You are on page 1of 4

TINJAUAN PUSTAKA

Usaha Memperlambat Perburukan
Penyakit Ginjal Kronik
ke Penyakit Ginjal Stadium Akhir
M. Adi Firmansyah
PPDS Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Abstrak
Penyakit ginjal kronik (PGK) dapat mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif. Bila tidak ditatalaksana
dengan baik, dapat terjadi penyakit ginjal stadium akhir atau end stage renal disease (ESRD). ESRD harus mendapat-
kan terapi pengganti ginjal permanen. Tidak semua penderita PGK tahap awal akan mengalami perburukan menjadi
gagal ginjal. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhinya dan intervensi dini terhadap faktor-faktor ini, dapat
memperlambat progresi PGK. Kontrol ketat glukosa darah, kontrol tekanan darah, pengobatan penyakit dasar, modi-
fikasi gaya hidup, penurunan proteinuria, pembatasan asupan protein, dan koreksi anemia adalah contoh upaya-
upaya yang dapat dilakukan untuk memperlambat progresifitas PGK.
Kata Kunci: penyakit ginjal kronik, penyakit ginjal stadium akhir, upaya perlambatan progresifitas.

PENDAHULUAN
Diperkirakan 20 juta orang dewasa di buruk ke arah penyakit ginjal stadium megang posisi kunci agar tidak terjadi
Amerika Serikat mengalami penyakit akhir atau dikenal sebagai ESRD (End perburukan. Tulisan berikut akan men-
ginjal kronik.1 Data tahun 1995-1999 Stage Renal Disease). Stadium akhir ini gupas upaya-upaya yang dapat dilaku-
menunjukkan insidens PGK menca- yang juga disebut sebagai gagal ginjal, kan untuk memperlambat perburukan
pai 100 kasus per juta penduduk per membutuhkan terapi pengganti ginjal PGK menjadi gagal ginjal.
tahun di Amerika Serikat. Prevalensi permanen berupa dialisis atau trans-
PGK atau yang disebut juga Chronic plantasi ginjal. Di seluruh dunia, terda- Definisi PGK
Kidney Disease (CKD) meningkat se- pat sekitar satu juta orang penderita Berdasarkan panduan National Kid-
tiap tahunnya. CDC (Centers for Dis- PGK yang menjalani terapi pengganti ney Foundation dan kelompok kerja
ease Control) melaporkan bahwa da- ginjal (dialisis atau transplantasi) pada Kidney Disease Outcome Quality Ini-
lam kurun waktu tahun 1999 hingga tahun 1996. Jumlah ini akan mening- tiative (KDOQI), penyakit ginjal kronik
2004, terdapat 16.8% dari populasi kat menjadi dua juta orang pada tahun diartikan sebagai berikut:1
penduduk usia di atas 20 tahun, men- 2010.6 Laporan USRDS (The United
galami PGK. Persentase ini mening- States Renal Data System) pada tahun 1. Adanya kelainan ginjal berupa ke-
kat bila dibandingkan data pada 6 2007 menunjukkan adanya peningka- lainan struktural atau fungsional,
tahun sebelumnya, yakni 14.5%.2 Di tan populasi penderita dengan ESRD yang ditandai oleh kelainan pa-
negara-negara berkembang, insiden di Amerika Serikat dibandingkan tahun- tologi atau petanda kerusakan
ini diperkirakan sekitar 40 – 60 kasus tahun sebelumnya. Prevalensi pend- ginjal secara laboratorik atau
per juta penduduk per tahun.3 Di In- erita ESRD pada tahun 2005 mencapai kelainan pada pemeriksaan pen-
donesia, dari data di beberapa bagian 1.569 orang per sejuta penduduk. Nilai citraan (radiologi), dengan atau
nefrologi, diperkirakan insidens PGK ini mencapai 1.5 kali prevalensi pend- tanpa penurunan fungsi ginjal
berkisar 100-150 per 1 juta penduduk erita ESRD pada tahun 1995.12 yang ditandai dengan penurunan
dan prevalensi mencapai 200-250 ka- laju filtrasi glomerulus (LFG) yang
sus per juta penduduk.6 Penderita ESRD membutuhkan biaya berlangsung > 3 bulan.
pengobatan yang besar di samping
PGK termasuk masalah yang sangat berkurangnya atau bahkan hilangnya 2. Adanya penurunan LFG < 60 ml/
penting dalam bidang ilmu penyakit produktivitas penderita.5, 6 Oleh sebab menit per 1.73 m2 luas permukaan
dalam khususnya bagian ginjal hiper- itu, deteksi dini PGK dan penatalak- tubuh (LPT) selama > 3 bulan den-
tensi (nefrologi). PGK yang tidak di- sanaan yang tepat terhadap PGK me- gan atau tanpa kerusakan ginjal.
tatalaksana dengan baik dapat mem-

180 | APRIL 2010

CDK Edisi 176 ok.indd 180 3/22/2010 4:44:04 PM

ESRD=end-stage Ca. 2 Kerusakan ginjal dengan LFG  ringan 60 – 89 nakan persamaan Cockcroft-Gault se. Pilihan dapat berupa Nilai LFG dialisis (hemodialisis atau dialisis peri.9 Nefritis interstitialis 4% Kista dan penyakit bawaan lain 3% Penyakit sistemik (contoh lupus dan vaskulitis) 2% Tidak semua penderita PGK tahap Neoplasma 2% awal akan mengalami perburukan Tidak diketahui 4% menjadi gagal ginjal.85%) Sering penderita PGK dengan nilai mengubah penurunan nilai LFG per dan hipertensi (8.3 mg% untuk perempuan. menjadi 2 mL/menit/1. intervensi untuk usul obstruksi / infeksi ginjal (12.3 LFG 60% tidak merasakan apa-apa tahun penting dilakukan. Penderita PGK juga cend- erung rentan mengalami infeksi. LFG=laju gangguan keseimbangan elektrolit filtrasi glomerular. PGK memiliki etiologi yang bervariasi kreatinin serum > 1. 3 Kerusakan ginjal dengan LFG  sedang 30 .1 stadium 5 (paling berat) berdasarkan Derajat Keterangan Nilai LFG nilai laju filtrasi glomerulus (LFG) per (ml/menit/1. secara (2000).73 m2. Di Amerika Penderita dengan nilai kreatinin serum Serikat.3.85(perempuan ) NKF-KDOQI mengajukan pengelom. Penderita dengan kondisi nan dari semula 5 mL/menit/1. pruritus. dan berat badan tahun.5 (Na dan K). oleh kar. diukur dalam ta- menurun.5 mg% untuk laki.39% penyebab gagal ginjal yang ena itu pemeriksaan LFG dianjurkan pan hingga 30 tahun bebas dialisis menjalani hemodialisis.1.3 Bila LFG terus turun hingga hun tanpa dialisis. Perubahan nilai LFG tahu.6 gresi PGK ke arah gagal ginjal. dan tiap negara memiliki data etiologi laki dan > 1. Klasifikasi derajat penyakit ginjal kronik. mulai muncul gejala dapat dicapai dengan dan tanda uremi seperti anemi. dan renal disease. Di Indonesia. (asimtomatik) meskipun kadar urea dan kreatinin serum sudah meningkat. mengurangi secara ber- nan darah meningkat.29 bagai berikut: 5 Gagal ginjal < 15 Laju filtrasi glomerulus < 60 ml/menit bagai faktor yang mempengaruhinya ETIOLOGI per 1.46%). yang di bawah 30%. 3. Kreatininserum(mg / dL) × 72 pokan PGK ke dalam 5 stadia. Gambar 1.1 pada penderita PGK berusia 25 ta. teka. (tabel 2). penurunan nilai LFG per ertai mual. abetes melitus.6 PGK yang berbeda-beda. penurunan nafsu makan dis. Kurva teori Keluhan biasanya muncul saat nilai yang menunjukkan LFG turun menjadi 30% berupa badan manfaat perubahan lemah. teori dapat memperpanjang kehidu.tipe II (37%) deteksi dini dan tata laksana PGK yang Hipertensi dan penyakit pembuluh darah besar 27% tepat untuk mengurangi progresifitas Glomerulonefritis 10% ke arah gagal ginjal.4 Perhitungan 1 Kerusakan ginjal dengan LFG normal atau  > 90 nilai laju filtrasi glomerulus menggu.indd 181 3/22/2010 4:44:07 PM . Penyebab Utama Penyakit Ginjal Kronik di Amerika Serikat 3 ginjal permanen. menurut data hipertensi. gangguan metabolisme P dan LFG. faktor ini dapat memperlambat pro. Penyebab (ml/menit/1. sebanding dengan nilai dan intervensi dini terhadap faktor.73 m2) toneal) atau transplantasi ginjal. Penyakit lain 4% | APRIL 2010 181 CDK Edisi 176 ok.3.7 sebaiknya dirujuk ke dokter spesialis tahun dapat bermanfaat bagi pasien Hipertensi menempati urutan kedua penyakit dalam atau konsultan ginjal (gambar 1). TINJAUAN PUSTAKA Derajat PGK (140 − usia ( tahun )) × Berat badan (kg ) LFG (ml / menit / 1.4 Diabetes melitus 44% Banyak studi menunjukkan pentingnya . nokturia. insidennya 18.73m 2 ) = × 0. dimulai dari stadium 1 (paling ringan) hingga Tabel 1. gangguan keseimbangan air. mual tahap penurunan nilai muntah. Perlambatan penurunan nilai LFG per pakan penyebab terbesar ESRD.tipe I (7%) . diabetes melitus tipe 2 meru- > 2 mg/dL atau LFG < 50 ml/menit.1.73 m2 Perhimpunan Nefrologi Indonesia seperti ini cenderung cepat menga.8 Bila LFG sudah di bawah 15%. Terdapat ber.65% dis- hun.3.73 m2. glomerulonefritis merupakan lami penurunan fungsi ginjal.3. Sedangkan di- dilakukan setiap tiga bulan.5 Oleh karena itu.73 m2) luas permukaan tubuh. 46.59 4 Kerusakan ginjal dengan LFG  berat 15 . penderita harus mendapatkan terapi pengganti Tabel 2.

Kontrol tekanan darah Pengendalian tekanan darah yang adekuat diketahui dapat memper- lambat progresifitas penurunan fungsi ginjal. ARB.6 kosa darah puasa < 110 mg% dan ka- yang tersisa.6. adalah < 130/80 mmHg. Sesuai panduan KDOQI (2003). gerak badan secara teratur dapat DM tipe 1 atau 2.6. pasca infark miokard.4. get yang harus dicapai untuk pasien yang akan menyebabkan glomerulo. DM atau stroke.11 Pengendalian ini tetap harus mem- perhatikan aspek keselamatan. tahun ke tahun.5% 5. Populasi umum < 140/90  diet garam.6 Pengobatan penyakit yang men. TINJAUAN PUSTAKA PATOFISIOLOGI hiperfiltrasi yang dapat merusak ne. nefropati karena diabetes dengan latihan diuretik mengontrol gula darah. tes Study (UKPDS). Patogenesis perburukan fungsi ginjal pada penyakit ginjal kronis.3 pa melihat ada tidaknya proteinuria.5 Kontrol ketat glukosa obat sebaiknya mempertimbangkan gresifitas gangguan fungsi ginjal. dengan proteinuria atau resipien transplan ginjal Saat terbaik terapi penyakit dasar pe.3.4. dapat diten.5 bati atau dikontrol. ARB = penghambat reseptor merusak ginjal. terbukti mengurangi kejadian kerusa.10 Tar- hemodinamik dan non-hemodinamik per hari). Prevalensinya kian meningkat dari jat PGK (tabel 3). Pengamatan setelah 10 tahun.7 Penelitian lain oleh the Penggunaan ACE inhibitor diketahui dasari Beberapa penyebab PGK dapat dio. Penghambat reseptor β.6.indd 182 3/22/2010 4:44:08 PM . atau CCB pada runan LFG < 60% sehingga tidak sam- proteinuria resipien transplan ginjal pai terjadi perburukan fungsi ginjal. penyakit ginjal diabetik nyebab PGK adalah sebelum penu- PGK derajat 1 – 4 tanpa < 135/85  diet garam ACEi.6.5. < 125/75  diet garam ACEi.4. karena kontrol gula darah yang ketat sering dikaitkan dengan peningkatan keja- dian hipoglikemi. kan ginjal. Penurunan jumlah nefron aldosteron plasma. darah pada penderita diabetes tipe I komorbiditas seperti gagal jantung. diuretik pada pasien dialisis Ultrafiltrasi pada Berhenti merokok adalah hal pasien dialisis utama. dan hipertensi PGK derajat 1 – 4.5 3. beragam terapi untuk beragam dera- perburukan fungsi ginjal. peningkatan kadar erapi konvensional (konseling diet) glomerulus.4.5 Selain berhenti merokok. hol. ikat. insulin). mendapati bahwa kejadian mikroal- adaptasi struktural dan fungsional. 6 . Kondisi akan merusak nefron dilakukan.7 PGK derajat 5 < 140/90  diet garam. menunjukkan bahwa berhenti mer. buminuri dan proteinuri lebih sedikit Adaptasi ini menyebabkan perubahan diet rendah garam (3-5 gram natrium pada kelompok terapi intensif. Semua golongan. ARB. nya agregrasi platelet.4. gan hilangnya efek penurunan tekanan kelompok pasien DM tipe 2 yang dit- si ginjal adalah adanya hiperfiltrasi darah nokturnal. dar HbA1C 7% – 7. mengurangi konsumsi alko. ada yang menganjurkan nilai HbA1C < 7%. dengan kelompok yang diterapi in- (sebagai filter) dalam ginjal terjadi seir. peningkatan tekanan darah den. United Kingdom Prospective Diabe- Progresifitas Fungsi Ginjal fron. Sebagai contoh. CCB = penyekat kanal kalsium. Target tekanan Terapi non masalah obstruksi saluran kemih dapat Populasi darah (mmHg) farmakologik Terapi farmakologik diatasi dengan meniadakan obstruksin.10 Merokok diketahui dapat ACEi = penghambat enzim pengkonversi angiotensin II.5. Target tekanan darah dan Terapi Farmakologik/ Non-farmakologik 1.11 National Kidney Foundation Task Force on UPAYA MENCEGAH PERBURUKAN 2.10 (gambar 2). target tekanan darah pasien penyakit ginjal diabetes dan non-diabetes tan- Gambar 2.5 antara lain melalui angiotensin II.4. ya. atau CCB pada dengan mengontrol tekanan darah. PGK=penyakit ginjal kronik 182 | APRIL 2010 CDK Edisi 176 ok.5 Banyak studi tensif (menggunakan sulfonilurea atau ing perjalanan penyakit ginjal kronik. kecuali 1. fitas PGK. adalah kadar glu- sklerosis. Modifikasi Gaya Hidup  asupan cairan. dan meningkat. Kontrol ketat glukosa darah Cardiovascular Disease memberikan Dengan memahami penyebab PGK Diabetes melitus (DM) merupakan panduan target tekanan darah dan dan faktor-faktor yang mempengaruhi penyebab utama PGK di Amerika Ser. Nefron yang tersisa akan mengalami okok terbukti menurunkan progresi. Pemilihan kombinasi tukan upaya-upaya pencegahan pro. Tabel 3.4. membandingkan Penyebab utama perburukan fung.

5 stratification. Formica RN. Naskah Lengkap kondisi dislipidemi berhubungan erat lagi dilakukan) dapat berkurang atau Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Penyakit Da- dengan risiko penyakit kardiovaskuler. obatan ini harus diikuti dengan pen. hanya 800 hingga 1. 2. ka. lalu dianjurkan. tidak perlu lagi ada.5 Mes. meningkatkan risiko kematian akibat sub-spesialis ginjal hipertensi. Available Pembatasan asupan protein ini mampu melibatkan kerjasama antara from URL: http://www. Williams DGL.4 Banyak studi Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. dengan target gahan progresifitas penyakit ginjal kronik.5. Nasir AUZ. runkan progresifitas PGK. Fadem SZ. Laksmi PW. Pendse SS. Jakarta: Pusat Penerbitan Ilmu Pe- maka pemberian obat untuk mengon. ki sejumlah studi menunjukkan bahwa sampai 13. Alwi I. Dalam: Mansjoer A. Drugs 2004. In: Daugir- CHOIR (The Correction of Haemoglo. ginjal.5 Kondisi hiperfosfatemi dapat dokter spesialis penyakit dalam atau chronic kidney disease: therapeutic advances. dar kalium dan kreatinin. harus dikontrol dengan ACE derajat 3. sebaiknya di. DAFTAR PUSTAKA PGK.14(Supp):144-7. Koreksi Anemia Initiative.4 Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu PENUTUP Penyakit Dalam FKUI.5 g/dL kejadian komplikasi 5. p. 6. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit atau ARB dapat menurunkan progresi. and kematian. per hari bila LFG < 25 ml/ hindari pada penderita PGK. Stimulating Agents (ESA) sebagai tata 2007. Handbook of Di- 5. 3.000 mg. Suwitra K. Hindari Obat Nefrotoksik and progression of renal disease. 2008. MS. Soegondo protein dengan nilai biologi tinggi.35 – 0. Penurunan Proteinuria Mortalitas PGK akan makin tinggi 268.4. Jakarta: menunjukkan bahwa pemberian ACEi Eritropoietin hendaknya mulai diberi. htm . nyakit Dalam FKUI. kan pada kadar hemoglobin (Hb) < 10 Dalam FKUI. In: Rani AA.8 g/kg bb. Kontrol Kadar Lipid dokter spesialis/ sub-spesialis ketika nik: antara target pengobatan optimal atau Hubungan dislipidemi dengan PGK fase PGK derajat akhir (upaya pence. [cited 2008 September 5]. laksana anemia terbukti dapat menu. Prevention of the development pan protein yang dianjurkan untuk se. menit. Taal M. Ing TS.1. Suhardjono. Burrows NR. 0. Clinical practice guidelines for chron- peningkatan kadar kreatinin plasma.usrds. p. Pemberian obat. Pembatasan Asupan Protein bin and Outcomes in Renal Insufficien.13 Hasil sama juga didap. komplikasi kardiovaskular pada pend. fitas PGK.3.64:2273 . Bakri S. 4. Hb yang normal. para dokter umum.11 pada kisaran 11 – 12 g/dL.89.5 g/ hari. 7. haman yang baik akan penyakit ini oleh 12. 157-9 Pembatasan dilakukan pada LFG < 60 Penanganan PGK yang baik akan 9. antibiotik amin. In: Sudoyo gawasan terhadap tekanan darah. lam 2008.org/aakp-library/ berkaitan dengan pembatasan asu. Jur- akan menurunkan tingkat daya tahan Hb > 13 g/dL. dengan 11.5 Malnutrisi atkan oleh Singh dkk. Slowing the progression of adult fatemi.6 ic kidney disease: evaluation. hidup (survival) penderita PGK. dan bahan kontras untuk S. 2006. Dengan de. mikian. Philadelphia: Lippincott Williams Masalah ini masih kontroversial. p. cy) mendapatkan dengan target Hb & Wilkins. Hospital Physi- dapat memperlambat progresifitas dibandingkan dengan target Hb yang cian 2003. alysis. hari. Penyakit ginjal kronik. J Am Soc mua pasien PGK adalah 0.50 g. 4 ed. Pema. penderita PGK yang dirujuk ke 13. akan membuat nual report 2007. PGK6 . asupan fosfat per hari perlu dibatasi upaya-upaya penurunan progresifitas Avalaible from URL: http://www. 8. 2007. hal ini berdampak menimbul. eds. Setiyohadi B. 3-13. USRDS. Deteksi dini dan upaya-upaya pence- kan masalah malnutrisi.4 nal Medika Nusantara 2005. Wijaya IP. layanan kesehatan primer. Mansjoer A. dapat menurunkan hingga 50% Target penurunan kadar LDL adalah < 1. Singh A. Anemia pada penyakit ginjal kro- 6. How do we re-design the treat- ml/menit. K. Karena gahan progresifitas tidak mungkin S.4 Asu. Blake PG. g/dL dengan tujuan pemeliharaan Hb 4.aakp. 1 ed. 100 mg/dL (< 2.org/adr. TINJAUAN PUSTAKA dapat memperlambat progresifitas trol kadar lipid plasma perlu dilakukan. lebih rendah.6 mmol/L).6. eds. Kidney Disease Outcome Quality 7. Panduan pelayanan medik. 138-44. Setiati belum sepenuhnya dipahami. mungkin. Pembatasan asupan protein menjadi pemeriksaan radiologi.4. dan ESRD. das JT. Slowing the progression of kidney Tatalaksana yang baik hendaknya disease. membantu mengurangi risiko gagal ment? Nephrol Dial Transplant 2007.6.12 Anemia um. apabila disertai anemia.39(4):24-33. p. 9):39-44. classification. eds.4 10. umnya terjadi pada penderita PGK lence of chronic kidney disease and associated ertensi. di antaranya berupa inflamasi non-steroid. 570-3.1999-2004.6 oglikosid.4 PGK dilakukan lebih dini. Hostetter TH. Approach to patients with teinuria diharapkan < 0.indd 183 3/22/2010 4:44:08 PM . 2006./ Penggunaan obat-obatan seperti anti Nephrol 2003.12 AW. dokter umum sebagai penyedia pe.4 Penelitian chronic kidney disease stages 1-4. Nafrialdi. Tomlinson J. Am J Kidney Dis 2004. Penyakit ginjal kronik.10 Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia.3.45(Supp 1):1- 4.22(Supp pembatasan asupan protein tidak se. ESRD incidence and prevalence – an- erita PGK dan ESRD.297(16):1767-1768.11 Target penurunan pro. Perhimpunan 0. Saydah SEE. Oleh karenanya. Syam AF.4 Pemberian Erythropoietin risk factors—United States.26(3):36-40. | APRIL 2010 183 CDK Edisi 176 ok. Penderita PGK dengan mikroalbu.10. eds. Preva- minuria/ proteinuria meski tanpa hip.6 g/kg bb. JAMA inhibitor atau ARB. bila di atas nilai tersebut. Setiati S. [cited 2008 September 5]. 8. K/DOQI. CKD series: delaying the progres- pembatasan asupan protein terbukti kardiovaskular yang lebih banyak bila sion of chronic kidney disease. Kidney-disease-progression/ pan fosfat untuk mencegah hiperfos.