BUDIDAYA KOPI ORGANIK Mei 17, 2010

Filed under: Uncategorized — hadidhung @ 1:21 am

I. PENDAHULUAN Tanaman Kopi merupakan tanaman yang sangat familiar di lahan pekarangan penduduk pedesaan di Indonesia. Jika potensi dahsyat ini bisa kita manfaatkan tidaklah sulit untuk menjadikan komoditi ini menjadi andalan di sektor perkebunan. Hanya butuh sedikit sentuhan teknis budidaya yang tepat, niscaya harapan kita optimis menjadi kenyataan. PT. Natural Nusantara berusaha mewujudkan harapan bersama tersebut dengan paket panduan teknis dan produk tanpa melupakan Aspek K-3 yaitu kuantitas, kualitas dan kelestarian yang kini menjadi salah satu syarat persaingan di era globalisasi. II. PERSIAPAN LAHAN - Untuk tanah pegunungan/miring buat teras. - Kurangi/tambah pohon pelindung yang cepat tumbuh kira-kira 1:4 hingga 1: 8 dari jumlah tanaman kopi. - Siapkan pupuk kandang matang sebanyak 25-50 kg, sebarkan Natural GLIO, diamkan satu minggu dan buat lobang tanam 60 x 60, atau 75 x 75 cm dengan jarak tanam 2,5×2,5 hingga 2,75 x 2,75 m minimal 2 bulan sebelum tanam III. PEMBIBITAN - Siapkan biji yang berkualitas dari pohon yang telah diketahui produksinya biasanya dari penangkar benih terpercaya. - Buat kotak atau bumbunan tanah untuk persemaian dengan tebal lapisan pasir sekitar 5 cm.

.Setelah bibit umur 4 bulan semprotkan 2 tutup POC NASA per tangki sebulan sekali hingga umur bibit 7-9 bulan dan siap tanam Tabel Dosis Pupuk Untuk Bibit Kopi Umur (bln) gr/m2 Urea SP-36 KCl 3 10 5 5 5 20 10 10 7 30 15 15 9 40 20 20 12 50 25 25 Catatan : Jenis dan dosis pupuk bisa sesuai dengan anjuran dinas pertanian setempat.Usahakan saat tanam sudah memasuki musim hujan. PENANAMAN . ambil 250 ml per pohon dari larutan tersebut .Tambahkan pupuk NPK sebagai pupuk dasar (lihat tabel) hingga umur 12 bulan . Perhatikan kelembapan tanah agar bibit tidak terkena serangan karat daun.Bibit akan berkecambah kurang lebih 1 bulan.Buat pelindung dengan pelepah atau paranet dengan pengurangan bertahap jika bibit telah tumbuh . pilih bibit yang sehat dan lakukan pemindahan ke polibag dengan hati2 agar akar tidak putus pada umur bibit 2 -3 bulan sejak awal pembibitan . ..Hindarkan resiko kematian tanaman baru dari gangguan ternak.Siramkan SUPERNASA dosis 1 sendok makan per 10 liter air. IV. PENYULAMAN .Lakukan penyiraman tanah setelah tanam .Siram bibitan dengan rutin dengan melihat kebasahan tanah . V.Masukkan pupuk kandang dengan campuran tanah bagian atas saat penanaman bibit.

Akan lebih baik ditambah pupuk organik SUPERNASA dosis 1 botol untuk ± 200 tanaman . . . PENYIRAMAN Lakukan penyiraman jika tanah kering atau musim kemarau VII.. Semprotkan POC NASA 3-4 tutup + HORMONIK 1-2 tutup per tangki setiap 1 bulan sekali VIII. 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. yaitu awal dan akhir musim hujan. Jenis dan Dosis Pupuk Makro sesuai table. pupuk dimasukan dan ditutup tanah. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon atau siram atau kocorkan SUPERNASA 1 sendok makan per 10 liter air setiap 3-6 bulan sekali. Tahun gr/pohon/tahun Urea SP-36 KCl 1 2 x 25 2 x 25 2 x 20 2 2 x 50 2 x 50 2 x 40 3 2 x 75 2 x 70 2 x 40 4 2 x 100 2 x 90 2 x 40 5 – 10 2 x 150 2 x 130 2 x 60 > 10 2 x 200 2 x 175 2 x 80 Catatan : Jenis dan Dosis pupuk sesuai dengan jenis tanah atau rekomendasi dinas pertaniam setempat Cara pemupukan dibuat lubang kecil mengelilingi tanaman sejauh ¾ lebar tajuk.Pemupukan NPK diberikan dua kali setahun. PEMUPUKAN . PEMANGKASAN .Penyulaman dilakukan awal musim hujan VI.Lakukan penyulaman segera jika tanaman mati atau gejala pertumbuhannya tidak normal.Setelah pemupukan sebaiknya disiram.

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi. Penyakit akar coklat penyebabnya : Fomes lamaoensis atau Phellinus lamaoensis preventif dengan Natural GLIO 5. Pencegahan dengan PESTONA.Preventif gunakan Natural GLIO. Pencegahan dengan PESTONA atau BVR secara bergantian 2. ranting dan daun muda. layu. mengurangi penguapan dan bertujuan agar terbentuk bunga. Ditandai dengan daun kuning. buah muda. Bubuk buah kopi (Stephanoderes hampei) serangan di penyimpanan buah maupun saat masih di kebun . Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0. Penyakit bercak coklat pada daun oleh Cercospora cafeicola Berk et Cooke pencegahan dengan Natural GLIO 6. 3. mengurangi cabang tunas air (wiwilan). kerok dan preventif oleskan batang/ranting dengan Natural GLIO + POC NASA 3. Pemangkasan pada awal atau akhir musim hujan setelah pemupukan IX. Penyakit Jamur Upas disebabkan oleh Corticium salmonicolor : Kurangi kelembaban . menggantung dan gugur. H A M A 1.+ AERO 810 secara bergantian B. PENYAKIT 1. Penyakit mati ujung pada ranting. Kutu dompolan (Pseudococcus citri) menyerang kuncup bunga.5 tutup botol per tangki X. arcuata. serta perbaikan bagian tanaman yang rusak.Penyebabnya Rhizoctonia . BVR atau PENTANA. preventif dengan Natural GLIO 4.Lakukan pemangkasan rutin setelah berakhirnya masa panen (pangkas berat) untuk mengatur bentuk pertumbuhan. Penyakit karat daun disebabkan oleh Hemileia vastatrix . Penggerek cabang coklat dan hitam (Cylobarus morigerus dan Compactus ) menyerang ranting dan cabang. sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Penyakit akar hitam penyebab Rosellina bunodes dan R. P A N E N . preventif semprotkan Natural GLIO 2. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT A. pencegahan gunakan PESTONA.

terlalu lama disimpan . suhu penyimpanan terlalu lembab. pada pengeringan buatan suhu awal terlalu rendah. XI. 7. dan dilakukan bertahap sesuai dengan masa kemasakan buah. Biji berlubang :kopi terserang bubuk 3. Penyebab Kerusakan Kopi Beras : 1. Biji belang : pengeringan tidak sempurna. Biji Pucat : terlalu lama disimpan di tempat lembab 8. Biji berkulit ari : Pengeringan tidak sempurna atau terlalu lama. pengupasan kulit dan juga penyimpanan hasil panen agar tidak rusak akibat hama pasca panen. 9. kopi tidak sering diaduk/dibolak-balik. 6. PENGOLAHAN HASIL Agar dipersiapkan terlebih dahulu tempat penjemuran.5 tahun jika dirawat dengan baik dan buah telah menunjukkan warna merah yang meliputi sebagian besar tanaman. Biji berwarna kelabu hitam : pada pengeringan buatan suhunya terlalu tinggi. Buah panenan harus segera diproses maksimal 20 jam setelah petik untuk mendapatkan hasil yang baik. pada saat pengupasan dengan mesin kopi terlalu kering. 5. Biji pecah : mesin pengupas kurang sempurna. Biji kemerahan : Kurang bersih mencucinya 4. fermentasi pada pengolahan basah kurang sempurna. Biji keriput : asal buah masih muda 2. 10. Biji pecah diikuti oleh perubahan warna: mesin penguap dan pemisah kulit dengan biji kurang sempurna.Kopi akan berproduksi mulai umur 2. . Noda-noda cokelat hitam : pada pengeringan buatan. berasal dari buah yang terserang bubuk.