Proposal Wirausaha

PERENCANAAN USAHA DAGANG GATOT THIWUL ³HANDAYANI´ UNTUK MEMENUHI MATA KULIAH : ENTERPRENEURSHIP PROGRAM STUDI : ILMU ADMINISTRASI NEGARA DISUSUN OLEH : ANI PURWANDARI (070331049) UNIVERSITAS GUNUNGKIDUL Jl. K.H. Agus Salim, No. 170, Wonosari, Gunungkidul 55813 Telp. (0274) 391342 E-mail: univgunungkidul@yahoo.com 2008 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Usaha Alasan pemilihan usaha tersebut adalah sebagai berikut: Mengembangkan budaya tradisional di Gunungkidul khususnya makanan tradisionalš Mudah mendapatkan bahan baku dan harganya terjangkauš Gatot dan thiwul merupakan makanan tradisional dari Gunungkidul yang mempunyai peluang bisnis yang bagusš Proses produksi cukup mudahš B. Tujuan Perusahaan Adapun tujuan dari pendirian perusahaan ini adalah sebagai berikut: Menciptakan lapangan kerjaš Memelihara budaya tradisional khususnya makanan tradisionalš Memperkenalkan makanan tradisional dari Gunungkidul di pasar globalš Mempertahankan ciri khas Gunungkidulš Mendapatkan keuntunganš Meningkatkanš jiwa kewirausahaan C. Informasi Umum Usaha Usaha ini bergerak dalam bidang penjualan dan produksi salah satu makanan tradisional yang berbahan baku gaplek, yakni gatot dan thiwul. Usaha ini selain memiliki ciri khas usaha yang merupakan kepemilikan perseorangan ini juga memberikan kualitas produk yang baik dan pelayanan yang prima. Dengan bertujuan untuk mengembangkan potensi yang ada di wilayah Gunungkidul usaha ini diharapkan mampu berkembang mengikuti perkembangan zaman. Usaha ini didirikan untuk meraih keuntungan dan untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan. Setelah melihat dan mengamati salah satu pengusaha yang sukses menjual produk ini maka pemilik berkeinginan untuk mengembangkan usaha sejenis dengan kualitas pelayanan dan

Tanggung jawab Personalia Peranan personalia kami bagi menjadi beberapa bagian. BAB III RENCANA PEMASARAN A. Gunungkidul.50. Tegalmulyo. Wonosari. Untuk efisiensi dan efektifitas tenaga kerja kami ambil dari anggota keluarga. Bidang Usaha Usaha ini bergerak dalam bidang perdagangan yaitu perdagangan gatot thiwul. Selain itu kami juga menerima pesanan untuk oleh-oleh sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan gatot dan thiwul sebagai makanan khas Gunungkidul yang mampu menembus pasar global. Usaha dagang ini beroperasi di Jl. D. Kebutuhan Tenaga Kerja a. Nama dan Alamat Perusahaan Nama Perusahaan : Usaha Dagang Gatot Thiwul ³HANDAYANI´ Alamat Perusahaan : Jl. Tentara Pelajar No. sebagai berikut: Pimpinanš Administrasiš Bagian pemasaranš Bagian produksiš F. Hasil Analisis Pasar 1. Tim Manajemen Untuk menjalankan usaha ini pada tahap awal kami merencanakan menggunakan 2 tenaga kerja. Kepek. Kepek. Tegalmulyo. namun memiliki nilai gizi yang tinggi. Wonosari.produksi yang lebih baik. Nama dan Alamat Penanggungjawab Penanggung jawab : Ani Purwandari Alamat : Jl. Gunungkidul C. Wonosari. Bentuk Perusahaan Usaha Dagang Gatot Thiwul ini merupakan bentuk usaha perseorangan yang dijalankan sendiri dangan sumber modal yang digunakan merupakan modal sendiri. Kepek. Lokasi produksi yang terletak di jalan akses menuju keluar masuk tempat wisata khususnya wisata pantai di Gunungkidul diharapkan mampu memberikan peluang bagi berkembangnya . Gunungkidul B. Tegalmulyo. b. Tentara Pelajar No. Target Pasar atau Konsumen Target pasar atau konsumen untuk usaha ini adalah toko-toko yang ada di Gunungkidul khususnya dan di luar Gunungkidul pada umumnya. Tenaga kerja ini kami tempatkan untuk 1 bagian produksi yaitu tenaga kerja yang mengolah bahan baku menjadi bahan jadi dan 1 bagian pemasaran yaitu tenaga kerja yang melayani penjualan. Kelebihan Produk dan Pelayanan Usaha Sesuai dengan hasil survey yang telah kami lakukan bahwa kemungkinan besar gatot dan thiwul menjadi makanan favorit bagi masyarakat Indonesia dikarenakan harganya yang terjangkau. E. rasanya yang khas yakni manis dan gurih dan tanpa mengandung pengawet makanan yang berbahaya. BAB II DESKRIPSI UMUM USAHA A.50. Walau hanya berbahan baku ketela.50. Tentara Pelajar No.

Pemasaran secara langsung adalah melayani secara langsung pesanan dari para konsumen tanpa melalui perantara. Resiko yang Timbul dari Masalah Intern Bahan baku yang sulit didapatš Kurangnya peralatanš Kerusakan peralatanš Kurangnya tenaga kerja yang ahliš D. Resiko yang Timbul dari Masalah Ekstern Jumlah pelangganš Banyaknya pesaingš Ekonomi pelangganš Kurangnya pengetahuanš Kurang maksimal dalam promosiš E. 3.usaha ini. Tindakan Alternatif a. 2. Strategi Pasar Kegiatan pemasaran usaha ini dilakukan dengan dua cara. Pengembangan Usaha Untuk pengembangan usaha ini dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: Memperbaiki kemasan produkš Menambah tenaga kerjaš Memperbaiki kualitas produkš Meningkatkan pelayanan primaš Meningkatkan upaya promosiš Memperluas wilayah pemasaranš BAB IV . Menyelesaikan Resiko Ekstern Mengutamakan kualitas barang produksiš Mengutamakan pelayanan primaš Memaksimalkan upaya promosiš F. Sedangkan pemasaran tidak langsung adalah dengan menitipkannya melalui beberapa pasar atau toko secara global. Situasi Persaingan Kemungkinan adanya saingan jenis makanan sejenis di daerah lain sangat kecil. Menyelesaikan Resiko Intern Pengadaan bahan baku yang tidak mudah rusakš Memproduksi tidak berlebihanš Perawatan peralatan yang cukupš b. karena selama ini hanya terdapat satu tempat produksi yang letaknya di tengah kota wonosari yang bukan lintasan daerah wisata. Masalah-Masalah yang Potensial Dalam Usaha Saingan usaha tidak sejenisš Modal untuk mengelola usahaš Kurangnya apresiasi dan pengetahuan bisnisš C. B. yaitu secara langsung dan tidak langsung.

Peralatan dan Perlengkapan No. Nama Alat Ada/Belum Cara Memperoleh 1. Nama Bahan Ada/Belum Cara Memperoleh 1. Rencana Keuntungan Usaha . Panci Ada Membeli D. B. Gaplek Ada Membeli 2. Besek atau mika Ada Membeli 4. Areng Ada Membeli 6. Hal lain yang menunjang karena adanya promosi yang dilakukan dengan dititipkan di warung dan toko sehingga konsumen akan dengan mudah mengenali produk usaha kami. Proses Produksi 1. Analisis Lokasi Usaha Lokasi produksi yang mudah dijangkau dan terletak di jalan akses menuju keluar masuk tempat wisata khususnya wisata pantai di Gunungkidul diharapkan mampu memberikan peluang bagi berkembangnya usaha ini. Gatot ‡ Gaplek dipotong-potong sesuai selera ‡ Gaplek yang sudah dipotong-potong kemudian direndam di dalam air selama satu malam ‡ Gaplek yang sudah direndam kemudian dikukus sampai matang dan menjadi gatot ‡ Gatot kemudian diaduk di atas penggorengan dan dicampur dengan gula ‡ Gatot yang sudah jadi siap disajikan bersama dengan parutan kelapa ‡ Gatot dapat pula diberi rasa asin sesuai dengan selera BAB V RENCANA FINANSIAL A. Air Ada Membeli C. Kukusan Ada Membeli 3.RENCANA PRODUKSI A. Garam Ada Membeli 5. Gula Ada Membeli 4. Anglo Ada Membeli 5. Kelapa Ada Membeli 3. Thiwul ‡ Gaplek digiling hingga menjadi tepung halus ‡ Tepung gaplek yang sudah jadi kemudian diberi air secukupnya dan diaduk ‡ Adonan thiwul diberi gula ‡ Adonan thiwul kemudian dikukus sampai matang ‡ Adonan thiwul yang sudah matang siap disajikan dengan parutan kelapa 2. Bahan-bahan Produksi No. Penggorengan Ada Membeli 2.

000.000. Modal Tetap Modal Tetap Yang diperlukan: Peralatan dan Perlengkapan ‡ Kukusan : Rp 5.00 ‡ Biaya Listrik : Rp 15.00 B.500.000.00) = Rp 160.000.00 Jumlah Modal Produksi = Jumlah Pengeluaran 1 x produksi ± (Biaya tenaga kerja + penyusutan) = Rp 200.00 ‡ Biaya kemasan : Rp 35.00 + Jumlah Pengeluaran 1X Produksi Rp 200.00 c) Modal Produksi : Rp 200.00 ‡ Panci : Rp 12. Penjualan 50 bungkus Gatot dan Tiwul : 50 bungkus X Rp 5.00 Jumlah biaya overhead Rp 60.00 d) Biaya Tenaga kerja 2 orang Rp 40. 45.00 c) Biaya Overhead (Tidak Langsung) ‡ Biaya Penyusutan peralatan Umur Ekonomi peralatan 90 hari Rp.1.000.000 ‡ Gula 5 Kg : Rp 35.00 Biaya produksi : Rp 160.000.000.00 b) Bahan Penolong ‡ Areng Rp 20.000 ‡ Garam : Rp 1. Analisis Break Event Point 1) Biaya rutin yang harus dikeluarkan ‡ Biaya bahan baku : Rp 80.00 2.000.000.00+ Jumlah Modal Tetap : Rp 45.000.500.00 ± (Rp 40.00 + Rp 500.000.000. Rencana Penjualan/Pendapatan a) Pengeluaran hasil produksi untuk setiap kali produksi dimana 10 Kg Gaplek bisa menghasilkan 50 bungkus Gatot dan Tiwul.00/90 : Rp 500.500.00 ‡ Penggorengan : Rp 20.500.000 + Jumlah biaya bahan baku Rp 80.00 : Rp 250.000.000.00 ‡ Anglo : Rp 8.00 ‡ Biaya Administrasi : Rp 10.000.00 C.00 b) Biaya Yang Harus Dikeluarkan Biaya tetap (tenaga kerja dan penyusutan) : Rp 40.000.000 ‡ Kelapa 5 Butir : Rp 25.00 .000. Modal Produksi Biaya 1x produksi Biaya variabel a) Bahan baku ‡ Gaplek 10 Kg : Rp 19.000.500.

000 625.000 110.500.500 329.500 2.000 ‡ Modal Produksi 160.000 3. Pendapatan Penjualan 250.000 ‡ Penyusutan alat 500 500 500 500 Jumlah Biaya Tetap (B) 40.000 100.000 1.000.000 55.500 192.000 45.000.500 60.500 37.00 D.000.500 124.000 45. Modal Awal ‡ Modal Tetap 45.000 880.500 1.800.000 45.00 Biaya yang harus dikeluarkan : Rp 200.000 60.375.500 Jumlah Modal 205.500 500.000 269.000 453.100.000 400.00 BEP : Biaya tetap = Rp 40.00 + Jumlah Biaya Variabel : Rp 160.000 52.000 = 3.00 ‡ Biaya kemasan : Rp 35. Sisa Pendapatan (2-3) 49.00 ‡ Biaya listrik : Rp 15. Arus Perputaran Kas (Cash Flow) No Keterangan Produksi I (10 kg) Produksi II (15 kg) Produksi III (25 kg) Produksi IV (55 kg) 1.000 50.000 Jumlah Biaya Variabel (A) 160.000 254.000 22.000 120.500 274.500 74.000 200.000 25.500 Jumlah Pengeluaran (A+B) 200.500 220.500 Laba Bersih produksi IV = sisa pendapatan produksi IV ± jumlah modal awal .500 336.500 ‡ Biaya Kemasan 35.200 Rp 1.00 = Rp 40.500 300.000 ‡ Bahan Penolong 20.000.00 _ Pendapatan produksi/Laba produksi : Rp 49.000 375.500.000 220.500 82.00 Biaya variabel per unit : 160.500 87.000 240.000.000 15.000.000. Pengeluaran Biaya Variabel (A) ‡ Bahan Baku 80.500 4.500 ‡ Biaya Administrasi 10.500 100.000 440.00 Penjualan produk rata-rata sekali produksi : Rp 250.200 50 2) Prediksi laba Penjualan 50 bungkus Gatot dan Tiwul 50 Bungkus X Rp 5.000 Biaya Tetap (B) ‡ Tenaga Kerja 40.500.500.000 30.000.000 ± Rp 3.500 498.000 ‡ Biaya Listrik 15.00 : Rp 250.‡ Biaya bahan penolong : Rp 20.00 = 22 unit Harga-Biaya variabel Rp 5.00 ‡ Biaya administrasi : Rp 10.

500.500. Saran Usaha ini diharapkan dapat menjadi salah satu pengembangan dalam upaya menjaga kelestarian budaya asli dan dapat bertahan dengan ciri khas yang ada. B. Usaha ini akan mencapai titik balik modal setelah 4 kali produksi dengan laba bersih Rp 69. Kesimpulan Untuk menjalankan usaha ini pada tahap awal dibutuhkan 2 orang tenaga kerja yang diambil dari anggota keluarga dengan tujuan untuk efektifitas dan efisien. Dengan demikian Usaha Dagang Gatot Thiwul ´Handayani´ dilihat dari segi analisis finansial dan pemasaran memenuhi standar kalayakan usaha. Diposkan oleh @ni smart di 20:31 .= Rp 274.00 ± Rp 205.000 = Rp 69.00 BAB VI PENUTUP A.00 setiap kali produksi. Gatot thiwul dapat menjadi usaha yang berkualitas nasional jika tetap mempertankan ciri khas yang ada sehingga tetap menjaga kelestarian budaya yang ada.500.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful