You are on page 1of 4

PERJANJIAN KERJA SAMA

ANTARA
PUSAT PENELITIAN BIOTEKNOLOGI
LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA
DENGAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR
TENTANG
PENELITIAN DAN PENERAPAN IPTEK

NOMOR : ………………(LIPI)
NOMOR : ……………..(UIN MAKASSAR)

Pada hari ini,… tanggal…bulan…tahun dua ribu sepuluh, bertempat di ..., oleh dan
antara:
I. PUSAT PENELITIAN BIOTEKNOLOGI, LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN
INDONESIA, berkedudukan di Jl. Raya Bogor Km 46 Cibinong, Jawa Barat diwakili
oleh Prof. Dr. Bambang Prasetyo , Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi. Lembaga
Ilmu Pengetahuan Indonesia, bertindak untuk dan atas nama Pusat Penelitian
Bioteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, selanjutnya dalam perjanjian
kerjasama ini disebut PIHAK PERTAMA,

II. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN, MAKASSAR, berkedudukan di Jl.


Sultan Alauddin No.63, Makassar, dalam hal ini diwakili oleh Prof. Dr. H. Bahaking
Rama , Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin
Makassar bertindak untuk dan atas nama Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin
Makassar, selanjutnya dalam perjanjian kerjasama ini disebut PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA, secara bersama-sama selanjutnya disebut PARA
PIHAK.

Berdasar pada kerjasama yang saling menguntungkan, maka PARA PIHAK sepakat
untuk membuat Perjanjian Kerjasama dengan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat
sebagai berikut :

PASAL 1
TUJUAN

Tujuan kerjasama ini adalah melakukan kerjasama penelitian dan pengembangan Iptek
yang dapat mendukung pembangunan wilayah Sulawesi Selatan .

PASAL 2
LINGKUP KERJA SAMA

Lingkup kegiatan kerjasama ini adalah :


a. ....................................................................
b. Penerapan Iptek bidang teknologi.
c. Kegiatan lain yang disetujui oleh PARA PIHAK.

PASAL 3
PELAKSANAAN

(1) Detil lingkup kegiatan kerjasama akan dituangkan dalam proposal kegiatan yang
mengatur secara rinci jenis, mekanisme/prosedur, lokasi, pembiayaan dan hal-hal
lain yang dipandang perlu, yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
perjanjian kerjasama ini.
(2) Masing-masing pihak akan menunjuk wakil-wakilnya sesuai dengan fungsi, tugas,
dan kebutuhan sebagai penanggung jawab pelaksanaan kerjasama ini.
PIHAK PERTAMA menunjuk ...........................
PIHAK KEDUA menunjuk ……………………...
(3) Wakil PARA PIHAK bertugas untuk mengkoordinir pelaksanaan kerjasama dan
membuat laporan tertulis perkembangan kerjasama setiap tahunnya, pada akhir
tahun kepada pimpinan instansi masing-masing.

PASAL 4
PEMBIAYAAN

Biaya-biaya yang timbul dalam pelaksanaan kerjasama ini ditanggung oleh PARA PIHAK

PASAL 5
HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

(1) Hak Kekayaan Intelektual (HKI), data dan hasil-hasil yang diperoleh dari
pelaksanaan kerjasama ini merupakan milik bersama PARA PIHAK.
(2) Masing-masing pihak dapat menggunakan hasil-hasil kerjasama ini tanpa harus
membayar royalti kepada pihak yang lain sepanjang dipergunakan untuk tujuan
non komersial dan harus mendapat persetujuan tertulis dari pihak yang lain.
(3) Hasil kerjasama yang akan dipergunakan untuk tujuan komersial oleh salah satu
pihak, maka pihak yang lain berhak mendapatkan royalti yang besarnya
ditentukan sebanding dengan kontribusi yang diberikan dan harus mendapat
persetujuan tertulis dari pihak lainnya.
(4) Setiap HKI yang dibawa oleh masing-masing pihak dalam pelaksanaan kerja
sama ini tetap menjadi milik pihak yang bersangkutan. Pihak yang membawa HKI
tersebut harus menjamin bahwa HKI tersebut sah miliknya dan harus
bertanggung jawab atas semua gugatan yang mungkin muncul akibat
penggunaan HKI tersebut.

PASAL 6
MATERIAL TRANSFER

(1) Masing- masing pihak dilarang mentransfer (memberi, melepas, atau


mendistribusikan) material hasil kerjasama ini kepada pihak ketiga tanpa persetujuan
tertulis dari pihak yang lain.
(2) Pengiriman material dapat dilakukan setelah diidentifikasi dan dicatat dalam
katalog koleksi kedua belah pihak dengan perjanjian pengiriman material yang
akan diatur kemudian oleh para pihak dan merupakan satu kesatuan dengan
perjanjian ini.
(3) Pengiriman material kepada pihak ketiga dilakukan berdasarkan evaluasi
terhadap potensi, manfaat dan aplikasinya dalam dunia industri, dengan
perjanjian pengiriman material yang akan diatur kemudian oleh para pihak dan
merupakan satu kesatuan dengan perjanjian ini.

PASAL 7
FORCE MAJEURE

(1) Masing-masing pihak dibebaskan dari tanggung jawab atas keterlambatan atau
kegagalan dalam memenuhi kewajiban yang dimaksud dalam perjanjian ini yang
disebabkan atau diakibatkan oleh kejadian diluar kekuasaan masing-masing pihak
yang dapat digolongkan sebagai force majeure.
(2) Peristiwa yang dapat digolongkan force majeure dalam Perjanjian Kerjasama ini
adalah : bencana alam, gempa bumi, angin taufan/badai, banjir, atau hujan yang
terus menerus, wabah penyakit, kebakaran, perang, blokade, peledakan, sabotase,
revolusi, pemberontakan, huru-hara, serta adanya tindakan pemerintah dalam bidang
ekonomi dan moneter yang secara nyata berpengaruh terhadap pelaksanaan
perjanjian kerjasama ini;
(3) Apabila terjadi force majeure maka pihak yang mengalami peristiwa yang
digolongkan force majeure wajib memberitahukan kepada pihak lainnya selambat-
lambatnya dalam waktu 15 (lima belas) hari setelah terjadinya force majeure untuk
mengadakan perundingan mengenai pelaksanaan perjanjian yang tertunda akibat
dari force majeure tersebut.

PASAL 8
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

(1) Setiap perselisihan dan/atau perbedaan pendapat diantara kedua belah pihak, yang
timbul sebagai akibat dari pelaksanaan kerjasama ini, akan diselesaikan secara
musyawarah untuk mencapai mufakat.
(2) Apabila musyawarah untuk mencapai mufakat seperti tersebut pada ayat (1) pasal ini
tidak tercapai, maka kedua belah pihak akan menyelesaikan perselisihan yang
dimaksud kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

PASAL 9
MASA BERLAKU

(1) Kerjasama ini berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal
ditandatangani.
(2) Kerjasama ini dapat berakhir sebelum jangka waktu tersebut dalam ayat (1) pasal ini,
dengan ketentuan pihak yang akan mengakhiri kerjasama harus memberitahukan
secara tertulis kepada pihak lainnya paling lambat 3 (tiga) bulan sebelumnya;
(3) Kerjasama ini dapat diperpanjang atas kesepakatan kedua belah pihak, dengan
ketentuan pihak yang menghendaki adanya perpanjangan memberitahukan secara
tertulis kepada pihak lainnya paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya
perjanjian;
(4) Kerjasama ini dapat berakhir atau batal dengan sendirinya apabila ada ketentuan
perundang-undangan atau kebijakan pemerintah yang melarang perjanjian ini.
(5) Dalam hal perjanjian kerjasama ini tidak diperpanjang lagi, baik karena permintaan
salah satu pihak sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), atau karena alasan lain,
pengakhiran kerjasama ini tidak mempengaruhi Hak dan Kewajiban masing-masing
pihak yang masih harus diselesaikan terlebih dulu sebagai akibat pelaksanaan
sebelum berakhirnya kerjasama ini

PASAL 10
PENUTUP

(1) Perubahan atau hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian kerjasama ini akan diatur
kemudian oleh PARA PIHAK dan jika dianggap perlu dibuat perjanjian tambahan,
ditandatangani oleh PARA PIHAK, dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari Perjanjian Kerjasama ini;
(2) Naskah asli Perjanjian Kerjasama ini dibuat dan ditandatangani dalam 2 (dua)
rangkap, masing-masing bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang
sama. Masing-masing pihak menyimpan 1 (satu) rangkap dan dapat diperbanyak
sesuai dengan keperluan.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

( Prof. Dr. H. Bahaking Rama) ( Prof. Dr. Bambang Prasetyo )