Kerajaan Kalingga

Kalingga adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu di Jawa Tengah, yang pusatnya berada di daerah Kabupaten Jepara sekarang. Kalingga telah ada pada abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima, yang dikenal memiliki peraturan barang siapa yang mencuri, akan dipotong tangannya. Putri Maharani Shima, Parwati, menikah dengan putera mahkota Kerajaan Galuh yang bernama Mandiminyak, yang kemudian menjadi raja kedua dari Kerajaan Galuh. Maharani Shima memiliki cucu yang bernama Sanaha yang menikah dengan raja ketiga dari Kerajaan Galuh, yaitu Brantasenawa. Sanaha dan Bratasenawa memiliki anak yang bernama Sanjaya yang kelak menjadi raja Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh (723-732 M). Setelah Maharani Shima meninggal di tahun 732 M, Sanjaya menggantikan buyutnya dan menjadi raja Kerajaan Kalingga Utara yang kemudian disebut Bumi Mataram, dan kemudian mendirikan Dinasti/Wangsa Sanjaya di Kerajaan Mataram Kuno. Kekuasaan di Jawa Barat diserahkannya kepada putranya dari Tejakencana, yaitu Tamperan Barmawijaya alias Rakeyan Panaraban. Kemudian Raja Sanjaya menikahi Sudiwara puteri Dewasinga, Raja Kalingga Selatan atau Bumi Sambara, dan memiliki putra yaitu Rakai Panangkaran. Pada abad ke-5 muncul Kerajaan Ho-ling (atau Kalingga) yang diperkirakan terletak di utara Jawa Tengah. Keterangan tentang Kerajaan Ho-ling didapat dari prasasti dan catatan dari negeri Cina. Pada tahun 752, Kerajaan Ho-ling menjadi wilayah taklukan Sriwijaya dikarenakan kerajaan ini menjadi bagian jaringan perdagangan Hindu, bersama Malayu dan Tarumanagara yang sebelumnya telah ditaklukan Sriwijaya. Ketiga kerajaan tersebut menjadi pesaing kuat jaringan perdagangan SriwijayaBuddha.[1] Berita Cina Berita keberadaan Ho-ling juga dapat diperoleh dari berita yang berasal dari zaman Dinasti Tang dan catatan I-Tsing. Catatan dari zaman Dinasti Tang Cerita Cina pada zaman Dinasti Tang (618 M - 906 M) memberikan tentang keterangan Ho-ling sebagai berikut.
y y y y y

Ho-ling atau disebut Jawa terletak di Lautan Selatan. Di sebelah timurnya terletak Pulau Bali dan di sebelah barat terletak Pulau Sumatera. Ibukota Ho-ling dikelilingi oleh tembok yang terbuat dari tonggak kayu. Raja tinggal di suatu bangunan besar bertingkat, beratap daun palem, dan singgasananya terbuat dari gading. Penduduk Kerajaan Ho-ling sudah pandai membuat minuman keras dari bunga kelapa Daerah Ho-ling menghasilkan kulit penyu, emas, perak, cula badak dan gading gajah.

Catatan dari berita Cina ini juga menyebutkan bahwa sejak tahun 674, rakyat Ho-ling diperintah oleh Ratu Sima (Simo). Ia adalah seorang ratu yang sangat adil dan bijaksana. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Ho-ling sangat aman dan tentram. [sunting] Catatan I-Tsing Catatan I-Tsing (tahun 664/665 M) menyebutkan bahwa pada abad ke-7 tanah Jawa telah menjadi salah satu pusat pengetahuan agama Buddha Hinayana. Di Ho-ling ada pendeta Cina bernama Hwining, yang menerjemahkan salah satu kitab agama Buddha. Ia bekerjasama dengan pendeta Jawa bernama Janabadra. Kitab terjemahan itu antara lain memuat cerita tentang Nirwana, tetapi cerita ini berbeda dengan cerita Nirwana, tetapi cerita ini berbeda dengan cerita Nirwana dalam agama Buddha Hinayana. Prasasti Prasasti peninggalan Kerajaan Ho-ling adalah Prasasti Tukmas. Prasasti ini ditemukan di Desa Dakwu daerah Grobogan, Purwodadi di lereng Gunung Merbabu di Jawa Tengah. Prasasti bertuliskan huruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta. Prasasti menyebutkan tentang mata air yang bersih dan jernih. Sungai yang mengalir dari sumber air tersebut disamakan dengan Sungai Gangga di India. Pada prasasti itu ada gambar-gambar seperti trisula, kendi, kapak, kelasangka, cakra dan bunga teratai yang merupakan lambang keeratan hubungan manusia dengan dewa-dewa Hindu.

Kadang untuk membedakannya dengan Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke-16. yaitu merujuk kepada salah daerah ibu kota kerajaan ini. Pusat Kerajaan Medang Bhumi Mataram adalah sebutan lama untuk Yogyakarta dan sekitarnya. istilah Kerajaan Medang hanya lazim dipakai untuk menyebut periode Jawa Timur saja. yang terletak di daerah Madiun. Nama ini ditemukan dalam beberapa prasasti. yaitu periode Jawa Tengah. sedangkan Watugaluh sekarang disebut Megaluh. Mataram terletak di daerah Yogyakarta sekarang. serta membangun banyak candi baik yang bercorak Hindu maupun Buddha. Mamrati dan Poh Pitu diperkirakan terletak di daerah Kedu. Istana terakhir. Awal berdirinya kerajaan . Keduanya terletak di daerah Jombang. Istilah Mataram kemudian lazim dipakai untuk menyebut nama kerajaan secara keseluruhan. yaitu Wwatan. pusat Kerajaan Medang pernah mengalami beberapa kali perpindahan.Kerajaan Medang Kerajaan Medang (atau sering juga disebut Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu) adalah nama sebuah kerajaan yang berdiri di Jawa Tengah pada abad ke-8. Para raja kerajaan ini banyak meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti-prasasti yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. nama Medang sudah dikenal sejak periode sebelumnya. sekarang disebut dengan nama Wotan. padahal berdasarkan prasasti-prasasti yang telah ditemukan. Kerajaan Medang akhirnya runtuh pada awal abad ke-11. meskipun tidak selamanya kerajaan ini berpusat di sana. Kerajaan Medang periode Jawa Tengah biasa pula disebut dengan nama Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu. Nama Pada umumnya. Beberapa daerah yang pernah menjadi lokasi istana Medang berdasarkan prasasti-prasasti yang sudah ditemukan antara lain. kemudian berpindah ke Jawa Timur pada abad ke-10. misalnya prasasti Minto dan prasasti Anjukladang. Sesungguhnya. Sementara itu. bahkan sampai ke daerah Jawa Timur sekarang. y y y y y y y Medang i Bhumi Mataram (zaman Sanjaya) Medang i Mamrati (zaman Rakai Pikatan) Medang i Poh Pitu (zaman Dyah Balitung) Medang i Bhumi Mataram (zaman Dyah Wawa) Medang i Tamwlang (zaman Mpu Sindok) Medang i Watugaluh (zaman Mpu Sindok) Medang i Wwatan (zaman Dharmawangsa Teguh) Menurut perkiraan. Sementara itu. Di daerah inilah untuk pertama kalinya istana Kerajaan Medang diperkirakan berdiri (Rajya Medang i Bhumi Mataram). nama yang lazim dipakai untuk menyebut Kerajaan Medang periode Jawa Tengah adalah Kerajaan Mataram. Tamwlang sekarang disebut dengan nama Tembelang.

serta Wangsa Isyana pada periode Jawa Timur. nama raja-raja Medang dalam Prasasti Mantyasih dianggap sebagai anggota Wangsa Sanjaya secara keseluruhan. yaitu Wangsa Sanjaya dan Wangsa Sailendra pada periode Jawa Tengah. . Dinasti yang berkuasa Pada umumnya para sejarawan menyebut ada tiga dinasti yang pernah berkuasa di Kerajaan Medang. Istilah Wangsa Sanjaya merujuk pada nama raja pertama Medang. dan bukan daftar silsilah keturunan Sanjaya. Sanjaya kemudian tampil menjadi raja. Bisa jadi ia memang bukan raja Kerajaan Medang. yaitu Sannaha saudara perempuan Sanna. Nama Sanna tidak terdapat dalam daftar para raja versi prasasti Mantyasih. Menurut teori Bosch. Sementara itu Slamet Muljana berpendapat bahwa daftar tersebut adalah daftar raja-raja yang pernah berkuasa di Medang. raja-raja Medang versi Prasasti Mantyasih mulai dari Rakai Panangkaran sampai dengan Rakai Garung adalah anggota Wangsa Sailendra. Dinasti ini menganut agama Hindu aliran Siwa. negara menjadi kacau. kekuasaan atas Medang direbut oleh Wangsa Sailendra yang beragama Buddha Mahayana. Menurut teori Slamet Muljana. yang bermakna ³penguasa di´. Kisah hidup Sanjaya secara panjang lebar terdapat dalam Carita Parahyangan yang baru ditulis ratusan tahun setelah kematiannya. Ia hanya memberitakan adanya raja lain yang memerintah pulau Jawa sebelum dirinya. Mulai saat itu Wangsa Sailendra berkuasa di Pulau Jawa. yaitu sekitar abad ke-16. dan memindahkan istananya ke Mamrati. Sepeninggal Sanna. Sedangkan kebangkitan Wangsa Sanjaya baru dimulai sejak Rakai Pikatan naik takhta menggantikan Rakai Garung. gelar Rakai Panangkaran sama artinya dengan ³Penguasa di Panangkaran´. bahkan berhasil pula menguasai Kerajaan Sriwijaya di Pulau Sumatra. yaitu Sanjaya. pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran (pengganti Sanjaya sekitar tahun 770-an). sekitar tahun 840-an. Alasannya ialah. Sampai akhirnya. namun tidak menyebut dengan jelas apa nama kerajaannya. namun memerintah sebuah kerajaan baru dan berbeda. seorang keturunan Sanjaya bernama Rakai Pikatan berhasil menikahi Pramodawardhani putri mahkota Wangsa Sailendra. Kemungkinan besar riwayat Sanjaya mirip dengan Raden Wijaya (pendiri Kerajaan Majapahit akhir abad ke-13) yang mengaku sebagai penerus takhta Kertanagara raja Singhasari. Sanjaya sendiri mengeluarkan prasasti Canggal tahun 732.Prasasti Mantyasih tahun 907 atas nama Dyah Balitung menyebutkan dengan jelas bahwa raja pertama Kerajaan Medang (Rahyang ta rumuhun ri Medang ri Poh Pitu) adalah Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. Istilah Rakai pada zaman Medang identik dengan Bhre pada zaman Majapahit. atas dukungan ibunya. Jadi. Peristiwa tersebut dianggap sebagai awal kebangkitan kembali Wangsa Sanjaya. Menurut teori van Naerssen. Dengan demikian pendapat ini menolak teori van Naerssen tentang kekalahan Rakai Panangkaran oleh seorang raja Sailendra. prasasti Kalasan tahun 778 memuji Rakai Panangkaran sebagai ³permata wangsa Sailendra´ (Sailendrawangsatilaka). Berkat perkawinan itu ia bisa menjadi raja Medang. Nama aslinya ditemukan dalam prasasti Kalasan. bernama Sanna. yaitu Dyah Pancapana. Contoh yang diajukan Slamet Muljana adalah Rakai Panangkaran yang diyakininya bukan putra Sanjaya.

16. 6. Ketika Rakai Panangkaran dari Wangsa Sailendra berkuasa. dan setelah dikuasai Wangsa Sailendra juga berubah menjadi Sri Maharaja. dibangun antara masa pemerintahan Rakai Pikatan dan Dyah Balitung. 9. 8. . Mpu Sindok menyebut dengan tegas bahwa kerajaannya adalah kelanjutan dari Kadatwan Rahyangta i Medang i Bhumi Mataram. Sanjaya sebagai raja pertama memakai gelar Ratu. Sanjaya. maka daftar raja-raja Medang sejak masih berpusat di Bhumi Mataram sampai berakhir di Wwatan dapat disusun secara lengkap sebagai berikut: Candi Prambanan dari abad ke-9. Struktur pemerintahan Raja merupakan pemimpin tertinggi Kerajaan Medang. 10. awal kebangkitan Wangsa Sanjaya Rakai Kayuwangi alias Dyah Lokapala Rakai Watuhumalang Rakai Watukura Dyah Balitung Mpu Daksa Rakai Layang Dyah Tulodong Rakai Sumba Dyah Wawa Mpu Sindok. Sementara itu. 12. Pada zaman itu istilah Ratu belum identik dengan kaum perempuan. 13. awal periode Jawa Timur Sri Lokapala suami Sri Isanatunggawijaya Makuthawangsawardhana Dharmawangsa Teguh. Kasus yang sama terjadi pada Kerajaan Sriwijaya di mana raja-rajanya semula bergelar Dapunta Hyang. Daftar raja-raja Medang Apabila teori Slamet Muljana benar. pendiri Kerajaan Medang Rakai Panangkaran. sedangkan raja-raja sesudahnya semua memakai gelar Sri Maharaja. 15. Dinasti ini didirikan oleh Mpu Sindok yang membangun istana baru di Tamwlang sekitar tahun 929. dinasti ketiga yang berkuasa di Medang adalah Wangsa Isana yang baru muncul pada µ¶periode Jawa Timur¶¶. Keduanya merupakan gelar asli Indonesia. terletak di Prambanan. 14. 5. yang selama ini cenderung dianggap bukan bagian dari daftar para raja versi Prasasti Mantyasih. gelar Ratu dihapusnya dan diganti dengan gelar Sri Maharaja. Kerajaan Medang berakhir Pada daftar di atas hanya Sanjaya yang memakai gelar Sang Ratu.Slamet Muljana kemudian mengidentifikasi Rakai Panunggalan sampai Rakai Garung dengan nama-nama raja Wangsa Sailendra yang telah diketahui. 3. 2. Gelar ini setara dengan Datu yang berarti "pemimpin". 4. Yogyakarta. awal berkuasanya Wangsa Sailendra Rakai Panunggalan alias Dharanindra Rakai Warak alias Samaragrawira Rakai Garung alias Samaratungga Rakai Pikatan suami Pramodawardhani. 7. misalnya Dharanindra ataupun Samaratungga. 1. Dalam prasasti-prasastinya. 11.

Keadaan penduduk Penduduk Medang sejak periode Bhumi Mataram sampai periode Wwatan pada umumnya bekerja sebagai petani. agama resmi kerajaan berganti menjadi Buddha aliran Mahayana. Hal ini dapat dilihat dalam daftar raja-raja versi Prasasti Mantyasih yang menyebutkan hanya Sanjaya yang bergelar Sang Ratu. Patih zaman Majapahit setara dengan perdana menteri namun tidak berhak untuk naik takhta. Agama resmi Kerajaan Medang pada masa pemerintahan Sanjaya adalah Hindu aliran Siwa. Kemudian pada saat Rakai Pikatan dari Sanjayawangsa berkuasa. Ia sendiri kemudian digantikan oleh menantunya. Hal ini menunjukkan kalau pada saat itu Rakai Kayuwangi bukanlah satu-satunya maharaja di Pulau Jawa. Jabatan Rakryan Kanuruhan pada zaman Majapahit memang masih ada. Konflik takhta periode Jawa Tengah Pada masa pemerintahan Rakai Kayuwangi putra Rakai Pikatan (sekitar 856 ± 880±an). Jabatan tertinggi di Medang selanjutnya ialah Rakryan Kanuruhan sebagai pelaksana perintah raja. Misalnya. Pemerintahan Balitung diperkirakan berakhir karena terjadinya kudeta oleh Mpu Daksa yang mengaku sebagai keturunan asli Sanjaya. ia dapat mewarisi takhta mertuanya. namun kiranya setara dengan menteri dalam negeri pada zaman sekarang. Pada zaman Wangsa Isana berkuasa masih ditambah lagi dengan jabatan Mahamantri Wka dan Mahamantri Bawang. yaitu Maharaja Rakai Gurunwangi dan Maharaja Rakai Limus Dyah Dewendra.Pemakaian gelar Sri Maharaja di Kerajaan Medang tetap dilestarikan oleh Rakai Pikatan meskipun Wangsa Sanjaya berkuasa kembali. Tidak diketahui dengan pasti apakah proses suksesi ini berjalan damai ataukah melalui kudeta pula. agama Hindu dan Buddha tetap hidup berdampingan dengan penuh toleransi. Mungkin semacam perdana menteri pada zaman sekarang atau setara dengan Rakryan Mapatih pada zaman Majapahit. sedangkan saingannya. Mungkin karena kepahlawanannya itu. Jabatan Rakryan Mapatih Hino pada zaman ini berbeda dengan Rakryan Mapatih pada zaman Majapahit. Jabatan sesudah Mahamantri i Hino secara berturut-turut adalah Mahamantri i Halu dan Mahamantri i Sirikan. raja sesudah Rakai Kayuwangi adalah Rakai Watuhumalang. Ketika Sailendrawangsa berkuasa. Sedangkan menurut prasasti Mantyasih. . Mpu Sindok merupakan Mapatih Hino pada masa pemerintahan Dyah Wawa. bahkan sampai Bali. Jabatan ini dipegang oleh putra atau saudara raja yang memiliki peluang untuk naik takhta selanjutnya. ditemukan beberapa prasasti atas nama raja-raja lain. Pada zaman Majapahit jabatan-jabatan ini masih ada namun hanya sekadar gelar kehormatan saja. bernama Dyah Tulodhong. Jabatan tertinggi sesudah raja ialah Rakryan Mahamantri i Hino atau kadang ditulis Rakryan Mapatih Hino. Dyah Balitung yang diduga merupakan menantu Rakai Watuhumalang berhasil mempersatukan kembali kekuasaan seluruh Jawa. yaitu Kerajaan Sriwijaya merupakan negara maritim. Kerajaan Medang memang terkenal sebagai negara agraris.

Rasa permusuhan Wangsa Sailendra terhadap Jawa terus berlanjut bahkan ketika Wangsa Isana berkuasa. membentuk Gunung Gendol dan lempengan Pegunungan Menoreh. Prasasti tertuanya berangka tahun 929. Tahun terjadinya peristiwa tersebut tidak dapat dibaca dengan jelas sehingga muncul dua versi pendapat. Peristiwa Mahapralaya Mahapralaya adalah peristiwa hancurnya istana Medang di Jawa Timur berdasarkan berita dalam prasasti Pucangan. Balaputradewa kemudian menjadi raja Sriwijaya di mana ia tetap menyimpan dendam terhadap Rakai Pikatan. Permusuhan dengan Sriwijaya Selain menguasai Medang. Hal ini ditandai dengan ditemukannya Prasasti Ligor tahun 775 yang menyebut nama Maharaja Wisnu dari Wangsa Sailendra sebagai penguasa Sriwijaya. Mpu Sindok yang menjabat sebagai Rakryan Mapatih Hino mendirikan istana baru di daerah Tamwlang. Perselisihan antara kedua raja ini berkembang menjadi permusuhan turun-temurun pada generasi selanjutnya. Sebagian sejarawan menyebut Kerajaan Medang runtuh pada tahun 1006. melainkan sebuah keluarga baru bernama Isanawangsa. Medang dan Sriwijaya juga bersaing untuk menguasai lalu lintas perdagangan di Asia Tenggara. Teori van Bammelen Menurut teori van Bammelen. yang antara lain. Rakai Pikatan berhasil menyingkirkan seorang anggota Wangsa Sailendra bernama Balaputradewa putra Samaragrawira. sedangkan yang lainnya menyebut tahun 1016. Konon sebagian puncak Merapi hancur. yang merujuk pada gelar abhiseka Mpu Sindok yaitu Sri Isana Wikramadharmottungga. . perpindahan istana Medang dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur disebabkan oleh letusan Gunung Merapi yang sangat dahsyat. Dinasti yang berkuasa di Medang periode Jawa Timur bukan lagi Sanjayawangsa. Letusan tersebut disertai gempa bumi dan hujan material vulkanik berupa abu dan batu. pasukan Sriwijaya datang menyerangnya. Hubungan senasib antara Jawa dan Sumatra berubah menjadi permusuhan ketika Wangsa Sanjaya bangkit kembali memerintah Medang. Wangsa Sailendra juga menguasai Kerajaan Sriwijaya di pulau Sumatra. Sewaktu Mpu Sindok memulai periode Jawa Timur. Tidak diketahui dengan pasti apakah Dyah Wawa tewas dalam bencana alam tersebut ataukah sudah meninggal sebelum peristiwa itu terjadi. Pertempuran terjadi di daerah Anjukladang (sekarang Nganjuk. Kemudian lapisan tanah begeser ke arah barat daya sehingga terjadi lipatan. Jawa Timur) yang dimenangkan oleh pihak Mpu Sindok. Menurut teori de Casparis. Selain itu. sekitar tahun 850±an. Istana Medang yang diperkirakan kembali berada di Bhumi Mataram hancur.Tulodhong akhirnya tersingkir oleh pemberontakan Dyah Wawa yang sebelumnya menjabat sebagai pegawai pengadilan. karena raja selanjutnya yang bertakhta di Jawa Timur bernama Mpu Sindok.

seorang pangeran berdarah campuran Jawa±Bali yang lolos dari Mahapralaya tampil membangun kerajaan baru sebagai kelanjutan Kerajaan Medang. 12. Dataran Tinggi Dieng. Kerajaan yang ia dirikan kemudian lazim disebut dengan nama Kerajaan Kahuripan. Candi Pawon. Temuan Wonoboyo berupa artifak emas yang ditemukan tahun 1990 di Wonoboyo.0 x 7. Candi Prambanan. Jawa Tengah. Chund lenganempat. Ketika ia mengadakan pesta perkawinan putrinya. abad ke-9/10. perunggu. 15 x 7. Kerajaan Medang juga membangun banyak candi. Jawa Tengah. Permusuhan antara Jawa dan Sumatra semakin memanas saat itu. Candi Mendut. Dalam peristiwa tersebut.Raja terakhir Medang adalah Dharmawangsa Teguh. Tiga tahun kemudian. Peninggalan sejarah Avalokitesvara lengan-dua. baik itu yang bercorak Hindu maupun Buddha.5 cm. Selain meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti-prasasti yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur.. dan tentu saja yang paling kolosal adalah Candi Borobudur. Candi Sewu.5 cm. Jawa Tengah. Candi-candi peninggalan Kerajaan Medang antara lain. Dharmawangsa tewas. abad ke-9/ke-10. abad ke 10. cicit Mpu Sindok. tembaga. Candi Plaosan. Dewi Tantra lengan-empat (Chund ?). istana Medang di Wwatan diserbu oleh Aji Wurawari dari Lwaram yang diperkirakan sebagai sekutu Kerajaan Sriwijaya. Pangeran itu bernama Airlangga yang mengaku bahwa ibunya adalah keturunan Mpu Sindok. . Klaten. Candi megah yang dibangun oleh Sailendrawangsa ini telah ditetapkan UNESCO (PBB) sebagai salah satu warisan budaya dunia. Prambanan. perunggu. Wonosobo. Jawa Tengah. Terletak di Museum für Indische Kunst. menunjukkan kekayaan dan kehalusan seni budaya kerajaan Medang. Pada tahun 1006 (atau 1016) Dharmawangsa lengah. Kronik Cina dari Dinasti Song mencatat telah beberapa kali Dharmawangsa mengirim pasukan untuk menggempur ibu kota Sriwijaya sejak ia naik takhta tahun 991. 11 x 8 cm. Candi Kalasan. Berlin-Dahlem.

saat akhir pemerintahan Airlangga. yang berarti kota api. nama Panjalu juga dikenal sebagai Pu-chia-lung dalam kronik Cina berjudul Ling wai tai ta (1178). Airlangga terpaksa membelah wilayah kerajaannya karena kedua putranya bersaing memperebutkan takhta. adalah sebuah kerajaan yang terdapat di Jawa Timur antara tahun 1042-1222. yang terletak di sekitar Kota Kediri sekarang. Pada mulanya. bahkan sampai mengalahkan pengaruh Kerajaan Sriwijaya di Sumatra. Saat itu yang . Daha merupakan singkatan dari Dahanapura. nama kerajaan yang dipimpin Airlangga sudah bernama Panjalu. Jadi. Bahkan. Latar Belakang Sesungguhnya kota Daha sudah ada sebelum Kerajaan Kadiri berdiri. Kerajaan Panjalu mengalami masa kejayaannya. Hal ini sesuai dengan berita dalam Serat Calon Arang bahwa. Jawa. Kerajaan Panjalu di bawah pemerintahan Sri Jayabhaya berhasil menaklukkan Kerajaan Janggala dengan semboyannya yang terkenal dalam prasasti Ngantang (1135). Kerajaan Janggala lahir sebagai pecahan dari Panjalu. Wilayah kerajaan ini meliputi seluruh Jawa dan beberapa pulau di Nusantara. Prasasti Turun Hyang II (1044) yang diterbitkan Kerajaan Janggala hanya memberitakan adanya perang saudara antara kedua kerajaan sepeninggal Airlangga. Pada akhir November 1042. dan Sumatra. yaitu Kahuripan. Pada masa pemerintahan Sri Jayabhaya inilah. Adapun Kahuripan adalah nama kota lama yang sudah ditinggalkan Airlangga dan kemudian menjadi ibu kota Janggala. Raja-raja sebelum Sri Jayawarsa hanya Sri Samarawijaya yang sudah diketahui. Sedangkan putra yang bernama Mapanji Garasakan mendapatkan kerajaan timur bernama Janggala yang berpusat di kota lama. Hal ini diperkuat kronik Cina berjudul Ling wai tai ta karya Chou Ku-fei tahun 1178. bahwa pada masa itu negeri paling kaya selain Cina secara berurutan adalah Arab. Sejarah Kerajaan Panjalu mulai diketahui dengan adanya prasasti Sirah Keting tahun 1104 atas nama Sri Jayawarsa. pusat kerajaan sudah tidak lagi berada di Kahuripan. nama Panjalu atau Pangjalu memang lebih sering dipakai dari pada nama Kadiri.Kerajaan Kadiri Kerajaan Kadiri atau Kerajaan Panjalu. yaitu Daha. Nama ini terdapat dalam prasasti Pamwatan yang dikeluarkan Airlangga tahun 1042. melainkan pindah ke Daha. yang berpusat di Daha. atau Panjalu Menang. sebelum dibelah menjadi dua. Menurut Nagarakretagama. Perkembangan Panjalu Masa-masa awal Kerajaan Panjalu atau Kadiri tidak banyak diketahui. Kerajaan ini berpusat di kota Daha. yaitu Panjalu Jayati. Putra yang bernama Sri Samarawijaya mendapatkan kerajaan barat bernama Panjalu yang berpusat di kota baru. Hal ini dapat dijumpai dalam prasasti-prasasti yang diterbitkan oleh raja-raja Kadiri. sedangkan urutan raja-raja sesudah Sri Jayawarsa sudah dapat diketahui dengan jelas berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan.

. Menurut Nagarakretagama. sebagai kiasan kemenangan Sri Jayabhaya atas Janggala. merupakan pendiri kota Daha sebagai pindahan kota Kahuripan. Karya Sastra Zaman Kadiri Seni sastra mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan Panjalu-Kadiri. Kebetulan Ken Arok juga bercita-cita memerdekakan Tumapel yang merupakan daerah bawahan Kadiri. dan dikisahkan dalam Pararaton dan Nagarakretagama. wilayah kerajaan dibelah menjadi dua.berkuasa di Arab adalah Bani Abbasiyah. sedangkan Sumatra dikuasai Kerajaan Sriwijaya. Pada saat Daha menjadi ibu kota kerajaan yang masih utuh Airlangga. Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh. Dengan demikian berakhirlah masa Kerajaan Kadiri. yang sejak saat itu kemudian menjadi bawahan Tumapel atau Singhasari. Perang antara Kadiri dan Tumapel terjadi dekat desa Ganter. Ketika ia turun takhta tahun 1042. Penemuan Situs Tondowongso pada awal tahun 2007. Terdapat pula pujangga zaman pemerintahan Sri Kameswara bernama Mpu Dharmaja yang menulis Kakawin Smaradahana. Selain itu. 2. Pada saat Daha menjadi ibu kota Panjalu y Sri Samarawijaya. Mpu Panuluh juga menulis Kakawin Hariwangsa dan Ghatotkachasraya. merupakan putra Airlangga yang namanya ditemukan dalam prasasti Pamwatan (1042). Pada tahun 1222 Kertajaya sedang berselisih melawan kaum brahmana yang kemudian meminta perlindungan Ken Arok akuwu Tumapel. Runtuhnya Kadiri Kerajaan Panjalu-Kadiri runtuh pada masa pemerintahan Kertajaya. kerajaan yang dipimpin Airlangga tersebut sebelum dibelah sudah bernama Panjalu. ibu kota Kadiri: 1. Pasukan Ken Arok berhasil menghancurkan pasukan Kertajaya. Kemudian pada zaman pemerintahan Kertajaya terdapat pujangga bernama Mpu Monaguna yang menulis Sumanasantaka dan Mpu Triguna yang menulis Kresnayana. yang diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Kadiri diharapkan dapat membantu memberikan lebih banyak informasi tentang kerajaan tersebut. Daha kemudian menjadi ibu kota kerajaan bagian barat. Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Korawa. Raja-Raja yang Pernah Memerintah Daha Berikut adalah nama-nama raja yang pernah memerintah di Daha. di Jawa ada Kerajaan Panjalu. yaitu Panjalu.

prasasti Talan (1136). . 32:18.didampingi Patih Arya Tilam.47:2. 29:31. berdasarkan prasasti Sirah Keting (1104).didampingi Patih Lembu Sora. Prasasti Kamulan (1194). pada tahun 1513 Daha menjadi ibu kota Majapahit yang dipimpin oleh Bhatara Wijaya. Sri Aryeswara. diketahui raja-raja Daha zaman Singhasari. Rajadewi 1309-1375 Pararaton. Sri Kameswara. Sri Jayabhaya. Sri Sarweswara. berdasarkan prasasti Padelegan I (1117). merupakan raja terbesar Panjalu. Pada saat Daha menjadi bawahan Singhasari Kerajaan Panjalu runtuh tahun 1222 dan menjadi bawahan Singhasari.21 4. berdasarkan prasasti Galunggung (1194).4:1 . Kertajaya. 2. Prasasti Sukamerta . 31:34. Jayeswari 1429-1464 Pararaton. 5.y y y y y y y y Sri Jayawarsa. Nag. dan prasasti Tangkilan (1130). Sri Gandra. Tapi pada tahun 1293 ia dikalahkan Raden Wijaya pendiri Majapahit. prasasti Panumbangan (1120). adalah keturunan Kertajaya yang menjadi bupati Gelang-Gelang. berdasarkan prasasti Ngantang (1135).29:19. Tahun 1292 ia memberontak hingga menyebabkan runtuhnya Kerajaan Singhasari. BHRE DAHA 1. Pada saat Daha menjadi ibu kota Majapahit Menurut Suma Oriental tulisan Tome Pires. prasasti Palah (1197). prasasti Wates Kulon (1205). Suhita 1415-1429 ? 5. dan Pararaton. 31:10. Pada saat Daha menjadi bawahan Majapahit Sejak tahun 1293 Daha menjadi negeri bawahan Majapahit yang paling utama. Jayakatwang kemudian membangun kembali Kerajaan Kadiri. dan Kakawin Bharatayuddha (1157). Sri Bameswara. berdasarkan prasasti Padelegan II (1159) dan prasasti Kahyunan (1161). yaitu: y y y y Mahisa Wunga Teleng putra Ken Arok Guningbhaya adik Mahisa Wunga Teleng Tohjaya kakak Guningbhaya Kertanagara cucu Mahisa Wunga Teleng (dari pihak ibu). Raja yang memimpin bergelar Bhre Daha tapi hanya bersifat simbol. berdasarkan prasasti Ceker (1182) dan Kakawin Smaradahana. berdasarkan prasasti Jaring (1181). yang kemudian menjadi raja Singhasari 4.27:15. Pada saat Daha menjadi ibu kota Kadiri Jayakatwang. Nagarakretagama. berdasarkan prasasti Angin (1171). kemudian Gajah Mada. 3. Tidak diketahui dengan pasti apakah ia adalah pengganti langsung Sri Samarawijaya atau bukan. Indudewi 1375-1415 Pararaton.30:8. 3. Berdasarkan prasasti Mula Malurung. karena pemerintahan harian dilaksanakan oleh patih Daha. Manggalawardhani 1464-1474 Prasasti Trailokyapuri 6. Nama raja ini identik dengan Dyah Ranawijaya yang dikalahkan oleh Sultan Trenggana raja Demak tahun 1527. Jayanagara 1295-1309 Nagarakretagama. Waringin Pitu 6.

.Sejak saat itu nama Kediri lebih terkenal dari pada Daha.

yang kemudian menjadi akuwu baru. Maka. Ia mati dibunuh dengan cara tipu muslihat oleh pengawalnya sendiri yang bernama Ken Arok. Nama ibu kota Berdasarkan prasasti Kudadu. sebelum maju perang melawan Kadiri. Pada tahun 1254. Kerajaan Tumapel pun terkenal pula dengan nama Kerajaan Singhasari. nama resmi Kerajaan Singhasari yang sesungguhnya ialah Kerajaan Tumapel. Mungkin nama ini adalah gelar anumerta dari Ranggah Rajasa. Menurut Nagarakretagama. ketika pertama kali didirikan tahun 1222. Nama Singhasari yang merupakan nama ibu kota kemudian justru lebih terkenal daripada nama Tumapel. ibu kota Kerajaan Tumapel bernama Kutaraja. Raja Wisnuwardhana mengangkat putranya yang bernama Kertanagara sebagai yuwaraja dan mengganti nama ibu kota menjadi Singhasari. Yang menjabat sebagai akuwu (setara camat) Tumapel saat itu adalah Tunggul Ametung. menyebutkan kalau pendiri Kerajaan Tumapel adalah Bhatara Siwa. Ken Arok kemudian berniat melepaskan Tumapel dari kekuasaan Kadiri. . Para brahmana lalu menggabungkan diri dengan Ken Arok yang mengangkat dirinya menjadi raja pertama Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Kerajaan Singhasari atau sering pula ditulis Singasari atau Singosari. Nagarakretagama juga menyebut tahun yang sama untuk pendirian Kerajaan Tumapel. Dalam naskah itu. Keindahan arca ini mencerminkan kehalusan seni budaya Singhasari. karena dalam Nagarakretagama arwah pendiri kerajaan Tumapel tersebut dipuja sebagai Siwa. Tumapel semula hanya sebuah daerah bawahan Kerajaan Kadiri. adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Ken Arok lebih dulu menggunakan julukan Bhatara Siwa.Kerajaan Singhasari Arca Prajnaparamita ditemukan dekat candi Singhasari dipercaya sebagai arca perwujudan Ken Dedes (koleksi Museum Nasional Indonesia). Ken Arok juga yang mengawini istri Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes. Prasasti Mula Malurung atas nama Kertanagara tahun 1255. Pada tahun 1222 terjadi perseteruan antara Kertajaya raja Kadiri melawan kaum brahmana. Selain itu. Pararaton juga menyebutkan bahwa. namun tidak menyebutkan adanya nama Ken Arok. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di daerah Singosari. Nama Tumapel juga muncul dalam kronik Cina dari Dinasti Yuan dengan ejaan Tu-ma-pan. Awal berdiri Menurut Pararaton. Malang. Perang melawan Kadiri meletus di desa Ganter yang dimenangkan oleh pihak Tumapel. pendiri kerajaan Tumapel bernama Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra yang berhasil mengalahkan Kertajaya raja Kadiri.

Prasasti tersebut dikeluarkan oleh Kertanagara tahun 1255 selaku raja bawahan di Kadiri. Anusapati (1247 . bukan raja Tumapel.[1] Wangsa Rajasa yang didirikan oleh Ken Arok. Di antara para raja di atas hanya Wisnuwardhana dan Kertanagara saja yang didapati menerbitkan prasasti sebagai bukti kesejarahan mereka. Hal ini memperkuat kebenaran berita dalam Nagarakretagama. Penguasa ditandai dengan blok warna dalam gambar ini. Anusapati (1227 . Hanya Ranggawuni yang digantikan Kertanagara (putranya) secara damai. yang bersumber dari Pararaton. 22. Berlin-Dahlem. Keluarga kerajaan ini menjadi penguasa Singhasari.1249) 3. Tohjaya (1249 . Kertanagara (1272 . Sementara itu versi Nagarakretagama tidak menyebutkan adanya pembunuhan antara raja pengganti terhadap raja sebelumnya. Ken Arok alias Rajasa Sang Amurwabhumi (1222 . Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250 1272) 5. [sunting] Prasasti Mula Malurung Mandala Amoghap a dari masa Singhasari (abad ke-13). Tohjaya mati akibat pemberontakan Ranggawuni (anak Anusapati). Diagram silsilah di samping ini adalah urutan penguasa dari Wangsa Rajasa. Jerman.1292) Versi Nagarakretagama adalah: 1.5 x 14 cm.[sunting] Silsilah Wangsa Rajasa Silsilah wangsa Rajasa. keluarga penguasa Singhasari dan Majapahit. Kertanagara (1254 . . Wisnuwardhana (1248 . Peristiwa berdarah yang menimpa leluhur Hayam Wuruk tersebut dianggap sebagai aib. dan berlanjut pada kerajaan Majapahit. Kemungkinannya adalah bahwa Kertanagara menjadi raja muda di Kadiri dahulu. perunggu. Versi Pararaton adalah: 1.1247) 2. Dalam Prasasti Mula Malurung (yang dikeluarkan Kertanagara atas perintah Wisnuwardhana) ternyata menyebut Tohjaya sebagai raja Kadiri. Koleksi Museum für Indische Kunst. Ken Arok mati dibunuh Anusapati (anak tirinya). pemberitaan kalau Kertanagara naik takhta tahun 1254 dapat diperdebatkan.1248) 3.1250) 4.1254) 4. Terdapat perbedaan antara Pararaton dan Nagarakretagama dalam menyebutkan urutan raja-raja Singhasari. Anusapati mati dibunuh Tohjaya (anak Ken Arok dari selir). Rangga Rajasa Sang Girinathaputra (1222 1227) 2.1292) Kisah suksesi raja-raja Tumapel versi Pararaton diwarnai pertumpahan darah yang dilatari balas dendam. baru pada tahun 1268 ia bertakhta di Singhasari. Hal ini dapat dimaklumi karena Nagarakretagama adalah kitab pujian untuk Hayam Wuruk raja Majapahit. Dengan demikian.

Saat itu penguasa Sumatra adalah Kerajaan Dharmasraya (kelanjutan dari Kerajaan Malayu). Ia adalah raja pertama yang mengalihkan wawasannya ke luar Jawa. Sepeninggalnya. Pada tahun 1284. raja terakhir Singhasari. Kadiri kemudian menjadi kerajaan bawahan yang dipimpin oleh putranya. Bali. Dalam Pararaton disebutkan nama asli Narasingamurti adalah Mahisa Campaka. Nagarakretagama menyebutkan daerah-daerah bawahan Singhasari di luar Jawa pada masa Kertanagara antara lain. Namun permintaan itu ditolak tegas oleh Kertanagara. Setelah runtuhnya Singhasari. kerajaan terpecah menjadi dua. Pada tahun 1275 ia mengirim pasukan Ekspedisi Pamalayu untuk menjadikan Sumatra sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi ekspansi bangsa Mongol. Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang bupati Gelang-Gelang. setelah menaklukkan Kadiri. Keruntuhan Candi Singhasari dibangun sebagai tempat pemuliaan Kertanegara. Kerajaan Singhasari yang sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa akhirnya mengalami keropos di bagian dalam. Pemerintahan bersama Pararaton dan Nagarakretagama menyebutkan adanya pemerintahan bersama antara Wisnuwardhana dan Narasingamurti. Kerajaan ini akhirnya dianggap telah ditundukkan. Riwayat Kerajaan Tumapel-Singhasari pun berakhir. Dalam serangan itu Kertanagara mati terbunuh. Kertanagara juga mengadakan ekspedisi menaklukkan Bali. Jayakatwang menjadi raja dan membangun ibu kota baru di Kadiri. sekaligus ipar. Parameswara digantikan oleh Guningbhaya. sebagai tanda persahabatan kedua negara. Kerajaan Tumapel dan Kadiri dipersatukan kembali oleh Seminingrat. Wisnuwardhana merupakan cucu Tunggul Ametung sedangkan Narasingamurti adalah cucu Ken Arok. Gurun. maka dapat dipahami maksud dari pemerintahan bersama ini adalah suatu upaya rekonsiliasi antara kedua kelompok yang bersaing. Hubungan dengan Majapahit . Apabila kisah kudeta berdarah dalam Pararaton benar-benar terjadi. dan Bakulapura.1292). Pada tahun 1289 Kaisar Kubilai Khan mengirim utusan ke Singhasari meminta agar Jawa mengakui kedaulatan Mongol. Prasasti Mula Malurung juga menyebutkan bahwa sepeninggal Tohjaya. yaitu Kertanagara.Penemuan prasasti Mula Malurung memberikan pandangan lain yang berbeda dengan versi Pararaton yang selama ini dikenal mengenai sejarah Tumapel. Kerajaan Tumapel disebutkan didirikan oleh Rajasa yang dijuluki "Bhatara Siwa". Kejayaan Kertanagara adalah raja terakhir dan raja terbesar dalam sejarah Singhasari (1268 . Melayu. Sementara itu. Pahang. yang merupakan sepupu. Anusapati digantikan oleh Seminingrat yang bergelar Wisnuwardhana. sekaligus besan dari Kertanagara sendiri. kemudian Tohjaya. Tumapel dipimpin Anusapati sedangkan Kadiri dipimpin Bhatara Parameswara (alias Mahisa Wonga Teleng). dengan dikirimkannya bukti arca Amoghapasa yang dari Kertanagara.

Pararaton. Raden Wijaya dengan siasat cerdik ganti mengusir tentara Mongol keluar dari tanah Jawa. dan menyatakan dirinya sebagai anggota Wangsa Rajasa. dan prasasti Kudadu mengisahkan Raden Wijaya cucu Narasingamurti yang menjadi menantu Kertanagara lolos dari maut. Pada tahun 1293 datang pasukan Mongol yang dipimpin Ike Mese untuk menaklukkan Jawa. Berkat bantuan Aria Wiraraja (penentang politik Kertanagara). Mereka dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mengalahkan Jayakatwang di Kadiri. Nagarakretagama. . Setelah Kadiri runtuh. ia kemudian diampuni oleh Jayakatwang dan diberi hak mendirikan desa Majapahit. Raden Wijaya kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit sebagai kelanjutan Singhasari. yaitu dinasti yang didirikan oleh Ken Arok.

C. Ketika itu. Sesudah Singhasari mengalahkan Sriwijaya pada tahun 1290.[4] dan sejarahnya tidak jelas.Majapahit Majapahit adalah sebuah kerajaan kuno di Indonesia yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Blitar.[7] Keakuratan semua naskah berbahasa Jawa tersebut dipertentangkan. Nagarakertagama merupakan puisi Jawa Kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Desa itu dinamai Majapahit. meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan. yang namanya diambil dari buah maja. Raden Wijaya kemudian diberi hutan Tarik. sudah membunuh Kertanagara. adipati Kediri. Tidak dapat disangkal bahwa sumber-sumber itu memuat unsur non-historis dan mitos. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa kekuasaan Hayam Wuruk. menantu Kertanegara.[2] Kekuasaannya terbentang di Jawa. Ketika pasukan Mongol tiba.[7] Selain itu. Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang. dan rasa "pahit" dari buah tersebut. Kalimantan. Jayakatwang. kini menjadi koleksi Museum Nasional Republik Indonesia. dewa gabungan Siwa dan Wisnu sebagai penggambaran Kertarajasa. yang datang menyerahkan diri. Singhasari menjadi kerajaan paling kuat di wilayah tersebut.[3] Historiografi Hanya terdapat sedikit bukti fisik sisa-sisa Majapahit. Sumatra. Sementara itu.[5] Sumber utama yang digunakan oleh para sejarawan adalah Pararaton ('Kitab Raja-raja') dalam bahasa Kawi dan Nagarakretagama dalam bahasa Jawa Kuno. Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Semenanjung Malaya dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Berlokasi semula di Candi Simping. Kertanagara.[9][10] Kublai Khan marah dan lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa tahun 1293. hingga Indonesia timur. Setelah masa itu. terdapat beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno maupun catatan sejarah dari Tiongkok dan negara-negara lain. Berg menganggap semua naskah tersebut bukan catatan masa lalu. Atas saran Aria Wiraraja. tetapi memiliki arti supernatural dalam hal dapat mengetahui masa depan. penguasa Dinasti Yuan di Tiongkok. Semenanjung Malaya. Beberapa sarjana seperti C. banyak pula sarjana yang beranggapan bahwa garis besar sumber-sumber tersebut dapat diterima karena sejalan dengan catatan sejarah dari Tiongkok. hal yang terjadi tidaklah jelas. Ia membuka hutan itu dan membangun desa baru. yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389.[5] Sejarah Berdirinya Majapahit Arca Harihara. Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya. Hal ini menjadi perhatian Kubilai Khan.[8] Namun demikian.[6] Pararaton terutama menceritakan Ken Arok (pendiri Kerajaan Singhasari) namun juga memuat beberapa bagian pendek mengenai terbentuknya Majapahit. penguasa kerajaan Singhasari yang terakhir menolak untuk membayar upeti dan mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya. khususnya daftar penguasa dan keadaan kerajaan yang tampak cukup pasti. Ia mengirim utusan yang bernama Meng Chi[9] ke Singhasari yang menuntut upeti. Raden Wijaya berbalik menyerang sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka .

Birma bagian selatan. atau mereka harus terpaksa menunggu enam bulan lagi di pulau yang asing. dan lalu dihukum mati. Selama kekuasaan Tribhuwana. Tanca. akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi bhiksuni. Gajah Mada. kepulauan Nusa Tenggara. Kerajaan ini menghadapi masalah. [12] Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309. agar ia dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan. Papua. batasan alam dan ekonomi menunjukkan bahwa daerah-daerah kekuasaan tersebut tampaknya tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit. yaitu tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 saka yang bertepatan dengan tanggal 10 November 1293. dan Vietnam. ukiran emas apsara (bidadari surgawi) gaya khas Majapahit menggambarkan dengan sempurna zaman kerajaan Majapahit sebagai "zaman keemasan" di kepulauan nusantara. Tribhuwana berkuasa di Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Hayam Wuruk. Odorico da Pordenone mengunjungi keraton Majapahit di Jawa. Pada tahun 1328. Jayanegara. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa. memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389. Pada tahun 1336.[11][12] Saat itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menangkap angin muson agar dapat pulang. Halayudha ditangkap dan dipenjara. Anak dan penerus Wijaya. Pada masanya Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya. termasuk Ranggalawe. dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok. dan Nambi memberontak melawannya. Sumber ini menunjukkan batas terluas sekaligus puncak kejayaan Kemaharajaan Majapahit. Siam. Tribhuwana menunjuk Gajah Mada sebagai Mahapatih. pada saat pelantikannya Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang menunjukkan rencananya untuk melebarkan kekuasaan Majapahit dan membangun sebuah kemaharajaan. Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana. Jayanegara dibunuh oleh tabibnya. Kejayaan Majapahit Bidadari Majapahit yang anggun. Namun demikian. Slamet Muljana menduga bahwa mahapatih Halayudha lah yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan semua orang terpercaya raja. Majapahit menguasai lebih banyak wilayah. Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja. adalah penguasa yang jahat dan amoral. semenanjung Malaya. Ia diteruskan oleh putranya. Sora. Kira-kira pada suatu waktu dalam kurun pemerintahan Jayanegara. Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV. Maluku. Namun setelah kematian pemberontak terakhir (Kuti).[14][2] . Beberapa orang terpercaya Kertarajasa. meskipun pemberontakan tersebut tidak berhasil. Ia digelari Kala Gemet.menarik pulang kembali pasukannya secara kalang-kabut karena mereka berada di teritori asing. tetapi terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja[14]. yang berarti "penjahat lemah". Hayam Wuruk. Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit. Terakota wajah yang dipercaya sebagai potret Gajah Mada. seorang pendeta Italia. dan sebagian kepulauan Filipina[13]. Kamboja. kerajaan Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan terkenal di kepulauan Nusantara. Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya. Sulawesi. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364). Kalimantan. daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra. juga disebut Rajasanagara.

Sejak tahun 1430 ekspedisi Cheng Ho ini telah menciptakan komunitas muslim China . beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada. Meskipun penguasa Majapahit memperluas kekuasaannya pada berbagai pulau dan terkadang menyerang kerajaan tetangga. di luar daerah itu hanya semacam pemerintahan otonomi luas. Jatuhnya Majapahit Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14. Administrasi pemerintahan langsung oleh kerajaan Majapahit hanya mencakup wilayah Jawa Timur dan Bali. Majapahit juga menempuh jalan diplomasi dan menjalin persekutuan.[18] Pada tahun 1377.[15] Pihak Sunda menganggap lamaran ini sebagai perjanjian persekutuan. Perang ini akhirnya dimenangi Wikramawardhana. yang menikahi sepupunya sendiri. seorang jenderal muslim China. Pewaris Hayam Wuruk adalah putri mahkota Kusumawardhani. pangeran Wikramawardhana. Hayam Wuruk berhasrat mengambil Citraresmi (Pitaloka). keluarga kerajaan Sunda kewalahan dan akhirnya dikalahkan.Selain melancarkan serangan dan ekspedisi militer. Meski dengan gagah berani memberikan perlawanan. Pada kurun pemerintahan Wikramawardhana. Kisah ini disinggung dalam Pararaton tetapi sama sekali tidak disebutkan dalam Nagarakretagama. [2] menyebabkan runtuhnya sisa-sisa kerajaan Sriwijaya. dengan cita rasa seni dan sastra yang halus dan tinggi. dan pengakuan kedaulatan Majapahit atas mereka. Pada saat inilah pedagang muslim dan penyebar agama Islam mulai memasuki kawasan ini. Kemungkinan karena didorong alasan politik. dengan hati remuk redam melakukan "bela pati". Majapahit melancarkan serangan laut untuk menumpas pemberontakan di Palembang. Hampir seluruh rombongan keluarga kerajaan Sunda dapat dibinasakan secara kejam. Salah satu panglima Gajah Mada yang terkenal adalah Adityawarman. serangkaian ekspedisi laut Dinasti Ming yang dipimpin oleh laksamana Cheng Ho. serta sistem ritual keagamaan yang rumit. Sang pujangga menggambarkan Majapahit sebagai pusat mandala raksasa yang membentang dari Sumatera ke Papua. mencakup Semenanjung Malaya dan Maluku.[5] Parang saudara yang disebut Perang Paregreg diperkirakan terjadi pada tahun 1405-1406. Pada 1357 rombongan raja Sunda beserta keluarga dan pengawalnya bertolak ke Majapahit mengantarkan sang putri untuk dinikahkan dengan Hayam Wuruk. perhatian utama Majapahit nampaknya adalah mendapatkan porsi terbesar dan mengendalikan perdagangan di kepulauan Nusantara. Tampaknya perang saudara ini melemahkan kendali Majapahit atas daerah-daerah taklukannya di seberang. semetara Wirabhumi ditangkap dan kemudian dipancung. antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. Akan tetapi Gajah Mada melihat hal ini sebagai peluang untuk memaksa kerajaan Sunda takluk di bawah Majapahit. tiba di Jawa beberapa kali antara kurun waktu 1405 sampai 1433.[17] Kisah Pasunda Bubat menjadi tema utama dalam naskah Kidung Sunda yang disusun pada zaman kemudian di Bali. kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. dan canggih. Setelah wafatnya Hayam Wuruk pada tahun 1389. putri Kerajaan Sunda sebagai permaisurinya. Akan tetapi segala pemberontakan atau tantangan bagi ketuanan Majapahit atas daerah itu dapat mengundang reaksi keras. yang termahsyur atas penaklukan Minangkabau. anggun. pembayaran upeti berkala. Hayam Wuruk juga memiliki seorang putra dari selirnya Wirabhumi yang juga menuntut haknya atas takhta. Majapahit memasuki masa kemunduran akibat konflik perebutan takhta. Kakawin Nagarakretagama yang disusun pada tahun 1365 menyebutkan budaya keraton yang adiluhung. Pertarungan antara keluarga kerajaan Sunda dengan tentara Majapahit di lapangan Bubat tidak terelakkan.[16] Tradisi menyebutkan bahwa sang putri yang kecewa. Tradisi lokal di berbagai daerah di Nusantara masih mencatat kisah legenda mengenai kekuasaan Majapahit. bunuh diri untuk membela kehormatan negaranya.

dan diteruskan oleh putrinya. Pengungsian ini kemungkinan besar untuk menghindari pembalasan dan hukuman dari Demak akibat selama ini mereka mendukung Ranawijaya melawan Kertabhumi. Di bagian barat kemaharajaan yang mulai runtuh ini. Peperangan ini dimenangi Demak pada tahun 1527. Ia memerintah hingga tahun 1451. Terjadi jeda waktu tiga tahun tanpa raja akibat krisis pewarisan takhta. mulai muncul di bagian barat Nusantara[19]. Sengkala ini konon adalah tahun berakhirnya Majapahit dan harus dibaca sebagai 0041. Meskipun demikian kekuatan Majapahit telah melemah akibat konflik dinasti ini dan mulai bangkitnya kekuatan kerajaan-kerajaan Islam di pantai utara Jawa. oleh Girindrawardhana[21]. Menurut prasasti Jiyu dan Petak. karena penguasa Demak adalah keturunan Kertabhumi. Pada 1478 Ranawijaya mengalahkan Kertabhumi dan mempersatukan kembali Majapahit menjadi satu kerajaan. seniman. Singhawikramawardhana memindahkan ibu kota kerajaan lebih jauh ke pedalaman di Daha (bekas ibu kota Kerajaan Kediri) dan terus memerintah disana hingga digantikan oleh putranya Ranawijaya pada tahun 1474. Pada 1447.[22] Sejumlah besar abdi istana.[7]. Ia adalah putri kedua Wikramawardhana dari seorang selir yang juga putri kedua Wirabhumi. Girisawardhana. yaitu tahun 1400 Saka. Kuala Lumpur. Ratu Suhita. kekuatan kerajaan Islam pada awal abad ke-16 akhirnya mengalahkan sisa kerajaan Majapahit[23]. Dengan jatuhnya Daha yang dihancurkan oleh Demak pada tahun 1527. berakhirnya abad dianggap sebagai waktu lazim pergantian dinasti dan berakhirnya suatu pemerintahan[20]) hingga tahun 1527. pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai memasuki Nusantara. sebuah kerajaan perdagangan baru yang berdasarkan Islam. putra Kertawijaya. Bhre Pamotan menjadi raja dengan gelar Rajasawardhana dan memerintah di Kahuripan. Pada 1468 pangeran Kertabhumi memberontak terhadap Singhawikramawardhana dan mengangkat dirinya sebagai raja Majapahit. Demak dibawah pemerintahan Raden . Malaysia. Sebuah tampilan model kapal Majapahit di Muzium Negara. seperti di Semarang. Waktu berakhirnya Kemaharajaan Majapahit berkisar pada kurun waktu tahun 1478 (tahun 1400 saka. pengaruh Majapahit di seluruh Nusantara mulai berkurang. naik takhta pada 1456. Arti sengkala ini adalah ³sirna hilanglah kemakmuran bumi´. Peristiwa ini memicu perang antara Daha dengan Kesultanan Demak. Ia kemudian wafat pada 1466 dan digantikan oleh Singhawikramawardhana. maka Islam pun mulai memiliki pijakan di pantai utara Jawa. Ia wafat pada tahun 1453 AD. Setelah Kertawijayawafat. adik laki-lakinya. raja ke-11 Majapahit. dan anggota keluarga kerajaan mengungsi ke pulau Bali. Wikramawardhana memerintah hingga tahun 1426. Pada saat bersamaan. Suhita mangkat dan pemerintahan dilanjutkan oleh Kertawijaya. Ranawijaya memerintah pada kurun waktu 1474 hingga 1519 dengan gelar Girindrawardhana. Majapahit tak kuasa lagi membendung kebangkitan Kesultanan Malaka yang pada pertengahan abad ke-15 mulai menguasai Selat Malaka dan melebarkan kekuasaannya ke Sumatera. Demak. Ranawijaya mengaku bahwa ia telah mengalahkan Kertabhumi [21] dan memindahkan ibu kota ke Daha (Kediri). yaitu Kesultanan Malaka. pendeta.dan Arab di beberapa kota pelabuhan pantai utara Jawa. yang memerintah pada tahun 1426 sampai 1447. atau 1478 Masehi. Ketika Majapahit didirikan. Tuban. satu per satu mulai melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit. Namun demikian yang sebenarnya digambarkan oleh candrasengkala tersebut adalah gugurnya Bhre Kertabumi. Dalam tradisi Jawa ada sebuah kronogram atau candrasengkala yang berbunyi sirna ilang kretaning bumi. dan Ampel. Sementara itu beberapa jajahan dan daerah taklukan Majapahit di daerah lainnya di Nusantara. Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15.

(kemudian menjadi Sultan) Patah (Fatah). Beberapa kantung masyarakat Hindu Tengger hingga kini masih bertahan di pegunungan Tengger. merupakan pulau terbaik kedua yang pernah ada. Kelopak bunga katangga gugur tertiup angin dan bertaburan di atas atap. menyenangkan hati siapa saja yang memandangnya". dan raja dianggap sekaligus titisan Buddha.. dan Italia (Pigafetta) mengindikasikan bahwa telah terjadi perpindahan kekuasaan Majapahit dari tangan penguasa Hindu ke tangan Adipati Unus. [Dan] pulaunya berpenduduk banyak. ". Contoh candi Majapahit yang masih dapat ditemui sekarang adalah Candi Tikus dan Gapura Bajang Ratu di Trowulan. Saat itu setelah keruntuhan Majapahit. akan tetapi sangat mungkin terdapat beberapa pegawai atau abdi istana muslim saat itu. Kawasan Majapahit secara sederhana terbagi dalam tiga jenis: keraton termasuk kawasan ibu kota dan sekitarnya. serta wilayah-wilayah taklukan di kepulauan Nusantara yang menikmati otonomi luas. Nagarakertagama sama sekali tidak menyinggung tentang Islam.[2] Walaupun batu bata telah digunakan dalam candi pada masa sebelumnya.. dan Waisnawa (pemuja Wisnu) dipeluk oleh penduduk Majapahit. serta Kerajaan Sunda yang beribukota di Pajajaran di bagian barat. penguasa dari Kesultanan Demak. Agama Buddha. Siwa. diakui sebagai penerus kerajaan Majapahit. "Dari semua bangunan. antara tahun 1518 dan 1521 M[21]. Raja [Jawa] memiliki bawahan tujuh raja bermahkota.. Peristiwa utama dalam kalender tata negara digelar tiap hari pertama bulan Caitra (Maret-April) ketika semua utusan dari semua wilayah taklukan Majapahit datang ke istana untuk membayar upeti atau pajak. Nagarakretagama menyebutkan budaya keraton yang adiluhung dan anggun. Candi-candi Majapahit berkualitas baik secara geometris dengan memanfaatkan getah tumbuhan merambat dan gula merah sebagai perekat batu bata. Siwa. tidak ada yang tiang yang luput dari ukiran halus dan warna indah" [Dalam lingkungan dikelilingi tembok] "terdapat pendopo anggun beratap serat aren.. kawasan Bromo dan Semeru Kebudayaan Gapura Bajang Ratu.. serta sistem ritual keagamaan yang rumit. Portugis (Tome Pires).. diduga kuat menjadi gerbang masuk keraton Majapahit. Raja pulau ini memiliki istana yang luar biasa . wilayah-wilayah di Jawa Timur dan Bali yang secara langsung dikepalai oleh pejabat yang ditunjuk langsung oleh raja. Atap itu bagaikan rambut gadis yang berhiaskan bunga..[24] Ibu kota Majapahit di Trowulan merupakan kota besar dan terkenal dengan perayaan besar keagamaan yang diselenggarakan setiap tahun. arsitek Majapahitlah yang paling ahli menggunakannya[25].. Menurut Babad Tanah Jawi dan tradisi Demak. dengan cita rasa seni dan sastra yang halus. maupun Wisnu. indah bagai pemandangan dalam lukisan. Perlahan-lahan Islam mulai menyebar seiring mundurnya masyarakat Hindu ke pegunungan dan ke Bali. Catatan sejarah dari Tiongkok. ² Gambaran ibu kota Majapahit kutipan dari Nagarakertagama. Bangunan ini masih tegak berdiri di kompleks Trowulan. legitimasi Raden Patah karena ia adalah putra raja Majapahit Brawijaya V dengan seorang putri China. sisa kerajaan Hindu yang masih bertahan di Jawa hanya tinggal kerajaan Blambangan di ujung timur. Mojokerto. Demak memastikan posisinya sebagai kekuatan regional dan menjadi kerajaan Islam pertama yang berdiri di tanah Jawa.

Prasasti Canggu yang berangka tahun 1358 menyebutkan sebanyak 78 titik perlintasan berupa tempat perahu penyeberangan di dalam negeri (mandala Jawa). perak. Ia dikirim Paus untuk menjalankan misi Katolik di Asia Tengah. Peran ini tidak cocok dan tidak dapat dipenuhi oleh uang emas dan perak yang mahal. Madras. . Ia kembali ke Italia melalui jalan darat lewat Vietnam. Ia menyebutkan istana raja Jawa sangat mewah dan mengagumkan. tetapi selalu gagal dan berhasil diusir kembali. garam. (Koleksi Museum Gajah. Disebutkan raja Jawa menguasai tujuh raja bawahan. Jakarta) Majapahit merupakan negara agraris dan sekaligus negara perdagangan[14]. Kini Khan Agung dari China beberapa kali berperang melawan raja ini. sutra. menyeberangi Laut Hitam dan menembus Persia. emas. Menurut catatan Wang Ta-yuan.mengagumkan. [26] Catatan yang berasal dari sumber Italia mengenai Jawa pada era Majapahit didapatkan dari catatan perjalanan Mattiussi. Jawa. bahkan atapnya pun bersepuh emas. dan Srilanka.[24] Prasasti dari masa Majapahit menyebutkan berbagai macam pekerjaan dan spesialisasi karier. Ia juga menyebutkan raja Mongol beberapa kali berusaha menyerang Jawa. Ia mengunjungi beberapa tempat di Nusantara: Sumatera. komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada." ² Gambaran Majapahit menurut Mattiussi (Pendeta Odorico da Pordenone). Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Timur memastikan bahwa koin tersebut berasal dari era Majapahit. kain. dan berbagai rempah-rempah lainnya. Lalu menuju kepulauan Nikobar hingga mencapai Sumatera. dan burung kakak tua. kemukus. akan tetapi selalu gagal dan raja ini selalu berhasil mengalahkannya. Pada November 2008 sekitar 10. seorang pendeta Ordo Fransiskan dalam bukunya: "Perjalanan Pendeta Odorico da Pordenone". Disebutkan juga di pulau ini terdapat banyak cengkeh. dan jagal atau tukang daging. sebuah perubahan moneter penting terjadi: keping uang dalam negeri diganti dengan uang "kepeng" yaitu keping uang tembaga impor dari China.[27] Alasan penggunaan uang logam atau koin asing ini tidak disebutkan dalam catatan sejarah. hingga penjual minuman. Karena sangat besar. lalu mengunjungi Jawa dan Banjarmasin. Meskipun banyak di antara pekerjaan-pekerjaan ini sudah ada sejak zaman sebelumnya. Jawa Timur. terus hingga mencapai Kolkata. Di buku ini ia menyebut kunjungannya di Jawa tanpa menjelaskan lebih rinci tempat yang ia kunjungi. tangga dan bagian dalam ruangannya berlapis emas dan perak. [24] Beberapa gambaran mengenai skala ekonomi dalam negeri Jawa saat itu dikumpulkan dari berbagai data dan prasasti. Pajak dan denda dibayarkan dalam uang tunai. Pada 1318 ia berangkat dari Padua.388 keping koin China kuno seberat sekitar 40 kilogram digali dari halaman belakang seorang penduduk di Sidoarjo. pedagang Tiongkok. Ekonomi Jawa telah sebagian mengenal mata uang sejak abad ke-8 pada masa kerajaan Medang yang menggunakan butiran dan keping uang emas dan perak. namun proporsi populasi yang mencari pendapatan dan bermata pencarian di luar pertanian semakin meningkat pada era Majapahit. Ekonomi Celengan zaman Majapahit. sedangkan komoditas impornya adalah mutiara. pala. maka diperlukan uang pecahan kecil atau uang receh dalam sistem mata uang Majapahit agar dapat digunakan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari di pasar Majapahit. abad 14-15 Masehi Trowulan. Sekitar tahun 1300. dan Banjarmasin di Kalimantan. Kerajaan Jawa yang disebutkan disini tak lain adalah Majapahit yang dikunjungi pada suatu waktu dalam kurun 1318-1330 pada masa pemerintahan Jayanegara. pada masa pemerintahan raja pertama Majapahit. akan tetapi kebanyakan ahli menduga bahwa dengan semakin kompleksnya ekonomi Jawa. terus mengikuti Jalur Sutra menuju Eropa pada 1330. mulai dari pengrajin emas dan perak. China. penuh bersepuh emas dan perak.

Dalam Prasasti Wingun Pitu (1447 M) disebutkan bahwa pemerintahan Majapahit dibagi menjadi 14 daerah bawahan. Mereka biasanya merupakan saudara atau kerabat dekat raja dan bertugas dalam mengumpulkan penghasilan kerajaan. Mata uangnya dibuat dari campuran perak. Majapahit memiliki pejabat sendiri untuk mengurusi pedagang dari India dan Tiongkok yang menetap di ibu kota kerajaan maupun berbagai tempat lain di wilayah Majapahit di Jawa[30]. Aparat birokrasi Raja dibantu oleh sejumlah pejabat birokrasi dalam melaksanakan pemerintahan. Pejabat ini dapat dikatakan sebagai perdana menteri yang bersama-sama raja dapat ikut melaksanakan kebijaksanaan pemerintahan. [29] Kemakmuran Majapahit diduga karena dua faktor. dan China. penyerahan upeti. perak. para pejabat hukum keagamaan Dharmma-upapatti. yang disebut Paduka Bhattara. Struktur pemerintahan Majapahit memiliki struktur pemerintahan dan susunan birokrasi yang teratur pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. antara lain yaitu: y y y y Rakryan Mahamantri Katrini. catatan Odorico da Pordenone. Pajak khusus dikenakan pada orang asing terutama yang menetap semi-permanen di Jawa dan melakukan pekerjaan selain perdagangan internasional. dengan para putra dan kerabat dekat raja memiliki kedudukan tinggi. Perintah raja biasanya diturunkan kepada pejabat-pejabat di bawahnya. Selain itu. di antaranya pedagang dari India. yang disebut Bhattara Saptaprabhu. Faktor kedua. Selain itu. menyebutkan bahwa istana raja Jawa penuh dengan perhiasan emas.[32] Daerah-daerah bawahan tersebut yaitu: . biasanya dijabat putra-putra raja Rakryan Mantri ri Pakira-kiran. yang dipimpin oleh seseorang yang bergelar Bhre. para pejabat keagamaan Dalam Rakryan Mantri ri Pakira-kiran terdapat seorang pejabat yang terpenting yaitu Rakryan Mapatih atau Patih Hamangkubhumi. terdapat pula semacam dewan pertimbangan kerajaan yang anggotanya para sanak saudara raja. dan pertahanan kerajaan di wilayahnya masing-masing. sebagian dengan dukungan pemerintah. dan tampaknya struktur dan birokrasi tersebut tidak banyak berubah selama perkembangan sejarahnya [31]. dan barang dari besi. Raja dianggap sebagai penjelmaan dewa di dunia dan ia memegang otoritas politik tertinggi. timah putih. Pada masa jayanya Majapahit membangun berbagai infrastruktur irigasi. Pajak yang dikenakan pada komoditas rempah-rempah yang melewati Jawa merupakan sumber pemasukan penting bagi Majapahit. Pembagian wilayah Di bawah raja Majapahit terdapat pula sejumlah raja daerah. dan tembaga[28]. pelabuhan-pelabuhan Majapahit di pantai utara Jawa mungkin sekali berperan penting sebagai pelabuhan pangkalan untuk mendapatkan komoditas rempah-rempah Maluku.[24] Nagarakretagama menyebutkan bahwa kemashuran penguasa Wilwatikta telah menarik banyak pedagang asing. Faktor pertama. Siam. timah hitam. dewan menteri yang melaksanakan pemerintahan Dharmmadhyaksa. Khmer. biarawan Katolik Roma dari Italia yang mengunjungi Jawa pada tahun 1321.barang keramik. dan permata. lembah sungai Brantas dan Bengawan Solo di dataran rendah Jawa Timur utara sangat cocok untuk pertanian padi.

1447) Kertawijaya. Penaklukan Mataram atas Wirasaba tahun 1615 yang dipimpin langsung oleh Sultan Agung sendiri memiliki arti penting karena merupakan lokasi ibukota Majapahit.1466) Bhre Pandansalas.1498) Hudhara. 8. Legitimasi politik Kesultanan-kesultanan Islam Demak. bergelar Sri Jayanagara (1309 . 1. 2. Keraton-keraton Jawa Tengah memiliki tradisi dan silsilah yang berusaha membuktikan hubungan para rajanya dengan keluarga kerajaan Majapahit ² sering kali dalam bentuk makam leluhur. 7. 5. Penguasa ditandai dalam gambar ini.1468) Bhre Kertabumi. bergelar Brawijaya V (1468 . bergelar Brawijaya I (1447 . 10. 12.1389) Wikramawardhana (1389 . bergelar Brawijaya II (1451 . Perhatikan bahwa terdapat periode kekosongan antara pemerintahan Rajasawardhana (penguasa ke-8) dan Girishawardhana yang mungkin diakibatkan oleh krisis suksesi yang memecahkan keluarga kerajaan Majapahit menjadi dua kelompok[7].1429) Suhita (1429 . bergelar Brawijaya IV (1466 . pendirinya. Pajang. bergelar Brawijaya VII (1498-1518)[34] Warisan sejarah Majapahit telah menjadi sumber inspirasi kejayaan masa lalu bagi bangsa-bangsa Nusantara pada abadabad berikutnya. bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328 .1478) Girindrawardhana. Demak menyatakan legitimasi keturunannya melalui Kertabhumi. yang di Jawa merupakan bukti penting ² dan legitimasi dianggap meningkat melalui hubungan tersebut. keluarga penguasa Singhasari dan Majapahit.1328) Sri Gitarja. bergelar Brawijaya VI (1478 .1350) Hayam Wuruk. dan masyarakat Bali menganggap diri mereka penerus sejati kebudayaan Majapahit. menurut babad-babad keraton Demak dinyatakan sebagai anak Kertabhumi dan seorang Putri Cina. atau Suraprabhawa. 3. 6. bergelar Brawijaya III (1456 .[25] . 11. Bali secara khusus mendapat pengaruh besar dari Majapahit.1451) Rajasawardhana.1453) Purwawisesa atau Girishawardhana.y y y Daha Jagaraga Kabalan y y y Kahuripan Keling Kelinggapura y y y Kembang Jenar Matahun Pajang y y y Singhapura Tanjungpura Tumapel y y Wengker Wirabumi Raja-raja Majapahit Silsilah wangsa Rajasa. yang dikirim ke luar istana sebelum ia melahirkan. bergelar Kertarajasa Jayawardhana (1293 . Raden Patah. 9. 4. [33] Berikut adalah daftar penguasa Majapahit. dan Mataram berusaha mendapatkan legitimasi atas kekuasaan mereka melalui hubungan ke Majapahit. bergelar Sri Rajasanagara (1350 . 13.1309) Kalagamet. Raden Wijaya.

sedangkan Orde Baru menggunakannya untuk kepentingan perluasan dan konsolidasi kekuasaan negara. sebagai contoh gemilang masa lalu Indonesia. dan penyebaran teknik pembuatan keris berikut fungsi sosial dan ritualnya. bilah keris yang ringan tetapi kuat menjadi petunjuk kualitas sebuah keris. disamping Sriwijaya.[14] Dalam propaganda yang dijalankan tahun 1920-an.Para penggerak nasionalisme Indonesia modern. Selain keris. San Francisco) Majapahit memiliki pengaruh yang nyata dan berkelanjutan dalam bidang arsitektur di Indonesia. Persenjataan Pada zaman Majapahit terjadi perkembangan.[35]Sukarno juga mengangkat Majapahit untuk kepentingan persatuan bangsa. negara Indonesia modern meliputi wilayah yang luas dan secara politik berpusat di pulau Jawa.[36] Sebagaimana Majapahit. telah merujuk pada Majapahit. terutama di bagian barat. Teknik pembuatan keris mengalami penghalusan dan pemilihan bahan menjadi semakin selektif. Partai Komunis Indonesia menyampaikan visinya tentang masyarakat tanpa kelas sebagai penjelmaan kembali dari Majapahit yang diromantiskan. berkembang pula teknik pembuatan dan penggunaan tombak. Arsitektur Sepasang patung penjaga gerbang abad ke-14 dari kuil Majapahit di Jawa Timur (Museum of Asian Art. termasuk mereka yang terlibat Gerakan Kebangkitan Nasional di awal abad ke-20. Keris pra-Majapahit dikenal berat namun semenjak masa ini dan seterusnya. Penggunaan keris sebagai tanda kebesaran kalangan aristokrat juga berkembang pada masa ini dan meluas ke berbagai penjuru Nusantara. Majapahit kadang dijadikan acuan batas politik negara Republik Indonesia saat ini. Penggambaran bentuk paviliun (pendopo) berbagai bangunan di ibukota Majapahit dalam kitab Negarakretagama telah menjadi inspirasi bagi arsitektur berbagai bangunan keraton di Jawa serta Pura dan kompleks perumahan masyarakat di Bali masa kini. pelestarian. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful