Lanjut usia tua (old) : usia 75 ² 90 tahun.€ Batas lanjut usia. € Depsos : lanjut usia di atas 60 tahun. Lanjut usia (eldelly) : usia 60 ² 74 tahun. Usia sangat tua (very old) : usia > 90 tahun. € - WHO : usia pertengahan / (midlle age) : usia 45 ² 59 tahun. .

€ proses menghilangnya perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri / mengganti dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita. .

7. Proses tersebut akan dipengaruhi oleh: Hereditas / ketuaan genetik Status nutrisi Status kesehatan Pengalaman hidup Lingkungan Stres Bertambahnya usia seseorang Penurunan fungsional yang nyata Penurunan anatomik dan fungsional mengakibatkan penyakit. 6.€ 1. 3. 5. 2. 9. 8. dari organ yg . 4.

€ Perubahan hidup dan kedudukan fisik Kesepian Post power syndrom € € .

katarak -Telinga. terjadi tuli konduksi dan sindroma menite (keseimbangan). sindroma malabsorbsi. ulkus peptikum. Patologik misalnya : -Gangguan mengunyah dan menelan. perubagan atrofik pada mukosa. karsinoma kolon dan rektum.€ Sistem panca indra Perubahan morfologik dan fungsionalyang bersifat degeneratif baik pada fungsi melihat. perasa dan perabaan. hiatus hernia. mendengar. disfagia. perubahan atrofik pada rahang sehingga gigi lebih mudah tanggal. ulkus kornea. pankreatitis. keseimbangan. gluakoma. . € Sistem gastrointestinal Melalui dari gigi sampai anus terjadi perubahan morfologik degeneratif. konstipasi. divertikulosis. anoreksia. Patologik misalnya: -mata terjadi ekstropion/ entropion.

penurunan gerak silia. . cadangan jantung dan kemampuan meningkatkan kekuatan curah jantung. isi sekuncup. keganasan pada paru bronkus. penurunan refleks batuk. Patologik misalnya: -PPOK.€ Sistem kardiovaskuler Penurunan kekuatan dan kecepatan kontraksi. € Sistem respirasi Elastisitas paru menurun. kekakuan dinding meningkat. terjadi perubahan pada pembuluh darah menyebabkan kelenturan pembuluh darah tepi meningkat. kekuatan otot dada menurun. penyakit infeksi paru akut/kronis.

. € Sistem hematologi Pada pertumbuhan sel darah merah dan sel darah putih secara kualitatif tidak berubah pada penuaan. asupan Ca kurang.€ Sistem Endokrinologi 50% lansia menunjukkan intoleransi glukosa dengan kadar GDP normal. akan tetapi sumsum tulang secara nyata. penurunan tingkat produksi hormon tiroid. dan anemia akibat penyakit kronis. -pada wanita : terjadi osteoporosis dikarenakan penurunan hormon estrogen pasca manepouse. Misalnya : anemia defisiensi besi. anemia megaloblastik. -pada pria : terjadi osteoporosis karena faktor in aktivitas. produksi Vit D mll kulit menurun dan hormonal.

nefron terjadi penurunan jumlah atrofi. € Sistem urogenital Ginjal akan mengalami perubahan penebalan kapsula bowman. gangguan permeabilitas tergadap zat yang difiltrasi. . Fungsi ginjal tdk terjadi penurunan. Tulang terutama trabekulae menjadi lbh berrongga. hormon estrogen.€ Sistem muskulo ² skletal Sinovial sendi terjadi perubahan tidak ratanya permukaan sendi. gangguan metabolik atau denervasi saraf. penyempitan celah dan lekukan dipermukaan tulang rawan. Otot mengalami atrofi karena berkurangnya aktivitas. erosi pada tulang rawan tialin. Vit D. kalsitonin. dan para thormon. Mikroarsitektur berubah dan sering patah tulang akibat benturan.

. folikel rambut. hipo-hipertermia. € Sistem saraf pusat dan otonom Penurunan berat otak sekitar 10% pada penuaan. Penipisan kulit. DEMENSIA vaskuler). menjadi mudah terluka. kuku menipis dan mudah patah.€ Sistem kulit dan integumen Atrofi dari epidermis. berubahnya pigmentasi kulit. Meningen menebal dan sulci otak berkurang kedalamnya. Dekubitus. berakibat daya tahan terhadap tekanan dan perubahan suhu menjadi berkurang. kelenjar keringat. Penebalan tunika intima dan tunika media sehingga terjadi gangguan vaskularisasi otak (TIA. Lemak subkutan berkurang menyebabkan berkurangnya bantalan kulit. dan infeksi kulit. rambut rontok sampai terjadi kebotakan. STROKE.

€ € € € € € € Sindrom serebral Gangguan saraf otonom Jatuh Gangguan kesadaran dan kognitif Inkontenensia Penyakit tulang dan patah tulang Dekubitus .

7.aminoglikosida dan beta laktam) Obat-obat antiinflamasi Laksansia . 11. 4. 2. 3. Obat-obat yang diresepkan pd Lansia: Obat-obat sistem saraf pusat Sedativa ± hipnotika Analgetika Antidepresan obat-obat kardivaskuler Antihipertensi Vasodilator perifer Obat-obat antiaritmia Glikosida jantung Antibiotika (gol. 5. 6. 8.€ 1. 10. 9.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful