Eyangku, Eyangmu, Eyang Kita

Publikasi 04/03/2003 09:00 WIB eramuslim - Hujan rintik waktu itu. Saya bergegas menembus jalanan pagi yang padat dengan payung terkembang. Berpacu dengan pejalan kaki lainnya, juga mobil dan motor yang suka merebut kavling pejalan kaki di trotoar. Saya harus segera tiba di kantor. Tibatiba sesuatu menghentikan langkah kaki saya dan memaksa saya menoleh. Lagi, untuk yang kesekian kali. Seorang wanita berusia di akhir 60 tahunan, berkain, kebaya dan kerudung sampir, menyandang tas kantong, tertatih tanpa pelindung dari hujan. "Ibu hendak kemana?” sapa saya. Payung langsung saya condongkan ke arah beliau. Bersama kami melangkah satu-satu, menapaki jalan yang licin dan berlubang-lubang. "Mau naik angkot di depan situ, Neng. Ibu hendak ke Cibubur" MasyaAllah! Cibubur? Dari Salemba? Sendirian? Dalam hujan dan tanpa payung? "Ibu sendirian?" Saya masih bertanya, sekedar menepis kegalauan, meski saya tak butuh jawaban, apa yang saya saksikan toh sudah menjawab pertanyaan itu. "Allah yang mengantarkan Ibu, Neng!" jawabnya, sedikit melegakan saya. Dan akhirnya, ketika saya melepasnya naik Mikrolet 01A, saya tak lagi merasa terlalu bersalah. Allah yang akan mengantarnya sampai tujuan. Entah berapa kali saya menjumpai peristiwa serupa. Dan semuanya mendorong pada tumbuhnya satu rasa: Iba. Bagaimana tidak? Mereka melangkah satu-satu, jarak 500 meter ditempuh lebih dari setengah jam. Belum lagi trotoar yang miring atau berlobang, atau dihuni kendaraan parkir, sehingga kadang-kadang pejalan kaki terpaksa turun ke badan jalan yang penuh dengan kendaraan lalu lalang. Kadang saya terpikir: kemana anak-anak mereka? Kemana cucu-cucu mereka? Hingga membiarkan bapak/ibu atau eyangnya bepergian sendiri? Di Jakarta pula. Mungkin dunia memang sudah sedemikian tua, hingga penghuninya tak lagi memiliki cinta dan perhatian, bahkan kepada orang tua sendiri yang sudah mulai lemah. Barangkali dunia memang sudah sedemikian merana, hingga orang di jalanan tak lagi menganggap manula sebagai makhluk lemah yang, Tapi, sebentar! Apa hak saya ‘menuduh’ anak dan cucu yang mengabaikan orang tua/eyangnya di jalanan? Apa hak saya ‘menghakimi’ manusia dan dunia yang tak lagi mempedulikan para manula? Memangnya saya sudah berbuat baik kepada eyang dan orang tua saya dengan sempurna?

Dan, tiba-tiba saya teringat eyang kakung saya di kampung sana. Usia beliau sudah di atas 80 tahun, pendengaran sudah jauh berkurang, penglihatan sudah tidak awas lagi dan berjalan pun sudah harus ditopang tongkat. Sekalipun secara fisik –seingat saya- saya tak pernah mengabaikannya, harus saya akui, selama ini saya sulit untuk bisa akrab dengan beliau. Pertama, karena jarak yang memisahkan kami, sehingga sedikit kesempatan untuk bersama. Kedua, pendengaran dan penglihatan beliau yang kurang, membuat sulit untuk berkomunikasi. Saya harus agak berteriak supaya beliau mendengar apa yang saya katakan. Ketiga, saya kesulitan menemukan bahan pembicaraaan yang nyambung. Kondisi tersebut membuat saya jarang bercakap-cakap dengan Eyang, kecuali saat melayani makan, mandi dan semua keperluan sehari-hari lainnya. Jadi, apa bedanya saya dengan mereka yang menelantarkan orang tua dan eyangnya di jalanan? Meski tak tampak secara fisik, namun secara psikologis nyaris tak ada bedanya: saya telah mengabaikannya, betapapun alasan saya. Dan saya pun merasa perlu mengoreksi kembali penilaian saya kepada para anak dan cucu dari eyang-eyang di jalan raya itu. Mencoba menemukan alasan, mengapa mereka tak mengantarkan orang tua atau eyangnya yang bepergian. Barangkali saja keluarganya miskin, sehingga tak mampu mengantarkan dengan kendaraan memadai. Bisa saja anakanaknya sedang sibuk bekerja, demi memenuhi kebutuhan hidup yang kian melilit. Mungkin saja cucu-cucunya sedang bersekolah sampai sore dan masih ditambah dengan kesibukan membantu pekerjaan rumah tangga. Barangkali,… ada alasan entah apa lagi. Namun, semoga saja, meski anak dan cucunya tidak mengantarkan para eyang di jalanan itu, mereka tetap memberi perhatian dan berbuat baik kepada eyangnya dengan cara yang lain. Hingga Allah akan melindungi mereka, seperti kata Ibu tua tadi: "Allah yang akan mengantar saya, Neng!” Semoga demikian adanya, dan semoga yang demikian itu adalah melalui tangan kita. Ya, semoga Allah menolong para eyang itu dengan menggerakkan hati dan meringankan langkah kita untuk mengantar dan menemani para eyang di jalanan itu. Semoga kemudian Allah menolong dan menjaga eyang dan orang tua kandung kita, karena kita mengikhlaskan hati menolong para eyang di sekeliling kita. Karena mereka adalah eyangku, eyangmu, eyang kita semua. (Saat ini saya berharapharap cemas, jika saya membantu para eyang di jalanan dan di sekeliling saya, di jauh sana, Allah akan memberikan teman dan penjaga bagi eyang saya, meskipun itu seorang anak batita yang senang mengajaknya bermain, tanpa kata-kata verbal, namun penuh ketulusan cinta. Ya, Allah kabulkanlah harapan saya, dan titip salam rindu saya kepadanya). (azi_75@yahoo.com, saat saya mengingati eyang)

Mbok Narti
Publikasi 27/02/2003 09:45 WIB

eramuslim Mbok Narti Begitu kami sekeluarga memanggilnya. Usia-nya sudah 60 tahun namun kegagahan dan kegesitannya justru membuat sosoknya terlihat 10 tahun lebih muda. Mbok Narti baru bekerja beberapa minggu di tempat kami. Seorang tetangga membawanya ke rumah ibu ketika mengetahui bahwa kami membutuhkan asisten di rumah kami. Ayah yang sudah sakit dalam 8 bulan terakhir tentu menyita waktu ibu untuk mengurusnya. Alhasil pekerjaan rumah tangga sedikit 'keteteran' karena kami bekerja seharian di luar rumah. Alhamdulillah, kami dapat bernafas lega ketika mendapatkan bantuan mbok Narti ini. Setiap ba'da shubuh dia sudah rajin bekerja dari mencuci, memasak dan menyetrika. Mbok Narti tidak pernah mengijinkan ibu untuk membantunya, alih-alih mbok Narti menyarankan ibu untuk konsentrasi menyiapkan dan mengurus keperluan ayah yang sedang sakit. Mbok Narti hidup sebatang-kara di dunia ini, begitu informasi yang kami dapatkan lewat tentangga. Dia tidak pernah menceritakan asal-usul dirinya dengan jelas. Mbok Narti, sosok baru di rumah kami ini langsung menjadi idola. Senyumnya tidak pernah lepas dari bibirnya. Pekerjaan dia selesaikan dengan giat dan gesit. Setiap malamnya tidak pernah dilewatkan mbok Narti dengan bersimpuh di hadapan Sang Khaliq. Selalu khusyuk dalam sujud dan do'a-nya. Dan suatu hari, setelah hampir tiga minggu mbok Narti bekerja di rumah kami. Tiba-tiba kami kedatangan seorang tamu. Seorang dokter dari Jakarta. Awalnya kami agak terkejut dengan maksud dan tujuan dokter tersebut untuk menjemput mbok Narti. Astaghfirullah, kami sempat bersu'udzon tentang sesuatu hal yang buruk yang pernah terjadi kepada si mbok ketika bekerja di Jakarta dahulu. Namun, dokter yang ternyata bekas majikan si mbok tersebut justru memohon maaf kepada kami untuk menjemput mbok Narti karena si mbok dirindukan oleh anaknya. Rupanya putera si dokter meminta ayahnya untuk datang ke rumah kami menjemput mbok Narti. Ah, rupanya ada yang merindukan si mbok di sana. Si dokter itupun bercerita bahwa anak bungsu-nya tidak mau makan sejak mbok Narti pulang ke kampungnya. Persis seperti di sinetron-sinetron memang, namun itulah fakta yang terjadi. Entah apa yang membuat mbok Narti berhenti bekerja dari rumah si dokter tersebut sebelumnya. Namun dari kehidupan, tindak-tanduk mbok Narti yang baru beberapa minggu di rumah kami, mbok Narti adalah sosok yang sangat baik dan mendekati sempurna sebagai asisten keluarga kami. Akhirnya kami pun harus melepas mbok Narti dengan berat hati. Walau baru beberapa minggu bekerja di rumah kami, namun kesan yang ditinggalkan begitu mendalam. Terus terang, kami tidak pernah mendapatkan asisten rumah tangga seperti sosok mbok Narti ini. Satu minggu berlalu sejak kepergian mbok Narti dan tetanga kami yang pernah mengantarkan si mbok datang untuk mengambil uang gaji mbok Narti yang belum sempat

Sungguh kedermawananmu membuat kami malu di hadapan Tuhan kami. Setiap saat kami hanya memikirkan diri kami sendiri. Ternyata di tepi jalan . hidup ini justru menjadi lebih berarti ketika kita dapat membagi kebahagiaan kita kepada orang lain. Sungguh teladanmu melorotkan tulang-tulang kesombongan kami. Rupanya selama ini dia menyerahkan seluruh penghasilannya sebagai asisten kepada si tetangga untuk diberikan kepada Yayasan tersebut setiap bulannya. Akhirnya saya bawa ke rumah. terdapat seekor bayi kucing yang saya perkirakan baru lahir beberapa hari yang lalu. Di sisi lain mbok Narti yang 'cuma' sebagai asisten rumah tangga yang mungkin gajinya tidak seberapa untuk ukuran orang yang mampu.co. Awalnya saya khawatir kucing di rumah itu tidak mau menyusuinya.. Setiap saat kami hanya memikirkan makan apa besok. Sungguh kerendah-hatianmu meruntuhkan keangkuhan kami. Sedang penghasilannya (gajinya) dia anggap sebagai rejeki anak-anak yatim itu.id Kucing Publikasi 20/02/2003 08:52 WIB eramuslim ..kepada orang-orang yang tidak mampu. justru dia sumbangkan semuanya -semuanya!. Memang ketika mbok Narti dijemput dahulu.. Bahwa hidup ini bukan hanya untuk sekedar mencari makan dan belanja pakaian. Sungguh. dia berpesan agar gajinya dititipkan saja ke tetangga kami itu. Suaranya ribut betul hingga mendorong kaki saya keluar untuk mencari posisi suara kucing tadi.. Karena semalaman dia biarkan anak kucing tersebut mengeong tanpa mau mendekatinya walaupun sudah . Bagi si mbok. saya menemukan seekor anak kucing di jalan. Mbok Narti.. kebetulan ada dua ekor kucing di rumah yang juga sedang menyusui anaknya. dalam asma Allah dan hati yang bergetar penuh haru. itu sudah lebih dari cukup buat dia.Beberapa hari yang lalu. Entah dimana Ibu si kucing. membeli baju dan kosmetika. Satu hal yang sangat mengejutkan kami adalah ketika si tetangga bercerita bahwa uang gajinya mbok Narti akan diberikan kepada Yayasan yatim piatu di kampung mbok Narti.. ternyata baru kami sadari bahwa kami ini bukan apa-apa dibandingkan dengan mbok Narti. Ah. Subhanallaah..kami bayarkan. Rosanti K Adnanyose@ratelindo. bahwa hidup ini bukan hanya untuk hari ini dan esok. kami merindukanmu mbok. Sungguh kedalaman sujud-sujud malammu. rencana liburan dan hal lain yang tak bukan hanya untuk keperluan diri kami sendiri. lewat mbok Narti kami seakan di'sentil' Allah agar cepat-cepat membuka mata dan hati kami yang selama ini tertutup. mendapat jaminan tempat berteduh. dengan bekerja di suatu tempat. menggetarkan sukma kami. Namun.. mendapat makan. Astaghfirullaah.

menjilati dan membersihkan anak si Putih tadi. Akhirnya saya tinggalkan kucing tadi di luar bersama anak-anaknya. Kasih sayang ibu sepanjang zaman. Jangan merasa aneh ketika saya saat ini bercerita tentang kucing. Seekor binatang yang mampu memberikan kasih sayang kemanusiaan disaat manusia meninggalkan sebuah nilai kemanusiaan menuju sifat kebinatangan seekor binatang yang tidak punya sedikitpun akal. dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. tapi tetap tidak mau. dimandingkan ibuibu yang lain yang ketika anaknya bunting.dipaksakan untuk menyusui bayi kecil kucing tadi. (QS. Sebuah kejujuran yang mampu merobek-robek keangkuhan kemanusiaan manusia. si Hitam hanya menjilatinya. tapi bukan kucing. tapi ada tangan jahil manusia yang membuang. ternyata. ketika saya lihat ketubannya keluar. Sambil menjilati kucing kecil tadi. Satu lagi tentang kucing. Apa yang anda bayangkan? Kucing-kucing itu akan berebut dan saling mendahului untuk secepatnya menghabiskan makanan? Kalau begitu anda salah. mereka mempunyai hati. Saya coba lihat. Namun beberapa jam kemudian saya dengar kucing kecil tadi sudah diam. Ketika saya memberikan sepiring makanan kepada kucingkucing di rumah. Mereka itu sebagai binatang ternak. Kisah manusia. Sementara kisah yang baru saya dengar ini si ibunya sendiri yang membuang anaknya di tempat sampah. Saya yakin ibu si kucing tadi tidak pernah bermaksud mencampakkan anaknya. Beberapa hari yang lalu saya juga pernah mendengar kasus seperti ini. Suaranya ribut. orang tua kucing yang 'bunting' tadi (si Hitam) terus mengekori. Subhanallah Ketika si Putih tadi mengalami proses kelahiran anaknya. tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah. Saya juga pernah menyaksikan kucing melahirkan. justru disuruh gugurkan karena malu ayahnya tidak jelas. Apalagi kucing itu anak-anaknya sudah besar. jumlahnya mungkin lebih banyak dibandingkan muatan piring untuk dilingkari makan. Sampai sekarang si Putih masih menyusui si kucing kecil. Itu pepatah yang dibuat manusia. Akhirnya kucing tersebut menemukan tempat yang cukup strategis untuk melahirkan anaknya. tetapi kucing jauh lebih memahami. "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia. karena ada sesuatu yang unik di balik roman kucing ini. sementara si putih terkulai lemah. Namun yang menakjubkan. bahkan meraka lebih sesat lagi". si Hitam turut membantu mengeluarkan anaknya. 7:179). Paginya saya coba letakkan kucing kecil tadi bersama anak kucing yang lain. Masih tentang kucing. hanya satu yang berbeda kucing tadi tidak membuang anaknya tapi manusia yang membuang ke jalan. yang terjadi adalah si putih maju untuk lebih dahulu makan dan beberapa saat kemudian tanpa . Persis sama. Bisa dibilang itu kali pertama dia melahirkan anaknya. Beberapa jam sempat saya paksakan si Hitam untuk menyusuinya. subhanallah si Putih (kucing lain yang juga menyusui anaknya) sudah menyusui kucing kecil tadi.

22:46). Demi kepentingan pribadi sebagian orang rela untuk menghancurkan saudaranya. . Namun. Tapi anehnya praktek teori antri tersebut tidak secanggih antrian kita kalau di tempat umum: di Bank. karena kucing saya tidak suka dipublikasikan.com Jangan Pernah Mengeluh Publikasi 19/02/2003 09:32 WIB "Berkali kita jatuh. di kasir.interupsi mereka satu persatu bergantian menghabiskan makanan. usaha tanpa berusaha memperbaiki cara fikir (akal) adalah sia-sia. Barangkali pekerjaan paling mudah di dunia ini adalah mencari kelemahan dari situasi yang dihadapi dan kemudian mengeluhkannya. Malah. kita harus terus mencari akal-akal baru sehingga peluang untuk berhasil menjadi lebih besar. Saya lupa pengarangnya. Ulangi lagi dan cari akal" Baris baris pantun di atas saya pelajari belasan tahun lalu saat masih duduk di bangku SMP. Bagi yang belum menunggu giliran dengan tenang. Yanti. Berdiri jangan mengeluh. masalah baru akan datang dalam bentuk hilangnya rasa percaya diri dan pesimis. lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapt memahami atau mempunyai telinga yang yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta. Ada pertanyaan yang mengganjal di dalam fikiran saya. benarkah manusia memiliki akal dan hati? "Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi. Untuk itulah. apakah hanya dengan berkeluh kesah masalah yang dihadapi akan hilang? Sepertinya tidak. tapi cukup disini saja. Mengeluh. pantun itu terus terpatri di benak saya setiap menemui kegagalan dan jatuh dalam hidup. Lagian mereka juga tidak akan bisa membaca. pertanyaan saya terbalik. pantun ini ditulis oleh penyair Sumatera Barat. Berkali kita gagal. tetapi yang buta adalah hati yang di dalam dada" (QS. namun jika tak salah. Sampai saat ini. Intinya bagi saya adalah dalam hidup ini jangan pernah mengeluh dan teruslah berusaha. Namun. Mungkin bukan masalah antrinya tetapi konsep itsar (mendahulukan kepentingan saudara) jauh lebih mereka pahami dibandingkan sebahagian besar manusia saat ini. bahkan di kamar mandi. Tahukah anda saya sama sekali tidak pernah menulis di dinding tempat makan kucing itu “Antri dong” atau “Budayakan Antri” dan lain-lain. Masih banyak lagi tentang kucing. Dan yang anehnya lagi kucing yang didahulukan makan pasti yang sedang menyusui anaknya. RMuthiah11@yahoo. benarkah kucing tidak memiliki akal dan hati? Maaf.

hope more. DK (edi_hamdi@yahoo. Namun. Edi Hamdi Esbjerg. sebagai penutup. breathe more. masalah datang silih berganti. masalah tersebut seakan menjadi nihil begitu kita ingat bahwa ternyata semua itu 'bukan masalah'. Jika demikian. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan). ditulis di negeri Skandinavia. kenapa juga kita selalu mengeluh? Akhirnya. kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap" (Surah Alam Nasyrah) Kepada Allah-lah kita senantiasa berharap. sang Pencipta yang tahu akan kelemahan makhluk ciptaanNya: "Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu. Namun kali ini. Whine less. And all good things are yours. kita selalu menganggap bahwa masalah 'lama' adalah 'bukan masalah'. Rugi sekali jika alih-alih menikmati hidup kita malah terkungkung oleh masalah. say more. "Fear less. dan kadang berfikir kok bisabisanya kita pernah terkungkung oleh masalah 'lama' tersebut.Begitu besarnya pengaruh qolbu dalam menentukan karakter dari manusia yang memilikinya sehingga Rasulullah pernah mengatakan bahwa di dalam tubuh setiap . yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu [1586]. saya kembali menemukan puisi yang juga bernafaskan sama. dengan berjalannya hidup. mari kita renungkan kalam Ilahi. kehilangan uang. sampai masalah yang besar seperti ditinggal pergi orang yang dikasihi untuk selamanya atau dipecat dari pekerjaan.dk) Qolbu Yang Kenal Dengan Allah Publikasi 17/02/2003 08:57 WIB eramuslim . selama kita masih bernafas." (Swedish Proverb) Di timur dan di barat muka bumi ini. Begitu ada masalah 'baru'. Hate less. selalu penuh masalah. Mulai dari masalah sepele seperti ketinggalan bis. ternyata semangat optimis selalu ditanamkan. Begitulah. Belasan tahun kemudian. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. file penting terhapus. by nature.Hidup ini. love more. Talk less.

Hanya manusia dengan qolbu yang baik yang akan memiliki akhlak yang baik. apa amalan yang telah dilakukan yang membuat Allah begitu menyukai dan menghargai amalan tersebut sehingga dapat menyempurnakan amalan dari ribuan jemaah haji waktu itu. Apabila qolbu itu baik maka baiklah manusia yang memilikinya dan begitu juga sebaliknya apabila qolbu itu jelek maka jelek pulalah manusia yang memilikinya. jadikanlah qolbu itu kenal dan semakin kenal dengan Allah. Bagaimana bisa demikian? Karena Allah adalah Zat Yang Maha Baik. tindakan dan ucapan yang baik pula. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara agar kita dapat memiliki qolbu yang baik atau bagaimana cara membuat qolbu menjadi lebih baik? Jawabannya adalah. Allah amat menyayangi hambahamba-Nya yang memiliki qolbu yang baik. Malaikat kedua menanggapi bahwa amat disayangkan semua amal yang dilakukan jemaah ini tidaklah sempurna sehingga tidak bernilai di hadapan Allah. Allah begitu mencintai hamba-hamba-Nya yang senantiasa berusaha untuk berbuat baik. Dalam tidurnya dia bermimpi mendengarkan pembicaraan dua malaikat. Semakin kenal dan akrab dengan Allah maka qolbu akan semakin baik. Karena itu. Begitu selesai melakukan ibadah haji.manusia ada segumpal daging yang disebut dengan qolbu. Qolbu yang selalu bersinar penuh cahaya kebaikan. bertindak dan berbicara yang baik. Abdullah bin Mubarak bertanya. Ini bisa terjadi karena para pelakunya memiliki qolbu yang kejam dan sadis pula. karena amal yang dilakukan oleh seorang tukang sepatu maka Allah berkenan menerima amal semua jemaah haji tahun itu. setiap hari dia menabung dan setelah dihitung maka dirasa cukup untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun itu. Malaikat pertama mengatakan bahwa alangkah banyaknya orang yang menunaikan ibadah haji pada tahun itu. Sebaliknya. Setelah bertemu dengan tukang sepatu tersebut. Beruntunglah manusia yang memiliki qolbu yang baik. Setelah selesai melakukan tawaf. Untuk itu. Hanya saja. Si tukang sepatu menceritakan bahwa semenjak tiga puluh tiga tahun lalu dia mempunyai keinginan untuk melaksanakan ibadah haji. Abdullah bin Mubarak pergi mencari tukang sepatu yang disebutkan malaikat dalam mimpinya. Abdullah bin Mubarak tertidur. Qolbu yang senantiasa membisikkan kepada pemiliknya untuk selalu berpikir. Qolbu yang akan memicu dan memdorong pemiliknya untuk mempunyai akhlak yang baik. Ada suatu kisah yang terjadi pada seorang ulama terkenal Abdullah bin Mubarak. Orang-orang yang memiliki qolbu yang baik maka akan disayang tidak hanya oleh manusia dan makhluk lainnya tetapi juga oleh Allah. sudah dapat dipastikan bahwa tingkah laku yang jelek dan tidak terpuji hanya akan dilakukan oleh manusia-manusia yang memiliki qolbu yang jelek pula. sadis dan bahkan tidak dapat dipahami dengan akal sehat. Beberapa hari . Ucapanucapan yang tidak bermakna dan bahkan sering melukai hati dan perasaan orang lain hanya akan terucap dari mulut manusia-manusia dengan qolbu yang tidak baik. Karena dengan qolbu yang baik maka akan menghasilkan pemikiran. Sering terjadi di tengah masyarakat perbuatan atau tindakan yang begitu kejam. qolbu yang kenal dengan Allah maka akan selalu tersinari dengan cahaya Illahi.

Sebagai rasa syukur karena kita relatif lebih mudah untuk mendapatkan nikmat tersebut dibandingkan dengan sebagian saudara kita yang lain. Suatu amalan yang sangat disukai oleh Allah. termasuk pahala sekali pun. amin. Dia tidak mengharapkan pujian dan penghargaan bahkan balasan pahala sekalipun. Demi menghentikan tangis anaknya dan demi mempertahankan hidup maka dia terpaksa memasak bangkai yang didapat tadi. Maha Bijak. Sebaliknya jika Allah tidak suka maka dia berusaha sekuat tenaga menghentikan atau menjauhi perbuatan itu. Bahkan suatu amalan yang dengannya membuat banyak amalan lainnya diterima. Dia begitu yakin bahwa Allah Maha Lembut. Mendengar cerita dari tetangganya ini Abdullah berlinang air matanya dan memohon ampun kepada Allah karena dia telah lalai memberikan perhatian kepada tetangganya.sebelum berangkat. Si tetangga terpaksa memasak bangkai binatang ini karena sudah berapa hari dia dan anaknya tidak makan." Itulah suatu amalan yang lahir dari seorang hamba Allah yang memiliki qolbu yang baik. Dia hanya berusaha mengoptimalkan dan menyempurnakan akan kebaikan yang diberikan sebagai sarana untuk mensyukuri nikmat dan karunia Allah. (Salman. Qolbu yang kenal dengan Allah. Seseorang yang beramal dengan keikhlasan yang tinggi maka dia tidak dipusingkan dengan balasan yang akan diterima. Enschede 14 Pebruari 2003) . istrinya yang sedang hamil menciumi wangi masakan. Si tetangga mengatakan bahwa demi Allah makanan ini tidak halal bagi keluarga Abdulllah karena yang dimasak adalah sisa bangkai binatang yang didapatkan. Jadi. barometer dari perbuatannya adalah apakah Allah suka atau tidak. Ternyata wangi masakan tersebut berasal dari rumah tetangga.org) (Diilhami oleh ceramah K. Rasulullah pernah mengatakan bahwa dalam keadaan darurat maka bangkai binatang dihalalkan untuk dimakan.H. Ini bisa muncul jika didorong oleh qolbu yang baik. Karena istrinya begitu menginginkan dan karena sayangnya melihat istri yang lagi hamil maka Abdullah menemui tetangganya untuk meminta sedikit dari masakan yang wangi tersebut. Inilah suatu kesadaran yang muncul dari qolbu yang baik bahwa kenikmatan yang telah dititipkan Allah ini tentunya harus didistribusikan juga bagi hamba-hamba-Nya yang lain. Qolbu yang disukai oleh Allah. presiden@imeanet. Suatu amalan yang muncul hanya sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah yang begitu banyak yang telah dilimpahkan Allah kepada kita. Alangkah indahnya amalan yang dilakukan oleh hamba-hamba Allah yang memiliki qolbu yang baik. Suatu amalan yang terjadi tanpa mengharapkan balasan apapun. Karena itu. Dia yakin bahwa Allah menyukai orang-orang yang bersyukur. Lalu dia bergegas pulang mengambil semua tabungannya dan menyerahkan kepada tetangganya. Jika Allah suka maka dia dengan senang melakukan. Susanto pada pengajian Qolbun Salim IMEA. Maha Menatap dan Maha Mengetahui. Dengan lembut dia berkata. "silahkan ambil uang tabungan ini. Semoga kita dikaruniai memiliki qolbu yang demikian oleh Allah. inilah hajiku. Mengapa begitu tingginya penghargaan yang diberikan oleh Allah? Karena inilah suatu amalan yang lahir dengan dilandasi oleh keihlasan yang tinggi.

Bagi saya.Ketika Cinta Harus Memilih Publikasi 13/02/2003 12:01 WIB eramuslim . Saya pun kerap bertanya kepada diri saya sendiri. bukan sebaliknya. Jujur saja saya sudah tidak ambil pusing dengan perayaan tersebut semenjak saya tahu bahwa perayaan hari valentine itu sangat jauh dari nilai islami. Lalu. Bukan suatu kebetulan jika saya mengetengahkan makna cinta ini kok sepertinya berhubungan dengan hari 'valentine' yang sebentar lagi tiba. (Faathir:39) . sebagai manusia kita pun dianugerahi 'titel' khalifah (di bumi) oleh Allah Swt. bagaimana jika kita dihadapkan kepada suatu keharusan untuk memilih satu dari dua pilihan yang ada? Sudahkah kita memaknai bahwa pilihan tersebut adalah yang terbaik menurut Allah Swt untuk kita. atau cinta antara anak dan orang tua. Bahkan ada seseorang yang sangat mencintai idola-nya. makhluk lain (hewan dan tumbuhan) tidak dianugerahi hal yang sama. Cinta bukan hanya cinta antara pasangan suami istri (pasutri). mengapa saya katakan 'bonus' karena selain manusia. terbaik menurut siapa? Allah Swt menganugerahi setiap manusia sebuah bonus yang bernama 'akal'. Suatu kali pernah seorang teman bercerita tentang kehidupan rumah tangganya yang bermasalah. bukankah ketika kita memutuskan menikahi pasangan kita adalah suatu pilihan yang pasti terbaik dari segala pilihan yang ada? Tapi tunggu dulu. berselingkuh dengan orang lain. Selain itu. dan buntutnya tentu masalah cinta. entah itu seorang artis atau aktor film. maaf. misalnya buku dan lainnya. "Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi".Ketika kita didudukan dalam situasi untuk memilih. Jangan berpikiran sempit dulu tentang cinta itu sendiri. Namun sayangnya hal tersebut dijadikan alasan oleh sang teman untuk membalas-dendam dengan. Lalu bagaimana jika justru ketika pilihan tersebut tidak ada yang memenuhi kriteria kita. tentu naluri kemanusiaan kita akan memilih yang terbaik (best of the best). haruskah kita tinggalkan dan mencari pilihan lain? Bagaimana jika seandainya pilihan tersebut mutlak yang terakhir? Dan bagaimana jika seandainya pilihan tersebut adalah suatu keputusan yang justru berimplikasi terhadap masa depan kita? Bagaimana seandainya jika justru pilihan tersebut adalah ujian dari Allah Swt sebagai wujud dari kasih sayang-Nya terhadap kita? Banyak cerita di sekeliling kita yang dapat dijadikan bahan renungan tentang makna pilihan. cinta itu bersifat universal yang berhak dimiliki dan dinikmati oleh setiap makhluk hidup di bumi Allah ini tanpa batas waktu dan jarak. namun juga termaktub cinta kepada suatu barang.

ketika ketika kita mencintainya atas nama Allah. Saya teringat ketika adzan maghrib berkumandang. bahkan akan menambah masalah baru. cinta manakah yang akan Anda pilih? Wallaahu'alam bishshowab..co..id) Khutbah Idul Adha: Selamatkan Bangsa dan Negara dari Kehancuran Total .. Keputusan sang teman untuk berselingkuh. jelas meletakkan nafsu di atas akal. badai rintangan apapun yang menghadang. karena kesemua cinta yang ada sudah dibawanya pergi. Kembali akal pun kita korbankan atas nama 'tinggal lima menit' ketika kita diberikan suatu pilihan di hadapan kita. Ketika orang lain sudah melangkah menuju surau/masjid di sisi lain kita mungkin masih enggan beranjak dari dalam selimut. Bangun di waktu subuh ketika adzan berkumandang adalah satu pilihan terberat bagi sebagian orang yang lemah iman. kita masih dapat berlindung di bawah kasih sayang-Nya karena hanya Allah Swt yang mampu memberikan kesempurnaan perlindungan. Bukan hanya tidak akan memecahkan masalah. dan terus menonton.. tokh beritanya tinggal lima menit. ash shalatu khairun minan naum." (Al-Baqarah:269) Lalu. **** Cinta kepada orang lain melebihi cinta kepada suami. tidak ada lagi cinta dan tempat bernaung yang tersisa. "Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). Sudahkah kita termasuk ke dalam orang-orang yang berakal? Sudah pantaskah kita menjadi khafilah di bumi Allah ini? Marilah kita bersegera sujud memohon ampun kehadirat-Nya atas segala keterlenaan kita dan atas keterbiusan kita akan gemerlap duniawi yang sebenarnya tiada kekal. (Rosanti K Adnan/yose@ratelindo. salahkah dia dengan pilihan hatinya? Salahkah dia ketika meresa kecewa karena pilihannya ternyata jauh dari apa yang dia impikan? Atau ketika dia diberikan pilihan. Namun. Akal pun dikorbankan atas nama nafsu semata. Dan pilihan kembali disorongkan kepada diri kita. karena ketika suatu saat Allah memanggil suami. sebagian kita mungkin sedang asyik menyimak berita demonstrasi di sebuah liputan berita nasional di televisi. sudahkah dia memutuskan memilihnya dengan atas nama Allah? Suami selalu mengingatkan saya untuk tidak terlalu mencintainya kalau bukan karena Allah Swt.Kembali kepada cerita seorang teman di atas.. cinta kepada liputan berita daripada mendirikan sholat maghrib dan cinta kepada kehangatan selimut kita daripada bergegas ke surau adalah suatu pilihan yang diberikan Allah Swt bagi kaum yang berakal. Tidak hiraukan seruan dari surau. Mematikan televisi dan langsung berwudhu atau mentolerir diri kita dengan 'pembenaran'.

berada di ambang kehancuran. Jika utang itu dibebankan kepada setiap jiwa dari penduduk Indonesia. siapapun dia kendatipun keturunan nabi Ibrahim sekalipun. bersabda: "Jika amanat itu disia-siakan. Kini pemerintah tidak mampu lagi membayarnya. Semenjak merdeka tahun 1945 hingga hari ini kita telah salah dalam memberikan amanat kepemimpinan ini sehingga kita dipimpin oleh orang-orang dhalim yang jauh sekali dari sifat dan keteladanan yang diberikan oleh nabi Ibrahim. maupun gelar dan status sosial. maka setiap orang termasuk bayi yang lahir detik ini terbebani utang tidak kurang dari 10 juta Rupiah. Rasulullah Saw. "Bagaiamana menyia-nyiakan amanat itu?" Rasulullah bersabda: "Jika diberikan amanat itu kepada yang bukan ahlinya. seperti sosok nabi Ibrahim. Bayangkan utang luar negeri kita. dialah Nabi Ibrahim as. yang disebut sebagai abul anbiya yang kisahnya banyak diabadikan dalam Al-Qur'an. Peristiwa wujudnya sosok pemimpin dunia pertama yang patut menjadi teladan sepanjang masa. Maka kalau seorang itu dhalim. darah. tidak boleh kepemimpinan diberikan kepadanya. negeri kita ini sudah tidak punya apa-apa." (HR. Ma'asyiral muslimin Rahimakumullah Apa yang dinyatakan oleh Rasulullah saw. Allah Swt. . Hari ini ummat Islam berkumpul untuk memperingati peristiwa bersejarah. Akibatnya kini negeri kita benar-benar bangkrut. maka tunggulah saatnya kehancuran. bahwa pemimpin itu tidak sembarangan. dan bukan pula karena atas dasar keturunan. Seorang sahabat bertanya. Seorang pemimpin hendaknya lahir setelah melalui proses ujian dan seleksi tarbawi secara ketat. maka tunggulah saatnya kehancuran.500 trilyun. Kepemimpinan adalah suatu amanat yang sangat menentukan dalam kehidupan. Pemimpin itu. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku jadikan kamu sebagai pemimpin. Ma'asyiral Muslimin jama'ah shalat iedul adlha rahimakumullah. 1. Jangankan membayar pokoknya. untuk sekedar membayar bunga (riba)nya saja sudah tidak mampu." Ibrahim berkata: "Dan dari anak turunku (ya Allah)? Allah berfirman: "Janji-Ku (tentang kepemimpinan) tidak berlaku atas orang-orang yang dhalim. 2: 124) Ayat ini menunjukkan bagaimana proses lahirnya seorang pemimpin yang tepat. Bukhari) Allahu Akbar 3x Walillahilhamd.Publikasi 10/02/2003 10:34 WIB Allahu Akbar 3 x Allahu Akbar Wa Lillahilhamd. yang kemudian mencetaknya menjadi pribadi yang sangat kuat terutama dalam keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. sudah mencapai lebih dari Rp. itu benar-benar kini kita rasakan bersama. berfirman: "Dan ingatlah ketika Ibrahim diuji oleh Tuhanya dan ia bisa menuanaikannya dengan sempurna. Secara ekonomi." (QS.

. Dalam waktu yang tidak lama lagi mungkin semua perusahaan besar menjadi milik luar negeri. Jika dikalikan .misalnhya-. Tak masuk akal. kedelai impor. Dari mana sumbernya untuk membayar pegawai negeri? Dari mana sumbernya operasional departemen-departemen? Sebagian terbesar diambilkan dari utang. gula. Takut investor asing akan lari. Takut. Bapak-bapak. gula impor. Terhadap bahanbahan pangan saja kita sudah tergantung dengan luar negeri. apalagi terhadap barangbarang industri. Takut dikucilkan. Padahal kita sudah merdeka 57 tahun. Maka wajar bila. Indonesia tidak bisa membangun. rupiah menjadi semakin tidak berharga dan barang-barang itu semakin melangit jauh di atas kepala. sekali lagi dari utang. jangankan melakukan politik luar negeri yang bebas dan aktif. Kebutuhan pokok rakyat saja mulai bergantung pada pasokan luar negeri. fasiq dan dholim. Strategi ini nampaknya sudah berhasil dengan menjadikan Indonesiua misalnya sepenuhnya bergantung pada utang luar negeri. sedangkan untuk melindungi kedaulatan negara dari intervensi asing saja sudah sulit dilakukan. Beras harus impor. buah-buahan impor. dan takut. Barat selalu berusaha menjadikan negara-negara timur khususnya Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar agar sepenuhnya bergantung kepada Barat. Dalam keadaan seperti ini. Jika itu yang terjadi sama saja kita bangsa Indonesia menjadi tamu bahkan pengemis di negaranya sendiri. yang tidak seharusnya suatu urusan diserahkan kepada mereka. Indonesia hari ini betul-betul sudah sangat bergantung kepada luar negeri. Di sisi lain. daging impor. sungguh sangat meperihatinkan. Menurut catatan. justru omset Narkoba meningkat drastis. Tanpa utang luar negeri. betapa kemerosotan moral yang melanda bangsa ini sudah semakin parahnya. Maka lewat jalur ekonomi. mengutuk agresi AS ke Afganistan dan kini ke Irak bahkan ikut-ikutan dalam kampanye anti terorisme ala Amerika dan terbelenggu mengikuti apa saja kemauan AS dalam soal ini meskipun harus menggadaikan bangsa sendiri? Tak lain karena negara ini sudah tergadai. Jika dihitung sebulan berarti 60 milyar. Mana produk dalam negeri kita saat ini? Mobil. dalam situasi ekonomi seret sepert ini.. kita rakyat indonesia mau makan apa?! Allahu . Industri-industri setrategis yang melayani hajat hidup orang banyak sekalipun terpaksa harus dijual dengan harga yang sangat rendah. Takut tak diberi utang. motor. ibu-ibu dan saudara-sauadara sekalian rahimakumullah. kedelai sampai buah-buahan didatangkan dari luar negeri. 3x walillahilhamd. Kita bertanya-tanya.. Itulah kenyataan yang dihadapi. Mulai dari beras. lalu negara-negara pengekspor beras menghentikan pasokannya.Pantas jika kemudian negara harus menjual aset-asetnya dengan harga yang amat murah. omset Narkoba setiap harinya mencapai 2 milyar.takut. tanpa utang luar negeri roda pemerintahan juga macet. Bayangkan. apa arti kemerdekaan itu? Inilah bila suatu negara itu diurus oleh penguasa-penguasa yang bodoh. Kenapa Indonesia -. bila misalnya karena suatu hal. Takut tak diberi bantuan.tidak bisa bersikap tegas.. Mereka tidak tahu dan masa bodoh bahwa sebenarnya penjajah Barat tidak pernah rela negara-negara timur itu merdeka pasca era Imperiaslisme. sampai jarum jahit semua adalah impor.

mereka menyiapkan CD porno secara terang-terangan. Belum lagi di tempat-tempat rental (penyewaan). sibuk dengan pembagian rezeki. sebab dari pergaulan itulah bermula segala perilaku menyimpang. maka segala perilaku menyimpang. Orang tua harus tahu dengan siapa anak-anaknya bergaul di luar rumah. membunuh masa depannya. termasuk anak-anak di bawah umur. Jika anak sudah mulai merokok. yang kita pilih untuk membawa bangsa dan negara ini keluar dari krisis ternyata hanya sibuk mengurus dirinya sendiri. ibu-ibu dan saudara-sauadara sekalian rahimakumullah. tetapi mereka tidak berbuat apa-apa. lemah pikiran dan lemah mental. Tapi tak habis pikir. Menjadi orang tua sekarang harus waspada. Mereka lemah fisik. generasi masa depan ini dirusak moralnya oleh produk-produk elektronik seperti TV. Dengan sangat mudah dan murah VCD porno bisa didapat karena dijual bebas di emper-emper toko di pinggir jalan. Mengkonsumsi Narkoba sama halnya dengan membangun lubang kematian diri sendiri. Kebebasan berpendapat dan berekspresi tidak boleh sampai merusak moral dan akhlaq bangsa. Tayangan film dan iklan sekarang sudah banyak yang di luar adat ketimuran. Pertanyaannya sekarang. Bapak-bapak kita yang di atas. TV dan radio. Belum lagi media bacaan. Adegan-adegan yang memancing nafsu birahi lolos begitu saja tanpa sensor. Norma kesopanan dan norma agama dilanggar begitu saja. Dengan alasan apapun kita harus selamatkan bangsa dan negara ini dari degradasi moral. suatu angka yang fantastis. termasuk nyandu narkoba. Pemerintah dan aparat keamanan bukannya tidak mengerti masalah ini. Allahu Akbar … 3x walillahilhamd. kemudian ganja. Dengan uang sebanyak itu sudah banyak kiranya anak-anak putus sekolah yang dapat dibantu. Tak ada yang bisa diharapkan dari mereka. Jika sudah sampai pada taraf ini. apakah kita relakan anak-anak. Inilah yang kita sesalkan. kita tidak rela. Mulanya sekedar merokok. dan seterusnya nyandu. podan pornoaksi juga marak di mana-mana. Kapling otaknya hanya dipenuhi hasrat untuk memanfaatkan kedudukannya saat ini dan bagaimana mempertahankannya . Sungguh sangat mengerikan. Keadaan gawat dan genting ini bukannya menyadarkan kita untuk bersikap prihatin. Sibuk dengan rebutan jabatan dan kursi. Bapak-bapak. Survei telah membuktikan bahwa merokok merupakan pintu pembuka pengguna narkoba. radio. kemudian minum. bagaimana uang sebesar itu digunakan untuk menggali kuburan sendiri. VCD porno dan lain-lain? Tidak. Apalagi jika diingat bahwa rehabilitasi terhadap pecandu narkotika sangat sulit dan jarang sekali yang bisa sampai tuntas. para pengungsi dan korban bencana dapat ditolong. segera ditegur dan dihentikan. Membiarkan anak kecanduan narkoba sama halnya dengan membunuh anak kita sendiri. Selain narkoba.setahun berarti 720 milyar. Siapapun boleh membeli atau menyewa. jangan sampai membiarkan anak-anaknya bebas memilih pergaulan. termasuk seks bebas akan terjadi pada mereka.

Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami. Kita harus mentas dari kerusakan moral. apalagi dalam pemilu yang akan datang. Kita harus mempunyai visi yang sama dalam membangun negeri ini kembali. padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?" Allah berfirman: "Demikianlah. Ya Allah hanya kepada-Mu kami mengabdi. menyusul kemudian gubernur dan bupati. maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit. jujur dan berakhlaqul karimah. Ada pemimpin yang hidupnya diwarnai dengan syahwat dan birahi. yang memeras dan menindas rakyat. Hendaknya kita sadar bahwa sudah berulang kali kita salah pilih dan tertipu oleh pemimpin-pemimpin yang culas. yang amanah. Sudah terlalu lama bangsa ini dipimpin oleh para penguasa yang culas. sebagaimana yang tersebut dalam Surat Toha ayat 124-126: "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku. kecuali satu dua orang diantara mereka berhati nurani. Mereka berfoya-foya tidak peduli dengan penderitaan rakyat. Kami mengharapkan rahmat dan kasih sayang-Mu. kemudian mengambil langkahlangkah strategis untuk berbenah diri. Oleh karena itu. dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia: "Ya Tuhanku. semua mereka akan dipilih secara langsung. kedua orang tua dan saudara-saudara kami kaum muslimin semua. masih ada yang memenuhi kreteria tadi. Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup. Kita bangun negeri ini bersama pemimpin yang adil. jujur dan berakhlaq. Kebangkrutan bangsa ini adalah akibat ulah mereka. hanya kepada-Mu kami sholat dan sujud. Kita tetap optimis bahwa di antara ribuan pemimpin dan calon pemimpin. kemiskinan. maka kamu melupakannya. Saat ini kita sangat membutuhkan pemimpin-pemimpin yang memenuhi syarat. Dalam keadaan negara yang sudah berada di ujung tanduk ini. telah datang kepadamu ayat-ayat Kami. mungkin juga dipilih langsung. nurani dan sebagainya. semestinya seluruh komponen bagsa sadar dan melakukan instropeksi. Kami takut akan azab-Mu kerena azab-Mu pasti menimpa kaum fasiq.pada pemilu 2004 nanti. kebodohan." Semoga kita tidak termasuk orang yang berpaling dari peringatan dan ajaran Allah Swt. ada yang hanya mengeruk harta dan kekayaan. Dan akhirnya marilah kita renungkan firman Allah Swt. amanah. dan keterbelakangan. Kita harus keluar dari krisis. . dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan. hanya kepada-Mu kami menuju dan tunduk. mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta. berpengetahuan. Jangan asal memilih orang. anggota DPR dan DPRD dipilih secara langsung. mulai saat ini kita harus cerdas dalam memilih pemimpin. ada yang buta hati.

di Chechnya. Yang menyelamatkan Nabi Muhammad dari makar kafir Quraisy. munafikin dan musyrikin. Ya Allah padukanlah jiwa-jiwa ini sebagai pasukan yang berjihad dan berjuang di jalan-Mu. . Ya Allah hancurkan pasukan Amerika dan Israil yang telah berbuat angkara murka. yang lebih takut dosa dari pada hilangnya pangkat atau harta. pertemukanlah pada jalan keta'atan kepada-Mu. yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera. Ya Allah satukanlah barisan kaum muslimin. fitnah dan dosa yang membinasakan. ummatku. dan tetapkankan hati kami atas agama-Mu. di Palestina. satukanlah di jalan dakwah-Mu dan ikatlah di atas janji setia demi membela syari'at-Mu. negeri kami dan ummat kami dari badai krisis. yang mau menerapkan syariat-Mu. di Afghanistan. Ya Allah lepaskanlah dan jauhkanlah dari kami penguasa-penguasa yang dholim. Yahudi pendusta. di Irak dan di tempat-tempat lain dari bumi-Mu. jalan yang Engkau ridhoi.. ummati. Ya Allah janganlah Engkau goyangkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk. Yang menyelamatkan Ibrahim dari kobaran api menyala. di Ambon. Aceh. yang membawa kami ke jalan yang benar.Ya Allah jagalah kami dengan Islam dalam keadaan berdiri. dan cerai-beraikanlah barisan kaum kuffar. munafik pengkhianat. yang menjadikan Kitab-Mu sebagai landasan kepemimpinannya. anak-anak kami.. Yang menyelamatkan Isa dari salib kaum durjana. Ya Allah jangan biarkan mereka (orang-orang kafir) berbuat semena-mena terhadap kami. pemimpin bagai para kholifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan.. Allah tolonglah saudara-saudara kami yang sedang didholimi di negeri ini. Jangan jayakan orang-orang kafir atas kami. tak henti menyebut kami dalam akhir hayatnya: ummati. makar dan kedholiman kaum kafir. Yang menyelamatkan Yunus dari gelapnya perut ikan. Ya Allah berikan kepada kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malam-nya. membunuhi hamba-hamba-Mu dan berbuat kerusakan di alam semesta. pasukan ahzab angkara murka… Ya Allah Yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya Ya. Ya Allah Yang menyelamatkan Nuh dari taufan badai dan banjir yang menenggelamkan dunia. lilitan utang. Anugerahkan kepada kami pemimpin yang beriman dan bertaqwa. Ya Allah kumpulkanlah hati-hati kami di atas dasar kecintaan kepada-Mu. keluarga kami. Ya Allah selamatkanlah kami. Maluku. ummatku. di Kosovo. Ya Allah jagalah kami dengan Islam dalam keadaan duduk dan jagalah kami dengan Islam dalam keadaan tidur. Ya Allah lindungilah kami dari tipu daya. rumah-rumahMu dan anak keluarga kami. penindas dan fasiq.

. meski dalam waktu sepekan bisa dipastikan sudah hilang oleh derasnya arus informasi di kota sebesar Jakarta ini. Bahwa waktu yang kita miliki itu terbatas itu suatu kemutlakan yang tidak bisa dibantah. pertama. Seperti saya. Tidak ada satu makhluk pun yang akan hidup kekal. keterlibatan maupun partisipasi manusia lain dalam setiap kesuksesan. sebelum media-media massa hari ini memberitakan jatuhnya Gondola seberat 2 ton yang membawa dua lelaki naas itu saat sedang melakukan aktifitas rutinnya membersihkan kaca Gedung Bank Indonesia (BI). setiap manusia semestinya menyadari batas waktu yang diberikan oleh Allah. Anda pasti tak mengenalnya. Muhammad Syamlan Sekum MUI Propinsi Bengkulu E-mail: syamlan2001@plasa. itu yang namanya Nico dan Rohim”. Jatuh dari lantai 13 dan terhempas di lantai 5 bersama dengan benda seberat 2 ton di gedung tersebut. Bukan hanya dalam hitungan jam yang tidak pernah lebih dari menjadi 25 jam perhari. kaitannya dengan kemutlakan kedua inilah sedianya setiap kita . Dan bisa jadi ada yang bertanya. bahkan bisa jadi sebagian besar pegawai BI pun tak pernah mengenalnya meski hampir setiap hari mereka hadir dan melakukan sesuatu untuk (gedung) mereka. tetapi lebih jauh dari itu. Kemutlakan kedua. manusia yang satu tidak akan pernah bisa hidup tanpa manusia yang lain. koq saya nggak pernah tahu”.. namun terkadang tidak sedikit yang menafikan keberadaan. ampunan dan hidayah-Mu kepada kami semuanya.Ya Allah jadikanlah hari terbaik kami sebagai hari pertemuankami dengan-Mu. Saya. seolah dua nama tersebut dikenal orang. Aamiin aamiin ra Rabbal ‘alamiin. jelas membuat keluarga Nicodemus dan Rohim menangis kehilangan orang yang dicintainya. dan jadikan usia terbaik kami sebagai akhir ajal kami. “Yang mana sih. jadikanlah amal terbaik kami sebagai pamungkasnya. Ada dua hal mutlak yang ada pada diri manusia. Mungkin diantara mereka ada yang berkata: “Ya Allah. kasihan sekali” atau “oooh. seperti halnya bumi tempat kita berpijak ini pun akan hancur pada masa akhir nanti. Setelah kejadian naas tersebut. setiap manusia sebenarnya tak bisa membantah hal ini. waktu yang dimiliki manusia itu terbatas. seperti juga Anda tak pernah mengenal dua lelaki itu.Nicodemus (32) dan Abdul Rohim (23).com Terima Kasih! Publikasi 06/02/2003 09:46 WIB eramuslim . keberhasilan dan kemenangan yang diraihnya. Ya Allah kami berlindung kepada-Mu dari suul khatimah….Ya Allah anugerahkan kepada kami husnul khatimah Ya Allah limpahkanlah rahmat. Nah. Dan kedua. prestasi.

Sungguh. para office boy. Seperti Nico dan Rohim yang setiap hari membantu orang lain menjadikan pemandangan keluar melalui jendela kantor Bank Indonesia tidak nampak kusam. Dan buat kita. Tapi sayang. juga status sebagai majikan. tak pernah bermimpi suatu saat tak lagi menghidangkan teh atau kopi panas karena mereka sangat sadar betapa berbedanya mereka dengan kita. imbalan atau bonus lain dari apa yang sudah menjadi hak mereka. Bahkan ada yang cukup sarkas menganggap bahwa sudah nasib mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan itu. Tapi. Begitu juga dengan para office boy yang sudah menyiapkan teh atau kopi panas di meja kerja bahkan sebelum sempat kita duduk. terbangun lebih awal dan tidur paling akhir. My back yard– pekaranganku. dengan kata lain “menjaga pekaranganku”. bisa juga sangat berarti –kalau kita mau merenungkannya. Mereka tak pernah iri dengan kenaikan gaji atau pangkat kita. Bayangkan jika tidak ada orang seperti mereka yang mau menanggung resiko terjatuh dari lantai 13. tukang sampah yang mengangkut sampah dari rumah. sebagian dari kita ternyata sudah membuktikan. sopir bus ataupun sopir pribadi. Tak pernah terbersit dalam benak para pembantu kita akan menjadi majikan yang kerap dilayani. Kedengarannya memang tidak terlalu berarti. sebagian kita memang egois dan tak tahu rasa bersyukur. Bagaimana dengan para pembantu rumah tangga yang setiap hari melayani kebutuhan Anda dan keluarga. ucapan terima kasih yang tulus kita alamatkan kepada mereka atas setiap pelayanannya. Mungkin kita bisa berkilah. Tapi. kita tak pernah menyapa mereka dengan kasih sayang. jangan kaget jika hanya karena ucapan ringan itu kualitas pelayanan dan pengabdian mereka kepada kita akan lebih meningkat. Nico dan Rohim. bukan alasan untuk tak sekedar mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa mereka.telah teringankan sebagian besar beban hidup ini dengan adanya manusia yang lain. mereka mungkin tak pernah berharap tips. Masih ingatkah kita terhadap pembantu rumah tangga yang pernah sekian tahun mengabdi? Dimana mereka sekarang? Masih hidupkah mereka? (Bayu Gautama) Not In My Back Yard Publikasi 05/02/2003 08:15 WIB eramuslim. Bahkan sampai orang-orang ‘kecil’ yang telah banyak membantu kita itu telah menemui kemutlakan pertama. cukup membuat mereka tersanjung dan merasa diri sebagai manusia yang utuh.menyadari status manusia sebagai makhluk sosial yang –setidaknya. karena telah membayar keringat mereka. Not in My Back Yard Kata-kata itu saya dapatkan saat saya mendengarkan salah satu talk show pagi hari. pakaian yang bagus dan mobil mentereng. selain juga mereka yang membutuhkan pekerjaan itu. Ketinggian jabatan. Not in My back yard – bukan di pekaranganku. apakah kita pernah menghargai kerja mereka? Bahkan sekedar mengucapkan terima kasih. apa sih pekaranganku? ada apa di . pembantu rumah tangga kita.

apakah juga mengganggu orang lain? Cepat-cepat saya pulang dan memeriksa selokan di depan rumah. kita semestinya memperlakukan dan mempergunakan segala yang di’amanah’kan kepada kita berdasarkan tatanan dan aturan Allah. Kedengarannya NIMBY memang sepertinya ‘egois’. Terlihatlah oleh saya. dan kurang mampu memahami bahwa Allah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya dan well-equipped. untuk itu diwajibkan atas kita untuk melakukan dua fungsi utama. Astaghfirullah. tapi kembali kalau kita mau mengembangkan maknanya. Hal tersebut bisa menjadi langkah awal kita untuk . bahwa putraku hanya titipan Nya.pekaranganku? apa hak dan kewajibanku atas pekaranganku. Tapi. sering kita merasa tak yakin. saya ingin sekali membersihkan selokan itu mengingat musim hujan segera datang. bahwa hartaku hanya titipan Nya. Astaghfirullah. That’s it.tempat tinggal kita. Milik kita. Kondisi selokan itu benar-benar sangat memprihatinkan. beberapa inchi lagi airnya meluber ke jalan. apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini? Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?” Ternyata. ketika orang memuji milikku. Tapi. “Sering kali aku berkata. Ya Tuhan. Pekarangan kita –agak luas lagi. Allahu Rabbii. Dan kita telah berjanji bahwa sesungguhnya hidup dan mati ini untuk-Nya. bagaimana aku memanfaatkanya? Mengapa sih harus dijaga? dan lain-lain. ternyata ‘tubuh dan jiwa kita’ bukan milik kita. Tiba-tiba brakk!! Saya menabrak kursi rusak yang dibuang di selokan. tetapi. Spontan saya ingat selokan depan rumah saya. ‘not in my back yard (NIMBY)’ – bukan di pekaranganku!! Tiba-tiba saja kata-kata itu lebih berarti. renungan saya terhenti. untuk apa semua ini Kau titipkan pada kami. sebagai ‘abdun’ (hamba Allah) dan Khalifah fil ardh (khalifah di bumi). jadi apapun bisa kita lakukan di situ. di lingkungan pekarangan saya. “Apa aku sudah melakukan itu yaa?” pikirku. Kehidupan keluarga kita berdenyut tiap hari di situ. mengapa aku tak pernah bertanya. bahwa mobilku hanya titipan Nya. pekarangan kita bukan milik kita. bahwa sesungguhnya ini hanya titipan. jangankan pekarangan dan rumah. padahal sekelilingnya penuh dengan rumah-rumah yang bagus. namun milik Sang Pencipta. mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini padaku? Dan kalau bukan milikku. apakah kami mampu mengemban amanah ini? Astaghfirullah. apa iya ‘benar-benar’ milik kita? Lantas teringat saya baitbait puisi renungan dari Rendra. tapi selokan itu bukan di lingkungan rumah saya. Selintas saya merenungi “my back yard” sambil mengayun kaki menikmati pagi. bahwa rumahku hanya titipan Nya. selokan macet penuh air dan sampah. sebidang tanah yang kita tinggali setiap hari. Bisa-bisa malah menimbulkan salah persepsi bagi yang tinggal di sekelilingnya.

atas kepentingan dan kemaslahatan orang banyak. bukankah lebih ringan bagi yang berada diatas untuk turun? Penguasa yang cerdas selalu peduli terhadap pola pikir rakyat yang diperintahnya. korupsi tak lagi trendy. Dari lingkungan yang kecil -keluarga. sementara masyarakat juga memiliki pola pikirnya sendiri. Namun jika secara fisik keduanya tidak bisa bertemu. ketidaksukaan dan perbedaan. Itulah salah satu kunci keberhasilan suatu kepemimpinan yang paling mendasar. negara kita dapat terjaga dari sengsaranya musibah. kemiskinan bukan tak dapat teratasi. Tarif Dasar Listik (TDL). Insya Allah. bukankah masih ada harapan kesenyawaan itu tercipta ketika hati dan pikiran orang-orang yang dilangit menjemput yang di bumi? Jika terlalu berat bagi yang dibumi untuk menghusung hati ke atas. Selanjutnya. masyarakat kita. Yang pada kenyataannya.Kebijakan-kebijakan pemerintah yang melakukan divestasi Indosat. tentunya ke arah yang lebih baik. . sudah pasti akan muncul berbagai praktek kekerasan yang timbul akibat tumbuhnya benih-benih perlawanan. membahana menjadi satu daerah. Rakyat berpikir. banjir tak akan mengancam. selama malaikat pesuruh Allah belum meniupkan sangkakala pertanda hari akhir. Telepon yang menyebabkan kenaikan di berbagai sektor lainnya. Mulai dari hal-hal yang kecil-menjaga selokan agar bersih. pemerintah mempunyai pola pikirnya sendiri.melakukan perubahan. privatisasi asset-asset negara. tidak akan pernah langit menyatu dengan bumi. menaikkan harga-harga BBM. Bumi Allah akan terjaga. melainkan kepentingan sesaat yang semakin memburukkan keadaan rakyat sudah terperosok selama sekian tahun sejak krisis ekonomi melanda negeri ini. Saat ini. keluarganya. yang kemudian Insya Allah seluruh daerah di negara tercinta ini terjaga. meluas menjadi satu kampung. keluarga kita. semua kebijakan pemerintah itu tak satupun yang didasari atas kepentingan jangka panjang. diri kita. narkoba tak mampu menjamah. Semakin menegaskan jarak antara pemerintah dengan rakyat yang jelas-jelas menolak semua kebijakan tersebut. berilah kekuatan dan petunjuk pada kami untuk menjaga amanah-Mu dan mewujudkan Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghaffur. Memaksakan pola pikir yang satu terhadap yang lain tentulah hanya akan melahirkan konflik. lingkungannya dari halhal yang merugikan dan hal yang terlarang. Jika setiap orang melakukan gerakan NIMBY. (Sitta Izza Rosdaniah/sitta@rocketmail. melebar menjadi satu RT. Amien. setidaknya mau menjaga dirinya.com) Menjembatani Langit dan Bumi Publikasi 03/02/2003 08:54 WIB eramuslim . Ya Allah. menjaga hati dan keimanan kita agar tetap bersih sehingga dapat menjaga ‘amanah’ Allah.sampai hal-hal yang paling besar. Kebijakan pemerintah dan harapan rakyat ibarat langit dan bumi. Insya Allah.

pemahaman yang teramat mendalam dari Soekarno itu tercermin dari pidatonya pada tahun 1957: “Dulu itu kita semua adalah ‘rakyati’. tidak adanya kontak dari hati ke hati antara langit dan bumi. awalnya hanya sekedar ‘pemaksaan’ pola pikir pemerintah yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyatnya. Begitu juga dengan para malaikat (makhluk langit lainnya) yang penuh kearifan menghampiri anak-anak Adam dan melaporkan kepada Tuhan setiap aduan. dulu itu kita semua adalah ‘volks’. Semestinya setiap penguasa belajar dari sejarah. intelektual yang dipercaya sebagai pemimpin suatu bangsa. keluhan atau bahkan jeritan ketidakberdayaan manusia menjalani hidup. tapi sejauh apapun jarak itu bukankah tetap bisa tersatukan ketika hati dan pikiran keduanya duduk menyatu dalam satu kepentingan. melihat langsung dari dekat setiap bulir air mata ummat yang menetes di sepanjang malam. Kalaulah para Nabi dan Rasul Allah memberikan teladan bagaimana menyentuh hati rakyat. masih percaya adanya malaikat-malaikat yang senantiasa hadir bersamanya. perlu kesatuan yang utuh antara orang-orang berpendidikan. dengan anggota masyarakat dari bangsa itu sendiri (Ali Syari’ati). Anak-anak dalam Kepompong Jalanan Publikasi 31/01/2003 08:55 WIB . Tujuan pergerakan kita dulu itu adalah satu masyarakat adil dan makmur bagi rakyat. ada kesenjangan hubungan. mendiang Presiden Pertama RI. Begitu juga dengan negeri ini. dalam satu tujuan selayaknya orang-orang terdahulu di negeri ini melakukannya saat merumuskan bentuk dan kelahiran bangsa. sesungguhnya merupakan potret awal keruntuhan. Soekarno sangat menyadari artinya rakyat bagi sebuah bangsa. Teori manapun yang pernah kita pelajari berkenaan dengan perubahan mengajarkan. Membangun sebuah peradaban baru.” Kalaulah Allah begitu teramat sering menjumpai hamba-hamba-Nya di bumi. untuk sementara langit memang takkan pernah menjumpai langit. dan menempatkan Rasul sebagai teladan hidup. menggandeng yang lemah dan bahkan mengutamakan kepentingan rakyat diatas semua kepentingan diri dan keluarganya. mengangkat yang jatuh. Pemaksaan yang dilanjutkan dengan sikap tegas dan represif kekuatan kekuasaan terhadap siapapun yang tidak sejalan. bahwa kejatuhan yang pernah dialami oleh hampir semua pemimpin adalah saat langkahnya tak lagi seiring dengan orang-orang yang dipimpinnya. Jika pemimpin-pemimpin di negeri ini masih menjadikan Allah sebagai sesembahan mereka.Maraknya aksi-aksi mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat akhir-akhir ini. tidak akan pernah suatu perubahan (progresif) tercipta tanpa adanya kesatuan antara orang-orang yang di depan dengan mereka yang memberikan kepercayaan penuh kepada yang di depan. Masalahnya kemudian. Api pergerakan kita dulu itu kita ambil dari dapur apinya rakyat. Segala pikiran dan angan-angan kita dulu itu kita tujukan kepada kepentingan rakyat. ketika bahu membahu membidani perjuangan memerdekakan negeri bernama Indonesia ini. semestinya mereka mau turun ke bumi. Sekali lagi.

Di setiap halte dan beberapa emperan perkantoran. Bukan lagi dunia anak-anak yang diwarnai gelak tawa dan bermain. Usai satu lagu. Mengharapkan kepingan logam dari penumpang yang entah mendengarkan atau tidak. dengan penampilan yang lusuh dan kotor. Di manakah ayah-bunda mereka? Bagian lain Jakarta. Bus penuh sesak. berdasi maupun blazer melintasi jalan dengan pemandangan khas.Jakarta diguyur hujan." kata . mengelap kaca mobil. Tanpa payung. Kemudian dengan lincah tubuh mungil tersebut menerobos pintu dan meloncat dari bus yang masih berjalan pelan tertahan macet jalanan. anak-anak usia belasan tahun mengulurkan tangan menawarkan jasa membawa belanjaan! Masih di bagian lain Jakarta. tampak anak-anak yang mengemis. ditemani makanan dan minuman hangat. Mereka menapakkan kaki hati-hati seakan takut air yang kotor menodai pakaian mereka yang bersih dan licin di bawah payung lebar. Sebuah tanya terlintas. Dengan kaos oblong yang sudah tidak jelas warnanya. Di sela kesibukan berbelanja. jalanan basah. sementara di sisinya atau di belakang si bocah mengikuti. Ketika sebagian yang lain tinggal di rumah bergelung selimut tebal. Suasana pagi kelam diwarnai macet jalanan oleh orang-orang yang berangkat kerja. menjual Koran. Padahal di tangannya yang kurus terpegang sebuah payung besar. menyemir.eramuslim . lebih dari cukup untuk melindungi tubuhnya. saya naik bus kota. ketika siang di Jakarta bermandikan cahaya matahari yang bersinar terik. siapa bocah malang tersebut? Di pagi hari di mana anak-anak lain berangkat sekolah menenteng tas dan bekal. ia menyanyi. bermandikan hujan! Mereka adalah bocah-bocah yang baru berumur 10 tahun ke bawah. Setiap saat anak-anak tersebut mengacungkan payung kepada mereka yang baru turun dari bus atau mobil. keramaian pasar tradisional melahirkan suara hiruk-pikuk yang khas. mereka hanya menenteng sebuah payung besar. Di manakah ayah-bunda mereka berada? Beberapa hari lalu. Di antara deru bus dan himpitan penumpang tampak seorang bocah yang berusaha menyalip tubuh-tubuh besar di sekitarnya. Di mana busur -meminjam perumpamaan Khalil Gibran-. menjual makanan. Satu demi satu lelaki maupun perempuan yang berjas. tapi kekerasan hidup telah menempa mereka menjadi pribadi yang lain. lengket di tubuh karena air hujan. Nampaknya tidak banyak keping yang berhasil ia kumpulkan. tampak tubuh-tubuh kecil dengan baju yang basah kuyup. Sebuah dunia orang dewasa yang terlalu cepat mereka masuki. Melainkan sebuah aktivitas untuk mencari sesuap nasi. Namun payung tersebut tidak terkembang. tubuh mereka menggigil kedinginan dengan perut yang keroncongan. tangan kurus tersebut mengulurkan bungkus plastik bekas permen yang kosong. Bocah usia enam tahunan tersebut bermata bening. Begitu mudah tertangkap mata pemandangan seperti itu di sebuah ibukota negeri bernama Jakarta. Mereka masih terlalu muda.yang telah melesatkan anak panah tersebut? "Engkaulah busur dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur. Dengan krecekan dari tutup botol dan suara cadelnya yang cempreng.

" Naudzubillahi min dzalik.com) Yayasan Martabat Jl. Sebagai anak panah. Tetapi di zaman ini orang-orang dewasa terlalu sibuk dengan kepompongnya sendiri. Yayasan yang memberi santunan pendidikan bagi anak-anak dhuafa. melindungi anak-anak zaman.Bukan sesuatu yang ringan ketika seorang ibu melepaskan anaknya menuntut ilmu sambil mondok di sebuah pesantren. ketika tengah pulas tertidur." demikian penggal puisi tentang anak yang ditulisnya. melindungi anak-anak kita. Luqman: 18 : "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. tentu mereka merindukan busur yang mantap yang akan mengantar mereka pada sasaran yang tepat dalam ukuran kemanusiaan. Kali Anyar II RT 008/ RW 001 No. yayasanmartabat@yahoo. "Sebagaimana Dia mengasihi anak panah yang melesat. Kecamatan Tambora Jakarta Barat Telp. bahwa anaknya akan beroleh ilmu . Semoga saya dan Anda tidak termasuk mereka yang dimaksudkan QS. Lalu. Dan tiada seorang pun dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal" (QS. Semestinya ada tangan-tangan yang terulur untuk membantu mereka. (021) 6346954 Ibu Indonesia Publikasi 30/01/2003 09:11 WIB eramuslim . Luqman : 34). Si anak tertua yang cerdas dan masih duduk dibangku sekolah dasar. Dan anak-anak itupun diserahkan kepada jalanan sebagai kepompongnya. adakah mereka berhak menyesali? Mengingkari :"…Dialah yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada di rahim. Hanya demi kepentingan masa depan buah hatinya. Bila ternyata panah itu meleset dari sasaran. Tidak pula sesuatu yang menentramkan hati bila seorang ibu tak bisa lagi memandangi wajah anaknya diwaktu malam. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. semoga Allah melindungi kita. ia berupaya meredam rintih sedih itu semua. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Dan meyakinkan diri sekuat-kuatnya. Mereka yang terlahir dari rahim yang kurang beruntung adalah anak-anak masyarakat. yang telah mengantarkan anak-anak tersebut ke gerbang yang belum saatnya mereka masuki? Padahal begitu masuk. demikian pula Dia mengasihi busur nan mantap. Mari ulurkan tangan buat mereka. Sebuah keluarga dengan ayah-bunda yang penuh kehangatan dan rezeki yang cukup. karena kurang mantapnya busur inikah.Gibran. hanya kerasnya hidup orang dewasa yang akan mereka rasakan. 3 Kelurahan Kali Anyar. (Eva Deswenti dari Yayasan Martabat.

Berpuluh tahun mereka melakoni episode kehidupan yang amat berat untuk sebagian orang. Harga-harga barang sudah merambah naik. Memperhatikan meja belajar. tak ada sesuatu yang istimewa kecuali amanah yang Engkau berikan. terangkanlah pikirannya. Ya Allah lindungilah mereka. tempat anaknya akan tinggal bersama beberapa anak lainnya. Sebuah negeri yang banyak meyimpan cerita kemewahan para pejabat dan pengusahanya. Menjadi bagian masyarakat yang tidak penting untuk dicatat dalam sejarah bangsa yang besar seperti Indonesia. hanya kepada-Mu hamba titipkan nasib dan masa depan anak-anak hamba. Wahai Dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kini. mungkin juga kita diantaranya. Namun seorang ibu tetap lah seorang wanita." Lalu ia menyebut nama suami dan anaknya satu persatu. kesusahan itu sudah tak dirasakan kesusahan lagi saking biasanya. Memeluk dan meninggalkan buah hatinya di seberang pintu gerbang. Cerita kejayaan pemimpin dengan kekuasaannya. berbagai jenis persoalan hidup yang lebih berat sudah berderet antri di depan mata. Kepedihan dan keperihan menjadi sesuatu yang normal karena seringnya.dan pengajaran dari guru yang lebih baik. Di depan manusia mereka menjadi golongan kecil dan lemah saja. tak kuasa ia menyembunyikan perasaan di depan Rabb-nya. lemari pakaian. Bagaimanapun ia tegar dihadapan anaknya. beban kesulitan itu akan lebih menekan lagi. Payahnya mencari nafkah. Tentu akan banyak ibu-ibu pejuang seperti itu di tanah air kita. nafasnya pendek-pendek. Memang ia tak menunjukkan raut muka sedih ketika memandangi kamar baru anaknya yang sederhana. "Ya Allah. kemudian menunggu kendaraan umum yang akan mengantarnya kembali. Ilmu yang lebih dari yang dapat ia berikan selama sang anak masih bersamanya. Saya masih ingat beberapa kata dalam do'anya yang nyaris tak bersuara. karuniakanlah anak-anak hamba keberkahan. Dan selepas shubuh berjalanlah ia ke pasar sebagaimana biasanya. . Yang ada hanyalah terus-menerus kerja lembur dan "mematikan" berbagai keinginan atau kesenangan memiliki barang. hambamu ini hanya lah seorang ibu yang biasa. Tak ada gaji ataupun tunjangan untuk besok hari dan hari-hari berikutnya. Dia malah tersenyum saja dan berkisah tentang hal-hal yang menggembirakan kepada anaknya sambil duduk beriringan disisi tempat tidur. Berjuta jumlahnya dan terserak dimana-mana. Betapa ia kesulitan ketika membaca Al-Qur’an selepas maghrib seperti biasanya. Tapi yakinlah bahwa itu semua tak paralel dengan senyum dan kebahagiaan sebagian besar rakyatnya. menggelar dagangannya seperti para pedagang lainnya. Bagi mereka. Isak tangis juga sering terdengar di keheningan malam dalam kepasrahan tahajjudnya. jernihkanlah hatinya. Kenangan akan kefleksibelan hukum dan peraturan yang dibuat oleh ahli-ahli hukumnya. sementara tak ada jaminan bahwa penghasilannya mereka juga akan bertambah. Hingga seringkali ia bisa membaca ayat demi ayat dalam kitab suci itu hanya dalam hati saja. tinggikanlah derajatnya. serta tempat tidur susun. selamatkanlah mereka di dunia dan akhirat. Tenggorokannya seakan-akan terasa sesak.

Allah masih bersabar terhadap kelakuan manusia lainnya di muka bumi ini. Allah Maha Tahu betapa mereka amat sulit hidupnya. Ketika menutup pintu pagar dan naik ke taxi. sepulang dari pasar yang jauh dari prasyarat kesehatan. Mungkin karena do'a dan air mata pengharapannya. dan gemetar tubuhnya. Tak pernah berusaha menemani kesedihan "wong cilik" walau sebentar saja. Betapa bangsa kita amat berhutang pada ibu-ibu mulia itu. Kalau saja pada saat itu Sayidina Umar bin Khaththab dihadirkan kembali. Betapa ibu-ibu kita begitu bersih hatinya. Dan lebih perih lagi ketika hari itu pula si sulung datang mengharap uang untuk membayar pondok dan sekolahnya. lebih berpendidikan serta berwawasan luas. Sungguh suatu situasi yang menggetarkan. Tentulah akan pucat wajah khalifah yang diridhai Allah ini. Kalau saja pada momen menggetarkan tersebut. Kesulitan yang seringkali diabaikan saja oleh golongan lainnya. Kemiskinan jadi hal yang harus disembunyikan. Segemetar kala beliau mendapati diantara rakyatnya yang kelaparan di suatu malam. berjalan ibu kita ini kembali dengan dagangan yang hampir utuh. Menatap seorang ibu pada suatu siang yang terik. istri kawan saya tak kuasa menahan tangisnya karena sedih meninggalkan . Banyak orang kadang merasa besar dan penting.Jum'at. 1 Februari lalu. bahkan oleh orang-orang yang diberi amanah untuk memimpin mereka. karena perih dan letih yang disimpan saja. saya mengantarkan kawan saya suami istri yang pergi ke Baitullah untuk menunaikan ibadah haji. Pulang dengan menangis yang tak keluar. hadir pula orang yang diberikan amanah berupa tanggung jawab untuk memperjuangkan nasib ibu kita. Orang-orang yang semestinya membantu perbaikan nasib dan mensejahterakannya. kekurangan lantas menjadi pantangan dan harus dipenuhi dengan jalan apa saja. Demikian jauh perbedaan kehidupan antara rakyat dan pejabat yang mengurusinya. Tak ada dendam. Kekuasaan dan ketinggian jabatan yang dicapai sering menjadi bandrol harga penghargaan yang harus diberikan orang..de) Kurbankan "Ismail-Ismail" Kita Publikasi 28/01/2003 09:27 WIB eramuslim . Merasa sudah berbuat banyak dan mempunyai jasa yang tak terhingga.Tidak mesti senada dengan ibu-ibu pedagang kecil yang semenjak shubuh sudah tertatih menggendong barang dagangan.. tak ada makian atau kata-kata kotor lainnya. Hidup sudah sedemikian melambung dan tak ingin kehilangan itu semua. din-din (mukhyidin@yahoo. menatap mata duka sang ibu mulia ini. Hilang sudah getaran iba dan rasa sayang pada orang papa dan penuh kesusahan dalam hidupnya. Begitu lebar ketimpangan sosial orang kaya dengan rakyat biasa.

saya sungguh tak tega melihatnya meronta-ronta menangis ketika akan diinfus tangannya. Menjelang 'Iedul Qurban besok. satu hal lagi yang patut kita renungkan. hingga kemudian ketika Allah berkehendak untuk memberikan keturunan. membandingkan diri kita dengan Ibrahim 'alaihissalaam rasanya memang belum ada apa-apanya. tanpa perbekalan apapun. masih ada orang-orang yang menjaganya. coba anda bayangkan menyembelih orang yang paling anda cintai! Terus terang saya sendiri tak pernah sanggup membayangkannya. Saya yang duduk di jok depan taxi hanya bisa ikut terenyuh mendengar isak tangisnya. bisakah anda membayangkan harus meninggalkan istri atau suami tersayang. cintanya pada Ismail berdiri kokoh diatas landasan kecintaannya pada Rabbnya. ketika Ibrahim mendapat kesempatan untuk mengunjungi anak istrinya. Ketika saya mengantar anak teman saya untuk opname di rumah sakit beberapa hari yang lalu. betapa bahagianya ayah yang bertahun-tahun tak menjumpai anaknya dan ketika telah berjumpa anaknya telah besar dan gagah. semuanya dilancarkan. tentu kita bisa membayangkan kebahagiaan Ibrahim saat itu. ibu. dilihatnya Ismail sudah menjadi seorang anak yang gagah." Sepanjang perjalanan saya merenungi kata-kata kawan saya tersebut. Apalagi membayangkan orang yang saya cintai disembelih. Namun kebahagiaan itu harus diuji lagi. sungguh tak sanggup. Namun. kamu jangan sedih. Beberapa tahun kemudian. subhanallah. jauh sekali.. tatkala Ibrahim harus meninggalkan istri dan anak yang dicintainya itu di sebuah lembah yang jauh dan tandus. bertahun-tahun ia tidak memiliki keturunan. Tapi itulah Ibrahim kholilullah (kekasih Allah). maka Allah berkehendak untuk menguji cinta Ibrahim pada-Nya. lahirlah Isma'il. "Sudahlah. apa yang telah dilakukan oleh Ibrahim dahulu. dan lagi kita ini sungguh telah diberi kemudahan oleh Allah untuk mengunjungi Baitullah. Maka menyembelih anak yang dicintainya menjadi bagian dari kecintaannya pada Rabbnya. kita ini masih beruntung bisa meninggalkan anak kita dalam keadaan cukup. Bandingkan dengan Ibrahim yang harus meninggalkan istri dan anaknya dilembah yang tandus. disuruhnya Ibrahim menyembelih anak yang dicintainya itu. Lagi pula dirumah segala macam kebutuhan anak kita sudah tersedia. seringkali kita merasa begitu berat meninggalkan atau berpisah dengan orang orang yang kita cintai. . bayangkan. hingga saya dengar suaminya berkata. saya saja seperti mimpi menjalani ini semua. saya dan istri saya. juga anak anak yang anda impikan dan masih bayi itu berpisah dari anda? Saya yakin mungkin kita akan sedih atau menitikkan air mata membayangkan orang yang paling kita kasihi harus ditinggalkan sendirian. bisa dibayangkan bagaimana rasanya keluarga yang dibangun bertahun-tahun namun buah hati tak juga kunjung datang.anaknya yang baru berusia 14 bulan di rumah yang hanya dijaga oleh pembantu.. sekali lagi Allah tak membiarkan kecintaan ayah pada anak itu berlebihan.

inilah saatnya untuk membuka Al Qur'an. karena bukan saja anak yang kita cintai. suami.id) Cinta Versus Nafsu Publikasi 27/01/2003 14:25 WIB eramuslim . Mari kita lihat ulang soal maaf memaafkan ini. Dan itulah "Ismail-Ismail" kita. Cobalah kalkulasi apa-apa yang menjadi kecintaan kita. dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai. tapi berapa banyak yang kita tahan? berapa banyak yang digunakan hanya untuk hal-hal yang remeh temeh bahkan sia-sia? Saya pikir Allah tak hanya melihat seberapa banyak yang kita berikan. sudahkah ianya kita infakkan dijalan Allah dan kita gunakan dengan baik? Mungkin kita sudah menyumbang barang seratus dua ratus perak." from the Desk of Hilal (hill@ratelindo. maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. sudahkan kita sanggup untuk menyerahkannya pada hal-hal yang Allah inginkan? layaknya Ibrahim menyembelih Ismail karena perintah Allah? Jika kita belum siap. apa apa yang menjadi "Ismail-Ismail kita". apapun yang paling kita cintai sekarang ini adalah "Ismail-Ismail" kita. tapi juga seberapa banyak yang kita tahan. cari kisah Ibrahim. saudara-saudara. tidak dilarang. dan orang-orang yang . atau belum pernah memikirkannya. Namun tentu ada alasan yang sangat khusus mengapa Rasul menganjurkan ummatnya untuk memberikan maaf kepada orang zhalim.. yang dengan rela atau terpaksa harus kita serahkan dan kita kembalikan pada Allah Subhaanahu wa ta'ala. karena itu lebih mulia” Itulah salah satu pesan Rasulullah yang sangat terkenal. Wallahu a'lam bisshawab "Katakanlah: "Jika Bapa-bapa. perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya.. Perintah Allah berkenaan dengan “maaf” ini termaktub dalam Qur’an Surat Ali Imran ayat 134: “. isteri-isteri kaum keluargamu. anak.co. sanggupkan kita mengorbankannya di jalan Allah? Istri.Dan sekarang. teladani dan renungkanlah dengan cara membayangkan apa yang terjadi pada Ibrahim adalah keluarga karib kerabat kita sendiri. anak-anak. atau seratus dua ratus ribu. untuk membuktikan cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya. sudahkan kita arahkan pada jalan Allah? Harta yang kita miliki. adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya. Membalas perlakuan tak adil dan kezhaliman dari seseorang." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.“Maafkanlah. sanggupkan kita mempersembahkan "Ismail-Ismail" kita di jalan Allah? Sanggupkah kita memberikan apa-apa yang paling kita cintai untuk berkhidmat di jalan Allah? Saya berikan tanda kutip pada "Ismail-Ismail" kita. harta kekayaan yang kamu usahakan. dan seberapa ikhlas kita berikan. saya hanya berpikir.

Adam (juga Hawwa) tak mampu membendung nafsunya untuk tidak menyentuh buah “terlarang” tersebut. Fir’aun dan sederet nama haus kekuasaan di muka bumi ini akan selalu menjadi catatan hitam keserakahan manusia. Cukupkah Adam? Ternyata tidak. tak ada salahnya jika kita sepintas “sepakat” bahwa mengendalikan hawa nafsu tidaklah ringan. ingin punya harta dan kemudian wanita. sungguh teramat berat untuk bisa melakukannya. perang terbesar adalah perang melawan hawa nafsu”. nafsu manusia pun terus berkembang dan semakin tak terkendalikan. betapa hawa nafsu sudah terlalu sering mengalahkan manusia. Namun demikian. Dan itu akan melambungkan dirinya kepada kesombongan. Padahal. takkan pernah terhitung jumlah orang-orang yang pernah terjerumus dan akhirnya jatuh oleh karena memperturutkan nafsunya. Menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Seiring bergulirnya masa. dan mengagungkan harga diri yang diukur dengan parameter kekuasaan. cinta akan dunianya. dan tak sedikit orang yang menganggap itu sebagai hal biasa yang teramat mudah.menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang”. “Kita baru saja melakukan peperangan terbesar” Kemudian Rasulullah berkata: “Tidak. Ali bin Abi Thalib yang urung menebas leher musuhnya setelah sang musuh meludahi wajahnya. Sejarah juga mencatat nama-nama lain dari zaman ke zaman. Syetan menggelincirkan dua manusia itu hanya dengan rayuan buah keabadian yang dihembuskan syetan. Meski terbilang hadits dhaif. melebihkan hartanya dan memperbanyak wanitanya. jangan lupa bahwa sejarah pun mencatat dengan tinta emas orang-orang yang menang melawan hawa nafsunya. Siapa yang tak ingat betapa besar kecintaan Abu Bakar kepada Allah dan rasul-Nya sehingga menginfakkan semua harta miliknya hingga tak tersisa untuk perjuangan Islam. Orang tentu tak akan lupa dengan nama Yusuf alaihi salam yang menampik rayuan Zulaikha yang cantik jelita. ia tak ingin amarah dan nafsunya yang menjadi alasan utama saat ia menghujamkan pedangnya. Alasannya. ingin meningkatkan kekuasaannya. Usai perang Badr yang terkenal sebagai salah satu perang terbesar dalam sejarah Islam. Sedikit punya kuasa. namun dalam hal ini bisa diambil hikmahnya. jika bukan karena seseorang itu telah memiliki kebersihan hati dan ketulusan cinta kepada Allah Swt. seorang sahabat mengatakan. ketampanan dan ukuran materi lainnya. Kalaulah kita mau membuka catatan sejarah perjalanan hidup manusia. Nampaknya seperti sesuatu hal yang sangat sepele. Qabil tega membunuh saudara kandungnya sendiri Habil demi mendapatkan calon istri Habil yang lebih cantik. merupakan dua dari ciri orang yang bertaqwa. Berlanjut kepada keturunan Adam. Tidak berhenti sampai disitu. Hingga saat ini. kekayaan. Begitu juga dengan Qarun dan sejumlah nama orang-orang yang rakus harta. Terus dan terus meningkat. bahkan sejak manusia pertama diciptakan. Adam alaihi salam yang telah diberikan limpahan nikmat oleh Allah berupa kesenangan dan kebahagiaan hidup di surga yang tak berkekurangan. Ada satu hadits yang termasuk dhaif. kecantikan. Masih ditambah nikmat itu dengan dihadirkannya Hawwa sebagai pelengkap hidup yang membawa kedamaian dan ketentraman. kenikmatan dunia yang telah memalingkannya dari Allah membuatnya cinta akan dirinya. .

dan kemudia ia juga yang menghembuskan aroma ketidakadilan tersebut kepada lawannya untuk membalas kembali ketidakadilan itu dan seterusnya. Semuanya adalah karena kelengahan kita yang membiarkan pintupintu hati ini terbuka bagi masuknya syetan yang memang senantiasa menantinya celah kelengahan manusia. yang merupakan satu bagian kecil dari semua hawa nafsu yang ada pada diri manusia. pada saat lengah. Ketika seseorang memperturutkan nafsunya dan tak mempu menahan amarahnya. dan lebih menyakitkan. Dan ujungnya. tak pelak lagi balasan terhadap perlakuan orang lain yang dilakukan biasanya jauh lebih besar. saat itulah pintu terbuka bagi masuknya syetan ke dalam hati manusia untuk terus memanasi setiap relung di dalamnya. Itu baru sekedar masalah maaf memaafkan. kenapa hanya dengan memaafkan manusia menjadi lebih mulia? Jawabannya tentu sudah menjadi jelas sekarang. perampokan. Seperti halnya Rasulullah yang kerap memaafkan orang yang meludahinya setiap hari. Padahal. syetan akan tertawa melihat dua anak. tak mampu menahan amarah serta tak mau memaafkan kesalahan orang. derajatnya tak pernah jatuh sekalipun ia justru menjadi orang yang pertama menjenguk ketika si peludah itu menderita sakit. membersihkan jiwa dan mengendalikan diri. Sebaliknya. Cinta yang tulus kepada Allah akan membuahkan cinta dan kasih sayang yang juga tulus dari Allah kepada hamba-Nya. Pada akhirnya. bukankah jauh lebih mulia orang-orang yang tak serakah harta. sikap itu tentu tidak akan menjatuhkan derajatnya dimata orang yang menzhaliminya. bisa dipastikan adalah penyesalan. kekuasaan dan juga nafsu syahwat. dari yang kecil seperti bangga diri. Oleh karenanya. manusia mencintai. orang baik dan mulia pun bisa tersungkur oleh sebab nafsu yang tak terkendali itu. Pembunuhan. Sebagai contoh. dan sejumlah peristiwa lain yang terjadi di muka bumi ini. pemerkosaan. Hingga pada hitungan detik berikutnya. Karena bukan tak mungkin. akan sangat berpotensi membuat seseorang menjadi sangat hina. Disinilah syetan berperan menciptakan ketidakadilan. kalau saja ia mau memaafkan kesalahan (atau kezhaliman) orang lain. Soal memaafkan misalnya. Jika yang . dua kelompok manusia saling baku hantam. bahkan gila. juga pria-pria dan wanita yang tak memperturutkan syahwatnya pada jalan yang halal? Adakah yang lebih mulia dari orang-orang yang mampu menahan dan mengendalikan nafsunya karena takut kepada Allah? Hawa nafsu. amarah. Dan dengan cinta dan kasih sayang yang Allah tanamkan itulah.Manusia bisa menjadi sangat mulia karena menahan dan mengendalikan nafsunya. saat api amarah menyala. manusia mulia pun akan teramat hina dan menjijikkan ketika sedetik saja tak kuasa mengendalikan nafsu. sampai yang besar seperti rakus harta. sumber utamanya adalah nafsu yang tak terkendali. akan terlihat seperti orang bodoh. mereka yang tak ambisi kekuasaan dan jabatan. jangan pernah menyepelekan pentingnya menata hati. mengasihi juga menyayangi sesama makhluk. Orang yang tak dapat mengendalikan amarahnya.

Selain terus menanamkan cinta tulus kepada Allah. sejatinya kita senantiasa menjaga agar hati ini terus terlindungi agar tak kotor. tidak akan pernah cinta berubah menjadi amarah. Seolah tanpa lelah. menzhaliminya. dentam musik mereka membangunkan sebagian besar penumpang yang terserang kantuk. apatah lagi untuk nafsunafsu besar lainnya. hingga ketika bait terakhir nyaris usai. Gitar. “Oo. Tanpa sadar menarik senyum dan hentakan kaki tiap penumpang KRL yang ada. terhina. Setelah itu. (Bayu Gautama. 2 orang mahasiswa yang sejak awal begitu menikmati sajian mereka.. gendang. Selain dzikir. Carol…. agar tak terbuka celah masuknya syetan yang menggerogoti benteng-benteng ketegaran di dalamnya. Menentramkan hati dengan dzikir (mengingat Allah) sebagai bukti cinta seseorang terhadap Dzat yang dicintainya. sekitar 14.demikian yang dimiliki oleh manusia selaku hamba Allah. Lalu mengalirlah lagu-lagu lawas bernada gembira. Sembari mengucap salam. Jika untuk hal kecil saja tak ada ruang. atau menaruh dendam terhadap orang yang menyakitinya. adalah terapi yang tak terbantahkan setiap orang yang mendambakan ketenangan hidup.. siang itu.Di perut kereta rel listrik dalam perjalanan Depok-Jakarta.30 wib. tentunya dia akan menjadikan Rasulullah dan sederet nama-nama yang memenangkan hawa nafsunya sebagai refrens dalam bukunya yang amat terkenal. thanks 4N) You Are What You Think You Are Publikasi 23/01/2003 07:52 WIB eramuslim . kecrekan dan lengkingan suara bocah 9 tahun-an itu terdengar begitu riang. Sehingga meski tak sedikitpun terbetik niat mengukir nama dalam sejarah manusia yang memenangkan pertarungan melawan hawa nafsu. amarah. apalagi dendam. jika ingin mendapatkan kemuliaan dihadapan Allah. qona’ah dan ikhlas dalam menjalani hidup semestinya juga menjadi modal utama ditengah ganasnya terpaan nafsu yang terus dipanas-panasi oleh syetan. bocah-bocah itu membawakan 3-4 lagu. Orang yang marah hanya karena kekhilafan manusiawi orang lain. terluka. tak akan pernah kasih dan sayang tertandingi oleh ganasnya hawa nafsu. berarti ia hanya mencintai dirinya sendiri. muncul sekelompok pengamen cilik dengan segala atributnya. “Berpikir dan berjiwa besar”. atau mengkhianatinya. Seandainya David J Schwartz adalah seorang muslim. Hamba yang dipenuhi hatinya dengan kasih tulus dari dan karena Allah. tidak akan ada ruang kosong dalam hatinya untuk rasa benci. Salah satu parameter orang yang mencintai dirinya sendiri adalah. tak ada lagi yang menjadi kepuasan dari seorang hamba di dalam hidupnya ketika kelak mengakhiri hidup tetap dalam kemuliaan. siapapun yang mengenalnya akan tetap menjadikannya figur dan teladan yang pantas untuk diikuti jejaknya. . serasa membawa nuansa angin segar pada siang yang cukup suntuk dan gerah.

mungkin untuk makan. . kita jauh lebih beruntung. mari kita tengok dan renungkan sejenak. *** Kawan. tetap menghibur orang lain meski tak pernah tahu apakah sukacita dalam dirinya telah cukup melebur. gimana mau semangat?”. dan berjuta lagi kenikmatan yang mungkin justru seringkali kita anggap beban. dan segala problematika kehidupan lainnya. membenahi rumah dan mencucikan pakaian. Lihatlah wajah-wajah bocah pengamen cilik tadi yang begitu riang gembira. akan memberatkan timbangan amal kebajikan. Tapi yang ingin ditekankan disini bahwa imajinasi kita-lah penentu segala hal yang kita terima. Ada lembar-lembar rupiah yang tiap bulannya kita terima. yang mungkin telah cukup santai belajar di perguruan tinggi atau sekolah yang kadang tidak pantas disebut layak sebagai tempat menimba ilmu. segala sesuatunya itu dilakukan tanpa keluhan. dibandingkan bocah-bocah pengamen tadi. berjibaku dengan berbagai amanah. Terkadang masih juga mengeluh dan meratap. ada materi-materi kuliah yang dosen kita ajarkan. yang mungkin tengah sibuk berkutat dengan agenda-agenda ummat. Sekali lagi. Jam kerja yang padat. gimana da’wah mau berhasil?”…. Dan temannya menimpali. ada setumpuk amanah yang jika ditunaikan. ada objek-objek da’wah yang dengan adanya mereka. “SDM sedikit. Kawan. “Lagi! Lagi!”. mengajar. jadwal kuliah yang penuh. atau apapunlah namanya. dan berjuta keluhan yang kita lontarkan setiap detiknya. ada istri yang siap menyambut dengan cinta dan senyuman. “Gaji kecil apanya yang menyenangkan?”. ulah anak-anak yang banyak tingkah. bukan kesyukuran yang ingin diangkat dalam tulisan ini. terkadang hidup ini terasa begitu berat. Padahal Kawan. Tapi. ladang pahala siap dialirkan. amanah yang tak habis-habis dan tak kunjung selesai. Mereka hanya bernyanyi. Tapi kita. terasa begitu membuat tertekan.berteriak lantang. atau mungkin hanya untuk setoran kepada ‘atasan’. dan itu mereka lakukan dengan demi segenggam logam dan recehan. memasakkan makanan. kepenatan yang menumpuk. “Makanan itu-itu melulu. “Materi segudang gimana mau siap ujian?”. berda’wah. “We want more! We want more!”. ada buah hati yang siap menghibur perasaan dengan kepolosannya yang menggemaskan. kognitif yang tertekan oleh ujian-ujian. apalagi duka. “Dosen killer gimana mau nyaman belajar?”. Kawan… Kita yang mungkin telah bekerja dengan sangat nyaman di ruangan ber-ac. atau yang mungkin telah berpenghasilan tetap tiap bulannya. mungkin untuk membayar biaya sekolah yang semakin tidak memanusiawikan rasa. Dan mereka perbuat semua itu demi mempertahankan hidupnya. mengisi forum-forum kajian. gimana mau sehat?”. “Murid sedikit dan jarang datang.

persepsi-persepsi kita. kita persepsikan sebagai latihan untuk qona’ah dengan apa yang ada. sebab persepsi mereka membahasakannya sebagai suatu kepositifan. You Are What You Think You Are (Kita adalah apa yang kita pikirkan). kehidupan adalah kenikmatan yang harus kita syukuri setiap detiknya. mungkin kita akan senantiasa termotivasi untuk memperbaiki diri. kita persepsikan sebagai cambuk untuk giat belajar.Ketika mungkin gaji kecil yang kita peroleh. Kawan.com) Masih Lebih Mudah Bagi Kita Publikasi 22/01/2003 07:49 WIB . Mereka mempersepsikan kerja keras menghibur orang sebagai suatu keriangan. Begitulah. mungkin tak ada lagi wajah-wajah tertekuk dan cemberut. kita persepsikan sebagai pembelajaran dari Allah dan peluang ‘tuk meraih imbalan-Nya yang lebih besar. kita persepsikan sebagai suatu rezeki dari Allah. mungkin kita akan selalu bersemangat. Ya. tentu kita tak akan banyak mengeluh. psychofath@yahoo. mungkin tak akan ada lagi berbagai keluhan. bukan hal yang menyebalkan dan menambah beban. mungkin rumah tangga akan senantiasa terasa tenteram. senyuman. maka insya Allah. mungkin kita akan menjadi orangtua yang begitu dicintai putra-putrinya. dalam keadaan apapun. kita persepsikan sebagai ajang untuk melatih kesabaran. Kawan. Ketika tingkah polah dan kenakalan para bocah yang mengesalkan. dan kebahagiaan hakiki pun dapat terasakan oleh jiwa-jiwa yang ikhlas lagi lapang. salah satunya dengan mempersepsikan segala yang terjadi dalam sebuah kepositifan berfikir. keceriaan. ada pepatah barat yang mengatakan. maka mengapa kita tidak mencoba mengubah pola pikir kita. Nah Kawan. Ketika pelayanan istri yang ‘begitu-begitu saja’. untuk menjadi lebih positif dan memandang segalanya sebagai hal yang bukan beban? Jika kita telah berpersepsi demikian. Matahari belum terbit di sebelah barat dan belum tenggelam di sebelah timur bumi. Seperti bocah-bocah pengamen tadi. Padahal mereka tidak tahu apakah dengan berlaku seperti itu. Ternyata persepsi kita. dan rasa sukacita tanpa setitik pun duka. sehingga kita ‘kan terus bersyukur kepadaNya. Bagaimana? (indra fathiana. Ketika para murid yang jarang hadir. Semoga Dia berkenan memberi kita kesempatan untuk terus memperbaiki diri dalam menghadapi perjalanan yang sangat sebentar ini. begitu menentukan sikap kita dalam menjalani kehidupan. kita persepsikan sebagai akibat dari kekurangan kita dalam membawakan materi (pelajaran) misalnya. mereka cukup dapat memenuhi tuntutan kehidupan yang bisa jadi jauh lebih berat dari kehidupan kita sekarang. cara pandang kita. Ketika hanya ada segelintir SDM di lingkungan kita untuk berda’wah. kita persepsikan sebagai kesempatan ‘tuk meraih pahala sebesar-besarnya. paradigma kita dalam mengolah kognisi dan rasa jiwa. Ketika ada dosen 'killer' mengajar. Ketika amanah yang bertumpuk dan datang bertubi.

Tetap saja tiada hari tanpa pedagang keliling dan peminta sumbangan di kantor ini. Penasaran saya makin betambah. Sudah menjadi rahasia umum. Ketika para pedagang itu sampai di meja si bapak. "Lantas mengapa membeli?" tanya saya. Memberi uang sama artinya dengan memberikan persetujuan dan pembenaran. saya juga tidak tahu. Meskipun di pintu depan sudah tertulis besar-besar "PARA PEDAGANG DAN PEMINTA SUMBANGAN DILARANG MASUK". Sebagian cuek. Beliau memberi uang kepada setiap peminta-minta di jalanan. bahwa tak semua peminta sumbangan itu benar-benar peminta sumbangan untuk masjid. mengamen. begitu jawab beliau. Beberapa kali kejadian semacam berulang. anak yatim piatu atau sejenisnya. Banyak dari mereka yang menggunakan metode peminta sumbangan untuk menghidupi diri. Tapi apa alasannya? Sulit bagi saya untuk mengerti. Itu jawabnya. menawarkan dagangannya. Mereka bukan tak bisa. saya bisa menerima dan mengerti. Beberapa hari terakhir. beliau hampir selalu memberikan koran harian pada saya. "Siapa lagi yang akan membeli kalau bukan kita? Sudah terlalu banyak yang berbelanja di mall. Tapi ternyata dia juga selalu memberi kepada para peminta sumbangan yang bergantian datang ke kantor kami. Pernah suatu saat saya bertanya kenapa beliau suka membeli barang dari para pedagang yang ke kantor. Beliau tahu saya suka membaca. Penjual pengharum itu berkeliling ke meja-meja pegawai. Dan kini? Ini sudah kesekian kali. Pertama kali saya menjadi anak buahnya. Kalau membeli barang dagangan. Kenapa dia harus selalu memberi? Tanpa pernah memilih lagi. Teramat sering malah. "Saya tak butuh koran itu. Sekeping gopekan keluar lagi dari jendela mobil. Seorang penjual pengharum ruangan masuk ke kantor. . Sering.eramuslim . tanpa banyak kata. Si Bapak hampir selalu membeli barang dagangan setiap pedagang yang masuk ke ruangan kami. Dulu. Ini bukan yang pertama kali. baik yang memang terang-terangan meminta-minta. Hanya kurang berusaha saja. sebagian lagi menolak dengan halus. si bapak mengambil beberapa buah barang dagangannya dan membayar tanpa menawar." kata beliau. Tapi ia tak berkomentar. Dan saya pernah mengingatkan bapak ini tentang hal itu.". Ada pula yang menawar. tapi akhirnya tidak jadi membeli. "Karena saya tahu tak banyak orang yang membeli koran dari tukang koran seperti dia. Sedangkan kita sudah selayaknya memberikan pelajaran. sebagaimana alasannya di atas. polisi cepek maupun yang setengah memalak dengan 'berorasi'. ketika saya satu mobil dengan beliau karena ada tugas keluar kantor. Namun ternyata bukan hanya itu. Biarlah saya berbelanja pada mereka". Entah mereka sudah bebal atau kebal.Seperti yang sudah saya duga. Peristiwa yang sama terjadi kembali.

. inci. dan lainnya.. Jika karena tak ada yang mau memberi mereka kelaparan. Mungkin mereka memang tak sungguhsunguh miskin. Ibaratkan . membuat mereka makin malas. kalau mau memberi. hmmm. astronom menggunakan satuan tahun cahaya untuk menghitung jarak yang sangat jauh. Tahukah Anda bahwa sebetulnya cahaya bintang-bintang yang kita lihat saat ini bukan merupakan cahaya yang sebenarnya pada saat ini dipancarkan dari bintang-bintang itu. lantas kepada siapa mereka meminta. mana yang tampak betul-betul membutuhkan.com) Karena Bintang Pun Bercahaya Publikasi 20/01/2003 09:11 WIB eramuslim . kalau mau berinfak kenapa tidak melalui lembaga yang benar-benar dapat dipercaya akan menyampaikan amanah kepada yang benar-benar berhak? Saya memberondongnya dengan sebuah argumentasi panjang. Ada yang terlihat terang ada yang terlihat meredup. Masih lebih mudah bagi kita mencari makan dibanding para pengamen jalanan." Urain panjang lebarnya membuat saya tertegun. gelandangan tak berkawan. sungguh jarak yang luar biasa jauh. Cahaya itu menempuh jarak dalam satuan tahun cahaya (light year). juga memancarkan cahaya ke bumi.000 kilometer per detik. hanya ini yang bisa saya lakukan.800. Sedang saya. Kalau tidak mendung. Tapi saya yakin. Menurut saya apa yang beliau lakukan tidak mendidik. Masih lebih mudah bagi kita. hendaknya kita pilih-pilih. Masih lebih mudah bagi kita meminta bantuan teman. "Saya tak yakin dengan tidak memberi akan mendidik mereka. jika mereka bisa semudah kita mencari rizki. Cahaya itu sampai ke penglihatan kita setelah menempuh waktu yang amat sangat lama. kecepatan cahaya dalam ruang hampa adalah sekitar 300. (azimah rahayu.460. Ada yang terlihat berwarna jingga. Setidaknya. masih lebih mudah bagi kita mendapat rezeki dibanding para tukang koran. bisa jadi mereka hanya malas.Sesekali pandanglah langit di malam hari. setidaknya masih lebih mudah bagi kita untuk mencari lagi dengan bekal kemampuan yang diberikan Allah pada kita. dibanding mereka. tak mau bekerja keras dan mengharapkan uluran tangan seperti ini. Masih lebih mudah bagi kita. Masih lebih mudah bagi kita mencari penghidupan dibanding para pedagang asongan. ada yang terlihat berwarna biru. kita bisa melihat betapa indahnya kelap-kelip bintang menghiasi langit. Ya.Kali ini saya tak lagi bisa diam. Tugas merekalah yang menyadarkan. azi_75@yahoo. ada yang terlihat putih. Kalau biasanya kita menghitung jarak dengan meter. Sehingga dalam satu tahun cahaya berarti mempunyai jarak 9. Semestinya ada orangorang yang aware dengan program penyadaran itu. Sedikit angka-angka.000 kilometer. Atau. Bintang-bintang itu sama seperti matahari kita. mereka tak akan melakukan itu semua.000. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam satu tahun. Semuanya membuat indah walaupun kita sedang di dalam suasana kegelapan malam. Kemana mereka mencari? Sedang kita? Kalaupun harta kita habis karena mereka.

Subhanallah. Setelah kita wafat nanti. adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan . sehingga 'cahaya' dari diri kita ini dapat terus menerus menerangi kehidupan orang lain sampai saat ini. Amalan yang baik dan digunakan terus menerus oleh umat akan selalu membuat diri kita yang sudah wafat tadi masih terus dikenang. walaupun kita sudah wafat. tetapi saat ini kita masih bisa melihat pancaran cahayanya. Subhanallah. Maka lihatlah berulang-ulang. Sama halnya dengan bintang. kita bisa menggunakannya untuk menghitung berapa lama lagi matahari akan meredup dan menjadi mati. siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. tentu akan memakan waktu yang sangat lama. Selain itu. Cahaya dalam diri ini masih bisa hidup jika amalan yang kita kerjakan bermanfaat bagi umat. melalui cahaya bintang tadi. merupakan waktu dimana kita memancarkan cahaya. Berarti cahaya yang kita lihat dari bintang Alkaid sekarang merupakan pancaran cahaya dari 101 tahun yang lalu. sehingga perlu memakan waktu yang sangat lama untuk mengeksplorasinya. karena 'cahaya' dari mereka yaitu amal perbuatan mereka berguna bagi umat ini. Dalam kurun waktu itu. Di satu sisi. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.. Nabi Muhammad pernah berkata. Di sisi lain. Mereka tetap dikenang. Galileo dan tidak ketinggalan ilmuwan dan tokoh muslim seperti Imam Bukhari.. bahwa kita ini mempunyai umur sekitar 60-70 tahun. Ibnu Sina. Yang menjadikan mati dan hidup. sudah tidak beraktivitas lagi. kalau boleh diandaikan dengan bintang. Melalui cahaya bintang itu. Seperti bintang. Al-Khawarizmi. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Demikian pula dengan cahaya dari bintang yang jaraknya bisa sampai ratusan tahun cahaya. Kita diberi Allah suatu keajaiban.. kita diberi alam semesta yang amat sangat luas. Einstein. kita diberi kemampuan untuk melihat masa lampau dari alam semesta ini. semua bintang mempunyai umur hidup yang menentukan pancaran cahaya yang diberikannya. seperti bintang di langit. kita akan meredup dan tidak beraktivitas lagi. dan masih banyak lagi yang lain. manusia pun diberi waktu hidup. Melalui cahaya bintang itu. kita mengisinya dengan amalan yang baik? Cukupkah amal yang kita kerjakan membuat 'cahaya' yang kita berikan bertahan? Tinggal bagaimana kita menggunakan waktu kita untuk berbuat baik. sebagaimana matahari yang suatu saat nanti tidak lagi beraktivitas. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Beberapa bintang sebetulnya bintang itu sudah tidak ada. Jadi kita melihat cahaya dari masa lampau. "Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan. dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Lihatlah nama-nama Newton.seseorang yang menempuh perjalan sejauh itu. Misalnya bintang Alkaid mempunyai jarak sekitar 101 tahun cahaya dari bumi. supaya Dia menguji kamu. Apa saja yang sudah kita lakukan? Cukupkah dalam umur begitu pendek.. 'cahaya' dari diri ini masih bisa terus hidup. kita bisa mengukur seberapa jauh bumi kita ini dengan bintang lain. sudah mati. Waktu dimana kita bisa memberikan yang terbaik untuk kemaslahatan umat dan mencari ridho Allah.

kulalui dengan tertatih-tatih. Pedih jiwaku. Juga masih kudambakan pujian selain dari pujian-Mu. Namun ampuni aku ya Rabbi.Ya Rabbul Izzati. tidak semua hamba-Mu Kau perlakukan sama seperti aku. lagi-lagi Kau didik aku dalam kealpaan mimpi semuku. Rabbku. Namun Rabbi. . Tapi aku tak pernah berhenti memadu rindu. sungguh aku bersyukur atas semua ini. Kembali ku ingat sebait doa yang pernah kurenda. membawa tubuh ringkih ini melewati jalan yang Kau kehendaki. Bukan tak hendak aku sabar menanti janji-Mu. Betapa seringnya hamba tertegun ragu. Semuanya memang dikarenakan kelemahan hati ini yang masih saja berharap mencicipi kenikmatan duniawi. Kinipun hati yang peragu ini masih diguncang gundah.id) Tuhan. Jika masih juga kunanti senyum lain selain senyum-Mu. apabila saat ini hatiku masih juga mengharapkan wajah lain selain wajah-Mu." (Qur'an Al Mulk:1-4) Wallahu'alam bi shshawab Zulfikar S. telah kupenuhi panggilan-Mu. Terperosok aku dalam kubangan rindu bersulam palsu. sekian lama aku mengembara mencari cinta. Akankah Kau terima buah karya tangan lemah ini? Akankah Kau hargai. gersang ragaku. Telah kucoba melepas segenap yang aku mampu untuk mengatasi beratnya medan yang menghalang. Aku sadar tidak sama pejuang dengan perintang. Kau dekap aku dalam belaian tarbiyah yang telah banyak mengajarkan aku banyak hal. Allah. kuberharap pengembaraan cintaku membawaku pada sebuah taman. jika kuingat Engkau Maha Pencemburu!!! Rabbi. Karena aku tahu. Tapi yang kutemui hanyalah taman yang gersang dan tandus di bawah panasnya terik matahari yang menyiksa jiwaku. Telah coba kuatasi sedapatnya panasnya hari-hari kulewati. untuk melanjutkan perjalanan yang panjang ini.sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. Betapa semakin berat persangkaanku akan kesia-siaan amalanku. bukan tak ingin aku istiqomah melewati hari-hari. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. Tak sanggup kubendung air mata keharuan atas semua belaian ini. Kadang terpikir olehku untuk menuntaskan jalan itu agar aku segera sampai. apakah salah jika aku menyandarkan diri pada dinding lain dalam sebuah bangunan Islam-Mu? Angkuhkah aku yang lemah ini Rabb? Salahkah aku yang dhoif ini Rabb? Namun Rabb. Tersibak juga tirai kelam yang senantiasa menyeret langkahku menjauh dari-Mu. di Dada-Mu Kutemukan Kedamaian Publikasi 17/01/2003 08:08 WIB eramuslim . karena ku tahu cinta sejatimu adalah musim semi dalam jiwaku.or. Menuju ke sana.

namun lautan kasih sayang dan ampunan-Mu kuyakini tak pernah bertepi Ya Muhaimin. Beruntung aku masih punya nafas. inspirasi dari sebuah tulisan di majalah Ishlah) . Walaupun aku tak layak mensejajarkan diri. Mengingatnya. ampuni atas segala kelemahan imanku. kekuatan apakah gerangan ini. aku ingin sampaikan terima kasihku kepada-Mu. namun aku cukup arif menyadari Rabb. terhimpun seluruh kekuatanku. Namun aku tidak mau terjebak di dalamnya. seperti yang Engkau kehendaki .. Dengan nafas itu aku berjalan di atas bumi. jemariku kan terus kususun.. Kau adalah musim semi dalam relung jiwaku. tapi langkah kaki kecilku berpacu dengan nafsu yang menahan jiwaku. melesat meninggalkan angan-angan hampa. Bergerak bagai awan putih merindukan terang. sekuat tenaga kucoba berlari. tapi aku ingin katakan. Rabb. Walaupun syukur dan taubatku sering mungkir. di sana kutemukan kedamaian yang abadi. atas segala cinta dan pelabuhan rindunya. Allah. Jauh melesat meninggalkan bayang-bayang. tarbiyah telah merubah diriku. (Yesi Elsandra. Aku bergumul seorang diri. semakin kuat dan kokoh kakiku melangkah. Menuntun hamba-hamba-Mu yang mendambakan cinta sejati. karena memang hanya dari-Mulah sumber kebahagiaan. sujudku tak akan pernah merenggang. di dada-Mu kupasrahkan kehidupan. siapalah aku ini.tentang sebuah janji yang telah kupatri. Kadang kala kabut pekat yang kutemui. Dalam dekapannya runtuh keangkuhanku. kuucapkan terima kasih yang tak terhingga. dengan kekuatan itu tanganku memainkan melodi. lenyap sifat jahiliyahku. yang bisa kudendangkan tatkala hatiku sunyi. sirna kesombongnnku. mulutku menyanyi lagu syurgawi. yang mengantarkan kakiku ke dada pelangi. Izinkanlah ya Allah aku menjadi penyambung cahaya-Mu yang tiada pernah pudar. apakah ini jawaban setiap doa-doaku? Agar Engkau sertakan aku di dalam barisan para salafussholeh?. Rabbana. mulutku berteriak. bibirku akan terus bergetar. semakin deras air mata ku mengalir. untuk yang kesekian kalinya. namun suaraku bersembunyi. Langkahkupun seolah terhenti. Yang ada saat ini bagaimana membentuk diri. tentang azzam yang kutanam dan juga segala amanahku. Ternyata tanggung jawab itu besar berada di pundakku. betapa diri ini tak layak disejajarkan dengan mereka. Rabbi. Dalam pangkuan-Mu. Siapalah aku ini dibandingkan mereka yang senantiasa bersimbah peluh dan debu untuk membuktikan kecintaanya kepada-Mu? Betapa lancangnya aku mengukur diri dengan mereka yang menghabiskan malammalamnya dengan sujud tersungkur mengharapkan ampunan dan cinta-Mu. bayang-bayang semu. Ya Rabbana. agar Engkau jadikan setiap nikmat yang ada pada diriku sebagai mahar yang akan aku persembahkan pada-Mu? Oh Rabbi. Apakah ini jawaban setiap rintihanku. serta dongeng yang tak memiliki cerita. kesimpulan dari riak-riak hatiku ini. memohon agar senantiasa Kau beri aku kebahagiaan. bimbing aku melewati jalan orangorang bernyali singa.

Segar. Angin segar menerpa. aku ingin engkau tahu. aku hanya perlu menimba saat listrik mati. Tapi sungguh. mengenang betapa beratnya pekerjaan itu dulu. Beberapa jam berkutat dengan mereka memang melelahkan. Tempelasan air yang menerpa teramat menyenangkan. keindahan itu menjadi terasa lebih indah karena lima tahun terakhir aku nyaris tak lagi menyentuh sepeda onthel. Saat tiap hari aku menempuh puluhan kilometer di atas sepeda jengki atau sepeda mini. Juga membersihkan kandang mereka dari rantingranting sisa makanan. Bermandi peluh saat matahari siang bolong panas membakar. ingin kubagi padamu tentang asyiknya menimba air dari sumur dengan tali. Bau khas ayam. aku harus melakukan pekerjaan itu tiap hari. juga dari kotorannya. ingin kuceritakan padamu indahnya menggenjot pedal sepeda membelah persawahan. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. Dan keasyikan itu berubah menjadi perasaan yang indah. bersaing dengan bis kota di atas sadel sepeda. Bagaimana tidak nikmat dan menyenangkan. karena aku anak desa. Ya. Bahkan ke warung tetangga berjarak dua ratus meter pun selama ini aku tak mau lagi naik sepeda. sekedar sarana untuk berolahraga dan berekreasi. Dan kini. atau bernafas embun saat kabut pagi masih melingkupi. Sedang kini. serudukan kambing dan kotorannya terasa nyaman. tapi sungguh terasa nikmat dan menyenangkan. juga usaha batu bata ibu. Kehijauan sawah sepanjang mata memandang. rasanya indah sekali. Indah karena sambil menggenjot pedal aku mengenang masa-masa sebelum lima tahun yang lalu. lima tahun terakhir aku lebih banyak naik motor atau menggunakan kendaraan umum. Mencari dan memberi makan ayam. lima tahun kemudian. mengenang lima tahun yang lalu aku harus bercapai-capai menimba berpuluh-puluh ember untuk seluruh kegiatan rumah tangga. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. derit roda katrolnya menimbulkan sensasi yang menggembirakan. berbatas cakrawala langit yang biru dengan saputan awan putih di ketinggian. Meskipun lengan sempat kram dan pegal selama beberapa hari. lima tahun yang lalu. cicit burung dan lenguhan kerbau mengiringi setiap putaran roda. Kini. ingin kuceritakan padamu nikmatnya mengurus ternak. Dulu. . saat menjalani liburan. Kuhembus bara-bara dengan sepenuh tenaga. menyenangkan sekali memasak dengan kayu bakar. Sebenarnya semua itu biasa saja. aku naik sepeda hanya sebagai selingan.Kawan. bebek dan kambing.Menikmati Hidup Publikasi 16/01/2003 08:27 WIB eramuslim . sedang aku mengerjakan semua itu hanya sekali dua. agar makanan di tungku menjadi masak. menempuh jarak 5 sampai 10 kilometer.

karir. sedang jajan di sekolah pun hanya seminggu sekali. memasak dengan api tungku lebih enak. kini aku memelihara binatang untuk teman. mangga. pendidikan maupun aktifitas sosial. Lima tahun lalu. pir dan jeruk mandarin. keringat berleleran karena udara panas di sekitar tungku. selama ini untuk memasak aku tinggal menyalakan kompor minyak atau kompor gas. Ya. bahwa aku pun telah mendapat pencapaian besar. Phrase ini terdengar teramat klise. Dan kini. Kedua. dan panci-panci menjadi menghitam serta butuh usaha ekstra untuk mencucinya. aku ingat sekali. Dulu aku harus puas dengan ubi. Karena ia adalah salah satu ajaran agama Islam dan agama lain yang hampir semua orang ernah mendengarnya. kini aku bisa mandi sepuasnya tanpa usaha. Tak ada uang untuk sekedar membeli sepotong. Ya. Maka nikmat Allah yang manakah yang (dapat) aku dustakan? Mensyukuri nikmat. Buah-buahan itu beberapa tahun terakhir rasanya tak terlalu istimewa bagiku. Kerjanya santai. lima tahun lalu. hari ini. dengan gelar akademis tinggi. Dulu aku harus berhemat air agar hemat tenaga untuk menimba. Tapi selama ini aku merasa tidak nyaman. abu dan tungku. nikmat sekali aku mengunyah potongan apel. Saat mengulumnya ingatan tentang masa lima tahun yang lalu melintas-lintas. Pertama karena aku tidak suka bersantaisantai. kini dapat naik motor dan naik bus kemana-mana. aku merasa kurang beruntung dibanding teman-teman yang bisa sekolah lagi. pisang dan pepaya dari kebun. Tapi hari ini aku tahu. apel merah dan anggur. *** Kawan. menanak nasi dengan rice cooker. bahkan sudah menjadi sarapan sehari-hari. sudah lebih dari lima tahun aku menjadi pegawai negeri.Meskipun itu berarti abu berhamburan mengotori baju. tapi karena aku sudah lebih dari lima tahun tak melakukannya. gaji tetap. Banyak orang mengatakan. Tapi bukan itu yang paling nikmat dari memasak dengan tungku dan kayu bakar. Aku merasa kurang dibanding teman-teman yang sudah mencapai keberhasilan jauuh di atasku: dalam hal keluarga. rasanya lain sekali. hari ini di sini. menjadi pegawai negeri itu enak. kemudian bekerja di tempat swasta dengan gaji besar. semangka apatah lagi buah pir. Dulu aku naik sepeda ontel. ketika ada pelajaran olah raga. karena peningkatan prestasi dan karir berjalan sangat lambat. tiap hari aku bergulat dengan kayu bakar. kini aku bisa sarapan tiap pagi dengan apel dan jeruk. aku menahan air liur untuk sekedar dapat mencicipi melon. Ya. memasak air dengan ketel listrik. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. Namun . Dulu aku harus mengurus ternak untuk biaya sekolah. Kata orang. Namun kini. Aku merasa kurang beruntung dibanding teman-teman yang sudah menjadi para profesional. aku menikmati memasak dengan kayu bakar seperti sedang berpiknik.

Atau malahan mudah diucapkan. ridhailah hamba…”. Labbaikallahumma labbaik. phrase itu ternyata bisa teramat sederhana. Padahal ternyata. dengan status anak kos sejak kelas 1 SMA. Aku tak bosan-bosan berucap “Ya Allah . Mengenang kembali lima tahun yang lalu itu.com. Kalau dihitung secara matematis.kekliseannya tidak membuat kalimat tersebut gampang diaplikasikan. dan melempar kerikil kecil yang bermakna besar. Mie sebungkus untuk dua kali makan pun tak masalah. Dulu aku sanggup hidup sedemikian. gajiku sebagai seorang calon PNS tidak akan cukup untuk membiayai impianku– menjadi tamu Allah di Masjidil Haram dan berziarah ke makam Rasulullah di Madinah. ridhailah hamba …”. Menikmati hidup.untuk menghalau iblis jahannam. Tampaknya itu saja kuncinya. sulit dimengerti dan berat dilaksanakan. dan apa yang kuperoleh sudah terasa cukup. ongkos jalan dan fotocopy. hari-hari seputar lebaran) Saat Aku Melihatnya … Publikasi 14/01/2003 07:49 WIB eramuslim. aku berdiri di . mereka duduk tafakur memanjatkan do’a di padang Arafah. setiap saat aku melihat gambar ka’bah dan mendengar talbiyah dikumandangkan. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. Aku terhanyut seakan jiwaku bersama mereka. untuk melakukan haji dan umroh hanya untuk-Mu. apa yang diberikan Allah padaku. Acara TV itu selalu kutunggu setiap tahun. “Ya Allah…. seraya tak henti mengucap Ya Allah … ridhailah hamba menyambut panggilan-Mu kelak untuk menjadi tamu-Mu. aku saksikan di TV dengan dentuman jantung dan lelehan air mata. (Azi_75@yahoo. mereka bertawaf mengitari rumah-Mu Ya Tuhan. beriring seluruh jama'ah haji menyambut penggilan Allah. maka mengapakah sekarang aku lebih tak bahagia? Mengapa aku harus membandingan diri dengan orang lain dan selalu merasa kurang? Dulu aku sanggup menikmati apa yang ada. acara siaran langsung dari Mekkah. Dulu. Tapi. aku yakin akan firman Allah bahwa kita tidak boleh berputus asa dalam mencapai rahmat Allah. Oke saja bagiku berjalan kaki maupun ngontel berkilo-kilo. tapi perbuatan tak sesuai dengan yang dikatakan.. Semua itu. dan membuat hati berdebar serta menstimulasi butir-butir air mata yang membasahi pipiku. Terlihat jelas dari layar gelas itu. Gambar dan suara di TV itu telah mengirimkan sinyal ke otak.. Ada saat-saat dimana kata-kata tersebut begitu abstrak. Dan semua itu dahulu biasa saja. mereka berlari-lari kecil dari Shofa dan Marwah. ternyata semua biasa saja. Di suatu malam yang sunyi dalam Ramadhan di bulan Maret 1997. aku sanggup hidup dengan uang 3-5 ribu rupiah seminggu untuk makan. Karena saat itu aku malah belum mengenal dunia.

terima kasih atas saat yang damai ini di rumah-Mu. Alhamdulillaah.. “Ya Allah . Ya . aku jalani kehidupan sendiri dengan usia yang semakin merambat.pelataran masjid Istiqlal memandang ke langit yang jernih dan berhias bintang. Tahun 1998. Setelah beberapa bulan aku bekerja tak kenal lelah baik di kantor di pagi hari dan mengajar di malam hari. ada tanda panah dan tulisan Kantor Urusan Agama di sebelahnya.. aku menangis menikmati suasana malam itu. bukan di tangan bosku. Setiap hari … spontan aku berucap “Ya Allah. ridhailah hamba untuk menikmati damainya Masjidil Haram Ya Tuhan”. Subhanallaah. Allahu Akbar. tersedu aku di masjid Nabawi mengingat Rasulullah. Hamba akan sabar menanti panggilan-Mu Ya Tuhan. tapi Allah menyelamatkan aku. Subhanallaah. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. di tahun 2000 dengan ridha Allah aku dapat meraih gelar master di Inggris. tapi Penciptaku yang mencukupi dan mendengar do’aku. Hampir saja aku tergelincir. Setiap hari aku lewati. Telah cukup bekalmu untuk menunaikan umroh. “Ya Allah. Namun. Kembali ke Indonesia. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. Ya Allah. Allahu Akbar . ibadah hamba. Dalam kesepian.. yang kedutaannya selalu aku lewati jika menuju ke kantor. aku mendaftar untuk mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Inggris.. tangisan hamba tak akan pernah sebanding dengan nikmat-Mu Ya Tuhan. tanpa persiapan yang rumit namun dengan ridha Allah aku menikah dengan seorang muslim. dua hari setelah Pak Ustadz menanyakan keputusanku. Setiap aku melintas di depannya setiap hari. Bergegas aku menukarkan rupiahku dengan US$ yang nilainya semakin naik sampai sekarang dan tidak pernah turun. sujud hamba. Rizqi itu datang dari arah yang tak pernah aku sangka. setan mulai membisikbisik dengan segala rayuan dan tipu dayanya berusaha membelokkan niatku. ridhailah hamba …”. telah kaubawa hamba ke tempat yang Kau wajibkan hambaMu untuk mendatanginya. dari balik jendela Kopaja secara refleks aku bergumam “Ya Allah … ridhailah hamba …”. 11 Januari 2002. hamba merindukan pendamping hidup”. dengan ridha Allah tersungkur aku bersujud di depan ka’bah. Namun rizqiku bukan di tangan Pemerintah. Hal itu pula yang menguatkan semangatku untuk berusaha mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2. Perjalanan umroh itu menjadi tambahan spirit dalam hidupku. gumamku.. “Ya Allah … tunjukilah hamba untuk mensyukuri nikmat-Mu . sampai aku hafal. bisik hati kecilku. menapak kakiku di Masjidil Aqsha. di jalan menuju kos-kosan baru aku melihat papan penunjuk jalan itu. bukan di tangan orang tuaku. Betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa KUA yang mencatat pernikahan kami adalah KUA yang tiap hari aku lewati.. menambah keyakinan akan kasih dan sayang Allah pada hamba-Nya. aku tertegun melihat jumlah saldo tabunganku.

maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah). Kepada Anda yang tak lagi peduli apakah saudaranya bisa makan atau tidak hari ini sementara ia sibuk mengatur menu makan dan jadwal tempat yang mesti dikunjungi demi memuaskan selera gengsi. Kepada Anda yang terus bangga mempercantik dan memperbagus anak-anak mereka dengan segala model pakaian dan perhiasan. Selalu terucap setiap saat aku melihat keindahan dan kebesaran segala ciptaan-Mu Ya Tuhan . dan mereka yang terkapar tak berdaya bersaing dengan ganasnya kehidupan. buka mata dan telinga lebar-lebar! Perhatikan dan dengarkan peringatan Allah. Kepada Anda yang tak lagi peduli berapa harta terkuras untuk kesenangan yang penuh kesia-siaan ketika tetangga-tetangganya masih terus menerus merogoh kantong yang jelas kosong melompong sambil bermimpi Tuhan menaruh sekeping logam penebus dahaga. Kepada Anda yang gemar menghambur-hamburkan harta disaat orang lain teramat sulit mendapatkan sesuap nasi. Kepada Anda yang tak pernah melirik sedikitpun ke arah depan.. Sekarang juga! Karena jika Anda tidak mendengar peringatan Allah. ratusan bahkan jutaan manusia mengerang menahan lapar. Kepada Anda yang masih senang hidup mewah.com) Satu Pinta Kepada Orang Yang Hidup Mewah Publikasi 13/01/2003 15:15 WIB eramuslim . menyenangkan mereka dengan segudang mainan kesukaan. sementara di belakang mereka periuk-periuk kaleng berbunyi nyaring karena tak ada lagi yang terisi diatasnya. tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu. maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya .Kepada Anda yang masih senang menikmati hidup mewah ditengah-tengah keterpurukan yang terjadi di sekeliling manusia yang lain. maka kami tidak akan pernah tahu kapan Allah akan membinasakan kami beserta hancurnya negeri ini. untuk bermimpi mempunyai mainan dan pakaian bagus pun tak berani. hanya satu pinta kami. samping kanan dan kiri mereka saat puluhan. di panti-panti asuhan yang bagi mereka. Atau bahkan di depan mereka anak-anak jalanan dan pengemis mengais-ngais sisa-sisa makanan dari tempat sampah Anda. belakang.Allah … ridhailah hamba … untuk senantiasa berada dalam ajaran-Mu”…. namun tak menghiraukan tangisan memilukan anak-anak yatim di sebelah kamar mereka. “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri. Sitta Izza Rosdaniah (sitta@rocketmail.. Kepada Anda yang tak hentinya gemar memberikan tontonan parade kekayaan kepada fakir miskin dan kaum dhuafa dengan kendaraan mentereng yang hilir-mudik melintasi mata kosong mereka. Kepada Anda yang membuang-buang makanan setelah membelinya dengan harga yang sangat mahal. kedinginan dengan pakaian yang tak kenal baru dan bagus.

Kita dapat bergerak dengan leluasa. ketika manusia berusaha pertama kali membuat tangan-tangan buatan. kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancurhancurnya. jendela. Ya. mendorong. Apa yang terjadi jika suatu benda yang tajam tidak terasa tajam. sampai-sampai tangan menjadi inspirasi dalam bidang rancang bangun. melakukan kegiatan menulis ini pun menggunakan tangan untuk mengetik pada keyboard. Seorang yang tuli pun dapat menggunakan gerakan tangan untuk berkomunikasi dengan orang lain. dan lain-lain. seperti pintu. Apa yang terjadi jika seorang yang tidak mempunyai penglihatan tidak dapat meraba daerah sekitarnya.Manusia diciptakan dalam bentuk yang sempurna. Koordinasi dari tangan dengan bagian lain dari tubuh kita gunakan untuk berbagai pekerjaan sehari-hari. Kita dapat leluasa menulis baik dengan pena maupun dengan keyboard. Tangan yang begitu kecil dibandingkan dengan tubuh kita secara keseluruhan. Salah satu kesempurnaan yang Allah berikan adalah pada tangan kita. Begitu sempurnanya. kita memberi pun dengan gerakan tangan. Kita berjabat tangan merupakan tanda universal bahwa kita memberikan pesan perdamaian. Bahkan kadang gerakan tangan merupakan bahasa yang universal. Kita menadahkan tangan merupakan tanda meminta. tangan yang sehari-hari kita gunakan. Tangan mengandung unsur mekanika yang begitu sempurna. Betapa murah hatinya Allah memberi kita berbagai kemudahan dalam melakukan gerakan-gerakan seperti mengangkat. bagaimana ia akan menggunakan tongkatnya untuk mencari jalan? Dengan tangan kita pun dapat melakukan komunikasi. Didapat bahwa persendian tangan manusia mempunyai gerakan yang hampir tidak terhitung jumlahnya. dan lain sebagainya. . menarik. yang mana semua gerakan itu ada yang sifatnya refleks atau dalam hitungan detik dan ada yang memang kita inginkan untuk bergerak. Setiap hari kita melakukan gerakan yang hampir tidak terhitung. Tangan menjadi inspirasi bagi persendian engsel dalam rancang bangun. tentu setiap hari badan kita akan terluka-luka.” (Al Israa:16) (Bayu Gautama) Tangan Publikasi 07/01/2003 07:16 WIB eramuslim . dapat mengangkat beban yang beratnya jauh melebihi tangan bahkan tubuh kita sendiri. Begitu susah untuk mendesain suatu tangan. Saat penulis. Tangan pun menjadi inspirasi dari beberapa alat bantu mekanika lain. Kekuatan tangan kita gunakan untuk mengangkat beban. memutar. Tangan dapat kita putar sehingga bisa untuk membuka sesuatu. Gerakan tangan pun begitu fleksibel dengan berbagai persendian yang terdapat padanya. Apa yang terjadi jika kita tidak bisa merasakan sesuatu. Jika ia tidak mempunyai tangan.perkataan (ketentuan Kami). Bukan hanya itu saja! Allah juga memberi kita indera peraba yang paling peka pada kedua jari-jari atau ujung dari tangan kita.

Kita masih banyak melihat tangan yang menengadah di bawah. Apalagi Allah." (Qur'an Al-Ma'idah:38-39) Allah tetap memberi kita wadah untuk memperbaiki diri. yang telah menciptakan tangan dengan sempurna. dan kita syukuri nikmat yang Allah telah berikan melalui kesempurnaan tangan ini untuk membantu sesama.Hening dan gelapnya malam tidak bertahan selamanya. Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangan untuk mencuri. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. sinar matahari pagi akan mulai menyeruak dan memberi cahaya atas kegelapan yang malam bawa.Berbagai kegunaan dan kemudahan telah Allah berikan melalui tangan yang Ia ciptakan untuk kita. mengucapkan syukur atas kehadiran pagi maupun kehadiran diri kita di pagi itu pun terkadang terlupakan. Bisa kita lihat balasan orang yang tidak mensyukuri tangannya pada ayat berikut: "Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri. Bagaimana kita memanfaatkan maha karya Ilahi ini? Tentu dengan sebanyak mungkin menggunakan demi kemaslahatan kita bersama. Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangannya untuk menyakiti orang lain. Lalu seperti apa yang terjadi sekarang. Hari dimana harapan bisa tercapai dengan bekal ikhtiar yang sungguh-sungguh dan tawakkal kepada Allah. Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangan menindas orang yang lemah. Wallahu'a'lam bishshawab Zulfikar S. belum sepenuhnya. Jika tiba waktunya. Pagi hari. Sang Pencipta. kita begitu terlena . terdengar suara kokok ayam. apakah kita sudah melakukan itu? Hmmm.or.. Apa yang terjadi jika suatu karya seni tidak digunakan semestinya? Tentu sang pembuat akan merasa terhina dan merasa bahwa apa yang telah dibuatnya telah diselewengkan. Sering kali. Suatu hari dimana kita dapat mengerjakan apa yang ingin kita kerjakan. sering kita lupa untuk menikmati keindahan pagi hari. Kita pun bangun. Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri. maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. tapi tangan yang di atas sama sekali tidak memberi. Di tengah kesibukan kita. Marilah kita bertobat. Sudah sepatutnyalah kita mengucapkan rasa syukur kepada Allah. Keadaan itu berangsur-angsur akan berubah. Allah telah memberi kita hari baru. Hari dimana kita dapat beraktivitas sesuai dengan bidang pekerjaan kita masing-masing. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah.id) Hari Baru Publikasi 02/01/2003 11:26 WIB eramuslim . Kita masih melihat tangan yang digunakan untuk korupsi. Kita masih lihat tangan-tangan berbuat jahil. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.. Jangankan menikmati keindahan pagi.

. yakni berupa image mendalam dan melekat di hati masyarakat.. McDonald.. ketika disebut air mineral maka yang disebut pertama adalah Aqua. Pendapat ini tidaklah berlebihan karena memang upaya keras dari produsen air mineral kemasan ini patut diberi penghargaan demikian besar. tidak perlu menunggu setahun untuk berubah menjadi lebih baik. Bersinarnya matahari pagi membatasi dua periode waktu yang berbeda. masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. yaitu ridha Allah. keuntungan (laba bersih) yang diperoleh perusahaan tersebut. Dengan 'Alhamdulillah' kita telah mensyukuri kenikmatan yang Allah berikan kepada kita. pastilah orang segera mengkaitkannya dengan air mineral kemasan. Karena sesungguhnya setiap hari Allah telah memberi harapan baru bagi kita untuk berusaha sebaik mungkin bagi kehidupan dunia maupun akhirat nanti. sampai-sampai kita lupa untuk mengucap syukur bahwa Allah memberi kita kesempatan. Itulah waktu dimana apa yang sudah kita lakukan tidak mungkin akan kembali lagi. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. Semua harus dilakukan dari sekarang. Coca Cola.. Tidak perlu menunggu hari-hari tertentu saja untuk menjadi baik. Ucapan. .. Yang lain adalah periode waktu yang akan kita lalui ke depan. Waktu yang tidak perlu kita rindukan lagi kedatangannya. Bisa dibilang.Sebut saja. . Allah memberi kita suatu keajabaian kepada kita.. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu.id) Aqua. Pertama adalah periode malam hari dan hari sebelumnya. .. Kejadian itu terjadi setiap hari di depan mata kita. "Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan. selain juga tentunya. air mineral adalah Aqua. Itulah waktu yang perlu kita persiapkan dengan baik.or. Akan tetapi tidak ada yang bisa memulai dari kemarin. dan Aqua adalah air mineral. Atau sebaliknya. 'Alhamdulillah' sudah merupakan bentuk optimisme bahwa hari ini dengan izin-Nya akan kita lalui dengan baik. yaitu kenikmatan untuk dizinkan hidup satu hari lagi." (Al Qur'an Faathir:13) Wallahu'alam bi shshawab Zulfikar S. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. kepunyaan-Nyalah kerajaan. Waktu dimana segala harapan dan impian masih luas terbentang di hadapan kita.. karena yang berlalu akan berlalu. mari kita lihat ke depan untuk menuju cita-cita yang selalu kita inginkan. Publikasi 31/12/2002 13:34 WIB eramuslim .dengan kenikmatan tidur ataupun sibuk mempersiapkan pekerjaan yang akan kita lakukan di siang hari. Kita bisa melihat dan belajar dari apa yang sudah kita lalui. Itulah waktu yang harus kita gunakan sebaik-baiknya. Lupakan yang lampau. . Aqua.

Setidaknya. tapi sebagian orang tahu bahwa kehadiran air mineral dalam kemasan sempat mendapatkan cibiran karena menjual ‘air putih’ yang semua orang (kaya atau miskin) pasti mudah mendapatkannya. penting untuk kesehatan kita. dan masih banyak lagi. penelitian terhadap penyakit jantung dan kanker menunjukkan bahwa air sehat adalah yang padat (yaitu yang mengandung kalsium dan magnesium tinggi. karena justru semakin membuat mereka kreatif. seberapa tepat dia memanfaatkan setiap kesempatan yang ada tersebut. Aqua patut mendapatkan semua itu sebagai ‘balasan’ setimpal dari apa yang mereka terima di tahun-tahun awal perusahaan tersebut memulai usahanya. Anda pun bisa membayangkan betapa bangganya mereka ketika setiap penjual air kemasan di bus-bus atau kendaraan umum selalu berteriak’ Aqua’ meski yang diusung merk lain. dan sangat rendah total kepadatan yang telah dipudarkan sehingga sebenarnya sudah tidak sehat lagi untuk diminum. Karena mereka yakin. Sejatinya. yaitu ukuran dari kandungan mineral dalam air). Barangkali hal tersebut kadang menjadi sebuah garis yang terputus terhadap program menjaga kesehatan tubuh Anda. Kalaupun ada yang mampu menangkapnya. Vici. Jeans (celana yang digandrungi anakanak muda). lanjut Fox. Mungkin tidak banyak dipublikasikan. melainkan kesehatan yang diperoleh dari tubuh yang mengkonsumsi air bermineral. dan kedua. Soal inovasi ini. Banyak orang bilang. Banyak pesaing bukan berarti penjualan semakin terpuruk. Aqua menjadi contoh bahwa menjadi yang pertama melakukan satu hal yang belum pernah dilakukan kebanyakan orang merupakan satu hal besar yang pernah terjadi dalam perjalanan setiap orang. .Ya. ternyata mereka tidak berhentinya untuk belajar. memaparkan. kunci keberhasilan orang-orang yang sukses terletak pada kemampuannya melihat sekecil apapun peluang. atau kesempatan. masalahnya adalah hanya sedikit orang yang mampu menangkap peluang-peluang dan kesempatan tersebut yang mungkin saja terus menerus berkelebatan di depan matanya. tentu pernah dirasakan O’dol (perusahaan pasta gigi). Aqua membuktikan hal tersebut. Nah. Bagaimanapun. Martin Fox seorang environmental researcher and nutritionist penulis buku Healthy Water For A Longer Life. Supermi (mie instan). sebutlah Coca Cola minuman khas Amerika. Vidi. Kebanggaan yang sama. kreatif menelurkan inovasi baru merupakan syarat utama keberhasilan. tapi sekarang. bukan sekedar ‘air putih’ yang ditawarkan kepada masyarakat. Orang boleh mencibir di tahun awal mereka menjual ‘air putih’ kemasan. Ya. Kualitas Air minum (baik air minum dalam kemasan maupun air PAM). juga McDonald makanan cepat saji yang juga dari negeri Paman Sam itu. adalah ketidakmampuannya memanfaatkan peluang tersebut sebaik mungkin. air tanpa mineral hampir sama saja dengan air lunak tanpa kalsium dan magnesium. Kodak (kamera). sekitar 300 mg/l) dan secara moderat berjumlah TDS tinggi (Total Disolved Solids/Total Pemisahan Kepadatan. semboyan kesuksesan Julius Caesar. secara gratis pula! Vini. ternyata bisa juga berlaku dalam dunia bisnis. kesalahan kedua kebanyakan orang yang lain. tentu kita bisa menengok perusahaan-perusahaan besar lainnya yang lebih dulu berjaya. Rinso (detergen). Belajar dari Aqua.

dan tak menghendaki ketertindasan oleh karena ketidaksiapan diri. kemasan satu liter (family). pasar. makanan cepat saji juga demikian. Mccrispy dan bahkan mereka berkolaborasi dengan Coca Cola. atau sekedar memperhatikan orang-orang di sekitarnya.John Naisbitt dan Patricia Aburdence dalam bukunya yang terkenal. tidak bermaksud mempromosikan semua merk yang disebut dalam tulisan diatas. McWing. dan sebagainya tampak seperti biasanya tidak ada yang berubah. Seperti Coca Cola. pabrik. demi keberlangsungan usaha mereka. dan besar! Jika mau belajar. Misalkan. . Namun sekarang. kemudian tak henti melakukan inovasi. menangkap kesempatan dan memanfaatkannya dengan baik. dan lain-lain). Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama. begitu pula para pegawai kantoran. rasa dan aroma Coca Cola ya tetap sama. Pada saat berkendara. tidak mau terinjak oleh kaki-kaki yang terus melangkah cepat. Nugget. Publikasi 27/12/2002 09:05 WIB eramuslim . apalagi menganjurkan). sejak pertama kali diproduksi hingga sekarang. botol plastik ukuran besar dan kecil dan masih banyak lagi. Sekedar membuktikan prediksi Naisbitt dan Patricia (keduanya merupakan futurolog) akan keberlangsungan perusahaan-perusahaan yang disebutnya dalam buku tersebut (disebutkan juga. Satu persatu kendaraan mengangkut penumpangnya. Sementara cuaca masih terasa dingin anak-anak sekolah sudah bertebaran di pinggir jalan menunggu kendaraan umum. mungkin tidak terlalu merugikan apabila sejenak kita coba alihkan perhatian pada lingkungan sekeliling. semestinya dua hal yang pernah dilakukan orang-orang (perusahaan) sukses diatas juga berlaku pada diri kita. ternyata semuanya masih eksis hingga sekarang. gedung sekolah. hanya sedikit saja mungkin. dan diprediksikan akan terus jaya sampai tahun 2000 (sekarang sudah tahun 2002).. tidak ingin tertinggal oleh laju kehidupan yang semakin kencang. mungkin hampir semua melakukan apa yang disebut Inovasi. Rumah-rumah. Inovasi! Tentu sebagai orang yang tidak ingin kalah dalam persaingan. melamun. paket nasi. Yang dijual ya ayam dengan rasa yang tidak berubah sejak dulu sampai sekarang. Honda. McDonald. Capuccino. Hal sama juga dilakukan Aqua dan minuman lainnya. pepohonan. atau hanya sekedar buruh di proyek-proyek pembangunan rumah. Megatrend 2000 menyebutkan Coca Cola sebagai salah satu perusahaan besar yang pertama kali menembus pasar Asia. Pagi .. dengan berbagai ekspresi yang sering kita lihat. kita mengenal paket hemat.Pagi merupakan awal dari kegiatan bagi sebagian besar makhlukNya untuk berikhtiar. kemasan botol plastik (dulu minuman ini hanya tersedia dengan botol beling). ada yang bercanda. apa sih yang dijual Coca Cola. IBM. mengingat orang makan pasti butuh minum. Hanya kemudian mereka tak hentinya berinovasi (selain mengeluarkan produk Fanta dan Sprite) misalnya dengan Coca Cola kemasan kaleng.

CC (centimeter cubic) dalam hal ini merupakan kapasitas ruang pembakaran mesin yang digunakan oleh angkot tersebut. ada yang membelok dan sebagainya. Pada kendaraan umum kecil yang biasa disebut angkot biasanya menggunakan mesin 1000 cc . atau bahkan ada gedung baru yang dengan kokoh berdiri menjulang. seperti sebuah truk sedang dengan mesin 4000 cc atau truk besar dengan mesin 10 000 cc.0 liter (4000 cc) akan dihasilkan 4000 liter gas buang permenit! Menurut pengamatan Pusat Teknologi Prasarana Jalan. Mungkin angka ini tidak terlalu berarti bagi kita. pada kecepatan itu mesinnya sendiri berputar pada kecepatan +/. Kendaraan melaju dengan berbagai kecepatan ada yang berjalan perlahan. Kita bersama-sama menghirup udara yang sama. dan sebagainya.sekolah itu catnya semakin pudar. Tahukah berapa kecepatan kendaraan yang dikendalikan bapak atau ibu sopir itu? Di kota-kota umumnya pada kecepatan sedang sekitar 40-60 km/jam. yang umum bisa dipisahkan antara air kotor dan air bersih. atau ada pohon kecil yang baru ditanam. harta. Bandung pada tahun 2000 tercatat bahwa untuk jalan arteri perkotaan terdapat sekitar 2000 kendaraan perjam yang melewati sebuah ruas jalan. sakit atau sehat. Astaghfirulloh! Bandingkan pula dengan kendaraan truk sedang dengan kapasitas mesin 4. betul-betul anugerah kebebasan. . Sehingga apabila kita anggap semua kendaraan itu angkot dengan kapasitas mesin 1000 cc maka dihasilkan gas polusi sebanyak 240 juta liter tiap jam! Sulit. namun apabila menengok kembali pada telaah lebih jauh akan diperoleh kenyataan yang menakjubkan. Udara adalah universal. Hal ini disebabkan udara sulit untuk dilokalisir. berbeda dengan air. Melihat kembali kecepatan kendaraan yang melaju sedang dengan kecepatan 40 km/jam dan putaran mesin 2000 putaran/menit. Lebih jauh lagi. bahkan si pelaku pencemaran sekalipun.0 liter-1.2000 rpm (putaran per menit). sangatlah sulit untuk mendaur ulang udara yang sudah tercemar. penjahat. sehingga semakin besar angkanya maka ruang bakarnya semakin besar dan tenaga mobil itu semakin besar dan biasanya ukurannya pun semakin besar. ulama. maka dapat diperoleh gas buang kendaraan sebanyak 2000 putaran/menit dikali 1 liter gas buang/putaran mesin atau sebesar 2000 liter gas buang/menit! Padahal mungkin kita berkendara lebih dari 60 menit dalam satu hari atau menyumbang lebih dari 120 000 liter gas pencemar perhari kepada lingkungan kita. ada yang menyalip.3 liter).1300 cc (1. agama. Secara umum dari data di atas dapat diambil penelusuran bahwa pada sekali proses pembakaran BBM atau satu putaran mesin dihasilkan 1 liter gas buang untuk kendaraan dengan kapasitas mesin 1000 cc atau 1 liter. tidak membeda-bedakan warna kulit.

meningkatkan kesadaran akan kesehatan lingkungan merupakan solusi terbaik yang relevan pada saat ini. kegiatan berkendara merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan. atau buta.Musibah. Lebih dahsyat.. Walaupun begitu besar produksi limbah terhadap udara kita tiap harinya. Seperti diungkapkan dalam renungan berikut ini. karena mungkin dalam beberapa generasi manusia berikutnya udara merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup mereka." (izzatun nissa') .... Solusi. musibah yang terjadi baru-baru ini mungkin menjadi tidak berarti dibandingkan penghancuran bumi secara masal yang kita lakukan secara gotong royong tanpa disadari. kesadaran itu sangatlah sulit untuk dikenali karena sifat manusia yang senantiasa khilaf sehingga memerlukan waktu yang tidak sedikit dan perlu kerjasama semua pihak untuk membinanya. "bila melihat alam yang indah ini tiada terasa kebesaran Allah bila mendapat musibah lupa dirinya hamba nikmat yang datang tiada rasa dariNya patutlah malu kepadaNya karena anugerahNya kepada kita membuat dosa rasa kekesalannya buta hati lebih berbahaya buta mata tidak nampak dunia buta hati tidak nampak kebenaran buta hati ditipu nafsu dan syaitan bahkan dilupakan saja semua rasa bangga dengan dosa bila menyebut neraka tidak terasa akan derunya bila menyebut syurga tidak terasa akan nikmatnya jiwa itu telah mati. Namun.

id) Yang Berilmu Yang Terpilih Publikasi 26/12/2002 07:10 WIB . Jakarta. Ketebalan asap gas buang sebagaimana dimaksud di atas diukur pada kondisi percepatan bebas. CO. senyawa hidrokarbon (HC).. Sepeda motor 4 (empat) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4. dan hijau pepohonan di perumahan penduduknya diselimuti kabut putih yang samar. Termenung sejenak menatap ke luar jendela. seperti keputusan Menteri Lingkungan Hidup KEP-35/MENLH/10/1993 TENTANG AMBANG BATAS EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR "Kandungan CO (karbon monoksida) dan HC (hidro karbon) dan ketebalan asap pada pancaran gas buang: Sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4. dan unsur logam berat yang sekarang pemerintah berusaha menguranginya. menerawang jauh ke depan gedung-gedung tinggi. Merekalah orang-orang yang rugi." (Al Baqarah:27) Dan tidak ada salahnya untuk mengetahui beberapa peraturan pemerintah. sesudah perjanjian itu teguh dan memutuskan apa yang oleh Allah disuruh menghubungkannya. ". seperti di negeri awan. Ozon (O3). di lantai delapan di hadapan meja resik tempat saya bekerja. Kandungan CO dan HC sebagaimana dimaksud di atas diukur pada kondisi percepatan bebas (idling)." Sudahkah kendaraan Anda layak uji emisi ? Komposisi gas buang kendaraan sebenarnya lebih kompleks seperti senyawa nitrogen oksida(NOx). H2O. Kota Jakarta terlihat indah dari sini. Kendaraan bermotor selain sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4. (Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah. ah ternyata hari masih pagi. Pada kota-kota besar seperti New York dengan tingkat polusi tinggi kehadiran gas pencemar ini sudah sangat kentara berupa kabut putih yang sering di sebut smog (smoke and fog) atau kabut asap. 23 Desember 2002 Riki Hendriana (Riki@excelcom. masjid yang artistik.5% untuk CO dan 2.200 ppm untuk HC. Segera kubaca email satu per satu sambil berharap ada seorang teman yang mengingatkanku akan khilaf hari ini (Je toi aime aussi mon ami.. dan mengadakan kerusakan di bumi ini.5% untuk CO dan 3. peri kecil). senyawa belerang oksida(SOx). CO2.co.000 ppm untuk HC.Dan firman Allah Swt tentang orang-orang fasik (durhaka).5% untuk CO dan 1. Kendaraan bermotor selain sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar solar disel dengan bilangan setana ³ 45 ditentukan maksimum ekivalen 50% Bosch pada diameter 102 mm atau 25% opasiti untuk ketebalan asap.400 ppm untuk HC.

Muslim sekarang lebih memilih untuk melakukan 'protes' dan mengeluh terhadap kedigdayaan negara-negara non Muslim. Sebagai seorang muslim sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang semua itu berasal dari Allah. Pada era ini muncul beberapa ilmuwan muslim berasal dari daeah ini. Sehingga pada zaman itu tidak dikenal istilah admiral bagi pemimpin armada laut. tapi apakah itu adalah kekalahan bagi muslim? Walaupun secara militer. Bahkan karena mengetahui betapa pesatnya ilmu pengetahuan para muslim.Tercatat dalam sejarah bahwa.eramuslim . bagaimana ia menghormati ilmuwan muslim dengan menjadikan muslim sebagai pemimpin armada maritim-nya. Selama hampir 3 abad. ia mengambil ilmuwan muslim untuk membantu mengembangkan ilmu pengetahuan. Al-Idrisi dipilih. Akan tetapi secara intelektual. karena Roger II mengetahui bahwa secara ilmu pengetahuan muslim merupakan yang terdepan pada saat itu. Jarang sekali kita mendapat pengakuan sebagai yang paling terdepan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Kita tidak perlu melakukan itu untuk mendapat pengakuan dunia. Beliau oleh Roger II diberi amanat untuk membuat peta atas wilayah kekuasaan Norman. Baru kemudian di sekitar awal abad ke 11. Yang perlu kita lakukan adalah dengan menjadi insan manusia yang benar-benar menguasai bidangnya. Berakhir pulalah kekuasaan Islam di daerah Mediterania. Bukan waktunya lagi untuk terus menghujat negara-negara non Muslim. kekuasaan sudah diambil alih oleh bangsa Norman. bangsa Norman berhasil mengambil alih kekuasaan di Sicillia. Namun apa yang kita lihat sekarang? Muslim diidentikan dengan terorisme. tapi dikenal dengan 'emir'. secara ilmu pengetahuan muslim tetaplah insan-insan yang mempunyai kualitas yang tidak bisa ditandingi. muslim tetap menjaga dominasi ilmu pengetahuannya bahkan bagi penakluknya sekalipun. Al-Idrisi merupakan cartographer muslim yang pertama kali membuat atlas dunia terdiri atas tujuh puluh peta dan dilengkapi dengan data-data geografis yang akurat. termasuk dalam hal ilmu pengetahuan. Muslim selalu dikaitkan dengan kekerasan. Islam berkembang dengan pesat di wilayah ini. daerah di sekitar kepulauan Mediterania tepatnya Sicillia merupakan daerah yang berkembang di bawah ajaran Islam. bahwa sebetulnya kita tidak perlu melakukan penyerangan balik. ia menjadikan Sicillia sebagai pusat pertemuan antara ilmuwan muslim dengan ilmuwan Eropa yang sebetulnya saat itu masih terbelakang. Sebagaimana kita lihat dari pengakuan Roger II terhadap Al-Idrisi. Ketika Roger II dari bangsa Norman menjadi penguasa di daerah Sicillia. . Kita tidak perlu memprotes kepada mereka. Bukan saatnya lagi bagi kita untuk mengeluh. Salah satu ilmuwan yang terkenal adalah Al-Idrisi. Muslim menganggap ilmu pengetahuan adalah amanat dari Allah. Apa yang bisa kita ambil sebagai hikmah dari sejarah itu? Kita memang kalah dalam pertempuran. Kita tidak perlu melakukan tindakan-tindakan yang justru akan mengindentikkan kita dengan kekerasan. Di bidang lain pun demikian.

Zulfikar S. bebek. Dimana saja.id) Menjadi Ibu Publikasi 23/12/2002 12:41 WIB eramuslim . Ketika SMP dan SMA dulu. Selain itu juga untuk membantu keluarga besar Ibu dan sebagai bentuk kemandirian ibu."Menjadi Ibu". mengurus warung kecil di rumah. Apapun bidang pekerjaan Anda. Tapi kesibukannya melebihi wanita karier. Ada juga yang bertanya ”Apa maksudnya cita-cita menjadi Ibu?”. Itulah maksudnya. dan lain-lain”. maka jadilah engineer yang handal dan berakhlak Islami.Jika Anda seorang ekonom. Semuanya. selalu itu yang saya tulis pada saat saya mengisi lembar biodata. angsa. Apa istimewanya Ibumu sehingga kau ingin menjadi sepertinya? Mengidolakannya di saat para remaja lainnya mengidolakan para selebritis dan sejenisnya? Apakah Ibumu seorang wanita karier yang sukses? Bukan. pengin jadi ibu rumah tangga?”.selebrities. untuk lembaran Osis. maka jadilah ekonom yang handal dan berakhlak Islami. yang menyediakan isian kolom citacita. karena Bapak yang cuma guru SD di kampung. Cita-cita tuh menjadi dokter. Ibu saya bisa mengerjakan apa saja. Jika Anda seorang engineer. untuk guru sekolah.or. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. bukan! Ibu saya bukan siapa-siapa. Wallahu'alam bishshawab. kok menjadi Ibu. suatu saat kamu akan menjadi seorang ibu!”. Untuk teman. tanpa dicita-citakan. tekunilah bidang itu sungguh-sungguh dan jadikanlah Islam dihormati kembali sebagai pembawa rahmat bagi semesta alam. . pertanyaan seperti itu pun kembali meruyak. bukan pula -apalagi. Dari pekerjaan rumah tangga (termasuk yang biasanya dikerjakan kaum laki-laki seperti membenahi genteng). insinyur. Teman-teman berkomentar ”Cita-cita. Kamu kan perempuan! Sudah pasti. Bahkan ada yang meledek ”Cita-cita kok menjadi Ibu. Ada lagi yang menyindir ”Udah pengin kawin ya? Kok. mengurus ayam. mengurus sawah. Dulu Ibu saya juga sempat bekerja di konveksi dan mengambil jahitan. Semua itu dilakukannya. Menjadi (seperti) Ibu (saya). Kenapa? Pasti. Rohis dan lain-lain. utama sekali untuk membantu ekonomi keluarga. Beliau memang tidak suka berdiam diri. Dan kemudian. dengan senang hati dan panjang lebar saya menerangkan apa maksud cita-cita Menjadi Ibu. Itulah cita-cita saya. bahkan membuat batu-bata. Ibu saya bukan wanita karier. Tentu saja banyak yang heran. dan kambing peliharaan kami. guru.

Tapi ibu pintar dan dulu sering membantu saya belajar. Sekolah anak-anak adalah nomor satu baginya. tapi rasanya kekurangan yang dimiliki ibu tak ada artinya dibanding segala ‘keluarbiasaannya’ di mata saya. meskipun tanpa alat dan bahan memadai. dan menjalani dunia kampus dengan berbagai aktivitas keislaman yang menyita seluruh kekaguman saya. Kondisi kami yang berkekurangan tak pernah membuat kami ingin masakan dan kue-kue modern. Ya. meski aktif di masyarakat. Ia rajin ‘rewang’ jika ada tetangga yang punya hajat. saya tak pernah menunggak bayaran sekolah seperti teman-teman lainnya. Ibu juga bercita-cita tinggi untuk anakanaknya. Tapi di lain pihak. karena ibu bisa membuat makanan-makanan lezat. maupun lahiran. tapi aktivitasnya juga luar biasa. Bahkan SD pun beliau tidak lulus. Ibu bukan pula wanita berpendidikan tinggi. Namun kini. juga pengajian aisiyah yang diselenggarakan di tingkat kecamatan. saudara maupun tetangga. Namun. Bahkan makin hebat. Hingga kami tidak tumbuh menjadi anak yang suka jajan. Kekaguman-kekaguman saya terhadap ibu sempat hilang. yang tetangga sering mampir namun lebih banyak bergosipnya daripada berbelanja. melainkan hanya wanita desa yang sederhana. Karenanya. yang kami miliki di dapur kami. Tapi semua yang dimasak ibu lezat. saya dan adik saya hanya mendapat baju-baju sederhana (namun tetap terawat rapi dengan seterika arang). Ibu juga bukan wong agung keturunan ningrat. Ibu rajin hadir ke pengajian Yasinan.Ibu saya bukan aktivis. Yang dibesarkan tanpa pendidikan etika dan unggah-ungguh jawa yang tinggi. ibu saya tak pernah bergosip. Tak ada kue. Ia juga rajin membantu jika ada tetangga yang meninggal. Dan buku pelajaran dan perlengkapan sekolah saya cukup lengkap. ibu memang kreatif. Tentu saja. Bukan. sakit. Sering dulu saya bertanya nama masakan yang dibuat ibu. Tapi beliau cukup mengerti bagaimana bersikap sesuai situasi dan kondisi. Tapi ibu menjawab tidak tahu. Make-upnya hanya bedak tipis dan lipstik murahan. bukan karena ibu tidak lagi seperti ibu yang dulu. makanan yang dibuat ibu sudah cukup bagi kami. padahal di kampung kami gossip hampir merupakan 'keniscayaan’ seorang perempuan. . ibu dicintai oleh semua orang. ketika saya kembali banyak berpaling kepada ibu. kami hanya mendapat 50 rupiah. Bajunya pun tak pernah dari bahan sutera atau bordir. Ketika anak-anak lain mendapat uang saku 100 rupiah sehari. Ketika orang tua-orang tua lain membelikan anak-anaknya baju yang bagus-bagus. Termasuk di warung sayur kecil kami. karena memang tidak ada namanya. Masakan itu beliau buat dari bahan yang apa adanya. cake dan makanan-makanan enak lainnya. Ibu saya tidak pandai memasak resep-resep umum apatah llagi resep modern. ibu saya juga memiliki banyak kekurangan. Tapi lebih karena saya kemudian hidup jauh dari ibu. ibu saya masih tetap sehebat yang dulu. Ketika saya banyak memiliki waktu berinteraksi dengan ibu lagi. Tapi beliau selalu rapi dalam kesederhanaannya.

Betapa kesederhanaanmu ternyata menyimpan samudera makna kehidupan yang dalam. wanita karier yang kuat. Saat ini. ibu saya berkata. Rencanakan Apa Yang Hendak Dikerjakan.Sukses. langkah ini biasa dikenal dengan. meskip pengetahuan agama Ibu minim. kuncinya adalah rencana yang matang dan usaha yang maksimal untuk menjalankan semua yang telah terencana itu. agar kalau ibu pengin menengok kalian. karena ibu pasti mabok kalau naik bis atau mobil”. tapi tak ringan mulut. Ibu. namun hal itu sekedar ingin memberikan gambaran bahwa untuk hal paling hina pun orang berusaha maksimal untuk merealisasikannya.com) Lima Detik Pertama Penentu Sukses Publikasi 18/12/2002 09:45 WIB eramuslim . orang akan menanggung malu teramat besar jika upaya bunuh dirinya ternyata tidak berhasil. ”Lho. meskipun seharusnya ia bersyukur. ora kurang jalaran (tidak kurang sebab)". karena bahkan seorang yang berencana bunuh diripun tak ingin mengalami kegagalan. dan membuat batu-bata serta memelihara banyak ternak. Agar ibu cukup dibonceng bapak. untuk meraih sukses.” Nduk. (@az. “Ah. jika saya mengisi lembar biodata lagi yang ada isian cita-cita. yang penolong. menjalankan warung. Mungkin terlalu ekstrim jika yang diambil contoh adalah soal bunuh diri. dan . yang ringan tangan.Beliau tetap pekerja keras. kado hari Ibu untuk para wanita nan tegar penuh cinta) Azimah Rahayu (azi_75@yahoo. Kita hamba-Nya boleh minta apa saja. saya kembali mengisinya dengan mantap: Menjadi Ibu. Dan yang paling berkesan. Kini. Suatu hari. Dan ibu juga minta. beliau tak pernah menunjukkan kesedihan di hadapan kami anak-anaknya. Dalam prinsip manajemen. Maksudnya. ibu tak harus jauh-jauh ke Jakarta. Beliau tetap aktivis sosial yang baik. semoga jodohmu orang dekat sini saja. saat permasalahan itu merundung. semoga kamu mendapat jodoh yang sholeh dan sepadan denganmu. Kalau Allah menghendaki. Duh. mungkin tidak satupun manusia di dunia ini yang tak ingin meraihnya. ibu selalu berdo’a dan meminta pada Allah tiap habis sholat. Ibu saya menjawab kalem. namun keyakinannya kepada Allah sedemikian kuat. Gosip dan goncangan yang menerpa tak membuatnya berubah. ketika dua anaknya sudah tak lagi membutuhkan biaya. Bahkan. Saya kan sudah tujuh tahun tinggal di Jakarta. ibu yang realistis dong. Ibu saya bahkan tetap tegar ketika beberapa waktu lalu badai menggoncang keluarga kami. Darimana jalannya saya mendapat jodoh orang sini?” jawab saya. beliau tetap ke sawah. jodoh itu khan urusan Allah. Apapun.

Dan yang lebih penting. Anda tentu masih ingat pesan sebuah iklan produk parfum pria yang pernah ditayangkan di TV yang berbunyi. karena Rasulullah pun memberikan nilai sedekah untuk setiap senyum yang kita berikan kepada saudara kita. jelas cara yang paling ampuh untuk menciptakan kesan pertama yang mengagumkan. hubungan interpersonal atau apapun yang menjadi obsesinya ternyata ada pada lima detik pertama setiap langkah awalnya. senyum mampu menciptakan empat hal yang luar biasa: Menimbulkan rasa percaya diri. entah itu berkenaan dengan karir. Lima detik begitu menentukan? Tepat! Karena yang harus Anda lakukan pada lima detik pertama itu adalah kunci sukses nomor satu yang tidak boleh dilewatkan. tahukah Anda apa yang paling menentukan dari semua proses awal menuju kesuksesan ketika hendak memulai satu upaya merealisasikan semua rencana? Rahasia sukses seseorang dalam meraih semua impiannya. satu hal yang sangat mudah dan praktis untuk dilakukan: Tersenyum. Akibatnya. Semangat sangat penting untuk menciptakan kesan yang baik karena semangat itu dapat menular kepada orang lain. kebahagiaan. Mengapa senyum? Jangan pernah pernah menganggap sepele tersenyum. selanjutnya terserah Anda …”. kesan pertama kita terhadap seseorang sangat penting karena segala sesuatu yang kita lihat dan kita dengar selanjutnya disaring melalui pendapat kita yang pertama. taktik nomor satu untuk menciptakan kesan pertama yang luar biasa tetapi mudah dilakukan adalah: Tersenyum. kita cenderung untuk tidak tersenyum. itulah yang harus Anda ciptakan untuk bisa memulai segalanya lebih lancar sehingga kesuksesan seolah sudah digenggaman Anda. bisa jadi satu keniscayaan bahwa kegagalan segera menghampiri Anda. Namun. Selain itu. apabila kesan pertama seseorang terhadap Anda baik. maka dia akan cenderung lebih baik dalam menilai anda pada masa-masa selanjutnya. dan semangat. Ini artinya. Ya. “Kesan pertama begitu menggoda. . Orang yang tersenyum dianggap sebagai orang yang penuh percaya diri karena ketika kita sedang grogi atau tidak yakin dengan diri kita atau sekitar kita. tersenyum menandakan penerimaan yang tulus. Dengan tersenyum menunjukkan bahwa Anda menyenangi tempat dimana Anda berada dan senang bertemu dengan orang yang Anda temui sehingga pada gilirannya dia akan semakin tertarik untuk bertemu Anda. Tentu saja tersenyum menimbulkan kebahagiaan sehingga akan mempertemukan kita kepada orang-orang yang bahagia karena kita melihat mereka dengan cara yang positif. tersenyum menunjukkan penerimaan yang tulus dan menyebabkan orang lain tahu bahwa Anda mau menerima dia dengan tulus. kesan pertama. ada sesuatu yang disebut pengaruh pertama. yakni sebuah proses dimana kesan pertama kita terhadap orang lain menyebabkan kita menilai perilaku berikutnya atas dasar kesan pertama kita. jika keluar dari prinsip tersebut. David J Lieberman dalam sebuah buku laris yang berjudul. Dan tersenyum. Pada akhirnya. Artinya. Berkenaan dengan kesan pertama ini. Jadi. Anda menciptakan citra orang tersebut sebagaimana ketika mula-mula Anda bertemu dengannya dan Anda melihat perilakunya pada masa-masa selanjutnya melalui citra ini.Kerjakan Apa yang Sudah Direncanakan. Get Anyone To Do Anything menyebutkan.

sebagai respon atas suatu kejadian. misalnya mengendalikan reaktor nuklir. Sebagai ingatan. dimana robot akan mempunyai kemampuan untuk beremosi. Tujuannya adalah bagaimana agar hidup ini dapat lebih dipermudah dengan mendelegasikan pekerjaan yang rutin maupun pekerjaan yang seharusnya tidak dikerjakan manusia. sang Maha pencipta. kecerdasan yang ada pada diri kita bukanlah buatan tapi merupakan kecerdasan yang sebenar-benarnya. seperti hubungan interpersonal dan interelasi. saat interview. Alhamdulillah. jangan pernah sia-siakan momentum awal (detik-detik pertama) untuk tidak menjadikannya sebaik mungkin. Itulah sebabnya mengapa tersenyum itu sangat penting. alat indera itu secara fungsionalitas memiliki kesamaan dengan yang dimiliki manusia. sedang apapun ketika Anda tengah berinteraksi dengan orang lain. Secara sepintas memang robot itu seperti manusia. Inilah yang disebut sebagai Artificial Intelligence (AI). Bahkan kini sudah ada emosi buatan disebut artificial emotion. Tidak seperti robot. telinga. mulut. Sebagai hasil kreasi manusia. Tidak seperti robot. Sampai pada tahap tertentu nantinya bisa saja robot akan mengatakan 'tidak' terhadap manusia pembuatnya. dengan demikian akan menciptakan kesan yang sangat baik. kita adalah manusia. pengetahuan robot itu bisa saja melebihi manusia yang membuatnya dan merespon berdasarkan emosi. jadikan senyum sebagai modal utama Anda. karena memang itulah sifat dari emosi. Sehingga pada suatu saat. Robot itu juga bisa digunakan untuk mengoperasikan tugas-tugas tertentu yang beresiko tinggi.Mungkin kita sering melihat film fiksi ilmiah dimana terdapat makhluk yang menyerupai manusia tapi bukan manusia. Saat ini bahkan sudah dibuat robot yang mempunyai kemampuan untuk menambah pengetahuannya sendiri. Dengan AI. Robot itu merupakan salah satu kreasi manusia. Itu semua telah diberikan oleh Allah. robot itu seakan-akan mempunyai kemampuan berpikir sendiri. kapanpun. robot akan selalu mengikuti perintah yang membuatnya. bersama siapapun. dan berbagai indera lain sama halnya seperti manusia. Senyum bisa menjadi senjata yang paling ampuh dalam berbagai kondisi. Mereka memiliki mata. emosi yang ada pada diri kita juga merupakan emosi yang memang tidak bisa ditebak keadaannya. kita bisa saja istirahat dari segala aktivitas kita. Lakukanlah dengan segera dan senyum akan menjelaskan banyak hal tentang diri Anda: Semuanya Positif. Wallaahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Jangan Jadi Robot! Publikasi 17/12/2002 08:45 WIB eramuslim . Dimana walupun secara fisik berbeda. Kita bukan robot yang selalu menjalankan tugastugas yang rutin. . karena percakapan dan hubungan Anda selanjutnya akan disaring melalui momentum awal ini. Sampai mungkin suatu saat kita bisa melihat robot bisa dijadikan sebagai angkatan bersenjata sebagaimana kita lihat di film-film fiksi ilmiah. wawancara dan lain sebagainya. Robot bisa diberdayagunakan di pabrik mobil untuk merakit komponen.Dimanapun. yang lebih dikenal dengan robot manusia. Tidak seperti robot.

Wallaahu'alam bishshawab Zulfikar S. aku tak habis pikir. ingatlah selalu kepada Allah dengan dzikir dan bersyukur kepada-Nya agar kita bisa menjadi manusia yang sebenarnya. sudah sebegitu kelunya lidah ini terpaksa menari mengikuti irama gendang kepalsuan yang tak hentinya bertabuh. berprasangka buruk dan menjelek-jelekkan saudaranya. Bersyukurlah kita yang tetap menjaga sisi spiritual kita. Seandainya masih beredar orang-orang yang tak hentinya berlaku sombong. Jika masih ada sebagian orang yang saling mencaci. dan demi bukit Sinai. dan demi kota (Mekah) ini yang aman. Padahal kecerdasan yang kita miliki hanyalah bagian kecil saja dari seluruh ilmu Allah. yaitu sisi spiritual. Sampai-sampai kita merasa orang yang paling pintar di dunia ini dan berlaku sombong. terbuat dari apakah lidah mereka sehingga teramat hebat merangkai kata-kata indah menutupi kebenaran. pencipta kita sendiri. Padahal sekali saja berdusta. sama halnya seperti robot.or. tetapi justru semakin menjauhkan kita dari Allah. Dalam kehidupan sehari-hari kita terjebak dalam keadaan yang memaksa kita berperilaku seperti robot. Beruntung bagi kita manusia yang diberikan sisi lain yang tidak mungkin ada pada robot.Kalau ada orang-orang yang masih terus menerus berdusta. sekuat apa penciuman dan mulutnya karena pada saat itu ia seperti tengaha memakan bangkai saudaranya sendiri. sudah sedemikian lelahnya kita berpikir untuk mencari segudang alasan baru untuk dusta berikutnya. Kita justru akan mengatakan 'tidak' kepada Allah. "Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun. meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)" (Quran Surat Al-Kahfi:109). menggunjing. menyembunyikan hakikat mengedepankan kepalsuan. Selain itu terkadang kecerdasan yang ada pada diri kita ini digunakan untuk berpikir dan menghimpun pengetahuan yang tidak membuat kita semakin mendekatkan diri kepada Allah. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaikbaiknya. menghina. dan sekuat apa tubuhnya kelak menanggung akibat dari . Sebagaimana firman Allah: "Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Allah. angkuh dan takabbur. aku tidak tahu. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. aku tidak mengerti. sebesar apa dirinya sehingga sangat lancang menantang kebesaran Tuhannya.Walaupun demikian. karena inilah yang membedakan kita dengan robot-robot.id) Lelah … Publikasi 16/12/2002 07:33 WIB eramuslim . Sisi spiritual itulah yang memungkinkan kita untuk selalu mengingatNya." (Quran Surat At-Tin 1-4). Karenanya jika kita tidak ingin dikatakan sebagai robot. sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Allah.

Dalam keadaan ingin marah. maupun pengalaman mengesankan dalam menjalankan roda kehidupan di kala bulan Ramadhan. di kala kita sedang beraktivitas. kita lepas lapar . Demikian pula. bangga dengan dosadosanya. kita tetap bersabar untuk menahan haus. dengan sangat mudah pula Dia mengambil darinya? Mungkin saja masih ada segelintir makhluk Allah bernama manusia yang tak bosannya berzina. Sehingga amarah menjadi reda kembali. Padahal semestinya ia tahu. Namun. tidak terlalu sulit untuk dimengerti. kita langsung ingat bahwa kita sedang berpuasa. sudah pasti kilatan cambuk Allah di akhirat nanti bukan sekedar mematikan. Astaghfirullaah … (Bayu Gautama) 11 Bulan Pembuktian Paska Ramadhan Publikasi 11/12/2002 09:31 WIB eramuslim . Dilanjutkan di siang hari. sekuat tubuh orang-orang itu menerima adzab Allah yang tak pernah berhenti. karena akupun pernah mengalaminya. apakah ia selalu berpikir bahwa semua itu diperolehnya murni dari hasil jerih payahnya? Tak pernahkah ia tahu bahwa semua yang ada padanya itu adalah atas kehendak Allah Sang Pemberi Rizki? Yang seandainya Dia berkehendak. ketika beban kerja begitu menekan. Di tengah terik panas matahari. sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah. jika saja ada sebagian kecil dari orang-orang diatas yang berhenti melakukan semua yang dilarang Rabb-nya. tetapi menghancurkan tubuh kecil tak berarti ini. suka-duka. Tidak lupa kita senantiasa menjaga pandangan dari hal yang menjurus maksiat dan sia-sia. Dan lelah untuk terus memikirkan ancaman dan hukuman macam apa yang diberikan Allah kelak di hari pembalasan. pada saat dimana pada umumnya manusia masih terlelap. Lelah menahan hentakan demi hentakkan yang bergemuruh di dalam dada ini setiap kali aku melakukan perbuatan maksiat. Padahal seratus kali ayunan cambuk atau lemparan batu hingga mati bisa jadi satu-satunya alasan Allah untuk memberikan ampunan atas perbuatannya. kita memulai aktivitas Ramadhan dengan bersahur. fakir miskin dan orang-orang lemah. sungguh aku semakin bingung dibuatnya.Apa yang bisa kita ambil dari ibadah selama bulan Ramadhan? Banyak likaliku. Dimulai dari dini hari. ini yang sangat mudah aku pahami. Lalu kenapa masih ada yang berani meski sekedar mendekatinya? Umpamanya masih hidup orang-orang yang gemar berbuat maksiat. Sekiranya tetap hidup manusia-manusia yang enggan menyisihkan sebagian harta yang dimilikinya. sementara bertebaran di seluruh penjuru bumi Allah ini anak-anak yatim piatu. Walaupun hanya segelas air. lelah rasanya terus menerus berbuat dosa. sungguh aku tidak akan pernah memahami. setebal apa kulit mereka menahan api neraka Allah.kesombongannya. Sahur kita lakukan untuk mempersiapkan diri sebelum berpuasa sepanjang hari nantinya. kesombongan adalah mutlak miliki Allah semata. Begitu tiba saatnya berbuka. itupun sudah cukup. Dan jika itu tidak dilakukannya. aku semakin heran. Aku sangat tahu betul.

jika di sebelas bulan ke depan. Demikian seterusnya selama satu bulan penuh. Bagaimana kita akan menjadi manusia yang sukses jika kita tidak mengawali dengan persiapan yang baik. Rasulullah menganjurkan menyegerakan berbuka dan dengan makananmakanan yang ringan seperti korma. Akan sangat beruntunglah kita yang dapat tetap menjaga ibadah maupun ritme kehidupan seperti di kala Ramadhan dalam sebelas bulan mendatang sampai bertemu Ramadhan yang akan datang. Di dalam hidup ini. sampai berbuka. Ibadah Ramadhan kita dikatakan berhasil. memberikan pelatihan kepada kita selama Ramadhan ini untuk bisa menjadi manusia yang dapat mengatur hidupnya menjadi lebih baik. Karena sesungguhnya hal itu bisa kita lakukan tidak hanya di bulan Ramadhan. sebagaimana tercermin dari sahur. Satu hal lagi yang tidak kalah penting adalah manajemen waktu yang begitu terjaga di kala Ramadhan. Hal ini merupakan kontrol yang efektif bagi manusia. yaitu menjauhi perbuatan sia-sia dan maksiat. dan insya Allah bulan yang akan datang lebih baik dari bulan ini. Bulan ini menjadi lebih baik dari yang kemarin. Dalam memulai beraktivitas kita dianjurkan untuk selalu mempersiapkan diri. kita tetap dianjurkan untuk memakan makanan yang sederhana terlebih dahulu. kita dapat beraktivitas sebaik di bulan Ramadhan. Demikian pula di saat berbuka. demikianlah adanya dimulai dengan berikhtiar semaksimal mungkin dan harus selalu dibarengi dengan tawakkal hanya kepada Allah.or. Wallahu'a'lam bishshawab (Zulfikar/zulfikar@ukhuwah. Aktivitas kita diakhiri dengan melakukan ibadah shalat malam. Kita pun dituntut untuk bekerja dengan efektif. Betapa murahhatinya Allah. Karena tanpa perlu disuruh atasan. dan demikian pula insya Allah Ramadhan yang akan datang kita persiapkan agar lebih baik dari Ramadhan kali ini. Justru cobaan akan terjadi di sebelas bulan mendatang. sebagaimana kita lakukan di siang hari kala berpuasa. Mulai dari sahur. insya Allah. Dengan demikian insya Allah kita akan menjadi manusia berhasil dunia dan akhirat. insya Allah banyak pelajaran yang bisa diambil. Kalau kita mau memikirkan hikmah di balik aktivitas selama Ramadhan. karena merasa ada yang mengawasi yaitu Allah.id) Wajah Kemusliman Kita Publikasi 10/12/2002 09:44 WIB . Walaupun kita dapat mengumbar nafsu untuk menyantap hidangan semaunya. apakah Ramadhan kita berhasil atau tidak. pelajaran yang bisa kita ambil adalah bahwa dalam hidup kita dituntut untuk senantiasa sederhana. Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan kemarin.dan dahaga. Betapa kita akan menjadi orang yang beruntung. kita diminta untuk mengembalikan semua itu kepada Allah saat melakukan shalat malam. karena setiap hari lebih baik dari hari yang kemarin. Setelah melakukan semua rangkaian aktivitas itu. Apakah berhasil pelatihan yang Allah berikan ini? Pelatihan di bulan Ramadhan akan berhasil jika kita bisa mengimplikasikannya dalam bulan-bulan selain Ramadhan. kita akan selalu mengendalikan diri. kita dituntut untuk selalu mematuhi waktu itu. berpuasa di siang hari.

Dan akan semakin kokoh lah sosok muslim yang penyayang. bahwasannya apapun saja yang dilakukan hanyalah berkat perkenan dan pertolongan dari Allah semata. Baik seorang pemimpin dengan rakyatnya. Bagi seorang muslim. Demikian halnya dengan hubungan sosial lainnya. Ia pantulkan kembali Kemahapengasihan Allah dalam sikap yang santun dan penyayang kepada mahluk Allah lainnya. kebesaran Allah SWT jua yang diserukan. Apalagi kalau sampai menyakiti dan merugikan banyak orang. atau antar sesama karyawan itu sendiri. Jiwanya akan semakin lembut dan sensitif terhadap nilai-nilai ketauhidan yang berdimensi ridho Illahi. hubungan dengan Allah akan diperbaiki dan dijaga keeratannya selama sebulan penuh menunaikan ibadah puasa. Namun tak berarti itu dijadikan alasan atau suatu yang dimaklumkan untuk dilakukan berulangulang. Alangkah bijaksana jika seorang muslim bisa mengkaji diri dari pahitnya kesalahan.eramuslim . Tugas untuk menjadi rahmat bagi lingkungan dengan kebenaran dan keindahan nilai-nilai Islam. Hatinya semakin sadar akan beratnya beban amanat yang dipanggul sebagai khalifah Allah di muka bumi. Termasuk juga kesanggupan untuk melakukan ibadah puasa. dendam dan bibit-bibit permusuhan. Dengan penuh kesadaran diri. Baik antara seorang pimpinan dengan seluruh bawahannya.Siapa yang sanggup menahan rasa sedih yang mendalam ketika perlahanlahan senja terakhir Ramadhan berlalu dan terbenam. Seluruh aktivitas kesehariannya sebagai seorang muslim tentu akan lebih bermakna baik dalam interaksi dengan keluarga maupun dengan lingkungan di sekitarnya. Kehambaan sebagai mahluk diserukan dalam kumandang pentakbiran akan Kemahabesaran Allah. Ada getaran perasaan luar biasa yang tak terlukiskan di saat-saat itu. Bahagia karena akan bertemu dengan hari yang dijanjikan oleh Allah sebagai hari kemenangan dan kembali kepada kefitrian. Dan pantulan dari peningkatan kualitas keimanan itu semestinya akan tercermin dari semakin indahnya ahlak dan perilaku selepas Ramadhan. penyantun dan anti membuat kerusakan dimanapun ia berada. Nuansa Idul Fitri seakan memagari kita untuk hidup dalam manisnya ukhuwah islamiyah yang hangat dan saling menyayangi. Begitu usai ibadah Ramadhan. Alangkah indah jika negeri kita bertabur barokah dari Ramadhan dan Idul Fitri seperti ini. Tuhan seru sekalian alam yang terkumpul pada-Nya segala puji. Salah dan khilaf memang hal yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Sedih karena berpisah dengan bulan mulia penuh berkah dan ampunan. Pada saat-saat itu terlebur semua rasa benci. dengan tetap menjaga . Siapa pula yang sanggup menggambarkan perasaan damai dalam suasana gelombang takbir tak berkesudahan di malam menjelang fajar 1 Syawal. ataupun sesama rakyat semata-mata. baik vertikal maupun horizontal.

Kita harus berani meninggalkan cara dan gaya hidup setan itu agar kita betu-betul menjadi hamba yang pandai bersyukur. bergaul. deni mukhyidin mukhyidin@yahoo. Bukan suatu kecengengan kalau kemudian mata seorang suami berkaca-kaca dihadapan istrinya. Nihil sama sekali nilai Ramadlan kita kali ini jika cara berpikir. Setiap jiwa yang berhati-hati tentu tidak pernah merasa aman sebelum dosa dan salahnya terampuni. Yakni. lantas karena itu semua ia menangis begitu dijabat erat oleh para bawahan. lantaran kesalahan yang belum termaafkan. berpakaian. makan.Ramadhan tak lama lagi akan meninggalkan kita. kita yang ditinggalkan tak sadar bahwa sikap dan perilaku kita di bulan Ramadhan itu tak jauh beda dengan di bulan-bulan lainnya. Dan tak lama lagi pula malam penuh kemuliaan dan keindahan bersama Tuhan. Laitul Qadar tak menyapa kita untuk bermunajat kepada Sang Pencipta siang dan malam. Adalah sebuah kebesaran pribadi ketika seorang pemimpin yang selalu teringat akan besarnya salah dan kekeliruan yang diperbuatnya. Boleh jadi kegigihan baca Al-Qur’an kita pun berubah jadi kemalasan dengan berubahnya bulan! Sementara itu. status sosial. Kemuliaan orang alim dan ulama justru bersinar ketika ia dengan harap cemas memohon ketulusan maaf dari orang awam yang dibimbingnya. Kita pun masih sibuk dengan urusan-urusan yang tak pernah menjanjikan apa pun di bulan Ramadhan.kedekatan dengan Allah SWT dan semangat perbaikan diri untuk berupaya sekuat mungkin tidak mengulanginya. berbuat sesuatu tanpa pamrih. tidur. uang. yang ada hanya pengharapan akan kebersihan batin dari dosadosa kemanusiaan dengan orang-orang yang dimintakan pemaafannya. berpolitik. . Tidak pula suatu kemanjaan yang berlebihan kalau seorang anak terisak-isak dipelukan ibundanya. Memang rugi dan sangat rugi bagi mereka yang berpuasa tapi tak merubah niat dan tata cara hidupnya untuk menuju keridhaan Tuhan. dari mulai jabatan. bekerja dan sebagainya masih menimbun rasa duka dan derita bagi orang lain. meniru akhlak Tuhan. harta dan semacamnya kecuali hanya kepada Allah Swt saja. Kita masih lalai dengan amal-amal mulia yang sesungguhnya di bulan suci itu. Keteladanan seorang pemimpin akan cemerlang ketika ia justru menghampiri rakyat dan memohon keikhlasan dari akibat kepemimpinannya. pangkat. bicara. Karena setiap diri tentu tak ingin timbangan amal baiknya tereduksi dihari pembalasan nanti. Pada momen-momen seperti ini.de Adakah Ramadhan Menyapa Kita Lagi Tahun Depan? Publikasi 04/12/2002 15:22 WIB eramuslim . Tak terasa bulan yang penuh rahmat dan ampunan Allah itu berlalu. Hidupnya tidak bergantung kepada sesuatu apa pun.

Kita gembira saat Ramadlan datang dan kita juga gembira di saat ajal datang menjemput badan. Kita berharap kepada-Nya mudah-mudahan di tahun mendatang Ramadlan masih menyapa kita dengan keteduhan dan kedamaian. Menggunjing dan memperkatakan orang dengan serta merta akan ditinggalkan. Jika kita gagal mengisi Ramadlan. dan harta di bulan Ramadlan maka mereka juga harus meramadlankan hidupnya di bulan-bulan lain hingga kematian datang seperti datangnya Ramadlan. berarti langkah kita di bulan-bulan selanjutnya pun akan mengalami kesulitan dan kemalasan untuk mengisi keindahan dan kemuliaan dalam kehidupan . Al-Baqarah : 185). Karena. Apalagi hal-hal yang membatalkan puasa. (Udien Al-Farry) Berpuasa Dikala Berbuka Publikasi 04/12/2002 14:14 WIB eramuslim . Bukankah semua ibadah dalam Islam untuk mengagungkan Rabb Pencipta Alam Semesta ini? “Wa litukabbiru Allah ‘ala maa hadaakum wa la’allakum tasykuruun” (Dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas pentujuk-Nya. Jika kita gagal dalam hal itu semua berarti kita juga gagal dalam mengagungkan Allah Swt. Sungguh momentum Ramadhan menjadi suatu dorongan luar biasa untuk beramal ibadah lebih dari hari-hari biasanya. Dan di bulan itu pula cara beriman kita yang seharusnya.Sesungguhnya kegagalan kita menjadi orang yang pandai bersyukur adalah karena kegagalan kita menjadi orang yang memperoleh petunjuk-Nya. . Puasa juga menjadi penge-rem yang canggih untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tercela. perasaan. bermakrifatullah (mengenal Allah Swt) lalu ikhlas kepada-Nya. QS. yakni. Dengan sepenuh kesadaran diri kita tentu berusaha menghindarinya. Marah dan dengki akan pula diredam dengan sepenuh kebijaksanaan.Banyak orang susah payah berusaha menyelamatkan ibadah puasanya. Sedang bagi mereka yang beraktivitas tanpa banyak mengandalkan kekuatan fisik. hari yang terik dan panas menyengat tentu menjadi ujian tersendiri. Bagi mereka yang bekerja keras dengan mengandalkan kekuatan fisik. bekerja dalam kantor atau ruangan yang sejuk. Karena itu tak heran bila banyak dari mereka yang menyengajakan diri untuk mandi di siang hari atau tidur demi menjaga puasa mereka. mungkin punya kesempatan lebih banyak untuk membaca al-quran atau mengikuti pengajian. Boleh jadi pula Ramadhan di tahun depan terus terlewatkan begitu saja tanpa sebuah pemaknaan dan harapan. Dan kegagalan kita memperoleh petunjuk adalah karena kegagalan kita dalam beramadlan. supaya kalian menjadi orang yang pandai bersyukur. Amien. Bagi mereka yang sudah optimal dengan khusyu’ dan ikhlas mendayagunakan energi. kehidupan di bulan Ramadlan itu cara hidup yang sesungguhnya. bagi seorang Muslim.

Dengan lemah dan letih kita dididik untuk menyadari kelemahan diri. Allah menciptakan manusia dengan kemampuan biologis yang serupa. Keinginan akan makan, rasa lapar dan haus, sakit, derita atau bahagia, semua orang akan merasakan hal yang sama, tak terbatas oleh banyaknya kepemilikan harta ataupun perbedaan bangsa yang berlainan rupa. Kondisi demikian menjadikan kita di sepanjang siang bulan Ramadhan sebagai hamba yang lebih berbakti, lebih rajin dan lebih menghayati hakekat penciptaan diri sebagai mahluk. Begitu maghrib menjelang, tibalah saatnya waktu berbuka puasa. Kegiatan-kegiatan yang sepanjang siang tidak diperkenankan, kini diperbolehkan kembali. Pada saat-saat inilah justru kita sering berbuat diluar kontrol. Demi melihat deretan makanan yang lezat terhidang, demi melihat aneka minuman yang menggiurkan, tak terkendali lagi tangan dan mulut kita untuk menghabiskannya. Tak peduli akan isyarat perut akan kelebihan beban yang ditampungnya. Demikian pula kegiatan tak terpuji lainnya, menggunjing sembari makan, marah yang diumbar sembarangan, bahkan mengerjakan sesuatu yang diharamkan. Yang muncul dalam benak kita pertama kali adalah pemuasan akan keinginan yang sedari pagi tertahankan. Atau pula merasakan kelonggaran untuk kembali melakukan hal-hal yang santai dan sia-sia. Perjuangan kita sepanjang siang menjadi tak berbekas setelah maghrib tiba. Kita amat bersungguh-sungguh dikala pembatasan melingkupi seputar panca indera dan hati kita. Namun prestasi puasa kita merosot tajam disaat semuanya diperkenankan. Itulah pula mungkin gambaran realisasi puasa pada diri dan keseharian kita. Disaat kita dihimpit oleh berbagai aturan, kebijakan pimpinan, atau sempitnya ruang gerak yang diberikan, kita menjadi manusia yang bersungguh-sungguh. Berdaya upaya dengan sekuat tenaga, hati pun sedemikian bersih dan selalu bermunajat kepada Allah akan terkabulnya cita-cita. Diwaktu kita tertindas oleh kekuasaan orang lain yang memenjara ruang gerak dan peran sosial kemsyarakatan, kita sanggup menjadi pejuang kemerdekaan hati nurani dan demokrasi. Namun setelah kesempatan dianugerahkan, sesudah jalan dilapangkan, dikala kekuasaan tergenggam, kita malah menjadi pelopor pemborosan dan kemubaziran. Nafsu kita untuk berbuat apa saja menjadi sedemikian tak terkendali. Sampai pula pada hal-hal yang merendahkan nilai-nilai moral dan etika. Puasa kita hanyalah pelaksanaan ibadah semata di bulan Ramadhan. Tak berefek pada peningkatan kualitas iman dalam berbagai aktivitas keseharian kita. Jika kondisi ini menjadi hal yang biasa dan dilakukan tanpa rasa berdosa, maka bukan tak mungkin kalau kebangkrutan sudah menunggu kita di penghujungnya. Semoga Allah menganugerahkan ruh puasa dalam jiwa kita. Sehingga akan membekas dalam perjalanan hidup kita ke depan, di hari-hari setelah Ramadhan. Hari-hari dimana kita lebih banyak berbuka terhadap berbagai aktivitas selayaknya Ramadhan. Mudahmudahan hidup kita akan lebih bermakna dan berkualitas karenanya, didepan Tuhan dan dalam sejarah perjalanan kemanusiaan kita. Wallahu 'a'lam bishshowab (Deni mukhyidin/mukhyidin@yahoo.de)

Hidup Di Bawah Naungan Tauhid
Publikasi 04/12/2002 11:34 WIB eramuslim - Sering orang bertanya, “Apakah Allah itu ada?” ”Dimana Allah?” Keberadaan Allah hanya bisa kita akui bila kita memiliki landasan tauhid yang benar. Allah memang tidak menampakkan wujudnya, tapi Allah dengan segala sifatnya dapat kita rasakan keberadaan-Nya. Kejelasan tauhid akan tergambar dari kalimat syahadat yang kita ucapkan. Dari kalimat ini akan terjalin hubungan yang harmonis, penuh kecintaan kepada Allah. Kecintaan kepada Allah akan melahirkan pengorbanan kepadaNya untuk berjuang di jalan-Nya, melaksanakan segala perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya. Zat Allah lebih besar dari apa yang kita perkirakan. Manusia tidak akan sanggup memikirkan zat Allah. Allah berfirman, “katakanlah Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.” (QS.112:1-2) “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dia-lah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS.6:103) Tauhid yang murni hanya akan tercapai bila kita mengenal hakekat penciptaan kita, begitu juga dengan zat yang menciptakan kita. Betapa indah hidup di bawah naungan kasih sayang dan belain Allah. Namun banyak diantara kita sulit untuk memurnikan tauhidnya, karena selain tidak kenal dengan Allah, mereka masih menyekutukan Allah dengan tandingan-tandingan yang lain. Tak kenal maka tak sayang, begitu orang mengatakan. Tidak kita akan pernah tahu siapa Einstein jika kita belajar ilmu Fisika, kita tidak akan mengenal Jendral Sudirman jika kita tak belajar sejarah, kita juga tidak akan mungkin kenal Ronaldo kalau kita tidak mengenal sepak bola. Begitu juga dengan Allah. Bagaimana mungkin kita akan merasakan keindahan bertauhid kepadanya jika “kreasi” Allah tidak pernah kita baca dan pikirkan. Kita bisa lihat kreasi Allah denga kasat mata. Tidak perlu ke gunung, lembah atau pantai. Pandangi saja diri kita. Renungkan mata yang elok ini, subhanallah kenapa mata yang berdiameter kecil ini bisa mengantarkan kita melihat indahnya dunia, alangkah meruginya manusia jika mata ini buta. Hidung yang sempurna bertengger di wajah mampu menghirup udara segar, tanpa indra kecil itu tentulah kita tidak bisa bernafas. Subahanallah, mampukah kita membuat penggantinya, bila salah satu indera kita itu tidak berfungsi? Secara tekstual, kreasi Allah itu adalah Al-Quran. Ialah pedoman hidup yang banyak ditinggalkan kaum muslimin sekarang ini, akibatnya banyak kaum muslimn yang kehilangan arah. Padahal Sayyid Qurb dalam tafsir fi-zilalnya yang puitis dan romantis itu mengatakan, “Hidup di bawah naungan Al-Quran merupakan suatu kenikmatan.

Kenikmatan yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang pernah mereguknya. Kenikmatan yang mengangkat, memberkati dan mensucikan umur kehidupan…” Jadi, kembalilah kepada Al-Quran. Jadikan ia sebagai pegangan utama kita, bacaan pertama yang kita baca sebelum koran terhidang. Petunjuk hidup, jalan keselamatan. Lantunan ayat suci Al-quran saja telah membuat hati tentram, apa lagi hikmah yang terkandung di dalamnya. Wallahu 'a'lam bishshowaab (Yesi Elsandra, Untuk orangorang yang telah menunjukkan jalan terang)

Sekedar Contoh
Publikasi 29/11/2002 08:45 WIB eramuslim - Kalaulah kita mau belajar, manusia yang hidup pada zaman ini bisa mendapatkan berbagai contoh hidup manusia sebelumnya. Predikat dan profesi apapun yang tersematkan pada diri ini, tentu pernah terjadi pada masa sebelumnya. Bahkan tidak sedikit dari deretan nama-nama pelaku sejarah kehidupan manusia itu tercantum dalam kitab Allah, Al Qur’an. Tentu dengan maksud yang satu, hikmah bagi yang sekarang menjalani hidup agar tidak mengulangi kesalahan manusia-manusia terdahulu sesuai dengan salah satu fungsi Al Qur’an itu sendiri, yakni sebagai petunjuk (huda) bagi mereka yang hidup, karena sesudah mati nanti yang harus dilakukan manusia hanyalah mempertanggungjawabkan setiap inci perjalanan hidup yang pernah dilaluinya. Dari daftar nama pelaku sejarah pada masa lalu itu, kita bisa temukan dua tipe manusia, yang pertama adalah mereka yang ingkar kepada Allah dan sebagai akibatnya kecelakaan dan laknat Allah adalah balasan yang paling setimpal buat mereka. Sedangkan yang kedua, hamba-hamba Allah yang taat, beriman dan takut akan adzab Allah sehingga mereka tak henti-hentinya berupaya mendekatkan diri kepada Rabb-nya seraya berharap ridho dan cinta Allah yang menjadi tujuan hidupnya. Allah pernah menghidupkan Fir’aun, Raja Namruj, Raja Abraha, Raja Jalut yang bertindak diluar kapasitasnya sebagai makhluk ciptaan Allah. Sombong, zhalim, serta serakah adalah beberapa diantara karakter yang seharusnya tidak berlaku bagi manusia, karena itu sudah diluar kapasitas yang seharusnya dilakukan. Sesungguhnya, Allah telah memberikan batasan-batasan mana yang pantas, baik dan sepatutnya (boleh) dilakukan dan mana yang tidak. Sehingga ketika ada orang-orang yang melakukannya melebihi kapasitas yang diberikan, melanggar batas-batas yang sudah digariskan, maka Allah menghukumnya sebagaimana hukuman kepada orang-orang yang berlebih-lebihan. Karena itulah, Allah juga menghidupkan seorang manusia agung bernama Sulaiman, yang kekayaannya tak mampu lagi dihitung, kemasyhurannya yang tak tertandingi, namun tetap takut dan berharap perlindungan Tuhannya dari sikap sombong dan zhalim. Sikap rendah hati dan penyayang yang ditunjukannya, berbuah ketaatan dari semua bala tentara yang dimilikinya. Selain shalih dan taat kepada Tuhannya, Sulaiman juga terkenal dermawan, murah hati dan menghormati hak makhluk lain.

Hamman, seorang ilmuan dengan kemampuan teknologinya yang hebat. Namun ketinggian ilmunya itu tidak membuatnya sadar bahwa segala ilmu yang didapatnya adalah atas kehendak Sang Maha Pemberi Ilmu. Dan ia tetap ingkar kepada Allah. Namun Allah juga menghidupkan seorang Yusuf yang menjadikan ilmunya semata untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Begitu pula dengan Nuh dan Daud, hamba-hamba Allah yang meraih kemuliaan Allah karena ketaqwaan dan kelebihan ilmu yang dimilikinya. Kemudian ada Qarun, seorang kaya raya yang hidup pada zaman Fir’aun. Kunci-kunci gudang hartanya harus dibawa oleh unta-unta yang berbaris, sebagai kiasan betapa berlimpahnya harta kekayaan yang dimiliki Qarun. Namun ternyata, semua harta dunia itu semakin menjauhkan dirinya dari Yang Maha Kaya, Qarun pun ingkar dan Allah menenggelamkan manusia yang tak pernah bersyukur itu bersama dengan seluruh hartanya. Maka ada hamba-hamba Allah yang juga terkenal kaya raya, namun menjadikan kekayaannya untuk biaya dakwah dan perjuangan menegakkan agama Allah. Dialah Ustman bin Affan yang menginfakkan seribu unta miliknya yang sudah dipenuhi barang-barang dan perbekalan hidup pada saat Rasulullah mengalami masa paceklik penuh kesusahan. Selain Ustman, ada Abdurrahman bin Auf yang juga kaya raya. Seorang pengusaha yang sangat takut jika hartanya itu kelak akan memberatkan pertanggungjawabannya dihadapan Allah, takut jika harta kepunyaannya akan membutakan dan menjauhkannya dari Allah, sehingga tak pernah sedikitpun ia sungkan untuk bersedekah dan menyisihkan harta yang dimilikinya itu untuk membantu fakir miskin. Tentu masih banyak contoh-contoh baik dan buruk yang bisa kita hadirkan, untuk bisa dijadikan pelajaran dalam menjalani kehidupan ini. Adalah suatu kebodohan jika kita tak pernah belajar dari ketaqwaan dan keimanan, kegagalan dan keberhasilan, kecelakaan dan keberuntungan manusia terdahulu, karena sesungguhnya semua itu sudah terekam jelas pada ayat-ayat Allah. Sungguh, Kitab Al Qur’an yang mulia itu lembar-demi lembarnya, ayat demi ayatnya mengandung rekaman peristiwa sejarah perjalanan kehidupan manusia hingga pada akhir zaman ini. Kezhaliman dan kesewenang-wenangan Fir’aun, Namruj, Abraha dan Jalut, juga terjadi pada masa-masa sesudahnya, bahkan hingga kini. Kesombongan ilmuan seperti Hamman juga bisa ditemui pada perjalanan manusia-manusia sesudahnya. Begitu juga keserakahan dan ketamakkan macam Qarun juga dengan mudah hadir dan terpampang di depan mata. Kita ini, seperti halnya manusia-manusia terdahulu, hanyalah pelaku sejarah dalam lembaran-lembaran kehidupan manusia sepanjang hayat. Manusia yang hidup pada saat ini, menjadikan manusia-manusia sebelumnya sebagai pelajaran, kebaikan ataukah keburukan yang diambil. Begitu juga kita, tentu akan dijadikan contoh hidup bagi menusia-manusia setelah kita mati. Masalahnya adalah, apakah mereka menjadikan kita sebagai contoh baik atau buruk, mengambil pelajaran dari kegagalan atau kesuksesan, serta hikmah dari kecelakaan atau keberuntungan. Inilah yang seharusnya kita persiapkan dari sekarang, selama Allah masih memberikan kita kesempatan untuk mengukir prestasi, meningkatkan keimanan sehingga saat mati nanti orang mengenal kita sebagai pribadi yang patut diteladani, dan dibanggakan, setidaknya oleh anak cucu kita.

Subhanallah. Ali Imran: 190). sepanjang sejarah keberadaan manusia di bumi. tepatnya di bawah jalan tol daerah Cempaka Putih adalah rumah bagi para pekerja bangunan (kuli) lepas yang tak mampu untuk menyewa rumah/tempat kost.com) . Memasuki Isya. Hanya saja. Bersinarkan pendar lampu-lampu dari kaki lima di sekitar dan rembulan redup di atas sana. sesungguhnya ruh mereka naik ke langit. mungkin mereka rindu pada kenyaman rumah mereka di kampung. Yayasan yang memberikan santunan kepada anak-anak yatim. akan tetap berkembang seluas langit dan bumi. Setiap hari menanti pekerjaan yang belum tentu datang. Allah telah memberikan peringatan mengenai hal tersebut dengan sangat jelas dalam ayatnya. Saat sholat. Memasuki Ramadhan. Mereka juga bisa memilih untuk bergerombol tak tentu tujuan. Beralaskan sajadah usang atau terpal usang di atas tanah. Jauh dari keluarga mereka di kampung halaman. mungkin tubuh mereka sangat penat setelah seharian bekerja keras menjadi kuli bangunan. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS.Sungguh. (Dari Yayasan Martabat. jauh dari keluarga tercinta. sujud merendah kepada Yang Maha Tinggi. Mengumpulkan uang dengan bekerja menjadi kuli lepas. Allah memanggil mereka untuk tarawih. sedikit manusia yang mau mengambil pelajaran dari ilmu-ilmu Allah yang berserakan itu. Berganti dengan sarung bersih yang mereka bawa. akankah kita tetap sholat tarawih di perantauan? Salah satu sudut Jakarta. Mereka bersujud. yayasanmartabat@yahoo. Sholat berjamaah mereka adalah sebuah pemandangan yang sangat menggetarkan hati. Setiap maghrib. Bagaimana tidak. Beratapkan langit Jakarta yang nyaris tanpa bintang. Setiap maghrib. dan tentu tidak akan pernah habis sebelum Allah menghentikan semua proses kehidupan makhluk di dunia. tidur. Mereka ingin bersih menemui Khaliknya. menemui-Nya. masih adakah sisa tenaga kita untuk tarawih di malam Ramadhan ini? Andai kita seorang musafir atau perantau yang jauh dari keluarga. walaupun jauh dari kampung halaman. Karena pada saat mereka bersujud merendah. Menaikkan ruh mereka menemui Yang Maha Tinggi. Mereka juga tampak sangat menjaga kebersihan. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Mengusung Ruh Dari Emperan Toko Cempaka Putih Publikasi 27/11/2002 07:44 WIB eramuslim . berbekalkan cangkul dan pakaian seadanya. Mereka bisa memilih untuk beristirahat. Mereka tinggal di bawah jalan tol. malam hari mereka menempati teras/emperan sebuah toko di jantung Cempaka Putih. Cangkul dan peralatan kerja ditempatkan di salah satu sudut emperan. Ayat Allah yang tertulis dalam Kitab Al Qur’an memang masih bisa terhitung dalam bilangan. mereka tidak jauh dari Allah SWT. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. mereka berbuka dan sholat berjamaah di emperan toko. Tarawih ditegakkan dengan berjamaah. Tapi setiap malam mereka menegakkan tarawih.Setelah melewati sebuah hari kerja yang sangat melelahkan. namun ayat-ayat Allah yang tidak tertulis. mereka melepaskan celana kerja mereka yang terkadang kotor berlumuran tanah. sekitar 20 pekerja ‘pulang’ ke teras mereka.

setiap orang butuh (merasa wajib) bercermin! . memutar tubuh. membersihkan wajah. pasti Anda adalah satu dari orang yang tidak membuang kesempatan untuk sekedar menoleh melihat bayangan sendiri disitu.Kita tentu sering bercermin. Tidak jarang bahkan ada yang panik sedemikian rupa. itupun masih ditambah senyum-senyum sendiri ketika mendapatkan ‘OK’ di wajahnya. atau istri tentang penampilannya hari ini. Tidak cukup bercermin di rumah. masih saja bertanya kepada ibu.Buruk Muka. mengharap pujian. baik di bus maupun kendaraan pribadi kita senantiasa menyempatkan diri untuk bercermin. toh bisa saja pecahan kaca cukup untuk sekedar melihat bagaimana penampilan hari ini. (biasanya wanita) masih ada orang yang tak ketinggalan untuk membawa serta cermin kecil (menyatu dengan bedak) di dalam tas kerjanya. Kondisi demikian sangat wajar. termasuk karena memang ada orang-orang yang terbiasa tampil baik dan menarik. hal yang sama kita lakukan. malu dan sebagainya menjadi alasan untuk segera mencari tempat untuk memperbaiki penampilan. serta menambahkan apapun (juga) yang dapat memperindah. suami. melenggak-lenggok bolak-balik di seputar cermin hingga semuanya terasa perfect. berjalan. atau sekedar kesenangan. Atau juga ketika melewati etalaseatalase toko. berpenampilan cantik dan indah juga untuk menarik perhatian orang lain. menyingkirkan segala apapun yang sekiranya dapat mengurangi keindahan penampilan. pusat perhatian. meski sudah berjam-jam berada di depan cermin. mempercantik diri. masih ada tambahan aksesoris dan wewangian yang dipakai untuk menambah kesempurnaan diri. Setiap berjalan melewati tempat parkir dimana mobil-mobil berjajar. apalagi bila saat itu tengah berada di tempat khalayak ramai. sedikit menunduk. Di kendaraan. Karena di halaman tamu. adik. karena setiap orang pada dasarnya selalu ingin tampil menarik. harga dirilah. kakak. Jatuh pasaran lah. Sudah cukup? Belum. Tidak cukup dengan itu. Bahkan tidak jarang. mungkin tak ada orang yang tidak memiliki cermin. atau karena teramat sangat papanya bahkan sebuah cermin pun tak dapat dibelinya. masih muncul perasaan kurang percaya diri sehingga memaksanya untuk kembali lagi ke depan cermin. (Jangan) Cermin Dibelah Publikasi 25/11/2002 07:25 WIB eramuslim . Kalau memang sekiranya demikian. membenahi dandanan. performa seseorang juga bisa terlihat dari caranya berpakaian (termasuk keserasian paduan warna). Apapun alasannya. Karena jelas. Tidak sedikit orang yang memerlukan waktu berjamjam untuk bercermin. menjadikan diri ini berharga di mata orang lain itu sangat lah penting. Rasa cemas biasanya langsung bereaksi ketika sekilas saja mendapatkan sesuatu yang tidak pas pada penampilan kita. Siapa sih yang tidak pernah bercermin? Jika bukan karena tempat tinggalnya yang jauh sangat terpencil sehingga tidak ada penjual cermin yang datang ke tempat itu. ke kanan ke kiri. Untuk sebagian orang mungkin. Intinya. jujur saja. bersikap. barulah ia melangkah keluar kamar. baik selain juga ada hasrat untuk dipandang baik. memperhatikan setiap inci dari wajah dan penampilan sebelum keluar rumah.

maka cermin diri ini akan semakin sempurna menambah kesempurnaan penampilan luar yang juga setiap hari dibenahi. Membaca dalam arti luas. Hati yang bersih senantiasa menolak setiap kebatilan. Jika setiap hari menyempatkan diri bercermin (juga membawa cermin) untuk memperbaiki penampilan luar. dengan melihat hati. Namun jika cermin hati ini sudah hitam pekat. hati adalah cermin. setiap kebenaran dan kebatilan yang dilakukan. dibenahi dan diperindah. seakan tak sanggup lagi menolak setiap perbuatan maksiat yang terus menerus kita tumpuk. kenapa juga tak membawa serta cermin akal dan hati. niscaya cermin hati ini menjadi pekat oleh titik-titik debu yang pekat. dan bertambah keimanan setiap mendengarkan ayat-ayat Allah. elegant. jangan pernah biarkan cermin akal dan hati ini tak terurus. menjadikannya sebagai pribadi yang tidak berharga. Maka sebelum semakin sulit dibersihkan. agar cermin hati ini kerap bergetar ketika menyebutkan asma-Nya. mungkin bisa dihitung sesaat setelah obrolan pertama. Andai suatu ketika bercermin mendapatkan wajah dan penampilan yang buruk. sebaiknya setiap titik debu yang menempel segera dibersihkan. tentu sangat naif jika kita hanya memperhatikan penampilan luarnya saja tanpa mempedulikan aspek dalam diri kita yang sesungguhnya jauh lebih berharga. (Akal dan Hati) sudah terus terasah dan dibersihkan. bisa dipastikan tidak berapa lama hal itu berlangsung. Dua hal yang berada didalam diri ini yang jauh lebih berharga dimaksud adalah. profesional. melainkan kata-kata penuh isi yang . sadar kewajiban dan hak secara proporsional. sudah barang tentu semestinya jauh lebih diperhatikan. apalagi memecah cermin itu saat mendapati diri ini tak indah dalam bayangan cermin. Agar juga cermin hati ini bisa berteriak lantang menentang setiap kekhilafan yang kita akan perbuat. Jika dibiarkan tak tertata. Padahal. Kalaupun ada yang sempat meliriknya. Akal dan Hati. Dan jika kedua cermin itu. Jadi. Untuk kemudian mengambil sikap. sebaik dan sesempurna apapun penampilan fisik jika tidak ditunjang akal pikiran yang cerdas dan sehat. bukan omong kosong. setiap saat. akan tetapi jika ianya sudah sedemikian kotornya. Hal kedua. bijaksana. yakni Hati. pada saat bercermin itu hanya kita yang tahu keburukan sendiri. Cermin akal adalah membaca. kenapa harus membelah cermin itu? Toh. kata yang keluar bukan tanpa makna. Semestinya menjadi kepentingan setiap individu juga untuk menata dan membersihkannya. kita tentu bisa melihat setiap kesalahan dan kebaikan. sadar dan taubat jika melakukan hal salah. Karena jauh lebih berharga. tentulah tak ada yang bisa memberi tahu kita salah dan benar. selain juga pribadi shaleh yang menjadi penghias diri yang paling utama. Sikap terbaik adalah membasuh wajah agar nampak bersih berseri sehingga cermin yang tak jadi kita belah itu tetap bisa memberi tahu setiap keburukan yang ada. tak diperhatikan dan apalagi tak sekalipun dibersihkan dari kotoran-kotoran yang kerap menyerang. dan terus meningkatkan setiap amal kebaikan. untuk kemudian senantiasa memperbaharui isinya dengan hal-hal kebaikan. Dengan membaca. Paduan dua cermin akal dan hati tentu melahirkan pribadi yang berwibawa. Ingat iklan layanan masyarakat “tulalit” tentang seruan membaca? Tentu saja.Namun demikian.

mempunyai harta yang banyak. Walaupun kesemuanya itu adalah pekerjaan yang halal dan berpahala ketika dilakukan diluar hari puasa. maka menjadikan hati ini peka terhadap apapun yang bathil. Hubungan badan antara suami dan istri pun halal pula di hari biasa.berpengaruh. Idealnya. Dengan senantiasa mengingat Allah. Tapi dalam keadaan tertentu kita terkadang . Perut yang lapar. Mempuasai Dunia Publikasi 21/11/2002 06:50 WIB eramuslim . bekerja keras ikut mengisi detik demi detik perjalanan sejarah kemanusiaan kita. dari ketika subuh hingga maghrib kita tidak diperkenankan untuk melakukan sesuatu yang biasa kita lakukan. Haramkah itu? Tidak. dari pelatihan ibadah puasa kita dapat ilmu pengendalian diri. Rasakan saja dalam puasa yang kita lakukan. baik itu ramadhan maupun puasa sunnah lainnya. malah kita akan terlempar dari kasih-sayang Allah. demikian juga minuman yang kita reguk. Sedangkan cermin hati. Dan manajemen pengendalian diri memang menjadi salah satu poin tertinggi dalam pelaksanaan ibadah puasa. dan sebaliknya. Kita dilarang melakukannya? Padahal semua itu halal semata? Bahkan sebaliknya. mata yang tertahan. Justru Islam sangat mengkhawatirkan kemiskinan. Kita lakukan semuanya itu ditengah kegiatan keseharian yang terus berjalan. hati yang sibuk dan ramai dengan dzikir. kedudukan yang remeh dan kecil saja jika dibandingkan dengan tujuan penciptaan kita sebagai mahluk Allah. manusia semestinya mampu membebaskan diri dari ketergantungan terhadap dunia. Agama kita tak melarang ummatnya menjadi orang kaya. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama). Artinya untuk mendekatkan diri kepada Allah. yang dengan itu kemudian kesegaran akan terasa menjalar ke seluruh tubuh. Tengoklah makanan yang kita beli dari jerih payah kerja kita adalah halal tentu saja. Tapi mengapa pada saat-saat itu dilarang? Jangankan melakukan semua itu. adalah dzikir. Selama Ramadhan kita dilatih untuk menikmati dunia batin dengan seluruh panca indera kita. berkeinginan untuk melakukannya pun akan merusak pelaksanaan ibadah puasa. menjadi mahluk yang dimuliakan dan diridhai-Nya. kebodohan dan ketidakberdayaan ummatnya. mulut yang terus melantunkan kalam Ilahi. kedudukan dan jenjang karier yang tinggi. penurunan kinerja jasmani. salah dan tidak tepat. Kita dituntun untuk menemukan jalan yang sebenarnya dari pengaruh pahit-manisnya kehidupan. Mendudukannya pada tempat yang semestinya. Mengatur dengan bijaksana setiap keinginan yang muncul tak ada habisnya dalam diri manusia. jika kita tetap saja melakukan aktivitas itu. akan senang atas segala kebenaran yang berlaku. Mengapa untuk sekian waktu kita harus menahannya. Dengan puasa kita diajarkan untuk mensikapi dunia dengan sebenarnya. Dalam batasan waktu tertentu.Berpuasa memang olah batin yang memerlukan tingkat ilmu dan pengendalian diri yang tinggi.

meski dalam bentuk yang lain.de) Agar Nikmat Allah Bertambah Publikasi 20/11/2002 10:16 WIB eramuslim . terhindar dari marabahaya. kenaikan pangkat dan promosi jabatan. Berpuasa dari tekanan keinginan-keinginan yang tak habis-habisnya. Hingga pada akhirnya kita akan jadi manusia yang berhati-hati terhadap apa yang diperbuat dan dimiliki. Demikian pula Dia menahan nikmat untuk sebagian manusia. Pertama. sementara nikmat yang lain itu diberikannya kepada sebagian hamba yang lain. dengan apapun saja yang dia miliki? (Deni Mukhyidin/mukhyidin@yahoo. kedua. Allah telah memberikan nikmat pada sebagian manusia di bumi dan memberikan nikmat dalam bentuk yang lain kepada sebagian lainnya. tentu Allah dengan Kemaha-Adilan-Nya juga menambahkan nikmat kepada kita. juga menahan nikmat yang lain juga untuk sebagian manusia yang lain. Setidaknya kita bisa menyebutkan tiga hikmah dari kebijakan Allah yang demikian. Lantaran setiap partikel semen.Ada sebagian manusia yang Allah cukupkan (bahkan lebih) nikmatnya pada satu sisi dimana orang-orang lain belum mendapatkannya. Bukankah orang yang kaya dimata Allah adalah orang yang paling kaya amal baiknya.harus berpuasa terhadap itu semua. . Hal ini perlu disadari oleh kita. Dikala kondisi itu justru menjauhkan kita dari kasih sayang Allah. Allah sedang menguji manusia dengan kelebihan dan kekurangannya. Misalnya. Rumah yang terbangun berhambur kemubaziran seperti itu sepatutnya dihindari. setiap butir pasir yang tersusun di dalamnya akan menjadi beban yang dipikulkan pada hari pertanggungjawaban nanti. maka pada saat itulah Allah menambahkan nikmat berupa hati yang bersih tanpa dikotori rasa iri dan dengki. Tinggal bagaimana kita memandang semua itu sebagai nikmat yang mesti disyukuri sehingga bisa menyelamatkan kita dari kekafiran dan ancaman adzab Allah yang nyata. atau bahkan sekedar masih diberikan kesempatan bisa makan meski seadanya untuk satu hari ini. ketika ada yang naik jabatan dan kita ikut bersyukur atas keberhasilan saudara tersebut. Rizki Allah yang bisa kita nikmati tentu beragam bentuknya. kehadiran seorang anak. ketenangan hidup. ia bisa berupa harta yang dicukupkan oleh-Nya. Keadaan yang demikian sesungguhnya tidak bisa dipandang bahwa Allah tidak adil dalam memberikan rizki kepada hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya Dia mencukupkan sebagian nikmat kepada sebagian hamba namun menahan nikmat yang lain pada sebagian hamba tersebut. Allah jelas sangat ingin melihat seberapa bersyukurnya manusia akan apa yang dinikmatinya saat ini. Kalau punya rumah satu sudah cukup kenapa harus dua? Kalau rumah biasa sudah lah memadai kenapa harus membeli rumah mewah yang berharga milyaran dan berkamar belasan? Kalau kondisi seperti itu adanya. Dan ketiga. Misalnya soal harta. diberinya kita pasangan hidup yang menentramkan. bahwa setiap kali Allah menambahkan nikmat kepada saudara kita. kita semestinya berpuasa untuk jadi orang kaya.

. sehingga Dia menahan nikmat yang lain. disamping itu Dia juga Maha Pemurah. Tanpa memintapun. namun ia tak juga memiliki seseorang yang menjadi pendamping hidupnya. niscaya dia akan menambahkannya dengan nikmat-nikmat lain. adzab yang paling nyata dan terasa diberikan Allah kepada hamba yang tak pandai bersyukur adalah dengan cara ia menahan bentuk nikmat yang lain. Padahal.Masalahnya kemudian. Maha benar Allah dengan segala ucapan dan ketentuan-Nya. Allah tak berikan rasa aman dan ketenangan dalam hidupnya. Sungguh. Sudah barang tentu. Sekarang. seandainya ia menginfakkan sebagian rizkinya itu. Ibrahim:7). insya Allah ketenangan akan menyelimuti setiap langkahnya. bahwa Dia (pasti) akan menambah nikmat kepada hamba yang pandai mensyukuri nikmat yang telah diberikanNya dan memberikan adzab (yang pedih) kepada mereka yang mengingkari (QS. Jika pasangan-pasangan itu belum dikaruniai anak atau belum mendapatkan kecukupan harta dan selalu kekurangan. ada orang-orang yang diberikan kecukupan harta. bahkan justru memberikan adzab yang nyata terhadap mereka yang mengingkari. Di dunia ini. Allah itu Maha Kaya. namun karena ia tak bersyukur atas nikmat itu. padahal usianya sudah semakin beranjak. Bentuk syukur itupun bisa dengan berbagai cara. Maka jangan pernah ragu akan kasih sayang-Nya. Mungkin Allah belum melihat rasa syukur yang cukup atas nikmat yang telah kita terima saat ini. Namun jika belum cukup terlihat rasa syukur itu. hitung-hitunglah seberapa besar rasa syukur kita terhadap segala nikmat yang telah diberika Allah kepada kita selama ini. Sebaliknya. keinginan setiap hamba-Nya sehingga Dia mencukupi hal-hal yang belum dimiliki setiap hamba itu. sebelum lagi terus menerus meminta kepada Allah akan tambahan nikmat. Allah Maha Tahu akan kebutuhan. mereka yang telah dipasang-pasangkan dan dihadirkan kasih sayang dan ketentraman dalam rumah tangganya. jumlah nikmat yang takkan pernah bisa terhitung itu membuat kita lalai untuk mensyukurinya. kebijakan Allah menahan nikmat lain merupakan ‘adzab’ karena kita belum benar-benar bersyukur atas nikmat sebelumnya. itu adalah sebuah nikmat yang juga perlu disyukuri. atau bahkan menghentikan nikmat yang ada saat ini. jika Dia sudah melihat begitu bersyukurnya kita akan nikmat yang selama ini dirasakan. jangan pernah berharap Allah menambahkan nikmat-Nya. menghadirkan suasana bahagia di hati anak-anak yatim piatu dengan menyantuninya. Sesungguhnya. Hidupnya senantiasa diliputi kekhawatiran dan kecemasan dalam menjaga hartanya. atau bermacam bentuk ungkapan kesyukuran lainnya. Seperti ditegaskan Allah. bisa jadi mereka belum benar-benar bersyukur atas karunia dan nikmat mendapatkan pasangan hidupnya. kebanyakan manusia sering terlupa untuk terlebih dulu mensyukuri nikmat yang sudah diterimanya sementara ia terus menerus meminta Allah agar menambah nikmat kepadanya. dan yang paling berkenan adalah semakin dekatnya kita kepada Allah melalui peningkatan kualitas ibadah. dengan membagi sebagian rizki yang kita peroleh kepada fakir miskin. Atau mereka yang mendapatkan kesempatan memiliki karir bagus dengan gaji yang memuaskan.

Aku mengetahui dengan apa hamba-Ku yang mukmin menjadi baik dalam urusan agamanya". Allah menegaskan dalam sebuah hadits qudsi. melainkan juga. Dia Maha Mengerti akan setiap keluhan yang tak terlontarkan dari hamba-hamba yang bersyukur.Lalu. kamukah yang menghancurkan patung-patung sesembahan kami?”. bagaimana dengan orang-orang yang terus menerus ditambah nikmatnya padahal tak sedetikpun ia pernah mengucapkan pujian kepada Allah. Kisah lain. dan penyakit sehingga baiklah urusan agama mereka. namun yang perlu diketahui adalah bagaimana membuat Allah menjadi lebih kasih. lebih sayang dan lebih pemurah kepada hamba-hamba-Nya. dikelilingi sejumlah pasukan dan beberapa algojonya. kelegaan. Dalam hal ini. dan kesehatan badan. kemiskinan. kelegaan. makar apapun yang dibuat manusia takkan pernah bisa mengalahkan makar Allah. jawaban itu. Namun kuasa Allah bermain. Bukan hanya karena merasa dipermainkan seorang anak kecil. “Hai anak kecil. "Diantara hamba-hamba-Ku yang mukmin ada sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali dengan diberi kekayaan. Lalu kami menguji mereka dengan kekayaan. sesuai janji-Nya. Allah tengah menguji mereka dengan keadaan yang sekarang. yakni dengan cara mensyukuri setiap nikmat yang telah diberikannya. dan kesehatan badan sehingga baiklah urusan agama mereka. keberangan yang bercampur perasaan terhina Raja Namruj membuat Ibrahim ‘dihadiahi’ hukum bakar. Niscaya. Alhasil.” ledek Ibrahim sambil menunjuk patung yang besar yang sengaja tidak dihancurkannya. Tentu saja Raja Namruj yang terkenal kejam itu semakin berang mendengar jawaban Ibrahim. Diantara hamba-hamba-Ku yang mukmin ada pula sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali dengan diberi kekurangan. Sekali lagi. Daud yang memiliki kemampuan berperang yang hebat tak gentar menghadapi pertarungan “semut lawan gajah” melawan Raja Jalut yang terkenal bengis . selain karena Ibrahim adalah tersangka utama pelaku ‘teror’ terhadap tempat ibadah kaum yang dipimpin Raja Namruj itu. Tentu saja. tanpa harus kita memintanya. Dengan enteng Ibrahim berkata. mungkin dia yang melakukannya karena kapak itu masih tergantung padanya. Seganas dan semerah menyala api membakar tubuh Ibrahim kecil. apakah ia tetap beriman atau ingkar. “Tanyakan saja pada patung yang lebih besar itu. tak sedikitpun kulitnya tersentuh oleh jilatan api. Namruj bertanya. Atau sebaliknya. kita menyadari akan kasih sayang dan pemurahnya Allah. mereka yang tak henti-hentinya mendekatkan diri kepada Allah namun tetap dalam hidup kekurangan. Wallaahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Akan Selau Ada Pahlawan Di Setiap Kezhaliman Publikasi 18/11/2002 10:30 WIB Ibrahim kecil gagah menantang Raja Namruj yang tengah geram. Karena sesungguhnya. Allah akan menambahkan dan mencukupi nikmat kepada kita. terasa menohok sisi kebodohan dirinya dan semua pengikutnya dengan menyembah sesuatu yang tak memiliki kuasa melakukan satu apapun.

dan kejam. Daud yang berasal dari kalangan bawah dengan berbekal sebilah pedang tanpa baju besi, akhirnya mampu mengalahkan Raja Jalut yang besar dengan segudang pengalaman bertarungnya. Dalam versi barat, kisah ini dikenal dengan “David Versus Goliath”. Sementara itu, seorang utusan Allah lainnya, Musa dengan ditemani saudaranya Harun, menentang kekejaman ‘ayah asuhnya’ sendiri, Raja Fir’aun yang zhalim dan diktator. Kekuasaanya yang begitu tinggi membuat Fir’aun teramat angkuh menobatkan diri sebagai Tuhan. Kesombongan yang didukung oleh seorang ilmuan hebat bernama Hamman dan seorang kaya bernama Qarun, jadilah ia semakin jumawa. Fir’aun yang terkenal kejam tidak ingin seseorang kelak menghancurkannya, maka kemudian atas perintahnya, semua bayi laki-laki yang lahir pada masa pemerintahannya pun dibunuhi. Sekali lagi, Kuasa Allah bermain, bahwa kemudian seorang pemuda Musa yang justru hidup di lingkungan istana Fir'aun oleh lembutnya kasih sayang Asiah, menenggelamkan Raja zhalim itu ke dasar lautan. Dalam khazanah barat, kita pun mengenal kisah yang hampir serupa, yakni kisah kepahlawanan yang berasal dari orang-orang kecil yang menentang kezhaliman penguasa. Cerita rakyat Robin Hood mungkin bisa menjadi contoh. Berjuang dari pedalaman hutan Sherwood, Robin bersama para pengikut setianya ‘merampok’ harta para bangsawan yang hendak menyerahkan upeti kepada King Richard The Lionheart. Otomatis, meski makin dicintai rakyat kecil, sepak terjang si pemanah ulung itu menempatkannya dalam daftar buronan nomor wahid di Inggris saat itu. Cerita yang hampir sama juga dilakukan legenda Meksiko, Zorro. Dibalik topeng yang menyembunyikan identitasnya, Zorro membantu orang-orang lemah untuk melawan dan bangkit dari ketertindasan. Mungkin dua cerita diatas hanyalah mitos atau sekedar cerita rekaan. Namun setidaknya memberikan satu hikmah, bahwa harus ada orang-orang pemberani untuk melawan kezhaliman. Nampaknya, soal keberadaan orang-orang besar yang berlaku zhalim di setiap negeri di setiap zaman sudah menjadi sunnatullah. Hal itu ditegaskan-Nya dalam Surat Al An’aam ayat 123: “Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. ...”. Kalau dulu ada Ibrahim yang menentang Namruj, Daud versus Jalut, Musa yang menenggelamkan Fir’aun serta masih banyak lagi tokoh kepahlawanan yang berani berdiri menantang segala bentuk kezhaliman di muka bumi dalam satu negeri, kini disaat negeri ini, agama ini tengah dihujani dengan cobaan bertubi-tubi, oleh kekuatan-kekuatan yang terus merongrong, menteror bahkan mencoba menjadikan agama ini hitam pekat oleh karena kejahilan orang-orang yang tak bertanggungjawab, adakah lagi pahlawanpahlawan yang menjadi tameng pembela seperti halnya Ibrahim, Daud dan Musa? Tentu saja ada. Karena gemuruh jihad tengah bergelora dalam dada-dada para pahlawan itu. Tinggal bagaimana diri ini menentukan sikap, memadamkan gemuruh itu dan membiarkan orang lain mengambil kesempatan menorehkan nama pada kemuliaan atau menjadikan gemuruh itu sebuah halilintar yang menggetarkan nyali musuh Allah. Wallaahu a’lam bishshowaab. (Bayu Gautama_

Ketika Tuhan Menyeka Air Mata Kita
Publikasi 15/11/2002 08:46 WIB eramuslim - Sahabat, Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan kepada kita berjumpa dengan Ramadhan, walaupun dalam suasana mencekam, duka yang mendalam, akibat begitu banyaknya bencana yang melanda negeri ini. Sahabat, Betapa bahagianya setelah sekian lama kita merindukan saat-saat seperti ini, Allah berkenan menyertakan kita dalam indahnya menahan lapar, gembiranya menunggu beduk, nikmatnya santap sahur, syahdunya Al-quran yang kita lantunkan, khusuknya ibadah malam, dan tunduknya hati beri’tikaf di rumah Allah, subhanallah mudahmudahan kita bukan termasuk orang-orang yang menyia-nyiakan keindahan nikmat bulan yang penuh berkah dan maghfirah ini dengan kemaksiatan ... Sahabat, Ketika orang-orang tidak menyadari kekhilafannya, Allah menancapkan kesadaran dalam jiwa kita akan dosa-dosa yang selama ini telah berurat dan berakar dalam kulit dan tulang-tulang kita. Kita menyadari lisan-lisan yang selama ini sering berdusta, hati yang tidak mau tunduk, kotor dan penuh kedengkian, jiwa yang sombong, keingkaran yang amat sangat kepada Allah, kebencian kepada sesama saudara, durhaka pada orang tua, kelalaian tanggung jawab mendidik dan melayani anak, istri serta suami, ketidak sabaran menuggu datangnya seorang kekasih yang akan memantapkan langkah, kebahagiaan melihat orang lain menderita, iri, benci termasuk dendam kesumat. Kita menyadari itu semua sebagai akibat dari lemahnya iman yang tertanam, astaghfirullah al aziem, mohon ampun ya Allah ... Sahabat, Saat bulan yang penuh ampunanan ini datang menghampiri, Allah mengulurkan tanganya untuk kita sambut walaupun tangan kita tak kuasa digerakkan untuk merangkulnya. Walaupun tangan itu sering menepis tapi Allah tidak pernah berhenti mengulurkannya. Meskipun dosa-dosa kita seluas langit dan bumi, tapi ampunan Allah tidak pernah bertepi. Walaupun tobat kita sering mungkir, tapi Rahman dan Rahim Allah tidak pernah mangkir … Sahabat, Tidak ada yang lebih membahagiakan tatkala kita menyadari dosa-dosa yang pernah ada, kemudian kita berencana untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri. Tumpahkanlah air mata penyesalan itu. Biarkan dia membanjiri sepertiga malam yang hening, saat itu biarkanlah tangan Allah yang kuat dan lembut itu menyeka air mata penyesalan kita. Kemudian kitapun akan meresakan sebuh kekuatan ghaib akan tumbuh dan membawa kita ke dada pelangi, di sana hanya akan kita temukan keindahan warnawarni kehidupan yang menyejukkan, membahagiakan, yang akan membuat diri kita menjadi orang yang produktif, kreatif, inovatif dan prestatif. Sahabat, Tundukkanlah hati, rendahkanlah diri di hadapan-Nya. Jangan biarkan ramadhan yang romantis ini berlalu begitu saja. Tumpahkanalah sujud ke bumi di sepertiga malam terakhir, kuatkan azzam agar dapat bercengkrama dengan Allah di rumah-Nya pada sepuluh hari terakhir. Isilah pundi-pundi investasi abadi kita dengan

infak, zakat dan sedekah. Semailah benih-benih kebaikan, kelak kita akan menuainya dengan sebuah kenikmatan abadi di sebuah taman, yang di bawahnya mengalir sungaisungai … Sahabat, Selamat menjalankan ibadah ramadhan, mudah-mudahan segala kebaikan dan kindahannya bukan sekedar fatamorgana, tetapi sebuah energi yang membawa perubahan baru bagi diri dan jiwa kita, serta sebagai momentum untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, karena perubahan tidak mesti memperbaiki sesuatu, tetapi untuk menjadi lebih baik kita mesti berubah (Yesi Elsandra, for members of surau@yahoogroups. Special womens, bundo, ni yus, ni GM, ni ta, ni susi, ni rahima let’s try to do our best for minang future)

Dua Pilihan Yang Tidak Bisa Ditawar
Publikasi 14/11/2002 11:53 WIB eramuslim - Setelah “panggung sandiwara” ini usai, kita mendapati dua pilihan atas peran yang telah kita mainkan. Di atas panggung, kita bebas berimprovisasi, asalkan tetap berada dalam kerangka naskah yang telah di atur dan ditetapkan oleh Sang Sutradara. Penilaian hanya ada dua, baik dan buruk, jalan lurus atau jalan menyimpang. Maka tidaklah sama antara yang haq dan yang batil. Sangat jauh berbeda kehidupan surga dan neraka. Pilihan Pertama. Dalam Al-Quran Surat Qaaf ayat 30 dikatakan “Dan ingatlah akan hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahanam: “Apakah kamu sudah penuh? “Dan jahanam menjawab: “Masih adakah tambahan? Ini adalah dialog Allah yang Maha kuasa dengan neraka jahanam. Suasana manakah yang lebih mengerikan dari suasana di dalam neraka jahanam. Semua makhluk tidak akan sanggup dan bercita-cita ingin memasukinya, semua ingin selamat dari neraka. Tapi neraka senantiasa memangil-mangil bahkan bertanya "masih adakah lagi tambahan anggotaku?" Panggilan itu bertebaran di muka bumi berupa acara yang mengelar syahwat, walaupun untuk mengikutinya tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan. Panggilan neraka itu mengarah kepada mereka yang menurutkan hawa nafsu, wanita yang menggelar aurat dan harga dirinya dengan harga yang sangat murah. Panggilan neraka itu tertuju kepada mereka yang melupakan Tuhan yang telah menciptakan mereka. Mereka lebih sibuk dengan bisnis haram, hiburan memabukkan, mereka mempermainkan agama, mereka terus mendengar panggilan neraka, hingga maut menjemput baru tumbuh kesadaran, insyaf, namun sayang semuanya sudah terlambat, kematian sudah tidak dapat lagi ditunda. Maka pada hari perhitungan digiringlah pendengar seruan neraka tadi ke jahanam, mereka dilemparlah satu-persatu dengan kasarnya. Jumlah mereka semakin bertambah

apakah sudah siap jika detik ini juga kematian itu menghampiri. kematian menjemput Rasulullah. manusia bebas memilih kedua pilihan itu. yang pepohonannya dari emas dan perak sebening kaca. Cukuplah sampai disini saja. kemudian kita dihadapkan pada kedua pilihan itu. Jika Rasul saja tidak luput dari kematian. Ya Allah. Bagaimana dengan kita. mana yang akan Anda pilih? Wallahu'a'lam bishshowab (Yesi Elsandra) Seperti Malaikat . hentikan perbuatan dosa. kematian tidak lupa menghampiri kekasih Allah itu. Masya Allah. yang sungai-sungainya mengalirkan susu. "Masih adakah tambahan?" jawab neraka. yang atapnya Arasy Ar-Rahman. Hal ini di buktikan dalam diri manusia sempurna Rasulullah. sebagimana pejuang Islam yang syahid di belahan bumi Islam sana. yang kendaraanya kuda dan unta bersayap. bagaimana bisa dibayangkan. "Apakah kamu sudah penuh wahai neraka?" tanya Allah. jangan hiraukan lagi panggilan dunia. Sedikitpun mereka tidak takut. Manusia sempurna yang telah dijanjikan Allah surga itu telah menemui Rabbnya dengan jiwa yang tenang. tempatnya masih cukup untuk memuat sebanyak apapun manusia. yang buah-buahannya lebih lembut dari keju dan lebih manis dari madu. Menurut Ibnu Qayyim. rahmatilah aku. Yang materi batu batanya dari emas dan perak. lalu apakah kita yang tidak ada jaminan untuk bisa masuk surga ini akan kekal hidup di dunia? Setiap jiwa memiliki seni tersendiri menyiapkan kematiannya. mati syahid telah mengharumkan ruhnya. Aisyah mendengar apa yang beliau katakan: "Ya Alah ampunilah aku. Disaat sakaratul maut itu. perjumpaan dengan Tuhan menjadi cita-cita mereka. yang istri mereka bidadari yang disucikan. karena mereka memiliki seni tersendiri menghadapi kematiannya. Jika kita berharap akan mendapatkan jannah-Nya maka persiapkanlah bekal menuju ke arah sana.saja. Kematian merupakan jembatan menuju jannah-Nya. cantik jelita nan bermata jeli. Sehingga kematian menjadi suatu yang sangat kita nanti-nantikan. Kematian dapat menghantarkan manusia kepada perjumpaan dengan Kekasihnya. rumah penghuni surga yang dibangun Allah dengan Tangan-Nya sendiri berbentuk istana. kembalilah kepada Rabb yang telah menciptakan kita!!! Pilihan Kedua Pada hari Senin tangal 12 Rabi’ul Awal tahun 11 H. Surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai tidak akan mungkin kita temui di dunia ini. dan pertemukanlah aku dengan Kekasih Yang Maha Tinggi. madu dan arak yang tidak memabukkan. yang kebagusan wajah penghuninya seperti rembulan. tidak pernah terdengar oleh telinga. Kekasih Yang Maha Tinggi" Keindahan surga tidak akan terbayang di pelupuk mata. neraka senantiasa memanggil-mangil manusia. Ia hanyalah seorang manusia biasa. tidak terpikirkan oleh akal.

dicaci. malaikat-malaikat Allah itu hanya turun pada saat Rasulullah masih ada. di gua Tsur. Masih banyak kisah-kisah yang bisa kita hadirkan untuk membuktikan betapa Allah sangat peduli dengan mengirimkan para malaikat untuk membantu kaum mukminin dalam segala hal. Jibril seolah ‘marah’ melihat kekasih Allah. para abdi Allah yang komitmen pada agamanya.. Dan keyakinan itu terbukti. Tindakan laba-laba itu tentulah dapat mengelabui orang-orang yang mengejar Rasulullah.Publikasi 12/11/2002 08:08 WIB eramuslim . keberanian yang tak diragukan serta kehebatan berperang para pasukannya. Muhammad Saw dihina. Bahkan tidak sedikit yang berpikir. mustahil Rasulullah masuk ke dalam gua tanpa merusak sarang laba-laba. ‘Kemarahan’ malaikat pendamping setia Rasulullah itu ditunjukkan dengan tawarannya untuk membalikkan gunung-gunung di sekitar Thaif untuk membinasakan kaum yang menindas Rasul dan para sahabat itu. sehingga mereka berpikir. Sebuah buku kecil yang terbit sekitar akhir tahun 1980-an yang ditulis oleh Dr.. Rasulullah menenangkan sahabatnya. Allah segera menurunkan para malaikat untuk melindungi dan menyelamatkan mereka. seperti dikisahkan bahwa ada seekor laba-laba yang membuat sarangnya menutupi mulut gua segera setelah kedua hamba Allah itu masuk gua. membela agama Allah. Rasulullah dan para sahabat yang bersyukur merayakan kemenangan itu merasa yakin. Dalam perang Badar. banyak mengisahkan pertolongan-pertolongan Allah dengan menurunkan malaikat-malaikat-Nya untuk membantu perjuangan mujahidin Afghan. Rasulullah yakin. dan mereka yang tak selangkahpun mundur atau keluar dari jalan perjuangan menegakkan. Abu Bakar Shiddik yang ketakutan saat bersembunyi dari kejaran pasukan kafir yang hendak membunuh mereka. adalah mustahil kesederhanaan persenjataan dan keterbatasan amunisi yang dimiliki pejuang Afghan mengalahkan kehebatan senjata otomatis dan modern miliki pasukan Rusia. Seperti yang dibuktikan para pejuang mujahidin Afghanistan saat berperang melawan pasukan Rusia. Belum lagi ditambah dengan kendaraan lapis baja serta serangan udara yang mematikan dari Rusia. sebagian orang memudar keyakinannya akan datangnya pertolongan Allah seperti yang pernah dialami kaum mukminin sebelumnya. Padahal seharusnya kita meyakini bahwa Allah tetap menurunkan para malaikat-Nya guna membantu hamba-hamba-Nya yang beriman. Saat itu mereka tengah dalam perjalanan hijrah menuju Kota Madinah. Di Thaif. diludahi bahkan disakiti dengan lemparan batu saat menerangkan ajaran Islam kepada kaum di tempat itu. tiga ratus pasukan mukminin mampu memukul mundur pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya sangat tidak sebanding.Innallaaha ma ‘anaa . Allah dan para malaikat-Nya lah yang ‘turun tangan’ membantu mengalahkan musuh. Ayaaturrohman fii Jihadil Afghan. disamping semangat tinggi. Abdullah Azzam. Secara logika. diejek sebagai penipu. . yakni tiga kali lebih banyak dari pasukan yang dipimpin Rasul. Kini.

000 pelajar SMU. Melihat orang lain “melakukan perbuatan yang benar dan baik” membangkitkan hasrat bawah sadar untuk meniru perbuatan tersebut. dari penelitiannya tersebut terungkap bahwa para pelajar yang diperlihatkan slide yang berisi tiga puluh delapan foto tentang aksi donor darah. ada saudara lain memberikan jalan keluar sehingga kita tak gelap mata dan dengan mudah menyelesaikan setiap persoalan yang terasa begitu rumit untuk dipecahkan. Mereka yang lebih kuat ketika mengangkat orang-orang yang lemah sehingga dapat ‘terbang’ bersama. datang seseorang saudara yang dengan caranya sendiri mencoba membuat kita tersenyum. atau orang-orang yang sekedar menyapa lembut menyentuh hati seseorang yang terluka. jadilah (seperti) malaikat bagi orang lain. yang tersenyum setelah kesedihan melanda.Dalam banyak kesempatan.. mengalami kenaikan 17% untuk mendonorkan darah mereka daripada yang tidak melihat foto tersebut. selain juga bentuk rasa syukur telah diberikan nikmat lebih oleh Allah. para dermawan yang menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim piatu. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama. sehingga tak ada lagi yang pernah berpikir. Bersyukurlah. atau juga mereka yang ikhlas memaafkan kekeliruan orang yang berbuat salah. Tetapi apa yang dilakukannya seperti malaikat yang dihadirkan Allah bagi orang-orang yang memerlukannya. mereka bukanlah malaikat. mengulurkan tangan kepada orang yang membutuhkan pertolongan menjadi kebahagiaan tersendiri. agar kita pun senantiasa menjadi malaikat bagi orang lain. Seperti halnya Jibril dan ribuan malaikat yang pernah membantu Rasulullah dan kaum mukminin sebelumnya. Meski para ‘malaikat’ itu tak pernah berharap balasan. Dari yang terjatuh hingga mampu berdiri tegak. Termasuk sahabat-sahabat yang menyentil kita dengan nasihatnya saat diri ini salah melangkah. spesial 4-N.. tentu mereka juga punya satu harapan. Saudarasaudaranya yang menghibur dikala sedih. orang yang memberikan pertolongan saat terjadi musibah. dari yang terpuruk sampai bangkit menatap masa depan yang cerah. tanpa kita sadari. juga bagian lain dari ibadah. Thanks) Harapan Adalah Masa Depan Publikasi 11/11/2002 07:31 WIB . menunjukkan jalan keluar dari kesesatan. tak meminta pujian dan penghargaan dari siapapun. Bagi mereka. sahabat. Maka. Allah telah membenci ummat-Nya karena tak lagi menolong . Irwin Saranson dan koleganya (1991) melakukan penelitian terhadap 10. saat kesedihan melanda. Allah seperti menurunkan para malaikat-Nya saat itu. atau siapapun yang kita sadari atau tidak telah banyak membantu. bencana alam. Allah masih berkenan menurunkan malaikat-malaikat-Nya yang menyertai saudara. Saat kesulitan datang. yang melonjak gembira saat meraih prestasi setelah sebelumnya merasa putus asa. ‘malaikat-malaikat’ yang berada di sekeliling kita saat ini pun memberikan bantuannya tanpa berharap balasan. sekaligus mengajarkan kita agar senantiasa kuat menerima segala bentuk cobaan.. dan dari yang terkulai lemah menjadi penuh semangat bergelora.

Abu Ridho dalam buku Recik-Recik Spritualitas Islam mengatakan. ada kalanya manusia mengabaikan harapannya itu karena ketidaktahuan bagaimana merealisasikannya. Setiap manusia dapat mewujudkan harapan-harapan tersebut jika memiliki semangat. Betapa meruginya manusia jika tidak memiliki harapan terhadap masa depannya.eramuslim . atau bahkan tidak memiliki harapan hidup sama sekali. harapan adalah keinginan terhadap sesautu yang dapat membuat kehidupan ini bahagia. . Sedangkan dalam perspektif Imam Al-Ghazali. Berharap pada manusia dapat membuat kecewa. Harapan merupakan pembangkit semangat. Allah pasti akan memenuhi harapan kita. Ketidaksesuain harapan dengan kenyataan yang inginkan. studi dan masa depan. agar harapan sesuai dengan keinginan. Keadaan ini membuktikan kepada kita bahwa ada kekuatan lain yang seharusnya kepada-Nya kita gantungkan harapan. yaitu mengantungkan harapan hanya kepada Allah. serta berguna. usaha yang dilakukan secara maksimal dan habis-habisan sehingga yang tersisa. Memiliki harapan berarti kita memiliki keinginan terhadap sesuatu yang dapat memberikan kekuatan bagi kita untuk mewujudkan sebuah kebahagian hidup yang bermakna. bermakna. harapan merupakan pancaran suasana batin atau situasi kemanusiaan yang sedang menanti-nanti atau mengharapkan sesuatu yang disenanginya bakal menjadi kenyataan. dan ini yang menentukan. Dari sekian keberagaman pilihan itu. Namun pada kenyataannya. atau memiliki harapan tetapi tidak berusaha mewujudkannya. serta dekat dengan Tuhan? Siapapun pasti menginginkan itu semua.Dalam ritme kehidupan yang sangat majemuk ini. optimisme nan pantang menyerah. Itulah yang disebut oleh Imam Al-Ghazali sebagai karunia dan ketentuan Allah. Atau bahkan harapan itu tidak direalisasikan sama-sekali. sesuai dengan apa yang kita inginkan. Menurut kedua tokoh spiritual tersebut. Namun pada tahap realisasi. adalah sesuatu yang tidak masuk dalam kategori usahanya. karier. Siapa yang tidak berharap mendapatkan pasangan serta keturunan yang baik. siapa yang tidak berharap memenuhi hidupnya dengan prestasi. tapi jika kita berharap kepada Allah. jika kita tidak bertawakal kepada Allah maka dapat membuat kita putus asa. sebuah harapan tepat disebut harapan bila istilah itu digunakan untuk penantian sesuatu yang disenangi. sering harapan tersebut tidak sesuai dengan keinginan manusia. semua pasti berharap mendapatkan kehidupan yang bahagia. dan telah disiapkan semua sebab dan sarana yang masuk dalam kategori usaha seorang hamba. dan yang ada justru angan-angan belaka. siapa pula yang tidak berharap dapat menjalankan hidup ini dengan tenang melalui ibadah. agar harapan dapat memberikan kebahagiaan. manusia dihadapkan pada kenyataan-kenyataan hidup yang beragam. yaitu karunia dan ketentuan Allah. siapa yang tidak berharap adanya kedamaian. serta bekerja keras untuk mewujudkannya. siapa yang tidak berharap kesuksesan dalam bisnis. maka tidak ada cara lain. keinginan manusia terkadang melebihi harapannya. Agar kita tidak kehilangan harapan. atau sebaliknya. karena semua itu adalah salah satu sumber kebahagiaan. pelumas mencapai tujuan.

Realisasikan semaksimal mungkin dengan kerja keras. senyum adalah aktifitas sederhana untuk dilakukan. kelak apapun yang terjadi Anda tidak akan kecewa. semua orang masih bisa tersenyum. Terlahir dari keluarga sangat sederhana. Terbiasa puasa senin kamis. Manusia pinter dan tidak pinter sama-sama bisa tersenyum karena untuk bisa tersenyum tak perlu sekolah. Sakit atau sehat. setelah itu bertawakallah kepada Allah dan gantungkanlah semua harapan tersebut hanya kepadaNya. ia dua tahun tidur di sekolah demi mengirit ongkos perjalanan. Kecuali jika sakit dan cacatnya seputar mulut. Haru dan kagum padanya sekaligus juga malu pada diri sendiri. "Senyum". malu karena sering merasa menjadi orang paling merana di dunia. untuk meneladaninya.Mengeja baris demi baris yang tertulis di rubrik muda Majalah Annida Akhir Oktober 2002 (Gatot Wahyudi: Pemenang I Remaja Berprestasi Annida 2002).Mulailah dari sekarang mencatat apa-apa yang Anda inginkan. saat kuliah memilih puasa daud demi menghemat biaya makan namun tetap bisa makan teratur. cacat ataupun normal.hingga hampir tak ada dari teman-temannya yang tahu akan kehidupan kesehariannya. karena duit di kantong sudah sangat menipis. semangat pun terbangun. kemudian tanamkan harapan agar Anda memiliki kehidupan yang baik di masa depan. jangan mengandalkan orang lain. eramuslim . Satu kata ini sederhana dalam segala hal. Hayo. siapa sih orang hidup di dunia ini yang tak bisa tersenyum? Orang miskin maupun kaya pun bisa tersenyum. karena senyum tak membutuhkan modal. ketika tak sengaja saya berkesempatan beberapa jam bersamanya dalam sebuah acara. Laki-laki muda dengan segudang prestasi di tingkat lokal maupun nasional itu ternyata hidup serba berkekurangan. karena jarak rumah dan sekolah lebih dari 20 km sedang alat transportasi tiada. Haru dan kagum atas ketegarannya. . Cukup menarik kedua ujung bibir ke atas sedikit. Senyum itu juga tetap merekah. Dalam hal pelaksanaan. Pernah 21 hari tak makan nasi. Riang. Sejak kita lahir. karena ia tak membutuhkan usaha luar biasa. Senyum ceria selalu menghiasi bibirnya -seperti yang tampak di semua photo yang menghiasi halaman itu. sekaligus mengajarkannya pada kita. Saat yang sama. orang-orang di sekeliling kita telah menyambut kita dnegan senyum lebar. Bahkan sempat menggelandang bersama sang bapak ketika usianya masih sangat belia: 3 tahun. airmata meleleh di pipi. kecuali niat dan ketulusan hati. Sewaktu SMU. namun memberikan kekuatan yang tak terkira. (Yesi Elsandra) Mengubah Dunia Dengan Senyuman Publikasi 08/11/2002 07:17 WIB Oleh: Azimah Rahayu. Namun dia menjalani semuanya dengan ringan. penuh canda. tanpa beban.

Hingga ketegangan di antara dua sahabat pun terlelehkan. Maka tiba-tiba anda akan merasa sedih. Senyum penuh cinta. alangkah indahnya. lingkungan dan komunitas. Dalam hal makna. kenapa kita tidak gunakan sikap tubuh untuk mempengaruhi kondisi mental dan jiwa kita? Menyikapi segala sesuatu dengan senyum. Kemudian cobalah sebaliknya. Jika kita tak saling mengerti bahasa lawan bicara. 'sarkastis' dan lain-lain).Secara fisik. tanpa harus memiliki sesuatu yang besar. Lalu. Kemudian usahakan menarik ujung kedua bibir anda keatas. Cukup satu hal sederhana. betapa menyenangkan. Mendengar kata "senyum". Karena kita bisa beramal dan bersedekah. Makhluk ini lebih suka memasuki tubuh orang yang suka melamun. agar dunia belajar darimu bahwa hidup ini indah dan ringan bila disikapi dengan senyum) Kepercayaan Publikasi 07/11/2002 08:01 WIB . berdiam diri dan menyendiri dan selalu bersedih hati. Anda sedang berperasaan biasa saja atau bahkan tengah riang dan gembira. kesedihan keluarga. Dan tanpa kita sengaja. "Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah". Senyum adalah bahasa dunia. pasti yang terbayang pertama kali adalah wajah manis penuh keramahan dan cinta (Kecuali kalau dibelakang kata itu diberi embel-embel 'sinis'. senyum juga bermakna sederhana. Senyum akan mencairkan kekakuan. Teruslah tersenyum. Pun senjata jika kita sedang grogi. insya Allah segalanya akan ringan. Kemudian duduklah dengan bahu merunduk.com special 4 adikku Gatot: jazakallah telah memberi izin menulis tentangmu. luka masyarakat dan juga nestapa dunia. Bungkam mulut anda dan kerucutkan. Alangkah indahnya! (azi_75@yahoo. kita telah berkontribusi terhadap perdamaian dunia. Senyum bisa menjadi pembuka komunikasi. setidaknya perasaan anda tidak seblue sebelumnya. senyum sudah cukup menjadi isyarat persahabatan. Dan tanyakan pada hati anda dengan jujur: Apakah anda masih tetap merasa sedih seperti semula?. Ayo kita coba. membentuk sebuah senyuman. Bobby De Porter dalam bukunya Quantum Learning mengatakan bahwa sikap tubuh seseorang dapat mempengaruhi perasaan atau mood seseorang sebagaimana perasaan juga mempengaruhi sikap tubuh seseorang. Nah. Kata Emha Ainun Najib dalam buku 'Mati Ketawa ala…" orang yang selalu riang dan suka tertawa sulit dimasukin jin dan setan. Hingga kemarahan pun padam. Senyum adalah solusi sederhana. Ah. tersenyum dapat membuat kita selalu dalam kondisi riang. mengapa kita tidak tersenyum saja? Agar perjalanan lebih ringan. Terhadap kepedihan pribadi. penuh ketulusan. Agar hidup lebih nyaman. dan cinta serta aura kedamaian tersebar dalam sebuah kelompok. Saya percaya. Betapa damainya. karena aura tubuh mereka yang rileks tidak menyenangkan bagi jin. meski tak saling sapa. Bahkan Rasulullah pernah bersabda. Agar dunia lebih damai. Anda sedang sedih atau marah. Agar persahabatan lebih menyenangkan.

tanpa was-was. Tidak sedikitpun ada keraguan membagi resiko. Itu artinya kita telah mengabaikan kekuatan besar yang sesungguhnya dapat membawa kita melejit. mengapa manusia mengabaikan potensi yang ada pada dirinya kemudian mengabaikan kepercayaan pada diri mereka sendiri yang sesungguhnya tidak kalah memiliki energi yang jauh lebih besar? Kepercayaan kepada diri sendiri merupakan kekuatan besar yang dapat mengantarkan kita pada berbagai tujuan yang mungkin sulit untuk kita realisasikan. Akibatnya kreatifitas kita akan mati. cita-cita hanya sebatas lisan. yaitu kepercayaan kepada diri kita sendiri. Akan tetapi jika Anda percaya. "Jika Anda percaya sesuatu itu tidak mungkin. daya juang kita akan tumpul. Ia akan merasa aman. perjuangan menjadi sesuatu yang menakutkan.eramuslim . sesuatu dapat dilakukan. Kemudian dengan kekuatan besar yaitu keyakinan kepada diri sendiri bahwa "saya mampu melakukan itu" maka kita akan keluar dari segala rintangan dan menemukan jalan keluar dari setiap kesulitan. . Tapi ada energi yang jauh lebih besar dari itu. kemudian kesuksesan hanya tinggal mimpi. Jika manusia memiliki kepercayaan yang begitu besar kepada orang lain untuk meraih tujuannya -padahal bisa saja suatu saat ia dapat berkhianat. Kemudian kita akan gagal. tenang." Jika kita mempercayai diri kita. maka kita akan memiliki pikiran-pikiran kreatif untuk membuktikan bahwa sebenarnya kita bisa mencapai tujuan kita. pikiran Anda akan bekerja bagi Anda untuk membuktikan mengapa hal itu tidak mungkin. juga akan mampu membuat perubahan di lingkungannya" Betapa besar produktifitas yang dapat dihasilkan dari kepercayaan kepada diri kita sendiri ini. disamping mampu untuk mengendalikan dan menjaga keyakinan dirinya. maka pikiran kitapun bekerja untuk merealisasikan ketidak percayaan itu. "Seseorang yang memiliki kepercayaan diri. The Magic of Thinking Big mengatakan. Pikiran kita akan membawa kita menyisir setiap kesulitan. David J.mengapa manusia ragu untuk percaya kepada dirinya sendiri? Jika kepercayaan kepada orang lain dapat menbantu manusia mencapai cita-citanya. Kepercayaan yang diberikan kepada orang lain sering membantu banyak manusia mencapai tujuannya. pikiran Anda akan bekerja bagi Anda dan membantu Anda mencari jalan untuk melaksankannya. Schwartz dalam bukunya. Kepercayaa merupakan sebuah energi besar dalam diri manusia. Sering pula beberapa keputusan penting turut dipengaruhi oleh orang-orang ini. Menurut John Fereira yang dikutip dalam buku Emotional Spiritual Quotient. yaitu kepercayaan kepada Zat yang menciptakan energi itu. cita-cita kandas ditengah jalan. Bahkan tidak jarang kepercayaan ini merupakan energi tersendiri bagi orang-orang hingga menjadikannya besar. hanbatan. keuntungan dan rahasia. setiap perjuangan kelak pasti akan kita menangkan. Namun jika kita dipenuhi oleh ketidakpercayaan kepada diri sendiri.Para pemimpin besar biasanya memiliki orang-orang kepercayaan. benar-benar percaya. bahaya dan segala rintangan. selanjutnya.

Allah berikan juga kesempatan manusia untuk mengaplikasikannya saat-saat bersama melakukan shalat tarawih berjama’ah. SMS. setidaknya dengan ramadhan. Allah memfasilitasinya saat makan sahur. maka kepercayaan itu hanya akan sia-sia. telepon. Karena mudah saja bagi Tuhan menjadikan sesuatu yang tiada menjadi ada. Refleksi terhadap kepercayaan kepada Tuhan dirangkum dalam 6 rukun iman. begitu juga sebaliknya. email. Tinggal kita mau berjuang keras dan berusaha maksimal. Cinta yang diberikan-Nya bukanlah sesuatu yang abstrak. kemudian dunia inipun akan ada dalam gengaman kita. jika tidak dilandasi dengan kepercayaan kepada sumber energi. Cinta sosial. dan zakat yang kita keluarkan. untuk rang awak dima se barado) Ramadhan nan Penuh Cinta Publikasi 06/11/2002 07:43 WIB eramuslim . sebagaimana Tuhan telah menghargai kita dengan melimpahkan segala Rahmat-Nya.Merindu haru hati ini menanti saat kedatangannya.Kepercayaan itu signifikan dengan iman seseorang. mudah. hingga tak kuasa menahan setiap tetesan air kesyukuran yang memancarkan kebahagiaan tak terlukiskan saat ianya tiba malam tadi. Sinkronisasi kedua kepercayaan inilah sesungguhnya yang kelak membawa kita pada apa yang kita inginkan. Bahkan menjelang hari akhir ramadhan. Adakah yang . maka seluruh yang di langit akan mencintai dan mengasihimu. Betapapun besarnya kepercayaan kepada diri sendiri. wujud cinta juga terealisasi dengan mengeluarkan sebagian harta kita untuk zakat guna melengkapi proses pembersihan diri menuju kesucian. Detik-detik menjelang satu ramadhan. Hargailah diri kita. saling mencintai dan berkasih sayanglah kepada sesama yang di bumi. semudah Tuhan menghidupkan dan mematikan kita. Juga yang biasanya tak sempat untuk sarapan bersama. seraya berharap kelak kita menjadi bagian dari golongan yang mendapatkan cinta-Nya. Cinta yang ditawarkan Allah kepada segenap makhluk di bulan Ramadhan selayaknya kita sambut dengan suka cita. ungkapan cinta bertaburan di seantero dunia menyambut hangat ramadhan ditandai dengan jalinan silaturahim melalui surat. atau bahkan rangkaian acara-acara khusus menyambut tamu agung ini. Infaq. fakir miskin dan anak yatim-piatu. saling menghantarkan makanan berbuka kepada tetangga. juga tak lupa memberi sedekah dan hidangan berbuka kepada pengemis. (Yesi Elsandra. adalah bukti cinta kita kepada Allah sekaligus menegaskan bahwa kita tak termasuk orang-orang yang cinta harta dunia dan sadar akan adanya sebagian hak orang lain dari apa-apa yang kita miliki. mereka yang terbiasa sibuk sedemikian rupa sedikit mempercepat aktifitasnya agar segera tiba di rumah untuk menikmati berbuka bersama keluarga. sedekah. Segala puji bagi Allah yang telah berkenan kembali mempertemukan kita dengan bulan bertabur cinta. Bukankah yang demikian dapat kembali menyuburkan cinta dan menghangatkan keharmonisan keluarga? Kata Rasul.

Dia senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada hambahamba-Nya. selayaknya orang saling mencinta. sambil menghitung-hitung betapa menyesalnya kita tak memanfaatkan ramadhan yang telah lalu dengan amal sebaikbaiknya. Pada saat itu Rasul tengah menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang beliau harapkan agar mereka masuk Islam. Kisah teguran Allah kepada Rasulullah diatas merupakan asbaabunnuzul (sebab-sebab turunnya) surah ‘Abasa (bermuka masam) yang dapat menjadi pelajaran bagi sekalian manusia betapa Allah tidak senang dengan sikap demikian. Bahkan Rasulullah pun pernah ditegur-Nya karena bermuka masam dan memalingkan muka terhadap Abdullah bin Ummi Maktum. Dan tentu saja. Malam-malam ramadhan.cintanya sebesar sahabat Abu Bakar Shiddik yang mengeluarkan seluruh hartanya di jalan Allah hingga Rasul-pun bertanya apa yang tersisa untuknya. pantaslah ada keceriaan bagi mereka yang mendapatkan kemenangan melewati masa-masa ujian selama ramadhan. Satu tanya bergelayut “Akankah kita kan sampai di ramadhan tahun depan?” Maka. akan ada tangis jika kekasihnya pergi. dan Fatimah saudara perempuan anak yatim tersebut seraya membahagiakannya saat hari bahagia. juga lalai. karena Allah sangat tidak menyenangi perbuatan itu. Saat hari fitri tiba. hati pun berdo’a penuh harap. tanpa pernah pula khilaf. Pelajaran pertama yang bisa . perlulah diri ini belajar dari Ibrahim alaihi salam dan keluarganya tentang hakikat dan bentuk cinta kepada Allah. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Senyumlah … Publikasi 05/11/2002 12:16 WIB eramuslim . seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah Saw membacakan kepadanya ayat-ayat Al Qur’an yang telah diturunkan Allah. Ia menjadikan dirinya ayah. salah dan lalai. dengan satu harap menjadikan taqwa sebagai hasil akhir ramadhan. tahajjud serta munajat kepada-Nya. Hal yang tidak kalah menakjubkan juga ditunjukkan Rasulullah kepada seorang anak yatim yang bersedih di hari raya. Hati yang terpaut cinta. namun kita membayarnya dengan cinta yang semu. takkan terhitung betapa derasnya membayangkan kemungkinan bertemunya kembali kita dengan ramadhan nan penuh cinta ini. cukuplah bagiku” jawab Abu Bakar. seperti enggan menuju pembaringan. Inginnya menghabiskan malammalam ramadhan dengan tangis penyesalan atas khilaf dan dosa. tentulah. Idul Fitri. Tetesan air mata yang akan mengalir nanti. hingga tangis ini akan semakin keras berteriak dalam hati. adalah saat terbaik kita bercengkerama dan bermesraan dengan Allah melalui tilawah dan tadarrus qur’an. “Allah dan rasul-Nya. dengan ibadah yang bernilai. Sadar akan semua nikmat yang Allah berikan tanpa pernah alpa. Astaghfirullaah … Jika hati ini sedemikian rindunya menanti kedatangan bulan penuh rahmat dan maghfirah ini. atas segala alpa. Namun tentu saja. “berilah hamba kesempatan”.Jangan bermuka masam. cinta yang terkadang hanya terucap di lidah tanpa wujud yang nyata.

meski hanya sekedar menebarkan senyum. atau bahkan siapa yang akan dijadikan sahabat dan siapa yang semestinya dimusuhi. like or dislike. kesesuaian norma dan nilai yang dipegang (dalam hal ini misalnya. Mereka yang tidak mampu mengendalikan ego-nya. dan inilah pangkal awal dari kesalahan orang bersikap dan bertindak. Mendengar itu. atau mengukur prioritas pelayanan dari seberapa menguntungkannya orang tersebut buat kita. Rasulullah pun mengajarkan tentang keutamaan sikap-sikap kebaikan terhadap sesama. Meski ada anasir lain yang membentuk watak dan karakter manusia. namun keberadaan ego sangatlah penting. Padahal Islam tidak mengajarkan demikian. terkait dengan sikap bermuka masam alias acuh terhadap orang lain (siapapun) yang tidak dibenarkan oleh Allah. Atau senyum. tidak semua orang memiliki tingkat pemahaman yang baik tentang ‘benar-salah’ menurut norma maupun nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam. Tapi kalau yang menjadi ukuran adalah soal. dan dengan (pengaruh) ego-nya itulah setiap watak dan karakter manusia terbentuk. tentu tidak bisa dibenarkan. Masalahnya kemudian.kita ambil. Baik sih jika yang menjadi patokan adalah. lazim disebut sebagai orang yang egois. dan hendaknya demikian juga bagi kita pengikutnya. biasanya terkhususkan bagi siapa yang menurut kita pantas untuk disenyumi. maka dihadapan mereka lewat seorang dengan pakaian compangcamping dan beberapa sahabat berujar dan menilai orang yang barusan tidak mendapatkan kemuliaan Allah. Subjektifitas itulah yang kemudian dengan bebasnya menentukan siapa yang pantas disikapi dengan baik siapa yang tidak. siapa yang didahulukan siapa yang harus ‘dicuekin’. Salah satu ciri khas dari orang egois adalah berbuat dengan sekehendaknya. Peringatan itu tentu menjadi pelajaran yang berharga bagi baginda Rasul. Manusia memiliki ego pada dirinya masing-masing. makanya menjadi kepentingan utama juga bagi setiap manusia untuk menjaga. Tidak membeda-bedakan sikap berdasarkan kepentingan. Soal pilah-pilih sahabat misalnya. Sikap ramah misalnya. mau menang sendiri dan tidak toleran. terhadap siapa saja yang kita jumpai. tidak bertentangan secara aqidah) atau standar akhlak dan kebiasaan. Bahkan ditegaskan Allah dengan kalimat “Sekalikali jangan (demikian)!” pada ayat ke sebelasnya. bahwa Rasulullah pun manusia biasa yang masih mungkin melakukan kesalahan dan kedua. Sehingga yang terjadi adalah pembenaran atas kebenaran subjektifitas. seringkali kita hanya bersikap ramah kepada orangorang yang kita kenal dan baik hati. memenej dan mengolah ego-nya agar terkendali sehingga teraplikasi dengan baik. Sebuah pelajaran lain bisa kita dapatkan dari cerita ketika para sahabat sedang berkumpul bersama Rasulullah. Sebelas ayat pertama surah ‘Abasa menjelaskan secara lengkap larangan bermuka masam atau sikap mengacuhkan orang lain. artinya apa yang menurutnya benar maka ia itulah yang dikerjakannya. ataupun hal-hal subjektif lainnya. selain pelajaran tentang teguran Allah terhadap Rasulullah diatas. Rasulullah berkata: “Sesungguhnya Allah . pantas tidak pantas.

senyum dan ramah jugalah yang mampu meluluhkan amarah dan kebencian orang terhadap kita. Setelah diberitahu demikian. " Ada apa kiranya ya Aba Hurairah?" Abu Hurairah menjawab. "Bukan demikian ya Aba Hurairah. Tetapi sesungguhnya Allah melihat hatihati kamu. karena Rahmat itu juga sesungguhnya ada pada yang tak memiliki harta karena Allah sayang padanya sehingga tak membebaninya dengan pertanggungjawaban harta yang bertumpuk. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Warisan Paling Berharga Publikasi 31/10/2002 08:04 WIB eramuslim . para pedagang itu segera bergegas ke Masjid Rasulullah.. tetapi setiba disana kami tidak melihat ada sesuatu yang dibagikan Rasulullah. "Dimana ya Aba Hurairah?!" "Di Masjid Rasulullah. tidak hanya singgah kepada mereka yang diberi kesempatan untuk menikmati hidup berkecukupan di dunia ini. "Wahai para pedagang. Rahmat Allah." jawab Abu Hurairah ra. sesungguhnya Ia Maha Adil atas Rahmaan dan Rahiim-Nya. kami telah datang ke Masjid. "Mengapa kalian kembali?" Mereka segera menjawab dengan nada kesal. tidak hanya datang dari orang-orang dermawan yang kerap menyisihkan sebagian hartanya untuk diinfakkan. Kemudian dia berkata kepada para pedagang. Dengan senyum ramah itulah kita bisa berharap besar akan kebaikan orang lain. tidak ikut pergi.. kami melihat banyak orang sedang sholat. hanya saja kita sering salah mengartikannya atau tidak mampu mencernanya. sedangkan Abu Hurairah tetap tinggal disitu. Maka semestinya. Tak Berapa lama kemudian para pedagang itu kembali ke pasar. Abu Hurairah bertanya kepda mereka. sementara . Dan karena dengan itu jugalah Allah menyapa hamba-hamba-Nya di surga kelak." Abu Hurairah bertanya lagi memancing. "Apakah kalian tidak melihat seorangpun di Masjid?". senyuman dan sikap ramah menjadi keutamaan sikap terhadap siapapun.Pada suatu hari Abu Hurairah radiallaahuanhu berdiri di pasar kota Madinah. mengapa kalian masih belum menutup dagangan kalian?" Mereka bertanya kebingungan. melainkan juga dari tangan-tangan terbuka para pengemis yang setiap hari lalu lalang di depan kita. Kasih sayang Allah tidak hanya tercurah kepada segelintir orang. "Apakah kalian tidak tahu kalau warisan Muhammad SAW tengah dibagi-bagikan sehingga kalian masih berdiri disini? Apakah kalian tidak ingin mengambil bagian kalian?" Dengan keinginan yang meluap mereka bertanya serius.tidak melihat pada bentuk rupa dan jasad kamu.” Keberkahan Allah. kami melihat banyak orang tetapi bukan yang seperti yang kau maksud. "Ya Aba Hurairah. Karena dengan itu modal utama penerimaan orang lain terhadap kita.

Menurut Oech. itulah warisan Muhammad SAW yang paling berharga untuk kalian semua.." jawab para pedagang dengan agak sewot. Karena lewat buku tersebut. "Wahai para pedagang. hanya saja jika kita mau melihat sisi pelajaran yang mau diambil. Nah. Mendengar uraian para pedagang tersebut. (Hadist Riwayat Tabrani) *** Saudaraku. Maka. Abu Hurairah menjelaskan. dimana tertulis “suka mencari jawaban kedua” sebagai kebiasaan pertama seorang yang kreatif. menuliskan buku best seller.. yakni kecintaan-Nya akan orang-orang yang mencintai. tentu ada kaitannya. Roger Von Oech. Kreativitas meminta Anda menemukan jawaban kedua yang mungkin lebih tepat. buktikanlah bahwa kita termasuk orang-orang yang mencintai Allah diatas segala kecintaan terhadap apapun. lewat bukunya A Whack on Side of the Head. Antara Norman (dan bukunya) dengan film Mission Impossible memang tidak ada kaitannya. bisa menjelaskan keterkaitan antara keduanya.. Satu hal yang menarik dari film tersebut. takkan pernah ternilai besarnya. Anda jangan hanya punya satu solusi yang berati hanya punya satu pilihan. Dia akan membalasnya dengan sesuatu yang tak pernah terukur nilainya.com) Menjadi Manusia Kreatif Publikasi 30/10/2002 11:15 WIB eramuslim .Pernah nonton film Mission Impossible? Film layar lebar yang dibintangi oleh Tom Cruise itu sebenarnya pernah menjadi film seri yang diputar setiap minggu di sebuah TV swasta di tahun 1990-an. Satu hal yang tergambarkan dengan jelas dalam film tersebut (baik layar lebar maupun seri-nya) adalah kebiasaan para tokoh yang tergabung dalam tim pengemban ‘misi yang tidak mungkin’ alias ‘mustahil’ dicapai itu untuk senantiasa memiliki plan A. Ketahuilah bahwa tidak ada yang lebih berharga dari apapun yang kita miliki di dunia ini melainkan sesuatu hal yang senantiasa kita lakukan demi mengharap ridha Allah. ketahuilah. bahkan plan C. sehingga hampir setiap film itu diakhiri dengan keberhasilan menjalankan misi. kesuksesan Ethan Hawk mengemban misi yang dianggap tidak mungkin dicapai itu adalah karena . Wallaahu a'lam bishshowaab (Dwi Ryan/ ryan_088@yahoo. You Can If You Think You Can (Anda bisa jika Anda berpikir bahwa Anda bisa). tatkala datang seruan-Nya. Norman Vincent Peal. Karena dengan itu semua.. seimpossible apapun misi yang diemban oleh Ethan Hawk (diperankan oleh Tom) namun endingnya selalu saja mengisahkan keberhasilan. plan B. sebuah buku yang memberikan motivasi besar kepada para pembacanya untuk optimis meraih hal-hal yang sesungguhnya ‘bisa’ diraih. Von Oech mengetengahkan sepuluh kebiasaan manusia kreatif.".sekelompok lainnya ada yang mengaji Al Qur'an dan ada pula yang sedang mempelajari soal-soal yang haram dan halal.

Dan yang perlu diketahui. Kebiasaan ketiga adalah Suka menggugat aturan. Allah dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat terakhir telah jauh terlebih dulu memberikan motivasi kepada setiap mukmin. Dalam kenyataan. Sehingga kemudian yang tampak didepannya adalah sebuah gunung batu menjulang tinggi yang tak mungkin dilewati. bahwa Dia tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Nampaknya. Bahkan sekarang. bahwa tidak satupun yang ada dihadapan manusia itu tidak bisa diraih. Orang dulu berpikir ruang angkasa adalah sesuatu yang invisible. sering ide kretif lahir dari situasi dilematis atau kepepet. Gede Prama. Suka mencoba kemustahilan. Menjadi manusia kreatif. orang sudah menjajaki pariwisata luar angkasa meski harus merogoh kocek yang tak sedikit. Ada orang yang suka mencari aman dan menghindari dari kemungkinan salah atau gagal. Masalahnya adalah sifat manusia yang sering kali memperturutkan hawa nafsunya. meski tidak meninggalkan aspek kecerdasannya. Adalah jarang inovasi muncul dari pola pikir yang tunggal. yang dalam hal ini salah satunya adalah sifat malas. pernah menyebut Dedi ‘Miing’ Gumelar sebagai satu dari sekian orang yang dijadikan sahabatnya. linier dan pasti. untuk yang satu ini. namun para ahli Rusia membuktikan dengan mengirimkan Yuri Gagarin ke luar angkasa menggunakan Sputnik. Toleran terhadap hal dilematis. yakni suka berpikir lunak. adalah yang selanjutnya. Sesungguhnya kesalahan justru menempatkan kita memperoleh hal yang tak didapat bila melakukan dengan benar. “Kreativitas adalah pengembangan hasil otak kiri yang bersikap keras terhadap ide oleh otak kanan yang lunak yang mengabaikan batasan dan lunak terhadap berbagai ide. Mungkin sekarang ada pemecahannya yang lebih efektif. Oech juga memaparkan tentang kebiasaan lainnya. Merenungkan lagi ide yang muncul dapat memicu berbagai kemungkinan baru. disebut sebagai kebiasaan kelima. Dan Norman menguatkannya dengan satu motivasi.kebiasaan timnya untuk menyiapkan lebih dari satu solusi. Oleh karena itu. Jika aturan telah membatasi pilihan maka Anda harus mencari tahu mengapa suatu aturan dibuat. Sejarah lain juga ditorehkan oleh George Leigh Mallory dan Andrew Irvine yang disebut-sebut sebagai orang pertama menapakkan kakinya di puncak tertinggi dunia. karena ia menempatkan Suka humor dan santai sebagai kebiasaan . Kemudian yang keenam adalah. jangan sekali pun pernah membuang ide sepintas yang kelihatan mustahil. sebuah tembok raksasa yang mustahil ditembus. Padahal sejarah pun mencatat. dan enggan berusaha keras. Mungkin alasan itu tidak relevan lagi. tidak cukup hanya dengan memiliki satu kebiasaan diatas. tidak banyak orang yang bisa membuat orang lain tertawa.” kata Oech. Kini ribuan pendaki sudah membuktikan bahwa puncak tertinggi itu bisa ditapaki. Oech juga sepakat. Rasulullah dengan 300 pasukan mukmin mampu memukul mundur pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya tiga kali lebih banyak dalam perang Badar. Alasannya. Mount Everest pada 1924. Melihat kesalahan sebagai peluang. tambah Oech.

bukan berarti mengesampingkan kebenaran.Siapa yang tak mengakui kebaikan hati seorang Bunda Theresia? Meski ia tak pernah menganut ajaran Islam yang penuh kedamaian. Dan yang terakhir disebutkan Oech. beranilah pro terhadap hal yang tidak disetujui mayoritas walau tidak harus terlalu terbuka. Kita pernah mempelajari bagaimana kebaikan hati Yusuf alaihi salam yang tidak menaruh dendam sedikitpun kepada saudara-saudaranya yang telah mencoba mencelakainya. Kebaikan yang dilakukannya. namun kebaikan hatinya tak diragukan bahkan dirasakan juga oleh yang bukan ummat nasrani. Saat kita santai dan gembira pertahanan mental jadi longgar sehingga tidak pusing terhadap aturan. Umumnya orang berusaha menyesuaikan dengan budaya organisasinya. Meninjau dunia luar adalah wahana meraih ide baru untuk dunia dalam kita. Padahal tekanan organisasi bisa memasung kretaivitas. Memang ide kreatif muncul ketika terdesak situasi. adalah senantiasa Terbuka terhadap gagasan baru. Baik dengan tambahan dari luar diri Anda atau tidak menekan ide yang telah dipunyai. . Seorang Sulaiman yang dengan segala kebesarannya.orang kreatif pada urutan selanjutnya. Dalam hal ini. menjadikan Gandhi sebagai sosok yang boleh diteladani dalam hal berbuat baik terhadap sesama. Maka dari itu. Suka meninjau dunia luar sebaiknya menjadi satu kebiasaan tersendiri bagi orang-orang kreatif. Berani berpikir beda seolah menjadi ciri yang paling khas dari orang kreatif. hal mustahil maupun yang keliru. tapi lebih banyak ide brilian dan segar lahir dari suasana santai dan gembira. ketidakadilan. Ingatlah. siapa yang berani membantah jika dikatakan bahwa Gandhi adalah manusia berhati mulia. karena disini akan lebih bernilai jika sikap satu ini untuk berbeda terhadap mayoritas ketidakbenaran. cinta dan kasih sayang. bahwa ide akan berkembang bila kita memberinya ruang. tak sedikitpun ia marah. Sama halnya dengan Mahatma Gandhi. Kebersihan hati Yusuf itulah yang akhirnya secara tidak langsung menghantarkannya kepada kejayaan diri. masih menghormati makhluk kecil. cinta dan pengabdiannya yang besar kepada ummatnya. Sudahkah menjadi orang kreatif? Mulailah hari ini juga! Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Mari Menebar Kasih Sayang Publikasi 24/10/2002 09:05 WIB eramuslim . semut. tindak kesemena-menaan bahkan kezhaliman. Rasulullah Muhammad saw tidak pernah sedikitpun mengajarkan kepada ummatnya untuk melakukan kejahatan. Selain itu. Orang yang sibuk melihat dunia dalamnya sendiri akan kehilangan banyak ide. Juga ketika seorang dipenjara yang melupakan kebaikan dirinya. dan memerintahkan derap dan langkah para pasukannya untuk tidak mengganggu atau bahkan menginjak sekelompok semut yang mereka lewati. Orang yang mengaku bukan orang yang kreatif berarti telah memasung diri sendiri. Jadi.

dari kejadian itu mereka tak menemukan anggapan itu. hanya karena ia mendapati seekor burung yang bertengger di atas tendanya tengah mengerami telurnya dan terpaksa menunda keberangkatan pasukannya. bagaimana mungkin dikatakan kejam jika terhadap seekor burung pun sang Panglima sangat mengasihi. Bayangkan. ketika ketidakadilan semakin mempertegas jarak dan perbedaan antara orang-orang kaya dengan fakir miskin. Bagaimana tidak. Muhammad dikenal sebagai orang yang berhati mulia. Setelah para Nabi Allah sebelumnya juga mengajarkan hakikat Islam. Abu Jahal. agama kasih sayang. mungkin bagi kita sangat sepele. Saat fajar sebelum berangkat melakukan penyerbuan ke wilayah musuh yang menentang Islam. Padahal pendelegasian keduanya menyusup itu sebelumnya karena para pembesar dan masyarakatnya mendengar berita tentang kekejaman Panglima Amru bin Ash beserta pasukannya yang dikatakan gemar membunuh. Rasulullah (Islam) memuliakannya. Islam adalah agama kebaikan. sopan. . Muhammad justu mengangkat derajatnya. kedamaian. kemuliaan hatinya tidak hanya diakui oleh kaum mukminin melainkan juga oleh kaum kafir Quraisy. antara yang kuat dan yang lemah. saat para sahabat mulai marah dan tidak mampu menahan diri untuk melakukan balasan terhadap intimidasi dan penganiayaan terhadap kaum muslimin. Rasulullah baru mengabulkannya setelah ada izin dari Allah yang membolehkan berperang. Kejadian itu sungguh mengherankan dua orang penyusup dari pasukan musuh yang menyamar bergabung dalam pasukan Amru bin Ash. Justru yang mereka khawatirkan adalah ajaran kebaikan. Setelah menjadi Rasul Allah.Islam dengan segala ajaran kasih sayang dan kedamaiannya. bersikap lembut dan menghargai sesama. Rasulullah tak pernah mengajarkannya. Pikir mereka. mereka tak pernah membenci Muhammad karena perilakunya yang buruk. Rasulullah datang dengan mengajarkan zakat dan infaq shodaqoh. Alasannya. Itulah kemudian ia mendapatkan gelar al amiin. Sebenci apapun para pembesar suku Quraisy seperti Abu Lahab. Rupanya. Kecuali dalam kondisi yang memang mengharuskan setiap mukmin mempertahankan harga diri dan melakukan pembelaan. kedudukan mereka. Sebelum menjadi Rasul. ketika orangorang memperjualbelikan budak dengan harga yang tidak manusiawi. Ada sebuah kisah seorang panglima perang besar kaum muslimin Amru bin Ash yang begitu mulia hatinya. Ketika para wanita dianggap masyarakat kelas sekian dan menjadi suatu kehinaan diri jika mempunyai keturunan seorang wanita. Tidak hanya itu. justru mengutamakan perbuatan baik terhadap manusia itu sebagai perwujudan dari rahmantan lil ‘aalamiinnya ajaran yang disempurnakan Muhammad saw. menyiksa dan menganiaya orang. Maka tidak sewajarnya ketika mereka yang mengaku mukmin melakukan kejahatan dan tindak kezhaliman. dan kemuliaan hati dari Islam yang langsung dicontohkan Muhammad-lah yang akan menggusur kekuasaan. juga menarik hati seorang saudagar kaya Khadijah binti Khuwailid yang kemudian menjadi istrinya. jujur. mencontohkan bagaimana seharusnya kasih sayang dan cinta sesama saudara bagaikan mencintai diri sendiri. para pasukan terheran karena hanya tinggal tenda Sang Panglima yang masih utuh belum dikemas.

Saudaraku.Segala puji bagi Allah SWT. hari ulang tahun kita. para tabi'in.Menjadi seorang muslim. Saudaraku. Niscaya kita akan sangat bergembira jika saatnya tiba. perbaikilah segala sifat yang tak mencerminkan kebaikan dan kasih sayang itu. Jika seorang muslim tak memiliki sifat diatas. Bahkan jauh hari sebelumnya. Subhanallah. katakanlah sebagai contoh. Sebaliknya. karena jika itu yang kita lakukan. Yang telah mempersiapkan diri jauh sebelum datangnya bulan Ramadhan. tentulah karena ia tidak sepenuhnya mengamalkan ajaran Rasulullah. . jika kita berbuat baik dan penuh kasih sayang terhadap semua makhluk di bumi. mereka yang meski berbuat baik. potong rambut. karena Rasulullah pun menegaskan. keluarganya. sehingga teruntai sebuah do'a yang sangat indah: "Allahumma bariklana fii rajab wa bariklana fii sya'ban wa balighna fii ramadhan" Ya Allah. dan sampaikanlah kami. sahabatnya. Wallahu a’lam bishshowaab. berkahilah bulan Rajab ini. bersih-bersih. panjangkanlah umur kami hingga bulan Ramadhan. Rasulullah sendiri. maka yang ada di langit akan mengasihi dan menyayangi kita. manusia yang sangat mulia. tabi'it tabi'in. amalnya akan terputus dan tak diperhitungkan dihadapan Allah kelak karena mereka bukan muslim dan tak mengimani Allah. serta pengikutnya yang komitmen dengan risalahnya Dienul Islam hingga hari akhir nanti. Sudahkah kita meneladani beliau? Menantikan dengan penuh harap? atau kita hanya biasa-biasa saja menyambut kedatangannya. Amiin Allaahumma Amiin. Sholawat dan Salam senantiasa terucap kepada Rasulullah Muhammad SAW. dan berkahilah bulan Sya'ban ini. (Bayu Gautama) Karena Rasulullah pun Mendambakan Ramadhan Publikasi 23/10/2002 07:23 WIB eramuslim . sama seperti bulan-bulan sebelumnya? Na'udzubillahi tsumma na'udzubillahi. bulan mulia. Persiapan itu sendiri tidak dilakukan pada awal bulan Ramadhan. Sehingga pada bulan Ramadhan. bulan Ramadhan. berarti didirinya tertanam sifat-sifat kebaikan. cinta dan kasih sayang. maka kita akan ketinggalan kereta pahala dengan hamba Allah lainnya. yang Insya Allah memperkenankan kita menjumpai bulan suci. Tapi apakah kita sudah bersiap-siap untuk menyambut bulan yang sangat dinantikan oleh ummat Islam sepanjang masa? Bulan yang sangat dinantikan oleh Rasulullah. sangat mendambakan akan datangnya bulan Ramadhan ini. jika kita menantikan suatu saat yang sangat berharga bagi diri kita. hakikat bulan Ramadhan ini sesungguhnya pada sejauh mana kita telah melakukan persiapan untuk menyambutnya. kita dapat memanfaatkan waktu dengan optimal. dan aktivitas yang akan menunjang penampilan kita pada hari yang dinanti-nanti itu. kita sudah mempersiapkan dengan 'full action'. Oleh karenanya. dan penuh kasih seperti Bunda Theresia dan Mahatma Gandhi.

dan memperluas tsaqofah (wawasan) keilmuan kita. bahwa Rasulullah pada orang yang paling banyak dan menyempurnakan puasanya pada bulan Sya'ban. tapi nyalinya tak cukup besar untuk melakukan itu. dengan bersemangat. shoum sunnah.Seorang gadis spontan menutup hidung dengan tissue ketika laki-laki di depannya. sesungguhnya si perokok lah yang seharusnya lebih merasa sungkan dibanding orang yang menegur. yang dapat membekas pada 11 bulan berikutnya. datangnya hanya sekali setahun. Jadi sah-sah saja jika si perokok tidak peduli. agar sebelumnya mengqadha puasa-puasa wajib kita sebelumnya kita tinggalkan. sesekali terbatuk-batuk dan terusmenerus menatap lekat si perokok dengan mata berair. bahkan makin menikmati hisapan demi hisapan sementara si gadis terus memelototinya dengan hati yang makin jengkel. Buku Fiqh Shiyam juga menjadi bacaan wajib. Selamat berjuang saudaraku. penumpang lain dalam angkot itu menyalakan rokok kemudian menghisapnya dengan nikmat dan menghembuskan asap ke seantero ruangan. (Bramsi Prenata/bramsi@cakraweb. Takut dibilang rese? Takut dibilang memberangus hak orang lain untuk merokok? Sungkan? Takut dimarahi? Kalau boleh saya bilang. semoga Allah berkenan mempertemukan kita pada bulan Ramadhan esok. qiyamul layl.com) Kepada Anda Yang Bukan Perokok! Publikasi 22/10/2002 07:35 WIB eramuslim . dan lainnya. dengan jihad (bersungguh-sungguh). Pengkondisian ruhiyah juga sudah seyogyanya dilakukan sebelum bulan Ramadhan. agar kita mengetahui dalil dan fadhilah puasa yang akan kita lakukan. Meskipun bisa dikatakan itu merupakan iklan setengah hati.Sangat sayang jika bulan Ramadhan yang hanya 29-30 hari itu. Bahkan iklannya selalu muncul di televisi berbarengan dengan iklan rokok. harus kita potong waktunya seminggu menjadi 22-23 hari hanya untuk persiapan yang seharusnya bisa kita lakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Pengkondisian fisik sudah dicontohkan oleh Rasul sebelum datangnya bulan Ramadhan. Amiin Allaahumma Amiin. sebagaimana setengah hatinya . wirid ma'tsurat harian. serta berharap kita semua dapat menjadi Alumni teladan bulan Ramadhan. Juga yang harus kita ingat. sementara si gadis makin kuat menutup hidungnya. tilawah qur'an. Beberapa penumpang lain bersikap biasa saja. Kampanye tentang bahaya dan dampak negatif rokok sudah terlalu sering diadakan. Semua persiapan ini dilakukan agar kita bisa menjalani Ramadhan ini dengan ringan. entah karena sakit atau karena halangan lainnya. barangkali karena merokok sudah merupakan budaya di Indonesia. Dalam hadits juga diungkapkan. Mengapa tidak menegur? Ingin si gadis menegur.

Teman saya akhirnya dirawat di rumah sakit karena sakit paru-paru gara-gara beberapa tahun bekerja diantara para perokok. Seperti tadi saya tengarai di atas. Sesungguhnya yang paling memungkinkan itu adalah kita: Orang-orang yang bukan perokok dan sadar akan dampak negatif rokok. Saya selalu merasa terganggu jika ada orang yang merokok di sekitar saya. Suatu hari. Begitu mungkin argumentasi mereka. namun tanpa sadar menjadi perokok pasif. Hingaga kemudian suatu hari saya membaca salah satu serial Olin karya Ali Muakhir. Dia mengangguk dan membatalkan rencananya untuk menyalakan rokok. Mereka tahu betul akan bahaya rokok. kalau begitu siapa dong yang bisa mengatasi -setidaknya mencegah. Beberapa saat kemudian seorang penumpang masuk dengan rokok menyala di sela jari-jarinya. apakah anda rela menderita akibat yang bukan merupakan hasil perbuatan anda? Karena itu anda berhak sekali untuk melindungi diri anda dengan menolak menghisap asap rokok dari para perokok. Kisah itu mengilhami saya untuk melakukan hal serupa meski dengan alasan berbeda. seorang laki-laki hendak menyalakan rokok di dekat saya. rokok merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang cukup besar. Karena tadi sudah ada yang saya tegur. Mungkin tidak semua kita tahu dan sadar bahwa menjadi perokok pasif (orang-orang yang secara tidak sengaja terhisap asapa rokok yang diproduksi oleh para perokok di sekelilingnya) itu relatif lebih berbahaya di banding perokok aktif.pemerintah menyikapi masalah rokok ini. kenapa ini tidak kita jadikan senjata untuk memperkecil ruang bagi para perokok? Bukankah dengan demikian selain kita mempertahankan hak kita untuk tidak menghisap asap rokok dan melindungi diri dari kemungkinan menderita penyakit yang disebabkan status perokok pasif. Serta merta saya menegur. biasanya dokter akan menyarankan anda menjauhi rokok dan asapnya (bahkan suami pun diminta untuk menghentikan/mengurangi kegiatan merokok). tapi mereka memang dengan sadar untuk terus merokok. Mas! Bagaimana kalau merokoknya nanti saja saat sudah di luar kereta? Saya tidak tahan dengan asap rokok”. yang rugi tubuh mereka sendiri. ini sih bagai pungguk merindukan bulan. Cuma waktu itu saya tidak berani menegur karena sungkan dan sebagainya itu tadi. . Bagaimanapun. Hal ini karena dipastikan asap rokok bisa mengganggu pertumbuhan janin. Nah. Pengaruh yang tidak kurang berbahaya juga dapat dialami oleh orang dewasa dan anak-anak yang bukan perokok. saya kembali beraksi. kita juga secara tidak sengaja membantu si perokok mengurangi intensitas merokoknya? Cerita tentang gadis di paragraf pertama di atas adalah cerita tentang diri saya sendiri. Maka. “Maaf.makin meningkatnya intensitas merokok dan akibat-akibatnya? Mengharapkan para perokok sadar? Wah. sekalipun dia sendiri tidak pernah merokok. saya rasa tidak adil kalau yang ini tidak saya tegur juga. Si Olin ini dengan berani menegur seorang penumpang di angkot yang merokok. Kalaupun rugi. Toh. Jika anda wanita hamil. Nah. manusia Indonesia memiliki rasa sungkan yang cukup tinggi jika mengganggu orang lain. mereka tidak merugikan orang lain. dalam perjalanan kereta Solo-Jogya.

Sebuah kebesaran hati yang mengesankan dari Dave Pelzer bahwa kemudian ia tak sedikitpun menyalahkan sikap The Mother (ibunya) selama delapan tahun itu yang menyebabkan ia tak bisa lepas . ruang pertemuan. halte.”Mas. (Azimah Rahayu/azi_75@yahoo. menginjak-injak bahkan mencekiknya sampai nyaris mati. Masalahnya adalah. tetap cuek bebek dengan rokoknya meskipun sudah kita tegur? Gampang. seberapa tinggi kesadaran anda untuk mempertahankan hak tidak menjadi perokok pasif? Seberapa besar pula nyali dan kepercayaan diri anda untuk menegur? Semuanya tergantung kepada anda. Dave Pelzer. “Terima kasih”. Anda mau coba? Ayo. Dua pengalama di atas memberi keberanian dan kepercayaan diri pada saya untuk menerapkan hal yang sama di tempat-tempat umum lain. berjudul A Man Named Dave. Bagaimana jika ada yang tebal muka. maka ruang bagi para perokok akan makin sempit.Ada sebuah buku yang ditulis oleh seorang penulis terkenal. angkot.yang merupakan kesimpulan dari dua buku Pelzer sebelumnya yang menjadi best seller. boleh rokoknya dihabiskan di dekat pintu?” Rupanya dia malas kalau merokok harus menjauh dari teman-temannya. Jika ada diantara anda yang membaca tulisan ini adalah seorang perokok. maaf. selama tidak kurang dari delapan tahun –sejak usia 4 tahun hingga usia 12 tahun. Buku tersebut . tulisan ini bukan untuk anda. Sebagaimana digambarkan Pelzer. melemparkan dari atas menggelundung ke dasar tangga. kalau saja kita semua yang bukan perokok mau peduli akan hak kita untuk tidak menjadi perokok pasif dan menggunakannya. sebaiknya anda hatihati jika akan merokok di tempat umum. Di Bus. dari pada anda 'malu ati' karena ditegur orang nanti. anda tinggal memberinya masker plastik dan katakan. kata saya. menendang. Jadi silakan anda gunakan plastik ini untuk menutup muka anda agar anda dapat menikmati sendiri asap rokok itu”. karena tidak seperti buku sebelumnya yang membuat dada berdegub. Tapi kalau anda terlanjur membaca. membalas kezaliman dengan sikap memaafkan. meninju. kita punya kemampuan untuk merubah sedikit wajah dunia dengan menggunakan hak kita. Maka rokok itu langsung ia injak. A Child Called “It” dan The Lost Boy – begitu menyentuh hati siapapun yang membacanya. Dan saya terpikir.com) Mulianya Memaafkan Publikasi 18/10/2002 08:58 WIB eramuslim . A Man Named Dave juga mengajak kita untuk meneguhkan hati. Mereka sebenarnya sungkan andai saja anda berani menegur. kantor dan lain-lain. “Anda berhak merokok di sini sebagaimana saya berhak untuk tidak menghisap sampah asap rokok anda.mengalami berbagai siksaan yang sangat brutal dari ibunya sendiri yang menganggap Pelzer hanya sebagai “It” yang bisa diperlakukan dengan seenaknya. yang menggambarkan sebuah kisah tentang keberhasilan dan kekuatan dari sikap memaafkan.

makanya Rasulullah pun pernah mengatakan bahwa memaafkan adalah sikap mulia dari seorang mukmin. Bahkan dalam catatan di belakang buku tersebut. Kata Said Hawwa. bukan memberi maaf. Memaafkan adalah sikap yang diberikan secara ikhlas terlepas orang yang melakukan kesalahan. Karena jika kita tak mampu melakukannya. Hingga akhirnya Pelzer menemukan dirinya sendiri di dalam hati. Bayangkan betapa mulianya orang-orang yang mampu “memaafkan”. cepat tersulut dan lambat redanya. lambat tersulut dan lambat pula redanya. Sedangkan yang keempat. seperti pohon bakau. makna kedengkian ialah hati senantiasa merasa berat dalam menelan kemarahan. Dalam buku Mensucikan Jiwa. sikap dan tindak semena-mena. dan menelan kemarahan itu karena ketidakmampuan untuk melampiaskannya seketika maka ia akan kembali ke dalam bathin dan menyelinap ke dalamnya lalu menjadi kedengkian. tak peduli pengalaman seburuk apapun yang menimpa diri kita. dan rasa sebagai orang menang. Memaafkan. Hanya saja. Jenis ini yang paling buruk. karena memaafkan bermakna lebih mulia ketimbang memberi maaf. Imam Ghazali pernah mengajarkan bagaimana seharusnya seorang mukmin melampiaskan kemarahan. Kedengkian adalah buah dari kemarahan. Said Hawwa menerangkan tentang empat kategori manusia dalam hal kemarahan. Sikap yang sebaiknya dilakukan seseorang adalah. Berkaitan dengan itu. Bahwa kesabaran seseorang memang ada batasnya dan pada saatnya telah melampaui ambang batas itu. Sungguh membutuhkan kebesaran jiwa untuk bisa memaafkan kesalahan orang tanpa menunggu orang memintanya. Jenis ini yang paling terpuji. dan atau ketidakadilan itu memintanya atau tidak. ketiga. Kedua. selain memaafkan adalah meningkatkan kebaikan terhadapnya sebagai perlawanan terhadap hawa nafsu dan syetan . lambat tersulut dan cepat reda. yang pertama.dari bayang-bayang masa lalu. merasa benci kepadanya dan lari darinya. salah seorang penulis Chicken Soup for The Soul mengatakan bahwa Pelzer adalah bukti nyata yang menunjukkan bahwa kita masing-masing memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri sendiri. Jack Canfield. sangat wajar bilang seseorang harus marah. karena sikap memberi maaf setelah orang meminta maaf saja sudah sedemikian luhur. karena pada saat itu kita telah membunuh kesombongan. Bahwa juga sikap seseorang yang meminta dimaafkan setelah melakukan satu kesalahan pun sudah begitu bagusnya. Dan sikap memaafkan itu dikatakan Allah sebagai satu sikap orang-orang bertaqwa yang Allah sediakan bagi mereka syurga seluas langit dan bumi. Inilah yang sulit. selain juga kemarahan yang dilampiaskan masih wajar dan berada dibawah kesadaran yang tinggi. seperi ilalang yang cepat tersulut dan cepat pula reda. yang terpenting adalah bagaimana kita mampu mengukur kadar marah itu sesuai dengan tingkat kesalahan orang membuat kita marah. selagi tidak mengakibatkan redanya ghirah dan semangat pembelaan kebenaran. sampai ia mampu membebaskan diri. jelas perintah dalam surat Ali Imran ayat 134.

Disebutkannya. dan termasuk perbuatan orang-orang yang mencapai maqam Muqarrabin (orang-orang yang dekat dengan Allah). bergantung suka. ternyata lebih banyak ditentukan oleh emosi daripada akal sehat. Bahkan ia membalasnya dengan menjadi orang yang pertama kali menjenguk ketika si peludah itu sakit. dan bahagianya manusia. Karena itulah hendaknya kita memperhatikan kecerdasan emosi selain kecerdasan otak. namun Rasulullah Muhammad Saw tidak pernah menaruh dendam ataupun kebencian. itulah yang disebut sabar. Dan kecerdasan emosional diukur dari kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri. sengsara. sedemikian kejamnya masyarakat wilayah itu melempari batu. tambah Golemen. Artinya. Rasulullah mengajarkan (sekaligus mempraktekkan) keutamaan memberi maaf. Orang yang paling sabar adalah orang yang paling tinggi dalam kecerdasan emosionalnya. ketika orang cerdas jadi bodoh. Berkaitan dengan ini. Tidak ada sama sekali keputusan yang diambil manusia murni dari pemikiran rasionya karena seluruh keputusan manusia memiliki warna emosional. menzhalimi Rasulullah dan para sahabat sampai Izrail pun tak kuasa ‘menahan amarah’ dan menawarkan membalikkan gunung untuk ditimpakan kepada kaum Thaif. Rasulullah juga menekankan pentingnya setiap mukmin untuk memiliki kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri. emosi sangat mempengaruhi kehidupan manusia ketika mengambil keputusan karena tidak jarang suatu keputusan diambil melalui emosinya. Menurut Goleman. Lebih umumnya. Ia menemukan bahwa orang Amerika yang memiliki kecerdasan atau IQ diatas 125 umumnya bekerja pada orang yang memiliki kecerdasan rata-rata 100. Kecerdasan intelektual memang bisa membantu orang meraih kesuksesan. bahwa yang menentukan sukses dalam kehidupan manusia bukanlah rasio tetapi emosi. Ia biasanya tabah dalam menghadapi kesulitan. .maka hal itu merupakan maqam orang-orang yang tergolong shiddiqin. ikhlas menghadapi berbagai cobaan. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Ketika Orang Cerdas Jadi Bodoh Publikasi 17/10/2002 08:51 WIB eramuslim . dari hasil penelitiannya ditemukan satu situasi yang disebut dengan When smart is dumb. orang yang cerdas umumnya menjadi pegawai dari orang yang lebih bodoh dari dia. Pada emosi.Meski setiap hari harus menerima ludahan dari seorang kafir quraisy. Jika kita memperhatikan keputusan-keputusan dalam kehidupan manusia. bukan pada rasio. namun kesuksesan seringkali ditentukan oleh kecerdasan emosional. Namun manusia agung itu lebih memilih memaafkan. duka. dan tenang dalam tekanan. Daniel Goleman dalam bukunya yang menjadi best seller. yang kemudian kita lebih mengenalnya dengan istilah sabar. Emotional Intellegence memaparkan tentang satu bagian penting dalam jiwa manusia yang bernama emosi yang dikatakannya justru sangat menentukan kebahagiaan dan penderitaan manusia. Begitu juga dengan peristiwa Thaif.

anak-anak sedang ramai di Taman Bacaan saya. “Ika pikir buku yang dipinjamnya hilang. Sampulnya lecek bekas basah dan diselotip asal-asalan. Beberapa saat kemudian. pengunjung taman bacaan yang lain datang. ”Iya. “bodohnya aku”. buku itu sudah tiga hari di tangan Niki. bukunya bukan hilang tapi dikembalikan. gadis 5 tahun itu tengah duduk di bangku sambil tersedu-sedu menutup muka dalam rangkulan kakaknya Nisa. “Niki. Padahal perintah-Nya adalah memaafkan. Kak!” jawab gadis kelas dua SD itu takut-takut. Ika. Kak! Padahal sudah saya kembalikan bareng punya saya. Kak. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Etika Meminjam. Demikian juga dengan kesadaran dan ketenangan yang tinggi dalam menghadapi berbagai kesulitan.” Dan Ika pun berhenti menangis. Ia takut-takut mengembalikan buku yang sudah berubah muka. Saya buru-buru menghentikan aktifitas mencatat buku yang akan di pinjam dan turun ke halaman. ya?” . meski sesekali sedu sedannya masih terdengar. Nangisnya udah yaa. ”Oh. Tiba-tiba suara tangis pecah meningkahi keramaian.” sahut Oki saudara kembar Niki. Niki. terlepas orang yang melakukan kesalahan itu memintanya atau tidak. Mulialah mereka yang melakukan itu. “Bukunya jatuh ke got. Besok lagi hatihati. tangan ini refleks memukul kepala.Seringkali kita menjumpai orang yang bersikap bodoh hanya karena tidak mampu mengendalikan emosinya. Bayangkan betapa luhurnya orang yang memberi maaf kepada mereka yang melakukan kesalahan. “Ada apa?” tanya saya. Kemarin dia takut mengembalikan buku. Dan tidak jarang pada saat itu. Rasulullah yang kita kenal tak memiliki kemampuan membaca dan menulis ternyata memiliki kecerdasan emosional yang luar biasa tinggi. “Ika sedih dan takut dimarahin karena bukunya hilang. ya? Nah. Ika anak baik.Sore itu. kenapa kok bukunya baru dikembalikan?’ tanya saya. Jangan Kalah Sama Anak-Anak! Publikasi 15/10/2002 07:14 WIB eramuslim . Saya tersenyum dan memeluk Ika. begitu. Di daftar pinjaman. sehingga ia tak melakukan kebodohan dari ketergesa-gesaan atau amarahnya yang biasanya berujung pada penyesalan. Terima kasih Niki sudah berusaha membenahi bukunya.” Nisa menjelaskan. Kunci suksesnya adalah mengendalikan emosi dan menahan diri (sabar).

Saya berusaha memberi kepercayaan kepada anak-anak itu. dengan harapan mereka akan membalas kepercayaan saya (tentu saja di sisi lain. selembar uang lima ribu rupiah di meja hilang saat saya tinggal ke dalam. karena beliau lebih paham tentang lingkungan tinggalnya. adakah buku teman yang belum kita kembalikan? Selain taman bacaan anak. kejadian di atas juga mengingatkan saya atas fenomena (kalaulah bisa disebut fenomena) kurang dipenuhinya adab pinjam meminjam di kalangan dewasa. Kejadian di atas adalah contohnya. buku-buku referensi keagamaan. “Oh. tapi yang kecil saja yaitu buku. Ya. saya selalu berpesan agar buku dijaga dan dikembalikan segera jika sudah selesai. buku-buku self help dan How to’s dan lain dan lain. Pernah memang. Sungguh saya terharu dengan usaha anak-anak itu menjaga amanah. Dari berbagai majalah. bukunya robek. kita selotip bareng-bareng. Ihsan mendekati saya takut-takut sambil bertanya. Uang maupun barang. beli buku ini dimana?”. Dan rasanya. Sini. Tapi itu dulu sekali. Barangkali beliau benar. . Setiap kita pasti pernah meminjam buku atau meminjamkan buku. juga mereka punya kebiasaan mencuri. “Kenapa? Kamu ingin beli?” Dia membuka lembaran tengah yang robek dan menunjukkan ke saya dengan air muka penuh rasa bersalah. Bahkan di kalangan para aktifis yang sudah mengerti Islam. Lain kali hatihati ya?” jawab saya. Ada juga buku yang sejak dipinjam tak pernah kembali. Saya tak ingin membahas yang besar-besar. Setiap kali meminjamkan buku. saya lebih berhati-hati menyimpan barang berharga). Namun sedihnya. Tapi berapa kali kita mengembalikan buku yang kita pinjam kembali dalam kondisi sperti awal dipinjamkan? Dan berapa pula yang tak kembali? Atau. ”Kak. ada saja buku yang kembali dalam kondisi kotor maupun bekas basah maupun halamannya bredel. saya pikir usaha itu tidak sia-sia. Buku-buku itu juga saya pinjamkan secara terbuka kepada teman-teman saya atau temannya teman saya. novel Islami dan novel umum. Padahal pula selama ini mereka dicap ‘kurang baik’ oleh beberapa orang dewasa yang saya kenal di lingkungan kami. Namun di sisi lain. kegiatan saya menjalankan rumah bacaan di tempat saya tinggal bukan tanpa hambatan. Saya menganggap mereka orang dewasa yang sanggup menjaga amanah.Suatu hari yang lain. Padahal mereka masih kecil. Karena suatu hal besar itu dimulai dari hal kecil. Terutama pemilik rumah yang tidak setuju dan menganggap anak-anak itu hanya mengganggu. Ada yang merasa sudah mengembalikan tapi nyatanya buku itu tak pernah sampai ke tangan saya. saya juga punya koleksi cukup banyak buku untuk orang dewasa. Dan saya pikir justru karena itulah saya ingin dan tertantang untuk mengubahnya.

Ada lagi yang sudah ditelepon berkali-kali namun selalu saja ada alasannya untuk tidak mengembalikan buku. Menegur. Sedang kita. tolong mbak lihat di rumah dan saya lihat juga di rumah. saya yakin bukan karena mereka meremehkan atau bermaksud mengukuhi buku itu. Tapi apakah karena sudah biasa dan ‘hanya sebuah buku’ lantas membuat statusnya sebagai barang pinjaman yang mesti dipenuhi adabnya batal? Saya kira tidak. meskipun sering ditanggapi tidak enak. berkembang dan tegaknya khairu ummah. Sebagai sebuah kekuatan ummah. *** Buku memang hanya sebuah buku. Cukup sering saya mendapat jawaban dibawah saat saya menanyakan buku-buku yang mereka pinjam. Pinjam meminjam buku juga sudah biasa. . Ya udah. ya? Saya lupa nih. kalangan Muslim profesional mempunyai kemampuan untuk menjadi agen perubahan. “Oh belum saya kembalikan. Kalo di rumah saya ada berarti memang belum saya kembalikan.Tatkala negeri Islam dalam keadan terbelakang. penuh konflik dan mengalami ketergantungan terhadap Barat. hal-hal seperti ini mendapat perhatian lebih dari kita semua. Ketika ditanya lagi. orang dewasa? Apalagi sudah belajar Islam? Semestinya kita lebih bisa memenuhi adab ini dan mengajarkan pada anak-anak. maka saya khawatir demikian juga halnya dengan barang pinjaman. tetapi lebih karena mereka belum paham makna ‘meminjam’ dan bagaimana adab terhadapnya. Sudah tiba masanya. mengingatkan atau bersikap tegas dalam hal ini. mereka kelihatan cuek dan tak mau tahu siapa yang memegang buku pinjaman berantai itu. Betapapun statusnya tetap barang pinjaman.” Atau. mengarahkan dan mendayagunakannya untuk menggerakkan perubahan menuju cita-cita gerakan Islam yaitu tumbuh. Kalau anak-anak lupa mengembalikan atau tidak mengembalikan. waktu itu dibaca sama si anu. ntar deh ditanyain”. Sebagaimana hutang yang dapat menghambat seseorang masuk surga. kalangan Muslim profesional adalah sebuah kakuatan ummah. sebenarnya adalah suatu usaha untuk menjaga si peminjam dari perbuatan dzalim terhadap dirinya sendiri maupun Saudaranya. “Aduh. Azimah Rahayu (azi_75@yahoo.com) Agenda Profesional Muslim di Era Cyber Publikasi 14/10/2002 07:51 WIB eramuslim . Perkembangan era cyber bahkan menyediakan celah untuk meningkatkan kemampuan ini.

keluarga. . dan dari teknologi konstruksi hingga teknologi kimia. Penguatan ancaman ini merupakan dampak dari tertembusnya batas-batas geografi. polusi budaya dan erosi ruhiyah. pribadi-pribadi Muslim mengembangkan visi kehidupan Islami dalam kehidupan pribadi. Di antara indikator dari eksploitasi sumber daya manusia adalah kesibukan. visi. dan lintas budaya. Ancaman terhadap kalangan Muslim profesional di atas juga semakin menguat di era cyber. Untuk dapat menyelamatkan diri dari ancaman ini. Kalangan Muslim profesional perlu berjuang untuk menyelamatkan diri dari bahaya eksploitasi sumber daya manusia. interaksi dan kolaborasi lintas kepentingan. Rasul dan jihad. Dengan keahlian yang dimilikinya kalangan Muslim profesional dapat terlibat mencerdaskan ummah. Tantangannya adalah kalangan Muslim profesional perlu mengembangkan agenda perubahan di dalam diri. Di antara indikator polusi budaya adalah penerimaan pemikiran dan budaya Barat dalam berbagai bidang kehidupan seperti ketidakpedulian terhadap bahaya riba dalam ekonomi dan bisnis. dan aspirasi sebagai Muslim. dan layunya hubungan emosional dan intelektual antara ummah dan pemimpin dalam masyarakat Islam. kejernihan dan ketenangan iman. Di antara indikator erosi ruhiyah adalah melemahnya emosi dan interaksi terhadap Al Qur'an. sangat beratnya menegakkan Qiyamul Lail dan keringnya hati dalam empati terhadap permasalahan dunia Islam. Adalah lumrah diantara kalangan Muslim profesional untuk mengalami kesulitan menyediakan waktu. perusahaan. mengembangkan solusi tepat guna untuk ummah ataupun mendukung aksi pengembangan ummah yang dikembangkan LSM ataupun pemerintah. keluarga dan lingkungannya sebelum dapat berperan sebagai agen perubahan. lintas masyarakat. dan kelelahan dalam kehidupan yang tidak mempunyai tujuan bagi pengembangan ummah. emosi dan pemikiran bagi berinteraksi dan berkolaborasi dalam aktivitas tarbiyah. mengembangkan emosi. dari teknologi informasi hingga teknologi permesinan. keluarga dan dikembangkan untuk berpengaruh dalam lingkungan sosial. Pertama. menyeluruh dan berkelanjutan. dakwah dan amal Islami pada umumnya. Dengan emosi sebagai Muslim. organisasi maupun masyarakat.Kekuatan utama dari kalangan Muslim profesional yang dapat didayagunakan adalah penguasaannya atas bidang-bidang keahlian. Pribadi-pribadi profesional Muslim perlu membersihkan hati. Agenda muslim profesional perlu mencakup suatu perubahan yang mendasar. tenaga. Emosi sebagai Muslim yang perlu disuburkan adalah cinta kepada Allah. dan berkembangnya komunikasi. dan menyuburkan emosi sebagai Muslim. menyegarkannya dengan kesejukan. terbangunnya sebuah peradaban cyber yang global. Agenda ini perlu dimulai dari pribadi. berkembangnya pacaran dalam hubungan dengan lawan jenis. kalangan profesional Muslim perlu mengembangkan suatu agenda. Bidang keahlian ini beraneka ragam dari teknologi antariksa hingga teknologi pertanian.

dakwah dan jihad yang berkembang di negeri Islam. Informasi intelijens juga dibutuhkan untuk memantau perkembangan dunia baik perkembangan yang mendukung pengembangan ummah maupun yang mengancam keberlangsungan ummah. diterapkan dan ditegakkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga terbangun kepribadian Islami. dan yang sangat strategis. mawadah wa rahmah. misi dan nilai dari gerakan Islam dalam kehidupan tarbiyah. pribadi-pribadi Muslim profesional dapat lebih segar. produk atapun layanan untuk memecahkan masalah ummah. Dengan pemahaman ini. Pribadi-pribadi Muslim dituntut mengumpulkan informasi intelijens untuk memahami dinamika perkembangan ummah. Kedua. Pribadi-pribadi profesional Muslim perlu mempunyai pemahaman yang mendalam tentang makna syahadatain. Pribadi-pribadi Muslim profesional perlu membangun competency dalam bidang keahlian masing-masing. Dengan pemahaman ini. seperti bunga-bunga di taman yang menebarkan wangi. membangun syakhsyiyah Islamiyah dan mengembangkan akhlaq Islamiyah. mawadah wa rahmah dapat mengawalnya.Dengan visi ini. mengumpulkan informasi intelijens sosial kemasyarakatan. pengetahuan ini perlu dijalankan. mendukungnya dan mendorongnya agar senantiasa menjadi pribadi Muslim yang . tentang rukun iman dan rukun Islam. Keempat. dan ummah. berdiri dan bergerak dengan suatu aspirasi yaitu tercapainya keadaan yang lebih baik bagi dakwah. pribadi-pribadi Muslim profesional perlu mengumpulkan informasi intelijens untuk mengetahui perkembangan tarbiyah. Berbekal informasi intelijens akan berbagai perkembangan dari ummah. bergerak dan mendukung pengembangan ummah. ialah kesabaran untuk terus terlibat. Selanjutnya. bergerak. terlibat. pribadi-pribadi Muslim bangun. baik yang baik maupun yang buruk. bersemangat. Keluarga mempunyai peran strategis. tentang Al Qur'an. kalangan Muslim profesional bisa mengembangkan kapasitas. pribadi-pribadi Muslim profesional dituntut membangun endurance. Dari pribadi Islamilah diharapkan mekarnya akhlaq Islami. membina keluarga yang sakinah. pribadi-pribadi Muslim profesional dapat lebih terarah menuju terbangunnya khairu ummah. dunia maupun gerakan Islam ini. hidup. Ketiga. bagi berkembangnya ummah maupun bagi tertegakknya Islam sebagai jalan hidup. menggunakan berbagai media pembelajaran yang tersedia. mencakup keadaan. creativity dan endurance. berdiri. Selanjutnya pribadi-pribadi Muslim profesional diharapkan mengembangkan creativity bagi pengembangan idea. berkarya dan bekerjasama. Lebih lanjut. maupun perubahan yang sedang berlangsung. Kelima. dakwah dan jihad. keterlibatan dan aksi yang tepat. memahami fikrah Islamiyah. membangun competency. Dengan pemahaman ini pribadi-pribadi Muslim profesional dapat bergerak dengan panduan nilai-nilai Islam di jalan Islam dan demi ridha Ilahi. Dan untuk berjalannya proses perubahan yang berkelanjutan. Ini adalah kekuatan inti dari kalangan Muslim profesional yang bisa disumbangkan untuk pengembangan ummah. Keenam. tegar. memahami visi. Bagi pribadi-pribadi Muslim keluarga yang sakinah. berjuang. bagi pribadi-pribadi Muslim profesional sendiri.

tapi lebih karena pria ini hampir tidak pernah kujumpai. membina lingkungan.Sewaktu usiaku belum lima tahun. Eko Budhi Suprasetiawan Muslim Information Technology Association (ekobs@developerforce. ia tak segagah dulu saat aku pertama mengenalnya. agar sejalan dengan budaya Islam. Rambutnya sudah memutih. Bagi Islam sebagai jalan hidup. organisasi dan masyarakat. Sejak aku mulai sekolah hingga masa remaja. aku hampir tak pernah mengenalnya. kebijakan.net) Maafkan Aku. berdirinya tak lagi tegak. Bagi ummah. Pria dewasa yang sering kujumpai di rumah itu sibuk dengan semua pekerjaannya. Ini dapat terus diperluas ke organisasi dimana pribadi-pribadi Muslim menjadi anggota untuk mengembangkan aturan. aku menganggap pria ini tidak lebih dari sekedar pria tempat ibu meminta uang bulanan. kutemukan pria ini lagi sehari. mailing list dan juga lingkungan kerja. langkahnya pun mulai goyah dan lambat. Bukan karena usiaku yang belum bisa mengenal secara detail siapapun. Kerut-kerut diwajahnya menggambarkan . pria ini masih kuanggap orang asing meski sesekali ia mengajariku berbagai hal dan memberi nasihat. atau setidaknya merangkul menenangkan ketika kalah berkelahi.bergerak. aku merasa sangat senang dengan keberadaanya. sebulan dan bahkan seterusnya berada di rumahku. juga untuk keperluan sekolahku dan adikadikku. Dengan menjalani. Ketujuh. aksi yang mendukung pengembangan ummah. intelektual dan fisik yang tangguh untuk menjalani. menyusuri dan menegakkannya. ummah dapat berharap bahwa kalangan Muslim profesional akan membawa perubahan yang strategis bagi terbangunnya khairu ummah. Demikianlah agenda yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim profesional untuk bisa terlibat dalam pengembangan ummah. mendaki dan berliku. menyusuri dan menegakkannya dengan kesabaran. Ayah Publikasi 11/10/2002 08:13 WIB eramuslim . aku tidak. Namun meski sekali. keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah adalah sebuah qudwah. Kecuali sesekali di hari minggu. Akhirnya masyarakat pada umumnya melalui media-media massa yang ada. Pribadi-pribadi Muslim diharapkan secara proaktif membina lingkungan sosial seperti persahabatan. Hingga aku dewasa. dua hari. membutuhkan emosi. keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah adalah sebuah kelompok terdiri suami. atau tauladan bagaimana Islam ditegakkan dalam kehidupan. Tidak seperti anak-anak lainnya yang mempunyai seorang pria dewasa yang membela mereka saat berseteru dengan teman mainnya. istri dan anak-anak yang berkarya bersama dan sinergis untuk ummah. ia seharian penuh berada di rumah dan mengajakku bermain. Agenda profesional Muslim adalah panjang. Sampai akhirnya. seminggu.

karena pria ini yang mengantar. ia juga rela ketika harus terus menggunakan kemeja usangnya untuk bekerja. uangnya lebih baik untuk membelikan aku pakaian. menemani ibu hingga saat persalinan. Ayah tak pernah mengeluh meski cinta dan pengorbanan itu sering terbalaskan dengan bantahan dan sikap kurang hormatku. semua dilakukannya untukku. kutahu engkau juga tak kalah cintanya kepadaku dengan kecupan hangatmu saat hendak berangkat kerja dan juga sepulangnya ketika aku terlelap. Dari ibu juga aku mengetahui. Ia tahu resiko yang harus diterimanya kelak. Cerita ibu. Bahkan menurut ibu. “nak. Maafkan aku Ayah. bahwa anak-anaknya tak akan mengenalnya. susu dan makanan terbaik agar aku tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. Seperti halnya ibu. Ia tak pernah menghiraukan penat. Kata ayah seperti diceritakan ibu. Meski tak banyak waktu yang kau berikan untuk kita bersama. Untuk sebuah cinta yang tak pernah ia harapkan balasannya. tidak cengeng dan mandiri. Dan itu berlangsung terus selama beberapa tahun. bahwa ia rela kehilangan kesempatan untuk mencurahkan kasih sayang dan cintanya kepadaku demi bekerja seharian penuh sejak dinginnya shubuh masih menusuk kesunyian hari saat aku masih tertidur hingga malam yang larut ketika akupun sudah terlelap. tak akan lebih mencintainya seperti mereka mencintai ibu mereka. Bahkan suaranya pun terdengar parau menyelingi sakit yang sering dideritanya. atau celananya yang beberapa kali ditambal. ia lakukan semua demi aku. Bahkan suaranyalah yang pertama kudengar dengan lembut menerobos kedua telingaku dengan lantunan adzan dan iqomat hingga aku tetap mengenali suara panggilan Allah itu hingga kini. . tak akan menghormatinya karena merasa asing dan tidak akan memprioritaskan perintahnya karena hampir tak pernah dekat. memberi aku contoh bagaimana menghadapi kenyataan hidup yang penuh tantangan. yang untuk semua itu ia ikhlas menggadaikan rasa kantuknya. Tapi kini kutahu. Ia tak mengeluh harus bangun berkali-kali dimalam hari bergantian dengan ibu untuk sekedar menggantikan popok pipisku atau membuatkanku sebotol susu. namun sedetik keberadaanmu telah mengajarkan aku bagaimana menjadi anak yang tegar. aku tak pernah membayangkan sedemikian besar cinta dan pengorbananmu kepadaku. pria ini justru yang pertama kali menyambutku ketika pertama kalinya aku melihat dunia. Terima kasih Ayah. Kusadari kini. Kerut diwajahmu. Ibu juga pernah bercerita. Kini pikiranku jauh melayang pada sayup-sayup suara ibu.kerasnya perjuangan hidup yang telah dilaluinya. peluh dan lelahnya sepulang kerja demi membuat aku tetap senang. anaknya. ini ayah …” meski aku pun belum begitu mengerti saat itu. Meski kasih sayang yang kau berikan hanya berbuah penilaian salahku tentangmu. pria ini selelah apapun ia tetap tersenyum dan tak pernah menolak saat aku mengajaknya bermain dan terus bermain. sambil menyusuiku ia memperkenalkan pria ini setiap hari.

ia merasa harus menunjukkan bahwa bagaimanapun kesedihan melanda. tanpa bimbingan orangtua. Ia tersenyum melihatku. kakak dari enam adik itu sudah tiga hari ini selalu terlambat datang ke masjid untuk sholat shubuh berjama’ah. Cara Dia mengambil bapak dari tengah-tengah kami. wajar karena empat hari yang lalu. tanpa ada lagi tempat mengadu. 25 tahun. Ingin aku bisikkan kepadamu. Sebelumnya ia tak pernah begitu. perjumpaan sesaat sebelum tidur semalam adalah terakhir kali mereka bercanda dengan ayah mereka. seraya bersegera membalas cinta-Nya”. kini ia harus melakukannya sendiri. tinggal bagaimana kami tetap tawakal dan bersyukur atas segala kehendak-Nya. Pagi ini di depan gang sambil menunggu kendaraan. “Allah menyayangi anak-anak yatim.Jangan menangis Ayah. keyakinan saya bertambah bahwa Allah semakin sayang kepada kami. ibunya telah terlebih dulu meninggalkan mereka saat melahirkan si kecil.Namanya Hambali. kalau dulu sewaktu ibu meninggal. Salma. Makanya.00 ayahnya yang tukang angkut sampah di perumahan sekitar tempatku tinggal. Saat itu juga aku menengok ke dalam hati ini yang begitu kerdil. aku bertemu Hambali. mereka tak bolah larut. Hambali dan semua adiknya. sambil berpikir bagaimana berjalan tanpa pegangan kokoh yang keduanya telah hilang sekarang. Pasalnya. lebih kokoh dari gunung-gunung yang berdiri menjulang kepada seorang anak yatim piatu. Hambali dan semua adiknya. Tak apalah. kalau dulu ada yang membantunya membangunkan adik-adiknya untuk bersiap-siap shubuh di masjid. masih ada bapak yang menyayangi. Tak dinyana. yang penting ia dan adik-adiknya tak absen ke masjid untuk berjama’ah. bahkan nafasmu yang mulai tersengal. Ia sudah kembali bekerja –menjadi pesuruh di sebuah lembaga tinggi negara-. bahwa kasih sayang Allah tengah tercurah kepada mereka. sebagai kakak tertua dari enam adiknya. Saya yakin selama ini Allah sudah menyayangi kami. Namun Hambali tetap tegar. meski kini kau nampak tua dan lelah. dan terkadang memaki-maki Allah menganggap Ia tak adil memberikan . cengeng. dini hari sekitar pukul 03. Tapi kini. padahal masih ada kegetiran didadaku merenungi nasib Hambali dan adikadiknya. keyakinannya terbukti. apalagi minta uang saku sekolah bagi adik-adiknya. dua belas tahun lalu. sering tidak kuat ketika menerima cobaan hidup. namun meski terburuburu ia masih menyempatkan diri menjadi masbuk atau bahkan setelah jama’ah lainnya sudah mengucapkan salam. katanya. Tetap tegak menatap hari esok. menumbuhkan keyakinan didiri kami kalau Allah ingin lebih total mencurahkan cinta dan kasih sayangnya. Subhanallaah … aku tak menyangka Allah berikan kekuatan hati melebihi ketegaran batu karang di lautan. memang bersedih ketika ayah mereka meninggalkan mereka saat tengah terlelap. “Aku mencintaimu …” Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Ada Yang Lebih Tegar Publikasi 10/10/2002 07:44 WIB eramuslim . meninggal dunia. Namun pagi itu Hambali memberi pelajaran terbaik buatku ketika ia mengatakan. Nampaknya. bahu dan punggungmu yang tak sekekar dulu lagi.

kita membiarkan kunci surga itu terbuang begitu saja atau diambil orang-orang selain kita yang memang berlomba mendapatkannya. seharusnya kuberikan sebagiannya kepada mereka. Hambali. Tentu bukan hanya Hambali dan Salma anak yatim di negeri ini. Mungkinkah masih ada keceriaan di hari raya nanti bagi mereka. aku disampingku masih ada dua orangtua yang sehat dan bugar. justru karena setiap hari mereka ditempa cobaan yang tak henti-hentinya. menjadi pelajaran tersendiri buatku. sementara kita santai menghabiskan uang untuk makan di tempat mahal. saat tak ada lagi pakaian baru dan makanan enak di rumah mereka. Nampaknya falsafah air semakin ditekan kebawah semakin besar dorongannya keatas. tapi tak pernah bergetar menyaksikan mulutmulut ternganga yang memperhatikan kita dibalik kaca restoran. jauh lebih tegar menghadapi cobaan hidup. Dengan kelebihan yang kupunya. Hmmm. hati mereka sekokoh gunung. Kalaulah si Anak Yatim Baginda Rasulullah begitu memuliakan anak-anak yatim. sehingga mereka menjadi terbiasa menghadapi semua cobaan. juga semua anak-anak yatim di negeri ini jauh lebih tegar. kenapa kita yang mengaku sebagai pengikutnya tidak meniru? Wallahu’a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) . Al Maa’uun). Jika anak-anak yatim itu melihat kecengenganku ketika tertimpa cobaan kecil saja misalnya. yang Allah titipkan rezeki mereka pada sebagian dari harta yang kita miliki. Lagi pula. mungkin mereka akan tertawa terbahak-bahak dan menganggap aku seorang yang tidak bakal mampu bersaing melawan kerasnya kehidupan. tengoklah kesamping kanan dan kiri kita. sementara kita sibuk setiap hari membeli model terbaru untuk penampilan kita. atau setidaknya kedua orangtuaku akan memapahku seraya membangunkanku ketika aku jatuh. seharusnya aku jauh lebih kuat dari mereka. Padahal. Karena bukankah salah satu kebahagiaan ramadhan adalah sahur dan berbuka bersama dengan seluruh keluarga. seharusnya juga aku bisa menjadi kaki-kaki kokoh yang membantu Hambali dan anak-anak yatim itu tegak berdiri. Padahal Allah menempatkan urutan diatas sebelum memperbaiki sholat seorang mukmin adalah memperhatikan anak-anak yatim dan orang miskin (QS. Tak semestinya.keputusan-Nya kepadaku. Lalu apa artinya sholatku selama ini jika keberadaanku tak berarti apapun bagi anak-anak yatim dan orang miskin di sekitarku. keadaan ekonomi keluargaku pun masih lebih baik dari Hambali. Padahal sesungguhnya saat itu juga. ketika tak ada lagi tangantangan hangat yang harus mereka kecup di hari fitri itu. kita tengah mengesampingkan kunci surga yang tergeletak dihadapan kita. Kita merasa puas dan senang jika bisa mengajak beberapa teman untuk makan bersama. aku tak bisa membayangkan bagaimana sedihnya Hambali. Jawabnya ada pada diri kita. Padahal dengan semua kelebihan yang kumiliki. masih banyak anak-anak yang tak dapat menikmati sarapan pagi. agar senyum keceriaan menikmati hidup tak hanya milik orang-orang berpunya. Tidak sedikit dari mereka yang tak memiliki pakaian layak. ujian hidup seberat apapun. Toh aku masih punya tempat berpegang ketika merasa tak kuat. Salma dan seluruh anak-anak yatim di negeri ini di bulan ramadhan yang akan segera tiba ini.

"Aku diutus tidak lain hanyalah untuk menyempurnakan budi pekerti". Lihatlah contoh bangsa A'ad. Bila budi di negeri tersebut rusak. yang berkumandang suaranya dibawah kolong langit ini. namun tidak bisa bertahan dan akhirnya runtuh. Runtuhnya negeri-negeri yang disebutkan di atas menjadi tanda bahwa budi pekertilah yang memegang peran dalam kehidupan bernegara. menegakkan suatu negara. Begitu juga di Nusantara ini dengan puluhan kerajaan Islam. eramuslim .Pantun Melayu yang sudah berumur ratusan tahun lalu itu mengingatkan kita akan peran budi pekerti suatu bangsa. ke Barat. ke Timur. Runtuh sendi rumah binasa. karena rusaknya moral (akhlak) pemimpin dan (juga) sebagian rakyatnya. ke Utara dan ke Selatan. yaitu membenarkan kandungan dan tujuan dari kitabkitab yang diturunkan kepada Rasul-Rasul sebelumnya. Nabi Saw pun dengan tegas mengatakan. yaitu ketaqwaan kepada Allah SWT. Dijelas dalam Al Qur'an bagaimana Tuhan memberikan tuntunan-Nya kepada manusia. Aisyah yang menyaksikan kehidupan Rasulullah SAW setiap harinya mengatakan. supaya manusia itu mencapai setinggi-tinggi budi dan setinggi-tinggi tujuan hidup. Bangsa-bangsa ini pernah berjaya. "Akhlak Nabi SAW itu ialah Al-Qur'an". namun karena rusaknya moral individu dan bangsa. Sebelum Al Qur'an itu disampaikan kepada orang lain. Dan tujuan kitab itupun dijelaskan. Untuk memperbaiki semua. itulah sebab kenapa Allah SWT mengutus pada tiap-tiap masa seorang Nabi dan Rasul. Turki Utsmani telah berabad-abad memegang peradaban dunia. Bani Abbasyiah. Rasulullah sendirilah yang terlebih dahulu mengamalkannya. Sendi bangsa ialah budi. Persia dan lain sebagainya. dan peradaban yang diakui sebagai rantai emas yang gilang gemilang dalam peradaban manusia. Sehingga Allah SWT berfirman: . Namun semuanya itu berakhir. Dalam Al Qur'an banyak dikisahkan bermacam bangsa yang pernah memegang peradaban dan mencapai puncak kejayaan. runtuh juga kejayaan bangsa-bangsa tersebut. rusaklah negeri tersebut. "Tuhan sendiri yang membentuk diriku. Negeri-negeri Islam pun pernah mengalamami kejayaan. Demikian juga halnya dengan Rasul kita Muhammad SAW. Runtuh budi runtuhlah bangsa. maka sangat indahlah bentukan-Nya". Budi Al Qur'an itulah yang telah menjadikan suatu ummat dan bangsa menjadi besar. Kepadanya diturunkan Tuhan kitab Al Qur'an. Sabdanya itu dengan tegas menjelaskan maksud kedatangannya ke alam dunia ini. Sejarah telah mencatat bagaimana negeri-negeri Islam pada masa kekuasaan Bani Umayyah. Tsamud. Bangkit dan runtuhnya suatu bangsa tercermin dari budi bangsa tersebut.Pelajaran Dari Negeri Yang Hilang Publikasi 08/10/2002 07:12 WIB Tegak rumah karena sendi. Romawi.

Sunnatullah yang tidak dapat diubah. Karena doa adalah senjata orang beriman. Jangan pernah berhenti berdoa kepada Rabbi. Hidup ini hanya sekali. mengakhiri hidup yang indah ini seringkali menjadi pilihan. terlalu indah untuk kita buat sia-sia. Karena harapan adalah masa depan. jangan kamu ikuti jalan yang lain. engkau akan terpecah belah kalau itu juga engkau turutkan". Hari-hari yang kita lalui hampa tiada arti.. Sekokoh apapun cobaan yang harus kita jalani. Bangunlah kaum muslim kembali. Betapa indahnya hidup ini bila hari- . Hidup berbudi itulah tujuan kita. sejak bangsa Yunani dan Romawi kuno sampai kepada kaum Muslimin yang telah mencapai puncak kejayaan? Bagaimana mereka sampai mengalami keruntuhan dan kehancuran? Bukankah setelah budi (moral) mereka merosot jatuh? Inilah Hukum Allah. Itulah tujuan kemanusian yang paling tinggi. Nusrizar M. Diribut tunduklah padi. kembalilah kepada budi Al Qur'an. tegaknya budi pekerti. Hidup kalau tidak berbudi."Bahwasanya bumi ini akan Kami wariskan kepada hamba Kami yang sudi melakukan amal yang mulia". baik di Barat atau di Timur. Firman Allah SWT: "Ikutilah jalanKu.... Sejenuh apapun hari-hari kita lalui Jangan pernah berhenti berharap pada pertolongan Ilahi .Kita mungkin pernah merasakan betapa tidak berartinya hidup ini. jenuh dan membosankan. Duduk tegak ke mari canggung. Kegagalan kita temui disana-sini.. Bagi mereka yang tidak punya iman. Publikasi 07/10/2002 08:10 WIB Seberat apapun beban hidup kita hari ini . Dan siapakan yang memungkiri sejarah bangsa-bangsa yang hilang.com) Karena Hidup Hanya Sekali . (noes@indonesian-aerospace. Cobaan dan rintangan kita hadapi tiada henti. Bangsa Indonesia khususnya dan kaum Muslimim umumnya yang saat ini sangat terpuruk dibawah cengkeraman bangsa barat harus bangkit kembali. Sekuat apapun godaan yang harus kita hadapi. Karena doa adalah pintu kebaikan. Betapa bahagianya hidup ini bila kita jalani dengan penuh semangat dan optimisme yang tinggi. Karena harapan adalah sumber kekuatan. Sebesar apapun kegagalan yang kita rasai. Beban hidup tarasa berat menjerat. eramuslim . insaflah akan keruntuhan selama ini. Dicupak Datuk Temenggung. Kita seperti manusia yang tidak ada gunanya lagi hidup di dunia. karena memang Allah menciptakan makhluknya tidak untuk sia-sia..

Bila ia terletak di tanah basah. Sebuah pakupun akan menghadapi masalah pada tubuhnya bila tidak tepat menempatkan diri. seharusnya setiap manusia sadar bahwa keberadaan dua telinga yang ditempatkan Allah di kanan dan kiri manusia agar dapat menangkap setiap pesan dan masukan lebih banyak. suatu saat ia akan berkarat. Dua bibir itu pula yang seharusnya mengontrol gerak lidah yang letaknya didalam rongga mulut. Tapi bila kita bisa menempatkannya di tempat yang tepat. Bila kita tidak memanfaatkan potensi yang ada. Bukan sebaliknya. atau sebagai penyatu berbagai benda. tidak tahu untuk apa kita di dunia. Lihat. bahwa sejujurnya disaat ini akulah yang seharusnya lebih banyak mengirimkan pesan semacam itu kepada semua sahabat. Sungguh aneh rasanya jika ada orang yang enggan menerima nasihat. Begitu pula kehidupan manusia. aku tunggu senyummu lagi) Beri Aku Nasihat … Publikasi 03/10/2002 08:47 WIB eramuslim . paku itu berguna bagi manusia. kita hanyalah seonggok jasad hidup yang terlunta-lunta. Allah ciptakan mulut dengan dua katup bibir yang bisa bergerak menutup dan membuka agar manusia bisa mengerti kapan waktunya diam dan kapan waktunya bicara. Masalah dan cobaan adalah bunga kehidupan orang-orang beriman.Pagi ini aku menerima sebuah pesan dalam telepon genggamku dari seorang sahabat. kita adalah makhluk hidup yang tidak berguna. tanpa paku itu sebuah bangunan besar tidak akan pernah berdiri. Dilihat dari struktur indera yang kita miliki. tidak memiliki guna. tidak sadar siapa diri kita. menutup telinga rapat-rapat sementara membuka mulut dengan lebar sambil mengeluarkan banyak kata. tempat gantungan. Kemudian hidup ini pun terasa berat untuk kita lalui. saudaraku dimana saja. membiarkan diri berlumur dosa. walaupun ia berkarat. kita tancapkan pada sebuah dinding. (Yesi Elsandra. bahkan tidak tahu dengan Sang Pencipta. terinjak. apakah kita sudah tepat menempatkan diri. Jangan menjadi paku yang terletak di tanah basah. Kembalilah kepada Tuhan bila kita menghadapinya agar kita tenang. Fitrah dan kodratnya demikian. selalu memandang negatif setiap peristiwa. dan lebih aneh lagi jika ternyata ada orang yang gemar berkata-kata tanpa banyak menggunakan telinganya untuk mendengarkan orang lain. Tapi jadilah paku yang dapat menyangga kehidupan manusia. “Saudaraku. beri nasihat untukku hari ini …” Aku sempat tertegun membacanya. Sebagai penyangga.hari kita jalani dengan senyum kebahagiaan dan sikap positif memandang masa depan. Betapa sejuknya bila kita sabar menghadapi setiap permasalahan. bahkan mungkin suatu saat akan terkubur bersama karat yang menyelimutinya. Saudaraku. . Bila kita tidak tepat menempatkan diri kita. sambil menghela nafas kata-kata itu seperti menembus relung terdalam bathinku yang sedang berteriak keras. kemudian kita berusaha memecahkannya dan mengambil ibroh dari setiap kejadiaan. Walaupun kecil.

kita menyadari keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Direktur The Listening Centre di Toronto dalam bukunya Earobics. kemudian kita berniat . mengatakan bahwa otak bekerja lebih cepat daripada lidah. arah dan fokus untuk membantunya menemukan motivasi kuat dalam langkah-langkah selanjutnya. Bukankah demikian perintah yang berbunyi dalam Surah Al Ashr. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Biarkan Alam Mengajarkan Kita Publikasi 01/10/2002 07:07 WIB eramuslim . nyaris tanpa makna. Artinya.Ada masanya dalam hidup ini.Sudah jelas. jika ada orang yang berbicara tanpa bekal masukan dari otak (sebelumnya dari telinga dan mata). Di halaman lain buku tersebut. Sedangkan Dia ciptakan sepasang telinga dengan cuping yang lebar tanpa kemampuan bergerak menutup dan selamanya terbuka. seseorang bisa mendapatkan energi baru. jika anda sudah sering mendapatkan nasihat dari saudara anda selama ini. ini bukan sekedar latihan bahwa kelak di akhirat mulut ini akan terkunci. Lagi pula biasanya lidah akan bekerja jika otak sudah menerima input dari indera yang lain. kepada sahabat yang pagi ini mengirimkan SMS untuk meminta nasihat kepadaku. Adalah sebuah prestasi besar dalam hidup ini bila kita menyadari keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan. Paul Madaule. bahwa kecil kemungkinan orang belajar dari kata-katanya sendiri. kita fahami bahwa apa yang keluar darinya tidak lebih dari sekedar bualan belaka. Bahwa sebenarnya saat ini aku yang jauh lebih memerlukan masukan. filterisasinya hanya ada di otak manusia yang menyeleksi apakah setiap pesan yang masuk akan diteruskan ke hati. Lalu kenapa tidak kita yang melakukan proses mendengar itu? Oleh karenanya. dimana otak menerima masukan lebih banyak dari mendengar dan melihat (dua telinga dan dua mata). Tentu saja. Paul malah menegaskan bahwa dengan mengefektifkan pendengaran. Tentu saja. Tentu saja. Sekali lagi kita mendapatkan pelajaran. jika bibir tidak terbuka maka lidah pun tidak akan bergerak sehingga tak ada kata-kata yang keluar. terus terang aku meminta. mata da indera lainnya atau tidak. ketidaksengajaan atau mungkin juga secara sadar kita lakukan itu dengan harapan timbul kesenangan walaupun orang lain menderita akibat keburukan kita itu. bahwa orang beriman hendaknya saling menasihati. bahwa jika mau disadari pada saat kita berbicara yang kita harapkan adalah orang lain memusatkan perhatiannya sehingga menemukan energi baru dari kata-kata yang kita keluarkan. arah dan motivasi yang lebih segar. adillah kepadanya dengan memberikan nasihat kepadanya. karena Allah menginginkan kita terus menerus memasang telinga ini untuk mendengar. agar aku mendapatkan suntikan energi. Keburukan dan kesalahan yang bisa jadi disebabkan karena ketidaktahuan. berlakulah adil kepada saudaramu ini. Ini menyadarkan kita.

maka kita boleh berharap akan memperoleh output yang baik pula. dan cita-cita yang tinggilah yang akan memenangkan perubahan itu. menyenangkan. untuk menjadi lebih baik. Jangan minta bantuan orang lain yang hanya akan memperparah keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan kita. tapi tataplah ke depan. jangan menjerit bila kita sakit. tetapi untuk menjadi lebih baik kita mesti berubah. tetapi masa depan menyediakan kita banyak pilihan keberhasilan. kokoh dengan iman adalah keinginan luhur dan murni yang dimiliki orang besar. ia kehilangan resistensi. esok dan lusa tetap berada dalam sebuah proses perubahan menuju tangga-tangga kebaikan. Tidak sedikit rintangan yang akan kita temui. semangat yang kuat. Pada dasarnya input yang kita miliki baik. berprestasi. maka akan semakin besar nilai yang akan kita raih. kita memerlukan perubahan dalam hidup kita. Mereka yang memiliki visi yang jelas. karena masa lalu tidak menjanjikan perubahan. Keinginan menjadi lebih baik. Jangan merasa kita tidak mampu memperbaiki setiap keburukan dan kesalahan yang pernah kita lakukaan. maka ia akan menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan indah. Bila ulat berhasil melalui proses itu dengan baik. Daya tahan terhadap perubahan itu mempengaruhi tingkat keberhasilan kita. Apa makna yang bisa kita petik dari kisah alam itu? Untuk menjadi cantik dan indah. Hadapilah tantangan itu dengan senyum dan keyakinan yang tinggi. Kemudian orang tua dan lingkungannyalah yang memiliki otoritas memproses dia menjadi baik atau buruk. Perubahan itu menghadapkan kita pada suatu tantangan yang besar. Alam adalah guru yang paling jujur mengajarkan banyak hal kepada kita. karena Allah mengatakan setiap manusia dilahirkan secara fitrah. Jika input yang kita miliki bagus. Melihat keadaan kupu-kupu yang kesusahan memisahkan diri dari kepompong menarik hati seseorang untuk membantu dengan memotong kepompong agar sang kupu-kupu dapat keluar dengan mudah. . kemudian ditunjang dengan proses yang baik.memperbaikinya. Perjuangan melepaskan diri dari kepompong adalah proses yang sangat menyiksa bagi kupu-kupu. Jangan mengeluh bila kita terjatuh. Semakin besar hambatan dan rintangan yang kita hadapi. hari ini. kemudian diam dan akhirnya mati. ketika kupu-kupu itu keluar. optimalkan kemampuan yang kita miliki untuk memenangkannya. Akibatnya. menjadi orang yang bermanfaat. Untuk memperbaikinya tidak ada jalan lain kecuali kita berani melakukan suatu perubahan dengan tingkat resistensi tertentu yang kita miliki. Seperti proses metamorfosis ulat menjadi seekor kupu-kupu. Sedangkan orang kecil tidak pernah memikirkan manfaat untuk orang lain bahkan dirinya sendiri. Jangan lihat ke belakang. keinginan yang besar. kita pasti mamapu. Setiap manusia. tapi carilah orang yang benar-benar ikhlas membantu kita menuju tangga-tangga kebaikan. Tetapi akibatnya bantuan itu justru mematikan sang kupukupu karena membuat otot-otot sayap kupu-kupu tidak kuat untuk menahan beban tubuhnya. Untuk mejadi lebih baik diperlukan sebuah usaha dan kerja keras. Karena perubahan tidak mesti memperbaiki sesuatu.

perbanyaklah angka kegagalan Anda. sebagai Zat yang Maha berkehendak atas diri kita. apa lagi menyalahkan Tuhannya. Semakin banyak kegagalan yang kita hadapi. Dengan bekal keyakinan dan dorongan yang kuat untuk mendapatkan apa yang menjadi cita-citanya.” Karena memang. kita hanyalah pemain yang pasrah mementaskan peran kita. Maka oleh karena itu. Orang sukses. Lain lagi kisah seseorang yang sedang menuju tangga-tangga kesuksesannya.Terakhir. kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Disana ia giat belajar. gagal dalam pemilihan anggota kongres di usia 34 tahun. gagal dalam upaya pemilihan anggota senat di usia 49 tahun. Ketika ia menemukan kegagalan dalam hidupnya. Inilah bukti nyata lemahnya manusia. Pria ini pernah mengalami kegagalan dalam bisnis dalam usia 21 tahun. gagal dalam pemilihan anggota senat di usia 45 tahun. bukanlah orang-orang yang luar biasa. Tom Watson mengatakan. turut dipengaruhi oleh sikap. dia terpilih sebagai mahasiswa teladan dan mendapatkan beasiswa. (Yesi Elsandra. Baginya kegagalan berkompetisi dalam memperebutkan Perguruan Tinggi Negeri bukanlah akhir segala-galanya.Dibalik cerita kesuksesan orang-orang sukses. kemauan keras dan keyakinan kita pada Tuhan. menderita gangguan syaraf di usia 27 tahun. menderita kesedihan akibat kematian kekasihnya di usia 26 tahun. Gagal UMPTN tidak membuatnya kecewa. tetapi mereka melakukan hal-hal kecil dengan cara luar biasa. kalah dalam pemilihan anggota legislatif di usia 22 tahun. Siapa tak kenal Abraham Lincoln. Allah jualah yang menentukan segala nasib kita. . keberhasilan kita melipat kegagalan dan menyimpannya sebagai guru dalam sejarah hidup kita. karena sebagai manusia yang diselimuti kekurangan. bingkailah usaha kita dengan figura doa dan kepasrahan yang tinggi pada Allah. putus asa. mudah-mudahan Allah merealisasikannya) Bubur Ayam Publikasi 25/09/2002 11:14 WIB eramuslim . “Kalau saya kuliah di PTN. sebagai buah jerih payah dan usaha yang kita lakukan. gagal lagi dalam bisnis di usia 24 tahun. dia tidak mengeluh. gagal dalam upaya menjadi wakil presiden di usia 47 tahun. Simpul-simpul itulah yang justru mendorong lahirnya kesuksesan. “Jika Anda ingin sukses. Tanpa subsidi kekuatan berupa sikap dan improvisasi berupa kemauan keras untuk berusaha dari Allah SWT. Masih dengan akal yang jernih dan semangat untuk hidup bahagia. mungkin belum tentu begini ceritanya. spesial untuk saudara yang berencana duet membuat buku. maka kita akan semakin dewasa menerima kesuksesan yang sesungguhnya. kita hanya bisa berusaha. dia masuki sebuah Perguruan Tinggi Swasta. Kesuksesan dan kegagalan tidak dapat kita elakkan sebagai konsekwensi atas berbagai pilihan dan keputusan dalam memilih cara hidup. tersimpan banyak kegagalan yang dilipat rapi dalam sebuah simpul pengalaman sejarah.” Begitu batinnya berbisik riang. namun akhirnya terpilih sebagai presiden Amerika Serikat di usia 52 tahun.

aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. untuk saudara yang hilang. sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya. setelah aku besar. Dengan sabar pula ia menunggu. Padahal menurut cerita orang. jangan buang bubur itu. aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga. Tambahkan bumbunya. ia tak pernah membeli pakaian baru. Bahkan sepulang sekolah. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku. Ia sisihkan semua . Jika terlanjur menjadi bubur. Kini. bepergian. aku ‘dipaksa’ membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. beri daging. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi. karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku. Kenapa tidak kita jadikan saja bubur itu menjadi bubur ayam. aku sering merasa malu berjalan bersamanya.Sewaktu masih kecil. Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah. bahkan memberikan variasi dalam menu kita hari itu. atau hujan. bermain bersama temanteman. atau terik. ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. Ibaratnya seorang ibu yang gagal menanak nasi hingga menjadi bubur. Sesekali kulihat dari jendela kelas. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Ibu Publikasi 24/09/2002 08:19 WIB eramuslim . apalagi perhiasan. Bukanhkan ia tetap dapat kita makan. Terima kasih ibu. ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. aku malah sering meninggalkannya. Hidangkan dengan sedikit kerupuk. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut. Bukankah tidak sedikit pula yang favorit terhadap bubur ayam? (Yesi Elsandra. Di usiaku yang menanjak remaja. dengan rasa kantuk yang menderanya. ia masih duduk di seberang sana. Kini. taburi bawang goreng dan kecap.Bersikap positif memandang kegagalan sebagai awal kesuksesan adalah pelajaran yang paling berharga. Setiap hari. aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Saat aku menjadi orang dewasa. ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. ati ampela ayam. masih ingat bubur ayam?) Izinkan Aku Menciummu. Sehabis makan. setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua.

Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. Pada hari pernikahanku. yang terpikirkan olehku adalah bagaimana menjadikan hidup ini menyenangkan. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya. ia yang dengan penuh kesabaran. jadilah hidup yang ingin aku jalani hanya berputar dari mencari uang dan menghabiskannya dengan memanjakan diri sendiri. kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. Usai wisuda sarjana. Saat itulah aku menyadari. posisi lumayan dengan penghasilan yang memuaskan. Aku sangat ingin menjadi istri yang shaleh dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu. ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. Selepas SMA. Padahal juga aku tahu. Sungguh. (Bayu Gautama. meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku. aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang. Maka. Meski Ibu bukan orang berpendidikan. tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Usai akad nikah. ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini. ibu yang kuanggap bodoh. aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Aku yang pintar. tapi do’a di setiap sujudnya. jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh. karena begitu sulitnya mencari pekerjaan. ia menggandengku menuju pelaminan. Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku.Beberapa tahun lalu. baru aku mengerti. pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. Aku akan datang dan menciummu Ibu. Entahlah. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan. ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. Untuk Semua Ibu Di Seluruh Dunia) Bayaran Langsung Publikasi 23/09/2002 07:23 WIB eramuslim . Namun demikian kondisi tersebut mampu merubah . waktu itu tidak pernah ada dalam benakku untuk memikirkan kesulitan orang lain. Tanpamu Ibu.untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik. kini setelah aku mempunyai anak. sekedar untuk mencari sesuap nasipun terasa begitu berat. membasuh luka di kaki dan mendekapku eraterat saat aku menangis. aku tak pernah lagi menjenguknya atau menanyai kabarnya. Alhasil. Namun kenyataan yang aku dapatkan lain dari bayangan. memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati. Punya pekerjaan bagus. ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. jangankan untuk memanjakan diri.

Aku ingin lari saja seperti dulu sewaktu masih di sekolah. ini sudah lebih dua minggu.” aku ngeloyor pergi setelah berpura-pura kehilangan dompet. Kalau kesulitan melanda. kenapa ia tidak mendo’akan dirinya saja agar bisa hidup lebih baik lagi tanpa harus menjadi peminta-minta. “Ah tidaklah. “Orang lain nanti dululah. Namun. Kemudian kuperhatikan orangtua itu berdo’a yang isinya samar-samar kudengar agar aku diberikan rizki yang banyak atas kebaikanku padanya. Jadinya arloji itu milik saya”. Selain juga aku selalu beranggapan bahwa setiap amal dan sedekah merupakan bekal kita di akhirat nanti. pikirku. Satu hari.kepribadianku hingga menjadi orang yang sedikit peduli sesama orang lain. Segera aku turunkan kakiku yang naik bersilah di atas bangku warung dan menghampirinya. Beberapa saat kemudian aku baru sadar bahwa uangku tidak cukup untuk membayar dua piring nasi. Bukan aku tak senang dengan do’anya. Kuajak dia masuk dan memesankan sepiring nasi beserta lauk untuknya kepada penjual nasi. Yang masih kuingat. Allah mengirimkan seorang ‘malaikat’ ke rumah kami. sampai satu minggu aku tak kembali ke warung itu. hingga kami berdua seolah tengah berlomba makan. tapi. “Besok saya tebus mbok. Sudah hebat dia. . hadapi dengan ikhlas dan sabar. pemahamanku yang minim tentang agama tidak membuatku giat bersedekah. Hidup terkadang harus dijalani apa adanya. kecewanya aku karena barang itu sudah dijual oleh simbok penjual nasi. Disaat kebingungan itulah. Hingga suatu ketika aku mengalami kesulitan yang begitu memberatkan. Kamil. Aku mencari cara dan alasan bagaimana caranya agar bisa berhutang dan besok-besok kalau sudah punya uang baru aku bayar. “Biar saya yang bayar pak” tak lupa kuselipkan uang seribu perak ke kantong bajunya. wong aku yang salah kok. dompet saya hilang nih. “Sampean janjinya besok. Sebenarnya ia sudah lama sakit hanya saja selama ini dipaksakan untuk tidak memeriksakan ke dokter karena kami tak punya biaya. kalau lagi senang ya tersenyumlah sewajarnya. tak sengaja mataku menangkap orangtua tersebut menelan ludah saat melihatku yang begitu bersemangat melahap santapan siangku. bermobil pula. Seperti halnya aku. Namun nampaknya mbok penjual warung sudah menangkap gelagat tidak baik yang akan aku lakukan sehingga akhirnya kutitipkan arloji kesayanganku. Inginnya sih marah-marah. tapi sudahlah. “ndak punya duit aja sok-sok-an mbayarin orang makan” kata-kata itu sempat tertangkap sesaat sebelum aku pergi meninggalkan malu di warung itu. ia pun tak kalah gesitnya melahap makanan itu. kalau nggak ada ya buat sendiri dulu”. sahabat lama yang entah sudah sekian tahun tak bertemu. Hanya saja. ibuku sakit dan harus segera dibawa ke dokter. dua hari. terakhir aku mengajak seorang peminta-minta tua untuk makan bersamaku. Gajian masih enam belas hari lagi … ya sudahlah. aku pikir masih banyak orang yang jauh lebih susahnya ketimbang aku. aku sendiri sedang kesusahan”. segera aku ke warung hendak menebus arloji antik pemberian dari mendiang ayahku itu. “Kalau lagi ada yang ngasih. kalau perlu berikut dendanya. nanti saja setelah gajian aku bayar. itu dosa masa lalu” pikirku. tapi kupikir. Pas hari gajian tiba. Toh. Waktu itu aku di sebuah warung nasi.

kami memanggilnya Sony.Allah memang Maha Adil. Dilihat dari merk-nya sih. Mungkin tidak sekarang. Dan mungkin tidak langsung dari orang yang pernah merasakan kebaikan kita. Terlebih sejak ayah menyetop kiriman uang yang seharusnya menjadi kewajibannya 6 bulan lalu. Aku tak pernah iri . “Amru … dipanggil kepala sekolah!” lagi-lagi namaku dipanggil. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Malah bertambah dan terus bertambah ratusan kali lipat. tapi bisa untuk orang yang kita cintai. Ia sangat suka pamer jika mempunyai barang-barang bagus yang baru dibelikan orangtuanya. seperti sepatu dan tas. Mungkin bukan untuk kita. Hampir semua anak dikelas tak menyukainya. sering membuat onar dan tidak jarang berbuat usil terutama kepada perempuan. meski juga masih dalam kekurangan aku akan selalu menebar kebaikan kapanpun dan kepada siapapun.” (2:261) (Bayu Gautama. Akibat kebutuhan yang mendesak itulah. namun tak mengurangi jumlahnya. Karena kini aku yakini. juga adik-adikku. jelas tidak murah. Sebulan sebelumnya bahkan bagian Tata Usaha sudah berkali-kali memanggilku hingga semua teman-teman tahu setiap kali aku dipanggil pasti urusannya dengan soal bayaran sekolah. Disaat orang lain kesulitan. seperti menabung yang isinya bisa kita dapatkan kapan saja. Ada Wicaksono. ia kirimkan seorang penunjuk jalan. tapi nanti disaat kita begitu membutuhkannya.Sabtu pagi. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. tapi bayaran langsung dari-Nya itu bisa datang melalui tangan siapa saja yang tidak diduga kedatangannya. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. bagus pula modelnya. Kejadian yang baru saja kualami. kembali memberikan satu hikmah kepadaku. di kelas ia selalu menjadi biang keributan. Ini seperti menebar benih yang hasilnya bisa langsung dipetik di kemudian hari. Ibu yang hanya lulusan PGA (Pendidikan Guru Agama) menggunakan kemampuannya mengetuk satu persatu pintu orang-orang berada dan menawarkan jasanya untuk mengajar ngaji anak-anak mereka. Dia mengirimkannya kepadaku. Dan kini disaat aku yang kebingungan. Allah bayarkan juga kebaikan kita di dunia. Aku sudah tahu apa yang akan disampaikan kepala sekolah. Kini. pada tiap-tiap bulir: seratus biji. kondisi ekonomi keluargaku memang semakin terdesak. ibu selalu kehabisan uang untuk biaya sekolahku. Bulan lalu bu Isti wali kelasku memanggil menyampaikan salam untuk orangtuaku untuk segera membayar biaya SPP-ku yang sudah nunggak hampir 6 bulan. selain ia juga sombong. terima kasih kepada semua yang telah memberikan kesempatan untukku berbuat kebaikan) Batu-Batu Pijakan Publikasi 20/09/2002 08:00 WIB eramuslim . Sejak orangtuaku bercerai dan aku memutuskan untuk ikut ibu setahun yang lalu. amal yang sekarang kita kerjakan tidak hanya menjadi bekal di akhirat.

ia mempunyai mata pandang yang mampu menembus relung kebisuan sahabatnya. Meski cuma batu kecil. “bu. mungkin sepanjang perjalanan hidup kita pernah ada orang-orang yang menjadikan dirinya batu pijakan sehingga kita bisa melangkah maju dan lebih jauh. Sore menjelang Ashar.Seorang anak dengan gayanya yang lugu bertanya kepada ibunya. tak ada yang berubah kecuali Sony. seringkali kita tak pernah menengok batu-batu pijakan itu dan melupakannya. dengan langkah gontai aku memasuki teras rumah. teman sekolahku dulu kini menjadi salah satu staf dalam perusahaan yang aku dipercaya menjadi General Managernya. orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupku. Satu minggu sesudah jadwal masuk aku masih belum mau ke sekolah. tanpa menepuk dada. Hingga akhirnya Fauzan. Aku ‘membohongi’ ibu dengan mengatakan bahwa libur sekolah diperpanjang. Kulihat ibu sedang menyapu lantai. *** Itu dua belas tahun yang lalu. Di kelas. Lagi pula mulai besok sampai minggu depan sekolah libur. Satu bulan lalu saat acara syukuran dikantor atas dipercayanya aku menjadi GM. saat aku masih duduk dibangku SMA kelas 2. kesejukan bathin dari kenikmatan memberi . hanya saja yang membuat aku membencinya lebih karena ocehannya setiap petugas tata usaha memanggilku. Sejak dalam perjalanan pulang sudah kuputuskan untuk tidak menyampaikan surat panggilan kepala sekolah agar tidak menjadi beban pikiran ibu. teman-teman bilang ia telah berubah setelah mengikuti pesantren kilat selama liburan yang lalu. Yang kutahu cuma satu. teruntuk orang-orang yang telah pernah menjadi batu pijakanku) Agar Dapat Melihat Surga Publikasi 18/09/2002 07:39 WIB eramuslim . “Masih ingat Sony? Dia menjual tas dan sepatu barunya untuk melunasi tunggakan biaya sekolah kamu dulu” Subhanallaah … *** Sahabat sejati bukan memberi pada saat orang meminta. apa itu cinta?”.kepadanya. Wallahu a’lam bishsowaab (Bayu Gautama. hari ini begitu ramah. petugas TU yang biasanya tak pernah senyum kepadaku. namun keberadaannya mungkin telah menyelamatkan kita dari jurang kejatuhan yang melumpuhkan. Kini aku tak pernah bertemu lagi dengan mereka. Ada yang lain di sekolah. Fauzan. Tak ada lagi kesombongan dan sifat usilnya. Saudaraku. seorang temanku datang dan mengajakku ke sekolah. Sayangnya. “Pinter-pinter nunggak …” atau sindiran lainnya. Alhamdulillaah. Cinta ada adalah kemurnian jiwa. Fauzan membisikkan sesuatu yang membuatku menitikkan airmata. Ia memberi tanpa kata-kata.

juga dosa yang dilakukannya. marah dan kecewa serta sedihnya hanya kepada kebathilan. Hanya bedanya. “Karena itukah banyak orang mengagungkan cinta?” tanya sang anak lagi. senang. “Lalu kenapa ada orang yang saling membenci. sebenarnya ia tidaklah tengah mengagungkan cinta melainkan perasaan dan nafsunya yang tengah bergumul sehingga meluap menjadi nafsu berbaju cinta. sama seperti benci. Mungkin karena usianya yang memang belum pantas merasakan kegetiran dan kepahitannya. Ia merasakan kehangatan hidup. jawab sang ibu. Tak perlu takut. “ini wajar nak. Dengan sabar dan penuh cinta ibunya menerangkan. bahwa keagungan cinta hanya berada pada cinta Sang Agung. kemenangan dan prestasi seseorang akan sesuatu. Itulah kehebatan Allah. Untuk sementara ibunya membiarkan mimpi anaknya tak terusik oleh kepayahan mencari sesuap nasi yang dijalaninya. mereka yang senantiasa mampu menggunakan mata bathinnya untuk melihat segala hal. Dia ciptakan manusia dengan bentuk yang sempurna sehingga dengan kesempurnaan yang dimilikinya itu. “Karena Allah pun teramat cinta kepada yang mempersembahkan cinta kepada-Nya”. dengan sentuhan lembut ibunya ia memainkan nyanyian dawai-dawai indah yang bergelung-gelung dialam mimpinya.dan kerelaan berkorban. manusia bisa menangkap kesan yang lain. marah dan sedih. sedih dan masih banyak lagi. bukan di kepala. biasanya senyum dan tawa adalah cermin dari keberhasilan. apalagi dimata. kezhaliman. tentu mereka akan sadar kalau tengah terombang-ambing oleh arah cinta yang salah. karena kebanyakan manusia hanya sebatas menggunakan mata kepala dan mengabaikan mata bathinnya. Lama ia dibuai cinta sang Ibu. marah. Ada benci. “Bukankah semua hamba-Nya yang sholeh kelak akan tersenyum di hadapan Allah yang menghadirkan keagungan wajah-Nya?” jelas sang Ibu sambil mengusap kening anaknya yang serap-serap mulai terbuai ke alam tidurnya. tertawa. keceriaan dunia. “Bagaimana dengan tersenyum dan tertawa?” Senyum dan tawa adalah sebuah refleksi. bertengkar dan saling bermusuhan?” tanyanya lagi. Masalahnya kemudian. Mungkin Allah menciptakan rasa itu untuk melatih manusia. Padahal jika mau membuka tabir sebenarnya. kecewa. Karena itu. keserakahan dan bahkan kesombongan diri. adalah sangat manusiawi jika dibenci. Si pencipta cinta itu sendiri. tidak hanya cinta. sehingga seringkali tidak mampu menangkap kemurnian jiwa. kesejukan bathin dari mencinta dan dicinta. Dan jika ada yang mengagungkan cinta diatas segalanya. Dan adalah fitrah manusia juga untuk kecewa jika sesuatu tak seperti harapannya. sehingga ia lupa bahwa cinta bersemayam dan bergetargetar dihati. kesemena-menaan. Sudah menjadi fitrah manusia tidak menyukai sesuatu yang tidak disenanginya. semua itu salah satu anugerah dari-Nya yang patut kita syukuri. tak seindah mimpinya. sehingga benci. dan kebanyakan manusia memandang cinta hanya berhenti di mata kepala. Cinta harus dilihat dengan mata bathin. bagaimana manusia mengkondisikan hatinya agar senantiasa condong kepada kebenaran. tidak sesuai dengan hati nuraninya. juga hantaman kerikil di . ia akan melihat siapapun dan apapun dengan cinta. Tak perlu merasa bersalah hanya karena tersenyum dan tertawa. artinya sesuatu hal yang tidak berkenan.

juga menghilangkan penyakitpenyakit lainnya yang kerap hinggap di kalbu. Tak perlu malu untuk menangis. Maka dengan menangis setiap hari. Itulah cara Allah membersihkan wajah manusia yang coreng-moreng oleh kekhilafannya. mempertebal kesabaran serta menanamkan keyakinan dihatinya. tak kan membiarkan dimasa depan anaknya mengeluarkan keringat dan darah seperti yang dialaminya kini. hati pun sejuk kembali dan kebeningan mata yang sudah terhapuskan pekatnya.Menjadi rumput di keluasan padang yang menghampar. Terik dan hujan menjadi baluran tubuhnya sehari-hari. Semua itu. wajah menjadi bersih. irama kehidupan dimulai sampai semua kembali lagi menghampiri dalam sebuah ajal ketika tiba merenggut. Di atasmu mereka berbiak. Terus bermanfaat. meski biasanya selalu dengan itu. bahwa esok matahari masih akan terbit. tiap detik dan pada setiap hembusan nafas makhluk yang . menginjak-injak dan kemudian meninggalkanmu ketika kau tak lagi subur. Menangis tidak mesti dengan air mata. untaian kata pinta yang tak pernah berhenti. demi satu cita. Dari rumput. seusai kesejukan membasuh seluruh tubuh untuk kemudian bersimpuh dihadapan-Nya. juga mengotorimu. Hingga dengan demikian sang ibu semakin sadar bahwa hanya Tuhanlah yang selama ini menguatkan. Terkadang ada tangis yang begitu keras sekeras benturan kehidupan yang menerpanya. Tak terasa air bening mengalir membasahi pipi. Menangis adalah wujud dari kelemahan manusia yang jelas-jelas kekuatannya sangat terbatas. memberikan keindahan tersendiri. hingga tak sadar tangisannya itu menyentuh relung bathin anaknya sampai terbangun. mencari makan. Dan menjelang fajar. yang tak diiringi penyesalan akan beban hidup yang saat ini diamanahkan kepadanya. karena dengan menangis kita tengah melunturkan kesombongan. Menjadi rantai pertama energi yang kemudian mengalir sampai puncak rantai makanan yaitu pada hewan-hewan predator. yang tak pernah berhias putus asa. hanya agar manusia dapat melihat surga. “Kenapa ibu menangis?” Menangis adalah satu anugerah Allah lainnya nak. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Pengabdian Sang Rumput Publikasi 17/09/2002 07:08 WIB eramuslim . Kemudian airnya turun menyejukkan wajah kita. Menangis adalah pembuktian akan adanya Yang Maha Kuat yang memiliki kehendak diatas segala mau dan keinginan manusia. bergembira. kering bahkan sekarat mendekati kematian. Air bening yang membasahi mata akan membasuh dosa yang berawal dari penglihatan manusia. Dengan hijaunya dan tebaran hewan-hewan yang merumput untuk memenuhi hajat kehidupan. memancar tiap hari.sepanjang jalan yang disusurinya. Mungkin semua orangtua mempunyai mimpi yang sama. Namun kebahagiaan apa yang paling berharga bagi rumput kalau bukan atas kemanfaatannya. kepekatan hati yang penuh noda hitam dari setiap detik hidup yang berlumur salah.

melata di muka bumi. Cukup kau tanggung sendiri. memanasi api hingga dengan cepat membesar. namun pengabdian dan doadoanya terus meluncur sepanjang waktu atas karunia yang dilimpahkan untuk dirinya. Demikian juga sang akar menyesap dengan gairah semangat kehidupan yang diwariskan pendahulunya. bumi dibasahi dan dilunakkan air yang menggenangi danau-danau. Lalu jilatan api melumat tubuh-tubuh kurus keringmu. kemudian akar semakin sibuk mengumpulkan zat-zat kehidupan yang telah diwariskan generasi sebelumnya. Sang rumput bangkit dengan tunastunas yang baru. "Aku akan lebih baik dari pendahuluku". Suasana kesenduan tanpa kehidupan yang membalut luka terbakar. Dengan hujan. Menyimpan gizi yang tinggi tiada tara bagi makhluk-makhluk pemamah biak. tekad sang rumput muda. Dengan keletihan dan tubuh kurus. hewan-hewan tersebut bersua kembali dengan telaga kehidupan padang rumput . untuk menyediakan semua kebutuhan gizi bagi sang rumput muda. bukan pada dirimu. sang akar rumput pun bercucuran dan berlinang air mata kesyukuran. bersamaan dengan binatang-binatang yang dulu mengungsi saat kemarau dan kebakaran melanda. Akhirnya hanya meninggalkan puing-puing jelaga yang hitam. seakan semua kenangan indah terhapus hangus dalam pori-pori tanah yang panas terpanggang api dan teriknya matahari. Dalam ketakzimannya rumput-rumput tentu tak berdosa. Disertai hembusan angin sepoi yang bersorai. Bukan pada padangmu. hidupkan generasi pengganti kami dari akar-akar hamba yang sengaja kau selamatkan di pori-pori bumi dari amukan api yang telah menjadikan tubuh-tubuh kami sebagai pupuk untuk generasi kami mendatang. tatkala bergulung-gulung mendung hitam membawa kabar baik untuk semua kehidupan di bumi. Dengan halus kau usir hewan-hewan untuk meninggalkanmu agar mencari tempat yang lebih baik dan menjanjikan. Jadikanlah generasi penggantiku adalah generasi yang kau cintai dan hanya mencintaiMu. Namun akan senantiasa tumbuh dengan kehijauan lagi lezat di mulut makhluk yang memamahnya. Karena kau tak akan pernah ingin berbagi penderitaan dengan mereka. Karena sebuah kemuliaan yang tiada tara selain sebuah kecintaan pada-Mu dan kemanfaatan dari kami yang dapat dipetik dari makhluk-MU yang melata di muka bumi ini". Sang rumput muda tumbuh dengan gemuk kehijauannya. akan kuundang semua makhluk hidup dengan ranumnya tubuhku yang takkan habis dimakan. Sampai semua kehidupan ini secara berantai termakmurkan karena hijaunya tubuhku. kemudian menghanguskan seluruh tubuhmu. kubangan-kubangan dan relung-relung hati yang sebelumnya kering dari tetesan air keindahan dan kasih sayang. Kemudian musim kering yang tandus menghantam. Bersama tercurahnya hujan. Maka. Tidak ada kata terkira inilah pengabdian yang terindah dan teragung yang pernah kau berikan. Kehidupan di padang telah pulih kembali. "Ya Rabb. Karunia teragung yaitu kehidupan itu sendiri. Namun kau belum mati.

angin kemarau yang tandus dan kering menggulung. demikian panas terik matahari meratapi kepergian sebuah pengabdian. Namun semua mempunyai penuntas. tubuh sang rumput mengering disapu oleh angin kemarau yang menyedot air dalam tubuh-tubuh renta yang berlumuran pengabdian yang tak akan ternilai oleh apapun. melintas sepasang laki-laki dan wanita di depan mereka. semuanya mesti dipergantikan. "Huh. Namun ada satu yang tak terlupa dari mulut sang rumput. Wallahu'alam bishshowab (Warsito Suwadi warsuwadi@yahoo.Dahulu kala diceritakan pernah ada seorang suami dan istri yang ketika sedang duduk di depan rumahnya. dan air mata itu adalah kesyukuran atas amanah yang ditunaikannya. namun karena Allah telah menghamparkan amanah baginya. Dengan keikhlasan dan keridhoan Rabbnya." Seketika itu suaminya berkata.yang sungguh tak terkira sebelumnya. "Ya Tuhanku ijinkanlah hamba-Mu untuk memanjatkan doa. menguatkan dan menggemukkan. jiwa itu akan berlabuh di keridhoan itu. Angin berhembus kehilangan. Syahdan. mengabarkan bagi seluruh kehidupan untuk bergerak ataupun bertahan.com) Apakah Kita Tak Pernah Sombong? Publikasi 16/09/2002 08:59 WIB eramuslim . Cerita ini adalah salah satu dari sekian banyak peristiwa yang kita jalani yang menunjukkan betapa mudahnya kita menilai manusia dari apa yang tampak diluarnya. semuanya mempunyai keberakhiran. . Tiba-tiba si istri yang melihat berkata. karena Allah telah menyediakan rizki yang tak terkira baginya. generasi pengganti kami yang lebih baik dari kami". dan dengan keikhlasan dan keridhoaan dari Sang Rabb ajalnya dilabuhkan ke sisi keridhoaan-Nya. Seakan mereka sudah kenyang walau hanya memandangnya saja. Sang wanita tinggi ramping dan mengenakan baju indah. Dengan cucuran linang air mata sang rumput menuntaskan doanya." Setelah mereka bertemu dan istri itu minta maaf. wanita itu menjelaskan bahwa dia berdandan dengan indah untuk membahagiakan suaminya agar suaminya bisa 'bangga' dengan dirinya. Jadikanlah generasi penggantiku adalah generasi yang mencintai dan Engkau cintai ya Rabb. wanita itu sungguh sombong. Dan suami wanita itu adalah lelaki pendek yang sedang berjalan bersamanya. Dia berdandan agar dirinya tampak lebih tanpa memperhatikan orang lain. "Kejar wanita itu dan minta maaf padanya. Sang rumput berlinang air mata. Kemudian hewan-hewanpun berhijrah meninggalkan padang untuk bertahan ke tempat yang lebih baik. Kehidupan di padang itu menjadi hidup dan lebih hidup lagi. sementara yang lakilaki berpostur pendek dan sederhana. Rumput-rumput ranum hijau yang menyegarkan pandangan. bukan karena kesedihan. Mata-mata berbinar penuh kesyukuran. Ketika semua telah mengungsi maka berlahan-lahan.

Jangan-jangan kita pernah mengatakan orang lain sombong karena ia tidak pernah mau berkumpul dengan kita padahal ia ingin menjaga diri dari kesia-siaan waktu atau bahkan karena harus mengerjakan pekerjaan lain yang tidak bisa menunggu. maka kita harus waspada bahwa jangan-jangan kita yang sesungguhnya sombong. padahal memang Allah yang menciptakan tubuhnya seperti itu. Saudaraku.Kita begitu mudah menjatuhkan hukuman predikat sombong kepada orang yang tampak tidak simpatik bagi kita. Takutlah akan balasan perbuatan kita. Rasulullah Saw sendiri pernah berkata. Jangan-jangan kita pernah mengatakan kawan kita sombong hanya karena ia tidak pernah mau menegur sapa kita terlebih dahulu padahal pada dasarnya ia memang pemalu. tidak usah kalian berkecil hati. Luruskanlah niat dan sempurnakan amal." (HR Bukhari Muslim) atau bahkan dengan ayat Allah "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri" (Luqman:18) tanpa kita pernah tahu kenapa mereka bersikap seperti itu. Juga ketahuilah bahwa dengan mencapnya sombong kita sebenarnya telah menghina mereka yang justru bisa jadi sedang berusaha menjadi hamba Allah. Takutlah kita jika buruk sangka itu kemudian kita sebar-sebarkan. Saudaraku. Apa yang kalian lakukan biarlah dinilai Allah. Ingatkah kita bahwa hanya Allah yang bisa melihat apa yang tersembunyi di balik hati manusia? Kepada kawan itu pun kita juga berdosa karena telah berburuk sangka. Bagi saudara-saudaraku yang terzhalimi dengan diperlakukan sebagai orang sombong." (Muttafaqun 'alaih). Kemudian kita membenci mereka dengan berlindungkan hadist "Tidak akan masuk surga orang yang dalam lubuk hatinya terdapat perasaan sombong (arogan) walaupun cuma sebesar atom. sementara kawan yang kita sakiti menangis di tengah malam mengadukan kita kepada Allah. Karena sesungguhnya prasangka itu adalah sedusta-dustanya perkataan. Jangan-jangan kita pernah mengatakan teman kita sombong karena tidak mau menerima uluran tangan kita.nl) Fujuurohaa Wataqwaaha . padahal bisa jadi dia begitu ingin hanya bergantung pada Allah dengan tidak merepotkan kita. Serta maafkan dan doakan kami agar Allah mengampuni dosa-dosa kami yang memang suka mendewakan perasaan sendiri dan menilai segala sesuatu dari yang kasat mata ini. karena hanya Ia yang bisa memuliakan dan menghinakan kita. Hadi Susanto (susanto@math. Kita dengan mudah mengatakan arogan kepada mereka yang sikapnya menurut kita tidak menyenangkan. Kita bisa jadi telah berdosa kepada Allah karena kita sesungguhnya telah mengambil alih kekuasaan-Nya dalam menilai hati manusia.utwente. Jangan-jangan kita pernah membenci orang karena penampilannya. "Berhati-hatilah kalian dari prasangka-prasangka (yang buruk). Jika seperti ini yang sudah kita kerjakan.

Tinggal bagaimana seorang manusia mampu mengendalikan diri dan jiwanya sehingga karakter jahat (karena kita memberi celah kepada setan untuk masuk dan menguasai jiwa) tidak muncul dalam setiap gerak dan langkah kita. sekali lagi. ada pelit dan pemurah. . Hyde yang membenci setiap orang yang dijumpainya. Itu artinya. menggambarkan tentang adanya unsur baik dan unsur jahat pada diri seorang manusia. Ada penyesalan. Padahal hakikatnya. ada maaf dan dendam. bergantian atau bahkan bisa muncul dalam waktu yang hampir bersamaan. malaikat yang senantiasa tarik menarik untuk menguasai jiwa manusia. tidak ada yang mau disebut penjahat. yang biasanya baru disadari sesaat setelah sebuah perbuatan jahat dilakukan. yakni Mr. dan saat itulah potensi baik manusia muncul. Namun setidaknya itu menjadi bukti adanya potensi baik dan jahat itu. Jekyll yang baik hati.Publikasi 13/09/2002 08:33 WIB eramuslim . Sebenarnya film tersebut menggambarkan perubahan seorang pria bernama Dr. bathil karena karakter setan dan hewan menguasai jiwanya. Karena seringkali manusia tidak menyadari bahwa setan telah mempengaruhinya untuk berbuat suatu kejahatan. tetapi sebaliknya. bahwa ia merasa berdosa. Dalam diri menusia unsur baik dan jahat seringkali ‘berebut’ untuk tampil lebih dominan. ada cinta dan benci. Bahkan Kahlil Gibran menyebutkan dua karakter negatif. demi membela harga diri atau minimal sebuah alasan umum. Kembali ke soal potensi baik dan jahat dalam diri manusia. orang munafik jauh lebih berbahaya ketimbang orang kafir. jiwa manusia memiliki kecenderungan fasik dan taqwa. kecenderungan untuk berbuat fasik dan juga taqwa.Sebuah film lawas Amerika berjudul Jekyll and Hyde yang diambil dari novel karya Robert Louis Stevenson dengan judul yang sama yang diterbitkan pada April 1982. Seperti halnya Allah menciptakan semuanya berpasangan. Ini tentu masih lebih baik karena ada manusia yang sudah sama sekali terkubur unsur baiknya sehingga tak bosannya berbuat maksiat dan dosa tanpa merasa bersalah. Hipokrit yang berkepribadian ganda (split personality) yang digambarkan dalam awal-awal surat Al Baqarah dengan jumlah ayat yang lebih banyak ketimbang ayat tentang orang beriman dan kafir. Dalam terminologi Islam ada yang disebut potensi fujuuroha wataqwaaha. Profesi jahat apapun yang dilakoninya biasanya ada ‘alasan baik’ yang menjadi motivasinya. sejahat-jahatnya manusia. maka juga ada sabar dan emosi dalam diri manusia. Entah anak istri lapar. khilaf. Kemudian ada orang yang memiliki sekaligus dua karakter baik dan jahat itu. Misalnya saja. harus diakui bahwa setiap kita memilikinya. dan menggunting dalam lipatan. ada orang-orang yang senang berbuat jahat. sombong (takabbur) dan rendah hati (tawadhu’) dan sebagainya. menyenangkan dan sangat bersahabat dengan semua orang setelah minum formula kimia tertentu sehingga menjadi orang lain dengan karakter yang berlawanan. karena ia bagaikan musuh dalam selimut. dan kita mengenalnya sebagai orang munafik. Jika lebih besar kecenderungan ketaqwaannya maka jadilah ia orang baik. setan dan hewan yang bersemayam di diri manusia dan hanya satu karakter positif. pagar makan tanaman. menyenangkan.

sudah bisa dipastikan ketidakmaksimalannya. Kalimat itu juga bisa mengajarkan kepada kita bahwa sesuatu yang baik harus dimulai dari dalam baru kemudian keluar. tidak jarang kita terjebak atau terdorong untuk memperturutkan kecenderungan jahat itu. Padahal sabar dan memberi maaf jauh lebih terhormat untuk kita lakukan. Di sisi seberangnya. ingin berperan menjadi orang baik atau orang jahat. Maka bukan tak mungkin kita mampu mengubur potensi jahat (setani dan hewani) dalam diri ini dan membiarkan karakter kebaikkan memenuhi setiap relung jiwa ini. (bayu gautama) Jagalah Keseimbangan Publikasi 10/09/2002 11:37 WIB eramuslim . Semuanya dikembalikan kepada kita.Orang-orang yang tinggi idealismenya tidak jarang hanya beraksi pada tataran wacana. apa yang dikatakanya Rasulullah. Tak sadar mungkin kita terlebih dulu menepuk dada seraya berujar. mulailah dari diri sendiri sebenarnya tidak hanya bermakna keteladanan agar bisa dicontoh oleh orang lain. Untuk bisa menguasai (memimpin) orang lain. seketika ada rasa sombong yang mencuat ketika meraih prestasi ditempat kita beraktifitas. sehingga pada saat umurnya sudah menua barulah ia menyadari bahwa yang dilakukannya selama ini adalah hal kecil yang tidak membuatnya besar. “alhamdulillaah”. sebaiknya dipastikan kaki ini sudah mampu berdiri menapak dengan kuat. Kalimat “sabar kan ada batasnya” yang sering kita dengar seolah juga memberi bukti bahwa ada dorongan untuk memenuhi kecenderungan fujur kita. bahwa ia harus melakukan gebrakan besar ini. semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan jahat besar maupun kecil. tetapi melulu dan berkutat disitu. setelah itu kemudian baru terucap. Dengan mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Kuasa atas semua jiwa manusia. Tidak ada hal-hal besar dan ideal yang menjadi tujuannya. seharusnya kita sudah menggenggam segalanya yang ada didiri ini. Anda bisa saja melompat namun mungkin kaki anda akan terkilir . selanjutnya terserah. Maka jadilah apa yang dikerjakannya hanya sebatas menghabiskan waktu. Na’udzubillah summa na’udzu billah. mau berlari atau melakukan lompatan sejauh apapun. Atau seketika marah terhadap perlakuan orang yang mungkin tidak disengaja. untuk dapat berbicara dengan baik kepada orang lain berarti juga sebelumnya kita lebih dulu mengerti apa yang sebenarnya hendak kita sampaikan. Jika kita mau mengambil pelajaran. Tetapi pada kenyataannya energinya seringkali habis hanya untuk menelorkan dan membahas wacana-wacana besar itu dan tidak sampai pada aktualisasi ide. ada orang-orang yang justru aktif melakukan hal-hal kecil. Wallahu a’lam bishshowaab. dan jika ada yang mencoba melanggar aturan alami itu. ada kejahatan-kejahatan kecil yang kerap kita lakukan tanpa kita sadari dan bahkan kita menganggapnya bukan suatu kesalahan.Masalahnya kemudian. Misalnya saja. untuk bisa menjangkau hal-hal diluar. dan mencontoh tauladan kita Nabi Muhammad Saw yang segala kebaikkannya membaikkan ummatnya. untuk melangkah ke depan. terobosan besar itu. Termasuk memilih komunitas yang baik dan menghindari tempat dimana kejahatan bersemi. “siapa dulu … gue …”. sudah sepantasnya kita tak lagi bingung mengendalikan diri. Hanya saja yang perlu diingat. Semua itu berlaku secara alami.

atau patah. bekalilah diri ini dengan jam penunjuk waktu dan kompas sebagai penunjuk arah (tujuan). jelas membuat kita menjadi kerdil. Jangan pula hanya melengkapi diri dengan kompas tanpa jam penunjuk waktu. atau pohon besar yang menghalangi. Oleh karenanya. Ini mengajarkan kita untuk senantiasa bergerak dan tidak puas berhenti disatu tempat mengulangi rutinitas yang sama. Jangan hanya memiliki jam tangan karena kita akan terjebak pada rutinitas yang melelahkan tanpa tujuan (cita-cita) yang jelas namun waktu yang ada habis tanpa hasil yang signifikan. Anda bisa juga berbicara dengan bebasnya meski anda sendiri pun tidak jelas apakah memahaminya atau tidak. Jadi ketika sudah melakukan hal yang kecil. Sebaiknya kita tidak seperti seorang anak kecil yang melempar batu jauh ke depan. kemudian tumbuh sebagai anak lincah yang baru bisa berjalan satu-dua langkah. Jangan puas dengan pekerjaan yang ringan-ringan saja. Bertambahlah pengetahuannya dari yang sudah ada sebelumnya. Berada pada posisi aman dan tidak berani mencoba tantangan baru. Menikmati pekerjaan rutin yang kecil dan cukup puas dengan hasil yang didapat ternyata juga terkadang membuat hati mendengki terhadap orang-orang yang berhasil karena hidup dinamis dan berani bergerak (maju). Dan melangkahlah keluar menembus cakrawala agar menghabiskan waktu hidupnya dari perkembangan ke perkembangan berikutnya. selain pengetahuan. Orang lain sudah sampai di tujuan kita masih tertinggal di landasan. dan jelas tidak berkembang. Tidak ada sesuatu yang baru. Juga tidak mengalami tantangan baru. kerjakan dulu yang terjangkau tangan. sebelum memaksakan sesuatu yang diluar cakrawala kita. dan meminta temannya mengambilkannya. cobalah sesuatu yang lebih besar. Bahwa manusia harus menjaga keseimbangan dalam segala hal. Beberapa tahun kemudian. itu suatu keniscayaan terhadap signifikansi hasil yang bakal diraih. Ketika besar. Sehingga di medan lemparan berikutnya bukan tidak mungkin kita menemui hambatan yang berbeda. Karena kita hanya akan sibuk menentukan tujuan tanpa melakukan apaapa karena kita tidak pernah tahu kapan harus memulai. melakukan hal yang kecil terlebih dulu sebelum mencoba sesuatu yang besar. . ia mulai sekolah. kemampuan motoriknya juga lebih sempurna. Sesuai dengan proses kejadian manusia. Namun yang perlu diingat. sebelum mencicipi kenikmatan dari hasil kerja berat. Demikian halnya dengan pekerjaan. semestinya kita berlari menuju dimana batu terjatuh dan kemudian melemparkannya kembali ke depan. Dan seterusnya seperti itu. mengangkat yang ringan terlebih dulu sebelum yang berat. pesan mulailah dari diri sendiri bermakna bergerak. tapi jangan salahkan kalau orang lain hanya akan mengangguk didepan anda sebelum kemudian perlahan meninggalkan anda. Berpikir besar tentang semua idealisme tanpa memulainya dengan hal-hal yang kecil. bahwa tidak ada manusia yang langsung terlahir besar. bisa berupa angin kencang yang menghambat laju batu. Arti kata 'mulai' berarti melakukan sesuatu yang tidak berhenti disitu. tentu ibarat calo di terminal bis kota. Ia dimulai dari seorang bayi merah tanpa daya apapun. Padahal setelah melempar batu.

Tapi kami merasa belum cukup sebagai bekal menghadap-Mu. “Ya Allah. semakin kehabisan akal bagaimana caranya keluar dari gua yang tertutup batu besar yang secara logika tak mungkin digeser meski dengan mengumpulkan seluruh kekuatan mereka bertiga. insya Allah karena keberanian dari Ibrahim menentang praktek syirik kaumnya. berakhir pulalah kesempatan untuk menambah amal shaleh di dunia. Mereka pun sedih. tetapi juga tetap menjaga jarak untuk tidak merasa sejajar dengan Yang Maha Tinggi agar tidak menjadi takabur. Kemudian satu do’a terucap. Sementara bekal makanan pun sudah menipis. Api yang kehilangan panasnya sehingga tak membakar tubuh Ibrahim kecil. seharusnya pula ada nilai lebih yang sebelumnya kita persembahkan kepada-Nya alias tidak meminta dengan tangan kosong. tubuh semakin lemah. Maka tak ada jalan lain mereka pun berdo’a dan meminta kepada Allah agar diberikan kesempatan untuk bisa keluar dari dalam gua. tak ada lagi yang sanggup menolong mereka kecuali Allah semata. Allah yang Maha Kuasa tempat manusia meminta pertolongan. Cerita yang sangat sederhana yang memberikan satu pelajaran bagi kita. sekian tahu sudah kami memperjuangkan agamaMu. Tidak jatuh terpuruk dan terus menerus berkubang dengan kesulitan. Wallahu a’lam bishshsowaab (Bayu Gautama) Etika Meminta Publikasi 06/09/2002 08:40 WIB eramuslim . bahwa untuk meminta sesuatu yang lebih dari Allah. selain juga satu hikmah lain.Padahal jelas-jelas Allah memerintahkan kita untuk menjadi ummatan wasathan. Dalam kondisi demikian. Dan masih banyak contoh lain yang membuktikan janji . dan seterusnya sampai permintaan yang sama dari orang ketiga hingga mereka akhirnya bisa keluar dari perangkap gua tersebut. termasuk ayahnya sendiri. Satu persatu dari mereka berdo’a seraya ‘mempertaruhkan’ semua amal dakwah dan perjuangannya bagi agama Allah selama ini. Kisah diatas mungkin sudah sangat sering kita mendengarnya. Diangkatnya Yusuf sampai derajat yang mulia. Wallahu’a’lam. mengajak orang-orang mencintai-Mu. agar diri ini senantiasa menyeimbangkan posisi dan keadaan. Namun jika yang Engkau ridha terhadap amal kami yang masih sedikit itu Ya Allah.Tiga orang pemuda yang terperangkap dalam sebuah gua. atas izin Engkau. beberapa celah batu itu bergeser. biarkanlah kami keluar dari gua ini …”. atau bahkan lama sekali kita tak mendengarnya. bila mereka harus mati terperangkap didalam gua tersebut maka berakhirlah langkah dakwah yang sudah sekian tahun dijalani. Lihatlah pelajaran bagaimana para nabi Allah yang sangat dekat pertolongan Allah karena amal sholeh mereka yang membuat Allah tersenyum. bahwa ada saat-saat Allah begitu cintanya kepada hamba-hamba yang mencintai-Nya sehingga keadaan sesulit apapun bisa menjadi mudah atas pertolongan Allah. insya Allah berawal dari kesabarannya memilih penjara demi menghindari maksiat.

orang yang dipersiapkan membunuh Rasulullah dalam perang tersebut. Tapi jika lidah ini pelit mengeluarkan pujian. “Bekerjalah kamu.Allah. hal berat terasa ringan dan segala harapan insya Allah terwujud. Bahkan tidak meminta pun akan ditawarinya sesuatu yang lebih. Sudah berapa banyak amal shaleh yang kita perbuat. harta dan kemampuan yang kita miliki ini bernilai dimata Allah karena atas dasar cinta kepadaNya kita penuh semangat menolong agama Allah. "Tidaklah aku menoleh ke kanan dan ke kiri pada peperangan Uhud melainkan aku melihat Nusaibah berperang membelaku. Banyak berdo’a (meminta) tanpa ada usaha yang sungguh-sungguh juga rasanya tidak lebih baik ketimbang mereka yang menyeimbangkan keduanya. mungkin hampir tidak ada alasan bagi orangtua untuk tidak memberinya. . Bahkan Nusaibah tak gentar meski suami dan dua anaknya sudah gugur di tengan pertempuran. Semakin dekat diri ini kepada-Nya semakin Ia melihat dan memperhatikan segala urusan kita. ketika do’a tak lagi terkabul. mungkin kita perlu menengok ke dalam diri ini. tunjukkan terlebih dulu kesungguhan berusaha. sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melihat kamu bekerja”. sudahkah nilai lebih tertoreh didiri ini sehingga Allah pun dengan bangga menjadikan kita bagian yang dikasihi-Nya. Selain itu. barangsiapa menolong agama Allah. Bagaimanapun Dia akan semakin cinta kepada siapa yang semakin mencintai-Nya. baru kemudian meminta bantuan Allah untuk menyempurnakan hasil yang sebenarnya dari usaha sendiri. Hal lain yang perlu diperhatikan tak bukan adalah kedekatan diri ini kepada Sang Maha Pemberi. Muhammad:7). tidak banyak keringat yang mengucur. adakah sekian waktu. Padahal apa yang kita kerjakan belumlah maksimal. Mungkin kita terlalu lemah sehingga terlalu cepat mengeluh dan meminta. Nusaibah sendiri harus menderita dengan dua belas tusukan yang salah satunya mengenai lehernya. bersama suaminya Zaid bin Ashim dan dua anak lelakinya mereka bertempur habis-habisan bersama Rasulullah di medan perang Uhud. Tentu karena Nusaibah bukan wanita sembarangan. tenaga. Rasulullah menghadiahi sebuah do’a kepada Nusaibah binti Ka’ab al Maziniay dan keluarganya agar dijadikan orang-orang yang menemani beliau di surga. Pujilah Allah dengan sesering mungkin menyebut nama-Nya dan mengingati-Nya dalam keadaan apapun. Menjelang perang Uhud dimulai. apalagi memperhatikan kita. ketika permintaan-demi permintaan seperti tak didengar oleh Allah. Sebaiknya. bisa jadi ada yang perlu kita perbaiki dari sikap mental diri ini. Contoh paling sederhana adalah seorang anak kecil yang meminta uang jajan kepada orangtuanya. Jika anak itu baik. Dan karena itulah segala kesulitan menjadi mudah. dan tatkala airmata tak juga membuat Allah tergerak untuk menghulurkan kasih-Nya. karena dengan begitu Allah akan senang dicintai hamba-Nya. menjadi anak yang menyenangkan lagi dibanggakan. jangan pernah membayangkan Allah mendekat. maka Allah akan menolongnya dan meneguhkan kedudukannya (QS. karena ia bersama Mush'ab bin Umair -yang kemudian menemui syahid setelah mendapatkan puluhan tusukan di tubuhnyamenghadang Qam'ah. berbakti kepada orangtua." Kini kembali kepada diri kita.

Penampilan manusia terbaik ini telah ditujukkan oleh para generasi awal sahabat (assabiqunal awwalun). Abu Bakar adalah termasuk sahabat yang rela mengorbankan hartanya 100 persen untuk Islam. Kenapa. Umar bin Khattab. Setiap detik waktunya tidak akan terbuang sia-sia. Oleh karenanya. Kekuatan aqidah yang bersumber dari pemahaman yang jelas. Ali bin Abi Thalib. “Cukuplah Allah dan Rasul-Nya”. bahwa orang-orang yang tidak sungguh-sungguh berusaha akan tertinggal dan tertindas. Sehingga kelak Dia dengan segala kekuasaannya akan menggantikan yang demikian itu dengan generasi baru yang mencintai Allah dan Allah pun mencintainya. Abu Daud.Manusia yang terbaik adalah manusia yang bernilai manfaat bagi manusia lainnya. Ahmad.” (HR. bagi kita yang hidup hari ini sangat bagus untuk mampu mengambil hikmah dari apa yang telah diperbuat Rasullah Saw dan para sahabatnya. Problem kemiskinan yang terus mendera bangsa ini juga bakal bisa di atasi. mereka yang tidak mendekat kepada Allah akan semakin jauh terseret kepada kejahatan dunia yang itu jelas-jelas semakin menjauhkan dirinya dari perhatian Allah. Bilal bin Rabah. Abu Bakar misalnya. Jika saja setiap umat Islam yang ada di bumi nusantara ini berakhlak seperti Rasulullah dan para sahabatnya. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Atasi Problem Ummat Dengan Akhlak Publikasi 20/08/2002 09:31 WIB eramuslim . “Nabi Saw bersabda: “Carilah Aku (Allah) pada golongan orang-orang lemah karena sesungguhnya kamu diberi rizki dan pertolongan melalui golongan orang-orang lemah itu. Disamping itu. Namun. tahan banting. akan digunakan untuk meraih amalan terbaik sehingga sahamnya diakhirat menjadi besar. jernih dan baik terhadap syahadatain. Mengenai hal ini. Akhlak mulia yang ditunjukkan oleh para sahabat itu dapat muncul karena mereka mempunyai kekuatan aqidah yang kokoh. Sehingga perjalanan dakwah Rasulullah Saw betul-betul ditopang oleh pondasi yang kokoh dari para sahabat. dipuji makhluk baik yang ada di langit (malaikat) maupun di muka bumi. Abu Darda ra. Di dalam sejarah tersebutlah nama-nama seperti: Abu Bakar Shiddiq. Hanya dengan amalan terbaiklah kita akan bertemu dengan Allah Swt.Hukum Allah selalu bermain. Mereka sangat disegani lawan maupun kawan. Laa Ilaha Illallah. adalah orang yang pertama mempercayai Rasulullah Saw melakukan perjalanan Isra’ dan mi’raj. ia berkata. Bukhari. insya Allah kalimatullah akan tegak. karena setiap orang akan berusaha dan berlomba-lomba untuk menunjukkan akhlak mulianya. Sehingga setiap gerak langkah yang dilakukannya itu betul-betul diperuntukkan demi tegaknya kalimat Allah. kata Abu Bakar. . Usman bin Affan. kuat. Sehingga terkenallah ia dengan julukan asshiddiq (benar). dan masih banyak lagi. terlebih pertolongan-Nya.

Penampilan manusia terbaik ini telah ditujukkan oleh para generasi awal sahabat (assabiqunal awwalun). berusaha dan menegakkan kalimatullah. Bilal bin Rabah.Ibnu Hibban. Umar bin Khattab. memberikan beastudi (beasiswa) kepada salah satu anggota keluarganya (anak). merekrut mereka menjadi tenaga kerja pada usaha yang sedang dijalankan sendiri. yang tidak putus asa di dalam berjuang. Dalam konteks era sekarang ini. Tugas kita adalah berusaha semaksimal potensi yang telah diberikan-Nya. Yang penting adalah bantuan itu diniatkan semata-mata karena Allah bukan karena ada faktor yang lain. Usman bin Affan. memberikan bekal keterampilan melalui training (pelatihan). Kedua. Di dalam sejarah tersebutlah nama-nama seperti: Abu Bakar Shiddiq. cara memberdayakan golongan lemah dapat ditempuh dengan berbagai macam jalan. Mereka sangat disegani lawan maupun kawan. Laa Ilaha Illallah. Ali bin Abi Thalib. Sedangkan modal kerja adalah dana yang akan digunakan untuk keperluan rutin (operasional usaha). banyak cara yang bisa diterapkan dalam membantu orang-orang lemah. Keempat. dan hakim). Dengan membantu orang-orang lemah sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya tentu nilai amalan akan meningkat. Jangan sampai ada udang dibalik batu. dipuji makhluk baik yang ada di langit (malaikat) maupun di muka bumi. Abu Bakar adalah termasuk sahabat yang rela . antara lain. Modal usaha dapat berupa modal investasi dan modal kerja. adalah orang yang pertama mempercayai Rasulullah Saw melakukan perjalanan Isra’ dan mi’raj. Berikanlah bantuan kepada orang-orang lemah dengan semata-mata ikhlas karena-Nya. Dari sisi ekonomi. bagi kita yang hidup hari ini sangat bagus untuk mampu mengambil hikmah dari apa yang telah diperbuat Rasullah Saw dan para sahabatnya. Abu Bakar misalnya. Dengan keempat perbekalan di atas diharapkan golongan lemah menjadi bangkit dan kuat. (Efri S Bahri/efrisb@yahoo. Melalui pelatihan diharapkan mereka menjadi paham dan mampu untuk bekerja secara mandiri.com) Atasi Problem Ummat Dengan Akhlak Publikasi 20/08/2002 09:31 WIB eramuslim . Sehingga perjalanan dakwah Rasulullah Saw betul-betul ditopang oleh pondasi yang kokoh dari para sahabat. Modal investasi berupa alat-alat atau perlengkapan yang akan digunakan dalam jangka panjang sebagai penunjang usaha. Dengan harapan akan dapat berkarya produktif setelah pendidikannya selesai. Ketiga. Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat. Kebangkitan dan kekuatan mereka akan berkelanjutan bila ditopang dan dilandasi oleh aqidah (keyakinan) yang kuat. Oleh karenanya. Sehingga terkenallah ia dengan julukan asshiddiq (benar). dan masih banyak lagi. Disamping itu. Apalagi godaan jabatan di pentas politik yang selalu menggoda. bahwa semua yang telah dan akan terjadi itu sematamata kehendak Allah Swt. Pertama. memberikan bantuan modal untuk usaha yang produktif.Manusia yang terbaik adalah manusia yang bernilai manfaat bagi manusia lainnya.

mengorbankan hartanya 100 persen untuk Islam. Setiap detik waktunya tidak akan terbuang sia-sia. Sedangkan modal kerja adalah dana yang akan digunakan untuk keperluan rutin (operasional usaha). Yang penting adalah bantuan itu diniatkan semata-mata karena Allah bukan karena ada faktor yang lain. banyak cara yang bisa diterapkan dalam membantu orang-orang lemah. memberikan bekal keterampilan melalui training (pelatihan). bahwa semua yang telah dan akan terjadi itu sematamata kehendak Allah Swt. Laa Ilaha Illallah. memberikan beastudi (beasiswa) kepada salah satu anggota keluarganya (anak). Mengenai hal ini. Namun. Abu Daud. Bukhari. Hanya dengan amalan terbaiklah kita akan bertemu dengan Allah Swt. Berikanlah bantuan kepada orang-orang lemah dengan semata-mata ikhlas karena-Nya. Akhlak mulia yang ditunjukkan oleh para sahabat itu dapat muncul karena mereka mempunyai kekuatan aqidah yang kokoh. Kekuatan aqidah yang bersumber dari pemahaman yang jelas. kata Abu Bakar. Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat. Dari sisi ekonomi. Modal usaha dapat berupa modal investasi dan modal kerja. memberikan bantuan modal untuk usaha yang produktif. Tugas kita adalah berusaha semaksimal potensi yang telah diberikan-Nya. Ibnu Hibban. Dengan keempat perbekalan di atas diharapkan golongan lemah menjadi bangkit dan kuat. Jika saja setiap umat Islam yang ada di bumi nusantara ini berakhlak seperti Rasulullah dan para sahabatnya. kuat. tahan banting. Problem kemiskinan yang terus mendera bangsa ini juga bakal bisa di atasi. Jangan sampai ada udang dibalik batu. Modal investasi berupa alat-alat atau perlengkapan yang akan digunakan dalam jangka panjang sebagai penunjang usaha. dan hakim). Kebangkitan dan kekuatan mereka akan berkelanjutan bila ditopang dan dilandasi oleh aqidah (keyakinan) yang kuat. Dengan harapan akan dapat berkarya produktif setelah pendidikannya selesai. Kedua. Dalam konteks era sekarang ini. Ketiga. jernih dan baik terhadap syahadatain. Apalagi godaan jabatan di pentas politik yang selalu menggoda. antara lain. akan digunakan untuk meraih amalan terbaik sehingga sahamnya diakhirat menjadi besar. insya Allah kalimatullah akan tegak. karena setiap orang akan berusaha dan berlomba-lomba untuk menunjukkan akhlak mulianya. merekrut mereka menjadi tenaga kerja pada usaha yang sedang dijalankan sendiri. Pertama. Keempat. cara memberdayakan golongan lemah dapat ditempuh dengan berbagai macam jalan. Kenapa. Abu Darda ra. Sehingga setiap gerak langkah yang dilakukannya itu betul-betul diperuntukkan demi tegaknya kalimat Allah. Ahmad. . Dengan membantu orang-orang lemah sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya tentu nilai amalan akan meningkat. Melalui pelatihan diharapkan mereka menjadi paham dan mampu untuk bekerja secara mandiri. ia berkata. “Nabi Saw bersabda: “Carilah Aku (Allah) pada golongan orang-orang lemah karena sesungguhnya kamu diberi rizki dan pertolongan melalui golongan orang-orang lemah itu.” (HR. “Cukuplah Allah dan Rasul-Nya”.

Artinya. tentu karena masih ada orang-orang yang ‘tak tahu diri’ dan merasa innocent dengan penampilannya yang tidak sesuai pada tempatnya. bukan tidak mungkin daya imun-nya habis dan lama-kelamaan tergerogoti hingga akhirnya ikut sakit. orangpun seharusnya sadar bahwa tidak mungkin mengenakan pakaian yang tidak sopan (tidak menutup aurat) di lingkungan seperti pesantren atau masjid.com) Ciptakan Lingkungan Islami Publikasi 19/08/2002 08:31 WIB eramuslim . Tapi kenapa ada peringatan itu. Ini seperti diingatkan Allah dalam firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman. atau wanitawanita yang berpakaian seminim-minimnya dengan menampilkan lekuk tubuhnya yang sejujurnya tidak sedikitpun mengundang simpati. kalau bermaksiat jangan ambil nikmat dari Allah. Nampaknya himbauan semacam itu baik jika dipasang di lebih banyak tempat. Karena. melainkan birahi. Tidak seperti orang-orang di dalam kendaraan yang asyik merokok tanpa peduli kesehatan orang lain. Laa Ilaha Illallah. bertaqwalah kamu kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar” (QS. anda juga akan temui himbauan dengan kelimat yang hampir serupa. dan masih banyak lagi. satu peringatan untuk senantiasa berada pada lingkungan yang baik. Jakarta. menghormati hak orang lain disaat menjalankan haknya. Lingkungan dimana orang-orang didalamnya mengkedepankan kewajiban. Kenapa begitu pentingnya Allah memperingatkan hamba-Nya untuk menciptakan lingkungan yang Islami? Tentu kita bisa mengambil pelajaran dari orang-orang shaleh terdahulu yang tetap istiqomah dalam keshalihannya karena mereka senantiasa bersama . tidak bermaksiat dibumi Allah. Ada yang pernah bertanya kepada seorang alim perihal diizinkannya ia berbuat dosa. menjadi orang beriman dan bertaqwa saja tidaklah cukup. mengingat semua tempat dimanapun dimuka bumi ini sebenarnya sangatlah tidak layak untuk diwarnai dengan tampilan-tampilan yang tidak mengenal norma agama. berusaha dan menegakkan kalimatullah. (Efri S Bahri/efrisb@yahoo. At Taubah:119). dan perbuatannya tidak dilihat Allah. Kita tentu sangat merindukan satu lingkungan yang kondusif bagi perlindungan keshalehan dan menjaga pertumbuhan keshalihan anak-anak. Di beberapa masjid besar seperti di Al Azhar Kebayoran Baru. Sebenarnya tanpa harus dibuat papan himbauan seperti itu. dan si alim mempersilahkannya dengan beberapa syarat. tentu sudah sangat hapal dengan kalimat “Sesuaikan pakaian anda dengan lingkungan pesantren” yang tertera di papan peringatan. rusak. sakit. Maka kemudian seharusnya ada gerakan untuk memasang peringatan-peringatan yang tidak sekedar urusan penyesuaian penampilan.Anda yang pernah mengunjungi beberapa pesantren di Indonesia. lebih dari itu. cucu dan seluruh generasi ke depan.yang tidak putus asa di dalam berjuang. orang beriman dan bertaqwa tetapi ketika berada di lingkungan yang rusak.

Begitu juga antara imajinasi keceriaan dunia baru dan bayang-bayang orang-orang asing yang bakal mengelilinginya. bahwa ujian itu bisa datang dari mana saja.saudaranya seiman. misalnya). Karena menjalani hidup itu juga berarti perjuangan melewati seluruh fasenya hingga sampai waktunya kita berhenti dan berakhir. jabatan dan lainlain. peraturan dan persaingan di dalam kelas. tidak perlu lagi pesantren. “Allah bersama orang-orang yang sabar” Seharusnyalah kita mulai menciptakan lingkungan itu dari diri dan keluarga sendiri. Seperti dingatkan Fathi Yakan. Karena disamping itu. Antara cita-cita yang menggebu dengan kecemasan seperti bertarung memposisikan diri untuk bersemayam mendominasi perasaannya. Inilah juga mungkin hikmah yang bisa kita petik dari ayat terakhir surat Al Ashr. suka tidak suka setiap yang hidup pasti melewatinya. karena sudah pasti cobaan. tidak sedikit pula Allah berikan pelajaran dari tergelincirnya orang-orang yang awalnya begitu shaleh karena terpisahnya mereka dari jama’ah. resistensi atau tetap bersabar dalam mentaati kebenaran itu. dalam pergaulan.Ibarat seorang anak yang baru pertama kali memasuki dunia sekolah. harta. berbagai perasaan bergelut dibenak dan di setiap rongga dadanya. Perasaan yang hampir sama meski tidak terlalu persis juga menggelayuti para pelajar dan mahasiswa yang tengah menghadapi ujian akhir guna membuktikan apakah mereka berhasil atau gagal setelah sekian tahun berkutat dengan buku. insya Allah akan berbekas kepada tetangga. lingkungan tempat beraktifitas. dihari pertamanya. dari wanita (istri. untuk menopang terwujudnya himbauan Allah agar keluarga kita terhindar dari api neraka. Allah mengingatkan kita untuk tetap bersabar dalam menetapi kebenaran itu. masjid-masjid memasang himbauan seperti diatas. Menjaga konsistensi itu bukan perkara mudah. penuh dengan segala macam ujian. godaan untuk melewati batas-betas kebenaran itu sangat banyak. antara semangat berprestasi dengan phobia ketidakmampuan mengikuti sistem. Ada yang mengakhirinya secara alami ada juga . bahkan setiap saat. Oleh karena itulah kemudian. dan masyarakat sekitar. setiap kesempatan selalu mengintai menunggu saat-saat lengah kita. pertama. agar nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran. dan menetap. Hingga akhirnya bukan tidak mungkin suatu saat mimpi kita untuk mendapatkan masyarakat Islami menjadi satu kenyataan. Dan tentunya. Mau tidak mau. Bahwa cobaan orangorang beriman itu ada dua hal. konsistensi terhadap kebenaran dan kedua. Oleh karena itulah anjuran untuk menjadikan kriteria shalihah sebagai kriteria utama dalam memilih pasangan begitu penting. eksekutif yang harus melewati ujian kenaikan jabatan atau para profesional yang mempersiapkan presentasi hasil karya mereka. Konsistensi dan kesabaran akan kebenaran yang tercipta dari dalam rumah kita. Wallahu a’lam bishshowaab (Abinya Hufha) Jangan Takut Cobaan! Publikasi 15/08/2002 10:46 WIB eramuslim . cobaan yang kerap bahkan senantiasa datang. Juga tidak berbeda yang dialami oleh para pelamar kerja yang menjalani test penerimaan calon pegawai. Itulah hidup.

Untuk mudah mengetahui berbagai tipikal orang menghadapi cobaan. Anda tidak akan menganggap aneh ketika mendapati orang-orang berdasi. Mereka berteriak. mungkin juga Allah menjanjikan kehidupan yang jauh lebih istimewa di kemudian hari. Jepang. cemoohan dan hinaan yang diterima Nuh as atas keteguhannya. Dunia dengan segala keindahannya juga menyimpan tidak sedikit lubang dan celah ujian dimana manusia akan melewatinya. juga keikhlasan Ismail as atas perintah Allah kepada ayahnya. atau menilai keelokan wajah Yusuf as sebagai kenikmatan yang tidak akan dimintai pertanggungjawabannya. mereka sabar. harus mengakhiri hidup dengan terjun bebas dari lantai tertinggi apartemen atau gedung tempat mereka bekerja. negeri yang terkenal dengan semangat hidup pantang menyerah dari masyarakatnya. Jangan pernah menganggap kekayaan yang berlimpah yang dimiliki Sulaiman as bukan suatu ujian. ada juga yang terus tersenyum meski virus ganas kanker terus menggerogoti satu persatu anggota tubuhnya hingga tak bedanya ia dengan tengkorak hidup. Tapi cobalah. hancur . Bahkan manusia agung. Lihatlah Adam as yang harus menerima hukuman Allah terlempar ke bumi atas kelalaiannya. menanggung kekalahan hidup yang memalukan. meringis menahan perihnya luka. kesabaran Ibrahim as untuk menyembelih Ismail sebagai bukti cintanya kepada Allah setelah bertahun-tahun menunggu hadirnya sang buah hati. Bukankah para Nabi Allah selalu mendapatkan cobaan yang teramat berat sehingga mereka menjadi manusia-manusia pilihan. anda akan menemui orang yang meraung-raung tak ingin segera mati. mereka yang pernah sukses atau karirnya menjulang. harakiri adalah jalan mulia bagi mereka ketimbang menanggung malu.yang ‘mendahului’ waktu sebenarnya dengan mengakhiri hidup ditangan sendiri yang tak berdaya meregang keputusasaan. Bahkan sebagian mereka sangat tahu. intimidasi dan ancaman pembunuhan berkali-kali. sehingga menjadikan negeri Sakura itu Macan Asia saat ini. dan bisa jadi Sang Maha Adil itu ingin menjadikan mereka manusia-manusia pilihan sehingga (dengan derita itu) diakhir hayatnya tetap ingat dan dekat kepada Rabbnya. hingga kini masih mencatatkan rekor terbesar bunuh diri dan sudah lazim diketahui bahwa sebagian besarnya adalah orang-orang muda yang penuh energik menjadikan prestasi dan kesuksesan diatas segalanya. Mungkin ada yang mengira ini terlalu menyederhanakan definisi cobaan hidup. Di negara-negara Eropa yang menjadikan kesuksesan bisnis dan profesionalisme sebagai ukuran keberhasilan seseorang. mencaci Tuhan atas dalih ketidakadilan. inilah cara Tuhan memperhatikan makhluk-Nya. menangis tak henti akibat penyakit yang tak membaik meski sudah habis semua harta. Namun di ruang lain. Sehingga ketika wajah mereka harus tercoreng oleh satu kegagalan yang dianggap biasa di negara kita. Bagaimana pedihnya penderitaan Ayub as atas penyakit dan kemiskinan yang melandanya. atau merasa menjadi makhluk yang dihinakan Tuhan dengan penyakit itu. atau Dia sedang menguji cinta dan kesabaran hamba-Nya dengan cobaan yang tiada henti. ada yang tetap tegar meski waktunya hidup di dunia sudah bisa diprediksikan. hinaan. ikhlas menerima dan menjalani cobaan. ketidaksigapan serta keteledoran yang terkadang menjadi sifat dasar manusia sering kali menyebabkan mereka kalah. kekasih Allah Muhammad saw pun tak hentinya menerima cercaan. Kelengahan. datanglah ke rumah sakit.

Mari lewati lorong waktu. Wallahu’alam bishshowaab (Abinya Hufha) Bersahabatlah Sampai ke Surga Publikasi 14/08/2002 09:11 WIB eramuslim . maka seluas mata memandang betapa satu fase hidup bisa kita jalani dengan ceria dan semangat berprestasi. Coba ingat ketika pertama kali masuk sekolah. Tidak jarang ada manusia yang hari-harinya habis untuk mengeluh. Padahal tidak! Selain karena Allah tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hamba-Nya. tapi dengan segenap keyakinan yang teguh menempati seluruh sisi benak dan dada ini. dengan kebersamaan. ujian dan cobaan itu tetap menghadang. petang dan malam. meski awalnya dihantui kecemasan. yangpenuh liku. Awalnya akan merasa canggung. menyusuri jalan-jalan dunia yang penuh tipu daya. kalau sampai hari ini kita masih bisa menjalani hidup berarti kita telah mampu melewati semua fase sebelumnya yang entah disadari atau tidak penuh dengan cobaan. tanpa daya sehingga membutuhkan bantuan orang lain dalam menjalani hidupnya. tumbuh. untuk menjadikan diri ini manusiamanusia pilihan. sepanas api membara dan sebesar gunung menjulang. dewasa. Jadi. kita harus saling berpegangan . Lalu memasuki jenjang pernikahan. Namun tak satupun bayi-bayi mungil itu merasa cemas dan menolak terlahir kedunia yang penuh dengan cobaan ini. kita pasti sanggup melewatinya meski ia sering terlihat sekokoh batu karang dilautan. waktunya tersita untuk meratapi betapa dirinya merasa menjadi orang yang paling menderita. dengan persahabatan dalam keimanan. Begitu juga saat pertama memasuki dunia sesungguhnya menjadi orang dewasa. bayang-bayang menjadi pecundang dan kalah bersaing seolah sirna bila profesionalisme dan modal kecerdasan di kedepankan. siang. Tapaki perguliran pagi. mencari nafkah. Tangisan pertamanya didunia seolah memberitahu bahwa ia makhluk lemah. Mungkin inilah rahasia dari siklus hidup yang mesti dijalani yang telah diatur oleh Sang Khalik semenjak ia menjadikan alam dan seisinya. Kepolosannya menandai keiklasan dan kesiapannya mengarungi riak gelombang dunia fana. jangan gentar melawan cobaan. Bahwa ada yang terlahir. menikah. namun kebersamaan. bahkan berusaha menghindar dari ujian yang seharusnya mereka lalui. Lalu mengapa sekarang banyak manusia yang takut menghadapi cobaan. manusia datang dengan tubuh yang kecil memerah. kekuatan dua jiwa yang bersatu. sejak Dia menciptakan manusia pertama dan menghadirkannya ke dunia. kebulatan tekad dan visi yang sama menjadikan perjalanan rumahtangga sebagai satu fase yang begitu indah. terus menerus siklusnya tak berubah. Kedepan.dan tenggelam oleh kehidupan. tapi selangkah kaki ini memasuki halaman sekolah. Lalu mengapa harus takut dengan cobaan. kebanyakan manusia mungkin lupa (ini juga sifat dasar manusia) bahwa ketika terlahir kedunia tanpa sehelai pakaianpun. atau saat seorang wanita berpindah dari pelukan hangat ayah bunda kepada satu kerelaan berjalan mengiringi seorang pria pilihannya. agar dapat diambil hikmahnya oleh manusia. Di dunia ini. tua dan mati. saat seorang pria harus keluar dari ketiak orangtuanya dan berpisah untuk bersatu dengan pasangannya.

” Maka Allah berkata padanya. Kita tak dapat lolos dari ancaman fitnahnya dengan hanya mengandalkan kemampuan sendiri. An Nisa : 28) Saudaraku. Saudaraku.” Maka masing-masing mereka mengatakan. “Dan diciptakan manusia itu dalam keadaan lemah. Salah seorang dari keduanya meninggal lebih dahulu dan ia mendapat berita gembira dari surga. Pertemuan yang sangat mengesankan dan penuh kegembiraan. sebaik-baik sahabat…” Duhai indahnya. Az Zukhruf : 67).” (QS. Bersahabat dengan orang-orang yang mendekatkan kita pada ridhaNya… . sesungguhnya fulan adalah teman akrabku. Dikatakan kepada mereka. “dDia adalah sebaik-baik teman.tangan. yang menyebutkan bahwa kita akan dibangkitkan di hari kiamat bersama orang yang kita cintai. Siapa orang yang kita cintai? Siapa orang-orang yang paling dekat dengan kita dalam menusuri hidup ini? Siapa orang yang paling menghiasi ingatan kita? Siapa yang menemani langkah. Dia yang mengajakku melakukan kebaikan dan mencegahku melakukan kemungkaran. Ketika itu ia mengingat teman akrabnya di kala di dunia lalu ia berdo’a : “Ya Allah. Harus. seorang diri.langkah hidup kita? Orang shalehkah dia? Mengajak pada kebaikan dan keridhaan Allah kah dia? Bayangkanlah persahabatan orang beriman di dunia yang kisahnya berlanjut hingga di akhirat. Mari kita mulai dari sekarang. Merenungklah. “Saling memujilah kalian kepada sahabat kalian.” (QS. “Seluruh pertemanan dan persahabatan yang tidak dilandasi karena Allah pada hari kiamat akan berubah menjadi permusuhan. sebaik-baik saudara. Ibnu Kasir mengatakan. Dia juga yang menyadarkanku akan pertemuan dengan-Mu.” Sampai kemudian teman akrabnya itu meninggal dunia dan ruh mereka bertemu. kita diciptakan sebagai makhluk yang penuh kelemahan dan mudah terpedaya. Seandainya engkau tahu yang Aku berikan kepadanya.” Begitu juga pesan Rasul SAW dalam haditsnya . Ya Allah jangan Engkau sesatkan dia sepeninggalku sampai Engkau perlihatkan padanya kenikmatan yang Engku berikan padaku dan sampai Engkau meridhainya sebagaimana Engkau ridha kepadaku. sebagaimana digambarkan oleh Ali bin Abi Thalib RA.. niscaya engkau akan banyak tertawa dan sedikit menangis. “Teman-teman akrab pada hari itu (hari kiamat) sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. dia yang menganjurkanku berlaku taat kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu. Karena. Kebersamaan dan pertemanan di jalan Allah lah yang akan mengantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan. Persaudaraan. “Pergilah. Kita tak mungkin selamat mengarungi bahtera kehidupan yang sangat luas dengan ancaman badai fitnah ini. kebersamaan dan persahabatan di jalan Allah lah yang juga akan mengiringi kita pada kebahagiaan akhirat Allah SWT memberitakan bahwa hanya pertemanan atas dasra iman dan takwalah yang abadi. “Ada dua orang mukmin yang bersahabat dan berteman akrab.

mahasiwa atau orang-orang yang sebenarnya masih sanggup untuk berdiri tetap tenang meski seorang jompo atau ibu hamil berdiri menahan beban tubuh disampingnya. Hilangnya semangat kerelaan berkorban misalnya. budaya saling tolong atau bahkan memudarnya sifat-sifat humanis di kalangan masyarakat. tidak peduli sebelumnya ia pun harus berlari dan berdesakkan untuk mendapatkan tempat duduk tersebut. yang karena itu mereka mau melakukan apapun untuk menolong agama Allah. seolah hal seperti itu saat ini menjadi barang langka yang jarang ditemui.Dikutip dari rubrik Ruhaniyat Majalah Tarbawi Edisi 40/Th. Namun seiring pergeseran budaya dan perubahan tatanan nilai dalam masyarakat kita. Kerelaan berkorban (asketisme) yang dilakukan oleh Ali bin Abi Thalib. Maka tidaklah aneh. Namun tentu bergesernya budaya dan nilai seperti itu jelas ada penyebabnya. cukuplah Allah dan Rasul-Nya untuk menjawab pertanyaan Rasulullah tentang apa yang ditinggalkan untuk keluarganya. Dari kecintaan terhadap Sang Khalik itu berlanjut pada kecintaan yang begitu mendalam terhadap sosok manusia yang dimuliakan Allah. seseorang akan jauh lebih marah ketika ditegor orang lain yang merasa terganggu oleh asap rokoknya di dalam kendaraan umum. saat menggantikan Rasul tidur di ranjangnya pada malam ketika Rasulullah ditemani Abu Bakar hendak melakukan hijrah. Intanshurullaaha yanshurkum wa yutsabbit aqdaamakum. Kita tentu merindukan orang-orang yang memiliki jiwa dan semangat rela berkorban (asketis) seperti yang pernah diajarkan sekaligus dicontohkan Rasulullah. Semangat kerelaan berkorban merupakan wujud dari kecintaan kepada Allah. wanita atau penyandang cacat.Seorang pemuda serta merta berdiri dan mempersilahkan seorang ibu setengah baya untuk menempati tempat duduknya di sebuah bis kota. bisa karena hilangnya kepekaan sosial. barang siapa menolong agama Allah maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Kejadian diatas hanyalah satu dari sekian banyak contoh pergeseran nilai yang semakin terasa nampak sebagai hal yang lumrah di masyarakat kita. sehingga sikapsikap itu pun tercermin dalam diri sahabat-sahabat rasul. . lihat saja bahwa ternyata masih banyak pelajar. Bentuk kecintaaan inilah yang ditunjukkan oleh Ali bin Abi Thalib dan juga para sahabat lainnya. terutama di perkotaan. 4 Miliki Semangat Kerelaan Berkorban Publikasi 07/08/2002 11:47 WIB eramuslim . rasa kebersamaan. pemandangan seperti itu bukanlah hal mengagumkan yang dilakukan orang muda terhadap orang-orang yang lebih tua. Pada saat itu. Atau keberanian Asma binti Abu bakar mengantar makanan untuk Rasulullah dan ayahandanya di tempat persembunyian di gua Tsur. Sepuluh tahun yang lalu. yakni kecintaan terhadap Rasulullah. Sikap-sikap serupa juga dicontohkan sahabat lainnya seperti Abu Bakar yang dengan lantang mengatakan. misalnya lagi. Abu Bakar menyerahkan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan Islam. misalnya.

meski bukan menjadi alasan untuk tidak melakukannya mulai dari diri sendiri. adakah besarnya cinta yang bersemayam didalam diri ini masih lebih menguasai rasa akan pemenuhan kepentingan diri sendiri. Karena bisa jadi kedepan. Rasul-Nya. Hal ini ditunjukkan dengan masih signifikannya jumlah penduduk yang miskin. Kesadaran kolektif yang dimiliki itu tentu menjadi contoh bahwa semangat kerelaan berkorban jika dilakukan secara kolektif akan memberikan hasil yang luar biasa bagi sebuah perubahan bahkan peradaban. sikap-sikap seperti itu akan lebih terasa jika menjadi sebuah kesadaran kolektif dalam menerapkannya. Bahkan pada November 2001.Dengan segenap cintanya. Tentu saja. bahwa masih banyak para fakir miskin yang memerlukan sisihan sebagian dari harta kita. Sesungguhnya. dan seluruh mukmin sebagai wujud persaudaraan diatas segala kecintaan dan kepentingan terhadap diri sendiri. dimana kelebihan dari kekuatan yang kita miliki akan sangat berharga bagi mereka. Wallahu a’lam bishshowaab (Abi Hufha) Tetaplah Berdaya Disaat Krisis Publikasi 02/08/2002 10:16 WIB eramuslim . dan juga mereka yang sangat membutuhkan sekedar sandaran atau penyangga berdiri. bahwa ada orang-orang lemah yang perlu huluran tangan. Jika demikian. Rasulullah mampu menurunkan perasaan cinta Allah dan Rasul-Nya itu menjadi sebuah cinta yang bertebaran menyentuh seluruh ummat. bahwa kecintaan terhadap Allah. menyisihkan waktu dan tenaga untuk kepentingan banyak orang sebagai wujud dari Islam rahmat bagi seluruh alam. Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Jemaluddin Kassum . serta tidak egois dan semena-mena menggunakan hak tanpa mempedulikan hak orang lainnya. dan mulai dari sekarang! Satu wujud yang cukup membuat kita tersenyum misalnya. saat ini kita tidak kehilangan momentum-momentum untuk kembali memiliki atau memperbaiki jiwa dan semangat asketis yang pernah dicontohkan oleh orang-orang mukmin terdahulu itu. jauh lebih penting dimiliki oleh setiap calon pemimpin. Hanya saja. para wakil rakyat pengemban amanah ummat selain prinsip-prinsip berkeadilan yang juga mesti dihasung. kerelaan berkorban itu tercermin dalam sikap-sikap saling bantu.Krisis ekonomi yang mendera negeri Zamrud khatulistiwa ini telah mewariskan penderitaan pada masyarakat. sesama mukmin bahkan menjadi rahmat seluruh alam. tak perlu menunggu waktu lama untuk memperbaiki sisi-sisi cinta itu dengan membetulkannya kearah yang pernah diajarkan Rasulullah. Ruang publik kita masih cukup terbuka untuk melakukannya. bukan sekedar kecerdasan intelektual tapi juga kecerdasan emosi berupa sikap kerelaan berkorban inilah yang jauh lebih dibutuhkan. ketika sekelompok mahasiswa yang insya Allah terjaga kemurnian perjuangannya merasa terusik saat orangorang yang dipercaya rakyat untuk memimpin dan mengelola negeri ini justru mengkhianati rakyat. Maka patutlah sesegera mungkin kita melongok kedalam diri ini.

Di dalam Al-Qur’an.5 persen tahun 2005 ini kira-kira sama dengan level sebelum krisis. Kedua. Jika definisi garis kemiskinan yang dipakai adalah pendapatan 2 dollar per hari. setiap insan negeri ini mesti mendayagunakan seluruh potensi dirinya. ada manusia yang sadar bahwa potensi yang dimilikinya terbatas. kurang lebih tiga per lima (60 persen) penduduk Indonesia saat ini hidup di bawah garis kemiskinan. dalam arti substansial antara lain. 14. 55. baik bersifat individual maupun institusional. 12.7 persen (2001). setiap lembaga baik yang berbasis bisnis maupun kemasyarakatan. Kempat. niat juga akan melahirkan keyakinan bahwa apapun yang telah. sedang dan akan terjadi adalah kehendak Allah semata. Sehingga energi institutional dengan kelengkapan sumberdaya yang dimilikinya. sementara 10-20 persen hidup dalam kemiskinan absolut (extreme poverty). Orang yang sungguh-sungguhlah yang akan mendapatkan nilai terbaik baik dihadapan manusia maupun dihadapan Allah SWT. Oleh karenanya apabila kita ‘bedah’ terdapat empat tipologi manusia. Sungguh-sungguh. Potensi dan kekuatan itu akan muncul apabila setiap insan sadar akan eksistensi dirinya.6 persen (2002).9 persen (tahun 2000). Sedangkan secara institusional. berniat bahwa bekerja (beraktivitas) semata-mata hanya bertujuan untuk mengabdi kepada Allah SWT. Angka kemiskinan berdasarkan definisi yang dipakai pemerintah (Badan Pusat Statistik/BPS) sendiri lebih kecil. Kedua.mengingatkan. Dengan energi itulah akan lahir solusi-solusi kreatif dalam menghadapi berbagai persoalan. harus diarahkan untuk mengeluarkan masyarakat dari jeratan kemiskinan.1 persen (2002). 51. Ketiga.1 persen (2004). 56. Angka kemiskinan 49. (Lihat Kompas. ada manusia yang sadar bahwa ia punya potensi. khususnya yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.5 persen (2004). 15. 13. dan 49.5 persen (2005). jumlah penduduk miskin diperkirakan turun dari 65. sebaliknya ada manusia yang tidak sadar bahwa potensi yang . Sebagai bekal menghadapi tantangan dunia. “Sesungguhnya apabila kamu sungguh-sungguh pasti akan berhasil”. percaya bahwa Allah memberikan potensi dan kekuatan kepada setiap insan. Disamping itu.2 persen (2000). ada manusia yang tidak sadar bahwa ia mempunyai potensi. Allah SWT telah memberikan tuntutanan bagaimana cara menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan ini. Secara individu. dan 10.1 persen. Niat yang dilandasi dengan keikhlasan akan meningkatkan energi dan motivasi diri untuk selalu berusaha. “Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan beban yang tidak sanggup kamu memikulnya”.9 persen (2005).7 persen (tahun 2001). yakni tahun 1996 yang sebesar 50. Pertama. program dan kegiatan serta strategi pencapaiannya. Kendati kenyataannya ingkat kesadaran setiap insan juga terdapat perbedaan. yakni 27 persen tahun 1999. 15. mesti menggali dan merumuskan prinsip-prinsip institusi yang terdiri dari visi. 53. Pertama. misi. 8 November 2001) Menghadapi problem kemiskinan tersebut.1 persen tahun 1999 menjadi 57.4 persen (2003).3 persen (2003). diperlukan solusi yang efektif dan adaptif dengan kondisi masyarakat.

Pengolahan sumebrdaya alam yang tidak baik serta merusak . Tujuan yang hendak dicapai adalah bagaimana supaya terjadi peningkatan keterampilan dan keilmuan. kebenaran dan kejujuran. adanya hegemoni penguasa. penyebab kemiskinan juga beragam. kemiskinan karena tidak mampu mendayagunakan potensi diri dan alam yang ada. memberikan layanan kesehatan. Pertama. Beberapa strategi yang ditawarkan antara lain. Penguasa negeri yang bijak tidak akan membuat kebijakan yang merugikan masyarakat. Dengan demikian pekerjaan yang dilakukan betul-betul berdasarkan kapasitas dan kafaah keilmuan dan keterampilan yang jelas. Hanya saja. Oleh karenanya kesadaran akan diri menjadi sangat penting guna mengembangkan diri. Allah SWT telah menganugerahkan sumberdaya alam yang berlimpah. Dengan keterampilan perencaan menjadi rasional. maka tidak semua lapisan masyarakat dapat menjangkaunya. berbagai upayapun ditempuh. Sehingga keputusan yang diambil betul-betul berada pada koridor penegakan keadilan. Setiap manusia yang ingin tetap sehat membutuhkan layanan kesehatan. Sehingga tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Keempat. supaya tidak terjadi ketergantungan yang berkelanjutan. Namun akibat dominasi hawa nafsu dan keserakahan serta keinginan untuk meraup kekayaan. Oleh karenanya personal yang terlibat di dalam proses pengambilan kebijakan mestilah orang-orang yang bijak. Pertama. Disamping itu. Bahkan problem kemiskinan telah mendera sepanjang masa. pemberian charity ini hanya bersifat jangka pendek. Kebutuhan hidup menyangkut kebutuhan darurat seperti makanan pokok. Sejarah peradaban manusia juga menunjukkan bahwa hanya orangorang yang sadar akan dirinyalah yang mampu eksis menghadapi tantangan dinamika dunia ini. baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Bahkan orang yang sadar akan dirinya pula yang akan kenal dengan penciptaNya. Dengan adanya dua penyebab terjadinya problem kemiskinan tersebut. Semua yang disediakan alam tersebut mestilah diolah sebaik-baiknya. Bagi masyarakat yang tergolong fakir dan miskin diperlukan adanya bantuan layanan kesehatan sehingga mereka tetap tegar dan kuat untuk bekerja. Padahal di dalam diri setiap insan terdapat potensi akal. mengembangkan potensi ekonomi. Ketiga. Solusi Kemiskinan Kemiskinan bukan hanya terjadi sekarang. Kedua. memenuhi kebutuhan untuk bertahan hidup. insting dan lain-lain. Namun. salah satunya melalui kebijakan. Allah SWT. karena biaya pengadaan obat-obatan dan perawatan relatif mahal. Pemberian bantuan hidup ini bisa bersifat charity (amal) dengan tujuan untuk memulihkan kondisi fisiknya. meningkatkan kualitas pendidikan. Kedua. Dengan ketiga potensi tersebut setiap insan mestinya mampu ‘memeras akalnya’ serta mengolah apa yang ada di alam ini menjadi produk yang bermanfaat. diperlukan strategi sebagai solusinya.dimilikinya terbatas. Dengan pikiran jernih banyak hal yang bisa direncanakan. tenaga fisik. Sehingga mampu untuk berpikir jernih dan berkarya.

namun dibalik kelebihan itu manusia juga memiliki segudang kelemahan. efrisb@yahoo. Bahri.Orang bijak mengatakan. Doa itu intinya adalah ibadah. doa adalah pintu segala kebaikan. harta kekayaan yang melimpah.keseimbangan alam dan lingkungan tentu akan berakibat akan terganggunya ekosistem alam. (Efri S. kita menyimpan kelemahan-kelemahan yang tidak dapat kita tutupi. pangkat. untuk itu kita perlu meminta kepada Allah SWT. Bayangkan jika kita sedang berada ditengah lautan. bagi kita keselamatan menjadi puncak harapan. Apakah yang akan kita lakukan pada saat itu? Masih pentingkah gelar. Setiap hamba memang harus berdoa. Kita berharap dengan makin maraknya bermunculan institusi pemberdayaan masyarakat. Kita juga tidak bisa hanya berusaha saja. serta kecantikan? Tentu tidak. Sehingga potensi alam yang ada betul-betul dapat dikembangkan secara maksimal. Tidak ada tempat kita meminta bantuan karena seluruh alat komunikasi terputus. kamulah yang memerlukan Allah. Oleh karenanya kehendak untuk mengolah sumberdaya alam mesti dilakukan uji kelayakan. "Hai manusia. Seluruh hamba sangat bergantung kepada penciptanya. Nahkoda memberi peringatan tanda bahaya. doa adalah senjata. problem kemiskinan dapat ditasi dengan baik. tanpa berdoa dan mengabaikan Allah sebagai penentu berhasil atau tidaknya tujuan kita. sebab kita diciptakan dalam keadaan penuh dengan keterbatasanketerbatasan. Manusia memang ditakdirkan sebagai makhluk yang paling sempurna dengan segala kelebihan-kelebihannya. Karena hanya dengan kekuatan aqidahlah masyarakat akan terbebas dari kemiskinan yang membelitnya. seperti yang difirmankan Allah. pertanian dan perikanan. . tulus. pasrah dan ikhlas. berdoa dengan penuh kekhusuan.com) Jangan Pernah Berhenti Berdoa Publikasi 30/07/2002 10:16 WIB eramuslim . Doa dan usaha adalah dua aktifitas yang tidak bisa dipisahkan. Doa adalah permohonan. kedudukan. Tiba-tiba kapal yang kita tumpangi oleng ke kanan dan ke kiri karena badai yang tiba-tiba saja datang menghantam. jangan sampai kemiskinan tersebut menyebabkan imat meninggalkan dienul Islam-nya. doa adalah obat. jabatan. penuh harapan." (QS Faathir: 15). Namun siapakah yang dapat memberikan keselamatan kala itu. doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong. pengharapan seorang hamba kepada Sang Khaliq. Dengan keempat layanan di atas akan menunjukkan keberhasilan apabila diikat dengan aqidah yang mantap. Contoh: peternakan. Kita tidak bisa hanya berdoa saja tanpa melakukan usaha semaksimal mungkin untuk mengapai tujuan kita. kalau bukan kepada Allah SWT kita meminta? Dibalik kelebihan-kelebihan yang kita miliki. Sehingga. dan Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) Yang Maha Terpuji.

Kalian selalu mengatakan ingin masuk syurga. doa adalah senjata kita. tetapi kalian meninggaklan pola prilaku sunnah-sunnahnya. Setiap hari kalian membaca ta’awudz. Hanya saja kalian harus tahu bahwa Allah tidak berkenan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan main-main. Setipa hari kalian membaca Al-Quran. . tetapi kalian tidak mengamalkan isinya. Tidak berhenti hanya sampai disitu. Setiap saat kalian menikmati karunia Allah. tetapi kalian harus yakin akan dikabulkan. tetapi kalian lupa mensyukurinya. Kami warga Basrah sudah bertahun-tahun berdoa. melainkan akan terus berlalu melalui salah satu fase berikutnya yakni saat harus mempertanggungjawabkan masa hidup mereka di dunia dan seterusnya. tetaplah berdoa kepada Allah." Terakhir ia mengatakan. "Wahai penduduk Basrah. Jangan pernah berhenti memanjatkan doa kepada Allah. karena doa adalah masa depan kita." Apapun persoalan hidup kita.Hidup bukan sekedar perjalanan menuju kematian. Allah berfirman dalam Al-Quran agar kami berdoa. karena kematian itu sendiri bukan tujuan akhir sebenarnya dari setiap makhluk yang hidup. "Wahai penduduk Basrah. Bagaimana mungkin doa kalian akan dikabulkan Allah! Kalian mengakui kekuasaan Allah. tetapi kalian tidak memenuhi hak-hak-Nya. Kalian sibuk mencari-cari kesalahan orang lain. Meski jasad telah mati. Perhatikan ada-adab berdoa. tetapi setiap hari pula kalian memberi makan setan dan mengikuti langkahnya. Maka bukanlah kematian yang dinanti oleh yang hidup karena sejak dimulainya hembusan nafas pertama seseorang hingga detik inipun tengah berjalan sampai saatnya melewati satu fase yang bernama kematian itu. Doa adalah kekuatan kita. tetapi perbuatan kalian justru bertentangan dengan keinginan itu. tetapi kenapa doa kami tidak dikabulkan Allah?" Ibrahim bin Adham menjawab. berlindung kepada Allah dari setan yang kalian sebut sebagai musuhmu. Masyarakat Basrah pun mengadukan nasibnya kepada Ibrahim bin Adham. Kalian selalu mengaku cinta kepada rasul.Ada sebuah kisah tentang masyarakat Basrah yang waktu itu sedang dilanda kemelut sosial. apakah kita sedang bahagia atau sedih. tetapi nyatanya kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Kalian sering menguburkan jenazah saudaramu. tetapi kalian tidak bisa mengambil pelajaran dari peristiwa itu. Kebetulan mereka kedatangan ulama besar yang bernama Ibrahim bin Adham. tetapi kalian justru mencampakkan dirimu sendiri kedalamnya. Katanya kalian takut masuk neraka. Kalian mengakui bahwa maut adalah keniscayaan. ingatlah sabda nabi. dan bersabarlah menunggu dikabulkan-Nya (elsandra/el-sandra@lycos.com) Menikmati Hidup Publikasi 29/07/2002 08:43 WIB eramuslim . namun sesungguhnya tetap hidup sampai pada satu masa pengadilan Allah yang maha adil memutuskan ketentuannya. tetapi terhadap kesalahan sendiri kalian tidak mampu melihatnya. "Berdoalah kepada Allah. karena hati kalian telah mati dalam sepuluh perkara. "Wahai Abu Ishak (panggilan Ibrahim bin Adham).

termasuk hidup itu sendiri. belum tercapai titik klimaks kepuasan sampai kematian yang mengakhiri petualangan pencarian kepuasannya tersebut. Sekedar mengingatkan. setiap detik waktu yang terpakai dan setiap tenaga yang terkuras semata untuk urusan pemenuhan kebutuhan akan kepuasan yang singkat sesaat. serta setinggi apa pegunungan. atau hikmah dari perintah disembelihnya Ismail oleh ayahanda Ibrahim yang teramat cintanya. Allah pun tetap memberikan anugerah kenikmatan itu tanpa kecuali. bukit. sigap mengumpulkan bekal. Sesungguhnya bersamaan dengan turunnya anugerah tersebut.Hidup adalah satu fase dari sekian fase perjalanan yang dilewati manusia. Diwaktu yang sebentar itulah masih banyak kita yang salah dalam memanfaatkan hidup ini. setiap jengkal tanah yang terlewati. melainkan juga diambil maknanya sehingga menyadarkan diri ini untuk bersyukur. Cobalah tengok tas bekal yang kita miliki sekarang. Dia sertakan juga pesan bagaimana memanfaatkannya dengan baik. ketika cobaan penyakit berat menimpanya. waktunya hanya sesaat. Dia berikan beragam kenikmatan untuk tidak sekedar dinikmati. begitu singkat. Kepada Ayub. mungkin masih terlalu sedikit atau bahkan kosong sama sekali. Kini giliran manusia-manusia dimana kita berada dimasanya. Tak sedikit juga pengetahuan akan seberapa dalam dan luasnya lautan yang mesti diarungi. dan ketidakmengertian akan seberapa berat perjalanan berikutnya itu ternyata masih tak membuat kita bergegas berbenah. Hanya saja terkadang ketidakmampuan menangkap makna luas kenikmatan yang diberikan-Nya itulah yang membuat pandangan ini begitu sempit dengan menggambarkan nikmat itu sebatas rupa dan bentuk. didaki. Allah curahkan semua anugerah dan pemberiannya kepada segenap makhluk-Nya sebagai bentuk kasih sayang yang takkan pernah putus untuk dinikmati. Sebagian kita berpikir memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah hidup di dunia ini untuk dinikmati sepuasnya. Seperti pelajaran yang diberikan Allah kepada Sulaiman saat hendak memberi makan seluruh makhluk Allah dengan kekayaan yang dimilikinya. Ketidaksadaran akan singkatnya waktu. Allah sertakan nikmat kesabaran dan cinta mendalam dari Rahmah istrinya. benar dan tepat. ketika Allah menjanjikan surga dan ampunan serta terbebas dari azab-Nya sebagai imbalan dari jihad dengan harta dan jiwa ini. Padahal kita tak pernah tahu sampai sejauhmana perjalanan menuju akhirat itu. masih ada keraguan kita . Yusuf Nabi yang diberikan nikmat keelokan paras pun memberikan pelajaran bagaimana mensikapi hidup tidak berlebihan. Maka kemudian. Namun demikian tidak sedikit manusia yang tidak menyadari bagaimana memanfaatkan waktu yang sebentar itu guna mengumpulkan bekal sebanyak dan sebaik-baiknya untuk menempuh perjalanan fase-fase berikutnya yang tak diketahui seberapa panjang lintasan kan ditempuh lengkap dengan terjalnya kerikil dan batu sandungan yang kerap menghadang. Disaat yang sama kita semakin lupa membebani punggung ini dengan bekal perjalanan panjang selanjutnya. Rasulullah mengingatkan bahwa menjalani hidup di dunia ini layaknya seperti orang asing atau orang yang sedang menyeberangi suatu jalan. lembah yang harus ditelusuri.

akan janji itu, meski kita tahu Dialah Yang Maha menepati janji. Saat Allah menawarkan nikmat tambahan untuk rasa syukur kita atas nikmat sebelumnya, ternyata sedikit sekali bibir ini berucap dan memuji-Nya. Juga pertolongan dan peneguhan kedudukan yang sudah pasti diberikan jika kita mau berkorban untuk agama-Nya, namun dimana kita saat Islam membutuhkan uluran tangan dan tetesan darah ini, sedang apa diri ini disaat ummat Islam di belahan bumi lain menjerit menggantang nyawa. Menggelengkan kepala adalah jawaban untuk pertanyaan Allah bahwa nikmat manakah yang kita dustakan, tetapi betapa lebih sering kita justru melupakannya. Padahal ada cara yang diajarkan Rasulullah bagaimana menikmati hidup ini tanpa harus tergelincir kepada nafsu pemuasan yang tak berkesudahan. Bayangkan cara beliau menikmati hidup dengan prinisp secukupnya soal pemenuhan kebutuhan, tidak berlebihan dan bersikap qona’ah. Rasa syukur yang kian hari kian meningkat seiring dengan tak hentinya segala nikmat yang diberikan Allah, pun terlihat dari tak berkurangnya ibadah. Kita masih bisa menambah kenikmatan hidup ini dengan melahap bacaan ayat-ayat Allah serta melafazkan nama-Nya untuk mendapatkan satu nikmat yang tak ternilai, ketenangan jiwa. Istri yang sholeh nan menyenangkan, anak-anak yang membanggakan semakin bertambah nikmat hidup ini jika kita bisa membimbingnya, agar kelak bisa menikmati kebersamaan itu dalam fase kehidupan berikutnya. Bahkan bukan tidak mungkin kesulitan pun menjadi bagian dari kenikmatan hidup ketika kita ridha dan memandang semua ujian adalah cara-Nya untuk berdekatan dengan orangorang shaleh. Sungguh nikmat yang berketerusan, terlebih jika diri ini senantiasa terjaga untuk tetap berada pada jalur kebenaran hingga detik saat Izrail mengetuk pintu, bukankah kita juga merindukan kematian yang dapat dinikmati? Wallahu’a’lam bishshowaab (Hufha)

Bunga-Bunga Kehidupan
Publikasi 25/07/2002 09:19 WIB eramuslim - Salah satu keindahan yang Allah ciptakan untuk dapat dinikmati manusia adalah bertebarannya bunga-bunga cantik nan menyejukkan dengan aroma dan warnawarni yang tak membosankan. Apabila musim semi tiba, perlahan kelopak-kelopak bunga merekah seraya menyemai kecerahan hari. Kuning yang menghangatkan, kesejukkan yang ditawarkan dari warna putih, merah yang menyala-nyala membangkitkan gairah hidup, semua warna, semua aromanya mewarnai hidup menambah semerbak alam tempat berpijak. Tidak hanya bunga-bunga yang demikian yang memang diperuntukkan untuk manusia (juga kumbang sang penikmat bunga tentunya), namun ada banyak bunga yang juga hadir menyemangati hidup, mengiringi langkah ini dan menjadikan hari-hari yang kita lewati begitu indah dan menyenangkan. Dari sekian melati yang bertebaran di bumi ini, ada satu yang terindah yang telah kita petik untuk ditanam di taman hati. Dipupuk dengan segenap cinta tanpa akhir, disirami oleh kasih sayang yang takkan habis dan dipelihara dengan segala bentuk pengorbanan yang tak kenal lelah, maka ia pun senantiasa menjadi bunga

yang menyenangkan hanya dengan memandangnya, membasuh peluh, menghapus lelah ketika disentuh dan menyegarkan seluruh rongga dada ketika mengecupnya sehingga tercipta kedamaian dan ketenangan. Ya, istri atau suami yang sekarang menjadi pasangan jiwa kita adalah bunga kehidupan. Dari melati yang telah dipetik itu, mungkin kan datang Lily, Tulips, Mawar atau bungabunga lain yang semakin meramaikan taman hati ini dengan aroma khas dan warna yang membuat hidup terasa lebih indah. Keceriaan yang dihadirkan anak-anak selaku bungabunga kecil mampu menghiasharumi hati. Mereka, bunga-bunga kecil yang dengan keindahannya membuat kita selalu tersenyum, menjadi pelepas dahaga kedamaian dan pengobat rindu akan kehangatan. Dengan curahan kasih sayang yang tiada henti, sentuhan pendidikan yang tidak memenjarakan kebebasan berpikir dan memasung kreativitasnya, semoga tetap menjadikan mereka bunga-bunga yang dapat dibanggakan, bukan malah menjadi bunga-bunga liar yang berserakan di trotoar dan pinggir jalan. Dengan menghiasi hati mereka akan keagungan nama penciptanya, dan kemuliaan nama Rasulnya, akan menjadikan mereka bunga-bunga yang tak pernah kusut, layu atau bahkan hancur oleh terjangan angin, panas, hujan ataupun buasnya unggas. Ketika beranjak keluar melewati pagar, kita akan menemukan bunga-bunga lain yang tak kalah indahnya, mereka tersenyum dan menyapa dengan hangatnya. Seperti kita yang juga menjadi bunga kehidupan bagi mereka, bunga-bunga diluar pagar itupun hadir memberikan makna kebersamaan dan saling mencintai, memberi juga mengasihi sebagai saudara karena Allah. Jagalah kedekatan, binalah kebersamaan dengan bunga-bunga itu, karena mereka jugalah yang mungkin akan membantu, menolong dan meringankan beban berat ataupun terpaan badai kehidupan. Sebanyak apapun bunga yang kita miliki, jangan juga melupakan bunga-bunga yang telah melahirkan dan membesarkan kita menjadi bunga saat ini. Mungkin bunga-bunga itu sudah mulai layu, atau tangkainya sudah terkulai lemah. Jangan biarkan mereka semakin layu, sirami dengan air cinta meski yang kita miliki tak sebanding dengan air cinta yang pernah mereka curahkan. Jadilah kaki penyangga tangkainya agar kita tetap bisa melihatnya berdiri, segar dan melangkah berdampingan hingga Sang pencipta segala bunga menentukan kehendaknya. Namun ada satu bunga, yang bersemayam paling dalam di lubuk hati ini, yang tak boleh kita biarkan tak tersirami oleh air yang tercipta dari rangkaian indah nama-nama Sang Pencipta segala bunga, dari berdiri, duduk dan sujud yang kita tegakkan, dari senandungsenandung yang menyuarakan ayat-ayat-Nya dan dari rasa berserahdiri akan segala kehendak dan ketentuan-Nya. Ialah bunga kehidupan utama yang tanpanya takkan berarti, takkan terasa indah, takkan menyejukkan aroma bunga lainnya, seindah dan seharum apapun bunga-bunga yang lain itu. Hingga jika bunga utama itu kuat, ia pun akan menguatkan diri ini sehingga teramat tegar menepis duri-duri kemaksiatan yang menyakitkan, atau unggas-unggas kejahatan agar menjauh dari taman hati ini. Dengan keindahan dan kedamaian yang kita tawarkan selaku bunga, kita dapat memperbanyak bunga-bunga baru untuk hadir dan bersama-sama saling menjadi bunga kehidupan di

taman hati masing-masing. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna, teruntuk bungabunga di taman hatiku)

Hidup Penuh Arti
Publikasi 24/07/2002 16:51 WIB eramuslim - Selasa (23/7) dini hari waktu setempat, sebuah serangan udara menghancurkan beberapa bangunan dan menewaskan 12 orang termasuk anak-anak dan wanita, serta melukai 150 orang lainnya. Diantara yang syahid ialah Shalah Syahada, Komandan Izzudin Al Qassam, salah satu tokoh pendiri Hamas. Pria berusia 50 tahun itu menjemput syahid bersama istri dan ketiga anaknya dalam insiden membabi buta militer Israel. Syahidnya tokoh besar Hamas tersebut menimbulkan kemarahan para pejuang Hamas tidak terkecuali anak-anak dan kaum wanita. Hari ini, prosesi pemakaman Shalah Syahada dan sebelas syuhada Palestina lainnya dipadati tidak kurang dari 300 ribu pendukung Palestina. Dilaporkan, puluhan ribu pejuang antri di depan rumah sakit dimana para pejuang yang syahid tersebut disemayamkan untuk ‘berebut’ menggotong jenazah sang syahid. 6 Februari 1993, hujan air mata mengguyur tanah Indonesia. Dalam usia 84 tahun, seorang tokoh besar ummat Islam menghembuskan nafas terakhirnya. Pak Natsir telah pergi, begitu bunyi headline beberapa harian besar di ibukota. Sebagian kita mungkin masih belum bisa melupakan betapa membludaknya iring-iringan massa yang menghantarkan jenazah Mohammad Natsir (Allahuyarham Pak Natsir) ke tempat peristirahatannya. Air mata ini pastilah kan mengalir tatkala mengingat kembali kisah detik-detik menjelang wafatnya Rasulullah Muhammad saw, manusia mulia nan agung yang dicintai segenap ummatnya. Betapa tidak, sampai detik terakhir hidupnya, ketika Izrail, Jibril dan seluruh malaikat berkumpul mengelilingi Rasulullah yang terkulai lemas di pembaringan, beliau masih khawatir akan keadaan ummatnya sepeninggalnya. Pancaran ketenangan pun menyemburat memancar dari wajahnya saat Jibril mengkhabarkan bahwa tidak ada ummat yang akan menginjakkan surga sebelum ummat Muhammad. Meski pada saat bersamaan derasnya sungai airmata mengalir membasahi pipi Fatimah Az Zahra. “Orang besar adalah mereka yang hidupnya untuk (kepentingan) orang banyak, dan ketika mati, ia akan senantiasa dikenang juga sebagai orang besar. Orang kerdil adalah yang hidupnya untuk dirinya sendiri, maka ketika mati ia pun tetap sebagai orang kerdil”. Nasihat yang begitu bermakna yang terlontar dari mulut seorang pejuang muslim pendiri Gerakan Ikhwanul Muslimin, Imam Hasan Al Banna. Setidaknya sang Imam pun membuktikan kata-katanya, puluhan tahun setelah kepergiannya pada tahun 1948 dalam usianya yang masih relatif muda, 42 tahun, oleh terjangan sebutir peluru, hingga kini ia masih tetap dikenang sebagai orang besar yang tidak bisa lepas dari wacana pergerakan dan perjuangan Islam di Mesir dan di seluruh penjuru dunia Islam.

Maha Suci Allah atas nikmat pagi dengan segala keajaibannya. Insya Allah. karena pagi begitu memberikan harapan bagi segenap makhluk. ayam-ayam jantan sudah menyambut awal kemenangannya dengan lantang di waktu fajar. Maka. siapapun yang tetap terlena berselimut tebal. satu bentuk Kemahasempurnaan hasil kreasi Allah dari jumlah yang tak terhingga kemahasempurnaan lainnya yang semuanya diperuntukkan bagi hamba-Nya tanpa mengharap imbalan apapun. sementara sang betina dengan sabar menggiring anak-anak mereka mencari makan. mungkin sudah jutaan kata terangkai menjadi puisi-puisi indah tentang pagi. DR. pastilah Dia akan menambahkan nikmat-nikmat itu. namun mereka telah memberi makna bagaimana hidup penuh arti. Jika saja. pastilah dia orang-orang yang merugi bahkan kesuksesan pun makin menjauh. Bahkan jika hamba-hamba itu bersyukur dan memuji. masih terdapat antrian panjang calon-calon pengukir sejarah perjuangan kaum muslim. Meski tidak harus memanggul senjata. Adakah diri ini dalam antrian panjang tersebut? Wallahu’alam bishshowaab (Abi Iqna). Juga. kicaunya yang tak henti mengiringi kepakan sayap mereka mencari dahan-dahan tempat berpijak untuk kemudian terbang kembali ke sangkar mereka dengan setumpuk makanan di paruhnya untuk diberikan kepada anakanak mereka. Abdullah Azzam. setelah sebelumnya unggas lainnya berlomba saling bersahut memecahkan keheningan fajar. Selamat Datang Pagi. semuanya bermula di pagi hari. Burung-burung hilir mudik terbang kesana kemari mengitari alam.Entah sudah berapa ratus syair tergubah yang terinspirasi oleh indahnya pagi. dari Cat Stevens sampai si imut Tasya pun bersenandung pagi. Syamil Basayev sang tokoh pejuang Chechnya. Binatang-binatang melata ditanah pun menggeliat. sehingga kematianpun akan sangat berkesan bagi siapapun yang ditinggalkan. mereka teramat tahu . ahli bom pejuang Mujahidin Afghanistan pada masa perang melawan Uni Soviet. pemimpin Revolusi Iran dan masih banyak nama-nama lainnya. menjadi orang besar dan senantiasa dikenang sepanjang hayat manusia di bumi Islam karena mereka telah mendedikasikan seluruh hidup mereka untuk ummat. Selamat Datang Pagi Publikasi 23/07/2002 09:01 WIB eramuslim . Mereka. pembunuh demotivasi.Masih banyak nama-nama besar yang terukir bersamaan dengan gejolak perjuangan ini. untuk Islam dan untuk Allah. dan juga sebagai inspirasi bagi deretan panjang calon-calon mujahid di seluruh pelosok bumi. sebaiknya cukup dalam hati saja mengucapkannya. pembangkit ghirah. termasuk bagi manusia yang bercita-cita meraih sukses dan kemenangan. Dengarlah kicau burung-burung bernyanyi. memberi isyarat kepada manusia untuk segera memulai hari yang teramat cerah. Allah menjadikan mereka sebagai penyemangat perjuangan. Ayatullah Khomeini. dengan segala kekuatan dan izin Allah. Titik-titik embun di dahan berjatuhan membasahi tanah seiring bergulirnya sang mentari menatap bumi. Patutlah kita mensyukuri nikmat Allah yang satu ini.

Karenanya. Bekerjalah seolah akan hidup selamanya dan beribadahlah seakan esok ajal kan datang. Raihlah prestasi sebaik-baiknya hari ini. tentu bukan menjadi alasan untuk menghabiskan hari dengan berpangku tangan tanpa berbuat satu apapun.Sesungguhnya dalam Islam. Oleh karena itu. jikalau dengan iman dan cinta. Mencari rizki maupun mencari ilmu terus menerus tanpa kenal patah semangat untuk memacu prestasi. Sungguh. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna) Indahnya Cinta karena Allah Publikasi 22/07/2002 10:47 WIB eramuslim . tak berlebihan bila seorang ulama Mesir yang telah syahid. Jika memang ini pagi terakhir. Hingga senja pun hadir. cinta dan keimanan adalah ibarat dua sisi mata uang. Antara yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. meski waktunya pun tinggal sehari. mengumpulkan tenaga untuk kembali menyambut pagi yang senantiasa menjanjikan harapan. Dengan cinta dan keimanan inilah hati setiap mukmin yang satu dengan lainnya terikat kuat. Cinta tidak dapat digambarkan tanpa iman. dan sentuhan hangat mentari pagi ini juga yang terakhir bagi kita. Ada keseimbangan yang patut dipertahankan dalam hidup ini. Itu berarti. datangnya pagi hari ini juga wajib kita syukuri karena belum tentu esok kita kan menikmati keindahannya. Kemudian bersegera kembali meneruskan pekerjaan sambil tak hentinya hati dan bibir ini menyebut nama Allah sebagai sumber kekuatan. Bila mukmin yang satu sakit. persatuan ummat akan terbentuk dan permasalah pun akan terpecahkan. bangkitlah segera dan mulailah hari ini dengan penuh semangat karena mungkin saja semangat kita tak berguna lagi di esok hari. baik prestasi dunia maupun prestasi sebagai bekal di akhirat.bahwa tanpa geliat itu mereka takkan mendapatkan rizki untuk bisa bertahan hidup. Bagaimana tidak. satu nasihat yang bagus untuk didengarkan. Rasulullah pernah menegur salah seorang dari pengikutnya yang selalu berada di masjid sepanjang hari. atau bahkan mungkin esok mentari terbit dari arah yang berlawanan dari arah yang biasanya. karena boleh jadi kecemerlangan amal dan prestasi hari ini yang tercatat sebagai amal yang menyelematkan kita dari azab-Nya. semburat cahaya kemerahan yang terlukis di langit menghantarkan kita merenda lelah. merapatkan kening diatas bentangan sajadah. Al Ustadz Imam Hasan Al-Banna mengatakan bahwa dengan dua sayap inilah Islam diterbangkan setinggi-tingginya ke langit kemuliaan. dan menyuruhnya untuk keluar bekerja mencari nafkah. mengadu dan memohon dikuatkan hati dalam menggapai segala harapan. Selain itu. Dan malam pun tiba menawarkan kesejukannya seiring terpejamnya mata. masih adakah manusia yang tetap bermalas dengan badan lurus terlentang merapat di ranjang hangat? Tentu mereka orang-orang yang jauh dari rizki dan kesuksesan. . Dan iman pun tidak dapat dibayangkan tanpa cinta. maka mukmin yang lain pun merasakan hal yang sama. bisa jadi ini adalah pagi terakhir yang dapat kita rasa. dan pada saat-saat yang sudah ditentukan kita duduk bersimpuh.

laki-laki dan perempuan. saling mengasihi. orang Anshor ini mengatakan kepada istrinya. dan mereka ta’at kepada Allah dan Rosul-Nya. "kami ridho atas keputusan engkau wahai Rasulullah. mencegah dari yang munkar. teryata istrinya mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai makanan. Abu Bakar as Shiddiq." (Qs. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma’ruf. menunaikan zakat. dan saling berempat di antara sesama mereka adalah laksana satu tubuh. ketika orang Anshor ini datang kepada Rasululloh saw. jika bagian yang satu hancur." Maka Alloh swt berfirman: . Mereka selalu saling tolong menolong. matikan lampu. betapa para generasi pendahulu kita mempunyai kehidupan yang sangat mulia dan jarang kita temui dalam kehidupan kita saat ini. tapi cukupilah kebutuhan mereka dan bagilah hasil panen kepada mereka. sepenanggungan dalam suka dan duka. Maka kaum Ansor berkata. beliau rela menginfaqkan seluruh hartanya demi kejayaan Islam. dan selalu mengutamakan kepentingan saudara seimannya daripada kepentingannya sendiri (itsar)." Karena kedermawanan dan keikhlasan Abu Bakar inilah." Pagi-pagi sekali. Padahal. sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain. Sebaliknya. Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. bila anak-anak hendak makan malam. At Taubah : 71). "Saya tinggalkan Allah dan Rasul-Nya untuk mereka. "Kalau begitu. Rasulullah menjawab. merasakan demam." Sejarah Islam telah menggoreskan pena emasnya. "Jangan lakukan itu. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya tanah ini adalah milik kalian". hadits Rasulullah saw juga menegaskan: "Gambaran orang-orang beriman dalam hal saling mencintai. "Allah kagum atas perbuatan si fulan dan fulanah. Maka. Hal itu juga tidak lain karena orang mukmin itu laksana sebuah bangunan. "Harta apakah yang kamu tinggalkan untuk anak-anakmu?" Beliau menjawab. dan tak bisa tidur. maka yang lain pun akan merasakan kehancurannya. maka seluruh anggota tubuh akan ikut merintih." Dalam kisah lain juga disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw menawarkan kepada para sahabat. mempunyai rasa empati yang tinggi. Bagian yang satu akan mengokohkan bagian yang lain. mendirikan sholat. Dan kemarilah kamu. maka salah seorang dari kaum Anshor berdiri dan menyatakan kesediaannya. "Wahai Rosulullah bagilah menjadi dua tanah yang kami miliki untuk kami dan saudara kami muhajirin". tidurkanlah mereka. tidak apa-apa kita tidak makan pada malam ini. jika ada sebagian dari anggota tubuh yang sakit. Ketika Rasulullah saw menanyakan pada beliau. Karena itu. ketika ia pergi enemui keluarganya. bersabdalah beliau. misalnya. Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa suatu hari kaum Anshor datang menemui Rasulullah saw mengutarakan pendapatnya. siapakah di antara mereka yang bersedia menjamu tamu Rasulullah saw. kecuali untuk anak-anaknya. maka Rasulullah saw bersabda: "Tidak ada harta seorang pun yang memberikan manfaat kepadaku melebihi harta Abu bakar."Dan orang-orang yang beriman." Kaum Anshor pun tak kalah tingginya memiliki sifat itsar.

tapi murni dari hati yang salim (bersih). "Apa-apaan mereka itu?" Bawahannya menjawab. lalu kita perangi mereka di tempat mereka berada. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apaapa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin).. atas diri mereka sendiri. Di depan mereka terlihat pasukan musuh sudah siap siaga untuk menghunuskan pedang mereka.. "Kita seberangi saja sungai ini. Komandan pasukan muslim berkata. justru mukmin lain yang melihatnya lah yang mengaduh kesakitan dan merasakan perihnya ketajaman pedang menembus tubuhnya. Tetapi yang menakjubkan ketika mukmin itu terpukul pedang tersebut. "Carilah dulu Qab milik saudara kalian yang hilang"." Komandan ini pun berkata. Dalam hadits disebutkan bahwa kaum Anshor berkata kepada kaum Muhajirin agar mereka memilih salah satu dari dua istrinya yang mereka senangi. tapi ia langsung jatuh tersungkur dan pada akhirnya syahidnya menjemputkan . Sang komandan pun berkata. Sementara.! Berdamai sajalah dengan mareka sesuai dengan apa yang mereka inginkan!" . Ia tidak berteriak atau mengaduh karena sakit. Kedua pasukan tersebut saling berhadapan.Al Hasyr :9). seorang mukmin terkena pukulan pedang musuh di tengkuknya. engkau mendahuluiku menuju surga!" Ucapan itu merupakan refleksi kebahagiaan dari seorang mukmin melihat indahnya ‘masa depan’ yang akan dialami oleh mukmin lainnya." Mereka pun akhirnya menceburkan diri bersama kuda-kuda mereka melintasi sungai agar dapat bertempur dengan musuh. pasukan musuh sedang menanti mereka dan kematian pun mengitari kepala mereka." (Qs. Mereka pun sibuk mencarinya. "Saudaraku. Akhlaq mulia kaum Anshor dalam mengutamakan kepentingan kaum muhajirin tidak hanya sampai di situ. dalam satu peperangan dikisahkan. "Salah seorang dari mereka kehilangan Qab-nya. Kisah lain yang tak kalah mengesankan indahnya ukhuwah adalah suatu ketika sepasukan dari kaum muslimin keluar untuk berperang. mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya. dan mereka pun sibuk mencarinya.. "Qab (Kantung air bejana yang terbuat dari kayu) – ku……… Qab-ku…jatuh ke air". Posisi antara pasukan kaum muslimin dengan musuh terbatasi oleh sebuah sungai. "Jika karena masalah Qab saja mereka sudah seperti itu. Sifat itsar juga melahirkan refleks-refleks yang tidak dibuat-buat. ia berkata.. lalu bagaimana jika kalian membunuh salah seorang saja dari mereka? Pasukan. Dan ucapan yang terlontar dari mulut mukmin yang mengaduh tersebut adalah. mereka itulah orang-orang yang beruntung.. Kemudian kaum Anshor akan menceraikan istri tersebut lalu menikahkannya dengan istri yang telah diceraikannya itu."Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin). Tiba-tiba.. Ketika komandan pasukan musuh itu melihat perilaku pasukan muslim. "Bagaimana pendapat kalian menghadapi musuhmusuh kalian. dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin). seakan-akan pukulan itu mengenai dirinya. salah seorang di antara pasukan kaum muslimin ada yang berteriak. sementara mereka bisa memperoleh perbekalan dan air tanpa harus susah payah? Bagaimana pendapat kalian?" Salah seorang dari mereka kemudian menjawab.

Edisi 2 Th I. Insya Allah. sekaligus menaklukkan kota itu. Ia juga dapat membuat hati menjadi lembut serta mampu melenyapkan bibit perpecahan. Muhammad Nasib Ar-Rifa’I. Dengan demikian. Ia akan panjang usia dan kekal hingga hari akhirat kelak. Karena. Schleidener Strasse 58 52076 Aachen. sikap takaful (saling membantu) yang mereka lakukan terbentuk karena ada proses lain yang sebelumnya mereka jalin.Subhanallah. Sungguh. Tirmidzi). Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4. e-mail: nurulha@t-online. saling bersahabat karena Allah. Gema Insani. (Nurul Huriah Astuti. Majalah Tarbawi. kemesraan 'pancaran ukhuwah' yang telah dicontohkan oleh generasi dahulu adalah ukhuwah Islamiyah yang tak lapuk oleh waktu dan musim. Mereka bukan para Nabi dan syuhada’. Itulah buah dari persaudaraan dan kesatuan yang diajarkan oleh Rasulullah saw. karakter. patutlah kita bercermin pada generasi awal Islam dan para salafussalih dalam berukhuwah. Hadits Tsulatsa. maka akan tumbuh sifat tafahum (saling memahami). dan sebagainya. puncak amal ukhuwah Islamiyah.de) Sumber : 1. dan saling kompromi pada hal-hal yang mubah (boleh) sehingga akan membuat hubungan satu sama lain menjadi lebih harmonis. (HR. "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah. 20 Juli 1999 M / 7 Robi’ul Akhir 1420 H 3. Puncak tafahum adalah ketika seorang mukmin dengan mukmin lainnya dapat berbicara dan berpikir dengan pola yang sama. Kemesraan ukhuwah seperti itu tidaklah terbentuk begitu saja. Sikap tafahum akan menjaga kesegaran dalam berukhuwah. tetapi juga menjadi bagian dari hidup kita. Dan Betapa 'pancaran ukhuwah' saja telah mampu mengalahkan musuh dan memenangkan kaum mukminin. Februari 2000 2. Jakarta 2000 . tidaklah sekedar menjadi kisah yang sering kita dengar dan kita baca. serta merasakan perasaan yang sama. "Ketika ditanya oleh para sahabat. Dari mulai fisik. Setelah dua proses itu berjalan barulah terbentuk sikap takaful yang darinya lahir sifat itsar. Intermedia. kadar keseriusan taqarruf (kedekatan) pada Allah. Germany. kesenangannya. dan saling kunjung karena Allah". Oleh karenanya. Di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya dan wajah-wajah mereka bercahaya. ketika keterpautan hati telah terjalin maka timbul sikap saling toleransi. 'pancaran ukhuwah' yang demikian tingginya dimiliki oleh mereka. Kemesraan ukhuwah tersebut mereka mulai melalui proses ta’aruf atau saling mengenal. Ceramah-ceramah Hasan Al-Banna. tetapi para Nabi dan Syuhada’ iri pada mereka. Wallahu’alam bishshowaab. Ta’aruf yang baik akan meminimalisir kekeringan dan keretakan hubungan sesama muslim. walau pun dalam kondisi yang teramat sulit. "Di sekitar Arsy ada menara-menara dari cahaya. demikianlah sejarah kaum salaf telah memperlihatkan kepada kita bahwa kumpulan manusia itu seluruhnya adalah laksana satu tubuh. Bila wilayah ta’aruf telah terbentang. latar belakang keluarga. Rosulullah saw menjawab. melakukan aktivitas yang satu.

Di awal tahun 1990-an pernah beredar satu film yang berjudul First Knight. Inamoto dan sederet anggota tim nasional Negeri Sakura dalam Putaran Final Piala Dunia 2002 yang baru saja berlalu. Think Globally Act Locally.Ada satu cerita yang boleh diragukan kebenarannya. dan bukan pula yang tidak mungkin bahkan dengan mimpi sekalipun. Bukan sesuatu yang jauh dari pandangan. Dari gambar tersebut rasul menarik garis lurus keatas seraya menjelaskan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan garis keatas itu menunjukkan agar manusia tidak berpanjang angan . kalimat lama yang mungkin tidak asing lagi ditelinga kita. ini berkisar tentang seorang anak di Amerika Serikat yang saat masih duduk di bangku sekolah dasar terpilih menjadi Golden Boy atau anak bangsa negeri Paman Sam itu. Rasulullah pernah mengingatkan para sahabat dengan menggambar seorang manusia ditanah. Dua puluh tahun kemudian. Terlepas dari benar tidaknya cerita diatas. Masih banyak cerita orang-orang besar lainnya baik itu kejadian nyata maupun hanya cerita-cerita dari film.Bergegaslah Bangun Dari Mimpi Publikasi 19/07/2002 09:07 WIB eramuslim . Namun ada syaratnya. Justru ada satu cerita lagi yang patut disimak. anda pasti masih ingat pesan klasik yang sering kita dengar keluar dari mulut guru-guru saat di Taman Kanak-Kanak atau sekolah Dasar. Kemudian yang terpenting adalah visi yang jelas terbentang kedepan yang tapaktapaknya bisa dilalui hingga mencapai apa yang kita cita-citakan. Misaki dan Wakabayashi menjadi pemain profesional dalam film kartun buatan Jepang tahun 1982. sang anak menjawab dengan enteng. Orang-orang besar yang kita kenal yang mungkin memulai segalanya dari sebuah mimpi (catatan: mimpi tidak selalu hadir dalam tidur) senantiasa memulai dengan menapaki satu persatu langkah didepan yang paling mudah dilakukan. tidaklah penting untuk diselidiki. yakni tentang Tsubasa si pemilik tendangan gledek yang bersama kawan-kawannya. mereka tahu betul bahwa kita bisa mencitakan diri ini setinggi apapun kita mau. yang intinya bercerita tentang seorang jagoan kampung yang akhirnya masuk dalam jajaran Ksatria Utama sebuah kerajaan. mimpinya terwujud dan dia menjadi presiden ke 42 negara adidaya tersebut setelah sebelumnya menjadi Walikota di negara bagian Arkansas. yang paling mungkin untuk dikerjakan. masyarakat Jepang seperti mewujudkan mimpi mereka ketika Tsubasa dan kawan-kawannya menjelma menjadi Hidetoshi Nakata. Saat upacara pemberian penghargaan oleh Presiden AS saat itu. “Saya akan menjadi presiden AS kelak” saat dirinya ditanya sang Presiden tentang cita-cita yang ingin dicapainya. yang terjangkau untuk diraih. Nabi Allah Yusuf alaihi salam pun memulai segalanya dari mimpi saat ia masih kecil maupun ketika menta’wilkan mimpi seseorang dipenjara. dialah William Jefferson Clinton atau yang biasa dikenal dengan Bill Clinton. Para guru kita itu tidak salah. "Gantungkan cita-citamu setinggi langit". Bahkan jika tak berlebihan. Beberapa puluh tahun kemudian. kemudian beliau membuat garis persegi sehingga membingkai gambar tersebut.

Jelas. atau engkau akan kehilangan keindahan yang tengah engkau genggam … (salah satu kalimat dari syair lagu Ebiet G Ade). Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna) . karena itu berarti anda masih terus bermimpi. bertekad untuk mewujudkan cita-cita (mimpi) dengan mengerahkan segenap kesungguhan dan melakukannya secara bertahap sangat berbeda dengan berangan-angan tanpa melakukan satu apapun.melewati keterbatasan yang dimilikinya. Bergegaslah bangun dari mimpi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful