"PERANAN PENGENDALIAN INTERN KAS DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KAS (Studi kasus pada PT"X

")"

SKRIPSI Diajukan untuk rnernenuhi salah satu syarat dalarn rnenernpuh Ujian Sarjana Ekonorni Jurusan .Akuntansi Universitas Widyatarna

Disusun oleh: N arna Anthon Nrp : 01.00.070

UNIVERSITAS WIDY AT AM A Terakreditasi (Accredited) SK. Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nornor: 001/BAN-PT/AK-lIVIIII1998 2003

SP:l(OLjlJ-{ ~'E~(j_X£CJ{SIJl_ Pl(jl_:N CD JeRJ 7(1q'Jl_ V:JV'IV7( ~'E:N9'J-{Jl_ CDJl_PI VJlJl_:N, 'J-{ICDVP ~'E:NE:JV'IV7(jl:N LV L

os

q'ICDJl_7\:N'YJl_7(1q'Jl_ CDJl_CJ(1 VJlJl_:N lTV.
(-SAY-)

Vji[ali dirimti sendiri; apa/tali /tamu tetap tega/tdi dalam iman. Se[idilijlali dirimu. (2 Korintus 13 " 5a)

rJXE:NqP,rI.Jl2{V /l'JVlW P FR,Jvf_/lW /lW /lLL.Jl2{ tJ'/lWP/l rJXEWrD I'JVlW Jr:J) S~~OL.Jl2{L~0IU0/lI~
rD /l1?J_P/lrD 9rf_(EM_I /l LI~I

q~L/l1(

tJ'/lPI rnrD/l~ 9vf_~Wq~W/lL /lLLjlJ{. (- WILLIAM LYON PHELPS -)

ABSTRAK PERANAN PENGENDALIAN INTERNAL KAS DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KAS ( studi kasus pada PT X) Penulis membahas masalah mengenai apakah pengendalian internal kas

telah memadai pada PT X, apakah pengelolaan kas telah efektif pada PT X dan apakah pengendalian internal kas telah berperan dalam menunjang efektivitas

pengelolaan kas pada PT X. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui memadai atau tidaknya pengendalian internal kas pada PT X, untuk mengetahui efektif atau

tidaknya pengelolaan kas, dan untuk mengetahui apakah pengendalian internal kas berperan PTX. Metodologi yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data primer diperoleh melalui penelitian lapangan yaitu dengan mengadakan observasi, wawancara dan kuesioner mengenai objek yang sedang diteliti. Sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur-literatur yang dalam menunjang efektivitas pengelolaan kas yang diterapkan oleh

berhubungan dengan masalah yang diteliti. Hipotesis penelitian ini adalah pengendalian internal kas yang diterapkan oleh PT X secara memadai berperan menunjang efektivitas pengelolaan kas. Berdasarkan hasil penelitian, pengendalian internal yang dilakukan PT X telah memadai, hal ini didukung oleh unsur-unsur; penaksiran risiko, aktivitas pengendalian, lingkungan pengendalian, dan komunikasi, dan

informasi

pemantaua. Adapun pengelolaan kas yang diterapkan PT X telah efektif hal ini tercermin dari adanya prosedur dalam penerimaan kas, penerimaan pengeluaran kas dan pengeluaran kas kecil. Akhirnya dapat diambil suatu simpulan bahwa pengendalian internal kas telah berperan dalam menunjang efektivitas pengelolaan kas. kas kecil,

3. Bapak H. karena disebabkan terbatasnya kemampuan dan pengetahuan penulis. 2. Dalam penyusunan skipsi ini penulis menyadari bahwa mendapat dukungan berupa doa.E.KATAPENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala rahmat dan karunia.. M. Bapak R. Bapak Prof. penulis akan menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada: 1.. Ak.E. bantuan dan dorongan semangat dari berbagai pihak. S. selaku dosen pembimbing pertama.Sudarli G. sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama. Dalam kesempatan ini dengan kerendahan hati. Dipl. S. yang merupakan Ekonomi Jurusan menempuh Akuntansi Universitas Widyatama. S... S. Bapak Bachtiar Asikin. Judul skripsi tersebut adalah "Peranan Pengendalian Dalam Menunjang syarat untuk Efektivitas Pengelolaan ujian Sarjana Internal Kas salah satu pada Kas". serta memberikan petunjuk dan 11 . Dr.. sebagai Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama..Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Df. Dalam kesempatan ini penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk perbaikan penulisan di masa yang akan datang. Surachman S. yang telah menyisihkan waktunya yang paling berharga untuk membimbing serta memberikan petunjuk dan saran sehingga penulisan skripsi dapat selesai.Wedi Rusmawan. Pada penulisan skripsi ini. H.E.. MBA. saran. 4.E. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi perusahaan di mana penulis melakukan penelitian dan memberikan pengetahuan bagi pembacanya. yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing saran sehingga penulisan skripsi dapat selesai. selaku dosen pembimbing dua.. penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna.M.

Seluruh Staf Dosen yang telah rnernberikan bekal pengetahuan yang sangat berharga selarna penulis rnenuntut ilrnu di Fakultas Ekonorni Jurusan Akuntansi Universitas Widyatarna. Sahabatku: Chep'z (Rudy). Sernoga skripsi ini dapat rnernberikan surnbangan pernikiran yang beguna bagi rekan-rekan pernbaca. Handiyanto dan yang lainnya yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah berdoa dan rnernbantu penulis. Pendi (Abun). Papa. 6. Ternan-ternanku: Ko Haryono. Ellenawati. dorongan rnoril. Bapak Harto Gunawan selaku Direktur PT X dan seluruh karyawan PT X yang telah banyak rnernbantu dalarn rnernberikan data dan ijin kepada penulis untuk rnelakukan penelitian serta rnernberikan banyak rnasukan yang berguna untuk rnenyusun skripsi ini. Kuku. penulis berharap sernoga Tuhan rnernberkati sernua pihak yang telah rnernberikan bantuan kepada penulis. Bandung. 9. dan adik-adikku yang tercinta dan tersayang atas doa. pengertian. Marna. 7.5. dan Karyawan Perpustakaan Universitas Widyatarna yang telah rnernbantu penulis dalarn rnengikuti perkuliahan. Akhir kata. kesabaran. dan segala perhatiannya yang tidak henti-hentinya kepada penulis. Budi. Davey (Ruben). 10. Karyawan Adrninistrasi. dan Aan yang telah banyak rnernbantu dan rnernberikan perhatian dan waktunya kepada penulis dalarn penulisan skripsi ini. 8. April 2003 Penulis Anthon 111 . Widi (Kiat). Indriyani Herrnawan.

.. .7 BAB II. . Pentingnya Pengendalian Intern Tujuan Pengendalian Intern...... ... .DAFTARISI KATA PENGANTAR ABSTRAK DAFTARISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I... .3. . . .7 2.. . . .5 l..3. 10 10-11 11-12 12-14 14 14-19 19-23 23-24 25 26-28 28-29 ..1 l. .. .. .. ... . .. .3......4 Kegunaan Penelitian l. PENDAHULUAN l..2 Pengertian Efektivitas 2. .3 2. . ..3 Pengendalian Intern 2. . . .3 Latar Belakang Penelitian Identifikasi Masalah Maksud dan Tujuan Penelitian .... ...1 2....6 2......3... . .4 2.8 Pengertian Pengendalian Intern.... .. . . .. . ..1 Pengertian Peranan 2. . ...... . ...... .... . .3. .3. TINJAUAN PUS TAKA 2. ..... .2 l. . . .. . .... .. . . 1-2 2 3 4 4-8 8-9 9 1. .. ......6 l...3.3.. . ... . . . . .. . .. . . . Unsur-unsur Pengendalian Intern Yang Bertanggungjawab atas Pengendalian Intern Prinsip-prinsip Pengendalian Intern Keterbatasan Pengendalian Intern Manfaat Pengendalian Intern bagi Manajernen . .2 2.. .... . Rerangka Pernikiran Metodologi Penelitian Lokasi dan Waktu Penelitian ... . .5 2.

2 Prinsip-prinsip Pengendalian Intern Kas 2.1 Tujuan Pengendalian Intern Kas 2.4 Pengertian Kas Sifat dan Komposisi Kas Fungsi Kas Pengelolaan Kas 2.5 Pengendalian Intern Kas 2.1 3.5.2 2.2.l.5 Pengelolaan atas Penerimaan Kas Pengelolaan atas Pengeluaran Kas 29 29-30 31 32 32-34 34-35 35 35-36 36-37 37-38 Efektivitas Pengelolaan Kas 2.2 3.2 Prinsip-prinsip Pengendalian Intern atas Pengeluaran Kas 42-43 43-46 46-47 2..3 2.2 Tujuan Pengendalian Intern atas Pengeluaran Kas 2.7 Program Penggujian Kepatuhan Kas 2.2.l. OBJEK DAN MET ODE PENELITIAN 3. Pengembangan Instrumen 47-48 49 49 49-50 50-51 51-52 .5.2..3 Kriteria Responden Teknik Pengumpulan Data.1 2.4.4.4.2 2.6 Unsur-unsur Pengendalian Intern Kas 2.2.1 Objek Penelitian 3.4.4.4 Kas 2.1 2.1 Tujuan Pengendalian Intern atas Penerimaan Kas 2.5.4.5.5.8 Hubungan antara Pengendalian Intern dengan Efektivitas Pengelolaan Kas BAB III.2.1 39 39-41 41 Prinsip-prinsip Pengendalian Intern atas Penerimaan Kas 42 2.5.4.4.2.4.2 Metode Penelitian 3.

1..3 Efektivitas Pengelolaan Kas Penggujian Hipotesis 4. 4.2 4...4 4. . ..1.. . . . .1. .. . .. .. .. .2 4.2.2 Saran-saran DAFTAR PUST AKA LAMPIRAN 85-87 87 . .3. .1 Gambaran Perusahaan Secara Umum 4.. .2...5 3.2.2 Pembahasan. .6 Variabel dan Skala Pengukuran Analisis Data dan Penggujian Hipotesis Penarikan Kesimpulan DAN PEMBAHASAN 52 55 56 BAB IV.2.1 Simpulan 5.. .. .. .1 Peranan Pengendalian Intern Kas dalam Menunjang Efektivitas Pengelolaan Kas 4.3 4. HASIL PENELITIAN 4.. . ..3. SIMPULAN DAN SARAN 5. . . .1...5 Sejarah Singkat Perusahaan Struktur Organisasi dan Uraian Tugas Aktivitas PT X Efektivitas Pengelolaan Kas Pelaksanaan Pengendalian Intern Kas Pada PT X 57 57-58 58-62 62-63 63-72 72-77 78 4.3.2. ..2 Analisis Deskriptif Analisis statistik 78-79 79-81 81 81-83 83-84 BAB V. ..1 4.1.2.4 3.. .. .2.1 4.. .2. . .

Kwitansi. Surat Survey. Flowchart Pengeluaran Kas. Bukti Penerirnaan dan Pengeluaran Kas. Flowchart Penerirnaan Kas. Vi .DAFTAR LAMPlRAN Larnpiran 1 Larnpiran 2 Larnpiran 3 Larnpiran 4 Larnpiran 5 Larnpiran 6 Larnpiran 7 Larnpiran 8 Larnpiran 9 Larnpiran 10 Struktur Organisasi PT X. Daftar Pertanyaan. Surat Jalan. Kartu Birnbingan. Hasil Penyebaran Kuesioner.

53-54 v . Operasionalisasi Variabel .DAFTAR TABEL Halaman Tabe13.

karena jangkauan yang akan dikendalikan semakin luas dan kompleks Untuk sehingga kemampuan memerlukan suatu manajemen alat bantu dirasakan yang sangat terbatas. tetapi setidak- tidaknya akan mengurangi terjadinya kesalahan dan kecurangan dalam batas-batas yang layak. hal ini dapat diketahui dan diatasi dengan cepat. dapat membantu itu manajemen meningkatkan fungsi pengendalian yang disebut pengendalian intern. tidak menjamin tidak akan terjadi kesalahan dan penyelewengan dalam perusahaan. meningkatkan ef'isiensi kerja dan menganalisis seberapa jauh pelaksanaan kebijakan pimpinan yang telah digariskan oleh perusahaan telah dilaksanakan dengan baik.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan dunia usaha yang semakin pesat menuntut Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang untuk ikut serta dalam melakukan pembangunan. Adapun pengendalian yang baik . . sehingga apabila terjadi kesalahan dan kecurangan.BABI PENDAHULUAN 1. Pengendalian intern merupakan suatu teknik pengawasan yaitu pengawasan keseluruhan dari kegiatan operasi perusahaan. Suatu pengendalian intern harus selalu dimonitor dan dievaluasi agar manfaat pengendalian intern tersebut senantiasa dapat dipertanggungjawabkan. baik mengenai organisasinya maupun sistem atau cara-cara yang digunakan untuk menjalankan perusahaan dan juga alatalat yang digunakan perusahaan. Pembangunan yang dilakukan dengan mengakibatkan semakin banyak dan semakin besarnya dunia usaha. Dengan demikian jelaslah bahwa pengendalian intern tidak hanya memeriksa kebenaran angka-angka dan melindungi kekayaan perusahaan dari segi pembukuan saja. maka fungsi pengendalian kurang dapat dilaksanakan dengan baik. tetapi juga memperhatikan struktur organisasi perusahaan. Dengan semakin berkembangnya perusahaan.

karena pengelolaan perusahaan. kemudian menganalisis dan memecahkan dengan cara yang efektif dan efisien. Jika perusahaan memiliki cash budget hal tersebut akan sangat membantu management dalam menetapkan kebij akan. maka penulis mengambil judul untuk penulisan skripsi ini yaitu : "Peranan Pengendalian Intern Kas Dalam Menunjang Efektivitas Pengelolaan Kas (Studi Kasus Pada PT X). Dan yang menjadi permasalahan pada PT X yang diteliti oleh penulis adalah bahwa pengendalian intern kas yang ada belum efektif dikarenakan perusahaan tersebut belum memiliki cash budget. Apabila pengelolaan kas tidak baik maka hal itu akan dapat menganggu kelancaran aktivitas operasional perusahaan." .2 Perusahaan dalam menj alankan usahanya harus mengikuti perkembangan situasi ekonomi secara terus menerus. Dalam situasi ekonomi yang terus berubah perusahaan hams dapat membuat strategi perencanaan pengelolaan kas yang tepat dan sehat. Perusahaan dapat mengetahui apakah pengelolaan kas yang ada sudah efektif atau belum dengan cara membandingkan cash flow sebelumnya tahun berjalan cash flow tahun yang sebelumnya dengan cash budget tahun atau dapat juga membandingkan Apabila cash flow dengan tahun berjalan. agar dapat mencapai hasil yang diharapkan. Adapun alasan penulis menguraikan pengendalian intern tentang pengelolaan kas yang efektif. Setiap perkembangan yang terjadi perusahaan harus dapat mengantisipasi masalah secepat mungkin. karena cash budget merupakan salah satu alat pengendalian yang dapat digunakan oleh management untuk mencapai pengelolaan kas yang efektif Berdasarkan uraian di atas. atau cash budget tahun berjalan sudah lebih baik dari tahun sebelumnya maka pengelolaan kas perusahaan itu sudah semakin efektif. Kas merupakan kas yang efektif itu sangat penting bagi salah satu aktiva lancar yang paling berharga bagi perusahaan.

2 Identifikasi Masalah Perusahaan yang diteliti oleh penulis rnerupakan suatu perusahaan yang terus berkernbang dan rnerupakan suatu perusahaan yang berpotensi untuk dapat bersaing dalarn rnenghadapi persaingan bebas. Apakah pengendalian intern kas telah dilakukan secara rnernadai ? 2. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan adalah sebagai berikut : 1. rneningkatkan efisiensi kerja dan rnendorong ditaatinya kebijakan- kebijakan yang diterapkan oleh rnanajernen. Apakah pengelolaan kas telah dilakukan secara efektif ? 3.3 Maksud dan Tujuan Penelitian Adapun rnaksud peneltian ini dilakukan adalah untuk rnernperoleh data rnengenai Pengendalian Intern Kas dan Efektivitas Pengelolaan Kas. perusahaan hams rnerniliki suatu pengendalian intern yang rnernadai supaya perusahaan dapat rnelindungi dan rnengarnankan harta kekayaannya. Untuk rnengetahui dan rnenilai apakah pengendalian rnernadai. . Bagairnana peranan pengendalian intern kas dalarn rnenunJang efektivitas pengelolaan kas ? 1. 3. Untuk rnengetahui apakah pengelolaan kas telah dilakukan secara efektif. penulis rnengidentifikasi rnasalah-rnasalah yang rnenjadi titik berat dalarn penelitian ini. Berdasarkan uraian tersebut di atas. Mengetahui peranan pengendalian intern kas dalarn rnenunjang efektifitas kas diterapkan secara pergelolaan kas. 2. Agar pirnpinan perusahaan dapat rnengarahkan dan rnengendalikan perusahaannya.3 1. yaitu : 1.

maka transaksi kas ini perlu mendapat perhatian dan pengendalian yang baik. Penulis sendiri Penyusunan skripsi ini merupakan salah satu syarat akademik untuk menempuh Ujian Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi pada Universitas Widyatama. Selain itu kas merupakan satu-satunya harta yang dapat ditukarkan dengan harta lain. karena sifatnya yang sangat likuid dan transaksi kas menyajikan suatu masalah yang khusus dimana semua transaksi perusahaan pada akhirnya akan menyangkut kas. Salah satu . 2. juga merupakan pelajaran yang sangat berharga terutama dalam rangka memperbaiki cara berpikir berhubungan penulis dalam menganalisis dan memecahkan masalah yang dengan pengendalian intern kas dan efektivitas pengelolaan kas dengan metode ilmiah .4 Kegunaan Penelitian Hasil penelitian diharapkan berguna untuk : l.4 1. khususnya mengenai pengendalian dan efektivitas pengelolaan kas. Pihak ketiga Diharapkan dapat menjadi suatu referensi untuk memahami pelaksanaan pengendalian intern kas dan pengelolaan kas. Perusahaan yang diteliti Hasil simpulan dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dan masukan bagi pimpinan perusahaan untuk melakukan perbaikan dari kelemahan-kelemahan pengendalian intern kas yang diterapkan perusahaan saat ini sehingga dapat lebih meminimalkan penyalahgunaan kas perusahaan di masa yang akan datang. 1.5 Rerangka Pemikiran Kas merupakan salah satu unsur yang penting dalam laporan keuangan karena keterlibatan hampir dalam setiap transaksi perusahaan. Bertambah besarnya perusahaan diikuti bertambah luasnya ruang lingkup organisasi akan menimbulkan masalah-masalah yang lebih kompleks. 3.

1) yang dikutip dari buku Strawser (2001:5-3) adalah sebagai berikut.Beasley (2003:295) adalah sebagai berikut : "A process designed to provide reasonable assurance regarding achievement ofmanagement objectives in thefollowing categories: 1. Reliability offinancial reporting. Reliability offinancial reporting.Elder and Mark S. Sedangkan pengertian pengendalian menurut Arens. and. Pengendalian intern sangat diperlukan keberadaannya di dalam perusahaan. Definisi Internal Control menurut Statement on Auditing Standard (SAS No. " Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pengendalian intern adalah suatu proses yang mempengaruhi dewan direksi. J. Oleh karena itu. Compliance with applicable laws and regulations.78. and. 3. manajemen dan personel lainnya yang dirancang guna memberikan suatu jaminan bagi pencapaian tujuan perusahaan yang meliputi : 1)Keandalan laporan keuangan. yang tentunya diterapkan dan dijalankan perusahaan dengan baik dan benar. the . Effectiveness and efficiency of operations. 2.5 kesulitan yang dialami oleh manaJemen adalah melakukan pengawasan secara langsung atas kegiatan perusahaan. yang disebut suatu sistem pengendalian intern yang memadai. Untuk mengatasi masalah tersebut manajemen memerlukan suatu alat bantu untuk melakukan pengendalian yang memadai. maka kekurangan serta penyelewengan terhadap kas perusahaan dapat dikurangi seminimal mungkin. mamagement. and other personnel-designed to provide reasonable assurance regarding the achievement of objectives in the following catagories : 1. sudah sepantasnya jika setiap perusahaan menyadari pentingnya pengendalian intern. "Internal control is a process-effected by an entity's board of directors. 3) kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. Effectiveness and efficiency of operations. 2)effektivitas dan efisiensi dari kegiatan operasi. Apabila perusahaan telah memiliki pengendalian yang baik. Dengan semakin luasnya ruang lingkup yang harus dikendalikan maka akan dirasakan adanya kesulitan yang disebabkan karena keterbatasan kemampuan dari pihak manajemen itu sendiri. 2.

2. Transaksi dinilai dengan pantas (penilaian) pengendalian intern yang memadai mencakup prosedur untuk menghindari kekeliruan dalam perhitungan dan pencatatan jumlah transaksi di berbagai tahap dalam proses pencatatan. Posting and Summarization. 5. Transaksi diklasifikasikan dengan pantas (klasifikasi) Klasifikasi perkiraan yang pantas sesuai dengan bagaimana perkiraan yang dibuat dalam jurnal. 7. " Dari definisi di atas dapat dikatakan bahwa pengendalian intern adalah suatu sistem yang terdiri dari kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang didesain untuk memberikan suatu jaminan kepada manajemen bahwa tujuan dan sasaran dari perusahaan tercapai. Authority. 6. Compliance with applicable laws and regulations. 2. jika laporan keuangan ingin dikatakan wajar klasifikasi juga mencakup kategori seperti divisi dan produk. 3. Existence. Timing.6 3. Accuracy. Transaksi yang dicatat adalah absah (keabsahan) Struktur pengendalian internal tidak boleh memungkinkan dimasukkannya transaksi fiktif atau transaksi yang tidak ada dalam jurnal atai catatan akuntansi lain. Classification. Completeness. " Adapun tujuan pengendalian intern menurut Arens yang disadur oleh Amir Abadi Yusuf (1993:306) adalah sebagai berikut: 1. 3. Adapun tujuan pengendalian intern yang lebih spesifik dikemukakan oleh Arens and Loebbecke (1997:283) adalah untuk menjamin adanya hal-hal sebagai berikut: "1. Transaksi di otorisasi dengan pantas (otorisasi) Jika terdapat transaksi yang tidak diotorisasi dapat menyebabkan transaksi yang curang dan akan berdampak pula terhadap pemborosan dan pengrusakan aktiva perusahaan. 4. . 4. Transaksi yang terjadi telah dicatat (kelengkapan) Prosedur yang ada harus dapat mencegah penghilangan transaksi ke dalam catatan. 5.

Dengan demikian semakin memadai pengendalian perusahaan dan semakin dipatuhinya pengendalian intern yang ada dalam oleh seluruh intern tersebut personil perusahaan. 7. Adapun tujuan dari pengelolaan kas itu sendiri adalah agar penerimaan kas yang diterima perusahaan adalah jumlah yang sebenarnya. memperbesar kemungkinan transaksi tidak dicatat atau dicatat dalam jumlah tidak pantas. 2. Control activities. Pengelolaan kas juga dapat diartikan efektif jika tujuan dari pengelolaan kas itu sendiri tercapai. Transaksi dicatat pada waktu yang sesuai (tepat waktu) pencatatan transaksi baik sebelum atau sesudah waktu terjadinya. The control environment. standar dan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan dijalankan dengan sepenuhnya tersebut.7 6. Kebijakan-kebijakan kas harus dicatat. agar perusahaan dapat melunasi kewajibannya pada saat jatuh tempo. oleh setiap personil yang ada dalam perusahaan perusahaan dapat berupa setiap penerimaan dan pengeluaran Pengeluaran kas yang diatas jumlah yang ditentukan harus mendapat otorisasi dari pihak manajemen yang lebih tinggi. Risk assessment. pengelolaan kas yang dilakukan oleh pengendalian intern Sebaliknya jika pelaksanaan . Monitoring. maka semakin efektif pihak manajemen perusahaan. 4. setiap penerimaan kas pada hari itu hari disetorkan ke bank pada hari itu juga. agar jumlah uang kas yang tersedia di perusahaan tersedia dengan cukup tidak lebih tidak kurang." standar- Efektivitas pengelolaan kas dapat dinilai jika ketentuan-ketentuan. Transaksi dimasukkan ke berkas induk dengan pantas dan diikhtisarkan dengan benar (posting dan pengikhtisaran). Jika terjadi pencatatan terlebih dahulu atau terlambat pada akhir periode laporan keuangan akan menjadi salah saji. 3. 5. Unsur pengendalian intern menurut Arens and Loebbecke (2000:292) adalah sebagai berikut : "1. Information and communicating.

b) Wawancara. Penelitian lapangan Dalam penelitian lapangan ini penulis langsung berhubungan dengan objek penelitian. yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan tanya jawab dengan pihak yang berangkutan dalam perusahaan. maka efektivitas pengelolaan kas dapat dikatakan masih meragukan.6 Metodologi Penelitian Dalam melaksanakan penelitian ini. 1. Penelitian kepustakaan ini dilaksanakan untuk memperoleh data sekunder dengan membaca literatur yang ada dan catatan-catatan yang diperoleh selama kuliah. penulis melakukan pendekatan melalui studi kasus. 2.8 banyak menyimpang dari yang semestinya. Teknik pengumpulan datanya ditempuh dengan cara sebagai berikut : 1. unsur-unsur data dengan mengajukan daftar pertanyaan ada dalam pengendalian intern yang seharusnya . yaitu meneliti salah satu masalah yang ada dalam perusahaan. untuk memperoleh data yang lebih jelas maupun masalah-masalah penting yang akan membantu penulis dalam penelitian ini. Adapun cara yang ditempuh untuk memperoleh data primer ini adalah dengan: a) Kuesioner. Studi Kepustakaan Adalah untuk memperoleh landasan teori yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti. Berdasarkan mengemukakan uraian-uraian sebagai serta pemikiran-pemikiran "Pengendalian di intern atas penulis hipotesis berikut: kas yang dilaksanakan secara memadai akan berperan dalam menunjang efektivitas pengelolaan kas". sedangkan metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Untuk menunjang analisis tersebut maka didukung oleh data primer dan sekunder. yaitu pengumpulan mengenai perusahaan.

7 Lokasi dan Waktu Penelitian Perusahaan yang menjadi objek penelitian skripsi ini adalah PT X di Bandung. . Waktu penelitian dimulai dari bulan Agustus sampai selesai. yaitu teknik pengumpulan data dengan mengamati secara langsung terhadap objek yang diteliti.9 c) Pengamatan. 1.

3. Bagian dari tugas utama yang harus dilakukan seseorang dalam manajemen. mencegah kecurangan-kecurangan kekayaan perusahaan." 2. Fungsi setiap variabel dalam hubungan sebab akibat. untuk dapat memonitor Oleh karen a itu dibutuhkan pengendalian intern sebagai alat bantu pimpinan perusahaan dalam memastikan tercapainya sasaran dan tujuan perusahaan. Pola penilaian yang diharapkan dapat menyertai suatu status. Pengendalian intern yang baik diperoleh dari suatu struktur yang terkoordinasi. dalam perusahaan serta mengamankan 2.2 Pengertian Efektivitas Banyak pengertian yang diberikan para ahli mengenai efektivitas. 5. Konsep tentang peranan (role) yang dikemukakan Komarnddin (1994 : hal 168) adalah sebagai berikut : "1.1 Pengertian Konsep Peranan Dalam menjalankan usahanya pimpman perusahaan memerlukan alat bantu yang mempunyai peranan dalam mengarahkan dan mengendalikan setiap aktivitas perusahaan. penulis akan memberikan beberapa pengertian dari efektivitas. yang berguna bagi pimpinan perusahaan untuk menyusun laporan keuangan yang lebih teliti. 4.BABII TINJAUAN PUSTAKA Sejalan perusahaan kegiatan dengan semakin luas dan kompleksnya perusahaan plmpman semua suatu dihadapkan yang menjadi pada realita keterbatasan tanggungjawabnya. Pengertian sebagai berikut : efektivitas menurut "Arens and Loebbecke (1997:792) adalah 10 . Bagian atau fungsi seseorang dalam kelompok. Fungsi yang diharapkan dari seseorang atau menjadi karakteristik yang ada padanya. 2. Untuk memperjelas pengertian tersebut.

Perlindungan dan pengawasan yang dilakukan oleh struktur pengendalian internal yang memadai dapat mengurangi terjadi penyelewengan baik itu yang bersifat administratif maupun yang bersifat fisik. hal ini dapat diketahui dan diatasi dengan cepat oleh manajemen. berhasil guna (tentang usaha.3 Ada efeknya (akibatnya.11 "Effectiveness refers to the resources used to achieve these objectives. 2. pengaruhnya. Pengendalian akuntansi meliputi rencana organisasi dan semua cara serta prosedur-prosedur yang berhubungan dengan pengamanan harta milik perusahaan serta dapat dipercayanya laporan keuangan." Definisi di atas menerangkan bahwa efektivitas menunjukkan sumberdaya yang digunakan untuk mencapai tujuannya. Mulai berlaku (tentang undang-undang. seorang pimpinan tidak akan mampu menangani setiap operasi perusahaan secara langsung. 4. Pada perusahaan yang mempunyai ruang lingkup usaha yang cukup besar. kesan). 3." Pengertian efektivitas menurut Hiro (1997:115) adalah sebagai berikut : "1. Kalaupun terjadi. peraturan). tindakan)." Pengendalian Intern Pengertian pengendalian intern dalam arti luas dapat dibagi menjadi dua yaitu pengendalian meliputi administratif dan pengendalian organisasi dan semua akuntansi. Sedangkan pengertian efektivitas menurut Komaruddin (1994:269) adalah sebagai berikut : "Efektivitas adalah suatu keadaan yang menunjukkan tingkat keberhasilan (atau kegagalan) kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan lebih dahulu. Keterbatasan ini menuntut suatu perusahaan untuk memiliki struktur pengendalian internal. . Manjur atau mujarab. 2. Dapat membawa hasil. Pengendalian cara serta administrasi yang rencana prosedur-prosedur kebijakan berhubungan dengan efisiensi usaha dan ketaatan terhadap pimpinan perusahaan.

Pengendalian merupakan kegiatan membandingkan kinerja yang sebenarnya dengan yang seharusnya atau yang direncanakan. to plans systematic effort to achieve objective by comparing and taking appropriate to correct important Adapun pengertian pengendalian menurut Horngren (1994:8) adalah sebagai berikut: "Control is an action that implements the planning decision and performance that provides feedback of the result. dan mengusahakan agar setiap pelaksanaan tindakan berjalan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dalam rangka mencapai tujuan tertentu.12 Adapun pengertian adalah sebagai berikut: pengendalian menurut Usry and Hammer (1994:5) "Control is management performance differences ". mengevalusi.1 Pengertian Pengendalian Intern Pengertian pengendalian intern dapat dilihat dari arti sempit dan arti luas. pengendalian penjumlahan.3. Arti sempit merupakan arti dari pengendalian intern yang mula-mula dikenal sebagai mendatar (cross internal check. selain itu juga untuk mengambil tindakan perbaikan jika diperlukan. Fungsi pengendalian disini untuk mengukur. pengendalian sebagai suatu proses diperlukan oleh seluruh aktivitas dalam suatu organisasi. yaitu pengecekan penjumlahan baik penjumlahan footing) maupun penjumlahan menurun (footing) yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang bekerja secara independen dengan tujuan untuk memperoleh kebenaran angka." Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa pengendalian merupakan suatu tindakan yang mempengaruhi keputusan perencanaan dan evaluasi pelaksanaan. tetapi meliputi semua intern tidak hanya meliputi alat yang digunakan pengecekan untuk manajemen mengadakan pengawasan. Dalam arti luas. 2. Dengan demikian. .

Beasley(2003:295) adalah sebagai berikut : "A process designed to provide reasonable assurance regarding achievement ofmanagement objectives in thefollowing categories: 1. istilah pengendalian internal pun mengalami perkembangan tidak hanya untuk mengawasi kecermatan dan pembukuan. (b) efektivitas dan efisiensi operasi. dan personel lain entitas yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini: (a) keandalan pelaporan keuangan. . Dalam pengendalian intern terdapat tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.Elder and Mark S. " the Dari definisi mengenai pengendalian intern di atas terdapat beberapa konsep dasar menurut Mulyadi (2002:180) sebagai berikut : 1. Pengendalian Internal merupakan sistem yang terdiri dari kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang spesifik.2) bahwa: "Pengendalian Internal adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris. and. 2. Effectiveness and efficiency of operations. 3.13 Pengendalian internal sangat penting dalam perkembangan operasi perusahaan. 3. manajemen. J.78. dan (c) kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. karena masalah-masalah yang timbul sangat kompleks. "Internal control is a process-affected by an entity's board of directors. management. 2. Pengertian pengendalian internal yang keluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (2001: 319. and other personnel-designed to provide reasonable assurance regarding the achievement of objectives in the following catagories : 1. Effectiveness and efficiency of operations." Definisi Internal Control menurut Statement on Auditing Standard (SAS No. Reliability offinancial reporting. Dengan demikian.1) yang dikutip dari buku Strawser (2001:5-3) adalah sebagai berikut. Compliance with applicable laws and regulations. Reliability offinancial reporting." Sedangkan pengertian pengendalian menurut Arens. 2. Compliance with applicable laws and regulations. diperlukan suatu pengendalian internal yang baik dan memadai. and. tetapi mempunyai arti luas yaitu meliputi seluruh organisasi perusahaan. Sesuai dengan perkembangan zaman dan juga perkembangan dunia usaha.

A. To promote operational efficiency. To provide reliable data. bukan keyakinan yang mutlak bagi manjemen dan dewan komisaris suatu entitas. diperlukan dan catatan meliputi rene ana organisasi serta prosedur keuangan yang disusun untuk meyakinkan bahwa : 1. dan meningkatkan efektivitas dari seluruh anggota perusahaan sehingga perusahaan dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. prosedur dan kebijakan perusahaan saja. Transaksi dilakukan sesuai dengan persetujuan pemimpin. To safeguard assets and record's.2 Pentingnya Pengendalian Intern Untuk pengendalian menciptakan akuntansi pengendalian akuntansi yang baik. 5. Jumlah aktiva atau harta perusahaan yang ada dalam catatan perusahaan dicocokkan dengan harta yang ada pada waktu terse but dan mengambil tindakan yang sewajarnyajika Menurut Alvin terjadi perbedaan.3.Loebbecke (2000:224-226) mengatakan bahwa dalam merancang pengendalian secara khusus manajemen perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut : "1. bukan hanya pedoman. 3. bukan merupakan tujuan itu sendiri. melindungi harta atau aktiva perusahaan. Pengendalian intern diharapkan mampu memberikan keyakinan yang memadai. 4. 2. 2. Transaksi dicatat dengan benar dan layak sehingga memungkinkan dibuatnya ikhtisar keuangan yang sesuai dengan prinsip akuntansi dan kriteria lain yang sesuai. Pengendalian intern dijalankan oleh setiap tingkatan organisasi.14 3. . 2. 2. 4.Arens dan James K. Pengendalian intern merupakan suatu proses untuk mencapat suatu tujuan tertentu. 3.3 Tujuan Pengendalian Intern Pengendalian internal mempunyai tujuan untuk mendapatkan data tepat dan dapat dipercaya. To encourage adherence to prescribed policies".3.

dapat dilihat bahwa pengendalian internal mempunyai pengertian yang luas yang tidak hanya mencakup masalah akuntansi saja.15 Secara lengkap Arens dan Loebbecke pengendalian internal sebagai berikut: (2003:271) mengemukakan tujuan "Management typically has the following three concern. Pengendalian internal bukan merupakan suatu bagian yang berdiri sendiri di dalam . Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku Semua perusahaan harus taat terhadap hukum dan peraturan yang berlaku atau yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Compliance with aplicable laws and regulations". Bagian penting dari efektivitas dan efisiensi adalah untuk pengamanan aktiva dan catatan akuntansi. misalnya hukum perlindungan lingkungan dan hakhak buruh atau pekerja. prinsip akuntansi yang berterima umum. Sedangkan yang berkaitan langsung dengan akuntansi adalah peraturan perpajakan. in designing an control system: 1. tetapi juga mencakup segala aspek manajerial sehubungan dengan pengelolaan perusahaan. Dari uraian di atas. Jadi. Keandalan pelaporan keuangan Manajemen Manajemen bertanggung mempunyai jawab kewajiban dalam menyiapkan laporan keuangan. Reliability offinancial reporting 2. Efisiensi dan efektivitas dari operasional Pengendalian dalam sebuah organisasi adalah alat untuk mencegah pemborosan atau kegiatan yang tidak perlu dalam segala aspek usaha perusahaan. Beberapa diantaranya tidak berkaitan langsung dengan akuntansi. 3. pengendalian internal dikatakan memadai bila dapat mencapai tujuan yang dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. hukum dan profesional untuk menjamm misalnya bahwa infonnasi telah disiapkan sesuai dengan stan dar pelaporan. 2. Efficiency and effectiveness of operations 3. or board objectives.

Authority All material transaction must have approved by higher authority. Transaksi di otorisasi dengan pantas (otorisasi) Jika terdapat transaksi yang tidak diotorisasi dapat menyebabkan transaksi yang curang dan akan berdampak pula terhadap pemborosan dan pengrusakan aktiva perusahaan. Transaksi yang terjadi telah dicatat (kelengkapan) Prosedur yang ada harus dapat mencegah penghilangan transaksi ke dalam catatan. 2. Adapun tujuan pengendalian intern yang lebih spesifik dikemukakan oleh Arens and Loebbecke (1997:153) adalah untuk menjamin adanya hal-hal sebagai berikut: "1. Classification Examples of misclassifications for sales are including cash sales as credit salea. Timing A timing error occurs if transactions are not recordedon the dates the transactions took places. 2. 7. 4.16 perusahaan melainkan suatu sistem yang berfungsi sebagai alat bagi manaJemen untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Transaksi yang dicatat adalah absah (keabsahan) Struktur pengendalian internal tidak boleh memungkinkan dimasukkannya transaksi fiktif atau transaksi yang tidak ada dalam jurnal atas catatan akuntansi lain. Completeness All transactions that should be included in the journals have actually been included. Transaksi dinilai dengan pantas (penilaian) pengendalian intern yang memadai mencakup prosedur untuk menghindari . 4. Accuracy The accuracy of information for accounting transactions. 5. Existence Recorded transaction have actually occurred. 6. recording a sale of operating fixed asset as revenue. Posting and Summarization The accuracy of the transfer of information from recorded transactions in journals to subsidiy records and the general ledger. 3. 3. " Adapun tujuan pengendalian intern menurut Arens yang disadur oleh Amir Abadi Yusuf (1993:306) adalah sebagai berikut: 1.

Mengamankan harta perusahaan Harta perusahaan perlu diamankan dari segala kemungkinan yang akan merugikan perusahaan berupa pencurian. penyelewengan.17 kekeliruan dalam perhitungan dan pencatatan jumlah transaksi di berbagai tahap dalam proses pencatatan. untuk mendorong efisiensi guna mencegah duplukasi usaha yang tidak . 6. 2. Transaksi dimasukkan ke berkas induk dengan pantas dan diikhtisarkan dengan benar (posting dan pengikhtisaran). Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen Untuk mencapai tujuan perusahaan. sehingga pihak manajemen mempunyai informasi yang tepat dalam setiap pengambilan keputusan. Mengguji ketelitian dan kebenaran data akuntansi perusahaan Menjaga agar data dan informasi bebas dari kesalahan dan menyediakan hasil yang konsisten bila memproses data yang serupa. menghasilkan efisiensi dan keefektifan dalam operasional dan dapat diterapkannya peraturan-peraturan dan hukum yang berlaku secara konsisten guna menjaga harta kekayaan perusahaan. baik secara fisik maupun secara administratif. Pengendalian intern ditujukan untuk memberikan jaminan yang memadai agar kebijakan manajemen dipatuhi oleh karyawan perusahaan. 7. Transaksi diklasifikasikan dengan pantas (klasifikasi) Klasifikasi perkiraan yang pantas sesuai dengan bagaimana perkiraan yang dibuat dalam jurnal. 5. jika laporan keuangan ingin dikatakan wajar klasifikasi juga mencakup kategori seperti divisi dan produk. manajemen menetapkan kebijakan dan prosedur. 3. Dari pengertian pengendalian intern pengendalian adalah untuk dan uraian di atas. Mendorong efisiensi Dengan digunakan berbagai metode dan prosedur-prosedur untuk mengendalikan biaya yaitu dengan menyusun budget. Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan pokok dari pengendalian intern menurut La Midjan (1999:45-46) adalah sebagai berikut : l. biaya standar akan menjadi alat yang efektifuntuk mengendalikan biaya dengan tujuan akhir menciptakan efisiensi. jelaslah menciptakan laporan keuangan bahwa tujuan yang dapat dipercaya. Jika terjadi pencatatan terlebih dahulu atau terlambat pada akhir periode laporan keuangan akan menjadi salah saji. memperbesar kemungkinan transaksi tidak dicatat atau dicatat dalam jumlah tidak pantas. untuk menciptakan ketelitian dan keandalan data akuntansi. 4. kecurangan dan lainlain. Transaksi dicatat pada waktu yang sesuai (tepat waktu) pencatatan transaksi baik sebelum atau sesudah waktu terjadinya.

selain risiko yang disebabkan oleh buruknya pengambilan keputusan dan tidak efisiennya operasi. kapan perusahaan tidak lagi memperbesar usaha pengendalian. Sehingga dapat dipatuhinya segala kebijakan yang telah ditetapkan oleh manajemen. karyawan mungkin tidak memenuhi prosedur secara konsisten. yang tentu saja biayanya mahal. tindakan seperti ini perpajakan pesaing. Perusahaan dihujani dengan aturan-aturan baru.18 perlu dalam segala kegiatan bisnis perusahaan dan untuk mencegah penggunaan sumber daya perusahaan yang tidak efisien dan efektif. teknologi Kompleksitas dan perubahan-perubahan mempengaruhi tolak ukur yang menjadi dasar kegiatan pengendalian. Oleh karena itu perlu untuk melakukan studi terhadap sesuatu hal yang pantas dan mengevaluasi pengendalian intern yang ada yang merupakan dasar untuk menetapkan kepercayaan dan yang mendeterminasikan terbatas. Kesulitan pertama disebabkan oleh kompleksitas dan perubahan cepat yang dihadapi perusahaan. Kesulitan kedua adalah serangkaian resiko yang dihadapi pengendalian intern dan perusahaan. melainkan juga disebabkan oleh mentalitas dari manusia. Kesulitan ketiga. Menurut La Midjan (1999:155-160) beberapa di antara risiko yang berkaitan dengan sistem yang dihadapi perusahaan. Perusahaan juga dihadapkan pada berbagai risiko. Kesulitan keempat bersumber pada faktor manusia. Risiko tertentu. Hal ini tidak terlepas dari keterbatasan pengendalian intern dalam sumber daya manusia dan biaya saja. Sebagai contoh. menyangkut pemenfaatan teknologi komputer dalam struktur pengendalian. Misalnya. Terdapat tingkat pengujian yang diakibatkan oleh prosedur-prosedur kesulitan-kesulitan dalam mencapai sasaran-sasaran pengendalian intern sepenuhnya. yang membingungkan dan sebagainya. dan berubah-ubah. Kesulitan terakhir berkaitan dengan biaya pengendalian. Sebagai contoh. misalnya dijumpai sebagai akibat persaingan di pasar. ada kaitannya dengan kesulitan yang pertama. adalah sebagai berikut: . data mungkin saja di akses oleh orang yang tidak berhak. karena sasaran pengendalian dicapai melalui manusia.

seperti bila karyawan salah mengalikan jumlah yang dipesan dengan harga per unit. termasuk data. 5. Pelanggaran keamanan Orang yang tidak berhak mungkin saja memperoleh akses ke arsip data atau asset perusahaan lainnya. Kesalahan yang tidak disengaja seringkali terjadi karena karyawan kurang terlatih atau kurang diawasi.19 1. Misalnya. karyawan yang menambah jumlah nilai yang tertulis di cek yang diterima pelanggan. Atau kesalahan dapat terjadi selama pemrosesan.4 Unsur-unsur Pengendalian Intern Suatu sistem terdiri dari sub-sub sistem atau unsur pembentuk sistem yang saling berhubungan dan saling ketergantungan bahkan mungkin saja dapat internal mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Pencurian asset Asset perusahaan dapat dicuri oleh orang luar atau disalahgunakan oleh karyawan yang dipercaya mengurusinya. Kesalahan yang disengaja Kesalahan ini meliputi penipuan. barang dagangan yang baru saja diterima diletakkan di rak yang salah dalam gudang. 4. pengendalian internal Unsur pengendalian intern menurut Arens and Loebbecke (2000:292) adalah sebagai berikut : . seorang karyawan mungkin mengintip laporan gaji yang disimpan dalam laci arsip yang tidak terkunci. Kesalahan seperti ini dapat merusak akurasi dan keandalan arsip dan keluaran perusahaan. 6. Misalnya. Asset yang hilang dapat berupa asset fisik maupun data. 2. seperti nama atau nomor pelanggan. seorang karyawan bagian produksi yang membawa pulang perkakas tertentu. sehingga tidak dapat ditemukan oleh karyawan gudang pasa saat akan diambil. atau mereka menjadi lelah dan lalai. Tindak kekerasan dan bencana alam Tindak kekerasan tertentu dapat menyebabkan kerugian pada asset perusahaan. 3. Jika hal ini cukup serius dapat menghentikan operasi bisnis bahkan menjerumuskan perusahaan ke arah kebangkrutan 2. Kesalahan yang tidak disengaja Kesalahan dapat terjadi pada data masukan. Misalnya.3. Kehilangan aset secara tidak sengaja Asset yang hilang atau salah letak karena ketidaksengajaan. Begitu juga suatu pengendalian yang memadai harus terdiri dari unsur-unsur yang membentuk tersebut. Misalnya. tindakan pengelabuan untuk menutupi perbuatan melanggar hukum atau ketidakjujuran.

5. Lingkungan pengendalian mencerminkan sikap dan tindakan para pemilik dan manajer entitas . Struktur organisasi f. yaitu: "1." Unsur-unsur pengendalian internal tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Berbagai faktor yang membentuk lingkungan pengendalian dalam suatu entitas antara lain: a. 4. auditor harus memperoleh pemahaman atas lingkungan pengendalian yang mempunyai dampak besar terhadap keseriusan pengendalian internal yang diterapkan di dalam entitas. Pembagian wewenang dan pembebanan tanggungjawab g. Komitmen terhadap kompetensi c." Unsur pengendalian internal terdiri dari lima unsur menurut Mulyadi (2002 : 183 . 2. Dewan komisaris dan komite audit d. Control activities. Filosofi dan gaya operasi manajemen e. Monitoring. 4. Risk assessment.20 "1. N ilai inte gritas dan etika b. 2. 3. Lingkungan Pengendalian Lingkungan pengendalian menciptakan suasana pengendalian dalam suatu organisasi dan mempengaruhi Lingkungan pengendalian kesadaran personel organisasi tentang pengendalian. Information and communicating. yang membentuk disiplin dan struktur. Kebij akan dan praktik sumber daya manusia Dalam standar pekerjaan lapangan kedua. The control environment. landasan untuk semua unsur pengendalian merupakan internal.195 ). Lingkungan Pengendalian Penaksiran Risiko Infonnasi dan Komunikasi Aktivitas Pengendalian Pemantauan. 5. 3.

dan melaporkan transaksi dan merakit. menganalisis. analisis. entitas serta menyelenggarakan pertanggungjawaban kekayaan tersebut. Fokus utama kebijakan dan prosedur pengendalian yang berkaiitan dengan sistem akuntansi adalah bahwa transaksi dilaksanakan dengan cara yang mencegah . Efektivitas informasi dan yang serta aktivitas pengendalian sangat ditentukan oleh atmosfer diciptakan oleh lingkungan pengendalian. dan pengelolaan risiko entitas yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan. Penaksiran risiko manajemen untuk tujuan pelaporan keuangan adalah penaksiran risiko yang terkandung dalam asersi tertentu dalam laporan keuangan dan desain dan implementasi aktivitas pengendalian yang ditujukan untuk mengurangi resiko tersebut pada tingkat minimum.21 mengenm komunikasi pentingnya pengendalian internal entitas. Hukum dan peraturan bam. b. Pertumbuhan pesat entitas yang menuntut perubahan fungsi pengolahan dan pelaporan informasi dan personel yang terlibat di dalam fungsi tersebut. suatu utang entitas. seperti: a. Transaksi terdiri dari pertukaran aktiva dan jasa antar entitas dengan pihak luar. c. 2. Perubahan yang berkaitan dengan revtsi sistem dan teknologi bam yang digunakan untuk pengolahan informasi. sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum. Bidang bam bisnis atau transaksi yang memerlukan prosedur akuntansi yang belum pernah dikenal. mencatat. dengan mempertimbangkan biaya dan manfaat. Penaksiran Risiko Penaksiran risiko untuk tujuan pelaporan keuangan adalah identifikasi. dan transfer atau penggunaan aktiva danjasa dalam entitas. Informasi dan Komunikasi Sistem akuntansi diciptakan untuk mengidentifikasi. Perubahan standar akuntansi. menggolongkan. 3. Penaksiran risiko manajemen hams mencakup pertimbangan khusus terhadap risiko yang dapat timbul dari perubahan keadaan.

Oleh karena itu. Pedoman kebijakan. dan memo juga merupakan bagian dari komponen informasi dan komunikasi dalam struktur pengendalian internal. Telah digolongkan secara wajar. Telah dinilai secara wajar. c. Telah dicatat. Komunikasi ini mencakup sistem pelaporan penyimpangan kepada pihak yang lebih tinggi dalam entitas. f. pedoman akuntansi dan pelaporan keuangan. Komunikasi mencakup penyampaian informasi kepada semua personel yang terlibat dalam pelaporan keuangan tentang bagaimana aktivitas mereka berkaitan dengan pekerjaan orang lain. 4. d. Telah dimasukkan ke dalam buku pembantu dan telah diringkas dengan benar. 5. b. Telah dicatat dalam periode yang seharusnya.22 salah saji dalam asersi manaJemen di laporan keuangan. Pemantauan Pemantauan adalah proses penilaian kualitas kinerj a struktur pengendalian internal sepanjang waktu. waktu baik pada tahap desain maupun tepat. untuk menentukan pengoperasian struktur pengendalian. e. Pemantauan dilaksanakan oleh personel yang semestinya melakukan pekerjaan pada tersebut. Aktivitas Pengendalian Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang dibuat untuk memberikan keyakinan bahwa petunjuk yang dibuat oleh manajemen dilaksanakan. daftar akun. Sah. yang apakah . Kebijakan dan prosedur ini memberikan keyakinan bahwa tindakan yang diperlukan telah dilaksanakan untuk mengurangi risiko dalam pencapaian tujuan entitas. sistem akuntansi yang efektif dapat memberikan keyakinan memadai bahwa transaksi yang dicatat atau terjadi adalah: a. baik yang berada di dalam maupun di luar organisasi. dalam Aktivitas pengendalian memiliki berbagai macam tujuan dan diterapkan berbagai tingkat dan fungsi organisasi. Telah diotorisasi. g.

5. Pihak luar ini tidak bertanggung jawab atas efektivitas dan bukan merupakan bagian dari pengendalian internal organisasi. Di samping itu." Dari pihak-pihak berikut: l. . yang bertanggungjawab tersebut akan dijelaskan sebagai Manajemen. seperti auditor independen dan badan pengatur (regulatory body) dapat membantu organisasi dengan cara memberikan informasi yang bermanfaat bagi manajemen untuk pemberlakuan pengendalian internal dalam organisasi tersebut. Di samping itu. Auditor Independen. 2. 4. Personel Lain Entitas. telah dan untuk pengendalian internal tersebut memerlukan perubahan karena terjadinya perubahan keadaan. Dewan Komisaris dan Komite Audit. perusahaan bertanggung jawab untuk menciptakan tingkat puncak.23 pengendalian menentukan internal apakah beroperasi struktur sebagaimana yang diharapkan. Pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap pengendalian internal tersebut menurut Mulyadi (2002 : 181-183) adalah: "1. agar kesadaran terhadap atmosfer pengendalian pengendalian pentingnya menjadi tumbuh di seluruh organisasi.5 Yang Berlanggungjawab atas pengendalian Intern Setiap orang dalam organisasi bertanggung jawab terhadap. dan menjadi bagian dari pengendalian internal organisasi.3. Pihak Luar. Auditor Internal. 2. Manajemen bertanggung jawab untuk mengembangkan secara efektif struktur pengendalian internal dan menyelenggarakan Direktur utama di organisasi. beberapa pihak luar. 6. direktur utama juga bertanggung jawab untuk menjamin bahwa semua komponen struktur pengendalian internal terwujud di dalam organisasinya. 3. Manajemen.

Auditor Internal. 3. 6. dapat mengkomunikasikan komite audit. Personel Lain Entitas. atau dewan komisaris. . 4. Sebagai bagian prosedur menemukan audit terhadap laporan keuangan. sehingga ia tersebut kepada manajemen. Berdasarkan temuan auditor tersebut. Dewan komisaris bertanggung jawab untuk menentukan memenuhi tanggung jawab mereka dalam apakah manajemen dan mengembangkan menyelenggarakan struktur pengendalian internal. Pihak Luar Lain. dewan komisaris. Auditor Independen. Pihak luar lain yang bertanggung jawab atas struktur pengendalian internal entitas adalah badan pengatur (regulatory body). seperti Bank Indonesia dan Bapepam. Manajemen.24 2. manajemen dapat melakukan peningkatan pengendalian internal entitas. Auditor internal bertanggung jawab untuk memeriksa dan mengevaluasi memadai atau tidaknya struktur pengendalian rekomendasi peningkatannya. auditor dapat kelemahan struktur pengendalian temuan auditnya internal kliennya. dan komite audit merupakan pihak utama yang bertanggung jawab atas struktur pengendalian internal entitas. Peran dan tanggungjawab atau menggunakan semua personel lain yang menyediakan inforrnasi dihasilkan oleh struktur pengendalian inforrnasi yang internal harus ditetapkan dan dikomunikasikan dengan baik. Auditor internal entitas dan membuat bukan pihak utama yang internal bertanggung jawab atas struktur pengendalian internal entitas. Dewan Komisaris dan Komite Audit. 5. pengendalian Badan pengatur mi mengeluarkan persyaratan mmimum internal yang harus dipenuhi oleh suatu entitas dan memantau kepatuhan entitas terhadap persyaratan tersebut.

menurut Bambang Hartadi (1999:9) hams diperhatikan prinsip-prinsip yang ada dalam suatu pengendalian pada perusahaan. hal ini diperkuat dengan menggunakan formulir yang diberi nomor urut tercetak. pengalamannya. 5. dan kejujurannya. Pengawasan Hasil pekerjaan masing-masing karyawan hams diawasi dan dinilai oleh masingmasing atasannya yang bertanggungjawab atas hasil pekerjaan bawahan atau karyawannya. lemari besi yang terkunci. pencatatan yang dilakukan hams lengkap. Secara umum. karena dengan adanya nomor urut tersebut jika dokumen hilang atau dicuri dapat segera diketahui. 2. dapat dikatakan bahwa pengendalian intern yang baik adalah jika tidak seorangpun berada dalam kedudukan kesalahan-kesalahan yang memungkinkan dapat membuat dan meneruskan tindakan-tindakan yang tidak diinginkan tanpa diketahui dalam waktu yang lama. 6. harus segera dicatat dalam dokumen dasar (formulir) yang sudah disediakan. dan disimpan dalam urutan yang baik.3. 3. tapi di lain pihak sekaligus terdapat pembagian tugas untuk maksud pengendalian intern. Pemeriksaan oleh petugas yang bebas dari tugas mtin Secara periodik sistem administrasi haruslah diteliti kembali oleh suatu bagian yang bebas dari pekerjaan rutin dalam perusahaan.6 Prinsip-prinsip Pengendalian Intern Untuk mendapatkan suatu pengendalian intern yang baik. Pemisahan wewenang Struktur organisasi hams disusun dengan baik dan jelas sehingga di satu pihak tenaga kerja dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Pencatatan yang seksama dengan segera Semua transaksi baik ekstern maupun intern yang mempunyai akibat ekonomis. 4. yaitu : 1. 7. . Pegawai yang berkualitas dan dapat dipercaya Masing-masing pegawai ini tentu diberi tanggung jawab yang sesuai dengan kecakapannya. Penetapan tanggung jawab secara perseorangan Dalam menetapkan tanggung jawab mengenai suatu tugas dapat diikuti pelaksanaannya sehingga menghubungkan hasil pelaksanaan tersebut dengan tanggung jawab masing-masing. Penjagaan fisik Dengan adanya penjagaan secara fisik misalnya kas register. dan lain-lain maka kerugian-kerugian karena kecurangan-kecurangan akan banyak berkurang.25 2.

Overside practice include making deliberate misrepresentations to auditor and other such as by issueing make document to support the recording of fictious sales transaction Costs versus benefit The cost of an entity's internal control structure should not exceed the benefits that are expected to ensue.7 Keterbatasan Pengendalian Intern Pengendalian internal setiap entitas rnerniliki keterbatasan bawaan. bukan mutlak. " Mistakes in judgement Occasionally. 3. Collusion Individuals acting together such an employee who performs an important control acting with another employee. customer. Management overside. Breakdowns. management and other personel may exercise poor judgement in making business decisions or in performing routine duties because of in adequate information. Management Overside Management can over rule prescribed policies or procedures for illegitimate purpose such as personel gain or enhanced presentation of an entity's financial condition or compliance status. Oleh karena itu. Breakdowns In established controls may occur because personel may misunderstand instruction or make error due to carelessness. 5. distraction. or fatique.26 2. 4. 2. Collusion. time constrants. because precise measurement of both costs and benefits usually is not possible. or other pressure. . Temporary or permanent changes in personel or in system or procedures may also contributes to breakdown. or supplier may be able to perperrate and control an irregularity so as prevent it's defection by the internal control structure. Costs versus benefits. Keterbatasan pengendalian intern rnenurut Boynton and Kell (1996:256) adalah sebagai berikut : "1. kepada rnanajernen dan dewan kornisaris tentang pencapaian tujuan entitas. management must make both quantitative estimates and judgement in evaluating the cost-benefit relationship. Mistakes in judgement.3. pengendalian internal hanya rnernberikan keyakinan memadai.

Pengabaian oleh Manajemen. Pengabaian oleh manajemen Manajemen dapat mengabaikan kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan untuk tujuan yang tidak sah seperti keuntungan pribadi manajer. Kolusi. atau tekanan lain. Gangguan Gangguan dalam pengendalian yang telah ditetapkan dapat terjadi karena personel secara keliru memahami perintah atau membuat kesalahan karena kelalaian. Gangguan. 2. 3. tidak adanya perhatian. atau kelelahan. 2.27 Keterbatasan bawaan yang melekat dalam setiap pengendalian internal menurut Mulyadi (2000: 181): "1. Kolusi dapat mengakibatkan bobolnya pengendalian internal yang dibangun untuk melindungi kekayaan entitas dan tidak terungkapnya ketidakberesan atau tidak terdeteksinya kecurangan oleh struktur pengendalian internal yang dirancang. Kolusi Tindakan bersama beberapa individu untuk tujuan kejahatan disebut dengan kolusi (collusion). Biaya lawan manfaat. 4. Kesalahan dalam pertimbangan Seringkali. penyajian kondisi keuangan yang berlebihan. 5. manajemen personel lain dapat salah dalam mempertimbangkan tugas rutin karena keputusan bisnis yang diambil atau dalam melaksanakan tidak memadainya informasi. keterbatasan waktu. Contohnya adalah . 3. 4. di bawah uu akan dijelaskan dari masing-masing keterbatasan tersebut: 1." Untuk dapat memahami keterbatasan bawaan tersebut. Kesalahan dalam pertimbangan. atau kepatuhan semu. Perubahan yang bersifat sementara atau permanen dalam personel atau dalam sistem dan prosedur dapat pula dapat mengakibatkan gangguan.

pengendalian dapat dipakai sebagai ukuran untuk menilai kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh manajemen 3. Sedangkan tanggungjawab yang utama untuk menjaga keamanan hak milik perusahaan kecurangan-kecurangan dan untuk mencegah terjadinya terletak di tangan manajemen. Biaya lawan manfaat Biaya yang diperlukan untuk mengoperasikan tidak boleh melebihi struktur pengendalian dari pengendalian internal internal manfaat yang diharapkan tersebut. Dengan adanya penyerahan tugas dan wewenang akan menimbulkan pertanggungjawaban. Dengan pengendalian intern.3. 2. 5. Karena pengukuran secara tepat baik biaya maupun manfaat biasanya tidak mungkin dilakukan. kesalahan-kesalahan serta Oleh karena itu. 2.28 manajemen melaporkan laba yang lebih tinggi dari jumlah sebenarnya untuk mendapatkan bonus lebih tinggi bagi dirinya atau untuk menutupi ketidakpatuhannya terhadap peraturan perundangan yang berlaku. menyerahkan dan mendelegasikan tanggungjawab dengan tepat. bagi manajemen mempertahankan terus adanya pengendalian intern termasuk sistem pelaporan yang baik adalah sangat diperlukan. .8 Manfaat Pengendalian Intern bagi Manajemen Semakin luas daerah lingkup perusahaan mengakibatkan manajemen tidak dapat melakukan pengawasan secara langsung atau secara pribadi terhadap jalannnya operasi perusahaan. maka kegiatan dapat dikoordinasikan dan harta perusahaan dapat dilindungi. Beberapa peranan penting pengendalian intern dalam perusahaan. Tidak mungkin lagi bagi manajemen untuk melakukan kegiatan transaksi sampai pada tahap penyelesaian secara sendirian. yaitu: 1. manajemen harus memperkirakan dan mempertimbangkan secara kuantitatif dan kualitatif dalam mengevaluasi biaya dan manfaat suatu struktur pengendalian internal. sehingga dapat mengurangi terjadinya pencunan.

bahkan paling tinggi diantara semua aktiva perusahaan yang ada. sederhana serta dipakai secara universal di dalam menilai perubahan modal dan pertukaran barang dan jasa. perusahaan akan mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Akibatnya kegiatan atau aktivitas perusahaan akan terhambat dan tujuan tidak dapat dicapai. Kas merupakan media pertukaran dan dasar untuk mengukur perkiraan yang terdapat di dalam laporan keuangan karena kas bersifat relevan. di dalam mengelola kas harus diterapkan suatu pengendalian yang baik atas kas. 2. dan menentukan siapa yang bertanggungjawab atas kesalahan dan penyelewengan yang terjadi. Berdasarkan uraian di atas tanggung jawab untuk menyusun dan melaksanakan pengendalian intern terletak pada manajemen.29 4. Oleh karena itu. Kas juga dimasukkan sebagai aktiva lancar karena kas memiliki tingkat likuiditas yang tinggi.4 Kas Kas merupakan aktiva lancar yang paling berharga bagi perusahaan karena sifatnya yang likuid. Hampir semua transaksi bermula dan berakhir ke penerimaan kas atau pengeluaran kas. Tanpa tersedianya kas yang memadai. 5. karena kas sering dijadikan alat untuk melakukan penyelewengan dan kecurangan. Dalam waktu kesalahan yang singkat dapat mengetahui dan menemukan kesalahan- dan penyelewengan-penyelewengan yang terjadi. dan pengendalian intern ini merupakan alat untuk meletakkan kepercayaan akuntan dalam menjalankan tugasnya. Dapat dicegah terjadinya kesalahan-kesalahan dan penyelewengan- penyelewengan karena dengan pengendalian intern akan terdapat arus kegiatan pekerjaan yang teratur dari petugas ke petugas yang berikutnya mengulangi petugas sebelumnya.1 Pengertian Kas Kas adalah aktiva perusahaan yang selalu berputar ke segenap bagian dalam tubuh perusahaan.4. . 2.

" Pengertian kas adalah termasuk mata uang rupiah dan valuta asing yang ditarik dari peredaran dan yang masih dalam masa tenggang untuk pertukarannya ke Bank Indonesia atau bank sentral negara yang bersangkutan. Setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid. artinya dapat digunakan sebagai alat tukar atau dapat diterima sebagai simpanan.2) menyebutkan bahwa : " Yang dimaksud dengan kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan". Bentuk kas yang sangat mudah untuk disembunyikan dipertukarkan (transferable). baik rupiah maupun valuta asing yang masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah." Jadi dengan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa kas terdiri dari uang tunai yang ada di perusahaan. . Pengertian kas menurut Standar Akuntansi Keuangan (1996-PSAK 9. pengertian kas tersebut tidak termasuk emas batangan dan uang logam yang diterbitkan untuk memperingati peristiwa nasional. Karena faktor risiko tinggi yang melekat pada kas tersebut.30 Pengertian kas menurut Ikatan Akuntan Indonesia (1995-2. baik yang ada di dalam kas kecil maupun dana-dana kas lainnya seperti penerimaan uang tunai dan cek-cek yang belum disetor ke bank serta item-item lainnya yang dapat disamakan dengan kas. Pengertian kas menurut Standar Akuntansi Keuangan (2002-PSAK 31.3) menyebutkan bahwa : "Kas adalah mata uang kertas dan logam. Sementara itu. dan mudah untuk sehingga jika hilang akan sulit untuk melacaknya. sehingga dibutuhkan tindakan-tindakan pengendalian dan pengamanan yang baik. berjangka pendek dan dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifIkan.2) adalah sebagai berikut: "Kas terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro.

terutama tergantung oleh ada tidaknya uang tunai. hams siap tersedia untuk pembayaran kewajiban saat ini dan hams bebas dari pembatasan kontrak yang membatasi penggunaannya untuk penyelesaian hutang. cek dan giro bilyet. Kas terdiri dari uang logam.2 Sifat dan Komposisi Kas Menurut Smith and Skousen (1992:267) sifat dan komposisi kas adalah sebagai berikut : "To be reported as "cash ". dana yang tersedia pada simpanan pada bank. Motif Transaksi Motif menahan uang kas yang digunakan perusahaan untuk menyelenggarakan kegiatan sehari-hari seperti pembelian dan penjualan 2. uang kertas. an item must be readily available and not restricted for use in the payment of current obligations. Pada umumnya. which are often called demand deposits since they can be withdrawn upon demand" Dari uraian tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa untuk dilaporkan sebagai "kas". Motif Berjaga-jaga Motif menahan mendadak 3. Uang tunai yang ada dalam perusahaan hams tersedia dengan cukup. uang kas yang diperlukan untuk kemungkinan kebutuhan . setiap perusahaan memiliki petty cash fund atau dana kas kecil untuk sejumlah kecil pengeluaran sehari-hari. Ada beberapa motif untuk menahan uang kas dalam perusahaan yaitu : 1.31 2. Motif Spekulasi Motif menahan uang kas untuk spekulasi yang diperlukan jika perusahaan hams mengadakan transaksi yang dapat menghasilkan laba atau kesempatan bisnis yang menguntungkan. Item that are classified as cash include coin and currency on hand and unrestricted funds available on deposit in a bank. Kelancaran pembiayaan perusahaan.4.

2.32 2. the most liquid assets is the standard medium of exchange and the basic for measuring and accounting for all other items. seperti : us aha penelitian dan pengembangan. tetapi kenaikan atau penurunan daya beli ini tidak akan mengakibatkan penilaian kembali terhadap kas. agar jumlah kas tidak terlalu besar sehingga tidak ada uang kas yang menganggur. Manajemen kas dapat dianggap sebagai suatu fungsi keuangan yang mendasar dalam kebanyakan perusahaan karena kas mempunyai kedudukan sentral dalam usaha sehari-hari.4. karena baik perorangan. Kas juga menjadi begitu penting. maka kas dapat terlibat secara langsung dalam hampir semua transaksi us aha. 2. dan sebagainya.4 Pengelolaan Kas Manajemen kas atau pengelolaan kas merupakan salah satu fungsi manajemen dalam merencanakan dan mengendalikan kas. Karena berlaku sebagai alat tukar dalam perekonomian. Untuk mengetahui posisi likuiditas perusahaan.4. Daya beli uang bisa berubah-ubah mungkin naik atau turun.3 Fungsi Kas Kas adalah aktiva yang tidak produktif oleh karenanya harus dijaga. ." Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi kas adalah 1. Jumlah kas yang memadai sangat penting bagi kelancaran usaha sehari-hari. yaitu mencukupi untuk membayar yang yang kewajibannya pada saat jatuh tempo agar aktivitas operasional perusahaan bersangkutan dapat terus berlangsung. maupun bagi keperluan yang menunjang pelaksanaan operasi perusahaan. 3. bahkan pemerintah harus mempertahankan mereka harus memiliki sejumlah uang POSlSl perusahaan dan likuiditas yang memadai. maupun bagi keperluan yang menunjang pelaksanaan keputusan-keputusan strategis berjangka panjang. Fungsi kas menurut Keiso and Weygandt (1998:332) adalah "cash. usaha perluasan kapasitas. Memberi dasar bagi pengukuran dan akuntansi untuk semua pos-pos yang lain dalam neraca.

seperti hutang gaji dan hutang bank. 4. sebaliknya kas yang berlebihan berarti menyerap dana modal kerja yang langka perusahaan. Adanya anggaran kas yang direncanakan dengan baik yaitu dengan mengestimasi penerimaan dan pengeluaran kas untuk periode yang akan datang. sehingga menaikkan beban tetap bahwa kas milik perusahaan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi oleh seseorang dalam hubungannya dengan perusahaan 2. Adanya pengelolaan atas penerimaan dan pengeluaran kas. lelas hal ini akan menurunkan produktivitas kerja serta merugikan nama baik perusahaan di mata supplier. 3. Menjalin hubungan baik dengan bank. bangkrut. keduanya mempunyai akibat negatif bagi perusahaan. seperti membayar seluruh keperluan dan jasa yang . utama risiko perusahaan perusahaan dalam dalam mengelola keadaan kas pada insolvency. perusahaan hutang-hutang tepat pada secara teknis dapat dikatakan lumlah kas yang berlebihan atau kurang. dasarnya yaitu adalah keadaan yang tidak mampu lagi untuk membayar Dalam keadaan dernikian. Investasi yang terarah atas dana yang berlebihan.33 Tujuan meminimalkan perusahaan waktunya. terhadap kas harus dibentukldiciptakan untuk meyakinkan Pengendalian dan mahal. Kekurangan kas dapat mengakibatkan tidak terbayarnya berbagai kewajiban. 5. Pengeluaran kas secara harian. hutang dagang kepada supplier. Berdasarkan hal tersebut di atas. untuk mencapai tujuan dari manajemen kas. lumlah kas yang dimiliki oleh suatu perusahaan harus diatur secara hati-hati sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan kas pada suatu waktu. Adanya pemgendalian intern kas atas penerimaan dan pengeluaran kas. harus didukung oleh faktor-faktor sebagai berikut : 1. Alasan perlunya dilakukan pengelolaan dan pengendalian kas adalah sebagai berikut: 1. dan sebagainya. 2. Kas merupakan aktiva Iancar yang mudah sekali disalahgunakan.

4. Prosedur pencatatan penerimaan kas. 2.1 Pengelolaan atas Penerimaan Kas Menurut Mulyadi (2001:456). diinvestasikan Kas yang dalam surat lebih dari suatu jumlah berharga yang yang dibutuhkan. c) Prosedur penyetoran kas ke bank. catatan kas perusahaan dapat dicek ketelitian/keabsahannya bank. Penerimaan kas terdiri dari jaringan prosedur sebagai berikut : "a) Prosedur penerimaan kas dari penjualan tunai. sehingga tidak perlu memegang uang dalam jumlah yang besar yang melebihi jumlah yang dibutuhkan secara harian dan suatu jumlah tertentu untuk berjaga-jaga. Dengan demikian catatan penerimaan kas di dalam jurnal penerimaan kas dapat direkonsiliasi dengan catatan setoran ke bank yang terdapat dalam rekening koran bank.34 diperlukan atau dibeli oleh perusahaan dan menyelesaikan seluruh kewajibannya jika jatuh tempo. b) Prosedur penerimaan kas dari piutang." Sumber penerimaan kas dalam perusahaan manufaktur berasal dari penjualan tunai dan penerimaan kas dari piutang. Prosedur yang dapat digunakan adalah : a) Harus ditunjukkan dengan jelas fungsi penerimaan kas dan setiap penerimaan kas hams segera dicatat dan disetor ke bank b) Diadakan pemisahan fungsi penerimaan kas dan fungsi pencatatan kas dengan cara membandingkan dengan catatan . Dalam pengendalian intern yang baik. kas bukan merupakan aktiva yang produktif (dimiliki tetapi tidak dapat memberikan pengembalian).4. harus memberikan penghasilan/dalam aktiva produktif lainnya. Tidak diperkenankan melakukan pengeluaran kas dari kas yang diterima dari sumber-sumber tersebut. mengharuskan suatu dan kas yang memadai yang harus tetap dipertahankan untuk kebutuhan tersebut. Dengan kata lain. setiap penerimaan kas hams disetor dalam jumlah penuh ke bank pada hari yang sarna atau hari kerja berikutnya. Pada sisi lain.

selain itu setiap hari di buat laporan kas.4. Dengan demikian.4.5 Efektivitas Pengelolaaan Kas Pengertian sebagai berikut : efektivitas menurut "Arens and Loebbecke (1997:792) adalah . Prosedur pengawasan yang penting adalah : a) Semua pengeluaran kas menggunakan cek. 2. kecuali untuk pengeluaran- pengeluaran kecil dibayar dengan kas kecil b) c) Dibentuk kas kecil yang diawasi ketat Penulisan cek hanya dilakukan apabila didukung bukti-bukti (dokumen) yang lengkap d) e) Diadakan pemeriksaan intern dengan jangka waktu yang tidak tentu Diharuskan membuat laporan kas harian.4.35 c) Diadakan pengawasan ketat terhadap fungsi penerimaan kas.2 Pengelolaan atas Pengeluaran Kas Menurut Mulyadi (2001:515). 2. b) Prosedur pembayaran kas. Pengeluaran kas terdiri dari jaringan prosedur sebagai berikut : "a) Prosedur pembuatan bukti kas keluar. sistem pengeluaran kas ini hanya akan menyangkut pengeluaran kas dengan cek saja. Pengeluaran kas dengan cek pembayaran tersebut oleh perusahaan yang berhak dan memungkinkan dilibatkannya pihak ketiga (dalam hal ini bank) untuk ikut serta mengawasi pengeluaran kas. c) Prosedur pencatatan pengeluaran kas. sedangkan kas yang tidak dapat dilakukan dengan cek diatur dalam sistem kas kecil." Pengendalian intern yang baik mengharuskan setiap pengeluaran kas dilakukan dengan cek. Untuk pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dilakukan melalui dana kas kecil yang diselenggarakan dapat menjamin menerimanya diterimanya dengan sistem imprest.

Hal ini akan tidak wajar untuk terhadap catatan akuntansi oleh mereka terjadinya menangani yang mengurangi kemungkinan ayat jurnal menyembunyikan penyalahgunaan penerimaan dan pengeluaran kas. Jadi dapat dikatakakan bahwa efektivitas pengelolaan kas adalah Kemampuan suatu perusahaan/organisasi untuk mencegah terjadinya suatu kesalahan pada perkiraan kas dan kemampuan suatu perusahaan/organisasi uang yang tersedia dan pendapatan bunga dalam untuk memaksimalkan menjalankan aktivitas operasionalnya. Karena adanya pemisahan fungsi antara sifatnya yang mudah untuk dipindahtangankan dan tidak dapat dibuktikan pemiliknya. Oleh karena itu." Sedangkan yang dimaksud dengan pengelolaan kas adalah memaksimalkan uang yang tersedia dan pendapatan bunga yang menganggur dan termasuk efektivitas diuraikan sebagai pencegahan terhadap kesalahan pada perkiraan kas. maka kas sangat mudah digelapkan.5 Pengendalian Intern Kas Secara umum pengendalian intern kas menolak yang adanya campur tangan kas. Sedangkan menurut Komaruddin (1994:269) berikut: "Efektivitas adalah suatu keadaan yang menunjukkan tingkat keberhasilan (atau kegagalan) kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. 2. .36 "Effectiveness refers to the resources used to achieve these objectives. perlu diadakan pengawasab yang ketat terhadap kas. Pengendalian penenmaan dan intern kas juga mensyaratkan pengeluaran kas." Definisi di atas menerangkan bahwa efektivitas menunjukkan sumberdaya yang digunakan untuk mencapai tujuannya. merupakan langkah awal yang baik untuk mencegah perkiraan-perkiraan kesalahan yang terjadi dalam mengelola kas serta pada lainnya.

hanya dapat 2. perusahaan dapat mengurangi untuk pencurian. karena bentuk dan jenis perusahaan berbeda-beda. Namun. Adapun tujuan dari pengendalian intern kas menurut Arens and Loebbecke (2000:700) adalah untuk mencegah terjadinya hal-hal berikut : . semua tindakan penyalahgunaan dan kekeliruan.1 Tujuan Pengendalian Intern Kas Kas merupakan pos yang paling penting di dalam neraca. Menj adi tugas manaj emen perusahaan untuk merancang pengendalian intern kas yang efektif agar kas dapat dilindungi dari pencurian dan penggelapan. Pengendalian intern suatu perusahaan akan berbeda dengan perusahaan yang lain. Dasar-dasar tertentu yang bisa digunakan sebagai pedoman mengadakan pengawasan terhadap kas adalah sebagai berikut : Dengan adanya pengendalian peluang-peluang intern yang memadai. pengendalian intern yang baik tidak dapat menghilangkan mengurangl. Hampir semua transaksi perusahaan sebagai alat tukar dalam perekonomian berhubungan baik secara langsung maupun tidak langsung dan terlibat dengan perkiraan kas. Pengendalian intern terhadap kas dibagi menjadi dua yaitu pengendalian intern atas penerimaan kas dan pengendalian intern atas pengeluaran kas. kehilangan dan kesalahan yang tidak disengaja dalam akuantansi dan pengendalian kas. Kas juga menjadi begitu penting karena setiap perusahaan harus dapat mempertahankan posisi likuiditas yang memadai.37 Pada umumnya suatu pengendalian intern kas akan memisahkan fungsi penyimpanan dan pencatatan kas untuk meminimalisasi penyalahgunaan kas. dimana mereka harus memiliki sejumlah uang yang mencukupi untuk membayar kewajiban pada saat jatuh tempo agar perusahaan dapat terus beroperasi.5. karena berlaku kita. Kas merupakan aktiva yang paling likuid dan sangat mudah untuk diselewengkan bila tidak dij aga dengan baik.

Menyelenggarakan pencatatan yang cukup. " Adapun tujuan dari pengendalian intern kas yang dikemukakan oleh Wilson and Campbell (1991. 2. . to support propper commercial bank relation. 4. 3. Payments of interest to a related party for an amount in excess of the going rate. 7. Improper payments of officers personel expenditures. 6. Untuk memastikan diotorisasi. Menggunakan dana perusahaan secara efektifpada setiap waktu. where appropriate. 3. Penyediaan kas yang cukup untuk operasi normal perusahaan baik untuk jangka pendek maupun untukjangka panjang. Tanggungjawab independen untuk penerimaan kas dan memberi perlindungan bahwa pengeluaran kas hanya untuk tujuan-tujuan yang sampai dana disimpan. Maintenance of adequate bank balances.38 " 1. Billing a customer at a lower price than called for by company policy. 2. Memelihara saldo bank yang memadai untuk menjaga hubungan dengan bank komersial. Failure to bill a customer. 8. 5. 7. Duplicate payment of a vendor invoice. Payments to an employeefor more hours that he or she worked.457) adalah sebagai berikut : "1. Proper planning so that requisite are on hand to meet the business needs both short term and long range. Untuk melindungi saldo kas dari pencurian atau penyelewengan. Effective utilition or all times of company funds. 3. Establishment of accountability for cash receipt and sufficient safeguard until the money are places in the depository. 5. A defalcation of cash by interception of cash receipts from customer before they are recorded with the account changed off as a bad debt. 6. 2. 4. Payments for raw materials that were not received." Dari pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan dari pengendalian intern kas adalah : 1. 4.

Penyelenggaraan pengendalian untuk dilakukan untuk tujuan yang sesuai. Menggunakan dana untuk sementara waktu. kas diklasifikasikan secara tepat. perkiraan debitur yang bersangkutan baru akan dikredit setelah diterima pembayaran dari debitur lain.39 2. Dengan menahan berbagaijenis pendapatan lain. kas yang disetorkan dan dicatat sesuai dengan jumlah yang diterima. Penerimaan perusahaan. Penerimaan 6.1 Pengendalian Intern atas Penerimaan Kas Tujuan pengendalian intern atas penerimaan kas menurut Arens and Loebbecke (1997:362) yang dialihbahasakan oleh Amir Abadi Yusuf adalah : 1. yang sering terjadi di dalam penerimaan kas: kas dengan cara melaporkan penerimaan lebih Adapun kecurangan-kecurangan 1. Dengan tidak melaporkan penjualan dan mengantungi uang hasil penjualannya. pengeluaran atau lebih kecil atas penerimaan daripadajumlah 4. kas telah benar dimasukkan ke dalam catatan tambahan dan dengan benar. 5. 2. tanpa memalsukan catatan atau pembukuan atau hanya dengan tidak mencatat uang yang telah diterima.1. Dengan menghapuskan piutang sebagai piutang tak tertagih dan mengantungi uang hasil penagihan piutang. Penerimaan 4. Penerimaan diikhtisarkan kas yang dicatat adalah untuk dan yang sebenarnya diterima oleh kas dicatat dalam jurnal penerimaan kas. 2. 2. 7.5. Penggunaan dana yang lebih efektif. yaitu menyelewengkan lambat daripada saat penerimaannya.5. menjamin bahwa pembayaran . 3.1. Lapping. Dengan terlalu tinggi membukukan potongan harga. Dengan mencantumkan angka penjumlahan buku kas yang lebih besar atas yang sebenarnya. Penerimaan 3. 2. 6.2 Pengendalian Intern atas Pengeluaran Kas Tujuan pengendalian intern atas pengeluaran kas menurut Arens : hanya and Loebbecke (1997:363) yang dialihbahasakan oleh Amir Abadi Yusufadalah 1. Penerimaan 5. kas dicatat berdasarkan tepat waktu.

Mencantumkanjumlah total yang tidak benar dalam buku kas.40 3. Imprest Payroll Account berikut dapat mencegah terjadinya penyalahgunaan Penggunaan perkiraan ini untuk melakukan pembayaran gaji kepada karyawan terutama perusahaan-perusahaan banyak. Semua penerimaan di kant or cabang di setor ke bank cabang dan jumlah totalnya dipindahkan ke . 5. 2. Mencantumkan potongan harga dengan jumlah yang lebih rendah daripada yang sebelumnya. cek gaji dan upah atau dividen yang belum ditagih oleh yang 7. Mengubah bukti atau voucher pengeluaran kas kecil. 4. Penggunaan perkiraan-perkiraan kas dalam suatu perusahaan : 1. Pencatatan harus dilakukan untuk setiap transaksi atas pengeluaran kas. dengan cara tidak mencatat pembayaran. Menaikkan jumlah cek setelah ditandatangani. Menguangkan berhak. 2. tapi mencatat penyetoran dalam hal melakukan transfer ke bank. 6. Membatasi jumlah pengeluaran kas. Branch Bank Account Perkiraan bank cabang untuk membina hubungan di masyarakat lokal dan yang mempunyai karyawan dalam jumlah yang memungkinkan sentralisasi operasi pada tingkat cabang. Apabila pengendalian atas kas tersebut telah diterapkan. yang sering terjadi di dalam pengeluaran kas: Membukukan pengeluaran kas palsu. artinya pengeluaran hanya dapat dilakukan apabila telah mendapat persetujuan dari pihak yang berwenang 4. Kitting. maka kebanyakan praktik-praktik ini tidak dapat dilaksanakan tanpa melalui persekongkolan. 3. Adapun kecurangan-kecurangan 1. yaitu pinjaman tanpa mendapat persetujuan. Memalsukan cek dan memusnahkannya pada saat diterima dan bank menggantikannya dengan cek lain yang dibatalkan. 8.

5. 4. Pemerikasaan internal pada selang waktu yang tidak teratur ganda. yaitu mencocokkan catatan perusahaan dan catatan bank.2 Prinsip-prinsip Pengendalian Intern Kas Menurut Smith and Skousen (1992. 3. sedangkan pengeluaran di kantor cabang atas dasar imprest. 2. 6. 6.270) karakteristik dari pengendalian kas adalah sebagai berikut : "1. " by Jadi karakteristik mendasar yang melekat pada pengendalian kas adalah : 1. Specifically assigned responsibility for handling cash receipts Separation of handling and recording cash receipts Daily deposit of all cash received Voucher system to control cash payments Internal audit irregular interval Double record of cash bank and books with reconciliation performed someone outside the accounting function. 3. 4. Secara khusus ditujukan pada pertanggunjawaban penanganan penerima kas 2. Pemisahan fungsi pemegang penerimaan kas dan pencatatan penerimaan kas 3. Pencatatan melalui rekonsliasi yang dilakukan oleh orang di luar fungsi akuntansi .5. Penyimpanan semua uang kas yang diterima setiap hari 4. 2. Voucher System Metode ini memungkinkan semua pengeluaran diotorisasi dan ditelusuri keabsahannya sebelum pembayaran cek. Imprest Petty Cash Fund Data ini digunakan jumlahnya untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran rutin yang tidak material dan dapat dibayar lebih mudah dan cepat dengan menggunakan uang tunai daripada cek.41 perkiraan bank di kantor pusat secara periodik. Kegunaan perkiraan ini memungkinkan adanya pemeriksaan atas bukti-bukti pengeluaran kas kecil oleh pejabat yang berwenang sebelum pengisian kembali. Sistem kupon untuk pengendalian pembayaran kas 5.

dan jumlah barang dagangan secara fisik. Prosedur ini memungkinkan juga diperlukannya duplikat deposit slip yang dikirim oleh bank atau petugas lain (selain kasir) kepada departemen tersendiri untuk digunakan dalam pemeriksaan c) Fungsi penerimaan kas dan pengeluaran kas seharusnya dipisahkan d) Rekonsiliasi kas seharusnya dibuat untuk membandingkan antara catatan perusahaan dan catatan bank. yaitu : "1. Other Control." Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa pengendalian intern pengeluran kas memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut : . catatan ini hams ditelusuri melalui deposit slip atau bukti kas b) Semua penerimaan kas didepositkan/disimpan secara utuh setiap hari. mechanical and electrronic control Store blank check in safer.5.42 2. Documentation procedures Use prenumbered check and account for them in sequence.2. Independent Internal verification Compare checks to invoice. 2. antara lain: a) Semua penerimaan kas yang ditransfer melalui pos hams dicatat oleh kasir secara periodik. each check must have approved invoice 4. print check amount by machine in indelible ink 5.5. e) Mekanik diperlukan untuk memeriksa cash register/mesin kas f) Penjualan tunai harus diverifikasi melalui catatan persediaan barang dagangan. Physical. check signer do not record disburshment 3. reconcile bank statement monthly 6. Segregation of duties Different individuals approve and make payment. Establishment of responsibility Only designeted personel authorized to sign checks 2.2 Prinsip-prinsip Pengendalian Intern Kas atas Pengeluaran Kas Pengendalian yang layak untuk pengeluaran kas menurut Weygandt and Keiso (1999:291).1 Prinsip-prinsip Pengendalian Intern Kas atas Penerimaan Kas Pengendalian yang layak untuk penerimaan kas menurut Wilson and Campbell (1996:404) yang dialihbahasakan oleh Tjintjin Fenix Tjendera. with limited access.2.

4.6 Unsur-unsur Pengendalian Intern Kas Menurut Mulyadi (2001:471-474) unsur-unsur pengendalian dalam suatu siklus kas adalah sebagai berikut : 1. 3. . Verifikasi internal. Tanggung jawab. jumlah yang tertera pada cek hams dibandingkan dengan faktur dan dibuat rekonsiliasi bank bulanan untuk mencocokkan bank menurut catatan perusahaan dengan saldo rekening koran. Prosedur dokumentasi. 2. Pengendalian lain. faktur yang sudah dibayar dicap lunas agar tidak terjadi dahulu saldo pembayaran ganda.43 1. Praktik yang sehat Penjelasan dari unsur-unsur pengendalian kas tersebut adalah sebagai berikut : 1. Organisasi a) Fungsi penyimpanan kas hams terpisah dari fungsi akuntansi b) Transaksi penerimaan dan pengeluaran kas tidak boleh dilakukan oleh fungsi penyimpanan kas sejak awal samp ai akhir tanpa campur tang an dari unit organisasi yang lain. 2. Uraian tugas. Organisasi 2. pejabat yang menandatangani cek hams berbeda dengan pejabat yang mencatat pengeluaran kas. 6. Pengendalian. digunakan cek yang bernomor urut tercetak dan setiap cek hams dilampiri dengan faktur yang telah disetujui untuk dibayar. harus ditetapkan pejabat yang berwenang dalam menandatangani cek. Sistem otorisasi 3. dengan akses cek yang masih kosong disimpan dalam tempat penyunpanan yang terbatas dan jumlah uang yang dibayarkan dicetak menggunakan mesin dengan tinta yang tidak dapat dihapus. 5.

dan strong room) g) Secara periodik diadakan pencocokan jumlah fisik kas yang ada di tangan dengan jumlah kas menurut catatan. 3. pengeluaran ini dilakukan lewat dana kas kecil. lemari besi. .44 2. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan a) Penerimaan dan pengeluaran kas hams mendapat otorisasi dari pejabat yang berwenang b) Pembukuan dan penutupan rekening bank hams mendapat persetujuan dari yang berwenang c) Pencatatan di dalam jurnal penenmaan dan pengeluaran kas (atau dalam metode pencatatan tertentu dalam register chart) hams didasarkan bukti kas masuk dan bukti kas keluar yang telah mendapat otorisasi yang berwenang yang dilampiri dengan dokumen pendukung yang lengkap. Praktik yang sehat a) Saldo kas yang ada ditangan hams dilindungi dari kemungkinan pencurian atau penggunaan yang tidak semestinya b) Dokumen dasar dan dokumen pendukung transaksi pengeluaran kas hams dibubuhi cap "lunas" oleh fungsi penyimpanan kas setelah trans aks i pemgeluaran kas dilakukan c) Penggunaan rekening koran bank (bank statement) yang merupakan informasi bagi pihak ketiga untuk memeriksa kebenaranlkeabsahan catatan kas oleh unit organisasi yang tidak terlibat dalam pencatatan dan penyimpanan kas (fungsi pemeriksaan intern) d) Jika pengeluaran kas hanya menyangkut jumlah yang kecil. yang akuntansinya dilakukan dengan sistem imprest e) Kas yang ada ditangan dan kas yang ada di perjalanan diasuransikan dari kerugian f) Kasir diperlengkapi dengan alat-alat yang mencegah terjadinya pencunan yang ada di tang an (misalnya mesin register kas.

e) Karyawan yang ahli dibidangnya dan dipercaya. c) Mengukur nilai transaksi dengan cara yang memungkinkan keuangan yang layak dalam pelaporan keuangan. d) Menentukan periode terjadinya untuk memungkinkan pada periode akuntansi yang semestinya. dan melaporkan menghimpun. mencatat. dalam laporan pencatatan transaksi pencatatan nilai . e) Menyajikan dengan semestinya transaksi dan pengungkapan keuangan. mengelompokkan. d) Secara periodik diadakan pemeriksaan tertentu sehingga dapat memantau dan menindaklanjuti kinerja bidang keuangan pemeriksaan intern yang dilakukan secara rutin dalam hal pengaman kas. merupakan pengaruh gabungan dari berbagai faktor atau memperlemah efektivitas kebijakan dan memperkuat prosedur tertentu. uraian di atas dapat dirumuskan kembali sebagai berikut : 1. 2. kas. c) Adanya pemberian wewenang dan pembagian tanggungjawab yang jelas atas fungsi-fungsi yang berhubungan dengan kas. Lingkungan pengendalian Lingkungan pengendalian yang membentuk. Faktor-faktor tersebut adalah : a) Adanya filosofi manajemen dan gaya operasinya. b) Adanya struktur organisasi satuan usaha. Sistem Akuntansi Adanya metode dan catatan yang diciptakan untuk mengidentifikasikan.45 Jika ditinjau berdasarkan unsur-unsur pengendalian intern. transaksi menganalisis. a) Mengidentifikasikan b) Menggambarkan trans aks i secara tepat waktu dan cukup nnci sehingga memungkinkan pengelompokkan transaksi secara semestinya. dan untuk penerimaan dan pengeluaran menyelenggarakan pertanggungjawaban kas sehingga dapat diyakini adanya : dan mencatat semua transaksi yang sah.

rekonsiliasi. Penggujian untuk mengetahui adanya kepatuhan terhadap pengendalian.7 Program penggujian Kepatuhan Kas Untuk mengguji apakah pengendalian dalam siklus kas efektif. misalnya dengan menggunakan mesin register kas. strong room.46 3. maka perlu dilakukan penggujian kepatuhan sebagai berikut : l. dan perbandingan kas yang ada dengan pertanggungjawaban yang tercatat. b) Fungsi penyimpanan hams terpisah dari fungsi akuntansi dan trans aks i penerimaan dan pengeluaran kas tidak boleh dilaksanakan sendiri oleh fungsi penyimpanan kas sejak awal sampai akhir tanpa campur tang an dari fungsi yang lain. Lakukan pengamatan terhadap pemisahan fungsi penyimpanan kas dengan fungsi kas. Penggujian untuk mengetahui tingkat kepatuhan terhadap pengendalian Rancangan program penggujian terhadap kepatuhan siklus kas tersebut dapat dilakukan sebagai berikut 1. lemari besi. c) Perencanaan membantu dan penggunaan pencatatan dokumen dan catatan yang memadai untuk atas transaksi penerimaan dan secara semestinya pengeluaran kas. Dokumen bukti penerimaan kas dan bukti pengeluaran kas yang dibuat hendaknya bemomor urut cetak. 2. Prosedur Pengendalian a) Penerimaan dan pengeluaran kas hams mendapat otorisasi dari pejabat yang berwenang. d) Pengamanan yang cukup atas akses dan penggunaan kas perusahaan dan catatan. 2. dan adanya fasilitas yang dilindungi untuk akses ke program dan arsip komputer e) Pengecekan secara independen atas pelaksanaan dan penilaian yang semestinya atas pekerjaan klerikal. .

jumlah kas yang diterima dan bukti setoran bank yang 2. 2.4) keuntungan sistem pengendalian intern yang dirancang dengan baik adalah sebagai berikut : "1. 3. Menjamin terciptanya data akuntansi yang tepat dan bisa dipercaya. kecurangan. Haryono Yusuf (1992. Pengelolaan kas juga dapat diartikan efektifjika tujuan dari pengelolaan kas itu sendiri tercapai. 6. 5." dan Dari kutipan tersebut di atas disebutkan bahwa salah satu keuntungan yang diperoleh dari suatu sistem pengendalian intern yang dirancang dengan baik yaitu dapat melindungi aktiva perusahaan dari pemborosan. kecurangan dan pencurian.47 2. . Ambil sample berita acara perhitungan kas. Mendorong terciptanya efisiensi operasi. standar- yang telah ditetapkan dijalankan dengan sepenuhnya oleh setiap personil yang ada dalam perusahaan tersebut. dalam hal ini aktiva tersebut adalah aktiva berupa kas. Selain itu menurut AI. pencurian. 3. Melindungi aktiva perusahaan dari pemborosan. Lakukan pengamatan terhadap fasilitas pengamanan yang melindungi kasir dari kemungkinan pencurian kas yang disimpan. a) Periksa otorisasi yang tercantum didalamnya b) Periksa surat pemberitahuan dari debitur yang melampirinya c) Bandingkan bersangkutan 4. Ambil sample bukti kas keluar yang bersangkutan dengan pengisian kembali dana kas kecil. Ambil sample bukti kas keluar. Efektivitas pengelolaan standar dan kebijakan-kebijakan kas dapat dinilai jika ketentuan-ketentuan.8 Hubungan antara Pengendalian Intern dengan Efektivitas Pengelolaan Kas Sistem pengendalian intern yang dirancang dengan baik akan dapat mendorong ditetapkannya kebijakan manajemen. Ambil sample bukti kas masuk.

. banyak yang menyimpang dari yang semestinya.48 Dengan demikian semakin memadai perusahaan dan semakin dipatuhinya pengendalian intern yang ada dalam oleh seluruh pengendalian intern tersebut personil perusahaan. maka efektivitas pengelolaan kas dapat dikatakan masih meragukan. pihak manajemen maka semakin efektif pengelolaan kas yang dilakukan oleh Sebaliknya jika pelaksanaan pengendalian intern perusahaan.

yaitu penelitian dengan mengumpulkan data sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. penulis melakukan penelitian pada PT X.2 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data primer adalah data yang diperoleh penulis langsung dari perusahaan yang diteliti. kamp Hujung RT09/RW penulis menitikberatkan penelitian pada bagaimana peranan pengendalian intern kas dalam menunjang efektivitas pengelolaan kas pada PT X. yaitu sebuah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil.2.BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. 3. serta memberikan penelitiannya gambaran dengan dan analisis menggunakan mengenai pendekatan masalah yang ada. sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh penulis dengan mempelajari dan menelaah serta mengumpulkan buku-buku referensi mengenai teori yang berhubungan dengan masalah pengendalian intern kas dan peranannya dalam menunjang efektivitas pengelolaan kas. Sedangkan artinya penelitian studi kasus.1 Kriteria Responden Dalam rangka mendapatkan data dengan membagikan data primer. yang berlokasi di 1l. Data sekunder digunakan sebagai landasan teoritis. 7 Leuwigajah-Cimahi-Bandung. dengan apa yang terdapat pada 3. Selanjutnya 1oyodikromo. peneliti melakukan pengumpulan kepada pejabat yang berwenang dalam kuesioner hubungannya dengan masalah yang akan diteliti. yang digunakan sebagai bahan pembanding kenyataannya di PT X.1 Objek Penelitian Dalam rangka penyusunan skripsi ini. yaitu : 49 . dilakukan pada satu objek penelitian.

Wakil Direktur 3. yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang dibahas untuk memperoleh data primer. Manajer. Bagian Administrsasi Kredit. b) Wawancara.2 Teknik Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dilakukan dengan dua cara yaitu : l.50 Jumlah responden independen yaitu : 1. yaitu penelitian dengan cara tanya jawab dengan pejabat yang bersangkutan dengan masalah yang diteliti. dan Bagian . Internal Auditor 4. Gudang. Bagian Gudang 3. Penelitian Lapangan (Field Research) Yaitu mengumpulkan data denganjalan yang menjadi objek objek penelitian. Bagian Akuntansi dan Keuangan 4. Manajer yang direncanakan menglSl kuesioner untuk variabel Jumlah responden yang direncanakan untuk mengisi kuesioner untuk variabel dependen yaitu : 1. Manajer. Sumber data ini penulis gunakan sebagai landasan teoritis dalam memperoleh evaluasi yang baik terhadap sumber data dari objek penelitian.2. langsung terjun (survei) pada perusahaan Untuk memperoleh data primer dari perusahaan. Direktur 2. Bagian Akuntansi dan Keuangan. antara lain Direktur. yaitu Direktur. maka cara yang dilakukan adalah : a) Kuesioner. Bagian Penjualan. Bagian Penjualan 3. Bagian Administrasi Kredit 2. Kuesioner ini akan dibagikan kepada enam orang pejabat yang berwenang dalam hubungannya dengan masalah yang akan diteliti.

Penelitian Kepustakaan Yaitu pengumpulan data yang berasal dari literatur-literatur yang berhubungan dengan materi yang dibahas untuk memperoleh data sekunder. Pengumpulan data melalui penelitian lapangan adalah menggunakan dengan yang kuesioner. c) Observasi. yaitu : data . sedangkan data primer diperoleh melalui penelitian lapangan. Bagian Akuntansi dan Keuangan. struktur mengenai dan pendapat pengendalian intern kas dalam menunjang efektivitas pengelolaan kas yang terdapat pada PT X. Sifat wawancara yang dilakukan adalah informal (wawancara lisan).2. Pertanyaan yang akan digunakan oleh penulis dalarn menggumpulkan terdiri dari dua bagian.3 Pengembangan Instmnen Pengertian "instrumen" dalam penelitian ini adalah alat yang dipakai untuk menghimpun data. mempelajari buku-buku dan dokumen perusahaan yang berhubungan dengan masalah yang dibahas. yaitu peneliti mengadakan pengamatan secara langsung terhadap pengendalian intern kas pada PT X. yaitu data yang berasal dari responden yang termasuk dalam kriteria responden. Data yang diharapkan dari penelitian ini bersumber dari kepustakaan dan lapangan. sehingga penulis dapat memperoleh data mengenai sejarah dan perkembangan organisasi berikut perincian tugas. Sumber data ini penulis gunakan sebagai landasan teoritis dalam memperoleh evaluasi yang baik terhadap sumber data dari objek penelitian. Data kepustakaan merupakan data sekunder. yang ditujukan untuk melengkapi data yang dibutuhkan. Selain itu. keterangan perusahaan. 3. 2. Kuesioner adalah sebuah pertanyaan secara logis berhubungan masalah penelitian dan tiap pertanyaan merupakan j awaban-j awaban mempunyai makna dalam menguji hipotesis.51 Bagian Penjualan.

Dalam skripsi ini yang menjadi variabel bebas adalah "Kememadaian Pengendalian Intern Kas. metode kuesioner terbuka.4 Varia bel dan Skala Pengukuran Berdasarkan hipotesis yang telah penulis kemukakan intern kas yang dilaksanakan dalam bab I. Bagian pertama. 2." Skala pengukuran yang diambil dalam penelitian ini adalah skala ordinal. Skala ordinal ini memungkinkan peneliti untuk mengurutkan responden ke dalam urutan atas dasar sikapnya terhadap masalah tertentu. diajukan beberapa pertanyaan menyangkut identitas umum responden.52 1. 3. Dalam skripsi ini yang menjadi variabel tidak bebas adalah "Efektivitas Pengelolaan Kas. dalam hal ini yaitu peranan pengendalian intern kas dalam menunjang efektivitas pengelolaan kas. antara lain nama. . jabatan. lama kerja." b) Variabel tidak bebas (dependent variable) Variabel tidak bebas adalah variabel yang dipengaruhi atau disebabkan oleh variabel lainnya. diajukan intern kas peranan pengendalian dalam menunjang efektivitas pengelolaan kas pada PT X. maka dalam hal ini terdapat dua variabel yaitu: a) Variabel bebas (independent variable) Variabel bebas adalah variabel yang ada atau terjadi mendahului dan mempengaruhi variabel yang lainnya. dengan metode kuesioner sejumlah pertanyaan yang menyangkut terbuka dan tertutup. Bagian kedua. pendidikan terakhir. yaitu secara memadai akan dengan adanya pengendalian menunjang efektivitas pengelolaan kas.2.

D. 2. E. Lingkungan Pengendalian 1. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab. Skala Pengukuran. Pengeluaran Kas A. Informasi dan Komunikasi 1. Pemisahan tugas. Ketaatan pada hukum dan peraturan. Ordinal Kuesioner Instrumen Ordinal Kuesioner Ordinal Kuesioner C. 4. Falsafah manajemen dan gaya operasi. Ordinal Kuesioner Ordinal Kuesioner Ordinal Kuesioner Ordinal Kuesioner . Karyawan 3. Komunikasi. Menyusun dan mencatat semua transaksi yang sah. Indikator Variabel. Efisiensi dan efektivitas operasi. Kebijakan Perusahaan. baru. B. menindaklanjuti. 2. 2. Aktivitas Pengendalian 1. II. Pengklasifikasian transaksi keuangan. Perkiraan risiko 1. Tujuan Pengendalian Intern 1. 2. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab. 2. Lingkungan Pengendalian 1. Perubahan 2.53 Tabel3 Variabel. bam. Struktur Organisasi. Struktur Organisasi. Pengendalian fisik. Kebijakan Perusahaan. Tanggungjawab manajemen dalam mengevaluasi. dan Instrumen Variabel Indikator Variabel Skala Pengukuran Kememadaian Pengendalian InternKas 1. Pelaksanaan review. 3. 4. Penerimaan Kas A. Falsafah manajemen dan gaya operasi. 3. Teknologi yang akan timbul lingkungan kerja. 3. 3. dan melaporkan. Keandalan Pelaporan Keuangan. Pemantauan 1. 3.

D. Ketaatan pada hukum dan peraturan. bam. 2. Aktivitas Pengendalian 1. Keandalan Pelaporan Keuangan. Pemantauan 1. Tujuan Pengendalian Intern 1. Ordinal Kuesioner C. Perubahan 2. Pemisahan tugas. Tanggungjawab manajemen dalam mengevaluasi. Tidak melaporkan penjualan. 3. Efektivitas Pengelolaan Kas Efektivitas Pengelolaan kas dapat tercapai jika hal-hal berikut dapat diatasi 1. Mencantumkanjumlah dalam buku kas. 2. 2. Komunikasi. 2. 4.54 B. Pengendalian fisik. Pelaksanaan review. Lapping. yang salah Ordinal Kuesioner Ordinal Kuesioner Ordinal Kuesioner Ordinal Ordinal Ordinal Kuesioner Kuesioner Kuesioner Ordinal Kuesioner . Teknologi yang akan timbul lingkungan kerja. Karyawan 3. 3. Pengklasifikasian transaksi keuangan. menindaklanjuti. 3. dan melaporkan. E. Informasi dan Komunikasi 1. bam. Membukukan Pengeluaran kas palsu. Efisiensi dan efektivitas operasi. Perkiraan risiko 1. 5. 3. Menyusun dan mencatat semua transaksi yang sah. Kitting .

Champion (1990:302) mengernukakan sebagai berikut : "1. 51%-75% Moderately high association(moderately strong association}. TIDAK.5 Analisis Data dan Pengujian Hipotesis Setelah data diperoleh dan dikumpulkan. untuk rnengetahui ada tidaknya intern kas dalarn rnenunjang hubungan serta besarnya peranan pengendalian efektivitas pengelolaan kas diperlukan penggujian hipotesis. dilakukan analisis yang rnenunjukkan efektivitas berapa besar peranan pengendalian hipotesis intern kas dalarn rnenunjang dilakukan dengan rnenghitung pengelolaan kas. " Dalarn Pengujian hipotesis ini. 2. Dalarn pengolahan data hasil kuesioner yang penulis sajikan rnenggunakan pertanyaan tertutup. tidak ditentukan. Dean J. 76%-100% High Association (strong association) up to perfect association.2. Berdasarkan jawaban yang diperoleh dari responden. . Jika hasil perhitungan persentase X 100% rnenunjukkan 76%-100%. 26%-50% Moderately low association (moderately association). yaitu rnenggunakan perhitungan : Jumlah Jawaban "Ya" Jumlah Jawaban Kuesioner Untuk keperluan interpretasi hasil perhitungan persentase. penentuan diterirna atau ditolaknya hipotesis dapat dilihat dari hasil perhitungan persentase. yaitu daftar pertanyaan yang rnernungkinkan jawabannya sudah ditentukan terlebih dahulu dan pertanyaan terbuka yangjawabannya Pilihanjawaban yang diberikan :YA. 3.55 3. 4. rnaka hipotesis yang penulis ajukan dapat diterirna. 0%-25% No association or low association (weak association). Penggujian persentase.

serta memberikan saran-saran perbaikan yang diajukan penulis atas kelemahan yang ditemukan selama penelitian. operasionalisasi variabel.2. serta analisis data dan pengujian hipotesis.6 Penarikan Simpulan Simpulan ini merupakan hasil dari pengumpulan data. Simpulan ini menjelaskan faktorfaktor yang mendukung diterima atau ditolaknya hipotesis dan faktor-faktor yang kurang mendukung diterima atau ditolaknya hipotesis. .56 3.

Kec. Dengan dasar pertimbangan profesionalisme industrialisasi dan alih tenaga kerja juga memberikan asset berupa ilmu produksi Selain untuk dan bangsa Indonesia pada umumnya dan pekerja Indonesia pada teknologi maka didatangkan tenaga ahli dari luar dengan tujuan untuk dapat mendidik para pekerja Indonesia menjadi tenaga ahli.Cimahi . menyerap masyarakat khususnya.BABIV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. 7 Kel. Hujung RT.Joyodikromo Kamp. Kaos kaki 57 . Adapun dasar pendirian sesuai dengan perkembangan yang pada tahun itu sangat baik pertumbuhannya di Indonesia.1 Sejarah Singkat Perusahaan Perusahaan perusahaan yang menjadi objek penelitian pada skripsi ini adalah yang melakukan penjualan barang-barang garment. Produk-produk yang dihasilkan terutama untuk tujuan ekspor.1. Kain 4. 9 / RW. Benang Fancy 3.1 Hasil Penelitian 4. Cimahi Selatan Leuwigajah . Adapun produk-produk yang dihasilkan antara lain: 1. PT X berlokasi di Jalan. Tujuan industrialisasi pendirian perusahaan ini adalah untuk menyerap sejumlah tenaga kerja dan hingga saat ini jumlah tenaga kerja yang ada sekitar 7000 orang karyawan. dengan bentuk hukum perseroan terbatas. Benang Acrylic 2.Bandung. Tenaga ahli yang didatangkan dari luar negeri tersebut menjabat selama 1-3 tahun. Pertama kali didirikan pada tahun 1989 oleh seorang pengusaha swasta yang bernama Song Cung Yao. Utama .

wewenang. wewenang.2 Struktur Organisasi dan Uraian Tugas Metode pembagian dilakukannya kerja yang merupakan . Sweater 7. 2. Struktur organisasi PT X secara keseluruhan dapat dilihat pada lampiran. permcran-permcian pada hakikat bidang orgarusasi kerja dan mengharuskan disusunnya pola-pola hubungan kerja di antara individu-individu. Wakil Direktur a) Membantu Direktur dalam menjalankan aktivitas dan tujuan perusahaan. sedangkan pembagian tugas untuk masing-masing bagian yang juga menyatakan tugas. Topi 6.. dan tanggung jawab setiap tingkatan yang berada di dalam organisasi untuk melaksanakan kegiatan kearah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. sehingga terciptalah suatu struktur organisasi yang jelas. .. . b) Menyelesaikan masalah non rutin yang tidak dapat diselesaikan bawahannya. dan tanggung jawab bagian terse but adalah sebagai berikut : 1. Struktur organisasi merupakan rerangka kerja yang menggambarkan adanya pembagian tugas. Syal 4. Direktur a) Mengelola dan bertanggungjawab atas aktivitas yang dilaksanakan oleh perusahaan secara menyeluruh. mengevaluasi program tahun lalu.1. b) Membuat program tahunan. c) Memimpin dan mengawasi perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan dan senantiasa berusaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan.58 5.

d) Memeriksa praktek dan prosedur operasional sejalan dengan kebijakan. f) Bekerjasama dengan unit organisasi lainnya sehubungan dengan tugas yang menyangkut bidang pemeriksaan agar dapat mencapai tujuan dilaksanakannya pengendalian. 3. b) Bertanggung jawab terhadap pembinaan serta pengembangan staf. e) Menyusun dan menyerahkan laporan hasil pemeriksaan dan memberikan usulan perbaikan kepada direktur. . mengevaluasi langkah atau kebijakan yang digariskan dengan tujuan untuk memperoleh rancangan yang lebih baik. Internal Auditor a) Melaksanakan pengawasan atas aktivitas operasional. Manajer a) Mencapai target penjualan yang telah ditentukan. c) Mengawasi ketersediaan produk. dan efektivitas perusahaan lainnya serta berusaha untuk mengembangkan pengendalian internal yang efektif. meneliti. dan prosedur yang telah ditetapkan. 4. b) Merencanakan dan membuat program kerja dan jadwal pemeriksaan atas unit yang ada di dalam perusahaan. rencana. d) Mengkoordinir aktivitas semua bagian yang ada dalam perusahaan. g) Memberikan saran dan rekomendasi kepada manaj emen mengenai Iangkah-langkah yang perlu diambil. d) Memberikan pelayanan (quality service) yang baik terhadap konsumen.59 c) Mewakili perusahaan dalam memelihara hubungan baik dengan pemerintah dan lingkungan us aha. c) Meneliti dan menilai efektivitas penerapan dan pengendalian internal bidang akuntansi keuangan. operasional.

. d) Menyajikan laporan dari penerimaan pesanan. 8. d) Menyelenggarakan pengarsipan dokumen-dokumen pembukuan dengan tertib dan teratur.60 5. c) Membuat laporan keuangan secara periodik yang didukung oleh bukti yang sah tentang posisi keuangan perusahaan. d) Bertanggungjawab terhadap pengiriman barang (delivery). e) Membantu tugas Bagian Pemesanan Barang dalam menerima pesanan. b) Memberikan pembinaan dan pengarahan kepada bawahannya tentang pelaksanaan teknik dalam bidang akuntansi dan keuangan serta memeriksa pekerj aan bawahannya. 6. Bagian Akuntansi dan Keuangan a) Menyelenggarakan aktivitas akuntansi dan keuangan secara tertib dan dapat dipertanggungjawabkan. Bagian Administrasi Kredit a) Mengelola kredit untuk mendongkrak penjualan. f) Membuat laporan dan bertanggungjawab kepada manajer. dan ketepatan waktu pada catatan-catatan yang dilaksanakannya. b) Memotivasi para karyawan untuk meningkatkan penjualan. Bagian Gudang a) Menyediakan bahan baku yang diperlukan. Bagian Penjualan a) Mengkoordinir kegiatan penjualan. b) Melakukan seleksi terhadap konsumen yang layak untuk menerima kredit. e) Bertanggungjawab atas kebenaran. 7. c) Bertanggung jawab terhadap penagihan piutang. kewajaran. c) Membimbing bagian-bagian yang ada dibawahnya.

c) Menerangkan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh para karyawan barn. 10. 11. 13. Kolektor a) Menagih piutang yang telahjatuh tempo setelah mendapat persetujuan dari Bagian Administrasi Kredit. b) Membuat laporan kepada Bagian Administrasi Kredit setelah pengiriman barang kepada konsumen.61 b) Melaporkan perserdiaan bahan baku yang hampir habis dan memesan kembali bahan baku tersebut. . b) Melaporkan piutang baik yang tertagih maupun yang tidak tertagih kepada Bagian Administrasi Kredit. b) Mencatat barang yang masuk ke gudang. b) Melakukan pemesanan bahan baku yang hampir habis sesuai dengan laporan dari Bagian Gudang. b) Memotivasi para karyawan agar berprestasi. c) Melakukan pemeriksaan harian. Bagian Pelatihan a) Menyelenggarakan kegiatan pelatihan bagi karyawan barn. 14. Bagian Pemesanan Barang a) Menerima pesanan barang dari konsumen. 12. Bagian Pengiriman Barang a) Mengirimkan barang yang telah dipesan oleh konsumen setelah mendapat persetujuan dari Bagian Administrasi Kredit. Bagian Produksi a) Menghasilkan produk tepat pada waktunya. b) Menghasilkan produk yang berkualitas. Bagian Pencatatan di Gudang a) Mencatat barang yang keluar dari gudang. 9. c) Membuat laporan pada bagian penjualan.

f) Membuat laporan kepada Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan. b) Membuat laporan mengenai posisi kas kepada Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan. d) Memeriksa dan mengisi kembali kas kecil setiap minggunya. b) Megotorisasi pengeluaran untuk kas kecil. e) Menerima uang dari kasir untuk disetorkan ke bank. c) Mengotorisasi pengeluaran untuk gaji dan upah.62 c) Membuat laporan kepada Kepala Bagian Gudang mengenai barang yang masuk dan keluar. c) Mengelola kas kecil. e) Melaporkan penerimaan dan pengeluaran kas harian kepada Bagian Keuangan. b) Mengeluarkan uang untuk keperluan sehari-hari sesuai dengan bukti-buktinya. 17. 16.3 Aktivitas PT X PT X yang bergerak dalam bidang garment ini memulai aktivitasnya dengan memproduksi bahan dasar menjadi bahan baku untuk salah satu hasil . Kasir a) Menerima uang dari hasil penjualan.1. baik tunai maupun kredit. 4. Bagian Keuangan a) Memeriksa keabsahan bukti-bukti transaksi yang telah diterima oleh kasir. Bagian Akuntansi a) Menyelenggarakan pencatatan dari bukti-bukti transaksi yang telah diterima kasir. d) Melakukan pembayaran gaji dan upah setelah diotorisasi oleh Bagian Keuangan. 15.

yang akan yang langsung menentukan mempengaruhi kesadaran mengendalikan karyawannya. sedangkan gaya operasl . yang terdiri dari : a) Falsafah Manajemen dan Gaya Operasi Filosofi adalah seperangkat keyakinan dasar (basic beliefs) yang menjadi parameter bagi perusahaan dan karyawannya. Pengendalian intern yang kurang memadai terhadap kas akan menimbulkan kebocoran-kebocoran dan akan mempengaruhi bahkan mengurangi likuiditas perusahaan sehingga kewajiban jangka pendek tidak dapat dipenuhi dan mengakibatkan perusahaan kehilangan kepercayaan dari masyarakat. karena saldo kas merupakan aktiva yang sangat likuid sehingga sangat mudah untuk dicuri atau digunakan dengan tidak semestinya. Selain itu PT X juga bergerak dalam industri pemintalan / Spin Industry. Asia Barat dan Afrika (sasaran market export perusahaan) dan dunia pada umumnya. operasional. Sehingga Lingkungan yaitu secara para pengendalian pegawai akan erat hubungannya melaksanakan corak dengan pelaksanaan kegiatan organisasi perusahaan.4 Pelaksanaan Pengendalian Intern Kas pada PT X Kas merupakan pos yang paling likuid dan berharga diantara pos-pos aktiva Iancar lainnya. Di dalam sebagai berikut : lingkungan ini tercermin sikap dan tindakan manajemen mengenai pengendalian perusahaan. Pengendalian intern kas sangat penting dilaksanakan pada setiap perusahaan. sweater. syal dan topi. Perusahaan membuat produk semata-mata untuk memenuhi kebutuhan / permintaan buyer khususnya negara Eropa. Semua produkj-produk tersebut untuk tujuan ekspor.1. Kemudian benang diolah menjadi kain dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan bahan baku benang. sarung tangan. 4.63 produksi yaitu dari jenis kapas menjadi benang. Adapun barang jadi yang dihasilkan adalah rajut. kaos kaki. PT X menerapkan pengendalian intern kas yang meliputi komponen-komponen 1) Lingkungan Pengendalian Lingkungan pengendalian merupakan dasar yang utama.

c) Pendelegasian Wewenang dan Tanggung Jawab Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab telah diuraikan dalam struktur organisasi sehingga setiap karyawan akan bekerja sesuai dengan bagian dan tugasnya seperti yang tercantum dalam uraian tugas. sehingga tidak ada tugas rangkap yang dapat meninbulkan menggambarkan penyimpangan. Filosofi manajemen PT X yaitu berkembang perlahan tapi pasti. Falsafah manajemen dan yang gaya operasi ini dapat mengurangi dan mere dam tindakan penyelewengan dilakukan oleh individu-individu b) Struktur Organisasi Kesatuan perusahaan direncanakan untuk struktur orgarusasi menyediakan tujuan rerangka perusahaan kerja yang di dalam perusahaan. Struktur organisasi tersebut uraian tugas yang jelas. dan diawasi. dari bawahannya yaitu Direktur mengevaluasi hasillaporan Pimpinan karyawannya sehingga PT X sangat memperhatikan staf dan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Tujuan utama manajemen adalah meningkatkan laba perusahaan dan mengembangkan perusahaan. Direktur selalu memperhatikan anggaran pencapaian target penjualan dengan Selain itu Direktur juga selalu membandingkan dan realisasinya. termasuk bagian yang . dilaksanakan. tanggung jawab. sehingga terlihat adanya pemisahan tugas dan fungsi yang cukup baik yang memudahkan pekerj aan seseorang dan tanggung jawabnya dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. dan karyawan bekerja dengan sunguh-sungguh untuk staf mempertanggungjawabkan pekerjaan kepada atasannya. operasi telah struktur mencapai keseluruhan dikendalikan. Struktur organisasi yang ditetapkan di PT X disusun secara jelas dan sistematis. Penentuan organisasi yang memadai termasuk memikirkan lingkup pelimpahan wewenang dan tanggung jawab serta garis komando yang jelas. . fungsi maupun hubungan organisasi. Hal ini terlihat dari semakin meningkatnya penjualan setiap tahunnya. baik menyangkut wewenang.64 mencerminkan ide manajer tentang bagaimana operasi suatu kesatuan usaha harus dilaksanakan.

menganalisis. Pendelegasian wewenang dan tamggung jawab tersebut biasanya melalui surat khusus yang mendelegasikan wewenang kepada yang menerimanya. sesuai maka akan tingkat setelah istirahat siang.65 terlibat dalam penenmaan. misalnya terlambat masuk kerja dan terlambat masuk kembali yang bertentangan. otorisasi . tennasuk atas pengendalian intern yang telah berjalan jika terdapat dan peraturan-peraturan yang ada. Risiko dapat timbul oleh keadaan sebagai berikut : a) Perubahan Lingkungan PT X Perubahan peraturan atau lingkungan operasi perusahaan dapat mengakibatkan perubahan dalam tekanan persaingan dan risiko yang berbeda. kebijakan-kebijakan . cuti berkala. pengeluaran. PT X terus berusaha melakukan penyempurnaan pengendalian intern terhadap kas agar terhindar dari manipulasi dan pencurian dengan dilakukkannya evaluasi dan perbaikan-perbaikan kelemahan. dan pemeriksaan kas. sehingga kompensasi atas pre stas i bawahannya terpacu untuk karyawan akan semakin memberikan yang terbaik bagi perusahaan. walaupun masih ada beberapa karyawan yang melanggarnya. 2) Perkiraan Risiko yang Timbul Perkiraan risiko yang akan timbul bertujuan untuk mengidentifikasi. Risiko-risiko yang ada disebabkan oleh faktor-faktor intern dan ekstern. menduduki memberikan tunjangan-tunjangan tunjangan hari bagi raya jabatan-jabatan dan pemberian tertentu. dan mengelola resiko yang berhubungan dengan pengendalian intern di dalam perusahaan. lamanya bekerja. Karyawan yang ada pada PT X pada umumnya telah mematuhi peraturanperaturan yang ada di perusahaan. Direktur menilai prestasi bawahannya seperti pemberian dan memberikan bonus. d) Kebijakan Perusahaan Pimpinan perusahaan memberikan perhatian kepada karyawannya dengan cara memberikan karyawan berdasarkan yang gaji yang memadai. Jika terjadi kepentingan diputuskan secara bersama-sama dengan Direktur dengan kepentingannya.

Untuk mendapatkan karyawan yang baik dan berkualitas tersebut PT X mengadakan seleksi yaitu dengan wawancara. terdapat pengendalian lainnya untuk bekerja dengan lebih baik. Tetapi untuk sistem absensi cara manual yang memungkinkan terjadinya masih mengunakan penylmpangan. yang ada di pernsahaan benar-benar karyawan yang berkualitas. yaitu karyawan keluarga. sekarang PT X telah menggunakan brankas dengan kode-kode tertentu dan kunci yang hanya diketahui oleh kasir.66 sehingga dapat meminimalkan atau mengantisipasi risiko yang mungkin timbul. Di atau pengertian lain atas ide-ide baru dan pandangan intern yang sedang diterapkan dalam pernsahaan yang sangat membantu bila karyawan tersebut berkualitas baik. 3) Aktivitas Pengendalian Penerimaan kas pada PT X diperoleh dari penjualan tunai dan penerimaan piutang dari para pelanggan. Selain itu. Adapun tujuan diberikan masa percobaan selama tiga bulan agar dapat dievaluasi cara kerjanya serta diberikan pelatihan-pelatihan sehingga karyawan-karyawan mengenai bidangnya. terhitung sejak . b) Karyawan Barn Dengan adanya karyawan baru yang masih mempunyai semangat kerja tinggi akan memacu karyawan samping itu. c) Teknologi Barn PT X telah menggunakan system komputerisasi dalam membuat buktiyang ada di PT X tidak boleh mempunyai hubungan bukti transaksi. sehingga dapat meminimalkan kecurangan yang mungkin terjadi dan mengefisienkan pernsahaan atau menghemat waktu kerja. tes tertulis. Misalnya bila sebelumnya kas hanya disimpan di laci yang terkunci. terdapat kebijakan pernsahaan dalam merekrut karyawan barn. dan memberikan kesempatan bagi karyawan baru tersebut untuk mengikuti masa percobaan selama tiga bulan. Piutang yang diberikan oleh pernsahaan biasanya mempunyai jangka waktu antara satu bulan sampai tiga bulan.

Selanjutnya membuat laporan kas yang diperiksa setiap harinya oleh Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan. Sebaliknya jika jumlah transaksi semakin kecil. Selanjutnya kasir melaporkan kepada Bagian Akuntansi untuk dicatat. Sedangkan dalam pengeluaran untuk keperluan operasional. dimana kas merupakan aktiva paling likuid sehingga dapat dengan mudah disalahgunakan atau digunakan untuk hal-hal yang tidak semestinya. maka pengendalian intern yang telah dilaksanakan hams senantiasa dievaluasi dan ditinjau ulang. kemudian membuat laporan kepada Bagian Keuangan setiap hari. Tinjauan ulang atas pelaksanaan kerja ini biasanya dilakukan oleh Direktur terhadap bagian- . Kasir membuat bukti transaksi penerimaan beserta uangnya. maka PT X memerlukan pengendalian intern yang memadai yang diharapkan dapat menciptakan pengelolaan kas yang efektif. Aktivitas pengendalian (Control Activities) terdiri dari kebijakan dan prosedur yang dirasakan bahwa diperlunya tindakan untuk meredam risiko dalam upaya pencapaian keseluruhan tujuan secara umum. kasir mengeluarkan uang setelah mendapat persetujuan kepada dan diparaf oleh Bagian Keuangan Bagian kemudian Keuangan melaporkannya Bagian Akuntansi. Unsur-unsur aktivitas pengendalian sebagai berikut : a) Pelaksanaan Review Kegiatan pengendalian dilakukan dengan mengadakan perbandingan antara penampilan kerja aktual dengan target atau sasaran yang telah ditetapkan. mencocokkan terlebih dahulu antara jumlah uang yang diterima dengan faktur-faktur yang telah dilunasi. Akibat transaksi penerimaan dan pengeluaran kas sering terjadi. jangka waktu pelunasan piutangnya akan semakin lama. Untuk mengatasi hal tersebut. Semakin besar jumlah transaksi. Bagian Keuangan sebelum memaraf bukti penerimaan yang dibuat oleh kasir.67 terjadinya transaksi dan tergantung pada besar kecilnya jumlah transaksi yang dilakukan. jangka waktu pelunasan piutangnya akan semakin cepat.

Tinjauan ulang terse but bisa juga dilakukan dengan pemeriksaan mendadak. terhadap atau untuk menghindari mencapai efektivitas pengelolaan kas. dalam hal tersebut sekaligus sebagai pengendalian pemakaian atau penggunaan kas perusahaan. Misalnya untuk bagian yang kas pengawasan dilakukan oleh Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan. Kegiatan pengendalian fisik ini dilaksanakan untuk menjaga asset dari perbedaan perhitungan antara catatan dengan hasil perhitungan fisik dan menghindari pencurian atas asset. misalnya memeriksa catatan penerimaan dan pengeluaran kas dengan bukti pendukung yang ada dan kas yang terdapat di dalam brankas. Fungsi Otorisasi Wewenang otorisasi ada pada Bagian Keuangan dan Kepala Bagian Akuntansi. terutama Direktur. Fungsi Pengawasan Umumnya fungsi ini dilaksanakan oleh masing-masing bersangkutan.68 bagian yang terdapat di dalam perusahaan. . yaitu dengan menyediakan brankas dan lemari khusus yang terkunci untuk menyimpan uang dan dokumen-dokumen perusahaan. PT X mencerminkan pemisahan tugas yangjelas seperti di bawah ini : 1. yang disengaja atau tidak dalam mengotorisasi dan pemeliharaan asset. Struktur organisasi trans aks i. c) Pemisahan Tugas Tujuan utama pemisahan tugas adalah untuk menghindari timbulnya kesalahan-kesalahan mencatat transaksi. 2. PT X telah melaksanakan pengamanan yang baik. Jika terjadi penyimpangan maka akan dilakukan tindakan koreksi. b) Pengendalian Fisik Pengendalian fisik ini terdiri dari prosedur-prosedur pengamanan atas kekayaan dan catatan perusahaan.

maka informasi dan komunikasi harus berjalan dengan baik. Fungsi Pencatatan Fungsi ini mencatat transaksi-transaksi yang dapat mengubah yang terjadi dalam perusahaan baik penerimaan struktur kekayaan perusahaan. maupun pengeluaran kas. Transaksi tersebut sah karena bukti-bukti pendukungnya telah diotorisasi serta dicatat. Unsur-unsur dari informasi dan komunikasi adalah sebagai berikut : a) Menyusun dan mencatat semua transaksi yang sah Bagian Akuntansi telah menyusun dan mencatat semua transaksi yang sah. bulan. Informasi tersebut membantu pelaksanaan pengendalian pengambilan keputusan oleh Direktur. dan membantu Dengan demikian yang diberikan oleh Bagian Akuntansi tersebut mudah dimengerti oleh yang membutuhkannya. b) Pengklasifikasian transaksi keuangan Bagian Akuntansi selalu mencantumkan intern di perusahaan dan proses tanggal. Kemudian dan Keuangan. dan tahun pada transaksi tersebut ke dalam dalam menyusun laporan saat transaksi tersebut terjadi dan mengklasifikasikan pos-pos sesuai dengan rekeningnya keuangan. 4) Informasi dan Komunikasi U ntuk mencapai pengendalian intern yang efektif. . Bagian penyimpanan ini melakukan penerimaan uang untuk keperluan operasional. Diantaranya dengan pencatatan informasi yang baik. Fungsi ini dilaksanakan oleh Bagian Akuntansi 4.69 3. Fungsi penyimpanan ini dilakukan oleh kasir. Fungsi Penyimpanan Bagian penyimpanan kas melakukan kegiatan menyimpan uang yang ada di dalam perusahaan. sesuai dengan jangka waktu terjadinya transaksi yang boleh hasil pekerjaannya diperiksa oleh Kepala Bagian Akuntansi sehingga menghasilkan informasi yang memadai dan tepat waktu. panduan kebijakan yang tercantum pada peraturan PT X dan laporan keuangan yang disusun secara periodik.

Pemantauan terhadap: 1. terutama yang berhubungan pengendalian intern di PT X. Pencatatan transaksi yang sesuai dengan prosedur dan bukti-bukti yang telah diotorisasi. . dengan kas. 5) Pemantauan Pemantauan kegiatan rutin PT X dilaksanakan oleh bagian-bagian yang terkait. Kasir uang. Pencatatan lembur karyawan dan jumlah karyawan agar tidak terjadi kas pada perusahaan untuk membiayai kebutuhan yang dilakukan terhadap kas merupakan pemantauan pembayaran gaji pada orang yang salah. 3. Selanjutnya Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan mempertanggungjawabkan kepada Direktur.70 c) Komunikasi Komunikasi di dalam perusahaan baik secara lisan yang berupa tindakan yang dilakukan oleh manajemen maupun tulisan yang berupa laporan pertanggungjawaban telah berlangsung dengan baik. sehingga dapat mempermudah selalu meminta persetujuan dari Bagian Keuangan dalam mengeluarkan Kemudian Bagian Keuangan memeriksa bukti-bukti transaksi dengan uang yang ada dan membuat laporan kepada Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan. Ketersediaan op eras ional. 5. Jumlah kas yang ada pada brankas dengan catatan yang ada dan bukti-bukti pendukungnya. Peraturan dan kebijakan yang ada. Kemudian hasil dari pemantauan tersebut dievaluasi dan diambil tindakan koreksi bila terjadi penyimpangan. 2. Misalnya pemantauan untuk kegiatan penerimaan dan pengeluaran serta pencatatan kas dilaksanakan oleh Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan. 4. Pemantauan secara umum pada PT X dilakukan oleh Direktur terhadap bagianbagian yang ada di dalam perusahaan.

Hal ini dimaksudkan agar penyusunan laporan keuangan akan lebih mudah dan memberikan informasi yang jelas. Adapun laporan keuangan yang disusun harus memenuhi hal-hal sebagai berikut : a. Pembayaran pajak yang dilakukan perusahaan adalah tepat waktu 2. Laporan keuangan yang disusun berdasarkan pada standar akuntansi keuangan dan prinsip akuntansi yang berlaku umum b. b. Kebijakan penetapan tariff oleh manajemen c. c. Cermat Laporan keuangan PT X disusun berdasarkan transaksi yang terjadi dan telah diotorisasi oleh pejabat yang berwenang. Ringkas Laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan mungkin agar dapat dimengerti oleh dibuat seringkas pihak yang semua memerlukannya. Keandalan Pelaporan Keuangan Dalam pencatatan setiap transaksi baik penerimaan maupun pengeluaran kas selalu didukung oleh bukti dan otorisasi dari pihak yang berwenang sehingga dapat ditelusuri apabila terdapat perbedaan. lelas Setiap transaksi yang terjadi di dalam perusahaan dengan jelas dan benar sesuai dengan kelompok diklasifikasikan transaksi yang bersangkutan. Ketaatan terhadap peraturan dan undang-undang yang berlaku PT X selalu berusaha menaati setiap peraturan. seperti berikut ini : a. PT X telah menaati hukum dan peraturan yang berlaku dan telah dilaksanakan dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan. keputusan. dan agar dapat mempermudah proses pengambilan .71 Tujuan pengendalian internal: 1. baik peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun kebijakan yang dibuat perusahaan sendiri.

Prosedur penerirnaan dari penjualan tunai adalah sebagai berikut : Penjualan diperoleh dari penjualan berbagai jenis produk kepada konsurnen. Penerirnaan kas Penerirnaan kas pada PT X diperoleh dari penjualan tunai.5 Pengelolaan Kas pada PT X Adapun pengelolaan kas yang terdapat pada PT X yaitu rneliputi : 1. terjadinya pernborosan yang tidak perlu.1. Kasir rnenerirna uang dari pernbeli sebesar jurnlah dalarn faktur penjualan tunai. yaitu : 1) Lernbar pertarna : untuk pernbeli : untuk Bagian Gudang : untuk Bagian Akuntansi 2) Lernbar kedua 3) Lernbar ketiga Bagian Akuntansi setelah rnenerirna faktur penjualan tunai akan rnernasukkan ke dalarn jumal. sehingga rnenunjang efektivitas dan efisiensi kegiatan operasi yang dijalankan oleh perusahaan. Hal ini dirnaksudkan agar laporan keuangan tersebut dapat digunakan oleh rnanajernen pada saat laporan keuangan tersebut dibutuhkan. Efektivitas dan Efisiensi Operasi PT X selalu rnelakukan digunakan dalarn pengarnanan Hal ini terhadap dilakukan surnber daya yang untuk rnencegah perusahaan. Kernudian kasir rnernbuat faktur penjualan rangkap tiga. 3. pendapatan lain-lain yang berasal dari pendapatan bunga dan sewa ternpat. yaitu : Kas Penjualan Rp xxx Rp xxx . 4. Tepat waktu Laporan Keuangan PT X disusun berdasarkan transaksi yang telah terjadi dalarn suatu peri ode pernbukuan. penerirnaan piutang dari para pelanggan.72 d.

maka Bagian Pemesanan memberi perintah kepada Bagian Pengiriman untuk mengirim barang kepada pelanggan dan memberitahukan batas waktu pembayaran. diterima. Jika pelanggan tersebut membayar hutangnya maka kolektor membuat kwitansi penerimaan yang disertai dengan Setelah uangnya tanda tang an.73 Untuk penenmaan kas dari pembayaran piutang. kolektor tersebut memberikan uang tersebut kepada kasir. dan nama kolektor yang menagih. lalu . Jika Bagian Barang Administrasi Kredit menyetujui. kemudian pesanan tersebut diberitahukan kepada Bagian Administrasi Kredit sehingga Bagian Administrasi Kredit dapat menilai layak atau tidaknya pelanggan tersebut memperoleh kredit. Atau dapat dilakukan dengan cara lain. Rp xxx Rpxxx pada saat piutang tersebut jatuh tempo. 2. prosedur penerimaan kas adalah sebagai berikut : Bagian Pemesanan Barang menerima pesanan produk dari pelanggan. yaitu pelanggan dapat mengambil sendiri barangnya ke PT X dan menanyakan langsung tanggal Bagian pembayarannya Administrasi ke Bagian Administrasi Kredit. 3. Kemudian Kredit membuat faktur penjualan kredit sebanyak tiga lembar yang didistribusikan kepada : 1. Bagian kolektor untuk menagih piutang Administrasi Kredit memerintahkan yang telah jatuh tempo tersebut dengan membawa faktur penjualan yang belum dilunasinya. Lembar pertama Lembar kedua Lembar ketiga Bagian : untuk pembeli : untuk Administrasi Kredit : untuk Bagian Akuntansi Akuntansi akan menjumalnya Jumalnya dan adalah Kemudian memasukkannya sebagai berikut : Piutang dagang Penjualan Selanjutnya dalam buku pembantu piutang.

Rpxxx Rpxxx Pada akhir kerjanya.74 kasir membuat dokumen penenmaan piutang rangkap tiga yang didistribusikan kepada : l. maka Bagian Administrasi Kredit akan melakukan konfinnasi langsung kepada pelanggan tersebut dan apabila temyata benar. Kemudian uang terse but disimpan oleh Bagian Keuangan untuk disetor ke bank pada hari itu juga atau paling lambat keesokan harinya.. Lembar ketiga Selanjutnya Bagian Akuntansi akan mencatat transaksi tersebut ke dalam jumal dan buku pembantu piutang. Jumalnya adalah sebagai berikut: Kas Piutang dagang Jika kolektor memberitahukan Rpxxx Rp xxx bahwa pelanggan tersebut tidak dapat memenuhi kewajibannya. Bagian Keuangan memeriksa bukti-bukti transaksi dan kas yang ada pada kasir. Setelah mencocokkan jumlah uang yang diterima dengan jumlah uang yang tercantum pada bukti kas masuk. Penerimaan dari pendapatan lain-lain oleh Bagian Akuntansi dijurnal sebagai berikut : Kas Pendapatan . Lembar pertama : untuk kasir : untuk Administrasi Kredit : untuk Bagian Akuntansi 2.. Lembar kedua 3. maka Bagian Keuangan menandatangani bukti kas masuk tersebut... maka pelanggan tersebut tidak diperbolehkan memesan produk lagi sebelum ia memenuhi kewajibannya. .

maka pemegang dana kas kecil mengisi formulir Pengisian Kembali Dana Kas Kecil rangkap dua untuk mendapatkan uang tunainya kepada Bagian Keuangan 1. Berdasarkan data dari buku tersebut.000. Penerimaan Kas Kecil Prosedur penerimaan kas kecil melibatkan Bagian Keuangan. jumlah saldo buku kas kecil hams sebesar Rp 5. dan kasir.75 2. Berdasarkan mengajukan bukti-bukti transaksi. dan jumlah saldo kas kecil yang ditetapkan sistem sebesar Rp 5.000. Setelah mendapat persetujuan.000.000. Setelah pengisian dana. Lembar pertama sebagai arsip Bagian Keuangan 2. tiap bulan pemegang selama dana kas kecil. . Selanjutnya laporan tersebut akan diserahkan kepada Kepala Bagian Akuntansi untuk diperiksa. Bagian Akuntansi. Bagian Keuangan menyerahkan uang tunai kepada pemegang dana kas kecil sebesar jumlah biaya yang telah dikeluarkan untuk keperluan seminggu sekali. Lembar kedua diberikan pada Bagian Akuntansi Selanjutnya pemegang dana kas kecil akan mencatat dalam buku kas kecil.00. membuat laporan kas kecil satu bulan.00 sebagai berikut : Pengeluaran-pengeluaran Kas di Bank Rpxxx Rpxxx dan Bagian Akuntansi akan menjumalnya Dalam buku kas kecil tercantum semua transaksi penerimaan dan pengeluaran kas kecil. Adapun prosedur serta ketentuan yang hams dilakukan atau ditaati untuk melaksanakan transaksi penerimaan kas kecil dapat dijelaskan sebagai berikut : Pengisian dana kas kecil pada PT X ini menggunakan imprest. Pengisian kas kecil dilakukan pengisian kembali Keuangan. yaitu kasir. dana pemegang kas kecil dana kas kecil kepada Bagian rutin dan segera.

rnaka kasir akan rnernberikan sejurnlah uang sebesar yang tertera dalarn forrnulir terse but kepada bagian yang bersangkutan. Pengeluaran Kas Kecil Prosedur pengeluaran rnernbutuhkan. Adapun prosedur pengeluaran kas PT X dapat dijelaskan sebagai berikut : Bagian yang rnernbutuhkan rnenglSl forrnulir Perrnintaan Pengeluaran Kas Kecil. Pengeluaran kas untuk rnernbayar gaji karyawan c. Pengeluaran kas untuk rnengisi dana kas kecil b. Bagian Akuntansi akan rnencatat di dalarn jurnal yaitu : Gaji karyawan Kas di bank Rp xxx Rpxxx 4. dana kas kecil rnelibatkan bagian yang dan kasir.76 3. Pengeluaran kas untuk pernbelian bahan baku / bahan dasar Prosedur pengeluaran kas untuk rnernbayar gaji karyawan kas yang terjadi pada PT X urnunmya dilakukan pada akhir bulan. untuk rnernperoleh sejurnlah uang. Transaksi pengeluaran Bagian Keuangan yang terjadi adalah pengeluaran untuk keperluan rutin PT X. yang didistribusikan kepada : 1. Pengeluaran Kas Transaksi pengeluaran rneliputi : a. Kernudian Bagian Keuangan daftar gaji kepada rnerneriksa dan rnentransfer gaji setiap karyawan ke dalarn rekening rnasing-rnasing karyawan sebesar gaji para karyawan. Kasir rnenyerahkan Bagian Keuangan. Lernbar kedua Untuk bagian yang rnerninta Untuk arsip kasir Setelah diisi dan disetujui oleh Bagian Keuangan. Lernbar pertarna 2. Forrnulirnya rangkap dua. .

2. Tidak melaporkan penjualan yaitu transaksi penjualan yang terjadi tidak dilaporkan dan mengantungi uang hasil penjualan. pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yaitu setiap bagian di dalam perusahaan telah mengetahui dengan jelas tugas dan tanggung . karena pengendalian internal yang dijalankan PT X telah memenuhi unsur-unsur pengendalian internal yaitu : l. Mencantumkan jumlah yang salah pada buku kas Jumlah kas yang diterima dengan jumlah yang dicatat dalam buku kas berbeda. 3.2. PT X telah mempunyai struktur organisasi yang mengatur dengan j elas garis komando di dalam perusahaan. 4. dengan cara tidak mencatat yang dicatat sebenamya tidak pembayaran. Membukukan pengeluaran palsu yaitu membuat bukti palsu atau pengeluaran pernah terjadi atau tidak pernah ada. Lingkungan Pengendalian Pada umumnya lingkungan pengendalian yang ada di PT X memadai. 5. Kitting yaitu pinjaman tanpa mendapat persetujuan.77 Efektivitas pengelolaan kas dapat dicapai jika hal-hal berikut ini dapat dihindari / dikurangi : 1. Lapping yaitu menyelewengkan kas dengan cara melaporkan penerimaan lebih lambat daripada saat penerimaannya.2 Pembahasan 4. hal ini tercermin dari pelaksanaan unsur-unsur lingkungan pengendalian. tapi mencatat penyetoran dalam hal melakukan transfer ke bank.1 Peranan Pengendalian Internal Kas Dalam Memmjang Efektivitas Pengelolaan Kas Setelah melakukan penelitian penulis berpendapat bahwa pengendalian internal kas pada PT X memadai. 4.

78

jawab masing-masing,

dan adanya kebijakan perusahaan

seperti pemberian dan

bonus bagi karyawan yang berprestasi, pemberian tunjangan-tunjangan adanya pemberian cuti secara berkala. 2. Perkiraan Risiko yang Timbul Risiko yang mungkin timbul telah diidentifikasi, dengan baik oleh internal PT X, sehingga dapat dianalisis,

dan dikelola pelaksanaan

mempermudah

pengendalian tercemin pendidikan

dan mengurangi pelatihan

penyimpangan karyawan yang

di PT X. Hal ini yang dapat dapat berupa

dari adanya keahlian

terhadap

dan pendidikan

lainnya

meningkatkan

keahlian karyawan serta adanya masa training bagi karyawan baru selama tiga bulan. Walaupun masih terdapat kelemahan dalam sistem absensi yang masih dilakukan secara manual, sehingga dapat menyebabkan adanya kecurangan-

kecurangan dalam sistem absensi yang terjadi akibat tidak terpantau. 3. Aktivitas Pengendalian Aktivitas pengendalian pada PT X telah memadai, tercermin dari pelaksanaan unsur-unsur aktivitas pengendalian dengan baik oleh bagian yang ada di PT X, seperti adanya pemisahan antara fungsi otorisasi, fungsi pengawasan, fungsi pencatatan, dan fungsi penyimpanan. 4. Informasi dan Komunikasi Informasi dan komunikasi pada PT X telah berjalan dengan baik, hal ini terlihat dari penyusunan dan penyampaian informasi serta komunikasi antara bagian-bagian yang terkait di PT X, sehingga membantu manajemen dalam

pelaksanaan pengendalian intern.

s.

Pemantauan Pemantauan pada PT X telah berjalan cukup baik, hal ini terlihat dari adanya tindakan evaluasi dan tindakan koreksi jika terdapat kelemahan, sehingga akan semakin menyempurnakan pengendalian intern yang ada pada PT X.

79

4.2.2

Efektivitas Pengelolaan Kas Setelah melakukan penelitian penulis berpendapat bahwa pengelolaan kas

pada PT X memadai, karena adanya pemisahan tugas atau fungsi dalam : 1. Penerimaan Kas Telah adanya pemisahan tugas dan tanggungjawab yang jelas, dimana

dalam penerimaan kas tidak hanya melibatkan satu bagian saja. Sehingga tidak akan dapat terjadi kecurangan yang dilakukan oleh salah satu pihak. 2. Penerimaan Kas Kecil Penerimaan kas kecil melibatkan tiga bagian yaitu Bagian Keuangan,

Bagian Akuntansi dan kasir. Untuk mengisi kembali dana kas kecil kasir hams mengisi terlebih dahulu formulir pengisian kembali dana kas kecil yang dilampiri dengan bukti-bukti transaksi pengeluaran kwitansi, faktur-faktur dan lain sebagainya. 3. Pengeluaran Kas Pengeluaran kas untuk membayar gaji pegawai, sebelum Bagian Keuangan melakukan pembayaran gaji kepada para karyawan, Bagian Keuangan terlebih dahulu menerima laporan dari kasir mengenai gaji setiap karyawan. Setelah Bagian Keuangan memeriksa semua laporan mengenai gaji para karyawan Bagian Keuangan kemudian mentransfer gaji para karyawan ke dalam kas yang dapat berupa

rekening masing-masing cara transfer

karyawan. Pembayaran gaji para karyawan dengan resiko berupa

selain efisien dan efektif juga mengurangi

kehilangan dan perampokan dari pihak yang tidak bertanggungjawab. 4. Pengeluaran Kas Kecil Bagian yang membutuhkan pengeluaran kas kecil hams mengisi terlebih dahulu formulir permintaan pengeluaran kas kecil rangkap dua. Lembar

pertama untuk kasir dan lembar kedua untuk bagian yang membutuhkan. Sebelum melakukan pengeluaran kas kecil formulir permintaan pengeluaran kas kecil hams mendapat otorisasi terlebih dahulu dari Bagian Keuangan. Setelah mendapat persetujuan, bagian yang membutuhkan membawa formulir

80

yang telah disetujui oleh Bagian Keuangan ke kasir. Kasir akan mengeluarkan kas sebesar jumlah yang tercantum dalam formulir permintaan pengeluaran kas kecil yang telah disetujui oleh Bagian Keuangan. Efektivitas pengelolaan kas dapat dicapai jika hal-hal berikut ini dapat dihindari / dikurangi : 1. Lapping Terdapat pemisahan fungsi antara bagian penyunpanan dengan bagian

pencatatan dan uang yang diterima pada hari itu langsung disetorkan ke bank atau paling lambat keesokan transaksi penerimaan harinya. Bagian Keuangan selalu memeriksa

dan pengeluaran

kas yang ada pada kasir. Kemudian

Bagian Keuangan membuat laporan kepada Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan. Di PT X tidak pemah terjadi penggelapan kas dengan cara lapping. 2. Tidak melaporkan penjualan Bagian Keuangan selalu memeriksa hasil penjualan setiap hari dengan

melakukan cross check antara catatan menurut kasir dan catatan pengambilan barang di gudang. Kemudian Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan akan mencocokkannya dengan catatan yang ada pada Bagian Akuntansi, sehingga

tidak memungkinkan kasir untuk tidak melaporkan penjualan. 3. Membukukan pengeluaran palsu Setiap pengeluaran yang terjadi di PT X harus diotorisasi oleh Bagian Keuangan dengan memeriksa kebenarannya terlebih dahulu, sehingga kasir atau bagian lain sulit untuk membukukan pengeluaran palsu. 4. Kitting Kecurangan menggunakan dengan cara kitting tidak pemah terjadi, karena PT X hanya satu bank saja dan selalu diadakan pencocokan antara catatan

saldo menurut bank dan catatan saldo yang ada di perusahaan. Hal ini akan dapat menghindari penyalahgunaan kas dengan cara kitting.

penulis dapat simpulkan bahwa pengendalian internal kas yang dilaksanakan pada PT X telah berperan dalam menunjang efektivitas pengelolaan kas.2. Kemudian Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan mencocokkannya kembali dengan catatan yang ada pada Bagian Akuntansi.2. yang hasilnya kemudian dikelompokkan dan dihitung. sehingga kesalahan mencantumkan jumlah kas kecil sekali karena tidak hanya diperiksa oleh satu bagian saja. c) Terdapat pemisahan fungsi antara bagian penyimpanan (kasir). Simpulan ini berdasarkan: A) IDalam pengendalian internal kas a) Perusahaan telah mempunyai struktur organisasi yang jelas yang menggambarkan wewenang kebijakan uraian tugas yang jelas. otorisasi (Bagian Keuangan). dan .81 5. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tersebut. Bagian Keuangan selalu mencocokan jumlah kas yang ada di kasir dengan bukti-bukti transaksinya. Penggunaan sistem komputerisasi. Selain itu penulis juga melakukan pengamatan langsung dan wawancara dengan pejabat yang terkait dengan hal yang penulis bahas.3 Penggujian Hipotesis 4. bagian pencatatan (Bagian Akuntansi). Perusahaan juga mempunyai dan peraturan yang ditaati dengan cukup baik oleh karyawannya. b) Direktur telah melakukan evaluasi terhadap pengendalian intern yang ada. walaupun terdapat kelemahan dalam sistem absensi serta seleksi karyawan baru dapat membantu pengendalian intern PT X.1 Analisis Deskriptif Kualitatif Dalam melakukan penggujian ini penulis dibantu dengan pertanyaan kuesioner.3. 4. baik yang menyangkut maupun tanggung jawab. Mencantumkan jumlah yang salah pada buku kas Seperti yang telah dijelaskan di atas.

prosedur. d) Bagian Keuangan selalu mencocokkan jumlah kas yang ada pada kasir dengan bukti-bukti transaksinya dan Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan mencocokkannya pada Bagian Akuntansi. Direktur juga melakukan peninjauan ulang atas hasil kerja setiap bagian yang ada di perusahaan. sehingga memudahkan dalam penyampaian informasi dan komunikasi antara bagian yang terkait. Kemudian transaksi dikelompokkan ke dalam pos-pos sesuai dengan rekeningnya masingmasing. kembali dengan catatan yang ada . yang mengotorisasi. bagian pencatatan. e) Direktur telah mengevaluasi kebijakan. b) Seluruh pendapatan yang diterima pada hari itu langsung disetorkan ke bank dan saldonya selalu diperiksa oleh Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan. baik penerimaan maupun pengeluaran kas untuk menentukan langkah selanjutnya. dan posisi kas yang telah terjadi. B) Dalam Pengelolaan Kas a) Terdapat pemisahan fungsi antara bagian penyimpanan.82 yang memeriksa (Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan). dan yang memeriksa. d) Pencatatan transaksi yang terjadi didasarkan pada bukti-bukti yang telah diotorisasi dan dicantumkan tanggalnya. Selain itu. c) Setiap transaksi dilakukan dengan sistem komputerisasi dengan mencantumkan tanggal dan diotorisasi oleh Bagian Keuangan. terdapat brankas dan filling cabinet yang terkunci untuk menyimpan uang dan dokumen-dokumen penting perusahaan. sehingga dapat meminimalkan kecurangan atau penyalahgunaan kas yang ada di dalam perusahaan.

Dan hasil jawaban untuk kuesioner efektivitas "Y A" kas yang terdiri dari 15 pertanyaan diperoleh jawaban sebanyak 47. frekuensi jawaban kuesioner sebanyak 60.83 4. frekuensi jawaban kuesioner pengelolaan sebanyak 324.2 Xl00% Persentase = ---- X 100% 174 = 77. Dengan menggunakan rumus Champion dapat dihitung persentasenya adalah sebagai berikut : Persentase pengendalian internal kas Persentase = Frekuensi Jawaban Kuesioner 2':.2 Analisis Statistik Hasil jawaban untuk kuesioner pengendalian internal kas yang terdiri dari 81pertanyaan dan diperoleh jawaban "Y A" sebanyak 252.77% Persentase efektivitas pengelolaan kas .Tawahan "Va" = Persentase Frf'knf'n~i .Tnrnlah .Tawahan Knf'~ionf'r X 1000/n Persentase = 47 fiO X 100% 78.33% .3.2.

Berdasarkan hipotesis yang telah diajukan dapat disirnpulkan diterirna. sehingga peranan kas yang dilaksanakan PT X internal kas dalarn pengendalian rnenunjang efektivitas pengelolaan kas telah efektif.84 Berdasarkan hasil yang diperoleh yaitu sebesar 77. bahwa hipotesis tersebut dapat .33% untuk efektivitas pengelolaan kas.77%untuk pengendalian internal kas dan 78. hal tersebut rnenunjukkan bahwa pengendalian telah rnernadai.

b. Adanya otorisasi dari pejabat yang berwenang untuk setiap transaksi pengeluaran kas. f. Adanya brankas dokumen-dokumen dan lemari khusus tempat penylmpanan uang dan kodedan penerimaan perusahaan yang terkunci dan menggunakan kode khusus serta tidak dapat dibuka oleh sembarang orang. Pelaksanaan penjurnalan oleh Bagian Akuntansi dilakukan berdasarkan dokumen yang telah diisi dan diotorisasi disertai bukti-bukti pendukung. yaitu : a. Adanya pelaksanaan review pada PT X untuk menilai pelaksanaan prosedur. hal ini tercermin dalam pelaksanaan pengendalian intern yang ada pada PT X. penulis dapat menarik simpulan sebagai berikut : 1. Terdapat struktur organisasi yang didalamnya terdapat uraian tugas yang mencerminkan perusahaan. Adanya seleksi terhadap calon karyawan baru untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas dan penggunaan sistem komputerisasi dalam pembuatan bukti transaksi. d.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya. e. Terdapat pemisahan fungsi otorisasi. Pelaksanaan monitoring terhadap laporan pengeluaran kas yang diterima oleh pejabat yang terkait. pencatatan.BABV SIMPULAN DAN SARAN 5. 85 . Pengendalian intern kas yang ada di perusahaan telah memadai. c. khususnya prosedur yang berhubungan dengan kas. tanggung jawab setiap bagian yang ada di dalam sehingga mendorong karyawannya untuk mematuhi setiap peraturan yang ada. pengawasan. dan penyimpanan kas.

Pengelolaan kas yang dilakukan di PT X telah efektif hal ini tercennin dari: a. Bagian Keuangan selalu memeriksa transaksi penerimaan dan pengeluaran kas yang ada pada kasir. yang mengotorisasi. Setiap trans aks i dilakukan dengan sistem komputerisasi dengan mencantumkan tanggal dan diotorisasi oleh Bagian Keuangan. . c.86 2. Pencocokan antara catatan saldo menurut bank dengan catatan saldo pada perusahaan oleh Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan. sehingga tidak terjadi pengeluaran adanya PT X telah meminimalkan penyalahgunaannya yang tidak semestinya risiko pencurian dan dengan dan uang tunai oleh orang-orang yang tidak bertangungjawab. bagian pencatatan. dan yang memeriksa. Dengan adanya otorisasi dari pejabat berwenang untuk setiap pengeluaran. b. 3. d. Terdapat pemisahan fungsi antara bagian penyimpanan. sehingga dapat meminimalkan kecurangan atau penyalahgunaan kas yang ada di dalam perusahaan. Terdapat pemisahan fungsi antara bagian penyimpanan dan bagian pencatatan serta uang yang diterima hari itu langsung disetorkan ke bank atau paling lambat keesokan harinya. Pengendalian intern kas telah berperan dalam menunpng efektivitas pengelolaan kas. d. c. b. Bagian Keuangan selalu memeriksa hasil penjualan dengan melakukan cross check antara catatan menurut kasir dan catatan pengambilan barang di gudang. Seluruh pendapatan yang diterima pada hari itu langsung disetorkan ke bank dan saldonya selalu diperiksa oleh Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan. sehingga penggelapan kas dengan cara lapping dapat dihindari. hal ini dapat dilihat dari : a.

2 Saran Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan di atas. . mencocokkan kembali dengan catatan menurut Bagian 5. kemudian Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan Akuntansi.87 e. cash budget Adapun saran perbaikan tersebut adalah agar PT X menerapkan karena cash budget sangat berperan dalam penyediaan dana bagian kegiatan usaha operasional perusahaan. Selain itu dengan adanya cash budget dapat membantu perusahaan dalam menentukan penyediaan kas yang diperlukan agar tidak terlalu banyak ataupun sedikit. Bagian Keuangan selalu mencocokkan jumlah kas yang ada pada kasir dengan bukti-bukti transaksinya. maka penulis ingin memberikan saran untuk memperbaiki kelemahan yang masih ada pada PT X.

Ninth Edition. Edisi Keempat. New York: Mac Milan Publishing Co Hartadi. Englewood Cliffs. Newyork: John Wiley & Sons Inc La Midjan. Eighth Edition. 1999. 1992. 2000. Bandung : Penerbit Lembaga Informatika Akuntansi Mulyadi. Edisi Ketiga. Fifth Edition. 2002. New Jersey: Pearson Education International AL Haryono Yusuf. 2000. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara Kell. 1994. Kieso. 1990. 1999. Randal J Elder. Edisi Keenam. Robert H Strawser. Ikatan Akuntan Indonesia. New Jersey: Prentice Hall International Inc Arens. Alvin A and Loebbecke. 1997. 1998. Second Edition. Kell. Auditing Theory & Practice. Alvin A. Accounting Principles.DAFT AR PUSTAKA Arens. Fourth Edition. By Dame a Division of Thomsom Learning Komite SAK. Ninth Edition. Auditing An Integrated Approach. Edisi Kedua. Jakarta: Penerbit Salemba Empat Weygandt. Ensiklopedia Manajemen. Modern Auditing. Basic Statistic For Social Research. Standar Profesional Audit Internal. Newyork : John Wiley & Sons Inc . Yogyakarta : Penerbit BPFE Yogyakarta Hiro Tugiman. and Mark S Beasley. Jakarta: Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Komarudin. Sistem Informasi Akuntansi I. Bambang. Standar Akuntansi Keuangan. Kanisius Jerry R Starwser. Yogyakarta : Penerbit Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Champion Dean J. Walter G & Boynton. Auditing. Sistem Pengendalian Intern. 2002. 2003. Edisi Keenam. 1996. Auditing and Assurance Services An Integrated Approach. Dasar-dasar Akuntansi.

Kami akan tetap merahasiakan identitas BapaklIbu sebagai sumber data.Hal: Pennohonan Pengisian Kuesioner Kepada: Yth: BapaklIbu Di Tempat Dengan Hormat. Mengetahui. kami bennaksud Intern Kas dalam mengadakan Menunjang penelitian Efektivitas Pengendalian Kas. AK MBA." Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan pengendalian intern kas dalam menunjang efektivitas pengelolaan kas. Penulis (H. Dalam rangka penyelesaian tugas akhir program Strata Satu (S-l) Jurusan Akuntansi pada Universitas mengenm Pengelolaan "Peranan Widyatama. Agar penelitian ini dapat terlaksana.Sudarli G. kami akan mengambil kembali kuesioner tersebut. SE. MM) (Anthon) . kami mohon kesediaan BapaklIbu agar meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner yang kami lampirkan bersama surat ini. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang BapaklIbu berikan. Dosen Pembimbing Honnat Saya.

yaitu pertanyaan khusus tertutup dan pertanyaan khusus terbuka. Pada pertanyaan khusus terdapat dua jenis. (II) Pendidikan terakhir: (III) Jabatan (IV) Lama kerja B. Sedangkan pada pertanyaan khusus terbuka isilah pada tempat yang telah tersedia. . pertanyaan tersebut tidak perlu diisi. yaitu isian dan pilihan.Daftar Pertanyaan Pertanyaan ini terdiri dari dua tipe yaitu pertanyaan umum dan pertanyaan khusus. Pada pertanyaan khusus tertutup pilihlah salah satu j awaban yang dianggap paling tepat untuk setiap pertanyaan sesuai dengan kenyataan di tempat Bapakllbu selama bekerja di PT "X" dengan cara memberi tanda (v) pada kolomjawaban yang telah tersedia. . Pertanyaan umum (I) Nama . Apabila Bapak/lbu keberatan untuk mengisi pertanyaan umum. A. Pertanyaan khusus Pada pertanyaan khusus ini terdapat dua jenis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful