11

RESPIRATORY RESPIRATORY
FAILURE FAILURE
PRESENTATION PRESENTATION
by by
Dr. Fachrul Jamal Sp.An(KIC) Dr. Fachrul Jamal Sp.An(KIC)
22
DEFINISI
Gagal Gagal napas napas adalah adalah ketidakmampuan ketidakmampuan
paru paru--paru paru memenuhi memenuhi kebutuhan kebutuhan
metabolik metabolik tubuh tubuh. . Hal Hal ini ini dapat dapat terjadi terjadi
akibat akibat kegagalan kegagalan oksigenasi oksigenasi pada pada
tingkat tingkat jaringan jaringan dan dan atau atau kegagalan kegagalan
homeostasis homeostasis karbondioksida karbondioksida (CO (CO22))
33
KLASIFIKASI KLASIFIKASI
Gagal napas dibagi 2 tipe : Gagal napas dibagi 2 tipe :
1. 1. Gagal napas hipoksemik Gagal napas hipoksemik
2. 2. Gagal napas hiperkapnik Gagal napas hiperkapnik
44
Respiratory Failure Respiratory Failure
FAILURE TO VENTILATE FAILURE TO VENTILATE FAILURE TO OXYGENATE FAILURE TO OXYGENATE FAILURE TO FAILURE TO
PROTECT AIRWAY PROTECT AIRWAY
HIGH PaCO2 HIGH PaCO2 LOW PaO2 LOW PaO2 LOW GCS LOW GCS
INCREASE MINUTE INCREASE MINUTE INCREASE FiO2 INTUBATION INCREASE FiO2 INTUBATION
VENTILATION VENTILATION APPLY PPV APPLY PPV ORAL ORAL
(CPAP) (CPAP)
TRACHEAL TRACHEAL
NIPPV NIPPV INCREASES MEAN INCREASES MEAN
IPPV IPPV AIRWAY PRESSURE AIRWAY PRESSURE
55
Gagal Napas Hipoksemik Gagal Napas Hipoksemik
(tipe 1) (tipe 1)
PaO PaO2 2 < < 60 mmHg dengan udara ruangan, 60 mmHg dengan udara ruangan,
PaCO PaCO2 2 normal atau rendah normal atau rendah
Tipe gagal napas tersering Tipe gagal napas tersering
Penyebab : Penyebab :
Kelainan jantung (R Kelainan jantung (R ড় ¦ -¦vu) ড় ¦ -¦vu)
·-u××v-u :-·v. +'--': 'u·- :v'+·u'-'. ·-u××v-u :-·v. +'--': 'u·- :v'+·u'-'.
:u÷v+·u'-. -÷'÷¦--'-. `||· :u÷v+·u'-. -÷'÷¦--'-. `||·
66
Gagal Napas Hiperkapnik Gagal Napas Hiperkapnik
(tipe 2) (tipe 2)
PaCO PaCO22 > > 50 mmHg 50 mmHg
Biasanya selalu disertai keadaan Biasanya selalu disertai keadaan
hipoksemia hipoksemia
Berdasarkan onset serangan dibagi 2 : Berdasarkan onset serangan dibagi 2 :
Akut Akut
Kronik eksaserbasi akut Kronik eksaserbasi akut
77
MEKANISME PATOFISIOLOGIK MEKANISME PATOFISIOLOGIK
Mekanisme dasar terjadinya gagal napas ada 4 : Mekanisme dasar terjadinya gagal napas ada 4 :
1. 1. Shunting Shunting
2. 2. Dead space ventilation Dead space ventilation
3. 3. Difusi abnormal Difusi abnormal
4. 4. Hipoventilasi alveolar Hipoventilasi alveolar
88
Failure to Oxygenate Failure to Oxygenate
Diffusion Abnormality Diffusion Abnormality
Pulmonary edema: cardiogenic & non Pulmonary edema: cardiogenic & non
cardiogenic, Pulmonary fibrosis, cardiogenic, Pulmonary fibrosis,
Interstitial Lung Disease Interstitial Lung Disease
Normal, V/Q=1 Normal, V/Q=1
Dead Space Ventilation, Dead Space Ventilation,
V/Q>1 V/Q>1
Pulmonary Embolism, Excessive PEEP Pulmonary Embolism, Excessive PEEP
Shunt, V/Q<1 Shunt, V/Q<1
Lung collapse, atelectase, Lung collapse, atelectase,
consolidation consolidation
99
Shunting (Perfusi tanpa Ventilasi) Shunting (Perfusi tanpa Ventilasi)
V/Q V/Q mismatch mismatch dimana alveoli tidak terventilasi dimana alveoli tidak terventilasi
namun tetap mengalami perfusi namun tetap mengalami perfusi
Relatif resisten terhadap terapi oksigen Relatif resisten terhadap terapi oksigen
Penyebab tersering gagal napas hipoksemik Penyebab tersering gagal napas hipoksemik
pada pasien sakit kritis pada pasien sakit kritis
Penyebab : Penyebab :
Intra cardiac : Intra cardiac :
-- Right to Left Shunt : TF, Eisenmengers syndrome Right to Left Shunt : TF, Eisenmengers syndrome
-- Paru : pneumonia, edema paru, atelektasis, kontusio paru. Paru : pneumonia, edema paru, atelektasis, kontusio paru.
10 10
Dead Space Ventilation Dead Space Ventilation
Kebalikan dari V/Q Kebalikan dari V/Q mismatch mismatch
Gas melewati alveoli namun tidak terjadi Gas melewati alveoli namun tidak terjadi
pertukaran gas oleh karena alveoli tidak pertukaran gas oleh karena alveoli tidak
mengalami perfusi mengalami perfusi
Jika pasien dapat mengkompensasi keadaan ini, Jika pasien dapat mengkompensasi keadaan ini,
pengurangan Ventilasi efektif akan pengurangan Ventilasi efektif akan
meningkatkan Pa CO meningkatkan Pa CO22
Penyebab Penyebab
Low CO Low CO
Peningkatan tekanan intraalveolar yang menyebabkan Peningkatan tekanan intraalveolar yang menyebabkan
kompressi atau regangan alveolar kompressi atau regangan alveolar
11 11
Difusi Abnormal Difusi Abnormal
Disebabkan abnormalitas membran Disebabkan abnormalitas membran
alveolar atau penurunan jumlah alveoli alveolar atau penurunan jumlah alveoli
yang akanmenyebabkan berkurangnya yang akanmenyebabkan berkurangnya
Alveolar Surface Area
Penyebab
ARDS
Penyakit Fibrotik paru
12 12
Hipoventilasi Alveolar Hipoventilasi Alveolar
Penyebab : Penyebab :
Kelainan neurologik : Kelainan neurologik :
Pusat napas : opioid, anasthetic & trauma Pusat napas : opioid, anasthetic & trauma
kepala kepala
Saraf cervical : C3 Saraf cervical : C3--5, Spinal Injuries 5, Spinal Injuries
Saraf phrenikus : chest trauma, pembedahan Saraf phrenikus : chest trauma, pembedahan
Neuromuskular junction : myasthenia gravis Neuromuskular junction : myasthenia gravis
Kelainan Muskular : Kelainan Muskular :
Myopathy Myopathy
13 13
Causes of Respiratory Failure Causes of Respiratory Failure
Failure to Ventilate Failure to Ventilate Failure to Protect Airway Failure to Protect Airway
Neurological Neurological Anatomical Anatomical
Respiratory Center Respiratory Center Airway Obstruction Airway Obstruction
Cervical Nerve C3,4,5 Cervical Nerve C3,4,5
-- Spinal Injury Spinal Injury Chest Wall Chest Wall
--Flail Chest Flail Chest
Phrenics Nerve Phrenics Nerve
-- chest trauma injury chest trauma injury Pleural Cavity Pleural Cavity
--Pneumothorax Pneumothorax
Neuromuscular Junction Neuromuscular Junction --Hematothorax Hematothorax
--Neuromuscular Blockers Neuromuscular Blockers
--Myasthenia Gravis Myasthenia Gravis Abdominal Compression Abdominal Compression
Muscular Muscular
myopathy myopathy
14 14
Gambaran Klinik Gambaran Klinik
Kompensasi respirasi Kompensasi respirasi
Peningkatan tonus saraf simpatik Peningkatan tonus saraf simpatik
End Organ Hipoksia End Organ Hipoksia
Desaturasi hemoglobin Desaturasi hemoglobin
Polisitemia (Hipoksemia Kronik) Polisitemia (Hipoksemia Kronik)
15 15
Kompensasi Respirasi Kompensasi Respirasi
Takipneu Takipneu
Kerja otot Kerja otot--otot napas tambahan otot napas tambahan
meningkat meningkat
Nasal flaring Nasal flaring
Retraksi interkostal, suprasternal & Retraksi interkostal, suprasternal &
supraklavikular supraklavikular
16 16
Peningkatan Tonus Simpatik Peningkatan Tonus Simpatik
Takikardia Takikardia
Hipertensi Hipertensi
Berkeringat banyak Berkeringat banyak
17 17
End Organ Hipoksia End Organ Hipoksia
Perubahan status mental Perubahan status mental
Bradikardi Bradikardi
Hipotensi Hipotensi
18 18
Desaturasi hemoglobin : sianosis Desaturasi hemoglobin : sianosis
Polisitemia Polisitemia
19 19
PENANGANAN PENANGANAN
Tujuan Tujuan utama utama adalah adalah untuk untuk mengatasi mengatasi &&
mencegah mencegah hipoksemia hipoksemia : :
Terapi Terapi oksigen oksigen
Ventilasi Ventilasi Mekanik Mekanik
Selanjutnya Selanjutnya kontrol kontrol PaCO PaCO22 dan dan asidosis asidosis
respiratorik respiratorik
Terapi Terapi penyebab penyebab dasar dasar
20 20
TERAPI OKSIGEN TERAPI OKSIGEN
Nasal Prongs Nasal Prongs
Venturi Masks Venturi Masks
NRM NRM
NIPPV NIPPV--CPAP CPAP
NIPPV NIPPV--BIPAP BIPAP
21 21
Ventilasi Mekanik Ventilasi Mekanik
Indikasi : (Phontoppidan) Indikasi : (Phontoppidan)
Kegagalan pertukaran gas yang berat Kegagalan pertukaran gas yang berat
Onset yang cepat gagal napas Onset yang cepat gagal napas
Respon inadekuat terhadap NIPPV Respon inadekuat terhadap NIPPV
Meningkatnya kerja otot Meningkatnya kerja otot--otot pernapasan otot pernapasan
Ketidakmampuan mempertahankan Ketidakmampuan mempertahankan
patensi jalan napas patensi jalan napas
22 22
KESIMPULAN KESIMPULAN
Gagal napas dibagi 2 tipe : hipoksemik & Gagal napas dibagi 2 tipe : hipoksemik &
hiperkapnik hiperkapnik
Mekanisme patofisiologi terjadinya gagal napas Mekanisme patofisiologi terjadinya gagal napas
adalah terdapatnya Shunting, Dead space adalah terdapatnya Shunting, Dead space
ventilation, Difusi abnormal & hipoventilasi ventilation, Difusi abnormal & hipoventilasi
alveolar alveolar
Tujuan utama penatalaksanaan gagal napas Tujuan utama penatalaksanaan gagal napas
adalah menangani & mencegah hipoksemia adalah menangani & mencegah hipoksemia
dengan terapi oksigen & ventilasi mekanik dengan terapi oksigen & ventilasi mekanik
23 23

DEFINISI
Gagal napas adalah ketidakmampuan paruparu-paru memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Hal ini dapat terjadi tubuh. akibat kegagalan oksigenasi pada tingkat jaringan dan atau kegagalan homeostasis karbondioksida (CO2) (CO2

2

Gagal napas hipoksemik Gagal napas hiperkapnik 3 . 2.KLASIFIKASI Gagal napas dibagi 2 tipe : 1.

Respiratory Failure FAILURE TO VENTILATE FAILURE TO OXYGENATE FAILURE TO PROTECT AIRWAY HIGH PaCO2 INCREASE MINUTE VENTILATION TRACHEAL NIPPV IPPV LOW PaO2 INCREASE FiO2 APPLY PPV (CPAP) INCREASES MEAN AIRWAY PRESSURE LOW GCS INTUBATION ORAL 4 .

PaCO2 normal atau rendah  Tipe gagal napas tersering  Penyebab : jantung (R /VKXQW.Gagal Napas Hipoksemik (tipe 1)  PaO2 < 60 mmHg dengan udara ruangan.

 *DQJJXDQSDUXPLVDOLQWUDSXOPRQLDO SQHXPRQLDDWHOHNWDVLV$5'6  Kelainan 5 .

Gagal Napas Hiperkapnik (tipe 2)  PaCO2 > 50 mmHg  Biasanya selalu disertai keadaan hipoksemia  Berdasarkan onset serangan dibagi 2 :  Akut  Kronik eksaserbasi akut 6 .

Shunting Dead space ventilation Difusi abnormal Hipoventilasi alveolar 7 .MEKANISME PATOFISIOLOGIK Mekanisme dasar terjadinya gagal napas ada 4 : 1. 4. 2. 3.

Pulmonary fibrosis. V/Q=1 Dead Space Ventilation. atelectase. consolidation 8 . Interstitial Lung Disease Normal. V/Q>1 Pulmonary Embolism. V/Q<1 Lung collapse. Excessive PEEP Shunt.Failure to Oxygenate Diffusion Abnormality Pulmonary edema: cardiogenic & non cardiogenic.

atelektasis. edema paru.Shunting (Perfusi tanpa Ventilasi)     V/Q mismatch dimana alveoli tidak terventilasi namun tetap mengalami perfusi Relatif resisten terhadap terapi oksigen Penyebab tersering gagal napas hipoksemik pada pasien sakit kritis Penyebab :  Intra cardiac : - Right to Left Shunt : TF. kontusio paru. 9 . Eisenmengers syndrome Paru : pneumonia.

Dead Space Ventilation     Kebalikan dari V/Q mismatch Gas melewati alveoli namun tidak terjadi pertukaran gas oleh karena alveoli tidak mengalami perfusi Jika pasien dapat mengkompensasi keadaan ini. pengurangan Ventilasi efektif akan meningkatkan Pa CO2 Penyebab   Low CO Peningkatan tekanan intraalveolar yang menyebabkan kompressi atau regangan alveolar 10 .

Difusi Abnormal  Disebabkan abnormalitas membran alveolar atau penurunan jumlah alveoli yang akanmenyebabkan berkurangnya Alveolar Surface Area  Penyebab  ARDS  Penyakit Fibrotik paru 11 .

Hipoventilasi Alveolar Penyebab :  Kelainan neurologik :  Pusat napas : opioid. anasthetic & trauma kepala  Saraf cervical : C3-5. pembedahan  Neuromuskular junction : myasthenia gravis  Kelainan Muskular :  Myopathy 12 . Spinal Injuries C3 Saraf phrenikus : chest trauma.

chest trauma injury Neuromuscular Junction -Neuromuscular Blockers -Myasthenia Gravis Pleural Cavity -Pneumothorax -Hematothorax Abdominal Compression Muscular myopathy 13 .5 .4.Spinal Injury Failure to Protect Airway Anatomical Airway Obstruction Chest Wall -Flail Chest Phrenics Nerve .Causes of Respiratory Failure Failure to Ventilate Neurological Respiratory Center Cervical Nerve C3.

Gambaran Klinik  Kompensasi respirasi  Peningkatan tonus saraf simpatik  End Organ Hipoksia  Desaturasi hemoglobin  Polisitemia (Hipoksemia Kronik) 14 .

Kompensasi Respirasi  Takipneu  Kerja otototot-otot napas tambahan meningkat  Nasal flaring  Retraksi interkostal. suprasternal & supraklavikular 15 .

Peningkatan Tonus Simpatik  Takikardia  Hipertensi  Berkeringat banyak 16 .

End Organ Hipoksia  Perubahan  Bradikardi  Hipotensi status mental 17 .

 Desaturasi  Polisitemia hemoglobin : sianosis 18 .

PENANGANAN Tujuan utama adalah untuk mengatasi & mencegah hipoksemia : Terapi oksigen Ventilasi Mekanik Selanjutnya kontrol PaCO2 dan asidosis PaCO2 respiratorik Terapi penyebab dasar 19 .

TERAPI OKSIGEN  Nasal Prongs  Venturi Masks  NRM  NIPPV-CPAP NIPPV NIPPV-BIPAP NIPPV- 20 .

Ventilasi Mekanik Indikasi : (Phontoppidan)  Kegagalan pertukaran gas yang berat  Onset yang cepat gagal napas  Respon inadekuat terhadap NIPPV  Meningkatnya kerja otot-otot pernapasan otot Ketidakmampuan mempertahankan patensi jalan napas 21 .

Difusi abnormal & hipoventilasi alveolar Tujuan utama penatalaksanaan gagal napas adalah menangani & mencegah hipoksemia dengan terapi oksigen & ventilasi mekanik 22 . Dead space ventilation.KESIMPULAN    Gagal napas dibagi 2 tipe : hipoksemik & hiperkapnik Mekanisme patofisiologi terjadinya gagal napas adalah terdapatnya Shunting.

23 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful