P. 1
HUKUMPIDANA

HUKUMPIDANA

|Views: 10,877|Likes:

More info:

Published by: Galih Ramdhan Permana on Mar 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2013

pdf

text

original

Sections

  • Pengertian Hukum Pidana Pengertian Hukum Pidana (1) (1)
  • Pengertian Hukum Pidana Pengertian Hukum Pidana (2) (2)
  • Pengertian Hukum Pidana Pengertian Hukum Pidana (3) (3)
  • Pengertian Hukum Pidana Pengertian Hukum Pidana (4) (4)
  • Pembagian Hukum Pidana Pembagian Hukum Pidana
  • Ilmu Hukum Pidana & Ilmu Ilmu Hukum Pidana & Ilmu--ilmu ilmu
  • lainnya lainnya
  • KUHP dan Sejarahnya KUHP dan Sejarahnya
  • Jaman VOC Jaman VOC
  • Jaman Hindia Belanda Jaman Hindia Belanda
  • Jaman Jepang Jaman Jepang
  • Jaman Kemerdekaan Jaman Kemerdekaan (1) (1)
  • Jaman Kemerdekaan Jaman Kemerdekaan (2) (2)
  • KUHP KUHP
  • Pembaharuan Hukum Pidana Pembaharuan Hukum Pidana
  • UU Pidana di luar KUHP UU Pidana di luar KUHP
  • Pasal 1 KUHP Pasal 1 KUHP
  • Ps 28i UUD 1945 Ps 28i UUD 1945
  • UU No. 39/ 1999 ttg HAM UU No. 39/ 1999 ttg HAM
  • UU No. 26/ 2000 ttg Pengadilan UU No. 26/ 2000 ttg Pengadilan
  • PENAFSIRAN & ANALOGI PENAFSIRAN & ANALOGI
  • Tempus delicti penting diketahui Tempus delicti penting diketahui
  • dalam hal dalam hal22::
  • Teori Teori22Tempus Delicti Tempus Delicti
  • Teori Teori22Locus Delicti Locus Delicti
  • Locus delicti penting diketahui Locus delicti penting diketahui
  • dalam hal2 : dalam hal2 :
  • Teori mana yg dipilih ? Teori mana yg dipilih ?
  • Tindak Pidana Tindak Pidana (1) (1)
  • Tindak Pidana Tindak Pidana (2) (2)
  • Jenis Delik Jenis Delik (1) (1)
  • Jenis Delik Jenis Delik (2) (2)
  • Jenis Delik Jenis Delik (3) (3)
  • Tindak Pidana Tindak Pidana (5) (5)
  • Tindak Pidana Tindak Pidana (6) (6)
  • KESALAHAN KESALAHAN
  • Culpa Culpa(2) (2)
  • KAUSALITAS KAUSALITAS
  • Pengertian Kausalitas Pengertian Kausalitas
  • Ajaran Kausalitas Ajaran Kausalitas
  • Ajaran Conditio Sine Qua Non Ajaran Conditio Sine Qua Non
  • Pembatasan Ajaran Von Buri Pembatasan Ajaran Von Buri
  • Teori Teori--teori menggeneralisasi (1) teori menggeneralisasi (1)
  • Teori Teori--teori menggeneralisasi (2) teori menggeneralisasi (2)
  • Teori Teori--teori menggeneralisasi (3) teori menggeneralisasi (3)
  • Teori Relevansi Teori Relevansi
  • Sifat Melawan Hukum Sifat Melawan Hukum
  • Pembuktian Melawan Hukum Pembuktian Melawan Hukum
  • Konsekuensi aliran Materiil Konsekuensi aliran Materiil
  • POGING (PERCOBAAN) POGING (PERCOBAAN)
  • PPercobaan sebagai Suatu Delik ercobaan sebagai Suatu Delik
  • yang Telah Selesai yang Telah Selesai
  • PPercobaan Melakukan Tindak ercobaan Melakukan Tindak
  • Pidana yang Tidak Dilarang Pidana yang Tidak Dilarang
  • Syarat Percobaan yg dapat Syarat Percobaan yg dapat
  • dipidana dipidana
  • Permulaan Pelaksanaan Permulaan Pelaksanaan
  • CONTOH KASUS CONTOH KASUS
  • Pendapat Hoge Raad Pendapat Hoge Raad

HUKUM PÌDANA HUKUM PÌDANA

HPÌ 10102 HPÌ 10102
3 SKS 3 SKS
TOPO SANTOSO, SH.MH TOPO SANTOSO, SH.MH
Pengertian Hukum Pidana Pengertian Hukum Pidana (1) (1)
Prof. Moeljatno Prof. Moeljatno
· Hukum Pidana adalah bagian dari keseluruhan hukum yg berlaku di
suatu negara, yg mengadakan dasar-dasar dan aturan untuk :
1) menentukan perbuatan-perbuatan mana yg tidak boleh dilakukan,
yg dilarang, dg disertai ancaman atau sanksi berupa pidana tertentu
bagi barangsiapa melanggar larangan tsb; Criminal Act
2) menentukan kapan dan dalam hal-hal apa kepada mereka yg
telah melanggar larangan-larangan itu dapat dikenakan atau dijatuhi
pidana sebagaimana yg telah diancamkan ; Criminal Liability/
Criminal Responsibility
1) dan 2) = Substantive Criminal Law / Hukum Pidana Materiil
3) menentukan dengan cara bagaimana pengenaan pidana itu
dapat dilaksanakan apabila ada orang yang disangka telah
melanggar larangan tsb. Criminal Procedure/ Hukum Acara
Pidana
Pengertian Hukum Pidana Pengertian Hukum Pidana (2) (2)
Prof. Pompe Prof. Pompe
· Hukum Pidana adalah semua aturan-
aturan hukum yang menentukan terhadap
perbuatan-perbuatan apa yang
seharusnya dijatuhi pidana, dan apakah
macamnya pidana itu
Pengertian Hukum Pidana Pengertian Hukum Pidana (3) (3)
Prof. Simons Prof. Simons
· Hukum Pidana adalah kesemuanya
perintah-perintah dan larangan-larangan
yang diadakan oleh negara dan yang
diancam dengan suatu nestapa (pidana)
barangsiapa yang tidak mentaatinya,
kesemuanya aturan-aturan yg
menentukan syarat-syarat bagi akibat
hukum itu dan kesemuanya aturan-aturan
untuk mengadakan (menjatuhi) dan
menjalankan pidana tersebut.
Pengertian Hukum Pidana Pengertian Hukum Pidana (4) (4)
Prof. Van Hamel Prof. Van Hamel
· Hukum Pidana adalah semua dasar-dasar
dan aturan-aturan yang dianut oleh suatu
negara dalam menyelenggarakan
ketertiban hukum (rechtsorde) yaitu
dengan melarang apa yang bertentangan
dengan hukum dan mengenakan suatu
nestapa kepada yang melanggar
larangan-larangan tersebut
Pembagian Hukum Pidana Pembagian Hukum Pidana
· Hukum Pidana
Materiil (Hukum
Pidana)
· Hukum Pidana Formil
(Hukum Acara
Pidana)
Ìlmu Hukum Pidana & Ìlmu Ìlmu Hukum Pidana & Ìlmu- -ilmu ilmu
lainnya lainnya
· Kriminologi : 0byek studinya --> kejahatan,
penjahat, reaksi masyarakat terhadap kejahatan &
penjahat
· Kriminalistik :
· Ìlmu Forensik:
· Psikiatri Kehakiman :
· Sosiologi Hukum :
KUHP dan Sejarahnya KUHP dan Sejarahnya
· Andi Hamzah
- Jaman VOC
- Jaman Hindia
Belanda
- Jaman Jepang
- Jaman Kemerdekaan
· Utrecht
-Jaman VOC
-Jaman Daendels
-Jaman Raffles
-Jaman Komisaris
Jenderal
-Tahun 1848-1918
-KUHP tahun 1915 -
sekarang
Jaman VOC Jaman VOC
· Statuten van Batavia
· Hk. Belanda kuno
· Asas2 Hk. Romawi
º Di daerah lainnya berlaku
Hukum Adat
º mis. Pepakem Cirebon
Jaman Hindia Belanda Jaman Hindia Belanda
· Dualisme dalam H. Pidana
1. Putusan Raja Belanda 10/2/1866 (S.1866 no.55) -
-> Orang Eropa
2. Ordonnantie 6 Mei 1872 (S.1872) --> Orang
Ìndonesia & Timur Asing
· Unifikasi :
Wetboek van Strafrecht voor Nederlandsch - Ìndie
- Putusan Raja Belanda 15/10/1915 Berlaku 1/1/1918
disertai
- Putusan Raja Belanda 4/5/1917 (S.1917 no. 497) :
mengatur peralihan dari H. Pidana lama --> H.
Pidana baru.
Jaman Jepang Jaman Jepang
· WvSÌ masih berlaku
· Osamu Serei (UU) No. 1
Tahun 1942, berlaku
7/3/1942
· H. Pidana formil yang
mengalami banyak
perubahan
Jaman Kemerdekaan Jaman Kemerdekaan (1) (1)
· UUD 1945 Ps. ÌÌ Aturan
Peralihan
Segala Badan Negara
dan Peraturan yang
ada masih berlaku
selama belum diadakan
yang baru menurut
UUD ini
Jaman Kemerdekaan Jaman Kemerdekaan (2) (2)
· UU No. 1 Tahun 1946 : Penegasan tentang Hukum
Pidana yang berlaku di Ìndonesia
· Berlaku di Jawa-Madura (26/2/1946)
· PP No. 8 Tahun 1946 : Berlaku di Sumatera
· UU No. 73 Tahun 1958 : " Undang-undang tentang
menyatakan berlakunya UU No. 1 Tahun 1946
tentang Peraturan Hukum Pidana untuk seluruh
wilayah RÌ dan mengubah Kitab Undang-undang
Hukum Pidana¨
SUMBER SUMBER- -SUMBER HUKUM SUMBER HUKUM
PÌDANA DÌ ÌNDONESÌA PÌDANA DÌ ÌNDONESÌA
· KUHP (beserta UU
yang merubah &
menambahnya)
· UU Pidana di luar
KUHP
· Ketentuan Pidana
dalam Peraturan
perundang-undangan
non-pidana
KUHP KUHP
· Buku Ì : Ketentuan Umum (ps 1 ÷ ps
103)
Pasal 103 Ketentuan-ketentuan dalam
Bab Ì sampai Bab VÌÌÌ buku Ì juga berlaku
bagi perbuatan-perbuatan yang oleh
ketentuan perundang-undangan lainnya
diancam dengan pidana, kecuali jika oleh
undang-undang ditentukan lain
· Buku ÌÌ : Kejahatan (ps 104 ÷ 488)
· Buku ÌÌÌ : Pelanggaran (ps 489 ÷ 569)
Beberapa UU yang merubah & menambah Beberapa UU yang merubah & menambah
KUHP (1) KUHP (1)
· UU No.1/1946 : berlakunya KUHP, perubahan
beberapa istilah, penghapusan beberapa pasal,
penambahan pasal-pasal baru : Bab ÌX - XVÌ
· UU No. 20/1946 : tambahan jenis pidana Ps 10 a KUHP
--> pidana Tutupan
· UU drt No. 8/1955 : menghapus Ps 527
· UU No. 73/1958 : menyatakan UU No. 1/1946 berlaku
di seluruh Ìndonesia, tambahan Ps 52a, 142a, 154a
· UU drt No. 1/1960 : menambah ancaman pidana dari
Ps 188, 359, 360 menjadi 5 Tahun penjara atau 1 tahun
kurungan
Beberapa UU yang merubah & menambah Beberapa UU yang merubah & menambah
KUHP (2) KUHP (2)
· Perpu No. 16/1960 : penambahan nilai terhadap
beberapa kejahatan ringan : Ps 364, 373, 379, 384, 407
(1)
· Perpu No. 18/1960 : pidana denda dilipatgandakan 15 X
· UU No. 1/PNPS/1965 : tambahan Ps 156 a
· UU No. 7/1974 : tambahan sanksi untuk judi Ps 303
menjadi 10 juta & denda 25 juta, Ps 542 (1) menjadi
Kejahatan, Ps 303 bis pidana menjadi 4 tahun, denda 10
juta.
· UU No. 4/1976 perubahan dan penambahan tentang
Kejahatan penerbangan : Ps 3, Ps 4 angka 4, Ps 95a,
95b,95c, Bab XXÌX A.
· UU No. 20/2001 : menghapus pasal-pasal tentang
korupsi dari KUHP
Pembaharuan Hukum Pidana Pembaharuan Hukum Pidana
RUU KUHP Nasional RUU KUHP Nasional
· Sejarah Penyusunan
· Metode & Sumber
penyusunan
· Beberapa asas yg berubah
· Tindak pidana2 baru
· Pasal-pasal kontroversial
UU Pidana di luar KUHP UU Pidana di luar KUHP
· UU Anti Subversi, UU No. 11/PNPS/1963
(Sudah dihapus)
· UU Pemberantasan T.P. Korupsi, UU No.
20/2001 jo UU No. 31/1999
· UU Tindak Pidana Ekonomi, UU No.
7/drt/1955
· Perpu 1/2002 UU 15/2003 Anti
Terorisme
· UU Money Laundering
Contoh UU non pidana yang memuat sanksi Contoh UU non pidana yang memuat sanksi
pidana pidana
· UU Lingkungan
· UU Pers
· UU Pendidikan Nasional
· UU Perbankan
· UU Pajak
· UU Partai Politik
· UU pemilu
· UU Merek
· UU Kepabeanan
· UU Pasar Modal
Hukum Pidana Umum & Khusus Hukum Pidana Umum & Khusus
· H. Pidana Umum
1. H.Pidana non militer
2. KUHP & UU yg
merubah &
menambahnya
3. H. Pidana yg. Berlaku
umum (KUHP,
TPE,TPK, TPS, dll)
· H. Pidana Khusus
1. H. Pidana militer
2. TPE,TPK,TPS, H.Pid.
militer, H.Pid. Fiskal
3. UU non pidana yg.
Bersanksi pidana
Pasal 1 KUHP Pasal 1 KUHP
(1) Tiada suatu perbuatan dapat dipidana,
kecuali berdasarkan kekuatan ketentuan
perundang-undangan pidana yang telah
ada sebelumnya.
(2) Jika ada perubahan dalam perundang-
undangan sesudah perbuatan dilakukan,
maka terhadap terdakwa diterapkan
ketentuan yang paling menguntungkan .
ASAS YG TERCAKUP DLM ASAS YG TERCAKUP DLM
PASAL 1 (1) KUHP PASAL 1 (1) KUHP
· Nullum delictum, nulla poena sine praevia
lege poenali :
· Tiada delik, tiada hukuman tanpa suatu
peraturan yg terlebih dahulu menyebut
perbuatan yang bersangkutan sebagai
suatu delik dan yang memuat suatu
hukuman yg dapat dijatuhkan atas delik itu
Asas Asas- -asas dalam asas dalam
Pasal 1 ayat (1 ) KUHP Pasal 1 ayat (1 ) KUHP
1. Asas Legalitas 1. Asas Legalitas
2. Asas Larangan berlaku surut 2. Asas Larangan berlaku surut
3. Asas Larangan 3. Asas Larangan
penggunaan Analogi penggunaan Analogi
ASAS LARANGAN BERLAKU ASAS LARANGAN BERLAKU
SURUT SURUT
· Undang-undang pidana berjalan ke depan
dan tidak ke belakang :
X --------- UU Pidana -------------
Larangan berlaku surut (dan pengecualiannya) Larangan berlaku surut (dan pengecualiannya)
dalam berbagai ketentuan dalam berbagai ketentuan
Nasional
· Ps 28i UUD 1945
· Ps 18 (2) dan Ps 18 (3) UU No. 39 Tahun 1999
· Ps 43 UU No. 26 Tahun 2000
· Perpu 1/2002 & 2/2002 UU 15/2003 ; UU 16/2003
Ìnternasional
· Ps 15 (1) dan (2) ÌCCPR
· Ps 22, 23, dan 24 ÌCC
Ps 28i UUD 1945 Ps 28i UUD 1945
· ". hak untuk tidak dituntut atas dasar
hukum yang berlaku surut adalah hak
asasi manusia yang tidak dapat dikurangi
dalam keadaan apapun.¨
UU No. 39/ 1999 ttg HAM UU No. 39/ 1999 ttg HAM
· Ps 18 (2)
Setiap orang tidak
boleh dituntut untuk
dihukum atau dijatuhi
pidana, kecuali
berdasarkan suatu
peraturan perundang-
undangan yang
sudah ada sebelum
tindak pidana itu
dilakukan
· Ps 18 (3)
Setiap ada perubahan
dalam peraturan
perundang-undangan
maka berlaku ketentuan
yang paling
menguntungkan bagi
tersangka
UU No. 26/ 2000 ttg Pengadilan UU No. 26/ 2000 ttg Pengadilan
HAM HAM (bisa berlaku surut ?) (bisa berlaku surut ?)
(1) Pelanggaran hak asasi
manusia yg. Berat yg.
Terjadi sebelum
diundangkannya UU ini,
diperiksa dan diputus
oleh pengadilan HAM ad
hoc.
(2) Pengadilan HAM ad hoc
sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) dibentuk
atas usul DPR Ìndonesia
berdasarkan peristiwa
tertentu dg. Keputusan
presiden.
· Penjelasan Ps 43 (2)
" Dalam hal DPR Ìndonesia
mengusulkan
dibentuknya Pengadilan
HAM ad hoc, DPR
Ìndonesia mendasarkan
pada dugaan telah
terjadinya pelanggaran
HAM yang berat yg
dibatasi pada locus dan
tempus delicti tertentu yg
terjadi sebelum
diundangkannya undang-
undang ini.
UU Anti Terorisme dan Putusan UU Anti Terorisme dan Putusan
MK MK
· MK membatalkan ketentuan berlaku surut
dalam UU Anti Terorisme krn
bertentangan dengan UUD 1945
PENAFSÌRAN & ANALOGÌ PENAFSÌRAN & ANALOGÌ
· Penafsiran :
Otentik
Sistematis
Gramatikal
Historis
Sosiologis
Teleologis
Ekstensif
Penafsiran Ekstensif Vs
Analogi ?
· Putusan HR 23 Mei 1921 (kasus
pencurian listrik di Gravenhage)
· Putusan Rechtbank Leeuwarden,
10 Des 1919 (pencurian sapi)
· Taverne Vs para sarjana pidana
lainnya (Van Hattum, Simons,
Zevenbergen, Van Hamel)
Pendapat Scholten Pendapat Scholten
( (dan juga Utrecht) (1) dan juga Utrecht) (1)
· Pada hakekatnya tidak ada perbedaan antara penafsiran
ekstensif dan analogi. Dalam kedua hal itu hakim
membuat konstruksi , yaitu membuat (mencari) suatu
pengertian hukum yang lebih tinggi. Hakim membuat
suatu kaidah yang lebih tinggi dan yang dapat dijadikan
dasar beberapa ketentuan yang mempunyai kesamaan.
Mis.
· Mengambil = mengadakan suatu perbuatan yang bermaksud
memindahkan sesuatu benda dari tangan yang satu ke tangan
yang lain
Pendapat Scholten Pendapat Scholten
( (dan juga Utrecht) (2) dan juga Utrecht) (2)
· PENAFSÌRAN
EKSTENSÌF
· Hakim meluaskan
lingkungan kaidah
yang lebih tinggi
sehingga perkara
yang bersangkutan
termasuk juga di
dalamnya
· ANALOGÌ
· Hakim membawa
perkara yang harus
diselesaikan ke dalam
lingkungan kaidah
yang lebih tinggi
Pasal 1 ayat (2) KUHP Pasal 1 ayat (2) KUHP
- -++----------- -----------++--------------- ---------------++---- ---->>
UU UU Perbuatan Perbuatan Perubahan UU Perubahan UU
· · Perubahan UU ? Perubahan UU ? ...... ......
Teori : (1) Teori formil (2) Teori materiil terbatas (3) Teori : (1) Teori formil (2) Teori materiil terbatas (3)
Teori materiil tidak terbatas Teori materiil tidak terbatas
· · Paling menguntungkan Paling menguntungkan ? ...... ? ......
· · Terserah pada praktek & hanya dapat ditentukan Terserah pada praktek & hanya dapat ditentukan
untuk masing2 perkara sendiri (in concreto). Hal ini untuk masing2 perkara sendiri (in concreto). Hal ini
tidak dapat ditentukan sec. Umum (in abstracto) tidak dapat ditentukan sec. Umum (in abstracto)
· · Periksa : Utrecht h.228 Periksa : Utrecht h.228
Perubahan UU yg dimaksud Pasal Perubahan UU yg dimaksud Pasal
1 (2) KUHP 1 (2) KUHP
· Teori Formil :Ada perubahan undang-undang kalau redaksi undang-
undang pidana berubah (simons)
ditolak oleh Putusan HR 3 Des 1906 , kasus ps 295 sub 2 KUHP,
batas dewasa 23 21 tahun dlm BW
· Teori Materiil Terbatas : Tiap perubahan sesuai dg suatu perubahan
perasaan (keyakinan) hukum pada pembuat undang-undang (jadi
tidak boleh diperhatikan perubahan keadaan karena waktu)
· Teori Materiil tidak Terbatas : tiap perubahan ÷ baik dalam perasaan
hukum dari pembuat undang-undang maupun dalam keadaan
karena waktu ÷ boleh diterima sebagai suatu perubahan dalam
undang-undang
Sesuai HR 5 Des 1921
Tempus delicti penting diketahui Tempus delicti penting diketahui
dalam hal dalam hal2 2 ::
· Kaitannya dg Ps 1 KUHP
· Kaitannya dg aturan tentang Daluwarsa
· Kaitannya dg ketentuan mengenai pelaku
tindak pidana anak : Ps 45,46,47 KUHP
atau UU Pengadilan Anak
Teori Teori2 2 Tempus Delicti Tempus Delicti
· 1. Teori Perbuatan fisik (dc lccr van
dc licIamclijlc daadi
· 2. Teori bekerjanya alat yg digunakan
(dc lccr van Ici insirumcni
· 3. Teori Akibat (dc lccr van Ici
gcvolgi
· 4. Teori waktu yg jamak (dc lccr van
dc mccrvoudigc iijdi
Teori Teori2 2 Locus Delicti Locus Delicti
· 1. Teori Perbuatan fisik (dc lccr van dc
licIamclijlc daadi
· 2. Teori bekerjanya alat yg digunakan (dc
lccr van Ici insirumcni
· 3. Teori Akibat (dc lccr van Ici gcvolgi
· 4. Teori Tempat yg jamak (dc lccr van
dc mccrvoudigc iijdi
Locus delicti penting diketahui Locus delicti penting diketahui
dalam hal2 : dalam hal2 :
· Hukum pidana mana yang akan
diberlakukan
- H. Ìndonesia atau H. negara lain
· Kompetensi relatif suatu pengadilan
- contoh : PN Jakarta Selatan atau PN
Bogor
Teori mana yg dipilih ? Teori mana yg dipilih ?
· Van Hamel, Simons :
crganiung sifai dan coral pcrlara
lonlrci yang Icndal disclcsailan
· Hazewinkel-Suringa, Zevenbergen,
Noyon-Langemejer :
Mcmpcrgunalan 3 icori scc
iclcologis
· Periksa buku Utrecht hal 239
Surabaya Surabaya Semarang Semarang Cirebon Cirebon
---- ---- racun racun -- --> > ---- ----diminum diminum --- ---> > ----- ----- mati mati
A A -- --> B > B BB BB
Meervoudige locus delicti Meervoudige locus delicti
· ·Hakim diberi kemerdekaan memilih Hakim diberi kemerdekaan memilih
diantara 3 locus delicti ini diantara 3 locus delicti ini
· ·Lihat Lihat -- --> Keputusan Hoge Raad > Keputusan Hoge Raad
2/1/1923 2/1/1923 w.Nr.1108 w.Nr.1108
Asas Asas2 2 Berlakunya Hukum Pidana Berlakunya Hukum Pidana (1) (1)
· Asas Teritorialitas/ wilayah :
Ps 2 --> Ps 3 KUHP --> Ps 95 KUHP , UU No 4/1976
· Asas Nasionalitas Pasif/ perlindungan : Ps 4 :1,2 dan
4 --> Ps 8 KUHP , UU No. 4/1976 , Ps 3 UU No. 7/
drt/ 1955 Lihat Ps 16 UU 31/1999
· Asas Personalitas/ Nasionalitas Aktif :
Ps 5 KUHP --> Ps 7 KUHP --> Ps 92 KUHP
· Asas Universalitas :
Ps 4 :2 , Ps 4 sub 4 , Ps 1 UU 4/ 1976
"melakukan kejahatan ttg mata uang, uang kertas
negara atau uang kertas Bank¨
Asas2 berlakunya H. Pidana : Beberapa Asas2 berlakunya H. Pidana : Beberapa
masalah ! masalah !
· Wilayah Ìndonesia ?
· Kapal :
a) kapal Ìndonesia
b) kapal perang
c) kapal dagang
· Prinsip ius passagii innoxii
· Asas Universalitas :
- Kejahatan Terorisme ?
- Kejahatan HAM berat ?
Asas2 Berlakunya H. Pidana : Pengecualian (2) Asas2 Berlakunya H. Pidana : Pengecualian (2)
· Ps 9 KUHP : Hukum publik internasional
membatasi berlakunya Ps 2,3,4,5, 7, dan
8 KUHP
· Termasuk yg memiliki imunitas h.pidana
: Sesuai perjanjian Wina 18/4/1961
· Yg memiliki imunitas :
1) Kepala-kepala negara & keluarganya
(sec. resmi, bukan incognito/singgah)
2) Duta negara asing & keluarganya -->
konsul : tergantung traktat antar negara.
3) Anak buah kapal perang asing :
termasuk awak kapal terbang militer
4) Pasukan negara sahabat yg berada di
wilayah negara atas persetujuan negara
Tindak Pidana Tindak Pidana (1) (1)
· Ìstilah, Definisi, & jenis2
Tindak Pidana
· Subyek Tindak Pidana
· Cara merumuskan &
Unsur-unsur Tindak
Pidana
Tindak Pidana Tindak Pidana (2) (2)
stilah stilah
· Strafbaar feit
· Perbuatan pidana
· Peristiwa pidana
· Tindak pidana
· Delict / Delik
· Criminal act
· Jinayah
Tindak Pidana Tindak Pidana (3) (3)
cfinisi cfinisi
· Simons : ºlclaluan yg diancam dg pidana, yg lcrsifai
mclawan Iulum yg lcrIulungan dg lcsalaIan &
dilalulan olcI orang yg mampu lcrianggung jawal"
· Van Hamel . ºlclaluan manusia yg dirumuslan
dalam UU, mclawan Iulum, yg paiui dipidana &
dilalulan dg lcsalaIan"
· Vos . ºsuaiu lclaluan manusia yg olcI pcr UU an
dilcri pidana; jadi suaiu lclaluan manusia yg pada
umumnya dilarang & diancam dcngan pidana"
· AIIran MonIstIs ......
· AIIran DuaIIstIs ......
Tindak Pidana Tindak Pidana (4) (4)
Pembagian Tindak Pidana (Jenis Delik) Pembagian Tindak Pidana (Jenis Delik)
· Delik Kejahatan & Delik pelanggaran
· Delik Materiil & Delik Formil
· Delik Komisi & Delik Omisi
· Delik Dolus & Delik Culpa
· Delik Biasa & Delik Aduan
· Delik yg Berdiri sendiri & Delik Berlanjut
· Delik Selesai & Delik yg diteruskan
· Delik Tunggal & Delik Berangkai
· Delik Sederhana & Delik Berkualifikasi; Delik Berprivilege
· Delik Politik & Delik Komun (umum)
· Delik Propia & Delik Komun (umum)
· Pembagian delik menurut kepentingan yg dilindungi :
Lihat judul-judul bab pada Buku ÌÌ dan Buku ÌÌÌ KUHP
Jenis Delik Jenis Delik (1) (1)
Kejahatan
(28/71)
· dlm. MvT : sebelum ada UU
sudah dianggap tidak baik
(recht-delicten)
· Hazewinkel-Suringa : tidak
ada perbedaan kualitatif,
hanya perbedaan kuantitatif
a) Percobaan : dipidana
b) Membantu : dipidana
c) Daluwarsa : lebih panjang
d) Delik aduan : ada
e) Aturan ttg Gabungan berbeda
· KUHP : Buku ÌÌ
Pelanggaran
(4;07970/3)
· dlm MvT : baru dianggap
tidak baik setelah ada UU
(wet delicten)
· Perbedaan dg kejahatan:
a) Percobaan : tidak dipidana
b) Membantu : tidak dipidana
c) Daluwarsa : lebih pendek
d) Delik aduan : tidak ada
e) Aturan ttg Gabungan berbeda
· KUHP : Buku III
Jenis Delik Jenis Delik (2) (2)
· D. Materiil : Yang
dirumuskan akibatnya --> Ps
338, Ps 187, dll
· D. Komisi : melanggar
larangan dg perbuatan aktif
· D. Dolus : delik dilakukan dg
sengaja, mis. Ps 338, Ps
351
· D. Formil : yang dirumuskan
bentuk perbuatannya --> Ps
362, Ps 263, dll
· D. Omisi : melakukan delik
dg perbuatan pasif
a) D. OmIsI murnI : meIanggar
perIntab dg tIdak berbuat,
mIs. Ps 164, Ps 224 KUHP
b) D. OmIsI tak murnI :
meIanggar Iarangan dg tIdak
berbuat, mIs Ps 194 KUHP
· D. Culpa : Delik dilakukan
dg kealpaan, mis. Ps 359,
Ps 360
Jenis Delik Jenis Delik (3) (3)
· D. Biasa :
penuntutannya tidak
memerlukan pengaduan,
mis. Ps 340, Ps 285
· D. Aduan :
penuntutannya
memerlukan
pengaduan, mis. Ps
310, Ps 284
Tindak Pidana Tindak Pidana (5) (5)
Subyek Subyek
· Manusia (natuurlijk
personen)
a) syarat merumuskan :
"Barangsiapa ..¨
b) hukuman : mati, penjara,
kurungan, dll (Ps 10
KUHP)
c) Hukum Pidana
disandarkan pada
kesalahan orang
· Korporasi
· UU TPE
· UU Pemberantasan T.P.
Korupsi
· Draft RUU KUHP
· adanya kebutuhan untuk
memidana korporasi
· Korporasi ?
· Badan hukum ?
Tindak Pidana Tindak Pidana (6) (6)
Cara Merumuskan Tindak Pidana Cara Merumuskan Tindak Pidana
· Disebutkan unsur-unsurnya &
disebut kualifikasinya --> mis,
Ps 362 KUHP
· disebutkan kualifikasinya
tanpa disebut unsur-unsurnya
--> mis. Ps 184, Ps 297, Ps
351
· disebutkan unsur-unsurnya,
tidak disebut kualifikasinya -->
mis. Ps 106, Ps 167, Ps 209
Tindak Pidana Tindak Pidana (6) (6)
Unsur Unsur- -unsur unsur (van Bemmelen) (van Bemmelen)
· Di dalam perumusan (bagian)
· dimuat dalam surat dakwaan
· 802ua 8arat di2uat daIa2 ru2u8an
d0Iik 20rup-akan baian-baian,
80banak itu puIa, apabiIa dip0nuhi
202buat tinkah Iaku 20njadi tindakan
20Iawan huku2
Tinkah Iaku diIaran
Baian 8ub0ktif : k08aIahan, 2ak8ud,
tujuan, niat, r0ncana, k0takutan
3 Baian ob0ktif : 80cara 20Iawan huku2,
kau8aIita8, baian Iain 20n0ntukan
dapat dik0nakan pidana (8arat
ta2bahan; k0adaan)
4 Baian 202p0rtini dapatna
dik0nakan pidana
· Di luar
perumusan
(unsur) :
syarat dapat
dipidana
S0cara
20Iawan
huku2
Dapat
dip0r8aIahkan
3 Dapat
dip0rtanunj
awabkan
Tindak Pidana Tindak Pidana (7) (7)
Unsur Unsur- -unsur (Prof. Moeljatno) unsur (Prof. Moeljatno)
· a. kelakuan dan akibat ( = perbuatan)
· b. hal ikhwal atau keadaan yg menyertai
perbuatan
· c. keadaan tambahan yg memberatkan
· d. unsur melawan hukum yg obyektif
· e. unsur melawan hukum yg subyektif
Tindak pidana Tindak pidana (8) (8)
Unsur Unsur- -unsur unsur
· Unsur2 dalam
perumusan
A. Unsur Obyektif
- perbuatan (aktif/pasif)
- akibat
- melawan hukum
- syarat tambahan
- keadaan
B. Unsur Subyektif
- kesalahan :
(a) sengaja
(b) kealpaan
- keadaan
· Unsur2 di luar
perumusan
- secara melawan hukum
- dapat dipersalahkan
- dapat dipertanggungjawab
kan
Contoh unsur Contoh unsur2 2 dalam rumusan dalam rumusan
tindak pidana tindak pidana (1) (1)
Pasal 362 KUHP
· barangsiapa
· mengambil
· barang
- yg sebagian/ seluruhnya
kepunyaan orang lain
· dengan maksud memiliki
· secara melawan hukum
Pasal 338 KUHP
· barangsiapa
· dengan sengaja
· menghilangkan
nyawa orang lain
Contoh unsur2 dalam rumusan tindak Contoh unsur2 dalam rumusan tindak
pidana pidana (2) (2)
Pasal 285
· barangsiapa
· dengan kekerasan atau
· ancaman kekerasan
· memaksa
· seorang wanita
· bersetubuh dengan dia
· di luar perkawinan
Pasal 259
· barangsiapa
· karena kealpaannya
· menyebabkan orang lain
mati
Contoh unsur2 dalam rumusan tindak Contoh unsur2 dalam rumusan tindak
pidana pidana (3) (3)
· Pasal ... · Pasal ....
KESALAHAN KESALAHAN
Pengertian Pengertian
· 1. Dapat dipersalahkan
· 2. Arti luas : Dolus & culpa
· 3. Arti sempit : culpa
Dolus/ opzet/ sengaja Dolus/ opzet/ sengaja (1) (1)
· Apakah sengaja itu ?
Sengaja = willens (dikehendaki) en wetens (diketahui) (MvT- 1886)
· Teori2 "sengaja¨ :
(a) teori kehendak (wils theorie)
" opzet ada apabila perbuatan & akibat suatu delik dikehendaki si
pelaku¨
(b) teori bayangan (voorstellings-theorie)
"opzet ada apabila si pelaku pada waktu mulai melakukan
perbuatan, ada bayangan yg terang bahwa akibat yg
bersangkutanakan tercapai, maka dari itu ia menyesuaikan
perbuatannya dengan akibat itu¨
Dolus/ opzet/ sengaja Dolus/ opzet/ sengaja (2) (2)
istilah2 dalam rumusan tindak pidana istilah2 dalam rumusan tindak pidana
· Dengan sengaja : Ps 338 KUHP
· Mengetahui bahwa : Ps 220 KUHP
· tahu tentang : Ps 164 KUHP
· dengan maksud : Ps 362, 378, 263 KUHP
· niat : Ps 53 KUHP
· dengan rencana lebih dahulu : Ps 340, 355 KUHP
- dengan rencana : (a) saat pemikiran dg tenang ; (b)
berpikir dg tenang; ( c ) direnungkan lebih dahulu.
- ada tenggang waktu antara timbulnya niat dengan
pelaksanaan delik
Dolus/ opzet/ sengaja Dolus/ opzet/ sengaja (3) (3)
Macam Macam2 2 opzet opzet
· Sengaja sebagai maksud/ tujuan
(opzet als oogmerk)
· Sengaja sebagai kesadaran
(keinsyafan) kepastian (opzet bij
zekerheidsbewustzijn)
· Sengaja sebagai kesadaran
(keinsyafan) kemungkinan (opzet
bij mogelijkheids-bewutzijn)
Dolus/opzet/sengaja Dolus/opzet/sengaja (4) (4)
macam macam 2 2 opzet opzet
· Sengaja sebagai maksud/ tujuan :
- apabila pembuat menghendaki akibat perbuatannya;
- tidak dilakukan perbuatan itu jika pembuat tahu akibat perbuatannya
tidak terjadi (Vos)
· Sengaja sebagai keinsyafan kepastian :
- pembuat yakin bahwa akibat yg dimaksudkannya tidak akan tercapai
tanpa terjadinya akibat yg tidak dimaksud
· Sengaja sebagai keinsyafan kemungkinan:
- pembuat sadar bahwa mungkin akibat yg tidak dikehendaki akan terjadi
untuk mencapai akibat yg dimaksudnya
· 2 macam sengaja sbg keinsyafan kemungkinan ( Hazewinkel-Suringa)
:
(a) sengaja dg kemungkinan sekali terjadi
(b) sengaja dg kemungkinan terjadi / sengaja bersyarat/ dolus eventualis
Dolus/ opzet/ sengaja Dolus/ opzet/ sengaja (5) (5)
Dolus eventualis Dolus eventualis
· Teori "inkauf nehmen¨ : untuk mencapai apa
yang dimaksud , resiko akan timbulnya akibat
atau keadaan disamping maksudnya itu pun
diterima
· Prof. Moeljatno : "teori apa boleh buat¨ :
kalau resiko yg diketahui kemungkinan akan
adanya itu sungguh-sungguh timbul (disamping
hal yg dimaksud), apa boleh buat, dia juga
berani pikul resiko
Culpa Culpa (1) (1)
Ìstilah Ìstilah2 2
· Culpa (dalam arti luas) : berarti kesalahan pada umumnya
· Culpa (dalam arti sempit) : bentuk kesalahan yg berupa kealpaan
· Ìstilah2 :
- culpa - schuld - nalatigheid - sembrono
- teledor
· istilah 2 yg digunakan dalam rumusan :
- kelalaian
- kealpaan
- kesalahan
- seharusnya diketahuinya
- sepatutnya diketahuinya
Culpa Culpa (2) (2)
pengertian, jenis, syarat pengertian, jenis, syarat
· KUHP : tidak ada definisi
· MvT : kealpaan di satu pihak berlawanan benar2 dg
kesengajaan dan di fihak lain dengan hal yg kebetulan
· Macam2 Culpa :
(a) culpa levis ; culpa lata
(b) culpa yg disadari (bewuste) : culpa yg tidak disadari (on
bewuste)
· Syarat adanya kealpaan :
(a) Hazewinkel-Suringa : 1) kekurangan menduga-duga; 2)
kekurangan berhati-hati
(b) van Hamel : 1) tidak menduga-duga sebagaimana diharuskan
hukum; 2) tidak berhati-hati sebagaimana diharuskan hukum
( c) Simons : pada umumnya "schuld¨ (kealpaan) mempunyai 2
unsur : 1) tidak berhati-hati; 2) dapat diduganya akibat.
KESALAHAN KESALAHAN
Beberapa masalah ! Beberapa masalah !
· Apa beda dolus eventualis dg culpa yg
disadari ?
· Apa yg dimaksud dg :
(a) pro parte dolus proparte culpa
(b) dolus directus; dolus indirectus
(c ) dolus determinatus; dolus
indeterminatus
(d) dolus premeditatus; dolus repentinus
(e) dolus malus
· Di Ìndonesia sebagaimana di Belanda
dianut pendapat bahwa sengaja itu
tidak berwarna. Apa maksudnya ?
KAUSALÌTAS KAUSALÌTAS
· 1. Pengertian ?
· 2. Kapankah diperlukan ajaran kausalitas ?
· 3. Ajaran Kausalitas ?
Ìlustrasi :
B pinjam uang ke rumah A, karena kedatangan B, maka A
terlambat ; karena terlambat A mengendarai mobil
dengan kecepatan tinggi; A menubruk C sehingga luka-
luka; C dibawa ke RS dan dioperasi oleh dokter D; D
meminta E merawat dengan suntikan tertentu; E salah
memberikan obat pada C; C mati.
Pengertian Kausalitas Pengertian Kausalitas
· Hal sebab-akibat
· Hubungan logis antara sebab dan akibat
· Persoalan filsafat yang penting
· Setiap peristiwa selalu memiliki penyebab sekaligus
menjadi sebab peristiwa lain
· Sebab dan akibat membentuk rantai yang bermula di
suatu masa lalu
· Yang menjadi fokus perhatian ahli hukum pidana (bukan
makna di atas), tetapi makna yang dapat dilekatkan
pada pengertian kausalitas agar mereka dapat
menjawab persoalan siapa yang dapat dimintai
pertanggungjawaban atas suatu akibat tertentu
Kapankah diperlukan ajaran Kapankah diperlukan ajaran
Kausalitas ? Kausalitas ?
· Delik Materiil : perbuatan yang menyebabkan konsekuensi-
konsekuensi tertentu, dimana perbuatan tersebut kadang tercakup
dan kadang tidak tercakup sebagai unsur dalam perumusan delik,
mis. Ps. 338, Ps 359, Ps 360
· Delik Omisi tak murni/semu (delicta commissiva per omissionem/
Oneigenlijke Omissiedelicten) : Pelaku tidak melakukan kewajiban
yang dibebankan padanya dan dengan itu menciptakan suatu akibat
yang sebenarnya tidak boleh ia ciptakan. Ìa sekaligus melanggar
suatu larangan dan perintah; ia sesungguhnya harus menjamin
bahwa suatu akibat tertentu tidak timbul.
· Delik yang terkualifikasi/dikwalifisir : tindak pidana yang karena
situasi dan kondisi khusus yang berkaitan dengan pelaksanaan
tindakan yang bersangkutan atau karena akibat-akibat khusus yang
dimunculkannya, diancam dengan sanksi pidana yang lebih berat
ketimbang sanksi yang diancamkan pada delik pokok tersebut.
(pengkualifikasian delik juga dapat dilakukan atas dasar akibat yang
muncul setelah delik tertentu dilakukan, mis. Ps 351 (1) Ps 351
(2)/ Ps 351 (3)
Ajaran Kausalitas Ajaran Kausalitas
· Conditio Sine Qua Non/ Ekuivalensi (Von
Buri)
· Teori-teori Ìndividualisasi / Causa Proxima
: Birkmeyer , Mulder
· Teori-teori menggeneralisasi : teori
Adekuat (Von Kries, Simons, Pompe,
Rumelink)
· Teori Relevansi : Langemeyer
Ajaran Conditio Sine Qua Non Ajaran Conditio Sine Qua Non
· Semua faktor yaitu semua syarat, yang
turut serta menyebabkan suatu akibat dan
yang tidak dapat dihilangkan dari
rangkaian faktor-faktor ybs. Harus
dianggap causa (sebab) akibat itu.
· Semua syarat nilainya sama (ekuivalensi)
· Ada beberapa sebab
· Syarat = sebab
Pembatasan Ajaran Von Buri Pembatasan Ajaran Von Buri
· Pembatasan ajaran Von Buri oleh Van Hamel
[dibatasi dg ajaran kesalahan (dolus/culpa)]
· Pengkesampingan semua sebab yang terletak
di luar dolus atau culpa; dalam banyak
kejahatan dolus atau culpa merupakan unsur-
unsur perumusan delik.
· Jika hal itu bukan merupakan unsur delik, maka
solusinya harus dicari dengan bantuan alasan
atau dasar-dasar yang meniadakan pidana.
Teori Teori- -teori Ìndividualisasi / Causa teori Ìndividualisasi / Causa
Proxima Proxima
· Birkmeyer :
Teori ini berpangkal dari teori Conditio Sine Qua
Non . Di dalam rangkaian syarat-syarat yang
tidak dapat dihilangkan untuk timbulnya akibat,
lalu dicari syarat manakah yang dalam keadaan
tertentu itu, yang paling banyak membantu
untuk terjadinya akibat.
· G.E Mulder :
· Sebab adalah syarat yang paling dekat dan
tidak dapat dilepaskan dari akibat.
Teori Teori- -teori menggeneralisasi (1) teori menggeneralisasi (1)
· Von Bar : teori ini tidak menyoal tindakan
mana atau kejadian mana yang in
concreto memberikan pengaruh
(fisik/psikis) paling menentukan. Yang
dipersoalkan adalah apakah satu syarat
yang secara umum dapat dipandang
mengakibatkan terjadinya peristiwa seperti
yang bersangkutan mungkin ditemukan
dalam rangkaian kausalitas yang ada
Teori Teori- -teori menggeneralisasi (2) teori menggeneralisasi (2)
· Von Kries (Teori Adequat Subjectif) : Sebab adalah keseluruhan
faktor positif & negatif yang tidak dapat dikesampingkan tanpa
sekaligus meniadakan akibat. Namun pembatasan demi
kepentingan penetapan pertanggungjawaban pidana tidak dicari
dalam nilai kualitatif/kuantitatif atau berat/ringannya faktor dalam
situasi konkret, tetapi dinilai dari makna semua itu secara umum,
kemungkinan dari faktor-faktor tersebut untuk memunculkan akibat
tertentu. Sebab = syarat-syarat yang dalam situasi dan kondisi
tertentu memiliki kecenderungan untuk memunculkan akibat
tertentu, biasanya memunculkan akibat itu, atau secara objectif
memperbesar kemungkinan munculnya akibat tersebut.
· Apakah suatu tindakan memiliki kecenderungan memunculkan
akibat tertentu hanya dapat diselesaikan apabila kita memiliki 2
bentuk pengetahuan :
(a) hukum umum probabilitas dalam peristiwa yg terjadi /
pengetahuan Nomologis yg memadai
(b) situasi faktual yg melingkupi peristiwa yg terjadi/ pengetahuan
Ontologis/ pemahaman fakta (empirik)
Teori Teori- -teori menggeneralisasi (3) teori menggeneralisasi (3)
· Rumelink (Teori Adequat Objectif) :
Faktor yang ditinjau dari sudut objektif , harus (perlu) ada untuk
terjadinya akibat. Ìhwal probabilitas tidak berdasarkan pada apa
yang diketahui atau mungkin diketahui pada waktu melakukan
tindakannya, melainkan pada fakta yang objektif pada waktu itu ada,
entah diketahuinya atau tidak ÷ jadi pada apa yang kemudian
terbukti merupakan situasi dan kondisi yang melingkupi peristiwa
tersebut.
· Simons :
Sebab adalah tiap-tiap kelakuan yang menurut garis-garis umum
pengalaman manusia dapat menimbulkan akibat
· Pompe :
Sebab adalah hal yang mengandung kekuatan untuk dapat
menimbulkan akibat
Teori Relevansi Teori Relevansi
· Langemeijer
Teori ini ingin menerapkan ajaran von Buri
dengan memilih satu atau lebih sebab dari
sekian yang mungkin ada, yang dipilih
sebab-sebab yang relevan saja , yakni
yang kiranya dimaksudkan sebagai sebab
oleh pembuat undang-undang.
Sifat Melawan Hukum Sifat Melawan Hukum
· Arti :
- tanpa hak sendiri (zonder eigen recht)
- bertentangan dg hak orang lain (tegen eens anders recht)
- tanpa alasan yg wajar
- Bertentangan dengan hukum positif
· Melawan hukum : formil & materiil
- aliran formil : melawan hukum = melawan UU, sebab
hukum adalah UU.
-aliran materiil : melawan hukum adalah perbuatan yg oleh
masyarakat tidak dibolehkan.
Perbedaan Ajaran Materiil dan Perbedaan Ajaran Materiil dan
Formil Formil
· Materiil :
mengakui adanya
pengecualian / penghapusan
dari sifat melawan hukumnya
perbuatan menurut hukum
yang tertulis dan yang tidak
tertulis
· Formil :
hanya mengakui pengecualian
yang tersebut dalam undang-
undang saja/ mis, Ps. 49.
· Materiil :
sifat melawan hukum adalah
unsur mutlak dari tiap-tiap
tindak pidana, juga bagi yang
dalam rumusannya tidak
menyebut unsur-unsur
tersebut
· Formil :
sifat tersebut tidak selalu
menjadi unsur delik, hanya jika
dalam rumusan delik
disebutkan dengan nyata-
nyata barulah menjadi unsur
delik
Pembuktian Melawan Hukum Pembuktian Melawan Hukum
· Dengan mengakui bahwa sifat melawan hukum
selalu menjadi unsur delik, ini tidak berarti
bahwa karena itu harus selalu dibuktikan
adanya unsur tersebut oleh penuntut umum
· Soal apakah harus dibuktikan atau tidak, adalah
tergantung dari rumusan delik yaitu apakah
dalam rumusan unsur tersebut disebutkan
nyata-nyata, jika tidak dinyatakan maka tidak
perlu dibuktikan.
Alasan Pencantuman unsur Melawan Alasan Pencantuman unsur Melawan
Hukum Hukum
· Pada umumnya dalam perundang-undangan
, lebih banyak delik yang tidak memuat unsur
melawan hukum dalam rumusannya
· Alasan pencantuman sifat melawan hukum
dalam perumusan tindak pidana :
- untuk melindungi orang2 yg memiliki hak dari
tuntutan pidana.
Konsekuensi aliran Materiil Konsekuensi aliran Materiil
· Apakah konsekuensi ajaran bahwa sifat
melawan hukum selalu menjadi unsur tiap-
tiap delik ?
Jika unsur melawan hukum tidak tersebut
dalam rumusan delik, maka unsur itu
dianggap diam-diam telah ada, kecuali jika
dibuktikan sebaliknya oleh pihak terdakwa.
Arti "dan¨ diantara unsur dengan sengaja & unsur Arti "dan¨ diantara unsur dengan sengaja & unsur
melawan hukum melawan hukum
· Van Hamel, simons, pompe : perbedaan
itu mempunyai arti. Mis. Ps 406 KUHP :
dengan sengaja dan melawan hukum ; Ps
333 KUHP : dengan sengaja melawan
hukum
· Vos, zevenbergen, langemeijer :
tiadanya kata "dan¨ tidak berarti apa2,
semuanya mesti dibaca "dengan sengaja
dan melawan hukum¨
· Remelink, van Bemmelen :
kata penghubung "dan¨ tidak mempunyai
arti, jadi istilah "dengan sengaja¨ meliputi
pula "melawan hukum.¨
PERCOBAAN (POGÌNG) PERCOBAAN (POGÌNG)
· PASAL 53
(1) Mencoba melakukan kejahatan dipidana, jika niat untuk itu telah
ternyata dari adanya permulaan pelaksanaan, dan tidak
selesainya pelaksanaan itu, bukan semata-mata disebabkan
karena kehendaknya sendiri.
(2) Maksimum pidana pokok terhadap kejahatan, dalam hal
percobaan dikurangi sepertiga.
(3) Jika kejahatan diancam dengan pidana mati atau pidana
penjara seumur hidup, dijatuhkan pidana penjara paling lama
15 tahun.
(4) Pidana tambahan bagi percobaan sama dengan kejahatan
selesai.
· Pasal 54
Mencoba melakukan pelanggaran tidak dipidana
POGÌNG (PERCOBAAN) POGÌNG (PERCOBAAN)
· "Permulaan kejahatan yang belum selesai¨
· Poging bukan suatu delik, tetapi poging dilarang dan diancam
hukuman oleh undang-undang
· Poging adalah perluasan pengertian delik
· Suatu perbuatan dilarang dan diancam dengan hukuman oleh
undang-undang sebab perbuatan itu melanggar kepentingan hukum
atau membahayakan kepentingan hukum
· KUHP tidak memberi perumusan/ definisi
· Harus diketahui kapan suatu delik dianggap selesai
· Delik selesai berbeda antara delik formil dan delik materiil
· Pada delik formil : delik selesai apabila perbuatan yang dilarang
telah dilakukan
· Pada delik materiil : delik selesai apabila akibat yang dilarang dan
diancam dengan hukuman oleh undang-undang telah timbul atau
terjadi
Percobaan Nenurut KUHP: Percobaan Nenurut KUHP:
#ercobaan sebagai Suatu Delik
yang Telah Selesai (voltooid delict)
· Percobaan Melakukan Tindak
Pidana yang Tidak Dilarang
· Percobaan Melakukan Pelanggaran
· Percobaan terhadap Delik Kealpaan
##ercobaan sebagai Suatu Delik ercobaan sebagai Suatu Delik
yang Telah Selesai yang Telah Selesai
( (voltooid delict voltooid delict) )
· Pasal 104-107, 139a dan 139b KUHP
· Pasal 110, 116, 125, 139c KUHP
· Pasal 250, 261, 275 KUHP
##ercobaan Melakukan Tindak ercobaan Melakukan Tindak
Pidana yang Tidak Dilarang Pidana yang Tidak Dilarang
1. Pasal 184 KUHP)
2. Pasal 351 ayat 5 dan 352 ayat 2 KUHP
3. Pasal 302 ayat 4 KUHP)
Percobaan Nenurut Doktrin Percobaan Nenurut Doktrin
· Percobaan yang Tidak Sempurna
(ndeugdelijk Poging)
· Percobaan yang Dikualifisir
(Gequalificeerde Poging)
· Percobaan yang Ditangguhkan
(Geschorste Poging)
· Percobaan yang Selesai / Sempurna
(Voleindigde Poging)
Syarat Percobaan yg dapat Syarat Percobaan yg dapat
dipidana dipidana
· Niat
· Permulaan Pelaksanaan
· Tidak selesainya pelaksanaan itu, bukan
semata-mata disebabkan karena
kehendaknya sendiri
NÌAT NÌAT
"Voornemen¨ "Voornemen¨
· Menurut doktrin dan yurisprudensi
:¨voornemen¨ harus ditafsirkan sebagai
kehendak, "willen¨ atau "opzet¨
· Seseorang harus mempunyai kehendak,
yaitu kehendak melakukan kejahatan
· Karena ada 3 macam opzet, apakah opzet
di sini harus dtafsirkan dalam arti luas atau
hanya opzet dalam arti pertama (sebagai
"ogmerk¨ atau tujuan) ?
Permulaan Pelaksanaan Permulaan Pelaksanaan
· "Niat sudah terwujud dengan adanya permulaan
pelaksanaan¨ een begin van uitvoering
· Harus ada suatu perbuatan(handeling)
· apa yang dimaksud "perbuatan sebagai
permulaan pelaksanaan¨ ?
· Undang-undang tidak merumuskan pelaksanaan
atau¨uitvoering¨ dan bagaimana bentuknya
· Perlu digunakan penafsiran
Pelaksanaan Kehendak atau Pelaksanaan Kehendak atau
Pelaksanaan Kejahatan ? Pelaksanaan Kejahatan ?
· Secara gramatika, harus dihubungkan dengan kata yang
mendahuluinya yaitu "voornemen¨/ niat/kehendak Niat
sudah terwujud dengan adanya permulaan
pelaksanaan. Jadi : pelaksanaan itu ditafsirkan
sebagai "pelaksanaan kehendak¨ TEORÌ POGÌNG
SUBYEKTÌF
· Tetapi, jika dihubungkan dengan anak kalimat berikutnya
". tidak selesainya pelaksanaan itu, bukan semata-
mata disebabkan karena kehendaknya sendiri¨ maka
secara sistematis maka ditafsirkan sebagai
"pelaksanaan kejahatan¨ TEORÌ POGÌNG OBYEKTÌF
CONTOH KASUS CONTOH KASUS
· A menghendaki untuk membunuh B , untuk melaksanakan
maksudnya, A harus melakukan beberapa perbuatan, yaitu :
· a. A pergi ke tempat penjualan senjata api
· b. A membeli senjata api
· c. A membawa senjata api ke rumahnya
· d. A berlatih menembak
· e. A menyiapkan sebjata apinya dengan membungkusnya rapat-
rapat
· f. A menuju rumah B
· g. Sesampai di rumah B, A mengisi senjata itu dengan peluru
· h. A mengarahkan senjata kepada B
· i. A melepaskan tembakan ke arah B
MANA YANG MERUPAKAN PELAKSANAAN ? MANA YANG MERUPAKAN PELAKSANAAN ?
APAKAH TÌAP2 PERBUATAN DALAM KASUS TSB APAKAH TÌAP2 PERBUATAN DALAM KASUS TSB
DAPAT DÌHUKUM ? DAPAT DÌHUKUM ?
· 1. Menurut Teori Poging Subyektif :
perbuatan a sudah merupakan
"permulaan pelaksanaan¨ karena telah
menunjukkan "kehendak yang jahat¨
· 2. Menurut Teori Poging Obyektif :
perbuatan a f belum merupakan
"permulaan pelaksanaan¨ karena semua
perbuatan itu "belum membahayakan
kepentingan hukum si B
Contoh Contoh
Percobaan Pembunuhan Berencana Percobaan Pembunuhan Berencana
KASUS
· A bermaksud menghabisi nyawa B dengan
meletakkan bom di mobil B. Bom meledak
sebelum B masuk mobil dan mengakibatkan B
luka-luka parah.
PASAL YG DÌDAKWAKAN
· Pasal 340 jo Pasal 53 KUHP ( Percobaan
pembunuhan berencana)
ANCAMAN PÌDANA
· 15 tahun penjara (lihat Ps. 53 ayat 3)
PEMBATASAN TERHADAP TEORÌ SUBYEKTÌF PEMBATASAN TERHADAP TEORÌ SUBYEKTÌF
· Perbuatan dibedakan :
· 1. tindakan atau perbuatan persiapan
(belum dapat dihukum)
· 2. tindakan atau perbuatan pelaksanaan
(sudah dapat dihukum)
· Tetapi, pertanyaannya : mana yang
merupakan "perbuatan persiapan¨ dan
mana yang merupakan "perbuatan
pelaksanaan¨ ?
PENDAPAT PARA AHLÌ DALAM MASALAH TSB PENDAPAT PARA AHLÌ DALAM MASALAH TSB
1.Van Hamel : "apabila dari perbuatan itu telah terbukti kehendak yang
kuat dari si pelaku untuk melaksanakan perbuatannya¨
2.Simons melihat dari jenis deliknya : delik materiil atau delik formil.
· Pada delik formil apabila perbuatan itu merupakan perbuatan yang
dilarang dan diancam dengan hukuman oleh UU, apabila perbuatan
itu merupakan sebagian dari perbuatan yang dilarang; jika ada
beberapa unsur maka jika sudah melakukan salah satu unsur
· Pada delik materril apabila perbuatan itu dianggap sebagai
perbuatan yang menurut sifatnya adalah sedemikian rupa ,
sehingga secara langsung dapat menimbulkan akibat yang dilarang
dan diancam dengan hukuman oleh UU
3.Vos : ada "permulaan pelaksanaan¨ apabila perbuatan itu
mempunyai sifat terlarang terjadap suatu kepentingan hukum.
4.Pompe : ada "permulaan pelaksanaan¨ apabila suatu perbuatan yang
bagi orang normal memungkinkan terjadinya suatu delik.
Pendapat Hoge Raad Pendapat Hoge Raad
Ada "permulaan pelaksanaan¨ apabila antara
perbuatan yang dilakukan dan kejahatan yang
dkehendaki oleh seseorang itu terdapat
hubungan erat langsung; yaitu apabila seorang
melakukan sesuatu perbuatan untuk
melaksanakan kejahatan , perbuatan itu baru
dianggap sebagai permulaan pelaksanaan
apabila disamping perbuatan itu tidak
dibutuhkan lagi perbuatan-perbuatan yang lain
untuk menyelesaikan kejahatan.
Macam Macam2 2 Percobaan (Doktrin) Percobaan (Doktrin)
· Percobaan yg Sempurna : Voleindigde Poging -->
apabila seseorang berkehendak melakukan kejahatan, ia telah
melakukan semua perbuatan yg diperlukan bagi selesainya
kejahatan, tetapi kejahatan tidak selesai karena suatu hal
· Percobaan yg Tertangguh : Geschorte Poging -->
apabila seseorang berkehendak melakukan kejahatan, ia telah
melakukan beberapa perbuatan yg diperlukan bagi tercapainya
kejahatan, tetapi kurang satu perbuatan ia terhalang oleh suatu hal
· Percobaan yg Tidak Sempurna : Ondeugdelijke
Poging --> apabila seseorang berkehendak melakukan suatu
kejahatan, dimana ia telah melakukan semua perbuatan yg
diperlukan bagi selesainya kejahatan, namun tidak berhasil
disebabkan alat (sarana) tidak sempurna atau obyek (sasaran)
tidak sempurna.
Tidak sempurna : mutlak atau relatif
Penyertaan Penyertaan (1) (1)
(Deelneming) (Deelneming)
· Pengertian penyertaan
· Saat terjadinya
· Macam/ bentuk
- melakukan
- menyuruh melakukan
- turut serta melakukan
- menggerakkan untuk melakukan
- membantu melakukan
· Pengertian & syarat
· Pertanggung jawaban masing-masing
· Penyertaan mutlak perlu
· Tindak pidana dg alat cetak
Penyertaan Penyertaan : : turut sertanya seorang atau lebih pada turut sertanya seorang atau lebih pada
waktu seorang lain melakukan suatu tindak pidana waktu seorang lain melakukan suatu tindak pidana
(Wirjono.P) (Wirjono.P)
· Ps 55 KUHP
a. pelaku
b. penyuruh
c. turut serta
d. pembujuk
--> dipidana sebagaimana
pelaku
· Ps 56,57 KUHP
e. pembantu
---> ancaman pidana berbeda dg
pelaku , maksimum dikurangi :
a. penjara --> dikurangi 1/3
b. mati/ seumur hidup --> maks
20 tahun

!03079,3::2!/,3, 
!741 40,934 W ::2!/,3,,/,,-,,3/,7080:7:,3::2-07,:/ 8:,9:30,7, 203,/,,3/,8,7
/,8,7/,3,9:7,3:39:  203039:,3507-:,9,3
507-:,9,32,3,9/,-40/,:,3  /,7,3 //8079,,3.,2,3,9,:8,38-07:5,5/,3,9079039: -,-,7,38,5,20,3,7,7,3,398- 723,.9  203039:,3,5,3/,3/,,2, 
,,5,05,/,2070, 90,20,3,7,7,3,3 
,7,3,39:/,5,9/03,,3,9,:/,9: 5/,3,80-,,2,3,90,/,3.,2,3 723,,-9

 723,#085438-9  /,3 $:-89,39;0723,,

3.. 20...3..::2!/.3.-./.3.3.3.!74.0/:70.3/8.3.35/.-..47..3/03.3.9/.5.3.3.7.907  203039:.5.8.9: /.90.50303.7.7.398-  723.2.

7. !/.3.::2.. .

3.3..7:83.3 .9:7.802:.3203039:.5.5.9. /.3::2!/...3.9: . 2.3 80..3.  !741 !4250 W ::2!/.3907.9.9:7.23.5 507-:.3..!03079./.3 507-:...5/.9:5/./.3::2.3./.

.7.3.7.30802:.3 :39:203.9-.3.5.35/.3.7./.2039.3.9:3089.3.3.  -.39/.3 /.!03079...7.9: /.9 8.9:7..3/..3 203..9:7.3.3 203.3.  0802:.3 203039:.0802:./.3.3./.3.38:.5....3 .. 50739. 50739.3 .90780-:9  ..9:7.3.7.9 ::29:/.2/03.9:7.38.-.  !741 $2438 W ::2!/.3::2!/.3 .3 . 5/.38./.93.7./.3.34030.

.5.3::2!/.9:7.8.7.3 09079-.3 .3.320.320303.802:.3.3::2/.9: /03.7.7.3:9408:.3.390780-:9 .  !741 '..9: 3089.3.3..3.9: 30.3 /03.8.3.2203003../..7 /./.7.20 W ::2!/.7./.3/.3.3 .7 /.7 .320.3::2 70..3-079039./.!03079.9:7.3..3.38:.9847/0 .5.05.

 . !/..!02-.  .3.3.472 ::2.  W ::2!/. W ::2!/.7.907 ::2 !/.3::2!/.3..3.3.

3.3.3  503. 0.89 2:47038 !8.9.82./.9 70..9907..9 W W W W 723.2:::2!/.2.970.50.3  503.9.7..33..8. 2: 2:::2!/. 2: 2: .. W 72344 -089:/3.3 $4844::2 .

:3 80.3 .03/08 .7. .&!/.78 03/07.3'  .1108 .33/. W 3/.7. 0. %.3 W &970.3#.2.2.3$0.2.3..30207/0.305.3 .:3  &!9.3428.3.2.9 .3'  .2.2.3/.2.2.2. .

0270-43 . W  0..07.3'  W $9.3/.: ::2/.2.9 W 28 !05.9:903.9.-07.3..33.. W /..8  #42.:34 W 8..

2.3/..2 !/.3/.  !:9:8. ..3#.820/. W :..0.33/.0.3.

.

3 3/4308. 3/0 !:9:8.9. $ 34    7..3#.3/8.3900 $    7.8 09-40.3$97.3/.. %2:783 W &31.4470/07.0.3745.170.   7/433..

 .

07.:.

.

.3#. !:9:8.0.3/. /8079..

.

3/.7 !/.9:7507..2.3.   !/..-.3.7: . $ 34   203.

2:$070 && 4  %.: ..3 W .2.: W 8.8-07.305.$2.:3 -07.

.

3 203.2-.. 507:-.1472. W  !/..3 .3.3.

.2.. /.3-.3!07...30./..9:7.3 !07.3 .2.: 80.3..3  W &&!8 9:7.7:203:7:9 &&3 .8-07./.3 .30207/0.7./.-0:2/.3 $0.2.

,2,30207/0,,3 
W &&4 %,:3!030,8,39039,3::2 !/,3,,3-07,:/3/4308, W 07,:/,, 
,/:7, 



 W !!4 %,:307,:/$:2,907, W &&4 %,:3 &3/,3
:3/,39039,3 203,9,,3-07,:3,&&4 %,:3 9039,3!07,9:7,3::2!/,3,:39:80:7: ,,#/,3203:-,9,-&3/,3
:3/,3 ::2!/,3,

  203.3. .3!/. /. W &&!/.9:7.3.3.3 507:3/.3.7 &! W 09039:.&& .$&# $&# $&#&& ! $ W &! -08079.3 :3/./:.2-.3 343 5/.3207:-..3.2!07.

3 :3/.3.3..507-:.3/9039:.33... /.:.3.3.3507:3/.25.9.&! W ::09039:.-8.3 09039:.-'-:::.40 :3/.2 .8.7.3..340 09039:.3 507-:.3.-07..3 W ::0.  09039:.9.: -.3 :3/.3&2:2 58 58   !.3/.2/03.3.9.3 58  .35/.3 58   W ::!0. 0.

0-07.&&. 203.2-.5. &!  W &&4 .3207:-.

2-. 5.3-0-07.  503.-07. 503.5:8.8.8..5.5.- ' W &&4  .-.&! 507:-.8.35.5.3 -0-07.7:..:3.89.

9.!8 .3.3.&! 5/.%:9:5..2-.3 W &&/794 .30385/.

5:8!8 W &&4 .203.

203.3&&4 ..9.

9.3!8.-07. .: /80:7:3/4308.2-.. W &&/794 . .

2..7.7 !8   203.2-.3 .:9. 203.35/.9..3.:3 :7:3.3././%.:3503..

&&.2-. 203.3207:-.0-07. &!  W !075:4 .5.

 503.33.5.9.2-./..907.0.3!8       W !075:4 .373.5 -0-07..

.3.3/.3 W &&4 ./03/.9./5. 5/.

!!$.

.2-.9.3!8. W &&4 .

3 !8 -85/. /03/./9.9.2-./ 0.38.. !8  203./ :9.:3 /03/.38:39::/!8  203.:9..  :9. W &&4 .9.3.203.

3.3/.350307-.3503.9..2-..39039.3.3 0..  . !8.- W &&4  .3!8 !8..507:-. .

 5.9039. 203.5:85.7&! .8.3 47:58/.8.

8.3.3 W 094/0 $:2-07 503:8:3.8-07:-.5/. -. W %3/..8.7: W !.3 W 0-07.5.43974.3. #&&&!. 5.!02-.8.3::2!/.. . W $0.843.7:.!03:8:3.078.7.

&&!/./:.7&! W &&39$:-.3.078 &&4 .

!!$.

39.8.3% ! 47:58 &&4   ./. $:/.5:8 W &&!02-07.

 4&&4 .

4342 &&4  .!/.3. W &&%3/.

/79.

 W !075:.

  &&.

:3/073 . 39 %0747820 W &&430.

. W W W W W W W W W W &&3:3.3. &&!.!49 &&502: &&070 &&05.3. . &&!07-.79.8.3.3.74/.3.3202:.4394&&3435/.98..3 &&!.3 &&!078 &&!03//.38 5/.843.-0.3 &&!.

::2!/.385/.3432907  &! && 207:-.   !/.3.3. 07.2-.3.3.  :2:2 &!  078.3.&2:2 :8:8 W  !/.3.:8:8   !/.  203.3.&2:2   !/. W  !/. %! %! %!$ / .2907  %! %! %!$  !/  2907  !/ 8.3.3.:  &&3435/.

3..3/.9/5/.8:../.3.5.35./907.507-:.9.9.3.3 :3/../.  ./.3203:39:3.8.3 09039:.-07/.:.3 ..9:507-:.7.35/.&!  %.390.507:-./..3 /.3  2.907.30:.!. .309039:.3 808:/.3 :3/.5907/.3 /.2507:3/.9.3.80-0:23. .8.3 507:3/.5.  0.:.3.

98:./.9.3/.3202:..9:7.3.8:.380-.$$%#&! !$  &! W ::2/0.3./0 9.9:2 3:. 8:.5.::2.8/09: .9/.3:9.39070-/. 005403./.3. W %..5403.9.9:.0.9:/0/.9: 507.39.::2030-:9 507-:.3-078.35.83057.9: ::2.

8..8.80..3-07.8.8/.2 !.3 503:3.4 .3.33.8  8.9  &!  8.8.8 8.7.8..3.9.7.8 .:8:7:9  8..

.0-0.3.3 :3/.39/.$$##& $&#&% W &3/.30/05.-07.35/.3  &&!/.3 /. ..3.

09039:.843.35030..:.3 . W !8&& W !8  /.33.:3 W !8&&4 %..2-07-.7...:8:7:9 /.:3 W !075:.3-07.3.3!8  &&4 %.  /.

  .

  &&.

 &&.

3  !# W !8  /.3 .  39073. W !8  /.843.

5:3 ..8./../9:39:9.3-07.8./. .5.39/.!8&& W .3:8.8/.7 ::2./.3.:8:7:9.9.3 /.9/:7...20.82.5.:39:9/..

&&4 

99
W !8 
$09,547,39/, -40/9:39:9:39: /::2,9,:/,9: 5/,3, 0.:, -07/,8,7,38:,9: 507,9:7,3507:3/,3
:3/,3,3,3 8:/,,/,80-0:2 93/,5/,3,9: /,:,3 W !8 
$09,5,/,507:-,,3 /,,2507,9:7,3 507:3/,3
:3/,3,3 2,,-07,:09039:,3 ,35,3 203:39:3,3-, 9078,3,

&&4 

 07.33  ./.8.2..3.7.33.7...3.!03.8:8:!#3/4308.8.9  /-039: ./. 907.3 ../80-0:2 /:3/.8:/ /.9  %07./.3./4.7.203/.3 5708/03 W !030.3 :3/./.3.:8/. 9079039:/ 05:9:8.2.85.3:8.50.:3/.9.99079039: 907.3. -07/./. 203:8:.3 .-07.2. !# 3/4308./80-0:2 /:3/./4./.9.3 9025:8/0.3-07.&&3  /5078. 99!03./.350789.3.8.3. 80-.33./:.3 /-039:3./ 4.9 /-.  !03./2.7.3 5...3  -8.!#3/4308.3/5:9:8 40503.3.3!8  .390./3.8 2.8.:8:7:9  !0.4.

2&&39%074782073 -079039.3-07..:8:7:9 /.&&39%0747820/.3!:9:8.3/03..3.3  W 202-.9.309039:.3&& .

:7.03-0703 '.0730'85. .3#0 . 89478 $48448 %00448 890381 !03. '.4 W !:9:8.5  W %.7.3#0.03.38..9-.99:2 $2438  0.3.7.0 W !:9:8.300:.9.187.3.3 9039 $8902.187.5/.!$#   W !03.8:8 503.20  .3.33.3890381'8 3.3.:7.2.7/03   08 503..98 7.8.3897/7.

.9 203.38.5.0.7.9    W !.3.2...9$..3 0890381/.3 .9/.32025:3.30-93/...3::2.3./.9:09.187.9:202-:.8:/ 2023/.9 8:.5.!03/.3.3 /.9.3.9:.3-072./.3/.7-0-07.3808:.5..3 .38:.09039:.4903 /././.2-203.3..7 8:.4 ..2 202-:.8.3.79.08./.39.943897:8 .3.9/.3.9:-03/.30-93 .9: 503079./.3.503.3.2202-:.3:.93.9:507-:.3  8  W 03.507-0/.&970.9:..20/:.

3:.5.23.30-93 803.3.9   W !$# $%$ W .&970.7:8 /8008.3.30/./. W   W ./ /. 507.3 9072.!03/.3-078... .2 3:3.2202-...3. .7.3:9.8./.30-93 .. .4903 /.507.7.9$.3 3:3.8::.220:.

7094 .380.3 :39:2.3203:39:3.9/9039:.9.7././..9  &!   && !07-:.9.907907-.9/9039:..90 .94  W !078.8   %0472.3.83507.&970..3   W %07807.5.3&& W !07:-./.8 W !.3&& %047  %0471472  %0472.8.57.9.5.5.9  ...3 9/.9079/.803/7 3.!.-897.43. &2:2 3.3 !07:-.907-.

/..3:3/.!07:-.35/.9:3/..8/0....3 :3/.8%..3 :3/.3#08  .3&&/2..3 507.3 $08:.907%07-.#08 .7502-:./8:.703.3. 82438  /94.9:3/.9: -40/9072.2 :3/.3 0.9.3 :3/.703.%07-..3 ::2/.89.3..20..8.9:507:-.5507:-.3507:-.40!:9:8.9.507:-.:5:3/.-40/507.5507:-.8.3 :3/.3 ::25.9: W %047.:3/2 W %047..502-:.3 -.3 ./ 9/.8:.3/......8:/!. 9.-07:-.30./.8:3/.3808:.9.3 :3/./.3 .3.9.8.32../.2507..8:8588:-&!  -.3.9079/.80-.   &! W %047472/.:70/.9:507:-.8.

!8  &! .: 93/./.320303.950393/09.%025:8/0.3. /.33./09039:. .9.2./.50.9.9:7..:..33.3./!8&! W .: /.33.:&&!03.33.9. W .9.  W .2..78.5/.39039.3.

4 W  %047.4:/09/ ..3093897:203 W  %047-.9:...309 0.9 /0007.9/:3.3 /02007.318 /0007...9...3 /0./ W  %047-007..3.3 /0007. /0007.9 W  %047!07-:.%047 %047 %025:80.2..200/.

4 W  %047%025.3090.3 /02007.318 /0007..9 W  %047!07-:..%047 %047 4..9 /0007..:80.3093897:203 W  %047-...3/0 .3 /0 007.3.9/:3..4:/09/ .9..2./ W  %047-007.200/..9. /0007.

3.3  3/4308....:! 447 .3.2.7.: 30.79.3 /-07./.3.2.9.: /...:8/0..$0.3.9.:.9.918:.3 .4394!. W ::25/.3 W 4250903870.950393/09.4.9:503.

3..3904780./8008.3.. 900448 W !078.7.20 $2438 07.03-0703  443 . 43709.9/.39:381. .-::&970.%0472.3./5 W '.3 W .47.507.030 $:73.303/.9. 0.302007 02507:3.

9 05:9:8.9 W.4:/04.9 05:9:8.3202 /.:3  /23:2  2..:3  /23:2        007.7...4..340#.:8/0..340#.2/-070207/0./ .3 70-43 7.$:7.:8/0.93 W.39.-.9 7..7./ . $02.

.

 7   .

.

  7   .

  W 8.8.8%07947.8 07.8 8.8.3.9.:3.::2!/.

 !8 !8&! !8&! &&4...

8!. W 8.9.8.843.81.

3!8 /.3  !8&! &&4 .5073/:3.

 !8&&4 .

 /79.

9!8&&..

8!07843.9.8. W 8.

9..8 !8 !88:- !8&&.078.8&3.9.891 !8&! !8&! !8&! W 8.843.

 20.9..30.3079.9..::.:.:.8.3 :.3  .7.9.3079.3992.8 30.

.0-07. W . !/.5. ..3 W !7385:85..8.:3.9.88. .3..9.8&3.8.334 W 8.3/4308.5.8 0. 2. .5.5.3-07. W .3/4308..507..9.5.3 .9 .078. .8-07./.3%0747820 0.

:.3  W !8&!::25:-39073.9.!030..8.3 &! W %072.!8     /.507. !/.3. 202-.:3.843. $08:.:3.807..8:2022:39.8 5/.3.8-07.33.3.

.

.8  05..33. 0:. W 2022:39.7. 80.30. 05.4394.7. 7082 -:.3.

5.7.9..9-07.83 9072.9.330.7.8:..83.8:..8.83 0:.330.7.7.7./ .39.  :9.7.-.-:...32907  !.9.3.8507809::.  3./.907-.3.30.  438:907.. .30.5.730.39:397.507..

3.!/. W .3. !/.%3/.207:2:8.7.!/. W $:-0%3/.3.  W 89.!/. . 0138  038 %3/.3  &38:7 :38:7%3/.3.

9.3. !0789. 0.5/.  89. W W W W W W W $97.!/.5/.3.%3/.7109 !07-:.1-.3..9.35/.3. %3/.

.9 3. ...0 723.

:.3 /..:.9 20.3::2 5.35/.3:. W 7../.3.:.7.3/08.3:8.3.- 0138 W '...3:8.5.343898 W 7.3:8.3..3.2&& 20.:.25:-079.!/.2/03.898 ..3/.32.2/5/..3 /-075/.9:0..3::2-07:-:3. -0781./..:.9:9/5/.3 W '48 8:.  /.3.32.3.3/08. :2:23.%3/.  W $2438 0./7:2:8./8:...:.3.34047.3:3.20  0.3 /.3.40507&&.9:0.32.3  /.32.

3.3 0%:3.  !02-.!/.::/.3.907 0472 0428 0 28 04:8 0:5.00 0!49 042:3 :2:2 0!745.7..3/0203:7:9050393. 042:3 :2:2 !02-.800757.9. 0380  W W W W W W W W W W W W 00.3 050. 0/:. 0.3 0..3::&! ./.3:9 0$008.3. 0/907:8.9:/: :/:-.!/.3. 007:.%3/.3%3/.1.8.-5. 0$0/07. 007.3/3/:3 ..3 007/7803/7 007.3.

3:.3/0. .78.02-.&& 09/0./5/.3.903 W . 70./.. 0 9:7.02-../.5 9/.9 /0.3.9/.3.:.399. .59/./.4-.9.3-07-0/.07970/3 W /2.:.-:3.8090.3..3.&& 8:/.0-503/0 / 0.91 . 0 9:7.7:/../5/. .030 $:73.39:/5/.3.399.3/5/.-.3..0-5.3 / 0.903 W !07-0/.507-0/.7.3 .9.507-0/.4-.3.399.0380  0.3 28/71 W /2 .-:3. ./:.3-07-0/./.3./:.39/.3:. W &!:: W &!:: .39:9/. .39/.9.3. .-./.%-. !07.3 4./.78. !0.. !07. ...91  .%80-0:2..

35. 0/.33.3 28 !8   !8 .. !8  !8 /  !8 / W  42820.907 .3 W  .3 803.  289.7.3 /7:2:8.9  28 !8 !8&! .9.   282:73 20.81 .0380  W  472  .3/0 .7 50739.3/7:2:8. 28 !8 !8 /0.3.3. !8 -039:507-:.7.93.:.3.9 28!8&! W  4:8 /0/.3.3.-.7 W   28 20.-07-:.3. -07-:.2:73  20.:.3/507-:.3.9.3/9/..91 /507-:.9.:./9/.3/ W  :5.5.7.

0380  W  .3 28 !8  !8 .33. 20207:. 503:39:9.3 503:39:9.8.3  28 !8 !8 W  /:./:./:.3 503. 20207:.9/.33.3503.

/.347. 3.9207:2:8..8 W &&%! W &&!02-07.9::7 50784303 .35.3 / !8  &! .7.7.9 503.47547.%3/.8 W 47547.3% !  47:58 W 7.  $:-0 W .0-:9:.3. ::2!/.3.3:8.32./..3/. 08.19#&&&! W .38.8 W ./.5.8. 8.3. .::2.7. /8.3:39: 202/.7.3 .3 W 47547.3::2 .3.!/.39.  :7:3.

3:.%3/.83. W 80-:9.1.83.3.  28 !8  !8 !8  .!/. 9.35.83.  /80-:9:.  .3./80-:9:38:7 :38:73.!/.07:2:8.3:38:7 :38:73.  9/.3%3/. 28 !8 !8 !8  W /80-:9. 28  !8&! W /80-:9.1.1.7.3:38:7 :38:73./80-:9:.

34-09180..3.3.3  .35/.9/..3 /2:.9/03.9/2:.7. 8.3  ..2507:2:8. /03.7..:203.3  .3 :38:7  8.  &38:7 &38:7 :38:7 .9/.3 /.3::2  .3 ::2  ..27:2:8.7.3 2...5.3 20...320250793/..3::2  %3.3:3 ..993.. 09..38:-09108.  $0..3..9:5:.3 -.9..7....8.3 /0207:5 .. W W W %3/.-./...8:/  9::.5.-../93/.7 507:2:8.9 /5078.5.9/.:/.35/.3 802:.8 -. .7..9 /5079. 20.3203039:.3022003 W :.!/.:9..9/.7.3.2-.3  80-...5.5.5.3...3  ..3 -.9 9..3 3./.3 .:8.3-./503: 202-:..3.3.28:7.93.30.20.9 /5/.9 703.

3 W / :38:720.934 W .39.-.!/./.3/.9 507-:...3202-07..9.3 W .3 W - .3.3203079. 0.3::28:-091 .3. 507-:..3::24-091 W 0 :38:720.2-. 0..%3/.  &38:7 &38:7 :38:7 !741 40..9.9.:./.:0.9..

5/.9.3 .3.2 507:2:8. &38:7 &38:7 :38:7 W &38:7 /.%3/.91..3  &38:7 -091 507-:.

2-.9/5079.9 20.- .3  W &38:7 /:.0.81 . ..3::2 /.3  &38:7$:-091 08..3 .5../..-. 803..7 507:2:8./.3 /..7...3 .3 0.3 0.20.5.3::2 8..9/5078.3:3.99..3 80....5.7.5.

5/.2- W -.5.38..3 93/.4394:38:7 4394:38:7 /.  !.&! W -.8. W 203.3.3 80-..7.3.27:2:8.7.

5.8..3 3. 05:3.347.3 .38.3..7.3 W /03.7...3. W 203.3803.&! W -. W /03.3.47.3::2 !.8:/202 W 80.80:7:3..20.32.

8.9.3 202.8.5. W 2030-.3..0.39.703.5.: . /03.  !.33. W .27:2:8.3007.7507.5.8.3 2.7.7.38.393/. W W W W -.-.3. W /:. 5/.3..8.3 .3/.3.347..2. W -.4394:38:7/.9 W 8047.3.3.38. W -07809:-:/03.3007.8. !.

 5/.393/.8. W !.3. .27:2:8.  W !..8.4394:38:7/.

:5...:5.$ !03079.3 W  .5.9/5078. .84:8 .3 W  79:. W  7980259.

4:8.

4509.

-.8 50.507-:.3 . 0309038 /09.9:  $03. 890470 4509.33.9.99:  . W 5.850.3.3-.: .3:9..3 ...5.-.803./..:.5.  .9:/0/003/..9..3 .803.-...79:.5.3..3907./03.20308:.-...3 507-:.-. 2.98:.3 507-:.:5.%  W %047 803. 9047003/.3907.-./.3.44789038 90470 4509.038 /003/./.9:2:.:  .9047-.20.9 -078.3..9..././...

4:8.

4509.

393/. 03.. W W W W W W  89..39./.8.27:2:8.3...3..::!8 &! /03.803.5/.3.9:.::  .95027.903.3 50.32. -0757/903.:9039.3/903.7.8:/!8  &! 3.3.3.3 ..3!8&! /03.. ..:-.3703.30-/.!8 &! 9.3/0 .!8&! 0309.3803.3703.92-:3.0-/.9/03.3./. 8.3 .9!8&! /03. /703:3.

4:8.

4509.

.2.8:/.2 ..2 4509  W $03.......80-.803.

1...3 02:33.844207 W $03..80-.08.3 05.80-.7.3 4509 -2400/8 -0:93  ../.3 038.08.3 038.3 4509- 0070/8-0:893 W $03.89.3 4509.7./.9::.1.

4:8.

4509.

..8:/.24509 2..2...803.80-..  2.24509 W $03..

.-..907.502-:.8-038.1.3907.99/.../003/..302:33.-.. 9/.907.2803.7-.89.33.-.33.3  502-:.9507-:.3507-:.:.-.80-./ ./02:33.920303/./.3907./ :39:203.-.8:/ W $03.80-.038..9/.3  .9./.380.9/2.3 502-:.030 $:73...8:/./02:33. 9.9.9/2.305.907.9507-:.98.33.1..5.   ...302:33./.. W 2./2.2:33.8:/3.3-.3907...1.:.502-:./3.99.5...3 ..038..9.803.-.9.35./ '48  W $03.5.. 803.99/.39:.-. 9/.9::..

9..7.803.-078.

039:.8 ./4:80.

4:8.

4509.

... W !741 40.-40-:.9:8:3: 8:3:92-: /8.:7084/09.:0.35:7084 .253 ...5.:130203 :39:203.2532.8:/3./2. .3/8.-./.9..039:. -07.5.8  W %047 3.5.5.934 9047..392-:3. 4:80.803.9 /.3 .9 .9:5:3 /9072..3.9  .8:/ .-40-:.8:/ 7084./.:02:33.3.3/2.:.

3-07:5.:5./09.7908.27:2:8..5.:/ 3.:2:23.3 W 89. . 8... /..3/.....3 0./:3. 805./09.7:83.:5.:3. W :5..79:.90/ 802-7434 900/47 W 89.2.:3./.7980259 -039:08. . W :5..0.5.9:93.  89..3 80. /.3 0... 89.3 08...35.2.8 -07.

-07.%0.3::2 . ....9//:.0.3-03.:5.980-.9 .:5./8.3/1..7 / 0803.:2:23./.7 -0:890 .-..9 . /:... 8. .7.3 ::2 9/.3.:5.0-09:.9 .3./8.. $24385.9.  0:7..0.3./.9 . /:.20 9/.9 /.3.3.3/./..3. .8.5.:5.9 W &!9/.2..3203/:.2:5../.3. 0:7.7:8.203/:.3/03.3-07.3 2025:3.9  . :38:7 9/.5..-07.  .5..9/.3/8.2.5...:5.7.7 43 -0:890  W $./.7:8.3./0138 W ..3 .3 038 8./.9:5.030 $:73.-07.:/  0./.3.80-.3 W .  503079.9.

5.5.9:8/4:8 3/090723.8/.-0/. 5.9-.8:/3.2.790/4:85745.039:.2./.9:8 / /4:857020/9.3...:5.-07.790. ..8:// .3/. .:5..9:8/4:87050393:8 0 /4:82. /8./4:80.80-.73.:8 W 3/4308./0.9:8/4:83/70.2./2.3:9503/. /.8.9: 9/.$ 0-07. /4:8/090723./4:8/70. W 5. 5745.803.9:8 .7 W 5.

0/.920303/.9/03.9 5.2-.3.9.30.  ..9..5.3.34-.:8.8 W  .7.703. 202-07.05. 907.0#$/.8 53.3 W  . :.:8.8 :897.38:39.9.2.3/4507.9  .3.3..9 ..&$%$ W  !03079.7././507:.2-..907.307:2./-.2:.393203:-7: 803.39079039:8.703.9.7.3 2.207.8 40/4907 20239.24- /03.:.3.

99079039: .!03079.52.38.-/..88:. 5079.-.9:./80-.9.8 W W W W .3./..9 :-:3.-.3.3 2.5.80-./ 8:.3./14:8507.9/0.5.8 909. -:.-50789.72070.3 5.9 !0784.-.9:2.348.: W .- .9.3.550789.3/.3.3.318./.8.350393 $09.3..503079.7.:8.9.-/.:8..-..3203./..3/.-50784.9202-039:7...3.9.80-.3-072:.:2025030-.-80.80.-..5.1.::25/.8.3 W $0-..5.9.:8 203.3:3.9.3.9 203.39.9.9/239.39.

907 507-:.:8.3.9.907.32030-./.507-:...9.3./.390780-:9.3907.-.34380:038 4380:0389079039: /2./507:.9.5.3.3.7.:580-..3.:38:7/.3 .:5 /.8 W 0....2507:2:8.3/0  28 !8  !8 !8 W 0 289.39/.2:73.

.42288..9.802: /0.50742884302.

/.8:..-.-40.30.39:203.9:.9:.8..9 ../.-.35.3907:.3 .59.9/.:.7.7:8203.3.808:3:3.380-03.1..99079039:9/.7 8:.903 !0.3/03..80.92-:  W 0.3.:9/.3.23 -.-.38:.:820..3/-0-.9:.3 .350739.3. 30030 2880/0.59.73.3/.20.

 89:.:...3 28 !8   !8  .:.5.3.9.3 /2:3.-.8.-.5/.33.3/03.2.343/8:8:8.-.8/.3/.9 092-..8/.3.:8090.3 2:3..385/.:.3.187 93/.3.3:9.8.38.. /./054490780-:9  503:.9 .9.3.1.:.38.38.8.30--07./.9/.9:8:8..35.7./..3./.3-07.703.9.3./09079039:/.703.3 93/.3-078.350.9.3/0:.3.2/03.3.

 !8   .

.7.43.3.8 W 43/94$30":.9.:8.

038 '43 :7 W %047 90473/..8.8./:.:.

302007 . 72007 :/07 W %047 90472030307.89047 /0:..9 '43708 $2438 !4250  #:203  W %047#00..8.:8.!742.38.

80-.7.-.-..31.980-.1.3.7.038 W /.3/.947.947 1.-0-07.947-8 .7:8 /.5.5.9/.8.39/.7.9/.3. 0:.3 . 80-..2.-.343/94$30":.- .99: W $02:.38:.2030-.8.5.7 7.9 .W $.3./.3.3 9:7:98079.43 W $02:..9:802:.7.:8.93.8..9:...

308.9.8.3.8/...3 /4:8.3.3'43:7 W !02-.9.7.3.3'43:740'.20 /-.8..7.9.!02-.7..

9:-:.3:38:7 :38:7507:2:8..-.7/4:8. /:...2-.253.:...9.3/0  W .7 /.35/...7.:5.3:38:7/0 2.3..7/03. ( W !0308..80-.3203.3/4:8.:.9./.8.3-.3.8.3207:5.9. 0.7:8/.207:5.3 .8.9.3./. 84:83..:/.:5.390709.:5.3802:.  .39:..

8./:.%047 %047 90473/.8.

9.7.3.7.3/0.3 9/.3.3-.3/.-.-.27.9  .3/..9/05...9/.7904743/94$30":.38./3.9/./.39: :39:907.-.:/.9.92.3. W 72007 %0473-075.9  ./.35././.3 9/..5.9 8.-.9 W  :/07 W $0-.202-... !742.8.7.8..3.35.20. 43 /.7.3.:8.3 9079039:9: ./...7.78..5..3:39:92-:3.

8.3.7: 18./.43..3 2.7094202-07.2034..3503.%047 %047 90472030307.33 .7 904739/.93/..9.3.:0.32.8  W '43.

3 /.:2:2/.3:9.3 .3 /50784.3.9.7.3/.3907.-.3 203.32:33/902:./.3-078.380.5..3.9:8.:8.805079 .3.3203039:..5.9.50789...8..7.8./3.9 .3.9/5..588 5.. ./.27.

35. 80./.%047 %047 90472030307.91 $0-..5.5.:..9/08.35/.253.35079.7 /.91.39/.8.39.080:7:.:8203.-..9.94754891 30..8  W '43708 %047/06:.3.9.3 1.-.91.8.9$:-0./.9/.23.-./.3/02 050393.3.3:3..9 .2:3502-./.350309.

91.:-07.399.:.9.9.

3.202 -039:50309.:.9.72.8/.73.:.5.289:.7. ::2:2:2574-.9:93/.3./.343/8 9079039:2020.7.32020.-.9/8008.-.:2:2  02:33.3.:3.94790780-:9:39:202:3.947 1..907.7.8.:80./.802:.9.-.843709 909.3202:3.947/.2 89:.9:80.7.3/.:.3....9 9079039: -.8/.9 9079039: $0-.9./.5/3.3...3/.3.32:3.5.99: ..99079039:.-8.33.250789.702:33.:..:.71.03/07:3.3 .-9.3 .3.9 8.202:3.-.-.91 202507-08.03/07:3.4-0.1..990780-:9  W 5.8:.-.3:39:202:3.

89:.81.342448202.9:. 50309./.:.203:550789. .907./.

3 39448.50309.:.

2.31. 0257 .502.9..

8/.3.3:8.:2:33/09.5 9.-9.574-.33.5.-./5./...-.3./.%047 %047 90472030307.9 .. .:39: 907.:.7.3.:/.3/09.5.5. .. 20./3.9.8  W #:203 %047/06:.3203:7:9.3:39:/.-07/..:5.:.1.-.5./.92032-:..:.3203:550789.78 ./.9.9:20.3 907-:9207:5./..9 -0.. 90780-:9 W $2438  $0-.:9/.91  ...50.343/8.8..9 .78:2:2 503./.89/..2.-.9 2032-:.947.:3./.  039.302:/.34-0915.78:/:94-091 ..9.3/93.7:8 507: ..3 93/.-.35.9:9:.35.3/:30:./.3.9.32.9 W !4250 $0-./.8./.3203.9../09.389:.

32:33.- 80-.3.37.-..9:3/.3 :3/.380-.7 80.5.302007 %04733320307.8:/.32028..-/..- 40502-:.3.:0-80-.%047#00.3700.3..3  ..3 ./2.3/5 80-.7.9:./. .9.80-.3. .38 W .43:7 /03.38.

7.907 ././.99/.7.3::2 W 79 9.90720.$1...3::21472 2..7..3.3.- ::2.507-:..3::2..803/7 43/0700370..35.&& .3&& 80-./-40..3 .3147220.47.9 -079039.9 9.7 079039..3::220.8.3/.3/07870..3/03.3..3 90030038.9.3::254891 W 0..32.340 2.90.35.8.3.

 5030.!07-0/.7...:./.3.3.907 203.:.3.907/.3.3 472 W .

390780-:9/.920.781.3.39/.3203:7:9::2 .:5030. 507-:.3.39079:8/...3 .3::23.3 :3/. 9079:8 W 472 ...503.:.2:3/.3 /.38.203.9.5:8.

/:38:7/0 .27:2:8.9..920.-. /..5/.3. 2030-:9:38:7 :38:7 90780-:9 W 472 81.27:2:8.9/..3./:38:7 /0 .79.5 93/.33.203.3/03. :38:72:9.990780-:99/.5 9.-./.28 !8   W .9. 3.3::2.80. :./...7:..33.907 81.3 /.: 203.3/0 /80-:9.

:-.3/0. .3203.!02-:9.7:8/-:9.:9/.9/../..3::2 80. /..:38:790780-:940503:39:9:2:2 W $4..3  .:/-:9.5.3:38:790780-:9/80-:9.30..27:2:8.9:.5./...79 -.9.703.9.7:880. 507:/-:9..77:2:8.:203.39:3/. ../3. 3.9:.3 ..81.3.3 3.9.3..3::2 W 03.-07.9...32.9/. 907./:38:7/0 39/.920.

.3202.  :39:203/:347.8.202:.3./.3::2/.9:38:7 20..33.5/./.3 :3/.39/..2507:3/.3..3 0--.:2:23.2507:2:8..3.3503.39:2.3.920.3!03.393/.3 ::2 W !.3:38:70. W ..3::2 /./0...39:2.381..8..35/./.7 9:39:9.27:2:8.

:.  .3.90780-:9 /.380-.9 20..907/..4380:038..3-.7.405.81../.3::280.3::29/.5/0 .290./:38:79.3/0 2..5/.3. 0..7..2 /..27:2:8.4380:038..:203.:38:720..:38:79: /.3. /-:9.5 9.907 W 5.

. .3803.302007  9.-07.  802:./89.03-0703 .../. /.9..3803.3::2  .3 9:2025:3.3803..3::2 W '.3 ::2 W '48 0.320.3.5.. 20..20.3::2 W #0203 . /03. 205:9 5:.79. /.7.3 9/.9.79 .503:-:3 /..3022003  .3803.320.39.79 8 !8 &! /03./...3::2!8 &!/03. /03..2089/-..3 9/....:38:7/03.3.2025:3.3 /.79 /.. :38:7 20.20 82438 54250 507-0/.3.3803.

3/.3.9:.3 .3.3.3.3.5.8..9. 8008.3 /. .7..80:2:7/:5 /./.35/.8./80-.2..3.50.9.9.3.3805079..803/7  .4-.3. 03.3./03.544907.003/.2.30.350.2/03./.!#  !  W !$  03.2.8.3/:7.:.:5/.703.39/.3. 2.9:39:9:90.3 /.3802.  .3.9.. 9.350..82:25/.-.2-.50.38.4-.35/.:3  !/.3-.9./5/.5072:..20.9.3.9..3./.3.7.2...30. W !..4-.9.20.4-.3/5/.3.. 9073.0. .7.39/.7.9. 503.9.:.39: -:. 507.3 8008.3.503.507.

38:..39:20.9:507-:.507:..3 :3/.9.3. W !43-:.:202-.3 :3/.3/.3/.9.3/.3::2.340 :3/.-507-:.9.3::2 .3.7..7050393.9..2 ::2.3/.7.8.2/03.3.3::2 W &!9/./..3-0:28008..9:/0 909.202-07507:2:8.3 W !43.3.3050393..5543/.!  !#  W !072:.30.3..3/0 W $:.340:3/.3/.380-.3503079.

3/.7.907/08008.3.340:3/.5.9:/0/.38:.507-:../02./.92-:.-./0138 W . W 08008..7./ .3.9.9.2/03.907 W !.5..390.3/.3 :3/.: 907.5.-.39.3/.-07-0/./01472/08008.3 90..3./../01472/.9.:.3 /.58008.3 W !.3/02.:./.7.7:8/09.3::2.-.

:.3%0.3 W !07.#906/.7.30.5.3!0.3..../..30.3 W !07. !/.7.$008.3907.5 59.9 W !07.#  #07.4-.3 .9:0 .4-.4-...4-..3.500. .3%/.:.4944//0..$:.380-.3%3/..

.

$008.8.  &! .&! W !.4-. .9 W !.3-&! W !.8...$:./.   .9:0 .380-.    .4944//0.3%0.8.#07.

8.8..3.3%3/...#07.30.3. &!  !.3  !. ... !/.9/.4-..7..9&! .9&!  !.3%/.:.8.

3.3$008.4-.1.3.187 06:.39.3.4-. 3/0:/0!43 W !07.3:.3.4-.3 08...62..4-.5 59.007/0!43 W !07.3%/..47890!43 W !07..3:..#906/.95 W !07.$025:73.

$025:73. '403//0!43 .

3. 003/.$.8008..3 W %/.4-.9!07.7.803/7 .9 /5/. W ./80-.3.703.3.3 802. 2.8.9 W !072:.50.3.39: -:.3.-.5.9.8..3!0..9.3/.3..

/..2.4509/.003/..2. 4207 .2.3:7857:/038  .  03 .2.  ..5.7:82025:3.9..24509 .380-..703.187.9.795079.: 4509  W $08047.79:.3.7:8/9.: .3  .:.% '44730203 W 03:7:9/4973/.4509 /83.8. 003/.9:003/.30.3.3/.44730203 ..187.:9::..9.7:8/9..3 W ..9.20. 80-.

.187.8:/ 507-:.5.9....3..3  W &3/.3  003-03.3 W .3503.3/2./.3 50.8.3 .-039:3.3 :3/..2.3/03 W .3 .4073 /.7:8.... 5072:.3:9.3..3.207:2:8.9.3 .39/.3-.: :9.9.8.3.3.907:://03.8:..3./.8.5072:..8.350.350.98:/.380-.!072:.3!0.3.9:507-:.4073 W . W !07:/:3.

::3..9.3.9.30..9: ..9..3 203/..8.9..3.3.7:8/:-:3.2.!0.7..7.3003/.8.: !0.44730203 . .3/03.3 W $0.

3.9.

9 8:/.3.3003/.3 9: -:.5072:..9-07:93.003/.3.30.003/.3..982./80-.39:/9.3802.  % #!  $&% W %09.3.380-.3 80-.187. 2.3.3.3.3../.7. 80. 50. 50./:-:3.3.3.703.9.5 .3  ..3  % #!  % .9.88902..3./9.803/7 2...50. .2.. 9/./50.8.9.8.-.3..907:://03.3/03..8..8.3 50..8008.8..187.

9..9.53.25.5.9:/03.3..9.9503:./7:2.3202-:3:83.380-.5.30. W  2005.3 .920302-.9..803. W  $08.9./03.9 7.9.:. ..7.507:2.3902-....5.3.7. % $&$ W 20303/.3-0-07.507-:. W 0 203. .:39:202-:3: :39:20.3803. 2038803.5 W - 202-0803. 50709025..9.8. 202-.7:820. W / -07.350:7: W  203./.05.3 2.8.9 W 1 203::7:2.7..8:/3.9: W .5.3803.5 W .

9  W  03:7:9%047!43 -091 507-:.90.3.3..350.3 003/.9..8. 203:3:..#&!!$ !%!!#&%$&$%$ !%&& W  03:7:9%047!43$:-091 507-:.3 .9..3 5072:.9.3 .3 5072:.3 050393.8. 1-0:2207:5..3.207:5..8:/.3.802:.3::28 . 507-:.3.39: -0:2202-.703.....350.703..

:3503.. ! W 9.4394 !07.8:24-/.3-0703..3... .9!8 ./03.  !$ W !.8:/203.3 2009.3 :.8.3-42/24- 42200/.3.3!02-:3:.30703. 80-0:22. :.4-.. 4!.3 502-:3:. $&$ W -072.3203.-..9  .8.7..7.-83.5.4-.9.&! !07.

.3.9.3 2.3 /.5 5079.9.9/::2 W %09.3.:507-:.3 50../.3..9.3 507-:...9.8.35078.3 -0:2/.5.9.350..5.3 8:/.2.3 W  93/.3 507-:.9.8..3/-0/..35078..3..3 207:5.9/::2 W  93/.5.3207:5.3.!%$%#!% #$&% W !07-:.9.33.:507-:.3.3.3  .5.

92032-:.202:33. -0-07.::39:20.9.80.7507-:.   $243820.3 -.80/02.350.9/.20 .3.9.9/..-.9.9:507-:.3/.9::38:7 W !.5.81.8...3 /.3::2..38:3/..5.3./01472.39:90.340&& .907.907-:9003/.7.3507-:.-.8...3507-:..5.3203:7:981.507-:.7507-:./.350.8:/./02.47.3 :.-..7.9.58:.3.5.2/03..7.3/.3907.9.9.3.9.. 5072:./.3.  803..7.20..9:050393.9.2/03.3./02.3/.9.:.38.5.3907.9.-.3/.-.3 ..3.3.3 9:207:5.5.!!%!#$%$  '.-.3::2.3 /.3. 507-:./..:38:72.8:.507-:.39: 2025:3.5.39:207:5./.9077..7.9./..340&&  '48.8.8:.8..:/01472  W !.37:5.39:/.7850.3/..9907.3/./3.9:/0  .3..507-:. 5072:.9.3.93.3::2  !4250.33472./.507-:./.3 .33.3./.3.580-.7038/03.-.380-.5.

9./8.9.-.3.7.7: /.-..8.940#..9.580-.3.3 /003/.307..9:507-:.5..3..9.30.30.9.39:907/. 5072:.39:-.3.3  .507-:.3/.5..39...8047..5..5. /-:9:.3.9..9.253507-:.3 .3.3 507-:. 507-:.3808:.3 507-:.3 .8..9:.-.:.:.350.5072:.3:39: 20.9.9.3.9.38:3.3 20.30.350.3 :39:203008.40808047.3.9 :-:3.3/.39:9/./ /.8.3.!03/.5.

.9:507-:.3:08..2:39/.3-0-07.907.50.39/..3 909.3 /507:.7.3802:.:.3-.9.5.4-.2:9.808047.3 4973 W !07.507-:.91 .-.-.3802:.:70.3.907.703.3.5.9.3-..:4-0 8.20.3 .3-07003/.3.9.:.9...3-. 20...20.90.3 3. 9/.9.7.'403//0!43  .8:...808047.5:7.:.9:..8.3.30.507-:.5.4-.3 909. 0.2 .30.  %/.90.-.5.8025:73.:.2 !07.3.4-. 3/0:/00 !43 .:.9.9: 0. 20. 0.9:.-.90.20.3$025:73.0.9.808047. W !07..9. W !07.3-07003/..8025:73.8008.-07.3%079.9 8.5...38.9....8008.:.4790!43  ..3%/..9.8008.3408:.3.3.3/507:.507-:.4-.3/507:..9.38:.3 .20.9.3-07003/.$025:73.8025:73.9..3  9/.8 /80-..3 /2.

.2./3.3 W $.3503079.3  003023 W !03079. W .!03079..9907....

:.3 203:7: 20.:.3 9:7:98079.7.3.3 20307.32:9.3:3.3 202-.20.39:20..83 !03079.9 !079..5/.3:39:20.:..:. W W W W ./.32.-039: 20.3 !03079.:..3 8.09.-.9.83 2.507: %3/.

3 9:7:98079.3.3.2. 50. . 9:7:98079.2.7..!03079.80-.320.35/.-07-0/. 503.9:8047.: W !8 &! 0 502-.3.5/.8047. 7434 ! W !8&! .: - 503:7: . /:7..9.3.3.3 ./ 50.82:2/:7.3./.: 2. / 502-:: /5/.:0-5.:.3.39: .3..3.9:93/. 50.38:.

 - 2.9.

80:2:7/:5 2.:3 .8  9.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->