Tabel 2. F. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Tn.

“Y” DENGAN GANGGUAN ISI PIKIR : WAHAM KEBESARAN DI RUANG SAWIT BADAN PENGELOLA RUMAH SAKIT DADI MAKASSAR : Tn.”Y” : Laki – Laki : 49 Tahun Tanggal MRS Tgl. Pengkajian No. RM : 13/06/09 : 18/08/09 : 00 41 11

Nama Klien Jenis Kelamin Umur

Diagnosa Medis : Skizofrenia YTT No 1 Diagnosa Keperawatan Kerusakan komunikasi verbal b/d waham kebesaran. Tujuan TUM: Klien dapat melakukan komunikasi tanpa adanya waham. TUK 1: Klien dapat membina hubungan saling percaya. 1.1 Ekspresi wajah bersahabat, klien nampak tenang, mau berjabat 1.1.1 Bina hubungan saling Hubungan saling percaya percaya dengan klien sebagai dasar interaksi dengan menggunakan/ perawat dan klien komunikasi Rencana Asuhan Keperawatan Kriteria Evaluasi Intervensi Rasional

61

tangan, membalas salam, mau duduk dekat perawat.

terapeutik. a. Sapa klien dengan ramah, baik secara verbal maupun non verbal. b. Perkenalkan nama perawat c. Tanyakan nama lengkap klien dan panggilan yang disukai d. Jelaskan tujuan pertemuan e. Jujur dan menepati janji f. Bersikap empati & menerima apa adanya 2.1.1 Beri pujian pada penampilan diri dan kemampuan diri yang realistis. 2.1.2 Diskusikan dengan klien kemampuan yang dimiliki pada Ungkapan perasaan klien pada perawat sebagai bukti bahwa klien mulai mempercayai perawat. Untuk meningkatkan harga diri klien

TUK 2: Klien dapat mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki.

2.1 Klien dapat menyebutkan kemampuan yang dimilikinya

62

1. Untuk mengetahui kebutuhan klien yang 3.1.3 Hubungkan kebutuhan klien 63 . melakukannya saat ini.1.1 Klien dapat menyebutkan kebutuhan yang tidak terpenuhi.3 Tanyakan apa yang biasa dilakukan. Untuk mengetahui kemampuan klien yang lalu dan saat ini. 2. 3. 3. TUK 3: Klien dapat mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi.2 Diskusikan kebutuhan klien yang tidak terpenuhi baik selama di rumah maupun di rumah sakit. Untuk mengetahui kebutuhan klien yang belum terpenuhi di rumah sakit. 2. Membantu klien untuk mengekspresikan perasaannya Menunjukkan bahwa perawat sungguhsungguh menjadi pendengar yang baik.1. dengarkan sampai kebutuhan waham klien tidak ada.4 Jika klien selalu bicara tentang wahamnya.waktu yang lalu dan saat ini yang realistis. kemudian anjurkan untuk. 3.1.1 Observasi kebutuhan klien sehari-hari.

TUK 5: Klien mendapat dukungan keluarga 5.1 Berbicara dengan klien dalam konteks realitas (realita diri.1 Keluarga dapat membina hubungan saling percaya Agar terbina rasa percaya keluarga kepada perawat 64 . 3. dan waktu). orang lain. 5.2 Sertakan klien dalam terapi realitas kelompok: orientasi realitas. 4. tempat.tidak terpenuhi dan apa ada hubungannya dengan waham. dengan timbulnya waham.1 Bina hubungan saling percaya dengan keluarga dengan prinsip komunikasi Dapat membawa klien ke arah realitas.1.1 Klien mampu membedakan antara pikiran dan realita 4.1. Dapat menstimulasi kemampuan orientasi realitas klien. kebutuhan klien yang memerlukan waktu dan tenaga. TUK 4: Klien dapat berhubungan dengan realita 4.4 Tingkatkan aktivitas Mengetahui penyabab yang dapat memenuhi timbulnya waham.1. 4.1.1.3 Berikan pujian pada tiap kegiatan positif yang dilakukan klien. Dapat meningkatkan harga diri klien.

3 Berikan obat dengan benar. frekuensi. Follow up dan obat.2 Klien mendapat dukungan dari keluarga.1 Diskusikan dengan keluarga tentang: a. dosis.2.2 Anjurkan klien/teman untuk melakukan dengan bantuan perawat.1. 6. 5.terapeutik. 5. dan akibat penghentian.2.1 Klien mengkonsumsi obatnya dengan benar Meningkatkan pengetahuan dan motivasi klien untuk minum obat secara teratur. 6.1. Lingkungan keluarga d.2 Diskusikan perasaan klien setelah minum obat. Melihat dan mengetahui reaksi obat Membantu klien menggunakan obat dengan baik dan benar. efek.1 Diskusikan dengan klien dan keluarga tentang obat. Cara merawatnya c. 65 . 5. 6. Meningkatkan support sistem yang adekuat dan meningkatkan pengetahuan keluarga Memandirikan keluarga TUK 6: Klien dapat menggunakan obat dengan benar 6.1. Gangguan waham b.

66 . klien kemampuan yang masih dapat digunakan pada saat sakit.1.1. 1. Bagian yang realistis dapat menambah kepercayaan diri klien. TUM : Klien dapat berhubungan dengan orang lain secara optimal. Dapat meningkatkan rasa percaya diri klien. 2.1 Utamakan memberi kemampuan pujian yang realistis. yang dapat 2. 1. 1. Penilaian negatif dapat memperberat harga diri rendah klien. TUK 2 : Klien dapat menilai kemampuan yang digunakan.1 Klien menilai 2.2 Perubahan proses pikir: waham kebesaran b/d harga diri rendah.1 Klien dapat menyebutkan kemampuan dan aspek positif yang dimilikinya. 1.2 Setiap bertemu dengan klien hindari penilaian negatif.1 Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki oleh klien.1. Untuk mengetahui klien lebih dalam aspek positif yang dimiliki klien.2 Diskusikan dengan digunakan.3 Utamakan memberi pujian yang realistis.1. TUK 1: Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimilikinya.1.

Dapat mempertahankan kemampuan yang dimiliki klien.2 Tingkatkan kegiatan sesuai toleransi kondisi klien.1. Memberi role model bagi klien sehingga ada keinginan untuk melakukan kegiatan.1 Klien membuat rencana kegiatan harian. 4.2.1 Beri kesempatan klien untuk mencoba kegiatan yang telah direncanakan.1.1. 3. Dapat meningkatkan harga diri klien TUK 4 : Klien dapat melakukan kegiatan sesuai dengan kondisi sakit dan kemampuannya. 4.1.3 Beri contoh pelaksanaan di rumah. 4.3 Diskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat dilanjutkan penggunaannya setelah pulang. Memberikan klien gambaran tentang kemampuannya.1. TUK 3 : Klien dapat menetapkan dan merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.1. 3. 3. 3. Untuk mengetahui apakah klien mampu atau tidak melakukan kegiatan. 67 .1 Klien melakukan kegiatan sesuai dengan kondisi sakit dan kemampuan klien.1 Rencanakan dengan klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan.2 Beri pujian atas keberhasilan klien Dengan adanya jadwal klien dapat beraktivitas setiap hari secara teratur.

TUK 5 : Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung. Mempercepat kesembuhan karena dapat meningkatkan kemampuan klien menilai realita kesadaran diri dan fungsi mental. Sebagai dasar klien dan keluarga dalam melakukan perawatan atas kegiatan di rumah.1 Klien memanfaatkan system pendukung yang ada pada diri klien. 5. Sebagai motivasi agar klien lekas sembuh.1. 5. 5.5 Dorong klien untuk minum obat sesuai indikasi/anjuran. 5.3 Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah 5. Mengurangi stressor pada klien.1 Beri pendidikan kesehatan kepada klien dan keluarga tentang cara merawat klien harga diri rendah.1.1. Untuk memastikan apakah klien bisa melanjutkan kegiatan di rumah.1.melakukan kegiatan. 4. 5.2 Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat. 68 .3 Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah.1.1. Sebagai acuan kepada keluarga dalam merawat klien di rumah.4 Ciptakan lingkungan yang tenang.

Dengan diskusi perawat d dapat memahami e penyebab klien berduka. TUK 1 : Klien dapat mengidentifikasi kemungkinan faktor yang mengakibatkan proses berduka. 2.3 Gangguan konsep diri : harga diri rendah berhubungan dengan berduka disfungsional TUM : Klien dapat mengungkapkan dirinya telah selesai dalam proses berduka.1 Klien diharapkan berusaha menghilangkan atau mengurangi proses berduka. 69 . 1. n Agar klien merasa diperk hatikan oleh perawat. 1 D i s k u s i k a n Mengungkapkan perasaan dalam suatu lingkungan yang tidak mengancam akan menolong klien untuk sampai pada keadaan yang membuat dia tidak ragu-ragu lagi untuk mengung-kapkan perasaannya TUK 2 : Klien dapat mengurangi atau menghilangkan faktor penyebab proses berduka. n g Cara efektif dapat mengua rangi proses berduka. 1.1 Dalam 1-2 hari klien dapat mengung-kapkan penyebab proses berduka.1.

kan n masalahnya.l i e n p e r u b a h a n p e r a n TUK 4 : Klien dapat menyusun rencana cara-cara menyelesaikan masalah yang dihadapi 4. Untuk meningkatkan peran serta klien dalam mengatasi proses berdukanya. Untuk mengetahui cara d klien dalam a mengekspresi.1 Dalam 1-2 hari klien dapat mengungkapkan cara-cara yang telah disusun Peran serta klien membuktikan bahwa klien dapat menerima kenyataan tentang dirinya. h u Untuk meminimalkan b terjadinya proses berduka 70 .1 Dalam jangka 12 hari klien dapat menerima kenyataan tentang dirinya. Keluarga dapat membantu untuk meningkatkan mekanisme koping klien TUK 3 : Klien dapat menerima realita perubahan peran dan keadaannya 3.

u yang berkepanjangan. n g a n n y a d e n g a n h a l y a n g h i l 71 .

1. 2 O b s e r v a s i e k s p r e s i k l i e n 72 .a n g 1.

1 I d e n 73 . 2.1.p a d a s a a t d i s k u s i .

t i f i k a s i d e n g a n k l i e n c a r a m 74 .

e n g a t a s i p e r a s a a n b e r d u k a d i 75 .

2.m a s a l a l u . 2 N i l a i c a r a e f e k t 76 .1.

1.i f d a n t i d a k e f e k t i f . 2. 3 I d e n 77 .

t i f i k a s i d a n h a r g a i s o s i a l b 78 .

u d a y a . a g a m a s e r t a k e p e r c a y a 79 .

a n y a n g d i a n u t k l i e n d a l a m m 80 .

81 .e n g a t a s i p e r a s a a n b e r d u k a .

1 Diskusikan cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak proses berduka.2 Anjurkan klien memilih cara yang sesuai. 4.2 Libatkan klien dalam kelompok klien dengan masalah berduka.3 Tingkatkan dukungan keluarga pada klien terutama pasangan.1. 3.1.1 Dorong klien untuk merawat diri dan berperan serta dalam asuhan keperawatan klien secara bertahap. 3.3.1. 4.1.1. 82 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful