P. 1
PPh21

PPh21

|Views: 333|Likes:
Published by mus_tee_eka

More info:

Published by: mus_tee_eka on Apr 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2013

pdf

text

original

PPh PASAL 21

Oleh : Izzuddin,Ak.MM
Smart Tax Management

Dasar Hukum Pemotongan PPh Pasal 21
UU UU No 6/1983 jisNo 9/1994 dan UU 16/2000 UU No 7/1983jis UUNo 71/1991 dan UU No 10/1994 serta UU No 17/2000 •PP No 45/1994 •PP No 149/2000 •PP No 5/2003 jo. PP 47 / 2003
•No 521/KMK.04/1998 •No 520/KMK.04/1998 •No 541/KMK.04/2000 •No 112/KMK.04/2003 •No. 137/KMK.03/2005

PP

KEP MENKEU

KEP DIRJEN

•No KEP-545/PJ./2000

PENGERTIAN PPh PASAL 21/26
PAJAK PENGHASILAN SEHUBUNGAN DENGAN PEKERJAAN ATAU JABATAN JASA DAN KEGIATAN YANG DILAKUKAN WP PRIBADI

PENGHASILAN BERUPA : GAJI,UPAH,HONORARIUM,TUNJANGAN DAN PEMBAYARAN LAIN DENGAN NAMA APAPUN

WP DN

WP LN

PPh PASAL 21

PPh PASAL 26

PT ASTEK PENYELENGGARA JAMSOSTEK PENYELENGGARA KEGIATAN .PT TASPEN.PEMOTONG PPh PASAL 21 PEMOTONG ORANG PRIBADI PEMBERI KERJA BADAN (TERMASUK BUT) BENDAHARAWAN PEMERINTAH PUSAT/DAERAH TERMASUK KEDUBES RI DI LUAR NEGERI DANA PENSIUN.

TERMASUK THT PENERIMA HONORARIUM PENERIMA UPAH .PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh pasal 21/26 PENERIMA PENGHASILAN PEGAWAI TETAP TERMASUK KOMISARIS/ DEWAN PENGAWAS YANG MERANGKAP PEGAWAI TETAP PEGAWAI LEPAS PEGAWAI WP LUAR NEGERI PENERIMA PENSIUN.

TIDAK TERMASUK PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21/26 TIDAK TERMASUK PENERIMA PENGHASILAN PEJABAT PERWAKILAN DIPLOMATIK/ KONSULAT ATAU PEJABAT LAIN DARI NEGARA ASING TERMASUK ORANG-ORANG YANG DIPERBANTUKAN DAN BERTEMPAT TINGGAL BERSAMA MEREKA PEJABAT PERWAKILAN ORGANISASI INTERNASIONAL YANG DITETAPKAN OLEH MENKEU YAITU KMKNO 574/KMK./2001 • BUKAN WNI •TIDAK MENERIMA/MEMPEROLEH PENGHASILAN LAIN DI LUAR JABATANNYA DI INDONESIA •NEGARA YBS MEMBERIKAN PERLAKUAN TIMBAL BALIK •BUKAN WNI •TIDAK MENJALANKAN USAHA/KEGIATAN PEKERJAAN LAIN UNTUK MEMPEROLEH PENGHASILAN DI INDONESIA .03.04/2000 SEBAGAIMANA TELAH DIRUBAH DENGAN KMK No 230/kmk.

BEASISWA. SATUAN.PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh pasal 21/26 PENGHASILAN DITERIMA/DIPEROLEH SECARA TERATUR DITERIMA/DIPEROLEH SECARA TIDAK TERATUR BERUPA UPAH HARIAN. KEGIATAN TERMASUK PEMBERIAN DALAM BENTUK NATURA/KENIKMATAN YANG DIBERIKAN OLEH BUKAN WP ATAU WP YANG DIKENAKAN PPH YANG BERSIFAT FINAL DAN YANG DIKENAKAN PPH BERDASARKAN NORMA PERHITUNGAN KHUSUS . UANG SAKU. BORONGAN BERUPA UANG TEBUSAN PENSIUN. DAN IMBALAN LAIN. JASA. MINGGUAN. SEHUBUNGAN DENGAN PEKERJAAN. PESANGON DAN PEMBAYARAN LAIN SEJENIS BERUPA HONORARIUM. TABUNGAN/TUNJANGAN HARI TUA. HADIAH KOMISI.

JASA DAN KEGIATAN WP DALAM NEGERI •TENAGA AHLI •PEMAIN MUSIK. DLL SEBAGAI IMBALAN SEHUBUNGAN DENGAN PEKERJAAN.PENTERJEMAH •PEMBERI JASA DALAM SEGALA BID.PEMAGANGAN •DISTRIUTOR MLM DAN KEGIATAN SEJENISNYA . DAN SENIMAN LAINNYA •OLAHRAGAWAN •PENASEHAT.SISTEM APLIKASI. PENEMU LANGGANAN •PESERTA PERLOMBAAN •PETUGAS PENJAJA BARABG DAGANGAN •PETUGAS DINAS LUAR ASURANSI •PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN.PENGAJAR.PENCERAMAH. FOTOGRAFI.PESERAT SIDANG/RAPAT DAN TENAGA LEPAS LAINNYA DLM SEGALA BIDANG KEGIATAN •PEMBAWA PESANAN.KOMPUTER. KOMISI. BEASISWA. UANG SAKU.EKONOMI SOSIAL •AGEN IKLAN •PENGAWAS/PENGELOLA PROYEK.MC.MODERATOR •PENGARANG.TERMASUKTEKNIK.TELKOM.PENERIMA HONORARIUM.PENELITI. HADIAH/PENGHARGAAN. ELECTRINIKA.

PENGHASILAN YANG DITERIMA DALAM MATA UANG ASING PERHITUNGAN PPh Pasal 21/26 BERDASARKAN KURS YANG DITETAPKAN MENKEU SECARA BERKALA (TIAP MINGGU) .

DAN BEASISWA NATURA/KENIKMATAN YANG DIBERIKAN OLEH WAJIB PAJAK & PEMERINTAH IURAN PENSIUN YANG DIBAYARKAN KEPADA DANA PENSIUN YANG DISYAHKAN MENKEU DAN THT KEPADA BADAN PENYELENGGARA JAMSOSTEK YANG DIBAYAR OLEH PEMBERI KERJA KENIKAMATAN BERUPA PAJAK YANG DITANGGUNG PEMBERI KERJA ZAKAT YANG DITERIMA OLEH ORANG PRIBADI YANG BERHAK DARI BADAN ATAU LEMBAGA AMIL ZAKAT YANG DIBENTUK ATAU DISYAHKAN OLEH PEMERINTAH .JIWA DWIGUNA.KECELAKAAN.TIDAK TERMASUK PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh pasal 21/26 PENGHASILAN PEMBAYARAN ASURANSI DARI PERUSAHAAN ASKES.

000/th atau Rp. BRUTO MAX Rp.296.TUNJANGAN TERKAIT DG GAJI DIKURANGI: •BY JABATAN 5% DARI PENGH. 36.TUNJANGAN DIKURANGI: •BY PENSIUN 5% DARI PENGH. 108.000/bln HONORARIUM KOMISI PENGHASILAN NETO DIKURANGI PTKP TARIF PASAL 17 UU PPh PENGHASILAN KENA PAJAK (Dibulatkan ke bawah hingga ribuan penuh) DIKURANGI .000/th atau Rp.1.PERHITUNGAN PPh PASAL 21 PENGHASILAN BRUTO PEGAWAI TETAP PENERIMA PENSIUN PEG.000/bln •IURAN YG TERIKAT DG PENGH TETAP UANG PENSIUN BULANAN.TDK TETAP PEMAGANG CAPEG MULTI LEVEL MARKETING GAJI. BRUTO(UANG PENSIUN MAKSIMAL Rp.432.

000 Sebulan Rp.000 Rp. 1. 1.200.200. 100.100.000 Rp. 100. 1.200.000 TAMBAHAN UNTUK SETIAP ANGGOTA KELUARGA SEDARAH DAN SEMENDA DALAM GARIS KETURUNAN LURUS SERTA ANAK ANGKAT YANG DITANGGUNG SEPENUHNYA MAKSIMAL 3 ORANG Rp. 13.000 Rp.000 .PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK Tabel PTKP DIRI PEGAWAI TAMBAHAN UNTUK PEGAWAI YG KAWIN Setahun Rp.

TERTULIS DARI PEMERINTAH DAERAH SETEMPAT SERENDAH-RENDAHNYA KECAMATAN . 13.PTKP UNTUK KARYAWATI STATUS KAWIN & SUAMI BEKERJA STATUS KAWIN SUAMI TIDAK MENERIMA/ MEMPEROLEH PENGHASILAN STATUS TIDAK KAWIN HANYA UNTUK DIRI SENDIRI YAITU Rp.200.000 setahun •UNT DIRI SENDIRI •STATUS KAWIN •TANGGUNGAN MAKS 3 ORANG •UNT DIRI SENDIRI •TANGGUNGAN MAKS 3 ORANG SYARAT MENUNJUKKAN KET.

TARIF PASAL17 UU PPh LAPISAN PENGHASILAN KENA PAJAK TARIF SAMPAI DENGAN 25 JUTA 5% 10% DIATAS 25 JUTA SD 50 JUTA DIATAS 50 JUTA SD 100 JUTA 15% 25% 35% DIATAS 100 JUTA SD 200 JUTA DIATAS 200 JUTA .

24.24. 21 DIKURANGI PTKP HARIAN SEBENARNYA PKP PERHITUNGAN PPh Ps 21 YANG TELAH DIPOTONG TARIF PPh 5% .24.000 DALAM SEBULAN DIPOTONG PPh Ps.000 TDK DIPOTONG PPh Ps.000 TDK LEBIH Rp.PERHITUNGAN PPh PASAL 21 ATAS PENGHASILAN BERUPA UPAH HARIAN.SATUAN BORONGAN DAN UANG SAKU HARIAN UPAH SEHARI LEBIH DARI Rp.000 DIKURANGI Rp. 21 PADA SAAT TELAH MELEBIHI RP. 240.MINGGUAN.

SATUAN BORONGAN DAN UANG SAKU HARIAN Dibayar Bulanan Dikurangi PTKP Sebulan PKP Sebulan PKP di setahunkan X Tarif PPh Pasal 17 PPh Setahun PPh Sebulan .MINGGUAN.PERHITUNGAN PPh PASAL 21 ATAS PENGHASILAN BERUPA UPAH HARIAN.

PERHITUNGAN PPh PASAL 21 ATAS PENGHASILAN YANG DITERIMA OLEH PEKERJA SAMPAI DENGAN SEBESAR UPAH MINIMUM PROPINSI UMP/UMK (PP NO 5 TAHUN 2003 TANGGAL 20 JANUARI 2003 PENGHASILAN SAMPAI DENGAN UMP/UMK DIKURANGI PTKP MELEBIHI PENGHASILAN YANG DI TANGGUNG PEMERINTAH PPh TERUTANG DITANGGUNG OLEH PEMERINTAH PPh TERUTANG TDK DITANGGUNG OLEH PEMERINTAH KETENTUAN INI MULAI BERLAKU PADA TANGGAL 2 JANUARI 2003 .

Juta 5% 10% 15% 25% . DAN TUNJANGAN ARI TUA ATAU JAMINAN HARI TUA PENGHASILAN BRUTO PENGURANGAN SEBESAR 25 JUTA PENGHASILAN KENA PAJAK Rp 25 Juta S. UANG TEBUSAN PENSIUN. 100 Juta Rp 100 Juta S.D.D.PERHITUNGAN PPh PASAL 21 ATAS PENGHASILAN PESANGON. 50 Juta Rp 50Juta S. 200 Juta Di atas Rp 200.D.

500.25.000 .000.000 10% x Rp.250. 2.000. 35.000 Rp 1.10. 25.000 Rp.000.CONTOH PERHITUNGAN PASAL 21 FINAL Patar menerima pesangon sebesar Rp.000.000 dari PT Smart 17 PPh pasal 21 atas pesangon adalah Penghasilan Bruto Dikecualikan dari pemotongan Penghasilan Kena Pajak PPh Pasal 21 terutang: 5% x Rp.000 Rp.000 = = Rp.000.000. 60. 60.000. 1.000 Rp.000 Rp.

anggota dan pemberi jasa kepada suatu kepanitiaan. dan penterjemah •Pemberi jasa dalam bidang teknik. dan sistem aplikasinya. HADIAH/PENGHARGAAN. peragawan/wati. pengelola proyek.pemain drama. komputer. pelukis dan seniman lainnya •Olaragawan •Penasehat.pelatih. sutradara. foto model. KOMISI.electronika.penyanyi.PENERIMA HONORARIUM.pemahat.bintang film. DG NAMA DAN BENTUK APAPUN. peserta sidang atau rapat. telekomunikasi. Penari.peneliti. dan foto grafi dan pemasaran •Agen Iklan •Pengawas. pelawak.crew film. penceramah. DAN PEMBAYARAN LAIN WAJIB PAJAK DALAM NEGERI SEBAGAI IMBALAN ATAS JASA DAN KEGIATAN TERDIRI DARI : •Pemain Musik.pembawa acara. UANG SAKU. dan moderator •Pengarang. BEASISWA. dan tenaga lepas lainnya dalam segala bidang kegiatan.pengajar. •Pembawa pesanan atau yang menemukan langganan •Peserta Perlombaan •Petugas Panjaja barang dagangan •Petugas dinas Luar Asuransi TARIF PASAL 17 UU PPh dari Penghasilan Bruto .

TANTIEM GRATIFIKASI DAN BONUS PENARIKAN DANA PADA DANA PENSIUN DEWAN KOMISARIS YANG TIDAK MERANGKAP SBG PEGAWAI TETAP MANTAN PEGAWAI PESERTA PROGRAM PENSIUN DITERAPKAN TARIF PASAL 17 UU PPh X PENGHASILAN BRUTO .TARIF DAN PENERAPANNYA HONORARIUM JASA PRODUKSI.

Neto = 30% dari jumlah Bruto .TARIF DAN PENERAPANNYA TENAGA AHLI YANG MELAKUKAN PEKERJAAN BEBAS •PENGACARA •AKUNTAN •ARSITEK •DOKTER •KONSULTAN •NOTARIS •PENILAI •AKTUARIS TARIF 15% dari perkiraan Penghasilan Netto Perkiraan Peng.

JASA & KEGIATAN DIPOTONG PPh PASAL 26 TARIF 20% ATAU SESUAI P3B DARI PENGHASILAN BRUTO BERSIFAT FINAL JIKA BERUBAH STATUS MENJADI WP DALAM NEGERI TIDAK FINAL/ DAPAT DIKREDITKAN .ORANG PRIBADI STATUS WP LUAR NEGERI PENGHASILAN YANG DITERIMA/DIPEROLEH DARI PEKERJAAN.

TATA CARA PENYETORAN PPh PASAL 21/26 PENYETORAN DENGAN SSP BANK PERSEPSI ATAU KANTOR POS PALING LAMBAT TGL 15 BULAN BERIKUTNYA BILA JATUH TEMPO HARI LIBUR PENYETORAN PADA HARI KERJA BERIKUTNYA .

TATA CARA PELAPORAN PPh PASAL 21/26 PELAPORAN DENGAN SPT MASA PPh PASAL 21/26 KE KPP PALING LAMBAT TGL 20 BULAN BERIKUTNYA JIKA JATUH HARI LIBUR PADA HARI KERJA SEBELUMNYA .

43/2000) PELAPORAN DENGAN SPT MASA PPh PASAL 21/26 KE KPP DITEMPAT KEDUDUKAN ATAU USAHA DILAKUKAN (LOKASI) PALING LAMBAT TGL 20 BULAN BERIKUTNYA JIKA JATUH HARI LIBUR PADA HARI KERJA SEBELUMNYA .TATA CARA PELAPORAN PPh PASAL 21/26 BAGI WP BADAN YANG MEMPUNYAI BEBERAPA CABANG MULAI 1 JAN 2001 (SE-23/PJ.

PERHITUNGAN KEMBALI PPh PASAL 21 TAHUNAN DALAM WAKTU 2 BULAN SETELAH TAHUN TAKWIN BERAKHIR PPH YANG KURANG DIPOTONG PPh YANG LEBIH DIPOTONG DIPOTONG DARI PEMBAYARAN GAJI PADA BULAN DILAKUKAN PER HITUNGAN KEMBALI DIPERHITUNGKAN DENGAN PAJAK TERUTANG ATAS GAJI PADA BULAN DILAKUKAN PERHITUNGAN KEMBALI .

DASAR PERHITUNGAN PPh PASAL 21 TAHUNAN KEWAJIBAN PAJAK SUBYEKTIF PEGAWAI TETAP WP DALAM NEGERI SEJAK AWAL TAHUN SEJAK PERMULAAN TAHUN PAJAK BERAKHIR DALAM TAHUN PAJAK MENINGGAL/MENINGGALKAN INDONESIA UNTUK SELAMA LAMANYA DALAM TAHUN BERJALAN MULAI/BERHENTI BEKERJA DALAM TAHUN BERJALAN MULAI BEKERJA DALAM TAHUN BERJALAN JUMLAH PENGHASILAN YANG SEBENARNYA DITERIMA/DIPEROLEH DALAM TAHUN PAJAK /BAGIAN TAHUN TAKWIN TIDAK DISETAHUNKAN DISETAHUNKAN DISETAHUNKAN .

PELAPORAN SPT TAHUN PPh PASAL 21 SPT TAHUNAN PPh Pasal 21 (FORM 1721 BESERTA LAMPIRANNYA KE KPP TEMPAT KEDUDUKAN USAHA DILAKUKAN SELAMBAT-LAMBATNYA 31 MARET THN TAKWIM BERIKUTNYA (TERMASUK PEMOTONG YANG TAHUN BUKU TIDAK SAMA DENGAN TAHUN TAKWIN) .

HARUS DILAMPIRI FOTOKOPI SURAT IJIN KERJA DARI DEPNAKER/INSTANSI YANG BERWEWENANG .PELAPORAN SPT TAHUNAN PPh PASAL 21 LAMPIRAN FORM 1721 FORMULIR : 1721 A 1721 A1 (MEDIA ELECTRONIK) 1721 A2 1721 B 1721 C APABILA TERDAPAT PEGAWAI ASING .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->