Perancangan Antena Mikrostrip Patch Segitiga Polarisasi Untuk Aplikasi Global Positioning Service Pada Satelit Mikro LAPAN

TUBSAT
Oleh: Rosalina Astri Wulandari (NIM: 10224721) Vidya Sinta Moniva (NIM: 09224835) Jurusan Teknik Elektro, Institut Sains dan Teknologi Nasional Jakarta

ABSTRAK Perancangan antena microstrip dengan karakteristik polarisasi lingkaran dirancang untuk mendukung sistem komunikasi satelit bergerak dengan aplikasi Global Positioning Service ( GPS). Satelit mikro LAPAN –TUBSAT merupakan satelit milik LAPAN ( Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional) Indonesia yang diluncurkan tahun 2006. Satelit mikro menempati orbit rendah pada ketinggian 630 Km dan beroperasi pada daerah frekuensi S Band. Bentuk rancangan antena mikrostrip terdiri dari sebuah patch radiator segitiga samasisi dengan saluran mikrostrip pencatu T-Junction. Media dasar rancangan menggunakan substrat Taconic TLY-5-0310-CH/CH ketebalan 0,8 mm dengan konstanta dielektrikum 2,2. Bentuk patch segitiga menggunakan analisa teori model cavity untuk frekuensi resonansi 2,25 GHz , sedangkan nilai impedansi 50 Ohm untuk saluran transmisi mikrostrip analisa menggunakan alat bantu perangkat lunak PCAAD. Hasil dari perancangan antena dilakukan melalui proses simulasi dengan menggunakan metode momen. Target hasil dari simulasi perancangan antenna pada frekuensi S Band, antara lain : Bandwidth < -10 dB adalah 2%, axial ratio < 3 dB dan gain adalah 7 dB Kata kunci: antena microstrip, polarisasi lingkaran, segitiga samasisi, satelit mikro

axial ratio < 3 dB dan gain maksimum 7 dB.3 GHz ) dengan kecepatan 1200 bps. ). Untuk melaksanakan program tersebut. Rakhim. J. Perancangan antenna micostrip dengan model patch radiator segitiga samasisi menggunakan teknik pencatuan saluran transmisi microstrip model offset line. Untuk sistem transmisi data pada pengiriman gambar video satelit mikro menggunakan alokasi frekuensi S band (2. Pada tahun 2006 LAPAN Indonesia telah meluncurkan satelit mikro yang diberi nama LAPANTUBSAT yang merupakan satelit mikro pertama yang dibuat kerja sama LAPAN dengan Technische University Berlin Engineers . Penggunaan frekuensi S band untuk GPS memungkinkan membuat disain antena yang mampu beroperasi difrekuensi tersebut. Target hasil dari rancangan antena untuk batas nilai parameter yang akan dicapai adalah bandwidth return loss < -10 dB . Untuk menghadapi tantangan strategis tersebut perlu ditetapkan program pengembangan teknologi satelit yang dimulai dari program pengembangan teknologi Satelit Mikro.039 menit. BAB II DASAR TEORI . dan E. pencitraan jarak jauh.2 – 2. pengumpulaan data untuk cuaca dan survenille (James. Untuk transmisi menggunakan gain antena helix 8 dBi dengan polarisasi lingkaran ke kanan atau RHCP (Right Handed Circular Polarisation) (Hasbi.Nasser. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) ditunjuk sebagai koordinator untuk menghimpun semua potensi yang ada di seluruh Indonesia (Yuba. Posisi orbit satelit mikro terletak pada LEO (Low Earth Orbit) diketinggian sekitar 630 Km diatas permukaan bumi dengan sudut inklinasi 97. Pengorbitan satelit LAPAN TUBSAT dimanfaatkan untuk kepentingan beberapa aplikasi seperti : navigasi. ).R dan P. W.S Hall. 1989).000 pulau besar dan kecil yang terbentang dari Sabang sampai Merauke mengharuskan Indonesia untuk menggunakan satelit bagi keperluan komunikasi dan pemanfaatan antariksa bagi kesinambungan pembangunan nasional dan kemajuan bangsa. GPS ( Global Positioniong Service ) merupakan teknologi yang mendukung untuk akses komunikasi data secara bergerak melalui satelit.9 derajat dan waktu periodik 99.BAB I PENDAHULUAN Kondisi geografis Indonesia yang terdiri lebih dari 17. Pemanfaatan teknologi mikrostrip sangat mendukung untuk pengembangan antena pada aplikasi GPS penerima. Perancangan antena mikrostrip dibuat dengan tujuan sebagai pengembangan teknologi mikrostrip yang dapat mendukung sistem komunikasi satelit.

bandwidth.1 Pengertian Antena Antena adalah suatu alat yang mengubah gelombang terbimbing dari saluran transmisi menjadi gelombang bebas di udara. 2. dan sebaliknya. Kondisi yang paling baik adalah ketika VSWR bernilai 1 (S=1) yang berarti tidak ada refleksi ketika saluran dalam keadaan matching sempurna. Namun kondisi ini pada praktiknya sulit untuk didapatkan. Jika gelombang datang sama besar dengan gelombang yang dipantulkan akan dihasilkan gelombang berdiri murni. return loss. Return loss dapat terjadi karena adanya diskontinuitas di antara saluran transmisi dengan impedansi masukan beban (antena). Beberapa dari parameter tersebut saling berhubungan satu sama lain. yaitu : di mana ZL adalah impedansi beban (load) dan Z0 adalah impedansi saluran lossless. Jika saluran ini dihubung singkat maka akan muncul gelombang berdiri yang disebabkan oleh interferensi gelombang datang dengan gelombang yang dipantulkan. Parameter-parameter antena yang biasanya digunakan untuk menganalisis suatu antena adalah impedansi masukan.2 Parameter Antena Kinerja dan daya guna suatu antena dapat dilihat dari nilai parameter-parameter antena tersebut. Return Loss Return loss adalah perbandingan antara amplitudo dari gelombang yang direfleksikan terhadap amplitudo gelombang yang dikirimkan. Suatu sumber yang dihubungkan dengan saluran transmisi yang tak berhingga panjangnya menimbulkan gelombang berjalan yang uniform sepanjang saluran itu. Pada saluran transmisi ada dua komponen gelombang tegangan. Pada rangkaian gelombang mikro yang memiliki diskontinuitas (mismatched). Voltage Wave Standing Ratio (VSWR). Konsentrasi-konsentrasi energi pada gelombang berdiri ini berosilasi dari energi listrik seluruhnya ke energi maknit total dua kali setiap periode gelombang itu.2. besarnya return loss bervariasi tergantung pada frekuensi seperti yang ditunjukkan oleh [1] : 10 returnloss = 20 log 10 . Voltage Standing Wave Ratio (VSWR) VSWR adalah perbandingan antara amplitudo gelombang berdiri (standing wave) maksimum (|V|max) dengan minimum (|V|min). yaitu tegangan yang dikirimkan (V0+) dan tegangan yang direfleksikan (V0-). Saluran transmisi adalah alat yang berfungsi sebagai penghantar atau penyalur energi gelombang elektromagnetik. Perbandingan antara tegangan yang direfleksikan dengan yang dikirimkan disebut sebagai koefisien refleksi tegangan (). dan penguatan.

Nilai tersebut harus ditentukan pada awal perancangan antena agar nilai bandwidth dapat dicari. beamwidth. saluran transmisi sudah matching. nilai ini diperoleh untuk nilai VSWR 2 sehingga dapat dikatakan nilai gelombang yang direfleksikan tidak terlalu besar dibandingkan dengan gelombang yang dikirimkan atau dengan kata lain. Hal ini terjadi karena impedansi dari elemen antena bervariasi nilainya tergantung dari nilai frekuensi. yaitu rentang frekuensi di mana patch antena berada pada keadaan matching dengan saluran pencatu. Nilai axial ratio untuk polarisasi melingkar adalah kurang dari 3 dB. yang bervariasi menurut frekuensi memenuhi nilai tertentu. efisiensi. Bandwith dapat dicari dengan rumus berikut ini: Keterangan : f2 : frekuensi tertinggi f1 : frekuensi terendah f0 : frekuensi tengah Ada beberapa jenis bandwidth di antaranya : 1  Impedance bandwidth. yaitu rentang frekuensi di mana bandwidth. polarisasi. gain. polarisasi. VSWR. atau gain. . Bandwith Bandwidth suatu antena didefenisikan sebagai rentang frekuensi di mana kinerja antena yang berhubungan dengan beberapa karakteristik (seperti impedansi masukan.  Polarization atau axial ratio bandwidth adalah rentang frekuensi di mana polarisasi (linier atau melingkar) masih terjadi. Nilai parameter ini menjadi salah satu acuan untuk melihat apakah antena sudah dapat bekerja pada frekuensi yang diharapkan atau tidak. Nilai return loss dan VSWR yang masih dianggap baik adalah kurang dari -9.54 dB.Nilai dari return loss yang baik adalah di bawah -9. sidelobe. Nilai matching ini dapat dilihat dari return loss dan VSWR.54 dB. return loss) memenuhi spesifikasi standar.  Pattern bandwidth.

misalnya segi empat.Penguatan (gain) Ada dua jenis penguatan (gain) pada antena. segi tiga.003 λ0 – 0. t=ketebalan patch). Gambar Struktur Antena Mikrostrip Gambar diatas menunjukkan struktur dari sebuah antena mikrostrip.05λ0. Patch terletak di atas substrat. Bentuk patch antenna mikrostrip yang sering dibuat. Penguatan absolut ini dapat dihitung dengan rumus: 2. dan ground plane.3 Pengertian Antena Mikrostrip Salah satu antena yang paling populer saat ini adalah antena mikrostrip. patch terbuat dari logam konduktor seperti tembaga atau emas dan mempunyai bentuk yang bermacam-macam. dan lain-lain. Substrat biasanya mempunyai tinggi (h) antara 0. Berdasarkan asal katanya. yaitu penguatan absolut (absolute gain) dan penguatan relatif (relative gain). Patch berfungsi sebagai pemancar (radiator). . Penguatan absolut pada sebuah antena didefenisikan sebagai perbandingan antara intensitas pada arah tertentu dengan intensitas radiasi yang diperoleh jika daya yang diterima oleh antena teradiasi secara isotropic. mikrostrip terdiri atas dua kata. antena mikrostrip terdiri atas 3 bagian. Antena mikrostrip dapat didefenisikan sebagai salah satu jenis antena yang mempunyai bentuk seperti bilah/potongan yang mempunyai ukuran sangat tipis/kecil. Pada umumnya. yaitu patch. Secara umum. Intensitas radiasi yang berhubungan dengan daya yang diradiasikan secara isotropic sama dengan daya yang diterima oleh antena (Pin) dibagi dengan 4π. Hal ini disebabkan karena antena mikrostrip sangat cocok digunakan untuk perangkat telekomunikasi yang sekarang ini sangat memperhatikan bentuk dan ukuran. Tebal patch dibuat sangat tipis (. Substrat terbuat dari bahan-bahan dielektrik. lingkaran. Patch dan saluran pencatu biasanya terletak di atas substrat. substrat. sementara ground plane terletak pada bagian paling bawah. yaitu micro (sangat tipis/kecil) dan strip (bilah/potongan).

2) 2. Inder Bahl. Nilai impedansi karakteristik saluran transmisi microstrip ditentukan oleh spesifikasi yang terdapat pada substrat. dimana untuk rasio lebar saluran terhadap ketebalan substrat lebih dari satu ( w/h > 1) dapat diperoleh dengan persamaan (Chang.5 Pacth Segitiga Suatu cavity didefinisikan sebagai bagian ruang tertutup dari waveguide dan bekerja sebagai suatu resonator. maka akan bekerja pada frekuensi resonansi (fr ). Karakterisrtik saluran transmisi terukur pada nilai impedansi karakteritik sepanjang saluran yang dimilikinya. Cavity model merupakan dasar perhitungan yang banyak digunakan untuk analisis suatu patch antenna mikrostrip. dimana rangkaian menghasilkan pembagian impedansi secara paralel. Jadi pada rangkaian offset line besarnya impedansi masukan ekuivalen dengan rangkaian paralel saluran keluaran.danVijay Nair. Untuk Zo sebagai impedansi masukan terdistribusi dengan dua saluran keluaran yang masingmasing 2Zo. . Impedansi karakteristik saluran microstrip. Radiator antena sebagai impedansi beban yang sesuai( matching). dimana dalam penerapannya dilakukan dengan pendekatan komputasi maupun atau dengan cara pendekatan secara fisik. dimana energi listrik serta magnetis disimpan dalam cavity tersebut. 2. Sedangkan bentuk atau metode persamaan integralnya dinyatakan sebagai Method of Moment yang dikenal secara umum. 1) Dimana : h: Ketebalan substrat (mm) w: Lebar saluran (mm) er: Konstanta dielektrkum Dimana unuk konstanta permitivitas dilektrikum relatif effektif ( eeff ) diperoleh melalui persamaan: (Pers. Kai. 2002) (Pers.Gambar Rangkaian devider jenis TJunction Gambar diatas menunjukkan rangkaian saluran devider impedansi yang didefinisikan sebagai pencatu saluran offset. Suatu medan listrik bergerak mendekati bagian kosong sisi pada dinding metal dari cavity.4 Saluran Transmisi Mikrostrip Saluran transmisi merupakan suatu media rambatan bagi gelombang yang dikirimkan dari sumber ke beban yang berada ujung saluran.

5) 1.Gambar patch segitiga antenna mikrostrip Pada gambar diatas sebuah patch antenna segitiga. . dimana peletakan sebuah feed loci yang efektif pada dua frekuensi untuk memperoleh polarisasi LHCP diletakkan pada G2 dan G3 sedangkan untuk RHCP ( Right Handed Circular Polarized ) pada G1 dan G4.4 Kelebihan dan Kekurangan Antena Mikrostrip Beberapa keuntungan dari antena mikrostrip adalah:  Mempunyai bobot yang ringan dan volume yang kecil. Untuk suatu patch radiator antenna segitiga samasisi dapat dilakukan dengan analisa terhadap panjang setiap sisinya didasarkan frekuensi resonansi yang digunakan dan konstanta dielektrikum bahan yang digunakan. 4) Jadi panjang sisi segitiga samasisi diperoleh persamaan: (Pers. Nilai frekuensi resonansi suatu peradiasi segitiga samasisi yang dikopel pada mode TMmn dinyatakan dengan persamaan: (Pers 3) μ0 : Permeability pada ruang vakum er : Konstanta relatif dielektrikum bahan μeff : Effektif permitivity bahan dielektrikum a : Panjang sisi segitiga ( mm ) Pada aplikasi mode dominan TM10 Pada aplikasi mode dominant TM10 maka diperoleh persamaan: (Pers.  Konfigurasi yang low profile sehingga bentuknya dapat disesuaikan dengan perangkat utamanya.

    Biaya fabrikasi yang murah sehingga dapat dibuat dalam jumlah yang besar. Mendukung polarisasi linear dan sirkular dan tidak memerlukan catuan tambahan Dapat dengan mudah diintegrasikan dengan microwave integrated circuits (MICs) Kemampuan dalam dual frequency dan triple frequency. Kelemahan antena mikrostrip:       Bandwidth yang sempit Efisiensi yang rendah Penguatan yang rendah Memiliki rugi-rugi hambatan (ohmic loss) pada pencatuan antena array Memiliki daya (power) yang rendah Timbulnya gelombang permukaan (surface wave) .

dimana memasukan nilai spesifikasi ketebalan dan konstanta dilektrik dengan nilai permitivitas dilektrikum relative effektif ( eeff ) dihitung terlebih dahulu melalui persamaan (2).2.51 ). Pada perancangan ini analisis untuk lebar saluran transmisi dengan mengimplementasikan alat Bantu perangkat lunak PCAAD ( Personal Computer Aided Antenna Design). dimana panjang sisi yang diperoleh dikurangi dengan pertimbangan adanya efek fringing yang ditimbulkan pada sisi peradiasi.46 mm. Analisis panjang sisi patch menggunakan perhitungan melalui persamaan (3) dengan mode dominant TM10 . Sedangkan untuk saluran keluaran dengan nilai impedansi 100 Ohm diperoleh lebar saluran adalah 0. maka selanjunya dapat dilakukan simulasi ulang dengan melakukan perubahan posisi letak fed loci ( titik temu saluran dengan Patch) dan panjang saluran pencatu. Untuk batas VSWR antara 1 sampai dengan 2. antara lain : bandwidth < -10 dB.2 dan loss tangent 0. dimana pada T-Junction terdapat dua saluran keluaran masing-masing bernilai 100 Ohm. Pada aplikasi perancangan untuk panjang sisi yang digunakan adalah panjang sisi efektifnya. dimana m = 1 dan n = 0.2 GHz. Setelah proses ulang simulasi dilakukan memperoleh hasil yang diharapkan. Selanjunya untuk frekuensi resonansi (fr) adalah 2.25 GHz.3 GHz. Hasil akhir dari proses simulasi adalah parameter antena sesuai dengan yang diharapkan. Pola radiasi dari pancaran gelombang elektromagnetik hasil simulasi merupakan bentuk dari polarisasi lingkaran. Maksimum total power radiasi yang dihasilkan adalah 7 dB dengan arah phase ke kiri 2 derajat.8 mm.0001[6]. Sehingga gain antena yang dihasilkan senilai dengan total power radiasi yang terukur maksimum dari directivity pada .BAB III PEMBAHASAN Perancangan antenna mikrostrip untuk aplikasi GPS receiver yang bekerja pada daerah operasi frekuensi S band satelit mikro LAPAN – TUBSAT yaitu 2. Untuk ketebalan 0. dimana pada penelitian ini frekuensi resonansi sebagai frekuensi pusat adalah 2. maka diperoleh panjang sisi segitiga adalah 59 mm. Untuk nilai impedansi tersebut digunakan persamaan (1). Bilamana parameter-parameter yang diharapkan belum diperoleh . Untuk analisis kedua adalah merancang saluran keluaran. Bentuk perancangan antena yang terdiri dari sebuah patch radiator dan saluran transmisi dibuat melalui media perangkat lunak MWO ( Microwave Office versi 6. Untuk merancang saluran transmisi mikrostrip sebagai saluran pencatu dengan model T-Junction dilakukan dengan analisis pertama menentukan nilai lebar saluran utama dengan nilai impedansi karakteritik 50 Ohm.2 dari spesifiksi substrat dengan impedansi masukan 50 Ohm diperoleh lebar saluran adalah 2. VSWR nilai 1 sampai dengan 2.2 dan kecepatan cahaya ( c ) adalah 3 x 108 m/s melalui persamaan (5). konstanta dielektrikum 2. Polaradiasi pada tingkatan skala 2dB/div dengan lebar beamwidth 550 . dan axial ratio < 3 dB. maka keseluruhan proses simulasi telah selesai.8 mm.8 mm dan konstanta dielektrik 2.25 GHz. Untuk rancang bangun antena material yang digunakan adalah substrat Taconic TLY -5-0310-CH/CH dengan spesifikasi ketebalan (h) 0. Karakteristik polarisasi lingkaran yang diradiasikan antenna ditentukan oleh parameter nilai axial ratio. konstanta dielektrikum substrat (er ) adalah 2. Untuk analisis rancangan patch radiator antena bentuk segitiga samasisi menggunakan teori cavity model. Selanjutnya dilakukan proses simulasi dengan mengaktifkan fungsi-fungsi pengukuran parameter.

253 GHz dengan nilai axial ratio adalah 1. Gambar Frekuensi (GHz) terhadap Returnloss (dB) Gambar Frekuensi (GHz) terhadap VSWR (dB) Gambar Pola radiasi hasil simulasi Gambar Radiation pattern antena simulasi .5 dBdimana E adalah arah medan listrik yang merambat terhadap sumbu x dan y.radiation pattern yaitu 7. Hasil dari simulasi nilai axial ratio dengan polarisasi lingkaran diperoleh saat minimum pada 0.08 dB resonansi difrekuensi 2.

www.25 GHz. Pada pattern radiasi untuk directivity maksimum sebagai referensi Gain antenna diperoleh sebesar 7. M. Rahardjo (2007). Inder Bahl. hasil simulasi diperoleh minimumadalah 1 pada 0.danVijay Nair (2002) . RF and Microwave Circuit and Component Design for Wireless System. Kai..5 dB pada arah 2 derajat ke kiri.com//Antene array mikrostrip Patch radiator segitiga samasisi dengan polarisasi lingkaran untuk sistem Satelit Quasi Zenith www. Hasil simulasi dengan menggunakan metode moment terhadap perancangan diperoleh parameter yang ideal GPS pada narrowband diperoleh bandwidth sebesar 5%. Frekuensi resonansi menjadi dasar dalam menentukan rancangan ukuran patch.wikipedia.” Proceeding 10 Int’l QIR 4-6 Dec 2007.8 dB.com//antena mikrostrip  th .  Darsono.     BAB V DAFTAR PUSTAKA Chang. Bentuk hasil perancangan antena mikrostrip dengan aplikasi GPS penerima sudah ideal untuk dibuat sebagai prototype dari antenna sebenarnya.Zenith Satelitte.google.BAB IV KESIMPULAN  Antena mikrostrip dapat didefenisikan sebagai salah satu jenis antena yang mempunyai bentuk seperti bilah/potongan yang mempunyai ukuran sangat tipis/kecil. “Circularly Polarised Equilateral Tringular Patch Microstrip Antenna for Quasi. Untuk nilai VSWR dengan target 1 sampai dengan 2. John Wiley & Son. dan Eko T. Hal ini disebabkan karena antena mikrostrip sangat cocok digunakan untuk perangkat telekomunikasi yang sekarang ini sangat memperhatikan bentuk dan ukuran Aplikasi GPS menggunakan satelit mikro LAPAN -TUBSAT menjadi dasar kinerja perancangan antena mikrostrip beroperasi difrekuensi S band dengan beresonansi pada frekuensi 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful