PEMBAHASAN

SEL Sel merupakan unit dasar terkecil yang mendasari suatu kehidupan. Ilmu yang mempelajari sel disebut sitologi (cytology). 1. bagian dari sel a. plasma sel 1) luar sel 2) 3) tersusun atas fosfolipid dan protein membrane plasma memungkinkan sel untuk berinteraksi dengan sel yang lain, tempat sebagai pembatas terluar dari sel yang membatasi komponen dalam sel dengan lingkungan

reseptor, dan mengatur pertukaran material dengan cara difusi atau osmosis b. sitoplasma, cairan tempat melekatnya organel-organel pada sel 1) substansi antara nucleus dan membrane plasma yang meengandung organel dan incluuisions terdiri atas air, protein, karbohidrat, lipid, serta komponen anorganik. Zat kimia dalam tempat dimana reaksi kimia berlangsung nucleus merupakan pusat pengaturan segala aktivitas sel dan mengandung kromosom yang berisi materi genetic (DNA) • 2) • • 3) • • • semua sel memiliki nucleus kecuali sel darah merah ribosome terdiri dari granula yang berisi DNA ribosomal dan protein ribosomal sebagai tempat sintesis protein reticulum endoplasma merupakan jaringan yang menghubungkan membrane nucleus dan membrane plasma reticulum endoplasma kasar mengandung ribosom, tetapi reticulum endoplasma halus tidak mendukung proses mekanis yang terjadi, melepaskan ion kalsium yang terlibat dalam konsentrasi otot, memimpin pertukaran materi dalam sitoplasma, system pengangkutan interseluler, mensintesa lipid dan protein, menyimpan molekul hasil sintesa, dan membantu sel untuk mengeluarkan zat kimia yang tidak diperlukan 4) • badan golgi terdiri dari empat hingga delapan tumpukan kantong gepeng fungsi utamanya adalah memproses, menyusun, dan mengantarkan protein ke sel. Selain itu juga mensekresi protein dan lipid sertab membentuk lisosom 5) • • mitokondria terdiri dari lapisan membrane yang membatasi dan lipatan yang disebut Krista membentuk ATP

2)
3) c. organel 1) •

sitoplasma dapat berbentuk larutan atau koloid

d. inclusions, yaitu hasil sekresi dan produk nutrisi pada sel seperti melanin, glikogen, dan lipid. SISTEM INTEGUMEN

Terdiri dari kulit dan turunannya seperti rambut, kuku, keringat, minyak, dan kelenjar susu. Organ ini adalah organ yang paling bisa terlihat (Tortora) KULIT Fungsi Kulit : (Gartner, Leslie P., 327) 1. Perlindungan 2. Pengatur suhu tubuh 3. Ekskresi yang dilakukan oleh kelenjar keringat 4. Arbsorbsi sinar Ultra Violet dari sinar matahari untuk mensintesis vitamin D Epidermis Kulit Tebal Tebal 0,8 mm – 1,4 mm. Terdiri dari 5 lapisan. Dari bawah yaitu : Stratum Basale (Germinativum), Stratum Spinosum, Stratum Granulosum, Stratum Lucidium, dan Stratum Corneum. Kulit Tipis Tebal 0,07 mm – 0,12 mm. Memiliki 4 lapisan, tanpa Stratum Lucidium (Guton, Arthur C.) , terdapat pada bagian yang kekurangan rambut (telapak kaki dan telapak tangan). Stratum Ge\rminativum Terdiri dari epidermal stem cells, melanocytes, dan keratinocytes. Merupakan lapisan epidermis paling bawah. Terbentuk dari jaringan ikat longgar. Berbatasan langsung dengan dermis. Sel-sel yang mendominasi adalah sel-sel stem yang besar/ sel basale. Aktifitas melanocytes menyebabkan kulit bewarna kecoklatan. Sel merkel yang banyak terdapat pada bagian yang kekurangan rambut, mengeluarkan zat kimia yang peka terhadap sentuhan. Stratum Spinosum Lapisan epidermis yang paling tebal, terdiri daru berbagai macam bentuk sel (polyhedral sampai sel-sel yang berbentuk tipis) sehingga nampak berduri (spin). Disini juga terdapat keratinocytes yang aktif melakukan mitosis. Stratum basal dan spinosum disebut lapisan malphigi yang bertanggung jawab dalam pergantian epidermal keratinocytes. Stratum Granulosum Terdapat keratinocytes yang tergantikan oleh atau dari stratum spinosum. Ketika sel tersebut mencapai lapisan ini, mulai untuk membuat protein keratohyalin dan keratin dalam jumlah banyak. Keratohyalin merupakan zat tanduk, menyebabkan kulit less permeable. Keratin merupakan bahan penyusun utama rambut dan kuku. Stratum Lucidium Lapisan ini hanya terdapat pada kulit tebal (thick skin). Walaupun lapisan ini berisi sel-sel tipis dan kekurangan organel dan nuclei, akan tetapi mengandung keratin filament yang tebal. Plasma membran mengalami penenbalan akibat penyuluran protei non kreatin (infolokrin). Tidak terlihat bawah pada standard hytological layer. Stratum Corneum Terletak di permukaan, 15-10 lapisan tipis (epitel pipih), sel mati, interloching cells. Disebut juga lapisan tanduk (horny layer). Tipe Sel : Keratinocytes, Melanocytes, Sel Merkel, Sel Langerhans. Keratinocytes

Subtansi terbanyak dari sel-sel epidermis, karena keratinocytes selalu mengelupas pada permukaaan epidermis, maka harus selalu digunakan. Pergantian dilakukan oleh aktivitas mitosis dari lapisan basal (di malam hari). Selama perjalanannya ke luar (menuju permukaan. Keratinocyes berdeferensiasi menjadi keratin filamen dalam sitoplasma. Proses dari basal sampai korneum selama 20-30 hari. Karena proses cytomorhose dari keratinocytes yang bergerak dari basal ke korneum, lima lapisan dapat diidentifikasi. Yaitu basal, spimosum, granulosum, losidum dan kornium. Melanocytes Didapat dari ujung saraf, memproduksi pigment melanin yang memberikan warna coklat pada kulit. Bentuknya silindris, bulat dan panjang. Mengandung tirosinase yang dihasilkan oleh REG, kemudian tirosinase tersebut diolah oleh Aparatus Golgi menjadi oval granules (melanosomes). Ketika asam amino tirosin berpindah ke dalam melanosomes, melanosomes berubah menjadi melanin. Enzim tirosinase yang diaktifkan oleh sinar ultra violet.. Kemudian melanin meninggalkan badan melanicytes dan menuju ke sitoplasma dari sel-sel dalam lapisan stratum spinosum. Dan pada akhirnya pigmen melanin didegradasi oleh keratinocytes. Faktor-faktor yang menyebabkan adanya perbedaan warna kulit antara lain: 1. Melanosit, terletak pada stratum basalis, memproduksi pigmen, melanin, yang bertanggung jawab untuk pewarnaan kulit dari coklat sampai hitam.

2. Darah dalam pembuluh dermal di bawah lapisan epidermis dapat terlihat dari permukaan dan menghasilkan
pewarnaan merah muda . Ini lebih jelas terlihat pada kulit orang kilit putih (Kaukasian) 3. Keberadaan dan jumlah pigmen kuning, karotin, hanya ditemukan pada stratum korneum, dan dalam sel lemak dermis dan hipodermis, yang menyebabkan beberapa perbedaan pada pewarnaan kulit. Merkel Cells Banyak terdapat pada daerah kulit yang sedikit rambut (fingertips, oral mucosa, daerah dasar folikel rambut). Menyebar di lapisan stratum basal yang banyak mengandung keratinocytes. Langerhans Cells Disebut juga dendritic cells karena sering bekerja di daerah lapisan stratum spinosum. Merupakan sel yang mengandung antibodi. Banyaknya 2% – 4 % dari keseluruhan sel epidermis. Selain itu, juga banyak terdapat di bagian dermis pada lubang mulut, esophagus, dan vagina. Fungsi dari langerhans cells adalah untuk responisasi terhadap imun karena mempunyai antibodi Dermis Lapisan Papiler : tipis mengandung jaringan ikat jarang. Lapisan Kutikuler : tebal terdiri dari jaringan ikat padat.

Kulit Tebal

Kulit Tipis RAMBUT Rambut terdiri dari benang-benang bertanduk yang berasal dari epidermis, terdiri dari batang dan akar yang meluas kebawah hingga menyerupai umbi yang bertakik pada lapisan bawahnya. Ruang di dalam takik terdapat jaringan penyambung / papilla. Akar rambut terbungkus oleh folike rambut yang berasal dari sumbu epidermal dan dermal. Rambut terdiri dari 3 lapisan epitel : 1. Medula 2. Kortex 3. Kutikula Folikel rambut terdiri dari : 1. Selubung akar epitel dalam Terdiri dari kutikula, lapisan Huxley, lapisan henle 2. Selubung akar epitel luar yang erasal dari epidermis Merupakan perpanjangan dari lapisan malpighi (stratum basale dan spinosum) 3. Selubung jaringan penyambung berasal dari dermis a. Selubung dalam, membran hialin sempit, menempel pada sel-sel silindris selubung luar. b. Selubung tengah, serat jaringan penyambung halus yang tersusun dalam lingkaran. c. KUKU Merupakan modifikasi dari lapisan epidermis. 1. Badan kuku Tersusun dari sel-sel pipih jernih. 2. Dinding kuku Lipatan sekeliling proksimal dan lateral dari kuku. 3. Alas kuku Epidermis dibawah badan kuku, tidak memiliki sratum granulosum. KELENJAR PADA KULIT 1. Kelenjar Sebasea a. Mensekresikan minyak ke folikel rambut Selubung tengah, berfungs mengangkat rambut dalam dermis.

Dengan perspirasi hilang kira-kira 500ccm air setiap hari. nipple Memproduksi sekresi kental dengan komposisi kompleks Pada individu tertentu dapat menjadi sarana komunikasi Kerjanya sangant dipengaruhi hormon Tersebar luas Memproduksi sedikit sekresi. groin. Berbagai jumlah air dapat dilepaskan. Kelanjar Keringat Kelenjar keringat adalah alat utama untuk merendahkan suhu tubuh. . Suhu lingkungan yang lebih tinggi dari suhu tubuh dapat dirasakan cukup nyaman bila udara kering. Tergantung dari kebuthan tubuh akan pengaturan suhu. kebanyakan air Merocrine secretion mechanism Dikontrol oleh sistem saraf Penting dalam thermoregulation dan ekskresi Sebagai antibakteri b. Banyaknya keringat berkisar dari 0 sampai 2000 ccm setiap hari. Kelenjar apokrin 1) 2) 3) 4) 1) 2) 3) 4) 5) 6) Terdapat pada axilla. a.b. kira-kira setengah liter sehari pada iklim sedang. kurang pada ilim dingin dan lebih pada yang panas. Penyedia antibakteria 2. tetapi kelembaban dapat menyebabkan rasa sangat tidak enak karena menghalangi hilangnya suhu tubuh melalui penguapan. Kelenjar merokrin MEKANISME SEKRESI KERINGAT Keringat adalah sekresi aktif dari kelenjar keringat di bawah pngendalian saraf simpatis Keringat terutama berisilarutan garam dengan konsentrasi kira-kira 1/3 dari yang ada dalam plasma. Hal ini hendaknya dibedakan dengan perspirasi atau pelepasan air dengan tak terasa yang hanya berupa difusi air secara sederhana melalui kulit.

1. (Sumber : Guyton & hall. Sewaktu larutan ini mengalir di duktus. Apabila kelenjar keringat sedikit dirangsang. cairan prekursor dibentuk dalam jumlah banyak dan duktus ini hanya mengabsorpsi Natrium dan Klorida dalam jumlah sedikit sehingga dapat mencapai tingkat maksimum 50-60 mEq/L dan hanya sedikit cairan yang direabsorpsi. cairan prekursor mengalir melalui duktus secara lambat. tetapi tidak mengandung protein plasma.Pada kelenjar keringat terdiri dari dua bagian: 1. sentuhan . Bagian yang bergelung (menghasilkan sekret primer atau sekret prekursor) 2. dan vibrasi Free nerved ending : pain dan thermoreceptor Ruffini corp : stretching &pressure Krause : receptor dingin . Bagian duktus Sekret primer itu memiliki komposisi yang mirip dengan protein plasma. 2. Apabila kelenjar keringat kuat dirangsang. Konsentrasi Natrium sekitar 142 mEq/L dan Klorida sekitar 104 mEq/L dengan konsentrasi zat terlarut lain yang lebih kecil dibanding dalam plasma. larutan prekursor ini mengalami reabsorpsi sebagian ion Natrium dan Klorida. Kemudian direabsorpsi oleh duktus sehingga konsentrasi Natrium dan Klorida turun menjadi 5 mEq/L dan sebagian besar cairan tersebut juga direabsorpsi. 892) KLASIFIKASI RESEPTOR DALAM SISTEM INTEGUMEN Merkel’s disk : sentuhan Meissner corpuscle : raba Vater paccini : tekanan.

Bambang Sumantri) I.Muscle spindle & golgi tendon : mecanoreceptor (sumber : presentasi dr. Chemoreceptors Rasa Papila lidah Bau Epitel olfaktori . Thermoreceptors Dingin Krause’s corpuscles Panas Ruffini’s endings III. Nociceptors Nyeri Free nerve endings IV. Mechanoreceptors Sensibilitas kulit (epidermis and dermis) Free nerve endings Percabangan Merkel’s discs Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Meissner’s corpuscles Krause’s corpuscles Sensibilitas kedalaman jaringan Free nerve endings Percabangan Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Pacinian corpuscles Muscle spindles Golgi tendon receptors Pendengaran Reseptor suara pada koklea Keseimbangan Reseptor Vestibular Arteri Aorta II. Electromagnetic receptors Penglihatan sel batang reseptor gelap sel kerucut receptor terang V.

dan fibrinogen. Ada 3 jenis protein plasma yang utama. asam lemak Hypothalamus (sumber : Guyton n Hall) KOMPONEN DALAM DARAH Plasma darah Cairan bening kekuningan yang unsure pokoknya sama dengan sitoplasma. Albumin Protein plasma yang terbanyak. globulin.aorta dan badan carotid Gula darah. Plasma terdiri dari 92% air dan mengandung campuran kompleks zat organik dan anorganik. asam amino. Globulin Membentuk sekitar 30% protein plasma • • Alfa dan beta globulin disintesis di hati. dengan fungsi utama sebagai molekul pembawa lipid. sedangkan kristaloid adalah zat yang berdiameter kurang dari 1 nm. 1. 2. disintesis di hati dan merupakan komponen esensial dalam mekanisme pembekuan darah. Tekanan osmotic koloid ditentukan berdasarkan jumlah partikel koloid dalam larutan. tetapi memiliki ukuran paling kecil. • • Koloid adalah zat yang berdiameter 1 nm sampai 100 nm. Tekanan ini merupakan suatu ukuran ”daya tarik” plasama terhadap difusi air dari cairan ekstraseluler yang melewati membran kapiler. beberapa Gamma globulin(imunoglobulin) adalah antibodi. Albumin disintesis dalam hati dan bertanggung jawab untuk tekanan osmotik koloid darah. . limfoid dan berfungsi dalam imunitas. Plasma mengandung koloid dan kristaloid. Protein plasma mencapai 7 % plasma dan merupakan satu-satunya unsure pokok plasma yang tidak dapat menembus membran kapiler untuk mencapai sel. Fibrinogen Membentuk 4 % protein plasma. sekitar 55-60%. Ada lima jenis imunoglobulin yang diproduksi jaringan hormon. yakni albumin. 3. dan zat yang penting lainnya. berbagai substrat.

enzim sitoplasmanya mampu memproduksi ATP untuk waktu yang terbatas ini. vitamin. Agranular a. Trombosit Trombosit berfungsi dalam hemostasis (penghentian perdarahan) dan perbaikian pembuluh darah yang robek. Leukosit Memiliki fungsi antara lain : 1. Elemen pembentuk darah meliputi sel darah merah (eritrosit). dan nitrogen. Eosinofil : sel fagositik khususnya bakteri : sel fagositik khusus terhadap kompleks antigen-antibodi dan dapat bertambah banyak selama infestasi parasit c. dengan definisi tidak menebus lapisan epidermis 2. dan zat-zat sisa. KLASIFIKASI LUKA Berdasarkan Patofisiologi.Plasma juga mengandung nutrien. : oksigen. Monosit Fagosit kuat yang berdiferensiasi menjadi makrofag jaringan pada tempat terjadi infeksi kemudian akan menghancurkan bakteri. Granular a. Sel ini tetap dalam jaringan selama beberapa hari. Berperan penting dalam pengaturan pH darah karena ion bikarbonat dan hemoglobin merupakan buffer - asam basa Bersikulasi selama 120 hari sebelum menjadi rapuh dan mudah pecah. kalsium bikarbonat. Netrofil b. elektrolit. Kontusi (memar) . yaitu kemampuan untuk menembus pori-pori membran kapiler dan masuk ke dalam jaringan. gas darah. klorida. hormon. magnesium. atau pun retikulum endoplasma. leukosit bertahan kurang lebih satu hari dalam sirkulasi sebelum masuk ke jaringan. fosfat. Walaupun sel darah merah matang tidak memiliki nuklei. dan ion sulfat. mineral. benda asing. luka dibedakan menjadi : 1. dan lipid yang diabsorbsi dari saluran pencernaan. sebagian limfosit (sel B) berdiferensiasi menjadi sel plasma yang akan : menghasilkan antibodi b. beberapa minggu. Nutrien 2. Leukosit memiliki sifat diapedesis. kalium. mitokondria. Basofil 2. Limfosit • • : serupa dengan sel mast dan dapat membebaskan histamin dan heparin dalam reaksi alergi : Berperan dalam mekanisme pertahanan imunologik tubuh Bila ada antigen spesifik. atau beberapa bulan tergantung jenis leukositnya. dan debris sel Rentang kehidupan : Setelah diproduksi di sumsum tulang. gula. Abrasi Merupakan perlukaan paling superfisial. sel darah putih (leukosit). Elektrolit plasma : ion natrium. Gas darah : asam amino. 1. Eritrosit Memiliki fungsi antara lain: Mentranspor oksigen ke seluruh jaringan melalui pengikatan hemoglobin terhadap oksigen. 3. dan trombosit. karbondioksida.

termasuk Tidak adanya luka lurus yang tajam pada tulang dibawahnya. karena rusaknya hingga ke pembuluh darah. Laserasi Berbeda dengan luka iris dimana pada luka gores jringan yang rusak menyobek bukan mengiris. fase inflammatory a. jaringan yang rusak adalah epidermis. Sedangkan recovery jaringan dermis dan epidermis dijelaskan sebagai berikut: 1.terutama jika yang terluka daerah tulang Jika area tertutup oleh rambut seperti kulit kepala. Kerusakan pembuluh darah direcovery oleh trombosit. merupakan fase pembekuan darah pada daerah luka (terbentuk scab) Proses pembekuan darah Protrombin Aktivator protrombin Ca++ Trombin Fibrinogen Benang-benang Fibrin Trombin Faktor stabilisasi fibrin yang teraktivasi Fibrinogen Monomer Ca++ Benang fibrin yang saling berikatan b. maka disebut luka dalam 2. dermis. dibutuhkan bantuan kaca penbesar. maka rambut tersebut akan terdapat pada luka. fibroblast mulai mensistesa jaringan luka . sel epitel bermigrasi silang pada luka dan membelah diri untuk membentuk jaringan baru c.Terjadi karena kebocoran pada pembuluh darah dengan epidermis yang utuh oleh karena proses mekanis 3. 4. mulai terbentuk fibroblast 3. fase migratory a. permeabilitas pembuluh darah meningkat untuk mengantarkan sel fagosit (monosit dan limfosit untuk membunuh mikroba) d. merupakan fase dimana sel epitel mulai membentuk jembatan diantara luka (dibawah scab) b. pembuluh darah dan saraf . luka insisi PENYEMBUHAN LUKA Pada kasus Ontoseno. tengkorak. Laserasi dapat dibedakan dari luka iris : • • • • Garis tepi memar dan kerusakan memiliki area yang sangat kecil sehingga untuk pemeriksaanya kadang Keberadaan rangkaian jaringan yang terkena terdapat pada daerah bagian dalam luka. hingga ke pembuluh darah.

pembuluh darah kembali normal (sumber : Tortota) KESIMPULAN Pemicu 1 Blok 2 Ontoseno mempunyai kulit berwarna sawo matang sedang berjalan di ladang. Luka tersebut dapat tertutup melalui proses penutupan luka yang meliputi fase inflammatory. Yang menyebabkan rasa nyeri adalah ujung syaraf free nerve endings. lapisan epidermis. Bakteri-bakteri terebut dinetralisasi oleh sel-sel leukosit yang memuliki sifat diapedesis. Ontoseno memiliki kulit sawo matang karena dalam kulit terdapat melanocytes yang menghasilkan pigmen melanin (coklat). Ketika tertusuk duri. fase maturation a. lengan kanan Ontoseno mengalami luka. fase maturation. Ontoseno mengeluarkan keringat karena dalam kulit terdapat kelenjar keringat. Salah satu penyebab rasa nyeri dalam luka ontoseno adalah masuknya bakteri dari duri. keluat darah sedikit dan terasa perih. serat kolagen mulai tersusun normal d. Keluarnya keringat tersebut diatur oleh syaraf simpatik. Ketika hendak mengusap keringat. jaringan epidermis yang baru mulai terbentuk c. sehingga mengeluarkan darah.c. dermis serta pembuluh darah rusak. Hal ini disebabkan karena di dalam kulit terdapat ujung-ujung syaraf reseptor. pembuluh darah yang luka mulai diperbaiki oleh trombosit 4. Setelah tertusuk. scab mengelupas b. merupakan fase dimana pembentukan sel epitel lebih intensif b. fase proliferatif a. lengan Ontoseno terasa perih. fibroblast mulai membentuk kolagen 5. epidermis mulai kembali pada ketebalan normal c. Proses netralisasi bakteri dibut phagositosis. tibatiba tangannya terkena duri pada tanaman semak belukar sehingga kulit lengan kanannya tertusuk. fibroblast mulai menghilang e. Banyak sedikitnya keringat tergantung pada kebutuhan tubuh akan pengaturan suhu. fase migratory fase proliferatif. TULANG DAN RANGKA ANATOMI RANGKA .

langit rongga nasal. langit . dan kantong mata • Tulang parietal • Tulang oksipital : membentuk bagian belakang kranium • Tulang temporal : membentuk sisi kranium • Tulang etmoid : penyangga penting rongga nasal . Kranium : melindungi otak • Tulang frontal: membentuk dahi.Aksilar : Tengkorak 1.

3-5 koksigeal ) ( Sloane. rongga nasal Tulang zigomatik : tonjolan tulang pipi Tulang maksilar : rahang atas Tulang lakrimal : berisi celah . dengan rongga nasal. 2003 ) Tulang wajah : Tulang nasal : penyangga hidung Tulang palatum : membentul langit . Sternum dan Iga . tulang orbital. • • • • • • • • 4. ( Sloane. 5 vertebra lumbal. tidak berartikulasi dg tulang lain. ( 12 vertebra toraks.langit mulut. Sinus pranasal : terdiri dari ruang . 2003 ).ruang udara dalam tegkorak yang berhubungan Vertebra Kolumna vertebra : menyangga berat tubuh dan melindungi medula spinalis. 5 vertebra sakrum.• Tulang sfenoid : membentuk dasar anterior kranium • Osikel auditori : untuk proses pendengaran • Tulang womian : tulang kecil yang terdapat di dalam sutura 2.celah untuk lintasan duktus lakrimal yang mengalirkan air mata ke rongga nasal Tulang vomer : membentuk septum nasal Konka nasal inferior Mandibula : rahang bawah Tulang hioid : bentuknya tapal kuda.

Barisan tulang karpal proksimal yang terdiri dari navicular(skafoid). Tulang Pergelangan Tangan (Karpus) Pergelangan tangan terbentuk dari delapan tulang karpal irteguler yang tersusun dalam dua baris. 2.lunatum. kecuali ibu jari yang hanya memiliki tulang proksimal dan medial saja. 2003 ) Gilder pelvis (tulang panggul) Tungkai bawah 1. 2. dan setiap barisnya terdiri dari empat tulang. yaitu: 1. Tulang – tulang jari (phalanges) Setiap jari memiliki tiga tulang yaitu tulang proksimal. 2.tulang medial.1. Tangan (metacarpus) Tangan tersusun dari lima tulang metakarpal’dimana semua tulang metacarpal berukuran serupa kecuali tulang metacarpal pertama pada ibujari. Hamatum. Barisan tulang karpal distal yang terdiri dari: Trapezium. 2. prosesus sifoid ) Tulang iga : 7 pasang iga sejati. Tangan Sternum : Tulang dada ( manubrium atas. Trapezoid. 2 pasang iga melayang Skapula ( tulang belikat ) Klavikula ( tulang kolar ) Humerus : tulang tunggal pada lengan atas Lengan bawah : radius dan ulna Ada tiga macam tulang yang menyusun tangan.dan pisiform. Femur ( paha ): tulang terpanjang dan terkuat Tungkai : tibia dan fibula . Apendikular : Gilder Pektoral ( bahu ) 1. Kapitatum.kepala tulang metacarpal membentuk buku jari yang menonjol pada tangan. ( Sloane. 3. 2. trikuetral(triangular). dan tulang distal. badan. Lengan 1. 3 pasang iga semu. Setiap tulang metacarpal memiliki sebuah dasar proksimal yang berartikulasi dengan barisan distal tulang karpal pergelangan tangan.

Seperti pada jari tangan. 3. Tulang tak beraturan contoh: ruas-ruas tulang belakang e. dan parietal. ( Guyton. Tulang sesamoid contoh: patella ( Ganong. terdapat 2 buah falanges pada masing-masing ibu jari dan 3 buah falanges pada jari lain. Sistem rangka melindungi organ . ulna. b. Pada ibu jari tangan terdapat sendi pelana yang membuat ibu jari tangan lebih bebas bergerak daripada ibu jari kaki. tibia. Ibu jari kaki tidak sefleksibel ibu jari tangan. Falang adalah tulang penyusun jari.Tulang Telapak Kaki dan Jari Kaki Tarsal adalah terdiri dari 7 buah tulang. 2006 ) KLASIFIKASI TULANG a. yaitu kelima jari kaki. Di antara falanges terdapat sendi engsel yang memungkinkan gerak satu bidang. 2008 ) FISOLOGI TULANG 1. dan fibula. radius. Tulang memberikan topangan dan bentuk tubuh Pergerakan. femur.organ lunak yang ada dalam tubuh . c. Tarsal membentuk artikulasio dengan metatarsal. Tulang pendek contoh: carpal dan tarsal f. Tulang panjang contoh: humerus. 2. Tulang datar contoh: sternum. Hal ini disebabkan pada ibu jari kaki tidak memiliki sendi karpometakarpal seperti yang dimiliki ibu jari tangan. scapula. Sutural contoh: tulang diantara tulang datar pada tengkorak di garis sutura d. Tulang yang terbesar adalah atau biasa disebut tumit. Perlindungan. Tulang berartikulasi dengan tulang lain pada sebuah persendian sebagai pengungkit.

Tidak terdapat perikondrium yang dikanali dalam kartilago fibrosa. 2007 ) Gambar Hyalin Kartilago Kartilago Elastik Ditemukan di aurikula telinga. Tempat penyimpanan mineral ( Sloane. simfisis pubis. ( Junqueira. semi tembus cahaya. serta lebih sedikit kandunagn proteoglikannya. tulang iga. Berwarna coklat kebirubiruan. dan extracellular fluid. dan trombosirt. Histogenesis dan pertumbuhan : Individual mesenchymal cells  berkumpul membentuk pusat kondrofikasi  berdiferensiasi menjadi kondroblas  sekresi matriz kartilago disekelilingnya  terbentuk lacuna  kondroblas yang dikelilingi matrixnya disebut kondrosit  cell division  lebih dari 2 kondrosit disebut isogenous groups. agak elastis . Terdapat pada discus invertebralis. 2003 ). dan lunak. lebih banyak mengandung elastic fiber. badan vertebra. Sedangakan interteritorial matrix adalah matrix terbesar dan mengandung lebih banyak kolagen. yang ditemukan pada orang dewasa dalam tulang sternum. merupakan tempat produksi sel darah merah. Pembentukan sel darah ( hematopoiesis ). pada bagian perikondrium. 2007 ) Kartilago Fibrosa Merupakan jaringan intermediate antara jaringan ikat padat dan kartilago hyalin. glycoproteins. Perikondrium terbentuk di batas luar ketika proses pembentukan kondrosit. HISTOLOGI TULANG Tulang Rawan ( Kartilago ) Kartilago Hyalin Mtrixnya terdiri dari kolagen tipe II. saluran eustachius. dan dalam tendon-tendon tertentu. Teritorial matrix merup\akan matrix yang berada di sekeliling lacuna. ( Junqueira. Terletak di hidung. Matrixnya mengandung kolagen tipe I dan bersifat asidofilik. pada bagian ujung tulang panjang. dan cincin trakea dan bronkus. epiglottis. dinding telinga bagian luar. Sumsusm tulang merah. ( Junqueira. dan tulang rawan kuneiformis di laring. 5. mengandung sedikit kolagen dan banyak kondrotinsulfat. Memiiki warna kekuningan darena memiliki elastin dalam serat elastis. 2007 ) Kharakteristik Tulang Rawan Tulang rawan = Jaringan yang terdiri dari sel-sel rawan yang terdapat kondrosit dan bahan dasar tulang rawan sebagai bahan antar sel Terdapat 3 jenis tulang rawan berdasarkan karakteristiknya : 1 Tulang rawan hyalin Ciri-ciri : -Konsistensi lunak. sel darah putih.4. sehingga lebih elastis. proteoglycans. akhir dari tulang rusuk. Kondrositnya lebih besar bila dibandingkan dengan kartilago hyaline. laring. tulang pipih dan kranium.

sedangkan endosteum melapisi bagian dalam tulang. Matrix ektravaskulernya telah mengandung kalsium sehingga menutup jalanya sekresi sel didalamnya.tudung sel tulang rawan dan kelopmpok isogen seperti pada tulang rawan hyalin 3 Tulang rawan fibrious : Ciri-ciri : -Kondrosit dan tudung sel tulang rawan seperti pada tulang hyalin -Kelompok isogen hanya sedikit.-Warna kebiru-biruan -Bahan dasar homogen 2 Tulang rawan elastis : Ciri-ciri : -Warna kekuning-kuningan -Lebih fleksibel dan elastis -Bahan dasar terdapat anyaman sabut-sabut elastis dalam berbagai arah terutama di sekitar kondrosit. keras dan berbentuk tetap. ( Junqueira. Periosteum melapisi bagian luar tulang. 2007 ) Gambar : Penampang system harverst .sabut ini kemudian melanjutkan diri ke perikandrium -Kondrosit. Komponen organic merupakan kumpulan kristal-kristal kalsium hidroksiapatit yang terdiri dari kalsium dan fosfor yang banyak. Matrix terdiri dari komponen organic dan anorganik. 1980 ) Tulang ( Bone ) rawan Tulang adalah jaringan ikat kaku. pertukaran zat antara osteosit dan kapiler darah tetap bisa berjalan karena adanya komusikasi melalui kanalikuli.karena bahan antar sel agak padat -Kemungkinan sel membelah diri sedikit -Terdapat bahan sabut kolagen berbagai arah -Merupakan peralihan antara jaringan ikat fibrilair dengan jaringan tulang (Keeton. Sedangkan komponen anorganik berisi kolagen tipe I. Akan tetapi.

dan glikoprotein). Jumlahnya 20. dan Osteoklas. yakni suati hormone tiroid. Kelenjar hipofisis anterior / kelenjar pertumbuhan : berfungsi meningkatkan kecepatan mitosis kondrosit dan osteoblas serta meningkatkan kecepatan sintesis protein (kolagen. ( Junqueira. 2007 ) Osteoklas. Mengalami proses aposisi tulang yaitu komponen matrix disekresi pada permukaan sel yang berkontak dengan matrx tulang yang lebih tua. sel-sel ini secara aktif terlibat untuk mempertahankan matrix tulang dan kematianya diikuti oleh resorpsi matrix tersebut.000 per mm 3. dan di dalam endosteum. Terdapat didalam lacuna yang terletak diantara lamela-lamela matrix. Tiroksin (kelenjar tiroid) : berfungsi untuk meningkatkan kecepatan sintesis protein dan meningkatkan produksi energi dari semua jenis makanan. sehingga menjaga kemampuan mitotik (sangat berpotensi untuk berdiferensiasi menjadi Osteoblas). Osteoblas Terbentuk dari Osteorogenitor cells yang telah berdiferensiasi. 3. Osteoklas mensekresi kolagenase dan enzim lain sehingga memudahkan pencernaan kolagen setempat dan melarutkan kristal gram kalsium.Sel-sel tulang : Osteoprogenitor cells. Aktifinasnya dipengaruhi oleh hormone sitokinin. Osteoblas juga berperan dalam sistesis komponen organic dari matrix (Kolagen tipe I. 2007 ) Gambar Berbagai Bentuk Tulang Osteosit Merupakan sel tulang yang telah dewasa. tetapi bukan untuk hormone paratiroid. Berada pada bagian dalam periosteum. yang disebut Osteoid. 2007 ) HORMON YANG BEKERJA PADA PERTUMBUHAN TULANG 1. Berinti banyak. Akan tetapi osteoblas memiliki reseptor untuk hormone paratiroid dan begitu teraktivasi oleh hormone ini. Osteosit. osteoblas akan memperoduksi suatu sitokin yang disebut factor perangsang osteoklas. Berasal dari penggabungan sel-sel sumsum tulang. lapisan canal harvest. Di dapat dari osteoblas yang berdeferensiasi. dan lapisan matrix baru (namun belum terkapur). Tumbuh dibawah pengaruh Bone Morphogenic Protein (BMP) dan Transforming Growth Factor β. 2. .000 – 30. Osteoklas memiliki reseptor untuk kalsitokinin. matriks. Memiliki peranan penting dalam proses resorpsi tulang. ( Junqueira. Insulin : berfungsi dalam meningkatkan produksi energi dari glukosa. Peptioglikan. kartilago dan enzim untuk pembentukan kartilago tulang). Osteoblas. ( Junqueira. Osteoprogenitor cells Merupakan embryonic mesenchymal cells. diantara lapisan osteoblas dan tulang yang baru dibentuk.

Perikondrium tervaskularisasi 3. Tulang subperiosteal menebal 9. Fraktura : patah tulang : retak tulang : kematian sel tulang yang tidak diprogram Primarry Centre Of Ossification Secondary Centre Of Ossification 2. sekitar 48 jam setelah fracture. 6. Tulang kompak yang patah mula-mula diganti dengan jaringan berongga lalu lama kelamaan akan digantikan dengan tulang kompak lagi. 2007 ) PROSES KALSIFIKASI TULANG Osteoid  Ca2+ dan PO43. Pertumbuhan tulang terjadi di lempeng epifiseal. ( Tortora. 2007 ) GANGGUAN PADA TULANG 1. Gangguan ruas tulang belakang : kifosis. osteoblast dari periosteum membentuk lengkung disekitar fragmen tulang (eksternal callus). Nekrosa 4. mati dan berdegenerasi. Bagian-bagian pembentuk callus berasal dari osteoblast (dari periosteum yang robek) dan berkembang di sekitar patahan (disebut eksternal callus). ( Gartner. Kalsitonin : berfungsi dalam menurunkan reabsorpsi kalsium dari tulang (menurunkan kadar kalsium dalam darah). 5. pertumbuhan jaringan tulang baru (callus) pada awalnya membentuk jembatan antara tulang yang terputus.4. Beberapa hari setelah itu. 2003 ) PENYEMBUHAN FRAKTUR TULANG 1. lordosis. menutupi fracture. Osteoklas membentuk lubang di dalam tulang sub periosteal. 3. osteoblast membentuk trabeculae baru di dekat garis patahan (internal callus). skoliosis ( Sloane. Terbentuk kartilago yang telah terkalsifikasi. 5. 11. ( Sanlon. Fisura 3. Selama satu minggu. 8. 2008 ) PENULANGAN ENDOKONDRAL 1. Epifisis dan Diafisis ( Gartner. fase yang terakhir adalah remodeling.konsentrasi tinggi  vesikel matrix memproduksi pompa kalsium  transport ion Ca2+ ke dalam vesikel  konsentrasi ion Ca2+ lebih tinggi  kristalisasi  pertumbuhan kristal hidroksiapatit  menembus membrane  isi dari vesikel keluar. Osteoblast mensekresikan matrix 4. 10. 6. Paratiroid : berfungsi untuk meningkatkan reabsorpsi kalsium dari tulang ke darah dan meningkatkan absorpsi kalsium oleh usus halus dan ginjal. 7. Osteoklas mulai meresorpsi kartilago yang terkalsifikasi. osteoblast dan osteosit mulai aktif membelah. Kondrosit dalam mengalami diapsis. Komponen-komponen tulang yang mati dari fragmen ynag patah diserap oleh osteoclast. Bagian callus yang terbentuk dari sel osteoblast (dari endosteum) berkembang diantara fragmen akhir tulang yang patah dan diantara dua sumsum tulang (internal callus) 2. 2005 ) . Pembentukan model kartilago hyaline 2. Estrogen dan testosteron : berfungsi untuk mempercepat penutupan epifisis tulang panjang dan untuk membantu menahan kalsium dalam tulang untuk mempertahankan matriks tulang yang kuat. Ossifikasi mulai epifisis.

yaitu tulang bentuk kerucut yang masuk pas cekungan tulang kedua dan dapat berputar kesemua arah. Sendi peluru. terbentuk saat tulang-tulang yang berdekatan dihubungkan dengan serat-serat jaringan ikat kolagen. 2. serta tibia dan fibula dalam kantong tulang. b. Menurut fungsinya : 1. terdiri dari sebuah tulang yang masuk dengan pas pada permukaan konkaf tulang kedua. Sendi jenis ini antara lain adalah : a. Sindesmosis. Sendi diartosis (sendi dengan pergerakan bebas) disebut juga sendi synovial Sendi ini memiliki rongga sendi yang berisi cairan sinofial. Persendian fibrosa. Sinkondrosis. Contoh: sendi lutut dan siku. persendian bagian kepala d. Gomposis. permukaan tulang yang berartikulasi berbentuk konkaf disatu sisi dan konkaf pada sisi lain. adalah sendi dimana tulang berbentuk kerucut masuk dengan pas . Persendian kartilago. merupakan sendi biaksial. Persendian semacam ini disebut sendi nonaksia. seperti b. Contoh: sendi panggul dan bahu b. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan kartilago. Simfisis. Contoh: ditemukan pada tulang pada gigi yang tertanam pada tulang rahang 3. Sendi sferoidal. Contoh: lempeng epifisis sementara antara epifisis dan diafisis pada tulang panjang anak. c. yaitu sendi yang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa rapat yang hanya ditemukan pada tulang tengkorak. Sendi engsel. sehingga memungkinkan gerakan meluncur antara satu tulang dengan tulang yang lainnya. Contoh: tulang atas. f. Sendi amfiartosis (sendi dengan pergerakan terbatas) Sendi ini memungkinkan gerakan terbatas sebagai respon terhadap torsi dan kompresi. adalah salah satu sendi yang permukaan kedua tulang berartikulasi berbentuk datar. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan ikat fibrosa. Sendi sinartosis (sendi mati). Contoh: simpisis pubis yang bersisihan seperti radius dan ulna. Persendian sinovial. yang terdiri dari sebuah tulang yang masuk kedalam rongga berbentuk cangkir pada tulang lain. adalah sendi yang kedua tulangnya dihubungkan dengan diskus kartilago. yang memungkinkan gerakan kedua arah disudut kanan setiap tulang. yaitu persendian yang memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan kapsul dan ligament artikular yang membukuskan. 3. c. yaitu sendi yang tulang-tulangnya dihubungkan dengan kartilago hialin. sendi ini dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa atau kartilago. Sutura. Sendi kondiloid. Sendi jenis ini antara lain adalah: a. sehingga tulang akan masuk dengan pas seperti dua pelana yang saling menyatu. Contoh: sutura sagital dan parietal. Sendi kisar. Contoh: sendi antara tulang radius dan tulang karpal e.SENDI KLASIFIKASI SENDI Secara struktural : 1. Satu-satunya sendi pelana sejati yang ada dalam tubuh adalah persendian antara tulang karpal dan metakarpal pada ibu jari. Sendi pelana. yang menjadi bantalan sendi dan memungkinkan terjadi sedikit gerakan. Klasifikasi persendian synovial terdiri dari: a. 2. sehingga memungkinkan gerakan kesatu arah.

( Sloane . Reinforcing ligament Beberapa persendian sinovial menguat dan mengeras oleh ligament yang menutupinya. reinforcing ligament terbagi menjadi dua yaitu extracapsular ligament yang berada di luar kapsul sendi dan intracapsularligamen yang berada di dalam. ( Setiadi. 5. Syaraf Syaraf akan mendeteksi rasa nyeri pada persendian dan memonitor peregangan pada sendi. 7.Misalnya: Persendian intervertebra. berperan dalam pertumbuhan tulang ke arah memanjang ( Sloane. Artitis (inflamasi sendi) a. dan persendian antara tulang-tulang karpa dan tulang-tulang tarsal. cairan ini berfungsi sebagai pelumas untuk mempermudah gerakan . kaku. 2003 ) GANGGUAN PERSENDIAN 1. Cairan sinovial Cairan sinovial berasal dari filtrasi darah yang disekresikan fibroblast dalam membrane sinovial. Tulang rawan sendi Tersusun atas tulang rawan hialin yang berfungsi untuk melindungi tulang dari benturan dan meredam tekanan. Pembuluh darah Supli pembuluh darah untuk membentuk cairan sinovial. 2003 ) FISIOLOGI PERSENDIAN 1. Rongga sendi Tempat cairan sinovial 3. osteoartritis konsekuensi alami menjadi tua kartilago artikular menjadi aus sendi menjadi kasar. dan nyeri . mempermudah gerakan antara kedua ujung-ujung tulang 2. Berfungsi untuk mempertebal kapsul sendi. 2. 6. 2007 ) HISTOLOGI PERSENDIAN SINOVIAL Gambar Sendi sinovial Sendi sinovial tersusun atas: 1. Kapsul sendi 4.

Kontraktilitas : Serabut otot berkontraksi dan menegang. 2. memiliki sarcoplasma sehingga mitokondrianya lebih banyak ( Guyton. dan fosfat serta beberapa enzim protein. hormone. 2. STRUKTUR OTOT 1. Sarcolemma . terdiri dari serat yang dilapisi oleh sarcolemma c. 3. bekerja secara sadar. system pencernaan. dsb d. 2006 ) KHARAKTERISTIK OTOT 1. Serabut akan terengolasi karena kontraksi pada setiap diameter sel berbentuk kubus atau bulat hanya akan menghasilkan pemendekan yang terbatas 2. Dislokasi / luksasi : disebabkan karena kesalahan letak permukaan artikulasi suatu persendian. Mitokondria ini mensuplai kontraksi myofibril dengan sejumlah ATP. bercabang b. bekerja tidak sadar. Elastisitas : Serabut otot dapat kembali ke ukurannya semula setelah berkontraksi atau meregang. bekerja secara tidak sadar. 2003 ) OTOT HISTOLOGI OTOT 1. artritis gouti : disebabkan karena penumpukanasam urat. Sarcoplasmic Reticulum Reticulum yang berada pada sarcoplasm. memiliki satu inti. memiliki inti banyak sehingga pembentukan ATP lebih cepat. dan factor lingkungan 2. Bursitis : merupakan peradangan pada bursa yang menyatu dengan sendi yang terjadi akibat ekskresi sendi yang berlebihan / infeksi. ( Sloane. Sarcoplasm mengandung sejumlah potassium. berinti banyak. 3. artritis reumatoid : merupakan penyakit autoimun (sistem imum keliru mengarahkan kemampuan destruktifnya pada bagian tubuh). otot lurik a. bereaksi atas rangsang syaraf. tidak bercabang b. Otot yang memiliki kontraksi kuat maka memiliki sarcoplasm reticulum yang luas. 2003 ) 4. bercabang b. ( Sloane. 4. Keberadaan sarcoplasmic reticulum sangat diperlukan dalam mengatur kontraksi otot. Eksibilitas : Serabut otot akan merespons dengan kuat jika distimulasi oleh impuls saraf 3. magnesium. otot polos a. Menyebabkan ketidakmampuan berjalan / bergerak c. d. yang dapat atau mungkin juga tidak melibatkan pemendekan otot. Sarcoplasm Cairan yang memenuhi ruang antara myofibril. Ekstensibilitas : Serabut otot memiliki kemampuan untuk meregang melebihi panjang otot saat rileks. otot jantung a.b. Di dalam sarcoplasm juga terdapat sejumlah mitokondria yang terletak parallel pada myofibril. Terkilir : merupakan cedera sendi yang disebabkan karena perenggangan ligamen / tendon. berada pada alat gerak (skeleton) 3. seratnya terdiri atas filament intermediate yang tebal (disebut caveolae) c. hanya ada pada jantung c. tiap serat terdapat myofibril yang terdiri dari miofilamen tebal (berisi myosin) dan miofilamen tipis (berisi aktin) d. berada pada system pencernaan. artritis infeksius : peradangan dalam persendian.

Gambar. dan selaput luar yang terbuat dari lapisan polisakarida tipis yang berisi banyak kolagen fibril. 3. terletak di lengan atas bagian belakang.Sarcolemma merupakan membrane sel dari serat otot. permukaan lapisan sarcolemma melebur dengan serat tendon. 4. Pada setiap serat otot. Sarcolemma terdiri dari membrane sel yang sebenarnya. otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi. Dimana molekul-molekul protein ini bertanggung jawab terhadap kontraksi otot. otot bisep berkontraksi dan otot trisep berkontraksi. JIka otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi sehingga otot terangkat. Fibromyalgia ( Marieb.Pergerakan : Otot menghasilkan gerakan pada tulang tempat otot tersebut melekat dan bergerak dalam bagian-bagian organ internal tubuh. Otot sinergis . disebut dengan plasma membrane.Penopang tubuh dan mempertahankan postur : Otot menopang rangka dan mempertahankan tubuh saat berada dalam posisi berdiri atau saat duduk terhadap bgaya gravitasi. Otot bisep merupakan otot yang memiliki dua ujung(tendon) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. 2006 ) FISIOLOGI OTOT 1.contoh dari otot antagonis adalah otot bisep dan otot trisep. Untuk mengangkut lengan bawah . Muscular Dysthrophy Penyakit yamg memnghancurkan otot yang biasanya muncul pada masa anak anak. ( Sloane. Actin and Myosin Filaments. Myofascial Pain Syndrom Rasa nyeri apabila tersentuh 3.Produksi panas : Kontraksi otot secara metabolis menghasilkan panas untuk mempertahankan suhu normal tubuh. 2003 ) KELAINAN OTOT 1. 2001 ) KERJA OTOT BERDASARKAN TUJUAN KERJANYA Otot antagonis Terdapat dua tau lebih yang tujuan kerja ototnya berlawanan. dan serat tendon berkumpul untuk membentuk tendon otot yang berada di dalam tulang. 2. Muscular Dysthrophy 2. Setiap serat otot terdiri dari ratusan myofibril. Sedangkan otot trisep merupakan otot yang merupakan memilki tiga ujung(tendon) yang melekat pada tulang. Myofibrils. yang terdiri dari 1500 miofilamen tebal (berisi myosin) dan 3000 miofilamen tipis (berisi aktin). Untuk menrunkan lengan bawah. ( Guyton.

Penghentian interaksi antara aktin dan miosin ( Ganong. ( Arief. Pembentukan ikatan silang antara aktin dan miosin dan pergeseran filamen tipis pada filamen tebal. 4. 2008 ) PERBEDAAN FISIK OLAHRAGAWAN DAN BUKAN OLAHRAGAWAN 1.Terdapat dua otot atau lebih yang bekerja bersama-sama dengan tujuan yang sama. Ca2+ dipompa kembali ke retikulum sarkoplasma b. Pelepasan transmiter (asetilkolin) di end-plate motorik c. Otot olahragawan lebih tampak atatu terbentuk Badan lebih kencang Pada olahragawan. Otot bahu dianggap bekerja sinergis karena kontribusinya membuat gerakan lebih efektif. Pengikatan konduktansi Na+ dan K+ di membran end-plate e. Pelepasan muatan oleh neuron motorik b. Pembentukan potensial end-plate f. Jadi. otot bisep pada lengan akan menjadi penggerak utama untuk memfleksi lengan bawah. otot-otot itu berkontraksi bersama menjadi akurat. Pada saat yang sama. Pengikatan Ca2+ ke troponin C. 3. sehingga menghasilkan gerakan 2. Tahap-tahap relaksasi otot rangka a. ototnya mengalami hipertofi(otot menjadi besar dan kuat) Kekar Lebih padat Olahragawan tidak cepat merasa lelah karena mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya ( Guyton. sehingga membuka tempat pengikatan miosin di molekul aktin j. 2. otot-otot bahu akan menjaga persendian tetap stabil sehingga air akan masuk ke mulut kita. 2007 ) TAHAP – TAHAP KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT 1. Sel saraf sensorik . Pembentukan potensial aksi di serabut-serabut otot g. Pengikatan asetilkolin ke reseptor asetilkolin nikotinik d. 6. Tahap-tahap kontraksi otot rangka a. Pelepasan Ca2+ dari sistema terminalis retikulum sarkoplasma serta difusi Ca2+ ke filamen tebal dan filamen tipis i. Pelepasan Ca2+ dari troponin c. Penyebaran depolarisasi ke dalam di sepanjang tubulus T h. 2006 ) SARAF DALAM SISTEM GERAK 1. Contoh Gerak Sinergis ialah jika kita minum segelas air. 5.

Sel saraf sensorik adalah sel yang membawa impuls berupa rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan), ke system saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Sel saraf sensorik disebut juga dengan sel saraf indera, karena berhubungan dengan alat indera. 2. Sel saraf Motorik Sel saraf motorik berfungsi membawa impuls berupa tanggapan dari susunan saraf pusat (otak atau sumsum tulang belakang) menuju ke kelenjar tubuh. Sel saraf motorik disebut juga dengan sel saraf penggerak, karena berhubungan erat dengan otot sebagai alat gerak. 3. Sel saraf penghubung Sel saraf penghubung disebut juga dengan sel saraf konektor, hal ini disebabkan karena fungsinya meneruskan rangsangan dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik. ( Setiadi, 2007 ) MEKANISME GERAK Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Dimana gerak refleks ini merupakan gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling sederhana. Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen dari neuron sensorik ,interneuron, dan neuron motorik, yang mengalirkan impuls saraf untuk tipe refleks tertentu. Gerak refleks yang paling sederhanahanya memerlukandua tipe sel saraf, yaitu neuron sensorik dan neuron motorik. Gerak refleks bekerja bukanlah dibawah kesadaran dan kemauan seseorang. Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut lengkung refleks. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak, misalnya, gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut. ( Amien, 1987 ) RINGKASAN PEMBAHASAN LEARNING ISSUES 1. MACAM, FUNGSI, KANDUNGAN, DAN KELENJAR PENGHASIL HORMONE  Hormon diklasifikasikan menjadi 3 berdasarkan komposisinya, yaitu : 1. Protein dan Polipeptida Dapat larut dalam air, contohnya : Insulin, Glokagon, dan FSH. 2. Derivat Asam Amino Dapat larut dalam air, contohnya : Tiroksin dan Epinefrin. 3. Steroid dan Derifat Asam Lemak Dapat larut dalam lemak, contohnya : Progesteron, Testosteron, dan Estradiol.  Kandungan hormon 1. Protein dan polipeptida Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada FSH, dan hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis.

2. Derivat asam amino Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada tiroksin, epinefrin 3. Steroid Merupakan senyawa lipid larut. Bersirkulasi dalam plasma yang mentranspor protein. Contohnya terdapat pada hormon testosteron, estrogen, progesteron, dan kortisol. 4. Derivat asam lemak Contohnya terdapat pada progesteron, testosteron, ekstradiol. 5. Eicosanoid Molekul kecil dengan 5 rantai karbon Fungsinya mengatur aktivitas selular dan proses enzim a. Kelenjar Hipofisis Pada saat pembentukan embrio, kelenjar hipofisis terbentuk dari 2 jaringan yaitu ektoderm oral dan jaringan saraf. Sehingga ada 2 tempat asal yang menyebabkan ada 2 kelenjar yaitu Neurohipofisis (berkembang dari jaringan saraf, terdiri dari pars nervosa dan Infundibulum (batang dan eminensia mediana)) dan Adenohipofisis (berkembang dari jariangan ektoderm oral, terdiri dari Pars Distalis, Pars Tuberalis, dan Pars Intermedia). Sistem hipotalamo hipofisis Yang dimaksud sistem ini adalah 3 tempat pelepasan hormon dan 3 hormon yang dihasilkan. Nuklei (Neuron Sekretoris) Hipotalamus : nukleus supraoptikus dan nukleus paraventrikular. Transpor hormon mulai dari badan sel (dirangsang)  akson  ujung akson yang berada pada neurohipofisis  hormon yang dihasilkan merupakan peptida. Nuklei Dorsal Medial, ventral medial, dan nuklei infundibulum hipotalamus. Transpor mulai dari badan sel  akson  berakit pada eminensia mediana (Tempat hormon disimpan dan dibebaskan) Dihasilkan oleh sel-sel sekretoris pada bagian pars distalis dan dibebaskan kedalam kapiler darah di bagian kedua sistem portal. Kelenjar hipofisis terbagi menjadi 2 lobus, yaitu interior dan posterior. a. Kelenjar hipofisis posterior

 

Hormon Antidiuretik (ADH)  meningkatkan reabsorbsi air oleh tubulus ginjal (air di kembalikan ke

dalam darah) Hormon oksitosin  meningkatkan kontraksi miometrium (saat bersalin) dan meningkatkan pelepasan

susu ibu dari kelenjar mamae b. Kelenjar hipofisis anterior Beberapa sel yang mensekresi hormone dalam hipofisis anterior adalah sebagai berkut:

1. TSH  thyrotropes 2. ACTH  corticotropes 3. Prolactin (PRL)  lactotropes 4. GH / Somatotropin  somatotropes
 Hormon pertumbuhan (GH) 1. Meningkatkan kecepatan mitosis 2. Meningkatkan transpor asam amino ke dalam sel 3. Meningkatkan kecepatan sintesis protein 4. Meningkatkan penggunaan lemak untuk produksi energi

Hormon tiroid (TSH)  meningkatkan sekresi tiroksin dan T3 oleh tiroid

 

Hormon ACTH  meningkatkan sekresi kortisol oleh korteks adrenal Hormon prolaktin  merangsang produksi ar susu oleh kelenjar mamae Hormon Folicle Stimulating Hormone (FSH) 2. Meningkatkan sekresi estrogen oleh sel folikel

Wanita : 1. Memicu pertumbuhan ovum di folikel ovarium Pria : Memicu prduksi sperma  Wanita : 1. 2. 3. b. Kelenjar Tiroid  Hormon tiroksin dan triiodotironin disekresi oleh sel follicular ephitellium 1. Meningkatkan produksi energi dari semua makanan 2. Meningkatkan sintesis protein Menyebabkan ovulasi Menyebabkan pecahnya folikel ovarium untuk menjadi korpus luteum Meningkatkan sekresi progesteron oleh korpus luteum Hormon LH pada :

Pria : Meningkatkan sekresi testosteron oleh sel interstisial di testis

Kalsitonin disekresi oleh C cell  menurunkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah

b. Kelenjar Paratiroid Kelenjar paratiroid terdiri dari empat kelenjar kecil (3 x 6mm), dengan berat total sekitar 0,4g. Kelenjar paratiroid terletak di belakang kelenjar tiroid, satu pada masing–masing kutub atas dan bawah, dan umumnya berada di dalam simpai yang membungkus lobus tiroid. Kadang – kadang kelenjar ini terbenam dalam kelenjar tiroid. Kelanjar paratiroid berkembang dari kantung faring (kelenjar superior berasal dari kantung keempat dan kelenjar inferior berasal dari kantung ketiga). Kelenjar paratiroid juga ditemukan dalam mediastinum, yang terletak disamping timus, karena kelenjar paratiroid dan timus berkembang dari kantung faring yang sama. Setiap kelenjar paratiroid terdapat dalam simpai jaringan ikat. Simpai ini menjulurkan septa kedalam kelenjar, tempat simpai tersebut berbaur dengan seratretikulin yang menyangga kelompok sel sekresi yang berderet memanjang mirip tali. Sel – sel endokrin di kelenjar paratiroid tersusun berderet. Terdapat dua jenis sel : sel principal (chief cell) dan sel oksifil. Sel principal merupakan sel polygonal kecil dangan inti vesicular dan sitoplasma pucat yang agak asidofilik. Mikroskop electron memperlihatkan granula – granula yang berbentuk tidak teratur dan berdiameter 200 – 400 nm di dalam sitoplasmanya. Granula ini merupakan granula – granula sekretoris yang mengandung hormon paratiroid, yang merupakan polipeptida dalam bentuk aktifnya. Sel – sel oksifil jumlahnya lebih sedikit. Sel oksifil bebentuk polygonal dan lebih besar dari sel principal; sitoplasmanya menganding banyak mitokondria asidofilik dengan Krista yang berlimpah.  Hormon PTH (parathormon) : 1. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah 2. Meningkatkan absorbsi kalsium dan fosfat oleh usus halus 3. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan ekskresi fosfat oleh ginjal d. Kelenjar Pankreas Dalam kelenjar pancreas terdapat beberapa sel penghasil sebagai berikut: 1. Sel alfa mensekresi glukagon, yang dapat meningkatkan kadar gula darah 2. Sel beta mensekresi insulin, yang dapat menurunkan kadar gula darah 3. Sel delta mensekresi somatostatin, atau hormon penghalang hormon pertumbuhan, yang menghambat sekresi glukagon dan insulin. 4. Sel F mensekresi polipeptida pankreas, yang berguna untuk menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi

beberapa enzim pankreas, mengontrol absorbsi nutrien. Hormon yang dihasilkan dalam pancreas adalah sebagai berikut:  1. 2.  Insulin : Glukagon Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa dalam hati Meningkatkan penggunaan asam amino yg berlebihan dan Lemak sebagai sumber energi

1. Meningkatkan transpor glukosa ke dalam sel dan penggunaannya untuk produksi energi 2. Meningkatkan pengubahan glukosa yang berlebihan menjadi glikogen di hati dan otot 3. Meningkatkan transpor asam amino dan asam lemak ke dalam sel dan penggunaannya dalam reaksi sintesis

Pancreatic polypeptide (PP)  menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi produksi beberapa

enzim pankreas, mengontrol absorpsi nutrien. E. Kelenjar Adrenal Merupakan sepasang organ yang terletak di dekat kutub atas ginjal dan terbenam dalam jaringan lemak. Strukturnya gepeng dan berbentuk bulan sabit. Pada manusia memiliki panjang 4 – 6 cm, lebar 1 – 2 cm, dan tebal 4 – 6 mm, berat kurang lebih 8 gr. Terdiri dari 2 lapisan konsentris : 1. Nuklei Berwarna kuning, merupakan kortex adrenal, pada saat pembentukan embrio berasal dari mesoderm intermediet selom. 2. Lapisan Pusat Berwarna coklat kemerah-merahan, merupakan medula, pada saat pembentukan embrio berasal dari kristaneuralis. Kelenjar adrenal disuplai oleh sejumlah arteri yang masuk di berbagai tempat disekitar tepinya. Cabang arteri membentuk Pleksus Subkapsularis (tempat asal 3 kelompok pembuluh : Areri Simpai, Arteri Kortex, dan Arteri Medula). A. Kortex Adrenal Terdiri atas 3 bagian berdasarkan penampilan yang berbeda-beda. Yaitu zona glomerolusa, zona fasikulata, dan zona ratikularis. a. Zona Glomerolusa 15 % dari volume total kortex adrenal. Terletak tepat dibawah simpai jaringan ikat. Sel-selnya berbentuk silindris atau piramidal yang tersusun berhimpitan membentuk deretan bundar atau melengkung yang dikelilingi oleh kapiler. b. Zona Fasikulata 65 % dari volume total kortex adrenal. Sel-selnya tersusun berupa deretan lurus, setebal 1 atau 2 sel yang berjalan tegak lurus terhadap permukaan organ. Sel-selnya berbentuk polihedral, sitoplasmanya mengandung banyak lipid, sehingga nampak bervakuol. c. Zona Retikularis 7 % dari volume total adrenal. Merupakan lapisan koertex yang terdalam, terletak diantara zona fasikulata dan medula. Bentuk sel-selnya tidak teratur. Hormon Kortex dan kerjanya Kortex mensekresikan steroid. Steroid yang dihasilkan macamnya adalah Glukokortiroid, Mineralokortikoid, dan Androgen.  Glukokortikoid Hormon spesifiknya adalah kortisal dan kortikosteron. Disekresikan oleh zona fasikulata dan zona retikularis. Fungsi secara umum yaitu mengatur jalannya metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Di dalam hati, glikokortikoid meningkatkan masukan dan penggunaan asam lemak (sumber energi), asam amino (sintesis enzim), dan karbohidrat (sinsesis glukosa). Sintesis glokosa mengakibatkan kadar gula naik dan memungkinkan terjadinya Diabetes Melitus. Akan tetapi, di luar hati, yaitu di orga-organ perifer (kulit, otot, dan jaringan lemak), menginduksi efek kebalikannya (efek katabolik).

Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi 9. Kadar gula darah meningkat melalui stimulasi glikogenolisis pada hati dan simpanan glikogen otot 3. Dehidroepiandrosteron merupakan hormon yang paling banyak disekresikan dan merupakan androgen yang lemah. Menyebabkan vasodilatasi otot skelet 7. Menurunkan peristaltis 5. Membantu pematangan ovum di folikel ovarium 2. Medula Adrenal Terdiri atas sel-sel parenkim polihedral yang tesusun berupa deretan yang jaringan serat retikulin. Mekanismenya adalah : Stimulus  Hipotalamus (Eminensia Mediana)  Memproduksi CRH  CRH merangsang hipofisis untuk mensekresikan ACTH  ACTH merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan Glukokortikoid  Inhibisi ACTH dan CRH. mukosa lamung. Meningkatkan frekuensi jantung dan kekuatan kontraksi jantung 3. Ovarium Sel yang mensekresi hormone pada ovarium adalah sebagai berikut:  Hormon Esterogen 1. Mineralokortikoid bekerja pada tubulus distal ginjal. Hormon yang utama yaitu Aldosteron (dirangsang oleh Adenoglomerulotropin) yang berfungsi utuk mempertahankan kesetimbangan elektrolit (Ion Kaliun dan Natrium) dan air. Sel parenkimnya memiliki banyak granula sekretoris. merangsang perkembangan kelenjar mamae . Glikogenesis  Perakitan molekul glukosa menjadi glikogen. Terdapat sel-sel ganglion parasimpatis. B. Meningkatkan laju respirasi sel  Hormon epinefrin 1. Mendilatasi bronkiolus 4.Fungsi lain yaitu : Glikoneogenesis  Merangsang sintesis glikogen dari prekursor non-karbohidrat. Hormon ini bekerja saat dikonversi pada testosteron. Menyebabkan vasokonstriksi kulit. dan konsumsi oksigen meningkat 2. Pembuluh darah pada kulit dan organ .organ viseral berkonstriksi sementara pembuluh otot rangka dan otot jantung berdilatasi f. Medula menyimpan dan mengumpulkan hormonnya dalam granula.  Androgen Hormon yang utama adalah Dehidroepiandrosteron dan Andostemedion. Menyebabkan vasokonstriksi kulit dan visera 8. Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa 6. Frekuensi jantung. metabolisme. Merangsang pertumbuhan pembuluh darah di endometrium Estrogen disekresi oleh folicel cells  Hormon Progesteron  membantu menyimpan glikogen dan pertumbuhan pembuluh darah pada endometrium Progesteron disekresi oleh corpus luteum  hipotalamus Hormon Inhibin  membantu menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior dan GnRh oleh  Relaxin  merelaksasi otot cervic.visera dan otot dan Epinefrin 2.  Mineralokortikoid Dihasilkan oleh zona glomerolusa pada kortex adrenal. fungsi imunitas. kelenjar air liur dan kelenjar keringat. Hormon yang dihasilkan adalah:  Hormon Norepinefrin 1.

bergantung pada sifat bawaan sel. yang dapat menyampaikan pasan . n. Lambung Peptida Natriuretic Atrium (ANP)  Meningkatkan ekskresi natrium oleh ginjal dan menurunkan tekanan  k. b. Sekretin  Menstimulasi sel asinar pancreas untuk melepaskan bikarbonat dan air. cAMP terurai dengan cepat oleh enzim intraelular fosfodisterase. MEKANISME KERJA HORMON  Mekanisme kerja hormone secara global Molekul .Ini akan membatasi durasi efek cAMP. 3. i. Kelenjar Timus  adrenoglomerulotrophine  menstimulasi adrenal korteks untuk mensekresi aldosteron  Hormon timosin  maturasi dan kompetensi fungsi dari sistem imun pada limfosit 2. Kompleks hormon-reseptor pertama sebagai hormon. 2.5’-monofosfatsiklik (cAMP) sebagai pengantar pesan kedua. Aktivase enzim oleh protein kinase mengakibatkan efek fisiologis dan reaksi kimia.Relaxin disekresi oleh corpus luteum g. Ginjal 1. Setiap molekul cAMP mengaktivasi berbagai molekul cAMP-dependen protein kinase yang sesuai. 1. yang mencapai kelenjar melalui kolateral jalur penglihatam. Testis 1. Siklus alami produksi melatonin mungkin berkaitan dengan irama beberapa proses fisiologis harian. Renin  mengatalisis perubahan angiotensinogen menjadi angiotensin I (bertindak sebagai enzim) 2. Hormon Inhibin  menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior h. mempengaruhi pelepasan melatonin. Usus halus Gastrin  Menstimulasi sekresi Hcl oleh sel parietal a.25 Dihidroksikolekalsiferol  Meningkatkan absorpsi kalsium & mineralisasi tulang. Eritropoierin  Meningkatkan produksi eritrosit.  Mekanisme mineral hormone pertumbuhan 1. Adiposit     Leptin  Menghambat nafsu makan dan merangsang termogenesis m. Kolesistokinin (CCK)  Merangsang kontraksi kandung empedu & melepaskan enzim pancreas l. GH berhubungan dengan IGF-I. dengan proinsulin menstimulasi pembentukan adenosin 3’. Kelenjar Pineal melatonin  emiliki efek inhibisi terhadap pelepadan gonadotropin dan menghambat produksi melanin Melatonin disekresi oleh sel pinealocytes Pengendalian produksi melatonin : oleh melanosit di kulit.molekul dari berbagai hormon protein dan polipeptida ( pembawa pesan pertama ) berikatan dengan reesptor tetap pada permukaan sel yang spesifik untuk hormon tersebut. Produksi melatonin terendah terjadi pada siang hari dan terbesar pada malam hari. Jantung  darah j. anggota famili gen yang mirip insulin dan secara struktural serupa Peptida lain yang berhubungan adalah IGF-II. terlibat dalam “circadian rhythms” Intensitas dan durasi cahaya lingkungan. Hormon Testosteron  membantu pematangan sperma di tubulus seminiferus testis 2.

biasanya menetap namun bisa berpindah ke tempat yang terluka. dan fosfat. Efek ini berhubungan dengan kerja GH di tulang karena GH mendorong pertumbuhan tulang panjang di lempeng epifisis pada anak-anak yang sedang tumbuh dan merangsang pertumbuhan tambahan serta pertumbuhan aktal pada orang dewasa 3. Olygodendrocytes Mempunyai kesamaan dengan astrocytes namun mempunyai proses yang pendek dan sedikit. dan Cl-.dan membantu mengontrol aliran darah di otak 2.menghubungkan neuron dengan pembuluh darah. HISTOLOGI SARAF a. dan sedikit tipe dlial sel yang memberikan fungsi special contoh: memproduksi fospolopid penutup yaitu myelin dan oligodendroglia. Neuron .biasa disebut dengan brain macrophages. fibrous astrocytes. - GH atau mungkin lagi IGF-I meningkatkan positif kalsium.3. sehingga orang yang memiliki IGF-I yang kurang tidak akan mengalami pertumbuhan yang normal. Astrocytes a. 4.bisa bermigrasi ke area yang terluka dari saraf dan berfungsi sebagai makrofag kecil. untuk cairan ventrikel sirkulasi serebrospinal. merupakan derivate ectoderm.kebanyakan glial sel menyangga jaringan dengan mengelilingi sel saraf atau membatasi struktur tertentu di otak dan tulang belakang. Neuroglia (glial cells) Berada pada system saraf pusat. Ependymocytes Sel epitel yang tersusun selapis dan teratur berbentuk pipih hingga columnar dan banyak yang bersilia Fungsi: membentuk garis epitel bersambung otak. Berfungsi sebagai penyangga dan pelindung.yang lain menghubungkan saraf dengan pembuluh darah. protoplasmic astrocytes. ditemukan di substansi kelabu (SSP) b. Fungsi: menyangga dengan membentuk barisan jaringan ikat semirigid di antara neuron di (SSP) dan memproduksi selubung myelin di sekitar akson neuron. dan menimbulkan retensi Na . Fungsi : menyelubungi dan memusnahkan mikroba dan cellular debril.berikiran 5-10 kali lebih kecil dari neuron. ditemukan di substansi putih (SSP) Keduanya berfungsi: Memutar di sekitar saraf untuk menjaga jaringan dalam system saraf pusat. mengatur b. Macam-macam Neuroglia: 1. 3. magnesium. 4. Mycroglia Sel kecil yang merupakan derivate monosit. IGF-I berhubungan langsung dengan efek hormon pertumbuhan. K-.

2. Fungsinya menyalurkan impuls saraf dan mengendalikan metabolisma seluruh neuron. Permukaan dendrite penuh dengan neuron dendrite untuk berhubungan dengan neuron lain. Terdapat badan Nissl. Spina dendrit merupakan daerah ujung dendrit yang kebanyakan menerima sinaps. Perpanjangan sitoplasma yang biasanya berganda dan pendek. Ada 3 kecepatan dalam aliran Anterograd:  Lemah / Lambat : Mengangkut protein dan mikrofilamen  Sedang : Mengangkut mitokondria  Cepat (100 kali lebih cepat) : mengangkut neurotransmitter. Badan Nissl ada dalam RER dan Ribosom yang nampak bergranula dan bersifat basofilik. daerah titik awal muara akson dengan awal mielinisasi disebut segmen inisial. Sel Schwan Semua akson di dalam sistem saraf perifer di bingkus dengan lapisan schwan. Namun ada juga yang tidak memiliki (neuron-neuron yang ada di SSP). Ditemukan di kebanyakan neuro. Makromolekul dan organel disintesis dalam badan sel dan diangkut secara kontinyu disepanjang akson ke bagian terminalnya oleh aliran Anterograd. Aksoplasma mengandung mitokondria. terutama neuron motorik. 3. dan mikrofilamen. Badan sel Disebut juga perikarion. Segmen ini sebagai tempat berkumpulnya stimulus yang merangsang atau menghambat. Akson Dimiliki oleh beberapa neuron. Membran plasma di akson disebut aksolemma dan isinya disebut aksoplasma. mikrotubulus. Dalam system saraf perifer sel schwan melingar dalam bentuk jeli. Nodis ranvier merupakan celah diantara sel schwan yang berdekatan. berfungsi untuk menghantarkan impuls ke seluruh tubuh. Pada akson bermielin. Badan Golgi dan Mitokondria tersebar di badan sel. Tidak ada RER dan ribosom sehingga bergantung pada badan sel. diputuskan terus atau tidak suatu potensial aksi. Dendrit Merupakan bagian yang meneriam banyak sinaps dan sebagai tempat penerimaan sinyal.1. Neuro fibrik dan badan niddl memanjang ke dalam dendrite. Fungsi: menyalurkan impuls dari badan sel ke neuron lain Origo Akson: akson yang beradal dari badan sel pada hillock akson 4. Mielin berfungsi sebagai insukator listrik dan mempercepat hantaran saraf. biasanya mengangkut virus dan toksin. Kebalikan dari aliran Anterograd yaitu aliran Retrograd (dari akson menuju badan sel). Akson besar memilikilapusan dalam disebut myelin akson yang tampak berwrna putih disebut serabut termielinasi. 4. MACAM DAN FUNGSI SARAF  Berdasarkan fungsi: . Bercabang-cabang sehingga memperluas daerah penerimaan.

Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya. Antara bagian dahi dan pelipis dipisahkan oleh celah silvius. Otak Besar Otak besar (cerebrum) merupakan bagian terluas dari otak yang berbentuk ovale. Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet). a. Sedangkan pada manusia dewasa tidak tampak jelas karena masing-masing daerah terdiri dari beberapa bagian atau lobus. bipolar  memiliki 1 akson dan 1 dendrit c. otak besar juga tersusun oleh dua lapisan. Otak dibagi menjadi tiga daerah. bagian ubun-ubun (lobus parientalis). Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi.  Berdasarkan strukturnya. . Otak besar mengisi penuh bagian depan atas rongga tengkorak. Otak besar terbagi menjadi empat bagian. yaitu belahan kiri dan belahan kanan. dan terdiri dari dua belahan yang bekerja secara berlawanan. yaitu lapisan luar (korteks) yang berisi badan neuron dan lapisan dalam yang berisi serabut saraf baik dendrit maupun neurit. bagian pelipis (lobus temporalis). asosiasi/intermediet Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. unipolar  memiliki 1 akson bercabang b. OTAK Otak manusia terdiri dari dua belahan (hemisfer). yaitu belahan otak kiri akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kanan tubuh. Selain itu. yaitu bagian dahi (lobus frontalis).sensorik/aferen Berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat. multipolar  memiliki akson dan dendrit lebih dari satu A. otak tengah. yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). Antara bagian dahi dan ubun-ubun dipisahkan oleh celah yang disebut fisura Rolando. sedangkan belahan otak kanan akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kiri tubuh. dan otak belakang. Pada tali spinal (jalur antara otak dengan sumsum tulang belakang) terjadi pindah silang sehingga terjadi kebalikan system pengendalian. a. SISTEM SARAF PUSAT 1. sedangkan aksonnya dapat sangat panjang. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. motorik/eferen Berfungsi mengirimkan impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Kedua belahan tersebut dihubungkan oleh balok otak yang berongga (ventrikel) yang berisi cairan getah bening( cebrospinal). yaitu otak depan. dan bagian belakang kepala (lobus oksipetalis). Pembagian otak seperti ini tampak jelas pada masa perkembangan embrio.

tekanan darah. terdiri atas dua belahan yang berliku-liku sangat dalam dan terletak diobawah bagian otak belakangg. ingatan. sumsum lanjutan (medulla oblongata). dan menghubungkan antar otak kecil dengan korteks otak besar. serta mengatur koordinasi gerakan otot.  Daerah pelipis terdapat pusat bicara dan juga terdapat pusat pendengaran. menelan dan muntah. Otak tengah Otak tengah (mesencephalon) manusia berukuran kecil dan terletak di depan otak kecil. Hipotalamus yaitu bagian pengatur suhu tubuh dan juga pengatur rasa mengantuk. emosi. yaitu pangkal dari hipofisis (kelenjar endokrin). yaitu jembatan varol (pons varolli). pernapasan. Otak kecil Otak kecil (serebelum). X. XI dan XII terletak dalam medulla 3. tampak seperti ujung yang bengkak pada tali spinal dan berfungsi sebagai pusat pengatur reflex biologis misalnya detak jantung.. kesadaran. keinginan. kecerdasan. Otak kecil berfungsi mengatur sikap dan posisi tubuh. berisi serabut saraf yang menghubungkan antara bagian kiri dan kanan otak kecil.  Daerah pelipis dan ubun-ubun mengendalikan kemampuan berbicara dan bahasa. yang merupakan lanjutan dari akson pada pedunkulus serebral  Medulla dorsal atau posteriorterdiri sebagian dari lanjutan traktus sensorik  Pusat medulla (vital)nuklei yang berperan dalam pengendalian fungsi seperti frekuensi jantung. yang terdiri dari thalamus. MEDULLA OBLONGATA Letaknya menjulur dari pons sampai medulla spinalis dan terus memanjang. yaitu:  Daerah dahi yang berhubungan dengan kemampuan berpikir. kepribadian. Otak Belakang Otak belakang memilki tiga bagian utama. suhu tubuh. b. antara lain pernafasan. Struktur umum Medulla spinalis 31 satu pasang saraf spinal keluar dari area urutan korda melalui foramina intervertebral . 2. Di antara belahan otak besar terdapat otak depan.Otak besar merupakan pusat saraf utama karena berperan dalam pengaturan seluruh aktivitas tubuh. Pada bagian otak besar terdapat daerah asosiasi. Mentransmisi impuls ke dan dari otak melalui traktus asenden dan desenden.  Daerah ubun-ubun. Bagian ini berakhir pada area foramen magnum tengkorak. dua tonjolan ke atas dan dua tonjolan ke bawah. selain pusat berbicara dan juga pusat untuk merasakan dingin.  Medulla anterior atau ventralterdiri dari tonjolan substansi putih disebut pyramid. c. gerak alat-alat pencernaan. d. bahkan kepercayaan kepada sesuatu yang bersifat metafisik. Otak tengah memiliki bagian dorsal yang disebut atap.  Daerah belakang kepala merupakan pusat penglihatan dan dapat menyampaikan memori tentang apa yang dilihat. daya cipta. keseimbangan kerja otot dan rangka. Pada otak tengah terdapat saraf okulomotoris (saraf yang berhubungan dengan pusat pergerakan mata). b. batuk. tersusun oleh empat bagian yang menonjol. yaitu penerima dan penerus impuls yang dating dari saraf perifer dan meneruskannya ke pusat sensorik pada bagian korteks otak. MEDULLA SPINALIS  Fungsi: a. Setiap aktivitas akan dikendalikan oleh bagian yang berbeda. dan tekanan darah serta infundibulum.  Nukleiasal saraf cranial IX.  Mengendalikan berbagai aktivitas reflex dalam tubuh. Ketiga bagian otak belakang tersebut membentuk batang otak. yaitu bagian yang menghubungkan anatara bagian sensorik dan motorik. panas dan rasa sakit. daya khayal. tekanan darah.

 Struktur internal medulla spinalis a. Bagian ini mengandung Tanduk lateral adalah protrusi di antara tanduk posterior dan anterior pada area toraks Komisura abu-abu menghubungkan substansi abu-abu di sisi kiri dan kanan medulla spinalis ini mengandung badan sel yang menerima sinyal melalui saraf spinal dari neuron sensorik. II (optic) N. mulai dari ruas leher terbawah sampai pada tulang ekor. SARAF OTONOM a. Saraf spinal  Cervical (C1-C8)  Thoracic (T1-T12)  Lumbar (L1-L5)  Sacral (S1-S5)  Coccygeal (Co1) b. b. IX (glossopharyngeal) N. dan dari ganglion masuk menuju sumsum tulang Tipe Sensori Sensori Motori Motori Mix Motori Mix Sensori Mix Mix Motori Motori Fungsi Pencium Penglihat Penggerak otot kelopak mata dan bola mata Penggerak otot mata Sensori: otot wajah dan mulut Motori: menguyah Pergerakan mata Sensori: merasa Motori: otot wajah dan kelenjar saliva Pendengaran dan keseimbangan Sensori: perasa Motori: menelan Saraf utama untuk sistem saraf parasimpatetis Menelan dan menggerakkan kepala dan pundak Penggerak otot lidah Merupakan saraf tak sadar. I (olfaktori) N. b. V (trigeminal) N. Ke 25 pasang ganglia itu terdapat di sepanjang tulang belakang sebelah depan. . III (oculomotor) N. Saraf kranial Nama N. Bagian ini mengandung badan sel neuron system SSO. IV (trochlear) N.  Kanal sentral berukuran kecil dikelilingi oleh substansi abu-abu. Reflek peregangan  bahwa otot yg terenggang akan berkontraksi secara otomatis (misal ketukan pada tendon patela tepat di bawah tempurung lutut eksistensi tungkai bawah) Reflek fleksor (penarikan)  stimulasinya rasa nyeri dan adanya kemungkinan bahaya sehingga respon yang timbul menghindari hal tersebut (otak tidak perlu membuat keputusan untuk melindungi tubuh) B. yakni saraf parasimpatik dan saraf simpatik. VII (facial) N. SARAF SOMATIK a. dan lumbal system saraf perifer. Gerak Reflek Pada Medula Spinalis  Ada 2 reflek yang terjadi : a. XII (hypoglossal) 2.  neuron motorik yang aksonnya mengirim impuls melalui saraf spinal ke otot dan kelenjar. VI (abducents) N. SISTEM SARAF TEPI 1. Susunan saraf simpatik Berupa 25 pasang simpul saraf atau ganglia. X (vagus) N. bentuknya seperti huruf H Batang atas dan bawah huruf H disebut tanduk Tanduk abu-abu posterior (dorsal) adalah batang vertical atas substansi abu-abu. XI (accessory) N. Ganglia-ganglia ini berhubung-hubungan dengan sistem saraf pusat melalui sumsum tulang punggung dengan menggunakan cabang-cabang penghubung yang bergerak le luar dari sumsum tulang punggung menuju ganglion. Bagian Tanduk abu-abu anterior (ventral) adalah batang vertical bawah.  c. Dibedakan menjadi dua. VIII (auditori) N.

Dari tiap ganglion keluar urat saraf ke paru-paru. kebanyakan merupakan amin. kemudian diteruskan ke badan sel dan menuju akson. Proses ini kurang lebih terjadi dalam waktu 5 mili detik. Secara fungsional. jantung.punggung. Gambar : Potensial listrik pada membran sel pada saat dilewati impuls Komunikasi Sinaps (jalannya impuls antar neuron) Ujung akson yang menghantarkan impuls disebut daerah prasinaps. amino. MEKANISME JALANNYA IMPULS Ketika sinyal dieriam oleh reseptor. membran sel neuron memiliki sebuah potensial yang disebabkan oleh banyaknya konsentrasi ion Kalium dan sedikitnya konsentrasi ion Natrium di dalam sel. . Susunan saraf parasimpatik Berupa jaring-jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglia yang terbesar di seluruh tubuh. yaitu aksosomatik (antaran akson dengan badan sel). dan aksoaksonik (antara akson dengan akson lain). Jenis sinaps ada 3. sampai kembali ke keadaan semula. 5. susunan saraf parasimpatik berlawanan dengan susunan saraf simpatik. saraf parasimpatik memperlambat aktivitas itu sedikit demi sedikit. ginjal. pembuluh darah dan lainnya. alat pencernaan. Sebelum impuls menjalar. Kemudian ketika Impuls menjalar  Kanal Ion Natrium membuka  ion natrium masuk ke dalam sel  Potensial naik menjadi 30 mV  kenaikan potensial menyebabkan kanal Ion Kalium membuka  Ion Kalium keluar dari sel  Potensial kembali menjadi -65 mV (Potensial Membran Istirahat). darah beredar lebih cepat. Contoh: Misalnya setelah berlari jantung berdenyut lebih cepat. sedangakan dendrit atau badan sel yang menerima rangsang atau impuls dari ujung akson disebut pascasinaps. Dalam keadaan istirahat. Fungsi susunan saraf simpatik antara lain:  Mempercepat denyut jantung  Memperlebar pembuluh darah  Mempertinggi tekanan darah b. Potensial listrik itu sebesar -65 mV dan disebut dengan Potensial Membran Istirahat. Neurotransmitter merupakan zat yang berada dalam ujung akson yang berfungsi untuk komunikasi sinaps. aksodendritik(antara akson dengan dendrit). dan neuropeptida.

Saat ion K+ bermuatan posistif keluar dari sel. serta perbedaan permeabilitas membran terhadap ion ini dan ion lain . Membran ini impermeabel terhadap molekul protein intraselular besar yang bemuatan negatif. Membran neuron sangat permeabel terhadap ion K+ dak klor (Cl-). ion tersebut meninggalkan molekul protein bermuatan negatif yang terlalu besar untuk dapat berdifusi melalui membran. maka difusi ion K+ keluar dari sel lebih cepat daripada difusi ion Na+ ke dalam sel. Neurotransmiter yang lepas tadi dirombak melalui pemecahan enzimatis. Potensial Istirahat / Potensial Membran Polarisasi ( potensial istirahat ) disebabkan oleh konsentrasi ion natrium (Na+) dan Kalium (K+) yang tidak seimbang di dalam dan di luar sel. NEUROTRANSMITTER Definisi Neurotransmitter merupakan suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari prasinapsis ke post sinapsis atau pasca sinapsis Macam-macam Bersifat eksitasi:  asetilkolin  berada di seluruh tubuh  norepinephrine  berada dalam system saraf  dopamine  berada dalam otak  glutamate  salah satu asam amino esensial  histamine  salah satu asam amino esensial Bersifat inhibisi:   gamma aminobutyric acid (GABA)  berada pada jaringan otak glisin  berada pada medulla spinalis . konsentrasi ion Na+ di luar membran sel lebih tinggi daripada di dalam sel karena tingkat permeabilitas membran terhadap ion K+ sekitar 75 kali lebih besar daripada ion Na+. Hal ini mengakibatkan bagian dalam sel mengalami elektronegatifitas.Jalannya komunikasi sinaps: Impuls saraf  Mmenjalar sepanjang membran sel  terjadi depolarisasi  Kanal Kalsium membuka  ion kalsium masuk  masuknya kalsium memicu eskositosis neurotrnsmitter yang berada dalam vesikel  neurotransmitter lepas dan kemudian beraksi dengan reseptor yang berada di daerah pascasinaps  depolarisasi membran pascasinaps  impuls tersampaikan. Konsentrasi ion K+ di dalam membran sel lebih tinggi daripada di luar sel. serta relatif impermeable terhadap ion Na+. difusi atau endositosis.

Epitel respirasi Sebagian konduksi dilapisi oleh epitel silindris berlapis dan mengandung banyak sel goblet. yaitu : 1. nasofaring. laring. Bagian Respirasi Meliputi bronkiolus respiratris. dan mempengaruhi kesadaran Mekanisme mata dapat melihat benda Bayangan  Mata Cahaya menembus bagian mata  Kornea  Aqueus humor Lensa  Badan vitreus  Merangsang ujung ujung saraf retina saraf opticus II  Ke otak lobus oksifitalis  membentuk benda SISTEM PERNAFASAN Alat-alat respirasi Terdiri dari dua bagian utama. serotonin  menghambat dan mengontrol keinginan tidur. Sel bergranul kecil . 2. Sel basal 5. Sel goblet mukosa 3. dan alveoli. duktus alveolus. dan bronkiolus terminalis. Bagian Konduksi Meliputi rongga hidung. Sel sikat 4. yaitu : 1. lapar. Sel silindris berlapis banyak (paling banyak) 2. bronkus. trakea. bronkiolus. Ada 5 jenis sel epitel respirasi.

Dalam rongga hidung ini juga terdapat reseptor olfaktorius yang mendeteksi uap kimiawi yang diinhalasi yang disebut nervus olfaktorius melewati tulang etmoidalis menuju otak. Sedangkan bagian fosa nasalis. Nasofaring Merupakan bagian pertama faring. 2. sebagai katup untuk mencegah masuknya makanan atau cairan yang Memiliki fungsi sebagai jalan masuknya udara ke laring dan masuknya makanan ke esofagus. terdapat 3 tonjolan yang disebut dengan konda (superior. Di sekitar permukaan nares terdapat kelanjar sebasea. Terdiri dari tulang rawan hyaline (tiroid. Faring 4. aritenoid) dan tulang rawan elastik (epiglottis. Pengondisian udara dalam rongga hidung: Vibrisa menyaring debu. krikoid. ujung aritenoid). Fungsinya adalah sebagai penyokong (menjaga agar jalan nafas tetap terbuka). Rongga Hidung Terdiri dari 2 bagian. mucus dan secret serosa melembabkan udara yang masuk. inferior). lapisan mucus fosa nasalis menyaring zat renik dan berbagai gas.A. . 3. Laring Merupakan tabung tak teratur yang mengubungkan faring dengan trakea. Bagian Vestibulum merupakan bagian yang paling anterior dan paling lebar dari rongga hidung. yaitu bagian Vestibulum dan Fosa Nasalis. media. dan vibrissa (rambut pendek). Bagian Konduksi 1. kelenjar keringat.

. dan sakus alveolus. Selain itu. dan juga sebagai fungsi fonasi (penghasil suara). 2 cabang di kiri). Alveolus Merupakan penonjolan (evaginasi) dengan bentuk mirip kantung dengan diameter kurang lebih 200 mikro meter. sel epitel menyatu dengan sel-sel alveolus yang gepeng. duktus alveolus. Bronkus primer masuk ke setiap lobus paru-paru (3 cabang di kanan. pada matrix terdapat serat-serat elastin dan kolagen (sebagai penunjang). Dilapisi sel-sel pipih yang sangat halus. terdapat pada bronkus respiratoris. Sedangkan retikulin berfungsi sebagai penunjang yang mencegah perkembangan secara berlebihan dan pengerusakan kapiler-kapiler halus dan septa alveolar yang tipis. Bagian Respirasi 1. Bronkus Trakea bercabang menjadi 2 bronkus primer. Katup yang mencegah masuknya makanan atau cairan yang ditelan adalah epiglotis atau yang sering disebut dengan anak tekak. Serat elastic yang berfungsi memungkinkan alveolus dapat mengembang pada saat terjadi inspirasi dan kontraksi secara pasif pada wakti ekspirasi. 6. Setiap bronkiolus bercabang 5 – 7 bronkiolis terminalis. Terdapat banyak alveolus yang merupakan tempat pertukaran gas. terdapat ligament fibroelastis (mencegah distensi berlebihan dari lumen) dan berkas otot polos (pengaturan lumen) yang terlihat pada lapisan periosteum. B. Diantara ujung hyaline yang berbentuk C. Bronkus Respiratoris Setiap bronkiolus terminalis. Bagian ujung cabang disebut bronkiolus. Trakea Dilapisi oleh cincin tulang rawan hyaline yang berbentuk C  menjaga supaya lumen trakea tetap terbuka. Dilapisi oleh sel epitel kuboid bersilia dan sel clara. Tetapi di bagian muara. Bagian ini merupakan daerah peralihan bagian konduksi dan respirasi.ditelan. bercabang 2 atau lebih bronkiolus respiratoris. 3. Pada lamina propia terdapat otot polos. Trakea ini juga dilapisi oleh pseudostratified ciliated columnar epithelium. Alveoli bertanggung jawab atas struktur berongga dalam paru-paru. alveoli juga merupakan tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida. Terdapat kelenjar seromukosa yang menghasilkan mucus yang lebih cair. 5. 2. Duktus Alveolaris Merupakan saluran yang makin ke distal dengan jumlah muara alveolus yang semakin tambah banyak.

Pada ekspirasi dalam. Otot interkostal eksternal mengangakat iga ke atas dan ke depan saat berkontraksi sehingga memperbesar rongga toraks ke arah anterior dan superior. 4. yaitu paru-paru kiri dan paru-paru kanan. Mekanisme Pernafasan Inspirasi Pada saat inspirasi. otot otot sternokleidomastoid. Ekspirasi Ekspirasi pada pernapasan dipengaruhi oleh relaksasi otot dan disebut proses pasif. 2. Dalam pernapasan. Diafragma melengkung ke arah toraks. otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar. Paru-paru kiri terdapat dua gelambir dan paru-paru kanan terdapat tiga gelambir. Rongga dada pun mengecil. Bronkiolus diparu-paru bercabang-cabang lagi membentuk pembuluh-pembuluh halus. otot interkostal internal menarik kerangka iga ke bawah dan otot abdomen berkontraksi sehingga mendorong isi abdomen menekan diafragma. pektoralis mayor. serratus anterior dan otot skalena juga akan memperbesar rongga toraks.Pulmo (paru-paru) Paru-paru terdiri oleh dua bagian. Udara alveolus hanya sebagian diganti oleh udara atmosfer tiap kali bernapas. . sehingga udara luar masuk melalui hidung. Oksigen secara terus menerus diabsorbsi oleh alveolus kedalam darah paru paru 3. CO2 berdifusi terus menerus ke dalam alveoli. Udara Alveolus tidak sama dengan udara atmosfer. akibatnya udara dalam paruparu terdorong keluar. Pelembaban udara di sepanjang saluran pernapasan. Hal ini disebabkan oleh : 1. Paru-paru pun mengembang. bronkus dan masuk ke paru-paru. Didalam paru-paru terdapat bronkus dan bronkiolus. Pembuluh-pembuluh halus ini berakhir pada gelembuggelembung halus yang disebut alveolus (alveoli=jamak). trakea.

namun kebalikannya. Oksigen baru juga secara terus-menerus dihirup masuk ke dalam alveoli dari atmosfer. Pembebasan CO2 dari HCO3 dikatalis oleh enzin karbonat anhidrase yang terdapat pada eritrosit. Membran pernapasan (sawar udara-darah) Terdiri dari 3 lapisan yaitu : 1. Kecepatan absorbsi oksigen dalam darah 2. . sedangkan tekanan parsial oksigen dalam kapiler darah lebih rendah (karena oksigen sudah digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh). Tekanan parsial karbon dioksida dalam darah lebih tinggi dari pada di alveolus. 2. Secara umum proses difusi oksigen dan karbon dioksida tidak lepas dari prinsip tekanan parsial ini. Sitoplasma sel endotel. Pada saat udara masuk kedalam alveolus. Konsentrasi Karbon Dioksida dalam Alveolus Peningkatan konsentrasi karbon Dioksida berbanding lurus dengan dengan kecepatan ekskresi Karbon Dioksida dan berbanding terbalik dengan ventilasi alveolus. Jadi konsentrasi oksigen dalam alveolus dipengaruhi oleh : 1. Pada karbon dioksida juga sama. Karbon dioksida berdifusi dengan arah yang berlawanan. 3. Maka Oksigen akan berdifusi masuk ke dalam alveolus. sehingga karbon dioksida berdifusi masuk ke dalam alveolus. Oksigen dari udara alveolus masuk ke dalam darah kapiler. Kecepatan masuknya oksogen baru ke dalam paru-paru. Lapisan permukaan dan sitoplasma sel alveolus. Difusi gas melalui membran pernapasan (sawar udara-darah) Proses difusi gas pada alveolus bergantung pada prinsip fisika yaitu tentang tekanan parsial (hukum henry). Lamina basal alveolar dan endotel yang menyatu. tekanan oksigen dalam alveolus meningkat.Konsentrasi Oksigen dalam Alveolus Oksigen diarbsorbsi dari alveoli ke dalam darah paru secara terus menerus.

Transpor oksigen dalam arteri 98% darah paru teroksigenasi sampai pada tekana parsial oksigen 104 mmHg  keseluruh tubuh. yaitu alveoli bersatu dengan alveoli yang lain sehingga lebar dinding (membrane pernapasan) keseluruhan berkurang. 3. Luas permukaan membran pernapasan Contohnya pada penyakit enfisema. 2. Sedangkan yang 2% menuju ke paru-paru lewat sirkulasi bronchial yang secara khusus member nutrisi pada sel-sel paru dengan tekanan 40 mmHg (saluran pintas).Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi gas melalui membran pernapasan 1. 4. Ketebalan membran Contohnya adanya cairan edema dalam mebran interstitial dan dalam alveoli dan penyakit paru yang menyebabkan fibrosis paru. CO2 lebih cepat 20 kali daripada O2. Koefisien difusi Merupakan kelarutan gas dalam membran. Perbedaan tekanan diantara kedua sisi menbran pernapasan Yaitu merupakan perbedaan tekanan parsial gas dalam alveoli dan tekanan parsial gas dalam darah. .

Saat udara meninggalkan paru-paru setelah ekspirasi. Kemampuan menahan nafas dibatasi oleh adanya cadangan H+ dan CO2 dalam darah. Kapasitas Paru-Paru(Sloane) . saraf nomor tujuh atau nerve vagus dari reseptor di saluran nafas dan paru turut mempengaruhi laju pernafasan. Jenis kelamin. terutama evaporasi saliva dari lidah. jika tekaana parsial O2 rendah. Yaitu. Refleks inflasi Dalam dinding bronkus dan bronkeolus terdapat stretch receptor. Hal ini menyebabkan inspiratory dan apneustic area tidak lagi terhambat sehingga terjadi nafas baru. Satu dari sinyal ini menimbulkan keadaan terengah-engah. Namun. pada pria laju respirasinya lebih tinggi dibandingkan wanita Mekanisme Terengah-engah Mekanisme terengah-engah digunakan oleh binatang tingkat rendah sebagai alat untuk menghilangkan panas. Stimuli kimia CO2 dan O2 Peningkatan CO2 akan meningkatkan H+ dan begitu pula sebaliknya. Bika tekanan parsial O 2 tinggi (dalam kapiler paru). Saat reseptor ini meregang. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pernafasan 1. maka inspiratory dan apneustic area terhambat sehingga terjadi ekspirasi. Proses terengah-engah sebenarnya diatur oleh pusat terengah-engah yang berhubungan dengan pusat pernapasan pneumotaksik yang berada dalam pons. proses ini akan mendinginkan darah di dalam saluran mukosa pernapasan sebagai akibat evaporasi dari permukaan mukosa. 5. 4. sehingga sejumlah udara baru berasal dari luar mengadakan kontak dengan bagian atas saluran pernapasan. maka akan terjadi dissosiasi O2Hb. Menghirup dan mengeluarkan napas dengan cepat. Namun. hipotalamus menimbulkan sinyal neurogenik untuk menurunkan suhu tubuh. Peregangan otot anus dapat meningkatkan laju respirasi 7. bila darah menjadi terlalu panas. maka O2 akan berikata dengan Hb. Pneumotaxic area dan apneustic area mengkoordinasi masa transisi antara inspirasi dan ekspirasi. Pengaruh saraf Pusat respirasi terdapat pada medullary rhytmicity area. Fungsi Hb adalah sebagai buffer tekanan parsial Oksigen dalam darah. Peristiwa terengah-engah dihidupkan oleh pusat pengatur suhu di otak. karena setiap pernapasan sangat dangkal. sebagian besar udara yang masuk ke alveoli adalah udara ruang rugi yang terutama berasal dari trakea dan bukan dari atmosfer. Oleh karena itu.Ikatan Oksigen-Hb Dalam darah. Impuls dikirim dari otak ke area inspiratory sehingga proses bernafas dilanjutkan. Pada efeknya. Saat PCO3 dan H+ mencapai level tertentu. ion H+ dapat mengubah laju pernafasan. 3. O2 bergabung secara longgar dengan heme Hb. Medullary rhytmicity area (area inspirasi dan ekspirasi) memiliki kemampuan untuk menentukan irama dasar respirasi. area inspirasi terstimulasi. Kenaikan suhu tubuh dapat meningkatkan laju respirasi 6. Pada saraf kranial. pneumotaxic area. Pengaruh otak Kita dapat menghentikan nafas kita dalam waktu yang singkat. 2. stretch receptor tidak lagi terstimuli. keadaan terengah-engah tidak meningkatkan ventilasi alveolar lebih dari yang dibutuhkan untuk mengendalikan gas-gas di dalam darah dalam jumlah yang sesuai. dan apneustic area.

Ukurannya semakin besar ketika pembuluh ini mendekati jantung. Volume residual penting untuk kelangsungan aerasi dalam darah saat jeda pernapasan. VCE biasanya berkisar 1200 ml pada laki . Kapasitas Paru-Paru(Ganong) IRV (Inspiratory Reserve Volume) TV (Tidal Volume) ERV (Expiratory Reserve Volume) RV (Recidu Volume) Kapasitas Total Kecepatan nafas normal tiap menit: Bayi baru lahir Usia 12 bulan Usia 2-5 tahun Dewasa 30-40 30 24 10-20 Pria (L) 3.0 Wanita (L) 1. yaitu pembuluh darah terkecil.laki dan 800 ml pada perempuan.5 1.laki sekitar 1200 ml dan pada perempuan 1000ml. Volume Residual (VR) adalah volume udara sisa dalam paru . Volume Cdangan Ekspirasi (VCE) adalah volume udara ekstra yang dapat kuat dikeluarkan pada akhir ekspirasi tidal normal.rata volume ini pada laki . Jantung.laki dan 1900 ml pada perempuan.5 0.2 6. Kapiler. Pembuluh darah Arteri. c. untuk dipompa keluar lagi.paru estela melakukan ekspirasi kuat.paru dengan inspirasi maksimum di atas inspirasi tidal. d. Rata. sambil membawa darah ke jantung.1 4. b. VT pada dewasa muda sehat 500 ml untuk laki. Volume tidal (VT) adalah normal udara yang masuk dan keluar paru .a. Vena.7 1. dan berfungsi untuk mengangkut darah. Sistem kardiovaskular a. Volume Cadangan Inspirasi ( VCI ) adalah volume udara ekstra yang masuk ke paru .paru selama ventilasi normal biasa. terbentuk dari penggabungan kapiler menjadi sistem saluran.2 SISTEM SIRKULASI Yang terlibat dalam sistem sirkulasi adalah: 1.3 0.9 0. dengan nutrien dan oksigen ke jaringan.0 1. yakni suatu organ yang berfungsi untuk memompa darah. serangkaian pembuluh eferen yang semakin mengecil sewaktu bercabang. . berupa jalinan saluran halus dan rumit yang saling beranastomosis dan dindingnya merupakan tempat berlangsungnya pertukaran zat antara darah dan jaringan. CDI berkisar 3100ml pada laki .laki dan 380 ml untuk perempuan b.

(arteriol.c. Mikrovaskulatur. venula pascakapiler). Jarak semua sel tubuh dari sumber nutrisi ini tidak pernah melebihi satu milimeter. berawal di kapiler limfe. vena muskular). adalah cairan yang mengalir dalam pembuluh. 2.1 mm (arteriol besar. 3. terletak dalam pembuluh limfe besar. merupakan tempat terjadinya pertukaran antar darah dan jaringan sekitar pada keadaan normal dan pada poroses peradangan. Limfe b. arteri muskular dan elastis. Sumsum tulang d. Jaringan limfe Histologi sistem sirkulasi : 1. Hati c. Darah. Kelenjar timus e. pembuluh dengan diameter lebih dari 0. Pembuluh limfe. Jantung ANATOMI JANTUNG . Sistem Limfatik a. 2. b. Nodus limfe. Organ pembentuk dan penyimpanan darah a. kapiler. Makrovaskulatur. yaitu saluran buntu yang beranastomosis untuk membentuk pembuluh – pembuluh yang makin membesar.

Jantung dilindungi medistinum. Ukuran dan bentuk a. Bentuknya seperti kerucut tumpul. ujung bawah yang mengerucut (apeks) mengarah ke bahu kiri. 2. Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya. Ujung atas yang lebar (dasar) mengarah ke bahu kanan. Jantung adalah organ berongga dan memiliki empat ruang yang terletak antara kedua paru .1.paru di bagian tengah rongga toraks. b. Pelapis . Dua pertiga jantung terletak di sebelah garis kiri midsternal.

Endokardium dalam tersusun dari lapisan endotelial yang terletak di atas jaringan ikat. Ruang ini mengandung cairan perikardial yang diekskresi lapisan serosa untuk melumasi membran dan mengurangi friksi. b. Epikardium luar tersusun dari lapisan sel .paru. 3.berkas spiral melapisi ruang jantung. dan menyambung dengan lapisan endotelial yang melapisi pembuluh darah yang memasuki dan meninggalkan jantung. Kontraksi miokardium ”menekan” darah keluar ruang menuju arteri besar c. Volume nya kurang lebih 5 liter per menit pada laki – laki berukuran rata – rata dan kurang 20% pada perempuan. Miokardium terngah terdiri dari jaringan otot jantung yang berkontraksi untuk memompa darah.a. Curah Jantung Adalah volume darah yang dikeluarkan oleh kedua ventrikel per menit.sel mesotelial yang berada di atas jaringan ikat. Kantong ini melekat pada diafragma. katup. Dinding jantung tersusun dari tiga lapisan : a. Terdiri 2 macam ruang : a. (1) Lapisan fibrosa luar pada perikardium tersusun dari serabut kolagen yang membentuk lapisan jaringan ikat rapat untuk melindungi jantung. (a) Membran viseral (epikardium) menutup permukaan jantung (b) Membran parietal melapisi permukaan bagian dalam fibrosa perikardium b. Curah jantung terkadang disebut volume jantung per menit. ventrikel = dinding tebal = pemompa (memompa darah) 5. sternum. . (1) Ketebalan miokardium bervariasi dari satu ruang jantung ke ruang lainnya. 4. (2) Lapisan serosa dalam terdiri dari 2 lapisan. Perikardium Adalah kantong berdinding ganda yang dapat membesar dan mengecil. dan pleura yang membungkus paru . Rongga perikardial adalah ruang potensial antara membran viseral dan parietal. membungkus jantung dan pembuluh darah besar. Lapian ini melapisi jantung. (2) Serabut otot yang tersusun dalam berkas . atrium = dinding tipis= reservoar (menerima darah) b.

Perhitungan curah jantung adalah sebagai berikut Curah jantung = frekuensi jantung x isi sekuncup 2. 3. Faktor yang mendukung aliran balik vena dan memperbesar curah jantung. Faktor – faktor yang mengurangi aliran balik vena dan mempengaruhi curah jantung. Pengaruh tambahan pada curah jantung. 4. b. Aktifitas berat b. 2. meliputi : e. Faktor – faktor utama yang mempengaruhi curah jantung a. Vena : 1. a.1. 3. Aliran balik ke vena jantung c. c. Kapiler : 1. 5. Membawa darah dari arteriol ke venula Dinding dilapisi selapis sel tipis untuk memungkinkan pertukaran darah dan cairan Terdapat sel otot polos yaitu sfingter prekapiler yang dijumpai pada permulaan masing-masing kapiler untuk mengatur aliran darah dalam kapiler Membawa darah dari kapiler kembali ke jantung Lapisan dalam : Endotelium yang melipat membentuk valvula untuk mencegah aliran darah terbalik Lapisan tengah : Otot polos tipis karena vena tidak begitu penting untuk mempertahankan tekanan darah Lapisan luar : Jaringan ikat fibrosa tipis karena vena tidak membawa darah dengan tekanan tinggi (hanya 2mmHg dibanding arteri yang memiliki tekanan sampai 100mmHg) Mempunyai percabangan kecil disebut venula Membawa darah dari jantung menuju kapiler Terdapat 3 lapisan : Tunika Intima : paling dalam (merupakan selapis sel gepeng) Tunika Media : Disusun otot polos dan jaringan ikat elastis Tunika Eksterna : Merupakan jaringan ikat fibrosa penyusunnya Mempunyai percabangan kecil yang menyambung pada kapiler disebut arteriol Pompa otot rangka Pernapasan Reservoar vena Gaya gravitasi Perubahan posisi tubuh Tekanan rendah abnormal pada vena Tekanan darah tinggi Hormon medular adrenal Ion Usia dan ukuran tubuh seseorang Penyakit kardiovaskular d. 2. 3. meliputi : . 2. meliputi : Pembuluh Darah Arteri : 1.

Letak pembuluh darah .

.

Mekanisme Sirkulasi Darah Mekanisme Pengikatan Oksigen O2 dalam alveolus Berdifusi melalui membrane kapiler pulmonalis .

100 ml darah rata-rata mengandung 15 gr Hb untuk maksimal 20 ml O2 per 100 ml darah (15 x 1. Tiap molekul dalam ke empat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul O2 dan membentuk oksihemoglobin (HbO2) yang berwarna merah tua. Impuls eferen menjalar melalui saraf simpatis dan parasimpatis susunan saraf otonom. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Denyut Jantung 1. Tiap gram Hb dapat mengikat 1.Diikat Hb dalam sel darah merah O2+Hb (HHb) Di kapiler darah jaringan O2 dilepas Hb O2 menuju sel jaringan lainnya di plasma membentuk O3 1. b. Pusat reflek kardioinhibitor juga terdapat dalam medulla oblongata (1) Efek impuls dari neuron ini adalah untuk mengurangi frekuensi jantung. Konsentrasi Hb ini biasanya dinyatakan sebagai persentase volume dan merupakan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Volume maksimal O2 yang dapat berikatan dengan sejumlah hemoglobin dalam darah. Tiap eritrosit mempunyai 280 juta molekul Hb. 2. a. 2. Impuls aferen yang menuju pusat kendali jantung yang berasal dari receptor.34 ml O2 3. (1) Untuk meningkatkan frekuensi jantung (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi norepinefrin yang meningkatkan eksitabilitas jantung. (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi asetilkolin.34). Pusat refleks kardioakselerator adalah sekelompok neuron dalam medula oblongata. Proreseptor (baroreseptor) dalam arteri karotis dan aorta (sinus aorta dan arkus aorta) sensitif terhadap perubahan tekanan darah . . Ikatan ini tidak kuat dan reversibel.

dan sentuhan. panas. Frekuensi jantung dipengaruhi oleh stimulasi pada hampir semua saraf kutan. atau oleh input emosional dari sistem saraf pusat. dan natrium. Usia muda memiliki frekuensi jantung yang lebih cepat f. Aktivitas yang tinggi dapat mempercepat denyut jantung d. Suhu tubuh yang tinggi atau demam juga mempercepat frekuensi denyut jantung. fungsi jantung normal juga bergantung pada keseimbangan elektrolit seperti kalsium. dingin.(1) Peningkatan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang memperlambat frekuensi jantung. seperti reseptor untuk nyeri. yang mempengaruhi frekuensi jantung jika kadarnya menigkat atau berkurang. SISTEM EKSKRESI Organ-organ yang terlibat: 1. Pengaruh lain pada frekuensi jantung a. 3. Ginjal Mekanisme ekskresi pada Paru-paru . kalium. b. c. Reflek ini akan menghambat pusat kardioakselerator dan menstimulasi pusat kardioinhibitor. Pengaruh dari atropin dan nikotin yang juga dapat mempercepat denyut jantung e. Paru-paru 2. (2) Penurunan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang menstimulasi fekuensi jantung yang menjalar melalui pusat medular .

Karbondioksida dalam sel jaringan Menuju cairan interstitial Berdifusi melaui dinding kapiler jaringan Berikatan dengan molekul air dalam sel darah merah( CO2 +H2O) H2CO3 HCO3 + H H+Hb(HHb) Berikatan dengan Na di plasma darah Menuju kapiler pulmonali Co2 yang berikatan dengan H2O PECAH Co2 berdifusi keluar membrane kapiler pulmonalis Menuju alveolus Ginjal Fungsi Ginjal 1. Regulasi keseimbangan elektrolit dan air 4. Sebagai kelenjar endokrin Struktur ginjal: Diselubungi oleh suatu kapsul yang berbentuk dari jaringan serabut. Regulasi osmolaritas cairan tubuh dan elektrolit 5. Pengendalian komposisi jaringan tubuh 3. Menyaring darah. sedangkan bagian dalamnya disebut medulla. Gluconogenesis 9. Regulasi keseimbangn asam basa 6. 2. Bagian luar ginjal disebut korteks. Pada manusi aterdapat sekitar satu juta nefron. Pada bagian dalam terdapat ruang kosong (pelvis). Setiap nefron terdiri dari badan malphigi (mengandung gromerulus yang diselubungi oleh kapsula bowman) dan saluran nefron. Regulasi tekanan arteri 7. yang selanjutnya membentuk urine yang mengandung zat sisa metabolisme. Nefron . Regulasi vitamin D 8. Pada ginjal terdapat nefron yang merupakan unit fungsional dan structural terkecil.

mengandung dua macam unsur.bagian nefron yang mengandung unsur epitel. yaitu Kapsula Bowman. Filtrasi Dilakukan oleh glomerulus yang terdapat alat penyaring disebut sel podosit. lengkung henle yang terdiri dari saluran menurun dan naik. Filtrat ini masih banyak zat .zat yang dibutuhkan oleh tubuh. yaitu unsur pembuluh (elemen vaskuler) dan unsure epitel. Jumlah urin primer/menit adalah 125 cc. tubukus kontortus distal dan saluran penampung. . Tubulus Kontortus proksimal. Proses ekskresi pada ginjal: 1. filtratnya ditampung oleh Kapsula Bowman yang disebut filtrat glomerulus / urin primer.

Pinggiran yang cekung disebut hilum.2. Pembuluh limfa eferen menembus kapsul di pinggiran yang cembung dan menuangkan isinya ke dalam kelenjar. asam amino. Augmentasi Penambahan zat . duktus torasikus dan batang saluran kanan. lengan kanan dan dada sebelah kanan dan menuangkan isinya ke dalam vena yang berada di sebelah kanan leher. jaringan limfe terbungkus oleh kapsul fibrus. axial. Ruangan di antaranya berisi jaringan kelenjar . kecuali dari bagian yang menyalurkan limfenya ke duktus limfe kanan. dan jaringan kelenjar. Bahan ini bercampur dengan benda-benda kecil daripada limfe yang banyak sekali terdapat di dalam kelenjar dan selanjutnya campuran ini dikumpulkan pembuluh limfa aferen yang mengeluarkannya melalui hilum.zat yang tidak berguna bagi tubuh kedalam urin sekunder misalnya ion H+ dan K+ yang terjadi pada tubulus kontortus distal sehingga terbentuklah urin yang sesungguhnya/ urin saja yang dialirkan ke tubulus kolektivus menuju ke pelvis renalis  ureter  vesika urinaria ( 300cc) uretra. 3. Arteri dan vena juga masuk dan keluar kelenjar melalui hilum. Sebuah kelenjar terdiri atas jaringan fibrus. ion . yaitu trabekulae. Saluran limfe Terdapat dua batang saluran limfe yang utama. Duktus limfe kanan ialah saluran yang jauh lebih kecil dan mengumpulkan limfe dari sebelah kanan kepala dan leher. Reabsorpsi Urin primer direabsorpsi oleh tubulus kontortus proksimal. Kelompok-kelompok utama terdapat di dalam leher.zat yang diserap kembali antara lain glukosa. jaringan otot. dan lipat paha. abdomen. SISTEM LIMFATIK Organ yang terlibat: Nodus limfe Berbentuk kecil lonjong atau seperti kacang dan terdapat di sepanjang pembuluh limfe.Di sebelah luar. Sebuah kelenjar limfe mempunyai pinggiran mempunyai pinggiran yang cembung dan yang cekung. Duktus torasikus mengumpulkan limfe dari semua bagian tubuh. Zat . torax. Peristiwa membuang air kecil dikenal dengan miksturisi. Kerjanya sebagai penyaring dan dijumpai di tempat-tempat terbentuknya limfosit. yang mengandung banyak sel darah putih atau limfosit. Dari sini keluar tajuk-tajuk dari jaringan otot dan fibrus.ion organik sehingga terbentuklah urin sekunder yang akan melewati lengkung henle. masuk ke dalam kelenjar membentuk sekat-sekat. .

Mekanisme Peredaran Cairan Limfe cairan interstitial  kapiler limfe  pembuluh limfe  batang limfe  saluran limfe sebelah kiri/sebelah kanan  vena subclavian .

Fungsi cairan limfa : .Mengendalikan kualitas aliran cairan jaringan dengan cara menyaringnya melalui nodus-nodus limfe sebelum mengendalikannya ke sirkulasi.Mentranspor nutrien yang terabsorbsi .Mengembalikan protein plasma ke dalam sirkulasi . .Mengeluarkan zat-zat toksik dan debris selular dari jaringan setelah infeksi atau kerusakan jaringan. Faktor-faktor yang mempengaruhi meningkatnya aliran limfa: Efek tekanan cairan interstitial -peningkatan tekanan kapiler -penurunan tekanan osmotic koloid plasma -peningkatan tekanan osmotic koloid cairan interstitial .Mengembalikan kelebihan cairan jaringan yang keluar dari kapiler .

Contoh: sintesis hemoglobin oleh sumsum tulang merah. Karena elektron yang dilepas selama reaksi tidak dapat muncul dalam bentuk bebas. - Katabolisme. reaksi kimia yang molekulnya mendapatkan electron. Jalur metabolic a. pembentukan molekul-molekul kecil menjadi molekul-molekul besar. - Anabolisme. .-peningkatan permeabilitas kapiler Aktifitas pompa limfa naik maka alirannya juga naik. Pergerakan bagian-bagian tubuh pulsasi arteri yang berdekatan dengan saluran limfa perekanan jaringan oleh benda-benda diluar tubuh. Mekanisme terjadinya bengkak akibat penumpukan cairan: Cairan interstisial cenderung berakumulasi di bagian-bagian dependen akibat efek gravitasi. dan sintesis lemak oleh jaringan adipose. . Contoh: respirasi sel yang memecah molekul makanan menjadi energi. reaksi kimia yang molekulnya melepaskan electron. sintesis glikogen oleh hepar. sehingga elektron yang dilepas. Dalam kondisi duduk dengan posisi lama dan waktu yang lama. karbondioksida dan air. penguraian atau dekomposisi atau pemecahan molekul-molekul besar menjadi molekul-molekul kecil. Reaksi Reduksi-Oksidasi . PENJELASAN LEARNING ISSUE : 1. otot rangka tidak berkontraksi sehingga cairan tersebut akan terakumulasi.Reduksi. selain itu juga obstruksi vena juga berperan dalam kondisi seperti ini sehingga akan muncul bengkak tersebut. maka setiap reaksi oksidasi disertai dengan reaksi reduksi. Kontraksi otot rangka disekitar saluran limfa. Enzim Berfungsi mengatalis atau mempercepat jalannya suatu reaksi kimia Sebagian besar reaksi enzimatik memerlukan koenzim sebagai pembawa electron yang memaksimalkan fungsi suatu enzim.Oksidasi. diterima kembali oleh molekul lain. b. PROSES METABOLISME TINGKAT SELULER SAMPAI DENGAN JARINGAN Metabolisme Adalah jumlah keseluruhan reaksi kimia dan pengubahan energi untuk menopang dan memertahankan kehidupan.

Nikotinamida Adenin Dinukleotida (NAD). Flavin Adenin Dinukleotida (FAD). b) sintesis senyawa kimia di sel. berasal dari riboflavin sebagai akseptor electron dan bekerja sama dengan enzim suksinat dehidrogenase. c) kerja mekanik.peningkatan sintesis protein . Hormon Pertumbuhan . Hormon-hormon yang Mengatur Metabolisme Hormon menentukan jalur metabolik yang diambil nutrien terabsorpsi dan memastikan penggunaan sumber energi tubuh yang efisien berdasarkan kebutuhan tubuh.peningkatan sintesis protein 2.peningkatan glukosa  glikogen . ATP Senyawa fosfat berenergi tinggi yang menyimpan energi dalam tubuh. Tiroksin .peningkatan glikogen  glukosa .peningkatan lemak untuk energi . c.peningkatan transpor glukosa dan penggunaanya untuk energi . berasal dari niasin.peningkatan transport asam amino ke dalam sel . Glukagon . ATP terbentuk dari nukleotida adenosine ditambah dua gugus fosfat dalam ikatan berenergi tinggi. Insulin .peningkatan asam amino dan lemak untuk energi . keculali hepar 6. Kortisol .peningkatan glikogen  glukosa .peningkatan penggunaan jenis-jenis makanan . Epinefrin .penurunan sintesis protein. ATP dibentuk dari pembakaran lemak.peningkatan asam amino dan lemak untuk energi 5. Fungsi ATP: a) transpor zat melalui membran sel.peningkatan penggunaan lemak untuk energi 3. sebagai koenzim yang menerima electron dan bekerja sama dengan enzim laktat dehidrogenase dalam metabolism glukosa dan pembentukan ATP. protein maupun karbohidrat. 1.peningkatan glukosa  glikogen oleh hepar .peningkatan transpor asam amino dan asam lemak untuk sintesis sel 4.

HISTOLOGI. Hal ini karena beberapa proses tubuh yang menggunakan ATP juga memproduksi panas. Makanan kemudian bercampur dengan saliva sebelum ditelan . SDA protein lebih besar daripada SDA lemak atau karbohidrat sehingga makanan yang mengandung protein bisa meningkatkan laju metabolism. Dalam tubuh. jenis kelamin. 1. Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut. 1 gram protein melepas 4. produksi panas bisa diukur dengan mengukur aktivitas metabolism. DAN FISIOLOGI ORGAN DALAM PENCERNAAN A.1K b. Basal Metabolic Rate (BMR) Adalah pelepasan energi per satuan waktu dalam kondisi basal yang secara standar terjaga dan istirahat. 2. Laju metabolic Mengacu pada jumlah energi yang dilepas dalam tubuh melalui katabolisme per satuan waktu. 2. BMR menyatakan energi minimal yang diperlukan pada saat respirasi. suhu tubuh dan keadaan fisik maupun psikis seseorang (depresi. a. Satu kilokalori Adalah jumlah panas tubuh yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu satu kilogram air sebesar satu derajat celcius dan digunakan untuk menyatakan kandungan kalori makanan dan pengeluaran energi oleh individu. Oleh karena itu. Kilokalori yang dilepas melalui oksidasi makanan dalam tubuh dapat lansung diukur melalui bankalorimeter. 1 gram lemak melepas 9. pada postabsorptif (12 jam setelah makan) dan dalam lingkungan nyaman serta hangat. ukuran tubuh dan area permukaan. air. Faktor yang mempengaruhi : Hormon tiroid.1K.5 K. sirkulasi. sekresi. ANATOMI. penguraian normal komponen-komponen sel. metabolism makanan. Proses ini meliputi kontraksi otot. usia. Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik ole gigi. kelaparan dan kecemasan) 2. 1 gram karbohidrat melepas 4. Misalnya latihan berat dapat meningkatkan metabolism sampai 15 kali. aktivitas saraf. dan elektrolit bagi tubuh dari nutrien yang dicerna sehingga siap diabsorpsi. dan pertahanan tubuh saat individu terjaga. pemompaan jantung. FUNGSI SISTEM PENCERNAAN Fungsi utama sistem ini adalah menyediakan makanan. Specific Dynamic Action (SDA) Adalah laju metabolic sebesar 10% .Kecepatan Metabolisme Kecepatan metabolism biasanya digunakan sebagai jumlah produksi panas. 1. Aktivitas Muskular juga dapat menghasilkan peningkatan laju metabolic terbesar. digesti.20% melebihi laju energi basal yang digunakan dalam pencernaan makanan.

beberapa kelenjar submukosal. Egesti adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna B. mengurangi motalitas. dan menghambat sekresi cairan pencernaan. 2. satu lapisan sirkular dalam dan satu lapisan longitudinal luar. Impuls simpatis yang dibawa medulla spinalis dalam saraf splanknik. DINDING SALURAN PENCERNAAN Dinding saluran pencernaan terdiri dari 4 lapisan jaringan dasar dari lumen ke arah luar a. Mukosa (membran mukosa) tersusun dari tiga lapisan. Pleksur Meissner dan Aurebach merupakan sisi sinaps untuk serabut proganglionik parasimpatis. C. Submukosa terdiri dari jaringan ikat areolar yang mengandung pembuluh darah. pembuluh limfatik dan pleksur serabut saraf. Peristalsis adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang menggerakan makanan tertelan melalui saluran pencernaan 4. dan ESOFAGUS a.3. FARING. d. D. (1) (2) (3) Epitelium yang melapisi berfungsi untuk perlindungan. menghambat kontraksi otot polos saluran. kecuali ujung atas dan ujung bawah yang dikendalikan secara volunteer 1. c. Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan ke dalam sirkulasi darah dan limfatik 6. Muskularis eksterna terdiri dari dua lapisan otot. dan absorpsi Lamina propria adalah jaringan ikat areolar yang menopang epithelium Muskularis mukosa terdiri dari lapisan sirkular dalam yang tipis dan lapisan otot polos longitudinal luar b. serta saraf sel-sel ganglion yang disebut pleksus Meissner. Serosa. sekresi. RONGGA ORAL. lapisan keempat dan paling luar juga disebut peritoneum visceral. Impuls parasimpatis yang dihantarkan dalam saraf vagus (CN X). mengeluarkan efek stimulasi konstan pada tonus otot polos dan bertanggung jawab untuk peningkatan keseluruhan aktivitas. 3. Lapisan ini terdiri dari membrab serosa jaringan ikat renggang yang dilapisi epithelium skuamosa simple. Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil 5. Rongga Oral . KENDALI SARAF pada SALURAN PENCERNAAN Sistem saraf otonom menginervasi keseluruhan saluran pencernaan.

a. a. Saliva terdiri dari cairan encer yang mengandung enzim dan cairan kental yang mengandung mukus. untuk pengecapan. Kelenjar Saliva mensekresi saliva ke dalam rongga oral. Lidah berfungsi untuk menggerakan makanan saat dikunyah atau ditelan. dan kelenjar sebasea b. kelenjar keringat. Permukaan dalam bibir adalah membrane mukosa. Otot-otot intrinsik lidah memiliki serabut yang menghadap ke berrbagai arah untuk membentuk sudut satu sama lain. Permukaan luar bibir dilapisi kulit yang mengandung folikel rambut. Papila adalah elevasi jaringan mukosa dan jaringan ikat pada permukaan dorsal lidah yang menyebabkan tekstur lidah menjadi kasar • • • • Papila fungiformis Papila filiformis Palila foliate Papila sirkumvalatae d.Rongga vestibulum terletak di antara gigi dan bibir serta pipi sebagai batas luarnya 1. terletak agak bawah dan di depan telinga dan membuka melalui duktus parotid (2) Kelenjar submaksilar (submandibular) kurang lebih sebesar kacang kenari dan terletak di permukaan dalam pada mandibula serta membuka melalui duktus Wharton . Area transisional memiliki epidermis transparan. Bagian frenulum labia melekatkan membrane mukosa pada gusi di garis tengah 2. Bibir tersusun dari otot rangka dan jaringan ikat. Otot-otot ekstrinsik berfungsi dalam pergerakan lidah secara keseluruhan b. Dan otot ini memberikan mobilitas yang besar pada lidah c. Ada tiga pasang kelenjar saliva (1) Kelenjar parotid adalah kelenjar saliva terbesar. dan dalam produksi wicara. Tonsil-tonsil lingua adalah agregasi jaringan limfoid pada sepertiga bagian belakang lidah 4. Bagian ini tampak merah karena dilewati oleh banyak kapiler c. Lidah dilekatkan pada dasar mulut oleh frenulum lingua. berfungsi untuk menerima makanan dan produksi wicara.Rongga oral merupakan jalan masuk menuju sistem pencernaan dan berisi organ aksesori yang berfungsi dalam proses awal pencernaan. a. Pipi mengandung otot buksinator mastikasi 3.

Fungsi saliva (1) Melarutkan makanan secara kimia (2) Melembabkan dan melumasi makanan (3) Menguraikan zat tepung menjadi polisakarida dan maltose (4) Zat buangan seperti urea dan asam urat diekskresikan ke dalam saliva (5) Zat antibodi dan antibakteri berfungsi untuk membersihkan rongga oral dan membantu memelihara kesehatan oral serta mencegah kerusakan gigi 5. Pada umunya manusia memiliki 2 susunan gigi : • Gigi primer terdiri dari satu taring. ion. Gigi berfungsi dalam proses mastikasi (pengunyahan). Makanan yang masuk dalam mulut dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur dengan saliva untuk membentuk bolus makanan yang dapat ditelan. yaitu 98% air dan mengandung enzim amilase serta berbagai jenis ion (natrium. dan air c. Dentin pada bagian mahkota tertutup oleh email dan di bagian akar oleh sementum c. dua gigi seri. dua geraham. a. Total keseluruhan adalah 20 gigi • Gigi sekunder mulai keluar pada usia lima sampai enam tahun yang terdiri dari satu taring. Total keseluruhan adalah 32 gigi b. Fungsi gigi. dua premolar. Gigi tersusun dalam kantong-kantong pada mandibula dan maksila. klorida. Komponen gigi (a) Mahkota adalah bagian gigi yang terlihat. Proses Menelan (deglutisi) menggerakan makanan dari faring menuju esophagus . Mahkota dan akar bertemu leher yang diselubungi gingival (gusi) (b) Membran periodontal merupakan jaringan ikat yang melapisi kantong alveolar dan melekat pada sementum di akar (c) Rongga pulpa dalam mahkota melebar ke dalam saluran akar. b. Komposisi saliva. Saliva terutama terdiri dari sekresi serosa. bikarbonat) juga sekresi mucus yang lebih kental dan lebih sedikit yang mengandung glikoprotein.(3) Kelenjar sublingual terletak di dasar mulut dan membuka melalui duktus sublingual kecil menuju ke dasar mulut b. kalium. dan tiga geraham. berisi pulpa gigi yang mengandung pembuluh darah dan saraf. Saluran akar membuka ke tulang melalui foramen apical (d) Dentin menyelubungi rongga pulpa dan membentuk bagian terbesar gigi. dua gigi seri.

tepi lateral badan lambung yang konveks disebut kurvakur besar. melakukan gelombang peristaltic dan memungkinkan makanan terdorong ke dalam lambung c. terletak pada bagian superior kiri rongga abdomen di bawah diafragma. Antrum pilorus mengarah ke mulut pilorus yang di kelilingi sfingter pilorus muskular . Ukuran dan bentuknya bervariasi dari satu individu ke individu lain. b. dan bagian pilorus. Gelombang peristaltic kontraksi yang menggerakkan bolus ke dalam esophagus 3. Histologi dinding lambung. badan organ. Lidah menekan palatum keras dan mengarahkan bolus ke arah orofaring Fase faring. Tepi medial badan lambyng yang konkaf disebut kurvakur kecil. 2. Muskularis eksterna pada bagian fundus dan badan lambung mengandung lapisan otot muskularis) beserta modifikasinya. tebal. c. Sfingter esophagus bawah.Proses ini melalui tiga fase : 1. Fase esophagus. submukosa. Bagian pilorus lambung menyempit di ujung bawah lambung dan membuka ke duodenum. Fundus adalah bagian yang menonjol ke sisi kiri atas mulut esofagus. glottis tertutup. Sfingter esophagus atas pada mulut esophagus secara normal menyempit untuk mencegah udara memasuki esophagus e. Lambung Anatomi 1. Fase volunter. Lapisan otot tambahan ini membantu keefektifan pencampuran dan penghancuran isi lambung. yang membentuk dua per tiga bagian lambung. Lidah menekan palatum keras dan menghalangi makanan kembali ke mulut Otot menekan palatum lunak dan uvula mengangkat palatum lunak untuk menutup mulut saluran nasal sehingga makanan tidak akan masuk ke rongga nasal c. Semua bagian. terletak pada bagian kiri garis tengah. dan terjadi penutupan semua lubang kecuali esophagus a. Badan lambung adalah bagian yang terdilatasi dibawah fundus. kecuali sebagian kecil. Bolus makanan dalam faring merangsang reseptor orofaring yang mengirim impuls ke pusat menelan dalam medulla dan batang otak bagian bawah. yag panjangnya sekitar 9 sampai 10 inci dan berdiameter 1 inci Fungsinya adalah menggerakkan makanan dari faring ke lambung melalui gerak peristaltis d. a. d. b. dan jaringan a. melintag tambahan. Lambung adalah organ berbentuk j. Regia-regia lambung terdiri dari bagian jantung. dan epiglottis condong ke bawah menutup mulut laring yang menahan makanan sehingga tidak memasuki saluran pernapasan d. fundus. 2. Esofagus Esofagus adalah tuba muscular. Bagian jantung lambung adalah area disekitar pertemuan esofagus dan lambung. Ada tiga lapisan jaringan dasar (mukosa. Laring terelevasi.

CO2 bergerak ke dalam sel untuk berikatan dengan air dan membentuk asam karbonat (H2CO3) dalam reaksi yang dikatalis oleh anhidrase karbonik. Aktivitas lambung mengakibatkan terbentuknya kimun ( masa homogen Digesti protei. Kapasitas lambung normal memungkinkan adanya interval waktu yang panjang antara saat makan dan kemampuan menyimpan makanan dalam jumlah besar sanpai makanan ini dapat terakomodasi di bagian bawah saluran. 6. iii. c. Sel chief(zimogenik) mensekresi pepsinogen. c. Mukosa membentuk lipatan-lipatan (ruga) longitudinal yang menonjol sehingga memungkinkan peregangan dinding lambung. Dalam pembuatan HCL. Penyimpanan makanan. Beberapa obat larut lemak (aspirin) dan alkohol diabsorbsi pada dinding lambung. H2CO3 terionisasi untuk membentuk H+ dan HCO3-. Cairan lambung mengandung enzim pencernaan. Puga terlihat saat lambung kosong dan aka menghalus saat lambung teregang terisi makanan. setengah cair. 3. prekusor enzim pepsin. 4. tempat vitamin B12 diabsorbsi.b.Kelenjar fundus (lambung) terdiri dari tiga jenis sel. dan air.Kelenjar ini mensekresi lipase dan renin lambung yang kurang penting. Prosuksi kimus. b. Ion bikarbonat keluar dari sel digantikan ion klorida dan memasui sirkulasi sistemik. b. Zat terlarut dalam air terabsorpsi dalam jumlah yang tidak jelas. 2. Kelenjar ini hanya mensekresi mukus. garam-garaman. c. Lambung tidak memiliki peran mendasar dalam kehidupan dan dapat diangkat.Vitamin B12. Ada kurang lebih 3 juta pit lambung di antara ruga-ruga yang bermuara pada sekitar 15 juta kelenjar lambung. Ion hidrogen bersama ion klorida secara aktif terpompa ke dalam lambung Sel leher mukosa ditemukan pada bagian leher semua kelenjar lambung. Kelenjar ini mensekresi mukus dan gastrin suatu hormon peptida yang berpengaruh besar dalam proses sekresi lambung. mukus.Kelenjar jantung ditemukan di regia mulut jantung. terikat pada faktor intrinsik. Produksi mukus. berkadar asam tinggi yang berasal dari bolus) dan mendorongnya ke dalam duodenum. Kelenjar lambung yang dinamakan sesuai letaknya. Fungsi Lambung 1. Jenis kelenjar lambung a. ii. Absorbsi nutrien yang berlangsung dalam lambung hanya sedikit. menghasilkan 2 sampai 3 L cairan lambung. 5. Sekresi Lambung 1. Sel pariental mensekresi asam korida dan faktor intrinsik a. melindungi lambung terhadap aksi pencernaan dari sekresinya sendiri. asam klorida. Kelenjar pilorus terletak pada regia antrum pilorus. i. didapat dari makanan yang dicerna di lambung.Faktor intrinsik adalah glikoprotein yang disekresi sel parietal. Lambung memulai digesti protein melalui sekresi tripsin dan asam klorida. Mukus yang dihasilkan dari kelenjar membentuk barier setebal 1 mm untuk Produksi faktor intrinsik a. b. Kompleks faktor intrinsik vitamin B12 dibawa ke ileum usus halus. . Sel ini mensekresi barier mukus setebal 1 mm dan melindungi lapisan lambung terhadap kerusakan oleh HCL atau autodigesti. asalkan makanan yang dimakan sedikit dan sering.

2. enzim yang mengkoagulasi protein susu. tetapi aktivitasnya terbatas dalam kadar ph yang rendah. Pepsin adalah enzim proteolitik yang hanya dapat bekerja dengan ph di bawah 5. 1. Digesti dalam lambung. Enzim gliserol. Pengaturan pelepasan gastrin dalam lambung terjadi melalui penghambatan umpan balik yang didasarkan pada ph isi lambung. 2. a. Lambung janin memproduksi renin. a. Masuknya makanan ke Tahap lambung terjadi saat makanan mencapai lambung dan berlangsung selama saraf dan hormon terlibat. 1. kolesistokinin dan hormon pembersih enterogastrin. 3. b. 1. dan menguraikannyauntuk membentuk dadih (curd). Lipase lambung(disekresi sel chief) menhidrolisis lemak susu menjadi asam lemak dan Karbohidrat. Meransang sekresi lambung Meningkatkan motilitas usus dan lambung Mengkonstriksi sfingter esofagus bawah dan merelaksasi sfingter pilorus Efek tambahan seperti stimulasi sekresi pankreas dan peningkatan motilitas usus. Cairan lambung memicu digesti protein dan lemak. . b. Lambung tidak mensekresi enzim untuk mencerna karbohidrat. Amilase dalam salva yang menghidrolisis zat tepung bekerja pada ph netral. sekretin. d. Fungsi gastrin antara lain: a. Enzim ini menghidrolisis protein menjadi polipeptida. Jika tidak ada makanan dalam lambung antara jam makan. Lemak. Hormon ini yang dibawa ke dalam sirkulasi menuju lambung. dalam mulut atau tampilan bau. ini terbawa bersama bolus dan tetap bekerja dalam lambung sampai asiditas lambung menembus bolus. ph lambung rendah dan Makanan yang masuk ke lambung memiliki efek pendaparan yang mengakibatkan Tahap usus terjadi setelah kimus meninggalkan lambung dan memasuki usus halus sekresi lambung terbatas. Serabu saraf aferen menjalar ke medula melalui saraf vagus. Sekresi lambung distimulasi oleh sekresi gastrin dodenum sehingga dapat berlangsung selama beberapa jam. enzim-enzim pencernaadn dan gastrin. Hormon ini meliputi gastric inhibitory polipeptide (GIP).2. Asam amino dan protein dalam makana yang separuh tercerna dan zat kimis juga meningkatkan sekresi lambung melalui refleks lokal. b. yang kemudian memicu faktor saraf dan hormon. atau pikiran tentang makanan dapat meransang sekresi lambung. Digesti protein. Tiga tahap sekresi lambung dinamakan sesuai dengan regia tempat terjadinya stimulus. Gastrin ini dihasilkan oleh bagian atas (duodenum) usus halus dan dibawa dalam sirkulasi menuju lambung. Sekresi lambung dihambat oleh hormon-hormon polipeptida yang dihasilkan duodenum. 3. c. c. makanan masih ada. Faktor Tahap sefalik terjadi sebelum makanan mencapai lambung. Serabut saraf eferen parasimpatis menjalar dalam vagus menuju kelenjar lambung untuk menstimulasi produksi HCL. 2. disekresi sebagai respon terhadap asiditas lambung dengan ph di bawah 2 dan jika ada makanan berlemak. Pepsinogen (disekresi sel chief) diubah menjadi pepsin oleh asam klorida (disekresi sel parietal). 4. peningkatan ph dan peningkatan sekresi lambung. Peregangan dinding lambung merangsang reseptor saraf dalam mukosa lambung dan memicu refleks lambung.

Gerakan usus halus mencampur isinya dengan enzim untuk pencernaan. Gerakan ini ialah gerakan konstriksi dan relaksasi yang bergantian dari cincin-cincin otot dinding usus yang membagi isi menjadi segmensegmen dan mendorong kimus bergerak maju mundur dari satu segmen yang relaks ke segmen lain. setiap vilus mengandung jaring-jaring kapilar dan pembuluh limfe yang disebut kakteal. Pergerakan ini dipicu oleh peregagan dan secara refleks dikendalikan oleh SSO. Faktor-faktor hormon dan saraf ini mencegah terjadinya pengisian yang berlebih pada usus dan memberikan waktu yang lebih lama untuk digesti dalam usus halus. Pengosongan distimulasi secara refleks saat merespon terhadap peregangan lambung. Segmentasi irama adalah gerakan pencampuran utama. Lipatan ini hampir secara kseluruhan mengitari lumen. . Anatomi mikroskopik dinding usus 1. Motilitas Jejunum adalah bagian yang selanjutnya. Pilcae circulares adalah lipatan sirkular membran mukosa yang permanen dan besar. e. memanjang ke lumen dari permukaan mukosa. 1. Karbohidrat dapat masuk dengan cepat . Vili hanya ditemukan pada usus halus. tempatnya menyatu dengan usus besar. Kontraksi ini adalah daya dorong yang utama yang menggerakkan kimus ke arah bawah sepanjang saluran. kekentalan kimus.5 m. Ada 3 spesialisasi struktural yang memperluas permukaan absorptif usus halus sampai kurang a. Panjangnya kurang lebih I m sampai 1.5cm dan panjangnya 3 sampai 5 meter saat bekerja. 2. dan jenis makanan. 2. Pengosongan lambung dihambat oleh hormon duodenum yang juga menghambat sekresi lambung dan oleh refleks umpan balik enterogastrik dari duodenum. b. protein lebih lambat dan lemak dalam lambung selama 3 sampai 6 jam. memungkinkan produk akhir pencernaan mengadakan kontak dengan sel absortif dan mendorong zat sisa memasuki usus besar. Vili adalah jutaan tonjolan menyerupai jari (tingginya 0. Sinyal umpan balik memungkinkan kimus memasuki usus halus pada kecepatan tertentu sehingga dapat diproses.5 m) merentang samapi menyatu dengan usus besar.0 mm) yang lebih 600 kali. Duodenum adalah bagian yang terpendek 25cm sampai 30cm. Diameter usus halus kurang lebih 2. 3.Kendali Pada Pengosongan Lambung 1. keduanya membuka ke dinding posterior duodenum beberapa sentimeter dibawah mulut 2. Segmentasi mencampur kimus dengan cairan pencernaan dan memaparkannya ke permukaan absortif. 3. Ileum (2 sampai 2.2mm sampai 1. Panjang 7 meter pada mayat dicapai saat lapisan muskularis eksterna berelaksasi. pelepasan gastrin. Usus Halus Keseluruhan usus halus adalah tuba terlilit yang merentang dari sfingter pilorus sampai katup ileosekal. pilorus. Divisi 1. Peristalsis ialah kontraksi ritmik otot polos longitudinal dan sirkular. Duktus empedu dan duktus pankreas.

Kelenjar enteroendokrin menghasilkan hormon-hormon gastrointestinal. kendali utama terletak pada hormon duodenum yang diabsorpsi ke dalam aliran darah untuk mencapai pankreas.Somatostasin menghambat sekresi asam klorida dan gastrin seperti hipotalamus yang melepas faktor pelepas hormon pertumbuhan. Sel ini memproduksi mukus pelindung. Sekresi eksokrin pankreas dipengaruhi oleh aktivitas refleks saraf selama tahap sefalik dan lambung pada sekresi lambung. Usus halus mengakhiri proses pencernaan makanan yang dimulai di mulut dan di lambung. c. c. Sel –sel endokrin (pulau-pulau langerhans) pankreas mensekresi hormon insulin dan glukagon. Fungsi usus halus 1. Leukosit dan nodulus limfe ada di keseluruhan usus halus untuk melindungi dinding usus terhadap invasi benda asing. CCK. dan GIP berperan untuk menghalangi sekresi kelenjar lambung. Usus halus secara selektif mengabsorpsi produk digesti. Proses ini diselesaikan oleh enzim usus dan enzim pankreas serta dibantu empedu dalam hati.Kelenjar-kelenjar usus (kripta lieberkuhn) tertanam dalam mukosa dan membuka di antara basisbasis vili. 2. Pankreas Anatomi 1. Hati. Mikrovili adalah lipatan-lipatan menonjol kecil pada membran sel yang muncul pada tepi yang berhadapan degan sel-sel epitel. Kelenjar Brunner terletak dalam submukosa duodenum. Walaupun demikian. Pankreas. b. 2. Agregasi nodulus limfe yang disebut bercak peyer terdapat dalam ileum. Substansi P mempengaruhi aktivitas motorik otot polos. 2. Sel goblet terletak dalam epitelium di sepanjang usus halus. 2. 1. dan Kantung empedu 1. Hormon-hormon yang mempengaruhi sekresi dan motilitas saluran pencernaan antara 1. Jaringan limfatik. Kelenjar ini mensekresi hormon dan enzim. Sel eksokrin (asinar) mensekresi enzim-enzim pencernaan dan larutan berair yang mengandung ion bikarbonat dalam konsentrasi tinggi. . b.Produk gabungan sel-sel asinar mengalir melalui duktus pankreas yang menyatu dengan duktus empedu komunis dan masuk ke duodenum di titik ampula hepatopankreas. walaupun duktus pankreas dan duktus empedu komunis membuka secara terpisah pada duodenum.Sekretin. Kelenjar a. Pankreas adalah kelenjar terelongasi berukuran besar di balik kurvakur besar lambung. d. Sfingter Oddi secara normal mempertahankan keadaan mulut duktus agar tetap tertutup. Kelenjar ini memproduksi mukus untuk melindungi mukosa duodenum terhadap kimus asam dan cairan lambung yang masuk ke pilorus melalui lambung. lain: a. 3. Kendali pada sekresi pankreas.c. Kelenjar penghasil mukus Enzim yang dibentuk oleh sel epitel usus dibutuhkan untuk melengkapi digesti.Peptida usus vaso aktif memiliki efek vasodilator dan efek relaksasi otot polos. 2.

lobus kuadratus. aminopeptidase. proses pencernaan protein untuk menghasilkan asam-asam amino bebas. Cairan pankreas mengandung enzim-enzim untuk mencerna protein. a. Diantara kedua lobus terdapat vena porta hepatica. Hati memetabolis protein. Organ ini glukosa dalam bentuk glikogen dan mengubahnya kembali menjadi glukosa jika diperlukan tubuh membentuk urea dari asam amino berlebih dan sisa nitrogen. Metabolisme. Kimotripsin memiliki fungsi yang Karboksipeptidase. Lobus kanan hati lenih besar dari lobus kirinya dan memiliki tiga bagian utama. Hati memproduksi empedu yang berperan dalam emulsifikasi dan absorpsi lemak. Tripsin mencerna protein dan polipeptida besar untuk membentuk polipeptida dan peptida yang lebih kecil. oleh garam-garam empedu. 1. 2. karbohidrat. Sekretin akan dilepas jika kimus asam memasuki usus dan mengeluarkan sejumlah besar cairan berair yang mengandung natrium bikarbonat. lobus kanan atas. dan dipeptidase adalah enzim yang melanjutkan Lipase pankreas menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol setelah lemak diemulsi Amilase pankreas menghidrolisis zat tepung yang tidak tercerna oleh amilase saliva menjadi Ribonuklease dan deoksiribonuklease menghidrolisis RNA dan DNA menjadi blok-blok sama seperti tripsin terhadap protein. dan laktosa) pembentuk nukleotidanya. membentuk sebuah lobulus portal. Bikarbonat menetralisir asam dan membentuk lingkungan basa untuk kerja enzim pankreas dan usus. Hati menyimpan Hati mengurai protein dari sel-sel tubuh dan sel darah merah yang rusak. Enzim proteolitik pankres (protease) Trisinogen yang disekresi pankreas diaktivasi menjadi tripsin oleh enterokinase yang diproduksi usus halus. Fungsi utama hati 1. Kimotripsin teraktivasi dari kimotripsinogen oleh tripsin. arteri hepatica. CCK ini menstimulasi sekresi sejumlah besar enzim pankreas. Sekresi. . 3. b. masing-masing berisi sebuah cabang vena portal. Hati dan sekresi empedu Anatomi hati Hati adalah organ viseral terbesar dan terletak dibawah kerangka iga. saraf dan duktus. Beratnya 1. dan karbohidrat tercerna Hati berperan penting dalam mempertahankan homeostatik gula darah. saluran portal. 1. sukrosa. 2. dan lemak. Komposisi cairan pankreas. dan lobus kaudatus.1. Ruang-ruang darah sinusoid terletak di antara lempeng-lempeng sel . Hati terbagi menjadi lobus kanan dan kiri.500g dan pada kondisi hidup berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. 2. 4. duktus empedu. disakarida ( maltosa. 3. Hati menerima darah teroksigenasi dari arteri hepatika dan darah yang tidak teroksigenasi tetapi kaya akan nutrien dari vena portal hepatica. jalur masuk dan keluar pembuluh darah. Sekretin diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum dan diabsorpsi ke dalam darah untuk mencapai pankreas. a. Ligamen falsiform memisahkan lobus kanan dari lobus kiri. c. Dalam lobus lempengan sel-sel hati bercabang dan beranastomosis untuk membentuk jaringan tiga dimensi. b. 2. CCK diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum sebagai respon terhadap lemak dan protein separuh tercerna yang masuk dari lambung. lemak.

E. a. D. terutama saat tidur. Pigmen ini merupakan hasil 1. Setelah disekresi kedalam usus . a. 3. Organ ini juga pemakaian lemak. c. Hati memfagosit eritrosit dan zat asing terdisintegrasi dalam darah. dan garamgaram empedu. . b. d. Hati merupakan reservoar untuk sekitar 30% curah jantung. Produki panas . dan bersama limpa mengatur volume darah yang diperlukan tubuh. 2. atau warana kekuningan pada jaringan. garam tersebut direabsorpsi dari ileum bagian bawah kembali ke hati dan didaur ulang kembali. Hati menyimpan mineral sepeti zat besi dan tembaga serta vitamin latur lemak (A. b. kolesterol. e. Garam empedu berikatan dengan kolesterol dan lesitin memfasilitasi jalurnya menembus membran sel. bermuara di duodenum atau dialihkan duktus hepatika kanan dan kiri. berbagai aktivitas kimia tubuh dalam hati menjadikannya sebagai sumber panas utama dalam tubuh. merupakan akibat dari peningkatan kadar bilirubin darah. 6. Detoksifikasi. dan K). Garam-garam empedu terbentuk dari asam empedu yang berikatan dengan kolesterol dan asam amino. Empedu yang diproduksi oleh sel-sel hati memasuki kanalikuli empedu yang kemudian menjadi Duktus hepatika menyatu untuk membentuk duktus hepatik komunis yang kemudian menyatu Duktus emepdu komunis. Peristiwa ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatika garam empedu. Garam empedu mengemulsi gobulus lemak besar dalam usus halus yang kemudian menghasilkan gobulus lemak lebih kecil dan area permukaan yang lebih luas untuk kerja penguraian hemoglobin yagn dilepas dari sel darah merah terdisinegrasi. hati melakukan inaktivasi hormon dan detoksifikasi toksin dan obat. serts obat yang tidak dapat diuraikan dan diekskresikan. dan fosfolipid) Hati mensintessis protein plasma dan faktor-faktor pembekuan darah. Ini merupakan indikasi kerusakan fungsi hati dan dapat disebabkan oleh kerusakan sel hati (hepatis). Dan hati menyimpan toksin tertentu ( pestisida. untuk membentuk agregasi kecil disebut micelle yang dibuang melalui feses. Komposisi empedu Empedu adalah larutan berwarna unign kehijauan terdiri dari 97% air. Hati mensintesis lemak dari karbohidrat dan protein dan terlibat dalam penyimpanan dan Hati mensintesi unsur-unsur pokok membran sel (lipoprotein. Pigmen utamanya adalah bilirubin yang . enzim. c.c. Absorpsi lemak. Pigmen empedu tersiri dari biliverdin (hijau) dan bilirubin (kuning). peningkatan destruksi sel darah merah. Penyimpanan. Penyimpanan darah. pigmen empedu. Fungsi garam empedu dalam usus halus. dengan duktus sistikus dari kantung empedu dan keluar dari hatu sebagai dukts empedu komunis. Emulsifikasi lemak. bersama dengan duktus pankreas. Jaudince. Empedu Anatomi sekresi empedu a. Garam empedu membantu mengabsorpsi zat terlarut lemak dengan cara Pengeluaran kolesterol dari tubuh. tuntuk penyimpanan di kantung empedu.emberikan warna kuning pada urine dan feses. 5. mensintesis bilirubin dari produk penguraian hemoglobin dan mensekresinya kedalam empedu. b. 4. atau obstruksi duktud empedu dan batu empedu.

2. f. Kolon descenden merentang ke bawah pada sisi kiri abdomen dan menjadi kolon sigmoid berbentuk S yang bermuara di rectum • Rektum adalah bagian saluran pencernaan selanjutnya dengan panjang 12 sampai 13cm. berakhir pada saluran anal dan membuka ke eksterior di anus Fungsi usus besar • • Mengabsorpsi 80% sampai 90% air dan elektrolit Mmeproduksi mucus . CCK dilepas untuk menkontraksi otot kandung empedu dan merelaksasi sfingter Oddi. Di antara waktu makan sfingter Oddi menutup dan cairan empedu mengalir ke dalam kantung empedu yang relaks. dan daya regangnya lebih besar dibandingkan usus halus Bagian-bagian usus besar • • 1. Kolon memiliki tiga divisi: Kolon ascenden merentang dari sekum sampai ke tepi bawah hati sebelah kanan dan membalik secara horizontal pada fleksura hepatica 2. Cairan empedu kemudian didorong ke dalam duodenum.Kendali pada sekresi dan aliran empedu Sekresi empedu diatur oleh faktor saraf (impuls parasimpatis) dan homon (sekretin dan CCK) yang sama dengan yang mengatur sekresi cairan pankreas. tempatnya memutar ke bawah pada fleksura spleknik 3. Pelepasa cairan ini dirangsang oleh CCK. Kandung empedu menyimpan cairan empedu yang secara terus-menerus disekresi oleh sel-sel hati sampai diperlukan dalam duodenum. Sekum adalah kantong tertutup yang menggantung di bawah area katup ileosekal Kolon adalah bagian usus besar dari sekum sampai rekum. panjangnya lebih pendek. Saat asam lemak dan asam amino mencapai usus halus. Kandung empedu Anatomi Kandung empedu adalah kantog muskular hijau menyerupai pir dengan panjang 10 cm. Fungsi 1. Kandung empedu mengkonsentrasi cairannya dengan cara mereabsorpsi air dan elektrolit. Kolon transversa merentang menyilang abdomendi bawah hati dan lambung sampai ke tepi lateral ginjal kiri. Kapasitas total kandung empedu kurang lebih 30 ml sampai 60 ml. Organ ini terletak di lekukan dibawah lobus kanan hati. diameternya lebih lebar. Usus Besar Usus besar tidak memiliki vili dan lipatan-lipatan sirkular. Dengan demikian kandung ini mampu menampung hasil 12 jam sekresi empedu hati.

Makanan kemudian disalurkan ke usus penyerapan. 2. 3. berguna untuk mengubah susu menjadi kasein. Pada manusia proses pencernaan mekanik dilakukan dengan menggunakan gigi. Laktase. berfungsi untuk mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa. Usus halus Ketika makanan masuk ke usus halus. berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. Lambung Di dalam lambung makanan dari kerongkongan dicerna oleh dinding lambung. Peran enzim dalam sistem pencernaan: Mulut Pada mulut selain terjadi pencernaan secara mekanik juga terjadi pencernaan secara kimiawi. berfungsi untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. berguna membunuh kuman yang masuk bersama makanan dan membantu melunakkan . d. Pencernaan kimiawi Pencernaan kimiawi adalah proses perubahan makanan dari bentuk kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. berfungsi sebagai pengubah protein dan pepton menjadi dipeptida. b. 4. berguna untuk mengubah protein menjadi pepton. Pencernaan mekanik Pencernaan mekanik adalah proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil atau halus. lambung mengeluarkan getah lambung yang mengandung: 1. . diaktifkan oleh enterokinase menjadi erepsin. dan gliserol.• • Baketri yang terdapat dalam kolon mampu mencerna sejumlah selulosa dan memproduksi Mengekskresi zat sisa dalam bentuk feses sedikit kalori nutrient bagi tubuh 3. Enzim ini berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. Usus penyerapan menghasilkan enzim-enzim sebagai berikut: 1. yaitu dengan bercampurnya makanan yang telah dikunyah dengan air liur yang mengandung enzim ptialin (amilase). berfungsi untuk mengubah maltosa menjadi glukosa. Erepsin berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino. Selain itu. 2. 3. c. . Kelenjar pankreas Kelenjar pankreas terletak di usus 12 jari dan menghasilkan beberapa enzim sebagai berikut: 1. Asam (HCl). Enzim amilase. Pepsin. Maltase. Erepsinogen. MEKANISME PROSES PENCERNAAN Pencernaan makanan pada manusia ada 2: a. Enzim tripsin. Pepsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi proteosa dan pepton. Pada proses ini. makanan yang keras di dalam lambung serta mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Renin. Enzim adalah zat kimia yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia. asam lemak. Sakrase. makanan dicerna secara kimiawi dibantu oleh enzim pencernaan dari pankreas. enzim ini juga berfungsi untuk membunuh kuman yang masuk bersama makanan. 2.

Contoh dari polisakarida adalah pati dan dekstrin. Monosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi senyawa yang lebih sederhana. galaktosa. heptosa.3. pentosa. Karbohidrat yang masuk ke tubuh berasal dari makanan. Sel-sel di dalam tubuh tentunya tidak dapat langsung menyerap karbohidrat. 2. DAN LEMAK A. PROSES METABOLISME KARBOHIDRAT. oktosa dan selanjutnya. Karbohidrat akan dipecah menjadi monosakarida melalui proses digesti di saluran pencernaan. Polisakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang paling kompleks. 3. Tabel singkat respirasi sel Reaksi Molekul yang terlibat Hasil reaksi Vitamin/ mineral yang diperlukan . 4. terutama dalam bentuk glukosa. Monosakarida menurut jumlah atom karbonnya adalah triosa. laktosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan galaktosa). METABOLISME KARBOHIDRAT Karbohidrat merupakan derivat dari aldehid. Contoh disakarida adalah maltosa ( bila dihidrolisis menjadi dua molekul glukosa). Contoh dari monosakarida adalah glukosa. 4. yaitu: 1. hektosa. baru akan terjadi metabolisme glukosa di tingkat sel (respirasi sel). Disakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila terhidrolisis menjadi dua monosakarida yang sama ataupun berbeda. Polisakarida bila dihidrolisis akan menghasilkan lebih dari sepuluh molekul monosakarida. Oligosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila dihidrolisis menjadi dua sampai sepuluh unit monosakarida. tetapi karbohidrat tersebut harus dipecah menjadi molekul yang lebih sederhana lagi yaitu monosakarida. tetrosa. Karbohidrat dibagi menjadi empat macam. Respirasi sel ini mencakup tiga peristiwa: glikolisis. fruktosa. sukrosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa). siklus Krebs. Setelah berubah menjadi glukosa. PROTEIN. sistem transpor sitokrom/ elektron. Karena glukosa merupakan monosakarida yang paling utama yang dapat diserap oleh tubuh untuk menghasilkan energi. Contohnya adalah maltotriosa. Enzim lipase. Sedangkan bila berdasarkan gugus pembentuknya monosakarida dibedakan menjadi aldosa (gugus aldehid) dan ketosa (gugus keton). berfungsi sebagai pengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

Dari tabel di atas dapat diambil garis besar. sedangkan untuk membebaskan energi tersebut dibutuhkan O2 yang di dapatkan dari proses bernafas. bahwa yang paling perlu dalam metabolisme iti adalah makan dan bernafas.Glikolisis Glukosa ∙ 2 ATP (bersih) ∙ 2 NADH2 dan 1 FADH2 (dilanjutkan ke reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ 2 Asam piruvat ( bila aerob langsung menuju siklus Krebs. bila anaerob diubah menjadi asam laktat) ∙ CO2 ∙ 3 NADH2 dan 1 FADH2 Niasin Siklus Krebs Asam Piruvat atau Asetil KoA NADH2 dan (menuju reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ empat molekul karbon ∙ 34 ATP ∙ air metabolik ∙ Tiamin ∙ Riboflavin ∙ Niasin ∙ Asam pantotenat Besi dan tembaga Sistem Transpor Sitokrom FADH2 Kelebihan glukosa akan disimpan dalam bentuk glukagon yang terdapat pada hepar dan otot rangka. Sehingga dapat digunakan bila tubuh membutuhkannya untuk menghasilkan energi. Makanan merupakan energi potensial. GLIKOLISIS . METABOLISME GLUKOSA A.

.

B. SIKLUS KREBS .

glutamate. sistein. isoleusin. leusin. . asparagin. fenialanin. glisin. METABOLISME PROTEIN Anabolisme Unsur dasar penyusun protein adalah asam amino. prolin.Asam amino non esensial : asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh Ex : alanin. lisin. histidin . valin. tirosin . aspartat. metionin. serin. arginin.Asam amino esensial : tidak dapat disintesis oleh tubuh Ex : treonin.SECARA GARIS BESAR Glukosa  2 ATP  2 NADH + 2 H+ GLIKOLISIS Asam piruvat  2 NADH + 2 H+ Asetil Ko-A  2 CO2 4 CO2 SIKLUS KREBS  6 NADH  2 FADH2 2 ATP TRANSPOR ELEKTRON 34 ATP O2 H2O B. triptofan. glutamine. dan 20 di antaranya terdapat dalam protein tubuh dalam jumlah yang cukup banyak.

Asam amino tertentu yang dideaminasi serupa. Dalam protein. digunakan untuk mensintesis glukosa / asama lemak. Satu atom hidrogen dilepaskan dari radikal amino. Setelah dibentuk. asam amino dihubungkan menjadi rantai panjang melalui ikatan peptide. keduanya bergabung membentuk molekul air. Deaminasi Gugus amino dari asam amino ditransfer ke asam α-ketoglutarat. asam glutamat sekali lagi menjadi asam αketoglutarat. yang kemudian menjadi asam glutamate. penambahan asam amino tambahan dalam cairan tubuh terutama di hati. b. Hormon pertumbuhan meningkatkan sintesis protein sel karena adanya percepatan proses transkripsi dan translasi RNA dan DNA untuk sintesis protein. Oksidasi ini biasanya melibatkan 2 proses yang berurutan: a.dan sebagian lagi dikonversi menjadi asam lemak (disebut proses ketogenesis). Dalam proses kehilangan gugus amino. satu radikal amino dan satu radikal karboksil masih terletak pada ujung yang berlawanan dan kemudian membentuk lagi rantai peptida. pada banyak keadaan . yaitu enzim yang bertanggung jawab memulai sebagian besar katabolisme (pemecahan protein untuk digunakan sebagai energi atau bila berlebih disimpan terutama sebagai lemak / glikogen). sebagian dikonversi menjadi asetil ko-A (2 mol asetil ko-A akan berubah menjadi asam aseloasetat). Asam keto diubah menjadi zat kimia yang sesuai kemudian masuk ke dalam siklus asam sitrat. Nitrogen pada radikal amino dari satu asam amino berikatan dengan karbon dari radikal karboksil asam amino lainnya. Setelah ureum terbentuk. Katabolisme Begitu sel diisi sampai batasnya dengan protein yang tersimpan. Keadaan ini sangat toksik terutama terhadap ginjal. 2. Bila tidak ada hati / pada penyakit hati yang berat. Setelah itu zat tersebut dpecah dan menjadi energi. Asam glutamat ini kemudian dapat mentransfer asam amino ke zat lainnya / dapat melepaskan dalam bentuk ammonia (NH3). 3. . akan menginduksi aktivasi sejumlah besar aminotransferase. sehingga siklus tersebut dapat berlangsung berulang-ulang. yang sering kali menimbulkan keadaan yang disebut koma hepatikum. Misalnya deaminasi alanin adalah asam piruvat. Hormon yang berpengaruh dalam metabolisme protein: 1. 1. Oksidasi asam amino yang sudah mengalami deaminasi Begitu asam amino sudah dideaminasi. Pada dasarnya. ureum berdifusi dari sel hati masuk ke dalam cairan tubuh dan diekskresikan oleh ATP yang dihasilkan dari protein lebih kecil daripada ATP yang dibentuk glukosa untuk setiap gramnya. otak. ammonia akan menumpuk dalam darah. Pembentukan urea di hati Amonia yang dilepaskan selama deaminasi asam amino dikeluarkan dari darah hampir seluruhnya melalui konversi menjadi ureum. yang biasanya berupa gugus amino (-NH2). dan satu ion hidroksil dilepas dari radikal karboksil. asam keto yang dihasilkan dapat dioksidasi untuk mengeluarkan energi untuk keperluan metabolisme.Struktur asam amino memperlihatkan ciri yang khas yaitu mempunyai satu gugus asam (-COOH) dan satu atom nitrogen yang melekat pada molekul. semua asam amino dalam tubuh manusia disintesis di hati. Asam piruvat ini kemudian dikonversi menjadi glukosa/ glikogen (disebut proses glukoneogenesis).

c. Fungsi albumin : a. Terbuat di hepar sehingga dapat digunakan untuk tes pembantu dalam penilaiaan fungsi ginjal dan saluran pencernaan. Insulin diperlukan untuk sintesis protein. darah (albumin serum). Dengan demikian. Globulin Meruapakan protein yang tidak larut dalam air.Misalnya akibat operasi.Membentuk jaringan sel baru sehingga dalam ilmu kedokteran. Estrogen menambah sedikit deposit protein. Fibrinogen Fibrinogen berpolimerasi menjadi pilinan fibrin yang panjang selama proses koagulasi darah. METABOLISME LEMAK Lipid dibagi menjadi 3: 1. Glukortikoid meningkatkan pemecahan sebagian besar protein jaringan. b. Gamma globulin Kelompok protein serum yang mengandung banyak antibody.2. b.Trigliserida 2. Fungsi ini erat kaitannya dengan bahan metabolism asam lemak bebas dan bilirubin dan berbagai macam obat yang kurang larut dalam air tetapi harus diangkat melalui darah dari satu organ ke organ lain agar dapat diekskresi. 5. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses pembekuan darah. 4.Mengangkat molekul-molekul kecil melewati plasma dan cairan sel. albumin dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah. Tiroksin meningkatkan kecepatan metabolisme seluruh sel termasuk protein. putih telur). larut dalam pseudoglobulin. terbentuk bekuan darah yang akan membantu memperbaiki kebocoran sistem sirkulasi. C. Beta globulin Protein plasma darah yang memiliki kaitan erat dengan transportasi thrombin dan protrombin. serta dalam larutan garam. dalam daging mamalia 63000. Globulin juga memiliki sifat lain yaitu mengeras atau menggumpal jika dikondisikan dalam suhu tinggi. Ada tiga macam globulin: a. c. Testoteron menambah deposit protein di jaringan. Albumin merupakan protein yang larut dalam air dan mengendap pada kondisi dipanaska. Jenis protein yang terdapat dalam plasma: Albumin Jenis protein terbanyak dalam plasma yang mencapai 60%. Insulin mempercepat transpor beberapa asam amino ke dalam sel. larut dalam euglobulins. Albumin dapat menghindari timbulnya pembengkakan paru-paru dan gagal ginjal serta sebagai carrier faktor pembekuan darah. sehingga dapat menjadi rangsangan bagi pembentukan protein.Kolesterol . Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses imun atau kekebalan tubuh. Banyak dijumpai pada telur (albumin telur. Berat molekul albumin plasma pada manusia 69000.Fosfolipid 3. 6. dalam susu (laktalbumin). 3. Alfa globulin Salah satu bagian plasma darah yang mengedarkan hormon. albumin telur 44000.

memecahkan gumpalan lemak menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga enzim pencernaan yang larut air dapat bekerja pada permukaan gumpalan lemak 2. Pengaruh empedu (garam empedu + fosfolipid lestin) -> menurunkan tegangan antar permukaan lemak. terutama pada subcutaneous layer.Emulsifikasi lemak.Pencernaan lemak dalam usus 1. dan K Melindungi alat-alat vital pada tubuh Memperbaiki rasa makanan (gurih) Kelebihan lemak disimpan dalam jaringan adipose. (memperbesar 1000x daerah permukaan lemak total) Lemak + (empedu + pengadukan ) -> lemak terelmusi Lemak teremulsi + (lipase pangkreas) -> Asam lemak dan 2-monogliserida Fungsi Lemak     Sebagai sumber energi sekunder Melarutkan vitamin A.E.D. .

Osmosis diatur oleh konsentrasi elektrolit didalam cairan tubuh (OSMOLARITAS). Air membentuk 60% sampai 75% total berat badan tubuh 2. fitrasi: plasma menjadi cairan jaringan. Cairan intraselular (CIS) adalah air dalam sel kira-kira dua pertiga total cairan tubuh 2. osmosis: cairan jaringan menjadi plasma.5. getah bening. Cairan ekstraselular(CES) adalah air diluar sel terdiri atas plasma . Elektrolitn merupakan ion yang ditemukan dalam tubuh. terbanyak adalah mineral Kompartemen air 1. SISTEM REGULASI SUHU TUBUH A.air akan berdifusi melewati membran ketempat yang mempunyai konsentrasi elektrolit lebih tinggi. . atau cairan intraselular 4.cairan jaringan dan cairan khusus 3. Air selalu berpindah dari 1 kompartemen ke kompartemen lainya.getah bening. Cairan tubuh elektrolit dan Keseimbangan air dan elektrolit 1.

Jika air dalam tubuh terlalu banyak .fosfat . Hiponatermia adalah konsekuensi akibat keringat yang berlebihan .ATP dan FOSFOLIPID Fungsi sulfat adalah bagian asam amino dan protein Ketidakseimbangan elektrolit 1.sekresi ADH menurun . haus dengan pusing berlebihan 2.dan sulfat 3.kalium.sebazgian besar anorganik 2.kation terbanyak dalam CIS Fungsi dari kalsium adalah mempertahankan eksitabilitas saraf dan sel-sel otot Fungsi dari magnesium adalah sangat penting untuk produksi ATP . 5.Haluaran air 1. natrium . Beberapa fungsi dari macam kation elektrolit utama Fungsi dari natrium adalah menciptakan tekanan osmotic CES . Urine. Mengandung kation meliputi.ANH kehilangan ion natrium dan air di dalam urine Elektrolit 1. Cairan elektrolit dalah garam yang terlarut dalam air menjadi 1 atau lebih partikel bermuatan disebut ion contohnya.kalium.kation terbanyak dalam CES Fungsi dari kalium adalah menciptakan tekanan osmotic CIS . Elektrolit membantu mengatur osmosis antar kompartemen air Elektrolit dibagi menjadi dua yaitu 1.bikarbonat . Aldosteron yang disekresi oleh korteks adrenal meningkatkan reabsorpsi ion natrium oleh ginjal . 2. Cairan nonelektrolit adalah zat yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik contohnya.kalsium .membantu mengatur tekanan osmotic Fungsi bikarbonat adalah sebagai bagian system dapar bikarbonat Fungsi fosfat adalah bagian DNA. Setiap variasi haluaran harus dikompensasi oleh perubahan asupan Pengaturan asupan dan haluaran air 1. keringat.aktifitas saraf serta sel otot Beberapa fungsi dari macam anion elektrolit utama Fungsi klorida adalah anion terbanyak dalam CES .dan anionya meliputi .magnesium .protein . ADH yg dilepaskan darihipofisis posterior meningkatkan reabsorpsi air oleh ginjal 4.urea.natrium . Dehidrasi merangsang sensasi haus . udara yang dikeluarkan. Hipotalamus mempunyai osmoreseptor yang mendeteksi perubahan osmolaritas cairan tubuh 2.glukosa dan karbondioksida.RNA . b. klorida.oksigen.diare atau muntah . Zat kimia yang terlarut didalam air dan memisahkan diri membentuk ion-ion . feses 2. Jika volume darah meningkat .dan cairan dikonsumsi untuk menggantikannya 3. Ketidakseimbangan natrium meliputi: a.air kemudian di reabsorpsi melalui osmosis. Ketidakseimbangan kalium meliputi: .ditandai Hipernatemia adalah konsekuensi kehilangan air ditandai dengan kehilangan CIS.kalsium magnesium .mudah berdifusi keluar masuknya sel .dan haluaran urine meningkat 6.

Organ yang aktif terus menerus memproduksi panas. Asupan makanan dan perubahan suhu tubuh yang akan berpengaruh terhadap proses metabolism di dalam tubuh. Hipokalemia adalah suatu konsekuensi muntah/diare serta penyakit ginjal ditandai dengan lelah. . - Panas hilang dari saluran pernafasan melalui pengupan air dari mukosa pernafasan yang panas Sejumlah kecil panas hilang sebagai urin dan feses yang dikeluarkan dari tubuh Mekanisme kehilangan panas adalah vasodilatasi pada dermis dan peningkatan berkeringat.a. Termoregulasi Rentan normal suhu tubuh manusia adalah 360 C-380 C. Berkeringat adalah mekanisme kehilangan panas tubuh menguapkan keringat di atas permukaan tubuh.ditandai dengan kelemahan otot menjadi tetanus (kejang) Asupan haluaran dan pengaturan 1. Produksi panas Panas adalah salah satu energi yang diproduksi pada respirasi sel.feses 3. kofusi b. epinefrin. suhu tubuh berfluktuasi 10 C – 20 C. b. Hormon yang terlibat . Hiperkalemia adalah suatu konsekuensi gagal ginjal angkut serta penyakit Addison ditandai dengan kelemahan . Faktor – faktor yang mempengaruhi produksi panas : 1. Haluaran –urine . radiasi. 4. Kehilangan panas Aliran darah melalui dermis menentukan jumlah panas yang hilang melalui konveksi. Dalam 24 jam.ANH –natrium . Ketidakseimbangan kalsium meliputi: a. Hal ini menjelaskan mengapa bila ada suatu ruangan kosong yang dingin.PTH dan Kalsitonin –kalsium dan fosfat B. dengan suhu terendah saat tidur. dan konduksi. Konduksi dan konveksi adalah perpindahan panas dengan disertai kontak langsung. Aliran darah meningkat. Hepar menghasilkan 20% panas saat istirahat. Tonus otot menghasilkan 25% panas saat istirahat. Hipokalsemia adalah penurunan asupan kalsium ditandai dengan spasme otot kemudian Hiperkalsemia adalah suatu konsekuensi hipoparatiroidisme . Evaporasi juga bisa terjadi di tubuh melalui kulit ( keringat). Asupan –elektrolit adalah makanan dan minuman beraklohol 2.arimia ginjal 3. tirosin disekresi lebih banyak untuk meningkatkan respirasi sel. akan naik suhu nya bila ruangan itu dipenuhi orang. Radiasi adalh proses kehilangan panas dalam bentuk gelombang inframerah. sehingga produksi panas dan ATP juga naik. 2. dan neropinefrin meningkatkan aktivitas metabolic. radiasi dan konveksi efektif bila suhu lingkungan lebih dingin daripada tubuh. Tiroksin dari glandula Tiroidea ( paling penting ) seiring penurunan kecepatan metabolism. Stress Rangsang simpatik.aldosteron –natrium dan kalium . 3.keringat .

Demam Demam adalah hyperthermia yang terkontrol. Prostalglandin mengatur thermostat di hipotalamus ke suhu yang lebih tinggi. dll. Setelah itu thermostat kembali ke tingkat normal . - Mekanisme untuk meningkatkan panas adalah vasokontriksi pada dermis dan penurunan produksi keringat. menggunakan pakaian berwarna terang. Hipotalamus menerima rangsangan dari perifer termoreseptor yang terletak di kulit dan termoreseptor pusat. cedera di system saraf pusat). mencari lingkungan yang lebih dingin. Hipotalamus menyebabkan pengeluaran prostalglandin. mengubah posisi tubuh (melingkarkan tangan di tubuh). tetapi bisa juga disebabkan oleh kondisi lain (kanker. Sebagai hasilnya aliran darah dalam tubuh menurun. minum minuman panas. ditandai dengan keringat yang keluar. Hal itu akan menurunkan suhu tubuh dengan sendirinya. Produksi panas Hipotalamus adalah thermostat tubuh dan mengatur suhu tubuh dengan menyeimbangkan produksi panas dengan kehilangan panas.- Beberapa cara manual antara lain: menurunkan tingkat aktivitas. - Ada beberapa cara manual yang dapat dilakukan antara lain: memakai pakaian hangat untuk membatasi panas yang keluar. dan meningkatakan aktivitas tubuh. Temperatur akan meningkat terus sampai mencapai pengaturan baru. . selanjutnya sutu tubuh akan berada di pengaturan demam smapai adanya pertahanan dari tubuh dan bila ada antibiotic yang masuk.alergi. Aktivasi saraf simpatik vasokonstriktor di tubuh menyebabkan vasokontriksi yang kuat. Sering terjadi kerena terjadi infeksi di dalam tubuh.