P. 1
kuesioner2

kuesioner2

|Views: 2,136|Likes:
Published by Adit Poenya

More info:

Published by: Adit Poenya on Mar 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1 Latar Belakang Penelitian
  • 1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
  • 1.4 Kegunaan Penelitian
  • 1.5 Rerangka Pemikiran
  • 1.6 MetodologiPenelitian
  • 1.7 Lokasi dan Waktu Penelitian
  • 2.2 Pengertian Efektivitas
  • 2.3 Pengendalian Intern
  • 2.3.1 Pengertian Pengendalian Intern
  • 2.3.2 Pentingnya Pengendalian Intern
  • 2.3.3 Tujuan Pengendalian Intern
  • 2.3.7 Keterbatasan Pengendalian Intern
  • 2.4 Kas
  • 2.4.1 Pengertian Kas
  • 2.4.2 Sifat dan Komposisi Kas
  • 2.4.3 Fungsi Kas
  • 2.4.4 Pengelolaan Kas
  • 2.5 Pengendalian Intern Kas
  • 2.7 Program penggujian Kepatuhan Kas
  • 3.1 Objek Penelitian
  • 3.2 Metode Penelitian
  • 3.2.1 Kriteria Responden
  • 3.2.2 Teknik Pengumpulan Data
  • 3.2.6 PenarikanSimpulan
  • 4.1.2 Struktur Organisasi dan Uraian Tugas
  • 4.1.3 Aktivitas PT X
  • 4.2.3.2Analisis Statistik
  • 5.1 Simpulan

"PERANAN PENGENDALIAN INTERN KAS DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KAS (Studi kasus pada PT"X

")"

SKRIPSI Diajukan untuk rnernenuhi salah satu syarat dalarn rnenernpuh Ujian Sarjana Ekonorni Jurusan .Akuntansi Universitas Widyatarna

Disusun oleh: N arna Anthon Nrp : 01.00.070

UNIVERSITAS WIDY AT AM A Terakreditasi (Accredited) SK. Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nornor: 001/BAN-PT/AK-lIVIIII1998 2003

SP:l(OLjlJ-{ ~'E~(j_X£CJ{SIJl_ Pl(jl_:N CD JeRJ 7(1q'Jl_ V:JV'IV7( ~'E:N9'J-{Jl_ CDJl_PI VJlJl_:N, 'J-{ICDVP ~'E:NE:JV'IV7(jl:N LV L

os

q'ICDJl_7\:N'YJl_7(1q'Jl_ CDJl_CJ(1 VJlJl_:N lTV.
(-SAY-)

Vji[ali dirimti sendiri; apa/tali /tamu tetap tega/tdi dalam iman. Se[idilijlali dirimu. (2 Korintus 13 " 5a)

rJXE:NqP,rI.Jl2{V /l'JVlW P FR,Jvf_/lW /lW /lLL.Jl2{ tJ'/lWP/l rJXEWrD I'JVlW Jr:J) S~~OL.Jl2{L~0IU0/lI~
rD /l1?J_P/lrD 9rf_(EM_I /l LI~I

q~L/l1(

tJ'/lPI rnrD/l~ 9vf_~Wq~W/lL /lLLjlJ{. (- WILLIAM LYON PHELPS -)

ABSTRAK PERANAN PENGENDALIAN INTERNAL KAS DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KAS ( studi kasus pada PT X) Penulis membahas masalah mengenai apakah pengendalian internal kas

telah memadai pada PT X, apakah pengelolaan kas telah efektif pada PT X dan apakah pengendalian internal kas telah berperan dalam menunjang efektivitas

pengelolaan kas pada PT X. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui memadai atau tidaknya pengendalian internal kas pada PT X, untuk mengetahui efektif atau

tidaknya pengelolaan kas, dan untuk mengetahui apakah pengendalian internal kas berperan PTX. Metodologi yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data primer diperoleh melalui penelitian lapangan yaitu dengan mengadakan observasi, wawancara dan kuesioner mengenai objek yang sedang diteliti. Sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur-literatur yang dalam menunjang efektivitas pengelolaan kas yang diterapkan oleh

berhubungan dengan masalah yang diteliti. Hipotesis penelitian ini adalah pengendalian internal kas yang diterapkan oleh PT X secara memadai berperan menunjang efektivitas pengelolaan kas. Berdasarkan hasil penelitian, pengendalian internal yang dilakukan PT X telah memadai, hal ini didukung oleh unsur-unsur; penaksiran risiko, aktivitas pengendalian, lingkungan pengendalian, dan komunikasi, dan

informasi

pemantaua. Adapun pengelolaan kas yang diterapkan PT X telah efektif hal ini tercermin dari adanya prosedur dalam penerimaan kas, penerimaan pengeluaran kas dan pengeluaran kas kecil. Akhirnya dapat diambil suatu simpulan bahwa pengendalian internal kas telah berperan dalam menunjang efektivitas pengelolaan kas. kas kecil,

yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing saran sehingga penulisan skripsi dapat selesai.. Dr. serta memberikan petunjuk dan 11 .. bantuan dan dorongan semangat dari berbagai pihak. penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. selaku dosen pembimbing dua. Dalam penyusunan skipsi ini penulis menyadari bahwa mendapat dukungan berupa doa. Pada penulisan skripsi ini.E. M. Df. yang merupakan Ekonomi Jurusan menempuh Akuntansi Universitas Widyatama.. Dipl. sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama. Dalam kesempatan ini dengan kerendahan hati. penulis akan menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada: 1. S. Bapak Prof.. saran. S.Sudarli G.Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. 3..M. 2. Bapak H. Ak. Bapak Bachtiar Asikin. H.Wedi Rusmawan.E. Bapak R. S. selaku dosen pembimbing pertama.KATAPENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala rahmat dan karunia. MBA. 4.E. Dalam kesempatan ini penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk perbaikan penulisan di masa yang akan datang. karena disebabkan terbatasnya kemampuan dan pengetahuan penulis. sebagai Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama.. S. Judul skripsi tersebut adalah "Peranan Pengendalian Dalam Menunjang syarat untuk Efektivitas Pengelolaan ujian Sarjana Internal Kas salah satu pada Kas".. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi perusahaan di mana penulis melakukan penelitian dan memberikan pengetahuan bagi pembacanya.E. Surachman S.. yang telah menyisihkan waktunya yang paling berharga untuk membimbing serta memberikan petunjuk dan saran sehingga penulisan skripsi dapat selesai.

Ternan-ternanku: Ko Haryono. Ellenawati. 8. dan Karyawan Perpustakaan Universitas Widyatarna yang telah rnernbantu penulis dalarn rnengikuti perkuliahan. Indriyani Herrnawan. Davey (Ruben). penulis berharap sernoga Tuhan rnernberkati sernua pihak yang telah rnernberikan bantuan kepada penulis. 6. Pendi (Abun). Kuku. dan adik-adikku yang tercinta dan tersayang atas doa. April 2003 Penulis Anthon 111 . Marna. dorongan rnoril. Karyawan Adrninistrasi. dan segala perhatiannya yang tidak henti-hentinya kepada penulis. kesabaran. Papa. dan Aan yang telah banyak rnernbantu dan rnernberikan perhatian dan waktunya kepada penulis dalarn penulisan skripsi ini. 9. Widi (Kiat). Handiyanto dan yang lainnya yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah berdoa dan rnernbantu penulis. 7. Seluruh Staf Dosen yang telah rnernberikan bekal pengetahuan yang sangat berharga selarna penulis rnenuntut ilrnu di Fakultas Ekonorni Jurusan Akuntansi Universitas Widyatarna. Sahabatku: Chep'z (Rudy). 10.5. Bapak Harto Gunawan selaku Direktur PT X dan seluruh karyawan PT X yang telah banyak rnernbantu dalarn rnernberikan data dan ijin kepada penulis untuk rnelakukan penelitian serta rnernberikan banyak rnasukan yang berguna untuk rnenyusun skripsi ini. Akhir kata. Sernoga skripsi ini dapat rnernberikan surnbangan pernikiran yang beguna bagi rekan-rekan pernbaca. pengertian. Budi. Bandung.

.. .5 2.. .7 BAB II. . .7 2. .. . .. . ..6 l... ...6 2.3... ..3. 10 10-11 11-12 12-14 14 14-19 19-23 23-24 25 26-28 28-29 .. 1-2 2 3 4 4-8 8-9 9 1.. .... TINJAUAN PUS TAKA 2. . .. .3. ..4 2..3. . .8 Pengertian Pengendalian Intern. .. . . .. . ... .... . Rerangka Pernikiran Metodologi Penelitian Lokasi dan Waktu Penelitian .. ...1 2. ...3.3. .5 l.3. . .. . ....... . PENDAHULUAN l.......... . . ....2 2. ..2 l. ... . . ... Unsur-unsur Pengendalian Intern Yang Bertanggungjawab atas Pengendalian Intern Prinsip-prinsip Pengendalian Intern Keterbatasan Pengendalian Intern Manfaat Pengendalian Intern bagi Manajernen . .... ... ... .4 Kegunaan Penelitian l. .3..... . .. Pentingnya Pengendalian Intern Tujuan Pengendalian Intern. . ... ..2 Pengertian Efektivitas 2.1 Pengertian Peranan 2. . ......1 l. . . .. ... ..3 Pengendalian Intern 2. . . . . . ..3 2.. .... . . . .3 Latar Belakang Penelitian Identifikasi Masalah Maksud dan Tujuan Penelitian .DAFTARISI KATA PENGANTAR ABSTRAK DAFTARISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I....

4.2.5. Pengembangan Instrumen 47-48 49 49 49-50 50-51 51-52 .2.5.5.2.2 Metode Penelitian 3.2 2.1 Objek Penelitian 3.l. OBJEK DAN MET ODE PENELITIAN 3.5 Pengendalian Intern Kas 2.1 2.1 3.4 Pengertian Kas Sifat dan Komposisi Kas Fungsi Kas Pengelolaan Kas 2.3 Kriteria Responden Teknik Pengumpulan Data.5 Pengelolaan atas Penerimaan Kas Pengelolaan atas Pengeluaran Kas 29 29-30 31 32 32-34 34-35 35 35-36 36-37 37-38 Efektivitas Pengelolaan Kas 2.4.1 Tujuan Pengendalian Intern Kas 2.4.4.5.4.2 2.5.l.2 Prinsip-prinsip Pengendalian Intern Kas 2.3 2.4.5.2.4.1 2.6 Unsur-unsur Pengendalian Intern Kas 2..4 Kas 2.4.2 3.1 Tujuan Pengendalian Intern atas Penerimaan Kas 2..1 39 39-41 41 Prinsip-prinsip Pengendalian Intern atas Penerimaan Kas 42 2.2.2.2 Tujuan Pengendalian Intern atas Pengeluaran Kas 2.2 Prinsip-prinsip Pengendalian Intern atas Pengeluaran Kas 42-43 43-46 46-47 2.7 Program Penggujian Kepatuhan Kas 2.4.8 Hubungan antara Pengendalian Intern dengan Efektivitas Pengelolaan Kas BAB III.

. . .1 4.. ..2 Pembahasan...3... .3.6 Variabel dan Skala Pengukuran Analisis Data dan Penggujian Hipotesis Penarikan Kesimpulan DAN PEMBAHASAN 52 55 56 BAB IV.4 3.1.. .2 Saran-saran DAFTAR PUST AKA LAMPIRAN 85-87 87 . . . .1 4.2. . ..2.5 Sejarah Singkat Perusahaan Struktur Organisasi dan Uraian Tugas Aktivitas PT X Efektivitas Pengelolaan Kas Pelaksanaan Pengendalian Intern Kas Pada PT X 57 57-58 58-62 62-63 63-72 72-77 78 4.2.1.2 Analisis Deskriptif Analisis statistik 78-79 79-81 81 81-83 83-84 BAB V.2 4..3 Efektivitas Pengelolaan Kas Penggujian Hipotesis 4..2..4 4. .. ..2. . SIMPULAN DAN SARAN 5.2.2 4. . HASIL PENELITIAN 4.. .3. . . . ... ..3 4.5 3.. 4.2.1.. .1 Gambaran Perusahaan Secara Umum 4.. . . .1.1..2.1 Peranan Pengendalian Intern Kas dalam Menunjang Efektivitas Pengelolaan Kas 4. .. . . . ...1 Simpulan 5. .

Bukti Penerirnaan dan Pengeluaran Kas. Flowchart Pengeluaran Kas. Surat Survey. Kartu Birnbingan. Kwitansi. Hasil Penyebaran Kuesioner. Vi . Flowchart Penerirnaan Kas. Surat Jalan.DAFTAR LAMPlRAN Larnpiran 1 Larnpiran 2 Larnpiran 3 Larnpiran 4 Larnpiran 5 Larnpiran 6 Larnpiran 7 Larnpiran 8 Larnpiran 9 Larnpiran 10 Struktur Organisasi PT X. Daftar Pertanyaan.

DAFTAR TABEL Halaman Tabe13. Operasionalisasi Variabel . 53-54 v .

baik mengenai organisasinya maupun sistem atau cara-cara yang digunakan untuk menjalankan perusahaan dan juga alatalat yang digunakan perusahaan. Dengan semakin berkembangnya perusahaan. karena jangkauan yang akan dikendalikan semakin luas dan kompleks Untuk sehingga kemampuan memerlukan suatu manajemen alat bantu dirasakan yang sangat terbatas. tetapi juga memperhatikan struktur organisasi perusahaan. maka fungsi pengendalian kurang dapat dilaksanakan dengan baik. tetapi setidak- tidaknya akan mengurangi terjadinya kesalahan dan kecurangan dalam batas-batas yang layak. sehingga apabila terjadi kesalahan dan kecurangan. tidak menjamin tidak akan terjadi kesalahan dan penyelewengan dalam perusahaan. . Dengan demikian jelaslah bahwa pengendalian intern tidak hanya memeriksa kebenaran angka-angka dan melindungi kekayaan perusahaan dari segi pembukuan saja. Pengendalian intern merupakan suatu teknik pengawasan yaitu pengawasan keseluruhan dari kegiatan operasi perusahaan. meningkatkan ef'isiensi kerja dan menganalisis seberapa jauh pelaksanaan kebijakan pimpinan yang telah digariskan oleh perusahaan telah dilaksanakan dengan baik. hal ini dapat diketahui dan diatasi dengan cepat.BABI PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan dunia usaha yang semakin pesat menuntut Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang untuk ikut serta dalam melakukan pembangunan. Pembangunan yang dilakukan dengan mengakibatkan semakin banyak dan semakin besarnya dunia usaha. Suatu pengendalian intern harus selalu dimonitor dan dievaluasi agar manfaat pengendalian intern tersebut senantiasa dapat dipertanggungjawabkan. Adapun pengendalian yang baik . dapat membantu itu manajemen meningkatkan fungsi pengendalian yang disebut pengendalian intern.

atau cash budget tahun berjalan sudah lebih baik dari tahun sebelumnya maka pengelolaan kas perusahaan itu sudah semakin efektif. Kas merupakan kas yang efektif itu sangat penting bagi salah satu aktiva lancar yang paling berharga bagi perusahaan." . Jika perusahaan memiliki cash budget hal tersebut akan sangat membantu management dalam menetapkan kebij akan. karena pengelolaan perusahaan. maka penulis mengambil judul untuk penulisan skripsi ini yaitu : "Peranan Pengendalian Intern Kas Dalam Menunjang Efektivitas Pengelolaan Kas (Studi Kasus Pada PT X). Dan yang menjadi permasalahan pada PT X yang diteliti oleh penulis adalah bahwa pengendalian intern kas yang ada belum efektif dikarenakan perusahaan tersebut belum memiliki cash budget. Apabila pengelolaan kas tidak baik maka hal itu akan dapat menganggu kelancaran aktivitas operasional perusahaan. karena cash budget merupakan salah satu alat pengendalian yang dapat digunakan oleh management untuk mencapai pengelolaan kas yang efektif Berdasarkan uraian di atas.2 Perusahaan dalam menj alankan usahanya harus mengikuti perkembangan situasi ekonomi secara terus menerus. Perusahaan dapat mengetahui apakah pengelolaan kas yang ada sudah efektif atau belum dengan cara membandingkan cash flow sebelumnya tahun berjalan cash flow tahun yang sebelumnya dengan cash budget tahun atau dapat juga membandingkan Apabila cash flow dengan tahun berjalan. Dalam situasi ekonomi yang terus berubah perusahaan hams dapat membuat strategi perencanaan pengelolaan kas yang tepat dan sehat. Adapun alasan penulis menguraikan pengendalian intern tentang pengelolaan kas yang efektif. kemudian menganalisis dan memecahkan dengan cara yang efektif dan efisien. Setiap perkembangan yang terjadi perusahaan harus dapat mengantisipasi masalah secepat mungkin. agar dapat mencapai hasil yang diharapkan.

2 Identifikasi Masalah Perusahaan yang diteliti oleh penulis rnerupakan suatu perusahaan yang terus berkernbang dan rnerupakan suatu perusahaan yang berpotensi untuk dapat bersaing dalarn rnenghadapi persaingan bebas. rneningkatkan efisiensi kerja dan rnendorong ditaatinya kebijakan- kebijakan yang diterapkan oleh rnanajernen.3 1. penulis rnengidentifikasi rnasalah-rnasalah yang rnenjadi titik berat dalarn penelitian ini. Untuk rnengetahui apakah pengelolaan kas telah dilakukan secara efektif. Untuk rnengetahui dan rnenilai apakah pengendalian rnernadai. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan adalah sebagai berikut : 1. yaitu : 1. Berdasarkan uraian tersebut di atas. perusahaan hams rnerniliki suatu pengendalian intern yang rnernadai supaya perusahaan dapat rnelindungi dan rnengarnankan harta kekayaannya. .3 Maksud dan Tujuan Penelitian Adapun rnaksud peneltian ini dilakukan adalah untuk rnernperoleh data rnengenai Pengendalian Intern Kas dan Efektivitas Pengelolaan Kas. Bagairnana peranan pengendalian intern kas dalarn rnenunJang efektivitas pengelolaan kas ? 1. 3. Apakah pengelolaan kas telah dilakukan secara efektif ? 3. 2. Mengetahui peranan pengendalian intern kas dalarn rnenunjang efektifitas kas diterapkan secara pergelolaan kas. Agar pirnpinan perusahaan dapat rnengarahkan dan rnengendalikan perusahaannya. Apakah pengendalian intern kas telah dilakukan secara rnernadai ? 2.

juga merupakan pelajaran yang sangat berharga terutama dalam rangka memperbaiki cara berpikir berhubungan penulis dalam menganalisis dan memecahkan masalah yang dengan pengendalian intern kas dan efektivitas pengelolaan kas dengan metode ilmiah . 2. maka transaksi kas ini perlu mendapat perhatian dan pengendalian yang baik. 3. Bertambah besarnya perusahaan diikuti bertambah luasnya ruang lingkup organisasi akan menimbulkan masalah-masalah yang lebih kompleks. Penulis sendiri Penyusunan skripsi ini merupakan salah satu syarat akademik untuk menempuh Ujian Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi pada Universitas Widyatama. Pihak ketiga Diharapkan dapat menjadi suatu referensi untuk memahami pelaksanaan pengendalian intern kas dan pengelolaan kas.4 Kegunaan Penelitian Hasil penelitian diharapkan berguna untuk : l. Salah satu .4 1.5 Rerangka Pemikiran Kas merupakan salah satu unsur yang penting dalam laporan keuangan karena keterlibatan hampir dalam setiap transaksi perusahaan. Selain itu kas merupakan satu-satunya harta yang dapat ditukarkan dengan harta lain. 1. khususnya mengenai pengendalian dan efektivitas pengelolaan kas. karena sifatnya yang sangat likuid dan transaksi kas menyajikan suatu masalah yang khusus dimana semua transaksi perusahaan pada akhirnya akan menyangkut kas. Perusahaan yang diteliti Hasil simpulan dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dan masukan bagi pimpinan perusahaan untuk melakukan perbaikan dari kelemahan-kelemahan pengendalian intern kas yang diterapkan perusahaan saat ini sehingga dapat lebih meminimalkan penyalahgunaan kas perusahaan di masa yang akan datang.

2. the . and. Sedangkan pengertian pengendalian menurut Arens. 3.5 kesulitan yang dialami oleh manaJemen adalah melakukan pengawasan secara langsung atas kegiatan perusahaan.Elder and Mark S. sudah sepantasnya jika setiap perusahaan menyadari pentingnya pengendalian intern. yang disebut suatu sistem pengendalian intern yang memadai. Effectiveness and efficiency of operations. J. Reliability offinancial reporting. yang tentunya diterapkan dan dijalankan perusahaan dengan baik dan benar. manajemen dan personel lainnya yang dirancang guna memberikan suatu jaminan bagi pencapaian tujuan perusahaan yang meliputi : 1)Keandalan laporan keuangan. Oleh karena itu. Pengendalian intern sangat diperlukan keberadaannya di dalam perusahaan. 2)effektivitas dan efisiensi dari kegiatan operasi. Reliability offinancial reporting. Apabila perusahaan telah memiliki pengendalian yang baik. Effectiveness and efficiency of operations. "Internal control is a process-effected by an entity's board of directors.Beasley (2003:295) adalah sebagai berikut : "A process designed to provide reasonable assurance regarding achievement ofmanagement objectives in thefollowing categories: 1. " Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pengendalian intern adalah suatu proses yang mempengaruhi dewan direksi. Compliance with applicable laws and regulations.78. Dengan semakin luasnya ruang lingkup yang harus dikendalikan maka akan dirasakan adanya kesulitan yang disebabkan karena keterbatasan kemampuan dari pihak manajemen itu sendiri. and other personnel-designed to provide reasonable assurance regarding the achievement of objectives in the following catagories : 1.1) yang dikutip dari buku Strawser (2001:5-3) adalah sebagai berikut. 2. maka kekurangan serta penyelewengan terhadap kas perusahaan dapat dikurangi seminimal mungkin. 3) kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. mamagement. Definisi Internal Control menurut Statement on Auditing Standard (SAS No. Untuk mengatasi masalah tersebut manajemen memerlukan suatu alat bantu untuk melakukan pengendalian yang memadai. and.

Adapun tujuan pengendalian intern yang lebih spesifik dikemukakan oleh Arens and Loebbecke (1997:283) adalah untuk menjamin adanya hal-hal sebagai berikut: "1. Transaksi yang dicatat adalah absah (keabsahan) Struktur pengendalian internal tidak boleh memungkinkan dimasukkannya transaksi fiktif atau transaksi yang tidak ada dalam jurnal atai catatan akuntansi lain. Transaksi diklasifikasikan dengan pantas (klasifikasi) Klasifikasi perkiraan yang pantas sesuai dengan bagaimana perkiraan yang dibuat dalam jurnal. Accuracy. 5. " Dari definisi di atas dapat dikatakan bahwa pengendalian intern adalah suatu sistem yang terdiri dari kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang didesain untuk memberikan suatu jaminan kepada manajemen bahwa tujuan dan sasaran dari perusahaan tercapai. Existence. Compliance with applicable laws and regulations. 3. Classification. Transaksi yang terjadi telah dicatat (kelengkapan) Prosedur yang ada harus dapat mencegah penghilangan transaksi ke dalam catatan. Transaksi di otorisasi dengan pantas (otorisasi) Jika terdapat transaksi yang tidak diotorisasi dapat menyebabkan transaksi yang curang dan akan berdampak pula terhadap pemborosan dan pengrusakan aktiva perusahaan. Posting and Summarization. Authority. 5. . 4. 7. 2. " Adapun tujuan pengendalian intern menurut Arens yang disadur oleh Amir Abadi Yusuf (1993:306) adalah sebagai berikut: 1. 2. Timing. Transaksi dinilai dengan pantas (penilaian) pengendalian intern yang memadai mencakup prosedur untuk menghindari kekeliruan dalam perhitungan dan pencatatan jumlah transaksi di berbagai tahap dalam proses pencatatan. 4. Completeness. 6. jika laporan keuangan ingin dikatakan wajar klasifikasi juga mencakup kategori seperti divisi dan produk.6 3. 3.

" standar- Efektivitas pengelolaan kas dapat dinilai jika ketentuan-ketentuan. oleh setiap personil yang ada dalam perusahaan perusahaan dapat berupa setiap penerimaan dan pengeluaran Pengeluaran kas yang diatas jumlah yang ditentukan harus mendapat otorisasi dari pihak manajemen yang lebih tinggi. maka semakin efektif pihak manajemen perusahaan. agar perusahaan dapat melunasi kewajibannya pada saat jatuh tempo. Kebijakan-kebijakan kas harus dicatat. setiap penerimaan kas pada hari itu hari disetorkan ke bank pada hari itu juga. Risk assessment. Pengelolaan kas juga dapat diartikan efektif jika tujuan dari pengelolaan kas itu sendiri tercapai. Transaksi dimasukkan ke berkas induk dengan pantas dan diikhtisarkan dengan benar (posting dan pengikhtisaran). Jika terjadi pencatatan terlebih dahulu atau terlambat pada akhir periode laporan keuangan akan menjadi salah saji.7 6. Dengan demikian semakin memadai pengendalian perusahaan dan semakin dipatuhinya pengendalian intern yang ada dalam oleh seluruh intern tersebut personil perusahaan. 4. memperbesar kemungkinan transaksi tidak dicatat atau dicatat dalam jumlah tidak pantas. pengelolaan kas yang dilakukan oleh pengendalian intern Sebaliknya jika pelaksanaan . agar jumlah uang kas yang tersedia di perusahaan tersedia dengan cukup tidak lebih tidak kurang. 2. Transaksi dicatat pada waktu yang sesuai (tepat waktu) pencatatan transaksi baik sebelum atau sesudah waktu terjadinya. Control activities. 7. Information and communicating. 3. standar dan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan dijalankan dengan sepenuhnya tersebut. The control environment. Adapun tujuan dari pengelolaan kas itu sendiri adalah agar penerimaan kas yang diterima perusahaan adalah jumlah yang sebenarnya. Monitoring. 5. Unsur pengendalian intern menurut Arens and Loebbecke (2000:292) adalah sebagai berikut : "1.

Untuk menunjang analisis tersebut maka didukung oleh data primer dan sekunder. Penelitian kepustakaan ini dilaksanakan untuk memperoleh data sekunder dengan membaca literatur yang ada dan catatan-catatan yang diperoleh selama kuliah. 2. Teknik pengumpulan datanya ditempuh dengan cara sebagai berikut : 1. yaitu meneliti salah satu masalah yang ada dalam perusahaan. b) Wawancara. unsur-unsur data dengan mengajukan daftar pertanyaan ada dalam pengendalian intern yang seharusnya . untuk memperoleh data yang lebih jelas maupun masalah-masalah penting yang akan membantu penulis dalam penelitian ini. Adapun cara yang ditempuh untuk memperoleh data primer ini adalah dengan: a) Kuesioner. sedangkan metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. maka efektivitas pengelolaan kas dapat dikatakan masih meragukan. Studi Kepustakaan Adalah untuk memperoleh landasan teori yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti. 1. Berdasarkan mengemukakan uraian-uraian sebagai serta pemikiran-pemikiran "Pengendalian di intern atas penulis hipotesis berikut: kas yang dilaksanakan secara memadai akan berperan dalam menunjang efektivitas pengelolaan kas". penulis melakukan pendekatan melalui studi kasus.6 Metodologi Penelitian Dalam melaksanakan penelitian ini.8 banyak menyimpang dari yang semestinya. Penelitian lapangan Dalam penelitian lapangan ini penulis langsung berhubungan dengan objek penelitian. yaitu pengumpulan mengenai perusahaan. yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan tanya jawab dengan pihak yang berangkutan dalam perusahaan.

7 Lokasi dan Waktu Penelitian Perusahaan yang menjadi objek penelitian skripsi ini adalah PT X di Bandung. 1.9 c) Pengamatan. yaitu teknik pengumpulan data dengan mengamati secara langsung terhadap objek yang diteliti. . Waktu penelitian dimulai dari bulan Agustus sampai selesai.

penulis akan memberikan beberapa pengertian dari efektivitas. Untuk memperjelas pengertian tersebut.2 Pengertian Efektivitas Banyak pengertian yang diberikan para ahli mengenai efektivitas.1 Pengertian Konsep Peranan Dalam menjalankan usahanya pimpman perusahaan memerlukan alat bantu yang mempunyai peranan dalam mengarahkan dan mengendalikan setiap aktivitas perusahaan.BABII TINJAUAN PUSTAKA Sejalan perusahaan kegiatan dengan semakin luas dan kompleksnya perusahaan plmpman semua suatu dihadapkan yang menjadi pada realita keterbatasan tanggungjawabnya. Fungsi setiap variabel dalam hubungan sebab akibat. Bagian atau fungsi seseorang dalam kelompok. Konsep tentang peranan (role) yang dikemukakan Komarnddin (1994 : hal 168) adalah sebagai berikut : "1. 2. Pola penilaian yang diharapkan dapat menyertai suatu status." 2. untuk dapat memonitor Oleh karen a itu dibutuhkan pengendalian intern sebagai alat bantu pimpinan perusahaan dalam memastikan tercapainya sasaran dan tujuan perusahaan. yang berguna bagi pimpinan perusahaan untuk menyusun laporan keuangan yang lebih teliti. Fungsi yang diharapkan dari seseorang atau menjadi karakteristik yang ada padanya. 3. 5. mencegah kecurangan-kecurangan kekayaan perusahaan. Pengendalian intern yang baik diperoleh dari suatu struktur yang terkoordinasi. Pengertian sebagai berikut : efektivitas menurut "Arens and Loebbecke (1997:792) adalah 10 . 4. dalam perusahaan serta mengamankan 2. Bagian dari tugas utama yang harus dilakukan seseorang dalam manajemen.

tindakan). 2. 4. pengaruhnya. Dapat membawa hasil. 3. berhasil guna (tentang usaha. Perlindungan dan pengawasan yang dilakukan oleh struktur pengendalian internal yang memadai dapat mengurangi terjadi penyelewengan baik itu yang bersifat administratif maupun yang bersifat fisik. Pengendalian cara serta administrasi yang rencana prosedur-prosedur kebijakan berhubungan dengan efisiensi usaha dan ketaatan terhadap pimpinan perusahaan. kesan). Manjur atau mujarab. Kalaupun terjadi." Definisi di atas menerangkan bahwa efektivitas menunjukkan sumberdaya yang digunakan untuk mencapai tujuannya. . Sedangkan pengertian efektivitas menurut Komaruddin (1994:269) adalah sebagai berikut : "Efektivitas adalah suatu keadaan yang menunjukkan tingkat keberhasilan (atau kegagalan) kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan lebih dahulu. Mulai berlaku (tentang undang-undang." Pengertian efektivitas menurut Hiro (1997:115) adalah sebagai berikut : "1.11 "Effectiveness refers to the resources used to achieve these objectives. Pada perusahaan yang mempunyai ruang lingkup usaha yang cukup besar. peraturan). Pengendalian akuntansi meliputi rencana organisasi dan semua cara serta prosedur-prosedur yang berhubungan dengan pengamanan harta milik perusahaan serta dapat dipercayanya laporan keuangan. 2. seorang pimpinan tidak akan mampu menangani setiap operasi perusahaan secara langsung. Keterbatasan ini menuntut suatu perusahaan untuk memiliki struktur pengendalian internal. hal ini dapat diketahui dan diatasi dengan cepat oleh manajemen.3 Ada efeknya (akibatnya." Pengendalian Intern Pengertian pengendalian intern dalam arti luas dapat dibagi menjadi dua yaitu pengendalian meliputi administratif dan pengendalian organisasi dan semua akuntansi.

Dengan demikian. selain itu juga untuk mengambil tindakan perbaikan jika diperlukan. Pengendalian merupakan kegiatan membandingkan kinerja yang sebenarnya dengan yang seharusnya atau yang direncanakan. Dalam arti luas. mengevalusi. dan mengusahakan agar setiap pelaksanaan tindakan berjalan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dalam rangka mencapai tujuan tertentu.12 Adapun pengertian adalah sebagai berikut: pengendalian menurut Usry and Hammer (1994:5) "Control is management performance differences ". .1 Pengertian Pengendalian Intern Pengertian pengendalian intern dapat dilihat dari arti sempit dan arti luas. Arti sempit merupakan arti dari pengendalian intern yang mula-mula dikenal sebagai mendatar (cross internal check. 2.3." Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa pengendalian merupakan suatu tindakan yang mempengaruhi keputusan perencanaan dan evaluasi pelaksanaan. to plans systematic effort to achieve objective by comparing and taking appropriate to correct important Adapun pengertian pengendalian menurut Horngren (1994:8) adalah sebagai berikut: "Control is an action that implements the planning decision and performance that provides feedback of the result. pengendalian sebagai suatu proses diperlukan oleh seluruh aktivitas dalam suatu organisasi. pengendalian penjumlahan. tetapi meliputi semua intern tidak hanya meliputi alat yang digunakan pengecekan untuk manajemen mengadakan pengawasan. yaitu pengecekan penjumlahan baik penjumlahan footing) maupun penjumlahan menurun (footing) yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang bekerja secara independen dengan tujuan untuk memperoleh kebenaran angka. Fungsi pengendalian disini untuk mengukur.

3." Definisi Internal Control menurut Statement on Auditing Standard (SAS No. Pengendalian Internal merupakan sistem yang terdiri dari kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang spesifik.13 Pengendalian internal sangat penting dalam perkembangan operasi perusahaan. Effectiveness and efficiency of operations. dan (c) kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. "Internal control is a process-affected by an entity's board of directors.Elder and Mark S. 2. karena masalah-masalah yang timbul sangat kompleks. manajemen." Sedangkan pengertian pengendalian menurut Arens. 3. and. 2. " the Dari definisi mengenai pengendalian intern di atas terdapat beberapa konsep dasar menurut Mulyadi (2002:180) sebagai berikut : 1. Dalam pengendalian intern terdapat tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. and. Sesuai dengan perkembangan zaman dan juga perkembangan dunia usaha. and other personnel-designed to provide reasonable assurance regarding the achievement of objectives in the following catagories : 1. Compliance with applicable laws and regulations. tetapi mempunyai arti luas yaitu meliputi seluruh organisasi perusahaan. (b) efektivitas dan efisiensi operasi.78.Beasley(2003:295) adalah sebagai berikut : "A process designed to provide reasonable assurance regarding achievement ofmanagement objectives in thefollowing categories: 1. istilah pengendalian internal pun mengalami perkembangan tidak hanya untuk mengawasi kecermatan dan pembukuan. diperlukan suatu pengendalian internal yang baik dan memadai. management. Pengertian pengendalian internal yang keluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (2001: 319. Reliability offinancial reporting. dan personel lain entitas yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini: (a) keandalan pelaporan keuangan. Dengan demikian. J. Effectiveness and efficiency of operations. 2. .2) bahwa: "Pengendalian Internal adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris. Reliability offinancial reporting.1) yang dikutip dari buku Strawser (2001:5-3) adalah sebagai berikut. Compliance with applicable laws and regulations.

Loebbecke (2000:224-226) mengatakan bahwa dalam merancang pengendalian secara khusus manajemen perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut : "1. bukan merupakan tujuan itu sendiri. . 2. A. 4. 2. prosedur dan kebijakan perusahaan saja. To safeguard assets and record's. 5. Pengendalian intern dijalankan oleh setiap tingkatan organisasi. Transaksi dilakukan sesuai dengan persetujuan pemimpin. Pengendalian intern diharapkan mampu memberikan keyakinan yang memadai. To promote operational efficiency.3. Pengendalian intern merupakan suatu proses untuk mencapat suatu tujuan tertentu. diperlukan dan catatan meliputi rene ana organisasi serta prosedur keuangan yang disusun untuk meyakinkan bahwa : 1.2 Pentingnya Pengendalian Intern Untuk pengendalian menciptakan akuntansi pengendalian akuntansi yang baik. 3. 2. bukan hanya pedoman. To encourage adherence to prescribed policies". 4. 2. 3.14 3. melindungi harta atau aktiva perusahaan.Arens dan James K. dan meningkatkan efektivitas dari seluruh anggota perusahaan sehingga perusahaan dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.3 Tujuan Pengendalian Intern Pengendalian internal mempunyai tujuan untuk mendapatkan data tepat dan dapat dipercaya. Jumlah aktiva atau harta perusahaan yang ada dalam catatan perusahaan dicocokkan dengan harta yang ada pada waktu terse but dan mengambil tindakan yang sewajarnyajika Menurut Alvin terjadi perbedaan.3. bukan keyakinan yang mutlak bagi manjemen dan dewan komisaris suatu entitas. Transaksi dicatat dengan benar dan layak sehingga memungkinkan dibuatnya ikhtisar keuangan yang sesuai dengan prinsip akuntansi dan kriteria lain yang sesuai. To provide reliable data.

prinsip akuntansi yang berterima umum. Compliance with aplicable laws and regulations". tetapi juga mencakup segala aspek manajerial sehubungan dengan pengelolaan perusahaan. Dari uraian di atas. Beberapa diantaranya tidak berkaitan langsung dengan akuntansi. Sedangkan yang berkaitan langsung dengan akuntansi adalah peraturan perpajakan. Bagian penting dari efektivitas dan efisiensi adalah untuk pengamanan aktiva dan catatan akuntansi. hukum dan profesional untuk menjamm misalnya bahwa infonnasi telah disiapkan sesuai dengan stan dar pelaporan.15 Secara lengkap Arens dan Loebbecke pengendalian internal sebagai berikut: (2003:271) mengemukakan tujuan "Management typically has the following three concern. Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku Semua perusahaan harus taat terhadap hukum dan peraturan yang berlaku atau yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Efisiensi dan efektivitas dari operasional Pengendalian dalam sebuah organisasi adalah alat untuk mencegah pemborosan atau kegiatan yang tidak perlu dalam segala aspek usaha perusahaan. in designing an control system: 1. pengendalian internal dikatakan memadai bila dapat mencapai tujuan yang dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Jadi. Keandalan pelaporan keuangan Manajemen Manajemen bertanggung mempunyai jawab kewajiban dalam menyiapkan laporan keuangan. Efficiency and effectiveness of operations 3. 3. Pengendalian internal bukan merupakan suatu bagian yang berdiri sendiri di dalam . misalnya hukum perlindungan lingkungan dan hakhak buruh atau pekerja. Reliability offinancial reporting 2. or board objectives. 2. dapat dilihat bahwa pengendalian internal mempunyai pengertian yang luas yang tidak hanya mencakup masalah akuntansi saja.

Transaksi di otorisasi dengan pantas (otorisasi) Jika terdapat transaksi yang tidak diotorisasi dapat menyebabkan transaksi yang curang dan akan berdampak pula terhadap pemborosan dan pengrusakan aktiva perusahaan. 3. Timing A timing error occurs if transactions are not recordedon the dates the transactions took places. Adapun tujuan pengendalian intern yang lebih spesifik dikemukakan oleh Arens and Loebbecke (1997:153) adalah untuk menjamin adanya hal-hal sebagai berikut: "1. " Adapun tujuan pengendalian intern menurut Arens yang disadur oleh Amir Abadi Yusuf (1993:306) adalah sebagai berikut: 1. 7. 4. 2. Transaksi yang dicatat adalah absah (keabsahan) Struktur pengendalian internal tidak boleh memungkinkan dimasukkannya transaksi fiktif atau transaksi yang tidak ada dalam jurnal atas catatan akuntansi lain. Posting and Summarization The accuracy of the transfer of information from recorded transactions in journals to subsidiy records and the general ledger. Authority All material transaction must have approved by higher authority. recording a sale of operating fixed asset as revenue. 2. 4.16 perusahaan melainkan suatu sistem yang berfungsi sebagai alat bagi manaJemen untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Transaksi yang terjadi telah dicatat (kelengkapan) Prosedur yang ada harus dapat mencegah penghilangan transaksi ke dalam catatan. Completeness All transactions that should be included in the journals have actually been included. 6. 3. Classification Examples of misclassifications for sales are including cash sales as credit salea. Accuracy The accuracy of information for accounting transactions. Transaksi dinilai dengan pantas (penilaian) pengendalian intern yang memadai mencakup prosedur untuk menghindari . 5. Existence Recorded transaction have actually occurred.

7. jelaslah menciptakan laporan keuangan bahwa tujuan yang dapat dipercaya. Transaksi dimasukkan ke berkas induk dengan pantas dan diikhtisarkan dengan benar (posting dan pengikhtisaran). baik secara fisik maupun secara administratif. Transaksi dicatat pada waktu yang sesuai (tepat waktu) pencatatan transaksi baik sebelum atau sesudah waktu terjadinya. memperbesar kemungkinan transaksi tidak dicatat atau dicatat dalam jumlah tidak pantas. 5. kecurangan dan lainlain. Pengendalian intern ditujukan untuk memberikan jaminan yang memadai agar kebijakan manajemen dipatuhi oleh karyawan perusahaan. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen Untuk mencapai tujuan perusahaan. jika laporan keuangan ingin dikatakan wajar klasifikasi juga mencakup kategori seperti divisi dan produk. Mengamankan harta perusahaan Harta perusahaan perlu diamankan dari segala kemungkinan yang akan merugikan perusahaan berupa pencurian. Mendorong efisiensi Dengan digunakan berbagai metode dan prosedur-prosedur untuk mengendalikan biaya yaitu dengan menyusun budget. menghasilkan efisiensi dan keefektifan dalam operasional dan dapat diterapkannya peraturan-peraturan dan hukum yang berlaku secara konsisten guna menjaga harta kekayaan perusahaan. untuk menciptakan ketelitian dan keandalan data akuntansi. sehingga pihak manajemen mempunyai informasi yang tepat dalam setiap pengambilan keputusan. Mengguji ketelitian dan kebenaran data akuntansi perusahaan Menjaga agar data dan informasi bebas dari kesalahan dan menyediakan hasil yang konsisten bila memproses data yang serupa. 2. penyelewengan.17 kekeliruan dalam perhitungan dan pencatatan jumlah transaksi di berbagai tahap dalam proses pencatatan. 6. biaya standar akan menjadi alat yang efektifuntuk mengendalikan biaya dengan tujuan akhir menciptakan efisiensi. Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan pokok dari pengendalian intern menurut La Midjan (1999:45-46) adalah sebagai berikut : l. untuk mendorong efisiensi guna mencegah duplukasi usaha yang tidak . manajemen menetapkan kebijakan dan prosedur. 4. Transaksi diklasifikasikan dengan pantas (klasifikasi) Klasifikasi perkiraan yang pantas sesuai dengan bagaimana perkiraan yang dibuat dalam jurnal. 3. Dari pengertian pengendalian intern pengendalian adalah untuk dan uraian di atas. Jika terjadi pencatatan terlebih dahulu atau terlambat pada akhir periode laporan keuangan akan menjadi salah saji.

Misalnya. ada kaitannya dengan kesulitan yang pertama. karyawan mungkin tidak memenuhi prosedur secara konsisten. dan berubah-ubah. tindakan seperti ini perpajakan pesaing. Terdapat tingkat pengujian yang diakibatkan oleh prosedur-prosedur kesulitan-kesulitan dalam mencapai sasaran-sasaran pengendalian intern sepenuhnya. Perusahaan dihujani dengan aturan-aturan baru. Oleh karena itu perlu untuk melakukan studi terhadap sesuatu hal yang pantas dan mengevaluasi pengendalian intern yang ada yang merupakan dasar untuk menetapkan kepercayaan dan yang mendeterminasikan terbatas. Risiko tertentu. teknologi Kompleksitas dan perubahan-perubahan mempengaruhi tolak ukur yang menjadi dasar kegiatan pengendalian. adalah sebagai berikut: . yang membingungkan dan sebagainya. Kesulitan terakhir berkaitan dengan biaya pengendalian. Sebagai contoh.18 perlu dalam segala kegiatan bisnis perusahaan dan untuk mencegah penggunaan sumber daya perusahaan yang tidak efisien dan efektif. melainkan juga disebabkan oleh mentalitas dari manusia. Kesulitan keempat bersumber pada faktor manusia. misalnya dijumpai sebagai akibat persaingan di pasar. Menurut La Midjan (1999:155-160) beberapa di antara risiko yang berkaitan dengan sistem yang dihadapi perusahaan. selain risiko yang disebabkan oleh buruknya pengambilan keputusan dan tidak efisiennya operasi. karena sasaran pengendalian dicapai melalui manusia. menyangkut pemenfaatan teknologi komputer dalam struktur pengendalian. Hal ini tidak terlepas dari keterbatasan pengendalian intern dalam sumber daya manusia dan biaya saja. Sehingga dapat dipatuhinya segala kebijakan yang telah ditetapkan oleh manajemen. kapan perusahaan tidak lagi memperbesar usaha pengendalian. Perusahaan juga dihadapkan pada berbagai risiko. yang tentu saja biayanya mahal. data mungkin saja di akses oleh orang yang tidak berhak. Kesulitan kedua adalah serangkaian resiko yang dihadapi pengendalian intern dan perusahaan. Sebagai contoh. Kesulitan pertama disebabkan oleh kompleksitas dan perubahan cepat yang dihadapi perusahaan. Kesulitan ketiga.

karyawan yang menambah jumlah nilai yang tertulis di cek yang diterima pelanggan.19 1. sehingga tidak dapat ditemukan oleh karyawan gudang pasa saat akan diambil. Begitu juga suatu pengendalian yang memadai harus terdiri dari unsur-unsur yang membentuk tersebut. Misalnya. atau mereka menjadi lelah dan lalai. Misalnya.3. 5.4 Unsur-unsur Pengendalian Intern Suatu sistem terdiri dari sub-sub sistem atau unsur pembentuk sistem yang saling berhubungan dan saling ketergantungan bahkan mungkin saja dapat internal mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Asset yang hilang dapat berupa asset fisik maupun data. seperti nama atau nomor pelanggan. Pencurian asset Asset perusahaan dapat dicuri oleh orang luar atau disalahgunakan oleh karyawan yang dipercaya mengurusinya. Misalnya. 3. seperti bila karyawan salah mengalikan jumlah yang dipesan dengan harga per unit. barang dagangan yang baru saja diterima diletakkan di rak yang salah dalam gudang. 2. seorang karyawan mungkin mengintip laporan gaji yang disimpan dalam laci arsip yang tidak terkunci. Kesalahan yang tidak disengaja Kesalahan dapat terjadi pada data masukan. Kesalahan yang tidak disengaja seringkali terjadi karena karyawan kurang terlatih atau kurang diawasi. Jika hal ini cukup serius dapat menghentikan operasi bisnis bahkan menjerumuskan perusahaan ke arah kebangkrutan 2. tindakan pengelabuan untuk menutupi perbuatan melanggar hukum atau ketidakjujuran. Misalnya. seorang karyawan bagian produksi yang membawa pulang perkakas tertentu. pengendalian internal Unsur pengendalian intern menurut Arens and Loebbecke (2000:292) adalah sebagai berikut : . Tindak kekerasan dan bencana alam Tindak kekerasan tertentu dapat menyebabkan kerugian pada asset perusahaan. 4. Kesalahan seperti ini dapat merusak akurasi dan keandalan arsip dan keluaran perusahaan. Atau kesalahan dapat terjadi selama pemrosesan. Kesalahan yang disengaja Kesalahan ini meliputi penipuan. Kehilangan aset secara tidak sengaja Asset yang hilang atau salah letak karena ketidaksengajaan. Pelanggaran keamanan Orang yang tidak berhak mungkin saja memperoleh akses ke arsip data atau asset perusahaan lainnya. 6. termasuk data.

5. Dewan komisaris dan komite audit d. yang membentuk disiplin dan struktur. Monitoring. Risk assessment. The control environment. Control activities. Berbagai faktor yang membentuk lingkungan pengendalian dalam suatu entitas antara lain: a.20 "1. 3." Unsur-unsur pengendalian internal tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: 1." Unsur pengendalian internal terdiri dari lima unsur menurut Mulyadi (2002 : 183 . 3. Lingkungan Pengendalian Lingkungan pengendalian menciptakan suasana pengendalian dalam suatu organisasi dan mempengaruhi Lingkungan pengendalian kesadaran personel organisasi tentang pengendalian. Kebij akan dan praktik sumber daya manusia Dalam standar pekerjaan lapangan kedua. Komitmen terhadap kompetensi c. Filosofi dan gaya operasi manajemen e. yaitu: "1. auditor harus memperoleh pemahaman atas lingkungan pengendalian yang mempunyai dampak besar terhadap keseriusan pengendalian internal yang diterapkan di dalam entitas. Pembagian wewenang dan pembebanan tanggungjawab g. Struktur organisasi f. N ilai inte gritas dan etika b.195 ). 4. Lingkungan pengendalian mencerminkan sikap dan tindakan para pemilik dan manajer entitas . landasan untuk semua unsur pengendalian merupakan internal. 2. 4. Lingkungan Pengendalian Penaksiran Risiko Infonnasi dan Komunikasi Aktivitas Pengendalian Pemantauan. 5. 2. Information and communicating.

c. suatu utang entitas. Penaksiran Risiko Penaksiran risiko untuk tujuan pelaporan keuangan adalah identifikasi. menggolongkan. dan pengelolaan risiko entitas yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan.21 mengenm komunikasi pentingnya pengendalian internal entitas. Hukum dan peraturan bam. b. Perubahan standar akuntansi. Informasi dan Komunikasi Sistem akuntansi diciptakan untuk mengidentifikasi. menganalisis. dan transfer atau penggunaan aktiva danjasa dalam entitas. seperti: a. Fokus utama kebijakan dan prosedur pengendalian yang berkaiitan dengan sistem akuntansi adalah bahwa transaksi dilaksanakan dengan cara yang mencegah . Bidang bam bisnis atau transaksi yang memerlukan prosedur akuntansi yang belum pernah dikenal. analisis. dan melaporkan transaksi dan merakit. Penaksiran risiko manajemen untuk tujuan pelaporan keuangan adalah penaksiran risiko yang terkandung dalam asersi tertentu dalam laporan keuangan dan desain dan implementasi aktivitas pengendalian yang ditujukan untuk mengurangi resiko tersebut pada tingkat minimum. Efektivitas informasi dan yang serta aktivitas pengendalian sangat ditentukan oleh atmosfer diciptakan oleh lingkungan pengendalian. Transaksi terdiri dari pertukaran aktiva dan jasa antar entitas dengan pihak luar. entitas serta menyelenggarakan pertanggungjawaban kekayaan tersebut. mencatat. Perubahan yang berkaitan dengan revtsi sistem dan teknologi bam yang digunakan untuk pengolahan informasi. sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum. 2. Pertumbuhan pesat entitas yang menuntut perubahan fungsi pengolahan dan pelaporan informasi dan personel yang terlibat di dalam fungsi tersebut. Penaksiran risiko manajemen hams mencakup pertimbangan khusus terhadap risiko yang dapat timbul dari perubahan keadaan. 3. dengan mempertimbangkan biaya dan manfaat.

g. baik yang berada di dalam maupun di luar organisasi. Kebijakan dan prosedur ini memberikan keyakinan bahwa tindakan yang diperlukan telah dilaksanakan untuk mengurangi risiko dalam pencapaian tujuan entitas. sistem akuntansi yang efektif dapat memberikan keyakinan memadai bahwa transaksi yang dicatat atau terjadi adalah: a. e. untuk menentukan pengoperasian struktur pengendalian. waktu baik pada tahap desain maupun tepat. Pemantauan Pemantauan adalah proses penilaian kualitas kinerj a struktur pengendalian internal sepanjang waktu. daftar akun. Telah dinilai secara wajar. dan memo juga merupakan bagian dari komponen informasi dan komunikasi dalam struktur pengendalian internal. c. Sah. Komunikasi ini mencakup sistem pelaporan penyimpangan kepada pihak yang lebih tinggi dalam entitas. dalam Aktivitas pengendalian memiliki berbagai macam tujuan dan diterapkan berbagai tingkat dan fungsi organisasi. Telah dimasukkan ke dalam buku pembantu dan telah diringkas dengan benar. Aktivitas Pengendalian Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang dibuat untuk memberikan keyakinan bahwa petunjuk yang dibuat oleh manajemen dilaksanakan. 4. Telah diotorisasi. d. Oleh karena itu. Telah dicatat. 5. pedoman akuntansi dan pelaporan keuangan. Telah dicatat dalam periode yang seharusnya. Komunikasi mencakup penyampaian informasi kepada semua personel yang terlibat dalam pelaporan keuangan tentang bagaimana aktivitas mereka berkaitan dengan pekerjaan orang lain. Telah digolongkan secara wajar. Pedoman kebijakan. b. Pemantauan dilaksanakan oleh personel yang semestinya melakukan pekerjaan pada tersebut.22 salah saji dalam asersi manaJemen di laporan keuangan. yang apakah . f.

Di samping itu." Dari pihak-pihak berikut: l. dan menjadi bagian dari pengendalian internal organisasi. Auditor Independen. 3.3. Pihak luar ini tidak bertanggung jawab atas efektivitas dan bukan merupakan bagian dari pengendalian internal organisasi. perusahaan bertanggung jawab untuk menciptakan tingkat puncak. 2. Dewan Komisaris dan Komite Audit. agar kesadaran terhadap atmosfer pengendalian pengendalian pentingnya menjadi tumbuh di seluruh organisasi.23 pengendalian menentukan internal apakah beroperasi struktur sebagaimana yang diharapkan. Manajemen. Pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap pengendalian internal tersebut menurut Mulyadi (2002 : 181-183) adalah: "1. Manajemen bertanggung jawab untuk mengembangkan secara efektif struktur pengendalian internal dan menyelenggarakan Direktur utama di organisasi. 6. Pihak Luar. yang bertanggungjawab tersebut akan dijelaskan sebagai Manajemen. Auditor Internal. Personel Lain Entitas. . 5. 4. seperti auditor independen dan badan pengatur (regulatory body) dapat membantu organisasi dengan cara memberikan informasi yang bermanfaat bagi manajemen untuk pemberlakuan pengendalian internal dalam organisasi tersebut. telah dan untuk pengendalian internal tersebut memerlukan perubahan karena terjadinya perubahan keadaan. Di samping itu. 2. beberapa pihak luar.5 Yang Berlanggungjawab atas pengendalian Intern Setiap orang dalam organisasi bertanggung jawab terhadap. direktur utama juga bertanggung jawab untuk menjamin bahwa semua komponen struktur pengendalian internal terwujud di dalam organisasinya.

Pihak Luar Lain. 5. Auditor internal bertanggung jawab untuk memeriksa dan mengevaluasi memadai atau tidaknya struktur pengendalian rekomendasi peningkatannya. Auditor internal entitas dan membuat bukan pihak utama yang internal bertanggung jawab atas struktur pengendalian internal entitas. 4. Pihak luar lain yang bertanggung jawab atas struktur pengendalian internal entitas adalah badan pengatur (regulatory body). sehingga ia tersebut kepada manajemen. 6. dapat mengkomunikasikan komite audit. Dewan komisaris bertanggung jawab untuk menentukan memenuhi tanggung jawab mereka dalam apakah manajemen dan mengembangkan menyelenggarakan struktur pengendalian internal. Auditor Independen. dewan komisaris. manajemen dapat melakukan peningkatan pengendalian internal entitas. pengendalian Badan pengatur mi mengeluarkan persyaratan mmimum internal yang harus dipenuhi oleh suatu entitas dan memantau kepatuhan entitas terhadap persyaratan tersebut. Berdasarkan temuan auditor tersebut. Sebagai bagian prosedur menemukan audit terhadap laporan keuangan. auditor dapat kelemahan struktur pengendalian temuan auditnya internal kliennya. 3. Peran dan tanggungjawab atau menggunakan semua personel lain yang menyediakan inforrnasi dihasilkan oleh struktur pengendalian inforrnasi yang internal harus ditetapkan dan dikomunikasikan dengan baik.24 2. dan komite audit merupakan pihak utama yang bertanggung jawab atas struktur pengendalian internal entitas. atau dewan komisaris. Manajemen. Dewan Komisaris dan Komite Audit. seperti Bank Indonesia dan Bapepam. . Auditor Internal. Personel Lain Entitas.

5. 4. Pengawasan Hasil pekerjaan masing-masing karyawan hams diawasi dan dinilai oleh masingmasing atasannya yang bertanggungjawab atas hasil pekerjaan bawahan atau karyawannya. Penetapan tanggung jawab secara perseorangan Dalam menetapkan tanggung jawab mengenai suatu tugas dapat diikuti pelaksanaannya sehingga menghubungkan hasil pelaksanaan tersebut dengan tanggung jawab masing-masing. pengalamannya. Secara umum. hal ini diperkuat dengan menggunakan formulir yang diberi nomor urut tercetak. pencatatan yang dilakukan hams lengkap. Penjagaan fisik Dengan adanya penjagaan secara fisik misalnya kas register. dan lain-lain maka kerugian-kerugian karena kecurangan-kecurangan akan banyak berkurang. dapat dikatakan bahwa pengendalian intern yang baik adalah jika tidak seorangpun berada dalam kedudukan kesalahan-kesalahan yang memungkinkan dapat membuat dan meneruskan tindakan-tindakan yang tidak diinginkan tanpa diketahui dalam waktu yang lama. 6.25 2. 3. Pegawai yang berkualitas dan dapat dipercaya Masing-masing pegawai ini tentu diberi tanggung jawab yang sesuai dengan kecakapannya.6 Prinsip-prinsip Pengendalian Intern Untuk mendapatkan suatu pengendalian intern yang baik. Pencatatan yang seksama dengan segera Semua transaksi baik ekstern maupun intern yang mempunyai akibat ekonomis.3. lemari besi yang terkunci. yaitu : 1. Pemeriksaan oleh petugas yang bebas dari tugas mtin Secara periodik sistem administrasi haruslah diteliti kembali oleh suatu bagian yang bebas dari pekerjaan rutin dalam perusahaan. harus segera dicatat dalam dokumen dasar (formulir) yang sudah disediakan. 7. dan disimpan dalam urutan yang baik. 2. menurut Bambang Hartadi (1999:9) hams diperhatikan prinsip-prinsip yang ada dalam suatu pengendalian pada perusahaan. karena dengan adanya nomor urut tersebut jika dokumen hilang atau dicuri dapat segera diketahui. Pemisahan wewenang Struktur organisasi hams disusun dengan baik dan jelas sehingga di satu pihak tenaga kerja dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan kejujurannya. tapi di lain pihak sekaligus terdapat pembagian tugas untuk maksud pengendalian intern. .

. or other pressure. or fatique. management and other personel may exercise poor judgement in making business decisions or in performing routine duties because of in adequate information. Breakdowns In established controls may occur because personel may misunderstand instruction or make error due to carelessness.3. Management overside. kepada rnanajernen dan dewan kornisaris tentang pencapaian tujuan entitas. Costs versus benefits. Breakdowns. Collusion Individuals acting together such an employee who performs an important control acting with another employee. Overside practice include making deliberate misrepresentations to auditor and other such as by issueing make document to support the recording of fictious sales transaction Costs versus benefit The cost of an entity's internal control structure should not exceed the benefits that are expected to ensue. 5. Oleh karena itu. management must make both quantitative estimates and judgement in evaluating the cost-benefit relationship. bukan mutlak. distraction. Collusion.7 Keterbatasan Pengendalian Intern Pengendalian internal setiap entitas rnerniliki keterbatasan bawaan. customer. time constrants. Mistakes in judgement. pengendalian internal hanya rnernberikan keyakinan memadai. 2. because precise measurement of both costs and benefits usually is not possible. Management Overside Management can over rule prescribed policies or procedures for illegitimate purpose such as personel gain or enhanced presentation of an entity's financial condition or compliance status. 3. 4.26 2. Temporary or permanent changes in personel or in system or procedures may also contributes to breakdown. Keterbatasan pengendalian intern rnenurut Boynton and Kell (1996:256) adalah sebagai berikut : "1. " Mistakes in judgement Occasionally. or supplier may be able to perperrate and control an irregularity so as prevent it's defection by the internal control structure.

Kolusi dapat mengakibatkan bobolnya pengendalian internal yang dibangun untuk melindungi kekayaan entitas dan tidak terungkapnya ketidakberesan atau tidak terdeteksinya kecurangan oleh struktur pengendalian internal yang dirancang. di bawah uu akan dijelaskan dari masing-masing keterbatasan tersebut: 1. atau tekanan lain. Perubahan yang bersifat sementara atau permanen dalam personel atau dalam sistem dan prosedur dapat pula dapat mengakibatkan gangguan.27 Keterbatasan bawaan yang melekat dalam setiap pengendalian internal menurut Mulyadi (2000: 181): "1. tidak adanya perhatian. 2. 3. Gangguan. Kolusi Tindakan bersama beberapa individu untuk tujuan kejahatan disebut dengan kolusi (collusion). keterbatasan waktu. Biaya lawan manfaat. Gangguan Gangguan dalam pengendalian yang telah ditetapkan dapat terjadi karena personel secara keliru memahami perintah atau membuat kesalahan karena kelalaian. Kolusi. Pengabaian oleh manajemen Manajemen dapat mengabaikan kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan untuk tujuan yang tidak sah seperti keuntungan pribadi manajer. atau kepatuhan semu. manajemen personel lain dapat salah dalam mempertimbangkan tugas rutin karena keputusan bisnis yang diambil atau dalam melaksanakan tidak memadainya informasi. Kesalahan dalam pertimbangan. atau kelelahan." Untuk dapat memahami keterbatasan bawaan tersebut. 4. 4. penyajian kondisi keuangan yang berlebihan. Contohnya adalah . 5. 2. Kesalahan dalam pertimbangan Seringkali. 3. Pengabaian oleh Manajemen.

2. 5. yaitu: 1. Dengan pengendalian intern. Sedangkan tanggungjawab yang utama untuk menjaga keamanan hak milik perusahaan kecurangan-kecurangan dan untuk mencegah terjadinya terletak di tangan manajemen. Dengan adanya penyerahan tugas dan wewenang akan menimbulkan pertanggungjawaban.3. Beberapa peranan penting pengendalian intern dalam perusahaan. Biaya lawan manfaat Biaya yang diperlukan untuk mengoperasikan tidak boleh melebihi struktur pengendalian dari pengendalian internal internal manfaat yang diharapkan tersebut.8 Manfaat Pengendalian Intern bagi Manajemen Semakin luas daerah lingkup perusahaan mengakibatkan manajemen tidak dapat melakukan pengawasan secara langsung atau secara pribadi terhadap jalannnya operasi perusahaan. bagi manajemen mempertahankan terus adanya pengendalian intern termasuk sistem pelaporan yang baik adalah sangat diperlukan. sehingga dapat mengurangi terjadinya pencunan. 2. menyerahkan dan mendelegasikan tanggungjawab dengan tepat.28 manajemen melaporkan laba yang lebih tinggi dari jumlah sebenarnya untuk mendapatkan bonus lebih tinggi bagi dirinya atau untuk menutupi ketidakpatuhannya terhadap peraturan perundangan yang berlaku. pengendalian dapat dipakai sebagai ukuran untuk menilai kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh manajemen 3. Karena pengukuran secara tepat baik biaya maupun manfaat biasanya tidak mungkin dilakukan. manajemen harus memperkirakan dan mempertimbangkan secara kuantitatif dan kualitatif dalam mengevaluasi biaya dan manfaat suatu struktur pengendalian internal. Tidak mungkin lagi bagi manajemen untuk melakukan kegiatan transaksi sampai pada tahap penyelesaian secara sendirian. maka kegiatan dapat dikoordinasikan dan harta perusahaan dapat dilindungi. . kesalahan-kesalahan serta Oleh karena itu.

karena kas sering dijadikan alat untuk melakukan penyelewengan dan kecurangan. 5. Kas juga dimasukkan sebagai aktiva lancar karena kas memiliki tingkat likuiditas yang tinggi. Dalam waktu kesalahan yang singkat dapat mengetahui dan menemukan kesalahan- dan penyelewengan-penyelewengan yang terjadi. perusahaan akan mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Hampir semua transaksi bermula dan berakhir ke penerimaan kas atau pengeluaran kas. Dapat dicegah terjadinya kesalahan-kesalahan dan penyelewengan- penyelewengan karena dengan pengendalian intern akan terdapat arus kegiatan pekerjaan yang teratur dari petugas ke petugas yang berikutnya mengulangi petugas sebelumnya.1 Pengertian Kas Kas adalah aktiva perusahaan yang selalu berputar ke segenap bagian dalam tubuh perusahaan. bahkan paling tinggi diantara semua aktiva perusahaan yang ada. dan menentukan siapa yang bertanggungjawab atas kesalahan dan penyelewengan yang terjadi. 2. Tanpa tersedianya kas yang memadai.29 4.4 Kas Kas merupakan aktiva lancar yang paling berharga bagi perusahaan karena sifatnya yang likuid. Oleh karena itu. di dalam mengelola kas harus diterapkan suatu pengendalian yang baik atas kas. 2. Kas merupakan media pertukaran dan dasar untuk mengukur perkiraan yang terdapat di dalam laporan keuangan karena kas bersifat relevan. sederhana serta dipakai secara universal di dalam menilai perubahan modal dan pertukaran barang dan jasa. dan pengendalian intern ini merupakan alat untuk meletakkan kepercayaan akuntan dalam menjalankan tugasnya. .4. Akibatnya kegiatan atau aktivitas perusahaan akan terhambat dan tujuan tidak dapat dicapai. Berdasarkan uraian di atas tanggung jawab untuk menyusun dan melaksanakan pengendalian intern terletak pada manajemen.

pengertian kas tersebut tidak termasuk emas batangan dan uang logam yang diterbitkan untuk memperingati peristiwa nasional. Sementara itu. . dan mudah untuk sehingga jika hilang akan sulit untuk melacaknya. Pengertian kas menurut Standar Akuntansi Keuangan (1996-PSAK 9.30 Pengertian kas menurut Ikatan Akuntan Indonesia (1995-2." Jadi dengan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa kas terdiri dari uang tunai yang ada di perusahaan.3) menyebutkan bahwa : "Kas adalah mata uang kertas dan logam.2) adalah sebagai berikut: "Kas terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro. artinya dapat digunakan sebagai alat tukar atau dapat diterima sebagai simpanan. Karena faktor risiko tinggi yang melekat pada kas tersebut. baik yang ada di dalam kas kecil maupun dana-dana kas lainnya seperti penerimaan uang tunai dan cek-cek yang belum disetor ke bank serta item-item lainnya yang dapat disamakan dengan kas. sehingga dibutuhkan tindakan-tindakan pengendalian dan pengamanan yang baik. baik rupiah maupun valuta asing yang masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Bentuk kas yang sangat mudah untuk disembunyikan dipertukarkan (transferable). Setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid." Pengertian kas adalah termasuk mata uang rupiah dan valuta asing yang ditarik dari peredaran dan yang masih dalam masa tenggang untuk pertukarannya ke Bank Indonesia atau bank sentral negara yang bersangkutan.2) menyebutkan bahwa : " Yang dimaksud dengan kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan". berjangka pendek dan dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifIkan. Pengertian kas menurut Standar Akuntansi Keuangan (2002-PSAK 31.

setiap perusahaan memiliki petty cash fund atau dana kas kecil untuk sejumlah kecil pengeluaran sehari-hari.4. an item must be readily available and not restricted for use in the payment of current obligations. Pada umumnya. Ada beberapa motif untuk menahan uang kas dalam perusahaan yaitu : 1.31 2. hams siap tersedia untuk pembayaran kewajiban saat ini dan hams bebas dari pembatasan kontrak yang membatasi penggunaannya untuk penyelesaian hutang. terutama tergantung oleh ada tidaknya uang tunai. Motif Berjaga-jaga Motif menahan mendadak 3. uang kas yang diperlukan untuk kemungkinan kebutuhan . uang kertas. Uang tunai yang ada dalam perusahaan hams tersedia dengan cukup. Motif Transaksi Motif menahan uang kas yang digunakan perusahaan untuk menyelenggarakan kegiatan sehari-hari seperti pembelian dan penjualan 2. Motif Spekulasi Motif menahan uang kas untuk spekulasi yang diperlukan jika perusahaan hams mengadakan transaksi yang dapat menghasilkan laba atau kesempatan bisnis yang menguntungkan. dana yang tersedia pada simpanan pada bank. Kelancaran pembiayaan perusahaan. Kas terdiri dari uang logam.2 Sifat dan Komposisi Kas Menurut Smith and Skousen (1992:267) sifat dan komposisi kas adalah sebagai berikut : "To be reported as "cash ". cek dan giro bilyet. which are often called demand deposits since they can be withdrawn upon demand" Dari uraian tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa untuk dilaporkan sebagai "kas". Item that are classified as cash include coin and currency on hand and unrestricted funds available on deposit in a bank.

4." Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi kas adalah 1.32 2. usaha perluasan kapasitas. bahkan pemerintah harus mempertahankan mereka harus memiliki sejumlah uang POSlSl perusahaan dan likuiditas yang memadai. 2. Jumlah kas yang memadai sangat penting bagi kelancaran usaha sehari-hari. yaitu mencukupi untuk membayar yang yang kewajibannya pada saat jatuh tempo agar aktivitas operasional perusahaan bersangkutan dapat terus berlangsung. maka kas dapat terlibat secara langsung dalam hampir semua transaksi us aha. Daya beli uang bisa berubah-ubah mungkin naik atau turun. maupun bagi keperluan yang menunjang pelaksanaan operasi perusahaan. the most liquid assets is the standard medium of exchange and the basic for measuring and accounting for all other items. seperti : us aha penelitian dan pengembangan. Kas juga menjadi begitu penting.4 Pengelolaan Kas Manajemen kas atau pengelolaan kas merupakan salah satu fungsi manajemen dalam merencanakan dan mengendalikan kas. 3. Untuk mengetahui posisi likuiditas perusahaan. maupun bagi keperluan yang menunjang pelaksanaan keputusan-keputusan strategis berjangka panjang. Fungsi kas menurut Keiso and Weygandt (1998:332) adalah "cash.3 Fungsi Kas Kas adalah aktiva yang tidak produktif oleh karenanya harus dijaga. agar jumlah kas tidak terlalu besar sehingga tidak ada uang kas yang menganggur. 2. . Memberi dasar bagi pengukuran dan akuntansi untuk semua pos-pos yang lain dalam neraca. tetapi kenaikan atau penurunan daya beli ini tidak akan mengakibatkan penilaian kembali terhadap kas.4. dan sebagainya. Karena berlaku sebagai alat tukar dalam perekonomian. karena baik perorangan. Manajemen kas dapat dianggap sebagai suatu fungsi keuangan yang mendasar dalam kebanyakan perusahaan karena kas mempunyai kedudukan sentral dalam usaha sehari-hari.

dan sebagainya. utama risiko perusahaan perusahaan dalam dalam mengelola keadaan kas pada insolvency. keduanya mempunyai akibat negatif bagi perusahaan. lumlah kas yang dimiliki oleh suatu perusahaan harus diatur secara hati-hati sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan kas pada suatu waktu. harus didukung oleh faktor-faktor sebagai berikut : 1. untuk mencapai tujuan dari manajemen kas. dasarnya yaitu adalah keadaan yang tidak mampu lagi untuk membayar Dalam keadaan dernikian. sehingga menaikkan beban tetap bahwa kas milik perusahaan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi oleh seseorang dalam hubungannya dengan perusahaan 2. Alasan perlunya dilakukan pengelolaan dan pengendalian kas adalah sebagai berikut: 1. Adanya pengelolaan atas penerimaan dan pengeluaran kas. seperti hutang gaji dan hutang bank. Menjalin hubungan baik dengan bank.33 Tujuan meminimalkan perusahaan waktunya. Adanya anggaran kas yang direncanakan dengan baik yaitu dengan mengestimasi penerimaan dan pengeluaran kas untuk periode yang akan datang. hutang dagang kepada supplier. 3. 2. seperti membayar seluruh keperluan dan jasa yang . Kas merupakan aktiva Iancar yang mudah sekali disalahgunakan. bangkrut. Kekurangan kas dapat mengakibatkan tidak terbayarnya berbagai kewajiban. terhadap kas harus dibentukldiciptakan untuk meyakinkan Pengendalian dan mahal. 4. perusahaan hutang-hutang tepat pada secara teknis dapat dikatakan lumlah kas yang berlebihan atau kurang. lelas hal ini akan menurunkan produktivitas kerja serta merugikan nama baik perusahaan di mata supplier. Pengeluaran kas secara harian. Investasi yang terarah atas dana yang berlebihan. 5. sebaliknya kas yang berlebihan berarti menyerap dana modal kerja yang langka perusahaan. Berdasarkan hal tersebut di atas. Adanya pemgendalian intern kas atas penerimaan dan pengeluaran kas.

mengharuskan suatu dan kas yang memadai yang harus tetap dipertahankan untuk kebutuhan tersebut." Sumber penerimaan kas dalam perusahaan manufaktur berasal dari penjualan tunai dan penerimaan kas dari piutang. 2. Prosedur yang dapat digunakan adalah : a) Harus ditunjukkan dengan jelas fungsi penerimaan kas dan setiap penerimaan kas hams segera dicatat dan disetor ke bank b) Diadakan pemisahan fungsi penerimaan kas dan fungsi pencatatan kas dengan cara membandingkan dengan catatan . harus memberikan penghasilan/dalam aktiva produktif lainnya. Dengan demikian catatan penerimaan kas di dalam jurnal penerimaan kas dapat direkonsiliasi dengan catatan setoran ke bank yang terdapat dalam rekening koran bank. kas bukan merupakan aktiva yang produktif (dimiliki tetapi tidak dapat memberikan pengembalian). diinvestasikan Kas yang dalam surat lebih dari suatu jumlah berharga yang yang dibutuhkan. b) Prosedur penerimaan kas dari piutang. Tidak diperkenankan melakukan pengeluaran kas dari kas yang diterima dari sumber-sumber tersebut. sehingga tidak perlu memegang uang dalam jumlah yang besar yang melebihi jumlah yang dibutuhkan secara harian dan suatu jumlah tertentu untuk berjaga-jaga. Dalam pengendalian intern yang baik. Pada sisi lain. Prosedur pencatatan penerimaan kas. c) Prosedur penyetoran kas ke bank.1 Pengelolaan atas Penerimaan Kas Menurut Mulyadi (2001:456).4. setiap penerimaan kas hams disetor dalam jumlah penuh ke bank pada hari yang sarna atau hari kerja berikutnya. Penerimaan kas terdiri dari jaringan prosedur sebagai berikut : "a) Prosedur penerimaan kas dari penjualan tunai. Dengan kata lain.34 diperlukan atau dibeli oleh perusahaan dan menyelesaikan seluruh kewajibannya jika jatuh tempo.4. catatan kas perusahaan dapat dicek ketelitian/keabsahannya bank.

kecuali untuk pengeluaran- pengeluaran kecil dibayar dengan kas kecil b) c) Dibentuk kas kecil yang diawasi ketat Penulisan cek hanya dilakukan apabila didukung bukti-bukti (dokumen) yang lengkap d) e) Diadakan pemeriksaan intern dengan jangka waktu yang tidak tentu Diharuskan membuat laporan kas harian. Untuk pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dilakukan melalui dana kas kecil yang diselenggarakan dapat menjamin menerimanya diterimanya dengan sistem imprest." Pengendalian intern yang baik mengharuskan setiap pengeluaran kas dilakukan dengan cek. 2. Prosedur pengawasan yang penting adalah : a) Semua pengeluaran kas menggunakan cek.4. selain itu setiap hari di buat laporan kas. c) Prosedur pencatatan pengeluaran kas.5 Efektivitas Pengelolaaan Kas Pengertian sebagai berikut : efektivitas menurut "Arens and Loebbecke (1997:792) adalah .4. 2.4.35 c) Diadakan pengawasan ketat terhadap fungsi penerimaan kas. b) Prosedur pembayaran kas. sedangkan kas yang tidak dapat dilakukan dengan cek diatur dalam sistem kas kecil. Pengeluaran kas dengan cek pembayaran tersebut oleh perusahaan yang berhak dan memungkinkan dilibatkannya pihak ketiga (dalam hal ini bank) untuk ikut serta mengawasi pengeluaran kas. Dengan demikian. Pengeluaran kas terdiri dari jaringan prosedur sebagai berikut : "a) Prosedur pembuatan bukti kas keluar.2 Pengelolaan atas Pengeluaran Kas Menurut Mulyadi (2001:515). sistem pengeluaran kas ini hanya akan menyangkut pengeluaran kas dengan cek saja.

Pengendalian penenmaan dan intern kas juga mensyaratkan pengeluaran kas. Jadi dapat dikatakakan bahwa efektivitas pengelolaan kas adalah Kemampuan suatu perusahaan/organisasi untuk mencegah terjadinya suatu kesalahan pada perkiraan kas dan kemampuan suatu perusahaan/organisasi uang yang tersedia dan pendapatan bunga dalam untuk memaksimalkan menjalankan aktivitas operasionalnya. Oleh karena itu. .36 "Effectiveness refers to the resources used to achieve these objectives." Sedangkan yang dimaksud dengan pengelolaan kas adalah memaksimalkan uang yang tersedia dan pendapatan bunga yang menganggur dan termasuk efektivitas diuraikan sebagai pencegahan terhadap kesalahan pada perkiraan kas. Sedangkan menurut Komaruddin (1994:269) berikut: "Efektivitas adalah suatu keadaan yang menunjukkan tingkat keberhasilan (atau kegagalan) kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Karena adanya pemisahan fungsi antara sifatnya yang mudah untuk dipindahtangankan dan tidak dapat dibuktikan pemiliknya. Hal ini akan tidak wajar untuk terhadap catatan akuntansi oleh mereka terjadinya menangani yang mengurangi kemungkinan ayat jurnal menyembunyikan penyalahgunaan penerimaan dan pengeluaran kas." Definisi di atas menerangkan bahwa efektivitas menunjukkan sumberdaya yang digunakan untuk mencapai tujuannya.5 Pengendalian Intern Kas Secara umum pengendalian intern kas menolak yang adanya campur tangan kas. perlu diadakan pengawasab yang ketat terhadap kas. maka kas sangat mudah digelapkan. merupakan langkah awal yang baik untuk mencegah perkiraan-perkiraan kesalahan yang terjadi dalam mengelola kas serta pada lainnya. 2.

Namun. Dasar-dasar tertentu yang bisa digunakan sebagai pedoman mengadakan pengawasan terhadap kas adalah sebagai berikut : Dengan adanya pengendalian peluang-peluang intern yang memadai. Pengendalian intern terhadap kas dibagi menjadi dua yaitu pengendalian intern atas penerimaan kas dan pengendalian intern atas pengeluaran kas.1 Tujuan Pengendalian Intern Kas Kas merupakan pos yang paling penting di dalam neraca. semua tindakan penyalahgunaan dan kekeliruan.37 Pada umumnya suatu pengendalian intern kas akan memisahkan fungsi penyimpanan dan pencatatan kas untuk meminimalisasi penyalahgunaan kas. dimana mereka harus memiliki sejumlah uang yang mencukupi untuk membayar kewajiban pada saat jatuh tempo agar perusahaan dapat terus beroperasi. Kas juga menjadi begitu penting karena setiap perusahaan harus dapat mempertahankan posisi likuiditas yang memadai. pengendalian intern yang baik tidak dapat menghilangkan mengurangl. hanya dapat 2. karena berlaku kita. karena bentuk dan jenis perusahaan berbeda-beda. Kas merupakan aktiva yang paling likuid dan sangat mudah untuk diselewengkan bila tidak dij aga dengan baik. kehilangan dan kesalahan yang tidak disengaja dalam akuantansi dan pengendalian kas. Adapun tujuan dari pengendalian intern kas menurut Arens and Loebbecke (2000:700) adalah untuk mencegah terjadinya hal-hal berikut : . perusahaan dapat mengurangi untuk pencurian. Menj adi tugas manaj emen perusahaan untuk merancang pengendalian intern kas yang efektif agar kas dapat dilindungi dari pencurian dan penggelapan. Pengendalian intern suatu perusahaan akan berbeda dengan perusahaan yang lain.5. Hampir semua transaksi perusahaan sebagai alat tukar dalam perekonomian berhubungan baik secara langsung maupun tidak langsung dan terlibat dengan perkiraan kas.

2. Untuk memastikan diotorisasi. 3. Menggunakan dana perusahaan secara efektifpada setiap waktu. Effective utilition or all times of company funds. 5. 7. Duplicate payment of a vendor invoice. A defalcation of cash by interception of cash receipts from customer before they are recorded with the account changed off as a bad debt.38 " 1. 7. 4. 2. Maintenance of adequate bank balances. Failure to bill a customer. Penyediaan kas yang cukup untuk operasi normal perusahaan baik untuk jangka pendek maupun untukjangka panjang. Tanggungjawab independen untuk penerimaan kas dan memberi perlindungan bahwa pengeluaran kas hanya untuk tujuan-tujuan yang sampai dana disimpan. 2. Establishment of accountability for cash receipt and sufficient safeguard until the money are places in the depository. " Adapun tujuan dari pengendalian intern kas yang dikemukakan oleh Wilson and Campbell (1991. Payments of interest to a related party for an amount in excess of the going rate. to support propper commercial bank relation. . Untuk melindungi saldo kas dari pencurian atau penyelewengan. 4. Billing a customer at a lower price than called for by company policy. 6. 6. 8. 3. Payments to an employeefor more hours that he or she worked." Dari pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan dari pengendalian intern kas adalah : 1.457) adalah sebagai berikut : "1. 5. where appropriate. Improper payments of officers personel expenditures. Payments for raw materials that were not received. Memelihara saldo bank yang memadai untuk menjaga hubungan dengan bank komersial. 4. Proper planning so that requisite are on hand to meet the business needs both short term and long range. Menyelenggarakan pencatatan yang cukup. 3.

Menggunakan dana untuk sementara waktu.1 Pengendalian Intern atas Penerimaan Kas Tujuan pengendalian intern atas penerimaan kas menurut Arens and Loebbecke (1997:362) yang dialihbahasakan oleh Amir Abadi Yusuf adalah : 1. Penerimaan diikhtisarkan kas yang dicatat adalah untuk dan yang sebenarnya diterima oleh kas dicatat dalam jurnal penerimaan kas. Penerimaan 4. Dengan tidak melaporkan penjualan dan mengantungi uang hasil penjualannya.5.5. Penerimaan 3. Penerimaan 6. pengeluaran atau lebih kecil atas penerimaan daripadajumlah 4.39 2. Dengan terlalu tinggi membukukan potongan harga. kas yang disetorkan dan dicatat sesuai dengan jumlah yang diterima. tanpa memalsukan catatan atau pembukuan atau hanya dengan tidak mencatat uang yang telah diterima. menjamin bahwa pembayaran . 5. 2. 7. yaitu menyelewengkan lambat daripada saat penerimaannya. Penggunaan dana yang lebih efektif. 2. Dengan menghapuskan piutang sebagai piutang tak tertagih dan mengantungi uang hasil penagihan piutang. perkiraan debitur yang bersangkutan baru akan dikredit setelah diterima pembayaran dari debitur lain. kas dicatat berdasarkan tepat waktu.1. Penerimaan 5. Lapping. Dengan menahan berbagaijenis pendapatan lain. kas diklasifikasikan secara tepat. Penyelenggaraan pengendalian untuk dilakukan untuk tujuan yang sesuai. 2.2 Pengendalian Intern atas Pengeluaran Kas Tujuan pengendalian intern atas pengeluaran kas menurut Arens : hanya and Loebbecke (1997:363) yang dialihbahasakan oleh Amir Abadi Yusufadalah 1. 6. 3. yang sering terjadi di dalam penerimaan kas: kas dengan cara melaporkan penerimaan lebih Adapun kecurangan-kecurangan 1. Dengan mencantumkan angka penjumlahan buku kas yang lebih besar atas yang sebenarnya. kas telah benar dimasukkan ke dalam catatan tambahan dan dengan benar. 2. Penerimaan perusahaan.1.

Semua penerimaan di kant or cabang di setor ke bank cabang dan jumlah totalnya dipindahkan ke . tapi mencatat penyetoran dalam hal melakukan transfer ke bank. yang sering terjadi di dalam pengeluaran kas: Membukukan pengeluaran kas palsu.40 3. 4. 5. Memalsukan cek dan memusnahkannya pada saat diterima dan bank menggantikannya dengan cek lain yang dibatalkan. Pencatatan harus dilakukan untuk setiap transaksi atas pengeluaran kas. 2. 8. Mengubah bukti atau voucher pengeluaran kas kecil. Penggunaan perkiraan-perkiraan kas dalam suatu perusahaan : 1. Menaikkan jumlah cek setelah ditandatangani. Apabila pengendalian atas kas tersebut telah diterapkan. artinya pengeluaran hanya dapat dilakukan apabila telah mendapat persetujuan dari pihak yang berwenang 4. dengan cara tidak mencatat pembayaran. Mencantumkanjumlah total yang tidak benar dalam buku kas. Branch Bank Account Perkiraan bank cabang untuk membina hubungan di masyarakat lokal dan yang mempunyai karyawan dalam jumlah yang memungkinkan sentralisasi operasi pada tingkat cabang. Mencantumkan potongan harga dengan jumlah yang lebih rendah daripada yang sebelumnya. 2. Adapun kecurangan-kecurangan 1. 3. Imprest Payroll Account berikut dapat mencegah terjadinya penyalahgunaan Penggunaan perkiraan ini untuk melakukan pembayaran gaji kepada karyawan terutama perusahaan-perusahaan banyak. Kitting. yaitu pinjaman tanpa mendapat persetujuan. Menguangkan berhak. maka kebanyakan praktik-praktik ini tidak dapat dilaksanakan tanpa melalui persekongkolan. Membatasi jumlah pengeluaran kas. cek gaji dan upah atau dividen yang belum ditagih oleh yang 7. 6.

5. 3.5. Pencatatan melalui rekonsliasi yang dilakukan oleh orang di luar fungsi akuntansi . 6. Secara khusus ditujukan pada pertanggunjawaban penanganan penerima kas 2. Pemerikasaan internal pada selang waktu yang tidak teratur ganda. 4. Specifically assigned responsibility for handling cash receipts Separation of handling and recording cash receipts Daily deposit of all cash received Voucher system to control cash payments Internal audit irregular interval Double record of cash bank and books with reconciliation performed someone outside the accounting function.270) karakteristik dari pengendalian kas adalah sebagai berikut : "1. sedangkan pengeluaran di kantor cabang atas dasar imprest.2 Prinsip-prinsip Pengendalian Intern Kas Menurut Smith and Skousen (1992. 6. Imprest Petty Cash Fund Data ini digunakan jumlahnya untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran rutin yang tidak material dan dapat dibayar lebih mudah dan cepat dengan menggunakan uang tunai daripada cek. yaitu mencocokkan catatan perusahaan dan catatan bank. 4. Sistem kupon untuk pengendalian pembayaran kas 5. Kegunaan perkiraan ini memungkinkan adanya pemeriksaan atas bukti-bukti pengeluaran kas kecil oleh pejabat yang berwenang sebelum pengisian kembali. Pemisahan fungsi pemegang penerimaan kas dan pencatatan penerimaan kas 3.41 perkiraan bank di kantor pusat secara periodik. Penyimpanan semua uang kas yang diterima setiap hari 4. " by Jadi karakteristik mendasar yang melekat pada pengendalian kas adalah : 1. Voucher System Metode ini memungkinkan semua pengeluaran diotorisasi dan ditelusuri keabsahannya sebelum pembayaran cek. 3. 2. 2.

antara lain: a) Semua penerimaan kas yang ditransfer melalui pos hams dicatat oleh kasir secara periodik. Other Control. 2. with limited access. catatan ini hams ditelusuri melalui deposit slip atau bukti kas b) Semua penerimaan kas didepositkan/disimpan secara utuh setiap hari. e) Mekanik diperlukan untuk memeriksa cash register/mesin kas f) Penjualan tunai harus diverifikasi melalui catatan persediaan barang dagangan. yaitu : "1. mechanical and electrronic control Store blank check in safer. Prosedur ini memungkinkan juga diperlukannya duplikat deposit slip yang dikirim oleh bank atau petugas lain (selain kasir) kepada departemen tersendiri untuk digunakan dalam pemeriksaan c) Fungsi penerimaan kas dan pengeluaran kas seharusnya dipisahkan d) Rekonsiliasi kas seharusnya dibuat untuk membandingkan antara catatan perusahaan dan catatan bank.2.42 2. Physical. Independent Internal verification Compare checks to invoice. print check amount by machine in indelible ink 5. each check must have approved invoice 4.2.5." Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa pengendalian intern pengeluran kas memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut : .1 Prinsip-prinsip Pengendalian Intern Kas atas Penerimaan Kas Pengendalian yang layak untuk penerimaan kas menurut Wilson and Campbell (1996:404) yang dialihbahasakan oleh Tjintjin Fenix Tjendera. dan jumlah barang dagangan secara fisik. Establishment of responsibility Only designeted personel authorized to sign checks 2. Documentation procedures Use prenumbered check and account for them in sequence. reconcile bank statement monthly 6.2 Prinsip-prinsip Pengendalian Intern Kas atas Pengeluaran Kas Pengendalian yang layak untuk pengeluaran kas menurut Weygandt and Keiso (1999:291).5. Segregation of duties Different individuals approve and make payment. check signer do not record disburshment 3.

3. harus ditetapkan pejabat yang berwenang dalam menandatangani cek. Sistem otorisasi 3. 5. faktur yang sudah dibayar dicap lunas agar tidak terjadi dahulu saldo pembayaran ganda. . jumlah yang tertera pada cek hams dibandingkan dengan faktur dan dibuat rekonsiliasi bank bulanan untuk mencocokkan bank menurut catatan perusahaan dengan saldo rekening koran. Organisasi a) Fungsi penyimpanan kas hams terpisah dari fungsi akuntansi b) Transaksi penerimaan dan pengeluaran kas tidak boleh dilakukan oleh fungsi penyimpanan kas sejak awal samp ai akhir tanpa campur tang an dari unit organisasi yang lain. pejabat yang menandatangani cek hams berbeda dengan pejabat yang mencatat pengeluaran kas. Uraian tugas. dengan akses cek yang masih kosong disimpan dalam tempat penyunpanan yang terbatas dan jumlah uang yang dibayarkan dicetak menggunakan mesin dengan tinta yang tidak dapat dihapus. Tanggung jawab. Praktik yang sehat Penjelasan dari unsur-unsur pengendalian kas tersebut adalah sebagai berikut : 1. 2. Pengendalian. 2. Organisasi 2. 6.43 1.6 Unsur-unsur Pengendalian Intern Kas Menurut Mulyadi (2001:471-474) unsur-unsur pengendalian dalam suatu siklus kas adalah sebagai berikut : 1. digunakan cek yang bernomor urut tercetak dan setiap cek hams dilampiri dengan faktur yang telah disetujui untuk dibayar. Prosedur dokumentasi. Pengendalian lain. 4. Verifikasi internal.

yang akuntansinya dilakukan dengan sistem imprest e) Kas yang ada ditangan dan kas yang ada di perjalanan diasuransikan dari kerugian f) Kasir diperlengkapi dengan alat-alat yang mencegah terjadinya pencunan yang ada di tang an (misalnya mesin register kas. lemari besi. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan a) Penerimaan dan pengeluaran kas hams mendapat otorisasi dari pejabat yang berwenang b) Pembukuan dan penutupan rekening bank hams mendapat persetujuan dari yang berwenang c) Pencatatan di dalam jurnal penenmaan dan pengeluaran kas (atau dalam metode pencatatan tertentu dalam register chart) hams didasarkan bukti kas masuk dan bukti kas keluar yang telah mendapat otorisasi yang berwenang yang dilampiri dengan dokumen pendukung yang lengkap. pengeluaran ini dilakukan lewat dana kas kecil. Praktik yang sehat a) Saldo kas yang ada ditangan hams dilindungi dari kemungkinan pencurian atau penggunaan yang tidak semestinya b) Dokumen dasar dan dokumen pendukung transaksi pengeluaran kas hams dibubuhi cap "lunas" oleh fungsi penyimpanan kas setelah trans aks i pemgeluaran kas dilakukan c) Penggunaan rekening koran bank (bank statement) yang merupakan informasi bagi pihak ketiga untuk memeriksa kebenaranlkeabsahan catatan kas oleh unit organisasi yang tidak terlibat dalam pencatatan dan penyimpanan kas (fungsi pemeriksaan intern) d) Jika pengeluaran kas hanya menyangkut jumlah yang kecil. dan strong room) g) Secara periodik diadakan pencocokan jumlah fisik kas yang ada di tangan dengan jumlah kas menurut catatan.44 2. . 3.

d) Menentukan periode terjadinya untuk memungkinkan pada periode akuntansi yang semestinya. c) Mengukur nilai transaksi dengan cara yang memungkinkan keuangan yang layak dalam pelaporan keuangan. e) Menyajikan dengan semestinya transaksi dan pengungkapan keuangan. c) Adanya pemberian wewenang dan pembagian tanggungjawab yang jelas atas fungsi-fungsi yang berhubungan dengan kas. kas. e) Karyawan yang ahli dibidangnya dan dipercaya. dalam laporan pencatatan transaksi pencatatan nilai . d) Secara periodik diadakan pemeriksaan tertentu sehingga dapat memantau dan menindaklanjuti kinerja bidang keuangan pemeriksaan intern yang dilakukan secara rutin dalam hal pengaman kas.45 Jika ditinjau berdasarkan unsur-unsur pengendalian intern. transaksi menganalisis. uraian di atas dapat dirumuskan kembali sebagai berikut : 1. mengelompokkan. 2. Lingkungan pengendalian Lingkungan pengendalian yang membentuk. dan melaporkan menghimpun. dan untuk penerimaan dan pengeluaran menyelenggarakan pertanggungjawaban kas sehingga dapat diyakini adanya : dan mencatat semua transaksi yang sah. a) Mengidentifikasikan b) Menggambarkan trans aks i secara tepat waktu dan cukup nnci sehingga memungkinkan pengelompokkan transaksi secara semestinya. mencatat. Sistem Akuntansi Adanya metode dan catatan yang diciptakan untuk mengidentifikasikan. b) Adanya struktur organisasi satuan usaha. merupakan pengaruh gabungan dari berbagai faktor atau memperlemah efektivitas kebijakan dan memperkuat prosedur tertentu. Faktor-faktor tersebut adalah : a) Adanya filosofi manajemen dan gaya operasinya.

2. maka perlu dilakukan penggujian kepatuhan sebagai berikut : l. Penggujian untuk mengetahui adanya kepatuhan terhadap pengendalian. strong room. Prosedur Pengendalian a) Penerimaan dan pengeluaran kas hams mendapat otorisasi dari pejabat yang berwenang. Penggujian untuk mengetahui tingkat kepatuhan terhadap pengendalian Rancangan program penggujian terhadap kepatuhan siklus kas tersebut dapat dilakukan sebagai berikut 1. Dokumen bukti penerimaan kas dan bukti pengeluaran kas yang dibuat hendaknya bemomor urut cetak. dan adanya fasilitas yang dilindungi untuk akses ke program dan arsip komputer e) Pengecekan secara independen atas pelaksanaan dan penilaian yang semestinya atas pekerjaan klerikal.7 Program penggujian Kepatuhan Kas Untuk mengguji apakah pengendalian dalam siklus kas efektif. dan perbandingan kas yang ada dengan pertanggungjawaban yang tercatat. d) Pengamanan yang cukup atas akses dan penggunaan kas perusahaan dan catatan. 2.46 3. lemari besi. rekonsiliasi. b) Fungsi penyimpanan hams terpisah dari fungsi akuntansi dan trans aks i penerimaan dan pengeluaran kas tidak boleh dilaksanakan sendiri oleh fungsi penyimpanan kas sejak awal sampai akhir tanpa campur tang an dari fungsi yang lain. misalnya dengan menggunakan mesin register kas. . Lakukan pengamatan terhadap pemisahan fungsi penyimpanan kas dengan fungsi kas. c) Perencanaan membantu dan penggunaan pencatatan dokumen dan catatan yang memadai untuk atas transaksi penerimaan dan secara semestinya pengeluaran kas.

Lakukan pengamatan terhadap fasilitas pengamanan yang melindungi kasir dari kemungkinan pencurian kas yang disimpan. Ambil sample bukti kas masuk. pencurian.4) keuntungan sistem pengendalian intern yang dirancang dengan baik adalah sebagai berikut : "1.47 2. Ambil sample berita acara perhitungan kas. 3. dalam hal ini aktiva tersebut adalah aktiva berupa kas.8 Hubungan antara Pengendalian Intern dengan Efektivitas Pengelolaan Kas Sistem pengendalian intern yang dirancang dengan baik akan dapat mendorong ditetapkannya kebijakan manajemen. Efektivitas pengelolaan standar dan kebijakan-kebijakan kas dapat dinilai jika ketentuan-ketentuan. Ambil sample bukti kas keluar. Pengelolaan kas juga dapat diartikan efektifjika tujuan dari pengelolaan kas itu sendiri tercapai. Ambil sample bukti kas keluar yang bersangkutan dengan pengisian kembali dana kas kecil. Mendorong terciptanya efisiensi operasi. Haryono Yusuf (1992. 2. Selain itu menurut AI. 3. . Menjamin terciptanya data akuntansi yang tepat dan bisa dipercaya. 5. standar- yang telah ditetapkan dijalankan dengan sepenuhnya oleh setiap personil yang ada dalam perusahaan tersebut. jumlah kas yang diterima dan bukti setoran bank yang 2. Melindungi aktiva perusahaan dari pemborosan. kecurangan dan pencurian. a) Periksa otorisasi yang tercantum didalamnya b) Periksa surat pemberitahuan dari debitur yang melampirinya c) Bandingkan bersangkutan 4." dan Dari kutipan tersebut di atas disebutkan bahwa salah satu keuntungan yang diperoleh dari suatu sistem pengendalian intern yang dirancang dengan baik yaitu dapat melindungi aktiva perusahaan dari pemborosan. 6. kecurangan.

. banyak yang menyimpang dari yang semestinya.48 Dengan demikian semakin memadai perusahaan dan semakin dipatuhinya pengendalian intern yang ada dalam oleh seluruh pengendalian intern tersebut personil perusahaan. maka efektivitas pengelolaan kas dapat dikatakan masih meragukan. pihak manajemen maka semakin efektif pengelolaan kas yang dilakukan oleh Sebaliknya jika pelaksanaan pengendalian intern perusahaan.

yaitu penelitian dengan mengumpulkan data sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.2 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data sekunder digunakan sebagai landasan teoritis. Selanjutnya 1oyodikromo. yaitu sebuah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil.1 Objek Penelitian Dalam rangka penyusunan skripsi ini. sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh penulis dengan mempelajari dan menelaah serta mengumpulkan buku-buku referensi mengenai teori yang berhubungan dengan masalah pengendalian intern kas dan peranannya dalam menunjang efektivitas pengelolaan kas. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. yang berlokasi di 1l. Data primer adalah data yang diperoleh penulis langsung dari perusahaan yang diteliti. serta memberikan penelitiannya gambaran dengan dan analisis menggunakan mengenai pendekatan masalah yang ada. yang digunakan sebagai bahan pembanding kenyataannya di PT X. kamp Hujung RT09/RW penulis menitikberatkan penelitian pada bagaimana peranan pengendalian intern kas dalam menunjang efektivitas pengelolaan kas pada PT X. 3. 7 Leuwigajah-Cimahi-Bandung. yaitu : 49 .2. dengan apa yang terdapat pada 3.1 Kriteria Responden Dalam rangka mendapatkan data dengan membagikan data primer. Sedangkan artinya penelitian studi kasus. peneliti melakukan pengumpulan kepada pejabat yang berwenang dalam kuesioner hubungannya dengan masalah yang akan diteliti.BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3. dilakukan pada satu objek penelitian. penulis melakukan penelitian pada PT X.

Kuesioner ini akan dibagikan kepada enam orang pejabat yang berwenang dalam hubungannya dengan masalah yang akan diteliti. Bagian Akuntansi dan Keuangan. langsung terjun (survei) pada perusahaan Untuk memperoleh data primer dari perusahaan. Manajer. Direktur 2. Bagian Penjualan. Bagian Administrasi Kredit 2. yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang dibahas untuk memperoleh data primer. yaitu penelitian dengan cara tanya jawab dengan pejabat yang bersangkutan dengan masalah yang diteliti. Sumber data ini penulis gunakan sebagai landasan teoritis dalam memperoleh evaluasi yang baik terhadap sumber data dari objek penelitian. Gudang. yaitu Direktur. Penelitian Lapangan (Field Research) Yaitu mengumpulkan data denganjalan yang menjadi objek objek penelitian.50 Jumlah responden independen yaitu : 1. Bagian Gudang 3. Wakil Direktur 3. dan Bagian . Manajer yang direncanakan menglSl kuesioner untuk variabel Jumlah responden yang direncanakan untuk mengisi kuesioner untuk variabel dependen yaitu : 1. maka cara yang dilakukan adalah : a) Kuesioner. Manajer. b) Wawancara. antara lain Direktur. Bagian Penjualan 3.2. Bagian Akuntansi dan Keuangan 4. Internal Auditor 4.2 Teknik Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dilakukan dengan dua cara yaitu : l. Bagian Administrsasi Kredit.

Pengumpulan data melalui penelitian lapangan adalah menggunakan dengan yang kuesioner. yaitu : data . Data kepustakaan merupakan data sekunder. yaitu peneliti mengadakan pengamatan secara langsung terhadap pengendalian intern kas pada PT X. Bagian Akuntansi dan Keuangan. Sumber data ini penulis gunakan sebagai landasan teoritis dalam memperoleh evaluasi yang baik terhadap sumber data dari objek penelitian. Kuesioner adalah sebuah pertanyaan secara logis berhubungan masalah penelitian dan tiap pertanyaan merupakan j awaban-j awaban mempunyai makna dalam menguji hipotesis. keterangan perusahaan. 3. Penelitian Kepustakaan Yaitu pengumpulan data yang berasal dari literatur-literatur yang berhubungan dengan materi yang dibahas untuk memperoleh data sekunder.3 Pengembangan Instmnen Pengertian "instrumen" dalam penelitian ini adalah alat yang dipakai untuk menghimpun data. Selain itu. c) Observasi. sedangkan data primer diperoleh melalui penelitian lapangan. Pertanyaan yang akan digunakan oleh penulis dalarn menggumpulkan terdiri dari dua bagian. yang ditujukan untuk melengkapi data yang dibutuhkan. struktur mengenai dan pendapat pengendalian intern kas dalam menunjang efektivitas pengelolaan kas yang terdapat pada PT X.51 Bagian Penjualan. mempelajari buku-buku dan dokumen perusahaan yang berhubungan dengan masalah yang dibahas. Sifat wawancara yang dilakukan adalah informal (wawancara lisan). 2. Data yang diharapkan dari penelitian ini bersumber dari kepustakaan dan lapangan. yaitu data yang berasal dari responden yang termasuk dalam kriteria responden.2. sehingga penulis dapat memperoleh data mengenai sejarah dan perkembangan organisasi berikut perincian tugas.

metode kuesioner terbuka. jabatan." b) Variabel tidak bebas (dependent variable) Variabel tidak bebas adalah variabel yang dipengaruhi atau disebabkan oleh variabel lainnya. Dalam skripsi ini yang menjadi variabel bebas adalah "Kememadaian Pengendalian Intern Kas. diajukan intern kas peranan pengendalian dalam menunjang efektivitas pengelolaan kas pada PT X." Skala pengukuran yang diambil dalam penelitian ini adalah skala ordinal. 3. dengan metode kuesioner sejumlah pertanyaan yang menyangkut terbuka dan tertutup. antara lain nama.4 Varia bel dan Skala Pengukuran Berdasarkan hipotesis yang telah penulis kemukakan intern kas yang dilaksanakan dalam bab I.52 1. maka dalam hal ini terdapat dua variabel yaitu: a) Variabel bebas (independent variable) Variabel bebas adalah variabel yang ada atau terjadi mendahului dan mempengaruhi variabel yang lainnya. yaitu secara memadai akan dengan adanya pengendalian menunjang efektivitas pengelolaan kas. Bagian pertama. Bagian kedua.2. diajukan beberapa pertanyaan menyangkut identitas umum responden. Dalam skripsi ini yang menjadi variabel tidak bebas adalah "Efektivitas Pengelolaan Kas. Skala ordinal ini memungkinkan peneliti untuk mengurutkan responden ke dalam urutan atas dasar sikapnya terhadap masalah tertentu. pendidikan terakhir. dalam hal ini yaitu peranan pengendalian intern kas dalam menunjang efektivitas pengelolaan kas. lama kerja. . 2.

Ordinal Kuesioner Ordinal Kuesioner Ordinal Kuesioner Ordinal Kuesioner . E. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab. Pengeluaran Kas A. 4. Struktur Organisasi. Lingkungan Pengendalian 1. 3. Aktivitas Pengendalian 1. D. B. Karyawan 3. 2. Kebijakan Perusahaan. Ketaatan pada hukum dan peraturan. Pelaksanaan review. Tujuan Pengendalian Intern 1. Menyusun dan mencatat semua transaksi yang sah. Teknologi yang akan timbul lingkungan kerja. 3. 3. Komunikasi. 3. Indikator Variabel. Falsafah manajemen dan gaya operasi.53 Tabel3 Variabel. 4. Pengklasifikasian transaksi keuangan. Skala Pengukuran. Perkiraan risiko 1. dan Instrumen Variabel Indikator Variabel Skala Pengukuran Kememadaian Pengendalian InternKas 1. 2. baru. Pengendalian fisik. bam. Struktur Organisasi. Pemantauan 1. Lingkungan Pengendalian 1. Kebijakan Perusahaan. Falsafah manajemen dan gaya operasi. Tanggungjawab manajemen dalam mengevaluasi. 2. II. Ordinal Kuesioner Instrumen Ordinal Kuesioner Ordinal Kuesioner C. dan melaporkan. Informasi dan Komunikasi 1. 3. Efisiensi dan efektivitas operasi. Keandalan Pelaporan Keuangan. Pemisahan tugas. 2. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab. Perubahan 2. 2. Penerimaan Kas A. menindaklanjuti.

2. Membukukan Pengeluaran kas palsu. Keandalan Pelaporan Keuangan. 2. Aktivitas Pengendalian 1. E. Perkiraan risiko 1. Perubahan 2. Komunikasi. Ordinal Kuesioner C. 4. Karyawan 3. Tanggungjawab manajemen dalam mengevaluasi. Kitting . 3. 2. D. Informasi dan Komunikasi 1. Pemisahan tugas. Mencantumkanjumlah dalam buku kas. 3. dan melaporkan. Pengendalian fisik. menindaklanjuti. Ketaatan pada hukum dan peraturan. Menyusun dan mencatat semua transaksi yang sah. Pemantauan 1. Efisiensi dan efektivitas operasi. Pelaksanaan review. bam. Lapping. Teknologi yang akan timbul lingkungan kerja. 2. Tujuan Pengendalian Intern 1. Efektivitas Pengelolaan Kas Efektivitas Pengelolaan kas dapat tercapai jika hal-hal berikut dapat diatasi 1. Pengklasifikasian transaksi keuangan. Tidak melaporkan penjualan. bam. 3.54 B. 5. 3. yang salah Ordinal Kuesioner Ordinal Kuesioner Ordinal Kuesioner Ordinal Ordinal Ordinal Kuesioner Kuesioner Kuesioner Ordinal Kuesioner .

yaitu rnenggunakan perhitungan : Jumlah Jawaban "Ya" Jumlah Jawaban Kuesioner Untuk keperluan interpretasi hasil perhitungan persentase. 76%-100% High Association (strong association) up to perfect association. penentuan diterirna atau ditolaknya hipotesis dapat dilihat dari hasil perhitungan persentase. 3. Dean J. dilakukan analisis yang rnenunjukkan efektivitas berapa besar peranan pengendalian hipotesis intern kas dalarn rnenunjang dilakukan dengan rnenghitung pengelolaan kas. Berdasarkan jawaban yang diperoleh dari responden. untuk rnengetahui ada tidaknya intern kas dalarn rnenunjang hubungan serta besarnya peranan pengendalian efektivitas pengelolaan kas diperlukan penggujian hipotesis. 51%-75% Moderately high association(moderately strong association}. yaitu daftar pertanyaan yang rnernungkinkan jawabannya sudah ditentukan terlebih dahulu dan pertanyaan terbuka yangjawabannya Pilihanjawaban yang diberikan :YA. TIDAK.Champion (1990:302) mengernukakan sebagai berikut : "1. " Dalarn Pengujian hipotesis ini. 2. Dalarn pengolahan data hasil kuesioner yang penulis sajikan rnenggunakan pertanyaan tertutup. 0%-25% No association or low association (weak association). 26%-50% Moderately low association (moderately association).55 3. rnaka hipotesis yang penulis ajukan dapat diterirna. .2. Jika hasil perhitungan persentase X 100% rnenunjukkan 76%-100%. Penggujian persentase. 4.5 Analisis Data dan Pengujian Hipotesis Setelah data diperoleh dan dikumpulkan. tidak ditentukan.

Simpulan ini menjelaskan faktorfaktor yang mendukung diterima atau ditolaknya hipotesis dan faktor-faktor yang kurang mendukung diterima atau ditolaknya hipotesis. operasionalisasi variabel. serta analisis data dan pengujian hipotesis.56 3.2.6 Penarikan Simpulan Simpulan ini merupakan hasil dari pengumpulan data. serta memberikan saran-saran perbaikan yang diajukan penulis atas kelemahan yang ditemukan selama penelitian. .

Kain 4. Benang Fancy 3. Produk-produk yang dihasilkan terutama untuk tujuan ekspor.Bandung. Utama .Kec.1 Hasil Penelitian 4. Dengan dasar pertimbangan profesionalisme industrialisasi dan alih tenaga kerja juga memberikan asset berupa ilmu produksi Selain untuk dan bangsa Indonesia pada umumnya dan pekerja Indonesia pada teknologi maka didatangkan tenaga ahli dari luar dengan tujuan untuk dapat mendidik para pekerja Indonesia menjadi tenaga ahli. Adapun produk-produk yang dihasilkan antara lain: 1. Pertama kali didirikan pada tahun 1989 oleh seorang pengusaha swasta yang bernama Song Cung Yao. 7 Kel. Adapun dasar pendirian sesuai dengan perkembangan yang pada tahun itu sangat baik pertumbuhannya di Indonesia. Tenaga ahli yang didatangkan dari luar negeri tersebut menjabat selama 1-3 tahun. menyerap masyarakat khususnya. dengan bentuk hukum perseroan terbatas. Cimahi Selatan Leuwigajah . Benang Acrylic 2. Kaos kaki 57 .Cimahi .BABIV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. 9 / RW. PT X berlokasi di Jalan. Tujuan industrialisasi pendirian perusahaan ini adalah untuk menyerap sejumlah tenaga kerja dan hingga saat ini jumlah tenaga kerja yang ada sekitar 7000 orang karyawan.Joyodikromo Kamp.1 Sejarah Singkat Perusahaan Perusahaan perusahaan yang menjadi objek penelitian pada skripsi ini adalah yang melakukan penjualan barang-barang garment. Hujung RT.1.

2. Topi 6. c) Memimpin dan mengawasi perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan dan senantiasa berusaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan.58 5. b) Membuat program tahunan. dan tanggung jawab setiap tingkatan yang berada di dalam organisasi untuk melaksanakan kegiatan kearah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. dan tanggung jawab bagian terse but adalah sebagai berikut : 1.. Struktur organisasi merupakan rerangka kerja yang menggambarkan adanya pembagian tugas. mengevaluasi program tahun lalu. b) Menyelesaikan masalah non rutin yang tidak dapat diselesaikan bawahannya. sedangkan pembagian tugas untuk masing-masing bagian yang juga menyatakan tugas. wewenang. Direktur a) Mengelola dan bertanggungjawab atas aktivitas yang dilaksanakan oleh perusahaan secara menyeluruh. sehingga terciptalah suatu struktur organisasi yang jelas. Sweater 7.2 Struktur Organisasi dan Uraian Tugas Metode pembagian dilakukannya kerja yang merupakan . permcran-permcian pada hakikat bidang orgarusasi kerja dan mengharuskan disusunnya pola-pola hubungan kerja di antara individu-individu.. . wewenang. Wakil Direktur a) Membantu Direktur dalam menjalankan aktivitas dan tujuan perusahaan. Struktur organisasi PT X secara keseluruhan dapat dilihat pada lampiran.1. Syal 4. .

4. operasional. g) Memberikan saran dan rekomendasi kepada manaj emen mengenai Iangkah-langkah yang perlu diambil. b) Merencanakan dan membuat program kerja dan jadwal pemeriksaan atas unit yang ada di dalam perusahaan. Internal Auditor a) Melaksanakan pengawasan atas aktivitas operasional. . d) Memberikan pelayanan (quality service) yang baik terhadap konsumen.59 c) Mewakili perusahaan dalam memelihara hubungan baik dengan pemerintah dan lingkungan us aha. b) Bertanggung jawab terhadap pembinaan serta pengembangan staf. mengevaluasi langkah atau kebijakan yang digariskan dengan tujuan untuk memperoleh rancangan yang lebih baik. e) Menyusun dan menyerahkan laporan hasil pemeriksaan dan memberikan usulan perbaikan kepada direktur. rencana. d) Mengkoordinir aktivitas semua bagian yang ada dalam perusahaan. dan prosedur yang telah ditetapkan. d) Memeriksa praktek dan prosedur operasional sejalan dengan kebijakan. meneliti. 3. Manajer a) Mencapai target penjualan yang telah ditentukan. f) Bekerjasama dengan unit organisasi lainnya sehubungan dengan tugas yang menyangkut bidang pemeriksaan agar dapat mencapai tujuan dilaksanakannya pengendalian. c) Mengawasi ketersediaan produk. c) Meneliti dan menilai efektivitas penerapan dan pengendalian internal bidang akuntansi keuangan. dan efektivitas perusahaan lainnya serta berusaha untuk mengembangkan pengendalian internal yang efektif.

Bagian Akuntansi dan Keuangan a) Menyelenggarakan aktivitas akuntansi dan keuangan secara tertib dan dapat dipertanggungjawabkan. Bagian Administrasi Kredit a) Mengelola kredit untuk mendongkrak penjualan. c) Membuat laporan keuangan secara periodik yang didukung oleh bukti yang sah tentang posisi keuangan perusahaan. d) Menyelenggarakan pengarsipan dokumen-dokumen pembukuan dengan tertib dan teratur. Bagian Gudang a) Menyediakan bahan baku yang diperlukan. kewajaran. c) Membimbing bagian-bagian yang ada dibawahnya. e) Membantu tugas Bagian Pemesanan Barang dalam menerima pesanan. . Bagian Penjualan a) Mengkoordinir kegiatan penjualan. 8. d) Menyajikan laporan dari penerimaan pesanan. b) Memberikan pembinaan dan pengarahan kepada bawahannya tentang pelaksanaan teknik dalam bidang akuntansi dan keuangan serta memeriksa pekerj aan bawahannya.60 5. b) Melakukan seleksi terhadap konsumen yang layak untuk menerima kredit. f) Membuat laporan dan bertanggungjawab kepada manajer. d) Bertanggungjawab terhadap pengiriman barang (delivery). b) Memotivasi para karyawan untuk meningkatkan penjualan. c) Bertanggung jawab terhadap penagihan piutang. e) Bertanggungjawab atas kebenaran. 6. 7. dan ketepatan waktu pada catatan-catatan yang dilaksanakannya.

61 b) Melaporkan perserdiaan bahan baku yang hampir habis dan memesan kembali bahan baku tersebut. b) Menghasilkan produk yang berkualitas. Bagian Pelatihan a) Menyelenggarakan kegiatan pelatihan bagi karyawan barn. b) Membuat laporan kepada Bagian Administrasi Kredit setelah pengiriman barang kepada konsumen. Bagian Pengiriman Barang a) Mengirimkan barang yang telah dipesan oleh konsumen setelah mendapat persetujuan dari Bagian Administrasi Kredit. 10. c) Membuat laporan pada bagian penjualan. b) Melakukan pemesanan bahan baku yang hampir habis sesuai dengan laporan dari Bagian Gudang. 9. b) Mencatat barang yang masuk ke gudang. 11. b) Memotivasi para karyawan agar berprestasi. c) Menerangkan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh para karyawan barn. Bagian Produksi a) Menghasilkan produk tepat pada waktunya. . 13. c) Melakukan pemeriksaan harian. 12. 14. Kolektor a) Menagih piutang yang telahjatuh tempo setelah mendapat persetujuan dari Bagian Administrasi Kredit. b) Melaporkan piutang baik yang tertagih maupun yang tidak tertagih kepada Bagian Administrasi Kredit. Bagian Pemesanan Barang a) Menerima pesanan barang dari konsumen. Bagian Pencatatan di Gudang a) Mencatat barang yang keluar dari gudang.

17. c) Mengelola kas kecil. b) Membuat laporan mengenai posisi kas kepada Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan. d) Melakukan pembayaran gaji dan upah setelah diotorisasi oleh Bagian Keuangan.62 c) Membuat laporan kepada Kepala Bagian Gudang mengenai barang yang masuk dan keluar. b) Megotorisasi pengeluaran untuk kas kecil. Bagian Keuangan a) Memeriksa keabsahan bukti-bukti transaksi yang telah diterima oleh kasir. 15.1. b) Mengeluarkan uang untuk keperluan sehari-hari sesuai dengan bukti-buktinya. Kasir a) Menerima uang dari hasil penjualan. baik tunai maupun kredit.3 Aktivitas PT X PT X yang bergerak dalam bidang garment ini memulai aktivitasnya dengan memproduksi bahan dasar menjadi bahan baku untuk salah satu hasil . f) Membuat laporan kepada Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan. Bagian Akuntansi a) Menyelenggarakan pencatatan dari bukti-bukti transaksi yang telah diterima kasir. d) Memeriksa dan mengisi kembali kas kecil setiap minggunya. 16. c) Mengotorisasi pengeluaran untuk gaji dan upah. e) Menerima uang dari kasir untuk disetorkan ke bank. 4. e) Melaporkan penerimaan dan pengeluaran kas harian kepada Bagian Keuangan.

PT X menerapkan pengendalian intern kas yang meliputi komponen-komponen 1) Lingkungan Pengendalian Lingkungan pengendalian merupakan dasar yang utama. sweater. sedangkan gaya operasl . Perusahaan membuat produk semata-mata untuk memenuhi kebutuhan / permintaan buyer khususnya negara Eropa. yang akan yang langsung menentukan mempengaruhi kesadaran mengendalikan karyawannya. sarung tangan. kaos kaki. Adapun barang jadi yang dihasilkan adalah rajut. Pengendalian intern kas sangat penting dilaksanakan pada setiap perusahaan. Kemudian benang diolah menjadi kain dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan bahan baku benang. operasional.63 produksi yaitu dari jenis kapas menjadi benang.1. karena saldo kas merupakan aktiva yang sangat likuid sehingga sangat mudah untuk dicuri atau digunakan dengan tidak semestinya. Semua produkj-produk tersebut untuk tujuan ekspor. 4. syal dan topi. Sehingga Lingkungan yaitu secara para pengendalian pegawai akan erat hubungannya melaksanakan corak dengan pelaksanaan kegiatan organisasi perusahaan. Pengendalian intern yang kurang memadai terhadap kas akan menimbulkan kebocoran-kebocoran dan akan mempengaruhi bahkan mengurangi likuiditas perusahaan sehingga kewajiban jangka pendek tidak dapat dipenuhi dan mengakibatkan perusahaan kehilangan kepercayaan dari masyarakat. yang terdiri dari : a) Falsafah Manajemen dan Gaya Operasi Filosofi adalah seperangkat keyakinan dasar (basic beliefs) yang menjadi parameter bagi perusahaan dan karyawannya. Di dalam sebagai berikut : lingkungan ini tercermin sikap dan tindakan manajemen mengenai pengendalian perusahaan. Selain itu PT X juga bergerak dalam industri pemintalan / Spin Industry. Asia Barat dan Afrika (sasaran market export perusahaan) dan dunia pada umumnya.4 Pelaksanaan Pengendalian Intern Kas pada PT X Kas merupakan pos yang paling likuid dan berharga diantara pos-pos aktiva Iancar lainnya.

fungsi maupun hubungan organisasi. operasi telah struktur mencapai keseluruhan dikendalikan. baik menyangkut wewenang. Direktur selalu memperhatikan anggaran pencapaian target penjualan dengan Selain itu Direktur juga selalu membandingkan dan realisasinya. tanggung jawab. Tujuan utama manajemen adalah meningkatkan laba perusahaan dan mengembangkan perusahaan. Struktur organisasi yang ditetapkan di PT X disusun secara jelas dan sistematis. Hal ini terlihat dari semakin meningkatnya penjualan setiap tahunnya. dilaksanakan. dan karyawan bekerja dengan sunguh-sungguh untuk staf mempertanggungjawabkan pekerjaan kepada atasannya. Penentuan organisasi yang memadai termasuk memikirkan lingkup pelimpahan wewenang dan tanggung jawab serta garis komando yang jelas. sehingga tidak ada tugas rangkap yang dapat meninbulkan menggambarkan penyimpangan. termasuk bagian yang . sehingga terlihat adanya pemisahan tugas dan fungsi yang cukup baik yang memudahkan pekerj aan seseorang dan tanggung jawabnya dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. dan diawasi. c) Pendelegasian Wewenang dan Tanggung Jawab Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab telah diuraikan dalam struktur organisasi sehingga setiap karyawan akan bekerja sesuai dengan bagian dan tugasnya seperti yang tercantum dalam uraian tugas. dari bawahannya yaitu Direktur mengevaluasi hasillaporan Pimpinan karyawannya sehingga PT X sangat memperhatikan staf dan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Filosofi manajemen PT X yaitu berkembang perlahan tapi pasti. .64 mencerminkan ide manajer tentang bagaimana operasi suatu kesatuan usaha harus dilaksanakan. Falsafah manajemen dan yang gaya operasi ini dapat mengurangi dan mere dam tindakan penyelewengan dilakukan oleh individu-individu b) Struktur Organisasi Kesatuan perusahaan direncanakan untuk struktur orgarusasi menyediakan tujuan rerangka perusahaan kerja yang di dalam perusahaan. Struktur organisasi tersebut uraian tugas yang jelas.

menduduki memberikan tunjangan-tunjangan tunjangan hari bagi raya jabatan-jabatan dan pemberian tertentu. misalnya terlambat masuk kerja dan terlambat masuk kembali yang bertentangan. kebijakan-kebijakan . d) Kebijakan Perusahaan Pimpinan perusahaan memberikan perhatian kepada karyawannya dengan cara memberikan karyawan berdasarkan yang gaji yang memadai. walaupun masih ada beberapa karyawan yang melanggarnya. Pendelegasian wewenang dan tamggung jawab tersebut biasanya melalui surat khusus yang mendelegasikan wewenang kepada yang menerimanya. cuti berkala. Direktur menilai prestasi bawahannya seperti pemberian dan memberikan bonus. lamanya bekerja. dan pemeriksaan kas. sehingga kompensasi atas pre stas i bawahannya terpacu untuk karyawan akan semakin memberikan yang terbaik bagi perusahaan. sesuai maka akan tingkat setelah istirahat siang. menganalisis. 2) Perkiraan Risiko yang Timbul Perkiraan risiko yang akan timbul bertujuan untuk mengidentifikasi. otorisasi . pengeluaran. Jika terjadi kepentingan diputuskan secara bersama-sama dengan Direktur dengan kepentingannya. Risiko dapat timbul oleh keadaan sebagai berikut : a) Perubahan Lingkungan PT X Perubahan peraturan atau lingkungan operasi perusahaan dapat mengakibatkan perubahan dalam tekanan persaingan dan risiko yang berbeda.65 terlibat dalam penenmaan. tennasuk atas pengendalian intern yang telah berjalan jika terdapat dan peraturan-peraturan yang ada. Risiko-risiko yang ada disebabkan oleh faktor-faktor intern dan ekstern. PT X terus berusaha melakukan penyempurnaan pengendalian intern terhadap kas agar terhindar dari manipulasi dan pencurian dengan dilakukkannya evaluasi dan perbaikan-perbaikan kelemahan. dan mengelola resiko yang berhubungan dengan pengendalian intern di dalam perusahaan. Karyawan yang ada pada PT X pada umumnya telah mematuhi peraturanperaturan yang ada di perusahaan.

Piutang yang diberikan oleh pernsahaan biasanya mempunyai jangka waktu antara satu bulan sampai tiga bulan. sehingga dapat meminimalkan kecurangan yang mungkin terjadi dan mengefisienkan pernsahaan atau menghemat waktu kerja. c) Teknologi Barn PT X telah menggunakan system komputerisasi dalam membuat buktiyang ada di PT X tidak boleh mempunyai hubungan bukti transaksi. yang ada di pernsahaan benar-benar karyawan yang berkualitas. terhitung sejak . Selain itu. Adapun tujuan diberikan masa percobaan selama tiga bulan agar dapat dievaluasi cara kerjanya serta diberikan pelatihan-pelatihan sehingga karyawan-karyawan mengenai bidangnya. tes tertulis. Di atau pengertian lain atas ide-ide baru dan pandangan intern yang sedang diterapkan dalam pernsahaan yang sangat membantu bila karyawan tersebut berkualitas baik. b) Karyawan Barn Dengan adanya karyawan baru yang masih mempunyai semangat kerja tinggi akan memacu karyawan samping itu. Misalnya bila sebelumnya kas hanya disimpan di laci yang terkunci. Tetapi untuk sistem absensi cara manual yang memungkinkan terjadinya masih mengunakan penylmpangan. sekarang PT X telah menggunakan brankas dengan kode-kode tertentu dan kunci yang hanya diketahui oleh kasir. terdapat pengendalian lainnya untuk bekerja dengan lebih baik. 3) Aktivitas Pengendalian Penerimaan kas pada PT X diperoleh dari penjualan tunai dan penerimaan piutang dari para pelanggan. terdapat kebijakan pernsahaan dalam merekrut karyawan barn. yaitu karyawan keluarga. dan memberikan kesempatan bagi karyawan baru tersebut untuk mengikuti masa percobaan selama tiga bulan.66 sehingga dapat meminimalkan atau mengantisipasi risiko yang mungkin timbul. Untuk mendapatkan karyawan yang baik dan berkualitas tersebut PT X mengadakan seleksi yaitu dengan wawancara.

Semakin besar jumlah transaksi. Tinjauan ulang atas pelaksanaan kerja ini biasanya dilakukan oleh Direktur terhadap bagian- . Unsur-unsur aktivitas pengendalian sebagai berikut : a) Pelaksanaan Review Kegiatan pengendalian dilakukan dengan mengadakan perbandingan antara penampilan kerja aktual dengan target atau sasaran yang telah ditetapkan. dimana kas merupakan aktiva paling likuid sehingga dapat dengan mudah disalahgunakan atau digunakan untuk hal-hal yang tidak semestinya. Aktivitas pengendalian (Control Activities) terdiri dari kebijakan dan prosedur yang dirasakan bahwa diperlunya tindakan untuk meredam risiko dalam upaya pencapaian keseluruhan tujuan secara umum. Untuk mengatasi hal tersebut. Bagian Keuangan sebelum memaraf bukti penerimaan yang dibuat oleh kasir. Selanjutnya kasir melaporkan kepada Bagian Akuntansi untuk dicatat. jangka waktu pelunasan piutangnya akan semakin cepat. Sedangkan dalam pengeluaran untuk keperluan operasional. Kasir membuat bukti transaksi penerimaan beserta uangnya. Sebaliknya jika jumlah transaksi semakin kecil. mencocokkan terlebih dahulu antara jumlah uang yang diterima dengan faktur-faktur yang telah dilunasi. kemudian membuat laporan kepada Bagian Keuangan setiap hari. maka pengendalian intern yang telah dilaksanakan hams senantiasa dievaluasi dan ditinjau ulang. kasir mengeluarkan uang setelah mendapat persetujuan kepada dan diparaf oleh Bagian Keuangan Bagian kemudian Keuangan melaporkannya Bagian Akuntansi. Selanjutnya membuat laporan kas yang diperiksa setiap harinya oleh Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan.67 terjadinya transaksi dan tergantung pada besar kecilnya jumlah transaksi yang dilakukan. maka PT X memerlukan pengendalian intern yang memadai yang diharapkan dapat menciptakan pengelolaan kas yang efektif. jangka waktu pelunasan piutangnya akan semakin lama. Akibat transaksi penerimaan dan pengeluaran kas sering terjadi.

terhadap atau untuk menghindari mencapai efektivitas pengelolaan kas. PT X mencerminkan pemisahan tugas yangjelas seperti di bawah ini : 1. Fungsi Pengawasan Umumnya fungsi ini dilaksanakan oleh masing-masing bersangkutan. Kegiatan pengendalian fisik ini dilaksanakan untuk menjaga asset dari perbedaan perhitungan antara catatan dengan hasil perhitungan fisik dan menghindari pencurian atas asset. Struktur organisasi trans aks i. Fungsi Otorisasi Wewenang otorisasi ada pada Bagian Keuangan dan Kepala Bagian Akuntansi. misalnya memeriksa catatan penerimaan dan pengeluaran kas dengan bukti pendukung yang ada dan kas yang terdapat di dalam brankas. 2. Misalnya untuk bagian yang kas pengawasan dilakukan oleh Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan. Jika terjadi penyimpangan maka akan dilakukan tindakan koreksi. Tinjauan ulang terse but bisa juga dilakukan dengan pemeriksaan mendadak. yaitu dengan menyediakan brankas dan lemari khusus yang terkunci untuk menyimpan uang dan dokumen-dokumen perusahaan. c) Pemisahan Tugas Tujuan utama pemisahan tugas adalah untuk menghindari timbulnya kesalahan-kesalahan mencatat transaksi. terutama Direktur. b) Pengendalian Fisik Pengendalian fisik ini terdiri dari prosedur-prosedur pengamanan atas kekayaan dan catatan perusahaan. yang disengaja atau tidak dalam mengotorisasi dan pemeliharaan asset.68 bagian yang terdapat di dalam perusahaan. PT X telah melaksanakan pengamanan yang baik. dalam hal tersebut sekaligus sebagai pengendalian pemakaian atau penggunaan kas perusahaan. .

Kemudian dan Keuangan. bulan. Informasi tersebut membantu pelaksanaan pengendalian pengambilan keputusan oleh Direktur. Fungsi Pencatatan Fungsi ini mencatat transaksi-transaksi yang dapat mengubah yang terjadi dalam perusahaan baik penerimaan struktur kekayaan perusahaan. Bagian penyimpanan ini melakukan penerimaan uang untuk keperluan operasional. Diantaranya dengan pencatatan informasi yang baik. . maka informasi dan komunikasi harus berjalan dengan baik. b) Pengklasifikasian transaksi keuangan Bagian Akuntansi selalu mencantumkan intern di perusahaan dan proses tanggal. panduan kebijakan yang tercantum pada peraturan PT X dan laporan keuangan yang disusun secara periodik. Unsur-unsur dari informasi dan komunikasi adalah sebagai berikut : a) Menyusun dan mencatat semua transaksi yang sah Bagian Akuntansi telah menyusun dan mencatat semua transaksi yang sah. Fungsi Penyimpanan Bagian penyimpanan kas melakukan kegiatan menyimpan uang yang ada di dalam perusahaan. maupun pengeluaran kas.69 3. dan tahun pada transaksi tersebut ke dalam dalam menyusun laporan saat transaksi tersebut terjadi dan mengklasifikasikan pos-pos sesuai dengan rekeningnya keuangan. 4) Informasi dan Komunikasi U ntuk mencapai pengendalian intern yang efektif. dan membantu Dengan demikian yang diberikan oleh Bagian Akuntansi tersebut mudah dimengerti oleh yang membutuhkannya. Transaksi tersebut sah karena bukti-bukti pendukungnya telah diotorisasi serta dicatat. Fungsi ini dilaksanakan oleh Bagian Akuntansi 4. sesuai dengan jangka waktu terjadinya transaksi yang boleh hasil pekerjaannya diperiksa oleh Kepala Bagian Akuntansi sehingga menghasilkan informasi yang memadai dan tepat waktu. Fungsi penyimpanan ini dilakukan oleh kasir.

2. Jumlah kas yang ada pada brankas dengan catatan yang ada dan bukti-bukti pendukungnya. Pemantauan secara umum pada PT X dilakukan oleh Direktur terhadap bagianbagian yang ada di dalam perusahaan. 5. sehingga dapat mempermudah selalu meminta persetujuan dari Bagian Keuangan dalam mengeluarkan Kemudian Bagian Keuangan memeriksa bukti-bukti transaksi dengan uang yang ada dan membuat laporan kepada Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan. Kasir uang. Kemudian hasil dari pemantauan tersebut dievaluasi dan diambil tindakan koreksi bila terjadi penyimpangan. Ketersediaan op eras ional. Pencatatan lembur karyawan dan jumlah karyawan agar tidak terjadi kas pada perusahaan untuk membiayai kebutuhan yang dilakukan terhadap kas merupakan pemantauan pembayaran gaji pada orang yang salah. Misalnya pemantauan untuk kegiatan penerimaan dan pengeluaran serta pencatatan kas dilaksanakan oleh Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan. Pencatatan transaksi yang sesuai dengan prosedur dan bukti-bukti yang telah diotorisasi. 5) Pemantauan Pemantauan kegiatan rutin PT X dilaksanakan oleh bagian-bagian yang terkait. terutama yang berhubungan pengendalian intern di PT X. Peraturan dan kebijakan yang ada. Selanjutnya Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan mempertanggungjawabkan kepada Direktur. Pemantauan terhadap: 1. 3. dengan kas. . 4.70 c) Komunikasi Komunikasi di dalam perusahaan baik secara lisan yang berupa tindakan yang dilakukan oleh manajemen maupun tulisan yang berupa laporan pertanggungjawaban telah berlangsung dengan baik.

Laporan keuangan yang disusun berdasarkan pada standar akuntansi keuangan dan prinsip akuntansi yang berlaku umum b.71 Tujuan pengendalian internal: 1. lelas Setiap transaksi yang terjadi di dalam perusahaan dengan jelas dan benar sesuai dengan kelompok diklasifikasikan transaksi yang bersangkutan. Adapun laporan keuangan yang disusun harus memenuhi hal-hal sebagai berikut : a. keputusan. Cermat Laporan keuangan PT X disusun berdasarkan transaksi yang terjadi dan telah diotorisasi oleh pejabat yang berwenang. Ringkas Laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan mungkin agar dapat dimengerti oleh dibuat seringkas pihak yang semua memerlukannya. Hal ini dimaksudkan agar penyusunan laporan keuangan akan lebih mudah dan memberikan informasi yang jelas. baik peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun kebijakan yang dibuat perusahaan sendiri. Keandalan Pelaporan Keuangan Dalam pencatatan setiap transaksi baik penerimaan maupun pengeluaran kas selalu didukung oleh bukti dan otorisasi dari pihak yang berwenang sehingga dapat ditelusuri apabila terdapat perbedaan. Pembayaran pajak yang dilakukan perusahaan adalah tepat waktu 2. Ketaatan terhadap peraturan dan undang-undang yang berlaku PT X selalu berusaha menaati setiap peraturan. c. b. PT X telah menaati hukum dan peraturan yang berlaku dan telah dilaksanakan dengan baik. Kebijakan penetapan tariff oleh manajemen c. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan. seperti berikut ini : a. dan agar dapat mempermudah proses pengambilan .

yaitu : 1) Lernbar pertarna : untuk pernbeli : untuk Bagian Gudang : untuk Bagian Akuntansi 2) Lernbar kedua 3) Lernbar ketiga Bagian Akuntansi setelah rnenerirna faktur penjualan tunai akan rnernasukkan ke dalarn jumal. terjadinya pernborosan yang tidak perlu. Kernudian kasir rnernbuat faktur penjualan rangkap tiga. yaitu : Kas Penjualan Rp xxx Rp xxx . pendapatan lain-lain yang berasal dari pendapatan bunga dan sewa ternpat. penerirnaan piutang dari para pelanggan. Prosedur penerirnaan dari penjualan tunai adalah sebagai berikut : Penjualan diperoleh dari penjualan berbagai jenis produk kepada konsurnen.1. Efektivitas dan Efisiensi Operasi PT X selalu rnelakukan digunakan dalarn pengarnanan Hal ini terhadap dilakukan surnber daya yang untuk rnencegah perusahaan. Tepat waktu Laporan Keuangan PT X disusun berdasarkan transaksi yang telah terjadi dalarn suatu peri ode pernbukuan. sehingga rnenunjang efektivitas dan efisiensi kegiatan operasi yang dijalankan oleh perusahaan. Kasir rnenerirna uang dari pernbeli sebesar jurnlah dalarn faktur penjualan tunai. 3.72 d. Penerirnaan kas Penerirnaan kas pada PT X diperoleh dari penjualan tunai. Hal ini dirnaksudkan agar laporan keuangan tersebut dapat digunakan oleh rnanajernen pada saat laporan keuangan tersebut dibutuhkan. 4.5 Pengelolaan Kas pada PT X Adapun pengelolaan kas yang terdapat pada PT X yaitu rneliputi : 1.

Atau dapat dilakukan dengan cara lain. Kemudian Kredit membuat faktur penjualan kredit sebanyak tiga lembar yang didistribusikan kepada : 1. lalu . Lembar pertama Lembar kedua Lembar ketiga Bagian : untuk pembeli : untuk Administrasi Kredit : untuk Bagian Akuntansi Akuntansi akan menjumalnya Jumalnya dan adalah Kemudian memasukkannya sebagai berikut : Piutang dagang Penjualan Selanjutnya dalam buku pembantu piutang. diterima. prosedur penerimaan kas adalah sebagai berikut : Bagian Pemesanan Barang menerima pesanan produk dari pelanggan. Jika pelanggan tersebut membayar hutangnya maka kolektor membuat kwitansi penerimaan yang disertai dengan Setelah uangnya tanda tang an. dan nama kolektor yang menagih. Rp xxx Rpxxx pada saat piutang tersebut jatuh tempo. yaitu pelanggan dapat mengambil sendiri barangnya ke PT X dan menanyakan langsung tanggal Bagian pembayarannya Administrasi ke Bagian Administrasi Kredit. maka Bagian Pemesanan memberi perintah kepada Bagian Pengiriman untuk mengirim barang kepada pelanggan dan memberitahukan batas waktu pembayaran.73 Untuk penenmaan kas dari pembayaran piutang. Bagian kolektor untuk menagih piutang Administrasi Kredit memerintahkan yang telah jatuh tempo tersebut dengan membawa faktur penjualan yang belum dilunasinya. 3. kolektor tersebut memberikan uang tersebut kepada kasir. kemudian pesanan tersebut diberitahukan kepada Bagian Administrasi Kredit sehingga Bagian Administrasi Kredit dapat menilai layak atau tidaknya pelanggan tersebut memperoleh kredit. Jika Bagian Barang Administrasi Kredit menyetujui. 2.

Lembar ketiga Selanjutnya Bagian Akuntansi akan mencatat transaksi tersebut ke dalam jumal dan buku pembantu piutang.. Lembar pertama : untuk kasir : untuk Administrasi Kredit : untuk Bagian Akuntansi 2. Lembar kedua 3. Jumalnya adalah sebagai berikut: Kas Piutang dagang Jika kolektor memberitahukan Rpxxx Rp xxx bahwa pelanggan tersebut tidak dapat memenuhi kewajibannya. maka Bagian Keuangan menandatangani bukti kas masuk tersebut.74 kasir membuat dokumen penenmaan piutang rangkap tiga yang didistribusikan kepada : l. Setelah mencocokkan jumlah uang yang diterima dengan jumlah uang yang tercantum pada bukti kas masuk.. maka Bagian Administrasi Kredit akan melakukan konfinnasi langsung kepada pelanggan tersebut dan apabila temyata benar. Rpxxx Rpxxx Pada akhir kerjanya. Bagian Keuangan memeriksa bukti-bukti transaksi dan kas yang ada pada kasir.. Penerimaan dari pendapatan lain-lain oleh Bagian Akuntansi dijurnal sebagai berikut : Kas Pendapatan . maka pelanggan tersebut tidak diperbolehkan memesan produk lagi sebelum ia memenuhi kewajibannya.. . Kemudian uang terse but disimpan oleh Bagian Keuangan untuk disetor ke bank pada hari itu juga atau paling lambat keesokan harinya.

tiap bulan pemegang selama dana kas kecil. Setelah pengisian dana. jumlah saldo buku kas kecil hams sebesar Rp 5. Penerimaan Kas Kecil Prosedur penerimaan kas kecil melibatkan Bagian Keuangan. Bagian Keuangan menyerahkan uang tunai kepada pemegang dana kas kecil sebesar jumlah biaya yang telah dikeluarkan untuk keperluan seminggu sekali.00. membuat laporan kas kecil satu bulan. Adapun prosedur serta ketentuan yang hams dilakukan atau ditaati untuk melaksanakan transaksi penerimaan kas kecil dapat dijelaskan sebagai berikut : Pengisian dana kas kecil pada PT X ini menggunakan imprest. Lembar kedua diberikan pada Bagian Akuntansi Selanjutnya pemegang dana kas kecil akan mencatat dalam buku kas kecil.00 sebagai berikut : Pengeluaran-pengeluaran Kas di Bank Rpxxx Rpxxx dan Bagian Akuntansi akan menjumalnya Dalam buku kas kecil tercantum semua transaksi penerimaan dan pengeluaran kas kecil.000. yaitu kasir.000. . Berdasarkan mengajukan bukti-bukti transaksi. dana pemegang kas kecil dana kas kecil kepada Bagian rutin dan segera. Bagian Akuntansi. Selanjutnya laporan tersebut akan diserahkan kepada Kepala Bagian Akuntansi untuk diperiksa. Berdasarkan data dari buku tersebut. Pengisian kas kecil dilakukan pengisian kembali Keuangan. maka pemegang dana kas kecil mengisi formulir Pengisian Kembali Dana Kas Kecil rangkap dua untuk mendapatkan uang tunainya kepada Bagian Keuangan 1.000. dan kasir. Lembar pertama sebagai arsip Bagian Keuangan 2.000. dan jumlah saldo kas kecil yang ditetapkan sistem sebesar Rp 5. Setelah mendapat persetujuan.75 2.

dana kas kecil rnelibatkan bagian yang dan kasir. Lernbar kedua Untuk bagian yang rnerninta Untuk arsip kasir Setelah diisi dan disetujui oleh Bagian Keuangan. Pengeluaran kas untuk rnengisi dana kas kecil b. yang didistribusikan kepada : 1. rnaka kasir akan rnernberikan sejurnlah uang sebesar yang tertera dalarn forrnulir terse but kepada bagian yang bersangkutan. Bagian Akuntansi akan rnencatat di dalarn jurnal yaitu : Gaji karyawan Kas di bank Rp xxx Rpxxx 4. . untuk rnernperoleh sejurnlah uang. Kernudian Bagian Keuangan daftar gaji kepada rnerneriksa dan rnentransfer gaji setiap karyawan ke dalarn rekening rnasing-rnasing karyawan sebesar gaji para karyawan. Pengeluaran kas untuk pernbelian bahan baku / bahan dasar Prosedur pengeluaran kas untuk rnernbayar gaji karyawan kas yang terjadi pada PT X urnunmya dilakukan pada akhir bulan. Kasir rnenyerahkan Bagian Keuangan. Forrnulirnya rangkap dua. Lernbar pertarna 2. Pengeluaran Kas Transaksi pengeluaran rneliputi : a. Pengeluaran kas untuk rnernbayar gaji karyawan c. Adapun prosedur pengeluaran kas PT X dapat dijelaskan sebagai berikut : Bagian yang rnernbutuhkan rnenglSl forrnulir Perrnintaan Pengeluaran Kas Kecil.76 3. Pengeluaran Kas Kecil Prosedur pengeluaran rnernbutuhkan. Transaksi pengeluaran Bagian Keuangan yang terjadi adalah pengeluaran untuk keperluan rutin PT X.

4. pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yaitu setiap bagian di dalam perusahaan telah mengetahui dengan jelas tugas dan tanggung . hal ini tercermin dari pelaksanaan unsur-unsur lingkungan pengendalian.2. Lingkungan Pengendalian Pada umumnya lingkungan pengendalian yang ada di PT X memadai.1 Peranan Pengendalian Internal Kas Dalam Memmjang Efektivitas Pengelolaan Kas Setelah melakukan penelitian penulis berpendapat bahwa pengendalian internal kas pada PT X memadai. 2. Kitting yaitu pinjaman tanpa mendapat persetujuan. tapi mencatat penyetoran dalam hal melakukan transfer ke bank. 5.2 Pembahasan 4. 4.77 Efektivitas pengelolaan kas dapat dicapai jika hal-hal berikut ini dapat dihindari / dikurangi : 1. dengan cara tidak mencatat yang dicatat sebenamya tidak pembayaran. Membukukan pengeluaran palsu yaitu membuat bukti palsu atau pengeluaran pernah terjadi atau tidak pernah ada. PT X telah mempunyai struktur organisasi yang mengatur dengan j elas garis komando di dalam perusahaan. Tidak melaporkan penjualan yaitu transaksi penjualan yang terjadi tidak dilaporkan dan mengantungi uang hasil penjualan. karena pengendalian internal yang dijalankan PT X telah memenuhi unsur-unsur pengendalian internal yaitu : l. Lapping yaitu menyelewengkan kas dengan cara melaporkan penerimaan lebih lambat daripada saat penerimaannya. 3. Mencantumkan jumlah yang salah pada buku kas Jumlah kas yang diterima dengan jumlah yang dicatat dalam buku kas berbeda.

78

jawab masing-masing,

dan adanya kebijakan perusahaan

seperti pemberian dan

bonus bagi karyawan yang berprestasi, pemberian tunjangan-tunjangan adanya pemberian cuti secara berkala. 2. Perkiraan Risiko yang Timbul Risiko yang mungkin timbul telah diidentifikasi, dengan baik oleh internal PT X, sehingga dapat dianalisis,

dan dikelola pelaksanaan

mempermudah

pengendalian tercemin pendidikan

dan mengurangi pelatihan

penyimpangan karyawan yang

di PT X. Hal ini yang dapat dapat berupa

dari adanya keahlian

terhadap

dan pendidikan

lainnya

meningkatkan

keahlian karyawan serta adanya masa training bagi karyawan baru selama tiga bulan. Walaupun masih terdapat kelemahan dalam sistem absensi yang masih dilakukan secara manual, sehingga dapat menyebabkan adanya kecurangan-

kecurangan dalam sistem absensi yang terjadi akibat tidak terpantau. 3. Aktivitas Pengendalian Aktivitas pengendalian pada PT X telah memadai, tercermin dari pelaksanaan unsur-unsur aktivitas pengendalian dengan baik oleh bagian yang ada di PT X, seperti adanya pemisahan antara fungsi otorisasi, fungsi pengawasan, fungsi pencatatan, dan fungsi penyimpanan. 4. Informasi dan Komunikasi Informasi dan komunikasi pada PT X telah berjalan dengan baik, hal ini terlihat dari penyusunan dan penyampaian informasi serta komunikasi antara bagian-bagian yang terkait di PT X, sehingga membantu manajemen dalam

pelaksanaan pengendalian intern.

s.

Pemantauan Pemantauan pada PT X telah berjalan cukup baik, hal ini terlihat dari adanya tindakan evaluasi dan tindakan koreksi jika terdapat kelemahan, sehingga akan semakin menyempurnakan pengendalian intern yang ada pada PT X.

79

4.2.2

Efektivitas Pengelolaan Kas Setelah melakukan penelitian penulis berpendapat bahwa pengelolaan kas

pada PT X memadai, karena adanya pemisahan tugas atau fungsi dalam : 1. Penerimaan Kas Telah adanya pemisahan tugas dan tanggungjawab yang jelas, dimana

dalam penerimaan kas tidak hanya melibatkan satu bagian saja. Sehingga tidak akan dapat terjadi kecurangan yang dilakukan oleh salah satu pihak. 2. Penerimaan Kas Kecil Penerimaan kas kecil melibatkan tiga bagian yaitu Bagian Keuangan,

Bagian Akuntansi dan kasir. Untuk mengisi kembali dana kas kecil kasir hams mengisi terlebih dahulu formulir pengisian kembali dana kas kecil yang dilampiri dengan bukti-bukti transaksi pengeluaran kwitansi, faktur-faktur dan lain sebagainya. 3. Pengeluaran Kas Pengeluaran kas untuk membayar gaji pegawai, sebelum Bagian Keuangan melakukan pembayaran gaji kepada para karyawan, Bagian Keuangan terlebih dahulu menerima laporan dari kasir mengenai gaji setiap karyawan. Setelah Bagian Keuangan memeriksa semua laporan mengenai gaji para karyawan Bagian Keuangan kemudian mentransfer gaji para karyawan ke dalam kas yang dapat berupa

rekening masing-masing cara transfer

karyawan. Pembayaran gaji para karyawan dengan resiko berupa

selain efisien dan efektif juga mengurangi

kehilangan dan perampokan dari pihak yang tidak bertanggungjawab. 4. Pengeluaran Kas Kecil Bagian yang membutuhkan pengeluaran kas kecil hams mengisi terlebih dahulu formulir permintaan pengeluaran kas kecil rangkap dua. Lembar

pertama untuk kasir dan lembar kedua untuk bagian yang membutuhkan. Sebelum melakukan pengeluaran kas kecil formulir permintaan pengeluaran kas kecil hams mendapat otorisasi terlebih dahulu dari Bagian Keuangan. Setelah mendapat persetujuan, bagian yang membutuhkan membawa formulir

80

yang telah disetujui oleh Bagian Keuangan ke kasir. Kasir akan mengeluarkan kas sebesar jumlah yang tercantum dalam formulir permintaan pengeluaran kas kecil yang telah disetujui oleh Bagian Keuangan. Efektivitas pengelolaan kas dapat dicapai jika hal-hal berikut ini dapat dihindari / dikurangi : 1. Lapping Terdapat pemisahan fungsi antara bagian penyunpanan dengan bagian

pencatatan dan uang yang diterima pada hari itu langsung disetorkan ke bank atau paling lambat keesokan transaksi penerimaan harinya. Bagian Keuangan selalu memeriksa

dan pengeluaran

kas yang ada pada kasir. Kemudian

Bagian Keuangan membuat laporan kepada Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan. Di PT X tidak pemah terjadi penggelapan kas dengan cara lapping. 2. Tidak melaporkan penjualan Bagian Keuangan selalu memeriksa hasil penjualan setiap hari dengan

melakukan cross check antara catatan menurut kasir dan catatan pengambilan barang di gudang. Kemudian Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan akan mencocokkannya dengan catatan yang ada pada Bagian Akuntansi, sehingga

tidak memungkinkan kasir untuk tidak melaporkan penjualan. 3. Membukukan pengeluaran palsu Setiap pengeluaran yang terjadi di PT X harus diotorisasi oleh Bagian Keuangan dengan memeriksa kebenarannya terlebih dahulu, sehingga kasir atau bagian lain sulit untuk membukukan pengeluaran palsu. 4. Kitting Kecurangan menggunakan dengan cara kitting tidak pemah terjadi, karena PT X hanya satu bank saja dan selalu diadakan pencocokan antara catatan

saldo menurut bank dan catatan saldo yang ada di perusahaan. Hal ini akan dapat menghindari penyalahgunaan kas dengan cara kitting.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tersebut.81 5. Mencantumkan jumlah yang salah pada buku kas Seperti yang telah dijelaskan di atas. otorisasi (Bagian Keuangan). walaupun terdapat kelemahan dalam sistem absensi serta seleksi karyawan baru dapat membantu pengendalian intern PT X.2. Selain itu penulis juga melakukan pengamatan langsung dan wawancara dengan pejabat yang terkait dengan hal yang penulis bahas. Simpulan ini berdasarkan: A) IDalam pengendalian internal kas a) Perusahaan telah mempunyai struktur organisasi yang jelas yang menggambarkan wewenang kebijakan uraian tugas yang jelas. sehingga kesalahan mencantumkan jumlah kas kecil sekali karena tidak hanya diperiksa oleh satu bagian saja. Perusahaan juga mempunyai dan peraturan yang ditaati dengan cukup baik oleh karyawannya. dan . 4. bagian pencatatan (Bagian Akuntansi). b) Direktur telah melakukan evaluasi terhadap pengendalian intern yang ada. penulis dapat simpulkan bahwa pengendalian internal kas yang dilaksanakan pada PT X telah berperan dalam menunjang efektivitas pengelolaan kas. baik yang menyangkut maupun tanggung jawab.3. yang hasilnya kemudian dikelompokkan dan dihitung. Penggunaan sistem komputerisasi.1 Analisis Deskriptif Kualitatif Dalam melakukan penggujian ini penulis dibantu dengan pertanyaan kuesioner. Bagian Keuangan selalu mencocokan jumlah kas yang ada di kasir dengan bukti-bukti transaksinya.2. Kemudian Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan mencocokkannya kembali dengan catatan yang ada pada Bagian Akuntansi. c) Terdapat pemisahan fungsi antara bagian penyimpanan (kasir).3 Penggujian Hipotesis 4.

kembali dengan catatan yang ada . d) Bagian Keuangan selalu mencocokkan jumlah kas yang ada pada kasir dengan bukti-bukti transaksinya dan Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan mencocokkannya pada Bagian Akuntansi. prosedur. B) Dalam Pengelolaan Kas a) Terdapat pemisahan fungsi antara bagian penyimpanan. bagian pencatatan. baik penerimaan maupun pengeluaran kas untuk menentukan langkah selanjutnya. Direktur juga melakukan peninjauan ulang atas hasil kerja setiap bagian yang ada di perusahaan. Kemudian transaksi dikelompokkan ke dalam pos-pos sesuai dengan rekeningnya masingmasing. dan posisi kas yang telah terjadi. sehingga memudahkan dalam penyampaian informasi dan komunikasi antara bagian yang terkait. dan yang memeriksa. c) Setiap transaksi dilakukan dengan sistem komputerisasi dengan mencantumkan tanggal dan diotorisasi oleh Bagian Keuangan. sehingga dapat meminimalkan kecurangan atau penyalahgunaan kas yang ada di dalam perusahaan.82 yang memeriksa (Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan). e) Direktur telah mengevaluasi kebijakan. d) Pencatatan transaksi yang terjadi didasarkan pada bukti-bukti yang telah diotorisasi dan dicantumkan tanggalnya. terdapat brankas dan filling cabinet yang terkunci untuk menyimpan uang dan dokumen-dokumen penting perusahaan. b) Seluruh pendapatan yang diterima pada hari itu langsung disetorkan ke bank dan saldonya selalu diperiksa oleh Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan. yang mengotorisasi. Selain itu.

33% .77% Persentase efektivitas pengelolaan kas .Tawahan "Va" = Persentase Frf'knf'n~i .83 4. frekuensi jawaban kuesioner pengelolaan sebanyak 324.2.2 Xl00% Persentase = ---- X 100% 174 = 77. frekuensi jawaban kuesioner sebanyak 60.Tnrnlah .2 Analisis Statistik Hasil jawaban untuk kuesioner pengendalian internal kas yang terdiri dari 81pertanyaan dan diperoleh jawaban "Y A" sebanyak 252.3. Dan hasil jawaban untuk kuesioner efektivitas "Y A" kas yang terdiri dari 15 pertanyaan diperoleh jawaban sebanyak 47.Tawahan Knf'~ionf'r X 1000/n Persentase = 47 fiO X 100% 78. Dengan menggunakan rumus Champion dapat dihitung persentasenya adalah sebagai berikut : Persentase pengendalian internal kas Persentase = Frekuensi Jawaban Kuesioner 2':.

sehingga peranan kas yang dilaksanakan PT X internal kas dalarn pengendalian rnenunjang efektivitas pengelolaan kas telah efektif. Berdasarkan hipotesis yang telah diajukan dapat disirnpulkan diterirna. bahwa hipotesis tersebut dapat . hal tersebut rnenunjukkan bahwa pengendalian telah rnernadai.33% untuk efektivitas pengelolaan kas.77%untuk pengendalian internal kas dan 78.84 Berdasarkan hasil yang diperoleh yaitu sebesar 77.

d. Pengendalian intern kas yang ada di perusahaan telah memadai. b. Adanya pelaksanaan review pada PT X untuk menilai pelaksanaan prosedur. f. Pelaksanaan monitoring terhadap laporan pengeluaran kas yang diterima oleh pejabat yang terkait.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya. dan penyimpanan kas. penulis dapat menarik simpulan sebagai berikut : 1. c. Pelaksanaan penjurnalan oleh Bagian Akuntansi dilakukan berdasarkan dokumen yang telah diisi dan diotorisasi disertai bukti-bukti pendukung. pengawasan. e. khususnya prosedur yang berhubungan dengan kas. 85 . pencatatan. Adanya brankas dokumen-dokumen dan lemari khusus tempat penylmpanan uang dan kodedan penerimaan perusahaan yang terkunci dan menggunakan kode khusus serta tidak dapat dibuka oleh sembarang orang. tanggung jawab setiap bagian yang ada di dalam sehingga mendorong karyawannya untuk mematuhi setiap peraturan yang ada. Adanya otorisasi dari pejabat yang berwenang untuk setiap transaksi pengeluaran kas. hal ini tercermin dalam pelaksanaan pengendalian intern yang ada pada PT X. Terdapat pemisahan fungsi otorisasi. Adanya seleksi terhadap calon karyawan baru untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas dan penggunaan sistem komputerisasi dalam pembuatan bukti transaksi. yaitu : a.BABV SIMPULAN DAN SARAN 5. Terdapat struktur organisasi yang didalamnya terdapat uraian tugas yang mencerminkan perusahaan.

dan yang memeriksa. Pencocokan antara catatan saldo menurut bank dengan catatan saldo pada perusahaan oleh Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan. Terdapat pemisahan fungsi antara bagian penyimpanan dan bagian pencatatan serta uang yang diterima hari itu langsung disetorkan ke bank atau paling lambat keesokan harinya. Terdapat pemisahan fungsi antara bagian penyimpanan. c. sehingga tidak terjadi pengeluaran adanya PT X telah meminimalkan penyalahgunaannya yang tidak semestinya risiko pencurian dan dengan dan uang tunai oleh orang-orang yang tidak bertangungjawab. sehingga penggelapan kas dengan cara lapping dapat dihindari. yang mengotorisasi. Pengendalian intern kas telah berperan dalam menunpng efektivitas pengelolaan kas. b. Seluruh pendapatan yang diterima pada hari itu langsung disetorkan ke bank dan saldonya selalu diperiksa oleh Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan. d. Pengelolaan kas yang dilakukan di PT X telah efektif hal ini tercennin dari: a.86 2. 3. . Dengan adanya otorisasi dari pejabat berwenang untuk setiap pengeluaran. hal ini dapat dilihat dari : a. sehingga dapat meminimalkan kecurangan atau penyalahgunaan kas yang ada di dalam perusahaan. b. c. bagian pencatatan. Bagian Keuangan selalu memeriksa hasil penjualan dengan melakukan cross check antara catatan menurut kasir dan catatan pengambilan barang di gudang. d. Setiap trans aks i dilakukan dengan sistem komputerisasi dengan mencantumkan tanggal dan diotorisasi oleh Bagian Keuangan. Bagian Keuangan selalu memeriksa transaksi penerimaan dan pengeluaran kas yang ada pada kasir.

maka penulis ingin memberikan saran untuk memperbaiki kelemahan yang masih ada pada PT X. mencocokkan kembali dengan catatan menurut Bagian 5.87 e. . cash budget Adapun saran perbaikan tersebut adalah agar PT X menerapkan karena cash budget sangat berperan dalam penyediaan dana bagian kegiatan usaha operasional perusahaan.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan di atas. kemudian Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan Akuntansi. Selain itu dengan adanya cash budget dapat membantu perusahaan dalam menentukan penyediaan kas yang diperlukan agar tidak terlalu banyak ataupun sedikit. Bagian Keuangan selalu mencocokkan jumlah kas yang ada pada kasir dengan bukti-bukti transaksinya.

Newyork: John Wiley & Sons Inc La Midjan. Auditing and Assurance Services An Integrated Approach. Kanisius Jerry R Starwser. Jakarta: Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Komarudin. Randal J Elder. Ikatan Akuntan Indonesia. Ninth Edition. 2000. and Mark S Beasley. Yogyakarta : Penerbit BPFE Yogyakarta Hiro Tugiman. Edisi Kedua. Edisi Keempat.DAFT AR PUSTAKA Arens. 2002. Fifth Edition. Accounting Principles. Walter G & Boynton. Robert H Strawser. Ninth Edition. New York: Mac Milan Publishing Co Hartadi. Eighth Edition. 2003. Kell. Second Edition. Auditing An Integrated Approach. Modern Auditing. 1990. New Jersey: Pearson Education International AL Haryono Yusuf. Englewood Cliffs. Alvin A and Loebbecke. 1992. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara Kell. Edisi Keenam. Basic Statistic For Social Research. Dasar-dasar Akuntansi. 1996. Standar Profesional Audit Internal. Alvin A. Ensiklopedia Manajemen. 1997. Sistem Pengendalian Intern. By Dame a Division of Thomsom Learning Komite SAK. Yogyakarta : Penerbit Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Champion Dean J. Sistem Informasi Akuntansi I. 1999. Fourth Edition. Kieso. 1999. 1998. 1994. Auditing Theory & Practice. Edisi Ketiga. Jakarta: Penerbit Salemba Empat Weygandt. Newyork : John Wiley & Sons Inc . Auditing. 2000. Bambang. Standar Akuntansi Keuangan. Edisi Keenam. 2002. Bandung : Penerbit Lembaga Informatika Akuntansi Mulyadi. New Jersey: Prentice Hall International Inc Arens.

Mengetahui. kami bennaksud Intern Kas dalam mengadakan Menunjang penelitian Efektivitas Pengendalian Kas. Dosen Pembimbing Honnat Saya. kami mohon kesediaan BapaklIbu agar meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner yang kami lampirkan bersama surat ini.Hal: Pennohonan Pengisian Kuesioner Kepada: Yth: BapaklIbu Di Tempat Dengan Hormat. MM) (Anthon) . AK MBA. Penulis (H. SE. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang BapaklIbu berikan. Kami akan tetap merahasiakan identitas BapaklIbu sebagai sumber data.Sudarli G. kami akan mengambil kembali kuesioner tersebut. Agar penelitian ini dapat terlaksana." Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan pengendalian intern kas dalam menunjang efektivitas pengelolaan kas. Dalam rangka penyelesaian tugas akhir program Strata Satu (S-l) Jurusan Akuntansi pada Universitas mengenm Pengelolaan "Peranan Widyatama.

pertanyaan tersebut tidak perlu diisi. Pertanyaan khusus Pada pertanyaan khusus ini terdapat dua jenis. yaitu pertanyaan khusus tertutup dan pertanyaan khusus terbuka. Pertanyaan umum (I) Nama . .Daftar Pertanyaan Pertanyaan ini terdiri dari dua tipe yaitu pertanyaan umum dan pertanyaan khusus. Sedangkan pada pertanyaan khusus terbuka isilah pada tempat yang telah tersedia. Apabila Bapak/lbu keberatan untuk mengisi pertanyaan umum. Pada pertanyaan khusus tertutup pilihlah salah satu j awaban yang dianggap paling tepat untuk setiap pertanyaan sesuai dengan kenyataan di tempat Bapakllbu selama bekerja di PT "X" dengan cara memberi tanda (v) pada kolomjawaban yang telah tersedia. (II) Pendidikan terakhir: (III) Jabatan (IV) Lama kerja B. yaitu isian dan pilihan. A. Pada pertanyaan khusus terdapat dua jenis. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->