P. 1
semangatttt!!!

semangatttt!!!

|Views: 61,600|Likes:

More info:

Published by: Merina Diah Eri Nurmasari on Apr 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

Sections

  • SEL
  • SISTEM INTEGUMEN
  • KULIT
  • Epidermis
  • Dermis
  • RAMBUT
  • KUKU
  • KELENJAR PADA KULIT
  • MEKANISME SEKRESI KERINGAT
  • KLASIFIKASI RESEPTOR DALAM SISTEM INTEGUMEN
  • I. Mechanoreceptors
  • II. Thermoreceptors
  • III. Nociceptors
  • IV. Electromagnetic receptors
  • V. Chemoreceptors
  • KOMPONEN DALAM DARAH
  • KLASIFIKASI LUKA
  • PENYEMBUHAN LUKA
  • KESIMPULAN
  • TULANG DAN RANGKA
  • Aksilar : Tengkorak
  • Vertebra
  • Apendikular : Gilder Pektoral ( bahu )
  • Lengan
  • Tangan
  • Tungkai bawah
  • Tulang Telapak Kaki dan Jari Kaki
  • KLASIFIKASI TULANG
  • FISOLOGI TULANG
  • HISTOLOGI TULANG
  • Tulang Rawan ( Kartilago ) Kartilago Hyalin
  • Kartilago Elastik
  • Kartilago Fibrosa
  • Tulang ( Bone )
  • Osteoblas
  • Osteosit
  • Osteoklas
  • HORMON YANG BEKERJA PADA PERTUMBUHAN TULANG
  • PENULANGAN ENDOKONDRAL
  • PROSES KALSIFIKASI TULANG
  • GANGGUAN PADA TULANG
  • PENYEMBUHAN FRAKTUR TULANG
  • SENDI
  • KLASIFIKASI SENDI Secara struktural :
  • Menurut fungsinya :
  • HISTOLOGI PERSENDIAN SINOVIAL
  • FISIOLOGI PERSENDIAN
  • GANGGUAN PERSENDIAN
  • OTOT
  • HISTOLOGI OTOT
  • KHARAKTERISTIK OTOT
  • STRUKTUR OTOT
  • FISIOLOGI OTOT
  • KELAINAN OTOT
  • KERJA OTOT BERDASARKAN TUJUAN KERJANYA Otot antagonis
  • TAHAP – TAHAP KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT
  • PERBEDAAN FISIK OLAHRAGAWAN DAN BUKAN OLAHRAGAWAN
  • SARAF DALAM SISTEM GERAK
  • MEKANISME GERAK
  • RINGKASAN PEMBAHASAN LEARNING ISSUES
  • 1.MACAM, FUNGSI, KANDUNGAN, DAN KELENJAR PENGHASIL HORMONE
  • b. Kelenjar Tiroid
  • E. Kelenjar Adrenal
  • m. Kelenjar Pineal
  • n. Kelenjar Timus
  • 2. MEKANISME KERJA HORMON Mekanisme kerja hormone secara global
  • 3. HISTOLOGI SARAF a. Neuroglia (glial cells)
  • A. SISTEM SARAF PUSAT 1. OTAK
  • 2. MEDULLA OBLONGATA
  • 3. MEDULLA SPINALIS
  • B. SISTEM SARAF TEPI 1. SARAF SOMATIK
  • Nama Tipe Fungsi
  • 2. SARAF OTONOM
  • 5. MEKANISME JALANNYA IMPULS
  • Potensial Istirahat / Potensial Membran
  • NEUROTRANSMITTER Definisi
  • Macam-macam
  • Mekanisme mata dapat melihat benda
  • SISTEM PERNAFASAN
  • A.Bagian Konduksi
  • B.Bagian Respirasi
  • Transpor oksigen dalam arteri
  • Ikatan Oksigen-Hb
  • SISTEM SIRKULASI
  • Histologi sistem sirkulasi :
  • ANATOMI JANTUNG
  • 1. Ukuran dan bentuk
  • 4.Terdiri 2 macam ruang :
  • 5.Curah Jantung
  • Arteri :
  • Vena :
  • Kapiler :
  • SISTEM EKSKRESI
  • 1. Filtrasi
  • 2. Reabsorpsi
  • 3. Augmentasi
  • SISTEM LIMFATIK
  • PENJELASAN LEARNING ISSUE :
  • 1.PROSES METABOLISME TINGKAT SELULER SAMPAI DENGAN JARINGAN
  • Metabolisme
  • Jalur metabolic
  • a.Reaksi Reduksi-Oksidasi
  • Hormon-hormon yang Mengatur Metabolisme
  • 1.Tiroksin
  • 2.Hormon Pertumbuhan
  • 3.Insulin
  • 4.Glukagon
  • 5.Kortisol
  • 6.Epinefrin
  • Kecepatan Metabolisme
  • 1.Laju metabolic
  • b.Specific Dynamic Action (SDA)
  • 2.Basal Metabolic Rate (BMR)
  • 2.ANATOMI, HISTOLOGI, DAN FISIOLOGI ORGAN DALAM PENCERNAAN
  • A.FUNGSI SISTEM PENCERNAAN
  • B.DINDING SALURAN PENCERNAAN
  • C.KENDALI SARAF pada SALURAN PENCERNAAN
  • D.RONGGA ORAL, FARING, dan ESOFAGUS
  • Fungsi Lambung
  • Sekresi Lambung
  • Divisi
  • Motilitas
  • Anatomi mikroskopik dinding usus
  • Fungsi usus halus
  • Hati dan sekresi empedu Anatomi hati
  • Fungsi utama hati
  • Empedu Anatomi sekresi empedu
  • Komposisi empedu
  • Fungsi garam empedu dalam usus halus
  • Kendali pada sekresi dan aliran empedu
  • Kandung empedu Anatomi
  • Fungsi
  • Bagian-bagian usus besar
  • Fungsi usus besar
  • 3.MEKANISME PROSES PENCERNAAN
  • Pencernaan makanan pada manusia ada 2:
  • Peran enzim dalam sistem pencernaan:
  • 4.PROSES METABOLISME KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK
  • A.METABOLISME KARBOHIDRAT
  • 1.Monosakarida
  • 2.Disakarida
  • 3.Oligosakarida
  • 4.Polisakarida
  • Tabel singkat respirasi sel
  • B.METABOLISME PROTEIN Anabolisme
  • Katabolisme
  • Albumin
  • Globulin
  • Fibrinogen
  • C.METABOLISME LEMAK Lipid dibagi menjadi 3:
  • Pencernaan lemak dalam usus
  • Fungsi Lemak
  • 5. SISTEM
  • A. Cairan
  • Keseimbangan air dan elektrolit
  • Kompartemen air
  • Haluaran air
  • Pengaturan asupan dan haluaran air
  • Elektrolit
  • Elektrolit dibagi menjadi dua yaitu
  • Beberapa fungsi dari macam kation elektrolit utama
  • Beberapa fungsi dari macam anion elektrolit utama
  • Ketidakseimbangan elektrolit
  • Asupan haluaran dan pengaturan
  • B.Termoregulasi
  • Produksi panas
  • Kehilangan panas
  • Demam

PEMBAHASAN

SEL Sel merupakan unit dasar terkecil yang mendasari suatu kehidupan. Ilmu yang mempelajari sel disebut sitologi (cytology). 1. bagian dari sel a. plasma sel 1) luar sel 2) 3) tersusun atas fosfolipid dan protein membrane plasma memungkinkan sel untuk berinteraksi dengan sel yang lain, tempat sebagai pembatas terluar dari sel yang membatasi komponen dalam sel dengan lingkungan

reseptor, dan mengatur pertukaran material dengan cara difusi atau osmosis b. sitoplasma, cairan tempat melekatnya organel-organel pada sel 1) substansi antara nucleus dan membrane plasma yang meengandung organel dan incluuisions terdiri atas air, protein, karbohidrat, lipid, serta komponen anorganik. Zat kimia dalam tempat dimana reaksi kimia berlangsung nucleus merupakan pusat pengaturan segala aktivitas sel dan mengandung kromosom yang berisi materi genetic (DNA) • 2) • • 3) • • • semua sel memiliki nucleus kecuali sel darah merah ribosome terdiri dari granula yang berisi DNA ribosomal dan protein ribosomal sebagai tempat sintesis protein reticulum endoplasma merupakan jaringan yang menghubungkan membrane nucleus dan membrane plasma reticulum endoplasma kasar mengandung ribosom, tetapi reticulum endoplasma halus tidak mendukung proses mekanis yang terjadi, melepaskan ion kalsium yang terlibat dalam konsentrasi otot, memimpin pertukaran materi dalam sitoplasma, system pengangkutan interseluler, mensintesa lipid dan protein, menyimpan molekul hasil sintesa, dan membantu sel untuk mengeluarkan zat kimia yang tidak diperlukan 4) • badan golgi terdiri dari empat hingga delapan tumpukan kantong gepeng fungsi utamanya adalah memproses, menyusun, dan mengantarkan protein ke sel. Selain itu juga mensekresi protein dan lipid sertab membentuk lisosom 5) • • mitokondria terdiri dari lapisan membrane yang membatasi dan lipatan yang disebut Krista membentuk ATP

2)
3) c. organel 1) •

sitoplasma dapat berbentuk larutan atau koloid

d. inclusions, yaitu hasil sekresi dan produk nutrisi pada sel seperti melanin, glikogen, dan lipid. SISTEM INTEGUMEN

Terdiri dari kulit dan turunannya seperti rambut, kuku, keringat, minyak, dan kelenjar susu. Organ ini adalah organ yang paling bisa terlihat (Tortora) KULIT Fungsi Kulit : (Gartner, Leslie P., 327) 1. Perlindungan 2. Pengatur suhu tubuh 3. Ekskresi yang dilakukan oleh kelenjar keringat 4. Arbsorbsi sinar Ultra Violet dari sinar matahari untuk mensintesis vitamin D Epidermis Kulit Tebal Tebal 0,8 mm – 1,4 mm. Terdiri dari 5 lapisan. Dari bawah yaitu : Stratum Basale (Germinativum), Stratum Spinosum, Stratum Granulosum, Stratum Lucidium, dan Stratum Corneum. Kulit Tipis Tebal 0,07 mm – 0,12 mm. Memiliki 4 lapisan, tanpa Stratum Lucidium (Guton, Arthur C.) , terdapat pada bagian yang kekurangan rambut (telapak kaki dan telapak tangan). Stratum Ge\rminativum Terdiri dari epidermal stem cells, melanocytes, dan keratinocytes. Merupakan lapisan epidermis paling bawah. Terbentuk dari jaringan ikat longgar. Berbatasan langsung dengan dermis. Sel-sel yang mendominasi adalah sel-sel stem yang besar/ sel basale. Aktifitas melanocytes menyebabkan kulit bewarna kecoklatan. Sel merkel yang banyak terdapat pada bagian yang kekurangan rambut, mengeluarkan zat kimia yang peka terhadap sentuhan. Stratum Spinosum Lapisan epidermis yang paling tebal, terdiri daru berbagai macam bentuk sel (polyhedral sampai sel-sel yang berbentuk tipis) sehingga nampak berduri (spin). Disini juga terdapat keratinocytes yang aktif melakukan mitosis. Stratum basal dan spinosum disebut lapisan malphigi yang bertanggung jawab dalam pergantian epidermal keratinocytes. Stratum Granulosum Terdapat keratinocytes yang tergantikan oleh atau dari stratum spinosum. Ketika sel tersebut mencapai lapisan ini, mulai untuk membuat protein keratohyalin dan keratin dalam jumlah banyak. Keratohyalin merupakan zat tanduk, menyebabkan kulit less permeable. Keratin merupakan bahan penyusun utama rambut dan kuku. Stratum Lucidium Lapisan ini hanya terdapat pada kulit tebal (thick skin). Walaupun lapisan ini berisi sel-sel tipis dan kekurangan organel dan nuclei, akan tetapi mengandung keratin filament yang tebal. Plasma membran mengalami penenbalan akibat penyuluran protei non kreatin (infolokrin). Tidak terlihat bawah pada standard hytological layer. Stratum Corneum Terletak di permukaan, 15-10 lapisan tipis (epitel pipih), sel mati, interloching cells. Disebut juga lapisan tanduk (horny layer). Tipe Sel : Keratinocytes, Melanocytes, Sel Merkel, Sel Langerhans. Keratinocytes

Subtansi terbanyak dari sel-sel epidermis, karena keratinocytes selalu mengelupas pada permukaaan epidermis, maka harus selalu digunakan. Pergantian dilakukan oleh aktivitas mitosis dari lapisan basal (di malam hari). Selama perjalanannya ke luar (menuju permukaan. Keratinocyes berdeferensiasi menjadi keratin filamen dalam sitoplasma. Proses dari basal sampai korneum selama 20-30 hari. Karena proses cytomorhose dari keratinocytes yang bergerak dari basal ke korneum, lima lapisan dapat diidentifikasi. Yaitu basal, spimosum, granulosum, losidum dan kornium. Melanocytes Didapat dari ujung saraf, memproduksi pigment melanin yang memberikan warna coklat pada kulit. Bentuknya silindris, bulat dan panjang. Mengandung tirosinase yang dihasilkan oleh REG, kemudian tirosinase tersebut diolah oleh Aparatus Golgi menjadi oval granules (melanosomes). Ketika asam amino tirosin berpindah ke dalam melanosomes, melanosomes berubah menjadi melanin. Enzim tirosinase yang diaktifkan oleh sinar ultra violet.. Kemudian melanin meninggalkan badan melanicytes dan menuju ke sitoplasma dari sel-sel dalam lapisan stratum spinosum. Dan pada akhirnya pigmen melanin didegradasi oleh keratinocytes. Faktor-faktor yang menyebabkan adanya perbedaan warna kulit antara lain: 1. Melanosit, terletak pada stratum basalis, memproduksi pigmen, melanin, yang bertanggung jawab untuk pewarnaan kulit dari coklat sampai hitam.

2. Darah dalam pembuluh dermal di bawah lapisan epidermis dapat terlihat dari permukaan dan menghasilkan
pewarnaan merah muda . Ini lebih jelas terlihat pada kulit orang kilit putih (Kaukasian) 3. Keberadaan dan jumlah pigmen kuning, karotin, hanya ditemukan pada stratum korneum, dan dalam sel lemak dermis dan hipodermis, yang menyebabkan beberapa perbedaan pada pewarnaan kulit. Merkel Cells Banyak terdapat pada daerah kulit yang sedikit rambut (fingertips, oral mucosa, daerah dasar folikel rambut). Menyebar di lapisan stratum basal yang banyak mengandung keratinocytes. Langerhans Cells Disebut juga dendritic cells karena sering bekerja di daerah lapisan stratum spinosum. Merupakan sel yang mengandung antibodi. Banyaknya 2% – 4 % dari keseluruhan sel epidermis. Selain itu, juga banyak terdapat di bagian dermis pada lubang mulut, esophagus, dan vagina. Fungsi dari langerhans cells adalah untuk responisasi terhadap imun karena mempunyai antibodi Dermis Lapisan Papiler : tipis mengandung jaringan ikat jarang. Lapisan Kutikuler : tebal terdiri dari jaringan ikat padat.

Kulit Tebal

Kulit Tipis RAMBUT Rambut terdiri dari benang-benang bertanduk yang berasal dari epidermis, terdiri dari batang dan akar yang meluas kebawah hingga menyerupai umbi yang bertakik pada lapisan bawahnya. Ruang di dalam takik terdapat jaringan penyambung / papilla. Akar rambut terbungkus oleh folike rambut yang berasal dari sumbu epidermal dan dermal. Rambut terdiri dari 3 lapisan epitel : 1. Medula 2. Kortex 3. Kutikula Folikel rambut terdiri dari : 1. Selubung akar epitel dalam Terdiri dari kutikula, lapisan Huxley, lapisan henle 2. Selubung akar epitel luar yang erasal dari epidermis Merupakan perpanjangan dari lapisan malpighi (stratum basale dan spinosum) 3. Selubung jaringan penyambung berasal dari dermis a. Selubung dalam, membran hialin sempit, menempel pada sel-sel silindris selubung luar. b. Selubung tengah, serat jaringan penyambung halus yang tersusun dalam lingkaran. c. KUKU Merupakan modifikasi dari lapisan epidermis. 1. Badan kuku Tersusun dari sel-sel pipih jernih. 2. Dinding kuku Lipatan sekeliling proksimal dan lateral dari kuku. 3. Alas kuku Epidermis dibawah badan kuku, tidak memiliki sratum granulosum. KELENJAR PADA KULIT 1. Kelenjar Sebasea a. Mensekresikan minyak ke folikel rambut Selubung tengah, berfungs mengangkat rambut dalam dermis.

Hal ini hendaknya dibedakan dengan perspirasi atau pelepasan air dengan tak terasa yang hanya berupa difusi air secara sederhana melalui kulit. . kurang pada ilim dingin dan lebih pada yang panas. Kelanjar Keringat Kelenjar keringat adalah alat utama untuk merendahkan suhu tubuh. Suhu lingkungan yang lebih tinggi dari suhu tubuh dapat dirasakan cukup nyaman bila udara kering. tetapi kelembaban dapat menyebabkan rasa sangat tidak enak karena menghalangi hilangnya suhu tubuh melalui penguapan. Berbagai jumlah air dapat dilepaskan. Penyedia antibakteria 2. nipple Memproduksi sekresi kental dengan komposisi kompleks Pada individu tertentu dapat menjadi sarana komunikasi Kerjanya sangant dipengaruhi hormon Tersebar luas Memproduksi sedikit sekresi. Tergantung dari kebuthan tubuh akan pengaturan suhu. a.b. Kelenjar merokrin MEKANISME SEKRESI KERINGAT Keringat adalah sekresi aktif dari kelenjar keringat di bawah pngendalian saraf simpatis Keringat terutama berisilarutan garam dengan konsentrasi kira-kira 1/3 dari yang ada dalam plasma. Kelenjar apokrin 1) 2) 3) 4) 1) 2) 3) 4) 5) 6) Terdapat pada axilla. kebanyakan air Merocrine secretion mechanism Dikontrol oleh sistem saraf Penting dalam thermoregulation dan ekskresi Sebagai antibakteri b. Banyaknya keringat berkisar dari 0 sampai 2000 ccm setiap hari. groin. Dengan perspirasi hilang kira-kira 500ccm air setiap hari. kira-kira setengah liter sehari pada iklim sedang.

Konsentrasi Natrium sekitar 142 mEq/L dan Klorida sekitar 104 mEq/L dengan konsentrasi zat terlarut lain yang lebih kecil dibanding dalam plasma. Kemudian direabsorpsi oleh duktus sehingga konsentrasi Natrium dan Klorida turun menjadi 5 mEq/L dan sebagian besar cairan tersebut juga direabsorpsi. Sewaktu larutan ini mengalir di duktus. sentuhan . 2. tetapi tidak mengandung protein plasma. Bagian yang bergelung (menghasilkan sekret primer atau sekret prekursor) 2. larutan prekursor ini mengalami reabsorpsi sebagian ion Natrium dan Klorida. Apabila kelenjar keringat sedikit dirangsang. (Sumber : Guyton & hall. 1. dan vibrasi Free nerved ending : pain dan thermoreceptor Ruffini corp : stretching &pressure Krause : receptor dingin . cairan prekursor mengalir melalui duktus secara lambat. cairan prekursor dibentuk dalam jumlah banyak dan duktus ini hanya mengabsorpsi Natrium dan Klorida dalam jumlah sedikit sehingga dapat mencapai tingkat maksimum 50-60 mEq/L dan hanya sedikit cairan yang direabsorpsi. Bagian duktus Sekret primer itu memiliki komposisi yang mirip dengan protein plasma. 892) KLASIFIKASI RESEPTOR DALAM SISTEM INTEGUMEN Merkel’s disk : sentuhan Meissner corpuscle : raba Vater paccini : tekanan.Pada kelenjar keringat terdiri dari dua bagian: 1. Apabila kelenjar keringat kuat dirangsang.

Chemoreceptors Rasa Papila lidah Bau Epitel olfaktori . Electromagnetic receptors Penglihatan sel batang reseptor gelap sel kerucut receptor terang V. Nociceptors Nyeri Free nerve endings IV.Muscle spindle & golgi tendon : mecanoreceptor (sumber : presentasi dr. Mechanoreceptors Sensibilitas kulit (epidermis and dermis) Free nerve endings Percabangan Merkel’s discs Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Meissner’s corpuscles Krause’s corpuscles Sensibilitas kedalaman jaringan Free nerve endings Percabangan Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Pacinian corpuscles Muscle spindles Golgi tendon receptors Pendengaran Reseptor suara pada koklea Keseimbangan Reseptor Vestibular Arteri Aorta II. Bambang Sumantri) I. Thermoreceptors Dingin Krause’s corpuscles Panas Ruffini’s endings III.

Ada 3 jenis protein plasma yang utama. Plasma terdiri dari 92% air dan mengandung campuran kompleks zat organik dan anorganik. yakni albumin. Plasma mengandung koloid dan kristaloid. . tetapi memiliki ukuran paling kecil. asam amino. 1. 2. • • Koloid adalah zat yang berdiameter 1 nm sampai 100 nm. disintesis di hati dan merupakan komponen esensial dalam mekanisme pembekuan darah. Albumin disintesis dalam hati dan bertanggung jawab untuk tekanan osmotik koloid darah. asam lemak Hypothalamus (sumber : Guyton n Hall) KOMPONEN DALAM DARAH Plasma darah Cairan bening kekuningan yang unsure pokoknya sama dengan sitoplasma. limfoid dan berfungsi dalam imunitas. Albumin Protein plasma yang terbanyak. dengan fungsi utama sebagai molekul pembawa lipid. beberapa Gamma globulin(imunoglobulin) adalah antibodi. dan fibrinogen. Protein plasma mencapai 7 % plasma dan merupakan satu-satunya unsure pokok plasma yang tidak dapat menembus membran kapiler untuk mencapai sel. Ada lima jenis imunoglobulin yang diproduksi jaringan hormon. Tekanan ini merupakan suatu ukuran ”daya tarik” plasama terhadap difusi air dari cairan ekstraseluler yang melewati membran kapiler. dan zat yang penting lainnya. Globulin Membentuk sekitar 30% protein plasma • • Alfa dan beta globulin disintesis di hati. Tekanan osmotic koloid ditentukan berdasarkan jumlah partikel koloid dalam larutan.aorta dan badan carotid Gula darah. sekitar 55-60%. sedangkan kristaloid adalah zat yang berdiameter kurang dari 1 nm. Fibrinogen Membentuk 4 % protein plasma. globulin. 3. berbagai substrat.

mineral. Abrasi Merupakan perlukaan paling superfisial. Gas darah : asam amino. mitokondria. dan lipid yang diabsorbsi dari saluran pencernaan. vitamin. 3. Walaupun sel darah merah matang tidak memiliki nuklei. Kontusi (memar) .Plasma juga mengandung nutrien. enzim sitoplasmanya mampu memproduksi ATP untuk waktu yang terbatas ini. Netrofil b. fosfat. Elemen pembentuk darah meliputi sel darah merah (eritrosit). dengan definisi tidak menebus lapisan epidermis 2. Trombosit Trombosit berfungsi dalam hemostasis (penghentian perdarahan) dan perbaikian pembuluh darah yang robek. KLASIFIKASI LUKA Berdasarkan Patofisiologi. Elektrolit plasma : ion natrium. leukosit bertahan kurang lebih satu hari dalam sirkulasi sebelum masuk ke jaringan. : oksigen. atau pun retikulum endoplasma. Nutrien 2. Leukosit memiliki sifat diapedesis. dan trombosit. Sel ini tetap dalam jaringan selama beberapa hari. hormon. kalsium bikarbonat. Monosit Fagosit kuat yang berdiferensiasi menjadi makrofag jaringan pada tempat terjadi infeksi kemudian akan menghancurkan bakteri. sebagian limfosit (sel B) berdiferensiasi menjadi sel plasma yang akan : menghasilkan antibodi b. gula. Berperan penting dalam pengaturan pH darah karena ion bikarbonat dan hemoglobin merupakan buffer - asam basa Bersikulasi selama 120 hari sebelum menjadi rapuh dan mudah pecah. benda asing. dan debris sel Rentang kehidupan : Setelah diproduksi di sumsum tulang. Agranular a. karbondioksida. Eosinofil : sel fagositik khususnya bakteri : sel fagositik khusus terhadap kompleks antigen-antibodi dan dapat bertambah banyak selama infestasi parasit c. yaitu kemampuan untuk menembus pori-pori membran kapiler dan masuk ke dalam jaringan. dan ion sulfat. magnesium. Granular a. sel darah putih (leukosit). 1. Basofil 2. dan nitrogen. gas darah. dan zat-zat sisa. klorida. elektrolit. Eritrosit Memiliki fungsi antara lain: Mentranspor oksigen ke seluruh jaringan melalui pengikatan hemoglobin terhadap oksigen. atau beberapa bulan tergantung jenis leukositnya. beberapa minggu. Leukosit Memiliki fungsi antara lain : 1. kalium. luka dibedakan menjadi : 1. Limfosit • • : serupa dengan sel mast dan dapat membebaskan histamin dan heparin dalam reaksi alergi : Berperan dalam mekanisme pertahanan imunologik tubuh Bila ada antigen spesifik.

mulai terbentuk fibroblast 3.Terjadi karena kebocoran pada pembuluh darah dengan epidermis yang utuh oleh karena proses mekanis 3. dibutuhkan bantuan kaca penbesar. maka rambut tersebut akan terdapat pada luka. permeabilitas pembuluh darah meningkat untuk mengantarkan sel fagosit (monosit dan limfosit untuk membunuh mikroba) d. Laserasi Berbeda dengan luka iris dimana pada luka gores jringan yang rusak menyobek bukan mengiris. pembuluh darah dan saraf . merupakan fase dimana sel epitel mulai membentuk jembatan diantara luka (dibawah scab) b. jaringan yang rusak adalah epidermis. Kerusakan pembuluh darah direcovery oleh trombosit.terutama jika yang terluka daerah tulang Jika area tertutup oleh rambut seperti kulit kepala. 4. Sedangkan recovery jaringan dermis dan epidermis dijelaskan sebagai berikut: 1. fase migratory a. hingga ke pembuluh darah. maka disebut luka dalam 2. fibroblast mulai mensistesa jaringan luka . luka insisi PENYEMBUHAN LUKA Pada kasus Ontoseno. tengkorak. karena rusaknya hingga ke pembuluh darah. sel epitel bermigrasi silang pada luka dan membelah diri untuk membentuk jaringan baru c. fase inflammatory a. Laserasi dapat dibedakan dari luka iris : • • • • Garis tepi memar dan kerusakan memiliki area yang sangat kecil sehingga untuk pemeriksaanya kadang Keberadaan rangkaian jaringan yang terkena terdapat pada daerah bagian dalam luka. dermis. termasuk Tidak adanya luka lurus yang tajam pada tulang dibawahnya. merupakan fase pembekuan darah pada daerah luka (terbentuk scab) Proses pembekuan darah Protrombin Aktivator protrombin Ca++ Trombin Fibrinogen Benang-benang Fibrin Trombin Faktor stabilisasi fibrin yang teraktivasi Fibrinogen Monomer Ca++ Benang fibrin yang saling berikatan b.

fase migratory fase proliferatif. fibroblast mulai menghilang e. sehingga mengeluarkan darah. Proses netralisasi bakteri dibut phagositosis. Salah satu penyebab rasa nyeri dalam luka ontoseno adalah masuknya bakteri dari duri. serat kolagen mulai tersusun normal d. merupakan fase dimana pembentukan sel epitel lebih intensif b. Banyak sedikitnya keringat tergantung pada kebutuhan tubuh akan pengaturan suhu.c. fibroblast mulai membentuk kolagen 5. keluat darah sedikit dan terasa perih. Ontoseno mengeluarkan keringat karena dalam kulit terdapat kelenjar keringat. Ketika hendak mengusap keringat. lengan kanan Ontoseno mengalami luka. Hal ini disebabkan karena di dalam kulit terdapat ujung-ujung syaraf reseptor. Keluarnya keringat tersebut diatur oleh syaraf simpatik. pembuluh darah kembali normal (sumber : Tortota) KESIMPULAN Pemicu 1 Blok 2 Ontoseno mempunyai kulit berwarna sawo matang sedang berjalan di ladang. jaringan epidermis yang baru mulai terbentuk c. lengan Ontoseno terasa perih. Ontoseno memiliki kulit sawo matang karena dalam kulit terdapat melanocytes yang menghasilkan pigmen melanin (coklat). Yang menyebabkan rasa nyeri adalah ujung syaraf free nerve endings. fase proliferatif a. TULANG DAN RANGKA ANATOMI RANGKA . lapisan epidermis. Bakteri-bakteri terebut dinetralisasi oleh sel-sel leukosit yang memuliki sifat diapedesis. scab mengelupas b. dermis serta pembuluh darah rusak. epidermis mulai kembali pada ketebalan normal c. fase maturation. fase maturation a. Luka tersebut dapat tertutup melalui proses penutupan luka yang meliputi fase inflammatory. pembuluh darah yang luka mulai diperbaiki oleh trombosit 4. Setelah tertusuk. tibatiba tangannya terkena duri pada tanaman semak belukar sehingga kulit lengan kanannya tertusuk. Ketika tertusuk duri.

dan kantong mata • Tulang parietal • Tulang oksipital : membentuk bagian belakang kranium • Tulang temporal : membentuk sisi kranium • Tulang etmoid : penyangga penting rongga nasal .langit rongga nasal.Aksilar : Tengkorak 1. langit . Kranium : melindungi otak • Tulang frontal: membentuk dahi.

tulang orbital. • • • • • • • • 4. 5 vertebra lumbal. 3-5 koksigeal ) ( Sloane. rongga nasal Tulang zigomatik : tonjolan tulang pipi Tulang maksilar : rahang atas Tulang lakrimal : berisi celah . 5 vertebra sakrum. ( Sloane. Sternum dan Iga .celah untuk lintasan duktus lakrimal yang mengalirkan air mata ke rongga nasal Tulang vomer : membentuk septum nasal Konka nasal inferior Mandibula : rahang bawah Tulang hioid : bentuknya tapal kuda. 2003 ) Tulang wajah : Tulang nasal : penyangga hidung Tulang palatum : membentul langit . ( 12 vertebra toraks.• Tulang sfenoid : membentuk dasar anterior kranium • Osikel auditori : untuk proses pendengaran • Tulang womian : tulang kecil yang terdapat di dalam sutura 2. Sinus pranasal : terdiri dari ruang .langit mulut. tidak berartikulasi dg tulang lain. dengan rongga nasal. 2003 ).ruang udara dalam tegkorak yang berhubungan Vertebra Kolumna vertebra : menyangga berat tubuh dan melindungi medula spinalis.

kepala tulang metacarpal membentuk buku jari yang menonjol pada tangan. Lengan 1. Setiap tulang metacarpal memiliki sebuah dasar proksimal yang berartikulasi dengan barisan distal tulang karpal pergelangan tangan. 2. ( Sloane. Tulang – tulang jari (phalanges) Setiap jari memiliki tiga tulang yaitu tulang proksimal. yaitu: 1.lunatum. dan tulang distal. Apendikular : Gilder Pektoral ( bahu ) 1. 2. badan. 2003 ) Gilder pelvis (tulang panggul) Tungkai bawah 1. 2. 2. Femur ( paha ): tulang terpanjang dan terkuat Tungkai : tibia dan fibula . Hamatum. trikuetral(triangular). kecuali ibu jari yang hanya memiliki tulang proksimal dan medial saja. 3 pasang iga semu. Tangan Sternum : Tulang dada ( manubrium atas. 2.tulang medial. Barisan tulang karpal distal yang terdiri dari: Trapezium. Barisan tulang karpal proksimal yang terdiri dari navicular(skafoid). Tulang Pergelangan Tangan (Karpus) Pergelangan tangan terbentuk dari delapan tulang karpal irteguler yang tersusun dalam dua baris.1. prosesus sifoid ) Tulang iga : 7 pasang iga sejati. Tangan (metacarpus) Tangan tersusun dari lima tulang metakarpal’dimana semua tulang metacarpal berukuran serupa kecuali tulang metacarpal pertama pada ibujari. Trapezoid. 2 pasang iga melayang Skapula ( tulang belikat ) Klavikula ( tulang kolar ) Humerus : tulang tunggal pada lengan atas Lengan bawah : radius dan ulna Ada tiga macam tulang yang menyusun tangan. 3.dan pisiform. Kapitatum. dan setiap barisnya terdiri dari empat tulang.

Tulang pendek contoh: carpal dan tarsal f. dan parietal. Seperti pada jari tangan.organ lunak yang ada dalam tubuh . c. Tulang tak beraturan contoh: ruas-ruas tulang belakang e. Di antara falanges terdapat sendi engsel yang memungkinkan gerak satu bidang. ulna. Tulang sesamoid contoh: patella ( Ganong. 3. ( Guyton. terdapat 2 buah falanges pada masing-masing ibu jari dan 3 buah falanges pada jari lain. femur. yaitu kelima jari kaki.Tulang Telapak Kaki dan Jari Kaki Tarsal adalah terdiri dari 7 buah tulang. dan fibula. 2. Hal ini disebabkan pada ibu jari kaki tidak memiliki sendi karpometakarpal seperti yang dimiliki ibu jari tangan. Tulang yang terbesar adalah atau biasa disebut tumit. Perlindungan. tibia. 2008 ) FISOLOGI TULANG 1. Tulang memberikan topangan dan bentuk tubuh Pergerakan. Tarsal membentuk artikulasio dengan metatarsal. Sutural contoh: tulang diantara tulang datar pada tengkorak di garis sutura d. Pada ibu jari tangan terdapat sendi pelana yang membuat ibu jari tangan lebih bebas bergerak daripada ibu jari kaki. Sistem rangka melindungi organ . radius. Falang adalah tulang penyusun jari. Ibu jari kaki tidak sefleksibel ibu jari tangan. Tulang berartikulasi dengan tulang lain pada sebuah persendian sebagai pengungkit. Tulang datar contoh: sternum. scapula. 2006 ) KLASIFIKASI TULANG a. b. Tulang panjang contoh: humerus.

2003 ). Tidak terdapat perikondrium yang dikanali dalam kartilago fibrosa.4. simfisis pubis. Berwarna coklat kebirubiruan. serta lebih sedikit kandunagn proteoglikannya. dan dalam tendon-tendon tertentu. merupakan tempat produksi sel darah merah. laring. akhir dari tulang rusuk. epiglottis. mengandung sedikit kolagen dan banyak kondrotinsulfat. agak elastis . badan vertebra. Terletak di hidung. dan extracellular fluid. 2007 ) Kharakteristik Tulang Rawan Tulang rawan = Jaringan yang terdiri dari sel-sel rawan yang terdapat kondrosit dan bahan dasar tulang rawan sebagai bahan antar sel Terdapat 3 jenis tulang rawan berdasarkan karakteristiknya : 1 Tulang rawan hyalin Ciri-ciri : -Konsistensi lunak. tulang pipih dan kranium. 5. Tempat penyimpanan mineral ( Sloane. pada bagian perikondrium. 2007 ) Kartilago Fibrosa Merupakan jaringan intermediate antara jaringan ikat padat dan kartilago hyalin. dan cincin trakea dan bronkus. lebih banyak mengandung elastic fiber. dan tulang rawan kuneiformis di laring. semi tembus cahaya. Pembentukan sel darah ( hematopoiesis ). proteoglycans. yang ditemukan pada orang dewasa dalam tulang sternum. Kondrositnya lebih besar bila dibandingkan dengan kartilago hyaline. ( Junqueira. HISTOLOGI TULANG Tulang Rawan ( Kartilago ) Kartilago Hyalin Mtrixnya terdiri dari kolagen tipe II. ( Junqueira. Matrixnya mengandung kolagen tipe I dan bersifat asidofilik. Perikondrium terbentuk di batas luar ketika proses pembentukan kondrosit. dan lunak. glycoproteins. Terdapat pada discus invertebralis. 2007 ) Gambar Hyalin Kartilago Kartilago Elastik Ditemukan di aurikula telinga. dan trombosirt. Teritorial matrix merup\akan matrix yang berada di sekeliling lacuna. Memiiki warna kekuningan darena memiliki elastin dalam serat elastis. sehingga lebih elastis. tulang iga. Sumsusm tulang merah. saluran eustachius. pada bagian ujung tulang panjang. ( Junqueira. dinding telinga bagian luar. sel darah putih. Sedangakan interteritorial matrix adalah matrix terbesar dan mengandung lebih banyak kolagen. Histogenesis dan pertumbuhan : Individual mesenchymal cells  berkumpul membentuk pusat kondrofikasi  berdiferensiasi menjadi kondroblas  sekresi matriz kartilago disekelilingnya  terbentuk lacuna  kondroblas yang dikelilingi matrixnya disebut kondrosit  cell division  lebih dari 2 kondrosit disebut isogenous groups.

keras dan berbentuk tetap.sabut ini kemudian melanjutkan diri ke perikandrium -Kondrosit.karena bahan antar sel agak padat -Kemungkinan sel membelah diri sedikit -Terdapat bahan sabut kolagen berbagai arah -Merupakan peralihan antara jaringan ikat fibrilair dengan jaringan tulang (Keeton. ( Junqueira. Matrix terdiri dari komponen organic dan anorganik. pertukaran zat antara osteosit dan kapiler darah tetap bisa berjalan karena adanya komusikasi melalui kanalikuli.tudung sel tulang rawan dan kelopmpok isogen seperti pada tulang rawan hyalin 3 Tulang rawan fibrious : Ciri-ciri : -Kondrosit dan tudung sel tulang rawan seperti pada tulang hyalin -Kelompok isogen hanya sedikit. Periosteum melapisi bagian luar tulang. Komponen organic merupakan kumpulan kristal-kristal kalsium hidroksiapatit yang terdiri dari kalsium dan fosfor yang banyak. sedangkan endosteum melapisi bagian dalam tulang. 1980 ) Tulang ( Bone ) rawan Tulang adalah jaringan ikat kaku. Sedangkan komponen anorganik berisi kolagen tipe I. 2007 ) Gambar : Penampang system harverst . Matrix ektravaskulernya telah mengandung kalsium sehingga menutup jalanya sekresi sel didalamnya. Akan tetapi.-Warna kebiru-biruan -Bahan dasar homogen 2 Tulang rawan elastis : Ciri-ciri : -Warna kekuning-kuningan -Lebih fleksibel dan elastis -Bahan dasar terdapat anyaman sabut-sabut elastis dalam berbagai arah terutama di sekitar kondrosit.

Insulin : berfungsi dalam meningkatkan produksi energi dari glukosa. Jumlahnya 20. sehingga menjaga kemampuan mitotik (sangat berpotensi untuk berdiferensiasi menjadi Osteoblas). osteoblas akan memperoduksi suatu sitokin yang disebut factor perangsang osteoklas. Tumbuh dibawah pengaruh Bone Morphogenic Protein (BMP) dan Transforming Growth Factor β. dan glikoprotein). 2007 ) HORMON YANG BEKERJA PADA PERTUMBUHAN TULANG 1. Di dapat dari osteoblas yang berdeferensiasi.000 – 30. Osteoklas memiliki reseptor untuk kalsitokinin. yang disebut Osteoid. diantara lapisan osteoblas dan tulang yang baru dibentuk. dan di dalam endosteum. kartilago dan enzim untuk pembentukan kartilago tulang). Kelenjar hipofisis anterior / kelenjar pertumbuhan : berfungsi meningkatkan kecepatan mitosis kondrosit dan osteoblas serta meningkatkan kecepatan sintesis protein (kolagen. yakni suati hormone tiroid. Osteoprogenitor cells Merupakan embryonic mesenchymal cells. Mengalami proses aposisi tulang yaitu komponen matrix disekresi pada permukaan sel yang berkontak dengan matrx tulang yang lebih tua. Tiroksin (kelenjar tiroid) : berfungsi untuk meningkatkan kecepatan sintesis protein dan meningkatkan produksi energi dari semua jenis makanan. matriks. Osteosit. Akan tetapi osteoblas memiliki reseptor untuk hormone paratiroid dan begitu teraktivasi oleh hormone ini. .Sel-sel tulang : Osteoprogenitor cells. tetapi bukan untuk hormone paratiroid. 2007 ) Osteoklas. sel-sel ini secara aktif terlibat untuk mempertahankan matrix tulang dan kematianya diikuti oleh resorpsi matrix tersebut. lapisan canal harvest. Berada pada bagian dalam periosteum. Terdapat didalam lacuna yang terletak diantara lamela-lamela matrix.000 per mm 3. ( Junqueira. Aktifinasnya dipengaruhi oleh hormone sitokinin. Osteoblas juga berperan dalam sistesis komponen organic dari matrix (Kolagen tipe I. 2007 ) Gambar Berbagai Bentuk Tulang Osteosit Merupakan sel tulang yang telah dewasa. Berasal dari penggabungan sel-sel sumsum tulang. Osteoblas. Memiliki peranan penting dalam proses resorpsi tulang. Osteoklas mensekresi kolagenase dan enzim lain sehingga memudahkan pencernaan kolagen setempat dan melarutkan kristal gram kalsium. Peptioglikan. 3. Osteoblas Terbentuk dari Osteorogenitor cells yang telah berdiferensiasi. ( Junqueira. Berinti banyak. 2. ( Junqueira. dan lapisan matrix baru (namun belum terkapur). dan Osteoklas.

Epifisis dan Diafisis ( Gartner. Osteoklas membentuk lubang di dalam tulang sub periosteal. 8. mati dan berdegenerasi. 5. Pertumbuhan tulang terjadi di lempeng epifiseal. Paratiroid : berfungsi untuk meningkatkan reabsorpsi kalsium dari tulang ke darah dan meningkatkan absorpsi kalsium oleh usus halus dan ginjal. 7. 2007 ) PROSES KALSIFIKASI TULANG Osteoid  Ca2+ dan PO43.konsentrasi tinggi  vesikel matrix memproduksi pompa kalsium  transport ion Ca2+ ke dalam vesikel  konsentrasi ion Ca2+ lebih tinggi  kristalisasi  pertumbuhan kristal hidroksiapatit  menembus membrane  isi dari vesikel keluar. lordosis. 6. 5. Kondrosit dalam mengalami diapsis. pertumbuhan jaringan tulang baru (callus) pada awalnya membentuk jembatan antara tulang yang terputus. Bagian-bagian pembentuk callus berasal dari osteoblast (dari periosteum yang robek) dan berkembang di sekitar patahan (disebut eksternal callus). Terbentuk kartilago yang telah terkalsifikasi. Osteoblast mensekresikan matrix 4. 10. Kalsitonin : berfungsi dalam menurunkan reabsorpsi kalsium dari tulang (menurunkan kadar kalsium dalam darah). sekitar 48 jam setelah fracture. Tulang subperiosteal menebal 9. skoliosis ( Sloane. 6. ( Gartner. osteoblast membentuk trabeculae baru di dekat garis patahan (internal callus). Selama satu minggu. Bagian callus yang terbentuk dari sel osteoblast (dari endosteum) berkembang diantara fragmen akhir tulang yang patah dan diantara dua sumsum tulang (internal callus) 2. Fraktura : patah tulang : retak tulang : kematian sel tulang yang tidak diprogram Primarry Centre Of Ossification Secondary Centre Of Ossification 2. fase yang terakhir adalah remodeling. Tulang kompak yang patah mula-mula diganti dengan jaringan berongga lalu lama kelamaan akan digantikan dengan tulang kompak lagi. 2008 ) PENULANGAN ENDOKONDRAL 1. 3. Ossifikasi mulai epifisis. menutupi fracture.4. Beberapa hari setelah itu. ( Sanlon. 2005 ) . osteoblast dari periosteum membentuk lengkung disekitar fragmen tulang (eksternal callus). 2003 ) PENYEMBUHAN FRAKTUR TULANG 1. Pembentukan model kartilago hyaline 2. Gangguan ruas tulang belakang : kifosis. ( Tortora. Komponen-komponen tulang yang mati dari fragmen ynag patah diserap oleh osteoclast. Osteoklas mulai meresorpsi kartilago yang terkalsifikasi. Nekrosa 4. 2007 ) GANGGUAN PADA TULANG 1. Fisura 3. 11. Perikondrium tervaskularisasi 3. Estrogen dan testosteron : berfungsi untuk mempercepat penutupan epifisis tulang panjang dan untuk membantu menahan kalsium dalam tulang untuk mempertahankan matriks tulang yang kuat. osteoblast dan osteosit mulai aktif membelah.

yaitu tulang bentuk kerucut yang masuk pas cekungan tulang kedua dan dapat berputar kesemua arah. 3. 2. c. persendian bagian kepala d. Sinkondrosis. sehingga memungkinkan gerakan kesatu arah. permukaan tulang yang berartikulasi berbentuk konkaf disatu sisi dan konkaf pada sisi lain. Contoh: lempeng epifisis sementara antara epifisis dan diafisis pada tulang panjang anak. Sendi engsel. Sendi jenis ini antara lain adalah: a. Persendian fibrosa. Simfisis. Contoh: sendi panggul dan bahu b. yaitu persendian yang memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan kapsul dan ligament artikular yang membukuskan. seperti b. Sendi diartosis (sendi dengan pergerakan bebas) disebut juga sendi synovial Sendi ini memiliki rongga sendi yang berisi cairan sinofial. Contoh: sutura sagital dan parietal. c. terbentuk saat tulang-tulang yang berdekatan dihubungkan dengan serat-serat jaringan ikat kolagen. Sendi amfiartosis (sendi dengan pergerakan terbatas) Sendi ini memungkinkan gerakan terbatas sebagai respon terhadap torsi dan kompresi. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan ikat fibrosa. sehingga tulang akan masuk dengan pas seperti dua pelana yang saling menyatu. 2. Sindesmosis. yang terdiri dari sebuah tulang yang masuk kedalam rongga berbentuk cangkir pada tulang lain. Sutura. Sendi pelana. b. merupakan sendi biaksial. adalah sendi yang kedua tulangnya dihubungkan dengan diskus kartilago. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan kartilago. Contoh: tulang atas. sehingga memungkinkan gerakan meluncur antara satu tulang dengan tulang yang lainnya. Persendian semacam ini disebut sendi nonaksia. Satu-satunya sendi pelana sejati yang ada dalam tubuh adalah persendian antara tulang karpal dan metakarpal pada ibu jari. f. Contoh: simpisis pubis yang bersisihan seperti radius dan ulna. yang menjadi bantalan sendi dan memungkinkan terjadi sedikit gerakan. Menurut fungsinya : 1. adalah sendi dimana tulang berbentuk kerucut masuk dengan pas . Sendi kondiloid. Contoh: sendi lutut dan siku. Sendi kisar.SENDI KLASIFIKASI SENDI Secara struktural : 1. Persendian sinovial. serta tibia dan fibula dalam kantong tulang. yaitu sendi yang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa rapat yang hanya ditemukan pada tulang tengkorak. adalah salah satu sendi yang permukaan kedua tulang berartikulasi berbentuk datar. Contoh: sendi antara tulang radius dan tulang karpal e. sendi ini dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa atau kartilago. terdiri dari sebuah tulang yang masuk dengan pas pada permukaan konkaf tulang kedua. Contoh: ditemukan pada tulang pada gigi yang tertanam pada tulang rahang 3. Sendi jenis ini antara lain adalah : a. yang memungkinkan gerakan kedua arah disudut kanan setiap tulang. yaitu sendi yang tulang-tulangnya dihubungkan dengan kartilago hialin. Sendi sinartosis (sendi mati). Sendi sferoidal. Sendi peluru. Gomposis. Klasifikasi persendian synovial terdiri dari: a. Persendian kartilago.

reinforcing ligament terbagi menjadi dua yaitu extracapsular ligament yang berada di luar kapsul sendi dan intracapsularligamen yang berada di dalam. 2007 ) HISTOLOGI PERSENDIAN SINOVIAL Gambar Sendi sinovial Sendi sinovial tersusun atas: 1. 7. dan nyeri . Pembuluh darah Supli pembuluh darah untuk membentuk cairan sinovial. mempermudah gerakan antara kedua ujung-ujung tulang 2. Cairan sinovial Cairan sinovial berasal dari filtrasi darah yang disekresikan fibroblast dalam membrane sinovial. 2. Berfungsi untuk mempertebal kapsul sendi. berperan dalam pertumbuhan tulang ke arah memanjang ( Sloane. 6. Tulang rawan sendi Tersusun atas tulang rawan hialin yang berfungsi untuk melindungi tulang dari benturan dan meredam tekanan. Artitis (inflamasi sendi) a. 2003 ) FISIOLOGI PERSENDIAN 1. ( Setiadi. 2003 ) GANGGUAN PERSENDIAN 1.Misalnya: Persendian intervertebra. osteoartritis konsekuensi alami menjadi tua kartilago artikular menjadi aus sendi menjadi kasar. Kapsul sendi 4. Reinforcing ligament Beberapa persendian sinovial menguat dan mengeras oleh ligament yang menutupinya. ( Sloane . Rongga sendi Tempat cairan sinovial 3. kaku. cairan ini berfungsi sebagai pelumas untuk mempermudah gerakan . dan persendian antara tulang-tulang karpa dan tulang-tulang tarsal. Syaraf Syaraf akan mendeteksi rasa nyeri pada persendian dan memonitor peregangan pada sendi. 5.

memiliki satu inti. dsb d. Di dalam sarcoplasm juga terdapat sejumlah mitokondria yang terletak parallel pada myofibril. 3. memiliki inti banyak sehingga pembentukan ATP lebih cepat. 2. 2003 ) OTOT HISTOLOGI OTOT 1. bekerja tidak sadar. Sarcoplasm Cairan yang memenuhi ruang antara myofibril. artritis infeksius : peradangan dalam persendian. tidak bercabang b. dan factor lingkungan 2. bekerja secara tidak sadar. hormone. artritis gouti : disebabkan karena penumpukanasam urat. Keberadaan sarcoplasmic reticulum sangat diperlukan dalam mengatur kontraksi otot. berada pada system pencernaan. dan fosfat serta beberapa enzim protein. yang dapat atau mungkin juga tidak melibatkan pemendekan otot. system pencernaan. Dislokasi / luksasi : disebabkan karena kesalahan letak permukaan artikulasi suatu persendian. Terkilir : merupakan cedera sendi yang disebabkan karena perenggangan ligamen / tendon. Sarcoplasmic Reticulum Reticulum yang berada pada sarcoplasm. tiap serat terdapat myofibril yang terdiri dari miofilamen tebal (berisi myosin) dan miofilamen tipis (berisi aktin) d. ( Sloane. Menyebabkan ketidakmampuan berjalan / bergerak c. Kontraktilitas : Serabut otot berkontraksi dan menegang. memiliki sarcoplasma sehingga mitokondrianya lebih banyak ( Guyton. bercabang b. Sarcoplasm mengandung sejumlah potassium. Ekstensibilitas : Serabut otot memiliki kemampuan untuk meregang melebihi panjang otot saat rileks. STRUKTUR OTOT 1. 3. Elastisitas : Serabut otot dapat kembali ke ukurannya semula setelah berkontraksi atau meregang. otot lurik a. Sarcolemma . artritis reumatoid : merupakan penyakit autoimun (sistem imum keliru mengarahkan kemampuan destruktifnya pada bagian tubuh). terdiri dari serat yang dilapisi oleh sarcolemma c. 2. Otot yang memiliki kontraksi kuat maka memiliki sarcoplasm reticulum yang luas. hanya ada pada jantung c. berada pada alat gerak (skeleton) 3. bekerja secara sadar. d. 2006 ) KHARAKTERISTIK OTOT 1. bercabang b. bereaksi atas rangsang syaraf.b. Eksibilitas : Serabut otot akan merespons dengan kuat jika distimulasi oleh impuls saraf 3. berinti banyak. Bursitis : merupakan peradangan pada bursa yang menyatu dengan sendi yang terjadi akibat ekskresi sendi yang berlebihan / infeksi. Serabut akan terengolasi karena kontraksi pada setiap diameter sel berbentuk kubus atau bulat hanya akan menghasilkan pemendekan yang terbatas 2. seratnya terdiri atas filament intermediate yang tebal (disebut caveolae) c. otot jantung a. 4. magnesium. otot polos a. 2003 ) 4. ( Sloane. Mitokondria ini mensuplai kontraksi myofibril dengan sejumlah ATP.

2003 ) KELAINAN OTOT 1. 4. Untuk menrunkan lengan bawah. ( Sloane. 3. otot bisep berkontraksi dan otot trisep berkontraksi. ( Guyton. Gambar. disebut dengan plasma membrane.Pergerakan : Otot menghasilkan gerakan pada tulang tempat otot tersebut melekat dan bergerak dalam bagian-bagian organ internal tubuh.Produksi panas : Kontraksi otot secara metabolis menghasilkan panas untuk mempertahankan suhu normal tubuh. yang terdiri dari 1500 miofilamen tebal (berisi myosin) dan 3000 miofilamen tipis (berisi aktin). Myofibrils. 2001 ) KERJA OTOT BERDASARKAN TUJUAN KERJANYA Otot antagonis Terdapat dua tau lebih yang tujuan kerja ototnya berlawanan. Muscular Dysthrophy Penyakit yamg memnghancurkan otot yang biasanya muncul pada masa anak anak.contoh dari otot antagonis adalah otot bisep dan otot trisep. Setiap serat otot terdiri dari ratusan myofibril. Sarcolemma terdiri dari membrane sel yang sebenarnya. Myofascial Pain Syndrom Rasa nyeri apabila tersentuh 3.Sarcolemma merupakan membrane sel dari serat otot. 2006 ) FISIOLOGI OTOT 1. Otot bisep merupakan otot yang memiliki dua ujung(tendon) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. Otot sinergis . Dimana molekul-molekul protein ini bertanggung jawab terhadap kontraksi otot. 2.Penopang tubuh dan mempertahankan postur : Otot menopang rangka dan mempertahankan tubuh saat berada dalam posisi berdiri atau saat duduk terhadap bgaya gravitasi. dan selaput luar yang terbuat dari lapisan polisakarida tipis yang berisi banyak kolagen fibril. permukaan lapisan sarcolemma melebur dengan serat tendon. Actin and Myosin Filaments. Fibromyalgia ( Marieb. JIka otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi sehingga otot terangkat. terletak di lengan atas bagian belakang. Pada setiap serat otot. dan serat tendon berkumpul untuk membentuk tendon otot yang berada di dalam tulang. otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi. Muscular Dysthrophy 2. Sedangkan otot trisep merupakan otot yang merupakan memilki tiga ujung(tendon) yang melekat pada tulang. Untuk mengangkut lengan bawah .

3. Tahap-tahap relaksasi otot rangka a. Pembentukan potensial aksi di serabut-serabut otot g.Terdapat dua otot atau lebih yang bekerja bersama-sama dengan tujuan yang sama. otot-otot itu berkontraksi bersama menjadi akurat. 2008 ) PERBEDAAN FISIK OLAHRAGAWAN DAN BUKAN OLAHRAGAWAN 1. Penghentian interaksi antara aktin dan miosin ( Ganong. Pembentukan potensial end-plate f. otot bisep pada lengan akan menjadi penggerak utama untuk memfleksi lengan bawah. Sel saraf sensorik . Otot bahu dianggap bekerja sinergis karena kontribusinya membuat gerakan lebih efektif. 5. Otot olahragawan lebih tampak atatu terbentuk Badan lebih kencang Pada olahragawan. Ca2+ dipompa kembali ke retikulum sarkoplasma b. Contoh Gerak Sinergis ialah jika kita minum segelas air. 2. Pembentukan ikatan silang antara aktin dan miosin dan pergeseran filamen tipis pada filamen tebal. sehingga menghasilkan gerakan 2. 6. otot-otot bahu akan menjaga persendian tetap stabil sehingga air akan masuk ke mulut kita. 4. Pelepasan transmiter (asetilkolin) di end-plate motorik c. Pengikatan konduktansi Na+ dan K+ di membran end-plate e. Pelepasan muatan oleh neuron motorik b. Jadi. sehingga membuka tempat pengikatan miosin di molekul aktin j. Pengikatan asetilkolin ke reseptor asetilkolin nikotinik d. ( Arief. Tahap-tahap kontraksi otot rangka a. 2006 ) SARAF DALAM SISTEM GERAK 1. Penyebaran depolarisasi ke dalam di sepanjang tubulus T h. Pelepasan Ca2+ dari troponin c. Pada saat yang sama. Pelepasan Ca2+ dari sistema terminalis retikulum sarkoplasma serta difusi Ca2+ ke filamen tebal dan filamen tipis i. Pengikatan Ca2+ ke troponin C. 2007 ) TAHAP – TAHAP KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT 1. ototnya mengalami hipertofi(otot menjadi besar dan kuat) Kekar Lebih padat Olahragawan tidak cepat merasa lelah karena mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya ( Guyton.

Sel saraf sensorik adalah sel yang membawa impuls berupa rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan), ke system saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Sel saraf sensorik disebut juga dengan sel saraf indera, karena berhubungan dengan alat indera. 2. Sel saraf Motorik Sel saraf motorik berfungsi membawa impuls berupa tanggapan dari susunan saraf pusat (otak atau sumsum tulang belakang) menuju ke kelenjar tubuh. Sel saraf motorik disebut juga dengan sel saraf penggerak, karena berhubungan erat dengan otot sebagai alat gerak. 3. Sel saraf penghubung Sel saraf penghubung disebut juga dengan sel saraf konektor, hal ini disebabkan karena fungsinya meneruskan rangsangan dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik. ( Setiadi, 2007 ) MEKANISME GERAK Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Dimana gerak refleks ini merupakan gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling sederhana. Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen dari neuron sensorik ,interneuron, dan neuron motorik, yang mengalirkan impuls saraf untuk tipe refleks tertentu. Gerak refleks yang paling sederhanahanya memerlukandua tipe sel saraf, yaitu neuron sensorik dan neuron motorik. Gerak refleks bekerja bukanlah dibawah kesadaran dan kemauan seseorang. Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut lengkung refleks. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak, misalnya, gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut. ( Amien, 1987 ) RINGKASAN PEMBAHASAN LEARNING ISSUES 1. MACAM, FUNGSI, KANDUNGAN, DAN KELENJAR PENGHASIL HORMONE  Hormon diklasifikasikan menjadi 3 berdasarkan komposisinya, yaitu : 1. Protein dan Polipeptida Dapat larut dalam air, contohnya : Insulin, Glokagon, dan FSH. 2. Derivat Asam Amino Dapat larut dalam air, contohnya : Tiroksin dan Epinefrin. 3. Steroid dan Derifat Asam Lemak Dapat larut dalam lemak, contohnya : Progesteron, Testosteron, dan Estradiol.  Kandungan hormon 1. Protein dan polipeptida Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada FSH, dan hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis.

2. Derivat asam amino Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada tiroksin, epinefrin 3. Steroid Merupakan senyawa lipid larut. Bersirkulasi dalam plasma yang mentranspor protein. Contohnya terdapat pada hormon testosteron, estrogen, progesteron, dan kortisol. 4. Derivat asam lemak Contohnya terdapat pada progesteron, testosteron, ekstradiol. 5. Eicosanoid Molekul kecil dengan 5 rantai karbon Fungsinya mengatur aktivitas selular dan proses enzim a. Kelenjar Hipofisis Pada saat pembentukan embrio, kelenjar hipofisis terbentuk dari 2 jaringan yaitu ektoderm oral dan jaringan saraf. Sehingga ada 2 tempat asal yang menyebabkan ada 2 kelenjar yaitu Neurohipofisis (berkembang dari jaringan saraf, terdiri dari pars nervosa dan Infundibulum (batang dan eminensia mediana)) dan Adenohipofisis (berkembang dari jariangan ektoderm oral, terdiri dari Pars Distalis, Pars Tuberalis, dan Pars Intermedia). Sistem hipotalamo hipofisis Yang dimaksud sistem ini adalah 3 tempat pelepasan hormon dan 3 hormon yang dihasilkan. Nuklei (Neuron Sekretoris) Hipotalamus : nukleus supraoptikus dan nukleus paraventrikular. Transpor hormon mulai dari badan sel (dirangsang)  akson  ujung akson yang berada pada neurohipofisis  hormon yang dihasilkan merupakan peptida. Nuklei Dorsal Medial, ventral medial, dan nuklei infundibulum hipotalamus. Transpor mulai dari badan sel  akson  berakit pada eminensia mediana (Tempat hormon disimpan dan dibebaskan) Dihasilkan oleh sel-sel sekretoris pada bagian pars distalis dan dibebaskan kedalam kapiler darah di bagian kedua sistem portal. Kelenjar hipofisis terbagi menjadi 2 lobus, yaitu interior dan posterior. a. Kelenjar hipofisis posterior

 

Hormon Antidiuretik (ADH)  meningkatkan reabsorbsi air oleh tubulus ginjal (air di kembalikan ke

dalam darah) Hormon oksitosin  meningkatkan kontraksi miometrium (saat bersalin) dan meningkatkan pelepasan

susu ibu dari kelenjar mamae b. Kelenjar hipofisis anterior Beberapa sel yang mensekresi hormone dalam hipofisis anterior adalah sebagai berkut:

1. TSH  thyrotropes 2. ACTH  corticotropes 3. Prolactin (PRL)  lactotropes 4. GH / Somatotropin  somatotropes
 Hormon pertumbuhan (GH) 1. Meningkatkan kecepatan mitosis 2. Meningkatkan transpor asam amino ke dalam sel 3. Meningkatkan kecepatan sintesis protein 4. Meningkatkan penggunaan lemak untuk produksi energi

Hormon tiroid (TSH)  meningkatkan sekresi tiroksin dan T3 oleh tiroid

 

Hormon ACTH  meningkatkan sekresi kortisol oleh korteks adrenal Hormon prolaktin  merangsang produksi ar susu oleh kelenjar mamae Hormon Folicle Stimulating Hormone (FSH) 2. Meningkatkan sekresi estrogen oleh sel folikel

Wanita : 1. Memicu pertumbuhan ovum di folikel ovarium Pria : Memicu prduksi sperma  Wanita : 1. 2. 3. b. Kelenjar Tiroid  Hormon tiroksin dan triiodotironin disekresi oleh sel follicular ephitellium 1. Meningkatkan produksi energi dari semua makanan 2. Meningkatkan sintesis protein Menyebabkan ovulasi Menyebabkan pecahnya folikel ovarium untuk menjadi korpus luteum Meningkatkan sekresi progesteron oleh korpus luteum Hormon LH pada :

Pria : Meningkatkan sekresi testosteron oleh sel interstisial di testis

Kalsitonin disekresi oleh C cell  menurunkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah

b. Kelenjar Paratiroid Kelenjar paratiroid terdiri dari empat kelenjar kecil (3 x 6mm), dengan berat total sekitar 0,4g. Kelenjar paratiroid terletak di belakang kelenjar tiroid, satu pada masing–masing kutub atas dan bawah, dan umumnya berada di dalam simpai yang membungkus lobus tiroid. Kadang – kadang kelenjar ini terbenam dalam kelenjar tiroid. Kelanjar paratiroid berkembang dari kantung faring (kelenjar superior berasal dari kantung keempat dan kelenjar inferior berasal dari kantung ketiga). Kelenjar paratiroid juga ditemukan dalam mediastinum, yang terletak disamping timus, karena kelenjar paratiroid dan timus berkembang dari kantung faring yang sama. Setiap kelenjar paratiroid terdapat dalam simpai jaringan ikat. Simpai ini menjulurkan septa kedalam kelenjar, tempat simpai tersebut berbaur dengan seratretikulin yang menyangga kelompok sel sekresi yang berderet memanjang mirip tali. Sel – sel endokrin di kelenjar paratiroid tersusun berderet. Terdapat dua jenis sel : sel principal (chief cell) dan sel oksifil. Sel principal merupakan sel polygonal kecil dangan inti vesicular dan sitoplasma pucat yang agak asidofilik. Mikroskop electron memperlihatkan granula – granula yang berbentuk tidak teratur dan berdiameter 200 – 400 nm di dalam sitoplasmanya. Granula ini merupakan granula – granula sekretoris yang mengandung hormon paratiroid, yang merupakan polipeptida dalam bentuk aktifnya. Sel – sel oksifil jumlahnya lebih sedikit. Sel oksifil bebentuk polygonal dan lebih besar dari sel principal; sitoplasmanya menganding banyak mitokondria asidofilik dengan Krista yang berlimpah.  Hormon PTH (parathormon) : 1. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah 2. Meningkatkan absorbsi kalsium dan fosfat oleh usus halus 3. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan ekskresi fosfat oleh ginjal d. Kelenjar Pankreas Dalam kelenjar pancreas terdapat beberapa sel penghasil sebagai berikut: 1. Sel alfa mensekresi glukagon, yang dapat meningkatkan kadar gula darah 2. Sel beta mensekresi insulin, yang dapat menurunkan kadar gula darah 3. Sel delta mensekresi somatostatin, atau hormon penghalang hormon pertumbuhan, yang menghambat sekresi glukagon dan insulin. 4. Sel F mensekresi polipeptida pankreas, yang berguna untuk menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi

beberapa enzim pankreas, mengontrol absorbsi nutrien. Hormon yang dihasilkan dalam pancreas adalah sebagai berikut:  1. 2.  Insulin : Glukagon Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa dalam hati Meningkatkan penggunaan asam amino yg berlebihan dan Lemak sebagai sumber energi

1. Meningkatkan transpor glukosa ke dalam sel dan penggunaannya untuk produksi energi 2. Meningkatkan pengubahan glukosa yang berlebihan menjadi glikogen di hati dan otot 3. Meningkatkan transpor asam amino dan asam lemak ke dalam sel dan penggunaannya dalam reaksi sintesis

Pancreatic polypeptide (PP)  menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi produksi beberapa

enzim pankreas, mengontrol absorpsi nutrien. E. Kelenjar Adrenal Merupakan sepasang organ yang terletak di dekat kutub atas ginjal dan terbenam dalam jaringan lemak. Strukturnya gepeng dan berbentuk bulan sabit. Pada manusia memiliki panjang 4 – 6 cm, lebar 1 – 2 cm, dan tebal 4 – 6 mm, berat kurang lebih 8 gr. Terdiri dari 2 lapisan konsentris : 1. Nuklei Berwarna kuning, merupakan kortex adrenal, pada saat pembentukan embrio berasal dari mesoderm intermediet selom. 2. Lapisan Pusat Berwarna coklat kemerah-merahan, merupakan medula, pada saat pembentukan embrio berasal dari kristaneuralis. Kelenjar adrenal disuplai oleh sejumlah arteri yang masuk di berbagai tempat disekitar tepinya. Cabang arteri membentuk Pleksus Subkapsularis (tempat asal 3 kelompok pembuluh : Areri Simpai, Arteri Kortex, dan Arteri Medula). A. Kortex Adrenal Terdiri atas 3 bagian berdasarkan penampilan yang berbeda-beda. Yaitu zona glomerolusa, zona fasikulata, dan zona ratikularis. a. Zona Glomerolusa 15 % dari volume total kortex adrenal. Terletak tepat dibawah simpai jaringan ikat. Sel-selnya berbentuk silindris atau piramidal yang tersusun berhimpitan membentuk deretan bundar atau melengkung yang dikelilingi oleh kapiler. b. Zona Fasikulata 65 % dari volume total kortex adrenal. Sel-selnya tersusun berupa deretan lurus, setebal 1 atau 2 sel yang berjalan tegak lurus terhadap permukaan organ. Sel-selnya berbentuk polihedral, sitoplasmanya mengandung banyak lipid, sehingga nampak bervakuol. c. Zona Retikularis 7 % dari volume total adrenal. Merupakan lapisan koertex yang terdalam, terletak diantara zona fasikulata dan medula. Bentuk sel-selnya tidak teratur. Hormon Kortex dan kerjanya Kortex mensekresikan steroid. Steroid yang dihasilkan macamnya adalah Glukokortiroid, Mineralokortikoid, dan Androgen.  Glukokortikoid Hormon spesifiknya adalah kortisal dan kortikosteron. Disekresikan oleh zona fasikulata dan zona retikularis. Fungsi secara umum yaitu mengatur jalannya metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Di dalam hati, glikokortikoid meningkatkan masukan dan penggunaan asam lemak (sumber energi), asam amino (sintesis enzim), dan karbohidrat (sinsesis glukosa). Sintesis glokosa mengakibatkan kadar gula naik dan memungkinkan terjadinya Diabetes Melitus. Akan tetapi, di luar hati, yaitu di orga-organ perifer (kulit, otot, dan jaringan lemak), menginduksi efek kebalikannya (efek katabolik).

 Mineralokortikoid Dihasilkan oleh zona glomerolusa pada kortex adrenal. Mendilatasi bronkiolus 4.visera dan otot dan Epinefrin 2. merangsang perkembangan kelenjar mamae . Hormon ini bekerja saat dikonversi pada testosteron. Menyebabkan vasokonstriksi kulit dan visera 8. Merangsang pertumbuhan pembuluh darah di endometrium Estrogen disekresi oleh folicel cells  Hormon Progesteron  membantu menyimpan glikogen dan pertumbuhan pembuluh darah pada endometrium Progesteron disekresi oleh corpus luteum  hipotalamus Hormon Inhibin  membantu menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior dan GnRh oleh  Relaxin  merelaksasi otot cervic. fungsi imunitas. B.  Androgen Hormon yang utama adalah Dehidroepiandrosteron dan Andostemedion. Frekuensi jantung. Menyebabkan vasokonstriksi kulit. mukosa lamung. Ovarium Sel yang mensekresi hormone pada ovarium adalah sebagai berikut:  Hormon Esterogen 1. dan konsumsi oksigen meningkat 2. Hormon yang utama yaitu Aldosteron (dirangsang oleh Adenoglomerulotropin) yang berfungsi utuk mempertahankan kesetimbangan elektrolit (Ion Kaliun dan Natrium) dan air. Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa 6. Menyebabkan vasodilatasi otot skelet 7. Dehidroepiandrosteron merupakan hormon yang paling banyak disekresikan dan merupakan androgen yang lemah. metabolisme. Sel parenkimnya memiliki banyak granula sekretoris. Kadar gula darah meningkat melalui stimulasi glikogenolisis pada hati dan simpanan glikogen otot 3. Medula menyimpan dan mengumpulkan hormonnya dalam granula. Terdapat sel-sel ganglion parasimpatis. Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi 9. Pembuluh darah pada kulit dan organ . Hormon yang dihasilkan adalah:  Hormon Norepinefrin 1. kelenjar air liur dan kelenjar keringat.organ viseral berkonstriksi sementara pembuluh otot rangka dan otot jantung berdilatasi f. Meningkatkan frekuensi jantung dan kekuatan kontraksi jantung 3. Membantu pematangan ovum di folikel ovarium 2. Mineralokortikoid bekerja pada tubulus distal ginjal. Glikogenesis  Perakitan molekul glukosa menjadi glikogen. Menurunkan peristaltis 5. Meningkatkan laju respirasi sel  Hormon epinefrin 1. Mekanismenya adalah : Stimulus  Hipotalamus (Eminensia Mediana)  Memproduksi CRH  CRH merangsang hipofisis untuk mensekresikan ACTH  ACTH merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan Glukokortikoid  Inhibisi ACTH dan CRH. Medula Adrenal Terdiri atas sel-sel parenkim polihedral yang tesusun berupa deretan yang jaringan serat retikulin.Fungsi lain yaitu : Glikoneogenesis  Merangsang sintesis glikogen dari prekursor non-karbohidrat.

i. GH berhubungan dengan IGF-I. mempengaruhi pelepasan melatonin. Ginjal 1. dengan proinsulin menstimulasi pembentukan adenosin 3’. Adiposit     Leptin  Menghambat nafsu makan dan merangsang termogenesis m. Sekretin  Menstimulasi sel asinar pancreas untuk melepaskan bikarbonat dan air. Kompleks hormon-reseptor pertama sebagai hormon. 3. Testis 1.25 Dihidroksikolekalsiferol  Meningkatkan absorpsi kalsium & mineralisasi tulang.Relaxin disekresi oleh corpus luteum g.molekul dari berbagai hormon protein dan polipeptida ( pembawa pesan pertama ) berikatan dengan reesptor tetap pada permukaan sel yang spesifik untuk hormon tersebut. Kelenjar Pineal melatonin  emiliki efek inhibisi terhadap pelepadan gonadotropin dan menghambat produksi melanin Melatonin disekresi oleh sel pinealocytes Pengendalian produksi melatonin : oleh melanosit di kulit. 1.5’-monofosfatsiklik (cAMP) sebagai pengantar pesan kedua. Renin  mengatalisis perubahan angiotensinogen menjadi angiotensin I (bertindak sebagai enzim) 2. cAMP terurai dengan cepat oleh enzim intraelular fosfodisterase. anggota famili gen yang mirip insulin dan secara struktural serupa Peptida lain yang berhubungan adalah IGF-II. Lambung Peptida Natriuretic Atrium (ANP)  Meningkatkan ekskresi natrium oleh ginjal dan menurunkan tekanan  k. Siklus alami produksi melatonin mungkin berkaitan dengan irama beberapa proses fisiologis harian. Aktivase enzim oleh protein kinase mengakibatkan efek fisiologis dan reaksi kimia. Produksi melatonin terendah terjadi pada siang hari dan terbesar pada malam hari. Usus halus Gastrin  Menstimulasi sekresi Hcl oleh sel parietal a. MEKANISME KERJA HORMON  Mekanisme kerja hormone secara global Molekul . 2. terlibat dalam “circadian rhythms” Intensitas dan durasi cahaya lingkungan. yang dapat menyampaikan pasan . n. Hormon Testosteron  membantu pematangan sperma di tubulus seminiferus testis 2. Kelenjar Timus  adrenoglomerulotrophine  menstimulasi adrenal korteks untuk mensekresi aldosteron  Hormon timosin  maturasi dan kompetensi fungsi dari sistem imun pada limfosit 2. Hormon Inhibin  menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior h. b. yang mencapai kelenjar melalui kolateral jalur penglihatam.Ini akan membatasi durasi efek cAMP. Eritropoierin  Meningkatkan produksi eritrosit. bergantung pada sifat bawaan sel. Kolesistokinin (CCK)  Merangsang kontraksi kandung empedu & melepaskan enzim pancreas l.  Mekanisme mineral hormone pertumbuhan 1. Setiap molekul cAMP mengaktivasi berbagai molekul cAMP-dependen protein kinase yang sesuai. Jantung  darah j.

Astrocytes a.biasa disebut dengan brain macrophages. Fungsi : menyelubungi dan memusnahkan mikroba dan cellular debril. 3.bisa bermigrasi ke area yang terluka dari saraf dan berfungsi sebagai makrofag kecil. magnesium. sehingga orang yang memiliki IGF-I yang kurang tidak akan mengalami pertumbuhan yang normal. ditemukan di substansi kelabu (SSP) b.berikiran 5-10 kali lebih kecil dari neuron.dan membantu mengontrol aliran darah di otak 2.kebanyakan glial sel menyangga jaringan dengan mengelilingi sel saraf atau membatasi struktur tertentu di otak dan tulang belakang. 4. Mycroglia Sel kecil yang merupakan derivate monosit. Olygodendrocytes Mempunyai kesamaan dengan astrocytes namun mempunyai proses yang pendek dan sedikit. dan fosfat. dan sedikit tipe dlial sel yang memberikan fungsi special contoh: memproduksi fospolopid penutup yaitu myelin dan oligodendroglia.yang lain menghubungkan saraf dengan pembuluh darah. dan menimbulkan retensi Na . Neuroglia (glial cells) Berada pada system saraf pusat. dan Cl-. Ependymocytes Sel epitel yang tersusun selapis dan teratur berbentuk pipih hingga columnar dan banyak yang bersilia Fungsi: membentuk garis epitel bersambung otak. Berfungsi sebagai penyangga dan pelindung.3. protoplasmic astrocytes. biasanya menetap namun bisa berpindah ke tempat yang terluka. - GH atau mungkin lagi IGF-I meningkatkan positif kalsium. 4. merupakan derivate ectoderm. IGF-I berhubungan langsung dengan efek hormon pertumbuhan. ditemukan di substansi putih (SSP) Keduanya berfungsi: Memutar di sekitar saraf untuk menjaga jaringan dalam system saraf pusat. mengatur b. fibrous astrocytes. Neuron . HISTOLOGI SARAF a. Fungsi: menyangga dengan membentuk barisan jaringan ikat semirigid di antara neuron di (SSP) dan memproduksi selubung myelin di sekitar akson neuron. untuk cairan ventrikel sirkulasi serebrospinal. K-. Macam-macam Neuroglia: 1. Efek ini berhubungan dengan kerja GH di tulang karena GH mendorong pertumbuhan tulang panjang di lempeng epifisis pada anak-anak yang sedang tumbuh dan merangsang pertumbuhan tambahan serta pertumbuhan aktal pada orang dewasa 3.menghubungkan neuron dengan pembuluh darah.

biasanya mengangkut virus dan toksin. terutama neuron motorik. Tidak ada RER dan ribosom sehingga bergantung pada badan sel. mikrotubulus. dan mikrofilamen. Akson Dimiliki oleh beberapa neuron. Pada akson bermielin. berfungsi untuk menghantarkan impuls ke seluruh tubuh. Ada 3 kecepatan dalam aliran Anterograd:  Lemah / Lambat : Mengangkut protein dan mikrofilamen  Sedang : Mengangkut mitokondria  Cepat (100 kali lebih cepat) : mengangkut neurotransmitter. Ditemukan di kebanyakan neuro. Terdapat badan Nissl. diputuskan terus atau tidak suatu potensial aksi. Dalam system saraf perifer sel schwan melingar dalam bentuk jeli. daerah titik awal muara akson dengan awal mielinisasi disebut segmen inisial. Dendrit Merupakan bagian yang meneriam banyak sinaps dan sebagai tempat penerimaan sinyal. Badan sel Disebut juga perikarion. Mielin berfungsi sebagai insukator listrik dan mempercepat hantaran saraf. Badan Nissl ada dalam RER dan Ribosom yang nampak bergranula dan bersifat basofilik. Permukaan dendrite penuh dengan neuron dendrite untuk berhubungan dengan neuron lain. Badan Golgi dan Mitokondria tersebar di badan sel. 4. Fungsi: menyalurkan impuls dari badan sel ke neuron lain Origo Akson: akson yang beradal dari badan sel pada hillock akson 4. Bercabang-cabang sehingga memperluas daerah penerimaan. Kebalikan dari aliran Anterograd yaitu aliran Retrograd (dari akson menuju badan sel). MACAM DAN FUNGSI SARAF  Berdasarkan fungsi: . 3. Membran plasma di akson disebut aksolemma dan isinya disebut aksoplasma. Neuro fibrik dan badan niddl memanjang ke dalam dendrite. 2. Spina dendrit merupakan daerah ujung dendrit yang kebanyakan menerima sinaps. Namun ada juga yang tidak memiliki (neuron-neuron yang ada di SSP). Fungsinya menyalurkan impuls saraf dan mengendalikan metabolisma seluruh neuron. Aksoplasma mengandung mitokondria. Segmen ini sebagai tempat berkumpulnya stimulus yang merangsang atau menghambat. Sel Schwan Semua akson di dalam sistem saraf perifer di bingkus dengan lapisan schwan. Makromolekul dan organel disintesis dalam badan sel dan diangkut secara kontinyu disepanjang akson ke bagian terminalnya oleh aliran Anterograd.1. Akson besar memilikilapusan dalam disebut myelin akson yang tampak berwrna putih disebut serabut termielinasi. Perpanjangan sitoplasma yang biasanya berganda dan pendek. Nodis ranvier merupakan celah diantara sel schwan yang berdekatan.

Pembagian otak seperti ini tampak jelas pada masa perkembangan embrio. otak besar juga tersusun oleh dua lapisan. otak tengah. Otak besar terbagi menjadi empat bagian. Antara bagian dahi dan pelipis dipisahkan oleh celah silvius. bagian ubun-ubun (lobus parientalis). Kedua belahan tersebut dihubungkan oleh balok otak yang berongga (ventrikel) yang berisi cairan getah bening( cebrospinal). Selain itu. bipolar  memiliki 1 akson dan 1 dendrit c. Pada tali spinal (jalur antara otak dengan sumsum tulang belakang) terjadi pindah silang sehingga terjadi kebalikan system pengendalian. Otak Besar Otak besar (cerebrum) merupakan bagian terluas dari otak yang berbentuk ovale. a. dan otak belakang. motorik/eferen Berfungsi mengirimkan impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Sedangkan pada manusia dewasa tidak tampak jelas karena masing-masing daerah terdiri dari beberapa bagian atau lobus. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya. yaitu belahan otak kiri akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kanan tubuh. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. bagian pelipis (lobus temporalis). Otak besar mengisi penuh bagian depan atas rongga tengkorak. yaitu bagian dahi (lobus frontalis). Otak dibagi menjadi tiga daerah. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi.sensorik/aferen Berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat. yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. . dan terdiri dari dua belahan yang bekerja secara berlawanan. sedangkan belahan otak kanan akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kiri tubuh. yaitu otak depan. asosiasi/intermediet Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. Antara bagian dahi dan ubun-ubun dipisahkan oleh celah yang disebut fisura Rolando. OTAK Otak manusia terdiri dari dua belahan (hemisfer). yaitu belahan kiri dan belahan kanan. dan bagian belakang kepala (lobus oksipetalis). unipolar  memiliki 1 akson bercabang b. multipolar  memiliki akson dan dendrit lebih dari satu A. sedangkan aksonnya dapat sangat panjang. SISTEM SARAF PUSAT 1. Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet). yaitu lapisan luar (korteks) yang berisi badan neuron dan lapisan dalam yang berisi serabut saraf baik dendrit maupun neurit.  Berdasarkan strukturnya. a.

c. Setiap aktivitas akan dikendalikan oleh bagian yang berbeda. dan menghubungkan antar otak kecil dengan korteks otak besar. batuk.  Daerah belakang kepala merupakan pusat penglihatan dan dapat menyampaikan memori tentang apa yang dilihat. panas dan rasa sakit. b. XI dan XII terletak dalam medulla 3. kesadaran. b. Pada bagian otak besar terdapat daerah asosiasi. MEDULLA SPINALIS  Fungsi: a.. terdiri atas dua belahan yang berliku-liku sangat dalam dan terletak diobawah bagian otak belakangg. antara lain pernafasan.  Daerah pelipis dan ubun-ubun mengendalikan kemampuan berbicara dan bahasa. Di antara belahan otak besar terdapat otak depan. kecerdasan. keseimbangan kerja otot dan rangka. tampak seperti ujung yang bengkak pada tali spinal dan berfungsi sebagai pusat pengatur reflex biologis misalnya detak jantung. Struktur umum Medulla spinalis 31 satu pasang saraf spinal keluar dari area urutan korda melalui foramina intervertebral . sumsum lanjutan (medulla oblongata). serta mengatur koordinasi gerakan otot. yaitu bagian yang menghubungkan anatara bagian sensorik dan motorik. d.  Mengendalikan berbagai aktivitas reflex dalam tubuh. keinginan. MEDULLA OBLONGATA Letaknya menjulur dari pons sampai medulla spinalis dan terus memanjang. Otak tengah Otak tengah (mesencephalon) manusia berukuran kecil dan terletak di depan otak kecil. Pada otak tengah terdapat saraf okulomotoris (saraf yang berhubungan dengan pusat pergerakan mata). Otak Belakang Otak belakang memilki tiga bagian utama. yaitu jembatan varol (pons varolli). ingatan. Otak kecil Otak kecil (serebelum). yang terdiri dari thalamus. yaitu:  Daerah dahi yang berhubungan dengan kemampuan berpikir. X. tekanan darah. berisi serabut saraf yang menghubungkan antara bagian kiri dan kanan otak kecil. yaitu penerima dan penerus impuls yang dating dari saraf perifer dan meneruskannya ke pusat sensorik pada bagian korteks otak. emosi. Otak kecil berfungsi mengatur sikap dan posisi tubuh. pernapasan. Ketiga bagian otak belakang tersebut membentuk batang otak.  Daerah pelipis terdapat pusat bicara dan juga terdapat pusat pendengaran. tekanan darah. tersusun oleh empat bagian yang menonjol. yaitu pangkal dari hipofisis (kelenjar endokrin).  Medulla anterior atau ventralterdiri dari tonjolan substansi putih disebut pyramid. 2. yang merupakan lanjutan dari akson pada pedunkulus serebral  Medulla dorsal atau posteriorterdiri sebagian dari lanjutan traktus sensorik  Pusat medulla (vital)nuklei yang berperan dalam pengendalian fungsi seperti frekuensi jantung. suhu tubuh. gerak alat-alat pencernaan.  Daerah ubun-ubun. bahkan kepercayaan kepada sesuatu yang bersifat metafisik. kepribadian. Bagian ini berakhir pada area foramen magnum tengkorak. daya cipta. Hipotalamus yaitu bagian pengatur suhu tubuh dan juga pengatur rasa mengantuk. selain pusat berbicara dan juga pusat untuk merasakan dingin. dan tekanan darah serta infundibulum.  Nukleiasal saraf cranial IX.Otak besar merupakan pusat saraf utama karena berperan dalam pengaturan seluruh aktivitas tubuh. dua tonjolan ke atas dan dua tonjolan ke bawah. Mentransmisi impuls ke dan dari otak melalui traktus asenden dan desenden. Otak tengah memiliki bagian dorsal yang disebut atap. daya khayal. menelan dan muntah.

VIII (auditori) N. V (trigeminal) N. Susunan saraf simpatik Berupa 25 pasang simpul saraf atau ganglia. VII (facial) N. Gerak Reflek Pada Medula Spinalis  Ada 2 reflek yang terjadi : a. IV (trochlear) N.  Kanal sentral berukuran kecil dikelilingi oleh substansi abu-abu.  neuron motorik yang aksonnya mengirim impuls melalui saraf spinal ke otot dan kelenjar. Saraf kranial Nama N. Saraf spinal  Cervical (C1-C8)  Thoracic (T1-T12)  Lumbar (L1-L5)  Sacral (S1-S5)  Coccygeal (Co1) b. SARAF OTONOM a. X (vagus) N. mulai dari ruas leher terbawah sampai pada tulang ekor. yakni saraf parasimpatik dan saraf simpatik. Ke 25 pasang ganglia itu terdapat di sepanjang tulang belakang sebelah depan. SISTEM SARAF TEPI 1. Dibedakan menjadi dua. Struktur internal medulla spinalis a. SARAF SOMATIK a. Ganglia-ganglia ini berhubung-hubungan dengan sistem saraf pusat melalui sumsum tulang punggung dengan menggunakan cabang-cabang penghubung yang bergerak le luar dari sumsum tulang punggung menuju ganglion. I (olfaktori) N. VI (abducents) N. XI (accessory) N. III (oculomotor) N. b. Bagian Tanduk abu-abu anterior (ventral) adalah batang vertical bawah. b. dan dari ganglion masuk menuju sumsum tulang Tipe Sensori Sensori Motori Motori Mix Motori Mix Sensori Mix Mix Motori Motori Fungsi Pencium Penglihat Penggerak otot kelopak mata dan bola mata Penggerak otot mata Sensori: otot wajah dan mulut Motori: menguyah Pergerakan mata Sensori: merasa Motori: otot wajah dan kelenjar saliva Pendengaran dan keseimbangan Sensori: perasa Motori: menelan Saraf utama untuk sistem saraf parasimpatetis Menelan dan menggerakkan kepala dan pundak Penggerak otot lidah Merupakan saraf tak sadar. . II (optic) N. IX (glossopharyngeal) N. dan lumbal system saraf perifer. Bagian ini mengandung Tanduk lateral adalah protrusi di antara tanduk posterior dan anterior pada area toraks Komisura abu-abu menghubungkan substansi abu-abu di sisi kiri dan kanan medulla spinalis ini mengandung badan sel yang menerima sinyal melalui saraf spinal dari neuron sensorik.  c. bentuknya seperti huruf H Batang atas dan bawah huruf H disebut tanduk Tanduk abu-abu posterior (dorsal) adalah batang vertical atas substansi abu-abu. Bagian ini mengandung badan sel neuron system SSO. Reflek peregangan  bahwa otot yg terenggang akan berkontraksi secara otomatis (misal ketukan pada tendon patela tepat di bawah tempurung lutut eksistensi tungkai bawah) Reflek fleksor (penarikan)  stimulasinya rasa nyeri dan adanya kemungkinan bahaya sehingga respon yang timbul menghindari hal tersebut (otak tidak perlu membuat keputusan untuk melindungi tubuh) B. XII (hypoglossal) 2.

membran sel neuron memiliki sebuah potensial yang disebabkan oleh banyaknya konsentrasi ion Kalium dan sedikitnya konsentrasi ion Natrium di dalam sel. aksodendritik(antara akson dengan dendrit). dan aksoaksonik (antara akson dengan akson lain). Proses ini kurang lebih terjadi dalam waktu 5 mili detik. kemudian diteruskan ke badan sel dan menuju akson. Contoh: Misalnya setelah berlari jantung berdenyut lebih cepat. dan neuropeptida. sampai kembali ke keadaan semula. sedangakan dendrit atau badan sel yang menerima rangsang atau impuls dari ujung akson disebut pascasinaps.punggung. saraf parasimpatik memperlambat aktivitas itu sedikit demi sedikit. Dalam keadaan istirahat. Secara fungsional. Susunan saraf parasimpatik Berupa jaring-jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglia yang terbesar di seluruh tubuh. pembuluh darah dan lainnya. Kemudian ketika Impuls menjalar  Kanal Ion Natrium membuka  ion natrium masuk ke dalam sel  Potensial naik menjadi 30 mV  kenaikan potensial menyebabkan kanal Ion Kalium membuka  Ion Kalium keluar dari sel  Potensial kembali menjadi -65 mV (Potensial Membran Istirahat). alat pencernaan. ginjal. Neurotransmitter merupakan zat yang berada dalam ujung akson yang berfungsi untuk komunikasi sinaps. kebanyakan merupakan amin. jantung. . Fungsi susunan saraf simpatik antara lain:  Mempercepat denyut jantung  Memperlebar pembuluh darah  Mempertinggi tekanan darah b. yaitu aksosomatik (antaran akson dengan badan sel). amino. MEKANISME JALANNYA IMPULS Ketika sinyal dieriam oleh reseptor. 5. Gambar : Potensial listrik pada membran sel pada saat dilewati impuls Komunikasi Sinaps (jalannya impuls antar neuron) Ujung akson yang menghantarkan impuls disebut daerah prasinaps. Jenis sinaps ada 3. darah beredar lebih cepat. susunan saraf parasimpatik berlawanan dengan susunan saraf simpatik. Sebelum impuls menjalar. Potensial listrik itu sebesar -65 mV dan disebut dengan Potensial Membran Istirahat. Dari tiap ganglion keluar urat saraf ke paru-paru.

Potensial Istirahat / Potensial Membran Polarisasi ( potensial istirahat ) disebabkan oleh konsentrasi ion natrium (Na+) dan Kalium (K+) yang tidak seimbang di dalam dan di luar sel. ion tersebut meninggalkan molekul protein bermuatan negatif yang terlalu besar untuk dapat berdifusi melalui membran. serta relatif impermeable terhadap ion Na+. Membran neuron sangat permeabel terhadap ion K+ dak klor (Cl-).Jalannya komunikasi sinaps: Impuls saraf  Mmenjalar sepanjang membran sel  terjadi depolarisasi  Kanal Kalsium membuka  ion kalsium masuk  masuknya kalsium memicu eskositosis neurotrnsmitter yang berada dalam vesikel  neurotransmitter lepas dan kemudian beraksi dengan reseptor yang berada di daerah pascasinaps  depolarisasi membran pascasinaps  impuls tersampaikan. Saat ion K+ bermuatan posistif keluar dari sel. konsentrasi ion Na+ di luar membran sel lebih tinggi daripada di dalam sel karena tingkat permeabilitas membran terhadap ion K+ sekitar 75 kali lebih besar daripada ion Na+. serta perbedaan permeabilitas membran terhadap ion ini dan ion lain . difusi atau endositosis. Hal ini mengakibatkan bagian dalam sel mengalami elektronegatifitas. NEUROTRANSMITTER Definisi Neurotransmitter merupakan suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari prasinapsis ke post sinapsis atau pasca sinapsis Macam-macam Bersifat eksitasi:  asetilkolin  berada di seluruh tubuh  norepinephrine  berada dalam system saraf  dopamine  berada dalam otak  glutamate  salah satu asam amino esensial  histamine  salah satu asam amino esensial Bersifat inhibisi:   gamma aminobutyric acid (GABA)  berada pada jaringan otak glisin  berada pada medulla spinalis . Neurotransmiter yang lepas tadi dirombak melalui pemecahan enzimatis. maka difusi ion K+ keluar dari sel lebih cepat daripada difusi ion Na+ ke dalam sel. Membran ini impermeabel terhadap molekul protein intraselular besar yang bemuatan negatif. Konsentrasi ion K+ di dalam membran sel lebih tinggi daripada di luar sel.

Bagian Konduksi Meliputi rongga hidung. lapar. Sel bergranul kecil . bronkiolus. serotonin  menghambat dan mengontrol keinginan tidur. dan bronkiolus terminalis. Bagian Respirasi Meliputi bronkiolus respiratris. Ada 5 jenis sel epitel respirasi. bronkus. Sel goblet mukosa 3. dan mempengaruhi kesadaran Mekanisme mata dapat melihat benda Bayangan  Mata Cahaya menembus bagian mata  Kornea  Aqueus humor Lensa  Badan vitreus  Merangsang ujung ujung saraf retina saraf opticus II  Ke otak lobus oksifitalis  membentuk benda SISTEM PERNAFASAN Alat-alat respirasi Terdiri dari dua bagian utama. Sel silindris berlapis banyak (paling banyak) 2. Epitel respirasi Sebagian konduksi dilapisi oleh epitel silindris berlapis dan mengandung banyak sel goblet. duktus alveolus. dan alveoli. yaitu : 1. laring. trakea. Sel sikat 4. yaitu : 1. nasofaring. Sel basal 5. 2.

mucus dan secret serosa melembabkan udara yang masuk. Bagian Vestibulum merupakan bagian yang paling anterior dan paling lebar dari rongga hidung. 2. Rongga Hidung Terdiri dari 2 bagian. Dalam rongga hidung ini juga terdapat reseptor olfaktorius yang mendeteksi uap kimiawi yang diinhalasi yang disebut nervus olfaktorius melewati tulang etmoidalis menuju otak. media. Di sekitar permukaan nares terdapat kelanjar sebasea. . Laring Merupakan tabung tak teratur yang mengubungkan faring dengan trakea. ujung aritenoid). sebagai katup untuk mencegah masuknya makanan atau cairan yang Memiliki fungsi sebagai jalan masuknya udara ke laring dan masuknya makanan ke esofagus. lapisan mucus fosa nasalis menyaring zat renik dan berbagai gas. Fungsinya adalah sebagai penyokong (menjaga agar jalan nafas tetap terbuka). krikoid. yaitu bagian Vestibulum dan Fosa Nasalis. inferior). 3. dan vibrissa (rambut pendek). aritenoid) dan tulang rawan elastik (epiglottis. Terdiri dari tulang rawan hyaline (tiroid.A. kelenjar keringat. Faring 4. Pengondisian udara dalam rongga hidung: Vibrisa menyaring debu. Sedangkan bagian fosa nasalis. Bagian Konduksi 1. Nasofaring Merupakan bagian pertama faring. terdapat 3 tonjolan yang disebut dengan konda (superior.

Terdapat banyak alveolus yang merupakan tempat pertukaran gas. terdapat pada bronkus respiratoris. bercabang 2 atau lebih bronkiolus respiratoris. . pada matrix terdapat serat-serat elastin dan kolagen (sebagai penunjang). Katup yang mencegah masuknya makanan atau cairan yang ditelan adalah epiglotis atau yang sering disebut dengan anak tekak. Bronkus primer masuk ke setiap lobus paru-paru (3 cabang di kanan. Alveoli bertanggung jawab atas struktur berongga dalam paru-paru.ditelan. Selain itu. alveoli juga merupakan tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida. Dilapisi sel-sel pipih yang sangat halus. sel epitel menyatu dengan sel-sel alveolus yang gepeng. Serat elastic yang berfungsi memungkinkan alveolus dapat mengembang pada saat terjadi inspirasi dan kontraksi secara pasif pada wakti ekspirasi. dan sakus alveolus. duktus alveolus. Bronkus Respiratoris Setiap bronkiolus terminalis. B. Dilapisi oleh sel epitel kuboid bersilia dan sel clara. 2. Trakea ini juga dilapisi oleh pseudostratified ciliated columnar epithelium. Duktus Alveolaris Merupakan saluran yang makin ke distal dengan jumlah muara alveolus yang semakin tambah banyak. Bagian ini merupakan daerah peralihan bagian konduksi dan respirasi. Bagian ujung cabang disebut bronkiolus. 2 cabang di kiri). Diantara ujung hyaline yang berbentuk C. Terdapat kelenjar seromukosa yang menghasilkan mucus yang lebih cair. Bagian Respirasi 1. 6. Pada lamina propia terdapat otot polos. 3. Trakea Dilapisi oleh cincin tulang rawan hyaline yang berbentuk C  menjaga supaya lumen trakea tetap terbuka. Sedangkan retikulin berfungsi sebagai penunjang yang mencegah perkembangan secara berlebihan dan pengerusakan kapiler-kapiler halus dan septa alveolar yang tipis. terdapat ligament fibroelastis (mencegah distensi berlebihan dari lumen) dan berkas otot polos (pengaturan lumen) yang terlihat pada lapisan periosteum. Alveolus Merupakan penonjolan (evaginasi) dengan bentuk mirip kantung dengan diameter kurang lebih 200 mikro meter. 5. Bronkus Trakea bercabang menjadi 2 bronkus primer. Tetapi di bagian muara. dan juga sebagai fungsi fonasi (penghasil suara). Setiap bronkiolus bercabang 5 – 7 bronkiolis terminalis.

otot otot sternokleidomastoid.Pulmo (paru-paru) Paru-paru terdiri oleh dua bagian. Ekspirasi Ekspirasi pada pernapasan dipengaruhi oleh relaksasi otot dan disebut proses pasif. 4. yaitu paru-paru kiri dan paru-paru kanan. Udara Alveolus tidak sama dengan udara atmosfer. Paru-paru kiri terdapat dua gelambir dan paru-paru kanan terdapat tiga gelambir. akibatnya udara dalam paruparu terdorong keluar. Pada ekspirasi dalam. pektoralis mayor. otot interkostal internal menarik kerangka iga ke bawah dan otot abdomen berkontraksi sehingga mendorong isi abdomen menekan diafragma. Paru-paru pun mengembang. Diafragma melengkung ke arah toraks. Didalam paru-paru terdapat bronkus dan bronkiolus. Pembuluh-pembuluh halus ini berakhir pada gelembuggelembung halus yang disebut alveolus (alveoli=jamak). Dalam pernapasan. Pelembaban udara di sepanjang saluran pernapasan. trakea. . Oksigen secara terus menerus diabsorbsi oleh alveolus kedalam darah paru paru 3. serratus anterior dan otot skalena juga akan memperbesar rongga toraks. Bronkiolus diparu-paru bercabang-cabang lagi membentuk pembuluh-pembuluh halus. bronkus dan masuk ke paru-paru. Otot interkostal eksternal mengangakat iga ke atas dan ke depan saat berkontraksi sehingga memperbesar rongga toraks ke arah anterior dan superior. CO2 berdifusi terus menerus ke dalam alveoli. Hal ini disebabkan oleh : 1. 2. otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar. Mekanisme Pernafasan Inspirasi Pada saat inspirasi. sehingga udara luar masuk melalui hidung. Udara alveolus hanya sebagian diganti oleh udara atmosfer tiap kali bernapas. Rongga dada pun mengecil.

sehingga karbon dioksida berdifusi masuk ke dalam alveolus. Sitoplasma sel endotel. Jadi konsentrasi oksigen dalam alveolus dipengaruhi oleh : 1. Lamina basal alveolar dan endotel yang menyatu. Difusi gas melalui membran pernapasan (sawar udara-darah) Proses difusi gas pada alveolus bergantung pada prinsip fisika yaitu tentang tekanan parsial (hukum henry). Kecepatan absorbsi oksigen dalam darah 2. Oksigen baru juga secara terus-menerus dihirup masuk ke dalam alveoli dari atmosfer. Tekanan parsial karbon dioksida dalam darah lebih tinggi dari pada di alveolus. Konsentrasi Karbon Dioksida dalam Alveolus Peningkatan konsentrasi karbon Dioksida berbanding lurus dengan dengan kecepatan ekskresi Karbon Dioksida dan berbanding terbalik dengan ventilasi alveolus. 2. Membran pernapasan (sawar udara-darah) Terdiri dari 3 lapisan yaitu : 1. Secara umum proses difusi oksigen dan karbon dioksida tidak lepas dari prinsip tekanan parsial ini. Pembebasan CO2 dari HCO3 dikatalis oleh enzin karbonat anhidrase yang terdapat pada eritrosit. Karbon dioksida berdifusi dengan arah yang berlawanan. . Lapisan permukaan dan sitoplasma sel alveolus. Maka Oksigen akan berdifusi masuk ke dalam alveolus. sedangkan tekanan parsial oksigen dalam kapiler darah lebih rendah (karena oksigen sudah digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh). Kecepatan masuknya oksogen baru ke dalam paru-paru. namun kebalikannya. Oksigen dari udara alveolus masuk ke dalam darah kapiler. Pada karbon dioksida juga sama.Konsentrasi Oksigen dalam Alveolus Oksigen diarbsorbsi dari alveoli ke dalam darah paru secara terus menerus. 3. tekanan oksigen dalam alveolus meningkat. Pada saat udara masuk kedalam alveolus.

Sedangkan yang 2% menuju ke paru-paru lewat sirkulasi bronchial yang secara khusus member nutrisi pada sel-sel paru dengan tekanan 40 mmHg (saluran pintas). CO2 lebih cepat 20 kali daripada O2. 3. Koefisien difusi Merupakan kelarutan gas dalam membran.Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi gas melalui membran pernapasan 1. yaitu alveoli bersatu dengan alveoli yang lain sehingga lebar dinding (membrane pernapasan) keseluruhan berkurang. Luas permukaan membran pernapasan Contohnya pada penyakit enfisema. 4. Transpor oksigen dalam arteri 98% darah paru teroksigenasi sampai pada tekana parsial oksigen 104 mmHg  keseluruh tubuh. 2. Perbedaan tekanan diantara kedua sisi menbran pernapasan Yaitu merupakan perbedaan tekanan parsial gas dalam alveoli dan tekanan parsial gas dalam darah. Ketebalan membran Contohnya adanya cairan edema dalam mebran interstitial dan dalam alveoli dan penyakit paru yang menyebabkan fibrosis paru. .

Oleh karena itu. sebagian besar udara yang masuk ke alveoli adalah udara ruang rugi yang terutama berasal dari trakea dan bukan dari atmosfer. terutama evaporasi saliva dari lidah. bila darah menjadi terlalu panas. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pernafasan 1. Yaitu.Ikatan Oksigen-Hb Dalam darah. Saat reseptor ini meregang. Bika tekanan parsial O 2 tinggi (dalam kapiler paru). Refleks inflasi Dalam dinding bronkus dan bronkeolus terdapat stretch receptor. stretch receptor tidak lagi terstimuli. O2 bergabung secara longgar dengan heme Hb. keadaan terengah-engah tidak meningkatkan ventilasi alveolar lebih dari yang dibutuhkan untuk mengendalikan gas-gas di dalam darah dalam jumlah yang sesuai. jika tekaana parsial O2 rendah. Proses terengah-engah sebenarnya diatur oleh pusat terengah-engah yang berhubungan dengan pusat pernapasan pneumotaksik yang berada dalam pons. Menghirup dan mengeluarkan napas dengan cepat. Hal ini menyebabkan inspiratory dan apneustic area tidak lagi terhambat sehingga terjadi nafas baru. Pengaruh saraf Pusat respirasi terdapat pada medullary rhytmicity area. pneumotaxic area. proses ini akan mendinginkan darah di dalam saluran mukosa pernapasan sebagai akibat evaporasi dari permukaan mukosa. dan apneustic area. Fungsi Hb adalah sebagai buffer tekanan parsial Oksigen dalam darah. Namun. 5. Peregangan otot anus dapat meningkatkan laju respirasi 7. Peristiwa terengah-engah dihidupkan oleh pusat pengatur suhu di otak. Namun. 3. Stimuli kimia CO2 dan O2 Peningkatan CO2 akan meningkatkan H+ dan begitu pula sebaliknya. Jenis kelamin. Satu dari sinyal ini menimbulkan keadaan terengah-engah. Pada efeknya. Kapasitas Paru-Paru(Sloane) . Impuls dikirim dari otak ke area inspiratory sehingga proses bernafas dilanjutkan. Pneumotaxic area dan apneustic area mengkoordinasi masa transisi antara inspirasi dan ekspirasi. maka O2 akan berikata dengan Hb. Kemampuan menahan nafas dibatasi oleh adanya cadangan H+ dan CO2 dalam darah. area inspirasi terstimulasi. Pengaruh otak Kita dapat menghentikan nafas kita dalam waktu yang singkat. hipotalamus menimbulkan sinyal neurogenik untuk menurunkan suhu tubuh. karena setiap pernapasan sangat dangkal. Saat PCO3 dan H+ mencapai level tertentu. 4. Kenaikan suhu tubuh dapat meningkatkan laju respirasi 6. 2. ion H+ dapat mengubah laju pernafasan. pada pria laju respirasinya lebih tinggi dibandingkan wanita Mekanisme Terengah-engah Mekanisme terengah-engah digunakan oleh binatang tingkat rendah sebagai alat untuk menghilangkan panas. maka akan terjadi dissosiasi O2Hb. Saat udara meninggalkan paru-paru setelah ekspirasi. saraf nomor tujuh atau nerve vagus dari reseptor di saluran nafas dan paru turut mempengaruhi laju pernafasan. Pada saraf kranial. maka inspiratory dan apneustic area terhambat sehingga terjadi ekspirasi. sehingga sejumlah udara baru berasal dari luar mengadakan kontak dengan bagian atas saluran pernapasan. Medullary rhytmicity area (area inspirasi dan ekspirasi) memiliki kemampuan untuk menentukan irama dasar respirasi.

Volume residual penting untuk kelangsungan aerasi dalam darah saat jeda pernapasan. Volume Cadangan Inspirasi ( VCI ) adalah volume udara ekstra yang masuk ke paru . berupa jalinan saluran halus dan rumit yang saling beranastomosis dan dindingnya merupakan tempat berlangsungnya pertukaran zat antara darah dan jaringan.laki dan 1900 ml pada perempuan. Pembuluh darah Arteri. untuk dipompa keluar lagi. Volume Cdangan Ekspirasi (VCE) adalah volume udara ekstra yang dapat kuat dikeluarkan pada akhir ekspirasi tidal normal. Kapiler.7 1. yaitu pembuluh darah terkecil.0 1. Volume tidal (VT) adalah normal udara yang masuk dan keluar paru .2 6.rata volume ini pada laki .paru selama ventilasi normal biasa. Volume Residual (VR) adalah volume udara sisa dalam paru . VCE biasanya berkisar 1200 ml pada laki . VT pada dewasa muda sehat 500 ml untuk laki. serangkaian pembuluh eferen yang semakin mengecil sewaktu bercabang.paru estela melakukan ekspirasi kuat. dengan nutrien dan oksigen ke jaringan. Vena. CDI berkisar 3100ml pada laki .a. c.3 0.2 SISTEM SIRKULASI Yang terlibat dalam sistem sirkulasi adalah: 1. dan berfungsi untuk mengangkut darah.0 Wanita (L) 1.laki dan 380 ml untuk perempuan b. sambil membawa darah ke jantung. yakni suatu organ yang berfungsi untuk memompa darah.paru dengan inspirasi maksimum di atas inspirasi tidal. Jantung.9 0. Rata. terbentuk dari penggabungan kapiler menjadi sistem saluran.5 1.1 4. Sistem kardiovaskular a. d. b. Ukurannya semakin besar ketika pembuluh ini mendekati jantung.laki sekitar 1200 ml dan pada perempuan 1000ml. .laki dan 800 ml pada perempuan. Kapasitas Paru-Paru(Ganong) IRV (Inspiratory Reserve Volume) TV (Tidal Volume) ERV (Expiratory Reserve Volume) RV (Recidu Volume) Kapasitas Total Kecepatan nafas normal tiap menit: Bayi baru lahir Usia 12 bulan Usia 2-5 tahun Dewasa 30-40 30 24 10-20 Pria (L) 3.5 0.

2. Jarak semua sel tubuh dari sumber nutrisi ini tidak pernah melebihi satu milimeter. Makrovaskulatur. Nodus limfe. Sistem Limfatik a. kapiler.1 mm (arteriol besar. Jantung ANATOMI JANTUNG . Organ pembentuk dan penyimpanan darah a. adalah cairan yang mengalir dalam pembuluh. Pembuluh limfe. yaitu saluran buntu yang beranastomosis untuk membentuk pembuluh – pembuluh yang makin membesar. pembuluh dengan diameter lebih dari 0. berawal di kapiler limfe. vena muskular). 2. merupakan tempat terjadinya pertukaran antar darah dan jaringan sekitar pada keadaan normal dan pada poroses peradangan. Hati c. Mikrovaskulatur. Kelenjar timus e. b. (arteriol. venula pascakapiler). Jaringan limfe Histologi sistem sirkulasi : 1. terletak dalam pembuluh limfe besar. Sumsum tulang d. arteri muskular dan elastis. Darah. 3. Limfe b.c.

Pelapis . Bentuknya seperti kerucut tumpul. 2.paru di bagian tengah rongga toraks.1. ujung bawah yang mengerucut (apeks) mengarah ke bahu kiri. b. Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya. Jantung dilindungi medistinum. Ukuran dan bentuk a. Jantung adalah organ berongga dan memiliki empat ruang yang terletak antara kedua paru . Dua pertiga jantung terletak di sebelah garis kiri midsternal. Ujung atas yang lebar (dasar) mengarah ke bahu kanan.

(2) Lapisan serosa dalam terdiri dari 2 lapisan. Rongga perikardial adalah ruang potensial antara membran viseral dan parietal. atrium = dinding tipis= reservoar (menerima darah) b. dan menyambung dengan lapisan endotelial yang melapisi pembuluh darah yang memasuki dan meninggalkan jantung. ventrikel = dinding tebal = pemompa (memompa darah) 5. Ruang ini mengandung cairan perikardial yang diekskresi lapisan serosa untuk melumasi membran dan mengurangi friksi. Epikardium luar tersusun dari lapisan sel . b. Miokardium terngah terdiri dari jaringan otot jantung yang berkontraksi untuk memompa darah. . (2) Serabut otot yang tersusun dalam berkas . Curah Jantung Adalah volume darah yang dikeluarkan oleh kedua ventrikel per menit. sternum. (1) Ketebalan miokardium bervariasi dari satu ruang jantung ke ruang lainnya. membungkus jantung dan pembuluh darah besar. (a) Membran viseral (epikardium) menutup permukaan jantung (b) Membran parietal melapisi permukaan bagian dalam fibrosa perikardium b. katup. 4. Lapian ini melapisi jantung. Endokardium dalam tersusun dari lapisan endotelial yang terletak di atas jaringan ikat.sel mesotelial yang berada di atas jaringan ikat. Kontraksi miokardium ”menekan” darah keluar ruang menuju arteri besar c. Dinding jantung tersusun dari tiga lapisan : a.berkas spiral melapisi ruang jantung.paru. Curah jantung terkadang disebut volume jantung per menit. (1) Lapisan fibrosa luar pada perikardium tersusun dari serabut kolagen yang membentuk lapisan jaringan ikat rapat untuk melindungi jantung. Kantong ini melekat pada diafragma. dan pleura yang membungkus paru . 3. Terdiri 2 macam ruang : a. Perikardium Adalah kantong berdinding ganda yang dapat membesar dan mengecil. Volume nya kurang lebih 5 liter per menit pada laki – laki berukuran rata – rata dan kurang 20% pada perempuan.a.

4. Kapiler : 1. Vena : 1. 2. Perhitungan curah jantung adalah sebagai berikut Curah jantung = frekuensi jantung x isi sekuncup 2. a. meliputi : Pembuluh Darah Arteri : 1. 3. Membawa darah dari arteriol ke venula Dinding dilapisi selapis sel tipis untuk memungkinkan pertukaran darah dan cairan Terdapat sel otot polos yaitu sfingter prekapiler yang dijumpai pada permulaan masing-masing kapiler untuk mengatur aliran darah dalam kapiler Membawa darah dari kapiler kembali ke jantung Lapisan dalam : Endotelium yang melipat membentuk valvula untuk mencegah aliran darah terbalik Lapisan tengah : Otot polos tipis karena vena tidak begitu penting untuk mempertahankan tekanan darah Lapisan luar : Jaringan ikat fibrosa tipis karena vena tidak membawa darah dengan tekanan tinggi (hanya 2mmHg dibanding arteri yang memiliki tekanan sampai 100mmHg) Mempunyai percabangan kecil disebut venula Membawa darah dari jantung menuju kapiler Terdapat 3 lapisan : Tunika Intima : paling dalam (merupakan selapis sel gepeng) Tunika Media : Disusun otot polos dan jaringan ikat elastis Tunika Eksterna : Merupakan jaringan ikat fibrosa penyusunnya Mempunyai percabangan kecil yang menyambung pada kapiler disebut arteriol Pompa otot rangka Pernapasan Reservoar vena Gaya gravitasi Perubahan posisi tubuh Tekanan rendah abnormal pada vena Tekanan darah tinggi Hormon medular adrenal Ion Usia dan ukuran tubuh seseorang Penyakit kardiovaskular d. Faktor yang mendukung aliran balik vena dan memperbesar curah jantung. c. Pengaruh tambahan pada curah jantung. 3. 5. 2. Aktifitas berat b. 2. 3. meliputi : .1. b. Faktor – faktor utama yang mempengaruhi curah jantung a. Aliran balik ke vena jantung c. meliputi : e. Faktor – faktor yang mengurangi aliran balik vena dan mempengaruhi curah jantung.

Letak pembuluh darah .

.

Mekanisme Sirkulasi Darah Mekanisme Pengikatan Oksigen O2 dalam alveolus Berdifusi melalui membrane kapiler pulmonalis .

Ikatan ini tidak kuat dan reversibel. (1) Untuk meningkatkan frekuensi jantung (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi norepinefrin yang meningkatkan eksitabilitas jantung.34). b. Pusat reflek kardioinhibitor juga terdapat dalam medulla oblongata (1) Efek impuls dari neuron ini adalah untuk mengurangi frekuensi jantung. Volume maksimal O2 yang dapat berikatan dengan sejumlah hemoglobin dalam darah. Pusat refleks kardioakselerator adalah sekelompok neuron dalam medula oblongata. Impuls eferen menjalar melalui saraf simpatis dan parasimpatis susunan saraf otonom. . Konsentrasi Hb ini biasanya dinyatakan sebagai persentase volume dan merupakan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Tiap eritrosit mempunyai 280 juta molekul Hb.34 ml O2 3. a.Diikat Hb dalam sel darah merah O2+Hb (HHb) Di kapiler darah jaringan O2 dilepas Hb O2 menuju sel jaringan lainnya di plasma membentuk O3 1. Tiap gram Hb dapat mengikat 1. (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi asetilkolin. Proreseptor (baroreseptor) dalam arteri karotis dan aorta (sinus aorta dan arkus aorta) sensitif terhadap perubahan tekanan darah . 2. 2. Tiap molekul dalam ke empat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul O2 dan membentuk oksihemoglobin (HbO2) yang berwarna merah tua. Impuls aferen yang menuju pusat kendali jantung yang berasal dari receptor. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Denyut Jantung 1. 100 ml darah rata-rata mengandung 15 gr Hb untuk maksimal 20 ml O2 per 100 ml darah (15 x 1.

(1) Peningkatan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang memperlambat frekuensi jantung. b. SISTEM EKSKRESI Organ-organ yang terlibat: 1. dan natrium. kalium. Usia muda memiliki frekuensi jantung yang lebih cepat f. atau oleh input emosional dari sistem saraf pusat. Paru-paru 2. Aktivitas yang tinggi dapat mempercepat denyut jantung d. Pengaruh dari atropin dan nikotin yang juga dapat mempercepat denyut jantung e. c. dan sentuhan. 3. Ginjal Mekanisme ekskresi pada Paru-paru . seperti reseptor untuk nyeri. Suhu tubuh yang tinggi atau demam juga mempercepat frekuensi denyut jantung. Frekuensi jantung dipengaruhi oleh stimulasi pada hampir semua saraf kutan. (2) Penurunan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang menstimulasi fekuensi jantung yang menjalar melalui pusat medular . yang mempengaruhi frekuensi jantung jika kadarnya menigkat atau berkurang. dingin. panas. fungsi jantung normal juga bergantung pada keseimbangan elektrolit seperti kalsium. Pengaruh lain pada frekuensi jantung a. Reflek ini akan menghambat pusat kardioakselerator dan menstimulasi pusat kardioinhibitor.

Karbondioksida dalam sel jaringan Menuju cairan interstitial Berdifusi melaui dinding kapiler jaringan Berikatan dengan molekul air dalam sel darah merah( CO2 +H2O) H2CO3 HCO3 + H H+Hb(HHb) Berikatan dengan Na di plasma darah Menuju kapiler pulmonali Co2 yang berikatan dengan H2O PECAH Co2 berdifusi keluar membrane kapiler pulmonalis Menuju alveolus Ginjal Fungsi Ginjal 1. sedangkan bagian dalamnya disebut medulla. yang selanjutnya membentuk urine yang mengandung zat sisa metabolisme. Bagian luar ginjal disebut korteks. Gluconogenesis 9. Regulasi osmolaritas cairan tubuh dan elektrolit 5. Pengendalian komposisi jaringan tubuh 3. Pada ginjal terdapat nefron yang merupakan unit fungsional dan structural terkecil. Pada manusi aterdapat sekitar satu juta nefron. Sebagai kelenjar endokrin Struktur ginjal: Diselubungi oleh suatu kapsul yang berbentuk dari jaringan serabut. 2. Regulasi keseimbangn asam basa 6. Regulasi vitamin D 8. Pada bagian dalam terdapat ruang kosong (pelvis). Regulasi tekanan arteri 7. Nefron . Menyaring darah. Regulasi keseimbangan elektrolit dan air 4. Setiap nefron terdiri dari badan malphigi (mengandung gromerulus yang diselubungi oleh kapsula bowman) dan saluran nefron.

Tubulus Kontortus proksimal. filtratnya ditampung oleh Kapsula Bowman yang disebut filtrat glomerulus / urin primer. yaitu unsur pembuluh (elemen vaskuler) dan unsure epitel. Filtrasi Dilakukan oleh glomerulus yang terdapat alat penyaring disebut sel podosit. tubukus kontortus distal dan saluran penampung.mengandung dua macam unsur.zat yang dibutuhkan oleh tubuh.bagian nefron yang mengandung unsur epitel. lengkung henle yang terdiri dari saluran menurun dan naik. yaitu Kapsula Bowman. . Jumlah urin primer/menit adalah 125 cc. Filtrat ini masih banyak zat . Proses ekskresi pada ginjal: 1.

Peristiwa membuang air kecil dikenal dengan miksturisi. yang mengandung banyak sel darah putih atau limfosit.Di sebelah luar.zat yang tidak berguna bagi tubuh kedalam urin sekunder misalnya ion H+ dan K+ yang terjadi pada tubulus kontortus distal sehingga terbentuklah urin yang sesungguhnya/ urin saja yang dialirkan ke tubulus kolektivus menuju ke pelvis renalis  ureter  vesika urinaria ( 300cc) uretra. Duktus torasikus mengumpulkan limfe dari semua bagian tubuh.ion organik sehingga terbentuklah urin sekunder yang akan melewati lengkung henle. axial. Sebuah kelenjar limfe mempunyai pinggiran mempunyai pinggiran yang cembung dan yang cekung. . Reabsorpsi Urin primer direabsorpsi oleh tubulus kontortus proksimal. 3. ion . Saluran limfe Terdapat dua batang saluran limfe yang utama.zat yang diserap kembali antara lain glukosa. jaringan otot. Kerjanya sebagai penyaring dan dijumpai di tempat-tempat terbentuknya limfosit. torax. Kelompok-kelompok utama terdapat di dalam leher. Ruangan di antaranya berisi jaringan kelenjar . Arteri dan vena juga masuk dan keluar kelenjar melalui hilum.2. jaringan limfe terbungkus oleh kapsul fibrus. yaitu trabekulae. SISTEM LIMFATIK Organ yang terlibat: Nodus limfe Berbentuk kecil lonjong atau seperti kacang dan terdapat di sepanjang pembuluh limfe. duktus torasikus dan batang saluran kanan. asam amino. dan lipat paha. kecuali dari bagian yang menyalurkan limfenya ke duktus limfe kanan. lengan kanan dan dada sebelah kanan dan menuangkan isinya ke dalam vena yang berada di sebelah kanan leher. Dari sini keluar tajuk-tajuk dari jaringan otot dan fibrus. Sebuah kelenjar terdiri atas jaringan fibrus. Pembuluh limfa eferen menembus kapsul di pinggiran yang cembung dan menuangkan isinya ke dalam kelenjar. Bahan ini bercampur dengan benda-benda kecil daripada limfe yang banyak sekali terdapat di dalam kelenjar dan selanjutnya campuran ini dikumpulkan pembuluh limfa aferen yang mengeluarkannya melalui hilum. abdomen. dan jaringan kelenjar. Duktus limfe kanan ialah saluran yang jauh lebih kecil dan mengumpulkan limfe dari sebelah kanan kepala dan leher. masuk ke dalam kelenjar membentuk sekat-sekat. Zat . Augmentasi Penambahan zat . Pinggiran yang cekung disebut hilum.

Mekanisme Peredaran Cairan Limfe cairan interstitial  kapiler limfe  pembuluh limfe  batang limfe  saluran limfe sebelah kiri/sebelah kanan  vena subclavian .

Mengembalikan kelebihan cairan jaringan yang keluar dari kapiler . .Mengendalikan kualitas aliran cairan jaringan dengan cara menyaringnya melalui nodus-nodus limfe sebelum mengendalikannya ke sirkulasi.Mentranspor nutrien yang terabsorbsi .Mengembalikan protein plasma ke dalam sirkulasi .Fungsi cairan limfa : .Mengeluarkan zat-zat toksik dan debris selular dari jaringan setelah infeksi atau kerusakan jaringan. Faktor-faktor yang mempengaruhi meningkatnya aliran limfa: Efek tekanan cairan interstitial -peningkatan tekanan kapiler -penurunan tekanan osmotic koloid plasma -peningkatan tekanan osmotic koloid cairan interstitial .

- Katabolisme. dan sintesis lemak oleh jaringan adipose. b. otot rangka tidak berkontraksi sehingga cairan tersebut akan terakumulasi.-peningkatan permeabilitas kapiler Aktifitas pompa limfa naik maka alirannya juga naik. Jalur metabolic a. selain itu juga obstruksi vena juga berperan dalam kondisi seperti ini sehingga akan muncul bengkak tersebut. sehingga elektron yang dilepas. maka setiap reaksi oksidasi disertai dengan reaksi reduksi. PENJELASAN LEARNING ISSUE : 1. penguraian atau dekomposisi atau pemecahan molekul-molekul besar menjadi molekul-molekul kecil. karbondioksida dan air. Pergerakan bagian-bagian tubuh pulsasi arteri yang berdekatan dengan saluran limfa perekanan jaringan oleh benda-benda diluar tubuh. PROSES METABOLISME TINGKAT SELULER SAMPAI DENGAN JARINGAN Metabolisme Adalah jumlah keseluruhan reaksi kimia dan pengubahan energi untuk menopang dan memertahankan kehidupan. reaksi kimia yang molekulnya mendapatkan electron.Reduksi. Contoh: respirasi sel yang memecah molekul makanan menjadi energi. Kontraksi otot rangka disekitar saluran limfa. Mekanisme terjadinya bengkak akibat penumpukan cairan: Cairan interstisial cenderung berakumulasi di bagian-bagian dependen akibat efek gravitasi. reaksi kimia yang molekulnya melepaskan electron. sintesis glikogen oleh hepar. Karena elektron yang dilepas selama reaksi tidak dapat muncul dalam bentuk bebas. Dalam kondisi duduk dengan posisi lama dan waktu yang lama.Oksidasi. . . diterima kembali oleh molekul lain. Enzim Berfungsi mengatalis atau mempercepat jalannya suatu reaksi kimia Sebagian besar reaksi enzimatik memerlukan koenzim sebagai pembawa electron yang memaksimalkan fungsi suatu enzim. pembentukan molekul-molekul kecil menjadi molekul-molekul besar. Contoh: sintesis hemoglobin oleh sumsum tulang merah. - Anabolisme. Reaksi Reduksi-Oksidasi .

peningkatan lemak untuk energi . protein maupun karbohidrat. Fungsi ATP: a) transpor zat melalui membran sel. Kortisol .peningkatan transpor asam amino dan asam lemak untuk sintesis sel 4.peningkatan transport asam amino ke dalam sel . keculali hepar 6. Tiroksin . Epinefrin . ATP dibentuk dari pembakaran lemak.peningkatan glikogen  glukosa .peningkatan glukosa  glikogen . c.peningkatan sintesis protein .peningkatan penggunaan jenis-jenis makanan . sebagai koenzim yang menerima electron dan bekerja sama dengan enzim laktat dehidrogenase dalam metabolism glukosa dan pembentukan ATP.peningkatan transpor glukosa dan penggunaanya untuk energi . Hormon Pertumbuhan . Insulin .Nikotinamida Adenin Dinukleotida (NAD). Flavin Adenin Dinukleotida (FAD).peningkatan asam amino dan lemak untuk energi 5.peningkatan asam amino dan lemak untuk energi . ATP terbentuk dari nukleotida adenosine ditambah dua gugus fosfat dalam ikatan berenergi tinggi.peningkatan sintesis protein 2. berasal dari riboflavin sebagai akseptor electron dan bekerja sama dengan enzim suksinat dehidrogenase.penurunan sintesis protein. Hormon-hormon yang Mengatur Metabolisme Hormon menentukan jalur metabolik yang diambil nutrien terabsorpsi dan memastikan penggunaan sumber energi tubuh yang efisien berdasarkan kebutuhan tubuh.peningkatan glikogen  glukosa . berasal dari niasin.peningkatan penggunaan lemak untuk energi 3. 1. c) kerja mekanik.peningkatan glukosa  glikogen oleh hepar . Glukagon . ATP Senyawa fosfat berenergi tinggi yang menyimpan energi dalam tubuh. b) sintesis senyawa kimia di sel.

2. ukuran tubuh dan area permukaan. Laju metabolic Mengacu pada jumlah energi yang dilepas dalam tubuh melalui katabolisme per satuan waktu. aktivitas saraf. Basal Metabolic Rate (BMR) Adalah pelepasan energi per satuan waktu dalam kondisi basal yang secara standar terjaga dan istirahat. Makanan kemudian bercampur dengan saliva sebelum ditelan . 1. air. 1 gram lemak melepas 9. Dalam tubuh. Satu kilokalori Adalah jumlah panas tubuh yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu satu kilogram air sebesar satu derajat celcius dan digunakan untuk menyatakan kandungan kalori makanan dan pengeluaran energi oleh individu. metabolism makanan. dan pertahanan tubuh saat individu terjaga. penguraian normal komponen-komponen sel. Hal ini karena beberapa proses tubuh yang menggunakan ATP juga memproduksi panas. Kilokalori yang dilepas melalui oksidasi makanan dalam tubuh dapat lansung diukur melalui bankalorimeter. SDA protein lebih besar daripada SDA lemak atau karbohidrat sehingga makanan yang mengandung protein bisa meningkatkan laju metabolism. Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut. Oleh karena itu. dan elektrolit bagi tubuh dari nutrien yang dicerna sehingga siap diabsorpsi. pada postabsorptif (12 jam setelah makan) dan dalam lingkungan nyaman serta hangat. suhu tubuh dan keadaan fisik maupun psikis seseorang (depresi.1K b. usia. a.20% melebihi laju energi basal yang digunakan dalam pencernaan makanan. ANATOMI. digesti. Misalnya latihan berat dapat meningkatkan metabolism sampai 15 kali.Kecepatan Metabolisme Kecepatan metabolism biasanya digunakan sebagai jumlah produksi panas. Proses ini meliputi kontraksi otot.1K. 2. DAN FISIOLOGI ORGAN DALAM PENCERNAAN A. produksi panas bisa diukur dengan mengukur aktivitas metabolism.5 K. 1 gram protein melepas 4. sekresi. BMR menyatakan energi minimal yang diperlukan pada saat respirasi. jenis kelamin. Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik ole gigi. kelaparan dan kecemasan) 2. pemompaan jantung. 1. Aktivitas Muskular juga dapat menghasilkan peningkatan laju metabolic terbesar. Faktor yang mempengaruhi : Hormon tiroid. 1 gram karbohidrat melepas 4. HISTOLOGI. sirkulasi. Specific Dynamic Action (SDA) Adalah laju metabolic sebesar 10% . FUNGSI SISTEM PENCERNAAN Fungsi utama sistem ini adalah menyediakan makanan.

pembuluh limfatik dan pleksur serabut saraf. Muskularis eksterna terdiri dari dua lapisan otot. kecuali ujung atas dan ujung bawah yang dikendalikan secara volunteer 1.3. C. Peristalsis adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang menggerakan makanan tertelan melalui saluran pencernaan 4. D. Egesti adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna B. KENDALI SARAF pada SALURAN PENCERNAAN Sistem saraf otonom menginervasi keseluruhan saluran pencernaan. 3. Impuls parasimpatis yang dihantarkan dalam saraf vagus (CN X). 2. lapisan keempat dan paling luar juga disebut peritoneum visceral. Serosa. dan menghambat sekresi cairan pencernaan. FARING. menghambat kontraksi otot polos saluran. dan absorpsi Lamina propria adalah jaringan ikat areolar yang menopang epithelium Muskularis mukosa terdiri dari lapisan sirkular dalam yang tipis dan lapisan otot polos longitudinal luar b. sekresi. Mukosa (membran mukosa) tersusun dari tiga lapisan. serta saraf sel-sel ganglion yang disebut pleksus Meissner. mengurangi motalitas. beberapa kelenjar submukosal. (1) (2) (3) Epitelium yang melapisi berfungsi untuk perlindungan. satu lapisan sirkular dalam dan satu lapisan longitudinal luar. d. Pleksur Meissner dan Aurebach merupakan sisi sinaps untuk serabut proganglionik parasimpatis. Lapisan ini terdiri dari membrab serosa jaringan ikat renggang yang dilapisi epithelium skuamosa simple. Rongga Oral . mengeluarkan efek stimulasi konstan pada tonus otot polos dan bertanggung jawab untuk peningkatan keseluruhan aktivitas. Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil 5. Submukosa terdiri dari jaringan ikat areolar yang mengandung pembuluh darah. DINDING SALURAN PENCERNAAN Dinding saluran pencernaan terdiri dari 4 lapisan jaringan dasar dari lumen ke arah luar a. RONGGA ORAL. Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan ke dalam sirkulasi darah dan limfatik 6. dan ESOFAGUS a. c. Impuls simpatis yang dibawa medulla spinalis dalam saraf splanknik.

Permukaan dalam bibir adalah membrane mukosa. Pipi mengandung otot buksinator mastikasi 3. untuk pengecapan. dan dalam produksi wicara. Kelenjar Saliva mensekresi saliva ke dalam rongga oral. kelenjar keringat. Bagian ini tampak merah karena dilewati oleh banyak kapiler c. Dan otot ini memberikan mobilitas yang besar pada lidah c. Lidah berfungsi untuk menggerakan makanan saat dikunyah atau ditelan. Ada tiga pasang kelenjar saliva (1) Kelenjar parotid adalah kelenjar saliva terbesar. berfungsi untuk menerima makanan dan produksi wicara. a. Bibir tersusun dari otot rangka dan jaringan ikat. Papila adalah elevasi jaringan mukosa dan jaringan ikat pada permukaan dorsal lidah yang menyebabkan tekstur lidah menjadi kasar • • • • Papila fungiformis Papila filiformis Palila foliate Papila sirkumvalatae d. Otot-otot ekstrinsik berfungsi dalam pergerakan lidah secara keseluruhan b. Otot-otot intrinsik lidah memiliki serabut yang menghadap ke berrbagai arah untuk membentuk sudut satu sama lain.Rongga oral merupakan jalan masuk menuju sistem pencernaan dan berisi organ aksesori yang berfungsi dalam proses awal pencernaan. terletak agak bawah dan di depan telinga dan membuka melalui duktus parotid (2) Kelenjar submaksilar (submandibular) kurang lebih sebesar kacang kenari dan terletak di permukaan dalam pada mandibula serta membuka melalui duktus Wharton . Permukaan luar bibir dilapisi kulit yang mengandung folikel rambut. dan kelenjar sebasea b. Saliva terdiri dari cairan encer yang mengandung enzim dan cairan kental yang mengandung mukus. a. Lidah dilekatkan pada dasar mulut oleh frenulum lingua. Bagian frenulum labia melekatkan membrane mukosa pada gusi di garis tengah 2. Area transisional memiliki epidermis transparan. a.Rongga vestibulum terletak di antara gigi dan bibir serta pipi sebagai batas luarnya 1. Tonsil-tonsil lingua adalah agregasi jaringan limfoid pada sepertiga bagian belakang lidah 4.

dua gigi seri. Makanan yang masuk dalam mulut dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur dengan saliva untuk membentuk bolus makanan yang dapat ditelan. kalium. b. yaitu 98% air dan mengandung enzim amilase serta berbagai jenis ion (natrium. Saluran akar membuka ke tulang melalui foramen apical (d) Dentin menyelubungi rongga pulpa dan membentuk bagian terbesar gigi. Total keseluruhan adalah 20 gigi • Gigi sekunder mulai keluar pada usia lima sampai enam tahun yang terdiri dari satu taring. dua premolar. Fungsi saliva (1) Melarutkan makanan secara kimia (2) Melembabkan dan melumasi makanan (3) Menguraikan zat tepung menjadi polisakarida dan maltose (4) Zat buangan seperti urea dan asam urat diekskresikan ke dalam saliva (5) Zat antibodi dan antibakteri berfungsi untuk membersihkan rongga oral dan membantu memelihara kesehatan oral serta mencegah kerusakan gigi 5. Dentin pada bagian mahkota tertutup oleh email dan di bagian akar oleh sementum c. dua geraham. a.(3) Kelenjar sublingual terletak di dasar mulut dan membuka melalui duktus sublingual kecil menuju ke dasar mulut b. berisi pulpa gigi yang mengandung pembuluh darah dan saraf. ion. dua gigi seri. Mahkota dan akar bertemu leher yang diselubungi gingival (gusi) (b) Membran periodontal merupakan jaringan ikat yang melapisi kantong alveolar dan melekat pada sementum di akar (c) Rongga pulpa dalam mahkota melebar ke dalam saluran akar. dan tiga geraham. Fungsi gigi. Proses Menelan (deglutisi) menggerakan makanan dari faring menuju esophagus . Komponen gigi (a) Mahkota adalah bagian gigi yang terlihat. Komposisi saliva. Saliva terutama terdiri dari sekresi serosa. Gigi tersusun dalam kantong-kantong pada mandibula dan maksila. Total keseluruhan adalah 32 gigi b. bikarbonat) juga sekresi mucus yang lebih kental dan lebih sedikit yang mengandung glikoprotein. klorida. dan air c. Pada umunya manusia memiliki 2 susunan gigi : • Gigi primer terdiri dari satu taring. Gigi berfungsi dalam proses mastikasi (pengunyahan).

dan epiglottis condong ke bawah menutup mulut laring yang menahan makanan sehingga tidak memasuki saluran pernapasan d. melintag tambahan. yag panjangnya sekitar 9 sampai 10 inci dan berdiameter 1 inci Fungsinya adalah menggerakkan makanan dari faring ke lambung melalui gerak peristaltis d. Regia-regia lambung terdiri dari bagian jantung. Fase volunter. 2. Bagian pilorus lambung menyempit di ujung bawah lambung dan membuka ke duodenum. Sfingter esophagus atas pada mulut esophagus secara normal menyempit untuk mencegah udara memasuki esophagus e. submukosa. Lapisan otot tambahan ini membantu keefektifan pencampuran dan penghancuran isi lambung. badan organ. 2. tepi lateral badan lambung yang konveks disebut kurvakur besar. c. Sfingter esophagus bawah. Muskularis eksterna pada bagian fundus dan badan lambung mengandung lapisan otot muskularis) beserta modifikasinya. Semua bagian. Esofagus Esofagus adalah tuba muscular. yang membentuk dua per tiga bagian lambung. Fundus adalah bagian yang menonjol ke sisi kiri atas mulut esofagus. Ukuran dan bentuknya bervariasi dari satu individu ke individu lain.Proses ini melalui tiga fase : 1. Bagian jantung lambung adalah area disekitar pertemuan esofagus dan lambung. Fase esophagus. tebal. Tepi medial badan lambyng yang konkaf disebut kurvakur kecil. terletak pada bagian superior kiri rongga abdomen di bawah diafragma. kecuali sebagian kecil. d. Ada tiga lapisan jaringan dasar (mukosa. Antrum pilorus mengarah ke mulut pilorus yang di kelilingi sfingter pilorus muskular . Badan lambung adalah bagian yang terdilatasi dibawah fundus. dan bagian pilorus. Lambung adalah organ berbentuk j. Lambung Anatomi 1. Lidah menekan palatum keras dan mengarahkan bolus ke arah orofaring Fase faring. Laring terelevasi. a. Histologi dinding lambung. dan terjadi penutupan semua lubang kecuali esophagus a. terletak pada bagian kiri garis tengah. Bolus makanan dalam faring merangsang reseptor orofaring yang mengirim impuls ke pusat menelan dalam medulla dan batang otak bagian bawah. b. melakukan gelombang peristaltic dan memungkinkan makanan terdorong ke dalam lambung c. Lidah menekan palatum keras dan menghalangi makanan kembali ke mulut Otot menekan palatum lunak dan uvula mengangkat palatum lunak untuk menutup mulut saluran nasal sehingga makanan tidak akan masuk ke rongga nasal c. Gelombang peristaltic kontraksi yang menggerakkan bolus ke dalam esophagus 3. fundus. b. glottis tertutup. dan jaringan a.

b. Jenis kelenjar lambung a. Produksi mukus. garam-garaman. Ion bikarbonat keluar dari sel digantikan ion klorida dan memasui sirkulasi sistemik. Beberapa obat larut lemak (aspirin) dan alkohol diabsorbsi pada dinding lambung. Puga terlihat saat lambung kosong dan aka menghalus saat lambung teregang terisi makanan. Kelenjar lambung yang dinamakan sesuai letaknya. Absorbsi nutrien yang berlangsung dalam lambung hanya sedikit. Kelenjar pilorus terletak pada regia antrum pilorus.Kelenjar fundus (lambung) terdiri dari tiga jenis sel. berkadar asam tinggi yang berasal dari bolus) dan mendorongnya ke dalam duodenum. Aktivitas lambung mengakibatkan terbentuknya kimun ( masa homogen Digesti protei. b. Zat terlarut dalam air terabsorpsi dalam jumlah yang tidak jelas.Kelenjar jantung ditemukan di regia mulut jantung. Sel ini mensekresi barier mukus setebal 1 mm dan melindungi lapisan lambung terhadap kerusakan oleh HCL atau autodigesti.b. . melindungi lambung terhadap aksi pencernaan dari sekresinya sendiri. Lambung memulai digesti protein melalui sekresi tripsin dan asam klorida. Ada kurang lebih 3 juta pit lambung di antara ruga-ruga yang bermuara pada sekitar 15 juta kelenjar lambung. asam klorida.Kelenjar ini mensekresi lipase dan renin lambung yang kurang penting. setengah cair. Sel pariental mensekresi asam korida dan faktor intrinsik a. iii. b. Sekresi Lambung 1. Cairan lambung mengandung enzim pencernaan.Vitamin B12. Mukosa membentuk lipatan-lipatan (ruga) longitudinal yang menonjol sehingga memungkinkan peregangan dinding lambung. CO2 bergerak ke dalam sel untuk berikatan dengan air dan membentuk asam karbonat (H2CO3) dalam reaksi yang dikatalis oleh anhidrase karbonik. Kompleks faktor intrinsik vitamin B12 dibawa ke ileum usus halus. didapat dari makanan yang dicerna di lambung. Lambung tidak memiliki peran mendasar dalam kehidupan dan dapat diangkat. c. menghasilkan 2 sampai 3 L cairan lambung. Kelenjar ini mensekresi mukus dan gastrin suatu hormon peptida yang berpengaruh besar dalam proses sekresi lambung. mukus. Fungsi Lambung 1. Kapasitas lambung normal memungkinkan adanya interval waktu yang panjang antara saat makan dan kemampuan menyimpan makanan dalam jumlah besar sanpai makanan ini dapat terakomodasi di bagian bawah saluran. Sel chief(zimogenik) mensekresi pepsinogen. Mukus yang dihasilkan dari kelenjar membentuk barier setebal 1 mm untuk Produksi faktor intrinsik a. 6. terikat pada faktor intrinsik. Penyimpanan makanan. 3. dan air. c. Prosuksi kimus. 5. prekusor enzim pepsin. ii. tempat vitamin B12 diabsorbsi. c. H2CO3 terionisasi untuk membentuk H+ dan HCO3-. asalkan makanan yang dimakan sedikit dan sering.Faktor intrinsik adalah glikoprotein yang disekresi sel parietal. 4. Ion hidrogen bersama ion klorida secara aktif terpompa ke dalam lambung Sel leher mukosa ditemukan pada bagian leher semua kelenjar lambung. Kelenjar ini hanya mensekresi mukus. Dalam pembuatan HCL. 2. i.

Meransang sekresi lambung Meningkatkan motilitas usus dan lambung Mengkonstriksi sfingter esofagus bawah dan merelaksasi sfingter pilorus Efek tambahan seperti stimulasi sekresi pankreas dan peningkatan motilitas usus. Cairan lambung memicu digesti protein dan lemak. Sekresi lambung distimulasi oleh sekresi gastrin dodenum sehingga dapat berlangsung selama beberapa jam. tetapi aktivitasnya terbatas dalam kadar ph yang rendah. Jika tidak ada makanan dalam lambung antara jam makan. dalam mulut atau tampilan bau. enzim yang mengkoagulasi protein susu. makanan masih ada. Pengaturan pelepasan gastrin dalam lambung terjadi melalui penghambatan umpan balik yang didasarkan pada ph isi lambung. c. Pepsinogen (disekresi sel chief) diubah menjadi pepsin oleh asam klorida (disekresi sel parietal). a. b. Asam amino dan protein dalam makana yang separuh tercerna dan zat kimis juga meningkatkan sekresi lambung melalui refleks lokal. ini terbawa bersama bolus dan tetap bekerja dalam lambung sampai asiditas lambung menembus bolus. 2. 1. atau pikiran tentang makanan dapat meransang sekresi lambung. . Masuknya makanan ke Tahap lambung terjadi saat makanan mencapai lambung dan berlangsung selama saraf dan hormon terlibat. Sekresi lambung dihambat oleh hormon-hormon polipeptida yang dihasilkan duodenum. b. dan menguraikannyauntuk membentuk dadih (curd). Tiga tahap sekresi lambung dinamakan sesuai dengan regia tempat terjadinya stimulus. ph lambung rendah dan Makanan yang masuk ke lambung memiliki efek pendaparan yang mengakibatkan Tahap usus terjadi setelah kimus meninggalkan lambung dan memasuki usus halus sekresi lambung terbatas. b. Lambung janin memproduksi renin. 1. c. Hormon ini meliputi gastric inhibitory polipeptide (GIP). Faktor Tahap sefalik terjadi sebelum makanan mencapai lambung. 1. 4. Lipase lambung(disekresi sel chief) menhidrolisis lemak susu menjadi asam lemak dan Karbohidrat. kolesistokinin dan hormon pembersih enterogastrin. d. Gastrin ini dihasilkan oleh bagian atas (duodenum) usus halus dan dibawa dalam sirkulasi menuju lambung. Lemak. Peregangan dinding lambung merangsang reseptor saraf dalam mukosa lambung dan memicu refleks lambung. yang kemudian memicu faktor saraf dan hormon. Amilase dalam salva yang menghidrolisis zat tepung bekerja pada ph netral. Pepsin adalah enzim proteolitik yang hanya dapat bekerja dengan ph di bawah 5. Fungsi gastrin antara lain: a.2. disekresi sebagai respon terhadap asiditas lambung dengan ph di bawah 2 dan jika ada makanan berlemak. 3. a. Serabut saraf eferen parasimpatis menjalar dalam vagus menuju kelenjar lambung untuk menstimulasi produksi HCL. Lambung tidak mensekresi enzim untuk mencerna karbohidrat. 2. 3. Digesti protein. sekretin. Enzim ini menghidrolisis protein menjadi polipeptida. Serabu saraf aferen menjalar ke medula melalui saraf vagus. Digesti dalam lambung. peningkatan ph dan peningkatan sekresi lambung. Enzim gliserol. Hormon ini yang dibawa ke dalam sirkulasi menuju lambung. 2. enzim-enzim pencernaadn dan gastrin.

5cm dan panjangnya 3 sampai 5 meter saat bekerja. dan jenis makanan. Lipatan ini hampir secara kseluruhan mengitari lumen. Panjang 7 meter pada mayat dicapai saat lapisan muskularis eksterna berelaksasi. memungkinkan produk akhir pencernaan mengadakan kontak dengan sel absortif dan mendorong zat sisa memasuki usus besar. Ada 3 spesialisasi struktural yang memperluas permukaan absorptif usus halus sampai kurang a. tempatnya menyatu dengan usus besar. Pengosongan distimulasi secara refleks saat merespon terhadap peregangan lambung.5 m) merentang samapi menyatu dengan usus besar. Duktus empedu dan duktus pankreas. 2. b. Segmentasi mencampur kimus dengan cairan pencernaan dan memaparkannya ke permukaan absortif. setiap vilus mengandung jaring-jaring kapilar dan pembuluh limfe yang disebut kakteal. Gerakan ini ialah gerakan konstriksi dan relaksasi yang bergantian dari cincin-cincin otot dinding usus yang membagi isi menjadi segmensegmen dan mendorong kimus bergerak maju mundur dari satu segmen yang relaks ke segmen lain. pelepasan gastrin. Duodenum adalah bagian yang terpendek 25cm sampai 30cm. . Karbohidrat dapat masuk dengan cepat . Gerakan usus halus mencampur isinya dengan enzim untuk pencernaan. memanjang ke lumen dari permukaan mukosa. 2. e. Pergerakan ini dipicu oleh peregagan dan secara refleks dikendalikan oleh SSO. Vili adalah jutaan tonjolan menyerupai jari (tingginya 0. protein lebih lambat dan lemak dalam lambung selama 3 sampai 6 jam. Kontraksi ini adalah daya dorong yang utama yang menggerakkan kimus ke arah bawah sepanjang saluran. Pengosongan lambung dihambat oleh hormon duodenum yang juga menghambat sekresi lambung dan oleh refleks umpan balik enterogastrik dari duodenum. Motilitas Jejunum adalah bagian yang selanjutnya. Diameter usus halus kurang lebih 2. Faktor-faktor hormon dan saraf ini mencegah terjadinya pengisian yang berlebih pada usus dan memberikan waktu yang lebih lama untuk digesti dalam usus halus. kekentalan kimus. Sinyal umpan balik memungkinkan kimus memasuki usus halus pada kecepatan tertentu sehingga dapat diproses. Anatomi mikroskopik dinding usus 1. Segmentasi irama adalah gerakan pencampuran utama. Vili hanya ditemukan pada usus halus. Peristalsis ialah kontraksi ritmik otot polos longitudinal dan sirkular.2mm sampai 1.0 mm) yang lebih 600 kali.5 m. Pilcae circulares adalah lipatan sirkular membran mukosa yang permanen dan besar. 1. 3. Panjangnya kurang lebih I m sampai 1. Divisi 1.Kendali Pada Pengosongan Lambung 1. keduanya membuka ke dinding posterior duodenum beberapa sentimeter dibawah mulut 2. pilorus. 3. Usus Halus Keseluruhan usus halus adalah tuba terlilit yang merentang dari sfingter pilorus sampai katup ileosekal. Ileum (2 sampai 2.

2. 2. Kelenjar Brunner terletak dalam submukosa duodenum. c. Sel –sel endokrin (pulau-pulau langerhans) pankreas mensekresi hormon insulin dan glukagon. CCK. Agregasi nodulus limfe yang disebut bercak peyer terdapat dalam ileum. dan GIP berperan untuk menghalangi sekresi kelenjar lambung. d. Kelenjar ini mensekresi hormon dan enzim. 3. Hati. kendali utama terletak pada hormon duodenum yang diabsorpsi ke dalam aliran darah untuk mencapai pankreas. walaupun duktus pankreas dan duktus empedu komunis membuka secara terpisah pada duodenum. 2. Sel goblet terletak dalam epitelium di sepanjang usus halus.Peptida usus vaso aktif memiliki efek vasodilator dan efek relaksasi otot polos. Usus halus secara selektif mengabsorpsi produk digesti. Mikrovili adalah lipatan-lipatan menonjol kecil pada membran sel yang muncul pada tepi yang berhadapan degan sel-sel epitel. Sel eksokrin (asinar) mensekresi enzim-enzim pencernaan dan larutan berair yang mengandung ion bikarbonat dalam konsentrasi tinggi. Proses ini diselesaikan oleh enzim usus dan enzim pankreas serta dibantu empedu dalam hati. Sel ini memproduksi mukus pelindung. Kelenjar a. Jaringan limfatik. Hormon-hormon yang mempengaruhi sekresi dan motilitas saluran pencernaan antara 1. c.Produk gabungan sel-sel asinar mengalir melalui duktus pankreas yang menyatu dengan duktus empedu komunis dan masuk ke duodenum di titik ampula hepatopankreas. Pankreas Anatomi 1. Kelenjar ini memproduksi mukus untuk melindungi mukosa duodenum terhadap kimus asam dan cairan lambung yang masuk ke pilorus melalui lambung. 1. dan Kantung empedu 1. lain: a. b. Leukosit dan nodulus limfe ada di keseluruhan usus halus untuk melindungi dinding usus terhadap invasi benda asing. Fungsi usus halus 1. b.Sekretin. Walaupun demikian. Kendali pada sekresi pankreas. 2. Kelenjar enteroendokrin menghasilkan hormon-hormon gastrointestinal. Pankreas adalah kelenjar terelongasi berukuran besar di balik kurvakur besar lambung. . Sfingter Oddi secara normal mempertahankan keadaan mulut duktus agar tetap tertutup.Somatostasin menghambat sekresi asam klorida dan gastrin seperti hipotalamus yang melepas faktor pelepas hormon pertumbuhan. Kelenjar penghasil mukus Enzim yang dibentuk oleh sel epitel usus dibutuhkan untuk melengkapi digesti.Kelenjar-kelenjar usus (kripta lieberkuhn) tertanam dalam mukosa dan membuka di antara basisbasis vili. Pankreas. 2. Sekresi eksokrin pankreas dipengaruhi oleh aktivitas refleks saraf selama tahap sefalik dan lambung pada sekresi lambung.c. Substansi P mempengaruhi aktivitas motorik otot polos. Usus halus mengakhiri proses pencernaan makanan yang dimulai di mulut dan di lambung.

Hati memetabolis protein. Metabolisme. Diantara kedua lobus terdapat vena porta hepatica. CCK diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum sebagai respon terhadap lemak dan protein separuh tercerna yang masuk dari lambung. a. 2. Sekretin akan dilepas jika kimus asam memasuki usus dan mengeluarkan sejumlah besar cairan berair yang mengandung natrium bikarbonat. lemak. lobus kanan atas. 2. Cairan pankreas mengandung enzim-enzim untuk mencerna protein. Ruang-ruang darah sinusoid terletak di antara lempeng-lempeng sel . a. Komposisi cairan pankreas. Bikarbonat menetralisir asam dan membentuk lingkungan basa untuk kerja enzim pankreas dan usus. Tripsin mencerna protein dan polipeptida besar untuk membentuk polipeptida dan peptida yang lebih kecil. jalur masuk dan keluar pembuluh darah. 1. b. dan karbohidrat tercerna Hati berperan penting dalam mempertahankan homeostatik gula darah. Dalam lobus lempengan sel-sel hati bercabang dan beranastomosis untuk membentuk jaringan tiga dimensi. saluran portal. dan laktosa) pembentuk nukleotidanya. 4. sukrosa. dan lobus kaudatus. oleh garam-garam empedu. Sekretin diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum dan diabsorpsi ke dalam darah untuk mencapai pankreas. Enzim proteolitik pankres (protease) Trisinogen yang disekresi pankreas diaktivasi menjadi tripsin oleh enterokinase yang diproduksi usus halus.500g dan pada kondisi hidup berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. arteri hepatica. 3. Hati terbagi menjadi lobus kanan dan kiri. Hati menyimpan Hati mengurai protein dari sel-sel tubuh dan sel darah merah yang rusak. Sekresi. lobus kuadratus. Hati dan sekresi empedu Anatomi hati Hati adalah organ viseral terbesar dan terletak dibawah kerangka iga. saraf dan duktus. karbohidrat. c. Ligamen falsiform memisahkan lobus kanan dari lobus kiri. proses pencernaan protein untuk menghasilkan asam-asam amino bebas. Lobus kanan hati lenih besar dari lobus kirinya dan memiliki tiga bagian utama. 2. Hati memproduksi empedu yang berperan dalam emulsifikasi dan absorpsi lemak. Kimotripsin memiliki fungsi yang Karboksipeptidase. dan lemak. b. CCK ini menstimulasi sekresi sejumlah besar enzim pankreas. membentuk sebuah lobulus portal. duktus empedu. Organ ini glukosa dalam bentuk glikogen dan mengubahnya kembali menjadi glukosa jika diperlukan tubuh membentuk urea dari asam amino berlebih dan sisa nitrogen. dan dipeptidase adalah enzim yang melanjutkan Lipase pankreas menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol setelah lemak diemulsi Amilase pankreas menghidrolisis zat tepung yang tidak tercerna oleh amilase saliva menjadi Ribonuklease dan deoksiribonuklease menghidrolisis RNA dan DNA menjadi blok-blok sama seperti tripsin terhadap protein. Kimotripsin teraktivasi dari kimotripsinogen oleh tripsin. disakarida ( maltosa.1. . Hati menerima darah teroksigenasi dari arteri hepatika dan darah yang tidak teroksigenasi tetapi kaya akan nutrien dari vena portal hepatica. 3. 1. masing-masing berisi sebuah cabang vena portal. Fungsi utama hati 1. Beratnya 1. 2. aminopeptidase.

Emulsifikasi lemak. dan bersama limpa mengatur volume darah yang diperlukan tubuh. dan garamgaram empedu. 5. Penyimpanan. tuntuk penyimpanan di kantung empedu. Jaudince. 6. Dan hati menyimpan toksin tertentu ( pestisida. dan fosfolipid) Hati mensintessis protein plasma dan faktor-faktor pembekuan darah. b. b. pigmen empedu. c. atau obstruksi duktud empedu dan batu empedu. hati melakukan inaktivasi hormon dan detoksifikasi toksin dan obat. . 3. kolesterol. 4. Peristiwa ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatika garam empedu. c. a. e. mensintesis bilirubin dari produk penguraian hemoglobin dan mensekresinya kedalam empedu. D. Ini merupakan indikasi kerusakan fungsi hati dan dapat disebabkan oleh kerusakan sel hati (hepatis). b. Komposisi empedu Empedu adalah larutan berwarna unign kehijauan terdiri dari 97% air. Empedu Anatomi sekresi empedu a. Setelah disekresi kedalam usus . Absorpsi lemak. E. Pigmen ini merupakan hasil 1. serts obat yang tidak dapat diuraikan dan diekskresikan. Garam empedu membantu mengabsorpsi zat terlarut lemak dengan cara Pengeluaran kolesterol dari tubuh. Pigmen utamanya adalah bilirubin yang . Garam empedu berikatan dengan kolesterol dan lesitin memfasilitasi jalurnya menembus membran sel. enzim. Fungsi garam empedu dalam usus halus. atau warana kekuningan pada jaringan. bersama dengan duktus pankreas. Hati merupakan reservoar untuk sekitar 30% curah jantung. d. berbagai aktivitas kimia tubuh dalam hati menjadikannya sebagai sumber panas utama dalam tubuh. 2. a.c. Garam-garam empedu terbentuk dari asam empedu yang berikatan dengan kolesterol dan asam amino. dan K). merupakan akibat dari peningkatan kadar bilirubin darah. Produki panas . Organ ini juga pemakaian lemak.emberikan warna kuning pada urine dan feses. Hati memfagosit eritrosit dan zat asing terdisintegrasi dalam darah. terutama saat tidur. Hati mensintesis lemak dari karbohidrat dan protein dan terlibat dalam penyimpanan dan Hati mensintesi unsur-unsur pokok membran sel (lipoprotein. garam tersebut direabsorpsi dari ileum bagian bawah kembali ke hati dan didaur ulang kembali. Garam empedu mengemulsi gobulus lemak besar dalam usus halus yang kemudian menghasilkan gobulus lemak lebih kecil dan area permukaan yang lebih luas untuk kerja penguraian hemoglobin yagn dilepas dari sel darah merah terdisinegrasi. Penyimpanan darah. Detoksifikasi. dengan duktus sistikus dari kantung empedu dan keluar dari hatu sebagai dukts empedu komunis. untuk membentuk agregasi kecil disebut micelle yang dibuang melalui feses. bermuara di duodenum atau dialihkan duktus hepatika kanan dan kiri. Hati menyimpan mineral sepeti zat besi dan tembaga serta vitamin latur lemak (A. Pigmen empedu tersiri dari biliverdin (hijau) dan bilirubin (kuning). peningkatan destruksi sel darah merah. Empedu yang diproduksi oleh sel-sel hati memasuki kanalikuli empedu yang kemudian menjadi Duktus hepatika menyatu untuk membentuk duktus hepatik komunis yang kemudian menyatu Duktus emepdu komunis.

Kolon memiliki tiga divisi: Kolon ascenden merentang dari sekum sampai ke tepi bawah hati sebelah kanan dan membalik secara horizontal pada fleksura hepatica 2. Kandung empedu menyimpan cairan empedu yang secara terus-menerus disekresi oleh sel-sel hati sampai diperlukan dalam duodenum. 2. Fungsi 1. diameternya lebih lebar.Kendali pada sekresi dan aliran empedu Sekresi empedu diatur oleh faktor saraf (impuls parasimpatis) dan homon (sekretin dan CCK) yang sama dengan yang mengatur sekresi cairan pankreas. Pelepasa cairan ini dirangsang oleh CCK. dan daya regangnya lebih besar dibandingkan usus halus Bagian-bagian usus besar • • 1. Organ ini terletak di lekukan dibawah lobus kanan hati. Kolon transversa merentang menyilang abdomendi bawah hati dan lambung sampai ke tepi lateral ginjal kiri. panjangnya lebih pendek. Usus Besar Usus besar tidak memiliki vili dan lipatan-lipatan sirkular. Cairan empedu kemudian didorong ke dalam duodenum. berakhir pada saluran anal dan membuka ke eksterior di anus Fungsi usus besar • • Mengabsorpsi 80% sampai 90% air dan elektrolit Mmeproduksi mucus . Dengan demikian kandung ini mampu menampung hasil 12 jam sekresi empedu hati. CCK dilepas untuk menkontraksi otot kandung empedu dan merelaksasi sfingter Oddi. Kandung empedu mengkonsentrasi cairannya dengan cara mereabsorpsi air dan elektrolit. f. Sekum adalah kantong tertutup yang menggantung di bawah area katup ileosekal Kolon adalah bagian usus besar dari sekum sampai rekum. tempatnya memutar ke bawah pada fleksura spleknik 3. Kolon descenden merentang ke bawah pada sisi kiri abdomen dan menjadi kolon sigmoid berbentuk S yang bermuara di rectum • Rektum adalah bagian saluran pencernaan selanjutnya dengan panjang 12 sampai 13cm. Di antara waktu makan sfingter Oddi menutup dan cairan empedu mengalir ke dalam kantung empedu yang relaks. Saat asam lemak dan asam amino mencapai usus halus. Kandung empedu Anatomi Kandung empedu adalah kantog muskular hijau menyerupai pir dengan panjang 10 cm. Kapasitas total kandung empedu kurang lebih 30 ml sampai 60 ml.

. d. dan gliserol. berfungsi untuk mengubah maltosa menjadi glukosa. 4. 3. makanan yang keras di dalam lambung serta mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Renin. asam lemak. Enzim ini berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. 2. MEKANISME PROSES PENCERNAAN Pencernaan makanan pada manusia ada 2: a. Makanan kemudian disalurkan ke usus penyerapan. Enzim amilase. 2. b. Erepsinogen. 2. Asam (HCl). Pada proses ini. berguna membunuh kuman yang masuk bersama makanan dan membantu melunakkan . 3. Enzim tripsin. yaitu dengan bercampurnya makanan yang telah dikunyah dengan air liur yang mengandung enzim ptialin (amilase). Pepsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi proteosa dan pepton. Pencernaan mekanik Pencernaan mekanik adalah proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil atau halus. c. Kelenjar pankreas Kelenjar pankreas terletak di usus 12 jari dan menghasilkan beberapa enzim sebagai berikut: 1. Selain itu. Usus penyerapan menghasilkan enzim-enzim sebagai berikut: 1. lambung mengeluarkan getah lambung yang mengandung: 1. berguna untuk mengubah susu menjadi kasein. enzim ini juga berfungsi untuk membunuh kuman yang masuk bersama makanan. Maltase. berfungsi sebagai pengubah protein dan pepton menjadi dipeptida. Pepsin. berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. Pada manusia proses pencernaan mekanik dilakukan dengan menggunakan gigi. Usus halus Ketika makanan masuk ke usus halus. berfungsi untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Enzim adalah zat kimia yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia. Peran enzim dalam sistem pencernaan: Mulut Pada mulut selain terjadi pencernaan secara mekanik juga terjadi pencernaan secara kimiawi. Erepsin berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino. Lambung Di dalam lambung makanan dari kerongkongan dicerna oleh dinding lambung. . Pencernaan kimiawi Pencernaan kimiawi adalah proses perubahan makanan dari bentuk kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. diaktifkan oleh enterokinase menjadi erepsin. Sakrase. Laktase. berfungsi untuk mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa. berguna untuk mengubah protein menjadi pepton. makanan dicerna secara kimiawi dibantu oleh enzim pencernaan dari pankreas.• • Baketri yang terdapat dalam kolon mampu mencerna sejumlah selulosa dan memproduksi Mengekskresi zat sisa dalam bentuk feses sedikit kalori nutrient bagi tubuh 3.

galaktosa. yaitu: 1. Sedangkan bila berdasarkan gugus pembentuknya monosakarida dibedakan menjadi aldosa (gugus aldehid) dan ketosa (gugus keton). METABOLISME KARBOHIDRAT Karbohidrat merupakan derivat dari aldehid. terutama dalam bentuk glukosa. 4. berfungsi sebagai pengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Enzim lipase. 2. baru akan terjadi metabolisme glukosa di tingkat sel (respirasi sel). Karbohidrat akan dipecah menjadi monosakarida melalui proses digesti di saluran pencernaan. PROTEIN. PROSES METABOLISME KARBOHIDRAT. Oligosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila dihidrolisis menjadi dua sampai sepuluh unit monosakarida. oktosa dan selanjutnya. Sel-sel di dalam tubuh tentunya tidak dapat langsung menyerap karbohidrat. Tabel singkat respirasi sel Reaksi Molekul yang terlibat Hasil reaksi Vitamin/ mineral yang diperlukan . sistem transpor sitokrom/ elektron. laktosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan galaktosa). tetapi karbohidrat tersebut harus dipecah menjadi molekul yang lebih sederhana lagi yaitu monosakarida. tetrosa. Contohnya adalah maltotriosa. siklus Krebs. 4. sukrosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa). heptosa. Disakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila terhidrolisis menjadi dua monosakarida yang sama ataupun berbeda. 3. Polisakarida bila dihidrolisis akan menghasilkan lebih dari sepuluh molekul monosakarida. pentosa. fruktosa. Setelah berubah menjadi glukosa. Karbohidrat yang masuk ke tubuh berasal dari makanan. Polisakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang paling kompleks. Contoh dari monosakarida adalah glukosa. Contoh disakarida adalah maltosa ( bila dihidrolisis menjadi dua molekul glukosa). Monosakarida menurut jumlah atom karbonnya adalah triosa. Karena glukosa merupakan monosakarida yang paling utama yang dapat diserap oleh tubuh untuk menghasilkan energi. Karbohidrat dibagi menjadi empat macam. Contoh dari polisakarida adalah pati dan dekstrin. Monosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi senyawa yang lebih sederhana. hektosa. Respirasi sel ini mencakup tiga peristiwa: glikolisis.3. DAN LEMAK A.

Dari tabel di atas dapat diambil garis besar. Makanan merupakan energi potensial. sedangkan untuk membebaskan energi tersebut dibutuhkan O2 yang di dapatkan dari proses bernafas. bila anaerob diubah menjadi asam laktat) ∙ CO2 ∙ 3 NADH2 dan 1 FADH2 Niasin Siklus Krebs Asam Piruvat atau Asetil KoA NADH2 dan (menuju reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ empat molekul karbon ∙ 34 ATP ∙ air metabolik ∙ Tiamin ∙ Riboflavin ∙ Niasin ∙ Asam pantotenat Besi dan tembaga Sistem Transpor Sitokrom FADH2 Kelebihan glukosa akan disimpan dalam bentuk glukagon yang terdapat pada hepar dan otot rangka. METABOLISME GLUKOSA A. GLIKOLISIS .Glikolisis Glukosa ∙ 2 ATP (bersih) ∙ 2 NADH2 dan 1 FADH2 (dilanjutkan ke reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ 2 Asam piruvat ( bila aerob langsung menuju siklus Krebs. Sehingga dapat digunakan bila tubuh membutuhkannya untuk menghasilkan energi. bahwa yang paling perlu dalam metabolisme iti adalah makan dan bernafas.

.

SIKLUS KREBS .B.

asparagin. lisin. glutamate. serin. metionin. histidin . triptofan. sistein. METABOLISME PROTEIN Anabolisme Unsur dasar penyusun protein adalah asam amino. dan 20 di antaranya terdapat dalam protein tubuh dalam jumlah yang cukup banyak.Asam amino esensial : tidak dapat disintesis oleh tubuh Ex : treonin. . prolin. glutamine.SECARA GARIS BESAR Glukosa  2 ATP  2 NADH + 2 H+ GLIKOLISIS Asam piruvat  2 NADH + 2 H+ Asetil Ko-A  2 CO2 4 CO2 SIKLUS KREBS  6 NADH  2 FADH2 2 ATP TRANSPOR ELEKTRON 34 ATP O2 H2O B. tirosin . leusin. isoleusin. arginin. glisin.Asam amino non esensial : asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh Ex : alanin. valin. fenialanin. aspartat.

Hormon yang berpengaruh dalam metabolisme protein: 1. Asam piruvat ini kemudian dikonversi menjadi glukosa/ glikogen (disebut proses glukoneogenesis). Nitrogen pada radikal amino dari satu asam amino berikatan dengan karbon dari radikal karboksil asam amino lainnya. penambahan asam amino tambahan dalam cairan tubuh terutama di hati.dan sebagian lagi dikonversi menjadi asam lemak (disebut proses ketogenesis). Pada dasarnya. yang sering kali menimbulkan keadaan yang disebut koma hepatikum. Pembentukan urea di hati Amonia yang dilepaskan selama deaminasi asam amino dikeluarkan dari darah hampir seluruhnya melalui konversi menjadi ureum. Setelah itu zat tersebut dpecah dan menjadi energi. Oksidasi asam amino yang sudah mengalami deaminasi Begitu asam amino sudah dideaminasi. semua asam amino dalam tubuh manusia disintesis di hati. Misalnya deaminasi alanin adalah asam piruvat. Oksidasi ini biasanya melibatkan 2 proses yang berurutan: a. akan menginduksi aktivasi sejumlah besar aminotransferase. ammonia akan menumpuk dalam darah. dan satu ion hidroksil dilepas dari radikal karboksil. yang kemudian menjadi asam glutamate. pada banyak keadaan . yang biasanya berupa gugus amino (-NH2). Satu atom hidrogen dilepaskan dari radikal amino. Setelah dibentuk. . Deaminasi Gugus amino dari asam amino ditransfer ke asam α-ketoglutarat. Asam amino tertentu yang dideaminasi serupa. asam amino dihubungkan menjadi rantai panjang melalui ikatan peptide. sehingga siklus tersebut dapat berlangsung berulang-ulang.Struktur asam amino memperlihatkan ciri yang khas yaitu mempunyai satu gugus asam (-COOH) dan satu atom nitrogen yang melekat pada molekul. Dalam proses kehilangan gugus amino. Dalam protein. sebagian dikonversi menjadi asetil ko-A (2 mol asetil ko-A akan berubah menjadi asam aseloasetat). Asam glutamat ini kemudian dapat mentransfer asam amino ke zat lainnya / dapat melepaskan dalam bentuk ammonia (NH3). otak. 2. Hormon pertumbuhan meningkatkan sintesis protein sel karena adanya percepatan proses transkripsi dan translasi RNA dan DNA untuk sintesis protein. 3. b. Bila tidak ada hati / pada penyakit hati yang berat. asam keto yang dihasilkan dapat dioksidasi untuk mengeluarkan energi untuk keperluan metabolisme. satu radikal amino dan satu radikal karboksil masih terletak pada ujung yang berlawanan dan kemudian membentuk lagi rantai peptida. keduanya bergabung membentuk molekul air. ureum berdifusi dari sel hati masuk ke dalam cairan tubuh dan diekskresikan oleh ATP yang dihasilkan dari protein lebih kecil daripada ATP yang dibentuk glukosa untuk setiap gramnya. yaitu enzim yang bertanggung jawab memulai sebagian besar katabolisme (pemecahan protein untuk digunakan sebagai energi atau bila berlebih disimpan terutama sebagai lemak / glikogen). 1. digunakan untuk mensintesis glukosa / asama lemak. asam glutamat sekali lagi menjadi asam αketoglutarat. Katabolisme Begitu sel diisi sampai batasnya dengan protein yang tersimpan. Setelah ureum terbentuk. Asam keto diubah menjadi zat kimia yang sesuai kemudian masuk ke dalam siklus asam sitrat. Keadaan ini sangat toksik terutama terhadap ginjal.

Estrogen menambah sedikit deposit protein. larut dalam euglobulins. Globulin Meruapakan protein yang tidak larut dalam air. Fungsi albumin : a. METABOLISME LEMAK Lipid dibagi menjadi 3: 1. albumin dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah. Tiroksin meningkatkan kecepatan metabolisme seluruh sel termasuk protein. 5. darah (albumin serum).Kolesterol . Banyak dijumpai pada telur (albumin telur. albumin telur 44000. Ada tiga macam globulin: a. terbentuk bekuan darah yang akan membantu memperbaiki kebocoran sistem sirkulasi. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses imun atau kekebalan tubuh. Insulin mempercepat transpor beberapa asam amino ke dalam sel. Albumin merupakan protein yang larut dalam air dan mengendap pada kondisi dipanaska. putih telur). 3. serta dalam larutan garam. Gamma globulin Kelompok protein serum yang mengandung banyak antibody. Albumin dapat menghindari timbulnya pembengkakan paru-paru dan gagal ginjal serta sebagai carrier faktor pembekuan darah. dalam susu (laktalbumin). Terbuat di hepar sehingga dapat digunakan untuk tes pembantu dalam penilaiaan fungsi ginjal dan saluran pencernaan. c. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses pembekuan darah. Beta globulin Protein plasma darah yang memiliki kaitan erat dengan transportasi thrombin dan protrombin. c. b. Glukortikoid meningkatkan pemecahan sebagian besar protein jaringan. C.Membentuk jaringan sel baru sehingga dalam ilmu kedokteran. sehingga dapat menjadi rangsangan bagi pembentukan protein.Mengangkat molekul-molekul kecil melewati plasma dan cairan sel. Fibrinogen Fibrinogen berpolimerasi menjadi pilinan fibrin yang panjang selama proses koagulasi darah.Fosfolipid 3. b. larut dalam pseudoglobulin.Trigliserida 2. Alfa globulin Salah satu bagian plasma darah yang mengedarkan hormon. Dengan demikian. Globulin juga memiliki sifat lain yaitu mengeras atau menggumpal jika dikondisikan dalam suhu tinggi. Insulin diperlukan untuk sintesis protein. 4. Berat molekul albumin plasma pada manusia 69000. dalam daging mamalia 63000.2. Jenis protein yang terdapat dalam plasma: Albumin Jenis protein terbanyak dalam plasma yang mencapai 60%.Misalnya akibat operasi. 6. Fungsi ini erat kaitannya dengan bahan metabolism asam lemak bebas dan bilirubin dan berbagai macam obat yang kurang larut dalam air tetapi harus diangkat melalui darah dari satu organ ke organ lain agar dapat diekskresi. Testoteron menambah deposit protein di jaringan.

terutama pada subcutaneous layer.E.Pencernaan lemak dalam usus 1. dan K Melindungi alat-alat vital pada tubuh Memperbaiki rasa makanan (gurih) Kelebihan lemak disimpan dalam jaringan adipose.D. memecahkan gumpalan lemak menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga enzim pencernaan yang larut air dapat bekerja pada permukaan gumpalan lemak 2. .Emulsifikasi lemak. Pengaruh empedu (garam empedu + fosfolipid lestin) -> menurunkan tegangan antar permukaan lemak. (memperbesar 1000x daerah permukaan lemak total) Lemak + (empedu + pengadukan ) -> lemak terelmusi Lemak teremulsi + (lipase pangkreas) -> Asam lemak dan 2-monogliserida Fungsi Lemak     Sebagai sumber energi sekunder Melarutkan vitamin A.

Osmosis diatur oleh konsentrasi elektrolit didalam cairan tubuh (OSMOLARITAS).getah bening. atau cairan intraselular 4. Air selalu berpindah dari 1 kompartemen ke kompartemen lainya.cairan jaringan dan cairan khusus 3.5. Cairan tubuh elektrolit dan Keseimbangan air dan elektrolit 1. Cairan intraselular (CIS) adalah air dalam sel kira-kira dua pertiga total cairan tubuh 2. osmosis: cairan jaringan menjadi plasma. Elektrolitn merupakan ion yang ditemukan dalam tubuh. Cairan ekstraselular(CES) adalah air diluar sel terdiri atas plasma . fitrasi: plasma menjadi cairan jaringan. SISTEM REGULASI SUHU TUBUH A. . Air membentuk 60% sampai 75% total berat badan tubuh 2. terbanyak adalah mineral Kompartemen air 1. getah bening.air akan berdifusi melewati membran ketempat yang mempunyai konsentrasi elektrolit lebih tinggi.

natrium .kation terbanyak dalam CES Fungsi dari kalium adalah menciptakan tekanan osmotic CIS . Ketidakseimbangan natrium meliputi: a. Cairan elektrolit dalah garam yang terlarut dalam air menjadi 1 atau lebih partikel bermuatan disebut ion contohnya. Aldosteron yang disekresi oleh korteks adrenal meningkatkan reabsorpsi ion natrium oleh ginjal . Urine. Elektrolit membantu mengatur osmosis antar kompartemen air Elektrolit dibagi menjadi dua yaitu 1. Beberapa fungsi dari macam kation elektrolit utama Fungsi dari natrium adalah menciptakan tekanan osmotic CES . Mengandung kation meliputi. 2. Jika volume darah meningkat . Dehidrasi merangsang sensasi haus .urea.air kemudian di reabsorpsi melalui osmosis.mudah berdifusi keluar masuknya sel .sebazgian besar anorganik 2. Hipotalamus mempunyai osmoreseptor yang mendeteksi perubahan osmolaritas cairan tubuh 2. keringat. b.dan anionya meliputi .ATP dan FOSFOLIPID Fungsi sulfat adalah bagian asam amino dan protein Ketidakseimbangan elektrolit 1.bikarbonat .glukosa dan karbondioksida.ditandai Hipernatemia adalah konsekuensi kehilangan air ditandai dengan kehilangan CIS.kalsium magnesium .dan cairan dikonsumsi untuk menggantikannya 3.magnesium .kalium.kation terbanyak dalam CIS Fungsi dari kalsium adalah mempertahankan eksitabilitas saraf dan sel-sel otot Fungsi dari magnesium adalah sangat penting untuk produksi ATP .fosfat . haus dengan pusing berlebihan 2.dan haluaran urine meningkat 6. klorida. ADH yg dilepaskan darihipofisis posterior meningkatkan reabsorpsi air oleh ginjal 4.ANH kehilangan ion natrium dan air di dalam urine Elektrolit 1.oksigen. Hiponatermia adalah konsekuensi akibat keringat yang berlebihan .sekresi ADH menurun . Cairan nonelektrolit adalah zat yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik contohnya.diare atau muntah .natrium .aktifitas saraf serta sel otot Beberapa fungsi dari macam anion elektrolit utama Fungsi klorida adalah anion terbanyak dalam CES .RNA .protein .Haluaran air 1.kalium.dan sulfat 3. feses 2. Zat kimia yang terlarut didalam air dan memisahkan diri membentuk ion-ion . udara yang dikeluarkan. Jika air dalam tubuh terlalu banyak .membantu mengatur tekanan osmotic Fungsi bikarbonat adalah sebagai bagian system dapar bikarbonat Fungsi fosfat adalah bagian DNA. 5. Setiap variasi haluaran harus dikompensasi oleh perubahan asupan Pengaturan asupan dan haluaran air 1.kalsium . Ketidakseimbangan kalium meliputi: .

dan neropinefrin meningkatkan aktivitas metabolic. Tiroksin dari glandula Tiroidea ( paling penting ) seiring penurunan kecepatan metabolism. Dalam 24 jam. Hepar menghasilkan 20% panas saat istirahat.arimia ginjal 3.ANH –natrium . Asupan makanan dan perubahan suhu tubuh yang akan berpengaruh terhadap proses metabolism di dalam tubuh.PTH dan Kalsitonin –kalsium dan fosfat B. Kehilangan panas Aliran darah melalui dermis menentukan jumlah panas yang hilang melalui konveksi. Stress Rangsang simpatik. akan naik suhu nya bila ruangan itu dipenuhi orang. Hal ini menjelaskan mengapa bila ada suatu ruangan kosong yang dingin. Organ yang aktif terus menerus memproduksi panas. 2. sehingga produksi panas dan ATP juga naik. - Panas hilang dari saluran pernafasan melalui pengupan air dari mukosa pernafasan yang panas Sejumlah kecil panas hilang sebagai urin dan feses yang dikeluarkan dari tubuh Mekanisme kehilangan panas adalah vasodilatasi pada dermis dan peningkatan berkeringat. Radiasi adalh proses kehilangan panas dalam bentuk gelombang inframerah. Haluaran –urine . tirosin disekresi lebih banyak untuk meningkatkan respirasi sel. suhu tubuh berfluktuasi 10 C – 20 C.keringat . kofusi b. Hipokalemia adalah suatu konsekuensi muntah/diare serta penyakit ginjal ditandai dengan lelah.ditandai dengan kelemahan otot menjadi tetanus (kejang) Asupan haluaran dan pengaturan 1. Berkeringat adalah mekanisme kehilangan panas tubuh menguapkan keringat di atas permukaan tubuh. Ketidakseimbangan kalsium meliputi: a. Asupan –elektrolit adalah makanan dan minuman beraklohol 2. epinefrin. Termoregulasi Rentan normal suhu tubuh manusia adalah 360 C-380 C. Tonus otot menghasilkan 25% panas saat istirahat. 3. .a. radiasi dan konveksi efektif bila suhu lingkungan lebih dingin daripada tubuh. Faktor – faktor yang mempengaruhi produksi panas : 1. Konduksi dan konveksi adalah perpindahan panas dengan disertai kontak langsung. dengan suhu terendah saat tidur.aldosteron –natrium dan kalium . b. dan konduksi. radiasi. Hiperkalemia adalah suatu konsekuensi gagal ginjal angkut serta penyakit Addison ditandai dengan kelemahan . Hormon yang terlibat . Aliran darah meningkat.feses 3. Hipokalsemia adalah penurunan asupan kalsium ditandai dengan spasme otot kemudian Hiperkalsemia adalah suatu konsekuensi hipoparatiroidisme . Evaporasi juga bisa terjadi di tubuh melalui kulit ( keringat). 4. Produksi panas Panas adalah salah satu energi yang diproduksi pada respirasi sel.

Produksi panas Hipotalamus adalah thermostat tubuh dan mengatur suhu tubuh dengan menyeimbangkan produksi panas dengan kehilangan panas. Aktivasi saraf simpatik vasokonstriktor di tubuh menyebabkan vasokontriksi yang kuat.- Beberapa cara manual antara lain: menurunkan tingkat aktivitas. - Mekanisme untuk meningkatkan panas adalah vasokontriksi pada dermis dan penurunan produksi keringat. Temperatur akan meningkat terus sampai mencapai pengaturan baru. Demam Demam adalah hyperthermia yang terkontrol. ditandai dengan keringat yang keluar. dll. Setelah itu thermostat kembali ke tingkat normal . Sering terjadi kerena terjadi infeksi di dalam tubuh. Hipotalamus menerima rangsangan dari perifer termoreseptor yang terletak di kulit dan termoreseptor pusat. Hipotalamus menyebabkan pengeluaran prostalglandin. Hal itu akan menurunkan suhu tubuh dengan sendirinya. cedera di system saraf pusat). selanjutnya sutu tubuh akan berada di pengaturan demam smapai adanya pertahanan dari tubuh dan bila ada antibiotic yang masuk. menggunakan pakaian berwarna terang. . mengubah posisi tubuh (melingkarkan tangan di tubuh). minum minuman panas. Sebagai hasilnya aliran darah dalam tubuh menurun.alergi. dan meningkatakan aktivitas tubuh. Prostalglandin mengatur thermostat di hipotalamus ke suhu yang lebih tinggi. mencari lingkungan yang lebih dingin. tetapi bisa juga disebabkan oleh kondisi lain (kanker. - Ada beberapa cara manual yang dapat dilakukan antara lain: memakai pakaian hangat untuk membatasi panas yang keluar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->