P. 1
OK-MAKALAH-HSL HIKOM-BAZAR

OK-MAKALAH-HSL HIKOM-BAZAR

|Views: 10,072|Likes:
Published by sfm86

More info:

Published by: sfm86 on Apr 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

04/20/2014

$4.99

USD

Sections

  • HIBAH KOMPETENSI
  • JUDUL KEGIATAN:
  • Ringkasan
  • A. PENDAHULUAN
  • LANDASAN TEORITIS
  • A. Pembelajaran Terpadu
  • 1. Konsep Pembelajaran Terpadu
  • 2. Ragam Pembelajaran Terpadu
  • 3. Pembelajaran Terpadu Model Webbed
  • 4. Perencanaan Model Pembelajaran Terpadu
  • a. Tahap Perencanaan
  • B. Pembelajaran Bahasa Arab
  • 1. Fungsi dan Peranan Bahasa Arab
  • 2. Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab
  • 3. Ilmu Bahasa dan Kemahiran berbahasa Arab
  • 4. Metode Pembelajaran Bahasa Arab
  • a. Metode Langsung (Thariqah Mubasyarah atau Direct Method)
  • METODOLOGI PENELITIAN
  • A. Metode Pelaksanaan
  • B. Metode dan Langkah-Langkah Penelitian
  • 2. Uji Coba Model
  • C. Lokasi dan Subjek Penelitian
  • D. Teknik Dan Alat Pengumpulan Data
  • E. Analisis Data
  • BAB IV
  • HASIL PENELITIAN
  • A. Studi Pendahuluan
  • B. Penyusunan Bentuk Awal Model
  • C. Uji Coba Model
  • 1. Uji Coba Terbatas
  • 1) Desain Model
  • 2) Prosedur Pembelajaran
  • 3) Implementasi Model
  • 4) Evaluasi Pelaksanaan Model
  • 5) Revisi
  • Rekapitulasi Gambaran Tingkat Penguasaan Mahasiswa
  • BAB V
  • KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN
  • A. Kesimpulan
  • B. Saran-Saran
  • Daftar Pustaka

RINGKASAN PENELITIAN

HIBAH KOMPETENSI JUDUL KEGIATAN:

PENGEMBANGAN MATERI AJAR BAHASA ARAB TERPADU UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KEMAHIRAN BERBAHASA ARAB MAHASISWA PERGURUAN TINGGI UMUM

Ketua Tim: Dr. Maman Abdurrahman, M.Ag.

Angkatan II untuk pendanaan tahun 2009 Dibiayai oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional, sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Hibah Kompetensi, Nomor: 269/SP2H/PP/DP2M/V/2009 Tanggal 30 Maret 2009

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2010

Ringkasan Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya inovasi model pembelajaran bahasa Arab di Perguruan Tinggi Umum. Selama ini pembelajaranna dilaksanakan secara terpisah-pisah, sehingga berimplikasi kepada pemahaman dan kemahiran berbahasa Arab mahasiswa kurang komprehensif. Salah satu cara mengatasi masalah di atas adalah melalui pengembangan model pembelajaran terpadu yang mengkombinasikan antara satu disiplin ilmu bahasa Arab dengan disiplin ilmu bahasa Arab lainnya dalam proes pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membuktikan asumsi dasar bahwa materi ajar Bahasa arab terpadu seperti Nahwu, Sharaf, Insya, Muthala’ah, dan Muhadatsah dipadukan dalam satu buku - potensial dan efektif untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami literatur-literatur keagamaan yang berbahasa Arab, sehingga mereka cenderung dapat mengaktualisasikan diri dalam pengembangan wacana keislaman di Indonesia. Pengamatan dan pengalaman selama ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan separated system: Nahwu, Sharaf, Insya, Muthala’ah, dan Muhadatsah yang diajarkan secara terpisah-belum bisa meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Fakta atau persepsi negatif mahasiswa terhadap materi bahasa Arab separated system tampaknya tidak sepenuhnya benar. Persoalannya ketidak tersediaan buku ajar yang memungkinkan mahasiswa memahami sekaligus ilmu-ilmu kabahasaaraban melalui satu teks. Buku-buku mengenai bahasa arab sudah banyak disusun oleh para ahli, tetapi pada umumnya menggunakan pendekatan normatif-konvensional, menekankan pada namanama mata kuliah yang terpisah, sehingga tidak semua mahasiswa mampu menyerap dan memahaminya dengan baik. Padahal materi ajar bahasa Arab terpadu sesungguhnya merupakan “alat” untuk memahami litaratur bahasa arab, bukan sebagai tujuan belajar bahasa itu sendiri. Studi ini bersifat penelitian dan pengembangan (Research and Development). Karena sifatnya pengembangan, maka kegiatan tahun pertama adalah identifikasi kebutuhan suatu buku ajar ideal, konseptualisasi buku ajar bahasa Arab terpadu, dan uji coba terbatas di 3 perguruaan tinggi di Bandung; tahun kedua implementasi model dan uji coba diperluas baik perguruan tinggi atau pokok bahasannya; dan tahun ketiga, diseminasi model, judgement pakar bahasa Arab nasional baik metodologi maupun substansi isi, dan seminar nasional atau internasional. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, angket, wawancara, observasi dan tes. Sedangkan pengolahan dan analisis data menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan statistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya mahasiswa ketiga pergururan tinggi Negeri yang memiliki program studi bahasa Arab menginginkan proses pembelajaran bahasa Arab itu menyenangkan, tidak kaku, ceritranya bergambar dan kondisional, materinya menggunakan bahasa Arab dan bahasa Indonesia, dan ada sentuhan musiknya. Ketiga dosen Bahasa Arab menyatakan dukungan dan ketertarikannya pada hasil kajian bahasa Arab terpadu, baik dari sisi wacana, strategi pelaksanaan model dan evaluasi yang digunakan menarik dan bisa diikuti mahasiswa. Kedua pakar bahasa Arab banyak memberikan masukan berharga baik dari sistimatika maupun subtansi isi buku ajar terpadu. Dari segi tingkat penguasaan materi ajar yang disampaikan nampak ada peningkatan skor yang signifikan dengan rata-rata pretest dengan postest meningkat sebanyak sembilan belas persen (18.19%).

1

A.

PENDAHULUAN Bahasa Arab merupakan bahasa internasional yang sejak tahun 1972 telah

diresmikan penggunaanya sebagai salah satu bahasa kerja dan bahasa resmi Perserikatan Bangsa Bangsa. Bahasa kitab suci umat Islam, al-Quran; dewasa ini dijadikan sebagai bahasa nasional tidak kurang 22 negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika. Selain itu, bahasa Arab juga menjadi bahasa pendidikan, ilmu pengetahuan, diplomsi, transaksi sosial dan ekonomi, dan budaya bagi sebagian besar masyarakat di 22 negara itu (Bakalla, 1984:5). Di Indonesia bahasa Arab bukan hanya dipelajari di lingkungan pendidikan Islam, seperti pondok pesantren, madrasah, sekolah Islam dan perguruan tinggi Islam, melainkan juga menjadi mata kuliah di beberapa lembaga pendidikan umum, seperti UGM, UNJ, UI, UPI dsj. Usia pendidikan bahasa Arab di Indonesia pun sudah seusia masuknya Islam ke tanah air, yaitu mulai abad VII masehi. Bahasa Arab mulai diajarkan seiring dengan pengajaran “baca-tulis” al-Quran. Tujuan utama mempelajari bahasa Arab adalah untuk dapat membaca dan memahami sumber-sumber ajaran Islam yang berbahasa Arab dengan baik. Dalam pandangan umat Islam, bahasa Arab merupakan “bahasa yang wajib dipelajari” dalam rangka memahami ayat-ayat al-Quran dan hadits-hadits Nabi Muhammad saw. Kedua sumber ajaran Islam ini memang berbahasa Arab. Sebab, keharusan umat Islam mengkaji al-Quran dan hadits Nabi saw. pada dasarnya juga merupaka kewajiban mempelajari kitab suci tersebut. Dengan kalimat lain, proses pembelajaran bahasa Arab di Indonesia akan senantiasa mewarnai dan mewancanai kurikulum pendidikan Islam selama umat Islam meyakini al-Quran dan hadits sebagai pedoman hidup mereka. Salah satu faktor yang dominan dalam pembaelajaran bahasa Arab adalah buku ajar. Buku ajar bahasa Arab yang berkembang di Indonesia pada umumnya masih terpaku pada pendekatan gramatikal (madkhal nahwy), sehingga substansi

pembelajarannya lebih berorientasi kepada pengajaran qawaid (morfologis dan sintaksis). Gradasi penyusunanya pun berdasarkan sistematis pelajaran Nahwu. Hal ini antara lain terlihat pada buku al-Arabiyah bi al-Namadzij terbitan UIN Jakarta (1972) maupun alArabiyah bi al-Ma’mal al-Lughawi terbitan LBIQ (Lembaga Bahasa dan Ilmu Quran) DKI Jakarta (1994). Padahal keterampilan yang hendak dikembangkan melalui proses pembelajaran bahasa Arab tidak terbatas pada keterampilan membaca saja.

2

Sementara itu, tuntutan masyarakat akademik mengenai perlunya inovasi dan pengembangan materi ajar bahasa Arab Terpadu dewasa ini terus bergulir, seiring dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Beberapa pakar bahasa Arab, seperti Prof. Dr. HD. Hidayat, MA, melihat pentingnya pendekatan baru dalam pengembangan materi ajar Nahwu. Pendekatan baru ini lebih didasarkan pada karekteristik linguistik kedua bahasa Arab dan Indonesia (B1 dan B2) yang memang mempunyai sisten yang berbeda. Upaya untuk terus mengembangkan dan mensosialisasikan materi bahasa Arab yang kontekstual juga tetap berlangsung. Hadirnya LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab) di Jakarta sejak tahun 1980 dipandang mempunyai kontribusi dan peran besar dalam mencetak tenaga-tenaga pengajar bahasa Arab yang cenderung

mengembangkan metode al-sam’iyyah al-syafawiyyah (audio-oral approach). Melalui LIPIA, buku ajar seperti al-Arabiyah li al-Nasya’in diperkenalkan dan dijadikan sebagai buku wajib hingga sekarang. Buku ini memang sedikit telah banyak memberi andil dalam “pembaharuan” pendekatan dari yang bercorak gramatikal menjadi sam’i syafawi, sehingga empat keterampilan berbahasa (mendengar, bercakap, membaca dan menulis) mendapat porsi yang relatif memadai. Setelah sekian lama buku tersebut digunakan (sejak awal 1980an hingga sekarang), kritik dari berbagai pihak bermunculan. Di antaranya adalah bahwa buku tersebut terlalu memposisikan anak didik sebagai “burung beo”. Buku ini juga kurang memahirkan siswa dalam membaca dan memahami teks, karena terlalu terpaku drill-drill (latihan-latihan) yang kurang membuat cakrawala siswa menjadi luas. Sebagai koreksi atau penyampurnaan dari buku tersebut muncul berbagai buku daras (Ta’lim al-Lughah al-Arabiyyah) untuk tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyyah dan Aliyah yang disusun dengan pendekatan komunikatif (ittishali), seperti yang ditulis oleh Prof. Dr. HD. Hidayat, MA, dkk. Seperti layaknya dinamika ilmu yang bergerak pada wilayah tesisantesis dan sintesa, buku tersebut tampaknya belum mampu menjakau berbagai kalangan atau lapisan masyarakat, serta belum menawarkan daya tarik dan cirri khas tertentu. Belum lama ini (1999) telah terbit buku bahasa Arab al-Quran: al-Arabiyyah al-fashihah li alNathiqin bighairiha wa biha, terbitan Universitas Islam Internasional Malayasia. Buku ini telah didiskusikan di Hotel Sari Pan Pasifik Jakarta (Mei 2001), tetapi belum tersosialisasikan di kalangan pelajar Indonesia. Sepintas, buku ini cukup mengakomodasi berbagai kekurangan yang ada selama ini. Tetapi, buku ini cukup mahal (6 jilid senilai USD $ 450) dan mungkin kurang bisa dijangkau oleh sebagian besar kita. 3

Adapun sistematika buku ajar sbb: 1) Qiraah. agar kelayakan dan efektivitasnya dapat dibuktikan. 4) analisis tata bahasa. 5) latihan. 6) Kesimpulan. pembuktian dan pemantapan konseptualisasi materi ajar bahasa Arab Terpadu tersebut. 3) Insya Kitabah. UNPAD.Sejauh ini. Namun demikian. Setelah melalui kajian Research and Development hingga menghasilkan buku ajar bahasa Arab Terpadu berdasar kajian teoritis dan empiris dan diseminarkan bersama dosen B. pengujian. melainkan juga berorientasi pada pengembangan. pengembangan materi ajar bahasa Arab Terpadu baru dilakukan sesuai selera penulis antara lain buku bahasa Arab untuk mahasiswa perguruan tinggi Islam. masih perlu dilakukan konseptualisasi dan eksperimentasi. 3) pendalaman isi. pengalaman beberpa dosen bahasa Arab di UIN Jakarta dan UPI Bandung yang meminati pengembangan materi ajar Terpadu dalam pembelajaran bahasa Arab memperlihatkan bahwa pengembangan materi ajar bahasa Arab Terpadu sangat potensial untuk meningkatkan kualitas dan ekstensivitas pemahan mahasiswa terhadap literature berbahasa Arab. dkk. Dr. Oleh karena itu. UIN Bandung (2004). Diantara kelebihan buku pertama. yaitu : 1. 5) Latihan. 2) Isti’ab. ia menambahkan kosakata dan terjemah. MA. 2) kosa kata. Yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini adalah : Bagaimana pengembangan model pembelajaran terpadu dalam mata kuliah bahasa Arab di PTU? Agar lebih jelas masalah penelitian ini akan dirumuskan beberapa pertanyaan penelitian. UIN Jakarta (2001). Arab UPI. Penelitian ini hanya dimaksudkan mengesplanasikan teori mengenai signifiaksi keTerpaduan materi ajar dalam proses pembelajaran bahasa Arab. Dr. peneliti menemukan dua buku: pertama karangan Prof. kedua karya Prof. Salim Umar. 3. 4) Pembahasan kaidah Nahwu/Sharaf/Muthala’ah. Chatibul Umam dkk. Model pembelajaran terpadu yang bagaimanakah yang cocok bagi pembelajaran bahasa Arab di PTU? 2. Kedua buku memliki kesamaan dalam hal sistematis: 1) teks. UIN dengan mendatangkan pakar bahasa Arab nasional. buku ini akan diajarkan di beberapa perguruan tinggi umum yang memiliki program studi bahasa/sastra Arab. Bagaimana desain model pembelajaran terpadu bahasa Arab di PTU? Bagaimana langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran terpadu bahasa Arab di PTU? 4 .

strategi dan metode pembelajaran bahsa Arab Terpadu yang efektif untuk memahami literature keagaman berbahasa Arab. Muthala’ah. Formulasi dan rekomendasi. Target utama penelitian ini adalah terrealsasinya sebuah buku ajar bahasa Arab Terpadu yang memungkinkan mahasiswa dapat lebih memahami literature keislaman berbahasa Arab. strategi dan metode pembelajaran bahasa Arab yang efektif bagi mahasiswa perguruan tinggi yang belajar pada jurusan-jurusan bahasa Arab di perguruan tinggi umum (PTU). Sharaf. Bagaimana penilaian pembelajaran terpadu bahasa Arab di PTU? Seberapa jauh model pembelajaran terpadu dapat meningkatkan pemahaman dan kemahiran berbahasa Arab di PTU? Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan asumsi dasar bahwa materi ajar Bahasa Arab Terpadu (materi bahasa Arab seperti Nahwu. 5. 4. dipadukan dalam satu buku) itu potensial dan efektif untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami literatur-literatur keagamaan yang berbahasa Arab. Muthala’ah. sehingga mereka cenderung dapat mengaktualisasikan diri dalam pengembangan wacana keislaman di Indonesia. Muhadatsah. penelitian juga ditargetkan menghasilkan sebuah kerangka teoritik mengenai pendekatan. Oleh karena itu. Penelitian ini sangat signifikan bagi peningkatan kemampuan mahasiswa dalam memahami literatur keagamaan berbahasa Arab karena materi ajar bahasa Arab Terpadu yang hendak dikembangkan berbasis kebutuhan mahasiswa. Insya. Sharaf. 2. 5 . Penemuan faktor-faktor pendukung dan penghambat proses pembelajaran bahasa Arab berorientasi pemahaman literatur keagamaan. 3. sehingga dapat diantisipasi dan diprediksi kemunculan dan upaya-upaya penanggulangannya. Insya dan Muhadatsah pada perguruan tinggi umum (PTU) 6. Peningkatan efektivitas proses pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi. pendekatan. Output penelitian berupa suatu paket buku ajar bahasa Arab Terpadu Penemuan hasil uji coba pengembangan materi ajar bahasa Arab Terpadu yang menjadi landasan perumusan kerangka teoritik model dan metode pembelajaran bahasa Arab. indicator keberhasilan penelitian ini dapat dilihat dari hal-hal sebagai berikut: 1. Peningkatan minat dan prestasi studi mahasiswa di bidang bahaa Arab. khusunya Nahwu. Selain itu.4. 5.

1996:5) Menurut tim pengembang PGSD. baik secara individu maupun kelompok.LANDASAN TEORITIS A. Depdikbud (1996: 6) mengemukakan konsep pembelajaran terpadu sebagai berikut : 6 . Melalui proses pembelajaran terpadu ini akan memungkinkan peserta didik belajar secara aktif dengan menggali dan menemukan berbagai konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara serentak yang bersifat holistic. konsep pembelajaran terpadu dijelaskan sebagai berikut: Pada dasarnya pembelajaran terpadu merupakan system pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individu maupun kelompok aktif menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistic. bermakna dan otentik. student learn both the processes and content relating to more then one curriculum area at the same time. By partipating in the even/topic exsploration. bermakna dan otentik. 1991: 6). kemahiran dan sikap. Sementara konsep pembelajaran terpadu menurut Collins dan Dixon adalah: Integrated learning accurs when authentic event or exploration of a topic is the driving force in the curriculum. activities interweave the the processes and content from various curriculum areas (Collins and Dixon. Pembelajaran terpadu ini apabila peristiwa otentik dan eksplorasi topic/tema menjadi penggali di dalam eksplorasi topic/tema peristiwa tersebut para siswa belajar sekaligus proses dan isi berbagai mata pelajaran secara seremapk (Tim Pengembang PGSD 1996:3). sehingga mereka dapat memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan dapat menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami (Depdikbud. sehingga peserta didik memperoleh keutuhan dan keterpaduan pengetahuan. and as teahers and students work towards achieving that goal. Pembelajaran Terpadu 1. There is a goal to achive which provides a focus for the learning. Konsep Pembelajaran Terpadu Pembelajaran terpadu merupakan proses belajar mengajar dengan memadukan pokok-pokok bahasan atau penekanan hubungan materi lebih dari satu. baik antar bidang studi maupun dalam satu bidang studi. Pembelajaran terpadu juga dapat dikatakan sebagai pendekatan belajar mengajar yang melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada peserta didik.

Suatu cara untuk mengembangkan pengetahuan dan kemahiran anak secara simultan. webbed. Secara umum pembelajaran terpadu pada prinsipnya terfokus pada pengembangan kemampuan mahasiswa secara optimal. integrated. Merakit atau menghubungkan sejumlah konsep dalam beberapa bidang studi yang berbada. connected. dan networked. yaitu: (1) pembelajaran terpadu dalam satu disiplin ilmu meliputi: pragmated. (2) pembelajaran terpadu antar disiplin atau antar bidang studi. Pembelajaran yang beranjak dari suatu tema tertentu sebagai pusat perhatian (center interest) yang digunakan untuk memhami gejala-gejala dan konsep lain. nested. c. d. immersed. Ragam Pembelajaran Terpadu Forgaty (1991: XIV) memperkenalkan 10 model pembelajaran terpadu. Karena itu menghendaki peran aktif mahasiswa dalam proses pembelajaran. nested. webbed. sehingga mereka mendapat pengalaman langsung dalam proses belajarnya. baik yang berasal dari bidang studi yang bersangkutan maupun dari bidang studi lainnya. threaded. meliputi: sequenced. yakni pragmated. b. shared.a. Suatu pendekatan pembelajaran yang menghubungkan berbagai bidang studi yang mencerminkan dunia nyata di sekeliling dan dalam rentang kemampuan dan perkembangan anak.1 Ragam Pembelajaran Terpadu Forgaty (1991: 14) Kesepuluh model tersebut dibagi kedalam tiga tife. conneted. threaded. shared. 7 . dengan harapan anak akan belajar lebih baik dan bermakna. 2. sequenced. Kesepuluh model tersebut dapat dilihat dalam gambar berikut ini: Prafmented Connected Nasted Sequented Shared Webbed Threaded Integrated Immersed Network Gambar 2.

threaded. Secara singkat kesepuluh tipe pembelajaran terpadu di atas dapat dijelaskan berikut ini : a. 8 . Dalam penelitian ini dibahas mengenai perpaduan beberapa mata kuliah ilmu bahasa dan kemahiran berbahasa Arab dalam proses pembelajaran sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kemahiran berbahasa Arab menyeluruh. Model ini dapat dilaksanakan dengan cara menggabungkan dua materi mata kuliah yang memiliki pokok bahasan yang sama dalam pembelajaran. Integrasi dalam satru disiplin tertentu dengan cara menghubungkan antara satu topic/unit/konsep dengan topic selanjutnya. e. Materi akan disampaikan dipadukan. Immersed. Integrasi dalam satu disiplin tertentu dengan cara menyusun urutan pembahasan. kemudian dicari kesamaan konsep kemahiran dan sikap yang ingin dikembangkan. Nested. Webbed. Perpaduan ini dapat digolongkan ke dalam kelompok keterpaduan antar mata kuliah. Topic atau unit pada masing-masing mata kuliah dirangking kembali untuk menyamakan topic pembahasan. Shared. baik nahwu. Untuk itu tife pembelajaran terpadu yang relevan dipergunakan adalah salah satu dari model sequenced.integrated. Connected. g. shared. Keterpaduan yang berpusat pada aktifitas peserta didik untuk mengembangkan konsep dengan cara mencari apa yang dikembangkan oleh para ahli. atau integrated. Pragmated. j. Keterpaduan yang berpusat pada aktifitas peserta didik dalam mengembangkan topic yang dipilihnya dengan mencari pada berbagai disiplin ilmu. Networked. sharaf. Threaded. muthala’ah dan insya. Integrated. h. b. yakni bertolak pada suatu gagasan yang merupakan benang merah untuk dikembangkan oleh berbagai disiplin. Sequenced. i. muhadatsah. c. dan (3) pembelaajran terpadu lebih menekankan pada factor siswa. Integrasi dalam satu disiplin tertentu dengan cara pelebaran konsep bahasan dalam pembelajaran. webbed. Keterpaduan dalam bentuk kurikulum. meliputi: immersed. Model ini mengajarkan dua atau beberapa mata kuliah dalam satu waktu yang mempunyai kesamaan materi. Keterpaduan dalam bentuk pendekatan tematik sebagai pusat pengembangan setiap materi pada berbagai mata kuliah. Keterpaduan bertolak dari isi pengajaran masing-masing bidang studi/mata kuliah. f. d. dan networked.

Ada beberapa kekuatan dari pembelajaran terpadu model Webbed. Sepintas model pembelajaran terpadu yang cocok digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab adalah model webbed. baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. c. Model ini juga tidak sulit dilaksanakan (Fogarty. d. b. e. karena model webbed ini menggunakan pendekatan tematik/wacana. akan dicari atau dikembangkan salah satu model yang relevan dalam menghubungkan ilmu bahasa dan kemahiran Arab dalam pembelajaran di kelas. Mempunyai factor motivasi yang dihasilkan dari menyeleksi tema/wacana yang diminati. yang dapat memotivasi. sehinbgga mereka memperoleh pengalaman belajar. Model ini relatif mudah dilakukan bagi guru yang belum berpengalaman. Untuk itu seorang guru yang mengembangkan model ini harus merancang seperangkat rencana pembelajaran yang terpadu sebelum mengerjakan kepada peserta didik. Pendekatan tematik memberikan suatu payung yang jelas. b. 1996:17-18). di antaranya : a. Model ini dapat dikembangkan melalui suatu tema yang lebih luas yang menghubungkan jaringan-jaringan dari berbagai disiplin ilmu. 1996:18). Ada suatu kecenderungan untuk merumuskan tema yang diangkat. sehingga hal ini hanya sedikit kegunaannya dalam program pembelajaran. Model ini mempermudah perencanaan tim sebagai antar bidang studi yang bekerja untuk mengembangkan suatu tema ke dalam semua bidang isi pelajaran. Dalam model ini terpadat keleluasaan dalam pemilihan wacana yang sesuai dengan kebutuhan dan minat mahasiswa. Guru kadang-kadang terpaku pada kurikulum yang baku. 1991:77). Memudahkan siswa untuk melihat kegiatan-kegiatan dan ide-ide berbeda yang terkait (Depdikbud. Di samping kekuatan. yaitu: a. Pembelajaran Terpadu Model Webbed Pembelajaran terpadu model Webbed merupakan pembalajaran yang bersifat tematik. c. Pengembangan pembelajaran terpadu model Webbed melalui perumusan wacana pembelajaran bahasa dapat dikembangkan melalui perumusan wacana yang dijadikan sebagai sentral bagi pengajaran ilmu bahasa dan kemahiran berbahasa Arab yang 9 . Dalam pembelaajran guru lebih terfokus pada kegiatan-kegiatan dari pada pengembangan konsep (Depdikbud. model Webbed ini juga mempunyai kelemahan.Dari tipe-tipe di atas. d. 3. Mempunyai kesulitan dalam menentukan tema/wacana.

Untuk lebih jelasnya tahapan-tahapan tersebut dapat dilihat pada bagan berikut ini: Bagan 2.Pengolahan .Pengumpulan . Perumusan tema sentral ini mencakup materi-materi ilmu bahasa Arab yang diajarkan.Penyusunan kegiatan/kontrak laporan belajar (Sumber: Model Pembelajaran Terpadu.dipadukan. Konsep pembelajaran ilmu bahasa dan kemahiran berbahasa Arab dengan menggunakan model Webbed dapat digambarkan dalam bagan berikut ini: NAHWU MUTHA LA’AH WACANA SHARAF MUHADA TSAH INSYA’ Gambar 2. pelaksanaan dan penilaian.2: Konsep Pembelaajran Terpadu Bahasa Arab (Sumber: Adaptasi dari Fogarty. pelaksanaan dan kulminasi.Penyajian Penetapan tema informasi informasi Pengembangan . Depdikbud.Evaluasi sub tema informasi Penetapan . 1991:58) 4.1 Langkah-langkah menyusun rencana pengajaran Perencanaan Pelaksanaan Kulminasi Penjajakan tema . insya’. nahwu dan sharaf. Selanjutnya Depdikbud (1996:16) mengemukakan bahwa proses pembelajaran terpadu model Webbed meliputi tahapan: perencanaan. seperti muthala’ah. muhadastah. Perencanaan Model Pembelajaran Terpadu Hamalik (1989:71) mengemukakan bahwa komponen pembelajaran terpadu meliputi: perencanaan. 1996:16) 10 - .

yang akan dijadikan masukan untuk memperbaiki desain pembelajaran terpadu beserta implementasinya pada pertemuan selanjutnya. dan evaluasi. bahkan dengan mahasiswa. Dalam menetapkan tema sentral/wacana dilakukan berdasarkan kebutuhan dan minat mahasiswa dan dosen. sharaf. 2) Dosen bahasa Arab bersama peneliti menentukan dan menyusun wacana yang sesuai dengan materi setiap mata kuliah bahasa Arab yang ingin diajarkan. Pada tahap ini dosen bahasa Arab bersama peneliti mengidentifikasi berbagai masalah yang muncul pada setiap pertemuan dan mendiskusikan serta mencari alternative pemecahannya. Tema sentral yang dikembangkan lebih berorientasi pada lingkungan atau masalah yang dihadapi masyarakat di mana peserta didik berada (Collins dan Dixon. Dan pada tahapan ini juga diadakan evaluasi melalui tes. (3) memilih kegiatan belajar yang sesuai. mengacu pada kurikulum. Secara umum mengidentifikasi dalam merencanakan pembelajaran terpadu webbed mempunyai prinsip yang sama dengan pembelajaran terpadu lainnya. kejadian yang actual yang penting pada saat itu.Selanjutnya langkah-langkah pembelajaran terpadu dengan menggunakan ragam Webbed pada mata kuliah bahasa Arab dapat dilakukan melalui tahapan-tahapan berikut ini: a. 3) Dosen bahasa Arab bersama peneliti menyusun rancangan pembelajaran terpadu. Oleh 11 . materi. Tahap Perencanaan 1) Dosen bahasa Arab bersama peneliti menyusun konsep. mutha’ah. kemampuan yang harus dimiliki mahasiswa pada setiap pokok bahasan mata kuliah bahasa Arab yang meliputi: nahwu. dan perlu juga didiskusikan dengan kepala sekolah/dekan yang memiliki kesesuaian dengan mata kuliah yang dikaji. dan insya’ sesuai dengan silabus yang berlaku. (2) mengidentifikasi konsep yang akan dibahas. Langkah-langkah yang perlu dilaksanakan adalah: (1) menentukan atau memilih tema sentral/wacana. yang meliputi: tujuan. b. dan (4) menyusun jadwal kegiatan secara sistematik. Hanya pada model webbed ini perlu menetapkan tema sentral. Untuk mengetahui kemampuan atau daya serap mahasiswa. 1991:8). muhadatsah. Tahap Kulminasi Tahapan ini menampilkan hasil dan proses pembelaajran terpadu pada setiap pertemuan pembelajaran. bahkan mengacu pada kebutuhan masyarakat. Demikian juga dalam menentukan tema sentral/wacana dapat didiskusikan dengan para dosen atau para ahli. proses pembelajaran.

terutama pihak yang berkompeten yang dapat memberikan berbagai masukan. dan (3) pengembangan sub-sub tema berdasarkan hasil analisis dan sintesis. mengembangkan interpretasi yang berhubungan dengan topic. dan (3) untu mendorong peserta didik melakukan sharing ide-ide dan pengetahuan mereka. b. mengidentifikasi materi pembelajaran. agar tema sentral tersebut relevan dengan materi-materi yang diajarkan secara terpadu. Siswa membaca keras Siswa membaca secara sharing (menggunakan buku-buku besar atau berbagai fotocpy buku-buku kecil). seperti dalam program berikut ini: a. Collins dan Dixon dalam bukunya yang berjudul integrated learning mengatakan bahwa pembelajaran terpadu didasari oleh pendekatan inquiry. eksplorasi dan sharing terhadap ide-ide pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat Reka Joni (1995). Lebih lanjut Collins dan Dixon memberikan contoh: dalam kurikulum bahasa diperlukan urutan sesi berikutnya yang menjadi bagian perputaran dari kegiatan kelas. Selanjutnya. (2) untuk membantu peserta didik belajar bagaimana merencanakan dan melibatkan diri untuk menggunakan sumber-sumber yang bervariasi. meliputi: (1) pengumpulan informasi. yaitu: mengidentifikasi suatu topic. dan merancang aktifitas pembelajaran yang akan dilaksanakan. ada beberapa hal yang harus diperhatikan. yaitu dalam merencanakan pembelajaran terpadu tematik mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: (1) mengadakan penjajakan tema sentral/wacana yang dilakukan melalui curah pendapat. Tujuan pokok pengembangan topic adalah: (1) untuk menyiapkan peserta didik dengan perangkat kerja untuk menciptakan inquiry mereka secara independen. c. Mereka menjadi penguasa dan senantiasa dapat mewujudkan minat mereka sendiri sesuai dengan topic pembelajaran di kelas. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran terpadu adalah pendekatan inquiry. Siswa membaca secara individual (di rumah dan di sekolah) 12 . langkahlangkah pembelajaran terpadu. Peserta didik senantiasa didorong untuk bekerja dalam group kerjasama (co-perative group) dan tanggap terhadap pembelajaran mereka. Dalam merencanakan pembelaajran terpadu webbed. (2) pengolahan informasi. (2) penetapan tema berdasarkan hasil analisis dan sintasis.karena itu penyeleksian dan penentuan tema sentral/ wacana perlu melibatkan berbagai pihak. dimana peserta didik dilibatkan dalam perencanaan.

b. B. meliputi cuaca dan event-event khusus. g. Pembelajaran Bahasa Arab 1. Siswa membaca secara group dan merespon terhadap literature (berbagai fotocopy dari berbagai judul yang disajikan untuk itu). juga memiliki nilai sastra bermutu tinggi bagi mereka yang mengetahui dan mendalaminya. Keadaan waktu tahunan. baik antara individu dengan individu. Pengetahuan atau ypik yang diprioritaskan pada tahunan yang lewat Kurikulum sekolah dan laporan harapan masyarakat. dan kemungkinan dilaksanakannya. film. yaitu: a. individu dengan masyarakat. h. e. orang.d. seperti: buku. selain berfungsi sebagai alat komunikasi di antar manusia juga ditakdirkan sebagai bahasa al-Quran. Ada beberapa factor yang mempengaruhi dalam pemelihan topic-topik yang tepat. Guru membuat model kalimat Siswa dalam group kelas membuat potongan kalimat Siswa membuat kalimat secara individual Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengadakan Tanya jawab secara satu persatu atau dalam group kecil. yaitu bahasa untuk mengkomunikasikan kalam Alloh. Fungsi dan Peranan Bahasa Arab Setiap bahasa mempunyai fungsi dan perancanaan yang sangat berarti bagi setiap bangsa dan masyarakat itu sendiri. tape. e. Tersedianya sumber. f. f. Minat mahasiswa Minat dosen kebutuhan mahasiswa yang ditunjukkan dalam bentuk kolaborasi dengan mereka. Bahasa Arab dan al-Quran mempunyai hubungan yang sangat erat. dan menyampaikan secara oral dihadapan siswa lain. d. 1997:19987). Fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi dan penghubung dalam pergaulan manusia sehari-hari. Bahasa Arab sebagai bahasa Al-Quran di dalamnya mengandung uslub bahasa yang sungguh mengagumkan manusia. Begitu juga halnya bahasa Arab. Keduanya bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisah-pisahkan antara satu dengan yang 13 . c. dan masyarakat dengan bangsa tertentu (Yusuf. yang dapat dipelajari melalui ilmu balaghah (ilmu sastra).

(3) untuk dapat berbicara dan mengarang dalam bahasa 14 . Dengan demikian peranan bahasa arab di samping sebagai alat komunikasi antara sesame manusia. Dan mempelajari bahasa al-quran berarti mempelajari bahasa Arab (Yusuf. Kemahiran menulis merupakan kemahiran bahasa yang sifatnya yang menghasilkan atau memberikan informasi kepada orang lain (pembaca) di dalam bentuk tulisan. dan lembaga pendidikan non formal lainnya. Menyimak merupakan proses perubahan wujud bunyi (bahasa) menjadi wujud makna. doa-doa dan sebagainya. Menulis merupakan perubahan wujud pikiran atau perasaan menjadi wujud tulisan. seperti muthala’ah. menerima informasi dari orang lain (penulis) di dalam bentuk tulisan. kemahiran menulis. menerima informasi dari orang lain (pembicara). kemahiran membaca. Mempelajari bahasa Arab adalah syarat untuk menguasai isi al-quran. Di samping itu bahasa arab dalam fase perkembangannya telah dijadikan sebagai bahasa resmi dunia internasional. insya’. Tujuan pembelajaran bahasa adalah untuk menguasasi ilmu bahasa dan kemahiran berbahasa arab. yang terwujud dalam bentuk salat. Untuk itu perlu mendapatkan penekanan dan perhatian yang seksama tentang model pembelajarannya yang lebih baik. 2000:4-5). 2. yaitu: (1) kemahiran menyimak. Sedangkan kemahiran berbicara merupakan kemahiran yang sifatnya produktif. muhadatsah. mulai dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Kemahiran membaca merupakan kemahiran berbahasa yang sifatnya reseptif. 1997:1988). Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab Pembelajaran bahasa diperlukan agar seseorang dapat berkomunikasi dengan baik dan benar dengan sesamanya dan lingkungannya. Kemahiran menyimak sebagai kemahiran berbahasa yang sifatnya reseptif. baik secara lisan maupun tulisan. Membaca merupakan perubahan wujud tulisan menjadi wujud makna.lainnya. dan kemahiran berbicara. sehingga memperoleh kemahiran berbahasa yang meliputi empat aspek kemahiran. juga komunikasi manusia beriman kepada Alloh. nahwu dan sharaf. Departemen Agama (1975:117) menjelaskan bahwa tujuan umum pembelajaran bahasa Arab adalah: (1) untuk dapat memahami al-Quran dan hadist sebagai sumber hokum ajaran islam. (2) untuk dpat memahami buku-buku agama dan kebudayaan islam yang ditulis dalam bahasa Arab. menghasilkan atau menyampaikan informasi kepada orang lain (penyimak) di dalam bentuk bunyi bahasa (tuturanmerupakan proses perubahan wujud bunyi bahasa menjadi wujud tuturan (Suherman.

1962:14). Kemahiran dasar yang harus dimiliki dalam memahami bahasa Arab adalah menguasai ilmu bahasa dan kemahiran berbahasa Arab beserta kaidahnya-kaidahnya. Sedangkan sharaf adalah ilmu yang mempelajari tentang asal usul kata. dengan menggunakan berbagai bentuk dan ragam bahasa untuk berkomunikasi. yakni benar-benar profesional. (4) untuk dapat digunakan sebagai alat pembantu keahlian lain (supplementary). Di samping itu tujuan pengajaran bahasa Arab adalah untuk memperkenalkan berbagai bentuk ilmu bahasa kepada peserta didik yang dapat membantu memperoleh kemahiran berbahasa. dan melatih peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya untuk memperoleh kemahiran menyimak dan membaca perlu mempelajari ilmu muthala’ah. Untuk memperoleh kemahiran menulis atau mengarang perlu mempelajari ilmu insya’. berbicara dan menulis. membaca. 3. (5) untuk membina ahli bahasa arab. Nahwu digunakan untuk mempelajari struktur kalimat dan perubahan baris akhir.Arab. antara lain: nahwu dan sharaf. untuk tercapainya tujuan tersebut para pengajar/ahli bahasa. Kaidah-kaidah bahasa arab dipelajari dalam mata kuliah nahwu dan sharaf. menulis dan berbicara. Ilmu Bahasa dan Kemahiran berbahasa Arab Ada beberapa keilmuan bahasa Arab yang harus dipelajari bagi seseorang yang ingin memhami bahasa Arab. Dan untuk memperoleh kemahiran berbicara perlu mempelajari ilmu muhadatsah. karena kedua mata kuliah tersebut sangat bergantung pada penguasaan kosa-kata. baik kemahiran . Dalam menguasai kaidah-kaidah bahasa Arab memerlukan kepada penguasaan nahwu dan sharaf. dan untuk menghindari kesalahan-kesalahan dalam membaca. pembuat kurikulum atau program pembelajaran harus memikirkan materi/bahan yang sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik serta mencari metode atau teknik pengajaran ilmu bahasa dan kemahiran berbahasa arab. baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Sedangkan sharaf digunakan untuk mempelajari dasar kata beserta perubahannya. 15 . menghafal/menguasai kosa-kata (mufradat) beserta artinya. Sedangkan mufradat dapat dikuasai melalui mata kuliah muthala’ah dan muhadatsah. Kedua ilmu bahasa ini selalu dipergunakan untuk memperoleh kemahiran berbahasa arab dengan benar sesuai dengan kaidah bahasa. sehingga dapat mengetahui arti suatu kata (Ibrahim. Nahwu merupakan ilmu bahasa Arab yang dipelajari untuk mengetahui kedudukan kata dalam kalimat dan perubahan baris akhir.

(2) terampil berbicara dalam bahasa Arab mengenai kejadian apa saja yang dijumpainya dalam kehidupan sehari-hari. 16 . membaca dan memahami apa yang dibacanya. dan memahami isinya (Departemen Agama. Muhadatsah bertujuan untuk: (1) melatih lidah peserta didik agar terbiasa dan fasih berbicara dalam bahasa Arab. Selanjutnya Yusuf (1997:196) mengemukakan beberapa tujuan yang ingin dicapai dari muthala’ah. 3. (2) contoh yang diberikan ditulis di papan tulis dan dijelaskan maksudnya. agar pengajaran tidak membosankan dan mudah di mengerti peserta didik. 2. Muthala’ah Muthala’ah merupakan kemahiran berbahasa yang dipelajari untuk memperoleh keterampilan menyimak dan membaca.Menulis Yusuf (1997:208) ada beberapa hal yang ahrus diperhatikan dalam mengajar nahwu dan sharaf. 1976:168). b. Dapat menyimak dan membaca sesuai dengan intonasi gaya bahasa. Adapun kemahiran berbahasa Arab akan dijelaskan berikut ini : a. yaitu: 1. baik membaca bersuara maupun membaca dalam hati. sehingga fasihucapannya dan lancer membacanya sesuai dengan tanda baca. 1988:152). Dapat membedakan antara satu huruf satu dengan huruf lainnya. Melatih anak didik untuk dapat menyimak. sehingga mampu menyampaikan pesan kepada orang lain atau mampu berkomunikasi mengenai sesuatu dalam bahasa (Sri Utari Subyakto. 1997:192). dan (3) mengetahui pembicaraan orang lain dalam bahasa Arab (Yusuf. dan (3) penjelasan materi dihubungkan dengan ilmu bahasa dan kemahiran berbahasa Arab lainnya. Muhadatsah Muhadatsah merupakan kamahiran berbahasa Arab yang diajarkan peserta didik dapat menyimak dan berbicara. karena tujuan mempelajari bahasa yang pertama adalah untuk berbicara. antara lain: (1) banyak memberikan contoh-contoh dari materi yang dibahas. 4. Melatih anak didik terampil dalam menyimak dan membaca huruf arab dengan memperhatikan tanda-tanda baca. Dengan membaca dapat memperoleh kemahiran mengenali symbol-simbol tertulis. menyimak dan berbicara harus diajarkan terlebih dahulu.

membahas dan meneliti buku-buku yang ditulis dalam bahasa Arab yang tidak ada tanda baca yang lengkap. maka sebaiknya dibagi-bagi dalam bagian pendek. Jika meteri bacaan terlalu panjang. perlu diadakan diskusi untuk mengoreksi apakah dalam bacaan tadi terdapat kekurangan atau kesalahan. dilanjutkan dengan diskusi. Setelah selesai dibaca oleh salah seorang peserta didik tadi. sehingga menunjukan salah seorang yang dianggap memapu untuk membacanya. hendaknya disertai dengan contoh-contoh. terlebih dahulu menyuruh anak didik membuka buku dan memperhatikan apa yang akan dibacanya dengan baik. maka menyuruh peserta didik yang lain untuk memperbaikinya. 5. sehingga materi pelajaran yang diajarkan relevan. Kalau terdapat kekuarangan atau kesalahan. Dan setelah bagian tertentu dapat dibahas. agar sederhana dan mudah dimengerti. Sedangkan yang lainnya menyimak dan memperhatikan bacaan temannya. maka dilanjutkan pada bagian yag lain. 17 . atau disebut “kitab kuning” atau “kitab gundul”. membaca. dan menuliskan arti kata-kata yang dianggap sulit di papan tulis untuk dicatat oleh anak didik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengajaran muthala’ah. 4. Sebelum guru membaca materi pelajaran yang akan dipelajari. 2. 3. antara lain adalah: 1. Guru menawarkan kepada anak didik untuk mengulangi bacaan yang baru saja dibaca. Apersepsi dan pre test. Dan setelah guru membaca materi. maka hendaknya guru menerangkan dengan kata-kata atau kalimat yang lain yang dianggap relevan dengan perbaikan kesalahan tersebut. sehingga akhirnya selesai secara keseluruhan. 6. dan kalau tidak ada yang mampu.Agar anak didik dapat menyimak. Dalam memberikan penjelasan. Setiap awal pengajaran hendaknya dimulai dengan apersepsi dan pre test yang dapat menghubungkan materi pelajaran yang telah diajarkan dengan materi pelajaran yang akan disajikan. sehingga makna yang terkandung dari materi yang dibacakan itu betul-betul dimengerti dan dipahami anak didik.

Sedangkan kemahiran mengarang adalah menyatakan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan. 1997:202). sedangkan huruf arab ada yang bias disambung. melalui karya tulis. Pada tingkat permulaan materi insya’ dapat diberikan pembentukan kata-kata atau kalimat sederhana yang telah diketahui anak didik. (c) anak didik mampu berkomunikasi melalui koresponden dalam bahasa Arab. (d) anak didik dapat mengarang buku-buku cerita yang menarik. Selanjutnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengajaran insya’ antara lain adalah: 1. Pada tingkat menengah materi insya’ dapat ditingkatkan pada pembentukan kalimat yang telah sempurna. Tujuan pengajaran insya’ adalah : (a) anak didik dapat menulis mengarang kalimatkalimat dalam bahasa Arab. mengeja. Adapun mengeja termasuk membina kemahiaran menulis. karena dengan mengucapkan bunyi huruf akan mempengaruhi dalam menulis. Materi insya’ hendaknya disesuiakan dengan taraf kemampuan anak didik. 1976:184).7. 2. karena system menulis alphabet arab sama sekali berlainan dengan system penulisan alphabet Indonesia atau dengan huruf latin. guru jangan lupa menyiapkan kata-kata nasehat kepada anak didik agar lebih terangsang untuk giat belajar dan mengurangi pelajaran di rumah. c. Insya’ Insya’ merupakan kemahiran berbahasa Arab yang dipelajari untuk dpat menulis atau mengarang dalam bahasa Arab. artikel dan karya ilmiah lainnya (Yusuf. Huruf latin berupa tulisan tang semuanya bias disambung. 3. (b) anak didik terampil dalam mengemukakan buah pikirannya. Pada akhir setiap pelajaran selesai. dan ada yang tidak bias disambung. Pada tingkat permulaan dapat dicapai dengan apa yang disebut dengan mengarang terbimbing (guided composition). dan (e) anak didik dapat menyajikan berita/peristiwa kejadian dalam lingkungan masyarakat melalui karya yang berbentuk cerita. kemudian berangsur-angsur berkembang menjadi mengarang bebas (free composition). maupun menyatakan perasaan melalui tulisan yang lazim disebut dengan mengarang (Departemen Agama. yang telah mengandung suatu pengertian yang utuh. Menulis alphabet arab merupakan masalah bagi para pelajar Indonesia. baik menulis alphabet. 18 .

Atau boleh diajarkan sambil lalu dalam mengajarkan percakapan. Untuk menghindari anggapan tersebut. maka guru hendaknya mengadakan Tanya jawab. membaca dan menulis bahasa Arab. bahkan menimbulkan anggapan bahwa mempelajari bahasa Arab itu suatu hal yang sukar dan ruwet. Guru mengakhiri insya’ dengan memberikan berbagai petunjuk atau nasehat kepada anak didik. 7. Setelah insya’ dikerjakan anak didik. Ini diperlukan untuk mempermudah mempelajari bahasa Arab. Guru membetulkan insya’ dengan memberikan berbagai keterangan dan penjelasan kepada anak didik. Metode Pembelajaran Bahasa Arab Sebelum membahas tentang macam-macam metode yang dapat digunakan dalam pembelajran bahasa Arab. 4. Usahakan dalam mengkajikan bahan pelajaran dengan menggunakan alat peraga (alat bantu) atau penjelasan. Sebenarnya hal seperti di atas tidak perlu terjadi manakala pembelaajran bahasa Arab disajikan secara metodologis yang sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik. Hal ini sangat penting agar pengajrang menjadi menarik.4. terlebih dahulu perlu dijelaskan kaidah-kaidah umum yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran bahasa Arab. b. Mengajarkan bahasa arab dimulai dengan percakapan. sehingga mereka akan belaajr dengan baik dan tekun. c. 6. juga untuk menghilangkan anggapan bahwa mempelajari bahasa Arab itu sangat sulit dan memusingkan kepala. materi insya’ sudah tidak terkait lagi dengan ketentuanketentuan yang bersifat terikat. meskipun dengan kata-kata yang sederhana dan yang telah dimengerti dan dipahami anak didik. 5. Pengajaran bahasa Arab secara tradisional yang mengutamakan banyak hafalan-hafalan qawaid kurang banyak memberikan keuntungan. Mengajar hendaknya dengan mementingkan kalimat yang mengandung pengertian yang bermakna. bergairah dan membantu memudahkan dalam memahami pengajaran bahasa Arab. Mengajarkan qawa’id (nahwu dan sharaf) dapat diajarkan setelah anak didik mahir bicara. serta member peluang kepada mereka untuk berdiskusi. Akan tetapi guru hanya menentukan topic/tema karangan mengenai apa saja yang dianggap perlu ditulis. maka perlu memperhatikan kaidah-kaidah umum tersebut antara lain: a. Pada tingkat tinggi. atau berdiskusi mengenai hasil karya mereka. 19 .

Hal ini sesuai dengan Yusuf (1997:193) yang mengatakan bahwa dalam pembelajaran bahasa Arab perlu dipersiapkan materi dengan baik dan ditetapkan topic pembahasan. Demikian juga latihan mendengar dan meniru banyak diberikan agar dapat dicapai penguasaan bahasa secara otomatis. Mengatakan bahwa dalam mengajarkan bahasa Arab dengan menggunakan metode langsung perlu dijelaskan dengan menggunakan alat peraga. Peserta didik dilatih nernicara. dan tangan terlatih dengan menulis dan mengarang. sedangkan bahasa pelajar tidak boleh digunakan. Gramatika diajarkan melalui sitasi dengan cara lisan. f. 20 . bukan dengan cara menghafal. sedangkan arti yang abstrak dijelaskan melalui asosiasi. antara lain: 1. mata dan pendengaran terlatih dengan membaca. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan metode langsung. Materi yang diajarkan terdiri dari kata-kata struktur kalimat yang banyak digunakan sehari-hari.d. yaitu: a. Materi disesuaikan dengan taraf perkembangan dan kemampuan anak didik. Kemudia guru mengucapkan kata-kata atau kalimat yang sesuai dengan tingkat kemampuan anak didik dengan menggunkan alat peraga bila diperluka (Ibrasyi. Mengajarkan bahasa Arab itu hendaknya mengaktifkan semua panca indera anak didik. 3. sedangkan arti yang abstrak diajarkan melalui asosiasi. Langkah-langkah pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan metode langsung. e. Lebih lanjut Ahmad Fauzi (1998:14). Pengajaran hendaknya menaik perhatian dan disesuaikan dengan taraf perkembangan dan kemapuan anak didik. lidah harus dilatih dengan percakapan. 2. dan dimulai dengan kata-kata yang dapat dimengerti anak didik. yaitu: memilih topic yang sesuai dengan taraf kemampuan peserta didik. 1955:264). menulis dan membaca (1997:191) Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam pembelajran. Metode Langsung (Thariqah Mubasyarah atau Direct Method) Dalam metode ini selama mengajar guru berlangusng menggunakan bahasa yang diajarkan. Dan sejak permulaan peserta didik dilatih cara berfikir menurut bahasa yang diajarkan. 1997:193). Arti yang konkrit diajarkan dengan menggunakan benda-benda. Yusuf.

Mempergunakan kamus untuk mengingatkan kata-kata yang telah lupa. membaca. c. Dalam menyajikan pengajaran mengikuti urutan: menyimak. 7. Menurut Departemen Agama (1976:96). Pertama-tama diajarkan adalah bunyi kata. Metode Alamiah (Thariqah Thabi’iyah) Metode ini disebut alamiah karena dalam proses belajar mengajar anak didik dibawa ke alam seperti halnya sewaktu mempelajari bahasa ibu. 5. karena dalam metode ini juga tidak dibolehkan menggunakan terjemahan dan selain bahasa yang diajarkan. dan asosiasi untuk menjelaskan sesuatu yang abstrak. Memperbanyak pembedaharaan kata-kata dan kalimat secara kontinu (Tayar Yusuf. Pada prinsipnya metode ini mempunyai banyak persamaan dengan metode langsung. 9. b. 1985:9). 6. Gramatika digunakan untuk membetulkan kesalahan-kesalahan. Terus menerus banyak membaca buku-buku dalam bahasa Arab. 8. dan begitulah seterusnya. dan gramatika. Selalu melatih alat pendengaran dan pengucapan agar menjadi fasih dan lancer. Latihan mendengar dan meniru banyak diberikan agar dapat dicapai penguasaan bahasa secara otomatis. 5. 2. Kosa kata baru diajarkan melalui kata-kata yang telah dikenal sebelumnya. sebagai contoh: jika setiap hari kita menghafal lima kosakata. maka dalam satu bulan kita telah dapat menguasai kosakata bahasa arab sebanyak 150 kata. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mempergunakan metode ini. 7. yaitu: 1. menulis. Menggunakan beberapa pengajar secara bergantian. Metode Gramatika (Thariqah Nahwiyah) 21 . 6. dan untuk satu tahun kita telah menguasai 1900 kata. Metode ini mendasarkan teorinya kepada kebiasaan anak didik dalam mempelajari bahasa ibunya. kemudian kata-kata dan kalimat secara lisan dengan menggunakan alat peraga. dengan menghilangkan rasa malu dan takut salah. sehingga anak didik mendengar bunyi kata dan kalimat dari orang yang berbeda. Berani mempraktekkan percakapan.4. Melatih cara berpikir menurut bahsa yang diajarkan. 4. 8. Karena itu metode ini disebut juga metode kebiasaan (customary method). 3. bercakap-cakap. Menggunakan alat peraga untuk menjelaskan sesuatu yang konkrit.

baik kosa kata dan tata bahasa arab maupun kosa kata dan tata bahasa terjemahan. Pemberian tugas yang berkaitan dengan isi bacaan. 1998:17). Kata-kata yang dipelajari terbatas hanya yang berhubungan dengan kaidah yang dipelajari. 2. hanya memberikan gambaran tata bahasa dan kata-kata atau kalimat yang akan diterjemahkan (Ahmad Fauzi. Metode Tarjamah (Thariqah Tarjamah) Metode ini sesuai dengan namanya yang menitik beratkan pada kegiatan menterjemah teks bacaan bahasa arab ke dalam bahasa lain. (Ahmad Fauzi. d. kalau tidak mempunyai daftar kosa kata sebelumnya. Penyajian bacaan dalam kelas mulai dari bacaan secara dia dan bacaan nyaring. Penggunaan metode ini harus terlebih dahulu menguasai berbagai kosakata dan tata bahasa yang memadai. yaitu: 1. Metode Membaca (Thariqah Qiraah) Metode ini digunakan untuk memperoleh kemahiran membaca.Metode ini didasarkan pada penguasaan kaidah tata bahasa (nahwu dan sharaf). Latihan yang diberikan dalam rangka pendalaman terhadap kaidah yang diajarkan. Metode Pelaksanaan 22 . Pembicaraan tentang kosakata yang relevan. Pemberian kosa kata dan istilah-istilah yang dianggap sukar. 6. METODOLOGI PENELITIAN A. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan metode ini. antara lain: 1. Tanpa menguasai kosa kata dan tata bahasa tersebut akan sulit dalam melakukan terjemahan. Diskusi mengenai isi bacaan yang berupa Tanya jawab 4. Materi yang diajarkan terdiri dari bacaan panjang dan pendek sesuai dengan pengetahuan anak didik. e. Pengajaran dititik beratkan pada pemahaman dan penerapan kaidah bahasa. Pembicaraan tata bahasa dilakukan secara singkat. 3. Dalam metode ini tidak diarahkan untuk berbicara. 1998:16). 2. Sri Utari Subyakto (1988:17) menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan delam penerapan metode ini. 5.

pendalaman isi materi teks tersebut. daya serap mahasiswa. Sebagai tindak lanjut dari uji coba tersebut. terdiri dari 5-8 paragraf. meliputi Muhadatsah dan terjemah bahasa Arab ke bahasa Indonesia atau sebaliknya. tingkat akurasi. relevansi materi dengan daya paham mahsiswa. UNPAD dan UIN Bandung. alokasi waktu. yaitu: persepsi dan respon dosen terhadap substansi materi ajar bahasa Arab Terpadu. 2) mufradat. pemilihan materi bahasa Arab Terpadu dan gradasi penyajian 23 . dan kemampuan mereka dalam mengakses literature keislaman yang terkait dengan pokok bahasan dalam materi ajar bahasa Arab Terpadu. 5) pembahasan kaidah Nahwu/Sharaf/Muthala’ah. Sharaf. minat belajar mereka dengan menggunakan materi ajar bahasa Arab Terpadu. 3) Isti’ab. kecepatan dan ketetapan mereka dalam memahami dan mengerjakan latihan-latihan. Sharaf. relevansi materi dengan tujuan pembelajaran. dengan maksud menilai kalayakan dan kesuaian bahan ajar (tingkat kesulitan. melatih mahsiswa mengarang/menulis bahasa Arab. sikap dan respon mereka terhadap tingkat kesulitan bahan. meliputi: pemilihan materi literature yang relevan dengan studi Islam (literature keislaman). 6) latihan. 4) Insya/Kitabah. Muthala’ah. merupakan kaidah kebahasan. Draft didisain mengandung cakupan materi meliputi tampilan: 1) Nash Asasi: teks berbahaa Arab. Selama uji coba. Konseptualisasi dilanjutkan dengan diskusi dan pemantapan substansi selama 3 bulan. Insya dan terjemah. terutama panduan observasi dan pedoman wawancara.Penelitian ini dimulai dengan proses konseptualisasi draf materi ajar bahasa Arab Terpadu untuk mahasiswa perguruan tinggi umum. relevansi setiap pelajaran dengan waktu yang disosialisasikan. penyempurnaan materi ajar dilakukan secara lebih komprehensif. Observasi dan wawancara itu diarahkan kepada penajaman berbagai aspek mengenai pengembangan materi. 7) kesimpulan.berkaitan dengan pokok materi perkuliahan Nahwu. berbagai hal diamati dan dinilai berdasarkan instrument penelitian. mengandung kajian Nahwu. dan pola-pola kalimat yang digunakan dalam penulisan berbahasa Arab standar. yang sudah disiapkan. dan dampak lanjutan) uji coba terbatas ini dilakukan terhadap sekitar 30-40 mahasiswa bahasa Arab semester V Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni UPI. Muthala’ah. muhadatsah. dan relevansi materi dengan tuntutan memahami literature keagamaan berbahasa Arab. Setelah itu dilakukan uji coba terbatas. kosakata yang dianggap asing dan belum diajari sebelumnya. Mahasiswa yang menjadi uji coba materi tersebut juga diamati dan diwawancarai mengenai.

Sebelum sampai pada tujuan akhir. Arab: Kajian Kontrastif BA-BI 2001 2002 2003 2000 24 . melalui kerjasama dengan pihak pimpinan ketiga pihak fakultas dan dosen bahasa Arab Terpadu yang terkait. penulisan buku ajar bahasa Arab Terpadu. Hasil penelitian tes lalu dikuantifikasikan sedemikian rupa dan dianalisis dengan rumus rerata. peneliti akan menyiapkan instrument berupa achievement test berdasarkan materi yang sudah dipelajari dalam buku ajar. sehingga pada akhirnya penelitian ini menghasilkan kerangka teoritik mengenai pendekatan. “buku ajar bahasa Arab Terpadu potensial dan dianggap efektif untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa FPBS UPI Bandung dalam memahami literature keagamaan berbahasa Arab. pengembangan variasi materi latihan dan pengembangan kosa kata. Buku Tata Bahasa Arab Dasar Buku Bahasa Arab Dasar Untuk Umum Dan Mahasiswa Buku Nahwu (Tata Bahasa Arab: Pola-Pola Kalimat) Buku Morfologis B. Uji coba kali ini dibarengi dengan penelitian yang diorientasikan kepada pengujian hipotesis. Untuk membuktikan efektivitas pengembangan materi ajar tersebut.yang relevan dengan materi literature dan tingkat kamampuan mahasiswa. strategi dan metode yang efektif untuk mebelajarkan bahasa Arab di perguruan tinggi umum (PTU). dan pendalaman materi melalui ulangan atau tamrinat secara komprehensif. Tes disusun menurut gradasi buku dan tingkat kemampuan rata-rata mahasiswa. berikut gambaran buku-buku yang dihasilkan dengan dana penelitian sbb. Setelah penyempurnaan materi ajar bahasa Arab Terpadu selesai. Penyempurnaan ini direncanakan selama 1 bulan. Hasil uji statistic ini selanjutnya dijadikan sebagai feedback bagi lanjutan pengembangan materi ajar bahasa Arab Terpadu. tim peneliti kembali melakukan uji coba penggunaan buku ajar selama satu semester (4 bulan) pada Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni UPI dan Fakultas Adab UIN Bandung dan Fakultas Sastra UNPAD Jurusa Bahasa dan Sastra Arab. Uji coba kali ini dilakukan dalam kelas sesungguhnya.

3. yaitu: (1) studi pendahuluan. langkah-langkah yang dikemukakan Borg dan Gall diatas akan disederhanakan menjadi tiga langkah pengembangan. 5. yaitu model pembelajaran terpadu. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (research and development).Buku Nahwu lanjutan: Marfuat dan Manshubat al-Asma Buku Nahwu berbasis Quantum Teaching Buku terjemah berbasis Analisi Kontrastif Buku Nahwu berbasis Analisis Konstratif Ensiklopedia Nahwu Buku Bahasa Arab Terpadu 2004 2005 2006 2007 2008 2009/2010 B. dan (3) uji coba model. Deseminasi dan distribusi Pada penelitian ini. 8. 6. (2) perencanaan dan penyusunan model. Proses yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mendesain dan mengembangkan suatu model pembelajaran terpadu dalam bidang pendidikan. 9. 7. Borg & Gall (1979:624) mengemukakan 10 langkah dalam proses penelitian dan pengembangan. Penelitian pengumpulan informasi Perencanaan Membuat rancangan model awal Uji coba pendahuluan Revisi terhadap rancangan model awal Uji coba produk utama Revisi terhadap produk utama Uji coba operasional Revisi produk operasional 10. 2. 4. yaitu: 1. Metode dan Langkah-Langkah Penelitian Penelitian ini diarahkan pada pengembangan suatu model. Yang dimaksud dengan model penelitian dan pengembangan ini ialah: “a process used to develop and validate education products” (Borg & Gall (1979:624). Studi Pendahuluan 25 . 1.

sehingga menjadi draf model yang siap diuji cobakan. silabus. c.Revisi untuk penyempurnaan 26 . (2) tema.Implementasi . (3) metode mengajar. kegiatan. dan mengadakan revisi untuk penyempurnaannya. (4) urutan kegiatan. implementasi desain model.Kurikulum . materi. 5. dan sarana/fasilitas yang tersedia. 2. Langkah-langkah penelitian di atas dapat digambarkan dalam bagan berikut ini : Studi Pendahuluan Perencanaan dan Penyusunan Model Uji Coba Model Kajian Literatur Pra survai lapangan: . Menyusun disain model pembelajaran terpadu yang meliputi: (1) wacana/materi. Perencanaan dan penyusunan model Kegiatan yang dilakukan pada perencanaan dan penyusunan model adalah: 1. dan (3) waktu. Melakukan pra survai ke lapangan untuk mendapatkan gambaran kondisi pengajaran bahasa Arab dan factor-faktor yang mempengaruhinya.Dosen 1. (5) media pengajaran.Kegiatan yang dilakukan dalam studi pendahuluan adalah: a.Desain MPT . Terbatas . mengvaluasi. 3. dosen. Mendiskusikan kepada pada ahli kurikulum (dosen) untuk memperbaiki draf awal model. dan (6) alat evaluasi. Mengkaji beberapa literature untuk mendapatkan gambaran model pembelajaran terpadu. mengevaluasi. Kegiatan yang dilakukan dalam uji coba terbatas adalah implementasi desain model pada satu kelas. proses belajar mengajar.Evaluasi . Uji coba kelayakan terbatas (jika perlu) 2. (2) tempat. dan memperoleh model pembelajaran terpadu yang terbaik. Dan kegiatan yang dilakukan pada uji coba yang lebih luas adalah mengadakan pre test. Perencanaan Uji lapangan: 1. mengadakan post test. b. dan (5) alat relevan. 4. dan alat evaluasi 2.Tujuan. (2) tujuan. urutan. seperti kurikulum. Merencanakan uji coba lapangan yang meliputi : (1) bentuk kegiatan. Uji Coba Model Kegiatan yang dilakukan pada uji coba adalah uji coba terbatas. mahasiswa. dan uji coba yang lebih luas akan peneliti lakukan pada tahun kedua dengan memperluas program studi dan pokok bahasan yang diujicobakan. Menyusun draf awal model yang meliputi. Perencanaan model: . (4) strategi pengajaran. (3) materi. (1) tujuan.

1: langkah-langkah Penelitian (Sumber: Modifikasi dari tulisan Borg & Gall. Berdasarkan langkah-langkah penelitian di atas dapat dirumuskan kerangka pelaksanaan penelitian ini.Model Pembelajaran terpadu Gambar 3. yaitu: Proses Pembelajaran K u ri k u l u m U Sila bus mat a kuli ah bah asa Ara b Wacana Des ain pe mb elaj SHARAF NAHWU PEMA HAM AN DAN KEM AHIR AN MAH ASIS 27 WA DALA M BAHA . 1979).

pendidikan) dan data tertulis lainnya. Ada beberapa alasan yang dijadikan bahan pertimbangan pemilihan lokasi penelitian ini. UIN dan UNPAD Jurusan Bahasa Arab angkatan 2007/2008. maupun dalam uji coba yang lebih luas. D. UIN dan UNPAD Jurusan Bahasa Arab. (2) memiliki dosen dan prasarana yang memadai. 28 . Dalam uji coba terbatas diikuti oleh 30 orang mahasiswa semester tiga. yang dipandu oleh seorang dosen. Studi documenter. 2. dipergunakan sebagai alat pengumpulan data studi pendahuluan dan pelaksanaan model melalui tanggapan ahli kurikulum. baik dalam uji coba terbatas. dan (4) pimpinan jurusan menyambut baik pelaksanaan penelitian ini. digunakan untuk mengumpulkan data dkokumen tentang kurikulum (silabus. Sedangkan dalam uji coba yang lebih luas direncanakan diikuti oleh 90 orang mahasiswa semester tiga.2: Kerangka Pelaksanaan Penelitian C. (3) mengadakan pengajaran ilmu-ilmu bahasa Arab pada setiap semester. satuan acara perkuliahan ilmu bahasa Arab) dan latar belakang mahasiswa (kemampuan akademis.Gambar 3. pelaksanaan kurikulum (dosen) dan mahasiswa terhadap model pembelajaran terpadu yang dikembangkan. yang dipandu oleh tiga orang dosen. yaitu: (1) telah lama mengadakan pengajaran bahasa Arab. Teknik Dan Alat Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan dan analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Dalam pengembangan model dilibatkan dosen dan mahasiswa FPBS UPI. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di FPBS UPI. Angket.

serta pemanfaatan sarana dan lingkungan. Dalam uji coba terbatas. E. analisis data yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif dalam rangka evaluasi proses pelaksanaan. kemampuan dosen dan problema yang dihadapinya dalam implementasi kurikulum. Kegiatanyang dilakuan dalam studi pendahuluan ini meoiputi kajian teoritis danobservasi lapangan. Hasil kajian teoritis ini juga dapat dijadikan sebagai bahan dalam pelaksanaan pengembangan model. Analisis Data Data studi pendahuluan yang telah dikumpulkan melalui berbagai alat pengumpulan data akan dilakukan pengolahan dan analisis dengan pengkajian secara mendalam dan melihat kecenderungan. Tes. dan berbagai masalah yang dihadapi dalam implementasi kurikulum. Studi Pendahuluan Studi pendahuluan (pra survey) dilakukan untuk memperoleh data awal yang dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat rancangan model dan pengembangannya. kondisi lingkungan dan sarana yang ada. Bahan yang didapat dari kajian teoritis berupa teori tentang pengajaran terpadu yang dapat digunakan sebagai acuan dalam merumuskan rancangan model yang dikembangkan. sedangkan dalam uji coba yang lebih luas dilakukan analisis perbandingan pre dan post tes. BAB IV HASIL PENELITIAN A. sehingga ditemukan model pembelajaran terpadu yang cocok dalam pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi umum. Kegiatan pra survey lapangan dilakukan untuk memperoleh data lapangan sebagai bahan empiris yang digunakan dalam penyusunan lapangan sebagai bahan empiris yang 29 . Hasil-hasil uji coba digunakan sebagai landasan bagi revisi model. digunakan untuk mendapatkan data tentang perolehan hasil belajar mahasiswa. sehingga diperoleh gambaran tentang desain kurikulum dan kegiatan perkuliahan ilmu-ilmu bahasa Arab. Wawancara. aktifitas mahasiswa dalam proses belajar mengajar. digunakan sebagai alat pengumpulan data yang bersifat kualitatif untuk pendalaman data yang diperoleh dari angket. 4. digunakan untuk menggali kemampuan dosen. Observasi. 5.3.

1989 : 71). Kegiatan yang dilakukan pada pra survai lapangan ini adalah menghimpun dan menganalisis kondisi lapangan yang digunakan sebagai bahan dalam merancang model dan pelaksanaan uji coba pengembangan model. POKOK BAHASAN : JUMLAH FI’LIYAH DAN JUMLAH ISMIYAH 2. tujuan yang ingin dicapai. Berdasarkan hasil kajian teoritis dan observasi lapangan. dan (3) sarana dan prasarana yang tersedia. strategi pengajaran. Setelah melakukan kajian teoritis dan observasi lapangan. Sebelum awal model diujicobakan ke dalam kegiatan belajar mengajar di kelas diadakan beberapa kali diskusi dengan ahli buku teks dan dosen pengajaran. Sedangkan kegiatan pengembangan model pembelajaran terpadu dilakukan melalui perencanaan.digunakan dalam penyusunan rancangan model beserta pelaksanaannya. strategi pembelajaran dan evaluasi. pelaksanaan dan kullminasi (Depdikbud. B. tujuan yang ingin dicapai. media pembelajaran. 1996 : 16). pelaksanaan dan penilaian (Hamalik. sehingga pada akhirnya ditemukan bentuk awal model yang dianggap layak untuk diuji cobakan di kelas. dan rancangan awal model yang telah disusun diajukan kepada ahli kurikulum dan dosen pelaksana untuk diberikan penilaian. disusun bentuk awal model pembelajaran terpadu. yang meliputi wacana/materi. WAKTU : 100 MENIT 30 . Penyusunan Bentuk Awal Model Ada beberapa langkah-langkah penyusunan model pembelajaran terpadu meliputi: perencanaan. Hal ini dilakukan karena silabus yang berlaku selama disusun secara terpisah-pisah sesuai dengan ilmu bahasa yang diajarkan. Penyusunan awal model pembelajaran terpadu ini dikembangkan dengan memodifikasi silabus yang dijadikan acuan dalam pembelajaran bahasa Arab. disusun bentuk awal model pembelajaran terpadu yang meliputi : materi/wacana. (2) kemampuan dosen. Kondisi yang dikaji dan dianalisis pada kegiatan ini meliputi : (1) desain dan pelaksanaan pembelajaran yang sedang berlangsung. Bentuk awal model pembelajaran terpadu tersebut dapat digambarkan dalam bagan berikut ini : SKENARIO PEMBELAJARAN BAHASA ARAB TERPADU 1 DESAIN MODEL ----------------------------------------------------------------------------------------------------1. media pengajaran dan evaluasi. ilmu bahasa dan kemahiran berbahasa yang dipadukan.

: Sesuai dengan kurikulum dan mencakup materi ilmu bahasa 4. DURASI WAKTU: 100 menit. pengantar tim peneliti b. berbicara dan menulis bahasa Arab dengan menggunakan pola jumlah fi’liyah/jumlah ismiyah b. c. Hasil penilaian ini akan digunakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan bentuk model. bahasa. Nahwu Dan Sharaf 5. Mahasiswa mampu mempraktekkan kata ‫ ما‬dengan ‫ من‬dalam berbicara bahasa Arab. tujuan yang ingin dicapai. PBM di kelas d. dan evaluasi. pre tes. Penilaian setiap komponen ini dilihat dari segi kejelasan. proses pembelajaran. 10 menit. Muhadatsah. 7. dan kelengkapan. ILMU BAHASA DAN KEMAHIRAN BERBAHASA ARAB YANG DIPADUKAN: Muthala’ah. tes tulisan dan observasi. dan penutup kuliah. Mahasiswa mampu membedakan fi’il muta’adi dengan fi’il lazim c. 9. 15 menit pos tes e. Komponen Penilaian Wacana/Materi Kejelasan Pilihan Jawaban 4 2 2 1 1 3 2 1 Saran Perbaikan Wacana/Materi sebaiknya ceritra yang mudah 31 . MEDIA PEMBELAJARAN: Teks bacaan dan lembar kerja mahasiswa/angket 8.3. media pembelajaran. STRATEGI PEMBELAJARAN: Pengantar kuliah. Insya. kesesuaian. 15 menit. Mahasiswa mampu membaca. 10 menit isi angket Setelah bentuk awal model disusun. EVALUASI: Tes lisan. diserahkan kepada para penilai yang terdiri dari satu orang ahli kurikulum dan pembelajaran. Komponen-komponen yang dinilai meliputi: wacana/materi. dibagi ke beberapa kegiatan: a. 6. strategi pembelajaran. 50 menit. dan dua orang dosen untuk diberikan penilain dan saran perbaikannya. WACANA /MARERI yang dipakukan. dan selanjutnya akan diadakan uji coba. TUJUAN PEMBELAJARAN: a. Secara ringkas hasil penilaian desain model dapat dilihat pada tabel berikut ini: Hasil Penilaian Desain Model No 1.

Strategi Pembelajaran Kejelasan Kesesuaian Kelengkapan 4. Tujuan sebaiknya sesuai pokok bahasan 2 2 2 1 1 1 - - 2 3 2 1 1 - - Masukkan unsur metode pembelajaran 2 1 1 1 1 - Media sebaiknya ditambah yang sesuai dengan materi. Sedangkan untuk bahasa yang digunakan. C. Uji Coba Model Uji coba model pembelajaran terpadu dilaksanakan di UPI. UNPAD dan UIN pada bulan Oktober 2009. dua dari tiga responden memberi penilaian sangat sesuai dan jelas. Tujuan Kejelasan Kesesuaian Bahasa 3. 1 2 1 1 1 - - Hasil penilaian terhadap komponen media pembelajaran.Kesesuaian Bahasa 2. cukup lengkap dan kurang lengkap. dua dari tiga responden mengatakan sangat jelas. dan satu dari tiga responden memberi penilaian cukup sesuai dan jelas. Evaluasi Kesesuaian Bahasa Keterangan : 4 = Sangat sesuai/jelas/lengkap 3 = Cukup sesuai/jelas/lengkap 2 = Kurang sesuai/jelas/lengkap 1 = Tidak sesuai/jelas/lengkap 2 1 - - difahami mahasiswa. Sebaiknya dijelaskan cara evaluasi yang dikembangkan. satu dari tiga responden mengatakan sangat lengkap. cukup sesuai dan kurang sesuai. cukup sesuai. Selama uji coba berlangsung peneliti melakukan pengamatan dan diskusi langsung dengan dosen bahasa Arab dari ketiga perguruan tersebut dan konsultasi 32 . Medeia Pembelajaran Kesesuaian Kelengkapan 5. Begitu jugahalnya untuk komponen evaluasi. satu dari tiga responden memberi penilaian sangat sesuai.

‬ﻟﻘﺪ ﺃﺧﺬ ﺍﻟﺘﺎﺟﺮ ﺍﻟﺪﻧﺎﻧﲑ ﺍﻟﺬﻫﺒﻴﺔ ﻭ ﻭﺿﻊ ﺑﺪﻻ ﻣﻨﻬﺎ ﺍﻟﺪﺭﺍﻫﻴﻢ‬ ‫ﺍﻟﻔﻀﻴﺔ‪ .‬‬ ‫‪Kegiatan uji coba ini dilakukan tiga topik bahasan dengan mengikuti urutan tahapan.‬‬ ‫ﻓﺘﺢ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﺍﻟﻜﻴﺲ ﻭﻓﺤﺾ ﺍﻟﺪﺭﺍﻫﻴﻢ ﺍﻟﻔﻀﻴﺔ ﻭﺍﺣﺪﺍ ﻭﺍﺣﺪﺍ‪ .‬ﻟﻘﺪ ﺧﺎﻥ ﺍﻟﺘﺎﺟﺮ ﺍﻻﻣﺎﻧﺔ ﻭﻗﺎﻝ‬ ‫ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﻟﻠﺘﺎﺟﺮ ‪ :‬ﻟﻘﺪ ﺧﻨﺖ ﺍﻻﻣﺎﻧﺔ ‪ .‬‬ ‫ﺫﻫﺐ ﺃﲪﺪ ﺇﱃ ﺍﻟﺘﺎﺟﺮ ﻭﻃﻠﺐ ﻣﻨﻪ ﺍﻟﻜﻴﺲ‪ ،‬ﺳﻠﻢ ﺍﻟﺘﺎﺟﺮ ﺃﲪﺪ ﻛﻴﺴﻪ‪ .‬ﺃﺟﺎﺏ ﺍﻟﺘﺎﺟﺮ‬ ‫ﺑﺄﻧﻪ ﱂ ﻳﻔﺘﺢ ﺍﻟﻜﻴﺲ ﻭﻳﺄﺧﺬ ﻣﻨﻪ ﺷﻴﺌﺎ‪.‬ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺪﺭﺍﻫﻢ ﻣﺼﻨﻮﻋﺔ ﻗﺒﻞ ﺍﹶﺭﺑﻊ ﺳﻨﻮﺍﺕ ﻭ ﺍﻟﺪﻧﺎﻧﲑ ﺍﻟﺬﻫﺒﻴﺔ‬ ‫ﻋﻨﺪﻙ ﻣﻨﺬ ﺳﺒﻊ ﺳﻨﻮﺍﺕ‪ . dan (3) uji coba topik‬‬ ‫.‬ﻛﺎﻧﺖ ﺍﻟﺪﺭﺍﻫﻴﻢ ﺗﻠﻤﻊ ﻭﻗﺪ ﻛﺘﺐ‬ ‫ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺃ‪‬ﺎ ﻣﺼﻨﻮﻋﺔ ﻗﺒﻞ ﺃﺭﺑﻊ ﺳﻨﻮﺍﺕ‪ . sedang. dan 31 mahasiswa UIN.‬ﺍﺳﺘﺪﻋﻰ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﺍﻟﺘﺎﺟﺮ ﻭﺳﺄﻟﻪ ﻋﻦ ﺍﳊﻘﻴﻘﺔ‪ .‬‬ ‫‪1.‫‪dengan dua orang pakar bahasa Arab tentang pelaksanaan pembelajaran terpadu bahasa‬‬ ‫‪Arab di kelas. dan mempunyai banyak‬‬ ‫‪pengalaman mengajar.‪bahasan 3. Uji Coba Terbatas‬‬ ‫‪Uji coba terbatas dilaksanakan oleh seorang dosen berinisial AS.‬ﻭﻗﺪ ﻗﺎﻝ ﺍﷲ "ﺍ‪‬ﻥ ﺍﷲ ﻳﺎﻣﺮﻛﻢ ﺍﹶﻥ ﺗﺆﺩﻭﺍ ﺍﻻﻣﺎﻧﺔ ﺍ‪‬ﱃ ﺍﹶﻫﻠﻬﺎ ﻭﺍ‪‬ﺫﺍ ﺣﻜﻤﺘﻢ‬ ‫‪33‬‬ .‬ﻓﺘﺢ ﺃﲪﺪ ﺍﻟﻜﻴﺲ ﰱ ﺍﻟﺒﻴﺖ‪ . Wacana‬‬ ‫القا ضي العادل‬ ‫ﺃﺭﺍﺩ ﺃﲪﺪ ﺃﻥ ﻳﺬﻫﺐ ﺇﱃ ﻣﻜﺔ ﻷﺩﺍﺀ ﺍﳊﺞ‪ . Ia berpendidikan‬‬ ‫‪S-1 Timur Tengah bidang Islamic Studies / Arabic Language.‬ﻋﺎﺩ ﺃﲪﺪ ﺇﱃ ﺍﻟﺘﺎﺟﺮ ﻭﺳﺄﻟﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﺪﻧﺎﻧﲑ ﺍﻟﺬﻫﺒﻴﺔ‪ .‬ﻟﻘﺪ ﺧﺎﻥ ﺍﻟﺘﺎﺟﺮ ﺍﻷﻣﺎﻧﺔ‪ . Pelaksanaan uji coba terbatas ini dapat dijelaskan berikut ini‬‬ ‫‪1) Desain Model‬‬ ‫‪a.‬ﺃﺧﱪ‬ ‫ﺍﻟﺘﺎﺟﺮ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﺑﺎﺳﺘﻼﻡ ﺍﻟﻜﻴﺲ ﻣﻨﺬ ﺳﺒﻊ ﺳﻨﻮﺍﺕ ﻭﻟﻜﻨﻪ ﻗﺎﻝ‪ :‬ﺇﻧﻪ ﱂ ﻳﻔﺘﺤﻪ ﻭﱂ ﻳﺄﺧﺬ ﻣﻨﻪ ﺷﻴﺌﺎ‪. Kegiatan perkuliahan diikuti oleh 30 mahasiswa UPI. Mereka mempunyai latar belakang pendidikan lulusan‬‬ ‫‪Madrasah (sekolah agama Islam) dan sekolah umum. dan mempunyai prestasi belajar yang‬‬ ‫‪bervariasi (baik. (2) uji coba topik bahasan 2.‬ﻓﺸﻜﺮ ﺃﲪﺪ ﻋﻠﻰ‬ ‫ﺃﻣﺎﻧﺘﻪ‪ .‬ﻋﺮﻑ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﺍﳊﻘﻴﻘﺔ‪ .‬‬ ‫ﺫﻫﺐ ﺃﲪﺪ ﺇﱃ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﻭ ﺃﺧﱪﻩ ﺑﺎﻟﻘﺼﺔ‪ . mulai‬‬ ‫‪dari: (1) uji coba topik bahasan 1. dan kurang) yang terlihat pada hasil tes masuk perguruan tinggi. 33 mahasiswa‬‬ ‫‪UNPAD.‬ﻓﺠﻤﻊ ﻣﺎﻟﻪ ﻭﻛﺎﻥ ﺍﻟﺪﻧﺎﻧﲑ ﺍﻟﺬﻫﺒﻴﺔ ﰱ ﻛﻴﺲ‬ ‫ﻭﺫﻫﺐ ﺇﱃ ﺃﺣﺪ ﺍﻟﺘﺠﺎﺭ ﻭﻃﻠﺐ ﻣﻨﻪ ﺃﻥ ﳛﻔﻆ ﻟﻪ ﺍﻟﻜﻴﺲ ﺇﱃ ﺃﻥ ﻳﻌﻮﺩ ﻣﻦ ﻣﻜﺔ‪ ،‬ﺃﺩﻯ ﺃﲪﺪ ﻓﺮﻳﻀﺔ‬ ‫ﺍﳊﺞ ﰒ ﻃﺎﺑﺖ ﻟﻪ ﺍﳊﻴﺎﺓ ﰱ ﻣﻜﺔ ﻓﻤﻜﺚ ﻓﻴﻬﺎ ﺳﺒﻊ ﺳﻨﻮﺍﺕ ﻋﺎﺩ ﺑﻌﺪﻫﺎ ﺳﻌﻴﺪﺍ ﺇﱃ ﺑﻠﺪﻩ‪.

yang terdapat dalam wacana. tujuan dan prosedur kegiatan perkuliahan. dan menulis bahasa Arab dengan menggunakan kata benda (isim). Dosen menjelaskan kata-kata dan struktur kalimat yang tidak dipahami mahasiswa. Untuk membaca dan menerjemahkan perlu memahami kosa kata. (b) Kegiatan Perkuliahan: 1. kata kerja (fi’il) dan kata depan (huruf). mengawasi kegiatan diskusi dan mengadakan evaluasi.‫ ﺷﻜﺮ ﺍﹶﲪﺪ‬. fi’il dan huruf. Mahasiswa mengkaji tata bahasa tentang isim. berbicara. nahwu dan sharaf. tes tulisan dan observasi. Mahasiswa membaca dan menerjemahkan wacana. Tujuan : 1. Mahasiswa mampu membedakan isim. fi’il dan huruf. 3. muthala’ah. e."‫ﺑﲔ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺍﹶﻥ ﲢﻜﻤﻮﺍ ﺑﺎﻟﻌﺪﻝ‬ . nahwu dan sharaf. f. 2. Ilmu bahasa dan kemahiran berbahasa Arab yang dipadukan muhaddatsah. Mahasiswa mampu membaca. Evaluasi : tes lisan. Untuk berbicara dan menulis perlu memahami kosa kata. fi’il. dan huruf dalam kemahiran berbahasa Arab.‫ﻋﺘﺮﻑ ﺍﻟﺘﺎﺟﺮ ﻟﻠﻘﺎﺿﻲ ﺑﺎﳊﻘﻴﻘﺔ ﻭﺃﻋﺎﺩ ﺍﻟﺪﻧﺎﻧﲑ ﻻﲪﺪ‬‫ﺍ‬.‫ﱃ ﺑﻴﺘﻪ ﺳﻌﻴﺪﺍ ﳛﻤﻞ ﻛﻴﺲ ﺍﻟﺬﻫﺐ‬‫ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﻭﻋﺎﺩ ﺍ‬ b. Strategi pembelajaran: memcakup pengantar kuliah. 2) Prosedur Pembelajaran (a) Pengantar kuliah : dosen menjelaskan gambaran umum wacana. kegiatan perkuliahan dan penutup kuliah. 2. 4. d. Media pembelajaran : teks bacaan dan lembar kerja. 34 . Mahasiswa berbicara dan menulis dalam bahasa Arab yang mengandung isim. nahwu dan sharaf. c. insya. (c) Penutup Kuliah : dosen mengambil kesimpulan dan memberikan tes akhir dan pekerjaan rumah.

Pembahasan tata bahasa ini dilakkukan dengan cara dosen menyuruh mahasiswa mencari isim. 35 . nahwu yang dipelajari dalam pokok bahawan 1 ini adalah penggunaan isim. fi’il dan huruf. Setelah itu dosen menjelaskan atau mendiskusikan tata bahasa (nahwu dan sharaf) yang terdapat dalam wacana. Kajian. Aktivitas pembelajaran dilaksanakan oleh dosen sesuai dengan langkah-langkah yang terdapat dalam desain model. fi’il dan huruf dengan melakukan pemeriksaan melalui diskusi untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam penulisan kalimat tersebut. fi’il dan huruf yang terdapat dalam wacana. fi’il dan huruf. fi’il dan huruf. Setelah itu dosen menyuruh salah seorang mahasiswa lain untuk menerjemahkan wacana tersebut. Sedangkan kajian sharaf tentang perubahan isim. dan malakukan diskusi untuk mengkaji dan memahami tata bahasa tersebut secara mendetail. Setelah itu mahasiswa menulis (insya’) beberapa kalimat yang juga didalamnya mengandung isim. Gambar Suasana PBM Bahasa Arab di UNPAD Selanjutnya dosen menyuruh mahasiswa bercakap-cakap (muhaddatsah) dengan temannya secara bergiliran dengan menggunakan kalimat yang mengandung isim. Kegiatan pembelajaran dimulai dengan dosen menyuruh salah seorang mahasiswa membaca wacana yang telah ditentukan dan menjelaskan atau mendiskusikan kata-kata yang belum difahami mahasiswa.3) Implementasi Model Implementasi model pembelajaran terpadu pokok bahasan 1 dilaksanakan pada minggu ketiga setelah diadakan penyusunan dan penilaian desain oleh ahli buku teks bahasa Arab dan dosen. bila perlu mengadakan diskusi sehingga memperoleh terjemahan yang baik dan benar.

nilai 60 (13%).A mempunyai nilai rata-rata 76.83. nilai 65 (4%). nilai 85 (10%). nilai 80 (4%). Hasil tes tersebut seperti nampak pada tabel berikut. dan hasilnya akan diumumkan pada pertemuan berikutnya. Sebagian besar mahasiswa memperoleh nilai 75 (37%) selain itu memperoleh nilai 90 (23%). Tes ini akan diperiksa dosen di rumah setelah acara perkuliahan selesai. A No. nilai 70 (10%).Gambar Suasana mahasiswa memperhatikan penjelasan dosen Setelah itu dosen memberikan tes hasil belajar topik bahasan 1 yang telah dipersiapkan sebelumnya. 1 2 3 4 5 6 7 Skor (x) 60 65 70 75 80 85 90 Jumlah f Fx 4 240 1 65 3 210 11 825 1 80 3 255 7 530 30 2305 Rata-rata = 76. Tabel Hasil Tes Akhir PBM Jumlah Ismiyah dan Fi’liyah PT. 36 .83 % 13 3 10 37 4 10 23 100 Tabel di atas menunjukkan bahwa hasil tes akhir PBM jumlah ismiyah dan fi’liyah di PT.

dosen dan mahasiswa diminta untuk memberikan tanggapan terhadap pelaksanaan model pembelajaran terpadu ini. Cukup bisa diikuti d. hasil tanggapan dosen dan mahasiswa terhadap PBM jumlah fi’liyah dan ismiyah adalah sebagai berikut: Tabel Persepsi Dosen dan Mahasiswa PT.Gambar Suasana para observer tengah memperhatikan berlangsungnya PBM Sebelum acara perkuliahan berakhir. Kurang dapat diikuti e. A Dalam PBM Jumlah Ismiyah dan Fi’liyah NO 1 PERTANYAAN DAN OPSI Wacana/Materi: a. Sangat mudah diikuti b. Sangat menarik b. Cukup bisa diikuti d. Kurang dapat diikuti e. Tanggapan tersebut diberikan melalui pengisian angket yang telah disiapkan. Tidak dapat diikuti Jumlah DOSEN MAHASISWA F % 5 20 5 11 18 1 3 9 14 4 8 20 2 30 17 66 17 37 60 3 10 30 46 14 27 67 6 100 1 1 1 1 1 2 3 4 37 . Sangat mudah diisi b. Cukup bisa diisi d. Tidak dapat diikuti Evaluasi dan Penyempurnaan: a. Tidak dapat diikuti Pelaksanaan Model Pembelajaran: a. Mudah diisi c. Mudah diikuti c. Mudah diikuti c. Tidak menarik Strategi Pembelajaran a. Kurang menarik e. Cukup menarik d. Sangat mudah diikuti b. Kurang dapat diisi e. Menarik c.

nilai 85 (3%). persepsi yang diberikan dosen dan mahasiswa pada uji coba PBM jumlah ismiyah dan fi’liyah di PT. sangat menarik (17%).30 Fx 35 160 90 50 300 130 280 480 85 360 285 2155 % 3 12 6 3 16 6 12 18 3 12 9 100 Tabel di atas menunjukkan bahwa hasil tes akhir PBM jumlah ismiyah dan fi’liyah di PT. kurang dapat diikuti (14%). nilai 50 (3%). nilai 65 (6%). mudah diikuti (30%). sangat mudah diikuti (10%). Tabel Hasil Tes Akhir PBM Jumlah Ismiyah dan Fi’liyah PT. nilai 35 (3%). sangat mudah diikuti (37%).B mempunyai nilai rata-rata 65. Untuk komponen strategi pembelajaran berada pada posisi mudah diikuti (60%). B No. cukup bisa diikuti (3%). 38 .A untuk komponen wacana/materi berada pada posisi menarik (66%). nilai 40 (12%). nilai 45 (6%). 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Skor (x) 35 40 45 50 60 65 70 80 85 90 95 Jumlah f 1 4 2 1 5 2 4 6 1 4 3 33 Rata-rata = 65. Dan untuk komponen evaluasi dan penyempurnaan berada pada posisi mudah diisi (67%). Untuk komponen pelaksanaan model pembelajaran berada pada posisi cukup bisa diikuti (46%). Sebagian besar mahasiswa memperoleh nilai 80 (18%) selain itu memperoleh nilai 60 (16%). nilai 70 (12%). nilai 95 (9%). sangat mudah diisi (27%). nilai 90 (12%). cukup menarik (17%).Berdasarkan tabel di atas.30. cukup bisa diisi (7%).

Sangat mudah diisi b. Tidak dapat diikuti Pelaksanaan Model Pembelajaran: a. Kurang dapat diikuti e. Sangat mudah diikuti b. B DALAM PBM JUMLAH ISMIYAH DAN FI’LIYAH NO 1 PERTANYAAN DAN OPSI Wacana/Materi: a. Kurang menarik e. dosen dan mahasiswa diminta untuk memberikan tanggapan terhadap pelaksanaan model pembelajaran terpadu ini. Mudah diikuti c. Kurang dapat diikuti e. Sangat menarik b.Gambar Suasan Mahasiswa mengisi evaluasi tes pengajaran Bahasa Arab Terpadu Sebelum acara perkuliahan berakhir. Tanggapan tersebut diberikan melalui pengisian angket yang telah disiapkan. Mudah diikuti c. Sangat mudah diikuti b. Cukup bisa diikuti d. Mudah diisi c. Kurang dapat diisi DOSEN MAHASISWA F % 4 14 15 4 11 17 1 3 14 14 2 2 9 16 6 13 42 45 13 33 52 2 10 42 42 6 6 27 48 19 39 1 1 1 1 - 2 3 4 . Cukup bisa diisi d. Menarik c. hasil tanggapan dosen dan mahasiswa terhadap PBM jumlah fi’liyah dan ismiyah adalah sebagai berikut: Tabel PERSEPSI DOSEN DAN MAHASISWA PT. Cukup bisa diikuti d. Tidak dapat diikuti Evaluasi dan Penyempurnaan: a. Cukup menarik d. Tidak menarik Strategi Pembelajaran a.

menarik (42%). kurang dapat diikuti (2%). Tanggapan tersebut diberikan melalui pengisian angket yang telah disiapkan.B Buntuk komponen wacana/materi berada pada posisi cukup menarik (45%). dosen dan mahasiswa diminta untuk memberikan tanggapan terhadap pelaksanaan model pembelajaran terpadu ini. Tidak dapat diikuti Jumlah 1 33 100 Berdasarkan tabel di atas. nilai 35 (3%). Untuk komponen strategi pembelajaran berada pada posisi cukup bisa diikuti (52%). sangat mudah diisi (6%). sangat mudah diikuti (13%). sangat menarik (13%). sangat mudah diikuti (10%). Dan untuk komponen evaluasi dan penyempurnaan berada pada posisi cukup bisa diisi (48%). hasil tanggapan dosen dan mahasiswa terhadap PBM jumlah fi’liyah dan ismiyah adalah sebagai berikut: Tabel PERSEPSI DOSEN DAN MAHASISWA PT.e. kurang dapat diikuti (6%). Tabel Hasil Tes Akhir PBM Jumlah Ismiyah dan Fi’liyah PT. C No. C DALAM PBM JUMLAH ISMIYAH DAN FI’LIYAH NO PERTANYAAN DAN OPSI DOSEN MAHASISWA F % 40 . 1 2 3 4 5 Skor (x) 30 35 40 70 90 Jumlah f fx 6 180 1 35 22 880 1 70 1 90 31 1255 Rata-rata = 40.C mempunyai nilai rata-rata 40. Untuk komponen pelaksanaan model pembelajaran berada pada posisi mudah diikuti (42%). Sebagian besar mahasiswa memperoleh nilai 40 (71%) selain itu memperoleh nilai 30 (20%).48 % 20 3 71 3 3 100 Tabel di atas menunjukkan bahwa hasil tes akhir PBM jumlah ismiyah dan fi’liyah di PT. mudah diisi (27%). Sebelum acara perkuliahan berakhir. mudah diikuti (33%).48. cukup bisa diikuti (42%). nilai 70 (3%). nilai 90 (3%). persepsi yang diberikan dosen dan mahasiswa pada uji coba PBM jumlah ismiyah dan fi’liyah di PT. kurang dapat diisi (19%).

Untuk komponen strategi pembelajaran berada pada posisi mudah diikuti (74%). Sangat mudah diikuti b. cukup bisa diikuti (13%). Mudah diisi c. Menarik c. sangat menarik (29%). 41 . sangat mudah diikuti (13%). Mudah diikuti c. Tidak menarik Strategi Pembelajaran a. Kurang menarik e. Cukup bisa diikuti d.C untuk komponen wacana/materi berada pada posisi menarik (58%).1 2 3 4 Wacana/Materi: a. Tidak dapat diikuti Evaluasi dan Penyempurnaan: a. cukup bisa diisi (30%). Sangat mudah diikuti b. Cukup menarik d. cukup bisa diikuti (3%). sangat mudah diikuti (13%). Kurang dapat diikuti e. Mudah diikuti c. Dan untuk komponen evaluasi dan penyempurnaan berada pada posisi mudah diisi (51%). Kurang dapat diikuti e. Kurang dapat diisi e. Cukup bisa diisi d. Untuk komponen pelaksanaan model pembelajaran berada pada posisi mudah diikuti (84%). Sangat menarik b. Sangat mudah diisi b. cukup menarik (13%). sangat mudah diisi (19%). persepsi yang diberikan dosen dan mahasiswa pada uji coba PBM jumlah ismiyah dan fi’liyah di PT. Tidak dapat diikuti Jumlah 1 1 1 1 1 9 18 4 4 23 4 4 26 1 6 15 10 31 29 58 13 13 74 13 13 84 3 19 51 30 100 Berdasarkan tabel di atas. Tidak dapat diikuti Pelaksanaan Model Pembelajaran: a. Cukup bisa diikuti d.

Hasil diskusi tersebut adalah sebagai berikut : a) Peneliti perlu mengadakan diskusi dengan dosen tentang langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran terpadu. 42 . Hasil pengamatan yang dilaksanakan pada uji coba bahasan 1 adalah : a) Dosen tidak menjelaskan gambaran umum isi wacana. dan akan dijadikan masukan untuk memperbaiki pelaksanaan uji coba pokok bahasan berikutnya. 5) Revisi Dalam melakukan revisi. b) Dosen perlu menjelaskan gambaran umum. peneliti melakukan diskusi dengan dosen pelaksana perkuliahan untuk mengetahui kendala-kendala yang terdapat dalam pelaksanaan uji coba ini. terutama dalam penguasaan materi. b) Dosen belum dapat melaksanakan kegiatan perkuliahan sesuai dengan desain model pembelajaran terpadu. tujuan dan kegiatan perkuliahan. c) Sebagian besar mahasiswa belum mampu mengikuti perkuliahan resebagaimana yang diharapkan. tujuan dan kegiatan perkuliahan yang akan dilaksanakan.Gambar Suasana konsultasi dan diskusi dengan pakar bahasa Arab 4) Evaluasi Pelaksanaan Model Evaluasi pelaksanaan model dilakukan melalui pengamatan terhadap kegiatan perkuliahan.

88 56.48 182.96 JUMLAH RATA-RATA BAB V KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN A.36 11. Kesimpulan Berdasar dari pembahasan dan analisis pada bab sebelumnya. Dalam pengembangan model ini perlu dirumuskan desain. yaitu menyimak.83 65.30 40.21 13.89 18.09 26.47 54.77 09.48 Prosentase 30.62 121. Rekapitulasi Gambaran Tingkat Penguasaan Mahasiswa No 1 2 3 A B C Perguruan Tinggi Pre Tes 40. pelaksanaan dan penilaian model.c) Dosen perlu mengaktifkan mahasiswa dalam kegiatan acara perkuliahan.86 20. berbicara. peneliti dapat menyimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1.18 40.86 13. Di antara model pembelajaran terpadu yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran bahasa Arab adalah model webbed. Desain model pembelajaran terpadu disusun 43 .24 16.61 60. Pengajaran bahasa Arab pada Program Studi Bahasa Arab di 3 PTN Bandung selama ini masih menggunakan pendekatan terpisah Sehingga menemukan kesulitan dalam meningkatkan kemahiran berbahasa Arab secara komprehensif. membaca dan menulis. 2.87 Beda 36.39 Post Tes 76.

menerjemahkan dan mendiskusikan teks yang terdapat dalam wacana/materi. berbicara dan memahami kaidah-kaidah bahasa. Langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran terpadu dalam mata kuliah bahasa Arab meliputi: (a) pengantar kuliah yang mencakup menjelaskan gambaran umum. b. Penilaian desain dilakukan dengan mengajukan desain model kepada pakar buku teks Bahasa Arab dan dosen pelaksanan perkuliahan. muthala’ah. tujuan. dan menulis/mengarang dengan menggunakan bahasa Arab. (c) menutup kuliah yang mencakup mengambil kesimpulan dan pelaksanaan tes akhir. Wacana/materi: sesuai dengan kurikulum/silabus dan mencakup materi ilmu bahasa yang dikembangkan. yaitu: BENTUK AKHIR MODEL PEMBELAJARAN TERPADU BAHASA ARAB a. membaca. topik bahasan. 44 . dan evaluasi. terjemah. metode dan strategi pembelajaran. Metode mengajar yang dilakukan adalah metode langsung.berdasarkan kurikulum/silabus yang telah dimodifikasi yang mencakup wacana/materi. nahwu dan sharaf. 5. maka dapat dirumuskan bentuk akhir model pembelajaran terpadu dalam mata kuliah bahasa Arab. yaitu penggunaan bahasa Arab dalam kegiatan tanya jawab dan sebagai bahasa pengantar. proses pelaksanaan dan hasil belajar. penilaian proses pelaksanaan dilakukan melalui pengamatan peneliti berserta tanggapan dosen dan mahasiswa. 6. insya. gramatika. Ilmu bahasa dan kemahiran bahasa Arab yang dipadukan: muhadatsah. (b) kegiatan perkuliahan yang mencakup membaca. Perubahan yang terjadi antara model awal dan model akhir terlihat dalam komponen metode mengajar yang sebelumnya tidak dicantumkan dalam desain model awal. tujuan perkuliahan dan kegiatan pembelajaran. sedangkan penilaian hasil belajar dilakukan melalui tes lisan dan tulisan. Sesuai dengan uraian pembelajaran terpadu yang telah disebutkan diatas. Perubahan lain terjadi dalam komponen kegiatan perkuliahan. 3. diskusi dan pemberian tugas. 4. Penilaian model pembelajaran terpadu dalam penelitian ini dilakukan melalui penilaian desain.

(b) Mahasiswa berbicara dan menulis dalam bahasa Arab sesuai wacana. Untuk berbicara dan menulis juga perlu memahami bahasa kosa kata. memberi tes akhir dan pekerjaan rumah. terjemah. (d) Dosen menjelaskan arti kata-kata dan struktur kalimat yang tidak dipahami mahasiswa. Strategi pembelajaran: 1) Pengantar kuliah: (a) Dosen menjelaskan gambaran umum wacana. d. dan menulis bahasa Arab dengan baik dan benar 2) Mahasiswa mampu memahami kaidah-kaidah bahasa dengan baik dan benar. nahwu dan sharaf. membaca. mengawasi kegiatan diskusi danmengadakan evaluasi selama proses belajar mengajar berlangsung. (b) Dosen membagi kelompok diskusi mahasiswa (bila perlu) 2) Kegiatan perkuliahan: (a) Mahasiswa membaca dan menerjemahkan wacana. diskusi dan pemberian tugas. gramatika. (c) Mahasiswa mendiskusikan kata-kata atau kalimat-kalimat yang terdapata dalam wacana sesuai dengan pokok bahasan ilmu bahasa yang dipelajari. nahwu dan sharaf. 45 . Metode mengajar: metode langsung.c. berbicara. Tujuan: 1) Mahasiswa mampu membaca. 3) Menutup perkuliahan: dosen mengambil kesimpulan. tujuan pembelajaran dan prosedur kegiatan perkuliahan. e. Untuk membaca dan menerjemahkan perlu memahami kosa kata. (e) Dosen dan mahasiswa mengadakan tanya jawab tentang isi wacana yang dibahas dengan menggunakan bahasa Arab.

T). Model dan desain pembelajaran bahasa Arab terpadu di perguruan tinggi umum hendaknya terus dikembangkan dengan variabel dan skala yang lebih luas. B. kamus dan lembaran kerja g. M. Khartoum Internatonal Institute of Arabic. tes tulisan dan observasi. 46 . New York: Harcourt brace and world. vol. Pedoman pengajaran bahasa arab pada perguruan tinggi agama islam. Integrated learning. & Gall. juwariyah. Daftar Pustaka Abd al-Aziz dan Abd al-Majid.f. Australia: book shelf publishing. New York: skylight publishing inc. G. teks bacaan. Departemen agama RR. (1993). Kurikulum institute agama islam negeri/ sekolah tinggi agama islam negeri tahun 1995 yang disempurnakan. Pengembangan kurikulum dan pembelejaran: dasar dan strategi pelaksanaannya di perguruan tinggi.t. (1983). (T. Jakarta: ditbinperta. ahmad al-mahdi. N. Metode belajr mengajar bahasa arab. Fogarty. Educational research an introduction. Departemen agama RR.” Al-majallah al-arabiyyah li al-dirosat al-lughawiyyah. Dahlan. (1991). WR. Saran-Saran Berdasar temuan dan kesimpulan di atas. buku bahasa Arab. How to integrate the curricula. (1987). Borg. (1997). Brooks. Abd al-halim. Setiap pengampu mata kuliah kebahasaan dan keterampilan berbahasa Arab hendaknya senantiasa melakukan komunikasi dan diskusi pengalaman masing-masing berkaitan dengan keinginan dan kecenderungan mahasiswa dalam memahami teks-teks berbahasa Arab agar bisa lebih dikuasai hakekat dan tujuannya. (1991). (1960). 1 (Agust. Media pembelajaran: lcd. Surabaya: al-ikhlas. . Language and language learning. 2. New York: longman inc. “al-bahts al-tarbawi fi ta’lim al-lughah al-arabiyyah li ghayr al-nathiqina biha. O. Jakarta: proyek pengembangan system pendidikan agama departemen agama. Sebaiknya para pakar diperluas dengan mendatangkan beberapa orang native speaker yang diharapkan mampu menambah kegairahan dan semangat belajar mahasiswa dan dosennya. al-Lughat al-arabiyyah ushuluha al—nafsiyyah wa thuruqu tadrisiha. Evaluasi: tes lisan. Hamalik. (1976). t. dan dixson H. 1982): 149-179. R. 3.D. Makkah: Dar al-Ma’arif. No. peneliti memberikan saran-saran sebagai berikut : 1. Bandung: trigenda karya. Collins.

Mahmud rusydi. (2000). hamadah. Jakarta: darul ulum press. Mahmud kamil. (2000). fathi ali. Khartoum: ma’had al-khortum al-dawli li lughat al-arabiyyah. Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa. (2003). nana. Tharuq tadris al-lughah al-arabiyyah wa altarbiyah al-diniyyah fi dhaw’ al-ittijahat al-tarbawiyyah al-haditsah. Surkhmad. Umam.Ibrahim. iskandariyah: dar al-ma’arifah al-jami’iyah Yunus. Muhammad salim dkk.t). (2005). (1986). Psikologi pendidikan: suatu pendekatan baru. (2000). Al-mabadui al-asasiyah fi thuruq al-tadris alammah. abu bakar. Bandung: sinar baru. Penelitian dan penilaian pendidikan. Mohammad. Asalib tadris al-lughah al-arabiyyah. Bahasa arab untuk mahasiswa perguruan tinggi (islam). et. Surabaya: al-ikhlas.p. fi’Ilm al-lughah al-tathbiqi. Khartoum international institute of Arabic. Syah. Sudjana. Al-naqah. Bandung: rosdakarya. kairo: t. Kairo: dar al-tsaqafah. 1981. Yogyakarta: pusat kemajuan. (2001). Bandung: tarsito. (1974). Cara belajar yang efesien. Al-Khuli. Bahasa arab untuk mahasiswa perguruan tinggi islam. Yasin. Beirut: dar al-nafais. Arab journal of language studies. (1978). Nurna markee. (2005). Umar. Muhammad Husen ali. (1978). (t. Khashaish al-arabiyyah wa thariqitu tadrisiha. No. Muhammad ‘ali. winarno. Al-ittijahat al-mu’ashirah fi tadris al-lughah al-arabiyyah wa al-lughat al-hayayah al-ukhra li ghayr al-nathiqin biha. muhibbin. Al-naqah. Mahmud kamil. Al. (1978). Bandung: angkasa. 1983) : 231-244. “ toward a frame work for teaching Arabic as a second or foreign language”. Tasmim manhaj li ta’lim al-lughah al-arabiyyah li al-ajanib. Asasiyyat ta’lim al-arabiyyah li ghayr al-arab. London: oxpord university press. Tarigan. Teaching language as communication. bandung: pustaka bani quraisy. (1987). vol. ahmad sulaiman. Riyadh: dar alulum Ma’ruf. (1985). nayif. The liang gie.C. Beirut: maktabah al-nahdhah Yaqut. 1. 47 . Pengantar penelitian ilmiah. Khathir. (1986). henri Guntur. Metode khusus pengajaran bahasa arab. 1 (February. Kairo: dar al-fikr alarabi. Widdowson. H. chatibul dkk.

48 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->