You are on page 1of 7

MENGENAL ALKITAB

Sejarah Perkembangan & Isinya

RINGKASAN
MATERI
AGAMA
KELAS X
SMA
KANISIUS
JAKARTA
2011

BAGIAN I
ALKITAB & PENGARANGNYA

Agama merupakan gejala yang universal dalam hidup manusia. Sebagian besar penghuni
bumi dengan berbagai latar belakang lingkungan, iklim, dan budaya, menganut salah satu
agama. Kebanyakan agama memiliki kitab sucinya sendiri yang menjadi pedoman untuk hidup
beragama para penganutnya. Kitab suci lahir di negeri di mana agama yang bersangkutan. Oleh
karena itu, semua kitab suci di tulis dalam bahasa negeri di mana kitab suci tersebut lahir. Agar
semua penganut agama dapat memahami isi kitab suci, maka perlu diterjemahkan ke dalam
berbagai bahasa para penganut agama.
Kitab suci disebut suci karena di dalamnya termuat wahyu yang berasal dari Yang Suci;
Tuhan sendiri. Buku-buku lain tidak disebut suci karena meskipun membicarakan tentang

Tuhan. bentuk kecil dan tebal seperti sabun mandi kita. Karena memuat ajaran Sabda Tuhan. Namun. Papirus : Semacam kertas yang dibuat dari sumsum gelagah tertentu yang tumbuh banyak di sungai Nil. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya penggalian yang seringkali menghasilkan papyrus yang bisa bertahan lama. Batu Tulisan : Bahannya dari tanah liat yang dibersihkan sebelumnya dengan saksama dan masih dalam keadaan agak basah. Beling : Bagian dari perabot tanah liat yang telah pecah. Bahan ini paling kerap dipakai bagi naskah yang penting dan berharga. Bahan ini dipakai di seluruh Timur Tengah untuk naskah yang penting dan juga untuk catatan atau nota yang sederhana. kecuali di Mesir Selatan di mana curah hujannya rendah sehingga papyrus bisa bertahan lama. BAHAN TULISAN Bahan tulisan yang paling lazim dipakai di Timur Tengah kuno adalah : Perkamen : Kulit dari kambing atau domba yang dipersiapkan secara khusus. bisa mencapai tujuh meter lebih yang kemudian diikat pda tongkat di bagian awal dan bagian akhir agar dapat digulung menjadi gulungan yang dapat ditulis dengan pena dan tinta. kemudian ditulisi dengan huruf paku yang digores dalam tanah liat yang masih basah. sehingga terbentuk suatu lembaran yang amat lebar. B. sehingga oleh orang Yahudi dipakai untuk kitab suci ibadat hingga saat ini. Bahan ini sungguh murah dan dipakai untuk catatan dan nota yang tidak terlalu penting. dibentuk batu-batu dalam beraneka macam bentuk seperti papan persegi empat. Setelah dibersihkan dan dibentuk. Kitab Suci memiliki kewibawaan A. Oleh sebab itu. sama seperti kulit yang dipersiapkan untuk menjadi bahan bagi wayang kulit. Kertas ini mudah dibuat dan murah. namun hancur jika terkena air. Untuk menulis papyrus dapat dipakai pena dan tinta. media ini jarang digunakan untuk menyimpan teks penting. buku-buku itu tidak memuat wahyu yang berasal dari yang suci sendiri. Setelah dijemur dan dibakar. media ini seringkali juga dipakai sebagai alat korespondensi resmi antar kerajaan. naskah tulisan dapat disimpan. Bahan kulit ini di buat menjadi helai tipis yang dijahit menjadi satu dengan sejumlah helai lain. melainkan hanya memuat pemikiran manusia biasa meskipun pemikiran itu berkaitan dengan Tuhan. dll. PENULIS KITAB SUCI : ALLAH DAN MANUSIA .

belum tentu cocok bila diterapkan di daerah lain. dituliskan dengan ilham Roh Kudus. Adalah keyakinan Gereja Katolik dan Gereja Kristen bahwa Kitab Suci ditulis oleh Allah. kita dewasa ini merasa kesulitan menangkap makna kata-kata yang ia pergunakan dalam tulisan- tulisan sastranya. Padahal arti kata sebenarnya adalah: mengiris mangga! Suatu ungkapan yang biasa dipergunakan di suatu daerah. kemampuan. Ini berarti bahwa kita dapat sepenuhnya percaya akan isi Kitab Suci. 11 mengatakan demikian: “Yang diwahyukan Allah dan yang termuat serta tersedia dalam Kitab Suci. tidak cocok bila diterapkan di Negara tetangga kita Malaysia. memandang buku-buku baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru keseluruhannya dengan segala bagian-bagiannya suci dan kanonik. ketahuanlah bahwa dalam bahasa Spanyol No va berarti “tidak bisa jalan!” Kitab suci ditulis dalam rentang waktu ribuan tahun lalu oleh orang-orang yang memiliki kebudayaan yang sangat berbeda dengan kita dan menggunakan bahasa yang sama sekali tidak kita mengerti. dan gaya yang mereka miliki. yakni mengartikan Kitab Suci. Allah Sebagai Pengarang Konsili Vatikan II dalam Dei Verbum art. Karena. dalam berkomunikasi kita menggunakan bahasa Indonesia. Sutan Takdir Alisyahbana pun pada tahun 1920-an telah menggunakan bahasa Indonesia. Beberapa puluh tahun lalu Chevrolet Motor Co. ungkapan “celana ini kependekan untuk saya”. Pandangan resmi Gereja Katolik adalah bahwa Allah sendirilah yang memberi inspirasi kepada para penulis Kitab Suci melalui bakat. dan selanjutnya diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani. Banyak kata-kata penting dalam kitab suci. Kitab suci ditulis dalam bentuk sastra yang sangat berlainan dengan karya-karya sastra Indonesia kontemporer dewasa ini. Dan selanjutnya diterjemahkan lagi ke dalam bahasa-bahasa Eropa. 1. ditulis dengan ilham Roh Kudus. pemasaran mobil itu jeblok! Setelah diteliti. mau tak mau kita harus kembali lagi pada masa dan tempat asal penulis Kitab Suci dengan menggali pesan-pesan yang diungkapkan oleh para penulis tersebut. Dewasa ini. Misalnya “pauh dilayang” akan cenderung kita artikan sebagai “sesuatu yang diterbangkan atau dilontarkan ke udara”. Allah tidak serta merta mendikte pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada para penulis atau menggunakan mereka sebagai juru bicara semata yang tidak memiliki peran sama sekali. Oleh karena itu. Tetapi dalam mengarang buku-buku suci itu Allah memilih orang-orang yang dipergunakanNya dengan kemampuan dan kecakapan mereka sendiri supaya sambil bekerja di dalam dan melalui mereka semua itu dan . misalnya yang diucapkan Yesus menggunakan bahasa Aram. Dalam konteks seperti ini. yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani. Sebab Bunda Gereja yang kudus. kita dihadapkan pada berbagai masalah. untuk dapat mengerti dengan baik setiap bagian dalam Kitab Suci. baru kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. buku-buku itu mempunyai Allah sebagai pengarang dan sedemikian itu diserahkan kepada Gereja. mengeluarkan model mobil yang diberi nama “Nova” dan diekspor ke Meksiko dan ternyata di sana. Di Indonesia. karena di sana orang akan menggunakan ungkapan “celana ini terlalu singkat bagi saya”. Sayangnya. berdasarkan iman para Rasul.

 Antara pengarang-pengarang Kitab Suci dan tulisan mereka ada cukup banyak perbedaan dab variasi. karena mereka digunakan Tuhan dengan kemampuan dan kecakapan mereka sendiri. Mereka mengalami perkembangan umat manusia pada periode itu.  Pengarang-pengarang Kitab Suci bukan juru tulis. firman. 2. Abraham seperti refleksi Israel atas seluruh pengalamannya. yang hanya mencatat saja apa yang dibisikkan oleh Roh Kudus melainkan pengarang dalam arti yang benar. maka:  Pengarang-pengarang Kitab Suci bukan alat mati di tangan Allah. lebih khusus lagi perkembangan bangsa Israel selama periode itu. Juga dengan segala situasi hidupnya. 3. dll. Inspirasi Dan Keterbatasan Manusia Pemahaman Katolik tentang inspirasi (wahyu) adalah bahwa Allah tidak semata-mata mendiktekan firman-Nya. budaya. tetapi Allah mempengaruhi para penulis untuk menggunakan bakat . Mereka dengan kemampuan dan kecakapan mereka sendiri. dan juga kemampuan menulisnya. Dalam kutipan Dei Verbum di atas dikatakan bahwa Allah “memilih pengarang-pengarang itu dan menggunakan sambil bekerja di dalam dan melalui mereka. dan karya Yesus. Semua pengarang Kitab Suci (kecuali Penginjil Lukas) termasuk bangsa Israel. Oleh karena itu. Allah memilih diantara sekian banyak orang untuk dipanggil sebagai penulis Kitab Suci dengan segala kelebihan dan kekurangannya. sehingga terlihat cukup banyak perbedaan dalam gaya bahasa. seperti misalnya pena di tangan seorang pengarang. Sehingga. Latar Belakang Para Penulis Kitab Suci Para pengarang Kitab Suci hidup antara tahun1000 sebelum dan tahun 100 sesudah masehi. khususnya perkembangan di Timur Tengah. supaya semua dan hanya itu yang dikehendakiNya sendiri dituliskan oleh pengarang-pengarang itu sebagai pengarang yang sungguh-sungguh. di mana selama periode terjadinya Kitab Suci kebudayaan tersebut berkembang. Para pengarang Kitab Suci adalah orang yang dipengaruhi oleh kebudayaan wilayah-wilayah di sekitar Palestina (terutama Mesir dan Mesopotamia). Kitab Suci yang di dalamnya merupakan kumpulan cerita-cerita lisan dan syair sampai kumpulan buku yang disatukan menjadi perjanjian lama dan perjanjian baru yang memuat riwayat hidup. mereka itulah pengarang yang sungguh-sungguh. Dalam kutipan di atas ditekankan bahwa Kitab Suci baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru ditulis dalam ilham Roh Kudus dab oleh karena itu Allah sebagai pengarang. melainkan suatu kumpulan tulisan yang merupakan hasil literer sejumlah pengarang dari periode yang lebih kurang sebelas abad lamanya (kurang lebih 1000 SM – 100 M). bentuk sastra. mutu karangan. para penulis dipengaruhi oleh warisan budaya dan religious yang sama yaitu karya Allah sejak jaman Bapa Bangsa. Alkitab bukanlah sebuah buku yang jatuh dari surga. hanya yang dikehendakiNya sendiri oleh mereka dituliskan sebagai pengarang yang sungguh-sungguh”. gaya sastra.

Allah mengilhami orang-orang semacam itu. Sementara pada Kis 22:9 dikisahkan bahwa mereka “melihat cahaya tetapi tidak mendengar suatu suara”. pada saat kita baca Kis 9:37. Kitab Suci adalah Firman Allah yang juga sekaligus merupakan hasil karya manusia. para penulis yang gagasan- gagasannya kurang tepat untuk menyampaikan pesan kebenaran : Allah menciptakan segala sesuatu yang ada! Allah tidak pernah berubah. Barangkali Lukas mendapatkan laporan dua versi peristiwa beberapa tahun sebelumnya dan tidak bisa menentukan peristiwa mana yang lebih akurat. melainkan Yesus telah menampakkan diri kepada Paulus dan mengubah seluruh hidupnya. bagian-bagian itu masih berguna sebab ia menunjukkan kepada kita tahap-tahap perkembangan dalam memahami pesan-pesan Allah. mereka yang menyertai Paulus “mendengar suara tetapi tidak melihat seorang pun”. Para penulis dan kisah-kisah yang ditulisnya adalah semacam alat bagi tujuam utama Kitab Suci: ungkapan realitas rohani. seyogyanya hal-hal demikian itu tidak menjadi gangguan bagi kita. manusialah yang berubah dalam hubungan kemampuan mereka untuk mendengarkan pesan-pesan Allah. Para penulis Kitab Suci seolah-olah tidak peduli terhadap kenyataan (ilmu pengetahuan) bahwa bumi berputar pada porosnya mengelilingi matahari. Bagian-bagian itu harus ditafsirkan dan dimengerti di dalam terang keseluruhan Kitab Suci. sehingga Lukas memasukkan keduanya dalam tulisannya. Allah menggunakan mereka. C. kita mendapatkan bahwa pada saat Yesus menampakkan diri kepada Paulus. akan semakin baik pemahaman kita mengenai Kitab Suci. yang memiliki berbagai keterbatasan dalam ilmu pengetahuan dan kesalahan dalam mengungkapkan penciptaan dunia. Namun. Inspirasi Dan Ketidakjelasan Penulis-penulis Kitab Suci kadang kala menempatkan versi-versi yang berbeda dari suatu peristiwa di dalam kitab yang sama. 4. Manusia pada zaman itu berpendapat bahwa bumi disanggah oleh pilar-pilar. utamanya mengenai ajaran-ajaran Yesus. untuk mengajarkan dasar-dasar kebenaran yang hingga hari ini masih berlaku. Jika cerita-cerita yang kurang begitu jelas dan agak membingungkan tidak menjadi masalah bagi penulis Kitab Suci. Alhasil. Perlu dipahami bahwa telah terjadi perkembangan doktrin dalam hubungannya dengan kitab-kitab yang ada dalam Kitab Suci. Jelaslah di sini bahwa Lukas tidak berusaha untuk membuktikan mana di antara keduanya yang paling benar. Namun demikian. Beberapa bagian Kitab Suci tergolong out of date. Oleh karena itu. Yang menjadi pokok persoalan di sini adalah bukan apa yang hendak diungkapkan Lukas atau apakah Allah berkata melalui Lukas tanpa salah. Manusia penulis Kitab Suci adalah orang-orang yang berasal dari zamannya sendiri dalam kaitannya dengan pengetahuan mereka terhadap hal-hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. bagian-bagian itu tidak harus menjadi pedoman dalam kehidupan nyata kita.dan kemampuan yang dimilikinya. TAFSIR MODERN KITAB SUCI . Hal ini terjadi mungkin karena penulis tersebut tidak begitu yakin versi mana yang benar atau karena peristiwa itu berasal dari tradisi-tradisi yang berbeda sehingga penulis tersebut tidak begitu yakin versi mana yang benar atau karena peristiwa itu berasal dari tradisi-tradisi yang berbeda sehingga penulis berkeinginan untuk melestarikan keduanya.

Sebagian besar Kitab Suci memiliki daftar isi serta metode penomoran baik untuk Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Selain . Sunda. Pada negara-negara berbahasa Inggris. kata cinta barangkali menjadi pilihan ketimbang kata karitas. tetapi hal ini bisa mengakibatkan terjemahannya agak bias dari maksud aslinya. Namu. Pada dasarnya. Belum lagi yang diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa daerah. atau parafrase. Jawa. Beberapa naskah tua tersebut berusia ribuan tahun. dll. kata karitas merupakan pilihan yang terbaik. tambahan yang tidak Alkitabiah pada doa “Bapa Kami”. Namun. Bagi seorang ahli bahasa. banyak perbedaan mendasar yang sebelumnya dapat kita temui pada terjemahan Kitab Suci Protestan maupun Katolik yang dewasa ini sudah dapat dihilangkan. Minahasa. AWAL MULA MEMBACA KITAB SUCI Kitab suci merupakan kumpulan kitab. Kitab Suci Terjemahan Baru Versi I. bagi ahli bahasa lainnya. Kitab Suci Terjemahan Baru Versi II. Namun demikian. Namun demikian. Kitab Suci juga kerap disebut dengan “Tulisan-tulisan Sakral” (The Sacred Writings). Terjemahan ini telah dihilangkan dari terjemahan modern Kitab Suci Protestan. dan Perjanjian Baru yang ditulis dalam masa 100 tahun setelah kematian dan kebangkitan Yesus. terdapat dua bagian penting dalam Kitab Suci. Bugis. Selain itu. tetapi bahasanya mungkin terlihat kaku. dan ilmu sejarah telah membantu ilmuwan Kitab Suci untuk mencapai kesepakatan mengenai hakikat dari teks-teks asli Kitab Suci. “Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa kemuliaan sampai selama-lamanya. Alhasil. Sementara yang kedua memiliki keuntungan karena menghasilkan lebih banyak keragaman teks yang lebih enak dibaca. ilmu bahasa. Amin”. Pada abad-abad lalu. versi terjemahan ini lebih banyak lagi. seperti Kitab Suci dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari. D. Naskah-naskah tua yang ada adalah salinan dan terjemahan. Di Indonesia pun terjemahan Kitab Suci banyak ragamnya. Hal ini disebabkan karena sebuah kata bisa saja memiliki banyak arti dan bisa menjadi pokok perbedaan dalam penafsiran. Tidak ada naskah tulisan tangan penulis asli yang bisa terpelihara hingga dewasa ini. Kitab itu sendiri merupakan hasil terjemahan dari bahasa Yunani biblia. seperti Batak. akan tetap ada terjemahan versi Protestan maupun Katolik. “mengapa begitu banyak versi? Versi mana yang harus saya pakai? Tak dapat disangkal bahwa terjemahan Kitab Suci banyak sekali versinya. Sebagai contoh. menekankan ide-ide yang dinyatakan kembali dengan kata- kata sendiri. Pendekatan yang pertama menghasilkan versi terjemahan yang mendekati penulis asali. yakni Perjanjian Lama. Beberapa terjemahan diupayakan sedekat mungkin mengikuti bahasa aslinya. Sementara yang Katolik dikerjakan oleh Lembaga Biblika Indonesia (LBI). belum ada kesepahaman mengenai apa sesungguhnya yang dikatakan kitab-kitab asli. KWI tetap mengakui hasil terjemahan yang dikeluarkan oleh LAI. tetapi yang lainnya lebih senang memakai kata menolong. ada yang diterjemahkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) untuk Protestan. bahkan ada yang lebih tua lagi. kemajuan di bidang arkelogi. Barangkali kita bertanya dalam hati. Seorang penerjemah mungkin lebih suka menggunakan kata membantu. sementara terjemahan bebas. ditulis sebelum zaman Yesus Kristus.

10-11 mengacu pada Kitab Pertama Raja-raja Bab 2. Setelah itu. dibaca Injil Matius Bab 2. Namun demikian. tetapi lainnya dilewati. akan ditulis Mat 2:19-3:6. biasanya terdapat daftar singkatan yang lazimnya merujuk kepada setiap kitab di dalam Kitab Suci. Sebuah koma biasanya digunakan untuk menunjuk pada ayat-ayat yang dilewati. 1Raj 2:1-4. seperti Matius disingkat dengan Mat.itu. Ayat 6. pemenggalan pada bab-bab dan ayat-ayat seringkali tidak sinkron dengan arti teks. Mat 2:19-23 berarti Injil Matius Bab 2. metode ini telah diterima oleh masyarakat dunia guna menemukan kutipan-kutipan dalam Kitab Suci. Ayat 19 sampai dengan Bab 3. penyebutan nama Kitab (biasanya disingkat. yang menunjuk pada ayat. Mat 2 berarti Injil Matius Bab 2. diikuti dengan titi dua (:) dan dilanjutkan dengan angka. Kedua. diikuti oleh sebuah angka. Jika kutipan yang kita pilih merujuk pada lebih dari satu bab. Pertama. System penomoran yang dipakai dewasa ini sejatinya bukan merupakan bagian dari Kitab Suci yang asli. Kejadian menjadi Kej). yang menunjukkan pada bab dari Kitab tersebut. Setiap kitab dibagi-bagi lagi menjadi bab-bab dan ayat-ayat. Kerap pula ayat-ayat tertentu di dalam satu bab dirujuk. Ayat 19 s/d 23. Sebagai contoh. Cara yang lazim digunakan untuk merujuk pada kutipan-kutipan Kitab Suci adalah sebagai berikut. Ayat 1 s/d 4 dan ayat 10 s/d 11 (ayat 5 s/d 9 dilewati). .