Buku Pintar Migas indonesia

PENGGUNAAN ELECTRICAL SUBMERSIBLE PUMP (ESP) PADA SUMUR MINYAK BUMI
1. Pendahuluan Salah satu cara untuk mengalirkan minyak bumi dari dalam perut bumi adalah dengan bantuan alat berupa suatu pompa yang dibenamkan dalam fluida minyak yang mempunyai kedalaman yang sangat jauh dari permukaan tanah (deep well) dan diameter lubang yang sangat kecil. Cara tersebut merupakan salah satu produksi artificial lift (pengambilan buatan) disamping cara lain seperti gas lifting, sucker rod pumping atau juga beam pump, jet pump dan progressive cavity pump (sejenis dengan mud motor).

Gambar 1 : Susunan Lengkap Peralatan Electrical Submersible Pump Secara umum peralatan electrical submersible pump dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu : 1.1. Peralatan Di Atas Permukaan 1. Wellhead Wellhead atau kepala sumur dilengkapi dengan tubing hanger khusus yang mempunyai lubang untuk cable pack-off atau penetrator. Cable pack-off ini biasanya tahan sampai tekanan 3000 psi. Tubing hanger dilengkapi juga dengan lubang untuk hidraulic control line, yaitu saluran cairan hidraulik untuk menekan subsurface ball valve agar terbuka.

Penggunaan ESP Pada Sumur Minyak Bumi

Halaman 1 dari 11

Kontributor : Radita Arindya

Wellhead di desain untuk tahan terhadap tekanan 500 psi sampai 3000 psi. Switchboard ini dapat digunakan untuk tegangan dari 440 volt sampai 4800 volt. Fungsi dari junction box antara lain : • Sebagai ventilasi terhadap adanya gas yang mungkin bermigrasi kepermukaan melalui kabel agar terbuang ke atmosfer. overload dan underload protection serta alat pencatat (recording instrument) yang bisa bekerja secara manual ataupun otomatis apabila terjadi penyimpangan. Gambar 2. Wellhead juga harus dilengkapi dengan “seal” agar tidak bocor pada lubang untuk kabel dan line. 3. Junction box biasanya 15 ft (minimum) dari kepala sumur dan normalnya berada diantara 2 sampai 3 ft di atas permukaan tanah. Junction Box Junction box ditempatkan di antara kepala sumur dan switchboard untuk alasan keamanan. Switchboard Switchboard adalah panel kontrol kerja di permukaan saat pompa bekerja yang dilengkapi dengan motor controller. Wellhead 2. yang bisa menyebabkan terjadinya kebakaran. Gas dapat mengalir keatas melalui kabel dan naik ke permukaan menuju switchboard.Buku Pintar Migas indonesia Gambar 2 memperlihatkan tubing hanger dengan cable pack-off. Penggunaan ESP Pada Sumur Minyak Bumi Halaman 2 dari 11 Kontributor : Radita Arindya . • Sebagai terminal penyambungan kabel dari dalam sumur dengan kabel dari swichboard. karena itu kegunaan dari junction box ini adalah untuk mengeluarkan gas yang naik keatas tadi.

Penggunaan ESP Pada Sumur Minyak Bumi Halaman 3 dari 11 Kontributor : Radita Arindya . Transformer Merupakan alat untuk mengubah tegangan listrik. Keduanya. bisa untuk menaikan atau menurunkan tegangan. baik core maupun coil direndam dengan minyak trafo sebagai pendingin dan isolasi. Switchboard 4. Pada switchboard biasanya dilengkapi dengan ammeter chart yang berfungsi untuk mencatat arus motor versus waktu ketika motor bekerja. • Auto restart setelah underload pada kondisi intermittent well. Biasanya tegangan input transformer diberikan tinggi agar didapat ampere yang rendah pada jalur transmisi.Buku Pintar Migas indonesia Fungsi utama dari switchboard adalah : • Untuk mengontrol kemungkinan terjadinya downhole problem seperti: overload atau underload current. sehingga tidak dibutuhkan kabel (penghantar) yang besar. Perubahan tegangan akan sebanding dengan jumlah lilitan kawatnya. Gambar 3. Alat ini terdiri dari core (inti) yang dikelilingi oleh coil dari lilitan kawat tembaga. • Mendeteksi unbalance voltage. Tegangan input yang tinggi akan diturunkan dengan menggunakan step-down transformer sampai dengan tegangan yang dibutuhkan oleh motor.

Dipasang paling bawah dari rangkaian. Fungsi dari minyak tersebut adalah : • Sebagai pelumas. Penggunaan ESP Pada Sumur Minyak Bumi Halaman 4 dari 11 Kontributor : Radita Arindya . protector.2. • Sebagai tahanan (isolasi). Secara umum PSI Unit mempunyai 2 komponen pokok. Transformator 1. pump unit dan electric cable serta alat penunjang lainnya. intake. karena alat ini dihubungkan pada Wye dari Electric Motor yang seolah-olah merupakan bagian dari Motor tersebut. dan motor tersebut digerakkan oleh arus listrik yang dikirim melalui kabel dari permukaan.Buku Pintar Migas indonesia Gambar 4. PSI Unit (Pressure Sensing Instruments) PSI atau Pressure Sensing Instrument adalah suatu alat yang mencatat tekanan dan temperatur di dalam sumur. Motor berfungsi untuk menggerakan pompa dengan mengubah tenaga listrik menjadi tenaga mekanik. electric motor. 1. Electric Motor Jenis motor electrical submersible pump adalah motor listrik induksi dua kutub tiga fasa yang diisi dengan minyak pelumas khusus yang mempunyai tahanan listrik (dielectric strength) tinggi. PSI Surface Readout Merupakan bagian dari sistem yang mengontrol kerja Down Hole Unit serta menampakkan (display) informasi yang diambil dari Down Hole Unit. • 2. • Sebagai media penghantar panas motor yang ditimbulkan oleh perputaran rotor ketika motor tersebut sedang bekerja. yaitu : • PSI Down Hole Unit Dipasang dibawah Motor Type Upper atau Center Tandem. Peralatan Di Bawah Permukaan Peralatan di bawah permukaan dari electrical submersible pump terdiri atas pressure sensing instruments.

3. Stator menginduksi aliran listrik dan mengubah menjadi tenaga putaran pada rotor. dengan berputarnya rotor maka poros (shaft) yang berada ditengahnya akan ikut berputar. lubricant dan tahan panas. yang mempunyai 2 (dua) bagian pokok. intake. yaitu antara rotor dan stator. • Labyrinth Type Protector. yaitu : • Untuk melindungi tekanan dalam motor dan tekanan di annulus. Motor Penggunaan ESP Pada Sumur Minyak Bumi Halaman 5 dari 11 Kontributor : Radita Arindya . tidak mengandung bahan kimia. Minyak yang diisikan akan mengisi semua celah-celah yang ada dalam motor. yaitu : • Positive Seal atau Modular Type Protector. yaitu : • • Rotor (gulungan kabel halus yang berputar). • Tempat duduknya thrust bearing (yang mempunyai bantalan axial dari jenis marine type) untuk merendam gaya axial yang ditimbulkan oleh pompa. Secara prinsip protector mempunyai 4 (empat) fungsi utama. Secara umum protektor mempunyai 2 (dua) macam tipe. dan protector). Gambar 5.Buku Pintar Migas indonesia Jadi minyak tersebut harus mempunyai spesifikasi tertentu yang biasanya sudah ditentukan oleh pabrik. • Memberikan ruang untuk pengembangan dan penyusutan minyak motor sebagai akibat dari perubahan temperatur dari motor pada saat bekerja dan saat dimatikan. sehingga poros yang saling berhubungan akan ikut berputar pula (poros pompa. Untuk sumur-sumur miring dengan temperatur > 300°F disarankan menggunakan protektor dari jenis positive seal atau modular type protector. Motor berfungsi sebagai tenaga penggerak pompa (prime mover). Protector Protector (Reda) sering juga disebut dengan Seal Section (Centrilift) atau Equalizer (ODI). yaitu berwarna jernih. • Menyekat masuknya fluida sumur kedalam motor. dielectric strength tinggi. Stator (gulungan kabel halus yang stasioner dan menempel pada badan motor).

Penggunaan ESP Pada Sumur Minyak Bumi Halaman 6 dari 11 Kontributor : Radita Arindya . Ada beberapa jenis intake yang sering dipakai. Seluruh stage disusun secara vertikal. Di dalam housing pompa terdapat sejumlah stage. Kejadian tersebut terjadi terusmenerus sehingga tekanan head pompa berbanding linier dengan jumlah stages. Oleh diffuser. maka semakin besar kemampuan pompa untuk mengangkat fluida. tenaga kinetis (velocity) fluida akan diubah menjadi tenaga potensial (tekanan) dan diarahkan ke stage selanjutnya. sedangkan diffuser adalah bagian yang diam. Gas Separator jenis ini tidak direkomendasi untuk dipasang pada sumur-sumur yang abrasive. Untuk jenis-jenis tertentu. Pada proses tersebut fluida memiliki energi yang semakin besar dibandingkan pada saat masuknya. Jumlah stage yang dipasang pada setiap pompa akan dikorelasi langsung dengan Head Capacity dari pompa tersebut.Buku Pintar Migas indonesia 4. Jumlah gas yang masuk pada intake harus kurang dari 10% sampai dengan 15% dari total volume fluida. dimana masing-masing stage dipasang tegak lurus pada poros pompa yang berputar pada housing. Pump Unit Unit pompa merupakan Multistages Centrifugal Pump. yaitu : Standard Intake. Impeller merupakan bagian yang bergerak. yang terdiri dari : impeller. diffuser. Dalam pemasangannya bisa menggunakan lebih dari satu (tandem) tergantung dari Head Capacity yang dibutuhkan untuk menaikkan fluida dari lubang sumur ke permukaan. dan biasanya dipasang untuk sumur-sumur dengan GLR tinggi. intake ada yang dipasang menjadi satu dengan housing pompa (intregrated). dipakai untuk sumur dengan GLR rendah. dimana tiap stage terdiri dari satu impeller dan satu diffuser. Rotary Gas Separator dapat memisahkan gas sampai dengan 90%. Prinsip kerja pompa ini adalah fluida yang masuk kedalam pompa melalui intake akan diterima oleh stage paling bawah dari pompa. yang dipakai untuk memisahkan gas hingga 20% dari fluidanya. artinya semakin banyak stage yang dipasangkan. impeller akan mendorongnya masuk. 5. dan dibagian luar dipasang selubung (screen) yang gunanya untuk menyaring partikel masuk ke intake sebelum masuk kedalam pompa. Intake mempunyai lubang untuk masuknya fluida ke pompa. Static Gas Separator atau sering disebut reverse gas separator. sebagai akibat proses centrifugal maka fluida tersebut akan terlempar keluar dan diterima oleh diffuser. shaft (tangkai) dan housing (rumah pompa). Intake Intake dipasang dibawah pompa dengan cara menyambungkan sumbunya (shaft) memakai coupling. Intake merupakan saluran masuknya fluida dari dasar sumur ke pompa menuju permukaan. tetapi ada juga yang berdiri sendiri.

Electric Cable Kabel yang dipakai adalah jenis tiga konduktor. kabel disarankan untuk pemasangan pada sumur-sumur dengan temperatur yang cukup tinggi sampai mencapai mencapai 400°F.Buku Pintar Migas indonesia Gambar 6. Kabel harus tahan terhadap tegangan tinggi. disarankan untuk pemasangan pada sumur-sumur dengan maximum 200°F. tetapi memerlukan ruang penempatan yang lebih besar. tekanan migrasi gas dan tahan terhadap resapan cairan dari sumur. Penggunaan ESP Pada Sumur Minyak Bumi Halaman 7 dari 11 Kontributor : Radita Arindya . Untuk itu maka kabel harus mempunyai isolasi dan sarung yang baik. yaitu : • Untuk low temperature. Bagian dari kabel biasanya terdiri dari : • Konduktor (conductor) • Isolasi (insulation) • Sarung (sheath) • Jaket (jacket) Ada dua jenis kabel yang biasa dipakai yaitu : round dan flat cable. Pada jenis round cable di bagian luar sarungnya dibungkus lagi dengan karet (rubber jacket). O-ring dan seal. • Pada high temperature. temperatur. Biasanya kabel jenis round ini memiliki ketahanan yang lebih lama daripada jenis flat cable. Fungsi utama dari kabel tersebut adalah sebagai media penghantar arus listrik dari switchboard sampai ke motor di dalam sumur. Pompa sentrifugal tingkat banyak (multiple stage) 6. Secara umum ada dua jenis kabel yang biasa dipakai di lapangan. Untuk sumur bersuhu tinggi (lebih 250°F) perlu dipasang epoxy untuk melindungi kabel.

sebab aliran balik (back flow) tersebut membuat putaran impeller berbalik arah. 9. Centralizer Berfungsi untuk menjaga kedudukan pompa agar tidak bergeser atau selalu ditengahtengah pada saat pompa beroperasi. Jadi umumnya check valve digunakan agar tubing tetap terisi penuh dengan fluida sewaktu pompa mati dan mencegah supaya fluida tidak turun ke bawah.Buku Pintar Migas indonesia Gambar 7. Bleeder Valve Bleeder valve dipasang satu joint di atas check valve. Kabel yang digunakan di bawah permukaan 7. Penggunaan ESP Pada Sumur Minyak Bumi Halaman 8 dari 11 Kontributor : Radita Arindya . Fluida akan keluar melalui bleeder valve. Check Valve Check valve biasanya dipasang pada tubing (2 – 3 joint) di atas pompa. Jika check valve tidak dipasang maka kebocoran fluida dari tubing (kehilangan fluida) akan melalui pompa yang dapat menyebabkan aliran balik dari fluida yang naik ke atas. dan dapat menyebabkan motor terbakar atau rusak. mempunyai fungsi mencegah minyak keluar pada saat tubing dicabut. 8. sehingga kerusakan kabel karena gesekan dapat dicegah. Bertujuan untuk menjaga fluida tetap berada di atas pompa.

5. bila tidak terpenuhi. 6. Hitung arus cairan kerja (Zfl) menurut persamaan : Z fl = HS − Pwf Gf (6) 7. Langkah Kerja Perencanaan ESP 1.Pwf) × PI Hitung laju yang diinginkan (Qo) menurut persamaan : (3) Qo = 1 + QTOT 1 + WOR (4) Apabila harga tersebut belum sesuai. 2. dimana : HF = friction loss per 1000ft x pump setting depth (MD) / 1000 8. dan fluida). ulangi langkah 4 dan 5 dengan laju produksi yang lebih rendah. Isi data yang diperlukan (data sumur. Hitung berat jenis rata-rata dan gradien tekanan fluida produksi menurut persamaan : SGrata−rata = 1× SGmin yak +WOR × SGair 1 + WOR (1) (2) Gradien Fluida (GF) = 0. Hitung total dynamic head (TDH) menurut persamaan: (7) TDH = THP +Zft +Hf GF (8) Penggunaan ESP Pada Sumur Minyak Bumi Halaman 9 dari 11 Kontributor : Radita Arindya . reservoir. Tentukan kedudukan pompa (HPIP) kurang lebih 100 ft di atas lubang perforasi teratas.GF × (HS-HPIP) (5) Harga PIP harus lebih besar dari BPP (tekanan jenuh). kurangi GF sekitar 10%. Tentukan laju produksi diinginkan dengan cara memilih kemudian mencoba harga Pwf untuk menghitung harga laju total menurut persamaan : QTOT = (Ps . 3.433 × SG Bila mengandung gas. 4. Tentukan kehilangan tekanan sepanjang tubing (Hf) setiap 1000 ft dengan membaca pada grafik friction loss berdasarkan persamaan William Hazen. Hitung pump intake pressure (PIP) menurut persamaan : PIP = Pwf . Jarak antara motor dan lubang perforasi teratas (HS) kurang lebih 50 ft. ulangi memilih harga Pwf dengan penjajalan.Buku Pintar Migas indonesia 2.

O-ring. hal mana akan membantu sumur dengan masalah parafin. Hitung daya kuda yang diperlukan. Untuk sumur miring atau tidak lurus (crooked well) perlu dipasang centralizer agar kabel tidak terkelupas. HP = HP motor × Jumlah stages (10) 12. Untuk sumur bersuhu tinggi (lebih 250°F) perlu dipasang Epoxy untuk melindungi kabel. ΔVkabel = (HS . 5. arah impeller harus dibalikkan. 3. Untuk masing-masing jenis motor. sumbu as pompa dari bahan K-monel. 2. Penggunaan ESP Pada Sumur Minyak Bumi Halaman 10 dari 11 Kontributor : Radita Arindya . yaitu dengan menggunakan impeller atau diffuser khusus yang terbuat dari Ni-Resist. hitung kecepatan aliran di annulus motor (FV). Dapat dipakai untuk sumur-sumur air atau sumur injeksi air pada proyek waterflood. 8. Baca harga arus listrik (A) dan tegangan listrik (Vmotor) yang dibutuhkan untuk jenis motor yang bersangkutan. 6. Baca harga head capacity (HC) dan daya kuda motor (HP motor) pada laju produksi tersebut. 10. Fv = 0. Dapat dipakai untuk fluida viskositas tinggi.Buku Pintar Migas indonesia 9. 15. Apabila terdapat H2S gunakan kabel Al atau kabel biasa dengan ditutup monel.50) × ΔV/1000 ft (12) Catatan : 1. Untuk sumur korosif perlu dipasang “Ressistant Coning Hausing” khusus. Tentukan jenis motor yang memenuhi HP tersebut. 13. Untuk sumur injeksi. ESP menghasilkan panas sehingga dapat menurunkan viskositas fluida produksi. 7. 4.0119 × QTOT ( IDca sin g ) 2 − (ODmotor ) 2 (11) 14. Jenis motor dan OD motor terkecil yang memberikan FV > l ft/detik adalah pasangan yang harus dipilih. Pilih jenis dan ukuran pompa dari katalog perusahaan pompa bersangkutan dan gambar yang menunjukkan efisiensi maksimum untuk laju produksi yang diperoleh di langkah 4. dan seal (gasket). Dari harga arus listrik tersebut pilih jenis kabel pada Gambar 7 (dianjurkan memilih jenis kabel yang mempunyai kehilangan tegangan di bawah atau sekitar 30 volt tiap 1000 ft). Untuk sumur kepasiran. Hitung jumlah stages (tingkat) : JumlahStages = TDH HC (9) 11. ESP dapat dipakai untuk laju produksi 300 sampai 60000 BPD. ESP dapat dipakai sampai derajat kepasiran tertentu.

diinoweb. The Technology of Artificial Lift Methods (Tulsa: Pennwell Publishing). Gulf Professional Publishing. Operation. www.com/doc/24175709/Perencanaan-ESP http://bahankuliah. Brown. et al..com/files/My%20WebDrop/Buka%20Folder%20ini. 4. 1980. 2.scribd.doc..Buku Pintar Migas indonesia 3. “Electrical Submersible Pumps Manual : Design.!!!/TEKNI K%20PRODUKSI%202/POMPA_LISTRIK. K. 91. Daftar Acuan 1. Vol. and Maintenance”.E. Gabor Takacs. Kontributor : Radita Arindya Total E&P Indonésie Penggunaan ESP Pada Sumur Minyak Bumi Halaman 11 dari 11 Kontributor : Radita Arindya . 3. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful