Sri Hermawati D. A. dkk.

SENI BUDAYA untuk SMK

Seni BUDAYA
Sri Hermawati Dwi Arini dkk.

untuk Sekolah Menengah Kejuruan

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk.

SENI BUDAYA

SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

SENI BUDAYA
Untuk SMK
Penulis : Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati,

Dkk.

Ukuran Buku

: …… x …… cm

…… SHD ….

Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk. Pembangki Tenaga Listrik: SMK oleh Muslim, Sri Hermawati Dwi Arini, Ataswarin Oetopo, Rahmida Setiawati, Dkk. ---- Jakarta:Pusat Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. vi. 376 hlm. ISBN ……-……-……-…… 1. Seni Budaya

Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008 Diperbanyak oleh….

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Direktur Pembinaan SMK

i

Pengantar Penulis
Mata pelajaran Seni Budaya pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya, yang dimaksud budaya meliputi budaya nusantara, asia dan periode klasik dan modern. Khusus bahasan aspek budaya nusantara tidak dibahas terpisah melainkan terintegrasi dengan seni. Yang dapat diartikan kesenian yang berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara yang beragam. Dengan cara ini karakteristik kesenian Indonesia yang khas akan muncul sebagai sebuah jati diri bangsa yang mampu berkompetisi dalam percaturan kesenian dunia, pendidikan seni yang berakar dari tradisi merupakan simbol kebanggaan, keluhuran dan harga diri bangsa Indonesia. Transformasi nilai-nilai seni ke dalam masyarakat luas karena seni bisa menjadi penyejuk bagi kepesatan kemajuan sains dan teknologi yang tidak jarang mengabaikan kehalusan rasa seni dan pendidikan seni berperan sebagai filter bagi peradaban. Topik atau materi yang dapat dikupas tidak dapat meliputi 33 propinsi dan kesenian yang dapat dikupas hanya terdiri dari beberapa kesenian berdasarkan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup dimasyarakat atau dengan kata lain kesenian bermutu yang mengandung banyak hal untuk mengungkap masalah seni budaya, kesenian yang banyak mendapat respon dari bangsa sendiri ataupun dari mancanegara. Topik ataupun materi terbagi bagian apresiasi, ekspresi dan wirausaha. Penjenjangan materi hanya dapat dilakukan pada bagian ekspresi / keterampilan. Buku teks ini bukan hanya memberikan wawasan namun juga keterampilan yang dapat dipilih sesuai minat, kelebihan buku ini memberikan pengetahuan keragaman seni budaya nusantara dan keterampilan yang sangat penting karena penyebarannya yang luas atau sudah dikenal diberbagai wilayah, serta mempunyai nilai sebagai bekal keterampilan dunia kerja dan pengetahuan wirausaha. Semoga buku ini akan memberikan sumbangan yang berarti bagi anak didik kita dan merupakan pengetahuan tentang kekayaan, kebudayaan dan kesenian milik bangsa kita Indonesia tercinta untuk juga meningkatkan kebudayaan dan pariwisata kita.

Jakarta, Juni 2008

iii

KETUA TIM PENILAI BNSP
Drs. Pracoyo, M.Hum Dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta Seni Rupa Murni

DAFTAR KONTRIBUTOR
Bidang Keahlian
Seni Musik Seni Musik Seni Tari Seni Tari Seni Musik Seni Musik Seni Musik Seni Tari Seni Musik Seni Musik

Penulis

Nama

Institusi
Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Semarang Dosen STSI Bandung Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Dosen Universitas Negeri Jakarta Perguruan Cikini

Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim Tim

Martin Renatus Nadapdap, S.Sn Dra. Clemy Ikasari I, M.Pd Dra. Bambang Pratjikno, M.Pd Dwi Kusumawardani, S.Sn, M.Pd Drs. Moh Muttaqin, M. Hum Tardi Ruswandi, S.Kar, M.Hum Didin Supriadi, S.Sen, M.Pd. Dini Devi Triana, S.Sen. M.Pd. Saryanto, S.Kar Dwi Kurniadi, S.Pd

EDITOR
Dra. Ayu Niza Machfauzia, M.Pd. Dosen Universitas Negeri Yogya Gitar dan Teori Musik

DISAIN GRAFIS
Wafirul Aqli, ST Dosen Teknik Elektro Universitas Muhamadiyah Jakarta

iv

DAFTAR ISI
Pengantar Penulis ............................................................................... Pengantar Direktur Pembinaan SMK .................................................. Daftar Tim Penyusun dan Nara Sumber ............................................. Daftar Isi ............................................................................................. Lembar Pengesahan ........................................................................... Peta Kompetensi ................................................................................. Daftar Gambar Seni Musik ................................................................. Seni Tari .................................................................... Seni Teater ................................................................ Seni Rupa .................................................................. Daftar Tabel Seni Musik ................................................................. Seni Tari .................................................................... Seni Rupa .................................................................. Bab VI ....................................................................... BAB I. DASAR-DASAR 1. Pengertian Kebudayan dan Seni ............................... 1.1. Pengertian Kebudayaan ..................................... 1.2. Pengertian Seni .................................................. 1.3. Sifat Dasar Seni .................................................. 1.4. Struktur Seni ....................................................... 1.5. Pengertian Nilai Seni ......................................... 1.6. Pengertian Ekspresi................................ ............ 1.7. Pengertian Genre/Fungsi Seni ........................... 1.8. Pengertian Apresiasi............................... ............ SENI MUSIK 2. Mengapresiasikan Karya Seni Musik ........................ 2.1. Pengertian Musik ............................................... 2.2. Sistem Nada ...................................................... 2.2.1. Awal Terbentuknya Sistem Nada Diatonis ................................................... 2.2.2. Titi Laras Pentatonik................................ 2.3. Musik Klasik.... .................................................... 2.3.1.Musik Klasik ............................................... 2.3.1.1. Zaman Pertengahan ................. 2.3.1.2. Zaman Renaisance .................. 2.3.1.3. Zaman Barok ............................ 2.3.1.4. Zaman Rokoko ......................... 2.3.1.5. Zaman Klasik ............................ 2.3.1.6. Zaman Romantik ...................... 2.3.1.7. A. Zaman Abad 20 .................... B. Musik Jazz ............................ i ii iii iv viii ix x xii xv xv xvii xvii xvii xviii 1 1 10 11 12 13 14 14 17 24 24 25 25 26 29 29 29 30 30 31 32 37 39 40

BAB II.

.. Ekspresi Melalui Kegiatan Bermusik 2... Angklung .2.........2........6..............6......2...........3.............3...............................7..6...................... 3.... 2.3 Mempraktikan Memetik Kacapi Dengan Cacarakan .....5...4 Cara Menentukan Akor Dalam Sebuah Lagu .....2..........3...6..............2................... 2......1 Tangganada Diatonis Mayor ........4..... 3... 2.............................6.............................. 2...... 2............. BAB III..1....... Jenis Pernafasan .......... 2..........1.. 3... 2.........6. Vokal .............5 Sampe ...................................3 Akor .............. 3.....2.......... Motif Gerak Tari Berpasangan Atau Kelompok ................ Iringan Tari .....6.................................. Musik Tradisi Indonesia .... Asal Usul Vokal ......... Teknik Memainkan Gamelan ................ Musik Betawi ...................6.......... 2......6...............5...6.......6....... Tangganada ......4........ 2....6....4........ 2....... 2.... Gamelan .................. Musik Non Barat .1 Gerak .......... SENI TARI 3.......5.... ................... 3........2 Tangganada Diatonis Minor ... Motif Gerak Tari .. 2.. 2.........6....... 2............... 2....2.......1..6.......................4.....5.4................................. 2........................2..........2......... 2..............6................... 3...........2.............1 Mempelajari Tombol-tombol Keyboard .............. 2................... Musik Bali ............ Mengapresiasikan Karya Seni Tari ...2 Musik India ... 2..... Ruang ...6........2..3 Unsur Komposisi Tari.............. Teknik Memainkan Kacapi ..3...4...5.. Alat Musik Tiongkok dan Jepang .........6..2...... 2...6...........1...... Alat Musik Kultur Tinggi Timur Tengah dan Kultur Tinggi Yunani.......1 Kacapi Fungsi Hiburan ............................. Wilayah Suara . 3...... Tenaga ....2....................3......................6. Penerapan akor pada Instrumen Keyboard ...5................4.........2............ Teknik Memainkan Gambang Kromong.................... 2. 2..........6...2....5........ 2.2 Teknik Petikan Kacapi ................. 3..... Musik Afrika.. 2................. 2.... Unsur Pokok Tari .................1...v 2.......6.................4... Ekspresi ....... 2..................... Pengertian Seni Tari ......1....1.....4..........................6.... 3.. 3..........6.1..........................2................3........2 Mempraktikan dengan Lagu.4. 2.... 2..... 41 41 47 49 58 68 71 71 72 73 73 75 75 76 77 79 79 82 83 85 87 88 94 122 130 137 137 143 144 158 158 161 161 164 169 169 175 176 177 178 ..............3................................................6....

.... 4.... 3..........2......... 4......4................ 4.... Tari Non Tradisional .5 Pembelajaran Apresiasi Tari .. Akting. Fungsi-fungsi Teater Rakyat .... Seni Peran .... Tari Tradisional ... 3..1..........2................Produksi Tari..2.vi 3....4............ 3...10..8................ Pembuatan Naskah ...... 3..... 3.. ..........5...............2......1....1... Tari Upacara ...... 4..3............................ 3......... 3................. .............. Musical Dance ..7..... 4.6.... 4...... 3.................7................... .... Tipe Sutradara...................................2................ Fungsi Tari ... Tari Adat ............5....11......1.....9......1................2..........9...........9.......7.. ................ 4............. Pengertian Teater .............. Sejarah Teater ........ 3... 3...1..... Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi...........2.10........2.............. Penjiwaan Dalam Tari .....1.....................2..10... Tari Sebagai Sarana Hiburan ... Pengertian Sutradara ..6.................10........................ Cara Penyutradaan...... 3........................ Tugas Sutradara... Bentuk Teater Indonesia Berdasarkan Penduduknya ..................................... Struktur Dramatik .......... 4................7................ 4.......... 3..1................ Di Masyarakat .3.............................9.6.. BAB IV. Kegiatan Apresiasi Tari .............3...............4.......2...........9.6...3... SENI TEATER 4.................. 3......... 3.10.............. Tari Berdasarkan Orientasi Artistik .....................2..........6.8........ 4........ 4...... Tari Berdasarkan Konsep Garapan ...................... Tari Sebagai Sarana Upacara ......... 181 182 183 184 187 187 189 190 194 195 197 197 197 212 214 214 216 216 217 219 221 222 228 228 229 230 232 234 236 239 240 241 242 255 256 257 257 258 259 259 260 260 .......................1............................ Unsur-unsur Pementasan...................8......... ...... ............................................ 3....................... 3........ Pembelajaran Kreativitas ......... ... 4..... 4...............................5....... Beberapa Istilah Dalam Teater .................................... Penyutradaraan ............................... 3....... 4........ Unsur-unsur lakon Teater...10.........1 Mengapresiasikan Karya Seni Teater .... Tari Rakyat ........................................ 3........... Tari Agama ..1.................1...................2.... 4........................................6. Tari Primitif ............. Struktur Naskah Drama .....Dasar Pijakan ......9. 4............................. 3.... 3.......7. 4........ Tari Balet .1..............................1...... 4.....8..... 3................1...6........ Gaya Akting......................9........ Tari Klasik .......... . 4............................... Naskah Drama ...............1...........

.4.....................2.............. . .......3........................... .... Manajemen Produksi Pertunjukan Teater.......... 5...................................... Aliran-Aliran Dalam Seni Rupa....6................ ................................................3......3.....7. Kewirausahaan Dalam Seni Rupa.13...1..........7......5........1.......... 5...........4.. 5.................... Seni Kriya Batik... 261 263 264 264 288 290 291 295 295 305 310 310 311 317 320 320 320 321 322 323 326 327 331 341 349 350 358 360 364 366 369 371 373 376 GLOSARI ……………........2.......... 5.. .. 6...... .2............. Penata Musik Film/Sinetron/Kartun.. .................. 5... Ragam Hias Nusantara.. Seni Kriya Ikat Celup(Tie Dye) .........6...... 5....3... Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya..............1... 5..................... 4.................................... Syarat-syarat Penyelenggaraan Pemeran Seni Rupa di Sekolah. 5.......................12..... 4............. BAB VI WIRAUSAHA 6....8..................... 5......... 5.................. DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………...... ..........vii 4....2......1............2........................... 4..... 5....5............. 5...........1..........................1 Tahapan Manajemen... .................. ..2 Berkreasi Batik........ 5...3.......... ................... Aspek-Aspek Penilaian Dalam Apresiasi Karya Seni . Tata Pentas.. .......... . 5. ....... 6.... 6...............8..................... 5.......... Proses Manajemen Produksi Teater......... 5......4... SENI RUPA 5..... ..2............ 6.. Desain........................ Menjadi Wirausaha Penyelenggaraan Pertunjukan Musik...... Prinsip Penyusunan Karya Seni Rupa .......... ..... Usaha Kecil ... 5.. Unsur-unsur Seni Rupa..... Pengantar Seni Rupa .7..... Pameran Karya Seni Rupa ........................ Pengertian dan Fungsi Apresiasi . .... .. ...... Manfaat Pameran Seni Rupa di Sekolah.1 Alat dan Bahan Batik..1 Kegunaan Pameran Seni Rupa di Sekolah................... 6.........4.. Jenis-jenis Pameran........................................13.............................4... .....11.4...........3..1... .1.....3.... 5......................... BAB V.. Wirausaha Penyelengaraan Pameran Seni Rupa.............2...…………………………………………….........1 Kreasi Teknik Celup Ikat....... 5.........2. ......... 5... Apresiasi Karya Seni Rupa .... 5................................ ............4... Teknik Tata Panggung .. Dasar-dasar Seni Rupa ................ Seni Murni........

Materi pembelajaran berorientasi untuk mempersiapkan anak didik menuju dunia kerja. Pengembangan Program Materi Pada Bidang Seni Seni Seni Pertunjukan Seni Rupa Kompetensi Seni Pertunjukkan Pelaku Seni Pemain Penari Penulis Naskah Pemandu Jasa Informasi Penyelenggaraan Menyiapkan Jasa Penyelenggaraan Pertunjukkan Tim Kreatif Penyutradaraan Broadcasting Kompetensi Seni Rupa Seniman/Pengrajin Produk Seni Kewirausahaan Menciptakan Lapangan Kerja Menghasilkan Barang dan Jasa .ix PETA KOMPETENSI Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dikembangkan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pengembangan program sekolah berbasis pada kebutuhan dan kompetensi wilayah.

.............................13... Alat Musik Sampe ......... Tifa Maluku ...... Motif Toraja ............. Komponis J.......... 2.. 1....... Komponis W......... 1................ Fungsi Seni ............... 1.8..... Rumah-Rumah Adat ...... Komponis Antonio Vivaldi ... 2......... Grand Piano ........ Patane (Rumah Menyimpan Jenazah/ Adat Toraja) . Komponis F. 2.... 1..............................6... 1........... 1.......9............ 1 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 5 5 5 6 7 8 8 9 15 26 26 32 32 35 35 36 37 37 37 38 38 38 39 39 39 41 Bab II Gambar 2...9..... Motif Banjar Kalimantan Selatan.............. Notasi Rante (Gamelan) .. Brahms Corbis ......... 1......... 1... 2..................................11.. Gershwin ..11............. Haydn . 2......... 1...... 1............ 1..16. Lembu : Tempat Meletakan Mayat di Bali Bade: Tempat Meletakan Mayat di Bali Gadis Suku Dayak ..3................ 2............... 2.....V.13.........14......... 1. Perangkat alat Musik Gamelan Joged Bumbung (Grantang) .. Komponis Johan Sebastian Buch ......... 1...............4..........20....... 2..... 2....... Komponis G.. 1.... Chopin ...4.6........... Pakaian Adat Kalimantan Timur .... 1...1... Tari Merak .........................5. Komponis C......... Komponis Bella Bartok.. 1. Motif Nusatenggara Timur ............18..19......... Mozart ... Ondel-Ondel.. Harpsichord.......15...........17.........16....... 2............. 1...7..... Komponis J.. 2....... Komponis F...............5. Wayang Golek .............2.................... Rumah Adat Toraja . Instrumen Musik.10..14............................................ Debussy .....................15.....11..... ................... Tari Tradisional Saman ........................x DAFTAR GAMBAR SENI MUSIK Bab I Gambar 1....A....12. Papan Bilah Nada .2. Topeng Cirebon ............ Mendeshon . 2.. 2.......7................ Komponis L......8. Beethoven ..... 2.......... Pakaian Adat Banjar Kalimanta Selatan Perak Kota Gede Yogyakarta ................. 2................ 2....17........10....................... 1............1...................3.......... 1.

.. Tehyan dan Sukong ...........40............ Wilayah Suara Manusia ........ 2............................................... 2....51.......31.......................23.24.... Denah Penempatan Ricikan Perangkat Gamelan Carabalen .....48..... Artikulasi ........ 2............................. Musik Afrika ................ 2................................................. 2....... 2.. Bagian Tubuh Manusia ... 2.33....................... 2........................... 2.. Saron ... Musik Celempungan........................... Bonang ...xi 2.............. 2............................... Penampang Resonator dan Dawai Sampe ........34.......... 2..32................... 2............. 42 43 43 43 46 48 48 49 50 51 51 51 54 54 55 57 58 60 62 68 69 70 71 72 73 74 76 77 78 138 138 139 139 140 ......... Gambang Kromong ............. Angklung ............ 2..............42.... Keroncong Tugu ..... Denah Penempatan Ricikan Perangkat Gamelan Ageng ...... Metode Curwen Untuk Pembelajaran Angklung ......... Perangkat Gamelan Ageng .................19................... 2.................20.. Tanjidor ... Gamelan Joged Bumbung (Grantang) Perangkat Gamelan Jawa ....30........... Alat Musik Sampe Kalimantan Timur..26.................45............ 2......36.......18....... Slentem .. Musik Kacapi Suling.....47...... 2..44............35......... dan Rincik Birama Kecapi Perahu................ Notasi Gambar untuk Pembelajaran Angklung ............... 2.25........... 2.....21...........46..... Gender .............. Kongahyan......................29............. 2................ 2.... 2........................ 2..........................22......... Alat Musik Yunani ..... 2....... Melodi.....50... Cara Melaras Dawai Sampe ................ Samrah .................. 2.....................49... 2.......28. 2........38..... Alat Musik Koto .. Kacapi Kauh/Siter .............................37.......................39..41.................. 2....27...43... Gamelan Carabalen ................ 2........ Kacapi Rincik............ 2.......... 2.. Gamelan Gong Gede.................. Alat Musik India . 2. 2........................ 2....

.xii DAFTAR GAMBAR SENI TARI Bab III Gambar 3... Tari Panggung Jati ....... Mengeksplore Gerak Tubuh untuk Ruang Gerak.18............. Imitasi Gerak Tari Topeng ..... 3........................35.............. Penggunaan Properti ..33......... Pengolahan Ruang Tari dalam Pentas Tari ....20.............................31.... Gerak Desain Tertunda.......... Gerak Dalam Memiliki Kesan Dalam ... Konsep Teater Topeng ... Kekuatan Lompatan .24........................14........... 3...............21.25............... 3. 3..........27........ 3........... 3... Gerak Pencak Silat ................. 3.................. 3...... Gerak Tari Terpulout ....................8........... 3.............32..... 3.37.......... 3.....10.................. Gerak Sedang ....38........... 162 162 162 163 163 163 163 163 164 170 170 170 170 170 172 172 172 173 173 174 174 175 175 175 176 176 177 177 177 188 188 188 188 188 189 189 190 190 .............39...................26.............6.......... 3..................12.................. Penghayatan Tumpukan Kaki ........ Instrumen Iringan Tari (Bonang) ................ Gerak Sedang ................. Pelemasan Anggota Gerak Tubuh...... Gerak Lari Jingkit (Tridik) .................. Gerak di Udara.... 3.4..36..................16........ Penghayatan Mata ...... Eksplorasi Gerak.......30............... Tari Tano Doang .........3........... 3........... 3................. Sikap Kuda-kuda.....................23.......................... Imitasi Gerak Tari Topeng . Tari Gejolak... Penari Mengolah Ruang ....... Tari Perang .................34.........5.17..... Gerak Selit .. 3.... 3....... 3...................... 3..29.... 3........ 3...... 3........28....... 3..... Penghayatan Gerak .................. Gerak Respons ............ 3........................................... 3.15. 3....19.. 3................... 3.............. 3..........9.... Penguasaan Ruang Pentas dan Ruang Gerak...11..... 3.......2....... Gerak Teknik Sirkile ....... Sikap Dasar Tari ...22.. Pengolahan Properti .. 3........ Konsep Tradisi Pengembangan......13...7..... Konsep Tradisi Pengembangan........ Gerak Teknik Split...... 3......... Pelebaran Ruang Gerak ... 3. 3... 3..................... Gerak Tari Terpulout .......... 3...... 3......................

.......................82..........76...........45.. Mbya ........48.. 3......51..................................... 3........................ Merak . 3.............................................................................. Ngelajau ............66......... 3... 3. Teater Topeng ......83... 3...........................................62............. 3..... Tari Payung ...........70......75........79................. 3........50...... 3............................................ 3....... 3.......................54......71. 3........................58......65............... 190 191 191 191 192 192 192 193 193 194 194 194 195 195 195 196 196 196 196 196 197 198 198 198 199 199 199 200 200 200 200 200 200 201 201 201 201 202 202 202 203 203 203 204 204 204 205 ............. 3.................... 3............................................................................. 3.......................57..... 3..................................... 3.... 3....... Cinta Bunda .................. Badaran ....46... Rabot .. 3.... Tari Kranag ............ Sekapur Sirih .67........... Tari Pendet (Bali) ............................ Warok ..............................77.............. Quilinte .. Polalak ....53.. 3.......... 3.............. Merak ...... Merak ....... 3. Kresno Baladewa .............................. 3.......................60....86.......................................81....... 3..................... Gambyong ..........64..................... Tari Seudati .69...... Rangguk ............ Squestrall ...................................... 3....80. 3............55...42.................. 3................xiii 3.... 3..........................78........ 3...... Agon Yamuniku ..... 3.... Tari Jepang Rebana .... Flash Time .................... 3..................... 3....................41....................72.49.................................. Sequence ... Klono Topeng .............. Tari Rampak dinan Jombang................... Tari Turun Kavih Vhen .... Ngremo ....... 3....................... 3.......... 3.................................. Tari Barabah ..........63.... Gimyak Banyumasa...... Tebal Gempita ..... 3.... Topeng Rangde ....... 3............... Bratasena ........ Pakarena .............................................. Tari Saman .. 3.......................................61.... 3..............................40....73........................ 3..................47...85...................68... Topeng .........56....84........... Tari Rampak dinan Jombang..... Teater Topeng .. Trunajaya ............... Ngremo ..................... 3.............59.........................43.............52....... Nyi Kembang ......................................74......... Gagahan .. 3................. 3................... 3..................... 3......... Topeng ............. Bahairan ..................................... 3......................44........ Gambyong ......... Topeng Bali .................

.. Jipeng Rebana ...xiv 3......... 3..............114.................... Perang ....... 3..... 3.......... 205 205 205 206 206 207 207 207 208 208 208 209 209 209 209 210 210 211 211 211 212 212 213 213 213 214 214 214 214 215 215 215 216 219 219 219 220 220 220 ................ Trunajaya ..88......... 3............. 3................87................... 3... 3. 3....94...........97.... 3................... Manukrawa ... 3..89.............................................................................................. 3... Pamilau ..... 3............................ Bambu Gila ................123......................................91....... 3.................. Sekapur Sirih .................................. Squarel............ Cinta Bunda .....98.......121.. 3..........105....... 3...........118........... Mbui Dong Po ..... 3......................................... All Fine ..90...................................................... 3..... 3........... 3....108......... Giring-giring ....... Time Load ....110............... Squarel............115.......124......................................................92........................117.............................. 3.......... Ranggak............. Pakarena. 3............. Time Load ........109........... 3................................... Ebegan. Laninse .. Kecak ...........125................................................. Ndaitita .......... 3.. Pamilau ....... Abike Aniku .......... 3.93...116.................. 3.............. Pakarena.............................. Sequence ..........................................101.......................120.................... Baris .......................... 3.....................113....119........ Tuan Pamekik ........................ 3...... Pamekik .. 3.......122.................. Manuk Rawa .............................................................................................. Giring-giring ...... 3....102............ 3................. Abike Aniku .... Oleg Tablingan. 3.....112..... 3...............106... 3.................................. Fatamorgana.. 3................. Perang ...................................... 3.....103..............................................99........................................... 3........ Hung Myung...... Kalubu ...................111............ Sekapur Sirih .. Assay ..... Laninse ...................... 3..100...............95......96...............107................104.. 3..............................

....xv DAFTAR GAMBAR SENI TEATER Bab IV Gambar 4........ 5....15........11.................. 5............................. Kekawen Kawin ... Kekawen – Kawin ........ Pramuwisma Stories ......... Tabib Gadungan...... ........................ 5.............................................................................................................................1.... 4................................. 5.............................. 4........16.... 4.... Petang Di Taiwan ................ 4.................. 4.........................13.......................10........................................................2 Seni Patung................................17. 4...................5................... 4.......................... 5.............14... Si Gila dari Chailote...6..............1 Seni Lukis...9.........................9 Batik Sebagai Seni Kriya ..................................3 Seni Lukis................... 290 290 291 291 292 292 294 293 294 296 .........7... 4........ 5............... 4................. Cinta Robot ...........5 Kursi Hasil Design Produksi ......................4........................... 4....... 5.. 5......8 Design Interior..............................7 Perkantoran Hasil Desain Arsitektur Modern ... 4... 230 230 231 231 232 233 234 235 236 238 256 257 258 260 262 263 264 265 DAFTAR GAMBAR SENI RUPA Bab V 5...................................................................18...................... Lawan Catur .......10 Macam Jenis dan Karakter Garis ........ 4... Orang Baru ..... 4........ Wayang Golek ........... 4............12............... Kurikulum 2000 . 4.................... Pelajaran ...2...... Pertunjukan “Attac Theatre” ...................... Ludruk .............. Raja Mati ..... 4...............8................................................... Pertunjukan Teater Arja Bali .........4 Seni Patung...3......6 Poster Hasil Design Grafis ............... Lautan Bernyanyi ............. Buruh Tenun.. 5..... 4.

.......................18 5.................. Tekstur Halus ............. .......... Membolei.....56 Bentuk 3 Dimensi yang Dinamis ............ Contoh Intensitas Warna .........39 5............................ ....xvi 5..... Figuratif........ ... Contoh Ragam Hias.......... Lukisan Kubisme............................ .54 5.... .......15 5.................23 5..14 5............ Memasukan Warna................... Kain Non Tenun Indonesia...... .................................................... Karya dari Kriya Batik...........17 5.. Keseimbangan Simetris yang Dinamis......................... Kain Ditiriskan............................. Ruang Positif dan Negatif ......................... Lukisan Abstrakisme............................................................. .......... .....28 5............38 5................26 5........................................... Keseimbangan Warna pada Sebuah Kursi...52 5.................48 5....... ..37 5... Keseimbangan Bentuk dan Warna .......44 5............ ... Bahan-bahan pewarna................19 5............33 5............................ Bentuk Non Figuratif(Abstrak)....... Lukisan Dadaisme. 296 296 299 299 300 301 302 304 305 305 306 307 307 308 308 309 311 311 312 312 313 314 314 315 315 316 316 317 324 325 325 328 329 331 341 342 342 342 343 343 343 344 344 345 345 346 .. ................. Ngrengrengi..... .............................................................................................. .... Larutan ASG + Soda.............. ........20 5........... ......................29 5.. Lukisan Romantisme........41 5...36 5..... Keseimbangan Simetris ...35 5................................... .......................49 5..........47 5..........................................55 5...............................................................21 5....... Pembentukan motif pada kain.... Lukisan Elektisisme.............40 5.............45 5........31 5. ...................12 5................... ..... Napthol dan Soda...................................16 5................ Kontras Warna ..53 5........................ Pencelupan ke larutan garam...... Lukisan Konstruksifisme.......... Lukisan Impresionisme............. ..........................42 5..46 5........................................ .............. Bagian-bagian Canting..................34 5.................. Pencelupan....... Bentuk yang Diabstraktif ............... Pencampuran Air Panas........... ........................... ............................. .............43 5... ......... ............... Lukisan Surealisme... Lukisan Ekspresionisme.............. Irama pada Bangku Panjang ............13 5....................................11 5......... .51 5...... Motif Meandur............ Lukisan Elektisisme... .......27 5....22 5......... Lukisan Naturalisme.................. Pencelupan sampai warna.. Keserasian Proporsi sebuah Bentuk Trimatra ..........................32 5.. Lukisan Realisme ... Klimaks pada Karya ..... .....25 5... .......30 5... ............. Pewarnaan kain dengan kuas. Hue dalam Lingkaran Warna .........24 5.......................... ....................................50 5.....

..........3..............3... .................. ..................... 3....... ................1 Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa . Pencelupan ke dalam malam........................................................1.......... Belajar Musik Angklung Sistem Nomor ....... Motif Gerak Tari Berkelompok ....................... Penggunaan Bonang dan Sebutannya di Berbagai Propinsi ......... 320 .xvii 5.............61 5...63 Pelorodan......... ................57 5.. 164 169 217 DAFTAR TABEL DAN BAGAN SENI RUPA Bab V Tabel 5...............1........... 2............... Tabel Gerak Tari Individu.......... 2....... Pembukaan ikatan jelujur............... Meratakan.. ........59 5............................. ...............................................62 5... Propinsi yang Menggunakan Gamelan ............... Klasifikasi Seni .............................1............................. Tabel Hubungan Tari dengan Aktivitas Manusia ....................... 2.......2....... 2....3...... DAFTAR TABEL SENI TARI 10 28 52 53 60 Bab III Tabel 3....2. Pencelupan ke larutan garam...........58 5.........60 5..... Kain diisi kelereng....... 3. 347 350 350 351 351 352 352 DAFTAR TABEL DAN BAGAN SENI MUSIK Bab I Tabel Bab II Tabel 1............. ............... Laras Slendro dan Pelog ....... Hasil Akhir.

............xviii Tabel 5.........3 5................................................. 6............................ Warna Napthol ............ Warna Indigosol ........................ Kisi-Kisi Penilaian Hasil Pertunjukan Struktur Organisasi Grup Teater.5 Jenis Malam / Lilin .. Jenis Warna . 6......................2...........................................1... Struktur Organisasi Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan ........4..........................5......4 5......1 DAFTAR TABEL BAB VI Bab VI Tabel 6..... Kaitan Faktor-Faktor Karakter Seorang Wirausaha .......6......... Cabang-cabang Seni Rupa ........... 6..............2 5............... Perencanaan Pengembangan Seorang Wirausaha ... 357 358 360 360 362 366 .......................3. 6.............. 6......... 324 335 336 337 289 Bagan 5................ Struktur Uraian Kegiatan Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan ....

Dasar-Dasar Bab 1 .

PENGERTIAN KEBUDAYAAN DAN SENI Pengertian Kebudayaan Pengertian Seni Sifat Dasar Seni Struktur Seni Pengertian Nilai Seni Pengertian Genre (Fungsi Seni) Pengertian Apresiasi Seni Pengertian Ekspresi .

yang berkembang menurut tuntutan sejarahnya sendiri-sendiri. yang merupakan bagian dari kebudayaan.1 BAB I DASAR-DASAR 1. Jenis-jenis kesenian tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda. Ketiga. Sumber : Google@RumahAdat.1. sebagai contoh ciri khas rumah adat di Jawa mempergunakan joglo sedangkan rumah adat di Sumatera dan rumah adat Hooi berbentuk panggung. Pengertian Kebudayaan dan Seni 1. dan pola tingkah laku dalam konteks kemasyarakatan. Koentjoroningrat mengatakan. Kebudayaan Nasional Indonesia adalah hasil karya putera Indonesia dari suku bangsa manapun asalnya. pertama sistem budaya yang lazim disebut adat-istiadat.com. Pengertian Kebudayaan Menurut Koentjoroningrat (1986). Macam-macam Rumah Adat . Kebudayaan Indonesia adalah satu kondisi majemuk karena ia bermodalkan berbagai kebudayaan. yang penting khas dan bermutu sehingga sebagian besar orang Indonesia bisa mengidentifikasikan diri dan merasa bangga dengan karyanya. kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem. sistem teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya.1. Berdasarkan konteks budaya. Adanya perubahan fungsi dapat menimbulkan perubahan yang hasil-hasil seninya disebabkan oleh dinamika masyarakat. Gambar 1. ragam kesenian terjadi disebabkan adanya sejarah dari zaman ke zaman. Untuk lebih jelas dapat diterangkan apa-apa saja yang menggambarkan kebudayaan. misalnya ciri khas bentuk rumah adat daerah yang berbeda satu dengan daerah lainnya. kedua sistem sosial di mana merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia. kreativitas. Pengalaman serta kemampuan daerah itu memberikan jawaban terhadap masing-masing tantangan yang memberi bentuk kesenian.

3.2 2.4. alat musik di setiap daerah pun berbeda dengan alat musik di daerah lainnya. Alat Musik Seperti halnya rumah adat. Sampe Kalimantan Tengah Gambar 1. pengetahuan kita bertambah setelah mengetahui alat musik seperti yang terlihat di gambar berikut ini Grantang. Tifa dan Sampe. Jika dilihat dari perbedaan jenis bentuk serta motif ragam hiasnya beberapa alat musik sudah dikenal di berbagai wilayah. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSU Denpasar Gambar 1.2. Tifa Maluku . Gamelan Grantang Bali Sumber : Koleksi Pribadi Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 1.

Motif NTT . alat musik.6. Kriya Ragam Hias Selain kaya akan keanekaragaman musik dan tarian tradisi. Indonesia juga kaya akan keanekaragaman hiasan serta motif-motif tradisional. dan batik yang sangat beragam dari daerah tertentu. dibuat di atas media kain.3 3. Seni Tari Di samping rumah adat. dan kayu. Motif Banjar Kalsel Gambar : 1. Gambar berikut adalah Kriya Ragam Hias. Sumber : Majalah Kriya Dekranas Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar : 1. Indonesia juga memiliki keanekaragaman Seni Tari. seperti tari Saman dari Aceh dan tari Merak dari Jawa Barat.7. Sumber : Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1. Tari Saman Aceh Gambar 1. Tari Merak 4. Kriya ragam hias dengan motif-motif tradisional.5.8.

9. Topeng Cirebon 6. Wayang golek adalah salah satu bentuk seni pertunjukan teater yang menggunakan media wayang. Sumber : Majalah Kriya Dekranas Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1. pakaian dan benda seni yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. seni tari.com Gambar : 1.sukutoraja. seni teater. sedangkan topeng adalah bentuk seni pertunjukan tari yang menggunakan topeng untuk pendukung. Gambar berikut adalah pakaian daerah Kalimantan .11. Motif Toraja 5.wikipedia. Pakaian Daerah Setiap propinsi memiliki kesenian.4 Sumber : Google. Properti Kesenian Kesenian Indonesia memiliki beragam-ragam bentuk selain seni musik. Wayang Golek Gambar 1.10. kesenian wayang golek dan topeng merupakan ragam kesenian yang kita miliki.

Benda Seni Kaya dan kreatif adalah sebutan yang sesuai untuk bangsa kita. Benda seni atau souvenir yang terbuat dari perak yang beasal dari Kota Gede di Yogyakarta adalah salah satu karya seni bangsa yang menjadi ciri khas daerah Yogyakarta. nilai filosofi dari kesenian Reog Ponorogo mempunyai nilai kepahlawanan yakni rombongan tentara kerajaan Bantarangin (Ponorogo) yang akan melamar putri Kediri dapat .12.13.5 Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 1. Sumber : Majalah Kriya Dekranas Gambar 1. merupakan identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia.14. Pakaian Banjar Kalsel 7. Souvenir Perak Kota Gede Yogyakarta Kesenian khas yang mempunyai nilai-nilai filosofi misalnya kesenian Ondel-ondel dianggap sebagai boneka raksasa mempunyai nilai filosofi sebagai pelindung untuk menolak bala. Pakaian Adat Kutai Kaltim Sumber : Majalah Dekranas Gambar 1. karya seni dapat menjadi sumber mata pencaharian dan objek wisata. karya seni yang tidak dapat dihitung ragamnya.

Sulawesi Selatan Sumber : Google. selain hal-hal tersebut. Contoh beberapa kebudayaan yang memiliki daya tarik yang tinggi bagi turis mancanegara dan turis lokal antara lain. To = Tau (orang). Ada juga versi lain kata Toraya. dan kata Tana berarti negeri. adat istiadat di Tana Toraja. Lama-kelamaan penyebutan tersebut menjadi Toraja. upacara ngaben (pembakaran mayat) di Bali. bangsawan. Raya = Maraya (besar). mata pencaharian. artinya orang orang besar. agama. makanan khas. Tana Toraja. juga merupakan bagian dari kebudayaan. sistem kekerabatan dan sistem kemasyarakatan. artinya orang yang berdiam di sebelah barat. arti harfiahnya.wikipedia@Toraja. Suku Toraja Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan.15. Wilayah ini dihuni oleh satu etnis (Etnis Toraja). Orang Sidenreng menamakan penduduk daerah ini dengan sebutan To Riaja. Berikut diuraikan contoh adat istiadat atau sistem kemasyarakatan di Tana Toraja yang meliputi : 8. “Negeri yang bulat seperti bulan dan matahari”. artinya “Orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan”. Adat Istiadat 1. sehingga tempat pemukiman suku Toraja dikenal kemudian dengan Tana Toraja. berat dan banyak. Nama Toraja mulanya diberikan oleh suku Bugis Sidenreng dan dari Luwu. Rumah Adat Toraja . Indonesia. sedangkan orang Luwu menyebutnya To Riajang. adat istiadat. Di wilayah Tana Toraja juga digelar “Tondok Lili’na Lapongan Bulan Tana Matari’ollo”. kebiasaan perempuan suku Dayak di Kalimantan yang senang menggunakan anting yang panjang.com Gambar 1.6 diartikan Ponorogo menjadi pahlawan dari serangan ancaman musuh.

musim festival pemakaman dimulai ketika padi terakhir telah dipanen.com Gambar 1. Ukuran batu ini mempunyai nilai adat yang sama. atau dibuatkan sebuah rumah (Pa'tane). mayatnya dibawa ke peristirahatan terakhir di dalam Goa atau dinding gunung.pembakaran Jenasah di Bali Ngaben adalah upacara pembakaran mayat. Pa’tane 2. Di Tana Toraja mayat tidak di kubur melainkan diletakan di “Tongkanan“ untuk beberapa waktu. Setelah upacara. 24 buah sedang. atau di dalam lubang. menyimpan jenazah pada tebing/liang gua. dalam Bahasa Toraja disebut Simbuang Batu. sekitar akhir Juni atau Juli. Di dalam “Panca Yadnya”. Simbuang Batu hanya diadakan bila pemuka masyarakat yang meninggal dunia dan upacaranya diadakan dalam tingkat “Rapasan Sapurandanan” (kerbau yang dipotong sekurangkurangnya 24 ekor). Sebanyak 102 bilah batu yang berdiri dengan megah terdiri dari 24 buah ukuran besar. Biasanya.16. Sumber : Google@Rumah Adat. Rante adalah tempat upacara pemakaman secara adat yang dilengkapi dengan 100 buah “batu”. khususnya oleh mereka yang beragama Hindu. Peti mati yang digunakan dalam pemakaman dipahat menyerupai hewan (Erong). paling lambat September. dan 54 buah kecil. dimana Hindu adalah agama mayoritas di Pulau Seribu Pura ini. Jangka waktu peletakan ini bisa lebih dari 10 tahun sampai keluarganya memiliki cukup uang untuk melaksanakan upacara yang pantas bagi si mayat. atau dibawahnya. Ngaben . Adat masyarakat Toraja antara lain. yaitu upacara yang ditujukan untuk roh lelulur . upacara ini termasuk dalam “Pitra Yadnya”. mayat itu tidak dikuburkan tapi hanya diletakan di batuan. perbedaan tersebut hanyalah faktor perbedaan situasi dan kondisi pada saat pembuatan/pengambilan batu. Tengkorak-tengkorak itu menunjukan pada kita bahwa.7 Tana Toraja memiliki kekhasan dan keunikan dalam tradisi upacara pemakaman yang biasa disebut “Rambu Tuka”.

Lembu Gambar 1. Beberapa hari sebelum upacara Ngaben dilaksanakan keluarga dibantu oleh masyarakat akan membuat "Bade dan Lembu" yang sangat megah terbuat dari kayu. Di setiap pertigaan atau perempatan.Ngabe. karena di Bali ada suatu keyakinan bahwa. diiringi dengan "gamelan".com Gambar 1. . Wisnu. Sabda. sebagai wujud rasa hormat seorang anak terhadap orang tuanya. Dalam sekali upacara ini biasanya menghabiskan dana antara 15 juta sampai 20 juta rupiah. Hari pelaksanaan Ngaben ditentukan dengan mencari hari baik yang biasanya ditentukan oleh Pedanda.17.18.com Sumber : Google wiki pedia Q. Siwa. Upacara Ngaben biasanya dilaksanakan oleh keluarga sanak saudara dari orang yang meninggal. Upacara Ngaben diawali dengan upacara-upacara dan doa mantra dari Ida Pedanda. "Bade dan Lembu" ini adalah.8 Makna upacara Ngaben pada intinya adalah. dan "Bade" akan diputar sebanyak 3 kali. kemudian "Lembu" dibakar sampai menjadi abu yang kemudian dibuang ke laut atau sungai yang dianggap suci. Idep. Seorang Pedanda mengatakan manusia memiliki Bayu. Bade Kemudian "Bade" diusung beramai-ramai ke tempat upacara Ngaben. Di depan "Bade" terdapat kain putih panjang yang bermakna sebagai pembuka jalan sang arwah menuju tempat asalnya. tempat meletakkan mayat Sumber : Google wiki pedia @ Ngaben. Idep itu dikembalikan ke Brahma. untuk mengembalikan roh leluhur (orang yang sudah meninggal) ke tempat asalnya. dan diikuti seluruh keluarga dan masyarakat. kertas warnawarni dan bahan lainnya. tidak ada isak tangis. dan setelah meninggal Bayu. kita tidak boleh menangisi orang yang telah meninggal karena itu dapat menghambat perjalanan sang arwah menuju tempatnya. Sabda. Upacara ini biasanya dilakukan dengan semarak.

com Gambar 1. seni rupa. menurut kepercayaan mereka. Berbagai kegiatan adat budaya ini juga mengambil bentuk kegiatan-kegiatan seni yang berkaitan dengan proses inisiasi perorangan seperti kelahiran.9 3. gambaran identitas budaya setempat. Suku Dayak Sejak abad ke 17. kita ketahui terlebih dahulu yang disebut seni dan klasifikasinya. dan semakin tinggi status sosialnya di masyarakat. gambaran wajah apresiasi keseniannya. Berbicara tentang apresiasi seni. perkawinan dan kematian ataupun acara-acara ritus serupa selalu ada unsur musik. dapat disimpulkan yang disebut dengan kebudayaan adalah pikiran.19. Kegiatan adat budaya ini dilakukan secara turun temurun dari zaman nenek moyang dan masih terus berlangsung sampai saat ini. Suku Dayak di Kalimantan mengenal tradisi penandaan tubuh melalui tindik di daun telinga. Kegiatan-kegiatan adat budaya ini disebut Pesta Budaya. teknologi dan rangkaian tindakan suatu kelompok masyarakat. karya. sastra. Sumber : Google Wki Pedia @ suku Dayak. Gadis Suku Dayak Kegiatan-kegiatan adat budaya ini selalu dikaitkan dengan kejadian penting dalam kehidupan seseorang atau masyarakat. . Jadi. tari. sehingga seni menjadi perekam dan penyambung sejarah. sedangkan kaum wanita Dayak menggunakan anting-anting pemberat untuk memperbesar kuping daung daun telinga. Manifestasi dari aktivitas kehidupan budaya masyarakat merupakan miniatur yang mencerminkan kehidupan sosial yang luhur. Tak sembarangan orang bisa menindik diri hanya pemimpin suku atau panglima perang yang mengenakan tindik di kuping. semakin besar pelebaran lubang daun telinga semakin cantik.

dan seni sastra. seni merupakan kegiatan sadar manusia dengan perantaraan (medium) tertentu untuk menyampaikan perasaan kepada orang lain. Berdasarkan bentuk dan mediumnya seni dapat diklasifikasikan dalam tiga kelompok : seni rupa. seni adalah kegiatan manusia yang merefleksikan kenyataan dalam sesuatu karya. Pengertian Seni Konsep seni terus berkembang sejalan dengan berkembangnya kebudayaan dan kehidupan masyarakat yang dinamis.10 1. selanjutnya dikatakan oleh Akhdiat K. seni adalah suatu kegiatan manusia yang menjelajahi.1. menciptakan realitas itu dengan simbol atau kiasan tentang keutuhan “dunia kecil” yang mencerminkan “dunia besar”. demikian juga dikemukakan oleh sastrawan Rusia terkemuka Leo Tolstoy mengatakan bahwa. seni pertunjukan. Tabel 1. Klasifikasi Seni Seni Seni Rupa * Seni murni * Seni terapan * Design * Kriya Seni Pertunjukan * Seni musik * Seni teater * Seni tari * Film Sinematographi * Pantomim Seni Sastra * Prosa * Puisi . Ungkapan seni menurut Erich Kahler. Mihardja. Menurut Ki Hajar Dewantara seni adalah indah. yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani si penerimanya. Aristoteles mengemukakan bahwa. menurutnya seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dan hidup perasaannya dan bersifat indah hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia lainnya. seni adalah kemampuan membuat sesuatu dalam hubungannya dengan upaya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan oleh gagasan tertentu.2.

b. disimpulkan bahwa seni memiliki sekurang-kurangnya 5 ciri yang merupakan sifat dasar seni (Gie. . Sifat Dasar Seni Berdasarkan hasil telaah terhadap teori-teori seni. Subyektif dan individual. Sebagai contoh. Jepang. Ciri keempat adalah keabadian sebab seni dapat hidup sepanjang masa. (2) Di banyak negara di dunia seperti Belanda. (1) lagu “Imagine” karya John Lennon merupakan ungkapan kepeduliannya terhadap nilai-nilai humanisme dan perdamaian sehingga menggugah perasaan siapapun yang mendengar. (1) lagu Indonesia Raya karangan WR. d. Seni tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat.3. Konsep karya seni yang dihasilkan oleh seorang seniman dan diapresiasi oleh masyarakat tidak dapat ditarik kembali atau terhapuskan oleh waktu. Ciri ketiga adalah seni memiliki nilai ekspresi atau perasaan. Inggris. Karya seni yang diciptakan oleh seorang seniman merupakan karya yang berciri personal. Sebagai contoh. (2) Karya-karya lukis S. (1) desain mode pakaian terus berkembang sesuai trend-mode yang selalu berubnah dari waktu ke waktu dan banyak mempengaruhi gaya hidup masyarakat metropolitan. Cina. 1976:41-46). Ade. memahami dan mengapresiasi karya tersebut dengan perasaannya. Supratman sampai saat ini masih tetap abadi dan diapresiasi masyarakat walaupun beliau telah wafat. Dalam mengapresiasi dan menilai suatu karya seni harus memakai kriteria atau ukuran perasaan estetis. (2) Lukisan Lucia hartini yang bercorak Surrealisme menampilkan kekuatan daya fantasi atau imajinasi alam mimpi melalui penguasaan teknik melukis yang piawai. c. Indonesia dan sebagainya dijumpai produk keramik dalam berbagai bentuk dan fungsinya. Sudjojono dan Affandi sampai saat ini masih diapresiasi oleh masyarakat dan sangat diminati oleh para kolektor lukisan walaupun beliau telah wafat e. Ciri kedua adalah sifat individualitas dari seni. Ciri pertama adalah sifat kreatif dari seni. (1) Lagu ciptaan Iwan Fals terdengar berbeda dari lagu ciptaan Ebiet G. Sejak jaman pra sejarah hingga jaman modern ini orang terus membuat karya seni dengan beragam fungsi dan wujudnya sesuai dengan perkembangan masyarakatnya. Uraian mengenai sifat dasar seni adalah sebagai berikut: a. Seniman mengekspresikan perasaan estetisnya ke dalam karya seninya lalu penikmat seni (apresiator) menghayati. Sebagai contoh. Seni merupakan suatu rangkaian kegiatan manusia yang selalu mencipta karya baru. Ciri kelima adalah semesta atau universal sebab seni berkembang di seluruh dunia dan di sepanjang waktu.11 1. Sebagai contoh.

ukiran kayu). Pada seni rupa mediumnya adalah objek estetik dua dimensi (lukisan cat air. begitu pula seni memiliki dimensi. seni lukis memiliki bahasa visual. kalau seni sastra menggunakan kataa sebagai medium. seni rupa memiliki bahasa plastis. Bidang seni teater adalah gerak. Pokok soal dapat berhubungan dengan niat estetis atau nilai kehidupan. warna. suara dan lakon. seni tari memiliki dimensi gerak. relief logam. seni sastra mempergunakan keta-keta sebagai medium.12 1. c. Kalau seni dapat dianggap sebagai bahasa maka setiap cabang seni memiliki bahasa tersendiri. kayu. cukil. seni teater mempergunakan semua itu oleh sebab itu teater dikatakan seni yang mempergunakan multimedia. Bidang seni musik adalah irama dan melodi. Tana medium tak ada karya seni. dan lain-lain). objek estetik tita dimensi (patu batu. etsa. sedangkan aliran berkaitan dengan isi karya seni yang merefleksikan pandangan atau prinsip si seniman dalam menanggapi sesuatu. bentuk. seni musik mempunyai dimensi waktu. Ide pokok suatu karya seni dapat dipahami atau dikenal melalui pemilihan subject matter (pokok soal) dan judul karya. alam kebendaan. . Medium adalah sarana yang digunakan dalam mewujudkan gagasan menjadi suatu karya seni melalui pemanfaatan material atau bahan dan alat serta penguasaan teknik berkarya. gaya adalah ciri bentuk luar yang melekat pada wujud karya seni. Struktur seni merupakan tata hubungan sejumlah unsur-unsur seni yang membentuk suatu kesatuan karya seni yang utuh. Contoh struktur seni dalam bidang seni rupa adalah garis. bidang dan warna. suasana atau peristiwa yang metafora atau alegori. seni musik bahasa audio. wirasa dan wiraga. Tema merupakan ide pokok yang dipersoalkan dalam karya seni.4. seni musik mempergunakan medium bunyi (nada). dan seni rupa memiliki dimensi ruang. seni lukis mempergunakan garis. Semua jenis seni mempergunakan medium. seni tari memiliki bahasa kinetis. kalau seni tari mempergunakan medium gerak. Bidang seni tari adalah wirama. b. yakni berupa: objek alam. Struktur Seni The Liang Gie (1976-70) menjelaskan bahwa dalam semua jenis kesenian terdapat unsur-unsur yang membangun karya seni sebagai berikut: a. bidang dan tekstur. Menurut Soedarso SP (1987:79). d. sastra memiliki bahasa verbal. Gaya atau style dalam karya seni merupakan ciri ekspresi personal yang khas dari si seniman dalam menyajikan karyanya. Namun tidak semua karya memiliki tema melainkan kritik.

yakni: a) keindahan dalam arti luas (keindahan seni. Nilai-nilai yang dimiliki karya seni merupakan manifestasi dari nilai-nilai yang dihayati oleh seniman/seniwati dalam lingkungan sosial budaya masyarakat yang kemudian diekspresikan daam wujud karya seni dan dikomunikasikan kepada penikmatnya (publik seni). Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan pada prinsipnya mengkaji tentang hakikat keindahan dan kriteria keindahan yang terdapat di alam. yang menjunjung tinggi dan menjadi pedoman manusia/masyarakat dalam bertingkah laku. Dalam estetika. sesuatu yang menyentuh perasaan. kadar. baik kualitas yang bersifat kasat mata maupun yang tidak kasat mata. 2) nilai pengetahuan. 3) nilai kehidupan. dan sebagainya Nilai seni dipahami dalam pengertian kualitas yang terdapat dalam karya seni. mutu atau kualitas. dalam karya seni dan benda-benda lainnya. Pengertian Nilai Seni Secara umum kata “nilai” diartikan sebagai harga. “nilai” berarti suatu ide yang paling baik. Karya seni dapat memberikan perasaan terkejut. merupakan salah satu persoalan estetis yang menurut cakupan pengertiannya dapat dibedakan menurut luasnya pengertian.13 1. masing-masing mempunyai pengertian sebagai berikut : a. keindahan. Namun dalam perkembangannya. seperti perenungan. Nilai keindahan dapat pula disebut nilai estetis. keindahan alam. karya seni dicptakan tidak selalu untuk menyenangkan perasaan manusia.5. Manusia memerlukan keindahan karena memberikan kesenangan. c) keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan. Ragam Nilai Seni Peran keindahan selalu terkait dengan kehidupan sosial budaya manusia sehari-hari. keindahan moral dan keindahan intelektual). pencerahan. Perasaan keindahan diperoleh dari alam dan benda atau karya seni. berbusana. Menurut Koentjaraningrat. b) keindhaan dalam arti estetis murni. misalnya: dalam arsitektur rumah tinggal. mengapresiasi cinta. keindahan positif tidak lagi menjadi tujuan yang paling penting dalam berkesenian. dan lain sebagainya. Dalam kecenderungan perkembangan seni dewasa ini. namun tetap memberikan nilai-nilai yang diperlukan manusia. ajakan. b. penyadaran. Sebagai . pemikiran. kepuasan. 1976:667). Untuk mempunyai nilai maka sesuatu harus memiliki sifat-sifat yang penting yang bermutu atau berguna dalam kehidupan manusia (Purwadarminto. “nilai” diartikan sebagai keberhargaan (worth) dan kebaikan (goodness). keadilan. menata interior/eksterior. menikmati keindahan musik dan sebagainya. Menurut The Liang Gie jenis nilai yang melekat pada seni mencakup: 1) nilai keindahan. b) keindahan dalam arti estetis murni.

Pandangan ini juga didukung oleh Liang Gie Bapak Estetika seni (1964) yang menyatakan bahwa. Pengertian Ekspresi Ekspresi adalah proses ungkapan emosi atau perasaan di dalam proses penciptaan karya seni. kesenian ritual dan kesenian hiburan komersial. fungsi atau tujuan sebuah pertunjukan. Sal Murgiyanto aspek penting lain yang harus diperhatikan adalah. Sal Murgiyanto (2004) mengatakan. Fenomena semacam ini akan kita jumpai pada karya-karya seni primitir atau karya seni lainnya yang tidak mementingkan keidahan tampilan visual namun lebih mementingkan makna simboliknya. suara dan lakon. Dapat juga dilakukan untuk menghibur diri pelakunya dan atau orang lain. penilaian terhadap karya seni harus dilakukan berdasarkan ukuran perasaan estetis dan nilai-nilai. proses ekspresi bisa diaktualisasikan melalui media. media tari adalah gerak.6. Pengertian Genre (Jenis/Fungsi) Seni Menurut kritikus tari terkenal di Indonesia. untuk meneguhkan identitas atau menguatkan nilai-nilai yang diyakini seseorang atau sekelompok orang. 1. Kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah. Sebuah pertunjukan dapat dilakukan sebagai sebuah persembahan/doa/puji kepada arwah leluhur. pameran fotografi Anjasmara dan Isabele Yahya yang bertemakan Adam dan Hawa yang dinilai sebagai kesenian yang bernilai estetis negatif. media seni rupa adalah garis. Kriteria klasifikasi ini dapat dikatakan sebagai ungkapan jenis kesenian. Tuhan. 1.14 seniman beranggapan lebih penting menggoncang publik dengna nilai estetis legatif (ugliness) daripada menyenangkan atau memuaskan mereka (T. sesuatu karya harus indah. media teaer adalah gerak.L. Jadi sesungguhnya dalam karya seni terdapat nilai estetis yang positif dan negatif. dan bagi kenikmatan ragawi (pleasure) pelaku dan penontonnya. ungkapan bakti kepada Dewa. .7. oleh karena itu. Gie. Media musik bunyi. Fungsi kesenian dianggap tak berbeda dengan fungsi ritual. “Ugliness” dalam karya seni termasuk nilai estetis yang negatif. ciri pokok seni adalah ekspresi. bidang dan warna. Contoh. atau penguasa semesta alam. 1976:40).

Berikut diuraikan tentang fungsi-fungsi seni.20. Fungsi Ritual Suatu pertunjukan yang digunakan untuk sebuah upacara yang berhubungan dengan upacara kelahiran. Contoh : Ansambel karena didalamnya terdapat kerjasama. dan Gambang. Fungsi Pendidikan Seni sebagai media pendidikan misalnya musik. kerjasama. komunikasi. Angklung dan Gamelan juga bernilai pendidikan dikarenakan kesenian tersebut mempunyai nilai sosial. kematian. Contoh : Gamelan yang dimainkan pada upacara Ngaben di Bali yakni gamelan Luwang. ataupun pernikahan. Angklung. . dan Ageng. artistik dan fungsi guna. dan disiplin. wayang orang dan seni teater. Gamelan di Jawa Gamelan Kodhok Ngorek. Hiburan Idealisme Artistik Kesenimanan Pendidik Ritual FUNGSI Forum Dialog Terapi (Kesehatan) Sumber : Endo Suanda Guna Gambar 1. wayang kulit.15 Fungsi Seni Fungsi-fungsi seni terdiri atas fungsi ritual. pendidikan. Fungsi Komunikasi Suatu pertunjukan seni dapat digunakan sebagai komunikasi atau kritik sosial melalui media seni tertentu seperti. Monggang. Macam-macam Fungsi Seni Bagaimana kita dapat mengidentifikasikan sebuah karya seni khususnya kesenian tradisi berdasarkan fungsi-fungsinya. hiburan. dapat pula syair sebuah lagu yang mempunyai pesan.

gangguan psikologis trauma pada suatu kejadian. Terapi musik telah terbukti mampu digunakan untuk menyembuhkan penyandang autisme. hasil karya seni ini disebut seni guna atau seni terapan. jenis musik disesuaikan dengan latar belakang kehidupan pasien. sebaliknya jika dalam proses penciptaan seniman harus mempertimbangkan aspek kegunaan.16 Fungsi Hiburan Seni yang berfungsi sebagai hiburan. tidak bisa dinikmati pendengar/pengunjung. dan seni rupa kontemporer. . Fungsi Artistik Seni yang berfungsi sebagai media ekspresi seniman dalam menyajikan karyanya tidak untuk hal yang komersial. misalnya terdapat pada musik kontemporer. kesenian yang tanpa dikaitkan dengan sebuah upacara ataupun dengan kesenian lain. karya seni yang dapat dipergunakan untuk perlengkapan/ peralatan rumah tangga adalah Gerabah dan Rotan. tari kontemporer. Seperti yang telah dikatakan Siegel (1999) menyatakan bahwa musik klasik menghasilkan gelombang alfa yang menenangkan yang dapat merangsang sistem limbic jarikan neuron otak. Contoh : Kriya. hanya bisa dinikmati para seniman dan komunitasnya. Fungsi Guna (seni terapan) Karya seni yang dibuat tanpa memperhitungkan kegunaannya kecuali sebagai media ekspresi disebut sebagai karya seni murni. Fungsi Seni untuk Kesehatan (Terapi) Pengobatan untuk penderita gangguan physic ataupun medis dapat distimulasi melalui terapi musik. sebuah pertunjukan khusus untuk berekspresi atau mengandung hiburan. Selanjutnya dikatakan oleh Gregorian bahwa gamelan dapat mempertajam pikiran. dan lain-lain.

17

1.8. Pengertian Apresiasi Seni
Menikmati, menghayati dan merasakan suatu objek atau karya seni lebih tepat lagi dengan mencermati karya seni dengan mengerti dan peka terhadap segi-segi estetiknya, sehingga mampu menikmati dan memaknai karya-karya tersebut dengan semestinya. Kegiatan apresiasi meliputi : a. Persepsi Kegiatan ini mengenalkan pada anak didik akan bentuk-bentuk karya seni di Indonesia, misalnya, mengenalkan tari-tarian, musik, rupa, dan teater yang berkembang di Indonesia, baik tradisi, maupun moderen. Pada kegiatan persepsi kita dapat mengarahkan dan meningkatkan kemampuan dengan mengidentifikasi bentuk seni. b. Pengetahuan Pada tahap ini pengetahuan sebagai dasar dalam mengapresiasi baik tentang sejarah seni yang diperkenalkan, maupun istilah-istilah yang biasa digunakan di masing-masing bidang seni. c. Pengertian Pada tingkat ini, diharapkan dapat membantu menerjemahkan tema ke dalam berbagai wujud seni, berdasarkan pengalaman, dalam kemampuannya dalam merasakan musik. d. Analisis Pada tahap ini, kita mulai mendeskripsikan salah satu bentuk seni yang sedang dipelajari, menafsir objek yang diapresiasi. e. Penilaian Pada tahap ini, lebih ditekankan pada penilaian tehadap karya-karya seni yang diapresiasi, baik secara subyektif maupun obyektif. f. Apresiasi Apresiasi merupakan bagian dari tujuan pendidikan seni di sekolah yang terdiri dari tiga hal; value ( nilai ), empathy dan feeling. Value adalah kegiatan menilai suatu keindahan seni, pengalaman estetis dan makna / fungsi seni dalam masyarakat. Sedangkan empathy, kegiatan memahami, dan menghargai. Sementara feeling, lebih pada menghayati karya seni, sehingga dapat merasakan kesenangan pada karya seni .

Sejalan dengan rumusan di atas S.E. Effendi mengungkapkan bahwa apresiasi adalah mengenali karya sehingga menumbuhkan pengertian,

18
penghargaan, kepekaan untuk mencermati kelebihan dan kekurangan terhadap karya. Menurut Soedarso (1987) ada tiga pendekatan dalam melakukan apresiasi yakni : 1). pendekatan aplikatif, 2). pendekatan kesejarahan, 3). pendekatan problematik. Pendekatan aplikatif, adalah pendekatan dengan cara melakukan sendiri macam-macam kegiatan seni. Pendekatan kesejarahan adalah, dengan cara menganalisis dari sisi periodisasi dan asal usulnya. Sedangkan pendekatan problematik, dengan cara memahami permasalahan di dalam seni. Seorang pengamat akan berbeda dengan pengamat lainnya dalam menilai sebuah pertunjukan seni. Hal ini didasarkan pada pengalaman estetik, dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Bahasan kajian dalam mengapresiasi seni pada tingkatan awal dengan pendekatan aplikatif adalah sebagai berikut: Seni Musik Klasik Ciri khas musiknya Bentuk musik dari zamannya Struktur musiknya Gaya musiknya Seni Musik Tradisi Ciri-ciri khas musiknya : Laras Pola tabuhan Instrumen yang dimainkan Struktur musiknya Gaya musiknya

Fungsi seni Ekspresif (nilai-nilai keindahan) Makna / pesan yang terkandung Seni Tari Kreatif Mencermati identifikasi gerak Mencermati keharmonisan gerak dan musik Mencermati kreativitas gerak Mencermati kemampuan wiraga / kelenturan Mengidentifikasi jenis tari berdasarkan garapan Mengidentifikasi tari berdasarkan orientasi Mengidentifikasi berdasarkan fungsinya

19

Seni Teater Mengidentifikasi perbedaan teater dan film Mengidentifikasi keberhasilan suatu pementasan Mengidentifikasi nada ucapan dan makna dalam dialog Mengidentifikasi plot lakon Seni Rupa Makna Gaya Material Elemen Estetika

20 TES FORMATIF BAB I Pilihlah jawaban yang tepat 1. Manakah pernyataan yang benar a. Seni berbeda dengan kebudayaan b. Seni sebagian dari kebudayaan c. Seni adalah kebudayaan d. Seni adalah wujud kebudayaan 2. Fungsi seni dapat juga diistilahkan dengan : a. Genre b. Esetika c. Apresiasi d. Ekspresi 3. Salah satu sifat dasar seni adalah .... a. Indah b. Kreatif c. Style d. Makna 4. Mengkaji keindahan di dalam seni adalah seni dalam konteks .... a. Klasifikasi seni b. Karya seni c. Nilai seni d. Sifat seni 5. Nilai estetis yang negatif yang tidak mementingkan keindahan tampilan visual tetapi lebih mementingkan .... a. Keindahan b. Orisinalitas c. Makna simbolik d. Kreativitas 6. Medium pada seni rupa a. Kayu, kain, batu, kanvas, dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal

21

7. Medium pada seni musik .... a. Kayu, kain, batu, kanvas dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal 8. Medium pada seni tari .... a. Kayu, kain, batu, kanvas dan lain-lain b. Bunyi c. Gerak d. Gerak dan vokal 9. Relief patung adalah karya seni rupa berdimensi... a. Dua dimensi b. Tiga dimensi c. Multi dimensi d. Multi media 10. Seni musik, seni tari dan seni teater adalah bentuk seni yang diklasifikasikan sebagi seni a. Seni pertunjukan b. Bahasa seni c. Ragam seni d. Sifat seni Jawablah dengan penjelasan yang bermakna 1. Apa yang disebut kebudayaan ? 2. Apa yang dapat dikaji seni ? 3. Ada dua bahasan estetika dalam menilai seni, sebutkan dan jelaskan ! 4. Apa saja cabang-cabang seni ? 5. Sebutkan media dari seni musik, seni tarii, seni teater, dan seni rupa.

Seni Musik
Mengapresiasikan Karya Seni Musik

Bab 2

APRESIASI
Pengertian Musik KLasifikasi Instrumen Sistem Nada Musik Klasik Musik Tradisi Indonesia Musik Non Western

EKSPRESI
Vokal Tangga Nada Memainkan Keyboard Teknik Memainkan Gambang Kromong Teknik Memainkan Gamelan Teknik Memainkan Kacapi

melalui unsur-unsur musik yaitu irama.1. melodi. Untuk dapat mempelajari musik dengan baik kita membutuhkan notasi musik atau sistem nada. seruling. Instrumen Musik . saxsophone Membranophone : Kulit atau selaput tipis yang ditegangkan sebagi penyebab bunyi. Pengertian Musik Musik adalah hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya. Contoh gambar di bawah ini : Gambar 2. gitar.24 Bu BAB II SENI MUSIK 2. Klasifikasi alat musik menurut Curt Suchs dan Hornbostel : Idiophone : Badan alat musik itu sendiri yang menghasilkan bunyi. marakas Aerophone : Udara atau satuan udara yang berada dalam alat musik itu sebagai penyebab bunyi. bentuk atau struktur lagu dan ekspresi. mandolin. conga. Electrophone : Alat musik yang ragam bunyi atau bunyinya dibantu atau disebabkan adanya daya listrik.1. harmoni. drum Chordophone : Senar (dawai) yang ditegangkan sebagai penyebab bunyi. Contoh keyboard. cabaza. Contoh: recorder. Contoh triangle. Mengapresiasi Karya Seni Musik 2. Contoh : gendang. Contoh : piano.

Nada dalam tangga nada Diatonis. nada-nada tersebut adalah : Dengan demikian jumlahnya menjadi 7 nada. Sistem Nada 2. Sehingga untuk menghasilkan satu tangganada utuh dirangkaikan dua Tetrachord.Awal Terbentuknya Sistem Nada Diatonis Berawal dari bangsa Yunani (sebelum 1100 SM) Terpander adalah orang yang mengembangkan susunan nada semula 4 nada dan Polynertus (700 SM) orang yang menggunakan system 7 nada. yang disebut dengan Tetrachord 1. awalnya hanya mempunyai 4 nada.25 2. TANGGA NADA MAYOR (asal dari tangganada Lydis) Saat ini susunan nada musik Diatonis adalah sebagai berikut : . yang sampai saat ini dipergunakan. nada-nada ini disebut Tetrachord 2.2. nada-nada tersebut ialah : Tetrachord 1 Tetrachord 2 Nada-nada kemudian dikembangkan. 7 nada ini yang disebut dengan tangganada Lydis. awalnya nada-nada ini dimainkan pada instrumen Lyra. Tangga nada Diatonis adalah tangga nada yang mempunyai jarak nada 1 dan ½.1.2.

Penanggul yaitu nada 1 Gulu yaitu nada 2 Dhada yaitu nada 3 Pelog yaitu nada 4 Lima yaitu nada 5 Nem yaitu nada 6 Barang yaitu nada 7 : siji dibaca ji : loro dibaca ro : telu dibaca lu : papat dibaca pat : lima dibaca mo : enem dibaca nem : pitu dibaca pi Gambar 2. Sebelum muncul notasi angka Demang Kartini telah menciptakan notasi rante.2. kemudian diserahkan kepada adiknya Wreksodiningrat. mempelajari dan menyimpannya untuk dapat dipelajari dari generasi ke generasi.2.2. titilaras memegang peranan yang penting dan praktis. karena dia tidak bisa menabuh gamelan maka diserahkan pada Sudiradraka (Guna Sentika) lalu oleh Sudiradraka diserahkan ke Kepatihan yaitu kepada Sasradiningrat IV. Notasi Rante Sumber : Demang Kartini. Karena notasi angka ditulis di kepatihan maka notasi tersebut diberi nama notasi angka kepatihan. Macam-macam nada dalam Notasi Kepatihan adalah sebagai berikut. sebab dengan menggunakan titilaras kita dapat mencatat.26 2. cuplikan melodi lagu Ladiang Wilujeng bagian umpak . Notasinya disebut notasi kepatihan yang diciptakan oleh Raden Ngabehi Jaya Sudirga atau Wreksa Diningrat sekitar tahun 1910. Notasi Pentatonik Sistem notasi yang dipakai dalam gamelan Jawa adalah notasi pentatonik yaitu hanya menggunakan 5 buah nada. Kemudian Wreksodiningrat punya ide yaitu memberi angka pada bilah saron karena untuk pembelajaran menabuh gamelan dan memindahkan notasi rante agar mudah dibaca pada tahun 1890. Dalam seni musik Karawitan. Titilaras Pentatonik (Musik Indonesia Asli) Bu Titilaras dalam seni musik biasanya sering disebut notasi. yakni lambang-lambang untuk menunjukkan tinggi rendah suatu nada berupa angka atau lambang lainnya.

sedih. Tetapi pada permainan nada-nada tertentu laras pelog dapat juga memberi kesan gembira. perkelahian atau baris diiringi gending laras slendro. angka atau lambang yang menunjuk pada ricikan tanda-tanda nada menurut suatu nada tertentu. secara umum suasana yang dihasilkan dari laras slendro adalah suasana yang bersifat riang. 2. Laras ini mempunyai 2 macam.M Haryo Wreksadiningrat di Keraton Surakarta. dung. Oleh karena itu banyak adegan rindu. Laras pentatonik yaitu susunan nadanya tidak hanya mempunyai jarak 1 dan ½. sedih atau romantis. istilah titi dapat diartikan sebagai angka. merana diiringi gendhing yang berlaras slendro miring. Misalnya pada gending yang menggunakan laras slendro miring. adegan masuknya seorang Raja ke sanggar pamelegan (tempat pemujaan). Laras Pelog. b. yaitu sendu. tetapi juga Titilaras yang ada antara lain : 1. tanda. secara umum menghasilkan suasana yang bersifat memberikan kesan gagah. keramat dan sakral khususnya pada permainan gendhing yang menggunakan laras pelog nem. percintaan kangen. kematian. deng. Nada miring adalah nada laras slendro yang secara sengaja dimainkan tidak tepat pada nada-nadanya. Titilaras kepatihan. Titilaras ding-dong. dibuat tahun (1910) oleh Kanjeng R. Penggunaan laras slendro dapat memberikan kesan sebaliknya. yaitu ada 2 jenis titilaras yaitu: a. gembira dan terasa lebih ramai. huruf. dibuat oleh pegawai di Singhamandawa 896 M tidak berupa angka tapi berupa lambang : /dong. Dalam penggunaan sehari-hari istilah titi laras sering disingkat menjadi laras. agung. sendu. tulis. Laras Slendro. Hal ini dibuktikan banyaknya adegan perang. ringan. ding yang digunakan untuk mencatat dan mempelajari gamelan Bali. Dengan demikian istilah titilaras mempunyai pengertian suatu notasi tulis. . adegan marah. dang. Oleh karena itu banyak adegan persidangan agung yang menegangkan. adegan yang menyatakan sakit hati atau adegan yang menyatakan dendam diiringi gendhing-gendhing laras pelog. misalnya pada gendhing yang dimainkan pada laras pelog barang.27 Laras Tangga nada dalam bahasa Jawa secara umum disebut laras atau secara lengkap disebut titi laras. Dan dalam bahasa Indonesia titilaras berarti tangganada. atau tangga nada. ringan dan semarak. notasi atau lambang sedangkan istilah laras dalam pengertian ini berarti susunan nada.

Perbedaan antara laras slendro dan pelog dapat dilihat pada tabel 2 Nada pada laras slendro dan pelog dapat kita lihat : Slendro Barang 1 Gulu/jangga 2 Dada/tengah 3 Lima 5 Nem 6 Pelog Nem Panunggul (Bem) Gulu/jangga Dada/tengah Lima Nem 1 2 3 5 6 Barang Gulu/jangga Dada/tengah Lima Nem Pelog Barang 1 2 3 5 6 Tabel 2. sebagai contoh walaupun sama-sama terdengar do. mi Slendro seperti : re. sol. fa. sol. Degung seperti : mi. namun dibacanya ji ro lu pat ma nem pi ji.28 Bu 3. sol. tetapi pada gamelan laras pelog. yakni titilaras ciptaan R. do. do. tingkatan nada masing-masing bilahan tidak sama. Machjar Angga Koesoemadinata untuk karawitan sunda (1916). re . Pada laras slendro tingkatan suara untuk tiap nada adalah sarna. fa. setiap satu oktaf dibagi menjadi 5 laras.M. Laras Slendro dan Pelog Notasi Barat (Diatonis) mempunyai jarak 1 dan ½. mi. Titilaras berwujud angka 1 2 3 4 5 6 7 I sebagai pengganti nama bilahan gamelan agar lebih mudah dicatat dan dipelajari. Titilaras daminatilada. do. la. Tinggi rendah nada titilaras bagi laras slendro dan pelog berbeda. si. mi. Nada yang dihasilkan antara musik Diatonis dan Pentatonik jika diukur dengan Stroboccon dan melograph tidak sama tinggi nadanya. nada-nada yang dihasilkan dari instrumen gamelan mempunyai perbedaan antara satu perangkat gamelan yang satu dengan perangkat -gamelan yang lainnya tergantung dari pembuatannya tetapi jika nada-nada pada instrumen gamelan dimainkan nada yang terdengar pada laras : Pelog seperti : do. si.

3. yang dimaksud adalah musik klasik tidak dapat dimainkan sekehendak hati pemainnya.3. sejenis suara (1 suara) .1 Pertengahan 1300 Gregorion Chant : Acapela Organum : Tradisional 1500 The Notre Dame Mass : Monofonik. Jadi raras Pelog itu ialah modus mayor tanpa re dan la. Abad 20 2. musik klasik adalah hasil karya seni yang telah terbukti abadi. berkesan formal.1 Periode musik klasik 1. * Raras Pelog ialah : do 200 re 200 mi 100 fa 200 sol 200 la 200 si 100 do' Murdararasnya atau raras-pokoknya ialah : do 400 mi 100 fa 200 sol 400 si 100 do'. Zaman Renaisance 3. musik klasik adalah musik yang serius. Zaman Klasik 6. Zaman Romantik 7.3. dahulu berfungsi sebagai ritual penanaman padi dalam acara mengarak padi dari sawah. namun kini telah bergeser fungsi sebagai kesenian hiburan dan kesenian pendidikan. Zaman Rokoko (pra Klasik) 5. sedang ra ra s re d a n a p a la gi r aras la dijadikan raras-perhiasan (uparenggararas). musik klasik digunakan sebagai label bagi musik yang permanen atau tidak berubah-ubah dan mempunyai nilai konstan. Jadi raras degung itu ialah modus Doris dari musik Yunani tanpa raras re dan raras la. namun saat ini disajikan sebagai bentuk seni pertunjukan. mempunyai aturan. sebagai contoh fungsi angklung. setiap bagian harus dimainkan sesuai aslinya dan diikuti secara mendetail. sedang raras re dan raras la hanyalah bertugas sebagai raras-perhiasan saja. 2. Zaman Pertengahan 2. Machjar Angga Koesoemadinata dengan Musicoloog Jaap Kunst selama 50 tahun (1916-1966) tentang tinggi nada laras pentatonik. paduan suara. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa. musik klasik adalah musik yang anggun. Ditekankan lagi oleh Rieman. 2. musik klasik adalah musik pada akhir abad XVI-XVIII. Karakter Musik Klasik Menurut Ammer.29 Hasil penelitian dari R. * Raras Degung ialah : mi 100 fa 200 sol 400 si 100 do'400 mi'. Musik Klasik Christine Ammer berpendapat.1. Scholes mempertegas bahwa. Musik tradisi banyak mengalami evolusi. Musik gamelan pun dahulu hanya dimainkan dalam keraton sebagai sahnya upacara. Zaman Barok 4.

Johan Sebastian Bach .George Frideric Handel Musik Bach Musik Bach adalah paling unik. lebih dari satu suara maksimal 2 atau 3 suara untuk instrumen dan vokal untuk solo performance.1. suara-suara yang terpenting dalam musik Barok adalah sopran dan bas. contohnya canon dan fuga (bersahut-sahutan dan suara imitasi). Choral music yang bertipe 4. Tekstur musiknya yang polifonik harmonik. Ciri khas musik “renaissance” adalah. Zaman Renaisance (1450 – 1600) Pada zaman ini vokal lebih dipentingkan daripada instrumen. seperti viol atau cello dengan akor-akor. polifonik dan homofonik. Komposisi Bach yang bertekstur polifonik artinya adalah masingmasing suara gerakan melodinya mandiri.2. komposisi Bach bertekstur polyfonik.3.1.6 suara Polyphonic (banyak suara) contohnya menyanyi dalam kelompok dengan melodi beragam dalam satu kesatuan Texturenya Homophonic dengan rentetan akor Wilayah nada lebih dari 4 oktaf Musik Ibadah : Josquin des Prez (vokal) Kemudian dibakukan Molet Komonis : Palestina. bukan sebagai pengiring. Acappella bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi yang bagus. Teknik untuk membuat polifonik disebut Kontrapung. Pope Marcellus Mass Thomas Morley Instrumen Andrea Gabrieli: Karyanya Ricercar in Twelth Mode 2. suara bas dimainkan dengan alat musik melodik. Zaman Barok (1600 – 1750) Karakteristik musik Bas Kontinuo adalah suatu ciri khas musik Barok pada awal sampai akhir masa itu.30 Bu 2.3.Antonio vivaldi . Bas merupakan dasar dari semua akor. Komponis : .3. . kontinuo lengkap dengan bas berangka. sehingga komposer lebih memperhatikan syair untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi lagu. Munculnya ornamen (not hias) Mempelopori dinamik yang berangsur-angsur dari lembut sekali sampai lembutnya sedang yang disimbolkan (ppp – mp) Lahirnya opera dan orkestra. harpsichord atau orgel pipa. Yang dimaksud tesktur adalah rajutan musikal atau cara menjalin alur melodi yang terbagi monofonik.5. bas atau iringan disuarakan oleh instrumen harpa.

terdiri dari suara pokok dalam Tonika. dalam Zaman Rokoko melodi-melodi berbentuk dalam frase-frase sepanjang 6 birama dengan banyak kadens. Pada Zaman Barok motif yang pendek diperpanjang melalui kontrapung dan sekuens. contoh sebagai berikut : J. .1.4. 1-6 . suara 3 kembali dalam Tonika. Zaman Rokoko (Pra Klasik) Perbedaan-perbedaan pokok antara Gaya Barok dan Gaya Rokoko : Bas tidak lagi terdapat sebagai suara yang bebas.Karyanya Brandenburg Concerto No.31 Canon : Komposisi vokal ataupun instrumen yang suara imitasinya dalam Tonika. Bach: .3. tekstur polifonik berangsur-angsur menjadi homofonik yakni (melodi dan iringan akor dalam satu komposisi) Pemakaian Kontinuo masih berfungsi dalam musik Gerejawi. suara imitasi dalam Dominan.Opera Claudio Monteverdi Orteo .S. hanya pada Fuga. Gaya Rokoko melodinya kontras terjadi perubahan nuansa.Sonata Barok Vivaldi : The Four Season Suara pokok Suara imitasi Fuga : Komposisi untuk instrumen. 2.

kemudian berubah menjadi komposisi yang sulit pada bagian berikutnya. Pada zaman klasik muncul bentuk komposisi musik yang disebut sonata dan simfoni. sinkop. Vienna adalah penyelenggara kegiatan musik yang berorientasi komersial.5. Karakteristik gaya musik klasik : Kontras di tema.4. perubahan nuansa dalam dinamik dengan gaya berangsur-angsur dari lembut berangsur-angsur keras kemudian melambat lagi ataupun dari keras tiba-tiba menjadi lembut. Antonio Vivaldi Gb.32 KOMPONIS ZAMAN BAROK Bu Sumber : An Appreciation Music Sumber : An Appreciation Music Gb. Dinamik : munculnya crescendo dan decresendo.3. trio dan scherzo. Teksturnya homofonik.3. Berakhirnya komposisi bas continue. tetapi untuk permainan solo. 2. penggunaan tanda istirahat. Sonata adalah karya musik untuk permainan solo. Vienna Vienna adalah pusat tempat kegiatan musik Eropa sepanjang zaman periode klasik. Johan Sebastian Bach 2. kontras pada ritme misal dari melodi dan iringan sederhana. sedangkan simfoni adalah sonata untuk orkestra. 2.1. komposisinya bukan untuk sebagai pengiring. Zaman Klasik (1750 – 1820) Komposisi instrumen periode klasik terdiri dari beberapa bagian yang kontras dari tempo dan karakter. . bentuknya sama dengan Sonata hanya simfoni biasanya dilengkapi dengan bagian sisipan yang disebut minuet. ungkapan ekspresi begitu pula pada pola ritme. perubahan not panjang ke not pendek.

kuat eksposisi terbagi atas tema pokok. yang dimaksud tema pokok. satu kesatuan yang utuh. Tema II. dan tema penutup.Eksposisi . bernuansa lebih liris (ekspresif) dan berisi nyanyian yang bersifat melodis. memiliki 1 atau beberapa tema dapat pula mengacu pada tema ke II yang berfungsi untuk menutup bagian eksposisi. Sonata terbagi atas 4 bagian yakni : . kembali lagi ke bagian 1 dengan tempo cepat sebagai penutup. masing-masing dirancang dalam rangkaian tempo cepat. masing-masing dirancang dalam rangkaian tempo cepat.Rekapitulasi . bridge. tema pokok dimainkan dalam tonik. . Jembatan.Coda Bagian Eksposisi Yang dimaksud eksposisi adalah bagian yang menggambarkan nuansa penuh semangat. jika gerakan berada dalam tangganada Minor maka tangganada kontras ada pada relatifnya. Fast movement 2. Fast movement Bentuk Komposisi Sonata akan dijelaskan sebagai berikut : Sonata Sonata adalah karya musik yang terdiri dari atas 3 bagian. lambat dan kembali ke tempo cepat. Bentuk Musik Klasik 1. Dance related movement 4.Pengembangan . Slow movement 3. lambat kemudian nuansa tempo seperti musik dansa. berfungsi untuk mengatur perubahan tangganada (modulasi) jika gerakan berada dalam tangganada Mayor maka tangganada kontras ada pada dominan.33 Bentuk Komposisi Musik Klasik Karya musik yang terdiri atas empat bagian satu kesatuan yang utuh. Tema penutup. adalah memuat pola ritmis dan melodis yang dikenal dengan motif. tema ke II.

. umumnya menggunakan coda sebagai penutup.34 Pengembangan Bu Bagian ini mengandung uraian tema dari eksposisi dibentuk kedalam motif-motif.A. lahirlah Piano seperti yang kita kenal saat ini. Mozart Beethoven J. kemudian pada tahun 1775. coda merupakan penutup dari seluruh rangkaian. Pada Rekapitulasi Tema ke II dan Tema Penutup menggunakan tangganada Tonika bukan tangganada yang kontras. apabila awal lagu dalam mayor apabila awal lagu dimulai dengan minor. Rekapitulasi Merupakan sebuah pernyataan kembali bagian eksposisi. rangkaian lagu tersebut disebut Atonal. Haydn Instrumen Piano muncul pada zaman Klasik. dan berakhir pada tonik tetapi apabila akhir sebuah sonata tidak kembali ke tonika. bagian ini biasanya diawali dengan dominan. tetapi dengan modifikasi-modifikasi tertentu. Jika digambarkan gerakan komposisi bentuk karya musik sonata adalah : Eksposisi (tema pokok) Pengembangan Rekapitulasi (pengembangan tema pokok) Penutup (koda) Komponisnya yang terkenal antara lain : W. Piano Pada zaman sebelumnya(zaman pra klasik) sebelum menjadi Piano cikal bakal bentuk instrumennya adalah Harpsichord. Coda Pada bagian akhir dari sebuah sonata.

3. Sumber : Buku An Appreciation Music Gambar 2. mengalami kemajuan pesat dari karya-karyanya yang menjadi dasar perkembangan periode musik selanjutnya. menegaskan struktur musik yang jelas. merupakan susunan yang paling sederhana sebagai alat visual. Dengan piano. Harpsichord Sumber : Buku Pono Banoe Gambar 2.6. sehingga nada menjadi suatu yang nyata. Tahun 1707. yang mempunyai bilah nada bertingkat. suatu jangkauan yang tidak dapat dicapai oleh alat musik manapun juga. dari musik diatonis. 2. dengan .5. utuh. Piano dalam ukuran yang standard memliki 88 bilah nada 52 putih dan 32 hitam yang tersusun rapih dalam suatu papan nada dengan wilayah nada yang menjangkaui 7 ¼ oktaf. Hal ini tidak dapat ditampilkan pada alat musik lain. Susunan papan bilah nada. sehingga piano merupakan musik yang mutlak harus dikuasai oleh setiap guru yang bertugas sebagai pendidik musik. bilah nada masih terbuat dari kayu. Grand Piano Piano penting di pelajari karena merupakan induk dari semua Instrumen 1. Bartolomeo Christofori cikal bakal menciptakan (Harpsichord) sebelum menjadi piano. irama dan harmoni sekaligus. kita dapat bermain musik secara menampilkan melodi. dan jangkauan oktafnya belum luas.35 Zaman klasik sebagai zaman yang mewakili periode pembabakan musik klasik dikarenakan musiknya yang unik.

Dalam memproduksi suara menurut dinamika yang dituntut.7. Dapat dipergunakan untuk menjelaskan semua teori musik dengan mudah dan nyata. Sumber : Buku Beyer Gambar 2. diatur lemah lembutnya melalui sentuhan jari serta pengaturan pedal kaki. 5. Papan Bilah Nada .36 Bu 4.

kemudian pp. 40 in G minor K 550 J. J.10.A. triangle dan harpa. Beethoven Opera Mozart Dun Giovanni W.8.6. 2.3. 2. Haydn Simfoni No. . nada dimainkan lembut sekali yang dilambangkan pp. Zaman Romantik (1820 – 1900) Musik pada zaman ini menggambarkan nasionalisme . pada komposisi orkestra terdapat tambahan pemakaian cymbal. W. A. 2. Mozart : Simfoni No. V. Beethoven : 9 simfoni. Haydn Sumber : An Apreciation Music Gb. lebih universal. L.1. yang terkenal yang bernomor ganjil 2. Mozart Sumber : An Apreciation Music Gb.9. 103 in Es Mayor (Drum Roll) LV. Piano merupakan pentatonik terfavorit pada zaman pentatonik dan mulai menjadi musik keluarga Ciri khas musiknya Chromatik Dinamik yang ekstrim ff x pp ff artinya nada dimainkan keras sekali.37 KOMPONIS ZAMAN KLASIK Sumber : An Apreciation Music Gb.

Debussy gaya musiknya memadu modus gereja dan pentatonik musik Jawa. J. 1 Piano dan orkestra in Es Mayor (Akhir Romantik) P. BRAHMS CORBIS Gambar : An Apreciation Music Gb. 2.I.13. KOMPONIS ZAMAN ROMANTIK Gambar : An Apreciation Music Gb. guna penyajian ekspresi. CHOPIN Gambar : An Apreciation Music Gb.11. Claude Debussy : karya-karyanya adalah Atonal yakni akhir lagu tidak kembali ke tonik. F.12. 2. Tchaikovsky karyanya karyanya Piano Concerto No.38 Bu Accelerando ritardando Kebebasan tempo dapat diatur oleh sipemain sendiri. MENDELSSOHN Romantik (Awal Romantik) Schubert : Simfoni No. sehingga mengadopsi musik Jawa ke dalam karya musiknya. Debussy pernah menyaksikan permainan gamelan Jawa. 1 in Bes mayor J. 8 unvinished in b minor Franst List : Concerto No. 1-4 Impresionisme C Debussy : Prelude to The Afternoon of a Faun Maurice Rafel : Bolero . Brahms. 2. F. Simfoni No.

2. Modulasi Ritmik : Komposisi pada zaman ini karyanya beraneka nuansa yakni terdiri dari nuansa jazz nuansa dari berbagai Negara.3. pada zaman ini instrumen perkusi dalam orchestra lebih mempunyai peran. 2 Brahms dan Schoenberg mempelopori penggunaan struktur frase yang tidak sama.7. 2. Stravinsky dan Copland Komposisinya menggunakan ritme jazz.1. menakjubkan sebuah karya master piece. pola ritmik yang beraneka ragam. 2 opus 79 in G minor George Gershwin. BELLA BARTOK Gb. kaya akan variasi ritmik. atau akor progresif.14.16. Awal Abad 20 Ekspresionisme Arnold Schoeberg : Five Pieces for Orchestra op.39 2. mengherankan. C. DEBUSSY Gb. 16 Aturan-aturan kategori musik abad 20. sistem harmoni baru.1. sistem tangganada baru. G. Karakteristiik musik abad 20 adalah : Warna nada : memakai komposisi dengan munculnya alterasi Munculnya teknik pentatonik Harmoni : Kreasi harmoni baru yang disebut polychord yang artinya kombinasi 2 akor. 2.3. mendobrak tradisi kelaziman. nada. karya-karya komposisinya terkenal dengan style jazz. KOMPONIS ZAMAN ABAD 20 Sumber : An Apreciation Music Sumber : An Apreciation Music Sumber : An Apreciation Music Gb.A. GERSHWIN . 2. Mikrokosmos Dance in Bulgarian Rhythm No. Contoh Prelude I in Bes Mayor dan Prelude III in Es Minor. dilihat dari gaya musik yang baru terlepas dari estetika zaman romantik. ritme. Bela Bartok Komposisinya menggunakan struktur ritme yang bebas. karya Brahms Rhapsody No.7. Poliritmik : Ritme yang kontras. Abad 20 Perubahan besar-besaran terjadi pada musik zaman ini.15.

Akar Jazz. Swing Feel : mengetuk birama dengan merasakan triplet. Seperti dalam musik jazz.40 Bu 2. Ragtime.7. Time Feel : ketukan yang dilakukan tepat dengan birama atau biasa disebut dengan on-beat/down beat. kekhasan musik jazz dapat dilihat dari uraian berikut : Ritmik Ritmik merupakan salah satu pondasi dasar yang membentuk suatu jenis aliran musik. Style Blues mempengaruhi perkembangan rhytm rock and roll dan soul. beat yang mantap.3. the king of ragtime adalah Scott Joplin (1868-1917). A-head: ketukan yang dilakukan tidak persis tepat pada hitungan melainkan terjadi percepatan hitungan. warna musik yang berbeda dan menunjukkan teknik yang khas. Hal ini dipengaruhi juga dari akulturasi musik tribal dari Afrika yang kaya akan pola ritmik dan memiliki ritmik yang sangat kompleks. Musik Jazz (1910) Musik yang berasal dari Afrika Amerika. ini adalah musik improvisasi dan ritme yang sinkop. Penulisan swing feel : Cara menyanyikan swing feel : d. c. dan Blues Awalnya style jazz adalah style Ragtime. Laying back: ketukan yang dilakukan tidak persis tepat pada hitungan melainkan terjadi penundaan hitungan. Swing feel merupakan hal yang sangat mendasar dalam permainan musik jazz. istilah sinkop juga dapat disebut dengan up-beat.1. e. . ritmik dijadikan kekuatan yang digunakan untuk membangun suasana. seperti yang dilihat pada contoh gambar berikut : b. Sinkop : ketukan yang dilakukan tepat pada hitungan gantung.B. Beberapa ritmik yang perlu diketahui dalam melakukan improvisasi adalah sebagai berikut : a.

tebanya (namanya) telah mendunia seperti Gamelan Jawa dan Kesenian Bali. Musik Betawi B. seni yang berakar dari tradisi. Musik Bali C. Kesenian yang akan dibahas adalah : A. beberapa kesenian telah dikenal luas. kesenian ini juga mengandung banyak hal dari keragaman seni budayanya.1. musik tradisi yang dapat dikupas hanya terdiri dari beberapa kesenian berdasarkan pertimbangan belum semua propinsi mendata kesenian daerahnya.4. Topik atau materi yang dibahas tidak dapat meliputi keseluruhan propinsi. Ondel-Ondel Kesenian yang “representative” mewakili Betawi adalah.4.17. Pangeran Jayakarta membawa boneka berbentuk . 2. iring-iringan Pangeran Jayakarta untuk ikut merayakan pesta khitanan Pangeran Abdul Mafakhit (Pangeran Banten). Musik Betawi Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. Sampe sebagai salah satu kesenian Kalimantan Timur Berikut ini akan diuraikan satu persatu musik tradisi tersebut. Angklung sebagai salah satu kesenian Jawa Barat E. Musik Tradisi Indonesia Kesenian yang berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara yang beragam.41 2. Sejarah kesenian ondel-ondel dimulai pada 1605. Gamelan Jawa D. Ondel-ondel.

yang sangat kental dengan entat Cina . samrah dan macammacam rebana. gambang kromong asli ialah alat musik berlaras pakem entatonic namun agar dapat dinikmati masyarakat yang heterogen alat musiknya dapat dikombinasikan dengan alat musik elektronik seperti bass.42 Bu raksasa yang sekarang kita kenal sebagai “ondel-ondel” yang dianggap sebagai pelindung untuk menolak bala. gamelan rancag. pengaruh Eropa jelas terlihat pada musik tanjidor. 2. gamelan topeng. Keunikan gambang kromong memiliki pola iringan yang baku. tanjidor. Gambang Kromong selain dapat dimainkan sebagai kesenian mandiri. bilahan gambang berjumlah 18 buah terbuat dari kayu suangking. kecrek dan gong. alat musik lainnya adalah gendang.4. saxophone. Gambang Kromong Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. Seni musik Betawi antara lain gambang kromong.18. organ. Gambang Kromong dapat berkembang dikarenakan mempunyai 2 bentuk yaitu “Gambang Kromong Asli dan Gambang Kromong Kombinasi”. pengaruh Cina tampak pada alat musik Tehyan Kongahyan dan Sukong. gamelan ajeng.1. keroncong tugu. entat melayu tampak entaton pada orkes samrah. drum. juga adalah musik pengiring Lenong. Keanekaragaman musik Betawi dapat kita lihat antara lain pada orkes gambang kromong. .1. namun warna suara gambang kromong masih tetap terdengar. dan musik Betawi yang bernafaskan Islam terlihat pada musik yang umumnya menggunakan alat rebana. Gambang Kromong Gambang Kromong diambil dari nama dua buah alat musik yaitu gambang dan kromong. kromong terbuat dari perunggu berjumlah 10 buah berbentuk pencon.

Tanjidor Tanjidor adalah sejenis orkes rakyat Betawi yang menggunakan alatalat musik barat terutama alat tiup. Tanjidor berkembang sejak abad ke sembilan belas.19.20. Sirih Kuning.43 Kongahyan. Sukong Adalah alat musik gesek berdawai dua yang direntangkan pada tabung resonansi terbuat dari tempurung bertangkai panjang yang kecil disebut kongahyan yang tengah tehyan dan yang terbesar disebut Sukong. . Kongahyan.1. Instumentalia musik yang dimainkan tanpa nyanyian disebut Phobin Sumber : Peta Seni Budaya Betawi Gambar 2. Tanjidor Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. Kicir-Kicir. Tehyan. Tehyan dan Sukong 2.4. Lagu-lagu yang selalu dinyanyikan Gambang Kromong disebut lagu sayur yaitu lagu Jali-Jali.2.

3. clarinet. Disebutkan pula bahwa lagu-lagu Samrah Betawi dipengaruhi oleh Japin. Di sini dapat dibuktikan bahwa susunan nada yang khas Melayu sebagai berikut : 6 5 4 4 3 2 1. lagulagu Samrah Betawi dipengaruhi oleh Japin. Di dalam lagu-lagu Samrah sangat banyak melodi yang bersusunan nada seperti di atas. dan berasal dari Dulmuluk Riau. Tanjidor adalah orkes untuk pengiring pawai atau arak-arak pengantin. Biola sebagai Waditra utama. Cina dan Arab. dengan alat-alat bunyibunyian Harmonium.1. yang termasuk dalam golongan instrumen membranophone. Melayu Betawi. tenor. Samrah Samrah Betawi adalah suatu ansambel musik yang hidup di Betawi yang dipengaruhi oleh musik Arab dan Melayu. 2. Cina dan Arab Gaya Lagu Lagu-lagu Melayu terdapat Melayu Riau.21. India. kramton dan bananas. . Samrah Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2. Pada perkembangan kemudian lagu yang dibawakan ialah lagu seperti surilang dan jali-jali. Dan akan lebih terdengar lagi pada gereneknya (cengkok) bila disajikan.44 Bu Pada umumnya alat-alat musik pada orkes tanjidor terdiri dari alat musik tiup seperti piston (cornet a piston) trombone. Samrah lahir pada tahun 1918. bass.4. India. Lagu-lagu yang biasa dibawakan oleh orkes tanjidor adalah batalion. dilengkapi dengan alat musik tambur dan gendering.

Sedangkan susunan nadanya menjadi skonder. maka lagu tersebut dinamakan lagu berirama India. sedang. yaitu lagu Senandung Cina.Susunan Nada Irama Arab : 1 7 5 4 3 2 Birama 4/4.Susunan nada Gaya Cina : 1 6 5 3 2 1 Contoh lagu Gaya Cina 4/4. Apabila lagu-lagu Musik Samrah Betawi dipengaruhi Lagu Melayu. Ini dapat kita lihat di dalam lampiran. Yang menonjol pada lagu mandiri lagi irama India.Susunan nada Gaya India : 1 6 India sebagai berikut 2/4. Lagu-lagu yang berirama Lagu Cina sangat terbatas di dalam Musik Samrah. . Dengan demikian jelas lagu-lagu Samrah dipengaruhi Lagu-lagu Melayu terutama tentang susunan nadanya. Dengan demikian. tidak asing lagi Irama Samrah diilhami oleh irama Japin. sedang. . Kemudian masuk ke Irama Japin. Dan ini sangat banyak dipergunakan di dalam lagu-lagu Samrah. 6 5 4 3 2 1. maka susunan nada yang dipergunakan seperti di atas. Lambat. . Lambat Pada umumnya lagu-lagu yang bersusunan nada seperti di atas terdapat pada lagu-lagu Orkes Gambus. Sedangkan Japin mempengaruhi juga terhadap lagu-lagu Samrah. . contoh lagu Irama Jika sebuah lagu mengandung bagian-bagian lagu menurut susunan nada Gaya India di atas. 4/4.45 .Susunan nada Melayu dalam Tangganada Mayor seperti di bawah ini .

2. .1. rebana mauled. gong dan suling.1. rebana birdah. kostum yang dipergunakan untuk laki-laki adalah baju koko. alat musik keroncong terdiri dari biola. rebana ketimpring. pesta pertemuan keluarga. Keroncong Tugu Bu Sumber : Ikhtisar Kesenian Betawi Gambar 2.22.4. Moresco”. okulele. tehyah gendang.46 2. kecrek. rebana ngarak. kromong. Rancag artinya tutur dan pantun berkait.4. kempil dan cello.4. rebana.4. rebana dor dan rebana biang. Rebana Rebana Betawi terdiri dari bermacam-macam jenis dan nama. sedangkan untuk wanita menggunakan kain kebaya. Alat musiknya adalah gambang.5. gitar. banyo.1. Gambang Rancag Gambang Rancag adalah kesenian yang dipergunakan untuk mengiringi cerita-cerita Betawi seperti Pitung yang dibawakan dalam bentuk pantun berkait.6. 2. Keroncong Tugu Dahulu dimainkan pada upacara “Pesta Panen”. Rebana Ketimpring : terdiri dari 3 buah rebana fungsinya sebagai arakarakan pada perayaan maulid.

karena digunakan untuk mengiringi nyanyi maka disebut pula rebana lagu. reyong.2. .4. jublag. digunakan untuk mengiringi syair-syair hadroh. pada rebana dor terdapat lubang-lubang kecil untuk tempat jari. penyacah jegogan. kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah kesenian ritual. merupakan perkembangan lebih lanjut dari rebana dor. drums (kendang) kempur.2. rebana biang biasanya untuk memeriahkan berbagai perayaan.2. khitanan.47 Rebana Hadroh Rebana Dor : : Rebana Kasidah : Rebana Maulid Rebana Birdah : : Rebana Biang : terdiri dari 3 atau 4 buah rebana. 2. mengiringi tarian Blenggo. dewasa ini lazimnya dimainkan oleh kaum wanita.4. Di Bali setiap kegiatan mempunyai kesenian khusus yang ditampilkan ketika melakukan ritual. Di Bali istilah gamelan adalah Gambelan. 2. dapat dimainkan pada perayaan keagamaan.2. Musik Bali Seni Indonesia dalam hal ini fungsi kesenian dianggap tak berbeda dengan fungsi ritual. rebana yang berfungsi membawakan qarda (puisi arab) pada umumnya lagu-lagu yang dinyanyikan/ dimainkan berirama 4/4 dimainkan sambil duduk bersila. Gamelan untuk upacara Gambelan sakral untuk Ngaben adalah : Gambelan Luwang (pelog 7 nada) Gambelan Angklung (slendro 4 nada) Gambang 2.4. gangsa jongkok (saron). sedangkan lagu-lagu yang berirama lebih cepat yang disebut Fansub dimainkan sambil berdiri. pernikahan. seperti rebana-rebana lainnya. kempyung.1. gong besar dan cymbal / ceng – ceng. fungsi rebana kasidah adalah sama dengan rebana maulid. biasa digunakan untuk mengiringi lagulagu dari timur tengah. Gambelan untuk hiburan : Gong Gede Gong Gede adalah gamelan terbesar di Bali yang terdiri dari 46 instrumen yakni termasuk trompong.

4. kemodong berfungsi sebagai gong dan berfungsi sebagai penutup lagu kempul.48 Bu Gamelan ini dimainkan pada upacara tahun baru.23. gamelan ini dapat pula sebagai pengiring tari topeng. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSI Denpasar Gambar 2. berfungsi sebagai gong kecil. gambelan ini khusus untuk mengiringi tari jogged bumbung. fungsi seninya dahulu adalah untuk panen padi. gamelan gong gede mempunyai laras pelog.2. Gamelan Joged Bumbung (Gantang) . 4 gerantang gede.24. 4 gerantang kecil berfungsi sebagai pembawa melodi. karena pokok-pokok instrumennya adalah gerantang. pada gamelan ini yang berperan sebagai melodi adalah trompang. Gambelan jogged bumbung disebut juga gambelan gegeran tangan. Gamelan Gong Gede 2. tari baris dan rejang. suling 4 buah untuk pemanis lagu. Sumber : Buku Lata Mahosadhi STSI Denpasar Gambar 2. penonton dapat berekspresi dan berimprovisasi gerak dan banyak mendapat pengaruh dari tari legong. kendang sebagai penentu irama. kelentang. rincik/ cengceng berfungsi sebagai pemanis lagu. Gambelan Joged Bumbung (Grantang) Gambelan ini berlaras slendro (5 nada).3. instrumennya terdiri : Gerantang 4-8 buah. yaitu gender terbuat dari bambu berbentuk bumbung.

Selain dari tembaga juga dapat dibuat dari jenis logam lain seperti kuningan dan besi. Perangkat Gamelan Jawa . Gamelan yang berlaras pelog disebut Gamelan Pelog dan Gamelan yang berlaras Slendro disebut Gamelan Slendro. Gamelan Gamelan atau gangsa adalah campuran dari perkataan tembaga ditambah rejasa.4. dari segi sistem nada. Gamelan ada yang berlaras pelog dan yang berlaras slendro. Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed.49 2. Gambelan Gambuh Gambelan di Bali merupakan sumber dari beberapa gamelan lainnya. gembira. Tembaga dan rejasa adalah nama logam yang dicampur dengan cara dipanasi. lucu dan marah. perangkat gamelan ini adalah merupakan bagian-bagian dari Gamelan Ageng yang mempunyai Fungsi Hiburan.3.2. Gambelan ini bersifat gending yang ditarikan. Worlds of Music 235) Gambar 2. namun agar dapat menghasilkan kualitas suara yang baik.]. Gamelan tebanya (gaungnya) telah mendunia. kaya akan gending dan juga ada penyanyi (tandak) sebagai pengubah suasana sedih. pernah mengadopsi laras gamelan (Pentatonik) untuk komposisinya. gamelan dibuat dengan cara ditempa.4. Festival Gamelan Dunia I diadakan di Vancouver Canada pada tanggal 18-21 Agustus 1986. komponis abad 20 Debussy.4.25. di Indonesia festival Gamelan I baru diadakan di Yogyakarta pada tanggal 2-4 Juli 1995. 2.

].]. bonang. kempul. siter 1. Bu Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. Saron Barung : berlaras lebih tinggi dari saron Demung. ketuk. Bonang Perbedaan Saron. Saron Penerus : berlaras paling tinggi dari saron Demung dan Barung. gender.50 Perangkat-perangkat Gamelan : Bilahan : gambang. bentuknya lebih besar. saron. Bonang : Bonang Penerus/Babarangan : Berlaras satu oktaf lebih tinggi tetapi bentuknya lebih kecil dari bonang barung. Bonang Barung : Yang bersuara rendah. Gender dan Slentem 2. Pencon : gong.27. Saron Saron Demung : Berlaras paling rendah dari saron Barung. kenong. Saron . Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed.26. slentem. Worlds of Music 235) Gambar 2. Bonang Penembung : Larasnya lebih rendah dan bentuknya lebih besar dari Bonang Barung. Worlds of Music 235) Gambar 2. Kebukan : Kendhang Sebulan : Seruling Dawai : Rebab.

jumlahnya lebih sedikit dari jumlah bilahan Gender yakni hanya berjumlah (7 buah). Gender Barung : Gender Penerus : lebih tinggi 1 oktaf Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. Worlds of Music 235) Gambar 2. bilahan gender berjumlah lebih kecil ukurannya dan jumlahnya lebih banyak (13 bilahan).28.]. Slentem .].29. Sumber : Central Javanese gamelan instruments (From JT Titon [ed. bilahan slentem lebih besar dari bilahan Gender. jenis gender hanya 3 macam. Gender 3.51 2. Worlds of Music 235) Gambar 2. Gender Bilahan yang digantung. Slentem Bilahan yang digantung.

kempul. Membudayanya Musik Gamelan di Tanah Air Propinsi di Indonesia ± 58% mempergunakan gamelan sebagai musik tradisinya. gambang Rebab Suling. adapun propinsi yang mempergunakan gamelan sebagai musik utama dapat dilihat pada tabel 3. kecer.52 Fungsi dalam permainan : sebagai pemangku lagu / pemanis 4 Gong terbagi : Terbesar : Sedang : Kecil : Bu Gong Suwukan Kempul Bende Fungsi bagian-bagian gamelan Pemimpin irama Pemangku irama Pemimpin lagu Pemangku lagu Pembuka lagu Penghias lagu : : : : : : Kendhang Ketuk kenong. kempyang Bonang Slentem. Propinsi yang menggunakan gamelan : Propinsi Lampung Sumatera Selatan Jambi Sumatera Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Jawa Tengah Jawa Barat Jawa Timur Yogyakarta Bali NTB (Kabupaten Lombok) Kabupaten Lombok Kabupaten Sumbawa Kabupaten Bima Nama Gamelan Talo Balak Kelintang 12 Kelintang/Tauh Talempong Gamelan Banjar Gandang Garantung Gamelan Degung Gamelan Gamelan Gamelan Gamelan Lombok Gamelan Gendrung Gamelan Sumbawa Gamelan Bima . siter. gong. gender.

Gamelan Sekaten (upacara maulidan dan keraton) 4. ada pula gamelan untuk pengiring dan mandiri.3. 2. Gamelan Monggang (upacara keraton) 3.3.4. Gamelan Kodhok ngorek (upacara pernikahan masyarakat) 2. ada juga gamelan untuk hiburan. Kerumitan bentuk-bentuk kesenian mendorong kita untuk memilih istilah kesenian agama begitu pula gamelan ada yang dimainkan untuk upacara. Monggang. Gamelan untuk upacara : 1.53 Tabel 4 Penggunaan Bonang dan sebutannya di berbagai Propinsi Propinsi DKI Sumbar Jambi Lampung Sumatera Selatan Riau NTB Kalbar Kaltim Kalteng Sulteng Maluku Jawa Timur Jawa Barat Jawa Tengah Yogya Bali Nama instrumen jenis Bonang Kromong Talempong Kelintang Kulintang Kelintang Tetawak Trompong Geremong Klentangan Kangkanong Kandengo-dengo Totobuang Bonang Bonang Bonang Bonang Trompong/Reyong Dari macam-macam gamelan seperti gamelan Kodhok Ngorek. Carabalen.1. . Sekaten dan gamelan Ageng.2. Gamelan Carabalen mempunyai dwifungsi yaitu untuk upacara dan hiburan. Gamelan untuk hiburan : 1.4. Gamelan Ageng 2.

gambyong.30 Gamelan Carabalen Gamelan ini memiliki fungsi yang pasti yaitu untuk menghormati kedatangan tamu. sebuah penonthong. Berikut ini denah penempatan ricikan-ricikan perangkat gamelan Carabalen.31. satu rancak bonang. satu rancak. Penempatan Ricikan Gamelan Carabalen . sebuah kenong. Gamelan ini pada umumnya dimiliki oleh perorangan maupun lembaga. Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2.54 Gamelan Carabalen Bu Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. sebuah kempul dan gong. Menurut Kunst bahwa nama Carabalen memiliki makna filosofis yang berhubungan dengan siklus hidup manusia. Gamelan ini berlaras pelog dan terdiri dari sepasang kendhang.

Gamelan ini dipergunakan untuk berbagai keperluan yaitu hiburan. c. Slenthem: satu slenthem slendro dan satu slenthem pelog. ditabuh satu atau dua pengrawit. Bonang penerus : satu rancak bonang penerus slendro dengan 10 atau 12 pencon dan satu rancak bonang penerus pelog. ditabuh oleh seorang pengrawit.55 Gamelan Ageng Perangkat gamelan ini dapat dikatakan sebagai perangkat gamelan standar. satu rancak gambang pelog nem dan satu rancak gambang pelog barang. Bonang barung : satu rancak bonang barung slendro dengan 10 dan 12 pencon dan satu rancak bonang barung pelog. ditabuh oleh seorang pengrawit. terdiri dari 14 pencon. terdiri dari 14 pencon. i. semua berbilah antara 18 s. untuk berbagai ekspresi seperti pengiring wayang. g. Gambang: satu rancak gambang slendro. ditabuh oleh seorang pengrawit. l. ditabuh oleh seorang pengrawit. dimainkan oleh seorang pengrawit. Kadang-kadang salah satu saron slendronya dibuat dengan sembilan bilah. teater. ditabuh oleh seorang pengrawit. Rebab : terdapat satu atau dua buah rebab. satu gender penerus pelog nem (bem). Gender : satu gender slendro. ditabuh oleh seorang pengrawit. masingmasing berbilah tujuh. Rincikan pada perangkat gamelan ageng adalah : a. j. 21 buah. f. satu kendhang penunthung. satu gender pelog nem (atau bem) dan satu gender pelog barang. ditabuh oleh seorang pangrawit. . masing-masing berbilah tujuh. b. dan satu gender penerus pelog barang. e. Kethuk-kempyang: satu set untuk slendro dengan kempyang berlaras barang dan kethuk berlaras gulu serta satu set untuk pelog. masing-masing berbilah tujuh. Saron barung: dua saron slendro dan dua saron pelog. k. Biasanya rebab ponthang untuk slendro dan rebab byur untuk pelog. masing-masing berbilah tujuh. Semuanya berbilah 12 s/d 14 buah. satu kendhang ketipung.d. ditabuh masing masing oleh seorang pengrawit. ritual. ditabuh oleh seorang pengrawit. Saron penerus: satu saron penerus slendro dan satu saron pene-rus pelog. semua berbilah antara 12 s/d 14 buah. Demung: satu demung slendro dan satu demung pelog. h. Kempyang berlaras nem tinggi dan kethuk berlaras nem rendah. tari. Gender penerus : satu rancak gender penerus slendro. ditabuh oleh seorang pengrawit. d. Kendhang : terdiri dari satu kendhang ageng. satu kendhang ciblon dan satu kendhang wayangan. Saron sembilan bilah adalah saron yang biasa digunakan untuk keperluan wayangan.

32. o. dimainkan oleh seorang pengrawit Ageng Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. p. Siter atau celempung: ada satu siter atau celempung slendro dan satu siter atau celempung untuk pelog. q. Kebanyakan gong ageng dilaras lima. Suwukan laras barang sering disebut dengan gong siyem. Sekarang terdapat satu siter yang dapat digunakan untuk slendro dan pelog. Kenong: tiga sampai enam pencon untuk slendro dan tiga sampai tujuh pencon untuk pelog. Gong suwukan: satu sampai dua pencon untuk slendro dan satu sampai tiga pencon untuk pelog. ditabuh oleh seorang pengrawit. ditabuh oleh seorang pengrawit. r. Penempatan Ricikan Gamelan Ageng .56 Bu m. Suling: satu suling berlubang empat untuk slendro dan satu suling berlubang lima untuk pelog. Gong ageng atau gong besar: satu sampai tiga gong besar yang berlaras nem sampai gulu rendah. n. Siter two in one tersebut disebut dengan siter wolak-walik. Kempul: tiga sampai enam pencon untuk slendro dan tiga sampai tujuh pencon untuk pelog.

2) Bonang. Ada kebiasaan yang berbeda dalam menyebut pola tabuhan kendhang di kedua daerah inL Seperti kita ketahui bahwa tabuhan kendhang sangat terkait dengan bentuk gendhing. kemulusan atau kehalusan alur melodik sangat diperhatikan sehingga ketika seorang pembonang mendapati alur lagu (balungan) .33 Gamelan Ageng Tabuhan gamelan mempunyai 2 gaya yakni gaya Solo dan gaya Yogyakarta. Saya cenderung mengatakan bahwa kendhangan gaya Yogya pada umumnya lebih sigrak (animatif) daripada Solo. Yogya sering menggunakan bonangan tronjolan. Sumber : Buku Bothekan Karawitan I Gambar 2. sedangkan kendhangan gaya Solo relatif lebih sederhana dan tenang namun dalam. Perbedaan ciri musiknya adalah : 1) Pola tabuhan kendhang. Kebiasaan seperti itulah seperti yang diberlakukan pada gaya Solo. yang masing-masing mempunyai kekhasan. tidak masalah bila ia meloncat dari daerah suara tinggi ke rendah atau sebaliknya. Kebiasaan di Yogya lebih suka menyebut nama dari salah satu gendhing sebagai model garapan kendhang untuk gendhing-gendhing lainnya yang memiliki bentuk yang sama.57 Bervariasinya pengaturan ricikan gamelan terutama atas pertimbangan fungsinya sebagai musik mandiri atau sebagai sebagai musik iringan. seorang pengendhang "boleh" ngendhangi gendhing-gendhing tersebut dengan menggunakan pola yang sama. Bonangan Yogya juga lebih sigrak dibandhing dengan permainan rekannya yang di Solo. sinkopasi yang berkesan nyrimpet. Pola kendhangan kedua daerah memang berbeda. Bonangan Yogya di satu segi tidak begitu mempedulikan alur melodik. sedangkan di Solo. yang semuanya berbentuk kethuk kalih kerep minggah sekawan. Yogya banyak menggunakan garapan yang sinkopatif.

Mereka memiliki berbagai teknik tabuhan balungan yang lebih kaya.58 Bu yang meloncat. di antaranya nggenjot. 3) Balungan.4.34. juga dipergunakan sebagai alat musik bagi bala tentara kerajaan dimana untuk menambah semangat tempur dalam menghadapi musuh sebagai alat musik perang pada zaman kerajaan Pajajaran. Angklung Angklung di Jawa Barat Sumber : Buku Angklung di Jawa Barat sebuah perbandingan Buku I Gambar 2. Tabuhan balungan gaya Yogya cenderung lebih keras dengan menggunakan pola dan teknik yang lebih dikembangkan. di desa lain angklung dipergunakan sebagai sarana penyebaran agama dan kegiatan yang . biasanya seorang pengrawit harus mele-watinya dengan menggunakan pola nggembyang dan/atau menggunakan rambatan atau peralihan dengan menggunakan pola-pola lagu dengan variasi khusus. ia harus menemukan cara agar loncatan tersebut tidak nyeklek (patah). Tabuhan saron penerus Yogya mendahului tabuhan balungan pokok. Perbedaan auditif yang paling gampang diidentifi-kasikan adalah lewat tabuhan saron penerus. kecekan. Kebalikannya. ngencot. angklung disamping sebagai alat upacara pertanian. karawitan gaya Yogyakarta cenderung memilih tempo/irama/laya yang lambat. 2. Angklung Pada zaman kejayaan kerajaan Pajajaran. dan sebagainya. sedangkan tabuhan saron penerus Solo mengikuti balungan pokok. sedangkan karawitan gaya Surakarta cenderung menggunakan tempo yang lebih cepat. Kemudian fungsi angklung bergeser sebagai ritual penanaman padi dalam acara mengarak padi dari sawah.4.

440. murid Pak Daeng adalah Pak Udjo. pelog. 28 angklung melodi berukuran kecil. angklung ini berlaras slendro. angklung 4 buah dan pengiring 5 buah. Laras Angklung Untuk laras slendro. Angklung Sunda terdiri dari 24 buah angklung melodi 10 buah rincik. Nada-nada yang dipergunakan yakni dari yang paling rendah G-C 3 dengan penadaan standar internasional yaitu A . pelog yang bersifat ritmis. pengembangan yang dilakukan pak Udjo adalah membuat Angklung tradisi berlaras slendro. kini angklung disajikan sebagai bentuk seni pertunjukan. 17 angklung iringan. yang bersifat melodis. 17 penghias.59 berhubungan dengan pemerintah. Daeng Sutigna merupakan orang pertama yang mengembangkan angklung sistem tangganada diatonis yang disebut Angklung Indonesia. Angklung Indonesia terdiri dari 73 buah. sedangkan laras pelog dipakai susunan nada C E F G B C untuk laras madenda dipakai susunan nada C E F A B C.8 April 1984) memperkenalkan alat musik tersebut. seorang ahli pembuat angklung. susunan nada C D E G A C. Angklung modern cenderung lebih mengutamakan unsur melodi atau lagu. Angklung Tradisi Sunda (pengembang Udjo Ngalagena) murid pak Daeng. memiliki 7 yaitu nada C D E F G A B C. Macam-macam Angklung 1. 2. la berguru kepada Bapak Jaya dari Kuningan. Pembelajaran angklung pak Daeng dilakukan dengan cara membaca Notasi dengan gambar Notasi dengan sistem nomor Notasi dengan jari . Laras Diatonis. 5 buah. Angklung Modern (pengembang Daeng Soetigna) menggunakan nada diatonis atau disebut juga Angklung Indonesia. 11 angklung melodi berukuran besar. Daeng Sutigna (Pengembang Angklung) Angklung mulai terangkat diawal tahun 1938 ketika seorang putra ahli musik Tatar Sunda kelahiran Garut yaitu Daeng Soetigna (13 Mei 1908 .

60 Bu Elang Burung Capung Tikus Kucing Ayam jago Bebek Ikan = = = = = = = = do ti la so fa mi re do Sumber : Buku Angklung Pa Daeng Gambar 2. Belajar Musik Angklung Sistem Nomor Lagu Halo-halo Bandung Do = F 0 Fis Not 16 Ais 3 1 G 2 17 B 4 2 Gis 3 A 4 Ais 3 20 D 5 B 4 21 Dis 6 6 C 7 Cis 5 23 F 1 8 D 9 Dis 6 25 G 2 4/4 10 E 7 26 Gis 11 F 1 27 A 12 Fis 13 G 2 29 B 4 14 Gis 15 A 18 C 19 Cis 5 22 E 7 24 Fis 28 Ais 3 30 C 31 Cis 5 No. Tabel 2.35. Urut Angklung 11 13 16 17 19 21 22 23 Notasi Angka 1 = [do] rendah 2 = [re] 3 = [mi] 4 = [fa] 5 = [sol] 6 = [la] 7 = [si] 1 = [do] tinggi .3. Notasi Gambar Jadi angklung-angklung yang akan dimainkan diberi atau ditempeli telebih dahulu gambar-gambar tersebut.

61 Angklung Udjo Pak Udjo mengembangkan angklung bertangganada pentatonik juga diatonis. seperti halnya tabuhan jenis-jenis angklung tradisi pada umumnya. . Laras pentatonik adalah Slendro CDEGAC Pelog CEFGBC Madenda CEFABC Pola Permainan Angklung Udjo meliputi jenis permainan angklung. Pola tabuhannya masih tetap berbentuk terputus-putus dengan teknik dimainkan dengan digoyang. Bedanya dengan angklung-angklung tradisi lainnya. Yang dimaksud dengan angklung tradisi adalah permainan angklung dengan pola-pola tabuhan tradisi yang bersifat ritmis. Bunyi yang dihasilkan dari permainan digoyangkan sudah cenderung merupakan pengulangan melodi pendek-pendek yang dihiasi dengan bunyi panjang unik yang terlahir dari bunyi sebuah angklung yang dimainkan (digoyangkan) secara terus menerus tanpa berhenti. yaitu angklung ‘tradisi’ dan angklung Indonesia. angklung tradisi Udjo sudah lebih dikembangkan dari segi pengolahan bunyinya.

36.html Gambar 2. Pembelajaran Musik Angklung dengan Kode Tangan .ed/history/curwen.edv. Pada tempat pelatihan angklung (Saung) Pak Udjo dalam pembelajarannya juga menggunakan notasi nomor ataupun kode tangan.62 Bu Berikut adalah contoh motif-motif tabuhan angklung tradisi Udjo. (as adapted by Kodaly (1) (7) (7) (6) (5) (5) (4) (3) (2) (4) (1) Sumber : education deakin.do/music.

63 .

64 Bu .

65 Latihlah lagu-lagu ini .

66 Bu .

67 .

Dari sinilah terciptanya seni musik dan seni tari tradisional. yang pada saat tertentu memperoleh inspirasi karena persentuhannya dengan alam sekitarnya. Bentuk dan ukurannya Panjang sampe .68 Bu 2. Sampe Alat Musik Tradisional Daerah Kalimantan Timur Bentuk Kebudayaan Kalimantan Timur sangat sederhana dan keseniannya terjadi karena kerja sama antar individu. karena mereka pula bersama-sama mengerjakan ciptaan tersebut.5.4. kadang-kadang tiga ataupun empat da-wai (tergantung dari kesenangan pemiliknya/pemainnya). bergandengan erat dengan adat-istiadat. Musik Tradisional Suku Dayak Kenyah Suku Dayak Kenyah adalah salah satu suku di antara suku Dayak lainnya yang ada di Kalimantan Timur. Sumber : Koleksi Pribadi Gambar 2. bagian bawah ± 15 cm. dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat dan dengan demikian menjadi suatu ciri khas daripada seni/budaya daerah Kalimantan Timur. dan terbentuk dalam pola-pola tertentu lalu berkembang dari masa ke masa. Perasaan dan pikiran yang diungkapkan adalah manifestasi yang menjadi milik kolektif.25 meter (termasuk ukuran untuk kepalanya).35. Jenis Alat Musik Tradisional Suku Dayak Kenyah adalah Sampe Sampe adalah sejenis alat musik yang dipetik (semacam gitar) mempunyai dawai/tali. agama. Sampe . Lebar bagian bahu: + 25 cm/30 cm.kurang lebih 1. Bentuknya dapat dilihat pada gambar 2.37.

akan tetapi yang dernikian itu merupakan ciri khas suara sampe. hingga sampai saat ini masih dipergunakan kawat tersebut. Dawai dari pohon enau diganti dengan kawat baja (bekas kawat slang). Sudah tentu dapat kita maklumi bahwa suara yang dihasilkan tidak sebagus jika menggunakan dawai seperti gitar. b. pengaruh dari luar tentu akan mengubah pula keadaanya . Jika akan memainkan lagu lain dan kemungkinan not berbeda dengan not yang sudah disusun tadi. Khusus pada dawai pertama (C). Sampe yang berdawai tiga.69 Karakteristik Sampe a. maka rotan tersebut terpaksa harus digeser untuk dilaras dengan lagu lain (berbeda dengan gitar. di bawah dawai itu dibuat tanggatangga nada (not). Kemudian setelah keadaan berkembang. Penampang Resonatur dan Dawai Sampe . Sampe adalah sejenis alat musik yang dipetik (sejenis gitar) yang mempunyai dawai/tali. Gambar 2. dawai pertama ini dibagi dua yaitu : C (i) dan C (1). kadang-kadang dawai gitar (E) yang dipakai untuk ke-3 (4) dawai sampe tersebut. Tangga-tangga ini terbuat dari rotan yang sudah di potong-potong (+ 1 cm panjangnya) dan bentuknya mulai tebal hingga menipis. Cara melaras sampe (dawai 1). mempunyai nada masing-masing: Dawai pertama Dawai kedua Dawai ketiga = = = C(1) sama dengan dawai pertama G(5) Sedangkan yang empat snaar : Dawai pertama = C(l) Dawai kedua = sama dengan dawai pertama Dawai ketiga = E (3) Dawai keempat = G (5) Pada mulanya dawai itu dibuat dari tali sejenis pohon enau (aren). ada yang menggunakan tiga dawai dan ada pula yang menggunakan empat dawai tergantung dari kesenangan si pernain.38. yang kolom-kolomnya tersebut permanen).

70

Bu

Dari C kemudian dibuat jarak untuk tangga-tangga berikutnya (2 3 4 5 6 … dst) sesuai dengan keperluan. Dan dari dasar ini (C) sebagai permulaan, dimulai memainkan irama dari lagu tersebut (yang akornya 5 – 3 – 1 – 1) atau (5 – 1 – 1).

Salah satu contoh not dari sebuah lagu sebagai pengiring tarian-tarian leleng:

Ket. : dawai I melodi – Dawai 2 – (3) – 4 – Pengiring (irama) Dengan melihat not tersebut kita dapat melaras sampe sebagai berikut :

Gambar : 2.39. Cara Melaras Dawai Sampe

71

Cara memainkan sampe : Seperti halnya pada gitar, fungsi tangan kanan adalah untuk memetik nada, sedangkan tangan kiri menekan dawai (dawai I). Kadang-kadang tangan kiri (jari) ikut memetik pula, sambil menekan nada-nada yang dibunyikan sebagai varasi suara. Musik sampe ini dapat dimainkan dengan dua atau tiga sampe bersamaan dengan pembagian tugas sebagai berikut : 1. 2. 3. Sampe 1 khususnya untuk melodi Sampe 2 khusus untuk irama/pengiring Sampe 3 khusus variasi (bahasa daerah : Tingkah).

Biasanya alat ini dimainkan : 1. Sebagai pengiring tari-tarian di dalam pesta keramaian (tari gong, burung enggang, tari perang, tari leleng). 2. Untuk mengisi waktu senggang.

2.5. Musik Non Barat
2.5.1. Musik Afrika
Masing-masing kebudayaan mempunyai karakteristik instrumen, performance, sistem nada, pola ritmik, ada negara yang memiliki kedua jenis musik, yakni musik tradisi negara tersebut dan musik popular, ini merupakan kekayaan bermusik yang menakjubkan. Musik ini merupakan sumber inspirasi bagi perkembangan musik abad 20, komponis yang mengadopsi / terinspirasi dalam komposisinya yakni komponis Prancis, bintang rock Inggirs Band The Beatles (George Harrison), Artis Jazz Amerika John Coltrane.

Sumber : An Appreciation Music

Gambar 2.40. Singing dan Instrumentation into African

72
Karakteristik Musik Afrika

Bu

Kesenian Afrika selalu berbentuk musik perkusi, tarian juga nyanyiannya berbentuk polifonik (bersahut-sahutan) ataupun dengan menyanyi tanpa kata-kata dengan hum ataupun berteriak dan selalu dalam bentuk kelompok. Instrumen Afrika Karakteristik musik Afrika adalah permainan ansambel yang terdiri dari 20 orang pemain, instrumen perkusinya adalah bell, instrumen melodinya flute, trumpet, xylophone dan drum. Keunikannya adalah penyajian musiknya, dalam setiap tari dan alat musik perkusi ditampilkan dalam satu kesatuan

2.5.2. Musik India
Komponis terbesarnya adalah Tyagaraja (1767-1847) Muthuswamy Dikshitar (1775-1835) dan Shyama Sastri (1762-1827) Alat musik khas India adalah : - Alat musik dawai chordophone disebut sitar - Alat musik tabuh membranophone disebut tambura - Alat musik sepasang drum disebut tabla Dibawah ini contoh alat musik sitar dan tabla :
Ciri khas musik India : Pergerakan interval, langkah setengah nada Banyak menggunakan ornamen Penuh nuansa karena perubahan tempo Pola notnya disebut raga, not yang berinterval kadang naik kadang turun.

Sumber : An Apreciation Music

Gambar 2.41. Musik India

Struktur ritmiknya disebut (Tala) Beat yang terdiri dari 2 – 3 – 2 – 3 disebut Haptal. | 1 2 | 3 4 5 | 6 7 | 8 9 10 | Beat yang terdiri dari 4 – 2 – 4 disebut Shultal | 1 2 3 4 | 5 6 | 7 8 9 10 | Tala adalah permainan Tempo dari lambat sampai sangat cepat.

73

2.5.3. Alat-alat Musik Tiongkok dan Jepang
Kultur tinggi Tiongkok didalam sejarah tercatat dalam 5 dynasti yaitu Dynasti Huang – Ti, Dynasti H Sia, Dynasti Shang, Dynasti Chou dan Dynasti Han. Alat musik yang menonjol sampai saat ini adalah alat musik K’in sejenis Zither kecapi dengan 5 senar sudah ada sejak zaman Dynasti H Sia (1800 – 1500 SM). Alat musik serupa ini di Jepang disebut Koto. Di bawah ini contoh alat musik sejenis Zither, di Jepang disebut Koto.

Sumber : An Apreciation Music

Gambar 2.42. Fusako Yoshida, is a “master of koto”

2.5.4. Alat musik Kultur Tinggi Timur Tengah dan Kultur Tinggi Yunani
Alat musik Kultur Tinggi Timur Tengah (Palestina) Kinnor, alat musik yang dipergunakan oleh raja Daud sejenis Harpa, lebih tepat disebut Leier senarnya sangat terbatas (5-9 senar) Kinnor adalah cikal bakal gitar hasil kebudayaan pengaruh dari bangsa Semit di Mesir. Alat Musik Kultur Tinggi Yunani - Phorminx termasuk instrumen jenis Leier - Kithara adalah pengembangan Phorminx yang bersenar 7 - Lyra merupakan pengembangan Kithara, jumlah senar Lyra adalah 7 buah

74
Harpa adalah pengembangan dari Harpa Siku dari Italia

Bu

Sumber : Buku Pono Banoe

Gambar 2.43. Instrumen Musik Yunani

75

2.6. Ekspresi Melalui Kegiatan Bermusik
2.6.1. Vokal
2.6.1.1. Asal Usul Vokal Musik vokal dianggap lahir dari adanya usaha manusia untuk berkomunikasi antar sesamanya, musik vokal muncul pada zaman periode Renaissance adalah, Acappella bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi yang bagus. Pada zaman Renaissance vokal lebih dipentingkan daripada instrumen, sehingga composer lebih memperhatikan syair untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi lagu. Musik adalah salah satu seni yang bersifat universal, artinya dapat digemari, dinikmati, didengar oleh semua lapisan masyarakat. Di dalam musik terdapat musik instrumental dan musik vokal yang dapat didengar, dirasakan dan dihayati keindahannya melalui beragam jenis lagu. Antara lain seperti seriosa, jazz, pop, keroncong dan dangdut. Suara manusia merupakan instrumen yang telah ada sejak lahir mempunyai materi suara manusia itu sendiri, dan ini merupakan alat yang kemanapun seseorang itu pergi akan dibawanya dan dipergunakan baik dalam berbicara atau dalam musik vokal. Baik buruknya suara manusia tersebut tergantung pada keadaan dan kualitas materi suara. 1. Produksi suara Alat musik seorang penyanyi ada pada tubuhnya sendiri yang terdiri dari selaput suara/ pita suara sebagai sumber bunyi, badan dengan rongga kepala, kerongkongan, mulut, rongga perut, rongga dada diafragma. Suara yang bagus adalah hasil daripada cara pembentukan bunyi yang benar, sekaligus juga karena resonator yang baik. Dalam tubuh manusia terdapat beberapa tempat resonator; dada,mulut, hidung, kerongkongan dan kepala. Udara yang keluar akan menggetarkan pita suara dan melibatkan resonator turut bergetar sehingga menghasilkan bunyi. 2. Teknik Pernafasan Pernafasan merupakan unsur penting dalam memproduksi suara. Tanpa pernafasan yang baik dan benar seseorang tidak dapat bernyanyi dengan baik.

76

Bu

2.6.1.2. Jenis-jenis Pernafasan a. Pernafasan dada Dengan cara mengisi udara dalam paru-paru bagian atas. Pernafasan ini sangat pendek dan tidak cocok untuk digunakan dalam vokal. b. Pernafasan Perut Dengan cara membuat perut berongga besar sehingga udara luar dapat masuk. Pernafasan ini kurang efektif untuk vokal, karena udara dengan cepat dapat ke luar sehingga paru-paru menjadi lemah dan cepat letih. c. Penafasan Diafragma Saat diafragma menegang atau lurus maka rongga dada dan rongga perut menjadi longgar dan “volume” menjadi bertambah. Volume yang bertambah ini mengakibatkan tekanan berkurang sehingga udara dari luar dapat masuk ke paru-paru, dan nafas yang dikeluarkan dapat diatur secara sadar oleh diafragma dan otot-otot bagian samping kiri. Pernafasan ini paling cocok untuk bernyanyi karena dapat mengambil nafas sebanyak-banyaknya dan mengeluarkan secara perlahan-lahan dan teratur. Keterangan Gambar :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. Parietal Bone ( Tulang Ubun-ubun) Frontal Bone (Tulang Dahi) Frontal Sinus ( Rongga Kepala ) Nasal Cavity ( Rongga Hidung ) Hard Palate ( Langit-langit keras ) Soft Palate ( Langit-langit lunak ) Teeth-gigi Tongue-lidah Hyoid Bone ( Tulang Hyoid ) Epiglottis (Katup celah suara ) Larynx (Pangkal Tenggorok ) Tachea ( Batang Tenggorok ) Bronchi ( Saluran Pernafasan ) Speroid Sinus ( Rongga Speroid ) Decipital Bone ( Tulang Belakang ) Nasal Pharynx Lobang tenggorokan yang berhubungan dengan rongga hidung Oral Pharynx Lobang tenggorokan yang berhubungan dengan rongga mulut Laryngeal Pharynx Lobang pangkal tenggorokan Vocal Cords ( Pita suara ) Esophagus ( Paru-paru ) Lungs ( Paru-paru ) Diaphragm (Diafragma ) Abdominal muscles ( Otot-otot perut)

Sumber : Teknik Vokal

Gambar 2.44 Bagian Tubuh Manusia

Alto. Wilayah Suara Manusia . Jenis suara perempuan yaitu Sopran dan Alto.45. sedangkan untuk jenis suara laki-laki Tenor dan Bas. Suara manusia dewasa : Perempuan Alto : F kecil – D2 Mezzo sopran : A kecil – F2 Sopran : C1 – A2 Laki-laki : Tenor : C kecil – A1 Bariton : A kecil – F1 Bas : F bas – D1 Sumber : An Apreciation Music Gambar 2.3. Wilayah suara Pada umumnya jenis suara orang dewasa terbagi atas Sopran. Tenor.6.1. dan Bas.77 2.

4. c. Frasering Dalam lagu ada yang disebut “frasering” yaitu panjang / pendeknya kalimat dan kesatuan arti. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam vokal : a. Gabungan antara praktek dan teori dalam bernyanyi dimulai vokalisi dan etude dari Concone. Pengucapan yang jelas dan baik akan membantu tercapainya keindahan suara dan kejernihan suara. 3. Keel dan Sieber. ucapan.46. Pemanasan: pernafasan. intonasi. berikut ini teknik berlatih artikulasi. Vaccai. interval. Menyanyi dengan benar akan menghasilkan suara dan lagu yang dibawakan dapat dinikmati.78 Bu Yang harus diperhatikan dalam belajar menyanyi : 1. penjiwaan penyanyi ini disebut ekspresi. b. Ekspresi/penjiwaan Untuk menyanyikan sebuah lagu. Artikulasi . tangganada mayor dan minor. Sumber: Teknik Vokal Gambar 2. kita sebaiknya juga melatih artikulasi.Adanya frasering ini akan memudahkan pengucapan dan pengungkapan makna. seorang penyanyi harus menampilkan sesuatu yang menarik sesuai syair lagunya. dalam berlatih bernyanyi disamping berlatih vokalisasi. 2. Artikulasi/pengucapan : Pengucapan kata harus tepat dan jelas. Memberikan pelemasan artinya sebelum mulai dengan vokal seluruh anggota badan harus lemas atau tidak boleh tegang. caranya dengan memberi olah raga kecil. sebab bila kurang jelas akan menimbulkan pengertian yang salah. melodi pendek dan panjang.

Untuk itu maka nada F harus dinaikkan ½ laras sehingga menjadi Fis (F#). jarak nada E – F dan F . adalah dengan mengambil nada ke 5 dari tangganada mayor (sebelumnya) sebagai nada dasar dari tangganada mayor baru tersebut. Tanda untuk menaikan ½ nada : # disebut kruis(Palang/Sharp). Palang atau Sharp ( # ) Untuk membuat tangganada mayor yang baru.6. Natural : adalah nada-nadanya belum terkena tanda naik. 1 1 ½ 1 1 1 ½ Contoh penulisan nada F menjadi Fis (F#) pada paranada kunci G dan F adalah sebagai berikut Tanda alterasi yang menyebabkan nada F menjadi Fis Dapat diambil kesimpulan bahwa langkah awal dalam menentukan nada dasar sebuah tangganada yang baru adalah dengan . Susunlah tangganada Mayor yang baru G A B C D E F# G 3.2. Ambil nada ke 5 dari tangganada tersebut (C Mayor) yaitu nada G G A B C D E F G 1 1 ½ 1 1 ½ 1 Pada susunan tangganada tersebut.79 2.6. Sebagai contoh. Susunlah tangganada natural C Mayor C 1 D 1 E ½ F 1 G 1 A 1 B C ½ 2.2. karena jarak nada-nada tersebut seharusnya berjarak 1 dan ½. TANGGA NADA Diatonis Mayor: Susunan nada yang mempunyai 7 nada dan memiliki jarak 1-1-½ -1-1-1-½.G belum benar. Tanda untuk menurunkan ½ nada : disebut Mol(Flat/Dur). Tangganada Diatonis Mayor Tangganada Mayor Kruis. 2.1. tanda turun ataupun tanda mengembalikan ke nada semula. cara membuat tangganada G Mayor (1#) 1.

Ambil nada ke 4 dari tangganada tersebut. B-C seharusnya berjarak 1 oleh karenanya C menjadi Cis 3. Menentukan tangganada 2# Nada dasar dari tangganada 2# ialah nada ke 5 dari tangganada sebelumnya (G Mayor) yaitu nada D. Flat atau Dur ( ) Langkah-langkah atau cara untuk membuat tangganada baru pada 1 tidak jauh berbeda dengan langkah atau cara membuat tangganada 1#. Susunan nada menjadi D 1 E 1 F# ½ G 1 A 1 B C# D 1 ½ Contoh penulisan nada Fis. C 1 Susunlah tangganada natural C Mayor D 1 E ½ F 1 G 1 A 1 B C ½ 2. Kemudian susunlah menjadi sebuah tangganada baru. Pada pembuatan tangga nada 1 nada dasar diambil dari nada ke 4 tangganada sebelumnya . Selanjutnya kita susun urutan nadanya D E F# G A B Nada F tetap menjadi Fis Selanjutnya kita cocokan jaraknya D 1 E 1 F# ½ G 1 A 1 B 1 C D C D 2. pada Paranada Kunci G dan F adalah sebagai berikut : Tangganada Mayor Mol. . 1. dan Cis. yaitu nada F. Berikut cara pembuatan tangganada tersebut : 1.80 Bu mengambil/melihat nada ke 5 dari tangganada sebelumnya.

2. Berikut cara pembuatan tangganada tersebut : 1. Tangganada selanjutnya adalah 2 . agar dapat berjarak ½ maka nada E diturunkan ½ maka menjadi E ( Es ) 3. Susunlah terlebih dahulu susunan nadanya Bes C D E F G A B C Cocokan jaraknya agar berpola 1 – 1 – ½ .81 3.6. Maka nada B harus diturunkan ½ nada. Maka tangganada 2 adalah Bes Mayor. Cocokan jaraknya dengan pola 1 – 1 . Susun tangganada baru (F Mayor) dan seterusnya F G A B C D E F 1 1 Seharusnya jarak A-B adalah ½ agar sesuai dengan rumus jarak tangganada Mayor yaitu 1-1-½-1-1-1-½. Tangganada Diatonis Minor . sehingga B B (Bes) 4. nada dasar diambil dari nada ke 4 tangganada sebelumnya(F Mayor) yaitu Bes.1 – 1 – 1 – ½ F G A Bes C D E F 1 1 ½ 1 1 1 ½ Tanda alterasi yang menyebabkan B menjadi Bes.½ .1 – 1 – 1 – ½ Bes 1 C 1 D E Seharusnya jarak D-E adalah ½. 2.2. Tangganada Bes yang benar adalah : Bes 1 C D 1 ½ Es 1 F 1 G 1 A ½ Bes 2.

Cara yang kedua adalah nada dasar dari tangganada G mayor diturunkan 1 ½ laras(relatif minor dari G Mayor).6. 2. 3. Salah satu contoh yang sering dipergunakan yakni tangganada minor harmonis Susunan nadanya = A la 1 B si ½ C do 1 D re 1 E mi ½ F fa 1½ G# sel ½ A la Cara membuat tangganada minor : 1.3.82 Bu Tangga nada minor terdiri atas minor asli.2. harmonis dan melodis. Jadi Tangganada selanjutnya nada dasarnya adalah E minor Cara ini disebut mencari relatif minor. AKOR . Cocokan dahulu jaraknya Jarak untuk tanggganada minor: 1–½-1–1–1–1–½-½ 4. G Mayor Turun 1 ½ nada E ½ F 1 G Nada ke 5 dari tangganada minor sebelumnya. . Susunan nadanya menjadi E 1 F# ½ G 1 A 1 B ½ C 1½ D# ½ E 2. dijadikan nada pertama dari tangganada minor baru.

minor. Trinada Sekumpulan nada yang disusun secara vertikal dan berdasarkan interval terts.83 Akor merupakan sekumpulan nada yang terdiri atas tiga nada atau lebih yang disusun secara vertikal serta dibunyikan bersama-sama. b. diminished dan augmenthed. .Trinada mayor dibentuk oleh not-not yang berinterval Terts mayor dan terts minor. Susunan Trinada Terdiri dari dasar. Macam-macam Trinada : Ada 4 macam trinada yaitu trinada mayor. Interval d – f adalah Terts minor Interval f – a adalah Terts mayor Trinada diminished dibentuk oleh not-not yang berinterval terts minor dan terts minor. terts dan kuint Dasar merupakan not yang penting sebagai dasar dari akor. a. Interval c – e adalah terts mayor Interval e – g adalah terts minor Trinada minor dibentuk oleh not-not yang berinterval Terts minor dan terts mayor. 1. Sedangkan terts dan kuint adalah not-not berinterval terts dan kuint diatas dasar. .

84 Bu Interval d – f adalah Terts minor Interval f – as adalah Terts mayor Trinada augmenthed dibentuk oleh not-not yang berinterval terts mayor dan terts mayor. II. . Submediant VII. Tonik Supertonik Mediant Subdominant V. Leading not Susunan Trinada dalam tangga nada Minor Harmonik 2. Dominan VI. III. Interval f – a adalah Terts mayor Interval a – cis adalah Terts mayor c. Susunan Trinada dalam tangga nada Mayor. Akor 7 (caturnada) / akor Septim Sebuah trinada yang mendapat tambahan sebuah not diatasnya yang interval antara dasar dan not ke tujuh adalah septim. IV. Nama tingkatan akor : I.

dengan melihat akhir lagu dan sesuaikan dengan tanda mulanya.85 a.4.2. III. Akor septim dalam tangga nada Minor Harmonik 2. Cara menentukan akor pada lagu Pertama yang harus kita lakukan adalah melihat dulu nada dasar dari lagu yang akan dicari akornya. dan VI adalah akor minor Tingkat VII membentuk akor diminished dan seterusnya sesuai dengan urutan nadanya. IV. Misalnya ada sebuah lagu ditulis do = C maka berarti lagu tersebut akan menggunakan Akor-akor yang terdapat dalam tangganada C Mayor : C – D – E – F – G – A – B – C. maka akorakor yang dapat digunakan pada lagu tersebut adalah : Tingkat I nya adalah G berarti akor G . C Dm Em F G Am ( Bo ) atau jika ditulis dalam bentuk tingkatan nada adalah : I II III IV V VI ( VIIo) ini adalah sudah seperti rumusan yang berarti berlaku untuk setiap nada dasar. o = adalah diminished Tingkat I. Contoh : Jika terdapat sebuah lagu dengan nada dasar do=G. dan V adalah akor mayor Tingkat ke II.6. Akor septim dalam tangga nada Mayor b.

86 Tingkat II nya adalah A berarti akor Am Tingkat III nya adalah B berarti akor Bm Tingkat IV nya adalah C berarti akor C …. Pada melodi yang belum ada akornya akan kita gunakan akor-akor yang ada di tangganada dasar dari lagu tersebut. yaitu tingkat II.bisa juga satu akor lebih dari satu bar (misalnya satu akor memakai dua bar / lebih). Jika do = G berarti akor-akor utamanya adalah (tingkat I. F dan G. Bu Jika kita lihat akor-akor utama / mayor yang terbentuk di dalam satu tangga nada tersebut adalah di tingkat I. IV dan V. 1. Pertama-tama kita dapat dengan mudah menentukan akor awal / akor pertama dari sebuah lagu. III. juga dengan cara melihat/menganalisa nada-nada di tiap ketuk yang . dan seterusnya. Salah satu cara menentukan akor apa yang dipakai adalah dengan melihat nada yang tepat jatuh pada ketukan yang disebut ketukan “strong beat” yaitu nada yang jatuh pada ketukan ke satu dan ke tiga dalam satu bar. C dan D dan seterusnya berlaku sama untuk setiap tangganada.satu akor di tiap bar . Sekarang akor-akor itulah yang akan digunakan untuk sebuah lagu. prioritas adalah menggunakan akor-akor tingkat I. Hal ini dapat kita amati pada bar awal dan akhir dari contoh lagu berikut ini: Awal lagu Akhir lagu 2. IV dan V yang berarti kalau do = C maka akor-akor utamanya adalah akor C. Cara meletakan akornya adalah bisa kemungkinannya : . Akor awal adalah akor pertama dari lagu yaitu ketukan ke Satu dari lagu atau garis bar pertama dan akor terakhir adalah ketukan ke Satu dari bar / kotak terakhir pada lagu dan artinya akord itu merupakan nada dasar dari lagu tersebut. Yakni dengan melihat akor pertama dan terakhir dari lagu tersebut. IV dan V) akor G. Apabila menurut kita akorakor tersebut tidak sesuai dengan melodinya maka kita harus menggunakan akor minor yang terdapat di tangganada dasar lagu yang bersangkutan. dan VI.dua akor di dalam satu bar .

Penerapan Akor pada Instrumen Keyboard Pertimbangan dimasukannya Keyboard dalam kurikulum dikarenakan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup di masyarakat atau telah dikenal luas di masyarakat. yakni memainkan alat ini pemain dapat menciptakan permainan bersifat band ataupun orchestra kecil. serta karena sifat kepraktisan dalam pembelajaran yang tidak membutuhkan waktu yang bertahun-tahun. praktis. 2. keterangan di bawah ini adalah khusus untuk keyboard merk Yamaha. Alat musik ini dirancang untuk sajian musik bagi jangkauan jumlah besar penonton di lapangan terbuka atau dalam ruangan luas.3. Program keahlian keyboard adalah kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja pada bidang musik. alat musik inipun diciptakan memiliki produksi suara. Keyboard dalam kaitannya dengan penampilan panggung pertunjukan musik pop tentulah membutuhkan kekhususan. instrumen macam-macam.87 terdapat didalam bar/kotak yang akan kita cari akornya lebih dominan membentuk ke akor apa saja. Memainkan keyboard Mengoperasikan program MIDI Level kualifikasi Pemain tingkat Madya Operator Jenjang pendidikan SMK Alat Musik Elektronik Alat musik electrophone adalah alat musik yang ragam bunyi atau penguat bunyinya disebabkan adanya daya listrik. Kompetensi Keterampilan Keyboard Standar kompetensi A. 2. pengoperasian setiap keyboard berbeda tergantung dari jenis produk dan jenis serinya. . Tabel.1.6. B. Alat-alat elektronik kini menjadi jawaban atas kepentingankepentingan tersebut. Sebelum kita memainkan keyboard kita terlebih dahulu mengenal tombol-tombol keyboard.

Mempelajari Tombol-tombol Keyboard A. main voice } layer voice } upper left voice } lower TOMBOL VOICE terbagi menjadi 3 yaitu : A. C. Main voice (right 1) : Tombol yang memfungsikan kerjanya Suara satu pada keyboard (pilihan suaranya sangat banyak. jadi dengan itu kita bisa tekan tuts keyboard bersamaan disatu tempat dengan suara .1.6. tergantung dari kategori instrumen yang kita pilih). B. B. Layer voice (right 2) : Tombol yang memfungsikan kerjanya Suara dua pada keyboard.88 Bu 2. 1.3.

dan bisa juga dibilang musik pengiring yang digunakan saat kita memainkan melodi dengan tangan kanan.Intro : musik pada awal lagu sebelum masuk melodi lagu. Bagian-bagian Style : . STYLE (Irama) : Permainan rhythm (iringan) sekaligus background (accompaniment/latar) musik yang terdiri dari beragam jenis musik.Ending : musik pada akhir lagu dan menjadi tanda berakhirnya lagu setelah melodi lagu. Left voice : instrumen beda (dobel) sehingga layer voice menjadi suara kedua dari main voice (sama halnya dengan main voice.89 C.Accompaniment : tombol untuk mengaktifkan background musik yang sesuai dengan style pilihan kita. dan akor berikut rhythm dengan tangan kiri. 2. Di dalam style ini sendiri terdapat channel-channel yang berisi permainan drum rhythm. . . .Break : variasi permainan drum rhythm untuk style yang pada tiap masanya sama. . Tombol yang memfungsikan kerjanya suara keyboard pada bagian kiri dengan batas range tertentu dan pilihan kategori suara instrumen tertentu yang dibatasi split point (sama halnya dengan main voice dan layer voice pilihan suaranya sama banyaknya juga bisa diatur sesuai kemauan kita menurut instrumen yang kita pilih). pilihan suaranya sama banyaknya dan bisa diatur sesuai kemauan kita menurut instrumen yang kita pilih).Main : pilihan variasi musik untuk style agar permainan semakin lengkap dan penuh. .

User terdiri dari : User style User song 4. Sync start : tombol yang mengaktifkan style saat akor dimatikan. Start + stop : tombol yang menyebabkan style akan aktif langsung untuk memulai. Sync stop : tombol yang menghentikan musik sesaat setelah kita mengangkat akor yang dimainkan. 3. tapi juga . jadi bukan hanya setting suara. 5. ONE TOUCH SETTING Tombol yang jika kita tekan maka beberapa pilihan setting suara yang sesuai dengan style yang kita pilih akan tersedia secara otomatis.90 - Bu Auto fill in : variasi rhythm yang fungsinya sama seperti break dan akan aktif pada saat menekan main. MEMILIH STYLE DAN USER : Tempat yang dipakai untuk menyimpan data hasil modifikasi atau buatan kita sendiri. MUSIC FINDER Music finder : tombol yang berfungsi untuk setting otomatis sebuah lagu yang ingin kita mainkan. OTS Link : tombol yang secara otomatis mengubah voice disaat memainkan main pada one touch setting.

91 setting style. jika ingin menurunkan ½ nada kita tekan – satu kali. efek dan sebagainya (kita bisa menyimpan 400 setting dan bisa kita pilih sendiri sesuai lagu yang akan dimainkan). sehingga kita hanya menekan tombol Play. terdiri dari 8 tempat memory yang ditulis dalam urutan angka. download file dari internet. TRANSPOSE Tombol yang berfungsi sebagai pengubah nada dasar. jika ingin memainkan ½ nada kita tekan + satu kali. 7. REGISTRATION MEMORY Tempat penyimpanan setting yang aman. tempo. 6. 8. Midifile tersebut bisa diperoleh dari Sample Song di dalam keyboard. dan dengarkan menurut pilihan lagu yang kita pilih. Lagu yang dimaksud disini adalah midifile. atau hasil . SONG Lagu jadi yang sudah dibuat.

MULTI PAD Multi Pad bisa digunakan untuk memainkan sebuah permainan pendek yang berupa rhythm atau rangkaian melodi. SCORE Anda bisa melihat notasi dari lagu yang telah anda pilih dengan menggunakan fungsi SCORE. dengan melihat notasi lagu midifile yang 11. METRONOME Metronome yang terdapat di keyboard akan memberi panduan menghitung birama saat belajar musik. teman atau guru anda. Multi Pad dikelompokkan dalam grup-grup atau “BANK” dimana tiap-tiap BANK berisi 4 tipe permainan. yang dapat menambah variasi permainan kita.92 Bu rekaman permainan sendiri. 9. yang disimpan dalam smart card atau floppy disk. 10. Panduan tersebut berupa suara klik yang berbunyi seiring ketukan birama dan tempo yang sudah anda tentukan. .

3.6. 23231 2. anda berlatih atau memainkan lagu tersebut tanpa memerlukan buku atau cetakan lagu tersebut.2 Mempraktikan dengan lagu .93 telah anda pilih.

94 Bu .

95 .

96 Bu .

97 .

98 Bu .

99 .

100 Bu .

101 .

102 Bu .

103 .

104 Bu .

105 .

106 Bu .

107 .

108 Bu .

109 .

110 Bu .

111 .

112 Bu .

113 .

114 Bu .

115 .

116 Bu .

117 .

118 Bu .

119 .

120 Bu .

. . . Terdiri dari 18 bilah kayu yang merupakan oktaf (gembyang) yang berulang. . . . Pola iringan gambang kromong adalah baku.6. Teknik Memainkan Gambang Kromong Nada Gambang . lebih kurang 3 ½ oktaf (gemyang). Pola iringan nada 1 (Do) adalah : __ __ __ __ 15 35 05 35 __ __ __ __ 16 36 06 36 Pola iringan nada 2 (Re) adalah : __ __ __ __ 25 25 05 25 __ __ __ __ 25 35 05 35 Pola iringan nada 3 (Mi) adalah : __ __ __ __ 35 35 05 35 __ __ __ __ 36 36 06 36 Pola iringan nada 5 (Sol) adalah : __ __ __ __ 55 35 05 35 Pola iringan nada 6 (La) adalah : __ __ __ __ 66 36 06 36 Ragam Tabuhan Dilagu Dicaruk (dikotek) Di gemyang . .4. . 5 6 1 2 3 5 6 5 6 1 2 3 5 6 5 6 1 2 3 5 6 Nada yang digunakan sebgai standar dalam gambang adalah nada D. . dari nada yang rendah sampai ke nada tinggi.121 2. . .

Drum dan Keyboard. Kempul. PRAKTIK MEMAINKAN GAMBANG KROMONG 1. Tetapi dewasa ini sudah mulai ada perubahan alat seperti Ningnong (digantung). instrumentalia musik yang dimainkan tanpa nyanyian disebut Phobin. Kecrek serta alat musik gesek seperti Tehyan. Kerangka lagu kicir-kicir adalah sebagai berikut : . Gong. GAMBANG KROMONG Seperti telah dibahas pada Bab sebelumnya bahwa ansambel Gambang Kromong terdiri dari instrumen pokok Gambang. Dengan contoh lagu Kicirkicir diharapkan bisa mewakili untuk memainkan lagu-lagu Gambang Kromong yang lain. Syair lagu yang terdapat dalam lagu kicir-kicir berupa sajak. gitas Bas. Bisa AB-AB atau AA-BB. Kromong. Kongahyan dan Sukong. Pada bahasan akan dibahas alat pokoknya saja.122 Pola Kotekan Kromong Nada pada Kromong Pencon bagian atas Pencon bagian bawah Pola nada 1 (Do) __ __ __ __ 15 35 05 35 __ __ __ __ 16 36 06 36 Pola nada 2 (Re) adalah : __ __ __ __ 25 25 05 25 __ __ __ __ 25 35 05 35 Pola nada 3 (Mi) adalah : __ __ __ __ 35 35 05 35 __ __ __ __ 36 36 06 36 Pola nada 5 (Sol) adalah : __ __ __ __ 55 35 05 35 Pola iringan nada 6 (La) adalah : __ __ __ __ 66 36 06 36 Bu 65321 23156 Lagu yang selalu dinyanyikan dalam setiap permainan gambang Kromong disebut lagu Sayur.

pola kotekan adalah sebagai berikut 05 35 dan 06 36 untuk jatuh nada 1 (do). . . 5 35 | 35 35 . :|| Jalannya sajian adalah sebagai berikut. intro dilakukan oleh instrumen Gambang dan Kromong secara berbarengan nada intro adalah : __ __ __ __ 03 35 3 . P .6 36 | | (5)5 35 . . P .5 35 | Jatuhnya nada Pola kotekan . 3 (mi) dan 5 (sol) pola kotekannya menggunakan 05 35 sedangkan untuk jatuh nada 6 pola kotekannya menggunakan 06 36. 2 22 3 ||: (2) . | P P (6) . . | 3 . . . 2 22 3 (2) Instrumen lain masuk dan nada 2 (re).5 35 | 35 35 . | P . .6 36 | 36 36 .5 35 | __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ | (1)5 35 . .5 35 | 35 35 . . | (5) . GAMBANG. | 3 . | 3 . Nada yang ada dalam instrumen Gambang adalah sebagai berikut dimulai dari sebelah kiri atau nada paling rendah. . .123 Intro : __ __ __ __ P P 03 35 | 3 .5 35 | (6)6 36 . Pada bagian lagu akan dibahas satu persatu cara memainkannya. 2 (re).2 22 3 | (2)5 35 . 5 6 1 2 3 5 6 1 2 3 5 6 1 2 3 5 6 1 Wilayah jatuhnya nada Wilayah nada untuk kotekan untuk lebih jelasnya lihat pertitur lagu dan tabuhan Gambang di bawah ini : __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ | 03 35 | 3 . | 3 . setelah melakukan intro instrumen Gambang memainkan lagu dengan pola kotekan yang mengacu pada jatuhnya nada . . . | P | (1) .

5 __ .5 35 | Jatuhnya nada Pola kotekan GONG dan kempul untuk pola tabuhan Kempul dan Gong lihat pada kerangka lagu kicir-kicir di atas.5 35 | __ (2)5 __ (6)6 __ 35 __ 36 __ . . Berikut tabuhan instrumen kromong : __ __ __ | 03 35 | 3 .5 35 | 35 35 __ 22 3 | __ __ .5 35 | 35 35 . Setiap satu gong terdiri dari 2 tabuhan kempul.6 __ __ __ 35 | 35 35 __ __ __ 36 | 36 36 __ . nada yang terdapat dalam instrumen Kromong adalah : Wilayah nada untuk kotekan 6 5 3 2 1 2 3 1 5 6 Wilayah jatuhnya nada Cara memainkannya sama dengan instrumen Gambang yaitu dengan pola kotekan Nada untuk kotekan adalah nada yang terdapat dalam instrumen di atas. sedangkan nada jatuhnya adalah nada yang ada dibawah. ) adalah tabuhan Gong.5 __ .124 Bu KROMONG. Tanda P diatas not menunjukkan tabuhan Kempul sedangkan tanda ( .2 __ __ __ __ __ __ | (1)5 35 .6 __ 35 | __ 36 | | (5)5 35 .

| . Lihat penerapannya pada lagu kicir-kicir di bawah ini : __ __ 03 35 | N |(1) N |(5) . | . __ __ __ __ __ __ __ __ Kecrek : xx .2 22 3 ||: (2) . . . Lihat penerapannya pada cuplikan lagu kicirkicir. . penekanan pukulannya pada hitungan ke I dan ke III. . . adalah sejenis kempul yang ukurannya lebih kecil.x xx . . . pola tabuhan kecrek adalah sebagai berikut : . 3 . .125 KECREK. | N 3 N 3 __ __ N .x Mulai menabuhnya dan nada 2 (re) yang dipukul dua kali. Instrumen ini letaknya dengan cara digantung. Ningnong berfungsi untuk menguatkan rasa seleh atau jatuhnya nada aksen. :|| KENDHANG. .2 22 3 (2) .x xx . . . | 3 N 3 . . . . nada 6 dan nada 5 lalu yang dibawah nada 3. . 3 . Pola tabuhannya adalah seperti bahasan di atas.x xx . . nada 2 dan nada 1 rendah. NINGNONG. Penerapannya dalam lagu Kicir-kicir adalah : __ __ __ __ . . .x xx . .x xx . __ __ __ __ 03 35 3 . . 3 . . 1 03 35 3 . Tabuhan Ningnong kita simbulkan dengan tanda N diatas not. . N | (6) . fungsinya sebagai pengatur tempo/irama. .2 22 3 (2) .x xx dan seterusnya sama. . N . Urutan nada yang diatas dari kiri adalah nada 1.

126 Bu Jali-Jali Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

127 Sirih Kuning Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

128 Bu Kicir-Kicir Transkrip oleh Tuti Tarwiyah .

Pada gendhing bentuk lancaran buka dilakukan oleh rincikan Bonang Barung.6. titik atas dan titik bawah pada not menunjukkan pukulan dimana saat melakukan buka. Jalan sajiannya adalah sebagai berikut: Bagian Buka.5. Kendhang dan Barung Barung. Jadi bila ada not titik bawah artinya nada yang dipukul juga nada yang ada diricikan bawah. buka ialah nada yang ditabuh untuk memulai suatu gendhing dan biasanya dilakukan oleh ricikan Rebab. Di bawah ini penjelasan cara memainkan gamelan : Lancaran Kebo Giro berfungsi untuk penyambutan tamu besan. Susunan nada dalam Bonang Barung Pelog adalah sebagai berikut : 4 7 6 1 5 2 3 3 2 5 1 6 7 4 Atas Bawah . Kemudian dalam bentuk Lancaran ada yang tidak memakai vokal (instrumentalia) dan ada yang memakai vokal.129 2. Gender. Lancaran sifatnya riang dan bisa menceritakan suasana gembira. Teknik Memainkan Gamelan Untuk tahap awal menabuh gamelan Jawa dapat dimulai dalam bentuk Gendhing yang sederhana yaitu bentuk Lancaran. pada upacara resepsi pernikahan adat jawa.

lihat contohnya : Setelah itu semua instrumen masuk dan nada 5 atau paling belakang. lihat contohnya : Nada awal ditabuh satu-satu sesuai not dan letaknya kemudian di gatra terakhir atau gatra keempat sudah gembyang cegatan. Lancaran Kebo Giro terdiri dari 4 baris dimulai dari baris 1 sampai keempat lalu balik ke baris 1 dan begitu seterusnya sampai pada suwuk (berhenti). Instrumen kedua yang masuk adalah instrumen kendhang mulai dari gatra ke tiga. Dibagian gendhing kita mulai pembahasan dan instrumen : 1. Jadi kesimpulannya adalah pada bagian buka dilakukan oleh Bonang Barung lalu diteruskan oleh Kendhang dan semua instrumen baru masuk pada nada terakhir. setelah melakukan buka kemudian Bonang Barung memainkan lagu dengan pola gembyang cegatan.130 Bu Setiap bentuk Lancaran gatra terakhir sudah mulai dengan gembyang cegatan. Bonang Barung. Lihat contoh di bawah ini : . Bagian gendhing. yaitu setiap gatra ditabuh dua kali dengan patokan gembyangnya nada yang dibelakang.

tetapi praktek menabuhnya tentu saja tidak sama cuma namanya saja yang sama. Slenthem) jika dalam memukulnya berbarengan maka tabuhan Bonang Barung salah. pola tabuhan dalam bentuk lancaran irama lancaran sama dengan pola pada Bonang Barung yaitu Gembyang cegatan. Bonang Penerus.131 Pukulan Bonang Barung tidak berbarengan dengan ricikan Balungan (Demung. Saron. lihat di bawah ini : . Untuk lebih jelasnya. 2. Begitu seterusnya sampai gendhingnya berhenti.

Untuk bentuk lancaran pola kendhangan ada 4 macam yaitu cengkok A. B. Kalau misalnya ada lancaran yang terdiri dari 3 baris berarti pola kendhangannya adalah : Putaran 1 : A. C dan D (lihat pada bab di atas). kendhang bertugas sebagai pamurba irama. kemudian pada putaran kedua dan seterusnya baris I dengan pola B. B. C Pola C dinamakan juga cengkok salahan artinya untuk memantapkan rasa seleh dan hanya digunakan pada baris terakhir tapi bentuk lancaran. artinya pola A hanya dipakai sekali setelah buka.B.C Putaran II dan seterusnya : B. Kemudian penerapannya pada lancaran Kebo Giro adalah sebagai berikut : setelah buka baris I dengan pola A. B.B. Kemudian pola D atau suwukat digunakan untuk . Kendhang.B. artinya cepatlambat. baris III dengan pola B dan baris IV dengan pola C.132 Bu 3. mulai-berhentinya sebuah sajian gendhing tergantung pada kendhang.C Putaran II dan seterusnya : B. Untuk lebih jelasnya dapat dirumuskan sebagai berikut : Putaran 1 : A. C Kebetulan Lancaran Kebo Giro hanya terdiri dan dan 4 baris jadi gambaran pola kendhangannya seperti tersebut di atas.B. B. B. baris II dengan pola B. B.C Putaran II dan seterusnya : B. baris II dengan pola B III dengan pola B dan baris IV dengan pola C ini pada putaran pertama.B.B. B. C Begitu juga apabila bentuk lancaran yang terdiri dan 5 baris berarti dapat dirumuskan sebagai berikut: Putaran 1 : A.

sedangkan Gong Suwukan ditabuh pada tiap akhir baris kecuali baris terakhir. Gong. Dalam jenis Lancaran kita bisa memakai Gong Gedhe salah satu dan Gong Suwukan dengan nada 2 saja. Gong Gedhe ditabuh hanya setelah buka dan pada baris terakhir nada terakhir. yaitu jika kendhang sudah menggunakan pola D maka tidak lagi menggunakan pola C dan artinya gendhing tersebut akan berhenti dengan ciri pada baris terakhir tempo semakin pelan yang tentu saja diatur oleh kendhang. nada 3. Kempul Laras Pelog terdiri dari nada 6. Dalam lancaran Kebo Giro kita bisa memakai kempul dengan nada 6 saja dan cara menabuhnya berbarengan dengan jatuhnya nada. Gong gedhe nadanya 3 dan 5 sedangkan gong suwukan nadanya 2. Pola D penggunaanya pada baris terakhir. Contoh : . nada 1 dan nada 7. termasuk dalam golongan ricikan struktural artinya penempatannya dalam sebuah gendhing mempengaruhi jenis gendhing tersebut. Tabuhan kempul bisa disimbolkan dengan tanda atau P yang terletak di atas not. Kempul. 1 dan 7. Untuk lebih jelasnya lihat penerapannya pada bentuk Lancaran Kebo Giro di bawah ini : Ket : hal ini brlaku untuk setiap bentuk lancaran 5. 4. Ricikan Gong terdiri dan 2 macam yaitu gong gedhe dan gong suwukan. 6. nada 5.133 memberhentikan gendhing.

3. Gong dan Kendhang tetap sama. Bu Kenong. sekarang akan kita bahas jenis Lancaran yang memakai vokal. Di atas sudah dibahas Jenis Lancaran yang tidak memakai vokal. Lihat penerapannya pada Lancaran Kebo Giro di bawah ini : 7. Cara menabuhnya adalah tangan kanan untuk menabuh sedangkan tangan kiri untuk "mathet" atau memegang setelah nada ditabuh. Jenis Lancaran mi pola tabuhan instrumen Balungan. Tetapi tidak setelah ditabuh langsung dipegang melainkan berbarengan dengan tangan kanan menabuh nada berikutnya. Jadi tangan kiri mengikuti kemana tangan kanan menabuh nada.2 . nada-nada yang ada didalamnya adalah : 1 2 3 4 5 6 7 untuk laras pelog sedangkan untuk laras slendro nadanya adalah.6. Untuk Bonang Barung.5 pertama tangan kanan menabuh nada 6 terus nabuh nada 5.134 6.2 . pada saat tangan kanan nabuh nada 5 maka tangan kiri memegang nada 6. selanjutnya tangan kanan menabuh nada 3 baru tangan kiri memegang nada 5 dan seterusnya. Tabuhan Kenong biasa disimbolkan dengan tanda atau N yang terletak di atas not Contoh: 5 berarti nada yang ditabuh kenong juga nada 5 atau 2 berarti nada yang ditabuh kenong adalah nada 2 dan seterusnya. Kenong dan Kempul. nada 5. Bonang Penerus.6. Untuk jenis gendhing yang memakai vokal kita pakai Lancaran Gugur Gunung di bawah ini : . nada dalam Kenong Laras Pelog adalah nada 6. Demung. Saron dan Slenthem. Contoh : . nada 3. termasuk dalam jenis ricikan balungan. nada 1 dan nada 7.5 . Setiap satu baris terdiri dan 4 kali tabuhan dan menabuhnya mengikuti jatuhnya nada atau mengikuti nada di bawah tanda symbol Kenong. nada 2. 6123561.3. tabuhan dan pola sama tetapi yang berbeda hanya nadanya saja.

. Bonang Penerus. Kempul dan Kenong cara menafsirkan nada tabuhannya adalah tiap 2 gatra. Kalau yang tidak memakai vokal penafsiran nada tabuhannya tiap 1 gatra.135 Untuk ricikan Bonang Barung.

Kacapi berlaras pelog dan slendro atau berlaras da-mi-na-ti-la-da. Kesenian kacapi suling: adalah memainkan lagu-lagu instrumentalia dan pop Sunda. oleh karenanya warna suaranya berbeda.6.2.6. kacapi perahu. sulingnya berlaras da-mi-na-ti-lada dengan 6 lubang. resonator mengacu dari kayu dan alat petik tersebut ada yang disebut jentreng. bahkan bisa lebih. gembira.6. Kacapi kawih/siter dapat pula dimainkan untuk permainan individu. dan kacapi siter. 6. Fungsi seninya : .Dahulu untuk pengiring upacara siraman dan dahulu untuk dinikmati bangsawan Cianjur .6. Peta Unit Kompetensi Keterampilan Kacapi Level Purwana Yuwana Madya Madya Utama Purna Jenjang Pendidikan SMK Diploma Kacapi merupakan alat musik petik (waditra) yang memiliki (dawai) sebanyak 7 sampai 20. Tabel.136 Bu 2. karena pengaruh keperluan teknik terutama kreasi Mang Koko kacapi dapat berjumlah 22 s/d 26 senar. Kacapi adalah bentuk akulturasi dari alat musik K’in dari Cina dan Koto di Jepang. Teknik Memainkan Kacapi Perkembangan dimasukannya Kacapi sebagai kurikulum dikarenakan pertimbangan fenomena kesenian yang hidup di masyarakat.1 Kacapi Yang Mempunyai Fungsi Hiburan Kacapi Yang Mempunyai Fungsi Hiburan Kacapi suling Kacapi suling instrumennya terdiri dari kacapi dan suling. berlaras lebih tinggi.Saat ini untuk hiburan . Berikut diuraikan jenis kacapi : 2. kacapi rincik. atau dikenal luas di masyarakat. kacapinya adalah kacapi kawih/siter. Yang berlaras pelog bernuansa lembut dan yang berlaras slendro bernuansa China.

Gambar Kacapi Suling 1. berlaras pelog.Kacapi Kawih/Siter berlaras pelog dan slendro Sumber : RRI Jakarta Gambar 2.48.47.Kacapi tembang Cianjuran Fungsi seni tembang Cianjuran adalah sebagai pengiring.137 Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. iringan atau bas. slendro dan madenda. . Permainan Kacapi Suling Secara Mandiri Tinjauan dari permainan kacapi yang dapat dimainkan secara mandiri adalah: . Perangkat instrumennya : Kacapi perahu (indung): berfungsi sebagai tangan kiri.

Kacapi Rincik Melodi dan Birama Sumber STSI Bandung Gambar 2. Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. Sedangkan permaianan kacapi yang ada vokalnya atau mamaos disebut kacapi tembang sunda cianjuran. Kacapi Perahu . Salah satu contoh lagu tembang cianjuran seperti lagu “Papatet” yang dibawakan oleh juru tembang atau disebut siden [juru mamaos] dalam kacapi tembang Lagu-lagu dalam tembang sunda seperti lagu “Papatet “ ini bisa disajikan dengan vokal atau bahkan bisa disajikan dengan suling saja.50.138 Kacapi Rincik : 1) Sebagai melodi 2) Sebagai ketukan irama/tempo Bu Kacapi Indung sebagai ritem dan bas Sedangkan kacapi Rincik yang lebih kecil berfungsi sebagai melodi dan sulingnya sebagai pembawa lagu. yang disebut kacapi suling instrumental.49.

Dalam penyajiannya celempungan biasanya membawakan lagu-lagu yang terikat oleh birama atau tempo. Musik Celempungan Wanda anyar Yang dimaksud wanda anyar disini adalah permainan kacapi kreasi baru. instrument kendang yang terbuat dari kayu dan kulit sebagai pembawa irama.51. Permainan kacapi instrumental wanda anyar menunjukkan teknik petikan kacapi dan macam-macam tekniknya. vocal atau juru sinden sebagai pembawa lagu. dan permainan kacapi wanda anyar ini lebih banyak dimainkan pada alat kacapi siter elektrik dua sampai tiga buah kacapi siter dan dan dalam penyajiannya lebih banyak membawakan lagu-lagu yang lagi populer ngetren pada jamannya.139 Celempungan Celempungan adalah permainan satu atau dua buah kacapi siter ditambah instrumen Rebab sebagai pembawa melodi lagu. seperti misalnya lagu “Eslilin” atau “Manuk Dadali” dan sebagainya. dan instrumen gong sebagai pemanteb. Misalnya lagu “Kalangkang” dan “Cinta Ketok Mejik”. - Sumber : RRI Jakarta Gambar 2. Ciri khas dari petikan wanda anyar ini adalah : Aransemen dan gelanyu sebagai jembatan antar melodi .

Sedangkan jari-jarinya baik kanan maupun kiri dilambangkan dengan huruf-huruf kecil yaitu : Ibu jari (jempol) = a. . Penjarian Yang dimaksud penjarian adalah penggunaan jari-jari tangan baik kanan maupun kiri pada waktu memetik senar kacapi. Penulisan lambang-lambang jari ini biasanya diletakkan disebelah kiri susunan nada (melodi gending) yang akan dimainkan. yang membedakan tinggi rendah nada dalam setiap laras.140 Bu Aransemen yang disukai kaum muda. penuh kreasi. terletak pada intervalnya. Jari tengah = c. jejemplangan. Menurut teori Machyar. Untuk mempermudah dalam penulisannya. dedegungan dan penambih. Kaya akan hiasan lagu Memiliki etude petikan kacapi Kacapi yang dimainkan adalah kacapi kawih/siter. dan madenda (sorong). 2. Sistem dan Nilai Nada Sistem nada yang digunakan dalam alat petik (kacapi) pada umumnya meliputi laras salendro. degung (pelog). Contohnya lagu “Eslilin” A. Yang dimaksud dengan papantunan. jejemplangan dan dedegungan adalah bentuk syair lagu yang dibawakan atau dinyanyikan secara bebas atau merdeka yang tidak terikat oleh birama maupun temponya. papantunan. Contonya : Jenis papantunan dalam lagu “Papatet” Daweung di ajar ludeung Gunung Galunggung kapungkur Gunung Sumedang katunjang Talaga sok kawahyahna Rangkecik ditengah leuweung Ulah pundung kudisungkun ulah melang teu diteang Tarima raga wayahna ngancik di nagara deungeun Sedangkan yang dimaksud dengan panambih adalah lagu tambahan dari jenis lagu di atas yang dinyanyikan secara teratur dan terikat oleh aturan birama maupun temponya. Telunjuk = b. ekspresif nada-nadanya. tangan kanan dilambangkan dengan hurup A (besar) dan tangan kiri dengan hurup B (besar). Permainan Sebagai Pengiring Petikan-petikan kacapi indung dalam tembang Sunda atau kacapi suling sangat berperan terutama dalam mengiringi lagu-lagu. jari manis = d dan kelingking = e. Untuk lebih jelasnya perbedaan B.

. . . bernilai satu ketukan. 5 . Contohnya 1 2 3 4 . 5 4 . Not yang diberi garis satu di atasnya. 5 . . 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 . . 3 . 4 .141 tersebut lihat figure di bawah dengan menggunakan notasi da-mi-na-tila (1-2-3-4-5). . . . . .. 3. . 5 . Not yang diberi garis dua di atasnya. Contohnya 1 2 3 4 2. . bernilai setengah ketukan. . 2 . Sedangkan susunan nada yang digunakan dalam alat petik (kacapi) umumnya dimulai dari nada 1 (da) tinggi (titik satu di bawah). .. Apabila disusun sebanyak 20 nada (ke samping dan ke atas) seperti di bawah ini : . . Contohnya 1 2 3 4. Not yang berdiri sendiri. . . . . .. . . . . Laras salendro Laras degung Laras madenda . . .. 1 . . . 3 . . . : 2 1 . : 1 . . : 4 3 . .. 2 1 . . 4 3 . . 2 1 . ___________ ___________ ___________ ___________ Oktaf tinggi oktaf sedang oktaf rendah oktaf lebih rendah Nilai nada yang digunakan dalam suatu permainan kacapi kalau ditulis dengan not angka (notasi da-mi-na-ti-la) adalah sebagai berikut : 1. . . . . . bernilai seperempat ketukan.

sehingga gerakan dari kedua jari itu menghasilkan komposisi nada (gending) yang diinginkan. Khusus mengenai titik.6. sebab nilai titik dan tanda istirahat masing-masing setengah ketukan. Adapun penjelasan dan latihannya adalah sebagai berikut: A. ) yaitu untuk memperpanjang nada dan tanda istirahat ( 0 ) yaitu tanda untuk berhenti mengeluarkan suara atau berhenti membunyikan nada. selain banyaknya jari yang digunakan juga posisi dan gerakan jari-jari tangan ketika memetik senar. 2. seperti telah disebutkan di atas. berarti 1 nilainya menjadi dua ketukan. Cara tersebut meiliputi banyaknya jari-jari tangan yang digunakan serta posisi dan gerakan jari-jari tangan ketika memetik senar (kawat). 0 berarti nilai 1 menjadi satu setengah ketukan.6. Gerakan tersebut ada yang searah dalam nada gembyang (oktaf) atau kempyung (akor). Teknik Sintreuk-toel Pembahasan Sintreuk-toel adalah teknik petikan kacapi dengan menggunakan dua jari yaitu telunjuk kanan dan telunjuk kiri. Teknik petikan kacapi yang sering dipergunakan terutama dalam Celempungan. dan ada pula yang seperti saling bersahutan antara telunjuk . Yang membedakan antara tenik yang satu dengan lainnya. Sedangkan nilai dari kedua tanda tersebut dalam penulisannya sama seperti notasi pada nomor 1. Apabila penulisan seperti 1 . Posisi dan gerakan jarinya adalah: (1) telunjuk kanan melipat ke daiam. seperti telah dicontohkan di atas. ujung kukunya menyentuh senar dengan gerakan noel (sentuhan dengan ujung jari). akan penulis jelaskan satu persatu berikut contoh latihannya dalam bentuk cacarakan (cara-cara petikan kacapi). apabila diletakkan di belakang not atau di samping kanan not. dan dijeungkalan. Sehingga dengan demikian nada-nada (gending) yang dihasilkan jari-jari tangan tersebut akan berbeda pu!a. 1. Contohnya 1 . dan (2) telunjuk kiri agak lengkung ke bawah. Dengan demikian jelaslah bahwa panjang pendeknya nada yang dilambangkan oleh not angka akan bergantung pada nilainya. Jenaka Sunda. TEKNIK PETIKAN KACAPI Yang dimaksud teknik petikan kacapi ialah cara memainkan kacapi untuk nenghasilkan komposisi nada (gending) secara optimal. Untuk lebih jelasnya ketiga teknik tersebut di atas. ada yang berlawanan dengan nada yang berlainan.2. yang materinya mengacu pada tujuan umum yaitu mendidik mahasiswa agar dapat mendemontrasikan teknik-teknik petikan kacapi ke dalam bentuk aransemen (instrumental) dan pirigan lagu (iringan lagu). 2 dan 3. maka nilai not tersebut akan bertambah. dan Cianjuran.142 Bu Tanda lain yang sering digunakan dalam penulisan notasi gending kacapi adalah titik ( . Kawih Kacapian. ujung kukunya menyentuh senar dengan gerakan nyintreuk (menjentik). secara global ada 3 macam yaitu sintreuk-toel dijambret.

Mempraktikan Memetik Kacapi dengan Melatih Cacarakan Dalam latihan ini materi-materinya disebut Cacarakan. Adapun susunan cacarakannya seperti di bawah ini : . Artinya tergantung pada kebutuhan musikainya. Sedangkan tingkat kesulitan dari materinya disusun secara bertahap.143 kanan dan kiri. Fungsi dari masing-masing jari di atas adalah: ada yang sama-sama sebagai penyaji melodi. ada pula yang telunjuk kanan sebagai penyaji melodi serta telunjuk kiri sebagai penyaji bass dan lain-lain.6.3. 2.6. yang pada akhirnya diharapkan mahasiswa itu mampu menyajikan aransemen.

144 Bu .

145

146

Bu

147

148

Bu

Taknik sintreuk-toel yang diaplikasikan ke dalam bentuk Cacarakan 1 - 10, di dalarnnya sudah mencakup teknik penjarian (posisi dan gerakan jari) dan teknik petikan (ketepatan jari dalam menghasilkan bunyi yang bersih dari senar yang disentuhnya). Kedua teknik ini pada dasarnya bertujuan melatih keterampilan tangan untuk sampai pada garap aransemen (gending macakal) secara baik dan benar. B. Teknik Dijambret

Teknik Dijambret adalah petikan kacapi yang posisi dan gerakan jarinya terutama jari-jari tangan kanan, seperti menjambret2 yaitu membunyikan tiga buah nada secara bersamaan, dengan menggunakan ibu jari, t elunjuK, dan jari tengah. Sedangkan posisi dan gerakan tangan kiri (ibu jari dan telunjuk) seperti ngajeungkalan. Fungsi dari kedua tangan tersebut masing-masing sebagai penyaji iringan (tangan kanan) dan penyaji bass

149

(tangan kiri). Teknik dijambret biasanya digunakan untuk mengiringi lagu-lagu Sunda yang berirama mars (tempo cepat). Secara praktis, teknik dijambret hanya memiliki satu motif. Oleh sebab itu dalam cacarakannya hanya akan berorientasi pada nada yang akan dimainkan saja, yang dalam istilah tradisinya disebut kenongan. Misalnya teknik dijambret dalam kenongan 5 (la). Yang perlu diketahui oleh mahasiswa sebelum mempraktikkan teknik dijambret adalah pasangan nada dari nada yang dijadikan kenongan. Pasangan nada tersebut seperti di bawah ini: Gembyang Pasangan Kenongan : : 1 3/4 1 2 5/4 2 3 1/5 3 4 2/1 4 5 2/3 5

Kelompok nada di atas dapat pula dijadikan dasar dalam menentukan pasangan nada pada petikan tangan kiri di setiap pirigan lagu.

150
C.

Bu

Permainan Kacapi Gaya Celempungan dalam lagu Banjaran (laras pelog), gerakan sedang

151

Keterangan : Pirigan disajikan berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan

India b.. Susunan nada yang bernada 5 c. Cina d. Jawa Tengah b. Gambang kromong adalah kesenian yang mendapat pengaruh dari. kenong dan tanjidor adalah kesenian khas daerah . a.R. Haryo Wreksadiningrat c.. Susunan nada yang mempunyai jarak 1 dan ½ b.. Apa yang disebut tangganada diatonis? a. Machjar Angga Koesoemadinata b.. Notasi pentatonik adalah asli milik bangsa Indonesia yang dibuat oleh . Yunani b. Demang Kartini d. Tetrachord 2. a. a.. Susunan nada yang berjarak ½ 3.... Grand 5.152 Bu TES FORMATIF BAB II Pilihlah jawaban yang tepat ! 1. Dons-Frigis d. Susunan nada yang berjarak 2. Steinway d. Lydis c. Arab c.. a. Aristoteles c. Betawi d.. Supratman 4. Cikal bakal instruen piano yang bernama Harpsichord diciptakan pada tahun 1707 oleh . a. Bali c... W. Tangganada diatonis berasal dari tangga nada . Bartolomeo Christofori b.. 1 dan ½ d... Kesenian gambang kromong. Kalimantan 6. Melayu .

.... Sitar d. Alat musik tradisional Indonesia serumpun alat musik Koto adalah. Bentuk bilahan c. Angklung tradisi Sunda b.. Fungsi dalam permainan d.. a. Granting 10. Angklung berlaras diatonis disebut juga . Cara memainkan .. Sample c. Bali 8. a. Angklung Pak Udjo 9. Kacapi b... Jawa Tengah b. Angklung Indonesia d.. a. Sumatera Barat c. Perbedaan gender dan slentem adalah pada . Lampung d. Jumlah bilahan b. a. Talempong adalah alat musik tradisional seperti gamelan yang berasal dari propinsi . Angklung Pak Poeng c..153 7..

154 Bu Apresiasi : 1. seperti suara drum yang ditabuh dengan bersemangat ? 3. dari lagu-lagu yang guru perdengarkan? . Dapatkah kamu mengidentiikasi yang mana musik yang merupakan karya Bach. Apa yang kamu rasakan ketika mendengar suara yang beraturan seperti suara tetesan air dari ledeng ? 2. Bagaimana cara kamu mengenali musik khas darah Sunda? 5. Apa yang kamu rasakan jika terdengar suara keras dan cepat. Bagaimana cara kamu mengenali musik yang kamu dengar adalah musk Melayu (Riau) 4.Bali .Sumatera Barat 6. Bagaimana cara kamu mengenali gamelan yang kamu dengar adalah gamelan daerah : .Jawa Tengah .

Seni Tari Mengapresiasikan Karya Seni Tari Bab 3 APRESIASI Pengertian Seni Tari Gerak Pembelajaran Apresiasi Seni Tari Berdasarkan Konsep Garapan Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi di Masyarakat Teri Berdasarkan Orientasi Artistik Fungsi Tari Upacara .

EKSPRESI Produksi Tari Dasar Pijakan .

1. 2). dan tenaga. tari disampaikan oleh Soedarsono bahwa tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diubah melalui gerak ritmis yang indah. Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990.158 BAB III SENI TARI 3. Pengertian Tari Unsur utama yang paling pokok dalam tari adalah gerak tubuh manusia yang sama sekali lepas dari unsur ruang. dinamis. Untuk menjadi bentuk yang nyata maka Suryo mengedepankan tentang tari dalam ekspresi subyektif yang diberi bentuk obyektif (Meri:1987. Kesejalanan yang dikembangkan berhubungan dengan konsep tari masih banyak diperdebatkan. 12). membuat. Secara tidak langsung di sini Haukin memberikan penekanan bahwa tari ekspresi jiwa menjadi sesuatu yang dilahirkan melalui media ungkap yang disamarkan. dan sangat beragam intensitas pendalamannya. caranya dengan melihat. Beberapa pakar tari melalui simulasi di bawah ini beberapa tokoh yang mendalami tari menyatakan sebagai berikut. dan waktu. Laju pertumbuhan tari memberi corak budaya yang lebih variatif. Belajar seni pada tataran apresiasi dapat dimulai dari usia dini. 3. Hal ini terbukti masih belum komplitnya pemahaman tari itu sendiri yang berkembang di masyarakat. Oleh sebab itu dalam beberapa tahun ke depan tari menjadi semakin memiliki aura yang diharapkan digali terus menerus. Di bawah ini tahapan apresiasi tari yang berguna bagi yang mendalami apa arti sutu pendidikan seni khususnya untuk seni tari. Tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika. Sejalan dengan pendapat kedua tokoh terdahulu dalam . Di sisi lain ditambahkan oleh La Mery bahwa ekspresi yang berbentuk simbolis dalam wujud yang lebih tinggi harus diinternalisasikan. Dalam upaya merefleksikan tari kedua tokoh sejalan. Pemahaman konsep dibentuk melalui proses kreasi. Cakupan ini adaptasinya dapat dipelajari melalui penjelasan di bawah ini. Mengapresiasikan Karya Seni Tari Pemahaman suatu tarian sebagai konsep merupakan aspek terpenting dalam pendidikan tari. dan menampilkan tari. Dalam perkembangan berikut.

Tari sering kita lihat dalam berbagai acara baik melalui media televisi (TV). Sebagai sarana atau media komunikasi yang universal. empati. 21). gerak tari. Apabila disimak secara khusus. Dalam konteks yang masih sama Soeryodiningrat memberi warna khasanah tari bahwa beliau lebih menekankan kepada gerak tubuh yang berirama.159 buku ini. maupun berbagai kegiatan lain seperti pada acara khusus berupa pergelaran tari. simpati. Masyarakat . tari menempatkan diri pada posisi yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan kapan saja. Dengan itu tubuh berfungsi menjadi bahasa tari untuk memperoleh makna gerak. paket acara yang digelar oleh Pasar Seni Ancol. Peranan tari sangat penting dalam kehidupan manusia. dan kemauan kepada umum secara jelas. 4). Tari memberikan penghayatan rasa. Berbagai acara yang ada dalam kehidupan manusia memnfaatkan tarian untuk mendukung prosesi acara sesuai kepentingannya. pada prinsipnya masalah ekspresi jiwa masih menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar. melainkan dibutuhkan juga sebagai sarana upacara Agama dan Adat. Hal ini seperti terpetik bahwa tari adalah gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik atau gamelan diatur oleh irama sesuai dengan maksud tujuan tari (Soeryodiningrat: 1986. Gerakan tubuh dapat dinkmati sebagai bagian dari komunikasi bahasa tubuh. Pada berbagai acara tari dapat berfungsi menurut kepentingannya. Masyarakat membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis. Ibarat bahasa gerak. oleh karena itu tubuh sebagai media ungkap sangat penting perannya bagi tari. Tari merupakan salah satu cabang seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. Tari pada kenyataan sesungguhnya merupakan penampilan gerak tubuh. Tari mendapat perhatian besar di masyarakat. maupun unjuk kemampuan. Lebih jauh lagi ditambahkan CurtSach bahwa tari merupakan gerak yang ritmis (CurtSach: 1978. dan kepuasan tersendiri terutama bagi pendukungnya. paket acara tontonan yang diselenggarakan misalnya oleh Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Sebagai sarana komunikasi. dan acara tontonan dalam kegaiatan kenegaraan maupun acara-acara yang berkaitan dengan keagamaan. tari membuat seseorang tergerak untu mengikuti irama tari. hal tersebut menjadi alat ekspresi manusia dalam karya seni. Pernyataaan yang mendasar tentang ekspresi jiwa manusia menjadi salah satu kunci tari menjadi bagian kehidupan yang mungkin hingga waktu mendatang selalu menjadi tumpuhan perkembangannya. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia sebagai media komunikasi yang universal dan dapat dinikmati oleh siapa saja. pada waktu kapan saja. Tari merupakan salah satu cabang seni. dimana media ungkap yang digunakan adalah tubuh. tari memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. perkawinan maupun pesta lain yang berhubungan dengan adat.

Seperti dikutip oleh M. Hal lain juga disampaikan oleh Hawkins bahwa. menyatakan bahwa. dan gerak-gerak maknawi maupun bahasa tubuh/gestur. Apabila ke dua pendapat di atas digabungkan. Oleh sebab itu. Gerak dapat dilakukan dengan berpindah tempat (Locomotive Movement). 1990:2). Gerakan denyut tubuh memungkinkan penari mengekspresikan perasaan maksud atau tujuan tari.160 membutuhkannya bukan saja sebagai kepuasan estetis saja. pengertian tari adalah unsur dasar gerak yang diungkapan atau ekspresi dalam bentuk perasaan sesuai keselarasan irama. serta unsur pendukung lainnya. Jazuli dalam (Soeryobrongto:1987. tari merupakan gerak yang diberi bentuk dalam ruang. Makna yang diungkapkan dapat diterjemahkan penonton melalui denyut atau detak tubuh. tari lahir merupakan ungkapan hasrat yang secara periodik digerakan sebagai pernyataan komunikasi ide maupun gagasan dari koreografer yang menyusunnya. Corry Hamstrong menyatakan bahwa. beberapa unsur gerak tari yang tampak meliputi gerak. Dalam kehidupan sehari-hari. tari adalah gerak sebagai pengalaman yang paling awal kehidupan manusia. manusia selalu bergerak. Pada dasarnya gerak tubuh yang berirama atau beritmeritme memiliki potensi menjadi gerak tari. Gerakan dapat dinikmati melalui rasa ke dalam penghayatan ritme tertentu. Irama musik sebagai pengiring dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan pencipta tari melalui penari (Jazuli. maka tari sebagai pernyataan gerak ritmis yang indah mengandung ritme. Dalam konteksnya. tari adalah gerak ekspresi manusia yang indah. ritme. John Martin dalam The Modern Dance. Elemen utamanya berupa gerakan tubuh yang didukung oleh banyak unsur. Tari menjadi bentuk pengalaman gerak yang paling awal bagi kehidupan manusia. Media ungkap tari berupa keinginan/hasrat berbentuk refleksi gerak baik secara spontan. 12-34) dikemukakan bahwa gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik adalah tari. tari adalah ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak sehingga gerak yang simbolis tersebut sebagai ungkapan si penciptanya (Hawkins. Berdasarkan pendapat tersebut dapat dirangkum bahwa. menyatu-padu secara performance yang secara langsung dapat ditonton atau dinikmati pementasan di atas pentas. Di sisi lain Sussanne K Langer menyatakan. Pada sisi lain Suryodiningrat seorang ahli tari Jawa dalam buku Babad Lan Mekaring Djoged Djawi menambahkan. melainkan juga untuk keperluan upacara agama dan adat. ungkapan komunikasi kata-kata. dan bunyi musik. Sependapat kedua pakar di atas. 1994:44). Dengan demikian untuk meperoleh gambaran yang jelas tentang tari secara jelas. Sebaliknya. Salah satu cabang seni tari yang di dalamnya mempelajari gerakan sebagai sumber kajian adalah tari. gerakan di tempat disebut gerak di tempat (Stationary Movement). tari merupakan gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan irama musik (gamelan) diatur oleh irama yang .

Dengan demikian pengertian tari secara menyeluruh merupakan gerak tubuh manusia yang indah diiringi musik ritmis yang memiliki maksud tertentu. dinamyc (kualitas gerak menyangkut kuat. UNSUR POKOK TARI 3. VCD/DVD serta media lain. aspek tari. tari dapat memperhalus pekerti manusia yang mempelajarinya. elastis dan penekanan gerakan ). tari sebagai ekspresi jiwa manusia yang diaungkapkan dengan gerak-gerak ritmis yang indah. dan kedudukan). tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan gerak. jarak. Oleh sebab itu.2. posisi. dan pendukung tari melalui sumber media dalam bentuk foto-foto. Elemen pokok tari adalah gerak. dinamis. dan irama seseorang. manusia hidup berkembang dan bergerak. termasuk dalam hal ini adalah tari.2. Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis. Perubahan atas perkembangan dan gerakan yang terjadi sebagai dinamika manusia menjadi inti adanya perubahan yang diharapkan. Soedarsono menyatakan bahwa. dan sangat mennghayati dinamika terutama hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. lemah.161 sesuai dengan maksud tertentu. Gerak dalam aktivitas manusia menjadi bagian penting dari manusia yang masih hidup. 3. maka diperlukan informasi tentang unsur tari. tangan. Akan tetapi untuk yang menghayati dinamisasi gerak menjadi obyek yang banyak dipelajari dan dimaknai agar menjadi segala sesuatu yang berguna bagi diri maupun masyarakat lain. rasa. space (ruang gerak yang terdiri dari level. diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari. Gerak dalam kehidupan sehari-hari manusia yang kurang menghayati kehidupan banyak diabaikan. atau tingkatan gerak). kaki. badan). Untuk memperoleh pengertian tari lebih mendalam. .1. Dengan demikian dapat diakumulasi bahwa tari adalah gerakgerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik. Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi wujud gerak simbolis sebagai ungkapan koreografer. time (berhubungan dengan durasi gerak. Sebagai bentuk latihanlatihan. Rudolf Laban pakar tari kreatif menyatakan bahwa gerak merupakan fungsional dari Body ( gerak bagian kepala. Faktor keberuntungan dan kehendak yang kuasa segala yang diinginkan perkembangan dan perubahan atas manusia menjadi pasrah. Dalam berbagai peristiwa. GERAK Kebanyakan manusia dalam kehidupannya sangat mengharap terjadinya perubahan. perubahan sikap. Dengan itu manusia merancang dan mendesain sedemikian rupa untuk perkembangan dan perubahan yang diinginkan.

Pada khususnya. Uraian ciri gerak ini sering dilihat pada jenis tari yang berasal dari daerah jawa(tari Surakarta dan tari Yogyakarta). tari terdiri dari unsur gerak sebagai unsur utama. dan tenaga. di mana gerak dalam tari merupakan gerak yang sudah distilisasi atau distorsi.4 Lari jingkit (trisik ) membuat lingkaran Gb. Gerakan yang berada diantara gerakan berciri stakato atau patah-patah dan mbanyu mili. tari lebih menekankan kepada gerak untuk berkesenian. disebut gerak tari tengahan.2 Penggunaan properti butuh ruang gerak sempit Gb. biasanya dilakukan untuk jenis karakter herak tari tengahan atau alusan. 3.3 Mengeksplor gerak tubuh untuk ruang gerak Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi Pribadi Gb. gerak bermain. Fungsi gerak yang dihasilkan oleh tubuh manusia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi gerak keseharian.3. bekerja. ruang. gerak dan waktu yang secara umum dapat dicontohkan sebagai berikut.5 Pengolahan Ruang Tari & Pentas Tari di Proscenium . Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. serta terputus-putus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri. olah raga.162 Berpijak kepada pendapat di atas. Gerakan bersifat lembut dan mengalir. 3. dan gerak sehari-hari. 3. waktu. Pose gerakan di bawah ini menggambarkan pengembangan gerak melalui penataan ruang.

Perhatikan kedua gambar di bawah ini adalah bentuk/motif gerak Jengkeng pada tari Klasik Jawa dan sikap dasar Pencak silat dalam bentuk kedua kaki melebar bertumpu secara kuat dan mencengkeram ke tanah (kuda-kuda). Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gambar 3. Sumber Koleksi Pribadi Gb. dan gerak dalam ruang secara harmonis dengan ketentuan gerakan yang diperagakan serta pengolahan ruang yang diharapkan.6-3.9 Jengkeng sikap dasar tari/level bawah . motif gerak.163 Imitasi atau peniruang gerak dengan pengembangan ruang gerak.8 Mahasiswa Jurusan Tari Angkatan 2004/2005 yang sedang eksplorasi gerak Tari Topeng Jaja dan gerak Pencaksilat (versi Jaya Bandung).3.

Badang kontraksi. Keterangan Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. sendi leher berperan sentral. . rendah). penegangan otot pada seluruh anggota tubuh. Adeg-adeg. rileks. mengangguk. 3.164 Sumber Koleksi Pribadi Gb. Gerakan supinasi. Gerakan berpaling ke kanan/kiri. terbuka dan sikap tertentu seperti TanjakTancep. dan mengayun. sedang. Rapal.10 Sikap Kuda-kuda pada motif sikap Pencak silat (Sumber: Koleksi Kusnadi ) 3. memutar ke kanan/kiri. kudakuda.2.2. Pronasi pada ekstensor bertumpu pada otot tengkorak Pangkal leher sebagai tumpuhan gerakan. Motif Gerak Tari Motif Gerakan Tari Tunggal atau Gerakan Individu pada tabel di bawah ini dapat disimak secara detail yang memberi bentuk motif gerak tari sebagai berikut. berputar. Gerakan ke depan/belakang. Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) relaksasi dengan leher Uraian Teknik Gerak Gerakan ke samping kanan/kiri.

Gerakan pacak gulu. belakang. tengok kanan/kiri.165 Anggota Gerak Bagian Tengah Sikap Badan (Thorax) pronasi pada ruas tulang. Kontraksi otot di sekitar Thorax secara sendiri atau bersama-sama memberi daya lentur pada penguatan gerakan tubuh. Grakan tangan lurus. anggukan dan gelengan kepala. supinasi ke depan. Bentuk dan sikap anggota gerak tangan. Gerakan bervariasi. . tekukan pada siku. gelieur. tekukan pada palmar tangan. ogak lambung. pinggul(pelvis) berputar dan berporos pada cranum. Vibrasi skapula. supinasi pada pusat tumpuhan gerakan yang ada setiap sendi yang sedang difungsikan. mengkerut-kerut. Meliuk-liuk. gileg. Bentuk dan sikap tangan bergerak secara sendiri. Gerakan bahuskapula ke atas/bawah. serta gerakan jari-jari Gerak Olah Tubuh pada pemanasan gerak. Gerak spalula pada tari Klono Topeng dan atau pada Topeng Cirebon. Gerakan badan ke samping kanan/kiri. Sikap palmar dari tangan Ngiting. Pelvis bergerak sebatas kemampuan sesuai motif ragam tari yg dilakukan. ke depan/belakang. gebesan. Vibrasi perut yang dilakukan oleh Tokoh Jin Besar Tuyul dan Yul. Pronasi pada kontraksi tulang skapula dan perut membentuk gerakan khsusus. Bentuk dan sikap tangan-kordinasi dengan anggota gerak yang lain.

Bentuk dan Sikap gerakan tangan Elieu pada gerak dasar tari India. memberi kesan gerak seksi bagai orang lain. Gerak dasar tersebut bila dipadu dengan gerak dasar senam dan gerak pemanasan mampu melatih gerak tangan sesuai porsi dan penegangan pada gerak tari tertentu atau merupakan penegangan tangan semata. dilakukan sesuai keterampilan individu. Gerakan dan getaran pinggul. Ngruji. Gerakan kordinatif pada sendi bertumpu pada sentral gerak bahu. berfungsi sebagai penyengga dan tumpuhan gerak bertugas menopang dan mengkontrol gerakan Goyang pinggul ke kanan/kiri dengan volume dan reaktivitas gerak tertentu. goyang pinggul oleh penyanyi dangdut. Motif grak tari tertentu yang digerakan secara ideal sesuai tuntutan frase ragam gerak tari.166 melakukan gerak pada bentuk dan sikap motif gerak tertentu atau khusus. sensualitas. . Harmonisasi goyang pinggul. dan jari-jari membentuk sikap tertentu. lengan atas. palmar tangan. Cranum sebagai otorizet. macam goyangan. Goyang plastik. lengan bawah. dan Nguya pada tari dasar Thailand. masingmasing berbedabeda. Kolumna vertebralis. Kecepatan. Nyeluntir pada tari gendhing Sriwijaya. Nyempurit. Pelvis sebagai penopang. goyang pantat pada Jaipongan. dan sikap tangan pokok. kelenturan pada paha.

kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. Kengser. Zamrah. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Kepala –badan berputar bersama dengan berguling atau variasi gerakan kpala badan dan kedua tangan bergoyang dalam posisi membungkuk. . Salto. Gerakan tersebut dilakukan pada saat olah tubuh. Gerak pada tari Belibis (Bali) Tari Merak (JawaSunda) seperti gerakan burung. semua gerakan dilakukan dalam posisi kedua kaki rapat atau jika mungkin bertumpu satu kaki. Gerak pada tari Rebana/Rangguk (Jambi) peragaan gerak sering dilakukan. strugel track di udara. jalan kaki pada tarian kuda-kuda. kaki Gerakan Jalan. dan taritarian berciri kerakyatan mengutamakan gabungan gerak ke dua anggota tubuh ini. Kepala mematukmatuk. Peragaan gerak motif Rodat.167 Anggota Gerak Bagian Bawah Support Kaki (Ladix) Anggota Gerak Atas dan Bawah Kontraksi gerakan kepala-badan dari supinasi kerangka axial. kiprah perang pada tari-tarian Yogyakarta. Anggota gerak atas-pinggul kerangka tulang (appendikuler) Kepala-badantangan dengan melakukan penegangan kaki-kepala proksimalsentripetal Kepala menganggukangguk-badan merunduk. Teknik Tumpuhan kaki pada tari balet. Kepala menganggukangguk-badan merunduk. loncat harimau. kepala menggeleng badan mengikuti sikap gerak kepala. Geser. kaki berputar dengan tumpuan satu atau kedua kaki adalah dominasi gerak anggota bawah.

Sinkronisasi karpal dan falang dalam menunjang gerakan secara terpadu.168 langkah ke depan/belakang. Kedua tulang yang beroperasional dihubungkan oleh tulang tengkorak. Kordinasi ke2 tulang yang berhubungan oleh adanya jaringan tulang rawan yang beroperasional secara tepat. Putaran Tubuh ke semua arah. tangan. . dan variasi gerakan kepala. Mapal. Gelang kepala angguk-anggukan kepala. sinfibrosis. sendi poros pada tulang bahu. tengok kanan /kiri Putar kaki dasargerak balet. Kedua tulang tidak saling menunjang gerak. Gerakan dilakukan pada sendi peluru. Galier. loncat harimau. dan kaki. Tanjekan. diarthrosis Jalan lurus. badan. Putar tangan sikap kaki jalan lurus ke smua penjuru.1 Motif Gerak Individu Gerak rol. Gileg. Tabel 3. Tegak dan bongkok badan. Nindak. Lampah Ringdom. Ngeseh. serta pada karpal dan falang. Pacak Gulu. tulang panggul. sinkondrosis. Tekukan kepala dan kaki lurus pada gerak roll atau guling Sinkronisasi gerak tulang dan jaringan dimana kedua tulang antara tidak terjadi efek gerakan. Gerakan merendah atau mendak. Keept up Anggota Gerak AtasTengahBawah Sinartrosis. samping kanan/kiri. dan Godeg.

Ruang gerak penari merupakan batas paling jauh yang dapat dijangkau penari. ruang dalam tari mencakup semua gerak yang diungkapkan oleh seorang penari terbentuk melalui perpindahan gerak tubuh. tari garapan lain. dan topeng Klono.2. Adeg-adeg. Tabel 3. rendah).2.3. straidel. Anggota Gerak Bagian Bawah Kaki(Ladix) Gerakan supinasi slip. Anggota Gerak Bagian Tengah Badan(Thorak) Gerakan relaksasi dan supinasi anggota tubuh secara periodik dan temporer. Ruang bersentuhan langsung dengan penari. kuda-kuda. step. rendah). terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. Motif Gerakan Tari Berpasangan atau Kelompok Anggota Gerak Anggota Gerak Bagian Atas Kompetensi Gerak Kepala (Caput) Uraian Teknik Gerak Gerakan supinasi ayunan. lenso.1 Motif Gerak Tari Berkelompok 3. Rapal. Keterangan Bentuk dan sikap duduk (tari Saman) atau kedua kaki (level tinggi. rendah) pada tari Saudati. Ruang Ruang adalah sesuatu yang harus diisi. Gerakan Tari Topeng Cirebon.169 3. Adeg-adeg. sedang. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi. ruang menjadi salah satu bentuk dari imajinasi penari dalam mengolah . anggukan. posisi yang tepat dan ruang gerak penari itu sendiri. terbuka dan sikap tertentu seperti Tanjak-Tancep. kuda-kuda. Di sisi lain. berputar. Rapal.4. sedang. sedang. Bentuk dan sikap ke dua kaki rapat (level tinggi.

15 Penguasaan Ruang Pentas dan ruang Gerak sebagai potret pemberdayaan ruang gerak dan ruang pentas.12 Eksplorasi gerak Penari di Ruang Latihan (Koleksi: Koleksi Kusnadi) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. 3. posisi dan kedudukan. level. Perhatikan gambar Gb. .Dance_Yahoo.13 Gerak Disain Tertunda Gb. 3. Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi Kusnadi Gb.com.14 Penari mengolah ruang pentas level rendah Gambar di bawah ini mengisyaratkan pengolahan ruang pentas dan ruang gerak secara maksimal dengan menjabarkan desain.11 Pelemasan anggota gerak tubuh Gb.170 ruang gerak menjadi bagian yang berpindah tempat. motif gerak dan perpaduan kedua penari. Sumber Internet www.3. 3.

dan dasar teknik gerak seperti apa penari harus menuntaskan harapan geraknya. Ruang gerak tari diberi makna melalui garis lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari. Di bawah ini masih terkait motif gerak dan ruang yang diciptakan oleh penari dalam bentuk ruang gerak penari adalah sebagai berikut. koreografer menyesuaikan. Kebutuhan ruang gerak yang sempit. Ekuivalen gerak dan jangkauan gerak menjadi tuntutan koreografer dalam menciptakan ruang gerak penari serta penghayatan yang diperlukan penari dalam mencapai tujuan gerakan tersebut. Kebutuhan ekspresi gerak oleh penari berhubungan dengan kemampuan penari menginterpretasikan kemauan koreografer dalam melakukan gerakan yang diberikan. Bentuk ruang gerak penari digambarkan secara bermakna ke dalam. desain atas dan disain lantai (La Meri: 1979: 12). Penari membutuhkan sensitivitas rangsang gerak sebagai bentuk ekspresi keindahan gerak yang dilakukan. Disain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal tentang bentuk/wujud ruang secara utuh. berhubungan dengan kebutuhan. Dalam mendesain ruang gerak penari. Penari dalam mengekspresikan jangkauan gerak membutuhkan ekspresi gerak yang sepadan dengan jangkauan geraknya. bagaimana penari bergerak dan dapat mencapai desain yang sesuai dengan kebutuhan gerakan. Bentuk dan ruang gerak yang dimiliki oleh penari membutuhkan jangkauan gerak. Jangkauan gerak yang dimiliki oleh setiap gerakan sesungguhnya juga dapat membedakan jangkauan gerak penari secara jelas.171 Ruang gerak penari tercipta melalui desain. Kebutuhan teknik gerak yang harus dilakukan penari adalah bagaimana penari mengawali dan mengakhiri gerakan. Kebutuhan ruang gerak penari berbeda-beda. dan kesanggupan penari dalam melakukan gerakan. Ruang gerak penari dengan jangkauan gerak luas membutuhkan teknik dan karakterisasi gerak yang dalam oleh penari. Ruang gerak penari menjadi alat yang ampuh dalam menciptakan disaian tentang ruang oleh penari maupun koreografer. Dengan demikian gerakan penari sesuai pengarahan koreografer. Penari tidak semata-mata memerlukan ruang gerak yang lebar saja. juga menjadi bagian penerjemahan ruang gerak tari oleh penari. Dengan demikian terjadi sinkronisasi kemauan koreografer dalam mendisain gerak dengan kepekaan penari dalam menafsirkan gerakan melalui peta ruang. .

q. Disain ruang yang tercipta sempit di dalam. 3. 3.yahoo.172 Sumber www.16 Ruang Tari sekaligus pengolahan properti dengan memanfaatkan ruang tari) Kesan gerak di bawah ini menunjukan gerakan sembah.18 menunjukan proses gerakan yang dilakukan berbeda penghayatan. Gb.com Gb.17 – 3. serta luas dan tertunda. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Perhatikan gambar atas 3. Gb. putaran dan liukan badan bertumpu pada kaki yang kuat. 3.18 gerak sedang tidak mempengaruhi penghayatan.dance.17 gerak lambat memiliki kesan dalam. . harus dengan teknik putaran yang cepat agar mencapai gerakan sempurna.

Tempo gerakan merupakan panjang-pendek. serta pindah kedudukan. Pengolahan ruang gerak dan tenaga yang disalurkan melalui motif gerak penari di bawah ini adalah memanfaatkan tercapainya gerakan spilt atau slidding dan sircle atau putaran. . Perubahan gerak ekuivalen dengan kebutuhan waktu.20 Gerak Selut pada tarian Sunda Dinamika tari terwujud melalui cepat-lambat gerakan dilakukan oleh penari. panjang-pendek.173 Sumber Internet Internet www. 3. Sumber Koleksi Kusnadi Gb. Waktu dalam tari dimensi dari tempo gerak. Hal tersebut membutuhkan waktu.com. Apabila penari bergerak bagian tubuh yang berpindah tempat.Dance_Yahoo. Tempo gerak dapat membangun imej tari secara keseluruhan dalam bentuk garapan tari atau koreografi tari. cepat-lama gerakan dilakukan.19 Gerak di udara Gb. 3. berubah posisi. cepat-lambat. dan banyak-sedikit gerakan dilakukan butuh waktu. Unsur dinamika ini membutuhkan waktu gerak.

koreografer dalam menyikapi kebutuhan waktu biasanya mengoptimalkan pengembangan kreativitas dalam bentuk pengolahan gerak dan pengolahan waktu secara bersama ke dalam konsep garapan tarinya. Dengan demikian elemen waktu menjadi ukuran frase gerak. Dalam tari. Keadaan diam manusia nadinya tetap bergerak di sini membutuhkan waktu. Hal ini sangat dibutuhkan dalam pengembangan penggarapan koreografi. intensitas gerak. denyut nadi gerak. kebutuhan ruang dengan waktu. dan proses mengaktualisasikan gerakan ke dalam konsep waktu.22 Gerakan Teknik Sirkle & Gerakan Teknik Split (Trust) Dilakukan dalam tempo cepat.174 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt\ Gerakan Slidding pada tari Kembang Betawi Perhatikan Gambar 3. . Kebutuhan waktu yang mendesak dalam tari adalah memanifestasi kebutuhan gerakan cepat dan gerakan lambat secara dilematis. situasi. konsep waktu bisa dihadirkan dengan motif gerak duduk-duduk saja. atau dengan berdirijongkok. dan kondisi emosional penari. Konsep membangun waktu dipraktikan melalui imajinasi gerak hubungannya dengan panjang-pendek gerak. Berdasarkan uraian ini konsep gerak-ruang-waktu merupakan unsur yang saling terkait dengan lainnya. Hal ini berhubungan dengan panjang pendek waktu. dan pendalaman ruang gerak secara imajinatif. Waktu dalam gerakan menjadi salah satu konsep tarian.21 – 3. Usaha untuk membangun waktu lebih dapat dijabarkan ke dalam bagaimana gerakan dilakukan sesuai kebutuhan waktu yang ada. kuat-lemah gerak menjadi konsep tentang rangkaian gerak dalam bentuk kalimat gerak. Apabila dengan tempo lambat banyak terjadi kemungkinan cidera kaki. kualitas gerak. atau gerak lain yang tidak memerlukan perpindahan tempat secara mendasar. serta kebutuhan pentas tari dipentaskan. Oleh sebab itu. Pemahaman waktu dapat juga terkait dengan masalah teknik pengendalian gerak. Desain waktu berhubungan dengan kecepatan gerak.

3. Tenaga yang diwujudkan oleh gerakan berhubungan dengan kualitas gerak. Hal ini dapat tercermin pada tenaga yang disalurkan oleh penghasil gerak dalam mengisi gerak menjadi dinamis.23 Gerak respons memiliki kekuatan kesan gerak yang tinggi. harus dengan teknik putaran yang cepat agar mencapai gerakan sempurna. 3. Sumber kedua gambar di halaman ini Internet www.5.175 Ketiga unsur di atas adalah trisula yang sangat memiliki peran sama dan saling mendukung untuk kebutuhan suatu koreografi. Gb.com Perhatikan gambar atas 3. Tenaga Gerak tari yang diperagakan menunjukan intensitas gerak yang dapat menjadi salah satu indikasi. Gambar. Sumber: Koleksi G Kekuatan lompatan. berkekuatan.23 – 3.dance_@ Yahoo.2. 3. berisi. kerjasama pembagian intensitas tenaga .24 Gerak sedang tidak mempengaruhi penghayatan. dan menjadi anti klimak dari tensi dan relaksasi gerak secara keseluruhan.24 menunjukan proses gerakan yang dilakukan berbeda penghayatan.

Dalam tari semua ungkapan yang diperagakan harus distilisasi/didistorsi. desakan jiwa. Ekspresi dalam tari lebih merupakan daya ungkap melalui tubuh ke dalam aktivitas pengalaman seseorang.176 Sumber: Koleksi GNP TMII Jkt Sumber: Koleksi Pribadi Gambar 3. Ekspresi diri manusia secara umum berbeda dengan ungkapan ekspresi di dalam tari. lompatan dan pelebaran ruang gerak anggota gerak tubuh secara terstruktur pada komposisi tari. ekspresi jiwa dalam bentuk tari yang terkendali).27 adalah gambar sinkronisasi bentuk penghayatan tumpuhan kaki. Sebagai ilustrasi bahwa. selanjutnya dikomunikasikan pada penonton/pengamat menjadi bentuk gerakan jiwa. kehendak. sehingga wujud ungkapannya menjadi berbeda. 3. Ekspresi Dalam kehidupan sehari-hari.6. manusia mengekspresikan diri bergantung pada situasi psikologis yang bersangkutan dalam menghadapi berbagai masalah.25 – 3.2. Perbedaan yang ada bahwa ekspresi tari semua yang berhubungan dengan perubahan psikologis. Dengan demikian daya penggerak diri penari ikut menentukan penghayatan jiwa ke dalam greget (dorongan perasaan. Di sinilah letak pembeda dari cara penghayatan sebuah ungkapan ekspresi diri dan penghayatan karakter dalam seni maupun dalam kehidupan sehari-hari. emosi atas penghayatan peran yang dilakukan. marah dalam kehidupan sehari-hari dapat diekspresikan dengan berbagai cara dan kepekaan diri di dalam melakukan luapan. memiliki keterbatasan pada cara mengungkapkannya. pembawaan suatu karakter. .

com. Keduanya seiring dan sejalan. Musik yang dinamis dapat menggugah suasana. Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Pada dasarnya tari membutuhkan iringan sebagai pengatur gerak. sistem kembangan untuk tabuhan sekar atau lambat temponya dan gembyong untuk irama tempo cepat. . sehingga hubungannya sangat erat dan dapat membantu gerak lebih teratur dan ritmis. Gambar 3. Iringan Tari Iringan dan tari adalah pasangan yang serasi dalam membentuk kesan sebuah tarian. keseimbangan yang terpadu melalui alunan keras-lembut.177 Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Internet www.7. 3.Dance_@ Yahoo. Koleksi Kusnadi 3. Sebagai salah satu instrumen musik tradisional. penghaytan gerak pada gerak Ballet. cepat-lambat melodi lagu.2.28 dan 3. Musik dalam tari memberi keselarasan. sehingga mampu membuat penonton memperoleh sentuhan rasa atau pesan tari sehingga komunikatif. keserasian.30 Bonang Bonang memiliki tempo musik yang berbeda cara dan teknik tabuhnya.29 adalah menunjukan penghayatan mata pada tari-tarian Bali.

sehingga pola gerak. namun terdapat juga unsur-unsur lain yang disusun sedemikian rupa hingga menjadi sebuah komposisi yang disebut dengan tari. tempat pementasan mencerminkan ciri khas dari budaya setempat dan adat masyarakat yang memiliki tarian itu. serta sesuai dengan kepentingan-kepentingan ( fungsi tari) dalam kehidupan masyarakatnya. sehingga memungkinkan pada pencapaian kualitas artistik maupun estetis dari aspek unsur-unsur tari itu sangat maksimal.178 3. disusun berdasarkan pola-pola koreografi yang lebih artistik. ruang dan waktu. spiral. serta tata pentas. sig-sag. Hal tersebut sangat berbeda dengan tari klasik dan jenis tari untuk tujuan pertunjukan. banyak unsur-unsur yang dapat dikenali dan terlihat oleh mata (visual). unsur-unsur tersebut dibangun dan disusun sesuai dengan nilai-nilai dan corak tradisional yang mewarnai kehidupan masyarakatnya. rias. unsur-unsur komposisi tari. desain atas. Sedangkan tari untuk untuk seni pertunjukan yang merupakan ungkapan individual yang biasanya dalam proses penciptaannya. desain lantai. desain atas. taat kepada aturan-aturan yang harus dipatuhi yang terkait dengan aturan-aturan yang berlaku dalam tatanan kehidupan orang istana. tempat menari dipersiapkan dan dalam tari itu disusun sedemikian rupa. upacara agama atau untuk tujuan ikatan kebersamaan warga. lengkung setengah lingkaran. desain dramatik. sehingga hasilnya terkesan rumit. tata rias busana. desain musik. Dalam jenis tari tradisional yang berasal dari suatu komunitasmasyarakat etnik. V atau V terbalik. Dalam tari klasik pola gerak. Unsur-unsur itu. adalah: desain lantai. Garis lurus dapat menghasilkan bentuk garis diagonal. T atau T terbalik. disebut dengan unsur komposisi tari . tata rias. Desain lantai atau floor design adalah garis-garis di lantai yang dilalui oleh seorang penari atau garis-garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok. desain atas. walaupun hasilnya terkesan sederhana dan tidak rumit. segitiga. musik. musik. Sebagai contoh dalam tari tradisional jenis tari rakyat. dan garis lengkung dapat menghasilkan bentuk lingkaran. lebih banyak memiliki kebebasan dalam mengekplorasi semua unsur tari. maka tempat pementasan tari biasanya sesuai dengan tujuan upacara tersebut. busana. Desain gerak. pementasan bahkan tema tarinyapun. Pada dasarnya sebuah tarian tidak hanya terdiri-dari susunan gerak yang telah mengalami proses stilisasi atau distorsi atau penggarapan dari aspek tenaga. musik. Biasanya penyelenggaraan tari untuk tujuan upacara adat. angka delapan dan sebagainya . Garis-garis lantai dibentuk dari garis lurus dan garis lengkung. desain lantai. Menurut La Mery (1965: 17-108). tata rias/busana dan tata rambut. perlengkapan tari. perlengkapan. busana.3. UNSUR KOMPOSISI TARI Apabila kita melihat sebuah tarian baik jenis tradisional atau non tradisional. sebagai berikut: 1. tema.

lurus. Desain ini dilihat dari arah penonton. Dua jenis desain dalam tari adalah desain kerucut ganda dan desain kerucut tunggal.179 2. memperluas jangkauan gerak. yang disebut dengan klimaks. lengkung. yaitu: (a) rias wajah korektif. tinggi. yaitu rias untuk tujuan menggambarkan dan memperjelas karakter tokoh atau karakter tari. Sumber tema tari dapat dari imajinasi manusia. horisontal. Kilmaks merupakan puncak kekuatan emosional dalam sebuah tari dapat dicapai dengan cara mempercepat tempo. tata rambut (hairdo) dan busana yang dirancang dan dipakai khusus oleh penari untuk keperluan pementasan tari. Dinamika di dalam tari memberikan kesan bahwa tarian itu menarik. tertunda. berikutnya penonton merasakan mulai ada penurusan menuju akhir dari sebuah tarian. gerakan tari yang sesuai dengan harmoni dan gerakan tari yang sesuai dengan frase musik. tidak membosankan dan tidak monoton. kemudian semakin naik mencapai suatu puncak yang paling menarik. perilaku binatang. vertikal. dan asimetris. tempo. tinggi rendah (level). dan sebagainya 4. Dinamika di dalam tari dapat dicapai karena adanya variasi-variasi dalam penggunaan tenaga dalam gerak. Desain musik Desain musik adalah pola ritmik dalam sebuah tari. yaitu rias wajah untuk tujuan memperbaiki bagian-bagian wajah yang kurang sempurna. pergantian posisi penari serta perubahan suasana. menanbah dimankika gerak atau justru berhenti sama sekali atau dengan cara-cara lain yang intinya berbeda dan khas dari bagian tari sebelumnya dan sesudahnya. 3. 1. Pola ritmik di dalam tari timbul karena gerakan tari yang sesuai dengan melodi. 2. Desain dramatik Desain dramatik adalah tahap-tahap emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah tari. cerita kepahlawanan. Dinamika Dinamika adalah segala perubahan di dalam tari karena adanya variasi-variasi di dalam tari tersebut . simetris. bersudut. cerita rakyat. medium. Rias wajah untuk keperluan pementasan tari dikenal tiga jenis. dalam. (b) rias wajah karakter. Menurut La Mery (1965: 22-39) ada bermacam-macam yaitu desain: datar. tata rambut dan tata busana tari Adalah rias wajah. Tahap –tahap emosional ini perlu ada dalam sebuah tari agar tarian itu menjadi manarik dan tidak terkesan monoton. Desain atas atau air desaign Adalah desain yang dibuat oleh anggota badan. Melalui tahapan ini penonton akan dapat merasakan perbedaan tari bagian awal. kegiatan kerja. murni. rendah. Tema Tema adalah ide persoalan dalam tari. Tata rias. menambah jumlah penari. kontras. statis. benda-benda disekitar kita. spiral. dan (c) rias wajah fantasi. berada di atas lantai. legenda. lanjutan. harapan dan kehendak manusia. peristiwa-peristiwa yang pernah atau sedang terjadi. terlukis. 3. yaitu rias wajah untuk tujuan mewujudkan angan-angan .

di halaman Pura. cirinya para penari atau pemain hanya dapat dilihat dari satu arah pandang. Tata Lampu Tata lampu adalah seperangkat penataan lampu untuk keperluan pementasan tari yang fungsinya untuk penerangan. Panggung terbuka adalah panggung yang berada di tempat terbuka dan tidak beratap. MP 3. diantaranya berasal dari obor. Dengan teknologi komputer tata lampu dapat diprogram dalam hal gelap terang. Tata busana untuk keperluan pementasan tari biasanya dirancang khusus sesuai dengan tema tarinya. Tata Pentas Adalah penataan pentas untuk mendukung pergelaran tari. misalnya untuk mewujudkan sosok putri bunga. sedangkan tata rambut untuk tari non trasional biasanya disesuaian dengan konsep tari. di halaman rumah atau dilapangan. CD player. Fungsi busana dalam tari tradional (klasik bukan hanya untuk keindahan. Tata rambut untuk keperluan pementasan tari juga bermacammacam. Pentas yang dipahami dalam pengertian tempat menari dikenal dengan istilah panggung yang meiliki 2 jenis. lilin dan listrik. Synthesizer dan alat pemutar suara . rias wakah dibuat menyerupai bentuk bunga. 7. 5. model tata rambut sesuai dengan adat dan gaya tata rambut daerah masing-masing. Alternatif bahan untuk pembuatan busana tari bermacam-macam. Tata Suara Adalah seperangkat alat sumber bunyi untuk tujuan pengaturan musik untuk iringan tari. Bentuknya bermacam-macam. plastik. Dalam tari tradisional.180 atau imajinasi. warna maupun komposisi cahaya sesuai dengan kebutuhan konsep tari. misalnya dari alat tape recorder. kertas. Sumber cahaya untuk keperluan pementasan tari bermacam-macam. Jenis panggung tertutup disebut dengan prosscenium. dapat terbuat dari kain. penciptaan suasan atau untuk memperjelas peristiwa pada suatu adegan. yang disebut dengan setting. yaitu jenis panggung tertutup dan terbuka. tata pentas bukan hanya untuk kepentingan pencapaian efek artistik namun juga berfungsi untuk membantu penciptaan suasana yang terkait dengan konsep tari. daun atau apa saja yang ada disekitar kita yang dapat dimanfatkan untuk bahan busana tari. yaitu berbentuk arena. pendhopo. Tata suara ini menjadi bagian dari unsur komposisi tari bila tarian menggunakan musik iringan tari dengan media rekaman. Ciri panggung terbuka adalah pemain atau penati dapat dilihat dari berbagai arah pandang. untuk penutup tubuh. namun juga untuk memperjelas karakter tokoh dan karakter tari yang sedang diperankan oleh penari. sehingga tata suara memerlukan pengaturan khusus dari pemutar suara. Di atas pentas biasanya dilengkapi dengan seperangkat bendabenda dan alat yang berhubungan dengan tari. Dalam tari tradisional pada umumnya desain busana tari tidak jauh berbeda dengan busana adat setempat. Panggung tertutup berada dalam suatu ruangan yang disebut dengan auditorium. 6.

3. mencakup: kemampuan menghafal urutan gerak. Penari mempunyai tugas tidak hanya mengkomunikasikan gagasan dalam tari. Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya peran penari dalam memperkuat penampilan sebuah tari dan dalam menciptakan keindahan sebuah tari atau dalam sebuah koreografi. akan menghasilkan penghayatan dan ekspresi karakter peran dan karakter tari yang dapat berkomunikasi dengan penonton. bersungguh-sungguh (bersemangat) mencurahkan segala perasaannya dalam kegiatan menari. wirama dan wirasa. melalui bahasa tubuhnya dan melalui ekspresinya. sehingga segala pesan yang terkandung dalam tari dapat juga dihayati. Penjiwaan dalam menari dapat dicapai apabila seseorang dalam menari melibatkan passion. Wiraga adalah keterampilan menari. dipahami dan dapat diinterpretasikan oleh penontonnya. kemampuan mentaati gaya tari dan kelenturan.4. Memiliki kepekaan musikal. 2. Namun bila musik iringan tari menggunakan alat musik yang langusng dimainkan. yaitu melakukan dengan perasaan senang. Penjiwaan dalam menari dalam bahasa Jawa disebut dengan istilah wirasa. kaitannya dengan penguasaan teknis gerak. kemampuan olah tubuh. tidak memiliki kepekaan musikal dan tidak dapat menjiwai tariannya. Mampu menghayati dan mengekpresikan karakter peran dan karakter tari. Untuk sampai kepada kemampuan penjiwaan dalam menari. pengaturan tata suara menjadi tidak begitu penting. ada beberapa kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang penari. PENJIWAAN DALAM MENARI Penjiwaan dalam menari merupakan kemampuan penari dalam menghayati dan mengekpresikan karakter peran dan karakter tari. yaitu kepekaan dalam menyelaraskan ritme gerak tubuh dengan ritme musiknya atau menyelaraskan ritme gerak dengan penari lainnya. dan wirasa adalah penjiwaan penari terhadap karakter peran dan karakter tari. namun tugas utamanya adalah memberikan nyawa kepada tari. Di beberapa wilayah budaya di Indonesia kemampuan seorang penari yang baik. Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang penari tari gaya Surakarta dan Yogyakarta (Jawa ) dikenal dengan istilah kemampuan wiraga. yaitu : 1. Koreografi yang indah tidak akan menjadi indah apabila penarinya tidak memiliki keterampilan teknis. wirama adalah kepekaan musikal. pada waktu menari. . Memiliki keterampilan teknis gerak . Kemampuan penjiwaan ini merupakan tanda yang tampak dari diri seseorang sebagai seorang penari yang baik.181 lainnya. Menari dengan hati seperti itu. dikenal dengan beberapa istilah. 3.

sengguh (percaya diri) dan ora mingkuh (penuh disiplin disertai dedikasi dan loyalitas tinggi). tandang dan tangkis. Pembelajaran Keterampilan Apresiasi Tari Pada umunya orang akan mengatakan bahwa seni adalah untuk dinikmati melalui kegiatan seni dan kepakaan estetis yang dapat memuaskan kebutuhan perasaan penikmatnya. greget (menyalurkan kekuatan dari dalam / inner dynamic) . memahami. pengertian apresiasi secara harafiah berasal dari kata appreciatie (Belanda) atau Apreciation (Inggris) yang berarti kemampuan seseorang dalam menangkap getaran-getaran nilai seperti memahami. Konsep kegiatan apresiasi meliputi beberapa hal antara lain: Persepsi. menilai dan mencipta dan mengevaluasi. membandingkan. 3. istilah-istilah dalam seni tari. bahwa keindahan adalah merupakan kepuasan yang hakiki bagi setiap yang merasakan. Dengan demikian kegiatan apresiasi seni bukan sekedar melihat sebuah karya seni saja. Kadar dan bobot penghayatannya berbeda satu dengan lainnya. Seorang penari muda harus memiliki kemampuan olah fisik dan mempunyai hafalan terhadap agem. Kesadaran perseptual dibentuk untuk menjadikan pengalaman berkarya sehingga terbentuk kesadaran. menghargai. Kegiatan pengamatan untuk mengenal. dimana pengetahuan tentang tari merupakan dasar dalam mengapresiasi. Hal ini benar. Kemempuan lain untuk mengobservasi. mengidentifikasi. Penjiwaan penari dalam menari merupakan kemampuan tingkat tinggi bagi seorang penari yang dapat dicapai bila penari telah memiliki keterampilan teknis menari dan memiliki kepakaan musikal. tari Nontradisonal/Kontenporer/kreasi modern. yaitu sawiji (konsentrasi). Apabila ditelaah. akan tetapi apabila dikaji lebih dalam. secara menyeluruh adalah kompetensi yang dicapai paling tinggi di bidang persepsi.182 Dalam Bambang (1984) dikemukakan bahwa untuk dapat mencapai wirasa penari harus melakukan empat hal. simbol-simbol seni tari. Menurut I Wayan Dibia ( 2004: 17-18) bagi penari Bali. Pengetahuan Kegiatan pengamatan yang digunakan untuk mengidentifikasi tentang sejarah. penari tua harus menguasai wirasa atau penjiwaan terhadap tarian. sedangkan penari matang (tasak) melalui kemampuan olah fisik dan olah spirutualnya. dapat mentranformasikan dirinya ke dalam peran yang dibawakan. melainkan memiliki makna memerlukan wawasan sehingga dapat mengkaji sampai pada batas mengungkapkan keterampilan melalui kegiatan. tari-tarian yang berkembang di Indonesia baik menyangkut tari Tradisional. .5.

menginterpretasikan. berdasarkan pengetahuan dan wawasan tari dari hasil pengamatan sebelumnya. menerjemahkan. Keterampilan yang dapat mendeskripsikan.1. Operasionalisasinya mencakup kemampuan memahami. penikmat. sehingga dapat menceriterakan dan menjelaskan kembali hasil pengamatan yang dilakukan. Oleh sebab itu keterampilan ini sangat berhubungan dengan kepekaan rasa yang mendalam bagi seseorang yang sangat konten terhadap seni. Hal ini berkaitan dengan kepekaan visual dan sensori yang merupakan kemampuan dalam berapresiasi. diskusi. 2. dengan demikian akan membentuk pengalaman estetis dan peningkatan penghayatan akan karya tari. menghargai. bahkan sudah banyak mempunyai pengalaman menari. Analisis.5. 3. Penilaian. 3. penari dalam tahap penilaian keindahan seni tari. menjelaskan kegiatan seni yang sedang dipelajari. memilih.183 Pengertian Kegiatan yang dapat membantu kemampuan merasakan. diamati. dan memilih dalam mencapai sasaran belajar dari hasil apresiasi. Peserta didik diharapkan dapat mengambil keputusan tentang keberhasilan individu. kelompok. Apresiasi. menghayati sehingga dapat merasakan keindahan yang mendukung karya tari tersebut. Melihat Tarian Sebelum seseorang mampu menilai sebuah karya tari dikarenakan. terlebih dahulu telah banyak melihat pertunjukan tarian. Mengidentifikasi Tarian Untuk dapat mengidentifikasi tarian terlebih dahulu seseorang harus mempunyai wawasan tentang berbagai jenis tarian dan mempunyai pengalaman estetis yang memadai. Kegiatan Apresiasi Tari 1. Kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai penentu. Kemampuan melakukan penilaian karya-karya seni baik secara tertulis. mempunyai pengalaman . maupun peserta didik secara mandiri dalam membantu memberikan komentar maupun kritik di masa datang. Membuat Tarian Seorang pencipta tari atau yang disebut Koregrafi tentulah mempunyai perbendaharaan wawasan tarian yang banyak. hal lain yang penting dimiliki adlah pengetahuan tentang pijakan tari.

karakteristik orang kreatif. Perbedaan ini terletak pada definisi. sering digunakan. Hurlock (tt: 2) memandang bahwa istilah kreativitas.5. suatu kreativitas itu memiliki fungsi untuk menyelelesaikan suatu persoalan. proses. 1985:1100). Mary Mayety (1990: 2). bahkan permainan. Dengan demikian. mesin. atau menghasilkan suatu produk baru. kostum. dan proses kreatif. memiliki gagasan orisinal.184 estetis yang cukup tinggi. Mengkoreografi sesuai tema dan usia d. dan orisinal. atau membuat sesuatu yang asli oleh seseorang. pencahayaan. semata-mata dilakukan untuk menghasilkan sesuatu yang baru. titik pandang yang berbeda.2. sejarawan. Kreativitas merupakan kegiatan otak yang teratur. Sebagian lain menghubungkan kreativitas dengan kompetensi spesifik (Husen and Postlewaite. (3) apa saja yang diciptakan selalu baru dan berbeda dari yang telah ada dan karenanya unik. psikolog ataupun pendidik memandang kreatifitas dengan cara yang berbeda. Sebagian lainnya kata kreativitas didefinisikan sebagai suatu cara berpikir dan bertindak. Memiliki kepekaan musik c. Mampu memperhatikan keseluruhan aspek tari. kriteria. dan upaya-upaya yang dapat dilihat dari dimensi proses maupun produk dalam mengembangkan kreativitas. dan sebagainya. kemampuan tersebut yakni : a. (5) sinonim dengan kecerdasan yang tinggi atau jenius. Namun istilah ini taksa atau ambigiuos karena digunakan secara bebas di kalangan orang awam. perilaku. (4) merupakan proses mental yang unik. juga pada hubungan kreativitas dengan kecerdasan. (6) sepercik kejeniusan yang diwariskan pada seseorang dan tidak ada hubungannya dengan belajar (7) sama arti dengan imajinasi dan fantasi. musik. (8) merupakan kemampuan mencipta (kreasi). sastra. panggung. Arti kreativitas secara umum adalah menekankan pada (1) pembuatan sesuatu yang baru dan berbeda. dan imajinatif menuju suatu hasil yang orisinal. rias dan memanage latihan. orisinil dan memiliki keunikan. Rhodes (1961) membedakan kreativitas ke dalam dimensi person. 1994). Seorang filosof. baik pada setiap proses maupun produknya. Mayety (1990) mendefinisikan kreativitas sebagai proses memunculkan sesuatu hal yang baru. komprehensif. atau cara baru menangani dan menghadapi masalah. “the process of bringing something new into being”. Sedangkan kreativitas sendiri menurut Supriadi adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu . dalam psikologi. Orang kreatif cenderung sebagai pencipta (creator) bukan penurut (conformer) kepada orang lain. Pembelajaran Kreativitas Kreativitas dapat dipandang dari perspektif yang berbeda berdasarkan latar belakang disiplin ilmu. Namun pada dasarnya sebagian besar memandang kreativitas sebagai sesuatu yang baru. produk dan press (Supriadi. baik dalam bidang musik. dan yang paling penting mempunyai kemampuan menggarap tarian. (2) kreasi sesuatu yang baru dan orisinal secara kebetulan. 3. berbeda. Mampu menerjemahkan konsep kedalam bentuk tari b. Oleh karenanya merupakan bentuk permainan mental. Di antara para ahli timbul perbedaan pandangan tentang konsep kreativitas.

kreativitas yang dimaksud lebih menekankan kepada produk atau hasil yang baru dengan gagasan yang orisinil. sehingga ia melihat kreativitas dari sisi seniman pencipta atau seniman pelaku. informasi atau unsur-unsur yang ada (Munandar. Begitu pula kreativitas menurut Munandar. keceerdasan dan pola kreatif dengan melakukan eksperimen atau percobaan dan menemukan cara baru memanfaatkan pikirannya.185 yang baru. ide atau unsur yang tersedia dapat menemukan kemungkinan-kemungkinan jawaban. Utami Munandar juga menjelaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data atau informasi atau unsur-unsur yang sudah ada. 1994). menghasilkan suatu produk yang mengkomunikasikan sesuatu tentang diri orang tersebut pada orang lain (Reynold Bean. Melalui pemikiran-pemikiran orang kreatif inilah. Untuk menghasilkan suatu bentuk tari yang mempunyai nilai dan makna. dan berguna (useful). 1992:45). 1995:3). baik berupa gagasan maupun karya nyata. Sesempit apapun bayangan semasa kecil kita . Berdasarkan beberapa pengertian tersebut. produk atau ide-ide baru sebelumnya yang tidak dikenal oleh penyusunnya sendiri (Murgiyanto. data atau materi yang diberikan atau sudah ada sebelumnya. 1987). serta kemampuan untuk mengeksplorasi suatu gagasan (Munandar. Kreativitas dalam tari seperti yang diungkapkan Alma Hawkins merupakan suatu kemampuan yang dimiliki seseorang. sentuhan kreativitas adalah hal yang terpenting. dan proses tidak terlepas dari individu itu sendiri. yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. maka tidak terlepas dari proses bagaimana produk itu dihasilkan. Hal ini dapat dilihat dari ide atau pola garap tari. Kemampuan berpikir divergen berdasarkan informasi. benang merah dari kreativitas sesungguhnya tidak lain dari kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru dari unsur-unsur. 19:11). Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut. adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data. Suatu produk seni umumnya merupakan hasil kreativitas apabila produk tersebut menghasilkan sesuatu yang baru. maka produk kreatif akan dihasilkan. Teori tentang kecerdasan majemuk mengisyaratkan bahwa titik pusat bidang kreativitas adalah mengembangkan. orisinalitas dalam berpikir. Secara operasional kreativitas dapat dirumuskan sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran keluasan (fleksibility). Demikian pula dengan Reynold Bean mengungkapkan kreativitas sebagai proses yang digunakan seseorang untuk mengekspresikan sifat dasarnya melalui suatu bentuk atau medium sedemikian rupa sehingga menghasilkan rasa puas bagi dirinya. Kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi. berkualitas dan lebih kaya dalam mengungkapkan gagasan. Seperti dijelaskan oleh Guilford (1965) bahwa creativity refers to the abilities that are characteristics of creative people (Supriadi. Namun demikian apabila berbicara produk. di mana akan menghasilkan sesuatu yang original. oleh karenanya dapat dikatakan bahwa kreativitas sebagai jantungnya tari.

186 menggambarkan bahwa kecerdasan dan potensi kreatif dapat dikembangkan secara maksimal. dengan mencari tahu kamu akan selalu bertanya. Interpersonal adalah kemampuan memahami dengan lain. Oleh karena itu dalam hal ini dibutuhkan pemahaman tentang kreatifitas lebih mendalam dalam pembahasan ini. Cari tahu. ketika berpikir dalam memecahkan masalah dari idemu. kamu akan memperoleh banyak ide yang dapat dikembangkan. Logis adalah kemampuan memanipulasi sistem berpikir secara konsep logis. 23). nada. . Secara simulasi peta konsep ini dapat digambarkan sebagai berikut. Pada permasalah ini dipertanyakan apa yang disebut kreativitas? Kreativitas berarti ekspresi keunikan diri ke dalam tindakan nyata dan mampu menemukan solusi yang baru dan bermanfaat. dan perasaan mereka Personalisasi Kecerdasan ini lebih menekankan kepana perkembangan dan perubahan kreativitasnya. Dengan itu faktor penentu laja kecerdasan Sangay dipengaruhi oleh kemampuan mengorganisasikan kreatifitas diri. Pernahkan kamu membuat sesuatu yang kreatif?. irama dan keselarasan. Untuk mengambil suatu keputusan gerak diolah dengan variasi dan suasana musik/irama. Adapun 7 tahapan berpikir dengan menggunakan kecerdasan terdiri dari aspek sebagai berikut: Verbal adalah kemampuan memanipulasi kata secara lisan dan tertulis. Kinestetik-tubuh adalah kemampuan memenfaatkan gerakan tubuh dalam olah raga dan tari Inferansial adalah kemampuan memahami perasaan diri sendiri merenung serta berfilsafat. Spasial adalah kemampuan melihat dan memanipulasi pola dan disain. maka akan dapat segera memperoleh ide. pikiran. Gerak Bertanya Informasi yang ada lalu bertanya. Dengan mencipta atau berkreativitas maka manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Kreatifitas adalah kemampuan untuk berkreasi dan menciptakan sesuatu yang baru. Dengan banyak mencoba bertanya dan dan bertanya pada diri sendiri maupun dengan orang lain. Musical adalah kemampuan mengerti dan memanipulasi konsep musik. Ia mengisyaratkan bahwa berpikir dapat dikembangkan dengan melalui 7 pola berpikir dengan mengguankan kecerdasan diri (Gardner: 2004.

Tari Berdasarkan Konsep Garapan 3. Tetapi hal ini dapat dilihat pada bentuk keputusan yang diambil bahwa kemungkinan gerak yang diperoleh dalam bentuk gerak murni atau maknawi. Proses menghargai kebebasan gerak dan memecahkan masalah melalui ide adalah wujud nyata seseorang mengembangkan pikiran kreatifnya. Masyarakat yang mau terlibat di sini ikut andil dalam melestarikan tari tradisional melalui rasa tanggung jawab dan kecintaan yang tidak bisa dinilai harganya. Tari jenis ini biasanya memiliki sifat kedaerahan yang kental dengan pola gaya tari atau style yang dibangun melalui sifat dan karakter gerak yang sudah ada sejak lama.6. dari idemu selanjutnya buat kemungkinan gerak secara bebas dengan suasana yang kamu inginkan.1 Olah Keterbukaan (Kebebasan Berpikir) Peningkatan dan pengambangan kreativitas tidak terbatas. 3. serta gerakan dilakukan dengan naluri kemauan untuk bergerak. aturan baku diwariskan secara turun menurun melalui generasi ke generasi. Tarian jenis ini telah mengalami perjalanan cukup panjang. Masukan penemuan-penemuan gerak yang telah kamu lakukan. sebab gerakan akan muncul variasi dan motivasi diri. 1. Masyarakat yang bersangkutan memandang bahwa tarian jenis ini menjadi salah satu bentuk ekspresi yang dapat menentukan watak dan karakter masyarakat yang mencintai tarian tersebut.6. Untuk membuat gerakan menjadi kreatif harus ada motivasi diri dan kemampuan untuk mengembangkan ide yang dimiliki. kelakukan dan cermin pribadinya. Tugas: Carilah beberapa ide. dengan demikian untuk membuat gerakan menjadi sebagian gerak atau tari sangat mungkin. Dengan demikian tergambar perangai. Tari-tarian tradisional yang dilestarikan oleh generasi pendukung biasanya sangat diyakini atas kemasyalakatannya.187 1. Buatlah ide ungkapan gerak menjadi bentuk tari. Dalam kurun waktu yang telah disepakati.1 Tari Tradisional Tari Tradisional adalah tari yang telah baku oleh aturan-aturan tertentu. .2 Energi Kemampuan untuk melakukan penghayatan atas ungkapan gerak dengan bersemangat. Faktor keterbukaan yang dimiliki seseorang dapat membentuk inspirasi dan motivasi memecahkan masalah yang dilihat merupakan unsur keterbukaan yang dibutuhkan. bertumpu pada pola garapan tradisi yang kuat.

34 Tari Topeng Gb.32 Tari Terpulout Sumber Koleksi GNP TMII Gb.31 dan 3. 3. Adat. Beberapa contoh jenis tari yang digunakan untuk keperluan Agama. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. 3. dan Keperluan lain berhubungan ritual yang diyakini masyarakat di lingkungannya. dan Keperluan lain berhubungan ritual yang diyakini masyarakat ini dapat disimak melalui gambar di bawah. Banyak diantaranya untuk keperluan Agama.35 Tari Topeng .188 Tari Tradisional yang berkembang di manca daerah Indonesia sangat beragam dan bervariasi tumbuh berkembangnya dalam aktivitas kehidupan masyarakat pendukungnya. 3. Adat. 3.33 Tari Panggung jati Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi DepBudPar Gb.

3. 3. 3.6. Gb.1.1. Pada jaman ini jenis tarian ini sudah mulai tidak kedengaran lagi gaungnya. Tari Primitif Tari primitif merupakan tari yang berkembang di daerah yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme.34 -3. Tarian ini lebih menekankan tari yang memuja roh para leluhur.189 Sumber Koleksi DepBudPar Gb. 3.36 Topeng (Nirin Kumpul) Ketiga gambar di halaman ini menunjukkan tari topeng yang digarap dalam konteks konsep koreografi yang berbeda.36 konsep Teater Topeng. Beberapa jenis tari ini antara lain adalah tari Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.37 Tari Perang . 3.35 konsep tradisi pengembangan. dan Gb.

Tari Cikecur. 3. Tari Buyut Managan Sihala. Tari Tononiha. 3. dan iringan menjadi lebih dominan. 3. Aceh dan Sumatra Utara kental imbas pengaruh Melayu. Tari Andungandung.40 Tari Jipeng Rebana .39 Tari Tano Doang Ketiga tari di atas (Gb. Tari Cawan dengan membawa cewan di atas kepala. Tari Tari Barampek. Tari Kain. dan variasi gerak menjadi ciri perubahan semakin majunya tari Rakyat Sumber Koleksi GNP TMII Jkt 3.190 Perhatikan gambar 3. Masalah pembagian apakah termasuk fungsi dan peran yang dimiliki tidak diperhitungkan. Ciri dan bentuk tari lebih dekat ke rumpun tari Melayu.37 terdapat simbol atau ciri yang nampak pada tari primitif.40) adalah Tari yang dikoreografi dan diangkat dari konsep tari kerakyatan. Tari Kapri. Tari Terang Bulan. Tari Baluse. Tari Manduda. Tari Tari Mainang Pulau Kampai. Pengembangan kostum. Tari Rakyat Tari-tarian yang disebut pada bab ini adalah tarian yang ingá kini berkembang di Daerah yang bersangkutan.6.2. Tari Baina. Adapun ciri yang nampak adalah kesederhanaan kostum. Tari Pisu Suri. gerak. Tari Karambik dll. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.38 Tari Gejolak Gb.1. Sumatra Utara (Sumut) tari Tor-tor gerak merapatkan dan mengembangkan ke dua telapak tangan sambil bergerak di tempat dan geser kaki. Tari Serampang Dua belas dengan gerak berpasangan muda mudi yang sedang berdendang. Tari Basiram Tari Bulang Jagar. Tari Angguk.38 – 3. Tampil menyesuaikan alam sekitar secara apa adanya menjadi bagian konsep garapannya 3.

. Tari Dampeng. Tari Asuk.Tari Bak Saman. Daerah Istimewa Aceh atau Nanru Aceh Darusalam (NAD). Tari Cuwek. Tari Saudati ciri tari dengan menepuk anggota tubuh penari masing-masing adalah penampakan ciri ke dua tari-tarian tersebut. Tari Labehati. Tari Landak Sampot. Tari Ranu Labuhan. Bungong Sie Yung-yung. Tari Bantal Tepok tari ini langsung menggunakan bantal sebagai komando ritmik dan dinamika gerak melalui menepok bantal. 3. Sumber Majalah Myung Hui Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Saman dengan gerakan rampak dan berselang-seling. Tari dll. 3. Tari Apeut.43 Turun Kauih Aunen . Tari Bines. Tari Anyung. Tari Lanieu. Tari Kederen.41 Tari Saudati Gb.191 Pada uraian selanjutnya akan dibahas beberapa contoh jenis taritarian nusantara yang ada di Indonesia di mana keterbatasan data dapat dicontohkan sebagai berikut di bawah ini. Tari Cincang Nangka. 3.42 Tari Saman Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.

Tari Temu.44 dan Gb. tari Tabur. Tari Rambai dan Tari Lilin. Tari Bedug dll. tari Paget Pengantin dan tari Ngibing (tari pengantin). Tari Kain. tari Burung Putih. 3.Ttari Dana dan Tari Sinjang (tari rakyat/pergaulan).44 – 3.Tari Andun. Ttari Badaek. 3. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb.46) adalah jenis tari tradisional dari Sumatra Barat yang dikoreografi sesuai perkembangan konsep koreografi pada masa kini. Tari Karambik adalah tari klasik tradisional Sumbar.TMII Jkt Gb. Tari Piring. Bebe. Sumatera Selatan: tari Tepak/tari Tanggai dan tari Gending Sriwijaya (tari penyambutan). 3. Tari Ampun Mende.46 Payung Tarian di halaman ini (Gb. Tari Badalung. 3. tari Melimbang.45 Rampak di nan Jombang Sumber Koleksi Anj. Tari Payung.192 Sumatera Barat. . Tari Bayang Sangik.

3.48 Krana (UNJ) . 3.47 Barabah (UNJ) Sumber Koleksi Jurusan Seni Tari UNJ Gb.193 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.

3. Kerajaan Mataram Kuno.3. Surakarta. 3.49 Pendet (Bali) Gb. Kasepuhan Cirebon. 3. Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi DepBud Par Gb.51 Tari Topeng Bali .6. kerajaan bone. Puncak tari klasik terdapat pada kerajaan di Indonesia khususnya di yogyakarta.1.194 3. dan Kerajaan Klungkung di Bali.50 Kresno-Baladewa Sumber Koleksi Kusnadi Gb. Tari Klasik Tari Klasik adalah tari yang berkembang di kerajaan-kerajaan yang atelah ada di Indonesia.

Tari karya Bagong Kussudihardjo misalnya tari yapong.195 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari Gb.3. Tari Nontradisional Tari Nontradisional adalah tari yang tidak berpijak pada aturan yang sudah ada seperti tari tradisional.52 merak Subal(UNJ) Gb.2.54 Gambyong(UNJ) 3. Contoh tarinya adalah tari karya Didik nini towok misalnya tari wek-wek. Tari nontradisional lebih mengungkapkan gaya pribadi. wira pertiwi. 3. persembahan. 3.53 Pakarena(UNJ) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.6. Karya Wiwik . Tari jenis ini tari pembaruan.

57 Tari Flash Time Gb. 59 Cinta Bunda . 3.dance_@ Yahoo.38-39 Gb.dance_@ Yahoo.dance_@ Yahoo.dance_@ Yahoo. 3. 3.com 2. 58 Bratasena www.dance_@ Yahoo.com www.com Gb.com 2.38-39 www. www.55 Sequence Gb. tari karya Abdul rochem tari Gitek balen.56 Qulinte www. tari nandak ganjen karya Entong sukirman dll. 3.196 Widyastuti tari cantik.38-39 Gb.com 2. 3.

197 www. Gambyong.1 Tari Adat Tari Adat adalah berhubungan pernyataan maksud masyarakat kaitannya dengan peri kehidupan sosial sehari-hari dari masyarakatnya.7. . Tari Sekapur Sirih untuk penyambutan tamu agung dan tari Rangguk (Jambi) tari untuk persembahan kepada tamu biasa. 3. Sablang sebagai sara untuk panen akbar atau petik padi. Kuda Lumping.1. Konsekuensi logis yang diyakini meniadakan akibat yang bakal dilakukan. Karonsih.1. 3. Beberapa contoh Tari Upacara Adat adalah Bedhoyo 5 dan Bedhoyo Ketawang 9 (penobatan Raja sesuhunan dalem). Raupe Soran merupakan tari yang digunakan dalam upacara jelang mengikat perkawinan. 60 Squestrall (Internet) 3. dan Gatutkoco Gandrung(Adat Perkawinan).7. Peran yang ada lebih diarahkan untuk pernyataan maksud dari masyarakat yang bersangkutan. Tari jenis ini juga digunakan untuk prosesi lamaran penang menantu.dance_@ Yahoo. Ke 2 tarian tersebut merupakan tari yang lazim dan banyak terdapat di daerah lain pada kapasitas penyambutan tamu saja. Tari Berdasarkan Orientasi Peran Fungsi di Masyarakat 3. Tari upacara adat terkait dengan banyak macam motif adat yang disakraklan pada penyelenggaraan tertentu dan dalam momen tertentu pula. Tari Upacara Tari jenis ini perbedaannya ditentukan berdasarkan pada kebutuhan spirit manusia pendukungnya. Tari jenis ini lebih dominan untuk mendekatkan pada bentuk upacara yang sakral. Tayub.38-39 Gb.com 2.7. Ngalage. Jatilan (seni tontonan rakyat).

Ayunan Tangan.3. 3.198 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. tari Bidadari. Tari Keris. Ini menjadi pijakan gaya tari tidak dapat dihindari. Tari-tarian yang berkembang di sini antara lain tari Cangget tari putri dengan repertoar mendemonstrasikan gerakan jari dengan property Cangget. Gerakan geser kaki digunakan sebagai pola komposisi tari Tari Badana tarian . Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.. Tari Kikuk. tari Tabot (untuk penyambutan tgl 1 – 10 bulan Muharam). 63 Tabot Lampung memiliki budaya batas. Hal ini ditengarai adanya transformasi tari dari Jawa ke Lampung.61 Sekapur Sirih Gb. Posisi geografis sangat menguntungkan. tari Massal Kijjai. tari Gandai. tari Kain. 3. tari Sekapur Sirih.62 Rangguk Bengkulu: tari Massal Andun. tari Karan merupakan tari hiburan Bengkulu selatan ditarikan remaja putri.

Tari Capang. 65 Agon Yamuniku Jawa Barat: Tari Kalana Topeng (Cirebon) adalah tari klasik dari kasunanan cirebon. 3. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Ketuk Tilu. Tari Babarau (Cemeti) digunakan sebagai tari adat untuk melakukan pinangan kepada mempelai putri dengan property cemeti. . Tari Bebe. Tari Candra dewi. Tari Dewi. Sumber www.com 3. tari Melinting. tari Lepas. Tari Longser. Tari Topeng. 3.199 pria sebagai ungkapan selamat datang. Tari Keris. Tari Kembang Puray.dance@yahoo.66 Tari Merak . 64 Ngelajau Gb. tari Batin. Tari Keurseus. Tari Doger. Tari Kandagan. Tari Arus. Komposisi tari pada tahun 1912 oleh Cik Anggar Resmi. Tari Merak. Gerak dinamis antara gerak patah-patah pada kaki dan tangan serta gerak pencak.

3. 3. 69 Topeng Gb. 71 TeaterTopeng Gb. topeng Cantik. Tarian ini merupakan bentuk penggambaran karakter topeng. Tari Tayub (Nayub). Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.200 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ 3. Tari Blenggo. 3. 3. 72 Nyi Kembang . Di Bawah ini Tari Topeng Gong dalam 2 bentuk yakni Kreasi Baru dan Pertunjukan Topeng serta Garapan Kreasi Baru. Tari Ngarojeng. Tari Cokek adalah tarian tradisi Betawi yang terdiri dari Topeng depan. serta Topeng Angga.67 Bodoran 3. 70 TeaterTopeng Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Topeng Gong.68 Tari Merak Jakarta. Tari Ronggeng. Tari Gong.

Tari Saptoretno. 3.74 Tari Bahauran Sumber Koleksi Kusnadi Sumber Koleksi Kusnadit Gb.201 Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Koleksi Kusnadi (2.40-41) dan Internet Jawa Tengah: Tari Srimpi 5.75 Tari Trunajaya Gb.73 Tari Tebal Gempita Gb. Tari Menak Koncar. Tari Srimpi 9.76 Tari Topeng Tari Topeng dan Trunajaya (Bali) tari klasik garapan tari berorientasi dari keraton. Tari Karonsih. Tari Anoman Kataksini. Tari Bondoyudo. Tari Kridohumangsah. Tari Lawung. Tari Menak Jinggo Dayun. Tari Surenglaga. Tari Panji. tari Golek. . tari Rantoyo. Tari Retnosari. Tari Bondoboyo. 3. 3. 3. tari Bondan.

3. Tari dll. Konsep dan mode garapan Langendriyan dan berperan dengan melalui tembang. 3.79 Gambyong Yogyakarta: tari Bedhoyo.77 Gumyak Banyumasan ( Pribadi ) Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Jurusan tari UNJ Gb. adalah tari tradisional Kalsik yang digunakan untuk upacara tertentu. tari Golek Lima. . Tari Menak(Klasik) gaya gerak dengan laku dodok/jongkok. Pergelaran di Pendopo. Pertunjukan tidak sembarang orang dapat melihat.202 Sumber Koleksi Pribadi Gb. 3. tari Srimpi.78 Dolalak Gb. Tarian ini biasanya terkait dengan upacara ngasung atau jengkar Sinuwun Dalem (Raja turun keprabon bertemu rakyat di peringgitan).

Jawa Timur memiliki beberapa khasanah tari seperti Tari Ngremo. 3.82 Mbya (gaya tari Madura) . Gaya tari Yogya lebih menekankan pada angkatan kaki berciri lurus untuk perpindahan tempat dengan cara merendahkan kaki tumpuan. berperan seperti Tledek atau Ledek. Tari Atandak. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.203 Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb.80 Tari Gagahan Gb. 3.81 Klono Topeng Kedua karakter tari ini adalah gagahan. 3. Tari Emprak (tari putra/putri berpakaian wanita. Tari Embatembat. tari Jejer. Tari Topeng (Madura). pertunjukan secara berkeliling. tari Bapong.

84 Tari Ngremo Sumber www. Gb. 3.85 di Proscenium Stage Tari Bali merupakan jenis tari tradisional yang paling ekspresif pada sebagaian banyak jenis tariannya.85 Ngremo Kedua gambar tari Ngremo di atas menunjukkan perbedaan konsep koreografinya. 84 di Mal dan 3. Pernyataan .dance@yahoo. penghayatan topeng denga penyesuasian karakternya. 3.com Gb. Tari-tarian Bali merupakan cermin masyarakat Bali yang dinamis. Hanya pada jenis tarian upacara saja yang membutuhkan penghayatan tari berdasarkan situasi fungsi tari dipergelarkan.204 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Pada tari-tarian Bali unsurekspresi mata (sledet dan panajam). 3.83 Tari Warok Gb. Tari Bali merupakan tari tradisional yang didominasi tarian ekspresif. serta kebutuhan untuk upacara adat sangat bergantung situasi tari dipergelarkan. 3.

3.205 kehendak dan karakter musik dan tarinya mencerminkan dinamisasi jaman yang terus menerus berkembang. 3. 2. 86 Topeng Rangde (BudPar) Gb.89 Trunajaya (Kusnadi) . 87 Manukrawa (BudPar) Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Kusnadi Gb.88 Oleg Tabulilingan(UNJ) Gb. Hal ini di alami oleh masyarakat Bali. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. 2.

Tari Lenggo. Tari Dio doe. Tari Ana Keka. Tari Kabana. Tari Kadhi Sago Alu. Tari Kei dll Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Padoa. Tari Kataga tari tradisional putra yang terdiri dari gerakan hentakan kaki & tangan. Tari Likurai. Tari Cilo. Tari Carana. Tari Deda Lolon. Tari Danding. Tari Soka Papak. Tari Lenda Nusa Malole. Tari Gandrung. 3. Tari Kanja. Tari Bial Tojong. Tari Elilola.206 Nusa Tenggara Timur memiliki khasanah tari yang antara lain seperti di bawah ini. Tari Dalata.90 Abike Anuku ( GNP TMII ) Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Katubu. Tari Dadara Nesek.91 Abike Anuku ( GNP TMII ) Nusa Tenggara Barat memiliki banyak tarian yang antara lain terdiri dari Tari Udeg. Tari Ayam Karata. . 3. Tari Angin Alus. Tari Bidu. Tari Nuri.

kitanan.207 Sumber Koleksi Pribadi Gb. Sumber Koleksi Pribadi Sumber Koleksi Pribadi Gb. Tari Maengket. tari Maka Anding.3. tari Turutenden. Tari Arum Piju. Tari Kandasara adalah tari ritual penghalau setan. 3. tari Ando-ando. Tari Banggai. tari Kebesaran. Tari Peule Cindi.93 A dan 3. Tari Pemontes. dilakukan kelompok gadis. B Pamilau Sulawesi Tengah: Tari Dabang adalah tari upacara mengasah gigi.92 Katubu ( Anjungan TMII ) Sulawesi Utara: tari Lenso tari berpasangan muda-mudi.94. Tari Kabela aalah tari penghormatan tamu agung daerah. Tari Kartili tarian hiburan rakyat Sulut. . ditarikan pada saat pesta dan bulan purnama. tari Ana Tete. Tari Anitu. Tari Kaka Lumpang tari hiburan rakyat di SulUt. serta penobatan putri masa akil balig.

Tari Makrencong-rencong. Tari Malemmo.208 Tari Ei-Ei. Tari Langko. tari Assay. Tari Katumbu. Tari Mak Randing. Tari Morasa. Tari Salonde. Tari Kalegoa tari pingitan gadis Sul Teng. tari Dinggu. dll . Tari Modero. Tari Dopalak. Tari Kancara.Tari Moleba. Tari Moese. Tari Dero. Tari Morengku. Tari Lumanse. Tari Mak Jekne-jekne. Tari Manganeng.95 Assay (Pemda Sulteng) Sulawesi Tenggara: tari Lense (menceritakan kehidupan laut). Tari Basalonde. 3. Tari Mangayo. tari Linda. 3. Tari Mak Bandong. Gb. tari Mangaro. Tari Kandai Patangaya. 3. Tari Mappacci.97. tari Mombesara. Tari Maklatu Kopi. Tari Modelusi. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Maluyya. Tari Marrelau Pammase Dewata. tari Lumunse. Lanunse ( GNP TMII ) Tari dari Sulawesi Selatan terdiri dari Tari Losa-losa. gadis akil balig harus menarikan tari ini. Tari Moana.96 Lanunse ( GNP TMII ) Gb. Tari Mangandak. Tari Luminda dll. Tari Motaro dll.

98 Pakarena (Mujiati) Gb. Gerak kaki tangan bebas kadang berputar seperti gangsing. Tari Gantar. Tari Mantang. Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Datun dll. tari Perang. Tari Bekuku.100 Perang (TMII) Gb. . Balian Bukit. Tari Bejo Ujo. Ditarikan pada masa paceklik. 1 orang lelaki(pawang). tari Japin Sigan.Tari Anggo. oleh 4 wanita. Tari Belaong. Tari Belahong. tari Hudok. 3. Tameng. tari Gandut. 3. 3.TariBogam. tari Topeng Panji. Tari Bogam.101 Jipeng Rebana Kalimantan Selatan: tari Tirik Lalan. Tari Burung Enggang.Tumbak).209 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Baksa (Ajaran. 3.99 Pakarena UNJ Kalimantan Timur: tari Belian adalah tari untuk menyembuhkan orang sakit.

tari Manjuluk Sipa.103 Giring-giring(TMII) . tari Boleong Dadah. 3. Tari Kangkurung. Tari Kinyah DanumK Kalimantan Barat: tari Capin Tari J Sumber Koleksi Anj. Tari Badeder. tari Mandau Talawang dan Kapuas. 3.102 Perang (TMII) Kalimantan Tengah: tari Giring-giring. TMII Jakarta Gb. tari Kinyah Pampulu. Tari Banggai. Tari Karaenta. Tari Kanjan. Tari Balian Bawo. Tari Bukung. Tari Bahala. Tari Tambung. tari Kinyah Bawi.210 Sumber Koleksi Anj TMII Jkt Gb.

Tari Mabileose. 3. Irian Jaya/: tari Yospan. Tari Aluyen. tari Mutiara.104 Giring-giring (UNJ) Maluku: tari Caka Lele. Tari Det Pok Mbui. tari Dombe. Tari Dodobol. Tari Aniri. Tari Etol. Tari Due.105 Tuan Pamekik Gb. 3. Tari Aya Nende. tari Lenso. Tari Dendang Dilale.106 Tari Bambu Gila Kedua gambar ini menunjukan konsep garapan tari upacara berupa pengukuhan kepala adat.. Tari . 3. Tari Denge-denge.211 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Tari Dow Mamun. tari Wor. Sumber Koleksi DepBudPar Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Gb. Tari Maru Putih.

2. Tari upacara agama memiliki tradisi khusus dilaksanakan dalam konteks yang berhubungan dengan pernyataan penghayatan keagamanan dimana mereka lebih asyik apabila melakukan dengan penghayatan dalam . Sumber Koleksi Anj TMII Jakarta Gb. 3. Tari Ndi. Tari Meto.212 Kampu. Tari Mooni dll. Tari Agama Tari upacara Agama adalah tari yang diyakini memiliki karismatik khusus.Tari Mbis Pok Mbui.3.1.108 Ndaitita 3. apabila tidak dilaksanakan akan berdampak kepada peri kehidupan selanjutnya. Tari Meitoro Meisawe.107 Mbui Dong Po Sumber Koleksi GNP TMII Jakarta Gb.7.

Rangde. dan penghayatan persembahan secara total. Tari Joget Batanghari adalah tarian berpasangan. Sumber Koleksi GNP TMII Jkt Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Ngaben untuk acara kematian. mengkultuskan. 3. tari Sauh. .Tari Dana Sarah adalah tari menangkap ikan tari Angguk. Di bali banyak tari jenis keagamaan digunakan sebagai pernyataan maksudnya. tari Depan Tulang Belut. 3. tari Kepak Balam dll. 109 Tuan Pamekik Gb. tari Mandi Taman. . tari Gunjing. Di sisi lain. Tari tersebut banyak digunakan untuk penyambutan tamu terhormat. Tari Kain. 110 Kecak Gb. Rejang.3. tari Kelit Lang.213 dan bersifat memuja. Tari yang ada antara lain meliputi tari Pendet. biasanya dilakukan sebagai ungkapan kebahagian bersama. 111 Sekapur Sirih (UNJ) Daerah Jambi memiliki tari tradisional Sekapur Sirih (tari untuk penyambutan tamu Agung dan pejabat daerah yang hadir ke Jambi. Pasraman. tari Kipas Perentah. Keris. maka tari ini berbentuk tari sosial. Gabor.

istana. Tarian jenis ini menjadi milik rakyat. 114Time Load www. 3.112 Sekapur Sirih Gb.dance_@ Yahoo. tari-tarian lain terdiri dari jenis tari-tarian sebagai berikut: 3. 3. Tari Berdasarkan orientasi Artistik Tari berdasarkan orientasi artistik lebih menekankan kepada bentuk tari yang menonjolkan penggarapan seni atau estetis secara fulgar. dan primitif.com Gb. Tari-tarian tersebut telah diuraikan pada penjelasaan terdahulu. 115 sequence .8.1.214 Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb. Hal ini dapat dilakukan apabila sepakat untuk tidak meninggalkan akar budaya tradisi budaya tari ini.113 Rangguk Dalam rangka pengembangan asset tari untuk kalangan tertentu tari ini dapat dikemas untuk konsumsi pariwisata. Tari Balet www. 3. 3.8.com Gb. 3.dance_@ Yahoo. Selanjuynya. mengingat tari ini sudah banyak dikenal kalangan.

Sumber: Buku Modern Dance William Dowoo . 116 Squarel www. 118 Time Load Perhatikan ketiga gambar di atas menunjukan tari Balet asal Amerika (Ketiga piñata tari dari Amerika).com www. 3.com Gb.com Gb. 117 All Fine Gb. 3.215 www.dance_@ Yahoo.dance_@ Yahoo.dance_@ Yahoo. 3.

3.119 Ebegan 3. dan tujuan tertentu yang mendatangkan kepentingan sosial secara total. Salah satu cabang kesenian dalam pembahasan di sini adalah seni tari.9. Biasanya merupakan bentuk pertunjukan tari yang dipentaskan berbentuk kebersamaan antara penari dan masyarakat urban yang bergabung di dalamnya.216 3. sosial. Oleh karena itu. Fungsi Tari Pada dasarnya semua aktivitas yang dilakukan manusia adalah untuk memebuhi kebutuhan hidupnya. dan pernyataan batin manusia dalam kaitannya dengan ekspresi kehendak.2. Dengan demikian tari dalam rangka memenuhi kebutuhan idividu dan sosial merupakan alat yang digunakan untuk penyampaian ekspresi jiwa dalam kaitan dengan kepentingan lingkungannya. Kedua fungsi individu dan sosial merupakan ekspresi jiwa manusia. Dengan demikian tari apat sekaligus menjadi kendaraan mengekspresikan keinginan. dan komunikasi.8. Peranan seni tari untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia adalah dengan melalui stimulan individu. sarana komunikasi. pernyataan maksud. Dalam kaitan dengan itu. secara umum dapat digarisbawahi bahwa fungsi tari dapat bertujuan sebagai . tari dapat berperan sebagai pemujaan. Sumber Koleksi Anj TMII Jakarta Gb. Musical Dance Jenis tari ini terdiri dari tarian yang dipentaskan secara kolosal. Kebutuhan yang erat hubungannya dengan pemenuhan sentuhan estetis adalah melalui kegiatan berkesenian.

adat di suatu daerah sebagai berikut: Asal Keagamaan daerah Bali No 1 Tarian Pendet Rejang Keris Pasraman Gabor Ngaben Ndi Mbis Ura Nelayan Adat Kehidupan Kematian Irian jaya Cuaca buruk Cuaca buruk 2 . persembahan. dan perwujudan kehendak yang diungkapkan sehubungan dengan ekspresi kebutuhan yang mendesak pada diri manusia. 3. Sebagai sarana memuja dewa (keagamaan) yang berarti bersifat sakral. kesuburan. Seperti panen atau potong padi sebagai ungkapan terima kasih berkaitan dengan peristiwa kelahiran. sarana komunikasi. bunyi-bunyian guna menambah kesakralan dan menghadirkan daya magis. Setiap upacara selalu dilengkapi dengan tari-tarian. keagamaan. Tari sebagai sarana upacara ritual harus diselenggarakan pada saat tertentu disertai berbagai sesaji pada situasi atau tempat tertentu pula.9. dan adat. 2. sebagai sarana untuk persembahan. perkawinan. Hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat. dalam peristiwa penting kehidupan yang diikuti dengan sesaji. Di bawah ini beberapa contoh tari-tarian yang difungsikan dalam berbagai upacara agama. di mana berfungsi sebagai ritual. Secara garis besar Soedarsono mengelompokan fungsi seni tari ke dalam seni pertunjukan dapat dikelompokan menjadi tiga sebagai berikut: 3. Tari sebagai sarana Upacara Fungsi tari sebagai sarana upacara merupakan bagian dari tradisi yang ada di dalam suatu kehidupan masyarakat yang sifatnya turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya sampai masa kini.217 pemujaan.1. Tari-tarian ini memiliki ciri-ciri adalah sebagai berikut: 1. Bersifat kebersamaan dan diulang-ulang.

218 Raupe Saran 3 4 Tor-tor Gandal Sapu Buluh Gita Wani Walone Pagellu Mapaliang Ngalage Tayub Sablang Sumut Maluku Kelahiran Kelahiran Sulsel Kematian Jabar Jatim Panen Panen Panen Kelahiran Perkawinan Perkawinan Perkawinan Perkawinan Akil Balik Penobatan Penobatan Perkawinan Perkawinan Perkawinan Bersih Desa Bersih desa Penobatan Pinangan Berburu 5 6 7 8 Hola Ana NTT Dodoka Doo Lego-lego Ledo/Tawu Prisen NTB 10 11 Bedhoyo 5 Jateng dan 9 Bedhoyo Ketawang Gambyong Karonsih Gatutkoco Gandrung Kuda Lumping Jatilan Bedhoyo semang DIY 12 Tabel 3.2 Hubungan tari dengan aktivitas manusia .

122 Baris . 3. Hal ini berhubungan dengan tari untuk memenuhi konsumsi publik saja.dance_@ Yahoo. amal.121 Squarel Sumber Jurusan tari UNJ Gb.com Gb. atau bahkan untuk memenuhi kepentingan publik dalam rangka hiburan saja.9. tari Kecak. tari Gembira.120 Hung Myung Gb. 3. tari Perang.219 Tugas untuk kamu. Tari Rangde. 3. 3. tari Bebodoran. Sumber Majalah Myung Hui www. Oleh sebab itu. coba masukan ke golongan mana tari-tarian ini dikelompokan. dalam penyajian terkait dengan berbagai kepentingan terutama dalam kaitannya dengan hiburan.2. Tari-tarian tersebut adalah tari Penyambutan. Tari Sebagai Sarana Hiburan Salah satu bentuk penciptaan tari ditujukan hanya untuk ditonton.

com 2.124 Fatamorgana (Interbet) Sumber Koleksi Jurusan Tari UNJ Gb.123 Cinta Bunda (Koleksi Farida Faisol) www.dance_@ Yahoo.dance_@ Yahoo.220 www.38-39 Gb.38-39 Gb.125 Manuk Rawa (Jurusan Tari UNJ) .3. 3. 3.com 2.

merupakan gerak yang disusun semata-mata untuk mendapatkan bentuk artistiknya saja. sosial yang dilakukan melalui kesadaran berekspresi. penilaian. Teknik memperagakan kreatifitas yang dilakukan diharapkan dapat menganalisis bentuk seni sesuai dengan tema atau ide yang diamati dan dikritik melalui media cetak. menginterpretasikan. Sehingga pengetahuan dan keterangan kamu dapat digunakan untuk menentukan peserta didik lain mengajarkan kritik seni secara proporsional. tulis. pengertian. tujuan. dan diskusi.10. PRODUKSI TARI Pada tahap produksi peserta didik diarahkan untuk melahirkan kreativitas seni berdasarkan pengalaman dan kegiatan berkarya dalam hubungannya dengan kognitif (pengetahuan. Persentasikan hasil temuan kamu di depan teman-teman. Gerak maknawai Gerak maknawi adalah suatu gerak tari yang dalam pengungkapannya mengandung suatu pengertian atau maksud di samping keindahannya . bentuk seni tari yang berkembang di daerah asal kamu. Amati seluruh penyajian. Gerak Murni Gerak murni dalam istilah Jawa disebut dengan terak tidak wantah. Lebih lanjut dalam laporan kamu harus melatih. estetika dan keterampilan mengungkapkan (psikomotor). Marilah kita tulis melalui kritik yang membangun. Gagasan Gagasan akan berakitan dengan tema tari yang akan diungkapkan menjadi suatu pesan atau makna tari. mencatat dan mendisain budaya dan seni yang terjadi di masyarakat. b. apresiasi sampai keutuhan produksi.221 3. tingkat persepsi pengetahuan. mencipta. Keunikan gagasan dapat dilihat dari unsur gerak yang terdiri dari : a. Coba analisis. Kemungkinan masalah lain yang dapat muncul akan ditemukan. coba jelaskan latar belakang. Tentukan tema yang kamu pilih. analisis. lalu peragakan gerakan yang kamu dapatkan. fungsi. seni tari.

2. bentuk-bentuk dan orientasiorientasi nilai yang mendasarinya. Segala bentuk tari tradisi dapat merupakan sumber. Di bawah ini merupakan skema pengembangan keunikan gagasan yang awalnya hanya dimulai dari anggota tubuh. Gerak simetris Gerak yang disusun terdiri atas gerak-gerak yang sebangun. Gaya dalam tari tersusun dari simbol-simbol. tumbuh. sebagai sumber pengayaan dalam proses penciptaan. Dasar pijakan Suatu bentuk tari akan terkait dengan salah satu dasar pijakan. . Pengekspresian pada tari dapat melalui pijakan gerak yang tidak dimiliki tarian lainnya akan memunculkan kekhasan. sehingga melahirkan bentuk-bentuk baru. Suatu bentuk tari terkadang digarap berdasarkan pijakan tari tradisi. baik ruang maupun desainnnya. 1. Pijakan Tradisi Tari tradisi adalah tari yang lahir. dapat pula merupakan bahan untuk dipikirkan.222 c. sehingga akan menghasilkan bentuk tari yang baru setelah melalui proses pengkomposisian.11. Kekhasan tersebut dapat dilihat dari : 3. d. berkembang dalam suatu masyarakat yang kemuian diturunkan atau diwariskan secara terus menerus dari generasi ke generasi. diolah dan digarap. Keunikan gagasan dapat pula dikembangkan dari ide-ide yang orisinal berdasarkan pengekspresian diri. baik ruang maupun desainnya. Artinya tarian tersebut masih sesuai dan diakui oleh masyarakat pendukungnya. Gerak asimetris Gerak yang disusun terdiri atas gerak-gerak yang tidak memiliki keseimbangan atau sebangun. Pijakan Gaya Keseluruhan yang dijadikan dasar bagi orang untuk menandai identias mereka terdiri dari sesuatu yang disebut dengan gaya (style). namun apabila dipraktikan hasilnya merupakan keunikan gerak yang terdapat dalam tari Zapin.

Tema kehidupan sehari-hari. b.6. bagian kaki (dikembangkan gerak jinjit-berjalan-berlari-bersimpuh). pertanian. Tema dengan menggunakan properti. bagian tangan (dikembangkan gerak mengepal-menangkis). Skema Keunikan Gerak dalam Tari Zapin Keterangan gambar: Diawali dengan Tubuh kemudian dari tubuh dikembangkan menjadi bagian badan (dikembangkan gerak membungkukberdiri tegap-doyong). bagian kepala (dikembangkan gerak mengangkat dagu-menggeleng-mengangguk-mendongak). Keunikan gagasan yang dapat diambil sebagai tema dari karyakarya tari di nusantara dapat diangkat : a. mata pencaharian (nelayan. payung. . Dari imajinasi ini kemudian ditarik suatu tema yaitu "langkah Zapin". d. topeng. kentongan.tangan (mengepal) . seperti bermain peran. komposisi kelompok dengan permainan jumlah penari atau menggunakan pola soal cerita matematika. Apabila dilakukan berulang-ulang dengan hitungan bervariasi. air yang mengalir di sungai. dsb. Selanjutnya dikombinasikan antara gerak badan (membungkuk) . dsb) Tema logika matematika. tempurung.12. dsb.kaki (berjinjit). berkaitan dengan perburuan. c.223 Sumber : Koreografi : Pengantar Apresiasi Seni Tari Gambar 3. di mana properti dapat sebagai pendukung tari untuk mengekspresikan gerak. Tema lingkungan dan alam sekitar. seperti gerak-gerak angin bertiup. pohon bergoyang. maka akan terbentuk ragam gerak seperti tari Zapin. jenis permainan anak yang biasa dilakukan (dolanan). seperti bermain tali/pita. seperti gerak tangan yang membentuk bermacam-macam sudut.kepala (mengangkat dagu) .

. Kostum b. Produksi b. Bahasa kinestetik c.. a... Tari klasik c. a. Garapan 6. Tari Cokek (Betawi) adalah termasuk golongan tari .. Tari b. Gerakan maknawi b. Tari tradisi d.. Bahasa verbal 3. Esensi keindahan dalam tari dapat dilihat pada. Olah tubuh 2.. Sebuah tarian yang memiliki gerakan bermakna pesan. Gerakan ragawi c. dalam istilah tari disebut.. a.. selaras dengan bunyi musik .. Komposisi d. Gerak d... Kegiatan mengeksplorasi kreativitas seni di dalam tari disebut sebagai . Tari garapan 5. Tata rias c. Musik d. Bahasa plastis d.... Gerak yang ritmis. Pantomim c.. Tari adat b.. a.. Gagasan d.224 TES FORMATIF BAB III Pilihlah jawaban yang paling tepat 1. Ekspresi 4. Koreografi c. Bahasa visual b. a. a. Gerak . Gerakan tari dapat diistilah sebagai bahasa .

Goyang plastik 8. wirama. Amati gerak dan pendukung lainnya. ide. Bagaimana pendapat kamu tentang seni. Kemampuan tari b.. Sledet b. a. PERTANYAAN 1. Diskusikan dengan teman. Sledet b.. a. Trisik d. Nandak c. Trisik d.. musik.. Nandak c. a.. Gerak tari berlari-lari kecil dalam tarian Jawa diistilahkan dengan. Komposisi tari 9. Wirasa. . pola lantai. Ciri khas gerak mata tari Bali yang ekspresif diistilahkan dengan. Unsur-unsur tari c. uraikan dan analisis latar belakang... Nguyi b... Gerakan tangan pada gerak dasar tari India disebut. Ngigel II. a. Penjiwaan tari d. wiraga adalah istilah .225 7. seni tari non tradisional. tata rias. jumlah penari? 2. tema. Trisik c. Klieu d. buat laporan dan hasil pengamatan hubungannya dengan seni tari tradisional. pola penyajian. Ngigel 10. stage...

Seni Teater Mengapresiasikan Karya Seni Teater Bab 4 APRESIASI Pengertian Teater Latihan Akting Istilah Dalam Teater Unsur-unsur Lakon Teater Unsur-unsur Pementasan Pembuatan Naskah .

EKSPRESI Mempersiapkan Pementasan Drama .

4.228 BAB IV SENI TEATER 4. puji-pujian.1 Mengapresiasikan Karya Seni Teater Kegiatan berteater dalam kehidupan masyarakat dan budaya Indonesia bukan merupakan sesuatu yang asing bahkan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Untuk dapat mengapresiasi dengan baik mengenai seni teater terutama teater yang ada di Indonesia sebelumnya kita harus memahami apa seni teater itu ? bagaimana ciri khas teater yang berkembang di wilayah negara kita. namun kini kecenderungan orang untuk menyebut pertunjukan drama dengan istilah teater. melainkan juga doa dan cerita yang diucapkan dengan lantang. Percakapan dan gerak-gerik itu memperagakan cerita yang tertulis dalam naskah. sedangkan istilah drama merujuk pada pertunjukannya. bukan hanya berupa nyanyian. lambat laun upacara keagamaan ini berkembang. Penulisnya Aeschylus yang hidup antara tahun 525-456 SM. Setiap daerah mempunyai keunikan dan kekhasan dalam tata cara penyampaiannya. Bukti tertulis pengungkapan bahwa teater sudah ada sejak abad kelima SM. kegiatan teater dapat kita lihat dalam peristiwa-peristiwa Ritual keagamaan. selanjutnya upacara keagamaan lebih menonjolkan penceritaan. Isi lakonnya berupa persembahan untuk memohon kepada dewa-dewa. . siklus hidup (kelahiran. Tontonan drama memang menonjolkan percakapan (dialog) dan gerak-gerik para pemain (aktif) di panggung. Sejarah Teater Kata tater atau drama berasal dari bahasa Yunani ”theatrom” yang berarti gerak. Dengan demikian. tingkat-tingkat hidup. Hal ini didasarkan temuan naskah teater kuno di Yunani. penonton dapat langsung mengikuti dan menikmati cerita tanpa harus membayangkan. Sebenarnya istilah teater merujuk pada gedung pertunjukan. Lahirnya adalah bermula dari upacara keagamaan yang dilakukan para pemuka agama. Teater sebagai tontotan sudah ada sejak zaman dahulu. pertumbuhan dan kematian) juga hiburan.

Teater adalah salah satu bentuk kegiatan manusia yang secara sadar menggunakan tubuhnya sebagai unsur utama untuk menyatakan dirinya yang diwujudkan dalam suatu karya (seni pertunjukan) yang ditunjang dengan unsur gerak. band dan sebagainya.229 4.gerak dan laku dengan atau tanpa dekor. bunyi dan rupa yang dijalin dalam cerita pergulatan tentang kehidupan manusia. dengan media : percakapan. Unsur-unsur teater menurut urutannya : • Tubuh manusia sebagai unsur utama (Pemeran/ pelaku/ pemain/actor) • Gerak sebagai unsur penunjang (gerak tubuh. sulap. . nyanyian dan tarian. misalnya wayang golek. dekorasi. Dan dapat dikatakan bahwa teater merupakan perpaduan segala macam pernyataan seni. lenong.2 Pengertian Teater arti luas teater adalah segala tontonon yang dipertunjukan didepan orang banyak.gerak bunyi dan gerak rupa) • Suara sebagai unsur penunjang (kata. debus. dialog. disaksikan oleh orang banyak. akrobat. reog. didasarkan pada naskah tertulis denga diiringi musik. ucapan pemeran) • Bunyi sebagai efek Penunjang (bunyi benda. rias dan kostum) • Lakon sebagai unsur penjalin (cerita. suara. arti sempit adalah kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan diatas pentas. fiksi dan narasi) Teater sebagai hasil karya (seni) merupakan satu kesatuan yang utuh antara manusia sebagai unsur utamanya dengan unsur –unsur penunjang dan penjalinnya. efek dan musik) • Rupa sebagai unsur penunjang (cahaya.gerak suara. non cerita.

bunyi/musik dan cerita atau lakon 4. Merupakan salah satu pertunjukan tater yang menggunakan semua unsur teater misalnya tubuh. ketoprak dll. bentuk teater ini punya karakter bebas tidak terikat oleh kaidah-kaidah pertunjukan yang kaku. sifat nya spontan. Sutradara : Yoyo C Durachman. Teater rakyat yaitu teater yang didukung oleh masyarakat kalangan pedesaan . Judul : Orang Baru. rupa.1 Pertunjukan Teater sanggar KITA Bandung. Bentuk Teater Indonesia berdasarkan pendukungnya : a.2.improvisasi. grak.Pribadi ( Foto istimewa) Gambar 4.2 Pertunjukan teater rakyat tradisional Ludruk yang hidup dan berkembang di daerah Jawa timur . Contoh : lenong. Sumber : Video Teater PSN (foto Istimewa) Gambar 4. suara.1. ludruk.230 Sumber :Dok. Karya : Saini KM.

Teater kontemporer. sebagai fenomena modern dalam seni pertunjukan di Indonesia. Teater Keraton yaitu Teater yang lahir dan berkembang dilingkungan keraton dan kaum bangsawan. dalam dirinya terkandung potensi yang besar untuk tumbuh dengan kreatifitas yang . d. Pertunjukan dilaksanakan hanya untuk lingkungan terbatas dengan tingkat artistik sangat tinggi. Teater ini Masih membawa idiom bentuk rakyat dan keraton . yang merupakan bentuk teater yang berasal dari keraton c. Pribadi (foto Istimewa) Gambar : 4.4 Pertunjukan komedi antar pulau dengan lakon ”cinta robot” ini merupakan salah satu pertunjukan teater masyarakat urban dimana pertunjukannya menampilkan permasalahan masyarakat urban dengan budaya yang heterogen(beragam) sesuai dengan asal masyarakat pendukungnya. Sumber : Dok. yang merupakan salah satu kesenian masyarakat Jawa Barat. Contoh : teater Wayang Sumber : Video Teater PSN (foto Istimewa) Gambar 4.cerita berkisar pada kehidupan kaum bangsawan yang dekat dengan dewadewa . Teater Urban atau kota-kota.231 b. teater jenis ini lahir dari kebutuhan yang timbul dengan tumbuhnya kelompok-kelompok baru dalam masyarakat dan sebagai produk dari kebutuhan baru .3 Pertunjukan Wayang Golek.yaitu teater yang menampilkan peranan manusia bukan sebagai tipe melainkan sebagai individu .

sebagai ucapan terima kasih maka dilaksanakan upacara panen.232 tanpa batas. Juga ketika panen. Teater rakyat adalah teater yang hidup dan berkembang dikalangan masyarat untuk memenuhi kebutuhan ritual dan hiburan rakyat. Pendukung teater ini masih sedikit yaitu orang-orang yang menggeluti teater secara serius mengabdikan hidupnya pada teater dengan melakukan pencarian. Misalnya : untuk memulai menanam padi harus diadakan upacara khusus untuk meminta bantuan leluhur agar padi yang ditanam subur. naik pangkat/ status dan kematian dll) selalu ditandai dengan peristiwa-peristiwa teater dengan penampilan berupa tarian. Sumber : Dok. khitanan. berkah dan terjaga dari berbagai gangguan. Pribadi ( Foto Istimewa) Gambar 4. Sebagian besar daerah di Indonesia mempunyai kegiatan berteater yang tumbuh dan berkembang secara turun menurun. Kegiatan ini masih bertahan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang erat hubungannya dengan budaya agraris (bertani) yang tidak lepas dari unsur-unsur ritual kesuburan.5 Pertunjukan Teater Kontemporer yang menggunakan bahasa ungkap ekspresi gerak dengan judul ”Pramuwisma stories”. dengan acara. Menjemput roh-roh pelindung untuk hadir ditempat terselenggaranya pertunjukan 3. eksperimen berbagai bentuk teater untuk mewujudkan teater Indonesia masa kini. Memanggil roh-roh baik untuk mengusir roh-roh jahat. tata cara yang unik dan menarik.nyanyian maupun cerita. . 4. Pemanggil kekuatan gaib 2.2.2 Fungsi – Fungsi Teater Rakyat Fungsi – Fungsi Teater Rakyat : 1. Juga peringatan tingkat-tingkat hidup seseorang (kelahiran. siklus kehidupan maupun hiburan.

Unsur lawakan selalu muncul 4. Teater berfungsi sebagai salah satu upacara keagamaan .233 4. sebagai media hiburan. Tempat Pertunjukan terbuka dalam bentuk arena (dikelilingi penonton) Sumber : Video Teater PSN (foto : Istimewa) Gambar 4. 2. 5. 6. dongeng.6 Pertunjukan teater arja di Bali. merupakan salah satu contoh teater rakyat yang masih hidup dikalangan masyarakat Bali. 6. 7. Penonton mengikuti pertunjukan secara santai dan akrab bahkan terlibat dalam pertunjukan dengan berdialog langsung dengan pemain. Pelengkap upacara untuk saat-saat tertentu dalam siklus waktu. Penyajian dengan dialog. Cerita tanpa naskah dan digarap berdasarkan peristiwa sejarah. 8. Peringatan pada nenek moyang dengan mempertontonkan kegagahan maupun kepahlawanannya. Nilai dan laku dramatik dilakukan secara spontan dan dalam satu adegan terdapat dua unsur emosi sekaligus yaitu tertawa dan menangis. tarian dan nyanyian 3. Pelengkap Upacara sehubungan dengan peringatan tingkat-tingkat hidup seseorang. mitologi atau kehidupan sehari-hari. 5. 7. Mempergunakan bahasa daerah. Pertunjukan mempergunakan tetabuhan atau musik tradisional . Ciri-ciri umum teater rakyat diantaranya : 1.

psikis dan sosial. . seorang aktor harus menguasai olah tubuh.indah. Dalam pertunjukan ini kekuatan pemeranan dari masing masing aktor sangat ditonjolkan untuk menampilkan daya tarik pertunjukan secara keseluruhan. Pemahaman mengenai karakter ini adalah penggambaran sosok tokoh peran dalam tiga dimensi yaitu keadaan fisik.seorang aktor harus menguasai berbagai tehnik dan keterampilan seni peran.234 4. imajinasi. STB. Virtuositas adalah kekuatan atau daya tarik seniman yang dilahirkan dari keterampilan. Kekuatan inilah yang akan menjadi magnit . bagus . Pribadi (foto :Hermana HMT) Gambar 4. menarik . Seperti dikatakan oleh stanislavsky. Untuk tampil bagus dan menarik dipanggung teater. sehingga menimbulkan rasa empati dan simpati bagi yang melihatnya. dan harus mempunyai daya konsentrasi. Kekuatan utama yang menjadi daya tarik sebuah pertunjukan teater adalah akting atau tingkah laku para pemain dalam memerankan tokoh yang sesuai dengan tuntutan karakter dalam naskah. observasi serta mempunyai kecerdasan. fantasi. menarik dan penuh penghayatan yang sesuai dengan tuntutan naskah pertunjukan. Sehingga ketika sorang aktor membawakan peran tokoh dalam sebuah pementasan akan tampil dengan kedalaman karakter yang indah.kecerdasan serta pendalaman sepenuh hati dan jiwa pada karya yang ditampilkan. tidak menarik bahkan membosankan akan menentukan penonton bertahan tidaknya ditempat duduknya. punya kekuatan atau tidak berkarakter.7 Pertunjukan “Kekawen Kawin” karya Nikolai Gogol.3 Seni Peran Sumber : Dok. Sutradara Yusep Muldiyana. vokal. wawasan. pengetahuan yang luas tentang berbagai hal dalam kehidupannya.

pekerjaan. jenis kelamin.ambisi. kurus gemuk.standar moral. agama. jabatan.cirri-ciri tubuh. kompleks psikologis yang dialami. temperamen. keadaan emosi dan sebagainya. umur. Pemain bintang akan menjadi pujaan penonton dan akan menyebabkan pementasan berhasil . watak. tinggi/pendek. Keadaan psikis meliputi . Sumber : Dok. suka senyum/ cemberut dan sebagainya. . kelas sosial. kesukaan.cirri khas yang menonjol. kemasyuran . Aktor atau bintang menjadi sumber gaya artinya kesuksesan pementasan ditentukan oleh pemain-pemain kuat yang mengandalkan kepopuleran.suku bangsa. sutradara. raut muka. Pencapaian seorang aktor dalam mewujudkan sosok peran sesuai karakter ini juga ditentukan oleh pengalaman dan kepekaannya dalam menghayati kehidupan serta pengalaman tampil dalam berbagai pementasan. aktor harus menghayati setiap situasi yang diperankan dan mampu secara sempurna menyelami jiwa tokoh yang dibawakan serta menghidupkan jiwa tokoh sebagai jiwa sendiri.Keadaan sosiologis meliputi . keadaan sosiologis seseorang akan berpengaruh terhadap prilaku seseorang. ras.Pribadi (Foto Bedeng Siregar) Gambar 4. mentalitas. ideologi dan sebagainya.8 Pertunjukan Teater “Pelajaran” Karya Ionesco Sutradara : Deden Rengga Dalam pertunjukan ini semua pemain harus menguasai tehnik akting yang memadai untuk mewujudkan peran yang sesuai dengan tuntutan naskah. WS. jika yang dijadikan sumber gaya adalah actor dan bukan bintang maka kecakapan berperan diandalkan untuk memikat penonton . profesi tertentu akan menuntut tingkah laku tertentu pula. ketampanan atau kecantikan atau daya tarik sensualnya.235 Keadaan fisik meliputi . kegemaran. cacat jasmaniah. Rendra menyebutkan bahwa dalam pementasan ada empat sumber gaya yaitu aktor atau bintang. lingkungan dan penulis.

dialog dirinya dan dialog lawan mainnya. latihan intelek atau kebudayaan(misalnya menghayati musik. yaitu peran yang dibawakan . konsentrasi bertujuan aagar actor dapat mengubah diri menjadi orang lain . STB.4 Akting Ajaran akting menurut Boleslavsky dalam buku Enam Pelajaran Pertama Bagi Calon Aktor : 1.9 Adegan Pertunjukan “ Kekawen Kawin” Karya Nikolai Gogol.kesiapan batin untuk mengikuti jalannya cerita sampai berakhir. konsentrasi aktor tidak boleh mengendor. Konsentrasi merupakan salah satu latihan penting dalam mewujudkan sebuah peran contoh pad adegan diatas seorang pemain sedang berkonsentrasi pada peran. Pelajaran pertama : Konsentrasi Pemusatan pikiran merupakan latihan yang penting dalam akting. . memerlukan konsentrasi. Sumber : Dok Pribadi (foto : Hermana HMT) Gambar 4.seni lukis) dan latihan sukma (melatihan kepekaan sukma menanggapi segala macam situasi). Jadi tidak boleh perhatiannya goyah pada dirinya sendiri dan pada penonton. Meskipun lakon berjalan. juga berarti aktor mengalami dunia yang lain dengan memusatkan segenap cita.236 4. rasa dan karsanya pada dunia lain itu. Latihan konsentrasi dapat dilakukan melalui fisik (seperti yoga). juga jika saat itu tidak kebagian dialog atau gerakan . Sutradara Yusef Muldiyana. puisi.

Aktor harus selalu mengingat apa tema pokok dari lakon itu dan dari perannya. sehingga tidak terjadi over acting.237 2. Pelajaran kedua : Ingatan Emosi. 3. tetapi sebagai pemeran. Jika pelaku harus bersedih . atau sebaliknya watak peran itu telah merasuk kedalam diri sang aktor. untuk menuju garis dan titik sasaran yang tepat dengan begitu ia dapat melatih berlaku dramatik Artinya bertingkah laku dan berbicara bukan sebagai dirinya sendiri. dan menghidupkan aspek dramatisasi melalui ekspresi atau mimik wajah melalui dialog. dengan suatu kadar kesedihan tertentu dan menghadirkan emosi yang serupa. kemudian mengidentifikasiannya dan menghidupkan watak itu seperti halnya wataknya sendiri. Pelajaran keempat : Pembangunan watak Setelah menyadari perannya dan titik sasaran untuk peranannya itu aktor harus membangun wataknya sehingga sesuai dengan tuntutan lakon. Banyak peristiwa yang menggoncangkan emosi secara keras dan hanya aktor yang pernah mengalami goncangan serupa dapat menampilkan emosi serupa kepada penonton dengan takaran yang tidak berlebihan. . maka kadar kesedihan itu takatannya tidak akan berlebihan. dan pemanfaatan seting pendukung (misal membanting). untuk itu memang diperlukan penghayatan terhadap tokoh itu secara mendalam sehingga dapat diadakan adaptasi 4. Pembangunan watak itu didahului dengan menelaah struktur fisik. Dalam proses terakhir itu diri aktor telah luluh dalam watak peran yang dibawakannya. The transfer of emotion merupakan cara efektif untuk menghayati suasana emosi peran secara hidup wajar dan nyata. Pelajaran ketiga : Laku Dramatik Tugas utama aktor menghidupkan atau memperagakan karakter tokoh yang diperankannya.

Suara dan Cakapan Suara dan cakapan adalah dua hal pokok yang harus digarap dengan nada yang sesuai. Mungkin dalam percakapan sehari-hari ini tidak perlu.238 Sumber : Dok Pribadi (foto : Bedeng Siregar) Gambar 4. karena keduanya sangat menentukan suksesnya pementasan. Pemain yang baik adalah pemain yang kalu sudah diatas panggung tidak tampak lagi pribadinya. Sutradara : Deden Rengga. hal-hal yang sehari-hari perlu diproyeksikan karena suara diharapkan dapat sampai pada penonton di deretan tempat duduk paling belakang. e. u. Irama permainan ditentukan oleh konflik yang terjadi dalam setiap adegan. Dengan pembangunan watak hal ini dapat terwujud 5. maka perlu diadakan observasi untuk tokoh yang sama dengan peran yang dibawakan. tetapi toh dialog yang diucapkannya tidak merangsang . agar titik sasaran dapat dicapai . Siswa perlu dilatih mengucapkan vocal a. Ada kalanya seorang pemain mampu mengucapkan kata dengan jelas atau “las-lasan”. Irama juga memberikan variasi adegan. Pelajaran Keenam : Irama Semua kesenian membutuhkan irama. agar alur dramatik dapat mencapai puncak dan penyelesaian. I. 7. 6. dia sudah berubah menjadi sosok yang lain. sehingga tidak membosankan. perlu mengadakan observasi terhadap pengemis dengan ciri fisik. Untuk memerankan tokoh pengemis dengan baik . laku dramatik dan pembangunan watak sulit dilakukan secara personal. akting seorang aktor juga harus diatur iramanya.10 Adegan Pertunjukan “Lawan Catur “ Karya Kenneth Arthur. o dengan mulut terbuka penuh. Pelajaran Kelima : Observasi Jika ingatan emosi. akan tetapi di pentas. psikis dan sosial yang sesuai .

pemahaman ini berkembang dalam teater barat (konvensional). 4.teater kontemporer. misalnya dialek Jawa seperti terdengar dari lagu kalimat yang diucapkan pemeran dalam drama seri Losmen. . dalam proses aktualisasinya oleh para seniman penggarap atau sutradara. maka persoalannya pada apa yang lazim disebut phrasering technique atau teknik mengucapkan dialog. Untuk melatih tehnik keaktoran maka diperlukan naskah sebagai pijakan dalam mewujudkan suatu peranan. kebencian. Atau teater. jika diucapkan dengan nada yang berbeda-beda. pujian. Jika ini terjadi.5 Gaya Akting Pemahaman dan penafsiran tentang prinsip berteater. Gaya aktingnya adalah gaya realis yaitu wajar mirip dengan gaya kehidupan sehari-hari. Dibawah ini terdapat beberapa cuplikan naskah dari beberapa penulis drama yang sudah terkenal. Teater Ilusionis. lagu kalimat juga menyarankan dialek tertentu. dan sebagainya. Kata “gila” dapat berarti umpatan keras. kata-kata ternyata tidak diucapkan datar. Lagu kalimat itu menyarankan pertanyaan.239 pengertian. tetapi terkandung di dalamnya lagu kalimat. Pada saat pemain mengucapkan dialog. teater tidak perlu sama dengan kehidupan kehidupan distilasi (digayakan) dan di Distorsi (dirusak). Di samping itu. terbagi dalam dua pemahaman yang berbeda yaitu : Teatrikalisme adalah praktek berteater yang bertolak dari anggapan bahwa teater adalah Teater. Ini artinya nada ucapan tidak hanya berfungsi untuk menciptakan dinamika. kehidupan ditiru setepat mungkin agar ilusi tercapai. Suatu dunia dengan kaidah-kaidah tersendiri yang berbeda dgn kaidah-kaidah kehidupan. Melahirkan gaya akting grand style ( akting di besar-besarkan ) dan Komikal yaitu gaya akting dengan mengekplorasi kelenturan tubuh sehingga menampilkan tubuh-tubuh dengan gestikulasi yang unik dan lucu Realisme adalah eater harus merupakan ilusi atau cermin kehidupan nyata (Realitas). sesuai denga satuansatuan pikiran yang dikandungnya. kekaguman. kekaguman. Satu hal lagi yang masih berhubungan dengan latihan vokal ialah perlunya dipahami adanya nada ucapan. tetapi juga menciptakan makna. perintah. prinsip seperti ini dapat kita lihat dalam teater-teater tradisional. kemarahan. kegembiraan. dalam film Naga Bonar terdengar lagu kalimat yang menyarankan dialek Batak. dengan berbagai gaya penulisan naskah yang dapat kalian mainkan sebagai latihan pemeranan. Kalimat atau dialog yang panjangharus dipenggal-penggal lebih dahulu.

Adegan Adegan adaalh bagian dari babak. . 4. Selain itu. Dialog memainkan peran yang amat penting karena menjadi pengarah lakon drama. Artinya. Dalam pementasan. dua. Monolog Monolog adlah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri. Babak Babak merupakan bagian dari lakon drama. Prolog memainkan peran yang besar dalam menyiapkan pikiran penonton agar dapat mengikuti lakon(cerita) yang akan disajikan. 2. antara lain sebagai berikut : 1.240 4. 5. waktu. Agar dialog itu tidak hambar. atau tiga babak mungkin juga lebih. 6. pengucapannya harus disertai penjiwaan emosional. batas antara babak satu dan babak lain ditandai dengan turunnya layar. Epilog Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan. atau lampu penerang panggung dimatikan sejenak. maupun suasana terjadinya suatu peristiwa. biasanya ada perubahan penataan panggung yang menggambarkan setting yang berbeda.6. Beberapa istilah dalam teater Dalam membicarakan drama banyak kita jumpai istilah yang erat hubungannya dengan pementasan drama. jalannya cerita drama itu diketahui oleh penonton lewat dialog para pemainnya. Ekspresi wajah pemain ayng sedang sedih tentu saja berbeda dengan ketika sedang marah. prolog sering berisi lakon. mungkin ungkapan rasa senang. Bila lampu itu dinyalakan kembali atau layar ditutup kembali. Mimik Mimik adalah ekspresi gerak-gerik wajah (air muka) untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain. Itulah sebabnya. Satu lakon drama mungkin saja terjadi dari satu. Prolog Prolog adalah kata pendahuluan dalam lakon drama. sikap terhadap suatu kejadian. Isinya. biasanya berupa kesinpulan atau ajaran yang bisa diambil dari tontonan drama yang baru disajikan. Baik setting tempat. Sebuah adegan hanya menggambarkan satu suasana yang merupakan bagian dari rangkaian suasana-suasana dalam babak. Apa yang diucapkan itu tidak ditujukan kepada orang lain. pelafalannya harus jelas dan cukup keras sehingga dapat didengar semua penonton. perkenalan tokoh-tokoh dan pemerannya. Setiap kali terjadi penggantian adegan tidak selalu diikuti dengan penggantian setting. Dialog Dialog adalah percakapan para pemain. serta konflik-konflik yang akan terjadi di panggung. 3. misalnya harus diupayakan agar bisikannya tetap dapat didengarkan para penonton. dan lain-lain. Isinya. Seorang pemain yang berbisik. rancana yang akan dilaksanakan. 7.

Unsur-unsur Lakon Teater 1. Bloking adalah aturan berpindah tampat dari tempat yang satu ke tempat yang lain agar penampilan pemain tidak menjemukan. yaitu gerakan tangan kaki. Gait Gait berbeda dengan bloking karena gait diartikan tanda-tanda khusus pada cara berjalan dan cara bergerak pemain. Ada enam tahapan plot : a. Resolusi Dalam tahap ini dilakukan penyelesaian konflik f. Tidak semua panggung dilengkapi layar 4. d.241 8. contoh tema masalah Keluarga topiknya misal Pilih Kasih 2. Konflik Dalam tahap ini mulai ada kejadian c. plot adalah jalan cerita drama. Komplikasi Kejadian mulai menimbulkan konflik persoalan yang kait-mengkait tetapi masih menimbulkan tanya tanya. Plot Lakon drama yang baik selalu mengandung konflik. Keputusan Adalah akhir cerita 4. 10. Krisis Dalam tahap ini berbagai konflik sampai pada puncaknya e. ramah dan suka menolong. 3. Ada tokoh berwatak sabar. Karakter Karakter atau perwatakan adalah keseluruhan ciri-ciri jiwa seorang tokoh dalam drama. . dan tubuh pada umumnya yang dilakukan pemain. Layar adalah kain penutup panggung bagiandepan yang dapar dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan. Plot drama berkembang secara bertahap. Gestur Gestur adalah gerak-gerak besar. Penyelesaian konflik ada yang happy ending. Amanat Sebuah sajian drama yang menarik dan bermutu adalah memiliki pesan moral yang ingin disampaikan kepada penonton. mulai dari konflik yang sederhana hingga menjadi konflik yang kompleks sampai pada penyelesaian konflik. kepala.7. 9. Tema cerita Agar cerita menarik perlu dipilih topik. Eksposisi Tahap ini disebut tahap pergerakan tokoh b. atau berakhir sedih atau penonton disuguhkan cerita dengan menafsirkan sendiri akhir cerita.

Dialog Jalan cerita lakon diwujudkan melalui dialog dan gerak yang dilakukan para pemain. 4. Unsur-unsur Pementasan a. tengah hari. dini hari. Bahkan harus diupayakan menyerupai kehidupan yang sebenarnya. Karena itu. dan suasana seperti yang dikehendaki lakon drama. di kantin. Semua itu diwujudkan dengan penataan panggung dan peralatan yang ada. hiruk pikuk. Interpretasi Apa yang dipertontonkan ceritanya harus logis. d. penggambaran setting sering berubah-ubah hampir setiap adegan. atau kapan? Demikian pula unsur panggung harus diupayakan bisa menggambarkan suasana: gembira. 6. waktu. atau suasana-suasana lain. sepi mencekam. b. e. di tepi sungai. dengan kata lain lakin yang dipentaskan harus terasa wajar. waktu. zaman sekarang. f.8. atau di mana? Penataan panggung harus mengesankan waktu: zaman dahulu.242 sebaliknya bisa saja tokoh berwatak jahat ataupun bisa juga tokoh berdialek suku tertentu. 5. senja. berkabung. Karena semua adegan dilaksanakan di panggung maka panggung harus bisa menggambarkan setting apa yang dikehendaki. g. 7. Setting Setting adalah tempat. Bagaimana caranya? Penata panggung yang mengatur semua itu. Sementara itu. Naskah Pemain Sutradara Tata rias Tata biarama Tata panggung Tata lampu Tata Suara Pentonton . di rumah sakit. c. i. Panggung harus bisa menggambarkan tempat adegan itu terjadi: di ruang tamu. Dialog-dialog yang dilakukan harus mendukung karakter tokoh yang diperankan dan dapat menghidupkan plot lakon. h. penata panggung harus jeli dan pandai-pandai memanfaatkan dan mengatur peralatan yang terbatas itu untuk sedapat-dapatnya menggambarkan tempat. dan suasana terjadinya suatu adegan. Panggung dan peralatan biasanya amat terbatas.

f. pemilihan pemain. Tata Suara Musik dalam pertunjukan drama adalah untuk mendukung suasana. g. melatih pemain dan mengkoordinasikan setiap bagian d. e. Pemain Pemain adalah orang yang memeragakan cerita. ketakutan. Dalam naskah tersebut termuat nama-nama dan lakon tokoh dalam cerita. misal penggambaran kesedihan. kemarahan dan lain-lain misal penggambaran cerita kesedihan seorang anak. maka pakaian yang dikenakan tidak menggunakan pakaian yang bagus dan mahal. kalau diiringi musik yang . dialog yang diucapkan para tokoh dan keadaan panggung yang diperlukan. penata ris dan penata busana harus mampu menafsirkan dan memantaskan ris dan pakaian yang terdapat dalam naskah cerita misal tokoh nenek melarat. sutradara memilih naskah. menggambar kejadian misal di tempat romantis. Tata Lampu Pengaturan cahaya di panggung dibutuhkan untuk mendukung jalan cerita yang menerangkan tempat dan waktu kejadian pada sebuah cerita. Naskah Naskah adalah karangan yang berisi cerita atau lakon. tata lampu dan tata suara (musik pengiring) b. tugas sutradara sangat banyak dan beban tanggung jawabnya cukup berat. Tata Rias Fungsi tata rias adalah menggambarkan tokoh yang dituntut misalnya seorang pemain memerankan tokoh kakek maka wajah dan rambutnya dibuat tamak tua. saling menyesuaikan. karena kesalahan dalam busana dapat juga mengganggu jalannya cerita. menentukan pokok-pokok penafsiran naskah. berapa jumlah pemain yang disesuaikan dengan tokh yang dibutuhkan dalam cerita.243 a. untuk menggambarkan kejadian pada malam hari atau siang hari. setiap tokoh akan diperankan seorang pemain c. Tata Busana Penata rias dan penata b usana harus bekerjasama saling memahami. Sutradara Sutradara adalah pemimpin dalam pementasan. Bahkan kadang-kadang juga dilengkapi penjelasan tentang tata busana.

h. Penonton Penonton termasuk unsur penting dalam pementasan.244 sesuai. . kalau tak ada penonton rasanya tak akan dimainkan. alat musik yang digunakan hanya seruling yang mendayu-dayu. penata suara harus memiliki kreativitas yang tinggi. ketika adegan kemarahan diiringi musik berirama cepat dan keras. segala unsur yang telah disebutkan sebelumnya pada akhirnya untuk penonton. tentu kesedihan ini akan lebih terasa diiringi musik berirama lembut. penata musik berirama cepat lagu yang sudah ada ataupun menciptakan lagu sendiri. Jadi. Bagaimanapun sempurnanya persiapan.

4. DAYANG : Dan perahu ? SUMBI 7. itulah yang sebenarnya bermimpi di malam ini Dan karena kini asal tadi dan bakal nanti. DAYANG : Rasa-rasa dalam mimpi SUMBI bahwa di malam ini sedang diciptakan telaga beserta perahunya.245 Contoh Naskah untuk latihan pemeranan SANGKURIANG Karya UTUY TATANG SONTANI BABAK IV. DAYANG : Bagaimana ? SUMBI 5. DAYANG : Kalau begitu. Sayup-sayup sampai di kejauhan terdengar suara gemuruh Dayang Sumbi keluar dan rumah dengan suluh ditangan 1. BUJANG : Bumi gemuruh pohon-pohon pada tumbang batu-batu bergulingan membendung air. dimana aku akan berlayaran sebagai istri dan anakku sendiri Rasa-rasa dalam mimpi bahwa tadi aku dipinang anakku dan nanti akan menjadi ibu dari cucuku sendiri Ah. itulah pemimpi sepanjang jaman BUJANG MUNCUL 2. BUJANG : Itupun hampir selesai 8.ADEGAN 1 Malam hari LAKONPERTAMA Di halaman rumah. BUJANG : Bagai tenaga raksasa yang dicurahkan. maka siapa yang bermimpi malam ini. mesti segera diminta datang . Dilanda air Dan siapa yang mengerjakan haiam tidak kelihatan Tapi yang tidak bisa dipungkin lagi telaga luas akan segera terbukti 6. itulah yang besok pagi kesiangan. satu diantara dua : aku atau anakku. SUMBI kita tidak boteh lalai Mang Aida Lepa dan kawan-kawannya. DAYANG : Bagaimana ? SUMBI Apa yang nampak di mata ? 3.

hatiku ! hati manusia yang tahu tiada upaya. Ya. Nyai ? kami dipanggil di malam sepi ? 12. ARDA LEPA : Ada apa. kawan? Kita semua tidak menyaksikan kapan Sang Kunang dilahirkan. malam ini SUMBI bukan malam sepi.246 9. keras menolak keingmanmu. . Riuh gemuruh di dalam dadaku. DAYANG : Mamang. bertindak berontak menentang kebenaranmu yang tiada benar bagiku BUJANG MUNCUL DIIRINGI ARDA LEPA DAN KAWAN-KAWAN 11. ya. anakku ! Hatiku naik ke atas puncak citamu. BERSAMA : Biar buta I Biar mati! Tak pernah kita mengetahui. SUMBI alamat telaga sedang dibangun. tapi juga hati seoiang ibu yang diancam bahaya Sebagai manusia. hidmat menyembah kebesaran-Mu. Nyai. Malam ini malam yang seram malam yang berat mengancam Anakku Sang Kuriang mulai tadi siang menyatakan pendapatnya yang tidak disangka-sangka Dia tidak mau percaya bahwa mi bukan ibunya 13. karena hati naik turun Ah. BUJANG : Baik. Dewata Hatiku turun ke bawah telapak kaki-Mu. menyerah mengalah kepada kehendak-Mu yang benar selalu Tapi sebagai ibu. apa yang hendak kite katakan. DAYANG : Riuh gemuruh dikejauhan. biar sekarang juga bibi bangunkan semua BUJANG TURUN 10. ARDA LEPA : Tapi jika semua orang sependapat dengan Sang Kunang. bukan? 14.

biar anakku Sang Kuriang Melihat siang akan mendatang ! biar maksudnya diurungkan. itu tidak lucu ! : Itu mesti disapu ! Lebih haram dan jinah ! Lebih hewan dari hewan ! : Kalau betul Nyai ibu Sang Kunang kalau betul Sang Kuriang meminang Sang Kunang mesti kami buang ! Kalau tidak. : Jadi sekarang Nyai ingin supaya tidak jadi kawin ? supaya peiahu dan telaga besok tidak bukti ? : Betul. ARDA LEPA 21 DAYANG SUMBI 22. Aku berjanji mau kawin dengan dia. asal besok ban sedia perahu dan telaga. : Nantidulu Dengar dulu! Sebagai ibu yang kasih sayang teRhadap anak. Karena itu ku menginginkan supaya kalian membakar hutan. Nyai ingin Sang Kunang diajak bermam ? Itu lucu ! : Tapi apa mungkin ? Sang Kuriang lain dan yang lain 16. itu terserah kepada mereka Tapi bagiku aku adalah ibunya. menyerupai sinar fajar. ARDA LEPA 23. ARDA LEPA 19. Dan mamang sekarang tidak akan diminta datang Apakah mamang setuju anak mengawini ibu ? : Anak mengawini ibu ? Yey. kami semua ikut berjinah Kami menjadi hewan. BERSAMA 18. kalau semua orang sependapat dengan Sang Kuriang. DAYANG SUMBI : Memang. pinangan anakku tidak terangterangan ditolak. Ternyata sekarang Perahu dan telaga sudah hamper siap Berarti Sang Kuriang akan dapat memenuhi permintaan ku. biar apinya bersinar-sinar. ai. lantaran merasa kesiangan : Ai. ARDA LEPA 17. BERSAMA . Kalau aku bukan ibu Sang Kuriang aku tidak akan menolak dia meminang.247 15. DAYANG SUMBI 20.

biar gigi tinggal dua. BERSAMA SEMUA TURUN . DAYANG SUMBI : Sang Kuriang memang lain dari yang lain tapi Sang Kuriang manusia Dan kepada manusia aku tetap yakin: ada Dewata dalam dirinya Dan selama ada Dewata di dalam din manusia kewajiban kita bukan menundukan membmasakan tapi menyalakan api keDewataan yang bersemayam di tubuh lawan Semoga api pembakar hutan menjadi api kedewataan yang bersinar terang-benderang dalam tubuh Sang Kunang ! : Bagaimana kawan. kita sekarang membakar hutan ? : Asal terang ada anak memang ibu : Yang sudah teiang semua manusia adalah satu Orang lain masih kita juga.248 24. tanpa yang diharapkan. BERSAMA 27. ARDA LEPA 28. marilah kita ajak Sang Kuriang bermain bersama kita dengan api di tangan kita Inilah panggilan kita di dalam hidup bersama : (SAMBILTERUS TURUN) Semua orang adalah satu orang lain masih kita juga kewajiban kita. selam damang bagi semua 25 ARDALEPA 26. Karena itu. tanpa yang diidamkan. mengisi ini dunia dengan bermain bersama.

Ratu. jika kau sedih meringkuk : Apa ? Yuta Inten Jelita ? : (Menabur bunga di atas jenasah) Inten dan segala permata. beling dan krikillah yang dilemparkan padanya. WUJU TUMB WUJU ULAMA WUJU ULAMA WUJU TUMB RATU WUJU . (Masuk ulama-ulama dan lain-lam yang merupakan pawai azmat. Namun dia dapat karangan bunga dan penaburan kembang untuk perawan. Ulama yang keras hati Bagai bidadari adikku beidarma. S'lamat tinggal Pernah kuharap kau menjadi istn Jaka Tumbal. Selanjutnya Prabu. Pengawal dan lam-lain) TUMB : Sri Ratu. pabila Kami nyanyikan adzan untuknya. tiga kali celaka Timpalah sepuluh ganda tiga lipat Kepala pendurjana yang dengan jahat memadamkan cahaya budimu ! . anak muda budiman. saat Yuta Intern dikuburkan.Hai. perhatikan. tapi batu. orang-orang pura I Siapa dihantar Dengan upacara kecil ini? Ini berarti Bahwa jenazah itu dengan semena-mena Mengakhiri hidupnya sendin. Dibelakangnya jenazah Yuta Inten. dan penghormatan tahli) serta makam keramat. Jalu Wulung. dan dia berpangkat Mari sembunyi sambil melihat (Ke samping bersama Arya Lontar) : Tambah Upacara ! : Itu Jalu Wulung. beserta pengabung-pengabung.249 Contoh Cuplikan naskah JAKA TUMBAL Saduran dari HAMLET Karya Shakespeare BABAK IV Akhir Adegan 1. : Tambah Upacara ! : Upacara sudah seluas-luasnya dalam batas tanggung jawab kami. sampai kiamat dia takkan bermakam di tempat kudus : tak ada do'a suci. Dan tiada di kuburan : O. Meninggalnya tidak patut. Juwita dan kutaburkan bunga atas pelaminanmu. di pekuburan. : Tak ada penghormatan lagi ? : Tak ada Adat akan kami najiskan. seperti Untuk orang yang mati suci : Letakkan dalam tanah Supaya dari tubuh yang elok tak ternoda itu Tumbuh bunga-bunga ! Hai. dan jika tak ada kekuasaan yang mengatasi peraturan.

dan aku menyusul! dan kalau kusebut gununggunung. dan bikin gunung dari daratan ini. sampai kelopak mataku tak bergetar lagi Tentang apa anakku ? Aku cinta Yuta Inten Empat puluh ribu kakak dengan jumlah cintanja tak dapat memadai Cintaku . berkelahi. dan sadarlah. akupun bisa Ini sungguh gila Sementara saja badainja mengganas . tenanglah.250 jangan ditutup dulu. Jaka Tumbal.tuan ! Pangeran sabarlah ! (Para pengiring Prabu melerai mereka. Hingga puncaknya dibakai Cakrawala. lebih tinggi Dan Suralaya di atas yang biru dan berawan (Melangkah maju) Siapa dia. Orang Pangruatan ! (Melompat ke dalam kubur) Setan mencabut jiwamu ! Do'amu tak enak ! Hai lepaskan kerongkonganku! Benar aku tak garang dan geram. yang ratapannya Selantang itu ? Yang keluh-kesahnya menghambat jalannya bintang serta menghentikan mereka. puasa. tapi ada sesuatu padaku yang berbahaya. TUMB : WUJU TUMB : : PRAB RATU SEMUA LONT TUMB RATU TUMB : : : : : : : PRAB RATU TUMB : : : RATU : . Aku juga! Kau datang untuk meratapi dia ? Menantang aku dengan tampat di bang kuburnya? Ikutlah terkubur hidup-hidup. kalau tak mau celaka ! Lepas! Pisahkan mereka ! Tumbal ! Tumbal ! Tuan . jangan dilayani dia! Demi Tuhan. Terperanjat oleh suaranja ? Ini aku. apa maksudmu ? Menangis. Jalu Wulung. 'ku mau berkelahi dengan dia tentang mi. kalau kau bermulut besar. dan meieka keluar dan bang kubur) Nah. boleh kita Disungkup tanah benuta-juta bahu. Dan Gunung Mahameru sebesar kutil ! Ya. potong siri? Minum cukak ? Makan buaya ? Nah. Demi Allah.Apa hendakmu dengan dia ? Dia gila. Sebelum kupeluk dia sekali lagi. (Melompat dalam Liang Kubur) Tumpukkan zat-Mu atas yang hidup dan yang mati. katakan.

jaga dia betul (Arya Lontar keluar) (Kepada Jalu Wulung) Sabarlah. Kubur ini akan dapat peringatan hidup Se'gra kita alami masa damai dan njaman . berdasai rembukan kita semalam.251 Tapi segera ia menjadi sabar dan diam. Sebelumnya kita hendaknya sabar berjalan. Laksana merpati betina yang telurnya menetes jadi anak burung kencana. (Semua keluar) TUMB PRAB . perkaia ini segera kita selesaikan Dinda. tapi mengapa. : Hai. suruh orang menjaga puteramu. tuan Mengapa kau peilakukan daku demikian ? Kau selalu kuanggap kawanku. Kucing mengeong dan anjingpun menyalak dan mendengking (Keluar) : Arya Lontar.

Pertama Piramus harus mengghunuspedangnya untuk bunuh diri. itu susah. jadi bagus jalannya. Bagaimana tanggung jawabmu ? PATIL : Astaga. GERING : Kurasa akhiinya lebih baik dihilangkan saja pembunuhan itu. dan bahwa Piramus tidak benar-benar bunuh diri terbunuh. Tulislah kata pendahuluan. Dan supaya orang tebih tentram lagi. Sudut merah ini panggungnya. gua punya akal buat bereskan ini.252 Contoh Cuplikan Naskah IMPIAN DITENGAH MUSIM Karya Shakespeare BABAKIII Sequence 14 Adegan1 HUTAN. biar empat-empat. tambahlah kakinya. Kaum perempuan tak tahan melihat itu. CEREK : Apakah para wanita itu tidak takut pada singanya ? GERING : Memang. dan katakan bahwa kita tidak bermaksud jahat dengan pedang-pedang itu. gua juga kuatir. Inilah tempat yang cocok sekali untuk latihan kita. tapi si Kumpar tukang tenun PATIL : Jadilah. . bahwa gua si Piramus bukannya Piramus sungguhan. Semak duri itu kamai hias dan kita kerjakan semuanya. MASUK PARA PEKERJA KUMPAR : Kita lengkap ? PATH : Tak kurang. kita bikin pendahuluan begitu . Kumpar Kisaran ? KUMPAR : Dalam komedi Piramus dan Tisbi ini ada apa-apanya yang tak akan menyenangkan orang. TITANIA SEDANG TDUR. coba pikir : memasukan seekor singa ke tengah perempuan-petempuan. Astagfirullah! itu yang paling kejam! Jadi awaslah ! CEREK : Dari itu harus ada pendahuluan lain buat menerangkan bahwa itu bukan singa. TEMPAT ATENA. KUMPAR : Tidak. KUMPAR : Jangan dihilangkan apa-apa. KUMPAR : Peter Patil PATIL : Ada apa. KUMPAR : Sobat-sobat. tepat yang akan kita kerjakan di hadapan tuan Hertog. hendaknya ditulis dengan tiga atau empat kaki sajak.

: Ayo Pilamus dan Tisbi. biar dia ambil sedikit tampal atau kapur atau lengrengan untuk merupakan tembok. Yaitu memasukkan cahaya bulan ke dalam kamar. (PEK KELUAR) : Piramus. saya tanggungkan nyawa saya. saya akan kecewa. meraksi-raksi.253 KUMPAR : Harus disebutkan namanya dan separoh mukanya hams kelihatan di celah-celah kuduk singa. : Tembok tak mungkin digendong. kalau kita mesti ada orang yang membawa seberkas dahan-dahan dan tentera. begitu kata hikayat. kalau pidatonya habis. jangan gentar. Si Piramus danTisbi kan bertemu dalam cahaya bulan : Apa bulan persinar waktu kita main ? : Cari almanak Cari apa cahaya bulan terang tidak : Bagus. sebab Piramus dan Tisbi. : Jadilah. Tapi ada lagiduasoal yang susah. suryaku seroja Nirmala. baiklah begitu. pergi ke belakang sernak itu. dan suruh dia mengembangkan jarijarinya begini. Dia sendili hams bicara memperhidangkan dirinya begini : Nyanyanyanya. Begitulah nafasmu. kalau suka. Apa akalnya Kumpar ? : Salah seorang mesti "Mempeihidangkan" tembok itu. janganlah takut. Hai. tampilah. begitu juga masing -masing orang menuiut alamat. Piramus lu mulai. ada permainan? Aku menonton. lalu sebutlah namamu dan katakan saja bahwa dia ini Si Ketam tukang prabot. : Nan. Mawar tenndah di pagar duri Kesuma bangsa yang paling berpahala Taat bagai kuda yang berlari-lari Ku jumpa kau Piramus di makam Nini PATIL KETAM KUMPAR PATIL KETAM KUMPAR PATIL PEK PATIL KUMPAR PATIL KUMPAR PEK GEMBUNG . lantas dia omong bahwa dia datang untuk bikin "Perhidangan" cahaya bulan. Saya orang biasa seperi yang lain . atau nyonya-nyonya manis. Ayo duduklah semua. omong-omong di depan rekahan tembok. : Wah. Saya ingin minta dengan hormat sekali. orang dusun ongok ini pada rame-rame deket tempat tidur ratu peri. Kalau nyonya sangka saya ini singa betulan. sebentar tunggu kembaliku (KUMPAR KELUAR) : Pelik benar Piramus seperti ini. : Seperti bunga mawar meraksasa-raksasa : Meraksi-raksi ! : O ya. Tisbiku! Suara apa itu? Tinggallah disini. mungkin juga ikut main. Tapi ada lagi satu seal: kita hams punya tembok di kamar besar itu . beres semua. maka di depan rekan itu Piramus dan Tisbi mesti berbisik-bisik.

GEMBUNG . beserta alamatnya dan sebagainya. itu jawaban buat Piramus. bukan Nini! Tapi itu jangan lu sebut dulu. Taat bagai kuda yang berlari-lari. yaitu berlari-lari. alamatnya sudah disebut. (PEK DATANG KEMBALI BERSAMA KUMPAR YANG BERKEPALA KELEDAI). Jangan diucapkan seluruh peranan sekaligus begitu. Hai... Piramus masuklah .254 PATIL : Ninus.

Seni Rupa Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya Bab 5 APRESIASI Pengertian Seni Rupa Dasar-Dasar Seni Rupa Apresiasi Karya Seni Rupa Pameran Karya Seni Rupa .

EKSPRESI Ragam Hias Nusantara Seni Kriya Batik Seni Kriya Ikat Celup (Tie Dye) .

Karya seni merupakan suatu wujud ekspresi yang bernilai dan dapat dirasakan secara visual maupun audio. dan seterusnya. semantika produk. Desain dan Kriya bertujuan untuk mengisi kebutuhan masyarakat akan bidang estetis terapan. multimedia. Seni terapan terdiri dari desain dan kriya. Seni terdiri dari musik. grafis dan kriya. rupa. . sosiologi desain. Seni rupa merupakan ekspresi yang diungkapkan secara visual dan terwujud nyata (rupa). karena lebih mengutamakan pengembangan kemampuan dibidang ilmu pengetahuan. Bahkan muncul pula teori dan ilmu sejarah seni rupa. Lingkup sesungguhnya tidak hanya cabang-cabang seni rupa yang kita kenal saja. Seni rupa modern terbagi atas dua kelompok besar yaitu seni murni dan seni terapan. tapi juga meliputi kegiatan luas dunia desain dan kriya (kerajinan). teknologi. Pengantar Seni Rupa Kemampuan bidang estetika dan budaya seakan dikesampingkan pada kondisi sistem pendidikan nasional saat ini. semiotika visual. dan drama/sastra. Hal ini kurang mendukung upaya pembentukan kwalitas kepribadian manusia Indonesia yang diharapkan. fotografi. Seni merupakan salah satu pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan karya yang dapat menyentuh jiwa spiritual manusia. Peran pendidikan seni merupakan salah satu kemampuan dibidang estetika yang dapat mewujudkan manusia seutuhnya. patung. manajemen desain. keramik. seperti lukis. tari. Perkembangan keilmuan seni rupa dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami perluasan ke arah wahana besar yang kita kenal sebagai budaya rupa (visual culture).1. kritik seni. dan matematika. metodelogi desain.288 BAB V SENI RUPA 5.

tenunan Kriya Kayu.dll Sumber : Pribadi Bagan 5. bamboo. desain.1. logam. dan kriya. terdapat pembagian tiga jenis seni rupa yang telah lazim. serat alam. ikat celup.289 Seni Lukis Seni Murni Seni Patung Seni Grafis Seni Rupa (Visual Art) Keramik Seni Kriya Seni Desain Produk (desain industri) Desain Interior Desain Desain Komunikasi Visual (desain grafis. dari dua kelompok besar seni murni dan seni terapan. kulit. batik. Cabang-cabang Seni Rupa berdasarkan perkembangan saat ini Dalam kehidupan seni rupa modern. multimedia) Seni Terapan Arsitektur Tekstil. keramik Anyaman rotan. yaitu seni murni. . pandan.

1. Seni lukis salah satu jenis seni murni berwujud dua dimensi pada umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak. 2) Cetak Dalam ( Intaglio ) : dry point. Seni Lukis Gambar 5. cat akrilik. Teknik cetak konvensional antara lain : 1) Cetak Tinggi ( Relief Print ) : wood cut print. keramik ). Teknik Cetak dengan teknologi modern. Seni Murni Seni rupa murni lebih mengkhususkan diri pada proses penciptaan karya seninya dilandasi oleh tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan kepuasan batin senimannya. etsa.1. (3) sablon ( silk screen ).sugartint . Namun dalam hal tertentu. Seni Patung . a. dan lain-lain. lino cut print. b. kolase print . Patung dapat dibuat dari bahan batu alam.2. grafis. mizotint. Seni keramik termasuk seni murni tiga dimensi sebagai karya bebas yang tidak terikat pada bentuk fungsional. karya seni rupa murni itu dapat pula diperjualbelikan atau memiliki fungsi sebagai benda pajangan dalam sebuah ruang.serat gelas. atau bahan lainnya. d.1. wood engraving print. Seni patung salah satu jenis seni murni berwujud tiga dimensi. Seni Grafis merupakan seni murni dua dimensi dikerjakan dengan teknik cetak baik yang bersifat konvensional maupun melalui penggunaan teknologi canggih. c.Seni murni diciptakan berdasarkan kreativitas dan ekspresi yang sangat pribadi (lukis. misalnya offset dan digital print. atau bahan-bahan industri seperti logam. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. patung.290 5.

pasar (kebutuhan masyarakat). dan lingkungan (social). produksi (industri). cindera mata. Cabang-cabang desain yang kita kenal antara lain ada di bawah ini : a. prinsip sains (fisika). alat tulis. pakaian. bahkan perkakas pertukangan. alat kebersihan. Berbeda dengan karya seni murni. Seni Lukis Gambar 5. estetika (gaya visual). bahan (sumber daya alam). aturan. budaya (Sikap. alat transportasi. Seni Patung 5. perhiasan. baik dengan pendekatan estetis. Unsur-unsur obyektif suatu karya desain adalah adanya unsure rekayasa (teknologi).1. alat makan.2. pengatur waktu. alat rumah tangga. seperti : mebel.3. yaitu sebagai kegiatan manusia yang berupaya untuk memecahkan masalah kebutuhan fisik. sepatu. maupun pendekatan fungsional. Unsur objektif yang menjadi pilar sebuah karya desain dapat berubah tergantung jenis desain dan pendekatan. kerajinan. alat kedokteran. Istilah desain mengalami perluasan makna.4. Desain Di zaman modern segala benda dan bangunan yang dibutuhkan manusia. mainan anak. gaya hidup). .291 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. desain merupakan suatu aktivitas yang bertitik tolak dari unsur-unsur obyektif dalam mengekspresikan gagasan visualnya. umumnya merupakan karya desain. mentalitas. Desain Produk (Industrial Design) Desain produk adalah cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan persoalan kebutuhan masyarakat akan peralatan dan benda sehari-hari untuk menunjang kegiatannya.

Desain grafis kemudian mengalami perkembangan sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Kursi hasil Desain Produk b.5. seperti poster. dan krikatur. brosur.6. kemasan.. undangan. Kini cabang seni rupa ini dikenal dengan nama desain komunikasi visual dengan penambahan cakupannya meliputi multimedia dan fotografi. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. logo perusahan. Desain Grafis berupa Poster . dan bhkan juga cerita bergambar (komik). majalah. buku. ilustrasi.292 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. surat kabar. Desain Grafis/ Desain Komunikasi Visual Desain grafis adalah bagian dari seni rupa yang berupaya untuk memecahkankebutuhan masyarakat akan komunikasi rupa yang dicetak.

seperti ruang hotel. stadion olah raga. Perkantoran Hasil Desain Arsitektur Modern d. pandangan ini berubah ketika profesi desain interior berkembang menjadi ilmu untuk merancang ruang dalam dengan pendekatan-pendekatan keprofesionalan. Seperti rumah tinggal. Desain arsitektur Terdapat dua pandangan yang berbeda terhadap dunia arsitektur. Namun. desain asitektur adalah suatu kegiatan yang berupaya untuk memecahkan akan kebutuhuhan hunian masyarakat yang indah dan nyaman. pusat hiburan. . Cabang desain ini berkembang sejalan dengan tumbuhnya teknologi komputer dan dunia pertelevisian. Yakni. bahkan ruang dapur dan kafe. Banyak yang berpandangan bahwa desain interior merupakan bagian dari arsitektur dan menjadi kesatuan yang utuh dengan desain tata ruang secara keseluruhan. restoran. rumah sakit. Masyarakat juga mengenal desain multimedia. bangunan umum. rumah tinggal. Secara umum. tempat ibadah. kantor.7. Desain interior Desain Interior adalah suatu cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan kebutuhan akan ruang yang nyaman dan indah dalam sebuah hunian.293 c. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. rumah sakit. sekolah. pandangan yang menempatkan arsitektur sebagai bidang keahlian teknik (keinsinyuran) dan pandangan yang menempatkan arsitektur sebagai bagian dari seni. Dunia desain berkembang sejalan dengan kemajuan kebudayaan manusia. bank. sarana relaksasi. hingga bangunan industri. museum. perkantoran.

8.294 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Kriya merupakan pengindonesiaan dari istilah Inggris Craft. kita mengenal istilah kriya atau ada pula yang menyebutnya kriya seni. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Sedangkan karya kriya yang kemudian dibuat misal umumnya dikenal sebagai barang kerajinan Sumber : Indonesia Indah. Jika sebelumnya kita mengenal istilah seni kriya sebagai bagian dari seni murn. yaitu kemahiran membuat produk yang bernilai artistik dengan keterampilan tangan.3. adalah munculnya kriya sebagai bagian tersendiri yang terpisah dari seni rupa murni. baik atas pesanan ataupun kegiatan kreatif individual. produk yang dihasilkan umumnya eksklusif dan dibuat tunggal.1. Desain Interior Ruang Keluarga 5. Ciri karya kriya adalah produk yang memiliki nilai keadiluhungan baik dalam segi estetik maupun guna. Kriya Perkembangan dalam dunia seni rupa. Batik Sebagai Seni Kriya .9.

Kesan lain dari garis ialah dapat memberikan kesan gerak.295 5. melengkung. dan tentu saja dalam penerapannya nanti disesuaikan dengan warna-warnanya (gambar 5. garis mempunyai berbagai sifat. ruang. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian.1. tipis. Unsur-unsur itu terdiri dari : a. berombak. texture. warna. miring.Garis Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda.Titik yang membesar biasa disebut bintik. b. panjang. Beberapa contoh symbol ekspresi garis serta kesan yang ditimbulkannya. lurus. bidang. simbol. seperti untuk menciptakan kesan kekar.5 ) . Semua wujud dihasilkan mulai dari titik. dan masih banyak lagi sifat-sifat yang lain. Garis mempunyai dimensi memanjang dan mempunyai arah tertentu. vertikal. seperti pendek. dan lainnya. tebal. patah-patah. dan kode-kode tertentu. diperlukan penyusunan unsur-unsur atau elemen suatu karya yang sesuai dengan prinsip-prinsip komposisi yang harmonis 5. Dasar-dasar Seni Rupa Dalam proses berkarya. bila berkumpul atau berwarna beda. Pemanfaatan garis dalam desain diterapkan guna mencapai kesan tertentu.2. kuat simpel. halus. Titik /Bintik Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil. Unsur-unsur Seni Rupa Unsur-unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa. megah ataupun juga agung.2. ide. horizontal. dan lain sebagainya.

Jenis.296 Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5. dan Karakter Garis .10.

Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat. . Bentuk-bentuk itu antara lain segitiga. energik. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi. Sedang bentuk tiga dimensi dibatasi oleh ruang yang mengelilinginya dan bentuk-bentuk itu antara lain limas. bidang segitiga. Sedang bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut. Bentuk atau bangun terdiri dari bentuk dua dimensi (pola) dan bentuk tiga dimensi. segiempat. baik dalam dua atau tiga dimensi memberi kesan statis. Bidang Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. labil dan bergerak. stabil. lingkaran. tajam. dan memiliki ukuran Bidang dasar dalam seni rupa antara lain.297 c. contohnya lemari. ornamental. kerucut. Bila menjulang tinggi sifatnya agung dan stabil. segi empat. oval. tak teratur dan sebagainya. 2) Bentuk lengkung bulat atau bola memberi kesan dinamis. menyatakan permukaan. dan segi banyak lainnya d. trapezium dan lingkaran. akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya. Sifat atau karakteristik dari tiap bentuk dapat memberikan kesankesan tersendiri seperti : 1) Bentuk teratur kubus dan persegi. dan mengarah. Bentuk dua dimensi dibuat dalam bidang datar dengan batas garis yang disebut kontur. Bentuk Bentuk dalam pengertian bahasa. persegi. seperti yang terlihat oleh mata. dan silinder. Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos. dan formal. 3) Bentuk segitiga runcing memberi kesan aktif. trapesium. dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form). prisma. sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat.

Bentuk-bentuk itu seperti tumbuh-tumbuhan. misalnya abstraksi manusia menjadi topeng atau wayang. Bentuk 3 dimensi yang dinamis Dalam seni rupa. yaitu : 1) Bentuk figuratif Bentuk figuratif adalah bentuk-bentuk yang berasal dari alam (nature).12. Bentuk Figuratif 2) Bentuk yang diabstraktif Bentuk diabstraktif adalah bentuk figuratif yang telah mengalami perubahan atau penggayaan bentuk yang kemudian cenderung kita sebut dengan istilah stilasi atau deformasi. abstraksi binatang . Contoh bentuk ini. manusia ataupun alam lainnya. bentuk pada dasarnya dibagi menjadi tiga.11. Di sini bentuk figuratif diubah hingga tinggal sarinya (esensinya) saja dan menjadi bentuk baru yang kadangkadang hampir kehilangan ciri-ciri alaminya sama sekali. binatang.298 Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.

299 seperti burung garuda dan abstraksi tumbuhan seperti pada gambar-gambar hiasan. buku. dan lain-lain. dan lain-lain. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Sedang abstrak filosofis ialah bentuk-bentuk yang mempunyai nilai-nilai tertentu. lambang. Ada tiga macam bentuk abstrak. dan lainnya. kursi. dan lain-lain. misalnya agama. lemari. Non Figuratif (Abstrak) .13. misalnya huruf. hiasan keramik. Bentuk simbolis. Penggunaan bentuk-bentuk ini umumnya diterapkan pada karya-karya seni dekoratif seperti pada batik. kepercayaan.14. Pengayaan Bentuk (Diabstraktif) 3) Bentuk abstrak Bentuk abstrak sering disebut dengan bentuk non figuratif. karya ukiran. abstrak simbolis. artinya bentuk-bentuk yang lahir bukan dari alam melainkan penyimpangan dari bentuk-bentuk alam. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. dan abstrak filosofis. prisma. rumah. rambu-rambu. yaitu bentuk abstrak murni. tanda baca. Bentuk abstrak murni ialah bentuk-bentuk yang sering disebut dengan bentuk-bentuk geometris atau bentuk alam benda. sepatu. misalnya segitiga.

dan makna warna. Warna dapat dikelompokkan berdasarkan jenis warna. Ruang positif dan negatif f. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. sedang ruang positif adalah ruang yang diisi atau ditempati wujud bentuk. Dalam pengertian yang sempit ruang dibedakan menjadi dua. termasuk di dalamnya hawa udara. 1) Jenis warna Dalam sistem Prang (The Prang System). yaitu ruang negatif dan ruang positif. Warna Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan karya desain.15. Ruang negatif adalah ruang yang mengelilingi wujud bentuk. Ruang Ruang dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan. Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya.300 e. warna dalam hal ini adalah pigmen yang dapat dikelompokkan sebagai jenis-jenis warna sebagai berikut : . sifat warna.

dan kuning-jingga. yaitu percampuran antara warna sekunder dan warna intermediate dan menghasilkan sebanyak 12 warna. coklat. b) Value Value adalah istilah untuk menyatakan gelap terangnya warna atau harga dari hue. Warna tertier. yaitu : hue. yaitu percampuran antara warna primer dengan warna sekunder. merah-ungu. merah-jingga. ungu. seperti merah. yaitu tiga warna pokok yakni merah. Perbedaan antara merah dengan biru. hijau-biru. biru. dan warna lainnya. Warna quarterner. biru. atau merah dengan kuning adalah perbedaan dalam hue. jingga. dan . biru-ungu. value. hijau. dan kuning. kuning.16 Hue dalam lingkaran warna Warna primer. yaitu pencampuran warna intermediate dengan warna tertier dan menghasilkan sebanyak 24 warna. yaitu perpaduan antara 2 warna primer dan menghasilkan warna hijau. a) Hue Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna. menghasilkan warna kuning hijau. misalnya dari merah normal ke merah muda dapat dicapai dengan cara menambah dikelompokkan menjadi tiga.301 Kuning Merah Biru Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5. Warna sekunder / biner. Untuk mengubah value. jingga dan ungu. Warna intermediate. 2) Sifat warna Sifat warna intensity.

misalnya urutan dari biru. c) Intensity Intensity atau chroma adalah istilah untuk menyatakan cerah atau suramnya warna. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. misalnya kuning kontras ungu. Value yang lebih terang dari warna normal disebut tint dan yang lebih gelap disebut shade. Value yang berada dipertengahan disebut middle value dan yang berada di atas middle value disebut high value. hijau kekuningan. kualitas atau kekuatan warna. warna dapat dibagi dalam tiga tipe yakni : Warna monokromatrik adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan satu warna. Contoh intensitas warna .17. Berdasarkan paduan warna (colour scheme). Warna analogus adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan beberapa warna. biru kontras jingga. biru kehijauan. yaitu dua warna yang berlawanan dalam kedudukan berhadaphadapan.302 putih atau mempercair warna tersebut hingga memberi kesan terang. sedang yang berada dibawahnya disebut low value. hijau. Warna Complementer. dan merah kontras hijau. Close value adalah value yang berdekatan atau bersamaan dan kelihatan lembut dan terang. Dan untuk memberi kesan gelap misalnya merah tua dapat dicapai dengan menambah hitam. Warna-warna yang intensitasnya penuh nampak sangat mencolok dan menimbulkan efek tegas. misalnya urutan dari merah tua sampai ke merah yang paling muda. sedang warna-warna yang intensitasnya rendah nampak lebih lembut. memiliki kekuatan berimbang. dan kuning.

bendera merah. tak berdosa. di Indonesia berbeda sesuai daerah setempat. Jingga mempunyai makna masak. di Sumatera – merah.Di negeri China. kebenaran. gaib. Pemaknaan warna yang terkait dengan warna sebagai simbol. dan ringan. berduka cita. damai. dan mengandung rahasia. senja. bersih. riang dan dinamis. dan agung. Putih mempunyai makna suci. kesedihan dan setia. tegas. riang. Coklat mempunyai makna stabil dan kukuh. Pemaknaan warna dipengaruhi oleh aspek budaya setempat. . sesuai dengan pemaknaannya dalam budaya setempat. Contoh : bendera tanda adanya kematian. hidup. agung. Kuning mempunyai makna matahari. dan sebagainya. dan dalam. mati. di masing-masing daerah atau wilayah. marah. dan jaya. antara lain sebagai berikut : Merah mempunyai makna api. duka. mewah. sukacita. gagah. panas. Biru mempunyai makna tenang. di Jakarta – kuning. aksi. cerah. kematian. kegelapan. warna merah berarti Cinta. bahagia. warna juga mempunyai makna yang berbeda. bangsawan. di Sulawesi – putih. dan jujur. sejuk. Hitam mempunyai makna tragedi. iri. pertumbuhan. mashur. mentah. tenang. berkabung. terang. Ungu mempunyai makna kekayaan. sedangkan di Indonesia berarti marah atau berani. Hijau mempunyai makna dingin. Di Yogjakarta. bahaya. dan harapan. segar. Kuning emas mempunyai makna masyhur.303 3) Makna Warna Sebagaimana unsur desain yang lain. dan benci. luhur. kenyataan. akan berbeda. berani. Merah muda mempunyai makna romantis.

misalnya daun. tekstur buatan dan tekstur reproduksi. kulit kayu. Ada dua macam tekstur yakni tekstur nyata dan tekstur semu.Tekstur Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan. Misalnya tekstur wool berbeda dengan kapas. Tekstur halus . mungkin juga halus. sebagai berikut : 1) Tekstur nyata Tekstur nyata adalah tekstur fisik suatu benda secara nyata yang dikarenakan adanya perbedaan permukaan suatu benda. dan lainnya. seperti tikar (dari daun yang disusun). Sedangkan tekstur reproduksi adalah tekstur yang dibuat melalui reproduksi benda yang sebenarnya. Suatu permukaan mungkin kasar. Tekstur buatan adalah tekstur yang tercipta dari susunan benda-benda alam. baik itu nyata maupun semu.18. kain sutera berbeda dengan plastik. Tekstur ini dapat dikelompokkan dalam tekstur alam. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. dan lain sebagainya. misalnya wallpaper. mungkin juga lunak mungkin juga kasap atau licin dan lain-lain. Tekstur alam adalah tekstur yang berasal langsung dari alam. goni (dari pasir dan kertas).304 g. permukaan batu.

2. Keserasian proporsi sebuah bentuk trimatra .19. Sebuah kubus dari besai yang berat bila dibagian luarnya dilapisi dengan karton maka akan memberi kesan ringan dan kosong. membandingkan ukuran tubuh dengan kepala. Tekstur ini hadir karena adanya unsur gelap terang atau karena unsur perspektif.2.305 2) Tekstur semu Tekstur semu adalah tekstur yang terlihat saja berbeda tetapi bila diraba ternyata sama saja. Gambar berikut memperhatikan contoh karya seni yang proporsional dan yang tidak proporsional. ukuran kursi dengan meja. tekstur juga dapat menimbulkan kesan berat dan ringan. prinsip dalam penyusunan karya seni rupa adalah asas dalam menyusun sebuah karya seni rupa. 5. Untuk itu dalam penciptaannya harus dibuat sesuai dengan proporsi yang sebenarnya. Proporsi Proporsi artinya perbandingan ukuran keserasian antara satu bagian dengan bagian yang lainnya dalam suatu benda atau susunan karya seni (komposisi). ukuran objek dengan ukuran latar. Karya seni yang tidak proporsional tampak tidak menarik dan kelihatan janggal. Ada enam prinsip penyusunan yang perlu diperhatikan oleh para pencipta karya seni. yaitu : a. Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5. Misalnya. dan kesesuaian ukuran objek dengan objek lainnya. Untuk mendapatkan proporsi yang baik. Selain nilai raba pada suatu permukaan. sehingga karya seni yang diciptakan mencapai sasaran yang diinginkan. Prinsip Penyusunan Karya Seni Rupa Prinsip adalah asas. kita harus selalu membandingkan ukuran keserasian dari benda atau susunan karya seni tersebut.

306 b. yakni karena adanya ukuran / bentuk dan karena adanya warna. yaitu: 1) Balans Simetris Balans simetris atau balans formal adalah balans yang susunan unsur-unsurnya pada tiap-tiap sisi dari pusatnya adalah benar-benar sama. Karena adanya ukuran / bentuk disebut balans ukuran / bentuk dan karena adanya warna disebut balans warna.20. Balans didapat dari dua kesan. Keseimbangan simetris . Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Keseimbangan warna pada sebuah kursi Bila dilihat dari bentuk susunannya. Keseimbangan (balans) Keseimbangan (balans) adalah kesan yang didapat karena adanya daya tarik yang sama antara satu bagian dengan bagian lainnya pada susunan karya seni. balans dibedakan menjadi tiga.21.

23. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Keseimbangan asimetris yang dinamis 3) Balans radial Balans radial atau memusat / melingkar adalah balans yang susunan unsur-unsurnya melingkari satu pusat yang berbentuk roda. Keseimbangan bentuk dan warna .307 2) Balans asimetris Balans asimetris atau balans informal adalah balans yang susunan unsur-unsurnya pada tiap-tiap sisi ditempatkan berbeda. Sumber : Dasar-dasar Tata Rupa dan Desain (Nirmana) Gambar 5.22. namun susunan tersebut bisa memberikan kesan seimbang.

Bila warnanya yang berbeda maka disebut kontras warna. Irama pada bangku panjang terlihat pada bentuk yang berkelok-kelok d. Melalui pengulangan bentuk (repetisi) h. Untuk mendapatkan gerak irama (ritmis)dapat diperoleh dengan cara : g. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Dan apabila tekstur yang berbeda. Melalui penyelangan dan pergantian (variasi) i. maka disebut Kontras tekstur.25. kemudian menurun menjadi gelap dan akhirnya menjadi terang. Kontras yang ditimbulkan karena adanya bentuk yang berbeda disebut kontras bentuk. misalnya adanya bentuk. Jika ukurannya yang berbeda maka disebut kontras ukuran. Kontras Warna . Irama (Ritme) Irama (ritme) adalah pengulangan yang terus menerus dan teratur dari suatu unsur atau beberapa unsur. Melalui gerak garis berkesinambungan (kontinu) SuSumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Kontras Kontras adalah kesan yang didapat karena adanya dua hal yang berlawanan.24. ukuran. atau tekstur yang berbeda. warna. j. yakni suatu urutan atau tingkatan seperti dari besar makin lama makin makin mengecil atau dari gelap sekali.308 c. Melalui progresi atau gradasi.

Oleh sebab itu. Kesatuan (Unity) Kesatuan (unity) adalah prinsip utama dalam hal penciptaan bentuk. istilah klimaks sering disebut dengan istilah centre of interest (pusat perhatian). centre point dan fokus. Istilah lain yang sering digunakan untuk kata klimaks adalah emphasize (penekanan). Dengan kesatuan. Untuk menciptakan pusat perhatian pada karya desain. Klimaks pada karya f. .26. tempatkan salah satu unsur secara tersendiri atau berbeda dari unsur lainnya. adalah fokus dari susunan karya seni yang mendatangkan perhatian.309 e. Klimaks Klimaks disebut juga dominan. elemen seni rupa dapat disusun sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan bentuk yang terorganisir dari setiap unsur desain hingga tercapailah suatu karya seni atau sebuah karya desain yang menarik dan harmonis. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.

Dalam suatu apresiasi akan terjalin komunikasi antara si pembuat karya seni (seniman) dengan penikmat karya seni (apresiator). apresiasi estetis. Apresiasi kritis adalah apresiasi yang dilakukan secara ilmiah dan sepenuhnya bersifat keilmuan dengan menampilkan data secara tepat. seniman diharap mampu mengembangkan kemampuannya untuk dapat membuat karya seni yang lebih bermutu. Susunan yang harmonis tersebut menghasilkan komposisi seni rupa yang baik.3. menghayati serta menilai sekaligus memberi masukan berupa kritikan yang objektif tanpa kehilangan rasa simpati terhadap sebuah karya seni. Dalam hubungannya dengan seni kata apresiasi mempunyai arti mengerti dan menyadari tentang hasil karya seni serta menjadi peka terhadap nilai estetisnya. Dalam pengertian yang lebih luas. Apresiasi pada tingkat ini dilakukan seseorang setelah mengamati dan menghayati karya seni secara mendalam. apabila tersusun sesuai prinsip-prinsip seni rupa. dengan analisis. dan apresiasi kritis.3. Apresiasi estetis adalah apresiasi untuk menilai keindahan suatu karya seni. yaitu apresiasi empatik. Apresiasi ini biasanya dilakukan oleh para kritikus yang memang secara khusus mendalami bidang tersebut. Apresiasi Karya Seni Rupa 5. .310 g. Susunan tersebut dikatakan harmonis. Apresiasi empatik adalah apresiasi yang hanya menilai baik dan kurang baik hanya berdasarkan pengamatan belaka. mengamati. sehingga mampu menikmati dan menilai karya seni tersebut. apresiasi dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang menikmati. 5. dan peneilaian yang bertanggung jawab. Apresiasi atau penilaian ini bias any dilakukan oleh orang awam yang tidak punya pengetahuan dan pengalaman dalam bidang seni. Dengan adanya komunikasi timbal-balik ini. Komposisi Komposisi merupakan suatu susunan unsur-unsur seni rupa berdasarkan prinsip seni rupa.1 Pengertian dan Fungsi Apresiasi Apresiasi berasal dari bahasa latin appretiatus yang lebih kurang mempunyai arti mengerti serta menyadari sepenuhnya hingga mampu menilai semestinya. interpretasi. Apresiasi mempunyai tiga tingkatan.

Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.3.2. atau peristiwa yang memilukan.311 5. Lukisan Realisme . kesedihan. Aliran-aliran dalam Seni Rupa Berbagai aliran dalam seni rupa berkembang terus dari jaman ke jaman.28. antara lain : a. atau landscape. pemandangan alam. Contoh yang paling terlihat adalah pada lukisan potret diri. Contoh aliran seni rupa ini antara lain melukiskan kemiskinan. alam.27. Lukisan Naturalisme b. Realisme Aliran ini menunjukkan suatu keadaan sosial yang sesungguhnya dan biasanya memprihatinkan dan sedang bergejolak di dunia atau suatu tempat tertentu. Naturalisme Aliran ini merupakan suatu aliran seni rupa yang mengutamakan kesesuaian dengan keadaan mahluk hidup. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. dan benda mati sebenarnya.

atau petualangan para pahlawan purba. penuh khayal. suatu lukisan yang menampilakan bentuk yang sederhana dan terlampau biasa. Romantisme Aliran ini umumnya ditandai oleh tema-tema yang fantastis. Gaya ini juga berkembang di Jerman. Belanda.30. dan Perancis.312 c. Juga banyak menampilkan berbagai perilaku dan karakter manusia yang dilebihlebihkan. Lukisan Impresionisme . Para pelukis ini antara lain Eugene delacroik (1798-1963). Karya ini menggambarkan bunga teratai dipagi hari yang ditampilkan dalam bentuk yang samar dan warna kabur dan oleh sebagian kritikus seni disebut sebagai “impresionistik “. Lukisan Romantisme d. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5. Sumber : Seni Rupa dan Desain Gambar 5.29. Jean Baptiste Camille Corot(1796-1875) dan Rousseau (1812-1876). Impresionisme Aliran ini dalam dunia seni rupa berawal dari ungkapan yang mengejek pada karya Claude Monet (1840-1926) pada saat pameran di Paris tahun 1874.

313

e.

Ekspresionisme Adalah suatu aliran dalam seni rupa yang melukiskan suasana kesedihan, kekerasan, kebahagiaan, atau keceriaan dalam ungkapan rupa yang emosional dan ekspresif. Salah seorang pelukis yang beraliran Ekspresionisme adalah Vincent van Gogh (1853-1890). Lukisan lukisannya penuh dengan ekpresi gejolak jiwa yang diakibatkan oleh penderitaan dan kegagalan dalam hidup.salah satu lukisannya yang terkenal adalah “Malam Penuh Bintang “(1889), yang mengekpresikan gairah yuang tinggi sekaligus perasaan kesepian.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.31. Lukisan Ekspresionisme

f.

Kubisme Kubisme adalah suatu aliran dalam seni rupa yang bertitik tolak dari penyederhanaan bentuk-bentuk alam secara geometris (berkotak-kotak). Pada tahun 1909 berkembang aliran kubisme Analistis yang mengembangkan konsep dimensi empat dalam seni lukis. Dan dimengerti sebagai konsep dimensi ruang dan waktu dalam lukisan. Pada setiap sudut lukisan terlihat objek yang dipecah-pecah dengan posisi waktu yang berbeda. Sedangkan Kubisme Sintetis, pelukisannya disusun dengan bidang yang berlainan yang saling tumpang dan tembus.

314

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.32. Lukisan Kubisme

g.

Konstruksifisme Aliran seni ini awalnya berkembang di Rusia penggagasnya antara lain Vladimir Tattin, Antoine Pevsner, dan Naum Gabo. Gaya ini mengetengahkan berbagai karya seni berbentuk tiga dimensional namun wujudnya abstrak. Bahan-bahan yang dipergunakan adalah bahan modern seperti besi beton, kawat, bahkan plastik.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.33. Lukisan Konstruksifisme

315

h.

Abstrakisme Seni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam. Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam. Kadinsky dan Piet Mondrian marupakan sebagian perupa beraliran abstrak ini. Seni Abstrak ini pada dasarnya berusaha memurnikan karya seni, tanpa terikat dengan wujud di alam.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.34. Lukisan Abstrakisme

i.

Dadaisme Adalah gerakan seni rupa modern yang memiliki kecendrungan menihilkan hukum–hukum keindahan yang ada.Ciri utama gaya ini adalah paduan dari berbagai karya lukisan, patung atau barang tertentu dengan menambahkan unsur rupa yang tak lazim sebagai protes pada keadaan sekitarnya, seperti lukisan reproduksi lukisan “Monalisa “ karya Leonardo da Vinci tetapi diberi kumis, atau petusan laki-laki diberi dudukan dan tandatangan, kemudian dipamerkan di suatu galeri.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.35. Lukisan Dadaisme

316

j.

Surealisme Adalah penggambaran dunia fantasi psikologis yang diekspresikan secara verbal, tertulis maupun visual. Bentuk-bentuk alam dideformasi, sehingga penuh fantasi dan di luar kewajaran.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.36. Lukisan Surealisme

k.

Elektisisme Yaitu gerakan seni awal abad ke- 20 yang mengkombinasikan berbagai sumbergaya yang ada di dunia menjadi wujud seni modern. Banyak yang menjadi sumber inspirasi dari gaya seni ini. Antara lain, gaya seni primitive sejumlah suku bangsa di Afrika, karya seni pra-sejarah, seni amerika Latin, gaya esetik Mesir Purba, dan Yunani Kuno. Tokoh-tokoh seni yang menerapkan gaya ini antasra lain Picasso (disamping sebagai tokoh Kubisme), Paul Gaugguin, Georges Braque, Jean Arp, Henry Moore, dan Gabo.

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.37. Lukisan Elektisisme

317

l.

Posmodernisme Istilah seni ini umumnya disebut seni kontemporer yaitu mengelompokan gaya-gaya seni rupa yang sezaman dengan pengamat atau yang menjadi kecenderungan popular dan dipilih oleh para seniman dalam rentang lima puluh tahun terakhir hingga sekarang. Gaya ini sering diartikan sebagai aliran yang berkembang setelah seni modern. Jika dalam seni modern lebih memusatkan kepada ekspresi pribadi dan penggalian gaya baru, dalam seni Posmodern ungkapan seni lebih ditekankan kepada semantika (makna rupa) dan semiotika (permainan tanda rupa).

Sumber : Seni Rupa dan Desain

Gambar 5.38. Lukisan Elektisisme

5.3.3. Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa
Untuk mengadakan penilaian terhadap karya seni rupa terapan, berikut adalah beberapa aspek yang bisa dijadikan ukuran atau kriteria sebuah penilaian. Dari aspek atau ukuran penilaian yang akan dibahas nanti, tidak mutlak semua harus digunakan, karena tidak semua karya seni rupa cocok dengan ukuran penilaian tersebut. Aspek-aspek atau ukuran penilaian itu adalah :

a) Aspek Ide atau Gagasan Proses kreatif dalam dunia kesenirupaan merupakan suatu proses yang timbul dari imajinasi menjadi kenyataan. Proses mencipta suatu benda melalui pikiran, dan melaksanakannya melalui proses sehingga masyarakat dapat menikmati dan memanfaatkannya. Ekspresi yang muncul akibat adanya rangsangan dari luar dan ilham dari dalam menciptakan suatu keunikan sendiri. Keunikan ekspresi pribadi itulah yang disebut kreativitas.

318

b) Aspek penguasaan teknis Teknik adalah cara untuk mewujudkan suatu ide menjadi hal-hal yang kongkrit dan punya nilai. Ketidaktrampilan dalam penggunaan teknik akan berdampak pada karya yang dihasilkan. Demikian dalam hal pemilihan teknik juga harus menjadi bahan pertimbangan dalam pembuatan karya seni. Kesalahan dalam pemilihan teknik, juga akan berdampak pada karya seni yang dihasilkan. Itulah sebabnya aspek penguasaan teknik perlu dipertimbangkan dalam penilaian sebuah karya seni. c) Aspek penguasaan bahan
0

Setiap bahan mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda, misalnya sifat rotan adalah lentur, logam adalah keras, tanah liat adalah plastis dan masih banyak lagi. Untuk itu seorang pencipta karya seni harus tahu betul sifat dan karakter bahan yang digunakan. Kesalahan dalam memilih bahan juga akan berakibat pada hasil karya yang dibuatnya. Untuk itulah aspek penguasaan bahan dalam penilaian karya seni rupa terapan patut dipertimbangkan. d) Aspek kegunaan Sebagaimana dalam aspek pertimbangan penciptaan karya seni terapan, perlu mempertimbangkan aspek kegunaan (applied), maka dalam penilaian juga perlu mempertimbangkan aspek tersebut. Hal ini sangat penting mengingat fungsi utama dalam seni rupa terapan adalah kegunaan. Segi-segi penilaian yang perlu dipertimbangkan dalam kegunaan adalah segi kenyamanan dalam penggunaan, segi keluwesan/fleksibelitas dan segi keamanan dalam penggunaannya. e) Aspek wujud (form) Aspek wujud (form) adalah aspek yang berhubungan erat dengan prinsip-prinsip komposisi. Prinsip-prinsip komposisi itu meliputi proporsi, keseimbangan (balance), irama (ritme), kontras, klimaks, kesatuan (unity). Prinsip itulah yang menjadi ukuran untuk menilai karya seni dari segi wujud atau form. f) Aspek gaya atau corak Karya seni adalah karya perseorangan, ia lahir dari cita, visi, dan interpretasi individual seorang seniman. Seorang yang mempunyai watak yang keras akan tercermin karya-karya yang keras baik dalam segi bentuk, pewarnaan ataupun dalam pemilihan dan pengelolahan tema. Gaya atau corak seseorang dalam menciptakan karya seni, perlu juga dipertimbangkan dalam penilaian pada sebuah apresiasi.

319

g) Aspek kreativitas Kreativitas yang dimaksud di sini adalah kreativitas yang bersangkutan dengan karya seni. Banyak cara untuk menemukan kreativitas, misalnya dalam penggunaan media, bahan, alat, dan teknik yang berbeda dari yang sebelumnya. Kreativitas juga bisa didapat dengan menampilkan bentuk-bentuk baru atau memadukan unsur baru dengan yang lama. Bila-halhal di atas dapat dicapai pada penciptaan karya seni rupa, khususnya karya seni rupa terapan, maka penilaian dari aspek ini menjadi penting untuk dipertimbangkan. h) Aspek tempat Pertimbangan tempat di mana karya itu akan diletakkan harus mendapat perhatian dari seorang perancang karya seni rupa terapan. Seperangkat meja kursi makan dari rotan yang dibuat untuk keperluan rumah tangga, tentunya harus berbeda dengan seperangkat meja kursi makan dari rotan yang dibuat untuk keperluan suatu rumah makan besar. i) Aspek selera dan agama

Seorang seniman yang ingin membuat karya seni terapan yang dapat digunakan oleh orang banyak, harus dapat menyesuaikan karyanya dengan selera dan agama yang dianut oleh pasar. Dalam hal ini selera harus dipertimbangkan hal-hal yang sedang menjadi tren di masyarakat, misalnya dari segi model/bentuk, warna, ukuran, bahan yang digunakan. Dalam hal agama, hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan, misalnya penerapan motif pada karya seni yang diciptakan, motif Bali akan lebih cocok bagi mereka yang beragama Hindu. Hal-hal seperti itu penting karena jika tidak demikian karya seni yang diciptakan tidak akan mendapat tempat dihati masyarakat.

dikagumi. dan salah satu dari aktivitas lain itu adalah melakukan kegiatan pameran karya seni rupa.klimaks . dinilai.irama . pameran patung. tetapi bisa merembet ke aktivitas seni lainnya. yaitu pameran homogen dan pameran heterogen. seniman. Aspek-aspek Penilaian dalam Apresiasi Karya Seni Rupa Aspek-aspek yang Dinilai Aspek Ide/Gagasan Aspek Penguasaan teknis Aspek Penguasaan Bahan Aspek Kegunaan Aspek Bentuk / Wujud . 5. pengamat seni rupa. atau dikritik. 5. dibedakan menjadi dua.4.4. Jenis-Jenis Pameran Pameran karya seni rupa berdasarkan pada ragam jenis karya yang ditampilkan. Pameran homogen.1.kesatuan Aspek Gaya atau Corak Aspek Kreativitas Aspek Tempat Aspek Selera dan Agama Sumber : Seni Rupa dan Desain 1 2 Standar 3 4 5 5. misalnya pameran lukisan. . karena kegiatan pameran baik sekali kegunaannya baik bagi siswa. seorang siswa bisa memperkenalkan karya-karyanya kepada masyarakat baik dilingkungan sekolah ataupun masyarakat umum untuk dilihat.2.keseimbangan . Pameran Karya Seni Rupa Aktivitas seni tidak hanya terbatas pada proses penciptaan karya seni.proporsi .4.320 Tabel 5. Melalui pameran. maupun bagi perkembangan seni rupa pada umumnya. Kegunaan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah Pameran merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam bidang kesenirupaan. artinya pameran yang hanya menampilkan satu karya seni rupa saja. pameran keramik dan lain sebagainya.1.kontras .

Pameran perorangan atau pameran tunggal b. b) Dapat melakukan penilaian / evaluasi Pameran merupakan kesempatan bagi guru untuk melihat sejauh mana kemajuan yang dicapai oleh siswanya. misalnya pameran seni kriya.4. kelompok seniman dalam satu aliran dan kelompok lainnya. Pameran berdasarkan pada jumlah seniman yang tampil. karena menampilkan jenis karya seni rupa yang beragam mulai dari lukisan. 5. Sehingga penilaian atau evaluasi ini dapat dimasukan dalam perhitungan nilai rapor. dan hal ini menjadi pendorong bagi siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkarya. artinya pameran yang sekaligus menampilkan berbagai jenis karya seni rupa. keramik. dan karya seni rupa lainnya. Penilaian juga dilakukan oleh pihak luar sekolah seperti orang tua siswa atau masyarakat umum yang mengunjungi pameran tersebut. biasanya merupakan pameran heterogen. Manfaat pameran seni rupa di lingkungan sekolah a) Meningkatkan kemampuan berkarya Dengan adanya pameran. pameran lukisan.Pameran kelompok. ukiran. karya-karya para siswa akan dilihat oleh masyarakat sehingga para siswa dituntut untuk menghasilkan karyanya yang terbaik.321 Pameran heterogen. Di sini akan terjadi persaingan yang sehat dan terarah. pameran keramik dan karya seni rupa lainnya dilakukan dalam satu ruang pameran dan dilakukan dalam waktu bersamaan. karya kerajinan. Pameran seni rupa yang diselenggarakan dalam kaitannya dengan pendidikan seni rupa di sekolah. patung. . Pameran dapat dikatakan menjadi sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kemajuan dan perkembangan yang terjadi pada diri siswa.3. baik kelompok seniman dalam satu sanggar atau satu almamater. pameran patung. Dari kesanpesan yang mereka sampaikan tentunya dapat memberi gambaran sampai sejauh mana keberhasilan pendidikan seni rupa di sekolah tersebut. pameran dapat dibedakan ke dalam : a.

penghargaan. e.322 c) Sebagai sarana apresiasi dan hiburan Di samping sebagai sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi. Apresiasi di sini dapat diartikan sebagai penikmatan.4. Dalam arti yang luas. melainkan kerja kelompok yang melibatkan banyak orang. ada beberapa hal yang harus dikerjakan. d. Penilaian yang dimaksud bukan menilai dengan angka. merasakan suka duka seperti layaknya menonton film atau menyaksikan pertunjukkan musik dan seni lainnya. d) Melatih siswa untuk bermasyarakat Melaksanakan kegiatan pameran bukanlah kerja perorangan. dan dapat pula memberi pendpat terhadap tim kerjanya. Jadi.4. Mengumpulkan karya yang akan dipamerkan Menyiapkan penjaga pameran Menyiapkan ruang atau tempat dan perlengkapan pameran Menata karya-karya yang akan dipamerkan Menyiapkan publikasi dan dokumentasi pameran . Syarat-syarat Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah Untuk dapat menyelenggarakan pameran karya seni rupa di lingkungan sekolah. pemahaman isi dan pesan dari karya seni. melainkan suatu proses pencarian nilai-nilai seni. pengamatan. 5. dan melakukan juga perbandingan-perbandingan terhadap karya seni sehingga nantinya akan didapat sebuah penilaian yang utuh dan komprehensif. c. kegiatan pameran dapat juga diartikan sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan. kegiatan pameran dapat dijadikan sebagai sarana apresiasi. b. melatih untuk menghargai pendapat orang lain. Di sini para siswa dapat bekerja sama satu sama lain. atau bisa juga penilaian terhadap karya-karya yang ditampilkan. dengan mengadakan pameran seni rupa di sekolah. yaitu : a. Di sini masyarakat dapat merasakan kesenangan atau empati. mendidik para siswa untuk bermasyarakat.

Dalam upaya menata ragam hias ini. Corak meander atau spiral dapat dikembangkan menjadi berbagai motif lain hanya dengan penataan yang berbeda. Rinci dan rumit serta padat dengan corak merupakan karakter tekstil nusantara. warna dan teksturnya menjadi suatu pola ragam hias. Hal ini akan bertambah nilainya apabila dapat menerapkannya langsung menjadi suatu benda tekstil sesuai dengan keinginan. Kegiatan mengeksplorasi dan mengembangkan pola ragam hias tekstil merupakan hal yang sangat menarik dan menyenangkan.323 5. . Mengingat hal itu merupakan kekayaan nusantara yang perlu dilestarikan.5. Hal ini perlu perhatikan agar hasil kreasi nanti tidak kehilangan karakter kenusantaraannya. Makna simbolik dari corak. Keunikan ragam hias nusantara adalah pada penggunaan isen atau tekstur di setiap corak atau sebagai pengisi latar kain. warna dan penataan keseluruhan pada tekstil perlu menjadi perhatian Anda pula dalam melakukan eksplorasi ini. Ragam Hias Nusantara Ragam hias nusantara merupakan salah satu dasar untuk dapat mengeksplorasi dan mengembangkan ragam hias Nusantara untuk kebutuhan tekstil pada saat ini. perlu memikirkan bagaimana pola ini ditata dengan memperhatikan kaidah-kaidah estetis dan arstitik. Setelah menjadi suatu pola ragam hias. Kemudian corak ini diolah bentuk. Langkah awal dari kegiatan ini dimulai dari memilih corak dari ragam hias nusantara yang ada. Hasil kreasi ini akan sangat bermanfaat apabila diperuntukkan bagi suatu benda pakai. teknik penerapannya perlu menjadi pemikiran karena keunikan setiap teknik akan mempengaruhi penataan pola yang akan lakukan.

yaitu satu langkah. diagonal.324 Sumber : Tekstil. setengah langkah. radial. lingkar. Pola ragam hias dari pengembangan corak dasar dapat diulang dengan beragam teknik. vertikal.39. dan pinggir. warna dan tekstur corak tertentu disusun ke dalam pola ragam hias yang ukuran dan bentuk keseluruhannya dipengaruhi oleh pola pengulangan yang akan diterapkan. Buku Piloting PSN Gambar 5. dan pola pinggir Penataan Pola ragam hias tekstil dapat dikembangkan dan dimodifikasi seperti penataan arah horizontal. Penataan pola ini perlu di lakukan dengan teliti agar sambungan pada kain tidak terputus. . Motif Meander sebagai motif dasar Hasil pengolahan bentuk. diagonal.

325 Sumber : Tekstil.41. Buku Piloting PSN Gambar 5. Beberapa contoh ragam hias pada kain ikat celup . Pembentukan motif pada kain dengan teknik ikat celup Sumber : Indonesia Indah. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.40.

ekspresi. Apresiasi : a. Mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan membuat berbagai produk kerajinan dan produk teknologi yang berguna bagi kehidupan manusia 2. perlu diarahkan pada kemampuan produksi sebagai persiapan keahlian yang lebih spesifik. Menyiapkan karya seni rupa buatan sendiri (porto folio) untuk pameran dikelas atau disekolah. mengembangkan kreatifitas. 3. Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik serta kepekaan rasa dalam berkarya seni rupa b. Memiliki kemampuan dasar berekspresi secara visual b. Membuat karya seni rupa secara tematik dan pemecahan masalah c. 2.6. 4. Ketrampilan : a. Ekspresi Melalui Kreasi Seni Kriya Pembelajaran seni rupa secara umum bertujuan untuk mengembangkan kemampuan apresiasi. Memiliki rasa estetika. Memiliki sikap professional dan kewirausahaan . Mampu mengidentifikasi potensi daerah setempat yang dapat dikembangkan melalui kegiatan kerajinan. Merancang karya seni rupa dengan memanfaatkan beberapa teknik ungkap b. Kemampuan yang perlu dikembangkan antara lain mengola kepekaan rasa.326 5. Mampu mengkomunikasikan berbagai ide dan kreativitas 3. dan ketrampilan berkarya. dari berbagai wilayah nusantara. Pada tingkat perkembangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini. Ekspresi : a. Tujuan Mata pelajaran seni rupa untuk SMK bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut : 1. dan ketrampilan berkarya sesuai bakat dan minat masing-masing dalam bab ini diberikan contoh pembelajaran untuk siswa SMK dalam berapresiasi dan mengekspresikan diri melalui ketrampilan berkreasi teknik ikat celup dan teknik batik Tiga kompetensi yang diharapkan di miliki oleh siswa SMK adalah : 1. Menampilkan apresiasi terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam berkarya seni rupa. apresiasi terhadap produk kerajinan.

Daerah-daerah perkembangan batik di Jawa Barat masa sekarang terdapat di daerah Cirebon. garam warna dan air pembilas.prosedur kerja. berproduksi. dengan cara diikat dengan tali/benang dinamakan batik ikat atau jumputan dan dengan cara dicetak dengan screen yang kemudian kita namakan batik cetak atau batik printing. fungsi kerajinan dan porto folio. Dalam pembuatan batik. . dibuat dengan cara memberikan malam dengan alat canting/kuas ke atas permukaan kain yang telah digambar sebelumnya.327 Ruang Lingkup Mata pelajaran seni rupa untuk SMK meliputi aspek-aspek sebagai berikut : 1. bentuk.7. Pembelajaran seni rupa ini berintegrasi dengan mata pelajaran lainnya secara terpadu. 5. Untuk menghasilkan warna batik yang baik proses pencelupannya harus diakukan berulang-ulang. Pemberian motif pada batik printing dibuat dengan cara mencetakkan larutan napthol yang telah dikentalkan ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat rakel. Sedangkan pemberian motif pada batik ikat. Kewirausahaan Struktur pengetahuan dalam mata pelajaran seni rupa terdiri dari jenis. motifnya diikat-ikat dengan tali plastic atau benang hingga menjadi motif yang diinginkan. Seni Kriya Batik Seni kriya batik yang berkembang pada masa sekarang merupakan kelanjutan seni kerajinan batik sebelumnya. Khusus untuk batik printing langsung dicelupkan ke larutan garam warna. dengan cara di cetak dengan cap disebut batik cap. Ketrampilan kerajinan 2. Sedang pemberian motif pada batik cap dibuat dengan menggunakan cap atau stempel logam yang permukaannya telah diberi malam lalu dicetakkan pada permukaan kain. Pembuatan motif pada batik tulis. Proses berikut adalah pencelupan kain ke larutan naptol. kita mengenal ada empat cara pembuatannya. yaitu dengan cara ditulis dengan canting yang biasa di sebut dengan batik tulis.

prima. . Hal ini dimaksud agar dalam proses pencelupan nanti warna mudah menyerap.328 Sumber : Indonesia Indah. dan meja kaca. dan sutera. sprei. Contoh karya seni kriya batik Proses selanjutnya disebut proses pelorotan malam. birkolin. Untuk lebih jelasnya silahkan Anda perhatikan dengan saksama. pola gambar atau mall. sarung bantal. dicelupkan kembali ke dalam air panas yang telah diberi bubuk soda abu atau soda ASH. jenis kain yang digunakan untuk membatik adalah jenis kain yang bahan bakunya terbuat dari kapas (katun) atau sutera. misalnya kain blacu. vealisima.42. gorden dan lainlain. taplak meja. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. peralatan dan tahap-tahap dalam pembuatan karya batik tulis. pensil 4B-5B. 1) Tahap pembuatan gambar motif Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah kain katun. premisima. linen. 2) Tahap pemberian malam Dalam tahap ini bahan dan peralatan yang digunakan. selendang. Caranya kain yang telah selesai pada proses pencelupan. santung. hiasan dinding. Benda-benda pakai yang dihasilkan dari kerajinan ini adalah kain. dapat dicapai dengan menjiplak pola / mall yang telah disiapkan atau bias juga dengan cara menuliskan langsung di atas kain. poplin. Untuk menghasilkan gambar motif yang baik penulisannya dilakukan di atas meja kaca. yaitu : Kain. Bahasan berikut adalah penjelasan tentang bahan. Pembuatan gambar motif pada kain. Bila kain yang hendak digambari banyak lilin / kotor maka kain harus dicuci terlebih dahulu dengan sabun.

kenceng. Naptol terdiri atas naptol AS. naptol ASD. Peralatan penunjang. Proses pembubuhan prada diatas kain batik tulis 3) Tahap pemberian warna Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah pewarna batik yang terdiri dari : Naptol berfungsi sebagai warna dasar yang nantinya dibangkitkan oleh garam warna (garam diazo). biru. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Untuk pemberian malam pada gambar motif berupa bidang yang luas digunakan kuas.43. malam untuk membatik terdiri atas malam lowong (warnanya kuning dan lebih liat). dan malam putih / paraffin (sifatnya rapuh. violet. canting klowong (lubangnya sedang) dan canting nembok (lubangnya besar). naptol ASLB. malam cetak (warnanya coklat. malam cetak (warnanya coklat. panci. naptol ASGR. sifatnya kurang kuning dan lebih liat). dan naptol ASOL. Proses pemberian malam dilakukan dengan cara menuliskan cairan malam ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat canting. dan hitam. dilakukan dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas. dan lainnya. naptol ASBO. canting yang digunakan untuk membatik terdiri dari canting cecek (lubangnya kecil). Canting. Naptol AS berfungsi untuk membuat warna merah. naptol ASG. Cara menuliskannya mengikuti gambar motif yang telah dibuat. sifatnya kurang liat). Sebelum proses pemberian malam dimulai. orange. Sumber : Indonesia Indah. alat penunjang yang digunakan dalam tahap ini adalah kompor kecil. Warna lain yang bersifat alami adalah daun soga. malam harus dipanaskan terlebih dahulu pada kenceng di atas kompor hingga mencair.329 Malam. dan mudah retak). naptol ASLB .

disebut juga costik soda berbentuk seperti kristal. diperas. dan ketiga pencelupan pada air pembilas (bak III). Rapid terdiri atas rapid merah RH. garam biru BB. TRO cairan berbentuk minyak sedang soda api (Loog 380 BE). hitam B. c. garam orange GC. kedua pencelupan pada larutan garam warna (bak II). . rapid orange RH. Garam warna (garam diazo). untuk membuat larutan pewarna batik tulis bahan pelengkap yang diperlukan terdiri atas TRO (Turkish Red Oil) dan soda api (Loog 380 BE). Proses pencelupan Proses pencelupan dalam membuat batik dilakukan dalam tiga langkah. Perbandingannya adalah 1 sendok makan rapid : 2 sendok minyak TRO : 1 gelas besar air dingin. dan dianginanginkan. dan garam biru hijau B. Proses melunturkannya kain dimasukkan ke dalam bak. b. dilakukan dengan cara memasukkan kain ke dalam bak yang berisi air panas yang telah dicampur soda abu (Soda ASH) dan soda api (costik soda). Pemberian warna rapid Pemberian warna rapid dilakukan dengan cara menyapukan warna rapid ke bagian-bagian gambar yang diinginkan. rapid cokelat BN. dan rapid hitam G. rapid kuning GCH. kemudian diberi air dingin dan diaduk kembali hingga merata. diangkat-angkat dengan menggunakan jepitan hingga malamnya lepas dan selanjutnya dibilas dengan air bersih. Garam terdiri atas garam biru B. Tahap melunturkan malam Untuk melunturkan atau melorotkan malam pada kain batik yang telah selesai pada proses pencelupan. Larutan rapid dibuat dengan cara mengaduk rapid dengan minyak TRO hingga kental. Pertama pencelupan pada larutan naptol (bak I). Bahan Pelengkap. merah bordo GP. garam violet B. berfungsi untuk membangkitkan warna. Untuk menghasilkan warna yang memuaskan. proses pencelupan dilakukan berulang-ulang.330 untuk membuat warna cokelat. rapid biru BN. berfungsi untuk memberi variasi warna. Adapun tahapan dalam pemberian warna pada batik tulis adalah : a. Fungsi warna ini hanya sebagai variasi agar batik lebih menarik. Rapidogin. naptol ASGR untuk membuat warna hijau dan naptol ASG untuk membuat warna kuning.

Nyamplung terbuat dari tembaga. Kondisi cucuk harus senantiasa berlubang. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Kuas dapat juga untuk menggores . Alat Dan Bahan Batik 1. cucuk dapat dilubangi lagi dengan cara mencelupkan di cairan panas malam. Kuas Pada umumnya kuas dipergunakan untuk melukis. Sumber : Pribadi. kalau tersumbat oleh cairan malam yang sudah mengeras. Ukuran dan jumlah cucuk can beragam tergantung jenisnya. Sedangkan bila sumbatan belum mengeras maka pelubangannya dapat dipakai dengan bulu sapu lantai.44. Canting memiliki beberapa bagian yaitu: Gagang Gagang merupakan bagian canting yang berfungsi sebagai pegangan pembatik pada saat menggunakan canting untuk mengambil cairan malam dari wajan.1. Cucuk tersebut terbuat dari tembaga.331 5. Bagian-bagian canting b. Nyamplung (tangki kecil) Nyamplung merupakan bgian canting yang berfungsi sebagai wadah cairan malam pada saat proses membatik. Cucuk atau carat Cucuk merupakan bagian ujung canting dan memiliki lubang sebagai saluran cairan malam dari nyamplung. Peralatan Membatik a. Canting Canting merupakan alat utama yang dipergunakan untuk membatik. Penggunaan canting adalah untuk menorehkan (melukiskan) cairan malam agar terbentuk motif batik.7. Gagang biasanya terbuat dari kayu ringan. dan menorehkan (melukiskan) cairan malam pada kain. dalam proses membatik kuas juga dapat dipergunakan untuk Nonyoki yaitu mengisi bidang motif luas dengan malam secara penuh. sumbatan keras tersebut akan turut mencair kembali.

Pilihlah wajan yang memiliki tangkai lengkap kanan dan kiri agar memudahkan kita mengangkatnya dari dan ke atas kompor. maka tepas tidak diperlukan dalam kegiatan membatik. sesuai dengan besaran wajan yang digunakan. Pilihlah kompor yang ukuran kecil saja. Disebut demikian karena bentuknya seperti gawang sepakbola. Sekarang ini dengan adanya kompor. Pembatik tradisional biasanya menggunakan anglo atau keren. kursi kecil (dingklik) dan lipas/tepas. tidak mungkin tangan kiri pembatik memegangi kain tersebut. Wajan yang dipakai tidak perlu berukuran besar. Pemanasan malam tidak membutuhkan api yang cukup besar seperti kalau kita memasak di dapur. Panci Panci aluminium diperlukan untuk memanaskan air di atas kompor atau tungku dan untuk melorot kain setelah diwarnai agar malam bisa bersih. Kelemahan anglo/keren adalah asap yang ditimbulkannya berbeda dengan kompor yang tidak seberapa menimbulkan asap. terbuat dari kayu. tidak perlu yang besar. atau bahkan kuas cat tembok untuk bidang sangat luas. dengan diameter sekitar 13 cm.332 secara ekspresif dalam mewarnai kain. e. g. kuas cat air. yang disebut gawangan. Untuk itu membutuhkan media untuk membentangkan kain tersebut. Memang di masa lalu ada beberapa peralatan pendukung lainnya seperti saringan. Anglo merupakan arang katu sebagai bahan bakar. Pilihlah ukuran nampan yang sesuai dengan ukuran kain yang dibatik agar kain benar-benar tercelup semuanya. Gawangan Pada waktu membatik kain panjang. f. wajan dengan diameter kurang lebih 15 cm sudah cukup memadai untuk tempat pencairan malam. c. agar ringan dan mudah diangkat dan dipindahkan. Wajan Wadah untuk mencairkan malam menggunakan wajan. Tepas diperlukan untuk membantuk menyalakan api arang kayu di anglo/keren. . Kompor Minyak Tanah Kompor minyak tanah dipergunakan untuk memanasi malam agar cair. terbuat dari bahan logam. Anda dapat mempergunakan kuas cat minyak. Pilihlah ukuran panci sesuai dengan ukuran kain yang dibatik. Nampan Nampan plastik diperlukan untuk tempat cairan campuran pewarna dan mencelup kain dalam proses pewarnaan. Pilihlah kompor yang ukurannya kecil saja. d. Peralatan tersebut di atas sudah cukup memadai untuk kegiatan membatik Anda.

Untuk membatik biasanya kain yang biasa digunakan adalah jenis kain katun seperti kain Voilissma. Pengolahan kain dengan minyak jarak dan larutan asam tidak cocok digunakan untuk kain sutera. langkah yang harus dikerjakan yaitu merendam kain dalam panci dan direbus dengan memasukkan minyak jarak ke dalam rebusan kain tersebut. sebg media tempat motif akan dilukiskan. Pengolahan kain dengan larutan asam biasanya dilakukan satu hari. kecuali pewarna alami (natural). Setelah dikemplong kain dijemur. Pengolahan kain menggunakan minyak jarak. karena kain sutera yang berbahan sangat lembut memerlukan perlakuan khusus. 2. Primis.333 h. Setelah kering kain bisa diseterika dan siap untuk dipola. karena hal ini akan mengganggu proses penyerapan malam ataupun warna. bahwa kain sutera sangat cocok apabila diwarna dengan menggunakan pewarna alam. tetapi tentu saja kain tersebut masih mengandung kanji. tetapi gunakan sedikit saja dan cucilah dengan perlahan. berkolyn. Sebagai tambahan saja. mori biru. Selain itu juga diperlukan gelas untuk menakar air. Philip. santung. Sendok & Mangkuk Sendok makan dibutuhkan untuk menakar zat pewarna dan mangkuk plastik untuk mencampur zat pewarna tersebut sebelum dimasukkan ke dalam air. Apabila sudah mendidih. blacu. Air dingin untuk merendam kain ini bisa ditambahkan sabun atau deterjen. i. tetapi perlu diperhatikan bahwa larutan asam yang terlalu banyak akan merusak kain. Bahan untuk pengolahan kain biasanya minyak jarak atau larutan asam. Selanjutnya setelah kain diangkat dari perendaman. Tujuannya agar serat kain menjadi kendor dan lemas. pergunakanlah selalu sarung tangan karena bahan pewarna batik terbuat dari bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan kulit dan pernafasan. Selama penyiapan warna dan pewarnaan kain. Saat ini banyak tersedia kain yang berkualitas bagus. Tetapi terkadang saat ini banyak . Bahan Batik a. Kain Salah satu bahan yang paling pokok dalam membatik adalah kain. kemudian kain dilipat dan dikemplong (“ngemplong”) yaitu dengan cara memukul-mukul kain tersebut dengan menggunakan pemukul kayu. Sarung tangan Sarung tangan diperlukan sebagai pelindung tangan pada saat mencampur bahan pewarna dan mencelupkan kain ke dalam cairan pewarna. Primissima. diambil dan direndam dalam air dingin sambil diremas-remas. Pengolahan kain ini lebih banyak dikenal dengan istilah “ngloyor”. Biasanya pengolahan kain sutera dengan sabun yang khusus untuk serat halus dan tidak diperas berlebihan atau apabila sulit untuk mencari sabun khusus untuk kain sutera bisa menggunakan shampo untuk rambut. dan ada juga yang mempergunakan kain sutera alam. Media kain yang harus diperhatikan adalah usahakan agar kain tersebut tidak mengandung kanji atau kotoran lainnya.

mudah mencair atau membeku/keras. daya rekat pada kain sangat kuat Mudah retak/patah Fungsi Untuk mglowongi atau ngrengreng dan membuat batik isen Untuk menutup bidang yang luas khususnya pada background Untuk membuat efek retak-retak (remukan) Untuk menutup pola yang telah diberi warna biru (bironi) Malam Tembokan Agak kecoklatan Malam Remukan (Parafin) Malam Biron Putih susu Coklat gelap Mirip dengan malam tembokan. b. kain tersebut diukur sesuai dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan. malam mempunyai fungsi untuk merintangi warna masuk ke dalam serat kain dimana motif telah dipolakan dan agar motif tetap tampak. Dalam proses membatik. karena malam memiliki jenis. Biasanya bila tidak ada malam birono dapat digantikan oleh malam tembokan Sumber : Tekstil.334 orang yang hanya merendam kain dalam air sampai beberapa kali tanpa menggunakan minyak jarak atau larutan asam. sifat. tidak mudah retak. Malam / Lilin Malam merupakan bahan bahan utama yang menjadi ciri khas dalam proses membatik. Setelah kain diproses “ngloyor” dan “ngemplong”. pilihlah malam yang sesuai dengan kebutuhan. Tabel 5. Jenis Malam/Lilin Jenis Malam Malam Carikan Warna Agak kuning Sifat Lentur.2. dan fungsi beragam. daya rekat pada kain sangat kuat Kental. Cara ini bisa juga dilakukan pada kain yang sedikit mengandung kanji. Sebelum menggunakan malam. Buku Piloting PSN .

Merah GC. rapidosol. Tabel 5. dan Kuning GC. . Jenis warna Kategori Zat pewarna alam Zat pewarna Kimia Sumber : Tekstil. Untuk membangkitkan warna dipergunakan jenis Garam Diazo diantaranya adalah Biru B. Bahan warna Napthol Napthol memiliki jenis yaitu AG. Biru Hijau B. AS-BO. dan Prosion. sebaiknya dibuatkan lebih dulu pesta dengan bahan pendukung meliputi Turkish Red Oil (TRO) dan Loog 38 BE (larutan Kaustik Soda / NaoH). Zat Pewarna Pewarna kain batik ikat celup dapat dikategorikan menjadi dua yaitu zat pewarna alam dan zat pewarna kimia. remasol. AS-GR. Bordo GP. Zat pewarna kimia tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tujuh bahan warna yaitu. Orange GC. Napthol. Buku Piloting PSN Jenis Pewarna Kunyit menghasilkan warna kuning Napthol. indigosol. ergan soga. Ergan Soga. dan AS-BR. Indigosol. Agar pelarutannya bagus. atau kulit pohon. AS-LB. AS-G. Rapide. Merah R. daun. Merah B. Hitam B.2. Orange GR. AS-BS. procion. Pewarnaan 1. AS-LB (Extra). AS-D. Merah 3GL Spesial. Violet B. AS-OL. AS-KN. Chroom Soga.335 C. Biru BB. akar. a. Kopel Soga. Napthol AS memiliki sifat netral artinya warna yang dihasilkan menurut warna garamnya. Merah GG. Zat pewarna alam dihasilkan dari warna warna yang dapat kita peroleh dari berbagai macam tumbuhan misalnya pada bagian buah. Zat pewarna kimia diproses/hasilkan secara kimiawi oleh industri.

Green 1B. Untuk membangkitkan warna dilakukan dengan mengoksidasikan secara langsung ke panas matahari. Blue 04B. Orange HR. Rosa 1R. Bahan pelengkapnya adalah Natrium Nitrit (NaNo2) dengan komposisi 2x indigosol.336 Tabel 5. Violet BF. Yellow 1GK. Selain itu dengan larutan Asam Chlorida atau Asam Sulfat. Brown IRRD. Violet ABBF.3. . Green 13G. Yellow FGK. dan TRO. dan RED AB. Warna Napthol Warna Kuning Merah Biru Kuning Kuning muda Kuning tua Merah Merah Merah Biru muda Biru tua Biru tua Biru muda Hijau muda Hijau Violet Coklat Hitam Violet Violet Coklat Coklat Coklat Hitam Hitam Hitam Hitam mulus Napthol Napthol AS-G Napthol AS-G Napthol AS-G Napthol AS Napthol AS-D Napthol AS-BO Napthol AS Napthol AS-BO Napthol AS-BO Napthol AS-D Napthol ASGR Napthol ASGR Napthol AS Napthol ASGR Napthol AS-LB Napthol AS-LB Napthol AS-LB Napthol AS Napthol AS-OL Napthol AS-BO Napthol AS-G Napthol AS-BO Garam Diazo Garam kuning GC Garam merah GG Garam bondo GP Garam merah B Garam merah B Garam merah GG Garam biru BB Garam biru B Garam biru B Garam biru BB Garam biru B Garam biru hijau Garam violet B Garam violet B Garam kuning GC Garam biru BB Garam merah GG Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Garam hitam B Hijau Sumber : Tekstil. Bahan warna Indigosol Warna Indigosol ini memiliki jenis yaitu Blue 06B. Buku Piloting PSN b. Abu-abu 1BL.

Bahan pelarut menggunakan obat hijau (chromfarbesalz). tetapi yang lebih banyak digunakan yaitu bahan pewarna napthol dan remasol. Sedangkan bahan pendukungnya adalah Turkish Red Oil (TRO) (2x Rapide) dan Loog 380Be. untuk membangkitkan warna dipergunakan larutan asam cuka. d. Rapide biasa meliputi Kuning GCH. Bahan warna Ergan Soga Bahan warna ini memiliki tiga jenis yaitu COklat (soga) tua. a.337 Tabel 5. Bahan warna Rapide Bahan ini biasanya untuk pewarnaan teknik colet.4 Warna Indigosol Campuran Indigosol Bahan Pelengkap Biru 04B Blue 04B NaNO2 Biru 06B Blue 06B NaNO2 Orange HR Orange HR NaNO2 Merah Rosair Orange HR NaNO2 Extra Coklat IRRD Brown NaNO2 IRRD Kuning FGK Yellow FGK NaNO2 Kuning 1GK Yellow 1GK NaNO2 Merah AB Red AB NaNO2 Violet ABBF Violet NaNO2 ABBF Warna Sumber : Tekstil. dengan komposisi 50 cc asam cuka dipakai untuk 1 liter air panas. Hitam G. dan Coklat (soga) muda. Pewarnaan Bahan pewarna batik ikat celup sangat beragam. Orange RH. walau tidak ada salahnya juga mencoba jenis pewarna yang lain. Pewarnaan Napthol dengan Satu Warna (Celup) Napthol yang dimaksud untuk pewarna batik ikat celup bukan jenis napthol yang biasa untuk mewarnai kain jeans tetapi jenis pewarna napthol dingin. Buku Piloting PSN Keterangan Komposisi Indigosol dan NaNO2 adalah 2 : 1 c. dan Hijau N-16G. 2. disebut napthol dingin karena proses pewarnaannya tidak direbus . Berikut akan dijelaskan cara pewarnaan dengan napthol dan remasol. dan pembangkit warnanya memakai beningan larutan air kapur (50 gr untuk 1 liter air dingin). dan Rapidosol. Jenis rapide ada tiga macam yaitu Rapide biasa. Rapidosen. Biru BN. Coklat (soga) sedang.

Perbandingan napthol dan garam yaitu 1 : 3. f) Ketika kain dicelup pada larutan garam maka warna akan segera muncul. Ditiris Dicuci air Air + Kaustik Soda + Napthol + TRO Ditiris Ditiris Ditiris & Dijemur Air + TRO Air + Garam Diazo Air Air panas + Soda abu (Pelorodan) Sumber : Pribadi Gambar 5. Kemudian tiriskan hingga air yang menetes pada kain habis. larutkan napthol dan kaustik soda (NaoH) dalam sedikit air panas. Setelah larut masukkan dalam larutan TRO yang pertama tadi lalu tambahkan air dingin dengan perbandingan 3 gr napthol : 1 Liter air.338 seperti halnya pewarna napthol untuk jeans pewarna napthol untuk batik yaitu pewarna napthol yang harus dibangkitkan dengan pembangkit warna (Garam Diazo). e) Sementara menunggu kain atus/sampai air tidak ada yang menetes.45. d) Kain yang sudah atus/sampai air tidak ada yang meneters tadi kemudian dicelup dalam larutan napthol tersebut. setelah larut tambahkan air dan aduk. Usahakan agar seluruh kain terendam. karena perbandingan Napthol dengan TRO yaitu 1 : ½ atau (1/3). tetapi jangan sampai diperas dan jangan sampai kering benar. g) Setelah warna muncul kemudian tiriskan dan keringkan tapi jangan dijemur di bawah matahari. Tahapan pewarnaan (1 warna) . kemudian atus/sampai air tidak ada yang meneteskan lagi pada gawangan dan tunggu sampai air yang menetes pada kain habis. Tetapi sebelumnya harus diketahui berapa kuantitas dari napthol. larutkan garam diazo dalam sedikit air hingga larut. h) Setelah kain kering maka proses pelorotan bisa dilakukan. Fungsi air panas hanya untuk melarutkan kedua bahan tersebut. b) Kain lalu dicelup dalam larutan TRO tersebut. Usahakan kain terendam kurang lebih 2 – 3 menit sambil bolak-balik hingga larutan garam benar-benar meresap ke kain. Secara umum proses pewarnaan dengan napthol dingin adalah sebagai berikut : a) Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu membuat larutan TRO (Turkish Red Oil). TRO berbentuk serbuk putih dan merupakan salah satu bahan pelengkap napthol. c) Sementara menunggu kain atus/sampai air tidak ada yang menetes.

4 Ditiris 1 Membatik Ditiris 2 Ditiris 3 Air + Garam Diazo Air + TRO Air + Kaustik Soda + N h l Air Air panas + Soda abu (P l d 5 Ditiris Sumber : Pribadi 6 Ditiris 7 8 9 Ditiris Ditiris & Dijemur Dicuci air Gambar 5.339 Ditiris 4 Ditiris 1 Air + Kaustik Soda + Napthol + TRO Ditiris 2 Air + Garam Diazo Ditiris 3 Air + TRO Air 6 Ditiris Air panas + Soda abu (Pelorodan) 5 Ditiris Sumber : Pribadi Dicuci air 7 Ditiris&Dijemur Gambar 5. Tahapan pewarnaan (1 warna) secara berulang agar lebih pekat b.47. Sebelumnya harus sudah dipikirkan bagian mana yang akan tetap berwarna sebelumnya dan bagian mana yang akan diwarna berikutnya.46. maka bagian tersebut ditutup malam/plastik/tali rafia. Jika menginginkan warna sebelumnya (warna pertama) tetap ada. Tahapan pewarnaan ganda (2 warna atau lebih) . Pewarnaan Napthol dengan 2 warna atau lebih (Celup) Apabila menginginkan lebih dari satu warna maka setelah setengah kering dilakukan pemalaman/penutupan dengan plastik/tali rafia kembali.

e) Kemudian tiriskan dan dijemur sampai kering sekali. apabila ada untuk menghapusnya gunakan alat logam yang tahan panas untuk menghilangkannya. f) Setelah kain kering maka proses pelorotan bisa dilakukan. Fungsi soda abu tersebut untuk menghindari terjadinya penempelan ulang malam di permukaan kain sehingga kain benar-benar bersih dari malam. diperlukan air panas mendidih di atas tungku dan Soda Abu atau TRO. Dengan pewarna remasol maka dalam beberapa colet bisa menggunakan lebih dari beberapa warna. Dikuaskan Ditiriskan & dijemur Ditiriskan & dijemur Dicuci air Membatik Air + Remasol + Ludigol Waterglass + Caustik Soda + air Air panas + Soda abu (Pelorodan) Sumber : Pribadi Gambar 5. mungkin ada tumpahan atau tetesan kain yang tidak dikehendaki. Tahapan Pewarnaan Teknik Colet Bahan pelorodan malam Bahan untuk melorod (membersihkan malam) kain. Perbandingan remazol dan air panas yaitu 3 gr : 50/100 cc air b) Tunggu sampai larutan tersebut dingin. Tetapi sebelumnya telitilah kain yang sudah dimalam tersebut. Setelah ujung logam panas . Aduk hingga merata. Apabila sudah kering.48. c) Siapkan kain yang sudah di malam. rendam ke dalam larutan waterglass + air + caustik soda dengan perbandingan1:1. Remasol juga biasa dipakai pada lukis batik modern. apabila sudah dingin maka pewarna tersebut siap digunakan. perbandingan Remasol : Poliron : Ludigol = 1 : 1/2 : 1/2 . Bila proses pemalaman telah selesai maka tahap selanjutnya yaitu tahap pewarnaan.340 c. pengeringan jangan di bawah matahari. Pewarnaan Remasol dengan 2 warna atau lebih (Colet) Remasol adalah pewarna batik yang biasa digunakan untuk teknik colet. Teknik pewarnaan colet dengan remasol adalah sebagai berikut : a) Larutkan remasol dalam air panas kemudian tambahkan poliron dan ludigol. Air dapat dikurangi apabila menginginkan warna lebih pekat. Caranya ujung logam tersebut dipanaskan pada bara api sementara kain yang terdapat malam yang tidak dikehendakitsb dibasahi dengan air ssabun atau deterjen. d) Lalu keringkan. lalu dengan menggunakan kuas ambil pewarna tersebut dan oleskan pada bagian yang dikehendaki.

malam yang terlalu lama dipanaskan akan berubah warna menjadi hitam dan timbul serbuk hitam (pasir) di dasar wajan. Dibawah ini akan dipaparkan langkah-langkah membatik dua warna dengan teknik kombinasi antara celup dan colet pada benda pakai yaitu sebuah sapu tangan dengan motif bunga. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Hal ini dapat dilakukan berulang kali sampai malam yang akan dihapus hilang. antara lain 1.7.2. motif. Sumber : Pribadi. Penggunaan malam di wajan juga harus diperhatikan. Sapu Tangan Pengembangan media dan motif batik sesuai minat masing-masing siswa. 5.341 tempelkan pada malam yang telah dibasahi tadi. A. dan sebaliknya jangan dipakai membatik lagi karena cenderung lebih kental dan susah menempel/meresap pada kain. serta akan membuat canting sering tersumbat. Berikut ini diberikan contoh kreasi batik untuk sapu tangan agar dapat memotivasi cara mandiri para siswa melalui pembuatan batik dalam bentuk kecil.49. segera buanglah gentho tersebut dan bersihkan wajan serta gantilah dengan malam yang baru. Kondisi seperti ini disebut Gentho. Contoh Berkreasi Batik bagi Siswa SMK. Ngrengrengi . dan mudah. Untuk itu. sederhana. Pemalaman dan Pewarnaan Teknik Celup Setelah kain dipola dengan motif. silahkan merengrengi Merengrengi adalah memberi kontur motif dengan Malam/Lilin.

50 Nemboki b. Sumber : Pribadi. Ilustrasi by Indra Gambar 5. yaitu mengisi bagian motif yang telah diberi kontur. Memasukkan Turkish Red Oil (TRO) e. Siapkan 1 gelas air ke dalam nampan d. Pencelupan di larutan TRO .51. Sumber : Pribadi. Selanjutnya nemboki bidang-bidang motif. Kain yang sudah dicanting dimasukkan ke dalam larutan TRO secara merata selama kurang lebih 2 menit Sumber : Pribadi.52. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Siapkan kain yang sudah selesai dicanting dengan malam c.342 a. dan aduk hingga seluruh TRO benar-benar larut dalam air. Masukkan 1/3 sendok makan TRO ke dalam 1 gelas air tadi. Ilustrasi by Indra Gambar 5.

Kain ditiriskan g.55. Kedua bahan tersebut dilarutkan dalam 1/2 gelas air panas. masukkan Napthol ASG sebanyak 3 gr dalam Sumber : Pribadi. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Ilustrasi by Indra Gambar 5. aduk hingga merata Sumber : Pribadi. Ilustrasi by Indra Gambar 5.343 f. Napthol ASG dan Kaustik Soda h. Kemudian tiriskan Sumber : Pribadi.53. Air panas . Sementara kain ditiriskan.54. Masukkan pula Kaustik Soda sebanyak 1/2 gr i.

Pencampuran larutan ASG + Kaustik Soda ke dalam larutan TRO k. celupkan kain yang sudah ditiriskan tersebut ke dalam larutan Garam Diazo.344 j. o.56. Aduklah hingga benar-benar larut di dalam air p. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Sementara kain ditiriskan. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Kemudian tambahkan air sehingga menjadi 1 liter l.57. Sumber : Pribadi. n. Pencelupan ke larutan garam . Kemudian celupkan kain yang sudah ditiriskan tersebut ke dalam larutan napthol tadi. Tiriskan kain di garawangan sampai benar-benar atus. Setelah larutan Garam Diazo siap. Sumber : Pribadi. Lalu masukkan larutan tersebut ke dalam larutan TRO sisa pencelupan kain tadi. buatlah larutan 9 gr Garam Diazo OGC dalam larutan 1 liter. m.

pewarna tersebut siap untuk digunakan. Pada proses ini warna yang dikehendaki akan muncul. Celup kain tersebut hingga keseluruhan kain terendam aar warna merata. Pencelupan merata sampai warna muncul r. Poliron 1½ gr. Setelah dingin. B. . Ambil pewarna tersebut dengan menggunakan kuas dan oleskan pada bagian yang dikehendaki pada kain yang sudah mengalami pewarnaan pertama dengan napthol tadi. Setelah bahan siap. siapkan bahan pewarna batik untuk teknik colet. d. Pewarnaan dengan Teknik Colet a. Bahan yang perlu disiapkan yaitu : pewarna remasol. Kemudian tiriskan dan tunggu sampai kering.59. Ilustrasi by Indra Gambar 5. ludigol dan poliron b.345 q. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Sumber : Pribadi. Bahan-bahan pewarna c. Remasol Water glass Poliron Ludigol Sumber : Pribadi. sediakan air panas sebanyak 1/2 gelas lalu larutkan pewarna remasol (misal : violet) sebanyak 3 gr dan ludigol 1 ½ gr. Sementara menunggu kain kering. dan selanjutnya dilakukan proses pewarnaan dengan teknik colet. aduklah hingga merata dan tunggu sampai dingin.58.

sebaiknya pencoletan dilakukan sekali lagi. maka proses pewarnaan selesai. agar mendapatkan warna yang bagus. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Kemudian diamkan selama 6 jam atau lebih. untuk pewarnaan colet kedua yaitu dengan pewarna Remasol warna Orange. kemudian kain dikeringkan tetapi jangan dijemur di bawah matahari. larutkan kembali pewarna remasol dalam 1/2 gelas air panas. Kemudian tambahkan Ludigol sebanyak 1 ½ gr dan Poliron 1 ½ gr. Karena warna hasil coletan akan turun intensitasnya (drop) 50% di hasil akhirnya. j. Setelah pewarnaan dengan mencolet selesai. . Pewarnaan kain dengan kuas e. Setelah pewarnaan selesai. Setelah semua bahan pewarna tercampur. kemudian dilorod. Apabila sudah kering. Oleskan dengan menggunakan kuas pada bagian yang diinginkan. Setelah dingin bahan pewarna siap untuk digunakan. Gunakan kuas untuk mengoleskan waterglass.60. tunggu sampai kering. tetapi celup di dalam ruangan. Sebagai contoh. kemudian aduk hingga merata. Apabila menginginkan pewarnaan lebih dari satu warna. Apabila cukup dengan satu warna colet. f. i. g. maka buatlah kembali larutan pewarna colet. siapkan Waterglass sebagai bahan untuk pengunci warna.346 Sumber : Indonesia Indah. kain tersebut didiamkan selama 6 jam atau lebih. tunggu sampai dingin. h. Ulangilah pencoletan dua atau tiga kali agar setelah dilorod dan dicuci tidak banyak turun kualitasnya.

sedang panjangnya disesuaikan dengan yang dibutuhkan. Media dan peralatan yang digunakan adalah kertas gambar. Tahapan-tahapan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan pembuatan rancangan gambar adalah sebagai berikut : 1) Pembuatan sketsa dan gambar pola Sketsa dibuat dalam beberapa alternatif. MEMBUAT TAPLAK MEJA DENGAN TEKNIK BATIK TULIS Kain yang digunakan untuk membuat taplak meja biasanya berukuran 120 cm. Pelorodan 2.61. kertas kalkir. 3) Membuat alternatif warna . kemudian dipilih sketsa yang terbaik untuk dijadikan gambar pola. dan mistar. Sumber : Pribadi. kuas. Didihkan air panas dan masukkan Soda Abu. tahap berikutnya adalah membuat gambar jadi. pensil.347 C. 2) Membuat gambar jadi Setelah sketsa terbentuk. pensil. Ilustrasi by Indra Gambar 5. karet penghapus. Apabila kain sudah kelihatan bersih dari malam lalu cuci dengan air dan keringkan dan proses membatik dengan teknik celup dan colet sudah selesai. Pada gambar pola. Kemudian masukkan kain dan rebus hingga malam yang menempel larut dalam air. karet penghapus. Dalam rancangan gambar taplak meja berikut ini menggunakn ukuran 120 x 120 cm. dan cat poster. mistar. Media dan peralatan yang digunakan untuk membuat sketsa ini adalah kertas gambar. Dalam tahap ini gambar dibuat dalam bentuk seperti sebenarnya. Pelorodan Setelah kering lalu kain yang sudah di beri warna tersebut siap dilorod. garis-garisnya dipertegas dengan rapido atau spidol.

Cara menuliskannya mengikuti gambar motif yang telah dibuat. i. sebenarnya merupakan kelanjutan dari proses sebelumnya yaitu proses desain. dibuat juga alternatifalternatif pemberian warnanya. dan ketiga pencelupan pada air pembilas. Untuk menghasilkan warna yang memuaskan. h. dan meja kaca. pensil 4B / 5B. Proses melunturkannya kain. yaitu pertama pencelupan pada larutan naptol. Warna hitam yang ada pada gambar adalah bagian-bagian gambar yang telah diberi larutan rapid. Tahap pembuatan gambar motif Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah kain katun. f. dilakukan dengan cara memasukkan kain ke dalam bak yang berisi air panas yang telah dicampur soda abu (Soda ASH) dan soda api (costik soda). Bila kain yang hendak digambari banyak lilin / kotor maka kain harus dicuci terlebih dahulu dengan sabun. kedua pencelupan pada larutan garam warna. dilakukan dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas. Fungsi warna ini hanya sebagai variasi agar batik lebih menarik. diangkat dengan menggunakan jepitan hingga malamnya lepas dan selanjutnya dibilas dengan air bersih. Tahap melunturkan malam atau lilin Untuk melunturkan atau melorotkan malam pada kain batik yang telah selesai pada proses pencelupan. dilakukan tiga langkah. artinya dalam satu motif rancangan gambar dapat dibuat dalam beberapa pilihan warna. Proses pencelupan.348 Agar motif batik yang dihasilkan lebih bervariasi. dimasukan ke dalam bak. Tahap pemberian warna Tahap-tahap pemberian warna pada batik tulis adalah : Pemberian warna rapid. g. Untuk pemberian malam pada bidang yang luas digunakan kuas. Tahap pemberian malam Proses pemberian malam dilakukan dengan cara menuliskan cairan malam ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat canting. Hal ini dimaksud agar dalam proses pencelupan nanti warna mudah menyerap. pola gambar atau mall. Membuat benda seni atau karya seni rupa terapan. . diperas. proses pencelupan dilakukan berulang-ulang. Namun mengingat keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah tidak semua karya-karya desain dapat dipraktikan di sekolah. dilakukan dengan cara memberikan warna rapid ke bagian-bagian gambar yang diinginkan. dan dijemur di tempat yang teduh.

dan ikatan yang berbeda-beda. Wujud keindahan dari kain celup ikat pada dasarnya tidak berasal dari jumlah ikatan yang dibuat. Setelah pencelupan selesai. Kain yang tipis dapat diikat dengan simpul-simpul kecil. lompatan. Masing-masing menggunakan teknik ikat yang berbeda. jerat atau simpul. memudahkan proses pengikatan dan pencelupan. tetapi lebih pada paduan jenis-jenis corak hasil ikatan dengan warna yang digunakan serta keselarasannya secara keseluruhan dalam sehelai kain. karena simpul akan menjadi terlalu besar dan sulit untuk dikencangkan rapat-rapat. Setiap daerah mempunyai nama teknik dan corak yang berbeda. sehingga ragam hias yang terbentuk juga lebih padat dan banyak. Seni Kriya Ikat Celup (Tie Dye) Tie Dye atau ikat celup pada dasarnya mempunyai pengertian yang sama yaitu menghias kain dengan cara diikat atau dalam bahasa Jawa dijumput sedikit. seperti dari bahan rayon atau kain sintetis lainnya.8. dengan tali atau karet. Makin tebal kain yang digunakan. Secara umum corak celup ikat dapat dibagi dalam 5 jenis. yaitu kain katun dan sutera. Banyak macam corak yang dapat dihasilkan dari teknik dari cara melipat. di Jawa sebagai tritik atau jumputan. dijelujur. jelujur. Celup ikat mengenal beberapa variasi ikatan dan akan terus berkembang sesuai dengan kreativitas para pembuatnya. penggunaan kain-kain dari serat yang berbeda dapat memberikan hasil yang berbeda pula. dan bungkusan. Ada berbagai jenis kain yang baik dan banyak digunakan dalam teknik celup ikat. Kedua jenis kain ini dengan kemampuan daya serapnya. Oleh karenanya kain-kain yang tebal biasanya menampilkan corak yang besar pula. kain digantung atau ditiskan sebentar agar tetesan cairan pewarna habis. dilipat. yaitu ragam hias penuh. Warna dari corak-corak ini memiliki gradasi warna sesuai dengan rembesan cairan pewarna saat pencelupan. lalu dicelup dengan pewarna batik. proses celup ikat agak sulit dilakukan karena sifat kain yang terlalu licin. di Banjarmasin sebagai sasarengan. sampai kedap air.349 5. Kemudian ikatan dibuka dan kain dibentang. makan sedikit pula jumlah ikatan yang bisa dibuat. Di Palembang dikenal sebagai pelangi dan cinde. lubang. Banyaknya celupan dan lamanya setiap perendaman tergantung pada hasil warna yang diinginkan. . Di Jawa dan Bali teknik celup ikat ini sering dipadukan dengan teknik batik Dalam celup ikat. maka akan terlihat corak-corak yang terbentuk akibat ikatan yang merintanginya dari pewarnaan. Sementara beberapa jenis kain lainnya. atau keras atau kurang memiliki daya serap. Akibatnya zat pewarna dapat dengan mudah merembes masuk dan menghilangkan corak yang ingin ditampilkan.

Siapkan kain dan kelerang serta karet gelang.1. Sumber : Pribadi. c. CONTOH KREASI TEKNIK CELUP IKAT 1. bolak-balik selama 3 menit lalu tiriskan. Pencelupan ke larutan garam . lalu tiriskan.8. Sumber : Indonesia Indah. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Teknik Ikat Celup Satu Warna Langkah-langkah pembuatan Teknik Celup Ikat satu warna.62 Kain diikat karet berisi kelerang b. sebagai berikut : a. Untuk mewarnai langkah pertama yang dilakukan yaitu celupkan kain tersebut pada larutan TRO. d.63. Setelah kain tersebut atus lalu celupkan dalam larutan Garam Diazo dan warna akan segera muncul ketika dicelupkan di larutan Garam Diazo. Kemudian kelerang diikatkan pada kain dengan menggunakan karet gelang.350 5. proses pewarnaan sama dengan teknik batik dengan menggunakan malam. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Setelah keseluruhan kain diikat maka kain telah siap untuk diwarnai. teknik ikat/jumputan dengan media kelerang dan karet gelang. Kemudian larutkan dalam larutan Napthol dan bolak-balik selama beberapa menit.

.Pencelupan secara merata f. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5. Pembukaan ikatan dan jelujur ini dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak kain. Ikatlah kain dengan cara dijumput/ambil sedikit bagian kain tersebut lalu diikat dengan menggunakan tali rafia. 2. dilakukan pembukaan ikatan dan jelujur. teknik ikat/jumputan dengan media tali raffia dan malam/plastik. Selanjutnya cuci dengan air sampai bersih. Sumber : Indonesia Indah. Kain yang telah kering. Lakukan pencelupan bolak-balik agar warna merata di bagian kain. Ilustrasi by Indra Gambar 5. Setelah kering lepaskan ikatan karet gelang tersebut dan ambillah kelerangnya. Setelah warna merata tiriskan sampai kering g. sebagai berikut : a. bagian yang terikat akan tetap berwarna putih atau warna kain sebelumnya.64. Sumber : Pribadi.351 e. Hasilnya akan segera terlihat. dan keringkan dengan dijemur di tempat teduh.65. Teknik Ikat Celup Dua Warna Langkah-langkah pembuatan teknik ikat celup dua warna.

Ilustrasi by Indra Gambar 5. Sumber : Indonesia Indah. Setelah itu masukkan ke dalam larutan Garam Diazo. h. Sumber : Pribadi. Kemudian tunggu sampai malam kering d. Setelah dicelupkan ke dalam pewarna dan mendapatkan warna yang sesuai. Tahap ini diakhiri dengan pencucian dan penirisan sampai kering. tali dilepas. e. Kemudian celup ujung kain yang diikat ke dalam pewarna napthol. i. lalu rendam dan bolak-balik kain tersebut selama beberapa menit. atuskanlah kain dan tunggu sampai kering. Pencelupan sebagian kain ke malam / lilin c. Tunggu sampai kering. g. atau ditutup dengan plastik.66. Kain-kain Non Tenun Indonesia Gambar 5.67.352 b. Bolak-baliklah selama 3 menit lalu tiriska f. Untuk warna kedua. Setelah kering. Hasil akhir . setelah kering lalu celup ujung kain yang telah diwarna tersebut ke dalam malam. selanjutnya dilorod sampai malam benarbenar bersih. Setelah kain atus. missal warna ungu. Celupkan terlebih dahulu kain tersebut pada larutan TRO. missal warna kuning. lalu tiriskan di gawangan. missal : Violet B. celupkan kain tersebut ke dalam larutan Napthol bolakbalik selama beberapa menit.

Pilihlah salah satu tema berikut ini. Sebutkan apa yang dimaksud dengan warna primer dan warna sekunder! 5. Buatlah komposisi beberapa bidang sesuai prinsip-prinsip seni rupa. furniture. Kita kerap menggunakan karya desain dalam aktivitas sehari-hari. . cutter. Bagaimana penerapan unsur irama dalam dunia seni rupa? 9. Tulislah dalam setengah halaman folio. pewarna kue. cukillah sesuai klise menonjol yang diinginkan . Kita mengenal wujud simetri dalam rupa dasar. Tugas 1. Buatlah kliping (kumpulan artikel ataupun gambar) yang berhubungan dengan budaya rupa. Warna harus berdasarkan hasil campuran warna antar masing-masing jenis warna yang berbeda! ( misal : warna primer dengan warna sekunder ) 2. 2. b) potonglah ubi jalar/kentang/wortel. atau komputer.Tulisan tentang seni rupa di koran atau majalah. Betapa indahnya jika mendengar irama sebuah lagu yang dinamis. serbet. Dalam berkarya rupa. Buatlah cetak tinggi sederhana dengan ketentuan sebagai berikut : a) siapkanlah kertas gambar A2.353 TES FORMATIF A. barang. alas kerja. Jawablah soal di bawah ini secara singkat dan jelas ! 1. Apa beda antara seni rupa murni dan desain? Uraikanlah 3. c) Cetaklah sesuai komposisi yang harmonis . Jelaskan aspek-aspek penilaian dalam apresiasi karya seni rupa? B. LATIHAN 1. Berilah warna berbeda pada setiap bidang. Berilah contoh dengan gambar! 8.Kegiatan pameran seorang pelukis atau pematung. . Apa yang kalian ketahui tentang apresiasi seni rupa? 10. Coba jelaskan! 7. Sebutkanlah cabang-cabang seni rupa yang kalian ketahui dan berilah contoh-contohnya. 2.Pameran buku. . pakaian. Coba uraikan apa saja karya desain yang kalian miliki? 4.Kumpulan foto bangunan di kotamu. Coba kalian kemukakan pendapat kalian sendiri tentang manfaat seni rupa dan desain modern bagi kehidupan manusia di tanah air. Jelaskan apa itu titik dan garis serta ada berapa garis yang kita kenal? 6. Jelaskan ruanglingkup kriya sebagai prospek kewirausahaan! Buatlah berupa makalah! 3. . seorang siswa harus memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar rupa. C.

sisakan tepi keliling untuk lipatan akhir . d) finishing dengan melorot pada air panas. Buatlah saputangan dengan teknik batik. . Buatlah patung dari bubur kertas dengan rangka kawat ! 4. c) celuplah dalam pewarna batik atau wantex. Ketentuan sebagai berikut : a) gambarlah desain pada kain ukuran 30 x 30 cm. b) Tutuplah bidang kontur dengan lilin seperti proses membatik tanpa canting .354 3.

Wirausaha Bab 6 .

Usaha Kecil Penyelenggaraan Seni Pertunjukkan Wirausaha EO Pertunjukan Musik Penata Musik Film Proses Manajemen Produksi Teater Kewirausahaan Dalam Seni Rupa .

Kegembiraan.358 BAB VI WIRAUSAHA Wirausaha 6. 2. kesalahan atau faktor kegagalan jangan dilakukan kembali. adalah melakukan usaha ini penuh semangat. Ciri-ciri : Motivasi berprestasi tinggi Dapat dipercaya Disiplin Berpikir kreatif. peka terhadap peluang bisnis. 3. Belajar dari pengalaman. inovatif dan inisiatif Mampu memanfaatkan peluang Kemampuan mengambil keputusan Berani mengambil resiko Percaya diri Kemampuan berkomunikasi Faktor-faktor yang dibutuhkan oleh seorang wirausaha baru. menghasilkan barang dan jasa yang bermanfaat. penyebabnya dipelajari. 4. Komitmen. yaitu dapat diartikan serius untuk menjalani usaha ini. Kaitan faktor-faktor tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Sukses Awal Belajar dari pengalaman Komitmen Menjadikan perubahan berkelanjutan Integrasi Kegembiraan Sumberdaya Bagan 6. Usaha Kecil Wirausaha diartikan sama dengan pejuang / berani menjadi teladan dalam bidang usaha.1. adalah memilih orang yang ahli dalam bidangnya. Wirausaha yang baik adalah pelopor usaha yang menciptakan lapangan pekerjaan. Kaitan Faktor-faktor Karakter Seorang Wirausaha . Sumberdaya. Integrasi aktif mencari kerjasama dengan badan usaha sebagai Pembina ataupun mitra usaha.1. adalah : 1.

359 Apa yang harus diubah ? Pengembangan Staf Pengelolaan Staf Komunikasi Struktur & Sistem Perencanaan ulang i i Penilaian Kinerja Penghargaan Bagan 6. Perencanaan Seorang Wirausaha Pengelolaan Staf : proses rekruitmen penempatan pembinaan pengembangan (on the job training.2. teamwork. dan lain-lain) pemutasian promosi pemensiunan .

Target keberhasilan 3. Menjadi Wirausaha Penyelenggaraan Pertunjukan Musik Untuk itu dibutuhkan kemampuan : 1.Buatlah promosi pada Koran atau majalah. 4. Pada ciri berani mengambil resiko. Menentukan tema 2.Jaga mutu dan buatlah model-model yang menarik. Pelajari selera pasar. Memilih warna. perlu diperhatikan kualitas pewarna (jangan yang cepat luntur). . Menyusun struktur organisasi 2. Pada Bab V sudah dijelaskan tentang keterampilan membuat Ikat Tenun dan Batik. Ketika proses pewarnaan. Langkah awal memulai usaha adalah berpikir kreatif.360 Cara Memanfaatkan Peluang Pasar 1. perhatikan target pasar konsumsi untuk anak-anak atau untuk orang dewasa. 6. 2.umum . 1. setelah dikenal luas baru memikirkan keuntungan. Perbanyak referensi model. Keamanan Penyelenggaraan Seni Pertunjukan Membentuk dan menyusun Panitia serta pembuatan jadwal dengan langkah sebagai berikut : 1. . dan inovatif. Perencanaan pementasan . Saluran komunikasi 6. Struktur uraian kegiatan berdasar bidang kegiatan 4. Menyempurnakan produk pesaing 3.produksi 5. Menciptakan produk baru Pengetahuan ini dapat diaplikasikan dari hasil karyamu dari Ikat Celup dan Batik.Berani menawarkan untuk menitipkan pada Koperasi. dijadikan pakaian dengan model casual.Ambil keuntungan kecil saja. Memodifikasi / mengubah produk 2. Cobalah bahan yang telah jadi. menentukan bintang dan pendukung vokal dan tari . .2. 3. 5. .

Struktur Uraian Kegiatan Berdasarkan Bidang Kegiatan Produksi Latihan Tata Rias Tata Panggung Penunjukkan Anggota Musik Inti Latihan Gabungan Gladi Resik Bagan 6. Struktur Uraian Kegiatan Persiapan Penyelenggaraan Pertunjukan . Struktur Organisasi Persiapan Penyelenggaran Pertunjukan 2. Struktur Organisasi Pemimpin Direktur Artistik Direktur Organisasi Bagian Latihan Bagian Tata Rias dan Kostum Bagian Tata Suara dan Panggung Bagian Undangan dan Komunikasi Bagian Keuangan Bagian Keanggotaan Dokumentasi Konsumsi Bagan 6.4.361 1.3.

Tempat dan Keamanan Penentuan tempat dengan memperhatikan keamanan. jumlah penonton dan tempat duduk Distribusi undangan Keamanan dari berbagai pintu . Saluran Komunikasi (undangan) Spanduk Leaflet Radio / TV Koran Majalah Koordinasi pengisi acara memberikan TOR kepada pengisi acara tentang tema Peralatan Pembiayaan Antar jemput 4.362 3. Perencanaan Pementasan 1. a. penyediaan tempat Administrasi Pembukuan Konsumsi Perijinan 2. Produksi Penulisan tema MC/Narator Penerima undangan Latihan Tata rias b. Umum Penggalangan dana / sponsor menggunakan proposal dan perjanjian. Artistik Latihan inti/kelompok Latihan Gabungan Gladi resik Tata panggung Pembuatan desain panggung Pembuatan property panggung Pengadaan sound system Penataan panggung Tata rias Perias Kostum 3.

Penentuan tempat.Distribusi undangan .Tata rias Pendukung : .Penari .Gaya panggung .Akustik .Desain panggung . Evaluasi Laporan Karcis yang terjual Keuntungan Sponsor yang mendukung Evaluasi artistik yang diperoleh dari : .Wawancara dengan pengamat 6.Pemilihan lagu . Evaluasi Artistik Indikator Tema konsep Performance : .Kuesioner yang diberikan kepada penonton .Lighting Sound System .Pakaian .363 5.Kepraktisan Sukses Tercapai Cukup Kurang Keterangan Tempat dan Keamanan . dari sisi keamanan dan jumlah pendonton dan tempat duduk .

Hal-hal mengenai pembayaran hak cipta/royalti musik yang merupakan penggunaan hasil cipta orang lain/musik populer yang sudah ada. Hal-hal mengenai hak cipta/royalti penata musik. atau contoh scene yang telah kita berikan musik latar atau contoh soundtrack. Menentukan letak penunjuk waktu(cue) dan durasi dimana musik dapat dimasukkan dalam tiap bagian-bagian film. Menyusun jadwal kerja untuk pembuatan musik. b. 2. sutradara. 4. b. Mengadakan pertemuan antara penata musik. . Negosiasi ini meliputi : a. Pembuatan demo dari musik yang dapat kita buat. c. d. seperti : menghadiri seminar-seminar film. berteman/masuk ke dalam komunitas orang-orang/mahasiswa perfilman/drama/teater yang berhubungan dengan seni pertunjukan. cd.3. c. Mencari rekanan bisnis. dsb. Penata Musik menerima video dari pihak rumah produksi untuk diberi musik latar. dan produser film mengenai bentuk/jenis musik apa yang akan dimasukkan dalam film tersebut. Mengelompokkan bagian-bagian film(scene) a. b.364 6. Jangka waktu lama pembuatan musik (deadline) c. Sistem/cara pembayaran yang disepakati untuk pembiayaan produksi musik. 3. Tahap Negosiasi Jika kita telah mendapatkan sebuah rekanan bisnis dan sepakat untuk melakukan kegiatan bisnis maka langkah selanjutnya ialah negosiasi. b. proses pencarian ini dapat melalui peran aktif kita bergaul dengan orang-orang perfilaman. Tahap Promosi Pada tahap ini meliputi : a. mencari di website/iklan media massa rumah produksi mana yang sedang membutuhkan musik/jingle untuk film/iklan. Menginterpretasi setiap kejadian/peristiwa yang ada dalam tiap bagian untuk ditentukan tema musik/komposisi apa yang cocok untuk bagian tersebut. dalam hal ini dapat berupa kaset. Tahap awal produksi a. Penata Musik Film/Sinetron/Kartun Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan dalam memulai wirausaha sebagai penata musik film/sinetron/kartun : 1.

Dengan menggunakan MIDI Dengan menggunakan metode ini proses rekaman tidak memerlukan biaya yang terlalu banyak karena tidak membutuhkan keterlibatan banyak orang. . DJ set. Rekaman dilakukan di studio musik dan membutuhkan waktu yang relatif lama. penata musik dapat melakukan koreksi/membuat kembali musik latar tersebut. aransemen. Proses Rekaman Pada tahap ini dimulai proses perekaman musik dari tiap scene dan lagu untuk soundtrack. . 5. 6. atau mempekerjakan pemain musik untuk memainkannya.Membuat komposisi dengan mengajak orang-orang yang mengerti banyak akan musik untuk membantu dalam penulisan lagu. Keyboard. cukup menggunakan peralatan audio. Proses rekaman dapat menggunakan 2 cara : a. 7. keyboard. Dalam hal ini alat yang dapat digunakan yaitu : Perangkat DJ. Pembuatan Musik Dalam hal ini proses pembuatan musik dapat dengan menggunakan lagu yang sudah ada atau membuat lagu/komposisi baru. musik apa yang cocok untuk menggambarkan suasana/kejadian yang terjadi pada bagian ini. Apakah pada bagian ini memang membutuhkan musik? Apakah lebih baik jika tidak ada musik sama sekali? Jika pada bagian ini ada musik. b. Proses Hearing Produser dan sutradara mengadakan pertemuan dengan penata musik untuk mendengarkan bersama-sama musik yang sudah jadi. dan Komputer. Dalam proses ini apabila belum terdapat kesepakatan dalam musik yang telah dihasilkan.Dengan menggunakan teknik looping yang dipadu dengan sound effect dan beberapa isian melodi lagu dengan menggunakan keyboard. Software. Proses rekaman manual Dalam metode ini rekaman dilakukan dengan melibatkan beberapa pemain musik yang handal di bidangnya masingmasing.Membuat komposisi dengan menulis pada partitur yang kemudian dapat dimainkan baik menggunakan software musik. .365 Contoh dalam menginterpretasi tiap bagian : Menginterpretasi setiap tingkah laku aktor/kejadian yang ada ke dalam bentuk musik. keyboard. dan orkestrasi. dan software. komputer. Contoh dalam membuat komposisi baru : .

Rencana latihan . dalam tahap inilah ditentukan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai dalam waktu tertentu dan cara yang akan ditempuh untuk mencapainya. kegiatannya meliputi : . 6. tidak ada pemborosan atau penyimpangan.Hak Cipta . baik itu sumber daya manusia. Hal-hal lain yang berhubungan dengan negosiasi bisnis apabila musik telah selesai dibuat. Efisien berarti menggunakan sumberdaya secara rasional dan hemat. Efektif artinya dapat menghasilkan karya seni yang berkualitas sesuai dengan keinginan seniman atau penontonnya.pengorganisasian. Manajemen adalah cara memanfaat semua sumber daya. maupun sumber daya lainya seperti peralatan.Mencari dan menentukan rencana tempat pertunjukan . pengarahan dan pengendalian dengan memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan Perencanaan Perencanaan adalah merupakan tahapan pertama yang harus dilakukan oleh suatu organisasi .Proses Mastering Video dan Audio .Menulis atau memilih naskah yang cocok untuk di pentaskan .4. Proses Manajemen Produksi Teater Manajemen yang di jalankan dengan baik akan membantu organisasi teater untuk dapat mencapaai tujuan dengan efektif dan efesien.Dan lain-lain .Mencari biaya pementasan .Dsb. Misalnya sasaran dalam satu semester melakukan satu kali pementasan .Rencana promosi dan publikasi . seperti: .Proses pelunasan pembayaran biaya produksi musik . barang dan biaya untuk menghasilkan pementasan atau karya seni pertunjukan teater melalui suatu proses perencanaan .366 8.

perencanaan dapat digunakan sebagai pedoman dalam hal pengelolaan SDM dan Biaya. Proses pengorganisasian dilakukan dengan urutan: Merinci pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran organisasi Mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan Pembagian tugas sesuai dengan minat. Memusatkan perhatian semua pendukung acara pertunjukan pada sasaran. Mengurangi resiko ketidakpastian terutama berkaitan dengan penjadwalan waktu Proses dan pelaksanaan. 3.367 Dengan adanya perencanaan yang matang maka akan didapat manfaat : 1.bakat dan kemampuan Menyusun mekanisme untuk mengkoordinasi pekerjaan agar semua anggota konsisten dengan sasaran organisasi serta mengurangi masalah-masalah yang timbul . Hal dapat tergambar dengan adanya struktur organisasi. Hadirnya struktur organisasi bukan hanya diatas kertas atau tertera dalam bagan akan tetapi dilengkapi dengan uraian tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan kedudukannya dalam oraganisasi dan mekanisme kerja antar bagian organisasi. 2. Proses Perencanaan dilakukan melalui : Menentukan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan Mengurutkan langkah – langkah kegiatan Penjadwalan / menyusun time scedulle Integrasi atau terpadu dalam satu proses bersama - Pengorganisasian Kegiatan Pengorganisasian berfungsi supaya sumber daya yang dimiliki dapat diberdayakan dengan optimal sesuai dengan kemampuan dan keahliannya. Menjadi pijakan bagi langkah – langkah manajemen selanjutnya.

Struktur Organisasi Grup Teater Pengarahan Anggota Proses pengarahan ini dilakukan oleh pimpinan organisasi yang bertujuan supaya seluruh anggota organisasi melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan harapan Organisasi.Peninjauan terhadap hasil .Bagaimana memberikan instruksi atau mengkomunikasikan harapan organisasi .Memimpin dan memotivasi seluruh anggota agar melaksanakan tugasnya dengan baik. .368 CONTOH STRUKTUR ORGANISASI GRUP TEATER PIMPINAN DIREKTUR ARTISTIK/ SUTRADARA DIREKTUR ADMINISTRASI DAN UMUM BAGIAN NASKAH DAN PERPUSTA KAAN BAGIAN LATIHAN BAGIA N TATA RIAS DAN KOSTU M BAGIAN TATA SUARA DAN PANGGUNG BAGIAN MARKETIN G DAN TIKETING BAGIAN KEUANGA N BAGIAN UMUM DAN KEANGGOT AAN Bagan 5. Aspek-aspek pengendalian : .Mengembangkan kemampuan : Melatih dan membimbing Pengendalian Kegiatan Proses Pengendalian ini dilakukan untuk menjamin dan mematikan tercapainya sasaran yang telah ditetapkan dalam perencaan.Tindakan korektif agar sasaran dapat tercapai . Proses ini meliputi : .Upaya pencegahan .

yaitu peluang dan kemampuan menanggapi peluang. penciptaan produknya berorientasi pada nilai guna/fungsional. a. c. dan didukung oleh proses perancangan/desain yang matang. Kriya tradisi ini tumbuh subur di lingkungan pendesaan yang diproduksi sebagai usaha rumah tangga ( home industry ). tidak tercapai atau melampaui. melibatkan penguasaan teknologi yang lebih maju.5 KEWIRAUSAHAAN DALAM SENI RUPA Kewirausahaan selalu melibatkan dua unsur pokok.Mengambil tindakan misalnya tingkat pencapai dibawah standar maka harus secepatnya dilakukan tindakan-tindakan agar persoalan tidak menjadi lebih besar dan hasil yang dicapai sangat minim. apakah tercapai. Usaha ini biasanya dikerjakan secara manual dengan teknik sederhana. Kriya Seni adalah penciptaan karya kriya yang mengandung kompleksitas nilai dan berorientasi pada kualitas penghayatan terhadap cita rasa estetik dan symbol-simbol ekspresi yang bersifat personal. yaitu : Kriya Tradisi. menarik. misalnya standar publikasi adalah adanya poster atau baliho.Membandingkan hasil yang di capai dengan dengan standar . Kriya Industri pada dasarnya sama dengan kriya tradisi. misalnya pementasan sebelumnya . dan kualitas artistic/nilai hias yang dominant dan lebih menonjolkan segi kepandaian kriya ( craftsmanship ) daripada segi ekspresi. Kriya dapat diklasifikasikan dalam tiga kategori. serta sangat memperhatikan pasar komersial. .Mengukur hasil / prestasi dengan yang pernah dilakukan. . - 6. Kriya Tradisi adalah penciptaan produk kriya yang berotientasi pada nilai fungsional. dan Kriya Seni.369 Langlah-langkah dasar pengendalian : Menetapkan standar atau ukuran pencapaian keberhasilan dan cara mengukurnya. dekoratif. Menurut Asmudjo ( 1999 ). berkualitas artistic. b. jumlahnya cukup untuk menjangkau penonton yang berada di sekitar sekolah yang baik. Kriya Industri. . namun telah diproduksi secara massal. unik dan tepat sasaran.

dan pengelolaan pameran. dan sebagainya ) g. publikasi. antara lain : a. Dalam hal ini perkembangan pendapatan negara pada sector non-migas memiliki prospek yang cerah. tetapi lebih untuk memberi wacana tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut. Evaluasi keberhasilan penyelenggaraan pameran. antara lain seberapa banyak karya yang terjual. dan citra penyelenggaraan secara keseluruhan melalui kesan dan pesan pengunjung. siapa tokoh yang membuka acara pameran. pesewaan karya. baik yang apresiatif maupun komersial. Kewirausahaan pada bidang seni kriya dapat berkembang melalui keterlibatan kriyawan atau pengrajin dalam berbagai kegiatan berwirausaha. b. Seleksi karya oleh curator dan juri Mengundang seniman yang mempunyai karya bernilai jual tinggi. Sebagai konsultan dalam pengembangan rancangan seni kriya dan desain. c. i. merancang anggaran. f. Sebagai tenaga pendidik seni rupa baik di jenjang formal maupun Informal ( sanggar. perlu memperhatikan hal-hal antara lain: Kuratorial : mempersiapkan materi pameran seni rupa sesuai tujuan pameran yaitu apresiatif da komersial. karang taruna. Upaya mengangkat kembali produk kriya Indonesia melalui pendekatan ini merupakan strategi yang tepat untuk dapat bersaing secara kompetitif di dunia internasional. dan system transaksi penjualan karya.370 Berdasarkan ketiga kategori tersebut. Mengelola pameran karya seni rupa. Sebagai perupa atau seniman professional h. Sebagai kritikus seni rupa yang memiliki tanggung jawab besar dalam membuka wacana dan apresiasi kepada masyarakat. majalah. stasiun TV. Mengelola studio kriya seni maupun kriya industri serta seni murni d. Bekerja dalam suatu industri besar produk kriya sebagai desainer atau pengrajin kriya. Mengelola art shop atau galeri yang memasarkan produk-produk kriya berkualitas dari para pengrajin dan karya seni murni e. . Dalam hal ini terlihatlah beberapa peluang kewirausahaan dalam bidang seni rupa. Sebagai desainer grafis di percetakan. dapat terlihat bahwa kriya memiliki potensi yang luar biasa di bidang kewirausahaan. promosi produk seni rupa. tempat penyelenggaran. dan sebagainya. Evaluasi bukan untuk menghakimi.

Publikasi 5. Mengundang seniman yang mempunyai karya nilai jual tinggi 2. Menyeleksi karya dengan melibatkan juri 3.Berapa karya lukis yang disewa oleh bank atau hotel-hotel dikarenakan penyewaan lukisan karya ternama adalah pencitraan bagi bank/hotel tersebut untuk mendapatkan kredibilitas. .6 Wirausaha Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa Tugas kuratorial : mempersiapkan materi pameran sesuai tujuan pameran Tujuan pameran : Apresiatif Penggalangan dana Komersial Contoh pameran lukisan untuk komersial Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1.371 6.Seberapa banyak karya yang terjual . Menentukan tempat penyelenggaraan Evaluasi : . Siapa yang mebuka pameran 6. Persiapan anggaran 4.

Glosari & Daftar Pustaka 3 .

karya rancangan. color Colour image : skema warna Complementer : 2 warna yang berlawanan dalam lingkaran warna Composition : komposisi unsur rupa Contrast : tingkat kecerlangan. Babak : bagian besar dari suatu drama atau lakon (terdiri atas beberapa adegan). kepandaian dan keterampilan calon pemain. penggambaran. Craft : kerajinan. susunan rupa. Casting motional Temperament : pemilihan pemain berdasarkan kondisi emosi dan perasaan calon pemain. Aliran : ciri ekspresi personal yang khas dari seniman dalam menyajikan karyanya – isi karya (makna). Casting by type : pemilihan pemain atas kesesuaian tokoh dengan calon pemain baik fisik maupun tingkah lakunya. Caarakan : cara-cara petikan kacapi. nilai-nilai keindahan. identitas budaya Design : rancangan. seni kriya. kagunan. karya seni yang indah. Basics visual : dasar-dasar rupa. Balance : keseimbangan unsur rupa. Anti Tips Casting : pemilihan pemain berlawanan dengan sifat asli pemain. gagas rancangan. keterampilan. rupa dasar. . Design principles : asas-asas desain. Atmos : suasana perasaan yang bersifat imajinatif dalam naskah drama yang diciptakan pengarangnya. pemecahan rupa. Close value : value yang berdekatan/bersamaan dan kelihatan lembut dan terang. lawan tokoh protagonist. konsep rupa. Antagonis : tokoh pertentangan. tata rupa. dunia kreatif Cultural identity : jatidiri budaya. Creativity : bersifat kreatif. sesuatu yang indah. Blocking : teknik pengaturan langkah-langkah para pemain di panggung dalam membawakan sebuah cerita drama. Alur : rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan seksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan cerita kearah klimaks dan penyelesaian. Art Seni : kepandaian. Colour : warna. cerlang. Basics design : dasar-dasar desain.373 Glosari Aesteties : bersifat indah. Casting : cara pemilihan pemain untuk memerankan suatu tokoh. nirmana. Atau suasana berkarakter yang tercipta dalam pergelaran drama. anggitan. bahas rupa. Casting by ability : pemilihan pemain berdasarkan kecerdasan.

Konvensional : aliran atau gaya penampilan yang biasa-biasa saja sesuai dengan kebiasaan yang berlaku. Laku Dramatik : penggayaan kegiatan atau prilaku sehari-hari sehingga menampilkan sesuatu yang lebih bermakna. orkestra/bunyi-bunyian yang dimainkan orang lain). Gaya : ciri bentuk luar yang melekat pada wujud karya seni. petikan jari. pertentangan. Ostinato : pengulangan pola musik yang sama pada suara bas (iringan). Line : garis Low value : nilai yang berada dibawahnya. Konflik : berselisih.374 : susunan nada yang mempunyai jarak 1 dan ½ : latihan-latihan pencarian untuk kebutuhan karya seni. hentakan kaki. Panggung Proscenium Diatonis Ekplorasi Eksposisi : panggung di gedung pertunjukan yang hanya dapat dinikmati dari satu arah pandang yaitu dari depan. disain produk. Lancaran : bentuk lagu yang menentukan letak dan pola tabuhan semua instrumen dalam gamelan Jawa. Konsentrasi : pemusatan pikiran. dsb). Industrial design : disain produk industri. atau suka cita. Expression : mimik. tabiat. Gestikuised : bagian aktor memanfaatkan gerak/isyarat tangan untuk menegaskan apa yang dibicarakan. teriakan. . Empati : keterlibatan kedalam bentuk atau larut dalam perasaan tokoh. Karakter : sifat-sifat kejiwaan ahlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Ekspresionisme : aliran seni yang menampilkan kondisi kedalaman hati/ perasaan. Musik Internal : musik yang berasal dari tubuh penari itu sendiri (seperti tepuk tangan. Komedi : lakon gembira. disain industri. Improvisasi gerak : imajinasi spontanitas gerak. ketegangan dalam cerita atau lakon (dua kekuatan atau dua tokoh). : bagian awal sebuah lakon atau karya sastra yang berisi keterangan tentang tokoh dan latar pemaparanpengenalan. Intensity chroma : kualitas cerah atau suramnya warna. Musik Eksternal : musik pengiring tari yang berasal dari luar penari (seperti seperangkat gamelan. watak. emosi wajah. Genre kesenian : jenis / bentuk / fungsi seni sebuah pertunjukan dilakukan.

kondisi permukaan suatu benda atau bahan. : titik fokus. idealisasi rupa. kesatuan rupa. membawakan peran. : perubahan variasi ritme irama dan dinamik sebagai ungkapan ekspresi pemain (dimainkan sekehendak pemain) : kegiatan sadar manusia dengan perantaraan/medium tertentu untuk menyampaikan perasaan kepada orang lain. bobot. : penggolongan instrumen berdasarkan bentuk dan fungsi dalam komposisinya. : Adalah susunan garis-garis besar lakon drama yagn akan diperagakan para pemain. gerak bekerja. nilai.375 Pentatonis Pesta Rakyat Point of view Proportion Ricikan Rubato Seni Skenario Shade Shape Stilasi Tarawangsa Tari teatrikal Texture Three dimensional design : Tint : Traditional art : Two dimensional design : Unity : Velue : Visual art : Visual culture : Visual principles : Vituosned : : susunan nada yang mempunyai 5 nada. dunia kesenirupaan. seni rupa budaya rupa. . : barik. nirmana dua dimensi. datar. : value warna yang lebih gelap dari warna normal. bentuk dua dimensi. : bangun atau bentuk plastis (form) : menyederhanakan gerak dengan meniru gerak alami (seperti gerak bermain. Slendro terdengan seperti nada re-mi-so-la-do-re. dan lain-lain). bentuk tiga dimensi. prinsip-prinsip rupa. kepatutan bentuk. : kegiatan-kegiatan adat budaya selalu dikaitkan dengan kejadian penting misalnya : kelahiran. value warna yang lebih terang dari warna normal. : proporsi. nirmana tiga dimensi. perkawinan dan kematian dalam suatu masyarakat tertentu dengan bentuk-bentuk kegiatan seni. susunan nada yang berlaras : Pelog terdengar seperti nada do-mi-fa-sol-si-do. : tari yang dikemas untuk pertunjukan yang memiliki nilai artisitik yang tinggi. kemahiran luar biasa dalam menguasai teknik memainkan. : istilah satu set perangkat gamelan sunda. Seni tradisi.

Jakarta : PT. Yogyakarta. Bandem. London : A&B Black. 2002. Dance composition (ed 3). Jakarta : CV. Menjadi aktor. ___________. Selecting and Development Media for instruction. Maman. Balitbang Kerajinan dan Batik. 1976. Jakarta: Fakulas Pendidikan Bahasa dan Seni Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banoe. Bandung : STB. Yudhoyono. Peranan Kacapi dalam tari Sunda. Bandung : STB. 1983. Biranul. 2000. Teater untuk dilakoni. Katalog batik Indonesia. “Indonesia Indah. Sem. Aplikasi Estetika Dalam Seni Rupa. 1993 . Baru. Gamelan Jawa asal mula makna dan masa depannya. 2002.C. Balitbang Kerajinan dan Batik. Ronald. Bandung: Sekolah Tinggi Seni Indonesia. 1984. Balitbang Kerajinan Yogyakarta. Bandung : ITB. 1991. Anderson. ___________. Kain-kain Non Tenun Indonesia”. Serat Kanda Karawitan Jawa. 2000. 1984. Palgunadi. Pono. 1997. Teknologi warna batik. Bambang. The art of dance in education. Pengantar Pengetahuan Alat Musik.376 Daftar Pustaka Abdurahman. Bandung : STSI. 1996. Anim. London : A&B Black. Yogyakarta. Autard-Jaqualine Smith. Bangun. Ensiklopedi gambelan Bali Denpasar : Proyek Penggalian Seni Tradisional dan Kesenian Baru Pemerintah Daerah Tingkat I Bali. 1995. Anas. Bram. . dan Batik. Suyatna. Karya Unipress. Menjadi sutradara. Wiscosin : American Society for Training and Development. I Made. Pengetahuan teknologi batik. 1994. 1996. ___________. Jakarta : Yayasan Harapan Kita – BP3 Taman Mini Indonesia Indah. 1991. Mengenal seni Karawitan Jawa.

Ki Hadjar. Jakarta : Yayasan Harapan Kita. Harmoko. 1991. Yogyakarta. Diktat Kuliah Teori Musik Jurusan Musik UNJ. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa. Purdi. Dewantara. Devi Triana. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa. Bentara Seni Suara Indonesia. Dieter Mack. 1990. 2001. Dramaturgi. Fraser. New York: Charles F. Pendidikan Edisi I Cetakan ke 2. 1986. 1983. Grasindo. Dwi Kusumawardani.Sumandiyohadi. Jakarta: Edi Sedyawati. 2001. Proyek Pengembangan Kesenian Jakarta. Dian. Doris. Aspek-aspek dasar komposisi kelompok Yogyakarta : Manthili. 2001. ISI Yogyakarta. Jakarta : JB Wolters. Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusantara. Dewantara. Harimawan. 1993. Remaja Rosda Karya. Publisher. Seni Menata Tari. Alma M. 2005. I Jzerdraat. Menjadi entrepreneur sukses. dkk. Jakarta : PT. Kebudayaan II A. Humprey. 1996. Mencipta Lewat Y. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta. Terjemahan Herdiati. Dinny. Jakarta : Dewan Kesenian Jakarta. Bernard dan Suhendro Sosrowarno. Discovering and Developing Creativity. dkk. Bandung : CV. 1964. 1954. Pengetahuan Elemener Tari dan Beberapa Masalah Tari. Ki Hadjar. The Art of Making Dances. Woodford and Barbara Pollack. Terjemahan Sal Murgiyanto. Universitas Terbuka. Sejarah Musik 2. 1993. Hawkins. 1977. Jakarta : Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni. Yogyakarta. Lynch Diane. Hadi Sumandiyo. 1995. Humphrey. Metode Pengembangan Seni. Jakarta: Direktorat Kesenian. Doris. 1967. Tari. Pendidikan seni tari di Sekolah Menengah Umum. .377 Chandra. Tari tradisional Indonesia. Americans : A Dance Horizons Book Princeton Book Company.

Art documentation center. Ilmu Seni Raras. Denpasar. Jacob Sumarjo. Kraus. New Jersey : Prentice Hall. Inc. DEKRANAS. Semarang : IKIP Semarang Press. Zussane. New York : Mc Graw Hill. Perubahan seni pertunjukan untuk apa. Malang: Sasa Media. 2002. 1994. 2004. 1982. 2000. Rudolf. London : MacDonald and Evans. 1988. 1975. La Meri. The book of batik. 2007. Jakarta: Gramedia. Lata Mahosadhi. Richard. 2001. Bandung : IBT Bandung. Jakarta : Pradya Paramita. Kamin. Fiona. Machjar Angga. Jazuli. Roger. Singapore : Archipelago Press. Sekolah Tinggi Seni Indonesia. Yogyakarta : Jurnal Penelitian ISI Yogyakarta Vol. Langer. 1997. Problematika seni. Jamal Mld.378 I Wayan. 1969. Dance composition : The basic elements. Depdikbud. M. 1965. Bandung. Kerlogue. Koentjaraningrat. Massachusetta : Jacob’s Pillow Dance Festival. 2004. ISI Bandung. Tari pasambahan dan galombang di pesisir selatan. Englewood Cliffs. Laban. Inc. History of the dance in art an education. Terjemahan FX Widaryanto. Telaah teoretis seni tari. 1974. Kebudayaan Mentalitet dan Pembangunan. Jakarta : Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Dirjen Dikti. 1988. Koesoemadinata R. Jamalus. Dibia Pragina. Kusmayati. 1969. Fourth edition. Filsafat Seni. An appreciation music. Pengajaran musik melalui pengalaman musik. untuk siapa. Modern education dance. . Kriya Indonesia Craft. Padang Panjang : ASKI Padang Panjang. 3.

2003. Mustika. Topeng Malang Pertunjukan Drama Tari di Daerah Kabupaten Malang. Peta Seni Budaya Betawi. Sejarah Musik 1. 1998. Ruchiat. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Akademi Jakarta. Proses Batik. Singgih Wibisono. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Propinsi DKI Jakarta Rumadi. Departemen Pendidikan Nasional. Cetakan Kedua. 1975. Seminar Pendidikan Apresiasi Seni Universitas Negeri Jakarta. Jakarta : Proyek Sarana Budaya Departemen Pendidikan Nasional. 1983. Bandung : IKIP Bandung.wordpress. Rachmat. Utami. 2007. 2002. PPM Jakarta. 1998. A. Perbandingan jenis-jenis angklung di Jawa Barat. Noor Fitrihana. 2007. Lagu-lagu untuk sekolah dasar dan lanjutan. Murgiyanto. Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. 1995. Jakarta : Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. . Pestetika Tari Warok dalam Perkembangan Budaya Warok di Ponorogo. Enterpreneurship from minset to strategy. Ikhtisar Kesenian Betawi. 1979/80. Jakarta. Petunjuk bagi para guru dan orang tua. __________. Muhadjir. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia Jakarta. Rhoderick. Jakarta: Grasindo. Manajemen Seni Pertunjukan. Rachmat Syamsudin. Permas. Yulianti.com/ Parani. Rambat Lupiyoadi. Kumpulan Drama Remaja. (Editor). Setiawan.379 Masunah. MC Neill. Riswandi. Jakarta : BPK Gunung Mulia. Makalah Sasaran Pendidikan Tinggi Seni di Indonesia. Gramedia Widiasarana Indonesia. 1986. Mengembangkan bakat dan kreativitas anak sekolah. Jakarta : LPKJ. Diklat Kuliah alat petik kacapi. Sal. Pengantar Pengetahuan Tari. Tardi. Jakarta. 1996. Munandar. 1991. Sekolah tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung. Jakarta. tag/teknologi. Buku I. 2002. Sabana. Arif. Achsan. Koreografi : Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. 2002. Rofik. http:/batikyogya. Juju dan Kawan-kawan. 2003. Muchlis dan Azmi. Denpasar : Tesis Pasca Sarjana Universitas Udayana.

Teaching modern educational dance. 1976. Gamelan. 1994. Jakarta : Erlangga Penerbit. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1997. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. 1986. Soedarsono. 1998. Seni rupa dan desain : membangun kreativitas dan kompetensi. ----------.info/2005/04/18/ sejarah batikindonesia. Padang : Pengembangan Kesenian Sumatra Barat. Elemen-elemen Dasar Komposisi Tari (terj). London: A&C Block. Agus. Yogyakarta. Yogyakarta: ASTI Yogyakiarta. Wendy. Dasar-dasar tata rupa dan desain (Nirmana) Yogyakarta : CV. Seminar Pendidikan Apresiasi Seni Universitas Negeri Jakarta. Samah. Ben Suharto. Jakarta: Dirjen Kebudayaan. Sanyoto. Ardi. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Sukatmo. 1990. Tinjauan seni : sebuah pengantar untuk apresiasi seni. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. 1985. ----------. Tari-tarian Indonesia I. Komposisi tari . 1987. Soedarso SP. . Akademi Jakarta. Endo. sebuah petunjuk praktis bagi guru. Santoso Hadi. ----------.1992. 2005. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Jaquline. Suku Dayak Sana.380 Sachari. 2007. Soedarsono. Penganar Apresiasi Seni Tari. Jakarta: Harapan Kita ----------. Suanda. ----------. Slater. Smith. Makalah Pendidikan Seni Berbasis Budaya. Yogyakarta : Ikalasti. Terj. 1985. Semarang : Drahara Prize. 1977. Sadjiman. Tari Tradisional Indonesia. M. Arti Bumi Intan. Jacquline. Edisi Revisi. 1993. Dance Compisition Practical Guide for Teacher. Sejarah batik Indonesia. Pengantar Komposisi Tari. 2004. 1998. http:/batikindonesia. Tari rakyat Minangkabau. 1983. Smith. Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. Yogyakarta: Lagaligo. Ebdi. Plyamonth : Norttoc house. Jakarta: Balai Pustaka. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Tuti dan Udin Saripudin.

2002. “Tekstil”. Rahayu. 2001. Fakultas Bahasa dan Seni. Intreaksi budaya dan perkembangan musical Indonesia. Philips. Bothekan Karawitan I. Yogyakarta: Hanindita Graha. Jakarta : Penerbit Semi Nusantara (PSN). Yampolsky. Datuk. Ina. Bandung : Masyarakat musik Angklung. Materi dan pembelajaran kertakesi. Cut Kamaril dan Ratna Panggabean. Supanggah. Surya Dewi. Herman. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Yogyakarta. Waluyo. Wucius. 1984. 2003. Seni gerak minangkabau. Drama. Terampil Bermain Drama. Caecilia. tari dan pengajarannya. Diktat Angklung. Pa Daeng. Wong. Jakarta. Konsep pendidikan apresiasi seni nusantara. Syarif. Wiramihardja. Tridjata S. Makalah Kuliah Perdana Jurusan Seni Tari FBS Universitas Negeri Jakarta. Asul. Syafi Jatmiko. 2003. 1991. Pengantar tari pendidikan. Wardhani. Tari rakyat Minangkabau (Makalah) Padang : Makalah Uniersitas Padang Panjang.381 Sumarsam. 2005. Gramedia Widiasarana Indonesia. 2008. 2001. Principal of two dimensional design. Tambayong. 2003. 1999. Dasar-dasar dramaturgi. Dasar-dasar estetika. Buku Piloting PSN. 2003. Mustika. Makalah Seminar dan Lokakarya Pendidikan Seni 18-20 April. 2005. 1994. Universitas Negeri Jakarta Tumbidjo. Gamelan. Obby AR. . Padang : Pengembangan Kesenian Sumatra Barat. New York: Van Nostrand Reinhold. Bandung : Pustaka Kimia. Masyarakat seni pertunjukan Indonesia. Jakarta: Grasindo. Jakarta : Universitas Terbuka Jakarta. Wiyanto.

6. 3. 7. 1966 Islam Dosen Tetap Jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta. Sri Hermawati Dwi Arini. Lahir Agama Status Kepegawaian Golongan NIP Alamat Kantor Pendidikan : : : : : : : : : Dra. 5. M. Depdiknas 2007 11. S2 Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Pascasarjana UNJ. IV A 131933266 Kampus Universitas Negeri Jakarta Jalan Rawamangun Muka. Lulusan Terbaik Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni 1990 (Semester I). Jakarta Timur Telp. Tim Assesor BAN (Badan Akreditasi Nasional) Perguruan Tinggi. 2006-sekarang . Perempuan Jakarta. 8. 1989. sejak 1992. (Royal Musik) Jakarta. 2. Pendidikan Musik 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1992 1994 1999-2000 Grade 12 Grade 11 Grade 10 Grade 9 Step 6 Step 7 Step 8 Guru Grade 5 : Spesialisasi Piano Klasik Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia Sekolah Musik Yamaha Yayasan Musik Indonesia melanjutkan belajar Piano di Sekolah Musik Vienna Pusat. 2005 10. 47865811 S1 Pendidikan Musik FPBS IKIP Jakarta. 9.Pd.CURRICULUM VITAE (Ketua) 1. Nama Jenis Kelamin Tempat/Tgl. 4.

Berbagai Aspek Pengajaran Musik SLTP unggulan dan SLTP umu di Jakarta. Modul Teori Musik dan Wirausaha. Penyelenggara Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Jakarta. 2. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Balitbang Depdiknas No. Menanamkan Cinta Budaya Melalui Dolanan Anak. Dana DIK Lemlit UNJ. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Tipe Penilaian dan Proses Pembakuan Pedoman Penilaian Kompetensi Keterampilan Musik. 1024 Juli 2001. 2005. 6 Oktober 2003. 066. Pelatihan pada Panti Asuhan Yatim Piatu. Tahun XXI. Forum eks FPBS se Indonesia 24 Juli 2005. 2. . 30 Juli 2001 Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. 2000. Pengalaman Ilmiah : Penelitian : 1. Pengembangan Pembelajaran Teknik Tari untuk Anak Pra Sekolah melalui Respons Terbimbing Action Research. 1993 2.12. 2. Dana DIK Rutin FBS UNJ. Pembawa Makalah : 1. Tahun ke 13 Mei 2007 (Terakreditasi). "Memadukan Bidang Kependidikan dan Non Kependidikan dalam Program Double Degree Jurusan Seni Musik". Jurnal : 1. Dana OPF Lemlit IKIP Jakarta. Pelatihan Bagi Guru-Guru Sekolah Dasar Dengan Mengasah Rasa Irama dan Kreatifitas Siswa Melalui Eksplorasi Bunyi. 10 Juli 2000. Dana Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Pengabdian Pada Masyarakat: 1. Dana DIK Suplemen Lemlit UNJ. Balitbang Depdiknas Jakarta (Terakreditasi) Buku Prosiding : Pengasahan Rasa Irama dan Kreativitas Siswa Melalui Eksplorasi Bunyi. Musik Tradisi Merupakan Kerangka Musik Nasional. Pada Pelatihan Peningkatan Manajemen Seni Pertunjukan Tingkat Nasional. 4. 2000 3. Suatu Studi Evaluasi Prestasi Belajar Mahasiswa IKIP Jakarta yang aktif dalam organisansi Kemahasiswaan Periode 1991/1992. 2001. 3. tahun ke 7 no. FBS Universitas Negeri Semarang. No. Jurnal Ilmu dan Budaya. Kacapi Suling Instrumental Sebagai Salah Satu Khas Kesenian Sunda Dana PNBP FBS UNJ 2007. Universitas Nasional. Musik Merupakan Stimulasi Terhadap Keseimbangan Aspek Kumulatif dan kecerdasan Emosi. 5. Dana Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat. 3. Universitas Negeri Jakarta. "Musik Gamelan Sebagai Salah Satu Musik Tradisional Indonesia". Identifikasi Masa Studi Mahasiswa Jurusan Musik FBS UNJ. 1999. 13. Dana PNBP FBS UNJ 2007. 2000 4.

Organisasi: Anggota. Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia . Buku Seni Budaya untuk SMA/SMK Kelas X. XI.Penulisan Buku Teks : 1. Kurikulum KTSP. 2007. 14. Penerbit Inti Prima.

00 . 7.888. HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp.ISBN XXX-XXX-XXX-X Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful