Perkawinan Perdata, ialah pertalian yang sah antara seorang lelaki dan seorang

perempuan untuk waktu yang lama. UU memandang perkawinan hanya dari hubungan keperdataan ( Pasal 26 BW)
Dengan demikian, bersifat YURIDIS karena sahnya perkawinan jika syarat ± syarat menurut UU (KUHPer) dipenuhi. Artinya, bahwa suatu perkawinan yang sah, hanyalah perkawinan yang memenuhi syarat ± syarat yang ditetapkan dalam KUHPer dan syarat ± syarat peraturan yang dikesampingkan.

Menurut UU NO.1 Tahun 1974, perkawinan adalah ikatan lahir batin antara
seorang laki ± laki dan seorang wanita sebagai suami istri yang bertujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kekurangan Pasal 26 KUHPer ,tidak memperhatikan beberapa hal seperti :
y

Unsur Agama . : UU tidak mencampurkan upacara ± upacara perkawinan menurut peraturan

y

UU tidak memperhatikan larangan ± larangan untuk kawin seperti ditentukan peraturan agama

Segi Agama, cerai tidak dimungkinkan meskipun dalam hukum agama katolik, tidak ada istilah perceraian Segi Biologis, UU tidak memperhatikan faktor ± faktor biologis seperti kemandulan Segi motif, UU tidak mempedulikan motif yang mendorong para pihak untuk melangsungkan perkawinan
Jadi, KUHPer hanya memperlihatkan segi ± segi formalitas saja. Positifnya Pasal 26 KUHPer :
y y

Perkawinan monogami : Sesuai dengan Pasal 27 KUHPer Hakikat perkawinan adalah suatu lembaga yang abadi dan hanya dapat putus karena kematian Cerai tetap dibolehkan tetapi karena alasan2 tertentu ; limitatif

y

Pelanggaran terhadap Pasal 27 KUHPer, dapat dikenakan pidana sesuai dengan Pasal 279 KUHPidana .

Yang berisi bahwa seseorang dapat diancam pidana penjara paling lama 5 tahun apabila ia mengadakan perkawinan padahal masih terikat pada perkawinan sebelumnya yang menjadi penghalang yang sah untuk perkawinan yang baru.

Pasal 31 -ayat 1. Pasal 105 KUHPer . suami adalah kepala keluarga dan istri i bu rumah tangga 3. harus setia ± mensetiai dan tolong menolong 2. suami wajib menerima diri istrinya dalam rumah yang didiami. Pasal 110 KUHPer . Perkawinan merupakan suatu lembaga yang abadi . Pasal 103 KUHPer .Dan apabila menyembunyikan perkawinan baru tersebut maka dapat dikenakan pidana penjara selama 7 tahun. suami harus mengurus harta kekayaan sebagaimana seorang bapak rumah yang baik dan bertanggungjawab atas segala kealpan dalam pengurusan tersebut. masing ± masing pihak berhak melakukan perbuatan hukum -ayat 3. suami harus mengemudikan urusan ha rta kekayaan milik pribadi istrinya. Pasal 30 . Pasal 106 KUHPer . istri harus tunduk dan patuh pada suaminya 4. AKIBAT PERKAWINAN AKIBAT PERKAWINAN TERHADAP DIRI PRIBADI Hak dan Kewajiban suami istri dalam KUHPer : 1. Pasal 32 . Perceraian harus dengan alasan ± alasan terbata. Pasal 107 KUHPer . di luar alasan ± alasan tersebut perceraian dilarang. suami istri harus mempunyai tempat kediaman tetap yang . yg dapat disimpulkan dengan : 1. Hakim wajib mendamaikan kembali sebelum memutuskan perkara perceraian 3. suami wajib melindungi dan memberi apa yang perlu dan berpautan dengan kedudukan dan kemampuannya 5. istri tidak berwenang untuk bertindak dalam hukum 6. Pasal 108 KUHPer . suami wajib memberi bantuan kepada istri/mewakili istri di pengadilan. suami adalah kepala rumah tangga. Larangan perceraian denga n persetujuan 2.1 Tahun 1974 : 1. suami istri wajib menegakkan rumah tangga yang menjadi sendi dasar susunan masyarakat 2. seorang istri tidak boleh menghadap di muka hakim tanpa bantuan suaminya Hak dan Kewajiban suami istri dalam UU No. hak dan kedudukan suami istri seimbang -ayat 2. suami tidak diperbolehkan memindahtangakan/membebani harta kekayaan tak bergerak milik istri tanpa persetujuan istri 3.

Perjanjian kawin 2. ada pengecualian bahwa harta tersebut bukan harta campuran bulat yaitu apabila terdapat : 1. istri wajib mengatur urusan rumah tangg sebaiknya. jika salah satu gagal/melakukan kewajibannya maka dapat mengajukan gugatan pada pengadilan AKIBAT PERKAWINAN TERHADAP HARTA BENDA SUAMI ISTRI Menurut KUHPer adalah harta campuran bulat dalam pasal 119 KUHPer harta benda yang diperoleh sepanjang perkawinan menjadi harta bersama meliputi seluruh harta perkawinan yaitu : 1.ditentukan suami istri bersama 1. Dilahirkan sebelum 180 hari sejak saat perkawinan 2. hormat menghormati. 2. Istri melakukan perzinahan . Penguasaannya tetap pada masing ± masing suami istri yang membawanya ke dalam perkawinan. memperoleh si suami sebagai bapaknya (tentang anak sah) Anak sah menurut Pasal 42 UU No. suami istri wajib saling mencintai. Jika masa 180 + 300 hari. Harta bersama adalah harta benda yang diperoleh sepanjang perkawinan Harta bawaan adalah harta yang dibawa masuk ke dalam suatu perkawinan. setia dan memberi bantuan lahir batin 2. yang ditetapkan oleh pewaris Pasal 120 KUHPer Menurut Pasal 35 UU No. yaitu : 1. Harta yang sudah ada pada waktu perkawinan 2. Ada hibah/warisan. AKIBAT PERKAWINAN TERHADAP ANAK KETURUNAN (Pasal 250 KUHPer) Pasal 250 KUHPer . Harta yang diperoleh sepanjang perkawinan Namun. Pasal 34 . suami wajib melindungi istri. 1 tahun 1974. adalah : "Anak sah adalah anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat dari perkawinan yang sah" Penyangkalan anak dapat dilakukan menurut Pasal 251 ± 254 KUHPer. Tiap ± tiap anak yang dilahrikan atau ditumbuhkan sepanjang perkawinan. belum pernah berhubungan tetapi istri melahirkan 3. sepanjang pihak tidak menentukan lain. jika : 1. Pasal 33 . memberikan segala sesuatu keperluan hidup berumah tangga sesuai kemampuan.1 tahun 1974.

Anak dilahirkan setelah lewat 300 hari. milik ibu 2. dapat dilakukan pembuktian langsung/nyata yaitu : 1. Harta anak . Dilakukan oleh ahli waris suami. Satu bulan ia berada di tempat b. keputusan hakim sejak perpisahan meja dan tempat tidur Penyangakalan anak.4. Akte perkawinan . apabila : . yaitu : 1. yaitu : 1. Memakai nama keluarga Ayah 2. dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan dua akte. setelah 2 bulan suami meninggal PEMBUKTIAN ANAK SAH. KEKUASAAN ORANG TUA / Ouderlijke Macht Kekuasaan orangtua meliputi dua hal. 1 tahun 1974 adalah kekuasaan tunggal yang ada pada masing ± masing pihak ayah dan ibu Pencabutan kekuasaan orangtua dapat dilakukan (Pasal 49 UU No. pengurusan harta sang anak Sifat kekuasaan orangtua menurut KUHPer adalah kekuasaan kolektif yang dipegang oleh Ayah Sifat kekuasaan orangtua menurut UU No. maka : a. Dua bulan sesudah ia kembali dari bepergian c. Masyarakat sekitar mengakui 3. Ayah memperlakukan baik keluarga lainnya Anak diluar kawin/natuurlijk kind apabila diakui melalui akte pengakuan anak maka akan menimbulkan hubungan hukum dengan suami/istri yang mengakui. kebutuhan fisik anak 2. 1. Kehadiran disembunyikan dua bulan 2. dari ibu mana anak tersebut dilahirkan Selain itu. Diri anak . Dilakukan oleh suami sendiri. Akte kelahiran . Apabila tidak diakui maka tidak ada hubungan hukum .1 1974).

1/1974. cara berpikir penganut sistem (negara/bangsa) Perbedaan sistem hukum konsepsi perkawinan dalam sistem KUHPer/BW dan UU No. Konsepsi perkawinan menurut UU No.1. dapat dlihat dalam pasa 1 UU no. anak diluar kawin baru mempunyai hubungan darah dengan ibu apabila sang ibu mengakuinya. hanya dipandang dari segi keperdataannya saja. setiap anak secara otomatis mempunyai hubungan darah dengan ibunya 1. menurut KUHPer seorang anak luar kawin baru mempunyai hubungan darah dengan ayahnya kalau sang ayah mengakuinya secara sah KONSEPSI PERKAWINAN Konsepsi. Anak terhadap ibunya (Pasal 280 KUHPer dan UU No. Konsepsi perkawinan menurut KUHPer. 1 Tahun 19 74. UU melihat perkawinan itu sah dan syarat ± syaratnya menurut UU dipenuhi. 1/1974. Menurut UU No. Menurut KUHPer. Yang berisi : Perkawinan adalah : ikatan lahir batin antara seorang laki ± laki dengan seorang wanita sebagai suami istri yang bertujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal . Artinya. 1 tahun 1974). Anak terhadap orangtua . 1 tahun 1974 adalah : 1. karakter 3. Yang dilihat hanya faktor yuridis sesuai dengan Pasal 26 KUHPer. melalaikan kewajiban sebagi orangtua 2. Dihukum karena suatu kejahatan AKIBAT PERKAWINAN YANG LAIN Mengenai hubungan darah adalah sebagai berikut : 1. berkelakukan buruk 3. Anak terhadap ayahnya. Anak yang sah mempunyai hubungan darah yang sah baik dengan ayah maupun ibunya 2. diartikan sebagai sistem hukum yang dipakai / sistem hukum tertentu. 2. pandangan hidup 2. Sistem hukum tsb berbeda. hal tsb tergantung dari : 1.

Pasal 8 sub f. 33 KUHPer) . Pasal 35 ayat 1 dan 2. Pasal 29 ayat 2. Pasal 36 ayat 1 dan 2. 32. yang berlaku untuk seluruh perkawinan yang terdiri dari : y Kata Sepakat (Pasal 28 KUHPer) Asas yang dianut Monogami mutlak (Pasal 27 KUHPer) Batas usia (Pasal 29 KUHPer) Tenggang waktu tunggu. berlaku hanya untuk perkawinan tertentu.Syarat perkawinan menurut KUHPer / BW . Pasal 51 ayat 3 y Unsur biologis Pasal 4 sub c y Unsur Sosiologis Pasal 7 ayat 1 y Unsur Yuridis Pasal 2 ayat 2. 31. 300 hari (Pasal 34 KUHPer) Syarat Materil Khusus . Pasal 37 SYARAT ± SYARAT PERKAWINAN . yaitu : y Unsur religius / Keagamaan Pasal 2 ayat 1. seperti : - Larangan Perkawinan (Pasal 30.Syarat perkawinan menurut Undang Undang Nomor 1 tahun 1974 Menurut KUHPer / BW Syarat Materil y Syarat Materil Umum .- berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa Unsur ± Unsur dalam Konsepsi Perkawinan Terdapat Unsur ± unsur atau asas ± asas tentang konsepsi perkawinan di dalam Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974.

40.- Izin Kawin (Pasal 33. Penelitian 3.1/1974) Izin Kawin (Pasal 6 ayat 2 UU no. monogami tidak mutlak / monogamy terbuka Batas usia. Pengumuman : y y Pelangsungan perkawinan Melaksanakan perkawinan . baik sebelum maupun setelah perkawinan Sebelum Perkawinan : y Pemberitahuan / aangifte Tentang kehendak kawin kepada pegawai catatan sipil. Pemberitahuan 2. laki ± laki 19 tahun. yai tu pegawai yg nantinya akan melangsungkan pernikahan y Pengumuman Menurut Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 Syarat Materil y Syarat Materil Umum y y y y Kata Sepakat Azas yang dianut. perempuan 16 tahun Jangka waktu : o cerai mati : 130 hari o cerai hidup : 3 kali suci y Syarat Materil Khusu y y Larangan perkawinan (Pasal 7 UU no. 42 KUHPer) Syarat Formil Mengenai Tata Cara Perkawinan. 35 ± 38.1/1974) Syarat Formil y Sebelum Perkawinan 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful