KEPATUHAN MINUM OBAT PADA ORANG DENGAN HIV AIDS TERKAIT KUALITAS HIDUP DAN NILAI CD4

NAMA NPM JURUSAN

: MARIA MAGDALENA JESY : 32105003 : S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI JENDERAL AHMAD YANI

DAFTAR ISI ABSTRAK.................................................................................................. .................. BAB I : PENDAHULUAN............................................................................................. .............. LATAR BELAKANG......................................................................... ............................ RUMUSAN MASALAH..................................................................................... ............ TUJUAN PENULISAN....................................................................................... .......... MANFAAT PENULISAN.................................................................................... ..........

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

Perkembangan jumlah penderita penyakit HIV/AIDS di indonesia sangat meningkat dan sangat mencemaskan banyak kalangan. Tercatat di indonesia pada tahun 2005 sebanyak 5.321 kasus terinfeksi HIV/AIDS dan pada bulan september 2010 tercatat 22.726 kasus.Di Indonesia ada lima urutan teratas pada kasus HIV/AIDS adalah provinsi DKI Jakarta,Jawa Timur,Jawa barat di susul papua dan bali.Dan di lihat dari proporsi usia kasus Hiv/AIDS tertinggi pada kelompok usia 20 29 tahun,disusul kelompok usia 30 39 tahun dan kelompok usia 40 49 tahun. Penelitian ini dengan mengambil sampel di papua di sebabkan jumlah kasus HIV di papua sangat tinggi.Jumlah kasus HIV di Papua meningkat dari tahun 2000 yang tardata hanya 427 kasus dan meningkat sangat cepat menjadi 4.967 kasus.Prevalensi kasus HIV di Papua adalah yang tertinggi di indonesia.Respon pemerintah di Papua terhadap kasus penanggulangan HIV di mulai dengan akses gratis mulai dari tahap konseling sampai pemberian terapi Antiretroviral pada pasien yang dengan perhitungan jumlah CD4 pasien positif. Program ART di fokuskan pada pasien positif HIV.

Dengan kriteria CD4 sebesar 200, kebutuhan ART juga meningkat dari taksiran 50.400 orang pada tahun 2010 menjadi 86.800 orang pada tahun 2014. Kebutuhan ini akan lebih meningkat lagi apabila kebijakan kriteria CD4 berubah dari sebelumnya 200 menjadi 350.Program perawatan, dukungan dan pengobatan bagi ODHA (orang dengan HIV dan AIDS) guna meningkatkan kualitas hidup mereka dilakukan melalui VCT, dan perawatan dan pengobatan ARV dan infeksi oportunistik.
Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS Daerah Papua, Constan Karma mengatakan kasus HIV/AIDS di Papua hingga September 2010 telah mencapai 5.500 kasus. Jumlah ini menunjukkan keberhasilan KPAD melakukan penanggulangan terhadap HIV dan AIDS. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Propinsi Papua, jumlah kasus HIV/AIDS di Papua hingga September 2009 mencapai 4.967 kasus. 2.565 di antaranya terkena HIV dan AIDS 2.405 kasus. Dari jumlah tersebut 402 di antaranya telah meninggal dunia. Anggota TNI yang tertular sebanyak 144 prajurit hingga Mei 2010. Empat di antaranya sudah meninggal. Sementara itu, hasil Survei Terpadu HIV dan Perilaku yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik dan Departemen Kesehatan Tahun 2006 menunj ukkan epidemik HIV di Papua dan Papua Barat telah memasuki populasi umum, yakni menyebar ke 2,4 % populasi masyarakat umur dewasa usia 15 49 tahun.

RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti ingin mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien dengan HIV di Papua berdasarkan masalah: 1. Apakah ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien HIV. 2. Apakah ada hubungan lamanya komsumsi obat dengan pengaruh dukungan keluarga 3. Apakah ada hubungannya tingkat pendidikan dan kepatuhan minum obat pasien HIV. 4. Apaka terdapat pengaruh motivasi dan dukungan dari petugas kesehatan,lingkungan dengan kepatuhan minum obat pasien HIV.

TUJUAN PENELITIAN Tujuan umum Untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien HIV di Papua. Tujuan khusus a. Untuk mengetahui keterikatan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pasien HIV. b. Untuk mengetahui hubungan lamanya minum obat dengan penga dukungan keluarga ruh ketidakpatuhan pada pasien HIV. c. Untuk menhetahui apakah ada hubungannya antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan minum obat pasien HIV. d. Untuk mengetahui tentang motivasi dan dukungan petugas kesehatan,lingkungandengan kepatuhan minum obat pasien HIV.

MANFAAT PENULISAN

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful