PEMBAHASAN

SEL Sel merupakan unit dasar terkecil yang mendasari suatu kehidupan. Ilmu yang mempelajari sel disebut sitologi (cytology). 1. bagian dari sel a. plasma sel 1) luar sel 2) 3) tersusun atas fosfolipid dan protein membrane plasma memungkinkan sel untuk berinteraksi dengan sel yang lain, tempat sebagai pembatas terluar dari sel yang membatasi komponen dalam sel dengan lingkungan

reseptor, dan mengatur pertukaran material dengan cara difusi atau osmosis b. sitoplasma, cairan tempat melekatnya organel-organel pada sel 1) substansi antara nucleus dan membrane plasma yang meengandung organel dan incluuisions terdiri atas air, protein, karbohidrat, lipid, serta komponen anorganik. Zat kimia dalam tempat dimana reaksi kimia berlangsung nucleus merupakan pusat pengaturan segala aktivitas sel dan mengandung kromosom yang berisi materi genetic (DNA) • 2) • • 3) • • • semua sel memiliki nucleus kecuali sel darah merah ribosome terdiri dari granula yang berisi DNA ribosomal dan protein ribosomal sebagai tempat sintesis protein reticulum endoplasma merupakan jaringan yang menghubungkan membrane nucleus dan membrane plasma reticulum endoplasma kasar mengandung ribosom, tetapi reticulum endoplasma halus tidak mendukung proses mekanis yang terjadi, melepaskan ion kalsium yang terlibat dalam konsentrasi otot, memimpin pertukaran materi dalam sitoplasma, system pengangkutan interseluler, mensintesa lipid dan protein, menyimpan molekul hasil sintesa, dan membantu sel untuk mengeluarkan zat kimia yang tidak diperlukan 4) • badan golgi terdiri dari empat hingga delapan tumpukan kantong gepeng fungsi utamanya adalah memproses, menyusun, dan mengantarkan protein ke sel. Selain itu juga mensekresi protein dan lipid sertab membentuk lisosom 5) • • mitokondria terdiri dari lapisan membrane yang membatasi dan lipatan yang disebut Krista membentuk ATP

2)
3) c. organel 1) •

sitoplasma dapat berbentuk larutan atau koloid

d. inclusions, yaitu hasil sekresi dan produk nutrisi pada sel seperti melanin, glikogen, dan lipid. SISTEM INTEGUMEN

Terdiri dari kulit dan turunannya seperti rambut, kuku, keringat, minyak, dan kelenjar susu. Organ ini adalah organ yang paling bisa terlihat (Tortora) KULIT Fungsi Kulit : (Gartner, Leslie P., 327) 1. Perlindungan 2. Pengatur suhu tubuh 3. Ekskresi yang dilakukan oleh kelenjar keringat 4. Arbsorbsi sinar Ultra Violet dari sinar matahari untuk mensintesis vitamin D Epidermis Kulit Tebal Tebal 0,8 mm – 1,4 mm. Terdiri dari 5 lapisan. Dari bawah yaitu : Stratum Basale (Germinativum), Stratum Spinosum, Stratum Granulosum, Stratum Lucidium, dan Stratum Corneum. Kulit Tipis Tebal 0,07 mm – 0,12 mm. Memiliki 4 lapisan, tanpa Stratum Lucidium (Guton, Arthur C.) , terdapat pada bagian yang kekurangan rambut (telapak kaki dan telapak tangan). Stratum Ge\rminativum Terdiri dari epidermal stem cells, melanocytes, dan keratinocytes. Merupakan lapisan epidermis paling bawah. Terbentuk dari jaringan ikat longgar. Berbatasan langsung dengan dermis. Sel-sel yang mendominasi adalah sel-sel stem yang besar/ sel basale. Aktifitas melanocytes menyebabkan kulit bewarna kecoklatan. Sel merkel yang banyak terdapat pada bagian yang kekurangan rambut, mengeluarkan zat kimia yang peka terhadap sentuhan. Stratum Spinosum Lapisan epidermis yang paling tebal, terdiri daru berbagai macam bentuk sel (polyhedral sampai sel-sel yang berbentuk tipis) sehingga nampak berduri (spin). Disini juga terdapat keratinocytes yang aktif melakukan mitosis. Stratum basal dan spinosum disebut lapisan malphigi yang bertanggung jawab dalam pergantian epidermal keratinocytes. Stratum Granulosum Terdapat keratinocytes yang tergantikan oleh atau dari stratum spinosum. Ketika sel tersebut mencapai lapisan ini, mulai untuk membuat protein keratohyalin dan keratin dalam jumlah banyak. Keratohyalin merupakan zat tanduk, menyebabkan kulit less permeable. Keratin merupakan bahan penyusun utama rambut dan kuku. Stratum Lucidium Lapisan ini hanya terdapat pada kulit tebal (thick skin). Walaupun lapisan ini berisi sel-sel tipis dan kekurangan organel dan nuclei, akan tetapi mengandung keratin filament yang tebal. Plasma membran mengalami penenbalan akibat penyuluran protei non kreatin (infolokrin). Tidak terlihat bawah pada standard hytological layer. Stratum Corneum Terletak di permukaan, 15-10 lapisan tipis (epitel pipih), sel mati, interloching cells. Disebut juga lapisan tanduk (horny layer). Tipe Sel : Keratinocytes, Melanocytes, Sel Merkel, Sel Langerhans. Keratinocytes

Subtansi terbanyak dari sel-sel epidermis, karena keratinocytes selalu mengelupas pada permukaaan epidermis, maka harus selalu digunakan. Pergantian dilakukan oleh aktivitas mitosis dari lapisan basal (di malam hari). Selama perjalanannya ke luar (menuju permukaan. Keratinocyes berdeferensiasi menjadi keratin filamen dalam sitoplasma. Proses dari basal sampai korneum selama 20-30 hari. Karena proses cytomorhose dari keratinocytes yang bergerak dari basal ke korneum, lima lapisan dapat diidentifikasi. Yaitu basal, spimosum, granulosum, losidum dan kornium. Melanocytes Didapat dari ujung saraf, memproduksi pigment melanin yang memberikan warna coklat pada kulit. Bentuknya silindris, bulat dan panjang. Mengandung tirosinase yang dihasilkan oleh REG, kemudian tirosinase tersebut diolah oleh Aparatus Golgi menjadi oval granules (melanosomes). Ketika asam amino tirosin berpindah ke dalam melanosomes, melanosomes berubah menjadi melanin. Enzim tirosinase yang diaktifkan oleh sinar ultra violet.. Kemudian melanin meninggalkan badan melanicytes dan menuju ke sitoplasma dari sel-sel dalam lapisan stratum spinosum. Dan pada akhirnya pigmen melanin didegradasi oleh keratinocytes. Faktor-faktor yang menyebabkan adanya perbedaan warna kulit antara lain: 1. Melanosit, terletak pada stratum basalis, memproduksi pigmen, melanin, yang bertanggung jawab untuk pewarnaan kulit dari coklat sampai hitam.

2. Darah dalam pembuluh dermal di bawah lapisan epidermis dapat terlihat dari permukaan dan menghasilkan
pewarnaan merah muda . Ini lebih jelas terlihat pada kulit orang kilit putih (Kaukasian) 3. Keberadaan dan jumlah pigmen kuning, karotin, hanya ditemukan pada stratum korneum, dan dalam sel lemak dermis dan hipodermis, yang menyebabkan beberapa perbedaan pada pewarnaan kulit. Merkel Cells Banyak terdapat pada daerah kulit yang sedikit rambut (fingertips, oral mucosa, daerah dasar folikel rambut). Menyebar di lapisan stratum basal yang banyak mengandung keratinocytes. Langerhans Cells Disebut juga dendritic cells karena sering bekerja di daerah lapisan stratum spinosum. Merupakan sel yang mengandung antibodi. Banyaknya 2% – 4 % dari keseluruhan sel epidermis. Selain itu, juga banyak terdapat di bagian dermis pada lubang mulut, esophagus, dan vagina. Fungsi dari langerhans cells adalah untuk responisasi terhadap imun karena mempunyai antibodi Dermis Lapisan Papiler : tipis mengandung jaringan ikat jarang. Lapisan Kutikuler : tebal terdiri dari jaringan ikat padat.

Kulit Tebal

Kulit Tipis RAMBUT Rambut terdiri dari benang-benang bertanduk yang berasal dari epidermis, terdiri dari batang dan akar yang meluas kebawah hingga menyerupai umbi yang bertakik pada lapisan bawahnya. Ruang di dalam takik terdapat jaringan penyambung / papilla. Akar rambut terbungkus oleh folike rambut yang berasal dari sumbu epidermal dan dermal. Rambut terdiri dari 3 lapisan epitel : 1. Medula 2. Kortex 3. Kutikula Folikel rambut terdiri dari : 1. Selubung akar epitel dalam Terdiri dari kutikula, lapisan Huxley, lapisan henle 2. Selubung akar epitel luar yang erasal dari epidermis Merupakan perpanjangan dari lapisan malpighi (stratum basale dan spinosum) 3. Selubung jaringan penyambung berasal dari dermis a. Selubung dalam, membran hialin sempit, menempel pada sel-sel silindris selubung luar. b. Selubung tengah, serat jaringan penyambung halus yang tersusun dalam lingkaran. c. KUKU Merupakan modifikasi dari lapisan epidermis. 1. Badan kuku Tersusun dari sel-sel pipih jernih. 2. Dinding kuku Lipatan sekeliling proksimal dan lateral dari kuku. 3. Alas kuku Epidermis dibawah badan kuku, tidak memiliki sratum granulosum. KELENJAR PADA KULIT 1. Kelenjar Sebasea a. Mensekresikan minyak ke folikel rambut Selubung tengah, berfungs mengangkat rambut dalam dermis.

b. Dengan perspirasi hilang kira-kira 500ccm air setiap hari. a. Suhu lingkungan yang lebih tinggi dari suhu tubuh dapat dirasakan cukup nyaman bila udara kering. Kelanjar Keringat Kelenjar keringat adalah alat utama untuk merendahkan suhu tubuh. Penyedia antibakteria 2. Banyaknya keringat berkisar dari 0 sampai 2000 ccm setiap hari. Kelenjar merokrin MEKANISME SEKRESI KERINGAT Keringat adalah sekresi aktif dari kelenjar keringat di bawah pngendalian saraf simpatis Keringat terutama berisilarutan garam dengan konsentrasi kira-kira 1/3 dari yang ada dalam plasma. kurang pada ilim dingin dan lebih pada yang panas. Kelenjar apokrin 1) 2) 3) 4) 1) 2) 3) 4) 5) 6) Terdapat pada axilla. groin. . kebanyakan air Merocrine secretion mechanism Dikontrol oleh sistem saraf Penting dalam thermoregulation dan ekskresi Sebagai antibakteri b. tetapi kelembaban dapat menyebabkan rasa sangat tidak enak karena menghalangi hilangnya suhu tubuh melalui penguapan. kira-kira setengah liter sehari pada iklim sedang. Tergantung dari kebuthan tubuh akan pengaturan suhu. Hal ini hendaknya dibedakan dengan perspirasi atau pelepasan air dengan tak terasa yang hanya berupa difusi air secara sederhana melalui kulit. Berbagai jumlah air dapat dilepaskan. nipple Memproduksi sekresi kental dengan komposisi kompleks Pada individu tertentu dapat menjadi sarana komunikasi Kerjanya sangant dipengaruhi hormon Tersebar luas Memproduksi sedikit sekresi.

cairan prekursor dibentuk dalam jumlah banyak dan duktus ini hanya mengabsorpsi Natrium dan Klorida dalam jumlah sedikit sehingga dapat mencapai tingkat maksimum 50-60 mEq/L dan hanya sedikit cairan yang direabsorpsi. (Sumber : Guyton & hall. 892) KLASIFIKASI RESEPTOR DALAM SISTEM INTEGUMEN Merkel’s disk : sentuhan Meissner corpuscle : raba Vater paccini : tekanan. Apabila kelenjar keringat kuat dirangsang. larutan prekursor ini mengalami reabsorpsi sebagian ion Natrium dan Klorida. 2. Kemudian direabsorpsi oleh duktus sehingga konsentrasi Natrium dan Klorida turun menjadi 5 mEq/L dan sebagian besar cairan tersebut juga direabsorpsi. cairan prekursor mengalir melalui duktus secara lambat. 1. Konsentrasi Natrium sekitar 142 mEq/L dan Klorida sekitar 104 mEq/L dengan konsentrasi zat terlarut lain yang lebih kecil dibanding dalam plasma. Apabila kelenjar keringat sedikit dirangsang. dan vibrasi Free nerved ending : pain dan thermoreceptor Ruffini corp : stretching &pressure Krause : receptor dingin . sentuhan .Pada kelenjar keringat terdiri dari dua bagian: 1. Bagian yang bergelung (menghasilkan sekret primer atau sekret prekursor) 2. Bagian duktus Sekret primer itu memiliki komposisi yang mirip dengan protein plasma. tetapi tidak mengandung protein plasma. Sewaktu larutan ini mengalir di duktus.

Bambang Sumantri) I. Nociceptors Nyeri Free nerve endings IV. Chemoreceptors Rasa Papila lidah Bau Epitel olfaktori . Electromagnetic receptors Penglihatan sel batang reseptor gelap sel kerucut receptor terang V. Mechanoreceptors Sensibilitas kulit (epidermis and dermis) Free nerve endings Percabangan Merkel’s discs Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Meissner’s corpuscles Krause’s corpuscles Sensibilitas kedalaman jaringan Free nerve endings Percabangan Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Pacinian corpuscles Muscle spindles Golgi tendon receptors Pendengaran Reseptor suara pada koklea Keseimbangan Reseptor Vestibular Arteri Aorta II. Thermoreceptors Dingin Krause’s corpuscles Panas Ruffini’s endings III.Muscle spindle & golgi tendon : mecanoreceptor (sumber : presentasi dr.

Tekanan osmotic koloid ditentukan berdasarkan jumlah partikel koloid dalam larutan. . Albumin Protein plasma yang terbanyak. dan fibrinogen. berbagai substrat. disintesis di hati dan merupakan komponen esensial dalam mekanisme pembekuan darah. sedangkan kristaloid adalah zat yang berdiameter kurang dari 1 nm. yakni albumin. dan zat yang penting lainnya. sekitar 55-60%. Albumin disintesis dalam hati dan bertanggung jawab untuk tekanan osmotik koloid darah. Protein plasma mencapai 7 % plasma dan merupakan satu-satunya unsure pokok plasma yang tidak dapat menembus membran kapiler untuk mencapai sel. Ada 3 jenis protein plasma yang utama. Ada lima jenis imunoglobulin yang diproduksi jaringan hormon. Fibrinogen Membentuk 4 % protein plasma. beberapa Gamma globulin(imunoglobulin) adalah antibodi. Tekanan ini merupakan suatu ukuran ”daya tarik” plasama terhadap difusi air dari cairan ekstraseluler yang melewati membran kapiler.aorta dan badan carotid Gula darah. tetapi memiliki ukuran paling kecil. globulin. Plasma mengandung koloid dan kristaloid. limfoid dan berfungsi dalam imunitas. 2. Globulin Membentuk sekitar 30% protein plasma • • Alfa dan beta globulin disintesis di hati. dengan fungsi utama sebagai molekul pembawa lipid. asam lemak Hypothalamus (sumber : Guyton n Hall) KOMPONEN DALAM DARAH Plasma darah Cairan bening kekuningan yang unsure pokoknya sama dengan sitoplasma. 1. • • Koloid adalah zat yang berdiameter 1 nm sampai 100 nm. 3. Plasma terdiri dari 92% air dan mengandung campuran kompleks zat organik dan anorganik. asam amino.

Monosit Fagosit kuat yang berdiferensiasi menjadi makrofag jaringan pada tempat terjadi infeksi kemudian akan menghancurkan bakteri. Basofil 2. Nutrien 2. karbondioksida.Plasma juga mengandung nutrien. dengan definisi tidak menebus lapisan epidermis 2. Granular a. Elektrolit plasma : ion natrium. gas darah. Berperan penting dalam pengaturan pH darah karena ion bikarbonat dan hemoglobin merupakan buffer - asam basa Bersikulasi selama 120 hari sebelum menjadi rapuh dan mudah pecah. mineral. Walaupun sel darah merah matang tidak memiliki nuklei. Agranular a. dan trombosit. hormon. Kontusi (memar) . benda asing. 3. KLASIFIKASI LUKA Berdasarkan Patofisiologi. gula. kalsium bikarbonat. dan debris sel Rentang kehidupan : Setelah diproduksi di sumsum tulang. vitamin. Leukosit Memiliki fungsi antara lain : 1. Sel ini tetap dalam jaringan selama beberapa hari. beberapa minggu. kalium. Trombosit Trombosit berfungsi dalam hemostasis (penghentian perdarahan) dan perbaikian pembuluh darah yang robek. 1. Eritrosit Memiliki fungsi antara lain: Mentranspor oksigen ke seluruh jaringan melalui pengikatan hemoglobin terhadap oksigen. Netrofil b. enzim sitoplasmanya mampu memproduksi ATP untuk waktu yang terbatas ini. dan ion sulfat. Gas darah : asam amino. : oksigen. atau pun retikulum endoplasma. yaitu kemampuan untuk menembus pori-pori membran kapiler dan masuk ke dalam jaringan. Eosinofil : sel fagositik khususnya bakteri : sel fagositik khusus terhadap kompleks antigen-antibodi dan dapat bertambah banyak selama infestasi parasit c. klorida. Elemen pembentuk darah meliputi sel darah merah (eritrosit). sebagian limfosit (sel B) berdiferensiasi menjadi sel plasma yang akan : menghasilkan antibodi b. luka dibedakan menjadi : 1. fosfat. leukosit bertahan kurang lebih satu hari dalam sirkulasi sebelum masuk ke jaringan. dan nitrogen. dan lipid yang diabsorbsi dari saluran pencernaan. Abrasi Merupakan perlukaan paling superfisial. sel darah putih (leukosit). Limfosit • • : serupa dengan sel mast dan dapat membebaskan histamin dan heparin dalam reaksi alergi : Berperan dalam mekanisme pertahanan imunologik tubuh Bila ada antigen spesifik. atau beberapa bulan tergantung jenis leukositnya. dan zat-zat sisa. magnesium. mitokondria. elektrolit. Leukosit memiliki sifat diapedesis.

Kerusakan pembuluh darah direcovery oleh trombosit. mulai terbentuk fibroblast 3. Laserasi dapat dibedakan dari luka iris : • • • • Garis tepi memar dan kerusakan memiliki area yang sangat kecil sehingga untuk pemeriksaanya kadang Keberadaan rangkaian jaringan yang terkena terdapat pada daerah bagian dalam luka. fase inflammatory a. merupakan fase pembekuan darah pada daerah luka (terbentuk scab) Proses pembekuan darah Protrombin Aktivator protrombin Ca++ Trombin Fibrinogen Benang-benang Fibrin Trombin Faktor stabilisasi fibrin yang teraktivasi Fibrinogen Monomer Ca++ Benang fibrin yang saling berikatan b. karena rusaknya hingga ke pembuluh darah. maka rambut tersebut akan terdapat pada luka. dermis. dibutuhkan bantuan kaca penbesar. maka disebut luka dalam 2. sel epitel bermigrasi silang pada luka dan membelah diri untuk membentuk jaringan baru c. Sedangkan recovery jaringan dermis dan epidermis dijelaskan sebagai berikut: 1. fibroblast mulai mensistesa jaringan luka . hingga ke pembuluh darah. fase migratory a. 4. tengkorak. luka insisi PENYEMBUHAN LUKA Pada kasus Ontoseno.Terjadi karena kebocoran pada pembuluh darah dengan epidermis yang utuh oleh karena proses mekanis 3. jaringan yang rusak adalah epidermis.terutama jika yang terluka daerah tulang Jika area tertutup oleh rambut seperti kulit kepala. termasuk Tidak adanya luka lurus yang tajam pada tulang dibawahnya. permeabilitas pembuluh darah meningkat untuk mengantarkan sel fagosit (monosit dan limfosit untuk membunuh mikroba) d. merupakan fase dimana sel epitel mulai membentuk jembatan diantara luka (dibawah scab) b. pembuluh darah dan saraf . Laserasi Berbeda dengan luka iris dimana pada luka gores jringan yang rusak menyobek bukan mengiris.

lengan kanan Ontoseno mengalami luka. fase maturation a. scab mengelupas b. fase maturation. fibroblast mulai membentuk kolagen 5. fibroblast mulai menghilang e. Ketika tertusuk duri. Keluarnya keringat tersebut diatur oleh syaraf simpatik. Luka tersebut dapat tertutup melalui proses penutupan luka yang meliputi fase inflammatory.c. fase proliferatif a. jaringan epidermis yang baru mulai terbentuk c. Yang menyebabkan rasa nyeri adalah ujung syaraf free nerve endings. Setelah tertusuk. sehingga mengeluarkan darah. Ketika hendak mengusap keringat. epidermis mulai kembali pada ketebalan normal c. pembuluh darah yang luka mulai diperbaiki oleh trombosit 4. Ontoseno mengeluarkan keringat karena dalam kulit terdapat kelenjar keringat. merupakan fase dimana pembentukan sel epitel lebih intensif b. Hal ini disebabkan karena di dalam kulit terdapat ujung-ujung syaraf reseptor. TULANG DAN RANGKA ANATOMI RANGKA . serat kolagen mulai tersusun normal d. pembuluh darah kembali normal (sumber : Tortota) KESIMPULAN Pemicu 1 Blok 2 Ontoseno mempunyai kulit berwarna sawo matang sedang berjalan di ladang. dermis serta pembuluh darah rusak. Banyak sedikitnya keringat tergantung pada kebutuhan tubuh akan pengaturan suhu. tibatiba tangannya terkena duri pada tanaman semak belukar sehingga kulit lengan kanannya tertusuk. Salah satu penyebab rasa nyeri dalam luka ontoseno adalah masuknya bakteri dari duri. lapisan epidermis. fase migratory fase proliferatif. Proses netralisasi bakteri dibut phagositosis. Ontoseno memiliki kulit sawo matang karena dalam kulit terdapat melanocytes yang menghasilkan pigmen melanin (coklat). Bakteri-bakteri terebut dinetralisasi oleh sel-sel leukosit yang memuliki sifat diapedesis. lengan Ontoseno terasa perih. keluat darah sedikit dan terasa perih.

langit rongga nasal. dan kantong mata • Tulang parietal • Tulang oksipital : membentuk bagian belakang kranium • Tulang temporal : membentuk sisi kranium • Tulang etmoid : penyangga penting rongga nasal . langit . Kranium : melindungi otak • Tulang frontal: membentuk dahi.Aksilar : Tengkorak 1.

3-5 koksigeal ) ( Sloane. ( Sloane.ruang udara dalam tegkorak yang berhubungan Vertebra Kolumna vertebra : menyangga berat tubuh dan melindungi medula spinalis. 2003 ).• Tulang sfenoid : membentuk dasar anterior kranium • Osikel auditori : untuk proses pendengaran • Tulang womian : tulang kecil yang terdapat di dalam sutura 2. Sternum dan Iga . 5 vertebra sakrum. tidak berartikulasi dg tulang lain. Sinus pranasal : terdiri dari ruang . • • • • • • • • 4.celah untuk lintasan duktus lakrimal yang mengalirkan air mata ke rongga nasal Tulang vomer : membentuk septum nasal Konka nasal inferior Mandibula : rahang bawah Tulang hioid : bentuknya tapal kuda. ( 12 vertebra toraks. tulang orbital. 2003 ) Tulang wajah : Tulang nasal : penyangga hidung Tulang palatum : membentul langit . 5 vertebra lumbal.langit mulut. dengan rongga nasal. rongga nasal Tulang zigomatik : tonjolan tulang pipi Tulang maksilar : rahang atas Tulang lakrimal : berisi celah .

yaitu: 1. prosesus sifoid ) Tulang iga : 7 pasang iga sejati. Apendikular : Gilder Pektoral ( bahu ) 1. Kapitatum. Tangan (metacarpus) Tangan tersusun dari lima tulang metakarpal’dimana semua tulang metacarpal berukuran serupa kecuali tulang metacarpal pertama pada ibujari. Tangan Sternum : Tulang dada ( manubrium atas. Tulang – tulang jari (phalanges) Setiap jari memiliki tiga tulang yaitu tulang proksimal. trikuetral(triangular). Trapezoid. 3 pasang iga semu. Tulang Pergelangan Tangan (Karpus) Pergelangan tangan terbentuk dari delapan tulang karpal irteguler yang tersusun dalam dua baris. 2. kecuali ibu jari yang hanya memiliki tulang proksimal dan medial saja. badan.tulang medial. 2. ( Sloane. dan setiap barisnya terdiri dari empat tulang. 3. Barisan tulang karpal proksimal yang terdiri dari navicular(skafoid). Barisan tulang karpal distal yang terdiri dari: Trapezium. Hamatum.dan pisiform.1. 2 pasang iga melayang Skapula ( tulang belikat ) Klavikula ( tulang kolar ) Humerus : tulang tunggal pada lengan atas Lengan bawah : radius dan ulna Ada tiga macam tulang yang menyusun tangan. Setiap tulang metacarpal memiliki sebuah dasar proksimal yang berartikulasi dengan barisan distal tulang karpal pergelangan tangan. Lengan 1. 2003 ) Gilder pelvis (tulang panggul) Tungkai bawah 1.lunatum. dan tulang distal. 2. Femur ( paha ): tulang terpanjang dan terkuat Tungkai : tibia dan fibula .kepala tulang metacarpal membentuk buku jari yang menonjol pada tangan. 2. 2.

scapula. Pada ibu jari tangan terdapat sendi pelana yang membuat ibu jari tangan lebih bebas bergerak daripada ibu jari kaki. femur. Tulang sesamoid contoh: patella ( Ganong. c. 2008 ) FISOLOGI TULANG 1. Tarsal membentuk artikulasio dengan metatarsal. tibia. Tulang tak beraturan contoh: ruas-ruas tulang belakang e. 2. Tulang memberikan topangan dan bentuk tubuh Pergerakan. Sistem rangka melindungi organ . terdapat 2 buah falanges pada masing-masing ibu jari dan 3 buah falanges pada jari lain. Tulang berartikulasi dengan tulang lain pada sebuah persendian sebagai pengungkit. 2006 ) KLASIFIKASI TULANG a. ulna. Ibu jari kaki tidak sefleksibel ibu jari tangan. yaitu kelima jari kaki.Tulang Telapak Kaki dan Jari Kaki Tarsal adalah terdiri dari 7 buah tulang. Seperti pada jari tangan. dan fibula. 3. ( Guyton. Di antara falanges terdapat sendi engsel yang memungkinkan gerak satu bidang. b. Falang adalah tulang penyusun jari. radius. Hal ini disebabkan pada ibu jari kaki tidak memiliki sendi karpometakarpal seperti yang dimiliki ibu jari tangan. Tulang panjang contoh: humerus. Sutural contoh: tulang diantara tulang datar pada tengkorak di garis sutura d. Perlindungan. dan parietal. Tulang yang terbesar adalah atau biasa disebut tumit. Tulang pendek contoh: carpal dan tarsal f.organ lunak yang ada dalam tubuh . Tulang datar contoh: sternum.

pada bagian ujung tulang panjang. 2007 ) Kartilago Fibrosa Merupakan jaringan intermediate antara jaringan ikat padat dan kartilago hyalin. 2007 ) Gambar Hyalin Kartilago Kartilago Elastik Ditemukan di aurikula telinga. Tempat penyimpanan mineral ( Sloane. Matrixnya mengandung kolagen tipe I dan bersifat asidofilik. Kondrositnya lebih besar bila dibandingkan dengan kartilago hyaline. Histogenesis dan pertumbuhan : Individual mesenchymal cells  berkumpul membentuk pusat kondrofikasi  berdiferensiasi menjadi kondroblas  sekresi matriz kartilago disekelilingnya  terbentuk lacuna  kondroblas yang dikelilingi matrixnya disebut kondrosit  cell division  lebih dari 2 kondrosit disebut isogenous groups. merupakan tempat produksi sel darah merah. dinding telinga bagian luar. Tidak terdapat perikondrium yang dikanali dalam kartilago fibrosa. agak elastis . laring. tulang iga. semi tembus cahaya. 2007 ) Kharakteristik Tulang Rawan Tulang rawan = Jaringan yang terdiri dari sel-sel rawan yang terdapat kondrosit dan bahan dasar tulang rawan sebagai bahan antar sel Terdapat 3 jenis tulang rawan berdasarkan karakteristiknya : 1 Tulang rawan hyalin Ciri-ciri : -Konsistensi lunak. 5. yang ditemukan pada orang dewasa dalam tulang sternum. Sumsusm tulang merah. pada bagian perikondrium. dan dalam tendon-tendon tertentu. Sedangakan interteritorial matrix adalah matrix terbesar dan mengandung lebih banyak kolagen. dan cincin trakea dan bronkus. Terdapat pada discus invertebralis. Memiiki warna kekuningan darena memiliki elastin dalam serat elastis. ( Junqueira. Terletak di hidung. dan tulang rawan kuneiformis di laring. Berwarna coklat kebirubiruan. ( Junqueira. proteoglycans. akhir dari tulang rusuk. Perikondrium terbentuk di batas luar ketika proses pembentukan kondrosit. 2003 ). ( Junqueira. dan extracellular fluid. simfisis pubis. lebih banyak mengandung elastic fiber. serta lebih sedikit kandunagn proteoglikannya. dan trombosirt. badan vertebra. Pembentukan sel darah ( hematopoiesis ). epiglottis. sel darah putih. tulang pipih dan kranium. mengandung sedikit kolagen dan banyak kondrotinsulfat. dan lunak. saluran eustachius. HISTOLOGI TULANG Tulang Rawan ( Kartilago ) Kartilago Hyalin Mtrixnya terdiri dari kolagen tipe II.4. sehingga lebih elastis. Teritorial matrix merup\akan matrix yang berada di sekeliling lacuna. glycoproteins.

sabut ini kemudian melanjutkan diri ke perikandrium -Kondrosit.karena bahan antar sel agak padat -Kemungkinan sel membelah diri sedikit -Terdapat bahan sabut kolagen berbagai arah -Merupakan peralihan antara jaringan ikat fibrilair dengan jaringan tulang (Keeton. Sedangkan komponen anorganik berisi kolagen tipe I. ( Junqueira. keras dan berbentuk tetap. Matrix ektravaskulernya telah mengandung kalsium sehingga menutup jalanya sekresi sel didalamnya. sedangkan endosteum melapisi bagian dalam tulang.-Warna kebiru-biruan -Bahan dasar homogen 2 Tulang rawan elastis : Ciri-ciri : -Warna kekuning-kuningan -Lebih fleksibel dan elastis -Bahan dasar terdapat anyaman sabut-sabut elastis dalam berbagai arah terutama di sekitar kondrosit. Komponen organic merupakan kumpulan kristal-kristal kalsium hidroksiapatit yang terdiri dari kalsium dan fosfor yang banyak.tudung sel tulang rawan dan kelopmpok isogen seperti pada tulang rawan hyalin 3 Tulang rawan fibrious : Ciri-ciri : -Kondrosit dan tudung sel tulang rawan seperti pada tulang hyalin -Kelompok isogen hanya sedikit. 1980 ) Tulang ( Bone ) rawan Tulang adalah jaringan ikat kaku. Periosteum melapisi bagian luar tulang. Matrix terdiri dari komponen organic dan anorganik. Akan tetapi. 2007 ) Gambar : Penampang system harverst . pertukaran zat antara osteosit dan kapiler darah tetap bisa berjalan karena adanya komusikasi melalui kanalikuli.

tetapi bukan untuk hormone paratiroid. 2.Sel-sel tulang : Osteoprogenitor cells. sel-sel ini secara aktif terlibat untuk mempertahankan matrix tulang dan kematianya diikuti oleh resorpsi matrix tersebut. 3. sehingga menjaga kemampuan mitotik (sangat berpotensi untuk berdiferensiasi menjadi Osteoblas). dan glikoprotein). kartilago dan enzim untuk pembentukan kartilago tulang). Insulin : berfungsi dalam meningkatkan produksi energi dari glukosa. Osteoklas mensekresi kolagenase dan enzim lain sehingga memudahkan pencernaan kolagen setempat dan melarutkan kristal gram kalsium. Kelenjar hipofisis anterior / kelenjar pertumbuhan : berfungsi meningkatkan kecepatan mitosis kondrosit dan osteoblas serta meningkatkan kecepatan sintesis protein (kolagen. lapisan canal harvest. Terdapat didalam lacuna yang terletak diantara lamela-lamela matrix. 2007 ) HORMON YANG BEKERJA PADA PERTUMBUHAN TULANG 1. Osteoblas. Osteoprogenitor cells Merupakan embryonic mesenchymal cells. Tiroksin (kelenjar tiroid) : berfungsi untuk meningkatkan kecepatan sintesis protein dan meningkatkan produksi energi dari semua jenis makanan. dan Osteoklas. Aktifinasnya dipengaruhi oleh hormone sitokinin. matriks. . Berasal dari penggabungan sel-sel sumsum tulang. Akan tetapi osteoblas memiliki reseptor untuk hormone paratiroid dan begitu teraktivasi oleh hormone ini. Peptioglikan. Osteoblas juga berperan dalam sistesis komponen organic dari matrix (Kolagen tipe I. Memiliki peranan penting dalam proses resorpsi tulang. osteoblas akan memperoduksi suatu sitokin yang disebut factor perangsang osteoklas. Berinti banyak. dan di dalam endosteum. Di dapat dari osteoblas yang berdeferensiasi. yang disebut Osteoid. ( Junqueira. Jumlahnya 20.000 per mm 3. dan lapisan matrix baru (namun belum terkapur). diantara lapisan osteoblas dan tulang yang baru dibentuk. Tumbuh dibawah pengaruh Bone Morphogenic Protein (BMP) dan Transforming Growth Factor β. ( Junqueira. Osteoblas Terbentuk dari Osteorogenitor cells yang telah berdiferensiasi. 2007 ) Gambar Berbagai Bentuk Tulang Osteosit Merupakan sel tulang yang telah dewasa.000 – 30. yakni suati hormone tiroid. Mengalami proses aposisi tulang yaitu komponen matrix disekresi pada permukaan sel yang berkontak dengan matrx tulang yang lebih tua. Osteoklas memiliki reseptor untuk kalsitokinin. ( Junqueira. Berada pada bagian dalam periosteum. Osteosit. 2007 ) Osteoklas.

3. Fraktura : patah tulang : retak tulang : kematian sel tulang yang tidak diprogram Primarry Centre Of Ossification Secondary Centre Of Ossification 2. Paratiroid : berfungsi untuk meningkatkan reabsorpsi kalsium dari tulang ke darah dan meningkatkan absorpsi kalsium oleh usus halus dan ginjal. Beberapa hari setelah itu. Osteoklas membentuk lubang di dalam tulang sub periosteal. Bagian-bagian pembentuk callus berasal dari osteoblast (dari periosteum yang robek) dan berkembang di sekitar patahan (disebut eksternal callus).4. Tulang kompak yang patah mula-mula diganti dengan jaringan berongga lalu lama kelamaan akan digantikan dengan tulang kompak lagi. Kalsitonin : berfungsi dalam menurunkan reabsorpsi kalsium dari tulang (menurunkan kadar kalsium dalam darah). 10. osteoblast dan osteosit mulai aktif membelah. 11. Fisura 3. Tulang subperiosteal menebal 9. 2007 ) GANGGUAN PADA TULANG 1. 6. lordosis. Gangguan ruas tulang belakang : kifosis. mati dan berdegenerasi. Komponen-komponen tulang yang mati dari fragmen ynag patah diserap oleh osteoclast. 2005 ) . 5. 2003 ) PENYEMBUHAN FRAKTUR TULANG 1. Perikondrium tervaskularisasi 3. fase yang terakhir adalah remodeling. 5. Ossifikasi mulai epifisis. 7. 6. 2007 ) PROSES KALSIFIKASI TULANG Osteoid  Ca2+ dan PO43. ( Tortora. Estrogen dan testosteron : berfungsi untuk mempercepat penutupan epifisis tulang panjang dan untuk membantu menahan kalsium dalam tulang untuk mempertahankan matriks tulang yang kuat. Terbentuk kartilago yang telah terkalsifikasi. ( Sanlon.konsentrasi tinggi  vesikel matrix memproduksi pompa kalsium  transport ion Ca2+ ke dalam vesikel  konsentrasi ion Ca2+ lebih tinggi  kristalisasi  pertumbuhan kristal hidroksiapatit  menembus membrane  isi dari vesikel keluar. 2008 ) PENULANGAN ENDOKONDRAL 1. Pertumbuhan tulang terjadi di lempeng epifiseal. ( Gartner. osteoblast membentuk trabeculae baru di dekat garis patahan (internal callus). Nekrosa 4. skoliosis ( Sloane. sekitar 48 jam setelah fracture. Bagian callus yang terbentuk dari sel osteoblast (dari endosteum) berkembang diantara fragmen akhir tulang yang patah dan diantara dua sumsum tulang (internal callus) 2. Osteoblast mensekresikan matrix 4. Epifisis dan Diafisis ( Gartner. osteoblast dari periosteum membentuk lengkung disekitar fragmen tulang (eksternal callus). Pembentukan model kartilago hyaline 2. pertumbuhan jaringan tulang baru (callus) pada awalnya membentuk jembatan antara tulang yang terputus. Kondrosit dalam mengalami diapsis. Osteoklas mulai meresorpsi kartilago yang terkalsifikasi. menutupi fracture. 8. Selama satu minggu.

adalah sendi yang kedua tulangnya dihubungkan dengan diskus kartilago. c. terbentuk saat tulang-tulang yang berdekatan dihubungkan dengan serat-serat jaringan ikat kolagen. sehingga tulang akan masuk dengan pas seperti dua pelana yang saling menyatu. seperti b. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan kartilago. Sendi sinartosis (sendi mati). Contoh: ditemukan pada tulang pada gigi yang tertanam pada tulang rahang 3. yaitu sendi yang tulang-tulangnya dihubungkan dengan kartilago hialin. Contoh: sendi antara tulang radius dan tulang karpal e. yang memungkinkan gerakan kedua arah disudut kanan setiap tulang. f. Contoh: sendi lutut dan siku. Sendi sferoidal. persendian bagian kepala d. Contoh: simpisis pubis yang bersisihan seperti radius dan ulna. sehingga memungkinkan gerakan kesatu arah. sehingga memungkinkan gerakan meluncur antara satu tulang dengan tulang yang lainnya. Persendian fibrosa. adalah sendi dimana tulang berbentuk kerucut masuk dengan pas . sendi ini dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa atau kartilago. permukaan tulang yang berartikulasi berbentuk konkaf disatu sisi dan konkaf pada sisi lain. Persendian kartilago. Contoh: sutura sagital dan parietal. Sendi peluru. Sinkondrosis. Sendi kondiloid. yaitu persendian yang memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan kapsul dan ligament artikular yang membukuskan.SENDI KLASIFIKASI SENDI Secara struktural : 1. 3. b. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan ikat fibrosa. serta tibia dan fibula dalam kantong tulang. Simfisis. Contoh: tulang atas. yang terdiri dari sebuah tulang yang masuk kedalam rongga berbentuk cangkir pada tulang lain. yaitu tulang bentuk kerucut yang masuk pas cekungan tulang kedua dan dapat berputar kesemua arah. 2. Sutura. Menurut fungsinya : 1. yaitu sendi yang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa rapat yang hanya ditemukan pada tulang tengkorak. Sendi amfiartosis (sendi dengan pergerakan terbatas) Sendi ini memungkinkan gerakan terbatas sebagai respon terhadap torsi dan kompresi. Gomposis. merupakan sendi biaksial. terdiri dari sebuah tulang yang masuk dengan pas pada permukaan konkaf tulang kedua. Sindesmosis. adalah salah satu sendi yang permukaan kedua tulang berartikulasi berbentuk datar. Contoh: lempeng epifisis sementara antara epifisis dan diafisis pada tulang panjang anak. c. Sendi jenis ini antara lain adalah: a. Persendian sinovial. Sendi jenis ini antara lain adalah : a. yang menjadi bantalan sendi dan memungkinkan terjadi sedikit gerakan. 2. Satu-satunya sendi pelana sejati yang ada dalam tubuh adalah persendian antara tulang karpal dan metakarpal pada ibu jari. Klasifikasi persendian synovial terdiri dari: a. Sendi diartosis (sendi dengan pergerakan bebas) disebut juga sendi synovial Sendi ini memiliki rongga sendi yang berisi cairan sinofial. Persendian semacam ini disebut sendi nonaksia. Sendi engsel. Sendi kisar. Sendi pelana. Contoh: sendi panggul dan bahu b.

Pembuluh darah Supli pembuluh darah untuk membentuk cairan sinovial. dan nyeri . Cairan sinovial Cairan sinovial berasal dari filtrasi darah yang disekresikan fibroblast dalam membrane sinovial. Syaraf Syaraf akan mendeteksi rasa nyeri pada persendian dan memonitor peregangan pada sendi. Artitis (inflamasi sendi) a. ( Sloane . ( Setiadi. mempermudah gerakan antara kedua ujung-ujung tulang 2.Misalnya: Persendian intervertebra. Rongga sendi Tempat cairan sinovial 3. kaku. 2003 ) FISIOLOGI PERSENDIAN 1. cairan ini berfungsi sebagai pelumas untuk mempermudah gerakan . osteoartritis konsekuensi alami menjadi tua kartilago artikular menjadi aus sendi menjadi kasar. 2007 ) HISTOLOGI PERSENDIAN SINOVIAL Gambar Sendi sinovial Sendi sinovial tersusun atas: 1. dan persendian antara tulang-tulang karpa dan tulang-tulang tarsal. 2003 ) GANGGUAN PERSENDIAN 1. 2. Tulang rawan sendi Tersusun atas tulang rawan hialin yang berfungsi untuk melindungi tulang dari benturan dan meredam tekanan. reinforcing ligament terbagi menjadi dua yaitu extracapsular ligament yang berada di luar kapsul sendi dan intracapsularligamen yang berada di dalam. Kapsul sendi 4. Reinforcing ligament Beberapa persendian sinovial menguat dan mengeras oleh ligament yang menutupinya. berperan dalam pertumbuhan tulang ke arah memanjang ( Sloane. 5. Berfungsi untuk mempertebal kapsul sendi. 6. 7.

artritis infeksius : peradangan dalam persendian. 2006 ) KHARAKTERISTIK OTOT 1. yang dapat atau mungkin juga tidak melibatkan pemendekan otot. otot polos a. bekerja secara tidak sadar. Kontraktilitas : Serabut otot berkontraksi dan menegang. Menyebabkan ketidakmampuan berjalan / bergerak c. Mitokondria ini mensuplai kontraksi myofibril dengan sejumlah ATP. memiliki sarcoplasma sehingga mitokondrianya lebih banyak ( Guyton. Otot yang memiliki kontraksi kuat maka memiliki sarcoplasm reticulum yang luas. 3. 2003 ) 4. ( Sloane. otot jantung a. Serabut akan terengolasi karena kontraksi pada setiap diameter sel berbentuk kubus atau bulat hanya akan menghasilkan pemendekan yang terbatas 2. ( Sloane. tiap serat terdapat myofibril yang terdiri dari miofilamen tebal (berisi myosin) dan miofilamen tipis (berisi aktin) d. Sarcoplasm mengandung sejumlah potassium. dan fosfat serta beberapa enzim protein. berinti banyak. memiliki satu inti. Eksibilitas : Serabut otot akan merespons dengan kuat jika distimulasi oleh impuls saraf 3. Ekstensibilitas : Serabut otot memiliki kemampuan untuk meregang melebihi panjang otot saat rileks.b. 2003 ) OTOT HISTOLOGI OTOT 1. otot lurik a. bercabang b. bekerja secara sadar. bekerja tidak sadar. 4. tidak bercabang b. berada pada alat gerak (skeleton) 3. Keberadaan sarcoplasmic reticulum sangat diperlukan dalam mengatur kontraksi otot. Elastisitas : Serabut otot dapat kembali ke ukurannya semula setelah berkontraksi atau meregang. hormone. hanya ada pada jantung c. terdiri dari serat yang dilapisi oleh sarcolemma c. Sarcoplasm Cairan yang memenuhi ruang antara myofibril. 3. artritis gouti : disebabkan karena penumpukanasam urat. system pencernaan. memiliki inti banyak sehingga pembentukan ATP lebih cepat. seratnya terdiri atas filament intermediate yang tebal (disebut caveolae) c. 2. 2. dsb d. bercabang b. berada pada system pencernaan. Di dalam sarcoplasm juga terdapat sejumlah mitokondria yang terletak parallel pada myofibril. Terkilir : merupakan cedera sendi yang disebabkan karena perenggangan ligamen / tendon. Bursitis : merupakan peradangan pada bursa yang menyatu dengan sendi yang terjadi akibat ekskresi sendi yang berlebihan / infeksi. d. bereaksi atas rangsang syaraf. artritis reumatoid : merupakan penyakit autoimun (sistem imum keliru mengarahkan kemampuan destruktifnya pada bagian tubuh). Sarcoplasmic Reticulum Reticulum yang berada pada sarcoplasm. Dislokasi / luksasi : disebabkan karena kesalahan letak permukaan artikulasi suatu persendian. Sarcolemma . magnesium. dan factor lingkungan 2. STRUKTUR OTOT 1.

2006 ) FISIOLOGI OTOT 1. Pada setiap serat otot. Untuk mengangkut lengan bawah . 4. Myofibrils. disebut dengan plasma membrane. otot bisep berkontraksi dan otot trisep berkontraksi. yang terdiri dari 1500 miofilamen tebal (berisi myosin) dan 3000 miofilamen tipis (berisi aktin). 2003 ) KELAINAN OTOT 1. Otot sinergis . 2. 3.Penopang tubuh dan mempertahankan postur : Otot menopang rangka dan mempertahankan tubuh saat berada dalam posisi berdiri atau saat duduk terhadap bgaya gravitasi. Muscular Dysthrophy Penyakit yamg memnghancurkan otot yang biasanya muncul pada masa anak anak.Sarcolemma merupakan membrane sel dari serat otot. Gambar. Dimana molekul-molekul protein ini bertanggung jawab terhadap kontraksi otot. dan selaput luar yang terbuat dari lapisan polisakarida tipis yang berisi banyak kolagen fibril. JIka otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi sehingga otot terangkat. terletak di lengan atas bagian belakang. Setiap serat otot terdiri dari ratusan myofibril. otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi. Sarcolemma terdiri dari membrane sel yang sebenarnya. Sedangkan otot trisep merupakan otot yang merupakan memilki tiga ujung(tendon) yang melekat pada tulang. ( Sloane. Untuk menrunkan lengan bawah. Otot bisep merupakan otot yang memiliki dua ujung(tendon) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. Actin and Myosin Filaments.Pergerakan : Otot menghasilkan gerakan pada tulang tempat otot tersebut melekat dan bergerak dalam bagian-bagian organ internal tubuh. permukaan lapisan sarcolemma melebur dengan serat tendon. ( Guyton. Muscular Dysthrophy 2. Myofascial Pain Syndrom Rasa nyeri apabila tersentuh 3. Fibromyalgia ( Marieb.contoh dari otot antagonis adalah otot bisep dan otot trisep. 2001 ) KERJA OTOT BERDASARKAN TUJUAN KERJANYA Otot antagonis Terdapat dua tau lebih yang tujuan kerja ototnya berlawanan. dan serat tendon berkumpul untuk membentuk tendon otot yang berada di dalam tulang.Produksi panas : Kontraksi otot secara metabolis menghasilkan panas untuk mempertahankan suhu normal tubuh.

5.Terdapat dua otot atau lebih yang bekerja bersama-sama dengan tujuan yang sama. sehingga menghasilkan gerakan 2. 2007 ) TAHAP – TAHAP KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT 1. Pengikatan Ca2+ ke troponin C. 2. 3. Jadi. sehingga membuka tempat pengikatan miosin di molekul aktin j. Pelepasan muatan oleh neuron motorik b. Tahap-tahap kontraksi otot rangka a. ( Arief. Pelepasan transmiter (asetilkolin) di end-plate motorik c. Tahap-tahap relaksasi otot rangka a. Pada saat yang sama. otot-otot bahu akan menjaga persendian tetap stabil sehingga air akan masuk ke mulut kita. Pengikatan asetilkolin ke reseptor asetilkolin nikotinik d. Pembentukan potensial aksi di serabut-serabut otot g. Pengikatan konduktansi Na+ dan K+ di membran end-plate e. 4. Pelepasan Ca2+ dari sistema terminalis retikulum sarkoplasma serta difusi Ca2+ ke filamen tebal dan filamen tipis i. Otot olahragawan lebih tampak atatu terbentuk Badan lebih kencang Pada olahragawan. Sel saraf sensorik . 6. Ca2+ dipompa kembali ke retikulum sarkoplasma b. Penyebaran depolarisasi ke dalam di sepanjang tubulus T h. Pelepasan Ca2+ dari troponin c. 2008 ) PERBEDAAN FISIK OLAHRAGAWAN DAN BUKAN OLAHRAGAWAN 1. Contoh Gerak Sinergis ialah jika kita minum segelas air. otot-otot itu berkontraksi bersama menjadi akurat. 2006 ) SARAF DALAM SISTEM GERAK 1. otot bisep pada lengan akan menjadi penggerak utama untuk memfleksi lengan bawah. ototnya mengalami hipertofi(otot menjadi besar dan kuat) Kekar Lebih padat Olahragawan tidak cepat merasa lelah karena mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya ( Guyton. Penghentian interaksi antara aktin dan miosin ( Ganong. Pembentukan potensial end-plate f. Otot bahu dianggap bekerja sinergis karena kontribusinya membuat gerakan lebih efektif. Pembentukan ikatan silang antara aktin dan miosin dan pergeseran filamen tipis pada filamen tebal.

Sel saraf sensorik adalah sel yang membawa impuls berupa rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan), ke system saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Sel saraf sensorik disebut juga dengan sel saraf indera, karena berhubungan dengan alat indera. 2. Sel saraf Motorik Sel saraf motorik berfungsi membawa impuls berupa tanggapan dari susunan saraf pusat (otak atau sumsum tulang belakang) menuju ke kelenjar tubuh. Sel saraf motorik disebut juga dengan sel saraf penggerak, karena berhubungan erat dengan otot sebagai alat gerak. 3. Sel saraf penghubung Sel saraf penghubung disebut juga dengan sel saraf konektor, hal ini disebabkan karena fungsinya meneruskan rangsangan dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik. ( Setiadi, 2007 ) MEKANISME GERAK Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Dimana gerak refleks ini merupakan gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling sederhana. Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen dari neuron sensorik ,interneuron, dan neuron motorik, yang mengalirkan impuls saraf untuk tipe refleks tertentu. Gerak refleks yang paling sederhanahanya memerlukandua tipe sel saraf, yaitu neuron sensorik dan neuron motorik. Gerak refleks bekerja bukanlah dibawah kesadaran dan kemauan seseorang. Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut lengkung refleks. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak, misalnya, gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut. ( Amien, 1987 ) RINGKASAN PEMBAHASAN LEARNING ISSUES 1. MACAM, FUNGSI, KANDUNGAN, DAN KELENJAR PENGHASIL HORMONE  Hormon diklasifikasikan menjadi 3 berdasarkan komposisinya, yaitu : 1. Protein dan Polipeptida Dapat larut dalam air, contohnya : Insulin, Glokagon, dan FSH. 2. Derivat Asam Amino Dapat larut dalam air, contohnya : Tiroksin dan Epinefrin. 3. Steroid dan Derifat Asam Lemak Dapat larut dalam lemak, contohnya : Progesteron, Testosteron, dan Estradiol.  Kandungan hormon 1. Protein dan polipeptida Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada FSH, dan hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis.

2. Derivat asam amino Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada tiroksin, epinefrin 3. Steroid Merupakan senyawa lipid larut. Bersirkulasi dalam plasma yang mentranspor protein. Contohnya terdapat pada hormon testosteron, estrogen, progesteron, dan kortisol. 4. Derivat asam lemak Contohnya terdapat pada progesteron, testosteron, ekstradiol. 5. Eicosanoid Molekul kecil dengan 5 rantai karbon Fungsinya mengatur aktivitas selular dan proses enzim a. Kelenjar Hipofisis Pada saat pembentukan embrio, kelenjar hipofisis terbentuk dari 2 jaringan yaitu ektoderm oral dan jaringan saraf. Sehingga ada 2 tempat asal yang menyebabkan ada 2 kelenjar yaitu Neurohipofisis (berkembang dari jaringan saraf, terdiri dari pars nervosa dan Infundibulum (batang dan eminensia mediana)) dan Adenohipofisis (berkembang dari jariangan ektoderm oral, terdiri dari Pars Distalis, Pars Tuberalis, dan Pars Intermedia). Sistem hipotalamo hipofisis Yang dimaksud sistem ini adalah 3 tempat pelepasan hormon dan 3 hormon yang dihasilkan. Nuklei (Neuron Sekretoris) Hipotalamus : nukleus supraoptikus dan nukleus paraventrikular. Transpor hormon mulai dari badan sel (dirangsang)  akson  ujung akson yang berada pada neurohipofisis  hormon yang dihasilkan merupakan peptida. Nuklei Dorsal Medial, ventral medial, dan nuklei infundibulum hipotalamus. Transpor mulai dari badan sel  akson  berakit pada eminensia mediana (Tempat hormon disimpan dan dibebaskan) Dihasilkan oleh sel-sel sekretoris pada bagian pars distalis dan dibebaskan kedalam kapiler darah di bagian kedua sistem portal. Kelenjar hipofisis terbagi menjadi 2 lobus, yaitu interior dan posterior. a. Kelenjar hipofisis posterior

 

Hormon Antidiuretik (ADH)  meningkatkan reabsorbsi air oleh tubulus ginjal (air di kembalikan ke

dalam darah) Hormon oksitosin  meningkatkan kontraksi miometrium (saat bersalin) dan meningkatkan pelepasan

susu ibu dari kelenjar mamae b. Kelenjar hipofisis anterior Beberapa sel yang mensekresi hormone dalam hipofisis anterior adalah sebagai berkut:

1. TSH  thyrotropes 2. ACTH  corticotropes 3. Prolactin (PRL)  lactotropes 4. GH / Somatotropin  somatotropes
 Hormon pertumbuhan (GH) 1. Meningkatkan kecepatan mitosis 2. Meningkatkan transpor asam amino ke dalam sel 3. Meningkatkan kecepatan sintesis protein 4. Meningkatkan penggunaan lemak untuk produksi energi

Hormon tiroid (TSH)  meningkatkan sekresi tiroksin dan T3 oleh tiroid

 

Hormon ACTH  meningkatkan sekresi kortisol oleh korteks adrenal Hormon prolaktin  merangsang produksi ar susu oleh kelenjar mamae Hormon Folicle Stimulating Hormone (FSH) 2. Meningkatkan sekresi estrogen oleh sel folikel

Wanita : 1. Memicu pertumbuhan ovum di folikel ovarium Pria : Memicu prduksi sperma  Wanita : 1. 2. 3. b. Kelenjar Tiroid  Hormon tiroksin dan triiodotironin disekresi oleh sel follicular ephitellium 1. Meningkatkan produksi energi dari semua makanan 2. Meningkatkan sintesis protein Menyebabkan ovulasi Menyebabkan pecahnya folikel ovarium untuk menjadi korpus luteum Meningkatkan sekresi progesteron oleh korpus luteum Hormon LH pada :

Pria : Meningkatkan sekresi testosteron oleh sel interstisial di testis

Kalsitonin disekresi oleh C cell  menurunkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah

b. Kelenjar Paratiroid Kelenjar paratiroid terdiri dari empat kelenjar kecil (3 x 6mm), dengan berat total sekitar 0,4g. Kelenjar paratiroid terletak di belakang kelenjar tiroid, satu pada masing–masing kutub atas dan bawah, dan umumnya berada di dalam simpai yang membungkus lobus tiroid. Kadang – kadang kelenjar ini terbenam dalam kelenjar tiroid. Kelanjar paratiroid berkembang dari kantung faring (kelenjar superior berasal dari kantung keempat dan kelenjar inferior berasal dari kantung ketiga). Kelenjar paratiroid juga ditemukan dalam mediastinum, yang terletak disamping timus, karena kelenjar paratiroid dan timus berkembang dari kantung faring yang sama. Setiap kelenjar paratiroid terdapat dalam simpai jaringan ikat. Simpai ini menjulurkan septa kedalam kelenjar, tempat simpai tersebut berbaur dengan seratretikulin yang menyangga kelompok sel sekresi yang berderet memanjang mirip tali. Sel – sel endokrin di kelenjar paratiroid tersusun berderet. Terdapat dua jenis sel : sel principal (chief cell) dan sel oksifil. Sel principal merupakan sel polygonal kecil dangan inti vesicular dan sitoplasma pucat yang agak asidofilik. Mikroskop electron memperlihatkan granula – granula yang berbentuk tidak teratur dan berdiameter 200 – 400 nm di dalam sitoplasmanya. Granula ini merupakan granula – granula sekretoris yang mengandung hormon paratiroid, yang merupakan polipeptida dalam bentuk aktifnya. Sel – sel oksifil jumlahnya lebih sedikit. Sel oksifil bebentuk polygonal dan lebih besar dari sel principal; sitoplasmanya menganding banyak mitokondria asidofilik dengan Krista yang berlimpah.  Hormon PTH (parathormon) : 1. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah 2. Meningkatkan absorbsi kalsium dan fosfat oleh usus halus 3. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan ekskresi fosfat oleh ginjal d. Kelenjar Pankreas Dalam kelenjar pancreas terdapat beberapa sel penghasil sebagai berikut: 1. Sel alfa mensekresi glukagon, yang dapat meningkatkan kadar gula darah 2. Sel beta mensekresi insulin, yang dapat menurunkan kadar gula darah 3. Sel delta mensekresi somatostatin, atau hormon penghalang hormon pertumbuhan, yang menghambat sekresi glukagon dan insulin. 4. Sel F mensekresi polipeptida pankreas, yang berguna untuk menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi

beberapa enzim pankreas, mengontrol absorbsi nutrien. Hormon yang dihasilkan dalam pancreas adalah sebagai berikut:  1. 2.  Insulin : Glukagon Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa dalam hati Meningkatkan penggunaan asam amino yg berlebihan dan Lemak sebagai sumber energi

1. Meningkatkan transpor glukosa ke dalam sel dan penggunaannya untuk produksi energi 2. Meningkatkan pengubahan glukosa yang berlebihan menjadi glikogen di hati dan otot 3. Meningkatkan transpor asam amino dan asam lemak ke dalam sel dan penggunaannya dalam reaksi sintesis

Pancreatic polypeptide (PP)  menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi produksi beberapa

enzim pankreas, mengontrol absorpsi nutrien. E. Kelenjar Adrenal Merupakan sepasang organ yang terletak di dekat kutub atas ginjal dan terbenam dalam jaringan lemak. Strukturnya gepeng dan berbentuk bulan sabit. Pada manusia memiliki panjang 4 – 6 cm, lebar 1 – 2 cm, dan tebal 4 – 6 mm, berat kurang lebih 8 gr. Terdiri dari 2 lapisan konsentris : 1. Nuklei Berwarna kuning, merupakan kortex adrenal, pada saat pembentukan embrio berasal dari mesoderm intermediet selom. 2. Lapisan Pusat Berwarna coklat kemerah-merahan, merupakan medula, pada saat pembentukan embrio berasal dari kristaneuralis. Kelenjar adrenal disuplai oleh sejumlah arteri yang masuk di berbagai tempat disekitar tepinya. Cabang arteri membentuk Pleksus Subkapsularis (tempat asal 3 kelompok pembuluh : Areri Simpai, Arteri Kortex, dan Arteri Medula). A. Kortex Adrenal Terdiri atas 3 bagian berdasarkan penampilan yang berbeda-beda. Yaitu zona glomerolusa, zona fasikulata, dan zona ratikularis. a. Zona Glomerolusa 15 % dari volume total kortex adrenal. Terletak tepat dibawah simpai jaringan ikat. Sel-selnya berbentuk silindris atau piramidal yang tersusun berhimpitan membentuk deretan bundar atau melengkung yang dikelilingi oleh kapiler. b. Zona Fasikulata 65 % dari volume total kortex adrenal. Sel-selnya tersusun berupa deretan lurus, setebal 1 atau 2 sel yang berjalan tegak lurus terhadap permukaan organ. Sel-selnya berbentuk polihedral, sitoplasmanya mengandung banyak lipid, sehingga nampak bervakuol. c. Zona Retikularis 7 % dari volume total adrenal. Merupakan lapisan koertex yang terdalam, terletak diantara zona fasikulata dan medula. Bentuk sel-selnya tidak teratur. Hormon Kortex dan kerjanya Kortex mensekresikan steroid. Steroid yang dihasilkan macamnya adalah Glukokortiroid, Mineralokortikoid, dan Androgen.  Glukokortikoid Hormon spesifiknya adalah kortisal dan kortikosteron. Disekresikan oleh zona fasikulata dan zona retikularis. Fungsi secara umum yaitu mengatur jalannya metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Di dalam hati, glikokortikoid meningkatkan masukan dan penggunaan asam lemak (sumber energi), asam amino (sintesis enzim), dan karbohidrat (sinsesis glukosa). Sintesis glokosa mengakibatkan kadar gula naik dan memungkinkan terjadinya Diabetes Melitus. Akan tetapi, di luar hati, yaitu di orga-organ perifer (kulit, otot, dan jaringan lemak), menginduksi efek kebalikannya (efek katabolik).

metabolisme. Terdapat sel-sel ganglion parasimpatis.  Mineralokortikoid Dihasilkan oleh zona glomerolusa pada kortex adrenal. Glikogenesis  Perakitan molekul glukosa menjadi glikogen. Meningkatkan frekuensi jantung dan kekuatan kontraksi jantung 3. Hormon ini bekerja saat dikonversi pada testosteron.visera dan otot dan Epinefrin 2. Menyebabkan vasodilatasi otot skelet 7. Medula menyimpan dan mengumpulkan hormonnya dalam granula. Kadar gula darah meningkat melalui stimulasi glikogenolisis pada hati dan simpanan glikogen otot 3. Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa 6. merangsang perkembangan kelenjar mamae . Frekuensi jantung. Menyebabkan vasokonstriksi kulit. Dehidroepiandrosteron merupakan hormon yang paling banyak disekresikan dan merupakan androgen yang lemah. Meningkatkan laju respirasi sel  Hormon epinefrin 1.Fungsi lain yaitu : Glikoneogenesis  Merangsang sintesis glikogen dari prekursor non-karbohidrat. kelenjar air liur dan kelenjar keringat. dan konsumsi oksigen meningkat 2.  Androgen Hormon yang utama adalah Dehidroepiandrosteron dan Andostemedion. Medula Adrenal Terdiri atas sel-sel parenkim polihedral yang tesusun berupa deretan yang jaringan serat retikulin. Hormon yang utama yaitu Aldosteron (dirangsang oleh Adenoglomerulotropin) yang berfungsi utuk mempertahankan kesetimbangan elektrolit (Ion Kaliun dan Natrium) dan air. fungsi imunitas. Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi 9. Ovarium Sel yang mensekresi hormone pada ovarium adalah sebagai berikut:  Hormon Esterogen 1. Pembuluh darah pada kulit dan organ . Sel parenkimnya memiliki banyak granula sekretoris. Membantu pematangan ovum di folikel ovarium 2. Hormon yang dihasilkan adalah:  Hormon Norepinefrin 1. mukosa lamung. Mineralokortikoid bekerja pada tubulus distal ginjal. Menurunkan peristaltis 5.organ viseral berkonstriksi sementara pembuluh otot rangka dan otot jantung berdilatasi f. Mendilatasi bronkiolus 4. Merangsang pertumbuhan pembuluh darah di endometrium Estrogen disekresi oleh folicel cells  Hormon Progesteron  membantu menyimpan glikogen dan pertumbuhan pembuluh darah pada endometrium Progesteron disekresi oleh corpus luteum  hipotalamus Hormon Inhibin  membantu menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior dan GnRh oleh  Relaxin  merelaksasi otot cervic. Mekanismenya adalah : Stimulus  Hipotalamus (Eminensia Mediana)  Memproduksi CRH  CRH merangsang hipofisis untuk mensekresikan ACTH  ACTH merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan Glukokortikoid  Inhibisi ACTH dan CRH. Menyebabkan vasokonstriksi kulit dan visera 8. B.

Setiap molekul cAMP mengaktivasi berbagai molekul cAMP-dependen protein kinase yang sesuai. Adiposit     Leptin  Menghambat nafsu makan dan merangsang termogenesis m. i.  Mekanisme mineral hormone pertumbuhan 1. Hormon Testosteron  membantu pematangan sperma di tubulus seminiferus testis 2. GH berhubungan dengan IGF-I. n. Renin  mengatalisis perubahan angiotensinogen menjadi angiotensin I (bertindak sebagai enzim) 2.molekul dari berbagai hormon protein dan polipeptida ( pembawa pesan pertama ) berikatan dengan reesptor tetap pada permukaan sel yang spesifik untuk hormon tersebut. Kolesistokinin (CCK)  Merangsang kontraksi kandung empedu & melepaskan enzim pancreas l. Kelenjar Timus  adrenoglomerulotrophine  menstimulasi adrenal korteks untuk mensekresi aldosteron  Hormon timosin  maturasi dan kompetensi fungsi dari sistem imun pada limfosit 2. MEKANISME KERJA HORMON  Mekanisme kerja hormone secara global Molekul . Jantung  darah j. b. anggota famili gen yang mirip insulin dan secara struktural serupa Peptida lain yang berhubungan adalah IGF-II. Produksi melatonin terendah terjadi pada siang hari dan terbesar pada malam hari. yang mencapai kelenjar melalui kolateral jalur penglihatam.5’-monofosfatsiklik (cAMP) sebagai pengantar pesan kedua. Hormon Inhibin  menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior h.Ini akan membatasi durasi efek cAMP. Kelenjar Pineal melatonin  emiliki efek inhibisi terhadap pelepadan gonadotropin dan menghambat produksi melanin Melatonin disekresi oleh sel pinealocytes Pengendalian produksi melatonin : oleh melanosit di kulit. bergantung pada sifat bawaan sel.Relaxin disekresi oleh corpus luteum g. Kompleks hormon-reseptor pertama sebagai hormon. 1. dengan proinsulin menstimulasi pembentukan adenosin 3’. Ginjal 1. Aktivase enzim oleh protein kinase mengakibatkan efek fisiologis dan reaksi kimia. yang dapat menyampaikan pasan . mempengaruhi pelepasan melatonin. Usus halus Gastrin  Menstimulasi sekresi Hcl oleh sel parietal a. cAMP terurai dengan cepat oleh enzim intraelular fosfodisterase. 3. Eritropoierin  Meningkatkan produksi eritrosit.25 Dihidroksikolekalsiferol  Meningkatkan absorpsi kalsium & mineralisasi tulang. Siklus alami produksi melatonin mungkin berkaitan dengan irama beberapa proses fisiologis harian. terlibat dalam “circadian rhythms” Intensitas dan durasi cahaya lingkungan. Lambung Peptida Natriuretic Atrium (ANP)  Meningkatkan ekskresi natrium oleh ginjal dan menurunkan tekanan  k. Testis 1. Sekretin  Menstimulasi sel asinar pancreas untuk melepaskan bikarbonat dan air. 2.

3. dan menimbulkan retensi Na .menghubungkan neuron dengan pembuluh darah. Fungsi: menyangga dengan membentuk barisan jaringan ikat semirigid di antara neuron di (SSP) dan memproduksi selubung myelin di sekitar akson neuron. Astrocytes a. merupakan derivate ectoderm.berikiran 5-10 kali lebih kecil dari neuron. Neuroglia (glial cells) Berada pada system saraf pusat. HISTOLOGI SARAF a. 4. Efek ini berhubungan dengan kerja GH di tulang karena GH mendorong pertumbuhan tulang panjang di lempeng epifisis pada anak-anak yang sedang tumbuh dan merangsang pertumbuhan tambahan serta pertumbuhan aktal pada orang dewasa 3. ditemukan di substansi kelabu (SSP) b. untuk cairan ventrikel sirkulasi serebrospinal. mengatur b. 4. Olygodendrocytes Mempunyai kesamaan dengan astrocytes namun mempunyai proses yang pendek dan sedikit.dan membantu mengontrol aliran darah di otak 2. - GH atau mungkin lagi IGF-I meningkatkan positif kalsium. Ependymocytes Sel epitel yang tersusun selapis dan teratur berbentuk pipih hingga columnar dan banyak yang bersilia Fungsi: membentuk garis epitel bersambung otak. sehingga orang yang memiliki IGF-I yang kurang tidak akan mengalami pertumbuhan yang normal. Macam-macam Neuroglia: 1.biasa disebut dengan brain macrophages. biasanya menetap namun bisa berpindah ke tempat yang terluka. magnesium. Neuron . dan fosfat. protoplasmic astrocytes. 3. Mycroglia Sel kecil yang merupakan derivate monosit. ditemukan di substansi putih (SSP) Keduanya berfungsi: Memutar di sekitar saraf untuk menjaga jaringan dalam system saraf pusat. Berfungsi sebagai penyangga dan pelindung.kebanyakan glial sel menyangga jaringan dengan mengelilingi sel saraf atau membatasi struktur tertentu di otak dan tulang belakang. Fungsi : menyelubungi dan memusnahkan mikroba dan cellular debril. K-. fibrous astrocytes.bisa bermigrasi ke area yang terluka dari saraf dan berfungsi sebagai makrofag kecil.yang lain menghubungkan saraf dengan pembuluh darah. dan Cl-. dan sedikit tipe dlial sel yang memberikan fungsi special contoh: memproduksi fospolopid penutup yaitu myelin dan oligodendroglia. IGF-I berhubungan langsung dengan efek hormon pertumbuhan.

mikrotubulus. Badan Golgi dan Mitokondria tersebar di badan sel. Pada akson bermielin. Neuro fibrik dan badan niddl memanjang ke dalam dendrite. MACAM DAN FUNGSI SARAF  Berdasarkan fungsi: . 2.1. Ditemukan di kebanyakan neuro. berfungsi untuk menghantarkan impuls ke seluruh tubuh. Sel Schwan Semua akson di dalam sistem saraf perifer di bingkus dengan lapisan schwan. Kebalikan dari aliran Anterograd yaitu aliran Retrograd (dari akson menuju badan sel). Badan Nissl ada dalam RER dan Ribosom yang nampak bergranula dan bersifat basofilik. Dendrit Merupakan bagian yang meneriam banyak sinaps dan sebagai tempat penerimaan sinyal. Bercabang-cabang sehingga memperluas daerah penerimaan. diputuskan terus atau tidak suatu potensial aksi. Tidak ada RER dan ribosom sehingga bergantung pada badan sel. Fungsi: menyalurkan impuls dari badan sel ke neuron lain Origo Akson: akson yang beradal dari badan sel pada hillock akson 4. Namun ada juga yang tidak memiliki (neuron-neuron yang ada di SSP). Makromolekul dan organel disintesis dalam badan sel dan diangkut secara kontinyu disepanjang akson ke bagian terminalnya oleh aliran Anterograd. Terdapat badan Nissl. Permukaan dendrite penuh dengan neuron dendrite untuk berhubungan dengan neuron lain. terutama neuron motorik. Akson Dimiliki oleh beberapa neuron. Dalam system saraf perifer sel schwan melingar dalam bentuk jeli. Aksoplasma mengandung mitokondria. dan mikrofilamen. Spina dendrit merupakan daerah ujung dendrit yang kebanyakan menerima sinaps. Membran plasma di akson disebut aksolemma dan isinya disebut aksoplasma. Badan sel Disebut juga perikarion. Nodis ranvier merupakan celah diantara sel schwan yang berdekatan. Ada 3 kecepatan dalam aliran Anterograd:  Lemah / Lambat : Mengangkut protein dan mikrofilamen  Sedang : Mengangkut mitokondria  Cepat (100 kali lebih cepat) : mengangkut neurotransmitter. Mielin berfungsi sebagai insukator listrik dan mempercepat hantaran saraf. Fungsinya menyalurkan impuls saraf dan mengendalikan metabolisma seluruh neuron. 3. Akson besar memilikilapusan dalam disebut myelin akson yang tampak berwrna putih disebut serabut termielinasi. Perpanjangan sitoplasma yang biasanya berganda dan pendek. Segmen ini sebagai tempat berkumpulnya stimulus yang merangsang atau menghambat. biasanya mengangkut virus dan toksin. 4. daerah titik awal muara akson dengan awal mielinisasi disebut segmen inisial.

sedangkan aksonnya dapat sangat panjang. bagian ubun-ubun (lobus parientalis). Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya. dan otak belakang. . OTAK Otak manusia terdiri dari dua belahan (hemisfer). Otak besar mengisi penuh bagian depan atas rongga tengkorak. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. SISTEM SARAF PUSAT 1. asosiasi/intermediet Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. bipolar  memiliki 1 akson dan 1 dendrit c. motorik/eferen Berfungsi mengirimkan impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan.sensorik/aferen Berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat. dan terdiri dari dua belahan yang bekerja secara berlawanan. Sedangkan pada manusia dewasa tidak tampak jelas karena masing-masing daerah terdiri dari beberapa bagian atau lobus. Pembagian otak seperti ini tampak jelas pada masa perkembangan embrio. yaitu otak depan. yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi. Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet). a. Otak besar terbagi menjadi empat bagian. yaitu belahan otak kiri akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kanan tubuh. a. sedangkan belahan otak kanan akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kiri tubuh. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. Otak dibagi menjadi tiga daerah. Pada tali spinal (jalur antara otak dengan sumsum tulang belakang) terjadi pindah silang sehingga terjadi kebalikan system pengendalian. Antara bagian dahi dan pelipis dipisahkan oleh celah silvius. otak besar juga tersusun oleh dua lapisan. Selain itu. Kedua belahan tersebut dihubungkan oleh balok otak yang berongga (ventrikel) yang berisi cairan getah bening( cebrospinal). unipolar  memiliki 1 akson bercabang b. otak tengah. multipolar  memiliki akson dan dendrit lebih dari satu A. yaitu belahan kiri dan belahan kanan. Otak Besar Otak besar (cerebrum) merupakan bagian terluas dari otak yang berbentuk ovale. Antara bagian dahi dan ubun-ubun dipisahkan oleh celah yang disebut fisura Rolando. yaitu lapisan luar (korteks) yang berisi badan neuron dan lapisan dalam yang berisi serabut saraf baik dendrit maupun neurit. dan bagian belakang kepala (lobus oksipetalis).  Berdasarkan strukturnya. yaitu bagian dahi (lobus frontalis). bagian pelipis (lobus temporalis).

 Daerah belakang kepala merupakan pusat penglihatan dan dapat menyampaikan memori tentang apa yang dilihat. 2.  Mengendalikan berbagai aktivitas reflex dalam tubuh. selain pusat berbicara dan juga pusat untuk merasakan dingin.  Daerah pelipis dan ubun-ubun mengendalikan kemampuan berbicara dan bahasa. MEDULLA SPINALIS  Fungsi: a. yang terdiri dari thalamus. keinginan. Ketiga bagian otak belakang tersebut membentuk batang otak. panas dan rasa sakit.  Medulla anterior atau ventralterdiri dari tonjolan substansi putih disebut pyramid. Hipotalamus yaitu bagian pengatur suhu tubuh dan juga pengatur rasa mengantuk. daya khayal. daya cipta.Otak besar merupakan pusat saraf utama karena berperan dalam pengaturan seluruh aktivitas tubuh. yang merupakan lanjutan dari akson pada pedunkulus serebral  Medulla dorsal atau posteriorterdiri sebagian dari lanjutan traktus sensorik  Pusat medulla (vital)nuklei yang berperan dalam pengendalian fungsi seperti frekuensi jantung. c. sumsum lanjutan (medulla oblongata). dua tonjolan ke atas dan dua tonjolan ke bawah. yaitu penerima dan penerus impuls yang dating dari saraf perifer dan meneruskannya ke pusat sensorik pada bagian korteks otak. tampak seperti ujung yang bengkak pada tali spinal dan berfungsi sebagai pusat pengatur reflex biologis misalnya detak jantung. gerak alat-alat pencernaan. Pada otak tengah terdapat saraf okulomotoris (saraf yang berhubungan dengan pusat pergerakan mata). yaitu pangkal dari hipofisis (kelenjar endokrin). b. b.  Daerah ubun-ubun. Di antara belahan otak besar terdapat otak depan. MEDULLA OBLONGATA Letaknya menjulur dari pons sampai medulla spinalis dan terus memanjang. terdiri atas dua belahan yang berliku-liku sangat dalam dan terletak diobawah bagian otak belakangg. tekanan darah. Bagian ini berakhir pada area foramen magnum tengkorak. Otak Belakang Otak belakang memilki tiga bagian utama. pernapasan.  Nukleiasal saraf cranial IX. XI dan XII terletak dalam medulla 3. menelan dan muntah. Otak tengah Otak tengah (mesencephalon) manusia berukuran kecil dan terletak di depan otak kecil.  Daerah pelipis terdapat pusat bicara dan juga terdapat pusat pendengaran. Mentransmisi impuls ke dan dari otak melalui traktus asenden dan desenden. yaitu:  Daerah dahi yang berhubungan dengan kemampuan berpikir. Otak tengah memiliki bagian dorsal yang disebut atap. Pada bagian otak besar terdapat daerah asosiasi. suhu tubuh. Otak kecil berfungsi mengatur sikap dan posisi tubuh. kesadaran. bahkan kepercayaan kepada sesuatu yang bersifat metafisik. ingatan. yaitu jembatan varol (pons varolli). tekanan darah. Setiap aktivitas akan dikendalikan oleh bagian yang berbeda. antara lain pernafasan. keseimbangan kerja otot dan rangka. emosi. kecerdasan. dan menghubungkan antar otak kecil dengan korteks otak besar. yaitu bagian yang menghubungkan anatara bagian sensorik dan motorik. d. Struktur umum Medulla spinalis 31 satu pasang saraf spinal keluar dari area urutan korda melalui foramina intervertebral . dan tekanan darah serta infundibulum. kepribadian.. Otak kecil Otak kecil (serebelum). X. batuk. tersusun oleh empat bagian yang menonjol. berisi serabut saraf yang menghubungkan antara bagian kiri dan kanan otak kecil. serta mengatur koordinasi gerakan otot.

Bagian ini mengandung Tanduk lateral adalah protrusi di antara tanduk posterior dan anterior pada area toraks Komisura abu-abu menghubungkan substansi abu-abu di sisi kiri dan kanan medulla spinalis ini mengandung badan sel yang menerima sinyal melalui saraf spinal dari neuron sensorik. I (olfaktori) N. SISTEM SARAF TEPI 1. Gerak Reflek Pada Medula Spinalis  Ada 2 reflek yang terjadi : a. Dibedakan menjadi dua. b. X (vagus) N. II (optic) N. Susunan saraf simpatik Berupa 25 pasang simpul saraf atau ganglia. Bagian ini mengandung badan sel neuron system SSO.  neuron motorik yang aksonnya mengirim impuls melalui saraf spinal ke otot dan kelenjar. Bagian Tanduk abu-abu anterior (ventral) adalah batang vertical bawah. SARAF OTONOM a. Saraf kranial Nama N. mulai dari ruas leher terbawah sampai pada tulang ekor. IV (trochlear) N. IX (glossopharyngeal) N. bentuknya seperti huruf H Batang atas dan bawah huruf H disebut tanduk Tanduk abu-abu posterior (dorsal) adalah batang vertical atas substansi abu-abu. Ganglia-ganglia ini berhubung-hubungan dengan sistem saraf pusat melalui sumsum tulang punggung dengan menggunakan cabang-cabang penghubung yang bergerak le luar dari sumsum tulang punggung menuju ganglion. Ke 25 pasang ganglia itu terdapat di sepanjang tulang belakang sebelah depan. b. . VI (abducents) N. dan lumbal system saraf perifer. Saraf spinal  Cervical (C1-C8)  Thoracic (T1-T12)  Lumbar (L1-L5)  Sacral (S1-S5)  Coccygeal (Co1) b. III (oculomotor) N. yakni saraf parasimpatik dan saraf simpatik. SARAF SOMATIK a. Reflek peregangan  bahwa otot yg terenggang akan berkontraksi secara otomatis (misal ketukan pada tendon patela tepat di bawah tempurung lutut eksistensi tungkai bawah) Reflek fleksor (penarikan)  stimulasinya rasa nyeri dan adanya kemungkinan bahaya sehingga respon yang timbul menghindari hal tersebut (otak tidak perlu membuat keputusan untuk melindungi tubuh) B. Struktur internal medulla spinalis a. VIII (auditori) N.  Kanal sentral berukuran kecil dikelilingi oleh substansi abu-abu. XII (hypoglossal) 2. XI (accessory) N. V (trigeminal) N. VII (facial) N.  c. dan dari ganglion masuk menuju sumsum tulang Tipe Sensori Sensori Motori Motori Mix Motori Mix Sensori Mix Mix Motori Motori Fungsi Pencium Penglihat Penggerak otot kelopak mata dan bola mata Penggerak otot mata Sensori: otot wajah dan mulut Motori: menguyah Pergerakan mata Sensori: merasa Motori: otot wajah dan kelenjar saliva Pendengaran dan keseimbangan Sensori: perasa Motori: menelan Saraf utama untuk sistem saraf parasimpatetis Menelan dan menggerakkan kepala dan pundak Penggerak otot lidah Merupakan saraf tak sadar.

Neurotransmitter merupakan zat yang berada dalam ujung akson yang berfungsi untuk komunikasi sinaps.punggung. dan neuropeptida. ginjal. Potensial listrik itu sebesar -65 mV dan disebut dengan Potensial Membran Istirahat. Secara fungsional. yaitu aksosomatik (antaran akson dengan badan sel). Dalam keadaan istirahat. dan aksoaksonik (antara akson dengan akson lain). Proses ini kurang lebih terjadi dalam waktu 5 mili detik. Gambar : Potensial listrik pada membran sel pada saat dilewati impuls Komunikasi Sinaps (jalannya impuls antar neuron) Ujung akson yang menghantarkan impuls disebut daerah prasinaps. kemudian diteruskan ke badan sel dan menuju akson. . sedangakan dendrit atau badan sel yang menerima rangsang atau impuls dari ujung akson disebut pascasinaps. Sebelum impuls menjalar. Dari tiap ganglion keluar urat saraf ke paru-paru. susunan saraf parasimpatik berlawanan dengan susunan saraf simpatik. sampai kembali ke keadaan semula. alat pencernaan. pembuluh darah dan lainnya. amino. 5. Kemudian ketika Impuls menjalar  Kanal Ion Natrium membuka  ion natrium masuk ke dalam sel  Potensial naik menjadi 30 mV  kenaikan potensial menyebabkan kanal Ion Kalium membuka  Ion Kalium keluar dari sel  Potensial kembali menjadi -65 mV (Potensial Membran Istirahat). MEKANISME JALANNYA IMPULS Ketika sinyal dieriam oleh reseptor. kebanyakan merupakan amin. darah beredar lebih cepat. Contoh: Misalnya setelah berlari jantung berdenyut lebih cepat. Susunan saraf parasimpatik Berupa jaring-jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglia yang terbesar di seluruh tubuh. jantung. aksodendritik(antara akson dengan dendrit). Fungsi susunan saraf simpatik antara lain:  Mempercepat denyut jantung  Memperlebar pembuluh darah  Mempertinggi tekanan darah b. Jenis sinaps ada 3. membran sel neuron memiliki sebuah potensial yang disebabkan oleh banyaknya konsentrasi ion Kalium dan sedikitnya konsentrasi ion Natrium di dalam sel. saraf parasimpatik memperlambat aktivitas itu sedikit demi sedikit.

difusi atau endositosis.Jalannya komunikasi sinaps: Impuls saraf  Mmenjalar sepanjang membran sel  terjadi depolarisasi  Kanal Kalsium membuka  ion kalsium masuk  masuknya kalsium memicu eskositosis neurotrnsmitter yang berada dalam vesikel  neurotransmitter lepas dan kemudian beraksi dengan reseptor yang berada di daerah pascasinaps  depolarisasi membran pascasinaps  impuls tersampaikan. Konsentrasi ion K+ di dalam membran sel lebih tinggi daripada di luar sel. Potensial Istirahat / Potensial Membran Polarisasi ( potensial istirahat ) disebabkan oleh konsentrasi ion natrium (Na+) dan Kalium (K+) yang tidak seimbang di dalam dan di luar sel. ion tersebut meninggalkan molekul protein bermuatan negatif yang terlalu besar untuk dapat berdifusi melalui membran. serta relatif impermeable terhadap ion Na+. serta perbedaan permeabilitas membran terhadap ion ini dan ion lain . maka difusi ion K+ keluar dari sel lebih cepat daripada difusi ion Na+ ke dalam sel. Neurotransmiter yang lepas tadi dirombak melalui pemecahan enzimatis. Saat ion K+ bermuatan posistif keluar dari sel. konsentrasi ion Na+ di luar membran sel lebih tinggi daripada di dalam sel karena tingkat permeabilitas membran terhadap ion K+ sekitar 75 kali lebih besar daripada ion Na+. NEUROTRANSMITTER Definisi Neurotransmitter merupakan suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari prasinapsis ke post sinapsis atau pasca sinapsis Macam-macam Bersifat eksitasi:  asetilkolin  berada di seluruh tubuh  norepinephrine  berada dalam system saraf  dopamine  berada dalam otak  glutamate  salah satu asam amino esensial  histamine  salah satu asam amino esensial Bersifat inhibisi:   gamma aminobutyric acid (GABA)  berada pada jaringan otak glisin  berada pada medulla spinalis . Membran neuron sangat permeabel terhadap ion K+ dak klor (Cl-). Membran ini impermeabel terhadap molekul protein intraselular besar yang bemuatan negatif. Hal ini mengakibatkan bagian dalam sel mengalami elektronegatifitas.

Sel basal 5. Epitel respirasi Sebagian konduksi dilapisi oleh epitel silindris berlapis dan mengandung banyak sel goblet. Ada 5 jenis sel epitel respirasi. yaitu : 1. dan mempengaruhi kesadaran Mekanisme mata dapat melihat benda Bayangan  Mata Cahaya menembus bagian mata  Kornea  Aqueus humor Lensa  Badan vitreus  Merangsang ujung ujung saraf retina saraf opticus II  Ke otak lobus oksifitalis  membentuk benda SISTEM PERNAFASAN Alat-alat respirasi Terdiri dari dua bagian utama. dan alveoli. lapar. laring. trakea. bronkus. Sel goblet mukosa 3. yaitu : 1. dan bronkiolus terminalis. Bagian Konduksi Meliputi rongga hidung. Bagian Respirasi Meliputi bronkiolus respiratris. duktus alveolus. bronkiolus. Sel silindris berlapis banyak (paling banyak) 2. Sel sikat 4. 2. Sel bergranul kecil . serotonin  menghambat dan mengontrol keinginan tidur. nasofaring.

yaitu bagian Vestibulum dan Fosa Nasalis. Bagian Konduksi 1. aritenoid) dan tulang rawan elastik (epiglottis. Bagian Vestibulum merupakan bagian yang paling anterior dan paling lebar dari rongga hidung. . terdapat 3 tonjolan yang disebut dengan konda (superior. Fungsinya adalah sebagai penyokong (menjaga agar jalan nafas tetap terbuka). Terdiri dari tulang rawan hyaline (tiroid. Nasofaring Merupakan bagian pertama faring. media. Pengondisian udara dalam rongga hidung: Vibrisa menyaring debu. 3. Rongga Hidung Terdiri dari 2 bagian. Faring 4. 2. krikoid. Sedangkan bagian fosa nasalis. ujung aritenoid). Dalam rongga hidung ini juga terdapat reseptor olfaktorius yang mendeteksi uap kimiawi yang diinhalasi yang disebut nervus olfaktorius melewati tulang etmoidalis menuju otak. Di sekitar permukaan nares terdapat kelanjar sebasea. inferior).A. sebagai katup untuk mencegah masuknya makanan atau cairan yang Memiliki fungsi sebagai jalan masuknya udara ke laring dan masuknya makanan ke esofagus. mucus dan secret serosa melembabkan udara yang masuk. dan vibrissa (rambut pendek). kelenjar keringat. Laring Merupakan tabung tak teratur yang mengubungkan faring dengan trakea. lapisan mucus fosa nasalis menyaring zat renik dan berbagai gas.

. 2. Bagian ujung cabang disebut bronkiolus. Trakea Dilapisi oleh cincin tulang rawan hyaline yang berbentuk C  menjaga supaya lumen trakea tetap terbuka.ditelan. 6. duktus alveolus. Terdapat banyak alveolus yang merupakan tempat pertukaran gas. Sedangkan retikulin berfungsi sebagai penunjang yang mencegah perkembangan secara berlebihan dan pengerusakan kapiler-kapiler halus dan septa alveolar yang tipis. dan sakus alveolus. Bronkus Respiratoris Setiap bronkiolus terminalis. Duktus Alveolaris Merupakan saluran yang makin ke distal dengan jumlah muara alveolus yang semakin tambah banyak. Bronkus primer masuk ke setiap lobus paru-paru (3 cabang di kanan. Diantara ujung hyaline yang berbentuk C. Pada lamina propia terdapat otot polos. Alveoli bertanggung jawab atas struktur berongga dalam paru-paru. Trakea ini juga dilapisi oleh pseudostratified ciliated columnar epithelium. B. Bagian ini merupakan daerah peralihan bagian konduksi dan respirasi. Serat elastic yang berfungsi memungkinkan alveolus dapat mengembang pada saat terjadi inspirasi dan kontraksi secara pasif pada wakti ekspirasi. Dilapisi sel-sel pipih yang sangat halus. Bronkus Trakea bercabang menjadi 2 bronkus primer. Katup yang mencegah masuknya makanan atau cairan yang ditelan adalah epiglotis atau yang sering disebut dengan anak tekak. dan juga sebagai fungsi fonasi (penghasil suara). alveoli juga merupakan tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida. Tetapi di bagian muara. pada matrix terdapat serat-serat elastin dan kolagen (sebagai penunjang). sel epitel menyatu dengan sel-sel alveolus yang gepeng. 3. Alveolus Merupakan penonjolan (evaginasi) dengan bentuk mirip kantung dengan diameter kurang lebih 200 mikro meter. Dilapisi oleh sel epitel kuboid bersilia dan sel clara. Selain itu. Bagian Respirasi 1. Terdapat kelenjar seromukosa yang menghasilkan mucus yang lebih cair. 2 cabang di kiri). 5. terdapat ligament fibroelastis (mencegah distensi berlebihan dari lumen) dan berkas otot polos (pengaturan lumen) yang terlihat pada lapisan periosteum. Setiap bronkiolus bercabang 5 – 7 bronkiolis terminalis. bercabang 2 atau lebih bronkiolus respiratoris. terdapat pada bronkus respiratoris.

Didalam paru-paru terdapat bronkus dan bronkiolus.Pulmo (paru-paru) Paru-paru terdiri oleh dua bagian. Hal ini disebabkan oleh : 1. trakea. Rongga dada pun mengecil. Udara alveolus hanya sebagian diganti oleh udara atmosfer tiap kali bernapas. Pada ekspirasi dalam. otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar. Paru-paru kiri terdapat dua gelambir dan paru-paru kanan terdapat tiga gelambir. Dalam pernapasan. Paru-paru pun mengembang. pektoralis mayor. bronkus dan masuk ke paru-paru. otot interkostal internal menarik kerangka iga ke bawah dan otot abdomen berkontraksi sehingga mendorong isi abdomen menekan diafragma. 2. otot otot sternokleidomastoid. Pelembaban udara di sepanjang saluran pernapasan. akibatnya udara dalam paruparu terdorong keluar. yaitu paru-paru kiri dan paru-paru kanan. Otot interkostal eksternal mengangakat iga ke atas dan ke depan saat berkontraksi sehingga memperbesar rongga toraks ke arah anterior dan superior. 4. . Diafragma melengkung ke arah toraks. Pembuluh-pembuluh halus ini berakhir pada gelembuggelembung halus yang disebut alveolus (alveoli=jamak). Bronkiolus diparu-paru bercabang-cabang lagi membentuk pembuluh-pembuluh halus. Udara Alveolus tidak sama dengan udara atmosfer. Ekspirasi Ekspirasi pada pernapasan dipengaruhi oleh relaksasi otot dan disebut proses pasif. Mekanisme Pernafasan Inspirasi Pada saat inspirasi. CO2 berdifusi terus menerus ke dalam alveoli. serratus anterior dan otot skalena juga akan memperbesar rongga toraks. Oksigen secara terus menerus diabsorbsi oleh alveolus kedalam darah paru paru 3. sehingga udara luar masuk melalui hidung.

2. Tekanan parsial karbon dioksida dalam darah lebih tinggi dari pada di alveolus. Karbon dioksida berdifusi dengan arah yang berlawanan. Konsentrasi Karbon Dioksida dalam Alveolus Peningkatan konsentrasi karbon Dioksida berbanding lurus dengan dengan kecepatan ekskresi Karbon Dioksida dan berbanding terbalik dengan ventilasi alveolus. sedangkan tekanan parsial oksigen dalam kapiler darah lebih rendah (karena oksigen sudah digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh). Lapisan permukaan dan sitoplasma sel alveolus. namun kebalikannya. Kecepatan masuknya oksogen baru ke dalam paru-paru. sehingga karbon dioksida berdifusi masuk ke dalam alveolus. 3. Oksigen dari udara alveolus masuk ke dalam darah kapiler. .Konsentrasi Oksigen dalam Alveolus Oksigen diarbsorbsi dari alveoli ke dalam darah paru secara terus menerus. Pada karbon dioksida juga sama. Difusi gas melalui membran pernapasan (sawar udara-darah) Proses difusi gas pada alveolus bergantung pada prinsip fisika yaitu tentang tekanan parsial (hukum henry). Kecepatan absorbsi oksigen dalam darah 2. Jadi konsentrasi oksigen dalam alveolus dipengaruhi oleh : 1. Pada saat udara masuk kedalam alveolus. tekanan oksigen dalam alveolus meningkat. Membran pernapasan (sawar udara-darah) Terdiri dari 3 lapisan yaitu : 1. Sitoplasma sel endotel. Lamina basal alveolar dan endotel yang menyatu. Pembebasan CO2 dari HCO3 dikatalis oleh enzin karbonat anhidrase yang terdapat pada eritrosit. Secara umum proses difusi oksigen dan karbon dioksida tidak lepas dari prinsip tekanan parsial ini. Maka Oksigen akan berdifusi masuk ke dalam alveolus. Oksigen baru juga secara terus-menerus dihirup masuk ke dalam alveoli dari atmosfer.

. CO2 lebih cepat 20 kali daripada O2. 2. Luas permukaan membran pernapasan Contohnya pada penyakit enfisema. Transpor oksigen dalam arteri 98% darah paru teroksigenasi sampai pada tekana parsial oksigen 104 mmHg  keseluruh tubuh. 4. Ketebalan membran Contohnya adanya cairan edema dalam mebran interstitial dan dalam alveoli dan penyakit paru yang menyebabkan fibrosis paru. 3. yaitu alveoli bersatu dengan alveoli yang lain sehingga lebar dinding (membrane pernapasan) keseluruhan berkurang. Sedangkan yang 2% menuju ke paru-paru lewat sirkulasi bronchial yang secara khusus member nutrisi pada sel-sel paru dengan tekanan 40 mmHg (saluran pintas). Koefisien difusi Merupakan kelarutan gas dalam membran.Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi gas melalui membran pernapasan 1. Perbedaan tekanan diantara kedua sisi menbran pernapasan Yaitu merupakan perbedaan tekanan parsial gas dalam alveoli dan tekanan parsial gas dalam darah.

keadaan terengah-engah tidak meningkatkan ventilasi alveolar lebih dari yang dibutuhkan untuk mengendalikan gas-gas di dalam darah dalam jumlah yang sesuai. stretch receptor tidak lagi terstimuli. Proses terengah-engah sebenarnya diatur oleh pusat terengah-engah yang berhubungan dengan pusat pernapasan pneumotaksik yang berada dalam pons. Impuls dikirim dari otak ke area inspiratory sehingga proses bernafas dilanjutkan. Bika tekanan parsial O 2 tinggi (dalam kapiler paru). sehingga sejumlah udara baru berasal dari luar mengadakan kontak dengan bagian atas saluran pernapasan. hipotalamus menimbulkan sinyal neurogenik untuk menurunkan suhu tubuh. dan apneustic area. 3. bila darah menjadi terlalu panas. Hal ini menyebabkan inspiratory dan apneustic area tidak lagi terhambat sehingga terjadi nafas baru. Stimuli kimia CO2 dan O2 Peningkatan CO2 akan meningkatkan H+ dan begitu pula sebaliknya. jika tekaana parsial O2 rendah. Peregangan otot anus dapat meningkatkan laju respirasi 7. Kapasitas Paru-Paru(Sloane) . Menghirup dan mengeluarkan napas dengan cepat. Oleh karena itu. ion H+ dapat mengubah laju pernafasan. proses ini akan mendinginkan darah di dalam saluran mukosa pernapasan sebagai akibat evaporasi dari permukaan mukosa. Pada saraf kranial. Saat reseptor ini meregang. Kenaikan suhu tubuh dapat meningkatkan laju respirasi 6. 2. Refleks inflasi Dalam dinding bronkus dan bronkeolus terdapat stretch receptor. O2 bergabung secara longgar dengan heme Hb. Pengaruh otak Kita dapat menghentikan nafas kita dalam waktu yang singkat. 5. Saat PCO3 dan H+ mencapai level tertentu. Pada efeknya. saraf nomor tujuh atau nerve vagus dari reseptor di saluran nafas dan paru turut mempengaruhi laju pernafasan. Medullary rhytmicity area (area inspirasi dan ekspirasi) memiliki kemampuan untuk menentukan irama dasar respirasi. karena setiap pernapasan sangat dangkal. maka inspiratory dan apneustic area terhambat sehingga terjadi ekspirasi. pada pria laju respirasinya lebih tinggi dibandingkan wanita Mekanisme Terengah-engah Mekanisme terengah-engah digunakan oleh binatang tingkat rendah sebagai alat untuk menghilangkan panas. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pernafasan 1. Namun. Pneumotaxic area dan apneustic area mengkoordinasi masa transisi antara inspirasi dan ekspirasi. Pengaruh saraf Pusat respirasi terdapat pada medullary rhytmicity area. 4. Fungsi Hb adalah sebagai buffer tekanan parsial Oksigen dalam darah. Jenis kelamin. maka akan terjadi dissosiasi O2Hb. Kemampuan menahan nafas dibatasi oleh adanya cadangan H+ dan CO2 dalam darah. area inspirasi terstimulasi. sebagian besar udara yang masuk ke alveoli adalah udara ruang rugi yang terutama berasal dari trakea dan bukan dari atmosfer.Ikatan Oksigen-Hb Dalam darah. Satu dari sinyal ini menimbulkan keadaan terengah-engah. maka O2 akan berikata dengan Hb. Peristiwa terengah-engah dihidupkan oleh pusat pengatur suhu di otak. Saat udara meninggalkan paru-paru setelah ekspirasi. terutama evaporasi saliva dari lidah. Namun. Yaitu. pneumotaxic area.

laki dan 380 ml untuk perempuan b.5 0. Ukurannya semakin besar ketika pembuluh ini mendekati jantung.0 Wanita (L) 1.2 SISTEM SIRKULASI Yang terlibat dalam sistem sirkulasi adalah: 1. b. dan berfungsi untuk mengangkut darah.9 0.7 1. CDI berkisar 3100ml pada laki . Rata. Kapasitas Paru-Paru(Ganong) IRV (Inspiratory Reserve Volume) TV (Tidal Volume) ERV (Expiratory Reserve Volume) RV (Recidu Volume) Kapasitas Total Kecepatan nafas normal tiap menit: Bayi baru lahir Usia 12 bulan Usia 2-5 tahun Dewasa 30-40 30 24 10-20 Pria (L) 3. berupa jalinan saluran halus dan rumit yang saling beranastomosis dan dindingnya merupakan tempat berlangsungnya pertukaran zat antara darah dan jaringan. dengan nutrien dan oksigen ke jaringan. untuk dipompa keluar lagi. Volume Cdangan Ekspirasi (VCE) adalah volume udara ekstra yang dapat kuat dikeluarkan pada akhir ekspirasi tidal normal.laki dan 800 ml pada perempuan.paru dengan inspirasi maksimum di atas inspirasi tidal. VCE biasanya berkisar 1200 ml pada laki . Volume residual penting untuk kelangsungan aerasi dalam darah saat jeda pernapasan. Volume Cadangan Inspirasi ( VCI ) adalah volume udara ekstra yang masuk ke paru .paru estela melakukan ekspirasi kuat. yakni suatu organ yang berfungsi untuk memompa darah. Volume tidal (VT) adalah normal udara yang masuk dan keluar paru .laki dan 1900 ml pada perempuan. Volume Residual (VR) adalah volume udara sisa dalam paru . sambil membawa darah ke jantung.paru selama ventilasi normal biasa. Kapiler.2 6. Jantung.3 0. VT pada dewasa muda sehat 500 ml untuk laki. d.rata volume ini pada laki .5 1. terbentuk dari penggabungan kapiler menjadi sistem saluran. serangkaian pembuluh eferen yang semakin mengecil sewaktu bercabang.a. Vena. . Pembuluh darah Arteri. c.1 4.laki sekitar 1200 ml dan pada perempuan 1000ml. Sistem kardiovaskular a.0 1. yaitu pembuluh darah terkecil.

yaitu saluran buntu yang beranastomosis untuk membentuk pembuluh – pembuluh yang makin membesar. 2.c. Sumsum tulang d. merupakan tempat terjadinya pertukaran antar darah dan jaringan sekitar pada keadaan normal dan pada poroses peradangan. Organ pembentuk dan penyimpanan darah a. Jarak semua sel tubuh dari sumber nutrisi ini tidak pernah melebihi satu milimeter. Limfe b. Jaringan limfe Histologi sistem sirkulasi : 1. 3. adalah cairan yang mengalir dalam pembuluh. Hati c. vena muskular). kapiler. 2. Mikrovaskulatur. Nodus limfe. Jantung ANATOMI JANTUNG . arteri muskular dan elastis. Darah. venula pascakapiler). Makrovaskulatur. terletak dalam pembuluh limfe besar. berawal di kapiler limfe. Pembuluh limfe. Kelenjar timus e. b. (arteriol. pembuluh dengan diameter lebih dari 0. Sistem Limfatik a.1 mm (arteriol besar.

Dua pertiga jantung terletak di sebelah garis kiri midsternal.paru di bagian tengah rongga toraks. b. Ukuran dan bentuk a. Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya.1. Jantung dilindungi medistinum. Jantung adalah organ berongga dan memiliki empat ruang yang terletak antara kedua paru . Bentuknya seperti kerucut tumpul. ujung bawah yang mengerucut (apeks) mengarah ke bahu kiri. Pelapis . Ujung atas yang lebar (dasar) mengarah ke bahu kanan. 2.

paru.berkas spiral melapisi ruang jantung. (1) Ketebalan miokardium bervariasi dari satu ruang jantung ke ruang lainnya. Curah jantung terkadang disebut volume jantung per menit. Terdiri 2 macam ruang : a. Curah Jantung Adalah volume darah yang dikeluarkan oleh kedua ventrikel per menit. (a) Membran viseral (epikardium) menutup permukaan jantung (b) Membran parietal melapisi permukaan bagian dalam fibrosa perikardium b. Kantong ini melekat pada diafragma. Kontraksi miokardium ”menekan” darah keluar ruang menuju arteri besar c. Volume nya kurang lebih 5 liter per menit pada laki – laki berukuran rata – rata dan kurang 20% pada perempuan.sel mesotelial yang berada di atas jaringan ikat. Dinding jantung tersusun dari tiga lapisan : a. sternum. (2) Serabut otot yang tersusun dalam berkas . Perikardium Adalah kantong berdinding ganda yang dapat membesar dan mengecil. b. membungkus jantung dan pembuluh darah besar. katup. Ruang ini mengandung cairan perikardial yang diekskresi lapisan serosa untuk melumasi membran dan mengurangi friksi. atrium = dinding tipis= reservoar (menerima darah) b. (2) Lapisan serosa dalam terdiri dari 2 lapisan.a. Miokardium terngah terdiri dari jaringan otot jantung yang berkontraksi untuk memompa darah. 4. Rongga perikardial adalah ruang potensial antara membran viseral dan parietal. dan menyambung dengan lapisan endotelial yang melapisi pembuluh darah yang memasuki dan meninggalkan jantung. Endokardium dalam tersusun dari lapisan endotelial yang terletak di atas jaringan ikat. Lapian ini melapisi jantung. Epikardium luar tersusun dari lapisan sel . dan pleura yang membungkus paru . 3. ventrikel = dinding tebal = pemompa (memompa darah) 5. . (1) Lapisan fibrosa luar pada perikardium tersusun dari serabut kolagen yang membentuk lapisan jaringan ikat rapat untuk melindungi jantung.

meliputi : e. a.1. 2. 3. 5. 4. 3. Faktor – faktor utama yang mempengaruhi curah jantung a. Vena : 1. Perhitungan curah jantung adalah sebagai berikut Curah jantung = frekuensi jantung x isi sekuncup 2. meliputi : Pembuluh Darah Arteri : 1. c. Aktifitas berat b. Pengaruh tambahan pada curah jantung. Aliran balik ke vena jantung c. Kapiler : 1. meliputi : . 2. Membawa darah dari arteriol ke venula Dinding dilapisi selapis sel tipis untuk memungkinkan pertukaran darah dan cairan Terdapat sel otot polos yaitu sfingter prekapiler yang dijumpai pada permulaan masing-masing kapiler untuk mengatur aliran darah dalam kapiler Membawa darah dari kapiler kembali ke jantung Lapisan dalam : Endotelium yang melipat membentuk valvula untuk mencegah aliran darah terbalik Lapisan tengah : Otot polos tipis karena vena tidak begitu penting untuk mempertahankan tekanan darah Lapisan luar : Jaringan ikat fibrosa tipis karena vena tidak membawa darah dengan tekanan tinggi (hanya 2mmHg dibanding arteri yang memiliki tekanan sampai 100mmHg) Mempunyai percabangan kecil disebut venula Membawa darah dari jantung menuju kapiler Terdapat 3 lapisan : Tunika Intima : paling dalam (merupakan selapis sel gepeng) Tunika Media : Disusun otot polos dan jaringan ikat elastis Tunika Eksterna : Merupakan jaringan ikat fibrosa penyusunnya Mempunyai percabangan kecil yang menyambung pada kapiler disebut arteriol Pompa otot rangka Pernapasan Reservoar vena Gaya gravitasi Perubahan posisi tubuh Tekanan rendah abnormal pada vena Tekanan darah tinggi Hormon medular adrenal Ion Usia dan ukuran tubuh seseorang Penyakit kardiovaskular d. Faktor yang mendukung aliran balik vena dan memperbesar curah jantung. 3. 2. b. Faktor – faktor yang mengurangi aliran balik vena dan mempengaruhi curah jantung.

Letak pembuluh darah .

.

Mekanisme Sirkulasi Darah Mekanisme Pengikatan Oksigen O2 dalam alveolus Berdifusi melalui membrane kapiler pulmonalis .

Ikatan ini tidak kuat dan reversibel. Proreseptor (baroreseptor) dalam arteri karotis dan aorta (sinus aorta dan arkus aorta) sensitif terhadap perubahan tekanan darah . Tiap eritrosit mempunyai 280 juta molekul Hb. Impuls eferen menjalar melalui saraf simpatis dan parasimpatis susunan saraf otonom. b. 100 ml darah rata-rata mengandung 15 gr Hb untuk maksimal 20 ml O2 per 100 ml darah (15 x 1. 2. 2.34). Impuls aferen yang menuju pusat kendali jantung yang berasal dari receptor. Tiap molekul dalam ke empat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul O2 dan membentuk oksihemoglobin (HbO2) yang berwarna merah tua. . Volume maksimal O2 yang dapat berikatan dengan sejumlah hemoglobin dalam darah. (1) Untuk meningkatkan frekuensi jantung (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi norepinefrin yang meningkatkan eksitabilitas jantung. Konsentrasi Hb ini biasanya dinyatakan sebagai persentase volume dan merupakan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Tiap gram Hb dapat mengikat 1.34 ml O2 3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Denyut Jantung 1. a.Diikat Hb dalam sel darah merah O2+Hb (HHb) Di kapiler darah jaringan O2 dilepas Hb O2 menuju sel jaringan lainnya di plasma membentuk O3 1. (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi asetilkolin. Pusat refleks kardioakselerator adalah sekelompok neuron dalam medula oblongata. Pusat reflek kardioinhibitor juga terdapat dalam medulla oblongata (1) Efek impuls dari neuron ini adalah untuk mengurangi frekuensi jantung.

Pengaruh dari atropin dan nikotin yang juga dapat mempercepat denyut jantung e. c. atau oleh input emosional dari sistem saraf pusat. (2) Penurunan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang menstimulasi fekuensi jantung yang menjalar melalui pusat medular . dingin. Pengaruh lain pada frekuensi jantung a. Usia muda memiliki frekuensi jantung yang lebih cepat f. seperti reseptor untuk nyeri. SISTEM EKSKRESI Organ-organ yang terlibat: 1. Reflek ini akan menghambat pusat kardioakselerator dan menstimulasi pusat kardioinhibitor. Suhu tubuh yang tinggi atau demam juga mempercepat frekuensi denyut jantung. b. Ginjal Mekanisme ekskresi pada Paru-paru . kalium.(1) Peningkatan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang memperlambat frekuensi jantung. panas. dan natrium. dan sentuhan. fungsi jantung normal juga bergantung pada keseimbangan elektrolit seperti kalsium. 3. Frekuensi jantung dipengaruhi oleh stimulasi pada hampir semua saraf kutan. Aktivitas yang tinggi dapat mempercepat denyut jantung d. yang mempengaruhi frekuensi jantung jika kadarnya menigkat atau berkurang. Paru-paru 2.

Regulasi keseimbangan elektrolit dan air 4.Karbondioksida dalam sel jaringan Menuju cairan interstitial Berdifusi melaui dinding kapiler jaringan Berikatan dengan molekul air dalam sel darah merah( CO2 +H2O) H2CO3 HCO3 + H H+Hb(HHb) Berikatan dengan Na di plasma darah Menuju kapiler pulmonali Co2 yang berikatan dengan H2O PECAH Co2 berdifusi keluar membrane kapiler pulmonalis Menuju alveolus Ginjal Fungsi Ginjal 1. Pada bagian dalam terdapat ruang kosong (pelvis). Sebagai kelenjar endokrin Struktur ginjal: Diselubungi oleh suatu kapsul yang berbentuk dari jaringan serabut. Regulasi vitamin D 8. Menyaring darah. Nefron . Regulasi tekanan arteri 7. Gluconogenesis 9. Pada manusi aterdapat sekitar satu juta nefron. yang selanjutnya membentuk urine yang mengandung zat sisa metabolisme. Setiap nefron terdiri dari badan malphigi (mengandung gromerulus yang diselubungi oleh kapsula bowman) dan saluran nefron. Pengendalian komposisi jaringan tubuh 3. Regulasi keseimbangn asam basa 6. 2. Pada ginjal terdapat nefron yang merupakan unit fungsional dan structural terkecil. Regulasi osmolaritas cairan tubuh dan elektrolit 5. sedangkan bagian dalamnya disebut medulla. Bagian luar ginjal disebut korteks.

bagian nefron yang mengandung unsur epitel. Filtrat ini masih banyak zat .zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Filtrasi Dilakukan oleh glomerulus yang terdapat alat penyaring disebut sel podosit. . Jumlah urin primer/menit adalah 125 cc. Tubulus Kontortus proksimal. Proses ekskresi pada ginjal: 1. lengkung henle yang terdiri dari saluran menurun dan naik. filtratnya ditampung oleh Kapsula Bowman yang disebut filtrat glomerulus / urin primer. yaitu Kapsula Bowman. yaitu unsur pembuluh (elemen vaskuler) dan unsure epitel. tubukus kontortus distal dan saluran penampung.mengandung dua macam unsur.

yang mengandung banyak sel darah putih atau limfosit.ion organik sehingga terbentuklah urin sekunder yang akan melewati lengkung henle.zat yang tidak berguna bagi tubuh kedalam urin sekunder misalnya ion H+ dan K+ yang terjadi pada tubulus kontortus distal sehingga terbentuklah urin yang sesungguhnya/ urin saja yang dialirkan ke tubulus kolektivus menuju ke pelvis renalis  ureter  vesika urinaria ( 300cc) uretra. Reabsorpsi Urin primer direabsorpsi oleh tubulus kontortus proksimal. Kerjanya sebagai penyaring dan dijumpai di tempat-tempat terbentuknya limfosit. SISTEM LIMFATIK Organ yang terlibat: Nodus limfe Berbentuk kecil lonjong atau seperti kacang dan terdapat di sepanjang pembuluh limfe. Dari sini keluar tajuk-tajuk dari jaringan otot dan fibrus. torax. ion . dan jaringan kelenjar. abdomen. masuk ke dalam kelenjar membentuk sekat-sekat.zat yang diserap kembali antara lain glukosa. Pembuluh limfa eferen menembus kapsul di pinggiran yang cembung dan menuangkan isinya ke dalam kelenjar. Ruangan di antaranya berisi jaringan kelenjar . Zat . Duktus torasikus mengumpulkan limfe dari semua bagian tubuh. kecuali dari bagian yang menyalurkan limfenya ke duktus limfe kanan. Kelompok-kelompok utama terdapat di dalam leher. yaitu trabekulae. Sebuah kelenjar terdiri atas jaringan fibrus. dan lipat paha. Peristiwa membuang air kecil dikenal dengan miksturisi. jaringan otot.Di sebelah luar. Arteri dan vena juga masuk dan keluar kelenjar melalui hilum. lengan kanan dan dada sebelah kanan dan menuangkan isinya ke dalam vena yang berada di sebelah kanan leher. Augmentasi Penambahan zat . 3. . duktus torasikus dan batang saluran kanan. Saluran limfe Terdapat dua batang saluran limfe yang utama. axial. Bahan ini bercampur dengan benda-benda kecil daripada limfe yang banyak sekali terdapat di dalam kelenjar dan selanjutnya campuran ini dikumpulkan pembuluh limfa aferen yang mengeluarkannya melalui hilum. Sebuah kelenjar limfe mempunyai pinggiran mempunyai pinggiran yang cembung dan yang cekung. Duktus limfe kanan ialah saluran yang jauh lebih kecil dan mengumpulkan limfe dari sebelah kanan kepala dan leher. Pinggiran yang cekung disebut hilum. jaringan limfe terbungkus oleh kapsul fibrus. asam amino.2.

Mekanisme Peredaran Cairan Limfe cairan interstitial  kapiler limfe  pembuluh limfe  batang limfe  saluran limfe sebelah kiri/sebelah kanan  vena subclavian .

Mengendalikan kualitas aliran cairan jaringan dengan cara menyaringnya melalui nodus-nodus limfe sebelum mengendalikannya ke sirkulasi.Mengembalikan protein plasma ke dalam sirkulasi . . Faktor-faktor yang mempengaruhi meningkatnya aliran limfa: Efek tekanan cairan interstitial -peningkatan tekanan kapiler -penurunan tekanan osmotic koloid plasma -peningkatan tekanan osmotic koloid cairan interstitial .Mengembalikan kelebihan cairan jaringan yang keluar dari kapiler .Mentranspor nutrien yang terabsorbsi .Fungsi cairan limfa : .Mengeluarkan zat-zat toksik dan debris selular dari jaringan setelah infeksi atau kerusakan jaringan.

. maka setiap reaksi oksidasi disertai dengan reaksi reduksi. Pergerakan bagian-bagian tubuh pulsasi arteri yang berdekatan dengan saluran limfa perekanan jaringan oleh benda-benda diluar tubuh. Dalam kondisi duduk dengan posisi lama dan waktu yang lama. PENJELASAN LEARNING ISSUE : 1. penguraian atau dekomposisi atau pemecahan molekul-molekul besar menjadi molekul-molekul kecil. .-peningkatan permeabilitas kapiler Aktifitas pompa limfa naik maka alirannya juga naik. selain itu juga obstruksi vena juga berperan dalam kondisi seperti ini sehingga akan muncul bengkak tersebut.Reduksi. Mekanisme terjadinya bengkak akibat penumpukan cairan: Cairan interstisial cenderung berakumulasi di bagian-bagian dependen akibat efek gravitasi. Enzim Berfungsi mengatalis atau mempercepat jalannya suatu reaksi kimia Sebagian besar reaksi enzimatik memerlukan koenzim sebagai pembawa electron yang memaksimalkan fungsi suatu enzim. PROSES METABOLISME TINGKAT SELULER SAMPAI DENGAN JARINGAN Metabolisme Adalah jumlah keseluruhan reaksi kimia dan pengubahan energi untuk menopang dan memertahankan kehidupan. diterima kembali oleh molekul lain. reaksi kimia yang molekulnya melepaskan electron. sintesis glikogen oleh hepar. Karena elektron yang dilepas selama reaksi tidak dapat muncul dalam bentuk bebas. reaksi kimia yang molekulnya mendapatkan electron. - Anabolisme. Contoh: sintesis hemoglobin oleh sumsum tulang merah. sehingga elektron yang dilepas. Kontraksi otot rangka disekitar saluran limfa.Oksidasi. Jalur metabolic a. otot rangka tidak berkontraksi sehingga cairan tersebut akan terakumulasi. karbondioksida dan air. pembentukan molekul-molekul kecil menjadi molekul-molekul besar. - Katabolisme. Contoh: respirasi sel yang memecah molekul makanan menjadi energi. Reaksi Reduksi-Oksidasi . dan sintesis lemak oleh jaringan adipose. b.

keculali hepar 6. Kortisol .peningkatan asam amino dan lemak untuk energi 5.peningkatan sintesis protein . Hormon-hormon yang Mengatur Metabolisme Hormon menentukan jalur metabolik yang diambil nutrien terabsorpsi dan memastikan penggunaan sumber energi tubuh yang efisien berdasarkan kebutuhan tubuh. Tiroksin . b) sintesis senyawa kimia di sel.peningkatan penggunaan jenis-jenis makanan .peningkatan glukosa  glikogen oleh hepar . ATP dibentuk dari pembakaran lemak. Flavin Adenin Dinukleotida (FAD).penurunan sintesis protein.peningkatan lemak untuk energi . Insulin . Epinefrin . c) kerja mekanik. Glukagon . 1. berasal dari riboflavin sebagai akseptor electron dan bekerja sama dengan enzim suksinat dehidrogenase. Hormon Pertumbuhan .peningkatan penggunaan lemak untuk energi 3. sebagai koenzim yang menerima electron dan bekerja sama dengan enzim laktat dehidrogenase dalam metabolism glukosa dan pembentukan ATP. ATP terbentuk dari nukleotida adenosine ditambah dua gugus fosfat dalam ikatan berenergi tinggi.Nikotinamida Adenin Dinukleotida (NAD).peningkatan sintesis protein 2.peningkatan asam amino dan lemak untuk energi .peningkatan transpor asam amino dan asam lemak untuk sintesis sel 4. berasal dari niasin.peningkatan glikogen  glukosa . c. protein maupun karbohidrat.peningkatan glukosa  glikogen . ATP Senyawa fosfat berenergi tinggi yang menyimpan energi dalam tubuh.peningkatan glikogen  glukosa .peningkatan transpor glukosa dan penggunaanya untuk energi .peningkatan transport asam amino ke dalam sel . Fungsi ATP: a) transpor zat melalui membran sel.

1. Misalnya latihan berat dapat meningkatkan metabolism sampai 15 kali. Kilokalori yang dilepas melalui oksidasi makanan dalam tubuh dapat lansung diukur melalui bankalorimeter. Makanan kemudian bercampur dengan saliva sebelum ditelan . dan elektrolit bagi tubuh dari nutrien yang dicerna sehingga siap diabsorpsi. Oleh karena itu.1K. 2. Satu kilokalori Adalah jumlah panas tubuh yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu satu kilogram air sebesar satu derajat celcius dan digunakan untuk menyatakan kandungan kalori makanan dan pengeluaran energi oleh individu. 2. produksi panas bisa diukur dengan mengukur aktivitas metabolism. Proses ini meliputi kontraksi otot. jenis kelamin. 1 gram lemak melepas 9. Specific Dynamic Action (SDA) Adalah laju metabolic sebesar 10% . Hal ini karena beberapa proses tubuh yang menggunakan ATP juga memproduksi panas. dan pertahanan tubuh saat individu terjaga. SDA protein lebih besar daripada SDA lemak atau karbohidrat sehingga makanan yang mengandung protein bisa meningkatkan laju metabolism. kelaparan dan kecemasan) 2. aktivitas saraf. Dalam tubuh. a. ANATOMI. Laju metabolic Mengacu pada jumlah energi yang dilepas dalam tubuh melalui katabolisme per satuan waktu. penguraian normal komponen-komponen sel.1K b. 1 gram karbohidrat melepas 4. 1. metabolism makanan. BMR menyatakan energi minimal yang diperlukan pada saat respirasi. digesti. suhu tubuh dan keadaan fisik maupun psikis seseorang (depresi.5 K. usia. ukuran tubuh dan area permukaan. pemompaan jantung. 1 gram protein melepas 4. Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik ole gigi. HISTOLOGI. Basal Metabolic Rate (BMR) Adalah pelepasan energi per satuan waktu dalam kondisi basal yang secara standar terjaga dan istirahat. FUNGSI SISTEM PENCERNAAN Fungsi utama sistem ini adalah menyediakan makanan. pada postabsorptif (12 jam setelah makan) dan dalam lingkungan nyaman serta hangat. sirkulasi. DAN FISIOLOGI ORGAN DALAM PENCERNAAN A. Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut. sekresi. Faktor yang mempengaruhi : Hormon tiroid.Kecepatan Metabolisme Kecepatan metabolism biasanya digunakan sebagai jumlah produksi panas.20% melebihi laju energi basal yang digunakan dalam pencernaan makanan. air. Aktivitas Muskular juga dapat menghasilkan peningkatan laju metabolic terbesar.

kecuali ujung atas dan ujung bawah yang dikendalikan secara volunteer 1. FARING. c. 2. DINDING SALURAN PENCERNAAN Dinding saluran pencernaan terdiri dari 4 lapisan jaringan dasar dari lumen ke arah luar a. Impuls parasimpatis yang dihantarkan dalam saraf vagus (CN X). Egesti adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna B. beberapa kelenjar submukosal. 3. dan absorpsi Lamina propria adalah jaringan ikat areolar yang menopang epithelium Muskularis mukosa terdiri dari lapisan sirkular dalam yang tipis dan lapisan otot polos longitudinal luar b. C. KENDALI SARAF pada SALURAN PENCERNAAN Sistem saraf otonom menginervasi keseluruhan saluran pencernaan. Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan ke dalam sirkulasi darah dan limfatik 6. lapisan keempat dan paling luar juga disebut peritoneum visceral. Muskularis eksterna terdiri dari dua lapisan otot. dan menghambat sekresi cairan pencernaan. pembuluh limfatik dan pleksur serabut saraf. Mukosa (membran mukosa) tersusun dari tiga lapisan. (1) (2) (3) Epitelium yang melapisi berfungsi untuk perlindungan. menghambat kontraksi otot polos saluran. RONGGA ORAL. Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil 5. D. d. Impuls simpatis yang dibawa medulla spinalis dalam saraf splanknik. serta saraf sel-sel ganglion yang disebut pleksus Meissner. dan ESOFAGUS a. sekresi. Serosa. Peristalsis adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang menggerakan makanan tertelan melalui saluran pencernaan 4. Lapisan ini terdiri dari membrab serosa jaringan ikat renggang yang dilapisi epithelium skuamosa simple. Pleksur Meissner dan Aurebach merupakan sisi sinaps untuk serabut proganglionik parasimpatis. Rongga Oral .3. mengeluarkan efek stimulasi konstan pada tonus otot polos dan bertanggung jawab untuk peningkatan keseluruhan aktivitas. satu lapisan sirkular dalam dan satu lapisan longitudinal luar. Submukosa terdiri dari jaringan ikat areolar yang mengandung pembuluh darah. mengurangi motalitas.

berfungsi untuk menerima makanan dan produksi wicara. Ada tiga pasang kelenjar saliva (1) Kelenjar parotid adalah kelenjar saliva terbesar. a. Permukaan dalam bibir adalah membrane mukosa. Lidah dilekatkan pada dasar mulut oleh frenulum lingua. Saliva terdiri dari cairan encer yang mengandung enzim dan cairan kental yang mengandung mukus. Bibir tersusun dari otot rangka dan jaringan ikat.Rongga oral merupakan jalan masuk menuju sistem pencernaan dan berisi organ aksesori yang berfungsi dalam proses awal pencernaan. Lidah berfungsi untuk menggerakan makanan saat dikunyah atau ditelan. Area transisional memiliki epidermis transparan. Kelenjar Saliva mensekresi saliva ke dalam rongga oral. kelenjar keringat. dan dalam produksi wicara. Bagian frenulum labia melekatkan membrane mukosa pada gusi di garis tengah 2. Otot-otot intrinsik lidah memiliki serabut yang menghadap ke berrbagai arah untuk membentuk sudut satu sama lain. terletak agak bawah dan di depan telinga dan membuka melalui duktus parotid (2) Kelenjar submaksilar (submandibular) kurang lebih sebesar kacang kenari dan terletak di permukaan dalam pada mandibula serta membuka melalui duktus Wharton . Permukaan luar bibir dilapisi kulit yang mengandung folikel rambut. a. untuk pengecapan. dan kelenjar sebasea b. Papila adalah elevasi jaringan mukosa dan jaringan ikat pada permukaan dorsal lidah yang menyebabkan tekstur lidah menjadi kasar • • • • Papila fungiformis Papila filiformis Palila foliate Papila sirkumvalatae d. Tonsil-tonsil lingua adalah agregasi jaringan limfoid pada sepertiga bagian belakang lidah 4. Pipi mengandung otot buksinator mastikasi 3. a. Otot-otot ekstrinsik berfungsi dalam pergerakan lidah secara keseluruhan b.Rongga vestibulum terletak di antara gigi dan bibir serta pipi sebagai batas luarnya 1. Dan otot ini memberikan mobilitas yang besar pada lidah c. Bagian ini tampak merah karena dilewati oleh banyak kapiler c.

Komposisi saliva. kalium. Dentin pada bagian mahkota tertutup oleh email dan di bagian akar oleh sementum c. dua geraham. a. Total keseluruhan adalah 20 gigi • Gigi sekunder mulai keluar pada usia lima sampai enam tahun yang terdiri dari satu taring. berisi pulpa gigi yang mengandung pembuluh darah dan saraf. Gigi berfungsi dalam proses mastikasi (pengunyahan). Fungsi saliva (1) Melarutkan makanan secara kimia (2) Melembabkan dan melumasi makanan (3) Menguraikan zat tepung menjadi polisakarida dan maltose (4) Zat buangan seperti urea dan asam urat diekskresikan ke dalam saliva (5) Zat antibodi dan antibakteri berfungsi untuk membersihkan rongga oral dan membantu memelihara kesehatan oral serta mencegah kerusakan gigi 5. Saluran akar membuka ke tulang melalui foramen apical (d) Dentin menyelubungi rongga pulpa dan membentuk bagian terbesar gigi. Pada umunya manusia memiliki 2 susunan gigi : • Gigi primer terdiri dari satu taring. Makanan yang masuk dalam mulut dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur dengan saliva untuk membentuk bolus makanan yang dapat ditelan. bikarbonat) juga sekresi mucus yang lebih kental dan lebih sedikit yang mengandung glikoprotein. dan air c. dan tiga geraham. yaitu 98% air dan mengandung enzim amilase serta berbagai jenis ion (natrium. ion. dua gigi seri. Saliva terutama terdiri dari sekresi serosa. dua premolar. b. Gigi tersusun dalam kantong-kantong pada mandibula dan maksila. Total keseluruhan adalah 32 gigi b. Fungsi gigi.(3) Kelenjar sublingual terletak di dasar mulut dan membuka melalui duktus sublingual kecil menuju ke dasar mulut b. Komponen gigi (a) Mahkota adalah bagian gigi yang terlihat. Mahkota dan akar bertemu leher yang diselubungi gingival (gusi) (b) Membran periodontal merupakan jaringan ikat yang melapisi kantong alveolar dan melekat pada sementum di akar (c) Rongga pulpa dalam mahkota melebar ke dalam saluran akar. Proses Menelan (deglutisi) menggerakan makanan dari faring menuju esophagus . klorida. dua gigi seri.

Histologi dinding lambung. Muskularis eksterna pada bagian fundus dan badan lambung mengandung lapisan otot muskularis) beserta modifikasinya. tebal. Sfingter esophagus bawah. Esofagus Esofagus adalah tuba muscular. dan terjadi penutupan semua lubang kecuali esophagus a. melintag tambahan. a. Regia-regia lambung terdiri dari bagian jantung. Tepi medial badan lambyng yang konkaf disebut kurvakur kecil. Fase volunter. tepi lateral badan lambung yang konveks disebut kurvakur besar. melakukan gelombang peristaltic dan memungkinkan makanan terdorong ke dalam lambung c. d. badan organ. Lambung adalah organ berbentuk j. Fase esophagus. Lapisan otot tambahan ini membantu keefektifan pencampuran dan penghancuran isi lambung. 2. Bagian pilorus lambung menyempit di ujung bawah lambung dan membuka ke duodenum. terletak pada bagian superior kiri rongga abdomen di bawah diafragma. Badan lambung adalah bagian yang terdilatasi dibawah fundus. yag panjangnya sekitar 9 sampai 10 inci dan berdiameter 1 inci Fungsinya adalah menggerakkan makanan dari faring ke lambung melalui gerak peristaltis d. Bolus makanan dalam faring merangsang reseptor orofaring yang mengirim impuls ke pusat menelan dalam medulla dan batang otak bagian bawah. Ukuran dan bentuknya bervariasi dari satu individu ke individu lain. glottis tertutup. Lambung Anatomi 1. Lidah menekan palatum keras dan mengarahkan bolus ke arah orofaring Fase faring. Sfingter esophagus atas pada mulut esophagus secara normal menyempit untuk mencegah udara memasuki esophagus e. b. Ada tiga lapisan jaringan dasar (mukosa. kecuali sebagian kecil. Fundus adalah bagian yang menonjol ke sisi kiri atas mulut esofagus. fundus. submukosa. Semua bagian. dan bagian pilorus. 2. Bagian jantung lambung adalah area disekitar pertemuan esofagus dan lambung. Antrum pilorus mengarah ke mulut pilorus yang di kelilingi sfingter pilorus muskular . c. b. dan epiglottis condong ke bawah menutup mulut laring yang menahan makanan sehingga tidak memasuki saluran pernapasan d. Laring terelevasi. Lidah menekan palatum keras dan menghalangi makanan kembali ke mulut Otot menekan palatum lunak dan uvula mengangkat palatum lunak untuk menutup mulut saluran nasal sehingga makanan tidak akan masuk ke rongga nasal c. terletak pada bagian kiri garis tengah. dan jaringan a. Gelombang peristaltic kontraksi yang menggerakkan bolus ke dalam esophagus 3.Proses ini melalui tiga fase : 1. yang membentuk dua per tiga bagian lambung.

menghasilkan 2 sampai 3 L cairan lambung. Mukus yang dihasilkan dari kelenjar membentuk barier setebal 1 mm untuk Produksi faktor intrinsik a. tempat vitamin B12 diabsorbsi. garam-garaman. Fungsi Lambung 1.Faktor intrinsik adalah glikoprotein yang disekresi sel parietal. c. Ion bikarbonat keluar dari sel digantikan ion klorida dan memasui sirkulasi sistemik. iii. 4. Kelenjar pilorus terletak pada regia antrum pilorus. b. melindungi lambung terhadap aksi pencernaan dari sekresinya sendiri. Absorbsi nutrien yang berlangsung dalam lambung hanya sedikit. Ion hidrogen bersama ion klorida secara aktif terpompa ke dalam lambung Sel leher mukosa ditemukan pada bagian leher semua kelenjar lambung. asam klorida. Prosuksi kimus. setengah cair. 2. H2CO3 terionisasi untuk membentuk H+ dan HCO3-. Penyimpanan makanan.Kelenjar ini mensekresi lipase dan renin lambung yang kurang penting. asalkan makanan yang dimakan sedikit dan sering.b. 5.Vitamin B12. Ada kurang lebih 3 juta pit lambung di antara ruga-ruga yang bermuara pada sekitar 15 juta kelenjar lambung. mukus. Kapasitas lambung normal memungkinkan adanya interval waktu yang panjang antara saat makan dan kemampuan menyimpan makanan dalam jumlah besar sanpai makanan ini dapat terakomodasi di bagian bawah saluran. dan air. Cairan lambung mengandung enzim pencernaan. b. prekusor enzim pepsin. Dalam pembuatan HCL. Puga terlihat saat lambung kosong dan aka menghalus saat lambung teregang terisi makanan. Sel ini mensekresi barier mukus setebal 1 mm dan melindungi lapisan lambung terhadap kerusakan oleh HCL atau autodigesti. Lambung tidak memiliki peran mendasar dalam kehidupan dan dapat diangkat. ii. Lambung memulai digesti protein melalui sekresi tripsin dan asam klorida. b. Sel chief(zimogenik) mensekresi pepsinogen. . Kelenjar ini mensekresi mukus dan gastrin suatu hormon peptida yang berpengaruh besar dalam proses sekresi lambung. Sekresi Lambung 1.Kelenjar fundus (lambung) terdiri dari tiga jenis sel. didapat dari makanan yang dicerna di lambung. i. c. Jenis kelenjar lambung a. CO2 bergerak ke dalam sel untuk berikatan dengan air dan membentuk asam karbonat (H2CO3) dalam reaksi yang dikatalis oleh anhidrase karbonik. Aktivitas lambung mengakibatkan terbentuknya kimun ( masa homogen Digesti protei. Mukosa membentuk lipatan-lipatan (ruga) longitudinal yang menonjol sehingga memungkinkan peregangan dinding lambung. Kelenjar lambung yang dinamakan sesuai letaknya. Kelenjar ini hanya mensekresi mukus. Produksi mukus. Beberapa obat larut lemak (aspirin) dan alkohol diabsorbsi pada dinding lambung. 6. Sel pariental mensekresi asam korida dan faktor intrinsik a. c. terikat pada faktor intrinsik. Kompleks faktor intrinsik vitamin B12 dibawa ke ileum usus halus. berkadar asam tinggi yang berasal dari bolus) dan mendorongnya ke dalam duodenum. 3.Kelenjar jantung ditemukan di regia mulut jantung. Zat terlarut dalam air terabsorpsi dalam jumlah yang tidak jelas.

Lemak. tetapi aktivitasnya terbatas dalam kadar ph yang rendah. Pengaturan pelepasan gastrin dalam lambung terjadi melalui penghambatan umpan balik yang didasarkan pada ph isi lambung. Lambung tidak mensekresi enzim untuk mencerna karbohidrat. 4. Digesti dalam lambung. Serabut saraf eferen parasimpatis menjalar dalam vagus menuju kelenjar lambung untuk menstimulasi produksi HCL. yang kemudian memicu faktor saraf dan hormon. Cairan lambung memicu digesti protein dan lemak. Enzim gliserol. Masuknya makanan ke Tahap lambung terjadi saat makanan mencapai lambung dan berlangsung selama saraf dan hormon terlibat. Lambung janin memproduksi renin. Hormon ini meliputi gastric inhibitory polipeptide (GIP). enzim yang mengkoagulasi protein susu.2. Hormon ini yang dibawa ke dalam sirkulasi menuju lambung. atau pikiran tentang makanan dapat meransang sekresi lambung. . 3. b. Jika tidak ada makanan dalam lambung antara jam makan. d. b. Pepsin adalah enzim proteolitik yang hanya dapat bekerja dengan ph di bawah 5. Lipase lambung(disekresi sel chief) menhidrolisis lemak susu menjadi asam lemak dan Karbohidrat. Digesti protein. ini terbawa bersama bolus dan tetap bekerja dalam lambung sampai asiditas lambung menembus bolus. Peregangan dinding lambung merangsang reseptor saraf dalam mukosa lambung dan memicu refleks lambung. Fungsi gastrin antara lain: a. Asam amino dan protein dalam makana yang separuh tercerna dan zat kimis juga meningkatkan sekresi lambung melalui refleks lokal. a. sekretin. a. Tiga tahap sekresi lambung dinamakan sesuai dengan regia tempat terjadinya stimulus. Gastrin ini dihasilkan oleh bagian atas (duodenum) usus halus dan dibawa dalam sirkulasi menuju lambung. makanan masih ada. 2. 1. Meransang sekresi lambung Meningkatkan motilitas usus dan lambung Mengkonstriksi sfingter esofagus bawah dan merelaksasi sfingter pilorus Efek tambahan seperti stimulasi sekresi pankreas dan peningkatan motilitas usus. 2. kolesistokinin dan hormon pembersih enterogastrin. Sekresi lambung distimulasi oleh sekresi gastrin dodenum sehingga dapat berlangsung selama beberapa jam. Enzim ini menghidrolisis protein menjadi polipeptida. Serabu saraf aferen menjalar ke medula melalui saraf vagus. 1. Sekresi lambung dihambat oleh hormon-hormon polipeptida yang dihasilkan duodenum. enzim-enzim pencernaadn dan gastrin. 1. c. dalam mulut atau tampilan bau. 3. Pepsinogen (disekresi sel chief) diubah menjadi pepsin oleh asam klorida (disekresi sel parietal). disekresi sebagai respon terhadap asiditas lambung dengan ph di bawah 2 dan jika ada makanan berlemak. 2. c. ph lambung rendah dan Makanan yang masuk ke lambung memiliki efek pendaparan yang mengakibatkan Tahap usus terjadi setelah kimus meninggalkan lambung dan memasuki usus halus sekresi lambung terbatas. Faktor Tahap sefalik terjadi sebelum makanan mencapai lambung. dan menguraikannyauntuk membentuk dadih (curd). peningkatan ph dan peningkatan sekresi lambung. Amilase dalam salva yang menghidrolisis zat tepung bekerja pada ph netral. b.

Anatomi mikroskopik dinding usus 1. Usus Halus Keseluruhan usus halus adalah tuba terlilit yang merentang dari sfingter pilorus sampai katup ileosekal. Ada 3 spesialisasi struktural yang memperluas permukaan absorptif usus halus sampai kurang a. 3. Kontraksi ini adalah daya dorong yang utama yang menggerakkan kimus ke arah bawah sepanjang saluran. Motilitas Jejunum adalah bagian yang selanjutnya. Duktus empedu dan duktus pankreas. Pergerakan ini dipicu oleh peregagan dan secara refleks dikendalikan oleh SSO. Panjangnya kurang lebih I m sampai 1. setiap vilus mengandung jaring-jaring kapilar dan pembuluh limfe yang disebut kakteal. Pengosongan distimulasi secara refleks saat merespon terhadap peregangan lambung. memanjang ke lumen dari permukaan mukosa.5 m. keduanya membuka ke dinding posterior duodenum beberapa sentimeter dibawah mulut 2. .5cm dan panjangnya 3 sampai 5 meter saat bekerja. Segmentasi irama adalah gerakan pencampuran utama.5 m) merentang samapi menyatu dengan usus besar. Duodenum adalah bagian yang terpendek 25cm sampai 30cm. pelepasan gastrin. Divisi 1. Segmentasi mencampur kimus dengan cairan pencernaan dan memaparkannya ke permukaan absortif. 2. Gerakan ini ialah gerakan konstriksi dan relaksasi yang bergantian dari cincin-cincin otot dinding usus yang membagi isi menjadi segmensegmen dan mendorong kimus bergerak maju mundur dari satu segmen yang relaks ke segmen lain. 3. Faktor-faktor hormon dan saraf ini mencegah terjadinya pengisian yang berlebih pada usus dan memberikan waktu yang lebih lama untuk digesti dalam usus halus.Kendali Pada Pengosongan Lambung 1. Karbohidrat dapat masuk dengan cepat . Vili hanya ditemukan pada usus halus. Vili adalah jutaan tonjolan menyerupai jari (tingginya 0. 2. Pilcae circulares adalah lipatan sirkular membran mukosa yang permanen dan besar. Ileum (2 sampai 2. Gerakan usus halus mencampur isinya dengan enzim untuk pencernaan. Peristalsis ialah kontraksi ritmik otot polos longitudinal dan sirkular. memungkinkan produk akhir pencernaan mengadakan kontak dengan sel absortif dan mendorong zat sisa memasuki usus besar. tempatnya menyatu dengan usus besar. Diameter usus halus kurang lebih 2. e. b. kekentalan kimus. pilorus. Sinyal umpan balik memungkinkan kimus memasuki usus halus pada kecepatan tertentu sehingga dapat diproses. protein lebih lambat dan lemak dalam lambung selama 3 sampai 6 jam.2mm sampai 1. 1. dan jenis makanan. Pengosongan lambung dihambat oleh hormon duodenum yang juga menghambat sekresi lambung dan oleh refleks umpan balik enterogastrik dari duodenum. Lipatan ini hampir secara kseluruhan mengitari lumen. Panjang 7 meter pada mayat dicapai saat lapisan muskularis eksterna berelaksasi.0 mm) yang lebih 600 kali.

walaupun duktus pankreas dan duktus empedu komunis membuka secara terpisah pada duodenum.Produk gabungan sel-sel asinar mengalir melalui duktus pankreas yang menyatu dengan duktus empedu komunis dan masuk ke duodenum di titik ampula hepatopankreas. Hormon-hormon yang mempengaruhi sekresi dan motilitas saluran pencernaan antara 1. Sel ini memproduksi mukus pelindung. Walaupun demikian. c. b. Sel –sel endokrin (pulau-pulau langerhans) pankreas mensekresi hormon insulin dan glukagon. Sekresi eksokrin pankreas dipengaruhi oleh aktivitas refleks saraf selama tahap sefalik dan lambung pada sekresi lambung. Fungsi usus halus 1. Agregasi nodulus limfe yang disebut bercak peyer terdapat dalam ileum. lain: a. Mikrovili adalah lipatan-lipatan menonjol kecil pada membran sel yang muncul pada tepi yang berhadapan degan sel-sel epitel. Usus halus mengakhiri proses pencernaan makanan yang dimulai di mulut dan di lambung. Sfingter Oddi secara normal mempertahankan keadaan mulut duktus agar tetap tertutup. Sel eksokrin (asinar) mensekresi enzim-enzim pencernaan dan larutan berair yang mengandung ion bikarbonat dalam konsentrasi tinggi. d.Sekretin.Kelenjar-kelenjar usus (kripta lieberkuhn) tertanam dalam mukosa dan membuka di antara basisbasis vili. dan GIP berperan untuk menghalangi sekresi kelenjar lambung.Somatostasin menghambat sekresi asam klorida dan gastrin seperti hipotalamus yang melepas faktor pelepas hormon pertumbuhan. Sel goblet terletak dalam epitelium di sepanjang usus halus. 2. b. 2. Kendali pada sekresi pankreas.Peptida usus vaso aktif memiliki efek vasodilator dan efek relaksasi otot polos. Kelenjar Brunner terletak dalam submukosa duodenum. Usus halus secara selektif mengabsorpsi produk digesti. 2. Jaringan limfatik. kendali utama terletak pada hormon duodenum yang diabsorpsi ke dalam aliran darah untuk mencapai pankreas. Pankreas Anatomi 1. 1. Kelenjar enteroendokrin menghasilkan hormon-hormon gastrointestinal. 2. Kelenjar penghasil mukus Enzim yang dibentuk oleh sel epitel usus dibutuhkan untuk melengkapi digesti. dan Kantung empedu 1. 2. Pankreas adalah kelenjar terelongasi berukuran besar di balik kurvakur besar lambung. Pankreas. CCK. Leukosit dan nodulus limfe ada di keseluruhan usus halus untuk melindungi dinding usus terhadap invasi benda asing. Kelenjar ini memproduksi mukus untuk melindungi mukosa duodenum terhadap kimus asam dan cairan lambung yang masuk ke pilorus melalui lambung. c.c. . 3. Proses ini diselesaikan oleh enzim usus dan enzim pankreas serta dibantu empedu dalam hati. Kelenjar ini mensekresi hormon dan enzim. Hati. Kelenjar a. Substansi P mempengaruhi aktivitas motorik otot polos.

c. saraf dan duktus. 1. Hati memetabolis protein. dan lobus kaudatus. disakarida ( maltosa. Enzim proteolitik pankres (protease) Trisinogen yang disekresi pankreas diaktivasi menjadi tripsin oleh enterokinase yang diproduksi usus halus. Ruang-ruang darah sinusoid terletak di antara lempeng-lempeng sel . dan lemak. membentuk sebuah lobulus portal. 4. 2. Tripsin mencerna protein dan polipeptida besar untuk membentuk polipeptida dan peptida yang lebih kecil. Dalam lobus lempengan sel-sel hati bercabang dan beranastomosis untuk membentuk jaringan tiga dimensi. Hati menerima darah teroksigenasi dari arteri hepatika dan darah yang tidak teroksigenasi tetapi kaya akan nutrien dari vena portal hepatica. lobus kuadratus. Kimotripsin memiliki fungsi yang Karboksipeptidase. b. saluran portal. Hati memproduksi empedu yang berperan dalam emulsifikasi dan absorpsi lemak.500g dan pada kondisi hidup berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. Ligamen falsiform memisahkan lobus kanan dari lobus kiri. aminopeptidase. duktus empedu. 2. Sekretin akan dilepas jika kimus asam memasuki usus dan mengeluarkan sejumlah besar cairan berair yang mengandung natrium bikarbonat. jalur masuk dan keluar pembuluh darah. Komposisi cairan pankreas. Sekretin diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum dan diabsorpsi ke dalam darah untuk mencapai pankreas. a. lemak. Lobus kanan hati lenih besar dari lobus kirinya dan memiliki tiga bagian utama. dan laktosa) pembentuk nukleotidanya. oleh garam-garam empedu. b. 3. masing-masing berisi sebuah cabang vena portal. a. Cairan pankreas mengandung enzim-enzim untuk mencerna protein. 1. sukrosa.1. Sekresi. dan karbohidrat tercerna Hati berperan penting dalam mempertahankan homeostatik gula darah. 3. proses pencernaan protein untuk menghasilkan asam-asam amino bebas. 2. Diantara kedua lobus terdapat vena porta hepatica. Beratnya 1. Metabolisme. Hati terbagi menjadi lobus kanan dan kiri. lobus kanan atas. 2. dan dipeptidase adalah enzim yang melanjutkan Lipase pankreas menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol setelah lemak diemulsi Amilase pankreas menghidrolisis zat tepung yang tidak tercerna oleh amilase saliva menjadi Ribonuklease dan deoksiribonuklease menghidrolisis RNA dan DNA menjadi blok-blok sama seperti tripsin terhadap protein. karbohidrat. . Hati menyimpan Hati mengurai protein dari sel-sel tubuh dan sel darah merah yang rusak. CCK ini menstimulasi sekresi sejumlah besar enzim pankreas. Organ ini glukosa dalam bentuk glikogen dan mengubahnya kembali menjadi glukosa jika diperlukan tubuh membentuk urea dari asam amino berlebih dan sisa nitrogen. Kimotripsin teraktivasi dari kimotripsinogen oleh tripsin. CCK diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum sebagai respon terhadap lemak dan protein separuh tercerna yang masuk dari lambung. Fungsi utama hati 1. arteri hepatica. Bikarbonat menetralisir asam dan membentuk lingkungan basa untuk kerja enzim pankreas dan usus. Hati dan sekresi empedu Anatomi hati Hati adalah organ viseral terbesar dan terletak dibawah kerangka iga.

Fungsi garam empedu dalam usus halus. serts obat yang tidak dapat diuraikan dan diekskresikan. 3. tuntuk penyimpanan di kantung empedu. Pigmen empedu tersiri dari biliverdin (hijau) dan bilirubin (kuning). . 6. c. dan bersama limpa mengatur volume darah yang diperlukan tubuh.c. Empedu Anatomi sekresi empedu a. Jaudince. d. dengan duktus sistikus dari kantung empedu dan keluar dari hatu sebagai dukts empedu komunis. Organ ini juga pemakaian lemak. enzim. dan fosfolipid) Hati mensintessis protein plasma dan faktor-faktor pembekuan darah. peningkatan destruksi sel darah merah. Pigmen ini merupakan hasil 1. D. Garam empedu membantu mengabsorpsi zat terlarut lemak dengan cara Pengeluaran kolesterol dari tubuh. untuk membentuk agregasi kecil disebut micelle yang dibuang melalui feses. berbagai aktivitas kimia tubuh dalam hati menjadikannya sebagai sumber panas utama dalam tubuh. Hati menyimpan mineral sepeti zat besi dan tembaga serta vitamin latur lemak (A. terutama saat tidur. c. Penyimpanan darah. Detoksifikasi. Pigmen utamanya adalah bilirubin yang . Dan hati menyimpan toksin tertentu ( pestisida. merupakan akibat dari peningkatan kadar bilirubin darah. dan garamgaram empedu. e. Garam empedu mengemulsi gobulus lemak besar dalam usus halus yang kemudian menghasilkan gobulus lemak lebih kecil dan area permukaan yang lebih luas untuk kerja penguraian hemoglobin yagn dilepas dari sel darah merah terdisinegrasi. pigmen empedu. Setelah disekresi kedalam usus . Hati merupakan reservoar untuk sekitar 30% curah jantung. atau obstruksi duktud empedu dan batu empedu. 5. b. Hati memfagosit eritrosit dan zat asing terdisintegrasi dalam darah. b. atau warana kekuningan pada jaringan. dan K). hati melakukan inaktivasi hormon dan detoksifikasi toksin dan obat. bermuara di duodenum atau dialihkan duktus hepatika kanan dan kiri. Penyimpanan. Peristiwa ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatika garam empedu. kolesterol. Emulsifikasi lemak. a. Hati mensintesis lemak dari karbohidrat dan protein dan terlibat dalam penyimpanan dan Hati mensintesi unsur-unsur pokok membran sel (lipoprotein. Komposisi empedu Empedu adalah larutan berwarna unign kehijauan terdiri dari 97% air. Absorpsi lemak. 4. Empedu yang diproduksi oleh sel-sel hati memasuki kanalikuli empedu yang kemudian menjadi Duktus hepatika menyatu untuk membentuk duktus hepatik komunis yang kemudian menyatu Duktus emepdu komunis.emberikan warna kuning pada urine dan feses. garam tersebut direabsorpsi dari ileum bagian bawah kembali ke hati dan didaur ulang kembali. E. 2. Garam empedu berikatan dengan kolesterol dan lesitin memfasilitasi jalurnya menembus membran sel. bersama dengan duktus pankreas. Ini merupakan indikasi kerusakan fungsi hati dan dapat disebabkan oleh kerusakan sel hati (hepatis). a. mensintesis bilirubin dari produk penguraian hemoglobin dan mensekresinya kedalam empedu. b. Garam-garam empedu terbentuk dari asam empedu yang berikatan dengan kolesterol dan asam amino. Produki panas .

Kolon transversa merentang menyilang abdomendi bawah hati dan lambung sampai ke tepi lateral ginjal kiri. diameternya lebih lebar. Di antara waktu makan sfingter Oddi menutup dan cairan empedu mengalir ke dalam kantung empedu yang relaks. Pelepasa cairan ini dirangsang oleh CCK. CCK dilepas untuk menkontraksi otot kandung empedu dan merelaksasi sfingter Oddi. Saat asam lemak dan asam amino mencapai usus halus. Kolon memiliki tiga divisi: Kolon ascenden merentang dari sekum sampai ke tepi bawah hati sebelah kanan dan membalik secara horizontal pada fleksura hepatica 2. Kandung empedu mengkonsentrasi cairannya dengan cara mereabsorpsi air dan elektrolit. f. Usus Besar Usus besar tidak memiliki vili dan lipatan-lipatan sirkular.Kendali pada sekresi dan aliran empedu Sekresi empedu diatur oleh faktor saraf (impuls parasimpatis) dan homon (sekretin dan CCK) yang sama dengan yang mengatur sekresi cairan pankreas. Cairan empedu kemudian didorong ke dalam duodenum. berakhir pada saluran anal dan membuka ke eksterior di anus Fungsi usus besar • • Mengabsorpsi 80% sampai 90% air dan elektrolit Mmeproduksi mucus . Sekum adalah kantong tertutup yang menggantung di bawah area katup ileosekal Kolon adalah bagian usus besar dari sekum sampai rekum. Kolon descenden merentang ke bawah pada sisi kiri abdomen dan menjadi kolon sigmoid berbentuk S yang bermuara di rectum • Rektum adalah bagian saluran pencernaan selanjutnya dengan panjang 12 sampai 13cm. Dengan demikian kandung ini mampu menampung hasil 12 jam sekresi empedu hati. dan daya regangnya lebih besar dibandingkan usus halus Bagian-bagian usus besar • • 1. tempatnya memutar ke bawah pada fleksura spleknik 3. Kandung empedu Anatomi Kandung empedu adalah kantog muskular hijau menyerupai pir dengan panjang 10 cm. Kandung empedu menyimpan cairan empedu yang secara terus-menerus disekresi oleh sel-sel hati sampai diperlukan dalam duodenum. Kapasitas total kandung empedu kurang lebih 30 ml sampai 60 ml. Fungsi 1. Organ ini terletak di lekukan dibawah lobus kanan hati. 2. panjangnya lebih pendek.

asam lemak. Enzim ini berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. d. berfungsi untuk mengubah maltosa menjadi glukosa. berfungsi untuk mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa. Kelenjar pankreas Kelenjar pankreas terletak di usus 12 jari dan menghasilkan beberapa enzim sebagai berikut: 1. Sakrase. Erepsin berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino. berguna membunuh kuman yang masuk bersama makanan dan membantu melunakkan . yaitu dengan bercampurnya makanan yang telah dikunyah dengan air liur yang mengandung enzim ptialin (amilase). Renin. berguna untuk mengubah susu menjadi kasein. Usus halus Ketika makanan masuk ke usus halus. 2. enzim ini juga berfungsi untuk membunuh kuman yang masuk bersama makanan. Makanan kemudian disalurkan ke usus penyerapan. Pencernaan kimiawi Pencernaan kimiawi adalah proses perubahan makanan dari bentuk kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. Erepsinogen. 2. 2. Laktase. lambung mengeluarkan getah lambung yang mengandung: 1. berguna untuk mengubah protein menjadi pepton. MEKANISME PROSES PENCERNAAN Pencernaan makanan pada manusia ada 2: a. . berfungsi untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. b. 3. . Selain itu. Asam (HCl). makanan dicerna secara kimiawi dibantu oleh enzim pencernaan dari pankreas. Enzim adalah zat kimia yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia. Pepsin. berfungsi sebagai pengubah protein dan pepton menjadi dipeptida. c. Usus penyerapan menghasilkan enzim-enzim sebagai berikut: 1. makanan yang keras di dalam lambung serta mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Maltase. diaktifkan oleh enterokinase menjadi erepsin. berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. Pada proses ini. 3. Pencernaan mekanik Pencernaan mekanik adalah proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil atau halus. dan gliserol. Pepsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi proteosa dan pepton.• • Baketri yang terdapat dalam kolon mampu mencerna sejumlah selulosa dan memproduksi Mengekskresi zat sisa dalam bentuk feses sedikit kalori nutrient bagi tubuh 3. Pada manusia proses pencernaan mekanik dilakukan dengan menggunakan gigi. 4. Lambung Di dalam lambung makanan dari kerongkongan dicerna oleh dinding lambung. Enzim tripsin. Peran enzim dalam sistem pencernaan: Mulut Pada mulut selain terjadi pencernaan secara mekanik juga terjadi pencernaan secara kimiawi. Enzim amilase.

METABOLISME KARBOHIDRAT Karbohidrat merupakan derivat dari aldehid. Monosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi senyawa yang lebih sederhana. sistem transpor sitokrom/ elektron. baru akan terjadi metabolisme glukosa di tingkat sel (respirasi sel). laktosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan galaktosa). Contoh dari polisakarida adalah pati dan dekstrin. 3. Sel-sel di dalam tubuh tentunya tidak dapat langsung menyerap karbohidrat. Karbohidrat dibagi menjadi empat macam. Enzim lipase. 2. galaktosa. tetrosa. Polisakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang paling kompleks. 4. Respirasi sel ini mencakup tiga peristiwa: glikolisis. 4. sukrosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa). Setelah berubah menjadi glukosa. Karbohidrat akan dipecah menjadi monosakarida melalui proses digesti di saluran pencernaan. Contohnya adalah maltotriosa. terutama dalam bentuk glukosa. Contoh dari monosakarida adalah glukosa. Karena glukosa merupakan monosakarida yang paling utama yang dapat diserap oleh tubuh untuk menghasilkan energi. pentosa. Polisakarida bila dihidrolisis akan menghasilkan lebih dari sepuluh molekul monosakarida. PROTEIN. Disakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila terhidrolisis menjadi dua monosakarida yang sama ataupun berbeda. berfungsi sebagai pengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. PROSES METABOLISME KARBOHIDRAT. tetapi karbohidrat tersebut harus dipecah menjadi molekul yang lebih sederhana lagi yaitu monosakarida. Karbohidrat yang masuk ke tubuh berasal dari makanan. Monosakarida menurut jumlah atom karbonnya adalah triosa. fruktosa. Oligosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila dihidrolisis menjadi dua sampai sepuluh unit monosakarida. hektosa. Tabel singkat respirasi sel Reaksi Molekul yang terlibat Hasil reaksi Vitamin/ mineral yang diperlukan . oktosa dan selanjutnya. yaitu: 1. DAN LEMAK A. Sedangkan bila berdasarkan gugus pembentuknya monosakarida dibedakan menjadi aldosa (gugus aldehid) dan ketosa (gugus keton).3. Contoh disakarida adalah maltosa ( bila dihidrolisis menjadi dua molekul glukosa). siklus Krebs. heptosa.

Makanan merupakan energi potensial. METABOLISME GLUKOSA A. bahwa yang paling perlu dalam metabolisme iti adalah makan dan bernafas.Glikolisis Glukosa ∙ 2 ATP (bersih) ∙ 2 NADH2 dan 1 FADH2 (dilanjutkan ke reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ 2 Asam piruvat ( bila aerob langsung menuju siklus Krebs. bila anaerob diubah menjadi asam laktat) ∙ CO2 ∙ 3 NADH2 dan 1 FADH2 Niasin Siklus Krebs Asam Piruvat atau Asetil KoA NADH2 dan (menuju reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ empat molekul karbon ∙ 34 ATP ∙ air metabolik ∙ Tiamin ∙ Riboflavin ∙ Niasin ∙ Asam pantotenat Besi dan tembaga Sistem Transpor Sitokrom FADH2 Kelebihan glukosa akan disimpan dalam bentuk glukagon yang terdapat pada hepar dan otot rangka. sedangkan untuk membebaskan energi tersebut dibutuhkan O2 yang di dapatkan dari proses bernafas. Sehingga dapat digunakan bila tubuh membutuhkannya untuk menghasilkan energi. Dari tabel di atas dapat diambil garis besar. GLIKOLISIS .

.

B. SIKLUS KREBS .

arginin. leusin.SECARA GARIS BESAR Glukosa  2 ATP  2 NADH + 2 H+ GLIKOLISIS Asam piruvat  2 NADH + 2 H+ Asetil Ko-A  2 CO2 4 CO2 SIKLUS KREBS  6 NADH  2 FADH2 2 ATP TRANSPOR ELEKTRON 34 ATP O2 H2O B. lisin. triptofan. tirosin .Asam amino non esensial : asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh Ex : alanin. fenialanin. dan 20 di antaranya terdapat dalam protein tubuh dalam jumlah yang cukup banyak. . asparagin. glisin.Asam amino esensial : tidak dapat disintesis oleh tubuh Ex : treonin. METABOLISME PROTEIN Anabolisme Unsur dasar penyusun protein adalah asam amino. glutamate. serin. glutamine. metionin. valin. sistein. prolin. isoleusin. aspartat. histidin .

dan sebagian lagi dikonversi menjadi asam lemak (disebut proses ketogenesis). Oksidasi ini biasanya melibatkan 2 proses yang berurutan: a. asam keto yang dihasilkan dapat dioksidasi untuk mengeluarkan energi untuk keperluan metabolisme.Struktur asam amino memperlihatkan ciri yang khas yaitu mempunyai satu gugus asam (-COOH) dan satu atom nitrogen yang melekat pada molekul. otak. 1. 2. . dan satu ion hidroksil dilepas dari radikal karboksil. ammonia akan menumpuk dalam darah. digunakan untuk mensintesis glukosa / asama lemak. akan menginduksi aktivasi sejumlah besar aminotransferase. Katabolisme Begitu sel diisi sampai batasnya dengan protein yang tersimpan. asam amino dihubungkan menjadi rantai panjang melalui ikatan peptide. Satu atom hidrogen dilepaskan dari radikal amino. yang biasanya berupa gugus amino (-NH2). Keadaan ini sangat toksik terutama terhadap ginjal. Hormon pertumbuhan meningkatkan sintesis protein sel karena adanya percepatan proses transkripsi dan translasi RNA dan DNA untuk sintesis protein. Oksidasi asam amino yang sudah mengalami deaminasi Begitu asam amino sudah dideaminasi. 3. Nitrogen pada radikal amino dari satu asam amino berikatan dengan karbon dari radikal karboksil asam amino lainnya. Pembentukan urea di hati Amonia yang dilepaskan selama deaminasi asam amino dikeluarkan dari darah hampir seluruhnya melalui konversi menjadi ureum. Misalnya deaminasi alanin adalah asam piruvat. Asam keto diubah menjadi zat kimia yang sesuai kemudian masuk ke dalam siklus asam sitrat. Setelah itu zat tersebut dpecah dan menjadi energi. yaitu enzim yang bertanggung jawab memulai sebagian besar katabolisme (pemecahan protein untuk digunakan sebagai energi atau bila berlebih disimpan terutama sebagai lemak / glikogen). asam glutamat sekali lagi menjadi asam αketoglutarat. Dalam protein. Hormon yang berpengaruh dalam metabolisme protein: 1. penambahan asam amino tambahan dalam cairan tubuh terutama di hati. Asam piruvat ini kemudian dikonversi menjadi glukosa/ glikogen (disebut proses glukoneogenesis). Dalam proses kehilangan gugus amino. Asam glutamat ini kemudian dapat mentransfer asam amino ke zat lainnya / dapat melepaskan dalam bentuk ammonia (NH3). Pada dasarnya. Setelah dibentuk. keduanya bergabung membentuk molekul air. semua asam amino dalam tubuh manusia disintesis di hati. Asam amino tertentu yang dideaminasi serupa. satu radikal amino dan satu radikal karboksil masih terletak pada ujung yang berlawanan dan kemudian membentuk lagi rantai peptida. sebagian dikonversi menjadi asetil ko-A (2 mol asetil ko-A akan berubah menjadi asam aseloasetat). b. pada banyak keadaan . Bila tidak ada hati / pada penyakit hati yang berat. yang sering kali menimbulkan keadaan yang disebut koma hepatikum. sehingga siklus tersebut dapat berlangsung berulang-ulang. Setelah ureum terbentuk. Deaminasi Gugus amino dari asam amino ditransfer ke asam α-ketoglutarat. ureum berdifusi dari sel hati masuk ke dalam cairan tubuh dan diekskresikan oleh ATP yang dihasilkan dari protein lebih kecil daripada ATP yang dibentuk glukosa untuk setiap gramnya. yang kemudian menjadi asam glutamate.

putih telur). albumin dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah. Fibrinogen Fibrinogen berpolimerasi menjadi pilinan fibrin yang panjang selama proses koagulasi darah. b.Trigliserida 2.Membentuk jaringan sel baru sehingga dalam ilmu kedokteran. Banyak dijumpai pada telur (albumin telur. Globulin juga memiliki sifat lain yaitu mengeras atau menggumpal jika dikondisikan dalam suhu tinggi. Jenis protein yang terdapat dalam plasma: Albumin Jenis protein terbanyak dalam plasma yang mencapai 60%. larut dalam pseudoglobulin. Dengan demikian. Fungsi albumin : a. Terbuat di hepar sehingga dapat digunakan untuk tes pembantu dalam penilaiaan fungsi ginjal dan saluran pencernaan. Glukortikoid meningkatkan pemecahan sebagian besar protein jaringan. Berat molekul albumin plasma pada manusia 69000. Albumin dapat menghindari timbulnya pembengkakan paru-paru dan gagal ginjal serta sebagai carrier faktor pembekuan darah. terbentuk bekuan darah yang akan membantu memperbaiki kebocoran sistem sirkulasi. albumin telur 44000. Gamma globulin Kelompok protein serum yang mengandung banyak antibody. 5. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses imun atau kekebalan tubuh. Insulin diperlukan untuk sintesis protein. dalam susu (laktalbumin). Globulin Meruapakan protein yang tidak larut dalam air. Fungsi ini erat kaitannya dengan bahan metabolism asam lemak bebas dan bilirubin dan berbagai macam obat yang kurang larut dalam air tetapi harus diangkat melalui darah dari satu organ ke organ lain agar dapat diekskresi. Beta globulin Protein plasma darah yang memiliki kaitan erat dengan transportasi thrombin dan protrombin. b. darah (albumin serum). dalam daging mamalia 63000. sehingga dapat menjadi rangsangan bagi pembentukan protein. Albumin merupakan protein yang larut dalam air dan mengendap pada kondisi dipanaska.2. c.Fosfolipid 3. C. Testoteron menambah deposit protein di jaringan. Estrogen menambah sedikit deposit protein. Alfa globulin Salah satu bagian plasma darah yang mengedarkan hormon.Misalnya akibat operasi. larut dalam euglobulins. METABOLISME LEMAK Lipid dibagi menjadi 3: 1. Ada tiga macam globulin: a. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses pembekuan darah. serta dalam larutan garam. c. Tiroksin meningkatkan kecepatan metabolisme seluruh sel termasuk protein. 6.Mengangkat molekul-molekul kecil melewati plasma dan cairan sel.Kolesterol . Insulin mempercepat transpor beberapa asam amino ke dalam sel. 3. 4.

.D. (memperbesar 1000x daerah permukaan lemak total) Lemak + (empedu + pengadukan ) -> lemak terelmusi Lemak teremulsi + (lipase pangkreas) -> Asam lemak dan 2-monogliserida Fungsi Lemak     Sebagai sumber energi sekunder Melarutkan vitamin A. terutama pada subcutaneous layer. memecahkan gumpalan lemak menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga enzim pencernaan yang larut air dapat bekerja pada permukaan gumpalan lemak 2. dan K Melindungi alat-alat vital pada tubuh Memperbaiki rasa makanan (gurih) Kelebihan lemak disimpan dalam jaringan adipose. Pengaruh empedu (garam empedu + fosfolipid lestin) -> menurunkan tegangan antar permukaan lemak.E.Emulsifikasi lemak.Pencernaan lemak dalam usus 1.

osmosis: cairan jaringan menjadi plasma.5. getah bening. Elektrolitn merupakan ion yang ditemukan dalam tubuh. Air selalu berpindah dari 1 kompartemen ke kompartemen lainya.getah bening. SISTEM REGULASI SUHU TUBUH A. Osmosis diatur oleh konsentrasi elektrolit didalam cairan tubuh (OSMOLARITAS). Cairan tubuh elektrolit dan Keseimbangan air dan elektrolit 1. Cairan ekstraselular(CES) adalah air diluar sel terdiri atas plasma .cairan jaringan dan cairan khusus 3. atau cairan intraselular 4. . fitrasi: plasma menjadi cairan jaringan. terbanyak adalah mineral Kompartemen air 1. Cairan intraselular (CIS) adalah air dalam sel kira-kira dua pertiga total cairan tubuh 2.air akan berdifusi melewati membran ketempat yang mempunyai konsentrasi elektrolit lebih tinggi. Air membentuk 60% sampai 75% total berat badan tubuh 2.

Cairan elektrolit dalah garam yang terlarut dalam air menjadi 1 atau lebih partikel bermuatan disebut ion contohnya.oksigen. haus dengan pusing berlebihan 2.bikarbonat . Hipotalamus mempunyai osmoreseptor yang mendeteksi perubahan osmolaritas cairan tubuh 2. Urine.kalsium magnesium .protein . Beberapa fungsi dari macam kation elektrolit utama Fungsi dari natrium adalah menciptakan tekanan osmotic CES . b. Cairan nonelektrolit adalah zat yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik contohnya. 5. Mengandung kation meliputi.ditandai Hipernatemia adalah konsekuensi kehilangan air ditandai dengan kehilangan CIS. Elektrolit membantu mengatur osmosis antar kompartemen air Elektrolit dibagi menjadi dua yaitu 1.dan anionya meliputi .glukosa dan karbondioksida. keringat.aktifitas saraf serta sel otot Beberapa fungsi dari macam anion elektrolit utama Fungsi klorida adalah anion terbanyak dalam CES .urea. Hiponatermia adalah konsekuensi akibat keringat yang berlebihan .kation terbanyak dalam CIS Fungsi dari kalsium adalah mempertahankan eksitabilitas saraf dan sel-sel otot Fungsi dari magnesium adalah sangat penting untuk produksi ATP .dan haluaran urine meningkat 6.kalsium . Jika volume darah meningkat . Setiap variasi haluaran harus dikompensasi oleh perubahan asupan Pengaturan asupan dan haluaran air 1. Dehidrasi merangsang sensasi haus .air kemudian di reabsorpsi melalui osmosis. Aldosteron yang disekresi oleh korteks adrenal meningkatkan reabsorpsi ion natrium oleh ginjal .diare atau muntah .ANH kehilangan ion natrium dan air di dalam urine Elektrolit 1. feses 2.natrium .sekresi ADH menurun .dan sulfat 3.magnesium .RNA .Haluaran air 1. 2. klorida. ADH yg dilepaskan darihipofisis posterior meningkatkan reabsorpsi air oleh ginjal 4.membantu mengatur tekanan osmotic Fungsi bikarbonat adalah sebagai bagian system dapar bikarbonat Fungsi fosfat adalah bagian DNA.kation terbanyak dalam CES Fungsi dari kalium adalah menciptakan tekanan osmotic CIS .kalium.dan cairan dikonsumsi untuk menggantikannya 3. Ketidakseimbangan kalium meliputi: . Ketidakseimbangan natrium meliputi: a.fosfat . Zat kimia yang terlarut didalam air dan memisahkan diri membentuk ion-ion . natrium .ATP dan FOSFOLIPID Fungsi sulfat adalah bagian asam amino dan protein Ketidakseimbangan elektrolit 1.sebazgian besar anorganik 2.kalium.mudah berdifusi keluar masuknya sel . Jika air dalam tubuh terlalu banyak . udara yang dikeluarkan.

Termoregulasi Rentan normal suhu tubuh manusia adalah 360 C-380 C.keringat . Kehilangan panas Aliran darah melalui dermis menentukan jumlah panas yang hilang melalui konveksi. Hormon yang terlibat . dan konduksi. 3. Faktor – faktor yang mempengaruhi produksi panas : 1. Konduksi dan konveksi adalah perpindahan panas dengan disertai kontak langsung.arimia ginjal 3. epinefrin. Berkeringat adalah mekanisme kehilangan panas tubuh menguapkan keringat di atas permukaan tubuh. Hiperkalemia adalah suatu konsekuensi gagal ginjal angkut serta penyakit Addison ditandai dengan kelemahan . .aldosteron –natrium dan kalium . Evaporasi juga bisa terjadi di tubuh melalui kulit ( keringat). dan neropinefrin meningkatkan aktivitas metabolic. Stress Rangsang simpatik. Tiroksin dari glandula Tiroidea ( paling penting ) seiring penurunan kecepatan metabolism. Organ yang aktif terus menerus memproduksi panas. Radiasi adalh proses kehilangan panas dalam bentuk gelombang inframerah. 2. Produksi panas Panas adalah salah satu energi yang diproduksi pada respirasi sel. Asupan –elektrolit adalah makanan dan minuman beraklohol 2. Asupan makanan dan perubahan suhu tubuh yang akan berpengaruh terhadap proses metabolism di dalam tubuh. kofusi b.feses 3. Aliran darah meningkat. radiasi dan konveksi efektif bila suhu lingkungan lebih dingin daripada tubuh. Hipokalemia adalah suatu konsekuensi muntah/diare serta penyakit ginjal ditandai dengan lelah. dengan suhu terendah saat tidur. Hipokalsemia adalah penurunan asupan kalsium ditandai dengan spasme otot kemudian Hiperkalsemia adalah suatu konsekuensi hipoparatiroidisme . Ketidakseimbangan kalsium meliputi: a. sehingga produksi panas dan ATP juga naik. b.a. akan naik suhu nya bila ruangan itu dipenuhi orang.ditandai dengan kelemahan otot menjadi tetanus (kejang) Asupan haluaran dan pengaturan 1. suhu tubuh berfluktuasi 10 C – 20 C. - Panas hilang dari saluran pernafasan melalui pengupan air dari mukosa pernafasan yang panas Sejumlah kecil panas hilang sebagai urin dan feses yang dikeluarkan dari tubuh Mekanisme kehilangan panas adalah vasodilatasi pada dermis dan peningkatan berkeringat.ANH –natrium . Hal ini menjelaskan mengapa bila ada suatu ruangan kosong yang dingin. 4. Dalam 24 jam. Tonus otot menghasilkan 25% panas saat istirahat.PTH dan Kalsitonin –kalsium dan fosfat B. Haluaran –urine . tirosin disekresi lebih banyak untuk meningkatkan respirasi sel. Hepar menghasilkan 20% panas saat istirahat. radiasi.

mengubah posisi tubuh (melingkarkan tangan di tubuh). Sebagai hasilnya aliran darah dalam tubuh menurun. Produksi panas Hipotalamus adalah thermostat tubuh dan mengatur suhu tubuh dengan menyeimbangkan produksi panas dengan kehilangan panas. - Ada beberapa cara manual yang dapat dilakukan antara lain: memakai pakaian hangat untuk membatasi panas yang keluar.alergi. menggunakan pakaian berwarna terang. tetapi bisa juga disebabkan oleh kondisi lain (kanker. Prostalglandin mengatur thermostat di hipotalamus ke suhu yang lebih tinggi. Aktivasi saraf simpatik vasokonstriktor di tubuh menyebabkan vasokontriksi yang kuat. Demam Demam adalah hyperthermia yang terkontrol. dll. Hipotalamus menyebabkan pengeluaran prostalglandin.- Beberapa cara manual antara lain: menurunkan tingkat aktivitas. cedera di system saraf pusat). Setelah itu thermostat kembali ke tingkat normal . minum minuman panas. selanjutnya sutu tubuh akan berada di pengaturan demam smapai adanya pertahanan dari tubuh dan bila ada antibiotic yang masuk. mencari lingkungan yang lebih dingin. dan meningkatakan aktivitas tubuh. . ditandai dengan keringat yang keluar. - Mekanisme untuk meningkatkan panas adalah vasokontriksi pada dermis dan penurunan produksi keringat. Temperatur akan meningkat terus sampai mencapai pengaturan baru. Hal itu akan menurunkan suhu tubuh dengan sendirinya. Hipotalamus menerima rangsangan dari perifer termoreseptor yang terletak di kulit dan termoreseptor pusat. Sering terjadi kerena terjadi infeksi di dalam tubuh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful