You are on page 1of 14

PENGUJIAN HIPOTESA

Bagian statistika lain yang dapat digunakan di dalam inferensia statistika selain pendugaan parameter adalah pengujian hipotesa. Sama halnya dengan pendugaan parameter, pengujian hipotesa digunakan untuk menguji suatu pemyataan terhadap nilai tengah populasi, ragam dan proporsi.

Hipotesis statistik adalah pemyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi; selanjutnya di dalam bab ini, akan diuji suatu pemyataan yang diinginkan ditolak terhadap suatu pemyataan altematifnya. Contohnya. akan diuji apakah berat rata-rata satu bungkus indo mie yang diproduksi dalam satu batch oleh suatu perusahaan adalah 75 g, lawan pemyataan altematifyang dapat dipilih dari tiga pemyataan berikut ini (tergantung dari apa yang ingin ditunjukkan dari hasil pengujian) :

1. berat rata-rata 1 bungkus.indo mie tersebut lebih kecil dari 75 g.

2. berat rata-rata indo mie lebih besar dari 75 g.

3. berat rata-rata 1 bungkus indo mie tidak sama dengan 75 g.

Pemyataan pertama dipilih jika diduga berat rata-rata per bungkus indo mie kurang dari 75 g, atau jika misalnya bagian Q & C perusahaan tersebut sudah merasa cukup puas jika berat rata-rata per bungkus indo mie tidak lebih kecil dari 75 g. Pemyataan kedua dipilih jika pengambil keputusan menduga berat rata-rata lebih besar dari 75 g: dan pemyataan ketiga dipilih jika tidak menjadi masalah apakah berat rata-rata yang diduga lebih kecil

85

A. UJI MENGENAI NILAI TENGAH

Uji mengenai nilai tengah adalah pengujian hipotesis nol J..i1J = J.1 atau J.1d·~= do atau J.1d = do terhadap hipotesis altematifnya, atau :

Ro: a. J.1 = Il<>

b. J.1d12 = do

c. J.1d = do

HI a. J.1::t Il<>, atau J.1 > Il<>, atau J.1 < Il<>

b. J.11-J.12~. atau J.11 - J.12 > do. atau III - J.12 < do

c. J.1d::t do. atau J.1d > do. atau J.1d < do

Statistik yang digunakan bagi kriteria pengujian adalah Statistik X. Sebaran penarikan contoh bagi X menghampiri suatu sebaran normal, dengan Jlx = J.1 dan 02x = o21n.

Tabel di bawah ini memberikan nilai-nilai Ro, HI' statistik uji dan wilayah kritik pada uji hopotesis nilai tengah dan beda dua nilai tengah untuk populasi yang menyebar normal atau hampir normal dan a yang diketahui.

Tabel
Uji-uji Mengenai Nilai Tengah
Sifat penyebaran Statistik Uji Ho HI Wilayah
populasi kritik
o diketahui Jl=J..lo Jl<J..lo z<-z(J.
x-f..Io J.l>J..lo 'Dz(J.
atau n80 Z Jl~ z<-za/2 dan
o l...Jn z>za/2
o tidak diketahui
dan n<30 x-f..lo Jl=J..lo Jl<J..lo t<-t(J.
J.l>J..lo e-t,
s l...Jn Jl~ t<-ta/z dan
t>ta/2
v=n-l
o, dan cr2 diketahui (x1-X2K 1lJ-Jlz=do 1lJ-Jlz<do zc-z.;
atau nl~30 dan Z= llJ-Jlz>do z>za.
n~30 ~cr2/nl+cr2.jn2 1lJ-Jlz~ z<-za/2 dan
z>za/2 88

Tabel. Uji-uji mengenai nilai tengah (lanjutan).

Statistik uji

Sifat penyebaran populasi

Wilayah kritik

v=------

(si/n)2 (sYn~z

--+---

n)-l nz-l

0) =Oz, tetapi tidak diketahui

s~=------

Contoh-contoh penggunaanya :

1. Sebuah perusahaan manufaktur komputer menyebutkan bahwa umur ekonomis rata-rata komputer yang diproduksinya adalah 10 tahun dengan simpangan baku 1.5 tahun. Suatu perusahaan pesaing mengklaim pernyataan tersebut, bahwa umur ekonomis rata-rata komputer tersebut adalah 8 tahun. Jika anda adalah staff Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, kesimpulan apa yang dapat anda berikan untuk kedua pernyataan tersebut, jika dari 16 contoh diperoleh umur ekonomis rata-rata 9.5 tahun. Gunakan taraf nyata uji 0.05, dan asumsikan populasi umur ekonomis menyebar normal.

Penyelesaian : karena diketahui populasi menyebar normal dan o diketahui maka rumus pertama dari tabel di atas dapat digunakan.

a. n, J.l = 10 tabun
b. HI J.l < 10 tabun
c. taraf nyata uji ex 0.05
d. wilayah kritik z < -1.645
e. Perhitungan z = (x-~/«(J/-../n)
z = (9.5-10)/(1.51'116) = -1.333
f. keputusan terima H, J.l = urn u > 1000 ex = 0.01 z > 2.33

Z = (x-J.lo)/(s/-../n)

Z = (1001.5-1000)/(99/-../30) = 0.083

Terima Ho. Tidak ada bukti yang kuat untuk menolak pemyataan bahwa rata-rata pennintaan setiap hari adalah 1000.

Dengan demikian pemyataan perusahaan tersebut yang menyatakan bahwa umur ekonomis rata-rata komputer yang diproduksinya 10 tahun dengan simpangan baku 1.5 tahun adalah benar untuk ex = 0.05 atau untuk tingkat kepercayaan 95 %. Dengan perkataan lain, tidak ada alasan/bukti yang kuat untuk menolak pemyataan tersebut.

2. Bagian pengadaan suatu pasar swalayan menyatakan bahwa rata-rata pennintaan setiap hari untuk keju kraft adalah 1000 satuan. Untuk mendapatkan keuntungan optimal, stock barang harus direncanakan sebaik mungkin; oleh karena itu dilakukan pengamatan selama sebulan (30 hari). Dari hasil pengamatan diperoleh rata-rata yang teIjual setiap hari adalah 1001.5 dengan simpangan baku 99. Ujilah pernyataan bagian pengadaan barang tersebut untuk tingkat kepercayaan 99 %. Asumsikan populasi menyebar normal,

3. Waktu rata-rata yang dibutuhkan seorang mahasiswa untuk mendaftar ulang pada semester ganjil di suatu perguruan tinggi adalah 50 menit. suatu prosedur pendaftaran barn yang menggunakan mesin modern sedang dicoba. Bila 12 mahasiswa yang diambil secara acak memerlukan waktu pendaftaran rata-rata 42 menit dengan simpangan baku 11.9 menit dengan menggunakan sistem barn, ujilah hipotesis bahwa nilai tengah populasinya sekarang kurang dari 50 menit.

Gunakan tarafnyata uji (a). 0.05 dan (b). 0.01. Asumsikan bahwa populasi waktu yang diperlukan menyebar hampir normal.

Penyelesaian:

a. flo

b. H}

c. taraf nyata uji

d. wilayah kritik

e. perhitungan

f keputusan

90

Penyelesaian :
a. n, ~= 50
b. HI ~ < 50
c. taraf nyata uji (a) a = 0.05 (b) a = 0.01
d. wilayah kritik (a) t < -1.796 (b) t < -2.718 dengan v = 12-1 = 11

e. perhitungan t = (x-~o)/(s/...Jn)

t = (42-50)/(11.9/...J12) = -2.33

f. keputusan

tolak H, pada taraf nyata uji 0.05, tetapi terima H, pada taraf nyata uji 0.01.

4. Sebuah perusahaan menyatakan bahwa kekuatan rentangan rata-rata tali A melebihi kekuatan rentangan tali B sebesar sekurang-kurangnya 12 kg. Untuk menguji pemyataan ini, 50 tali dari masing-masing jenis tersebut diuji di bawah kondisi yang sarna. Hasil uji memperlihatkan tali A mempunyai kekuatan rentangan rata-rata 86.7 kg dengan simpangan baku 6.28 kg, sedangkan tali B mempunyai rentangan rata-rata 77.8 kg dengan simpangan baku 5.61 kg. Ujilah pemyataan perusahaan tersebut dengan menggunakan taraf nyata 0.05.

Penyelesaian: a. Ho

~A-iLs= 12 ~A-iLs > 12 a = 0.05 Z> 1.645

Z = ( (XI-Xz~/ ~ a~/nI+<JVnz

Z = «86.7-77.8)-12)/ ~ 6.282/50+5.@/50 =-2.189

terima H,

b. HI
c. taraf nyata uji
d. daerah kritis
e. perhitungan f. keputusan

5. Suatu penelitian ingin melihat akan peningkatan konsentrasi substrat atau memberikan pengaruh yang berarti pada kecepatan suatu reaksi kimia, Dengan konsentrasi substrat sebesar 1.5 mol per liter, reaksi dicoba sebanyak 15 kali dengan hasil kecepatan rataratanya 7.5 mikromol per 30 menit dengan simpangan baku 1.5.

Dengan konsentrasi substrat 2.0 mol per liter, reaksi dicoba sebanyak 12 kali dan kecepatan rata-ratanya temyata 8.8 mikromol per 30 menit dengan simpangan baku 1.2. Ujilah apakah peningkatan substrat di atas menaikkan kecepatan rata-ratanya lebih dari 0.5 mikromol per 30 menit. Gunakan taraf nyata 0.01 dan asumsikan bahwa kedua populasi menyebar hampir normal.

91

Penyelesaian :

a. "0

b. HI

c. taraf nyata uji

d. daerah kritis dimana,

IlI-J.l:z=O·5 IlI-J.l:z>O·5 a = 0.01 t> 2.485

(1.22/12+ 1.52/15)2

v=--------

(1.22/12)2+(1.52/15)2

11 14

= 24.998=25

e. perhitungan :

(8.8-7.5)-0.5

t = -~-;==1.=;;22;=/1=2=+ 1=.5=;;2=/1=5 = 1.5396

f. keputusan

Terima H,

6. Data di bawah ini menunjukkan masa putar film yang diproduksi dua perusahaan film yang berbeda.

masa putar (menit)
perusahaan 1 102 86 98 109 95
perusahaan 2 81 105 97 104 87 114 ujilah hipotesis bahwa masa putar rata-rata film yang diproduksi perusahaan 1 berbeda dengan masa putar rata-rata film yang diproduksi perusahaan 2 maksima12 menit

Penyelesaian :

a. "0

b. HI

c. tentukan taraf nyata uji

IlI-J.l:z= 2 Ilri.l2<2 a=O.05

92

d. wilayah kritik

t<-1.833

( 72.5 + 150.4 )2

5 6

v = ---------

(72.5/5)2 + (150.4/6)2 = 8.78::::9

e. Perhitungan

XI= 98 sl=8.515

Xz= 98 Sz=12.264

(98-98)-0.5

t = = -0.051

'" 72.5/5+150.4/6

f. Keputusan

Tolak a,

B. un HIPOTESA RAGAM

Pengujian hipotesis ragam dimaksudkan untuk menguji keragaman suatu populasi yang menyebar normal (hampir normal), atau membandingkan keragaman suatu populasi dengan keragaman populasi yang lain. Asumsi populasi menyebar normal atau hampir normal diperlukan karena sebaran khi-kuadrat digunakan sebagai landasan keputusan, dimana untuk populasi yang menyebar sekurang-kurangnya hampir normal, statistik khi-kuadrat dihitung dengan menggunakan rumus berikut :

X2= (n-l)S2 o~

n merupakan ukuran contoh, S2 adalah ragam contoh dan 020 merupakan nilai ragam populasi yang ingin diuji. Wilayah kritik diberikan oleh nilai khi-kuadrat dari tabel sebaran khi-kuadrat, dengan derajat bebas v = n-1. Bentuk pengujian hipotesisnya adalah sebagai

berikut:

1. Ho

a. 02<0~

b. 02 > o~

c. 02 *- o~

93

3. taraf nyata uji (l

4. Wilayah kritik, dengan derajat bebas v = n-l

a. X2 < -X2a , untuk 02 < O~

b. ~ > X~, untuk 02 > O~

c. X2 < -X2a/2 dan X2 > X2a/l' untuk 02 '* O~

5. Perhitungan: .

(n-l)s2

&0

6. Keputusan: Tolak H, bila ~ hitung jatuh dalam wilayah kritik, jika tidak terima H;

Contoh:

Sebuah mesin minuman ringan perlu diperbaiki bila ragam minuman yang dikeluarkan melebihi 1.15 desiliter. Suatu contoh acak 25 minuman dari mesin ini menghasilkan ragam 2.03 desiliter. Pada taraf nyata 0.05 apakah ini menunjukkan bahwa mesin itu sudah perlu diperbaiki 1. Asumsikan bahwa populasi isi minuman yang dikeluarkan menghampiri normal,

Jawab a. Ho 02 = 1.15 desiliter
b. Hi 02 > 1.15 desiliter
c. Taraf nyata uji (l = 0.05
d. Wilayah kritik X2 > 36.415 , dengan v = 24
c. Perhitungan : 2 _ (25-1)2.03

X - 1.15

= 42.365

f. Keputusan Tolak Ho

Dengan demikian mesin sudah perlu diperbaiki.

c. UJI HIPOTESA PROPORSI

Pengujian hipotesis mengenai proporsi akan diberikan di dalam dua bentuk. Pertama, akan diuji hipotesis dari suatu proporsi dengan ukuran contoh n yang kecil, Statistik uji yang akan digunakan dalam hal ini adalah statistik X dan wilayah kritik ditentukan dengan menggunakan nilai X dari tabel sebaran binom. Cara kedua yang akan digunakan adalah hampiran normal terhadap binom.

Simbol P digunakan untuk menyatakan proporsi, seperti yang telah digunakan di dalam bab pendugaan. Langkah-Iangkah pengujian hipotesisnya adalah sebagai berikut :

94

P = Po

a. P < Po

b. P> Po

c. p:I: Po

3. Tentukan taraf nyata uji a

4. Wilayah kritik :

a. X:5; k~, untuk P < Po

b. X ~ lea, untuk P > Po

c. X:5; kaa dan X ~ kaa, untuk P :I: Po

dimana k 'a adalah bilangan bulat terbesar yang bersifat :

k a

p(x :5; k'; bila p = Po) = L b(x;n,p) :5; a

x=O

lea adalah bilangan bulat terkecil yang bersifat :

n

p(x ~ lea bila p = pJ = L b(x;n,p):5; a

5. Perhitungan: Hitunglah X, yaitu banyaknya keberhasilan.

6. keputusan: tolak.H, jika nilai X hitung jatuh dalarn wilayah kritik jika tidak, terima H,

Contoh:

Seorang pemborong menyatakan bahwa 70 % diantara rumah-rumah yang barn dibangun di suatu kota dipasang alat pemompa udara panas. Apakah anda setuju dengan pemyataan tersebut, bila diantara 15 rumah barn yang dipilih secara acak terdapat 8 rumah yang menggunakan pompa udara panas ?

Jawab: a. Ho

b. Hl

c. taraf nyata uji

d. Wilayah kritik

e. Perhitungan f. . Keputusan

p = 0.7 P:l: 0.7 a= 0.1

X :5; 7 dan X ~ 14 x=8

Terima Hn, yaitu tidak ada bukti yang kuat untuk meragukan pemyataan pemborong tersebut

Harnpiran normal ternadap binom akan sangat baik, bila n sangat besar dan p tidak terlalu mendekati 0 atau 1. Langkah-langkah pengujian sarna dengan langkah-langkah pengujian di atas, perbedaannya hanya pada sebaran yang digunakan untuk menentukan wilayah kritik dan statistik hitung yang digunakan. Wilayah kritik ditentukan dengan menggunakan tabel sebaran normal, dan statistik hitung dihitung dengan menggunakan rumus berikut :

x-np,

Z=~==== ~ npoQo

95

Contoh:

Diduga sekurang-kurangnya 60 % penduduk di suatu daerah mendukung perkara aneksasi oleh sebuah kota tetangga yang berdekatan. Kesimpulan apa yang dapat anda tarik bila hanya 110 diantara 200 orang yang diarnbil secara acak, mendukung perkara tersebut ? Gunakan taraf nyata 0.04.

Jawab : 1. Ho p = 0.6
2. HI P > 0.6
3. Taraf nyata uji a = 0.04
4. Wilayah kritik Z> 1.75
5. Perhitungan
110-200(0.6)
z= = -1.44
-v 200x0.6x.04 6. Keputusan

Terima HO. Tidak ada alasan yang kuat untuk menolak pemyataan tersebut.

D. UJI SELISrn ANTARA DUA PROPORSI

Sering kali kita berhadapan dengan masaIah yang mengharuskan kita menguji hipotesis nol bahwa dua proporsi adalah sarna. Contoh, seorang perokok akan memutuskan berhenti merokok hanya bila ia merasa yakin bahwa proporsi perokok yang menderita kanker parupam lebih besar daripada proporsi bukan perokok.

Statistik uji yang akan digunakan adaIah statistik Z, yaitu harnpiran normal terhadap binom. Untuk n, dan n, yang cukup besar dari dua populasi, nilai Z dihitung dengan menggunakan rumus berikut :

PI-~

Z=------

-'\j M(l/nl+ 1~)

dimana :

PI = proporsi contoh yang diambil dari populasi-l PI = proporsi contoh yang diambil dari populasi-2 P = proporsi gabungan dari contoh-l dan contoh-2

Langkah-langkah pengujian hipotesisnya adaIah :

1. flo PI = P2
2. HI a. PI > P2
b. PI < P2
C. PI *" P2 96

3. Tentukan taraf nyata uji a

4. Wilayah kritik: a. Z> Za • untuk PI > P2

b. Z < -Za ' untuk PI < P2

c. Z < -Za{2 dan Z > Za{2' untuk PI * P2

6. Keputusan: Tolak Ro jika nilai hitung Z jatuh dalam wilayah kritik jika tidak demikian halnya terima Ro.

Contoh : 1. Sebuah pabrik rokok memproduksi dua merek rokok yang berbeda, Ternyata 56 orang diantara 200 perokok meyukai merek A, dan 30 diantara 150 menyukai merek B. Dapatkah anda menyimpulkan bahwa merek A teIjua11ebih banyak daripada merek B ? Gunakan taraf nyata 0.02.

5. Perhitungan: ""

Penyelesaian :

a. Ro

b. HI

c. taraf nyata uji

d. wilayah kritik

e. Perhitungan

f. Keputusan

PA=PB PA>Ps a= 0.2

z > 2.05

xI=56 ~=30

PI = 56{200 = 0.28

P2 = 30/150 = 0.2

• 56+30

P = = 0.2457

200+150

q = 1-0.2457 = 0.7543

0.28-0.2

Z = -"';-'=0=.2=4=57=(O=.7=54=3=)(=I{2=00+=1=/1=50=)

=1.72

Terima Mo. Kita percaya bahwa proporsi merek A yang teIjual tidak lebih banyak dibanding merek B, pada taraf nyata 0.02.

97

2. Soorang ahli genetika tertarik pada proporsi laki-laki dan perempuan dalam suatu populasi, yang menderita suatu kelainan darah. Dalam suatu contoh 100 1aki-laki temyata ada 30 orang yang menderita, dan dari 100 perempuan 34 orang menderita ke1ainan tersebut. Dapatkah kita menyimpulkan pada taraf nyata 0.01 bahwa proporsi 1aki-1aki yang menderita kelainan dalam populasi itu 1ebih keeil dari proporsi perempuan ?

PI<P2

ex = 0.01 z<-2.33

xl=30

Xz=34 1>1=30/100=0.3 ~=34/100=0.34

Penyelesaian :

Asumsikan : PI= proporsi 1aki-1aki, dan P2 = proporsi perempuan.

a. H, PI=P2

b. HI

c. taraf nyata uji

d. wilayah kritik

e. Perhitungan

f. Keputusan

98

34+30

A

p=---=0.32

100+100 q=I-O.32 = 0.68

0.3-0.34

z=--~==========~ V 0.32(0.68)(1/100+1/100)

= -0.606

Tolak Ho' Pada taraf nyata 0.01, proporsi laki-laki yang menderita kelainan darah tersebut 1ebih keeil dibanding proporsi perempuan.

SOAL-SOAL LATIHAN

1. Seorang petemak ayam ingin mengetahui jenis makanan paling baik untuk menghasilkan telur yang lebih banyak. Penelitian dilakukan terbadap 36 ekor ayam betina dewasa yang diambil seeara acak, yaitu dengan memberikan makanan yang dianggap lebih baik. Rata-rata telur yang diperoleh dari seekor ayam tersebut per tahun adalah 215 butir dengan sirnpangan baku 25 butir. Ujilah pemyataan bahwa makanan barn tersebut memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan makanan lama pada taraf nyata uji 0.05, jika dengan makanan lama rata-rata telur per tahun per ekor ayam adalah 200 butir. Asurnsikan populasi menyebar normal.

2. Seorang ahli pertanian menyelidiki efektifnya pemakaian sejenis pupuk; untuk itu, kepada 100 petani dibagikan pupuk tersebut untuk digunakan di sawah mereka. Setelah panen diketahui rata-rata hasil per ha adalah 50 ton dengan simpangan baku 5 ton. Kesirnpulan apakah yang dapat diambil oleh ahli pertanian itu, jika dari 64 petani yang menggunakan pupuk jenis lain memperoleh hasil rata-rata per ha adalah 40 ton dengan sirnpangan baku 7 ton.

Gunakan taraf nyata 0.005.

3. Dengan menggunakan soal no 6 dari bab pendugaan, ujilah hipotesis bahwa rata-rata hasil kedua varitas tersebut tidak berbeda.

4. Dengan menggunakan soal nO.5 dari bab pendugaan, ujilah pemyataan yang menyatakan bahwa metode pengajaran dengan praktikurn kurang efisien dibandingkan dengan metode pengajaran tanpa praktikum.

5. Tinggi rata-rata mahasiswi STMIK Gunadarma angkatan tahun 1991 adalah 162.5 sentirneter dengan sirnpangan baku 6.9 sentimeter. Apakah ada alasan untuk mempercayai bahwa telah terjadi perubahan dalarn tinggi rata-rata, bila dari 20 mahasiswi angkatan tahun 1992 yang diarnbil seeara acak, mempunyai tinggi rata-rata 165.2 ern ? Gunakan taraf nyata 0.02.

6. Dengan menggunakan soal no.S, ujilah pemyataan yang mengatakan bahwa ragam tinggi mahasiswi angkatan tahun 1992 lebih keeil dari tinggi rata-rata 165.2 ern mempunyai simpangan baku 7.5 ern.

Gunakan taraf nyata 0.01.

7. Suatu penelitian ingin mengetahui apakah peningkatan konsentrasi substrat akan memberikan pengarnh yang berarti pada kecepatan suatu reaksi kirnia. Dengan konsentrasi substrat sebesar 1.5 mol per liter. reaksi dicoba sebanyak 15 kali dengan hasil keeepatan rata-rata 7.5 mikromol per 30 menit dengan sirnpangan baku 1.5 mikromol. Dengan konsentrasi substrat 2.0 mol per liter. reaksi dicoba sebanyak 12 kali dengan basil kecepatan

99

rata-rata 8.8 mikromol per 30 menit dengan simpangan baku 1.2 mikromol. Ujilah apakah peningkatan konsentrasi substrat memberikan peningkatan kecepatan rata-rata reaksi lebih dari 0.5 mikromol per 30 menit pada taraf nyata 0.01. Asumsikan kedua populasi menyebar hampir normal.

8. Misalkan di masa lalu 40 % orang dewasa setuju dengan hukuman mati. Apakah kita mempunyai alasan yang kuat untuk mempercayai bahwa pada saat ini proporsi orang yang menyetujui hukuman mati telah menurun, bila diantara 15 orang dewasa yang diambil secara acak, hanya 3 orang yang menyetujui hukuman mati. Gunakan taraf nyata 0.05.

9. Dengan menggunakan soal no. 8, apakah kita setuju dengan pemyataan tersebut, jika dari 100 orang dewasa yang diambil secara acak, ada 25 orang yang menyetujui hukuman mati. Gunakan taraf nyata 0.02.

10. Sebuah penelitian ingin mengetahui apakah iklim dingin membuat anak-anak lebih sering membolos dari sekolah dibandingkan dengan iklim yang lebih hangat. Dua kelompok siswa diambil secara acak, satu dari Bogor dan satu kelompok lagi dari Semarang. Diantara 300 siswa dari Bogor, 72 anak membolos sekurang-kurangnya sehari selama semester yang berjalan, sedangkan diantara 400 siswa dari Semarang, 70 anak pemah membolos sehari atau lebih. Berdasarkan data ini dapatkah kita menyimpulkan bahwa iklim yang lebih dingin mengakibatkan anak lebih sering membolos dari sekolah dibanding iklim yang lebih hangat ? Gunakan taraf nyata 0.05.

100