Iù1IIAKoI ZA1 Iù1IIAKoI ZA1

lAIAM 1OKoIKOIOGI lAIAM 1OKoIKOIOGI
MEKANISME KERJA ZAT TOKSIK
Agar Agar zat zat toksik toksik dapat dapat memberikan memberikan aksi aksi terhadap terhadap
NANUS!A NANUS!A ada ada 22 mekanisme mekanisme yang yang harus harus dilalui dilalui yaitu yaitu
: :
1. 1.KER]A KER]A TOKS!K TOKS!K
ilandasi ilandasi oleh oleh adanya adanya interaksi interaksi kimia kimia antara antara
suatu suatu zat zat atau atau metabolitnya metabolitnya dengan dengan substrat substrat
biologi biologi
2. 2.EFEK EFEK TOKS!K TOKS!K
ilandasi ilandasi oleh oleh adanya adanya interaksi interaksi yang yang bolak bolak··
balik balik antara antara zat zat toksik toksik dengan dengan substrat substrat
biologi biologi
Ada 3 fase yang harus dilalui zat toksik sebelum masuk ke
dalam tubuh NANUS!A :
!. !.FASE FASE EKSPOS!S! EKSPOS!S!
!!. !!.FASE FASE TOKSOK!NET!K TOKSOK!NET!K
!!!. !!!.FASE FASE TOKSOD!NAN!K TOKSOD!NAN!K
Nenunjukkan cara persentuhan atau kontak dengan suatu
zat toksik untuk pertama kalinya sebelum masuk tubuh
atau melewati NENBRAN SEL
4 mekanisme pada fase eksposisi :
1.ifusi pasif
2.Filtrasi lewat pori·pori membran
3.Transport dengan perantaraan Carrier (Transport aktif)
4.EN"S!T"S!S
!. FASE EKSPOS!S! !. FASE EKSPOS!S!
1. 1. D!FUS! D!FUS! PAS!F PAS!F
Asam Asam organik organik lemah lemah Asam Asam Benzoat Benzoat dalam dalam
lingkungan lingkungan asam asam mudah mudah masuk masuk lewat lewat difusi difusi karena karena
berbentuk berbentuk non non ion ion
Basa Basa organik organik lemah lemah Anilin Anilin difusi difusi
mudah mudah terjadi terjadi di di lingkungan lingkungan basa basa
2. 2. F!LTRAS! F!LTRAS!
Lewat Lewat membran membran kapiler kapiler dan dan glomeruli glomeruli yang yang
mempunyai mempunyai pori pori··pori pori cukup cukup besar besar
3. 3. TRANSPORT TRANSPORT AKT!F AKT!F
dengan dengan perantaraan perantaraan carrier carrier untuk untuk memindahkan memindahkan
molekul molekul lewat lewat membran membran. . Nolekul Nolekul berupa berupa ion ion
melawan melawan perbedaan perbedaan muatan muatan. .
Butuh Butuh energi energi metabolisme metabolisme sel sel
. . ENDOS!TOS!S ENDOS!TOS!S
#enelanan atau pencaplokan zat asing ( termasuk zat
toksik) oleh sel (makrofag)
FAC"S!T"S!S FAC"S!T"S!S partikel berupa benda padat
contoh : debu asbes
difagositosis oleh alveoli paru·paru
#!N"S!T"S!S #!N"S!T"S!S partikel berbentuk benda
cair/cairan
contoh : zat warna azo<#inositosis>, dapat memasuki
saluran usus
Terdiri 2 tahapan yaitu :
INVASI -84r-8i dan Di8tri-u8i
EVASI i4tran814rma8i dan ek8kre8i
ABSORBSI
Dapat terjadi di 8eluruh 8aluran cerna terutama
lam-ung
Dalam u8u8 a8am lemah dalam -entuk
i4n tidak mudah di8erap. Tetapi dalam darah
-entuk i4n tidak -i8a -erdi1u8i kem-ali
a8a lemah -erada dalam -entuk n4n i4n
mudah di8erap
P- Thallium dapat di8erap u8u8 lewat tran8p4rt akti1
II. IASL KINL1IK (1OKSOKINL1IK) II. IASL KINL1IK (1OKSOKINL1IK)
at lipofil lebih banyak diserap daripada zat hidrofil
(larut dalam air)
Contoh : T, asam basa dalam bentuk netral, TC
(dioksin), paration !NSEKT!S!DA
Benzen, trikloretilen mudah menguap
diserap alveoli paru·paru tempat utama
bagi absorbsi disaluran pernapasan
Ukuran partikel > 10 µm tidak dapat memasuki paru·
paru.
0,01 ·10 µm diendapkan diberbagai saluran
napas.
#artikel > besar diserap lewat epitel hidung
atau lewat epitel saluran cerna setelah zat·zat tersebut
tertelan bersama lendir
#artikel lebih kecil trachea, bronchioli
D!STR!BUS!
at toksik akan didistribusikan ke seluruh
tubuh
]aringan lemak depot penyimpanan
T, #CB dll
Tulang depot penyimpanan a.l
#b dan Flour
#b
2+
antagonis Ca
2+
F
·
antagonis "
·
B!OTRANSFORNAS! ZAT TOKS!K B!OTRANSFORNAS! ZAT TOKS!K
#erubahan #erubahan bentuk bentuk <Transformasi> <Transformasi> zat zat toksik toksik dalam dalam
tubuh tubuh organisme organisme melalui melalui proses proses enzimatis enzimatis atau atau
transformasi transformasi biokimia, biokimia, yang yang meliputi meliputi proses proses : :
1. 1. OKS!DAS! OKS!DAS!
2. 2. REDUKS! REDUKS!
3. 3. H!DROL!S!S H!DROL!S!S
. . KON]UCAS! KON]UCAS!
asil asil proses proses "ksidasi "ksidasi
#roduk #roduk kurang kurang beracun beracun
Proses Proses Detoksifikasi Detoksifikasi <Bioinaktivasi> <Bioinaktivasi>
#roduk #roduk lebih lebih beracun beracun
Proses Proses Bioaktivasi Bioaktivasi
1. OKS!DAS! 1. OKS!DAS!
A. A. OKS!DAS! N!KROSON OKS!DAS! N!KROSON
katalisatornya enzim FN" <Nicrosomal Nixed Fuction
"ksidase> alam Retikulum Endoplasma
Contoh :
1. EPOKS!DAS!
Aldrin dieldrin
2. DEAN!NAS! OKS!DAT!F
Amfetamin fenil aseton
3. N·Oksidasi
trimetil amin t.m.a. oksida
. DESULFURAS! S diganti "
paration paraoxon
B. OKS!DAS! NON N!KROSON B. OKS!DAS! NON N!KROSON
Reaksi ini katalisatornya enzim
oksidoreduktase non mikrosom (dalam
fraksi mitokondria)
1. 1. Oksidasi Oksidasi amin amin
S· hidroksitriptamin dan purtesin
senyawa aldehid oleh enzim monoamin
oksidase
2. 2. Dehidrogenase Dehidrogenase alkohol alkohol
aldehid dikatalisis oleh dehidrogenase
dan aldehid dehidrogenase
etanol asetaldehid asam
asetat
Reduksi
Toksikan mengalami reduksi oleh reduktase
Reduksi mikrosom
1. Reduksi nitro
Nisal : Nitrobenzen
Nitrosobenzen
Fenilhidroksilamin
Anilin
2. Reduksi azo
misal : Azobenzen anilin
AS!L produk kurang beracun
(detoksikasi)
#$$ #$$
Banyak toksikan mengandung ikatan ESTER, AN!DA
dan FOSFAT yang dapat dihidrolisis.
]aringan mamalia termasuk plasma mengandung
banyak esterase dan amidase nonspesifik yang
berperan dalam hidrolisis
Esterase biasanya dalam fraksi terlarut dalam sel
hasil produk kurang beracun (DETOKS!F!KAS!)
KELONPOK ESTERASE
ARILESTERASE
enghidr4li8i8 e8ter-e8ter ar4matik
KARBOKSILESTERASE
enghidr4li8i8 e8ter-e8ter ali1atik
3 KOLINESTERASE
enghidr4li8i8 e8ter-e8ter yang m4lekul
alk4h4lnya 8uatu k4lin
4 ASETILESTERASE
enghidr4li8i8 e8ter-e8ter yang m4lekul
al4k4h4lnya 8uatu a8am a8etat
REAKSI FASE II/KON1UGASI
Nerupakan produksi suatu senyawa melalui
K"N]UCAS! T"KS!KAN atau metabolitnya
dengan suatu metabolit endogen
Senyawa asal metabolit konjugat
Contoh : Benzen fenol
Fenol konjugasi dengan asam
sulfat
Kalau keracunan fenol hanya terjadi fase !!
saja
KON]UCAS! KON]UCAS!
4 senyawa kimia yang mampu membentuk konjugat
dengan asam glukoronat :
1. Alkohol alifatik/aromatik
2. Asam·asam karboksilat
3. Senyawa sulfihidril
4. Senyawa amin
KON]UCAS! KON]UCAS! SULFAT SULFAT
Katalisator : Sulfotransferase
Bentuk : sitisolik
"rgan : hati, ren, usus
Koenzim : #aps <3·fosfoadenosin·S'·fosfosulfat>
#entransfer : fenol, amin alkohol aromatik
#roses biotransformasi terutama dilakukan oleh
organ AT!
"rgan·organ lain ginjal, paruparu, kulit
EKSKRES!
at toksik dikeluarkan dari tubuh lewat organ·organ
EKSKRES!
Cinjal lewat urine
Contoh : obat·obatan, basa organik
ati lewat faeces
Contoh : logam·logam berat, dietil stilbesterol
#aru·paru bentuk gas
Contoh : C", bahan·bahan pelarut yang mudah
menguap
Rambut
Contoh : g dan As
!!. FASE D!NAN!K <TOKSO D!NAN!K> !!. FASE D!NAN!K <TOKSO D!NAN!K>
Nenunjukkan reaksi yang terakhir antara zat toksik
dengan reseptor yang spesifik dalam sistem biologis
sampai timbulnya efek.
TABEL FASE !NAN!K
Efek akut Kronis
Etanol Nabuk, pingsan, koma Sirosis hati
Arsen Cangguan usus, kejang
otot
Hiperpigmentasi serangan
pada sistem syaraf perifer
CCL

Degenerasi hati Kanker hati
EFEK BIOLOGIS EFEK BIOLOGIS
Efek Efek Biologis Biologis
Nerupakan resultante akhir daari sejumlah proses yang sangat
kompleks antara Fungsi omeostatisnya dengan zat toksik
Cizi kurang baik Efek parah
osis terlalu tinggi <berat>
Sifat pencemar sangat toksik
Efek Efek Ringan Ringan
#erubahan berat badan
#erubahan nafsu makan
#erubahan aktivitas
#erubahan enzim
Efek Efek parah parah
#erubahan fungsi dan struktur organ yang parah
#erubahan homeostatis yang irreversibel
kematian
a) a) Efek Efek pada pada elemen elemen sel sel
!ritasi hidung, tenggorokan dll
Sensitasi paru·paru
Contoh : penyakit pneumokoniosis debu
Nekanismenya Nekanismenya : :
ebu difagositosis makrofag
A.l alveoli paru·paru, tetapi makrofag mengalami
lisis, enzim lizosom keluar dari sel debu tertimbun di
paru·paru fibrosis paru·paru rusak penderita
sesak napas tetapi belum menyebabkan
kematian seketika
Kronis kanker kanker paru paru· ·paru paru
b) b) Efek Efek pada pada enzim enzim
Enzim Enzim katalisator biologis dalam proses biokimia
tubuh
Tanpa enzim tidak dapat terjadi reaksi dalam
tubuh organisme
Banyak zat toksik yang bekerja mengganggu kerja enzim
baik secara langsung maupun tidak langsung
Contoh :
Cangguan enzim ACE oleh organofosfat
Cangguan enzim sitokrom oksidase oleh C" dan CN
Cangguan enzim Delta Amino Levulinat dan Fe
Haem Sintetase oleh #b
0) 0) Efek Efek pada pada DNA DNA dan dan RNA RNA
Akan terjadi
NUTAN bila terjadi mutasi pada sel genetik
KANKER bila terjadi mutasi pada sel tubuh <somatis>
TERATOCENES!S bila terjadi mutasi pada sel
embrio dalam masa perkembangan
KARS!NOCENES!S mutasi pada sel tubuh
Sel sudah berbeda dari sel induknya
sulit dikendalikan
Contoh :
Dioksin, Nitrosamin, macam·macam pewarna
Congo Red, irect Yellow
Netanil yellow, Nigrosine (pewarna kertas, kulit dan
tekstil)
Auramin, Rhodamin (pewarna krupuk dan pisang)
d) d) Efek Efek pada pada organ organ target target
Zat toksik dapat menyerang organ tertentu se0ara spesifik
Contoh : ]12S kelenjar tiroid ada yang
menyerang seluruh organ tubuh.
sehingga dibuat klasifikasi berdasarkan organ target al:
1. Hepatotoksisitas
2. Neurotoksisitas
3. Pneumotoksisitas
. Hematotoksisitas
S. Nefrotoksisitas, dll
1. HEPATOTOKS!S!TAS
Keadaan dimana zat toksik mempunyai daya ra0un terhadap
organ hati
ati mengalami ipertrofi <membengkak>
#erlemakan hati <sikrosis>
kematian sel <nekrosis>
Senyawa CCL
4
, chloroform, parasetamol <zat hepatotoksik>
2. NEUROTOKS!S!TAS
a) Senyawa DDT degenerasi sel syaraf
terjadi Dermielinisasi
b) Senyawa CS2 dan akrilamid
terjadi AKSONOPAT! D!STAL, degenerasi urat syaraf
mulai dari ujung·ujung syaraf
Fungsi syaraf utama
Nentransmisikan impuls lewat sel·sel syaraf. Sel syaraf yang
satu tersambung dengan yang lain atau dengan sel organ
seperti otot melalui suatu sinap
stimulus dapat melalui sinap dengan menggunakan transmiter
yang didapat pada sinap
Cangguan oleh neurotoksin
Cangguan pada transmiter organofosfat
Cangguan pada aktivitas keluar masuknya ion Na dan K sepanjang
akson syaraf sehingga impuls elektrik terganggu T
3. 3. PNEUNOTOKS!S!TAS PNEUNOTOKS!S!TAS
Keadaan dimana zat toksik dapat meracuni sistem
pernapasan
Contoh : penyakit paru·paru karena debu
Cejala : batuk·batuk kecil
#roses : 3·1S tahun
Lama·lama sesak napas demam
Komplikasi : TBC, penyakit jantung
#enyakit disebut pneumokoniosis
ebu arang anthrakosis <c>
Silikat silikosis
Besi <Fe
2
"
3
> siderosis
#enyakit dapat pula berkembang menjadi penyakit
kanker paru·paru
. . HENATOTOKS!S!TAS HENATOTOKS!S!TAS
Keadaan dimana zat toksik mempunyai daya racun terhadap sistem
hematopoetik baik pada saat pembentukan sel maupun fungsinya
contoh :
1. 1. KELA!NAN KELA!NAN SEL SEL DARAH DARAH
Racun penyebab TRONBOS!TOPEN!A
g, Lindane, Bismut, benzena
Racun penyebab agranulositosis
T, barbiturat, benzena
Racun penyebab anemia hemolitik
!nsektisida, sulfa
2. 2. KELA!NAN KELA!NAN TRANSPORT TRANSPORT CAS CAS
senyawa karbonmonoksida <C"> berikatan dengan b
bC" <karboksihemoglobin>
Senyawa nitrit Net b <Nethemoglobin> Blue
babies
S. S. NEFROTOKS!S!TAS NEFROTOKS!S!TAS
Keadaan dimana zat toksik mempunyai daya racun
terhadap ginjal
Contoh : at nefrotoksik As, Cd, Cr, #b, g
Unit fungsional ginjal terdiri 3 elemen utama yaitu :
Clomerulus
Tubulus ginjal
Elemen tubulus
Racun dapat merusak ke3 elemen tersebut
Keracunan jengkol anuri (tidak terdapat urin)
filtrasi glomerulus terhenti
Keracunan Cd poliuri (banyak urin yang
keluar) permeabilitas tubuli ginjal rusak
Akibatnya gagal ginjal, kanker batu ginjal
kematian
SPEKTRUN EFEK TOKS!K SPEKTRUN EFEK TOKS!K
A. EFEK BERPUL!H (REvERS!BLE) DAN T!DAK
BERPUL!H (!REvERS!BEL)
A. EFEK BERPUL!H
Efek dapat hilang dengan sendirinya
Terjadi karena tubuh terpapar zat toksik pada kadar
yag rendah dalam waktu singkat keracunan
C" kadar rendah
B. EFEK T!DAK BERPUL!H
Efek akan menetap dan bertambah parah setelah
pajanan/paparan zat toksik dengan kadar yang
lebih tinggi atau waktu yang lama
keracunan #b
anemia
B. B. EFEK SECERA DAN TERTUNDA EFEK SECERA DAN TERTUNDA
1. 1. EFEK EFEK SECERA SECERA (AKUT) (AKUT)
Efek Efek yang yang timbul timbul segera segera setelah setelah satu satu kali kali pajanan pajanan
zat zat toksik toksik
Contoh Contoh : : keracunan keracunan CN CN
2. 2. EFEK EFEK TERTUNDA TERTUNDA (KRON!S) (KRON!S)
Efek Efek yang yang timbul timbul beberapa beberapa waktu waktu setelah setelah pajanan pajanan
Contoh Contoh : : efek efek karsinogenik karsinogenik
Nisal Nisal : : oleh oleh benzopyrene benzopyrene tar tar rokok rokok
Umumnya Umumnya baru baru nyata nyata dengan dengan jelas jelas seteah seteah 10 10··20 20
tahun tahun terpajan terpajan zat zat toksik toksik (persentuhan (persentuhan kronis) kronis)
C. C. EFEK NORFOLOC!S, FUNCS!ONAL DAN B!OK!NA EFEK NORFOLOC!S, FUNCS!ONAL DAN B!OK!NA
1. 1. EFEK EFEK NORFOLOC!S NORFOLOC!S
Berkaitan Berkaitan dengan dengan bentuk bentuk luar luar dan dan mikroskopis mikroskopis pada pada
morfologi morfologi jaringan jaringan
Contoh Contoh : : alkohol alkohol nekrosis nekrosis <jaringan <jaringan ati> ati>
at at pewarna pewarna makanan makanan karsinogenik karsinogenik
neoplasia neoplasia <jaringan <jaringan tumor>, tumor>, sifat sifat
ireversibel ireversibel berbahaya berbahaya
2. 2. EFEK EFEK FUNCS!ONAL FUNCS!ONAL
Berupa Berupa perubahan perubahan berpulih berpulih pada pada fungsi fungsi organ organ sasaran sasaran
C. C. EFEK EFEK B!OK!N!AW! B!OK!N!AW!
Efek Efek toksik toksik tidak tidak menyebabkan menyebabkan peubahan peubahan tetapi tetapi
menimbulkan menimbulkan gangguan gangguan pada pada proses proses metabolisme metabolisme
Contoh Contoh : :
#enghambatan #enghambatan enzim enzim kolinesterase kolinesterase setelah setelah
pajanan pajanan insektisida insektisida organofosfat organofosfat dan dan karbamat karbamat
#enghambatan #enghambatan enzim enzim delta delta aminolevulinat aminolevulinat
dehidratase dehidratase setelah setelah pajanan pajanan senyawa senyawa #b #b
D. D. EFEK H!PERSENS!T!v!TAS (Reaksi Alergi) EFEK H!PERSENS!T!v!TAS (Reaksi Alergi)
itimbulkan itimbulkan setelah setelah pajanan pajanan zat zat toksik toksik yang yang disebut disebut
alergen alergen
Contoh Contoh : : partikel partikel debu debu asbes, asbes, kapas kapas masuk masuk lewat lewat
inhalasi inhalasi paru paru··paru paru reaksi reaksi alergi alergi
E. E. EFEK LOKAL, S!STEN!K DAN LOKAL S!STEN!K EFEK LOKAL, S!STEN!K DAN LOKAL S!STEN!K
1. 1. EFEK EFEK LOKAL LOKAL
at at toksik toksik ybs ybs bekerja bekerja pada pada area area persentuhan persentuhan
kulit, kulit, mulut, mulut, hidung, hidung, disepanjang disepanjang saluran saluran pencernaan pencernaan
Contoh Contoh : : asam asam kuat/basa kuat/basa kuat kuat mengenai mengenai
kulit kulit luka luka terbatas terbatas pada pada kulit kulit yang yang terkena terkena
2. 2. EFEK S!STEN!K EFEK S!STEN!K
Efek Efek yang yang ditimbulkan ditimbulkan oleh oleh zat zat toksik toksik di di tempat tempat lain lain dari dari
area area persentuhan persentuhan
Contoh Contoh : : ]]
12S 12S
diabsorbsi diabsorbsi kulit kulit manusia manusia menimbulkan menimbulkan
efek efek pada pada kelenjar kelenjar tiroid tiroid hipertiroid hipertiroid
Senyawa Senyawa narkotik narkotik yang yang disuntikkan disuntikkan pengaruh pengaruh pada pada
susunan susunan syaraf syaraf pusat pusat
Alkohol Alkohol oral oral (mulut) (mulut)
pengaruh pengaruh pada pada susunan susunan syaraf syaraf pusat pusat
3. 3. EFEK LOKAL S!STEN!K EFEK LOKAL S!STEN!K
Efek Efek yang yang ditimbulkan ditimbulkan setelah setelah terpapar terpapar zat zat toksik toksik yang yang
bekerja bekerja baik baik pada pada area area persentuhan persentuhan maupun maupun ditempat ditempat
lain lain
Contoh Contoh : : asam asam karbol karbol nyeri nyeri di di kulit kulit lokal lokal
epresi epresi susunan susunan syaraf syaraf pusat pusat sistemik sistemik
Arsen Arsen nyeri nyeri hebat hebat di di kulit kulit lokal lokal
gangguan gangguan saluran saluran pencernaan pencernaan

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful