BAB 1

TEGANGAN ELEMEN MESIN

PENDAHULUAN
PERLUNYA MEMAHAMI SIFAT SUATU BAHAN

PENGETAHUAN SIFAT BAHAN (SIFAT FISIK & SIFAT MEKANIK)

PILIH DIMENSI DAN BAHAN DENGAN TEPAT (KUAT & EKONOMIS)

STRUKTUR BERFUNGSI SESUAI TUJUAN DESAIN

PENDAHULUAN BATANG MANA YANG LEBIH KUAT ? BATANG 1 BATANG 2 5000 N 500 N .

PENDAHULUAN DEFINISI  KEKUATAN SUATU TEGANGAN BAHAN BAHAN DINYATAKAN DENGAN P W! A 3 3 DIMANA : W = TEGANGAN (Kg/m2) P = GAYA (Kg) A = LUAS PENAMPANG (m2)  SATUAN TEGANGAN DALAM STANDAR INTERNASIONAL (SI) 1kPa ! 10 Pa ! 10 N / m 9 9 2 1MPa ! 10 6 Pa ! 10 6 N / m 2 1GPa ! 10 Pa ! 10 N / m 2 .

TABEL BAHAN .

2. Tegangan Geser (Shear stress) disini termasuk tegangan puntir (Torsional Stress ). 3. Tegangan tarik dan tekan (Tensile dan compression stress).PENDAHULUAN Jenis-jenis tegangan 1. 4. Tegangan kombinasi (Combination stress) . Tegangan Bending / lengkung (Bending stress).

TEGANGAN NORMAL TEGANGAN NORMAL ADALAH TEGANGAN YANG DISEBABKAN OLEH GAYA YANG BEKERJA TEGAK LURUS TERHADAP LUAS BIDANG GAYA DIMANA : W = sigma =TEGANGAN (Kg/m2) P = GAYA (Kg) A = LUAS PENAMPANG (m2) P W ! A Tegangan dan regangan akan memberikan nilai positif pada kondisi tegangan tarik sedang pada kondisi Tegangan tekan akan memberikan nilai negatif .

Spesimen Uji tarik .PENGUJIAN TARIK (A).Universal Testing Machine (B).

ELASTIC LIMIT (BATAS ELASTIS) Bahan disebut elastis.DIAGRAM TEGANGAN-REGANGAN A.E Dimana. PROPORTIONAL LIMIT ( BATAS PROPORSIONAL) Batas tertinggi dimana hukum hooke masih berlaku : W ! I . Batas elastis adalah batas tegangan. W = Tegangan (N/m2) I = Regangan E = Modulus elastis (N/m2) B. jika material kembali ke bentuk semula ketika beban dilepas. dimana bahan akan mengalami deformasi tetap (plastis) .

YIELD POINT (TITIK LULUH) Titik dimana diagram teg-reg hampir horisontal. Bahan akan mulur/ memanjang tanpa adanya penambahan beban D. TERTINGGI) Tegangan tertinggi yang dimiliki oleh benda uji sebagai reaksi terhadap beban tarik yang bekerja pada benda uji E. ULTIMATE STRENGTH (KEK. RUPTURE STRENGTH (KEK.C. PATAH) Teg pada saat benda patah/rusak .

Pada kasus ini. dan bagian bawah mengalami tegangan tarik . serat bagian atas mengalami tegangan desak. Momen lentur pada ujung balok menyebabkan balok mengalami deformasi/lentur 2.TEGANGAN NORMAL AKIBAT MOMEN LENTUR 1.

TEGANGAN NORMAL AKIBAT MOMEN LENTUR .

MOMEN INERSIA .

TEGANGAN GESER RATA-RATA DEFINISI TEGANGAN GESER ADALAH TEGANGAN YANG DISEBABKAN OLEH GAYA YANG BEKERJA SEPANJANG /SEJAJAR DENGAN LUAS PENAHAN GAYA  Gaya F bekerja transversal terhadap batang AC  Gaya dalam yang bekerja di bidang AC disebut gaya geser (V) .

 Distribusi tegangan geser tidak dapat diasumsikan merata . Resultan distribusi gaya dalam (gaya geser) didefiniskan sebagai gaya geser bagian dan besarnya sama dengan V  Tegangan geser rata-rata : X = V/A dimana : X = tau=Tegangan geser (Kg/m2) V = Gaya geser (Kg) A = Luas penampang geser (m2)  Variasi distribusi tegangan geser bervariasi dari nol dipermukaan sampai dengan maksimum yang lebih besar dari nilai rata-rata.

TEGANGAN GESER RATA-RATA Geser Tunggal .

Geser Ganda .

TORSI Torsi adalah sebuah momen yang cenderung untuk memutar sebuah batang disekitar sumbu longitudinalnya .

PENAMPANG BULAT B. BULAT BERLUBANG .MOMEN INERSIA POLAR A.

KEGAGALAN BEARING (DUKUNG) PADA PLAT TEGANGAN DUKUNG (BEARING)  TEGANGAN BEARING ADALAH TEKANAN YANG DISEBABKAN BEBAN PERMUKAAN TEGANGAN BEARING Fb F Wb ! ! Ab td Dimana : Wb = Tegangan geser (Kg/m2) F = Beban (Kg) Ab = Proyeksi rivet pada bagian plat(m2) t = Tebal plat (m) d = Diameter Rivet (m) .

AKAN MENYEBABKAN KERUSAKAN SETEMPAT PADA MATERIAL CARA MENGATASI TEGANGAN BEARING DIGUNAKAN BEARING PLATE UNTUK MENDISTRIBUSIKAN GAYA PADA AREA YG LUAS Tegangan dukung (bearing) didasarkan pada proyeksi Luas penampang rivet normal terhadap arah beban .F F TEGANGAN BEARING YANG CUKUP BESAR.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful