FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN

18:41 Diposkan oleh Bidan Shop

1. PASSAGE (JALAN LAHIR) Merupakan jalan lahir yang harus dilewati oleh janin terdiri dari rongga panggul, dasar panggul, serviks dan vagina. Syarat agar janin dan plasenta dapat melalui jalan lahir tanpa ada rintangan, maka jalan lahir tersebut harus normal.

Passage terdiri dari : 1. Bagian keras tulang-tulang panggul (rangka panggul) a. Os. Coxae ‡ Os illium ‡ Os. Ischium ‡ Os. Pubis b. Os. Sacrum = promotorium c. Os. Coccygis 2. Bagian lunak : otot-otot, jaringan dan ligamen-ligamen Pintu Panggul (1) Pintu atas panggul (PAP) = Disebut Inlet dibatasi oleh promontorium, linea inominata dan pinggir atas symphisis. (2) Ruang tengah panggul (RTP) kira-kira pada spina ischiadica, disebut midlet (3) Pintu Bawah Panggul (PBP) dibatasi simfisis dan arkus pubis, disebut outlet (4) Ruang panggul yang sebenarnya (pelvis cavity) berada antara inlet dan outlet. Sumbu Panggul Sumbu panggul adalah garis yang menghubungkan titik-titik tengah ruang panggul yang melengkung ke depan (sumbu Carus) Bidang-bidang : (1) Bidang Hodge I : dibentuk pada lingkaran PAP dengan bagian atas symphisis dan promontorium (2) Bidang Hodge II : sejajar dengan Hodge I setinggi pinggir bawah symphisis. (3) Bidang Hodge III : sejajar Hodge I dan II setinggi spina ischiadika kanan dan kiri. (4) Bidang Hodge IV : sejajar Hodge I, II dan III setinggi os coccygis Stasion bagian presentasi atau derajat penurunan : a. Stasion 0 : sejajar spina ischiadica b. 1 cm di atas spina ischiadica disebut Stasion 1 dan seterusnya sampai Stasion 5 c. - 1 cm di bawah spina ischiadica disebut stasion -1 dan seterusnya sampai Stasion-5 Ukuran-ukuran panggul

2. konjugata obstetrica adalah jarak bagian tengah simfisis ke promontorium Ruang tengah panggul : 1.otot Dasar Panggul Ligamen . Jaringan ikat tebal serviks dan puncak vagina kearah lateral dinding pelvis. arcus pubis membentuk sudut 900 lebih. Ligamentum Latum sinistrum dan dekstrum (Broad Ligament) : Dari uterus kearah lateral.uterina sinistrum dan dekstrum : Menahan uterus tidak banyak bergerak Melengkung dari bagian belakang serviks kiri dan kananmelalui dinding rektum kearah os sacrum kiri dan kanan. 4.5 x 11 cm 3. Ligamentum Rotundum sinistrum dan dekstrum (Round Ligament) : Ligamen yang menahan uterus dalam posisi antefleksi. ukuran anterio posterior 10-11 cm 2. 3. pada laki-laki kurang dari 800 Inklinasi Pelvis (Miring panggul) adalah sudut yang dibentuk dengan horizon bila wanita berdiri tegak dengan inlet 55-600 Jenis Panggul Berdasarkan pada ciri-ciri bentuk pintu atas panggul.5 cm 2.5-11 cm 2. konjugata obliqua 13 cm 4.Distansia Tuberum (dipakai Oseander) 10. konjugata vera : dengan periksa dalam diperoleh konjugata diagonalis 10. linea inniminata.(1) Ukuran luar panggul : a) Distansia spinarum : jarak antara kedua spina illiaka anterior superior : 24 ± 26 cm b) Distansia cristarum : jarak antara kedua crista illiaka kanan dan kiri : 28 ± 30 cm c) Konjugata externa (Boudeloque) 18 ± 20 cm d) Lingkaran Panggul 80-90 cm e) Konjugata diagonalis (periksa dalam) 12. ada 4 bentuk pokok jenis panggul : (1) Ginekoid (2) Android (3) Antropoid (4) Platipeloid Otot . konjugata transversa 12-13 cm 3.5 cm . Ligamentum Sacro . . jarak antar spina ischiadica 11 cm Pintu bawah panggul (outlet) : 1. Sudut fundus uterus kiri dan kanan ke inguinal kiri dan kanan. ukuran melintang 10. Ligamentum Kardinale sinistrum dan dekstrum (Mackendrot) : Ligamen terpenting untuk mencegah uterus tidak turun. bidang terluas ukurannya 13 x 12.5 cm 3.Ligamen Penyangga Uterus 1. bidang tersempit ukurannya 11.5 cm (2) Ukuran dalam panggul : Pintu atas panggul merupakan suatu bidang yang dibentuk oleh promontorium. dan pinggir atas simfisis pubis 1.

2. Juga ada kenaikan nadi dan tekanan darah. Dari infundibulum ke dinding pelvis. Power merupakan tenaga primer atau kekuatan utama yang dihasilkan oleh adanya kontraksi dan retraksi otot-otot rahim. terasa sakit 7. Pada janin Pertukaran oksigen pada sirkulasi utero-plasenter kurang. Frekuensi his Jumlah his dalam waktu tertentu biasanya permenit atau persepuluh menit. b. Pada uterus dan servik Uterus teraba keras/padat karena kontraksi. Dalam melakukan observasi pada ibu ± ibu bersalin hal ± hal yang harus diperhatikan dari his: 1. Pada ibu Rasa nyeri karena iskemia rahim dan kontraksi rahim. kadang dapat dipengaruhi dari luar secara fisik. kontraksi simetris 2. Pada waktu kontraksi otot ± otot rahim menguncup sehingga menjadi tebal dan lebih pendek. 2. Kekuatan yang mendorong janin keluar (power) terdiri dari : 1. c. ketegangan dan ligmentous action terutama ligamentum rotundum Kontraksi uterus/His yang normal karena otot-otot polos rahim bekerja dengan baik dan sempurna mempunyai sifat-sifat : 1. POWER Power adalah kekuatan atau tenaga untuk melahirkan yang terdiri dari his atau kontraksi uterus dan tenaga meneran dari ibu.5. semakin meningkat waktu persalinan semakin maju. terkoordinasi 8. his (kontraksi otot uterus) Adalah kontraksi uterus karena otot ± otot polos rahim bekerja dengan baik dan sempurna. kontraksi diafragma pelvis atau kekuatan mengejan 4. kimia dan psikis Perubahan-perubahan akibat his : a. intermitten : terjadi secara berkala (berselang-seling) 6. Telah diketahui bahwa aktifitas . intensitas dan frekuensi kontraksi uterus bervariasi selama persalinan. Denyut jantung janin melambat (bradikardi) dan kurang jelas didengar karena adanya iskemia fisiologis. involuntir : terjadi di luar kehendak 5. Ligamentum infundibulo pelvikum : Menahan tubafallopi. relaksasi 4. Intensitas his Kekuatan his diukurr dalam mmHg. 2. fundus dominan 3. Kavum uteri menjadi lebih kecil serta mendorong janin dan kantung amneon ke arah segmen bawah rahim dan serviks. Tekanan hidrostatis air ketuban dan tekanan intrauterin naik serta menyebabkan serviks menjadi mendatar (effacement) dan terbuka (dilatasi). maka timbul hipoksia janin. kontraksi otot-otot dinding perut 3.

baik fisik maupun mental.Inkoordinasi otot rahim . 3. His yang sifatnya lemah. kandung kencing dan otototot dinding perut yang terasa nyeri. pendek dan jarang dari his yang normal yang terbagi menjadi : Inertia uteri primer : apabila sejak semula kekuatannya sudah lemah b. misalnya selama 40 detik. Akibat mungkin fatal : c.Persalinan Presipitatus b. His palsu timbul beberapa hari sampai satu bulan sebelum kehamilan cukup bulan. Interval Jarak antara his satu dengan his berikutnya.Persalinan yang berlangsung dalam waktu tiga jam.His pendahuluan : 2. misalnya his datang tiap 2 sampe 3 menit 6. Aktivitas his Frekuensi x amplitudo diukur dengan unit Montevideo. Pembagian his: 1. His palsu dapat merugikan yaitu dengan membuat lelah pasien sehingga pada waktu persalinan sungguhan mulai pasien berada dalam kondisi yang jelek. karena tidak terdapat persiapan dalam persalinan ‡ Trauma jalan lahir ibu yang luas dan menimbulkan perdarahan. 4. Inertia uteri sekunder : His pernah cukup kuat tapi kemudian melemah Dapat ditegakkan dengan melakukan evaluasi pada pembukaan. bagian terendah terdapat kaput dan mungkin ketuban telah pecah.His pelepasan uri (Kala III) 5.His pengiring (Kala IV) His Palsu His palsu adalah kontraksi uterus yang tidak efisien atau spasme usus.His pengeluaran (His mengedan)(Kala II) 4. Kelainan kontraksi otot rahim 1. Terjadi persalinan tidak pada tempatnya ‡ Terjadi trauma janin. Inertia Uteri a. sehingga tidak terdapat kesempatan reaksi otot rahim. Tetania uteri His yang terlalu kuat dan terlalu sering. Akibat dari tetania uteri dapat terjadi : a. 2. Datangnya his Apakah datangnya sering. teratur atau tidak. inversio uteri ‡ Tetania uteri menyebabkan asfiksia intra uterin sampai kematian janin dalam rahim 3.uterus bertambah besar jika wanita tersebut berjalan ± jalan sewaktu persalinan masih dini. His yang lemah dapat menimbulkan bahaya terhadap ibu maupun janin sehingga memerlukan konsultasi atau merujuk penderita ke rumah sakit. 5.His pembukaan (Kala I) 3. Durasi atau lama his Lamanya setiap his berlangsung diukurr dengan detik. puskesmas atau ke dokter spesialis.

Postur janin dalam rahim i.Diameter Ditemporalis 8 cm b.Os Occipitalis c.Diameter Mento Occipitalis 13.Fontanel minor 2. Pimpinan persalinan c.5 cm .Cirkumferensia sub occipito bregmatika 32 cm 3. Ukuran-ukuran kepala a. Bagian tengkorak : .Diameter Biparietalis 9.Sutura Sagitalis . tulang punggung.Cirkumferensia mento occipitalis 35 cm .PASSANGER a.Fontanel mayor / bregma . 1. biasanya terhadap tulang punggungnya. Posisi dan besar kepala dapat mempengaruhi jalan persalinan.Sutura Lamboidea d.25 cm . Kepala janin dan ukuran-ukurannya Bagian yang paling besar dan keras dari janin adalah kepala janin. Penyebab inkoordinasi kontraksi otot rahim adalah : a. Karena induksi persalinan dengan oksitosin d. Ukuran Cirkumferensial ( Keliling ) . Bagian muka dan tulang-tulang dasar tengkorak b.Sutura Frontalis . di mana kepala. Sikap (habitus) Menunjukkan hubungan bagian-bagian janin dengan sumbu janin.Cirkumferensial fronto occipitalis 34 cm . Tulang Tengkorak ( Cranium ) a.5 cm . Diameter . Rasa takut dan cemas 3.Sutura Koronaria .Os Frontalis .Diameter Sub Occipito Bregmatika 9. Sutura . dan kaki .Os Temporalis .Os Parientalis . Ubun-ubun ( Fontanel ) .Diameter Occipito frontalis 12 cm . Faktor usia penderita relatif tua b.Keadaan Inkoordinasi kontraksi otot rahim dapat menyebabkan sulitnya kekuatan otot rahim untuk dapat meningkatkan pembukaan atau pengeluaran janin dari dalam rahim. Janin. Janin umumnya dalam sikap fleksi.

Misalnya pada letak belakang kepala (LBK) ubun-ubun kecil (UUK) kiri depan. Penurunan adalah gerakan bagian presentasi melewati panggul. UUK kanan belakang.dalam keadaan fleksi. Medikasi persalinan d. Misalnya presentasi kepala. emosi dan persiapan intelektual ‡ Pengalaman bayi sebelumnya ‡ Kebiasaan adat ‡ Dukungan dari orang terdekat pada kehidupan ibu Sikap negatif terhadap peralinan dipengaruhi oleh: a. ia juga dianggap sebagai penumpang atau pasenger yang menyertai janin namun placenta jarang menghambat pada persalinan normal. Amnion adalah jaringan yang menentukan hampir semua kekuatan regang membran janin dengan demikian pembentukan komponen amnion yang mencegah ruptura atau robekan sangatlah penting bagi keberhasilan kehamilan. Letak janin Letak janin adalah bagaimana sumbu panjang janin berada terhadap sumbu ibu. presentasi bokong. Presentasi Presentasi digunakan untuk menentukan bagian janin yang ada di bagian bawah rahim yang dapat dijumpai pada palpasi atau pemeriksaan dalam. iv. b. Amnion pada kehamilan aterm merupakan suatu membran yang kuat dan ulet tetapi lentur. Psikis (psikologis) Perasaan positif berupa kelegaan hati. Persalinan sebagai ancaman terhadap keamanan b. ii. penurunan ini terjadi atas 3 kekuatan yaitu salah satunya adalah tekanan dari cairan amnion dan juga disaat terjadinya dilatasi servik atau pelebaran muara dan saluran servik yang terjadi di awal persalinan dapat juga terjadi karena tekanan yang ditimbulkan oleh cairan amnion selama ketuban masih utuh. dan lain-lain. atau letak sungsang. iii. Psikologis meliputi : ‡ Melibatkan psikologis ibu. Persalinan sebagai ancaman pada self-image c. Posisi Posisi merupakan indicator untuk menetapkan arah bagian terbawah janin apakah sebelah kanan. 4. Mereka seolah-olah mendapatkan kepastian bahwa kehamilan yang semula dianggap sebagai suatu ³ keadaan yang belum pasti ³ sekarang menjadi hal yang nyata. serta lengan bersilang di dada. kiri. Placenta juga harus melalui jalan lahir. Nyeri persalinan dan kelahiran . c. ini bisa letak kepala. depan atau belakang terhadap sumbu ibu (maternal pelvis). Placenta. misalnya letak lintang di mana sumbu janin sejajar dengan dengan sumbu panjang ibu. presentasi bahu. Air Ketuban. seolah-olah pada saat itulah benar-benar terjadi realitas ³kewanitaan sejati´ yaitu munculnya rasa bangga bias melahirkan atau memproduksi anaknya.

Obstetri Williams.Edisi 21. Jakarta : EGC . Jilid I. Harry. 2003. Penyulit Kandungan. Keperawatan Maternitas. EGC. Sinopsis Obstetri. EGC . 3 Bobak L J. 2004. Jakarta. Jakarta. dan KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta. EGC.blogspot.5. 5 Cunningham F. Ilmu Kebidanan. Penolong Peran dari penolong persalinan dalam hal ini Bidan adalah mengantisipasi dan menangani komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu dan janin. 4 Manuaba IBG. Yayasan Essentia Medica . 1998 2 Oxorn.com Related Posts by Categories persalinan y y y y y y y y y y y y y y y y y y y PERUBAHAN FISIOLOGIS KALA I PERSALINAN GENTLE BIRTH: PILIHAN PERSALINAN MASA KINI KONSEP DASAR PERSALINAN PENGGUNAAN KONDOM KATETER PADA PENANGANAN PERDARAHAN POSTPARTUM WATER BIRTH (MELAHIIRKAN DALAM AIR) MELAHIRKAN DI TEMPAT "ANEH" KELAHIRAN LOTUS (LOTUS BIRTH) RESUSITASI BAYI BARU LAHIR FISIOLOGI PERSALINAN KALA III SARUNG TANGAN PENYELAMAT DARI INFEKSI PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA PERSALINAN Penghormatan terhadap Plasenta di berbagai daerah Pencatatan ASuhan PENCEGAHAN INFEKSI (PI) ASUHAN SAYANG IBU Membuat Keputusan Klinik Membuat Keputusan Klinik Nyeri dalam Persalinan Persalinan LETAK SUNGSANG Widget by Scrapur Label: persalinan 0 komentar: . sumber 1 Mochtar R. 6 Bidanshop. Jakarta. 1998. Gary dkk. Edisi 2. 2006. Ilmu Kebidanan : Patologi dan Fisiologi Persalinan (Human Labour and Birth). Proses tergantung dari kemampuan skill dan kesiapan penolong dalam menghadapi proses persalinan.

serta dg tenaga ibu sendiri (Prawirohardjo. presentasi belakang kepala. letak memanjang atau sejajar sumbu badan ibu. '10 8:16 AM for everyone Category: Other ³Perubahan Fisiologis dan Psikologis Ibu Bersalin Kala I´ Presented by Tika Paramitha Cahyaningtyas. 2002). S. Kala I adalah permulaan kontraksi persalinan sejati yg ditandai oleh perubahan serviks yang progesif dan diakhiri dengan pembukaan lengkap (10 cm) (Varney.5¶ C s. 2008). diameter kepala bayi dan panggul ibu seimbang.Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama mata kuliah akbid askeb II Jan 29.ST definisi: Persalinan adalah serangkaian proses alamiah yang berakhir dengan pengeluaran hasil konsepsi oleh ibu (Varney.2mg/100mL) Perubahan serviks (melunak¢menipis¢membuka) Fase Aktif Semakin merasa takut Semakin´jelas´ baginya bahwa ia akan segera bersalin. Pembagian Kala I Persalinan Fase Laten Bedakan dengan persalinan palsu Dilatasi serviks 0-3 cm Fase Aktif Fase Percepatan Fase Perlambatan Fase Transisi PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA BULIN KALA Tekanan darah meningkat Metabolisme (aerob &anaerob) meningkat Suhu meningkat (0. 2002) Persalinan normal adalah proses pengeluaran bayi dengan usia kehamilan cukup bulan.d 1¶C) Denyut nadi meningkat Pernafasan (sdkt peningkatan) Perubahan pd ginjal (poliuria) Perubahan saluran cerna (motilitas berkurang) Perubahan Hematologi (Hb naik 1. .dkk.

Takut ditinggal sendirian (butuh pendamping). Mengalami ketakutan dan keraguan yg tidak bisa dijelaskan.muntah Tidak mampu bernapas melalui perut Abdomen sensitif (nyeri tekan) Gelisah mencolok Amnesia alami antar kontraksi (tampak letih & sulit bangkit) Tdk mudah mengikuti arahan Kontraksi timbul (11/2 sampai 2 menit. 2002) PERUBAHAN PERILAKU PADA BULIN KALA I FASE AKTIF (TRANSISI) Butiran keringat pd bibir atas atau alis Tungkai gemetar Gigi menggeletuk Kram pd bokong. kerentanan personal. kontinue. persepsi tidak realistis Tujuan : Mengungkapkan ansietas dan respon emosional. emosi meledak2 Nyeri punggung bawah Kesadaran terhadap martabat diri menurun drastis Menolak hal2 yang ditawarkan Peningkatan µbloody show¶ Ingin BAB Dorongan mengejan sangat kuat Ketuban pecah Penonjolan rektum isytarrul. mengidentifikasi kekuatan individu dan . atau betis Cegukan Bersendawa Haus Anoreksia Mual.multiply. Tidak ³mampu´ mengatasi kontraksi yg dialami. paha.com/reviews/item/2 Rasional : Pelayanan ini mendukung pemberian ASI melalui pendidikan klien dan nutrisional Resiko tidak efektif koping individual berhubungan dengan krisis maturasional dari kehamilan/mengasuh anak dan melakukan peran ibu dan menjadi orang tua (atau melepaskan untuk adopsi). cukup nyeri) Rasa tidak nyaman menyeluruh Tidak ingin disentuh Bingung.Semakin ³serius´ dalam menjalani persalinan Ia merasa apa yg terjadi sudah diluar kendalinya(semakin merasa sakit). (Varney. ketidakadekuatan sistem pendukung. intesitas kuat. frustasi. 60-90 detik.

tidak mengenal sumber-sumber Tujuan : Mengungkapkan berhubungan dengan pemahaman perubahan fisiologis. mengangis. melakukan aktivitas/prosedur yang perlu dan menjelaskan alasan-alasan untuk tindakan Intervensi : Pastikan persepsi klien tentang persalinan dan kelahiran.kemampuan koping pribadi. kebutuhan individu. menjadi ibu dan menyusui Anjurkan diskusi oleh klien/pasangan tentang persepsi pengalaman kelahiran Rasional : Membantu klien/pasangan bekerja malalui proses dan memperjelas realitas dari pengalaman fantasi Keji terhadap gejala depresi yang fana (perasan sedih pasca partum) pada hari ke-2 sampai ke-3 pascapartum (misalnya ansietas. sistem pendukung. pelayanan sosial. kegagalan pribadi atau keragu-raguan tentang kemampuan mejadi orang tua Rasional : Membantu pasangan mengevaluasi kekuatan dan area masalah secara realistis dan mengenali kebutuhan terhadap bantuan profesional yang tepat Kolaborasi dalam merujuk klien/pasangan pada kelompok pendukung menjadi orang tua. hasil yang diharapkan. mencari sumber-sumber yang tepat sesuai kebutuhan Intervensi : Kaji respon emosional klien selam pranatal dan periode inpartum dan persepsi klien tentang penampilannya selama persalinan Rasional : Terhadap hubungan langsung antara penerimaan yang positif akan peran feminim dan keunikan fungsi feminim serta adaptasi yang positif terhadap kelahiran anak. kesedihan. kelompok komunitas atau pelayanan perawat berkunjung Rasional : Kira-kira 40 % wanita dengan depresi pascapartum ringan mempunyai gejala-gejala yang menetap sampai satu tahun dan dapat memerlukan evaluasi lanjut Kurang pengetahuan mengenai perawatan diri dan perawatan bayi berhubungan dengan kurang pemajanan/mengingat. latar belakang budaya. kesalahan interpretasi. konsentrasi yang buruk dan depresi ringan atau berat) Rasional : Sebanyak 80% ibu-ibu mengalami depresi sementara atau perasan emosi kecewa setelah melahirkan Evaluasi kemampuan koping masa lalu klien. lama persalinan dan tingkat kelelahan klien Rasional : Terhadap hubungan antara lama persalinan dan kemampuan untuk melakukan tanggung . dan rencana untuk bantuan domestik pada saat pulang Rasional membantu menkaji kemampuan klien untuk mengatasi stres Berikan dukungan emosional dan bimbingan antisipasi untuk membantu klien mempelajari peran baru dan strategi untuk koping terhadap bayi baru lahir Rasional : Ketrampilan menjadi ibu/orang tua bukan secara insting tetapi harus dipelajari Anjurkan pengungkapan rasa bersalah.

jawab tugas dan aktivitas perawatan diri/bayi Kaji kesiapan klien dan motivasi untuk belajar Rasional : Periode pascanatal dapat merupakan pengalaman positif bila penyuluhan yang tepat untuk membantu pertumbuhan ibu. menurunkan stres dan meningkatkan koping positif Berikan informasi tertulis mengenai buku-buku yang dianjurkan untuk anak-anak (sibling) tentang bayi baru lahir Rasional : Membantu anak mengidentifikasi dan mengatasi perasaan akan kemungkinan penggantian atau penolakan Kolaborasi dalam merujuk klien/pasangan pada kelompok orang tua pascapartum di komunitas Rasional : Meningkatkan pengetahuan orang tua tentang membesarkan anak dan perkembangan anak . maturasi dan kompetensi Berikan informasi tentang perawatan diri. mengekspresikan perasaan percaya diri dan kepuasan dengan terbentuknya kemajuan dan adaptasi Intervensi : Kaji hubungan anggota keluarga satu sama lain Rasional : Perawat dapat membantu memberikan pengalaman positif di rumah sakit dan menyiapkan keluarga terhadap pertumbuhan melalui tahap-tahap perkembangan Anjurkan pertisipasi seimbang dari orang tua pada perawatan bayi Rasional : Flesibilitas dan sensitifitas terhadap kebutuhan keluarga membantu mengembangkan harga diri dan rasa kompeten dalam perawatan bayi baru lahir setelah pulang Berikan bimbingan antisipasi mengenai perubahan emosi normal berkenaan dengan periode pascapartum Rasional : Membantu menyiapkan pasangan untuk kemungkinan perubahan yang mereka alami. termasuk perawatan perineal dan higiene. memungkinkan tujuan aktualisasi diri muncul ke permukaan Tujuan : Mengungkapkan keinginan untuk melaksanakan tugas-tugas yang mengarah pada kerjasama dari anggota keluarga baru. perubahan fisiologis Rasional : Membantu mencegah infeksi. mempercepat pemulihan dan penyembuhan dan berperan pada adaptasi yang positif dari perubahan fisik dan emosional Diskusikan kebutuhan seksualitas dan rencana untuk kontrasespi Rasional : Pasangan mungkin memerlukan penjelasan mengenai ketersediaan metode kontrasepsi dan kenyataan bahwa kehamilan dapat terjadi bahkan sebelum kunjungan minggu ke-6 Resiko terhadap pertumbuhan koping keluarga berhubungan dengan kecukupan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan individu dan tugas-tugas adaptif.

.scribd..com/.www./Adaptasi-Psikologi-Pada-Masa-Reproduksi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful