) bekerjasama dengan BPPT
dalam rangka Marine Techno and Fisheries 2000, dengan mengambil topik
penelitian "Studi Keanekaragaman Populasidan PemanfaatanJenis.Bulubabi .di
Pulau Pramuka, Pulau Karya dan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Jakarta
Utara "danberhasil meraih predikat Juara I.
Pada tanggal 16 Desember 2000 penulis dinyatakan lulus dari Fakultas
Perikanan dan IImu Kelautan setelah dala~ ujian sidang berhasil mempertahankan
Skripsinya yang berjudul"Rancangan Awal Alat Pengering Energi Matahari
(Solar Dryer) untuk Pengeringan Rumput Laut" .

KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dengan segala daya dan
upaya, dapat menyelesaikan laporan hasil penelitian ini.
Skripsi ini berjudul "Rancangan Awal Alat Pengering Energi Matahari
(Solar Dryer) untuk Pengeringan Rumput Laut" yang disusun sebagai salah satu
syarat untuk mempero!eh ge!ar sarjana pada Program Studi Teknologi Hasi!
Perikanan, Fakultas Perikanan danIlmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
Pada kesempatan ini pula, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak atas kerjasama dan bantuannya,
sehingga penelitian yang telah dilakukan dapat berjalan dengan lancar, hingga
tersusunnya laporan ini.

Dengan hati yangtulus, ucapan terima kasih kami persembahkan kepada :

I. Keluarga tercinta ; Bapak, 'Mih atasjerih payah dan doa restunya, juga Abah dan
'Mak serta Kakak dan Adikku ; Ence, Sedi, Asep, Roni, Dewi, Dede, Hari, Dian,
Yuli ; ketulusan kasih sayang dan dorongan semangat yang telah diberikan demi
sebuah harapan keluarga, yangkini harapan itutelah menjadi kenyataan.
2. Bapak Sukanta (aIm) dankeluarga (Bi Nani, Boy Sukama, Lulu, Tanty, Ican), dan
A' Rudi sekeluarga, Mamang Odih dan Bi Onih sekeluarga, Ahim Robby atas
dukungan danbantuannya.
3. Bapak Ir. Ruddy Suwandi,MS. MPhil dan Bambang Riyanto, S.Pi selaku
pembimbing yang telah banyak mengarahkan dan membimbing penulis hingga
terselesaikannya skripsi ini.
4. Ibu Desniar, S.Pi atas kesediaannya meluangkan waktu sebagai moderator dan
dosen penguji.
5. Kak Uju S.Pi yang telahbanyak memberikan masukan danbantuan materilnya.
6. Rekan-rekan THP-32 (Rustono, Irharn, Mega, Saferi, Sigit, Susi, Santi, Endar
dyl) tiada keindahan dan keriangan di kelas, tanpa kehadiran kalian semua. Juga
spesiainya untuk Tetyatas segaia bantuan dansemangatnya.

7. Kru Lab. Teknik dan Manajemen Industri HP. I (Mulyadi, Sope, Sani, Rizki,
Ribut, Lukman, Asep), Keluarga besar Wisma Al-Quds generasi 1997 - 2000 atas
kebersamaan serta bantuannya dan
8. Semua pihak yangturut mendukung danmembantu dalampenyusunan laporan ini
yang dalam kesempatan initidak bisakami sebutkan satu per satu.
Semoga segala yang telah dilakukannya mendapat balasan dan pahala dari

yang maha kuasa.

Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan skripsi ini masih banyak
kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis
harapkan untuk hasil yang lebih baik lagi bagi penelitian di masa mendatang.
Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dalam menambah wawasan, ilmu pengetahuan
dan teknologi (Iptek), terlebih lagi dalam usaha mencari teknologi tepat guna bagi
masyarakat Indonesia yang didukung akan kekayaan sumber energi terbarnkan yaitu
energi matahari.

Demikian yangbisa kami sampaikan, akhir kata kami ucapkan terima kasih.

Bogar, Febrnari 2001

Penulis

11

DAFTARISI

Halaman

KATAPENGANTAR

.

DAFTAR.ISI

HI

DAFTARTABEL

" "................... v

DAFTARGA1v1BAR

VI

DAFTAR LA11PIRAN "..............................................................................

VII

1. PENDAHUl,UAN

"

"

.

1.1 Latar Belakang

..

1.2 Tujuan

3

1.3 Waktu danTempat

3

2. TINJAUAN PUSTAKA

4

2.1 Rumput Laut

4

2.1.1 Definisi danpemanfaatannya

4

2.l.2 Teknik pasca panen rumput laut

6

2.2 Pengeringan

7

2.2.1 Peranan air dalambahan selama pengeringan

7

2.2.2 Prinsif pengeringan

".......................................................

9

2.2.3' Metode pengeringan

"

" "............... 10

2.2.4 Proses pengeringan

11

2.2.5 Laju pengeringan tetap ".........................................................

14

2.2.6 Laju pengeringan menurun

15

2.3 PotensiEnergiMatahari :

,....................... 16'

3. METODOLOGI

:............................... 18

3.1Bahan danAlat

" "...............................................

18

3.2 Metode Penelitian

".................. 18

3.2.1 Penelitian pendahuluan

"." "............ 18

3.2.2 Penelitian lanjutan

20

3.3 Pengamatan

20

3.3.1 Uji organoleptik

20

3.3.2 Uji kadar air

20

111

4. HASII..,DANPE1vIBAHASAN

21

4. 1 Performansi Alat

21

4.1.1 Suhupada kolektor panas

21

4.1.2 Suhuruang pengering

25

4.2 Analisis Kadar Air

27

4.3 Pengujian Mutu Organoleptik

31

4.3.1 Organoleptik penampakan

3I

4.3.2 Organoleptik bau

32

4.3.3 Organoleptik tekstur

33

5. KESH'v1PULAN DAN SARAN

34

5.1 Kesimpulan

34

5.2 Saran

35

DAFTARPUSTAKA

36

LA.MPIR.AN

38

IV

t,

DAFTAR TABEL

No.

Halaman

1. Standar Mutu Rumput Laut Kering Pasar Dunia

2
2. Volume Ekspor Rumput Laut Indonesia dalamPeriode 1992-1996 . 5
3. Perubahan SuhupadaPelat Kolektor Panas Selama Penjemuran

22

4. Perubahan SuhupadaLingkungan Sekitar Alat

22

5. SuhuRata-rata RuangPengering pada Percobaan ke-l dan2

25

6. Laju Penurunan Berat Rumput Laut SelamaPengeringan

28

7. LajuPenguapan Air Selama Pengeringan

28

8. Total AiryangHilang Selama Pengeringan

28

v

DAFTAR GAMBAR

No.
1.

2.

3.

Halaman

Kurva Laju Pengeringan (Canovas danMercado, 1996)

.

Pergerakkan Air Selama Pengeringan padaPori-pori Bahan

.

Proses Masuknya Energi Matahari keBumi (Lakitan, 1997)

.

13
15
17

4. Bagan Alir Penelitian Rancangan Awal Alat Pengering Energi Matahari
(Solar Dryers untuk Pengeringan Rumput Laut

19

5. Grafik Perubahan Suhupada Kolektor Panas danLingkungan

21

6. Pola Aliran Udara padaAlat Solar Dryer

26

7. Grafik Laju Penurunan Berat Bahan padaPercobaan ke-I

29

8. Grafik Laju Penurunan Berat Bahan padaPercobaan ke-2

29

9. Grafik Perbandingan Laju Penguapan Antara Percobaan ke-I dan
Percobaan ke-2

29

VI

""

DAFTAR LAMPIRAN

No.

Halaman

1. Perubahan Kadar Air SelamaPengeringan (P-l)

_..__ __._ 38

2. Tabel SidikRagam Uji Statistik Perubahan Kadar Air (P-l)

38
3. Perubahan Kadar Air Selama Pengeringan (P-2) .... .. .._.._ _ _ 39

4. Tabel SidikRagam Uji Statistik Perubahan Kadar Air (P-2)---..---..--- 39
5. Score Sheet Rumput Laut Kering (Eucheuma cottonii)..................... 40
6. Nilai-nilai Hasil PengujianOrganoleptik Rumput Laut Kering......... 41
7. Uji Kruskal-Wallis Nilai Organoleptik Penampakan......................... 42
8. Uji Lanjut Multiple Comparison Nilai Penampakan _ __.._.......... _ 42
9. Uji Kruskal-Wallis Nilai OrganoleptikBau ...._........_ _............... 43
10_ Uji Lanjut Multiple Comparison Nilai Organoleptik Bau.................. 43
11. Uji Kruskal-Wallis Nilai Organoleptik Tekstur

44
12_ Uji Lanjut Multiple Comparison Nilai Organoleptik Tekstur _.._.. 44
13. Gambar Alat Pengering Energi Surya (Solar Dryer)......................... 45
14. Gambar Rumput Laut Basah Jenis Eucheuma cottonii...................... 45
15_ Gambar Rumput laut Kering Jenis Eucheuma cottonii .. .._.... 46

Vll

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Saat ini rumput laut merupakan hasil perikanan yang sedang giat digalakan di
Indonesia melalui budi daya. Bahkan di beberapa daerah sudah dilakukan secara
besar-besaran. Contohnya, di Teluk Jakarta bahkan di Propinsi Sulawesi Selatan,
tepatnya didaerah pesisir Takala, Bulukumba dan Maros. Areal budi daya rumput
laut menempati daerah seluas ± 775 hektar dengan hasil sekali panen ± 170 ton
(Hidayat, 1994}

Indonesia sebagai negara kepulauan, mempunyai potensi yang cukup besar
untuk menjadi negara produsen rumput laut karena hampir seluruh pantainya dapat
dipakai sebagai usaha budidaya. Rumput laut mempunyai prospek yang cukup cerah,
mengingat potensi rumput laut sebagai salah satu kornoditas ekspor non 111Igas
(Hidayat, 1994).

Hingga kini rumput laut yang banyak diminta oleh pasaran dunia adalah dari
jenis Eucheuma sp, Gracilaria sp dan Gellidium sp yang biasanya dalam bentuk
produk rumput Iaut kering. Permintaan dunia terhadap rumput laut yang
mengandung karagenan rata-rata mencapai 18.000-20.000 ton, dan4.000 ton berasal
dari jenis Eucheuma. Indonesia hanya mampu memasok permintaan dunia sebanyak
2.000 ton lebih dari jenis Eucheuma setiap tahunnya (Indriani dan Emi, 1999). Hal
ini menunjukan bahwa prospek ekspor masih besar, sehingga Indonesia dapat
meningkatkan produksinya.

Berkaitan dengan peluang ekspor ini, rumput laut yang diproduksi yaitu
berupa rumput laut kering, harus memiliki mutu yang baik sebagaimana disyaratkan
pihak importir. Produksi rumput laut kering yang memenuhi standar mutu akan
menambah kepercayaan dan semakin mendorong impotir meningkatkan permintaan
akan rumput laut kering dari Indonesia. Adapun standar mutu rumput laut kering

.

berdasarkan inforrnasi pasar rumput taut dunia dapat dilihat pada Tabel 1.

\.

2

Tabel 1. Standar Mutu Rumput Laut Kering Pasar Dunia

Karakteristik

Syarat

Eucheuma Gelidium Gracilaria Hypnea

- Kadar air

32

15

25

30

maksimal (%)
- Benda asing

5*)

5**)

5**)

5**)

maksimal (%)

- Bau

Spesifik

Spesifik

Spesifik

Spesifik
rumput laut rumput laut rumput laut rumput laut

Sumber: Indriani danEmi (1999)
*) Benda (Ising(garam, pasir. karang, kayu danjenis Iainnya)
**)Benda asing (garam, pasir, karang dan kayu)

Usaha pernanfaatan rumput laut ini, akhirnya perlu disertai pengolahan hasil

panen yang memadai, karena sebagian besar petani masih menerapkan pengolahan

tradisional sehingga rata-rata mutu yang dihasilkan belum bisa memenuhi target.

Hambatan biasanya muncul saat pernilihan jenis yang kurang murni dan teknik

penjemuran yang kurang sempuma (Romirnohtarto e/ al.; 1999).

Khusus pengeringan, umumnya para petani rumput laut mengeringkan hasil

panennya dengan menjemur di bawah terik cahaya rnatahari. Dimana saat

penjemuran ini dapat terjadi suatu kontaminasi, yaitu adanya serangga, pasir, debu

dan juga benda-benda lainnya, sehingga kebersihannya menjadi kurang terjamin dan

akhirnya menurunkan mutu dari rumput [aut kering yang dihasilkan. Bahkan jika

rumput laut yang dijemur terkena oleh air hujan, maka akan menyebabkan terjadinya

kerusakan. Pengeringan dengan penjernuran langsung di bawah terik matahari akan

menghasilkan warna yang baik, karena rurnput laut tidak langsung terkenasuhu

tinggi.

Upaya untuk melakukan pengeringan dengan baik dapat dilakukan, misalnya

melalui alat pengermgan.

Alat pengenng

tersebut nantinya harus

mempertimbangkan dan sesuai dengan kebutuhan serta tingkat pendapatan petani

rumput laut, selain itu alat pengering tesebut harus memiliki biaya operasi yang relatif

murah. Salah satu faktor yang mempengaruhi besarnya biaya operasi adalah jenis

energi yang digunakan dalam proses pengeringan.

3

Energi surya merupakan jenis energi yang tepat untuk digunakan sebagai unit
pemanas udara pada ruang pengering, karena energi surya merupakan energi yang
paling bersih dan murah. Namun energi surya mempunyai beberapa sifat khas yaitu
arus energi yang rendah dan penyinarannya tidak kontinyu, sehingga suhu yang
dihasilkan rendah, berfluktuasi dan menyebabkan waktu pengeringan yang terputus.
Oleh karena itu berdasarkan permasalahan yang ada perlu dikembangkan cara
pemanfaatan energi surya sehingga memenuhi kebutuhan dalam proses pengeringan ,
dan penelitian tentang pengeringan terhadap komoditi rumput laut dengan alat
pengering berenergi matahari ini menjadi sangat penting untuk dilakukan.

1.2 Tnj nan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kerja alat pengering
dengan sumber energi surya untuk mengeringkan rumput laut (sistem efek rumah
kaca) dan melihat tingkat efektivitasnya dari alat pengering tersebut selama
pengeringan dalammenurunkan kadar airrumput laut danmutuyang dihasilkannya.

1.3 Waktu dan Tcrnpat

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 1999 sampai Agustus 2000,
bertempat di Laboratorium Teknik dan Manajemen Industri Hasil Perikanan I,
Jurusan Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan I1muKelautan, Institut
Pertanian Bogar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->