Dasar-Dasar Islam Yang Wajib Diketahui Setiap Muslim (Keimanan ± Bagian Pertama

)
Originally created by Al-Bandungi

Tentu dari semenjak kita kecil, sudah sering sekali kita mendengar kata ³Iman´ apalagi kata³Islam´. Berulang-ulang kali di tiap jum¶at kita dibacakan firman Allah yang artinya ³Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.´ (QS. Ali µImran: 102). Namun rupanya masih saja muncul keraguan dalam hati tentang keimanan kepada Allah, Malaikat dan yang lainnya. Pertanyaan -pertanyaan seperti ³apakah Islam agama yang benar?´ bisa saja terbersit di otak kita. Namun seringkali keraguan-keraguan seperti itu kita tutupi dengan menyandarkan pada perkataan seorang ustadz atau µulama sehingga ketika ditanya, ³apakah Islam itu benar?´ jawab kita dengan singkat ³ bener kok, kan kata ustadz anu juga...´. Kemudian ketika ditanya, ³kenapa kamu beragama Islam?´ jawab kita dengan e ntengnya: ³kanorangtua saya Islam, kakek-nenek saya juga Islam.. ya wajar dong saya beragama Islam´. Nah lho.. kira-kira label apa yang pantes buat kita kalo jawabannya masih kayak gitu? jawab masing-masing aja ya.. hehe.. Oia sobat.. nanti kalo setelah baca ada yang mau ditanyain, langsung aja tanya ya.. gak perlu malu, karena saya yakin banyak orang yang ingin bertanya hal yang sama, makanya suka ada yang namanya frequently asked question. Dalam rangka memperoleh kebenaran kan gak perlu malu-malu. Betul gak? Oke.. kita langsung aja ke pembahasan.. pembahasan kali ini seputar Iman dulu.

IMAN Iman adalah pembenaran secara pasti sesuai dengan kenyataan berdasarkan dalil. (an -Nabhani, Syakhshiyah Islamiyah Juz I Hal 29, 1990) Pembenaran secara pasti, artinya tidak boleh ada keraguan sedikitpun dalam mengimaninya, maka dalil naqli yang digunakan harus kuat dan pasti serta tidak memberi peluang sedikitpun untuk ada keraguan didalamnya. Sesuai dengan kenyataan, artinya hal yang diimani tersebut memang benar adanya, bukan sesuatu yang diada-adakan (misal: keberadaan Allah, kebenaran al-Qur¶an, wujud Malaikat dll) Bersumber dari dalil, artinya keimanan tersebut memiliki alasan atau dalil tertentu. Apa saja yang harus kita imani sebagai seorang muslim? Rasulullah SAW pernah ditanya oleh Malaikat Jibril tentang iman. Beliau menjawab yang artinya: ³Engkau beriman kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para rasulNya, kepada hari akhir dan engkau beriman kepada takdir, yang baik maupun yang buruk.´ (HR. Bukhari dan Muslim) Hal ini sering disebut sebagai rukun iman. Pembenaran dalam masalah keimanan ini dapat dikatakan pasti jika dapat dibuktikan.Nah..sekarang kita akan coba buktikan satu per satu. Mulai seru nih..

BUKTI KEBERADAAN SANG PENCIPTA Bukti Pertama:ada ciptaan-Nya yaitu manusia, alam semesta dan kehidupan Orang arab baduy (awam) pernahditanya: ³dengan apa engkau mengenal Tuhanmu?´ dijawabnya ³Tahi unta menunjukkan adanya unta dan bekas tapak kaki menunjukkan pernah ada orang yang berjalan´. Simpel kan.. Allah pun menjelaskan dalam al-Qur'an: ³Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal´ (QS. Ali µImran: 190). Bukti Kedua:rendahnya jangkauan akal manusia Akal manusia ternyata hanya bisa menjangkau tiga hal: manusia, alam semesta, dan kehidupan. Ketiga hal yang bisa dijangkau akal ini bersifat:

Lemah, artinya tidak dapat berbuat sesuatu yang tidak mungkin. Tidak mungkin manusia bisa terbang atau menembus tembok. Begitu juga hewan yang tidak diberikan akal, tidak mungkin mereka bisa membuat teknologi seperti yang dibuat manusia. Serba terbatas,artinya memiliki batas awal dan akhir keberadaanya. Kita tahu batas awal hidup kita adalah saat kita lahir dan batas akhir hidup kita adalah saat kita mati. Semua makhluk hidup dan benda di dunia ini tidak akan kekal. Bergantung pada yang lain, artinya dalam aktivitasnya pasti membutuhkan bantuan yang lain. Tidak mungkin jika kita misalnya hidup sendirian. Pakaian harus kita buat sendiri, mulai dari mencari bahannya di alam, memintalnya menjadi benang, kemudian menjahitnya. Makanan harus kita siapkan sendiri, jika makanan pokok kita beras coba bayangkan ber pa lama waktu yang kita butuhkan mulai dari menyemai a bibit, pemupukan, hingga memanennya. Setelah itu masih ada beberapa tahap lagi agar bisa jadi nasi yang biasa kita makan.Belum membangun rumah dan lainnya yang semuanya tidak mungkin bisa kita kerjakan seorang diri. Nah..dibalik keberadaan semua yang lemah, terbatas, dan bergantung pada yang lain ini pasti ada sesuatu yang lain, yang tidak memiliki sifat lemah, terbatas, dan bergantung pada yang lain.Sesuatu yang lain inilah yang dinamakan Sang pencipta, yang menciptakan ketiga hal tadi: manusia, alam semesta, dan kehidupan. SIFAT SANG PENCIPTA Hanya ada tiga kemungkinan sifat dari Sang Pencipta (Al-Khaliq) ini: Kemungkinan Pertama: ia diciptakan oleh yang lain Jelas kemungkinan ini adalah keliru, sebab bila ia diciptakan oleh yang lain maka ia adalah µmakhluk¶ karena bersifat terbatas, yaitu ada batas awal keberadaannya dan butuh kepada yang lain untukmengadakannya. Kemungkinan Kedua: ia menciptakan dirinya sendiri Kemungkinan ini pun keliru, sebab dengan demikian ia akan menjadi makhluk dan Sang pencipta(Al-Khaliq) pada saat yang bersamaan. Jelas hal ini tidak dapat diterima oleh akal. Kemungkinan Ketiga: ia tidak berawal dan berakhir (azali) dan pasti adanya (wajibul wujud) Inilah yang benar, tanpa perlu penjelasan berbelit-belit akal kita akan mudah menerimanya. Dengan demikian kita bisa tahu bahwa agama yang menyatakan: 1. Tuhan itu beranak, diperanakkan, ada awalnya adalah salah karena menunjukkan sifat makhluk yaitu terbatas (ada batas awalnya), dan bergantung pada yang lain (untuk mengadakannya) Agama yang . termasuk disini yaitu Nasrani dan semua turunannya. 2. Tuhan itu banyak, mempunyai tugas masing-masing yang berbeda juga salah karena menunjukkan sifat makhluk yaitu lemah (hanya bisa melakukan yang ia mampu), dan bergantung pada yang lain (dalam mengatur makhluk ciptaannya). Agama yang termasuk disini yaitu Budha, Hindu dan semua yang bertuhankanpara dewa. Maka, hanya agama yang menyatakan Tuhan itu satu adalah agama yang benardari sisi ini. Namun bukan berarti agama yang menyatakan Tuhan itu satu, meski bukan Islam adalah benar. Karena ada sisi lain yang harus dibuktikan jika agama tersebut (yaitu yahudi sekte yehovah) memang benar. Nanti kita akan bantah klaim kebenaran mereka pada pembahasan keimanan berikutnya. Insya Allah..

PENUTUP Sampai sini, kita sudah paham akan iman dan rukun iman yang pertama, yaitu Iman kepada Allah. Mudahmudahan menguatkan keimanan kita. Dengan penjelasan ini kita tahu bahwa dalam beriman, akal kita harus bisa membuktikannya bukan hanya berdasar pada perkiraan atau perasaan hati belaka dan bukan pula berdasar pada perkataan orang lain. Kita harus bisa membuktikannya sendiri. Apabila perasaan hati yang timbul karenamerasakan keberadaan Allah, Sang Pencipta dibarengi pula oleh pembuktian akal kita maka akan tumbuh dalam jiwamu sebuah keyakinan yang kokoh, yang takkan tergoyahkan oleh apapun. Insya Allah.. Wallahua'lam bi as-shawab Wassalamu¶alaikum warahmatullahi wabarakatuh Sumber rujukan:

Tim Lembaga Dakwah Kampus. (2007).Materi Dasar Islam, Islam Mulai dari Akar ke Daunnya. Bogor: AlAzhar Press. An-Nabhani, Taqiyuddin. (1990).Syakhshiyah Islamiyah Juz I. Beirut: Darul Ummah.

F.A.Q (Frequently Asked Questions) Pertanyaan: Lalu bagaimana dengan agama lain yang juga mengaku Tuhannya itu satu (agama Yahudi)? Jawaban: Dalam perjalanan sejarahnya, kaum Bani Israil banyak sekali melakukan pelanggaran perjanjian dengan Allah dan membuat kerusakan dan kedurhakaan. Bagaimana tidak? Sekian banyaknya Nabi dan Rasul yang Allah turunkan ditengah-tengah mereka hampir semua mereka bunuh, seperti membunuh Nabi Yahya secara kejam yaitu memenggal lehernya dan kepalanya diletakkan di nampan emas. Nabi Zakaria juga dibunuh secara keji, yaitu dengan digergaji tubuhnya. Tak hanya itu, mereka pun merubah isi kitab suci mereka, mereka pun penuh kedengkian dengan Islam dan tidak henti hentinya membunuhi umat Islam seperti di palestina sana, juga berupaya memurtadkan umat Islam. Sebagian dari mereka meyakini bahwa Uzair itu putra Allah. Jelas ini bertentangan dengan prinsip tauhid yang diajarkan Nabi Ibrahim µalaihissalam. Buka juga halaman website: http://www.ustsarwat.com/search.php?id=1203188235

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful