Sistem Digesti

Semua zat yang berasal dari tumbuhan dan hewan terdiri dari komponen kompleks yang tak dapat digunakan begitu saja, karena itu memerlukan pemecahan agar menjadi komponen yang lebih sederhana. Fungsi utama digesti adalah memecah molekul kompleks dan molekul besar dalam makanan sehingga molekul itu dapat diserap dan digunakan tubuh. Penguraian komponen kompleks menjadi komponen sederhana disebut hidrolisis (Tillman,. At al, 1984) SISTEM DIGESTI Semua zat yang berasal dari tumbuhan dan hewan terdiri dari komponen kompleks yang tak dapat digunakan begitu saja, karena itu memerlukan pemecahan agar menjadi komponen yang lebih sederhana. Fungsi utama digesti adalah memecah molekul kompleks dan molekul besar dalam makanan sehingga molekul itu dapat diserap dan digunakan tubuh. Penguraian komponen kompleks menjadi komponen sederhana disebut hidrolisis (Tillman,. At al, 1984) Proses pencernaan makanan sangat penting sebelum makanan diabsorbsi atau diserap oleh dinding saluran pencernaan. Zat-zat makanan tidak dapat diserap dalam bentuk alami dan tidak berguna sebagai zat nutrisi sebelum proses pencernaan awal. Zat makanan akan dipersiapkan untuk diabsorbsi melelui proses-proses tertentu dengan bantuan enzim-enzim tertentu dalam saluran pencernaan. Sistem digesti pada ternak dibagi menjadi dua macam yaitu monogastrik (rumminansia) dan poligastrik (non ruminansia). Monogastrik memiliki saluran pencernaan meliputi mulut, oesophagus, stomach, small intestinum, large intestinum, rektum dan anus. Sedangkan pada ruminansia perut dibagi menjadi empat yaitu rumen, reticulum, omasum, dan abomasum, sehingga urutan saluran pencernannya menjadi mulut, oesophagus, rumen, reticulum, omasum, abomasum, small intestinum, large intestinum, rektum dan anus (Swenson,1997). Namun dalam kenyataannya ada beberapa hewan yang tidak termasuk keduannya karena hewan ini memiliki lambung poligastrik tetapi tidak berfungsi layaknya lambung pada ruminansia (lambung semu). Hewan ini lebih sering disebut dengan pseudo ruminansia.

sehingga dapat dipakai dalam pembuatan biogas sebagai sumber energi altematif. Abomasum merupakan lambung yang sesungguhnya pada hewan ruminansia. Di samping itu. berfungsi untuk mengunyah rerumputan yang sulit dicerna. dimana bahan makanan bercampur dengan ptialin. retlkulum 5%. Pencernaan tersebut sebagian besar terjadi di mulut dan lambung. Sistem pencernaan makanan pada hewan ini lebih panjang dan kompleks. retikulum (perut jala). kerbau disebut sebagai hewan memamah biak (ruminansia). sapi. pada hewan ruminansia terdapat modifikasi lambung yang dibedakan menjadi 4 bagian. yaitu enzim yang dihasilkan oleh kelenjar saliva (saliva hewan ruminansia sama sekali tidak mengandung ptyalin). Mucin dalam saliva tidak mencerna pati. dan abomasum (perut masam). tampak pada struktur gigi. Ptialin mencerna pati menjadi maltosa dan dekstrin. yaitu: rumen (perut besar).menghasilkan gas metan (CH4). yPencernaan Karbohidrat Pencernaan karbohidrat dimulai di mulut. Pencernaan Ruminansia Hewan-hewan herbivora (pemakan rumput) seperti domba. .1. Di samping itu. dan abomasums 7-8 /o.Pembagian ini terlihat dari bentuk gentingan pada saat otot spingter berkontraksi. Perbedaan sistem pencernaan makanan pada hewan ruminansia. omasum 7-8%. yaitu terdapat geraham belakang (molar) yang besar. omasum (perut kitab). Dengan ukuran yang bervariasi sesuai dengan umur dan makanan alamiahnya. tetapi melumasi bahan makanan sehingga dengan demikian bahan makanan mudah untuk ditelan. bakteri ini dapat . Makanan hewan ini banyak mengandung selulosa yang sulit dicerna oleh hewan pada umumnya sehingga sistem pencernaannya berbeda dengan sistem pencernaan hewan lain. Kapasitas rumen 80%. Adanya bakteri selulotik pada lambung hewan memamah biak merupakan bentuk simbiosis mutualisme yang dapat menghasilkan vitamin B serta asam amino.

Enzim yang dikeluarkan oleh tractus digestivus hewan tidak turut campur dalam pencernaan selulosa tersebut di atas yang dilakukan oleh mikroorganisme caecum dan colon. gula. Jumlah bakteri dalam isi rumen adalah banyak sekali. Mikroorganisme tersebut mencerna pula pati. laktase yang merombak laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. kecuali bila hewan memerlukan panas tersebut untuk menjaga suhu normal tubuhnya. Bakteri tersebut merombak selulosa dan pentosan ke dalam asam-asam organik (terutama asetat) dan kemungkinan dalam jumlah kecil ke dalam gula sederhana. maltase yang merombak maltosa menjadi glukosa 3. Mikroorganisme dalam caecum dan colon mencerna pula selulosa menjadi asamasam lemak terbang. Panas yang di timbulkan tidak digunakan. 2. akan tetapi gas yang terbentuk tidak ada nilainya. sukrase (invertase) yang merombak sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. sama halnya seperti gula. yPencernaan Mikrobial Terhadap Karbohidrat Enzim yang dihasilkan tractus digestivus tidak sanggup mencerna selulosa dan pentosan. Dalam proses tersebut terbentuk terbentuklah gas (karbondioksida dan metana) dan panas.Mikroorganisme dalam rumen merombak selulosa untuk membentuk asam-asam lemak terbang. Asam-asam organik merupakan makanan bagi hewan. Enzim-enzim lain dalam usus halus yang berasal dari getah usus mencerna pula karbohidrat. di dalam caecum dan colon kuda dan sejumlah kecil di dalam usu besar hewan lain. Amylase dari pankreas dikeluarkan ke dalam bagian pertama usus halus (duodenum) yan kemudian terus mencerna pati dan dekstrin menjadi dekstrin sederhana dan maltosa. Hasil penelitian terakhir menunjukkan bahwa penyerapan zat-zat makanan yang larut seperti asam- . Akan tetapi zat-zat tersebut dicerna oleh bakteri dalam tiga bagian pertama dari lambung hewan ruminansia. lemak. zat-zat membentuk dinding sel tumbuhan dan merupakan sebagian besar bahan pada jerami. Tidak ada enzim dari sekresi lambung ruminansia tersangkut dalam sintesis mikrobial. Enzim-enzim tersebut adalah 1. protein dan nitrogen bukan protein untuk membentuk protein mikrobial dan vitamin B.

lignin dalam makanan hanya dicerna dalam jumlah sedikit. Zat-zat asam dan gas yang terbentuk akibat bekerjanya mikroorgaisme dalam rumen merupakan hasil akhir berbagai reaksi antara. adanya organisme dan faktor yang lainnya. Asam-asam tersebut masuk dalam abomasums mengalami pencernaan dan masuk ke dalam usus kemudian diserap masuk peredaran darah. Karena sebagian berasal dari hasil kerja mikroorganisme terhadap protein atau ikatan lainnya yang mengandung nitrogen. Makanan yang tidak tercerna akan keluar . Selulosa lebih banyak dapat dirombak dan hemiselulosa yang paling dapat dicerna.asam organik dapat berlangsung dari lambung hewan ruminansia. Setelah diserap akan diubah menjadi energi.asam asetat merupakan 2/3 sampai ¾ atau lebih dari jumlah seluruhnya. Banyaknya asam yang terbentuk bervariasi tergantung macam ransum yang diberikan. Dari bagian-bagian berserat pada bahan makanan ligninlah yang paling tahan terhadap serangan mikroorganisme sehingga hanya sedikit sekali yang dapat dicerna. dengan demikian akan menjadi lebih mudah dicerna oleh getah pencernaan di dalam lambung dan dalam usus. tetapi dengan pencernaan tadi zat makanan yang terdapat di dalam menjadi bebas. 1. lemak. pentosan dan pati dihidrolisis menjadi monosakarida kemudian difermentasi. Menyusul berturut-turut asam propionate dan asam butirat. Dinding sel yang beserat tidak hanya digunakan untuk makanan. Seslulosa. akan tetapi sebagian besar dari penyerapan terjadi dari usus halus. Pati dan gula siap diubah menjadi asam dan gas. Hal ini merupakan suatu kejadian yang penting dalam makanan sapi dan domba dan merupakan alasan utama mengapa hewan tersebut dapat hidup terutama dari jerami. Pencernaan non Ruminansia Hewan non ruminansia (unggas) memiliki pencernaan monogastrik (perut tunggal) yang berkapasitas kecil. Asam volatile yang ada dalam rumen tidak semuanya berasal dari fermentasi karbohidrat. Makanan ditampung di dalam crop kemudian empedal/gizzard terjadi penggilingan sempurna hingga halus. Kesanggupan hewan ternak untuk menggunakan serat kasar dan pentosan dalam makanan tergantung pada kecernaan bakteri. karbohidrat dan hasil lainnya yang dibutuhkan tubuh.

.bersama ekskreta. lemak. Alat tersebut menghasilkan getah pankreas dalam jumlah banyak yang mengandung enzim-enzim amilolitik. Unggas tidak mengeluarkan urine cair. Pada waktu yang . Penyerapan dilaksanakan melalui villi usus halus. Tidak ada enzim pencernaan yang dikeluarkan oleh empedal unggas. Makanan tersebut disimpan dalam tembolok untuk dilunakkan dan dicampur dengan getah pencernaan proventrikulus dan kemudian digiling dalam empedal. 1980). Enzim-enzim tersebut berturut-turut menghidrolisa pati. Erepsin menyempurnakan pencernaan protein. Bahan makanan bergerak melalui usus halus yang dindingnya mengeluarkan getah usus. sedangkan nitrogen urine mammalia kebanyakan adalah urine. Fungsi utama alat tersebut adalah untuk memperkecil ukuran partikel-partikel makanan. proteosa dan pepton. yang secara anatomis sejajar dengan pankreas. oleh karena itu sisa pencernaan pada unggas berbentuk cair (Girisenta. lipolitik dan proteolitik. enzim yang memecah gula mengubah disakharida ke dalam gula-gula sederhana (monosakharida) yang kemudian dapat diasimilasi tubuh. y Pencernaan Karbohidrat Setelah makanan yang dihaluskan melalui empedal ke lengkukan duodenal maka getah pankreatik dikeluarkan dari pankreas ke dalam lekukan duodenal. Warna putih yang terdapat dalam kotoran ayam sebagian besar adalah asam urat. Urine pada unggas mengalir kedalam kloaka dan dikeluarkan bersama-sama feses. Empedu hati yang mengandung amilase. Saluran pencernaan yang relatif pendek pada unggas digambarkan pada proses pencernaan yang cepat (lebih kurang empat jam). Getah usus tersebut mengandung erepsin dan beberapa enzim yang memecah gula. memasuki pula duodenum. Pankreas tersebut mempunyai fungsi penting dalam pencernaan unggas seperti hanya pada spesies-spesies lainnya. Unggas mengambil makanannya dengan paruh dan kemudian terus ditelan. Dari empedal makanan yang bergerak melalui lekukan usus yang disebut duodenum. dan menghasilkan asam-asam amino.

y Pencernaan Zat-zat Mineral dan Vitamin . suatu hasil getah pankreas. Pada saat lemak dan karbohidrat dicerna dalam lekukan duodenal maka tripsin getah pankreas memecah sebagian proteosa dan pepton ke dalam hasil-hasil yang lebih sederhana. Saluran pencernaan pada unggas adalah sedemikian pendeknya dan perjalanan makanan yang melalui saluran tersebut begitu cepatnya sehingga jasad renik mempunyai waktu sedikit untuk mengerjakan karbohidrat yang kompleks. Erepsin yang dikeluarkan ke dalam usus halus melengkapi pencernaan hasil pemecahan protein ke dalam asam-asam amino. Gula-gula sederhana adalah hasil akhir dari pencernaan karbohidrat. Salah satu diantaranya adalah amilase yang memecah pati kedalam disakharida dan gula-gula kompleks. Tiga macam enzim pencernaan dikeluarkan ke dalam getah pankreas. garam empedu alkalis yang dihasilkan dalam hati dan disimpan dalam kantong empedu dikeluarkan pula kedalam lekukan duodenal. campuran pepsin hidrokhlorik memecah sebagian protein ke dalam bagian-bagian yang lebih sederhana seperti proteosa dan pepton. Lemak berbentuk emulsi tersebut kemudian dipecah ke dalam asam lemak dan giserol oleh enzim lipase. terutama glukosa. y Pencernaan Protein Pada waktu bahan makanan dihaluskan dan dicampur di dalam empedal. y Pencernaan Lemak Garam-garam empedu hati mengemulsikan lemak dalam lekukan duodenal. Garam empedu menetralisir keasaman isi usus di daerah tersebut dan menghasilkan keadaan yang alkalis. Zat-zat tersebut merupakan hasil akhir pencernaan lemak. yaitu asam-asam amino. Apabila makanan melalui usus kecil maka sukrase dan enzim-enzim yang memecah gula lainnya yang dikeluarkan di daerah ini selanjutnya menghidrolisir atau mencerna senyawa-senyawa gula ke dalam gula-gula sederhana.bersamaan. Zatzat tersebut merupakan hasil akhir pencernaan protein. Pati dan gula mudah dicerna oleh unggas sedangkan pentosan dan serat kasar sulit dicerna.

y Penyerapan dan Assimilasi Zat-zat makanan yang dicerna masuk melalui dinding-dinding usus ke dalam peredaran darah. Sebagian besar penyarapan sangat dipertinggi dengan adanya villi yang tidak terhitung jumlahnya. y Pengangkutan Zat-zat Makanan Zat-zat makanan yang telah dicerna setelah masuk ke peredaran darah melalui kapiler-kapiler dalam dinding usus dikumpulkan di dalam vena porta. Zat-zat makanan yang tercerna dalam bentuk gula sederhana. bukan dicerna. Sebagian besar zat mineral tersebut berubah dari bentuk padat ke bentuk cair di dalam empedal. sebagian besar glukosa dirubah kedalam glikogen untuk disimpan di dalam hati dan otot. Sebagian asam- . Pencernaan dan metabolisme vitamin dalam tubuh belum banyak dapat diketahui. Vena porta tersebut mengangkut darah dan zat-zat makanan yang telah diserap ke hati dalam perjalanannya ke jantung. Cara bagaimana zat-zat tersebut masuk melalui dinding usus belum banyak diketahui. ³prekursor´ vitamin A. dirubah ke dalam vitamin A dalam tubuhnya dapat membantu vitamin C dari bagian-bagian makanan yang ditelan. Lemak yang dicerna masuk melalui dinding usus ke dalam cairan yang menyerupai susu sistema limfatik. Setelah makanan yang dicerna masuk melalui kapiler-kapiler hati. Kulit kerang dan grit misalnya dilarutkan di bagian tersebut. masuk melalui permukaan dinding usus kedalam kapiler-kapiler darah. Lemak bergerak bersama-sama limfa dan memasuki aliran darah vena dekat jantung.Zat-zat mineral dalam saluran pencernaan dilarutkan. Karoten. Kholesterol dalam tubuh dirubah ke dalam vitamin D karena penyinaran sinar matahari atau sinar ultraviolet. Lemak dalam limfa lebih banyak merupakan lemak tubuh daripada sebagai lemak yang diperoleh dari bahan makanan. asam-asam amino dan zat-zat mineral yang larut. Di sini zat-zat tersebut membentuk lemak netral.

seperti kuda. Darah tersebut melanjutkan perjalanannya dari jantung ke paru-paru untuk melepaskan karbondioksida dan air dan mengambil oksigen. Limfa tersebut membawa makanan yang telah dicerna ke sel dan mengangkut sisa-sisa makanan dari sel. Bagian-bagian karbohidrat dapat digunakan untuk panas dan kegunaan-kegunaan energi dan bagian zat yang mengandung nitrogen diangkut ke ginjal untuk disingkirkan. Darah yang membawa zat-zat makanan yang telah dicerna meninggalkan hati dengan perantaraan vena hepatika menuju ke jantung. Kotoran-kotoran yang terserap dan saluran pencernaan ke dalam peredaran darah diambil oleh sel-sel hati pada waktu darah masuk melalui kapiler-kapiler hati. Akibatnya. ileum. Limfa berguna sebagai medium pertukaran antara kapiler-kapiler dan sel-sel jaringan. Pencernaan Pseudo Ruminansia Pada hewan lambung tunggal (kelinci) organ saluran pencernaanya terdiri dari mulut. kerongkongan. Proses fermentasi atau pembusukan yang dilakukan oleh bakteri terjadi pada sekum yang banvak mengandung bakteri. yang terdiri dari doedenum. dan rektum kemudian berakhir pada anus. Darah kembali dari paru-paru ke jantung untuk kemudian dialirkan melalui arteri-arteri ke seluruh jaringan tubuh. Hewan herbivora. kotoran kuda. usus halus (intestineum tenue). Hati memindahkan pula sebagian lemak dan aliran darah untuk disimpan. usus besar (intestinum crasum). Hal tersebut dapat dilihat pada hati yang berwarna pucat kekuning-kuningan dari ayam yang gemuk dan anak ayam yang baru menetas. faring. 1. (Tillman. dan marmut tidak mempunyai struktur lambung seperti halnya pada sapi untuk fermentasi selulosa. sekum. Zat-zat makanan yang telah dicerna mengalir ke kapiler-kapiler ke limfa yang membasahi sel-sel jaringan. kelinci. Bila racun ikut terserap maka konsentrasi racun yang tinggi tersebut biasanya terdapat pada hati. !984). kelinci.. lambung (gastrum).asam amini dan hasil-hasil zat yang mengandung nitrogen dan metabolisme jaringan mengalami deaminasi pada waktu zat-zat tersebut melalui hati. dan marmut lebih kasar karena pencernaan selulosa hanya . proses fermentasi pada sekum tidak seefektif fermentasi yang terjadi dilambung. At al. yang terdiri dari kolon. jejenum.

J. DAFTAR PUSTAKA Girisenta. Kawan Beternak. Gadjah Mada University Press. M. Yogyakarta. S.1984. Feses ini berwarna hijau muda dan lembek. Prawirokusumo. Hal ini terjadi karena konstruksi saluran pencernaannnya sehingga memungkinkan kelinci untuk memanfaatkan secara penuh pencernaan bakteri di saluran bagian bawah atau yaitu mengkonversi protein asal hijauan menjadi protein bakteri yang berkualitas tinggi. yaitu pada sekum. mensintesis vitamin B dan memecah selulose/ serat menjadi energi yang berguna.D.cc ( web lab unggas UGM) . Hartadi. sistem pencernaan kelinci merupakan sistem pencernaan yang sederhana dengan coecum dan usus yang besar. A. Tillman. Yogyakarta. Reksohadiprojo. Bahan-bahan itu dicerna oleh bakteri di saluran cerna bagian bawah seperti yang terjadi pada saluran cerna kuda.. Dukes Phisiology of Domestik Animals. yaitu pada lambung dan sekum keduanya dilakukan oleh bakteri dan protozoa tertentu. Sedangkan pada sapi.terjadi satu kali. Yayasan Kanisius. proses pencernaan terjadi dua kali.chickaholic. H. S. Kelinci mempunyai sifat coprophagy yaitu memakan feses yang sudah dikeluarkan. Hal ini memungkinkan kelinci dapat memanfaatkan bahan-bahan hijauan. rumput dan sejenisnya. http://www. Swenson. 1980.co. Lebdosoekojo. Ilmu Makanan Ternak Dasar. S. Menurut Blakely dan Bade (1991). 1997. Cornell USA University Press.