HUKUM WARIS ISLAM OLEH: SURYATI,S.H.,M.H DOSEN FAK.

HUKUM UNWIKU PURWOKERTO

BAB I PENDAHULUAN DI INDONESIA SAMPAI SEKARANG MASALAH WARISAN MASIH TETAP DIWARNAI PLURALISME: HK.WARIS ADAT, HK.WARIS B.W DAN HK.ISLAM FAKTOR PLURALISME DIDASARKAN PADA: -FAKTOR GOLONGAN PENDUDUK -FAKTOR AGAMA

GOLONGAN PENDUDUK BERDASARKAN PASAL 163 JO 131 IS, PENDUDUK INDONESIA DIBAGI 3 GOL. DIMANA MASINGMASING GOL.BERLAKU HK. YANG BERBEDA-BEDA TERMASUK HK.WARIS A.UNTUK GOL.EROPAH, BERLAKU KETENTUAN HK.WARIS B.W B.GOL. TIMUR ASING, BERDASARKAN S.1917-129 MULAI 1 MEI 1919, MAKA B.W BERLAKU UNTUK GOL.TIMUR ASING TIONGHOA DI BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA (JAWA, MADURA).JADI SEBELUMNYA BERLAKU HK.ADAT MEREKA

DIPERBAHARUI DENGAN S.TIMUR ASING TIONGHOA DI SELURUH INDONESIA. S.4 S/D 15.1924-557.W C. JADI DALAM MEMBERI TESTAMEN HARUS MEMENUHI PERSYARATAN TESTAMEN DALAM B.1855-79 DINYATAKAN HK WARIS TESTAMENTER BERLAKU UNTUK GOL. TIMUR ASING.1924-556 DITETAPKAN BAGI TIMUR ASING KECUALI: BK I TITEL 2. BK II TITEL 12. MULAI BERLAKU 1 MARET 1925 SELURUH B. GOL BUMI PUTRA BERLAKU HUKUM ADAT .W BERLAKU BAGI SEMUA GOL.S.

SEHINGGA MASALAH SENGKETA KEWARISAN BAGI MEREKA YANG BERAGAMA ISLAM TUNDUK KEPADA HK. NAMUN SEJAK BERLAKUNYA UU 7/1989 YANG DIRUBAH DENGAN UU 3/2006 (PERADILAN AGAMA). BUMI PUTRA ANTARA YANG BERAGAMA ISLAM & NON ISLAM. S.DAN BADAN PERADILAN YANG BERWENANG MENGADILINYA IALAH PERADILAN AGAMA.1937-116 MAUPUN PP 45/1957 FAKTOR AGAMA BELUM BEGITU TAJAM MEMBEDAKAN GOL.WARIS ISLAM & KEWENANGAN MENGADILI TERMASUK MENJADI YURISDIKSI PENGADILAN AGAMA .1882-152. HAL INI SESUAI DENGAN KETENTUAN PASAL 49 AYAT 1 b UU PERADILAN AGAMA.FAKTOR AGAMA SEJAK BERLAKUNYA S. YANG MENENTUKAN: .WARIS ISLAM . SEMAKIN DIPERTEGAS AZAZ PERSONALITAS KEISLAMAN DALAM BIDANG KEWARISAN.TERHADAP MEREKA YANG BERAGAMA ISLAM DIBERLAKUKAN HK.

WARIS YANG DITERAPKAN KEPADA MEREKA YANG BERAGAMA ISLAM TELAH DIATUR LEBIH LANJUT DALAM KOMPILASI HK. BUMI PUTRA TERPECAH MENJADI: A.WARIS ISLAM B.BERDASARKAN PATOKAN AZAZ PERSONALITAS KEISLAMAN YANG DIATUR PADA PASAL 2 JO 49 UU 7/1989 HK. ADAT SELANJUTNYA HK. BAB IV (AUL DAN RAD).WARIS YANG DITERAPKAN TERHADAP GOL.BUMI PUTRA YANG NON ISLAM DITERAPKAN HK.1/1991: -DIATUR DALAM BUKU II KHI -TERDIRI DARI PASAL 171-214 -KETENTUAN YANG DIATUR DIDALAMNYA: BAB I (KETENTUAN UMUM).BAGI GOL.ISLAM YANG EFEKTIF BERLAKU SEJAK 10 JUNI 1991 BERDASARKAN INPRES NO. BAB V (WASIAT) DAN BAB VI (HIBAH). DITERAPKAN HK. BAB III (BESARNYA BAGIAN).BAGI MEREKA YANG BERAGAMA ISLAM. . BAB II (AHLI WARIS).

WARIS YANG DIATUR DALAM BUKU II B. BUMI PUTRA NON ISLAM JATUH MENJADI YURISDIKSI PERADILAN UMUM -MEREKA YANG BERAGAMA ISLAM. KEWENANGAN MENGADILI JATUH MENJADI YURISDIKSI PERADILAN AGAMA . BAGI GOL. BUMI PUTRA YANG NON ISLAM BERLAKU HUKUM ADAT. TAPI INKONKRETO PENERAPAN HK.JADI SECARA TEORITIS UNTUK GOL. DAN KEKUASAAN MENGADILI SENGKETA WARIS: -GOL. SEDANG MEREKA YANG BERAGAMA ISLAM SEBAGAIMANA YANG DIATUR DALAM BUKU II KHI.W BAGI GOL. BUMI PUTRA BERLAKU HUKUM ADAT. SEDANG GOL.EROPA-TIONGHOA. EROPA DAN TIMUR ASING TIONGHOA. BERDASARKAN KEDUA FAKTOR DI ATAS.ADAT SEKARANG HANYA KEPADA GOL.WARIS ISLAM YANG DIATUR DALAM BUKU II KHI. BUMI PUTRA NON ISLAM. BUMI PUTRA YANG BERAGAMA ISLAM BERLAKU HK. TETAP BERLANJUT PENERAPAN HK.

HK WARIS ISLAM MENGATUR PERALIHAN HARTA SESEORANG YANG TELAH MATI KEPADA YANG MASIH HIDUP. YANG MENGGUNAKAN HUKUM WARIS.FARAID (LAZIM DIPAKAI) 2.HUKM AL WARIS FARAID DIDASARKAN PADA BAGIAN YANG DITERIMA OLEH AHLI WARIS MAWARITS LEBIH MELIHAT KEPADA YANG MENJADI OBJEK DARI HUKUM INI (YAITU HARTA YANG BERALIH KEPADA AHLI WARIS YANG MASIH HIDUP²PUSAKA). .FIKIH MAWARIS 3. DALAM LITERATUR HK ISLAM ADA BEBERAPA ISTILAH: 1. MEMANDANG KEPADA ORANG YANG BERHAK MENERIMA HARTA WARISAN (YAITU SUBYEK DARI HUKUM INI).

hukum waris langsung menyangkut harta benda yang apabila tidak diberikan ketentuan pasti. Setiap terjadi peristiwa kematian seseorang.Kedudukan Hukum Waris Dalam Hukum Islam ‡ Hukum waris menduduki tempat amat penting dalam Hukum Islam.A. Kecuali itu. amat mudah menimbulkan sengketa diantara ahli waris. Hal ini dapat dimengerti. Ayat Alqur¶an mengatur hukum waris dengan jelas dan terperinci. segera timbul pertanyaan bagaimana harta peninggalannya harus diperlakukan dan kepada siapa saja harta itu dipindahkan serta bagaimana caranya. .Inilah yang diatur dalam hukum waris itu. sebab masalah warisan pasti dialami oleh setiap orang.

hadist Nabi riwayat Ibnu Majjah dan Addaraquthni mengajarkan : ³Pelajarilah faraid dan ajarkanlah kepada orang banyak. . karena faraid adalah separuh llmu dan mudah dilupakan serta merupakan ilmu yang pertama kali hilang dari umatku ³.

Hadist Nabi riwayat Ahmad bin Hanbal ‡ memerintahkan: ³Pelajarilah Alqur`an dan ajarkanlah kepada orang banyak. . hampirhampir dua orang bersengketa dalam faraid dan masalahnya. pelajari pula faraid dan ajarkanlah kepada orang banyak karena aku adalah manusia yang pada suatu ketika mati dan ilmupun akan hilang. maka mereka tidak menjumpai orang yang memberi tahu bagaimana penyelesaiannya´.

2001: 4). yang disebut Ilmu Faraidl.Pengertian hk waris islam ‡ Karena ada perintah khusus untuk mempelajari dan mengajarkan hukum waris itulah para ulama menjadikannya sebagai salah satu cabang ilmu yang berdiri sendiri. Kata faraidl ialah bentuk jamak dari faridah yang antara lain berarti bagian tertentu dari harta warisan (Ahmad Azhar Basyir. 1. ilmu faraid adalah ilmu tentang pembagian harta warisan. Menurut Zakiah Daradjat (1995: 3) dengan singkat ilmu faraid dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang ketentuan-ketentuan harta pusaka bagi ahli waris. .Menurut Ahmad Azhar Basyir. 2.

3. Mawardi Muzamil (1981: 16) bahwa Hukum Waris Islam ialah ketentuan yang mengatur perhitungan dan pembagian serta pemindahan harta warisan secara adil dan merata kepada ahli warisnya dan atau orang/badan lain yang berhak menerima sebagai akibat matinya seseorang. Menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI) bahwa hukum kewarisan ialah hukum yang mengatur tentang pemindahan hak kepemilikan harta peninggalan (tirkah) pewaris. . 4.Menurut M. menentukan siapasiapa yang berhak menjadi ahli waris dan berapa bagiannya masing-masing (Pasal 171 a).

MAWARDI MUZAMIL HK. MISAL: 1. .WIRYONO PRODJODIKORO WARISAN: SOAL APAKAH & BAGAIMANAKAH PERBAGAI HAK & KEWAJIBAN TENTANG KEKAYAAN SEORANG PADA WAKTU MENINGGAL DUNIA AKAN BERALIH KEPADA ORANG LAIN YANG MASIH HIDUP 2.M. SEHINGGA ISTILAH YANG DIGUNAKAN BERANEKA RAGAM.WARIS ISLAM: KETENTUAN YANG MENGATUR PERHITUNGAN & PEMBAGIAN SERTA PEMINDAHAN HARTA WARISAN SECARA ADIL & MERATA KEPADA AHLI WARISNYA & ATAU ORANG/BADAN LAIN YANG BERHAK MENERIMA SEBAGAI AKIBAT MATINYA SESEORANG.PENGERTIAN HK WARIS ISLAM/ ILMU FARA.IDL PENGERTIAN HK WARIS ISLAM SAMPAI SAAT INI BELUM TERDAPAT KESERAGAMAN.

YAITU JUMLAH PENERIMAAN SAMA SETIAP AHLI WARIS.AN & HADITS. ARTI MERATA: YANG BERHAK MENERIMA HARTA WARISAN/MEWARIS TIDAK SAJA PADA GENERASI PENERUSNYA/AHLI WARIS DALAM GARIS KE BAWAH TAPI AHLI WARIS DALAM GARIS KEATAS MAUPUN KESAMPING DIMUNGKINKAN MEWARIS BERSAMA . TAPI MELETAKAN SESUATU PADA PROPORSI YANG SEBENARNYA MENURUT KETENTUAN HK ISLAM ALQUR.YANG DIMAKSUD ADIL DALAM HK WARIS ISLAM JANGAN DILIHAT SECARA MATEMATIS.

SESUATU ITU LEBIH UMUM DARI PADA HARTA MELIPUTI ILMU.3. KEMULIAAN DAN LAIN-LAIN MIRATS MENURUT ISTILAH: PINDAHNYA HAK MILIK ORANG YANG MENINGGAL DUNIA KEPADA PARA AHLI WARISNYA YANG MASIH HIDUP BAIK YANG DITINGGALKANNYA ITU BERUPA HARTA BERGERAK & TIDAK BERGERAK ATAU HAK-HAK MENURUT HK.SYARA .MUHAMAD ALI AS SHABUNI MIRATS/WARIS MENURUT LUGHAT: PINDAHNYA SESUATU DARI SESEORANG KEPADA ORANG LAIN ATAU DARI SATU KAUM KEPADA KAUM YANG LAIN.

YANG MENGATUR TENTANG PEMINDAHAN HAK PEMILIKAN HARTA PENINGGALAN (TIRHAH) PEWARIS.MENURUT PASAL 171 (a)KHI: KEWARISAN ADALAH HK. BAIK BERUPA HARTA BENDA & HAKHAK KEBENDAAN ATAU BUKAN HAK KEBENDAAN . MENENTUKAN SIAPA-SIAPA YANG BERHAK MENJADI AHLI WARIS & BERAPA BAGIANNYA MASING-MASING ARTI TIRHAH: SESUATU YANG DITINGGALKAN OLEH SESEORANG SETELAH MENINGGAL DUNIA.

2.AN SEMUA AYAT ALQUR.AN MENGENAI HK.ALQUR. SUMBER HK.WARIS ISLAM 1.AN .B.WARIS ADLH AYATYANG PASTI YANG TERDPT DALAM BBRP.IJTIHAD. ALQUR.SUNAH ROSUL/HADITS 3. AYAT SURAT AN NISA DITAMBAH SATU AYAT SURAT AL ANFAL MEMUAT KETENTUANPOKOK: -SURAT AN NISA AYAT 1: MENEGASKAN TENTANG KUATNYA HUBUNGAN KELUARGA KARENA PERTALIAN DARAH -SURAT AN NISA AYAT 7: LELAKI & PEREMPUAN SAMA-SAMA BERHAK ATAS HARTA WARISAN ORANG TUANYA & KELUARGANYA -SURAT AN NISA AYAT 11: BAGIAN ANAK LAKI-LAKI SAMA DENGAN BAGIAN DUA ORANG ANAK PEREMPUAN .

-Ayat 75 srt Al Anfal: menegaskan bahwa hak kerabat karena pertalian darah. -Ayat 8 srt An Nisa memerintahkan agar kepada sanak kerabat .anak-anak yatim dan orangorang miskin yang hadir menyaksikan pembagian harta warisan. diberi sejumlah harta sekedar untuk dapat mengikuti menikmati harta warisan yang baru saja dibagi itu. sebagian lebih diutamakan dari sebagian yang lain. .

hingga dimungkinkan menjadi dasar kuat untuk dikeluarkannya undang-undang atau peraturan wajib pajak atas harta warisan ‡ Ayat 9 srt An Nisa memperingatkan agar orang senantiasa memperhatikan kepada anak cucu yang akan ditinggalkan agar jangan sampai mereka mengalami kesempitan hidup sebagai akibat kesalahan orang tua membelanjakan hartanya .LANJUTAN Ayat 8 srt An Nisa ‡ Realisasi dari ajaran tersebut dapat diperkembangkan secara kenegaraan.

AN ANTARA LAIN: -HADITS RIWAYAT BUHORI & MUSLIM: 1.HADITS WALAUPUN ALQUR. AHLI WARIS LAKI-LAKI YANG LEBIH DEKAT KEPADA MAYIT.AN TELAH MENYEBUT SECARA TEGAS & TERINCI KETENTUAN-KETENTUAN BAGIAN AHLI WARIS NAMUN HADITS MENYEBUTKAN PULA BEBERAPA HAL YANG TIDAK DISEBUTKAN DALAM ALQUR. LEBIH BERHAK ATAS SISA HARTA WARISAN SETELAH DIAMBIL BAGIAN AHLI WARIS YANG MEMPUNYAI BAGIAN TERTENTU 2.WALA (HARTA WARISAN BEKAS BUDAK YANG TIDAK MENINGGALKAN AHLI WARIS) ADALAH MENJADI HAK ORANG YANG ME-MERDEKAANNYA .

-HADITS RIWAYAT AHMAD & IBNU MAJAH : PEMBUNUH TIDAK BERHAK MEWARIS ATAS HARTA ORANG YANG DIBUNUHNYA -HADITS RIWAYAT ABU DAWUD: NABI MEMBERI BAGIAN NENEK 1/6 APABILA TIDAK DIHALANGI IBU -HADITS RIWAYAT AHMAD: ANAK DALAM KANDUNGAN BERHAK MEWARIS SETELAH DILAHIRKAN DALAM KEADAAN HIDUP YANG DITANDAI TANGISAN KELAHIRAN .

kecuali Muslim dan Nasa`i : mengajarkan bahwa orang muslim tidak berhak waris atas harta orang kafir.Hadist riwayat Ahmad dan Abu Daud mengajarkan bahwa harta warisan orang yang tidak meninggalkan ahli waris adalah menjadi milik baitul mal. dan orang kafir tidak berhak waris atas harta orang muslim . .Hadist riwayat Al Jama`ah.

AN & HADITS TELAH MEMBERI KETENTUAN TERPERINCI TENTANG PEMBAGIAN HARTA WARISAN.IJTIHAD MESKIPUN ALQUR. TAPI DALAM BEBERAPA HAL MASIH DIPERLUKAN ADANYA IJTIHAD ANTARA LAIN: -BAGIAN IBU APABILA BERSAMA BAPAK. SUAMI ATAU ISTERI -BAGIAN AHLI WARIS KAKEK BERSAMA SAUDARA -HARTA WARISAN YANG TIDAK HABIS TERBAGI KEPADA SIAPA SISANYA DIBERIKAN .

Hukum kewarisan islam disebut juga hukum Fara`id. ASAS-ASAS HUKUM KEWARISAN ISLAM ‡ Hukum kewarisan islam ialah hukum yang mengatur segala sesuatu yang berkenaan dengan peralihan hak dan atau kewajiban atas harta kekayaan seseorang setelah ia meninggal dunia kepada ahli warisnya.BAB II . 176 dan Al Hadist yang memuat Sunnah Rasulullah yang kemudian dikembangkan secara rinci oleh ahli hukum fiqih islam melalu ijtihad orang yang memenuhi syarat. . sesuai dengan ruang dan waktu. Sumbernya Alqur`an terutama surat An Nisa ayat 11. situasi dan kondisi tempatnya berijtihad. 12. jamak dari kata farida.

Akibat kematian (Amir Syarifudin.Ijbari ‡ 2.Keadilan berimbang dan ‡ 5. 1984: 18). menurut Amir Syarifudin adalah: ‡ 1.LANJUTAN Asas hukum kewarisan islam Asas hukum kewarisan islam yang bersumber dari Alqur`an dan Al Hadist. .Individual ‡ 4.Bilateral ‡ 3.

Ad 1 Asas Ijbari Asas Ijbari yang terdapat dalam hukum kewarisan islam mengandung arti bahwa peralihan harta dari seorang yang meninggal dunia kepada ahli warisnya berlaku dengan sendirinya menurut ketetapan Allah tanpa digantungkan kepada kehendak pewaris atau ahli warisnya. secara otomatis hartanya akan beralih kepada ahli warisnya dengan perolehan yang sudah dipastikan . Oleh karena itu calon pewaris yaitu orang yang akan meninggal dunia pada suatu ketika. tidak perlu merencanakan penggunaan hartanya setelah ia meninggal dunia kelak. terutama dari kewajiban ahli waris untuk menerima kehendaknya sendiri. karena dengan kematiannya. Unsur memaksa (ijbari=compulsory) dalam hukum kewarisan islam itu terlihat.

Apa yang sudah ditentukan atau diperhitungkan oleh Allah wajib dilaksanakan oleh hambaNya .Unsur ijbari dapat dilihat juga dari segi jumlah harta yang sudah ditentukan bagi masingmasing ahli waris.Asas ijbari hukum kewarisan islam dapat dilihat dari beberapa segi yakni: a.Dari segi peralihan harta yang pasti terjadi setelah orang meninggal dunia. Ini dapat dilihat dari firman Allah dalam surat An Nisa ayat 7 b. Ini tercermin dalam kata mafrudan yang makna asalnya adalah ditentukan atau diperhitungkan.

c. 12 dan 176. .Unsur ijbari lain yang ada dalam hukum kewarisan islam : adalah penerima harta peninggalan sudah ditentukan dengan pasti yakni mereka yang mempunyai hubungan darah dan ikatan perkawinan dengan pewaris seperti yang dirinci dalam pengelompokan ahli waris di surat An Nisa ayat 11.

11.Asas Bilateral ‡ Asas bilateral dalam hukum kewarisan islam berarti seseorang menerima hak atau bagian warisan dari kedua belah pihak: dari kerabat keturunan laki-laki dari kerabat keturunan perempuan.Ad. 12 dan 176 . Asas ini dapat dilihat dalam surat An Nisa ayatayat 7.

. karena bagian masingmasing sudah ditentukan. Untuk itu dalam pelaksanaannya.Ad. seluruh harta warisan dinyatakan dalam nilai tertentu yang kemudian dibagikan kepada setiap ahli waris yang berhak menerimanya menurut kadar bagian masingmasing. Dalam hal ini setiap ahli waris berhak atas bagian yang didapati tanpa terikat kepada ahli waris yang lain. Asas Individual Asas individual ini dimaksudkan bahwa dalam hukum kewarisan islam harta warisan dapat dibagi-bagi kepada ahli waris untuk dimiliki secara perorangan.

LANJUTAN ASAS INDIVIDUAL: ‡ Asas individual hukum kewarisan islam ini diperoleh dari kajian aturan Alqur`an mengenai pembagian harta warisan. Ayat 7 surat An Nisa. Bagian mereka (masing-masing) sudah ditentukan . Demikian juga halnya dengan perempuan berhak menerima harta warisan orang tua atau kerabatnya baik sedikit maupun banyak. misalnya dalam garis-garis besar telah menjelaskan tentang hak laki-laki untuk menerima warisan dari orang tua atau keluarga dekatnya.

. Dalam hubungannya dengan materi. keseimbangan antara yang diperoleh dengan keperluan dan kegunaannya.Ad. keadilan dapat diartikan sebagai keseimbangan antara hak dan kewajiban. dalam sistem ajaran islam keadilan adalah titik tolak proses dan tujuan segala tindakan manusia. Asas Keadilan Berimbang ‡ Perkataan adil terdapat dalam Alqur`an. Oleh karena itu kedudukannya sangat penting dalam sistim hukum islam termasuk hukum kewarisan di dalamnya. yang diatur dalam hukum kewarisan. Oleh karena itu pula.

terjadi setelah orang yang mempunyai harta itu meninggal dunia.Ad. peralihan harta seseorang kepada orang lain yang disebut dengan nama kewarisan. . Asas yang Menyatakan bahwa Kewarisan Ada Kalau Ada yang Meninggal Dunia (Akibat Kematian Ini berarti bahwa kewarisan semata-mata sebagai akibat dari kematian seseorang. Menurut hukum kewarisan islam.

Juga berarti bahwa segala bentuk peralihan harta seseorang yang masih hidup kepada orang lain. tidak termasuk ke dalam kategori kewarisan menurut hukum islam. selama orang yang mempunyai harta itu masih hidup. . baik secara langsung maupun yang akan dilaksanakan kemudian sesudah kematiannya. Ini berarti bahwa hukum kewarisan islam hanya mengenal satu bentuk kewarisan saja yaitu kewarisan sebagai akibat kematian seseorang atau yang disebut dalam hukum kewarisan perdata barat kewarisan ab intestato atau kewarisan karena kematian atau kewarisan menurut undang-undang.lanjutan ‡ Ini berarti bahwa harta seseorang tidak dapat beralih kepada orang lain dan disebut sebagai harta warisan.

lanjutan ‡ Hukum kewarisan islam. yang disebut dalam hukum perdata barat dengan istilah kewarisan secara testamen. . karena itu tidak mengenal kewarisan atas dasar wasiat atau kewarisan karena diangkat atau ditunjuk dengan surat wasiat yang dilakukan oleh seseorang pada waktu ia masih hidup.

seseorang memang dapat menentukan pemanfaatan harta kekayaannya setelah ia meninggal dunia. . Dalam kitabkitab hukum fiqih. Melalui wasiat.lanjutan ‡ Asas ini mempunyai kaitan dengan asas ijbari tersebut di atas yakni seseorang tidak sekehendaknya saja menentukan penggunaan hartanya setelah ia mati kelak. wasiat ini dibahas tersendiri di luar hukum kewarisan. tetapi wasiat itu merupakan ketentuan tersendiri terpisah dari ketentuan hukum kewarisan. Namun dalam Kompilasi Hukum Islam wasiat dimuat dalam Buku II Hukum Kewarisan Bab V. menurut hukum islam dalam batas-batas tertentu.

BAB IV SEBAB TERJADINYA WARISAN 1. SEIBU DAN LAIN-LAIN 2. SAUDARA KANDUNG. SEPERTI: SUAMI ISTERI MESKIPUN BELUM PERNAH BERKUMPUL ATAU TELAH BERCERAI TAPI MASIH DALAM MASA IDAH TALAK RAJ.I .SEAYAH. SDR. IBU.HUBUNGAN KERABAT/NASAB.HUBUNGAN PERKAWINAN. CUCU. SDR. SEPERTI: BAPAK. ANAK.

3.HUBUNGAN WALA/WALAH, :HUBUNGAN ANTARA BEKAS BUDAK DENGAN ORANG YANG MEMERDEKAANNYA, APABILA BEKAS BUDAK ITU TIDAK MEMPUNYAI AHLI WARIS YANG BERHAK MENGHABISKAN SELURUH HARTA WARISAN (PRAKTEK SUDAH TDK ADA). 4.TUJUAN ISLAM. JIKA PEWARIS TDK MENINGGALKAN AHLI WARIS YANG MENERIMANYA & SAMPAI BATAS WAKTU TERTENTU TELAH DIUSAHAKAN UNTUK MENCARI/MENUNGGU AHLI WARIS YANG BERHAK & TDK MUNCUL, MAKA HARTA WARISAN DAPAT DISERAHKAN KE BAITUL MAL: PERBENDAHARAAN NEGARA, TEMPAT MENAMPUNG HARTA BENDA KEPENTINGAN UMUM, YANG AKAN DIBELANJAKAN UNTUK UMUM, BERSUMBER DARI : ZAKAT, RAMPASAN PERANG, WARISAN TDK ADA AHLI WARISNYA

LANJUTAN
Pasal 191 KHI : ‡ ´ Bila pewaris tidak meninggalkan ahli waris sama sekali, tau ahli warisnya tidak diketahui ada atau tidaknya, maka harta tersebut atas putusan Pengadilan Agama diserahkan penguasaannya kepada Baitul Mal untuk kepentingan agama islam dan kesejahteraan umum´

BAB V RUKUN DAN SYARAT WARISAN
‡ Di dalam hukum islam dikenal adanya rukun dan syarat. Antara rukun dan syarat ada perbedaan dalam pengertiannya. Rukun warisan ialah sesuatu yang harus ada dalam suatu warisan dan merupakan hakekat dari warisan itu sendiri. Jadi tanpa adanya salah satu rukun, warisan tidak mungkin dilaksanakan. Sedangkan yang dimaksud dengan syarat warsan ialah sesuatu yang harus ada dalam warisan akan tetapi tidak termasuk dalam hakekat warisan itu sendiri. Kalau salah satu syarat dari warisan itu tidak dipenuhi, maka warisan itu tidak sah

.Rukun Warisan Rukun warisan ada 3. yang harta pening-galannya berhak dimiliki oleh ahli warisnya (M Mawardi Muzamil.Muwarrits atau pewaris Pewaris/muwarrits. yaitu orang yang meninggal dunia. yaitu: 1. meninggalkan ahli waris dan harta peninggalan ´. 1981: 18) Pasal 171 b KHI : ´Pewaris adalah orang yang pada saat meninggalnya beragama islam atau yang dinyatakan meninggal berdasarkan keputusan pengadilan.

2.Warits atau ahli waris Ahli waris /warits. 1981: 18) Pasal 171 c KHI: ´Ahli waris ialah orang yang pada saat meninggal dunia mempunyai hubungan darah atau hubungan perkawinan dengan pewaris. beragama islam dan tidak terhalang karena hukum untuk menjadi ahli waris ´ . yaitu orang yang berhak mendapatkan harta peninggalan si mati baik disebab-kan ada hubungan kekerabatan dengan jalan nasab atau pernikahan dan sebagainya (M Mawardi Muzamil.

.Mauruts atau tirkah Yaitu harta benda yang ditinggalkan oleh pewaris. Harta warisan ialah harta bawaan ditambah bagian dari harta bersama setelah digunakan untuk keperluan pewaris selama sakit sampai meninggalnya. Dalam KHI dibedakan antara harta peninggalan dan harta warisan.3. Harta peninggalan ialah harta yang ditinggalkan oleh pewaris baik yang berupa harta benda yang menjadi miliknya maupun hak-haknya (Pasal 171 d KHI). biaya pengurusan jenazah (Tajhiz). pembayaran hutang dan pemberian untuk kerabat (Pasal 171 e KHI).

Meliputi: kebendaan & hak kebendaan.Gol Hanafi.Sebagian fukoha yang lain. biaya perawatan & penerimaan kepada para ahli waris. c.Fukoha Hanafiah sebagian. tirkah: sisa harta setelah diam-bil biaya perawatan & pelunasan hutang. Tirkah di sini mencakup benda-benda yang bersangkutan dengan hak orang lain. tirkah diartikan secara mutlak. Jadi tirkah di sini adalah harta peninggalan yang harus dibayarkan untuk melaksanakan wasiat & yang harus diterimakan kepada para ahli waris. . tirkah : harta benda yang ditinggalkan si mati yang tidak mempunyai hubungan hak dengan orang lain. pelunasan utang & hak wasiat serta hak ahli waris b. yaitu setiap harta benda yang ditinggalkan oleh si mati.Mazhab Hanafiah a.Para ahli hukum islam berbeda pendapat mengartikan tarikah I. Tirkah harus dikeluarkan untuk memenuhi hak biaya perawatan.

Ibnu Hazn = fukoha Hanafiah Bahwa harta peninggalan yang harus diwaris ialah yang berupa harta benda melulu. tirkah: segala yang ditinggalkan oleh si mati baik berupa harta benda maupun hak-hak baik hak kebendaan maupun bukan kebendaan . Syafiiyah & Hambaliyah.II.Ulama Malikiyah. sedang yang berupa hak tidak diwaris-kan kecuali jika hak tersebut mengikuti bendanya seperti mendirikan hak bangunan/ tanaman tumbuhtumbuhan di atas tanah III.

bahwa alqur. Sumut: harta serikat. Jabar: guna kaya. Bali : dwuwe gabro.Menurut Hazairin.an tidak ada peraturan mengenai harta perkawinan . Minahasa & Bugis: cara. . bahwa agama islam tidak mempunyai hukum tentang harta bersama dalam perkawinan . Kalimantan: barang derpantangan. Di Jateng & Jatim dikenal: harta gono gini.Abdurrauf.Harta Syarikat Hampir seluruh Indonesia dikenal adanya harta syarikat.

-Said Usman bin Abdullah bahwa harta yang diperoleh semasa perkawinan yang disebut gono gini tidak ada babnya yang shahih di dalam syarikat yang syahih. maka adakanlah perdamaian antara suami &isteri dengan aturan yang adil. Apabila ada orang melakukan gono gini. menurut ukuran lelah tenaga yang dikeluarkan atas pekerjaan itu. yaitu dibagi hasil antara suami isteri menurut ukuran usahanya. .

3 .Dalam UUP/UU NO.5) membuka untuk membuat perjanjian kawin apabila kedua suami isteri tidak menghendaki membagi harta benda perkawinan menjadi harta bersama Perjanjian kawin itupun dibenarkan oleh hukum islam sebagaimana ternyata dalam Alqur.I TAHUN 1974 Pasal 29 (1.2.an surat al Maidah ayat 1: ³Perjanjian kawin yang dibuat antara manusia dalam pergaulan bersama.´ . hukum islam mewajibkan pula untuk mematuhi perjan-jian itu.

Jika suami dua kali lebih besar dari isteri. Harta warisan dibagi sesuadh dikeluarkan harta sarikat ini´ .Menurut T. maka dapat ditetapkan masing-masing memperoleh ½.Jafizham bahwa: ³jika suami & isteri sama-sama bekerja & masing-masing menghasilkan sama-sama 50%. maka isteri dapat ditentukan 1/3 & suami 2/3 demikian seterusnya.

merupakan harta bersama/harta badan hukum yang tidak dapat dibagi waris secara individual kepada ahli warisnya .Harta keluarga Di beberapa daerah di indonesia ada bermacammacam harta yang menurut hukum adat dipertahankan menjadi harta keluarga secara kolektif.harta pusaka di Minangkabau. 1. Harta tersebut tidak dibenarkan dibagi waris kepada anak keturunannya atau ahli warisnya secara individual.

Barang kalakeran: harta benda keluarga yang tidak dapat dibagi-bagi. maka harta kalakeran dapat dibagi atas persetujuan yang berhak .tanah dati di Ambon Di Ambon/maluku terutama di daerah yang didiami pen-duduk yang beragam islam dijumpai kekayaan-kekayaan yang berupa tanah perkebunan yang tidak dapat dibagi waris kepada ahli warisnya se-cara individual.barang kalakeran di Minahasa. Berbeda dengan harta pusaka di Minangkabau.2. 3. Tanah tersebut me-rupakan milik kelompok kekerabatan yang dikuasai oleh klen & sub klen.

maka penentuan harta bersama dapat diambil batas garis pemisah sebagaimana yang diatur dalam pasal 65 ayat 1b. c UUP: (b).isteri kedua dan seterusnya tidak mempunyai hak atas harta bersama yang telah ada sebelum perkawinan dengan isteri kedua & berikutnya itu terjadi (c) semua isteri mempunyai hak yang sama atas harta bersama yang terjadi sejak perkawinannya masingmasing . tapi juga harta benda dalam perkawinan. yaitu dalam pasal 35 jo 36. Harta bersama apabila suami kawin poligami. juga dalam khi pasal 85-97.Harta benda dalam perkawinan menurut UU.PERKAWINAN UUP tidak hanya mengatur perkawinan.

yaitu jika suami isteri membuat ketentuan-ketentuan lain sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang ini seperti membuat perjanjian kawin yang diatur PASAL 29 UUP JO KHI PASAL 45-52 .Pasal 65 ayat 2 UUP memberi kemungkinan penyimpangan dari ketentuan di atas.

maka sering terjadi kesalahan mengenai harta apa yang dapat dibagi kepada ahli waris bila seseorang mati. . serta adanya bermacammacam harta di indonesia yang dapat dibagi & yang tidak dapat dibagi secara individual.Lanjutan: Sehubungan dengan tidak adanya kesepakatan diantara para ulama dalam mengartikan tirkah atau harta peninggalan.

. yaitu: 1.harta:harta benda & hak-hak yang mempunyai nilai kebendaan atau hak yang mengikuti bendanya .Menurut M Mawardi Muzamil bahwa perlu diadakan pembedaan mengenai macam-macam harta.harta kekayaan: semua harta yang dimiliki oleh seseorang secara pribadi & atau secara bersama-sama pada waktu ia masih hidup.

lanjutan . harta sarikat. harta pusaka dll . harta hibah. harta yang diperoleh sebagai hadiah perkawinan -harta yang dimliki secara bersama: harta gono gini. harta warisan. guna kaya. Harta persekutuan. campu kaya.harta yang dimiliki secara pribadi: harta yang diperoleh sebelum mati & belum melangsungkan perkawinan. harta bawaan.

2. .harta warisan: segala harta peninggalan pewaris setelah dikurangi dengan: -biaya perawatan/penguburan jenazah -pelaksanaan pembayaran hutang -pelaksanaan wasiat. Oleh karena itu harta peninggalan = harta kekayaan apabila sebelum ia mati tidak mempunyai harta secara bersama 3.harta peninggalan : segala harta kekayaan yang menjadi milik/ haknya pribadi pewaris pada saat ia mati.

Syarat Warisan Syarat-syarat warsan adalah sebagai berikut: 1.PEWARIS/MUWARRITS TELAH MENINGGAL DUNIA BAIK SECARA HAKIKI (BAHWA PEWARIS BENAR-BENAR SECARA NYATA TELAH MENINGGAL DUNIA). MAUPUN SECARA HUKUM (BAHWA PEWARIS SECARA YURIDIS/ MENURUT KEPUTUSAN PENGADILAN TELAH DINYATAKAN MENINGGAL DUNIA .

ALIM DAPAT MENERAPKAN HUKUM SESUAI DENGAN SEMESTINYA. .Tidak terdapat penghalang warisan. HUBUNGAN KERABAT DAN DERAJAT KEKERABATANNYA. SEHINGGA HAKIM YANG . 4.AHLI WARIS YANG BERSANGKUTAN BERHAK WARIS DIKETAHUI DARI SEBAB-SEBAB TERJADINYA WARISAN.2.HIDUPNYA AHLI WARIS HARUS JELAS PADA SAAT MUWARRITS MENINGGAL DUNIA 3. SECARA BENAR BAIK MENURUT KENYATAAN MAUPUN HUKUM BAHWA SESEORANG BERKEDUDUKAN SEBAGAI AHLI WARIS YANG BERHAK SEPERTI : SUAMI ATAU ISTERI.

ORANG NASRANI. DAPAT DILAKUKAN DENGAN JALAN WASIAT (M MAWARDI MUZAMIL) ANTARA SUAMI ISTERI YANG BEDA AGAMA PASAL 195 (2) KHI: WASIAT HANYA DIPERBOLEHKAN SEBANYAKBANYAKNYA 1/3 DARI HARTA WARISAN KECUALI APABILA SEMUA AHLI WARIS MENYETU-JUINYA BERBEDA DENGAN HIBAH . JIKA PEWARIS MENGINGINKAN AHLI WARISNYA YANG BEDA AGAMA DAPAT IKUT MENIKMATI HARTA WARISANYA.PENGHALANG WARISAN 1.BERBEDA AGAMA. PERBEDAAN AGA-MA YANG MENJADI KEPERCAYAAN ANTARA PEWARIS & AHLI WARIS MENYEBABKAN SESEORANG AHLI WARIS GUGUR HAKNYA UNTUK MENERIMA WARISAN. DALAM HUKUM ISLAM JUMLAH HARTA SESEORANG YANG AKAN DIHIBAHKAN TIDAK TERBATAS (HIBAH: PENYERAHAN LANGSUNG & TIDAK BERSYARAT TANPA PEMBERIAN BALASAN) Stoop smpai 69 . MISAL: ANTARA ORANG ISLAM DGN. MAKA ORANG ISLAM TDK MENDAPAT WARISAN DARI ORANG NASRANI & SEBALIKNYA.

ADA 3 SYARAT YANG HARUS DIPENUHI DALAM MELAKUKAN HIBAH MENURUT HK ISLAM: -IJAB: PERNYATAAN DARI ORANG YANG MEMBERIKAN -QOBUL: PERNYATAAN DARI ORANG YANG MENERIMA PEMBERIAN -PENYERAHAN MILIK ITU SENDIRI. HIBAH DAPAT TERJADI SECARA TERTULIS.LISAN . BAIK DALAM BENTUK YANG SEBENARNYA MAUPUN SECARA SIMBOLIS.

BENTUK TERTULIS YANG TIDAK PERLU DIDAFTARKAN. JIKA ISINYA HANYA MENYATAKAN TELAH TERJADI ADANYA PEMBERIAN .BENTUK TERTULIS YANG PERLU DIDAFTAR-KAN. MAKSUDNYA JIKA PERNYATAAN & PENYERAHAN BENDA YANG BERSANGKUTAN KEMUDIAN DISUSUL OLEH DOKUMEN RESMI TENTANG PEMBERIAN. JIKA SURAT ITU MERUPAKAN ALAT DARI PENYERAHAN PEMBERIAN ITU SENDIRI. MAKA DIBEDAKAN: .JIKA PEMBERIAN DILAKUKAN SECARA TERTULIS. HAL INI HARUS DIDAFTARKAN. HIBAH YANG DIGANTUNGKAN PADA KEJADIAN TERTENTU TIDAK SAH .

MAKA IA TIDAK BOLEH MENERIMA WARISAN DARI YANG DIBUNUHNYA.HAMBA SAHAYA/MENJADI BUDAK ORANG LAIN BUDAK TIDAK BERHAK MEMILIKI SUATU HARTA. SEHINGGA BUDAK TIDAK DAPAT MENERIMA WARISAN DARI KELUARGANYA. SEORANG PEMBUNUH GUGUR HAKNYA UNTUK MENERIMA WARISAN DARI PEWARIS YANG DIBUNUHNYA. JADI AHLI WARIS YANG MEMBUNUH MUWARRITS.MEMBUNUH. PEMBUNUHAN DIMAKSUD ADALAH PEMBUNUHAN YANG DISENGAJA YANG MENGANDUNG UNSUR PIDANA PEMBUNUHAN & BUKAN KARENA MEMBELA DIRI DSB. & JIKA IA MEMILIKI SESUATU MAJIKAN YANG MENGAMBIL . a. PASAL 173 KHI: SEORANG TERHALANG MENJADI AHLI WARIS APABILA DENGAN PUTUSAN HAKIM YANG TELAH MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM YANG TETAP DIHUKUM KARENA.2.DIPERSALAHKAN TELAH MEMBUNUH ATAU MENCOBA MEMBUNUH ATAU MENGANIAYA BERAT PADA PEWARIS 3.

.ID DISEBUT JUGA MAMNU & MAHRUM (TERCEGAH/ TER-HALANG). SAUDARA LAKI-LAKI KANDUNG. ISTERI MENDAPAT 1/8 (MUWARRITS PUNYA ANAK) & SISANYA 7/8 BAGI ANAK LAKI-LAKI SEBAGAI ASHOBAH. JIKA ANAK LAKI-LAKI TDK MEMBUNUH. DALAM ISTILAH FARA. MAKA BAGIAN ISTERI ¼ (DIANGGAP TDK PUNYA ANAK). SEDANG TIDAK BOLEHNYA MEWARISI DINAMAKAN PENCEGAHAN & PENGHARAMAN. ANAK LAKI-LAKI YANG TELAH MBUNUH. CONTOH: SUAMI MATI (DIBUNUH ANAK LAKI-LAKI-NYA) IA MENINGGALKAN ISTERI. SEDANG SAUDARA LAKI-LAKI KANDUNG TERHALANG ANAK LAKI-LAKI.PERBEDAAN ANTARA MAHRUM & MAHJUB -MAHRUM: TERHALANGNYA SESEORANG DARI MENERIMA WARISAN DISEBABKAN MEMBUNUH ATAU BEDA AGAMA. SISANYA ¾ BAGI SAUDARA LAKI-LAKI KANDUNG SEBAGAI ASHOBAH & ANAK LAKI-LAKI TDK MENDAPAT APA-APA. KEBERADAAN ORANG YANG TERCEGAH DIANGGAP TIDAK ADA SERTA TIDAK MEMPENGARUHI BAGIAN & KEBERA-DAAN AHLI WARIS YANG LAIN.

IBU DAN SAUDARA SEKANDUNG. YAITU 1/3 MENJADI 1/6. SEBAB JIKA TIDAK ADA MEREKA (SDR KANDUNG). CONTOH: ORANG MENINGGAL DENGAN MENINGGALKAN AYAH. LIHAT HIJAB . BAGIAN IBU ADALAH 1/3. MAKA SAUDARA LAKI-LAKI SEAYAH MAHJUB ADANYA SAUDARA LAKI-LAKI SEKANDUNG YANG HUBUNGANNYA LEBIH DEKAT. SAUDARA SEKANDUNG TIDAK MENDAPAT WARISAN KARENA TERHALANG AYAH. NAMUN MEREKA TETAP MEMPENGARUHI BAGIAN IBU. ATAU SAUDARA LAKI-LAKI SEAYAH BERSAMA SAUDARA SEKANDUNG.-MAHJUB: TERHALANGNYA SESEORANG UNTUK MENDAPATKAN WARISAN KARENA ADA AHLI WARIS LAIN YANG LEBIH DEKAT DAN LEBIH KUAT DARI DARINYA. MAKA KAKEK MAHJUB KARENA ADA YANG LEBIH DEKAT YAITU AYAH. MISAL: KAKEK BERSAMA AYAH.

MISAL: -AYAH DAN KAKEK. KELUARGA YANG LEBIH DEKAT HUBUNGANNYA DENGAN PEWARIS LEBIH DIDAHULUKAN.WARISAN TERBATAS DALAM LINGKUNAN KELUARGA BAIK KARENA PERKAWINAN ATAU HUBUNGAN DARAH. MAKA YANG DEKAT ADALAH AYAH BARU KAKEK -SAUDARA KANDUNG LEBIH DIUTAMAKAN DARI PADA SUDARA SEAYAH . DENGAN JALAN PEMBA-GIAN WARISAN 2.HK WARIS ISLAM MENEMPUH JALAN TENGAH ANTARA MEMBERI KEBEBA-SAN PENUH KEPADA SESEORANG UNTUK MEMINDAHKAN HARTA PENINGGALANNYA DENGAN JALAN WA-SIAT KEPADA ORANG YANG DIKE-HENDAKI.PRINSIP HUKUM WARIS ISLAM AL: 1.

3. MISAL: AHLI WARIS TERDIRI AYAH/IBU.HK WARIS ISLAM TIDAK MEMBEDAKAN HAK ANAK-ANAK ATAS HARTA WARISAN. 1/6 DAN 1/8 6.HK WARIS ISLAM MEMBEDAKAN BESAR KECIL BAGIAN TERTENTU AHLI DISELARASKAN DENGAN KEBUTUHAN HIDUP SEHARI-HARI & JAUH DEKAT HUBUNGAN DENGAN PEWARIS. 1/4.1/2. MISAL: ANAK LAKI-LAKI MEMIKUL BEBAN TANGGU-NGAN NAFKAH KELUARGA MEMPUNYAI HAK LEBIH BESAR DARI PADA ANAK PEREMPUAN YANG TDK DIBEBANI TANGGUNGAN NAFKAH KELUARGA 5. ANAK-ANAK YANG SUDAH BESAR. MASIH KECIL SEMUANYA BERHAK UNTUK MENDAPATKAN HARTA WARISAN DARI ORANG TUANYA. SUAMI ATAU ISTERI DIJADIKAN AHLI WARIS .HK WARIS ISLAM LEBIH CENDERUNG UNTUK MEMBAGIKAN HARTA WARISAN KEPADA SEBANYAK MUNGKIN AHLI WARIS DENGAN BAGIAN TERTENTU. MEREKA SEMUA BERHAK MENJADI AHLI WARIS 4. SUAMI/ ISTERI DAN ANAK-ANAK. 1/3. TAPI BESAR KECILNYA TERGAN-TUNG PADA BEBAN KEWAJIBAN MASING-MASING. BAGIAN TERTENTU : 2/3.

. maka ahli waris seharusnya dapat dan berhak menerima bagian dari harta warisan menjadi berkurang dari penerimaan yang semula harus diterimanya atau bahkan menjadi teralang sama sekali sehingga tidak berhak menerima bagian dari harta warisan.BAB VI PENGHALANG WARISAN/HIJAB Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam pembagian warisan adalah mengenai penghalang warisan atau hijab. Seseorang yang berak untuk mendapatkan harta warisan. akan tetapi karena ada sesuatu keadaan (sifat atau sebab) tertentu.

mencegah. Dalam hukum waris berarti: dinding yang menghalangi untuk mendapatkan harta warisan atau menghalangi mendapatkan bagian yang lebih banyak (M Mawardi Muzamil). menghalangi. ‡ Menurut M Ali Hasan. karena masih ada ahli waris yang lebih dekat pertaliannya (hubungannya ) dengan orang yang meninggal itu.‡ Menurut loghat/bahasa. . rintangan.dinding. tutup. hijab ialah dinding yang menjadi halangan sampai kepada sesuatu. Maksunya dinding yang menjadi halangan untuk mendapatkan warisan bagi sebagian ahli waris. hijab adalah tabir.

Misalnya: ‡ -Suami kalau tidak ada anak akan mendapatkan ½.Hijab Nuqshon ialah penghalang warisan atau hijab yang dapat mengurangi bagian ahli waris yang telah ditentukan. yaitu: 1. tetapi jika ada anak mendapat ¼ .Penghalang warisan atau hijab dibagi menjadi dua golongan (macam).

tetapi kalau ada anak ia mendapatkan 1/8 -Ibu mestnya mendapatkan 1/3. kemudian ayah tersebut mengambil furudlnya (bagiannya) sebanyak 1/6. tetapi jika ada anak ia mendapatkan 1/6 -Ayah mestinya menjadi waris ashabah.-Isteri kalau tidak ada anak akan mendapat ¼. tetapi kalau ada anak laki-laki. .

yaitu: a. Dengan adanya hijab hirman. Hijab Hirman digolongkan menjadi dua. Misal: membunuh pewaris.2.Hijab hirman bil washfi (hijab sebab sifat).Hijab Hirman Hijab Hirman ialah penghalang warisan atau hijab yang menghalang-halangi ahli waris untuk menerima bagian dari harta warisan. maka ahli waris menjadi sama sekali tidak mendapatkan bagian dari harta warisan. yakni menghijab atau menghalang-halangi ahli waris untuk menerima bagian dari harta warisan karena sifat (sebab) yang ada pada ahli waris. . perbedaan agama.

yakni menghijab atau menghalang-halangi ahli waris untuk menerima bagian dari harta warisan karena terdapat ahli waris lain yang lebih berhak. Misal: -kakek terhijab oleh bapak -cucu terhijab oleh anak laki-laki -saudara terhijab oleh anak laki-laki.Hijab hirman bisy-syakhshi. .b.

Ahli waris yang menjadi penghalang bagi ahli waris lain dalam hukum waris islam disebut dengan istilah hajib.Dalam hal hijab hirman terdapat kemungkinan seorang ahli waris menjadi terhalang untuk menerima warisan karena ada ahli waris yang mengahalanginya. . sedangkan ahli waris yang terhalang disebut dengan istilah mahjub.

-SAID USMAN BIN ABDULLAH. BAHWA HARTA YANG DIPEROLEH SEMASA PERKAWINAN YANG DISEBUT GONO GINI TIDAK ADA BABNYA YANG SHAHIH DI DALAM SYARIKAT YANG SYAHIH. MENURUT UKURAN LELAH TENAGA YANG DIKELUARKAN ATAS PEKERJAAN ITU.I TAHUN 1974 PASAL 29 (1. DALAM UUP/UU NO. APABILA ADA ORANG MELAKUKAN GONO GINI. YAITU DIBAGI HASIL ANTARA SUAMI ISTERI MENURUT UKURAN USAHANYA.3 . MAKA ADAKANLAH PERDAMAIAN ANTARA SUAMI &ISTERI DENGAN ATURAN YANG ADIL.2.5) MEMBUKA UNTUK MEMBUAT PERJANJIAN KAWIN APABILA KEDUA SUAMI ISTERI TIDAK MENGHENDAKI MEMBAGI HARTA BENDA PERKAWINAN MENJADI HARTA BERSAMA .

JIKA SUAMI DUA KALI LEBIH BESAR DARI ISTERI.AN SURAT AL MAIDAH AYAT I: ³PERJANJIAN KAWIN YANG DIBUAT ANTARA MANUSIA DALAM PERGAULAN BERSAMA.PERJANJIAN KAWIN ITUPUN DIBENAR-KAN OLEH HUKUM ISLAM SEBAGAI-MANA TERNYATA DALAM ALQUR.JAFIZHAM BAHWA: ³JIKA SUAMI & ISTERI SAMA-SAMA BEKERJA & MASING-MASING MENGHASILKAN SAMA-SAMA 50%. MAKA DAPAT DITETAPKAN MASING-MASING MEMPEROLEH ½. HUKUM ISLAM MEWAJIBKAN PULA UNTUK MEMATUHI PERJAN-JIAN ITU. HARTA WARISAN DIBAGI SESUADH DIKELUARKAN HARTA SARIKAT INI´ .´ MENURUT T. MAKA ISTERI DAPAT DITENTUKAN 1/3 & SUAMI 2/3 DEMIKIAN SETERUSNYA.

1.HARTA KELUARGA DI BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA ADA BERMACAM-MACAM HARTA YANG MENURUT HUKUM ADAT DIPERTAHAN-KAN MENJADI HARTA KELUARGA SECARA KOLEKTIF.HARTA PUSAKA DI MINANGKABAU. MERUPAKAN HARTA BERSAMA/HARTA BADAN HUKUM YANG TIDAK DAPAT DIBAGI WARIS SECARA INDIVIDUAL KEPADA AHLI WARISNYA . HARTA TERSEBUT TIDAK DIBENARKAN DIBAGI WARIS KEPADA ANAK KETURUNANNYA ATAU AHLI WARISNYA SECARA INDIVIDUAL.

nenek (ibunya ayah). yaitu: 1. semua paman si pewaris. Ahli waris yang temasuk dalam golongan ini ialah: a. semua saudara si pewaris. semua saudara sepupu si pewaris.Ahli waris yang menjadi hajib (penghalang) bagi ahli waris lain dan tidak mungkin mahjub (terhalang) oleh ahli waris lain. bahkan menjadi penghalang bagi: kakek (ayahnya ayah). ayah Ayah tidak mungkin terhalang oleh siapaun. . semua kemenakan si pewaris.Hajib dan mahjub dalam hukum waris islam dikelompokan ke dalam tiga golongan.

bahkan menjadi penghalang bagi: nenek (ibunya ibu).b. bahkan menjadi penghalang bagi: semua cucu si pewaris.Anak laki-laki Anak laki-laki tidak mungkin terhalang oleh siapapun. semua paman si pewaris. semua kemenakan si pewaris. . semua saudara si pewaris. nenek (ibunya ayah).Ibu Ibu tidak mungkin terhalang oleh siapaun. semua saudara sepupu si pewaris. c.

d. .Anak perempuan Anak perempuan tidak mungkin terhalang oleh siapapun. bahkan menjadi penghalang bagi: saudara seibu si pewaris. dalam kasus tertentu dapat menjadi penghalang bagi cucu perempuan (dari anak laki-laki) dan seterusnya ke bawah.

Ahli waris yang termasuk dalam golongan ini ialah: a.2.suami b.isteri .ahli waris yang tidak mungkin menjadi hajib (penghalang) bagi ahli waris lain dan tidak mungkin mahjub (terhalang) oleh ahli waris lain.

Kakek Kakek dari garis ayah terhalang oleh ayah. Ahli waris yang termasuk dalam golongan ini ialah: a. Kakek dari garis ayah ini menjadi penghalang bagi: -saudara seibu si pewaris -semua kemenakan si pewaris -semua paman si pewaris -semua saudara sepupu si pewaris. begitu seterusnya ke atas. kakek yang lebih jauh terhalang oleh kakek yang lebih dekat.Ahli waris yang dapat menjadi hajib (penghalang) bagi ahli waris lain dan menjadi mahjub (terhalang) oleh ahli waris lain.3. .

MAKA SERING TERJADI KESALAHAN MENGENAI HARTA APA YANG DAPAT DIBAGI KEPADA AHLI WARIS BILA SESEORANG MATI. SERTA ADANYA BERMACAM-MACAM HARTA DI INDONESIA YANG DAPAT DIBAGI & YANG TIDAK DAPAT DIBAGI SECARA INDIVIDUAL.SEHUBUNGAN DENGAN TIDAK ADANYA KESEPAKATAN DIANTARA PARA ULAMA DALAM MENGARTIKAN TIRKAH ATAU HARTA PENINGGALAN. .

HARTA WARISAN. -HARTA:HARTA BENDA & HAK-HAK YANG MEMPUNYAI NILAI KEBENDAAN ATAU HAK YANG MENGIKUTI BENDANYA -HARTA YANG DIMILIKI SECARA PRIBADI: HARTA YANG DIPEROLEH SEBELUM MATI & BELUM MELANGSUNGKAN PERKAWINAN. GUNA KAYA. HARTA SARIKAT. YAITU: 1. HARTA HIBAH.MENURUT M MAWARDI MUZAMIL BAHWA PERLU DIADAKAN PEMBEDA-AN MENGENAI MACAMMACAM HARTA. HARTA BAWAAN. HARTA YANG DIPEROLEH SEBAGAI HADIAH PERKAWINAN -HARTA YANG DIMLIKI SECARA BERSAMA: HARTA GONO GINI. CAMPU KAYA.HARTA KEKAYAAN: SEMUA HARTA YANG DIMILIKI OLEH SESEORANG SECARA PRIBADI & ATAU SECARA BERSAMA-SAMA PADA WAKTU IA MASIH HIDUP. HARTA PUSAKA DLL . HARTA PERSEKUTUAN.

Cucu laki-laki Cucu laki-laki terhalang oleh anak laki-laki.b. cucu yang lebih jauh terhalang oleh cucu yang lebih dekat. begitu seterusnya ke bawah. Cucu laki-laki (dari anak laki-laki) menjadi penghalang bagi: -semua saudara si pewaris -semua kemenakan si pewaris -semua paman si pewaris -semua saudara sepupu si pewaris. .

nenek yang lebih jauh terhalang oleh nenek yang lebih dekat.c.Nenek Nenek (ibunya ayah) terhalang oleh ayah dan ibu.Cucu perempuan (dari anak laki-laki) Cucu perempuan (dari anak laki-laki) terhalang oleh anak laki-laki dan dua orang anak perempuan atau lebih. begitu seterusnya ke bawah. cucu yang lebih jauh tertutup oleh cucu yang lebih dekat . sedangkan nenek (ibunya ibu) terhalang oleh ibu. d. begitu seterusnya ke atas.

e.Saudara laki-laki kandung Saudara laki-laki kandung terhalang oleh anak laki-laki. dan tertutup juga oleh ayah. . Saudara laki-laki kandung menjadi penghalang bagi: -saudara laki-laki seayah -semua kemenakan si pewaris -semua paman si pewaris -semua saudara sepupu si pewaris. cucu laki-laki (dari anak laki-laki) dan seterusnya ke bawah.

ayah. Saudara laki-laki seayah menjadi penghalang bagi: -semua kemenakan si pewaris -semua paman si pewaris -semua saudara sepupu si pewaris.Saudara laki-laki seayah Saudara laki-laki seayah terhalang oleh anak laki-laki. cucu laki-laki (dari anak laki-laki) dan seterusnya ke bawah.f. . saudara laki-laki kandung dan saudara perempuan kandung ketika ia menjadi ahli waris ashabah bersama-sama anak perempuan dan atau cucu perempuan (dari anak laki-laki).

g. Saudara perempuan kandung apabila menjadi ahli waris ashabah bersama-sama dengan anak perempuan dan atau cucu perempuan (dari anak laki-laki) menjadi penghalang bagi: -semua kemenakan si pewaris -semua paman si pewaris -semua saudara sepupu si pewaris.Saudara perempuan kandung Saudara perempuan kandung terhalang oleh anak laki-laki. cucu laki-laki (dari anak laki-laki) dan seterusnya ke bawah dan terhalang juga oleh ayah. .

cucu laki-laki (dari anak laki-laki) dan seterusnya ke bawah.h. dan ayah. saudara laki-laki kandung. . seorang saudara perempuan kandung ketika menjadi ahli waris ashabah bersama-sama dengan anak perempuan dan atau cucu perempuan (dari anak laki-laki) dan dua orang atau lebih saudara perempuan kandung ketika tidak ada yang menariknya menjadi ashabah.Saudara perempuan seayah ‡ Saudara perempuan seayah terhalang oleh anak laki-laki.

lanjutan Saudara perempuan seayah apabila menjadi ahli waris ashabah bersamasama dengan anak perempuan atau cucu perempuan (dari anak laki-laki) menjadi penghalang bagi: -semua kemenakan si pewaris -semua paman si pewaris -semua saudara sepupu si pewaris .

Kemenakan laki-laki kandung menjadi penghalang bagi: -kemenakan seayah si pewaris -semua paman si pewaris -semua saudara sepupu si pewaris. saudara laki-laki kandung. cucu laki-laki (dari anak laki-laki) dan seterusnya ke bawah. saudara laki-laki seayah. . saudara perempuan kandung atau seayah jika menjadi ahli waris ashabah bersama-sama dengan anak perempuan dan atau cucu perempuan (dari anak lakilaki). ayah.Kemenakan laki-laki kandung Kemenakan laki-laki kandung terhalang oleh anak laki-laki.i. kakek dari ayah dan seterusnya ke atas.

j.Kemanakan laki-laki seayah
Kemenakan laki-laki seayah terhalang oleh anak laki-laki, cucu laki-laki (dari anak laki-laki) dans eterusnya ke bawah, ayah, kakek dari ayah dan seterusnya ke atas, saudara laki-laki kandung, saudara laki-laki seayah, saudara perempuan kandung atau seayah jika menjadi ahli waris ashabah bersama-sama dengan anak perempuan dan atau cucu perempuan (dari anak lakilaki) serta kemenakan laki-laki kandung. Kemenakan laki-laki seayah menjadi penghalang bagi: -semua paman si pewaris -semua saudara sepupu si pewaris.

k.Paman kandung
Paman kandung terhalang oleh anak laki-laki, cucu laki-laki (dari anak laki-laki) dan seterusnya ke bawah, ayah, kakek dari ayah dan seterusnya ke atas, saudara lakilaki kandung, saudara laki-laki seayah, saudara perempuan kandung atau seayah jika menjadi ahli waris ashabah bersama-sama dengan anak perempuan dan atau cucu perempuan (dari anak laki-laki), kemenakan laki-laki kandung serta kemenakan laki-laki seayah. Paman kandung menjadi penghalang bagi: -paman seayah si pewari -semua saudara sepupu si pewaris.

l.Paman seayah
Paman seayah terhalang oleh anak laki-laki, cucu laki-laki (dari anak laki-laki) dan seterusnya ke bawah, ayah, kakek dari ayah dan seterusnya ke atas, saudara lakilaki kandung, saudara laki-laki seayah, saudara perempuan kandung atau seayah jika menjadi ahli waris ashabah bersama-sam dengan anak perempuan dan atau cucu perempuan (dari anak laki-laki) ,kemenakan laki-laki kandung dan kemenakan laki-laki seayah serta paman kandung. Paman seayah menjadi penghalang bagi semua saudara sepupu si pewaris

n.Saudara sepupu kandung Saudara sepupu kandung terhalang oleh ahli waris yang menghalangi paman seayah ditambah terhalang pula oleh paman seayah. ditambah terhalang pula oleh saudara sepupu kandung.Saudara sepupu seayah Saudara sepupu seayah terhalang oleh ahli waris yang menghalangi saudara sepupu kandung. Saudaraa sepupu kandung menjadi penghalang bagi saudara sepupu seayah. .m.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful