You are on page 1of 6

Oleander, Bunga Mentega yang Beracun – Tumbuhan dari Neraka?

Ketika diberitakan tentang tumbuhan beracun di kota Bandung, saya meng-google dan akhirnya ketemu artikel yang lengkap membahas di Harian Umum Pikiran rakyat edisi 5/2/2009. Saya sangat terkejut ketika mengetahui betapa beracunnya tumbuhan itu dan kebetulan di sekitar rumah saya juga ditanam tumbuhan tersebut. Hal yang menarik lainnya, di artikel tersebut disebutkan bahwa oliander di daerah arab atau turki disebut zaqqum , sound familiar ?? yup betul itu ternyata dicantum kan di Al-Quran surat 37:62-63 bunyinya 62. Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum 63. Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim Tumbuhan ini disebut lagi beberapa kali di ayat yang lain di surat 17:60,37:5, 67:6, 44:43,56:52. Saya tidak tahu apakah setelah turun ayat ini orang arab menamakan oleander sebagai zaqqum atau memang dari dulunya sudah bernama Zaqqum, mungkin pembaca yanglebih ahli bisa menjawab, namun ini memberi tanda kepada kita bahwa tumbuhan ini memang berbahaya , berikut artikel lengkapnya Oleander, Bunga Mentega yang Beracun BERITA di media massa mengenai tanaman hias di Kota Bandung mengandung racun yang berbahaya rupanya berdampak besar. Sebagian warga Bandung dibuat terhenyak, mereka seolah baru menyadari selama ini hidup di tengah lingkungan yang dipenuhi oleh tanaman beracun. Tak jarang juga warga dilanda rasa takut dan panik. Kepanikan itu kemudian mendorong tindakan “tak berperiketanaman”, membabat habis beberapa jenis tanaman yang sudah puluhan tahun nyaman sebagai penghias kota atau rumah. Oleander pun menjadi korban paling mengenaskan dari aksi eliminasi tersebut. Sejak puluhan tahun oleander (Nerium oleander) dibudidayakan sebagai tanaman hias, baik di pekarangan rumah maupun taman-taman kota atau di pinggiran jalan. Tanaman yang berasal dari Maroko dan Portugal itu sebenarnya tak terlalu sedap dipandang. Namun, bentuknya yang unik berupa semak-semak yang bersifat evergreen shrub menjadikan tanaman ini banyak diminati. Tak heran, di sudut-sudut rumah, pekarangan, taman kota, dan median jalan, tanaman dengan bunga berwarna merah muda ini tampil percaya diri. Banyak nama diberikan kepada bunga yang satu ini seperti zakum (Turki), zaqqum (Arab), arali (Tamil), jia zhu tao (Cina), atau di Indonesia lebih dikenal dengan nama bunga mentega. Sebutan ini tampaknya berasal dari kata “Olea” yang dalam bahasa Latin bermakna oil atau berminyak. Mungkin agak kurang enak didengar jika namanya menjadi “bunga minyak”, makanya disebut dengan bunga mentega. Tanaman ini dikenal akan kemampuannya memproduksi minyak yang bisa memenuhi lahan sekitar tempatnya tumbuh. Orang Sunda sendiri menyebutnya kere atau jure. Paling beracun Tanpa kita sadari, pada umumnya tanaman hias memang beracun. Namun, berbeda dengan jenis tanaman lain yang mengandung racun hanya pada beberapa bagian tubuhnya, seperti bunga atau getah, oleander mengandung racun pada tiap bagian tubuhnya. Oleander adalah salah satu tanaman yang paling beracun di dunia dan mengandung sejumlah komponen racun yang banyak di antaranya yang bisa menimbulkan kematian, khususnya pada anak-anak. Derajat keracunan bunga oleander diyakini secara ekstrem sangat tinggi. Namun, dari sejumlah kasus yang dilaporkan, hanya sedikit kasus keracunan oleander yang menimbulkan kematian.

2005). radang pada mata. bisa menyebabkan pasien pucat dan kedinginan karena sirkulasi darah yang tidak beraturan atau rendah. Pada kasus yang ekstrem. kandungan racun sekitar 0. baik pada hewan maupun manusia. Sebagian besar hewan dapat menderita reaksi atau kematian akibat tanaman ini. sangat mungkin tidak terlaporkan karena berbagai alasan. karena rasanya manis. Jadi. hewan-hewan tersebut menjadikan tanaman oleander sebagai sumber pakan mereka. yakni menyebabkan efek jantung dan gastrointestinal (berkaitan dengan sistem pencernaan antara lambung dan usus). Bahkan. Reaksi terhadap tanaman ini ada dua. Keseluruhan bagian tanaman yang mengandung racun tersebut menyebabkan reaksi merugikan. Diyakini bahwa 10-20 helai daun yang dikonsumsi oleh orang dewasa dapat menyebabkan reaksi merugikan. Racun-racun tersebut terdapat pada semua bagian tanaman. Ada keyakinan bahwa oleander mengandung beberapa senyawa berbahaya yang belum diketahui atau belum diteliti. hingga kemungkinan salah deteksi. Sementar reaksi yang berhubungan dengan jantung berupa denyut jantung tak beraturan. Keduanya termasuk kebal terhadap oleander dan bertahan hidup dengan cara memakan bagian bubuk kayu di sekitar jaringan vena daun oleander dan menghindari seratnya. kadang ditandai oleh detak di bawah normal. dan reaksi alergi yang ditandai oleh dermatitis (radang infeksi kulit). terutama kuda. mulai dari ketidaktahuan korban. getah ini bisa menghalangi reseptor luar kulit manusia sehingga menyebabkan kulit jadi kebas atau mati rasa. Kulit kayu oleander mengandung rosagenin yang diketahui memiliki efek mirip strychnine. bahkan pingsan yang berakibat pada kematian. Jika pun ada kejadian orang keracunan oleander. baik bagi manusia maupun hewan. Namun racun oleander tak mempan terhadap beberapa jenis hewan invertebrata (tak bertulang belakang). . pada 2002 diketahui ada 847 orang yang keracunan akibat berhubungan dengan oleander. di AS sendiri kasus keracunan oleander lebih banyak ditemukan pada hewan. dan satu helai daun cukup untuk dijadikan senjata mematikan jika dimakan oleh anak kecil atau bayi. Di Amerika Serikat. atau hewan gembalaan lain. ada sejumlah laporan tak terhitung mengenai kasus-kasus bunuh diri dengan mengonsumsi biji bunga oleander di India Selatan. kasus keracunan oleander umumnya terjadi ketika bagian dari tanaman tersebut masuk ke sistem pencernaan. Sementara itu. namun umumnya terkonsentrasi pada bagian getah yang tampilannya berwarna putih seperti susu. Dalam kasus-kasus tertentu. belum adanya perhatian terhadap potensi ancaman racun dari oleander. tergantung pada tingkat kegawatan nya. Gejalanya bisa berupa perasaan kantuk yang kuat. Getah oleander bisa menyebabkan iritasi pada kulit. khususnya kuda. tak beraturan. dan diare yang disertai pendarahan. Meski demikian. dengan gejala umum sakit perut. menurut Toxic Exposure Surveillance System (TESS). kuda. sehingga menuntut perawatan medis yang segera terhadap korban atau yang diketahui keracunan. otot gemetar. Efek gastrointestinal berupa rasa mual dan ingin muntah. Efek keracunan Di Indonesia sendiri belum ada laporan yang menyebutkan kasus-kasus keracunan yang secara spesifik berkaitan dengan tanaman oleander. Oleander juga diketahui dapat menyimpan racunnya meski dikeringkan. Rangsangan untuk muntah dan yang berhubungan dengan lambung adalah tindakan pencegahan untuk mengurangi penyerapan kandungan racun dalam sistem pencernaan. Dalam dunia binatang. Arang bisa digunakan untuk membantu menyerap sisa kandungan racun (Inchem. Perawatan medis Proses keracunan dan reaksi terhadap tanaman oleander berlangsung sangat cepat. perlakuan medis lebih lanjut mungkin dibutuhkan. jangan berharap banyak kita bisa memiliki data menyangkut kasus-kasus keracunan oleander. Sebut saja ulat bulu oranye oleander caterpillar dengan bulu-bulunya yang hitam dan tawon oleander (Syntomeida epilais). Jantung juga berdegub tak keruan. nyeri perut. Reaksi terhadap keracunan dari tanaman ini dapat juga memengaruhi sistem saraf pusat. di belahan dunia lain. lembu. Jika memapar kulit manusia. Tindakan itu justru berisiko terhadap hewan seperti domba.Racun paling penting dalam bunga oleander adalah oleandrin dan nerrine yang berhubungan dengan glikosid jantung. Berdasarkan studi di AS. limbung.5 miligram per kilogram berat badan hewan sudah cukup mematikan bagi banyak hewan. Potongan bagian dari tanaman juga berbahaya bagi hewan. pengeluaran air liur berlebih. Mengeringkan seluruh bagian tanaman oleander tak akan mampu menghilangkan racun pada tanaman ini. karena hanya dengan 100 gram cukup untuk membunuh seekor kuda dewasa. dan berbagai dosis lain akan memengaruhi hewan lain. dan tanpa irama spesifik.

tanaman tersebut “dibantai” habis. khususnya kelompok burung. 2001). Tepung rimpang jeringau dapat digunakan untuk melindungi hasil panen yang disimpan di gudang. di Malaysia dimanfaatkan untuk membasmi rayap. Bunga Mentega Beracun”. Salah satu cara pengolahan rimpang jeringau menjadi minyak atsiri adalah melalui penyulingan dengan metode Destilasi (Onasis. 2005). 2004). dikeringkan. Rimpang dan daun jeringau mengandung saponin dan flavonoida. Serangga lain yang dapat dikendalikan adalah nyamuk dan kecoa (Naria. bahan penyedap. Potensi terbesar memang ada pada hewan. Komposisi minyak rimpang jeringau terdiri dari asarone (82%). disamping rimpangnya mengandung minyak atsiri (Anonimous. Sudah saatnya pula kita membudayakan perilaku positif dengan membiasakan memberi identitas yang jelas kepada setiap tanaman yang kita tanam. terutama bagian rimpangnya mengandung minyak yang dapat digunakan sebagai bahan insektisida yang bekerja sebagai repellent (penolak serangga). dan antifertilitas/chemosterilant (pemandul). Setidaknya. di taman-taman kota yang dipenuhi rimbunan oleander terpampang papan nama. “Oleander. 2000). rasanya sangat kecil peluangnya tanaman tersebut masuk ke sistem pencernaan melalui cara yang disengaja. 2005). Pemnfatan minyak atsiri rimpang jeringau dalam mengendalikan kecoa dilakukan oleh . yaitu berbentuk tepung dan minyak.3%) (Kardinan. di Tiongkok dan India rimpang jeringau ini dimanfaatkan untuk membasmi beberapa jenis kutu. Kegunaan dan Hama Yang Dikendalikan Rimpang jeringau dapat digunakan untuk mengendalikan beberapa serangga pengganggu di sekitar kita. 2001). antifeedant (penurun nafsu makan). • Jeringau Bagian Tumbuhan Yang Digunakan Rimpang jeringau mengandung minyak yang bernilai serba guna seperti campuran dalam industri makanan dan minuman. Rimpang jeringau sering digunakan sebagai insektisida di berbagai negara. lalu ditumbuk (Kardinan. deterjen. 2004). dan krem kecantikan. Rimpang jeringau dapat digunakan dalam 2 bentuk. rimpang jeringau diiris – iris. Tumbuhan ini. kolameone (1%).Sementara kupu-kupu gagak atau common crow butterfly (Euploea core) memodifikasi racun oleander untuk menjadikan tubuhnya tidak enak atau tidak menyenangkan bagi para pemangsa. Kandungan Aktif Kandungan bahan kimia terpenting dalam rimpang jeringau adalah minyak atsiri. Oleh karena itu. Mengingat bentuk dan penampilan tanaman dan peruntukannya sebagai tanaman hias. dan eugenol (0. kolamenol (5%). metil eugenol (1%). Tepung rimpang jeringau dengan konsentrasi 3–5% berpengaruh terhadap mortalitas serangga sitophilus sp. sabun. pewangi. 2004). karena mengandung minyak atsiri. Formula rimpang Jeringau sebagai insektisida dapat dibuat secara sederhana maupun secara laboratorium (Naria. Untuk membuat tepung. Rimpang yang ditumbuk halus (bentuk tepung) dapat digunakan untuk mengendalikan rayap dan membunuh kutu kepala (Cimex lectularis). Sebagai contoh. agak berlebihan dan kurang bijaksana jika untuk menghindari terjadinya keracunan pada menusia. yaitu dengan mencampurkannya pada biji–bijian dengan konsentrasi 1–2 % atau 1–2 kg tepung jeringau dicampur dengan 100 kg biji–bijian. dan di Filipina untuk mengusir walang sengit (Kardinan. kolamen (4%). Jeringau yang dapat dimanfaatkan sebagai insektisida hayati adalah pada akarnya (rimpang). Tinggi rendahnya kualitas minyak atsiri tergantung pada daerah asal jeringau itu sendiri (Onasis.

” tegasnya. 2. Namun. menjadi 76% pada jam kedua dan menjadi 96% pada jam ketiga. 0.48 mg/cm² . akar. 6. ada yang sangat beracun tetapi ada pula yang sangat berguna dalam pengobatan. kulit muka dan tubuh menjadi merah. Ada juga kebiasaan yang berkembang di masyarakat yaitu pada ibu yang mempunyai bayi. Konsentrasi yang efektif adalah 6. 15 ml/50 ml. “Kandungan alkaloid inilah yang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. kecubung biasanya diisap seperti halnya dengan rokok. Efek samping yang timbul bisa berupa mual. dkk (2003) dalam membunuh nyamuk Aedes aegypti dengan konsentrasi 0. Tepat dalam hal ini adalah tepat takaran dan tepat pemakaian. Hal ini disebabkan seluruh bagiannya mengandung alkaloid. 12. Atau tumbukan daunnya yang dicampur bawang merah dan jahe untuk mengobati sakit pinggang. daun. menunjukkan bahwa dosis yang efektif adalah dosis 15 ml/ 50 ml dapat membunuh kecoa sebanyak 30% pada jam pertama. dengan cara digosokkan. dan 20 ml/50 ml dengan menggunakan pelarut Etanol 96% yang disemprotkan pada jarak 10 cm dari kecoa. Selain itu sebagian besar atom nitrogen ini merupakan bagian dari cincin heterosiklik. bila ingin menggunakan kecubung sebagai obat. “Kecubung memang bisa berfungsi sebagai tanaman obat dan berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. 2008). bahkan menyebabkan kematian. Alkaloid sendiri dapat ditemukan di berbagai tumbuhan seperti biji. muntah. kecubung yang masih termasuk keluarga tanaman solanaceae (sekerabat dengan terong dan kentang) ini termasuk tanaman liar yang banyak tumbuh di sekitar pekarangan rumah. disediakan sejenis bungkusan kecil yang berisi jeringau dan rempah ini dipercaya dapat menghindarkan bayi dari mahkluk halus dan binatang–binatang (Naria. karena tanaman ini memiliki tinggi hanya sampai sekitar dua meter. misalnya saja jika salah digunakan untuk pemakaian dalam (dengan diminum) ramuan kecubung akan menimbulkan efek yang sangat berbahaya. Hampir semua alkaloid yang ditemukan di alam mempunyai reaksi biologis tertentu. 10 ml/50 ml. Secara tradisional tanaman jeringau banyak digunakan sebagai obat sakit perut dan penyakit kulit (Rismunandar. dan 3 jam dengan interval waktu setiap 10 menit. dan kulit batang. jika digunakan dalam dosis yang tinggi dan dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan aktivitas mental (psikoaktif) bahkan potensial sebagai karsinogen jika antibodi yang ada di dalam tubuh tidak bisa mengeliminasi efek karsinogen jeringau (Agusta. linu pada otot dan sendi. Waskitho menambahkan. Misalnya. Namun penggunaannya harus tepat agar tak menjadi racun.” ungkapnya. Biasanya yang digunakan adalah bunga. Pemakaian Luar Waskitho menjelaskan. Khasiat dari masing-masing jenis ini pun berbeda-beda. Batangnya keras dengan cabang-cabang yang banyak dan cukup besar menyerupai kayu. “Hampir seluruh bagian tanaman kecubung dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal. namun ada juga yang berasal dari Amerika. kecubung yang memiliki banyak jenis ini dapat dimanfaatkan sebagai obat seperti jenis datura stramonium. datura tatura.21 mg/cm² . “Efek lainnya dapat menimbulkan rasa gelisah. Hampir seluruh senyawa alkaloid berasal dari tumbuh-tumbuhan dan tersebar luas dalam berbagai jenis tumbuhan. 1988). Kecubung ada yang asli berasal dari Asia Tenggara. • Kecubung Menurut Waskitho. ranting. pusing. idealnya harus digunakan untuk pemakaian luar. akarnya digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri pada gigi yang sakit dengan cara menggosokkan pada pipi tepat pada gigi yang sakit. dan sesak napas. Alkaloid adalah suatu golongan senyawa organik yang terbanyak ditemukan di alam. bertambah menjadi 75% pada jam kedua dan menjadi 100% pada jam ketiga.21 mg/cm² dapat membunuh nyamuk Aedes aegypti sebanyak 56% pada jam pertama. Dalam dosis rendah jeringau dapat memberikan efek relaksasi pada otot dan menimbulkan efek sedatif (penenang) terhadap sistem saraf pusat karena senyawa asaron memiliki struktur kimia mirip senyawa golongan amfetamin dan ekstasi.02 mg/cm² . atau bijinya yang dikeringkan. Semua alkaloid mengandung paling sedikit satu atom nitrogen yang biasanya bersifat basa. dan brugmansia suaviolens.Onasis (2001) dengan dosis 5 ml/50 ml. 2 jam. nadi berdenyut cepat. Sementara untuk menyembuhkan asma. Kecubung termasuk tanaman perdu. Dosen Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).42 mg/cm² diamati selama 1 jam. serta penyakit encok. Pemanfaatan ekstrak rimpang jeringau dalam bentuk lilin padat juga pernah dilakukan oleh Hidayatulfathi.” terangnya.12 mg/cm² . 2005). mulut .

tanaman ini sering kali digunakan untuk koleksi tanaman bunga di halaman rumah. Paling tidak. Kecubung sendiri termasuk tanaman hias yang rajin berbunga sepanjang tahun. sehingga bila terjadi keracunan harus segera mendapatkan penanganan. dan menghangatkan inilah yang membuat kecubung dimanfaatkan untuk obat flu. norskopolamina. Kecubung tidak hanya berguna sebagai tanaman pembius. biji kecubung yang dihaluskan dan dicampur lemak menjadi obat luar bagi penderita impotensi. sembelit. Kulit buahnya berduri hitam. selain untuk mengatasi flu dan impotensi. Khasiat lain yang bisa didapat dari kecubung ternyata cukup banyak. sehingga butuh kewaspadaan saat akan menggunakannya agar tetap aman. Bersifat menenangkan Hingga kini. Itu sebabnya. ahli tanaman obat dari Taman Sringanis Bogor. Seorang ahli tanaman obat. sensitif terhadap cahaya. Beberapa di antaranya adalah sebagai obat sakit gigi dan asma. Selain itu. penggunaan daun kecubung yang hanya diremas dan ditempelkan pada dahi bisa membuat orang mabuk. skopolamin juga mempunyai aktivitas depresan untuk susunan saraf pusat sehingga kerap digunakan sebagai obat antimabuk. menjelaskan bahwa zat yang bermanfaat sebagai pereda asma adalah hipociamin dan skopolamin yang besifat antikholinergik. Gejala keracunan yang biasanya timbul. Kecubung juga mengandung hiosin. Karena bisa berfungsi juga sebagai racun. khususnya perut. masyarakat Amerika dan Eropa kemudian menyebutnya sebagai devil trumpet. norhiosiamina.kebas (kaku). Lalu. sangat mungkin ramuan kecubung disalahgunakan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan. sesak napas. obat tersebut dipercaya mampu menambah daya tahan seksual. Kecubung (Datura metel L) selama ini dikenal sebagai tanaman yang berefek negatif. adalah mulut kering. Kecubung memiliki daun yang berbentuk jantung atau menyirip dangkal. hingga akhirnya dapat menyebabkan kematian. Pemberian antasida umumnya digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Bisa jadi. kuskohigrina. dan nikotina. kandungan zat-zat dalam kecubung digunakan oleh industri farmasi sebagai sumber utama hyosciamin yang berkhasiat memberi efek menenangkan kejang-kejang. . Karena bentuknya yang seperti terompet ditambah konotasi negatif. Waskitho berpendapat. Efek dari zat tersebut sangat meringankan penderita asma. Namun beberapa herbal juga mengandung racun. kalsium oksalat. Tanaman yang bunganya berbentuk terompet ini kerap disalahgunakan untuk penghilang kesadaran atau sebagai zat pembius karena daun kecubung berkhasiat anestesi. Sejak dulu.” imbuhnya lagi. dan sakit mata. kecubung pun masih dianggap negatif. pahit. Oleh karena itu. Senyawa alkaloid tersebut terdiri dari atropin. Dalam situs Ilmu Pengetahuan dan Teknologi disebutkan bahwa kecubung mengandung senyawa kimia alkaloid. Hal itu terutama karena tanaman ini mengandung metil kristalin yang mempunyai efek relaksasi pada otot lurik. masyarakat Tionghoa menggunakan kecubung sebagai obat selesma. anggapan tersebut tidak terlalu tepat karena tanaman ini juga memiliki nilai positif. Menurut Endah Lasmadiwati. Penyalahgunaan tersebut sebenarnya berasal dari kebiasaan sebuah kelompok masyarakat di India yang menggunakan kecubung untuk membius korban persembahan bagi dewa. “Sampai saat ini. Keracunan bisa saja terjadi.” paparnya. dr Setiawan Dalimartha. Padahal. dan skopolamin yang bersifat antikholinergik. “Obatobatan herbal merupakan salah satu alternatif pengobatan. Harus hati-hati Yang perlu diperhatikan. Manfaat lain dari kecubung. Alkaloid dapat melebarkan kembali saluran pernapasan yang menyempit akibat serangan asma. zat lemak. kita harus sangat hati-hati dalam penggunaan kecubung. efek pedas. Bunganya yang mirip terompet tampak bergelantungan ke bawah. juga baik untuk meredakan asma dan sakit gigi. terutama akibat zat atropin dan skolopamin.” tuturnya. Di India. Jumlahnya banyak dan warnanya menarik. dengan tepi berlekuk-lekuk dan letaknya berhadapan. berkonsultasilah dengan ahli tanaman obat atau dokter sebelum menggunakan ramuan kecubung. halusinasi. hiosiamin. meteloidina. penggunaan kecubung bisa berefek samping. Racun ini akan bereaksi dengan cepat.

tangkai. Minumlah kopi yang keras dan jangan lupakan untuk menghirup udara segar sebanyak-banyaknya. mulai dari akar. Di beberapa daerah. Mahkota bunganya mirip terompet berwarna putih keunguan. kandungan terbesar terdapat pada akar dan biji. daun. penggunaannya harus sangat hati-hati dan hanya terbatas sebagai obat luar. usahakan jangan sampai tertidur. Namun. Kecubung berbunga putih dianggap paling beracun dibandingkan dengan jenis lain yang juga mengandung zat alkaloid. Senyawa alkaloid ini terdapat di semua bagian tumbuhan kecubung.Kecubung banyak dijumpai di daerah berhawa sejuk. Bila keracunan ramuan kecubung. kecubung dinamai dengan kucubung (Sunda) dan kacubung (Madura). bunga. Maka dari itu. Kecubung termasuk tumbuhan jenis perdu. hingga bijinya. . buah.