P. 1
semangatttt!!!

semangatttt!!!

|Views: 61,600|Likes:

More info:

Published by: Merina Diah Eri Nurmasari on Apr 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

Sections

  • SEL
  • SISTEM INTEGUMEN
  • KULIT
  • Epidermis
  • Dermis
  • RAMBUT
  • KUKU
  • KELENJAR PADA KULIT
  • MEKANISME SEKRESI KERINGAT
  • KLASIFIKASI RESEPTOR DALAM SISTEM INTEGUMEN
  • I. Mechanoreceptors
  • II. Thermoreceptors
  • III. Nociceptors
  • IV. Electromagnetic receptors
  • V. Chemoreceptors
  • KOMPONEN DALAM DARAH
  • KLASIFIKASI LUKA
  • PENYEMBUHAN LUKA
  • KESIMPULAN
  • TULANG DAN RANGKA
  • Aksilar : Tengkorak
  • Vertebra
  • Apendikular : Gilder Pektoral ( bahu )
  • Lengan
  • Tangan
  • Tungkai bawah
  • Tulang Telapak Kaki dan Jari Kaki
  • KLASIFIKASI TULANG
  • FISOLOGI TULANG
  • HISTOLOGI TULANG
  • Tulang Rawan ( Kartilago ) Kartilago Hyalin
  • Kartilago Elastik
  • Kartilago Fibrosa
  • Tulang ( Bone )
  • Osteoblas
  • Osteosit
  • Osteoklas
  • HORMON YANG BEKERJA PADA PERTUMBUHAN TULANG
  • PENULANGAN ENDOKONDRAL
  • PROSES KALSIFIKASI TULANG
  • GANGGUAN PADA TULANG
  • PENYEMBUHAN FRAKTUR TULANG
  • SENDI
  • KLASIFIKASI SENDI Secara struktural :
  • Menurut fungsinya :
  • HISTOLOGI PERSENDIAN SINOVIAL
  • FISIOLOGI PERSENDIAN
  • GANGGUAN PERSENDIAN
  • OTOT
  • HISTOLOGI OTOT
  • KHARAKTERISTIK OTOT
  • STRUKTUR OTOT
  • FISIOLOGI OTOT
  • KELAINAN OTOT
  • KERJA OTOT BERDASARKAN TUJUAN KERJANYA Otot antagonis
  • TAHAP – TAHAP KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT
  • PERBEDAAN FISIK OLAHRAGAWAN DAN BUKAN OLAHRAGAWAN
  • SARAF DALAM SISTEM GERAK
  • MEKANISME GERAK
  • RINGKASAN PEMBAHASAN LEARNING ISSUES
  • 1.MACAM, FUNGSI, KANDUNGAN, DAN KELENJAR PENGHASIL HORMONE
  • b. Kelenjar Tiroid
  • E. Kelenjar Adrenal
  • m. Kelenjar Pineal
  • n. Kelenjar Timus
  • 2. MEKANISME KERJA HORMON Mekanisme kerja hormone secara global
  • 3. HISTOLOGI SARAF a. Neuroglia (glial cells)
  • A. SISTEM SARAF PUSAT 1. OTAK
  • 2. MEDULLA OBLONGATA
  • 3. MEDULLA SPINALIS
  • B. SISTEM SARAF TEPI 1. SARAF SOMATIK
  • Nama Tipe Fungsi
  • 2. SARAF OTONOM
  • 5. MEKANISME JALANNYA IMPULS
  • Potensial Istirahat / Potensial Membran
  • NEUROTRANSMITTER Definisi
  • Macam-macam
  • Mekanisme mata dapat melihat benda
  • SISTEM PERNAFASAN
  • A.Bagian Konduksi
  • B.Bagian Respirasi
  • Transpor oksigen dalam arteri
  • Ikatan Oksigen-Hb
  • SISTEM SIRKULASI
  • Histologi sistem sirkulasi :
  • ANATOMI JANTUNG
  • 1. Ukuran dan bentuk
  • 4.Terdiri 2 macam ruang :
  • 5.Curah Jantung
  • Arteri :
  • Vena :
  • Kapiler :
  • SISTEM EKSKRESI
  • 1. Filtrasi
  • 2. Reabsorpsi
  • 3. Augmentasi
  • SISTEM LIMFATIK
  • PENJELASAN LEARNING ISSUE :
  • 1.PROSES METABOLISME TINGKAT SELULER SAMPAI DENGAN JARINGAN
  • Metabolisme
  • Jalur metabolic
  • a.Reaksi Reduksi-Oksidasi
  • Hormon-hormon yang Mengatur Metabolisme
  • 1.Tiroksin
  • 2.Hormon Pertumbuhan
  • 3.Insulin
  • 4.Glukagon
  • 5.Kortisol
  • 6.Epinefrin
  • Kecepatan Metabolisme
  • 1.Laju metabolic
  • b.Specific Dynamic Action (SDA)
  • 2.Basal Metabolic Rate (BMR)
  • 2.ANATOMI, HISTOLOGI, DAN FISIOLOGI ORGAN DALAM PENCERNAAN
  • A.FUNGSI SISTEM PENCERNAAN
  • B.DINDING SALURAN PENCERNAAN
  • C.KENDALI SARAF pada SALURAN PENCERNAAN
  • D.RONGGA ORAL, FARING, dan ESOFAGUS
  • Fungsi Lambung
  • Sekresi Lambung
  • Divisi
  • Motilitas
  • Anatomi mikroskopik dinding usus
  • Fungsi usus halus
  • Hati dan sekresi empedu Anatomi hati
  • Fungsi utama hati
  • Empedu Anatomi sekresi empedu
  • Komposisi empedu
  • Fungsi garam empedu dalam usus halus
  • Kendali pada sekresi dan aliran empedu
  • Kandung empedu Anatomi
  • Fungsi
  • Bagian-bagian usus besar
  • Fungsi usus besar
  • 3.MEKANISME PROSES PENCERNAAN
  • Pencernaan makanan pada manusia ada 2:
  • Peran enzim dalam sistem pencernaan:
  • 4.PROSES METABOLISME KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK
  • A.METABOLISME KARBOHIDRAT
  • 1.Monosakarida
  • 2.Disakarida
  • 3.Oligosakarida
  • 4.Polisakarida
  • Tabel singkat respirasi sel
  • B.METABOLISME PROTEIN Anabolisme
  • Katabolisme
  • Albumin
  • Globulin
  • Fibrinogen
  • C.METABOLISME LEMAK Lipid dibagi menjadi 3:
  • Pencernaan lemak dalam usus
  • Fungsi Lemak
  • 5. SISTEM
  • A. Cairan
  • Keseimbangan air dan elektrolit
  • Kompartemen air
  • Haluaran air
  • Pengaturan asupan dan haluaran air
  • Elektrolit
  • Elektrolit dibagi menjadi dua yaitu
  • Beberapa fungsi dari macam kation elektrolit utama
  • Beberapa fungsi dari macam anion elektrolit utama
  • Ketidakseimbangan elektrolit
  • Asupan haluaran dan pengaturan
  • B.Termoregulasi
  • Produksi panas
  • Kehilangan panas
  • Demam

PEMBAHASAN

SEL Sel merupakan unit dasar terkecil yang mendasari suatu kehidupan. Ilmu yang mempelajari sel disebut sitologi (cytology). 1. bagian dari sel a. plasma sel 1) luar sel 2) 3) tersusun atas fosfolipid dan protein membrane plasma memungkinkan sel untuk berinteraksi dengan sel yang lain, tempat sebagai pembatas terluar dari sel yang membatasi komponen dalam sel dengan lingkungan

reseptor, dan mengatur pertukaran material dengan cara difusi atau osmosis b. sitoplasma, cairan tempat melekatnya organel-organel pada sel 1) substansi antara nucleus dan membrane plasma yang meengandung organel dan incluuisions terdiri atas air, protein, karbohidrat, lipid, serta komponen anorganik. Zat kimia dalam tempat dimana reaksi kimia berlangsung nucleus merupakan pusat pengaturan segala aktivitas sel dan mengandung kromosom yang berisi materi genetic (DNA) • 2) • • 3) • • • semua sel memiliki nucleus kecuali sel darah merah ribosome terdiri dari granula yang berisi DNA ribosomal dan protein ribosomal sebagai tempat sintesis protein reticulum endoplasma merupakan jaringan yang menghubungkan membrane nucleus dan membrane plasma reticulum endoplasma kasar mengandung ribosom, tetapi reticulum endoplasma halus tidak mendukung proses mekanis yang terjadi, melepaskan ion kalsium yang terlibat dalam konsentrasi otot, memimpin pertukaran materi dalam sitoplasma, system pengangkutan interseluler, mensintesa lipid dan protein, menyimpan molekul hasil sintesa, dan membantu sel untuk mengeluarkan zat kimia yang tidak diperlukan 4) • badan golgi terdiri dari empat hingga delapan tumpukan kantong gepeng fungsi utamanya adalah memproses, menyusun, dan mengantarkan protein ke sel. Selain itu juga mensekresi protein dan lipid sertab membentuk lisosom 5) • • mitokondria terdiri dari lapisan membrane yang membatasi dan lipatan yang disebut Krista membentuk ATP

2)
3) c. organel 1) •

sitoplasma dapat berbentuk larutan atau koloid

d. inclusions, yaitu hasil sekresi dan produk nutrisi pada sel seperti melanin, glikogen, dan lipid. SISTEM INTEGUMEN

Terdiri dari kulit dan turunannya seperti rambut, kuku, keringat, minyak, dan kelenjar susu. Organ ini adalah organ yang paling bisa terlihat (Tortora) KULIT Fungsi Kulit : (Gartner, Leslie P., 327) 1. Perlindungan 2. Pengatur suhu tubuh 3. Ekskresi yang dilakukan oleh kelenjar keringat 4. Arbsorbsi sinar Ultra Violet dari sinar matahari untuk mensintesis vitamin D Epidermis Kulit Tebal Tebal 0,8 mm – 1,4 mm. Terdiri dari 5 lapisan. Dari bawah yaitu : Stratum Basale (Germinativum), Stratum Spinosum, Stratum Granulosum, Stratum Lucidium, dan Stratum Corneum. Kulit Tipis Tebal 0,07 mm – 0,12 mm. Memiliki 4 lapisan, tanpa Stratum Lucidium (Guton, Arthur C.) , terdapat pada bagian yang kekurangan rambut (telapak kaki dan telapak tangan). Stratum Ge\rminativum Terdiri dari epidermal stem cells, melanocytes, dan keratinocytes. Merupakan lapisan epidermis paling bawah. Terbentuk dari jaringan ikat longgar. Berbatasan langsung dengan dermis. Sel-sel yang mendominasi adalah sel-sel stem yang besar/ sel basale. Aktifitas melanocytes menyebabkan kulit bewarna kecoklatan. Sel merkel yang banyak terdapat pada bagian yang kekurangan rambut, mengeluarkan zat kimia yang peka terhadap sentuhan. Stratum Spinosum Lapisan epidermis yang paling tebal, terdiri daru berbagai macam bentuk sel (polyhedral sampai sel-sel yang berbentuk tipis) sehingga nampak berduri (spin). Disini juga terdapat keratinocytes yang aktif melakukan mitosis. Stratum basal dan spinosum disebut lapisan malphigi yang bertanggung jawab dalam pergantian epidermal keratinocytes. Stratum Granulosum Terdapat keratinocytes yang tergantikan oleh atau dari stratum spinosum. Ketika sel tersebut mencapai lapisan ini, mulai untuk membuat protein keratohyalin dan keratin dalam jumlah banyak. Keratohyalin merupakan zat tanduk, menyebabkan kulit less permeable. Keratin merupakan bahan penyusun utama rambut dan kuku. Stratum Lucidium Lapisan ini hanya terdapat pada kulit tebal (thick skin). Walaupun lapisan ini berisi sel-sel tipis dan kekurangan organel dan nuclei, akan tetapi mengandung keratin filament yang tebal. Plasma membran mengalami penenbalan akibat penyuluran protei non kreatin (infolokrin). Tidak terlihat bawah pada standard hytological layer. Stratum Corneum Terletak di permukaan, 15-10 lapisan tipis (epitel pipih), sel mati, interloching cells. Disebut juga lapisan tanduk (horny layer). Tipe Sel : Keratinocytes, Melanocytes, Sel Merkel, Sel Langerhans. Keratinocytes

Subtansi terbanyak dari sel-sel epidermis, karena keratinocytes selalu mengelupas pada permukaaan epidermis, maka harus selalu digunakan. Pergantian dilakukan oleh aktivitas mitosis dari lapisan basal (di malam hari). Selama perjalanannya ke luar (menuju permukaan. Keratinocyes berdeferensiasi menjadi keratin filamen dalam sitoplasma. Proses dari basal sampai korneum selama 20-30 hari. Karena proses cytomorhose dari keratinocytes yang bergerak dari basal ke korneum, lima lapisan dapat diidentifikasi. Yaitu basal, spimosum, granulosum, losidum dan kornium. Melanocytes Didapat dari ujung saraf, memproduksi pigment melanin yang memberikan warna coklat pada kulit. Bentuknya silindris, bulat dan panjang. Mengandung tirosinase yang dihasilkan oleh REG, kemudian tirosinase tersebut diolah oleh Aparatus Golgi menjadi oval granules (melanosomes). Ketika asam amino tirosin berpindah ke dalam melanosomes, melanosomes berubah menjadi melanin. Enzim tirosinase yang diaktifkan oleh sinar ultra violet.. Kemudian melanin meninggalkan badan melanicytes dan menuju ke sitoplasma dari sel-sel dalam lapisan stratum spinosum. Dan pada akhirnya pigmen melanin didegradasi oleh keratinocytes. Faktor-faktor yang menyebabkan adanya perbedaan warna kulit antara lain: 1. Melanosit, terletak pada stratum basalis, memproduksi pigmen, melanin, yang bertanggung jawab untuk pewarnaan kulit dari coklat sampai hitam.

2. Darah dalam pembuluh dermal di bawah lapisan epidermis dapat terlihat dari permukaan dan menghasilkan
pewarnaan merah muda . Ini lebih jelas terlihat pada kulit orang kilit putih (Kaukasian) 3. Keberadaan dan jumlah pigmen kuning, karotin, hanya ditemukan pada stratum korneum, dan dalam sel lemak dermis dan hipodermis, yang menyebabkan beberapa perbedaan pada pewarnaan kulit. Merkel Cells Banyak terdapat pada daerah kulit yang sedikit rambut (fingertips, oral mucosa, daerah dasar folikel rambut). Menyebar di lapisan stratum basal yang banyak mengandung keratinocytes. Langerhans Cells Disebut juga dendritic cells karena sering bekerja di daerah lapisan stratum spinosum. Merupakan sel yang mengandung antibodi. Banyaknya 2% – 4 % dari keseluruhan sel epidermis. Selain itu, juga banyak terdapat di bagian dermis pada lubang mulut, esophagus, dan vagina. Fungsi dari langerhans cells adalah untuk responisasi terhadap imun karena mempunyai antibodi Dermis Lapisan Papiler : tipis mengandung jaringan ikat jarang. Lapisan Kutikuler : tebal terdiri dari jaringan ikat padat.

Kulit Tebal

Kulit Tipis RAMBUT Rambut terdiri dari benang-benang bertanduk yang berasal dari epidermis, terdiri dari batang dan akar yang meluas kebawah hingga menyerupai umbi yang bertakik pada lapisan bawahnya. Ruang di dalam takik terdapat jaringan penyambung / papilla. Akar rambut terbungkus oleh folike rambut yang berasal dari sumbu epidermal dan dermal. Rambut terdiri dari 3 lapisan epitel : 1. Medula 2. Kortex 3. Kutikula Folikel rambut terdiri dari : 1. Selubung akar epitel dalam Terdiri dari kutikula, lapisan Huxley, lapisan henle 2. Selubung akar epitel luar yang erasal dari epidermis Merupakan perpanjangan dari lapisan malpighi (stratum basale dan spinosum) 3. Selubung jaringan penyambung berasal dari dermis a. Selubung dalam, membran hialin sempit, menempel pada sel-sel silindris selubung luar. b. Selubung tengah, serat jaringan penyambung halus yang tersusun dalam lingkaran. c. KUKU Merupakan modifikasi dari lapisan epidermis. 1. Badan kuku Tersusun dari sel-sel pipih jernih. 2. Dinding kuku Lipatan sekeliling proksimal dan lateral dari kuku. 3. Alas kuku Epidermis dibawah badan kuku, tidak memiliki sratum granulosum. KELENJAR PADA KULIT 1. Kelenjar Sebasea a. Mensekresikan minyak ke folikel rambut Selubung tengah, berfungs mengangkat rambut dalam dermis.

Hal ini hendaknya dibedakan dengan perspirasi atau pelepasan air dengan tak terasa yang hanya berupa difusi air secara sederhana melalui kulit. kurang pada ilim dingin dan lebih pada yang panas. kebanyakan air Merocrine secretion mechanism Dikontrol oleh sistem saraf Penting dalam thermoregulation dan ekskresi Sebagai antibakteri b. groin. Banyaknya keringat berkisar dari 0 sampai 2000 ccm setiap hari. tetapi kelembaban dapat menyebabkan rasa sangat tidak enak karena menghalangi hilangnya suhu tubuh melalui penguapan. Kelenjar merokrin MEKANISME SEKRESI KERINGAT Keringat adalah sekresi aktif dari kelenjar keringat di bawah pngendalian saraf simpatis Keringat terutama berisilarutan garam dengan konsentrasi kira-kira 1/3 dari yang ada dalam plasma. Berbagai jumlah air dapat dilepaskan.b. Kelenjar apokrin 1) 2) 3) 4) 1) 2) 3) 4) 5) 6) Terdapat pada axilla. kira-kira setengah liter sehari pada iklim sedang. . nipple Memproduksi sekresi kental dengan komposisi kompleks Pada individu tertentu dapat menjadi sarana komunikasi Kerjanya sangant dipengaruhi hormon Tersebar luas Memproduksi sedikit sekresi. Dengan perspirasi hilang kira-kira 500ccm air setiap hari. Kelanjar Keringat Kelenjar keringat adalah alat utama untuk merendahkan suhu tubuh. Suhu lingkungan yang lebih tinggi dari suhu tubuh dapat dirasakan cukup nyaman bila udara kering. Tergantung dari kebuthan tubuh akan pengaturan suhu. a. Penyedia antibakteria 2.

Bagian yang bergelung (menghasilkan sekret primer atau sekret prekursor) 2. Sewaktu larutan ini mengalir di duktus. Kemudian direabsorpsi oleh duktus sehingga konsentrasi Natrium dan Klorida turun menjadi 5 mEq/L dan sebagian besar cairan tersebut juga direabsorpsi. tetapi tidak mengandung protein plasma. 892) KLASIFIKASI RESEPTOR DALAM SISTEM INTEGUMEN Merkel’s disk : sentuhan Meissner corpuscle : raba Vater paccini : tekanan. 1. cairan prekursor dibentuk dalam jumlah banyak dan duktus ini hanya mengabsorpsi Natrium dan Klorida dalam jumlah sedikit sehingga dapat mencapai tingkat maksimum 50-60 mEq/L dan hanya sedikit cairan yang direabsorpsi. sentuhan . Konsentrasi Natrium sekitar 142 mEq/L dan Klorida sekitar 104 mEq/L dengan konsentrasi zat terlarut lain yang lebih kecil dibanding dalam plasma. cairan prekursor mengalir melalui duktus secara lambat.Pada kelenjar keringat terdiri dari dua bagian: 1. (Sumber : Guyton & hall. Bagian duktus Sekret primer itu memiliki komposisi yang mirip dengan protein plasma. Apabila kelenjar keringat sedikit dirangsang. larutan prekursor ini mengalami reabsorpsi sebagian ion Natrium dan Klorida. dan vibrasi Free nerved ending : pain dan thermoreceptor Ruffini corp : stretching &pressure Krause : receptor dingin . Apabila kelenjar keringat kuat dirangsang. 2.

Nociceptors Nyeri Free nerve endings IV. Bambang Sumantri) I. Mechanoreceptors Sensibilitas kulit (epidermis and dermis) Free nerve endings Percabangan Merkel’s discs Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Meissner’s corpuscles Krause’s corpuscles Sensibilitas kedalaman jaringan Free nerve endings Percabangan Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Pacinian corpuscles Muscle spindles Golgi tendon receptors Pendengaran Reseptor suara pada koklea Keseimbangan Reseptor Vestibular Arteri Aorta II. Chemoreceptors Rasa Papila lidah Bau Epitel olfaktori .Muscle spindle & golgi tendon : mecanoreceptor (sumber : presentasi dr. Electromagnetic receptors Penglihatan sel batang reseptor gelap sel kerucut receptor terang V. Thermoreceptors Dingin Krause’s corpuscles Panas Ruffini’s endings III.

Ada 3 jenis protein plasma yang utama. Globulin Membentuk sekitar 30% protein plasma • • Alfa dan beta globulin disintesis di hati. dan zat yang penting lainnya. Protein plasma mencapai 7 % plasma dan merupakan satu-satunya unsure pokok plasma yang tidak dapat menembus membran kapiler untuk mencapai sel. Ada lima jenis imunoglobulin yang diproduksi jaringan hormon. limfoid dan berfungsi dalam imunitas. Plasma terdiri dari 92% air dan mengandung campuran kompleks zat organik dan anorganik. 3. dengan fungsi utama sebagai molekul pembawa lipid. tetapi memiliki ukuran paling kecil. Fibrinogen Membentuk 4 % protein plasma. . Albumin disintesis dalam hati dan bertanggung jawab untuk tekanan osmotik koloid darah.aorta dan badan carotid Gula darah. Tekanan ini merupakan suatu ukuran ”daya tarik” plasama terhadap difusi air dari cairan ekstraseluler yang melewati membran kapiler. yakni albumin. disintesis di hati dan merupakan komponen esensial dalam mekanisme pembekuan darah. Plasma mengandung koloid dan kristaloid. sekitar 55-60%. sedangkan kristaloid adalah zat yang berdiameter kurang dari 1 nm. 1. berbagai substrat. beberapa Gamma globulin(imunoglobulin) adalah antibodi. • • Koloid adalah zat yang berdiameter 1 nm sampai 100 nm. 2. Albumin Protein plasma yang terbanyak. Tekanan osmotic koloid ditentukan berdasarkan jumlah partikel koloid dalam larutan. asam lemak Hypothalamus (sumber : Guyton n Hall) KOMPONEN DALAM DARAH Plasma darah Cairan bening kekuningan yang unsure pokoknya sama dengan sitoplasma. dan fibrinogen. globulin. asam amino.

gula. : oksigen. luka dibedakan menjadi : 1. kalium. atau pun retikulum endoplasma. klorida. Leukosit Memiliki fungsi antara lain : 1. dan debris sel Rentang kehidupan : Setelah diproduksi di sumsum tulang. yaitu kemampuan untuk menembus pori-pori membran kapiler dan masuk ke dalam jaringan. dan zat-zat sisa. Nutrien 2. KLASIFIKASI LUKA Berdasarkan Patofisiologi. Abrasi Merupakan perlukaan paling superfisial. Netrofil b. Trombosit Trombosit berfungsi dalam hemostasis (penghentian perdarahan) dan perbaikian pembuluh darah yang robek. Basofil 2. Walaupun sel darah merah matang tidak memiliki nuklei. atau beberapa bulan tergantung jenis leukositnya. Kontusi (memar) . Agranular a. Berperan penting dalam pengaturan pH darah karena ion bikarbonat dan hemoglobin merupakan buffer - asam basa Bersikulasi selama 120 hari sebelum menjadi rapuh dan mudah pecah. vitamin. elektrolit. karbondioksida. fosfat. Monosit Fagosit kuat yang berdiferensiasi menjadi makrofag jaringan pada tempat terjadi infeksi kemudian akan menghancurkan bakteri. Eosinofil : sel fagositik khususnya bakteri : sel fagositik khusus terhadap kompleks antigen-antibodi dan dapat bertambah banyak selama infestasi parasit c.Plasma juga mengandung nutrien. 3. magnesium. dan trombosit. 1. dengan definisi tidak menebus lapisan epidermis 2. mitokondria. Elektrolit plasma : ion natrium. Leukosit memiliki sifat diapedesis. Sel ini tetap dalam jaringan selama beberapa hari. leukosit bertahan kurang lebih satu hari dalam sirkulasi sebelum masuk ke jaringan. enzim sitoplasmanya mampu memproduksi ATP untuk waktu yang terbatas ini. hormon. kalsium bikarbonat. Eritrosit Memiliki fungsi antara lain: Mentranspor oksigen ke seluruh jaringan melalui pengikatan hemoglobin terhadap oksigen. benda asing. Gas darah : asam amino. mineral. dan nitrogen. sebagian limfosit (sel B) berdiferensiasi menjadi sel plasma yang akan : menghasilkan antibodi b. Elemen pembentuk darah meliputi sel darah merah (eritrosit). dan ion sulfat. Limfosit • • : serupa dengan sel mast dan dapat membebaskan histamin dan heparin dalam reaksi alergi : Berperan dalam mekanisme pertahanan imunologik tubuh Bila ada antigen spesifik. dan lipid yang diabsorbsi dari saluran pencernaan. beberapa minggu. sel darah putih (leukosit). gas darah. Granular a.

permeabilitas pembuluh darah meningkat untuk mengantarkan sel fagosit (monosit dan limfosit untuk membunuh mikroba) d.terutama jika yang terluka daerah tulang Jika area tertutup oleh rambut seperti kulit kepala. termasuk Tidak adanya luka lurus yang tajam pada tulang dibawahnya. fibroblast mulai mensistesa jaringan luka . fase inflammatory a. jaringan yang rusak adalah epidermis. luka insisi PENYEMBUHAN LUKA Pada kasus Ontoseno. Laserasi dapat dibedakan dari luka iris : • • • • Garis tepi memar dan kerusakan memiliki area yang sangat kecil sehingga untuk pemeriksaanya kadang Keberadaan rangkaian jaringan yang terkena terdapat pada daerah bagian dalam luka. dibutuhkan bantuan kaca penbesar. hingga ke pembuluh darah. mulai terbentuk fibroblast 3. Laserasi Berbeda dengan luka iris dimana pada luka gores jringan yang rusak menyobek bukan mengiris. 4.Terjadi karena kebocoran pada pembuluh darah dengan epidermis yang utuh oleh karena proses mekanis 3. karena rusaknya hingga ke pembuluh darah. tengkorak. pembuluh darah dan saraf . maka rambut tersebut akan terdapat pada luka. sel epitel bermigrasi silang pada luka dan membelah diri untuk membentuk jaringan baru c. maka disebut luka dalam 2. Kerusakan pembuluh darah direcovery oleh trombosit. dermis. merupakan fase pembekuan darah pada daerah luka (terbentuk scab) Proses pembekuan darah Protrombin Aktivator protrombin Ca++ Trombin Fibrinogen Benang-benang Fibrin Trombin Faktor stabilisasi fibrin yang teraktivasi Fibrinogen Monomer Ca++ Benang fibrin yang saling berikatan b. merupakan fase dimana sel epitel mulai membentuk jembatan diantara luka (dibawah scab) b. fase migratory a. Sedangkan recovery jaringan dermis dan epidermis dijelaskan sebagai berikut: 1.

Yang menyebabkan rasa nyeri adalah ujung syaraf free nerve endings. TULANG DAN RANGKA ANATOMI RANGKA . keluat darah sedikit dan terasa perih. Ontoseno memiliki kulit sawo matang karena dalam kulit terdapat melanocytes yang menghasilkan pigmen melanin (coklat). scab mengelupas b. fibroblast mulai menghilang e. serat kolagen mulai tersusun normal d.c. tibatiba tangannya terkena duri pada tanaman semak belukar sehingga kulit lengan kanannya tertusuk. jaringan epidermis yang baru mulai terbentuk c. Bakteri-bakteri terebut dinetralisasi oleh sel-sel leukosit yang memuliki sifat diapedesis. dermis serta pembuluh darah rusak. merupakan fase dimana pembentukan sel epitel lebih intensif b. lapisan epidermis. fase maturation. Salah satu penyebab rasa nyeri dalam luka ontoseno adalah masuknya bakteri dari duri. Banyak sedikitnya keringat tergantung pada kebutuhan tubuh akan pengaturan suhu. Proses netralisasi bakteri dibut phagositosis. fibroblast mulai membentuk kolagen 5. sehingga mengeluarkan darah. lengan kanan Ontoseno mengalami luka. epidermis mulai kembali pada ketebalan normal c. Ketika tertusuk duri. Luka tersebut dapat tertutup melalui proses penutupan luka yang meliputi fase inflammatory. fase maturation a. Setelah tertusuk. fase proliferatif a. Ontoseno mengeluarkan keringat karena dalam kulit terdapat kelenjar keringat. pembuluh darah yang luka mulai diperbaiki oleh trombosit 4. Hal ini disebabkan karena di dalam kulit terdapat ujung-ujung syaraf reseptor. Keluarnya keringat tersebut diatur oleh syaraf simpatik. fase migratory fase proliferatif. Ketika hendak mengusap keringat. lengan Ontoseno terasa perih. pembuluh darah kembali normal (sumber : Tortota) KESIMPULAN Pemicu 1 Blok 2 Ontoseno mempunyai kulit berwarna sawo matang sedang berjalan di ladang.

langit rongga nasal.Aksilar : Tengkorak 1. dan kantong mata • Tulang parietal • Tulang oksipital : membentuk bagian belakang kranium • Tulang temporal : membentuk sisi kranium • Tulang etmoid : penyangga penting rongga nasal . Kranium : melindungi otak • Tulang frontal: membentuk dahi. langit .

ruang udara dalam tegkorak yang berhubungan Vertebra Kolumna vertebra : menyangga berat tubuh dan melindungi medula spinalis.langit mulut. ( 12 vertebra toraks. tidak berartikulasi dg tulang lain.• Tulang sfenoid : membentuk dasar anterior kranium • Osikel auditori : untuk proses pendengaran • Tulang womian : tulang kecil yang terdapat di dalam sutura 2. rongga nasal Tulang zigomatik : tonjolan tulang pipi Tulang maksilar : rahang atas Tulang lakrimal : berisi celah . 5 vertebra sakrum. 5 vertebra lumbal. 2003 ). dengan rongga nasal. 2003 ) Tulang wajah : Tulang nasal : penyangga hidung Tulang palatum : membentul langit . 3-5 koksigeal ) ( Sloane. Sternum dan Iga . • • • • • • • • 4. tulang orbital. ( Sloane. Sinus pranasal : terdiri dari ruang .celah untuk lintasan duktus lakrimal yang mengalirkan air mata ke rongga nasal Tulang vomer : membentuk septum nasal Konka nasal inferior Mandibula : rahang bawah Tulang hioid : bentuknya tapal kuda.

2 pasang iga melayang Skapula ( tulang belikat ) Klavikula ( tulang kolar ) Humerus : tulang tunggal pada lengan atas Lengan bawah : radius dan ulna Ada tiga macam tulang yang menyusun tangan. Femur ( paha ): tulang terpanjang dan terkuat Tungkai : tibia dan fibula . prosesus sifoid ) Tulang iga : 7 pasang iga sejati. Tulang Pergelangan Tangan (Karpus) Pergelangan tangan terbentuk dari delapan tulang karpal irteguler yang tersusun dalam dua baris. 2. dan setiap barisnya terdiri dari empat tulang. Tulang – tulang jari (phalanges) Setiap jari memiliki tiga tulang yaitu tulang proksimal.lunatum. dan tulang distal. Apendikular : Gilder Pektoral ( bahu ) 1. 2. Kapitatum. Hamatum. ( Sloane. badan. yaitu: 1.1. 3. Tangan Sternum : Tulang dada ( manubrium atas. 2. 2.dan pisiform. Setiap tulang metacarpal memiliki sebuah dasar proksimal yang berartikulasi dengan barisan distal tulang karpal pergelangan tangan. Barisan tulang karpal proksimal yang terdiri dari navicular(skafoid). 2003 ) Gilder pelvis (tulang panggul) Tungkai bawah 1. Trapezoid. trikuetral(triangular).tulang medial. 3 pasang iga semu.kepala tulang metacarpal membentuk buku jari yang menonjol pada tangan. Tangan (metacarpus) Tangan tersusun dari lima tulang metakarpal’dimana semua tulang metacarpal berukuran serupa kecuali tulang metacarpal pertama pada ibujari. 2. Lengan 1. Barisan tulang karpal distal yang terdiri dari: Trapezium. kecuali ibu jari yang hanya memiliki tulang proksimal dan medial saja.

2. radius. Tulang datar contoh: sternum. dan parietal. Hal ini disebabkan pada ibu jari kaki tidak memiliki sendi karpometakarpal seperti yang dimiliki ibu jari tangan. Perlindungan. femur. Sutural contoh: tulang diantara tulang datar pada tengkorak di garis sutura d. ulna. b. Tulang tak beraturan contoh: ruas-ruas tulang belakang e. Tulang pendek contoh: carpal dan tarsal f. Tulang panjang contoh: humerus. ( Guyton. Tarsal membentuk artikulasio dengan metatarsal. dan fibula. Tulang memberikan topangan dan bentuk tubuh Pergerakan. scapula. terdapat 2 buah falanges pada masing-masing ibu jari dan 3 buah falanges pada jari lain. Tulang sesamoid contoh: patella ( Ganong. 2008 ) FISOLOGI TULANG 1. c. 2006 ) KLASIFIKASI TULANG a. Falang adalah tulang penyusun jari.organ lunak yang ada dalam tubuh . tibia. Ibu jari kaki tidak sefleksibel ibu jari tangan. Pada ibu jari tangan terdapat sendi pelana yang membuat ibu jari tangan lebih bebas bergerak daripada ibu jari kaki. Di antara falanges terdapat sendi engsel yang memungkinkan gerak satu bidang. Tulang berartikulasi dengan tulang lain pada sebuah persendian sebagai pengungkit. Sistem rangka melindungi organ . Tulang yang terbesar adalah atau biasa disebut tumit.Tulang Telapak Kaki dan Jari Kaki Tarsal adalah terdiri dari 7 buah tulang. Seperti pada jari tangan. 3. yaitu kelima jari kaki.

Histogenesis dan pertumbuhan : Individual mesenchymal cells  berkumpul membentuk pusat kondrofikasi  berdiferensiasi menjadi kondroblas  sekresi matriz kartilago disekelilingnya  terbentuk lacuna  kondroblas yang dikelilingi matrixnya disebut kondrosit  cell division  lebih dari 2 kondrosit disebut isogenous groups. Tempat penyimpanan mineral ( Sloane. sehingga lebih elastis. Tidak terdapat perikondrium yang dikanali dalam kartilago fibrosa. laring. 2007 ) Kharakteristik Tulang Rawan Tulang rawan = Jaringan yang terdiri dari sel-sel rawan yang terdapat kondrosit dan bahan dasar tulang rawan sebagai bahan antar sel Terdapat 3 jenis tulang rawan berdasarkan karakteristiknya : 1 Tulang rawan hyalin Ciri-ciri : -Konsistensi lunak. lebih banyak mengandung elastic fiber. sel darah putih. HISTOLOGI TULANG Tulang Rawan ( Kartilago ) Kartilago Hyalin Mtrixnya terdiri dari kolagen tipe II. dan lunak. Berwarna coklat kebirubiruan. Kondrositnya lebih besar bila dibandingkan dengan kartilago hyaline. merupakan tempat produksi sel darah merah. Sumsusm tulang merah. akhir dari tulang rusuk. ( Junqueira. dinding telinga bagian luar. yang ditemukan pada orang dewasa dalam tulang sternum. tulang pipih dan kranium. 5. Pembentukan sel darah ( hematopoiesis ). Terletak di hidung. Teritorial matrix merup\akan matrix yang berada di sekeliling lacuna. semi tembus cahaya. dan dalam tendon-tendon tertentu. 2007 ) Kartilago Fibrosa Merupakan jaringan intermediate antara jaringan ikat padat dan kartilago hyalin.4. 2003 ). simfisis pubis. proteoglycans. 2007 ) Gambar Hyalin Kartilago Kartilago Elastik Ditemukan di aurikula telinga. Matrixnya mengandung kolagen tipe I dan bersifat asidofilik. ( Junqueira. Memiiki warna kekuningan darena memiliki elastin dalam serat elastis. tulang iga. dan tulang rawan kuneiformis di laring. Perikondrium terbentuk di batas luar ketika proses pembentukan kondrosit. dan extracellular fluid. dan trombosirt. serta lebih sedikit kandunagn proteoglikannya. glycoproteins. Terdapat pada discus invertebralis. pada bagian perikondrium. badan vertebra. saluran eustachius. pada bagian ujung tulang panjang. epiglottis. agak elastis . dan cincin trakea dan bronkus. ( Junqueira. Sedangakan interteritorial matrix adalah matrix terbesar dan mengandung lebih banyak kolagen. mengandung sedikit kolagen dan banyak kondrotinsulfat.

Sedangkan komponen anorganik berisi kolagen tipe I. keras dan berbentuk tetap.karena bahan antar sel agak padat -Kemungkinan sel membelah diri sedikit -Terdapat bahan sabut kolagen berbagai arah -Merupakan peralihan antara jaringan ikat fibrilair dengan jaringan tulang (Keeton. Komponen organic merupakan kumpulan kristal-kristal kalsium hidroksiapatit yang terdiri dari kalsium dan fosfor yang banyak. 2007 ) Gambar : Penampang system harverst .tudung sel tulang rawan dan kelopmpok isogen seperti pada tulang rawan hyalin 3 Tulang rawan fibrious : Ciri-ciri : -Kondrosit dan tudung sel tulang rawan seperti pada tulang hyalin -Kelompok isogen hanya sedikit. Matrix ektravaskulernya telah mengandung kalsium sehingga menutup jalanya sekresi sel didalamnya. Periosteum melapisi bagian luar tulang. Akan tetapi. 1980 ) Tulang ( Bone ) rawan Tulang adalah jaringan ikat kaku.-Warna kebiru-biruan -Bahan dasar homogen 2 Tulang rawan elastis : Ciri-ciri : -Warna kekuning-kuningan -Lebih fleksibel dan elastis -Bahan dasar terdapat anyaman sabut-sabut elastis dalam berbagai arah terutama di sekitar kondrosit. ( Junqueira. Matrix terdiri dari komponen organic dan anorganik. pertukaran zat antara osteosit dan kapiler darah tetap bisa berjalan karena adanya komusikasi melalui kanalikuli.sabut ini kemudian melanjutkan diri ke perikandrium -Kondrosit. sedangkan endosteum melapisi bagian dalam tulang.

Kelenjar hipofisis anterior / kelenjar pertumbuhan : berfungsi meningkatkan kecepatan mitosis kondrosit dan osteoblas serta meningkatkan kecepatan sintesis protein (kolagen. Di dapat dari osteoblas yang berdeferensiasi. Tumbuh dibawah pengaruh Bone Morphogenic Protein (BMP) dan Transforming Growth Factor β. sehingga menjaga kemampuan mitotik (sangat berpotensi untuk berdiferensiasi menjadi Osteoblas).000 per mm 3. Osteoklas memiliki reseptor untuk kalsitokinin. Jumlahnya 20. ( Junqueira. Memiliki peranan penting dalam proses resorpsi tulang. diantara lapisan osteoblas dan tulang yang baru dibentuk. Peptioglikan. Osteoblas. Berinti banyak. Osteoblas Terbentuk dari Osteorogenitor cells yang telah berdiferensiasi. Akan tetapi osteoblas memiliki reseptor untuk hormone paratiroid dan begitu teraktivasi oleh hormone ini. osteoblas akan memperoduksi suatu sitokin yang disebut factor perangsang osteoklas. 2007 ) Osteoklas. dan Osteoklas. Terdapat didalam lacuna yang terletak diantara lamela-lamela matrix. yang disebut Osteoid. yakni suati hormone tiroid. tetapi bukan untuk hormone paratiroid. sel-sel ini secara aktif terlibat untuk mempertahankan matrix tulang dan kematianya diikuti oleh resorpsi matrix tersebut. Osteoklas mensekresi kolagenase dan enzim lain sehingga memudahkan pencernaan kolagen setempat dan melarutkan kristal gram kalsium. Aktifinasnya dipengaruhi oleh hormone sitokinin. 2. Osteoblas juga berperan dalam sistesis komponen organic dari matrix (Kolagen tipe I. lapisan canal harvest. Berada pada bagian dalam periosteum. Berasal dari penggabungan sel-sel sumsum tulang. matriks. Mengalami proses aposisi tulang yaitu komponen matrix disekresi pada permukaan sel yang berkontak dengan matrx tulang yang lebih tua. Insulin : berfungsi dalam meningkatkan produksi energi dari glukosa. Tiroksin (kelenjar tiroid) : berfungsi untuk meningkatkan kecepatan sintesis protein dan meningkatkan produksi energi dari semua jenis makanan. Osteoprogenitor cells Merupakan embryonic mesenchymal cells. Osteosit. . ( Junqueira. dan glikoprotein). kartilago dan enzim untuk pembentukan kartilago tulang).000 – 30. 2007 ) Gambar Berbagai Bentuk Tulang Osteosit Merupakan sel tulang yang telah dewasa.Sel-sel tulang : Osteoprogenitor cells. dan lapisan matrix baru (namun belum terkapur). 3. 2007 ) HORMON YANG BEKERJA PADA PERTUMBUHAN TULANG 1. ( Junqueira. dan di dalam endosteum.

( Tortora. ( Sanlon. Osteoklas mulai meresorpsi kartilago yang terkalsifikasi. 2007 ) GANGGUAN PADA TULANG 1. 2007 ) PROSES KALSIFIKASI TULANG Osteoid  Ca2+ dan PO43. Paratiroid : berfungsi untuk meningkatkan reabsorpsi kalsium dari tulang ke darah dan meningkatkan absorpsi kalsium oleh usus halus dan ginjal. 5. Osteoblast mensekresikan matrix 4. 2008 ) PENULANGAN ENDOKONDRAL 1.4. osteoblast dari periosteum membentuk lengkung disekitar fragmen tulang (eksternal callus). mati dan berdegenerasi. ( Gartner. Kondrosit dalam mengalami diapsis. Kalsitonin : berfungsi dalam menurunkan reabsorpsi kalsium dari tulang (menurunkan kadar kalsium dalam darah). Gangguan ruas tulang belakang : kifosis. Nekrosa 4. pertumbuhan jaringan tulang baru (callus) pada awalnya membentuk jembatan antara tulang yang terputus. Pertumbuhan tulang terjadi di lempeng epifiseal. Pembentukan model kartilago hyaline 2. Perikondrium tervaskularisasi 3. Bagian callus yang terbentuk dari sel osteoblast (dari endosteum) berkembang diantara fragmen akhir tulang yang patah dan diantara dua sumsum tulang (internal callus) 2. Epifisis dan Diafisis ( Gartner. Tulang kompak yang patah mula-mula diganti dengan jaringan berongga lalu lama kelamaan akan digantikan dengan tulang kompak lagi. 2003 ) PENYEMBUHAN FRAKTUR TULANG 1. sekitar 48 jam setelah fracture. Estrogen dan testosteron : berfungsi untuk mempercepat penutupan epifisis tulang panjang dan untuk membantu menahan kalsium dalam tulang untuk mempertahankan matriks tulang yang kuat. Fraktura : patah tulang : retak tulang : kematian sel tulang yang tidak diprogram Primarry Centre Of Ossification Secondary Centre Of Ossification 2. 11. Ossifikasi mulai epifisis. 3. 8. 7. menutupi fracture. 2005 ) . osteoblast membentuk trabeculae baru di dekat garis patahan (internal callus). fase yang terakhir adalah remodeling. Terbentuk kartilago yang telah terkalsifikasi. Fisura 3. 6. Beberapa hari setelah itu. 5. Bagian-bagian pembentuk callus berasal dari osteoblast (dari periosteum yang robek) dan berkembang di sekitar patahan (disebut eksternal callus). 10. Selama satu minggu. 6. Komponen-komponen tulang yang mati dari fragmen ynag patah diserap oleh osteoclast. osteoblast dan osteosit mulai aktif membelah.konsentrasi tinggi  vesikel matrix memproduksi pompa kalsium  transport ion Ca2+ ke dalam vesikel  konsentrasi ion Ca2+ lebih tinggi  kristalisasi  pertumbuhan kristal hidroksiapatit  menembus membrane  isi dari vesikel keluar. lordosis. skoliosis ( Sloane. Osteoklas membentuk lubang di dalam tulang sub periosteal. Tulang subperiosteal menebal 9.

Sutura. sehingga memungkinkan gerakan meluncur antara satu tulang dengan tulang yang lainnya. Contoh: sutura sagital dan parietal. Persendian kartilago. Sendi kondiloid. c. Sendi diartosis (sendi dengan pergerakan bebas) disebut juga sendi synovial Sendi ini memiliki rongga sendi yang berisi cairan sinofial. 2. yang menjadi bantalan sendi dan memungkinkan terjadi sedikit gerakan. Simfisis. seperti b. permukaan tulang yang berartikulasi berbentuk konkaf disatu sisi dan konkaf pada sisi lain. Contoh: ditemukan pada tulang pada gigi yang tertanam pada tulang rahang 3. Contoh: sendi antara tulang radius dan tulang karpal e. Sindesmosis. Contoh: tulang atas. terdiri dari sebuah tulang yang masuk dengan pas pada permukaan konkaf tulang kedua. adalah sendi dimana tulang berbentuk kerucut masuk dengan pas . persendian bagian kepala d. Sendi jenis ini antara lain adalah : a. Sendi amfiartosis (sendi dengan pergerakan terbatas) Sendi ini memungkinkan gerakan terbatas sebagai respon terhadap torsi dan kompresi. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan ikat fibrosa. c. Sendi peluru. yaitu sendi yang tulang-tulangnya dihubungkan dengan kartilago hialin. Sendi pelana. Persendian sinovial. 3. adalah salah satu sendi yang permukaan kedua tulang berartikulasi berbentuk datar. sehingga memungkinkan gerakan kesatu arah. Gomposis. yaitu sendi yang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa rapat yang hanya ditemukan pada tulang tengkorak.SENDI KLASIFIKASI SENDI Secara struktural : 1. Persendian semacam ini disebut sendi nonaksia. Contoh: sendi lutut dan siku. Sendi sferoidal. Satu-satunya sendi pelana sejati yang ada dalam tubuh adalah persendian antara tulang karpal dan metakarpal pada ibu jari. Sendi sinartosis (sendi mati). sendi ini dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa atau kartilago. yaitu persendian yang memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan kapsul dan ligament artikular yang membukuskan. yang terdiri dari sebuah tulang yang masuk kedalam rongga berbentuk cangkir pada tulang lain. yaitu tulang bentuk kerucut yang masuk pas cekungan tulang kedua dan dapat berputar kesemua arah. 2. Sendi engsel. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan kartilago. merupakan sendi biaksial. b. yang memungkinkan gerakan kedua arah disudut kanan setiap tulang. terbentuk saat tulang-tulang yang berdekatan dihubungkan dengan serat-serat jaringan ikat kolagen. Persendian fibrosa. Menurut fungsinya : 1. Sinkondrosis. serta tibia dan fibula dalam kantong tulang. f. Contoh: sendi panggul dan bahu b. adalah sendi yang kedua tulangnya dihubungkan dengan diskus kartilago. Contoh: lempeng epifisis sementara antara epifisis dan diafisis pada tulang panjang anak. Klasifikasi persendian synovial terdiri dari: a. Contoh: simpisis pubis yang bersisihan seperti radius dan ulna. Sendi jenis ini antara lain adalah: a. Sendi kisar. sehingga tulang akan masuk dengan pas seperti dua pelana yang saling menyatu.

Misalnya: Persendian intervertebra. 2007 ) HISTOLOGI PERSENDIAN SINOVIAL Gambar Sendi sinovial Sendi sinovial tersusun atas: 1. ( Setiadi. 2003 ) GANGGUAN PERSENDIAN 1. Berfungsi untuk mempertebal kapsul sendi. Reinforcing ligament Beberapa persendian sinovial menguat dan mengeras oleh ligament yang menutupinya. Syaraf Syaraf akan mendeteksi rasa nyeri pada persendian dan memonitor peregangan pada sendi. berperan dalam pertumbuhan tulang ke arah memanjang ( Sloane. dan nyeri . 5. Cairan sinovial Cairan sinovial berasal dari filtrasi darah yang disekresikan fibroblast dalam membrane sinovial. osteoartritis konsekuensi alami menjadi tua kartilago artikular menjadi aus sendi menjadi kasar. ( Sloane . 2003 ) FISIOLOGI PERSENDIAN 1. 7. 6. cairan ini berfungsi sebagai pelumas untuk mempermudah gerakan . kaku. reinforcing ligament terbagi menjadi dua yaitu extracapsular ligament yang berada di luar kapsul sendi dan intracapsularligamen yang berada di dalam. Kapsul sendi 4. mempermudah gerakan antara kedua ujung-ujung tulang 2. 2. Pembuluh darah Supli pembuluh darah untuk membentuk cairan sinovial. dan persendian antara tulang-tulang karpa dan tulang-tulang tarsal. Artitis (inflamasi sendi) a. Rongga sendi Tempat cairan sinovial 3. Tulang rawan sendi Tersusun atas tulang rawan hialin yang berfungsi untuk melindungi tulang dari benturan dan meredam tekanan.

Keberadaan sarcoplasmic reticulum sangat diperlukan dalam mengatur kontraksi otot. 4. memiliki satu inti. hanya ada pada jantung c. magnesium. Serabut akan terengolasi karena kontraksi pada setiap diameter sel berbentuk kubus atau bulat hanya akan menghasilkan pemendekan yang terbatas 2. 3. system pencernaan. bercabang b. artritis infeksius : peradangan dalam persendian. Elastisitas : Serabut otot dapat kembali ke ukurannya semula setelah berkontraksi atau meregang. 2003 ) 4. yang dapat atau mungkin juga tidak melibatkan pemendekan otot. bercabang b. 2. Sarcoplasmic Reticulum Reticulum yang berada pada sarcoplasm. otot jantung a. memiliki sarcoplasma sehingga mitokondrianya lebih banyak ( Guyton. Sarcoplasm Cairan yang memenuhi ruang antara myofibril. Sarcoplasm mengandung sejumlah potassium. tidak bercabang b. berada pada system pencernaan. dan factor lingkungan 2. bekerja tidak sadar. dan fosfat serta beberapa enzim protein. ( Sloane. STRUKTUR OTOT 1. Otot yang memiliki kontraksi kuat maka memiliki sarcoplasm reticulum yang luas. Kontraktilitas : Serabut otot berkontraksi dan menegang. bereaksi atas rangsang syaraf. bekerja secara sadar. 2. Dislokasi / luksasi : disebabkan karena kesalahan letak permukaan artikulasi suatu persendian. 2003 ) OTOT HISTOLOGI OTOT 1. d. seratnya terdiri atas filament intermediate yang tebal (disebut caveolae) c. tiap serat terdapat myofibril yang terdiri dari miofilamen tebal (berisi myosin) dan miofilamen tipis (berisi aktin) d. terdiri dari serat yang dilapisi oleh sarcolemma c. hormone. dsb d. Mitokondria ini mensuplai kontraksi myofibril dengan sejumlah ATP. Eksibilitas : Serabut otot akan merespons dengan kuat jika distimulasi oleh impuls saraf 3. Di dalam sarcoplasm juga terdapat sejumlah mitokondria yang terletak parallel pada myofibril. otot lurik a. artritis gouti : disebabkan karena penumpukanasam urat. bekerja secara tidak sadar. 3. Sarcolemma . Bursitis : merupakan peradangan pada bursa yang menyatu dengan sendi yang terjadi akibat ekskresi sendi yang berlebihan / infeksi. otot polos a. Menyebabkan ketidakmampuan berjalan / bergerak c.b. berada pada alat gerak (skeleton) 3. ( Sloane. Ekstensibilitas : Serabut otot memiliki kemampuan untuk meregang melebihi panjang otot saat rileks. 2006 ) KHARAKTERISTIK OTOT 1. memiliki inti banyak sehingga pembentukan ATP lebih cepat. berinti banyak. artritis reumatoid : merupakan penyakit autoimun (sistem imum keliru mengarahkan kemampuan destruktifnya pada bagian tubuh). Terkilir : merupakan cedera sendi yang disebabkan karena perenggangan ligamen / tendon.

terletak di lengan atas bagian belakang. Sedangkan otot trisep merupakan otot yang merupakan memilki tiga ujung(tendon) yang melekat pada tulang. ( Guyton. Muscular Dysthrophy 2.Penopang tubuh dan mempertahankan postur : Otot menopang rangka dan mempertahankan tubuh saat berada dalam posisi berdiri atau saat duduk terhadap bgaya gravitasi.Produksi panas : Kontraksi otot secara metabolis menghasilkan panas untuk mempertahankan suhu normal tubuh. 2003 ) KELAINAN OTOT 1.contoh dari otot antagonis adalah otot bisep dan otot trisep. otot bisep berkontraksi dan otot trisep berkontraksi. Untuk mengangkut lengan bawah . Myofibrils. dan selaput luar yang terbuat dari lapisan polisakarida tipis yang berisi banyak kolagen fibril. Setiap serat otot terdiri dari ratusan myofibril. permukaan lapisan sarcolemma melebur dengan serat tendon. Fibromyalgia ( Marieb. Gambar. Myofascial Pain Syndrom Rasa nyeri apabila tersentuh 3. otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi. Untuk menrunkan lengan bawah. yang terdiri dari 1500 miofilamen tebal (berisi myosin) dan 3000 miofilamen tipis (berisi aktin). Muscular Dysthrophy Penyakit yamg memnghancurkan otot yang biasanya muncul pada masa anak anak. disebut dengan plasma membrane. dan serat tendon berkumpul untuk membentuk tendon otot yang berada di dalam tulang. ( Sloane. 2.Sarcolemma merupakan membrane sel dari serat otot. Otot sinergis . 3. Actin and Myosin Filaments. Dimana molekul-molekul protein ini bertanggung jawab terhadap kontraksi otot. 2001 ) KERJA OTOT BERDASARKAN TUJUAN KERJANYA Otot antagonis Terdapat dua tau lebih yang tujuan kerja ototnya berlawanan. Pada setiap serat otot. Sarcolemma terdiri dari membrane sel yang sebenarnya. 4.Pergerakan : Otot menghasilkan gerakan pada tulang tempat otot tersebut melekat dan bergerak dalam bagian-bagian organ internal tubuh. Otot bisep merupakan otot yang memiliki dua ujung(tendon) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. JIka otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi sehingga otot terangkat. 2006 ) FISIOLOGI OTOT 1.

4. Penghentian interaksi antara aktin dan miosin ( Ganong. Pelepasan Ca2+ dari sistema terminalis retikulum sarkoplasma serta difusi Ca2+ ke filamen tebal dan filamen tipis i. Pembentukan ikatan silang antara aktin dan miosin dan pergeseran filamen tipis pada filamen tebal. 3. Otot olahragawan lebih tampak atatu terbentuk Badan lebih kencang Pada olahragawan. sehingga menghasilkan gerakan 2. Pengikatan Ca2+ ke troponin C. Jadi. 2008 ) PERBEDAAN FISIK OLAHRAGAWAN DAN BUKAN OLAHRAGAWAN 1. Pengikatan konduktansi Na+ dan K+ di membran end-plate e. Pelepasan transmiter (asetilkolin) di end-plate motorik c. Pembentukan potensial end-plate f. Tahap-tahap relaksasi otot rangka a. Sel saraf sensorik . Pelepasan muatan oleh neuron motorik b. 6. otot bisep pada lengan akan menjadi penggerak utama untuk memfleksi lengan bawah. Pelepasan Ca2+ dari troponin c. Otot bahu dianggap bekerja sinergis karena kontribusinya membuat gerakan lebih efektif. sehingga membuka tempat pengikatan miosin di molekul aktin j. Ca2+ dipompa kembali ke retikulum sarkoplasma b. otot-otot bahu akan menjaga persendian tetap stabil sehingga air akan masuk ke mulut kita. 2007 ) TAHAP – TAHAP KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT 1. ( Arief. Penyebaran depolarisasi ke dalam di sepanjang tubulus T h. 2. Pembentukan potensial aksi di serabut-serabut otot g. Pengikatan asetilkolin ke reseptor asetilkolin nikotinik d. Pada saat yang sama.Terdapat dua otot atau lebih yang bekerja bersama-sama dengan tujuan yang sama. Tahap-tahap kontraksi otot rangka a. otot-otot itu berkontraksi bersama menjadi akurat. 5. 2006 ) SARAF DALAM SISTEM GERAK 1. Contoh Gerak Sinergis ialah jika kita minum segelas air. ototnya mengalami hipertofi(otot menjadi besar dan kuat) Kekar Lebih padat Olahragawan tidak cepat merasa lelah karena mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya ( Guyton.

Sel saraf sensorik adalah sel yang membawa impuls berupa rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan), ke system saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Sel saraf sensorik disebut juga dengan sel saraf indera, karena berhubungan dengan alat indera. 2. Sel saraf Motorik Sel saraf motorik berfungsi membawa impuls berupa tanggapan dari susunan saraf pusat (otak atau sumsum tulang belakang) menuju ke kelenjar tubuh. Sel saraf motorik disebut juga dengan sel saraf penggerak, karena berhubungan erat dengan otot sebagai alat gerak. 3. Sel saraf penghubung Sel saraf penghubung disebut juga dengan sel saraf konektor, hal ini disebabkan karena fungsinya meneruskan rangsangan dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik. ( Setiadi, 2007 ) MEKANISME GERAK Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Dimana gerak refleks ini merupakan gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling sederhana. Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen dari neuron sensorik ,interneuron, dan neuron motorik, yang mengalirkan impuls saraf untuk tipe refleks tertentu. Gerak refleks yang paling sederhanahanya memerlukandua tipe sel saraf, yaitu neuron sensorik dan neuron motorik. Gerak refleks bekerja bukanlah dibawah kesadaran dan kemauan seseorang. Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut lengkung refleks. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak, misalnya, gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut. ( Amien, 1987 ) RINGKASAN PEMBAHASAN LEARNING ISSUES 1. MACAM, FUNGSI, KANDUNGAN, DAN KELENJAR PENGHASIL HORMONE  Hormon diklasifikasikan menjadi 3 berdasarkan komposisinya, yaitu : 1. Protein dan Polipeptida Dapat larut dalam air, contohnya : Insulin, Glokagon, dan FSH. 2. Derivat Asam Amino Dapat larut dalam air, contohnya : Tiroksin dan Epinefrin. 3. Steroid dan Derifat Asam Lemak Dapat larut dalam lemak, contohnya : Progesteron, Testosteron, dan Estradiol.  Kandungan hormon 1. Protein dan polipeptida Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada FSH, dan hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis.

2. Derivat asam amino Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada tiroksin, epinefrin 3. Steroid Merupakan senyawa lipid larut. Bersirkulasi dalam plasma yang mentranspor protein. Contohnya terdapat pada hormon testosteron, estrogen, progesteron, dan kortisol. 4. Derivat asam lemak Contohnya terdapat pada progesteron, testosteron, ekstradiol. 5. Eicosanoid Molekul kecil dengan 5 rantai karbon Fungsinya mengatur aktivitas selular dan proses enzim a. Kelenjar Hipofisis Pada saat pembentukan embrio, kelenjar hipofisis terbentuk dari 2 jaringan yaitu ektoderm oral dan jaringan saraf. Sehingga ada 2 tempat asal yang menyebabkan ada 2 kelenjar yaitu Neurohipofisis (berkembang dari jaringan saraf, terdiri dari pars nervosa dan Infundibulum (batang dan eminensia mediana)) dan Adenohipofisis (berkembang dari jariangan ektoderm oral, terdiri dari Pars Distalis, Pars Tuberalis, dan Pars Intermedia). Sistem hipotalamo hipofisis Yang dimaksud sistem ini adalah 3 tempat pelepasan hormon dan 3 hormon yang dihasilkan. Nuklei (Neuron Sekretoris) Hipotalamus : nukleus supraoptikus dan nukleus paraventrikular. Transpor hormon mulai dari badan sel (dirangsang)  akson  ujung akson yang berada pada neurohipofisis  hormon yang dihasilkan merupakan peptida. Nuklei Dorsal Medial, ventral medial, dan nuklei infundibulum hipotalamus. Transpor mulai dari badan sel  akson  berakit pada eminensia mediana (Tempat hormon disimpan dan dibebaskan) Dihasilkan oleh sel-sel sekretoris pada bagian pars distalis dan dibebaskan kedalam kapiler darah di bagian kedua sistem portal. Kelenjar hipofisis terbagi menjadi 2 lobus, yaitu interior dan posterior. a. Kelenjar hipofisis posterior

 

Hormon Antidiuretik (ADH)  meningkatkan reabsorbsi air oleh tubulus ginjal (air di kembalikan ke

dalam darah) Hormon oksitosin  meningkatkan kontraksi miometrium (saat bersalin) dan meningkatkan pelepasan

susu ibu dari kelenjar mamae b. Kelenjar hipofisis anterior Beberapa sel yang mensekresi hormone dalam hipofisis anterior adalah sebagai berkut:

1. TSH  thyrotropes 2. ACTH  corticotropes 3. Prolactin (PRL)  lactotropes 4. GH / Somatotropin  somatotropes
 Hormon pertumbuhan (GH) 1. Meningkatkan kecepatan mitosis 2. Meningkatkan transpor asam amino ke dalam sel 3. Meningkatkan kecepatan sintesis protein 4. Meningkatkan penggunaan lemak untuk produksi energi

Hormon tiroid (TSH)  meningkatkan sekresi tiroksin dan T3 oleh tiroid

 

Hormon ACTH  meningkatkan sekresi kortisol oleh korteks adrenal Hormon prolaktin  merangsang produksi ar susu oleh kelenjar mamae Hormon Folicle Stimulating Hormone (FSH) 2. Meningkatkan sekresi estrogen oleh sel folikel

Wanita : 1. Memicu pertumbuhan ovum di folikel ovarium Pria : Memicu prduksi sperma  Wanita : 1. 2. 3. b. Kelenjar Tiroid  Hormon tiroksin dan triiodotironin disekresi oleh sel follicular ephitellium 1. Meningkatkan produksi energi dari semua makanan 2. Meningkatkan sintesis protein Menyebabkan ovulasi Menyebabkan pecahnya folikel ovarium untuk menjadi korpus luteum Meningkatkan sekresi progesteron oleh korpus luteum Hormon LH pada :

Pria : Meningkatkan sekresi testosteron oleh sel interstisial di testis

Kalsitonin disekresi oleh C cell  menurunkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah

b. Kelenjar Paratiroid Kelenjar paratiroid terdiri dari empat kelenjar kecil (3 x 6mm), dengan berat total sekitar 0,4g. Kelenjar paratiroid terletak di belakang kelenjar tiroid, satu pada masing–masing kutub atas dan bawah, dan umumnya berada di dalam simpai yang membungkus lobus tiroid. Kadang – kadang kelenjar ini terbenam dalam kelenjar tiroid. Kelanjar paratiroid berkembang dari kantung faring (kelenjar superior berasal dari kantung keempat dan kelenjar inferior berasal dari kantung ketiga). Kelenjar paratiroid juga ditemukan dalam mediastinum, yang terletak disamping timus, karena kelenjar paratiroid dan timus berkembang dari kantung faring yang sama. Setiap kelenjar paratiroid terdapat dalam simpai jaringan ikat. Simpai ini menjulurkan septa kedalam kelenjar, tempat simpai tersebut berbaur dengan seratretikulin yang menyangga kelompok sel sekresi yang berderet memanjang mirip tali. Sel – sel endokrin di kelenjar paratiroid tersusun berderet. Terdapat dua jenis sel : sel principal (chief cell) dan sel oksifil. Sel principal merupakan sel polygonal kecil dangan inti vesicular dan sitoplasma pucat yang agak asidofilik. Mikroskop electron memperlihatkan granula – granula yang berbentuk tidak teratur dan berdiameter 200 – 400 nm di dalam sitoplasmanya. Granula ini merupakan granula – granula sekretoris yang mengandung hormon paratiroid, yang merupakan polipeptida dalam bentuk aktifnya. Sel – sel oksifil jumlahnya lebih sedikit. Sel oksifil bebentuk polygonal dan lebih besar dari sel principal; sitoplasmanya menganding banyak mitokondria asidofilik dengan Krista yang berlimpah.  Hormon PTH (parathormon) : 1. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah 2. Meningkatkan absorbsi kalsium dan fosfat oleh usus halus 3. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan ekskresi fosfat oleh ginjal d. Kelenjar Pankreas Dalam kelenjar pancreas terdapat beberapa sel penghasil sebagai berikut: 1. Sel alfa mensekresi glukagon, yang dapat meningkatkan kadar gula darah 2. Sel beta mensekresi insulin, yang dapat menurunkan kadar gula darah 3. Sel delta mensekresi somatostatin, atau hormon penghalang hormon pertumbuhan, yang menghambat sekresi glukagon dan insulin. 4. Sel F mensekresi polipeptida pankreas, yang berguna untuk menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi

beberapa enzim pankreas, mengontrol absorbsi nutrien. Hormon yang dihasilkan dalam pancreas adalah sebagai berikut:  1. 2.  Insulin : Glukagon Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa dalam hati Meningkatkan penggunaan asam amino yg berlebihan dan Lemak sebagai sumber energi

1. Meningkatkan transpor glukosa ke dalam sel dan penggunaannya untuk produksi energi 2. Meningkatkan pengubahan glukosa yang berlebihan menjadi glikogen di hati dan otot 3. Meningkatkan transpor asam amino dan asam lemak ke dalam sel dan penggunaannya dalam reaksi sintesis

Pancreatic polypeptide (PP)  menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi produksi beberapa

enzim pankreas, mengontrol absorpsi nutrien. E. Kelenjar Adrenal Merupakan sepasang organ yang terletak di dekat kutub atas ginjal dan terbenam dalam jaringan lemak. Strukturnya gepeng dan berbentuk bulan sabit. Pada manusia memiliki panjang 4 – 6 cm, lebar 1 – 2 cm, dan tebal 4 – 6 mm, berat kurang lebih 8 gr. Terdiri dari 2 lapisan konsentris : 1. Nuklei Berwarna kuning, merupakan kortex adrenal, pada saat pembentukan embrio berasal dari mesoderm intermediet selom. 2. Lapisan Pusat Berwarna coklat kemerah-merahan, merupakan medula, pada saat pembentukan embrio berasal dari kristaneuralis. Kelenjar adrenal disuplai oleh sejumlah arteri yang masuk di berbagai tempat disekitar tepinya. Cabang arteri membentuk Pleksus Subkapsularis (tempat asal 3 kelompok pembuluh : Areri Simpai, Arteri Kortex, dan Arteri Medula). A. Kortex Adrenal Terdiri atas 3 bagian berdasarkan penampilan yang berbeda-beda. Yaitu zona glomerolusa, zona fasikulata, dan zona ratikularis. a. Zona Glomerolusa 15 % dari volume total kortex adrenal. Terletak tepat dibawah simpai jaringan ikat. Sel-selnya berbentuk silindris atau piramidal yang tersusun berhimpitan membentuk deretan bundar atau melengkung yang dikelilingi oleh kapiler. b. Zona Fasikulata 65 % dari volume total kortex adrenal. Sel-selnya tersusun berupa deretan lurus, setebal 1 atau 2 sel yang berjalan tegak lurus terhadap permukaan organ. Sel-selnya berbentuk polihedral, sitoplasmanya mengandung banyak lipid, sehingga nampak bervakuol. c. Zona Retikularis 7 % dari volume total adrenal. Merupakan lapisan koertex yang terdalam, terletak diantara zona fasikulata dan medula. Bentuk sel-selnya tidak teratur. Hormon Kortex dan kerjanya Kortex mensekresikan steroid. Steroid yang dihasilkan macamnya adalah Glukokortiroid, Mineralokortikoid, dan Androgen.  Glukokortikoid Hormon spesifiknya adalah kortisal dan kortikosteron. Disekresikan oleh zona fasikulata dan zona retikularis. Fungsi secara umum yaitu mengatur jalannya metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Di dalam hati, glikokortikoid meningkatkan masukan dan penggunaan asam lemak (sumber energi), asam amino (sintesis enzim), dan karbohidrat (sinsesis glukosa). Sintesis glokosa mengakibatkan kadar gula naik dan memungkinkan terjadinya Diabetes Melitus. Akan tetapi, di luar hati, yaitu di orga-organ perifer (kulit, otot, dan jaringan lemak), menginduksi efek kebalikannya (efek katabolik).

kelenjar air liur dan kelenjar keringat. Terdapat sel-sel ganglion parasimpatis. dan konsumsi oksigen meningkat 2. Mekanismenya adalah : Stimulus  Hipotalamus (Eminensia Mediana)  Memproduksi CRH  CRH merangsang hipofisis untuk mensekresikan ACTH  ACTH merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan Glukokortikoid  Inhibisi ACTH dan CRH. Menyebabkan vasokonstriksi kulit. Dehidroepiandrosteron merupakan hormon yang paling banyak disekresikan dan merupakan androgen yang lemah. Merangsang pertumbuhan pembuluh darah di endometrium Estrogen disekresi oleh folicel cells  Hormon Progesteron  membantu menyimpan glikogen dan pertumbuhan pembuluh darah pada endometrium Progesteron disekresi oleh corpus luteum  hipotalamus Hormon Inhibin  membantu menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior dan GnRh oleh  Relaxin  merelaksasi otot cervic. B. Meningkatkan frekuensi jantung dan kekuatan kontraksi jantung 3. Mineralokortikoid bekerja pada tubulus distal ginjal. Membantu pematangan ovum di folikel ovarium 2.Fungsi lain yaitu : Glikoneogenesis  Merangsang sintesis glikogen dari prekursor non-karbohidrat. Hormon yang utama yaitu Aldosteron (dirangsang oleh Adenoglomerulotropin) yang berfungsi utuk mempertahankan kesetimbangan elektrolit (Ion Kaliun dan Natrium) dan air.  Mineralokortikoid Dihasilkan oleh zona glomerolusa pada kortex adrenal. fungsi imunitas.visera dan otot dan Epinefrin 2. Menurunkan peristaltis 5. merangsang perkembangan kelenjar mamae . Meningkatkan laju respirasi sel  Hormon epinefrin 1. metabolisme. Frekuensi jantung. Kadar gula darah meningkat melalui stimulasi glikogenolisis pada hati dan simpanan glikogen otot 3. Glikogenesis  Perakitan molekul glukosa menjadi glikogen. Ovarium Sel yang mensekresi hormone pada ovarium adalah sebagai berikut:  Hormon Esterogen 1.  Androgen Hormon yang utama adalah Dehidroepiandrosteron dan Andostemedion. Pembuluh darah pada kulit dan organ . Mendilatasi bronkiolus 4. Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi 9. Medula menyimpan dan mengumpulkan hormonnya dalam granula.organ viseral berkonstriksi sementara pembuluh otot rangka dan otot jantung berdilatasi f. Medula Adrenal Terdiri atas sel-sel parenkim polihedral yang tesusun berupa deretan yang jaringan serat retikulin. Hormon ini bekerja saat dikonversi pada testosteron. Menyebabkan vasokonstriksi kulit dan visera 8. mukosa lamung. Hormon yang dihasilkan adalah:  Hormon Norepinefrin 1. Menyebabkan vasodilatasi otot skelet 7. Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa 6. Sel parenkimnya memiliki banyak granula sekretoris.

Relaxin disekresi oleh corpus luteum g. Testis 1.5’-monofosfatsiklik (cAMP) sebagai pengantar pesan kedua. Kolesistokinin (CCK)  Merangsang kontraksi kandung empedu & melepaskan enzim pancreas l. Siklus alami produksi melatonin mungkin berkaitan dengan irama beberapa proses fisiologis harian. Setiap molekul cAMP mengaktivasi berbagai molekul cAMP-dependen protein kinase yang sesuai. 3. Aktivase enzim oleh protein kinase mengakibatkan efek fisiologis dan reaksi kimia. Lambung Peptida Natriuretic Atrium (ANP)  Meningkatkan ekskresi natrium oleh ginjal dan menurunkan tekanan  k. Eritropoierin  Meningkatkan produksi eritrosit. mempengaruhi pelepasan melatonin. Hormon Inhibin  menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior h. Produksi melatonin terendah terjadi pada siang hari dan terbesar pada malam hari.molekul dari berbagai hormon protein dan polipeptida ( pembawa pesan pertama ) berikatan dengan reesptor tetap pada permukaan sel yang spesifik untuk hormon tersebut. terlibat dalam “circadian rhythms” Intensitas dan durasi cahaya lingkungan. Adiposit     Leptin  Menghambat nafsu makan dan merangsang termogenesis m.  Mekanisme mineral hormone pertumbuhan 1. b. Hormon Testosteron  membantu pematangan sperma di tubulus seminiferus testis 2. GH berhubungan dengan IGF-I. cAMP terurai dengan cepat oleh enzim intraelular fosfodisterase. Kompleks hormon-reseptor pertama sebagai hormon. MEKANISME KERJA HORMON  Mekanisme kerja hormone secara global Molekul .Ini akan membatasi durasi efek cAMP. Renin  mengatalisis perubahan angiotensinogen menjadi angiotensin I (bertindak sebagai enzim) 2. Kelenjar Timus  adrenoglomerulotrophine  menstimulasi adrenal korteks untuk mensekresi aldosteron  Hormon timosin  maturasi dan kompetensi fungsi dari sistem imun pada limfosit 2. Sekretin  Menstimulasi sel asinar pancreas untuk melepaskan bikarbonat dan air. 1.25 Dihidroksikolekalsiferol  Meningkatkan absorpsi kalsium & mineralisasi tulang. yang mencapai kelenjar melalui kolateral jalur penglihatam. n. anggota famili gen yang mirip insulin dan secara struktural serupa Peptida lain yang berhubungan adalah IGF-II. dengan proinsulin menstimulasi pembentukan adenosin 3’. bergantung pada sifat bawaan sel. yang dapat menyampaikan pasan . 2. Ginjal 1. i. Kelenjar Pineal melatonin  emiliki efek inhibisi terhadap pelepadan gonadotropin dan menghambat produksi melanin Melatonin disekresi oleh sel pinealocytes Pengendalian produksi melatonin : oleh melanosit di kulit. Usus halus Gastrin  Menstimulasi sekresi Hcl oleh sel parietal a. Jantung  darah j.

Neuron . sehingga orang yang memiliki IGF-I yang kurang tidak akan mengalami pertumbuhan yang normal. Efek ini berhubungan dengan kerja GH di tulang karena GH mendorong pertumbuhan tulang panjang di lempeng epifisis pada anak-anak yang sedang tumbuh dan merangsang pertumbuhan tambahan serta pertumbuhan aktal pada orang dewasa 3. protoplasmic astrocytes.kebanyakan glial sel menyangga jaringan dengan mengelilingi sel saraf atau membatasi struktur tertentu di otak dan tulang belakang.menghubungkan neuron dengan pembuluh darah. dan sedikit tipe dlial sel yang memberikan fungsi special contoh: memproduksi fospolopid penutup yaitu myelin dan oligodendroglia. K-. Astrocytes a. 4. 3. IGF-I berhubungan langsung dengan efek hormon pertumbuhan. fibrous astrocytes. Fungsi: menyangga dengan membentuk barisan jaringan ikat semirigid di antara neuron di (SSP) dan memproduksi selubung myelin di sekitar akson neuron. mengatur b. Olygodendrocytes Mempunyai kesamaan dengan astrocytes namun mempunyai proses yang pendek dan sedikit. ditemukan di substansi putih (SSP) Keduanya berfungsi: Memutar di sekitar saraf untuk menjaga jaringan dalam system saraf pusat.biasa disebut dengan brain macrophages. Fungsi : menyelubungi dan memusnahkan mikroba dan cellular debril.yang lain menghubungkan saraf dengan pembuluh darah. Berfungsi sebagai penyangga dan pelindung. 4. Macam-macam Neuroglia: 1.3. Ependymocytes Sel epitel yang tersusun selapis dan teratur berbentuk pipih hingga columnar dan banyak yang bersilia Fungsi: membentuk garis epitel bersambung otak. Neuroglia (glial cells) Berada pada system saraf pusat.berikiran 5-10 kali lebih kecil dari neuron. magnesium. - GH atau mungkin lagi IGF-I meningkatkan positif kalsium. dan menimbulkan retensi Na . dan fosfat. merupakan derivate ectoderm. HISTOLOGI SARAF a. biasanya menetap namun bisa berpindah ke tempat yang terluka.dan membantu mengontrol aliran darah di otak 2. ditemukan di substansi kelabu (SSP) b. Mycroglia Sel kecil yang merupakan derivate monosit. untuk cairan ventrikel sirkulasi serebrospinal.bisa bermigrasi ke area yang terluka dari saraf dan berfungsi sebagai makrofag kecil. dan Cl-.

Permukaan dendrite penuh dengan neuron dendrite untuk berhubungan dengan neuron lain. diputuskan terus atau tidak suatu potensial aksi. Tidak ada RER dan ribosom sehingga bergantung pada badan sel. MACAM DAN FUNGSI SARAF  Berdasarkan fungsi: . Badan Nissl ada dalam RER dan Ribosom yang nampak bergranula dan bersifat basofilik. Aksoplasma mengandung mitokondria. Pada akson bermielin. Kebalikan dari aliran Anterograd yaitu aliran Retrograd (dari akson menuju badan sel). Namun ada juga yang tidak memiliki (neuron-neuron yang ada di SSP). Badan Golgi dan Mitokondria tersebar di badan sel. Ditemukan di kebanyakan neuro. Akson besar memilikilapusan dalam disebut myelin akson yang tampak berwrna putih disebut serabut termielinasi. Membran plasma di akson disebut aksolemma dan isinya disebut aksoplasma. Neuro fibrik dan badan niddl memanjang ke dalam dendrite. mikrotubulus.1. 4. 3. Terdapat badan Nissl. 2. Makromolekul dan organel disintesis dalam badan sel dan diangkut secara kontinyu disepanjang akson ke bagian terminalnya oleh aliran Anterograd. Sel Schwan Semua akson di dalam sistem saraf perifer di bingkus dengan lapisan schwan. Fungsinya menyalurkan impuls saraf dan mengendalikan metabolisma seluruh neuron. Dalam system saraf perifer sel schwan melingar dalam bentuk jeli. Mielin berfungsi sebagai insukator listrik dan mempercepat hantaran saraf. Bercabang-cabang sehingga memperluas daerah penerimaan. Segmen ini sebagai tempat berkumpulnya stimulus yang merangsang atau menghambat. Nodis ranvier merupakan celah diantara sel schwan yang berdekatan. biasanya mengangkut virus dan toksin. Akson Dimiliki oleh beberapa neuron. Dendrit Merupakan bagian yang meneriam banyak sinaps dan sebagai tempat penerimaan sinyal. Badan sel Disebut juga perikarion. dan mikrofilamen. Fungsi: menyalurkan impuls dari badan sel ke neuron lain Origo Akson: akson yang beradal dari badan sel pada hillock akson 4. berfungsi untuk menghantarkan impuls ke seluruh tubuh. terutama neuron motorik. daerah titik awal muara akson dengan awal mielinisasi disebut segmen inisial. Perpanjangan sitoplasma yang biasanya berganda dan pendek. Ada 3 kecepatan dalam aliran Anterograd:  Lemah / Lambat : Mengangkut protein dan mikrofilamen  Sedang : Mengangkut mitokondria  Cepat (100 kali lebih cepat) : mengangkut neurotransmitter. Spina dendrit merupakan daerah ujung dendrit yang kebanyakan menerima sinaps.

sedangkan belahan otak kanan akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kiri tubuh. yaitu bagian dahi (lobus frontalis). bagian ubun-ubun (lobus parientalis). Otak dibagi menjadi tiga daerah. Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet). yaitu belahan otak kiri akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kanan tubuh. SISTEM SARAF PUSAT 1. yaitu lapisan luar (korteks) yang berisi badan neuron dan lapisan dalam yang berisi serabut saraf baik dendrit maupun neurit. bipolar  memiliki 1 akson dan 1 dendrit c. sedangkan aksonnya dapat sangat panjang. Otak besar terbagi menjadi empat bagian. Otak besar mengisi penuh bagian depan atas rongga tengkorak. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. Pembagian otak seperti ini tampak jelas pada masa perkembangan embrio. Antara bagian dahi dan ubun-ubun dipisahkan oleh celah yang disebut fisura Rolando. motorik/eferen Berfungsi mengirimkan impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Selain itu. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. a. yaitu belahan kiri dan belahan kanan. dan otak belakang. dan terdiri dari dua belahan yang bekerja secara berlawanan. Sedangkan pada manusia dewasa tidak tampak jelas karena masing-masing daerah terdiri dari beberapa bagian atau lobus. yaitu otak depan. Pada tali spinal (jalur antara otak dengan sumsum tulang belakang) terjadi pindah silang sehingga terjadi kebalikan system pengendalian. Kedua belahan tersebut dihubungkan oleh balok otak yang berongga (ventrikel) yang berisi cairan getah bening( cebrospinal). multipolar  memiliki akson dan dendrit lebih dari satu A. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi. . bagian pelipis (lobus temporalis). OTAK Otak manusia terdiri dari dua belahan (hemisfer). Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya. otak besar juga tersusun oleh dua lapisan. Antara bagian dahi dan pelipis dipisahkan oleh celah silvius.  Berdasarkan strukturnya. yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). dan bagian belakang kepala (lobus oksipetalis).sensorik/aferen Berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat. Otak Besar Otak besar (cerebrum) merupakan bagian terluas dari otak yang berbentuk ovale. a. unipolar  memiliki 1 akson bercabang b. otak tengah. asosiasi/intermediet Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi.

X. Hipotalamus yaitu bagian pengatur suhu tubuh dan juga pengatur rasa mengantuk. sumsum lanjutan (medulla oblongata).. Setiap aktivitas akan dikendalikan oleh bagian yang berbeda. pernapasan. Otak kecil berfungsi mengatur sikap dan posisi tubuh. Pada bagian otak besar terdapat daerah asosiasi. berisi serabut saraf yang menghubungkan antara bagian kiri dan kanan otak kecil. batuk. tekanan darah. kesadaran.  Daerah pelipis terdapat pusat bicara dan juga terdapat pusat pendengaran. terdiri atas dua belahan yang berliku-liku sangat dalam dan terletak diobawah bagian otak belakangg. Mentransmisi impuls ke dan dari otak melalui traktus asenden dan desenden. b. c. bahkan kepercayaan kepada sesuatu yang bersifat metafisik. Otak tengah Otak tengah (mesencephalon) manusia berukuran kecil dan terletak di depan otak kecil. MEDULLA OBLONGATA Letaknya menjulur dari pons sampai medulla spinalis dan terus memanjang. tekanan darah. b. emosi. Ketiga bagian otak belakang tersebut membentuk batang otak. Struktur umum Medulla spinalis 31 satu pasang saraf spinal keluar dari area urutan korda melalui foramina intervertebral . Pada otak tengah terdapat saraf okulomotoris (saraf yang berhubungan dengan pusat pergerakan mata). kepribadian. Bagian ini berakhir pada area foramen magnum tengkorak.  Daerah ubun-ubun. Otak kecil Otak kecil (serebelum).  Daerah pelipis dan ubun-ubun mengendalikan kemampuan berbicara dan bahasa. yaitu penerima dan penerus impuls yang dating dari saraf perifer dan meneruskannya ke pusat sensorik pada bagian korteks otak.  Daerah belakang kepala merupakan pusat penglihatan dan dapat menyampaikan memori tentang apa yang dilihat. yang terdiri dari thalamus. yaitu pangkal dari hipofisis (kelenjar endokrin). suhu tubuh. tampak seperti ujung yang bengkak pada tali spinal dan berfungsi sebagai pusat pengatur reflex biologis misalnya detak jantung. selain pusat berbicara dan juga pusat untuk merasakan dingin. keinginan. antara lain pernafasan. MEDULLA SPINALIS  Fungsi: a. yang merupakan lanjutan dari akson pada pedunkulus serebral  Medulla dorsal atau posteriorterdiri sebagian dari lanjutan traktus sensorik  Pusat medulla (vital)nuklei yang berperan dalam pengendalian fungsi seperti frekuensi jantung.  Nukleiasal saraf cranial IX. serta mengatur koordinasi gerakan otot. d.  Medulla anterior atau ventralterdiri dari tonjolan substansi putih disebut pyramid.Otak besar merupakan pusat saraf utama karena berperan dalam pengaturan seluruh aktivitas tubuh. tersusun oleh empat bagian yang menonjol. keseimbangan kerja otot dan rangka. Di antara belahan otak besar terdapat otak depan. kecerdasan. dua tonjolan ke atas dan dua tonjolan ke bawah. menelan dan muntah. dan tekanan darah serta infundibulum. yaitu bagian yang menghubungkan anatara bagian sensorik dan motorik. gerak alat-alat pencernaan. 2. Otak tengah memiliki bagian dorsal yang disebut atap. yaitu jembatan varol (pons varolli). Otak Belakang Otak belakang memilki tiga bagian utama. yaitu:  Daerah dahi yang berhubungan dengan kemampuan berpikir. XI dan XII terletak dalam medulla 3. ingatan. daya khayal. dan menghubungkan antar otak kecil dengan korteks otak besar.  Mengendalikan berbagai aktivitas reflex dalam tubuh. daya cipta. panas dan rasa sakit.

Bagian ini mengandung Tanduk lateral adalah protrusi di antara tanduk posterior dan anterior pada area toraks Komisura abu-abu menghubungkan substansi abu-abu di sisi kiri dan kanan medulla spinalis ini mengandung badan sel yang menerima sinyal melalui saraf spinal dari neuron sensorik. VII (facial) N. Reflek peregangan  bahwa otot yg terenggang akan berkontraksi secara otomatis (misal ketukan pada tendon patela tepat di bawah tempurung lutut eksistensi tungkai bawah) Reflek fleksor (penarikan)  stimulasinya rasa nyeri dan adanya kemungkinan bahaya sehingga respon yang timbul menghindari hal tersebut (otak tidak perlu membuat keputusan untuk melindungi tubuh) B. dan dari ganglion masuk menuju sumsum tulang Tipe Sensori Sensori Motori Motori Mix Motori Mix Sensori Mix Mix Motori Motori Fungsi Pencium Penglihat Penggerak otot kelopak mata dan bola mata Penggerak otot mata Sensori: otot wajah dan mulut Motori: menguyah Pergerakan mata Sensori: merasa Motori: otot wajah dan kelenjar saliva Pendengaran dan keseimbangan Sensori: perasa Motori: menelan Saraf utama untuk sistem saraf parasimpatetis Menelan dan menggerakkan kepala dan pundak Penggerak otot lidah Merupakan saraf tak sadar. SARAF OTONOM a. IV (trochlear) N. SARAF SOMATIK a. Saraf spinal  Cervical (C1-C8)  Thoracic (T1-T12)  Lumbar (L1-L5)  Sacral (S1-S5)  Coccygeal (Co1) b. X (vagus) N. b. SISTEM SARAF TEPI 1.  neuron motorik yang aksonnya mengirim impuls melalui saraf spinal ke otot dan kelenjar. Ke 25 pasang ganglia itu terdapat di sepanjang tulang belakang sebelah depan. III (oculomotor) N. V (trigeminal) N. Bagian Tanduk abu-abu anterior (ventral) adalah batang vertical bawah. XII (hypoglossal) 2. VI (abducents) N. Dibedakan menjadi dua. Bagian ini mengandung badan sel neuron system SSO. Struktur internal medulla spinalis a. Saraf kranial Nama N. I (olfaktori) N. yakni saraf parasimpatik dan saraf simpatik. dan lumbal system saraf perifer. VIII (auditori) N. II (optic) N. mulai dari ruas leher terbawah sampai pada tulang ekor. IX (glossopharyngeal) N. Susunan saraf simpatik Berupa 25 pasang simpul saraf atau ganglia. bentuknya seperti huruf H Batang atas dan bawah huruf H disebut tanduk Tanduk abu-abu posterior (dorsal) adalah batang vertical atas substansi abu-abu. Gerak Reflek Pada Medula Spinalis  Ada 2 reflek yang terjadi : a.  c. Ganglia-ganglia ini berhubung-hubungan dengan sistem saraf pusat melalui sumsum tulang punggung dengan menggunakan cabang-cabang penghubung yang bergerak le luar dari sumsum tulang punggung menuju ganglion. . XI (accessory) N.  Kanal sentral berukuran kecil dikelilingi oleh substansi abu-abu. b.

Susunan saraf parasimpatik Berupa jaring-jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglia yang terbesar di seluruh tubuh. membran sel neuron memiliki sebuah potensial yang disebabkan oleh banyaknya konsentrasi ion Kalium dan sedikitnya konsentrasi ion Natrium di dalam sel. yaitu aksosomatik (antaran akson dengan badan sel). Dalam keadaan istirahat. Proses ini kurang lebih terjadi dalam waktu 5 mili detik. aksodendritik(antara akson dengan dendrit). . Fungsi susunan saraf simpatik antara lain:  Mempercepat denyut jantung  Memperlebar pembuluh darah  Mempertinggi tekanan darah b. Potensial listrik itu sebesar -65 mV dan disebut dengan Potensial Membran Istirahat. Jenis sinaps ada 3. dan neuropeptida. dan aksoaksonik (antara akson dengan akson lain).punggung. kemudian diteruskan ke badan sel dan menuju akson. Gambar : Potensial listrik pada membran sel pada saat dilewati impuls Komunikasi Sinaps (jalannya impuls antar neuron) Ujung akson yang menghantarkan impuls disebut daerah prasinaps. kebanyakan merupakan amin. Neurotransmitter merupakan zat yang berada dalam ujung akson yang berfungsi untuk komunikasi sinaps. darah beredar lebih cepat. jantung. susunan saraf parasimpatik berlawanan dengan susunan saraf simpatik. amino. Secara fungsional. Sebelum impuls menjalar. 5. pembuluh darah dan lainnya. Contoh: Misalnya setelah berlari jantung berdenyut lebih cepat. sampai kembali ke keadaan semula. Dari tiap ganglion keluar urat saraf ke paru-paru. sedangakan dendrit atau badan sel yang menerima rangsang atau impuls dari ujung akson disebut pascasinaps. ginjal. saraf parasimpatik memperlambat aktivitas itu sedikit demi sedikit. alat pencernaan. Kemudian ketika Impuls menjalar  Kanal Ion Natrium membuka  ion natrium masuk ke dalam sel  Potensial naik menjadi 30 mV  kenaikan potensial menyebabkan kanal Ion Kalium membuka  Ion Kalium keluar dari sel  Potensial kembali menjadi -65 mV (Potensial Membran Istirahat). MEKANISME JALANNYA IMPULS Ketika sinyal dieriam oleh reseptor.

Neurotransmiter yang lepas tadi dirombak melalui pemecahan enzimatis. NEUROTRANSMITTER Definisi Neurotransmitter merupakan suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari prasinapsis ke post sinapsis atau pasca sinapsis Macam-macam Bersifat eksitasi:  asetilkolin  berada di seluruh tubuh  norepinephrine  berada dalam system saraf  dopamine  berada dalam otak  glutamate  salah satu asam amino esensial  histamine  salah satu asam amino esensial Bersifat inhibisi:   gamma aminobutyric acid (GABA)  berada pada jaringan otak glisin  berada pada medulla spinalis . Membran neuron sangat permeabel terhadap ion K+ dak klor (Cl-). ion tersebut meninggalkan molekul protein bermuatan negatif yang terlalu besar untuk dapat berdifusi melalui membran. Saat ion K+ bermuatan posistif keluar dari sel.Jalannya komunikasi sinaps: Impuls saraf  Mmenjalar sepanjang membran sel  terjadi depolarisasi  Kanal Kalsium membuka  ion kalsium masuk  masuknya kalsium memicu eskositosis neurotrnsmitter yang berada dalam vesikel  neurotransmitter lepas dan kemudian beraksi dengan reseptor yang berada di daerah pascasinaps  depolarisasi membran pascasinaps  impuls tersampaikan. Membran ini impermeabel terhadap molekul protein intraselular besar yang bemuatan negatif. Hal ini mengakibatkan bagian dalam sel mengalami elektronegatifitas. serta perbedaan permeabilitas membran terhadap ion ini dan ion lain . maka difusi ion K+ keluar dari sel lebih cepat daripada difusi ion Na+ ke dalam sel. Konsentrasi ion K+ di dalam membran sel lebih tinggi daripada di luar sel. konsentrasi ion Na+ di luar membran sel lebih tinggi daripada di dalam sel karena tingkat permeabilitas membran terhadap ion K+ sekitar 75 kali lebih besar daripada ion Na+. Potensial Istirahat / Potensial Membran Polarisasi ( potensial istirahat ) disebabkan oleh konsentrasi ion natrium (Na+) dan Kalium (K+) yang tidak seimbang di dalam dan di luar sel. difusi atau endositosis. serta relatif impermeable terhadap ion Na+.

dan bronkiolus terminalis. Ada 5 jenis sel epitel respirasi. Bagian Respirasi Meliputi bronkiolus respiratris. 2. Sel goblet mukosa 3. yaitu : 1. serotonin  menghambat dan mengontrol keinginan tidur. laring. bronkiolus. nasofaring. yaitu : 1. duktus alveolus. Sel bergranul kecil . trakea. dan mempengaruhi kesadaran Mekanisme mata dapat melihat benda Bayangan  Mata Cahaya menembus bagian mata  Kornea  Aqueus humor Lensa  Badan vitreus  Merangsang ujung ujung saraf retina saraf opticus II  Ke otak lobus oksifitalis  membentuk benda SISTEM PERNAFASAN Alat-alat respirasi Terdiri dari dua bagian utama. Sel basal 5. lapar. Sel sikat 4. bronkus. Bagian Konduksi Meliputi rongga hidung. Sel silindris berlapis banyak (paling banyak) 2. Epitel respirasi Sebagian konduksi dilapisi oleh epitel silindris berlapis dan mengandung banyak sel goblet. dan alveoli.

aritenoid) dan tulang rawan elastik (epiglottis. krikoid. Pengondisian udara dalam rongga hidung: Vibrisa menyaring debu. inferior).A. Fungsinya adalah sebagai penyokong (menjaga agar jalan nafas tetap terbuka). . Di sekitar permukaan nares terdapat kelanjar sebasea. Bagian Konduksi 1. yaitu bagian Vestibulum dan Fosa Nasalis. Laring Merupakan tabung tak teratur yang mengubungkan faring dengan trakea. Faring 4. lapisan mucus fosa nasalis menyaring zat renik dan berbagai gas. Dalam rongga hidung ini juga terdapat reseptor olfaktorius yang mendeteksi uap kimiawi yang diinhalasi yang disebut nervus olfaktorius melewati tulang etmoidalis menuju otak. mucus dan secret serosa melembabkan udara yang masuk. terdapat 3 tonjolan yang disebut dengan konda (superior. kelenjar keringat. dan vibrissa (rambut pendek). ujung aritenoid). Nasofaring Merupakan bagian pertama faring. Bagian Vestibulum merupakan bagian yang paling anterior dan paling lebar dari rongga hidung. 3. 2. media. sebagai katup untuk mencegah masuknya makanan atau cairan yang Memiliki fungsi sebagai jalan masuknya udara ke laring dan masuknya makanan ke esofagus. Terdiri dari tulang rawan hyaline (tiroid. Sedangkan bagian fosa nasalis. Rongga Hidung Terdiri dari 2 bagian.

Tetapi di bagian muara. Sedangkan retikulin berfungsi sebagai penunjang yang mencegah perkembangan secara berlebihan dan pengerusakan kapiler-kapiler halus dan septa alveolar yang tipis. terdapat ligament fibroelastis (mencegah distensi berlebihan dari lumen) dan berkas otot polos (pengaturan lumen) yang terlihat pada lapisan periosteum. Diantara ujung hyaline yang berbentuk C. Selain itu. duktus alveolus. Bagian ini merupakan daerah peralihan bagian konduksi dan respirasi. Duktus Alveolaris Merupakan saluran yang makin ke distal dengan jumlah muara alveolus yang semakin tambah banyak. Serat elastic yang berfungsi memungkinkan alveolus dapat mengembang pada saat terjadi inspirasi dan kontraksi secara pasif pada wakti ekspirasi. Setiap bronkiolus bercabang 5 – 7 bronkiolis terminalis. 2 cabang di kiri). Bronkus Respiratoris Setiap bronkiolus terminalis. Katup yang mencegah masuknya makanan atau cairan yang ditelan adalah epiglotis atau yang sering disebut dengan anak tekak. . 5. Bronkus Trakea bercabang menjadi 2 bronkus primer. Alveolus Merupakan penonjolan (evaginasi) dengan bentuk mirip kantung dengan diameter kurang lebih 200 mikro meter. Bronkus primer masuk ke setiap lobus paru-paru (3 cabang di kanan. 6. dan sakus alveolus. Terdapat banyak alveolus yang merupakan tempat pertukaran gas. B. Alveoli bertanggung jawab atas struktur berongga dalam paru-paru.ditelan. sel epitel menyatu dengan sel-sel alveolus yang gepeng. Trakea Dilapisi oleh cincin tulang rawan hyaline yang berbentuk C  menjaga supaya lumen trakea tetap terbuka. dan juga sebagai fungsi fonasi (penghasil suara). 2. Dilapisi sel-sel pipih yang sangat halus. bercabang 2 atau lebih bronkiolus respiratoris. Pada lamina propia terdapat otot polos. alveoli juga merupakan tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida. 3. Dilapisi oleh sel epitel kuboid bersilia dan sel clara. Terdapat kelenjar seromukosa yang menghasilkan mucus yang lebih cair. terdapat pada bronkus respiratoris. Bagian Respirasi 1. Trakea ini juga dilapisi oleh pseudostratified ciliated columnar epithelium. Bagian ujung cabang disebut bronkiolus. pada matrix terdapat serat-serat elastin dan kolagen (sebagai penunjang).

Dalam pernapasan. Didalam paru-paru terdapat bronkus dan bronkiolus. sehingga udara luar masuk melalui hidung. Otot interkostal eksternal mengangakat iga ke atas dan ke depan saat berkontraksi sehingga memperbesar rongga toraks ke arah anterior dan superior. Pelembaban udara di sepanjang saluran pernapasan. Mekanisme Pernafasan Inspirasi Pada saat inspirasi. yaitu paru-paru kiri dan paru-paru kanan. 4. Ekspirasi Ekspirasi pada pernapasan dipengaruhi oleh relaksasi otot dan disebut proses pasif. Udara alveolus hanya sebagian diganti oleh udara atmosfer tiap kali bernapas. Diafragma melengkung ke arah toraks. Rongga dada pun mengecil. Oksigen secara terus menerus diabsorbsi oleh alveolus kedalam darah paru paru 3. Pada ekspirasi dalam. Pembuluh-pembuluh halus ini berakhir pada gelembuggelembung halus yang disebut alveolus (alveoli=jamak). otot interkostal internal menarik kerangka iga ke bawah dan otot abdomen berkontraksi sehingga mendorong isi abdomen menekan diafragma. bronkus dan masuk ke paru-paru. serratus anterior dan otot skalena juga akan memperbesar rongga toraks. 2. . Bronkiolus diparu-paru bercabang-cabang lagi membentuk pembuluh-pembuluh halus. Paru-paru kiri terdapat dua gelambir dan paru-paru kanan terdapat tiga gelambir. Udara Alveolus tidak sama dengan udara atmosfer. trakea. otot otot sternokleidomastoid. Hal ini disebabkan oleh : 1. Paru-paru pun mengembang. pektoralis mayor. CO2 berdifusi terus menerus ke dalam alveoli. otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar.Pulmo (paru-paru) Paru-paru terdiri oleh dua bagian. akibatnya udara dalam paruparu terdorong keluar.

Difusi gas melalui membran pernapasan (sawar udara-darah) Proses difusi gas pada alveolus bergantung pada prinsip fisika yaitu tentang tekanan parsial (hukum henry). Pembebasan CO2 dari HCO3 dikatalis oleh enzin karbonat anhidrase yang terdapat pada eritrosit. Kecepatan masuknya oksogen baru ke dalam paru-paru. Karbon dioksida berdifusi dengan arah yang berlawanan. namun kebalikannya. 3. Sitoplasma sel endotel. Secara umum proses difusi oksigen dan karbon dioksida tidak lepas dari prinsip tekanan parsial ini. Pada saat udara masuk kedalam alveolus. Tekanan parsial karbon dioksida dalam darah lebih tinggi dari pada di alveolus. Maka Oksigen akan berdifusi masuk ke dalam alveolus. Membran pernapasan (sawar udara-darah) Terdiri dari 3 lapisan yaitu : 1. Oksigen baru juga secara terus-menerus dihirup masuk ke dalam alveoli dari atmosfer. . 2.Konsentrasi Oksigen dalam Alveolus Oksigen diarbsorbsi dari alveoli ke dalam darah paru secara terus menerus. Kecepatan absorbsi oksigen dalam darah 2. Lamina basal alveolar dan endotel yang menyatu. tekanan oksigen dalam alveolus meningkat. Pada karbon dioksida juga sama. Konsentrasi Karbon Dioksida dalam Alveolus Peningkatan konsentrasi karbon Dioksida berbanding lurus dengan dengan kecepatan ekskresi Karbon Dioksida dan berbanding terbalik dengan ventilasi alveolus. sedangkan tekanan parsial oksigen dalam kapiler darah lebih rendah (karena oksigen sudah digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh). Lapisan permukaan dan sitoplasma sel alveolus. Oksigen dari udara alveolus masuk ke dalam darah kapiler. Jadi konsentrasi oksigen dalam alveolus dipengaruhi oleh : 1. sehingga karbon dioksida berdifusi masuk ke dalam alveolus.

2.Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi gas melalui membran pernapasan 1. Perbedaan tekanan diantara kedua sisi menbran pernapasan Yaitu merupakan perbedaan tekanan parsial gas dalam alveoli dan tekanan parsial gas dalam darah. CO2 lebih cepat 20 kali daripada O2. Sedangkan yang 2% menuju ke paru-paru lewat sirkulasi bronchial yang secara khusus member nutrisi pada sel-sel paru dengan tekanan 40 mmHg (saluran pintas). . Koefisien difusi Merupakan kelarutan gas dalam membran. Ketebalan membran Contohnya adanya cairan edema dalam mebran interstitial dan dalam alveoli dan penyakit paru yang menyebabkan fibrosis paru. Transpor oksigen dalam arteri 98% darah paru teroksigenasi sampai pada tekana parsial oksigen 104 mmHg  keseluruh tubuh. 4. Luas permukaan membran pernapasan Contohnya pada penyakit enfisema. 3. yaitu alveoli bersatu dengan alveoli yang lain sehingga lebar dinding (membrane pernapasan) keseluruhan berkurang.

Kapasitas Paru-Paru(Sloane) . Bika tekanan parsial O 2 tinggi (dalam kapiler paru). sebagian besar udara yang masuk ke alveoli adalah udara ruang rugi yang terutama berasal dari trakea dan bukan dari atmosfer. keadaan terengah-engah tidak meningkatkan ventilasi alveolar lebih dari yang dibutuhkan untuk mengendalikan gas-gas di dalam darah dalam jumlah yang sesuai. Proses terengah-engah sebenarnya diatur oleh pusat terengah-engah yang berhubungan dengan pusat pernapasan pneumotaksik yang berada dalam pons. 5. O2 bergabung secara longgar dengan heme Hb. Refleks inflasi Dalam dinding bronkus dan bronkeolus terdapat stretch receptor. saraf nomor tujuh atau nerve vagus dari reseptor di saluran nafas dan paru turut mempengaruhi laju pernafasan. Namun. Menghirup dan mengeluarkan napas dengan cepat. Impuls dikirim dari otak ke area inspiratory sehingga proses bernafas dilanjutkan. Satu dari sinyal ini menimbulkan keadaan terengah-engah. Kemampuan menahan nafas dibatasi oleh adanya cadangan H+ dan CO2 dalam darah. Jenis kelamin. dan apneustic area. stretch receptor tidak lagi terstimuli. Yaitu. sehingga sejumlah udara baru berasal dari luar mengadakan kontak dengan bagian atas saluran pernapasan. Stimuli kimia CO2 dan O2 Peningkatan CO2 akan meningkatkan H+ dan begitu pula sebaliknya. Pengaruh otak Kita dapat menghentikan nafas kita dalam waktu yang singkat. maka akan terjadi dissosiasi O2Hb. jika tekaana parsial O2 rendah. maka O2 akan berikata dengan Hb. Namun. Pneumotaxic area dan apneustic area mengkoordinasi masa transisi antara inspirasi dan ekspirasi. Peristiwa terengah-engah dihidupkan oleh pusat pengatur suhu di otak. proses ini akan mendinginkan darah di dalam saluran mukosa pernapasan sebagai akibat evaporasi dari permukaan mukosa. Kenaikan suhu tubuh dapat meningkatkan laju respirasi 6. Pada efeknya.Ikatan Oksigen-Hb Dalam darah. Fungsi Hb adalah sebagai buffer tekanan parsial Oksigen dalam darah. karena setiap pernapasan sangat dangkal. terutama evaporasi saliva dari lidah. 3. maka inspiratory dan apneustic area terhambat sehingga terjadi ekspirasi. bila darah menjadi terlalu panas. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pernafasan 1. Hal ini menyebabkan inspiratory dan apneustic area tidak lagi terhambat sehingga terjadi nafas baru. hipotalamus menimbulkan sinyal neurogenik untuk menurunkan suhu tubuh. Saat udara meninggalkan paru-paru setelah ekspirasi. Pada saraf kranial. area inspirasi terstimulasi. 2. Medullary rhytmicity area (area inspirasi dan ekspirasi) memiliki kemampuan untuk menentukan irama dasar respirasi. pada pria laju respirasinya lebih tinggi dibandingkan wanita Mekanisme Terengah-engah Mekanisme terengah-engah digunakan oleh binatang tingkat rendah sebagai alat untuk menghilangkan panas. Saat PCO3 dan H+ mencapai level tertentu. Oleh karena itu. Peregangan otot anus dapat meningkatkan laju respirasi 7. Saat reseptor ini meregang. 4. Pengaruh saraf Pusat respirasi terdapat pada medullary rhytmicity area. pneumotaxic area. ion H+ dapat mengubah laju pernafasan.

b. dan berfungsi untuk mengangkut darah. serangkaian pembuluh eferen yang semakin mengecil sewaktu bercabang. Kapiler. c. sambil membawa darah ke jantung. Volume residual penting untuk kelangsungan aerasi dalam darah saat jeda pernapasan. Volume Residual (VR) adalah volume udara sisa dalam paru .1 4.9 0.paru dengan inspirasi maksimum di atas inspirasi tidal. Volume tidal (VT) adalah normal udara yang masuk dan keluar paru . CDI berkisar 3100ml pada laki .2 6. Sistem kardiovaskular a. d. Volume Cdangan Ekspirasi (VCE) adalah volume udara ekstra yang dapat kuat dikeluarkan pada akhir ekspirasi tidal normal. Vena. Kapasitas Paru-Paru(Ganong) IRV (Inspiratory Reserve Volume) TV (Tidal Volume) ERV (Expiratory Reserve Volume) RV (Recidu Volume) Kapasitas Total Kecepatan nafas normal tiap menit: Bayi baru lahir Usia 12 bulan Usia 2-5 tahun Dewasa 30-40 30 24 10-20 Pria (L) 3. yaitu pembuluh darah terkecil. .rata volume ini pada laki .5 0.5 1.a. berupa jalinan saluran halus dan rumit yang saling beranastomosis dan dindingnya merupakan tempat berlangsungnya pertukaran zat antara darah dan jaringan. terbentuk dari penggabungan kapiler menjadi sistem saluran.paru estela melakukan ekspirasi kuat. Jantung.laki dan 380 ml untuk perempuan b.laki dan 1900 ml pada perempuan.7 1.laki sekitar 1200 ml dan pada perempuan 1000ml.3 0. Rata.0 Wanita (L) 1. dengan nutrien dan oksigen ke jaringan. Volume Cadangan Inspirasi ( VCI ) adalah volume udara ekstra yang masuk ke paru . untuk dipompa keluar lagi. VCE biasanya berkisar 1200 ml pada laki . yakni suatu organ yang berfungsi untuk memompa darah. VT pada dewasa muda sehat 500 ml untuk laki. Pembuluh darah Arteri. Ukurannya semakin besar ketika pembuluh ini mendekati jantung.2 SISTEM SIRKULASI Yang terlibat dalam sistem sirkulasi adalah: 1.paru selama ventilasi normal biasa.0 1.laki dan 800 ml pada perempuan.

2. arteri muskular dan elastis. Sistem Limfatik a. Organ pembentuk dan penyimpanan darah a. Darah. Makrovaskulatur. terletak dalam pembuluh limfe besar. Limfe b. berawal di kapiler limfe. kapiler. pembuluh dengan diameter lebih dari 0. Sumsum tulang d. venula pascakapiler). Jantung ANATOMI JANTUNG . Jarak semua sel tubuh dari sumber nutrisi ini tidak pernah melebihi satu milimeter. merupakan tempat terjadinya pertukaran antar darah dan jaringan sekitar pada keadaan normal dan pada poroses peradangan. 2.c. Mikrovaskulatur.1 mm (arteriol besar. 3. Pembuluh limfe. adalah cairan yang mengalir dalam pembuluh. vena muskular). (arteriol. Jaringan limfe Histologi sistem sirkulasi : 1. Kelenjar timus e. Nodus limfe. b. yaitu saluran buntu yang beranastomosis untuk membentuk pembuluh – pembuluh yang makin membesar. Hati c.

ujung bawah yang mengerucut (apeks) mengarah ke bahu kiri. b. Pelapis . 2. Ujung atas yang lebar (dasar) mengarah ke bahu kanan. Ukuran dan bentuk a.1. Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya.paru di bagian tengah rongga toraks. Dua pertiga jantung terletak di sebelah garis kiri midsternal. Jantung adalah organ berongga dan memiliki empat ruang yang terletak antara kedua paru . Bentuknya seperti kerucut tumpul. Jantung dilindungi medistinum.

Epikardium luar tersusun dari lapisan sel . dan menyambung dengan lapisan endotelial yang melapisi pembuluh darah yang memasuki dan meninggalkan jantung. Curah jantung terkadang disebut volume jantung per menit. Terdiri 2 macam ruang : a. sternum. 3. katup. Volume nya kurang lebih 5 liter per menit pada laki – laki berukuran rata – rata dan kurang 20% pada perempuan. Kantong ini melekat pada diafragma. Dinding jantung tersusun dari tiga lapisan : a. (1) Lapisan fibrosa luar pada perikardium tersusun dari serabut kolagen yang membentuk lapisan jaringan ikat rapat untuk melindungi jantung. b. . (2) Lapisan serosa dalam terdiri dari 2 lapisan. ventrikel = dinding tebal = pemompa (memompa darah) 5. Rongga perikardial adalah ruang potensial antara membran viseral dan parietal. Lapian ini melapisi jantung. Perikardium Adalah kantong berdinding ganda yang dapat membesar dan mengecil.berkas spiral melapisi ruang jantung. membungkus jantung dan pembuluh darah besar.sel mesotelial yang berada di atas jaringan ikat. 4. (a) Membran viseral (epikardium) menutup permukaan jantung (b) Membran parietal melapisi permukaan bagian dalam fibrosa perikardium b. Miokardium terngah terdiri dari jaringan otot jantung yang berkontraksi untuk memompa darah. Kontraksi miokardium ”menekan” darah keluar ruang menuju arteri besar c. Endokardium dalam tersusun dari lapisan endotelial yang terletak di atas jaringan ikat.paru. Curah Jantung Adalah volume darah yang dikeluarkan oleh kedua ventrikel per menit. (1) Ketebalan miokardium bervariasi dari satu ruang jantung ke ruang lainnya. Ruang ini mengandung cairan perikardial yang diekskresi lapisan serosa untuk melumasi membran dan mengurangi friksi. dan pleura yang membungkus paru . atrium = dinding tipis= reservoar (menerima darah) b. (2) Serabut otot yang tersusun dalam berkas .a.

Membawa darah dari arteriol ke venula Dinding dilapisi selapis sel tipis untuk memungkinkan pertukaran darah dan cairan Terdapat sel otot polos yaitu sfingter prekapiler yang dijumpai pada permulaan masing-masing kapiler untuk mengatur aliran darah dalam kapiler Membawa darah dari kapiler kembali ke jantung Lapisan dalam : Endotelium yang melipat membentuk valvula untuk mencegah aliran darah terbalik Lapisan tengah : Otot polos tipis karena vena tidak begitu penting untuk mempertahankan tekanan darah Lapisan luar : Jaringan ikat fibrosa tipis karena vena tidak membawa darah dengan tekanan tinggi (hanya 2mmHg dibanding arteri yang memiliki tekanan sampai 100mmHg) Mempunyai percabangan kecil disebut venula Membawa darah dari jantung menuju kapiler Terdapat 3 lapisan : Tunika Intima : paling dalam (merupakan selapis sel gepeng) Tunika Media : Disusun otot polos dan jaringan ikat elastis Tunika Eksterna : Merupakan jaringan ikat fibrosa penyusunnya Mempunyai percabangan kecil yang menyambung pada kapiler disebut arteriol Pompa otot rangka Pernapasan Reservoar vena Gaya gravitasi Perubahan posisi tubuh Tekanan rendah abnormal pada vena Tekanan darah tinggi Hormon medular adrenal Ion Usia dan ukuran tubuh seseorang Penyakit kardiovaskular d. 2. Aktifitas berat b.1. 4. 3. meliputi : Pembuluh Darah Arteri : 1. Pengaruh tambahan pada curah jantung. Aliran balik ke vena jantung c. Perhitungan curah jantung adalah sebagai berikut Curah jantung = frekuensi jantung x isi sekuncup 2. Vena : 1. Faktor yang mendukung aliran balik vena dan memperbesar curah jantung. Kapiler : 1. a. 5. 2. meliputi : . 2. c. meliputi : e. Faktor – faktor utama yang mempengaruhi curah jantung a. 3. 3. b. Faktor – faktor yang mengurangi aliran balik vena dan mempengaruhi curah jantung.

Letak pembuluh darah .

.

Mekanisme Sirkulasi Darah Mekanisme Pengikatan Oksigen O2 dalam alveolus Berdifusi melalui membrane kapiler pulmonalis .

2. Konsentrasi Hb ini biasanya dinyatakan sebagai persentase volume dan merupakan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Impuls aferen yang menuju pusat kendali jantung yang berasal dari receptor.Diikat Hb dalam sel darah merah O2+Hb (HHb) Di kapiler darah jaringan O2 dilepas Hb O2 menuju sel jaringan lainnya di plasma membentuk O3 1.34 ml O2 3. Tiap molekul dalam ke empat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul O2 dan membentuk oksihemoglobin (HbO2) yang berwarna merah tua.34). . Tiap eritrosit mempunyai 280 juta molekul Hb. Proreseptor (baroreseptor) dalam arteri karotis dan aorta (sinus aorta dan arkus aorta) sensitif terhadap perubahan tekanan darah . Volume maksimal O2 yang dapat berikatan dengan sejumlah hemoglobin dalam darah. Ikatan ini tidak kuat dan reversibel. b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Denyut Jantung 1. (1) Untuk meningkatkan frekuensi jantung (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi norepinefrin yang meningkatkan eksitabilitas jantung. Pusat reflek kardioinhibitor juga terdapat dalam medulla oblongata (1) Efek impuls dari neuron ini adalah untuk mengurangi frekuensi jantung. Impuls eferen menjalar melalui saraf simpatis dan parasimpatis susunan saraf otonom. Pusat refleks kardioakselerator adalah sekelompok neuron dalam medula oblongata. (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi asetilkolin. 100 ml darah rata-rata mengandung 15 gr Hb untuk maksimal 20 ml O2 per 100 ml darah (15 x 1. 2. a. Tiap gram Hb dapat mengikat 1.

yang mempengaruhi frekuensi jantung jika kadarnya menigkat atau berkurang. Aktivitas yang tinggi dapat mempercepat denyut jantung d. dan natrium. kalium. Pengaruh dari atropin dan nikotin yang juga dapat mempercepat denyut jantung e. Reflek ini akan menghambat pusat kardioakselerator dan menstimulasi pusat kardioinhibitor. fungsi jantung normal juga bergantung pada keseimbangan elektrolit seperti kalsium. Suhu tubuh yang tinggi atau demam juga mempercepat frekuensi denyut jantung. Frekuensi jantung dipengaruhi oleh stimulasi pada hampir semua saraf kutan. Ginjal Mekanisme ekskresi pada Paru-paru . Pengaruh lain pada frekuensi jantung a. dingin. (2) Penurunan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang menstimulasi fekuensi jantung yang menjalar melalui pusat medular . atau oleh input emosional dari sistem saraf pusat. dan sentuhan. SISTEM EKSKRESI Organ-organ yang terlibat: 1. Paru-paru 2.(1) Peningkatan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang memperlambat frekuensi jantung. 3. Usia muda memiliki frekuensi jantung yang lebih cepat f. b. panas. seperti reseptor untuk nyeri. c.

sedangkan bagian dalamnya disebut medulla. yang selanjutnya membentuk urine yang mengandung zat sisa metabolisme. Regulasi vitamin D 8. Sebagai kelenjar endokrin Struktur ginjal: Diselubungi oleh suatu kapsul yang berbentuk dari jaringan serabut. Gluconogenesis 9. Regulasi keseimbangn asam basa 6. Setiap nefron terdiri dari badan malphigi (mengandung gromerulus yang diselubungi oleh kapsula bowman) dan saluran nefron. Menyaring darah.Karbondioksida dalam sel jaringan Menuju cairan interstitial Berdifusi melaui dinding kapiler jaringan Berikatan dengan molekul air dalam sel darah merah( CO2 +H2O) H2CO3 HCO3 + H H+Hb(HHb) Berikatan dengan Na di plasma darah Menuju kapiler pulmonali Co2 yang berikatan dengan H2O PECAH Co2 berdifusi keluar membrane kapiler pulmonalis Menuju alveolus Ginjal Fungsi Ginjal 1. Pada bagian dalam terdapat ruang kosong (pelvis). Regulasi osmolaritas cairan tubuh dan elektrolit 5. Pada ginjal terdapat nefron yang merupakan unit fungsional dan structural terkecil. 2. Pada manusi aterdapat sekitar satu juta nefron. Nefron . Regulasi keseimbangan elektrolit dan air 4. Bagian luar ginjal disebut korteks. Pengendalian komposisi jaringan tubuh 3. Regulasi tekanan arteri 7.

yaitu unsur pembuluh (elemen vaskuler) dan unsure epitel. Jumlah urin primer/menit adalah 125 cc. Filtrat ini masih banyak zat .zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Proses ekskresi pada ginjal: 1. yaitu Kapsula Bowman. . lengkung henle yang terdiri dari saluran menurun dan naik. tubukus kontortus distal dan saluran penampung. Filtrasi Dilakukan oleh glomerulus yang terdapat alat penyaring disebut sel podosit. filtratnya ditampung oleh Kapsula Bowman yang disebut filtrat glomerulus / urin primer.mengandung dua macam unsur. Tubulus Kontortus proksimal.bagian nefron yang mengandung unsur epitel.

Di sebelah luar. yaitu trabekulae. masuk ke dalam kelenjar membentuk sekat-sekat. Kerjanya sebagai penyaring dan dijumpai di tempat-tempat terbentuknya limfosit. Arteri dan vena juga masuk dan keluar kelenjar melalui hilum. Reabsorpsi Urin primer direabsorpsi oleh tubulus kontortus proksimal. ion . asam amino.zat yang diserap kembali antara lain glukosa. jaringan limfe terbungkus oleh kapsul fibrus. Augmentasi Penambahan zat . lengan kanan dan dada sebelah kanan dan menuangkan isinya ke dalam vena yang berada di sebelah kanan leher. torax. Ruangan di antaranya berisi jaringan kelenjar . Saluran limfe Terdapat dua batang saluran limfe yang utama.ion organik sehingga terbentuklah urin sekunder yang akan melewati lengkung henle. Pinggiran yang cekung disebut hilum. Zat . Sebuah kelenjar limfe mempunyai pinggiran mempunyai pinggiran yang cembung dan yang cekung. . yang mengandung banyak sel darah putih atau limfosit. Peristiwa membuang air kecil dikenal dengan miksturisi. dan lipat paha. duktus torasikus dan batang saluran kanan. Duktus torasikus mengumpulkan limfe dari semua bagian tubuh.2. dan jaringan kelenjar. Dari sini keluar tajuk-tajuk dari jaringan otot dan fibrus. Duktus limfe kanan ialah saluran yang jauh lebih kecil dan mengumpulkan limfe dari sebelah kanan kepala dan leher. abdomen. 3. kecuali dari bagian yang menyalurkan limfenya ke duktus limfe kanan. jaringan otot. Kelompok-kelompok utama terdapat di dalam leher.zat yang tidak berguna bagi tubuh kedalam urin sekunder misalnya ion H+ dan K+ yang terjadi pada tubulus kontortus distal sehingga terbentuklah urin yang sesungguhnya/ urin saja yang dialirkan ke tubulus kolektivus menuju ke pelvis renalis  ureter  vesika urinaria ( 300cc) uretra. axial. Sebuah kelenjar terdiri atas jaringan fibrus. Pembuluh limfa eferen menembus kapsul di pinggiran yang cembung dan menuangkan isinya ke dalam kelenjar. SISTEM LIMFATIK Organ yang terlibat: Nodus limfe Berbentuk kecil lonjong atau seperti kacang dan terdapat di sepanjang pembuluh limfe. Bahan ini bercampur dengan benda-benda kecil daripada limfe yang banyak sekali terdapat di dalam kelenjar dan selanjutnya campuran ini dikumpulkan pembuluh limfa aferen yang mengeluarkannya melalui hilum.

Mekanisme Peredaran Cairan Limfe cairan interstitial  kapiler limfe  pembuluh limfe  batang limfe  saluran limfe sebelah kiri/sebelah kanan  vena subclavian .

Mentranspor nutrien yang terabsorbsi . .Fungsi cairan limfa : .Mengembalikan kelebihan cairan jaringan yang keluar dari kapiler .Mengendalikan kualitas aliran cairan jaringan dengan cara menyaringnya melalui nodus-nodus limfe sebelum mengendalikannya ke sirkulasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi meningkatnya aliran limfa: Efek tekanan cairan interstitial -peningkatan tekanan kapiler -penurunan tekanan osmotic koloid plasma -peningkatan tekanan osmotic koloid cairan interstitial .Mengembalikan protein plasma ke dalam sirkulasi .Mengeluarkan zat-zat toksik dan debris selular dari jaringan setelah infeksi atau kerusakan jaringan.

. karbondioksida dan air.-peningkatan permeabilitas kapiler Aktifitas pompa limfa naik maka alirannya juga naik. pembentukan molekul-molekul kecil menjadi molekul-molekul besar. sintesis glikogen oleh hepar. PENJELASAN LEARNING ISSUE : 1.Oksidasi. . otot rangka tidak berkontraksi sehingga cairan tersebut akan terakumulasi. Contoh: sintesis hemoglobin oleh sumsum tulang merah. - Katabolisme. Mekanisme terjadinya bengkak akibat penumpukan cairan: Cairan interstisial cenderung berakumulasi di bagian-bagian dependen akibat efek gravitasi. dan sintesis lemak oleh jaringan adipose. maka setiap reaksi oksidasi disertai dengan reaksi reduksi. selain itu juga obstruksi vena juga berperan dalam kondisi seperti ini sehingga akan muncul bengkak tersebut. Reaksi Reduksi-Oksidasi .Reduksi. Enzim Berfungsi mengatalis atau mempercepat jalannya suatu reaksi kimia Sebagian besar reaksi enzimatik memerlukan koenzim sebagai pembawa electron yang memaksimalkan fungsi suatu enzim. Jalur metabolic a. b. PROSES METABOLISME TINGKAT SELULER SAMPAI DENGAN JARINGAN Metabolisme Adalah jumlah keseluruhan reaksi kimia dan pengubahan energi untuk menopang dan memertahankan kehidupan. Dalam kondisi duduk dengan posisi lama dan waktu yang lama. Karena elektron yang dilepas selama reaksi tidak dapat muncul dalam bentuk bebas. diterima kembali oleh molekul lain. Pergerakan bagian-bagian tubuh pulsasi arteri yang berdekatan dengan saluran limfa perekanan jaringan oleh benda-benda diluar tubuh. Contoh: respirasi sel yang memecah molekul makanan menjadi energi. reaksi kimia yang molekulnya melepaskan electron. sehingga elektron yang dilepas. - Anabolisme. penguraian atau dekomposisi atau pemecahan molekul-molekul besar menjadi molekul-molekul kecil. Kontraksi otot rangka disekitar saluran limfa. reaksi kimia yang molekulnya mendapatkan electron.

c) kerja mekanik. b) sintesis senyawa kimia di sel. Insulin . Glukagon .peningkatan glikogen  glukosa . c. keculali hepar 6.Nikotinamida Adenin Dinukleotida (NAD). berasal dari niasin. ATP dibentuk dari pembakaran lemak. Fungsi ATP: a) transpor zat melalui membran sel. Epinefrin .peningkatan penggunaan lemak untuk energi 3. ATP Senyawa fosfat berenergi tinggi yang menyimpan energi dalam tubuh.peningkatan transpor asam amino dan asam lemak untuk sintesis sel 4.peningkatan penggunaan jenis-jenis makanan .peningkatan transport asam amino ke dalam sel . protein maupun karbohidrat. Kortisol . Tiroksin .peningkatan asam amino dan lemak untuk energi 5. ATP terbentuk dari nukleotida adenosine ditambah dua gugus fosfat dalam ikatan berenergi tinggi.peningkatan glukosa  glikogen .peningkatan asam amino dan lemak untuk energi . sebagai koenzim yang menerima electron dan bekerja sama dengan enzim laktat dehidrogenase dalam metabolism glukosa dan pembentukan ATP.peningkatan glukosa  glikogen oleh hepar . Flavin Adenin Dinukleotida (FAD).peningkatan sintesis protein 2.peningkatan glikogen  glukosa . 1.peningkatan lemak untuk energi .peningkatan transpor glukosa dan penggunaanya untuk energi .peningkatan sintesis protein .penurunan sintesis protein. Hormon Pertumbuhan . Hormon-hormon yang Mengatur Metabolisme Hormon menentukan jalur metabolik yang diambil nutrien terabsorpsi dan memastikan penggunaan sumber energi tubuh yang efisien berdasarkan kebutuhan tubuh. berasal dari riboflavin sebagai akseptor electron dan bekerja sama dengan enzim suksinat dehidrogenase.

a. Makanan kemudian bercampur dengan saliva sebelum ditelan . 1. Hal ini karena beberapa proses tubuh yang menggunakan ATP juga memproduksi panas.Kecepatan Metabolisme Kecepatan metabolism biasanya digunakan sebagai jumlah produksi panas. usia. Specific Dynamic Action (SDA) Adalah laju metabolic sebesar 10% . ANATOMI. 1 gram karbohidrat melepas 4. 2. Proses ini meliputi kontraksi otot. dan pertahanan tubuh saat individu terjaga. SDA protein lebih besar daripada SDA lemak atau karbohidrat sehingga makanan yang mengandung protein bisa meningkatkan laju metabolism. 1 gram lemak melepas 9. pada postabsorptif (12 jam setelah makan) dan dalam lingkungan nyaman serta hangat. kelaparan dan kecemasan) 2. jenis kelamin.1K b. sekresi. Basal Metabolic Rate (BMR) Adalah pelepasan energi per satuan waktu dalam kondisi basal yang secara standar terjaga dan istirahat. metabolism makanan. Kilokalori yang dilepas melalui oksidasi makanan dalam tubuh dapat lansung diukur melalui bankalorimeter. BMR menyatakan energi minimal yang diperlukan pada saat respirasi. 2. Oleh karena itu. pemompaan jantung. Dalam tubuh. digesti.1K. Aktivitas Muskular juga dapat menghasilkan peningkatan laju metabolic terbesar. air. DAN FISIOLOGI ORGAN DALAM PENCERNAAN A. Laju metabolic Mengacu pada jumlah energi yang dilepas dalam tubuh melalui katabolisme per satuan waktu. ukuran tubuh dan area permukaan. produksi panas bisa diukur dengan mengukur aktivitas metabolism. Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik ole gigi. FUNGSI SISTEM PENCERNAAN Fungsi utama sistem ini adalah menyediakan makanan. suhu tubuh dan keadaan fisik maupun psikis seseorang (depresi. dan elektrolit bagi tubuh dari nutrien yang dicerna sehingga siap diabsorpsi. 1 gram protein melepas 4.5 K. Faktor yang mempengaruhi : Hormon tiroid. penguraian normal komponen-komponen sel.20% melebihi laju energi basal yang digunakan dalam pencernaan makanan. Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut. Misalnya latihan berat dapat meningkatkan metabolism sampai 15 kali. Satu kilokalori Adalah jumlah panas tubuh yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu satu kilogram air sebesar satu derajat celcius dan digunakan untuk menyatakan kandungan kalori makanan dan pengeluaran energi oleh individu. aktivitas saraf. 1. HISTOLOGI. sirkulasi.

Impuls parasimpatis yang dihantarkan dalam saraf vagus (CN X). DINDING SALURAN PENCERNAAN Dinding saluran pencernaan terdiri dari 4 lapisan jaringan dasar dari lumen ke arah luar a. sekresi. (1) (2) (3) Epitelium yang melapisi berfungsi untuk perlindungan. lapisan keempat dan paling luar juga disebut peritoneum visceral. dan absorpsi Lamina propria adalah jaringan ikat areolar yang menopang epithelium Muskularis mukosa terdiri dari lapisan sirkular dalam yang tipis dan lapisan otot polos longitudinal luar b. serta saraf sel-sel ganglion yang disebut pleksus Meissner. Rongga Oral . dan menghambat sekresi cairan pencernaan. Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan ke dalam sirkulasi darah dan limfatik 6. Pleksur Meissner dan Aurebach merupakan sisi sinaps untuk serabut proganglionik parasimpatis.3. menghambat kontraksi otot polos saluran. pembuluh limfatik dan pleksur serabut saraf. beberapa kelenjar submukosal. Egesti adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna B. Mukosa (membran mukosa) tersusun dari tiga lapisan. mengurangi motalitas. FARING. c. RONGGA ORAL. Muskularis eksterna terdiri dari dua lapisan otot. Impuls simpatis yang dibawa medulla spinalis dalam saraf splanknik. 2. dan ESOFAGUS a. d. Submukosa terdiri dari jaringan ikat areolar yang mengandung pembuluh darah. satu lapisan sirkular dalam dan satu lapisan longitudinal luar. C. 3. Lapisan ini terdiri dari membrab serosa jaringan ikat renggang yang dilapisi epithelium skuamosa simple. Peristalsis adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang menggerakan makanan tertelan melalui saluran pencernaan 4. mengeluarkan efek stimulasi konstan pada tonus otot polos dan bertanggung jawab untuk peningkatan keseluruhan aktivitas. Serosa. D. kecuali ujung atas dan ujung bawah yang dikendalikan secara volunteer 1. Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil 5. KENDALI SARAF pada SALURAN PENCERNAAN Sistem saraf otonom menginervasi keseluruhan saluran pencernaan.

Ada tiga pasang kelenjar saliva (1) Kelenjar parotid adalah kelenjar saliva terbesar. Kelenjar Saliva mensekresi saliva ke dalam rongga oral. dan kelenjar sebasea b. Permukaan luar bibir dilapisi kulit yang mengandung folikel rambut. Papila adalah elevasi jaringan mukosa dan jaringan ikat pada permukaan dorsal lidah yang menyebabkan tekstur lidah menjadi kasar • • • • Papila fungiformis Papila filiformis Palila foliate Papila sirkumvalatae d. Lidah dilekatkan pada dasar mulut oleh frenulum lingua. Bagian ini tampak merah karena dilewati oleh banyak kapiler c. Saliva terdiri dari cairan encer yang mengandung enzim dan cairan kental yang mengandung mukus. Area transisional memiliki epidermis transparan. dan dalam produksi wicara.Rongga vestibulum terletak di antara gigi dan bibir serta pipi sebagai batas luarnya 1. a. a. Bibir tersusun dari otot rangka dan jaringan ikat. kelenjar keringat. Pipi mengandung otot buksinator mastikasi 3. a. Otot-otot ekstrinsik berfungsi dalam pergerakan lidah secara keseluruhan b.Rongga oral merupakan jalan masuk menuju sistem pencernaan dan berisi organ aksesori yang berfungsi dalam proses awal pencernaan. Tonsil-tonsil lingua adalah agregasi jaringan limfoid pada sepertiga bagian belakang lidah 4. untuk pengecapan. Lidah berfungsi untuk menggerakan makanan saat dikunyah atau ditelan. Bagian frenulum labia melekatkan membrane mukosa pada gusi di garis tengah 2. Permukaan dalam bibir adalah membrane mukosa. berfungsi untuk menerima makanan dan produksi wicara. Dan otot ini memberikan mobilitas yang besar pada lidah c. terletak agak bawah dan di depan telinga dan membuka melalui duktus parotid (2) Kelenjar submaksilar (submandibular) kurang lebih sebesar kacang kenari dan terletak di permukaan dalam pada mandibula serta membuka melalui duktus Wharton . Otot-otot intrinsik lidah memiliki serabut yang menghadap ke berrbagai arah untuk membentuk sudut satu sama lain.

yaitu 98% air dan mengandung enzim amilase serta berbagai jenis ion (natrium. kalium. Proses Menelan (deglutisi) menggerakan makanan dari faring menuju esophagus . klorida. Mahkota dan akar bertemu leher yang diselubungi gingival (gusi) (b) Membran periodontal merupakan jaringan ikat yang melapisi kantong alveolar dan melekat pada sementum di akar (c) Rongga pulpa dalam mahkota melebar ke dalam saluran akar. dan air c. Saliva terutama terdiri dari sekresi serosa. a. berisi pulpa gigi yang mengandung pembuluh darah dan saraf. Fungsi saliva (1) Melarutkan makanan secara kimia (2) Melembabkan dan melumasi makanan (3) Menguraikan zat tepung menjadi polisakarida dan maltose (4) Zat buangan seperti urea dan asam urat diekskresikan ke dalam saliva (5) Zat antibodi dan antibakteri berfungsi untuk membersihkan rongga oral dan membantu memelihara kesehatan oral serta mencegah kerusakan gigi 5. Total keseluruhan adalah 20 gigi • Gigi sekunder mulai keluar pada usia lima sampai enam tahun yang terdiri dari satu taring. Gigi berfungsi dalam proses mastikasi (pengunyahan). Gigi tersusun dalam kantong-kantong pada mandibula dan maksila. Total keseluruhan adalah 32 gigi b. dan tiga geraham. b. ion. Makanan yang masuk dalam mulut dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur dengan saliva untuk membentuk bolus makanan yang dapat ditelan. Fungsi gigi. Komponen gigi (a) Mahkota adalah bagian gigi yang terlihat. Saluran akar membuka ke tulang melalui foramen apical (d) Dentin menyelubungi rongga pulpa dan membentuk bagian terbesar gigi. Dentin pada bagian mahkota tertutup oleh email dan di bagian akar oleh sementum c. dua geraham. dua premolar.(3) Kelenjar sublingual terletak di dasar mulut dan membuka melalui duktus sublingual kecil menuju ke dasar mulut b. dua gigi seri. bikarbonat) juga sekresi mucus yang lebih kental dan lebih sedikit yang mengandung glikoprotein. Komposisi saliva. Pada umunya manusia memiliki 2 susunan gigi : • Gigi primer terdiri dari satu taring. dua gigi seri.

Fase esophagus. Laring terelevasi. Lambung adalah organ berbentuk j. Badan lambung adalah bagian yang terdilatasi dibawah fundus.Proses ini melalui tiga fase : 1. Bagian pilorus lambung menyempit di ujung bawah lambung dan membuka ke duodenum. tepi lateral badan lambung yang konveks disebut kurvakur besar. Bagian jantung lambung adalah area disekitar pertemuan esofagus dan lambung. dan terjadi penutupan semua lubang kecuali esophagus a. fundus. yang membentuk dua per tiga bagian lambung. Histologi dinding lambung. glottis tertutup. Antrum pilorus mengarah ke mulut pilorus yang di kelilingi sfingter pilorus muskular . d. tebal. c. b. Tepi medial badan lambyng yang konkaf disebut kurvakur kecil. Lidah menekan palatum keras dan menghalangi makanan kembali ke mulut Otot menekan palatum lunak dan uvula mengangkat palatum lunak untuk menutup mulut saluran nasal sehingga makanan tidak akan masuk ke rongga nasal c. melintag tambahan. melakukan gelombang peristaltic dan memungkinkan makanan terdorong ke dalam lambung c. Esofagus Esofagus adalah tuba muscular. kecuali sebagian kecil. 2. b. Lapisan otot tambahan ini membantu keefektifan pencampuran dan penghancuran isi lambung. Bolus makanan dalam faring merangsang reseptor orofaring yang mengirim impuls ke pusat menelan dalam medulla dan batang otak bagian bawah. dan epiglottis condong ke bawah menutup mulut laring yang menahan makanan sehingga tidak memasuki saluran pernapasan d. Sfingter esophagus bawah. terletak pada bagian superior kiri rongga abdomen di bawah diafragma. Regia-regia lambung terdiri dari bagian jantung. Ada tiga lapisan jaringan dasar (mukosa. a. 2. Gelombang peristaltic kontraksi yang menggerakkan bolus ke dalam esophagus 3. Muskularis eksterna pada bagian fundus dan badan lambung mengandung lapisan otot muskularis) beserta modifikasinya. terletak pada bagian kiri garis tengah. yag panjangnya sekitar 9 sampai 10 inci dan berdiameter 1 inci Fungsinya adalah menggerakkan makanan dari faring ke lambung melalui gerak peristaltis d. Fundus adalah bagian yang menonjol ke sisi kiri atas mulut esofagus. dan jaringan a. submukosa. Lambung Anatomi 1. Fase volunter. Semua bagian. Lidah menekan palatum keras dan mengarahkan bolus ke arah orofaring Fase faring. Sfingter esophagus atas pada mulut esophagus secara normal menyempit untuk mencegah udara memasuki esophagus e. badan organ. dan bagian pilorus. Ukuran dan bentuknya bervariasi dari satu individu ke individu lain.

5. b. prekusor enzim pepsin. asam klorida. c. Fungsi Lambung 1. Mukus yang dihasilkan dari kelenjar membentuk barier setebal 1 mm untuk Produksi faktor intrinsik a. Aktivitas lambung mengakibatkan terbentuknya kimun ( masa homogen Digesti protei. Kelenjar pilorus terletak pada regia antrum pilorus. mukus. Kapasitas lambung normal memungkinkan adanya interval waktu yang panjang antara saat makan dan kemampuan menyimpan makanan dalam jumlah besar sanpai makanan ini dapat terakomodasi di bagian bawah saluran.Kelenjar jantung ditemukan di regia mulut jantung. Kelenjar ini hanya mensekresi mukus. Kompleks faktor intrinsik vitamin B12 dibawa ke ileum usus halus. Kelenjar ini mensekresi mukus dan gastrin suatu hormon peptida yang berpengaruh besar dalam proses sekresi lambung.Faktor intrinsik adalah glikoprotein yang disekresi sel parietal. setengah cair. Ada kurang lebih 3 juta pit lambung di antara ruga-ruga yang bermuara pada sekitar 15 juta kelenjar lambung. Beberapa obat larut lemak (aspirin) dan alkohol diabsorbsi pada dinding lambung. 6. . dan air. berkadar asam tinggi yang berasal dari bolus) dan mendorongnya ke dalam duodenum. ii. i. Kelenjar lambung yang dinamakan sesuai letaknya. melindungi lambung terhadap aksi pencernaan dari sekresinya sendiri.b.Kelenjar fundus (lambung) terdiri dari tiga jenis sel. menghasilkan 2 sampai 3 L cairan lambung. 4. Produksi mukus. didapat dari makanan yang dicerna di lambung. Cairan lambung mengandung enzim pencernaan. Sekresi Lambung 1. Sel pariental mensekresi asam korida dan faktor intrinsik a. Mukosa membentuk lipatan-lipatan (ruga) longitudinal yang menonjol sehingga memungkinkan peregangan dinding lambung. b. tempat vitamin B12 diabsorbsi.Kelenjar ini mensekresi lipase dan renin lambung yang kurang penting. 2. Ion hidrogen bersama ion klorida secara aktif terpompa ke dalam lambung Sel leher mukosa ditemukan pada bagian leher semua kelenjar lambung. Dalam pembuatan HCL. Ion bikarbonat keluar dari sel digantikan ion klorida dan memasui sirkulasi sistemik. asalkan makanan yang dimakan sedikit dan sering. Jenis kelenjar lambung a. Absorbsi nutrien yang berlangsung dalam lambung hanya sedikit. iii. H2CO3 terionisasi untuk membentuk H+ dan HCO3-. Zat terlarut dalam air terabsorpsi dalam jumlah yang tidak jelas. CO2 bergerak ke dalam sel untuk berikatan dengan air dan membentuk asam karbonat (H2CO3) dalam reaksi yang dikatalis oleh anhidrase karbonik. 3. Lambung tidak memiliki peran mendasar dalam kehidupan dan dapat diangkat. terikat pada faktor intrinsik. Sel chief(zimogenik) mensekresi pepsinogen. Penyimpanan makanan. garam-garaman. Prosuksi kimus. c.Vitamin B12. Lambung memulai digesti protein melalui sekresi tripsin dan asam klorida. c. b. Sel ini mensekresi barier mukus setebal 1 mm dan melindungi lapisan lambung terhadap kerusakan oleh HCL atau autodigesti. Puga terlihat saat lambung kosong dan aka menghalus saat lambung teregang terisi makanan.

Lambung tidak mensekresi enzim untuk mencerna karbohidrat. Serabu saraf aferen menjalar ke medula melalui saraf vagus. Digesti protein. enzim-enzim pencernaadn dan gastrin. Masuknya makanan ke Tahap lambung terjadi saat makanan mencapai lambung dan berlangsung selama saraf dan hormon terlibat. ini terbawa bersama bolus dan tetap bekerja dalam lambung sampai asiditas lambung menembus bolus. sekretin. Pengaturan pelepasan gastrin dalam lambung terjadi melalui penghambatan umpan balik yang didasarkan pada ph isi lambung. Peregangan dinding lambung merangsang reseptor saraf dalam mukosa lambung dan memicu refleks lambung. Asam amino dan protein dalam makana yang separuh tercerna dan zat kimis juga meningkatkan sekresi lambung melalui refleks lokal. Jika tidak ada makanan dalam lambung antara jam makan. Enzim ini menghidrolisis protein menjadi polipeptida. Lemak. Pepsin adalah enzim proteolitik yang hanya dapat bekerja dengan ph di bawah 5. 4. Lambung janin memproduksi renin. 3. dalam mulut atau tampilan bau. Hormon ini yang dibawa ke dalam sirkulasi menuju lambung. 3. Cairan lambung memicu digesti protein dan lemak. makanan masih ada. 1. dan menguraikannyauntuk membentuk dadih (curd). Tiga tahap sekresi lambung dinamakan sesuai dengan regia tempat terjadinya stimulus. atau pikiran tentang makanan dapat meransang sekresi lambung. Sekresi lambung distimulasi oleh sekresi gastrin dodenum sehingga dapat berlangsung selama beberapa jam. a. a. Hormon ini meliputi gastric inhibitory polipeptide (GIP). b. Pepsinogen (disekresi sel chief) diubah menjadi pepsin oleh asam klorida (disekresi sel parietal). ph lambung rendah dan Makanan yang masuk ke lambung memiliki efek pendaparan yang mengakibatkan Tahap usus terjadi setelah kimus meninggalkan lambung dan memasuki usus halus sekresi lambung terbatas. 1. Digesti dalam lambung. Sekresi lambung dihambat oleh hormon-hormon polipeptida yang dihasilkan duodenum. b. tetapi aktivitasnya terbatas dalam kadar ph yang rendah. yang kemudian memicu faktor saraf dan hormon. peningkatan ph dan peningkatan sekresi lambung. b. 2. kolesistokinin dan hormon pembersih enterogastrin. Meransang sekresi lambung Meningkatkan motilitas usus dan lambung Mengkonstriksi sfingter esofagus bawah dan merelaksasi sfingter pilorus Efek tambahan seperti stimulasi sekresi pankreas dan peningkatan motilitas usus. d. 1. disekresi sebagai respon terhadap asiditas lambung dengan ph di bawah 2 dan jika ada makanan berlemak. enzim yang mengkoagulasi protein susu. . Serabut saraf eferen parasimpatis menjalar dalam vagus menuju kelenjar lambung untuk menstimulasi produksi HCL. Amilase dalam salva yang menghidrolisis zat tepung bekerja pada ph netral.2. c. 2. Faktor Tahap sefalik terjadi sebelum makanan mencapai lambung. Enzim gliserol. Lipase lambung(disekresi sel chief) menhidrolisis lemak susu menjadi asam lemak dan Karbohidrat. Fungsi gastrin antara lain: a. Gastrin ini dihasilkan oleh bagian atas (duodenum) usus halus dan dibawa dalam sirkulasi menuju lambung. c. 2.

tempatnya menyatu dengan usus besar. Sinyal umpan balik memungkinkan kimus memasuki usus halus pada kecepatan tertentu sehingga dapat diproses.2mm sampai 1. Panjangnya kurang lebih I m sampai 1. e. pilorus. Peristalsis ialah kontraksi ritmik otot polos longitudinal dan sirkular. 2. Duktus empedu dan duktus pankreas. Diameter usus halus kurang lebih 2. Duodenum adalah bagian yang terpendek 25cm sampai 30cm. Pengosongan lambung dihambat oleh hormon duodenum yang juga menghambat sekresi lambung dan oleh refleks umpan balik enterogastrik dari duodenum. Karbohidrat dapat masuk dengan cepat . Gerakan ini ialah gerakan konstriksi dan relaksasi yang bergantian dari cincin-cincin otot dinding usus yang membagi isi menjadi segmensegmen dan mendorong kimus bergerak maju mundur dari satu segmen yang relaks ke segmen lain. Pilcae circulares adalah lipatan sirkular membran mukosa yang permanen dan besar. Ileum (2 sampai 2. 2. Panjang 7 meter pada mayat dicapai saat lapisan muskularis eksterna berelaksasi. Vili adalah jutaan tonjolan menyerupai jari (tingginya 0. Segmentasi mencampur kimus dengan cairan pencernaan dan memaparkannya ke permukaan absortif. dan jenis makanan. Ada 3 spesialisasi struktural yang memperluas permukaan absorptif usus halus sampai kurang a. 3. Faktor-faktor hormon dan saraf ini mencegah terjadinya pengisian yang berlebih pada usus dan memberikan waktu yang lebih lama untuk digesti dalam usus halus. b. Segmentasi irama adalah gerakan pencampuran utama. Pergerakan ini dipicu oleh peregagan dan secara refleks dikendalikan oleh SSO. kekentalan kimus. memungkinkan produk akhir pencernaan mengadakan kontak dengan sel absortif dan mendorong zat sisa memasuki usus besar. protein lebih lambat dan lemak dalam lambung selama 3 sampai 6 jam. Gerakan usus halus mencampur isinya dengan enzim untuk pencernaan. Lipatan ini hampir secara kseluruhan mengitari lumen. Anatomi mikroskopik dinding usus 1. pelepasan gastrin. Vili hanya ditemukan pada usus halus.5cm dan panjangnya 3 sampai 5 meter saat bekerja.5 m) merentang samapi menyatu dengan usus besar.Kendali Pada Pengosongan Lambung 1. setiap vilus mengandung jaring-jaring kapilar dan pembuluh limfe yang disebut kakteal. 3. keduanya membuka ke dinding posterior duodenum beberapa sentimeter dibawah mulut 2. . Pengosongan distimulasi secara refleks saat merespon terhadap peregangan lambung. memanjang ke lumen dari permukaan mukosa. Motilitas Jejunum adalah bagian yang selanjutnya. 1. Kontraksi ini adalah daya dorong yang utama yang menggerakkan kimus ke arah bawah sepanjang saluran. Divisi 1.0 mm) yang lebih 600 kali. Usus Halus Keseluruhan usus halus adalah tuba terlilit yang merentang dari sfingter pilorus sampai katup ileosekal.5 m.

c. Sfingter Oddi secara normal mempertahankan keadaan mulut duktus agar tetap tertutup. c. Fungsi usus halus 1. b. Agregasi nodulus limfe yang disebut bercak peyer terdapat dalam ileum. CCK. Sel eksokrin (asinar) mensekresi enzim-enzim pencernaan dan larutan berair yang mengandung ion bikarbonat dalam konsentrasi tinggi.Peptida usus vaso aktif memiliki efek vasodilator dan efek relaksasi otot polos. Mikrovili adalah lipatan-lipatan menonjol kecil pada membran sel yang muncul pada tepi yang berhadapan degan sel-sel epitel. d. 2. 2. 2.Somatostasin menghambat sekresi asam klorida dan gastrin seperti hipotalamus yang melepas faktor pelepas hormon pertumbuhan. Pankreas adalah kelenjar terelongasi berukuran besar di balik kurvakur besar lambung. 1. Proses ini diselesaikan oleh enzim usus dan enzim pankreas serta dibantu empedu dalam hati. Hormon-hormon yang mempengaruhi sekresi dan motilitas saluran pencernaan antara 1. Walaupun demikian. . 2.c. Kelenjar a. Kelenjar Brunner terletak dalam submukosa duodenum. Kelenjar enteroendokrin menghasilkan hormon-hormon gastrointestinal. 3. lain: a.Kelenjar-kelenjar usus (kripta lieberkuhn) tertanam dalam mukosa dan membuka di antara basisbasis vili. Usus halus mengakhiri proses pencernaan makanan yang dimulai di mulut dan di lambung. Sel ini memproduksi mukus pelindung. Substansi P mempengaruhi aktivitas motorik otot polos. dan GIP berperan untuk menghalangi sekresi kelenjar lambung. Sel goblet terletak dalam epitelium di sepanjang usus halus. Sel –sel endokrin (pulau-pulau langerhans) pankreas mensekresi hormon insulin dan glukagon. Pankreas. Pankreas Anatomi 1. Jaringan limfatik. walaupun duktus pankreas dan duktus empedu komunis membuka secara terpisah pada duodenum. Kelenjar ini memproduksi mukus untuk melindungi mukosa duodenum terhadap kimus asam dan cairan lambung yang masuk ke pilorus melalui lambung. Kelenjar ini mensekresi hormon dan enzim. 2. Sekresi eksokrin pankreas dipengaruhi oleh aktivitas refleks saraf selama tahap sefalik dan lambung pada sekresi lambung. b. Leukosit dan nodulus limfe ada di keseluruhan usus halus untuk melindungi dinding usus terhadap invasi benda asing.Sekretin. Usus halus secara selektif mengabsorpsi produk digesti. Hati. kendali utama terletak pada hormon duodenum yang diabsorpsi ke dalam aliran darah untuk mencapai pankreas.Produk gabungan sel-sel asinar mengalir melalui duktus pankreas yang menyatu dengan duktus empedu komunis dan masuk ke duodenum di titik ampula hepatopankreas. Kelenjar penghasil mukus Enzim yang dibentuk oleh sel epitel usus dibutuhkan untuk melengkapi digesti. dan Kantung empedu 1. Kendali pada sekresi pankreas.

Fungsi utama hati 1. dan laktosa) pembentuk nukleotidanya. Bikarbonat menetralisir asam dan membentuk lingkungan basa untuk kerja enzim pankreas dan usus. 3. duktus empedu. dan dipeptidase adalah enzim yang melanjutkan Lipase pankreas menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol setelah lemak diemulsi Amilase pankreas menghidrolisis zat tepung yang tidak tercerna oleh amilase saliva menjadi Ribonuklease dan deoksiribonuklease menghidrolisis RNA dan DNA menjadi blok-blok sama seperti tripsin terhadap protein. Sekretin akan dilepas jika kimus asam memasuki usus dan mengeluarkan sejumlah besar cairan berair yang mengandung natrium bikarbonat. b. 1. Tripsin mencerna protein dan polipeptida besar untuk membentuk polipeptida dan peptida yang lebih kecil. CCK ini menstimulasi sekresi sejumlah besar enzim pankreas. arteri hepatica. membentuk sebuah lobulus portal. Beratnya 1. lobus kuadratus. Hati memetabolis protein. dan lemak. 2. Hati dan sekresi empedu Anatomi hati Hati adalah organ viseral terbesar dan terletak dibawah kerangka iga. 3. aminopeptidase. oleh garam-garam empedu. Dalam lobus lempengan sel-sel hati bercabang dan beranastomosis untuk membentuk jaringan tiga dimensi. Enzim proteolitik pankres (protease) Trisinogen yang disekresi pankreas diaktivasi menjadi tripsin oleh enterokinase yang diproduksi usus halus. disakarida ( maltosa. Komposisi cairan pankreas. 1. lobus kanan atas. Sekretin diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum dan diabsorpsi ke dalam darah untuk mencapai pankreas.1. Metabolisme. saraf dan duktus. sukrosa. dan karbohidrat tercerna Hati berperan penting dalam mempertahankan homeostatik gula darah. Kimotripsin memiliki fungsi yang Karboksipeptidase. Hati terbagi menjadi lobus kanan dan kiri. Diantara kedua lobus terdapat vena porta hepatica. Sekresi. Hati menyimpan Hati mengurai protein dari sel-sel tubuh dan sel darah merah yang rusak. a. CCK diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum sebagai respon terhadap lemak dan protein separuh tercerna yang masuk dari lambung. c. Hati memproduksi empedu yang berperan dalam emulsifikasi dan absorpsi lemak. a. lemak. 2. dan lobus kaudatus. jalur masuk dan keluar pembuluh darah. Kimotripsin teraktivasi dari kimotripsinogen oleh tripsin. Organ ini glukosa dalam bentuk glikogen dan mengubahnya kembali menjadi glukosa jika diperlukan tubuh membentuk urea dari asam amino berlebih dan sisa nitrogen.500g dan pada kondisi hidup berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. 4. Ruang-ruang darah sinusoid terletak di antara lempeng-lempeng sel . 2. Cairan pankreas mengandung enzim-enzim untuk mencerna protein. . Hati menerima darah teroksigenasi dari arteri hepatika dan darah yang tidak teroksigenasi tetapi kaya akan nutrien dari vena portal hepatica. 2. Ligamen falsiform memisahkan lobus kanan dari lobus kiri. b. masing-masing berisi sebuah cabang vena portal. proses pencernaan protein untuk menghasilkan asam-asam amino bebas. saluran portal. karbohidrat. Lobus kanan hati lenih besar dari lobus kirinya dan memiliki tiga bagian utama.

Pigmen empedu tersiri dari biliverdin (hijau) dan bilirubin (kuning). Hati merupakan reservoar untuk sekitar 30% curah jantung. Hati menyimpan mineral sepeti zat besi dan tembaga serta vitamin latur lemak (A. hati melakukan inaktivasi hormon dan detoksifikasi toksin dan obat. Garam-garam empedu terbentuk dari asam empedu yang berikatan dengan kolesterol dan asam amino. 3. Produki panas . E. Pigmen utamanya adalah bilirubin yang . garam tersebut direabsorpsi dari ileum bagian bawah kembali ke hati dan didaur ulang kembali. Detoksifikasi. b. dan fosfolipid) Hati mensintessis protein plasma dan faktor-faktor pembekuan darah. Peristiwa ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatika garam empedu. Garam empedu mengemulsi gobulus lemak besar dalam usus halus yang kemudian menghasilkan gobulus lemak lebih kecil dan area permukaan yang lebih luas untuk kerja penguraian hemoglobin yagn dilepas dari sel darah merah terdisinegrasi. serts obat yang tidak dapat diuraikan dan diekskresikan. Penyimpanan. pigmen empedu. 5.emberikan warna kuning pada urine dan feses. 4. dan K). Empedu Anatomi sekresi empedu a. Garam empedu membantu mengabsorpsi zat terlarut lemak dengan cara Pengeluaran kolesterol dari tubuh. Organ ini juga pemakaian lemak. kolesterol. Ini merupakan indikasi kerusakan fungsi hati dan dapat disebabkan oleh kerusakan sel hati (hepatis). bermuara di duodenum atau dialihkan duktus hepatika kanan dan kiri.c. bersama dengan duktus pankreas. c. peningkatan destruksi sel darah merah. Penyimpanan darah. untuk membentuk agregasi kecil disebut micelle yang dibuang melalui feses. . Hati mensintesis lemak dari karbohidrat dan protein dan terlibat dalam penyimpanan dan Hati mensintesi unsur-unsur pokok membran sel (lipoprotein. Dan hati menyimpan toksin tertentu ( pestisida. a. tuntuk penyimpanan di kantung empedu. Absorpsi lemak. b. 2. D. e. mensintesis bilirubin dari produk penguraian hemoglobin dan mensekresinya kedalam empedu. Emulsifikasi lemak. atau obstruksi duktud empedu dan batu empedu. Setelah disekresi kedalam usus . dan garamgaram empedu. d. c. merupakan akibat dari peningkatan kadar bilirubin darah. a. Empedu yang diproduksi oleh sel-sel hati memasuki kanalikuli empedu yang kemudian menjadi Duktus hepatika menyatu untuk membentuk duktus hepatik komunis yang kemudian menyatu Duktus emepdu komunis. Hati memfagosit eritrosit dan zat asing terdisintegrasi dalam darah. Garam empedu berikatan dengan kolesterol dan lesitin memfasilitasi jalurnya menembus membran sel. dengan duktus sistikus dari kantung empedu dan keluar dari hatu sebagai dukts empedu komunis. 6. Jaudince. dan bersama limpa mengatur volume darah yang diperlukan tubuh. atau warana kekuningan pada jaringan. Fungsi garam empedu dalam usus halus. berbagai aktivitas kimia tubuh dalam hati menjadikannya sebagai sumber panas utama dalam tubuh. Komposisi empedu Empedu adalah larutan berwarna unign kehijauan terdiri dari 97% air. b. Pigmen ini merupakan hasil 1. terutama saat tidur. enzim.

Organ ini terletak di lekukan dibawah lobus kanan hati. Sekum adalah kantong tertutup yang menggantung di bawah area katup ileosekal Kolon adalah bagian usus besar dari sekum sampai rekum. Kandung empedu Anatomi Kandung empedu adalah kantog muskular hijau menyerupai pir dengan panjang 10 cm. Cairan empedu kemudian didorong ke dalam duodenum. Kapasitas total kandung empedu kurang lebih 30 ml sampai 60 ml. Fungsi 1. panjangnya lebih pendek. Pelepasa cairan ini dirangsang oleh CCK. Usus Besar Usus besar tidak memiliki vili dan lipatan-lipatan sirkular. Saat asam lemak dan asam amino mencapai usus halus. diameternya lebih lebar. berakhir pada saluran anal dan membuka ke eksterior di anus Fungsi usus besar • • Mengabsorpsi 80% sampai 90% air dan elektrolit Mmeproduksi mucus . Kandung empedu mengkonsentrasi cairannya dengan cara mereabsorpsi air dan elektrolit. f. Dengan demikian kandung ini mampu menampung hasil 12 jam sekresi empedu hati. CCK dilepas untuk menkontraksi otot kandung empedu dan merelaksasi sfingter Oddi. tempatnya memutar ke bawah pada fleksura spleknik 3. Kolon descenden merentang ke bawah pada sisi kiri abdomen dan menjadi kolon sigmoid berbentuk S yang bermuara di rectum • Rektum adalah bagian saluran pencernaan selanjutnya dengan panjang 12 sampai 13cm. Di antara waktu makan sfingter Oddi menutup dan cairan empedu mengalir ke dalam kantung empedu yang relaks. 2. dan daya regangnya lebih besar dibandingkan usus halus Bagian-bagian usus besar • • 1. Kandung empedu menyimpan cairan empedu yang secara terus-menerus disekresi oleh sel-sel hati sampai diperlukan dalam duodenum. Kolon transversa merentang menyilang abdomendi bawah hati dan lambung sampai ke tepi lateral ginjal kiri.Kendali pada sekresi dan aliran empedu Sekresi empedu diatur oleh faktor saraf (impuls parasimpatis) dan homon (sekretin dan CCK) yang sama dengan yang mengatur sekresi cairan pankreas. Kolon memiliki tiga divisi: Kolon ascenden merentang dari sekum sampai ke tepi bawah hati sebelah kanan dan membalik secara horizontal pada fleksura hepatica 2.

Maltase. Pada proses ini. 2. 4. Erepsinogen. Pepsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi proteosa dan pepton. makanan dicerna secara kimiawi dibantu oleh enzim pencernaan dari pankreas. 3. Peran enzim dalam sistem pencernaan: Mulut Pada mulut selain terjadi pencernaan secara mekanik juga terjadi pencernaan secara kimiawi. Pepsin. Renin. 3. Usus penyerapan menghasilkan enzim-enzim sebagai berikut: 1. Kelenjar pankreas Kelenjar pankreas terletak di usus 12 jari dan menghasilkan beberapa enzim sebagai berikut: 1. Enzim ini berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. d. Pencernaan mekanik Pencernaan mekanik adalah proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil atau halus. makanan yang keras di dalam lambung serta mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. Laktase. berguna untuk mengubah protein menjadi pepton. c. Makanan kemudian disalurkan ke usus penyerapan. berfungsi sebagai pengubah protein dan pepton menjadi dipeptida. yaitu dengan bercampurnya makanan yang telah dikunyah dengan air liur yang mengandung enzim ptialin (amilase). Enzim tripsin. berguna untuk mengubah susu menjadi kasein. . b. Pencernaan kimiawi Pencernaan kimiawi adalah proses perubahan makanan dari bentuk kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. Pada manusia proses pencernaan mekanik dilakukan dengan menggunakan gigi. asam lemak. 2. diaktifkan oleh enterokinase menjadi erepsin. berfungsi untuk mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa. . berguna membunuh kuman yang masuk bersama makanan dan membantu melunakkan . berfungsi untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. MEKANISME PROSES PENCERNAAN Pencernaan makanan pada manusia ada 2: a. Asam (HCl). Erepsin berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino. berfungsi untuk mengubah maltosa menjadi glukosa. Selain itu. Sakrase. Usus halus Ketika makanan masuk ke usus halus. dan gliserol. enzim ini juga berfungsi untuk membunuh kuman yang masuk bersama makanan. Lambung Di dalam lambung makanan dari kerongkongan dicerna oleh dinding lambung. Enzim adalah zat kimia yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia. 2. Enzim amilase.• • Baketri yang terdapat dalam kolon mampu mencerna sejumlah selulosa dan memproduksi Mengekskresi zat sisa dalam bentuk feses sedikit kalori nutrient bagi tubuh 3. lambung mengeluarkan getah lambung yang mengandung: 1.

baru akan terjadi metabolisme glukosa di tingkat sel (respirasi sel). Respirasi sel ini mencakup tiga peristiwa: glikolisis. PROTEIN. 4. laktosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan galaktosa). Disakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila terhidrolisis menjadi dua monosakarida yang sama ataupun berbeda. terutama dalam bentuk glukosa. sukrosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa). Oligosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila dihidrolisis menjadi dua sampai sepuluh unit monosakarida. Sel-sel di dalam tubuh tentunya tidak dapat langsung menyerap karbohidrat.3. Enzim lipase. METABOLISME KARBOHIDRAT Karbohidrat merupakan derivat dari aldehid. Polisakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang paling kompleks. Polisakarida bila dihidrolisis akan menghasilkan lebih dari sepuluh molekul monosakarida. Monosakarida menurut jumlah atom karbonnya adalah triosa. Contoh dari monosakarida adalah glukosa. Karena glukosa merupakan monosakarida yang paling utama yang dapat diserap oleh tubuh untuk menghasilkan energi. 3. tetapi karbohidrat tersebut harus dipecah menjadi molekul yang lebih sederhana lagi yaitu monosakarida. Contohnya adalah maltotriosa. tetrosa. sistem transpor sitokrom/ elektron. Contoh disakarida adalah maltosa ( bila dihidrolisis menjadi dua molekul glukosa). 2. berfungsi sebagai pengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. heptosa. pentosa. Tabel singkat respirasi sel Reaksi Molekul yang terlibat Hasil reaksi Vitamin/ mineral yang diperlukan . DAN LEMAK A. Karbohidrat yang masuk ke tubuh berasal dari makanan. yaitu: 1. Monosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi senyawa yang lebih sederhana. hektosa. Sedangkan bila berdasarkan gugus pembentuknya monosakarida dibedakan menjadi aldosa (gugus aldehid) dan ketosa (gugus keton). Contoh dari polisakarida adalah pati dan dekstrin. Karbohidrat akan dipecah menjadi monosakarida melalui proses digesti di saluran pencernaan. galaktosa. PROSES METABOLISME KARBOHIDRAT. 4. Setelah berubah menjadi glukosa. Karbohidrat dibagi menjadi empat macam. oktosa dan selanjutnya. siklus Krebs. fruktosa.

GLIKOLISIS . bila anaerob diubah menjadi asam laktat) ∙ CO2 ∙ 3 NADH2 dan 1 FADH2 Niasin Siklus Krebs Asam Piruvat atau Asetil KoA NADH2 dan (menuju reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ empat molekul karbon ∙ 34 ATP ∙ air metabolik ∙ Tiamin ∙ Riboflavin ∙ Niasin ∙ Asam pantotenat Besi dan tembaga Sistem Transpor Sitokrom FADH2 Kelebihan glukosa akan disimpan dalam bentuk glukagon yang terdapat pada hepar dan otot rangka. Sehingga dapat digunakan bila tubuh membutuhkannya untuk menghasilkan energi.Glikolisis Glukosa ∙ 2 ATP (bersih) ∙ 2 NADH2 dan 1 FADH2 (dilanjutkan ke reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ 2 Asam piruvat ( bila aerob langsung menuju siklus Krebs. Makanan merupakan energi potensial. Dari tabel di atas dapat diambil garis besar. METABOLISME GLUKOSA A. bahwa yang paling perlu dalam metabolisme iti adalah makan dan bernafas. sedangkan untuk membebaskan energi tersebut dibutuhkan O2 yang di dapatkan dari proses bernafas.

.

SIKLUS KREBS .B.

prolin. asparagin. tirosin . metionin. leusin. lisin. histidin . aspartat. . fenialanin. isoleusin.Asam amino non esensial : asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh Ex : alanin. dan 20 di antaranya terdapat dalam protein tubuh dalam jumlah yang cukup banyak.Asam amino esensial : tidak dapat disintesis oleh tubuh Ex : treonin.SECARA GARIS BESAR Glukosa  2 ATP  2 NADH + 2 H+ GLIKOLISIS Asam piruvat  2 NADH + 2 H+ Asetil Ko-A  2 CO2 4 CO2 SIKLUS KREBS  6 NADH  2 FADH2 2 ATP TRANSPOR ELEKTRON 34 ATP O2 H2O B. METABOLISME PROTEIN Anabolisme Unsur dasar penyusun protein adalah asam amino. serin. glutamine. triptofan. glisin. valin. sistein. arginin. glutamate.

Katabolisme Begitu sel diisi sampai batasnya dengan protein yang tersimpan. Misalnya deaminasi alanin adalah asam piruvat. Dalam proses kehilangan gugus amino. Keadaan ini sangat toksik terutama terhadap ginjal. ureum berdifusi dari sel hati masuk ke dalam cairan tubuh dan diekskresikan oleh ATP yang dihasilkan dari protein lebih kecil daripada ATP yang dibentuk glukosa untuk setiap gramnya. Setelah itu zat tersebut dpecah dan menjadi energi. . 1. Pada dasarnya.Struktur asam amino memperlihatkan ciri yang khas yaitu mempunyai satu gugus asam (-COOH) dan satu atom nitrogen yang melekat pada molekul. Hormon yang berpengaruh dalam metabolisme protein: 1. Satu atom hidrogen dilepaskan dari radikal amino. Dalam protein. Asam amino tertentu yang dideaminasi serupa. yang biasanya berupa gugus amino (-NH2). satu radikal amino dan satu radikal karboksil masih terletak pada ujung yang berlawanan dan kemudian membentuk lagi rantai peptida. penambahan asam amino tambahan dalam cairan tubuh terutama di hati. Deaminasi Gugus amino dari asam amino ditransfer ke asam α-ketoglutarat. Oksidasi asam amino yang sudah mengalami deaminasi Begitu asam amino sudah dideaminasi. Nitrogen pada radikal amino dari satu asam amino berikatan dengan karbon dari radikal karboksil asam amino lainnya. sehingga siklus tersebut dapat berlangsung berulang-ulang. b.dan sebagian lagi dikonversi menjadi asam lemak (disebut proses ketogenesis). asam amino dihubungkan menjadi rantai panjang melalui ikatan peptide. asam keto yang dihasilkan dapat dioksidasi untuk mengeluarkan energi untuk keperluan metabolisme. dan satu ion hidroksil dilepas dari radikal karboksil. akan menginduksi aktivasi sejumlah besar aminotransferase. yaitu enzim yang bertanggung jawab memulai sebagian besar katabolisme (pemecahan protein untuk digunakan sebagai energi atau bila berlebih disimpan terutama sebagai lemak / glikogen). asam glutamat sekali lagi menjadi asam αketoglutarat. Hormon pertumbuhan meningkatkan sintesis protein sel karena adanya percepatan proses transkripsi dan translasi RNA dan DNA untuk sintesis protein. ammonia akan menumpuk dalam darah. otak. yang kemudian menjadi asam glutamate. Asam keto diubah menjadi zat kimia yang sesuai kemudian masuk ke dalam siklus asam sitrat. Asam piruvat ini kemudian dikonversi menjadi glukosa/ glikogen (disebut proses glukoneogenesis). sebagian dikonversi menjadi asetil ko-A (2 mol asetil ko-A akan berubah menjadi asam aseloasetat). Bila tidak ada hati / pada penyakit hati yang berat. semua asam amino dalam tubuh manusia disintesis di hati. Asam glutamat ini kemudian dapat mentransfer asam amino ke zat lainnya / dapat melepaskan dalam bentuk ammonia (NH3). Setelah ureum terbentuk. keduanya bergabung membentuk molekul air. Setelah dibentuk. Oksidasi ini biasanya melibatkan 2 proses yang berurutan: a. yang sering kali menimbulkan keadaan yang disebut koma hepatikum. pada banyak keadaan . digunakan untuk mensintesis glukosa / asama lemak. 2. Pembentukan urea di hati Amonia yang dilepaskan selama deaminasi asam amino dikeluarkan dari darah hampir seluruhnya melalui konversi menjadi ureum. 3.

Fibrinogen Fibrinogen berpolimerasi menjadi pilinan fibrin yang panjang selama proses koagulasi darah. dalam susu (laktalbumin). METABOLISME LEMAK Lipid dibagi menjadi 3: 1. Globulin Meruapakan protein yang tidak larut dalam air. c. albumin telur 44000. Terbuat di hepar sehingga dapat digunakan untuk tes pembantu dalam penilaiaan fungsi ginjal dan saluran pencernaan. sehingga dapat menjadi rangsangan bagi pembentukan protein. albumin dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah. darah (albumin serum). Gamma globulin Kelompok protein serum yang mengandung banyak antibody. c. 5. Insulin mempercepat transpor beberapa asam amino ke dalam sel. dalam daging mamalia 63000.Misalnya akibat operasi. Dengan demikian.2. b. Fungsi ini erat kaitannya dengan bahan metabolism asam lemak bebas dan bilirubin dan berbagai macam obat yang kurang larut dalam air tetapi harus diangkat melalui darah dari satu organ ke organ lain agar dapat diekskresi. Albumin dapat menghindari timbulnya pembengkakan paru-paru dan gagal ginjal serta sebagai carrier faktor pembekuan darah. Glukortikoid meningkatkan pemecahan sebagian besar protein jaringan. larut dalam pseudoglobulin. 3. Berat molekul albumin plasma pada manusia 69000. Alfa globulin Salah satu bagian plasma darah yang mengedarkan hormon. Globulin juga memiliki sifat lain yaitu mengeras atau menggumpal jika dikondisikan dalam suhu tinggi. Insulin diperlukan untuk sintesis protein.Kolesterol . putih telur). Banyak dijumpai pada telur (albumin telur. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses pembekuan darah. Beta globulin Protein plasma darah yang memiliki kaitan erat dengan transportasi thrombin dan protrombin. Tiroksin meningkatkan kecepatan metabolisme seluruh sel termasuk protein.Membentuk jaringan sel baru sehingga dalam ilmu kedokteran.Mengangkat molekul-molekul kecil melewati plasma dan cairan sel. Albumin merupakan protein yang larut dalam air dan mengendap pada kondisi dipanaska. Estrogen menambah sedikit deposit protein. Fungsi albumin : a. larut dalam euglobulins. Testoteron menambah deposit protein di jaringan. C. terbentuk bekuan darah yang akan membantu memperbaiki kebocoran sistem sirkulasi.Trigliserida 2. Jenis protein yang terdapat dalam plasma: Albumin Jenis protein terbanyak dalam plasma yang mencapai 60%. serta dalam larutan garam. Ada tiga macam globulin: a. b. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses imun atau kekebalan tubuh.Fosfolipid 3. 6. 4.

E. terutama pada subcutaneous layer. dan K Melindungi alat-alat vital pada tubuh Memperbaiki rasa makanan (gurih) Kelebihan lemak disimpan dalam jaringan adipose. memecahkan gumpalan lemak menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga enzim pencernaan yang larut air dapat bekerja pada permukaan gumpalan lemak 2.Pencernaan lemak dalam usus 1. . Pengaruh empedu (garam empedu + fosfolipid lestin) -> menurunkan tegangan antar permukaan lemak.Emulsifikasi lemak. (memperbesar 1000x daerah permukaan lemak total) Lemak + (empedu + pengadukan ) -> lemak terelmusi Lemak teremulsi + (lipase pangkreas) -> Asam lemak dan 2-monogliserida Fungsi Lemak     Sebagai sumber energi sekunder Melarutkan vitamin A.D.

terbanyak adalah mineral Kompartemen air 1.getah bening. Air selalu berpindah dari 1 kompartemen ke kompartemen lainya. Cairan tubuh elektrolit dan Keseimbangan air dan elektrolit 1. osmosis: cairan jaringan menjadi plasma. SISTEM REGULASI SUHU TUBUH A. Air membentuk 60% sampai 75% total berat badan tubuh 2. .cairan jaringan dan cairan khusus 3. getah bening.5. atau cairan intraselular 4.air akan berdifusi melewati membran ketempat yang mempunyai konsentrasi elektrolit lebih tinggi. Elektrolitn merupakan ion yang ditemukan dalam tubuh. Osmosis diatur oleh konsentrasi elektrolit didalam cairan tubuh (OSMOLARITAS). Cairan ekstraselular(CES) adalah air diluar sel terdiri atas plasma . Cairan intraselular (CIS) adalah air dalam sel kira-kira dua pertiga total cairan tubuh 2. fitrasi: plasma menjadi cairan jaringan.

Setiap variasi haluaran harus dikompensasi oleh perubahan asupan Pengaturan asupan dan haluaran air 1.dan sulfat 3.ditandai Hipernatemia adalah konsekuensi kehilangan air ditandai dengan kehilangan CIS. Beberapa fungsi dari macam kation elektrolit utama Fungsi dari natrium adalah menciptakan tekanan osmotic CES .fosfat . 5. udara yang dikeluarkan.kalium.kalsium magnesium . Aldosteron yang disekresi oleh korteks adrenal meningkatkan reabsorpsi ion natrium oleh ginjal . 2.sekresi ADH menurun .air kemudian di reabsorpsi melalui osmosis.natrium . Dehidrasi merangsang sensasi haus . Jika volume darah meningkat .aktifitas saraf serta sel otot Beberapa fungsi dari macam anion elektrolit utama Fungsi klorida adalah anion terbanyak dalam CES .kation terbanyak dalam CES Fungsi dari kalium adalah menciptakan tekanan osmotic CIS . Zat kimia yang terlarut didalam air dan memisahkan diri membentuk ion-ion .glukosa dan karbondioksida.dan anionya meliputi .kation terbanyak dalam CIS Fungsi dari kalsium adalah mempertahankan eksitabilitas saraf dan sel-sel otot Fungsi dari magnesium adalah sangat penting untuk produksi ATP .mudah berdifusi keluar masuknya sel . Cairan elektrolit dalah garam yang terlarut dalam air menjadi 1 atau lebih partikel bermuatan disebut ion contohnya.dan cairan dikonsumsi untuk menggantikannya 3.RNA . haus dengan pusing berlebihan 2. Hiponatermia adalah konsekuensi akibat keringat yang berlebihan .magnesium . Urine. Elektrolit membantu mengatur osmosis antar kompartemen air Elektrolit dibagi menjadi dua yaitu 1.urea.kalium.ATP dan FOSFOLIPID Fungsi sulfat adalah bagian asam amino dan protein Ketidakseimbangan elektrolit 1. natrium . Ketidakseimbangan natrium meliputi: a. feses 2. keringat.kalsium . Mengandung kation meliputi.protein .bikarbonat . ADH yg dilepaskan darihipofisis posterior meningkatkan reabsorpsi air oleh ginjal 4. klorida.membantu mengatur tekanan osmotic Fungsi bikarbonat adalah sebagai bagian system dapar bikarbonat Fungsi fosfat adalah bagian DNA.sebazgian besar anorganik 2. Ketidakseimbangan kalium meliputi: .oksigen. b.diare atau muntah .ANH kehilangan ion natrium dan air di dalam urine Elektrolit 1. Cairan nonelektrolit adalah zat yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik contohnya. Hipotalamus mempunyai osmoreseptor yang mendeteksi perubahan osmolaritas cairan tubuh 2.dan haluaran urine meningkat 6.Haluaran air 1. Jika air dalam tubuh terlalu banyak .

Tiroksin dari glandula Tiroidea ( paling penting ) seiring penurunan kecepatan metabolism.a. Radiasi adalh proses kehilangan panas dalam bentuk gelombang inframerah. .aldosteron –natrium dan kalium . kofusi b. Evaporasi juga bisa terjadi di tubuh melalui kulit ( keringat). radiasi. radiasi dan konveksi efektif bila suhu lingkungan lebih dingin daripada tubuh. Hipokalsemia adalah penurunan asupan kalsium ditandai dengan spasme otot kemudian Hiperkalsemia adalah suatu konsekuensi hipoparatiroidisme . Asupan –elektrolit adalah makanan dan minuman beraklohol 2. Stress Rangsang simpatik. dan konduksi. dengan suhu terendah saat tidur. suhu tubuh berfluktuasi 10 C – 20 C.PTH dan Kalsitonin –kalsium dan fosfat B. Hiperkalemia adalah suatu konsekuensi gagal ginjal angkut serta penyakit Addison ditandai dengan kelemahan . 2. b. Kehilangan panas Aliran darah melalui dermis menentukan jumlah panas yang hilang melalui konveksi. Produksi panas Panas adalah salah satu energi yang diproduksi pada respirasi sel. Aliran darah meningkat.ANH –natrium . Hal ini menjelaskan mengapa bila ada suatu ruangan kosong yang dingin.ditandai dengan kelemahan otot menjadi tetanus (kejang) Asupan haluaran dan pengaturan 1. tirosin disekresi lebih banyak untuk meningkatkan respirasi sel.keringat . Haluaran –urine . 4. Konduksi dan konveksi adalah perpindahan panas dengan disertai kontak langsung. epinefrin. akan naik suhu nya bila ruangan itu dipenuhi orang. Organ yang aktif terus menerus memproduksi panas.arimia ginjal 3. Dalam 24 jam. Hepar menghasilkan 20% panas saat istirahat. Hipokalemia adalah suatu konsekuensi muntah/diare serta penyakit ginjal ditandai dengan lelah. Hormon yang terlibat . Termoregulasi Rentan normal suhu tubuh manusia adalah 360 C-380 C. Ketidakseimbangan kalsium meliputi: a. 3. dan neropinefrin meningkatkan aktivitas metabolic. - Panas hilang dari saluran pernafasan melalui pengupan air dari mukosa pernafasan yang panas Sejumlah kecil panas hilang sebagai urin dan feses yang dikeluarkan dari tubuh Mekanisme kehilangan panas adalah vasodilatasi pada dermis dan peningkatan berkeringat. Asupan makanan dan perubahan suhu tubuh yang akan berpengaruh terhadap proses metabolism di dalam tubuh. Faktor – faktor yang mempengaruhi produksi panas : 1. sehingga produksi panas dan ATP juga naik.feses 3. Tonus otot menghasilkan 25% panas saat istirahat. Berkeringat adalah mekanisme kehilangan panas tubuh menguapkan keringat di atas permukaan tubuh.

dll. menggunakan pakaian berwarna terang. - Ada beberapa cara manual yang dapat dilakukan antara lain: memakai pakaian hangat untuk membatasi panas yang keluar. selanjutnya sutu tubuh akan berada di pengaturan demam smapai adanya pertahanan dari tubuh dan bila ada antibiotic yang masuk. mencari lingkungan yang lebih dingin. ditandai dengan keringat yang keluar. Prostalglandin mengatur thermostat di hipotalamus ke suhu yang lebih tinggi. cedera di system saraf pusat). mengubah posisi tubuh (melingkarkan tangan di tubuh). - Mekanisme untuk meningkatkan panas adalah vasokontriksi pada dermis dan penurunan produksi keringat. Temperatur akan meningkat terus sampai mencapai pengaturan baru. minum minuman panas.alergi. tetapi bisa juga disebabkan oleh kondisi lain (kanker. Sering terjadi kerena terjadi infeksi di dalam tubuh. Hipotalamus menyebabkan pengeluaran prostalglandin. dan meningkatakan aktivitas tubuh. . Aktivasi saraf simpatik vasokonstriktor di tubuh menyebabkan vasokontriksi yang kuat. Hal itu akan menurunkan suhu tubuh dengan sendirinya. Demam Demam adalah hyperthermia yang terkontrol.- Beberapa cara manual antara lain: menurunkan tingkat aktivitas. Hipotalamus menerima rangsangan dari perifer termoreseptor yang terletak di kulit dan termoreseptor pusat. Setelah itu thermostat kembali ke tingkat normal . Sebagai hasilnya aliran darah dalam tubuh menurun. Produksi panas Hipotalamus adalah thermostat tubuh dan mengatur suhu tubuh dengan menyeimbangkan produksi panas dengan kehilangan panas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->