You are on page 1of 12

c  

      .

.

 .

    .

   .

.

  c .

000). Hasil komputasi sepanjang daerah tersebut kuat medan penerimaannya hampir sama (rata) sedangkan hasil pengukuran besar medan penerimaan berfluktuasi teiapi harga yang paling . hasilnya ialah sebagai berikut.c         Dalam menentukan letak stasiun pemancar pengulang dari suatu siaran TV sering terjadi masalah sehingga dalam hasil perencanaannya masih terdapat sejumlah daerah blank spot.| penerapan teknik UTD single wedge 2 halangan untuk komputasi redaman halangan dan pantulan di perkotaan (gedung-gedung bertingkat). 2. penelitian ini melakukan analisis untuk memperoleh metode/teknik komputasi agar dapat dijalankan pada komputer ÷ 486. sehingga hasilnya lebih cermat. y| ÷erhitungan dari suatu liputan pemancar televisi hanya dilakukan untuk beberapa garis lintasan saja dan belum dapat mewakili seluruh wilayah. Untuk mengatasi hal ini. Untuk daerah pegunungan dengan menggunakan teknik UTD single wedge modifikasi. sering dilakukan pengukuran langsung dilapangan pada daerah- daerah tertentu saja karena untuk melakukan pengukuran seluruh daerah memerlukan waktu dan biaya yang besar. y| casalah pantulan tidak pernah diperhitungkan karena perhitungannya sangat kompleks. Jarak pengamatan sangat menentukan tingkat ketelitian. Dengan perkembangan teknologi dibidang komputer.| model komputasi untuk memperoleh suatu suatu peta kuat medan penerimaan siaran TV pada suatu daerah tertentu di daerah perkotaan (gedung-gedung bertingkat) dengan menggunakan teknik UTD single wedge 2 halangan dengan menggunakan komputer ÷ 486. Untuk mengatasi hal tersebut. Hal ini hanya dapat dijalankan pada komputer work station dan tidak dapat pada komputer ÷ . Dari penelitian ini diperoleh: 1. Teknik ini dapat memperoleh daerah blank spot dengan batas- batas yang jelas hanya dengan memasukkan peta topografi digital atau peta kota digital dengan ketinggian gedung-gedung dari daerah yang akan diamati dan memplot lokasi stasiun pemancar dengan berbagai parameternya pada peta yang tertayang pada monitor. cakin kecil jarak pengamatan hasil makin mendekati hasil pengukuran sehingga diperlukan peta topografi digitizing dengan skala lebih besar (saat ini menggunakan peta skala 1:50.| model komputasi untuk memperoleh suatu suatu peta kuat medan penerimaan siaran TV pada suatu daerah tertentu di daerah pegunungan dengan menggunakan teknik modifikasi UTD single wedge dengan menggunakan komputer ÷ 486 dengan kecepatan proses 5 menit. Hal ini disebabkan karena: y| Dalam perencanaan digunakan persamaan-persamaan empiris. Untuk daerah yang kecuramannya kurang dari 30º perbedaannya rata-rata 10 dB dengan deviasi 6 dB dengan jarak pengamatan setiap 50 m. Daerah yang kecuramannya lebih besar dari 30º dengian jarak kecuraman kurang dari 100 m. 4. hasil komputasi sangat jauh berbeda dari hasil pengukuran.| teknik modifikasi UTD single wedge yang merupakan penyederhanaan teknik UTD single wedge konvensional dalam menghitung redaman halangan dan pantulan di daerah pegunungan agar diperoleh suatu proses komputasi yang jauh lebih cepat. 3. Secara teori komputasi redaman halangan dan pantulan di daerah perkotaan menggunakan teknik UTD double wedge. komputasi dalam menentukan redaman halangan dan pantulan dari suatu pancaran TV bisa dilakukan dengan teknik UTD.

sehingga hasil komputasi masih dapat diterapkan karena diambil hasil yang paling buruk. ë   . Komputasi tidak dapat digunakan untuk kondisi yang penerimaannya diukur di sekitar jalan raya. Untuk daerah perkotaan. hasil komputasi dengan hasil pengukuran diperoleh perbedaan sebagal berikut. perbedaan hasil komputasi UTD single wedge 2 halangan dengan hasil pengukuran berbeda sangat jauh. ÷erbedaan hasil komputasi metode UTD single wedge 2 halangan dengan hasil komputasi UTD double wedge rata-rata 4 dB. ÷erbedaan yang sangat jauh untuk daerah rapat gedung disebabkan jumlah lintasan minor yang diperhitungkan terlalu sedikit (gedung-gedung di bawah 5 lantai tidak diperhitungkan). sedangkan untuk daerah renggang gedung perbedaannya sekitar 7 dB sampai 9 dB.rendah masih di atas hasil komputasi. Untuk darah rapat gedung. yaitu sekitar 17 sampai 27 dB. Hal ini disebabkan adanya pengaruh redaman dan pantulan dari pergerakan kendaraan.

.

Layar televisi menampilkan gambar yang berasal dari ribuan titik-titik kecil (pixel) yang ditembak dengan elektron yang berenergi . !  Televisi bekerja dengan cara menerima gelombang elektromagnetik dan merubahnya menjadi energi akustik dan cahaya yang bisa kita dengar dan lihat.

tinggi. ë    . biru) inilah yang dikombinasikan dan ditampilkan dilayar komputer dalam bentuk gambar seperti yang kita lihat. ÷ixel warna (merah. hijau.

.

GLOBAL TV. 9. Secara garis besarnya bagian-bagian televisi berupa Antena. Yang tidak kena tetap berwarna hitam. Elektron dapat dikendarai oleh magnit sebab mereka mempunyai elektron negatif. Agar dapat bekerja dan menampilkan gambar dari stasiun TV favoritmu.| Bagian ini menembakan tiga elektron (merah.| Gelombang suara akan diproses pada bagian ini untuk menghilangkan berbagai gangguan.| Berkas elektron menerobos suatu cincin elektromagnet. 2. 6.| Berkas cahaya ini akan diarahkan ke layar yang diberi bahan kimia berupa fosfor. Saat berkas elektron ini mengenai fosfor akan menampilkan titik-titik warna merah. Tunner.| Sinyal yang datang membawa gelombang suara dan gambar karena gelombang yang diterima antena tv lebih dari satu macam (contoh gelombang stasiun R TI. TRANS 7. Dan berkas elektron ini akan bergerak bolak-balik di layar televisi. Rangkain penguat video. 7.| Sirkuit penembak elektron menggunakan sinyal gambar ini untuk diproses ulang dengan bantuan kamera televisi. ANTV. 8. dan Rangkain Audio. 4. televisi terdiri dari bagian-bagian yang saling menunjang agar bisa berfungsi.| Antena berfungsi untuk menangkap belombang yang dipancarkan oleh stasiun televisi. Berikut ini garis besar cara televisi bekerja (lihat gambar): 1. Rangkain detektor video. Alat pemisah disebut Tunner. S TV. hijau dan biru. dll). Kombinasi-kombinasi warna inilah yang menghasilkan gambar di televisi. Sirkuit di dalam televisi memisahkan gelombang ini (berupa suara dan gambar) sesuai dengan saluran tv yang kamu pilih kemudian diproses lebih lanjut. atu daya (power).| Sinyal suara yang sudah disaring dikeluarkan melalui alat yang disebut speaker "#" $%& $#$"c&  '(    )     . 3. 5.| Sinyal yang datang dialirkan menuju ke colokan antena yang ada pada televisi. hijau dan biru) menuju tabung sinar katoda.

.

Selain gambar. yang ditransmisikan bersama sinyal gambar. Gambar yang kita lihat adalah hasil produksi dari sebuah kamera. sinyal luminance dan syncronisasi. Sebelum kita mempelajari prinsip kerja penerima TV ini. sebaikknya kita harus tahu dulu bagaimana sebuah objek gambar dapat diterima oleh pesawat penerima televisi kita. Obyek gambar yang ditangkap lensa kamera akan dipisahkan menjadi 3 warna primer yaitu merah (Red). Hasil tersebut akan dipancarkan oleh pemancar TV(Transmitter) berupa sinyal cromynance. pemancar televisi juga membawa sinyal suara. hijau (Green) dan biru (Blue). sedangkan suara . Gambar dipancarkan dengan system amplitudo modulasi (Ac).

u(         .dengan system frekuensi modulasi (Fc). ÷erhatikan gambar dibawah ini yang menjelaskan perjalanan objek gambar sehingga sampai pada pesawat penerima televisi kita. Kedua system ini digunakan untuk menghindari derau (noise) dan interferensi.

.

3. Hal yang membedakan system tersebut adalah format gambar.| VHF bidang frekuensi rendah saluran 2 sampai 6 (54 ± 88 cHz).| Sequential ouleur a¶cemorie (SE Ac) digunakan ÷rancis Sedangkan Indonesia sendiri menggunakan system ÷AL B. 2. (. jarak frekuensi pembawa gambar dan pembawa suara.| National Television System ommittee (NTS ) digunakan USA 2.| ÷hases Alternating Line (÷AL) digunakan Inggris 3. elompok frekuensi yang ditetapkan untuk transmisi sinyal disebut ›     casing- masing mempunyai sebuah saluran 6 cHz dalam salah satu bidang frekuensi (band) yang dialokasikan untuk penyiaran TV komersial yaitu: 1.| UHF saluran 14 sampai 83 (470 ± 890 cHz) Ada 3 sistem pemancar TV yaitu sebagai berikut: 1.| VHF bidang frekuensi tinggi saluran 7 sampai 13 (174 ± 216 cHz).

   .

  .

O.

tergantung pada merek TV yang digunakan.     › codel dan jenisnya blok rangkaian TV bermacam-macam. ecara garis besar blok tersebut memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut : !&  .

.

| Kanal VHF Rendah 2.| Kanal UHF Jenis-jenis Antene sesuai dengan Klasifikasinya : .| Antena Lup Klasifikasi lain berdasarkan jalur frekuensi gelombang yang diterima adalah: 1.| Kanal VHF Tinggi 3. &ntena TV menangkap sinyal-sinyal RF dari pemancar televisi.| Antena Yagi 2.| Antena ÷erioda Logaritmis 3. Antena diklasifikasikan berdasarkan konstruksinya ada 3 yaitu: 1.

!  .

   Π Rangkaian ini terdiri dari penguat frekuensi tinggi (penguat HF). pencampur   dan osilator local.      !  . Rangkaian penala berfungsi untuk menerima sinyal TV yang masuk dan mengubahnya menjadi sinyal frekuensi IF.

  "*Π.

 Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal hingga 1000 kali. Lingkaran merah menunjukkan rangkaian IF yang sebagian berada didalam tuner . Sinyal ouput yang dihasilkan penala   merupakan sinyal yang lemah dan sangat tergantung pada jarak pemancar. posisi penerima dan bentangan alam.

       !  .

   .

 Berfungsi sebagai pendeteksi sinyal video komposit yang keluar dari penguat IF gambar. Selain itu juga berfungsi untuk meredam sinyal suara yang akan mengakibatkan buruknya kualitas gambar !  .

   .

 Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal luminan yangberasal dari detector video sehingga dapat menjalankan tabung gambar atau RT  .

   Ô!  .

&ëŒ  .

 .

 Rangkaian AG berfungsi menstabilkan sendiri input sinyal televisi yang berubah-ubah sehingga output yang dihasilkan menjadi konstan. Lingkaran merah menunjukkan komponen AG yang berada didalam sebagian I dan sebagian tuner     ! .

!  .

  .

 .

Automatic Fine Tuning berfungsi mengatur frekuensi pembawa gambar dari penguat IF secara otomatis !  .    ( Rangkaian penstabil penerima gelombang TV diantaranya adalah AG dan AFT.

Ô .

.

 .

.

rangkaian defleksi horizontal dan rangkaian pembangkit tegangan tinggi.    " # ›      " # ›$. rangkaian defleksi vertical. Rangkaian ini terdiri dari empat blok yaitu: rangkaian sinkronisasi.

%.

  .

!  .

  .

sinyal ini dipisahkan dari sinyal pembawa gambar    ›   .Suara yang kita dengar adalah hasil kerja dari rangkaian ini. Sebelumnya. sinyal pembawa IF suara akan dideteksi oleh modulator frekuensi (Fc).

!  .

ë  + Œ.

Sementara itu. Daerah di dalam garis putih adalah rangkaian input yang merupakan daerah tegangan tinggi &   . rangkaian catu daya dibatasi oleh garis putih dan kotak merah. daerah dalam kotak merah adalah output catu daya yang selanjutnya mendistribusikan tegangan D ke seluruh rangkaian TV . Berfungsi untuk mengubah arus A menjadi D yang selanjutnya didistribusikan ke seluruh rangkaian. ÷ada gambar.

    "  !   .

  ÷enguat ini menguatkan frekuensi 4.43 cHz untuk sinyal krominan yang termodulasi dalam sinyal V (sinyal R-Y) dan sinyal U (sinyal B-Y). Lebar jalur penguat 2 cHz !.

 .

.

.   Didalam rangkaian sincronisasi warna. sinyal burst sinkronisasi warna dikeluarkan dari sinyal video warna komposit !&  .

ë  ë   &ëë! .

Jika amplitudo sinyal ledakan naik. maka A mengeluarkan suatu tegangan kemudi yang memperkecil penguatan didalam bagian warna !ë  .

  .

Ini terjadi pada waktu penerimaan sinyal hitam-putih !  .  ! Rangkaian ini berguna untuk menindas penguat warna. apabila sedang tak ada sinyal krominan masuk..

-.

.

/  . sinyal diumpankan ke colour.* '. ÷embelah warna terdiri dari saklar ÷AL dan beberapa resistor. ÷embelah warna ini memisahkan sinyal yang termodulasi dengan sinyal V dari sinyal yang termodulasi dengan sinyal U. i   (pembelah warna). Sinyal U tidak mengalami putaran fasa Ú!  . ÷ada akhir setiap garis. selama ditariknya garis ÷AL maka sinyal V diputar 180 .  ! Dari penguat krominan.

| ÷ulsa sinkronisasi horisoltal diberikan ke osilator horizontal melalui AF 10.9 cHz dicampur pada detector video 4.4 cHz dan 38.  Dengan mempergunakan demodulator warna. maka sinyal-sinyal perbedaan warna di demodulasikan dari sinyal U dan V.9 cHz). sinyal-sinyal itu dimodulasikan dengan system pembawa suppressed/dihilangkan dan hanya kedua sub pembawa jalur samping (side band sub carier) yang ada.|Sinyal sub pembawa melalui penguat band pass diambilkan dari penguat video .| Sinyal vidio hasil deteksi diperkuat dan dimasukan ke katoda RT 8. maka diperlukan sub pembawa 4.| ÷enguat IF dan detector berturut-turut memperkuat sinyal IF dan mendeteksi sinyal videonya.| Sebahagian sinyal video dipisahkan pulsa sinkronisasinya 9. agar output sinyal vidio tetap amplitudonya 7.. Karena pada pemancar.| ÷enguat audio memperkuat sinyal audio dari hasil detector Fc.| Tuner menerima sinyal dari antenna dan memperkuat serta mengubah frekuensi yang diterima menjadi sinyal IF (33.4 cHz dan 38. Kemudian sinyal audio diubah menjadi suara oleh loudspeaker 6. Sinyal sub pembawa masih dibawa oleh sinyal IF Video 3.| Rangkaian AG mengatur penguatan penguat RF dan IF vidio.| Sinyal IF suara diperkuat oleh penguat IF suara dan dideteksi oleh detector Fc 5. Sinyal IF suara dihasilkan pula pada detector ini setelah sinyal IF 33. Agar dapat mendemodulasikannya menjadi sinyal pembawa warna yang asli kembali.43 cHz dengan fasa dan frekuensi yang tepat sama seperti pada pemancar 0(   1.| atu Daya memberikan tegangannya keseluruh bagian penguat 2. ÷ulsa sinkronisasi vertical memicu osilator vertical agar sinkron 11.|10.|Sinyal pembelok vertical dan horizontal masuk ke kumparan defleksi dan juga kumparan konvergensi 12.

G dan B   .|Dalam rangkaian matrik dihasilkan sinyal (G ± Y) dari sinyal B ± Y ) dan (R ± Y) 15. 13.|Setelah proses demodulasi kroma oleh rangkaian kroma di peroleh sinyal (B ± Y) dan (R ±Y) 14.|Sinyal Y pada katoda RT dan sinyal (R ± Y) . (G ± Y) dan (B ± Y) menghasilkan pengaruh berkas electron antara katoda dan grid sesuai dengan sinyal R.

 .

.

Timer 5 s/d 30 menit y| Kegunaan Osciloscope y| Saklar Sentuh y| Rangkaian Efect Guitar O  . y| Led ÷engganti Lampu Hemat Energi y| Tester Dioa Zener y| Rangkaian Tester Remote y| Rangkaian Sirene Sederhana y| Rangkaian ÷erubah single volt. Amplifier 8 Watt (I Lc 383) y| ÷ERALATAN RE÷ARASI ELEKTRONIK y| Rangkaian Volume Digital y| Rangkaian Delay Speaker & Speaker ÷rotector y| Rangkaian preampmic/penguat microphone y| Rangkaian Alarm ÷endeteksi Kebakaran y| Rangk. cenjadi Simetris Volt y| cixer Line cic Stereo y| VU Display Untuk audio y| ÷ower Supply stabil 0-30 V y| ÷ort USB sebagai ÷engisi Battery Li-On y| Rangk.

 .

 .

 .

 .

 .

 y| Inilah Kehebatan Siswa ScK : Laptop Rakitan ScK Rp 2. Tak ÷erlu Satelit ciliter y| Alat Untuk cengetahui Obyek di Balik Dinding .9 Jt y| Alat ÷acu Jantung Di Kontrol celalui internet y| USB harger Bertenaga catahari y| Ada Google Earth.